Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Apakah Pencegahan Polio Bisa Dilakukan Saat Hamil?
Polio merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya untuk anak, sebab dapat menimbulkan kelumpuhan mendadak, kecacatan fisik, hingga kematian. Lantas apakah pencegahan polio ini bisa dilakukan saat hamil?Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan Buah Hati untuk dapat tumbuh dengan optimal selama kehamilan. Sehingga ketika pada masa melahirkan nanti, bayi akan sehat dan tidak mengalami kekurangan apapun.Akan tetapi, keberadaan polio menjadi momok tersendiri pada Ibu dan Buah Hati. Sebab, penyakit ini kerap menyerang bayi di bawah lima tahun (balita), serta memberikan dampak panjang pada kesehatan Buah Hati.Tak hanya itu, jika Ibu terserang polio di masa hamil muda, infeksi penyakit ini pun dapat mempengaruhi kesehatan janin, hingga dapat menyebabkan kelahiran prematur.Namun, apakah pencegahan polio ini dapat dilakukan sebelum hamil? Kalau iya, bagaimana prosedurnya?Jangan khawatir, Sobat Granostic, kita akan membahas secara lengkap seputar upaya pencegahan polio sejak hamil dalam ulasan berikut ini:1. Berkonsultasi dengan DokterLangkah yang paling penting dalam upaya pencegahan polio saat hamil adalah dengan rutin melakukan kunjungan prenatal, lalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.Terlebih untuk mencegah polio saat hamil, Anda tidak boleh sembarangan melakukan vaksinasi, Sobat. Sebab, ada kekhawatiran bahwa vaksinasi polio ini akan berpengaruh pada janin nantinya.Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), vaksin polio dikategorikan sebagai kelompok obat-obatan C. Artinya, obat ini telah diuji coba pada hewan dan memperlihatkan efek samping terhadap janin, meski belum ada studi terkontrol pada manusia.Meski begitu, penggunaan vaksin polio suntik maupun oral pada ibu hamil tidak begitu dianjurkan, kecuali faktor risiko tertular sangat tinggi. Seperti Ibu melakukan kontak langsung dengan pengidap polio, berkunjung ke daerah endemis, dan sebagainya.Karenanya, untuk melakukan diagnosis dan pengambilan langkah penanganan paling efektif, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, memeriksa riwayat kesehatan dan kontak terakhir dengan penderita polio.Kehamilan adalah momen istimewa yang memerlukan perhatian medis terbaik. Di Granostic Surabaya, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman serta dikenal karena pendekatannya yang hangat dan komunikatif.Bersama dokter kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai langkah pencegahan polio, termasuk jenis vaksinasi atau imunisasi apa yang aman Anda ambil di periode kehamilan.2. Hindari Daerah Endemik PolioSalah satu penyebab tingginya faktor risiko Ibu Hamil tertular polio adalah dengan melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya saat berkunjung ke daerah endemik polio.Sebelumnya, yang dimaksud dengan daerah endemik polio ini adalah daerah dimana penyakit polio telah mewabah dan masih memiliki kasus/penularan yang konstan. Karenanya faktor risiko untuk tertular penyakit polio di daerah endemik pun lebih besar.Virus polio sendiri dapat bertransmisi lewat jalur fecal-oral, yakni virus yang menempel pada feses dan mengontaminasi air/makanan, dan tak sengaja masuk ke tubuh lewat mulut.Selain itu, virus polio juga dapat menyebar lewat droplet saliva yang terjadi saat penderita batuk, bersin, atau ketika Anda tidak sengaja menggunakan alat makan yang sama dengan penderita.Nah, Sobat Granostic, sebagai upaya pencegahan maka akan lebih baik untuk menghindari daerah endemik polio. Terlebih ibu hamil pun tidak boleh sembarangan melakukan vaksinasi polio, karena kekhawatiran adanya efek samping pada janin.3. Kebersihan dan HigieneFaktor penularan polio yang paling besar adalah pada lingkungan yang kotor, karenanya sebagai pencegahan Anda perlu memastikan faktor kebersihan dan higiene.Kebersihan ini dapat Anda terapkan pada lingkungan tempat tinggal, sanitasi, hingga saat menyiapkan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.Virus polio sendiri dapat bertahan selama 3–6 minggu di dalam feses, yang juga dapat mengontaminasi saluran pembuangan air. Karenanya, rajin memperhatikan kebersihan lingkungan dan selalu menerapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau minum juga perlu sebagai upaya pencegahan.4. Pencegahan Penyakit Menular LainnyaTubuh akan sangat rentan terkena serangan penyakit bila dalam kondisi lemah, misalnya karena infeksi penyakit menular lainnya. Hal ini karena daya tahan tubuh pun akan lebih lemah daripada saat Anda dalam kondisi sehat.Terdapat beberapa jenis infeksi menular yang dapat menyerang ibu hamil seperti cacar air, herpes genital, hepatitis, difteri, serta infeksi yang ditularkan dari binatang.Karenanya ibu pun perlu melakukan imunisasi-imunisasi khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta melindungi janin mereka dari infeksi berbagai virus dan bakteri yang membahayakan kesehatan. Entah saat janin masih dalam kandungan, ataupun saat menjelang proses persalinan.Selain melakukan imunisasi, Anda pun harus menerapkan gaya hidup sehat. Ibu dapat melakukan olahraga ringan, mengonsumsi makanan yang sehat, serta rutin meminum vitamin atau suplemen yang telah diberikan oleh dokter.5. Nutrisi dan Gaya Hidup SehatSeperti yang telah disinggung sebelumnya, menjaga Kesehatan diri dan menjaga sistem imun agar selalu kuat, adalah Langkah pencegahan polio saat hamil yang efektif untuk Anda.Gaya hidup sehat yang dimaksud ini adalah dengan menerapkan pola makan yang teratur, lengkap dengan menu bergizi. Seperti:Memenuhi kebutuhan protein, telur yang telah dimasak matang, dada ayam, serta kacang-kacangan.Makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.Sumber makanan yang kaya akan zat besi seperti brokoli dan kacang-kacangan.Lemak sehat dari ikan salmon yang dimasak matang, dan ikan laut lainnya yang bebas merkuri, serta buah alpukat.Makanan dengan kandungan asam folat yang tinggi, contohnya sayur bayam serta kuning telur.Anda pun harus menghindari gaya hidup yang tak sehat seperti merokok, minum-minuman beralkohol, minuman bersoda, dan makan makanan yang mentah.Rajin berolahraga ringan juga dapat membantu menjaga mood Ibu, serta membuat tubuh terasa lebih bugar. Olahraga ringan yang dimaksud dapat berupa yoga, senam, dan jalan santai di area sekitar rumah Anda.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apakah pencegahan polio bisa dilakukan saat hamil. Melalui langkah-langkah pencegahan di atas, pada dasarnya Anda pun dapat melindungi diri dan janin dari risiko tertular penyakit lainnya.Perlu diingat, bahwa sangat penting untuk terus berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda secara teratur. Hal ini membantu untuk melakukan pemantauan kesehatan ibu dan bayi, sejauh mana perkembangan anak, serta untuk mendeteksi dini adanya masalah pada kehamilan atau kesehatan ibu.Klinik Granostic menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk ibu hamil dan Buah Hati Anda. Bersama dengan dokter spesialis kandungan dan anak kami, Anda dapat mendiskusikan rencana kehamilan, upaya perawatan saat masa mengandung, hingga bagaimana membuat anak Anda tumbuh dengan optimal serta lahir dalam kondisi sehat.Selain itu, lewat layanan Home Service kami, Anda pun dapat melakukan konsultasi dengan dokter Klinik Granostic melalui pesan atau panggilan online. Dokter kami akan tetap melakukan pemeriksaan berdasarkan wawancara, meninjau pemeriksaan fisik terakhir, serta akan melakukan diagnosa dan memberikan saran penanganan untuk Anda.Yuk, jadwalkan konsultasi Anda dengan dokter spesialis kandungan Klinik Granostic dengan klik tombol berikut ini.Ditinjau Oleh:Dr. Aji Wibowo
Bagaimana Memantau Kesehatan Ibu Hamil Agar Bayi Terhindar Polio?
Polio merupakan penyakit menular yang kerap menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menimbulkan kelumpuhan mendadak, hingga menyebabkan kematian pada anak. Tahukah Anda pencegahan penularan polio ini bisa dilakukan sejak ibu mengandung?Meski pada tahun 2014 Indonesia telah dinyatakan bebas dari polio oleh WHO, tidak lantas kasus polio hilang sama sekali. Kenyataannya hingga saat ini di beberapa wilayah Indonesia masih ditemukan kasus-kasus baru polio, meski tidak masif.Infeksi polio pada anak sangat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan hidup anak di masa mendatang. Sebab, dalam kasus berat, polio bisa menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan permanen pada anak.Tak hanya itu, setelah sembuh dari polio pun anak di masa mendatang akan merasakan gejala pasca polio. Gejala ini dapat muncul dalam 15–40 tahun sejak pertama kali anak terinfeksi polio.Namun, Sobat Granostic tak perlu panik. Karena Anda dapat mengupayakan agar bayi terhindar dari polio dengan rutin memantau kesehatan ibu hamil. Seperti apa caranya? Langsung simak penjelasan di bawah ini, ya!1. Imunisasi IbuAgar bayi terhindar dari polio, di samping memantau kesehatan dan kondisi ibu hamil secara berkala, Anda pun bisa mengambil imunisasi khusus ibu. Imunisasi ini tak hanya baik untuk diri ibu hamil sendiri, namun untuk menjaga Kesehatan Buah Hati yang masih berada dalam kandungan.Selain itu, imunisasi selama kehamilan juga dapat menjadi pertahanan pertama terhadap infeksi penyakit tertentu saat Si Kecil lahir. Karena imunisasi ini akan meningkatkan antibodi Ibu sehingga memberikan manfaat yang lebih baik pada penyaluran antibody ke jabang bayi Anda.Beberapa jenis imunisasi yang dianjurkan untuk Anda lakukan selama hamil:Pertusis aseluler (Tdap), yang dilakukan saat usia kehamilan Anda di rentang 27–36 minggu. Berguna untuk mencegah ibu dan Buah Hati Anda terhadap infeksi tetanus, difteri, pertussis.Difteri toksoid, membantu membangun sistem imun untuk melawan bakteri penyebab penyakit difteri.Pneumokokus, imunisasi ini umumnya direkomendasikan untuk ibu yang menderita penyakit ginjal dan diabetes. Sehingga baik Anda maupun Buah Hati memiliki perlindungan terhadap beberapa bentuk penyakit pneumonia.Meningokokus, dapat menghindarkan ibu hamil dan Buah Hati dari risiko terjadinya peradangan selaput pembungkus otak dan saraf tulang belakang.Hepatitis A, yang penting didapatkan ibu hamil sebanyak 2 kali dosis dengan Jarak pemberian antara 6-18 bulan.Hepatitis, imunisasi ini sangat penting untuk melindungi ibu hamil dan janin dari risiko sirosis hati sampai kanker hati.Tetanus toksoid, imunisasi ini penting untuk mencegah penyakit tetanus yang dapat membuat Buah Hati lahir dengan mengidap tetanus neonatorum.Kendati untuk menghalau polio perlu adanya vaksinasi, Anda tidak bisa mendapatkan vaksin polio selama kehamilan. Ini karena kedua jenis vaksin polio yang ada dapat menyebabkan efek tertentu pada janin Anda.2. Kunjungan PrenatalLangkah memantau kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari polio adalah rutin melakukan kunjungan prenatal. Pemeriksaan Kesehatan ibu hamil sangat penting untuk mendeteksi kondisi kehamilan, terutama apabila ada kecenderungan terjadinya kehamilan yang berisiko.Misalnya, ibu hamil telah terinfeksi polio sebelum kehamilan, maka seringnya kehamilan dapat bertahan hingga persalinan. Dengan catatan Ibu Hamil tidak memiliki riwayat penyulit lainnya.Sementara jika infeksi polio ini terjadi saat ibu hamil, terlebih saat hamil muda, maka sangat berisiko terjadi keguguran, persalinan, prematur akan lebih tinggi. Karenanya sangat penting untuk melakukan kontrol dan kunjungan prenatal secara rutin, agar Anda bisa mendapatkan arahan dan perawatan yang tepat berkaitan dengan kondisi kehamilan Anda.Selama hamil, Ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala sebanyak 6 kali. Yakni 2 kali pemeriksaan di trimester pertama, 1 kali pemeriksaan di trimester kedua, dan 3 kali pemeriksaan di trimester ketiga.Anda dapat melakukan kunjungan prenatal dan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan di Klinik Granostic. Bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya. Dengan pendekatan ramah dan profesional, kami dapat memberikan anjuran dan penanganan yang tepat, sesuai