Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

Edukasi Granostic

Apa Contoh Menu Diet Untuk Penderita Hipertensi?
Ketika mendengar kata ‘diet sehat’, sebagian besar dari kita mungkin membayangkan menu makanan yang tidak menggoda nafsu makan. Padahal, ada banyak contoh menu diet sehat untuk hipertensi yang tetap lezat di lidah dan baik untuk tekanan darah Anda. Penasaran?Mengatur pola makan yang sehat untuk penderita hipertensi sangatlah penting. Karena masalah tekanan darah ini pun juga kerap timbul karena gaya hidup yang sehat, seperti konsumsi asupan natrium dan lemak jenuh serta trans secara berlebihan.Nah, agar program diet Anda terasa lebih lezat dan menggugah selera, Anda bisa menerapkan rekomendasi menu sehat untuk hipertensi dari Granostic berikut ini.SarapanDiet sehat tak hanya dapat kita terapkan pada pemilihan menunya, tapi juga pada keteraturan Waktu makan. Dalam hal ini, sarapan penting untuk tidak Anda lewatkan.Ada baiknya bagi penderita hipertensi untuk mengawali hari mereka dengan kebiasaan yang baik, demi mencegah tekanan darah meningkat di saat siang atau malam hari.Karenanya, sarapan sangat penting untuk menjaga stamina Anda. Selain itu pilih menu yang sehat dan gizi seimbang, maka aliran darah dan kebutuhan energi dapat terjaga secara optimal.Berikut ini beberapa menu diet hipertensi yang bisa Anda terapkan sebagai sarapan:Mangkuk oatmeal dengan potongan buah-buahan segar seperti pisang atau stroberi.Oatmeal dan buah-buahan memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga mampu dicerna dengan lebih lambat oleh tubuh. Tak hanya itu, kedua menu ini pun dapat memberikan asupan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh secara umum.Segelas susu rendah lemak atau susu almond.Selanjutnya, Anda pun bisa mengkonsumsi susu rendah lemak seperti susu almond. Susu rendah lemak memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah, mengurangi terkena risiko penyakit jantung dan stroke, hingga meningkatkan kesehatan tubuh secara umum.Segelas jus jeruk segar (tanpa tambahan gula).Meminum segelas jus jeruk segar tanpa tambahan gula bisa membantu memperkaya asupan vitamin C, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan menjaga imun Anda tetap prima.Sarapan AlternatifPada umumnya, orang Indonesia memiliki kebiasaan sarapan dengan menu yang lengkap dan berupa masakan rumahan. Misalnya paduan nasi, sayur, hingga lauk pauk.Nah, selain nasi, Anda bisa mengonsumsi alternatif menu sarapan sehat di bawah ini.Telur rebus dipadukan dengan berbagai jenis sayuran seperti bayam dan tomat.Kaya akan sumber vitamin A, vitamin D, kalsium, dan zat besi, telur merupakan menu alternatif sarapan yang cocok untuk Anda. Tak hanya itu, telur rebus pun memberikan sensasi kenyang. Memadukannya dengan sayuran, seperti bayam dan tomat, akan menambah nilai gizi pada sarapan Anda.Roti gandum utuh panggang.Roti gandum utuh yang dipanggang sangat tinggi serat dan karbohidrat kompleks. Sehingga mudah untuk dicerna, mencegah kenaikan diabetes, dan baik untuk tekanan darah Anda.Segelas jus tomat atau jus sayuran.Jus tomat memiliki kandungan kalium yang tinggi. Sebagai salah satu elektrolit, kalium dapat meningkatkan ekskresi natrium lewat urin. Sehingga membantu untuk mengurangi tekanan darah dengan signifikan.Makan SiangTak kalah penting dengan sarapan, penderita hipertensi pun baiknya tidak melewatkan makan siang. Sebab, makan siang dapat membantu menyediakan kebutuhan energi tambahan untuk Anda, dapat mencegah dan menurunkan risiko penyakit, hingga membantu menjaga berat badan ideal Anda. Manfaat dari makan siang ini juga akan semakin baik untuk penderita hipertensi ketika Anda menerapkan menu sehat dan seimbang berikut ini:Salad sayuran hijau dengan potongan tomat, mentimun, dan paprika.Kombinasi sayuran hijau dalam salad ini bisa memberikan asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh. Semua asupan tersebut sangat baik untuk diet hipertensi dan juga mampu menjaga daya tahan tubuh secara umum.Fillet ikan panggang seperti salmon atau mackerel.Ikan merupakan sumber protein rendah lemak yang baik untuk diet hipertensi. Apalagi ketika Anda memasaknya dengan cara dipanggang, maka akan semakin rendah juga kadar lemak trans dan jenuh (yang dapat berdampak pada tekanan darah tinggi Anda).Seporsi nasi merah atau quinoa.Nasi merah dan quinoa memiliki kandungan serat dan karbohidrat kompleks, yang dicerna lebih lambat oleh tubuh dan membuat energi Anda bertahan lebih lama. Karenanya memakan menu ini saat makan siang adalah pilihan terbaik.Segelas air mineral atau teh hijau.Lengkapi menu makan siang Anda dengan segelas air mineral atau teh hijau, yang membantu menjaga kadar cairan dalam tubuh dan menjadi antioksidan terbaik.Makan Siang AlternatifBila Anda memiliki aktivitas yang padat, sehingga kesulitan untuk menyempatkan makan siang yang baik dan lengkap, Anda dapat beralih pada menu alternatif makan siang berikut ini:Sayuran kukus atau tumis dengan potongan ayam tanpa kulit.Kombinasi ini dapat memenuhi kebutuhan akan karbohidrat kompleks, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu ayam tanpa kulit juga memberikan protein yang rendah lemak dan baik untuk tekanan darah Anda.Sajian tumis tahu dengan sayuran seperti brokoli, wortel, dan buncis.Brokoli, wortel, dan buncis kaya akan serat, antioksidan, dan berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tubuh Anda.Segelas air lemon dingin atau teh herbal. Air lemon mengandung kalsium dan kalium, kedua elektrolit ini dapat membantu Anda menurunkan tekanan darah secara signifikan.CamilanSiapa bilang, penderita hipertensi tidak boleh memakan camilan? Ya, camilan yang tidak diperbolehkan ini adalah yang mengandung natrium, gula, dan berbagai kandungan yang tidak mudah dicerna oleh tubuh dengan mudah.Selain itu, jenis camilan tersebut pun akan berdampak buruk pada tekanan darah Anda. Apalagi yang natriumnya tinggi, tentu akan berpengaruh pada kadar cairan dalam tubuh dan menyebabkan peningkatan tensi.Nah, sebagai ganti camilan dari produk-produk kemasan dan instan, Anda bisa mengonsumsi beberapa contoh menu sehat untuk hipertensi berikut ini:Sebuah buah segar seperti apel atau pir. Buah-buahan mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum. Kandungan mineralnya, seperti kalium, dapat berdampak secara langsung pada tekanan darah Anda.Sejumput kacang almond atau kacang mete. Mengonsumsi kacang-kacangan sebagai cemilan juga bisa Anda lakukan dalam diet hipertensi, namun pastikan untuk tidak menambahkan garam atau menggorengnya, ya.Sebuah yogurt rendah lemak tanpa tambahan gula. Makan MalamContoh menu diet sehat untuk hipertensi ini juga penting Anda terapkan untuk makan malam. Pilih makanan yang mengandung gizi seimbang, serta kurangi asupan natrium pada masakan.Berikut pilihan menu makan malam untuk diet hipertensi yang bisa Anda coba:Porsi daging rendah lemak seperti daging sapi tanpa lemak atau dada ayam panggang. Menu ini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh Anda, namun tetap tidak memicu penumpukan LDL yang buruk untuk tekanan darah.Kentang tumbuk atau kentang panggang tanpa mentega. Sebagai pengganti nasi putih, Anda bisa mendapatkan asupan karbohidrat dari kentang tumbuk yang dipanggang dalam menu makan malam.Sayuran panggang seperti wortel, buncis, dan labu.Segelas air mineral atau infus buah.Makan Malam AlternatifSementara itu, bila Anda ingin alternatif menu makan malam yang lebih variatif dan ringan sebagai diet hipertensi, Anda bisa mencoba beberapa menu berikut ini:Tumis tahu dengan sayuran seperti jamur, brokoli, dan paprika.Segelas kaldu sayuran hangat.Sepiring salad sayuran dengan dressing balsamic rendah garam.Kombinasi menu makan malam alternatif di atas dapat memenuhi kebutuhan cairan Anda di malam hari, memberikan asupan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh Anda. Kaldu sayuran hangat yang rendah garam pun bisa mencegah asupan natrium berlebihan pada tubuh, yang tentunya dapat memberikan dampak buruk pada tekanan darah Anda.Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Di GranosticNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai contoh menu diet hipertensi yang sehat namun lezat. Apakah Anda tertarik untuk memasukkannya dalam jadwal diet Anda?Selain merencanakan diet hipertensi secara pribadi, Anda pun idealnya selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan berkonsultasi rutin dengan ahli gizi dalam prosesnya.Di Klinik Granostic Anda dapat melakukan pemeriksaan rutin hipertensi dan berkonsultasi dengan ahli gizi kami. Sebab, pemeriksaan rutinan ini akan membantu Anda melihat bagaimana perkembangan rencana diet Anda dan dampaknya pada hipertensi yang Anda miliki.Selain itu, berkonsultasi dengan ahli gizi pun dapat memberikan perencanaan diet yang matang, sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatan Anda. Bagaimana? Tertarik untuk merencanakan diet sehat untuk mengatasi dan mengontrol hipertensi Anda? Langsung klik tombol di bawah untuk mulai berdiskusi dengan tim medis ahli Klinik Granostic.
