Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Apa Itu Hipertensi? Ketahui Secara Lengkapnya Disini!
Tak hanya dapat terjadi pada orang tua, orang-orang yang lebih muda juga dapat mengalami hipertensi. Agar tak salah menanganinya, dalam artikel ini, Granostic akan mengulas mengenai apa itu hipertensi, gejala, dan cara mengatasinya yang tepat. Penasaran?Hipertensi merupakan kondisi medis umum yang sangat sering dikeluhkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, baik dewasa muda maupun orang tua. Kondisi ini tak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri yang mengganggu aktivitas harian penderitanya. Namun, juga bisa merembet ke masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.Rilisan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 972 juta orang (setara dengan 26,4%) di dunia mengalami hipertensi, bahkan angka ini telah mengalami peningkatan pada tahun 2021 menjadi 29,2%. Pada laporan tahun 2018 tersebut, WHO juga memperkirakan bahwa terdapat, setidaknya, 9,4 juta orang yang meninggal tiap tahunnya karena komplikasi hipertensi.Menyimak betapa pentingnya mengetahui segala hal tentang hipertensi ini bagi Anda, Granostic memberikan ulasan lengkapnya berikut ini.Apa Itu Hipertensi?Melansir dari WHO, hipertensi merupakan sebuah kondisi medis dimana pembuluh darah mengalami kenaikan yang persisten, atau secara terus menerus. Karena itu, kondisi ini juga dikenal dengan nama tekanan darah tinggi. Darah mengalir dari jantung ke seluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah. Sehingga setiap kali jantung kita berdetak, darah akan dipompa ke dalam pembuluh darah. Sementara itu, tekanan darah ini dihasilkan oleh kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri) saat dipompa oleh jantung. Karenanya, semakin tinggi tekanan darah kita, maka semakin keras juga jantung kita bekerja untuk memompa.Nah, karena hal inilah hipertensi memiliki dampak yang serius untuk kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya. Namun, berapa sih batas normal tekanan darah tersebut?Batas normal tekanan darah menurut WHO adalah:Normal: Angka tekanan sistolik di bawah 120, sementara diastolic di Bawah angka 80.Pre-hipertensi: Angka tekanan sistolik di rentang 120–139, sementara diastolic di rentang angka 80–89.Hipertensi: Angka tekanan sistolik di rentang 140–160, sementara diastolic di rentang angka 90–99.Melansir dari Mayo Clinic, tekanan darah tinggi yang melebihi angka 180/120 mmHg dapat dikategorikan sebagai hipertensi krisis atau gawat. Karenanya, Anda sangat direkomendasikan untuk membawa pasien ke layanan gawat darurat untuk segera mendapatkan layanan yang tepat.Gejala HipertensiUmumnya, tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Karenanya banyak layanan kesehatan yang menyebut kondisi ini sebagai "silent killer". Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi yang menahun, tanpa tahu bahwa ia memilikinya. Namun Ketika tekanan darah Anda mencapai angka 180/120 mmHg atau lebih, Anda dapat mengalami beberapa gejala berikut:1. Sakit kepala hebatSakit kepala merupakan gejala yang sangat umum dikeluhkan oleh penderita hipertensi, khususnya saat tekanan darah mereka menjadi begitu tinggi. Rasa sakit kepala ini sering digambarkan sebagai sensasi nyeri yang intens, berdenyut, yang bahkan bisa disertai dengan mual dan muntah.2. Pusing atau sensasi melayangSelain sakit kepala hebat, hipertensi juga dapat menyebabkan rasa pusing atau melayang. Gejala ini timbul saat tekanan darah yang meningkat signifikan akan turut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah yang ada di otak kita.3. Penglihatan kaburPusing dan sakit kepala yang hebat akibat tekanan darah tinggi ini juga dapat disertai dengan penglihatan kabur.4. Nyeri dadaTekanan darah yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan nyeri dada, atau yang kerap disebut sebagai angina. Gejala ini timbul karena tekanan darah yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah.5. Sesak napasNyeri dada yang timbul akibat tekanan darah tinggi ini pun bisa disertai dengan sesak napas. Karena jantung memompa dengan kuat, sementara aliran darah ke jantung menjadi lebih berkurang. Dengan demikian, napas akan menjadi lebih pendek atau Anda bisa saja mengalami sesak napas.6. Jantung berdebar cepatTelah kita singgung sebelumnya, bahwa tekanan darah tinggi dapat memicu jantung Anda untuk memompa lebih kuat. Hal ini menjadikan jantung terasa berdebar lebih cepat daripada biasanya.7. Kelelahan terus-menerusHipertensi pun dapat menyebabkan sensasi kelemahan dan kelelahan yang tidak biasa. Gejala ini timbul karena tekanan pada jantung yang kian meningkat akibat hipertensi, yang dapat tidak optimalnya aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh, yang menyebabkan sensasi lemas atau tampak kelelahan.8. Mimisan (pada kasus berat)Pada kasus hipertensi yang berat, seseorang dapat mengalami mimisan. Ini karena semakin tinggi tekanan darah, maka semakin kuat tekanannya pada dinding arteri. Hal ini menyebabkan arteri menjadi lebih rapuh, sehingga lebih rentan pecah, terutama pada jaringan hidung yang lebih rapuh.Jenis-Jenis Hipertensi1. Hipertensi Primer (Esensial)Dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi esensial, tipe hipertensi ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Penumpukan plak di arteri dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi esensial ini.2. Hipertensi SekunderJenis tekanan darah tinggi ini terjadi karena kondisi medis lain, yang cenderung muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer. Melansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa kondisi medis yang dapat menjadi pemicu hipertensi sekunder antara lain;tumor kelenjar adrenal;masalah pembuluh darah bawaan lahir, seperti cacat jantung bawaan;obat batuk dan pilek, beberapa obat pereda nyeri, pil KB, dan berbagai resep obat lainnya;penggunaan narkoba;penyakit ginjal;henti napas mendadak saat tidur dikarnakan obtruksi saluran nafas atau OSA (Obstructive Sleep Apnea); hinggamasalah tiroid;3. Hipertensi Gestasional (Selama Kehamilan)Jenis hipertensi ini hanya terjadi pada ibu hamil, yang umumnya terjadi setelah memasuki usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam ibu maupun janin yang dikandungnya.Ciri-Ciri HipertensiSetelah menyimak apa saja gejalanya, Anda juga perlu mengetahui apa saja ciri-ciri hipertensi agar dapat mengenali kondisi medis tersebut sedini mungkin. Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat!1. Wajah terlihat memerahMelansir dari AHA, wajah yang kemerahan dapat terjadi karena banyak hal, yang seringnya tidak berhubungan dengan darah tinggi. Namun, beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara juga bisa menyebabkan kemerahan pada wajah. Termasuk stress emosional, mengonsumsi alkohol, berolahraga terlalu intens, hingga paparan panas.2. Sering merasa tegang atau cemasSementara kecemasan dan stress dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, seseorang dengan hipertensi juga membuat seseorang merasa tegang atau cemas. Kondisi ini terjadi, salah satunya, karena pasien hipertensi merasa khawatir dengan kondisi mereka atau tentang Kesehatan mereka di masa mendatang.3. Jari kaki dan tangan terasa dinginSeseorang yang mengalami hipertensi juga dapat mengalami jari kaki dan tangan terasa dingin. Meskipun tak selalu terjadi, Ketika tekanan darah tinggi tidak dikontrol dengan baik, hal ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang memengaruhi sirkulasi darah ke ekstremitas. Situasi inilah yang kemudian membuat jari kaki dan tangan terasa dingin, sebab oksigen dan darah tidak bisa sampai pada bagian tubuh yang paling jauh dari jantung.4. Sulit tidur atau insomniaHubungan hipertensi dan kebiasaan tidur sangatlah erat. Penderita hipertensi dapat kesulitan tidur karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik, sehingga menyebabkan rasa nyeri dan gejala-gejala lain yang membuat tidur terasa tidak nyenyak.5. Bangun pagi dengan sakit kepalaRasa sakit kepala yang intens dan seolah dihantam dapat menandakan seseorang mengalami hipertensi, terutama bila rasa nyeri ini disertai dengan pusing, mual, muntah, atau nyeri dada.Penyebab HipertensiKondisi hipertensi ini dapat dipicu oleh banyak penyebab, mulai dari gaya hidup yang tak sehat, faktor genetik, usia, hingga kondisi medis tertentu. Agar dapat mencegah hipertensi, Anda perlu menyimak penjelasan lengkap mengenai penyebabnya berikut ini, Sobat.1. Gaya Hidup Tidak SehatKonsumsi garam berlebihanGaram, atau secara spesifik kandungan sodium di dalamnya, menjadi kontributor utama dalam meningkatkan tekanan darah Anda serta memicu beragam penyakit jantung. Ini terjadi karena asupan garam yang berlebih dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam darah.American Heart Association (AHA) bahkan merekomendasikan bagi masyarakat untuk membatasi asupan garam harian mereka, yakni tidak lebih dari 2,300 mg atau 1 sendok teh garam tiap hari.Kurang aktivitas fisikSelain terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi. Ini karena Anda akan lebih mudah mengalami peningkatan berat badan dan berisiko mengalami obesitas, yang dapat meningkatkan risiko naiknya tekanan darah Anda. Selain itu, orang yang tidak aktif secara fisik juga cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi.Obesitas atau kelebihan berat badanTahukah Sobat, kelebihan berat badan dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah, ginjal, hingga bagian lain dari tubuh kita? Nah, perubahan inilah yang kemudian berdampak pada tekanan darah kita nantinya.Selain itu, memiliki berat badan yang berlebih juga membuat kita lebih rentan mengalami penyakit jantung dan faktor risiko lainnya, seperti tinggi kolesterol.Konsumsi alkohol atau rokokMengonsumsi alkohol dan merokok dapat memberikan dampak yang sangat buruk pada kesehatan tubuh kita secara umum. Salah satunya, dapat menimbulkan hipertensi dan masalah pada jantung Anda.Stres berlebihTingginya rasa stress atau tekanan emosional yang Anda alami, dapat mengarah pada peningkatan tekanan darah sementara. Selain itu, kebiasaan buruk yang berkaitan dengan stress seperti merokok, minum alkohol, dan mengurung diri dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan tekanan darah tinggi.2. Faktor GenetikSelain gaya hidup, seseorang juga dapat memiliki hipertensi karena faktor genetik. Misalnya seseorang yang memiliki orangtua dengan riwayat hipertensi, berkemungkinan lebih besar untuk mengalami masalah Kesehatan yang sama.UsiaUsia juga berperan dalam kasus hipertensi. Melansir dari Mayo Clinic, orang dengan usia lebih dari 65 tahun memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami hipertensi. Secara spesifik, saat memasuki usia 64 tahun, hipertensi sangatlah umum ditemukan pada pria lansia. Namun, perempuan cenderung mengembangkan tekanan darah tinggi setelah berusia 65 tahun.3. Kondisi MedisDiabetesSobat, diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Faktanya, orang dengan diabetes bahkan memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengembangkan masalah kesehatan ini dibanding orang dengan kadar gula darah yang normal.Penyakit ginjal kronisHipertensi memiliki kaitan erat dengan berbagai kondisi medis, termasuk penyakit ginjal kronis. Bahkan, penyakit ginjal kronis ini dapat menjadi salah satu penyebab hipertensi sekunder, loh.Sleep apneaSleep apnea dapat berkontribusi dan bahkan berpotensi menyebabkan hipertensi. Sleep apnea sendiri merupakan kejadian kesulitan bernapas atau terhentinya napas selama tidur, yang menyebabkan turunnya kadar oksigen secara tiba-tiba dalam darah.Turunnya oksigen secara drastis ini dapat memicu pelepasan hormone stress, meningkatkan denyut jantung, hingga menaikkan tekanan darah kita.Komplikasi Akibat HipertensiTekanan darah yang terus-menerus tinggi bukan sekadar angka di layar tensimeter, kondisi ini bisa memberikan tekanan berlebih pada dinding arteri, sehingga berisiko merusak pembuluh darah dan berbagai organ vital tubuh. Semakin tinggi dan semakin lama tekanan darah tidak dikendalikan, makin besar pula kerusakan yang dapat terjadi. Berikut beberapa komplikasi serius yang dapat muncul akibat hipertensi yang tak terkelola:1. JantungSaat tekanan darah tinggi, jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, dinding ruang pompa utama jantung, yaitu ventrikel kiri, dapat menebal, kondisi ini disebut sebagai hipertrofi ventrikel kiri. Jika dibiarkan, otot jantung bisa melemah dan tak mampu memompa darah secara optimal, yang akhirnya berujung pada gagal jantung. Selain itu, pengerasan atau penyempitan pembuluh darah jantung akibat hipertensi dapat memicu serangan jantung, stroke, hingga komplikasi kardiovaskular lainnya.2. OtakHipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa memengaruhi aliran darah ke otak. Penyumbatan atau penyempitan arteri di area ini bisa mengganggu daya ingat, kemampuan berpikir, serta proses belajar. Dalam jangka panjang, aliran darah yang tidak lancar ke otak dapat menyebabkan demensia vaskular. Bahkan, stroke yang terjadi akibat tekanan darah tinggi juga bisa memicu kondisi ini.3. GinjalGinjal berperan penting sebagai penyaring limbah dalam tubuh. Tapi tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah di ginjal menyempit, melemah, atau bahkan rusak. Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring darah terganggu, yang bisa berujung pada gagal ginjal.4. MataTekanan darah yang melonjak juga dapat berdampak pada pembuluh darah di retina mata. Kondisi ini bisa menyebabkan pembuluh menebal, menyempit, atau bahkan pecah, yang berisiko menimbulkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.5. Pembuluh darahHipertensi kronis bisa membuat dinding pembuluh darah melemah dan menggelembung, membentuk aneurisma. Jika aneurisma ini pecah, akibatnya bisa sangat fatal. Bagaimana tidak? Bukan hanya mengancam jiwa, tapi juga menyebabkan kerusakan organ permanen atau kehilangan fungsi tubuh tertentu, termasuk penglihatan.Baca selengkapnya mengenai, Komplikasi Hipertensi yang Sering Terjadi.Apakah Hipertensi Bisa Sembuh?Hipertensi secara umum tidak dapat disembuhkan atau dihilangkan total. Namun, kondisi ini dapat dikontrol secara efektif dengan menerapkan gaya hidup sehat, serta pengobatan untuk meredakan gejala dan menurunkan tekanan darah bila diperlukan.Cara Mengatasi HipertensiMeski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, hipertensi bukanlah vonis tanpa harapan. Dengan pengelolaan yang tepat, Sobat Granostik tetap bisa menjalani hidup aktif dan sehat tanpa dihantui tekanan darah tinggi yang terus kambuh. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil:1. Pola Makan Sehat (Diet DASH)Langkah pertama untuk mengendalikan hipertensi dimulai dari apa yang Anda konsumsi setiap hari. Menerapkan pola makan sehat sangat penting bagi penderita tekanan darah tinggi, karena makanan yang kita pilih dapat berdampak langsung pada kondisi pembuluh darah dan keseimbangan tekanan darah.Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan cara meningkatkan asupan nutrisi penting seperti kalium, kalsium, dan magnesium, serta mengurangi natrium (garam) yang dikenal sebagai pemicu utama naiknya tekanan darah.Cara menerapkan diet DASH cukup sederhana, Sobat. Anda dapat mulai dengan perbanyak konsumsi buah dan sayur segar, pilih produk susu rendah lemak, konsumsi biji-bijian utuh, serta batasi makanan olahan, makanan asin, dan lemak jenuh. Kemudian hindari makanan kaleng atau cepat saji yang biasanya tinggi natrium, dan mulailah membaca label gizi pada kemasan makanan sebagai kebiasaan baru yang lebih sehat.2. Aktivitas Fisik TeraturSelain mengatur asupan nutrisi, tubuh juga butuh “digunakan” secara aktif. Rutin berolahraga adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga fungsi jantung tetap optimal.Idealnya, penderita hipertensi dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang selama 30 menit sehari, setidaknya lima kali dalam seminggu. Anda tidak perlu langsung memulai dengan olahraga berat. Jalan cepat, bersepeda santai, berenang, atau senam ringan bisa menjadi pilihan awal yang baik.Waktu yang paling disarankan untuk berolahraga adalah pagi atau sore hari, saat udara lebih segar dan tubuh belum terlalu lelah. Yang penting, pilih aktivitas yang Anda sukai agar lebih konsisten dalam menjalaninya.3. Menjaga Berat Badan IdealKelebihan berat badan memberi beban tambahan pada jantung dan memperburuk kondisi tekanan darah. Maka dari itu, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu strategi kunci dalam mengelola hipertensi.Caranya? Anda dapat menggabungkan pola makan sehat dengan aktivitas fisik rutin. Hindari diet ekstrem, dan fokuslah pada perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Anda bisa mulai dengan mengurangi porsi makan secara bertahap, menghindari camilan tinggi gula dan garam, serta menambah asupan serat dari buah, sayur, dan kacang-kacangan.4. Kelola StresStres adalah pemicu diam-diam bagi tekanan darah tinggi. Saat stres melanda, tubuh akan melepaskan hormon yang menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah meningkat.Untuk mengelolanya, Anda bisa mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau sekadar berjalan-jalan santai di alam terbuka. Menulis jurnal, mendengarkan musik favorit, atau bercengkerama dengan orang-orang terdekat juga terbukti membantu meredakan stres5. Berhenti Merokok dan Hindari AlkoholKebiasaan merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan terbukti meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan mempercepat kerusakan pembuluh darah. Oleh karena itu, menghentikan kedua kebiasaan ini bukan hanya langkah pencegahan, tetapi juga bentuk penyembuhan bagi tubuh.Jika berhenti total terasa sulit, mulailah dengan mengurangi frekuensinya. Cari pengganti sehat seperti permen bebas gula saat ingin merokok, atau ganti alkohol dengan air mineral, jus segar, atau teh herbal.6. Konsumsi Obat (Jika Diperlukan)Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup saja belum cukup untuk mengontrol hipertensi, terutama jika tekanan darah sudah sangat tinggi atau ada komplikasi lain. Di sinilah peran obat-obatan medis menjadi penting.Namun, penggunaan obat harus selalu di bawah pengawasan dokter. Jangan pernah menghentikan atau mengganti dosis obat tanpa konsultasi terlebih dahulu. Obat bukan musuh, melainkan pendamping yang bisa sangat membantu bila digunakan secara tepat.Tips Pencegahan HipertensiMeski belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan hipertensi secara menyeluruh, bukan berarti Anda tidak dapat mencegah kondisi ini sama sekali. Berikut ini Granostic merangkumkan tips sederhana sebagai pencegahan hipertensi bagi Anda.1. Rutin periksa tekanan darah, terutama jika berusia >35 tahunTips pertama adalah dengan rutin memeriksakan tekanan darah, apalagi ketika Anda berusia lebih dari 35 tahun. Dengan demikian, Anda dapat menyimak bagaimana tekanan darah Anda secara berkala, mampu mendeteksi dini adanya hipertensi, dan memeroleh perawatan yang tepat sesegera mungkin.2. Hindari stres berlebihanSelanjutnya, Anda juga dapat mencegah hipertensi dengan menghindari stres berlebihan, atau mengontrol kecemasan Anda sebaik mungkin. Misalnya Anda bisa mengonsultasikan beban kerja yang menekan dengan atasan, membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga dan orang terdekat, atau meminta bantuan psikolog profesional.3. Tidur cukup minimal 6–8 jam per malamKebiasaan tidur yang buruk juga dapat berdampak pada kesehatan kita secara umum, termasuk memicu terjadinya hipertensi. Karena itu, usahakan untuk tidur cukup dan berkualitas setidaknya selama 6–8 jam per malam.4. Hindari makanan cepat saji tinggi natriumMakanan cepat saji cenderung memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi, hal ini bisa memicu naiknya tekanan darah tinggi Anda, apalagi jika dimakan terlalu sering.Lebih baik terapkan pola makan yang sehat dan diet DASH, untuk membantu memelihara kesehatan tubuh secara umum, serta mengontrol tekanan darah tinggi Anda.Deteksi Hipertensi dan Pemeriksaan Organ di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic, dalam upaya pencegahan dan mengontrol tekanan darah tinggi, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain mendeteksi hipertensi, langkah ini juga dapat membantu Anda untuk menyimak bagaimana kondisi dan fungsi organ tubuh Anda bekerja.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan deteksi hipertensi dan pemeriksaan organ ini di Granostic Surabaya. Kami dapat memberikan pelayanan yang ramah dan efisien, mudah, serta dikemas dalam paket dengan harga kompetitif.Untuk menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan tekanan darah tinggi, Anda dapat langsung klik tombol WhatsApp ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Sari, D. P., & Prasetyo, A. D. (2023). Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas X. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 7(3), 123-130. Diakses pada 2025.Rahmawati, L., & Yuliana, S. (2022). Efektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Pasien Hipertensi. Jurnal Aisyiyah Medika, 12(2), 45-52. Diakses pada 2025Samson, M., MD. (2024). Hypertension: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape. Ditinjau oleh: Dr. Eric H. Yang, MD. Diakses pada 2025World Health Organization (WHO). (n.d.). Hypertension. Diakses pada 2025Mayo Clinic. (n.d.). High blood pressure (hypertension) - Symptoms and causes. Ditinjau oleh: Tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). About High Blood Pressure. Diakses pada 2025WebMD. (n.d.). Hypertension Symptoms: High Blood Pressure. Ditinjau oleh: Dr. James Beckerman, MD, FACC. Diakses pada 2025Medical News Today. (n.d.). What are the complications of hypertension?. Ditinjau oleh: Dr. Deborah Weatherspoon, PhD, MSN, RN, CRNA. Diakses pada 2025
Apa Saja Komplikasi Hipertensi yang Sering Terjadi dan Cara Deteksinya?
