Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285
Buka 24 Jam

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Kenali Pemicu Kanker Paru Semakin Parah
Ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu kanker paru semakin parah. Di dalam artikel ini, kami akan membahas hal itu secara detail. Simak artikel ini sampai tuntas ya !Seperti diketahui, kanker paru adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya dan bahkan mengancam jiwa. Paru merupakan organ yang memiliki fungsi sangat penting, yakni menyebarkan oksigen ke dalam darah ketika kita menghirup nafas dan melepaskan karbondioksida ketika kita menghela nafas.Tidak heran jika pengidap kanker paru akan mengalami gangguan nafas atau sesak nafas. Kondisi ini membuat penderita merasa tidak nyaman. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala serius lain, seperti nyeri dada, batuk tak berkesudahan, hilang nafsu makan, berat badan mengalami penurunan hingga tubuh mudah lelah.Penderita kanker paru tidak boleh membiarkan penyakitnya begitu saja tanpa ada penanganan medis. Sebab, penyakit ini akan menjadi makin parah jika dibiarkan. Oleh karenanya, kami menyarankan penderita segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru di Granostic untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.Nah, penting bagi kita semua mengenali beberapa hal yang dapat memicu kanker paru semakin parah. Setidaknya ada empat hal pemicu kanker paru semakin parah, berikut penjelasan selengkapnya :1. Karsinogen dalam Asap RokokPemicu kanker paru semakin parah yang pertama yakni paparan zat karsinogen dari asap rokok. Anda perlu tahu bahwa rokok atau asap rokok mengandung tidak kurang dari 70 jenis zat yang bersifat karsinogen. Beberapa zat karsinogen dalam asap rokok di antaranya nikotin, arsenik, amonia dan karbon monoksida.Oleh karenanya, kebiasaan merokok perlu dihentikan jika selama ini termasuk perokok aktif. Di sisi lain, paparan asap rokok dari perokok juga perlu dihindari karena zat karsinogen yang terkandung juga dapat menyebabkan kanker paru. Jadi, sebaiknya jangan berada terlalu dekat dengan orang yang sedang merokok ya !Oh ya, karsinogen sendiri adalah zat yang dapat menumbuhkan sel kanker pada organ tubuh tertentu, termasuk organ paru. Paparan karsinogen secara terus-menerus atau dalam jangka waktu lama inilah yang memicu tumbuhnya sel kanker.Sebenarnya bukan hanya asap rokok, beberapa bahan makanan juga ada yang mengandung karsinogen. Seperti, daging yang digoreng dalam suhu tinggi, formalin, boraks dan nitrat. Di samping itu, asap kendaraan juga mengandung karsinogen lho. Agar paru kita tetap sehat, yuk hindari semua jenis karsinogen !2. Kerusakan pada Jaringan ParuKerusakan pada jaringan paru juga bisa jadi pemicu kanker paru semakin parah. Jaringan paru yang rusak membuat jaringan paru menjadi jaringan parut. Jaringan paru yang menjadi parut, jika dibiarkan, akan menumpuk sehingga paru akan menjadi kaku.Dalam kondisi ini, penderita akan merasakan gangguan pernafasan. Bahkan, penderita juga berpeluang mengalami sesak nafas saat tengah beristirahat. Kondisi ini tentunya tidak mengenakkan bagi penderita.Kerusakan pada jaringan paru bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain infeksi virus, paparan asap rokok, paparan polusi, mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dan faktor keturunan atau genetik.Lantas, siapa individu atau orang yang berpotensi mengalami kerusakan jaringan paru ? Individu atau orang yang sudah berusia di atas 50 tahun berpeluang terkena penyakit ini. Nah, perkembangan kerusakan jaringan paru bervariatif, tergantung dengan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki penderita. Namun, dalam banyak kasus, kerusakan jaringan paru seiring waktu akan memburuk dan membuat pengidap mengalami sesak nafas.3. Bronkitis Kronis atau EmfisemaPemicu kanker paru semakin parah yang ketiga yakni bronkitis kronis dan emfisema. Individu atau seseorang yang terkena penyakit bronkitis kronis atau emfisema berpeluang juga terkena kanker paru.Apa itu bronkitis kronis dan emfisema ? Intinya, kedua jenis penyakit ini sama-sama menyerang organ paru dan termasuk dalam kelompok Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK.Apa penyebab individu atau seseorang terkena penyakit bronkitis kronis dan emfisema ? Kebiasaan buruk merokok menjadi penyebab utama individu terserang bronkitis kronis ataupun emfisema. Selain itu, paparan polusi udara secara terus-menerus juga bisa jadi pemicu kedua jenis penyakit tersebut.Nah, perlu Anda tahu nih gejala awal bronkitis kronis maupun emfisema biasanya tidak nampak. Gejala nyata baru dirasakan oleh penderita saat penyakit ini sudah dalam level parah. Jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, tentunya, penyakit bronkitis kronis maupun emfisema akan semakin memburuk dan bisa mengakibatkan komplikasi beberapa jenis penyakit, termasuk kanker paru.Oleh karenanya, sekali lagi kami ingatkan untuk menghindari kebiasaan buruk merokok. Di samping itu, hindari asap rokok pasif dari perokok karena zat karsinogen yang terkandung sangat berbahaya bagi organ paru. Polusi udara juga perlu dihindari agar paru tetap sehat.4. Meningkatkan Risiko KomplikasiPemicu kanker paru semakin parah yang terakhir yakni terjadi komplikasi. Jika tidak ditangani dengan segera dan tepat, komplikasi kanker paru bisa mengakibatkan kehilangan nyawa.Komplikasi kanker paru bervariasi seperti, rasa sakit pada dada. Dalam kondisi ini, penderita akan merasakan nyeri luar biasa pada otot dada dan tulang rusuk, bahkan saat tengah beristirahat. Selain itu, komplikasi kanker paru juga bisa berupa sesak nafas. Penderita yang mengalami sesak nafas akan merasakan ketidaknyamanan, termasuk juga saat sedang beristirahat.Pneumonia pun berpotensi terjadi pada komplikasi kanker paru. Pneumonia menjadikan paru penderita mengalami penurunan fungsi secara drastis. Komplikasi yang terakhir dan yang paling berbahaya yakni kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, tulang, kelenjar dan otak. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan jiwa pasien.Kanker paru tidak boleh dibiarkan begitu saja. Penderita perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter spesialis agar penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah. Selain itu, perawatan medis diperlukan untuk meredakan gejala yang ditimbulkan oleh kanker paru.Di sisi lain, Anda juga perlu melakukan deteksi dini kanker paru di fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan Granostic menyediakan layanan medical check up untuk melakukan deteksi dini berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru.Deteksi dini ini diperlukan untuk mengantisipasi penyakit kanker paru lebih parah dan menjadi komplikasi. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter Granostic untuk memulai gaya hidup sehat untuk menghilangkan kanker paru, apalagi jika Anda sulit lepas dari kebiasaan merokok.Nantinya, dokter Granostic akan memberikan strategi jitu agar Anda bisa berhenti merokok. Seperti melakukan konseling, penggunaan obat-obatan tertentu atau penggunaan produk pengganti nikotin.Itulah penjelasan tentang pemicu kanker paru semakin parah. Kanker paru adalah salah satu penyakit berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Berkonsultasilah dengan dokter Granostic untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan kanker paru yang tepat.
Deteksi Dini Kanker Paru di Granostic
Deteksi dini kanker paru sangat penting dilakukan untuk menemukan sel kanker paru sebelum menunjukkan gejala tertentu. Deteksi dini kanker paru ini bisa Anda lakukan di Granostic.Seperti diketahui, kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang sangat berbahaya. Bahkan, kanker paru termasuk dalam jenis kanker yang menjadi penyebab kematian terbanyak.Meski termasuk penyakit berbahaya dan mematikan, kanker paru bisa dikendalikan lho. Maksudnya, kanker paru memang tidak bisa disembuhkan secara total, tapi bisa dikendalikan agar penderita tidak merasakan gejala yang ditimbulkan dan menyebabkan kematian. Inilah mengapa kita dituntut untuk melakukan deteksi dini kanker paru di Granostic.Ya, Granostic menyediakan layanan deteksi dini kanker paru dengan sejumlah metode pemeriksaan yang kompleks. Seperti, pemeriksaan fisik, CT scan, biopsi, tes genetik dan lainnya. Untuk mengetahui metode pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang diterapkan Granostic, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini !1. Pemeriksaan FisikLangkah pertama yang dilakukan oleh dokter Granostic dalam deteksi dini kanker paru ialah pemeriksaan fisik. Pada langkah pertama ini, dokter Granostic akan meminta pasien menceritakan keluhan atau gejala yang dirasakan, kegiatan beberapa terakhir dan makanan yang dikonsumsi.Selain itu, pada tahapan pemeriksaan fisik, dokter Granostic juga akan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan. Kemudian, dicek juga tanda-tanda vital seperti detak jantung, cara bernafas pasien dan kinerja (fungsi) paru.Perlu Anda tahu, pemeriksaan fisik dalam deteksi dini dibutuhkan untuk mendiagnosis penyakit. Maksudnya, hasil pemeriksaan fisik akan menjadi acuan bagi dokter Granostic dalam mendiagnosis apakah pasien mengidap kanker paru atau tidak.2. CT Scan atau MRISelanjutnya, Granostic akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan CT scan dan MRI. Bagi Anda yang belum tahu, CT (Computed Tomography) scan adalah metode pemeriksaan dengan memanfaatkan kombinasi antara sistem komputer khusus dan sinar X untuk melihat jaringan dan struktur di dalam tubuh secara detail.Adapun MRI (Magnetic Resonance Imaging) memiliki manfaat yang sama dengan CT scan namun tindakannya menggunakan kombinasi antara magnet dan gelombang radio. Nah, untuk organ paru, CT scan maupun MRI bisa digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi, peradangan, luka atau bahkan sel kanker yang tumbuh.Dengan melakukan CT scan atau MRI, tenaga medis maupun pasien akan mengetahui hasilnya dengan cepat. Sehingga, tenaga medis dapat dengan segera melakukan penanganan jika ditemukan sel kanker pada organ paru.3. BiopsiUntuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Granostic juga menerapkan pemeriksaan dengan metode biopsi dalam deteksi dini kanker paru. Anda sudah tahu belum apa itu biopsi.Biopsi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel sel, cairan tubuh atau jaringan tubuh milik pasien, lalu kemudian diperiksa di laboratorium menggunakan alat bantu mikroskop. Dengan melakukan biopsi, dokter dapat mengetahui apakah ada pertumbuhan sel kanker pada organ paru pasien. Selain itu, dokter juga dapat mengetahui tingkat keparahan (stadium) dari kanker yang ditemukannya.Granostic akan menggunakan metode biopsi ini terutama ketika metode pemeriksaan CT scan dan MRI tidak dapat melihat tingkat keparahan kanker paru yang diderita pasien. Biopsi dapat melihat tingkat keparahan sel kanker yang tumbuh di organ tubuh manusia.4. Tes DarahSelanjutnya, untuk melakukan deteksi dini kanker paru, Granostic juga menerapkan metode pemeriksaan tes darah. Tes darah ini biasanya dilakukan setelah mengetahui keluhan atau gejala apa saja yang dialami oleh pasien.Tes darah sendiri adalah metode pemeriksaan dengan cara mengambil sampel darah pasien di pembuluh darahnya menggunakan jarum suntik kecil. Kemudian, tenaga medis akan melakukan deteksi dan diagnosis suatu penyakit dari sampel darah tersebut.Bukan hanya dapat digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit, tes darah juga dapat digunakan untuk mengetahui komponen berbahaya dan zat beracun yang terdapat di dalam tubuh pasien.Inilah mengapa kami menyarankan Anda untuk melakukan tes darah secara berkala di Granostic. Dengan melakukan pemeriksaan ini secara berkala, Anda akan mengetahui kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk juga dalam mendeteksi keberadaan sel kanker di organ tubuh tertentu, seperti organ paru-paru. Sehingga, langkah penanganan medis dan pengobatan tertentu bisa dilakukan dengan cepat sebelum penyakit terkait jadi lebih parah.5. Tes GenetikTes genetik juga diperlukan untuk melakukan deteksi dini kanker paru. Apa kaitan tes genetik dengan deteksi kanker paru ? Simak penjelasan singkatnya di bawah ini.Tes genetik adalah tindakan pemeriksaan medis untuk mengetahui kelainan genetik dan penyakit turunan. Jadi, tes genetik atau juga dikenal sebagai tes DNA ini bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengetahui garis keturunan ya !Anda mungkin juga bertanya-tanya kapan seseorang perlu melakukan tes genetik. Tes genetik perlu dilakukan apabila keluarga Anda menderita penyakit genetik. Dalam kata lain, jika ada anggota keluarga Anda yang menderita penyakit kanker paru maka Anda perlu melakukan tes genetik di Granostic.Nah, dengan melakukan tes genetik di Granostic, Anda akan mengetahui apakah penyakit kanker paru dari keluarga Anda diturunkan kepada Anda atau tidak. Sehingga, tindakan medis bisa diimplementasikan dengan segera jika ditemukan suatu penyakit, termasuk penyakit kanker paru.6. Pemeriksaan SputumSelain yang kami sebutkan di atas, Granostic juga menyediakan layanan pemeriksaan sputum. Pemeriksaan sputum atau juga dikenal dengan sebutan tes sputum ini sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan bakteri melalui dahak pasien.Berbagai jenis penyakit yang menyerang organ paru bisa dideteksi secara akurat melalui pemeriksaan sputum. Seperti, kanker paru, abses paru, bronkitis, tuberculosis, PPOK, dan lainnya.Nah, apabila Anda mengalami masalah pada saluran pernafasan, boleh banget nih datang ke Granostic untuk melakukan pemeriksaan sputum. Dengan segera melakukan pemeriksaan sputum di Granostic, Anda dapat mengetahui penyakit apa yang mengganggu saluran pernafasan Anda dan langkah penanganan medis bisa diambil dengan segera.7. Skoring RisikoLangkah terakhir dalam melakukan deteksi dini kanker paru yakni skoring risiko. Skoring risiko ini bisa ditentukan setelah pasien menjalankan berbagai pemeriksaan sebagaimana kami jelaskan di atas.Dokter akan mengetahui tingkat keparahan dari kanker paru yang diderita oleh pasien melalui skoring risiko. Selain itu, dokter juga dapat menjadikannya sebagai landasan untuk mengambil keputusan dalam penanganan medis kanker paru yang diderita pasien.Itulah berbagai metode pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang diterapkan oleh Granostic. Orang yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit kanker paru sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini di Granostic. Siapa saja mereka ? Yakni, orang yang aktif merokok, pekerja yang setiap harinya terpapar polusi industri dan asap, ibu-ibu yang menjadi perokok pasif dan sering terkena polutan rumah tangga.Yuk lakukan deteksi dini kanker paru di Granostic sekarang juga !
