Apa Itu Gangguan Pendengaran? Berikut Penjelasannya
13 November 2024
Gangguan pendengaran adalah kondisi yang seringkali tidak disadari sampai kita benar-benar mengalaminya. Bisa dibayangkan, betapa pentingnya kemampuan mendengar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendengaran yang baik, kita bisa menikmati percakapan dengan orang-orang terdekat, mendengar musik, atau sekadar menikmati suara alam yang menenangkan.Namun, apa jadinya bila kemampuan mendengar mulai berkurang? Tidak sedikit orang yang menyepelekan masalah ini, padahal gangguan pendengaran bisa berdampak besar pada kualitas hidup. Gangguan pendengaran sendiri sebenarnya mencakup berbagai kondisi yang menyebabkan menurunnya kemampuan mendengar, dan bisa dialami oleh siapa saja, dari berbagai usia dan latar belakang.Banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran, mulai dari paparan suara keras dalam waktu lama, infeksi, hingga faktor usia. Bahkan, kondisi ini dapat terjadi secara perlahan tanpa disadari atau datang secara tiba-tiba. Gangguan pendengaran sebaiknya tidak diabaikan karena dampaknya bisa lebih serius daripada sekadar kesulitan mendengar suara di sekitar. Untuk itu, dalam artikel ini kita akan menjelajahi lebih jauh mengenai apa itu gangguan pendengaran, penyebab, jenis-jenis, hingga cara pencegahannya agar kualitas hidup tetap terjaga.Ciri-ciri Gangguan PendengaranBerikut ini beberapa ciri gangguan pendengaran yang perlu Anda ketahui:1. Kesulitan Mendengar Percakapan, Terutama di Lingkungan BisingKetika seseorang mulai kesulitan mendengar percakapan, terutama di tempat-tempat ramai atau bising, ini bisa menjadi tanda awal gangguan pendengaran. Di lingkungan seperti itu, suara latar yang berisik dapat mengganggu kemampuan mereka untuk memisahkan dan menangkap suara percakapan dengan jelas. Akibatnya, informasi atau percakapan penting mungkin terlewat.2. Sering Meminta Orang Lain untuk Mengulang Kata-KataOrang yang mengalami gangguan pendengaran sering kali merasa sulit memahami kata-kata dalam percakapan. Mereka mungkin merasa kata-kata yang diucapkan terdengar samar atau tidak lengkap, sehingga perlu meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya agar lebih jelas. Kebiasaan ini adalah salah satu tanda umum dari menurunnya kemampuan mendengar.3. Volume Televisi atau Radio Lebih Keras dari Orang LainMeningkatkan volume televisi atau radio lebih tinggi dari yang dirasa nyaman oleh orang lain di sekitar juga merupakan ciri gangguan pendengaran. Seseorang dengan masalah pendengaran mungkin merasa bahwa volume standar tidak cukup jelas untuk didengar, sehingga mereka menaikkannya agar bisa menikmati acara dengan lebih baik.4. Suara Terdengar Samar atau TeredamSalah satu tanda umum gangguan pendengaran adalah perasaan bahwa suara di sekitar terdengar samar atau teredam. Hal ini membuat suara yang didengar seperti kurang jernih atau seolah-olah mendengarkan melalui lapisan penghalang, sehingga sulit untuk memahami detail suara dengan baik. Kondisi ini biasanya terjadi karena gangguan di bagian telinga yang bertugas menghantarkan suara, sehingga suara tidak sampai ke otak dengan jelas.5. Mengalami Tinnitus (Telinga Berdenging)Tinnitus atau sensasi telinga berdenging adalah gejala lain dari gangguan pendengaran. Orang yang mengalami tinnitus akan mendengar bunyi dengungan atau siulan di telinga meskipun tidak ada sumber suara nyata. Kondisi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti bunyi desis atau gemuruh, dan sering kali mengganggu konsentrasi serta mengganggu kenyamanan sehari-hari. Tinnitus dapat terjadi sendiri atau menyertai masalah pendengaran lainnya dan sering menjadi tanda adanya kerusakan pada bagian telinga atau saraf pendengaran.Jenis Gangguan PendengaranTerdapat tiga jenis gangguan pendengaran yakni gangguan pendengaran konduktif, sensorineural, hingga gangguan pendengaran campuran. Agar lebih jelas, langsung simak penjelasannya berikut ini:1. Gangguan Pendengaran KonduktifGangguan pendengaran konduktif terjadi ketika suara tidak dapat ditransmisikan secara efektif dari telinga luar atau tengah