Kenali Apa Itu Hepatitis? Pelajari Penyebab, Gejala dan Tips Mengatasi
09 Juli 2024
Hai, Sobat Granostic! Tahukah Anda, prevalensi hepatitis di Indonesia cukup tinggi, loh. Pada tahun 2024, di kota Tangerang tercatat sebanyak 2.422 kasus hepatitis B terdeteksi. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud hepatitis ini?Pada dasarnya, penyakit hepatitis sendiri merupakan masalah Kesehatan dunia. Sebab penyakit ini tak hanya ditemukan di Indonesia, namun juga menyebar di berbagai wilayah dunia termasuk negara-negara benua Eropa.Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini sangat mudah ditularkan melalui fekal-oral, misalnya dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis.Hepatitis dapat menyebabkan gangguan serius pada hati, bahkan bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. Seperti memicu gagal hati, sirosis hati, kanker hati, kolestasis, dan lainnya.Kabar baiknya, penularan hepatitis ini dapat dicegah dan jika tertular pun pasien dapat meminimalisir dampaknya dengan pengobatan yang tepat. Namun, sebelum terlalu jauh menjawab soal ini, mari simak dulu penjelasan mengenai apa itu hepatitis berikut.Mengenal Hepatitis Jika didefinisikan, hepatitis adalah suatu penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor. Selain virus, hepatitis pun dapat terbentuk karena kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun dan jenis obat-obatan tertentu. Pada kasus hepatitis kronis, virus hepatitis dapat berkembang biak secara perlahan dan mempengaruhi Kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Khususnya dalam mempengaruhi fungsi tubuh yang berkaitan dengan proses metabolisme.Kondisi ini terjadi karena hati merupakan organ yang sangat penting dalam proses metabolisme. Misalnya untuk menghasilkan empedu, menetralisir racun, mengaktifkan enzim, mengurai berbagai zat dalam pencernaan, dan banyak lainnya.Jenis Hepatitis Ada banyak jenis penyakit hepatitis yang dibagi berdasarkan tipe virus penginfeksinya, seperti:Hepatitis A: jenis hepatitis yang timbul akibat infeksi virus hepatitis A (HAV). Jenis hepatitis ini dapat menular dengan mudah dan cepat lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi. Karenanya, banyak kasus hepatitis A terjadi di lingkungan yang kurang sehat dan tingkat kebersihannya buruk.Hepatitis B: jenis ini terjadi karena infeksi virus hepatitis B (HBV). Penularan hepatitis B ini dapat melalui transfusi darah yang telah terkontaminasi, serta berhubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita. Selain itu, pada beberapa kasus, virus hepatitis B pun dapat ditularkan ibu hamil pada janinnya.Hepatitis C: dipicu oleh infeksi virus hepatitis C atau HCV. Penularan jenis hepatitis ini dapat melalui penggunaan jarum suntik yang tak steril atau bergiliran dengan penderita. Selain itu, dapat pula ditularkan lewat hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita.Hepatitis D: yang dipicu akibat infeksi virus hepatitis D atau HDV. Jenis ini memiliki risiko yang lebih tinggi pada seseorang yang punya riwayat penyakit hepatitis B. Sebab, ada kemungkinan besar bahwa seseorang dapat terinfeksi hepatitis B dan D secara berurutan serta bersamaan.Hepatitis E: teradi karena infeksi virus hepatitis E atau HEV. Jenis ini dapat ditularkan lewat makanan atau minuman yang sebelumnya telah terkontaminasi. Umumnya jenis ini pun sering ditularkan pada lingkungan yang tak sehat dan kurang bersih.Penyebab Hepatitis Telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa penyebab hepatitis cukup beragam. Namun secara garis besarnya, hepatitis dapat disebabkan oleh dua faktor berikut:1. Virus Salah satu penyebab utama dari penyakit hepatitis adalah serangan virus. Akan tetapi jenis virus hepatitis ini tidaklah sama, namun ada lima jenis yang dinamai virus hepatitis A (HAV), B (HBV), (HCV), D (HDV), dan E (HEV).Kelimanya dibedakan karena gejala, cara penularan, dan efeknya pada pasien pun berbeda. Misalnya, hepatitis A dapat ditularkan lewat makanan atau minuman, sementara hepatitis B ditularkan lewat hubungan seksual tanpa pengaman. Begitupun ketiga jenis hepatitis lainnya yang juga memiliki karakteristik sendiri.2. Penyebab Non-virus Selain virus, hepatitis pun bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti:Kondisi autoimun: terjadi karena sistem imun salah mengira bahwa hati adalah organ yang berbahaya sehingga menyerangnya. Ini kemudian memicu peradangan pada hati secara berkelanjutan, dari skala ringan hingga berat dan umumnya menghambat fungsi hati.Hepatitis neonatal: yang hanya terjadi pada bayi dalam rentang usia satu hingga dua bulan setelah kelahiran.Hepatitis alkoholik: yang terjadi akibat mengonsumsi alkohol secara berlebihan.Toxic hepatitis: terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu yang melebihi dosis, juga paparan senyawa kimia beracun.Hepatitis akibat cacing hati: infeksi opisthorchiidae dan fasciolidae yang dapat terjadi karena sering mengonsumsi makanan mentah atau belum matang. Hepatitis akut misterius: yang terjadi secara mendadak namun penyebabnya belum benar-benar diketahui.Gejala Hepatitis Pada awal infeksinya, hepatitis bisa saja menunjukkan gejala yang sangat ringan hingga sulit terdeteksi.Gejala hepatitis sendiri umumnya baru timbul saat tubuh mengalami kerusakan hingga memengaruhi fungsi hati.Gejala hepatitis ini dapat kita bedakan dari jenis tingkat keparahannya, seperti:1. Gejala Hepatitis Akut Pertama kali dilaporkan di Inggris pada tahun 2022, hepatitis akut diduga berasal dari Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll, yang menyerang saluran pencernaan dan pernapasan pasien (Oswari dalam Kemenkes, 2022).Beberapa gejala hepatitis akut antara lain:Pasien mengalami mual dan/atau muntah,Mengalami diare berat,Urin pasien berwarna pekat,Juga BAB tampak berwarna putih pucat.2. Gejala Hepatitis Kronis Jika dibandingkan dengan hepatitis akut, kasus hepatitis kronis cukup jarang terjadi. Akan tetapi kondisi ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih panjang, serta virus hepatitis dapat berkembang biak dalam tubuh.Beberapa gejala pada pasien hepatitis kronis antara lain:Terjadi perubahan warna pada kulit dan bagian putih mata menjadi kuning. Kondisi ini terjadi karena deposit bilirubin berlebihan.Terjadi pembesaran limpa, spider angioma, penurunan fungsi otak, yang menandakan hepatitis telah berkembang menjadi sirosis.Pasien mengalami masalah pembekuan darah.Mengalami penurunan fungsi otak akibat kerusakan hati yang semakin parah.Tinja pasien berwarna terang.Tips Mengatasi Hepatitis Ketika mengalami gejala-gejala di atas, Anda jangan larut dalam rasa panik dan gelisah. Langsung periksakan diri ke dokter untuk mengatasi penyakit hepatitis yang dialami.Berikut ini beberapa tips mengatasi hepatitis yang perlu Anda ketahui.1. Berdasarkan Jenis Pertama, pengobatan penyakit hepatitis ini dapat disesuaikan dengan jenis virus yang menginfeksinya. Pada hepatitis A, B, dan E akut jarang dilakukan penanganan yang spesifik. Namun, focus pada meredakan gejala-gejala hepatitis yang muncul pada pasien.Selain itu pemberian obat pun harus dilakukan dengan hati-hati, karena pasien hepatitis mengalami gangguan fungsi hati.Namun bila penyakit hepatitis yang timbul kronis, dokter akan meresepkan obat antivirus yang dapat menghambat perkembangbiakan virus pada tubuh. Pemberian antivirus ini pun dapat mencegah kerusakan pada hati lebih lanjut. Pengobatan ini pun dapat diterapkan pada pengidap hepatitis B atau C kronis.2. Hepatitis Alkoholik Sementara pada hepatitis yang disebabkan oleh alkohol, yang paling Utama adalah menghentikan konsumsi minuman beralkohol. Dokter pun akan merekomendasikan diet yang sehat seperti mengonsumsi sayur, buah, dan suplemen vitamin untuk memenuhi nutrisi tubuh.Selain itu, dokter akan meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan gejala dan kondisi pasien. Pada skala keparahan tertentu, dokter juga sangat mungkin untuk merekomendasikan melakukan transplantasi hati.3. Hepatitis Obat atau Racun Metode yang digunakan untuk mengatasi hepatitis dari toxin (obat-obatan dan paparan zat berbahaya), adalah dengan menghindari dan mengatasi penyebab utamanya. Ketika penanganan ini dilakukan dengan tanggap, maka perkembangan kerusakan jaringan liver akan dapat dihindari.4. Hepatitis Autoimun Untuk hepatitis yang disebabkan oleh autoimun, maka pengobatannya akan menggunakan obat imunosupresan. Tujuannya untuk menekan sistem imun agar tidak menyerang organ hati.Pencegahan Dengan Pantau Kesehatan di Granostic Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai hepatitis yang perlu Anda ketahui. Mulai dari definisi, gejala, jenis-jenis, juga bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.Seperti pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, konsep yang sama pun dapat Anda terapkan dalam kasus penyakit hepatitis ini.Karena meski mudah ditularkan, hepatitis juga tak mustahil untuk dicegah. Selain mengontrol gaya hidup, membatasi kegiatan seksual yang tidak aman, serta memperhatikan kebersihan lingkungan. Anda pun perlu melakukan pemantauan kesehatan secara rutin di klinik terpercaya, seperti Granostic!Baca Juga: Apa Tips Pencegahan Hepatitis yang Perlu Diketahui?Kami menyediakan layanan cek kesehatan lengkap dengan teknologi termutakhir, juga didampingi oleh tenaga medis profesional dan dokter spesialis berpengalaman. Karenanya, hasil pemeriksaan kesehatan di Granostic akan terjamin akurasinya, juga melalui pelayanan yang tanggap dan efisien.Selain itu, Granostic pun menyediakan layanan Home Service yang memungkinkan Anda untuk terhubung dengan tim medis kami secara daring. Lewat layanan ini pula, Anda dapat mengatur janji temu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi.Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari hepatitis dengan rutin cek kesehatan di Granostic!

