Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Kenali Apa Itu Hepatitis? Pelajari Penyebab, Gejala dan Tips Mengatasi
Hai, Sobat Granostic! Tahukah Anda, prevalensi hepatitis di Indonesia cukup tinggi, loh. Pada tahun 2024, di kota Tangerang tercatat sebanyak 2.422 kasus hepatitis B terdeteksi. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud hepatitis ini?Pada dasarnya, penyakit hepatitis sendiri merupakan masalah Kesehatan dunia. Sebab penyakit ini tak hanya ditemukan di Indonesia, namun juga menyebar di berbagai wilayah dunia termasuk negara-negara benua Eropa.Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini sangat mudah ditularkan melalui fekal-oral, misalnya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis.Hepatitis dapat menyebabkan gangguan serius pada hati, bahkan bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. Seperti memicu gagal hati, sirosis hati, kanker hati, kolestasis, dan lainnya.Kabar baiknya, penularan hepatitis ini dapat dicegah dan jika tertular pun pasien dapat meminimalisir dampaknya dengan pengobatan yang tepat. Namun, sebelum terlalu jauh menjawab soal ini, mari simak dulu penjelasan mengenai apa itu hepatitis berikut.Mengenal Hepatitis Jika didefinisikan, hepatitis adalah suatu penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor. Selain virus, hepatitis pun dapat terbentuk karena kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun dan jenis obat-obatan tertentu. Pada kasus hepatitis kronis, virus hepatitis dapat berkembang biak secara perlahan dan mempengaruhi Kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Khususnya dalam mempengaruhi fungsi tubuh yang berkaitan dengan proses metabolisme.Kondisi ini terjadi karena hati merupakan organ yang sangat penting dalam proses metabolisme. Misalnya untuk menghasilkan empedu, menetralisir racun, mengaktifkan enzim, mengurai berbagai zat dalam pencernaan, dan banyak lainnya.Jenis Hepatitis Ada banyak jenis penyakit hepatitis yang dibagi berdasarkan tipe virus penginfeksinya, seperti:Hepatitis A: jenis hepatitis yang timbul akibat infeksi virus hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini dapat menular dengan mudah dan cepat lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Karenanya, banyak kasus hepatitis A terjadi di lingkungan yang kurang sehat dan tingkat kebersihannya buruk.Hepatitis B: jenis ini terjadi karena infeksi virus hepatitis B (HBV). Penularan hepatitis B ini dapat melalui transfusi darah yang telah terkontaminasi, serta berhubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita. Selain itu, pada beberapa kasus, virus hepatitis B pun dapat ditularkan ibu hamil pada janinnya.Hepatitis C: dipicu oleh infeksi virus hepatitis C atau HCV. Penularan jenis hepatitis ini dapat melalui penggunaan jarum suntik yang tak steril atau bergiliran dengan penderita. Selain itu, dapat pula ditularkan lewat hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita.Hepatitis D: yang dipicu akibat infeksi virus hepatitis D atau HDV. Jenis ini memiliki risiko yang lebih tinggi pada seseorang yang punya riwayat penyakit hepatitis B. Sebab, ada kemungkinan besar bahwa seseorang dapat terinfeksi hepatitis B dan D secara berurutan serta bersamaan.Hepatitis E: teradi karena infeksi virus hepatitis E atau HEV. Jenis ini dapat ditularkan lewat makanan atau minuman yang sebelumnya telah terkontaminasi. Umumnya jenis ini pun sering ditularkan pada lingkungan yang tak sehat dan kurang bersih.Penyebab Hepatitis Telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa penyebab hepatitis cukup beragam. Namun secara garis besarnya, hepatitis dapat disebabkan oleh dua faktor berikut:1. Virus Salah satu penyebab utama dari penyakit hepatitis adalah serangan virus. Akan tetapi jenis virus hepatitis ini tidaklah sama, namun ada lima jenis yang dinamai virus hepatitis A (HAV), B (HBV), (HCV), D (HDV), dan E (HEV).Kelimanya dibedakan karena gejala, cara penularan, dan efeknya pada pasien pun berbeda. Misalnya, hepatitis A dapat ditularkan lewat makanan atau minuman, sementara hepatitis B ditularkan lewat hubungan seksual tanpa pengaman. Begitupun ketiga jenis hepatitis lainnya yang juga memiliki karakteristik sendiri.2. Penyebab Non-virus Selain virus, hepatitis pun bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti:Kondisi autoimun: terjadi karena sistem imun salah mengira bahwa hati adalah organ yang berbahaya sehingga menyerangnya. Ini kemudian memicu peradangan pada hati secara berkelanjutan, dari skala ringan hingga berat dan umumnya menghambat fungsi hati.Hepatitis neonatal: yang hanya terjadi pada bayi dalam rentang usia satu hingga dua bulan setelah kelahiran.Hepatitis alkoholik: yang terjadi akibat mengonsumsi alkohol secara berlebihan.Toxic hepatitis: terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu yang melebihi dosis, juga paparan senyawa kimia beracun.Hepatitis akibat cacing hati: infeksi opisthorchiidae dan fasciolidae yang dapat terjadi karena sering mengonsumsi makanan mentah atau belum matang. Hepatitis akut misterius: yang terjadi secara mendadak namun penyebabnya belum benar-benar diketahui.Gejala Hepatitis Pada awal infeksinya, hepatitis bisa saja menunjukkan gejala yang sangat ringan hingga sulit terdeteksi.Gejala hepatitis sendiri umumnya baru timbul saat tubuh mengalami kerusakan hingga memengaruhi fungsi hati.Gejala hepatitis ini dapat kita bedakan dari jenis tingkat keparahannya, seperti:1. Gejala Hepatitis Akut Pertama kali dilaporkan di Inggris pada tahun 2022, hepatitis akut diduga berasal dari Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll, yang menyerang saluran pencernaan dan pernapasan pasien (Oswari dalam Kemenkes, 2022).Beberapa gejala hepatitis akut antara lain:Pasien mengalami mual dan/atau muntah,Mengalami diare berat,Urin pasien berwarna pekat,Juga BAB tampak berwarna putih pucat.2. Gejala Hepatitis Kronis Jika dibandingkan dengan hepatitis akut, kasus hepatitis kronis cukup jarang terjadi. Akan tetapi kondisi ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang, serta virus hepatitis dapat berkembang biak dalam tubuh.Beberapa gejala pada pasien hepatitis kronis antara lain:Terjadi perubahan warna pada kulit dan bagian putih mata menjadi kuning. Kondisi ini terjadi karena deposit bilirubin berlebihan.Terjadi pembesaran limpa, spider angioma, penurunan fungsi otak, yang menandakan hepatitis telah berkembang menjadi sirosis.Pasien mengalami masalah pembekuan darah.Mengalami penurunan fungsi otak akibat kerusakan hati yang semakin parah.Tinja pasien berwarna terang.Tips Mengatasi Hepatitis Ketika mengalami gejala-gejala di atas, Anda jangan larut dalam rasa panik dan gelisah. Langsung periksakan diri ke dokter untuk mengatasi penyakit hepatitis yang dialami.Berikut ini beberapa tips mengatasi hepatitis yang perlu Anda ketahui.1. Berdasarkan Jenis Pertama, pengobatan penyakit hepatitis ini dapat disesuaikan dengan jenis virus yang menginfeksinya. Pada hepatitis A, B, dan E akut jarang dilakukan penanganan yang spesifik. Namun, focus pada meredakan gejala-gejala hepatitis yang muncul pada pasien.Selain itu pemberian obat pun harus dilakukan dengan hati-hati, karena pasien hepatitis mengalami gangguan fungsi hati.Namun bila penyakit hepatitis yang timbul kronis, dokter akan meresepkan obat antivirus yang dapat menghambat perkembangbiakan virus pada tubuh. Pemberian antivirus ini pun dapat mencegah kerusakan pada hati lebih lanjut. Pengobatan ini pun dapat diterapkan pada pengidap hepatitis B atau C kronis.2. Hepatitis Alkoholik Sementara pada hepatitis yang disebabkan oleh alkohol, yang paling Utama adalah menghentikan konsumsi minuman beralkohol. Dokter pun akan merekomendasikan diet yang sehat seperti mengonsumsi sayur, buah, dan suplemen vitamin untuk memenuhi nutrisi tubuh.Selain itu, dokter akan meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan gejala dan kondisi pasien. Pada skala keparahan tertentu, dokter juga sangat mungkin untuk merekomendasikan melakukan transplantasi hati.3. Hepatitis Obat atau Racun Metode yang digunakan untuk mengatasi hepatitis dari toxin (obat-obatan dan paparan zat berbahaya), adalah dengan menghindari dan mengatasi penyebab utamanya. Ketika penanganan ini dilakukan dengan tanggap, maka perkembangan kerusakan jaringan liver akan dapat dihindari.4. Hepatitis Autoimun Untuk hepatitis yang disebabkan oleh autoimun, maka pengobatannya akan menggunakan obat imunosupresan. Tujuannya untuk menekan sistem imun agar tidak menyerang organ hati.Pencegahan Dengan Pantau Kesehatan di Granostic Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai hepatitis yang perlu Anda ketahui. Mulai dari definisi, gejala, jenis-jenis, juga bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.Seperti pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, konsep yang sama pun dapat Anda terapkan dalam kasus penyakit hepatitis ini.Karena meski mudah ditularkan, hepatitis juga tak mustahil untuk dicegah. Selain mengontrol gaya hidup, membatasi kegiatan seksual yang tidak aman, serta memperhatikan kebersihan lingkungan. Anda pun perlu melakukan pemantauan kesehatan secara rutin di klinik terpercaya, seperti Granostic!Baca Juga: Apa Tips Pencegahan Hepatitis yang Perlu Diketahui?Kami menyediakan layanan cek kesehatan lengkap dengan teknologi termutakhir, juga didampingi oleh tenaga medis profesional dan dokter spesialis berpengalaman. Karenanya, hasil pemeriksaan kesehatan di Granostic akan terjamin akurasinya, juga melalui pelayanan yang tanggap dan efisien.Selain itu, Granostic pun menyediakan layanan Home Service yang memungkinkan Anda untuk terhubung dengan tim medis kami secara daring. Lewat layanan ini pula, Anda dapat mengatur janji temu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi.Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari hepatitis dengan rutin cek kesehatan di Granostic!
