Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Saja Dampak Pergaulan Bebas?

Apa Saja Dampak Pergaulan Bebas?

Menghindari pergaulan bebas merupakan langkah awal untuk melindungi diri Anda dari berbagai masalah kesehatan, salah satunya infeksi menular seksual (IMS). Selain kesehatan, ada banyak dampak negatif dari pergaulan bebas untuk diri Anda. Apa saja?

Istilah pergaulan bebas pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda, sebagai anak Anda akan sering mendengarnya pada petuah orang tua. Sementara sebagai orang tua, Anda akan sering menekankan pada anak pentingnya untuk menjaga diri dan menghindari pergaulan bebas.

Ya, karena meski dapat dilakukan oleh siapa saja, pergaulan bebas sering berkembang di kalangan para remaja atau anak muda.

Pergaulan bebas ini kemudian sering dikaitkan dengan berbagai perilaku yang negatif, serta memberikan dampak buruk pada kehidupan sosial, pribadi, dan kesehatan jiwa raga pelakunya.

Lantas, memangnya apa sih pergaulan bebas itu Sobat?

Pengertian Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas merupakan istilah yang merujuk pada perilaku sosial di mana individu-individu terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang melibatkan berbagai perilaku yang dianggap bertentangan dengan norma sosial atau moral yang berlaku.

Individu yang dimaksud dalam pergaulan bebas ini umumnya didominasi oleh remaja atau anak-anak muda.
Berbagai aktivitas yang termasuk dalam pergaulan bebas misalnya:

1. Seks Bebas

Seks bebas merujuk pada kegiatan seksual pranikah, atau tanpa komitmen romantis jangka panjang. Aktivitas seksual yang dapat dikategorikan sebagai seks bebas misalnya seks dalam pacaran, hubungan satu malam atau one night stand, prostitusi, dan sebagainya.

2. Penyalahgunaan Narkoba dan Alkohol.

Dalam pergaulan bebas, seseorang juga umumnya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Aktivitas “penyalahgunaan” ini merujuk pada penggunaan alkohol maupun obat-obatan terlarang secara tidak sah dan tidak terkontrol.

Narkoba sendiri merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang, yang akses penggunaannya sangat dibatasi oleh pemerintah Indonesia. Ini karena narkoba dapat menimbulkan efek ketergantungan pada penggunanya, baik secara fisik maupun psikologis.

Selain itu, penyalahgunaan narkoba dan alkohol (zat adiktif) dapat merusakan Kesehatan, kualitas hidup, serta berdampak buruk pada hubungan sosial penggunanya.

3. Tindakan Kriminal atau Kekerasan.

Aktivitas yang termasuk dalam pergaulan bebas lainnya adalah tindakan kriminal atau kekerasan. Pada remaja kita dapat menemukannya dalam kasus perundungan atau tawuran antar remaja.

4. Kenakalan Remaja.

Aktivitas yang termasuk dalam pergaulan bebas selanjutnya adalah kenakalan remaja, yang merupakan berbagai tindakan yang menyimpang dari normal, sosial dan hukum, serta mengganggu ketertiban umum.

Bentuk kenakalan remaja ini bisa berbentuk pelanggaran status, seperti balap liar, kabur dari rumah, merokok, atau membolos dari sekolah. Sementara pelanggaran hukum termasuk berkendara tanpa SIM, mencuri, penyalahgunaan narkoba, dan sejenisnya.

Faktor Penyebab Pergaulan Bebas

Sobat, pergaulan bebas tidak serta merta terjadi pada remaja atau anak muda. Ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang untuk melakukan berbagai tindakan yang termasuk dalam pergaulan bebas tersebut.

Faktor penyebab pergaulan bebas ini dibedakan menjadi faktor individu, faktor keluarga, dan faktor lingkungan sosial individu tersebut. Agar lebih jelas, langsung simak penjelasan berikut ini:

1. Faktor Individu

Faktor individu, atau disebut juga sebagai faktor internal¹, berkaitan dengan kontrol diri, kesadaran diri, nilai-nilai keagamaan, dan gaya hidup pada setiap individu.

Menurut VerryWellHealth.com, kontrol diri merupakan kemampuan untuk mengatur dan mengubah respons Anda untuk menghindari perilaku yang tidak diinginkan, meningkatkan perilaku yang diinginkan, dan mencapai tujuan jangka Panjang.