dengan kondisi ibu hamil dan perkembangan janin Anda.3. Pemenuhan Nutrisi yang BaikMenjaga kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari serangan virus polio selanjutnya adalah dengan pemenuhan nutrisi yang baik. Ini karena, kesehatan ibu selama kehamilan sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin, proses persalinan, hingga pertumbuhan bayi di masa mendatang.Anda bisa memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dengan mempertimbangkan beberapa nutrisi berikut ini:Asam folat sebanyak 400 mcg per hari, dapat diperoleh dari bayam, brokoli, kubis, jeruk, stroberi, roti gandum, hati ayam atau sapi, dan telur.Protein dapat Anda peroleh dari kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, hingga susu dan berbagai produk olahannya.Serat, dapat Anda peroleh dari berbagai jenis sayuran dan biji-bijian utuh, seperti tomat, kentang, brokoli, apel, jeruk, oatmeal, dan beras merah.Kalsium, beberapa contoh makanan dengan kandungan kalsium adalah susu, yoghurt, keju, tahu, kacang almond, dan brokoli.Lemak sehat, dapat Anda peroleh dari alpukat, minyak zaitun, keju, telur, kacang-kacangan, dan ikan rendah merkuri.4. Kebersihan dan HigienisLangkah selanjutnya untuk memantau kesehatan ibu hamil agar bayi tidak terkena polio adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini karena virus polio mudah tertransmisi lewat lingkungan yang kotor dan tercemar.Pastikan Ibu Hamil mendapatkan dan menggunakan air yang bersih, baik untuk sanitasi maupun untuk dikonsumsi. Selain itu terapkan juga untuk membiasakan mencuci tangan sebelum makan ataupun minum.5. Hindari Kontak dengan PenyakitVirus polio pun dapat ditularkan lewat kontak dengan penderitanya, baik itu kontak langsung maupun tak langsung. Kontak langsung ini bisa terjadi lewat droplet saliva, bertukar makanan, dan banyak lainnya.Karena saat hamil Anda tidak bisa mendapatkan vaksin polio, sebaiknya pastikan Anda beraktivitas di lingkungan yang bebas polio. Sebab, penularan polio selama hamil dapat memberikan dampak yang buruk untuk perkembangan janin, menyebabkan keguguran, hingga lahir prematur.6. Kebersihan LingkunganMenjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam mencegah penularan penyakit polio selama kehamilan. Ini karena virus polio lebih mudah ditularkan di lingkungan yang kotor, misalnya lewat air yang tercemar oleh kotoran atau feses dari pengidap polio.Virus polio sendiri dapat bertahan lama di feses, yakni 3–6 minggu. Sehingga ketika Anda mencuci makanan dari air sungai yang sama, atau menggunakannya untuk kegiatan sanitasi, pun dapat menjadi faktor penularan dari virus polio itu sendiri.7. Dukungan Emosional dan FisikIngat, Sobat Granostic, hamil, melahirkan, dan membesarkan anak bukanlah tugas ibu hamil seorang. Perlu dukungan dari orang sekitar, utamanya pasangan untuk membuat proses kehamilan ibu berjalan dengan mudah hingga sehat sampai proses persalinan.Ibu harus melewati banyak hal, termasuk menyuntikkan berbagai imunisasi, mengatur pola makan mereka dengan baik, dan harus selalu siaga terhadap perubahan kecil dalam tubuhnya selama proses kehamilan. Tentu dalam proses itu, Ibu membutuhkan dukungan emosional dan fisik. Apalagi, stres pun bisa menyebabkan daya tahan tubuh ibu menurun dan lebih rentan untuk terserang virus penyakit.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai bagaimana memantau kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari polio. Apakah Anda sudah siap untuk menjalankannya selama kehamilan?Semua langkah di atas akan terasa berat bila Anda melakukannya seorang diri. Perlu adanya dukungan dari lingkungan dan pasangan agar Anda bisa melewati masa penuh makna ini dengan baik. Karenanya, Klinik Granostic hadir sebagai partner prenatal life terbaik untuk Ibu Hamil dan Buah Hati. Bersama tenaga ahli kami, Anda bisa mendapatkan pelayanan yang lengkap, nyaman dan ramah, juga mudah. Dokter spesialis kandungan dan anak Klinik Granostic akan membantu mengiringi perjalanan Anda, sejak Si Buah Hati dalam kandungan hingga melewati masa pertumbuhannya.Tak hanya itu, dengan layanan Home Service Klinik Granostic, Anda dapat menjangkau dokter spesialis kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya. Yap! Hanya dengan satu klik, Anda akan langsung terhubung secara online bersama dokter-dokter Klinik Granostic.Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan seputar kehamilan dan anak di Klinik Granostic, Anda bisa tanya-tanya tim kami dengan klik tombol berikut, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji Wibowo
Dimana Tempat Konsultasi Gizi Untuk Anak?
Memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi pada anak sangatlah penting, utamanya dalam masa pertumbuhan. Akan tetapi tak jarang juga orang tua menemui kendala anak susah makan, yang mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti malnutrisi. Karenanya konsultasi dengan ahli gizi anak dapat menjadi solusi yang ideal.Keberadaan dokter spesialis anak dan ahli gizi dapat membantu mengatasi masalah pertumbuhan serta kesehatan anak, terkait dengan asupan gizi mereka. Sebab ada banyak masalah kesehatan yang dapat terjadi ketika anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Seperti terjadinya stunting, malnutrisi (kurang gizi), berat badan berlebihan (obesitas), hingga masalah komplikasi lainnya jika tidak ditangani dengan tepat.Bersama dokter gizi pula Anda dapat melakukan konseling untuk menilai kebutuhan gizi, mengembangkan rencana dukungan gizi paling sesuai, hingga memantau status gizi Si Kecil. Lantas dimana sih tempat konsultasi gizi untuk anak yang profesional dan berkualitas? Simak ulasan lengkap di bawah ini untuk tahu jawabannya, ya, Sobat!1. Puskesmas Layanan GiziTempat konsultasi gizi untuk anak pertama yang bisa Anda coba adalah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di tempat tinggal Anda. Kini Puskesmas memiliki layanan kesehatan yang lebih lengkap, tak hanya menangani masalah kesehatan secara umum, namun juga fokus menangani masalah ibu hamil dan perkembangan anak.Pelayanan konsultasi gizi adalah salah satu dari pengembangan layanan kesehatan tersebut. Bersama dokter spesialis dan bidan, Anda pun dapat mengonsultasikan kondisi anak dan melakukan pemeriksaan fisik anak.Selain itu, program gizi yang ditawarkan di Puskesmas pun umumnya cukup lengkap, seperti:Konseling gizi ibu hamil,Konseling gizi balita,Konseling gizi catenKonseling gizi PTM,dan Pemeriksaan Dokter Spesialis Anak bagi balita malnutrisi.2. Rumah Sakit (Departemen Gizi)Selain di Puskesmas, Anda pun dapat melakukan konsultasi dengan ahli gizi untuk anak di Rumah Sakit, khususnya di departemen gizi.Bersama dengan dokter spesialis anak dan ahli gizi di Rumah Sakit, akan dilakukan pemeriksaan tanda-tanda berat badan kurang pada anak, memeriksa data pertumbuhan, menyelidiki asupan nutrisi anak, hingga melakukan pemeriksaan fisik lengkap.Selain itu, Anda pun dapat meminta saran bagaimana cara mengatur pola makan dan menu diet sehat yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan anak. Sehingga strategi pendampingan pertumbuhan anak yang Anda lakukan pun akan berjalan optimal.3. Klinik Kesehatan (Dokter Anak)Klinik kesehatan juga dapat menjadi rujukan bagi Anda yang mencari dimana tempat konsultasi gizi anak yang tepat. Anda dapat memilih klinik yang menyediakan pelayanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap, serta mempunyai tenaga medis dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidang tersebut.Klinik Granostic dapat menjawab kebutuhan Anda akan tempat konsultasi gizi anak terpercaya tersebut. Sebab, kami memiliki staf dokter spesialis anak yang dapat membantu Anda untuk mengenali lebih baik bagaimana status gizi anak dan laju tumbuh kembang Si Kecil.Tak hanya itu, Klinik Granostic pun menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap. Bersama staf kesehatan berpengalaman kami, pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan secara menyeluruh sehingga mendapatkan hasil yang akurat.Dokter spesialis anak akan melakukan analisis dan diagnosis sesuai hasil pemeriksaan. Kemudian merencanakan dukungan gizi yang sesuai, juga dapat memantau status gizi anak Anda dengan seksama.Dengan perencanaan yang dipersonalisasikan sesuai dengan kebutuhan anak Anda ini, maka perawatan dan upaya-upaya untuk meningkatkan kesehatan anak pun akan lebih optimal.Selain itu, kami pun memahami bahwa memilih tempat konsultasi kesehatan dan gizi anak terbilang gampang-gampang-susah. Anda harus mempertimbangkan jarak tempuh, aksesibilitas atau jam layanan, kelengkapan pemeriksaan, hingga bagaimana reputasi dokter spesialis yang dituju.Karenanya, Klinik Granostic berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan terlengkap untuk menjawab kebutuhan Anda tersebut.Untuk mulai konsultasi dengan dokter spesialis anak Klinik Granostic, Anda bisa langsung klik tombol di bawah ini.4. Praktik Pribadi Ahli GiziTak hanya ke Puskesmas, Rumah Sakit, ataupun klinik kesehatan, Anda pun bisa langsung berkonsultasi dengan ahli gizi lewat praktik pribadi. Pilihan ini bisa cukup ideal untuk Anda yang ingin melakukan tipe perawatan yang lebih personal, namun pada dasarnya jenis konsultasi gizi yang diberikan pun akan sama saja.Tempat praktek pribadi ahli gizi pun cukup variatif, ada yang membuka praktek pribadi di rumah mereka, bergabung dengan klinik atau layanan kesehatan, dan banyak lainnya. Anda dapat memilih tempat yang paling cocok untuk Anda, atau menyesuaikannya dengan keterjangkauan dari tempat tinggal Anda.Keunggulan lainnya ketika periksa atau konsultasi ke praktik pribadi ahli gizi adalah Anda dapat menyimak bagaimana reputasi dokter yang dituju. Serta lebih mudah menilai pelayanan sang dokter secara pribadi, terlepas dari reputasi klinik atau Rumah Sakit.Anda pun bisa mempertimbangkan rasa nyaman anak dalam memilih tempat konsultasi ini. Sehingga dapat mempermudah bila ada kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan dengan segara.5. Aplikasi dan Platform Kesehatan DigitalDengan perkembangan teknologi saat ini, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan tidak hanya bisa dilakukan secara tatap muka. Anda pun bisa melakukan konsultasi kesehatan lewat aplikasi atau platform kesehatan digital.Bahkan, Anda dapat memilih jenis layanan kesehatan apa yang diinginkan, dokter dengan deskripsi pendidikan, lama menjalani profesi tersebut, dan banyak lainnya.Begitupun saat akan menentukan dokter spesialis anak dan ahli gizi. Anda dapat memilih bidang keahlian mereka secara spesifik, lalu Anda pun dapat menjadwalkan konsultasi online tersebut sesuai dengan jadwal pribadi Anda. Menarik, bukan?Adanya aplikasi dan platform kesehatan digital ini pun akan semakin mempermudah akses Anda, kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkan konsultasi masalah gizi dan kesehatan anak.Nah, Sobat Granostic, klinik kami pun memiliki layanan kesehatan online yang juga dapat memenuhi kebutuhan konsultasi kesehatan anak dari manapun dan kapanpun. Layanan tersebut bernama Home Service.Melalui layanan ini, Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis anak Klinik Granostic dan melakukan konsultasi secara online, lewat WhatsApp. Anda dapat mendiskusikan masalah kesehatan anak, pola konsumsi dan berbagai problem terkait dengan tumbuh kembang Si Kecil lewat telpon atau pesan.Dokter spesialis anak kami pun akan memberikan diagnosa, arahan penanganan pertama pada masalah tersebut, hingga memberikan resep bila diperlukan. Namun bila memang terjadi masalah yang cukup serius, dokter dapat menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara langsung di Klinik Granostic.Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Klinik Granostic pun sangat lengkap, meliputi:Pemeriksaan fisik anak, dari kepala hingga ujung kaki.Pemeriksaan tanda-tanda vital pada anakPemeriksaan imunisasi sesuai dengan kebutuhan anakPemeriksaan pendengaran dan penglihatanPemeriksaan laboratorium.Yuk, Sobat Granostic, pantau perkembangan anak dan status gizi Si Kecil bersama dokter spesialis anak di Klinik Granostic!