Apakah Merokok Menjadikan Kanker Paru Makin Parah ?
Apakah merokok menjadikan kanker paru makin parah ? Jawabannya, iya. Untuk mengetahui detail penjelasannya, simak artikel ini sampai tuntas !Sejauh ini, kebiasaan buruk merokok disebut sebagai faktor utama pemicu kanker paru. Hal ini dikarenakan asap rokok memiliki kandungan tidak kurang dari 70 zat karsinogen penyebab tumbuhnya sel kanker.Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perokok aktif berisiko 15 hingga 30 kali lebih tinggi terserang kanker paru dibandingkan orang yang tidak merokok. Di sisi lain, perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok dari orang lain juga berisiko terkena penyakit berbahaya ini lho.Ketahuilah, orang yang menghirup asap rokok dari orang lain sama saja seperti merokok. Artinya, perokok pasif tersebut juga berpeluang menghirup puluhan zat karsinogen yang terkandung di dalam asap rokok. Oleh karenanya, kita juga perlu menghindarkan diri dari orang yang sedang merokok agar organ paru tetap sehat.Nah, di bawah ini kami informasikan fakta bahwa merokok menjadikan kanker paru makin parah. Simak ya Sobat Granostic !1. Mempercepat Pertumbuhan KankerHampir semua orang dewasa telah mengetahui bahaya rokok terhadap kanker. Bukan hanya kanker paru, berbagai jenis kanker lainnya juga bisa disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok, di antaranya kanker mulut, kanker hidung dan sinus, kanker usus, kanker pankreas dan kanker lambung.Pada intinya, jumlah rokok yang dihisap setiap harinya berpengaruh terhadap pertumbuhan sel kanker. Jadi, jika Anda perokok aktif, sebagai langkah awal Anda bisa mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya hingga kemudian hari Anda betul-betul berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.Perlu diketahui, asap rokok mengandung lebih dari 70 jenis zat karsinogenik pemicu kanker. Kandungan zat karsinogenik inilah yang berbahaya bagi tubuh karena dapat menumbuhkan sel kanker pada organ tertentu, termasuk organ paru.Di sisi lain, perokok pasif juga memiliki risiko terkena kanker paru jika hal itu terjadi dalam jangka panjang. Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok namun menghirup asap rokok dari orang lain yang tengah merokok. Jadi, meski bukan perokok, Anda sebaiknya tidak berada terlalu dekat dengan orang yang tengah merokok demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang ditimbulkannya.2. Menyebabkan Penyebaran (Metastasis)Selain mempercepat pertumbuhan kanker paru, kebiasaan buruk merokok juga bisa menyebabkan metastasis. Dalam kondisi ini, kanker paru menjadi lebih parah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.Metastasis adalah penyebaran sel kanker dari satu organ tubuh ke organ tubuh lainnya. Secara umum, metastasis terjadi karena kebiasaan merokok tak kunjung dihentikan dan terlambat ditangani.Metastasis dari kanker paru bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti hati, ginjal dan tulang. Dalam kata lain, metastasis kanker paru bisa ‘melahirkan’ kanker baru, seperti kanker hati, kanker ginjal dan kanker tulang.Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bisa kebiasaan merokok bisa menyebarkan kanker ke berbagai organ tubuh. Ketahuilah, zat berbahaya yang terkandung didalam rokok bisa menghilangkan efektivitas pengobatan kanker. Selain itu, rokok juga bisa menyebabkan perbaikan sel terganggu dan berisiko menyebarkan sel kanker ke organ tubuh yang sehat.Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pengidap perlu mendapatkan perawatan medis secara tepat dan berhenti merokok secara total.3. Menurunkan Respons Terhadap PengobatanTelah kami sebutkan di atas bahwa rokok bisa menghilangkan efektivitas pengobatan kanker. Dalam kata lain, rokok dapat mengganggu respons tubuh terhadap obat yang dikonsumsi. Pada akhirnya, pengobatan yang diberikan tidak manjur.Perlu Anda ketahui, paru adalah organ yang sangat sensitif terhadap asap rokok. Satu batang rokok saja yang Anda hisap bisa mempengaruhi kinerja fungsi organ paru. Bahkan disebutkan bahwa merokok setelah mengkonsumsi obat bisa menyebabkan kanker. Jadi bukan saja menurunkan respons terhadap pengobatan, kebiasaan buruk merokok juga bisa menyebabkan kanker paru menjadi lebih parah.Oleh karenanya, sekali lagi kami tekankan pentingnya berhenti merokok. Mengingat rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat menjadikan kanker paru menjadi semakin parah. Setidaknya, dengan menyetop kebiasaan buruk merokok, Anda dapat terhindar dari efek samping mungkin terjadi karena kanker.4. Menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)Anda mungkin sudah tahu kalau PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Ternyata kebiasaan buruk merokok adalah pemicu utama seseorang terkena penyakit ini.Penyakit Paru Obstruktif Kronis bisa menyerang siapa saja, tetapi individu yang paling berisiko terkena penyakit ini yakni orang yang sudah lanjut usia dan aktif merokok.Jadi, jika ada pertanyaan seberapa buruk pengaruh rokok terhadap PPOK, maka kami bisa menjawab ‘sangat buruk’. Di sisi lain, merokok juga bisa menyebabkan kanker paru jadi lebih parah.Perlu diketahui juga bahwa PPOK yang baru tumbuh atau berkembang mungkin tidak menunjukkan gejala yang nampak. Namun, jika dibiarkan begitu saja, dan PPOK jadi semakin parah ditambah tetap terus ‘melanggengkan’ kebiasaan buruk merokok, maka pengidap akan merasakan gejala serius seperti nyeri dada, sesak nafas, batuk berdahak tak kunjung selesai, mengi dan tubuh lemas.Oleh karenanya, penting sekali bagi kita semua untuk melakukan medical check up secara berkala di Granostic. Dengan melakukan medical check up, Anda bisa melakukan deteksi dini terhadap gangguan kesehatan dan menanganinya dengan segera dengan pengobatan yang tepat.5. Meningkatkan Risiko Kanker Paru SekunderMerokok bisa memicu meningkatnya risiko kanker paru sekunder. Apa itu kanker paru sekunder ? Kanker paru memang diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan awal perkembangannya.Pertama kanker paru primer, yang mana kanker ini tumbuh awal di organ paru. Kedua kanker paru sekunder, yang mana kanker ini tumbuh di bagian tubuh lainnya lalu menyebar ke organ paru.Nah, orang dengan kebiasaan buruk merokok berpeluang terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan dan lainnya. Kanker ini juga berpeluang menyebar ke organ paru sehingga penderita juga akan menderita kanker paru.Itulah penjelasan tentang fakta bahwa merokok menjadikan kanker paru makin parah. Menghentikan kebiasaan buruk merokok adalah langkah tepat untuk memerangi kanker paru.Di sisi lain, penting juga bagi Anda untuk melakukan deteksi dini kanker paru melalui layanan medical check up di Granostic. Terlebih jika Anda selama ini tidak berhenti merokok. Granostic akan memberikan penanganan tepat yang dibantu oleh dokter spesialis berpengalaman jika ditemukan indikasi pertumbuhan sel kanker.Bukan hanya itu, Granostic juga siap membantu Anda menerapkan gaya hidup sehat dan menghentikan kebiasaan buruk merokok. Seperti diketahui, banyak orang yang gagal berhenti merokok karena merasa kesulitan melakukan hal itu. Fakta inilah yang mendorong Granostic dalam membantu pasien menghentikan kebiasaan buruk merokok.Medical check up di Granostic sebaiknya dilakukan secara berkala. Dengan melakukan ini, Anda akan memiliki tubuh sehat dan mendapatkan penanganan dengan segera jika ada indikasi gangguan kesehatan tertentu. Yuk medical check up sekarang juga di Granostic !
