Kenapa Anak Tidak Mau Makan?
![]()
Anak sedang GTM alias tutup mulut dan tak mau makan? Sobat Granostic jangan panik dulu. Mari simak alasan kenapa anak tidak mau makan dan asik menutup mulut ketika disuapi leat artikel ini!
Melihat anak sulit dan menolak makan tentu membuat orang tua merasa cemas. Sebab mengonsumsi makanan bergizi dan teratur adalah hal penting untuk menunjang pertumbuhan anak.
Anak-anak biasanya mulai susah makan atau menjadi picky eater ketika menginjak usia 1 tahun. Akan tetapi ada juga yang mulai menunjukkan pilih-pilih makanan ini di usia 2-5 tahun.
Perilaku ini sebenarnya cukup wajar, asalkan tidak terjadi berlarut-larut dan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga Anda tak perlu panik dan stres berlebihan, apalagi ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.
Sebelum itu, mari kita simak dulu apa saja penyebab anak tidak mau makan dalam ulasan berikut ini.
Masalah Kesehatan
Adanya masalah kesehatan bisa menjadi sebab kenapa anak tidak mau makan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Sakit
Sama halnya dengan orang dewasa, saat sakit anak-anak pun wajar mengalami penurunan nafsu makan. Ini karena sistem kekebalan tubuh anak sedang focus melawan infeksi atau penyakit.
Selain itu, gejala lain yang sering menyertai penyakit seperti demam, mual, nyeri, sakit tenggorokan, dan rasa tak nyaman di perut pun dapat mengurangi nafsu makan.
Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menyesuaikan tekstur yang mudah ditelan dan rasa makanan lezat namun ringan. Misalnya membuat sup, bubur, ataupun puree. Anda pun dapat mengombinasikan bahan-bahan makanan yang disukai anak Anda ke dalam hidangan tersebut.
2. Masalah Pencernaan
Sobat Granostic, tahukah Anda bahwa kemampuan anak dalam mencerna makanan pun masih dalam tahap berkembang dan belum sempurna. Masalah pencernaan ini dapat terjadi kapan saja, serta menimbulkan rasa tak nyaman dan menurunkan nafsu makan anak.
Jenis masalah pencernaan yang umum dialami anak-anak misalnya diare, radang usus buntu, alergi makanan, sembelit atau konstipasi, kembung, intoleransi laktosa, dan banyak lainnya.
Berbagai masalah pencernaan ini tentunya memiliki gejala tersendiri yang memungkinkan rasa tak nyaman di perut anak. Sehingga nafsu makan menurun dan enggan makan dalam porsi normal mereka sehari-hari.
Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda harus mengetahui masalah pencernaan apa yang terjadi pada anak, kemudian sesuaikan asupan makanan yang tepat dan nyaman di perut anak.
Selain itu, Anda pun tidak perlu memaksakan anak-anak untuk makan dalam porsi normal. Anda bisa menyediakan cemilan sehat dan sajian yang anak-anak suka untuk memancing nafsu makan mereka kembali.
3. Kondisi Medis Lain
Kondisi medis tertentu yang dialami anak-anak juga sangat berpengaruh pada nafsu makan mereka. Misalnya mengalami demam atau pilek, yang seringnya membuat tidak berselera makan. Hingga penyakit kronis seperti kencing manis, penyakit ginjal, atau gangguan tiroid dapat juga mempengaruhi nafsu makan anak.
Ketidakseimbangan hormon akibat gangguan medis ini dapat mempengaruhi nafsu makan anak dan menghambat penyerapan nutrisi oleh Si Kecil.
Tahap Perkembangan Normal
Tak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan atau gangguan medis, anak-anak yang tidak mau makan pun bisa jadi dalam tahap perkembangan. Hal ini pun sangat wajar dan normal terjadi, Sobat.
1. Perubahan Selera
Seiring dengan pertumbuhan usia anak, mereka pun akan terpapar berbagai jenis makanan. Hal ini pun akhirnya akan mempengaruhi preferensi konsumsi anak-anak.
Perubahan minat makan anak ini pun normal terjadi di masa pertumbuhan dan perkembangan. Momen ini bahkan bisa Anda manfaatkan untuk membantu anak-anak mencoba makanan baru, sehingga anak tidak hanya akan makan makanan tertentu saja.
