Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Apakah TBC Gampang Menular? Berikut Jawabannya
Tuberkulosis, lebih dikenal dengan TBC, merupakan masalah kesehatan yang masih kerap dijumpai di Indonesia. TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, yang dapat bersifat fatal bila tidak ditangani sedini mungkin. Lantas, apakah TBC gampang menular?Ya, TBC termasuk salah satu penyakit yang mudah menular. Bahkan Indonesia menjadi negara peringkat ketiga dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia, setelah India dan China.Namun sebenarnya bagaimana sih cara penyakit TBC ditularkan? Sobat Granostic bisa simak ulasannya di bawah ini!Bagaimana TBC Menular?TBC merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini disebarkan melalui Udara, ketika seorang penderita TBC batuk, bersin, atau meludah. Droplet saliva ini jika terhirup akan masuk ke dalam saluran pernapasan, kemudian dapat menginfeksi paru-paru. Namun perlu Sobat ketahui, bahwa tidak semua penderita TBC dapat menularkan bakteri tersebut pada orang lain. Melansir dari Medical News Today, seorang penderita TBC hanya dapat menularkan infeksi jika mereka mengalami gejala. Sehingga seseorang dengan TBC laten tidak akan menularkan infeksi pada orang lain.Selain itu, TB juga tidak menular melalui:Kontak fisik biasa seperti berjabat tangan.TBC merupakan penyakit yang seirus, sehingga masyarakat cenderung lebih waspada terhadap bagaimana penyakit ini ditularkan. Sehingga, kekhawatiran ini menimbulkan berbagai asumsi yang tidak tepat, termasuk anggapan bahwa TBC dapat menular melalui kontak fisik biasa. Ini tidaklah benar. TBC tidak dapat ditularkan melalui berjabat tangan, bahkan tidak dengan berciuman. Berbagi makanan atau minuman.TBC juga tidak ditularkan dengan berbagi makanan atau minuman. Karena TBC menular melalui udara, yaitu droplet yang keluar saat penderita TBC batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.Menggunakan peralatan makan yang sama.Tak hanya berbagi makanan, TBC juga tidak ditularkan saat Anda menggunakan peralatan makanan yang sama dengan penderitanya.Memeluk atau mencium penderita TB.Kontak fisik, seperti memeluk atau mencium penderit TBC juga tidak dapat membuat seseorang tertular penyakit ini.Kapan TBC Bisa Menular?Telah kita singgung sebelumnya, bahwa tidak semua penderita TBC dapat menularkan infeksi pada orang lain. TBC dapat ditularkan dalam beberapa periode berikut ini:1. Sebelum Pengobatan Dimulai Pengidap TBC aktif yang belum melakukan pengobatan bisa menularkan infeksi pada orang lain. Ini karena kuman TBC masih berkembang biak dan dapat memicu gejala penyakit. Pengobatan akan membantu tubuh melawan bakteri penyebab TBC dengan lebih optimal, sehingga dapat sembuh dan kuman TBC tidak aktif lagi.2. Dalam Beberapa Minggu Pertama PengobatanMeskipun sudah mendapatkan pengobatan, namun jika baru dalam beberapa minggu pertama, kuman TBC masih aktif dan dapat ditularkan pada orang lain.3. TB Laten Tidak MenularPerlu Sobat ingat, bahwa hanya kuman TB aktif yang bersifat menular. TB laten atau yang tidak menimbulkan gejala tidak akan menular pada orang lain.Namun, melansir dari Cleveland Clinic, TB laten ini dapat berubah menjadi aktif bila sistem kekebalan tubuh Anda melemah. Sebab sistem imun yang lemah akan kesulitan menghentikan bakteri berkembang biak. Sehingga ketika menjadi aktif, TB akan dapat ditularkan pada orang lain.4. Pasien dengan TB yang Resisten ObatSobat Granostic, bakteri penyebab TBC dapat menjadi kebal atau resisten terhadap obat TBC, loh. Hal ini terjadi karena penderita tidak menjalani pengobatan secara disiplin atau bahkan menghentikan pengobatan yang belum tuntas.Fenomena ini kerap terjadi ketika pasien merasa kondisi mereka mulai membaik setelah menjalani pengobatan di beberapa minggu pertama. Sehingga mereka banyak memutuskan untuk menghentikan pengobatan.Sehingga pengobatan menjadi gagal, yang kemudian justru bakteri masih aktif dan justru resisten terhadap obat. Akibatnya, bakteri TBC bersifat menular.Cara Mencegah Penularan TBCSetelah menyimak bagaimana dan kapan TBC menular, Anda bisa menerapkan beberapa cara mencegahnya berikut ini:1. Gunakan MaskerMelansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri TB dapat bertahan di udara selama beberapa jam, tergantung pada lingkungannya. Karena itu, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui udara, ketika penderita TB aktif bersin-bersin, batuk, meludah, atau bernyanyi.Inilah mengapa cara paling sederhana untuk mencegah penularan TB adalah dengan menggunakan masker. Keberadaan masker dapat melindungi hidung dan mulut Anda dari bakteri TB yang bertahan di udara.2. Tutup Mulut Saat Batuk atau BersinLangkah selanjutnya untuk mencegah penularan TBC adalah dengan menutup mulut saat batuk atau bersin. Karena Anda bisa saja secara tidak sengaja menghirup bakteri penyebab TBC yang masih bertahan di udara.3. Jaga Ventilasi Udara Menjaga ventilasi udara juga dapat membantu mencegah penularan TB. Ini karena ventilasi udara yang lancar dapat membantu mengurangi konsentrasi bakteri dalam ruangan. Bakteri penyebab TBC mampu bertahan di udara selama berjam-jam, apalagi jika ruangan terasa lebih lembap dan kurang ventilasi.4. Hindari Kontak Dekat Cara mencegah penularan TBC selanjutnya juga bisa dilakukan dengan menghindari kontak terlalu dekat dengan penderitanya. Karena meskipun tidak bisa menular lewat kontak fisik, berbicara dalam jarak yang terlalu dekat juga meningkatkan kemungkinan Anda menghirup bakteri TBC yang ada di udara.5. Lakukan Vaksinasi BCG Vaksin Bacille Calmette-Guerin, atau BCG, merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit TBC. Vaksinasi dilakukan dengan metode injeksi, serta aman diberikan pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.Efektivitas vaksin BCG pun cukup tinggi jika diberikan pada bayi. Namun diketahui tidak dapat bekerja dengan optimal jika diberikan pada orang dewasa, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia di atas 35 tahun.Pemberian vaksin BCG juga harus dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan dan kondisi tubuh penerima terlebih dahulu. Juga diberikan oleh staf medis ahli yang telah berpengalaman di bidangnya.6. Konsumsi Makanan Bergizi Mengonsumsi makanan bergizi juga bisa menjadi langkah yang efektif untuk melindungi tubuh Anda dari infeksi penyakit, termasuk TB. Daya tahan tubuh yang kuat dapat melawan bakteri penyebab TB dengan optimal, sehingga membuatnya berada dalam tahapan laten.Selain itu, dengan sistem imun yang kuat, proses pengobatan TB pun bisa jadi lebih efektif sehingga pasien jadi lebih cepat sembuh.Sebaliknya, Anda juga perlu menghindari makanan yang tidak sehat dan berpotensi mengiritasi organ pernapasan Anda. Seperti minum-minuman beralkohol, makan atau minum produk-produk kemasan, merokok, dan banyak lainnya.7. Rutin Periksa Kesehatan Langkah pencegahan TBC selanjutnya adalah dengan rutin memeriksakan kesehatan tubuh ke dokter. Hal ini akan membantu Anda mengontrol kondisi tubuh, mendeteksi dini adanya masalah kesehatan termasuk TBC, serta dapat melakukan pengobatan sedini mungkin untuk mengatasinya.Baca Juga: Bagaimana TBC Bisa Sembuh? Begini JawabannyaPeriksa dan Konsultasi di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic, memeriksakan kesehatan secara rutin dapat menjaga Anda dari berbagai kondisi kesehatan. Bahkan, dapat membantu mendeteksi dini dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius.Begitu pula dengan pencegahan dan perawatan TBC. Ketika Anda rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, TBC dapat dideteksi sedini mungkin sehingga Anda dapat memeroleh pengobatan segera. Tak hanya membantu Anda untuk sembuh, perawatan yang tepat sejak awal akan membantu mencegah penularan TBC pada orang terdekat Anda.Jika Sobat Granostic mengalami gejala-gejala TBC, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami. Atur jadwal konsultasi dan pemeriksaan kesehatan secara online lewat laman Registrasi Online.Proses pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dengan komprehensif, sehingga dapat memberikan diagnosa yang akurat dan membantu dokter untuk dapat meresepkan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.Yuk, jaga kesehatan diri dan keluarga Anda dari penularan TBC dengan rutin cek kesehatan di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Tuberculosis. WHO. Diakses 2025Tuberculosis. Cleveland Clinic. Diakses 2025Kemenkes Waspadai Kasus TB Di Indonesia Yang Meningkat. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi - Republik Indonesia. . Diakses 2025Medical Myths: All about tuberculosis. Medical Myths. Fact checked by Alexandra Sanfins, Ph.D. Diakses 2025Tuberculosis: Causes and How It Spreads. CDC. Diakses 2025
Bagaimana TBC Bisa Sembuh? Begini Jawabannya
Saat mendengar diagnosis TBC, Anda mungkin merasakan panik dan khawatir. Karena penyakit ini dikenal akan gejalanya yang parah dan selalu dibayangi akan dampaknya yang fatal pada kesehatan. Namun, dengan perawatan yang tepat TBC dapat disembuhkan, loh.Tuberkulosis, dikenal juga dengan TB atau TBC, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri TB dapat ditularkan melalui udara, ketika penderita TB aktif bersin-bersin, meludah, batuk, ataupun berbicara, yang memungkinkan droplet saliva mereka menyembur ke udara.Bakteri TB dapat menginfeksi organ-organ tubuh, namun yang paling umum adalah paru-paru. Serta hanya infeksi TB paru-parulah yang bersifat menular.Penyakit TB dapat menimbulkan berbagai gejala yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan sakit, salah satunya adalah batuk yang berdarah dan nyeri di dada. Namun Anda tidak perlu panik, karena TB dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat.Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat!Cara Agar Cepat Sembuh dari TBCPerawatan TBC, baik yang aktif maupun laten, berupa terapi obat-obatan yang dilakukan secara teratur dalam periode tertentu untuk membunuh semua kuman atau bakteri TB yang ada dalam tubuh.Agar cepat sembuh dari TBC, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut ini:1. Ikuti Jadwal Pengobatan Tanpa Terlewat Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pengobatan TBC utamanya berupa terapi obat yang menggunakan beberapa kombinasi antibiotik, dikenal dengan nama Obat Anti Tuberkulosis (OAT). OAt terdiri dari pirazinamid, isoniazid, rifampisin, dan etambutol.Bakteri penyebab TB bersifat kuat, sehingga membutuhkan waktu lama untuk mati, yakni sekitar 6 hingga 9 bulan. Karena itu, untuk dapat sembuh dengan cepat dan menghindari resistensi obat, Anda perlu mematuhi jadwal minum dan dosis obat yang telah diresepkan oleh dokter.2. Hindari Stres Berlebihan Stres berlebihan kerap dikaitkan dengan berbagai kondisi medis, termasuk menghambat proses pemulihan tubuh dari TBC. Ini terjadi karena stress berlebihan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak dapat melawan bakteri pemicu TBC dengan optimal.Karena itu, selama masa pengobatan TBC Anda perlu melakukan manajemen stres dengan baik. Sehingga Anda dapat menjalani pengobatan dengan pikiran yang lebih positif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres, termasuk melakukan hobi baru yang menenangkan, olahraga secara teratur, pergi berlibur bersama teman dekat, hingga berbagi tekanan bersama orang yang dipercaya.3. Rajin Berjemur di Pagi HariSobat Granostic, cara agar cepat sembuh dari TBC selanjutnya adalah dengan rajin berjemur di pagi hari. Ini karena paparan sinar matahari dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin ini sangatlah penting untuk mendukung sistem imun Anda dalam melawan infeksi TBC. Selain itu, berjemur dan vitamin D juga dapat memberikan banyak manfaat Kesehatan lain, seperti:Mengurangi depresi dan stress berlebihan.Membantu tidur lebih berkualitas.Menurunkan risiko persalinan prematur.4. Pastikan Kebutuhan Nutrisi TerpenuhiLangkah selanjutnya untuk membuat Anda lekas pulih dari TBC adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Dalam hal ini, Anda perlu menerapkan pola makan teratur dengan menu bergizi seimbang.Melansir dari Gleneagles Hospital, terdapat rekomendasi diet sehat yang cocok diterapkan pada penderita TBC agar lekas sembuh, seperti:Menyajikan makanan tinggi protein, yang dapat membantu sistem imun dan memperbaiki jaringan tubuh.Makanan tinggi lemak sehat, untuk membantu memperkuat pertahan tubuh dari infeksi.Pastikan diet mengandung semua mikronutrien seperti vitamin dan mineral, yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.Makanan yang kaya akan zinc, untuk merawat Kesehatan sistem imun dan mendukung pemulihan luka.Selain memakan makanan yang sehat, Anda juga perlu menghindari beberapa menu berikut:Makanan cepat saji, apalagi yang tinggi gula, garam, dan lemak tak sehat.Gorengan, yang sulit untuk dicerna dan dapat mengakibatkan masalah Kesehatan lain.Minum-minuman beralkohol, karena dapat berpengaruh pada Kesehatan tubuh dan sistem imun secara umum.5. Perbanyak IstirahatIstirahat juga memiliki peranan yang penting untuk mendukung proses penyembuhan tuberkulosis. Karena dengan beristirahat tubuh dapat memeroleh energi yang cukup untuk melawan infeksi bakteri TBC.Selain itu, tidur yang berkualitas di malam hari juga dapat memperbaiki suasana hati Anda. Sehingga tidak mudah merasa stres ataupun depresi, karena masa pengobatan TBC yang panjang.Pentingnya Screening TBCSobat Granostic, TBC bukanlah penyakit yang bisa diremehkan begitu saja. Karena jika dibiarkan tanpa pengobatan, penyakit ini dapat berkembang dan menimbulkan dampak fatal bagi penderitanya.Selain itu, screening atau pemeriksaan TBC juga sangat penting dilakukan jika:1. Orang yang tinggal serumah dengan penderita TB aktif.Saat Anda tinggal serumah dengan penderita TB aktif, maka besar kemungkinan Anda untuk terpapar bahkan bakteri TBC. Meskipun penderita TB sudah menjalani pengobatan, bakteri tersebut masih dapat bertahan di beberapa minggu pertama masa awal perawatan. Sehingga masih berisiko tinggi untuk menular pada orang lain.Karena itu, sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini, Anda juga perlu melakukan screening TBC ketika ada anggota keluarga yang didiagnosa dengan TBC aktif.2. Penderita HIV/AIDS atau kondisi imun yang lemah.Bagi seseorang yang menderita HIV/AIDS, infeksi menular seksual lain, serta berbagai kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan immunodeficiency sangat direkomendasikan untuk melakukan screening TBC secara rutin. Ini karena, bakteri TBC akan lebih mudah menginfeksi tubuh ketika daya tahan tubuh Anda lemah. 3. Orang yang sering mengalami batuk berkepanjangan tanpa sebab yang jelas.Batuk pilek merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi, yang seringnya terjadi karena influenza. Namun, batuk pilek karena influenza biasanya tak bertahan lama dan tidak menimbulkan gejala yang parah.Sehingga, ketika Anda mengalami batuk-batuk berkepanjangan tanpa sebab yang jelas, disertai dengan nyeri dada, hingga batuk yang berdarah. Maka Anda perlu segera melakukan screening TBC.4. Perokok berat atau pekerja di lingkungan dengan paparan debu tinggi.Bagi perokok berat atau orang yang berkerja di lingkungan dengan paparan debu tinggi, risiko terkena TBC juga sangat tinggi. Karena polusi ini dapat mengiritasi saluran pernapasan, termasuk tenggorokan dan paru-paru, yang akhirnya menimbulkan peradangan.Peradangan ini nantinya dapat meningkatkan peluang infeksi bakteri, serta dapat memperburuk gejala TBC yang mungkin telah dialami sebelumnya.Beberapa metode screening TB yang bisa dilakukan di fasilitas kesehatan meliputi:Tes Mantoux Mantoux test, yang dikenal juga dengan tes kulit tuberculosis (TST), merupakan sebuah tes kulit yang dilakukan untuk memeriksa infeksi tuberkulosis pada seseorang.Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), pemeriksaan Mantoux ini menggunakan jarum dan suntikan untuk menginjeksi tuberculin ke dalam lapisan kulit, di bagian dalam tangan.Bagi orang yang mengalami TB, mereka akan mengalami reaksi pada area injeksi, misalnya terjadi benjolan atau indurasi.Pemeriksaan dahak Screening TBC juga dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dahak. Prosedur ini menggunakan dahak Anda untuk diuji coba di laboratorium.Rontgen dada Rontgen dada juga dapat digunakan untuk menyimak kondisi paru-paru, utamanya setelah hasil pemeriksaan dahak dan mantoux mengindikasikan Anda terkena TBC. Prosedur rontgen ini dapat memberikan gambaran visual yang jelas mengenai kondisi paru-paru Anda, sehingga dapat dinilai seberapa parah tingkat TBC yang Anda alami.Tes darah Selain dahak, screening TBC juga dilakukan dengan menggunakan sampel darah. Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi bakteri TBC di dalam darah Anda, untuk menentukan apakah Anda telah terinfeksi atau tidak.Periksa dan Konsultasi di Granostic SurabayaMemeriksakan diri secara teratur memiliki banyak manfaat kesehatan, utamanya dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit TBC. Apalagi, kalau Anda periksa dan konsultasi bersama dokter spesialis di Granostic Surabaya.Bersama dokter kami, Anda dapat mendiskusikan gejala tak biasa yang Anda alami. Dokter akan memberikan edukasi, melakukan beragam pemeriksaan yang diperlukan, hingga merekomendasikan metode screening yang tepat untuk Anda.Kabar baiknya lagi, konsultasi dan periksa kesehatan di klinik Granostic Surabaya juga sangat mudah. Anda hanya perlu mengisi data diri di laman Registrasi Online dan pilih jadwal konsultasi yang paling sesuai dengan aktivitas harianmu.Yuk, Sobat Granostic, lindungi keluarga dan diri Anda dari penularan TBC dengan rutin cek kesahatan!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Tuberculosis Diet: What Should You Eat and Avoid. Gleneagles Hospitals. Diakses 2025Treatment for TB Disease. CDC. Diakses 2025Tuberculosis (TB). NHS. Diakses 2025Treating and Managing Tuberculosis. American Lung Association. Diakses 2025Tuberculosis. Cleveland Clinic. Diakses 2025Is Sunbathing Good for You? Benefits, Side Effects, and Precautions. Healthline. Medically reviewed by Cynthia Cobb, DNP, APRN, WHNP-BC, FAANP. Diakses 2025TB Skin Test (Mantoux Tuberculin Skin Test [TST]) (1/5). Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2025
Cek Screening TBC di Surabaya