Penyebab Penyakit Kanker Paru
Kebiasaan merokok adalah penyebab penyakit kanker paru yang umum terjadi. Tapi ketahuilah, selain kebiasaan merokok, ada beberapa hal lainnya yang bisa menjadi penyebab penyakit kanker paru. Di dalam artikel ini kami akan membahas tuntas terkait hal itu.Kanker paru adalah salah satu jenis kanker berbahaya yang muncul atau tumbuh di organ paru. Dalam kata lain, sel kanker tumbuh dan berkembang tak terkendali pada organ tersebut.Kanker paru bisa saja langsung muncul dan berkembang pada organ paru. Di sisi lain, kanker paru juga bisa muncul dan berkembang pada organ paru akibat penyebaran sel kanker dari organ lain di dalam tubuh.Pada umumnya, pengidap kanker paru akan merasakan sejumlah gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, batuk tak berkesudahan, tubuh lemas, sakit kepala hingga nafsu makan menurun. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat, harapannya agar sel kanker tidak dapat berkembang apalagi menyebar ke organ tubuh lainnya.Lantas, apa saja penyebab penyakit kanker paru ? Setidaknya ada tujuh penyebab seseorang terkena penyakit ini, di antaranya sebagai berikut :1. MerokokSeperti yang kami sebutkan di atas bahwa kebiasaan merokok merupakan penyebab utama penyakit kanker. Dalam kata lain, perokok aktif sangat rentan terkena penyakit kanker paru. Hal ini dikarenakan rokok memiliki kandungan zat yang tidak baik bagi tubuh, terutama organ paru.Ketahuilah, rokok memiliki kandungan lebih dari 60 zat beracun yang bisa menyebabkan perkembangan kanker. Dua contoh zat beracun yang ada dalam kandungan rokok yakni nikotin dan tar.Nah, semakin banyak seseorang merokok maka jaringan paru akan mengalami kerusakan yang akan semakin meningkat. Kebiasaan ini, tentunya, sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terkena berbagai jenis penyakit, termasuk kanker paru. Jadi, ‘hapus’ kebiasaan merokok ya !2. Asap Rokok PasifPenyebab penyakit kanker paru yang kedua yakni asap rokok pasif. Ya, selain kebiasaan merokok, paparan asap rokok pasif terhadap orang yang tidak merokok juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.Nah, orang yang sering terpapar asap rokok dikenal dengan sebutan perokok pasif. Dalam kata lain, perokok pasif adalah orang yang tidak merokok secara langsung tetapi sering kali terpapar asap rokok dari perokok lainnya.Lebih lanjut, asap rokok pasif juga berpotensi tertinggal di rambut dan baju. Asap rokok pasif seperti ini juga berbahaya bagi kesehatan dan bisa menjadi pemicu penyakit kanker paru. Jadi, sebaiknya jauhi orang yang sedang merokok ya !3. Paparan Jangka Panjang Terhadap Polusi UdaraAnda mungkin sudah tahu, paparan polusi udara sangatlah berdampak buruk pada kesehatan manusia. Bahkan, dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa material yang terkandung dalam polusi udara dapat dikelompokkan sebagai zat pemicu kanker.Jadi, boleh dikatakan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kanker paru. Nah, asap kendaraan bermotor disebut sebagai salah jenis polusi udara yang paling berbahaya bagi kesehatan paru.Oleh karenanya, sebisa mungkin hindari polusi udara saat beraktivitas di luar ruangan. Jika perlu, gunakan masker agar polusi udara tidak terhirup langsung oleh hidung.4. Faktor KeturunanPenyebab penyakit kanker paru berikutnya yakni faktor keturunan atau genetik. Faktor keturunan cukup berperan meningkatkan peluang seseorang mengidap kanker paru.Jadi, seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan riwayat kanker paru dapat meningkatkan risiko menderita penyakit yang sama. Meski begitu, tidak semua orang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan riwayat kanker paru juga berisiko terkena penyakit tersebut.Namun kami menyarankan Anda melakukan skrining secara berkala apabila Anda memiliki orang tua atau anggota keluarga lainnya dengan riwayat kanker paru. Skrining ini berguna untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan kesehatan sehingga Anda dapat melakukan langkah antisipasi.Skrining kesehatan bisa Anda lakukan di Granostic. Granostic juga memiliki layanan cek kesehatan home service yang bisa Anda manfaatkan tanpa perlu pergi keluar rumah.5. Paparan Zat Kimia IndustriPaparan zat kimia industri sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kanker paru bisa timbul akibat paparan zat kimia industri dalam jangka panjang. Paparan zat kimia industri yang dimaksud di antaranya asbes, arsenik, kromium, nikel dan asap knalpot diesel.Oleh karena itu, pekerja industri perlu melindungi diri dari paparan zat kimia yang membahayakan. Apalagi pekerja yang setiap harinya ‘bertemu’ dengan bahan asbes. Mereka sangat berisiko menghirup partikel halus dari asbes yang mana apabila terjadi secara terus-menerus akan membuat sistem pernafasan terganggu dan terkena risiko penyakit yang menyerang organ paru.Kami menyarankan para pekerja industri untuk melakukan medical check up secara berkala di Granostic. Medical check up ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini dan mengantisipasi gangguan kesehatan yang mungkin terjadi.6. PneumoconiosisPneumoconiosis juga bisa jadi penyebab seseorang terkena penyakit kanker paru. Dalam kata lain, seseorang yang mengidap penyakit pneumoconiosis dan tidak ditangani dengan segera berpotensi terkena komplikasi kanker paru.Pneumoconiosis adalah penyakit yang menyerang organ paru akibat paparan polusi zat kimia dan debu dalam jangka panjang. Penyakit ini tidak jarang menyerang orang-orang yang bekerja di bidang tambang, bangunan, batubara dan tekstil.Pengidap pneumoconiosis secara umum memiliki paru berwarna hitam atau disebut juga dengan istilah paru-paru popcorn. Paru akan berubah warna jadi hitam karena debu dan paparan polusi zat kimia terkumpul dalam jangka panjang pada organ tersebut. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar pengidap tidak merasakan gejala yang ditimbulkannya, seperti sesak napas, nyeri dada dan batuk berdahak.7. Infeksi Paru KronisPenyebab penyakit kanker paru yang terakhir yakni infeksi paru kronis. Seseorang yang terkena infeksi paru kronis sangat berisiko terkena kanker paru. Hal ini, tentunya, perlu mendapatkan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa.Infeksi paru kronis sebenarnya bukan hanya dapat ‘melahirkan’ kanker paru tapi juga penyakit yang menyerang paru lainnya, seperti tuberkulosis, paru basah atau pneumonia, asma dan bronchitis.Agar terhindar dari penyakit berbahaya ini, kita perlu menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, hapus kebiasaan merokok dan hindari asap rokok pasif ya !Itulah tujuh penyebab penyakit kanker paru. Perlu diingat, kanker paru adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya. Oleh karenanya, apabila Anda mendapati gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, batuk tak berkesudahan dan gejala lainnya yang mengindikasikan penyakit kanker paru, segeralah berkonsultasi dengan tim dokter Granostic.Dokter Granostic akan memberikan penanganan dan pengobatan yang tepat dengan segera untuk mengatasi penyakit yang dialami penderita. Langkah pencegahan penyakit kanker paru dengan medical check up secara berkala juga bisa Anda lakukan di Granostic.
Cara Mengatasi Pneumonia
Cara mengatasi pneumonia sebaiknya menggunakan pendekatan medis. Sebab, pneumonia termasuk penyakit serius yang menyerang organ vital, yakni paru. Jika tidak segera mendapatkan tindakan medis, penyakit pneumonia bisa jadi lebih parah bahkan menimbulkan komplikasi.Perlu diketahui, pneumonia adalah penyakit yang membuat parenkim paru mengalami peradangan. Pneumonia bisa terjadi pada anak, dewasa maupun lanjut usia (lansia). Meski begitu, penyakit ini lebih sering menyerang bayi dan anak-anak.Penyakit pneumonia sering kali mengakibatkan kantong udara kecil pada saluran pernafasan dipenuhi lendir dan air. Inilah mengapa penyakit ini juga dikenal dengan sebutan paru basah.Lantas, apa saja gejala dan keluhan yang dialami penderita pneumonia ? Pada awalnya, secara umum, gejala pneumonia menyerupai flu, yakni demam dan batuk namun durasinya lebih lama daripada flu biasa.Jika dibiarkan begitu saja, penderita pneumonia akan merasakan sejumlah gejala lainnya, di antaranya nyeri dada, sesak nafas, mudah lelah, muntah dan mual, menggigil hingga gangguan kesadaran. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya dan penderita pneumonia perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat.Nah, kali ini kami akan memaparkan informasi mengenai cara mengatasi pneumonia secara efektif. Jika Anda saat ini tengah berjuang melawan penyakit ini, simak penjelasan berikut hingga tuntas ya !1. Konsultasikan dengan DokterCara mengatasi pneumonia yang pertama yakni konsultasi dengan dokter. Ya, konsultasi dokter ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi medis Anda terkini. Jika Anda tidak sedang sakit pneumonia, konsultasi dokter bermanfaat untuk mengetahui langkah pencegahan yang efektif.Apabila Anda tengah sakit pneumonia, konsultasi dokter pun bermanfaat untuk mendapatkan rekomendasi tindakan medis dan pengobatan yang tepat. Jadi, konsultasi dokter bisa dilakukan bukan saja saat sakit, tapi juga sebelum sakit. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penyakit pneumonia di Granostic.2. Pemeriksaan dan DiagnosisPemeriksaan dan diagnosis diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien pneumonia. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti gejala dan keluhan yang dialami, riwayat penyakit dan obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat perjalanan, pekerjaan dan pertanyaan lainnya.Lebih lanjut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama hal yang berkaitan dengan nafas dan paru. Beberapa pemeriksaan tertentu juga diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, seperti CT scan dan rontgen untuk mengetahui kondisi paru pasien lebih detail, tes dahak untuk mengetahui kuman pemicu infeksi pneumonia, bronkoskopi untuk mengetahui kondisi saluran nafas pasien dan lainnya.Nah, pemeriksaan dan diagnosis pneumonia bisa dilakukan di Granostic. Granostic memiliki berbagai alat kesehatan dan dokter spesialis berpengalaman yang dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan terkini dan diagnosis berbagai penyakit, termasuk pneumonia.Perlu Anda tahu juga bahwa Granostic menyediakan layanan home service. Layanan home service ini, tentunya, sangat menguntungkan bagi pasien karena pemeriksaan kesehatan dilakukan di rumahnya. Jadi, pasien tidak perlu pergi ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri.3. Pengobatan dengan AntibiotikPerlu Anda tahu nih, penyakit pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa diatasi atau diobati dengan mengkonsumsi antibiotik. Hal ini berbeda dengan pneumonia dari virus yang pengobatannya dengan mengkonsumsi obat anti virus.Pengobatan pneumonia dengan antibiotik ini harus berdasarkan resep dokter ya. Dokter sebelumnya akan memeriksa dan mengidentifikasi jenis bakteri pemicu pneumonia, kemudian akan meresepkan obat antibiotik.Sebagai pengingat, penderita pneumonia tidak boleh sembarangan mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dari dokter. Pasalnya, mengkonsumsi antibiotik secara sembarangan dapat berdampak pada resistensi antibiotik yang bisa mengakibatkan penyakit dari infeksi bakteri sulit diatasi.4. Istirahat yang CukupCara mengatasi pneumonia berikutnya yakni dengan beristirahat cukup. Cara ini sering kali dilupakan dan disepelekan padahal penderita pneumonia perlu mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Tujuannya tidak lain agar proses penyembuhan pneumonia berjalan dengan baik.Nah, penderita pneumonia biasanya mengalami gejala batuk, terutama pada malam hari. Gejala ini mungkin dapat mengganggu tidur malam. Akan tetapi, penderita pneumonia harus tetap mengupayakan untuk memperoleh istirahat yang cukup. Sebagai solusi, Anda dapat menciptakan suasana yang nyaman di rumah Anda, terutama untuk kamar tidur.5. Hindari Merokok dan Asap Rokok PasifMerokok adalah kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan. Bagi penderita pneumonia, merokok sangat berpengaruh terhadap kerusakan paru. Selain itu, sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga susah melawan infeksi virus pemicu pneumonia.Di sisi lain, asap rokok dari perokok juga berbahaya bagi kesehatan orang di sekeliling yang menghirupnya. Jadi, selain tidak merokok, Anda juga perlu menghindari asap rokok dari perokok.Perlu diketahui, selain menjadi salah satu cara mengatasi pneumonia, berhenti merokok dan menghindari asap rokok pasif juga bisa jadi langkah pencegahan yang efektif. Dalam kata lain, Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit pneumonia dan paru jadi makin sehat.6. Pengobatan PendukungMengkonsumsi obat-obatan tertentu juga perlu dilakukan penderita agar dapat segera sembuh dari penyakit pneumonia. Tentunya, penderita atau pasien perlu mendapatkan petunjuk atau resep obat-obatan ini dari dokter.Dokter biasanya meresepkan obat batuk untuk meredakan gejala batuk yang dialami pasien pneumonia. Dengan mengkonsumsi obat batuk, diharapkan pasien dapat beristirahat lebih baik. Selain itu, dokter juga tidak jarang meresepkan obat penurun demam dan penghilang nyeri, seperti paracetamol dan aspirin. Tujuannya tidak lain untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dan demam yang dialami pasien.Di sisi lain, Anda penderita pneumonia pun bisa mengkonsumsi obat-obatan alami. Obat-obatan alami ini berguna untuk meredakan gejala pneumonia, seperti batuk, demam dan nafas pendek. Adapun obat-obatan alami yang dimaksud yakni obat herbal dari kunyit, jahe dan peppermint. Penderita juga bisa berkumur dengan air garam untuk mengurangi gejala tersebut.7. Pemantauan dan Tindak LanjutCara mengatasi pneumonia yang terakhir yakni dengan melakukan pemantauan dan tindak lanjut. Pemantauan dan tindak lanjut ini diperlukan terutama bagi pasien pneumonia dengan gejala yang parah atau sangat parah.Pasien pneumonia yang parah perlu mendapatkan tindak lanjut berupa rawat inap di rumah sakit. Pasien akan diberikan sejumlah perawatan, di antaranya pemberian antibiotik dan obat-obatan pendukung yang dapat mengatasi pneumonia, pemberian oksigen agar kadar oksigen dalam darah stabil, pemberian cairan infus agar pasien mendapatkan keseimbangan cairan dan cukup nutrisi dan fisioterapi berupa latihan pernafasan.Kondisi pasien pneumonia akan dipantau selama di rumah sakit oleh dokter spesialis paru. Tindak lanjut dan pemantauan ini bertujuan untuk meredakan gejala, mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi pneumonia.Itulah sejumlah cara mengatasi pneumonia. Perlu diketahui, pada umumnya, penyakit pneumonia dapat sembuh dalam waktu 2 – 3 minggu dengan penanganan dan pengobatan yang tepat. Oleh karenanya, kami sangat menyarankan agar segera menghubungi Granostic jika mengalami gejala-gejala pneumonia. Dengan begitu, Anda dapat sembuh lebih cepat.