Langkah Pengobatan Stroke di Klinik Kesehatan Granostic
Serangan stroke dapat muncul secara mendadak dan memiliki skala keparahan yang berbeda-beda. Bila tidak mendapat penanganan dengan segera, serangan ini dapat berakibat fatal dan menimbulkan efek panjang pada penderitanya. Karenanya dibutuhkan langkah penanganan dan pengobatan stroke yang tepat dan cepat, seperti di Klinik Granostic. Kendati tingkat keparahan serangan stroke dapat berbeda-beda pada tiap individu. Bukan berarti Anda bisa menyepelekan gejala ringannya.Sebab, setiap serangan stroke terjadi sel-sel otak dapat mengalami kerusakan hingga kematian. Hal ini berdampak pada penurunan fungsi tubuh, seperti mengalami kesulitan berjalan, anggota tubuh tidak dapat digerakkan, sulit bicara dan mencerna pembicaraan, dan banyak lainnya.Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu meringankan dampak serangan stroke pada pasien, serta dapat mengelola rasa sakit yang mereka alami dengan lebih baik.Sebagai salah satu klinik kesehatan terbaik di Surabaya, Granostic memberikan perhatian besar pada penanganan pasien yang terserang dan pascastroke.Kami memberikan pelayanan lengkap dan prosedur yang runtut, namun memudahkan bagi pasien. Lantas bagaimana langkah pengobatan stroke di klinik kesehatan Granostic? Simak penjelasan di bawah ini, ya, Sobat!1. Penilaian Awal dan Diagnosis Langkah pertama dalam proses pengobatan stroke di klinik kesehatan Granostic adalah penilaian awal dan diagnosis oleh dokter spesialis. Kedua proses ini dilakukan melalui beberapa prosedur, seperti:Gejala Untuk mendiagnosis stroke, dokter akan memperhatikan gejala-gejala fisik yang terjadi pada pasien. Stroke sendiri memiliki gejala yang sangat khas dan mudah untuk dikenali, seperti:Pasien mengalami mati rasa, kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, atau kelemahan otot.Senyum pasien tampak kaku dan miring.Terdapat rasa pusing, hingga membuat keseimbangan tubuh hilang secara mendadak.Adanya gangguan penglihatan mendadak, seperti mata yang tiba-tiba buram bahkan kebutaan pada salah satu mata.Pasien juga dapat merasa mual dan muntah.Mengalami kesulitan untuk mengunyah dan menelan makanan.Riwayat Medis Selain melihat gejala-gejala pada pasien, dokter juga akan memeriksa riwayat medis. Hal ini sangat penting untuk mengetahui faktor risiko yang menyebabkan terjadinya gangguan pada peredaran darah ke otak, sehingga menimbulkan serangan stroke.Dengan mengetahui penyebab gangguan tersebut, dokter akan dapat mendiagnosis dengan akurat serta mampu merencanakan langkah pengobatan yang tepat sasaran.Pemeriksaan Fisik Serangan stroke secara umum memberikan dampak pada fisik pasien. Seperti memberikan kelemahan pada otot, sehingga tubuh tidak mampu berdiri tegak. Selain itu, tak sedikit juga penderita stroke mengalami sebagian wajah yang turun dan kaku.Kondisi tersebut akan membuat pasien merasa kesulitan untuk berekspresi, berkomunikasi, juga untuk mengonsumsi sesuatu.2. CT Scan atau MRI Otak Setelah penilaian awal dan diagnosis lewat kondisi fisik, gejala umum, serta riwayat kesehatan pasien. Dokter Klinik Granostic pun akan menyarankan Anda untuk melakukan CT Scan atau MRI Otak.Lewat prosedur CT Scan, dokter dapat menyimak kondisi otak pasien secara mendetail. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi tanda-tanda pendarahan, keberadaan tumor, serta stroke pada pasien.Sementara itu, pemeriksaan MRI bertujuan untuk memberikan gambaran detail dari otak pasien stroke. Sebab prosedur ini memungkinkan pendeteksian jaringan otak secara terperinci, khususnya yang mengalami kerusakan akibat pendarahan otak atau stroke iskemik.3. Stabilisasi Pasien Langkah pengobatan stroke di klinik kesehatan Granostic selanjutnya adalah stabilisasi pasien. Langkah stabilisasi ini meliputi serangkaian tindakan medis yang dilakukan oleh tim perawatan kesehatan, yang tujuannya untuk memastikan bahwa kondisi pasien tetap terkendali dan bertambah buruk.Adapun prosedur langkah stabilisasi yang dimaksud antara lain:Pemantauan Vital Signs Pertama, melakukan pemantauan tanda-tanda vital pada pasien stroke. Tanda-tanda vital yang dimaksud meliputi suhu, tekanan darah, nadi, dan respirasi pasien. Berikut penjelasan lengkapnya:Pemeriksaan suhu tubuh pasien: yang dilakukan untuk mengetahui stabilitas dari suhu pasien stroke. Pengukuran suhu ini juga dilakukan dengan beberapa cara seperti meletakkan thermometer digital, thermometer air raksa, hingga thermometer gun.Pemeriksaan tekanan darah: yang dilakukan untuk mengetahui tekanan darah pasien stroke, baik pengukuran systolic maupun diastolic.Pemeriksaan pada denyut nadi pasien: dilakukan demi mengetahui frekuensi pemompaan jantung pada pembuluh darah arteri. Dokter atau perawat medis akan dapat menentukan irama serta kekuatan denyut nadi pasien selama satu menit. Pada individu normal, denyut nadi memiliki frekuensi sekitar 600–100 kali per menitnya.Pemeriksaan laju nafas: penting untuk mengetahui frekuensi laju pernapasan per menitnya. Idealnya, pemeriksaan ini dilakukan saat pasien stroke sedang tidur atau beristirahat. Pada individu sehat, frekuensi laju pernapasan ini berada di kisaran 12–20 kali per menitnya.Pengelolaan Jalur Nafas Setelah memeriksa tanda-tanda vital pada pasien stroke, termasuk bagaimana laju nafasnya. Tim medis Klinik Granostic pun akan menerapkan prosedur pengelolaan jalan napas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalan napas pasien tetap normal dan menjamin kecukupan oksigenasi pada tubuh pasien.Bila pasien stroke mengalami hipoksia, yakni kondisi saturasi oksigen di Bawah 94%, maka akan diberikan oksigen. Pemberian ini akan dilakukan dengan dosis yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien, juga dalam pengawasan dokter.4. Dukungan Psikososial (Konseling dengan Ahli) Selain ketiga langkah vital di atas, Klinik Granostic pun menerapkan prosedur dukungan psikososial pada penanganan dan pengobatan penderita stroke. Langkah ini sangatlah penting untuk merawat kesehatan mental pasien serta mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kemampuan kognitif, serta mencegah depresi pada pasien.Melansir dari laman Kementerian Kesehatan pun dikatakan bahwa kebutuhan psikososial sangat berpengaruh pada Activity of Daily Living (ADL) pada pasien stroke. Salah satu bentuk psikososial tersebut adalah dukungan emosional atau psikologis, yang dapat didapatkan dari pendampingan pasien saat menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, dukungan ini juga dapat diperoleh dengan sesi konseling bersama ahlinya.Klinik Granostic pun memiliki tenaga psikiater handal dan berpengalaman di bidangnya, sehingga dapat memberikan konseling yang akan sangat membantu pada laju penyembuhan pasien stroke.Terlebih pasien stroke pun sangat rentan terkena depresi, akibat kesulitannya dalam mengontrol emosi dan keterbatasan fisik yang dialami pasien. Dengan berkonsultasi bersama ahli, pasien akan mendapatkan informasi mengenai kondisi tubuh dan peluang-peluang penyembuhan yang bisa diraih. Hal ini tentunya akan menambah semangat mereka dalam menjalani pengobatan.Baca Juga: Yuk Ketahui! Jenis Terapi StrokeNah, Sobat, itu adalah penjelasan mengenai langkah melakukan pengobatan stroke di klinik kesehatan Granostic. Mulai dari penilaian awal, tindakan CT Scan atau MRI, stabilisasi pasien, hingga pemberian dukungan psikososial.Bersama dengan tim medis yang terlatih dan ahli, peralatan yang termutakhir, serta prosedur yang komprehensif akan memberikan perawatan yang efisien dan tanggap. Sehingga dampak serangan stroke pada pasien dapat diminimalisir sebaik mungkin, serta menghindari efek jangka panjangnya.Karenanya, Sobat, bila Anda atau kerabat mendapati gejala yang mengarah pada stroke, segera hubungi call center Klinik Granostic. Kami juga menyediakan layanan terapi pasca serangan stroke, serta Home Service yang memudahkan Anda untuk berkomunikasi dan konsultasi secara online Bersama tim medis kami.Anda punya pertanyaan seputar pengobatan stroke atau pelayanan kesehatan lainnya di Klinik Granostic? Klik tombol WhatsApp di bawah untuk terhubung dengan tim kami!
Yuk Ketahui! Jenis Terapi Stroke
Tak seperti serangannya yang tiba-tiba, stroke memberikan dampak fatal dan berkepanjangan pada tubuh penderita. Karenanya, sangat penting bagi pasien untuk melakukan terapi pasca serangan stroke sesuai dengan rekomendasi dokter. Lantas tahukah Anda apa saja jenis terapi stroke tersebut?Serangan stroke, ringan atau berat, memiliki dampak yang gawat pada penderitanya. Akibat terganggunya pasokan darah ke otak, asupan nutrisi dan oksigen pun tak dapat terpenuhi. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak mengalami kerusakan, hingga mati.Dampak penyakit stroke ini tak hanya dapat dirasakan oleh pasien ketika terjadi serangan. Melainkan memberikan efek jangka panjang, yang berupa menurunnya fungsi tubuh. Misalnya kelumpuhan sebagian area tubuh, kesulitan menelan, kesulitan bicara, dan banyak lainnya.Karenanya, direkomendasikan bagi pasien stroke untuk melakukan serangkaian jenis terapi sesuai dengan arahan dokter spesialis, seperti dalam ulasan berikut ini.1. Fisioterapi (Physical Therapy) Saat terserang stroke, seseorang dapat mengalami kelemahan otot dan paralisis. Karenanya, fisioterapi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fisik pasien yang melemah akibat serangan stroke dalam jangka Waktu lama.Prosedur fisioterapi pun selalu difokuskan untuk melatih kemampuan fisik atau motorik pasien. Misalnya, melakukan Latihan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh serta kekuatan otot, menggunakan alat bantu jalan, dan sejenisnya.Perlu dipahami, bahwa prosedur fisioterapi ini selalu disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan serangan stroke.Pada seseorang yang mengalami stroke ringan dan hanya mengalami kesulitan menggerakkan tangannya, maka prosedur terapi fisik ini akan berfokus untuk menangani masalah tersebut.Namun, bila seseorang mengalami kelumpuhan pascastroke, maka dokter akan merekomendasikan prosedur yang lebih beragam untuk mengembalikan satu per satu kemampuan fungsi tubuh.2. Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Selanjutnya adalah terapi okupasi atau occupational therapy, yang dilakukan untuk memulihkan kemampuan pasien pascastroke dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.Jenis latihan yang dilakukan pun akan disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas pasien, seperti latihan makan sendiri, menggosok gigi, dan banyak lainnya.3. Terapi Wicara dan Bahasa (Speech and Language Therapy) Selanjutnya adalah terapi wicara dan bahasa, yang umumnya juga dilakukan beriringan dengan terapi okupasi. Jenis terapi ini sangat penting dilakukan, sebab penderita stroke sangat rentan mengalami penurunan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa.Kondisi ini terjadi karena berkurangnya koordinasi di otak atau terdapat gangguan pada motorik lidah dan mulut, akibat serangan stroke.Jenis terapi stroke ini dapat dibimbing oleh terapis bicara dan Bahasa, yang akan membantu melatih pasien untuk berbicara dengan jelas dan runtut.Akan tetapi jika gangguan bicara yang pasien alami makin parah, maka terapi stroke akan dilakukan dengan menawarkan cara berkomunikasi lain selain komunikasi verbal.4. Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) Jenis terapi untuk pasien stroke selanjutnya adalah terapi kognitif atau cognitive therapy. Terapi ini bertujuan untuk mengembalikan kemampuan berpikir dan penalaran pada pasien stroke. Sehingga pasien bisa memahami situasi dengan baik, kemudian dapat mengelola respon emosional dirinya seperti sedia kala.Sebab, pasien stroke pun sangat rentan mengalami penurunan kemampuan berpikir dan kesulitan untuk memahami pembicaraan. Karenanya, kondisi ini pun umumnya dapat mempengaruhi perubahan perilaku dan sisi emosional pada pasien.5. Terapi Psikologis dan Dukungan Emosional Telah disinggung sebelumnya, bahwa seseorang yang terkena stroke akan sangat rentan mengalami perubahan perilaku dan memiliki emosi yang tidak stabil. Karenanya, penting dilakukan terapi khusus yang membantu memulihkan kondisi psikologis dan dapat memberikan dukungan emosional pada pasien.Terlebih, seseorang yang telah mengalami stroke sangat rentan untuk mengalami depresi. Kondisi ini dapat dilihat dari kebiasaan pasien yang cenderung menarik diri dan pesimistik terhadap kesembuhannya.Oleh sebab itu, dalam proses penyembuhan dan pemulihan, sangat penting bagi kerabat dan orang-orang terdekat pasien stroke selalu memberikan pendampingan serta dukungan. Sehingga mereka dapat lebih semangat dan optimis.6. Terapi Musik (Music Therapy) Selanjutnya adalah terapi music, yang juga berdampak baik untuk proses pemulihan pasien stroke. Jenis terapi ini melibatkan proses mendengarkan musik dan juga didampingi oleh terapis dalam penerapannya.Terapi musik memberikan banyak manfaat pada pasien stroke, seperti:dapat membantu pasien untuk mengembangkan koordinasi tubuh, meningkatkan daya ingat, membuat mood jadi lebih baik dan memberikan efek relaksasi, serta membantu pengalihan rasa nyeri dan sakit pada pasien.7. Terapi Aquatic (Aquatic Therapy) Selanjutnya adalah terapi akuatik, yang menggunakan media air serta bertujuan untuk memulihkan kualitas fungsi tubuh bagi penderita stroke. Jenis terapi stroke ini pun dikatakan memiliki efek yang sangat baik untuk mengembalikan fungsi otot serta pada keseimbangan tubuh pasien.Karena memiliki sifat daya apung, media air bisa memberikan perlindungan terhadap beban berlebihan selama latihan. Pasien pun akan langsung didampingi oleh terapi ahli.8. Robot-Assisted Therapy Seperti namanya, robot-assisted therapy mengacu pada terapi stroke yang menggunakan perangkat cerdas robotic untuk memantau gerakan dan posisi pasien stroke. Kemudian perangkat cerdas ini akan memberikan umpan balik untuk berinteraksi dengan pasien.Selain itu, terapi dengan didampingi robot ini pun diklaim memiliki keuntungan tertentu dibanding terapi biasa. Seperti jenis pelatihan yang terstandarisasi, dukungan adaptif, serta peningkatan intensitas dan dosis pelatihan.9. Terapi Akupunktur Jika Anda termasuk seseorang yang suka dengan hal-hal tradisional, terapi akupuntur pun bisa dapat dipertimbangkan. Dengan catatan, Anda juga harus mengonsultasikannya dengan dokter spesialis yang menangani pasien stroke tersebut.Akupuntur sendiri dapat menjadi pelengkap metode rehabilitasi medik untuk pasien stroke. Pasalnya, akupuntur dikatakan dapat merangsang kemampuan tubuh untuk melawan atau mengatasi penyakit, serta memperbaiki ketidakseimbangan energi dalam tubuh pasien.Meski begitu, belum ada penelitian yang menjelaskan secara pasti mengenai efek integral dari terapi akupuntur dengan kesuksesan rehabilitasi pasien stroke. Karenanya, selalu diskusikan dengan dokter spesialis Anda terlebih dahulu sebelum menggunakan terapi ini, ya.10. Biofeedback Therapy Terapi selanjutnya adalah biofeedback, yakni prosedur pemulihan stroke dengan memantau kondisi fisiologis sendiri lewat bantuan instrumen dan informasi yang didapatkan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan mengendalikan kondisi fisik sehingga Kesehatan tubuh akan meningkat.Prosedur ini pun menggunakan elektroda yang dapat memantau waktu dan aktivitas otot pada pasien. Sehingga pasien stroke dapat memperoleh umpan balik mengenai kondisi ototnya baik secara auditori maupun visualisasi gerakan-gerakan ototnya.11. Virtual Reality Therapy (VR Therapy) Last but not least, virtual reality (VR) therapy, yang bisa memberikan pengalaman pada pasien untuk melihat anggota tubuhnya bergerak secara virtual.Menurut Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, VR therapy dapat memberikan harapan baru pada pasien pascastroke. Penggunaan VR therapy ini pun dapat membuat proses pemulihan stroke menjadi lebih ringan, karena tak terbatas waktu, tempat, dan memiliki pendekatan yang berbeda untuk mempercepat proses mandiri pasien.Baca Juga: Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita StrokeMasalah penurunan fungsi tubuh akibat serangan stroke tentu akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Karena itu, perlu diterapkannya serangkaian terapi pascastroke yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.Jika Anda ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai rangkaian penanganan dan terapi pascastroke, Anda dapat mempercayakannya pada Klinik Granostic. Sebab, Klinik Granostic memiliki Dokter Spesialis Neurologi yang berpengalaman dan ahli dibidangnya.Untuk mempermudah proses penanganan, Anda bisa langsung memanfaatkan layanan Home Service kami. Sehingga Anda dapat terhubung langsung dengan tim medis Klinik Granostic, kemudian membuat janji temu yang paling ideal untuk konsultasi tatap muka.Yuk, lindungi keluarga Anda dan diri sendiri dengan rajin tes kesehatan di Klinik Granostic!