menuju telinga dalam. Biasanya, jenis gangguan ini disebabkan oleh masalah pada saluran telinga, seperti penumpukan kotoran telinga, infeksi, atau kerusakan pada gendang telinga. Masalah ini terjadi di bagian luar dan tengah telinga sehingga suara akan terdengar lebih pelan atau teredam, tetapi biasanya masih bisa diatasi dengan perawatan medis atau pembedahan.2. Gangguan Pendengaran SensorineuralGangguan pendengaran sensorineural terjadi karena kerusakan pada telinga dalam atau saraf pendengaran yang menghubungkan telinga dengan otak. Jenis gangguan ini umumnya disebabkan oleh faktor usia (presbikusis), paparan suara keras dalam jangka panjang, atau kondisi medis tertentu. Kerusakan terjadi di telinga dalam sehingga gangguan ini sering kali lebih permanen dan sulit ditangani. Alat bantu dengar sering diperlukan untuk membantu memperjelas suara yang didengar.3. Gangguan Pendengaran CampuranGangguan pendengaran campuran adalah kombinasi dari gangguan konduktif dan sensorineural, terdapat masalah pada bagian telinga luar atau tengah sekaligus kerusakan di telinga dalam atau saraf pendengaran. Kondisi ini membuat suara terdengar semakin teredam atau sulit dipahami. Gangguan ini melibatkan kedua jenis gangguan sehingga penanganannya mungkin lebih kompleks dan memerlukan kombinasi perawatan medis, seperti obat-obatan, pembedahan, atau alat bantu dengar.Level Gangguan PendengaranLevel keparahan gangguan pendengaran ternyata beragam, mulai dari yang ringan hingga yang sangat parah. Mengenal level gangguan pendengaran ini penting karena masing-masing membutuhkan penanganan dan perhatian yang berbeda. Berikut ini level gangguan pendengaran yang perlu Anda ketahui.1. Pendengaran Normal (0–20 dB HL)Pendengaran normal berada pada kisaran 0 hingga 20 desibel (dB HL). Pada level ini, seseorang bisa mendengar suara pelan seperti bisikan, daun yang bergesekan, atau suara jam berdetik dengan jelas. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam mendengar percakapan biasa maupun suara lingkungan sekitar.2. Gangguan Pendengaran Ringan (Mild Hearing Loss)Pada level gangguan ringan, seseorang memiliki batas pendengaran antara 21 hingga 40 dB HL. Orang dengan gangguan ini mungkin kesulitan mendengar suara yang sangat pelan atau suara percakapan yang terjadi di tempat ramai. Meskipun mereka masih bisa mengikuti pembicaraan secara umum, suara tertentu bisa terdengar kurang jelas, terutama dalam situasi berisik.3. Gangguan Pendengaran Sedang (Moderate Hearing Loss)Gangguan pendengaran sedang berada dalam kisaran 41 hingga 70 dB HL. Seseorang dengan level ini akan kesulitan mendengar percakapan biasa tanpa bantuan, apalagi jika ada jarak atau kebisingan di sekitar. Mereka sering kali membutuhkan alat bantu dengar untuk bisa memahami percakapan dan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.4. Gangguan Pendengaran Sedang hingga Berat (Moderately Severe Hearing Loss)Pada level ini, batas pendengaran berada antara 71 hingga 90 dB HL. Seseorang dengan gangguan ini akan mengalami kesulitan mendengar suara percakapan normal bahkan dalam kondisi hening sekalipun. Tanpa alat bantu, mereka mungkin hanya mendengar suara-suara yang cukup keras dan mendekat, seperti deru kendaraan besar atau suara keras lainnya.5. Gangguan Pendengaran Berat (Severe Hearing Loss)Gangguan pendengaran berat memiliki rentang antara 91 hingga 120 dB HL. Pada level ini, suara sehari-hari seperti percakapan, bel pintu, atau musik tidak lagi bisa terdengar dengan jelas atau bahkan tak terdengar sama sekali tanpa alat bantu. Seseorang dengan gangguan ini biasanya membutuhkan alat bantu dengar dan strategi komunikasi tambahan, seperti membaca gerak bibir atau menggunakan bahasa isyarat.6. Gangguan Pendengaran Sangat Berat (Profound Hearing Loss)Level gangguan pendengaran yang paling parah dengan batas pendengaran di atas 120 dB HL. Orang yang mengalami gangguan pendengaran sangat berat hampir tidak bisa mendengar suara apa pun, bahkan suara yang sangat keras sekalipun. Pada level ini, komunikasi sehari-hari biasanya memerlukan bantuan maksimal, seperti alat bantu dengar yang