C-Arm: Fungsi, Cara Kerja, dan Hal yang Bisa Ditangani
Saat membicarakan rangkaian pemeriksaan berbasis gambar atau citra, CT-Scan atau rontgen mungkin lebih sering terlintas di pikiran. Tapi tahukah Sobat kalau ada alat medis bernama C-Arm, yang juga memberikan kegunaan sejenis? Bagi masyarakat awam, C-Arm memang terdengar asing. Namun, dalam dunia bedah modern, mesin ini menjadi salah satu perangkat paling krusial yang memastikan tindakan operasi berjalan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Lantas, apa sebenarnya fungsi utama C-Arm dan mengapa kehadirannya begitu penting bagi keselamatan pasien? Mari kita bedah lebih dalam bersama Granostic! Baca Juga: Mengenal Laboratorium Granostic: Prosedur, Teknologi, dan Keunggulannya Apa Itu C-Arm dalam Dunia Medis C-Arm adalah perangkat pemindaian sinar-X bergerak (fluoroskopi) yang memiliki bentuk fisik menyerupai huruf “C”. Alat ini berfungsi sebagai sumber radiasi di satu sisi dan detektor gambar di sisi lainnya. Melansir dari Equipped MD, C-arm pertama kali diperkenalkan pada tahun 1955 dan teknologinya berkembang pesat setiap tahun. Kini C-Arm menjadi bagian penting dalam bidang kesehatan, khususnya di bidang bedah, ortopedi, traumatologi, bedah vaskular, hingga kardiologi. Meski sama-sama dikembangkan dengan mesin X-Ray sebagai dasarnya, perangkat ini berbeda dengan rontgen biasa. Hasil pemeriksaan melalui rontgen biasa baru bisa dilihat setelah diproses, sementara C-Arm memungkinkan dokter melihat struktur anatomi bagian dalam tubuh pasien secara langsung dan bergerak melalui layar monitor selama prosedur berlangsung. Tak hanya itu, bentuk C-Arm yang fleksibel memungkinkan alat ini diputar dan diarahkan ke berbagai sudut tanpa harus memindahkan posisi pasien yang sedang dioperasi. Hal ini memudahkan dokter dalam mengawasi kondisi pasien, melakukan penanganan secepat mungkin ketika mendeteksi masalah, serta membuat efisiensi perawatan dan penanganan kian baik. Fungsi C-Arm dalam Pemeriksaan dan Tindakan Medis Teknologi C-Arm yang fleksibel, canggih, dan efisien memberikan banyak manfaat untuk pasien. Pada aspek pemeriksaan dan tindakan medis, C-Arm dapat menghadirkan beberapa fungsi utama berikut ini: Membantu visualisasi struktur tulang dan sendi secara real time Fungsi pertama dari C-Arm adalah kemampuannya untuk menyajikan gambar sinar-X dalam bentuk video atau gambar bergerak yang muncul saat itu juga di monitor. Mengutip dari standar penggunaan fluoroskopi medis, teknologi ini memungkinkan dokter spesialis ortopedi untuk melihat pergerakan sendi atau posisi fragmen tulang secara dinamis. Hal ini sangat krusial, misalnya saat menyambungkan kembali tulang yang patah, dokter dapat langsung memutar dan menyesuaikan posisi tulang dengan bantuan visualisasi langsung tanpa harus menunggu hasil rontgen cetak. Mendukung prosedur medis yang membutuhkan presisi tinggi Banyak tindakan medis saat ini yang bersifat minimal invasif, atau hanya membutuhkan sayatan kecil. Dalam prosedur seperti pemasangan ring jantung atau injeksi pada saraf tulang belakang, dokter tidak dapat melihat langsung ke dalam tubuh pasien hanya dengan mata telanjang. Nah, di sinilah C-Arm berperan penting, Sobat. Berbagai jurnal medis menyebutkan bahwa panduan visual dari C-Arm memastikan instrumen medis seperti jarum, kateter, atau baut (screw) ditempatkan pada titik koordinat yang sangat akurat, sehingga meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya. Mengurangi risiko kesalahan tindakan Nah, satu lagi fungsi utama C-Arm yakni dapat mengurangi risiko kesalahan tindakan. Sebab keberadaan C-Arm bisa menjadi pendukung yang kuat bagi dokter untuk menyimak kemungkinan terjadinya