Apakah Pencegahan Polio Bisa Dilakukan Saat Hamil?
26 Juni 2024
Polio merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya untuk anak, sebab dapat menimbulkan kelumpuhan mendadak, kecacatan fisik, hingga kematian. Lantas apakah pencegahan polio ini bisa dilakukan saat hamil?Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan Buah Hati untuk dapat tumbuh dengan optimal selama kehamilan. Sehingga ketika pada masa melahirkan nanti, bayi akan sehat dan tidak mengalami kekurangan apapun.Akan tetapi, keberadaan polio menjadi momok tersendiri pada Ibu dan Buah Hati. Sebab, penyakit ini kerap menyerang bayi di bawah lima tahun (balita), serta memberikan dampak panjang pada kesehatan Buah Hati.Tak hanya itu, jika Ibu terserang polio di masa hamil muda, infeksi penyakit ini pun dapat mempengaruhi kesehatan janin, hingga dapat menyebabkan kelahiran prematur.Namun, apakah pencegahan polio ini dapat dilakukan sebelum hamil? Kalau iya, bagaimana prosedurnya?Jangan khawatir, Sobat Granostic, kita akan membahas secara lengkap seputar upaya pencegahan polio sejak hamil dalam ulasan berikut ini:1. Berkonsultasi dengan DokterLangkah yang paling penting dalam upaya pencegahan polio saat hamil adalah dengan rutin melakukan kunjungan prenatal, lalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.Terlebih untuk mencegah polio saat hamil, Anda tidak boleh sembarangan melakukan vaksinasi, Sobat. Sebab, ada kekhawatiran bahwa vaksinasi polio ini akan berpengaruh pada janin nantinya.Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), vaksin polio dikategorikan sebagai kelompok obat-obatan C. Artinya, obat ini telah diuji coba pada hewan dan memperlihatkan efek samping terhadap janin, meski belum ada studi terkontrol pada manusia.Meski begitu, penggunaan vaksin polio suntik maupun oral pada ibu hamil tidak begitu dianjurkan, kecuali faktor risiko tertular sangat tinggi. Seperti Ibu melakukan kontak langsung dengan pengidap polio, berkunjung ke daerah endemis, dan sebagainya.Karenanya, untuk melakukan diagnosis dan pengambilan langkah penanganan paling efektif, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, memeriksa riwayat kesehatan dan kontak terakhir dengan penderita polio.Kehamilan adalah momen istimewa yang memerlukan perhatian medis terbaik. Di Granostic Surabaya, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman serta dikenal karena pendekatannya yang hangat dan komunikatif.Bersama dokter kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai langkah pencegahan polio, termasuk jenis vaksinasi atau imunisasi apa yang aman Anda ambil di periode kehamilan.2. Hindari Daerah Endemik PolioSalah satu penyebab tingginya faktor risiko Ibu Hamil tertular polio adalah dengan melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya saat berkunjung ke daerah endemik polio.Sebelumnya, yang dimaksud dengan daerah endemik polio ini adalah daerah dimana penyakit polio telah mewabah dan masih memiliki kasus/penularan yang konstan. Karenanya faktor risiko untuk tertular penyakit polio di daerah endemik pun lebih besar.Virus polio sendiri dapat bertransmisi lewat jalur fecal-oral, yakni virus yang menempel pada feses dan mengontaminasi air/makanan, dan tak sengaja masuk ke tubuh lewat mulut.Selain itu, virus polio juga dapat menyebar lewat droplet saliva yang terjadi saat penderita batuk, bersin, atau ketika Anda tidak sengaja menggunakan alat makan yang sama dengan penderita.Nah, Sobat Granostic, sebagai upaya pencegahan maka akan lebih baik untuk menghindari daerah endemik polio. Terlebih ibu hamil pun tidak boleh sembarangan melakukan vaksinasi polio, karena kekhawatiran adanya efek samping pada janin.3. Kebersihan dan HigieneFaktor penularan polio yang paling besar adalah pada lingkungan yang kotor, karenanya sebagai pencegahan Anda perlu memastikan faktor kebersihan