Sobat, tahukah Anda bahwa ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan TBC, salah satunya adalah cek screening TBC yang bisa Anda akses di klinik Granostic Surabaya. Seperti yang Anda ketahui, tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan gejala-gejala berat dan bahkan fatal bila tidak ditangani dengan tepat. TBC cukup mudah menular lewat udara, yakni lewat droplet saliva dari pasien dengan TBC aktif yang menyembur saat ia sedang batuk, bersin, meludah, ataupun bernyanyi dan bicara.Screening TBC memiliki peranan penting untuk deteksi dini dan pencegahan penularannya. Karena itu, dalam artikel ini Granostic akan mengupas tuntas apa itu screening TBC dan prosedur yang harus Anda lalui. Simak, yuk!Pengertian Screening TBCScreening TBC merupakan prosedur pemeriksaan medis untuk mendeteksi dini penyakit tuberkulosis. Prosedur ini dapat dilakukan dengan mencari tanda-tanda bakteri penyebab TBC pada orang yang berisiko tinggi terpapar dan tertular.Adapun kelompok orang yang berisiko tinggi terkena TBC dan perlu melakukan screening misalnya:1. Orang yang mengalami batuk berkepanjangan lebih dari 3 minggu.Batuk merupakan salah satu gejala yang cukup umum, yang dapat terjadi karena berbagai kondisi, seperti flu maupun TBC. Bedanya batuk karena flu tidak akan bertahan lebih lama dari 3 minggu atau hingga berbulan-bulan.Berbeda dengan TBC, batuk karena infeksi bakteri ini tidak akan bertahan selama berminggu-minggu. Bahkan tidak membaik meski Anda mengobatinya dengan obat batuk biasa.Karena itu, jika Anda mengalami batuk berkepanjangan dan tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang bahkan setelah minum obat, segera periksakan diri ke dokter, ya.2. Orang yang memiliki kontak erat dengan penderita TB aktif.TBC tidak menular lewat jabat tangan atau kontak fisik dengan penderitanya. Namun, ketika Anda memiliki kontak yang erat seperti tinggal bersama, bekerja dalam ruangan yang sama, dan sejenisnya, hal ini bisa meningkatkan risiko terpapar bakteri TBC.3. Pasien dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau diabetes.Orang dengan daya tahan tubuh lemah juga sangat direkomendasikan melakukan screening TBC, seperti pada penderita HIV/AIDS dan diabetes. Ini karena saat sistem imun tubuh lemah, tubuh lebih mudah terinfeksi bakteri TBC.4. Orang yang sering mengalami demam berkepanjangan tanpa sebab jelas.Seseorang yang sering mengalami demam berkepanjangan juga perlu melakukan screening TBC. Ini karena demam merupakan salah satu tanda bahwa sistem imun Anda tengah bekerja untuk melawan infeksi.Demam berkepanjangan dan berulang, menandakan bahwa tubuh Anda sering terpapar penyakit sehingga sistem imun sering dalam mode aktif. Untuk mengetahui sebab utamanya, Anda perlu melakukan berbagai tes kesehatan termasuk screening TBC.5. Pekerja di lingkungan dengan risiko tinggi, seperti tenaga medis atau pekerja tambang.Screening TBC juga sangat dianjurkan dilakukan oleh orang yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi, seperti tenaga kerja medis yang sering melayani pasien-pasien TB. Juga pekerja tambang yang kerap bekerja di area berudara lembap, sehingga risiko terjadinya infeksi akibat bakteri atau kuman lainnya juga tinggi.Efektivitas Screening TBCDi klinik Granostic Surabaya, skrining TBC dilakukan dengan berbagai metode yang terstruktur dan komprehensif. Sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan mendetail.Adapun efektivitas skrining TBC ini dapat digunakan sebagai:1. Deteksi diniTujuan utama skrining TBC adalah untuk deteksi dini keberadaan bakteri penyebab TBC dalam tubuh. Dengan demikian, penderita TBC bisa memeroleh perawatan yang tepat sedini mungkin dan dapat meminimalisir tingkat keparahan gejala, maupun kemungkinan adanya komplikasi.2. Pengobatan lebih cepat Jika dapat dideteksi dini, penderita TBC dapat memeroleh perawatan dan pengobatan lebih cepat. Hal ini sangat berpengaruh pada efektivitas pengobatan yang dilakukan, karena pada awal infeksi TB bakteri belum berkembang menjadi lebih parah.3. Mencegah komplikasiMelakukan skrining TBC juga dapat membantu mencegah komplikasi dari gejala-gejala TBC. Sebab, semakin lama Anda mengetahui keberadaan TBC, maka semakin lama juga Anda akan mendapatkan pengobatan.Hal ini akan membuat bakteri TB lebih mudah berkembang dan menunjukkan gejala yang lebih parah. Selain itu, TBC juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius pada tubuh Anda.4. Mengurangi penularan Deteksi dini juga penting untuk mencegah dan melacak penularan TBC yang secara tidak sengaja dilakukan oleh penderita. Dengan demikian, skrining TBC juga dapat membantu memangkas rantai penularan TBC.Jadwal Periksa Screening TBCPada dasarnya jadwal periksa skrining TBC dapat disesuaikan dengan seberapa besar risiko Anda terpapar bakteri penyebab TBC. Jika Anda bekerja atau beraktivitas di lingkungan yang tinggi risiko, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tahunan untuk mendeteksi dini TBC.1. Orang dengan riwayat kontak langsung dengan penderita TBJika Anda melakukan kontak erat dengan penderita TB sebelumnya, maka segera lakukan cek skrining untuk menyimak apakah Anda tertular TBC dari kontak tersebut. 2. Pekerja dengan risiko tinggiJika Anda bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi untuk terpapar TBC atau masalah saluran pernapasan lainnya, maka sangat ideal untuk melakukan skrining secara rutin setiap tahun.3. Penderita HIV/AIDS atau penyakit kronis lainnyaBagi penderita HIV/AIDS atau penyakit kronis lainnya yang dapat berpengaruh pada sistem imun, Anda tentu harus rutin melakukan kontrol ke dokter. Sehingga, Anda dapat mendiskusikan bersama dokter mengenai jadwal skrining TBC yang ideal.Prosedur Pemeriksaan Screening TBCUntuk mendiagnosis TB secara akurat, diperlukan serangkaian prosedur pemeriksaan yang komprehensif. Berikut adalah beberapa prosedur utama dalam skrining TB:1. Anamnesis (Wawancara Medis) Anamnesis adalah proses wawancara medis antara dokter dan pasien untuk mengumpulkan informasi mengenai gejala, riwayat kesehatan, serta faktor risiko yang mungkin dimiliki pasien. Tujuan dari anamnesis adalah mengidentifikasi gejala yang mengarah pada TB, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam. Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah pasien pernah kontak dengan penderita TB atau memiliki riwayat penyakit yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Anamnesis merupakan langkah awal yang krusial dalam proses diagnosis TB, karena informasi yang diperoleh akan menentukan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.2. Tes Mantoux (Uji Tuberkulin) Tes Mantoux, atau uji tuberkulin, adalah metode untuk mendeteksi infeksi TB laten. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein tuberkulin (purified protein derivative/PPD) ke dalam lapisan kulit lengan bawah. Setelah 48–72 jam, area suntikan akan diperiksa untuk melihat adanya reaksi berupa pembengkakan atau kemerahan. Hasil tes dianggap positif jika terdapat benjolan dengan ukuran tertentu, yang menunjukkan bahwa individu tersebut pernah terpapar bakteri TB. Namun, tes ini tidak dapat membedakan antara infeksi laten dan aktif, sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan untuk konfirmasi.3. Tes Darah (Interferon-Gamma Release Assays/IGRAs) Interferon-Gamma Release Assays (IGRAs) adalah tes darah yang digunakan untuk mendeteksi infeksi TB dengan mengukur respons sistem kekebalan terhadap antigen spesifik Mycobacterium tuberculosis. Dalam prosedur ini, sampel darah pasien akan dianalisis di laboratorium untuk mengukur pelepasan interferon-gamma oleh sel darah putih sebagai respons terhadap paparan antigen TB. IGRAs memiliki keunggulan dibandingkan Tes Mantoux karena tidak dipengaruhi oleh vaksinasi BCG sebelumnya dan memiliki spesifisitas yang lebih tinggi. Namun, seperti Tes Mantoux, IGRAs tidak dapat membedakan antara infeksi TB laten dan aktif.4. Pemeriksaan Dahak (Tes Mikroskopis atau PCR)Pemeriksaan dahak merupakan metode utama untuk mendiagnosis TB paru. Pasien diminta mengumpulkan sampel dahak, biasanya di pagi hari, yang kemudian akan dianalisis di laboratorium. Ada dua metode utama dalam pemeriksaan dahak:Tes Mikroskopis (Sputum Smear Microscopy): Sampel dahak dioleskan pada kaca objek, diwarnai dengan zat khusus, dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi keberadaan bakteri tahan asam seperti Mycobacterium tuberculosis. Metode ini cepat dan sederhana, namun sensitivitasnya terbatas.Polymerase Chain Reaction (PCR): Teknik molekuler yang mendeteksi materi genetik bakteri TB dalam sampel dahak. PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibandingkan tes mikroskopis, serta dapat memberikan hasil lebih cepat. Selain itu, PCR dapat mendeteksi resistensi bakteri terhadap obat tertentu, membantu dalam penentuan regimen pengobatan yang tepat.5. Rontgen Dada (X-Ray Thorax) Rontgen dada adalah pemeriksaan pencitraan yang digunakan untuk melihat gambaran paru-paru dan mendeteksi kelainan yang mungkin disebabkan oleh infeksi TB. Pada pasien dengan TB aktif, rontgen dada dapat menunjukkan lesi atau infiltrat pada paru-paru yang khas untuk TB. Meskipun demikian, hasil rontgen saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis TB, karena kelainan serupa dapat ditemukan pada penyakit paru lainnya. Oleh karena itu, rontgen dada biasanya digunakan sebagai alat bantu diagnosis yang dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan klinis dan laboratorium lainnya.6. CT Scan (Jika Diperlukan) Computed Tomography (CT) Scan adalah teknik pencitraan lanjutan yang memberikan gambaran detail struktur paru-paru. CT Scan dapat mendeteksi kelainan yang tidak terlihat pada rontgen dada biasa, seperti kavitas kecil atau limfadenopati mediastinum. Prosedur ini biasanya dilakukan jika hasil rontgen tidak meyakinkan atau jika terdapat kecurigaan komplikasi atau penyebaran TB ke organ lain. Meskipun memberikan informasi yang lebih rinci, CT Scan tidak rutin digunakan untuk semua pasien TB karena biaya yang lebih tinggi dan paparan radiasi yang lebih besar dibandingkan rontgen biasa.Alat yang Digunakan dalam Screening TBCUntuk memastikan diagnosis tuberkulosis (TBC) secara akurat, tenaga medis menggunakan berbagai alat yang dirancang khusus untuk mendeteksi keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh. Setiap alat memiliki fungsi spesifik yang membantu dalam proses screening dan diagnosis. Berikut beberapa alat utama yang digunakan dalam pemeriksaan TBC:1. Syringe dan alat suntik tuberkulin Syringe dan alat suntik tuberkulin digunakan dalam Tes Mantoux atau uji tuberkulin, yang merupakan salah satu metode screening awal untuk mendeteksi infeksi TBC laten. Dalam prosedur ini, cairan tuberkulin disuntikkan secara intradermal ke lapisan kulit lengan bawah. Setelah 48–72 jam, dokter akan mengevaluasi reaksi kulit pasien. Jika muncul benjolan dengan ukuran tertentu, hasilnya bisa mengindikasikan adanya infeksi TBC.2. Alat PCR (Polymerase Chain Reaction)PCR adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik dari bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam sampel dahak pasien. Metode ini bekerja dengan cara memperbanyak fragmen DNA spesifik dari bakteri, sehingga keberadaannya bisa terdeteksi meskipun jumlahnya sangat sedikit. PCR sering digunakan untuk memastikan diagnosis pada pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tidak jelas atau membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.3. Mikroskop Fluoresensi Mikroskop fluoresensi merupakan alat yang digunakan dalam pemeriksaan mikroskopis dahak untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab TBC. Dibandingkan dengan mikroskop cahaya konvensional, mikroskop fluoresensi memiliki sensitivitas yang lebih tinggi karena menggunakan pewarnaan khusus yang membuat bakteri tampak lebih jelas di bawah cahaya ultraviolet atau biru. Alat ini membantu dokter dalam mengidentifikasi kasus TBC lebih cepat dan akurat.4. Mesin X-rayMesin X-ray atau rontgen dada digunakan untuk melihat kondisi paru-paru pasien yang diduga mengalami TBC aktif. Hasil rontgen dapat menunjukkan adanya lesi, kalsifikasi, atau infiltrat yang merupakan tanda khas infeksi TBC. Meskipun tidak bisa digunakan sebagai metode diagnostik tunggal, X-ray sangat membantu dalam mendukung hasil pemeriksaan lain, terutama pada pasien yang hasil dahaknya negatif tetapi tetap memiliki gejala klinis TBC.5. CT Scan CT Scan digunakan dalam kasus tertentu ketika hasil pemeriksaan lain belum cukup memberikan gambaran yang jelas. Alat ini mampu menghasilkan gambar paru-paru dengan resolusi tinggi, sehingga bisa mendeteksi adanya kelainan yang lebih kecil atau tersembunyi yang mungkin tidak terlihat pada rontgen dada biasa. CT Scan umumnya digunakan untuk mendiagnosis komplikasi TBC atau membedakan TBC dari penyakit paru lainnya. Dengan bantuan alat-alat ini, proses screening dan diagnosis TBC menjadi lebih akurat, memungkinkan pasien mendapatkan perawatan yang tepat waktu dan efektif.Biaya Screening TBC di SurabayaKabar baiknya, kini skrining TBC sangat mudah dilakukan dan dijangkau oleh masyarakat. Anda dapat melakukan skrining TBC ini di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit terdekat dari rumah Anda.Namun sebelum benar-benar melakukan skrining TBC, Anda mungkin bertanya-tanya seberapa besar sih biaya yang diperlukan?Hasil rangkuman Granostic, rata-rata biaya skrining TBC di Surabaya berkisar Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung apakah ada layanan pemeriksaan tambahan yang akan Anda lakukan.Periksa dan Konsultasi di Granostic SurabayaBagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, Anda juga bisa loh melakukan skrining TBC di klinik Granostic. Bersama tim medis kami, Anda dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan komprehensif, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat.Selain itu, dengan biaya yang kompetitif, klinik Granostic juga memberikan layanan skrining TBC terlengkap. Mulai dari konsultasi dengan dokter umum atau spesialis, tes mantoux, tes laboratorium, hingga tes pencitraan jika diperlukan.Semua layanan pemeriksaan ini bersifat terpadu, yang memungkinkan Anda mendapatkan penanganan medis yang cepat dan efisien. Di tambah pendampingan dari perawat profesional kami dan fasilitas ruangan yang nyaman, akan memberikan pengalaman baik selama proses pemeriksaan dilakukan.Nah, buat Sobat Granostic yang ingin melakukan konsultasi bersama dokter kami dan mendaftar skrining TBC, Anda dapat mendaftar secara online lewat laman Registrasi Online.Yuk, Sobat, lindungi diri dan keluarga Anda dari infeksi bakteri penyebab TB dengan rutin screening TBC bersama klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Tuberculosis Screening. National Library of Medicine. Diakses 2025Tuberculosis: Systematic screening. WHO. Diakses 2025Tuberculosis (TB) Test. Cleveland Clinic. Diakses 2025Tuberculosis screening among HIV-positive inpatients: a systematic review and individual participant data meta-analysis.The Lancet Clinic. Ashar Dhana, MBBCha ∙ Yohhei Hamada, MDc,d ∙ Prof Andre P Kengne, PhDe ∙ Andrew D Kerkhoff, MDg ∙ Molebogeng X Rangaka, PhDb,d ∙ Tamara Kredo, PhD. Diakses 2025
Apa Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah? Ini Jawabannya
Meningkatnya kasus demam berdarah di musim hujan, sangat penting untuk mendeteksi gejala awal dan memberikan pertolongan sedini mungkin pada pasien. Sobat Granostic bisa mulai dengan mempelajari perbedaan antara demam biasa dan demam berdarah yang akan kita bahas dalam artikel ini. Penasaran?Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah Kesehatan yang banyak terjadi di negara tropis dan subtropis, seperti Indonesia. Hingga pada tahun 2024 lalu, angka kasus DBD sangatlah tinggi di Indonesia. Tak sedikit dari kasus DBD tersebut menyebabkan kasus kematian.Oleh sebab itu, untuk meminimalisir tingkat keparahannya, penanganan DBD haruslah dilakukan dengan tepat dan sedini mungkin. Namun, terkadang kita kerap sulit membedakan mana demam biasa dan demam berdarah.Karenanya, Granostic merangkumkan perbedaan demam biasa dan demam berdarah dari berbagai aspek. Mari kita mulai dari pengertiannya terlebih dahulu:Pengertian Demam Biasa dan Demam Berdarah1. Demam BiasaDemam biasa merujuk pada peningkatan suhu tubuh dari batas normalnya, yakni lebih dari 38°C. Namun, demam sendiri bukanlah penyakit, namun merupakan gejala dari berbagai kondisi kesehatan.Saat suhu tubuh Anda meningkat, hal ini dapat menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh Anda sedang aktif, yang sering kali terjadi karena adanya infeksi penyakit. Namun, kenaikan suhu tubuh juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca, makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi hormone. Melansir dari Cleveland Clinic, suhu tubuh dasar seseorang bisa bervariasi dan dapat berfluktuasi. Misalnya, suhu tubuh akan lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di malam hari. Kemudian suhu tubuh juga bisa lebih tinggi pada suatu momen tertentu, seperti saat Anda berolahraga atau dalam siklus menstruasi.2. Demam Berdarah Dengue (DBD)Sementara itu demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit atau kondisi medis yang ditularkan oleh nyamuk, dan kerap terjadi pada daerah tropis dan subtropis di berbagai wilayah dunia.Salah satu gejala paling umum dari DBD adalah demam tinggi, yakni hingga 40°C. Karena itu, banyak orang yang terlambat mendeteksi DBD sebagai demam biasa atau penyakit lain, seperti flu.Nah, dari penjelasan di atas, Anda sudah bisa menyimak perbedaan demam biasa dan demam berdarah. Demam biasa adalah gejala dari berbagai jenis penyakit, sementara demam berdarah adalah penyakit yang bisa menyebabkan gejala demam (kenaikan suhu).Perbedaan Demam Biasa dan Demam BerdarahSelain dari pengertiannya, Anda juga bisa menyimak perbedaan demam biasa dan demam berdarah melalui tabel berikut ini:Seberapa Bahaya Demam Berdarah?Sobat Granostic, demam berdarah bukanlah kondisi yang bisa diremehkan. Demam berdarah yang serius atau tidak mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin, berpotensi menyebabkan berbagai masalah serius berikut:1. Dengue Shock Syndrome (DSS) Dengue shock syndrome (DSS) merupakan komplikasi yang sangat serius dari DBD, yang terjadi akibat gangguan sirkulasi darah sehingga menimbulkan turunnya aliran darah ke seluruh tubuh. DSS menimbulkan beberapa gejala seperti denyut nadi yang terasa lebih lemah atau cepat, tekanan darah rendah, kulit dingin dan lembap, tampak pucat, napas kering, dan banyak lainnya.2. Perdarahan Berat DBD yang parah dapat menyebabkan pendarahan berat, yang terjadi saat pembuluh darah pasien mengalami kerusakan dan bocor.Gejala perdarahan berat akibat DBD ini dapat dilihat dari munculnya bercak merah yang menyebar di kulit, pendarahan pada gusi, mimisan, hingga pendarahan saluran pencernaan.3. Kegagalan OrganTak hanya menimbulkan pendarahan, kasus DBD yang parah juga dapat menyebabkan kegagalan organ. Kondisi ini terjadi karena virus dengue dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi jumlah trombosit dalam darah. Sehingga dapat menyebabkan pendarahan internal, syok, dan kegagalan organ.4. Penurunan Trombosit DrastisDBD juga dapat menyebabkan penurunan trombosit dalam darah secara drastis. Hal ini terjadi karena infeksi virus berdampak pada sumsum tulang dan sistem kekebalan tubuh pasien.5. Dehidrasi ParahAkibat dari demam tinggi dengue, yang bisa mencapai 40°C, seseorang yang mengalami DBD juga rentan mengalami dehidrasi. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu dan diperparah dengan adanya gejala lain seperti muntah, diare, serta penurunan nafsu makan pasien.Baca Juga Selengkapnya: Apa Itu Demam Berdarah? Kenali Secara Lengkap Disini Yuk!Pentingnya Pemeriksaan Dini di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai perbedaan demam biasa dan demam berdarah. Apakah Anda sudah bisa membedakannya dengan baik?Mengingat dampaknya yang cukup besar, hingga dapat menyebabkan kematian. Deteksi dini DBD sangatlah penting, utamanya pada anak-anak dan bayi yang belum memiliki sistem imun sempurna serta tidak dapat mengomunikasikan kondisi tubuhnya dengan baik.Mengenali gejala demam berdarah bisa cukup membingungkan, apalagi jika pasien tidak menunjukkan gejala-gejala signifikan. Namun, Sobat nggak perlu bingung, karena Anda dapat melakukan pemeriksaan dini di Granostic Surabaya. Lantas, apa saja layanan pemeriksaan dini yang bisa Anda akses? Berikut penjelasannya:Tes Darah LengkapLayanan pemeriksaan dini klinik Granostic Surabaya dapat dilakukan dengan prosedur tes darah lengkap. Tes ini Tes darah ini bisa membantu memeriksa kadar sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin dan hematokrit, yang sangat penting untuk memeriksa kondisi pasien dengan gejala DBD.Tes NS1 Antigen Selain tes darah lengkap, proses pemeriksaan dan diagnosa DBD di Granostic juga menggunakan tes NS1 Antigen. Tes ini merupakan metode pemeriksaan darah yang khusus dilakukan untuk mendeteksi protein NS1 dari virus dengue, yang menjadi penyebab Utama dalam penyakit DBD. Tes Serologi IgM dan IgG Tes serologi IgM dan IgG juga dapat dilakukan untuk mendeteksi dini DBD, yang dilakukan melalui sampel darah untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG virus dengue. Lewat penggunaan metode tes yang lengkap ini, dokter Granostic dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan diagnosa yang lebih akurat. Sehingga dokter dapat memberikan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasien.Selain itu, semua prosedur pemeriksaan kesehatan di Granostic hanya akan dilakukan oleh tenaga medis ahli dan profesional, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Jika Sobat Granostic atau keluarga tampaknya mengalami gejala DBD, segera jadwalkan pemeriksaan lewat Registrasi Online. Atau, Anda juga bisa mengakses layanan home care untuk pemeriksaan kesehatan di rumah saja dengan menghubungi customer care kami.Yuk, Sobat lindungi diri dan keluarga Anda dari infeksi demam berdarah!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Fever. Cleveland Clinic. Diakses 2025Dengue and severe dengue. WHO. Diakses 2025Dengue fever. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Dengue Fever. Cleveland Clinic. Diakses 2025Clinical Features of Dengue. CDC. Diakses 2025
Apa Itu Demam Berdarah? Kenali Secara Lengkap Disini Yuk!
