Tips Pencegahan Polio Pada Anak
![]()
Polio merupakan penyakit yang timbul akibat infeksi virus dan bersifat menular, khususnya pada anak-anak di bawah umur 5 tahun. Sobat Granostic tak perlu risau, karena dalam artikel ini akan dibahas mengenai tips pencegahan polio pada anak. Apa saja?
Penyakit polio atau Poliomyelitis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan diakibatkan oleh virus menular. Penyebaran virus polio sendiri dapat melalui feses ke mulut, makanan atau minuman yang terkontaminasi, droplet saliva, hingga air mandi yang tercemar.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, dan memiliki dampak yang besar dan fatal pada penderitanya. Ini karena polio dapat menimbulkan kelumpuhan mendadak, kecacatan permanen, gagal napas, hingga kematian.
Tak hanya itu, Sobat Granostic, setelah sembuh dari polio di masa kanak-kanak, penyintas pun akan mengalami gejala pasca polio. Gejala ini terasa setelah 15–30 tahun sejak pertama kali terserang polio. Gawat, ya!
Nah, karena dampaknya yang fatal dan sifatnya yang menular, Klinik Granostic akan membagikan tips pencegahan polio pada anak berikut ini:
Vaksinasi
Tips mencegah polio yang paling utama dan mendasar adalah melakukan vaksinasi atau imunisasi. Pemberian imunisasi, khususnya vaksinasi polio, akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak dan memberikan perlindungan terhadap infeksi penyakit.
Tak hanya sekali, imunisasi dan vaksinasi ini pun harus diberikan lengkap pada anak. Berikut penjelasannya:
1. Lengkapi Imunisasi
Vaksinasi polio terdiri dari dua jenis, yakni vaksin polio suntik (IPV) dan vaksin polio oral (OPV). Keduanya harus diberikan secara lengkap, karena fungsinya memang saling mendukung antara satu vaksin dan yang lainnya.
Pemberian vaksin polio suntik ini cara menyuntikkan virus polio yang sudah tidak aktif atau mati pada anak. Cara kerjanya untuk membentuk sistem imun dalam darah, namun tidak dalam usus.
Sementara vaksin polio oral (OPV) mengandung virus polio yang masih aktif, namun telah dilemahkan sebelumnya. Vaksin ini dapat membentuk sistem imun dalam usus untuk membunuh virus yang berkembang di saluran cerna (usus) dan darah.
2. Jadwal Vaksinasi
Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), secara umum vaksin polio akan diberikan pada bayi baru lahir dan secara bertahap hingga mencapai umur 18 bulan.
Saat anak berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, akan diberikan imunisasi vaksin polio oral. Sementara saat anak telah memasuki usia 4 bulan dan ke-9 bulan akan diberikan vaksin polio suntik.
Kebersihan dan Sanitasi
Selain memberikan imunisasi yang lengkap dan sesuai jadwal, kebersihan lingkungan dan sanitasi yang tepat adalah hal penting dalam tips pencegahan polio pada anak.
Ini karena penularan polio dapat melalui benda-benda yang terkontaminasi, makanan dan minuman, juga lingkungan yang kotor.
1. Cuci Tangan
Tips pertama adalah dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan, khususnya sebelum makan ataupun minum.
Karena seperti yang telah kita singgung sebelumnya, ada banyak faktor penularan virus polio. Termasuk karena lingkungan yang kotor ataupun lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus. Sehingga sangat besar kemungkinan virus tersebut berpindah dan ditularkan melalui tangan kita.
Cuci tangan yang baik dan benar akan membantu menyingkirkan virus yang menempel di tangan kita. Cucilah tangan di air yang mengalir dan bersih, gunakan sabun, serta pastikan Anda membersihkan celah-celah jari Anda, ya.
Anda pun harus mengajarkan kebiasaan baik ini pada anak-anak. Ajarkan anak-anak untuk memperhatikan kebersihan, terutama saat akan makan.
2. Sanitasi yang Baik
Cuci tangan adalah langkah dasar dari diri kita sendiri, sementara dengan memperhatikan sanitasi yang baik, Anda dapat mencegah penyebaran dan perluasan virus polio dengan menjaga agar lingkungan tetap sehat.
Salah satu faktor penularan polio dapat melalui feses atau tinja, dimana virus dapat bertahan 2–3 minggu di dalam feses. Jika feses ini mengalir ke sungai yang digunakan untuk keperluan rumah tangga, termasuk memasak, tentu akan sangat berbahaya dan berisiko.
Karenanya tetap jaga lingkungan bersih, pastikan sumber air yang digunakan untuk berkehidupan juga aman dan tidak terkontaminasi virus polio.
3. Air Minum yang Bersih
Virus polio dapat masuk ke tubuh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karenanya, Anda pun harus memastikan bahwa si kecil meminum air yang bersih dan matang.