Apalagi bagi anak-anak, tiap makanan bisa menjadi suatu hal yang baginya. Sehingga memilih makanan apa yang ingin mereka masukkan ke mulut pun jadi hal yang sangat penting.
2. Fase Perkembangan
Ketika masuk dalam masa tumbuh kembang, khususnya di rentang usia 6-9 tahun, biasanya melalui fase normal untuk menolak makan. Ini sering terjadi karena banyak alasan, mulai dari takut akan aroma tertentu, memilih makanan itu-itu saja, serta tidak menyukai bentuk atau tekstur makanan yang disajikan.
Nah, sebagai orang tua, Anda bisa mengatasi hal ini dengan menawarkan berbagai jenis makanan yang dari segi visual menarik anak-anak. Selain itu, jadikan Waktu makan sebagai momen yang menyenangkan dan seru untuk anak-anak. Misalnya mengajak masak bersama, sambil bercerita sedikit sedikit, dan banyak lainnya.
Faktor Psikologis
Tahukah, Sobat Granostic, faktor psikologis juga bisa menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak, loh. Beberapa faktor psikologis yang dimaksud antara lain:
1. Stres atau Kecemasan
Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stress. Nafsu makan anak akan menurun ketika mereka berada dalam keadaan stres atau merasakan cemas berlebihan.
Stres ini dapat terjadi dari pola konsumsi makanan tidak sehat, yang mengandung gula berlebih dan gizi rendah. Juga dari kurang tidur, yang menyebabkan emosi dan pikiran anak tidak stabil. Selain itu bullying dan tekanan dari lingkungan juga bisa berpengaruh pada tingkat stress anak.
2. Tekanan Makan
Meskipun gelisah dan khawatir karena anak melalui periode gerakan tutup mulut (GTM), menekan atau memaksa anak untuk makan pun bukan solusi paling ideal, Sobat.
Justru ketika Anda menekan dengan keras anak-anak untuk makan, mereka akan merasa semakin enggan. Ini karena akan membentuk pemahaman bahwa kegiatan makan ini menjadi sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan untuk anak-anak.
Faktor Lingkungan
Faktor selanjutnya yang jadi penyebab anak-anak tidak mau makan adalah kondisi lingkungannya. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Waktu Makan yang Tidak Menyenangkan
Waktu makan yang tidak menyenangkan bisa membuat anak tidak tertarik untuk makan. Apalagi kalau orang tua memaksa dan menekan dengan keras agar anak-anak makan dengan lahap.
Hal ini justru akan membuat mereka takut, merasa trauma dengan kegiatan makan, yang akhirnya membuat anak-anak malas makan.
2. Camilan Berlebihan
Memberikan makanan-makanan kesukaan anak untuk meningkatkan nafsu makan mereka memang langkah yang tepat. Tapi, Anda pun tidak boleh memberikan camilan yang tidak sehat secara berlebihan, ya.
Misalnya memberikan camilan kemasan yang memiliki kandungan natrium dan/atau gula tinggi. Sehingga anak-anak akan ketagihan dan terus memakan cemilan, kemudian melupakan makanan bergizi yang telah Anda siapkan.
Sebaiknya cemilan yang diberikan ini sehat untuk anak-anak, dan tidak terlalu sering diberikan hingga membuat anak-anak enggan makan makanan bergizi lengkap. Jenis camilan sehat yang bisa Anda berikan seperti buah ataupun cemilan buatan sendiri.
Membicarakan soal pola makan untuk anak-anak memang sangatlah penting. Karena makan yang teratur dan bergizi lengkap sangat berperan dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.
Nah, bila anak Anda mengalami masa menolak makan dalam waktu yang panjang, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dan dokter anak di Klinik Granostic. Dokter spesialis anak dan ahli gizi kami akan membantu menemukan akar dari masalah susah makan pada anak itu melalui pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Setelah itu, Anda dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama, lalu membuat perencanaan makan dan diet sehat yang tepat untuk anak Anda.
Yuk, langsung mulai konsultasikan kebutuhan dan pola makan sehat anak dengan ahli gizi dan dokter spesialis anak Klinik Granostic lewat klik tombol di bawah ini.