dan higiene.Kebersihan ini dapat Anda terapkan pada lingkungan tempat tinggal, sanitasi, hingga saat menyiapkan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.Virus polio sendiri dapat bertahan selama 3–6 minggu di dalam feses, yang juga dapat mengontaminasi saluran pembuangan air. Karenanya, rajin memperhatikan kebersihan lingkungan dan selalu menerapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau minum juga perlu sebagai upaya pencegahan.4. Pencegahan Penyakit Menular LainnyaTubuh akan sangat rentan terkena serangan penyakit bila dalam kondisi lemah, misalnya karena infeksi penyakit menular lainnya. Hal ini karena daya tahan tubuh pun akan lebih lemah daripada saat Anda dalam kondisi sehat.Terdapat beberapa jenis infeksi menular yang dapat menyerang ibu hamil seperti cacar air, herpes genital, hepatitis, difteri, serta infeksi yang ditularkan dari binatang.Karenanya ibu pun perlu melakukan imunisasi-imunisasi khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta melindungi janin mereka dari infeksi berbagai virus dan bakteri yang membahayakan kesehatan. Entah saat janin masih dalam kandungan, ataupun saat menjelang proses persalinan.Selain melakukan imunisasi, Anda pun harus menerapkan gaya hidup sehat. Ibu dapat melakukan olahraga ringan, mengonsumsi makanan yang sehat, serta rutin meminum vitamin atau suplemen yang telah diberikan oleh dokter.5. Nutrisi dan Gaya Hidup SehatSeperti yang telah disinggung sebelumnya, menjaga Kesehatan diri dan menjaga sistem imun agar selalu kuat, adalah Langkah pencegahan polio saat hamil yang efektif untuk Anda.Gaya hidup sehat yang dimaksud ini adalah dengan menerapkan pola makan yang teratur, lengkap dengan menu bergizi. Seperti:Memenuhi kebutuhan protein, telur yang telah dimasak matang, dada ayam, serta kacang-kacangan.Makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.Sumber makanan yang kaya akan zat besi seperti brokoli dan kacang-kacangan.Lemak sehat dari ikan salmon yang dimasak matang, dan ikan laut lainnya yang bebas merkuri, serta buah alpukat.Makanan dengan kandungan asam folat yang tinggi, contohnya sayur bayam serta kuning telur.Anda pun harus menghindari gaya hidup yang tak sehat seperti merokok, minum-minuman beralkohol, minuman bersoda, dan makan makanan yang mentah.Rajin berolahraga ringan juga dapat membantu menjaga mood Ibu, serta membuat tubuh terasa lebih bugar. Olahraga ringan yang dimaksud dapat berupa yoga, senam, dan jalan santai di area sekitar rumah Anda.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apakah pencegahan polio bisa dilakukan saat hamil. Melalui langkah-langkah pencegahan di atas, pada dasarnya Anda pun dapat melindungi diri dan janin dari risiko tertular penyakit lainnya.Perlu diingat, bahwa sangat penting untuk terus berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda secara teratur. Hal ini membantu untuk melakukan pemantauan kesehatan ibu dan bayi, sejauh mana perkembangan anak, serta untuk mendeteksi dini adanya masalah pada kehamilan atau kesehatan ibu.Klinik Granostic menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk ibu hamil dan Buah Hati Anda. Bersama dengan dokter spesialis kandungan dan anak kami, Anda dapat mendiskusikan rencana kehamilan, upaya perawatan saat masa mengandung, hingga bagaimana membuat anak Anda tumbuh dengan optimal serta lahir dalam kondisi sehat.Selain itu, lewat layanan Home Service kami, Anda pun dapat melakukan konsultasi dengan dokter Klinik Granostic melalui pesan atau panggilan online. Dokter kami akan tetap melakukan pemeriksaan berdasarkan wawancara, meninjau pemeriksaan fisik terakhir, serta akan melakukan diagnosa dan memberikan saran penanganan untuk Anda.Yuk, jadwalkan konsultasi Anda dengan dokter spesialis kandungan Klinik Granostic dengan klik tombol berikut ini.Ditinjau Oleh:Dr. Aji Wibowo