Seberapa Penting Diet Untuk Hipertensi?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan yang tak sehat. Karenanya bagi penderita hipertensi menerapkan diet sehat sangatlah penting.Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) atau nama lain dari diet hipertensi, menaruh perhatian pada pola makan sehat dengan tujuan untuk menurunkan dan mencegah tekanan darah tinggi, tanpa menggunakan obat-obatan.Melansir dari National Institutes of Health menjelaskan bahwa diet DASH berkonsentrasi untuk mengurangi asupan natrium (garam), lemak, dan kolesterol. Serta beralih meningkatkan makanan berasupan protein, serat, kalsium, dan kalium dari makanan yang sehari-hari dikonsumsi.Nah, ketika Anda dapat menerapkan diet hipertensi ini dengan baik, tekanan darah dapat turun secara signifikan dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu.Lantas bagaimana cara penerapan diet hipertensi ini? Mari kita baca langkah demi langkahnya dalam uraian berikut:1. Pengurangan GaramNatrium atau garam merupakan asupan yang harus Anda kurangi dalam melakukan diet untuk hipertensi. Sebab asupan garam secara berlebihan akan berdampak buruk pada tensi darah Anda. Mengapa ini terjadi?Asupan garam yang tinggi dapat memicu retensi cairan atau tertahannya air dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan volume cairan dalam pembuluh darah meningkat, yang kemudian akan membuat tensi Anda naik.Melansir dari American Heart Association (AHA), jumlah asupan garam atau natrium harian tidak boleh lebih dari 2.300 mg atau setara dengan satu sendok teh per harinya.Bagi seseorang dengan tekanan darah tinggi, penggunaan garam dalam masakan pun perlu dikurangi lagi menjadi tidak lebih dari 1.500 mg.2. Kontrol Berat BadanMengontrol berat badan dalam angka ideal juga sangat penting untuk diet hipertensi. Kelebihan berat badan diketahui dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.Hubungan antara obesitas dan terjadinya hipertensi juga sangat kompleks. Misalnya Ketika seseorang obesitas, terjadi peningkatan system hormone yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.Tak hanya itu, kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan kekakuan pembuluh darah, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, salah satunya hipertensi.3. Meningkatkan Konsumsi SeratSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa dalam diet hipertensi Anda harus mulai mengonsumsi makanan yang sehat, seperti mengandung serat tinggi.Menurut jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, kekurangan asupan serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.Hal ini karena asupan serat yang rendah dapat menyebabkan obesitas, yang juga berdampak pada tekanan darah Anda.Karenanya, sebagai upaya menerapkan pola diet sehat untuk hipertensi, Anda bisa mulai mengonsumsi makanan tinggi serat. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran hijau.4. Mengurangi Kolesterol Jahat (LDL)Mengurangi asupan kolesterol jahat (LDL) juga sangat penting untuk Anda lakukan dalam menerapkan diet hipertensi.LDL dapat meningkat ketika Anda mengonsumsi makanan dengan asupan asam lemak jenuh secara berlebihan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit kardiovaskular.Ini karena kolesterol jahat yang menumpuk pada tubuh dapat merusak pembuluh darah jantung. Karenanya jumlah asupan hariannya pun perlu dibatasi.Para ahli merekomendasikan untuk asupan asam lemak jenuh tidak boleh melebihi 120 kalori atau sekitar 13 gram per harinya. Anda perlu membatasi konsumsi makan gorengan, makanan cepat saji, jeroan, daging olahan, dan berbagai makanan dengan asupan lemak jenuh lainnya.5. Menjaga Keseimbangan ElektrolitLangkah selanjutnya dalam pola diet sehat untuk penderita hipertensi adalah dengan menjaga kesimbangan elektrolit. Pada dasarnya tubuh manusia membutuhkan elektrolit, yang merupakan kumpulan mineral dalam cairan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.Elektrolit yang ada dalam tubuh terdiri dari natrium, klorida, kalium, fosfat, dan kalsium. Kehadiran beragam mineral ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan organ tubuh, termasuk mencegah hipertensi.Anda dapat menjaga keseimbangan elektrolit ini dengan beberapa langkah berikut:pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh,tidak minum air putih secara berlebihan,minum minuman olahraga setelah melakukan aktivitas fisik yang berat,memenuhi asupan mineral dari sumber makanan sehat,dan membatasi asupan garam atau natrium untuk menjaga keseimbangan unsur dalam elektrolit.6. Mengurangi Konsumsi Lemak Jenuh dan TransSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda perlu memperhatikan asupan lemak jenuh dan trans untuk diet hipertensi. Kedua asupan ini, jika menumpuk dalam tubuh, akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas.Peningkatan lemak jenuh bertalian dengan tingginya kadar kolesterol jahat, yang bisa menumpuk plak di pembuluh darah. Akhirnya kondisi ini dapat menyumbat aliran darah dari jantung ke otak.Sementara itu, lemak trans dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding dengan lemak jenuh, seperti penyakit jantung dan stroke.Karenanya, Anda bisa mengalihkan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans ini pada makanan kaya serat dan berprotein tinggi (rendah lemak). Anda bisa mencoba mengonsumsi gandum utuh, beras merah, dan berbagai makanan sehat lainnya.7. Menjaga Gula Darah StabilMenjaga gula darah agar tetap stabil dalam diet untuk hipertensi juga sangat penting. Sebab, tingginya gula darah juga bisa berdampak pada tekanan darah dan kesehatan jantung Anda.Ketika kadar gula darah Anda meningkat, tubuh akan melepaskan hormone insulin untuk mengatasinya dan mengembalikan kadarnya ke kondisi normal. Akan tetapi, insulin ini juga dapat memicu pembentukan kolesterol jahat LDL.Seperti yang kita jelaskan sebelumnya, bahwa kolesterol jahat LDL sangat berpengaruh pada kesehatan jantung dan tekanan darah Anda. Karenanya sebaiknya kurangi dan hindari konsumsi garam berlebihan untuk mengontrol tekanan darah Anda.8. Meningkatkan Konsumsi KaliumKalium merupakan salah satu asupan yang dapat menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh Anda. Lebih dari itu, ada banyak hal yang membuat kalium penting dalam diet untuk hipertensi yang Anda lakukan.Pada tekanan darah, kalium dapat membantu meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah.Tak hanya itu, makanan dengan kandungan kalium pun dapat mengurangi kadar natrium berlebih dalam tubuh, yakni dengan cara mengeluarkannya melalui urin.Ketika asupan kalium tercukupi, penyakit pada pembuluh darah seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke pun dapat dicegah. Sebab kalium juga mampu mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri.Nah, itu adalah penjelasan mengenai seberapa penting diet sehat untuk penderita hipertensi, serta jenis-jenis asupan yang harus Anda perhatikan.Saat menderita hipertensi, Anda perlu menyimak asupan makanan yang Anda konsumsi dengan baik. Tujuannya untuk mencegah terjadinya komplikasi yang memperparah kondisi tubuh Anda.Bila Anda merasa kesulitan untuk mengatur pola diet yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda, lakukan konsultasi di Klinik Granostic dan diskusikan keluhan Anda bersama dokter spesialis kami.Lewat pemeriksaan yang lengkap, dokter spesialis Klinik Granostic akan memberikan diagnosa dan mendiskusikan pengaturan diet sehat yang ideal untuk Anda. Untuk mulai konsultasi, Anda dapat langsung menuju klinik kami di Surabaya atau lakukan konsultasi online lewat klik layanan Home Service di bawah ini.
Cek Tekanan Darah Secara Berkala di Granostic
Cek tekanan darah secara berkala adalah kegiatan memeriksa tekanan darah pada interval waktu tertentu untuk memantau kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mengapa cek tekanan darah begitu penting? Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, yang sering kali tidak menunjukkan gejala awal. Hipertensi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ lain jika tidak ditangani dengan baik.Dengan rutin memeriksa tekanan darah, seseorang dapat mengetahui apakah tekanan darah mereka berada dalam kondisi normal atau mengalami perubahan yang bisa berdampak negatif pada kesehatan. Lakukan pengecekan rutin di Granostic maka Anda dapat memantau kondisi tekanan darah Anda dan mendapatkan saran medis yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung.Selain itu, memantau tekanan darah juga membantu dokter dalam menyesuaikan pengobatan dan memberikan saran gaya hidup yang sesuai untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan dini atau pengobatan yang tepat.Tahap Pemeriksaan MCU Untuk Hipertensi Proses pengecekan tekanan darah di Granostic sangat sederhana dan cepat. Anda tidak perlu khawatir tentang prosedur yang rumit atau memakan waktu lama. Kami menggunakan alat-alat modern yang memberikan hasil yang akurat dalam hitungan menit. Adapun beberapa tahap pemeriksaan MCU untuk hipertensi di Granostic dijelaskan sebagai berikut:1. Pengukuran Tekanan DarahTahap pertama dalam medical check-up hipertensi di Granostic adalah pengukuran tekanan darah. Tahap ini dilakukan dengan alat pengukur tekanan darah yang akurat, berupa sfigmomanometer baik otomatis maupun manual.Pengukuran dilakukan dalam kondisi tenang dan santai, biasanya dilakukan dua hingga tiga kali untuk memastikan hasil yang konsisten.Proses ini penting untuk menentukan apakah tekanan darah Anda berada dalam kisaran normal atau menunjukkan tanda-tanda hipertensi.Hasil pengukuran akan dicatat dan dibandingkan dengan nilai tekanan darah normal. Tekanan darah normal umumnya berada di bawah 120/80 mmHg.Jika hasil pengukuran menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari angka normal, dokter akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk diagnosis dan penanganan.2. Pemeriksaan FisikSetelah pengukuran tekanan darah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini melibatkan pengecekan tanda-tanda fisik yang dapat menunjukkan hipertensi atau komplikasi yang terkait.Dokter akan memulai dengan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk riwayat keluarga dengan hipertensi atau penyakit jantung, kebiasaan hidup, diet, dan aktivitas fisik.Informasi ini membantu dokter memahami faktor risiko yang mungkin Anda miliki. Selanjutnya, dokter akan mengukur berat badan dan tinggi badan Anda untuk menghitung indeks massa tubuh (BMI). BMI yang tinggi dapat meningkatkan risiko hipertensi.Dokter akan mendengarkan suara jantung dan paru-paru, memeriksa pembuluh darah, dan mungkin memeriksa area tubuh lainnya untuk mencari tanda-tanda pembengkakan atau masalah lain yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi.3. Pemeriksaan UrinePemeriksaan urine juga merupakan bagian penting dari medical check-up hipertensi. Tes urine dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan mendeteksi adanya protein atau zat lain dalam urin yang bisa menunjukkan kerusakan ginjal akibat hipertensi.Anda akan diminta untuk memberikan sampel urine. Biasanya, Anda akan diberi wadah steril dan instruksi tentang cara mengumpulkan sampel urine yang bersih.Tenang saja, pengumpulan sampel urin bisa dilakukan di tempat khusus yang disediakan oleh Granostic untuk menjaga privasi dan kenyamanan Anda.Jadi, pemeriksaan urine memberikan informasi berharga tentang kondisi ginjal dan membantu mengidentifikasi komplikasi potensial sejak dini. Hal ini dapat membantu dokter dalam memahami tindakan apa yang akan ia ambil.4. Pemeriksaan Kondisi MentalPemeriksaan kondisi mental melibatkan evaluasi kesehatan mental dan emosional Anda. Stres dan kecemasan dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah, sehingga penting untuk menilai kondisi mental Anda.Dokter atau konselor mungkin akan menanyakan tentang tingkat stres, kebiasaan tidur, dan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi tekanan darah Anda.Dengan melakukan pemeriksaan kondisi mental, dokter spesialis Granostic memastikan bahwa aspek psikologis yang mempengaruhi tekanan darah dan kesehatan kardiovaskular Anda juga diperhatikan. Penanganan yang komprehensif ini membantu dalam pengelolaan hipertensi secara lebih efektif, meningkatkan kesejahteraan keseluruhan Anda.5. Pemeriksaan LaboratoriumPemeriksaan laboratorium melibatkan berbagai tes darah yang membantu dalam mengevaluasi kesehatan secara keseluruhan. Tes ini termasuk pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal.Hasil dari tes ini memberikan informasi penting tentang risiko tambahan yang mungkin Anda miliki terkait dengan hipertensi, seperti diabetes atau penyakit jantung. Hasil tes laboratorium biasanya tersedia dalam beberapa hari. Dokter akan meninjau hasil ini bersama Anda, menjelaskan apa arti setiap tes dan bagaimana hasilnya berhubungan dengan kesehatan dan tekanan darah Anda.Pemeriksaan laboratorium adalah bagian penting dari medical check-up hipertensi karena memberikan informasi mendetail tentang berbagai aspek kesehatan yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh tekanan darah tinggi. Dokter akan memberikan rekomendasi pengobatan atau perubahan gaya hidup yang sesuai.6. Elektrokardiogram (EKG)Elektrokardiogram (EKG) adalah tes yang merekam aktivitas listrik jantung Anda. Tes ini penting untuk mendeteksi adanya masalah jantung yang mungkin disebabkan atau diperburuk oleh hipertensi.EKG dapat mengidentifikasi irama jantung yang tidak normal, kerusakan jantung, atau tanda-tanda penyakit jantung lainnya.Jika EKG menunjukkan adanya masalah, dokter mungkin akan merekomendasikan tes tambahan, seperti echocardiogram atau tes stres untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kondisi jantung Anda.Pemeriksaan EKG adalah langkah penting dalam medical check-up hipertensi karena membantu mengidentifikasi masalah jantung yang mungkin tidak terlihat melalui pemeriksaan fisik atau tes laboratorium saja.Dengan memahami kondisi jantung Anda secara lebih mendalam, Granostic dapat memberikan perawatan yang lebih tepat dan efektif untuk mengelola hipertensi dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular Anda.Lakukan Semua Kebutuhan MCU Untuk Hipertensi di GranosticNah, setelah membaca penjelasan di atas, Anda tentu sudah paham pentingnya melakukan cek tekanan darah secara berkala. Pemeriksaan rutin membantu mengontrol tekanan darah, karena gaya hidup dan pola konsumsi manusia bisa berubah sewaktu-waktu. Perubahan ini dapat mempengaruhi tekanan darah, sehingga perlu dipantau secara berkala.Granostic sebagai penyedia semua layanan yang diperlukan untuk medical check-up hipertensi dalam satu tempat, memastikan bahwa setiap aspek kesehatan Anda diperiksa dengan saksama. Dengan mengikuti semua tahapan ini, Anda akan mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi kesehatan Anda dan dapat bekerja sama dengan tim medis untuk mengelola hipertensi dengan efektif.Granostic berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan berkualitas tinggi untuk membantu Anda menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah Anda.Tidak perlu khawatir, untuk konsultasi di Granostic bisa dilakukan melalui chat atau pesan WhatsApp, serta melalui panggilan video. Sangat mudah dan praktis, bukan? Hubungi tim Klinik Granostic dengan mengklik tombol di bawah ini untuk membahas layanan pemeriksaan kesehatan untuk lansia yang Anda butuhkan. Mari kita jaga kesehatan keluarga kita dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Klinik Granostic.