Pernahkah Sobat Granostik membayangkan bahwa tekanan darah tinggi, yang sering kali hadir tanpa gejala, dapat menjadi “ancaman tersembunyi” bagi kesehatan tubuh? Ya, hipertensi memang dikenal sebagai silent killer, karena perlahan merusak organ vital tanpa memberi tanda-tanda yang jelas. Jika tidak ditangani dengan serius, kondisi ini dapat membuka jalan bagi berbagai komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.Fakta menunjukkan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol bisa berdampak luas, mulai dari otak, jantung, hingga ginjal. Komplikasi yang timbul tidak hanya mengganggu kualitas hidup, tapi juga membutuhkan penanganan medis yang tidak sederhana. Oleh karena itu, mengenali berbagai komplikasi akibat hipertensi serta bagaimana mendeteksinya sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini dan ketahui cara cerdas menghadapinya sebelum terlambat!1. Stroke (Serangan Otak)Stroke merupakan komplikasi yang paling sering terjadi akibat hipertensi. Kondisi medis ini sangatlah serius, yang terjadi baik karena pembuluh darah tersumbat oleh gumpalan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Hipertensi menjadi faktor utama yang memicu kedua jenis ini: tekanan darah tinggi lama-kelamaan merusak dan menipiskan dinding arteri, sehingga memudahkan terbentuknya plak atau memperlemah pembuluh sampai akhirnya pecah. Tanpa pasokan oksigen yang cukup, sel-sel otak akan mati dalam hitungan menit, menimbulkan gejala mendadak seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara cadel, pandangan kabur, dan pusing hebat.Mendeteksi stroke sejak awal sangat krusial, karena kerusakan otak semakin parah setiap detiknya. Sobat Granostik bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin membantu mengenali risiko sebelum gejala muncul. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg, segera diskusikan strategi penanganan dengan dokter.2. Serangan JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan penebalan otot jantung yang disebut hipertrofi ventrikel kiri. Meskipun awalnya terlihat sebagai adaptasi, otot jantung yang menebal justru membuat jantung lebih kaku dan kurang efisien dalam memompa darah. Akibatnya, suplai oksigen ke otot jantung dapat terganggu, dan serangan jantung menjadi risiko nyata.American Heart Association menyebut bahwa hipertensi adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner, yakni kondisi ketika pembuluh darah jantung menyempit atau tersumbat. Jika aliran darah ke jantung benar-benar terhenti, maka terjadilah serangan jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada hebat, sesak napas, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.Mendeteksi risiko ini bisa dimulai dengan pemantauan tekanan darah rutin, tes elektrokardiogram (EKG), serta uji darah untuk melihat kadar kolesterol dan fungsi jantung.3. Gagal JantungBerbeda dengan serangan jantung yang terjadi tiba-tiba, gagal jantung berkembang secara bertahap. Hipertensi yang terus-menerus memaksa jantung bekerja lebih keras menyebabkan otot jantung melemah dan akhirnya tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Gejala awalnya mungkin ringan, seperti kelelahan atau sesak napas saat beraktivitas, tapi bisa berkembang menjadi pembengkakan kaki, batuk kronis, dan gangguan tidur.Menurut Mayo Clinic, penderita hipertensi kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagal jantung, terutama jika tekanan darah tidak dikontrol sejak dini. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting. Pemeriksaan EKG, echocardiogram, dan tes darah dapat membantu menilai kondisi jantung dan menentukan apakah jantung menunjukkan tanda-tanda gagal fungsi. Nah untuk itu penting sekali, untuk Anda melakukan Skrining Deteksi Kesehatan Jantung.4. Gagal GinjalGinjal berfungsi menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Namun, jika tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah di ginjal bisa rusak, menyempit, atau mengeras. Ini membuat fungsi ginjal menurun dan bisa menyebabkan gagal ginjal dalam jangka panjang.Menurut National Kidney Foundation, hipertensi adalah penyebab utama kedua dari gagal ginjal kronis. Kondisi ini berkembang perlahan dan seringkali tanpa gejala jelas pada tahap awal. Untuk mendeteksinya, dokter biasanya melakukan tes darah untuk memantau kadar kreatinin dan laju filtrasi glomerulus (GFR), serta tes urin untuk mendeteksi protein yang tidak normal.5. Kerusakan Mata (Retinopati Hipertensi)Pembuluh darah kecil di retina sangat rentan terhadap tekanan darah tinggi. Jika dibiarkan, hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah ini menebal, menyempit, atau bahkan pecah. Kondisi ini disebut retinopati hipertensi, dan gejalanya bisa berupa penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.Pemeriksaan mata rutin sangat penting bagi penderita hipertensi. Melalui funduskopi, dokter mata dapat melihat tanda-tanda awal kerusakan retina. Jika ditemukan lebih dini, kerusakan bisa dikendalikan dengan pengobatan tekanan darah yang tepat.6. Disfungsi SeksualHipertensi tidak hanya menyerang organ vital, tetapi juga memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Pada pria, tekanan darah tinggi bisa mengganggu aliran darah ke penis, sehingga meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Sementara pada wanita, kondisi ini dapat menurunkan aliran darah ke organ reproduksi, menurunkan gairah, dan menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan.Studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa pengelolaan tekanan darah yang baik dapat memperbaiki fungsi seksual secara signifikan. Maka dari itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami perubahan dalam fungsi seksual, terutama jika disertai dengan riwayat hipertensi.7. AneurismaAneurisma terjadi ketika dinding pembuluh darah melemah dan membentuk tonjolan seperti balon. Hipertensi adalah faktor utama yang mempercepat proses ini karena tekanan tinggi secara terus-menerus membuat dinding pembuluh darah meregang. Jika aneurisma pecah, bisa terjadi pendarahan serius yang mengancam nyawa, terutama jika terjadi di otak atau aorta.Pemeriksaan dengan CT scan atau MRI bisa mendeteksi aneurisma lebih awal, terutama jika ada riwayat keluarga. Mengontrol tekanan darah adalah kunci utama dalam mencegah komplikasi mematikan ini.8. Demensia VaskularTekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak, yang dalam jangka panjang dapat memicu demensia vaskular. Ini adalah jenis penurunan fungsi kognitif akibat kerusakan pembuluh darah otak.Menurut Alzheimer’s Association, hipertensi yang tidak ditangani meningkatkan risiko stroke mikro (silent stroke) yang perlahan-lahan merusak area otak yang berfungsi untuk berpikir dan mengingat. Untuk mendeteksinya, dokter bisa melakukan tes kognitif serta pencitraan otak untuk melihat perubahan pada struktur otak.9. Komplikasi Kehamilan (Preeklampsia & Eklampsia)Pada ibu hamil, tekanan darah tinggi bisa memicu preeklampsia, yakni kondisi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi eklampsia, yaitu preeklampsia yang disertai kejang, dan bisa membahayakan ibu maupun janin.Preeklampsia biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Gejalanya bisa berupa sakit kepala parah, penglihatan kabur, atau pembengkakan tiba-tiba pada wajah, tangan dan kaki. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting agar kondisi ini bisa terdeteksi lebih awal dan ditangani secepatnya.10. Sindrom MetabolikSindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak di perut, dan kadar kolesterol tidak normal. Hipertensi adalah salah satu komponen utama sindrom ini.Jika dibiarkan, sindrom metabolik meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Diagnosis sindrom ini dapat ditegakkan melalui pemeriksaan tekanan darah, lingkar pinggang, profil lipid, dan kadar gula darah puasa. Perubahan gaya hidup sehat dan penurunan berat badan merupakan langkah utama dalam mengelola kondisi ini.Pemeriksaan Hipertensi dan Komplikasinya di Granostic SurabayaNah, Sobat itu adalah 10 komplikasi hipertensi yang dapat terjadi bila tidak ditangani dengan baik. Mulai dari serangan pada otak yang menyebabkan stroke, gagal jantung, serangan jantung, gagal ginjal, hingga demensia, komplikasi kehamilan, dan sindrom metabolik.Dengan demikian, penting bagi Anda dan keluarga untuk terus melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Tak hanya sebagai upaya mengontrol hipertensi pada penderita, namun mencegah dan mendeteksi risikonya sedini mungkin.Anda dapat melakukan pemeriksaan hipertensi dan komplikasinya ini di Granostic Surabaya, Sobat. Cukup dengan melakukan pendaftaran melalui laman Registrasi Online atau klik tombol WhatsApp.Yuk, lindungi keluarga Anda dari komplikasi hipertensi dengan cek kesehatan rutin bersama klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). High blood pressure (hypertension) - Symptoms and causes. Diakses pada 2025.Whelton, P. K., Carey, R. M., Aronow, W. S., Casey, D. E., Collins, K. J., Dennison Himmelfarb, C., ... & Wright, J. T. (2020). 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Hypertension, 75(6), 1334–1357. Diakses pada 2025.Fuchs, F. D., & Whelton, P. K. (2020). High blood pressure and cardiovascular disease. Journal of Clinical Hypertension, 21(3), 410–412. Diakses pada 2025.American Heart Association. (n.d.). Health threats from high blood pressure. Diakses pada 2025.Healthline. (n.d.). Hypertension Complications. Review by Dr. Elaine K. Luo, MD. Diakses pada 2025.