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan jenis penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue ke manusia. Penyakit ini kerap ditemukan di negara-negara tropis dan subtropis, Indonesia adalah salah satunya.Bahkan menurut rilisan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kasus DBD di Indonesia cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada minggu ke-43 tahun 2024, dilaporkan ada sebanyak 210.644 kasus DBD di 259 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.Meskipun sekilas memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, demam berdarah dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan segera dan tepat.Karena itu, penting bagi Sobat Granostic untuk mengenali demam berdarah lewat ulasan lengkap di bawah ini!Ciri-Ciri Demam BerdarahBanyak orang yang masih sering menyalah kenali demam berdarah sebagai kondisi lain, seperti flu, sehingga pasien kerap terlambat mendapatkan penanganan. Agar Sobat tidak mengalami hal serupa, berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri demam berdarah:1. Demam Tinggi MendadakCiri khas utama demam berdarah adalah demam tinggi secara tiba-tiba, yang bisa mencapai 40°C. Demam tinggi ini biasanya berlangsung selama dua hingga tujuh hari dan bersifat bifasik, yang artinya dapat turun setelah beberapa hari, namun naik lagi setelahnya.2. Nyeri Hebat dibelakang Mata, Otot, dan Sendi.Ciri demam berdarah lainnya adalah rasa nyeri yang hebat di belakang mata, otot, dan sendi. Gejala ini terjadi karena terjadinya inflamasi di saraf mata atau sekitar mata Anda, yang akhirnya menyebabkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan bahkan dapat disertai dengan pandangan yang buram.3. Munculnya Bintik Merah pada Kulit Demam berdarah juga dapat dikenali dari bintik-bintik merah yang muncul di seluruh area tubuh. Bintik-bintik merah ini terjadi karena kerusakan kapiler darah, serta umumnya tidak terlihat di awal paparan virus dengue. Namun baru muncul setelah dua hingga lima hari penderita demam berdarah mengalami demam.4. Mimisan atau Gusi Berdarah Demam berdarah juga dapat ditandai dengan terjadinya mimisan atau gusi berdarah. Hal ini terjadi karena virus dengue dapat merusak pembuluh darah, yang dapat menyebabkan kebocoran darah atau cairan. Bahkan, pada kasus demam berdarah yang parah, hal ini dapat menyebabkan pendarahan internal, syok, hingga kegagalan organ.5. Mual, Muntah, dan Kehilangan Nafsu Makan.Demam berdarah juga dapat menyebabkan mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Melansir dari The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy, setidaknya sebesar 40% pasien DBD mengeluhkan rasa tidak nyaman atau gangguan pada pencernaan mereka. Mulai dari nyeri perut, mual, muntah, hingga diare.Rasa tidak nyaman di perut ini juga dapat membuat penderita demam berdarah kehilangan nafsu makan mereka.6. Penurunan Jumlah Trombosit Dalam Darah Ciri lain yang menandakan seseorang terkena demam berdarah adalah penurunan trombosit dalam darah. Hal ini terjadi karena infeksi virus dengue merusak trombosit dalam darah, serta mengurangi produksi trombosit dari sumsum tulang penderitanya.7. Syok atau Lemas Berlebihan Seseorang yang terkena demam berdarah pun kerap menunjukkan ciri syok atau lemas berlebihan. Hal ini terjadi karena berbagai sebab, seperti dehidrasi karena demam tinggi dan muntah-muntah, rasa nyeri di seluruh tubuh, hingga penurunan jumlah trombosit dalam darah.Penyebab Demam BerdarahSetelah mengenali ciri-ciri utama yang dapat menandakan seseorang terkena demam berdarah di atas, Sobat juga perlu memahami apa saja faktor yang dapat meningkatkan seseorang terinfeksi virus dengue berikut ini;1. Lingkungan yang Banyak Genangan AirSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa demam berdarah ditularkan dari gigitan nyamuk yang telah terinfeksi oleh virus dengue, atau aedes aegypti. Nah, jika seseorang tinggal di lingkungan yang banyak genangan air, tentu hal ini dapat meningkatkan risiko mereka untuk tergigit oleh nyamuk pembawa virus dengue tersebut.Sebab, lingkungan dengan genangan air dapat menjadi tempat nyamuk aedes aegypti berkembang biak. 2. Kurangnya Kebersihan LingkunganSelain lingkungan yang banyak genangan air, lingkungan tempat tinggal yang kotor juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena demam berdarah. Misalnya, tumpukan barang bekas, ruangan yang tidak dibersihkan secara teratur, selokan yang tersumbat dan menggenang, dapat menjadi tempat-tempat nyamuk berkembang biak.3. Sistem Imun yang LemahSistem imun yang lemah juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami demam berdarah. Karena, daya tahan tubuh yang lemah tidak dapat melawan infeksi virus dengue dengan baik, sehingga berkembang dan menyebabkan demam berdarah. Bahkan, lemahnya sistem imun ini bisa memengaruhi tingkat keparahan DBD penderitanya. Misalnya, DBD pada anak-anak dan lansia cenderung lebih parah.4. Penyebaran Virus Melalui Orang yang Sudah TerinfeksiTak hanya disebarkan melalui gigitan nyamuk, DBD juga dapat ditularkan melalui orang yang telah terinfeksi. Namun, hal ini tidak terjadi secara langsung, ya. Tidak juga melalui droplet saliva saat bersin atau bertukar makanan.Virus dengue dapat menular secara person to person ini terjadi misalnya pada ibu yang terkena DBD, bisa menularkan virus tersebut pada janinnya selama kehamilan atau sekitar waktu kelahirannya. Selain itu penularan DBD dari orang yang terinfeksi juga dapat terjadi melalui prosedur medis tertentu, misalnya donor darah atau transplantasi organ. Perilaku berisiko lain seperti menyuntikkan jarum secara bergantian, juga dapat meningkatkan risiko penularan DBD. Meski begitu, penularan DBD melalui metode ini juga dapat dikatakan sangat langkah, Sobat.Gejala Demam BerdarahDemam berdarah memiliki gejala yang khas, dengan pola seperti pelana kuda. Secara umum, gejala demam berdarah ini dapat dilihat dari tiga fase, yakni:1. Fase Demam (Hari 1-3)Fase demam biasanya berlangsung selama kurang lebih 3 hari, dimulai 1 hingga 3 hari setelah tubuh tergigit nyamuk.. Fase ini umumnya menyebabkan kenaikan suhu tubuh secara mendadak, disertai sakit kepala, nyeri sendi dan otot, sakit punggung, muncul bintik-bintik merah di kulit, dan penurunan nafsu makan. Melansir dari National Health Institute UK, kadang-kadang penderita demam berdarah juga menunjukkan gejala seperti flu dan gangguan pencernaan pada fase ini.2. Fase Kritis (Hari 4-6)Setelah melewati masa demam, pasien demam berdarah akan mengalami penurunan suhu tubuh, yang kadang disalahpahami sebagai tanda kesembuhan. Fase kritis umumnya terjadi pada hari ke 4 hingga 6, yang dapat berlangsung selama 24 hingga 48 jam.Fase kritis merupakan fase yang paling berbahaya dari siklus DBD, sebab terdapat kemungkinan pasien mengalami pendarahan dan kebocoran plasma darah. Pendarahan dan kebocoran plasma darah dapat menyebabkan syok, serta berpotensi mengancam jiwa penderita DBD.Karena itu, pengawasan pasien DBD pada fase kritis tidak boleh dikendorkan. Bahkan, cairan tubuh pasien harus dipantau dengan ketat agar tidak kekurangan atau kelebihan. Sebab cairan yang berlebih dalam pembuluh darah pasien, dapat menyebabkan kematian akibat gagal jantung dan edema paru.Beberapa pasien dapat mengalami syok atau penurunan tekanan darah secara drastis, serta pendarahan pada gusi, hidung, ataupun kulit. Bahkan melansir dari NIH, fase kritis banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan dan disfungsi hati.3. Fase Pemulihan (Hari 7-10)Fase ketiga disebut sebagai fase pemulihan, di mana kebocoran pada pembuluh darah sistemik berhenti dan cairan yang keluar dari pembuluh darah akan mulai diserap Kembali. Fase pemulihan terjadi pada hari ke 7 hingga 10, atau 48 hingga 72 jam setelah melewati fase kritis. Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), saat kondisi pasien membaik jumlah sel darah putih akan meningkat dan terjadi pemulihan jumlah trombosit. Namun beberapa pasien DBD bisa saja mengalami ruam yang mengelupas dan terasa gatal.Cara Mengatasi Demam BerdarahMelansir dari berbagai sumber, belum ada obat-obatan khusus untuk mengatasi demam berdarah. Karena itu, tindakan pengobatan yang diberikan akan fokus pada gejala dan kondisi pasien. Beberapa cara mengatasi gejala demam berdarah antara lain:1. Istirahat TotalBeristirahat sangat penting untuk membantu daya tahan tubuh melawan infeksi, serta mencegah pasien mengalami dehidrasi serta memperburuk gejala DBD lainnya.2. Minum Banyak CairanSaat terkena DBD, seseorang rentan mengalami dehidrasi, baik karena demam tinggi maupun karena muntah-muntah. Karena itu, pasien DBD perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Namun, saat memasuki masa kritis, jumlah minum air putih juga perlu diawasi agar tidak berlebihan.3. Memantau Jumlah Trombosit DBD juga bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah secara drastis, yakni hingga kurang dari 100.000/µL darah. Penurunan trombosit perlu diawasi karena dapat menimbulkan pendarahan hebat, syok, hingga berpotensi menyebabkan kematian.4. Mengonsumsi Makanan Bergizi Mengonsumsi makanan bergizi tinggi, misalnya yang kaya akan mineral dan vitamin, sangatlah penting bagi penderita DBD. Jambu merupakan salah satu contoh makanan ideal untuk penderita DBD, karena kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan trombosit. Selain jambu, Anda juga bisa menyiapkan kurma, pepaya, delima, dan kiwi yang memiliki kandungan antioksidan tinggi bagi pasien DBD. Antioksidan dan vitamin C juga dapat membantu memperkuat sistem imun, sehingga dapat mendorong pemulihan tubuh.Pasien juga direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat dan bertekstur lembut agar lebih mudah dicerna, seperti sayuran rebus, telur rebus, serta banyak lainnya.5. Obat Penurun DemamSaat demam tinggi terjadi, dokter juga dapat memberikan obat penurun demam. contohnya paracetamol. Obat ini tak hanya efektif untuk meredakan demam akibat DBD, namun juga bisa membantu meringankan rasa nyeri tulang, sendi, dan otot, serta meredakan sakit kepala.Namun, sangat penting untuk Sobat ingat, bahwa pemberian obat golongan antiradang nonsteroid (NSAID), tidak disarankan digunakan selama DBD. Contoh obat yang dimaksud antara lain aspirin, ketorolac, ibuprofen, dan diclofenac.6. Rawat Inap Jika DiperlukanSaat seseorang mengalami demam berdarah yang parah, maka diperlukan perawatan di rumah sakit dengan tenaga medis profesional untuk membantu pasien mendapatkan cairan dan elektrolit intravena, pemantauan tekanan darah, bahkan transfusi darah untuk mengganti kehilangan darah.Baca Juga: Apa Tanda-Tanda Demam Berdarah Mulai Sembuh? Ini JawabannyaPencegahan Demam Berdarah dengan Vaksin DBDMeskipun sekilas memiliki gejala yang mirip dengan flu, namun DBD memiliki gejala yang lebih parah dan perlu perawatan sesegera mungkin. Kabar baiknya, DBD dapat dicegah dengan menerapkan sanitasi lingkungan yang baik, menjaga daya tahan tubuh, serta dengan melakukan vaksin DBD.Vaksin DBD merupakan vaksin yang mengandung virus dengue yang dilemahkan, sehingga dapat merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh Anda untuk melawan infeksi virus tersebut nantinya. Vaksin DBD ini juga dapat membantu mencegah DBD yang disebarkan melalui gigitan nyamuk, loh.Meskipun tak banyak diketahui, CDC menuturkan bahwa pemberian vaksin DBD ini direkomendasikan untuk diberikan pada anak-anak usia 9 hingga 16 tahun di Amerika, yang tinggal di area endemik DBD.Adapun manfaat dari vaksin DBD misalnya:Manfaat Vaksin DBDMengurangi risiko infeksi oleh virus dengue.Vaksinasi DBD dapat membantu mengurangi infeksi virus dengue, khususnya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.Menurunkan keparahan gejala jika terinfeksi.Vaksinasi juga dapat membantu menurunkan tingkat keparahan gejala DBD, serta meminimalisir kemungkinan adanya komplikasi yang membahayakan nyawa pasien DBD.Mengurangi risiko komplikasi serius akibat DBD.Vaksinasi DBD dapat membantu merangsang pembentukan antibodi yang dapat melawan perkembangan virus dengue dalam darah pasien. Sehingga, dapat mengurangi risiko komplikasi serius akibat DBD ketika terinfeksi.Selain vaksinasi, langkah-langkah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah:Menutup tempat penampungan air Telah dikatakan sebelumnya, bahwa genangan air dapat jadi tempat dimana nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Genangan air ini tak hanya di pinggir jalan atau di selokan sekitar rumah Anda, namun juga air dalam baik mandi atau penampungan air.Khususnya tempat penampungan air yang cenderung gelap akan menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Karena itu, pastikan untuk menutup rapat tempat penampungan air, agar nyamuk tidak bisa masuk dan hinggap untuk bertelur.Menggunakan kelambu atau obat nyamukSelanjutnya, Anda perlu menghindari gigitan nyamuk sebisa mungkin. Anda dapat menggunakan kelambu di kamar atau memasang obat nyamuk.Menguras dan membersihkan bak mandi secara rutin.Meskipun sudah menutup rapat, tidak menutup kemungkinan nyamuk dapat masuk ke dalam bak mandi Anda. Karena itu, untuk memastikan bak mandi bersih, baik dari kotoran, lumut, maupun jentik-jentik, bersihkanlah secara rutin.Menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti serai atau lavender.Langkah selanjutnya untuk mencegah gigitan nyamuk demam berdarah, Anda bisa menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti serai atau lavender.Kedua tanaman ini dapat mengeluarkan aroma khas, yang tidak disukai oleh nyamuk. Sehingga dapat mengusir nyamuk dari ruang kamar Anda.Menggunakan pakaian yang menutupi kulitAnda juga bisa melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan pakaian yang dapat menutupi kulit, atau yang berlengan panjang dan terbuat dari bahan tebal.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai demam berdarah yang perlu Anda tahu. Mulai dari ciri-ciri, penyebab, gejala, cara mengatasi, hingga berbagai tips pencegahan yang bisa Anda terapkan di rumah.DBD bisa jadi gawat bila tidak dirawat sesegera mungkin dengan tepat, karena itu jika Anda menyimak gejala-gejala DBD di atas ada pada diri atau keluarga Anda, segera periksa ke dokter.Klinik Granostic memiliki tenaga medis ahli dan profesional yang dapat memberikan pemeriksaan menyeluruh saat Anda mengalami gejala-gejala DBD. Juga dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat, untuk membantu meminimalisir gejala DBD dan mengoptimalkan pemulihan tubuh Anda.Untuk berkonsultasi dengan dokter Granostic, Anda dapat langsung menghubungi layanan customer care kami atau langsung klik Registrasi Online untuk menjadwalkan konsultasi.Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari DBD dengan rutin cek kesehatan bersama Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Clinical Features of Dengue. CDC. Diakses 2025Dengue and severe dengue. WHO. Diakses 2025Dengue fever. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Dengue Fever. Cleveland Clinic. Diakses 2025Abdominal Disturbances among Dengue Fever Patients. Department of Internal Medicine, Fatmawati General Hospital, Jakarta. **Division of Gastroenterology, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia/Dr. Cipto Mangunkusumo General National Hospital, Jakarta. ***Division of Hepatology, Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia/Dr. Cipto Mangunkusumo General National Hospital, Jakarta. Arnold Hasahatan Harahap*, Marcellus Simadibrata**, Dadang Makmun**, Irsan Hasan***. Diakses 2025Waspada Penyakit di Musim Hujan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 2025
Apa Tanda-Tanda Demam Berdarah Mulai Sembuh? Ini Jawabannya
Demam berdarah dengue (DBD) memiliki siklus demam yang khas, dinamakan pelana kuda. Karena demam yang naik tiba-tiba dan turun dalam beberapa hari, namun naik lagi. Lantas, bagaimana cara mengenali tanda demam berdarah yang mulai sembuh dan memburuk dengan tepat agar tak salah langkah?Kasus demam berdarah di Indonesia masih sangatlah tinggi, bahkan angka kematian yang ditimbulkannya dalam tahun 2024 lalu bisa mencapai ribuan. Ada banyak faktor yang menyebabkan kemungkinan terburuk tersebut terjadi, mulai dari terlambat mendapatkan perawatan, komplikasi DBD, hingga salah rawat pada fase kritis.DBD memiliki tiga fase klinis, pertama fase demam yang terjadi pada hari ke 1–3 setelah gigitan nyamuk. yang dapat bertahan selama 2–7 hari. Kedua fase kritis, dimana terjadi penurunan suhu tubuh secara drastis pada hari 3–7 sejak demam, yang berlangsung selama 24-48 jam. Serta fase pemulihan yang terjadi dalam periode 48–72 jam setelah fase kritis.Banyak orang yang menyalah kenali fase kritis sebagai tanda kesembuhan, sehingga mengendorkan pengawasan pada pasien. Padahal, fase ini justru paling berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti syok, kerusakan organ, hingga kematian.Agar Anda tidak salah mengenali fase pemulihan sebenarnya, berikut ini Granostic akan menjelaskan tanda-tanda demam berdarah sudah mulai sembuh. Simak, ya!Fase Pemulihan Demam BerdarahMelansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), fase pemulihan (recovery phase) ini tergantung pada tingkat keparahan gejala DBD dan perawatan yang diresepkan selama fase demam maupun fase kritis. Namun, awal fase pemulihan atau kesembuhan dapat dikenali dari tanda-tanda berikut:1. Demam Mulai MenurunSaat memasuki fase pemulihan demam berdarah, kondisi pasien akan membaik secara berkala. Pada fase kritis, pasien akan mengalami penurunan tekanan darah secara drastis, yang membuat suhu tubuh turut turun dan seolah akan sembuh. Namun, di akhir fase kritis, demam akan kembali meningkat, yang menandakan memasuki fase pemulihan. Saat pasien DBD sembuh, demam tersebut juga akan turun dan suhu tubuh kembali normal pada angka 36,1–37,2°C.2. Peningkatan Jumlah TrombositPada fase pemulihan, pasien DBD juga akan mengalami peningkatan jumlah trombosit. Hal ini terjadi karena adanya hemodilusi, yang menyebabkan penurunan hematokrit dan peningkatan cepat jumlah sel darah putih, diikuti jumlah trombosit yang ada dalam darah pasien.3. Nafsu Makan Mulai KembaliSaat mengalami demam berdarah, seseorang dapat mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini terjadi karena berbagai faktor seperti demam yang sangat tinggi, nyeri otot, hingga masalah dan rasa tidak nyaman pada pencernaan.Namun, dalam proses pemulihan, nafsu makan pasien DBD akan kembali. Sehingga Anda dapat memaksimalkan proses penyembuhan pasien dengan memberikan asupan makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.4. Energi dan Stamina MeningkatKondisi tubuh yang secara umum membaik, jumlah trombosit dan hematokrit yang seimbang, serta kembalinya nafsu makan pasien, juga akan membuat energi dan stamina pasien DBD meningkat seiring proses