Edukasi dan Kesadaran
Tips pencegahan polio pada anak adalah dengan mengikuti edukasi dan meningkatkan kesadaran diri. Anda bisa menyimak bagaimana faktor-faktor penyebab dan penularan polio, bagaimana pencegahannya, hingga langkah pertama yang dilakukan bila anak-anak menunjukkan tanda terinfeksi.
Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan edukasi dan kesadaran sebagai tips pencegahan polio pada anak:
1. Pendidikan Kesehatan
Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak. Apalagi saat bayi, dimana anak-anak tidak bisa mengomunikasikan perasaan atau rasa sakit mereka selayaknya orang dewasa.
Karenanya, penting untuk orang tua memperkaya diri dengan pendidikan kesehatan, utamanya yang berkaitan dengan bayi dan anak-anak. Orang tua pun harus bisa peka dan tanggap terhadap perubahan sekecil apapun pada diri anak mereka, apalagi jika perubahan itu bersifat abnormal.
Misalnya jika anak Anda terbiasa aktif, namun tiba-tiba jadi tidak suka menangis dan tidak mau menyusu. Atau, saat suhu tubuh anak menjadi sangat tinggi secara mendadak. Dalam kondisi seperti ini pengetahuan yang Anda miliki sangatlah penting, misalnya dalam memberikan pertolongan pertama.
2. Informasi tentang Polio
Selain memahami bagaimana kesehatan dan kondisi tubuh anak Anda secara umum, Anda pun harus mencari banyak literatur mengenai polio.
Pahami bagaimana penyakit ini bisa tertular pada anak, bagaimana dampaknya pada tubuh dan kesehatan mereka (baik jangka pendek maupun panjang), serta bagaimana upaya pencegahan dan pengobatannya.
Semakin Anda paham, maka semakin maksimal juga upaya pencegahan dan penanganan infeksi polio ini akan Anda lakukan.
Hindari Kontak dengan Orang Terinfeksi
Tips pencegahan penularan polio pada anak selanjutnya adalah dengan menghindari kontak dengan orang terinfeksi, berikut penjelasannya:
1. Hindari Kontak Langsung
Kontak fisik yang dimaksud adalah bersentuhan, berjabat tangan, melalui persalinan ibu ke bayi, hingga terkena droplet (percikan air liur) dari pengidap polio saat bersin atau batuk. Bayi, utamanya yang belum mendapatkan vaksin lengkap, akan sangat rentan terinfeksi polio. Karenanya pastikan Anda tidak membawa anak-anak untuk melakukan kontak langsung pada penderita polio.
2. Pengawasan Lingkungan
Selanjutnya lakukan pula pengawasan lingkungan, yang penting untuk menjaga lingkungan hidup dan tinggal menjadi sehat.
Upaya pengawasan ini dapat Anda lakukan dengan memperhatikan kelancaran saluran air, memperhatikan kualitas air mandi, menjaga kebersihan rumah dan saluran pembuangan limbah dan tinja.
Lingkungan Sehat
Melansir data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), lingkungan memiliki persentase yang sangat besar dalam mempengaruhi Kesehatan, yakni sebesar 40 persen.
Sebab lingkungan yang tidak sehat akan menjadi faktor penyebaran penyakit atau transmisi bakteri, virus, dan kuman. Sama halnya dengan polio, virusnya pun dapat bertransmisi lewat air dan feses yang terlarut di sungai, mengontaminasi air minum atau makanan.
Karenanya, menjaga kesehatan lingkungan sekitar adalah tanggung jawab yang sangat penting dilakukan masyarakat, juga orang tua untuk melindungi kesehatan anak mereka.
Anda dapat memulainya dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta bekerja sama dengan tetangga untuk melakukan upaya penjagaan kualitas lingkungan bersama.
Pemantauan Kesehatan
Untuk melengkapi upaya dan tips pencegahan polio pada anak di atas, Anda pun perlu melakukan pemantauan kesehatan anak bersama dokter spesialis.
Pemantauan kesehatan ini berupa medical check up rutin, yang sangat penting mengingat polio pun bisa menjangkiti anak dan tidak menimbulkan gejala awal sama sekali.
Lakukan pemantauan kesehatan ini di rumah sakit atau klinik berkualitas, seperti di Klinik Granostic. Kami memiliki tenaga kesehatan dan staf dokter spesialis yang sangat berpengalaman di bidang kesehatan anak maupun di bidang patologi.
Bersama Klinik Granostic Anda dapat memeriksakan kesehatan anak secara lengkap, mulai dari sistem pernapasan, kesehatan saraf anak, gizi, perkembangan anak, dan banyak lainnya.
Anda dapat datang langsung ke Klinik Granostic untuk melakukan pemeriksaan rutin. Namun bila Anda membutuhkan konsultasi yang cepat dan darurat, bisa juga lewat layanan Home Service, layanan konsultasi online Klinik Granostic.
Layanan Home Service memungkinkan Anda untuk terhubung dengan dokter spesialis kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.
Yuk, Sobat Granostic, jaga kesehatan anak dan keluarga dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Granostic!