sangat kuat, implan koklea, atau sepenuhnya bergantung pada bahasa isyarat.Alat Diagnostik untuk Menentukan Level AudiogramAlat diagnostik untuk menentukan level audiogram berfungsi untuk mengukur sejauh mana kemampuan pendengaran seseorang dan membantu dokter atau ahli audiologi mendiagnosis gangguan pendengaran. Audiogram sendiri adalah grafik yang menunjukkan tingkat kepekaan pendengaran pada berbagai frekuensi suara, mulai dari frekuensi rendah hingga tinggi.Nah, alat diagnostic untuk menentukan level audiogram ini bisa Anda temukan di Granostic. Dengan teknologi canggih yang dimiliki, Granostic akan memberikan hasil tes pendengaran yang akurat, membantu Anda mengetahui tingkat gangguan pendengaran dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Jangan tunggu sampai gangguan pendengaran semakin parah segera periksakan pendengaran Anda sekarang juga di Granostic.Penyebab Gangguan Pendengaran Pada UmumnyaGangguan pendengaran dapat terjadi pada siapa saja, tak hanya pada lansia. Selain pertambahan usia, berikut ini beberapa penyebab gangguan pendengaran pada umumnya. Apa saja?1. Paparan Suara KerasMendengar suara keras secara terus-menerus atau dalam jangka waktu lama bisa merusak sel-sel rambut halus di dalam telinga bagian dalam yang berperan penting dalam proses pendengaran. Paparan ini bisa berasal dari lingkungan kerja yang bising, konser musik yang keras, atau menggunakan earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama. Kerusakan akibat paparan suara keras seringkali bersifat permanen karena sel-sel ini tidak bisa memperbaiki diri.2. Penuaan (Presbikusis)Seiring bertambahnya usia, kemampuan mendengar seseorang cenderung menurun secara alami. Kondisi yang dikenal sebagai presbikusis ini disebabkan oleh degenerasi sel-sel di telinga bagian dalam yang terjadi seiring waktu. Penurunan pendengaran akibat penuaan biasanya terjadi secara bertahap dan bisa mulai terasa pada usia 60-an, mempengaruhi kemampuan mendengar frekuensi tinggi, seperti suara percakapan tertentu atau suara halus.3. Infeksi TelingaInfeksi pada telinga, terutama di telinga tengah, bisa menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau bahkan jangka panjang jika tidak diobati. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di telinga tengah. Gangguan pendengaran akibat infeksi telinga lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Jika infeksinya sering berulang, dapat mempengaruhi fungsi pendengaran secara permanen.4. Cedera KepalaCedera kepala, terutama yang melibatkan benturan keras pada area sekitar telinga atau tengkorak, bisa menyebabkan kerusakan pada struktur telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Trauma ini dapat mengganggu sinyal suara yang dikirimkan ke otak sehingga mengakibatkan gangguan pendengaran sementara atau bahkan permanen, bergantung pada tingkat kerusakan.5. Kotoran Telinga MenumpukKotoran telinga yang menumpuk atau mengeras bisa menyumbat saluran telinga sehingga menghalangi suara masuk dan menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Kondisi ini biasanya mudah diatasi dengan pembersihan telinga dengan tepat, tetapi jika dibiarkan terlalu lama, bisa menimbulkan infeksi atau peradangan. Membersihkan telinga secara teratur dan aman adalah kunci untuk mencegah masalah ini.6. Penggunaan Obat-Obatan OtotoksikBeberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, obat kemoterapi, atau obat antiinflamasi, dikenal sebagai ototoksik karena bisa merusak saraf pendengaran atau struktur telinga bagian dalam. Penggunaan obat-obatan ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang bersifat sementara atau permanen, bergantung dosis dan durasi pemakaian. Biasanya, dokter akan memantau kondisi pendengaran pasien secara ketat jika obat ototoksik diperlukan dalam pengobatan.Apa Penggunaan Headset dan Pengaruhnya pada Pendengaran?Penggunaan headset dan earphone secara terus-menerus memang dapat mempengaruhi kesehatan pendengaran. Berikut ini beberapa penjelasan tentang bagaimana kebiasaan ini bisa mempengaruhi telinga.1. Penggunaan BerlebihanMenggunakan headset atau earphone