pemulihan.5. Warna Kulit Kembali NormalSaat sakit demam berdarah, seseorang dapat mengalami perubahan pada warna kulit. Melansir dari MedinePlus.com, demam berdarah dapat menyebabkan ruam kemerahan yang berada di sekujur tubuh dan membuat kulit lebih sensitif, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman.Selain itu, saat memasuki masa kritis, suhu tubuh penderita DBD dapat turun drastis karena syok. Kondisi ini dapat menyebabkan disfungsi organ, hemoragik, hingga kematian.Namun, saat penderita dapat melewati masa kritis dengan baik, maka secara perlahan suhu tubuhnya akan kembali tinggi dan menjadi normal. Hal ini juga akan membantu mengembalikan warna kulit seperti biasanya.6. Berkurangnya Nyeri Otot dan SendiDemam berdarah juga umumnya disertai dengan gejala nyeri otot dan sendi, yang terjadi akibat respon sistem imun tubuh saat melawan infeksi virus dengue. Nah, saat menjelang sembuh rasa nyeri otot dan sendi ini akan lebih berkurang.7. Tidak Ada Lagi PendarahanTanda demam berdarah sembuh selanjutnya adalah berkurangnya pendarahan, baik pada gusi atau mimisan. Karena perdarahan merupakan salah satu gejala DBD, yang terjadi akibat kerusakan pembuluh darah akibat virus dengue.8. Produksi Urin Kembali NormalSeperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa penderita demam berdarah sangat rentan mengalami dehidrasi. Hal ini ditandai dengan produksi urin yang berkurang dan berwarna keruh. Bahkan, pada kasus DBD yang parah, dapat terjadi perdarahan yang menyebabkan terdapat bercak darah pada urin.Saat menuju sembuh, produksi urin dapat kembali normal. Sebab tubuh pasien juga menerima asupan cairan dan gizi yang cukup, karena nafsu makannya kembali meningkat seiring dengan proses pemulihan.9. Hilangnya Ruam atau Bintik MerahSaat terjangkit demam berdarah, seseorang dapat mengalami bercak-bercak kemerahan di sekujur tubuhnya, yang terjadi pada hari ke 2–5 setelah demam dimulai. Gejala ini terjadi karena kerusakan pembuluh darah kecil di bawah kulit.Sehingga, saat tubuh dalam proses sembuh, Anda bisa mendapati ruam atau bintik-bintik merah akibat DBD ini berubah warna menjadi lebih gelap dan pudar. Hingga menghilang secara bertahap.10. Pola Tidur Kembali NormalSobat Granostic, demam berdarah dapat menyebabkan rasa lelah dan gangguan tidur. Apalagi saat demam tinggi, kita cenderung berkeringat secara berlebihan dan demam berdarah memicu gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat mengganggu istirahat malam penderita DBD, yang membuat tubuh mereka makin tidak nyaman.Saat akan sembuh, pola tidur penderita demam berdarah akan kembali normal. Hal ini terjadi karena tubuh pasien secara umum menjadi lebih baik, sehingga istirahat terasa lebih tenang dan lega.Pentingnya Pemeriksaan Setelah Pulih dari DBDSobat Granostic, meskipun sudah sembuh dari DBD, pasien masih direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk menyimak bagaimana perkembangan tubuh pasien, serta mencegah adanya komplikasi kesehatan lain pasca-DBD.Selain itu, setelah terinfeksi DBD sekali, bukan berarti Anda kebal dan tidak akan pernah terinfeksi lagi. Justru, menurut World Health Organization (WHO), seseorang yang pernah mengalami DBD lebih rentan terkena demam berdarah parah pada infeksi keduanya.Oleh karena itu, Anda perlu rutin memeriksakan kesehatan setelah pulih dari DBD sebagai upaya pencegahan komplikasi maupun infeksi sekunder DBD.Baca Juga: Apa Saja Pengobatan Demam Berdarah yang Tepat? Simak Yuk!Tips Mempercepat Pemulihan dari Demam BerdarahAgar lebih maksimal, Sobat Granostic dapat menerapkan beberapa tips mempercepat pemulihan demam berdarah berikut ini:1. Konsumsi Makanan BergiziMakanan memiliki peranan yang besar dalam menjaga kesehatan tubuh kita secara umum. Begitupun untuk mempercepat pemulihan DBD, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan mineral, vitamin, dan serat.Nutrisi-nutrisi tersebut dapat memberikan energi tambahan yang dibutuhkan oleh tubuh agar pulih, juga memperkuat sistem imun untuk melawan virus dengue. Ada beberapa jenis nutrisi yang dapat bermanfaat bagi sistem imun dan sangat direkomendasikan untuk Anda konsumsi selama fase pemulihan demam berdarah, seperti:Vitamin C yang dapat bekerja sebagai antioksidan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Ada berbagai jenis makanan sumber vitamin C seperti pisang, jambu biji, jeruk, dan banyak lainnya.Vitamin E juga memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan dapat membantu mempercepat proses pemulihan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan. Anda dapat memeroleh asupan vitamin E dengan mengonsumsi buah alpukat, biji bunga matahari, hingga kacang-kacangan.2. Minum AirTips untuk mempercepat proses pemulihan dari DBD selanjutnya adalah perbanyak minum air putih, agar kebutuhan cairan tubuh dapat tercukupi. 3. Istirahat yang CukupMeskipun rasa nyeri pada otot, tulang, dan sendi sudah berkurang drastis, bukan berarti Anda dapat langsung beraktivitas normal. Agar tubuh benar-benar sehat dan pulih dengan baik, Anda masih memerlukan istirahat yang cukup sampai benar-benar merasa bugar.Hindari Aktivitas BeratAgar dapat sembuh dan pulih dengan cepat, Anda juga perlu menghindari aktivitas berat segera setelah Anda merasa demam membaik. Sebaliknya, Anda dapat secara bertahap kembali menunaikan aktivitas harian dan memerhatikan dengan baik bagaimana reaksi tubuh Anda.4. Rutin Melakukan Check UpTips selanjutnya untuk mempercepat pemulihan demam berdarah adalah dengan rutin melakukan cek kesehatan. Langkah ini dapat membantu Anda untuk memantau perkembangan kondisi tubuh, serta mendapatkan arahan yang lebih tepat dan efektif dari dokter secara langsung.Cek rutin juga akan membantu Anda mendeteksi dini kemungkinan adanya komplikasi, infeksi kedua, maupun masalah-masalah lain yang dapat menghambat proses pemulihan tubuh dari DBD.Sehingga dokter dapat memberikan arahan perawatan untuk menanganinya dengan tepat sedini mungkin.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai masa pemulihan dan tanda-tanda sembuh dari demam berdarah. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala demam berdarah, segera periksakan diri ke klinik Granostic untuk mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Dengue fever. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Dengue Fever. National Library of Medicine. Diakses 2025Dengue Fever Linked to Short-Term Sleep Disorders in Taiwan. MEDQOR LLC. Diakses 2025Dengue and severe dengue. WHO. Diakses 2025
Apa Saja Pengobatan Demam Berdarah yang Tepat? Simak Yuk!
Hingga kini kasus demam berdarah dengue (DBD) dan angka kematian yang disebabkannya di Indonesia masih sangat tinggi. Tingkat keparahan gejala DBD ini dapat diminimalisir dengan perawatan dan pengobatan yang tepat. Namun, tahukah Anda bagaimana dan apa saja pengobatan demam berdarah yang tepat tersebut?DBD merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue dan disebarkan melalui gigitan nyamuk, yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD lainnya. Gejala demam berdarah bisa berbeda pada setiap orang, dari ringan hingga berat. Pada pasien yang memiliki gejala ringan, dokter dapat menyarankan melakukan perawatan mandiri dengan rutin memeriksakan kondisi mereka kembali.Namun, jika pasien mengalami gejala demam berdarah yang parah, dokter dapat menganjurkan perawatan yang intensif dan ketat di rumah sakit.Nah, pada artikel kali ini Granostic akan merangkumkan informasi terkait prosedur pengobatan dan perawatan demam berdarah yang tepat secara lengkap. Baca sampai habis, ya, Sobat!Jenis Pengobatan Demam BerdarahMelansir dari Mayo Clinic, masih belum ada obat untuk mengatasi demam berdarah dengue. Namun, dokter dapat merekomendasikan perawatan dengan beberapa jenis pengobatan berikut ini:1. Pengobatan SimptomatikPengobatan simptomatik merupakan pengobatan yang diresepkan sesuai dengan gejala dari penyakit atau kondisi tertentu, namun tidak mengatasi kondisi yang mendasarinya secara langsung. Dalam pengobatan demam berdarah, pengobatan simptomatik dilakukan untuk:Menurunkan demamDemam berdarah dapat membuat penderitanya mengalami kenaikan suhu drastis, bahkan hingga 40 derajat celcius. Gejala ini tentu dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, mengganggu istirahat pasien, hingga menimbulkan dehidrasi. Dokter dapat meresepkan obat pereda demam pada penderita DBD seperti paracetamol atau acetaminophen.Mengurangi nyeriSelain demam tinggi, penderita DBD juga sangat mungkin merasakan nyeri di seluruh tubuh, yakni pada otot, tulang, dan sendi-sendi mereka. Penggunaan paracetamol juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada tubuh dan sakit kepala pada penderita DBD.2. Terapi CairanSelain pemberian obat-obatan untuk meredakan gejala demam berdarah, dokter juga dapat memberikan terapi cairan lewat infus atau pemberian larutan elektrolit pada pasien. Berikut detailnya:Mencegah dehidrasiSeperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa penderita DBD sangat rentan mengalami dehidrasi, karenanya sangat penting bagi mereka mendapatkan cairan yang cukup selama proses pemulihan. Dehidrasi pada pasien demam berdarah dapat memperparah gejala dan meningkatkan risiko komplikasi, misalnya menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) pada pasien.Larutan elektrolitSelain mencukupi kebutuhan tubuh dengan minum air putih yang banyak atau dari makanan yang dikonsumsi, pasien DBD juga bisa meminum larutan elektrolit. Larutan ini dapat membantu mengganti cairan tubuh dan kadar elektrolit yang hilang akibat dehidrasi.Infus cairanJika pasien DBD mengalami dehidrasi parah, dokter dapat memberikan infus cairan untuk menyeimbangkan kembali kadar cairan dalam tubuh pasien.3. Pemantauan TrombositJenis pengobatan untuk demam berdarah selanjutnya adalah pemantauan trombosit, yang dilakukan sejak awal pasien memasuki fase demam (febrile phase). Sebab demam berdarah dapat membuat jumlah trombosit dalam darah menurun drastis, yakni hingga kurang dari 100.000/ μL.Penurunan jumlah trombosit ini dapat menyebabkan pendarahan hebat dan komplikasi serius lainnya. Kondisi ini juga memicu berbagai gejala lain seperti mimisan, pendarahan di gusi, kulit mudah memar atau lebam, muncul bercak atau bintik-bintik merah di kulit, dan banyak lainnya.Selain pemeriksaan trombosit, dokter juga akan melakukan pemeriksaan trombositopenia. Apabila terdapat penurunan pada jumlah keduanya, maka dapat diindikasikan pasien DBD memasuki fase kritis sehingga membutuhkan perawatan ketat di rumah sakit.4. Rawat Inap Jika DiperlukanKebanyakan pasien demam berdarah dapat membaik dalam 1 hingga 2 minggu, jika gejala yang tampak tergolong ringan. Namun, saat pasien menyentuh batas kritis trombosit DBD, maka perawatan medis dan rawat inap perlu dilakukan.Rawat inap di rumah sakit memungkinkan pasien mendapatkan pemantauan ketat dari dokter dan staf medis ahli lain. Sehingga dapat mencegah terjadinya syok akibat kebocoran plasma, yang dapat menyebabkan dampak fatal pada pasien.Selain itu, untuk pasien yang mengalami dehidrasi parah selama demam berdarah, juga memerlukan cairan intravena melalui infus. Yang pemberiannya perlu dilakukan oleh tenaga medis. Langkah-Langkah Pengobatan Demam BerdarahSobat Granostic, meskipun tidak ada pengobatan khusus yang dapat diresepkan untuk mengatasi demam berdarah. Namun, Anda bisa mengikuti beberapa langkah pengobatan demam berdarah berikut ini agar tubuh dapat pulih lebih cepat dan mencegah adanya komplikasi yang serius.1. Istirahat TotalIstirahat total sangatlah penting bagi para penderita demam berdarah. Melansir dari HealthXchange.sg, beristirahat total dapat mengurangi risiko penderita DBD terjatuh dan mengalami cedera, sehingga dapat menghindari risiko pendarahan yang tidak diperlukan. Selain itu, beristirahat juga dapat membantu tubuh mendapatkan lebih banyak energi untuk melawan infeksi virus dengue dan membantu memulihkan jaringan tubuh yang rusak.2. Asupan Makanan BergiziAgar dapat pulih lebih cepat, Anda juga perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Misalnya makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh Anda.Misalnya, pilih makanan yang tinggi vitamin C dan E yang dapat membantu mendukung sistem imun dan kaya akan antioksidan. Kedua vitamin ini dapat diperoleh melalui berbagai macam buah-buahan seperti pisang, jambu, jeruk, apel, alpukat, dan banyak lainnya.Selain itu, Anda juga bisa menerapkan panduan pemberian makan untuk pasien DB berikut ini:memberikan pasien sari buah yang mengandung banyak air,memberikan susu atau makanan dalam keadaan hangatmemberikan makanan dengan porsi yang lebih kecil namun sering, untuk memenuhi kebutuhan gizi pasienberikan makanan yang bertekstur lunak sehingga mudah ditelan dan dicerna oleh pasien.3. Konsumsi Banyak CairanPasien demam berdarah sangat rawan mengalami dehidrasi, jadi pastikan penderita DBD memeroleh cukup cairan. Tak hanya dengan minum air putih, Anda juga bisa mencoba mencukupi kebutuhan cairan tubuh pasien dengan menyediakan sup, jus buah yang segar, hingga minuman elektrolit.4. Pemantauan GejalaSelain menerapkan langkah perawatan DBD di atas, Anda juga perlu memantau gejala yang ditunjukkan oleh penderita. Apalagi saat memasuki masa kritis, di mana suhu tubuh pasien tiba-tiba turun dan seolah membaik.Pada fase kritis ini, Anda justru harus lebih waspada karena potensi adanya komplikasi yang serius atau syok sangatlah mungkin terjadi. Bila Anda menemukan gejala-gejala tak biasa seperti:muntah terus menerus, gusi atau hidung berdarah, pernapasan cepat, sakit perut yang parah, lemas berlebihan, dan pendarahan lainSegera bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sedini mungkin.Rekomendasi Vaksin untuk Pencegahan DBDSobat Granostic, meskipun Indonesia menjadi salah satu negara endemik DBD, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah infeksi virus dengue sama sekali, loh. Melalui berbagai edaran resmi, pemerintah telah memberikan himbauan pada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi diri sebagai upaya pencegahan DBD.Selain itu, Anda juga melakukan vaksinasi untuk pencegahan DBD, loh. Berikut ini ada dua jenis vaksin yang direkomendasikan untuk Anda gunakan sebagai pencegahan DBD. Apa saja?1. Vaksin DengvaxiaVaksin dengvaxia merupakan salah satu jenis vaksin untuk mencegah DBD, yang mengandung virus dengue yang dilemahkan. Vaksin ini dapat melindungi tubuh Anda dari virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4.Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak berusia 9-16 tahun yang tanggal di lingkungan endemis DBD.2. Vaksin QdengaRekomendasi vaksin demam berdarah selanjutnya adalah vaksin Qdenga. Melansir dari European Medicine Agency (EMA), Qdenga dapat diberikan pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak mulai dari usia 4 tahun. Vaksin ini juga dapat membantu melawan virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4. 3. Manfaat Vaksin DBDKendati kasus DBD di Indonesia cukup tinggi, tak banyak masyarakat yang sadar betapa pentingnya untuk melakukan vaksinasi DBD. Padahal, vaksin DBD memiliki banyak manfaat seperti:Mengurangi risiko terkena DBD berat.Vaksin DBD tak hanya dapat melindungi tubuh dari infeksi virus dengue, namun juga bisa mengurangi risiko terkena DBD berat.Mengurangi kemungkinan komplikasi serius akibat infeksi dengue.Dengan vaksinasi DBD, Anda juga bisa mengurangi risiko kemungkinan adanya komplikasi serius akibat infeksi virus dengue. Apalagi demam berdarah dapat menyebabkan berbagai komplikasi parah, yang bisa berujung pada kematian.Mulai dari kebocoran plasma darah yang dapat menimbulkan syok, kerusakan organ, hingga kehilangan nyawa.Melindungi individu dari empat jenis virus dengue yang berbeda.Vaksinasi DBD juga dapat melindungi Anda dari empat jenis virus dengue yang berbeda, yakni serotipe 1, 2, 3, dan 4. Seperti yang Anda tahu, bahwa sekali Anda terjangkit DBD, tidak menutup kemungkinan Anda akan kembali mengalaminya. Justru infeksi kedua dengue dapat memberikan gejala yang lebih parah, daripada infeksi pertamanya.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai pengobatan demam berdarah dengue (DBD) yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat, jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala demam berdarah segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan arahan perawatan dan pengobatan yang tepat.Misalnya, dengan memeriksakan diri ke klinik Granostic Surabaya, Anda dapat mendapatkan pemeriksaan menyeluruh. Dokter dapat memeriksa, tekanan darah, denyut nadi, kadar trombosit dan kadar hematokrit, untuk memantau perkembangan kondisi pasien serta mendeteksi dini adanya komplikasi.Dokter Granostic kemudian akan memberikan resep obat dan anjuran perawatan sesuai dengan kondisi pasien. Sehingga dapat membantu proses pemulihan pasien jadi lebih cepat dan pengobatan berjalan lebih efektif.Selain itu, Anda juga bisa melakukan vaksinasi demam berdarah ini di klinik Granostic, loh. Bersama tenaga medis ahli kami, prosedur vaksin akan dilakukan dengan efisien, nyaman, dan aman.Untuk menghubungi dokter klinik Granostic dan menjadwalkan konsultasi dan vaksinasi, Anda dapat mendaftar lewat Registrasi Online. Atau, Anda juga bisa mengatur jadwal temu dengan menghubungi layanan customer care kami dengan klik tombol WhatsApp di bawah ini.Yuk, jaga diri dan keluarga Anda dari demam berdarah dengan cek kesehatan rutin dan vaksinasi DBD bersama klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lama Perawatan Pasien Demam Berdarah Dengue. STIKes Bina Cipta Husada Purwokerto. Artathi Eka Suryandari, Tri Anasari. Diakses 2025KAJIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA PENDERITA ANAK YANG MENJALANI PERAWATAN DI RSUP PROF. DR. R.D KANDOU TAHUN 2013. Program Studi FarmasiFMIPA UNSRAT Manado. Ni Wayan Elan Andriani, Heedy Tjitrosantoso dan Paulina V.Y Yamlean. Diakses 2025Dengue fever. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Clinical Care of Dengue. CDC. Diakses 2025Qdenga. European Medicines Agency. Diakses 2025
Vaksin DBD di Surabaya