Yuk Ketahui Makanan Bergizi Untuk Anak
Orang tua mana yang tak ingin melihat anaknya mengonsumsi makanan sehat dan tumbuh dengan optimal? Kita semua berada di kapal yang sama! Tetapi tahukah Anda zat gizi dan makanan sehat apa saja yang dibutuhkan anak? Serta berapa porsi tepatnya? Mari kita simak jawabannya dalam artikel ini.Melengkapi kebutuhan nutrisi untuk anak-anak pada dasarnya sama dengan orang dewasa. Setiap orang membutuhkan vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak. Semua zat ini kemudian dapat diperoleh dari makanan yang bergizi tinggi.Dengan memberikan gizi seimbang pada anak, tubuh Si Kecil akan lebih sehat, fisik mereka jadi lebih aktif dan kuat, serta memiliki semangat dan ceria dalam beraktivitas.Sebaliknya, jika anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, hal ini akan mempengaruhi Kesehatan fisik dan menghambat pertumbuhan mereka. Anak-anak pun rentan terkena stunting, kurus, dan obesitas.Nah, Sobat Granostic, tentu saja sebagai orang tua kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Karenanya, dalam artikel kali ini kita akan membahas apa saja makanan bergizi dan kaya nutrisi yang baik untuk anak. Happy reading, Parents!1. Buah-buahan dan SayuranKetika membicarakan makanan sehat dan bergizi, buah-buahan dan sayuran segar pasti langsung terlintas di pikiran Anda. Well, voila! Memang benar bahwa sumber pangan ini masuk dalam list makanan bergizi dan menyehatkan untuk anak.Mengapa begitu? Berikut penjelasan lengkapnya:Buah-buahanBuah-buahan mengandung vitamin, mineral, serat, bahkan lemak sehat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh anak. Beberapa vitamin penting yang dapat diperoleh dari buah-buahan segar adalah vitamin C, vitamin E, vitamin B1/B/B6, dan banyak lainnya. Tak hanya itu, buah juga memiliki rasa manis yang khas, ada yang manis, masam, atau bahkan kombinasi keduanya. Tekstur buah-buahan pun sangat beragam dengan warna-warna yang mencolok. Anda dapat menyajikan hidangan atau cemilan sehat dari buah-buahan dengan tampilan menarik, yang dapat menggugah selera anak.SayuranSama halnya dengan buah-buahan, sayuran pun sangat kaya akan serat, mineral, dan vitamin, yang baik untuk perkembangan serta kesehatan tubuh anak. Jenis sayuran hijau dengan warna yang sangat mencolok, seperti brokoli, bahkan mengandung antioksidan yang tinggi. Sementara sayuran seperti wortel, tomat, dan paprika juga mengandung beta karoten tinggi.Beta karoten dalam sayur-sayuran ini pun jika diubah sebagai vitamin A, akan menjaga permukaan mata atau kornea anak tetap sehat dan lembap. Kekurangan vitamin A sering kali menyebabkan mata kering, yang semakin lama dapat menyebabkan penglihatan semakin berkurang. Selain itu, asupan serat dalam buah dan sayur pun akan membantu menjaga kesehatan pencernaan anak serta menjaga agar mereka tidak mengalami obesitas.2. ProteinSelain buah dan sayur yang kaya akan vitamin, mineral, juga serat. Anda pun dapat memenuhi kebutuhan gizi anak dengan menyajikan hidangan yang kaya protein. Protein ini tak hanya berbentuk daging, namun banyak sumbernya, seperti penjelasan di bawah ini:DagingDaging merupakan sumber protein dan zat besi yang sangat baik untuk anak. Zat besi dapat membantu mengoptimalkan perkembangan dan fungsi otak, serta mendukung system kekebalan tubuh. Selain itu, dalam daging juga terdapat kandungan omega 3 yang membantu memastikan organ tubuh anak berfungsi dengan baik.TelurTelur juga bisa jadi sumber protein yang baik untuk anak, yang mengandung 35% protein. Selain itu, dalam telur pun mengandung gizi lengkap seperti vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan mata dan nutrisi otak anak. Telur pun termasuk makanan yang gampang disukai anak-anak dan mudah untuk orang tua olah. Anda bisa merebusnya, menggoreng, atau dijadikan scramble.Kacang-kacangan dan Biji-bijianTak hanya sumber-sumber hewani, protein pun dapat Anda peroleh dari makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Misalnya kacang almond, kacang kedelai, dan banyak lainnya. Tak hanya memiliki kandungan protein yang tinggi, kacang juga memiliki nutrisi penting seperti vitamin E, magnesium, mangan, dan serat. Teksturnya yang renyah dan rasa gurih alaminya, membuat kacang-kacangan bisa memberikan variasi makanan yang lezat untuk anak.Produk SusuSusu dan produk-produk olahannya juga bisa jadi alternatif sumber protein yang Anda berikan untuk Si Kecil. Khusus untuk produk olahan, baiknya Anda memperhatikan seberapa banyak kandungan gula dalam produk-produk tersebut. Jangan hanya menggantungkan label “susu” dalam kemasan, ya, Sobat Granostic. Anda pun dapat memilih jenis susu segar dan sehat yang cocok dengan selera Si Kecil, seperti susu sapi, ataukah susu almond dan susu kedelai. 3. KarbohidratSebagai sumber energi, Anda pun perlu memenuhi kebutuhan karbohidrat kompleks pada menu makanan gizi seimbang untuk anak. Karbohidrat kompleks ini dapat Anda peroleh dari beberapa makanan berikut ini:Biji-bijian UtuhBiji-bijian utuh seperti gandum, kedelai, beras merah, hingga sorgum mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk anak. Karbohidrat kompleks akan lebih lama dicerna, sehingga dapat memberikan cadangan energi yang lebih banyak untuk anak-anak.Kentang dan Ubi JalarKentang dan ubi jalar pun bisa jadi salah satu alternatif sumber karbohidrat komplek yang dapat Anda berikan pada anak. Keduanya pun memiliki kandungan vitamin, mineral, dan beta karoten (pada ubi jalar), serta tekstur yang mengenyangkan untuk anak. 4. Lemak SehatLemak sehat dapat Anda penuhi dari sumber-sumber nabati dan hewani (dari ikan). Jenis nutrisi ini pun sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan anak.Beberapa jenis lemak nabati atau sehat yang dapat Anda hidangkan untuk anak adalah:Minyak ZaitunMinyak zaitun termasuk sumber lemak nabati yang bisa Anda campurkan dalam diet sehat untuk anak. Selain itu, minyak alami ini pun mempunyai kandungan asam oleat, yakni asam lemak yang memiliki sifat antiinflamasi. Ada banyak manfaat Kesehatan yang bisa diperoleh dari minyak zaitun, seperti Kesehatan jantung, menjaga gula darah agar normal, dan memastikan berat badan ideal.AlpukatTelah kita singgung sebelumnya, bahwa alpukat mengandung lemak sehat dan serat tinggi. Buah dengan tekstur yang lembut ini mengandung sekitar 80 persen lemak sehat, yang sangat baik untuk pertumbuhan anak. Selain itu alpukat pun mengandung potasium yang dapat bekerja sebagai antioksidan. Karenanya buah berwarna hijau ini pun dapat menjaga kesehatan pencernaan anak, merawat kesehatan jantung, dan menjaga berat badan tetap ideal.Ikan BerlemakSelanjutnya Anda pun dapat memperoleh kandungan lemak sehat dari ikan berlemak. Ikan tuna, salmon, sarden, atau makarel mengandung banyak lemak omega 3 yang sangat baik untuk jantung. Lemak ini berperan penting dalam menjaga fungsi otak anak.5. Produk SusuProduk susu mengandung banyak protein, kalsium, dan vitamin yang sangat baik untuk pertumbuhan anak. Beberapa jenis produk olahan dari susu adalah:Susu dan YogurtSusu dan yogurt bisa Anda pilih serta hidangkan untuk camilan sehat anak. Keduanya pun mengandung mineral, seperti kalsium dan kalium, yang baik untuk menjaga kesehatan tulang anak.KejuRasanya yang cenderung gurih dan asing dapat membuat anak-anak tertarik untuk mengonsumsi keju. Tak hanya itu, keju pun mengandung sejumlah nutrisi seperti protein, lemak, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D, yang baik untuk menunjang pertumbuhan anak.6. Minuman yang SehatTak hanya sumber pangan, Anda pun bisa memilih minuman sehat untuk melengkapi menu diet bergizi tinggi dan seimbang untuk anak. Beberapa jenis minuman sehat untuk anak tersebut adalah:Air PutihAir putih adalah sumber cairan yang sangat penting untuk dikonsumsi anak setiap hari. Minuman ini tidak mengandung kalori, gula, maupun lemak. Air putih dapat membantu menjaga tubuh anak agar tetap terhidrasi, menjaga kelembapan kulit, serta merawat Kesehatan saluran pencernaan anak. Tak hanya itu, air putih pun dapat membantu membersihkan fungsi organ tubuh, seperti ginjal dan saluran kemih pada anak.SusuSelanjutnya, susu juga termasuk minuman yang baik untuk anak. Anda bisa menyajikan susu ini di pagi ataupun malam hari.Susu mengandung protein, kalsium, dan vitamin D yang penting untuk proses tumbuh kembang anak-anak Anda. Namun, Anda pun harus lebih selektif untuk memilih susu yang pas dan sehat untuk anak. Anda dapat memilih susu rendah lemak, yang mengandung lebih banyak vitamin dan mineral.Jus Buah Tanpa Gula TambahanJus buah segar pun dapat jadi alternatif minuman sehat untuk anak, tapi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya, ya Sobat. Membuat jus dari buah pun bisa membantu anak untuk lebih mudah menerima berbagai jenis olahan sayur dan buah. Selain itu, jus buah pun dapat memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat.Nah, Sobat Granostic, itu adalah berbagai jenis makanan bergizi tinggi yang dapat Anda hidangkan sebagai diet sehat anak. Namun, bagaimana porsi seimbang dan tepat untuk anak-anak?Demi menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengenali dulu kondisi tubuh Si Kecil dan kebutuhan energi harian mereka. Karenanya, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi Klinik Granostic untuk mendiskusikan kebutuhan gizi yang tepat untuk anak, serta porsi seimbang yang baik demi mendukung tumbuh kembang Si Kecil.Konsultasi bersama ahli gizi Klinik Granostic dapat Anda lakukan secara langsung dengan berkunjung ke klinik kami di Surabaya. Atau dapat juga lewat layanan Home Service, konsultasi online bersama ahli gizi Klinik Granostic.Yuk, Sobat Granostic, pahami kebutuhan nutrisi untuk anak dan pastikan Anda memberikan makanan bergizi seimbang dengan porsi tepat bersama Klinik Granostic!
Apa Saja Solusi Anak Susah Makan?