Skrining Deteksi Kesehatan Jantung di Surabaya
Tidak hanya terjadi pada lansia, anak-anak muda juga bisa mengalami berbagai masalah kesehatan jantung. Hal inilah yang menjadikan skrining awal untuk deteksi kesehatan jantung sangatlah penting dilakukan.Seperti yang telah banyak diketahui, penyakit jantung merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi di dunia. Kondisi ini menjadi lebih serius lagi, karena tidak hanya menyerang jantung saja, namun dapat berdampak besar bagi organ tubuh lainnya.Di Indonesia sendiri kasus penyakit jantung juga sangat tinggi. Bahkan beberapa tahun belakangan, jumlah pasien jantung dari kalangan dewasa muda meningkat. Penyebabnya beragam, mulai dari gaya hidup yang tak sehat, factor turunan, hingga mengonsumsi rokok dan alkohol secara berlebihan.Deteksi dini penyakit jantung dapat menjadi kunci perubahan dan mencegah adanya komplikasi serius, seperti gagal jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga gangguan pada arteri.Nah, lewat artikel ini, Granostic akan memberikan ulasan lengkap mengenai apa itu skrining awal untuk deteksi kesehatan jantung, efektivitasnya, dan prosedurnya. Let’s check it out!Apa Itu Skrining Jantung?Skrining jantung merupakan prosedur pemeriksaan yang menilai Kesehatan jantung Anda. Lewat pengujian berbagai kondisi medis yang berpotensi berpengaruh pada kesehatan jantung, prosedur skrining dapat membantu memberikan gambaran yang baik kepada dokter mengenai seberapa besar risiko seseorang mengenai penyakit jantung tertentu.Seberapa Efektif Skrining Kesehatan Jantung?Skrining jantung dilakukan dengan tujuan untuk menyimak bagaimana kesehatan jantung Anda, mendeteksi dini adanya risiko gangguan kesehatan tertentu, serta mengontrol kondisi jantung selama masa perawatan atau pengobatan dari penyakit tertentu.Prosedur pemeriksaan jantung pun efektif untuk mendeteksi beberapa masalah kesehatan jantung berikut ini:1. Mendeteksi kelainan irama jantung (aritmia)Skrining detak jantung dapat membantu cek kesehatan jantung dan mendeteksi kelainan irama jantung, yang disebut sebagai aritmia. Di mana seorang yang mengalami aritmia akan memiliki detak jantung yang tidak normal, entah melambat, lebih cepat, atau dengan irama yang tidak teratur.Aritmia dapat timbul karena banyak masalah kesehatan lainnya yang berkaitan dengan sistem kelistrikan jantung, yang mengendalikan detak jantung kita.Prosedur skrining jantung yang dapat membantu adanya ketidakteraturan dalam irama jantung misalnya electrocardiogram (EKG), echocardiogram, holter monitor, dan banyak lainnya.2. Mengenali tanda-tanda awal pembesaran jantungSelain dapat mendeteksi aritmia, skrining jantung juga dapat membantu dokter untuk mengenali adanya tanda-tanda awal pembesaran jantung (kardiomegali). Pembengkakan ini juga dapat terjadi sebagai gejala dari kondisi medis lain yang menyerang jantung.Kata "pembesaran" atau "pembengkakan" ini pun merujuk pada kondisi bengkak jantung yang terlihat dalam tes pencitraan, seperti rontgen dada. Namun untuk mendapatkan diagnose lebih akurat, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut.Mengetahui adanya gangguan aliran darah ke jantungSelain itu, skrining jantung juga dapat membantu mengetahui adanya gangguan aliran darah ke jantung. Misalnya prosedur screening seperti EKG membantu mendeteksi adanya potensi masalah kesehatan tertentu, seperti ritme jantung yang tidak teratur dan lainnya, sebagai indikasi bahwa ada masalah pada aliran darah ke jantung.Tak hanya EKG, untuk mengetahui adanya gangguan aliran darah ke jantung, dokter dapat melakukan prosedur skrining lain seperti echocardiogram, MRI, hingga tes stres jantung.3. Menilai kekuatan otot jantung dan struktur katupSkrining kesehatan jantung juga dapat membantu menilai kekuatan otot jantung dan struktur katup jantung. Jenis tes yang dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi ini, salah satunya, adalah tes pencitraan seperti rontgen dada atau CT-scan.4. Menentukan perlunya evaluasi lanjutan atau perubahan gaya hidupHasil pemeriksaan jantung lewat prosedur screening ini dapat digunakan untuk menentukan tindakan medis lanjutan, jika ditemukan indikasi masalah tertentu. Selain itu, dapat juga digunakan untuk memperbaiki pola makan atau gaya hidup, sebagai langkah pencegahan dan merawat kesehatan jantung.Siapa yang Perlu Melakukan Skrining Jantung?Pada dasarnya skrining kesehatan jantung direkomendasikan untuk dilakukan oleh semua kalangan. Namun, skrining ini menjadi begitu penting untuk orang dengan faktor risiko yang tinggi, seperti:1. Usia > 35 tahun (pria) atau > 40 tahun (wanita)Sobat Granostic, bertambah tua juga membuat kita memiliki potensi kerusakan dan penyempitan arteri, serta melemahnya atau menebalnya otot jantung. Karena itulah, skrining Kesehatan jantung sangat direkomendasikan dilakukan secara teratur Ketika kita memasuki usia lebih dari 35 tahun (untuk pria) atau 40 tahun (untuk Wanita).2. Memiliki riwayat keluarga penyakit jantungPemeriksaan kesehatan jantung juga sangat penting Anda lakukan jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Ini karena, riwayat kesehatan keluarga Anda dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit yang sama, utamanya jika orangtua Anda memiliki penyakit jantung bawaan dari kecil.3. Perokok aktifMerokok tak hanya memiliki dampak yang buruk pada kesehatan saluran pernapasan dan paru-paru, melainkan juga mengancam kesehatan jantung Anda. Merokok dapat membahayakan jantung Anda karena asap tembakau dapat merusak arteri. Bahkan melansir dari Mayo Clinic, serangan jantung sangat umum terjadi pada seorang perokok aktif daripada mereka yang tidak merokok.Karena itu, orang yang aktif merokok atau mantan perokok berat yang sudah berhenti lama, dianjurkan untuk melakukan cek kesehatan jantung secara rutin.4. Penderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggiSobat Granostic, diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit jantung. Ini karena Ketika Anda mengalami diabetes, tubuh tidak bisa membuat cukup insulin atau menggunakan insulin dengan optimal.Diabetes dapat menyebabkan penumpukan gula dalam darah. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) risiko kematian dari penyakit jantung pada orang dewasa dengan diabetes juga lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki diabetes.Selain diabetes, hipertensi dan kolesterol tinggi juga menyebabkan dampak yang sama pada kesehatan jantung Anda.5. Merasa cepat lelah, sesak napas, atau nyeri dadaMerasa cepat lelah, sesak napas, atau nyeri dada bisa menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Karena itu, jika kondisi ini terjadi berlarut-larut dan bahkan sampai membuat Anda kesakitan, baiknya segera kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.6. Ingin memulai olahraga intensBerolahraga memang sangat baik untuk kesehatan tubuh Anda. Namun jika dilakukan dengan berlebihan tanpa menghiraukan kondisi tubuh, hal ini bisa berakibat fatal.Belakangan ini kasus serangan jantung pada anak-anak muda atau orang dewasa muda kerap muncul di berbagai media sosial. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas fisik yang terlalu intens, seperti olahraga intensitas tinggi yang dilakukan setelah bekerja seharian.Karena itu sangat penting untuk mengatur durasi dan intensitas olahraga Anda sesuai dengan kondisi tubuh. Dengan demikian, Anda dapat memeroleh manfaat olahraga untuk kesehatan dengan lebih optimal.7. Sebagai bagian dari medical check-up rutinMelakukan skrining kesehatan jantung juga dapat dilakukan oleh siapa saja. Bahkan melansir dari National University of Singapore (NUS), dikatakan bahwa baiknya orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas perlu melakukan cek kesehatan jantung untuk menyimak adanya faktor risiko penyakit tertentu.Karena tak hanya dilakukan sebagai bagian dari perawatan dan pengobatan, skrining kesehatan jantung ini pun dapat berperan sebagai bagian dari medical check-up rutin.Jadwal Ideal Skrining JantungMelansir dari Healthline.com, berikut ini jadwal ideal skrining jantung sesuai usia dan kondisi kesehatan Anda. Simak, yuk!1. Usia 20–39 tahunSaat berusia 20 sampai 39 tahun, Anda dapat melakukan beberapa tes berikut ini:Berat badan dan BMI: dapat dilakukan Ketika Anda melakukan cek Kesehatan rutin.Tes tekanan darah: setidaknya tiap 2 tahun sekali.Tes kolesterol: setidaknya tiap 4 hingga 6 tahun sekali.2. Usia 40+ tahunSementara untuk orang yang memasuki usia 40 tahun atau lebih, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung tiap 2–3 tahun sekali.3. Penderita Hipertensi dan DiabetesPenderita hipertensi atau diabetes juga perlu melakukan cek kesehatan jantung secara rutin, mengingat kedua kondisi medis ini sangat terkait dengan kondisi jantung. Skrining yang dilakukan pun bisa lebih sering, misalnya tiap 6 bulan sekali atau ketika merasakan adanya gejala-gejala tak biasa.Prosedur Pemeriksaan Skrining Jantung di GranosticSobat, Anda telah menyimak pentingnya skrining kesehatan jantung dan jadwal ideal untuk melakukannya. Namun tahukah Anda bagaimana prosedur pemeriksaan skrining jantung tersebut?Di Granostic, prosedur pemeriksaan skrining jantung dilakukan dengan efisien dan cepat. Anda juga akan merasa nyaman dan aman selama prosedur dijalankan, karena akan dipandu dan diawasi oleh tenaga medis profesional kami.Nah, adapun prosedur pemeriksaan skrining jantung di Granostic meliputi:1. Konsultasi AwalLangkah pertama dalam pemeriksaan skrining jantung di Granostic adalah konsultasi awal. Di tahap ini, Sobat Granostik akan bertemu dengan dokter umum kami yang ramah dan berpengalaman. Konsultasi dilakukan secara menyeluruh, dimulai dengan wawancara medis untuk menggali riwayat kesehatan pribadi, gaya hidup, dan potensi faktor risiko penyakit jantung, seperti riwayat hipertensi, diabetes, atau kebiasaan merokok.Setelah itu, dokter akan memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, serta laju pernapasan. Tujuan dari tahap ini adalah memahami kondisi kesehatan dasar Anda agar langkah pemeriksaan selanjutnya dapat diarahkan dengan tepat. Proses ini dirancang agar efisien namun tetap detail, memberikan kenyamanan dan kepercayaan sejak awal pemeriksaan.2. Pemeriksaan FisikPemeriksaan tekanan darahPengukuran tekanan darah merupakan prosedur penting untuk menilai potensi risiko hipertensi. Di Granostic, prosedur ini dilakukan oleh tenaga medis terlatih menggunakan alat digital maupun manual yang akurat. Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Jika hasil Anda menunjukkan angka 120–129/<80 mmHg, itu termasuk pre-hipertensi. Sedangkan tekanan darah ≥130/80 mmHg mengindikasikan hipertensi.Seluruh proses dilakukan dengan santai dan aman, sehingga Anda tidak perlu merasa tegang. Kami memastikan Anda mendapatkan hasil yang akurat dan pemahaman yang jelas terhadap hasil tersebut.Denyut jantungDenyut jantung yang normal pada orang dewasa berkisar antara 60 hingga 100 denyut per menit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan metode palpasi nadi atau menggunakan alat monitor jantung yang tersedia di Granostic. Selain mengukur jumlah denyut, dokter juga akan menilai ritme denyut jantung, karena ketidakteraturan bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan irama jantung (aritmia).Indeks massa tubuh (BMI)Indeks Massa Tubuh dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan Anda. BMI yang sehat berkisar antara 18,5 hingga 24,9. Nilai ini penting karena kelebihan atau kekurangan berat badan dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung. Pemeriksaan dilakukan dengan cepat dan akurat oleh petugas kami, serta disertai penjelasan tentang bagaimana menjaga berat badan ideal yang mendukung kesehatan jantung.3. Pemeriksaan PenunjangEKG (Elektrokardiografi)EKG adalah tes non-invasif yang merekam aktivitas listrik jantung. Prosedur ini hanya memakan waktu beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Elektroda kecil ditempelkan di dada, lengan, dan kaki untuk menangkap sinyal listrik dari jantung. Hasilnya membantu dokter mendeteksi irama jantung yang tidak normal, pembesaran ruang jantung, atau gangguan aliran darah ke otot jantung. Pemeriksaan EKG di Granostic dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan menggunakan alat berstandar rumah sakit.Echocardiography (USG Jantung)Ekokardiografi adalah pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat struktur dan fungsi jantung secara langsung. Alat ini mampu menunjukkan pergerakan katup, ukuran bilik jantung, kekuatan pompa jantung, hingga adanya kebocoran atau penyumbatan. Prosedur ini dilakukan oleh spesialis jantung dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi jantung Anda.Tes darah (kolesterol, gula, enzim jantung)Pemeriksaan darah merupakan bagian integral dari skrining jantung. Di Granostic, sampel darah Anda akan diperiksa untuk melihat kadar kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, kadar gula puasa, HbA1c, serta enzim jantung seperti troponin. Hasil dari tes ini memberikan informasi penting mengenai potensi penyumbatan pembuluh darah, risiko diabetes, dan tanda-tanda kerusakan otot jantung. Prosedur pengambilan darah dilakukan secara profesional, cepat, dan minim rasa tidak nyaman.Jenis Skrining Jantung yang Umum DilakukanA. Elektrokardiografi (EKG)Elektrokardiografi, atau yang lebih dikenal sebagai EKG, adalah pemeriksaan dasar namun penting dalam mendeteksi gangguan jantung. Melalui alat ini, aktivitas listrik jantung terekam secara menyeluruh dan menghasilkan grafik yang membantu dokter mengenali irama jantung yang tidak normal, pembesaran bilik jantung, hingga indikasi serangan jantung yang pernah terjadi atau sedang berlangsung.Prosedur EKG di Granostic sangat cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Sobat Granostik hanya perlu berbaring tenang sementara elektroda kecil ditempelkan di dada, lengan, dan kaki. Alat akan merekam sinyal listrik jantung selama beberapa menit dan hasilnya langsung dianalisis oleh tim medis kami yang kompeten.Tenaga kesehatan di Granostic yang menangani prosedur ini sudah berpengalaman, dan setiap tahapan dilakukan sesuai standar medis, sehingga Sobat bisa merasa tenang dan yakin akan keakuratannya.B. Echocardiography (USG Jantung)Ekokardiografi adalah tes pencitraan jantung berbasis gelombang ultrasonik. Tes ini memberikan gambaran real-time mengenai struktur dan fungsi jantung, mulai dari ukuran bilik, ketebalan otot, gerakan katup, hingga kemampuan jantung dalam memompa darah. Pemeriksaan ini sangat penting untuk menilai kondisi jantung secara lebih mendalam dibanding EKG.Di Granostic, prosedur echocardiography dilakukan oleh dokter spesialis jantung yang ahli dalam membaca hasil USG jantung. Pasien akan diminta berbaring dan pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan transduser ke dada menggunakan gel khusus. Tidak ada rasa sakit, hanya sensasi dingin dari gel yang digunakan.Hasil dari USG jantung bisa langsung dianalisis, dan pasien akan mendapatkan penjelasan menyeluruh dari dokter tentang apa yang ditemukan selama pemeriksaan berlangsung.Alat yang Digunakan untuk Pemeriksaan JantungUntuk memastikan akurasi dan kenyamanan, Granostic menggunakan peralatan medis modern yang telah terstandar dan terbukti keamanannya. Alat-alat seperti monitor tekanan darah digital, mesin EKG beresolusi tinggi, serta echocardiography berbasis teknologi ultrasonik canggih digunakan untuk menunjang diagnosis yang tepat dan cepat.Seluruh alat yang kami gunakan telah melalui proses kalibrasi dan pengawasan mutu secara rutin. Hal ini memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi Sobat Granostik dalam setiap sesi pemeriksaan. Dengan teknologi mutakhir dan dukungan tim medis profesional, Granostic menghadirkan pengalaman skrining jantung yang menyeluruh, efisien, dan terpercaya.Berapa Biaya Skrining Jantung di Granostic Surabaya?Biaya skrining jantung di Granostic Surabaya bersifat beragam, bergantung dengan jenis layanan pemeriksaan yang Anda lakukan. Namun, Granostic menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan jantung yang lengkap dengan harga kompetitif.Pemeriksaan tersebut mulai dari konsultasi bersama spesialis, tes darah lengkap, tes treadmill, tes EKG dan USG, dan banyak lainnya.Untuk mengetahui besaran biaya skrining jantung dan prosedur pendaftarannya yang lebih lengkap, Anda bisa langsung menghubungi tim kami dengan klik tombol WhatsApp. Gratis!Kelebihan Skrining Jantung di Granostic Surabaya1. Dokter spesialis berpengalaman dan layanan profesionalGranostic memiliki tim medis ahli dan profesional, termasuk dokter spesialis jantung yang berpengalaman selama bertahun-tahun. Dengan demikian, Anda dapat mengonsultasikan keluhan yang Anda alami atau kekhawatiran dengan risiko penyakit jantung yang Anda takutkan langsung bersama pakarnya.Dokter spesialis jantung kami dapat memberikan edukasi lengkap seputar masalah kesehatan jantung, upaya merawat kesehatan jantung, serta berbagai solusi perawatan dan pengobatan bila ditemukannya indikasi medis tertentu.2. Hasil cepat dan bisa dikonsultasikan langsungKeunggulan melakukan skrining jantung di Granostic Surabaya selanjutnya adalah dapat memberikan hasil yang cepat, serta bisa langsung didiskusikan bersama dokter spesialis. Hasil pemeriksaan ini bahkan dapat dengan mudah Anda akses secara online lewat laman website resmi Granostic.3. Lokasi strategis dan waktu fleksibelKlinik Granostic juga berlokasi strategis, yang sangat mudah dijangkau oleh warga Surabaya dan sekitarnya, yakni di jalan Dharmahusada No.146, Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, kami juga menyediakan jadwal pemeriksaan yang fleksibel. Sehingga Anda dapat mengaturnya sesuai kebutuhan dan jadwal praktik dokter.4. Tersedia pendaftaran via WhatsAppBerkomitmen memberikan pelayanan yang mudah dan efisien, Granostic juga menyediakan layanan pendaftaran online via WhatsApp. 5. Dapat rujukan ke spesialis jika diperlukanLayanan kesehatan Granostic pun bersifat menyeluruh dan terintegrasi, sehingga ketika terdapat indikasi pemeriksaan lanjutan, dokter dapat memberikan rujukan ke spesialis yang dibutuhkan pasien.6.Alat canggih dan prosedur nyamanSatu lagi yang menjadi daya tarik utama melakukan tes kesehatan jantung di klinik Granostic, yakni alat-alat medisnya yang canggih dan prosedurnya yang nyaman. Hal ini dapat membuat pasien menjadi lebih positif, merasa aman, dan bersemangat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.Kapan Harus Melakukan Skrining?Pada dasarnya, Anda dapat melakukan skrining kesehatan jantung kapan saja Anda menginginkannya. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala berikut, tandanya Anda harus segera periksa.1. Nyeri dada, terutama saat beraktivitasNyeri dada yang intens, terutama saat Anda beraktivitas, dan terjadi selama terus menerus, bisa menandakan masalah yang serius. Seperti gangguan pada paru-paru atau masalah jantung.2. Napas pendek atau mudah lelahNapas pendek atau mudah lelah juga bisa menjadi salah satu gejala dari berbagai penyakit jantung, salah satunya adalah gagal jantung. 3. Detak jantung tidak teraturIrama detak jantung yang tidak teratur, baik melambat maupun kian cepat, juga merupakan gejala yang tidak boleh Anda abaikan. Karena aritmia juga bisa berhubungan dengan berbagai masalah jantung yang lebih serius lagi.4. Sering pusing atau pingsanSering pusing atau pingsan juga menjadi tanda yang harus Anda waspadai. Kedua gejala ini dapat menandakan berbagai masalah kesehatan pada jantung termasuk aritmia, masalah pada katup jantung, hingga laju detak jantung. 5. Riwayat hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggiJika Anda juga termasuk orang dengan riwayat hipertensi, diabetes atau memiliki kolesterol yang tinggi, maka memeriksakan kesehatan jantung sangatlah penting. Sebab ketiga kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga komplikasi yang lebih serius.Cara Daftar Skrining Jantung di GranosticSetelah menyimak pentingnya skrining jantung di atas, apakah Anda sudah ingin memulai langkah bijak untuk menjaga kesehatan jantung? Di Granostic, proses pendaftaran skrining jantung dibuat sangat mudah dan nyaman agar Sobat bisa segera mendapatkan pemeriksaan terbaik tanpa ribet.1. Hubungi WhatsApp resmi GranosticLangkah pertama, Sobat cukup menghubungi tim Customer Care kami melalui WhatsApp resmi. Di sana, Anda akan dibimbing langsung oleh admin ramah kami yang siap membantu menjawab pertanyaan, menjelaskan paket skrining, dan memberikan panduan pendaftaran. Responsnya cepat, informasinya jelas.2. Pilih jadwal dan jenis pemeriksaanSetelah konsultasi awal, Sobat dapat memilih tanggal, waktu, dan jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan. Apakah hanya ingin EKG saja? Atau paket lengkap dengan echocardiography dan tes darah? Semua bisa disesuaikan. Fleksibel dan transparan.3. Datang sesuai jadwal atau minta layanan homecare (jika tersedia)Pada hari pemeriksaan, Sobat cukup datang ke cabang Granostic terdekat sesuai jadwal. Namun jika sedang tidak memungkinkan hadir secara langsung, kami juga menyediakan opsi homecare (jika tersedia di area Anda). Pemeriksaan tetap aman, nyaman, dan dengan standar medis yang sama.4. Konsultasi dan dapatkan hasil serta rekomendasi dokterSetelah pemeriksaan selesai, hasil akan segera dianalisis oleh dokter profesional kami. Sobat akan mendapatkan penjelasan menyeluruh seputar kondisi jantung, termasuk saran medis dan langkah perawatan selanjutnya. Semua disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, agar Anda benar-benar mengerti kondisi tubuh Anda.Mudah, bukan? Yuk, Sobat, jaga kesehatan jantung Anda dan deteksi dini penyakit kardiovaskular yang datang dengan booking skrining di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Cleveland Clinic Abu Dhabi. (n.d.). What Is Cardiac Screening? And Why Should I Do It?. Diakses pada 2025.Heart Foundation Australia. (n.d.). Time to Book a Heart Health Check?. Diakses pada 2025American Heart Association. (n.d.). Heart-Health Screenings. Diakses pada 2025Mayo Clinic. (n.d.). Enlarged Heart - Symptoms & Causes. Diakses pada 2025BBC News Indonesia. (2024, 16 Juli). Makin Banyak Kaum Muda Indonesia Kena Serangan Jantung, Apa Saja Penyebabnya?. Diakses pada 2025RadiologyInfo.org. (n.d.). Cardiac (Heart) Screening. Diakses pada 2025National University of Singapore, University Health Centre. (n.d.). Screening for Heart Disease. Diakses pada 2025Doral Health & Wellness. (2024, 3 April). The Importance of Cardiac Screening: Early Detection Saves Lives. Diakses pada 2025Florida Premier Cardiology. (n.d.). How Often Should a Heart Screening Be Done?. Diakses pada 2025Healthline. (n.d.). Heart Checkup: When to Get One, Test Types, and More. Diakses pada 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, Desember 4). Heart Disease Risk Factors. Diakses pada 2025
Home Care Hipertensi Surabaya
Kontrol kesehatan rutin ke rumah sakit atau klinik bisa jadi rutinitas yang menjenuhkan dan menuntut banyak usaha. Apalagi pada pasien hipertensi yang bisa mengalami berbagai gejala mengganggu seperti pusing, sakit kepala, hingga mual ataupun muntah, pasti kesulitan untuk berangkat sendiri. Menjawab kebutuhan ini, Granostic menyediakan layanan home care hipertensi Surabaya. Seperti apa layanan tersebut?Layanan home care ini dibuat untuk mempermudah pasien dalam mengakses layanan kesehatan Granostic, baik untuk pemeriksaan rutin, pengambilan sampel laboratorium, hingga perawatan luka.Namun dalam kesempatan kali ini, Granostic akan membahas lebih lengkap mengenai apa itu layanan home care hipertensi, tujuan, prosedur, hingga apa saja jenis pemeriksaan dan skrining kesehatan yang dapat Anda akses. Simak, yuk!Apa Itu Layanan Home Care Hipertensi?Layanan home care hipertensi merupakan berbagai layanan pemeriksaan medis dan pendukung yang disediakan di rumah pasien hipertensi, yang tujuannya untuk menjaga atau meningkatkan Kesehatan dan kesejahteraan pasien. Layanan ini mencakup kontrol tekanan darah dan kondisi pasien, melakukan perawatan keperawatan, terapi, pengelolaan pengobatan, hingga bantuan untuk tugas-tugas sehari-hari. Dengan demikian, pasien dapat memeroleh berbagai layanan hipertensi yang nyaman di lingkungan yang mereka kenal dan dengan dukungan dari orang terdekat. Layanan ini sangat cocok untuk:1. Lansia dengan hipertensiOrang lanjut usia (lansia) dengan tekanan darah tinggi direkomendasikan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin, paling tidak setiap 6 bulan sekali. Hal ini kadang memberatkan pasien karena tubuh mereka yang sudah renta dan mobilitasnya yang terbatas.Selain itu, dengan mengakses layanan home care hipertensi, lansia dapat melakukan perawatan dan prosedur pemeriksaan di lingkungan yang nyaman serta dukungan langsung dari orang-orang yang disayangnya.2. Pasien dengan keterbatasan mobilitasLayanan home care hipertensi ini juga diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan keterbatasan mobilitas, seperti ibu yang hamil besar dan tidak dapat bergerak dengan bebas atau kesulitan melakukan perjalanan jauh.3. Penderita hipertensi yang memerlukan pemantauan rutinLayanan home care hipertensi juga sangat ideal digunakan untuk penderita tekanan darah tinggi, yang memerlukan pemantauan rutin. Dengan demikian, mereka tidak akan merasa jenuh dan lelah karena harus pulang-pergi ke rumah sakit atau klinik tempat mereka melakukan pemeriksaan.4. Keluarga sibuk yang butuh efisiensi waktuLayanan home care hipertensi ini juga menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi dan membutuhkan efisiensi waktu. Sebab layanan home care bersifat fleksibel dan praktis, yang dapat diakses sesuai kebutuhan dan jadwal pasien.Tujuan Layanan Home Care HipertensiSobat Granostic, layanan home care hipertensi ini tak hanya menawarkan kemudahan dan fleksibilitas. Namun, kami juga menyediakan layanan kesehatan lengkap dengan tim medis ahli dalam prosesnya, sehingga tujuan layanan home care ini dapat tercapai secara maksimal.Berikut ini adalah beberapa tujuan dari layanan home care hipertensi klinik Granostic. Apa saja?1. Menjaga tekanan darah pasien tetap dalam batas normalLayanan home care hipertensi meliputi prosedur pengecekan tekanan darah, yang dapat membantu menjaga dan mengontrol agar tekanan darah pasien dalam batas normal.Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan mengukur tekanan di arteri saat jantung berdetak, serta di antara detak jantung. Untuk melakukan pengukuran ini, dokter akan menggunakan manset tiup yang dipasangkan di lengan dan terhubung dengan pompa tangan atau mesin kecil untuk mengembangkan manset tersebut.2. Mencegah komplikasi akibat hipertensi yang tidak terkontrolSelain untuk menjaga tekanan darah agar tetap dalam batas normal, home care hipertensi juga dapat membantu mencegah komplikasi akibat tekanan darah yang tidak terkontrol.Karena pemeriksaan rutin akan membantu dokter dan tim medis mendeteksi dini adanya tanda bahaya, yang kemudian memungkinkan pasien untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Hal ini dapat mencegah masalah kesehatan akibat hipertensi menjadi lebih kompleks atau mengembangkan komplikasi.3. Menyesuaikan pengobatan berdasarkan hasil monitoring tekanan darahPemeriksaan hipertensi ini juga akan membantu dokter atau tim medis dalam meresepkan pengobatan sesuai dengan kondisi pasien. Dengan demikian pengobatan yang dilakukan dapat lebih efektif dan mencegah kemungkinan adanya efek samping.4. Memberikan edukasi tentang pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehatLayanan home care hipertensi ini bukan hanya tentang pemeriksaan dan perawatan, tapi juga memungkinkan pasien untuk terhubung langsung dokter serta tenaga medis ahli Granostic. Dengan demikian, pasien dapat berkonsultasi dan melakukan sesi konseling mengenai keluhan yang mereka alami.Dokter pun dapat memberikan edukasi mengenai pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang sesuai, hingga gaya hidup sehat bagi penderita hipertensi. 5. Memastikan pasien mendapatkan perawatan yang nyaman dan personalLayanan home care hipertensi juga memastikan pasien untuk mendapatkan perawatan yang nyaman, karena dilakukan di lingkungan yang familiar dan dekat dengan keluarga mereka.Selain itu, layanan home care juga memungkikan pasien untuk melakukan konsultasi yang lebih personal. Sehingga mereka lebih leluasa untuk mendiskusikan keluhan dan gejala-gejala yang dialami terkait dengan kondisi medis yang diidapnya.Prosedur Layanan Home Care Hipertensi di Granostic SurabayaSobat Granostic, kami memahami bahwa tidak semua pasien dapat datang langsung ke klinik untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Karena itu, Granostic Surabaya menghadirkan layanan Home Care Hipertensi yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan jantung dari rumah, yang aman, nyaman, dan tetap profesional.Layanan ini tak hanya menyentuh aspek medis, tapi juga mengutamakan kenyamanan dan edukasi pasien serta keluarga. Yuk, simak tahapan lengkapnya berikut ini:1. Pendaftaran dan Konsultasi AwalLangkah pertama dimulai dengan pendaftaran, yang bisa Sobat lakukan secara praktis melalui laman Registrasi Online di website resmi Granostic, atau dengan menghubungi WhatsApp resmi kami. Tim admin akan membantu proses registrasi dan mencatat informasi awal dengan ramah dan informatif.Setelah itu, akan dijadwalkan sesi konsultasi awal yang dilakukan secara daring. Di tahap ini, tim medis akan mengumpulkan informasi seputar riwayat kesehatan pasien, keluhan yang dirasakan, kebiasaan konsumsi obat, hingga pola hidup sehari-hari. Tujuannya adalah agar kunjungan medis nantinya bisa berlangsung lebih tepat sasaran dan terfokus sesuai kebutuhan pasien.2. Kunjungan Tenaga MedisBerdasarkan hasil konsultasi awal, tenaga medis Granostic akan melakukan kunjungan ke rumah pasien sesuai jadwal yang telah disepakati. Tim yang datang terdiri dari perawat profesional dan dokter (jika diperlukan), dengan perlengkapan lengkap dan standar kebersihan tinggi.Setiap kunjungan tidak hanya untuk pemeriksaan, tapi juga sebagai momen bagi pasien dan keluarga untuk berkonsultasi secara langsung dengan tenaga medis kami di rumah.3. Pemeriksaan Awal (Screening Hipertensi)Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan parameter penting lainnya. Pemeriksaan ini meliputi beberapa langkah berikut:Pengukuran tekanan darahTekanan darah diukur menggunakan alat digital berstandar klinis. Nilai normal tekanan darah berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Hasil ini akan menjadi indikator awal risiko hipertensi dan menjadi dasar pertimbangan dalam pemberian obat atau tindak lanjut.Pemeriksaan denyut nadi dan saturasi oksigenDenyut nadi menunjukkan irama dan kekuatan jantung, sedangkan saturasi oksigen mengukur seberapa baik oksigen dialirkan ke jaringan tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pulse oximeter, oleh perawat terlatih secara cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.Pemeriksaan suhu tubuhPengecekan suhu tubuh dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi atau kondisi lain yang menyertai hipertensi. Alat termometer digital akan digunakan secara higienis untuk memastikan akurasi hasil.Wawancara singkat mengenai keluhan, pola makan, obat-obatan yang digunakanPasien akan diajak berdiskusi ringan seputar pola makan sehari-hari, keluhan fisik yang dirasakan, serta obat-obatan yang tengah dikonsumsi. Wawancara ini sangat penting untuk mengevaluasi kemungkinan efek samping obat dan memahami faktor risiko lainnya secara menyeluruh.4. Pemberian Obat atau TindakanJika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang membutuhkan intervensi, tenaga medis akan memberikan obat sesuai resep yang telah dikonsultasikan dengan dokter. Tindakan medis sederhana juga bisa dilakukan di rumah, misalnya suntikan, terapi inhalasi, atau pemasangan infus ringan, tergantung kebutuhan pasien.5. Edukasi KeluargaKeunggulan layanan home care Granostic tidak hanya terletak pada sisi medisnya saja, tapi juga pada pendekatan edukatif. Tim kami akan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien mengenai cara pemantauan tekanan darah di rumah, pola makan yang dianjurkan, pentingnya kepatuhan minum obat, serta kapan waktu yang tepat untuk kembali kontrol.Dengan edukasi yang diberikan secara langsung di rumah, diharapkan keluarga dapat berperan aktif dalam proses perawatan, sehingga pengelolaan hipertensi menjadi lebih optimal dan berkelanjutanJenis Pemeriksaan & Skrining Hipertensi di RumahMasih banyak yang ragu, apakah pemeriksaan hipertensi di rumah bisa sekomprehensif di klinik? Di Granostic, kami memastikan kualitas layanan tetap maksimal meskipun dari rumah.Berikut ini jenis-jenis pemeriksaan hipertensi yang dapat dilakukan melalui layanan home care Granostic:1. Pemeriksaan Tekanan Darah BerkalaPemeriksaan ini dilakukan secara rutin untuk memantau fluktuasi tekanan darah pasien. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini adanya peningkatan atau penurunan tekanan darah yang memerlukan penyesuaian terapi atau gaya hidup.2. Pemeriksaan Denyut Jantung dan NadiPemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui irama jantung dan kekuatan denyutan darah. Hipertensi yang tidak terkendali bisa menyebabkan gangguan ritme jantung, sehingga pemantauan ini penting dilakukan secara berkala.3. Skrining Darah LengkapGranostic menyediakan layanan skrining darah lengkap untuk menilai faktor risiko dan komplikasi hipertensi secara menyeluruh. Berikut adalah jenis pemeriksaannya:Gula darah (fasting/random)Pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi risiko diabetes sebagai salah satu faktor penyerta hipertensi. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis kami dengan alat uji cepat dan akurat.Kolesterol total, HDL, LDL, trigliseridaPemeriksaan profil lipid ini membantu menilai kondisi pembuluh darah dan risiko aterosklerosis. Hasilnya akan digunakan sebagai acuan pengaturan diet dan pengobatan lebih lanjut.Fungsi ginjal (ureum, kreatinin)Pemeriksaan ini penting karena hipertensi kronis dapat merusak ginjal. Hasil dari ureum dan kreatinin akan menunjukkan seberapa baik ginjal pasien bekerja.Elektrolit darah (natrium, kalium)Keseimbangan elektrolit sangat penting untuk fungsi otot, termasuk jantung. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan keseimbangan cairan akibat hipertensi atau obat-obatan tertentu.Asam uratKadar asam urat yang tinggi sering ditemukan pada pasien hipertensi. Pemeriksaan ini bertujuan mengontrol risiko peradangan dan gangguan metabolik lainnya.4. Tes Urin (jika diperlukan)Tes urin dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan mendeteksi proteinuria, yang bisa menjadi tanda awal kerusakan ginjal akibat hipertensi. Pemeriksaan ini bersifat situasional dan akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi awal oleh dokter.Hasil Tes dan InterpretasinyaNah, Sobat Granostic rangkaian pemeriksaan home care hipertensi tersebut akan menghasilkan data faktual dari kondisi kesehatan pasien, khususnya yang berhubungan dengan tekanan darahnya. Hasil pemeriksaan ini pun akan dianalisis oleh tenaga medis dan didiskusikan bersama pasien serta pihak keluarga. Adapun hasil pemeriksaan berupa:1. Status tekanan darahPemeriksaan tekanan darah akan memberikan informasi mengenai status hipertensi pasien, apakah dalam batas normal, termasuk pre-hipertensi, atau sudah mencapai batas hipertensi.Lewat status tekanan darah ini, dokter dan tenaga medis dapat memberikan arahan penanganan, perawatan, dan meresepkan pengobatan jika diperlukan.2. Risiko komplikasiSelain mengetahui status tekanan darah, pemeriksaan hipertensi pada pasien juga akan memungkinkan dokter mendeteksi adanya risiko komplikasi. Dengan demikian, pasien dapat memeroleh pengobatan dan penanganan untuk mencegah komplikasi berkembang lebih jauh.3. Evaluasi pengobatanPemeriksaan hipertensi secara rutin juga dilakukan untuk mengevaluasi pengobatan, melihat efektivitasnya dan perkembangan kondisi pasien.4. Rekomendasi pola hidupHasil pemeriksaan hipertensi juga dapat digunakan untuk mengedukasi pasien mengenai pola hidup yang tepat dan lebih sehat, sehingga dapat mengontrol tekanan darah tinggi.5. Jadwal kunjungan berikutnya untuk evaluasi lanjutanMelalui hasil pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat menganalisis bagaimana kondisi pasien dan kebutuhan perawatan lanjutan. Sehingga dokter dapat merekomendasikan kapan atau jadwal kunjungan berikutnya, untuk kembali menyimak perkembangan pasien.Biaya Layanan Home Care Hipertensi GranosticBiaya layanan home care hipertensi di Granostic ini disesuaikan dengan jenis pemeriksaan yang Anda lakukan. Kami juga menghadirkan paket-paket hemat dengan biaya kompetitif, sehingga Anda dan keluarga dapat memeroleh manfaat dari layanan home hipertensi ini secara maksimal.Untuk informasi lebih lanjut soal biaya layanan home care hipertensi kami, atau pemeriksaan lainnya, Anda dapat langsung konfirmasi lewat tim customer care kami via WhatsApp. Cukup klik tombolnya di bawah, ya!Kelebihan Layanan Home Care Hipertensi Granostic Surabaya1. Tim medis profesional dan ramahKlinik Granostic menghadirkan tim medis profesional, yang dapat mendampingi Anda selama prosedur pemeriksaan dengan ramah dan cekatan. Dengan demikian proses pemeriksaan hipertensi akan terasa lebih nyaman, aman, dan suasana terasa lebih positif.2. Pelayanan cepat dan fleksibel, sesuai jadwal pasienKeunggulan layanan home care kami juga terletak pada pelayanannya yang cepat dan fleksibel. Sehingga pasien dapat melakukan pemeriksaan kapanpun sesuai dengan jadwal pasien.3. Alat medis lengkap, modern, dan sterilLayanan home care hipertensi Granostic juga dapat memberikan pemeriksaan yang komprehensif. Karena kami memiliki alat medis lengkap, modern, dan steril, yang juga dioperasikan oleh teknisi medis bersertifikasi.4. Tersedia rujukan dokter spesialis bila dibutuhkanTak hanya melakukan pemeriksaan atau perawatan sederhana, layanan home care hipertensi ini juga menyediakan rujukan dokter spesialis bila dibutuhkan. 5. Konsultasi online & pelaporan hasil terintegrasiLayanan home care ini juga difasilitasi dengan konsultasi online dan pelaporan hasil terintegrasi. Maksudnya, pasien dan keluarga dapat mengakses hasil pemeriksaan lewat berbagai media yang disediakan secara daring, baik lewat profil pasien di website Granostic atau pemberitahuan via WhatsApp.Hasil pemeriksaan tersebut pun dapat dikonsultasikan online bersama dengan dokter umum llewat pesan WhatsApp dan jika ingin konsultasi dokter spesialis lewat zoom atau datang langsung ke Klinik Granostic . Dengan demikian, pasien tidak perlu pergi ke klinik untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan dengan dokter.6. Edukasi berkelanjutan untuk keluarga pasienLayanan home care hipertensi juga memungkinkan keluarga pasien untuk dapat melakukan sesi diskusi yang lebih personal dan mendetail mengenai kondisi pasien. Dalam sesi ini, dokter juga dapat memberikan edukasi berkelanjutan mengenai perawatan, pengobatan, hingga tindakan medis lainnya yang diperlukan terkait usaha kesembuhan atau kesehatan pasien.7. Cocok untuk lansia, pasien mobilitas terbatas, dan keluarga sibukLayanan ini memudahkan pasien dalam pemeriksaan kesehatan dan hipertensi, karena dilakukan di rumah saja. Sehingga sangat cocok untuk lansia, pasien dengan keterbatasan gerak tubuh, hingga seorang pasien dengan keluarga yang sibuk.Cara Mendaftar Layanan Home Care di GranosticSobat Granostic dapat mengakses layanan home care di Granostic dengan beberapa langkah pendaftaran berikut ini:Hubungi WhatsApp Resmi GranosticLangkah pertama adalah menghubungi tim layanan pelanggan kami melalui WhatsApp resmi Granostic. Tim kami siap melayani dengan ramah dan responsif untuk membantu Sobat mendapatkan layanan yang dibutuhkan.1. Informasikan data pasien & alamat lengkapSetelah terhubung, Sobat akan diminta untuk mengisi data pasien secara ringkas, termasuk nama lengkap, usia, keluhan kesehatan, serta alamat lengkap lokasi kunjungan. Data ini akan digunakan untuk menentukan kebutuhan layanan dan jadwal kunjungan yang tepat.2. Pilih jadwal kunjungan dan layanan yang dibutuhkanTim kami akan memberikan pilihan waktu kunjungan sesuai preferensi Sobat. Selain itu, Anda juga bisa memilih jenis layanan yang dibutuhkan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter, hingga skrining laboratorium lengkap.Sobat juga bisa menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan jadwal praktik dokter yang diinginkan. Misalnya, dokter umum Granostic berpraktik tiap hari Senin hingga Sabtu, dari dokter umum pukul 07.00 WIB pagi s.d pukul 17.00 WIB sore dengan pembagian jam-jam tertentu.Anda dapat menyimak lebih lanjut mengenai jadwal dokter Granostic di sini.3. Tim medis akan datang sesuai waktu yang disepakatiTenaga medis profesional dari Granostic akan datang tepat waktu ke lokasi dengan membawa perlengkapan medis yang higienis dan sesuai standar. Kami memastikan setiap kunjungan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan empati.4. Nikmati perawatan medis aman & nyaman dari rumahSobat bisa menerima pelayanan medis menyeluruh tanpa harus keluar rumah. Kami hadir untuk memberikan rasa tenang bagi pasien dan keluarga dengan pendekatan yang personal, ramah, dan menyeluruh.Lindungi Keluarga Anda dari Komplikasi Hipertensi Sejak DiniNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai home care hipertensi Granostic yang dapat Anda coba di rumah. Aksesnya yang praktis dan fleksibel, membuat layanan ini cocok untuk Anda yang tak memiliki banyak waktu luang atau kesulitan untuk berobat langsung ke klinik.Padahal skrining hipertensi sendiri sangatlah penting untuk mengontrol tekanan darah pasien, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Sobat, lindungi keluarga Anda dari komplikasi hipertensi dengan rutin cek kesehatan bersama layanan home care klinik Granostic Surabaya!Yuk booking homecare sekarang juga!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Zimlich, R. (2023, September 20). When Is Blood Pressure High Enough to Go to the Hospital? Verywell Health. Review by Dr. Jeffrey S. Lander, MD. Diakses pada 2025.Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Types of Home Health Care Services. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). High Blood Pressure (Hypertension) – Diagnosis & Treatment. Diakses pada 2025.Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Diabetes and High Blood Pressure. Diakses pada 2025.World Health Organization (WHO). (2023, September 1). Hypertension. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). High Blood Pressure (Hypertension) – Symptoms & Causes. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 11). Know Your Risk for High Blood Pressure. Diakses pada 2025.