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang banyak ditemui di negara tropis dan subtropis, seperti Indonesia. DBD dapat menyebabkan gejala yang ringan hingga berat, bahkan dapat menimbulkan kematian. Kabar baiknya, Anda dapat mencegah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan vaksinasi.Di Indonesia kasus DBD sangatlah tinggi, pada 2024 lalu Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) menyebutkan terjadi peningkatan kasus DBD secara konsisten dari tahun ke tahun. Hingga pada akhir 2024, tercatat ada 210.644 kasus DBD dengan 1.223 kematian, yang terjadi di 259 kabupaten/kota di 32 provinsi Indonesia.Siapapun dapat terserang demam berdarah, utamanya pada anak-anak dan orang tua/lansia yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Penularannya juga cukup mudah, lewat gigitan nyamuk yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita lainnya.Karena hal inilah, sangat penting bagi Anda melindungi diri dan keluarga dari infeksi virus dengue. Selain menerapkan gaya hidup yang bersih serta menjaga sanitasi lingkungan, Anda juga bisa melakukan vaksin DBD di Surabaya untuk mendapatkan perlindungan optimal dari virus dengue.Namun, apakah Anda sudah tahu apa yang dimaksud dengan vaksin DBD ini? Bagaimana efektivitas, jadwal, dan prosedurnya?Langsung simak penjelasannya di bawah ini, Sobat!Pengertian Vaksin DBDVaksin DBD merupakan vaksin yang dibuat dari virus dengue yang dilemahkan, yang dapat melindungi penggunanya dari infeksi virus dengue, mencegah tingkat keparahan gejalanya, meminimalisir potensi komplikasi DBD, hingga dapat mengontrol penyebarannya.Terdapat dua jenis vaksin DBD yang dapat diakses oleh masyarakat, yakni Qdenga dan Dengvaxia. Kedua jenis vaksin DBD ini dapat melindungi penggunanya dari empat serotipe virus dengue, yakni dengue 1, 2, 3, dan 4.Tak hanya dapat digunakan pada orang yang belum pernah terinfeksi, vaksin juga bisa mencegah penyintas DBD untuk kembali terjangkiti virus dengue. Vaksinasi ini pun dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala dari infeksi DBD kedua, yang biasanya lebih parah dibandingkan pada infeksi pertama.Efektivitas Vaksin DBDVaksin DBD dirancang melalui berbagai uji coba klinis, yang dapat memastikan keamanan dan efektivitasnya. Hasil menunjukkan bahwa vaksin DBD ini aman digunakan pada anak-anak hingga dewasa.Melansir dari review ilmiah berjudul Dengue Vaccination: A Practical Guide for Clinicians, Vaksin dengue, yang ada saat ini, didesain untuk dapat menghasilkan respon spesifik pada empat jenis atau serotipe virus dengue secara bersamaan. Kedua tipe vaksin DBD yang ada menunjukkan hasil yang baik dan efektivitas yang tinggi, yakni hingga 80%. Bahkan pada review ilmiah yang sama, dikatakan bahwa kedua vaksin ini dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala DBD dan meminimalisir rawat inap pada penderita DBD.Jadwal Pemeriksaan dan Vaksinasi DBDMeskipun tidak 100% dapat melindungi Anda dari DBD, vaksinasi dapat memberikan banyak manfaat dalam pencegahan penularan dan kontrol keparahan gejala DBD. Sobat dapat melakukan vaksinasi DBD ini di klinik Granostic Surabaya, dengan mengikuti jadwal pemeriksaan vaksinasi berikut ini:1. Konsultasi dengan DokterLangkah pertama sebelum vaksinasi dilakukan adalah melakukan konsultasi dengan dokter. Pada prosedur ini, dokter dapat melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mengetahui riwayat kesehatan serta kondisi tubuh Anda.Sebab kondisi tubuh Anda saat menerima vaksin sangat berperan penting terhadap efektivitasnya. Vaksin di kala sakit atau tidak fit, dapat membuat sistem kekebalan tubuh tidak bisa merespon secara optimal “vaksin DBD” yang disuntikkan pada tubuh.Selain itu, riwayat terkena DBD sebelumnya juga bisa memengaruhi efektivitas dari vaksinasi yang diberikan. Namun, pemberian vaksin pada penyintas DBD juga sangat direkomendasikan untuk mencegah infeksi kedua, yang cenderung memiliki gejala yang lebih parah.2. Pemeriksaan Antibodi DengueSebelum pemberian vaksinasi, dokter atau tenaga medis juga akan melakukan pemeriksaan antibodi dengue. Langkah ini merupakan tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap virus dengue, yang juga biasanya digunakan untuk mendiagnosis DBD.Pemeriksaan ini dapat membantu tenaga medis untuk menyimak keberadaan antibodi dengue dalam tubuh Anda. Karena pada vaksin Dengvaxia misalnya, vaksin hanya bisa diberikan pada orang yang telah terkena DBD sebelumnya.3. Pemberian Vaksin Setelah melewati dua prosedur di atas, dokter dapat memberikan vaksin sesuai dengan kebutuhan Anda. Vaksin diberikan dengan metode injeksi, sesuai dengan dosis dan jadwal yang ada.Prosedur Pemeriksaan dan Vaksinasi di SurabayaSetelah mengetahui jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin, Anda dapat mengikuti prosedur pemeriksaan vaksinasi di Granostic Surabaya berikut ini:1. Daftar dan Buat Janji TemuLangkah pertama, Anda bisa menjadwalkan janji temu dengan dokter untuk berkonsultasi sebelum vaksinasi. Untuk membuat jadwal, Anda dapat mendaftarkan diri lewat laman Registrasi Online dan lengkapi data diri yang diperlukan, seperti pada gambar berikut ini:Setelah registrasi, Anda dapat langsung mengatur jadwal kunjungan ke dokter umum untuk berkonsultasi. Jadwal praktek dokter umum Granostic ada setiap hari, yakni setiap Senin–Jumat pada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Serta pada hari Sabtu dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.Saat berhasil mendaftar, Anda akan mendapatkan nomor antrian pada hari dan tanggal yang telah Anda masukkan.2. Pemeriksaan AwalProses pemeriksaan awal ini dilakukan oleh dokter umum, berupa konsultasi dan wawancara mengenai riwayat kesehatan Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, dan laju pernapasan.3. Tes Antibodi Dengue Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Anda juga akan diarahkan untuk melakukan tes antibodi dengue untuk mendeteksi adanya antibodi IgG dan IgM terhadap virus dengue dalam tubuh Anda.Pemberian Vaksin Dosis Pertama Jika kondisi tubuh memenuhi syarat ideal untuk vaksinasi, misalnya sehat dan pernah atau tidak pernah mengalami DBD sebelumnya, dokter akan memberikan vaksin dosis pertama.Pemberian vaksin umumnya dilakukan dengan metode injeksi, yang disuntikkan pada lengan bagian atas. Sehingga setelah vaksinasi umumnya Anda akan merasa nyeri dan bengkak di area suntikan.1. Jadwal Dosis Kedua Baik vaksin Qdenga dan Dengvaxia memiliki dosis maupun jadwal pemberian yang berbeda. Vaksin Qdenga diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak antardosis 3 bulan. Sementara vaksin Dengvaxia diberikan sebanyak 3 dosis, dengan jarak pemberian antardosis 6 bulan.2. Pemantauan Pasca Vaksinasi Vaksinasi DBD terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Namun Anda tetap dapat merasakan efek samping ringan, seperti pada vaksinasi lainnya. Misalnya nyeri atau kemerahan di area suntikan, sakit kepala, nyeri otot, merasa tidak enak badan, ataupun demam.Dokter dapat menjadwalkan pertemuan kembali untuk memantau kondisi tubuh pasca vaksinasi. Pada prosedur ini, Anda dapat mengonsultasikan keluhan atau efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi dilakukan. Alat yang Digunakan dalam Pemeriksaan dan VaksinasiBerikut ini alat yang digunakan dalam prosedur pemeriksaan dan vaksinasi DBD:1. Jarum Suntik SterilTim tenaga medis hanya akan menggunakan jarum suntik steril untuk menginjeksikan vaksin ke dalam tubuh Anda. Jarum suntik ini pun hanya digunakan sekali.2. Kit Tes Antibodi Dengue Untuk mendeteksi adanya antibodi dengue dalam darah Anda, digunakan juga kit tes antibodi dengue yang dapat memberikan hasil cepat dan akurat.3. Kapas Alkohol dan Antiseptik Kapas alkohol dan antiseptik digunakan untuk mengurangi risiko infeksi dari prosedur injeksi.4. Alat Penyimpan Vaksin Alat yang digunakan selanjutnya adalah kotak penyimpan vaksin, atau cold box. Kotak ini memiliki suhu dingin yang dilapisi dengan kantong es untuk menjaga vaksin DBD dalam kisaran suhu yang diperlukan selama proses distribusi vaksin.Mengapa Memilih Granostic Surabaya untuk Vaksinasi DBD?Sobat, vaksinasi DBD memiliki peranan penting untuk melindungi diri dan keluarga Anda dari infeksi virus dengue, penyebab demam berdarah. Namun, penting untuk memilih layanan kesehatan terpercaya untuk melakukan vaksinasi DBD ini, seperti di klinik Granostic Surabaya. Mengapa demikian?1. Tim Medis ProfesionalKlinik Granostic memiliki tim medis profesional dan berpengalaman di bidangnya. Anda dapat berkonsultasi dan mendiskusikan soal vaksin DBD serinci mungkin, sebelum benar-benar vaksinasi.Dokter kami juga akan memastikan bahwa proses vaksinasi berjalan sesuai standar yang ada, sehingga efek vaksin jadi lebih optimal.2. Fasilitas lengkap Klinik Granostic pun memiliki fasilitas kesehatan lengkap, mulai dari layanan konsultasi, layanan laboratorium, unit transfusi darah, farmasi, dan banyak lainnya. Sehingga dapat membantu proses vaksinasi DBD menjadi lebih efisien dan aman bagi pasien.Sebab layanan kesehatan di klinik Granostic dilakukan secara terpadu, yang mengutamakan keamanan dan kebutuhan pasien. Dengan demikian, proses vaksinasi yang membutuhkan sesi konsultasi dan pemeriksaan antibodi DBD, dapat langsung dilakukan melalui satu jalur pelayanan yang efisien.3. Harga Kompetitif Keunggulan lain dengan vaksinasi DBD di Granostic Surabaya adalah harganya yang kompetitif. Bukan cuma kompetitif, namun Anda juga bisa mendapatkan layanan lengkap mulai dari konsultasi, pemeriksaan kesehatan dan antibodi DBD, hingga proses vaksinasi yang dilakukan oleh staf medis ahli Granostic.4. Kemudahan Pendaftaran Granostic berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik untuk pasien dengan menghadirkan sistem yang accessible dan mudah. Misalnya, pendaftaran vaksin ini dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara online dan offline.Dengan mendaftar secara online, Anda dapat mengatur jadwal kunjungan dengan lebih fleksibel. Dokumen dan data diri yang perlu disertakan dalam formulir online juga tidaklah rumit.Sementara itu, saat Anda daftar secara offline, tim administrasi kami akan melayani Anda dengan profesional dan cekatan. Sehingga Anda tak perlu antri lama untuk mendaftar vaksin.5. Pelayanan Nyaman dan Cepat Staf medis di klinik Granostic juga memberikan layanan yang cepat dan ramah, sehingga dapat menciptakan rasa nyaman dan aman kepada pasien. Karena kami percaya, energi yang positif juga dapat memberikan kepercayaan diri dan optimisme pada pasien dalam menjaga kesehatan mereka.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai vaksinasi DBD di Surabaya. Mulai dari pengertian, efektivitas, jadwal, dan prosedur yang perlu Anda lewati.Sudah siap untuk melakukan vaksinasi DBD di Granostic? Segera daftar lewat laman Registrasi Online, ya!Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari demam berdarah dengan vaksinasi DBD bersama Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Dengue Vaccine: What You Need To Know. NewYork-Presbyterian Hospital. Diakses 2025Dengue Vaccination: A Practical Guide for Clinicians. MDPI (Basel, Switzerland). Diakses 2025What You Need to Know About the Dengue Vaccine. CDC. Diakses 2025Dengue Vaccine: What You Need to Know. Columbia Doctors. Diakses 2025
Bagaimana Jika Flu Menyerang Disertai Demam? Begini Penjelasannya
Flu merupakan penyakit pernapasan yang sangat umum terjadi. Meskipun umumnya tidak bersifat serius, gejala flu – apalagi yang disertai demam – bisa sangat mengganggu. Lantas jika flu disertai demam, bagaimana cara menyembuhkannya?Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Sobat Granostic perlu tahu bahwa flu disebabkan oleh infeksi virus influenza. Demam pada flu sangatlah wajar terjadi, yang menandakan reaksi sistem imun tubuh sedang melawan infeksi virus influenza.Meski begitu, demam tinggi dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan sakit. Sehingga penting bagi Sobat Granostic untuk menyimak penjelasan lengkap mengenai flu disertai demam berikut ini.Durasi Sembuh dari Flu dengan DemamGejala flu umumnya akan muncul dan memberat pada 2 hingga 3 hari setelah Anda terinfeksi oleh virus influenza. Melansir dari John Hopkins Medicine, gejala demam dan nyeri di seluruh tubuh umumnya bertahan selama 3 hingga 7 hari. Namun, batuk dan sensasi lemah dapat bertahan hingga 2 minggu atau lebih.Faktor yang mempengaruhi durasi sembuh meliputi:1. Sistem Kekebalan TubuhSistem kekebalan tubuh Anda memiliki peranan penting dalam mencegah infeksi virus influenza, meminimalisir keparahan gejalanya, hingga mendukung proses penyembuhannya. Sebab sistem imun Anda dapat memproduksi antibodi yang dapat menghancurkan sel asing, seperti yang ada pada flu. Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat dengan cukup selama Anda mengalami flu disertai demam. Kedua hal ini dapat membantu mencukupi kebutuhan energi dan memperkuat sistem imun Anda dalam melawan infeksi.2. Usia dan Kondisi Kesehatan Faktor lain yang memengaruhi durasi sembuh flu dengan demam adalah usia dan kondisi kesehatan. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang juga sangat berkaitan dengan usia dan kondisi kesehatan tubuhnya.Sebagai contoh, bayi dan anak-anak yang lebih muda memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Sehingga rentan terkena infeksi saluran pernapasan, seperti flu, serta berpotensi besar menunjukkan gejala yang cukup serius.Hal tersebut juga akan terjadi pada orang dengan masalah kesehatan tertentu, seperti HIV atau imunodefisiensi, yang memengaruhi kondisi sistem imun tubuh mereka.3. Pengobatan dan Perawatan Sobat Granostic, pengobatan dan perawatan yang diberikan selama seseorang mengalami flu dengan demam juga bisa berperan besar terhadap kecepatan kesembuhannya, loh.Bahkan saat Anda tidak menghiraukan kondisi tubuh dan tidak melakukan perawatan yang diperlukan, maka hal ini bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius.Langkah Pengobatan Flu dengan DemamSobat Granostic, perawatan dan pengobatan flu diberikan berdasarkan gejala yang dirasakan, usia, dan kondisi kesehatan penderita flu secara umum. Perawatannya juga sangat tergantung dengan seberapa parah gejala yang muncul.Namun, secara umum berikut ini beberapa langkah pengobatan flu dengan demam yang bisa Anda terapkan di rumah:1. Istirahat yang Cukup Istirahat merupakan obat paling mujarab untuk membantu tubuh Anda dalam melawan flu. Karena tubuh Anda membutuhkan waktu dan energi untuk melawan virus influenza, sehingga menarik diri dari aktivitas harian dan beristirahat hingga tubuh Anda membaik sangatlah direkomendasikan.Selain itu, dengan beristirahat di rumah, Anda juga dapat mencegah penularan virus flu ke orang lain. Karena virus ini sangat mudah menular, bahkan melalui droplet saliva saat Anda batuk, bertukar makanan atau minuman, dan lainnya.2. Konsumsi banyak CairanDemam tinggi bisa menyebabkan tubuh terasa lemas dan dehidrasi, karena itu pastikan Anda mengonsumsi banyak cairan saat flu menyerang. Anda dapat minum air putih hangat, juga minuman herbal yang dapat menghangatkan tubuh dan membuat Anda merasa lebih baik seperti teh dengan madu ataupun jahe. 3. Gunakan Obat Pereda Demam Saat flu terjadi dengan demam tinggi, misalnya 38°C atau lebih, Anda bisa mengonsumsi obat pereda demam yang dijual bebas di apotik seperti paracetamol atau ibuprofen. Kedua obat-obatan ini juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri di seluruh tubuh dan sakit kepala, yang umumnya juga menyertai flu.4. Makan Makanan Bergizi Tubuh Anda membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk dapat pulih dengan cepat dari flu. Anda dapat memilih hidangan yang kaya akan kandungan air dan tinggi nutrisi, seperti sup atau kaldu ayam yang hangat.Juga penuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan antioksidan dengan mengonsumsi buah-buahan maupun sayuran. Khususnya buah dan sayur dengan kandungan vitamin C tinggi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda, sehingga dapat mengurangi gejala flu.5. Gunakan Humidifier atau Uap Air HangatSaat flu Anda dapat mengalami hidung tersumbat atau berair, yang menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas. Untuk mengurangi gejala ini, Anda dapat menggunakan humidifier atau uap air hangat.Keduanya dapat membantu mengencerkan lendir di hidung, sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah dan membuat pernapasan jadi lebih lega. Hal ini juga akan sangat membantu tidur Anda di malam hari.Humidifier juga dapat menjaga udara di ruangan menjadi lebih lembap, yang sangat bagus mengingat udara kering akan membuat gejala flu Anda jadi lebih buruk.6. Kumur dengan Air Garam Satu lagi Langkah pengobatan flu yang bisa Anda coba di rumah, yakni berkumur menggunakan air garam. Melansir dari Healthline.com, garam telah terbukti secara ilmiah mampu membantu mengeluarkan air dari jaringan mulut, sekaligus menciptakan penghalang garam yang menghalangi air dan patogen berbahaya masuk Kembali ke dalam mulut.Hal inilah yang kemudian membuat berkumur dengan air garam dapat memblokir virus dan bakteri, mengurangi infeksi di mulut dan tenggorokan, serta meredakan peradangan yang terjadi saat Anda mengalami flu.7. Hindari Kontak dengan Orang LainSaat sedang flu, Anda dapat menularkan virus influenza kepada orang lain. Karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk menghindari kontak dengan orang lain dan fokus untuk memulihkan diri di rumah.Baca Juga: Kenali Perbedaan Flu dan Pilek Agar Tak Salah DiagnosaTips Pencegahan dengan Vaksin InfluenzaKendati sangat umum terjadi dan mudah sekali ditularkan, flu dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza.Vaksin influenza, dikenal juga dengan vaksin flu, merupakan vaksin yang dapat membantu melindungi Anda dari infeksi beberapa jenis virus influenza. Selain itu, vaksin influenza juga akan memberikan berbagai manfaat lain, seperti:Manfaat Vaksin Influenza1. Mengurangi Risiko Terkena Flu Berat.Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) berbagai studi menunjukkan bahwa vaksin influenza dapat mengurangi tingkat keparahan gejala flu, jika mereka masih terinfeksi. Masih dari CDC, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa dari orang dewasa yang dirawat inap karena flu, pasien yang divaksinasi memiliki risiko 26% lebih rendah untuk dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan risiko kematian akibat flu sebesar 31% lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi.2. Menurunkan Kemungkinan Rawat Inap Akibat Komplikasi FluKarena dapat mengurangi gejala flu yang berat, vaksinasi juga dapat menurunkan kemungkinan rawat inap akibat komplikasi flu. Melansir dari CDC, vaksinasi flu mencegah puluhan ribu rawat inap setiap tahunnya. Misalnya, selama tahun 2019 hingga 2020, vaksinasi flu mencegah 100.000 rawat inap terkait flu.3. Melindungi Kelompok Rentan seperti Anak-anak, Lansia, dan Penderita Penyakit Kronis.Flu sangat mudah menjangkiti orang-orang yang masuk ke dalam kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis. Orang-orang ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah daripada orang dewasa normal.Anak-anak bahkan dapat berkali-kali mengalami serangan flu dalam setahun. Mayo Clinic menyebutkan bahwa rata-rata anak-anak dapat mengalami flu sebanyak 6 kali dalam setahun. Gejalanya pun bisa ringan hingga berat, yang dapat mengganggu rasa nyaman dan pertumbuhan anak.4. Mencegah Penyebaran Virus ke Orang Sekitar.Selain untuk melindungi diri sendiri, vaksin influenza juga dapat menjaga orang di sekitar Anda dari virus flu dengan memutus rantai penyebarannya.Vaksin ini juga khususnya dapat melindungi orang yang lebih rentan terhadap penyakit flu yang serius, seperti bayi dan anak kecil, orangtua, dan orang-orang dengan kondisi kronis tertentu.Baca Juga: Cara Mencegah Flu Menyerang KembaliDimana Bisa Mendapatkan Vaksin Influenza di Surabaya?Sobat Granostic, vaksinasi influenza terbukti aman dan efektif untuk melindungi Anda serta orang terdekat dari penyakit flu. Tak hanya itu, vaksin ini juga dapat mencegah tingkat keparahan gejala dan komplikasi serius dari flu.Namun, pastikan untuk melakukan vaksin influenza ini di layanan kesehatan terpercaya seperti klinik Granostic Surabaya. Vaksinasi influenza di klinik Granostic akan dilakukan oleh tenaga medis ahli dan dipersonalisasikan dengan kondisi tubuh penerimanya.Adapun keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dengan vaksin influenza di klinik Granostic Surabaya misalnya:Pendaftaran mudah lewat Registrasi Online atau datang langsung ke klinik Granostic di Jalan Dharmahusada Nomor 146, Kecamatan Gubeng, Surabaya.Pelayanan Cepat dan efisien. Konsultasi dengan dokter umum, serta dengan dokter spesialis bila diperlukan.Layanan pemeriksaan kesehatan lengkap, yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan vaksinasi influenza.Harga kompetitif dengan pelayanan profesional.Menarik, bukan? Yuk, Sobat lindungi diri dan keluarga Anda dengan melakukan vaksinasi influenza di klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Flu (Influenza). Cleveland Clinic. Diakses 2025Influenza. The Johns Hopkins University. Diakses 2025Clinical Signs and Symptoms of Influenza. CDC. Diakses 202512 Tips for a Speedy Flu Recovery. Healthline. Medically reviewed by Megan Soliman, MD. Diakses 2025What Are the Benefits of a Salt Water Gargle?. Healthline. Medically reviewed by Jennifer Archibald, DDS. Diakses 2025