Apa itu Penyakit Pneumonia ?
Ketahuilah, pneumonia adalah salah satu jenis penyakit paru yang menjadi salah satu penyebab kematian anak-anak tertinggi di dunia. Meski begitu, pneumonia juga bisa menyerang orang dewasa dan lanjut usia (lansia) dan termasuk penyakit yang sangat berbahaya.Oleh karenanya, setiap anak terutama di bawah usia 2 tahun perlu mendapatkan vaksin pneumonia. Harapannya, anak-anak dapat terhindar dari penyakit pneumonia hingga dewasa kelak.Nah, kali ini kami akan memaparkan penjelasan tentang apa itu penyakit pneumonia. Ada empat poin yang kami bahas yakni mengenal lebih jauh tentang pneumonia, gejala pneumonia, penyebab pneumonia dan faktor risiko pneumonia. Simak artikel ini sampai tuntas ya !Mengenal PneumoniaApa itu penyakit pneumonia ? Pneumonia adalah penyakit yang menyerang paru akibat infeksi virus, bakteri atau jamur. Pneumonia juga dikenal dengan sebutan penyakit paru basah.Dikenal dengan sebutan paru basah karena kantung udara dalam paru yang terinfeksi terisi oleh cairanPneumonia termasuk jenis penyakit menular. Artinya, seseorang bisa tertular penyakit ini melalui tetesan udara dari batuk atau bersin. Oleh karenanya, pengidap pneumonia perlu menggunakan masker untuk menghindari cairan dari mulutnya keluar. Begitu pula orang yang dekat dengan pengidap juga perlu menggunakan masker agar tidak tertular.Gejala PneumoniaPengidap pneumonia mulanya akan merasakan gejala yang menyerupai flu, yakni batuk dan demam. Akan tetapi, durasi gejala yang dirasakan pengidap umumnya lebih lama dari flu biasa, apalagi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.Setidaknya ada delapan gejala umum yang dikeluhkan pengidap pneumonia, antara lain sebagai berikut :● Batuk berdahak● Demam dan menggigil● Sulit nafas atau sesak nafas● Gampang lelah● Nyeri dada● Pengidap berusia di atas 65 tahun berpotensi mengalami hipotermia● Pengidap berusia di atas 65 tahun berpotensi mengalami gangguan kesadaranLantas, apa gejala yang dirasakan oleh anak-anak pengidap pneumonia ? Pada umumnya, anak-anak maupun bayi yang terkena pneumonia akan merasakan gejala demam tinggi, enggan makan batuk, sesak nafas dan nafas jadi cepat.Apabila Anda mengalami gejala pneumonia sebagaimana kami jelaskan di atas, segeralah untuk memeriksakan diri ke Granostic untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat dan pengobatan yang akurat untuk mengatasi pneumonia.Penyebab PneumoniaSetelah mengenal apa itu penyakit pneumonia dan mengetahui gejala umum yang sering dikeluhkan pengidapnya, sekarang Anda juga perlu memahami apa saja penyebab seseorang terkena penyakit ini. Setidaknya ada empat penyebab pneumonia, di antaranya sebagai berikut :1. Penularan oleh VirusSeperti yang kami jelaskan sebelumnya, pneumonia termasuk jenis penyakit menular. Bahkan, pneumonia termasuk jenis penyakit yang mudah menular. Ini jadi salah satu penyebab seseorang terkena penyakit yang juga disebut paru basah.Cara penularan pneumonia yakni melalui tetesan atau percikan air liur pengidap ke udara lalu dihirup oleh orang lain yang berada dekat dengannya. Dalam kata lain, orang tersebut sangat berisiko tertular pneumonia.Di sisi lain, penularan pneumonia juga bisa melalui perantara tak langsung. Maksudnya, percikan air liur pengidap tersebar ke benda-benda sekitar. Kemudian, ada orang lain yang menyentuh benda tersebut dan dilanjutkan menyentuh mulut atau hidung tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu. Jadi, agar tidak tertular pneumonia, gunakanlah masker dan rajin mencuci tangan ya !2. Sistem Kekebalan Tubuh yang LemahPenyebab seseorang terkena penyakit pneumonia kedua yakni karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sebenarnya bukan hanya pneumonia, seseorang dengan sistem kekebalan tubuh lemah juga mudah terserang berbagai penyakit.Dalam kasus pneumonia, jamur Pneumocystis jirovecii mudah sekali menyerang seseorang yang memiliki imunitas lemah. Jamur Pneumocystis jirovecii termasuk jenis jamur pemicu seseorang terserang pneumonia.Oleh karenanya, setiap individu perlu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat, di antaranya memperoleh vaksin, berhenti merokok dan menerapkan gaya hidup sehat.3. Komplikasi Penyakit TertentuKomplikasi penyakit tertentu juga bisa jadi penyebab seseorang terkena pneumonia. Adapun komplikasi penyakit ini bisa terjadi pada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan penyakit terkait tidak segera diatasi.Abses paru adalah salah satu jenis penyakit yang bisa memicu seseorang terkena pneumonia. Abses paru sendiri adalah penumpukan nanah pada rongga paru. Selain itu, penyakit yang menyerang ginjal juga berpotensi menimbulkan penyakit baru berupa pneumonia.Oleh karenanya, setiap individu perlu menjaga kesehatan dan sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Terapkanlah gaya hidup sehat agar tubuh tidak mudah dihinggapi berbagai penyakit, termasuk pneumonia.4. Gangguan Radang ParuPenyebab seseorang terkena pneumonia yang terakhir yakni adanya gangguan inflamasi atau peradangan pada paru. Adanya peradangan ini menyebabkan paru terisi cairan atau nanah.Tentunya, hal itu dapat mengganggu kinerja paru sehingga muncullah beberapa gejala yang membuat pengidap tidak nyaman, antara lain batuk berdahak, sesak nafas, nyeri dada dan demam.Gangguan radang paru berpotensi terjadi pada individu dengan kebiasaan merokok. Oleh karenanya, berhentilah merokok agar kondisi paru lebih baik dan Anda dapat terhindar dari berbagai jenis penyakit berbahaya, termasuk pneumonia.Penting untuk melakukan langkah pencegahan pneumonia, seperti mendapatkan vaksin pneumonia, menjaga kebersihan, mencuci tangan secara teratur, menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga imunitas tubuh. Dengan menerapkan langkah pencegahan ini, kita berpeluang terhindar dari penyakit pneumonia yang berbahaya.Faktor Risiko PneumoniaSetelah membaca penjelasan di atas, Anda mungkin bertanya-tanya siapa individu atau orang yang berisiko atau rentan terkena pneumonia. Setidaknya ada tujuh orang yang paling rentan terkena penyakit pneumonia, antara lain sebagai berikut :● Anak-anak atau bayi usia 2 tahun ke bawah● Orang dewasa atau lansia yang usianya sudah di atas 65 tahun● Orang yang dirawat di ruangan ICU dengan bantuan ventilator atau alat bantu nafas● Individu yang dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama● Orang dengan kebiasaan merokok● Orang yang memiliki riwayat penyakit paru kronik atau jantung● Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemahItulah penjelasan tentang apa itu penyakit pneumonia, gejala, penyebab dan faktor risikonya. Pada intinya, pneumonia termasuk jenis penyakit menular yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Nah, pemahaman tentang apa yang kami tulis di dalam artikel ini sangatlah penting bagi kita semua agar terlindungi dari masalah kesehatan.Apabila Anda merasakan gejala pneumonia atau menjumpai orang terdekat mengalami gejala pneumonia, segera periksakan diri ke Granostic. Granostic memiliki dokter spesialis profesional dan berpengalaman yang siap membantu pengidap pneumonia dalam hal pengobatan yang tepat dan akurat. Anda juga bisa menggunakan layanan home service pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh Granostic.