Langkah Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi serius yang dapat terjadi pada siapa saja tanpa menunjukkan gejala khusus. Namun, dampaknya dapat berbahaya dengan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, dan bahkan bisa berujung pada kematian.Normalnya, tekanan darah berada di angka 120/80 mmHg, sedangkan jika mencapai 130/80 mmHg ke atas, sudah termasuk dalam kategori tekanan darah tinggi. Angka 120–129 di atas kurang dari 80 berarti tekanan darah tinggi. Artinya, Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi.Langkah pertama yang penting adalah memahami apa yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan faktor-faktor risikonya. Beberapa penyebab yang umum meliputi pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan.Faktor risiko juga dapat termasuk riwayat keluarga, usia, dan kondisi medis tertentu seperti obesitas atau diabetes.Mengelola tekanan darah melalui gaya hidup sehat mampu menunda, mencegah, atau mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Terdapat beberapa metode alami yang bisa Anda coba untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi.Nah, Sobat Granostic, mari pelajari dan terapkan beberapa strategi mengatasi hipertensi dalam pembahasan berikut ini.1. Pola Makan SehatMengonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, serta produk susu rendah lemak jenuh dan kolesterol dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga 11 mm Hg. Makanan yang kaya akan nutrisi mampu menjaga keseimbangan tubuh.Kalium dalam makanan dapat mengurangi efek garam (natrium) terhadap tekanan darah. Sumber potasium terbaik berasal dari buah-buahan dan sayuran, bukan dari suplemen. Cobalah untuk mengonsumsi antara 3.500 hingga 5.000 mg potassium per hari, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sebesar 4 hingga 5 mmHg. Namun, hal ini perlu Anda konsultasikan kepada profesional, berapa banyak potasium yang harus Anda konsumsi.2. Batasi Konsumsi AlkoholBerdasarkan tinjauan tahun 2020 menemukan bahwa mengkonsumsi 30 g atau lebih alkohol dapat meningkatkan detak jantung hingga 24 jam. Sedangkan tekanan darah cenderung turun pada 12 jam pertama, tetapi kemudian meningkat. Alkohol juga dapat mempengaruhi efektivitas obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan menyebabkan kenaikan berat badan. Keduanya dapat berkontribusi pada hipertensi.Mengurangi konsumsi alkohol menjadi kurang dari satu gelas per hari untuk wanita atau dua gelas per hari untuk pria bisa menurunkan tekanan darah sekitar 4 mm Hg. Satu gelas setara dengan 12 ons bir, 5 ons anggur, atau 1,5 ons minuman keras dengan kekuatan 80.3. Hindari MerokokMenghindari konsumsi rokok dapat menurunkan tekanan darah karena nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan detak jantung. Kedua hal tersebut dapat menaikkan tekanan darah. Selain itu, merokok merusak dinding arteri yang dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi.Dengan berhenti merokok, pembuluh darah bisa berfungsi lebih baik dan tekanan darah dapat tetap dalam keadaan sehat. Hal ini juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan yang mungkin mengarah pada umur yang lebih panjang.4. Pengelolaan Berat BadanKelebihan berat badan memberi beban ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Dengan menurunkan berat badan, jantung tidak perlu bekerja sekeras itu untuk memompa darah sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.Selain itu, berat badan yang sehat juga mengurangi risiko resistensi insulin dan peradangan yang keduanya berkontribusi pada hipertensi. Penurunan berat badan adalah salah satu perubahan gaya hidup paling efektif untuk mengendalikan tekanan darah. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan sedikit saja berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah.Secara umum, tekanan darah mungkin turun sekitar 1 milimeter merkuri (mmHg) setiap kilogram (sekitar 2,2 pon) penurunan berat badan. Selain itu, ukuran lingkar pinggang juga penting. Memiliki terlalu banyak lemak di sekitar pinggang dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi.Umumnya, pria berisiko obesitas jika ukuran pinggangnya lebih besar dari 40 inci (102 sentimeter), sedangkan wanita berisiko jika ukuran pinggang mereka lebih besar dari 35 inci (89 sentimeter). Untuk mengatasi obesitas ini, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti mengurangi porsi makan, bergerak lebih banyak, serta konsumsi makanan sehat dan seimbang.5. Mengelola KafeinMengelola konsumsi kafein dapat menurunkan tekanan darah karena kafein dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah. Efek ini terjadi karena kafein merangsang sistem saraf pusat yang dapat meningkatkan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah.Beberapa orang yang rutin meminum minuman berkafein memiliki tekanan darah rata-rata lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak meminumnya. Orang lain yang rutin meminum minuman berkafein memiliki toleransi terhadap kafein. Akibatnya, kafein tidak memberikan efek jangka panjang terhadap tekanan darah mereka.Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan 400 miligram kafein sehari umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun, jika Anda khawatir dengan efek kafein pada tekanan darah Anda, cobalah membatasi jumlah kafein yang Anda minum hingga 200 milligram sehari. Jumlah ini umumnya, hampir sama dengan dua cangkir kopi seduh berukuran 8 ons (237 milliliter). Perlu diingat bahwa jumlah kafein dalam kopi, minuman berenergi, dan minuman lainnya berbeda-beda berdasarkan merek dan metode penerapannya. Selain itu, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, hindari kafein tepat sebelum melakukan aktivitas yang secara alami meningkatkan tekanan darah Anda, seperti olahraga, angkat beban, atau pekerjaan fisik lainnya.6. Pengukuran Tekanan Darah RutinMengukur tekanan darah secara rutin bertujuan memantau kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dengan pemantauan ini, Anda dapat segera mengetahui kondisi tekanan darah Anda. Jika mulai meningkat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan atau penanganan dini.Hal ini membantu mengidentifikasi pola dan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah, memungkinkan Anda dan dokter untuk menyesuaikan perawatan atau gaya hidup dengan lebih efektif. Pengukuran rutin juga memberi gambaran lebih akurat tentang kondisi kesehatan Anda. Hal ini dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke.7. Mengelola StresMengelola stres dapat menurunkan tekanan darah karena stres yang berlebihan memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Kedua hormon tersebut yang dapat meningkatkan tekanan darah dengan mempercepat detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah.Ketika stres dikelola dengan baik melalui teknik-teknik, seperti meditasi, latihan pernapasan, olahraga, atau aktivitas relaksasi lainnya, tubuh lebih rileks dan produksi hormon stres berkurang. Akibatnya, tekanan darah turun dan lebih stabil. Dengan mengurangi stres, Anda membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko komplikasi terkait hipertensi.8. Konsultasi Tim Ahli GranosticTekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis yang serius yang membutuhkan penanganan tepat untuk menghindari komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ. Salah satu cara terbaik untuk mengelola hipertensi adalah dengan konsultasi kepada tim ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Tim ahli Granostic siap membantu Anda dengan pendekatan komprehensif dan personalisasi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
MCU Untuk Hipertensi Ibu Hamil
Tekanan darah saat periode kehamilan cenderung tidak stabil, karenanya ibu hamil pun mudah terkena hipertensi. Sebagai langkah pencegahan, penting bagi ibu hamil untuk melakukan medical check up atau MCU untuk hipertensi.Hipertensi pada ibu hamil sebenarnya adalah masalah yang cukup umum terjadi. Namun, penanganannya juga sangat penting dan harus segera dilakukan.Hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Tak hanya itu, kondisi ini pun dapat memicu komplikasi lain dan menghambat pertumbuhan janin, hingga membuat bayi lahir prematur.Agar tak jadi masalah besar, pemeriksaan rutin dan penanganan dari dokter spesialis juga sangat penting untuk mencegah dampak hipertensi bagi ibu hamil.Lantas bagaimana sistem MCU untuk ibu hamil dan apa sih pentingnya? Berikut penjelasan lebih lengkapnya!Pentingnya MCU Untuk Hipertensi Ibu HamilMenjaga kesehatan selama kehamilan adalah hal yang sangat penting. Karena saat hamil, ibu tidak bisa mengonsumsi obat-obatan dengan bebas sama seperti sebelum mengandung. Tujuannya, untuk meminimalisir dampak obat-obatan tersebut pada kesehatan anak.Begitu pula kaitannya dengan hipertensi, yang bisa menjadi sangat fatal untuk ibu dan janin. Bila tidak ditangani dengan tepat dan dikontrol dengan baik, hipertensi dapat menghambat pertumbuhan janin, membahayakan kesehatan ibu, hingga menyebabkan masalah pada proses persalinan.Hal inilah yang membuat MCU untuk hipertensi ibu hamil sangat penting. MCU hipertensi pada ibu hamil dilakukan untuk memeriksa apakah tekanan darah ibu berada di ambang normal atau tidak.Pada ibu hamil, ambang tekanan darah normal berada di angka 120/80 mmHg. Namun, jika angka tekanan darah sudah mencapai 140/90 mmHg, maka ibu sudah termasuk mengalami hipertensi.Ketika ibu mengetahui kondisi ini sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter spesialis, maka langkah-langkah penanganan yang efisien dan tepat dapat segera diberikan. Sehingga dampaknya pada kesehatan ibu dan bayi pun dapat diminimalisir.Apa Saja Tahap Pemeriksaan MCU Untuk Hipertensi Ibu Hamil?Klinik Granostic menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan ibu dan janin dari hipertensi. Karenanya kami menawarkan tahap pemeriksaan MCU untuk hipertensi ibu hamil yang lengkap. Berikut penjelasannya:1. Pengukuran Tekanan DarahProsedur MCU untuk hipertensi ibu hamil yang pertama adalah melakukan tes tekanan darah. Tim medis professional kami akan menggunakan alat ukur tensi untuk mengetahui tingkat tekanan darah Anda. Caranya dengan mengompres manset tekanan darah untuk menekan, dan kemudian melepaskan tekanan eksternal pada arteri di lengan Anda. Langkah ini dilakukan untuk mengukur tekanan maksimal secara tepat saat jantung ibu berdetak, serta tekanan terendah saat jantung dalam kondisi rileks.2. Pemeriksaan FisikProsedur MCU selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik pada ibu hamil. Langkah ini dilakukan dengan memeriksa kondisi tubuh ibu hamil dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, sehingga dokter mendapatkan hasil pemeriksaan yang lengkap.Pemeriksaan ini pun meliputi pengukuran berat dan tinggi badan ibu hamil, untuk memantau kenaikan berat badan yang ideal selama masa kehamilan.Pada proses pemeriksaan fisik, dokter Klinik Granostic akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan sistemik. Mulai dari skrining jantung dan pembuluh darah, pernapasan, dan pencernaan, serta banyak lainnya. Langkah ini penting untuk memahami apakah ada faktor lain yang menjadi penyebab lonjakan hipertensi pada ibu hamil, serta mendapatkan diagnosa pasti untuk mempermudah perawatan ibu hamil.3. Pemeriksaan urineProsedur selanjutnya adalah tes urine, yang dapat membantu menentukan apakah kadar diabetes ibu hamil, kondisi Kesehatan, atau obat-obatan tertentu menjadi penyebab terhadap tensi ibu hamil.4. Pemeriksaan JaninTak hanya pemeriksaan pada tubuh ibu, janin yang ada dalam kandungan pun harus dikontrol kesehatannya secara berkala. Sebab telah kita singgung sebelumnya, bahwa hipertensi dapat menghambat pertumbuhan janin dan berdampak buruk pada persalinan.Lewat pemeriksaan ini dokter dapat memberikan penanganan dini dan tepat sasaran bila ditemukan indikasi kesehatan janin tidak baik. Selain itu, dokter pun dapat memberikan perawatan pada ibu hamil hipertensi dengan tepat sesuai dengan kondisi ibu dan janinnya.5. Pemeriksaan LaboratoriumSelanjutnya adalah proses tes laboratorium atau tes darah. Langkah ini penting dalam prosedur MCU untuk ibu hamil hipertensi.Pada proses tes laboratorium ini menggunakan sampel darah dari ibu hamil, tujuannya untuk memeriksa kemungkinan berbagai penyakit termasuk hipertensi.Tes darah pun dapat membantu menentukan apakah ibu mengidap hipertensi sekunder, atau karena kondisi Kesehatan yang serius. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu diagnosis dengan memperhitungkan tingkat elektrolit, gula darah, fungsi tiroid, dan ginjal Anda.Selain untuk hipertensi, pemeriksaan laboratorium untuk ibu hamil yang harus Anda lakukan meliputi: - skrining penyakit menular seksual, seperti sifilis dan HIV/AIDS- skrining antibody hepatitis B dan C6. Elektrokardiogram (EKG)Sementara itu, prosedur EKG atau Elektrokardiogram merupakan tes diagnostic umum yang berguna untuk mengevaluasi sistem kardiovaskuler atau fungsi jantung.Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan karena kesehatan jantung pun sangat bertalian dengan tingkat tekanan darah ibu hamil. Tak hanya mencegah hipertensi, EKG juga membantu mendeteksi adanya masalah pada kesehatan jantung akibat dari lonjakan tekanan darah itu sendiri.Lakukan Semua Kebutuhan MCU Untuk Hipertensi Ibu Hamil di GranosticNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai pentingnya melakukan MCU untuk hipertensi ibu hamil dan apa saja prosedurnya.Hipertensi pada kehamilan merupakan kondisi yang serius dan membutuhkan pemantauan dari dokter secara berkelanjutan. Karenanya, penting bagi setiap ibu hamil untuk rutin dan rajin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter sesuai jadwal yang ditentukan.Sebagai upaya menangani kondisi hipertensi saat kehamilan, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah yang dosisnya disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin. Saat melakukan pengobatan, Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut sesuai saran dan petunjuk dokter. Jangan menambah atau menguranginya sendiri.Lantas dimana sih tempat yang tepat untuk melakukan MCU yang lengkap dan diawasi oleh tim ahli?Sobat Granostic, Anda dapat melakukan kebutuhan atau prosedur MCU untuk hipertensi ibu hamil di atas di Klinik Granostic. Tak hanya menyajikan pelayanan lengkap, Anda juga akan ditemani oleh tenaga medis profesional dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Sehingga setiap proses pemeriksaan, konsultasi, dan perencanaan pengobatan akan dilakukan dengan sempurna. Khususnya dengan mempertimbangkan kondisi ibu dan janin yang terlihat dari data pemeriksaan tersebut.Nilai lebihnya lagi, tak hanya dengan datang langsung ke klinik, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami lewat layanan Home Service.Layanan ini memungkinkan Anda untuk berdiskusi dan mendapatkan arahan terkait penanganan pertama masalah kehamilan, hipertensi, atau masalah kesehatan lain dari manapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.Yuk, langsung mulai konsultasi Anda dengan mengklik tombol Home Service di bawah ini, ya!
Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya
Saat mendengar kata kehamilan, seringkali yang terbayang di benak kita adalah momen-momen indah dan haru. Namun, di balik keindahan tersebut, ada tantangan-tantangan medis yang tak boleh diabaikan. Salah satunya adalah gangguan hipertensi.Gangguan hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya menjadi momok untuk lansia. Ibu hamil juga dihantui dengan gangguan medis yang satu ini.Masalahnya, risiko hipertensi pada ibu hamil ini, tidak hanya memiliki dampak yang serius pada ibunya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Terutama, gangguan pada perkembangan janinnya. Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi kita untuk memahami apa saja penyebab hipertensi pada ibu hamil. Selain itu, perlu juga memahami bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut. Maka dari itu, simak terus artikel ini sampai akhir ya!Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil Sekitar 8–10% dari semua ibu hamil di dunia mengalami hipertensi selama masa kehamilan. Jadi, penting bagi ibu hamil mengetahui penyebab hipertensi yang terjadi selama masa kehamilan. Berikut ini berbagai macam penyebab hipertensi pada ibu hamil.1. PreeklampsiaPreeklampsia adalah kondisi medis yang sering kali menjadi penyebab utama hipertensi pada ibu hamil. Preeklampsia terjadi ketika ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi yang signifikan, biasanya setelah mencapai usia kehamilan 20 minggu, disertai dengan adanya protein dalam urine (proteinuria).Terdapat beberapa faktor penyebab preeklampsia, salah satunya yaitu perubahan hormonal yang signifikan selama kehamilan. Hal ini seperti peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Perubahan ini dapat mempengaruhi fungsi pembuluh darah dan sistem kardiovaskular ibu hamil, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah.Selain itu, masalah pada plasenta juga dapat berkontribusi pada preeklampsia. Plasenta yang tidak berkembang dengan baik atau terjadi masalah dalam aliran darah ke plasenta dapat menyebabkan kondisi ini. Faktor genetik, obesitas, riwayat keluarga dengan riwayat preeklampsia juga dapat meningkatkan risiko preeklampsia pada ibu hamil.2. EklampsiaPreeklampsia dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah yang disebut eklamsia. Eklampsia adalah kondisi ibu hamil mengalami kejang yang berpotensi mengancam nyawa. Jadi, eklampsia merupakan hasil dari perkembangan preeklampsia yang tidak ditangani dengan baik.Eklampsia ditandai dengan munculnya kejang atau konvulsi pada ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi. Penyebab eklampsia diperkirakan terkait dengan gangguan vaskular dan aliran darah yang abnormal pada otak ibu hamil.3. Hipertensi GestasionalHipertensi gestasional adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi selama kehamilan, biasanya setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu, tanpa adanya tanda-tanda preeklampsia atau penyakit lain yang mendasarinya sebelum kehamilan.Ibu hamil dengan yang mengalami kondisi hipertensi gestasional ini, tekanan darahnya biasanya dapat Kembali normal setelah melahirkan. Jadi, hipertensi gestasional juga merupakan kondisi yang serius dan perlu mendapatkan penanganan medis.4. Hipertensi Kronis sebelum KehamilanHipertensi kronis sebelum kehamilan adalah kondisi tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelum seorang wanita hamil. Kondisi ini bisa muncul karena berbagai faktor, seperti riwayat genetik, gaya hidup yang tidak sehat, kelebihan berat badan, atau masalah kesehatan tertentu seperti penyakit ginjal atau penyakit jantung.Wanita yang sudah memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hipertensi gestasional dan preeklampsia selama kehamilan. Beberapa faktor yang umumnya dikaitkan dengan hipertensi kronis meliputi kebiasaan merokok, pola makan yang tinggi garam dan lemak jenuh, kurangnya aktivitas fisik, dan stres. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dan riwayat keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi juga bisa menjadi faktor penyebab hipertensi sebelum kehamilan.5. Masalah Pembuluh DarahPembuluh darah yang sehat berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan cara mengatur aliran darah ke seluruh tubuh. Namun, ketika terjadi masalah pada pembuluh darah, seperti penyempitan atau kerusakan, tekanan darah dapat meningkat secara signifikan. Adapun beberapa masalah pada pembuluh darah yang dapat menjadi penyebab hipertensi pada ibu hamil, antara lain:Aterosklerosis adalah kondisi plak kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan menghambat aliran darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.Kerusakan endotel pembuluh darah. Endotel adalah lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Jika endotel mengalami kerusakan akibat inflamasi atau faktor lainnya, dapat mengganggu fungsi normal pembuluh darah dalam mengatur tekanan darah.Perubahan hormonal selama kehamilan juga dapat mempengaruhi kondisi pembuluh darah, seperti peningkatan hormon progesteron yang dapat mengendurkan pembuluh darah dan menyebabkan peningkatan tekanan darah.6. Gangguan pada Sistem Kardiovaskular atau GinjalSistem kardiovaskuler terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang berperan penting dalam mengatur aliran darah dan tekanan darah. Sedangkan, ginjal bertanggung jawab atas pengaturan volume darah dan ekskresi zat-zat yang tidak diperlukan dari tubuh.Beberapa gangguan pada sistem kardiovaskular atau ginjal yang dapat menyebabkan hipertensi pada ibu hamil, yaitu penyakit ginjal kronis, penyakit jantung, penyakit autoimun, diabetes gestasional, preeklamsia, dan eklamsia.7. Obesitas atau KegemukanObesitas menjadi risiko hipertensi pada ibu hamil karena berbagai faktor yang berkaitan dengan perubahan fisik, hormonal, dan metabolik yang terjadi pada tubuh wanita hamil yang mengalami obesitas. Berikut ini beberapa penyebab obesitas yang dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil.Resistensi insulin adalah kondisi tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Resistensi insulin dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan mempengaruhi fungsi pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko hipertensi.Perubahan hormonal terjadi karena kondisi obesitas ini dapat memengaruhi produksi hormon seperti leptin dan adiponektin. Perubahan hormonal ini dapat mempengaruhi regulasi tekanan darah dan meningkatkan risiko hipertensi.Perubahan metabolik seperti peningkatan kadar trigliserida, kolesterol LDL (jahat), dan penurunan kadar kolesterol HDL (baik) dapat menyebabkan aterosklerosis dan meningkatkan tekanan darah.8. Riwayat KeluargaRiwayat keluarga dapat mempengaruhi risiko hipertensi pada ibu hamil melalui faktor genetik. Genetika memainkan peran penting dalam regulasi tekanan darah. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan anggota keluarga yang menderita hipertensi, ada kemungkinan bahwa individu tersebut juga memiliki kecenderungan genetik untuk mengalami hipertensi.Selain hipertensi, riwayat keluarga dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil. Kondisi-kondisi ini seringkali terkait satu sama lain dan memiliki faktor risiko yang bersamaan.Tips Atasi Hipertensi Pada Ibu HamilAgar ibu hamil menemukan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif, perlu pemahaman mendalam mengenai penyebab hipertensi pada ibu hamil.Karena di atas sudah dibahas mengenai beberapa penyebab hipertensi pada ibu hamil, sekarang kita perlu tips untuk mengatasi hipertensi pada ibu hamil.1. Konsultasi dengan DokterLangkah pertama yang paling penting adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk evaluasi dan manajemen yang tepat. Klinik Granostic, misalnya, dapat memfasilitasi pemeriksaan tekanan darah rutin dengan didampingi oleh dokter spesialis yang berpengalaman dan tenaga medis profesional.Tak hanya mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, Anda pun bisa melakukan konsultasi dan mendiskusikan pengobatan terbaik untuk masalah hipertensi Anda. Tentunya dokter akan mempertimbangkan kondisi tubuh Anda di masa kehamilan dan bagaimana perkembangan janin Anda. Selain itu, Klinik Granostic pun menyediakan layanan Home Service yang memudahkan proses konsultasi. Anda dapat terhubung dengan dokter kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkan pertolongan pertama.2. Pemantauan Tekanan DarahPenting untuk memantau tekanan darah secara teratur. Dokter akan memberikan rekomendasi berapa sering tekanan darah perlu dipantau, tergantung pada kondisi individu ibu hamil.3. Ikuti Pola Makan SehatIkuti pola makan yang sehat, seperti konsumsi makanan sehat, rendah garam, rendah lemak jenuh, dan tinggi serat. Pastikan ibu hamil mendapatkan nutrisi yang cukup, termasuk asupan kalsium, magnesium, dan kalium yang seimbang, juga penting dalam mengatur tekanan darah.4. Istirahat yang CukupMemastikan ibu hamil mendapatkan istirahat yang cukup dan tidur yang berkualitas juga merupakan faktor penting dalam mengatasi hipertensi. Ibu hamil disarankan untuk tidur setidaknya 7–8 jam setiap malam dan menghindari kurang tidur yang berkepanjangan. 5. Batasi Aktivitas Fisik yang BeratAktivitas fisik yang berat atau terlalu intens dapat meningkatkan tekanan darah pada ibu hamil, terutama jika memiliki risiko hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk membatasi aktivitas fisik yang berat dan fokus pada jenis olahraga yang lebih ringan dan aman untuk ibu hamil, seperti jalan cepat, yoga prenatal, atau berenang.6. Hindari StresStres dapat mempengaruhi tekanan darah, jadi penting untuk mengelola stres dengan baik. Berbagai teknik, seperti meditasi, pernapasan mendalam, dan terapi dengan psikolog bisa memberikan bantuan untuk menghindari stres.7. Pemantauan JaninPemantauan janin secara teratur melalui pemeriksaan antenatal yang direkomendasikan oleh dokter sangat penting. Pemeriksaan janin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan janin dengan cepat, sehingga tindakan medis yang diperlukan dapat dilakukan segera jika diperlukan.Nah, Sobat Granostic, mari jaga kesehatan Anda dan janin dengan memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke Klinik Granostic. Atur jadwal temu atau langsung kunjungi klinik kami di Jl. Dharmahusada, Surabaya.Anda juga bisa berkonsultasi online dengan klik tombol Home Service di bawah ini!
Manajemen Stress Tekanan Darah Tinggi
Tak hanya soal makanan dan gaya hidup, stres juga dapat menjadi faktor penyebab hipertensi dan memperburuk kondisinya. Karenanya, penderita hipertensi perlu menerapkan manajemen stres untuk mengontrol tekanan darah mereka. Bagaimana cara melakukannya?Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang umum diderita oleh masyarakat Indonesia. Melansir dari artikel Kesehatan Universitas Airlangga, di Indonesia hipertensi jadi salah satu faktor morbiditas penyakit dan kematian.Penyebab hipertensi dan faktor risiko komplikasinya pun beragam, salah satunya disebabkan oleh stres. Sebab saat seseorang mengalami tres, hormone adrenalin akan dilepaskan oleh tubuh dan kemudian dapat mempengaruhi tekanan darah melalui kontraksi arteri, dan kemudian mempengaruhi peningkatan denyut jantung.Stres berkelanjutan akan menyebabkan tensi tetap tinggi, sehingga hipertensi makin tidak terkontrol. Peluang terjadinya komplikasi akibat darah tinggi dan stres ini pun kian besar terjadi, yang menimbulkan penyakit jantung, stroke, ginjal, dan banyak lainnya.Hal inilah yang membuat manajemen stres untuk tekanan darah tinggi begitu penting dilakukan oleh penderita hipertensi. Berikut penjelasan lengkap manajemen stres yang bisa Anda lakukan di rumah. 1. Berolahraga Secara TeraturOlahraga adalah cara manajemen stres darah tinggi yang paling mudah dan efektif untuk Anda lakukan di rumah. Melansir dari ClevalandClinic, selain menyehatkan tubuh secara umum, olahraga juga terbukti sebagai aktivitas pereda stres yang ampuh.Ini karena saat Anda berolahraga tubuh akan melepaskan hormon endorphin. Senyawa alami ini dapat membantu memberikan perasaan lebih baik dan mempertahankan energi positif dalam tubuh serta pikiran Anda.Tak hanya itu, dengan berolahraga secara rutin, Anda juga bisa mengurangi risiko hipertensi dan serangan jantung.Nah, Sobat Granostic, untuk membuat manfaat olahraga pada kondisi darah rendah Anda makin terasa, Anda juga bisa menerapkan jenis-jenis Latihan yang cocok untuk pengobatan hipertensi. Berikut contohnya:Berjalan kaki, yang mampu menjaga Kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam tubuh Anda.Bersepeda, tak hanya baik untuk tekanan darah, bersepeda juga baik untuk mengurangi berat badan berlebih.Berenang, menurut penelitian berenang sebanyak 3-4 kali dalam seminggu bisa membantu menurunkan tekanan darah sistolik pada pengidap hipertensi.Yoga, selain baik untuk mengontrol stres, yoga bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit stroke.Selain keempat contoh di atas, ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda terapkan. Akan tetapi, perlu diingat Anda tidak perlu melakukan Latihan yang berat. Namun lakukan olahraga yang bisa meningkatkan Kesehatan jantung dan biasakan untuk melakukannya secara rutin.2. Teknik RelaksasiManajemen stres pun dapat Anda lakukan dengan menerapkan teknik relaksasi, seperti meditasi. Meditasi dapat membantu memperkuat dan merelaksasi tubuh Anda. Segala kegiatan seperti yoga, latihan pernapasan, hingga relaksasi otot dapat membantu menghilangkan stres dan terbukti efektivitasnya.Latihan pernapasan dengan menarik napas dalam-dalam juga dapat bekerja dengan baik untuk merilis stres Anda. Sebab, kerja saraf simpatetik akan bekerja lebih aktif dan akan membantu menenangkan sistem saraf dalam tubuh Anda.3. Menghindari Stres Berlebihan dan KelelahanStres juga dapat muncul ketika Anda bekerja berlebihan dan merasakan kelelahan. Karena untuk upaya manajemen stres, Anda juga harus mengatur aktivitas Anda dan menghindari stres yang berlebihan. Baiknya kenali apa yang menjadi pemicu stres Anda, misalnya pekerjaan, perjalanan, atau mungkin lingkungan sekitar. Ketika Anda sudah mengetahui aspek apa yang paling banyak memberikan tekanan dan membuat tubuh Anda lebih Lelah, sebaiknya segera hindari hal tersebut.Misalnya Anda merasa kuwalahan karena target kerja yang ketat dan beban kerja yang berlebihan, Anda bisa mendiskusikannya dengan atasan untuk menyesuaikannya dengan kapasitas Anda. Terapkan juga target hidup yang realistis dan memahami bahwa sebagai manusia Anda memiliki kekurangan. Dengan begitu, Anda tidak akan terkungkung dan merasa terbebani karena ekspektasi besar yang menimbulkan stres berlebihan.4. Hobi dan Kegiatan yang MenyenangkanLangkah selanjutnya untuk memanajemen stres demi mengontrol darah tinggi adalah dengan mengambil Waktu untuk berkegiatan sesuai hobi dan minat. Hal ini sangat berguna untuk mengalihkan pikiran negatif dan menetralisir stres yang Anda rasakan.Pilih aktivitas yang membuat Anda merasa nyaman dan senang. Seperti berjalan-jalan santai di sore hari, menggambar, mendengarkan music kesukaan, atau bahkan memanjakan diri Anda dengan spa atau belanja.Namun pastikan bahwa hobi dan kegiatan ini tetap sehat di tubuh Anda. Jangan sampai Anda salah memilih aktivitas yang justru bisa membuat tubuh Anda lelah dan tidak benar-benar memberikan rasa melegakan pada pikiran Anda.5. Tidur yang CukupLast but not least, tidur yang cukup adalah kunci dari kesehatan tubuh dan mental Anda. Tak hanya membuat Anda lebih aktif di pagi hari, ketika istirahat dengan cukup tubuh juga akan terhindar dari stres dan Anda dapat menjalani hari dengan lebih positif.Bahkan menurut penelitian, tidur dan Kesehatan mental memiliki hubungan yang erat. Ketika Anda kekurangan tidur, kondisi psikologis dan Kesehatan mental pun akan ikut terpengaruh.Namun di sisi lain, Ketika seseorang memiliki gangguan Kesehatan mental, seringnya mereka juga mengalami gangguan tidur.Karenanya, Anda harus memastikan bahwa Anda tidur dengan cukup yakni sekitar 7-8 jam pada malam hari. Selain itu pastikan bahwa jadwal tidur Anda teratur dan konsisten, sehingga pola istirahat yang tepat ini juga dapat berlangsung dalam jangka Panjang.Bagi penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, kekurangan dan kelebihan waktu tidur pun bisa memperburuk kondisi mereka. Bahkan pada beberapa kasus dapat meningkatkan faktor risiko komplikasi pada penyakit jantung, ginjal, stroke, dan banyak lainnya.Atur Jadwal Hidup Sehat dengan Bantuan Dokter SpesialisNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai manajemen stres tekanan darah tinggi yang bisa Anda terapkan sendiri di rumah. Manajemen stres ini tak hanya baik untuk penderita hipertensi, namun juga sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara umum.Sebab stres berkepanjangan juga dapat memiliki dampak yang buruk pada Kesehatan tubuh Anda. Misalnya, Ketika Anda memiliki asma, stres berlebihan dapat menyebabkan masalah yang lebih serius. Begitu pula pada orang dengan Riwayat hipertensi dan penyakit jantung, stres berlebihan bisa menyebabkan serangan fatal yang sangat berbahaya pada diri pasien.Nah, Sobat Granostic, selain pandai melakukan manajemen stres untuk tekanan darah tinggi, Anda pun perlu melakukan pengecekan kesehatan secara rutin demi mencegah komplikasi hipertensi. Bersama dokter spesialis dan tenaga medis profesional Klinik Granostic, Anda dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh serta mengonsultasikan strategi pengontrolan hipertensi Anda.Selain itu, Anda pun dapat mendiskusikan bagaimana cara yang tepat untuk mengatur stres dan menjaganya agar tidak berdampak buruk pada tekanan darah. Dokter kami yang berpengalaman akan memberikan masukan dan menyarankan pola hidup yang sehat sesuai dengan kondisi Anda.Selain berkonsultasi langsung di klinik, Anda juga dapat terhubung dengan dokter spesialis Klinik Granostic lewat layanan Home Service. Dapatkan layanan konsultasi medis yang praktis kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya.Yuk, jaga kesehatan mental dan kontrol tekanan darah tinggi Anda dengan rutin check up di Klinik Granostic! 
Waktu Tidur yang Baik Untuk Penderita Hipertensi
Sobat Granostic, tak hanya cukup dengan mengatur pola makan, durasi dan waktu tidur yang tepat juga dapat membantu mengontrol hipertensi, loh. Lantas seperti apa sih waktu tidur yang baik untuk penderita hipertensi itu?Pada dasarnya tidur yang cukup memang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita secara umum, begitu pula bagi para penderita hipertensi. Melansir dari sebuah studi di Cina, dikatakan bahwa seseorang yang memiliki insomnia akut akan lebih berisiko terkena hipertensi.Karenanya sangat penting bagi penderita hipertensi untuk mengatur pola tidur mereka agar cukup dan teratur, yakni 7-8 jam sehari. Nah, selain panjang durasi tidur, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk mengatur waktu tidur yang baik sebagai penderita hipertensi berikut ini.1. Tetap Konsisten dengan Jadwal TidurLangkah pertama untuk mengatur waktu tidur yang baik bagi penderita hipertensi adalah menerapkan jadwal tidur yang konsisten. Mengatur jadwal tidur yang konsisten dapat mempertahankan pola tidur yang baik dalam jangka Panjang.Anda dapat memulainya dengan membentuk jadwal tidur setiap hari, dan pastikan Anda selalu tidur dan bangun di waktu yang sama. Terapkan jadwal tidur secara konsisten, meskipun Anda sedang dalam periode liburan untuk membentuk kebiasaan yang baik.2. Tidur yang CukupTak hanya mengatur waktu tidur, Anda pun harus mengatur durasi tidur yang cukup bagi penderita hipertensi. Karena durasi tidur yang kurang dan berlebihan pun sama-sama buruknya untuk tekanan darah Anda.Melansir dari laman Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, disebutkan bahwa jika pengidap hipertensi tidur lebih lama dari 8 jam, maka risiko terkena untuk terkena stroke pun dapat naik hingga 2 kali lipat.Sementara itu, kekurangan tidur pun dapat mempengaruhi tekanan darah kita. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang dengan gangguan tidur cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi.Penderita hipertensi dianjurkan untuk tidur teratur, serta memastikan bahwa jumlah durasi waktu tidur pun tak kurang dan lebih dari 7– 8 jam sehari.3. Pilih Posisi Tidur yang TepatAgar mempermudah mengatur waktu tidur yang baik untuk penderita hipertensi, Adna bisa memilih posisi tidur yang tepat dan nyaman.Posisi tidur yang baik bagi penderita hipertensi adalah posisi tidur miring ke kiri. Menerapkan posisi ini dapat membantu mengalirkan arah ke jantung, serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah.Sebaliknya, Anda perlu menghindari tidur miring dengan posisi ke kanan. Posisi ini ini justru membuat tubuh menekan pembuluh darah Kembali ke jantung, serta memperparah gejala hipertensi.Selain tidur miring ke kiri, Anda juga bisa mencoba tidur tengkurap. Posisi ini dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda ketika tidur.Selain itu, Anda juga dapat menggunakan alas tidur dan bantal yang nyaman, sehingga membuat tidur Anda semakin nyenyak.4. Hindari Tidur Terlalu Lama atau Terlalu SedikitSelanjutnya, Anda juga harus memastikan bahwa Anda tidur dengan durasi yang cukup. Sebab tidur terlalu lama ataupun terlalu sedikit memberikan dampak yang sama buruknya terhadap penderita hipertensi.Untuk mencegah tidur berlebihan atau kurangnya tidur saat malam hari, Anda bisa membatasi Waktu tidur siang. Idealnya, Anda tidur siang selama 30 menit saja setiap hari sehingga tidak mengganggu tidur di malam hari.5. Ciptakan Lingkungan Tidur yang NyamanMenciptakan waktu tidur yang tepat bagi penderita hipertensi juga harus dengan membuat lingkungan tidur menjadi nyaman. Tujuannya, Anda dapat memiliki tidur yang berkualitas dan bangun dalam kondisi tubuh yang bugar.Hal ini dapat Anda lakukan dengan mematikan lampu dan alat elektronik yang Anda gunakan, seperti TV maupun ponsel, saat Anda hendak pergi tidur.Paparan cahaya lampu yang terang dapat mengirim sinyal ke otak kita untuk berhenti memproduksi hormone tidur. Akhirnya, kita jadi lebih sulit untuk tidur.Begitupula bila Anda menyalakan TV atau menonton video dengan suara yang bising. Otak Anda akan terus memproses paparan suara dari televisi dan akhirnya membuat sulit untuk tidur.6. Hindari Stimulan Sebelum TidurAgar tidur Anda lebih nyenyak dan lelap, sebaiknya hindari stimulant seperti nikotin dan kafein. Kedua asupan ini bisa membuat Anda terjaga, karenanya tak dianjurkan untuk dikonsumsi di malam hari ketika Anda hendak tidur.Pengaruh kafein dapat bertahan selama beberapa jam, bahkan bisa sampai 24 jam. Sehingga pengaruh zat ini terhadap Waktu tidur Anda juga akan sangat signifikan.Tak hanya membuatmu sulit untuk memulai tidur, meminum minuman berkafein juga dapat membuat Anda sering terbangun di malam hari dan menyebabkan tidur tidak berkualitas.Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan untuk tidak makan menjelang tidur. Pastikan Anda memberikan jeda 2-3 jam antara Waktu makan dengan Waktu tidur. Sehingga tubuh memiliki Waktu untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi tersebut.Tak hanya itu, pastikan juga untuk memperhatikan kandungan makanan yang Anda konsumsi di malam hari. Pastikan tidak mengandung lemak tinggi, manis, atau kafein menjelang tidur.7. Relaksasi Sebelum TidurLast but least, agar waktu tidur untuk penderita hipertensi ini menjadi berkualitas dan tepat, Anda dapat melakukan relaksasi sebelum tidur. Sebagai relaksasi, Anda dapat melakukan meditasi sebelum tidur. Aktivitas ini dapat membantu mendorong produksi melatonin, yang dapat membantu ANda lebih mudah tertidur. Selain itu, meditasi juga cukup sederhana dan mudah untuk Anda lakukan. Anda bisa menerapkannya dengan posisi duduk atau berbaring.Pastikan Anda dalam posisi yang nyaman dan dalam ruangan yang tenang. Kemudian tutup mata Anda, lakukan olah napas dengan menariknya dan menahannya selama 5 detik, kemudian hembuskan perlahan selama 5 detik. Fokuskan pikiran Anda pada gerakan pernapasan tersebut, lakukan hal ini secara berulang selama 15-30 menit setiap Anda hendak tidur.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai pengaturan waktu tidur yang tepat untuk penderita hipertensi. Semua pengaturan tersebut tidak bisa hanya Anda terapkan sekali untuk dapat memberikan efek pada tubuh, melainkan harus dilakukan secara teratur dan berkelanjutan.Pada dasarnya hipertensi tidak bisa disembuhkan total, melainkan dapat dikontrol dan dicegah potensi komplikasinya. Karenanya sangat penting bagi penderita hipertensi untuk dapat menjalankan gaya hidup yang sehat, seperti mengatur waktu tidur yang tepat di atas.Selain melakukan upaya pencegahan secara mandiri, penderita hipertensi pun harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan ditemani oleh dokter spesialis. Klinik Granostic dapat membantu Anda dalam hal ini.Klinik Granostic menyediakan layanan medical check up (MCU) lengkap termasuk pemeriksaan tekanan darah, fungsi kardiovaskuler, dan pemeriksaan menyeluruh pada kondisi tubuh Anda.Dengan begitu, Anda dapat memperoleh diagnosis yang lengkap dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Selanjutnya Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami untuk mengatur jadwal dan pola hidup sehat yang tepat untuk penderita hipertensi.Yuk, Sobat Granostic, jangan lewatkan pemeriksaan tekanan darah Anda dan lakukan konsultasi di Klinik Granostic!
Cara Mencegah Hipertensi Pada Ibu Hamil
Selama masa kehamilan tekanan darah ibu cenderung tidak stabil. Karenanya ibu hamil pun rentan mengalami hipertensi, yang jika tidak ditangani dengan baik akan berisiko pada kesehatan ibu dan janin. Namun ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi pada ibu hamil, loh.Sobat Granostic, Anda tentu memahami bahwa hipertensi adalah masalah kesehatan yang butuh ditangani dengan tepat dan segera. Terlebih pada ibu hamil, yang tidak boleh sembarangan meminum obat-obatan demi keamanan buah hati.Pencegahan menjadi hal yang sangat penting, sebab dampak hipertensi pada ibu hamil dan bayi sangatlah besar. Mulai dari menghambat perkembangan janin, risiko komplikasi pada ibu, hingga kelahiran prematur.Lantas bagaimana cara mencegah hipertensi pada ibu hamil yang tepat? Simak penjelasan berikut ya, Sobat Granostic!1. Pemeriksaan Kesehatan RutinMemeriksakan kesehatan secara rutin adalah salah satu cara mencegah hipertensi pada ibu hamil. Langkah ini baiknya Anda lakukan sejak proses perencanaan kehamilan.Melakukan pengecekan secara menyeluruh ini penting untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan yang rentan dialami saat hamil, termasuk hipertensi.Selain itu, semasa kehamilan pemeriksaan kesehatan juga tak boleh absen dilakukan. Prenatal check up utamanya sangat penting untuk mengontrol tekanan darah ibu hamil dari waktu ke waktu.Pastikan Anda melakukan pengecekan kesehatan ini langsung di klinik terpercaya dengan dampingan dokter spesialis, seperti di Klinik Granostik. Sehingga Anda dapat memperoleh pemeriksaan lengkap dengan diagnosis terpercaya dari dokter.Dokter pun dapat membantu Anda mengatur pola makan, aktivitas, dan berbagai upaya penting lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh Anda semasa hamil. Utamanya sebagai langkah pencegahan hipertensi.Selain itu, Anda juga bisa melakukan monitor tekanan darah di rumah untuk pemeriksaan mandiri. Langkah ini bisa jadi alternatif untuk Anda yang sudah kesulitan untuk melakukan perjalanan karena hamil besar.Jika terdapat masalah saat melakukan tes mandiri ini, Anda dapat berkonsultasi dengan tim dokter Granostic lewat layanan Home Service. Tanpa perlu ke klinik, Anda sudah dapat terhubung dan mendiskusikan kondisi kehamilan Anda kapanpun dan dimanpun Anda membutuhkannya.2. Makan Makanan SehatCara mencegah hipertensi untuk ibu hamil selanjutnya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Selain makan secara teratur, Anda juga harus memperhatikan gizi yang ada dalam makanan tersebut. Hindari mengonsumsi makanan olahan dan kemasan yang umumnya mengandung natrium, karbohidrat rendah serat, dan gula yang tinggi.Semua makan ini tak hanya memberikan dampak tak menyehatkan untuk tubuh secara umum, namun juga dapat berdampak pada tekanan darah ibu hamil. Sebaliknya, konsumsilah makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dengan karbohidrat kompleks, serta sumber protein tanpa lemak.3. Hindari Garam BerlebihanTelah kita singgung sebelumnya, bahwa garam bisa menyebabkan masalah hipertensi pada ibu hamil. Kok bisa?Jika ibu hamil mengonsumsi garam secara berlebih, ini akan meningkatkan jumlah natrium dalam sel dan membuat keseimbangan cairan terganggu. Saat cairan masuk ke dalam sel, hal ini akan membuat diameter pembuluh arteri menyempit dan membuat jantung memompa darah lebih kuat. Akhirnya tekanan darah pun jadi meningkat.4. Batasi Konsumsi Kafein dan Minuman BeralkoholTak hanya makanan tinggi garam dan gula, ibu hamil juga harus membatasi konsumsi kafein dan minuman beralkohol untuk mencegah terjadinya hipertensi. Sangat umum diketahui bahwa kafein dapat meningkatkan adrenalin, yang membuat jantung kita berdebar lebih cepat dan hal ini juga berpengaruh pada tekanan darah.Sementara itu, minuman beralkohol pun sejatinya memang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, yang sehat sekalipun. Meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah pada orang sehat, pada ibu hamil yang kondisi tubuhnya cukup riskan terkena hipertensi tentu akan berdampak lebih besar.5. Lakukan Aktivitas Fisik yang TeraturMeskipun kadang kala tubuh terasa berat saat hamil, Ibu juga harus menyisihkan tenaga dan sedikit waktunya untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tak hanya mencegah hipertensi, aktivitas ringan ini juga akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh ibu hamil secara umum.Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki santai di pagi atau sore hari, melakukan senam atau yoga untuk kehamilan, dan berbagai aktivitas lain. Namun, tetap konsultasikan juga dengan dokter spesialis untuk memilih olahraga yang paling pas dengan kondisi tubuh Anda.6. Istirahat yang CukupCara mencegah hipertensi pada ibu hamil selanjutnya adalah dengan memastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup.Menurut data dari American Pregnancy Association, sekitar 78 persen dari ibu hamil mengalami gangguan tidur. Hal ini dapat membuat tubuh tidak bugar dan menjadi lemah, kondisi ini akan juga berdampak pada janin.7. Hindari Stres BerlebihanStres yang tinggi bisa berpengaruh pada tekanan darah ibu hamil, serta dapat memicu hipertensi. Karenanya untuk menurunkan stres, Anda bisa melakukan olahraga ringan dan aktivitas yang menyenangkan lain. Mulai dari yoga, senam, meditasi, hingga melakukan hobi-hobi Anda.8. Perhatikan Berat BadanMeski saat hamil sangat normal untuk mengalami kenaikan berat badan, Anda tetap perlu memperhatikannya agar tidak berlebihan.Sebab kenaikan berat badan yang berlebihan ini dapat memperburuk kondisi hipertensi pada ibu hamil. Karenanya penting untuk Anda menghindari makanan yang tinggi lemak jahat, gula, dan natrium. Anda dapat beralih pada makanan yang mengandung gizi seimbang untuk mengontrol berat badan ideal.9. Hindari Rokok dan Asap RokokAsap rokok dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil, karenanya Anda sebaiknya berhenti merokok dan menghindari area dengan asap rokok yang tinggi.Selain itu, asap rokok pun bisa memberikan berbagai dampak buruk lainnya untuk kesehatan ibu dan janin. Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok bisa menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi untuk janin. Hal ini bisa membuat perkembangan janin pun terganggu.10. Perhatikan GejalaSetelah menerapkan pola hidup yang sehat dengan memilih makanan yang bergizi tinggi, menghindari alkohol dan asap rokok, juga berolahraga ringan. Anda pun perlu memperhatikan gejala tekanan darah tinggi sebagai upaya mencegah hipertensi pada ibu hamil.Tekanan darah normal ibu hamil terdapat pada angka 120/80 mmHg. Sementara ibu dapat tergolong hipertensi jika tensinya mencapai 140/90 mmHg.Gejala hipertensi yang bisa tampak pada ibu hamil adalah nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, serta pembengkakan pada tangan dan wajah ibu. Bila Anda merasakan gejala ini, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan pemeriksaan rutin, diagnosa yang lengkap, dan penanganan yang tepat.Anda dapat langsung datang ke Klinik Granostic, atau melakukan konsultasi daring (dalam jaringan) sebagai pertolongan pertama lewat layanan Home Service. Lewat konsultasi daring ini Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis Granostic secara langsung kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya.Mari jaga kesehatan ibu hamil dan janin dari dampak buruk hipertensi bersama Klinik Granostic.