Jangan Panik! Ini Tips Atasi dan Pertolongan Pertama Stroke Tiba-tiba
Serangan stroke kerap terjadi secara tiba-tiba, namun Anda tidak perlu panik ketika menanganinya. Berikut ini adalah tips atasi dan pertolongan pertama serangan stroke tiba-tiba. Apa saja?Tahukah, Sobat? Serangan stroke terjadi karena adanya gangguan suplai darah ke otak secara tiba-tiba. Kondisi ini akan mengakibatkan otak tidak menerima asupan oksigen yang cukup. Gangguan suplai darah ke otak ini dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah atau adanya penyumbatan.Hal yang perlu diperhatikan, meskipun gejala awal stroke termasuk ringan, kondisi ini tetap masuk keadaan darurat medis. Karenanya, pertolongan pertama yang tepat akan dapat membantu meminimalisir dampak serangan stroke tersebut, serta menurunkan risiko terjadinya cacat permanen. Lantas, bagaimana sih tips pertolongan pertama saat terjadi serangan stroke? Simak penjelasannya di bawah ini, Sobat!Pertolongan Pertama untuk Stroke Memberikan pertolongan pertama saat seseorang mengalami serangan stroke sangatlah penting. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan, Sobat Granostic.1. Tetap Tenang dan Bertindak Cepat Langkah pertama adalah pastikan Anda tidak ikut panik terlebih dahulu. Sebelum pikiran dipenuhi dengan hal-hal negatif, Anda bisa mengalihkannya dengan mengambil tindakan cepat.Seperti membantu pasien jika terjatuh dalam posisi yang membahayakan, kemudian memanggil layanan darurat, serta meminta bantuan pada tetangga atau orang-orang terdekat lainnya.2. Gunakan Metode FAST untuk Mengidentifikasi Gejala Stroke Selanjutnya, gunakan metode FAST untuk mengidentifikasi gejala stroke pada pasien. Metode FAST ini merupakan serangkaian cara memeriksa kondisi gejala fisik yang muncul pada pasien. Beberapa rumus dalam metode FAST adalah:Face (wajah), identifikasi gejala dari perubahan wajah misalnya dengan pertanyaan: Apakah wajah pasien tampak terkulai di salah satu sisi saat mencoba untuk tersenyum atau tertawa?Arms (lengan), mengidentifikasi gejala dengan melihat kelemahan pada lengan pasien: Anda dapat meminta pasien untuk mengangkat kedua lengannya, kemudian simak apakah salah satu lengan tampak lemah dalam proses tersebut.Speech (berbicara/komunikasi), Anda dapat meminta pasien untuk mengulang kalimat sederhana, kemudian simak apakah dia dapat mengikutinya dan apakah terdengar cadel atau sulit dimengerti.Time (waktu), yang sangat penting saat terjadi serangan stroke. Ketika Anda menemukan tanda-tanda di atas pada pasien, maka penting untuk segera membawa pasien ke rumah sakit atau menelpon ambulans untuk mendapatkan penanganan yang tepat.3. Hubungi Layanan Darurat Serangan stroke dapat berakibat fatal pada pasien, karena efeknya pada saraf otak. Hanya dalam beberapa menit saja, sel-sel otak pasien dapat mengalami kerusakan hingga kematian. Hal ini akan berpengaruh pada kelangsungan hidup pasien, dan jika tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan hasil yang sangat fatal.Karenanya, segera hubungi layanan darurat ketika menemukan gejala-gejala stroke pada kerabat atau orang tersayang Anda. Sebelumnya, Anda pun dapat menghubungi Klinik Granostic di (031) 5994080, untuk mengakses layanan darurat kami.Tetaplah menjaga ketenangan sambil menunggu kedatangan ambulans. Anda juga bisa menyiapkan berkas-berkas rekam medis dan identitas pasien untuk mempermudah proses administrasi lainnya.4. Posisikan Pasien dengan Benar Tips melakukan pertolongan pertama pada serangan stroke selanjutnya adalah dengan memperbaiki posisi pasien. Apabila memungkinkan, Anda bisa mengubah posisi pasien untuk berbaring pada satu sisi tubuh. Kemudian posisikan bagian kepala dengan sedikit diangkat, sehingga pasien akan lebih nyaman.Pada pasien stroke, terkadang mereka akan merasa mual dan ingin muntah. Sehingga posisi kepala sebaiknya diangkat sedikit untuk memudahkan proses muntah tersebut. Hal ini bisa membantu pasien agar tidak mudah tersedak.5. Jangan Berikan Makanan atau Minuman Sebagai upaya pertolongan pertama saat serangan stroke pada pasien, pastikan Anda tidak memberikan makanan atau minuman terlebih dahulu. Karena saat sedang stroke, pasien mengalami kelemahan otot dan sistem saraf mereka terganggu. Hal ini dapat berpengaruh pada kemampuan menelan, sehingga akan membuat pasien tersedak.6. Pantau Pernafasan dan Denyut Nadi Pastikan juga untuk mengecek dan mengatur pernapasan pasien dengan baik saat gejala stroke muncul. Apabila pasien merasa sulit untuk bernapas, Anda bisa memberikan ruang di sekitarnya dan membantu melonggarkan pakaian yang tampak terlalu ketat.Minta dan bombing pasien untuk mengambil napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya secara perlahan. Tujuannya untuk membantu pernapasan pasien dapat Kembali stabil dan normal.Tips Mengatasi Stroke dalam Jangka Panjang Setelah mempelajari bagaimana penanganan pertama ketika mendapat serangan stroke. Anda pun harus mengetahui apa saja tips mengatasi stroke dalam jangka panjang, yakni:1. Ikuti Program Rehabilitasi Stroke bisa memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan dan kondisi tubuh pasien. Bahkan, bagi seseorang penyintas stroke pun memiliki kemungkinan yang tinggi untuk kembali mengalami serangan sekunder.Karenanya, pasien perlu mengikuti program rehabilitasi lengkap sebagai upaya pemulihan pasca stroke. Biasanya pasien akan mengikuti serangkaian terapi yang telah diatur dan dijadwalkan oleh Dokter Spesialis Neurologi.Beberapa terapi yang dimaksud seperti terapi fisik, terapi kognitif, terapi bicara, terapi penggunaan alat bantu, dan banyak lainnya. Perlu adanya ketekunan untuk melakukan rehabilitasi ini, sehingga orang-orang terdekat harus selalu menunjukkan dukungan dan optimisme yang bisa memberikan pasien semangat.2. Konsumsi Obat-obatan Sesuai Anjuran Dokter Selain berbagai jenis terapi di atas, biasanya dokter pun akan memberikan resep sesuai dengan kebutuhan pasien stroke. Pastikan saudara atau orang terdekat Anda yang terkena stroke untuk mengonsumsi obat-obatan ini sesuai dengan anjuran dokter, ya.3. Adopsi Gaya Hidup Sehat Gaya hidup tak sehat dan pola makan yang buruk, berkontribusi besar pada faktor risiko terjadinya serangan stroke pada seseorang. Bahkan untuk seseorang yang berusia di bawah lima puluh tahun sekalipun.Pastikan bahwa pasien stroke memiliki pola makan yang teratur, sebanyak tiga kali sehari. Anda pun bisa memilih menu makanan sehat dengan gizi yang tinggi. Menghindari makanan berkolesterol tinggi, mengandung garam tinggi, dan sebagainya.Anda bisa mendiskusikan mengenai pola makan dan menu diet sehat ini bersama dokter spesialis.4. Periksa Kesehatan Rutin di Granostic Mengingat dampaknya yang dapat sangat fatal dan berkepanjangan, Anda harus menerapkan pencegahan stroke sejak dini. Salah satunya adalah dengan memeriksakan kesehatan secara rutin di instansi kesehatan yang kredibel, seperti Klinik Granostic.Tak hanya memiliki alat medical check up yang termutakhir, Klinik Granostic pun memiliki Dokter Spesialis Neurologis dan Penyakit Dalam yang bisa sangat membantu Anda dalam penanganan serta proses pemulihan stroke.Bersama dengan tenaga kesehatan ahli kami, Anda bisa memperoleh hasil pemeriksaan yang lengkap, akurat, serta dalam waktu yang cepat. Kemudian dokter akan melakukan diagnosa dan memberikan saran penanganan yang sesuai dengan hasil diagnosa pasien.Tak hanya langsung datang ke klinik, Anda dapat terhubung dengan tim kesehatan Klinik Granostic secara online dan melakukan konsultasi dimanapun Anda berada lewat layanan Home Service.Yuk, Sobat Granostic, mulai lindungi diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan rutin melakukan cek kesehatan!