Apa Itu Infeksi Saluran Pernapasan? Yuk Kenali Sobat Granostic
Merawat saluran pernapasan sehat merupakan salah satu langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Nah, Anda dapat memulainya dengan mengenali informasi lengkap mengenai infeksi saluran pernapasan, jenis, penyebab, perawatan, dan pencegahannya. Mengapa begitu?Infeksi saluran pernapasan merupakan gangguan pernapasan yang sangat umum terjadi dan dapat menyerang siapa saja, termasuk pada orang tua dan anak-anak, atau seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Tingkat keparahan gejalanya pun bisa bervariasi, bergantung dengan jenisnya dan kondisi tubuh tiap orang. Nah, agar Anda bisa memberikan penanganan yang tepat dan mencegah infeksi terjadi, mari simak penjelasan lengkap soal apa itu infeksi saluran pernapasan berikut ini!Pengertian Infeksi Saluran PernapasanInfeksi saluran pernapasan merupakan infeksi pada bagian tubuh yang berkaitan dengan pernapasan, seperti sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Gangguan pernapasan ini dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia Berapa pun. Akan tetapi anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah atau perokok memiliki risiko yang tinggi terkena infeksi saluran pernapasan.Infeksi saluran pernapasan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus, yang umumnya cukup mudah ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.Meski begitu sebagian jenis infeksi saluran pernapasan dapat membaik dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus, namun terkadang pasien dengan gejala yang serius perlu memeriksakan dirinya ke dokter.Jenis-Jenis Infeksi Saluran PernapasanGejala dan tingkat keparahan infeksi saluran pernapasan pada tiap orang berbeda-beda, bergantung jenis infeksi yang dialami. Berikut ini beberapa jenis saluran infeksi pernapasan yang perlu Anda tahu:Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) terjadi pada sinus dan tenggorokan. Beberapa jenis penyakit pernapasan yang berkaitan dengan ISPA antara lain:1. Flu (Influenza)Influenza (flu) merupakan jenis ISPA yang sangat umum terjadi, yang disebabkan oleh berbagai tipe virus, namun paling sering terjadi karena infeksi rhinovirus. Demam, radang tenggorokan, batuk, bersin-bersin, dan hidung tersumbat atau meler, merupakan gejala-gejala yang terjadi Ketika seseorang terkena flu.2. Faringitis (radang tenggorokan).Tipe ISPA ini terjadi pada faring atau tenggorokan, serta sering dikenali sebagai sakit tenggorokan. Kondisi ini sering terjadi karena infeksi virus atau bakteri, yang menimbulkan gejala sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.3. SinusitisDikenal juga sebagai infeksi sinus, jenis ISPA ini terjadi pada bagian sinus, yang menyebabkan penyumbat saluran napas, sakit atau rasa tertekan pada bagian wajah, hingga keluarnya cairan hidung yang kental. Sinusitis dapat bersifat akut dan kronis, sehingga memerlukan perawatan yang tepat untuk mengatasinya.4. LaringitisJenis ISPA ini terjadi pada laring (pita suara), yang menyebabkan suara serak, kehilangan suara, dan iritasi pada tenggorokan. Kondisi ini juga sering terjadi karena infeksi virus.Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB)Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan bagian bawah, seperti area paru-paru dan kotak suara. Beberapa jenis penyakit yang termasuk dalam ISPB antara lain:1. BronkitisBronkitis merupakan kondisi pembengkakan dan iritasi yang terjadi pada saluran pernapasan menuju paru-paru. Umumnya, bronchitis terjadi oleh infeksi virus dan dapat membaik dengan perawatan ringan.Namun, batuk-batuk karena bronchitis dapat berlangsung berminggu-minggu dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Antibiotik juga jarang digunakan untuk perawatan bronkitis, karena tidak tidak dapat membunuh virus.Namun pada beberapa kasus, infeksi sekunder dapat terjadi pada penderita bronchitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Pada kasus seperti ini penggunaan antibiotic mungkin diperlukan, serta Anda bisa mendapatkan perawatan yang berbeda untuk meredakan kondisi tersebut.2. PneumoniaPneumonia merupakan infeksi pada paru-paru, yang juga disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, virus, fungi, hingga berbagai senyawa kimia atau benda padat yang terhirup ke saluran pernapasan. Beberapa kasus pneumonia juga terjadi sebagai komplikasi dari ISPA, seperti flu.Namun, pada umumnya orang dengan pneumonia dirawat dengan antibiotic. Atau juga menggunakan berbagai metode pengobatan yang dibutuhkan untuk meringankan gejalanya.3. Tuberkulosis (TB)Jenis ISPB selanjutnya adalah tuberkulosis, yang merupakan infeksi pada paru-paru atau jaringan lain. Meskipun sangat umum menyerang bagian paru-paru, tuberculosis juga dapat menyerang organ lain seperti tulang belakang, otak, ataupun ginjal.Melansir dari Cleveland Clinic, tak semua orang yang terkena TB mengalami sakit, namun saat mengalaminya maka diperlukan perawatan segera. Beberapa gejala dari penyakit TB misalnya batuk-batuk parah yang dapat terjadi lebih dari 2 minggu, nyeri pada dada, batuk berdarah, kelelahan atau kelemahan, kehilangan nafsu makan, turun berat badan, demam dan meriang, hingga keringat dingin di malam hari.4. HMPVHuman metapneumovirus (HMPV) merupakan jenis virus yang umumnya dapat menimbulkan gejala yang sama dengan flu atau pilek. Virus ini juga seringnya menyebabkan ISPA, tapi terkadang juga dapat menyebabkan ISPB seperti pneumonia, asma, atau menyebabkan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK).Baca selengkapnya mengenai, Jenis Infeksi Saluran Pernapasan Bawah.Penyebab Infeksi Saluran PernapasanSeperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa penyebab infeksi saluran pernapasan ini beragam, mulai dari infeksi virus, bakteri, dan jamur. Agar tahu bedanya, Anda dapat menyimak penjelasan berikut ini:VirusVirus menjadi penyebab yang sangat umum dari infeksi saluran pernapasan, baik infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) maupun infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB). BakteriSelain virus, infeksi saluran pernapasan juga dapat terjadi akibat infeksi bakteri, seperti pada penyakit TB dan pneumonia.JamurJamur juga bisa menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan, seperti pada pneumonia. Faktor Risiko Infeksi Saluran PernapasanInfeksi saluran pernapasan dapat terjadi pada semua orang, dari berbagai kalangan usia. Namun, ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko tinggi untuk terkena infeksi saluran pernapasan, seperti:1. Kondisi LingkunganKondisi lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan pada seseorang. Melansir dari Medical News Today, substansi dari lingkungan dapat mengiritasi atau menimbulkan inflamasi pada saluran pernapasan atau paru-paru, yang dapat menyebabkan infeksi. Misalnya, terlalu banyak menghirup asap tembakau, debu, senyawa kimia, vapor, allergen, hingga polusi udara.2. UsiaMeskipun dapat menyerang siapa saja, infeksi saluran pernapasan sangat rawan terjadi pada anak-anak dan lansia. Anak-anak memiliki sistem pernapasan yang masih belum sempurna, atau masih dalam tahap perkembangan, sehingga masih rentan terinfeksi penyakit.Sementara itu, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, kemampuan organ pernapasan juga akan berkurang. Sehingga juga lebih mudah terserang infeksi penyakit.3. Penyakit PenyertaInfeksi saluran pernapasan juga sangat mudah terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit penyerta dan berdaya tahan tubuh lemah. Misalnya seseorang yang mengidap penyakit paru-paru atau penyakit kronis lainnnya bisa memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran pernapasan.4. Kondisi Sosial dan EkonomiSeseorang dengan kondisi ekonomi dan sosial tertentu juga bisa meningkatkan faktor risiko terkena infeksi saluran pernapasan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kondisi sosial ekonomi seseorang dapat dihubungkan dengan risiko infeksi saluran pernapasan. Karena kondisi sosial ekonomi merupakan salah satu aspek dari kehidupan seseorang, yang dapat menentukan bagaimana kondisi fisik rumah atau lingkungan hidupnya. 5. ImunodefisiensiSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa kondisi imun yang lemah juga bisa menyebabkan seseorang lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan. Karena itu, orang dengan kondisi imunodefisiensi juga memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran napas, seperti pada pasien HIV/AIDS.Gejala Infeksi Saluran PernapasanPada dasarnya, gejala infeksi saluran pernapasan bisa sedikit berbeda dari satu orang ke yang lainnya, sesuai dengan penyebab dan kondisi tubuh pasien. Namun, secara umum berikut ini beberapa gejala infeksi saluran pernapasan yang perlu Anda tahu.Batuk, baik kering maupun berdahak.Infeksi saluran pernapasan dapat menimbulkan peradangan pada tenggorokkan, yang kemudian memicu sensasi tak nyaman, gatal, dan nyeri. Hal ini dapat membuat Anda merasa ingin batuk, yang juga dapat disertai dahak ataupun kering.1. DemamSelain batuk-batuk, infeksi saluran pernapasan juga sangat umum ditandai dengan demam. Naiknya suhu tubuh ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda mencoba mempertahankan dirinya dan melawan infeksi, yang kemudian menyebabkan peradangan.2. Pilek atau Hidung TersumbatSelain itu, infeksi saluran pernapasan juga dapat ditandai dengan munculnya lendir pada sinus. Hal ini dapat memicu penyumbatan pada hidung atau membuat hidung terasa berair (meler).3. Sakit TenggorokanInfeksi saluran pernapasan juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan, yang terjadi karena peradangan dan iritasi. Sakit tenggorokan dapat menyebabkan penderita infeksi saluran pernapasan mengalami batuk-batuk, suara serak, dan kesulitan menelan makanan.4. Sesak NapasBeberapa infeksi saluran pernapasan yang berat dapat menyebabkan gejala sesak napas, seperti TB, pneumonia, bronkitis, dan HMPV. Karena itu, untuk meredakan gejalanya, dokter dapat merekomendasikan dan meresepkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.5. Nyeri Dada Infeksi saluran pernapasan, khususnya ISPB, dapat menyebabkan rasa nyeri pada dada. Pada kasus penyakit TB, nyeri dada dapat terjadi karena batuk-batuk parah yang dialami oleh pasien. Selain itu, hal ini terjadi karena peradangan pada saluran nafas, ketegangan otot, hingga penyebaran infeksi.6. Lemas dan KelelahanInfeksi saluran pernapasan juga dapat menyebabkan gejala lemas dan kelelahan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda sedang melawan infeksi, sehingga energi tubuh menjadi berkurang dan menyebabkan sensasi lemas atau kelelahan.Diagnosa Infeksi Saluran PernapasanInfeksi saluran pernapasan dapat didiagnosis melalui berbagai prosedur medis berikut ini:AnamnesisDikenal juga sebagai prosedur konsultasi atau wawancara, di mana dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan pasien. Hasil wawancara ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosa jenis infeksi saluran pernapasan, dengan mengenali penyebab dan faktor risikonya.Pemeriksaan FisikSelain anamnesis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek kondisi vital tubuh. Misalnya, memeriksa suhu tubuh Anda, berat badan dan tinggi badan, tekanan darah, menyimak peradangan pada tenggorokan, serta berbagai gejala infeksi saluran pernapasan lain yang mungkin Anda alami.Pemeriksaan LaboratoriumNamun jika dari hasil pemeriksaan fisik dan wawancara menunjukkan bahwa Anda mungkin terkena infeksi paru-paru atau infeksi lain, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laboratorium. Mulai dari swab nasal dan tenggorokan, hingga tes sputum.PencitraanSelain pemeriksaan laboratorium, dokter juga dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan tes pencitraan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana kondisi organ pernapasan Anda dan mendeteksi dini adanya gangguan dengan menyimak gejalanya secara mendetail.Beberapa jenis tes pencitraan yang dimaksud misalnya X-Ray dada, CT-Scan paru-paru, hingga tes fungi paru-paru.Komplikasi Infeksi Saluran PernapasanJenis infeksi saluran pernapasan yang umum terjadi biasanya bersifat ringan dan dapat sembuh tanpa melalui prosedur pengobatan yang rumit. Namun, dalam beberapa kasus, seseorang juga dapat mengalami komplikasi dari infeksi saluran pernapasan, seperti:1. PneumoniaPneumonia juga bisa terjadi sebagai komplikasi infeksi saluran pernapasan, utamanya penyakit kronis seperti asma dan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK). Selain itu, menurut Mayo Clinic, pneumonia bisa terjadi Ketika seseorang dirawat dalam perawatan intensif rumah sakit, yang utamanya menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator).2. Bronkitis KronisBronkitis kronis dapat terjadi Ketika Anda mengalami gejala bronkitis secara berkala selama dua tahun atau lebih. Komplikasi infeksi saluran pernapasan ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok atau iritan paru-paru lainnya. Seseorang dengan riwayat penyakit asma juga memiliki risiko tinggi terkena bronkitis kronis.3. Asma yang MemburukInfeksi saluran pernapasan dan asma saling berkaitan. Seseorang yang mengidap asma akan lebih rentan terkena infeksi saluran napas, begitupun sebaliknya infeksi dapat menyebabkan gejala asma lebih buruk. Bahkan, infeksi saluran pernapasan akut dapat menjadi salah satu faktor penyebab asma yang paling sering terjadi.4. Infeksi SekunderSeseorang yang mengalami infeksi saluran pernapasan juga bisa terkena infeksi sekunder oleh bakteri. Hal ini dapat membuat gejala infeksi jadi lebih parah dan meningkatkan risiko morbiditas yang tinggi. Sebagai contoh, melansir dari National Health Service UK, pasien infeksi virus influenza kerap mengembangkan pneumonia sekunder.Infeksi sekunder ini dapat terjadi karena flora bakteri normal dihancurkan selama pengobatan infeksi saluran pernapasan, pertahanan tubuh pasien melemah setelah infeksi virus, hingga gangguan integritas penghalangan paru-paru dan masalah pada daya tahan tubuh.Pengobatan Infeksi Saluran PernapasanPengobatan dan perawatan infeksi saluran pernapasan diberikan sesuai dengan penyebab dan gejala yang dialami oleh pasien. Berikut penjelasan lengkapnya:1. AntiviralPemberian antiviral digunakan untuk membantu melawan infeksi virus yang parah atau berkepanjangan, seperti infeksi influenza. Melansir dari National Library of Medicine, agen antivirus seperti amantadine dan rimantadine, dapat menghambat replikasi virus dan mengurangi keparahan serta durasi gejala.2. AntibiotikSementara itu, pengobatan menggunakan antibiotik diberikan saat infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa antibiotic yang umumnya diresepkan misalnya amoksisilin, azitromisin, eritromisin, cefixime, clarithromycin, baquinor forte, hingga sefalosporin generasi pertama.3. AntijamurJika infeksi saluran pernapasan disebabkan oleh jamur atau fungi, dokter dapat memberikan obat antijamur kepada pasien. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan ergosterol, yakni komponen penting dalam dinding sel jamur. Beberapa jenis obat anti jamur yang diresepkan untuk mengatasi infeksi jamur pada saluran pernapasan misalnya fluconazole, itraconazole, ketoconazole, hingga PC945.4. SimptomatikSebagai perawatan, dokter juga dapat memberikan pengobatan simptomatik untuk mengurangi gejala infeksi saluran pernapasan yang dirasakan oleh pasien. Misalnya dengan meresepkan obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala, obat pereda demam dan batuk-batuk, dan banyak lainnya. 5. Terapi OksigenPada infeksi saluran pernapasan yang parah, pasien dapat mengalami gejala sesak napas sehingga memerlukan terapi oksigen. Terapi ini dilakukan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, sehingga membuat pasien bernapas lebih lega dan melindungi fungsi organ tubuh.Pencegahan Infeksi Saluran PernapasanSetelah menyimak apa saja jenis, penyebab, dan pengobatannya, Anda juga perlu memahami apa saja langkah pencegahan yang bisa diterapkan untuk mengurangi risiko terkena infeksi saluran pernapasan. Berikut penjelasan lengkapnya!1. VaksinasiLangkah pencegahan infeksi saluran pernapasan pertama adalah vakisnasi, yang bisa membantu menghalau infeksi virus pada tubuh Anda. Khususnya pada anak-anak, pastikan Anda memberikan si Kecil vaksinasi dasar yang dibutuhkannya, terutama vaksin flu (influenza).2. Kebersihan PribadiLangkah selanjutnya adalah menjaga kebersihan pribadi, misalnya dengan rutin mencuci tangan sebelum makan dan minum. Virus, bakteri, dan jamur penyebab penyakit dapat menempel di tangan Anda, lalu terbawa masuk ke dalam tubuh dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.Selain itu, Anda juga bisa menjega kebersihan lingkungan untuk mencegah pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur penyebab penyakit. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, serta bebas debu atau zat iritan lain yang dapat menyebabkan infeksi.3. Menghindari Kontak dengan Orang SakitInfeksi saluran pernapasan, utamanya yang disebabkan oleh virus, dapat dengan mudah menular, misalnya melalui droplet air liur. Karena itu, pastikan untuk menghindari kontak dengan orang yang sakit untuk mencegah penularan.4. Meningkatkan Imun TubuhLangkah paling mendasar untuk membuat tubuh Anda tidak mudah sakit adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Untuk meningkatkan sistem imun tubuh ini juga tak begitu sulit, pastikan Anda berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mendapatkan asupan cairan 5. Mengurangi Paparan PolusiSebagian besar masalah pernapasan juga disebabkan oleh paparan polusi, yang dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran napas Anda. Karena itu, sebagai langkah pencegahan, Anda dapat mengurangi paparan polusi dengan menggunakan masker ketika berkendara, rajin membersihkan kamar dan air conditioner (AC), memastikan aliran udara pada ruangan juga optimal.Periksa Kesehatan Anda di GranosticSobat Granostic, infeksi saluran pernapasan memang umumnya bersifat ringan dan dapat sembuh dalam beberapa lama. Akan tetapi, pada beberapa kasus, jika tidak ditangani dengan baik infeksi dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius dan memicu gejala lebih parah.Karena itu, ada baiknya bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di Klinik Granostic, untuk mencegah, mendeteksi dini, dan mendapatkan perawatan yang tepat dalam mengatasi infeksi saluran pernapasan.Beberapa prosedur pemeriksaan kesehatan yang dapat Anda lakukan di klinik Granostic misalnya:Pemeriksaan Darah untuk Mendeteksi InfeksiAnda dapat melakukan prosedur pemeriksaan darah untuk mendeteksi dini infeksi. Prosedur ini dapat membantu mendiagnosa berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, ataupun jamur.Tes Molekuler untuk Mengidentifikasi Virus atau Bakteri Bersama dengan tim medis professional Granostic, Anda juga bisa melakukan prosedur tes molekuler untuk mengidentifikasi virus atau bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan yang Anda alami. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah, air liur, lendir, atau jaringan Anda untuk memeriksa sejumlah materi genetic pathogen (penyebab penyakit).Pencitraan Medis seperti Rontgen DadaSelain pemeriksaan laboratorium, dokter klinik Granostic juga dapat merekomendasikan rangkaian pencitraan medis seperti rontgen dada, yang membantu mengamati kondisi organ pernapasan Anda dengan mendetail.Rontgen dada biasanya digunakan untuk mendiagnosis adanya masalah yang serius pada organ paru-paru, seperti pneumonia dan TB.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai apa itu infeksi saluran pernapasan. Juga apa saja yang menjadi penyebabnya, prosedur diagnosis, pengobatan, hingga langkah-langkah pencegahannya.Pastikan untuk selalu memeriksakan kesehatan tubuh dan sistem pernapasan Anda di klinik kesehatan terpercaya seperti Granostic Medical Center, Surabaya. Bersama tim kesehatan profesional kami, Anda dapat memeroleh perawatan medis terpadu, yang nyaman dan aman.Selain itu, dengan adanya layanan telekonsultasi juga akan memudahkan Anda untuk terhubung dengan dokter umum dan spesialis klinik Granostic secara online. Konsultasi kesehatan jadi lebih mudah dan praktis, deh!Yuk, Sobat, lindungi keluarga dan diri Anda dari infeksi saluran pernapasan dengan rutin cek kesehatan di Klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:What Is Respiratory Infection?. Northwestern University. Diakses 2025Respiratory tract infections (RTIs). NHS UK. Diakses 2025Upper Respiratory Infection. Cleveland Clinic. Diakses 2025Respiratory Tract Infections - Antibiotic Prescribing. National Library of Medicine. Diakses 20255 Upper Respiratory Tract Infections and What They Mean. Gleneagles Hospital is part of IHH Healthcare Singapore. Dr Chao Siew Shuen (Otorhinolaryngologist). Diakses 2025Lower respiratory tract infections: What to know. Medical News Today. Medically reviewed by Alana Biggers, M.D., MPH. Diakses 2025Upper Respiratory Infections: Causes, Symptoms and Care Tips. Max Healthcare. y Dr. Manish Garg in Pulmonology. Diakses 2025Preventing Respiratory Viruses. CDC. Diakses 2025FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN. STIKES Suaka Insan Banjarmasin. Warjiman, Safariah Anggraini, Kriantani Amelia Sintha. Diakses 2025
Apa Saja Jenis Infeksi Saluran Pernapasan Bawah? Selengkapnya Disini
Meskipun sama-sama dapat menyebabkan batuk dan gangguan pada saluran napas, infeksi saluran pernapasan atas dan bawah memiliki karakteristik yang berbeda, serta memerlukan perawatan tersendiri. Nah, dalam artikel kali ini Granostic akan membagikan informasi mengenai jenis infeksi saluran pernapasan bawah secara lengkap. Penasaran?Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) merupakan infeksi yang terjadi pada paru-paru atau organ di bawah pita suara. Contoh penyakit yang dapat terjadi akibat ISPB yakni pneumonia, bronkitis, dan tuberkulosis.Tingkat keparahan dan gejala yang timbul dari ISPB juga sangat bervariasi. Karena itu, Granostic akan membahas lebih lanjut ciri-ciri infeksi saluran pernapasan bawah berikut ini.Ciri-Ciri Infeksi Saluran Pernapasan BawahISPB memiliki gejala yang cukup variatif, bergantung dengan jenis infeksinya dan tingkat keparahan infeksi. Namun, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri umum infeksi saluran pernapasan bawah, seperti:1. BatukBatuk merupakan gejala infeksi saluran pernapasan bawah yang paling umum, bisa terjadi Ketika Anda mengalami infeksi yang parah maupun ringan. Batuk-batuk ini juga dapat disertai dengan sputum, yakni lendir yang diproduksi oleh paru-paru, bronkus, dan trakea kita.2. Sesak NapasSelain batuk-batuk, ciri-ciri ISPB selanjutnya adalah sesak napas. Gejala ini khususnya sering terjadi pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi terkena ISPB, seperti lansia, perokok aktif, atau orang dengan kondisi Kesehatan tertentu. Sesak napas, atau dyspnea, yang terjadi dapat bersifat ringan hingga berat. Gejala ini juga bisa menjadi indikator penting bagaimana infeksi berdampak pada sistem pernapasan pasien.3. Demam TinggiDemam merupakan ciri yang paling umum dari infeksi saluran pernapasan bawah. Gejala ini timbul sebagai tanda bahwa tubuh Anda tengah melawan infeksi bakteri, virus, atau kuman penyebab penyakit.Demam terjadi ketika hipotalamus, bagian dari otak, menaikkan suhu tubuh. Seseorang dapat dikatakan mengalami demam bila suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih.4. Nyeri DadaNyeri pada dada kerap terjadi pada orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan bawah, apalagi yang mengalami pneumonia. Nyeri ini kerap kali terasa lebih parah saat pasien mengalami batuk atau menarik napas dalam-dalam.5. KelelahanCiri lain seseorang mengalami ISPB adalah kelelahan yang tidak biasa, misalnya waktu kurang tidur di malam hari. Kelelahan ini juga dapat disertai dengan rasa tidak nyaman dan nyeri pada otot atau persendian.Rasa lelah dan nyeri pada tubuh ini terjadi karena sistem imun mengerahkan energi ekstra untuk melawan infeksi yang Anda alami.6. MengiMengi merupakan suara seperti siulan saat seseorang bernapas, yang terjadi akibat penyumbatan dan peradangan saluran napas. Gejala ini juga disebut sebagai wheezing.Ciri ini biasanya dapat terdeteksi selama pemeriksaan fisik dan dikaitkan dengan infeksi pernapasan yang lebih parah. Seperti bronkiolitis, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan banyak lainnya.Jenis-Jenis Infeksi Saluran Pernapasan BawahCiri-ciri di atas dapat menandakan seseorang terkena infeksi saluran pernapasan bawah secara umum. Untuk dapat mengidentifikasi kondisi Anda dengan lebih baik, simak apa saja jenis-jenis infeksi saluran pernapasan bawah berikut ini:1. BronkitisBronkitis merupakan iritasi dan pembengkakan pada saluran udara yang menuju paru-paru. Paling sering, bronkitis ini disebabkan oleh virus dan dapat hilang dengan sendirinya.Namun, batuk-batuk yang dialami oleh pasien bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan berlangsung selama berminggu-minggu. Beberapa gejala lain yang dapat menyertai bronkitis misalnya:nyeri otot dadakelelahansesak napas ringanbatuk berdahak atau keringMeskipun gejalanya cukup ringan, seseorang dengan riwayat penyakit asma dan PPOK perlu mendapatkan perawatan lebih komprehensif saat mengalami bronchitis. Begitu juga dengan lansia, perokok aktif, dan orang-orang dengan sistem imun yang rendah dapat mengalami gejala yang lebih parah.2. PneumoniaPneumonia merupakan infeksi paru-paru, yang jenisnya juga cukup banyak. Kondisi medis ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk virus, bakteri, jamur, bahkan bahan kimia atau benda padat yang tak sengaja terhirup ke dalam paru-paru. Bahkan, banyak juga kasus pneumonia yang terjadi sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek atau flu.Beberapa gejala umum yang muncul saat seseorang mengalami pneumonia antara lain:demambatuk-batuksesak napas atau kesulitan bernapasnyeri dadakelelahanPneumonia yang diakibatkan oleh infeksi virus menyebabkan batuk kering, dan tingkat keparahan gejala dapat terjadi dari rentang ringan hingga berat. Sementara, pneumonia yang terjadi akibat infeksi bakteri dapat memberikan gejala yang lebih parah, seperti demam dan batuk berdahak.3. BronkiolitisJenis infeksi saluran pernapasan bawah selanjutnya adalah bronkiolitis, yang merupakan peradangan atau pembengkakan pada saluran udara kecil di paru-paru. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Melansir dari VerryWellHealth.com, penyakit ini paling sering terjadi pada bayi berusia 3 hingga 6 bulan, dengan virus sinsitial pernapasan (RSV) sebagai penyebab utamanya.Gejala awal dari bronkiolitis misalnya:hidung tersumbatmeler atau hidung berairbatuk-batukdemamPada hari ketiga hingga kelima, yang mencapai puncak sakit, anak-anak dapat menunjukkan gejala bernapas dengan cepat, tidak nafsu makan dan tampak tidak aktif. Jika gejala ini timbul, Anda perlu memeriksakan si Kecil ke dokter dengan segera.4. Tuberkulosis (TB)Jenis infeksi saluran pernapasan bawah selanjutnya adalah tuberculosis (TB), yang merupakan penyakit serius dan utamanya menyerang organ paru-paru. Kuman yang menyebabkan tuberculosis adalah sejenis bakteri.Penyakit ini sangat mudah menyebar saat penderitanya batuk, bersin, atau bahkan berbicara / aktifitas yang mengeluarkan suara dengan cukup lantang. Aktivitas ini dapat menyebarkan droplet kecil berisi kuman ke udara, yang jika terhirup oleh orang lain akan membawa kuman masuk ke dalam paru-paru orang tersebut.Saat awal masa infeksi, gejala TB dapat menyerupai flu biasa seperti demam ringan, batuk-batuk, hingga kelelahan. Namun, ketika bakteri melewati masa laten, pasien TB dapat mengalami beberapa gejala berikut:batuk-batuk, batuk darah atau lendir, nyeri dada, nyeri saat bernapas atau batuk, demam, meriang, keringat dingin di malam hari, turun berat badan, kehilangan nafsu makan, kelelahan, merasa tidak enak badan secara umum5. Abses ParuSelanjutnya ada abses paru, yang merupakan kondisi dimana terdapat rongga bernanah di paru-paru dan dikelilingi oleh jaringan yang meradang. Abses paru biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang hidup di mulut atau tenggorokan ke dalam paru-paru, sehingga menyebabkan infeksi.Melansir dari WebMD.com, berikut ini beberapa gejala abses paru-paru:kelelahan,kehilangan nafsu makan,keringat malam.mengeluarkan dahak (campuran air liur dan lendir) dengan nanah yang seringkali berasa asam, berbau busuk, atau berlumuran darah.6. HMPVHuman metapneumovirus (HMPV) merupakan jenis virus yang biasanya menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Nah, virus ini kerap menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, tapi juga bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia, kambuhnya asma, atau memperburuk penyakit paru obtruktif kronik (PPOK).Melansir dari Cleveland Clinic, berikut ini beberapa gejala dari HPMV:batukdemamhidung tersumbat atau berairtenggorokan sakitmenginapas pendek-pendek atau sesak napasruamBaca selengkapnya disini, Kenali Yuk, Apa Itu HMPV?Penyebab dan Gejala Infeksi Saluran Pernapasan BawahSetelah menyimak apa saja jenis-jenis infeksi saluran pernapasan bawah, berikut ini penjelasan mengenai penyebab dan gejala umum dari ISPB:PenyebabISPB dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan iritan lingkungan. Berikut penjelasan lengkapnya:1. VirusVirus menjadi penyebab paling umum dari infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan COVID-19. Pada bronkitis misalnya, penyakit ini kerap disebabkan oleh influenza dan rhinovirus, yang juga dapat memicu flu dan pilek biasa.2. BakteriSelain virus, infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat disebabkan oleh bakteri. Pada pneumonia, bakteri yang menginfeksi paling sering disebut Streptococcus pneumoniae. Kemudian pada tuberculosis bakteri penyebabnya disebut Mycobacterium tuberculosis.3. JamurJamur juga dapat menjadi salah satu pemicu infeksi saluran pernapasan bawah. Kondisi ini juga disebut sebagai mikosis paru.4. Iritan LingkunganSelain mikroorganisme, infeksi saluran pernapasan bawah juga dapat disebabkan oleh iritan lingkungan. Zat yang dimaksud sebagai iritan lingkungan ini misalnya polusi udara, debu, asap rokok, atau zat kimia yang terhirup dari udara ke saluran pernapasan.Gejala UmumSaat mengalami ISPB seseorang dapat mengalami beberapa gejala yang umum berikut ini:1. Batuk berdahak.ISPB dapat menyebabkan batuk berdahak, yang diproduksi dalam jumlah banyak oleh tubuh untuk melindungi saluran pernapasan dari infeksi dan benda asing.. Dahak merupakan saliva yang bercampur dengan lendir (mucus). Namun, beberapa jenis ISPB juga dapat menyebabkan batuk kering seperti pneumonia yang disebabkan oleh virus.2. Sesak napas yang progresif.Sesak napas adalah salah satu gejala yang juga sangat umum menyertai penderita ISPB. Gejala ini dapat terjadi karena infeksi menyebabkan pembengkakan dan penumpukan cairan pada saluran napas, yang menyebabkan pasien merasa sulit untuk bernapas.3. Demam dan menggigil.Demam dan menggigil juga menjadi gejala yang sangat umum terjadi ketika seseorang mengalami infeksi, termasuk ISPB. Gejala ini timbul sebagai tanda bahwa tubuh pasien sedang sibuk melawan infeksi.Demam terjadi ketika hipotalamus di otak mengatur suhu tubuh agar lebih tinggi, untuk membantu melawan infeksi. Sementara, menggigil terjadi ketika kontraksi otot meningkatkan suhu tubuh.4. Nyeri dadaISPB juga umumnya disertai dengan rasa nyeri dada, yang terjadi karena adanya peradangan, pada saluran pernapasan, ketegangan otot, hingga pembengkakan pada saluran bronkial.5. Kelemahan umum.Tubuh yang terinfeksi biasanya akan terasa lebih lemah dan lemas, karena tubuh memfokuskan energi untuk melawan infeksi. Selain itu, demam tinggi yang terjadi saat infeksi juga dapat menyebabkan dehidrasi, yang bisa membuat tubuh pasien terasa lemah.Diagnosa Infeksi Saluran Pernapasan BawahAda beberapa jenis infeksi saluran pernapasan bawah, yang memiliki gejala, tingkat keparahan, dan pengobatan yang berbeda-beda. Karena itu, perlu adanya diagnosa yang tepat untuk mengetahui jenis infeksi saluran pernapasan mana yang dialami oleh pasien.Beberapa prosedur diagnosa infeksi saluran pernapasan bawah antara lain:1. AnamnesisAnamnesis merupakan istilah medis yang merujuk pada proses pengumpulan riwayat medis. Dalam prosedur ini, dokter akan melakukan wawancara terstruktur untuk mengetahui bagaimana riwayat penyakit pasien.Dokter dapat mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala yang sering dialami, obat terakhir yang diminum, riwayat alergi, bagaimana riwayat Kesehatan anggota keluarga, hingga gaya hidup dan lingkungan tinggal.Hasil wawancara ini akan membantu dokter untuk mendiagnosa jenis infeksi saluran pernapasan bawah yang dialami pasien. Serta dapat digunakan untuk merekomendasikan perawatan dan pengobatan yang diperlukan. 2. Pemeriksaan FisikSetelah proses wawancara, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyimak kondisi vital pasien. dan rongga mulut, juga paru-paru pasien.Pemeriksaan tanda-tanda vital ini meliputi denyut jantung, laju pernapasan pasien, suhu tubuh, saturasi oksigen, tekanan darah, hingga berat badan pasien.3. Pemeriksaan LaboratoriumAgar hasil pemeriksaan lebih akurat, dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, yang meliputi:Kultur DahakKultur dahak merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi jamur, bakteri, atau virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, seperti pneumonia, bronchitis, hingga tuberculosis.Tes Darah LengkapSelain menggunakan dahak, pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis ISPB selanjutnya adala tes darah lengkap. Tes ini dapat membantu mendeteksi antibodi dari organisme tertentu atau virus, dengan mengukur level dari sel darah tertentu.4. PencitraanTes pencitraan dilakukan untuk mengetahui organ dalam tubuh, berkaitan dengan ISPB biasanya tes pencitraan dilakukan dengan beberapa prosedur berikut:Rontgen DadaProsedur ini menggunakan sinar X untuk melihat bagaimana kondisi organ dan tulang yang ada dalam dada. CT ScanCT scan merupakan prosedur pemindaian tubuh menggunakan sinar-X dan komputer, sehingga dapat menghasilkan gambar lebih detail terhadap organ dalam tubuh. Pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk mendiagnosis ISPB, dengan melihat kondisi paru-paru dan organ dalam dada pasien lainnya.5. Tes Fungsi ParuSelanjutnya, untuk mendiagnosis ISPB dokter juga dapat menjalankan tes fungsi paru atau Pulmonary Function Test, yang fungsinya untuk mengukur seberapa baik paru-paru Anda bekerja.Beberapa jenis tes fungsi paru misalnya:spirometrypletismografi parupengujian difusi paru-paru.Perbedaan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)Nah, Sobat Granostic, selain ISPB Anda pasti kerap mendengar soal infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), bukan? Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga penanganan medis yang diberikan pun tidaklah sama.Agar tak salah mengenali, Anda bisa langsung simak beberapa perbedaan ISPB dengan ISPA berikut ini.Lokasi InfeksiISPAISPA terjadi pada struktur di laring atau di atasnya, seperti pada tenggorokan dan area hidung (sinus).ISPBISPB merupakan infeksi yang terjadi pada saluran nafas di bawah laring, seperti pada bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.Gejala UtamaISPASeseorang yang mengalami ISPA akan mengalami gejala yang umumnya terasa di bagian atas leher, seperti bersin-bersin, sakit kepala, sakit tenggorokan. Juga dapat mengalami pegal-pegal di seluruh tubuh, terutama bagi mereka yang mengalami demam.ISPBSeseorang yang mengalami ISPB akan mengalami batuk-batuk sebagai gejala utamanya, yang biasanya disertai dengan nyeri dada, dan napas sesak.Tingkat KeparahanISPAISPA biasanya memiliki gejala yang lebih ringan, serta dapat sembuh dengan perawatan rumahan. Namun, jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat dan timbul berlarut-larut, ISPA bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia.ISPBMelansir dari National Library of Medicine, skor keparahan pernapasan pada ISPB cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengalami ISPA. Pencegahan dan PengobatanPengobatan ISPBPengobatan ISPB diresepkan dan direkomendasikan oleh dokter sesuai dengan penyebab infeksi serta tingkat keparahan gejalanya. Secara umum, berikut ini beberapa metode pengobatan ISPB yang digunakan:AntiviralJika ISPB terjadi karena infeksi virus, dokter dapat meresepkan obat antiviral dalam rencana pengobatan pasien. NLM menyebutkan bahwa penggunaan antiviral ini juga telah digunakan untuk menangani pneumonia virus seperti sindrom pernapasan akut berat (SARs) dan flu burung, yang disebabkan oleh virus influenza A/H5N1.AntibiotikSementara jika ISPB terjadi akibat infeksi bakteri, seperti pada tuberkulosis, maka dokter dapat meresepkan antibiotik yang dapat dikonsumsi secara oral oleh pasien.AntijamurTerapi penggunaan obat-obatan antijamur akan diresepkan jika ISPB yang dialami pasien terjadi karena infeksi fungi/jamur, seperti pneumonia fungal pneumonia yang kerap disebabkan oleh aspergillus, cryptococcus, atau pneumocystis.Terapi SimptomatikTerapi simtomatik merupakan jenis terapi yang fokus untuk meredakan gejala yang dialami oleh pasien. Misalnya, jika pasien ISPB mengalami nyeri dada, batuk-batuk yang parah, mengi, dan kesulitan bernapas, maka dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala-gejala tersebut.OksigenasiTerapi ini menggunakan oksigen, yang dapat diberikan pada pasien ISPB yang mengalami kesulitan bernapas karena pembengkakan atau penumpukan lendir di saluran pernapasan mereka. Sehingga pasien dapat bernapas dengan lega dan mampu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh mereka.Pencegahan ISPBBerikut ini beberapa langkah pencegahan ISPB yang bisa Anda terapkan secara pribadi dan pada keluarga, seperti:VaksinasiMelakukan vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah infeksi virus-virus penyebab infeksi saluran pernapasan bawah. Ada banyak jenis vaksinasi yang bisa Anda pertimbangkan untuk dilakukan, misalnya vaksinasi influenza, vaksin difteri, vaksin pneumonia, hingga vaksin respiratory syncytial virus (RSV).Higiene PribadiSelain vaksin, menjaga kebersihan diri juga sangat penting dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan, baik atas maupun bawah. Pasalnya, debu dan polusi yang ada di dalam kamar juga dapat mengiritasi saluran pernapasan Anda serta menyebabkan infeksi.Tak hanya itu, kamar yang lembab juga dapat memicu tumbuhnya jamur, yang jika terhirup dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan infeksi pada saluran napas.Menghindari Asap RokokAsap rokok memberikan dampak buruk pada kesehatan secara umum, tak hanya mengiritasi namun juga dapat membuat Anda jadi lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan bawah, loh!Meningkatkan Imun TubuhPada dasarnya, menjaga sistem imun Anda untuk selalu kuat sangatlah penting. Dengan demikian, sistem imun Anda dapat melawan infeksi yang ada dengan optimal.Menggunakan MaskerSebagai langkah pencegahan selanjutnya, Anda dapat menggunakan masker ketika berada di ruangan yang sama dengan orang yang sakit, atau di perjalanan jauh.Masker dapat menjadi garda terdepan saluran pernapasan Anda untuk mencegah masuknya iritan lingkungan dan berbagai mikroorganisme lain, yang dapat menyebabkan ISPA maupun ISPB.Periksa Kesehatan Anda di GranosticSetelah menyimak penjelasan lengkap soal ISPB di atas, ada satu poin penting yang perlu Sobat ingat: memeriksakan kesehatan paru-paru secara rutin dapat membantu deteksi dini penyakit!Tak hanya bantu deteksi dini, Anda juga bisa memantau bagaimana keadaan paru-paru Anda secara berkala. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ini, Anda dapat mempercayakannya bersama klinik Granostic. Kenapa?Tes Laboratorium Seperti Kultur Dahak dan Pemeriksaan Darah LengkapKlinik Granostic menyediakan tes laboratorium lengkap, seperti kultur dahak dan tes darah lengkap. Sehingga hasil pemeriksaan atau diagnosa kesehatan tubuh dan saluran pernapasan Anda juga akan lebih akurat.Rontgen Dada Untuk Mendeteksi Infeksi pada Paru-paruSelain tes laboratorium, Granostic juga memiliki perlengkapan tes pencitraan modern, yang dapat membantu dokter untuk menganalisa kondisi organ dalam dada dan saluran pernapasan Anda lebih mendetail. Seperti prosedur rontgen dada yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya masalah pada paru-paru Anda.Konsultasi dengan Dokter Spesialis Paru BerpengalamanLayanan pemeriksaan ini makin lengkap karena akan didampingi oleh dokter spesialis paru yang berpengalaman di bidangnya. Sehingga, Anda dapat mengonsultasikan keluhan, rasa khawatir, dan memperoleh edukasi mengenai kesehatan maupun kondisi paru Anda secara komprehensif.Dokter dengan profesional akan mendampingi Anda selama proses pemeriksaan, pengobatan, dan rawat jalan. Sehingga Anda dapat menjalani proses pemulihan yang nyaman dan aman.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap soal apa itu infeksi saluran pernapasan bawah. Lengkap dengan gejala, penyebab, jenis, dan bagaimana diagnosa serta pengobatannya.Yuk. jangan lupa untuk selalu cek kesehatan Anda secara rutin dan lindungi keluarga dari ISPB bersama klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:What Is a Lower Respiratory Tract Infection?. GoodRx. Edited by: Sophie Vergnaud, MD. Diakses 2025Fungi-Induced Upper and Lower Respiratory Tract Allergic Diseases: One Entity. National Library of Medicine. Diakses 2025Lower respiratory tract infections: What to know. Medical News Today. Medically reviewed by Alana Biggers, M.D., MPH. Diakses 2025
Kenali Yuk, Apa Itu HMPV?
Memiliki gejala yang sama dengan flu, HMPV justru disebabkan oleh virus yang berbeda dan bahkan bisa menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan flu biasa. Virus ini bahkan sangat berisiko tinggi menyerang anak di bawah usia lima tahun dan bayi baru lahir, lansia, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.Agar tak salah dalam memberikan penanganan pertama, Sobat Granostic bisa simak penjelasan lengkap soal apa itu HMPV melalui rangkuman berikut ini, ya!Pengertian Human Metapneumovirus (HMPV)Human metapneumovirus (HMPV) merupakan jenis virus yang sangat umum menyerang saluran pernapasan. Virus ini termasuk dalam famili virus yang disebut pneumovirus, atau kelompok yang sama dengan respiratory syncytial virus (RSV).Infeksi HMPV dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Virus ini juga umumnya memicu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), namun tidak jarang juga menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) seperti pneumonia, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).Umumnya, HMPV menyerang anak-anak ketika mereka berusia kurang dari 5 tahun. HMPV juga dapat kembali menjangkit penyitasnya, namun dengan gejala yang lebih ringan setelah infeksi pertama.Penyebab Human MetapneumovirusMelansir dari Cleveland Clinic, virus–kuman kecil yang menggunakan sel tubuh untuk membuat banyak duplikat dirinya sendiri– adalah penyebab Utama dari HMPV. Virus ini merupakan bagian dari kelompok virus yang sama dengan penyebab RSV, campak, dan gondongan.Cara Penularan Human MetapneumovirusAda banyak scenario penularan HMPV yang harus Anda perhatikan, seperti dalam penjelasan berikut ini:1. Droplet PernapasanSalah satu cara paling umum penularan HMPV, dan infeksi saluran pernapasan lain, adalah lewat droplet pernapasan. Batuk-batuk atau bersin-bersin, misalnya, dapat menyebabkan droplet saliva keluar ke udara. Droplet ini bisa tak sengaja terhirup oleh orang lain, yang akhirnya membawa HMPV masuk ke saluran pernapasan mereka.2. Kontak LangsungSelain lewat droplet pernapasan, penularan HMPV juga bisa terjadi melalui kontak langsung. Melansir Center for Disease Control and Prevention (CDC) contohnya, saat Anda berjabat tangan dan bicara sangat dekat dengan penderita HMPV.3. Kontak dengan Benda TerkontaminasiMemegang benda yang terkontaminasi oleh virus HMPV juga dapat menjadi salah satu cara penyebaran virus. Karena saat virus menempel di tangan, Anda bisa saja tidak sengaja menyentuh wajah, mulut, atau bahkan makan dan minum tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.Kapan HMPV Masuk ke Indonesia?Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI), virus HMPV telah ditemukan dan menyebar ke Indonesia sejak tahun 2001. Serta digolongkan sebagai virus yang tidak berbahaya, namun tetap harus diwaspadai karena menyerang kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.Diagnosa Human MetapneumovirusSebagai langkah untuk mendiagnosa HMPV, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan medis berikut ini:AnamnesisAnamnesis merupakan sebuah metode pemeriksaan melalui wawancara untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien. Mulai dari gejala-gejala yang dialami dalam waktu dekat, riwayat kesehatan dan alergi di masa lalu, adakah penyakit bawaan yang diderita pasien, gaya hidup, hingga lingkungan tempat tinggal.Lewat anamnesis ini dokter dapat memiliki gambaran mengenai penyebab dan kondisi pasien yang terinfeksi HMPV. Pemeriksaan FisikSetelah proses anamnesis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menyimak tanda-tanda vital. Pemeriksaan tanda vital ini meliputi mengukur suhu tubuh pasien, berat badan pasien, kelancaran napas, tekanan darah, denyut jantung, dan sebagainya.Tes LaboratoriumSelain pemeriksaan fisik, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan tes laboratorium agar mendapatkan diagnosa HMPV yang lebih akurat. Berikut ini rangkaian tes laboratorium untuk mendeteksi HMPV:PCR (Polymerase Chain Reaction)Tes PCR merupakan salah satu pengujian lab yang dapat diandalkan untuk mendiagnosi HMPV. Tes ini menggunakan sampel dari hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi materi genetic virus.Rapid TestDiagnosa HMPV juga bisa dilakukan dengan melakukan rapid test, yang dapat memberikan hasil cepat dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.Rapid test bisa menggunakan sampel dari cairan tubuh Anda, seperti darah, urin, saliva, atau sekresi nasal. Sampel ini kemudian akan dicampurkan dengan substansi special, yang dapat menghasilkan reaksi kimia tertentu bila mendeteksi sebuah penyakit atau kondisi medis tertentu dalam sampel tersebut.Tes SerologiTes serologis merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi antibodi dalam darah, yang dapat menunjukkan keberadaan virus (dalam hal ini HMPV). PencitraanSelain melakukan tes laboratorium, dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan tes pencitraan bila tampak ada gejala yang cukup serius, atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.Tes pencitraan ini terdiri dari rontgen dada atau CT-scan, yang memungkinkan dokter untuk memeroleh visualisasi organ pernapasan Anda secara mendetail. Sehingga dokter dapat menyimak adanya kelainan, gangguan, atau tanda-tanda infeksi lain dalam paru-paru atau sistem pernapasan Anda.Cara Mengatasi Human MetapneumovirusCara mengatasi HMPV ini sangat bergantung dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan pasien. Namun, secara umum, Anda dapat menggunakan beberapa langkah berikut untuk mengatasi human metapneumovirus:1. Istirahat CukupCara mengatasi human metapneumovirus yang pertama adalah istirahat yang cukup. Hal ini sangat diperlukan agar tubuh mendapatkan cukup banyak energi, selama sistem imun melawan infeksi.2. Minum Banyak CairanSaat terinfeksi HMPV, pasien dapat mengalami gejala demam dan menggigil. Kondisi ini dapat membuat tubuh menjadi lebih lemas, serta rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, pastikan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama Anda sakit.Anda juga dapat meminum minuman hangat dan dicampur rempah-rempah tertentu, sehingga mampu memberikan sensasi menenangkan di tubuh dan melegakan pernapasan.3. Obat Penurun DemamSaat demam tinggi, Anda bisa mengonsumsi obat Pereda demam. Jika pasien adalah anak-anak, khususnya di bawah usia 5 tahun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memberikan obat antinyeri atau penurun demam pada si Kecil.4. Nebulizer atau InhalerJika pasien mengalami kesulitan bernapas, Anda dapat menggunakan nebulizer atau inhaler yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan. Inhaler dapat membantu memperlancar pernapasan pasien, yang sebelumnya kesulitan akibat batuk-batuk parah ataupun mengi.Sementara itu, nebulizer dapat membantu mengubah obat cair menjadi uap, sehingga dapat dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Obat ini juga kerap digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan lain seperti batuk pilek, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).5. Terapi OksigenJika pasien mengalami kesulitan bernapas serius, Anda dapat segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan terapi oksigen. Dengan begitu, pasien dapat bernapas lebih lega dan mencegah saturasi oksigen pada tubuh pasien turun drastis.Pencegahan Human MetapneumovirusMeskipun mudah ditularkan, bukan berarti HMPV tidak bisa dicegah sama sekali. Anda dapat menerapkan beberapa cara pencegahan human metapneumovirus berikut ini agar diri dan keluarga Anda terhindar dari HMPV.1. Cuci Tangan dengan SabunLangkah paling sederhana untuk mencegah penularan HMPV adalah mempraktikkan cuci tangan dengan sabun, khususnya setiap kali Anda akan makan dan minum. Karena sebagian besar penularan virus atau bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan, terjadi dari kontak tangan Anda dengan benda yang terkontaminasi.Tangan yang tidak dicuci ini secara tidak sengaja akan digunakan untuk mengusap wajah, mengucek mata, makan, dan minum. Sehingga virus pun akan terbawa masuk ke dalam tubuh, lalu menimbulkan infeksi. Baca selengkapnya mengenai, Lebih Baik Mana? Handsanitizer vs Cuci Tangan.2. Gunakan MaskerAnda juga bisa menghindari penularan HMPV dengan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, atau ketika berbicara dengan penderita HMPV. Masker dapat melindungi Anda dari droplet di udara, agar tidak terhirup ke dalam saluran pernapasan.3. Hindari Kontak dengan Orang SakitLangkah selanjutnya untuk mencegah penularan HMPV adalah menghindari kontak dengan pengidapnya. Apalagi kalau Anda merasa bahwa kondisi tubuh Anda sedang fit, yang akan membuat penularan virus jadi lebih mudah.4. Tingkatkan Daya Tahan TubuhSeperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa HMPV cenderung menyerang kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah. Karena itu, sebagai langkah pencegahan Anda dapat menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan sistem imun.Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk berolahraga secara teratur, makan dengan menu seimbang dan teratur, istirahat yang cukup, dan manajemen stres.5. Membersihkan Permukaan BendaSelanjutnya, Anda juga perlu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Anda. Misalnya dengan rutin membersihkan permukaan benda-benda yang kerap Anda sentuh, misalnya pegangan tangga, gadget, komputer, hingga meja kerja Anda.Anda dapat menggunakan desinfektan atau larutan sabun untuk membersihkan permukaan benda-benda tersebut secara teratur. 6. VaksinasiAgar memeroleh perlindungan lebih kuat dari infeksi virus, Anda bisa melakukan vaksinasi. Namun, hingga kini masih belum ada vaksinasi HMPV.Akan tetapi, Anda tetap dapat melindungi diri dan keluarga dari infeksi virus influenza dengan vaksinasi influenza. Sementara untuk anak-anak, pastikan bahwa si Kecil mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan anjuran Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).Periksa Kesehatan Anda di Granostic LaboratoryNah, dalam pembahasan di atas, disebutkan bahwa gejala HMPV ini sangat mirip dengan flu. Sehingga meskipun kadang menunjukkan tingkat keparahan yang berbeda, bagi orang awam hal ini bisa cukup membingungkan.Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan kesehatan keluarga dan diri sendiri secara teratur ke klinik kesehatan terpercaya, seperti Granostic. Agar dapat mengontrol kesehatan dengan baik dan mendeteksi dini adanya infeksi HMPV.Adapun beberapa rangkaian pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini HMPV di Granostic laboratory misalnya:1. Melakukan Tes PCR Untuk Mendeteksi HMPV.Bersama Granostic Laboratory, Anda dapat melakukan tes PCR untuk mendeteksi keberadaan HMPV atau kemungkinan adanya infeksi saluran pernapasan lainnya. Prosedur tes PCR ini akan didampingi dan diawasi oleh tenaga medis ahli Granostic, sehingga berjalan aman dan efisien. 2. Mendiagnosa dan Menangani Berbagai Infeksi Pernapasan.Selanjutnya, hasil pemeriksaan lewat tes PCR tersebut akan dianalisa oleh dokter spesialis. Bila tes PCR menunjukkan hasil positif, dokter akan menyampaikan diagnosa dan memberikan rangkaian pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.Tak hanya HMPV, pemeriksaan kesehatan di Granostic Laboratory juga dapat dilakukan untuk mendeteksi dan mendiagnosis berbagai infeksi pernapasan. Peralatan penunjang pemeriksaan kami juga modern dan dijalankan oleh tenaga profesional, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat.3. Memberikan Saran Medis Untuk Pengobatan dan Pencegahan.Selain itu, dokter juga akan memberikan edukasi rinci pada pasien mengenai bagaimana perawatan dan pengobatan yang perlu diambil. Pemberian resep pun akan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan infeksi, sehingga menghasilkan manfaat yang optimal.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa itu HMPV yang perlu Anda tahu. Bila Anda mengalami gejala-gejala seperti flu namun tak kunjung sembuh dan cenderung lebih parah, segera kunjungi dokter klinik Granostic untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan perawatan yang tepat.Jangan lupa untuk selalu menjaga diri dan keluarga Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di klinik Granostic, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:About Human Metapneumovirus. CDC. Diakses 2025Human Metapneumovirus (HMPV). WebMD. Medically Reviewed by Jabeen Begum, MD on December 17, 2024Written by Shishira Sreenivas. Diakses 2025Human Metapneumovirus (HMPV). Cleveland Clinic. Diakses 2025Human metapneumovirus (hMPV) infection. WHO. Diakses 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message