terlalu lama, terutama dengan volume yang tinggi, dapat merusak sel-sel rambut halus di koklea (bagian telinga dalam yang menangkap suara). Kerusakan ini cenderung bersifat permanen dan menyebabkan gangguan pendengaran yang bisa berkembang secara bertahap. Penggunaan berlebihan dalam sehari, seperti mendengarkan musik tanpa jeda atau sepanjang hari, berisiko menyebabkan kehilangan pendengaran lebih dini.2. Tidak Ada Pengaturan Volume AmanBanyak orang mendengarkan audio dengan volume tinggi tanpa menyadari efek jangka panjangnya. Sebaiknya, volume tidak melebihi 60% dari kapasitas maksimal dan durasi mendengarkan tidak lebih dari 60 menit per sesi (aturan "60/60"). Jika tidak ada kontrol atas volume yang aman, suara keras dari headset bisa setara dengan suara mesin pabrik atau konser yang mampu merusak pendengaran jika didengarkan dalam waktu lama.3. Penggunaan Earphone yang MenyumbatEarphone yang masuk ke dalam saluran telinga dapat membuat suara terisolasi dan terdengar lebih keras. Model earphone yang menyumbat telinga ini memberikan pengalaman audio yang mendalam, tetapi juga bisa meningkatkan risiko gangguan pendengaran jika volume tidak diatur dengan bijak. Selain itu, penggunaan jenis earphone ini dapat meningkatkan kelembapan di telinga, yang berpotensi menimbulkan infeksi jika tidak dijaga kebersihannya.Cara Mengatasi Gangguan PendengaranKetika mengalami masalah pendengaran, Anda tidak perlu terlalu panik. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, serta ikuti beberapa cara mengatasinya berikut ini:1. Alat Bantu DengarAlat bantu dengar adalah perangkat kecil yang dipasang di dalam atau belakang telinga untuk memperkuat suara sehingga dapat membantu orang dengan gangguan pendengaran agar dapat mendengar lebih jelas. Penggunaan alat bantu ini dapat menangkap suara dari lingkungan, mengolahnya, dan memperbesar volumenya sebelum mengirimkan suara ke telinga. Alat bantu dengar sangat membantu mereka yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang karena memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa hambatan besar.2. Implan KokleaImplan koklea adalah perangkat medis yang ditanamkan melalui prosedur bedah untuk membantu orang dengan gangguan pendengaran parah hingga sangat parah. Prosedur medis ini bekerja dengan mengubah suara menjadi sinyal listrik yang langsung dikirimkan ke saraf pendengaran di otak. Tidak seperti alat bantu dengar yang hanya memperbesar suara, implan koklea menggantikan fungsi koklea yang rusak untuk memberikan sensasi suara kepada penggunanya. Hal ini merupakan pilihan yang sangat efektif bagi mereka yang tidak terbantu dengan alat bantu dengar konvensional sehingga memungkinkan mereka untuk merasakan suara dan berkomunikasi dengan lebih baik.3. Terapi PendengaranTerapi pendengaran adalah pendekatan yang melibatkan latihan atau teknik tertentu untuk membantu seseorang mengatasi gangguan pendengaran. Prosedur terapi ini bisa berupa pelatihan untuk memperbaiki kemampuan mendengar, terutama bagi mereka yang menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea. Terapi ini juga dapat mencakup pelatihan mendengarkan suara dalam situasi yang bising, serta teknik untuk membantu otak lebih baik dalam memproses suara. Terapi ini sangat bermanfaat bagi orang yang baru saja menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea agar mereka dapat beradaptasi dengan perubahan cara mendengar.4. Pembersihan TelingaGangguan pendengaran kadang disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga (serumen) yang menyumbat saluran telinga. Pembersihan telinga secara rutin dan aman dapat membantu mencegah masalah ini. Penting untuk tidak membersihkan telinga dengan benda tajam atau cotton bud yang bisa mendorong kotoran lebih dalam. Sebaiknya, pembersihan dilakukan oleh profesional medis yang menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan kotoran secara tepat. Jika penumpukan kotoran telinga menyebabkan gangguan pendengaran, membersihkannya dapat memperbaiki pendengaran secara signifikan. Namun, bagi mereka yang sering mengalami penumpukan kotoran telinga, dokter dapat memberikan saran untuk mencegahnya di masa depan.Langkah Pencegahan Gangguan PendengaranBerikut ini beberapa panduan untuk mencegah gangguan pendengaran atau masalah pada kesehatan telinga Anda. Apa saja?1. Batasi Volume dan Durasi Penggunaan HeadsetSalah satu cara terbaik untuk mencegah gangguan pendengaran akibat penggunaan headset adalah dengan mengatur volume agar tidak terlalu tinggi. Sebaiknya, volume tidak melebihi 60% dari kapasitas maksimal headset dan durasi penggunaannya juga dibatasi tidak lebih dari 60 menit dalam sekali penggunaan (aturan "60/60"). Dengan cara ini, Anda bisa menikmati musik atau audio tanpa membahayakan pendengaran Anda. Jika Anda merasa telinga mulai terasa sakit atau terdengar berdengung, itu pertanda volume atau durasi sudah terlalu tinggi.2. Gunakan Headphone dengan Noise CancellationHeadphone dengan fitur noise cancellation (pembatalan kebisingan) membantu mengurangi suara bising di sekitar Anda, sehingga Anda tidak perlu meningkatkan volume untuk mendengarkan dengan jelas. Dengan menggunakan headphone ini, Anda bisa menjaga volume tetap rendah meskipun berada di lingkungan yang berisik dan headphone ini sangat bermanfaat untuk mencegah kerusakan pada telinga akibat suara keras.3. Istirahat TelingaMemberi waktu istirahat bagi telinga sangat penting untuk menjaga kesehatan pendengaran. Setelah mendengarkan musik atau suara dalam waktu lama, beri jeda setidaknya 5–10 menit untuk memberi waktu bagi telinga Anda untuk beristirahat. Hal ini membantu mencegah kelelahan pada telinga dan mengurangi risiko kerusakan akibat penggunaan alat pendengaran yang berlebihan. Jangan biarkan telinga terus bekerja tanpa henti karena seperti halnya bagian tubuh lainnya, telinga juga perlu waktu untuk pulih.4. Hindari Paparan Suara KerasPaparan suara keras, seperti suara mesin bising, konser musik dengan volume tinggi, atau kebisingan di tempat kerja, bisa merusak telinga dalam jangka panjang. Dalam upaya mencegah gangguan pendengaran, sangat penting untuk menghindari atau mengurangi paparan terhadap suara-suara ini. Jika Anda harus berada di tempat yang bising, gunakan pelindung telinga atau ear plug untuk mengurangi intensitas suara yang masuk ke telinga. Semakin lama telinga terpapar suara keras, semakin besar risiko kerusakan pada sel-sel pendengaran yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen.5. Periksa Pendengaran Secara BerkalaMemeriksakan pendengaran secara rutin adalah langkah penting untuk mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini. Pemeriksaan pendengaran yang dilakukan oleh profesional medis atau ahli THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) bisa membantu mendeteksi masalah sejak awal, bahkan sebelum gejalanya terasa jelas. Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, Anda bisa mendapatkan penanganan lebih cepat jika terjadi gangguan, dan mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena gangguan pendengaran, seperti yang sering terpapar suara keras atau memiliki riwayat keluarga dengan masalah pendengaran.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa itu gangguan pendengaran, penyebab, dan cara pengobatannya. Jika Anda memiliki keluhan mengenai gangguan pendengaran dan ingin tes audiometri atau ingin memeriksakan fungsi pendengaran jangan ragu untuk mengunjungi klinik Granostic.Klinik Granostic menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan telinga dan fungsi pendengaran, salah satunya lewat prosedur audiometri. Bersama dengan dokter dan tenaga medis ahli kami, pemeriksaan akan berjalan dengan efisien dan memberikan hasil yang menyeluruh.Yuk, periksakan kesehatan telinga dan fungsi pendengaran Anda secara berkala bersama klinik Granostic!Sumber Referensi:Deafness and hearing loss. WHO. Diakses 2024What's to know about deafness and hearing loss?. Medical News Today. Medically reviewed by Alana Biggers, M.D., MPH. Diakses 2024Hearing Loss. National Library of Medicine. Sofia Anastasiadou; Yasir Al Khalili. Diakses 20245 Tanda Kamu Mengalami Gangguan Pendengaran. UNIT PELAYANAN KESEHATAN KEMENKES RI. Diakses 2024