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, anak sering kali susah makan. Hal ini tentunya membuat orang tua khawatir, lantas apa saja solusi menghadapi anak susah makan?Semua orang tua pasti pernah menghadapi fase dimana anak-anak mereka susah bahkan tidak mau makan. Tentu saja hal ini akan membuat para orang tua merasa frustasi dan stres.Namun, yang perlu dipahami adalah penyebab anak susah makan ini sangat beragam. Mulai dari faktor-faktor medis, berkaitan dengan masa tumbuh kembang anak, serta perubahan selera makan yang normal.Berikut ini beberapa solusi yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi anak susah makan. Apa saja?1. Konsultasi dengan Dokter AnakLangkah pertama dalam solusi anak susah makan adalah dengan melakukan konsultasi bersama dokter anak. Hal ini sangat penting untuk mengidentifikasi sebab utama anak Anda mengalami penurunan nafsu makan.Selain menanyakan langsung pada anak mengapa mereka menolak makanan tertentu, atau sulit untuk diajak makan. Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuh Si Kecil.Karena ada banyak kemungkinan yang menyebabkan anak-anak kehilangan nafsu makan mereka, salah satunya berkaitan dengan kondisi medis. Misalnya anak-anak merasakan rasa tidak nyaman di pencernaan mereka, merasa sakit, hingga mengalami trauma psikologis yang berkaitan dengan kegiatan makan.Mengetahui alasan anak tidak mau makan sangat penting dalam upaya mengatasinya. Sebab cara yang akan Anda gunakan nanti juga akan lebih efisien, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.Konsultasi bersama dokter anak ini dapat Anda lakukan di Klinik Granostic, loh. Baik konsultasi langsung di klinik kesehatan kami, maupun berkonsultasi secara online lewat layanan Home Service.Dokter spesialis anak kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh, wawancara bersama Si Kecil, hingga memberikan diagnosa sesuai hasil pemeriksaan.Anda pun dapat mendiskusikan perihal penanganan anak tidak mau makan ini sesuai dengan hasil pemeriksaan. Dokter Klinik Granostic pun akan memberikan saran dan tips mengembalikan nafsu makan anak dengan tepat dan efektif.2. Buatlah jadwal makan yang teraturSetelah mengetahui penyebab anak tak mau makan dan menemukan langkah yang tepat untuk mengatasinya, Anda bisa membuat jadwal makan yang teratur. Tujuannya untuk memunculkan kebiasaan makan teratur sebanyak tiga kali sehari pada anak-anak.Selain makanan utama, Anda pun dapat menyelingi jadwal makan ini dengan snack untuk meningkatkan nafsu makan mereka.Agar lebih efektif, usahakan untuk tidak membiarkan anak makan sendiri, Anda dapat membangun komunikasi yang hangat dan menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan Bersama.3. Hindari memaksa anak untuk makanMelihat anak yang terus-terusan menolak makan, Anda pasti mudah stres dan lelah. Akan tetapi memaksa anak untuk makan dengan tegas disertai mengomel, bukanlah jawaban dari masalah ini.Sebab Ketika Anda menekan Si Kecil untuk makan, suasana hati mereka bisa memburuk. Hal ini juga akan membuat selera makan anak menjadi hilang. Tak hanya itu, anak-anak pun akan terus mengingat bahwa kegiatan makan ini sebagai sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan. Akhirnya justru akan membuat anak tidak akan terlalu bersemangat untuk makan.4. Tawarkan berbagai jenis makanan yang menarik dan sehat.Bosan dengan makanan yang itu-itu saja bisa jadi alasan anak tidak tertarik untuk makan. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menawarkan berbagai jenis makanan yang menarik dan sehat.Membuat makanan lebih menarik ini tidak selalu berkaitan dengan bahan-bahan yang mahal. Melainkan Anda dapat memilih resep-resep yang selaras dengan selera anak, hingga menyajikan makanan dengan bentuk atau tampilan visual yang menarik.Namun baiknya Anda menghindari memberikan anak-anak terlalu banyak cemilan kemasan yang gurih, asin, atau manis. Karena makanan-makanan ini akan membuat anak-anak ketagihan, yang kemudian justru membuat mereka lupa dan tidak berminat untuk makan makanan bergizi lengkap.Anda bisa mengenalkan anak dengan cemilan sehat dari olahan buah-buahan, masakan sendiri dan melibatkan anak dalam proses pembuatannya. Hal ini akan memberikan pengalaman baru untuk anak-anak juga.5. Mulailah dengan porsi kecil Tak harus dalam porsi yang besar, Anda bisa mengembalikan nafsu makan anak sedikit demi sedikit. Sebab tak jarang juga anak-anak menolak makan bukan karena mereka tidak mau makan. Akan tetapi karena mereka tidak sanggup memakan semua makanan yang da di piringnya.Harus diingat, bahwa anak-anak tidak membutuhkan makanan sebanyak orang dewasa. Karenanya Ketika ANda menaruh porsi terlalu besar di piring, bisa jadi anak akan merasa kewalahan dan tidak akan menghabiskannya.6. Membatasi Camilan dan Minuman ManisTelah kita singgung sebelumnya, bahwa memberikan camilan pada jadwal makan anak bisa jadi pemantik nafsu makan yang efektif. Dengan catatan, cemilan ini haruslah sehat dan tidak mengandung banyak gula.Cemilan dan minuman manis yang adiktif akan membuat anak-anak jadi lebih suka nyemil daripada makan. Terlalu sering makan cemilan dan minuman manis pun akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan Si Kecil.Misalnya dapat meningkatkan risiko anak-anak terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, di usia mereka yang masih belia.Anda dapat memberikan asupan yang manis-manis ini dari sumber pangan alami, seperti buah semangka, pisang, buah jambu, dan banyak lainnya. Buah-buahan pun dapat Anda olah menjadi jus, campuran cake, dan jelly yang menyenangkan untuk anak konsumsi.7. Tunjukkan kebiasaan makan yang sehatTak hanya menerapkan aturan makan sehat ini untuk anak, sebagai orang tua Anda pun harus dapat menjadi panutan yang baik. Tunjukkan pada anak bahwa Anda tidak memilih-milih atau menolak makanan tertentu di depan mereka. Serta coba untuk makan terlebih dahulu apa yang sudah disajikan di meja makan.Anda pun bisa mengiringi dan makan bersama anak dengan teratur, tiga kali sehari. Batasi memakan camilan kurang sehat di depan anak dan ganti dengan buah-buahan. Biasanya anak akan cenderung mengikuti perilaku dan pola makan Anda tersebut.Konsultasikan Masalah Gizi dan Pola Makan Anak di Klinik Granostic!Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa saja solusi anak susah makan. Apakah Anda siap menerapkannya pada Si Kecil?Pada dasarnya perubahan pola dan kebiasaan makan anak selama pertumbuhan memang normal terjadi. Orang tua pun harus dapat mengambil sikap dengan mendampingi anak agar tidak meninggalkan kegiatan makan sama sekali.Tak hanya memastikan anak makan secara teratur, untuk mendukung pertumbuhan anak, Anda pun perlu melakukan medical check up rutin dan menyimak sejauh mana perkembangan fisik dan kesehatan mereka.Lakukan pemeriksaan medical check up rutin ini di Klinik Granostic, yang memiliki tenaga kesehatan ahli, dokter gizi dan dokter spesialis anak yang berpengalaman di bidangnya.Klinik Granostic pun memiliki layanan medical check up yang lengkap dengan teknologi termutakhir, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat. Bersama dokter spesialis anak dan ahli gizi Klinik Granostic, Anda dapat mendiskusikan pola makan dan diet sehat yang bergizi untuk mendukung perkembangan Si Kecil.Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera mulai konsultasikan keluhan makan Si Kecil bersama dokter ahli Klinik Granostic secara langsung! Anda juga dapat melakukan konsultasi online dengan klik tombol Home Service di bawah ini.
Kenapa Anak Tidak Mau Makan?
Anak sedang GTM alias tutup mulut dan tak mau makan? Sobat Granostic jangan panik dulu. Mari simak alasan kenapa anak tidak mau makan dan asik menutup mulut ketika disuapi leat artikel ini!Melihat anak sulit dan menolak makan tentu membuat orang tua merasa cemas. Sebab mengonsumsi makanan bergizi dan teratur adalah hal penting untuk menunjang pertumbuhan anak.Anak-anak biasanya mulai susah makan atau menjadi picky eater ketika menginjak usia 1 tahun. Akan tetapi ada juga yang mulai menunjukkan pilih-pilih makanan ini di usia 2-5 tahun.Perilaku ini sebenarnya cukup wajar, asalkan tidak terjadi berlarut-larut dan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga Anda tak perlu panik dan stres berlebihan, apalagi ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.Sebelum itu, mari kita simak dulu apa saja penyebab anak tidak mau makan dalam ulasan berikut ini.Masalah KesehatanAdanya masalah kesehatan bisa menjadi sebab kenapa anak tidak mau makan. Berikut penjelasan lengkapnya:1. SakitSama halnya dengan orang dewasa, saat sakit anak-anak pun wajar mengalami penurunan nafsu makan. Ini karena sistem kekebalan tubuh anak sedang focus melawan infeksi atau penyakit.Selain itu, gejala lain yang sering menyertai penyakit seperti demam, mual, nyeri, sakit tenggorokan, dan rasa tak nyaman di perut pun dapat mengurangi nafsu makan.Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menyesuaikan tekstur yang mudah ditelan dan rasa makanan lezat namun ringan. Misalnya membuat sup, bubur, ataupun puree. Anda pun dapat mengombinasikan bahan-bahan makanan yang disukai anak Anda ke dalam hidangan tersebut.2. Masalah PencernaanSobat Granostic, tahukah Anda bahwa kemampuan anak dalam mencerna makanan pun masih dalam tahap berkembang dan belum sempurna. Masalah pencernaan ini dapat terjadi kapan saja, serta menimbulkan rasa tak nyaman dan menurunkan nafsu makan anak.Jenis masalah pencernaan yang umum dialami anak-anak misalnya diare, radang usus buntu, alergi makanan, sembelit atau konstipasi, kembung, intoleransi laktosa, dan banyak lainnya.Berbagai masalah pencernaan ini tentunya memiliki gejala tersendiri yang memungkinkan rasa tak nyaman di perut anak. Sehingga nafsu makan menurun dan enggan makan dalam porsi normal mereka sehari-hari.Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda harus mengetahui masalah pencernaan apa yang terjadi pada anak, kemudian sesuaikan asupan makanan yang tepat dan nyaman di perut anak.Selain itu, Anda pun tidak perlu memaksakan anak-anak untuk makan dalam porsi normal. Anda bisa menyediakan cemilan sehat dan sajian yang anak-anak suka untuk memancing nafsu makan mereka kembali.3. Kondisi Medis LainKondisi medis tertentu yang dialami anak-anak juga sangat berpengaruh pada nafsu makan mereka. Misalnya mengalami demam atau pilek, yang seringnya membuat tidak berselera makan. Hingga penyakit kronis seperti kencing manis, penyakit ginjal, atau gangguan tiroid dapat juga mempengaruhi nafsu makan anak.Ketidakseimbangan hormon akibat gangguan medis ini dapat mempengaruhi nafsu makan anak dan menghambat penyerapan nutrisi oleh Si Kecil.Tahap Perkembangan NormalTak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan atau gangguan medis, anak-anak yang tidak mau makan pun bisa jadi dalam tahap perkembangan. Hal ini pun sangat wajar dan normal terjadi, Sobat.1. Perubahan SeleraSeiring dengan pertumbuhan usia anak, mereka pun akan terpapar berbagai jenis makanan. Hal ini pun akhirnya akan mempengaruhi preferensi konsumsi anak-anak.Perubahan minat makan anak ini pun normal terjadi di masa pertumbuhan dan perkembangan. Momen ini bahkan bisa Anda manfaatkan untuk membantu anak-anak mencoba makanan baru, sehingga anak tidak hanya akan makan makanan tertentu saja.Apalagi bagi anak-anak, tiap makanan bisa menjadi suatu hal yang baginya. Sehingga memilih makanan apa yang ingin mereka masukkan ke mulut pun jadi hal yang sangat penting.2. Fase PerkembanganKetika masuk dalam masa tumbuh kembang, khususnya di rentang usia 6-9 tahun, biasanya melalui fase normal untuk menolak makan. Ini sering terjadi karena banyak alasan, mulai dari takut akan aroma tertentu, memilih makanan itu-itu saja, serta tidak menyukai bentuk atau tekstur makanan yang disajikan.Nah, sebagai orang tua, Anda bisa mengatasi hal ini dengan menawarkan berbagai jenis makanan yang dari segi visual menarik anak-anak. Selain itu, jadikan Waktu makan sebagai momen yang menyenangkan dan seru untuk anak-anak. Misalnya mengajak masak bersama, sambil bercerita sedikit sedikit, dan banyak lainnya.Faktor PsikologisTahukah, Sobat Granostic, faktor psikologis juga bisa menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak, loh. Beberapa faktor psikologis yang dimaksud antara lain:1. Stres atau KecemasanSama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stress. Nafsu makan anak akan menurun ketika mereka berada dalam keadaan stres atau merasakan cemas berlebihan.Stres ini dapat terjadi dari pola konsumsi makanan tidak sehat, yang mengandung gula berlebih dan gizi rendah. Juga dari kurang tidur, yang menyebabkan emosi dan pikiran anak tidak stabil. Selain itu bullying dan tekanan dari lingkungan juga bisa berpengaruh pada tingkat stress anak.2. Tekanan MakanMeskipun gelisah dan khawatir karena anak melalui periode gerakan tutup mulut (GTM), menekan atau memaksa anak untuk makan pun bukan solusi paling ideal, Sobat.Justru ketika Anda menekan dengan keras anak-anak untuk makan, mereka akan merasa semakin enggan. Ini karena akan membentuk pemahaman bahwa kegiatan makan ini menjadi sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan untuk anak-anak.Faktor LingkunganFaktor selanjutnya yang jadi penyebab anak-anak tidak mau makan adalah kondisi lingkungannya. Berikut penjelasan lengkapnya:1. Waktu Makan yang Tidak MenyenangkanWaktu makan yang tidak menyenangkan bisa membuat anak tidak tertarik untuk makan. Apalagi kalau orang tua memaksa dan menekan dengan keras agar anak-anak makan dengan lahap.Hal ini justru akan membuat mereka takut, merasa trauma dengan kegiatan makan, yang akhirnya membuat anak-anak malas makan.2. Camilan BerlebihanMemberikan makanan-makanan kesukaan anak untuk meningkatkan nafsu makan mereka memang langkah yang tepat. Tapi, Anda pun tidak boleh memberikan camilan yang tidak sehat secara berlebihan, ya.Misalnya memberikan camilan kemasan yang memiliki kandungan natrium dan/atau gula tinggi. Sehingga anak-anak akan ketagihan dan terus memakan cemilan, kemudian melupakan makanan bergizi yang telah Anda siapkan.Sebaiknya cemilan yang diberikan ini sehat untuk anak-anak, dan tidak terlalu sering diberikan hingga membuat anak-anak enggan makan makanan bergizi lengkap. Jenis camilan sehat yang bisa Anda berikan seperti buah ataupun cemilan buatan sendiri.Membicarakan soal pola makan untuk anak-anak memang sangatlah penting. Karena makan yang teratur dan bergizi lengkap sangat berperan dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.Nah, bila anak Anda mengalami masa menolak makan dalam waktu yang panjang, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dan dokter anak di Klinik Granostic. Dokter spesialis anak dan ahli gizi kami akan membantu menemukan akar dari masalah susah makan pada anak itu melalui pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Setelah itu, Anda dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama, lalu membuat perencanaan makan dan diet sehat yang tepat untuk anak Anda.Yuk, langsung mulai konsultasikan kebutuhan dan pola makan sehat anak dengan ahli gizi dan dokter spesialis anak Klinik Granostic lewat klik tombol di bawah ini.