Apa Saja Pantangan Makanan Bagi Ibu Hamil yang Hipertensi?
Halo, Sobat Granostic! Menjaga Kesehatan tubuh agar selalu optimal saat periode kehamilan adalah hal yang sangat penting. Begitu pula untuk ibu hamil yang memiliki hipertensi. Sebagai upaya pengontrolan, ibu hamil perlu menghindari makanan pantangan untuk hipertensi. Apa saja?Secara umum, tekanan darah tinggi tidak boleh disepelekan meski tidak memiliki gejala yang berat di awal-awal. Akan tetapi, bagi ibu hamil kondisi ini bisa sangat berbahaya baik pada ibu dan janin.Meski peningkatan tekanan darah cukup normal terjadi saat hamil, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat hipertensi bisa memicu komplikasi.Faktor komplikasi hipertensi pada ibu hamil ini pun bisa muncul karena banyak sebab, salah satunya pola makan yang tidak sehat.Kondisi ini juga bisa jadi kian buruk karena ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat. Karenanya, upaya pencegahan sangatlah penting.Nah, berikut ini adalah daftar pantangan makanan bagi ibu hamil dengan hipertensi yang harus dihindari. Simak, ya!1. Makanan Tinggi GaramPantangan makanan untuk ibu hamil dengan hipertensi adalah yang mengandung tinggi garam. Tubuh memang membutuhkan kandungan natrium, namun hanya dalam jumlah yang kecil.Mengonsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Tak heran kalau jumlah konsumsi garam disebut sebagai salah satu penyebab hipertensi umum pada ibu hamil.Melansir dari Dietary Guideline for American 2020-2025, asupan garam maksimal untuk ibu hamil adalah sebanyak 3.305 mg atau setara dengan 3,3 gr per harinya.Ingat ya, makanan tinggi garam ini bukan hanya dihindari dalam masakan harian. Namun juga mengonsumsi makanan kemasan yang gurih dan mengandung natrium tinggi.2. Makanan Cepat Saji dan Makanan OlahanTelah kita singgung dalam poin pertama, bahwa menghindari makanan cepat saji dan olahan adalah hal penting. Karena kandungannya yang dapat memicu hipertensi pada ibu hamil, seperti garam.Natrium pada makanan kemasan, seperti cemilan ringan, dapat menyebabkan cairan menumpuk pada arteri, sehingga meningkatkan tekanan darah.Selain itu makanan dan minuman kemasan juga umumnya memiliki kandungan gula yang tinggi dan karbohidrat tak kompleks. Akhirnya sulit tercerna dengan baik, serta dapat membuat obesitas. Kondisi kelebihan berat badan ini juga dapat memicu hipertensi, serta membuat factor risiko komplikasinya juga lebih besar.3. Makanan Tinggi Kolesterol dan Lemak JenuhJenis makanan yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh juga jadi salah satu pantangan yang harus dihindari bagi ibu hamil dengan hipertensi. Penderita hipertensi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh dan kolesterol. Sebab saat kadar kolesterol jahat meningkat, hal ini dapat memperburuk kondisi tekanan darah, serta meningkatkan potensi ibu hamil terkena penyakit jantung.Karenanya, ibu hamil bisa mengganti asupan makanan yang lebih sehat. Misalnya memakan makanan dengan kandungan serat tinggi, protein rendah lemak, dan karbohidrat kompleks.4. Makanan Tinggi GulaTelah disinggung sebelumnya, bahwa minuman kemasan harus dihindari oleh ibu hamil karena kandungan gulanya yang tinggi bisa menimbulkan masalah diabetes dan obesitas. Melansir dari laman artikel Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, kondisi hormon pada ibu hamil pun dapat mempengaruhi peningkatan gula darah. Karenanya ibu juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.Kelebihan gula darah pada ibu hamil ini sangat memungkinkan untuk terjadi komplikasi, baik pada ibu maupun bayi. Dalam kemungkinan terburuknya dapat menimbulkan kematian.Selain itu, hipertensi dapat terjadi karena adanya komplikasi penyakit diabetes yang kronis. Kelebihan berat badan juga menjadi faktor risiko yang kuat untuk menyebabkan terjadinya hipertensi pada ibu hamil.5. KafeinKopi padasarnya cukup aman untuk diminum oleh ibu hamil, akan tetapi jika Anda memiliki hipertensi sangat penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi hariannya. Mengapa begitu?Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat memicu kenaikan tekanan darah setelah meminumnya. Ini karena kafein diyakini mampu merangsang pelepasan adrenalin lebih banyak. Sehingga membuat tekanan darah meningkat.Tak hanya itu, kafein juga membuat diameter pembuluh darah mengecil sehingga turut berkontribusi terhadap naiknya tekanan darah pada ibu hamil.6. Minuman BeralkoholPada umumnya, minuman beralkohol pun tak dianjurkan untuk ibu hamil, apalagi jika Anda memiliki hipertensi.Konsumsi alkohol saat hamil dapat memberikan dampak negatif pada janin, meskipun dalam jumlah kecil. Mulai dari persalinan prematur, pertumbuhan terhambat, hingga terjadinya keguguran.Minuman beralkohol pun membuat ibu hamil lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi. Ini karena alkohol menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian meningkatkan aliran darah dan detak jantung ibu secara simultan.Selain minuman beralkohol, ketika hamil dan mengidap hipertensi, Anda pun harus meninggalkan kebiasaan buruk lainnya seperti merokok, suka memakan junk food, soda, dan banyak lainnya.7. Ikan Beracun Tinggi MerkuriIkan beracun dengan kandungan tinggi merkuri juga harus ibu hamil hindari. Tak hanya bagi yang mengidap diabetes, namun juga ibu hamil secara umum.Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi ini meliputi ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna big eye, ikan tuna sirip kuning, dan banyak lainnya. Kadar merkuri yang ada dalam ikan tersebut bisa memberikan dampak buruk pada Kesehatan ibu. Misalnya membuat fungsi ginjal menurun, sistem imun dan sistem saraf juga menurun. Sementara itu, dampaknya pada janin dapat mengganggu perkembangan tubuhnya.8. Makanan Mentah atau Kurang MatangMakanan yang kurang matang juga harus dihindari oleh ibu hamil secara umum, termasuk yang memiliki hipertensi.Saat memasak makanan, proses pemanasan berguna untuk membunuh bakteri atau parasit yang ada dalam bahan pangan. Sehingga tidak akan terbawa masuk hingga ke dalam tubuh dan dapat menimbulkan masalah Kesehatan. Pada ibu hamil makan dan minum yang mentah bisa jadi beracun, baik bagi diri sang ibu maupun janin.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai 8 makanan pantangan yang harus dihindari oleh ibu hamil yang memiliki hipertensi. Seperti yang dijelaskan di atas, mengatasi masalah kesehatan pada ibu hamil tidak bisa dilakukan sebebas ketika Anda tidak sedang hamil. Sebab, ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi obat-obatan sembarangan, karena kekhawatiran akan kondisi janin.Hal inilah yang menjadikan pentingnya untuk mencegah adanya komplikasi hipertensi saat hamil, khususnya dengan memilih makanan yang tepat dan menghindari yang tak sehat.Bila Anda kebingungan untuk menentukan diet yang tepat untuk mengontrol hipertensi saat hamil, langsung diskusikan dengan dokter spesialis dan lakukan medical check up di Klinik Granostic.Lewat medical check up bersama tenaga medis profesional kami, Anda dapat mengetahui kondisi janin dan tubuh Anda secara lengkap. Diskusikan bagaimana baiknya pola makan yang tepat sesuai dengan kondisi janin dan kesehatan tubuh Anda bersama dokter kami.Selain itu, Anda juga bisa langsung berkonsultasi kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya dengan layanan Home Service kami. Langsung klik tombol di bawah ini untuk terhubung dengan tim tenaga medis ahli Klinik Granostic.
MCU Untuk Hipertensi Lansia
Melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia. Klinik Granostic memberikan layanan medical check up atau MCU terlengkap untuk hipertensi lasia. Apa saja?Saat memasuki usia senja, lansia sangat rentan terkena berbagai risiko penyakit. Karenanya sangat penting bagi orang lanjut usia (lansia) untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin.Jenis MCU untuk lansia sendiri ada banyak jenisnya, dari pemeriksaan status gizi, pemeriksaan fisik, fungsi panca indra, hingga untuk mengukur hipertensi. Khusus MCU untuk hipertensi pada lansia, pemeriksaan ini sangatlah penting, baik untuk upaya pencegahan dan pengontrolan tekanan darah pada lansia.Lantas bagaimana prosedur MCU untuk hipertensi pada lansia ini? Serta apa pentingnya melakukan pencegahan dini hipertensi pada lansia? Mari simak penjelasannya bersama-sama berikut ini!Pentingnya Pencegahan Dini Hipertensi Pada LansiaSeiring dengan bertambahnya usia seseorang, tubuh pun mengalami banyak perubahan dan rentan terkena risiko masalah kesehatan, seperti tekanan darah. Melansir dari berbagai artikel kesehatan, sekitar 2 dari 3 orang berusia 75 tahun ke atas diperkirakan mengidap hipertensi. Mengapa fenomena ini terjadi?Ini karena hipertensi pada lansia berkaitan dengan proses penuaan pada tubuh. Ketika umur bertambah, maka tekanan darah juga semakin meningkat. Akan tetapi, meskipun ini merupakan fenomena alami, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi ini untuk terjadi.Lansia dapat dikatakan memiliki hipertensi bila tekanan darahnya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini bisa meningkat saat lansia berusia 60 tahun, namun Ketika memasuki usia 80 tahun ke atas, tekanan darah bisa menurun.Hipertensi pada lansia sendiri bisa saja terjadi tanpa menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Hal inilah yang kemudian membuat hipertensi dinamakan sebagai "silent killer".Sebab ketika tidak mendapat penanganan sejak dini, hipertensi ini bisa berdampak buruk pada tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi lain. Beberapa komplikasi tersebut meliputi serangan jantung, gagal jantung, stroke, gangguan fungsi ginjal.Faktor risiko komplikasi ini pun semakin besar kemungkinannya bila lansia tersebut mengidap hipertensi dan riwayat penyakit penyerta sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini, salah satunya melakukan pengecekan tekanan darah rutin dan didampingi oleh tenaga medis profesional.Dengan begitu, dokter dapat memberikan himbauan dan resep yang sesuai dengan kondisi lansia penderita hipertensi. Demi mengontrol tekanan darah secara rutin dan mencegah terjadinya komplikasi.Ketahui Pemeriksaan Hipertensi Pada LansiaKlinik Granostic menyadari betapa pentingnya melakukan MCU rutin pada lansia penderita hipertensi. Karenanya kami menyediakan rangkaian pemeriksaan hipertensi yang menyeluruh dan didampingi oleh tenaga medis profesional di bidangnya.Berikut ini beberapa tahap pemeriksaan hipertensi pada lansia yang perlu Anda tahu:1. Pengukuran Tekanan DarahLangkah pertama adalah mengukur tekanan darah menggunakan alat ukur tensi. Tenaga medis Klinik Granostic akan mendampingi Anda dalam prosesnya. Manset alat tekanan darah kan dikompres untuk menekan dan kemudian melepaskan tekanan eksternal pada arteri di lengan Anda. Langkah ini dilakukan untuk mengukur tekanan maksimal saat jantung Anda berdetak, serta tekanan terendah yang terjadi saat jantung Anda rileks.2. Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik juga sangat penting dalam proses MCU untuk hipertensi pada lansia. Bersama tenaga medis Klinik Granostic, pemeriksaan fisik akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari sistem kardiovaskular (berkaitan dengan sistem peredaran darah dan kesehatan jantung), sistem pernapasan, pencernaan, dan seterusnya.Dokter akan memeriksa kesehatan fisik Anda secara sistematik, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sehingga akan diperoleh hasil pemeriksaan yang lengkap, yang nantinya dapat digunakan sebagai pijakan diagnosis dan menentukan perawatan yang tepat untuk lansia pengidap hipertensi.3. Pemeriksaan LaboratoriumSelain melakukan pemeriksaan fisik, untuk MCU hipertensi pada lansia juga dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini dapat berupa tes darah dan tes urine. Pada tes darah diperlukan untuk menentukan apakah lansia mengidap hipertensi sekunder karena memiliki kondisi Kesehatan yang serius. Selain itu tes darah untuk hipertensi ini juga dapat membantu diagnosis dokter terkait tingkat elektrolit, tekanan gula darah, hingga fungsi tiroid dan ginjal.Sementara itu tes urine dilakukan untuk membantu menentukan apakah diabetes, gagal ginjal, atau obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi atau tidak pada lansia.4. Elektrokardiogram (EKG)Selanjutnya Anda pun bisa melalui proses pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk mengontrol tekanan darah tinggi pada lansia.Prosedur ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas listrik jantung. Umumnya dilakukan untuk memantau kecepatan dan ritme detak jantung pada pasien lansia.Prosedur EKG dilakukan untuk melakukan deteksi dini terkait komplikasi penyakit tekanan darah tinggi dan risikonya terhadap kardiovaskuler. Sebab prevalensi penyakit gagal jantung pada hipertensi juga dapat diperparah oleh lamanya penderita hipertensi memiliki riwayat sakit tersebut.Bagi lansia pengidap hipertensi biasanya direkomendasikan untuk melakukan pengecekan rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali. Begitupun dengan prosedur EKG, frekuensi konsultasi dapat ditentukan lewat diagnosis awal sesuai dengan kondisi lansia tersebut.Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan Tim Ahli GranosticNah, setelah membaca uraian di atas, Anda pasti memahami betapa pentingnya untuk melakukan pencegahan dini dengan rutin melakukan medical check up atau MCU pada lansia yang memiliki hipertensi.Pemeriksaan secara rutin dapat membantu mengontrol tekanan darah lansia, sebab tentu akan selalu terjadi perubahan gaya hidup dan pola konsumsi sewaktu-waktu. Perubahan ini akan berdampak pada tekanan darah, sehingga perlu adanya pantauan secara berkala.Tak hanya itu, dengan melakukan pengecekan rutin, Anda pun bisa mendeteksi sejak dini mengenai risiko komplikasi hipertensi pada lansia. Sehingga dapat mencegah kemungkinan terburuk dari the silent killer ini.Klinik Granostic sebagai penyedia jasa kesehatan terlengkap dan profesional memberikan layanan medical check up (MCU) lengkap untuk pasien lansia, termasuk pemeriksaan hipertensi.Didampingi dengan tenaga medis profesional kami, pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh dan lengkap. Diagnosa dan perawatan pun akan disesuaikan dengan kondisi pasien lansia yang diperoleh lewat data MCU tersebut. Tak hanya itu, Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter lebih jauh soal bagaimana pengaturan diet yang tepat untuk lansia, penerapan gaya hidup sehat yang sesuai, dan banyak lainnya.Setelah pemeriksaan langsung di Klinik Granostic, Anda pun dapat terus terhubung dengan dokter spesialis kami lewat jaringan Home Service. Lewat layanan ini, Anda dapat melakukan konsultasi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkan arahan untuk merawat hipertensi lansia.Konsultasi dapat dilakukan lewat chat atau pesan WhatsApp, juga dapat melalui panggilan video. Mudah dan praktis, bukan?Hubungi tim Klinik Granostic lewat tombol di bawah untuk mendiskusikan layanan MCU lansia yang Anda butuhkan. Mari jaga kesehatan keluarga kita dengan melakukan MCU rutin di Klinik Granostic.
Berikut Pola Makan Hipertensi yang Tepat
Pola makan yang sehat adalah akar dari kesehatan tubuh kita, begitupun pada penderita hipertensi. Sebagai upaya pencegahan dan pengontrolan hipertensi ini, Anda dapat mengatur pola makan yang tepat dan sehat.Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.Pada taraf ringan, hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun Ketika sudah cukup parah, gejalanya akan muncul dan menyebabkan komplikasi.Meski tidak dapat disembuhkan, hipertensi ini dapat Anda cegah dan kontrol dengan pola hidup sehat. Salah satu awal pencegahan dan penanganan hipertensi adalah dengan mengatur pola makan Anda, serta menjalani diet sehat. Lantas bagaimana sih pola makan yang sehat dan tepat untuk penderita hipertensi? Berikut penjelasannya!1. Konsumsi Makanan Kaya NutrisiMengatur diet dan pola makan sehat untuk hipertensi yang pertama adalah dengan memilih makanan dengan kandungan nutrisi tinggi.Anda dapat memilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak, seperti dada ayam, susu rendah lemak, dan putih telur. Selain itu Anda juga dapat memilih makanan dengan karbohidrat kompleks yang tinggi serat, seperti gandum, biji-bijian, dan nasi merah.2. Kurangi GaramAnda pasti sudah sangat familiar dengan pengaturan pola makan satu ini: penderita hipertensi harus mengurangi makanan dengan kandungan garam dan natrium. Melansir dari artikel Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), pakar mengatakan bahwa makanan dengan kandungan garam yang tinggi bisa jadi salah satu pemicu Utama hipertensi. Ini karena garam mengandung natrium, natrium ini memiliki sifat-sifat yang buruk untuk tubuh Anda. Ketika mengonsumsi garam secara terus menerus, maka natrium akan masuk ke dalam sel dan cairan juga akan masuk kedalamnya, sehingga dapat menimbulkan kelebihan cairan. Kelebihan cairan ini akhirnya memicu jantung untuk memompa lebih kuat dan membuat tensi jadi lebih tinggi.Melansir dari laman Kemenkes RI, Anda dapat membatasi konsumsi garam kurang dari 1 sendok teh per hari. Selain itu, kurangi juga mengonsumsi makanan olahan dan cepat saji karena kandungan garamnya yang tinggi.3. Penuhi dengan Kalium, Kalsium, dan MagnesiumPola makan sehat dan tepat untuk penderita hipertensi selanjutnya adalah memenuhi asupan kalium, kalsium, serta magnesium.Menurut jurnal penelitian dari Universitas Diponegoro (Undip), kekurangan asupan magnesium, kalsium dan kalium bisa menyebabkan hipertensi. Karenanya Anda perlu mencukupi ketiga asupan mikronutrien di atas sebagai upaya pencegahannya.Kandungan kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah, yakni dengan mengurangi kandungan natrium dalam air dan urine. Anda dapat memperoleh asupan tinggi kalium ini dengan mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, kekurangan kalsium dan magnesium juga memiliki peran dominan dalam hipertensi. Magnesium secara khusus, merupakan salah satu nutrien yang penting untuk Kesehatan jantung. Tugas utamanya membantu otot jantung untuk melakukan relaksasi.Kadar kalsium dalam darah juga penting karena peranannya dalam mengatur tekanan darah, khususnya membantu kontraksi otot-otot pada dinding pembuluh darah, serta memberi sinyal untuk melepaskan hormon-hormon penting dalam pengaturan tekanan darah.4. Batasi Konsumsi Lemak Jenuh dan Lemak TransMembatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans juga sangat penting dalam mengatur pola makan penderita hipertensi. Sumber-sumber lemak jenuh yang harus Anda hindari meliputi kulit ayam, susu penuh lemak, daging merah, dan mentega.Sementara itu, lemak trans ditemukan secara alami dalam jumlah kecil daging berlemak an produk susu. Namun, penyumbang lemak trans terbesar adalah produk-produk olahan dan kemasan. Produk-produk ini umumnya memiliki gula yang tinggi dan karbohidrat rendah serat lainnya.Ketika Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh dan lemak trans secara berlebihan, kandungan kolesterol LDL pun terus meningkat. Peningkatan LDL dapat membuat tekanan darah semakin memburuk, yang dapat berakibat dan menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner. Demi menghindari kemungkinan ini, Anda dapat mengatur pola diet sehat. Pilih sumber lemak yang lebih sehat seperti biji-bijian, minyak zaitun, alpukat, dan makanan tinggi serat lainnya.5. Makan Makanan Rendah GulaTak hanya untuk mereka yang memiliki diabetes, bagi penderita hipertensi mengurangi makanan tinggi gula juga sangat penting. Mengapa demikian? Ini karena makanan berkandungan gula tinggi dapat menghambat produksi nitric oxide dalam pembuluh darah kita. Nitric oxide ini berperan penting dalam pelebaran pembuluh darah.Rendahnya nitric oxide dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi), yang juga akan memicu tekanan darah kita meningkat. Tak hanya itu, meminum atau mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas. Kondisi ini juga dapat memicu kenaikan tekanan darah. Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa asupan gula juga mampu meningkatkan sensitivitas garam, sehingga terjadi peningkatan efek negatif kandungan natrium pada tekanan darah Anda.6. Porsi yang SeimbangSetelah memilih jenis makanan yang tepat dan menghindari yang buruk untuk kondisi hipertensi Anda, mengatur porsi yang seimbang juga tak kalah pentingnya. Mengatur porsi makan ini dapat Anda lakukan dengan menyimak kebutuhan kalori harian Anda, yang cukup berbeda-beda untuk tiap orang. Perbedaan kebutuhan kalori ini terjadi karena setiap orang memiliki aktivitas yang berbeda-beda.Untuk menghitung kebutuhan kalori Anda sendiri, Anda bisa menggunakan rumus Harris-Benedict. Rumus ini mempertimbangkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta aktivitas fisik untuk mengetahui kebutuhan kalori harian. Berikut rumusnya:a. Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Laki-laki(88,4 + 13,4 x berat badan (dalam Kg)) + (4,8 x tinggi badan (dalam cm)) - (5,68 x usia (dalam tahun))b. Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Perempuan(4447,6 + 9,25 x berat badan (dalam Kg)) + (3,10 x tinggi badan (dalam cm)) - (4,33 x usia (dalam tahun))Setelah mengetahui kebutuhan kalori harian Anda, atur asupan nutrisi dan porsi makanan yang cukup. Selain itu pilih juga makanan organik yang rendah garam dan gula, karena makanan-makanan organik mengandung banyak nutrisi penting yang menyehatkan tubuh Anda.7. Minum Air yang CukupMinum air yang cukup setiap hari juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, serta termasuk dalam pola makan sehat untuk penderita hipertensi. Saat Anda mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh, akan dapat membantu mengendalikan tekanan darah dalam tubuh. Selain itu minum air putih yang cukup akan membantu mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi. Karenanya, untuk menjaga tubuh Anda tetap fit, penderita hipertensi pun dianjurkan untuk minum air putih minimal dua liter sehari.8. Pola Makan yang KonsistenHal yang paling penting dari pola makan sehat untuk hipertensi ini adalah menerapkannya secara konsisten. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa hipertensi tidak bisa benar-benar disembuhkan, melainkan dapat dicegah, dikontrol, dan diminimalisir gejalanya. Karenanya untuk menjaga agar tekanan darah Anda stabil, penting untuk selalu konsisten menerapkan diet sehat tersebut. Anda juga tidak boleh secara ugal-ugalan mengonsumsi produk olahan yang umumnya tinggi gula dan garam.Meski begitu tidak dapat dipungkiri, bahwa mengatur pola makan yang sehat dan konsisten ini juga tidak mudah. Seperti saat Anda menghitung jumlah kebutuhan kalori harian di atas.Menyadari kebutuhan Anda tersebut, Klinik Granostic memberikan layanan Medical Check Up (MCU) terlengkap untuk Anda. Bersama dokter dan tenaga kesehatan ahli kami, Anda dapat memeriksakan kondisi kesehatan tubuh Anda, termasuk mengukur kadar tekanan darah dan mendiskusikan kebutuhan kalori harian Anda.Dokter kami akan memberikan arahan dan saran bagaimana cara mengatur pola diet yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Serta membantu memberikan resep bila Anda membutuhkan pengobatan tertentu.Tak hanya dapat dilakukan secara langsung lewat Klinik Granostic kami. Anda juga dapat melakukan konsultasi lewat layanan Home Service. Dengan begitu, Anda bisa mendiskusikan menu sehat sesuai kebutuhan tubuh Anda dimanapun dan kapanpun Anda mau.Tak percaya? Segera klik tombol Home Service di bawah untuk mulai konsultasi!
Home Service
Loading
Toast Message