Kapan Sebaiknya Vaksin RSV, Influenza, dan PCV? - Klinik Granostic Surabaya
Meskipun umumnya menimbulkan gejala ringan, tak sedikit kasus infeksi saluran pernapasan yang berujung pada komplikasi serius hingga menyebabkan dampak yang fatal pada kesehatan. Karenanya, melakukan vaksin RSV, Influenza, dan PCV sangatlah penting untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan kita.Selain itu, dengan melakukan vaksinasi ini kita juga dapat mencegah penularan dan penyebaran infeksi saluran pernapasan tertentu, kepada orang di sekitar kita. Apalagi jika kita hidup berdampingan dengan bayi, anak-anak, dan orang tua, yang lebih rentan terinfeksi saluran napas dan berpotensi besar mengembangkannya ke komplikasi yang lebih serius.Lantas apa sih yang dinamakan dengan vaksin RSV, influenza, dan PCV? Apa manfaat dari ketiga vaksinasi tersebut? Lalu kapan baiknya vaksinasi dilakukan?Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Sobat Granostic!Mengenal Vaksin RSV, Influenza, dan PCV1. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)Dalam Bahasa Indonesia disebut virus sinsitial pernapasan, RSV, merupakan virus pernapasan umum yang biasanya menyebabkan gejala ringan seperti flu. Virus ini dapat menginfeksi lansia dan anak-anak, yang menimbulkan gejala serius. Vaksinasi RSV dapat membantu melindungi kita dari infeksi virus RSV tersebut. Prosedur vaksinasi ini sangat direkomendasikan selama kehamilan dan untuk lansia yang memasuki usia 75 hingga 79 tahun.2. Vaksin InfluenzaVaksin influenza merupakan jenis vaksin yang dapat membantu mengurangi risiko terkena influenza, atau yang dikenal juga dengan flu. Namun, vaksin ini hanya dapat melindungi Anda dari beberapa tipe virus flu tersebut.3. Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)Sementara itu vaksin PCV, atau pneumococcal conjugate vaccine, merupakan jenis vaksin yang dapat melindungi saluran pernapasan Anda dari bakteri Streptococcus pneumoniae. Melansir dari Medline Plus bakteri ini penyebab pneumonia, meningitis, dan berbagai infeksi serius.Vaksinasi PCV ini pun direkomendasikan untuk bayi, anak-anak, hingga orang dewasa muda dan lansia, khususnya bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi untuk tertular atau terinfeksi bakteri tersebut.Efektivitas Masing-Masing VaksinRSV: dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi RSV, juga dapat membantu mengurangi risiko masalah pernapasan serius, seperti pneumonia dan bronkiolitis.Influenza: membantu mengurangi risiko terinfeksi virus influenza vaksin ini hadir dalam trivalen (3 strains virus) dan kuadrivalen (4 strains virus).PCV: mengurangi risiko infeksi pneumococcal, mencegah keparahan gejala dan meminimalisir terjadinya komplikasi yang serius.Jadwal Pemeriksaan dan Pemberian VaksinSobat Granostic, ketiga vaksinasi untuk infeksi pernapasan di atas memiliki dosis dan jadwal pemberian yang berbeda. Agar lebih jelas, Anda dapat menyimak tabel jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin berikut ini:Apakah Vaksin RSV, Influenza, dan PCV Bisa Diberikan Bersamaan?Melansir National Health Service (NHS), ketiga vaksinasi ini bisa dapat diberikan secara bersamaan. Namun, untuk orang dengan kondisi medis tertentu atau lansia berusia 75 hingga 79 tahun, vaksin RSV biasanya tidak diberikan secara bersamaan dengan vaksin influenza.Prosedur Pemeriksaan & Pemberian Vaksin di GranosticSobat Granostic dapat melakukan vaksinasi RSV, PCV, dan influenza ini di klinik Granostic Surabaya, loh. Prosedur pemeriksaan dan pemberian vaksin di Granostic juga mudah, efisien, dan ditangani langsung oleh profesional.Yuk, simak alur layanan vaksinasi di Granostic yang dirancang khusus agar Anda merasa aman sejak awal hingga selesai!1. Pendaftaran & Konsultasi AwalLangkah pertama dimulai dengan melakukan pendaftaran melalui WhatsApp resmi atau laman Registrasi Online kami. Setelah itu, Anda akan dijadwalkan untuk sesi konsultasi awal bersama dokter. Di sesi ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi, penyakit kronis, atau riwayat vaksin sebelumnya, semua demi memastikan vaksin yang diberikan tepat dan aman.2. Pemeriksaan Dasar Sebelum VaksinasiSebelum vaksinasi dilakukan, tim medis kami akan memeriksa tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, tekanan darah, serta kondisi umum Anda. Tujuannya adalah memastikan tubuh dalam keadaan fit dan tidak sedang mengalami infeksi atau demam, sehingga vaksin dapat bekerja optimal.3. Pemberian VaksinSetelah dinyatakan siap, vaksin akan diberikan oleh tenaga medis Granostic yang tersertifikasi. Prosedur dilakukan sesuai standar sterilitas yang ketat, cepat, dan minim nyeri. Kami juga akan menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah vaksinasi, supaya Sobat merasa lebih tenang.4. Pemantauan Pasca VaksinSetelah vaksin diberikan, Anda akan diminta untuk beristirahat sejenak di ruang observasi. Tim medis akan memantau apakah ada reaksi tubuh seperti pusing ringan, nyeri lokal, atau gejala lainnya. Dengan sistem pemantauan yang profesional, Anda akan merasa lebih aman selama proses ini.5. Pemberian Kartu & Jadwal LanjutanSebagai penanda bahwa Anda telah menerima vaksinasi, kami akan memberikan kartu vaksin yang berisi informasi jenis vaksin, tanggal pemberian, dan jadwal lanjutan (jika vaksinasi bersifat serial). Dengan ini, Anda tidak perlu bingung kapan harus kembali, semua terdata rapi dan siap dikawal oleh tim Granostic.Biaya Vaksin RSV, Influenza, dan PCV di Granostic SurabayaSetelah menyimak prosedurnya, Anda pasti setuju kalau vaksin RSV, influenza, dan PCV di Granostic Surabaya sangat mudah dan efisien. Namun, bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan?Jangan khawatir, Sobat. Ketiga vaksinasi ini dapat Anda peroleh dalam bentuk paket, yang dikemas dengan harga kompetitif namun menghadirkan layanan super lengkap. Mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi dokter, hingga pemberian vaksinasi oleh ahli.Selain itu, kami juga sering menghadirkan promo pada tanggal-tanggal penting, yang akan membuat harga vaksinasi makin miring. Misalnya, vaksin influenza di klinik Granostic dapat Anda akses mulai dari Rp. 280 ribu saja.Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai harga paket dan keberadaan promo, Anda bisa langsung menghubungi nomor layanan call center kami lewat klik WhatsApp di bawah, ya!Siapa Saja yang Disarankan Mendapatkan Vaksin Ini?1. Bayi & BalitaRentan terhadap pneumonia, flu berat, dan RSVBayi dan balita memiliki kondisi tubuh yang berbeda dengan orang dewasa, salah satunya daya tahan yang masih lemah dan organ-organ tubuh yang masih dalam masa perkembangan.Hal inilah yang kemudian membuat bayi dan balita lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, yang bahkan bisa memberikan gejala yang berat dan berkembang menjadi komplikasi serius. Misalnya pneumonia, flu berat, hingga RSV.Dapat menerima PCV sejak 2 bulan dan influenza sejak 6 bulanKarena lebih rentan, bayi dan anak-anak juga menjadi prioritas penerima vaksinasi PCV dan influenza. Bahkan melansir dari berbagai sumber, vaksin PCV dapat diberikan sejak anak berusia 2 bulan, dan influenza dapat diberikan sejak anak-anak memasuki usia 6 bulan.2. Ibu HamilVaksin RSV dapat diberikan mulai usia kandungan 32 mingguVaksin RSV idealnya diberikan pada ibu hamil saat memasuki usia 32 hingga 36 minggu, yang tujuannya untuk melindungi bayi dari infeksi RSV sejak dilahirkan.Influenza aman untuk ibu hamil di trimester manapunSementara itu, vaksinasi influenza juga aman diberikan pada ibu hamil pada trimester manapun. Justru vaksinasi ini dapat membantu melindungi ibu dari infeksi virus influenza dan meminimalisir gejalanya.3. Lansia >60 TahunBerisiko tinggi terkena pneumonia dan flu komplikatifLansia juga sangat rentan terinfeksi berbagai virus saluran napas yang lebih parah, seperti pneumonia dan flu komplikatif.Disarankan vaksin PCV dan influenza tahunanKarena risiko tinggi ini, lansia direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi PCV dan influenza tahunan.4. Individu dengan Penyakit KomorbidDiabetes, asma, penyakit jantung, ginjal kronis, dan autoimunOrang-orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, penyakit jantung, ginjal kronis, dan autoimun cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Sehingga sangat mudah mengalami infeksi saluran pernapasan, serta mengembangkannya ke kondisi yang lebih serius.Karena itu, orang-orang dengan faktor risiko ini penting melakukan vaksinasi yang dapat melindungi mereka dari infeksi saluran napas, seperti RSV, PCV, hingga influenza.Keunggulan Vaksinasi di Granostic Surabaya1. Fasilitas lengkap & tenaga medis profesionalGranostic Surabaya dilengkapi ruang vaksinasi yang bersih, nyaman, dan berstandar klinis. Selain itu, kami juga memiliki berbagai teknologi medis termutakhir, yang dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan cepat. Dengan demikian dokter dapat memberikan dosis dan jadwal vaksinasi yang sesuai dengan kondisi tubuh pasien.Vaksin diberikan langsung oleh tenaga kesehatan berpengalaman dan tersertifikasi, jadi Anda tidak perlu ragu soal keamanan dan keahlian.2. Layanan cepat, tanpa antreGranostic memahami bahwa waktu Anda sangat berharga. Karena itu, sistem pendaftaran kami dibuat efisien. Begitu Anda datang sesuai jadwal, pemeriksaan hingga pemberian vaksin berlangsung cepat tanpa harus menunggu lama.3. Vaksin resmi BPOMKami hanya menggunakan vaksin yang sudah terverifikasi resmi oleh BPOM. Mulai dari RSV, PCV, hingga influenza, semua vaksin yang kami gunakan dijaga kualitasnya, sehingga aman, terjamin, dan terpercaya.4. Jadwal fleksibelGranostic hadir mengikuti kebutuhan Anda, begitupun soal jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin. Jadwal vaksinasi ini bisa disesuaikan dengan waktu senggang Anda, baik untuk anak, dewasa, maupun lansia. Cukup sesuaikan waktu paling ideal bagi Anda, pilih jadwal dokter umum yang diinginkan, lalu daftarkan. Semudah itu juga kami akan memproses pendaftaran Anda, lalu mengonfirmasi jadwal tersebut.5. Layanan reminder vaksin selanjutnyaTak perlu repot mencatat jadwal lanjutan sendiri, Granostic menyediakan layanan reminder otomatis yang akan mengingatkan Anda kapan waktunya vaksin dosis berikutnya. Jadi, Anda tak perlu takut ketinggalan!Layanan Home Care Vaksin tersedia (by request)Tak sempat ke klinik? Atau tidak ada orang yang dapat dimintai bantuan untuk mengantarkan Anda vaksinasi langsung?Jangan khawatir, Sobat! Karena Granostic juga menyediakan layanan home care vaksin untuk Anda yang menginginkan kenyamanan maksimal. Cukup buat janji, dan tim medis kami akan datang membawa layanan vaksinasi profesional langsung ke rumah.Cara Daftar Vaksinasi di Granostic SurabayaSetelah menyimak keunggulan dan kemudahan layanan vaksinasi di Granostic Surabaya, Anda pasti tidak sabar untuk segera mendaftar, bukan?Untuk mendaftar layanan vaksinasi kami juga sangat mudah, Anda dapat langsung menghubungi layanan call center atau customer service kami di nomor 0822 30 900 900. Atau langsung klik tombol Registrasi Online dan lengkapi data diri Anda.Cegah Lebih Awal, Lebih Hemat, Lebih SehatSeperti kata pepatah: Lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitupula dengan kesehatan, sangat penting untuk merawat kesehatan saluran pernapasan Anda sejak dini dan melindunginya dari potensi infeksi dengan vaksinasi.Karena perawatan dan pengobatan yang dilakukan dapat memakan waktu yang lama, membuat Anda mengeluarkan biaya dan tenaga, yang kadang tidak sedikit jumlahnya.Lebih dari itu, dengan menjaga tubuh kita lewat vaksinasi, Anda juga memastikan bahwa kualitas hidup Anda, anak, dan keluarga lebih optimal. Anak-anak pun dapat tumbuh dengan sehat dan aktif.Yuk, Sobat jaga kesehatan saluran napas Anda dan keluarga dengan melakukan vaksinasi RSV, PCV, dan influenza di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 4). RSV (Respiratory Syncytial Virus) Immunizations. Diakses pada 2025.National Health Service (NHS). (n.d.). RSV Vaccine. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 11). Immunizations for Respiratory Viruses Prevention. Diakses pada 2025.American Lung Association. (n.d.). Vaccines that Protect Against Respiratory Disease. Diakses pada 2025.World Health Organization (WHO) – Regional Office for the Eastern Mediterranean. (n.d.). Influenza Vaccines. Diakses pada 2025.MedlinePlus. (n.d.). Pneumococcal Conjugate Vaccine. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Pneumococcal Vaccination. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Pneumococcal Vaccine Recommendations. Diakses pada 2025.