Dimana Tempat Untuk Suntik atau Vaksinasi Polio?
Memberikan vaksinasi polio pada balita sangatlah penting untuk mencegah penularan dan infeksi virus polio. Namun dimana sih tempat untuk melakukan vaksinasi atau suntik polio ini?Sobat Granostic, Anda pasti sudah sangat familiar dengan penyakit polio. Penyakit menular yang sangat rawan menjangkiti balita ini disebabkan oleh infeksi virus dan menyerang sistem saraf pada tubuh.Polio dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak, menimbulkan kecacatan permanen, gagal pernapasan, bahkan mampu menyebabkan kematian. Tak hanya itu, anak-anak yang berhasil sembuh dari polio pun bisa mengalami gejala pasca polio, yang terasa setelah 15–40 tahun kemudian.Hal ini tentu membuat kualitas hidup anak Anda di masa mendatang menjadi berkurang. Sebab gejala pasca polio pun tidak bisa dikatakan ringan, loh.Nah, sebagai upaya pencegahan infeksi dan penularan polio, anak-anak harus mendapatkan vaksinasi lengkap sejak bayi.Tapi dimana sih tempat yang tepat untuk melakukan suntik dan vaksinasi polio yang aman untuk anak-anak ini? Simak penjelasannya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!1. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)Kesehatan dan kesejahteraan anak pun menjadi perhatian penting dari pemerintah Indonesia. Begitupun dalam program pencegahan polio yang kerap menjangkiti anak-anak.Pemerintah kerap memberikan vaksinasi polio gratis yang dapat masyarakat peroleh di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.Proses vaksinasi polio di puskesmas akan didampingi oleh dokter anak, bidan, dan berbagai tenaga kesehatan ahli lainnya.2. Rumah SakitSelain Puskesmas, suntik vaksin polio untuk anak pun dapat diperoleh di rumah sakit. Anda dapat mengunjungi rumah sakit di sekitar tempat tinggal Anda, atau yang sudah lama Anda kunjungi.Memberikan vaksin di rumah sakit juga memberikan keuntungan tersendiri, karena Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis yang sudah lama memeriksa kesehatan anak Anda.Dengan begitu dokter akan lebih mengenal kondisi anak, serta dapat menyarankan perawatan dan upaya-upaya lain yang bisa membuat proses vaksinasi berjalan lancar. Hal ini juga dapat membantu mengurangi efek samping, seperti demam dan nyeri di bagian suntik, setelah vaksin.3. Klinik KesehatanTempat dimana Anda dapat mengakses vaksinasi polio untuk anak selanjutnya adalah di klinik kesehatan. Sama halnya dengan di rumah sakit, di klinik kesehatan Anda pun berkesempatan untuk langsung berkomunikasi dengan dokter spesialis anak dan mengonsultasikan prosedur vaksinasinya.Anda dapat memilih klinik kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda, memiliki tenaga medis yang profesional dan berpengalaman, seperti Klinik Granostic.Dengan tenaga kesehatan ahli kami, proses vaksinasi yang diberikan akan disesuaikan dengan anjuran dokter atau anjuran jadwal dari pemerintah. Namun, tentunya akan dipersonalisasi dengan menyimak kondisi tubuh anak Anda.Di Klinik Granostic pun terdapat dokter spesialis anak yang akan membantu Anda untuk mendiskusikan berbagai prosedur vaksinasi, serta menjawab berbagai pertanyaan Anda tentang polio dengan akurat.Lebih baiknya lagi, Klinik Granostic menyediakan layanan Home Service. Layanan ini memungkinkan Anda melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter spesialis yang Anda pilih. Sehingga Anda tidak perlu mengemudi dengan panik untuk datang ke klinik secara langsung. sehingga ketika terjadi demam pasca vaksinasi polio, Anda dapat langsung menghubungi dokter spesialis Klinik Granostic dan berkonsultasi via online. Dokter kami akan memberikan diagnosa dan resep bila diperlukan untuk meredakan efek samping yang terjadi.4. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)Vaksinasi polio termasuk dalam rangkaian program imunisasi yang digalakkan oleh pemerintah. Karenanya Anda pun dapat mengakses vaksinasi polio untuk anak ini di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).Posyandu sendiri merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola oleh perangkat desa dan didampingi oleh tenaga Kesehatan dari Puskesmas.Demi memudahkan pemberian pelayanan, lokasi Posyandu umumnya dibuat sedekat mungkin dengan masyarakat. Misalnya di lingkungan desa/kelurahan, hingga RT dan RW.Selain vaksinasi polio, di Posyandu pun Anda dapat mengakses berbagai imunisasi dasar lainnya yang penting untuk Anak. Seperti suntik vaksin Hepatitis B, BCG, DPT, dan Campak5. Program Imunisasi SekolahSobat Granostic, upaya pencegahan polio merupakan salah satu agenda penting yang digalakkan pemerintah Indonesia dan dunia. Karenanya, program ini pun dilakukan lewat kerja sama dengan berbagai lini, termasuk di sekolah.Vaksinasi polio memang harus sudah diberikan sejak anak-anak berusia satu bulan sejak mereka lahir. Akan tetapi program ini dilakukan untuk memastikan anak di seluruh Indonesia mendapatkan vaksin polio dengan merata.Selain itu, program imunisasi sekolah sendiri umumnya memberikan vaksinasi untuk campak rubella, difteri, tetanus, dan HPV (yang masih diberikan di beberapa provinsi dan kabupaten/kota).Kegiatan imunisasi ini dilakukan oleh petugas Puskesmas setempat, yang juga dibantu dikondisikan oleh pihak guru/sekolah dan orang tua peserta didik.Lakukan Konsultasi Terkait Vaksinasi Polio di GranosticNah, Sobat Granostic, sangatlah penting untuk memberikan imunisasi yang lengkap pada anak. Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi polio akan memiliki risiko tinggi untuk mengalami kelumpuhan, kecacatan, dan menyebabkan penurunan kualitas hidup mereka di masa mendatang.Vaksinasi polio, sebagai salah satunya, idealnya dilengkapi sebelum anak-anak berusia 1 tahun. Selain itu, vaksinasi polio ini pun nantinya akan diberikan booster saat anak berusia 18 bulan. Tujuannya untuk membantu meningkatkan dan memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap virus polio.Tak hanya pada anak-anak, vaksinasi polio ini pun sangat penting didapatkan oleh semua orang. Termasuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin dan berisiko tinggi terkena atau terinfeksi virus polio.Karena sangat penting, pemberian vaksinasi polio ini juga harus Anda perhatikan tempatnya. Datangi layanan kesehatan terpercaya di lingkungan tempat tinggal Anda, mulai dari Posyandu, Puskesmas, klinik kesehatan, hingga rumah sakit.Pastikan Anda mematuhi jadwal pemberian imunisasi ini sesuai dengan arahan dokter atau anjuran dari pemerintah. Sehingga efektivitas imunisasi pun akan jadi lebih maksimal.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan vaksinasi polio di Klinik Granostic, loh. Bersama dokter spesialis anak kami, Anda juga dapat mendiskusikan dan memeriksakan kondisi tubuh si kecil bersama ahlinya.Sebab untuk memperlancar proses imunisasi ini, memastikan si kecil dalam kondisi sehat adalah hal yang penting. Dokter dapat menyarankan penundaan imunisasi bila si kecil mengalami diare berat atau masalah kesehatan yang cukup serius.Begitupun dengan pasca vaksinasi, Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis kami dengan layanan konsultasi online Klinik Granostic. Anda dapat mengonsultasikan gejala pasca vaksinasi pada anak lewat chat atau telepon.Dokter akan memberikan arahan penanganan dan perawatan yang tepat. Jadi Anda tidak perlu khawatir dan panik ketika menghadapi situasi tersebut.Yuk, Sobat Granostic, jaga anak-anak kita dari berbagai penyakit menular dengan melakukan imunisasi lengkap serta pemeriksaan kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Adakah Efek Samping Vaksin Polio?
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) vaksin polio sebaiknya diberikan pada bayi sejak mereka lahir. Namun, sebenarnya adakah efek samping dari vaksin polio ini?Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus polio dan menyerang sistem saraf. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak balita, namun tidak menutup kemungkinan untuk orang dewasa juga terinfeksi polio.Dampaknya yang sangat fatal pada kesehatan pada anak dan sifatnya yang mudah ditularkan, membuat polio harus diwaspadai. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga kesehatan global mendorong program vaksinasi polio pada anak secara berkala.Namun, apakah ada efek samping dari vaksin polio untuk anak-anak?Melansir dari Healthline, efek samping vaksinasi polio sangatlah jarang terjadi. Efek yang muncul bahkan sangat ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari saja. Jadi para orang tua pun tidak perlu terlalu khawatir untuk melakukan imunisasi pada si kecil.Nah, di artikel ini kita akan membahas beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah melakukan vaksin polio pada anak berdasarkan jenis vaksin yang diberikan. Simak, ya!Vaksin Polio Inaktif (IPV)Disebut sebagai vaksin polio inaktif (IPV) karena jenis vaksin ini diberikan lewat menyuntikkan virus polio yang sudah tidak aktif ke dalam tubuh. IPV dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus polio dalam darah, namun tidak bekerja pada usus.Efek Samping UmumPemberian vaksin polio IPV pun umumnya tidak menyebabkan efek samping. Namun ada juga beberapa keluhan ringan yang dapat dialami anak setelah proses penyuntikan vaksin, seperti:1. Nyeri di Tempat SuntikanVaksin IPV diberikan dengan cara disuntikkan di lengan atas atau paha. Nah, Sobat Granostic, anak-anak akan merasakan nyeri di bagian tubuh yang disuntik ini.Rasa nyeri karena suntikan imunisasi ini dapat bertahan 1–2 hari saja. Meski di beberapa kasus ada yang dapat bertahan lebih lama, namun rasa nyeri pasca vaksinasi atau imunisasi ini tidak perlu Sobat Granostic khawatirkan.2. Demam RinganSelain nyeri pada area yang disuntik, anak-anak dan orang dewasa yang baru saja menyelesaikan vaksinasi juga berkemungkinan mengalami demam ringan.Demam pasca imunisasi pada dasarnya bukanlah kondisi yang berbahaya, Sobat. Melainkan demam ini merupakan respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru dari gabungan vaksin yang disuntikkan. Karenanya terjadilah peningkatan suhu pada anak.Jika anak mengalami demam ringan ini setelah imunisasi atau vaksin polio, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter untuk mendapatkan resep obat pereda nyeri dan demam pada anak. Efek Samping JarangSelain kedua efek samping yang sangat umum terjadi saat polio di atas, ada beberapa efek lain yang cukup jarang terjadi. Hal ini karena setiap anak tentu memiliki sensitifitas dan kondisinya yang berbeda-beda.Reaksi AlergiSeperti halnya jenis obat dan vaksin lainnya, beberapa orang pun dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan yang terdapat vaksin polio. Meski begitu, risiko terjadinya alergi ini pun sangatlah jarang.Jika terjadi alergi saat pemberian vaksinasi polio IPV ini, maka prosedurnya harus dihentikan. Terutama pada anak yang memiliki alergi berat terhadap obat neomycin, streptomycin, dan polymyxin B.Vaksin Polio Oral (OPV)Sama seperti namanya, vaksin polio oral (OPV) merupakan jenis vaksin polio yang diberikan dengan cara diteteskan pada mulut anak, serta dapat membentuk kekebalan di usus dan darah.Ini karena penularan polio pun juga kerap melalui jalur fecal-oral, atau masuknya feses ke dalam mulut dan sistem pencernaan. Lingkungan yang kotor, air minum dan makanan yang terkontaminasi, hingga droplet saliva yang menempel di alat makan dapat membawa virus masuk ke dalam sistem pencernaan anak.OPV juga dapat menimbulkan efek samping yang umum dan jarang seperti IPV. Berikut penjelasan mendetailnya:Efek Samping UmumOPV bekerja dengan cara membentuk kekebalan di bagian pencernaan anak. Karenanya gejala efek samping yang muncul pun umumnya berkaitan dengan sistem pencernaan anak.Gejala Ringan di Saluran PencernaanEfek pada saluran pencernaan anak akibat OPV ini pun bersifat ringan. Gejalanya dapat berupa mual atau muntah, namun tidaklah parah. Namun bila anak mengalami ini dan Anda merasa sangat khawatir, lakukan konsultasi dengan dokter secara langsung untuk mendapatkan arahan penanganan yang tepat. Anda juga dapat meminta obat untuk meredakan mual atau muntah yang dialami anak.Efek Samping JarangSelain efek yang umum terjadi pada pencernaan, OPV juga memiliki kemungkinan menyebabkan Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP), yang sangat jarang terjadi.Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP)VAPP dapat terjadi karena OPV dibuat dengan virus polio aktif yang telah dilemahkan, yang dapat menyebabkan kasus polio paralitik yang sporadik dan langka.Penularan ini terjadi karena saat anak mendapatkan vaksinasi oral pertama mereka, virus dapat ditularkan lewat feses anak. Menurut laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus ini pernah terjadi di Amerika pada tahun 2005. Dimana orang dewasa yang belum pernah divaksin polio sebelumnya tertular dari feses anak bayi mereka yang baru saja mendapatkan vaksin oral.Karenanya, orang dewasa pun memerlukan vaksin polio yang tentunya sudah disesuaikan dosis dengan kebutuhan serta kondisi tubuh orang tersebut. Sebagai upaya penanganan, Anda bisa langsung melakukan tes dan mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda atau orang yang tertular pada dokter.Sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh, menganalisis dan memberikan diagnosa yang tepat. Setelahnya penanganan dan prosedur pengobatan akan diberikan sesuai dengan kondisi pasien.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai adanya efek samping dari vaksin polio untuk anak-anak maupun orang dewasa. Secara umum pemberian vaksin ini tidak akan memberikan efek yang berbahaya pada anak. Melainkan hanya gejala ringan yang akan hilang dalam 1–2 hari saja.Meski begitu, menjaga kesehatan anak juga sangat penting ketika akan melakukan vaksin. Sehingga proses imunisasi dan vaksinasi akan berjalan lancar.Namun jika Sobat Granostic masih bimbang, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu. Dalam hal ini Anda dapat mempercayakan tim kesehatan dan dokter spesialis di Klinik Granostic.Lewat penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap di Klinik Granostic, dokter spesialis anak kami dapat memberikan diagnosa yang akurat serta memberikan arahan yang sesuai dengan kondisi tubuh anak.Begitupun saat anak mengalami efek samping setelah vaksin, Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter kami, baik dengan datang langsung ke klinik ataupun lewat layanan Home Service.Layanan Home Service akan membantu Anda untuk terhubung dengan dokter anak Klinik Granostic secara online. Anda dapat mengonsultasikan kondisi dan keluhan anak, kemudian mendapatkan resep dan diagnosis secara online juga.Tak hanya pemeriksaan kesehatan secara rutin, di Klinik Granostic pun menyediakan layanan vaksin polio, loh.Yuk, Ayah dan Bunda, lindungi anak Anda dan keluarga dari polio dengan rutin cek kesehatan serta vaksinasi di Klinik Granostic!