kesalahan lokasi atau posisi alat medis. Misalnya, jika terjadi pergeseran posisi pada saat pemasangan alat ortopedi, dokter bisa segera mengetahuinya dan melakukan koreksi saat itu juga, bukan setelah operasi selesai. Dengan demikian, selain dapat meningkatkan keberhasilan prosedur atau tindakan medis tertentu, C-Arm juga bisa meminimalisir risiko komplikasi pasca tindakan semaksimal mungkin. Cara Kerja C-Arm Setelah menyimak penjelasan di atas, Sobat mungkin sudah memiliki gambaran mengenai fungsi C-Arm dengan lebih baik. Namun, tahukah Anda bagaimana C-Arm digunakan dalam praktik medis? Dan bagaimana cara kerjanya? Mari kita simak penjelasan detail dari Granostic berikut ini. Prinsip dasar pencitraan menggunakan sinar X Sama seperti mesin rontgen konvensional, C-Arm bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau sinar-X. Pada salah satu ujung lengan huruf “C” terdapat pemancar sinar-X (X-ray generator), sementara di ujung lainnya terdapat penerima gambar (image intensifier atau flat panel detector). Saat diaktifkan, sinar-X akan menembus bagian tubuh pasien; jaringan yang padat seperti tulang akan menyerap lebih banyak sinar. Sementara jaringan lunak akan meloloskan sinar, sehingga terciptalah bayangan anatomi yang detail pada detektor. Proses pengambilan gambar secara langsung saat tindakan Hal yang membedakan C-Arm dengan rontgen biasa adalah fitur fluoroskopi. Jika rontgen biasa seperti mengambil foto atau gambar statis, C-Arm bekerja layaknya kamera video yang merekam secara berkelanjutan. Proses ini memungkinkan dokter melihat fungsi organ atau aliran cairan kontras di dalam pembuluh darah saat itu juga. Fleksibilitas lengan “C” yang dapat diputar hingga berbagai sudut (horizontal, vertikal, hingga miring) memudahkan dokter mengambil gambar dari posisi tersulit sekalipun tanpa perlu mengubah posisi tidur pasien. Peran monitor dalam memandu dokter selama prosedur Hasil tangkapan gambar dari detektor dikirimkan secara instan ke unit monitor yang terhubung. Monitor ini berfungsi sebagai “peta” bagi dokter ketika menyimak kondisi pasien. Selama prosedur berlangsung, dokter akan terus memantau layar tersebut untuk mengarahkan instrumen medis, seperti jarum, kawat pemandu, atau pen, ke area yang tepat. Seringkali terdapat dua layar monitor pada C-Arm, yakni satu untuk menampilkan gambar live saat ini, dan satu lagi untuk menyimpan gambar referensi sebelumnya sebagai perbandingan guna memastikan akurasi tindakan. Kedua layar monitor ini dapat memberikan hasil pencitraan yang lebih detail, serta membantu dokter untuk mengevaluasi kondisi pasien. Keamanan paparan radiasi pada pasien dan tenaga medis Saat menggunakan alat-alat medis dengan basis sinar X, keamanan dari radiasi selalu jadi pertanyaan utama. Namun, Anda tak perlu khawatir saat menggunakan C-Arm sebagai pemeriksaan. Berdasarkan standar yang ditetapkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA), C-Arm modern dilengkapi dengan fitur pulsed fluoroscopy, yaitu teknologi yang mengirimkan sinar-X dalam bentuk denyut singkat, bukan aliran terus-menerus. Hal ini secara signifikan mengurangi dosis radiasi yang diterima pasien. Sementara bagi tenaga medis, penggunaan pelindung berupa apron timbal (timah hitam) dan pelindung tiroid tetap wajib digunakan untuk memastikan tingkat paparan berada jauh di bawah batas aman yang diizinkan. Selain itu, pasien yang tengah mengandung pun perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur C-Arm. Baca Juga: Tenaga Analis Laboratorium: Peran Penting di Balik Hasil Pemeriksaan Medis Tindakan Medis yang Bisa Ditangani dengan C-Arm 1. Prosedur ortopedi dan tulang Bidang ortopedi adalah salah satu