Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Dimana Pemeriksaan Audiometri di Surabaya?

Dimana Pemeriksaan Audiometri di Surabaya?

Tak hanya para lansia, semua orang berisiko mengalami gangguan pendengaran dari yang ringan hingga berat. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan prosedur audiometri. Namun, dimana tempat pemeriksaan audiometri yang recommended di area Surabaya dan sekitarnya?
Telinga manusia yang sehat dapat mendengar suara lembut seperti bisikan dengan skala decibel 20 dB. Namun, fungsi pendengaran ini bisa menurun seiring pertambahan usia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Seseorang yang mendengar suara lebih dari 85 dB dalam waktu lama, atau terlalu nyaring, dapat mempengaruhi Kesehatan telinga dan menyebabkan penurunan fungsi pendengaran.
Nah, untuk mengukur fungsi pendengaran, Anda dapat melakukan pemeriksaan audiometri. Tes ini biasanya dilakukan oleh seorang audiolog dan menggunakan alat khusus bernama audiometer.
Pemeriksaan audiometri menghasilkan audiogram, yang menunjukkan seberapa baik fungsi pendengaran Anda. Audiogram inilah yang kemudian dianalisis dan dapat dokter gunakan untuk mendiagnosis masalah pendengaran apa yang Anda alami.
Klinik Granostic menyediakan layanan pemeriksaan audiometri yang dapat diakses dengan mudah oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Penasaran bagaimana prosedur pemeriksaan audiometri? Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya, Sobat!

1. Prosedur Pemeriksaan Audiometri

Audiometri memiliki spesifikasi tes yang bervariasi, mulai dari tes nada murni (pure-tone hearing test), tes bicara (speech test), audiometri refleks akustik, hingga tympanometry. Namun secara keseluruhan, berbagai pemeriksaan audiometri ini akan melalui beberapa prosedur berikut ini:

Konsultasi Awal

Prosedur audiometri pertama adalah konsultasi awal bersama dokter. Pada prosedur ini, Anda dapat mengkonsultasikan gejala atau keluhan yang Anda alami terkait fungsi pendengaran.
Kemudian dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan, serta gaya hidup Anda. Sehingga dokter dapat memperoleh gambaran awal mengapa masalah atau gangguan pendengaran tersebut bisa terjadi.
Selanjutnya, dokter pun akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya gejala fisik pada telinga Anda.
Dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan tes audiometri, sesuai dengan keluhan dan kondisi Anda. Selain itu seseorang dengan beberapa kondisi berikut juga perlu untuk melakukan tes audiometri secara rutin:

Tes Pendengaran

Setelah pemeriksaan fisik dan berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan Anda, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes audiometri dilakukan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Tes audiometri umumnya didampingi atau dipandu oleh seorang audiolog. Berikut ini beberapa jenis tes audiometri beserta prosedurnya:

Tes Nada Murni (Pure Tone Audiometry)

Pemeriksaan audiometri dengan prosedur pure-tone testing merupakan jenis tes yang sangat umum ditemukan. Tes audiometri nada murni ini menggunakan mesin yang akan menghasilkan nada murni untuk diperdengarkan pada telinga Anda lewat headphone/earphone.
Anda kemudian akan diminta untuk memberikan sinyal pada audiolog ketika Anda dapat mendengar nada murni tersebut.
Menurut Cleveland Clinic, berikut ini prosedur audiometri nada murni secara umum:

Tympanometry

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa seberapa baik gendang telinga Anda bergerak. Ahli audiologi dapat melakukan tes timpanometri untuk mendeteksi adanya gangguan pada gendang telinga, seperti gendang telinga yang pecah, cairan di telinga bagian tengah, atau kotoran di liang telinga.
Berikut ini prosedur dari timpanometri menurut Cleveland Clinic:

Audiometri Ucapan (Speech Audiometry)

Selanjutnya, tes audiometri bicara yang memungkinkan Anda untuk mendengarkan ucapan, kemudian mengulanginya kembali. Tes ini dilakukan untuk memeriksa seberapa jelas Anda dapat mendengar ucapan (speech).
Adapun prosedur dalam tes audiometri bicara ini meliputi:

Pemeriksaan Telinga Secara Fisik

Selain menggunakan audiometer, dalam pemeriksaan fungsi pendengaran Anda juga dapat melalui pemeriksaan telinga secara fisik.
Tes pemeriksaan fisik telinga ini juga perlu melalui beberapa tahap, yakni:

Hasil Audiogram

Secara umum, ahli audiologi akan segera membagikan hasil audiometri langsung pada Anda. Hasil akan muncul pada bagan atau audiogram, yang mengukur pendengaran Anda terhadap rentang normal.
Audiogram akan menunjukkan seberapa baik Anda dalam mendengar nada (tinggi ke rendah), serta suara (dari sangat lembut hingga nyaring).
Menurut Amplifon.com, rentang frekuensi pendengaran yang normal adalah antara 20 Hz hingga 20.000 Hz.
Dalam skala decibel, menurut World Health Organization (WHO) tingkat volume suara yang aman didengarkan oleh telinga kita di Bawah 85 dB untuk durasi maksimal delapan jam. Seseorang dengan telinga yang normal juga bisa mendengar suara 25 dB atau lebih rendah. Namun jika standarnya lebih tinggi dari itu, maka terdapat indikasi adanya gangguan pendengaran tertentu.

2. Tes Pendengaran dengan Alat

Pada prosedur audiometri, Anda akan berhadapan dengan beberapa alat tes pendengaran berikut ini:

Audiometer

Menurut MD Hearing, audiometer merupakan alat medis yang digunakan untuk menguji pendengaran Anda dalam tes audiometri. Perangkat elektronik ini dapat menghasilkan tingkat nada dan sinyal uji yang terkontrol, sehingga dapat membantu dokter untuk mengevaluasi fungsi pendengaran pasien serta memberikan diagnosis tentang kemungkinan adanya gangguan otologi.
Audiometer biasanya terdiri dari beberapa bagian seperti generator suara, osilator, attenuator, mikrofon, dan earphone atau headphone.

Headphone

Headphone atau earphone dihubungkan dengan audiometer, yang akan membantu menyalurkan suara-suara dengan frekuensi dan volume berbeda, ke telinga pasien.
Tes audiometri biasanya dilakukan di ruangan yang kedap suara dan tenang. Sehingga dapat menghasilkan pemeriksaan yang akurat dan komprehensif.
Penggunaan headphone atau earphone akan membuat pasien lebih fokus terhadap bunyi atau suara, serta dapat membantu dalam pengukuran seberapa baik pendengaran pasien selama pengujian berlangsung.

Bone Conduction Vibrator

Tes ini membantu mengidentifikasi adanya masalah dengan sel-sel rambut kecil di koklea Anda. Koklea sendiri merupakan bagian dari telinga bagian dalam yang mengirimkan getaran ke saraf pendengaran dan ke bagian otak yang mengatur pendengaran.
Bone conduction vibrator ini mengirimkan suara langsung ke telinga bagian dalam. Berikut prosedurnya:

3. Pemeriksaan Audiometri di Granostic Surabaya

Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai bagaimana prosedur dari pemeriksaan fungsi pendengaran atau audiometri. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga serta merawat fungsi pendengaran Anda.
Berkurangnya pendengaran akan sangat berpengaruh pada hidup kita dan membuat komunikasi menjadi tidak nyaman. Apalagi jika masalah ini terlambat untuk diatasi, yang akhirnya menimbulkan gangguan yang serius hingga menyebabkan tuli.
Karena itu, selain memastikan untuk merawat kebersihan telinga dan menghindari suara-suara yang terlalu bising, Anda juga perlu melakukan tes audiometri secara berkala.
Kabar baiknya, klinik Granostic memberikan layanan audiometri berkualitas bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan layanan audiometri klinik Granostic, seperti:

Berfokus pada kenyamanan dan kebutuhan pasien, klinik Granostic selalu mengupayakan pelayanan kesehatan terbaik yang didukung dengan teknologi modern dan tenaga medis ahli.
Jika Anda mengalami masalah terkait fungsi pendengaran ataupun membutuhkan pemeriksaan audiometri segera, langsung buat jadwal temu dengan dokter kami melalui menu REGISTRASI ONLINE atau tanya-tanya dulu dengan klik WhatsApp di bawah untuk terhubung dengan customer care kami!
Yuk, jaga kesehatan telinga dan fungsi pendengaran Anda dengan rutin tes audiometri di klinik Granostic!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message