Apa Itu Ciri-ciri Polio Pada Anak?
![]()
Polio pada anak-anak dapat berakibat fatal, karenanya upaya pencegahan infeksi dan penularannya sangatlah penting. Nah, tahukah Anda, apa saja ciri-ciri penyakit polio pada anak?
Bernama lain Poliomyelitis, polio merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dalam tubuh manusia dan lebih sering menyerang anak-anak. Sehingga penyakit ini dapat merusak sistem saraf dan menimbulkan kelumpuhan permanen pada anak.
Melansir dari WHO, penyakit polio umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 5 tahun. Tak hanya menyebabkan kelumpuhan, jika virus polio menginfeksi otot-otot pernapasan, anak dapat mengalami gagal napas yang berujung pada kematian.
Karenanya, Sobat Granostic, sebagai orang tua Anda perlu mengetahui apa saja gejala, penyebab, dan cara pencegahan infeksi virus polio pada anak-anak.
Sebagai langkah pertama, mari mengenal apa itu penyakit polio pada anak lewat penjelasan berikut ini:
Mengenal Penyakit Polio Pada Anak
Polio merupakan jenis penyakit yang kerap menyerang anak-anak, khususnya anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit polio ini disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menular.
Paparan virus pada penyakit polio dapat memicu cedera atau kerusakan sistem saraf, yang menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga kematian.
Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan melalui pemberian vaksinasi polio pada anak-anak. Selain itu, Anda pun harus menerapkan kebiasaan hidup yang bersih, seperti rajin mencuci tangan sebelum makan, pada anak-anak.
Penyebab Utama
Penularan polio dapat terjadi karena banyak hal seperti dari cipratan saat bersin-bersin, tidak mencuci tangan sebelum makan, hingga tinggal di lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama dari penyakit polio pada anak:
1. Virus Poliovirus
Penyakit polio terjadi karena adanya infeksi virus. Ada tiga jenis virus polio, yang dapat menyebar melalui kontak dengan feses yang terinfeksi. Di mana virus polio dapat bertahan di feses anak selama beberapa minggu.
Selain itu, lingkungan yang tidak bersih, cipratan dari bersin-bersin anak yang terinfeksi, kebiasaan tidak mencuci tangan, hingga makanan dan minuman yang terkontaminasi virus polio pun dapat menularkan virusnya.
Virus polio pada anak-anak paling mudah menular tepat sebelum dan setelah gejala polio muncul dalam penderitanya.
2. Lingkungan yang Tidak Higienis
Pada lingkungan yang tidak sehat, berbagai jenis kuman, bakteri, dan virus penyebab berbagai masalah kesehatan dapat berkembang biak dengan baik.
Virus polio utamanya dapat bertahan lama pada feses dan kotoran. Karenanya kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, atau kurang bersih dalam prosesnya, bisa jadi salah satu faktor terjadinya infeksi.
3. Kurangnya Vaksinasi
Tidak melakukan imunisasi polio juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya penularan virus. Imunisasi ini sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak bereaksi dalam menghalau infeksi virus polio.
Anda perlu memastikan bahwa anak-anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia, yakni 4 kali imunisasi polio tetes dan dua kali imunisasi suntik.
4. Kontak dengan Orang yang Terinfeksi
Seperti halnya penyakit yang diakibatkan oleh virus lainnya, penularan polio juga dapat terjadi ketika anak-anak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka dan cairan.
Penularan bisa terjadi ketika mengonsumsi makanan atau minuman sisa orang yang terinfeksi. Juga dapat menyebar ketika anak yang terinfeksi batuk atau bersin dan mengeluarkan droplet yang terinfeksi ke udara.
5. Kekebalan Tubuh yang Lemah
Virus dapat dengan cepat menyerang jika kekebalan tubuh anak Anda dalam kondisi yang lemah. Karenanya, selain memberikan imunisasi yang cukup, pastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, melakukan cek kesehatan secara berkala, dan hidup di lingkungan yang sehat.
Gejala Ringan
Infeksi polio pada anak-anak bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Namun ada juga yang merasakan gejala ringan di awal infeksinya, yang terjadi dalam rentang 1-10 hari. Beberapa gejala ringan polio pada anak antara lain:
1. Demam
Anak-anak yang terinfeksi polio biasanya akan mengalami demam, hal ini terjadi di masa awal infeksi. Demam pada dasarnya adalah cara alami tubuh untuk melawan virus, karena virus sangat sensitif terhadap perubahan suhu tubuh.
Anda harus waspada ketika anak demam tinggi, apalagi hingga berlarut-larut. Langsung periksakan ke dokter spesialis untuk melakukan penanganan yang tepat dan cepat.
2. Kelelahan
Selain suhu tubuh yang meningkat, gejala ringan polio juga berupa kelelahan. Karena virus ini pun pada dasarnya menyerang sistem saraf, yang membuat fungsi otot jadi melemah. Akhirnya anak-anak akan tampak lesu, kelelahan, dan tidak bersemangat.
3. Sakit kepala
Infeksi polio juga dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit kepala pada anak. Pada beberapa kasus, polio pun dapat menyerang saraf otak dan tulang belakang, yang tentu dapat menimbulkan kerusakan dan rasa sakit pada kepala anak.
4. Sakit tenggorokan
Sakit tenggorokan juga dapat menjadi salah satu gejala ringan dari infeksi polio pada anak. Jangan salah mengartikan sakit si kecil dan menyepelekan gejala sekecil apapun, terlebih bila anak belum mendapatkan vaksin polio secara lengkap.
5. Mual dan muntah
Anak-anak yang terserang polio pun akan merasa mual dan muntah. Hal ini pun akan berpengaruh dengan nafsu makan mereka, serta membuat tubuh jadi lebih lemas karena kurangnya asupan energi.
6. Nyeri perut
Mual dan muntah pada infeksi polio juga bisa menyebabkan nyeri perut pada anak-anak. Karenanya, orang tua pun harus peka terhadap keluhan si kecil dan dengan tanggap memberikan pertolongan pertama, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memeriksakan gejalanya.
Gejala Lanjutan
Setelah 10 hari, jika tidak mendapat perawatan yang tepat sasaran dan segera, gejala polio dapat berkembang serta menimbulkan kelumpuhan pada anak-anak. Beberapa gejala lanjutan tersebut antara lain:
Kehilangan refleks
Kenyerian otot yang semakin parah dan semakin lemah. Melemahnya anggota badan pada salah satu sisi atau kedua sisi sekaligus, hingga berujung lumpuh. Terjadi gagal napas apabila infeksi virus polio menyerang saraf pernapasan dan dapat mengakibatkan kematian.
Kelumpuhan (Polio Paralitik)
Polio paralitik merupakan jenis infeksi polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak-anak. Bahkan, ketika infeksi menyerang sistem pernapasan, polio dapat menyebabkan gagal napas dan berujung pada kehilangan nyawa.
Ciri polio paralitik pada anak dapat diartikan sebagai gejala lanjutan, yang umumnya terjadi pada dua minggu setelah infeksi.
Berikut ciri-ciri polio paralitik pada anak:
1. Hilangnya refleks
Anak-anak yang terserang polio paralitik dapat kehilangan refleks mereka. Ini karena sistem saraf dan otot pada tubuh mengalami cedera, sehingga memperlambat refleks tubuh.
2. Nyeri otot atau kelemahan yang parah
Selain itu, polio paralitik pun dapat menyebabkan rasa nyeri otot yang parah dan membuat kondisi anak-anak semakin melemah.
3. Kelumpuhan mendadak pada satu atau lebih anggota tubuh, biasanya kaki.
Anak-anak pun dapat mengalami kelumpuhan mendadak, lemas bukan kaku seperti stroke, baik itu pada satu bagian atau lebih anggota tubuh. Namun secara umum terjadi pada bagian kaki anak terlebih dahulu.
Gejala Pasca Polio
Tak hanya pada awal infeksi dan penyebarannya pada tubuh, polio pun dapat meninggalkan gejala pasca penyerangannya. Gejala pasca polio ini dapat kembali terasa ketika anak-anak telah memasuki usia dewasa, atau dalam rentang 15–30 tahun setelah infeksi pertama terjadi:
Berikut ciri-ciri pasca polio yang perlu Anda tahu:
1. Kelemahan otot progresif
Terjadi kelemahan otot progresif yang menyebabkan otot tubuh jadi lemah dan tidak sehat. Hal ini terjadi karena semasa serangan virus polio, sistem saraf dan otot tubuh mengalami kerusakan atau cedera. Sehingga meninggalkan gejala yang tersisa dan dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup.
2. Nyeri sendi dan otot
Gejala pasca polio selanjutnya adalah rasa nyeri sendi dan otot, yang juga diakibatkan oleh demam tinggi dan serangan virus pada sistem saraf anak-anak.
3. Kelelahan yang ekstrem
Anak-anak yang telah melewati masa kritis polio dapat merasakan kelelahan yang ekstrem di masa dewasa atau tuanya. Sehingga mereka akan tampak lemas dan tidak bersemangat.
4. Masalah pernapasan atau menelan
Akibat infeksi pada tenggorokan dan sistem pernapasan oleh virus polio, gejala pasca polio lainnya juga dapat menyebabkan masalah pernapasan pada anak dan mengakibatkan kesulitan untuk menelan makanan.
Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai ciri-ciri penyakit polio pada anak dan penyebab infeksinya. Tak hanya terjadi dalam waktu infeksi, dampak penyakit polio ini dapat berpengaruh pada perkembangan dan kesehatan tubuh anak seumur hidup mereka. Bahkan tak sedikit juga penderita polio mengalami gagal pernapasan yang berujung pada kematian.
Karena dampaknya yang fatal inilah, sebagai orang tua kita perlu memberikan vaksinasi polio yang lengkap dan sesuai usia anak. Tak hanya itu, kita juga perlu tanggap akan berbagai gejala tak biasa yang berkaitan dengan kesehatan anak-anak.
Sayangnya tak semua infeksi polio menimbulkan gejala di awal, karenanya kita perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada anak untuk memantau kesehatan tubuh si kecil.
Lakukan pemeriksaan kesehatan si kecil dan imunisasi polio ini di layanan kesehatan yang terpercaya. Klinik Granostic, misalnya, yang memiliki peralatan medical check up termutakhir, didukung dengan tenaga kesehatan ahli dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya.
Anda dapat mengonsultasikan bagaimana cara menjaga pertumbuhan dan perkembangan si kecil agar optimal, meningkatkan sistem imun si kecil, dan mengonsultasikan upaya-upaya pencegahan polio yang efektif.
Anda dapat langsung mengunjungi klinik Granostic di Surabaya untuk melakukan konsultasi dan medical check up untuk si kecil. Selain itu, Anda juga dapat melakukan konsultasi online lewat layanan Home Service dan terhubung secara personal dengan dokter spesialis Klinik Granostic.
Yuk, lindungi anak-anak kita dari polio dengan melakukan imunisasi lengkap dan cek kesehatan rutin di Klinik Granostic!