Jangan Gampang Diagnosa Sendiri! Pelajari Mitos dan Fakta Penyakit Stroke
Stroke merupakan jenis penyakit gawat darurat yang perlu penanganan secara cepat dan tepat. Sayangnya, tak sedikit mitos yang beredar membuat penanganan stroke jadi lambat dan menimbulkan dampak besar pada pasien. Nah, apa saja mitos dan fakta penyakit stroke tersebut?Bagi Anda yang belum tahu, stroke sendiri merupakan jenis penyakit yang timbul akibat adanya gangguan pada saluran pembuluh darah ke otak. Gangguan ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan (iskemik), juga karena pecahnya pembuluh darah di otak (hemoragik).Kendati dikategorikan sebagai kondisi medis yang fatal, serangan stroke sendiri bisa dicegah dan diminimalisir dampaknya dengan perawatan yang tepat. Akan tetapi, beredarnya mitos-mitos yang salah membuat masyarakat kadang keliru mendiagnosa gejala yang mereka alami, sehingga terjadi keterlambatan penanganan.Agar Sobat Granostic tak salah langkah, mari pelajari berbagai mitos dan fakta mengenai penyakit stroke di bawah ini.Mitos 1:Stroke Hanya Menyerang Orang Tua? Fakta Kata siapa, penyakit stroke hanya dapat menyerang para lansia atau orang tua? Meski memang banyak terjadi pada seseorang yang berusia di atas 55 tahun, akan tetapi bukan berarti anak muda pun tak memiliki risiko terkena stroke. Justru kasus serangan stroke pada individu di bawah 50 tahun pun meningkat. Penyebab serangan stroke di usia muda ini pun beragam mulai dari gaya hidup tak sehat, akibat diabetes, hipertensi, serta obesitas.Mitos 2: Stroke Tidak Dapat Dicegah FaktaMeskipun datang serangan penyakit ini mendadak, bukan berarti stroke tidak dapat dicegah sama sekali. Jika kita menyimak dari penyebabnya, penyakit stroke sangat bisa kita hindari dengan beralih menjalani gaya hidup yang lebih sehat, serta mengelola berbagai faktor risikonya.Nah, Sobat, ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena stroke, yakni:Mengelola tekanan darah agar selalu stabil.Menjaga berat badan yang sehat agar tidak obesitas.Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.Lakukan olahraga secara teratur.Kelola kadar gula darah dengan baik, serta mengurangi minuman kemasan yang manis.Beralih mengonsumsi makanan rendah lemak tak sehat, tinggi vitamin dan mineral, serta mengatur pola yang teratur.Rajin melakukan medical check up lengkap untuk mendeteksi adanya faktor risiko yang mengarah ke stroke.Mitos 3: Stroke Tidak Bisa Diobati Fakta Mitos yang satu ini paling sering diterima oleh masyarakat, padahal stroke bisa disembuhkan. Khususnya bila pasien mendapatkan penanganan yang tepat saat memasuki golden period, yakni rentang waktu kurang dari 4,5 jam setelah serangan stroke.Selain itu, ketika pasien mendapatkan penanganan sedini mungkin maka segala dampak yang terjadi nantinya itu dapat diminimalisir. Bahkan mengurangi risiko terjadinya cacat permanen pada pasien.Mitos 4: Gejala Stroke Akan Hilang dengan Sendirinya Fakta Jangan pernah menganggap bahwa gejala stroke akan hilang dengan sendirinya. Sebab, saat serangan stroke terjadi, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan hingga mati karena tidak ada asupan nutrisi dan oksigen dari pembuluh darah.Hal ini akan berakibat fatal, begitu Anda mengabaikannya. Tak hanya menimbulkan kecacatan pada pasien, namun juga bisa mengarah pada dampak yang lebih buruk.Karenanya, ketika Anda merasakan gejala awal stroke, bahkan ringan sekalipun, segera kunjungi klinik/puskesmas/rumah sakit setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dengan begitu, dampak dari stroke tersebut dapat diminimalisir dan tidak menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis di masa mendatang.Mitos 5: Stroke Tidak Akan Terjadi Lagi Setelah Satu Kali Terjadi Fakta Salah satu mitos mengenai stroke yang sangat menyesatkan adalah bahwa seseorang yang telah mengalami serangan stroke sekali, tidak akan lagi kambuh. Hal ini salah besar, sebab penderita stroke memiliki risiko lebih besar untuk mengalami serangan stroke berulang.Bahkan, pada kasus serangan berulang ini gejala dan dampaknya pada tubuh pun akan lebih berat daripada serangan stroke pertama. Karenanya, sangat penting untuk melakukan pengobatan secara tuntas, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan demi memantau kondisi tubuh pasien.Mitos 6: Stroke Tidak Menyebabkan Nyeri Fakta Meskipun stroke bisa membuat badan paralyze atau dalam keadaan paralisis, bukan berarti pasien tidak akan merasakan nyeri sama sekali. Sebaliknya, karena serangan stroke berdampak langsung pada saraf otak, yang menyebabkan pasien mungkin mengalami kekakuan, atau mengalami peningkatan tonus yang abnormal.Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, kencang, dan membuat otot menjadi kaku. Sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas.Mitos 7: Hanya Ada Satu Jenis Stroke Fakta Serangan stroke dibedakan menjadi dua, menurut dari sumber gangguan pada saluran pembuluh darah ke otak. Jika gangguan tersebut timbul akibat penyumbatan pada pembuluh darah ke otak, maka disebut sebagai stroke iskemik. Sementara jika gangguan tersebut terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, maka disebut sebagai stroke hemoragik.Karena penyebabnya berbeda, maka gejala yang ditimbulkan dan cara penanganannya yang tepat pun tak sama. Sehingga, Anda tidak bisa menyamakan antara stroke hemorgik dan iskemik begitu saja.Mitos 8: Pemulihan Stroke Hanya Terjadi Dalam Beberapa Bulan Pertama Fakta Pemulihan stroke tidak hanya dilangsungkan pada beberapa bulan saja, akan tetapi perlu setidaknya 6 bulan sampai pasien kembali mendapatkan kualitas hidup yang baik.Meski begitu, bukan berarti pasien stroke bisa hidup secara sembarangan lagi. Mereka harus tetap mengontrol gaya hidup untuk selalu sehat, juga memantau faktor risiko yang bisa mennyebabkan serangan berulang.Mitos 9: Stroke Hanya Mempengaruhi Satu Sisi Tubuh Fakta Banyak desas desus berkata bahwa stroke hanya mempengaruhi satu sisi tubuh saja. Benarkah begitu?Tentu tidak. Meski pada gejala stroke ringan, umumnya hanya satu sisi tubuh saja yang tampak terpengaruh secara fisik. Akan tetapi, kondisi ini dapa mempengaruhi sisi tubuh yang lain, bergantung bagian otak mana yang terdampak.Selain itu, gejalanya pun tak hanya berkaitan dengan kelumpuhan sebagian tubuh saja. Melainkan mengurangi daya ingat, konsentrasi, hingga berpengaruh pada kondisi emosi dan psikologi penderita stroke.Mitos 10: Hanya Dokter yang Bisa Mendeteksi Gejala Stroke Fakta Terdapat satu lagi mitos tentang stroke, yakni hanya seorang dokter atau spesialis saja yang bisa mendeteksi gejala stroke. Padahal, sebaliknya gejala stroke bisa dengan jelas Anda simak dan ketahui dari kondisi tubuh Anda.Gejala awal stroke bahkan sangat jelas bagi orang awam sekalipun, seperti:Merasa kesulitan bicara, baik menjadi lebih lambat atau sulit memahami apa yang dikatakan seseorang.Merasa mati rasa atau kelemahan pada salah satu bagian tubuh.Terasa tubuh tak seimbang, sehingga sulit untuk berjalan sendiri dan tanpa bantuan alat.Kepala terasa pusing dan berputar.Mengalami gangguan penglihatan, seperti pandangan tiba-tiba menjadi buram dan gelap.Baca Juga: Sudah Tau Dampak dari Penyakit Stroke? Ini Penjelasannya!Ketika Anda merasakan gejala-gejala awal tersebut, penting untuk segera menghubungi dokter atau pergi ke klinik kesehatan terdekat demi mendapatkan pemeriksaan medis. Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai mitos dan fakta seputar penyakit stroke yang perlu Anda tahu. Sehingga, ketika ada kerabat atau orang terdekat yang mengalami hal serupa, Anda tidak mengambil langkah yang salah dan fatal.Selain bertindak cepat saat mengetahui adanya gejala stroke, Anda pun bisa mencegah serangan penyakit ini dengan rutin melakukan medical check up di Klinik Granostic.Sebab, kami memiliki teknologi tes kesehatan terlengkap dan mutakhir, sehingga menghasilkan pemeriksaan yang akurat. Selain itu, bersama dokter spesialis dan tenaga medis ahli Klinik Granostic, Anda akan mendapatkan pelayanan yang cepat, tanggap, dan berkualitas.Yuk, Sobat Granostic, lindungi diri dan keluarga Anda dari serangan penyakit stroke bersama Klinik Granostic!
Sudah Tau Dampak dari Penyakit Stroke? Ini Penjelasannya!
Serangan stroke dapat menimpa siapa saja, baik orang dewasa, lanjut usia, hingga anak-anak muda. Termasuk dalam kondisi medis yang fatal, kira-kira tahukah Anda apa saja dampak dari penyakit stroke pada tubuh?Serangan stroke pada dasarnya terjadi Ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan, baik karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.Kondisi ini akhirnya menyebabkan otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, sel-sel pada sebagai area otak akan mengalami kerusakan hingga mati.Serangan stroke ini dapat terjadi secara tiba-tiba, dan meskipun tingkat keparahannya berbeda pada tiap orang, perlu adanya penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang membahayakan.Bagaimana gejala dan dampak dari serangan stroke ini pun dapat berbeda-beda pada tiap individu. Karena sangat bergantung pada bagian otak mana yang mengalami kerusakan, apakah bagian kiri atau kanan.Namun, secara umum, berikut adalah dampak-dampak dari penyakit stroke pada pasien yang harus Anda tahu.1. Dampak Fisik Dampak yang paling terlihat dan umum terjadi oleh penyakit stroke adalah pengaruhnya pada kondisi fisik pasien. Pada gejala stroke ringan misalnya, bisa terjadi kelumpuhan sebagian anggota tubuh, wajah yang tampak turun sebelah, dan banyak lainnya.Lebih lengkap, berikut penjelasan yang dapat Anda pelajari:Kelemahan atau Paralisis Tahukah Anda, penyakit stroke dapat mengganggu bahkan merusak sistem saraf yang ada di otak. Hal ini membuat otak tidak dapat menerima pesan dengan benar dari organ saraf lainnya, sehingga menimbulkan paralisis atau kelemahan pada tubuh.Jenis paralisis atau kelemahan yang terjadi pada penderita stroke dapat dilihat dari:Rasa kaku otot yang disertai dengan kedutan.Muncul rasa nyeri dan kesemutan.Mati rasa di bagian tubuh tertentu.Merasa kesulitan untuk berbicara dan menelan dan banyak lainnya.Gangguan Koordinasi dan Keseimbangan Penyakit stroke pun dapat memicu gangguan keseimbangan pada pasien. Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan mobilitas otot, sehingga keseimbangan tubuh pun terganggu.Apa yang dimaksud dengan gangguan keseimbangan pada stroke ini meliputi ketidakmampuan pasien untuk mengatur perpindahan berat badan. Serta berkurangnya kemampuan untuk menggerakkan otot keseimbangan tubuh.Kesulitan Menelan (Disfagia) Telah kita singgung sebelumnya, bahwa gangguan sistem saraf yang diakibatkan oleh penyakit stroke dapat menyebabkan gangguan menelan. Lebih spesifiknya, gangguan menelan ini terjadi karena area otak yang mengatur fungsi menelan mengalami gangguan.Gangguan menelan ini merupakan kondisi pasca serangan stroke, yang sebagian besar dapat Kembali normal dalam kurun waktu 7 hari. Namun tak sedikit juga kasus dimana gangguan menelan ini bersifat menetap.Nyeri Rasa nyeri yang dialami oleh penderita stroke pun bisa datang karena terjadinya kerusakan sistem saraf. Biasanya rasa nyeri ini pun datang dengan kesemutan pada anggota tubuh gerak, seperti pada tangan dan kaki pasien.Kelelahan Merasakan kelelahan adalah dampak fisik lainnya yang terjadi pada penderita stroke. Kondisi ini bisa bertambah buruk apabila pasien mengalami depresi karena serangan stroke. Karenanya butuh penanganan yang segera dan dukungan dari lingkungan sekitar agar pasien stroke dapat pulih serta menjalani kehidupan yang lebih baik.2. Dampak Kognitif Selain dampak secara fisik, penyakit stroke pun bisa berefek pada sistem kognitif penderitanya. Beberapa jenis dampak kognitif yang diakibatkan oleh penyakit stroke antaralain:Gangguan Memori Saking seringnya dampak ini terjadi pada pasien, kehilangan dan gangguan memori menjadi salah satu gejala umum dari stroke.Tingkat gangguan memori pada penderita stroke ini memiliki skala yang berbeda-beda pada tiap individu. Dapat berkaitan dengan usia pasien, tingkat keparahan penyakit stroke, area otak mana yang terkena dampak, serta bagaimana dukungan sosial yang dimiliki oleh penderita.Kesulitan Berpikir dan Mengambil KeputusanPenderita stroke pun akan mengalami kesulitan untuk berpikir dan mengambil keputusan. Hal ini berkaitan juga dengan gangguan memori, karena penderita stroke bisa saja tidak mengingat dengan baik situasi apa yang terjadi. Bahkan kesulitan untuk mengutarakan apa yang mereka inginkan lewat kalimat yang utuh.Gangguan Perhatian dan Konsentrasi Penderita stroke pun sangat rentan mengalami gangguan konsentrasi dan perhatian, yang juga akan berpengaruh atau berkaitan dengan kemampuan mengingat dan berpikir pasien.3. Dampak Komunikasi Sobat Granostic, telah banyak kita singgung sebelumnya bahwa salah satu gejala awal penyakit stroke adalah pasien tampak kesulitan bicara atau berkomunikasi. Ini karena penyakit stroke memang memberikan dampak tertentu pada kemampuan komunikasi penderitanya.Afasia Menurut artikel Kesehatan Universitas Airlangga, 17-38 persen pasien stroke mengalami afasia, yang merupakan gangguan kebahasaan di otak.Bentuk gangguan kebahasaan ini pun ada banyak bentuknya seperti kesulitan untuk membaca dan menulis, terus mengulang-ulang kata, dan sejenisnya.Dysarthria Sementara itu, disartria merupakan kondisi dimana otot-otot untuk bicara menjadi terlalu lemah, sehingga penderita sulit untuk mengendalikannya. Akibatnya, kondisi ini menyebabkan penderitanya jadi cadel atau berbicara terlalu lambat.Disartria ini sangat umum terjadi pada pengidap stroke, yang bisa jadi gejala awal serangan hingga berlangsung pada pasca serangan.4. Dampak Emosional dan Psikologis Penyakit stroke tak hanya dapat memberikan dampak pada fisik pasien, namun juga memberikan efek yang besar pada sisi emosional dan psikologis mereka. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan yang sangat signifikan pada kualitas hidup penderita stroke.Serangan stroke yang terjadi secara mendadak dapat menimbulkan dampak jangka panjang hingga permanen dalam diri seseorang. Seperti keseimbangan gerak tubuh, ketidaksempurnaan dalam berkomunikasi, dan banyak lainnya.Keterbatasan ini tentu akan membuat penderita merasa tidak berdaya dan sangat mungkin untuk mengalami depresi. Karena itu, sebagai bagian dari langkah pemulihan pasca stroke, orang-orang terdekat sangat penting untuk membangun lingkungan yang kondusif dan optimis pada penderita.Baca Juga: Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari Selengkapnya5. Dampak Sosial dan Ekonomi Serangan stroke pun dapat memberikan banyak dampak pada aspek sosial dan ekonomi penderitanya. Dengan keterbatasan fisik pasca stroke, akan sulit untuk seseorang kembali beraktivitas secara normal. Serta dibutuhkan waktu yang tak sebentar sebagai upaya pemulihannya.Pengobatan dan upaya pemulihan pasca stroke pun pastinya membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang tak sedikit. Sehingga sangat wajar bahwa seseorang pengidap stroke rentan untuk kehilangan semangat mereka dan menjadi depresi.Dalam hal ini, peran keluarga dan lingkungan sangatlah penting sebagai bentuk dukungan. Sehingga pengidap akan lebih bersemangat untuk melanjutkan pengobatan dan upaya pemulihan yang dijadwalkan oleh dokter.6. Dampak pada Kualitas Hidup (Penurunan Kemandirian) Penyakit stroke pun dapat memberikan dampak pada kualitas hidup, khususnya karena gangguan fisik, kognitif, dan komunikasi akan berefek pada kemandirian pasien. Keterbatasan ini akhirnya membuat pasien akan sangat bergantung pada orang di sekitarnya, dan tidak bisa beraktivitas dengan normal.7. Komplikasi Medis Serangan stroke bisa membawa efek tak baik pada kesehatan tubuh dan menurunkan kualitas hidup pasien. Bahkan, bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, stroke bisa membawa komplikasi medis, seperti:Pneumonia Aspirasi Pneumonia aspirasi merupakan gangguan pada saluran pernapasan akibat masuknya zat yang bukan udara pada saluran tersebut, seperti makanan, minuman, atau air liur.Pasien stroke rentan terkena komplikasi penyakit lain, salah satunya adalah pneumonia. Komplikasi ini dapat terjadi karena adanya mekanisme aspirasi, yang mempengaruhi koordinasi dan refleks menelan pada pasien.Trombosis Vena Dalam (DVT) Merupakan gangguan pada pembuluh darah balik (vena), yang terjadi karena adanya pembentukan gumpalan darah. Penyakit ini pun bisa jadi salah satu komplikasi dari serangan stroke yang harus Anda waspadai.Infeksi Saluran Kemih (ISK) Serangan stroke pun bisa menyebabkan komplikasi berupa infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan kerja sistem imun, disfungsi kandung kemih, juga meningkatnya penggunaan kateter urine pada pasien stroke.Masalah Kulit Masalah kulit yang terjadi pada stroke umumnya adalah ulkus dekubitus. Kondisi ini terjadi karena cedera pada jaringan Bawah kulit, disebabkan oleh kemampuan bergerak dan pindah tempat yang berkurang.Nah, Sobat Granostic, setelah menyimak berbagai dampak dari penyakit stroke di atas, Anda pasti setuju bahwa sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan. Sebab serangan stroke pun dapat terjadi berulang dan memberikan dampak panjang pada kesehatan, serta menurunkan kualitas hidup.Anda dapat mencegah stroke ini dengan menerapkan gaya hidup sehat, serta rutin melakukan cek kesehatan bersama dokter spesialis di Klinik Granostic.Sebab, Klinik Granostic pun memiliki Dokter Spesialis Neurologi yang berpengalaman, alat cek kesehatan yang lengkap dan canggih, serta pelayanan yang cepat dan tanggap.Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan cek kesehatan rutin bersama Klinik Granostic!
Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita Stroke
Stroke memiliki dampak yang besar pada penderitanya, termasuk kerusakan otak. Karenanya, selain melalui penanganan medis untuk menstabilkan serangan stroke, penderita pun harus melewati masa pemulihan. Tahukah Anda, apa saja proses pemulihan untuk penderita stroke tersebut? Tahapan dan perkembangan proses pemulihan pada penderita stroke bisa sangat berbeda untuk tiap individunya. Sebab proses rehabilitasi ini akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan kondisi pasien.Akan tetapi, pada umumnya pemulihan untuk penderita stroke dapat melalui tujuh tahapan berikut ini:1. Rehabilitasi Fisik Prosedur pemulihan penderita stroke pertama adalah rehabilitasi fisik. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh dan keseimbangan berjalan yang terdampak stroke. Pada proses pemulihan fisik ini, dokter akan melakukan beberapa Tindakan, yakni:Fisioterapi Fisioterapi merupakan tindakan rehabilitasi yang bertujuan untuk memulihkan keterbatasan fisik, baik yang diakibatkan oleh penyakit maupun cedera. Proses fisioterapi ini akan dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan, diagnosis, serta penanganan masalah Kesehatan yang muncul pada tubuh penderita stroke.Pada fisioterapi terdapat beberapa bentuk perawatan yang dapat diterapkan pada pasien, seperti program latihan, Teknik elektroterapi, fisioterapi manual, hingga terapi okupasi.Terapi Okupasi Merupakan bagian dari terapi fisik, yang tujuannya untuk membantu pasien pasca stroke yang memiliki keterbatasan fisik, sensorik, ataupun kognitif untuk dapat kembali menjalani aktivitas harian mereka dengan lebih baik.Pada proses terapi okupasi ini pun, penderita akan diajarkan untuk menggunakan alat bantu yang dibutuhkan dengan tepat.Terapi Wicara dan Bahasa Pada penderita stroke tak jarang seseorang mengalami kesulitan bicara dan mencerna pembicaraan. Karenanya, sebagai tahapan rehabilitasi fisik, terapi wicara dan bahasa sangat penting dilakukan.Terapi ini dapat membantu penderita untuk melatih kemampuan bicara, serta otot-otot menelan mereka agar dapat berfungsi seperti sebelumnya.2. Rehabilitasi Kognitif Selain pemulihan fisik, penderita stroke pun harus melakukan rehabilitas kognitif. Jenis terapi ini sangat penting untuk seorang pasien yang mengalami cedera, penyakit, ataupun gangguan otak lain.Sebab, saat sel-sel otak atau bagian dari lesi otak terserang suatu penyakit maka akan menimbulkan banyak masalah pada fungsinya. Hal ini juga terjadi pada penderita stroke yang kadang tak dapat bicara atau memahami pembicaraan tertentu.Nah, jenis penanganan dalam rehabilitasi kognitif dapat berupa dua hal berikut:Terapi Kognitif Terapi kognitif, dalam prosesnya, melibatkan latihan fungsi otak yang dirancang untuk memperkuat atau memperbaiki fungsi kognitif yang terganggu. Seperti melatih ingatan, melatih fokus dan perhatian, serta menggunakan strategi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kognitif penderita stroke.Pelatihan Memori Telah kita singgung sebelumnya, bahwa pelatihan memori atau daya ingat ini menjadi bagian dari terapi kognitif. Sebab, saat stroke sel-sel otak akan mengalami kerusakan bahkan mati. Akibatnya fungsi otak akan menurun dan bahkan mengalami gangguan.Pelatihan memori yang dilakukan ini dapat meningkatkan konsentrasi dan perhatian penderita. Berikut beberapa cara yang umumnya dilakukan pada terapi memori untuk para penderita stroke:Anda dapat mengajak pasien untuk melakukan permainan yang mengasah otak, seperti catur, ludo, atau scribble.Menulis dan menempelkan benda-benda di tempat yang sudah pasti akan terlihat dan mudah terbaca oleh penderita stroke.Letakkan benda-benda yang dibutuhkan oleh pasien di tempat yang strategis, yakni dapat dengan mudah dilihat dan ditemukan oleh pasien.Membuat catatan mengenai informasi yang baru didapat, kemudian menyimak dan mencoba mengutarakannya dengan kalimat sendiri untuk lebih memahaminya.Mengonsumsi menu diet yang dapat mendukung Kesehatan otak, misalnya kacang-kacangan, sayuran hijau, dan gandum.3. Manajemen Emosional dan Psikologis Setelah terserang stroke, penderita akan sangat mungkin mengalami gangguan psikologis, yang membuat emosi tak stabil dan timbul kecemasan, hingga depresi. Sebagai penanganan dokter akan menyarankan penderita stroke untuk menjalankan konseling atau terapi perilaku kognitif. Demi memperlancar terapi ini, pasien membutuhkan banyak dukungan dari orang-orang terdekat, khususnya keluarga dan orang tersayang.Baca Juga: Jangan Gampang Diagnosa Sendiri! Pelajari Mitos dan Fakta Penyakit Stroke4. Pendidikan dan Pencegahan Sekunder Prosedur selanjutnya yang bisa dilakukan dalam proses rehabilitasi pasca stroke adalah dengan memberikan Pendidikan dan pencegahan sekunder. Langkah ini sangat penting untuk mencegah terjadinya serangan stroke berulang, misalnya dengan penambahan obat-obatan tertentu, serta melakukan pengendalian faktor risiko lainnya.5. Pengelolaan Medis Berkelanjutan Meski sedang dalam usaha pemulihan, bukan berarti serangan stroke tak akan datang lagi. Justru kondisi ini dapat terjadi kapan saja bila pasien tidak melakukan pencegahan sekunder, serta menerapkan pengelolaan medis berkelanjutan.Pada tahapan pengelolaan medis berkelanjutan ini, dokter akan melakukan cek kesehatan rutin untuk memantau bagaimana perkembangan pasien pasca stroke. Kemudian melakukan diagnosis dan mendiskusikan bagaimana penanganan yang harusnya diambil untuk keberlanjutan proses pemulihan.Sebab, proses pemulihan stroke ini tak bisa dilakukan dalam waktu 1–2 bulan saja, melainkan melalui proses yang panjang dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Tak hanya itu, sebagai upaya pencegahan, penderita pun harus rutin melakukan medical check up dan menghindari berbagai kebiasaan buruk yang jadi faktor risiko stroke.6. Peralatan Bantu Jalan Pemulihan pasca stroke perlu dilakukan secara rutin dan bertahap, karenanya penderita tak akan secara langsung pulih dan beraktivitas secara normal. Karenanya, dalam tahap pemulihan penderita stroke, dokter pun akan mengenalkan berbagai alat bantu yang penting untuk pasien, salah satunya adalah alat bantu jalan.Jenis alat bantu jalan ini pun cukup banyak, dokter akan membantu menyarakan jenis mana yang cocok dengan kondisi pasien. Alat bantu jalan ini akan membantu untuk membuat otot gerak Anda untuk kembali terbiasa digunakan berjalan, meskipun secara perlahan.7. Lingkungan yang Mendukung (Keluarga atau Pengasuh) Menjalani terapi stroke membutuhkan waktu tak sebentar, selain itu karena ‘ketidakberdayaannya’, bukan tidak mungkin pasien mengalami stres dan depresi. Karenanya dukungan dari lingkungan sekitar dan orang-orang terdekat adalah hal yang sangat penting.Sebagai dukungan, berikut ini adalah beberapa tip yang dapat dilakukan oleh orang yang merawat pasien dalam pemulihan pasca stroke:Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai proses pemulihan untuk penderita stroke yang umumnya direkomendasikan oleh dokter. Akan tetapi, tahapan pemulihan ini biasanya akan disesuaikan porsi dan susunannya oleh dokter dengan menyimak kondisi medis pasien.Karenanya, diperlukan berbagai rangkaian tes kesehatan lengkap untuk mengetahui bagaimana kondisi pasien pasca stroke. Serta perlu adanya pendampingan dari tenaga medis ahli dan dokter spesialis dalam periode pemulihan tersebut.Semua kebutuhan tersebut dapat Anda peroleh di Klinik Granostic. Karenanya, bila Anda atau kerabat membutuhkan perawatan dan pemulihan pasca stroke yang lebih optimal, jangan ragu untuk berkunjung ke Klinik Granostic dan berdiskusi bersama Dokter Spesialis Neurologi kami.Tak hanya itu, dengan layanan Home Service Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami dari rumah. Anda bisa mendiskusikan keluhan, gejala medis, dan langkah-langkah rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien bersama dokter spesialis dari Klinik Granostic.Yuk, jaga diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan rutin melakukan medical check up di Klinik Granostic!Menerima perubahan perilaku pasien, yang kadang-kadang menunjukkan sikap tidak rasional dan membuat Anda jengkel.Selalu coba untuk berpikir positif dan tetap bersabar, karena sikap Anda nantinya juga akan dapat menular pada pasien dan membuat mereka lebih optimis untuk pulih.Beristirahat dan berikan waktu untuk diri sendiri, karena perlu kesabaran dan meluangkan perhatian ekstra, tentu Anda perlu mengambil jeda untuk memulihkan diri sendiri saat merawat pasien pasca stroke.
Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari Selengkapnya
Termasuk dalam penyakit gawat darurat, serangan stroke harus ditangani dengan tepat dan cepat. Selain itu, stroke pun bisa terjadi pada siapa saja dan umumnya sangat berkaitan dengan gaya hidup tak sehat. Lantas adakah tips pencegahan stroke yang efektif?Stroke merupakan kondisi di saat pembuluh darah ke otak mengalami gangguan, sehingga oksigen dan darah tak dapat sampai ke otak. Gangguan ini bisa terjadi karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini dapat menyebabkan sel-sel otak tak berfungsi normal, bahkan mati.Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena stroke, seperti gaya hidup tak sehat, faktor keturunan, hingga pertambahan usia.Meski berakibat fatal, penyakit ini dapat dihindari dengan menerapkan tips pencegahan stroke berikut ini:1. Kontrol Tekanan Darah Tips pencegahan stroke yang pertama adalah mengontrol tekanan darah. Langkah ini sangat penting, mengingat tekanan darah tinggi merupakan penyebab terbesar terjadinya stroke. Tekanan darah yang tinggi akan membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh, dan memicu penyumbatan pembuluh darah. Keduanya bisa melemahkan pembuluh darah arteri, yang akhirnya membuat pembuluh arteri jadi lebih mudah pecah. Karena alasan ini pulalah banyak kasus stroke yang diasosiasikan dengan penyakit darah tinggi. Anda bisa mengontrol tekanan darah agar stabil dengan memperbaiki pola konsumsi dan gaya hidup. Seperti mengurangi asupan garam, tidak makan makanan tinggi kolesterol, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Selain itu latih tubuh secara teratur dengan rutin berolahraga dan menghindari minum alkohol, serta kurangi merokok.2. Jaga Kadar Kolesterol Pada dasarnya, apa yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Jika Anda tidak memperhatikan dengan baik kadar kolesterol pada tubuh dan menerapkan diet tak sehat, maka kolesterol dalam tubuh bisa meningkat.Jangan menganggap bahwa kondisi ini hanya terjadi pada orang tua, namun juga pada anak muda yang memiliki kebiasaan tak sehat. Kebiasaan buruk ini sangat berpotensi meningkatkan risiko terkena stroke.Demi menjaga kadar kolesterol agar selalu stabil, Anda bisa melakukan pemeriksaan secara rutin. Pemeriksaan kolesterol ini pun dapat menjadi Langkah dini untuk mendeteksi gejala awal stroke. Selain itu, Anda dapat beralih ke menu makanan yang lebih sehat seperti mengonsumsi daging tanpa lemak, sayur, biji-bijian, dan buah-buahan.Bila kadar kolesterol Anda sangat tinggi, melebihi 190 mg/dL, biasanya dokter akan menganjurkan untuk meminum obat penurun kolesterol.3. Kelola Diabetes Tahukah Anda bahwa diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko stroke? Karenanya, sebagai tips pencegahan stroke Anda perlu mengelola diabetes dengan baik.Melansir dari American Diabetes Association, seseorang dengan diabetes akan memiliki rasio terkena stroke lebih besar, yakni 1,5 kali daripada orang normal.Hal ini karena, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Penyumbatan ini kemudian akan mengganggu suplai oksigen dan darah ke otak, yang akan menyebabkan serangan stroke.Sebagai langkah mengelola diabetes Anda harus memperhatikan dan menerapkan pola konsumsi yang sehat. Misalnya dengan menghindari makanan dan minuman yang manis, menu-menu cepat saji, serta melakukan latihan fisik yang rutin.Selain itu, rutinlah untuk melakukan medical check up demi mengetahui kadar gula darah Anda dan mendapatkan arahan diet sehat langsung dari dokter spesialis.4. Berhenti Merokok Merokok secara umum memang tak baik untuk Kesehatan tubuh. Bahkan, kebiasaan ini juga bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena stroke. Bagaimana bisa?Ini karena merokok dapat memicu penggumpalan darah dan penyempitan pembuluh darah, yang menimbulkan gangguan pada aliran darah di otak.5. Batasi Konsumsi Alkohol Selain rokok, Anda juga harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Sebab jenis minuman ini dapat memicu peningkatan tekanan darah dan fibrilasi atrium. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan seseorang untuk terserang stroke.Tak hanya itu, minuman beralkohol pun tinggi kalori, sehingga dapat menyebabkan berat badan meningkat bahkan obesitas. Kondisi ini juga berpotensi untuk membuat risiko terkena stroke makin tinggi.6. Makan Makanan Sehat Telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa menjaga pola makan yang tepat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh, serta mencegah stroke.Selain makanan cepat saji dapat memicu kenaikan tekanan darah, kolesterol, hingga diabetes. Pola makan tak sehat pun dapat memicu kelebihan berat badan dan obesitas, yang juga dapat meningkatkan risiko terkena stroke.Karenanya, Anda dapat beralih mengonsumsi menu-menu sehat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ikan, daging unggas serta daging tanpa lemak sebagai cara mencegah stroke.7. Olahraga Secara Teratur Tips pencegahan stroke selanjutnya adalah dengan berolahraga secara teratur. Ketika Anda berolahraga rutin, paling tidak 30 menit sehari, tubuh akan lebih bugar dan faktor pemicu stroke dapat dikurangi.Anda tidak perlu melakukan jenis olahraga yanh berat secara langsung. Melainkan mulai dari olahraga ringan yang dapat Anda lakukan setiap hari, baik di pagi ataupun di sore hari.Baca Juga: Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita Stroke8. Pertahankan Berat Badan Sehat Obesitas dan kelebihan berat badan bisa meningkatkan faktor terjadinya stroke. Karenanya, Anda perlu memperhatikan berat badan dan mempertahankannya dalam kadar yang sehat.Lakukan diet sehat dengan mengonsumsi real food, berolahraga secara rutin, serta menghindari makanan atau minuman yang tinggi garam dan gula.9. Kelola Stress Stress berlebihan juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya stroke. Karenanya, penting untuk Anda menjaga kesehatan pikiran dan mengelola stres dengan baik, sebagai pencegahan stroke.Pengendalian stress ini bisa Anda lakukan dengan mengontrol emosi dan tidur cukup.Emosi yang berlebihan akan meningkatkan produksi hormon epinefrin, yang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Sehingga risiko terkena stroke pun akan lebih besar.Begitu pula saat Anda kurang tidur, tubuh yang Lelah sangat berkaitan juga dengan kadar stress. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terkena stroke.10. Mengobati Kondisi Medis Lainnya Beberapa faktor yang menyebabkan stroke berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti hipertensi dan diabetes. Karenanya, untuk pencegahan stroke, baiknya Anda rutin mengontrol dan mengobati kondisi medis tersebut dengan baik.Lakukan pengecekan rutin bersama dokter spesialis dan klinik terpercaya. Kemudian diskusikan bagaimana upaya penanganan yang tepat, serta cara mengontrol gejala-gejala kondisi medis tersebut dengan baik sehingga tidak menyebabkan komplikasi dan memicu stroke.11. Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Granostic Meskipun sangat fatal, stroke terkadang memiliki gejala awal yang ringan dan sangat umum. Akibatnya, banyak penderita stroke baru yang tidak menyadari gejala-gejala tersebut.Nah, Sobat Granostic, hal inilah yang membuat tes kesehatan sangatlah penting untuk Anda lakukan secara rutin. Tak hanya untuk mendeteksi stroke, ketika tes kesehatan rutin Anda bisa menemukan masalah-masalah kesehatan lain sejak dini dan melakukan penanganan tepat untuk meminimalisir dampaknya.Klinik Granostic dapat menawarkan layanan tes kesehatan terlengkap untuk Anda, demi mendeteksi stroke sejak dini. Misalnya pemeriksaan fisik, tes darah lengkap, CT Scan, dan banyak lainnya.Yuk, Sobat, lindungi diri dan keluarga Anda dari stroke dengan cek kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Apa Itu Stroke? Intip Gejala, Jenis Hingga Penyebabnya
Meski sering dialami dan dikaitkan dengan lansia, kenyataannya stroke bisa terjadi pada siapapun, utamanya yang memiliki gaya hidup kurang sehat. Lantas sebenarnya apa itu stroke? Bagaimana gejala dan apa saja penyebabnya?Disebut sebagai fenomena fatal dalam dunia medis, karena stroke menyerang saluran otak dan menyebabkan sel-sel pada Sebagian area otak mengalami kematian.Gejala awal penyakit stroke pun tak hanya dialami orang-orang berumur 60 tahun lebih, namun dapat terjadi juga pada seseorang yang berusia lebih muda dari usia tersebut. Meski dapat dikenali, terkadang penderita stroke pun tak menyadari bahwa ia mengalami gejala tersebut.Nah, jika dibiarkan tanpa diperiksa dan ditangani sedini mungkin, tentu akan menambah faktor risiko dampak fatalnya pada kesehatan. Untuk itu, penting bagi Anda memeriksakan diri ketika mengalami gejala awal dari stroke ini.Namun sebelum itu, mari kita simak dulu penjelasan mengenai ‘apa itu stroke?’ lewat penjelasan berikut ini:Mengenal StrokeKetika mendengar kata stroke, Anda pasti sudah mengaitkan kondisi ini dengan keadaan tubuh yang kaku separuh hingga seluruhnya. Hal ini tidaklah salah, karena bahkan stroke ringan bisa menyebabkan kelumpuhan di anggota tubuh tertentu. Biasanya pada wajah, tangan, dan kaki.Lantas sebenarnya apa itu stroke?Stroke merupakan gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti pembekuan darah (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah dalam otak (hemoragik).Ketika terjadi stroke artinya ada penyumbatan darah, akhirnya otak kita tidak akan mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen. Hal ini kemudian akan menyebabkan sel-sel pada Sebagian area otak akan mati.Nah, kondisi ini akan menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Karenanya, umumnya Anda akan menemukan seorang penderita stroke akan mengalami kelumpuhan ringan pada sebagian tubuh mereka.Perlu Anda ingat, bahwa stroke adalah kondisi gawat darurat yang harus ditangani segera. Sebab sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit Ketika serangan terjadi.Dengan melakukan pendiagnosisan dan penanganan medis yang tepat dan cepat, maka Anda dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah adanya kemungkinan komplikasi.Jenis StrokeSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa serangan stroke ini terjadi karena adanya gangguan pada aliran darah ke otak karena kondisi medis tertentu. Nah, berdasarkan penyebab gangguan tersebut, berikut dua jenis stroke yang perlu Anda tahu:1. Stroke IskemikYang dimaksud dengan stroke iskemik adalah jenis serangan stroke yang terjadi saat aliran darah pada pembuluh arteri di dalam otak mengalami penyumbatan.Kondisi ini dapat terjadi karena adanya pembentukan gumpalan darah pada pembuluh darah organ lain dalam tubuh. Juga akibat penumpukan plak pada arteri, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengurangi volume aliran darah yang mengarah ke otak.2. Stroke HemoragikSementara itu, jenis stroke hemoragik merupakan serangan stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini sangatlah berbahaya dan perlu penanganan segera untuk mencegah dampak fatalnya pada penderita.Sebab, serangan stroke hemoragik ini akan mengancam fungsi otak karena menghambat atau membuat aliran oksigen pada arteri di otak akan terhenti.Penyebab StrokeMelihat bagaimana gawatnya stroke ini untuk penderitanya, Anda perlu mengetahui faktor penyebab terjadinya serangan stroke berikut:1. Stroke IskemikBeberapa kondisi yang memungkinkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah arteri di otak, serta menimbulkan serangan stroke iskemik antara lain:Kondisi atrial fibrilasi: dapat menyebabkan gumpalan di jantung, yang mampu bergerak maju menuju otak melalui aliran darah.Aterosklerosis: penumpukan plak pada dinding arteri, yang menyebabkan pembuluh arteri mengeras lalu menyempit, sehingga timbul penyumbatan. Selain itu, plak ini pun dapat pecak, yang kemudian akan terbawa dan bergerak menuju otak, kemudian menyebabkan terjadinya stroke iskemik ini.Gangguan pembuluh darah kecil: yang terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada pembuluh darah kecil di otak.2. Stroke HemoragikPecahnya pembuluh darah otak, yang mengakibatkan stroke hemoragik, dapat terjadi karena beberapa hal, seperti:Mengalami cedera kepala yang parah.Penggembung dinding pembuluh darah otak yang lemah, baik karena tekanan darah maupun factor kelainan sejak lahir.Mengalami atau mengidap hipertensi.Kelainan pada pembuluh darah yang menyebabkan banyak risiko pendarahan, seperti hemophilia.Mengidap tumor otakSerta efek samping konsumsi obat-obatan pengencer darah.Gejala StrokePada awal terjadi, stroke dapat memiliki gejala yang ringan, sehingga terkadang tidak begitu disadari oleh pengidapnya. Akan tetapi, bila gejala stroke ini diiringi dengan gejala lainnya dan terjadi secara berkepanjangan, maka Anda perlu lebih waspada dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.Agar Anda tidak salah mengenali, simak beberapa gejala awal yang secara umum sering dirasakan oleh penderita stroke:Sakit kepala, yang dalam kasus tertentu juga disertai dengan rasa mual dan ingin muntah.Sulit berbicara dan susah untuk memahami perkataan orang lain.Mengalami kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu.Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba, seperti mata buram atau gelap.Tips Penanganan StrokeUntuk mencegah komplikasi dan meminimalisir dampaknya, berikut ini tips penanganan stroke yang harus Anda pahami:1. Stroke IskemikPenanganan stroke iskemik perlu melalui prosedur pemeriksaan Kesehatan agar diperoleh diagnosis yang akurat. Bentuk pemeriksaan tersebut dapat berupa pemeriksaan fisik, kondisi tekanan darah, melakukan CT scan dan MRI, hingga Ekokardiogram.Setelah mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter akan memberikan arahan penanganan dan pengobatan yang efektif untuk mengatasi stroke iskemik. Misalnya dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu dan menerapkan prosedur endovascular.2. Stroke HemoragikSama halnya dengan stroke iskemik, Anda pun perlu melalui prosedur pemeriksaan kesehatan untuk memperoleh diagnosa yang akurat. Proses diagnosis ini dilakukan dengan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, tes darah lengkap, angiografi otak, dan pungsi lumbal.Selanjutnya, dokter akan menarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan dan memberikan diagnosa, serta menyarankan penangannya. Dalam hal ini bisa dengan meresepkan obat kejang, pereda sakit kepala, pengontrol tekanan darah, hingga pembedahan dan terapi stroke hemoragik.Baca Juga: Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari SelengkapnyaCek Berkala Gejala Stroke di GranosticStroke pada awalnya, dapat memberikan gejala yang ringan dan cukup umum, sehingga membuat penderitanya tak sadar mengalaminya. Akan tetapi, tentu saja kondisi ini bisa bertambah buruk untuk bila tidak ditangani dengan segera dan tepat.Karenanya, penting untuk Anda melakukan cek kesehatan secara rutin dan utamanya bila merasakan adanya gejala stroke di Klinik Granostic.Mengapa Klinik Granostic?Sebab Klinik Granostic memiliki peralatan cek kesehatan lengkap dan termutakhir, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih mendetail dan akurat. Ditambah, ketika menjalani prosedur pengecekan ini, Anda tidak akan sendirian. Melainkan akan didampingi oleh tenaga kesehatan profesional dan dokter spesialis Klinik Granostic.Yuk, jaga kesehatan diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan rutin melakukan cek kesehatan di Klinik Granostic!
Yuk Cek Kesehatan Anak Secara Berkala di Granostic
Halo, Sobat Granostic! Memantau kesehatan anak tak hanya perlu Anda lakukan saat Si Kecil masih bayi hingga berusia di bawah lima tahun. Namun, cek kesehatan anak secara rutin di masa pertumbuhan juga sangatlah penting. Apalagi ada Klinik Granostic yang menawarkan berbagai layanan cek kesehatan anak terlengkap.Medical check up (MCU) merupakan serangkaian prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit kronis atau kesehatan seseorang sedini mungkin. Selama ini pemeriksaan Kesehatan ini umumnya dilakukan oleh orang dewasa atau orang tua saja. Padahal anak-anak pun membutuhkan pengecekan Kesehatan secara rutin juga, khususnya di masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.Terlebih pertumbuhan merupakan indikator penting yang menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Selain itu, prosedur MCU ini pun akan membantu memberikan sinyal peringatan pada orang tua ketika anaknya mengalami berat badan kurang atau lebih dari yang seharusnya.Nah, prosedur cek kesehatan anak ini sebenarnya cukup beragam, mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan sebagainya. Karenanya, saat memilih layanan kesehatan yang tepat, Anda pun harus mempertimbangkan kelengkapan pelayanan dan tenaga ahli yang ada.Menyadari hal ini, Klinik Granostic hadir sebagai penyedia layanan cek kesehatan anak terlengkap dengan tenaga medis ahli yang menemani Anda. Berikut ini langkah-langkah cek kesehatan anak di Klinik Granostic:1. Hubungi Granostic Untuk Membuat Janji TemuLangkah pertama melakukan untuk melakukan cek kesehatan di Klinik Granostic adalah dengan menghubungi customer service untuk membuat janji temu. Ketika menghubungi tim customer service Anda bisa meminta jadwal praktek dan profil dokter spesialis yang ingin Anda tuju. Anda dapat menyesuaikan kunjungan dengan jadwal praktek yang diberikan tersebut.Keuntungan melakukan cek kesehatan anak di Klinik Granostic adalah prosedurnya yang mudah. Misalnya, Anda dapat melakukan pendaftaran antrian atau membuat janji temu ini secara online. Hanya dengan klik tombol di bawah ini dan Anda akan terhubung dengan customer service Klinik Granostic!2. Diskusikan dengan Dokter Mengenai Kesehatan AnakSetelah melakukan penjadwalan, Anda dapat langsung mengunjungi klinik kami sesuai dengan janji temu yang dibuat. Bersama dokter kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai kondisi kesehatan anak Anda. Sebagai bagian dari konsultasi ini, dokter Klinik Granostic pun akan memberikan pertanyaan seputar gaya hidup anak, pola makan, dan kondisi kesehatan fisik Si Kecil.Usakahan untuk mendiskusikan aspek-aspek kesehatan anak ini secara rinci. Sehingga dokter dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan anak. Serta bagaimana upaya-upaya yang efisien dan efektif untuk meningkatkan kondisi kesehatan anak, serta mengoptimalkan masa pertumbuhan anak sesuai dengan keadaan mereka saat ini.Sebelum melakukan diskusi, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal yang akan mempermudah dokter untuk mendiagnosis dan menentukan penanganan yang tepat untuk anak, seperti:Keluhan dan gejala masalah Kesehatan yang dialami anakRiwayat penyakit anak dan anggota keluarga AndaRiwayat Kesehatan Ibu ketika hamilBagaimana Riwayat persalinan anak?Catatan kelengkapan imunisasi yang diberikan pada anakDaftar obat dan suplemen yang dikonsumsi anak, yang dapat menimbulkan alergi, dan sebagainyaSerta catatan perubahan tinggi dan berat badan anakSelain beberapa hal di atas, Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter anak secara langsung. Misalnya mengenai tips meningkatkan nafsu makan anak.3. Pemeriksaan FisikSetelah melakukan diskusi, cek kesehatan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pada prosedur ini, dokter akan memeriksa kondisi fisik anak secara menyeluruh. Selain dapat mendeteksi adanya gejala penyakit yang tampak secara fisik, pemeriksaan fisik ini pun akan membantu menyimak bagaimana tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Berikut prosedur pemeriksaan kesehatan fisik anak di Klinik Granostic:Pemeriksaan tinggi badan anakPemeriksaan berat badan anakPemeriksaan berat massa tubuh anakTes kesehatan mata anakdan banyak lainnyaSetelah melakukan pemeriksaan fisik lengkap, dokter anak akan menyarankan pemeriksaan lanjutan yang lebih spesifik bila ditemukan gejala-gejala kesehatan tertentu yang tidak biasa. Sehingga diperoleh gambaran yang lebih jelas pada kondisi kesehatan Si Kecil.4. Tes LaboratoriumProsedur selanjutnya dalam cek Kesehatan anak di Klinik Granostic adalah pemeriksaan laboratorium. Jenis prosedur ini sangatlah penting, yang dilakukan dengan mengambil sampel tertentu dari tubuh anak. Tujuan dari pemeriksaan laboratorium ini adalah untuk mendeteksi berbagai kemungkinan adanya gangguan Kesehatan pada organ dalam tubuh anak. Beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan di Klinik Granostic antara lain:Pemeriksaan darah lengkapCek fesesTes urinPemeriksaan organ dalam tubuh anak, misalnya ginjal dan hatiPemeriksaan kadar kolesterol dengan tes profil lipidTes kadar gula darah anak dan banyak lainnya5. Konsultasi dan Diskusi dengan Dokter AnakAnda dapat memanfaatkan Waktu konsultasi ini semaksimal mungkin, dengan mendiskusikan aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebab tidak hanya memberikan penanganan medis pada anak-anak yang sakit, dokter anak Klinik Granostic pun dapat memberikan layanan Kesehatan untuk mencegah atau menurunkan risiko infeksi penyakit pada Si Kecil.Selain itu, dalam konsultasi kesehatan dokter anak Klinik Granostic pun akan memberitahu Anda mengenai bagaimana cara merawat anak selama sakit dan menjalani pengobatan. Juga memberikan arahan bagaimana cara memantau tumbuh kembang anak, serta menjaga kondisi fisik dan mental anak agar stabil.  Nah, Sobat Granostic, itu adalah lima langkah cek Kesehatan anak di Klinik Granostic bersama dokter spesialis kami. Mudah, bukan?Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan anak di Klinik Granostic. Kami menyediakan berbagai paket MCU anak yang lengkap, dan didampingi oleh tenaga ahli dan dokter spesialis anak yang profesional.Proses pemeriksaan ini akan dilakukan secara menyeluruh, dari ujung rambut hingga kaki. Sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang akurat dan lengkap, dan memberikan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat sasaran. Selain itu, pendaftaran konsultasi pun dapat dengan mudah Anda lakukan lewat klik tombol WhatsApp di pojok kiri bawah artikel ini. Pilih dokter praktek dan jadwal kunjungan yang paling pas dengan kebutuhan Anda serta Si Kecil.Selain itu, jika Si Kecil mengalami atau mengeluhkan gejala yang tidak biasa, segera kunjungi Klinik Granostic di Surabaya. Klinik Granostic ditenagai oleh dokter spesialis dan tenaga Kesehatan ahli, juga memiliki peralatan medis termutakhir, sehingga dapat memberikan tindakan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh anak.Mari Jaga Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil Bersama Klinik Granostic!Setelah prosedur cek kesehatan anak tersebut dilakukan, Anda dapat kembali mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama dengan dokter anak Klinik Granostic. Dokter anak Klinik Granostic akan memberikan diagnosis sesuai dengan hasil pemeriksaan. Serta memberikan saran penanganan dan perencanaan upaya pendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan data tersebut.
Apa Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak Selama Liburan?
Libur akhir semester memang jadi momen paling menyenangkan untuk anak-anak, khususnya dengan menghabiskan waktu mereka untuk bermain. Supaya Si Kecil dapat menikmati waktu mereka dengan maksimal, sangat penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak selama liburan.Menjadwalkan perjalanan panjang, aktivitas luar ruangan yang penuh petualangan, serta kegiatan menarik lainnya sangat cocok untuk mengisi waktu libur anak. Rencana liburan bersama anak ini pun harus disiapkan dengan matang, termasuk yang berkaitan dengan masalah kesehatan anak.Ini karena kondisi fisik dan sistem imun anak tidak sematang orang dewasa. Karenanya, anak-anak pun akan rentan mengalami kelelahan dan lebih mudah terserang penyakit, seperti demam atau pilek.Selain itu, ada beberapa alasan penting lainnya terkait menjaga kesehatan anak selama liburan. Apa saja?1. Mencegah Penyakit dan InfeksiSelama pergi berlibur, khususnya keluar kota atau berkemah, memungkinkan anak-anak untuk beradaptasi di lingkungan baru. Sudah sepatutnya juga bahwa Anda pun memiliki kontrol yang rendah terkait kondisi lingkungan tempat tujuan berlibur Anda.Karenanya, sangat penting untuk memperhatikan bagaimana kondisi anak sebelum berangkat berlibur. Pastikan anak-anak dalam kondisi prima, sehingga tidak mudah tertular atau terinfeksi virus penyakit.Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang anak-anak antara lain:Demam, pilek, dan radang.BronkitisRespiratory syncytial virus (RSV)KonjungtivitisPolioSinusitisdan banyak lainnya.Meski anak-anak sudah mendapatkan berbagai imunisasi saat masih bayi dan dalam masa perkembangan, kebiasaan yang sehat dan gaya hidup yang bersih pun harus tetap dilakukan untuk menjaga kesehatan anak.Karena penyebaran virus dan bakteri ini sangat mudah terjadi apabila sistem imun anak lemah, serta hidup dengan kebiasaan tak higienis.2. Menjaga Kesehatan Mental dan EmosionalTak hanya memantau perkembangan dan kesehatan fisik anak saja, sebagai orang tua Anda pun bertanggung jawab terhadap stabilitas mental serta emosi anak. Karena sama seperti orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stres dan depresi.Pemicu stress pada anak pun cukup beragam, misalnya berada pada situasi yang baru, harus berpisah dengan orang tua, ada banyak keinginan yang tidak tercapai, beragam tuntutan dari orang tua, hingga aktivitas di sekolah yang kurang menyenangkan.Anda dapat menyimak kesehatan mental dan emosional anak ini dari perilaku mereka. Anak-anak yang merasa stress dan sedang emosional biasanya akan cenderung mudah marah, kesulitan tidur dan mengalami mimpi buruk, hingga mengalami ketakutan yang berlebihan.Dampak stres yang dialami anak-anak ini pun akan berimbas pada kondisi kesehatan mereka. Kondisi ini dapat merangsang perubahan respon imun, yang kemungkinan dapat berkembang menjadi penyakit imunologi.Sebab dalam sebuah penelitian yang sama, menyebutkan bahwa anak-anak yang tanggal dalam lingkungan dengan tekanan psikologis tinggi akan menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang rendah.Nah, Sobat, liburan memang bertujuan untuk membuat anak bergembira. Akan tetapi jangan sampai Anda salah langkah dalam mengatur strategi, yang justru membuat anak merasa tertekan dan terpaksa pada momen tersebut.Sebelum menyusun rencana liburan, Anda bisa bertanya atau mendiskusikan langsung dengan Si Kecil. Misalnya menanyakan mengenai destinasi wisata yang ingin mereka kunjungi, serta kegiatan apa saja yang ingin mereka lakukan selama liburan.Sebagai orang tua, Anda dapat mengatur kegiatan tersebut dengan aman, serta memastikan bahwa anak-anak tetap dapat mengembangkan pengetahuan dan kreativitas mereka selama berlibur.3. Membentuk Kebiasaan SehatSebagai bentuk menjaga kesehatan anak selama liburan lainnya, Anda bisa menerapkan dan mengajari anak-anak kebiasaan yang sehat.Kebiasaan sehat yang dapat Anda ajarkan pada anak ini mencakup banyak hal, seperti:Mengajarkan anak untuk tidak menyentuh mata sebelum mencuci tangan.Membiasakan selalu mencuci tangan saat hendak makan ataupun minum.Meminimalisir berbagi peralatan makan dengan teman mereka.Menggunakan tisu atau sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung saat bersin.Memberi tahu orang tua bila mereka merasa tidak enak badan.Membiasakan untuk tidur tepat waktu dan cukup.Rajin berolahraga dan tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk bermain gadget.Membiasakan sarapan dengan menu sehat dan tidak pilih-pilih makanan.Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya efektif untuk mencegah penularan penyakit. Namun juga membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak.4. Meningkatkan Energi dan Kesiapan BelajarPentingnya menjaga kesehatan anak selama liburan yang lainnya adalah dapat meningkatkan energi dan kesiapan untuk kembali belajar. Sebab, saat berlibur anak-anak akan kembali mengisi energi mereka dengan semangat baru.Apalagi bila Anda telah menjadwalkan rencana liburan yang menyenangkan, edukatif, serta memberikan pengalaman-pengalaman baru yang menarik minat anak.Misalnya dengan mengajak anak berkemah bersama di tepi pantai yang syahdu. Kegiatan ini akan membantu memberikan pengalaman baru pada anak, khususnya berkaitan dengan pengenalan alam.Anda pun dapat mencontohkan kerja sederhana dan kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang, seperti memasak bersama, saling bahu membahu untuk membangun tenda, dan banyak lainnya.Karena pengalaman yang menarik dan menyenangkan inilah, anak akan dapat menemukan kembali semangatnya ketika masuk sekolah. Mereka pun dapat membagikan pengalaman liburan bersama keluarga dengan teman-teman di sekolah.Medical Check Up Anak di Klinik GranosticNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apa saja pentingnya menjaga kesehatan anak saat liburan. Sudahkah Anda memeriksakan kesehatan anak sebelum berangkat berlibur bersama?Melakukan medical check up (MCU) sebelum pergi berlibur dapat membuat Anda memahami bagaimana kondisi kesehatan fisik dan psikologis anak. Dengan begitu, Anda bisa mengatur jadwal dan memilih kegiatan liburan yang cocok dengan kondisi anak, serta membuat acara liburan jadi lebih optimal.Anda dapat melakukan MCU untuk anak ini di Klinik Granostic. Kami menyediakan berbagai pelayanan kesehatan anak dan ibu yang lengkap, seperti:MCU untuk bayi lahir dengan rentang usia 3-5 hari.MCU untuk anak usia 1-3 tahun.Pemeriksaan kesehatan untuk anak usia 3-5 tahun.Serta pemeriksaan kesehatan untuk anak usia 12-18 tahun.Kami pun memiliki tenaga kesehatan ahli dan spesialis yang dapat membantu mendampingi Anda dalam proses pemeriksaan kesehatan anak. Termasuk dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, hingga dokter gizi.Selain itu, Klinik Granostic pun memiliki layanan Home Service yang dapat memudahkan Anda untuk terhubung dengan dokter spesialis kami, kapanpun dan dimanapun.Layanan Home Service ini memungkinkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter secara online di WhatsApp. Dokter kami akan menjawab keluhan Anda, melakukan pemeriksaan dengan wawancara dan bukti gambar (misal jika terjadi luka fisik), serta memberikan diagnosis yang akurat.Lewat layanan Home Service ini juga, dokter akan memberikan resep obat-obatan yang diperlukan. Serta memberikan arahan penanganan terhadap berbagai gejala atau masalah kesehatan lain yang anak rasakan selama liburan.Nah, Sobat Granostic, periksa dan konsultasi kesehatan bisa jadi lebih mudah dengan adanya layanan Home Service Klinik Granostic. Yuk, mulai konsultasi sekarang!
Apa Saja Contoh Aktivitas Anak Saat Liburan?
Menjelang liburan semester ini, apakah Sobat Granostic sudah merencanakan agenda liburan bersama anak? Atau justru masih bingung memilih contoh aktivitas seperti apa yang bisa menarik minat anak-anak saat liburan?Liburan sekolah merupakan momen yang paling dinantikan oleh anak-anak, setelah sibuk belajar dengan disiplin setiap hari. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajak anak-anak bermain, liburan, atau melakukan aktivitas menyenangkan Bersama.Tak hanya sebagai rekreasi, bermain Bersama anak juga dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial dan pengendalian diri pada anak, loh.Ada banyak contoh aktivitas menyenangkan dan menarik yang bisa Anda lakukan Bersama anak sepanjang liburan. Baik itu aktivitas di dalam maupun di luar rumah, berikut penjelasan lengkapnya:Aktivitas Luar RuanganBermain atau melakukan aktivitas di luar ruangan bersama anak dapat jadi salah satu alternatif rencana liburan yang Anda pilih. Sebab, ketika bermain di luar ruangan, anak-anak akan jadi lebih aktif dan suka berpetualang, melatih mereka untuk bersosialisasi secara natural, dan menumbuhkan kreativitas serta Imajinasi anak.Beberapa jenis aktivitas luar ruangan yang bisa Anda pilih antara lain:BerkemahMengajak anak untuk berkemah bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan dan baru untuk anak. Anda pun dapat memperkenalkan anak dengan alam, serta menyisipkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pelestarian lingkungan.Kegiatan ini pun dapat membuat rasa kebersamaan setiap anggota keluarga jadi semakin erat, mengasah kreativitas anak, juga menumbuhkan semangat petualangan mereka.BersepedaSifat anak-anak yang sangat aktif dan tak bisa diam akan sangat cocok dengan kegiatan luar ruangan satu ini. Ya, bersepeda bersama anak untuk mengisi liburan juga bisa Anda praktekkan bersama Si Kecil.Sambil bersepeda menyusuri taman atau kompleks perumahan, Anda dapat mengobrol dengan anak, memperkenalkan hal-hal baru yang mereka jumpai selama bersepeda.Selain itu, bersepeda pun memiliki banyak manfaat untuk anak, seperti membantu melatih fisik, keseimbangan, meningkatkan rasa percaya diri, bahkan bertemu dan membangun pertemanan baru.PiknikAktivitas luar ruangan lainnya yang bisa Anda coba untuk liburan anak adalah piknik. Kegiatan ini dapat mempererat hubungan orangtua dan anak, dengan cara duduk bersama, bermain, dan makan bersama.HikingSelain berkemah, Anda pun bisa menumbuhkan semangat petualangan dan memperkenalkan alam pada anak lewat hiking bersama. Kegiatan yang sangat bergantung pada olah fisik ini pun cocok untuk anak-anak yang aktif.Hiking juga memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak, termasuk pada kondisi kognitif, psikologis, dan kemampuan sosialisasi anak-anak.Namun untuk mulai hiking bersama anak ini, Anda harus menyiapkan segala sarana dan prasarana dengan seksama. Pilih jalur yang landai dan mudah untuk didaki anak, serta tidak terlalu berbahaya. Pastikan agar anak-anak merasa turut senang dan menikmati kegiatan hiking yang dilakukan bersama.Bermain di PantaiPantai pada dasarnya adalah destinasi wisata yang selalu jadi favorit keluarga Indonesia. Tak hanya memiliki pemandangan yang indah, hamparan pasir yang bersih dan luas ini pun dapat menjadi arena bermain anak-anak.Taman Hiburan atau Kebun BinatangSelanjutnya, Anda pun dapat mengajak anak-anak menghabiskan waktu liburan mereka di taman hiburan atau kebun binatang. Tak hanya dapat berpetualang dengan aman, anak-anak pun bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang binatang-binatang secara langsung.Aktivitas EdukatifSelain kegiatan di luar ruangan, Anda pun dapat mengisi liburan anak dengan berbagai aktivitas edukasi yang menyenangkan, seperti:Membaca BukuSobat Granostic, membaca buku bisa jadi aktivitas yang sangat penting untuk pertumbuhan anak. Khususnya dalam mempertajam kemampuan mereka dalam menganalisis bacaan, serta situasi-situasi tertentu yang dimunculkan dalam bacaan mereka.Agar membaca bersama ini terasa lebih menyenangkan, Anda bisa membuat kegiatan membaca nyaring bergantian dengan Si Kecil. Buat ekspresi-ekspresi yang unik, sesuai dengan karakter dalam buku bacaan agar anak tertarik.Anda juga dapat mengajak anak-anak berkunjung ke perpustakaan umum, menjelajahi toko buku, atau bertemu dengan teman-teman sebaya anak dan membicarakan buku kesukaan mereka bersama.Eksperimen SainsBelajar sains tak selalu membosankan, loh. Anda bisa menanamkan pemahaman yang sama pada Si Kecil dengan melakukan eksperimen-eksperimen ringan yang menyenangkan.Misalnya, membuat air mancur warna-warni dari botol bekas, mencampur warna untuk digunakan menggambar bersama anak, dan banyak lainnya.Mengunjungi MuseumMengunjungi museum dan menunjukkan barang-barang bersejarah pada anak juga bisa jadi aktivitas edukatif yang cocok dilakukan saat liburan. Apalagi di Indonesia sangat banyak museum yang bisa dikunjungi.Misalnya di Surabaya, Anda dapat mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, De Javasche Bank, Blockbuster Museum Surabaya, dan banyak lainnya. Sambil melihat koleksi-koleksi bersejarah di museum, Anda dapat menjelaskan nilai sejarah dengan narasi yang menarik agar anak-anak pun mau mendengarkan.Kelas OnlineMengikuti kelas online bersama anak pun bisa jadi pilihan aktivitas edukatif untuk liburan. Anda tak perlu mengikuti kelas yang terlalu serius, namun pilih kelas yang lebih santai dan bisa membantu anak-anak untuk bersenang-senang serta membentuk pertemanan baru.Kegiatan KreatifSelama liburan, Anda pun bisa mengajak anak-anak menghabiskan waktu bersama untuk melakukan kegiatan kreatif, seperti:Melukis dan MenggambarAnak-anak hampir selalu suka melukis atau menggambar. Anda bisa memanfaatkan sifat ini untuk mengasah kreativitas anak selama liburan, misalnya dengan memperkenalkan teknik menggambar yang baru, jenis-jenis alat lukis yang belum mereka tahu, dan sejenisnya. Sehingga anak-anak akan tertarik untuk bereksperimen menggunakan media dan alat baru yang belum mereka kenal sebelumnya.Kerajinan TanganKegiatan kreatif lainnya yang bisa dilakukan bersama anak adalah membuat kerajinan tangan bersama. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dan sesuaikan dengan minat anak. Misalnya membuat boneka dari kain bekas, membuat gundam dari kardus dan stik es krim, dan banyak lainnya.Menulis Cerita atau PuisiSelanjutnya, Anda pun dapat berkreasi bersama anak untuk menulis cerita atau puisi. Anda dapat menyesuaikan panjang dan tema kedua karya tersebut dengan kemampuan Si Kecil. Menulis cerita dan puisi bisa menjadi sarana yang ideal untuk membantu anak mengenali emosi mereka. Misalnya, Anda dapat membuat cerita atau puisi tentang hal yang mereka sukai dan tidak sukai. Setelah itu, Anda dapat mereaksi hasil karya mereka dengan memvalidasi emosi anak, atau memberikan edukasi mengenai suasana hati mereka tersebut.FotografiKalau anak Anda tipe yang suka sekali dengan hal-hal visual, mengasah kemampuan fotografi anak bisa jadi ide aktivitas liburan yang menarik. Anda dapat memperkenalkan pada anak-anak contoh-contoh hasil fotografi profesional, sesuai dengan minat mereka. Kemudian ajarkan bagaimana cara mengambil gambar sendiri dengan kamera atau ponsel. Setelah itu, Anda dapat mencetak foto tersebut bersama dan menyimpannya agar anak merasa bangga, serta sayang terhadap aktivitas tersebut.Aktivitas Fisik OlahragaLiburan sekolah yang panjang tentu tidak bisa dihabiskan dengan berlibur terus menerus, ya, Sobat. Karenanya, sebagai orang tua, Anda juga bisa menyiapkan rencana aktivitas yang menyenangkan selama di rumah, misalnya dengan berolahraga.Anda dapat mengajak anak untuk menari, melakukan yoga, workout ringan, lompat tali, hingga lempar tangkap bola di halaman rumah.Kegiatan SosialMelakukan kegiatan sosial bersama anak juga sangat baik untuk perkembangan emosi mereka. Kegiatan sosial pun akan memberikan pengalaman berarti untuk anak-anak, serta mengembangkan rasa empati mereka.Beberapa jenis kegiatan sosial yang bisa Anda lakukan bersama anak antara lain:- Ajak anak untuk bermain permainan dengan tema social.- Mengikuti kegiatan sosial yang melibatkan relawan.- Ajak anak untuk berbagi dengan sesama di kegiatan-kegiatan sosial.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apa saja contoh aktivitas anak di saat liburan yang bisa Anda coba. Selama berlibur, Anda pun harus tetap memperhatikan kesehatan dan kondisi fisik anak. Bila anak sakit selama liburan, Anda bisa langsung melakukan konsultasi secara online lewat layanan Home Service Klinik Granostic.Layanan Home Service ini membantu menghubungkan Anda dengan dokter spesialis anak profesional Klinik Granostic. Lewat layanan online ini, Anda dapat mengonsultasikan bagaimana kondisi anak, kemudian dokter akan memberikan diagnosis dan memberikan resep yang dapat Anda tebus di apotik mana saja.Yuk, lindungi kesehatan keluarga dan Si Kecil bersama Klinik Granostic!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message