Lebih lanjut, penelitian juga menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki peranan penting pada kesejahteraan hidup dan kesehatan seseorang. Termasuk dalam mencegah diri kita untuk terjebak dalam pergaulan bebas.

Karenanya, seorang anak muda atau remaja yang memiliki kontrol diri rendah, akan cenderung lebih mudah tergoda melakukan aktivitas pergaulan bebas.

Salah satu alasan mengapa banyak remaja terjerumus pergaulan bebas adalah karena rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak terkontrol. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, serta cukup berani dalam mencoba hal-hal baru, bertualang, dan menjelajah.

Hal inilah yang kemudian membuat remaja terkadang melakukan Tindakan yang impulsif, tanpa mempertimbangkan adanya risiko dan dampak yang akan terjadi pada mereka.

Melansir dari Medical News Today, krisis identitas merupakan fase yang dialami banyak orang saat mereka mempertanyakan atau menilai kembali jati diri mereka. Pencarian identitas ini umumnya terjadi pada masa remaja, namun orang-orang mungkin juga mengalami krisis identitas setelah mengalami peristiwa besar dalam hidup mereka.

Menurut Erik Erikson, dalam Medical News Today, identitas krisis merupakan bagian yang sangat normal dari perkembangan diri. Selama krisis identitas, seseorang akan "mencoba" berbagai identitas dan cara hidup yang berbeda, untuk mencari yang paling ideal.

Mereka juga cenderung mempertanyakan nilai-nilai dan norma budaya keluarga mereka, mulai mengembangkan sistem nilai dan kepribadian unik sendiri, terpisah dari keluarga mereka.

Untuk dapat melewati fase krisis identitas ini, bagi remaja tidaklah mudah. Seorang remaja yang gagal menemukan jati dirinya seringkali memiliki harga diri dan rasa percaya diri yang rendah. Akhirnya berpengaruh pada motivasi belajar dan berpotensi memiliki empati serta sikap prososial yang buruk.

Lebih lanjut, Erikson menjelaskan bahwa kegagalan ini kemudian berpotensi mengarahkan remaja pada perasaan sia-sia, tidak berdaya, menarik diri, hingga melakukan tindakan agresif seperti pada kenakalan remaja.

2. Faktor Keluarga

Selain faktor individu, keluarga juga sangat berpengaruh pada pembentukan jati diri, sikap, dan gaya hidup seseorang.
Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.

Hasil penelitian dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, menunjukkan bahwa kehadiran dan perhatian orang tua berkaitan erat dengan kebiasaan pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja.

Empat dari enam responden menyebutkan bahwa mereka sering melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan pergaulan bebas untuk mendapatkan perhatian orang tua.

Berbeda dengan keempat responden di atas, dua responden lain mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Karena itu mereka tidak pernah berupaya untuk memeroleh perhatian dari orang tua, baik dengan melakukan kenakalan atau tindakan pergaulan bebas lainnya.

Pola asuh yang salah, seperti terlalu keras maupun sangat memanjakan, bisa menjadikan seseorang tumbuh dengan perilaku yang negatif.

Berdasarkan artikel penelitian yang diterbitkan pada jurnal Borneo Student Research menyebutkan bahwa ada kaitan erat antara pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja.

Misalnya, pola asuh dengan gaya otoriter sering memberikan dampak negative pada anak, seperti:

  1. Merasa tidak bahagia
  2. Selalu merasa takut atau tidak percaya diri, juga memiliki kecenderungan untuk membandingkan dirinya dengan orang lain di sekitarnya,
  3. Kesulitan dalam memulai suatu aktivitas,
  4. Memiliki kemampuan komunikasi yang lemah,
  5. Serta berperilaku negatif

Keharmonisan keluarga juga sangat berpengaruh pada sikap anak muda dan remaja. Menurut penelitian tahun 2019, keadaan keluarga yang tidak harmonis membuat perkembangan psikis anak terganggu.

Sehingga anak akan cenderung lebih suka bergaul dengan teman-temannya di luar rumah. Dengan tujuan untuk melupakan hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi di keluarganya, misalnya akibat pertengkaran atau kurangnya rasa kasih sayang.
Aktivitas mencari kesenangan di luar inilah yang akhirnya akan berbuntut pada berbagai aktivitas pergaulan bebas.

3. Faktor Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial juga dapat memberikan pengaruh pada sikap, sudut pandang, pola pikir, hingga gaya hidup seseorang. Karena itu, hubungan antara lingkungan sosial dan pergaulan bebas juga cukup erat.

Menurut jurnal tahun 2019, yang termasuk dalam lingkungan sosial antara lain lingkungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan tetangga.

Lantas bagaimana lingkungan sosial dapat berhubungan dengan aktivitas-aktivitas pergaulan bebas yang dilakukan seseorang?

Tidak hati-hati dalam berteman dapat menuntun seseorang ke pola perilaku dan kebiasaan yang negatif. Bahkan, sebagian besar pergaulan bebas dapat terjadi karena pengaruh dari teman sebaya yang memiliki perilaku kurang baik.

Hal ini jugalah yang terjadi pada remaja atau anak muda, yang sangat sering menghabiskan waktu mereka bersama teman-teman sebaya daripada di rumah bersama keluarga. Akhirnya, pengaruh yang dibawa teman sepermainan inilah yang lebih kuat terbawa pada remaja tersebut.

Kini akses terhadap internet sangatlah mudah, siapapun dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat dan praktis. Namun, kemajuan teknologi ini tak selalu membawa dampak yang positif, apalagi untuk anak-anak kita yang masih belum bijak.

Pada media sosial, semua orang dapat mengunggah berbagai konten, dan tak sedikit yang kurang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, rentan terpapar konten negatif dan tidak mendidik di internet ataupun media sosial.

Konten-konten inilah yang akhirnya akan membuat mereka lebih dekat dengan berbagai gaya hidup glamor dan kebebasan pada media sosial tersebut.

Selain itu, media sosial juga dirancang untuk membuat penggunanya “merasa nyaman dan senang”. Sehingga tak jarang anak-anak justru lalai terhadap tanggung jawab mereka karena kecanduan bermain media sosial.

Lingkungan sosial yang tidak baik dapat memberikan efek yang juga sama tak baiknya pada perilaku, pola pikir, dan sikap seseorang. Namun, jika seseorang tinggal di lingkungan yang lebih kondusif dengan banyak kegiatan positif, hal ini tentu akan membentuk karakter yang baik pula pada individu tersebut.

Dampak Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas tak hanya sekadar “kenakalan remaja” biasa, atau sebuah fase yang harus dimaklumkan terjadi. Karena dampak pergaulan bebas sangat besar, baik secara fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi.

1. Dampak Fisik

Penggunaan obat-obatan terlarang, mengonsumsi minuman beralkohol, seks bebas, hingga kekerasan yang dilakukan dalam pergaulan bebas bisa memberikan dampak negatif pada fisik.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Sobat, mempraktikkan seks bebas dan tak aman dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit menular seksual (PMS), loh. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan mengingat pendidikan seksual di Indonesia masih belum begitu luas diberikan pada remaja dan anak-anak.

Seperti namanya, PMS merupakan infeksi penyakit yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual yang tak sehat seperti tidak menggunakan pengaman (kondom) atau bergonta-ganti pasangan.
Beberapa contoh PMS misalnya HIV/AIDS, gonore, sifilis, kondiloma akuminata (kutil kelamin), herpes genital, klamidia, infeksi jamur, hingga hepatitis B dan C.

Kehamilan di luar nikah

Karena kurangnya pemahaman akan seks yang aman, remaja kerap kali melakukan hubungan seksual pranikah tanpa menggunakan kondom atau alat pencegah kehamilan. Hal ini kemudian akan mengakibatkan kehamilan di luar nikah, yang tidak menguntungkan bagi masa depan sang ibu dan anak itu sendiri.

Ketergantungan terhadap narkoba

Salah satu kegiatan negatif yang kerap dilakukan dalam pergaulan bebas adalah menggunakan narkoba dan mabuk-mabukan.

Keduanya dapat membuat penggunanya mengalami ketergantungan secara fisik maupun psikologis.

Penggunaan narkoba ini juga akan memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Juga dapat membuat penggunanya lebih agresif, sulit bersosialisasi, dan emosional yang akan berdampak pada kehidupan sosialnya.

2. Dampak Psikologis

Tak hanya memberikan dampak yang buruk pada kesehatan fisik, pergaulan bebas juga bisa berefek negatif pada kesehatan psikologis pelakunya. Beberapa dampak yang dimaksud antara lain:

Stres, depresi, dan kecemasan

Menurut artikel yang dirilis oleh Universitas Medan Area, pergaulan bebas seringnya melibatkan tekanan psikologis yang signifikan pada anak remaja. Sebab, mereka dapat merasa terbebani dengan ekspektasi dari teman-teman sebaya mereka seperti gaya hidup, hubungan asmara, hingga penampilan fisik.

Tekanan ini kemudian akan menciptakan ketidakseimbangan emosional, yang dapat membuat rasa cemas, stress, dan depresi pada remaja meningkat.

Kehilangan rasa percaya diri

Pergaulan bebas juga dapat membuat pelakunya kehilangan rasa percaya diri, khususnya jika dikaitkan dengan prestasi akademis maupun capaian profesional.

Sebab ketika seseorang terjebak dalam pergaulan bebas, mereka cenderung enggan untuk menghadapi tantangan dalam belajar atau pekerjaan yang rumit. Mereka justru mengalihkan fokus mereka ke aspek-aspek kehidupan sosial yang dianggap lebih menyenangkan.

Hal ini akhirnya dapat meningkatkan rasa khawatir dan kecemasan mereka, karena penurunan kemampuan akademis maupun capaian professional. Akhirnya, mereka akan merasa tidak percaya diri dan makin tertinggal dengan orang di sekitarnya.

Gangguan mental

Pergaulan bebas juga dapat berdampak negatif pada Kesehatan mental remaja atau individu yang melakukannya. Mereka yang terlibat dengan kebiasaan negatif ini sering kali mengalami rasa cemas, stress, dan depresi².

3. Dampak Sosial

Pergaulan bebas juga dapat memberikan dampak secara sosial, seperti:

Putus sekolah

Seorang remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas cenderung mengalami penurunan prestasi akademik, serta lalai menjalankan tanggung jawab mereka sebagai pelajar. Karena itu, tak sedikit juga yang putus sekolah dan tidak ingin melanjutkan studi mereka.

Kehilangan dukungan sosial

Selain itu, masyarakat juga menganggap remaja yang terjebak pergaulan bebas sebagai “pembuat onar”. Label negatif ini kemudian membuat mereka kehilangan dukungan sosial, seperti merasa jauh dengan keluarga sendiri, hingga ditinggalkan oleh teman-teman.
Hilangnya dukungan sosial ini bisa membuat mereka merasa terasingkan, kemudian menarik diri dan dapat membuat mereka semakin dalam terjebak dalam pergaulan bebas.

Stigma sosial

Seperti yang kita singgung sebelumnya, remaja atau individu yang melakukan aktivitas pergaulan bebas seringnya mendapatkan stigma di lingkungannya. Dicap sebagai seorang yang nakal, tidak bisa dipercaya, dan membawa masalah.

Hal ini akan berdampak sangat besar pada kehidupan mereka, utamanya kesulitan dalam membangun relasi yang menguntungkan, memberikan tekanan secara emosional, dan banyak lainnya.

4. Dampak Ekonomi

Saat melakukan berbagai kegiatan pergaulan bebas, remaja atau individu sering melupakan dampak jangka panjang yang akan mereka alami, salah satunya berkaitan dengan ekonomi.

Kesulitan ekonomi karena pergaulan bebas ini dapat datang karena banyak hal, misalnya penyembuhan PMS yang memakan banyak biaya, kebiasaan narkoba dan mabuk-mabukan yang dapat menguras keuangan, dan banyak lainnya.
Kesulitan mendapatkan pekerjaan

Dampak ekonomi ini semakin terasa karena rekam jejak perilaku pergaulan bebas tersebut mungkin dipertimbangkan dalam lamaran kerja. Sehingga Anda akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menopang kebutuhan ekonomi Anda.

Cara Mengatasi Pergaulan Bebas

Untuk mengatasi pergaulan bebas dan kembali menjadi pribadi yang lebih positif, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni:

1. Peran Individu

Kemauan dan tekad untuk berubah menjadi hal yang sangat penting untuk mengatasi pergaulan bebas. Peran individu dalam mengatasi pergaulan bebas dapat dilakukan dengan langkah berikut:

Meningkatkan kesadaran diri

Latihan kesadaran diri tak hanya dapat dilakukan oleh remaja, namun merupakan latihan yang bisa terus kita lakukan sepanjang hidup.
Latihan kesadaran ini dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Mencoba membayangkan versi terbaik dari diri sendiri, untuk menyimak apa sebenarnya yang menjadi harapan, impian, aspirasi, kemampuan, hingga pencapaian yang diinginkan.
  2. Ajukan pertanyaan refleksi diri, misalnya apa saja hal yang dilakukan sepanjang hari, seperti apa dampaknya pada orang lain, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tertentu. Sebaiknya, hindari pertanyaan "mengapa", karena membuat kita lebih
  3. fokus pada kelemahan dan rasa tidak aman.
  4. Perkuat kemampuan otak, misalnya dengan melakukan olahraga rutin, melakukan hobi yang menyenangkan dan aktif.
  5. Cari dukungan dari orang lain, baik keluarga terdekat ataupun guru di sekolah.
  6. Buat jurnal pribadi untuk menyimak kegiatan Anda sehari-hari.

Mengembangkan keterampilan sosial

Selanjutnya, Anda dapat membantu anak untuk mengembangkan keterampilan sosial mereka sebagai cara mengatasi pergaulan bebas. Hal yang dimaksud dalam keterampilan sosial meliputi kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Dengan keterampilan sosial ini, Anda dapat bertemu dengan lebih banyak orang dan membangun relasi yang lebih positif. Selain itu, Anda juga bisa mengenali dan menghindari aktivitas pergaulan bebas yang merugikan.

Memiliki tujuan hidup yang jelas

Memiliki tujuan hidup yang jelas juga bisa membantu Anda menghindari pergaulan bebas. Sebab, Anda akan lebih fokus untuk melakukan hal-hal yang dapat membantu Anda mencapai tujuan tersebut.

2. Peran Keluarga

Selain diri sendiri, peranan keluarga juga sangat penting dalam mendukung individu keluar dari lingkaran pergaulan bebas. Beberapa bentuk dukungan oleh keluarga untuk mengatasi pergaulan bebas pada anak misalnya:

Memberikan perhatian dan kasih sayang

Memberikan perhatian dan kasih sayang bisa menjadi dukungan yang sangat efektif untuk membantu seseorang keluar dari perilaku pergaulan bebas. Ini karena, mereka akan merasa tidak ditinggalkan dan diberi kesempatan untuk kembali menjadi lebih baik.
Menerapkan pola asuh yang baik
Keluarga juga perlu menerapkan pola asuh yang baik untuk membuat anak merasa nyaman di rumah. Mereka juga dapat menikmati kegiatan harian dan menjalankan tanggung jawab mereka dalam perasaan yang nyaman.

Membangun komunikasi yang baik

Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga dapat mencegah anak terjerumus pergaulan bebas. Karena anak-anak akan dapat mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya pada orang tua, serta tidak merasa takut untuk meminta tolong.
Selain itu, ketika anak-anak menjadi lebih terbuka, orang tua juga akan dapat mengawasi bagaimana hubungan anak dengan rekan sebaya, aktivitas di luar rumah, dan sejenisnya.

3. Peran Sekolah

Sekolah juga memiliki peranan sangat penting dalam upaya pencegahan dan mengatasi pergaulan bebas. Adapun beberapa peran sekolah yang dimaksud antara lain;

Memberikan pendidikan moral dan etika

Guru dan staf bimbingan konseling dapat memberikan pendidikan moral serta etika untuk para remaja. Lewat pendidikan moral ini, guru dan staf BK dapat menanamkan serta mengembangkan nilai, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai budi pekerti luhur.

Mengadakan kegiatan ekstrakurikuler

Sekolah juga dapat mengadakan kegiatan ekstrakurikuler untuk menambah aktivitas yang membangun bagi siswanya. Misalnya Pramuka yang dapat melatih kekompakan, berpikir kreatif, menanamkan jiwa petualang, dan cinta tanah air.
Dapat juga membentuk klub-klub olahraga populer yang dapat membantu melatih fisik dan menjadi sarana rekreasi siswa. Atau klub seni yang dapat membuat siswa jadi lebih kreatif, melatih emosi mereka untuk lebih peka, serta menjadi sarana hiburan tersendiri.

Menyediakan layanan konseling

Sekolah umumnya memiliki layanan konseling, yang fungsinya sangat penting untuk membimbing dan mendampingi siswa di masa sekolah. Layanan konseling ini sangatlah penting, karena dapat membantu siswa dalam beberapa hal berikut ini:

  1. memahami diri sendiri,
  2. mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mereka,
  3. membantu siswa mengambil keputusan,
  4. mendampingi siswa dalam mengatasi tantangan,
  5. dan banyak lainnya.

4. Peran Masyarakat

Lingkungan sosial, khususnya masyarakat tempat tinggal, juga sangat penting dalam mencegah dan mengatasi masalah pergaulan bebas. Sebab dengan menciptakan nuansa yang harmonis dan kondusif, maka aktivitas yang ada di lingkungan tersebut menjadi lebih positif.

Hal ini akan membentuk kesadaran pada anak-anak mengenai kehidupan sosial yang ideal, yang kemudian akan mereka tiru dan terapkan.

Langkah Pencegahan Pergaulan Bebas

Setelah terjebak dalam perilaku pergaulan bebas, terkadang sangat sulit bagi orang tersebut untuk kembali menerapkan hidup yang lebih positif. Karena itu, menerapkan upaya pencegahan sangatlah penting.
Anda dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan pergaulan bebas berikut ini:

1. Pendidikan Seksual Sejak Dini

Langkah pertama berikan pendidikan seksual sejak dini pada anak, sehingga mereka memiliki kesadaran diri mengenai pentingnya menjaga kesehatan seksual dan menjaga martabat diri.
Pendidikan seks pun diajarkan secara bertahap pada anak-anak, namun Anda bisa melakukan penanaman perlindungan diri, khususnya dalam mengembangkan relasi sosial dan seksual yang baik untuk mereka.

2. Meningkatkan Aktivitas Positif

Selanjutnya, orang tua juga bisa membantu anak untuk menjadwalkan aktivitas positif yang menyenangkan dan membangun untuk mereka. Baik mengikuti berbagai klub olahraga atau mengambil les seni yang melatih kreativitas anak, atau menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

3. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Orang tua juga dapat membantu meningkatkan keterampilan sosial anak dengan rutin berdiskusi, melibatkan anak dalam pengambilan keputusan, serta selalu mendengarkan dengan baik apa yang anak sedang bicarakan.
Langkah-langkah ini tak hanya membuat anak lebih mudah mengekspresikan dirinya secara verbal, namun dapat melatih anak-anak untuk berargumen, menyampaikan pendapatnya dengan baik untuk diterima lawan bicara, dan lainnya.

4. Membangun Lingkungan yang Sehat

Langkah selanjutnya untuk mencegah pergaulan bebas pada remaja dan anak muda adalah dengan membangun lingkungan yang sehat. Tak hanya memiliki dampak positif pada Kesehatan fisik, lingkungan yang sehat juga memberikan banyak dampak positif pada psikologis anak, seperti:


Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai pergaulan bebas, dari pengertian, cara mengatasi, hingga upaya pencegahannya.

Kunci penting dari pencegahan pergaulan bebas pada anak dimulai dari keluarga. Misalnya dengan menciptakan hubungan yang harmonis, komunikatif, serta suportif bersama anak-anak.

Selain itu, Anda juga bisa mendukung pertumbuhan anak dengan rutin melakukan cek kesehatan di klinik Granostic!
Sebab, klinik Granostic pun menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan terlengkap untuk seluruh keluarga Anda. Selain itu, layanan ini juga dapat diakses dengan mudah dan didampingi oleh tenaga medis berpengalaman.

Untuk tahu lebih banyak soal layanan cek kesehatan anak dan keluarga di klinik Granostic, Anda bisa langsung menghubungi layanan call center kami. See you!

Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo

Sumber Referensi:

  1. Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja. Universitas Tarumanagara, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Chrissonia M. Mbayang. Diakses 2025
  2. PENYALAHGUNAAN NARKOBA. JURNAL HEALTH AND SPORT. Diakses 2025
    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH. Jurusan
  3. Bimbingan dan Konseling, Universitas Syiah Kuala. Hafri Khaidir Anwar, Martunis, Fajriani. Diakses 2025
  4. How to Improve Your Self-Control. Very Well Mind. By Kendra Cherry, MSEd. Diakses 2025
  5. What is an identity crisis?. Medical News Today. Medically reviewed by Lori Lawrenz, PsyD. Diakses 2025
    “Siapakah Aku?” Krisis Identitas yang Biasa Dialami Remaja. Center for Life-Span Development (CLSD) D-602, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada. Diakses 2025
  6. Sexually Transmitted Infections in Teens. University of Rochester Medical Center Rochester, NY. Diakses 2025
  7. Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Refleksi Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Diri Siswa. Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. Aep Saepuloh, Dewi Asiyah. Diakses 2025
  8. What is self-awareness and how to develop it. BetterUp. By Elizabeth Perry, ACC. Diakses 2025






Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message