Kenali Manfaat Vaksin Polio
Sobat Granostic, sejak berusia satu bulan buah hati Anda harus melakukan imunisasi atau vaksinasi polio secara berkala. Lantas apa sih sebenarnya manfaat dan tujuan dari pemberian vaksin polio ini pada anak-anak?Polio merupakan jenis penyakit menular akibat infeksi virus, yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak pada anak. Pada kasus yang serius, polio dapat menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.Salah satu upaya pencegahan infeksi polio pada anak ini adalah melalui vaksin polio. Vaksin polio sendiri terdiri dari dua jenis, vaksin suntik dan vaksin oral.Vaksin oral diberikan saat anak-anak memasuki usia 1–4 bulan secara berkala. Sementara vaksin suntik diberikan saat anak-anak memasuki usia 4 bulan dan 9 bulan. Kedua vaksin ini harus diberikan secara lengkap dan sesuai dengan jadwal serta dosisnya. Nah, Sobat Granostic, ada banyak manfaat memberikan vaksin polio pada anak, seperti:1. Pencegahan Infeksi PolioManfaat utama dari pemberian vaksin polio adalah mencegah terjadinya infeksi polio pada anak-anak. Sebab menurut WHO, polio pada umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan menyebabkan dampak yang fatal bagi kesehatan termasuk kematian.Karenanya dengan pemberian vaksin ini bertujuan untuk membentuk sistem imun pada bayi agar lebih kuat terhadap virus polio. Vaksin oral akan merangsang pembentukan sistem imun di dalam darah, sementara vaksin suntik akan bekerja di usus dan darah.Pemberian kedua vaksin ini harus dilakukan sesuai jadwal dan prosedur, serta secara lengkap. Karena keduanya bekerja saling mendukung fungsi masing-masing untuk mencegah penularan polio dengan meningkatkan sistem imun tubuh.2. Mencegah Penyebaran VirusSelain mencegah infeksi, pemberian vaksin polio juga berperan untuk mengontrol penyebaran penyakit dan penularannya dalam skala yang lebih luas. Misalnya, pada kasus Januari 2024 lalu, melalui pemberitaan di BBC News bahwa terdapat sebanyak tiga anak di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dilaporkan menderita lumpuh layu akut akibat Virus Polio Tipe 2.Pada wilayah yang sama, ditemukan sembilan anak lain yang dinyatakan positif namun tidak menunjukkan gejala fisik. Padahal meskipun tidak memiliki gejala, polio tetap sama berbahayanya pada anak-anak.Disinilah peran vaksinasi polio sebagai pengontrol dari penyebaran infeksi virus tersebut. Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang tinggi dan telah melakukan vaksinasi tidak akan mudah tertular, serta akan menghentikan rantai penularan penyakit tersebut.Sebaliknya, jika anak-anak dalam lingkungan tersebut tidak atau belum mendapatkan vaksin, hal ini akan meningkatkan kasus penularan polio.3. Mengurangi Risiko KelumpuhanInfeksi polio dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak dan kecacatan permanen pada anak. Bahkan, penyakit ini pun memberikan gejala pasca polio yang dapat muncul 15–40 tahun setelah terinfeksi di masa kanak-kanak.Virus polio pada dasarnya menyerang sistem saraf dalam tubuh anak. Sehingga pada gejala awal umumnya dapat menyebabkan demam tinggi, kelemahan otot dan saraf, dan membuat anak tampak lemas. Pada gejala lanjutan polio dapat memicu kelumpuhan, baik parsial atau bahkan seluruh tubuh.Memberikan vaksinasi polio secara lengkap, sesuai dosis dan usia, akan membantu mengurangi risiko penularan dan keterjangkitan polio pada anak. Sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya kelumpuhan, serta kecacatan permanen pada anak Anda di masa mendatang.4. Dukungan untuk Program Pengendalian Polio GlobalMeski pernah dinyatakan bersih pada tahun 2014, hingga kini kasus polio di Indonesia masih ditemukan di beberapa wilayah. Termasuk di negara-negara lain seperti Nigeria, Pakistan, dan Afganistan.Ketika Anda memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk mewaspadai polio, serta memberikan vaksin pada anak-anak sejak dini, maka Anda juga sangat mendukung program pengendalian polio global tersebut.Selain keselamatan anak dan keluarga Anda, ketika melakukan vaksin, Anda juga berkontribusi untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penularan polio secara masif.5. Perlindungan Jangka PanjangPemberian vaksin polio pada anak-anak juga bisa menjadi perlindungan jangka panjang untuk mereka. Karena meski banyak menyerang balita, orang dewasa pun bisa terjangkit polio bila tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.Tak hanya itu, polio pun memiliki efek yang menahun bahkan dapat memberikan gejala bahkan setelah 15–40 tahun pasca penyembuhan. Gejala pasca polio ini dapat berupa:kesulitan bernapas dan/atau menelan,mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi,depresimengalami gangguan tidur dan mudah Lelahmassa otot tubuh pun turut menurunKarenanya pemberian vaksinasi polio pada bayi bisa sangat berperan penting dalam menjamin perlindungan dan kualitas hidup anak di masa mendatang. 6. Membentuk Herd ImmunityHerd immunity adalah Sebagian besar populasi yang kebal terhadap penyakit menular tertentu. Sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang rentan terinfeksi terhadap penyakit menular tersebut.Pengertian ini sangat berkaitan dengan dukungan dari program pencegahan polio. Ya, karena ketika Anda dan masyarakat lingkungan tempat tinggal Anda peduli, serta mendukung upaya pencegahan tersebut dengan memberikan vaksin, maka lingkungan Anda akan lebih sehat.Lingkungan yang sehat pun akan membuat anak-anak yang rentan tertular jadi lebih terjaga. Selain itu penyakit yang mudah menular ini akan jadi lebih terkontrol, serta tidak menjadi endemi.Apalagi penularan virus polio sendiri dapat melalui banyak hal, termasuk kontak fisik, lewat droplet saliva, feses yang mencemari air sanitasi dan makanan, serta lingkungan yang tidak sehat.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai manfaat dan tujuan vaksin polio pada anak-anak yang perlu Anda ketahui. Anda pasti setuju bahwa pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan?Selain memberikan vaksin, menjaga daya tahan tubuh anak serta memeriksakan kesehatannya secara rutin adalah hal yang sangat penting. Sebab medical check up akan membantu Anda menyimak bagaimana perkembangan fisik si bayi, mendeteksi dini infeksi penyakit yang tidak mengeluarkan gejala seperti polio, dan upaya kontrol kesehatan bayi dan ibu secara umum.Pilihlah rumah sakit dan layanan kesehatan yang kredibel untuk memeriksakan kesehatan anak dan ibu, seperti di Klinik Granostic.Dengan prosedur cek kesehatan lengkap dan tim dokter spesialis profesional, Klinik Granostic dapat membantu memenuhi kebutuhan Anda akan layanan kesehatan berkualitas.Bersama dokter spesialis kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai vaksinasi polio pada anak, termasuk jadwal, dosis, hingga efek sampingnya. Dokter kami akan memberikan saran sesuai dengan hasil pemeriksaan, serta menganjurkan adanya tindakan tertentu yang bila dirasa perlu.Untuk melakukan cek kesehatan bersama tenaga ahli kami, Anda bisa langsung mengunjungi Klinik Granostic di Surabaya. Atau lakukan konsultasi online terlebih dahulu lewat layanan Home Service, bila Anda berada di luar kota.Lewat layanan Home Service Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis Klinik Granostic kapanpun dan dimanapun. Yuk, lindungi kesehatan anak dan keluarga Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Granostic.
