Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Klinik Dokter Umum dengan Layanan Home Care Surabaya
Ingin konsultasi kesehatan, tapi malas atau terdapat kendala untuk pergi ke klinik atau rumah sakit langsung? Klinik Granostic menyediakan pelayanan konsultasi bersama dokter umum dengan layanan home care untuk area Surabaya.Layanan home care merupakan fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga medis di rumah pasien, yang juga dilakukan di bawah pengawasan dokter secara langsung. Klinik Granostic memberikan cakupan layanan home care yang luas termasuk keperawatan seperti vaksinasi, perawatan pasca-operasi, ataupun fisioterapi, hingga konsultasi dengan dokter umum dan spesialis.Bersama dokter umum klinik Granostic, Anda dapat melakukan cek kesehatan secara rutin, berkonsultasi terhadap masalah kesehatan yang dialami, hingga merencanakan vaksinasi penting untuk keluarga dan diri sendiri.Nah, sebelum konsultasi dokter umum lewat layanan home care klinik Granostic di Surabaya, mari simak dulu jadwal praktek layanan dokter umum kami di bawah ini!1. Layanan Dokter UmumKlinik Granostic berkomitmen memberikan layanan dokter umum yang profesional dengan fasilitas terlengkap, sehingga pasien akan selalu merasa nyaman Ketika melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan.Layanan dokter umum klinik Granostic juga dapat diakses setiap hari dengan jadwal sebagai berikut:JadwalKabar baik untuk para pekerja atau orang-orang dengan aktivitas harian yang padat, layanan dokter umum klinik Granostic buka setiap hari, loh. Catat jadwalnya di bawah ini:Senin – Jumat: mulai dari pukul 07.00 hingga 20.00Sabtu: mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00Minggu dan Hari Libur: LiburAnda juga bisa mengakses layanan konsultasi dengan dokter umum ini secara online lewat layanan Home Service. Lewat layanan telemarketing ini juga dokter umum dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lewat wawancara, memberikan arahan perawatan, hingga meresepkan pengobatan bila diperlukan.Dokter yang tersediaDokter umum klinik Granostic terdiri dari sosok-sosok yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Praktek dokter umum yang ada di klinik Granostic antara lain:1. dr. Renaldo Aditya S.dr. Renaldo Aditya S. merupakan dokter umum yang lulus dari Universitas Airlangga (UNAIR). Bersama dr. Renaldo Aditya S. Anda dapat melakukan konsultasi medis secara umum, melakukan medical check up rutin, mendiskusikan rencana vaksinasi dan pemberian vaksin, dan banyak lainnya.2. dr. Vindyanita Simanjuntakdr. Vindyanita Simanjuntak juga merupakan salah satu dokter umum yang berpraktek di klinik Granostic. Beliau merupakan lulusan dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta berpengalaman dalam memberikan layanan dokter umum.Bersama dr. Vindyanita Simanjuntak Anda juga dapat melakukan konsultasi medis secara umum, medical check up rutin dan khusus, merencanakan dan melakukan vaksinasi, dan banyak lainnya.Layanan Dokter UmumLayanan dokter umum mencakup dikenal sebagai layanan tingkat pertama, yang perannya adalah untuk memberikan pencegahan, diagnosis, penanganan awal, dan rujukan ke dokter spesialis jika diperlukan.Beberapa layanan kesehatan yang dapat Anda akses bersama dokter umum klinik Granostic antara lain:Pemeriksaan Kesehatan Secara UmumSalah satu peran utama dokter umum adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi cek kondisi fisik dan wawancara, yang diperlukan untuk menyimak riwayat kesehatan pasien, faktor risiko penyakit dari keluarga, juga mengenali bagaimana gaya hidup pasien yang juga pasti berdampak pada kesehatannya.Konsultasi untuk penyakit ringan hingga berat.Dokter umum juga memberikan layanan konsultasi untuk penyakit ringan hingga berat, juga memberikan pemeriksaan dan diagnosa awal pada masalah kesehatan yang pasien alami.Pengobatan dan Resep untuk Penyakit Umum.Selain melakukan pemeriksaan, konsultasi, dan diagnosa, dokter umum juga dapat memberikan pengobatan dan resep untuk penyakit umum.Jenis masalah Kesehatan yang paling umum ditangani oleh dokter umum misalnya:masalah pada kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi,penyakit sistem limfatik,infeksi saluran pernapasan akut seperti flu, radang tenggorokan, laringitis, hingga amandel,penyakit pada organ paru seperti asma, tuberculosis tanpa komplikasi, pneumoniademam,nyeri otot dan sendigangguan tidur,dan banyak lainnya.Kunjungan Home Care (dengan janji temu).Tak hanya melakukan pemeriksaan, konsultasi, dan perawatan kesehatan secara langsung, dokter umum klinik Granostic juga menyediakan layanan kunjungan home care.Layanan ini akan sangat membantu bagi pasien dengan mobilitas fisik terbatas, seperti pasien pasca-stroke, pasca-operasi, dan para lansia. Sehingga pemeriksaan medis rutin yang dilakukan akan berjalan lebih nyaman dan tidak membuat pasien lelah karena perjalanan jauh.Kunjungan home care dokter umum klinik Granostic ini dapat diakses seluruh warga Surabaya dengan membuat janji temu terlebih dahulu. Anda bisa mengatur janji temu ini sesuai dengan jadwal praktek dokter di atas.Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan home care dokter umum klinik Granostic, Anda bisa langsung menghubungi nomor call center kami!Pemeriksaan Lanjutan atau Rujukan jika DiperlukanSelain melakukan pemeriksaan umum, dokter juga dapat memberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan atau rujukan ke dokter spesialis. Sehingga pasien dapat memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif dari spesialis.2. Layanan Dokter SpesialisSelain memiliki tim dokter umum yang handal, klinik Granostic juga memberikan layanan dokter spesialis. Berikut penjelasannya!a. Spesialis Penyakit Dalam (Internist)Klinik Granostic memiliki dokter spesialis penyakit dalam, yang dapat memberikan layanan Kesehatan terkait berbagai organ dalam tubuh, seperti jantung, paru-paru dan ginjal.dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD, FINASIMMerupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam, lulusan Universitas Airlangga. Berpengalaman sejak tahun 2017, dr. Ardyarini Dyah Savitri juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Bersama Beliau, Anda dapat melakukan konsultasi dan pemeriksaan Kesehatan terkait dengan masalah atau penyakit dalam.JadwalUntuk berkonsultasi bersama dr. Ardyarini Dyah Savitri, Anda bisa melakukan kunjungan atau mengatur jadwal temu sesuai dengan jadwal berikut ini:Senin & Kamis (Pagi): 08.00 - 09.30Senin, Rabu, Jumat (Sore): By AppointmentSabtu: 11.00 - 12.00 (By Appointment Only)LayananBeberapa layanan kesehatan yang diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam antara lain:Penanganan dan diagnosis penyakit dalam (penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dsb).Dokter penyakit dalam dapat memberikan pemeriksaan, penanganan, dan diagnosis penyakit dalam. Khususnya penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, serta masalah pada berbagai organ dalam lainnya.Penanganan yang dilakukan juga akan dilakukan dengan sangat komprehensif dan fokus, sehingga proses pengobatan lebih efektif dan pasien dapat pulih lebih cepat.Pengobatan dan manajemen kondisi kesehatan kronis.Selain penanganan dan diagnosis, dokter spesialis penyakit dalam juga akan memberikan rencana pengobatan dan melakukan manajemen kondisi kesehatan kronis. Misalnya dengan menjadwalkan pemeriksaan rutin, memberikan pengobatan yang sesuai dan cocok untuk rawat jalan, serta melakukan serangkaian tindakan medis lainnya yang diperlukan.Konsultasi terkait masalah organ dalam.Pasien juga dapat mengonsultasikan berbagai keluhan dan kekhawatiran mereka terkait masalah organ dalam bersama dokter spesialis.b. Spesialis Jantung & Pembuluh Darah (Kardiologi)Klinik Granostic juga memberikan layanan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, atau ahli kardiologi. Bersama seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, pasien dapat mendapatkan diagnosis dan perawatan/pengobatan yang berkaitan dengan masalah jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).dr. Nadya Luthfah, SpJPMerupakan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, yang juga anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). dr. Nadya Luthfah dapat memberikan berkaitan dengan konsultasi kesehatan jantung dan pembuluh darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, manajemen pengobatan, hingga berbagai tindakan medis lain yang diperlukan.JadwalAnda dapat mengakses layanan spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) bersama dr. Nadya Luthfah setiap hari Rabu dan Jumat, pukul 16.00 sampai 18.00 WIB.LayananJenis layanan kesehatan yang dapat didapatkan pasien dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah misalnya:Pemeriksaan kesehatan jantung.Sesuai dengan spesifikasinya, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dapat memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sistem kardiovaskular secara menyeluruh. Diagnosis dan pengobatan penyakit kardiovaskular.Seorang ahli kardiologi juga dapat memberikan diagnosis dan pengobatan penyakit-penyakit kardiovaskular. Beberapa jenis masalah Kesehatan yang ditangani oleh spesialis jantung dan pembuluh darah misalnya:penyakit jantung koronerpenyakit jantung bawaaninfark miokard (angina)serangan jantunggagal jantunghenti jantungaritmia atau gangguan irama jantungpenyakit aortapenyakit kardiomiopatiKonsultasi risiko penyakit jantung dan penanganannya.Bersama seorang ahli kardiologi, Anda juga bisa berkonsultasi mengenai risiko penyakit jantung dan bagaimana penanganannya yang tepat. Dokter akan memberikan edukasi pencegahan, perawatan, hingga pengobatan yang diperlukan untuk risiko-risiko yang mungkin Anda miliki.c. Spesialis Paru (Pulmonologist)Klinik Granostic juga memiliki dokter spesialis paru berpengalaman, yakni dokter ahli yang membantu menangani penyakit atau gangguan pada organ paru-paru serta saluran pernapasan bagian bawah.dr. H. Garinda Alma Duta, Sp.P (K), FAPSR, FISRMerupakan seorang dokter Spesialis Paru, yang juga menjadi anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Pengalaman dan bidang spesialisasi beliau terkait kesehatan paru dan pernapasan akan sangat membantu Anda dalam penanganan berbagai masalah kesehatan sistem pernapasan, baik yang disebabkan oleh infeksi, genetik, risiko pekerjaan, hingga gaya hidup yang buruk.JadwalAnda dapat melakukan konsultasi pemeriksaan kesehatan paru-paru serta sistem pernapasan bersama dr. H. Garinda Alma Duta setiap hari di Granostic setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pada pukul 16.00 sampai 17.00 WIB.LayananJenis pelayanan kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan mengunjungi spesialis paru-paru (pneumologist) antara lain:Pemeriksaan dan penanganan penyakit paru-paru dan sistem pernapasan.Seorang pneumonologist dapat memberikan pemeriksaan dan penanganan terkait penyakit paru-paru serta sistem pernapasan. Pemeriksaan yang dimaksud dapat berupa cek kesehatan paru secara rutin, kontrol penyakit paru-paru atau pernapasan kronis, dan manajemen pengobatan.Diagnosis dan perawatan untuk masalah seperti asma, bronkitis, TBC, dan penyakit paru lainnya.Dokter spesialis paru juga akan membantu memberikan diagnosis serta perawatan untuk berbagai masalah kesehatan paru-paru, seperti:asmainfeksi parupenyakit paru interstisialbronchitisbronkiektasispenyakit paru obstruktif kronik (PPOK)penyakit paru okupasionaldan kanker paru.Konsultasi Kesehatan Paru-paru dan Pernapasan.Selain memberikan perawatan terkait masalah kesehatan, Anda juga bisa mengonsultasikan kesehatan paru-paru dan pernapasan dengan seorang pneumonologist. Dokter akan memberikan edukasi lengkap tentang bagaimana cara menjaga kesehatan paru-paru Anda, menghindari faktor risiko komplikasi, dan banyak lainnya.Prosedur Layanan Home CareTak hanya menyajikan layanan konsultasi yang lengkap, dari dokter umum dan spesialis, prosedur layanan home care klinik Granostic juga sangat accessible, loh!Anda bisa mengikuti beberapa prosedur layanan home care klinik Granostic yang mudah dan efisien berikut ini:1. Menghubungi KlinikLangkah pertama, Anda bisa langsung menghubungi klinik Granostic lewat layanan call center, yakni di nomor 0822-3090-0900 atau (031) 5994080. Anda dapat menanyakan jadwal dan ketersediaan layanan home care klinik Granostic bersama tim administrasi kami.2. Konsultasi AwalJika sudah menerima informasi mengenai jadwal praktek dan menentukan jadwal kunjungan, Anda akan melalui prosedur konsultasi awal yang meliputi:Penjelasan riwayat medisTim medis kami akan memberikan sejumlah pertanyaan untuk memeriksa riwayat medis Anda sebagai pemeriksaan awal. Misalnya informasi mengenai tinggi dan berat badan, usia, keluhan yang dialami saat ini, dan banyak lainnya.Jadwal KunjunganSetelah itu jadwal kunjungan akan dibuat sesuai dengan persetujuan dan dokter umum/spesialis pilihan Anda.3. Pelaksanaan Layanan Home CareDokter akan mengunjungi rumah Anda untuk memberikan layanan home care sesuai pada pendaftaran. Prosedur pelaksanaan layanan home care meliputi:Kunjungan Dokter/PerawatKunjungan layanan home care dapat dilakukan oleh dokter, perawat, atau dokter dan perawat sekaligus. Ini dilakukan sesuai dengan jenis layanan home care apa yang dilakukan.Jika Anda memilih home care perawatan luka yang ringan, perawat dapat berkunjung ke rumah Anda tanpa didampingi dokter, namun tetap dengan anjuran dan arahan perawatan dari dokter Granostic.Namun, jika Anda memilih layanan home care vaksin, konsultasi dokter, atau penanganan masalah kesehatan kronis, maka dokter dapat datang ke rumah Anda secara langsung. Pelayanan MedisPelayanan medis yang diberikan pada layanan home care tidak berbeda dengan yang dilakukan di klinik. Justru pelayanan akan terasa lebih nyaman dan efisien, karena Anda bisa lebih leluasa untuk berkonsultasi dengan dokter di rumah.Konsultasi dan Tindakan MedisSelanjutnya akan dilakukan pelayanan medis yang meliputi konsultasi dan keperawatan, sesuai dengan jenis layanan home care yang dipilih.Layanan Home Care yang Dapat DisediakanDi bawah ini adalah beberapa layanan home care yang disediakan oleh klinik Granostic, apa saja?1. Pemeriksaan dokter umum Klinik Granostic menyediakan layanan home care pemeriksaan dokter umum saja, yang akan sangat memudahkan pasien atau seseorang dengan mobilitas fisik terbatas untuk mendapatkan perawatan medis yang lengkap di rumah.2. Vaksinasi di rumah.Tak hanya pemeriksaan kesehatan rutin, Granostic juga menyediakan layanan home care vaksin yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Beberapa jenis layanan vaksin ini seperti vaksin hepatitis B, influenza, serta vaksin HPV Gardasil 4, 9 dan banyak lainnya.Perawatan luka.Layanan home care perawatan luka ini dapat digunakan oleh pasien dengan luka yang membutuhkan perawatan khusus, seperti pada pengidap diabetes atau luka bakar yang cukup serius.3. Infus dan pemberian obat.Tak hanya untuk merawat luka, jenis perawatan lain yang dapat diakses dari layanan home care klinik Granostic adalah pemasangan infus dan pemberian obat. Kedua prosedur ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan, apalagi jika obat yang diberikan dalam bentuk injeksi. Maka Anda memerlukan bantuan tenaga medis ahli untuk menghindari kesalahan pemberian obat.Perawatan pasien lansia atau dengan kondisi kronis.Layanan home care Granostic juga menyediakan perawatan pasien lansia, yang memiliki mobilitas fisik terbatas dan/atau disertai dengan kondisi kronis. Sebab, lansia dengan kondisi ini akan membutuhkan lebih banyak perhatian dan keahlian, sehingga dibutuhkan tenaga medis profesional untuk mendampingi perawatannya secara berkala.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai layanan konsultasi dokter umum home care di Surabaya yang bisa Anda akses dengan mudah. Tertarik untuk menggunakan layanan home care klinik Granostic? Segera hubungi nomor call center kami sekarang juga, ya!
Dimana Klinik Vaksin Hepatitis B?