Apa Itu Lupus? Berikut Penjelasan dan Tantangan Diagnosisnya
Disebut juga sebagai "penyakit seribu wajah", lupus menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi yang cukup besar di Indonesia. Sayangnya, tak banyak orang yang memahami apa itu lupus, gejala, cara mengobati, hingga bagaimana dukungan yang diperlukan oleh penderitanya. Pada dasarnya, lupus merupakan jenis penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensi kasusnya meningkat cukup teratur di Indonesia. Mengutip dari jurnal kesehatan yang diunggah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia memiliki prevalensi kasus lupus sekitar 1.250.000 orang. Lupus juga diketahui sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penderitanya dapat mengalami gejala yang ringan hingga berat, yang dapat mengganggu aktivitas harian mereka. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui segala hal tentang lupus, baik untuk menjaga diri maupun memberikan dukungan bagi penderita lupus di sekitar kita.Lewat artikel ini, Granostic akan membantu Sobat sekalian untuk memahami apa itu lupus dengan mendetail. Mari kita mulai dari pengertian lupus terlebih dahulu. Simak, yuk!Apa Itu Lupus?Nama lainnya, Lupus Eritematosus Sistemik (LES), lupus adalah kondisi autoimun, di mana sistem imun tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Peradangan akibat lupus bisa memengaruhi berbagai sistem tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, hingga paru-paru.Namun, yang membuat lupus cukup sulit dikenali adalah karena gejala-gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Salah satu ciri khas lupus yang cukup dikenal adalah ruam kemerahan di wajah yang membentuk pola seperti kupu-kupu di kedua pipi, tapi tidak semua penderita mengalami gejala ini.Beberapa orang memang memiliki kecenderungan genetik terhadap lupus, dan kondisinya bisa dipicu oleh infeksi, konsumsi obat tertentu, bahkan paparan sinar matahari. Meski lupus belum bisa disembuhkan sepenuhnya, berbagai terapi yang tersedia dapat membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Gejala dan Ciri-Ciri Umum LupusTidak semua pasien lupus mengalami gejala yang sama. Karakteristik dan gejala dapat muncul tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda pada tiap orang, misalnya bergantung pada bagian tubuh mana yang terdampak dari penyakit tersebut.Akan tetapi, ada beberapa gejala umum yang kerap dikeluhkan oleh penderita lupus, seperti:Gejala Umum1. Demam tanpa sebabDemam yang datang tanpa alasan merupakan gejala umum yang sering dialami oleh penderita lupus. Gejala ini dapat terjadi ketika penderitanya mengalami kekambuhan, hingga sebagai gejala infeksi atau peradangan yang terkait dengan kondisi lupus tersebut.2. Kelelahan ekstrem (fatigue)Gejala umum dari penyakit lupus selanjutnya adalah kelelahan ekstrem, yang dapat terjadi karena berbagai faktor. Sebab lupus dapat menyebabkan inflamasi, anemia, gangguan tidur, hingga depresi atau fibromyalgia.3. Nyeri sendi dan ototMelansir dari Hospital for Special Surgery (HSS) 95% penderita lupus mengeluhkan rasa nyeri pada sendi dan otot mereka. Kondisi ini dapat terjadi karena inflamasi pada lapisan sendi yang kemudian menyebabkan pembengkakan, nyeri yang intens, hingga kekakuan.4. Pembengkakan pada tangan atau kakiSeperti yang disinggung sebelumnya, bahwa tak hanya menyebabkan rasa nyeri pada otot maupun sendi, lupus juga dapat memicu pembengkakan akibat peradangan atau inflamasi yang dipicunya.Ciri Khas pada Kulit1. Ruam kupu-kupu di pipi dan hidungRuam kupu-kupu yang muncul di sepanjang area pipi dan hidung adalah salah satu gejala khas dari lupus. Biasanya ruam ini tampak kemerahan, berbentuk kupu-kupu, yang timbul setelah terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama. Sebagian besar penderita lupus mengalami gejala ini, namun ada juga yang tidak.2. Sensitif terhadap sinar matahari Seorang pengidap lupus memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap sinar matahari. Ini terjadi karena sistem imun mereka bekerja secara abnormal terhadap sel-sel rusak akibat paparan sinar UV. Padahal seharusnya, ketika sinar UV merusak sel, sistem imun akan membersihkan sel tersebut. Namun pada penderita lupus, hal ini tidak terjadi atau malah menyerang sel-sel yang sehat. Akhirnya, penderita akan mengalami peradangan dan ruam fotosensitif.3. Ruam di kulit kepala, dada, atau punggungRuam lupus tak hanya terjadi pada kulit wajah, melainkan juga dapat berdampak pada kulit kepala, dada, atau punggung penderita.Gejala Organ Dalam1. Sesak napas (paru-paru)Tak hanya pada kulit, lupus juga dapat menyebabkan sesak napas. Gejala ini sangat umum terjadi, terutama jika lupus menyerang paru-paru penderitanya, seperti pada kasus radang selaput dada atau radang paru-paru.2. Nyeri dada (jantung)Namun, jika lupus menimbulkan peradangan pada jantung, maka dapat menimbulkan nyeri dada. Misalnya, pericarditis atau radang selaput jantung, yang dapat memicu rasa nyeri dada yang tajam dan intens saat bernapas. 3. Pembengkakan (ginjal)Lupus juga dapat menyebabkan pembengkakan pada organ dalam, salah satunya ginjal, atau nefritis lupus. Kondisi ini terjadi ketika lupus menyerang dan menyebabkan peradangan pada ginjal, sehingga terjadi kerusakan pada glomerulus.4. Kejang atau gangguan saraf (otak)Jika lupus menyerang saraf otak dan menimbulkan peradangan pada area tersebut, maka penderita dapat mengalami kejang atau gangguan saraf.Gejala Lain1. Sariawan berulangSariawan merupakan kondisi ringan yang sangat umum terjadi, khususnya kalau sistem kekebalan tubuh kita melemah. Pada penderita lupus, mereka dapat mengalami sariawan berulang dapat muncul sebagai reaksi autoimun, perubahan hormon pada pasien, obat-obatan, dan banyak lainnya.2. Rambut rontok parahSelain sariawan berulang atau alopecia, juga merupakan gejala umum dari lupus. Gejala ini timbul akibat inflamasi dan aktivitas sistem imun yang berdampak pada folikel rambut serta kesehatan kulit kepala pasien.3. Penurunan berat badan tanpa sebabSeorang penderita lupus juga dapat mengalami penurunan berat badan tanpa sebab. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh menurunya nafsu makan secara drastis, masalah pada pencernaan, hingga efek samping dari pengobatan lupus.Gejala-gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba, memburuk, kemudian membaik (flare-up dan remisi).Penyebab Lupus - Multifaktor dan Belum Sepenuhnya DiketahuiPenyebab pasti penyakit lupus hingga kini belum diketahui dengan pasti. Namun, kombinasi dari faktor genetik, hormon, lingkungan, dan penggunaan obat-obatan tertentu diyakini dapat menjadi pemicu kondisi ini.Lebih detailnya, Sobat bisa simak beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko lupus berikut ini.1. GenetikFaktor genetik disinyalir menjadi penyebab utama seseorang dapat mengembangkan lupus. Melansir dari Cleveland Clinic, orang dengan mutase genetik tertentu dapat meningkatkan risiko mereka terkena lupus.2. HormonSelain faktor genetik, perubahan atau reaksi hormon dalam tubuh seseorang, utamanya hormon estrogen, juga meningkatkan risiko berkembangnya lupus.3. LingkunganKondisi lingkungan tempat tanggal dan Berapa banyak paparan polusi atau sinar UV, juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena lupus. 4. Obat-obatanLupus juga dapat dipicu oleh penggunaan beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah, pereda gejala, hingga antibiotik. Orang-orang yang mengembangkan lupus karena obat-obatan ini biasanya akan membaik setelah mereka berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. Namun, sangat jarang terjadi gejala lupus ini akan bertahan lama setelah pengobatan dihentikan.Tantangan dalam Diagnosis LupusSobat Granostic, kasus lupus di Indonesia memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Namun, banyak orang yang belum teredukasi dan mengetahui bagaimana gejala atau penanganan penyakit ini.Ini terjadi, salah satunya, karena adanya berbagai tantangan dalam diagnosis lupus, seperti:1. Tidak ada satu tes pastiDiagnosis lupus cenderung sukar dilakukan karena tidak ada tes spesifik yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi penyakit ini. Prosedur diagnosis biasanya menjadi bagian dari diagnosis yang berbeda.Hal ini berarti, dokter mungkin menggunakan beberapa tes sekaligus untuk memastikan apa yang menyebabkan gejala tersebut muncul hingga akhirnya mendiagnosis Anda dengan lupus.2. Gejalanya menyerupai penyakit lainSelain butterfly rash-nya, lupus juga memiliki gejala yang sangat umum dan menyerupai penyakit lain. Sehingga sulit untuk diidentifikasi dari gejalanya saja.3. Penderita sering terlambat menyadari gejala awalKarena kurangnya edukasi, deteksi dan diagnosa yang sulit, membuat penderita sering terlambat menyadari gejala awal lupus. Hal ini menyebabkan penderita tidak mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin, yang berpengaruh pada efektivitas pengobatan.Oleh karena itu, diagnosis lupus memerlukan pendekatan menyeluruh:Wawancara medis & riwayat gejalaTahapan awal dalam diagnosis lupus biasanya diawali dengan diskusi mendalam antara pasien dan dokter mengenai keluhan yang dirasakan, riwayat gejala yang pernah dialami, serta riwayat kesehatan keluarga. Karena lupus bisa memengaruhi berbagai organ sekaligus, penting bagi dokter untuk menggali keluhan sekecil apa pun, mulai dari nyeri sendi, kelelahan kronis, hingga munculnya ruam di kulit. Tahap ini membantu dokter menyusun gambaran awal dan memutuskan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.Pemeriksaan fisik menyeluruhPemeriksaan fisik menjadi langkah penting untuk mengamati langsung tanda-tanda klinis yang mungkin mengarah pada lupus. Dokter akan memeriksa kondisi kulit, sendi, tekanan darah, dan tanda-tanda peradangan lainnya. Jika ditemukan ruam khas seperti butterfly rash, rambut rontok, atau pembengkakan sendi, hal ini bisa menjadi petunjuk awal bahwa pasien mungkin mengidap penyakit autoimun.Pemeriksaan laboratorium: termasuk tes ANA (antinuclear antibody), Anti-dsDNA, Anti-Sm, dan tes fungsi organLangkah ini bertujuan mendeteksi kelainan imunologi yang khas pada lupus. Beberapa tes penting yang dilakukan di antaranya:Tes ANA (Antinuclear Antibody): Merupakan salah satu tes penanda autoimun yang paling umum. Hasil positif ANA menjadi titik awal untuk mempertimbangkan lupus, meskipun juga bisa muncul pada kondisi autoimun lainnya.Anti-dsDNA & Anti-Sm: Tes ini lebih spesifik untuk lupus. Jika hasilnya positif, maka kemungkinan besar pasien memang mengalami lupus sistemik (SLE).Tes Fungsi Organ (seperti ginjal dan hati): Karena lupus dapat menyerang organ dalam, pemeriksaan seperti ureum, kreatinin, enzim hati, hingga hitung darah lengkap penting untuk mengevaluasi sejauh mana organ tubuh terpengaruh.Seluruh tes ini biasanya dilakukan secara bertahap dan dikaji bersama oleh dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi.Imaging/USGJika dicurigai adanya gangguan pada organ dalam seperti radang pada paru, jantung, atau ginjal. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan tambahan berupa USG abdomen, rontgen dada, atau bahkan MRI. Imaging ini berfungsi untuk melihat secara langsung kondisi jaringan dan fungsi organ dalam tubuh pasien, serta mendeteksi adanya kerusakan atau peradangan yang tidak tampak secara fisik.Apakah Lupus Bisa Disembuhkan?Sayangnya hingga kini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus secara total. Prosedur pengobatan yang ada dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi keparahan dan mengatasi gejala, mencegah kerusakan organ, menghindari flare-up, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.Tujuan pengobatan lupus adalah:1. Mengurangi gejalaPengobatan lupus sangat berkaitan dengan gejala yang muncul. Dokter dapat menganalisis dan menentukan pengobatan yang tepat untuk membantu meminimalisir gejala, serta mencegah peradangan menjadi lebih buruk dan berdampak fatal bagi organ-organ pasien.2. Mencegah kerusakan organSelain mengurangi gejala yang timbul, pengobatan lupus juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ. Sebab lupus dapat menimbulkan peradangan yang langsung bisa menyebabkan masalah serius pada organ yang diserang, seperti pada jantung, ginjal, hingga paru-paru Anda.3. Menghindari flare-upFlare-up merupakan periode di mana gejala lupus menjadi memburuk atau kembali lagi setelah sebelumnya mereda. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit, peradangan, hingga kerusakan organ tubuh. Gejala-gejala ini tak hanya dapat mengganggu aktivitas hariannya, namun juga dapat berdampak fatal bagi kesehatan penderita lupus. Karena itu, pengobatan lupus juga dikonsentrasikan membantu mengontrol kondisi penderitanya dan mencegah terjadinya flare-up.4. Meningkatkan kualitas hidupPengobatan lupus secara umum dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Misalnya meminimalisir kekambuhan dan meredakan gejala yang timbul, sehingga penderita lupus dapat melakukan aktivitas harian mereka senormal mungkin.Jenis Pengobatan yang Umum Digunakan1. KortikosteroidObat seperti prednison dan metilprednisolon kerap digunakan untuk mengontrol peradangan aktif, terutama bila lupus menyerang organ vital seperti ginjal atau otak. Meski cukup efektif, penggunaan steroid dosis tinggi dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek samping. Mulai dari penambahan berat badan, pengeroposan tulang, tekanan darah tinggi, hingga peningkatan risiko infeksi. Karena itu, dokter akan menyesuaikan dosis seefisien mungkin agar manfaatnya maksimal dan risikonya tetap terkendali.2. ImunosupresanPada kasus lupus yang berat, dokter bisa meresepkan obat imunosupresif seperti azathioprine, mycophenolate mofetil, methotrexate, atau cyclosporine. Obat-obatan ini bekerja dengan cara memperlambat respons sistem imun yang menyerang tubuh sendiri.Namun, penggunaannya perlu pemantauan ketat karena dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan hati, masalah kesuburan, bahkan risiko kanker pada jangka panjang.3. Obat antimalariaObat seperti hidroksiklorokuin (Plaquenil), meskipun awalnya ditujukan untuk malaria, ternyata punya peran besar dalam menstabilkan gejala lupus. Obat ini membantu mengurangi kekambuhan dan nyeri sendi, serta memperbaiki keluhan kelelahan. Namun, penggunaannya tetap perlu diawasi karena dalam kasus yang sangat jarang, bisa memengaruhi retina mata. Pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan selama pengobatan berlangsung.4. Obat biologisSalah satu terapi terbaru adalah belimumab (Benlysta), yang diberikan melalui infus. Obat ini bekerja dengan menarget protein tertentu dalam sistem imun yang memicu peradangan. Beberapa pasien merasakan perbaikan gejala setelah terapi ini, meski efek samping seperti mual, infeksi ringan, atau gangguan mood seperti depresi tetap perlu diwaspadai.Cara Mengatasi Lupus - Tips Gaya Hidup SehatSelain menggunakan berbagai pengobatan medis di atas, gejala lupus dapat dikontrol dan diatasi dengan beberapa tips gaya hidup sehat berikut ini:1. Kelola StresStres berlebihan atau kecemasan yang tidak terkontrol juga bisa memicu kambuhnya gejala lupus. Karena itu, Anda dapat mencoba untuk mengelola stres dengan baik untuk mencegah kekambuhan dan flare-up.2. Hindari Paparan Sinar Matahari BerlebihKarena paparan sinar ultraviolet dapat memicu flare-up, Anda perlu mengenakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari paparan langsung. Misalnya menggunakan pakaian panjang dan mengaplikasikan tabir surya, yang setidaknya memiliki SPF 55 setiap kali akan pergi ke luar rumah.3. Istirahat CukupAnda juga perlu memastikan untuk istirahat dengan cukup, yakni setidaknya selama 7–8 jam sehari. Sebab beristirahat dapat membantu mengurangi rasa lelah yang Anda rasakan, mencegah kambuhnya penyakit, dan menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.4. Pola Makan Anti-InflamasiPola makan yang sehat pada dasarnya memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan tubuh kita, Sobat. Begitupula dalam mengontrol gejala lupus, Anda dapat mengubah pola makan dengan mengonsumsi menu-menu sehat seperti buah-buahan, sayuran, hingga biji-bijian utuh.Anda juga direkomendasikan untuk menghindari makanan yang dapat menimbulkan peradangan (inflamasi). Melansir dari WebMD.com, jenis-jenis makanan tersebut misalnya makanan olahan, gorengan, daging merah, lemak hewani, hingga produk susu berlemak tinggi seperti susu murni, krim, keju, mentega, dan es krim. 5. Rutin Cek KesehatanMelakukan pemeriksaan rutin juga sangat direkomendasikan untuk penderita lupus, dengan tidak hanya memeriksakan diri ketika gejala timbul. Ini karena, pemeriksaan rutin dapat mengontrol dan mencegah gejala kambuh, serta dapat membantu mengatasi masalah kesehatan rutin, seperti stress, pola makan, hingga olahraga yang dapat mencegah komplikasi lupus.Apakah Lupus Bisa Dicegah?Melansir dari Cleveland Clinic, lupus tidak dapat dicegah karena ahli belum menemukan penyebab utama dari penyakit ini. Namun, Anda dapat mengontrol kesehatan tubuh secara berkala dan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendeteksi dini risiko lupus, apalagi jika Anda memiliki keluarga atau orangtua yang mengidap penyakit ini.Pentingnya Screening Lupus dan Autoimun di Granostic SurabayaUntuk mendeteksi lupus sejak dini, pemeriksaan laboratorium menjadi kunci. Di Granostic Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap yang dapat menjadi deteksi dini lupus dan autoimun, loh.Mendeteksi dini risiko mengembangkan lupus dapat membantu Anda untuk mencegah gejala terbentuk, meminimalisir risiko terjadinya komplikasi atau kerusakan organ karena penyakit ini. Anda bisa melakukan booking screening melalui Whatsapp kami.Baca juga mengenai, Apa Saja Dukungan Psikososial bagi Pengidap Lupus? Ini Daftar Lengkapnya.Kapan Sebaiknya Melakukan Tes Lupus?Dikenal sebagai penyakit yang sulit dideteksi, banyak orang yang terlambat menyadari dirinya mengidap penyakit lupus dan akhirnya tidak mendapatkan perawatan sedini mungkin. Namun, dengan mengetahui kapan sebaiknya melakukan tes lupus, Anda dapat mencegah dan mengontrol gejalanya dengan baik.Berikut ini beberapa kondisi yang jadi alarm bagi Anda untuk segera melakukan tes lupus:1. Demam yang tidak kunjung turunJika tubuh sering mengalami demam ringan hingga sedang tanpa penyebab yang jelas, dan tak kunjung membaik dengan obat biasa, ini bisa jadi sinyal bahwa sistem imun sedang menyerang tubuh sendiri. Kondisi ini umum ditemukan pada penderita lupus sebagai bagian dari reaksi peradangan sistemik.2. Nyeri sendi berulang tanpa sebabSering merasa nyeri atau kaku pada persendian, terutama di pagi hari? Mungkin Anda tidak mengalami cedera, tapi sendi terasa nyeri, bengkak, atau kaku secara berulang. Gejala seperti ini bisa mengarah pada lupus, terutama bila terjadi bersamaan dengan keluhan sistemik lainnya.3. Ruam di wajah atau kulit sensitif terhadap matahariCiri khas lupus yang paling dikenal adalah ruam berbentuk kupu-kupu di area pipi dan hidung. Namun, lupus juga dapat memicu reaksi kulit yang sensitif terhadap paparan sinar matahari. Jika kulit Anda mudah kemerahan, gatal, atau timbul ruam setelah terkena sinar matahari, jangan anggap remeh. Sebab ini bisa menjadi petunjuk awal lupus.4. Kelelahan ekstrem yang tidak wajarMerasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup istirahat bisa jadi tanda tubuh sedang melawan peradangan dari dalam. Kelelahan ekstrem adalah salah satu keluhan paling umum pada penderita lupus, dan sering kali diabaikan karena dianggap hanya kelelahan biasa.5.Rambut rontok berlebihanMeski rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, kerontokan yang tidak wajar dan terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti ruam atau nyeri sendi, perlu diwaspadai. Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh bisa menyerang folikel rambut, menyebabkan kerontokan yang merata dan sering sulit diatasi dengan perawatan biasa.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa itu lupus, penyebab, cara perawatan dan pengobatannya. Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan tes kesehatan secara rutin, dan segera lakukan skrining lupus bila Anda merasakan satu atau beberapa gejala umum dari penyakit ini di klinik Granostic Surabaya.Bersama dokter berpengalaman kami, Anda dapat memeroleh pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mengakses teknologi kesehatan yang canggih dan modern, sehingga memeroleh hasil dan diagnosa yang akurat.Anda juga dapat merencanakan pengobatan dan kontrol kondisi lupus bersama dokter, sehingga gejala dapat terkontrol dengan baik.Yuk, jaga kesehatan tubuh Anda dengan deteksi dini lupus bersama klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lupus: Diagnosis and Treatment. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Lupus. Diakses 2025.Lupus Foundation of America. (n.d.). What is Lupus?. Diakses 2025.WebMD. (n.d.). Nutrition and Diet with Lupus. Medically Reviewed by David Zelman, MD. Diakses 2025.Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. (n.d.). Situasi Lupus di Indonesia. Diakses 2025.Hospital for Special Surgery (HSS). (n.d.). Lupus and Fatigue. Review by Dr. Jessica R. Berman, MD. Diakses 2025.Rachman, A. (2019). Hubungan antara Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri terhadap Kualitas Hidup Penderita Lupus. Thalamus, Vol. 5, No. 1. Diakses 2025.
Apa Saja Dukungan Psikososial bagi Pengidap Lupus? Ini Daftar Lengkapnya
Tahukah Sobat Granostic, bahwa penderita lupus sangat rentan mengalami depresi? Ya, kondisi ini terjadi karena periode kekambuhan yang dapat datang kapan saja, serta prosedur pengobatan yang memerlukan waktu, biaya, dan tenaga besar. Karena itulah, dukungan emosional atau psikososial sangatlah penting bagi penderita lupus.Sebelumnya, dukungan psikososial merupakan serangkaian Tindakan dan strategi yang dilakukan untuk membantu menjaga kesejahteraan psikologis serta social individu, keluarga, dan masyarakat. Dalam praktiknya, dukungan ini juga melibatkan pemenuhan kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual, sehingga dapat membantu individu tersebut dalam bertahan serta menangani suatu masalah dalam situasi krisis atau saat menghadapi kesulitan.Nah, pasien lupus yang rentan mengalami stres dan depresi akibat pengobatan maupun gejala yang kambuh-reda-kambuh, tentu membutuhkan dukungan psikososial ini. Namun, bagaimana sih dukungan tersebut dapat membantu mereka? Serta apa saja contoh dukungan yang dapat kita berikan pada penderita lupus?Langsung simak penjelasan dari Granostic berikut ini, ya, Sobat!Mengapa Dukungan Psikososial Sangat Penting Bagi Penderita Lupus?Hingga kini, banyak dari kita yang menyepelekan pentingnya dukungan psikososial dalam proses pengobatan dan pemulihan pasien, termasuk pada penderita lupus. Padahal dukungan ini dapat membantu memberikan optimisme pada penderita untuk terus melakukan pengobatan secara teratur, meningkatkan kesehatan tubuh mereka, hingga mengendalikan stress yang dapat memicu kekambuhan lupus.Dukungan ini juga sangat penting diberikan pada penderita lupus karena beberapa alasan berikut ini:1. Rasa sakit kronisLupus merupakan kondisi medis yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Gejala dari penyakit ini dapat dikontrol namun juga dapat timbul dalam keadaan tertentu, misalnya saat bersentuhan dengan pemicunya, seperti paparan sinar ultraviolet, obat-obatan tertentu, ataupun stres.Rasa sakit yang kronis, atau berkepanjangan, ini dapat menyebabkan penderita lupus rentan mengalami kejenuhan dan stres saat menjalani pengobatan. Karenanya, dukungan mental dan emosional dari orang-orang di sekelilingnya berperan besar untuk membuat penderita lupus tetap optimis. 2. Kelelahan ekstremLupus juga menyebabkan kelelahan ekstrem, yang bisa dirasakan hampir setiap saat. Gejala ini dapat membuat penderita lupus merasa tidak bersemangat, juga mengganggu aktivitas harian mereka.Dengan dukungan psikososial dari orang-orang terdekat, penderita lupus dapat menghadapi situasi ini dengan lebih baik, mereka juga bisa melakukan aktivitas harian seoptimal mungkin.3. Stigma sosialLupus adalah masalah kesehatan yang cukup serius, karena itu ada banyak stigma dan mitos-mitos tidak akurat yang berkembang di masyarakat mengenainya. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri dan membuat mereka merasa tidak berharga.Adanya dukungan psikososial dari lingkungan mereka akan membantu penderita lupus untuk mengelola perasaan-perasaan negatif tersebut. Dengan demikian mereka dapat menjalani proses pengobatan dan aktivitas harian mereka dengan lebih positif.4. Keterbatasan aktivitas sosial dan pekerjaanPenderita lupus pasti mengalami banyak perubahan dalam kehidupan mereka. Termasuk timbulnya keterbatasan aktivitas sosial dan pekerjaan, akibat gejala yang dapat kambuh kapan saja tersebut.5. Ketidakpastian masa depanKarena tidak adanya pengobatan lupus yang dapat menyembuhkan pasien secara total, penderitanya kerap merasa memiliki ketidakpastian masa depan. Hal ini tentu akan memengaruhi penderita lupus memandang harapan hidup mereka, mudah jenuh dan pesimistik dengan pengobatan yang dilakukan, sehingga perawatan tak berjalan optimal.Dengan dukungan dari berbagai pihak, penderita lupus dapat memeroleh semangat mereka kembali. Serta memandang kondisi mereka dalam sudut pandang yang lebih optimistik.Dampak Psikologis Lupus: Data dan FaktaSobat Granostic, lupus tak hanya menimbulkan gejala fisik yang mengganggu dan menyakitkan pasien, namun juga memberikan dampak psikologis tersendiri. Berikut ini adalah data dan fakta mengenai dampak psikologis lupus:Data-data di atas menunjukkan bahwa masalah psikologis sangat bertalian erat dengan penyakit lupus. Tak hanya jadi pemicu flare-up, pasien lupus juga dapat mengembangkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, depresi, hingga gangguan kognitif.Jenis Dukungan Psikososial yang Diperlukan Pasien LupusMenyimak betapa erat kaitan antara kesehatan mental dan penyakit lupus, tentu Anda juga memahami bahwa memberikan dukungan psikososial sangatlah penting untuk kita lakukan pada pasien lupus.Namun apa saja bentuk atau jenis dukungan psikososial yang diperlukan dan dapat diberikan pada pasien lupus? Berikut penjelasannya, Sobat!1. Konseling Psikologis TerstrukturPenderita lupus sering kali mengalami rasa cemas, frustrasi, hingga depresi karena gejalanya yang fluktuatif. Dalam kondisi ini, konseling psikologis yang dilakukan oleh profesional bisa membantu pasien memahami emosinya, menerima kondisinya, dan membangun mekanisme koping yang sehat.Terapi yang dimaksud bisa berbentuk konseling individu, terapi kognitif perilaku (CBT), atau psikoterapi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.2. Dukungan KeluargaKeluarga adalah sistem pendukung pertama yang paling dibutuhkan pasien lupus. Ketika keluarga hadir dengan empati, mendengarkan tanpa menghakimi, serta ikut terlibat dalam proses perawatan, hal ini memberi dampak besar bagi motivasi dan stabilitas emosional pasien. Dukungan ini juga meliputi bantuan praktis sehari-hari seperti mengingatkan jadwal obat atau menemani ke klinik.3. Kelompok Dukungan (Support Group)Tak hanya didapat dari keluarga, dukungan psikososial ini juga bisa pasien peroleh melalui support group, yang terdiri dari sesama penyintas lupus. Memang apa bedanya?Bertemu dengan sesama penyintas lupus dapat menjadi pengalaman yang sangat memberdayakan. Melalui support group, pasien bisa saling berbagi cerita, strategi bertahan, hingga motivasi hidup. Ini memberi rasa bahwa mereka tidak sendiri, sekaligus membuka ruang diskusi yang aman dan penuh pemahaman.4. Pendidikan Kesehatan PasienPengetahuan adalah kunci dalam mengendalikan lupus, juga untuk dapat memahami apa yang dibutuhkan dan dirasakan oleh pasien dengan lebih baik. Karena itu, saat ingin memberikan dukungan psikososial, kita juga perlu mengedukasi diri dan orang lain mengenai penyakit lupus. Edukasi ini meliputi segala hal tentang penyakit, pemicu flare-up, pentingnya konsumsi obat secara teratur, dan gaya hidup yang dianjurkan bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kesehatannya. Pelatihan ini bisa diberikan melalui seminar, brosur, atau sesi edukatif di klinik.5. Pendampingan SpiritualitasBagi banyak pasien, aspek spiritual memberikan kekuatan dalam menghadapi penyakit kronis. Dukungan spiritual tidak harus beragama, melainkan bisa berupa pendampingan dalam menemukan makna hidup, menerima kondisi diri, dan membangun harapan. Pendampingan ini bisa dilakukan oleh konselor spiritual atau tokoh agama sesuai kepercayaan pasien.6. Rehabilitasi Sosial dan KarierSobat Granostic, lupus kadang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk dalam pekerjaan. Rehabilitasi sosial dan vokasional bertujuan membantu pasien beradaptasi dengan lingkungan kerja atau sosial baru, menyesuaikan beban aktivitas, dan membangun kembali rasa percaya diri. Ini penting agar pasien tetap bisa produktif tanpa membahayakan kondisi kesehatannya.7. Manajemen Stres dan RelaksasiHubungan lupus dan stres sangatlah erat, keduanya bisa saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya, stres berlebihan dapat memicu flare pada lupus. Sebaliknya, sifat lupus yang kronis dan berbagai stigma yang menyertainya, juga dapat menimbulkan rasa cemas dan stres pada pasien setelah didiagnosa lupus.Karena itu, pasien perlu dibekali dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga ringan, atau mindfulness. Terapi musik atau seni juga bisa membantu meredakan beban emosional. Program manajemen stres ini dapat dibimbing oleh psikolog atau terapis kesehatan secara komprehensif.8. Telekonseling & Dukungan DigitalRasa menekan akibat stres dan depresi pada pasien lupus dapat terjadi kapan saja, sehingga dibutuhkan sebuah sistem dukungan yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Telekonseling dan dukungan digital dapat menjawab masalah ini.Pada era modern dan perkembangan teknologi digital yang makin pesat ini, akses ke layanan psikososial bisa lebih mudah dengan adanya telekonseling. Pasien dapat berkonsultasi dari rumah melalui video call, chat, atau aplikasi kesehatan. Selain itu, platform digital juga bisa menjadi media edukasi, pengingat minum obat, hingga ruang interaksi komunitas online.Peran Granostic Surabaya dalam Layanan Lupus TerpaduGranostic sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu di Surabaya dapat memberikan penanganan penyakit lupus yang menyeluruh dan lengkap. Mulai dari pemeriksaan medis untuk kontrol dan diagnosa awal, pendampingan dari tim medis profesional, hingga dukungan psikososial untuk memaksimalkan pengobatan dan menjaga api semangat pasien selama prosedur perawatan.Layanan psikososial yang dimaksud adalah konseling bersama ahli, edukasi kondisi lupus pada keluarga dan pasien lupus langsung, layanan home care untuk pemeriksaan kesehatan di rumah, hingga menyediakan telekonseling dan dukungan digital bagi pasien.Semua layanan ini bersifat terpadu, yang langsung dapat pasien akses begitu memeriksakan dirinya di klinik Granostic Surabaya. Kami juga hanya memberikan pelayanan terbaik, ramah, dan hangat agar pasien tetap merasa nyaman serta tenang ketika menjalani prosedur pengobatan.Karena kami yakin, jiwa dan mental pasien yang sehat akan berdampak juga pada pemulihan tubuh mereka.Lupus Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan BaruSobat Granostic, menerima diagnosis lupus bukanlah hal yang mudah. Perasaan bingung, takut, atau bahkan putus asa sangatlah normal Anda rasakan. Kami mungkin tak sepenuhnya bisa merasakan apa yang Anda alami, tapi kami percaya bahwa setiap orang yang hidup dengan lupus punya kekuatan luar biasa dalam dirinya.Lupus memang mengubah banyak hal, tapi bukan berarti mengakhiri segalanya. Justru di titik inilah perjalanan baru dimulai, yakni perjalanan menuju pemahaman diri, perawatan penuh kesadaran, dan gaya hidup yang lebih terarah. Lebih pentingnya lagi: Anda tidak harus melakukannya sendiri. Karena Granostic hadir untuk menjadi rekan setia dalam setiap langkah Anda. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, pengobatan yang terintegrasi, serta dukungan psikososial yang manusiawi, kami ingin memastikan bahwa Anda mendapatkan pengalaman medis yang bukan hanya efektif, tapi juga penuh kepedulian.Bila Anda mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan lupus, seperti dalam penjelasan di atas, langsung hubungi Whatsapp Granostic dan jadwalkan konsultasi bersama dokter kami.Selanjutnya, bersama dokter Anda dapat menjalani proses skrining lupus yang mendalam dan menyeluruh. Kemudian dokter dapat meresepkan obat dan memberikan edukasi seputar kondisi medis Anda dengan rinci.Yuk, hadapi lupus dengan optimis dan pikiran positif bersama layanan kesehatan Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lupus – Diagnosis and Treatment. Ditulis dan ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Medical News Today. (2023). How to help someone with lupus. Artikel ditinjau secara medis oleh Dr. Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). Lupus and Depression: Know the Signs and How to Get Help. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). Build the Support System You Need to Cope With Lupus. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). What is Lupus?. Diakses 2025WebMD. (n.d.). Psychosocial Aspects of Lupus. Ditinjau oleh tim medis WebMD. Diakses 2025Lupus Research Alliance. (n.d.). 5 Facts About Lupus & Mental Health. Diakses 2025Xiang, Y., et al. (2023). Depression and anxiety in patients with systemic lupus erythematosus: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry, 13:1045606. Diakses 2025Healthline. (2022). Lupus and Stress: Managing Mental and Emotional Health. Artikel ditinjau oleh Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Healthline. (2022). Lupus and Early Trauma. Ditinjau oleh Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Zeng, L., et al. (2022). The impact of psychological stress on lupus patients: mechanisms and interventions. Frontiers in Immunology, 13:896937. ditulis oleh Zeng, L., et al. Diakses 2025
Apa Itu PPOK – Penyakit Paru Kronis yang Sering Diabaikan?