Tips Pencegahan Polio Pada Anak
Polio merupakan penyakit yang timbul akibat infeksi virus dan bersifat menular, khususnya pada anak-anak di bawah umur 5 tahun. Sobat Granostic tak perlu risau, karena dalam artikel ini akan dibahas mengenai tips pencegahan polio pada anak. Apa saja?Penyakit polio atau Poliomyelitis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan diakibatkan oleh virus menular. Penyebaran virus polio sendiri dapat melalui feses ke mulut, makanan atau minuman yang terkontaminasi, droplet saliva, hingga air mandi yang tercemar.Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, dan memiliki dampak yang besar dan fatal pada penderitanya. Ini karena polio dapat menimbulkan kelumpuhan mendadak, kecacatan permanen, gagal napas, hingga kematian.Tak hanya itu, Sobat Granostic, setelah sembuh dari polio di masa kanak-kanak, penyintas pun akan mengalami gejala pasca polio. Gejala ini terasa setelah 15–30 tahun sejak pertama kali terserang polio. Gawat, ya!Nah, karena dampaknya yang fatal dan sifatnya yang menular, Klinik Granostic akan membagikan tips pencegahan polio pada anak berikut ini:VaksinasiTips mencegah polio yang paling utama dan mendasar adalah melakukan vaksinasi atau imunisasi. Pemberian imunisasi, khususnya vaksinasi polio, akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak dan memberikan perlindungan terhadap infeksi penyakit.Tak hanya sekali, imunisasi dan vaksinasi ini pun harus diberikan lengkap pada anak. Berikut penjelasannya:1. Lengkapi ImunisasiVaksinasi polio terdiri dari dua jenis, yakni vaksin polio suntik (IPV) dan vaksin polio oral (OPV). Keduanya harus diberikan secara lengkap, karena fungsinya memang saling mendukung antara satu vaksin dan yang lainnya.Pemberian vaksin polio suntik ini cara menyuntikkan virus polio yang sudah tidak aktif atau mati pada anak. Cara kerjanya untuk membentuk sistem imun dalam darah, namun tidak dalam usus.Sementara vaksin polio oral (OPV) mengandung virus polio yang masih aktif, namun telah dilemahkan sebelumnya. Vaksin ini dapat membentuk sistem imun dalam usus untuk membunuh virus yang berkembang di saluran cerna (usus) dan darah.2. Jadwal VaksinasiMelansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), secara umum vaksin polio akan diberikan pada bayi baru lahir dan secara bertahap hingga mencapai umur 18 bulan.Saat anak berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, akan diberikan imunisasi vaksin polio oral. Sementara saat anak telah memasuki usia 4 bulan dan ke-9 bulan akan diberikan vaksin polio suntik.Kebersihan dan SanitasiSelain memberikan imunisasi yang lengkap dan sesuai jadwal, kebersihan lingkungan dan sanitasi yang tepat adalah hal penting dalam tips pencegahan polio pada anak.Ini karena penularan polio dapat melalui benda-benda yang terkontaminasi, makanan dan minuman, juga lingkungan yang kotor.1. Cuci TanganTips pertama adalah dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan, khususnya sebelum makan ataupun minum. Karena seperti yang telah kita singgung sebelumnya, ada banyak faktor penularan virus polio. Termasuk karena lingkungan yang kotor ataupun lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus. Sehingga sangat besar kemungkinan virus tersebut berpindah dan ditularkan melalui tangan kita.Cuci tangan yang baik dan benar akan membantu menyingkirkan virus yang menempel di tangan kita. Cucilah tangan di air yang mengalir dan bersih, gunakan sabun, serta pastikan Anda membersihkan celah-celah jari Anda, ya.Anda pun harus mengajarkan kebiasaan baik ini pada anak-anak. Ajarkan anak-anak untuk memperhatikan kebersihan, terutama saat akan makan.2. Sanitasi yang BaikCuci tangan adalah langkah dasar dari diri kita sendiri, sementara dengan memperhatikan sanitasi yang baik, Anda dapat mencegah penyebaran dan perluasan virus polio dengan menjaga agar lingkungan tetap sehat.Salah satu faktor penularan polio dapat melalui feses atau tinja, dimana virus dapat bertahan 2–3 minggu di dalam feses. Jika feses ini mengalir ke sungai yang digunakan untuk keperluan rumah tangga, termasuk memasak, tentu akan sangat berbahaya dan berisiko.Karenanya tetap jaga lingkungan bersih, pastikan sumber air yang digunakan untuk berkehidupan juga aman dan tidak terkontaminasi virus polio.3. Air Minum yang BersihVirus polio dapat masuk ke tubuh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karenanya, Anda pun harus memastikan bahwa si kecil meminum air yang bersih dan matang. Edukasi dan KesadaranTips pencegahan polio pada anak adalah dengan mengikuti edukasi dan meningkatkan kesadaran diri. Anda bisa menyimak bagaimana faktor-faktor penyebab dan penularan polio, bagaimana pencegahannya, hingga langkah pertama yang dilakukan bila anak-anak menunjukkan tanda terinfeksi.Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan edukasi dan kesadaran sebagai tips pencegahan polio pada anak:1. Pendidikan KesehatanSebagai orang tua, kita bertanggung jawab terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak. Apalagi saat bayi, dimana anak-anak tidak bisa mengomunikasikan perasaan atau rasa sakit mereka selayaknya orang dewasa.Karenanya, penting untuk orang tua memperkaya diri dengan pendidikan kesehatan, utamanya yang berkaitan dengan bayi dan anak-anak. Orang tua pun harus bisa peka dan tanggap terhadap perubahan sekecil apapun pada diri anak mereka, apalagi jika perubahan itu bersifat abnormal.Misalnya jika anak Anda terbiasa aktif, namun tiba-tiba jadi tidak suka menangis dan tidak mau menyusu. Atau, saat suhu tubuh anak menjadi sangat tinggi secara mendadak. Dalam kondisi seperti ini pengetahuan yang Anda miliki sangatlah penting, misalnya dalam memberikan pertolongan pertama.2. Informasi tentang PolioSelain memahami bagaimana kesehatan dan kondisi tubuh anak Anda secara umum, Anda pun harus mencari banyak literatur mengenai polio.Pahami bagaimana penyakit ini bisa tertular pada anak, bagaimana dampaknya pada tubuh dan kesehatan mereka (baik jangka pendek maupun panjang), serta bagaimana upaya pencegahan dan pengobatannya.Semakin Anda paham, maka semakin maksimal juga upaya pencegahan dan penanganan infeksi polio ini akan Anda lakukan.Hindari Kontak dengan Orang TerinfeksiTips pencegahan penularan polio pada anak selanjutnya adalah dengan menghindari kontak dengan orang terinfeksi, berikut penjelasannya:1. Hindari Kontak LangsungKontak fisik yang dimaksud adalah bersentuhan, berjabat tangan, melalui persalinan ibu ke bayi, hingga terkena droplet (percikan air liur) dari pengidap polio saat bersin atau batuk. Bayi, utamanya yang belum mendapatkan vaksin lengkap, akan sangat rentan terinfeksi polio. Karenanya pastikan Anda tidak membawa anak-anak untuk melakukan kontak langsung pada penderita polio.  2. Pengawasan LingkunganSelanjutnya lakukan pula pengawasan lingkungan, yang penting untuk menjaga lingkungan hidup dan tinggal menjadi sehat. Upaya pengawasan ini dapat Anda lakukan dengan memperhatikan kelancaran saluran air, memperhatikan kualitas air mandi, menjaga kebersihan rumah dan saluran pembuangan limbah dan tinja.Lingkungan SehatMelansir data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), lingkungan memiliki persentase yang sangat besar dalam mempengaruhi Kesehatan, yakni sebesar 40 persen.Sebab lingkungan yang tidak sehat akan menjadi faktor penyebaran penyakit atau transmisi bakteri, virus, dan kuman. Sama halnya dengan polio, virusnya pun dapat bertransmisi lewat air dan feses yang terlarut di sungai, mengontaminasi air minum atau makanan.Karenanya, menjaga kesehatan lingkungan sekitar adalah tanggung jawab yang sangat penting dilakukan masyarakat, juga orang tua untuk melindungi kesehatan anak mereka.Anda dapat memulainya dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta bekerja sama dengan tetangga untuk melakukan upaya penjagaan kualitas lingkungan bersama.Pemantauan KesehatanUntuk melengkapi upaya dan tips pencegahan polio pada anak di atas, Anda pun perlu melakukan pemantauan kesehatan anak bersama dokter spesialis.Pemantauan kesehatan ini berupa medical check up rutin, yang sangat penting mengingat polio pun bisa menjangkiti anak dan tidak menimbulkan gejala awal sama sekali.Lakukan pemantauan kesehatan ini di rumah sakit atau klinik berkualitas, seperti di Klinik Granostic. Kami memiliki tenaga kesehatan dan staf dokter spesialis yang sangat berpengalaman di bidang kesehatan anak maupun di bidang patologi.Bersama Klinik Granostic Anda dapat memeriksakan kesehatan anak secara lengkap, mulai dari sistem pernapasan, kesehatan saraf anak, gizi, perkembangan anak, dan banyak lainnya.Anda dapat datang langsung ke Klinik Granostic untuk melakukan pemeriksaan rutin. Namun bila Anda membutuhkan konsultasi yang cepat dan darurat, bisa juga lewat layanan Home Service, layanan konsultasi online Klinik Granostic.Layanan Home Service memungkinkan Anda untuk terhubung dengan dokter spesialis kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.Yuk, Sobat Granostic, jaga kesehatan anak dan keluarga dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Granostic!
Apa Saja Cara Penularan Polio?
Polio sangat rentan menyerang anak-anak, khususnya yang berusia di bawah lima tahun. Penyakit ini pun dapat mencederai sistem saraf, menyebabkan kelumpuhan mendadak, dan bahkan kecacatan permanen. Lantas tahukah Anda bagaimana cara penularan polio pada anak-anak?Penyakit yang juga dikenal dengan nama Poliomyelitis ini, merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio, serta menyerang sistem saraf pada tubuh penderitanya.Seseorang yang terinfeksi polio biasanya mengalami demam yang sangat tinggi, kelemahan otot dan saraf, gagal napas, yang dampaknya sangat buruk pada tubuh. Di sisi lain, ada pula penyakit polio yang tidak menimbulkan gejala, namun sama buruknya pada kesehatan tubuh.Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang lemah akan sangat mudah tertular penyakit polio. Apalagi jika anak tersebut tidak mendapatkan vaksin yang lengkap sesuai dengan usia mereka.Tak hanya pada anak-anak, infeksi virus polio ini pun dapat terjadi pada orang dewasa, loh. Karenanya penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja cara penularan polio, serta memahami bagaimana cara yang tepat untuk menghindarinya.Berikut penjelasan lengkap dari Klinik Granostic untuk Anda!Rute Fecal-OralCara penularan virus polio yang pertama adalah melalui jalur fecal-oral. Jalur fecal-oral ini sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat, karena memungkinkan penularan lewat feses atau tinja ke mulut. Kok bisa, ya?1. Kontaminasi TinjaVirus polio bisa menular dari tinja seseorang yang terinfeksi, ke orang lain yang terpapar tinja tersebut. Terlebih, virus polio dapat bertahan di dalam tinja selama kurang lebih 3–6 minggu.Kontak feses dengan mulut ini tentu tidak mesti harus terjadi secara langsung. Namun dapat lewat dari kebiasaan hidup yang kurang bersih, air minum yang terkontaminasi, hingga tidak terbiasa mencuci tangan sebelum makan atau minum.Karenanya, selalu biasakan untuk menjalani hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Anda juga dapat menghimbau pada anak-anak untuk tidak jajan sembarangan, serta selalu ingat untuk membersihkan tangan sebelum mengonsumsi sesuatu.2. Air dan Makanan yang TerkontaminasiMenurut World Health Organization (WHO), factor umum penunjang jalur penularan fecal-oral ini ada lima hal, yakni jari, lalat, tahan, cairan, serta makanan.Karenanya, kasus dengan polio tinggi umumnya terjadi di lingkungan yang kurang sehat. Dimana sistem sanitasinya kurang baik, sehingga air minum dan makanan yang dikonsumsi rentan terkena paparan virus polio.Makanan dan minuman yang terkontaminasi ini jika dikonsumsi akan membawa virus, yang kemudian masuk ke dalam aliran darah dan dapat berkembang di dalam tubuh.Selain itu menurut Cleveland Clinic, berenang di sungai yang terkontaminasi juga bisa memperbesar faktor risiko tertular virus polio. Sungai ini dapat terkontaminasi bila ada orang dengan penyakit diare dan/atau polio buang air di sana.Kontak LangsungCara penularan penyakit polio selanjutnya adalah melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Berikut beberapa proses penularan virus polio lewat kontak fisik:1. Kontak FisikPada dasarnya virus menyebar dan ditularkan lewat cairan, bisa air liur, darah, ataupun luka terbuka pada tubuh. Dalam hal ini, kontak fisik yang dimaksud bisa berupa bertukar makanan, menggunakan alat makan yang sama, dan kontak fisik yang intim.Hal yang sama juga terjadi pada penularan virus polio, anak-anak dapat tertular ketika mereka berkontak dekat dengan penderita polio. Misalnya dengan berbagi mainan, makanan, ataupun kontak fisik yang memungkinkan cairan dari penderita masuk ke dalam tubuh anak-anak.2. Droplet SalivaTelah kita singgung sebelumnya, bahwa kontak fisik dapat menjadi cara penularan virus polio pada anak maupun orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi.Ketika Anda melakukan kontak fisik yang erat dengan penderita polio, maka kemungkinan untuk terkena droplet saliva juga besar. Misal ketika penderita bersin atau batuk, droplet saliva akan menyembur ke udara dan dapat terhirup secara tidak sengaja.Bertukar alat makan dan berbagi makanan atau minuman juga dapat menularkan virus polio karena saliva penderita yang menempel pada keduanya.Benda TercemarCara penularan polio selanjutnya adalah melalui benda yang tercemar. Yang dimaksud dengan pencemaran sendiri adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam air maupun udara.Dengan kata lain, benda yang tercemar ini adalah benda-benda yang terkena atau membawa virus polio. Seperti sendok atau alat makan bekas pakai pengidap (yang belum dicuci atau benar-benar habis dipakai), sungai dan sumber air minum yang tercemar oleh feses dari pengidap, dan banyak lainnya.Karenanya ketika Anda makan di luar rumah, penting untuk memastikan kebersihan alat makan dan minum. Serta akan lebih baik untuk membiasakan cuci tangan dengan bersih sebelum benar-benar makan.Selain itu, anak-anak berumur di bawah 5 tahun umumnya suka memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka. Padahal mainan yang terkontaminasi air liur dari penderita polio, atau terkena kotoran akan membawa virus dan menjadi jalur penularan penyakit tersebut.Cara Mencegah Penularan PolioNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai cara penularan virus polio pada anak-anak. Pastikan keluarga Anda terlindung dari infeksi polio dengan memberikan imunisasi polio yang diperlukan.Imunisasi polio ini bersifat gratis dan dapat diakses masyarakat di semua fasilitas Kesehatan pemerintah. Ada dua jenis imunisasi polio yang diberikan pada anak-anak, yaitu:Vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV), yang diberikan pada bayi usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.Vaccine polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yang diberikan pada bayi usia 4 dan 9 bulan.Selain itu, Anda pun harus mewaspadai bahwa polio bisa memiliki gejala yang sangat ringan, hingga sama sekali tidak menunjukkan gejala. Karenanya, akan sangat penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan anak-anak dengan rutin melakukan medical check up, serta berkonsultasi dengan dokter bila anak-anak mengalami demam tinggi yang tidak wajar.Pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi masalah si kecil dapat Anda lakukan di Klinik Granostic. Bersama tim tenaga kesehatan ahli dan dokter spesialis kami, Anda dapat melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh.Dokter spesialis Klinik Granostic akan memberikan diagnosa dan penanganan yang tanggap serta efisien dalam menyikapi hasil pemeriksaan tersebut. Sehingga infeksi virus yang terjadi pada anak-anak dan keluarga Anda dapat ditangani dengan cepat dan tepat sasaran, serta tidak akan menimbulkan dampak yang fatal.Untuk melakukan medical check up di Klinik Granostik Anda dapat langsung mengunjungi lokasi klinik kami di Surabaya. Selain itu, Anda pun dapat berkonsultasi secara online atau membuat janji temu dengan dokter spesialis kami secara langsung lewat layanan Home Service.Yuk, jaga kesehatan buah hati dan keluarga Anda dengan rutin melakukan medical check up di Klinik Granostic!
