Bagaimana Memantau Kesehatan Ibu Hamil Agar Bayi Terhindar Polio?
![]()
Polio merupakan penyakit menular yang kerap menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menimbulkan kelumpuhan mendadak, hingga menyebabkan kematian pada anak. Tahukah Anda pencegahan penularan polio ini bisa dilakukan sejak ibu mengandung?
Meski pada tahun 2014 Indonesia telah dinyatakan bebas dari polio oleh WHO, tidak lantas kasus polio hilang sama sekali. Kenyataannya hingga saat ini di beberapa wilayah Indonesia masih ditemukan kasus-kasus baru polio, meski tidak masif.
Infeksi polio pada anak sangat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan hidup anak di masa mendatang. Sebab, dalam kasus berat, polio bisa menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan permanen pada anak.
Tak hanya itu, setelah sembuh dari polio pun anak di masa mendatang akan merasakan gejala pasca polio. Gejala ini dapat muncul dalam 15–40 tahun sejak pertama kali anak terinfeksi polio.
Namun, Sobat Granostic tak perlu panik. Karena Anda dapat mengupayakan agar bayi terhindar dari polio dengan rutin memantau kesehatan ibu hamil. Seperti apa caranya? Langsung simak penjelasan di bawah ini, ya!
1. Imunisasi Ibu
Agar bayi terhindar dari polio, di samping memantau kesehatan dan kondisi ibu hamil secara berkala, Anda pun bisa mengambil imunisasi khusus ibu. Imunisasi ini tak hanya baik untuk diri ibu hamil sendiri, namun untuk menjaga Kesehatan Buah Hati yang masih berada dalam kandungan.
Selain itu, imunisasi selama kehamilan juga dapat menjadi pertahanan pertama terhadap infeksi penyakit tertentu saat Si Kecil lahir. Karena imunisasi ini akan meningkatkan antibodi Ibu sehingga memberikan manfaat yang lebih baik pada penyaluran antibody ke jabang bayi Anda.
Beberapa jenis imunisasi yang dianjurkan untuk Anda lakukan selama hamil:
- Pertusis aseluler (Tdap), yang dilakukan saat usia kehamilan Anda di rentang 27–36 minggu. Berguna untuk mencegah ibu dan
- Buah Hati Anda terhadap infeksi tetanus, difteri, pertussis.
- Difteri toksoid, membantu membangun sistem imun untuk melawan bakteri penyebab penyakit difteri.
- Pneumokokus, imunisasi ini umumnya direkomendasikan untuk ibu yang menderita penyakit ginjal dan diabetes. Sehingga baik Anda maupun Buah Hati memiliki perlindungan terhadap beberapa bentuk penyakit pneumonia.
- Meningokokus, dapat menghindarkan ibu hamil dan Buah Hati dari risiko terjadinya peradangan selaput pembungkus otak dan saraf tulang belakang.
- Hepatitis A, yang penting didapatkan ibu hamil sebanyak 2 kali dosis dengan Jarak pemberian antara 6-18 bulan.
- Hepatitis, imunisasi ini sangat penting untuk melindungi ibu hamil dan janin dari risiko sirosis hati sampai kanker hati.
- Tetanus toksoid, imunisasi ini penting untuk mencegah penyakit tetanus yang dapat membuat Buah Hati lahir dengan mengidap tetanus neonatorum.
Kendati untuk menghalau polio perlu adanya vaksinasi, Anda tidak bisa mendapatkan vaksin polio selama kehamilan. Ini karena kedua jenis vaksin polio yang ada dapat menyebabkan efek tertentu pada janin Anda.
2. Kunjungan Prenatal
Langkah memantau kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari polio adalah rutin melakukan kunjungan prenatal. Pemeriksaan Kesehatan ibu hamil sangat penting untuk mendeteksi kondisi kehamilan, terutama apabila ada kecenderungan terjadinya kehamilan yang berisiko.
Misalnya, ibu hamil telah terinfeksi polio sebelum kehamilan, maka seringnya kehamilan dapat bertahan hingga persalinan. Dengan catatan Ibu Hamil tidak memiliki riwayat penyulit lainnya.
Sementara jika infeksi polio ini terjadi saat ibu hamil, terlebih saat hamil muda, maka sangat berisiko terjadi keguguran, persalinan, prematur akan lebih tinggi. Karenanya sangat penting untuk melakukan kontrol dan kunjungan prenatal secara rutin, agar Anda bisa mendapatkan arahan dan perawatan yang tepat berkaitan dengan kondisi kehamilan Anda.
Selama hamil, Ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala sebanyak 6 kali. Yakni 2 kali pemeriksaan di trimester pertama, 1 kali pemeriksaan di trimester kedua, dan 3 kali pemeriksaan di trimester ketiga.
Anda dapat melakukan kunjungan prenatal dan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan di Klinik Granostic. Bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya. Dengan pendekatan ramah dan profesional, kami dapat memberikan anjuran dan penanganan yang tepat, sesuai dengan kondisi ibu hamil dan perkembangan janin Anda.
