Apa Saja Cara Penularan Polio?
![]()
Polio sangat rentan menyerang anak-anak, khususnya yang berusia di bawah lima tahun. Penyakit ini pun dapat mencederai sistem saraf, menyebabkan kelumpuhan mendadak, dan bahkan kecacatan permanen. Lantas tahukah Anda bagaimana cara penularan polio pada anak-anak?
Penyakit yang juga dikenal dengan nama Poliomyelitis ini, merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio, serta menyerang sistem saraf pada tubuh penderitanya.
Seseorang yang terinfeksi polio biasanya mengalami demam yang sangat tinggi, kelemahan otot dan saraf, gagal napas, yang dampaknya sangat buruk pada tubuh. Di sisi lain, ada pula penyakit polio yang tidak menimbulkan gejala, namun sama buruknya pada kesehatan tubuh.
Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang lemah akan sangat mudah tertular penyakit polio. Apalagi jika anak tersebut tidak mendapatkan vaksin yang lengkap sesuai dengan usia mereka.
Tak hanya pada anak-anak, infeksi virus polio ini pun dapat terjadi pada orang dewasa, loh. Karenanya penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja cara penularan polio, serta memahami bagaimana cara yang tepat untuk menghindarinya.
Berikut penjelasan lengkap dari Klinik Granostic untuk Anda!
Rute Fecal-Oral
Cara penularan virus polio yang pertama adalah melalui jalur fecal-oral. Jalur fecal-oral ini sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat, karena memungkinkan penularan lewat feses atau tinja ke mulut. Kok bisa, ya?
1. Kontaminasi Tinja
Virus polio bisa menular dari tinja seseorang yang terinfeksi, ke orang lain yang terpapar tinja tersebut. Terlebih, virus polio dapat bertahan di dalam tinja selama kurang lebih 3–6 minggu.
Kontak feses dengan mulut ini tentu tidak mesti harus terjadi secara langsung. Namun dapat lewat dari kebiasaan hidup yang kurang bersih, air minum yang terkontaminasi, hingga tidak terbiasa mencuci tangan sebelum makan atau minum.
Karenanya, selalu biasakan untuk menjalani hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Anda juga dapat menghimbau pada anak-anak untuk tidak jajan sembarangan, serta selalu ingat untuk membersihkan tangan sebelum mengonsumsi sesuatu.
2. Air dan Makanan yang Terkontaminasi
Menurut World Health Organization (WHO), factor umum penunjang jalur penularan fecal-oral ini ada lima hal, yakni jari, lalat, tahan, cairan, serta makanan.
Karenanya, kasus dengan polio tinggi umumnya terjadi di lingkungan yang kurang sehat. Dimana sistem sanitasinya kurang baik, sehingga air minum dan makanan yang dikonsumsi rentan terkena paparan virus polio.
Makanan dan minuman yang terkontaminasi ini jika dikonsumsi akan membawa virus, yang kemudian masuk ke dalam aliran darah dan dapat berkembang di dalam tubuh.
Selain itu menurut Cleveland Clinic, berenang di sungai yang terkontaminasi juga bisa memperbesar faktor risiko tertular virus polio. Sungai ini dapat terkontaminasi bila ada orang dengan penyakit diare dan/atau polio buang air di sana.
Kontak Langsung
Cara penularan penyakit polio selanjutnya adalah melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Berikut beberapa proses penularan virus polio lewat kontak fisik:
1. Kontak Fisik
Pada dasarnya virus menyebar dan ditularkan lewat cairan, bisa air liur, darah, ataupun luka terbuka pada tubuh. Dalam hal ini, kontak fisik yang dimaksud bisa berupa bertukar makanan, menggunakan alat makan yang sama, dan kontak fisik yang intim.
Hal yang sama juga terjadi pada penularan virus polio, anak-anak dapat tertular ketika mereka berkontak dekat dengan penderita polio. Misalnya dengan berbagi mainan, makanan, ataupun kontak fisik yang memungkinkan cairan dari penderita masuk ke dalam tubuh anak-anak.
2. Droplet Saliva
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa kontak fisik dapat menjadi cara penularan virus polio pada anak maupun orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi.
Ketika Anda melakukan kontak fisik yang erat dengan penderita polio, maka kemungkinan untuk terkena droplet saliva juga besar. Misal ketika penderita bersin atau batuk, droplet saliva akan menyembur ke udara dan dapat terhirup secara tidak sengaja.
Bertukar alat makan dan berbagi makanan atau minuman juga dapat menularkan virus polio karena saliva penderita yang menempel pada keduanya.
Benda Tercemar
Cara penularan polio selanjutnya adalah melalui benda yang tercemar. Yang dimaksud dengan pencemaran sendiri adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam air maupun udara.
Dengan kata lain, benda yang tercemar ini adalah benda-benda yang terkena atau membawa virus polio. Seperti sendok atau alat makan bekas pakai pengidap (yang belum dicuci atau benar-benar habis dipakai), sungai dan sumber air minum yang tercemar oleh feses dari pengidap, dan banyak lainnya.
Karenanya ketika Anda makan di luar rumah, penting untuk memastikan kebersihan alat makan dan minum. Serta akan lebih baik untuk membiasakan cuci tangan dengan bersih sebelum benar-benar makan.
Selain itu, anak-anak berumur di bawah 5 tahun umumnya suka memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka. Padahal mainan yang terkontaminasi air liur dari penderita polio, atau terkena kotoran akan membawa virus dan menjadi jalur penularan penyakit tersebut.
Cara Mencegah Penularan Polio
Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai cara penularan virus polio pada anak-anak. Pastikan keluarga Anda terlindung dari infeksi polio dengan memberikan imunisasi polio yang diperlukan.
Imunisasi polio ini bersifat gratis dan dapat diakses masyarakat di semua fasilitas Kesehatan pemerintah. Ada dua jenis imunisasi polio yang diberikan pada anak-anak, yaitu:
Vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV), yang diberikan pada bayi usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
Vaccine polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yang diberikan pada bayi usia 4 dan 9 bulan.
Selain itu, Anda pun harus mewaspadai bahwa polio bisa memiliki gejala yang sangat ringan, hingga sama sekali tidak menunjukkan gejala. Karenanya, akan sangat penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan anak-anak dengan rutin melakukan medical check up, serta berkonsultasi dengan dokter bila anak-anak mengalami demam tinggi yang tidak wajar.
Pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi masalah si kecil dapat Anda lakukan di Klinik Granostic. Bersama tim tenaga kesehatan ahli dan dokter spesialis kami, Anda dapat melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh.
Dokter spesialis Klinik Granostic akan memberikan diagnosa dan penanganan yang tanggap serta efisien dalam menyikapi hasil pemeriksaan tersebut. Sehingga infeksi virus yang terjadi pada anak-anak dan keluarga Anda dapat ditangani dengan cepat dan tepat sasaran, serta tidak akan menimbulkan dampak yang fatal.
Untuk melakukan medical check up di Klinik Granostik Anda dapat langsung mengunjungi lokasi klinik kami di Surabaya. Selain itu, Anda pun dapat berkonsultasi secara online atau membuat janji temu dengan dokter spesialis kami secara langsung lewat layanan Home Service.
Yuk, jaga kesehatan buah hati dan keluarga Anda dengan rutin melakukan medical check up di Klinik Granostic!