pengguna utama C-Arm. Alat ini sangat membantu dokter dalam menangani masalah muskuloskeletal secara akurat, khususnya dalam beberapa kondisi medis berikut ini: Fraktur dan reposisi tulangSaat terjadi patah tulang, dokter harus menyejajarkan kembali bagian tulang yang bergeser ke posisi semula. Tindakan ini disebut sebagai reposisi tulang. Pada prosedur ini, C-Arm dapat memberikan dukungan yang signifikan. Ini karena dokter dapat memastikan tulang telah kembali ke posisi anatomi yang benar secara langsung tanpa harus melakukan sayatan besar untuk melihat tulang tersebut. Pemasangan pen atau implanSelain tindakan reposisi tulang pada fraktur, C-Arm juga digunakan dalam operasi pemasangan ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Tindakan ini harus dilakukan dengan tepat, pen atau plat harus diletakkan dengan sangat presisi agar tidak mengganggu jaringan di sekitarnya. Nah, C-Arm dapat memandu dokter untuk melihat kedalaman sekrup dan posisi plat agar terpasang sempurna pada tulang. 2. Penanganan nyeri sendi dan tulang belakang Bagi pasien yang menderita nyeri kronis, baik pada sendi maupun tulang belakang, C-Arm dapat jadi alat bantu krusial untuk memastikan prosedur berjalan aman dan tepat sasaran. Berikut ini adalah beberapa penggunaan C-Arm dalam tindakan penanganan nyeri sendi dan tulang belakang. Injeksi sendi dan sarafMengacu pada pedoman intervensi manajemen nyeri, akurasi suntikan sangat menentukan keberhasilan terapi. Dalam hal ini C-Arm dapat membantu dokter mengarahkan jarum ke celah sendi yang sempit atau area saraf yang terjepit dengan tingkat ketepatan milimeter, sehingga obat dapat bekerja langsung di sumber nyeri. Prosedur nyeri punggung dan leherPada tindakan seperti blok saraf tulang belakang atau epidural, struktur tulang belakang yang kompleks memerlukan panduan visual. C-Arm meminimalkan risiko jarum menyentuh sumsum tulang belakang atau pembuluh darah yang berbahaya. Baca Juga: Cara Antisipasi dan Mencegah Nyeri Leher dan Pundak 3. Tindakan bedah minimal invasif Tindakan operasi atau pembedahan kerap menjadi momok bagi pasien. Karena rasa nyeri pasca-operasi dan pemulihannya yang tidak sebentar. Namun, penggunaan C-Arm dapat menjadi solusi dalam bedah minimal invasif, yang dapat mengurangi trauma, nyeri, risiko infeksi, hingga mempercepat pemulihan pasien. Menurut data dari Perlove Medical, prosedur ini hanya membutuhkan sayatan kecil karena dokter terbantu oleh citra rontgen di layar. Hal ini sering digunakan dalam prosedur vaskuler (pembuluh darah), urologi (seperti pengambilan batu saluran kemih), hingga bedah umum. Keuntungannya, perdarahan pasien menjadi jauh lebih sedikit dan bekas luka pun lebih minimal. 4. Prosedur diagnostik tertentu yang membutuhkan panduan visual Selain untuk tindakan bedah, C-Arm juga digunakan dalam pemeriksaan diagnostik yang dinamis, seperti fluoroskopi untuk melihat fungsi menelan atau pemeriksaan saluran pencernaan menggunakan zat kontras. Panduan visual ini membantu dokter melihat adanya sumbatan, kebocoran, atau kelainan struktur organ dalam secara langsung saat organ tersebut sedang berfungsi. Kelebihan Penggunaan C-Arm Selain fungsinya yang krusial, C-Arm juga memiliki banyak keunggulan di bidang kesehatan yang meliputi: Akurasi tinggi selama tindakan Karena dapat memberikan visualisasi secara real-time, maka C-Arm juga membantu dokter selama dilakukannya tindakan medis tertentu, bahkan pada kasus medis yang rumit. Sebagai contoh, C-Arm sangat diandalkan dalam prosedur operasi tulang belakang, bedah jantung, hingga tindakan urologi. Visualisasi yang detail dan alat yang fleksibel, akan memudahkan dokter dalam menganalisis dan mengevaluasi area yang ditargetkan. Dengan demikian, ketelitian dalam meletakkan instrumen medis pada saraf atau pembuluh darah yang sempit menjadi lebih terjamin berkat panduan gambar dari C-Arm. Waktu prosedur lebih singkat Tak seperti rontgen konvensional yang perlu waktu harian untuk dapat melihat hasilnya, C-Arm bisa menunjukkan visualisasi secara real-time. Hal ini membuat proses pemeriksaan dan penanganan jadi lebih efisien. Pasien tidak perlu bolak balik ke klinik untuk mendiskusikan kondisinya, dan dokter bisa langsung mengedukasi dan merencanakan tindakan paling sesuai dengan kebutuhan pasien saat itu juga. Mendukung teknik minimal invasif Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa dulu operasi membutuhkan sayatan besar agar dokter bisa melihat area yang bermasalah. Namun dengan bantuan C-Arm, kini dokter cukup membuat sayatan kecil pada tubuh pasien, karena “penglihatan” mereka terbantu oleh layar monitor. Langkah ini dapat memberikan keuntungan pada pasien, yakni dengan meminimalkan luka, mengurangi risiko perdarahan, dan mempercepat waktu pemulihan pasca-tindakan medis. Baca Juga: Pain Clinic: Cara Mengatasi Nyeri dengan Terapi Minim Invasif Membantu pemulihan pasien lebih cepat Seperti yang dijelaskan, penggunaan C-Arm dapat mendukung teknik atau tindakan medis non-invasif. Artinya, dokter tidak perlu melakukan pembedahan besar untuk melakukan tindakan medis tertentu, sehingga proses pemulihan luka pasca-tindakan pada pasien pun akan lebih cepat. Siapa yang Membutuhkan Tindakan dengan C-Arm? Perlu Sobat ketahui; tidak semua pasien yang datang ke klinik memerlukan pemeriksaan atau tindakan dengan C-Arm. Namun, bagi mereka yang memiliki masalah struktur tubuh bagian dalam yang memerlukan ketelitian tinggi, alat ini menjadi solusi terbaik. Berikut adalah kriteria pasien yang biasanya disarankan untuk menjalani tindakan menggunakan panduan C-Arm: Pasien cedera tulang dan sendi Sobat yang mengalami kecelakaan, jatuh, atau cedera olahraga yang mengakibatkan patah tulang atau dislokasi sendi sangat membutuhkan peran C-Arm. Alat ini membantu dokter memastikan apakah tulang sudah tersambung kembali pada posisi yang benar. Penggunaan C-Arm sangat penting untuk mencegah terjadinya malunion, kondisi tulang menyambung namun dalam posisi miring atau tidak sejajar, yang dapat mengganggu fungsi gerak di masa depan. Pasien dengan nyeri kronis Nah, bagi Sobat yang sudah lama menderita nyeri punggung bawah (low back pain), nyeri leher, hingga saraf terjepit (HNP) dan tidak kunjung membaik dengan obat minum, tindakan intervensi dengan C-Arm seringkali menjadi langkah berikutnya. Panduan gambar dari C-Arm memungkinkan dokter menyuntikkan obat antiradang tepat di titik saraf yang mengalami tekanan, sehingga efektivitas pereda nyerinya jauh lebih tinggi dibandingkan suntikan biasa. Pasien yang memerlukan tindakan presisi tanpa operasi besar Jika Sobat ingin menghindari prosedur operasi terbuka yang membutuhkan sayatan lebar dan waktu pemulihan lama, maka tindakan berbasis C-Arm adalah jawabannya. Pasien yang menjalani prosedur minimal invasif membutuhkan C-Arm sebagai “mata” dokter untuk melihat ke dalam tubuh, tanpa melalui proses pembedahan besar. Tindakan medis yang dimaksud bisa berupa penghancuran batu ginjal atau perbaikan pembuluh darah. Kondisi medis yang direkomendasikan dokter Selain kondisi di atas, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan C-Arm pada kasus-kasus diagnostik khusus. Misalnya, untuk memeriksa adanya penyumbatan pada saluran tertentu dalam tubuh atau ketika diperlukan biopsi, atau prosedur pengambilan sampel jaringan, pada lokasi yang sulit dijangkau. Keputusan penggunaan C-Arm selalu didasarkan