3. Pemenuhan Nutrisi yang Baik
Menjaga kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari serangan virus polio selanjutnya adalah dengan pemenuhan nutrisi yang baik. Ini karena, kesehatan ibu selama kehamilan sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin, proses persalinan, hingga pertumbuhan bayi di masa mendatang.
Anda bisa memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dengan mempertimbangkan beberapa nutrisi berikut ini:
Asam folat sebanyak 400 mcg per hari, dapat diperoleh dari bayam, brokoli, kubis, jeruk, stroberi, roti gandum, hati ayam atau sapi, dan telur.
Protein dapat Anda peroleh dari kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, hingga susu dan berbagai produk olahannya.
Serat, dapat Anda peroleh dari berbagai jenis sayuran dan biji-bijian utuh, seperti tomat, kentang, brokoli, apel, jeruk, oatmeal, dan beras merah.
Kalsium, beberapa contoh makanan dengan kandungan kalsium adalah susu, yoghurt, keju, tahu, kacang almond, dan brokoli.
Lemak sehat, dapat Anda peroleh dari alpukat, minyak zaitun, keju, telur, kacang-kacangan, dan ikan rendah merkuri.
4. Kebersihan dan Higienis
Langkah selanjutnya untuk memantau kesehatan ibu hamil agar bayi tidak terkena polio adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini karena virus polio mudah tertransmisi lewat lingkungan yang kotor dan tercemar.
Pastikan Ibu Hamil mendapatkan dan menggunakan air yang bersih, baik untuk sanitasi maupun untuk dikonsumsi. Selain itu terapkan juga untuk membiasakan mencuci tangan sebelum makan ataupun minum.
5. Hindari Kontak dengan Penyakit
Virus polio pun dapat ditularkan lewat kontak dengan penderitanya, baik itu kontak langsung maupun tak langsung. Kontak langsung ini bisa terjadi lewat droplet saliva, bertukar makanan, dan banyak lainnya.
Karena saat hamil Anda tidak bisa mendapatkan vaksin polio, sebaiknya pastikan Anda beraktivitas di lingkungan yang bebas polio. Sebab, penularan polio selama hamil dapat memberikan dampak yang buruk untuk perkembangan janin, menyebabkan keguguran, hingga lahir prematur.
6. Kebersihan Lingkungan
Menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam mencegah penularan penyakit polio selama kehamilan. Ini karena virus polio lebih mudah ditularkan di lingkungan yang kotor, misalnya lewat air yang tercemar oleh kotoran atau feses dari pengidap polio.
Virus polio sendiri dapat bertahan lama di feses, yakni 3–6 minggu. Sehingga ketika Anda mencuci makanan dari air sungai yang sama, atau menggunakannya untuk kegiatan sanitasi, pun dapat menjadi faktor penularan dari virus polio itu sendiri.
7. Dukungan Emosional dan Fisik
Ingat, Sobat Granostic, hamil, melahirkan, dan membesarkan anak bukanlah tugas ibu hamil seorang. Perlu dukungan dari orang sekitar, utamanya pasangan untuk membuat proses kehamilan ibu berjalan dengan mudah hingga sehat sampai proses persalinan.
Ibu harus melewati banyak hal, termasuk menyuntikkan berbagai imunisasi, mengatur pola makan mereka dengan baik, dan harus selalu siaga terhadap perubahan kecil dalam tubuhnya selama proses kehamilan. Tentu dalam proses itu, Ibu membutuhkan dukungan emosional dan fisik. Apalagi, stres pun bisa menyebabkan daya tahan tubuh ibu menurun dan lebih rentan untuk terserang virus penyakit.
Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai bagaimana memantau kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari polio. Apakah Anda sudah siap untuk menjalankannya selama kehamilan?
Semua langkah di atas akan terasa berat bila Anda melakukannya seorang diri. Perlu adanya dukungan dari lingkungan dan pasangan agar Anda bisa melewati masa penuh makna ini dengan baik. Karenanya, Klinik Granostic hadir sebagai partner prenatal life terbaik untuk Ibu Hamil dan Buah Hati.
Bersama tenaga ahli kami, Anda bisa mendapatkan pelayanan yang lengkap, nyaman dan ramah, juga mudah. Dokter spesialis kandungan dan anak Klinik Granostic akan membantu mengiringi perjalanan Anda, sejak Si Buah Hati dalam kandungan hingga melewati masa pertumbuhannya.
Tak hanya itu, dengan layanan Home Service Klinik Granostic, Anda dapat menjangkau dokter spesialis kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya. Yap! Hanya dengan satu klik, Anda akan langsung terhubung secara online bersama dokter-dokter Klinik Granostic.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan seputar kehamilan dan anak di Klinik Granostic, Anda bisa tanya-tanya tim kami dengan klik tombol berikut, ya!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo