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa vaksin hepatitis B dapat membantu mengurangi risiko penyakit organ hati parah, seperti sirosis dan kanker hati. Namun, tahukah Anda dimana klinik vaksin hepatitis B di Surabaya?Hepatitis B merupakan jenis infeksi yang menyerang organ hati dan ditimbulkan oleh virus hepatitis B (HBV), serta bersifat menular. Infeksi dapat menyebabkan masalah pada organ hati yang bersifat akut (parah, namun tidak menahun), dan kronis (bertahan lama).Kasus hepatitis B akut lebih sering ditemukan pada orang dewasa, sementara hepatitis B kronis lebih banyak terjadi pada anak-anak.Virus hepatitis B ditularkan lewat cairan tubuh seperti darah, air mani, liur, dan banyak lainnya. Namun virus hepatitis tidak bersifat aerosol, sehingga tidak akan menyebar karena batuk atau bersin-bersin.Karena dampaknya pada kesehatan sangat besar, utamanya pada anak-anak. Pencegahan infeksi hepatitis B sangatlah penting dilakukan, salah satunya lewat vaksinasi lengkap sejak dini. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana jadwal vaksinasi hepatitis B, prosedur, dan dimana klinik vaksin hepatitis B di Surabaya serta sekitarnya.Jadwal Vaksinasi Hepatitis BPemberian vaksin hepatitis B ini umumnya diberikan sebanyak tiga kali, pada bayi baru lahir, anak-anak, dan dewasa aturan pemberiannya sedikit berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya:Dosis PertamaPemberian dosis pertama vaksinasi hepatitis B pada bayi sebaiknya diberikan segera setelah kelahiran, yakni kurang dari 12 jam menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sementara pada orang dewasa atau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin hepatitis B saat bayi, sebaiknya lakukan vaksinasi sesegera mungkin.Dosis KeduaSementara itu, pemberian dosis kedua bisa diberikan dengan jadwal dan rentang waktu berikut ini:Pada bayi: vaksinasi kedua dianjurkan dilakukan 1–2 bulan setelah vaksinasi pertama.Pada anak-anak dan remaja: vaksinasi kedua dianjurkan dilakukan pada 1–2 bulan sejak vaksinasi pertama.Pada orang dewasa: vaksinasi kedua dianjurkan dilakukan 1 bulan setelah vaksinasi pertama.Dosis KetigaPemberian dosis kedua juga dilakukan sesuai dengan usia penerima dan jadwal sebagai berikut ini:Pada bayi: vaksinasi ketiga dianjurkan diberikan ketika bayi berusia 6–18 tahun.Pada anak-anak dan remaja yang belum mendapatkan vaksin: dianjurkan diberikan 4–6 bulan setelah vaksinasi pertama.Pada orang dewasa: dapat diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama.Harga/Biaya Vaksin Hepatitis BHarga atau biaya vaksin hepatitis B tergolong ramah di kantong. Menurut rangkuman dari berbagai sumber, harga/biaya vaksin hepatitis ini berada di rentang Rp 120 hingga 150 ribu sekali suntik, baik untuk anak-anak maupun dewasa.Klinik Granostic juga menyediakan layanan vaksinasi hepatitis B, harga yang diberikan juga relatif terjangkau, yakni Rp 140 ribu saja. Anda juga bisa melakukan konsultasi gratis bersama dokter, serta memanfaatkan layanan home care bila ingin vaksinasi di rumah.Prosedur Vaksinasi Hepatitis BTertarik untuk vaksinasi hepatitis B, pelajari dulu prosedurnya di bawah ini, Sobat!1. Konsultasi dengan DokterLangkah pertama adalah konsultasi bersama dokter umum. Dalam hal ini, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan, alergi obat, hingga gaya hidup dan kebiasaan seksual Anda. Sehingga dokter bisa memberikan arahan dan rekomendasi vaksin hepatitis B sesuai dengan kondisi tubuh Anda.Selain itu, sebelum pemberian vaksinasi hepatitis B Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dulu ketika berada dalam beberapa kondisi berikut:Sedang menderita penyakit infeksi atau demam yang parah.Menderita penyakit ginjal, multiple sclerosis, kekebalan tubuh yang lemah, penyakit hati, atau jenis-jenis gangguan medis parah dan dalam masa pengobatan.Sedang menjalani kemoterapi tau sedang menggunakan obat imunosupresan.Sedang dalam masa kehamilan atau menyusui.Mengonsumsi suplemen atau obat-obatan herbal, dan beberapa produk sejenis lainnya.Anda juga dapat memberi tahu dokter bila setelah vaksinasi mengalami alergi atau gejala tak biasa lainnya.2. Pendaftaran di KlinikSetelah memeriksa kondisi Anda dan dokter menyatakan aman untuk melakukan vaksinasi hepatitis B dalam kurun waktu yang ditentukan, Anda bisa segera mendaftarkan diri ke klinik. Anda bisa mengatur jadwal vaksinasi ini sesuai kebutuhan serta menyesuaikannya dengan aktivitas harian Anda.Lewat layanan vaksinasi klinik Granostic, Anda juga bisa memilih jadwal yang cukup fleksibel, loh. Sebab dokter umum klinik Granostic selalu buka tiap hari Senin hingga Sabtu, berikut jadwal lengkapnya:Senin – Jumat, dari pukul 07.00 hingga 20.00Sabtu, dari pukul 08.00 hingga 20.003. Pemberian VaksinPemberian vaksinasi hepatitis B dilakukan dengan prosedur injeksi atau penyuntikan. Prosesnya dilakukan oleh dokter, atau petugas medis dan berada di bawah pengawasan dokter di fasilitas kesehatan.Beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter dalam proses pemberian vaksin hepatitis B yakni:Sebelum vaksin disuntikkan, dokter atau tenaga kesehatan akan mengocoknya terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen.Selanjutnya, persiapkan posisi yang aman untuk bayi dengan meletakkan kepalanya dengan posisi miring di atas pangkuan ibu dan memegang paha si Kecil.Membersihkan daerah penyuntikan dengan kapas beralkohol.Pada bayi suntikkan vaksin di daerah anterolateral paha kanan secara intramuskular, sampai isinya kosong.Sementara pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak suntikan diberikan pada otot deltoid.Kemudian tekan bekas suntikan dengan kapas untuk menghentikan darah yang keluar.4. Pemantauan Setelah VaksinasiSetelah proses vaksinasi, dokter biasanya tidak akan langsung mengarahkan Anda untuk pulang. Namun memberikan jeda beberapa saat untuk melihat apakah ada efek samping yang muncul pasca penyuntikan.Menurut berbagai penelitian vaksinasi hepatitis B ini sangat aman dilakukan, serta terbukti dapat melindungi penerimanya dari infeksi virus hepatitis B dengan baik. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa penerima vaksin akan merasakan beberapa gejala efek samping ringan seperti merah dan nyeri di bagian yang disuntik, sakit kepala dan nyeri otot, hingga demam.Gejala ini merupakan reaksi alami tubuh dalam mereaksi vaksin, untuk membentuk antibodi baru yang dapat melawan virus hepatitis B. Gejala ini juga akan mereda dan hilang dalam 1–2 hari setelah vaksinasi.Namun, bila di rumah dalam rentang waktu tersebut anak tiba-tiba mengalami gejala alergi yang tidak biasa dan parah, maka Anda harus segera menghubungi dokter atau membawa si Kecil langsung ke klinik.5. Penjadwalan Vaksinasi UlangSetelah vaksinasi pertama sukses, dokter pun akan memberikan rekomendasi penjadwalan vaksinasi hepatitis dosis kedua dan ketiga. Anda harus mematuhi jadwal tersebut dengan baik, sehingga efektivitas vaksin hepatitis B ini bisa jadi optimal.Tempat Mendapatkan Vaksin Hepatitis BVaksin hepatitis B telah lama digalakkan oleh pemerintah Indonesia, hingga menjadi bagian dari imunisasi wajib untuk bayi. Karena itu, Anda bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini dengan mudah, seperti pada beberapa tempat berikut ini:1. Rumah Sakit Umum dan SwastaAnda dapat memperoleh layanan vaksinasi hepatitis B ini di rumah sakit umum dan swasta. Sebenarnya prosedur dan jenis vaksinasi hepatitis B yang diberikan juga tidak jauh berbeda dengan klinik atau puskesmas, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter umum, mendiskusikan bagaimana penanganan terhadap efek samping yang muncul, serta menjadwalkan vaksinasi selanjutnya.Namun, rumah sakit umum biasanya memiliki batasan waktu operasional yang lebih pendek dari rumah sakit dan klinik kesehatan swasta. Sehingga kadang kala, bagi pekerja akan sulit untuk menjadwalkan vaksin sesuai dengan kegiatan harian mereka.2. Klinik VaksinasiSelanjutnya, Anda juga bisa melakukan vaksinasi hepatitis B di klinik terdekat dari rumah Anda. Buat warga Surabaya dan sekitarnya, klinik Granostic bisa hadir sebagai jawaban yang tepat.Klinik Granostic memberikan layanan vaksinasi yang lengkap, mulai dari hepatitis B, influenza, vaksin HPV, dan banyak lainnya. Karena praktek dokter umum klinik Granostic berlangsung setiap hari, dari pukul 7 pagi hingga 8 malam. Anda dapat mengatur jadwal konsultasi dan vaksin dengan fleksibel.Kami juga memiliki layanan home care, yang akan membuat pengalaman vaksin Anda menjadi lebih aman dan nyaman, karena dapat dilakukan di rumah saja!3. PuskesmasAnda juga dapat mendapatkan vaksinasi hepatitis B di puskesmas, biasanya vaksin di puskesmas diberikan untuk anak-anak dan bayi baru lahir. Namun tidak menutup kemungkinan juga bagi remaja dan orang dewasa yang belum divaksin untuk melakukan vaksinasi di puskesmas.Tips Sebelum Vaksinasi Hepatitis BAgar proses vaksinasi hepatitis B ini berjalan optimal, Anda bisa mempersiapkan beberapa hal berikut ini:1. Pastikan Kondisi Kesehatan BaikPastikan tubuh Anda dan anak dalam kondisi yang baik. Sebab jika vaksinasi dilakukan saat tubuh Anda sedang sakit, maka kemampuan tubuh dalam membentuk antibodi jadi kurang. Dengan kata lain, efektivitas vaksin sangat berkaitan erat dengan Kesehatan tubuh penerimanya.2. Konsultasikan Riwayat AlergiSelanjutnya, Anda perlu mengkonsultasikan riwayat alergi pada dokter. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya reaksi alergi yang parah saat vaksinasi diberikan.3. Ikuti Jadwal VaksinasiAgar efektivitas vaksin jadi lebih maksimal, Anda juga perlu mengikuti jadwal vaksinasi yang diberikan oleh dokter dengan tepat. Pada kasus bayi baru lahir misalnya, menurut IDAI pemberian vaksin di hari pertama jika lebih dari 48 jam setelah kelahiran, maka efektivitasnya akan menurun.Nah, Sobat, itu adalah penjelasan mengenai vaksinasi hepatitis B dan tempat Anda bisa mendapatkannya? Klinik Granostic tetap menjadi andalan bagi Anda yang membutuhkan vaksinasi hepatitis dan vaksin lainnya, dengan layanan fleksibel dan langsung di bawah penanganan dokter umum yang berpengalaman.Lebih baik lagi, klinik Granostic memberikan layanan home care vaksin untuk Anda yang ingin vaksin di rumah saja. Jenis vaksin ini juga akan membantu para lansia, yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas fisik, memperoleh vaksinasi hepatitis B dengan nyaman.Yuk, Sobat! Jaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan melengkapi vaksin hepatitis B di klinik Granostic! Jadwalkan kunjunganmu sekarang juga lewat nomor call center, ya!
Apa Itu Vaksin Hepatitis B? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Termasuk sebagai salah satu program imunisasi dasar wajib yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), apa sih sebenarnya vaksin hepatitis B itu? Serta bagaimana manfaat, jadwal, dan kemungkinan efek samping dari imunisasi ini?Menurut rilisan dari Kemenkes RI pada tahun 2023, di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 20 juta orang menderita hepatitis dengan prevalensi tertinggi pada kasus hepatitis B.Hepatitis B merupakan infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Infeksi ini dapat bersifat akut dan kronis.Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi kronis dan dapat memicu sirosis serta kanker hati, yang akan mengarah pada dampak yang fatal hingga kematian.Virus hepatitis ini dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan vagina, hingga air mani. Bahkan, hepatitis B juga dapat ditularkan ibu ke bayinya.Salah satu upaya pencegahan infeksi hepatitis B ini dapat dilakukan lewat pemberian vaksin. Untuk lebih jelasnya, mari bahas dulu apa itu vaksin hepatitis B berikut ini.Mengenal Vaksin Hepatitis BVaksin hepatitis B merupakan jenis imunisasi yang diberikan untuk membentuk antibodi khusus untuk melawan virus hepatitis B dan mencegah infeksi. Menurut World Health Organization (WHO), penyebaran hepatitis ini dapat dicegah dengan vaksinasi, yang memberikan perlindungan hampir 100% dari virus tersebut.Melansir dari laman IDAI, vaksin hepatitis B termasuk dalam rangkaian imunisasi wajib yang diberikan untuk bayi baru lahir, yang berumur sebelum 24 jam. Vaksinasi ini juga dapat diberikan berdampingan dengan imunisasi lain, seperti vaksin polio dan BCG, secara berurutan.Syarat Pemberian Vaksin Hepatitis BSelain bayi baru lahir, seseorang yang memiliki memenuhi beberapa syarat di bawah ini juga perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Siapa saja?1. Bayi Baru LahirTelah disebutkan sebelumnya, bahwa bayi baru lahir diwajibkan untuk mendapatkan imunisasi hepatitis B. Vaksinasi ini akan melindungi bayi dari infeksi hepatitis B yang menyebabkan berbagai gangguan organ hati, yang bersifat akut maupun kronis.Biasanya vaksin hepatitis B pada bayi akan diberikan pada rangkaian empat suntikan, salah satunya booster. Suntikan pertama diberikan pada bayi dalam waktu 24 jam setelah lahir. Kemudian akan dilengkapi dalam rentang usia 2, 4, 6 dan 18 bulan. 2. Anak-anak dan RemajaSelain pada bayi, anak-anak dan remaja yang belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B juga harus segera mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi pada anak-anak dan remaja ini juga sangat disarankan, terutama jika memiliki kondisi tertentu yang meningkatkan risiko terserang hepatitis B, seperti:Tinggal dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B.Menderita penyakit tertentu yang mengganggu kekebalan tubuh.Memiliki resiko kontak dengan darah, urin atau kotoran penderita hepatitis B.Memiliki gaya hidup yang buruk dan kebiasaan seksual yang tidak aman.Berlibur ke area berstatus endemik hepatitis B.3. Orang Dewasa yang Berisiko TinggiMenurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang-orang dewasa yang berusia kurang dari 59 tahun hingga lebih dari 60 tahun juga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi hepatitis B. Sebab, setelah memasuki usia 60 tahun dan belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B, risiko untuk terinfeksi sangat tinggi.Bahkan, bagi lansia yang kemungkinan tidak terpapar atau hidup di daerah yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B, juga sangat memerlukan vaksinasi ini.4. Orang dengan Penyakit Hati KronisJika seseorang sudah terkena hepatitis B, maka tidak diperlukan lagi vaksinasi hepatitis B. Namun, untuk seseorang yang memiliki penyakit hati kronis karena hepatitis C atau lainnya, maka vaksin hepatitis B sangat penting untuk diberikan. Vaksinasi ini penting diberikan karena peningkatan infeksi hepatitis B dan penyakit hati kronis lainnya akan lebih besar. 5. Orang yang Belum Pernah Divaksin Hepatitis BSeseorang yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B sama sekali seumur hidupnya juga sangat perlu mendapatkan vaksinasi. Karena virus hepatitis B dapat menyerang siapa saja, efeknya pun bisa akut dan kronis, serta memberikan banyak masalah pada kesehatan yang serius.Manfaat Vaksin Hepatitis BVaksin hepatitis B tidak hanya memiliki manfaat untuk penerimanya, namun juga berdampak untuk lingkungan sekitar dan kesehatan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa manfaat vaksin hepatitis B.1. Perlindungan dari Infeksi Hepatitis BManfaat dan tujuan utama dari vaksinasi hepatitis B adalah untuk melindungi individu dan masyarakat dari infeksi hepatitis B. Virus yang sangat mudah ditularkan dari lendir dan cairan tubuh ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang kronis dengan menyerang organ hati. Menurut Medical News Today, bayi yang menerima dosis pertama vaksin hepatitis B dalam Waktu 24 jam setelah lahir, akan mencegah penularan virus dari orang tua ke bayi hingga 75-95%.Selain itu, vaksinasi yang diberikan pada orang dewasa secara lengkap, juga akan melindungi penerima hingga 30 tahun mendatang.2. Mencegah Penyebaran VirusHepatitis merupakan jenis penyakit yang juga menyandang status endemis di Indonesia. Karena itu, dengan mendapatkan vaksinasi, Anda juga dapat membantu meningkatkan Kesehatan lingkungan dengan tidak menjadi pembawa virus dan menghentikan rantai penularan penyakit.3. Mencegah KomplikasiVaksinasi hepatitis B juga dapat membantu mencegah komplikasi masalah kesehatan organ hati, yang umumnya berkembang pada kanker dan sirosis. Menurut Healthline.com, Lebih dari 40% orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan tidak ditangani dengan tepat, infeksi berkembang menjadi kanker hati. Ribuan orang meninggal terkait dengan infeksi virus hepatitis B ini tiap tahunnya.4. Jangka PanjangVaksinasi hepatitis B juga memberikan manfaat jangka panjang, dengan melindungi penerimanya dari infeksi virus yang berdampak besar pada kesehatan organ hati dan memutuskan rantai penularan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat, sehingga membentuk komunitas yang lebih sehat dan produktif.Efek Samping Vaksin Hepatitis BBerbagai riset menunjukkan bahwa vaksinasi hepatitis B sangat aman dilakukan, serta dapat melindungi pasien dari infeksi virus hepatitis B.Namun, ada kalanya beberapa efek samping ringan juga dapat terjadi. Beberapa efek samping tersebut misalnya:1. Nyeri atau Kemerahan di Tempat SuntikanKarena diberikan dengan prosedur injeksi, maka sangat mungkin bila Anda atau anak merasakan nyeri atau kemerahan setelah vaksinasi. Kondisi ini dapat membaik dalam 1–2 hari.2. Demam RinganDemam ringan juga dapat muncul setelah vaksinasi, namun efek samping ini wajar terjadi yang merupakan respon tubuh terhadap imunisasi yang diberikan, sebagai proses dari pembentukan antibodi pada si kecil.Kondisi ini umumnya muncul 24 jam setelah imunisasi, serta bertahan dalam 1–2 hari kemudian akan membaik dengan sendirinya. 3. Kelelahan atau Sakit KepalaEfek samping lain yang mungkin terjadi pasca-vaksinasi hepatitis adalah kelelahan atau sakit kepala. Menurut American Migraine Foundation, sakit kepala setelah vaksin dapat menjadi indikasi bahwa sistem imun Anda bekerja dengan sangat baik. Karena vaksin dapat merangsang respon sistem imun, yang salah satunya adalah inflamasi berupa sakit kepala.4. Reaksi Alergi (Sangat Jarang)Reaksi alergi pasca-vaksinasi juga bisa saja terjadi, namun kondisi ini sangat jarang jika dibandingkan dengan tiga efek samping sebelumnya. Alergi dapat terjadi bila sebelumnya ada komponen dalam vaksin hepatitis B yang menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh Anda.Jika Anda mengalami reaksi alergi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan arahan perawatan yang tepat.Dosis Vaksin Hepatitis BVaksinasi hepatitis B harus diberikan dengan memperhatikan anjuran dosis berikut ini:Bayi yang Baru LahirVaksinasi hepatitis B pada bayi diberikan dalam 3 dosis bulanan, yang diberikan secara bertahap dalam tiga jadwal berikut:Dosis Pertama, sebaiknya diberikan segera setelah Si Kecil lahir dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.Dosis Kedua, dosis ini diberikan pada saat bayi memasuki usia 1–2 bulan.Dosis Ketiga, dosis ini diberikan saat bayi memasuki rentang usia 6–18 bulan. Pada bulan ke-18, biasanya akan diberikan booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin hepatitis pada Si Kecil.Anak-anak dan Remaja yang Belum DivaksinPada anak-anak dan remaja yang belum divaksin, diberikan tiga kali suntikan dengan jadwal pemberian sebagai berikut:Dosis Pertama, dapat diberikan kapan saja namun sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.Dosis Kedua, dapat diberikan 1–2 bulan setelah dosis pertama vaksinasi hepatitis B.Dosis Ketiga, diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama vaksin.Orang DewasaSama dengan anak-anak, vaksinasi hepatitis B ini juga diberikan sebanyak tiga kali dengan jadwal pemberian sebagai berikut:Dosis Pertama, dapat diberikan kapan saja, namun lebih baik sedini mungkin.Dosis Kedua, dapat diberikan 1 bulan setelah dosis pertama.Dosis Ketiga, dapat diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai vaksinasi hepatitis B yang perlu Anda tahu. Mulai dari syarat, manfaat, hingga efek sampingnya.Anda dapat melakukan vaksin hepatitis B ini di klinik Granostic. Bersama tenaga kesehatan ahli kami, vaksinasi hepatitis B ini dapat dilakukan dengan aman dan efisien.Selain itu, Anda juga bisa melakukan vaksinasi hepatitis B ini di rumah lewat layanan home care Granostic. Sehingga Anda bisa mengatur jadwal vaksinasi lebih fleksibel dan mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman.Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dari hepatitis B dengan vaksinasi lengkap bersama klinik Granostic!
Dimana Vaksin HPV di Surabaya?
Sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks, anus, dan area genital lainnya, vaksinasi HPV sangatlah penting dilakukan. Namun, tahukah Anda dimana tempat vaksin HPV di Surabaya yang terpercaya?Infeksi Human Papillomavirus (HPV) mudah ditularkan melalui kontak kulit ke kulit dari hubungan seksual, anal, dan oral. Menurut Cleveland Clinic, 80% orang yang aktif secara seksual pasti terinfeksi HPV pada suatu titik dalam hidup mereka.Pada kebanyakan kasus, HPV yang tidak berbahaya akan dapat dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh secara alami, setidaknya 1–2 tahun sejak pertama kali terinfeksi.Namun, tak jarang juga HPV bersarang ditubuh dan menyebabkan infeksi berisiko rendah seperti genital warts. Selain itu, tipe HPV tertentu bahkan berisiko tinggi dan dikaitkan dengan sejumlah kanker serviks, anus serta area genital lain, juga kanker pada tenggorokan.Sebagai upaya pencegahan penularan dan infeksi HPV, vaksin sangatlah penting untuk dilakukan. Utamanya pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang belum aktif secara seksual, serta orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh mereka.Klinik Granostic menyediakan layanan vaksinasi HPV Gardasil 4 dan 9 yang mudah diakses oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Bagaimana cara vaksin HPV di klinik Granostic? Sobat bisa langsung simak jadwalnya berikut ini:Jadwal Vaksinasi HPVVaksinasi HPV sebaiknya diberikan sedini mungkin. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), vaksinasi HPV idealnya diberikan sejak anak-anak berada di kelas 5 SD. Sementara Centers for Disease Control and Prevention (CDC), juga memberikan anjuran yang sama. Vaksin dapat diberikan pada anak di bawah usia 15 tahun, hingga dewasa berusia 26 tahun. Namun dosis dan aturan pemberian vaksinasi ini harus disesuaikan dengan kategori usia pasien, seperti:1. Usia 9-14 TahunVaksinasi untuk anak-anak dalam rentang usia 9 hingga 14 tahun, dapat diberikan dua dosis suntikan vaksin HPV dengan jadwal berikut:Dosis kedua harus diberikan setelah 6 hingga 12 bulan dosis suntikan pertama.Jika dosis kedua diberikan dalam waktu kurang dari 5 bulan setelah yang pertama, maka diperlukan satu dosis tambahan vaksin HPV lagi.2. Usia 15-26 Tahun (atau lebih)Sementara pada rentang usia 15 hingga 26 tahun dan orang dengan masalah kekebalan tubuh (misalnya pada pengidap HIV/AIDS), dapat diberikan tiga dosis suntikan vaksinasi HPV dengan jadwal berikut:Pemberian dosis kedua dilakukan 1–2 bulan setelah dosis pertama.Dosis ketiga vaksinasi HPV ini harus diberikan 6 bulan setelah dosis kedua.Harga/Biaya Vaksin HPVSetelah menyimak bagaimana aturan pemberian vaksinasi HPV di atas, Anda juga perlu mengetahui berapa biaya yang perlu Anda keluarkan. Karena, harga vaksin HPV cukup berbeda-beda tergantung dengan tipenya.Secara umum ada tiga jenis HPV dan rentang harga yang dimiliki, yakni:Vaksin HPV Gardasil, harga satu kali suntik bisa mulai dari Rp. 1.4 juta.Vaksin HPV Gardasil 9, harga satu kali suntik bisa mulai dari Rp. 2.5 juta.Vaksin HPV Cervarix, harga satu kali suntik bisa mulai dari Rp. 800 ribu. Cervarix hanya memberikan perlindungan pada tipe HPV berisiko tinggi, yakni HPV 16 dan 18 yang berkaitan dengan kasus kanker serviks, anus dan area genital lainnya, juga kanker tenggorokan.Klinik Granostic berkomitmen untuk memberikan layanan yang mudah diakses oleh warga Surabaya dan di sekitarnya, hadir dengan paket vaksin HPV Gardasil 4 dan 9 yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Vaksin HPV Gardasil 4, vaksinasi ini memberikan perlindungan dari virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Anda dapat memperoleh vaksinasi Gardasil 4 di klinik Granostic dengan besaran biaya:Biaya untuk 1x suntik: Rp 1.4 jutaBiaya untuk 3x suntik: Rp 3.9 jutaVaksin HPV Gardasil 9, memberikan perlindungan lebih lengkap, yakni dari virus HPV tipe 6, 11, 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, dan 58. Anda dapat memperoleh vaksinasi Gardasil 9 di klinik Granostic dengan besaran biaya:Biaya untuk 1x suntik: Rp 2.4 jutaBiaya untuk 3x suntik: Rp 6.84 jutaHarga vaksinasi ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2024. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mengatur jadwal, konsultasi dengan tim medis, serta mendiskusikan teknis vaksinasi lainnya bersama tim telemarketing kami lewat layanan Call Center atau klinik tombol Home Service di bagian bawah artikel ini!Prosedur Vaksinasi HPVSecara umum prosedur vaksinasi HPV tidak jauh berbeda dengan vaksinasi lainnya. Beberapa prosedur yang akan Anda lalui seperti:Konsultasi dengan DokterSebelum vaksin diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis untuk menyimak bagaimana kondisi tubuh Anda. Dokter juga akan menanyakan mengenai bagaimana gaya hidup dan aktivitas seksual Anda, sehingga dapat merekomendasikan jenis vaksinasi yang tepat dan ideal.Konsultasi ini juga sangat penting apabila Anda sedang dalam beberapa kondisi di bawah ini:Sedang mengalami penyakit parah atau menjalani pengobatan tertentu.Memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin tertentu.Sedang dalam masa mengandung atau menyusui.Berusia di atas 27–45 tahun atau sudah pernah terinfeksi HPV sebelumnya, menurut CDC Anda perlu mendiskusikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum vaksinasi HPV.Prosedur ini sangat penting dilakukan untuk meminimalisir adanya efek samping pasca-injeksi, serta dapat membantu mengoptimalkan efek vaksinasi HPV yang diberikan.Pendaftaran di Fasilitas KesehatanSetelah konsultasi, Anda dapat langsung mendaftar vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat. Anda bisa menyesuaikan jadwal vaksinasi dengan aktivitas pribadi Anda, pastikan untuk mempertimbangkan saran-saran yang diberikan oleh dokter umum Anda di sesi konsultasi saat memutuskan waktu vaksinasi.Jika Anda melakukan vaksinasi HPV bersama Granostic, Anda tak hanya bisa mendapatkan vaksin ini di klinik. Kami juga menyediakan layanan home care, yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan vaksin di rumah.Vaksinasi bersama Granostic juga akan ditangani oleh tenaga medis ahli dan berada di bawah pengawasan dokter umum yang berpengalaman. Bagaimana? Anda tertarik?Pemberian VaksinPemberian vaksin akan dilakukan pada jadwal yang sudah ditentukan dan dengan dosis yang disesuaikan dengan standar Kemenkes RI. Vaksinasi HPV hanya diberikan dengan prosedur injeksi atau suntikan, dosis yang diberikan dalam satu kali suntikan adalah 0,5 ml. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter dalam proses pemberian vaksin HPV yakni:membersihkan area yang akan disuntik dengan kapas beralkohol, umumnya pada lengan bagian atasmenjepit kulit di sekitar area yang akan disuntik dengan tangankemudian menyuntikkan vaksin HPV hingga ke dalam ototmemberikan kain kasa beralkohol untuk menekan area yang disuntik Ketika jarum kana dilepas, sehingga tidak terjadi pendarahan.Pemantauan Setelah VaksinasiSetelah proses vaksinasi dilakukan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk beristirahat selama 15 menit, sebagai pemantauan kondisi pasca-vaksinasi. Secara umum, vaksinasi dapat memberikan gejala efek samping ringan seperti demam, nyeri otot dan kepala, rasa sakit dan kemerahan pada area yang disuntik. Gejala-gejala ini biasanya akan berkurang dan hilang dalam 1–2 hari.Namun, jika Anda mengalami alergi yang berat setelah vaksinasi, segera hubungi dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan medis yang tepat sasaran.Penjadwalan Dosis SelanjutnyaKetika vaksinasi selesai dilakukan dan tidak ada kendala atau efek samping berbahaya yang timbul, maka dokter akan menyarankan penjadwalan dosis vaksinasi selanjutnya. Tempat Vaksinasi HPVKemenkes RI sejak beberapa tahun lalu telah menggalakkan vaksinasi HPV untuk masyarakat Indonesia, sebagai upaya melawan dan mencegah adanya kanker serviks. Sebagai hasilnya, masyarakat kini mendapatkan akses vaksinasi HPV yang lebih mudah dan masif.Berikut ini beberapa tempat vaksinasi HPV yang bisa Anda pertimbangkan, yakni:1. Rumah Sakit Umum dan SwastaVaksinasi HPV dapat Anda peroleh atau akses di rumah sakit umum dan swasta, tak ada perbedaan spesifik dari prosedur vaksinasi layanan yang diberikan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi HPV, mendiskusikan bagaimana kemungkinan adanya efek samping serta jadwal vaksinasi selanjutnya.2. Klinik VaksinasiSelain rumah sakit umum dan swasta, Anda juga bisa melakukan vaksinasi HPV di klinik terdekat dari rumah Anda, seperti Granostic. Bersama dengan tim medis ahli dan profesional kami, vaksinasi dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan dan berlangsung secara efisien.Selain itu, klinik Granostic juga memberikan layanan home care untuk mempermudah vaksinasi HPV bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Lewat layanan home care, vaksinasi juga dapat dilakukan di rumah Anda secara langsung, loh.3. PuskesmasAnda juga bisa mendapatkan vaksinasi HPV di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat dari tempat tinggal Anda. Namun ketersediaan vaksinasi ini mungkin tidak selalu ada di puskesmas, akan tetapi pihak kesehatan yang ada akan selalu memberikan informasi terkait jadwal-jadwal vaksinasi HPV yang akan diselenggarakan.Tips Sebelum Vaksinasi HPVKeberadaan vaksin HPV ini sangat penting untuk mencegah infeksi virus dan menekan kasus kanker serviks. Namun sebelum Anda menjadwalkan vaksin, berikut ini adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu efek vaksinasi HPV lebih maksimal:1. Persiapan FisikPersiapan fisik yang dimaksud adalah dengan memastikan bahwa Anda dalam kondisi yang prima. Anda dapat mulai membangun rutinitas olahraga yang baik, mengatur diet yang sehat dan bergizi tinggi, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman berkandungan gula tinggi dan beralkohol.2. Konsultasikan Riwayat MedisSelanjutnya, Anda juga perlu mengonsultasikan riwayat medis dengan dokter demi memilih jenis vaksinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Diskusikan mengenai gaya hidup dan aktivitas seksual Anda, kondisi atau masalah kesehatan yang Anda alami, serta kekhawatiran Anda tentang vaksinasi HPV.3. Jangan Lupa Vaksinasi UlangIngat, vaksinasi HPV diberikan lebih dari satu kali. Pada anak usia di bawah 15 tahun, vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali suntikan. Sementara pada anak usia 15 hingga 26 tahun, diperlukan 3 kali suntikan vaksin HPV.Jangka waktu pemberian dosis HPV ini telah ditentukan dan diatur sebelumnya, sehingga Anda harus mematuhinya agar efek vaksinasi dapat berjalan optimal.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai prosedur dan tempat dimana vaksin HPV di Surabaya. Anda dapat menjadwalkan konsultasi dan vaksinasi di klinik Granostic dengan menghubungi nomor call center kami secara langsung. Atau tinggal klik Home Service di bawah untuk menjadwalkan layanan vaksinasi di rumah saja!Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dengan vaksinasi HPV lengkap di klinik Granostic Surabaya!
Apa Itu Vaksin HPV? Berikut Penjelasannya
Sobat Granostic, tahukah Anda jika hampir setiap orang yang tidak divaksin dan aktif secara seksual akan tertular HPV di suatu waktu dalam hidup mereka?Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa sebanyak 13 juta penduduk Amerika, termasuk remaja, telah terinfeksi HPV setiap tahunnya.Human Papillomavirus (HPV) merupakan jenis virus yang dapat ditularkan dari kulit ke kulit lewat hubungan seksual, oral, maupun anal. Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, virus ini dapat dilawan dan dibersihkan dari tubuh tanpa pengobatan khusus, setidaknya dalam 1–2 tahun setelah terinfeksi.Namun, pada banyak juga infeksi HPV yang tidak hilang. Bahkan bisa berkembang dan memunculkan lesi prakanker dan menyebabkan kanker. Contohnya, kebanyakan kanker serviks dan pada area genital lainnya berkaitan dengan infeksi HPV.Inilah mengapa vaksinasi HPV menjadi begitu penting. Bahkan pemerintah Indonesia pun menganjurkan vaksinasi dimulai saat anak-anak berada di bangku kelas 5 SD dan diberikan berbagai program vaksinasi gratis yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.Namun, sebenarnya apa itu vaksin HPV? Berikut penjelasannya!Mengenal Vaksin HPVVaksin HPV merupakan serangkaian suntikan (imunisasi) yang dapat melindungi penerimanya dari infeksi Human papillomavirus.Pemberian virus ini sangatlah penting mengingat HPV mudah ditularkan lewat hubungan seksual. Menurut Cleveland Clinic, infeksi HPV sangatlah umum terjadi, dengan 80% dari orang yang aktif secara seksual pasti pernah terinfeksi pada satu titik tertentu dalam hidup mereka.Penggunaan kondom saja tidak begitu efektif untuk mencegah penularan HPV, karena kondom tidak bisa menutupi seluruh area genital dengan sempurna. Karena itu, memberikan perlindungan dari dalam tubuh Anda dengan menciptakan antibodi yang kuat untuk melawan HPV adalah langkah yang sangat direkomendasikan.Jenis Vaksin HPVMengingat peranannya yang sangat besar untuk mencegah penularan HPV, Anda tentu setuju bahwa vaksin adalah hal penting yang harus dilakukan. Namun, sudahkah Anda menentukan jenis vaksin HPV mana yang akan diambil?Ada tiga jenis vaksin HPV, yakni gardasil 4, gardasil 9, dan Cervarix. Apa bedanya? Gardasil 4 (Quadrivalent HPV Vaccine)Vaksin Gardasil 4 atau Gardasil, dapat melindungi infeksi HPV dengan tipe:HPV 16 dan 18, kedua tipe HPV ini dikaitkan dengan 70% kanker serviks, 90% kanker anus, dan banyak kanker yang dapat mempengaruhi tenggorokan dan alat kelamin penderitanya.HPV 6 dan 11, keduanya dikaitkan dengan 90% kasus kutil kelamin.Gardasil 9 (Nonavalent HPV Vaccine)Vaksin HPV Gardasil 9 merupakan jenis vaksin yang memberikan perlindungan paling komprehensif/menyeluruh dari semua vaksin HPV. Gardasil-9 melindungi infeksi HPV yang terkait dengan:HPV 16 dan 18, yang merupakan dua jenis HPV berisiko tinggi an yang paling umum. Keduanya sangat berkaitan dengan kasus kanker serviks (sebesar 70%), kanker anus (sebesar 90%), dan banyak kanker yang juga terjadi pada tenggorokan serta area genital Anda.HPV 31, 33, 45, 52, dan 58. Jenis-jenis ini juga secara bersamaan menjadi penyebab dari 20 persen kanker serviks tambahan.HPV 6 dan 11, jenis menyebabkan kutil kelamin. Meski dianggap berisiko rendah dan tidak menyebabkan kanker, akan tetapi kutil kelamin tetaplah bersifat menular.Cervarix (Bivalent HPV Vaccine)Berbeda dengan dua jenis vaksin sebelumnya, vaksin Cervarix hanya melindungi terhadap jenis HPV berisiko tinggi yang terkait dengan kanker, yakni HPV 16 dan 18. Produk ini tidak melindungi Anda dari jenis yang menyebabkan kutil kelamin.Usia yang Disarankan untuk VaksinasiSebagai upaya pencegahan kanker serviks, anus, area genital lainnya, dan pada tenggorokan, vaksinasi HPV sangatlah penting. Menurut berbagai sumber terpercaya, usia yang disarankan untuk vaksinasi adalah:Usia IdealMelansir dari CDC, vaksinasi HPV sangat disarankan dilakukan pada usia 11 atau 12 tahun. Namun, vaksinasi ini sudah dapat diberikan sejak anak-anak memasuki usia 9 tahun.Usia 15-26 TahunSelain usia di bawah 15 tahun, seseorang yang belum pernah sama sekali mendapatkan vaksinasi HPV di rentang 15–26 tahun juga dianjurkan untuk melakukan vaksin. Langkah ini sangat penting karena di rentang usia tersebut, masih banyak orang yang belum terpapar virus HPV secara langsung.Sementara pemberian HPV untuk seseorang yang berusia 27–45 tahun, dokter dapat mempertimbangkan untuk mendiskusikan vaksinasi HPV dengan orang-orang yang kemungkinan besar akan mendapatkan manfaat dari tindakan tersebut.DosisPemberian dosis vaksinasi ini juga disesuaikan dengan usia pasien. Pada pasien berusia kurang dari 15 tahun, atau 9–14 tahun, bisa mendapatkan dua suntikan (dosis) vaksin HPV. Sementara pasien yang berusia lebih dari 15 tahun dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah memerlukan tiga suntikan (dosis) vaksin HPV.Prosedur Pemberian VaksinSetelah menyimak usia dan dosis, sekarang Anda juga perlu mempelajari bagaimana prosedur pemberian vaksin HPV tersebut.Dosis dan JadwalDua Dosis (Usia 9-14 Tahun)Pasien yang berusia kurang dari 15 tahun, diberikan vaksinasi dengan dosis:Dosis kedua vaksin bisa diberikan setelah 6-12 bulan setelah pemberian dosis pertama.Remaja yang menerima dua dosis vaksin dengan jarak kurang dari 5 bulan, akan memerlukan dosis ketiga vaksin HPV.Tiga Dosis (Usia 15 Tahun ke Atas)Pasien yang berusia 15–26 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh dapat menggunakan dosis:Jadwal tiga dosis yang direkomendasikan oleh CDC adalah 0, 1–2, dan 6 bulan. Tiga dosis tersebut direkomendasikan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (termasuk yang terinfeksi HIV), yang berusia 9 hingga 26 tahun.Pemberian VaksinPemberian vaksin dilakukan dengan metode injeksi atau suntikan, yang juga akan dilakukan oleh dokter umum dan berpengalaman, dalam vaksinasi sesuai dengan jadwal serta dosis yang direkomendasikan.Tujuan Vaksin HPVAdanya vaksinasi HPV sangatlah berperan penting dalam mencegah penularan dan infeksi virus tersebut pada tubuh Anda. Karena, infeksi HPV juga bisa menimbulkan beberapa penyakit, baik yang berisiko rendah atau tinggi.Tujuan utama dari vaksinasi HPV lainnya adalah sebagai berikut:Mencegah Kanker ServiksMenurut WHO 90% kanker serviks yang dialami oleh perempuan berkaitan dengan infeksi HPV, utamanya tipe 16 dan 18. Dengan melakukan vaksinasi, Anda dapat mencegah infeksi dua tipe HPV ini, atau bahkan tipe lain, yang juga dapat membantu Anda dalam mencegah timbulnya kanker serviks.Mencegah Kutil KelaminSelain kanker serviks, vaksin HPV juga membantu mencegah terjadinya kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Anda secara spesifik dapat menggunakan tipe vaksin Gardasil 4 dan Gardasil 9 untuk menghalau dua tipe tersebut.Mencegah Jenis Kanker LainSelain kanker serviks, infeksi HPV juga dikaitkan dengan kanker tenggorokan, anus, dan area genital Anda lainnya. Karena itu, dengan melakukan vaksinasi HPV ini Anda dapat mencegah terjadinya kanker-kanker lain juga.Efek Samping Vaksin HPVSama halnya dengan prosedur vaksinasi lainnya, pemberian vaksin HPV juga pasti menimbulkan efek samping minor, seperti:Nyeri di Tempat SuntikanRasa nyeri di tempat suntikan merupakan efek samping yang sangat umum pada vaksinasi prosedur injeksi. Rasa nyeri dan kemerahan ini biasanya akan dapat berkurang atau hilang dalam 1–2 hari.Demam RinganDemam juga termasuk sebagai efek samping yang sangat umum ketika Anda mendapatkan vaksin. Sebab kondisi ini merupakan bentuk respons tubuh dalam membentuk kekebalan tubuh baru, sesuai dengan gabungan vaksin HPV tersebut. Sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh atau demam.Sakit Kepala atau KelelahanVaksinasi juga sangat mungkin menyebabkan Anda merasa sakit kepala atau kelelahan. Ini merupakan reaksi alami tubuh ketika akan membentuk antibodi baru yang sesuai dengan gabungan vaksin HPV tersebut. Mual atau Nyeri OtotGejala umum lainnya saat melakukan vaksinasi HPV adalah mual dan nyeri otot, namun biasanya gejala ini hanya akan berlangsung dalam waktu relatif sebentar, yakni 1–2 hari saja.Reaksi Alergi (Jarang Terjadi)Reaksi alergi merupakan efek samping vaksin yang sangat jarang terjadi, karena vaksinasi yang diberikan ini telah melalui uji coba dan penelitian yang mendalam, sehingga sangat aman dilakukan, bahkan untuk anak-anak.Namun tidak menutup kemungkinan reaksi alergi ini akan terjadi, sehingga perlu adanya pemantauan kondisi pasien pasca vaksinasi HPV.Selain itu, Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter begitu mendapati gejala tidak biasa setelah vaksinasi.Keamanan Vaksin HPVVaksin HPV telah terbukti aman dalam banyak penelitian. Efek samping yang terjadi pun cukup umum, seperti nyeri dan kemerahan di tempat suntikan. Hingga menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, atau demam.Keamanan vaksin HPV ini akan semakin terjamin ketika Anda melakukan vaksinasi di klinik dan penyedia layanan kesehatan terpercaya, seperti klinik Granostic. Selain itu, klinik Granostic juga menyediakan paket vaksinasi HPV sesuai dengan kebutuhan Anda dan dapat diakses lewat call center. Selain itu, Anda juga bisa menjadwalkan layanan home care untuk vaksinasi HPV di rumah aja.Yuk, lindungi keluarga, orang tersayang, dan diri Anda dengan vaksinasi HPV lengkap di klinik Granostic!
Apakah HPV Bisa Sembuh? Disini Jawabannya!
Menurut World Health Organization (WHO), 90 persen kasus kanker serviks pada perempuan berhubungan dengan infeksi HPV. Mengingat sifatnya yang menular, apakah infeksi HPV bisa sembuh?Human Papillomavirus (HPV) merupakan jenis infeksi menular seksual yang cukup umum terjadi. Hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi oleh HPV, yang kadang tidak menimbulkan gejala sama sekali.HPV dapat menginfeksi pada kulit, area kelamin, dan juga tenggorokan. Kasus infeksi HPV juga ada yang ringan, seperti kutil kelamin. Namun ada juga yang bersifat berat seperti kanker serviks.Meskipun penularan HPV dapat diminimalisir dengan menggunakan kondom, namun akan ada saja skenario yang membuat Anda terinfeksi. Kalau sudah begitu, wajar bila Anda merasa panik dan gelisah.Lantas apakah HPV bisa sembuh? Bagaimana juga perawatan yang harus diambil untuk upaya penanganan infeksi HPV? Simak penjelasannya di bawah ini, Sobat Granostic!1. HPV Sering Hilang SendiriMelansir dari laman WHO, pada kebanyakan kasus HPV dapat hilang sendiri tanpa memerlukan pengobatan atau perawatan khusus. Karena sistem kekebalan tubuh akan mengontrol infeksi HPV sehingga dapat menetralisir keberadaannya dalam tubuh, setidaknya dalam satu atau dua tahun.Namun bagi seseorang yang telah terdiagnosis mengalami infeksi HPV, terutama perempuan dengan masalah kutil kelamin, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kembali dalam waktu 1 tahun.Sebab perawatan pada infeksi HPV hanya bersifat untuk mengatasi gejalanya, sementara virus dalam tubuh tidak bisa dihilangkan. Kutil kelamin juga kadang bisa hilang sendiri, tanpa adanya pengobatan atau perawatan medis. Namun, kemungkinan kutil akan bertumbuh lebih banyak dan menimbulkan komplikasi bisa terjadi jika tidak dilakukan penanganan sejak dini.2. HPV yang Berisiko TinggiMenurut National Cancer Institute, HPV memiliki 200 strain virus yang dapat ditularkan lewat hubungan seksual, anal, maupun oral. Tipe HPV yang berisiko tinggi merupakan HPV 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, dan 59. Dua tipe HPV dari kelompok tersebut, HPV 16 dan 18, berkorelasi dengan kanker serviks.Infeksi HPV yang berisiko tinggi ini tidak dapat dikontrol dengan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Ketika infeksi HPV berisiko tinggi terjadi selama bertahun-tahun, hal ini bisa menimbulkan perubahan sel dan menjadi lebih buruk, yang seiring waktu menjadi prakanker kemudian kanker.Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan HPVSeperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa umumnya HPV dapat hilang sendiri pada tubuh setelah 1–2 tahun terinfeksi. Namun tak sedikit pula seseorang terinfeksi HPV dan menyebabkan timbulnya gejala pada kulit, kelamin, dan tenggorokan. Bahkan bisa menimbulkan risiko tinggi dan memicu kanker serviks.Mengapa perbedaan ini bisa terjadi? Mari simak apa saja faktor yang mempengaruhi kesembuhan HPV di bawah ini:1. Kekuatan Sistem ImunKekebalan tubuh berperan penting dalam membersihkan virus dari tubuh. Akan tetapi kemampuan ini hanya berperan sebesar kurang dari 20 persen. Namun, sistem kekebalan tubuh masih berperan penting dalam pembersihan virus dan mencegahnya berkembang menjadi penyakit. Karena itu, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat yang mampu mendukung kerja sistem imun tubuh, seperti makan menu yang sehat dan bergizi tinggi, rajin olahraga, serta menghindari kebiasaan tidak sehat (merokok, minum alkohol, dsb).2. Tipe HPVTipe HPV yang menginfeksi juga menjadi faktor yang mempengaruhi kesembuhan gejalanya. Akan tetapi hingga kini tidak ada perawatan yang dapat menghilangkan virus ini dari tubuh, melainkan hanya fokus untuk mengangkat kutil dan benjolan prakanker yang terjadi akibat infeksi HPV.3. UsiaUsia pun dapat mempengaruhi efektivitas perawatan infeksi HPV. Seseorang yang berusia di bawah 30 tahun, sebagian besar dapat menyembuhkan HPV dengan sendirinya. Namun pada usia 30 tahunan, pengecekan melalui Pap Smear sangatlah penting untuk menemukan lesi prakanker. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan pemeriksaan pap smear untuk perempuan ini dilakukan tiap 3 tahun sekali, utamanya bagi seseorang yang telah mengalami riwayat HPV sebelumnya.4. Kebiasaan MerokokMerokok dapat mengurangi kemampuan imun untuk membersihkan virus dari tubuh, yang artinya infeksi HPV ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh secara alami.Tidak hanya memperburuk sistem imun Anda, merokok juga berkemungkinan meningkatkan displasia tingkat tinggi untuk berkembang menjadi kanker. Karena itu, berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mengubah gaya hidup yang terbukti dapat memiliki efek positif pada kemampuan sistem imun untuk membersihkan infeksi HPV, baik yang punya risiko rendah maupun tinggi.5. Status ImunodefisiensiOrang dengan imunodefisiensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan lesi dan kanker terkait HPV. Imunodefisiensi ini bisa terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit menular seksual lainnya, seperti HIV/AIDS.Menurut studi yang dirilis di Jurnal Ilmiah Kesehatan pada tahun 2023, prevalensi infeksi HPV risiko tinggi terjadi pada pasien perempuan dengan status HIV positif, yakni hingga 52,6 persen.Pengobatan untuk HPVPengobatan infeksi HPV sendiri dilakukan dengan tata laksana yang berbeda pada tiap tipe virusnya, juga apakah tergolong ringan atau berat. Lebih jelasnya, mari simak ulasannya di bawah ini:1. Tidak Ada Pengobatan untuk Virus HPV Itu SendiriSebelumnya, Anda harus memahami bahwa pengobatan yang dimaksudkan adalah untuk mengatasi gejalanya seperti adanya kutil dan lesi pra-kanker pada genital, kulit, maupun tenggorokan. Sementara itu, belum ditemukan obat untuk membersihkan atau menyembuhkan virus HPV dari dalam tubuh pasien.2. Pengobatan Kutil KelaminKutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11, yang bentuknya menonjol atau datar, ukurannya juga bisa berwarna kecil atau besar, dengan warna merah muda atau senada dengan warna kulit Anda. Kutil kelamin ini dapat muncul di bagian serviks, vulva, skrotum, selangkangan, paha, anus, maupun penis. Terkadang kutil kelamin dapat sembuh dengan sendirinya, namun Anda juga bisa mendapatkan pengobatan medis dengan prosedur berikut ini:Krim dan SalepPilihan pengobatan pertama dapat dengan krim yang diresepkan oleh dokter. Umumnya krim ini akan mengandung imiquimod dan podofilox, keduanya bisa menghancurkan jaringan kutil dari 45 hingga 90 persen. Sehingga kutil dapat hilang, namun tetap dapat muncul kembali.Krioterapi (Pembekuan Kutil)Prosedur ini melibatkan proses pembekuan dan penghancuran kutil kelamin dengan nitrogen cair. Bedah Listrik atau LaserSelain itu, kutil kelamin juga dapat diobati dengan bedah listrik atau laser. Metode ini menggunakan cahaya untuk membakar sel-sel abnormal.3. Pengelolaan Perubahan Sel PrakankerInfeksi HPV berisiko tinggi yang terjadi secara menerus dapat menyebabkan sel-sel abnormal berkembang, yang kemudian dapat menyebabkan kanker.Infeksi HPV yang terus menerus terjadi pada serviks, jika tidak diobati dapat menyebabkan kanker serviks. Menurut data WHO, 95 persen kasus kanker serviks berhubungan dengan HPV.Biasanya dibutuhkan waktu 15–20 tahun bagi sel-sel abnormal untuk menjadi kanker, tapi pada wanita dengan kekebalan tubuh lemah, proses ini dapat datang lebih cepat yakni dalam kurun waktu 5–10 tahun.Nah, untuk pengelolaan perubahan sel prakanker ini, Anda perlu mengikuti beberapa prosedur berikut ini:Pap Smear dan KolposkopiPap smear merupakan tes yang dilakukan untuk menyimak adanya lesi prakanker pada bagian serviks. Sementara kolposkopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk menindaklanjuti skrining kanker serviks yang abnormal.Seseorang dalam rentang usia 21 dan 30 tahun perlu melakukan tes pap smear setidaknya tiga tahun sekali. Kemudian untuk seseorang di usia antara 35 hingga 65 tahun dapat melakukan tes papsmear tiap lima tahun sekali.Vaksinasi HPV Selanjutnya, Anda juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi HPV. Menurut peraturan Kemenkes RI terdapat anjuran khusus dalam pemberian vaksin HPV, seperti:Anak perempuan yang berusia di bawah 9–13 tahun dianjurkan untuk melakukan dua kali vaksinasi HPV, dengan selang waktu pemberian selama 12 bulanPerempuan usia di atas 13–45 tahun disarankan untuk menjalani tiga kali vaksinasi HPV dengan jarak waktu dua bulan antara vaksinasi pertama dan kedua, serta enam bulan antara kedua dan ketigaAnda dapat melakukan vaksinasi HPV ini di klinik Granostic, yakni vaksinasi HPV gardasil 4 dan 9. Bersama dokter kami, Anda bisa mendiskusikan jenis vaksin mana yang paling cocok untuk kondisi tubuh Anda, serta atur jadwal pemberian vaksin dengan lebih fleksibel dan mudah bersama Granostic.4. Pemantauan dan Skrining RutinPemantauan adalah hal yang paling penting untuk mencegah adanya infeksi HPV yang berisiko tinggi, termasuk sebagai deteksi dini adanya kanker serviks. Beberapa prosedur untuk memantau dan skrining HPV antara lain:Pap SmearPap smear merupakan tes yang dapat mendeteksi sel abnormal pada serviks sebelum mereka berkembang menjadi kanker. Prosedur tes kesehatan ini juga dapat mendeteksi infeksi dan inflamasi tertentu pada serviks. Selama pap smear, dokter akan mengambil sampel sel dalam serviks dan menelitinya di bawah mikroskop.Tes HPV DNASelain pap smear, tes HPV DNA juga bisa membantu mendeteksi merupakan prosedur tes berbasis molekuler yang bertujuan untuk mencari tahu adanya tanda infeksi HPV, utamanya yang berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kanker serviks. Tes ini melibatkan pengambilan sel dari serviks untuk mencari DNA HPV.5. Pencegahan HPVPencegahan HPV sangatlah penting untuk mengurangi risiko kanker serviks dan permasalah kesehatan yang lebih kompleks lainnya, yang berkaitan dengan virus tersebut. Beberapa upaya pencegahan infeksi HPV yang bisa Anda lakukan misalnya:VaksinasiMelakukan vaksinasi HPV bisa sangat membantu tubuh untuk membentuk antibodi yang kuat dan efektif melawan infeksi virus tersebut. Pemberian vaksin ini dihimbau untuk dilakukan sejak anak perempuan berusia di bawah 9 tahun.Selain pencegahan infeksi, vaksinasi juga membantu pasien untuk menghalau HPV berisiko tinggi yang menyebabkan kanker serviks.Penggunaan KondomSelanjutnya, terapkan praktik hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom atau pelindung dental. Meski begitu hal ini juga kadang kurang efektif, karena tidak seluruh bagian kulit kelamin tertutupi dengan kondom. Sementara penularan kutil kelamin ini terjadi lewat sentuhan kulit ke kulit.Skrining Kanker ServiksSelanjutnya, sebagai upaya pencegahan infeksi yang serius, Anda perlu melakukan skrining kanker serviks secara teratur. Langkah ini juga sangat penting untuk deteksi dini adanya lesi prakanker, sehingga Anda bisa mendapatkan perawatan dan penanganan medis segera.Nah, Sobat Granostic, apakah penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan Anda soal apakah HPV bisa sembuh?Hal paling utama adalah mengusahakan agar Anda tidak terinfeksi dengan melakukan vaksinasi HPV sejak dini. Klinik Granostic menawarkan jasa vaksinasi HPV gardasil 4 dan 9, yang bisa Anda akses dengan mudah dengan langsung datang ke klinik atau lewat layanan home care.Tim medis profesional kami akan melakukan vaksinasi dengan efisien, sehingga Anda tidak akan merasa repot maupun tidak nyaman. Selain itu, Anda juga bisa terus melakukan skrining kesehatan bersama dokter kami untuk mendeteksi dini adanya sel-sel abnormal yang mengarah pada risiko berat HPV.Yuk, lindungi keluarga dan diri Anda dari risiko infeksi HPV dengan vaksinasi di klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:NHS (National Health Service). (n.d.). Human papilloma virus (HPV). ditinjau oleh tim medis profesional. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). HPV (Human Papillomavirus). Ditinjau oleh dokter dan tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.WebMD. (n.d.). HPV Treatment: Is There an HPV Cure?. Diakses pada 2025.Johns Hopkins Medicine. (n.d.). HPV: 5 Things All Women Should Know. Informasi dari Johns Hopkins Medicine secara rutin ditulis atau ditinjau oleh dokter. Diakses pada 2025.
Apa Itu Penyakit HPV? Berikut Penjelasan
Lebih dari 30 jenis HPV dapat berdampak pada kesehatan Anda, yang di antaranya tidak berbahaya hingga menyebabkan infeksi penyakit yang berisiko tinggi. Memang apa itu penyakit HPV?HPV atau Human Papilloma Virus merupakan virus yang sangat umum menginfeksi berbagai bagian tubuh kita. Ada lebih dari 100 jenis HPV, termasuk yang menyebabkan tumbuhnya kutil di kulit tangan, kaki, dan lainnya. Namun 30 di antaranya dapat menyebabkan penyakit kulit kelamin, termasuk bagian vulva, vagina, cervix, penis, dan skrotum, begitu juga pada anus dan rektum.Meski sebagian besar tidak berbahaya, akan tetapi Anda juga perlu berhati-hati agar tidak terinfeksi HPV. Lantas bagaimana ciri-ciri dan gejala HPV? Mari simak penjelasannya di bawah ini, Sobat Granostic!Ciri-ciri dan Gejala HPVMelansir dari Mayo Clinics, pada banyak kasus, sistem kekebalan tubuh akan mengalahkan infeksi HPV sebelum kutil muncul. Ketika sudah terinfeksi dan muncul kutil, tampilannya pun akan bervariasi tergantung pada jenis HPV yang menginfeksi. Berikut penjelasan lengkapnya:1. Infeksi HPV pada kulitPada bagian kulit yang dimaksud merupakan jenis kutil yang umum Anda temukan di wajah atau kulit tubuh. Kondisi ini menimbulkan munculnya tonjolan-tonjolan kecil pada kulit, yang bila sering terkena tekanan atau trauma akan menimbulkan nyeri bahkan berdarah.Ada beberapa tipe kutil kulit yang bisa menjadi gejala atau ciri-ciri HPV, yakni:Kutil biasa (common warts), yang tampak seperti benjolan kasar dan menonjol, yang umumnya berada di tangan dan jari. Selain masalah estetika, keberadaan kutil ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri atau rentan terhadap cedera atau pendarahan.Kutil plantar (plantar warts), yang biasanya muncul di tumit atau telapak kaki, bentuknya keras dan kasar. Keberadaannya akan menimbulkan rasa tidak nyaman.Kutil datar (flat warts), yang merupakan lesi datar dan sedikit menonjol. Umumnya kutil ini dapat muncul di mana saja, namun pada anak-anak umumnya mengalami di wajah, pria di area janggut, dan perempuan cenderung mengalaminya di kaki.2. Infeksi HPV pada alat kelaminTak jauh berbeda, infeksi HPV pada alat kelamin pun tak banyak menunjukkan ciri atau gejala khusus kecuali dengan munculnya kutil pada area tersebut. Kondisi tersebut dikenal sebagai kutil kelamin atau kondiloma akuminata.Jenis kutil ini bisa muncul dalam bentuk lesi datar, benjolan kecil seperti kembang kol atau tonjolan kecil. Pada perempuan, kutil kelamin sebagian besar muncul di vulva tapi juga dapat muncul di dekat anus, serviks, atau vagina.Sementara pada pria, kutil kelamin ini dapat muncul di penis dan skrotum, atau di sekitaran anus. Kutil kelamin jarang menyebabkan rasa tidak nyaman, namun bisa saja menyebabkan rasa gatal atau nyeri.3. Infeksi HPV yang berisiko tinggiMeski kadang kutil kelamin tampak begitu mengerikan, infeksi jenis HPV ini tergolong ringan. Pada infeksi berisiko tinggi, HPV bisa memicu kanker serviks. Sebagian besar kasus kanker serviks menunjukkan gejala keputihan berbau, pendarahan setelah menopause, dan pendarahan setelah berhubungan intim.Namun, jika sudah masuk dalam stadium lanjut gejala yang dialami pun akan lebih parah. Seperti mengalami lemas, nyeri tulang, penurunan berat badan, hingga gangguan saat buang air kecil, hingga penyebaran sel kanker.Penyebab HPVSebagai upaya pencegahan, Sobat Granostic pun perlu mengetahui apa saja penyebab infeksi HPV berikut ini:1. Kontak kulit ke kulitInfeksi virus HPV terjadi saat virus memasuki tubuh Anda, misalnya lewat luka, abrasi, atau robekan kecil di kulit.Infeksi HPV genital ditularkan melalui hubungan seksual, seks anal, dan kontak kulit ke kulit lainnya di daerah genital. Beberapa infeksi HPV yang mengakibatkan lesi oral atau saluran pernapasan juga karena adanya transmisi virus melalui seks oral.2. Kontak dengan benda yang terkontaminasiSelain itu, virus HPV juga dapat ditularkan dengan benda yang terkontaminasi. Hal ini cukup jarang terjadi, namun dapat meningkatkan risiko penularannya.3. Sistem kekebalan tubuh lemahOrang dengan daya tahan tubuh lemah memiliki risiko lebih besar terhadap infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh dapat melemah ketika Anda terinfeksi HIV/AIDS atau mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh dalam waktu yang cukup lama.Cara Mengatasi HPVSetiap infeksi HPV memiliki cara penanganan yang berbeda, berikut ini adalah panduannya:1. Kutil kelaminPada kasus kutil kelamin, keberadaan HPV dalam tubuh tidak bisa dihilangkan. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan berfokus untuk menghilangkan kutil di area genital, serta mencegahnya untuk menyebar.Cara penanganan kutil kelamin ini juga bisa melalui beberapa prosedur, seperti:Pengobatan: memberikan obat-obat topikal langsung pada bagian kutil seperti asam salisilat, imiquimod atau krim resep untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan HPV, podofilox, dan asam trikloroasetat.Prosedur bedah dan pengangkatan kutilPembekuan dengan nitrogen cair (krioterapi)Pembakaran dengan arus listrik (elektrokauter)Pembedahan laser.2. Pemantauan dan Pap smear (Pemeriksaan leher rahim)Ketika dokter menemukan hasil tes HPV atau Pap Smear yang abnormal, maka dokter kandungan Anda akan mengarahkan untuk melakukan prosedur yang disebut kolposkopi. Instrumen ini dapat memberikan tampilan serviks yang diperbesar, dokter akan memeriksa serviks secara seksama dan mengambil sampel di area manapun yang tampak abnormal.Bila ditemukan adanya lesi pra-kanker, maka harus dilakukan pengangkatan. Prosedur pengangkatannya pun ada beberapa, yakni:pembekuan,laser,pengangkatan lewat pembedahan atau operasi,eksisi elektrosurgikal loop (LEEP),dan konisasi pisau dingin.3. Penanganan kanker terkait HPVKanker serviks awalnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, pasien kemudian dapat mengalami nyeri panggul atau pendarahan dari vagina.Umumnya diperlukan Waktu beberapa tahun bagi sel normal di serviks untuk berubah menjadi sel kanker. Penyedia layanan Kesehatan dapat menemukan sel abnormal dengan melakukan tes pap untuk memeriksa sel dari serviks.Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kanker serviks ini dapat melalui prosedur pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Pilihan pengobatan bergantung pada ukuran tumor, apakah kanker telah menyebar dan apakah Anda ingin hamil di masa mendatang.Pencegahan HPVHPV merupakan jenis virus yang cukup mudah menular lewat kontak fisik, namun Anda bisa melakukan pencegahan dengan beberapa upaya berikut ini:1. Vaksinasi HPVMendapatkan vaksinasi HPV sangatlah penting sebagai upaya pencegahan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi rutin untuk anak perempuan dan laki-laki berusia 11 dan 12 tahun, meskipun vaksinasi dapat diberikan sejak usia 9 tahun.Meskipun sudah pernah terinfeksi HPV, seseorang tetap dapat menerima vaksin HPV. Mungkin vaksin ini tidak bisa mencegah Anda untuk tidak terinfeksi (karena Anda sudah terinfeksi), namun dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks.Ada dua jenis vaksin HPV, yakni Gardasil 4 dan Gardasil 9. Keduanya dapat Anda akses di klinik Granostic.Vaksin HPV Gardasil 4: jenis imunisasi HPV yang melindungi Anda dari serangan 4 strain HPV, yakni tipe 6, 11, 16, dan 18.Vaksin HPV Gardasil 9: vaksin HPV yang diberikan untuk melindungi Anda dari 9 strain HPV. Mulai dari HPV tipe 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.Layanan vaksinasi HPV di klinik Granostic pun akan ditangani oleh tenaga medis ahli yang berpengalaman di bidangnya. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengakses vaksinasi tersebut dengan layanan home care, serta melakukan prosedur langsung di rumah Anda, loh.Ingin tanya-tanya soal vaksinasi HPV di klinik Granostic? Langsung hubungi tim call center kami sekarang juga!2. KondomPenularan HPV pun dapat diminimalisir dengan selalu menggunakan pengaman ketika berhubungan intim dengan pasangan. Selain itu, jika pasangan seksual Anda semakin banyak dan sering bergonta-ganti, maka akan semakin tinggi risiko untuk terpapar HPV.3. Pemeriksaan RutinLangkah selanjutnya untuk pencegahan adalah selalu melakukan pemeriksaan rutin, baik itu pemeriksaan fisik maupun lewat pap smear. Pemeriksaan ini juga sangat penting dilakukan bila Anda telah mengalami kutil kelamin atau terinfeksi HPV sebelumnya, untuk mencegah dan mengontrol indikasi adanya komplikasi yang serius.Pemeriksaan rutin ini juga dapat Anda lakukan di klinik Granostic. Bersama tim medis ahli kami, Anda dapat menjalani proses tes kesehatan yang lengkap sehingga dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat.Bersama dokter, Anda juga dapat mendiskusikan dengan nyaman dan aman mengenai faktor risiko, jenis perawatan dan pencegahan yang dapat dilakukan, serta kekhawatiran Anda lainnya terkait HPV. Mengenai HPV bisa sembuh atau tidak, simak penjelasan mengenai Apakah HPV Bisa Sembuh Apa Tidak?.Yuk, Sobat! Jaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan melakukan vaksinasi HPV di klinik Granostic.
Klinik Vaksin Flu Terdekat Surabaya
Ingin vaksinasi flu rutinan tiap tahun, tapi bingung dimana? Langsung simak rekomendasi klinik vaksin flu terdekat di Surabaya lewat artikel ini, yuk!Influenza, atau yang lebih dikenal dengan flu, merupakan jenis infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu dapat menimbulkan serangkaian gejala, dari ringan hingga berat, seperti demam, sakit tenggorokan, nyeri otot dan kepala, serta meriang.Gejala flu umumnya dapat bertahan selama 7–10 hari. Namun flu juga dapat menimbulkan komplikasi dan gejala yang buruk, sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.Flu juga merupakan jenis penyakit yang sangat mudah menular melalui udara. Karena itu sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan vaksin flu secara teratur, apalagi pada anak-anak, ibu hamil, lansia, juga orang dengan penyakit bawaan.Klinik Granostic menyediakan layanan vaksin flu yang mudah dijangkau oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Layanan vaksin ini menerapkan prosedur ketat dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.Bagi Anda yang berminat untuk vaksin flu di klinik Granostic Surabaya, langsung simak jadwal, harga atau biayanya, hingga prosedur vaksinasinya di bawah ini, yuk!1. Jadwal Dokter GranosticProsedur vaksinasi flu di klinik Granostic akan dilakukan oleh tenaga medis ahli dan di bawah pengawasan dokter umum kami. Karenanya, proses vaksinasi influenza yang dilakukan di klinik Granostic akan terjamin keamanan dan efisiennya.Layanan vaksinasi flu di klinik Granostic akan dilakukan oleh dokter umum kami, yakni dr. Vindyanita Simanjuntak dan dr. Renaldo Aditya S. Beliau telah berpengalaman dalam vaksinasi baik dewasa maupun anak-anak, sehingga dapat memberikan layanan vaksin yang efisien dan aman.Praktek dokter umum Granostic dapat Anda akses lewat jadwal berikut ini:Hari Senin — Jumat, mulai dari pukul 07.00 hingga 20.00Hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 20.00Namun pada hari libur dan tanggal merah, tidak ada jadwal praktek. Namun layanan operasional Granostic akan tetap berjalan setiap hari.Anda dapat menjadwalkan vaksinasi flu ini sesuai dengan kebutuhan dan jadwal harian Anda. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengunjungi klinik secara langsung atau lewat layanan call center. Jika Anda ingin melakukan vaksinasi di rumah, dapatkan informasi lengkap mengenai prosedurnya dengan klik Home Service, ya!2. Harga/Biaya GranosticKlinik Granostic selalu memastikan keterjangkauan berbagai fasilitas medis untuk mendukung kesehatan masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Karena itu, harga atau biaya vaksinasi di klinik Granostic cenderung terjangkau. Bahkan kami sering memberikan promo atau potongan harga yang bisa membuat biaya makin ringan. Adapun biaya vaksinasi flu di klinik Granostic adalah Rp. 280 ribuan. Anda juga akan mendapatkan berbagai layanan tambahan seperti konsultasi dengan dokter umum dan Home Service untuk pasien area Surabaya.3. ProsedurVaksin flu di klinik Granostic dilakukan sesuai standar yang ada, serta lewat prosedur yang aman dan efisien. Berikut ini penjelasan lengkap soal prosedur vaksin flu di klinik Granostic.KonsultasiSebelum suntik vaksin, dokter akan memeriksa kondisi tubuh dan riwayat kesehatan Anda. Selama wawancara berlangsung, Anda juga bisa mengonsultasikan kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyaan Anda seputar vaksin influenza.Pada prosedur ini, Anda juga disarankan untuk memberi tahu status Kesehatan yang Anda miliki, terutama untuk beberapa orang dengan kondisi berikut:Adanya riwayat alergi, karena vaksinasi tidak boleh diberikan pada orang yang alergi terhadap kandungan vaksin, lateks, atau telur.Mengalami demam tau penyakit infeksi lainnya,Menderita gangguan sistem saraf,Menderita gangguan pembekuan darah tau kejang,Jika Anda sedang hamil, menyusui, atau dalam masa program kehamilanBila Anda tengah mengonsumsi produk-produk herbal, suplemen, atau obat-obatan tertentu.VaksinasiVaksinasi flu di klinik Granostic menggunakan prosedur injeksi atau suntik. Vaksinasi influenza sendiri dapat diberikan pada anak mulai usia 6 bulan ke atas. Dosis pertama vaksin akan diberikan sebanyak 2 kali, Jarak pemberiannya selama 1 bulan.Setelah itu vaksinasi dilakukan setiap satu tahun sekali, sebab virus flu berpotensi untuk bermutasi.Menurut jurnal penelitian yang dirilis oleh AMA Journal of Ethics, dosis vaksin flu dapat dibagi ke dalam beberapa kategori usia berikut ini:Dosis untuk anak lebih dari 6 bulan dan kurang dari 2 tahun adalah 0,25 mL.Pasien sehat berusia 5 hingga 49 tahun, dapat memperoleh dosis vaksin 0.5 mL.PemantauanVaksin suntik dapat diberikan pada setiap kalangan usia, baik untuk anak-anak, dewasa, ibu hamil, maupun lansia. Sama seperti proses vaksinasi pada umumnya, vaksin flu dapat memberikan efek samping yang ringan, seperti:DemamSakit kepalaRasa nyeri dan kemerahan di area yang disuntik, umumnya bertahan 1-2 hari.Hidung meler dan tersumbat juga efek samping yang cukup umum dari vaksin flu.Ketika vaksin di klinik Granostic, dokter akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan pasien pasca vaksinasi. Sehingga gejala-gejala efek samping yang timbul juga akan sanggup diminimalisir, dan pasien dapat memperoleh penanganan yang cepat ketika terjadi efek samping berat.Selain itu, dengan layanan telekonsultasi Anda dapat terhubung dengan dokter kami secara online. Sehingga jika mendapati keadaan darurat, Anda bisa langsung mengonsultasikannya bersama tim dokter kami.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai prosedur vaksin flu di klinik Granostic Surabaya. Apakah Anda berminat untuk melakukan vaksin bersama tim dokter umum dan tenaga medis kami?Tak hanya dapat melakukan vaksin di klinik, Anda juga bisa menggunakan layanan home care untuk vaksin flu di rumah. Tertarik? Langsung hubungi layanan call center kami dan jadwalkan vaksinasi influenza sekarang juga!
Pentingnya Vaksin Flu Untuk Pencegahan
Meskipun memiliki peranan yang sangat penting sebagai pencegahan flu, vaksin flu (influenza) masih cukup jarang dibicarakan. Kira-kira apakah Sobat Granostic sudah pernah dengar soal vaksin influenza dan manfaatnya tersebut?Influenza merupakan jenis infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Flu sangatlah sering terjadi dan dapat menyerang siapa saja, baik balita, anak-anak, dewasa, dan lansia.Gejala flu juga sangat variatif, ada yang ringan dan berat. Bahkan penyakit ini pun dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius, bila terjadi pada individu yang memiliki kondisi Kesehatan tertentu.Karena alasan tersebut, vaksin influenza menjadi sangat penting. Melansir dari berbagai sumber, Anda bahkan direkomendasikan untuk memperoleh vaksin flu ini setiap tahun. Lantas apa sebenarnya vaksin flu dan pentingnya untuk kesehatan Anda? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, Sobat!Mengenal Vaksin FluVaksin flu, atau vaksinasi influenza, merupakan jenis imunisasi yang diberikan dengan tujuan untuk melindungi tubuh dari infeksi virus penyebab flu.Melansir dari artikel kesehatan dari Department of Health and Aged Care Australia, influenza termasuk jenis infeksi saluran pernapasan yang sangat mudah menular. Kondisi ini dapat menyerang siapapun terutama, bayi, anak-anak, perempuan hamil, serta orang-orang dengan penyakit bawaan. Infeksi influenza dapat memerlukan perawatan di rumah sakit hingga menyebabkan kematian.Karena itu, upaya pencegahan infeksi influenza melalui vaksinasi sangatlah diperlukan. Bahkan vaksinasi ini baiknya dilakukan pada tiap tahun (annual) untuk melindungi diri terhadap jenis virus yang paling umum.Melansir dari World Health Organization (WHO), komposisi vaksin influenza akan terus diperbaharui setiap tahun, untuk menyesuaikan dengan perkembangan virus influenza di dunia.Jenis Vaksin FluBerdasarkan rilisan WHO ada dua tipe vaksin influenza yang tersedia, yakni vaksin trivalen dan kuadrivalen. Apa bedanya?1. Vaksin TrivalenJenis vaksin flu ini membantu melindungi terhadap tiga virus influenza yang berbeda. Menurut WHO pada 2010, vaksin trivalent mengandungan influenza A(H3N2), pandemi A(H1N1), dan 1 dari 2 virus influenza B.2. Vaksin QuadrivalentSementara itu vaksin kuadrivalen mencakup virus vaksin yang terdiri dari empat virus, yakni satu virus influenza A (H1N1), satu virus influenza A(H3N2), satu virus influenza B/Victoria, dan satu virus influenza B/Yamagata.Usia yang Dianjurkan untuk Vaksin FluSiapa saja direkomendasikan untuk menggunakan vaksin flu tahunan, mulai dari anak-anak, dewasa, lansia, hingga ibu hamil. Mengapa vaksinasi penting untuk mereka?1. Anak-anakVaksin flu dapat berperan sangat penting dalam menjaga Kesehatan anak-anak. Menurut data literatur dari Centers of Disease Control and Prevention, menunjukkan bahwa vaksinasi flu dapat mengurangi risiko anak-anak terkena influenza yang parah dan mengancam jiwa hingga 75 persen.2. DewasaBagi orang dewasa vaksinasi flu juga sangat penting dan direkomendasikan dilakukan setiap tahun. Tak hanya mencegah terjadinya flu, vaksinasi juga membantu mengurangi tingkat keparahan gejala yang Anda alami, juga meminimalisir terjadinya komplikasi masalah Kesehatan pernapasan yang dipicu oleh flu.Menurut Centers of Disease Control and Prevention, vaksinasi flu berkaitan dengan rendahnya masalah kardiovaskular bagi para penderita penyakit jantung, terutama pada orang yang mengalami serangan jantung dalam setahun terakhir.Selain itu, vaksinasi flu juga dapat mengurangi risiko memburuknya penyakit paru-paru kronis akibat flu, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK, yang memerlukan rawat inap.3. LansiaCenters for Disease Control and Prevention juga menyebutkan bahwa seseorang berusia 65 tahun atau lebih juga sangat perlu melakukan vaksin flu. Ini karena mereka memiliki risiko paling besar untuk mengalami komplikasi serius ketika terserang flu.Walaupun flu memiliki tingkat keparahan gejala yang variatif, orang-orang berusia 65 tahun ke atas dapat mengalami gejala flu yang parah.4. Ibu HamilVaksin flu juga direkomendasikan bagi ibu hamil, yang dapat melindungi ibu selama dan setelah kehamilan dari flu. Bahkan, vaksin yang dilakukan ibu juga akan membantu melindungi bayi dari serangan flu selama beberapa bulan pertama kehidupan mereka.Menurut Centers of Disease Control and Prevention, sebuah studi di tahun 2013 menunjukkan bahwa vaksinasi dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut terkait flu pada ibu hamil sekitar setengahnya. Prosedur Vaksinasi FluKlinik Granostic menyediakan layanan vaksinasi flu untuk segala usia dengan metode injeksi atau penyuntikan. Prosedur vaksinasi influenza ini juga akan disesuaikan dengan usia dan kondisi Kesehatan pasien. Berikut penjelasan lengkap soal prosedur vaksin flu di klinik Granostic:1. KonsultasiLangkah pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan wawancara, untuk menyimak kondisi dan riwayat medis yang Anda miliki. Bersama dokter Anda juga bisa mendiskusikan mengenai vaksinasi flu yang akan Anda lakukan, misalnya adakah efek samping dan penanganan yang diperlukan pasca vaksinasi.2. PenyuntikanSetelah proses pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter umum, maka selanjutnya akan dilakukan proses penyuntikan atau injeksi. Prosedur vaksinasi dengan suntikan ini dapat dilakukan pada anak-anak mulai 6 bulan ke atas, orang dewasa, lansia, dan ibu hamil, serta orang dengan atau tanpa kondisi medis tertentu.3. PemantauanProsedur penyuntikan vaksin flu biasanya memiliki efek samping seperti nyeri otot, nyeri kepala, kelelahan, demam, dan mual. Efek ini sangat umum terjadi, khususnya pada anak-anak.Karena itu, setelah penyuntikan dokter umum klinik Granostic akan melakukan pemantauan kondisi pasien untuk menyimak bagaimana efek samping dari vaksinasi tersebut. Selain kontrol rutin secara langsung, pasien juga dapat melakukan konsultasi online bersama dokter umum klinik Granostic lewat layanan Home Service. Tujuan Vaksin FluBanyak dari kita yang belum memahami apa sebenarnya manfaat dan tujuan dari vaksin flu ini. Karena itu, banyak juga yang tidak melakukan vaksinasi flu tahunan yang direkomendasikan oleh WHO.Memang apa sih sebenarnya tujuan dari vaksin flu? Mari simak penjelasannya di bawah ini:1. Mencegah Infeksi InfluenzaTujuan utama dari vaksin flu adalah sebagai upaya pencegahan infeksi influenza. Meski umumnya bergejala ringan, influenza dapat menimbulkan komplikasi, infeksi sekunder, hingga memberikan gejala parah dan bisa mengakibatkan kematian.Menurut data dari Centers of Disease Control and Prevention, selama musim flu pemberian vaksin flu terbukti mengurangi risiko kunjungan ke dokter karena influenza hingga 40–60 persen. 2. Mengurangi Penyebaran VirusSelain mencegah infeksi, vaksinasi juga bertujuan untuk mengurangi dan mengendalikan penyebaran virus. Apalagi influenza merupakan jenis virus yang sangat mudah menyebar di udara, serta dapat bertahan di benda-benda padat yang sering kita sentuh.3. Mengurangi Keparahan GejalaMelakukan vaksinasi juga membantu mengurangi keparahan gejala influenza, bila Anda terinfeksi. Manfaatnya ini telah terbukti dalam beberapa penelitian. Seperti pada sebuah studi pada tahun 2021 yang menunjukkan bahwa di antara orang dewasa yang dirawat di rumah sakit karena flu, pasien yang divaksinasi akan memiliki risiko 26 persen lebih rendah untuk dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan risiko kematian akibat flu sebesar 31 persen lebih rendah daripada dengan mereka yang tidak divaksin.4. Mencegah Komplikasi SeriusBerbeda dengan pilek, flu memiliki kemungkinan adanya komplikasi serius yang beberapa di antaranya bisa mengancam jiwa. Misalnya infeksi sinus dan telinga, pneumonia, radang jantung, radang otak atau jaringan otot, dan kegagalan multi organ.Kondisi ini terjadi karena infeksi virus flu pada saluran pernapasan kan memicu respons peradangan ekstrem dalam tubuh dan menyebabkan sepsis, yakni respons tubuh yang mengancam jiwa terhadap infeksi.Nah, dengan melakukan vaksinasi flu Anda dapat mencegah komplikasi serius pada saat terkena flu. Karena antibodi Anda akan lebih familiar dan kuat dalam melawan infeksi influenza.Efek Samping Vaksin FluUmumnya efek samping dari flu sangat mirip dengan gejala flu itu sendiri, namun dengan skala yang cukup ringan. Beberapa efek samping yang dimaksud antara lain:1. Nyeri atau Kemerahan di Area SuntikanAnda mungkin akan merasa nyeri atau kemerahan di area suntikan, kondisi ini umumnya akan membaik dalam 1–2 hari setelah proses injeksi. 2. Demam RinganSelain itu, Anda juga dapat mengalami demam ringan seperti pada proses vaksinasi biasanya. Akan tetapi bila gejala demam ini menjadi lebih buruk dan terjadi berkepanjangan, Anda perlu segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter umum untuk mendapatkan diagnosa dan arahan perawatan yang tepat.3. Kelelahan atau Sakit KepalaSelanjutnya, setelah vaksin Anda juga bisa saja mengalami kelelahan atau sakit kepala. Kondisi ini cukup jarang terjadi, namun juga termasuk hal yang sangat wajar dan menandakan bahwa sistem imun Anda sedang bekerja dengan baik. Karena vaksin merangsang respon imun, yang salah satu efeknya menimbulkan inflamasi dan sakit kepala adalah salah satunya.4. Reaksi Alergi (jarang terjadi)Jenis reaksi selanjutnya adalah alergi, yang sangat jarang terjadi dan ketika mengalaminya Anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Reaksi alergi ini bisa saja berupa ruam kulit, gatal atau biduran, pembengkakan pada wajah, bibir, atau bahkan lidah Anda.Granostic sebagai Fasilitas Vaksinasi FluMenyadari betapa pentingnya vaksinasi flu ini untuk Anda, Klinik Vaksin Flu Terdekat Surabaya Granostic menyediakan layanan vaksin dengan bantuan tenaga medis profesional dalam setiap prosedurnya.Granostic sebagai penyedia fasilitas vaksinasi flu akan memberikan layanan lengkap, seperti:1. Konsultasi VaksinasiSebelum memulai vaksinasi, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu bersama dokter umum kami. Misalnya membicarakan mengenai jenis-jenis vaksin yang ada dan kesesuaiannya dengan kondisi kesehatan Anda.Anda pun dapat mengutarakan apa saja yang menjadi kekhawatiran Anda saat akan mendapatkan vaksin flu secara rutin. Dokter umum kami akan memberikan edukasi secara rinci, serta memberikan arahan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.2. Layanan Vaksinasi AmanLayanan vaksinasi flu klinik Granostic juga dijamin aman, karena dilakukan dengan peralatan medis yang memadai dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Juga prosesnya melalui prosedur yang sistematis dan di bawah pengawasan oleh tenaga medis ahli.3. Pemantauan Efek SampingTak hanya proses vaksinasinya, tim dokter kami juga akan selalu memantau kondisi Anda pasca vaksin. Misalnya dengan menyimak kemungkinan munculnya gejala-gejala efek samping tertentu.Selain itu, lewat layanan Home Service klinik Granostic, Anda bisa melakukan telekonsultasi bersama dengan dokter umum kami. Sehingga ketika mengalami efek samping secara tiba-tiba di rumah, Anda bisa mengonsultasikannya dengan segera dan mendapatkan arahan perawatan langsung dari dokter.Bahkan bila perlu dokter juga akan memberikan resep untuk membantu meringankan gejala efek samping pasca vaksin yang Anda alami.Nah, Sobat Granostic, kabar baik lainnya Anda juga bisa menggunakan layanan vaksin ini dengan mudah di rumah. Anda tidak perlu ke klinik untuk mendapatkan vaksinasi flu, karena tim medis kami akan melakukannya di rumah Anda. Menarik, bukan?Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut soal vaksinasi flu, Anda bisa langsung klik tombol WhatsApp di bawah atau menghubungi nomor layanan call center kami di atas. Yuk, jaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan vaksinasi influenza secara rutin di klinik Granostic!
Cara Mencegah Flu Menyerang Kembali
Siapapun yang terkena flu pasti setuju bahwa itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Batuk, pilek, demam, meriang, kelelahan, dan sakit kepala bisa membuat Anda merasa sangat menderita. Sehingga setelah sembuh, Anda tentu tidak ingin flu menyerang kembali.Sayangnya meskipun Anda sudah pernah terkena flu, bukan berarti Anda bebas dan tidak akan kembali sakit. Bahkan sangat mungkin Anda untuk terserang flu dua kali dalam satu musim. Mengapa begitu?Ini karena virus influenza itu ada beberapa jenis, yakni influenza A, B, C dan D. Jadi setelah Anda terinfeksi oleh virus influenza A, sangat mungkin Anda juga akan terinfeksi virus influenza B atau C. Ada lebih dari 1 varian virus influenza, dan virus influenza juga mudah bermutasi.Kabar baiknya, ketika Anda terinfeksi sebuah virus influenza, tubuh akan mengembangkan antibodi yang melawan satu jenis virus tersebut. Sementara itu, terinfeksi salah satu virus influenza juga tidak akan membuat Anda lebih berisiko untuk terinfeksi jenis virus yang lain. Akan tetapi agar Anda tidak kembali sakit, Anda bisa menyimak beberapa cara mencegah flu menyerang kembali dengan beberapa tips berikut ini:Tips Mencegah FluSobat Granostic, bisa menerapkan 8 tips mencegah flu menyerang kembali yang efektif di bawah ini:1. Perkuat Sistem Kekebalan TubuhKunci utama agar Anda tidak mudah terserang penyakit adalah dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh, begitu juga saat mencegah flu. Bahkan, sistem imun yang kuat akan membantu mengurangi tingkat keparahan gejala yang Anda alami.Untuk membangun kekebalan tubuh, Anda bisa menyimak beberapa cara berikut ini:Makan Makanan SehatApa yang Anda konsumsi selalu berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda, karenanya untuk meningkatkan imunitas Anda bisa mulai dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi.Hindari mengonsumsi gula secara berlebihan, makan makanan cepat saji, mengonsumsi makanan berlemak, dan juga yang mengandung garam tinggi.Sebaliknya, Anda bisa beralih pada menu yang tinggi serat dan nutrisi seperti buah dan sayur, untuk meningkatkan kesehatan yang baik.Minum Air yang CukupSelain mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi, Anda juga perlu mencukupi kebutuhan cairan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kebutuhan cairan ini dapat dicukupi dengan minum air minimal 2 liter per hari. Selain dengan minum air yang cukup, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi sup, jus, buah-buahan dan sayuran yang mengandung tinggi air.Tidur yang CukupIstirahat yang cukup dan tidur malam berkualitas juga sangat baik untuk menunjang daya tahan tubuh. Anda perlu tidur setidaknya 7 hingga 9 jam per malam. 2. Cuci Tangan Secara TeraturTahukah Sobat, kalau virus flu dapat hidup di permukaan yang keras, seperti tangga, pintu, dan benda-benda di sekitar kita. Karena itu, untuk mencegah penularan flu, Anda perlu membiasakan untuk mencuci tangan secara teratur, utamanya sebelum makan sesuatu.Pastikan juga untuk selalu mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi. Direkomendasikan juga untuk membawa hand sanitizer untuk membersihkan tangan Anda sepanjang hari, saat tidak memungkinkan menemukan sabun dan air.Agar bersihnya menyeluruh, pastikan untuk mencuci tangan menggunakan air dan sabun, gosok selama 20 detik. Kemudian bilas dan keringkan dengan handuk yang bersih.3. Hindari Menyentuh WajahSelain rutin membersihkan tangan, Anda juga perlu mengurangi kebiasaan menyentuh wajah, utamanya bagian hidung, mulut, dan mata saat tangan dalam keadaan kotor.Ini karena, infeksi juga menyebar melalui kontak langsung dengan bakteri, virus, dan kuman penyebab penyakit lainnya. Saat kita menyentuh orang yang sakit, atau menyentuh permukaan yang kotor, maka tangan juga akan terkontaminasi oleh kuman. Sehingga ketika Anda mengucek mata, menyentuh hidung, atau memasukkan makanan dan minuman ke mulut dalam keadaan tangan kotor, akan sangat mudah bagi virus flu menginfeksi tubuh.4. Tingkatkan Aktivitas FisikOlahraga sangat penting untuk membantu tubuh Anda dalam keadaan tetap bugar, termasuk dengan membuat sistem imun menjadi lebih kuat. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit sehari, bisa dengan lari pagi, bersepeda, berenang, dan banyak lainnya.5. Hindari Kerumunan dan Kontak DekatSeperti yang telah disinggung sebelumnya, flu sangat mudah dan cepat menular. Karena itu, hindari kerumunan dan kontak dekat ketika Anda terkena flu, atau saat musim flu terjadi.Infeksi saluran pernapasan, seperti flu, bisa menyebar melalui droplet di udara saat orang sakit batuk, bersin, atau bicara di dekat Anda. Karena itu sangat penting untuk menghindari aktivitas di luar rumah di musim flu atau ketika daya tahan tubuh Anda sedang tidak maksimal.6. Menggunakan MaskerJika Anda memiliki kegiatan di luar rumah yang tidak bisa dihindari, maka bersikap waspada dengan selalu menggunakan masker dan membawa hand sanitizer adalah hal yang penting. Masker wajah akan membantu melindungi hidung dan mulut Anda, mencegah droplet yang membawa virus flu di udara untuk mengontaminasi area tersebut.7. Dapatkan Vaksin FluCara mencegah flu menyerang kembali selanjutnya adalah mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun. Melansir dari Healthline.com, virus flu yang beredar dominan berubah dari tahun ke tahun, sehingga Anda perlu memperbarui vaksinasi yang telah Anda dapatkan setiap tahun.Perlu Anda ingat juga, bahwa vaksin ini membutuhkan Waktu sekitar 2 minggu untuk dapat bekerja secara efektif. Selain pencegahan, jika Anda terkena flu setelahnya, vaksinasi akan membantu mengurangi keparahan gejala dan durasi penyakit tersebut. Anda dapat mengakses vaksinasi flu ini di klinik Granostic. Lewat pantauan tenaga medis ahli dan profesional di bidangnya, proses vaksinasi akan dilakukan sesuai standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Anda juga dapat berkonsultasi langsung mengenai kondisi tubuh Anda dan mendapatkan arahan yang sesuai dari dokter umum klinik Granostic.  Selain itu, Anda juga dapat menggunakan layanan home care klinik Granostic untuk vaksin flu di rumah. Kenali yuk, detail mengenai Pentingnya Vaksin Flu.8. Kelola StresCara mencegah flu menyerang kembali selanjutnya adalah dengan mengelola stres. Karena tak hanya berpengaruh pada kesehatan mental saja, stres bisa memberikan dampak pada tubuh Anda. Misalnya dengan membuat daya tahan tubuh menjadi lebih lemah, memperburuk gejala flu yang dirasakan, dan sebagainya.Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat untuk mengelola stres, melakukan hal-hal yang membuat pikiran Anda menjadi lebih tenang dan bahagia, serta menceritakan permasalahan Anda dengan orang terpercaya.Penanganan untuk Mencegah Flu Menyerang KembaliSelain menerapkan beberapa tips di atas, Anda juga bisa menerapkan penangan untuk mencegah flu menyerang kembali di bawah ini:1. Minum Suplemen Vitamin dan HerbalMeminum suplemen dan vitamin herbal bisa membantu mendukung fungsi kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menyarankan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, baik dari suplemen vitamin, mineral, dan herbal, untuk mendorong daya tahan tubuh.Melansir dari rilisan resmi Universitas Gadjah Mada, ada 18 jenis herbal yang diteliti dan dicatat dapat meningkatkan sistem imun Anda. Seperti brotowali, kembang sepatu, jeruk nipis, bawang putih, lidah buaya, kunyit, orang-aring, manga, mengkudu, pegagan, dan banyak lainnya.Bahan-bahan herbal ini idealnya dikonsumsi dalam jangka Waktu tertentu hingga 8 minggu untuk menunjukkan efek optimalnya. Namun, sebaiknya Anda juga tidak boleh mengonsumsi zat imunomodulator ini tidak lebih dari 8 minggu, sehingga apabila pasien mengalami gangguan Kesehatan dapat segera diketahui.2. Istirahat yang Cukup Saat Mulai Merasa Tidak Enak BadanPenanganan selanjutnya adalah dengan beristirahat yang cukup saat Anda mulai merasa gejala-gejala awal flu. Beristirahat dan tidur cukup akan membantu memperkuat imun tubuh, yang sangat penting untuk melawan virus flu.3. Menjaga Kebersihan LingkunganMemastikan lingkungan tempat tinggal Anda tetap bersih juga hal yang sangat penting. Selain membersihkannya secara teratur, Anda juga bisa menggunakan semprotan disinfektan pada benda-benda yang akan Anda sentuh untuk mencegah kontaminasi virus. Misalnya pada meja kerja atau belajar, gagang pintu, casing handphone, dan banyak lainnya.4. Konsumsi ProbiotikTahukah Anda mengonsumsi probiotik dapat membantu meningkatkan Kesehatan pernapasan secara umum. Beberapa studi klinis menyebutkan bahwa strain dari probiotik Lactobacillus dan Bifidobacterium dapat menunjukkan efek menguntungkan terhadap gejala dan durasi pada penyakit flu.Probiotik ini dapat Anda peroleh dengan mengonsumsi susu dan produk-produk olahannya, seperti yogurt.5. Gunakan HumidifierMenggunakan humidifier dapat membantu meringankan gejala flu yang Anda rasakan, mulai dari melegakan hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Ini karena uap dari humidifier akan membantu mengencerkan lendir yang menyumbat sistem pernapasan Anda.Selain itu, udara hangat dan lembap juga dapat meredakan pembengkakan di hidung dan paru-paru Anda.6. Hindari Rokok dan Alkohol BerlebihanRokok dan alkohol bisa membawa pengaruh besar pada kesehatan tubuh Anda, termasuk pada sistem pernapasan. Merokok dan minum alkohol dapat membuat gejala kelelahan, menggigil, dan sakit kepala saat flu menjadi lebih buruk.7. AsapAsap dari pembakaran tidak sempurna, seperti yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan, terutama bagi sistem pernapasan. Asap knalpot mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk karbon monoksida, nitrogen oksida, dan senyawa organik volatilis (VOC), yang dapat memperburuk kondisi kesehatan, termasuk flu dan infeksi pernapasan lainnya.Saat terkena flu dan Anda mengalami gejala yang berat, sebaiknya periksakan diri ke dokter umum klinik Granostic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat sasaranTak hanya itu, Granostic juga menyediakan layanan vaksin flu yang bisa Anda akses secara langsung di klinik ataupun rumah Anda.Hubungi call center kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut soal layanan home care dan vaksin flu di klinik Granostic. Atau langsung datang ke klinik untuk dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum dan memeriksakan gejala flu yang Anda alami.
Apa Saja Makanan & Minuman untuk Meredakan Flu?
Menerapkan pola makan teratur dan mengonsumsi menu sehat saat terserang flu dapat membantu tubuh Anda untuk lebih kuat melawan infeksi. Tak hanya itu, makanan yang tepat juga bisa meredakan berbagai gejala flu dan memberikan rasa nyaman bagi tubuh yang sakit.Saat terserang flu, Anda mungkin kehilangan nafsu makan. Akan tetapi sangat penting untuk memberikan nutrisi dan hidrasi yang cukup pada tubuh, agar Anda dapat sembuh lebih cepat.Di bawah ini ada beberapa rekomendasi makanan untuk meredakan flu yang bisa Sobat Granostic konsumsi di rumah. Apa saja?1. Sup AyamSaat sedang tidak enak badan, sup ayam selalu jadi pilihan utama untuk mengisi perut dan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Begitupula saat Anda terserang flu, sup ayam bisa memberikan manfaat yang sama.Makanan ini mengandung banyak nutrisi seperti vitamin, mineral, kalori, dan protein yang mudah dimakan. Nutrisi-nutrisi ini sangat dibutuhkan dalam jumlah yang lebih banyak Ketika dalam masa pemulihan saat sakit.Selain itu, sup ayam juga merupakan sumber cairan dan kaya akan elektrolit. Sehingga mengonsumsi sup ayam akan membantu mencegah dehidrasi akibat demam, muntah, keringat, atau diare yang Anda rasakan saat terjangkit flu.Daging ayam dalam sup juga mengandung asam amino sistein. N-asetil-sistein, suatu bentuk sistein, dapat memecah lendir dan memiliki efek antivirus, antiinflamasi, dan antioksidan yang baik.Manfaat sup ayam akan jadi lebih optimal ketika Anda mengolahnya sendiri, karena Anda dapat memasukkan bahan-bahan penting yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan flu. Misalnya, menambahkan kaldu tulang yang kaya kolagen dan nutrisi, sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan. 2. Minuman JaheSebagai warga Indonesia, Anda tentu sudah tak asing lagi dengan jahe. Tanaman herbal ini selalu dipercaya dari generasi ke generasi sebagai campuran ramuan herbal untuk menangani segala macam gejala penyakit, termasuk flu.Jahe dikenal karena efek anti mual, baik yang berhubungan dengan kehamilan maupun pengobatan.Selain itu, jahe juga memiliki rasa hangat alami yang menyenangkan. Menyeduhnya bersama teh hangat akan membantu meningkatkan suhu tubuh Anda, serta akan membantu mengurangi meriang yang mungkin Anda alami saat terserang flu.Jahe memiliki kandungan antibakteri, antivirus, antiinflamasi, dan antioksidan yang sangat baik untuk pemulihan kesehatan. Rasa "pedas" dari jahe pun dapat memberikan efek hangat pada tenggorokan, sehingga membantu meminimalisir rasa serak atau sakit di area tersebut selama flu berlangsung.3. Minuman Hangat dengan MaduKombinasi minuman hangat dengan madu juga bisa menjadi menu yang pas saat terserang flu. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Public Health Concern, madu mengandung pinobaksine dan vitamin C, yang baik sebagai antioksidan maupun antibiotik.Kandungan tersebut diketahui dapat membantu menurunkan tingkat keparahan batuk saat flu, serta aman untuk dikonsumsi anak-anak. Rasanya yang manis dan sedikit masam juga akan memberikan cita rasa menyegarkan yang sangat cocok untuk dipadukan dengan jahe, teh, ataupun minuman hangat lainnya.4. Teh Herbal (Jahe, Peppermint, Chamomile)Meminum teh herbal juga diketahui sebagai salah satu cara untuk mengatasi berbagai gejala kesehatan secara alami, termasuk flu.Menurut artikel Cleveland Clinic, teh herbal dapat membantu meringankan sakit tenggorokan dan melegakan hidung tersumbat. Selain itu, dengan menambahkan sedikit madu Anda bisa mendapatkan ekstra penenang yang membuat tubuh Anda lebih nyaman.Anda dapat menggunakan peppermint, chamomile, hingga jahe sebagai teh herbal.Melansir dari WebMD.com, peppermint dapat membantu meredakan gejala flu dan pilek. Aroma menyegarkan yang khas dari teh herbal ini dapat membantu melegakan hidung tersumbat. Sementara kandungan mentol dalam peppermint memiliki agen antioksidan dan antiinflamasi yang sangat baik untuk meredakan gejala flu.Menurut Medical News Today, teh chamomile dapat membantu mendorong sistem imun. Teh herbal ini juga dapat membantu meringankan beberapa gejala flu, seperti sakit tenggorokan. Memadukan teh yang Anda seduh dengan madu dan jahe akan memberikan efek yang lebih optimal, serta rasa hangat yang menyegarkan pada tubuh Anda.5. Jeruk dan Buah-buahan CitrusSelain yang hangat dan herbal, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin, misalnya dengan mengonsumsi jeruk dan buah-buahan citrus.Jeruk dan buah-buahan citrus mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Nutrisi ini sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, yang sangat esensial untuk melawan infeksi virus flu.Anda dapat memakan jeruk dan buah-buahan citrus ini secara langsung, atau memadukannya dengan minuman hangat, madu, juga dengan membuatnya sebagai jus.6. YogurtTak banyak diketahui, rupanya yogurt juga bisa jadi pilihan makanan yang cocok untuk penderita flu. Ini karena yogurt mengandung probiotik bermanfaat, yakni jenis bakteri yang dapat berkoloni di usus dan memberikan banyak khasiat untuk kesehatan.Menurut Cleveland Clinic, produk olahan susu seperti yogurt dapat membantu anak-anak dan orang dewasa lebih imun terhadap pilek, lebih cepat sembuh saat sakit, dan lebih sedikit mengonsumsi antibiotik.7. Bayam dan Sayuran HijauBayam dan sayuran hijau selalu dikenal akan kandungan zat besi serta nutrisinya yang tinggi. Selain itu, sayuran dengan warna daun hijau tua juga kaya akan polifenol, antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan dan melawan peradangan.Anda dapat mengolah bayam dan sayuran hijau ini menjadi menu yang lezat seperti sup, mencampurnya dalam makanan favorit Anda, atau hanya dengan merebusnya.8. Minuman KunyitSelain jahe, kunyit juga termasuk salah satu bahan herbal yang sangat populer di Indonesia dan kerap digunakan dalam pengobatan tradisional. Minuman kunyit juga bisa menjadi pilihan menu untuk meredakan gejala flu sebagai perawatan di rumah, loh.Bahan herbal ini mengandu agen antiinflamasi yang kuat, sehingga dapat membantu meringankan nyeri dan melindungi Anda dari serangan penyakit. Kunyit juga sangat baik dalam mendukung fungsi sistem imun, sehingga dapat sangat membantu melawan virus penyebab sakit flu.Anda bisa mengolah kunyit menjadi jamu tradisional dan meminumnya selagi hangat. Tambahkan madu untuk menambah cita rasa dan kesegaran dari jamu kunyit yang Anda buat.9. Teh HijauJenis makanan selanjutnya yang bisa membantu meredakan gejala flu adalah teh hijau. Minuman ini diketahui akan kandungan antioksidannya yang sangat tinggi, sehingga dapat melindungi tubuh dan kulit dari dampak radikal bebas.Selain itu, mengutip dari Healthline.com, para peneliti telah menyimpulkan bahwa teh hijau dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan mendorong metabolisme agar lebih sehat.Selain itu menghirup aroma teh hijau yang menenangkan dan hangat akan membantu melegakan hidung tersumbat. Anda bisa menambahkan madu atau perasa lemon untuk membantu meringankan sakit tenggorokan saat flu.Nah, Sobat Granostic, itu adalah 9 rekomendasi makanan untuk meredakan gejala flu secara alami di rumah. Mudah, bukan?Gejala flu pada umumnya dapat bertahan selama 7–10 hari, namun pada beberapa kasus gejala tertentu dapat bertahan hingga 2 minggu. Baca juga yuk mengenai cara mencegah flu menyerang kembali agar tidak kambuh.Jika Anda merasa bahwa flu bertahan lebih lama dari durasi umumnya, serta dibarengi dengan gejala lain yang mencurigakan, maka lebih baik untuk segera berkonsultasi ke dokter umum klinik Granostic.Bersama dokter umum berpengalaman kami, Anda dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan yang mendetail dan diagnosa akurat. Dari diagnosa tersebut, Anda juga akan mendapatkan arahan perawatan dan pengobatan yang tepat sasaran.Selain itu, di klinik Granostic Anda juga bisa melakukan vaksin influenza, baik di lakukan di klinik maupun lewat layanan Home Service. Ingin memeriksakan kesehatan tubuh Anda di klinik Granostic atau tertarik untuk vaksin influenza? Segera hubungi call center klinik Granostic untuk buat jadwal kunjungan sekarang juga!
Kenapa Flu Tidak Kunjung Sembuh?
Merasa gejala flu tak kunjung sembuh padahal sudah minum obat? Ketahui apa saja penyebab flu tak kunjung sembuh dan cara pengobatannya yang tepat lewat artikel berikut ini.Flu merupakan jenis penyakit yang sangat umum terjadi pada masyarakat. Umumnya, gejala flu akan bertahan selama 7–10 hari. Namun tak jarang juga gejala flu dapat bertahan hingga 2 minggu bahkan lebih.Ketika mendapati gejala bertahan lebih lama dari durasi umumnya, sangat wajar bila Anda merasa khawatir dan menduga bila ada sesuatu yang lebih serius terjadi.Karena itu, pada artikel kali ini, Granostic akan membagikan informasi kenapa flu yang Anda alami tak kunjung sembuh, serta bagaimana cara mengatasinya dengan tepat. Let’s check it out!Penyebab Flu Terasa Lama SembuhBerikut ini beberapa faktor yang berkemungkinan besar menyebabkan flu terasa lama sembuh contohnya diagnosa yang membuat flu jadi terasa lama, misal adanya sinusitis maksilaris, Ca Nasofaring, Untuk detailnya yuk pelajari:1. Infeksi SekunderSobat Granostic, tahukah Anda bahwa flu dapat jadi lebih buruk dan menimbulkan komplikasi? Inilah yang kemudian kita sebut sebagai infeksi sekunder, di mana infeksi oleh bakteri atau virus terjadi selama atau setelah pengobatan untuk infeksi pertama.Indikasi terjadi infeksi sekunder ini dapat dilihat dari gejala flu yang makin memburuk, atau saat gejalanya tampak membaik namun kembali memburuk. Infeksi sekunder yang paling berisiko adalah pneumonia, yakni radang paru-paru basah, dan sepsis.Menurut National Library of Medicine dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), disebutkan bahwa bakteri pneumonia sering terjadi setelah infeksi influenza. Infeksi sekunder ini terutama melibatkan sekelompok bakteri tertentu, seperti Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, dan Streptococcus pyogenes. 2. Sistem Kekebalan Tubuh yang LemahPenyebab flu tidak kunjung sembuh selanjutnya adalah karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala flu, seperti batuk terus menerus, lebih umum terjadi pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang menjalani pengobatan dan memiliki kondisi medis tertentu, berusia di atas 65 tahun, hingga pernah menjadi perokok.3. Kelelahan atau StresStres tak hanya mempengaruhi Anda secara psikologis, namun juga bisa membuat kondisi kesehatan tubuh memburuk dan menjadikan flu tidak kunjung sembuh. Ini karena saat stres, sistem kekebalan tubuh akan terganggu sehingga tubuh tidak bisa melawan virus flu dengan optimal.Selain itu, stres yang berkelanjutan pun akan mengurangi limfosit tubuh, yang merupakan sel darah putih yang melawan infeksi. Hal ini dapat membuat Anda lebih sering terserang flu biasa dan infeksi virus lainnya. Stres kronis juga dapat mengganggu kadar kortisol, yang dapat meningkatkan peradangan.4. AlergiFlu memiliki gejala yang cukup umum, sehingga sangat sering seseorang salah mengartikan penyakit lain sebagai gejala flu, seperti alergi. Ini karena alergi beberapa gejala yang mirip dengan flu seperti batuk, hidung meler, dan bersin-bersin. Meski Anda mungkin tidak tahu berapa lama gejala flu akan berlangsung, akan tetapi flu umumnya memerlukan beberapa hari untuk dapat muncul sepenuhnya. Sementara gejala alergi akan dating dengan cepat, serta berlangsung selama Anda terpapar dengan allergen. 5. Lingkungan yang Tidak mendukungLingkungan tempat tinggal yang tidak mendukung, seperti memiliki udara yang kotor dan sanitasi yang buruk, juga akan membuat flu Anda bertahan lebih lama. Karena lingkungan yang tidak nyaman akan membuat istirahat Anda tidak maksimal, yang akan mempengaruhi daya tahan tubuh dan membuat Anda lebih rentan terkena stres.Sementara itu, jika lingkungan Anda memiliki kualitas udara yang buruk dan sanitasi yang tidak sehat, akan menyebabkan tubuh Anda rentan mengalami infeksi sekunder. Kondisi ini akan memperburuk gejala flu yang Anda alami.6. Varian Virus yang Lebih KuatSalah satu alasan kenapa flu tidak kunjung sembuh adalah karena Anda terinfeksi oleh varian virus yang lebih kuat. Menurut CDC Organization, virus flu dapat berubah atau bermutasi. Singkatnya, perubahan kecil pada HA dan NA virus flu secara terus menerus akan mengakibatkan hilangnya atau berkurangnya perlindungan terhadap virus flu tertentu.Ketika virus flu menjadi berbeda secara antigenik, yang umumnya berarti bahwa sifat antigenik virus cukup berbeda sehingga sistem imun tubuh akan lebih sulit mengenali dan melawan virus tersebut.Cara Mengatasi Flu yang Tak Kunjung SembuhSetelah menyimak apa saja kemungkinan flu tidak kunjung sembuh di atas, selanjutnya Anda juga bisa menyimak berbagai cara mengatasi kondisi tersebut di bawah ini.1. Istirahat yang CukupBerikan waktu bagi tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk melawan virus dengan beristirahat dan tidur berkualitas. Istirahat juga sangat penting ketika Anda mengalami emam, setidaknya hingga 24 jam setelah demam Anda turun. Selain untuk memaksimalkan penyembuhan flu, Anda juga sangat mudah menularkan virus saat demam tinggi.2. Perbanyak Minum (hangat lebih baik)Salah satu gejala flu adalah demam tinggi, yang dapat membuat Anda berkeringat dan lemas. Bahkan, tak jarang juga saat flu Anda mengalami muntah-muntah dan diare.Kondisi ini membuat tubuh Anda membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti yang hilang, bahkan lebih banyak lagi untuk melawan infeksi influenza.Air putih adalah pilihan terbaik untuk memberikan hidrasi tubuh, namun Anda juga bisa minum teh herbal, makan sup, atau makan buah dan sayur dengan kandungan air tinggi. Sebaliknya, Anda bisa menghindari alkohol dan kafein yang dapat menyebabkan dehidrasi.3. Konsumsi Makanan BergiziMakan secara teratur dengan menu sehat dan bergizi tinggi sangatlah penting untuk mendukung pemulihan flu. Buah-buahan dan sayuran menyegarkan misalnya, yang bisa menyediakan vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan gizi ini membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda saat melawan virus.Meskipun Anda mungkin tidak memiliki banyak nafsu makan saat flu, tetap pastikan tetap makan secara teratur untuk menjaga stamina Anda. Baca yuk rekomendasi Granostic mengenai makanan dan minuman untuk meredakan flu.4. Hindari Pemicu AlergiJika penyebab dari lamanya gejala flu Anda berlangsung, maka untuk mengatasinya Anda perlu menghindari pemicunya. Gejala batuk-batuk, pilek, dan alergi lainnya akan dapat berhenti ketika Anda menjauhi alergen.5. Gunakan HumidifierTahukah Anda, udara yang kering juga dapat memperburuk gejala-gejala flu. Alat penguap atau humidifier, dapat membantu menambahkan kelembapan ke udara dan membuat melegakan hidung tersumbat.PengobatanSelain cara mengatasi gejala flu yang tidak kunjung sembuh di atas, Anda juga bisa menerapkan beberapa pengobatan di bawah ini.1. Obat Pereda GejalaObat-obatan untuk mengatasi gejala flu sangat mudah di temukan di pasaran dan apotik. Anda bisa memilih jenis obat yang bisa mengatasi gejala yang Anda alami, seperti hidung tersumbat, batuk, demam, dan lainnya.Beberapa jenis obat yang bisa membantu meringankan gejala flu, seperti:Pereda nyeri untuk mengurangi demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Misalnya ibuprofen dan asetaminofen.Dekongestan, obat ini dapat Anda konsumsi untuk membuka saluran hidung dan mengurangi tekanan pada sinus.Pereda batuk seperti dextromethorphan.Ekspektoran untuk membantu mengencerkan lendir kental dan bermanfaat untuk batuk basah yang menghasilkan lender.Antihistamin yang umumnya digunakan untuk melawan gejala alergi, serta memiliki efek sedatif untuk membantu Anda tidur.2. Konsultasi ke DokterFlu yang bertahan dalam waktu lama dapat mengindikasikan adanya komplikasi, karena itu Anda sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke dokter umum.Dalam hal ini, dokter umum di klinik Granostic dapat menjadi pilihan yang ideal untuk Anda. Dokter umum kami dapat membantu melakukan pemeriksaan yang menyeluruh, sehingga dapat memberikan pengobatan dan perawatan yang tepat sasaran. Dokter akan melakukan interview singkat tentang gejala yang ada, memeriksa fisik jika dibutuhkan dan akan melakukan pemeriksaan penunjang. Untuk memastikan diagnosa dan penyebabnya sehingga terapi yang diberiksan bisa tepat sasaran, Nantinya dokter akan memberikan tindakan yang sesuai seperti antivirus, antibiotik, anti alergi atau bahkan terapi lain yang memang dibutuhkan sesuai dengan analisa dan diagnosa dokter.Selain itu, klinik Granostic pun menyediakan layanan vaksin influenza yang dapat Anda akses dengan mudah lewat layanan call center dan bisa dilakukan di rumah.Penasaran? Langsung ajukan pertanyaanmu seputar layanan vaksin flu di Granostic dengan klik tombol di bawah ini, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:WebMD. (n.d.). Why Your Cold Won’t Go Away. Diakses pada 2024.A.Vogel UK. (n.d.). 5 reasons your flu won't go away. Artikel ditulis oleh pakar kesehatan herbal, namun tidak mencantumkan dokter medis sebagai peninjau. Diakses pada 2024.ScienceDaily. (2010, May 27). Why some flu viruses are more deadly. Diakses pada 2024.Medical News Today. (2019, March 25). Why do I have the flu but no fever?. Diakses pada 2024.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message