pada pertimbangan medis untuk meminimalkan risiko dan memberikan hasil pengobatan yang paling akurat bagi pasien. Jadi tidak bisa sembarangan dilakukan atau sesuai permintaan pasien begitu saja, ya. Layanan Tindakan Medis Berbasis C-Arm di Klinik Granostic Surabaya Apakah Anda atau keluarga saat ini sedang mengalami keluhan nyeri sendi atau tulang yang tak kunjung sembuh? Atau Anda ingin mencari prosedur medis minimal invasif untuk menangani kondisi medis Anda? Teknologi C-Arm di Granostic hadir untuk memastikan setiap tindakan medis yang Anda jalani dilakukan dengan keamanan dan presisi maksimal. Bersama dengan dokter spesialis dan teknisi medis ahli kami, prosedur medis menggunakan C-Arm akan dilakukan lewat SOP yang ketat dan terjamin keamanannya. Anda pun dapat langsung berkonsultasi dengan dokter, mendiskusikan kondisi tubuh Anda dan merencanakan penanganan atau perawatan yang tepat. Dokter kami juga akan memberikan edukasi lengkap dan transparan, sehingga Anda tidak diliputi rasa takut atau khawatir dalam menjalani proses pengobatan. Bagaimana? Ingin menjadwalkan konsultasi dengan spesialis kami untuk melihat apakah prosedur ini cocok untuk Anda? Langsung hubungi customer service kami sekarang juga! FAQ Seputar C-Arm Wajar jika Sobat merasa sedikit asing atau memiliki pertanyaan sebelum menjalani prosedur dengan alat ini. Berikut adalah beberapa jawaban atas pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai C-Arm: Apakah prosedur dengan C-Arm terasa sakit?Secara teknis, C-Arm hanyalah alat pemindai, sehingga alatnya sendiri tidak menyebabkan rasa sakit. Rasa tidak nyaman mungkin muncul dari tindakan medis yang sedang dilakukan, seperti penyuntikan atau reposisi tulang. Namun, Sobat tidak perlu khawatir karena sebelum tindakan dimulai, dokter biasanya akan memberikan anestesi (bius) lokal atau metode penghilang rasa sakit lainnya agar prosedur tetap terasa nyaman. Berapa lama durasi tindakan?Durasi penggunaan C-Arm sangat bervariasi, tergantung pada tingkat kerumitan tindakan medisnya. Untuk prosedur sederhana seperti injeksi manajemen nyeri, penggunaan C-Arm mungkin hanya memakan waktu 15 hingga 30 menit. Namun, untuk kasus ortopedi yang kompleks, durasinya bisa lebih lama. Apakah semua rumah sakit memiliki C-Arm?Tidak semua fasilitas kesehatan memiliki perangkat C-Arm. Alat ini merupakan investasi teknologi medis yang biasanya tersedia di rumah sakit besar atau klinik spesialis yang memiliki layanan bedah ortopedi, manajemen nyeri, dan tindakan intervensi. Di Granostic, kami menyediakan teknologi C-Arm terbaru untuk memastikan Sobat mendapatkan pelayanan medis dengan standar presisi yang tinggi. Apakah C-Arm bisa digunakan untuk anak?Ya, C-Arm bisa digunakan untuk pasien anak-anak, terutama pada kasus patah tulang atau kelainan bentuk tulang bawaan. Untuk memastikan keamanan si Kecil, tim medis akan mengatur dosis radiasi pada level paling minimal yang aman bagi anak namun tetap menghasilkan gambar yang jelas untuk panduan medis. Ditinjau Oleh: Dr. Aji Wibowo Sumber Referensi: International Atomic Energy Agency (IAEA). (2009). Radiation Protection in Fluoroscopy. Diakses 2025. Pacific Health USA. (2023). How Does a C-Arm Machine Work? Diakses 2025. EquippedMD. (2023). What Is a C-Arm? Diakses 2025. Medilab Global. (2024). The Benefits of C-Arms. Diakses 2025. Perlove Medical. (2024). The Advantages of 3D C-Arm Imaging Systems in Modern Surgery. Diakses 2025. Theocharopoulos, N., et al. (2010). Patient and staff dosimetry in fluoroscopically guided interventional procedures. Diakses 2025. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). ALARA: As Low As Reasonably Achievable. Diakses 2025.