Cara Menyembuhkan Asma
Asma adalah salah satu masalah pernafasan yang cukup umum terjadi. Serangan asma dapat membuat otot pernafasan menyempit dan menegang, sehingga membuat penderita mengalami kesulitan bernafas. Lantas bagaimana cara yang tepat untuk menyembuhkan asma ini ?Asma dapat terjadi pada siapa saja, baik pada anak maupun orang dewasa. Penderita asma memiliki paru lebih sensitif dari orang dengan kondisi paru normal.Sehingga saat terpapar debu, asap rokok, polusi, zat kimia atau bahkan infeksi virus, bisa menyebabkan iritasi pada paru. Kondisi ini akan membuat otot saluran pernafasan menjadi kaku dan menyempit.Sobat Granostic, asma hingga kini masih belum dapat disembuhkan secara total. Namun ada banyak pengobatan dan terapi medis yang dapat meringankan gejala asma.Apa saja cara meringankan gejala dan kekambuhan asma tersebut ? Berikut penjelasannya.1. Pendampingan DokterAdanya pendampingan dokter dalam cara menyembuhkan asma adalah hal yang sangat penting. Sebab, untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang tepat sasaran, Anda memerlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis.Dokter spesialis di klinik Granostic bisa membantu Anda dalam upaya cara meringankan dan menyembuhkan gejala penyakit asma. Bersama tenaga medis kami, Anda dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesehatan paru dan mendiskusikan gejala asma yang pernah Anda alami.Hasil pemeriksaan dan konsultasi ini akan digunakan untuk menentukan jenis pengobatan asma mana yang paling sesuai untuk kondisi Anda. Sebab ada banyak pilihan terapi untuk menyembuhkan asma.Dokter akan membantu menentukan terapi asma tersebut sesuai dengan jenis, tingkat keparahan, dan kondisi asma yang Anda alami. Untuk mulai berkonsultasi dengan tim dokter spesialis kami, Anda bisa langsung menghubungi nomor Home Service yang tertera di website. Selain itu Anda juga bisa berkunjung ke klinik kami secara langsung.2. Terapi ObatTerapi obat merupakan metode pengobatan asma yang cukup umum diberikan oleh dokter, untuk pengobatan jangka pendek maupun panjang. Panjang periode pengobatan ini akan dokter sesuaikan dengan tingkat keparahan asma yang Anda miliki.Secara umum, terapi obat untuk menyembuhkan asma ini terbagi menjadi tiga, yakni :1. Pengobatan asma jangka panjang : dilakukan untuk mengendalikan keparahan gejala, mencegah asma kambuh secara berkelanjutan, dan mencegah adanya komplikasi. Pengobatan ini menggunakan obat hirup seperti inhaler asma atau nebulizer.2. Pengobatan asma jangka pendek : dilakukan untuk meredakan gejala serangan asma akut saat kejadian dengan segera. Obat ini juga dapat digunakan untuk pertolongan pertama ketika serangan asma terjadi.3. Pengobatan alergi : dilakukan untuk mengatasi alergi yang menjadi penyebab timbulnya asma. Karenanya jenis pengobatan ini hanya diberikan jika tubuh bereaksi terhadap pemicu atau alergen tertentu.3. Terapi PernafasanCara meredakan dan meringankan gejala asma selanjutnya adalah dengan terapi pernafasan. Apakah Anda sudah pernah dengar ?Terapi pernafasan merupakan cara mengatasi asma tanpa obat yang juga kerap dianjurkan oleh dokter. Namun, terapi pernafasan haruslah secara rutin dilakukan setiap hari, yakni dengan membiasakan pengidap untuk bernafas dengan lebih efektif.Beberapa jenis terapi pernafasan yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan asma, antara lain :● Pernafasan diafragma● Pernafasan dengan bibir mengerucut● Metode papworth● Metode pernafasan Buteyko● Pernafasan hidungMelakukan terapi pernafasan secara teratur dapat membantu mengontrol asma dengan meningkatkan fungsi paru, mengurangi gejala asma, dan meningkatkan kesehatan paru secara umum.4. Terapi YogaSelain melatih pernafasan, Anda juga bisa menerapkan terapi yoga sebagai cara menyembuhkan asma. Olahraga ini berfokus pada kesadaran sepanjang gerakannya. Yoga dapat meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, manajemen pernafasan, dan banyak lainnya.Meski olahraga ini tidak dapat kita kategorikan sebagai pertolongan utama untuk asma, namun yoga dapat menjadi bagian dari perencanaan terapi komprehensif Anda. Beberapa pose yoga dapat mengontrol gejala asma, seperti mereduksi stres, membuka dada, dan mendorong pernafasan dalam.Sebuah jurnal di tahun 2016 dengan partisipan sebanyak 1048 orang, menemukan bahwa yoga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala kekambuhan bagi pengidap asma.Penelitian lain di Ethiopian Journal o Health Sciences, yang dilakukan pada 24 orang pengidap asma, menunjukkan bahwa yoga berpotensi mengurangi serangan asma akut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yoga dinilai efektif mengurangi kekambuhan asma di pagi dan malam hari.5. Kurangi Kebiasaan Buruk Seperti MerokokSelain melakukan ketiga terapi di atas, sangat penting untuk menghentikan gaya hidup tak sehat dalam menyembuhkan asma Anda. Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok, minum minuman beralkohol, memperhatikan pola diet dan menjaga berat badan, serta banyak lainnya.Merokok, utamanya, rokok tembakau ataupun elektrik (vape) dapat berdampak buruk bagi kesehatan paru dan mengganggu pernafasan Anda. Asap rokok dapat memicu proses alergi pada saluran pernafasan, terutama pada pengidap asma yang memiliki paru-paru lebih sensitif.Anda bisa memulai gaya hidup yang lebih sehat, misalnya dengan olahraga rutin sesuai dengan kondisi dan kemampuan fisik Anda. Jangan lupa untuk menerapkan diet sehat dan bergizi tinggi.6. Usahakan untuk tidur dengan posisi telentang atau miringCara menyembuhkan asma selanjutnya adalah dengan tidur dengan posisi telentang atau miring. Kedua posisi ini dapat membuat saluran udara terbuka lebih lebar, sehingga mempermudah Anda untuk bernafas saat sedang tidur.Seperti yang Anda tahu, gejala asma sangat rawat terjadi di malam atau pagi hari. Karenanya, mengenali dan menerapkan posisi tidur yang tepat akan mengurangi kemungkinan kambuhnya asma serta membuat kualitas tidur lebih baik.7. Gunakan masker ketika pergi keluar rumahAsap kendaraan, perokok, debu, dan berbagai polusi udara lainnya dapat menjadi pemicu munculnya gejala asma. Berbagai alergen tersebut berpotensi untuk mengiritasi paru dan membuat otot saluran pernafasan menjadi kaku serta menyempit.Nah, untuk menghindari adanya serangan asma secara tiba-tiba saat Anda beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya gunakan masker saat bepergian. Anda juga bisa menggunakan masker bila sedang membersihkan ruangan untuk mencegah terhirupnya debu dan kotoran.Meski begitu pada praktiknya, tak sedikit penderita asma mengaku mengalami kesulitan bernafas saat menggunakan masker. Karenanya, pemilihan masker ini juga harus Anda perhatikan dengan baik.Tips aman menggunakan masker untuk penderita asma :1. Pilih masker yang nyaman dan pas untuk kondisi Anda. Misalnya mempertimbangkan masker berbahan katun karena ringan dan mudah menyerap kelembaban daripada yang berbahan sintetis. Atau masker bedah standar yang diklaim lebih mudah untuk bernafas.2. Selalu membawa inhaler setiap saat.3. Lepas masker segera setelah Anda sampai di tempat tujuan, atau memasuki ruang aman yang bebas polusi.Nah, Sobat, itu adalah penjelasan mengenai cara mengontrol dan menyembuhkan gejala penyakit asma yang Anda miliki. Apakah artikel ini menjawab kebutuhan Anda ?Ingat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sasaran, Anda harus memiliki diagnosis yang akurat mengenai kondisi paru dan tingkat keparahan asma yang Anda alami.Karenanya melakukan medical check up untuk paru secara berkala dan berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang sangat penting. Dalam hal ini klinik Granostic bisa menjawab kebutuhan Anda.Kami memiliki tim dokter dan tenaga medis profesional yang akan mendampingi Anda dalam pemeriksaan kesehatan paru-paru. Selain itu, kami pun memiliki layanan tes kesehatan paru secara lengkap seperti pemeriksaan spirometri, foto rontgen dada, dan banyak lainnya.Konsultasi kesehatan ini tak hanya dapat Anda lakukan secara langsung dengan mengunjungi klinik kami. Melainkan, Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter melalui WhatsApp, loh.Bersama layanan Home Service kami Anda bisa mendiskusikan dan mengkonsultasikan gejala asma yang Anda alami. Tim dokter kami akan dengan tanggap memberikan informasi dan analisis terhadap gejala tersebut.
Cara Mengatasi Dada Tiba-Tiba Sesak Dada
Sobat Granostic pernah mengalami dada sesak secara tiba-tiba ? Rasa sesak ini bisa jadi pertanda dari adanya masalah kesehatan serius. Namun pada beberapa kasus juga bisa menunjukkan kondisi yang lebih ringan sehingga dapat Anda atasi sendiri di rumah sebagai pertolongan pertama.Penyebab dada sesak cukup beragam mulai dari masalah kardiovaskular, penyakit pada saluran pernafasan dan paru, masalah pada organ pencernaan, hingga kesehatan mental.Karena itu penting bagi Anda untuk berkonsultasi pada dokter ketika mengalami serangan dada sesak secara tiba-tiba sehingga pengobatan yang dilakukan pun akan jadi lebih efektif dan efisien.1. Duduk atau Berbaring dengan NyamanCara mengatasi dada sesak tiba-tiba yang pertama adalah dengan mengubah posisi Anda untuk duduk atau berbaring dengan nyaman. Jika Anda sedang berada di tengah-tengah aktivitas, jangan panik terlebih dahulu, namun cari kursi terdekat dan duduk dengan nyaman.Mencondongkan badan ke depan dapat membuat ruang di rongga dada melebar, sehingga paru dapat mengembang dengan maksimal. Cara ini bisa Anda gunakan untuk mengatasi dada sesak karena PPOK.Sementara itu, bila Anda menderita obesitas atau sleep apnea, sesak dada bisa muncul tiba-tiba saat Anda tidur. Cara mengatasi sesak dada ini Anda bisa mengubah posisi dengan berbaring telentang.Berbaring telentang dapat membantu melebarkan saluran pernapasan sehingga Anda bisa bernapas lebih lega di malam hari.2. Bernapas dengan TenangSaat Anda merasakan sesak secara tiba-tiba di dada, janganlah panik terlebih dahulu. Rasa panik Anda hanya akan menambah rasa sesak tersebut.Menurut studi CNet di tahun 2018, 30 - 40 % kunjungan ke ruang gawat darurat untuk nyeri di dada tidak berkaitan dengan serangan jantung, melainkan karena rasa panik.Sebagai cara mengatasi sesak dada ini, sebaiknya Anda fokus pada pernafasan. Bernafas dengan tenang dapat menetralisir gejala sesak nafas atau meningkatnya detak jantung yang berhubungan dengan gangguan kecemasan.Selain itu dengan fokus pada pernafasan Anda dapat membantu menetralisir respons stres. Anda dapat melakukan pernafasan yang dalam dan tenang ini selama beberapa menit untuk dapat merasa lega.3. Minum Air PutihSetelah Anda merasa lebih baik dengan menerapkan langkah pertama dan kedua, selanjutnya minum air putih untuk mengatasi sesak dada tiba-tiba.Hidrasi pada dasarnya sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan saluran pernafasan. Meminum banyak air dapat membantu mengencerkan lendir, meningkatkan aliran udara, dan mengurangi hambatan udara di dada.Selain itu, kekurangan minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat memicu gejala vertigo.Sesak dada yang terjadi akibat angina pun dapat diatasi dengan minum air putih. Terlebih angina pektoris cenderung disertai dengan trombosis. Karenanya minum air dalam jumlah yang cukup dapat mengurangi pembekuan darah dan menurunkan risiko untuk nyeri dada karena penyakit jantung (angina pektoris).Selain itu gagal jantung memiliki gejala yang berhubungan dengan retensi garam dan air, karenanya pengelolaannya mencakup pembatasan asupan air.4. Jangan Gunakan Pakaian yang KetatLangkah selanjutnya adalah menghindari menggunakan pakaian yang ketat. Bila Anda mengalami sesak dada tiba-tiba, Anda pun harus melonggarkan pakaian yang dikenakan. Sehingga bernapas pun jadi lebih ringan dan lega.5. Konsultasi DokterSetelah menerapkan pertolongan pertama saat sesak dada tiba-tiba datang, Anda juga tidak boleh mengabaikan kondisi tersebut. Apalagi jika serangan tersebut disertai gejala lain seperti sesak napas, nyeri, sakit kepala berat, maupun muntah berulang.Konsultasikan dengan dokter spesialis dan lakukan pemeriksaan medis di klinik Granostic. Kami memiliki tenaga medis dan dokter spesialis yang dapat mendampingi proses skrining gejala sesak dada yang Anda alami.Dengan mengetahui penyebab dan mendapat diagnosis yang tepat dari penyebab sesak tersebut, Anda dapat memperoleh pengobatan yang efektif.Granostic Center dapat memenuhi kebutuhan Anda akan pelayanan kesehatan yang akurat, cepat, dan modern. Granostic Center dilengkapi dengan perlengkapan dan fasilitas yang canggih, sekaligus suasana premis yang nyaman dan berkualifikasi sebagai laboratorium utama dan klinik utama.Selain itu Anda dapat melakukan konsultasi secara menyeluruh dengan dokter spesialis kami, dengan berkunjung langsung ke klinik atau lewat pesan / telepon WhatsApp. Konsultasi jadi lebih mudah dan dapat Anda lakukan kapanpun serta dimanapun.6. BeristirahatSetelah serangan sesak dada terjadi, ada baiknya Anda tidak langsung melanjutkan aktivitas apapun, khususnya yang bertendensi untuk memicu kemunculan kembali kondisi tersebut.Anda dapat kembali memulai beraktivitas setelah beberapa hari. Namun bila Anda merasakan sesak kembali di bagian dada, beri jeda kembali pada aktivitas harian Anda.Ingat, salah satu penyebab timbulnya rasa sesak di dada adalah karena aktivitas yang berlebihan. Hal ini terjadi ketika otot Anda tertarik —terutama di dada, perut, atau punggung atas hingga tengah— Anda mungkin mengalami rasa sesak dan nyeri di dada saat beraktivitas.Pada beberapa kasus, ketegangan otot ini dapat terjadi cukup parah. Sehingga menyebabkan rasa sakit saat Anda bernafas.7. Gunakan Inhaler Sesuai Petunjuk DokterSesak dada juga dapat menjadi gejala penyakit asma, yang merupakan masalah pada saluran pernafasan. Karena itu, untuk mengatasi dada tiba-tiba sesak Anda bisa menggunakan inhaler sesuai petunjuk dokter.Inhaler adalah obat semprot / hirup yang digunakan untuk meringankan gejala asma. Obat ini memiliki tabung kecil dengan corong di ujungnya. Pada bagian badan penyemprotnya dimasukkan obat, yang nantinya akan disalurkan secara langsung ke sistem pernafasan melalui corong tersebut.Inhaler memiliki jenis-jenis yang berbeda, karena itu sangat penting untuk menyesuaikan jenis dan dosis penggunaanya dengan kondisi Anda. Dengan begitu inhaler tersebut akan dapat memberikan manfaat terbaik untuk mengatasi masalah sesak dada yang Anda alami.Selain itu, inhaler juga memiliki efek samping pada kesehatan pada gigi dan mulut. Sehingga sangat penting untuk Anda mematuhi aturan dan cara pakai yang tepat sesuai dengan anjuran dokter.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai cara mengatasi dada tiba-tiba sesak. Saat sesak dada yang Anda alami terasa tidak begitu parah dan muncul dalam serangan pendek, situasi ini mungkin dapat Anda atasi sendiri di rumah.Namun sesak dada sendiri bisa jadi sebuah gejala dari penyakit serius. Karenanya Anda memerlukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.Klinik Granostic dapat menjadi pilihan ideal dan terpercaya bagi Anda dalam mengkonsultasikan dan mendapatkan diagnosis terkait sesak dada yang Anda alami. Sebab pemeriksaan medis di Granostic dilakukan oleh dokter dan tenaga medis ahli, serta bersifat menyeluruh, akurat, dan menggunakan teknologi yang canggih.Anda dapat langsung mengunjungi klinik kami untuk bertemu dan konsultasi tatap muka bersama dokter Granostic. Namun, bila Anda jauh dari layanan kesehatan Granostic, Anda bisa melakukan konsultasi lewat Home Service. Tertarik untuk mencoba layanan Home Service klinik Granostic ? Langsung klik tombol di bawah ini, ya !
