Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Itu Audiometri? Berikut Penjelasannya

Apa Itu Audiometri? Berikut Penjelasannya

Kehilangan pendengaran dapat terjadi pada siapapun, khususnya seseorang dengan usia lanjut atau di atas 50 tahun. Salah satu cara untuk memeriksa kemampuan pendengaran adalah dengan prosedur audiometri. Tapi apa sih audiometri itu?
Gangguan pendengaran merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, serta dapat dialami oleh siapapun. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak dapat mendengar suara dengan baik, pada salah satu atau kedua telinganya.
Penyebab gangguan telinga sendiri sangat beragam, mulai dari penumpukan kotoran, infeksi, masuknya benda asing ke dalam telinga, hingga penuaan dan penyakit yang serius lainnya.
Seseorang dengan gangguan telinga yang ringan masih memungkinkan untuk berkomunikasi dengan baik. Namun, gangguan yang lebih serius dapat menyebabkan tuli. Kondisi ini tentu dapat mengganggu kualitas hidup, serta membuat penderitanya kesulitan dalam berkomunikasi.
Nah, untuk memeriksa seberapa baik fungsi telinga Anda dan mencegah adanya gangguan pendengaran, tes audiometri bisa jadi pilihan. Namun, sebenarnya apa audiometri itu?

Pengertian Audiometri

Pemeriksaan audiometri merupakan tes uji kemampuan pendengaran seseorang. Tes fungsi pendengaran ini menggunakan sebuah alat yang disebut audiometer. Alat ini dapat menghasilkan suara dengan volume dan frekuensi yang berbeda-beda, untuk mengukur seberapa baik pendengaran Anda.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan menguji intensitas dan nada suara, masalah keseimbangan, dan gangguan lain yang terkait dengan fungsi telinga bagian dalam.
Selain untuk mendeteksi dini adanya gangguan pendengaran, pemeriksaan audiometri juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin untuk menjaga fungsi telinga Anda dengan baik.

Jenis Tes Audiometri

Ada beberapa jenis tes audiometri yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan usia Anda. Dokter dapat menentukan pemeriksaan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
Jenis-jenis tes pendengaran yang dimaksud meliputi:

1. Audiometri Nada Murni (Pure-tone Audiometry)

Tes pendengaran ini sangat umum dilakukan, menggunakan earphone khusus yang terpasang pada audiometer. Mesin ini akan menghasilkan nada murni yang dialirkan ke telinga Anda, sementara dokter atau perawat akan mengarahkan Anda untuk memberi sinyal dengan menekan tombol atau menunjuk, ketika Anda mendengar nada murni tersebut.
Pada tes audiometri nada murni ini, Anda akan diberikan rangsangan udara dan tulang mastoid, yang ada di belakang telinga. Saat rangsangan tersebut diberikan lewat Udara, jalur pendengaran luar dan telinga bagian dalam akan diukur.
Namun jika rangsangan tersebut diberikan melalui tulang mastoid, maka pendengaran pada telinga bagian dalam yang akan diukur.

2. Audiometri Bicara (Speech Audiometry)

Jenis tes audiometri ini menguji kemampuan pendengaran Anda dengan mendeteksi dan mengulang kata-kata dari audiometer, yang diatur dengan volume berbeda-beda. Tes audiometri bicara ini juga menggunakan perangkat headset atau earphone, untuk membantu pasien mendengarkan kata-kata dan mengulanginya.
Tes ini umumnya dilakukan untuk memeriksa fungsi pendengaran pada lansia, yang umumnya pendengaran hilang pada frekuensi lebih tinggi. Alhasil suara ucapan tertentu terdengar mirip, seperti pelafalan huruf p, f, dan t.

3. Audiometri Refleks Akustik

Audiometri refleks akustik merupakan salah satu pemeriksaan audiometri yang dilakukan untuk memeriksa seberapa baik gelombang suara dari telinga dihantarkan ke otak, mengetahui adanya gangguan pendengaran, serta menentukan apakah seseorang membutuhkan alat bantu dengar apakah tidak.
Prosedur non-invasive ini mengukur ketegangan otot kecil di telinga tengah Anda, yang dikenal sebagai otot stapedius, sebagai respons dari suara keras. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi refleks stapedial yang penting dalam mendiagnosis kondisi pendengaran, seperti gangguan pendengaran sensorineural, neuroma akustik, dan gangguan lainnya.
Refleks ini juga membantu audiolog Anda untuk menentukan ambang batas terjadinya refleks tersebut. Sehingga Anda dapat melindungi fungsi pendengaran dengan baik, serta mendapatkan pertolongan sedini mungkin bila terdeteksi adanya gangguan.

4. Tympanometri

Jenis pemeriksaan audiometri ini digunakan untuk mengevaluasi telinga bagian tengah, yang terdiri dari gendang telinga dan tiga tulang kecil. Ketiga tulang kecil tersebut menghubungkan gendang telinga dengan telinga bagian dalam.
Tes timpanometri menggunakan sebuah alat kecil, yang akan dipasang di telinga Anda untuk memeriksa cairan di belakang gendang telinga Anda.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa apakah gendang telinga Anda dapat berfungsi dengan normal.

Alat yang Digunakan

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa tiap tes pendengaran atau audiometri ini dilakukan dengan berbagai alat. Tak hanya audiometer, beberapa alat berikut ini juga digunakan dalam proses pengujian pendengaran menggunakan audiometri. Apa saja?

1. Audiometer

Pertama, audiometer yang menjadi bagian sangat penting dalam audiometri. Audiometer merupakan perangkat medis yang dapat menghasilkan tingkat nada dan sinyal uji yang terkontrol, yang digunakan untuk mengevaluasi pendengaran diagnostik dan membantu dalam diagnosis kemungkinan gangguan fungsi pendengaran.
Alat elektroakustik ini terdiri dari beberapa bagian, seperti:

2. Headphone atau In-ear Monitor

Pada rangkaian tes pendengaran penggunaan headphone atau in-ear monitor sangatlah penting. Alat ini digunakan untuk mendengarkan suara yang diarahkan ke salah satu telinga dalam satu waktu, sehingga dokter atau audiolog dapat mengevaluasi kemampuan fungsi pendengaran dan memastikan apakah ada gangguan pada salah satu atau kedua telinga pasien.

3. Bone Conduction Vibrator

Sementara itu, bone oscillator atau transduser konduksi telinga, merupakan perangkat yang dapat mengirimkan getaran suara ke telinga bagian dalam. Selama pengujian, transduser konduksi tulang biasanya ditempatkan pada tulang mastoid di belakang telinga atau dahi pasien.
Getaran tersebut akan merangsang telinga bagian dalam, yang dapat membantu dokter untuk mengevaluasi sensitivitas pendengaran dan mendiagnosis gangguan pendengaran tertentu, seperti gangguan konduktif atau gangguan sensorineural.

Hasil Pemeriksaan Audiometri

Rangkaian tes audiometri ini akan menghasilkan grafik, yang dapat dokter atau ahli analisis untuk mengevaluasi fungsi pendengaran pasien.

1. Audiogram

Hasil tes audiometri umumnya ditampilkan dalam bentuk grafik, yang disebut sebagai audiogram. Audiogram ini akan menunjukkan seberapa baik fungsi pendengaran seseorang dan mendeteksi adanya gangguan ringan hingga berat.

2. Pendengaran Normal

Menurut Mediline Plus, kisaran normal pendengaran manusia berada pada angka 20 hingga 20.000 Hz dan volume 0–25 desibel. Sementara ucapan manusia umumnya berada pada rentang 500 hingga 3.000 Hz.
Seseorang yang memiliki audiogram lebih dari angka tersebut kemungkinan mengalami gangguan pendengaran, yang tingkat keparahannya bisa berbeda-beda dan memerlukan pemeriksaan komprehensif untuk mengetahui apa saja penyebabnya.

3. Gangguan Ringan hingga Berat

Audiometri dapat menunjukkan adanya gangguan pendengaran, dari yang ringan hingga berat. Tes ini juga dapat mendeteksi jenis dan tingkat keparahan gangguan pendengaran yang seseorang alami.
Secara umum, pemeriksaan audiometri dapat membantu mendeteksi gangguan pendengaran akibat kerusakan saraf, gendang telinga yang bermasalah, tumor jinak dalam telinga, hingga trauma akibat terpapar oleh suara yang sangat lantang.
Interpretasi hasil
Setelah rangkaian tes audiometri dilakukan, serta hasil audiogram telah ditampilkan, dokter atau audiolog akan meninjau hasil tes Anda.
Melalui hasil tes tersebut, dokter dapat memberi tahu penyebab gangguan pendengaran yang Anda alami serta merekomendasikan perawatan dan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.
Pemeriksaan audiometri ini umumnya berjalan selama 40 hingga 60 menit, serta tidak membutuhkan persiapan khusus dan sangat minim risiko. Namun sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan arahan audiolog, agar hasil yang diperoleh akurat.

Pemeriksaan Audiometri di Granostic

Sobat Granostic, memastikan fungsi pendengaran Anda normal adalah hal yang sangat penting. Sebab, jika mengalami gangguan pendengaran maka akan memengaruhi kualitas hidup dan kemampuan berkomunikasi Anda.
Salah satu cara untuk merawat fungsi pendengaran dan telinga Anda adalah dengan melakukan tes audiometri secara rutin di klinik Granostic. Bersama tenaga medis terlatih kami, tes audiometri dapat dijalankan dengan efisien, aman, dan nyaman.
Selain itu, klinik Granostic juga menyediakan layanan kesehatan terpadu. Karenanya, Anda tidak hanya dapat melakukan tes audiometri, namun dapat segera terhubung dengan dokter ahli kami dan mengkonsultasikan hasil tes fungsi pendengaran Anda.
Dokter kami akan menganalisis dan memberikan diagnosa sesuai dengan hasil audiometri Anda. Bila ditemukan masalah atau gangguan pendengaran, dokter akan menganjurkan perawatan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Bagaimana? Tertarik untuk melakukan tes audiometri di Granostic? Langsung klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk terhubung dengan customer care kami!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message