Apa Itu Ciri-ciri Polio Pada Anak?
Polio pada anak-anak dapat berakibat fatal, karenanya upaya pencegahan infeksi dan penularannya sangatlah penting. Nah, tahukah Anda, apa saja ciri-ciri penyakit polio pada anak?Bernama lain Poliomyelitis, polio merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dalam tubuh manusia dan lebih sering menyerang anak-anak. Sehingga penyakit ini dapat merusak sistem saraf dan menimbulkan kelumpuhan permanen pada anak.Melansir dari WHO, penyakit polio umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 5 tahun. Tak hanya menyebabkan kelumpuhan, jika virus polio menginfeksi otot-otot pernapasan, anak dapat mengalami gagal napas yang berujung pada kematian.Karenanya, Sobat Granostic, sebagai orang tua Anda perlu mengetahui apa saja gejala, penyebab, dan cara pencegahan infeksi virus polio pada anak-anak.Sebagai langkah pertama, mari mengenal apa itu penyakit polio pada anak lewat penjelasan berikut ini:Mengenal Penyakit Polio Pada AnakPolio merupakan jenis penyakit yang kerap menyerang anak-anak, khususnya anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit polio ini disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menular.Paparan virus pada penyakit polio dapat memicu cedera atau kerusakan sistem saraf, yang menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga kematian.Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan melalui pemberian vaksinasi polio pada anak-anak. Selain itu, Anda pun harus menerapkan kebiasaan hidup yang bersih, seperti rajin mencuci tangan sebelum makan, pada anak-anak.Penyebab UtamaPenularan polio dapat terjadi karena banyak hal seperti dari cipratan saat bersin-bersin, tidak mencuci tangan sebelum makan, hingga tinggal di lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama dari penyakit polio pada anak:1. Virus PoliovirusPenyakit polio terjadi karena adanya infeksi virus. Ada tiga jenis virus polio, yang dapat menyebar melalui kontak dengan feses yang terinfeksi. Di mana virus polio dapat bertahan di feses anak selama beberapa minggu.Selain itu, lingkungan yang tidak bersih, cipratan dari bersin-bersin anak yang terinfeksi, kebiasaan tidak mencuci tangan, hingga makanan dan minuman yang terkontaminasi virus polio pun dapat menularkan virusnya.Virus polio pada anak-anak paling mudah menular tepat sebelum dan setelah gejala polio muncul dalam penderitanya.2. Lingkungan yang Tidak HigienisPada lingkungan yang tidak sehat, berbagai jenis kuman, bakteri, dan virus penyebab berbagai masalah kesehatan dapat berkembang biak dengan baik.Virus polio utamanya dapat bertahan lama pada feses dan kotoran. Karenanya kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, atau kurang bersih dalam prosesnya, bisa jadi salah satu faktor terjadinya infeksi.3. Kurangnya VaksinasiTidak melakukan imunisasi polio juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya penularan virus. Imunisasi ini sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak bereaksi dalam menghalau infeksi virus polio.Anda perlu memastikan bahwa anak-anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia, yakni 4 kali imunisasi polio tetes dan dua kali imunisasi suntik.4. Kontak dengan Orang yang TerinfeksiSeperti halnya penyakit yang diakibatkan oleh virus lainnya, penularan polio juga dapat terjadi ketika anak-anak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka dan cairan.Penularan bisa terjadi ketika mengonsumsi makanan atau minuman sisa orang yang terinfeksi. Juga dapat menyebar ketika anak yang terinfeksi batuk atau bersin dan mengeluarkan droplet yang terinfeksi ke udara.5. Kekebalan Tubuh yang LemahVirus dapat dengan cepat menyerang jika kekebalan tubuh anak Anda dalam kondisi yang lemah. Karenanya, selain memberikan imunisasi yang cukup, pastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, melakukan cek kesehatan secara berkala, dan hidup di lingkungan yang sehat.Gejala RinganInfeksi polio pada anak-anak bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Namun ada juga yang merasakan gejala ringan di awal infeksinya, yang terjadi dalam rentang 1-10 hari. Beberapa gejala ringan polio pada anak antara lain:1. DemamAnak-anak yang terinfeksi polio biasanya akan mengalami demam, hal ini terjadi di masa awal infeksi. Demam pada dasarnya adalah cara alami tubuh untuk melawan virus, karena virus sangat sensitif terhadap perubahan suhu tubuh.Anda harus waspada ketika anak demam tinggi, apalagi hingga berlarut-larut. Langsung periksakan ke dokter spesialis untuk melakukan penanganan yang tepat dan cepat.2. KelelahanSelain suhu tubuh yang meningkat, gejala ringan polio juga berupa kelelahan. Karena virus ini pun pada dasarnya menyerang sistem saraf, yang membuat fungsi otot jadi melemah. Akhirnya anak-anak akan tampak lesu, kelelahan, dan tidak bersemangat.3. Sakit kepalaInfeksi polio juga dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit kepala pada anak. Pada beberapa kasus, polio pun dapat menyerang saraf otak dan tulang belakang, yang tentu dapat menimbulkan kerusakan dan rasa sakit pada kepala anak.4. Sakit tenggorokanSakit tenggorokan juga dapat menjadi salah satu gejala ringan dari infeksi polio pada anak. Jangan salah mengartikan sakit si kecil dan menyepelekan gejala sekecil apapun, terlebih bila anak belum mendapatkan vaksin polio secara lengkap.5. Mual dan muntahAnak-anak yang terserang polio pun akan merasa mual dan muntah. Hal ini pun akan berpengaruh dengan nafsu makan mereka, serta membuat tubuh jadi lebih lemas karena kurangnya asupan energi.6. Nyeri perutMual dan muntah pada infeksi polio juga bisa menyebabkan nyeri perut pada anak-anak. Karenanya, orang tua pun harus peka terhadap keluhan si kecil dan dengan tanggap memberikan pertolongan pertama, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memeriksakan gejalanya.Gejala LanjutanSetelah 10 hari, jika tidak mendapat perawatan yang tepat sasaran dan segera, gejala polio dapat berkembang serta menimbulkan kelumpuhan pada anak-anak. Beberapa gejala lanjutan tersebut antara lain:Kehilangan refleksKenyerian otot yang semakin parah dan semakin lemah. Melemahnya anggota badan pada salah satu sisi atau kedua sisi sekaligus, hingga berujung lumpuh. Terjadi gagal napas apabila infeksi virus polio menyerang saraf pernapasan dan dapat mengakibatkan kematian.Kelumpuhan (Polio Paralitik)Polio paralitik merupakan jenis infeksi polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak-anak. Bahkan, ketika infeksi menyerang sistem pernapasan, polio dapat menyebabkan gagal napas dan berujung pada kehilangan nyawa.Ciri polio paralitik pada anak dapat diartikan sebagai gejala lanjutan, yang umumnya terjadi pada dua minggu setelah infeksi.Berikut ciri-ciri polio paralitik pada anak:1. Hilangnya refleksAnak-anak yang terserang polio paralitik dapat kehilangan refleks mereka. Ini karena sistem saraf dan otot pada tubuh mengalami cedera, sehingga memperlambat refleks tubuh.2. Nyeri otot atau kelemahan yang parahSelain itu, polio paralitik pun dapat menyebabkan rasa nyeri otot yang parah dan membuat kondisi anak-anak semakin melemah.3. Kelumpuhan mendadak pada satu atau lebih anggota tubuh, biasanya kaki.Anak-anak pun dapat mengalami kelumpuhan mendadak, lemas bukan kaku seperti stroke, baik itu pada satu bagian atau lebih anggota tubuh. Namun secara umum terjadi pada bagian kaki anak terlebih dahulu.Gejala Pasca PolioTak hanya pada awal infeksi dan penyebarannya pada tubuh, polio pun dapat meninggalkan gejala pasca penyerangannya. Gejala pasca polio ini dapat kembali terasa ketika anak-anak telah memasuki usia dewasa, atau dalam rentang 15–30 tahun setelah infeksi pertama terjadi:Berikut ciri-ciri pasca polio yang perlu Anda tahu:1. Kelemahan otot progresifTerjadi kelemahan otot progresif yang menyebabkan otot tubuh jadi lemah dan tidak sehat. Hal ini terjadi karena semasa serangan virus polio, sistem saraf dan otot tubuh mengalami kerusakan atau cedera. Sehingga meninggalkan gejala yang tersisa dan dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup.2. Nyeri sendi dan ototGejala pasca polio selanjutnya adalah rasa nyeri sendi dan otot, yang juga diakibatkan oleh demam tinggi dan serangan virus pada sistem saraf anak-anak.3. Kelelahan yang ekstremAnak-anak yang telah melewati masa kritis polio dapat merasakan kelelahan yang ekstrem di masa dewasa atau tuanya. Sehingga mereka akan tampak lemas dan tidak bersemangat.4. Masalah pernapasan atau menelanAkibat infeksi pada tenggorokan dan sistem pernapasan oleh virus polio, gejala pasca polio lainnya juga dapat menyebabkan masalah pernapasan pada anak dan mengakibatkan kesulitan untuk menelan makanan.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai ciri-ciri penyakit polio pada anak dan penyebab infeksinya. Tak hanya terjadi dalam waktu infeksi, dampak penyakit polio ini dapat berpengaruh pada perkembangan dan kesehatan tubuh anak seumur hidup mereka. Bahkan tak sedikit juga penderita polio mengalami gagal pernapasan yang berujung pada kematian.Karena dampaknya yang fatal inilah, sebagai orang tua kita perlu memberikan vaksinasi polio yang lengkap dan sesuai usia anak. Tak hanya itu, kita juga perlu tanggap akan berbagai gejala tak biasa yang berkaitan dengan kesehatan anak-anak.Sayangnya tak semua infeksi polio menimbulkan gejala di awal, karenanya kita perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada anak untuk memantau kesehatan tubuh si kecil.Lakukan pemeriksaan kesehatan si kecil dan imunisasi polio ini di layanan kesehatan yang terpercaya. Klinik Granostic, misalnya, yang memiliki peralatan medical check up termutakhir, didukung dengan tenaga kesehatan ahli dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya.Anda dapat mengonsultasikan bagaimana cara menjaga pertumbuhan dan perkembangan si kecil agar optimal, meningkatkan sistem imun si kecil, dan mengonsultasikan upaya-upaya pencegahan polio yang efektif.Anda dapat langsung mengunjungi klinik Granostic di Surabaya untuk melakukan konsultasi dan medical check up untuk si kecil. Selain itu, Anda juga dapat melakukan konsultasi online lewat layanan Home Service dan terhubung secara personal dengan dokter spesialis Klinik Granostic.Yuk, lindungi anak-anak kita dari polio dengan melakukan imunisasi lengkap dan cek kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message