Adakah Efek Samping Vaksin Polio?
![]()
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) vaksin polio sebaiknya diberikan pada bayi sejak mereka lahir. Namun, sebenarnya adakah efek samping dari vaksin polio ini?
Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus polio dan menyerang sistem saraf. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak balita, namun tidak menutup kemungkinan untuk orang dewasa juga terinfeksi polio.
Dampaknya yang sangat fatal pada kesehatan pada anak dan sifatnya yang mudah ditularkan, membuat polio harus diwaspadai. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga kesehatan global mendorong program vaksinasi polio pada anak secara berkala.
Namun, apakah ada efek samping dari vaksin polio untuk anak-anak?
Melansir dari Healthline, efek samping vaksinasi polio sangatlah jarang terjadi. Efek yang muncul bahkan sangat ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari saja. Jadi para orang tua pun tidak perlu terlalu khawatir untuk melakukan imunisasi pada si kecil.
Nah, di artikel ini kita akan membahas beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah melakukan vaksin polio pada anak berdasarkan jenis vaksin yang diberikan. Simak, ya!
Vaksin Polio Inaktif (IPV)
Disebut sebagai vaksin polio inaktif (IPV) karena jenis vaksin ini diberikan lewat menyuntikkan virus polio yang sudah tidak aktif ke dalam tubuh. IPV dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus polio dalam darah, namun tidak bekerja pada usus.
Efek Samping Umum
Pemberian vaksin polio IPV pun umumnya tidak menyebabkan efek samping. Namun ada juga beberapa keluhan ringan yang dapat dialami anak setelah proses penyuntikan vaksin, seperti:
1. Nyeri di Tempat Suntikan
Vaksin IPV diberikan dengan cara disuntikkan di lengan atas atau paha. Nah, Sobat Granostic, anak-anak akan merasakan nyeri di bagian tubuh yang disuntik ini.
Rasa nyeri karena suntikan imunisasi ini dapat bertahan 1–2 hari saja. Meski di beberapa kasus ada yang dapat bertahan lebih lama, namun rasa nyeri pasca vaksinasi atau imunisasi ini tidak perlu Sobat Granostic khawatirkan.
2. Demam Ringan
Selain nyeri pada area yang disuntik, anak-anak dan orang dewasa yang baru saja menyelesaikan vaksinasi juga berkemungkinan mengalami demam ringan.
Demam pasca imunisasi pada dasarnya bukanlah kondisi yang berbahaya, Sobat. Melainkan demam ini merupakan respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru dari gabungan vaksin yang disuntikkan. Karenanya terjadilah peningkatan suhu pada anak.
Jika anak mengalami demam ringan ini setelah imunisasi atau vaksin polio, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter untuk mendapatkan resep obat pereda nyeri dan demam pada anak.
Efek Samping Jarang
Selain kedua efek samping yang sangat umum terjadi saat polio di atas, ada beberapa efek lain yang cukup jarang terjadi. Hal ini karena setiap anak tentu memiliki sensitifitas dan kondisinya yang berbeda-beda.
Reaksi Alergi
Seperti halnya jenis obat dan vaksin lainnya, beberapa orang pun dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan yang terdapat vaksin polio. Meski begitu, risiko terjadinya alergi ini pun sangatlah jarang.
Jika terjadi alergi saat pemberian vaksinasi polio IPV ini, maka prosedurnya harus dihentikan. Terutama pada anak yang memiliki alergi berat terhadap obat neomycin, streptomycin, dan polymyxin B.
Vaksin Polio Oral (OPV)
Sama seperti namanya, vaksin polio oral (OPV) merupakan jenis vaksin polio yang diberikan dengan cara diteteskan pada mulut anak, serta dapat membentuk kekebalan di usus dan darah.
Ini karena penularan polio pun juga kerap melalui jalur fecal-oral, atau masuknya feses ke dalam mulut dan sistem pencernaan. Lingkungan yang kotor, air minum dan makanan yang terkontaminasi, hingga droplet saliva yang menempel di alat makan dapat membawa virus masuk ke dalam sistem pencernaan anak.
OPV juga dapat menimbulkan efek samping yang umum dan jarang seperti IPV. Berikut penjelasan mendetailnya:
Efek Samping Umum
OPV bekerja dengan cara membentuk kekebalan di bagian pencernaan anak. Karenanya gejala efek samping yang muncul pun umumnya berkaitan dengan sistem pencernaan anak.
Gejala Ringan di Saluran Pencernaan
Efek pada saluran pencernaan anak akibat OPV ini pun bersifat ringan. Gejalanya dapat berupa mual atau muntah, namun tidaklah parah. Namun bila anak mengalami ini dan Anda merasa sangat khawatir, lakukan konsultasi dengan dokter secara langsung untuk mendapatkan arahan penanganan yang tepat. Anda juga dapat meminta obat untuk meredakan mual atau muntah yang dialami anak.
Efek Samping Jarang
Selain efek yang umum terjadi pada pencernaan, OPV juga memiliki kemungkinan menyebabkan Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP), yang sangat jarang terjadi.
Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP)
VAPP dapat terjadi karena OPV dibuat dengan virus polio aktif yang telah dilemahkan, yang dapat menyebabkan kasus polio paralitik yang sporadik dan langka.
Penularan ini terjadi karena saat anak mendapatkan vaksinasi oral pertama mereka, virus dapat ditularkan lewat feses anak.
Menurut laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus ini pernah terjadi di Amerika pada tahun 2005. Dimana orang dewasa yang belum pernah divaksin polio sebelumnya tertular dari feses anak bayi mereka yang baru saja mendapatkan vaksin oral.
Karenanya, orang dewasa pun memerlukan vaksin polio yang tentunya sudah disesuaikan dosis dengan kebutuhan serta kondisi tubuh orang tersebut. Sebagai upaya penanganan, Anda bisa langsung melakukan tes dan mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda atau orang yang tertular pada dokter.
Sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh, menganalisis dan memberikan diagnosa yang tepat. Setelahnya penanganan dan prosedur pengobatan akan diberikan sesuai dengan kondisi pasien.
Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai adanya efek samping dari vaksin polio untuk anak-anak maupun orang dewasa. Secara umum pemberian vaksin ini tidak akan memberikan efek yang berbahaya pada anak. Melainkan hanya gejala ringan yang akan hilang dalam 1–2 hari saja.
Meski begitu, menjaga kesehatan anak juga sangat penting ketika akan melakukan vaksin. Sehingga proses imunisasi dan vaksinasi akan berjalan lancar.
Namun jika Sobat Granostic masih bimbang, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu. Dalam hal ini Anda dapat mempercayakan tim kesehatan dan dokter spesialis di Klinik Granostic.
Lewat penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap di Klinik Granostic, dokter spesialis anak kami dapat memberikan diagnosa yang akurat serta memberikan arahan yang sesuai dengan kondisi tubuh anak.
Begitupun saat anak mengalami efek samping setelah vaksin, Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter kami, baik dengan datang langsung ke klinik ataupun lewat layanan Home Service.
Layanan Home Service akan membantu Anda untuk terhubung dengan dokter anak Klinik Granostic secara online. Anda dapat mengonsultasikan kondisi dan keluhan anak, kemudian mendapatkan resep dan diagnosis secara online juga.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan secara rutin, di Klinik Granostic pun menyediakan layanan vaksin polio, loh.
Yuk, Ayah dan Bunda, lindungi anak Anda dan keluarga dari polio dengan rutin cek kesehatan serta vaksinasi di Klinik Granostic!