Tips Pencegahan Pneumonia
Pneumonia adalah penyakit yang bukan saja bisa menyerang orang dewasa dan lansia, tapi juga anak-anak, oleh karenanya, perlu diwaspadai dan penting untuk mengetahui tips pencegahan.Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang organ paru akibat infeksi bakteri, jamur atau virus. Umumnya, penderita pneumonia akan mengalami gangguan nafas, demam, batuk berdahak, batuk darah, nyeri dada dan hilang nafsu makan. Kondisi ini, tentu saja, berbahaya bagi penderita bahkan dapat mengancam jiwa.Penderita pneumonia perlu memeriksakan diri ke Granostic untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Dengan melakukan ini, diharapkan pneumonia tidak menimbulkan gejala serius, komplikasi atau bahkan mengancam jiwa.Nah, berikut adalah sejumlah tips pencegahan pneumonia yang bisa Anda terapkan. Informasi ini penting diketahui oleh siapa saja, jadi simak dengan seksama ya !1. Merokok Dapat Merusak Sistem PernafasanTips pencegahan pneumonia yang pertama yakni menghindari kebiasaan merokok. Ya, kita semua pasti tahu merokok termasuk kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Merokok juga dapat memperparah pneumonia !Paru adalah organ utama yang akan mengalami gangguan akibat kebiasaan merokok. Paru penderita pneumonia akan semakin rusak dan sulit melawan infeksi, virus dan atau bakteri penyebab penyakit tersebut.Oleh karenanya, apabila Anda selama ini terbiasa merokok maka sesegera mungkin hindari kebiasaan itu, sehingga paru akan lebih kuat dan dapat melawan infeksi, virus dan atau bakteri penyebab pneumonia.2. Cuci Tangan Secara TeraturMencuci tangan secara teratur juga perlu Anda lakukan agar terhindar dari pneumonia. Seperti kami jelaskan sebelumnya, pneumonia adalah penyakit yang dapat muncul dan menyebar dari virus, bakteri dan jamur. Nah, virus, bakteri dan jamur penyebab pneumonia ini ada di alam bebas sehingga kita perlu mencegahnya dengan cara mencuci tangan secara teratur.Cucilah tangan sebelum makan dan setelah memegang benda apapun. Anda perlu menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan agar benar-benar bersih. Jika tidak tersedia air untuk mencuci tangan, Anda bisa menggunakan hand sanitizer.3. Hindari Paparan Asap dan Polusi UdaraKetahuilah, paparan asap dan polusi udara secara berlebihan dapat merusak organ paru. Dalam kondisi fisik yang kuat, paru memang dapat melawan racun yang disebabkan oleh paparan asap dan polusi udara secara berlebihan. Akan tetapi, seiring usia bertambah, paru akan kehilangan kekuatannya sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan paparan bakteri serta virus.Oleh karenanya, tips pencegahan pneumonia ketiga yang perlu Anda terapkan yakni menghindari paparan berbagai jenis asap, seperti asap rokok, asap dari gas kendaraan bermotor, asap dari lilin berbahan dasar kimia dan lainnya. Selain itu, hindari juga polusi udara.4. Pertahankan Kebersihan RumahMenjaga kebersihan rumah juga menjadi salah satu tips pencegahan pneumonia yang efektif. Menjaga kebersihan rumah bisa Anda lakukan dengan cara rutin menyapu dan mengepel semua ruangan. Selain itu, Anda juga perlu membersihkan benda yang sering disentuh, seperti remote TV, gagang pintu, sofa, mainan anak, lemari dan lainnya.Penting juga bagi semuanya untuk memperhatikan ventilasi ruangan dalam rumah. Pastikan rumah Anda memiliki ventilasi yang baik agar dapat mengurangi risiko penularan berbagai penyakit, termasuk pneumonia.5. Memperkuat Sistem Kekebalan TubuhOrang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akan mudah terserang penyakit, termasuk pneumonia. Sebab, orang dengan imunitas lemah mudah dihinggapi bakteri, virus dan jamur pemicu penyakit dan tubuh mereka tidak mampu melawannya.Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit pneumonia. Lantas, apa tindakan yang bisa kita lakukan untuk memperkuat imunitas tubuh ?Vaksinasi merupakan tindakan utama yang perlu dilakukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dari penyakit pneumonia. Vaksin pneumonia ini sangat disarankan diberikan untuk anak berusia di bawah 2 tahun dan lansia yang sudah berusia lebih dari 65 tahun. Selain itu, orang dewasa juga perlu mendapatkan vaksin pneumonia, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan imunitas dan atau perokok.6. Hindari Kontak dengan Orang SakitTips pencegahan pneumonia yang keenam yakni menghindari kontak dengan orang sakit. Memang, menjenguk orang sakit adalah tindakan yang baik namun sebaiknya Anda tidak memaksakan untuk menjenguk orang yang sakit parah. Alasannya, mungkin saja ada bakteri dan virus di benda-benda dekatnya yang menjadi pemicu penyakit pneumonia.Nah, apabila Anda benar-benar ingin menjenguk orang sakit, sebaiknya gunakan masker yang menutupi mulut dan hidung. Setelahnya, bersihkan seluruh tubuh dan ganti pakaian untuk menghindari virus dan bakteri yang mungkin saja ada. Dengan melakukan ini, Anda dapat terhindar dari pneumonia dan jenis penyakit lainnya.7. Aktivitas Fisik yang TeraturSelain vaksinasi, menjalankan aktivitas fisik secara teratur juga perlu dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Di sisi lain, menjalankan aktivitas fisik secara teratur juga bisa meningkatkan kesehatan paru sehingga Anda dapat terhindar dari penyakit pneumonia.Lantas, aktivitas fisik seperti apa yang harus dijalankan untuk mencegah penyakit pneumonia ? Anda bisa menjalankan aktivitas fisik sesuai minat atau kesukaan, seperti berjalan, berlari, berenang, bersepeda dan lainnya.Oh ya, perlu juga bagi kita semua untuk menjalankan gaya hidup yang sehat setiap hari. Misalnya, menjaga pola makan dengan baik, tidak merokok dan manajemen stres dengan baik. Tindakan ini juga sangat ampuh meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda akan terhindar dari penyakit pneumonia.8. Konsultasi DokterPenyakit pneumonia yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Tentu saja, komplikasi pneumonia ini akan membuat penderita merasakan gejala yang lebih serius. Penderita akan mengalami sulit nafas karena kesulitan mendapatkan cukup oksigen, penumpukan cairan di area paru-paru, abses paru dan terdapat bakteri dalam aliran darah.Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala pneumonia. Gejala awal pneumonia yang perlu diwaspadai antara lain gangguan nafas, demam, batuk berdahak, batuk berdarah, nyeri dada dan hilang nafsu makan.Layanan konsultasi dokter bisa Anda lakukan di Granostic. Granostic menghadirkan layanan Medical Check Up (MCU) untuk berbagai jenis penyakit, termasuk pneumonia. Kabar baiknya lagi, Granostic menghadirkan layanan MCU untuk perusahaan.Layanan MCU untuk perusahaan ini bermanfaat untuk mengecek kondisi kesehatan karyawan melalui tes kesehatan yang komprehensif. Harapannya, perusahaan dapat mengetahui kondisi kesehatan karyawannya dan memastikannya mereka dapat bekerja dengan produktif. Jadi tunggu apa lagi, yuk gunakan layanan medical check up Granostic sekarang juga !Itulah penjelasan tentang tips pencegahan pneumonia. Anda juga bisa berkonsultasi di Granostic untuk mendapatkan informasi lebih banyak seputar tips dan upaya pencegahan pneumonia. Segera hubungi Granostic untuk mendapatkan layanan konsultasi kesehatan terbaik !
Kenapa Dada Terasa Sesak ?
Saat dada tiba-tiba terasa sesak seperti dicengkeram atau diremas, Anda mungkin mengiranya sebagai serangan jantung, padahal ada banyak masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab rasa sesak tersebut.Rasa sesak di dada dapat dipicu oleh banyak faktor, termasuk infeksi, keresahan, masalah kardiovaskular, gangguan pada saluran pernafasan, hingga masalah pencernaan.Kondisi sesak ini dapat terasa di seluruh bagian dada atau pada satu bagian saja. Selain itu, rasa sesak juga bisa muncul bersamaan dengan kesulitan bernafas.Nah, Sobat Granostic agar tak salah duga dan langkah penanganan pertama, dalam artikel ini kita akan membahas lebih rinci mengenai penyebab kenapa dada terasa sesak dan gejalanya.1. Masalah KardiovaskularBagi orang awam masalah kardiovaskular umumnya disamaartikan dengan penyakit jantung. Hal ini tidaklah sepenuhnya benar.Sebab sistem kardiovaskular ini terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Sehingga saat membicarakan gangguan pada sistem kardiovaskular ini tak hanya serangan jantung, namun bisa berupa stroke, aritmia, hingga gagal jantung.Masalah kardiovaskular juga bisa menyebabkan rasa sesak di dada, khususnya pada serangan jantung, yang kerap digambarkan seperti adanya rasa berat, sesak, atau tekanan pada dada.Gejala lain yang muncul saat masalah kardiovaskular bisa menimbulkan rasa sesak dan nyeri di dada, mual, angina, tidak nyaman di lengan atau pundak, keringat dingin, nafas pendek-pendek, dan banyak lainnya.Kondisi ini bisa berbeda-beda tergantung pada masalah kardiovaskular apa yang Anda alami. Sebab itu, untuk dapat mengatasi dada yang sesak secara efektif, Anda perlu melakukan diagnosis bersama ahli atau di klinik kesehatan untuk mengetahui kenapa kondisi tersebut muncul.2. Gangguan ParuTimbulnya rasa sesak pada dada juga dapat mengindikasikan adanya gangguan paru. Gangguan paru ini bisa terjadi karena infeksi bakteri, virus, atau asma.Pada penderita asma, dada yang terasa nyeri dan sesak adalah gejala yang paling umum. Pada kondisi ini, sesak di dada juga diiringi dengan mengi, sesak nafas, dan batuk.Selain asma, gangguan paru lain yang bisa menyebabkan rasa sesak dan nyeri dada adalah :● Emboli paru● Tuberkulosis ● Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)● Hipertensi paru● Radang selaput dada● PneumotoraksSelain rasa nyeri dan sesak di dada, beberapa gejala lain juga akan muncul seperti sulit bernafas, rasa cemas, detak jantung tidak teratur dan abnormal, dan banyak lainnya. Gejala yang muncul berbeda-beda tergantung jenis gangguan paru apa yang Anda alami.Karena itu, sangat penting untuk melakukan pengecekan yang lengkap bersama dokter atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.3. Masalah Otot dan Tulang RusukTak sedikit kasus nyeri dan sesak pada dada timbul karena masalah otot dan tulang rusuk. Otot yang tegang bisa jadi penyebab dada sesak dan nyeri yang cukup umum. Secara khusus, ketegangan pada otot interkostal dapat menimbulkan gejala sesak tersebut.Otot interkostal bertanggung jawab untuk membuat tulang rusuk menempel satu sama lain. Ketegangan otot-otot ini biasanya terjadi akibat aktivitas intens, seperti kegiatan meraih atau mengangkat saat memutar badan.Bersamaan dengan rasa sesak tersebut, Anda juga mungkin akan mengalami :● Nyeri● Sulit bernafas● Pembengkakan● Tekanan Masalah lain pada tulang rusuk pun bisa jadi penyebab dada terasa sesak dan nyeri. Misalnya saat Anda cedera atau patah tulang rusuk akibat kecelakaan.Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit dan sesak ketika Anda menarik nafas dalam, menekan area yang cedera, atau saat Anda menggerakkan tubuh.4. GERD (Gastroesophageal Reflux Diseases)Sesak yang timbul di dada bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem pencernaan. Misalnya ketika terjadi refluks asam lambung yang menyebabkan asam lambung naik hingga ke kerongkongan.Masalah pencernaan ini dikenal dengan nama GERD. Kondisi ini terjadi karena melemahnya katup di pangkal lambung, sehingga isi perut dapat naik ke kerongkongan.Sesak dada yang terjadi akibat GERD biasanya timbul dengan gejala lain, seperti :● Rasa nyeri dan terbakar● Regurgitasi (isi perut naik ke tenggorokan / mulut)● Sesak di dada● Mual● Masalah menelan● Batuk kronis● Suara serak5. Gangguan Kecemasan atau StresDada sesak juga dapat berhubungan dengan kesehatan mental Anda. Rasa cemas yang Anda rasakan akan memicu stres dalam tubuh, yang disebut dengan mode fight or flight. Gejala dari serangan kecemasan ini termasuk :● Meningkatnya detak jantung● Dada yang sesak● Diare● Nyeri otot● Nafas yang cepat, pendek, dan tidak beraturan● Kram perut6. Infeksi atau InflamasiDada yang sesak juga dapat timbul karena infeksi, seperti flu yang umum terjadi. Namun bisa juga timbul karena infeksi yang lebih serius, seperti Herpes Zooster.Selain itu, Anda juga bisa merasakan sesak di dada karena penumpukan lendir / cairan di paru, adanya inflamasi (peradangan), dan berbagai masalah lainnya.Beberapa jenis infeksi yang dapat menyebabkan nyeri dan sesak dada antara lain :● Bronkitis akut● Pneumonia● Covid-19● Herpes ZoosterSelain rasa nyeri di dada dan sesak, umumnya ada gejala lain yang juga muncul saat infeksi atau inflamasi terjadi, yakni :● Kesulitan bernafas● Rasa nyeri dan sesak dada yang konsisten● Demam● Batuk berdahak● Bibir dan ujung jari membiru● Batuk7. AnemiaNyeri dan sesak dada bisa menjadi salah satu gejala anemia yang cukup serius. Kondisi ini terjadi ketika sel darah merah tidak cukup, sehingga jantung harus bekerja keras untuk memindahkan oksigen melalui darah.Nyeri dan sesak dada bisa menjadi salah satu gejala anemia yang cukup serius. Kondisi ini terjadi ketika Anda tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Sehingga jantung harus bekerja keras untuk mendistribusikan oksigen melalui darah.Dengan kata lain nyeri dan sesak pada dada ini adalah akibat dari jantung yang tidak mendapatkan cukup oksigen. Sel darah merah mengandung molekul hemoglobin, yang berfungsi untuk mengikat oksigen di paru-paru dan membawanya ke berbagai bagian tubuh.Selain nyeri dada, gejala anemia lain yang dapat Anda alami antara lain :● Sesak nafas● Lemas● Kulit yang pucat● Detak jantung yang tak normalMengalami Nyeri dan Sesak di Dada Tiba-Tiba, Lakukan Diagnosis Awal Bersama AhlinyaSetelah membaca ulasan di atas, Anda tentu memahami bahwa nyeri dada tidak muncul dengan sendirinya. Melainkan kondisi ini bisa menjadi petunjuk atau gejala dari penyakit tertentu yang bisa berdampak serius pada kesehatan Anda.Karenanya penanganan dan perawatan sesak di dada ini tidak bisa kita atasi secara sembarangan. Anda perlu mengetahui kenapa nyeri dan sesak di dada tersebut timbul, kemudian menyesuaikan pengobatan dengan penyebabnya tersebut.Granostic Medical Service menjadi jawaban yang ideal untuk mengatasi masalah Anda tersebut. Bersama tim ahli dan dokter spesialis kami, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan serta mengkonsultasikan gejala sesak di dada yang Anda alami.Proses pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan secara menyeluruh, serta menggunakan teknologi canggih dan mutakhir. Lebih dari itu, kami juga menyediakan layanan Home Service. Anda dapat melakukan konsultasi secara daring (online) dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.Cukup dengan menghubungi nomor WhatsApp yang tertera pada halaman website atau dengan klik tombol Home Service di bawah, Anda bisa langsung terhubung bersama tim ahli kami.
Cek Kesehatan Paru di Granostic
Sobat Granostic, tahukah bahwa paru merupakan organ yang cukup mudah terkena masalah kesehatan ? Seperti infeksi bakteri, virus, hingga penumpukan racun oleh polusi udara dan zat kimiawi. Inilah kenapa kita harus menjaga kesehatan paru dengan baik, misalnya dengan rutin melakukan cek kesehatan di Granostic.Paru adalah organ vital dalam tubuh kita, yang memiliki peran utama untuk mendukung sistem pernafasan. Selain itu, paru juga berfungsi untuk mendukung sistem ekskresi karbondioksida maupun uap air.Bila terjadi infeksi penyakit atau masalah pada paru, tentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh kita secara umum. Akan tetapi banyak pasien yang tidak menyadari adanya masalah pada paru mereka sebelum situasinya sangat serius.Melansir dari laman Manchester University, 7 dari 10 pasien kanker paru terlambat didiagnosis untuk mendapatkan pengobatan. Ini karena penyakit kanker paru umumnya tak menunjukkan gejala signifikan di tahap awal infeksi.Nah, Sobat Granostic, itulah yang membuat pengecekan rutin menjadi begitu penting untuk menjaga kesehatan paru Anda. Bersama Granostic Medical Center, Anda bisa mengecek kesehatan paru secara menyeluruh didampingi dokter spesialis.Bagaimana caranya ? Langsung simak ulasannya berikut ini :1. Riwayat kesehatan AndaPada tahap awal cek kesehatan paru di Granostic, dokter kami akan melakukan tanya jawab seputar keluhan yang Anda alami, serta riwayat kesehatan Anda dan keluarga.Selain itu dalam tahap ini, Anda juga akan diwawancarai seputar gaya hidup seperti pola makan, intensitas olahraga, kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.Agar hasil dari pengecekan kesehatan paru ini akurat, penting bagi Anda untuk memberikan jawaban secara jujur. Dengan begitu, dokter dan tim ahli Granostic pun akan dapat memberikan pelayanan yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.2. Pemeriksaan FisikSelanjutnya adalah tahap pemeriksaan fisik. Anda akan diminta untuk berdiri, duduk, hingga berbaring, bergantung pada bagian tubuh mana yang akan diperiksa. Pemeriksaan fisik pun umumnya dimulai dengan mengukur berat dan tinggi badan, untuk memeriksa apakah Anda memiliki berat yang ideal, kurang, atau berlebihan. Setelah itu, dokter akan memeriksa seluruh bagian tubuh Anda, mulai dari kepala hingga kaki.Dasar-dasar yang dicatat dalam pemeriksaan fisik ini meliputi :● Usia● Tinggi● Berat badan● Tekanan darah● dan denyut nadi.3. SpirometriCek kesehatan paru selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan spirometri, yakni tes umum yang digunakan untuk menilai seberapa baik paru bekerja.Spirometri, dalam prosesnya, bekerja dengan mengukur seberapa banyak udara yang Anda hirup, berapa banyak Anda menghembuskan nafas, dan seberapa cepat Anda menghembuskan nafas.Melansir Mayo Clinic, prosedur ini umumnya digunakan untuk mendiagnosis asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), serta kondisi lain yang mempengaruhi kesehatan organ pernafasan Anda.Adapun prosedur spirometri yang Anda lakukan di klinik Granostic meliputi :1. Anda akan diminta untuk duduk selama tes berlangsung.2. Sebuah klip akan dipasang pada hidung Anda untuk menjaga lubang hidup tertutup.3. Dokter dan tenaga ahli kami akan menjelaskan soal instruksi spirometri yang meliputi : 1) menarik napas dalam-dalam; 2) menahannya; 3) dan menghembuskan udara ke alat spirometer.4. Sebagai pemanasan, Anda bisa melakukan pemanasan normal terlebih dahulu. Pastikan bibir Anda menutup sekeliling selang agar tidak ada udara yang bocor.5. Setelah pemanasan, Anda diminta untuk menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kuat-kuat dalam alat spirometri. 6. Anda akan diminta untuk melakukannya beberapa kali, paling tidak sebanyak tiga kali untuk mendapatkan hasil yang relatif konsisten.7. Selanjutnya, proses penginterpretasian hasil untuk mengukur berbagai parameter pernafasan dan dibandingkan dengan nilai dari referensi.8. Kemudian dokter akan melakukan penarikan kesimpulan dari langkah ketujuh tersebut untuk memberikan diagnosis dan rekomendasi pada Anda. Hasil ini pun bisa menjadi dasar untuk memantau pernafasan Anda.9. Rangkaian proses spirometri ini secara keseluruhan akan memakan waktu kurang lebih selama 15 menit saja.4. Pemeriksaan Foto Rontgen DadaLangkah cek kesehatan paru di Granostic selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan foto rontgen dada. Prosedur rontgen ini merupakan tes pencitraan yang menggunakan sejumlah kecil radiasi untuk menghasilkan gambar organ, jaringan, dan tulang tubuh Anda.Tujuan dari foto rontgen dada ini adalah untuk melihat adanya tanda-tanda abnormal atau masalah pada sistem pernafasan, pembuluh darah, tulang, jantung, dan paru Anda. Rontgen dada juga dapat digunakan untuk menganalisis keberadaan cairan dalam paru, atau apakah udara atau air yang mengelilingi paru Anda.Berdasarkan Healthline, prosedur yang akan Anda lalui dalam pemeriksaan foto rontgen dada di klinik Granostic meliputi :1. Anda akan diminta untuk melepas semua aksesoris, kacamata, tindik, atau berbagai jenis benda logam yang menempel di tubuh Anda. Sebaiknya beritahu dokter jika Anda memiliki perangkat implan melalui prosedur operasi, seperti katup jantung atau alat pacu jantung.2. Sebelum proses berlangsung Anda akan diminta untuk berganti pakaian menggunakan pakaian dari klinik kami.3. Anda akan diminta untuk berdiri di samping "plat" rontgen. Plat ini berisi film sinar-X atau sensor khusus yang merekam gambar di komputer.4. Anda juga akan diarahkan untuk menegakkan celemek timah untuk menutupi organ reproduksi oleh karena sperma dan sel telur bisa rusak akibat radiasi.5. Teknisi rontgen kami akan memberikan instruksi cara berdiri pada Anda dan merekam tampilan depan maupun samping dari dada Anda.6. Saat pengambilan gambar, Anda harus menahan nafas agar dada tetap diam. Jika Anda bergerak, gambar yang dihasilkan kemungkinan akan tampak buram.7. Saat radiasi melewati tubuh Anda dan menuju plat, material yang lebih padat, seperti tulang dan otot jantung Anda akan tampak putih.8. Selama pengambilan foto rontgen dada ini, Anda tidak akan merasakan efek samping apapun. Namun, jika Anda mengalami patah tulang, Anda bisa merasa nyeri atau tidak nyaman saat memindahkan posisi tubuh.9. Pelaksanaan foto rontgen hanya berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Setelah pengambilan gambar selesai, Anda bisa kembali mengganti pakaian dan mendiskusikan hasilnya bersama dokter kami.5. Penilaian Risiko dan KonselingNah, Sobat Granostic, itu adalah langkah cek kesehatan paru yang akan Anda lalui bersama dokter dan teknisi ahli kami. Setelah semua proses tersebut Anda lakukan, maka kita akan beralih pada tahapan penilaian risiko dan konseling.Dokter kami akan menganalisis dan memberikan ulasan soal hasil tes kesehatan paru Anda. Bila terjadi masalah tertentu pada paru, dokter akan memberikan metode perawatan dan pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahan pada data hasil tes tersebut.Sobat Granostic, dengan melakukan pengecekan rutin pada kesehatan paru Anda dan mengkonsultasikan dengan dokter spesialis akan memberikan banyak manfaat untuk Anda. Utamanya dalam mencegah adanya infeksi atau masalah kesehatan serius pada paru Anda.Tim dokter dan ahli kami pun akan memberikan layanan terbaik dan siap siaga ketika menemui gejala penyakit tertentu setelah proses berlangsung.Selain pengecekan pada klinik secara berkala, Anda juga bisa memanfaatkan layanan Home Service Granostic untuk berkonsultasi dengan dokter kami kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya.Hanya dengan menghubungi nomor WhatsApp yang tertera pada Website atau klik tombol Home Service di bawah Anda bisa langsung terhubung dengan tim kami.Yuk, Sobat ! Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan paru Anda ya, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati !
Cara Menyembuhkan Dada Sesak
Sobat Granostic sering mengalami dada terasa sesak ? Dada sesak sering digambarkan sebagai kondisi dimana terasa ada tekanan dan cengkraman pada seluruh bagian atau sebagian area dada. Cara menyembuhkan dada sesak memerlukan proses diagnosis yang menyeluruh sehingga perawatan dapat tepat sasaran.Dada yang sesak pada dasarnya menunjukkan bahwa ada masalah pada kesehatan tubuh Anda. Entah itu masalah pada sistem kardiovaskular, gangguan pada organ pernapasan, pencernaan, hingga masalah kesehatan mental.Akibat banyaknya faktor yang jadi penyebab kondisi ini, Sobat Granostic perlu menerapkan cara menyembuhkan dada sesak yang tepat berikut ini :1. Konsultasi DokterLangkah pertama untuk menyembuhkan dada sesak adalah dengan mengkonsultasikan gejala / keluhan yang Anda alami kepada dokter. Ketika berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa mendapatkan diagnosis tepat waktu dan tepat sasaran.Selain itu, berkonsultasi juga bisa menjadi upaya pencegahan untuk mengurangi risiko bahaya bila ternyata dada sesak tersebut menandakan penyakit yang serius.Sobat Granostic, Anda bisa melakukan pemeriksaan dan konsultasi masalah dada sesak ini di klinik Granostic bersama dokter spesialis kami. Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, proses konsultasi dan pemeriksaan akan kami lakukan secara menyeluruh.Selain itu, klinik Granostic juga memiliki beragam peralatan memiliki fasilitas dan sarana yang mumpuni untuk melakukan diagnosis dan terapi kesehatan. Sehingga Anda dapat mendapatkan hasil diagnosis dan perawatan yang tepat.Lantas bagaimana kalau jarak antara tempat tinggal dan klinik Granostic jauh? Tenang, karena kami menyediakan layanan Home Service yang memudahkan Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter dimana saja dan kapanpun. Proses konsultasi ini dilakukan secara online, Anda dapat menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam Website atau langsung klik tombol Home Service di bawah.2. Penggunaan inhaler bronkodilatorDalam proses menyembuhkan dada sesak, Anda juga bisa menggunakan inhaler bronkodilator. Sebuah inhaler bronkodilator merupakan jenis obat yang dapat membantu relaksasi dan membuka saluran pernafasan, atau bronkus, di dalam paru.Dada sesak umumnya merupakan tanda dari adanya masalah kesehatan pada area pernafasan seperti asma, hipertensi paru, radang selaput dada, dan banyak lainnya. Kondisi ini menyebabkan saluran pernafasan menyempit dan membuat penderita sulit untuk mendapatkan cukup udara.Penggunaan inhaler bronkodilator dapat mengatasi masalah tersebut. Obat ini bekerja dengan membuka saluran pernafasan, sehingga membuat proses bernafas pada pasien jadi lebih mudah.Sobat Granostic perlu tahu bahwa inhaler bronkodilator ini tidak bisa dibeli bebas. Namun obat ini memerlukan resep dokter dan juga harus Anda gunakan sesuai anjuran.3. Pengelolaan Stres dan KecemasanDada sesak bisa terjadi akibat masalah kesehatan mental, seperti stres dan kecemasan. Umumnya rasa sesak ini juga akan dibarengi dengan gejala lain seperti nafas yang memburu, sesak nafas, jantung berdebar-debar, rasa pusing, dan merasa gelisah. Kecemasan dapat meningkatkan ketegangan otot, yang bisa memicu rasa nyeri dan sesak di dada. Selain itu dalam keadaan yang sangat menekan, detak jantung bisa meningkat dan kekuatannya bertambah kuat. Semua kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan berat di dada Anda.Karenanya untuk mengurangi dan menyembuhkan gejala dada sesak ini, penting untuk Anda mengelola stres dan kecemasan. Anda bisa menerapkan beberapa langkah pengelolaan stres berikut ini :● Latihan bernafas dalam.● Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga.● Menciptakan lingkungan yang menenangkan.● Mencari dukungan dari individu yang dapat Anda percaya.● Mengurangi asupan kafein dan stimulan.● Praktekkan teknik manajemen stres yang baik.4. Olahraga dan Perubahan Gaya HidupCara menyembuhkan dada sesak selanjutnya adalah dengan rutin melakukan olahraga dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Ini karena penyebab dada sesak sendiri cukup beragam, mulai dari masalah pencernaan, jantung, hingga stres.Pada dasarnya semua masalah kesehatan ini dapat kita minimalisir dan cegah kemunculannya dengan menerapkan gaya hidup sehat dan rutin berolahraga. Sebagai contoh, ketika masalah dada sesak muncul karena sakit GERD, maka penting untuk Anda mengatur pola makan dan menghindari makanan yang bisa memicu munculnya gejala GERD.Ketika dalam proses pemulihan dada sesak ini, Anda tidak boleh melakukan olahraga terlalu berat. Apalagi jika dada sesak tersebut timbul karena masalah otot dada.Berikut ini beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda terapkan untuk menyembuhkan dada sesak :1. Pilih makanan yang menyehatkan jantung dan saluran pencernaan. Makanan bisa menjadi kunci kesehatan tubuh Anda. Karena itu sebaiknya susun diet yang baik untuk kesehatan jantung dan saluran pencernaan Anda. Hindari minum minuman beralkohol, atau mengurangi kafein bila Anda memiliki GERD.2. Kurangi dan berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan penyakit paru, yakni dengan merusak saluran udara dan alveoli dalam paru Anda.3. Targetkan berat badan ideal. Ketika Anda memiliki berat badan berlebihan atau obesitas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda untuk menciptakan perencanaan diet yang tepat. Mengontrol berat badan dapat membantu mengatur risiko penyebab terjadinya masalah pada saluran pernafasan, seperti angina.4. Rajin olahraga. Sebelum memulai berbagai program olahraga, tanyakan terlebih dahulu pada dokter tentang tingkat aktivitas fisik apa yang cocok untuk kondisi Anda.5. Atur stres. Stres dapat memicu sesak di dada, karena itu cobalah untuk menghindari situasi atau keadaan yang dapat memicu stres.6. Tidur yang berkualitas dan cukup. Tidur dapat membantu memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tidak mendapat tidur yang cukup dan berkualitas akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan stroke. Semua penyakit ini bisa menyebabkan rasa sakit dan sesak di dada Anda.5. Pemantauan Kesehatan ParuSobat Granostic, memantau kesehatan paru sangat penting dalam upaya menyembuhkan dada sesak. Karena keduanya saling berkaitan erat, dada sesak bisa menjadi tanda atau gejala bahwa terdapat masalah pada paru Anda.Salah satu cara pengecekan kesehatan paru dapat dilakukan melalui pemeriksaan spirometri. Prosedur ini dapat membantu Anda memantau kondisi / fungsi paru, termasuk seberapa banyak udara yang dihirup dan dikeluarkan.Pemeriksaan spirometri ini umumnya digunakan untuk mendiagnosis beberapa gangguan pernafasan, antara lain :● Asma● Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)● Fibrokistik● Emfisema● Bronkitis kronis● Fibrosis paru.Anda bisa melakukan pemeriksaan spirometri di klinik Granostic yang akan dipantau dan dievaluasi oleh dokter spesialis paru. Anda juga bisa langsung berkonsultasi mengenai gejala dan penanganan medis yang tepat terkait dada sesak yang Anda alami.Klinik Granostic memiliki fasilitas dan teknologi unggulan untuk melakukan diagnosis atau pemeriksaan menyeluruh pada kesehatan tubuh dan paru Anda.Tak hanya spirometri, Anda juga bisa melakukan tes Thorax PA, tekanan darah, BTA, dan berbagai skrining kesehatan untuk jantung, ginjal, dan hati. Selain itu, untuk mempermudah konsultasi, kami juga menawarkan layanan Home Service. Anda dapat menjangkau dokter spesialis klinik Granostik dan melakukan konsultasi kesehatan paru Anda secara daring (online).
Home Service
Loading
Toast Message