Sobat Granostic, tahukah Anda bahwa Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) termasuk dalam penyakit mematikan ketiga di dunia? Fakta pentingnya lagi, angka kasus PPOK di Indonesia juga cukup signifikan. Lantas tahukah Anda apa itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) tersebut?World Health Organization (WHO) mendeskripsikan PPOK sebagai sebuah kondisi medis umum yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, yang menghambat saluran napas dan membuat seseorang sulit untuk bernapas.Lebih lanjut, WHO juga menuturkan bahwa PPOK menjadi penyebab 3.5 juta kasus kematian pada tahun 2021 dari seluruh dunia. Karenanya, PPOK tidak boleh diabaikan dan harus mendapatkan perhatian khusus.Di Indonesia sendiri kasus PPOK cukup signifikan, mengingat kita sangat rentan terpapar polusi udara dan mayoritas penduduknya adalah perokok aktif. Sayangnya, banyak dari kita yang justru abai dengan risiko PPOK dan berakibat mengembangkan penyakit ini di kemudian hari.Nah, lewat artikel ini, Granostic akan mengajak Anda untuk membahas lebih jauh mengenai apa itu PPOK, gejala dan ciri-ciri, penyebab, hingga cara menanganinya. Simak, yuk!Mengenal PPOK Lebih DalamPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah nama yang digunakan untuk menggambarkan beberapa kondisi yang membuat pernapasan menjadi lebih sulit. Biasanya, masalah pernapasan ini tidak langsung parah, tetapi semakin lama, gejalanya bisa memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski begitu, dengan pengobatan yang tepat, kondisi ini masih bisa dikendalikan.PPOK mencakup dua kondisi utama yang sering terjadi, yaitu:Bronkitis kronisBronkitis kronis adalah peradangan pada saluran pernapasan, seperti tenggorokan dan bronkus, yang terjadi terus-menerus. Penderita bronkitis kronis biasanya mengalami batuk dan sesak napas hampir setiap hari dalam sebulan, terjadi berulang selama tiga bulan setiap tahunnya, dan berlangsung lebih dari dua tahun. Melansir dari Mayo Clinic, kini istilah bronkitis kronis lebih tepat diganti dengan PPOK, karena hampir semua orang yang memiliki bronkitis kronis juga mengalami penyumbatan saluran napas.EmfisemaEmfisema adalah kerusakan pada kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru. Kerusakan ini bisa membuat udara terperangkap dalam paru-paru, yang pada gilirannya menyebabkan sesak napas. Jika udara terjebak terlalu banyak, dada bisa terlihat lebih penuh, seolah seperti bentuk tong.Alveoli adalah kantung-kantung udara kecil dan tipis yang terletak di ujung saluran udara paru-paru. Dalam kondisi normal, paru-paru kita memiliki sekitar 300 juta alveoli. Ketika kita menghirup udara, udara tersebut masuk ke alveoli untuk menyerap oksigen, yang kemudian masuk ke dalam darah. Ketika kita menghembuskan napas, alveoli menyusut dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh.Sebagai gambaran, Anda dapat membayangkan paru-paru seperti bungkus gelembung udara. Alveoli adalah gelembung-gelembung kecil di dalamnya. Namun, jika Anda menderita emfisema, gelembung-gelembung ini akan pecah dan berubah menjadi kantong udara besar. Hal ini mengurangi luas permukaan paru-paru untuk mengambil oksigen, yang membuat Anda semakin sulit bernapas.Gejala dan Ciri-Ciri PPOKPPOK bisa sulit dikenali di awal karena gejalanya sering mirip dengan masalah pernapasan biasa. Bahkan, gejalanya mungkin baru muncul setelah paru-paru mengalami kerusakan yang cukup parah. Biasanya, gejala PPOK akan semakin memburuk seiring waktu, terutama jika Anda terus merokok atau terpapar zat yang bisa merusak saluran napas.Berikut adalah beberapa gejala umum dan tanda-tanda yang bisa membantu Anda mengenali PPOK:1. Sesak napasSesak napas merupakan salah satu gejala umum PPOK. Anda bahkan dapat merasa membutuhkan lebih banyak tenaga untuk bernapas, atau lebih mudah terengah-engah saat beraktivitas.2. Batuk kronisBatuk yang terus-menerus atau batuk yang mengeluarkan banyak lendir juga dapat menjadi gejala umum PPOK. Batuk kronis ini bisa terjadi karena adanya peradangan dan penyempitan saluran Udara, sehingga dapat memicu produksi lendir berlebih.3. Produksi dahak berlebihPada penderita PPOK, produksi lendir meningkat karena peradangan dan kerusakan saluran napas. Lendir berlebih ini sering disebabkan oleh paparan iritan seperti asap rokok. Tubuh berusaha mengeluarkan lendir tersebut melalui batuk, yang bisa menyebabkan saluran napas tersumbat dan membuat pernapasan semakin sulit.4. Bunyi napas mengiMengi adalah suara bersiul atau mencicit yang terdengar saat bernapas, kondisi ini juga bisa menjadi gejala PPOK. Suara ini muncul karena saluran napas yang menyempit, sehingga udara yang mengalir melalui saluran tersebut menyebabkan getaran. Penyempitan saluran napas ini bisa disebabkan oleh peradangan, pembengkakan, lendir, atau kerusakan paru-paru. Mengi biasanya terdengar lebih jelas saat Anda menghembuskan napas.5. Mudah lelahPenderita PPOK sering merasa lebih cepat lelah. Ini disebabkan oleh berkurangnya aliran udara dan oksigen ke tubuh, yang membuat tubuh kesulitan mendapatkan cukup oksigen. Faktor lain yang membuat tubuh lebih mudah lelah termasuk usaha ekstra untuk bernapas, berkurangnya aktivitas fisik karena sesak napas, serta komplikasi seperti gagal jantung atau depresi.6. Infeksi saluran pernapasan berulangKarena sistem kekebalan tubuh yang lemah, penderita PPOK lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. Infeksi bakteri dan virus ini bisa memperburuk kondisi dan menyebabkan masalah pernapasan semakin serius.7. Penurunan berat badanPenurunan berat badan yang drastis bisa menjadi tanda bahwa PPOK sudah mencapai tahap parah. Pada kondisi ini, kerusakan paru-paru membuat ruang di paru-paru semakin sempit, yang menyebabkan diafragma (otot yang membantu pernapasan) menjadi datar. Ini membuat pernapasan lebih sulit dan tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk bernapas, yang bisa menyebabkan penurunan berat badan yang tidak sehat.Selain itu, kondisi PPOK juga bisa menyebabkan masalah pencernaan. Makanan tertentu atau makan terlalu cepat bisa membuat perut kembung atau terganggu, yang memperburuk kesulitan bernapas. Jika ini terjadi, Anda mungkin menjadi kurang nafsu makan dan sulit mengonsumsi makanan sehat. Beberapa makanan yang bisa memicu masalah ini adalah makanan pedas, berlemak, atau yang tinggi garam dan kafein.8. Kebiruan pada bibir atau kukuSalah satu gejala PPOK yang serius adalah perubahan warna kebiruan pada bibir atau kuku, yang dikenal dengan sebutan sianosis. Ini terjadi ketika darah tidak membawa cukup oksigen, yang bisa menjadi tanda bahwa kondisi Anda membutuhkan perhatian medis segera.Penyebab Utama PPOK1. MerokokTahukah Sobat, bahwa sebagian besar kasus PPOK, sekitar 75%, terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan merokok. Karena saat rokok dibakar, lebih dari 7.000 zat kimia dilepaskan, dan banyak di antaranya sangat berbahaya bagi tubuh.Zat-zat kimia dalam asap rokok ini melemahkan sistem pertahanan paru-paru, menyempitkan saluran pernapasan, menyebabkan peradangan, serta merusak kantung udara di paru-paru. Dan semua faktor ini berkontribusi pada perkembangan PPOK. Tak hanya rokok, produk tembakau lainnya, seperti rokok elektrik dan cerutu, juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.2. Polusi UdaraSelain rokok, polusi udara juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengidap PPOK. Khususnya paparan jangka panjang terhadap polusi udara, seperti partikel PM 2,5 dan nitrogen dioksida, meningkatkan risiko seseorang terkena PPOK. Partikel-partikel berbahaya ini berasal dari sumber-sumber seperti kendaraan bermotor, pabrik, pembangkit listrik, pembakaran kayu, serta kebakaran hutan. Selain itu, kualitas udara yang buruk dapat memperburuk gejala PPOK, mempercepat penurunan fungsi paru-paru, dan meningkatkan risiko bagi siapa saja, terutama mereka yang sudah memiliki faktor risiko lain.3. Paparan Zat Iritan di Tempat KerjaLingkungan kerja yang mengandung bahan kimia, debu, atau asap dalam waktu lama bisa menjadi faktor risiko utama bagi PPOK. Pekerjaan yang melibatkan paparan zat-zat ini menyebabkan sekitar 10-20% gejala pernapasan yang berhubungan dengan PPOK, membuat pekerja lebih rentan terhadap gangguan paru-paru.4. Infeksi Pernapasan Berulang di Masa KecilRiwayat infeksi saluran pernapasan yang sering dialami di masa kecil ternyata bisa meningkatkan peluang seseorang mengidap PPOK di masa dewasa. Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak bisa memengaruhi perkembangan paru-paru, menyebabkan peradangan, dan membuat saluran pernapasan lebih rentan terhadap kerusakan. Hal ini juga berisiko memperburuk kerusakan paru-paru akibat merokok di masa depan, mempercepat timbulnya PPOK.5. Faktor GenetikFaktor genetik juga memainkan peran dalam perkembangan PPOK, meskipun merokok tetap menjadi penyebab terbesar. Tidak semua orang dengan PPOK memiliki riwayat keluarga, tetapi beberapa orang mungkin lebih rentan karena kondisi genetik tertentu, seperti defisiensi alfa-1 antitripsin.Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah kondisi genetik yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi protein pelindung paru-paru. Kondisi ini sering dikaitkan dengan emfisema, dan hanya dapat dideteksi melalui tes darah.Apakah PPOK Bisa Disembuhkan?Saat ini, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan PPOK secara total. Namun, kabar baiknya, kondisi ini bisa dikelola dengan baik melalui perawatan yang tepat. Fokus utama penanganan PPOK adalah meredakan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, serta mencegah komplikasi. Dokter biasanya akan merekomendasikan berbagai pendekatan berikut:1. Memperlambat progresivitas penyakitKerusakan paru-paru akibat PPOK bersifat permanen, tapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Dengan pengobatan yang sesuai, perkembangan penyakit bisa diperlambat. Berikut langkah-langkah pencegahan tingkat keparahan PPOK yang dapat direkomendasikan oleh dokter.Berhenti merokok: Ini adalah langkah paling penting bagi penderita PPOK yang masih merokok. Berhenti akan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan paru-paru.Penggunaan inhaler dan obat-obatan: Membantu melegakan pernapasan dan mengurangi frekuensi gejala.Rehabilitasi paru: Program khusus yang menggabungkan edukasi dan latihan fisik untuk memperbaiki fungsi paru-paru.Operasi atau transplantasi paru: Pilihan ini biasanya hanya dipertimbangkan untuk kasus yang sangat berat.2. Mengurangi gejalaGejala PPOK seperti batuk kronis, sesak napas, dan mengi bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi intensitas dan frekuensi gejala tersebut agar penderita bisa beraktivitas lebih nyaman.3. Meningkatkan kemampuan bernapasKarena PPOK menghambat aliran udara, beberapa jenis obat, seperti bronkodilator, diresepkan untuk membantu membuka saluran napas, sehingga proses bernapas menjadi lebih lega dan tidak terlalu melelahkan.4. Mencegah komplikasiTanpa pengobatan yang konsisten, PPOK dapat memicu komplikasi serius. Itulah mengapa pemeriksaan kesehatan rutin dan kontrol medis menjadi penting agar kondisi tetap stabil dan komplikasi bisa dicegah sejak dini.5. Meningkatkan kualitas hidupTujuan akhir dari semua pengobatan PPOK adalah memastikan penderita bisa menjalani hidup yang lebih nyaman dan aktif. Dengan gejala yang terkendali dan pernapasan yang lebih baik, aktivitas harian pun bisa dilakukan tanpa banyak gangguan.Cara Mengatasi dan Menangani PPOKSelain beberapa langkah pengobatan di atas, PPOK juga dapat diatasi dan ditangani dengan beberapa langkah berikut:1. Berhenti MerokokLangkah ini adalah pondasi utama dari setiap rencana pengobatan PPOK. Menghentikan kebiasaan merokok membantu memperlambat kerusakan paru-paru dan mengurangi gejala. Jika Anda kesulitan berhenti, konsultasikan dengan dokter. Tersedia berbagai dukungan mulai dari terapi pengganti nikotin, obat-obatan khusus, hingga kelompok pendukung yang bisa membantu perjalanan berhenti merokok Anda. Hindari juga paparan asap rokok dari orang lain. Jika sobat granostic ingin memulai dari diri sendiri, baca selengkapnya mengenai 10+ Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah.2. Obat-obatanBronkodilatorBronkodilator adalah obat yang biasanya tersedia dalam bentuk inhaler. Obat ini bekerja dengan mengendurkan otot di sekitar saluran napas. Biasanya tersedia dalam bentuk inhaler, dan ada dua jenis utama: kerja pendek (digunakan sebelum aktivitas) dan kerja panjang (untuk penggunaan rutin).Contoh kerja pendek: Albuterol (ProAir, Ventolin), Ipratropium (Atrovent), Levalbuterol (Xopenex). Kombinasi kerja pendek: Combivent Respimat (ipratropium bromida + albuterol)Steroid inhalasiKortikosteroid hirup, yang sering disebut steroid, dapat mengurangi peradangan saluran napas dan membantu mencegah serangan saat gejala PPOK memburuk. Akan Tetapi, penggunaan steroid inhalasi dapat memberikan efek samping berupa memar, infeksi mulut, hingga serak.AntibiotikInfeksi saluran pernapasan, seperti bronkitis akut, pneumonia, dan influenza, dapat memperburuk gejala PPOK. Dalam hal ini pemberian antibiotik seperti azitromisin bisa membantu, tapi penggunaannya harus hati-hati karena risiko resistensi.Baca Selengkapnya mengenai, Apa Saja Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini?.3. Terapi OksigenJika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan oksigen tambahan. Terapi ini bisa digunakan saat tidur, saat beraktivitas, atau sepanjang hari, tergantung kebutuhan. Tersedia juga perangkat oksigen portabel untuk mendukung mobilitas Anda.4. Pulmonary Rehabilitation (Rehabilitasi Paru)Selain melakukan terapi oksigen, penanganan PPOK selanjutnya juga dapat melalui program rehabilitasi paru. Melansir dari Mayo Clinic, dalam program ini biasanya menggabungkan pendidikan kesehatan, latihan fisik, teknik pernapasan, pemberian saran nutrisi, dan sesi konseling bersama dokter.Menerapkan rehabilitasi paru-paru setelah gejala PPOK memburuk, dapat membantu mengurangi kemungkinan perawatan di rumah sakit. Selain itu, langkah ini juga memungkinkan pasien untuk dapat menjalani kehidupannya sehari-hari seoptimal mungkin.5. VaksinasiVaksin sangat penting bagi penderita PPOK karena mereka rentan terhadap infeksi saluran napas. Vaksin seperti influenza, pneumokokus, dan COVID-19 (SARS-CoV-2) disarankan untuk mencegah infeksi yang bisa memperparah kondisi.6. OperasiOperasi merupakan pilihan bagi sebagian orang dengan beberapa bentuk emfisema parah yang tidak cukup terbantu dengan obat-obatan saja. Ada pun pilihan prosedur operasi yang dapat diambil berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien PPOK meliputi:Operasi Pengurangan Volume Paru-paru: Mengangkat bagian paru-paru yang rusak untuk memberi ruang bagi bagian yang lebih sehat agar bisa bekerja lebih baik.Pengurangan Volume Paru-paru Endoskopik: Prosedur minimal invasif dengan pemasangan katup satu arah di paru-paru untuk mengarahkan aliran udara.Transplantasi Paru-paru: Pilihan bagi mereka yang memenuhi kriteria ketat. Transplantasi dapat memperbaiki pernapasan, tetapi membawa risiko besar dan memerlukan perawatan jangka panjang.Bullektomi: Mengangkat bullae (kantung udara besar abnormal) yang terbentuk akibat kerusakan alveoli, untuk memaksimalkan aliran udara masuk dan keluar paru-paru.Tips Pencegahan PPOK Sejak DiniMeskipun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan PPOK hingga tuntas, bukan berarti kita tidak bisa mencegah penyakit ini sama sekali. Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko PPOK yang disebutkan sebelumnya, atau sekadar ingin menjaga diri, Anda dapat menerapkan beberapa tips pencegahan PPOK sejak dini berikut.1. Hindari Merokok dan Paparan AsapMerokok merupakan penyebab utama terjadinya PPOK. Zat kimia dalam asap rokok dapat menyebabkan peradangan kronis, merusak kantung udara di paru-paru, dan menyumbat saluran napas.Kalau Anda masih merokok, pertimbangkan dengan serius untuk berhenti. Bicarakan dengan dokter tentang metode berhenti merokok yang sesuai, mulai dari terapi nikotin hingga dukungan psikologis.Jangan lupakan juga bahaya asap rokok dari orang lain (perokok pasif). Sebisa mungkin, hindari lingkungan yang memungkinkan Anda terpapar asap rokok, baik di rumah, kendaraan, maupun tempat kerja. Paru-paru Anda berhak mendapat udara bersih setiap saat.2. Gunakan Masker di Lingkungan Polusi TinggiSelain asap rokok, berbagai polutan di udara juga dapat meningkatkan risiko PPOK. Paparan jangka panjang terhadap debu, asap kendaraan, uap kimia, atau asap dapur tanpa ventilasi yang baik dapat merusak paru-paru secara perlahan.Gunakan masker pelindung jika Anda bekerja atau beraktivitas di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi. Pastikan tempat kerja memiliki ventilasi yang memadai dan hindari keluar rumah saat kualitas udara sedang buruk.3. Rutin Melakukan Pemeriksaan ParuPemeriksaan kesehatan paru-paru secara rutin adalah langkah bijak untuk deteksi dini. PPOK bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari, jadi melakukan cek kesehatan paru secara berkala bisa membantu mengetahui kondisi paru-paru sejak awal dan memungkinkan penanganan lebih cepat jika diperlukan.4. Jaga Daya Tahan TubuhMenjaga daya tahan tubuh juga penting untuk mencegah berbagai gangguan paru, termasuk PPOK. Anda bisa mulai dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, menjaga pola tidur yang cukup, serta rutin berolahraga.Olahraga teratur tak hanya bermanfaat bagi tubuh secara umum, tapi juga membantu meningkatkan efisiensi paru-paru. Jika Anda belum terbiasa olahraga, mulailah perlahan dan konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika Anda punya masalah kesehatan lain.5. Vaksinasi RutinVaksinasi adalah salah satu cara penting untuk menjaga saluran pernapasan tetap sehat. Vaksin flu, pneumonia, dan COVID-19 dapat mencegah infeksi yang bisa memperburuk kondisi paru-paru dan meningkatkan risiko PPOK.Dengan vaksinasi yang tepat, Anda membantu tubuh melawan infeksi yang bisa menjadi pemicu gangguan pernapasan kronis di kemudian hari.Mengapa Pemeriksaan Dini Sangat Penting?Sobat Granostic, meskipun tak langsung menunjukkan gejala serius di awal, keberadaan PPOK tidak bisa disepelekan. Penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah kerusakan fungsi paru-paru dan sistem pernapasan untuk lebih buruk, juga dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Hal ini hanya dapat diperoleh dengan deteksi dini gejala PPOK. Deteksi dini juga dapat membantu meningkatkan efektivitas pengobatan dan perawatan medis yang dilakukan.Pemeriksaan dan Layanan PPOK di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic, menyimak bagaimana gejala, risiko, dan bahayanya, Anda pasti setuju bahwa deteksi dini dan pencegahan PPOK sangatlah penting dilakukan.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan dan layanan screening paru di klinik Granostic Surabaya. Kami memiliki fasilitas pemeriksaan terlengkap, mencakup spirometri, tes fungsi paru, tes pencitraan (X-Ray dan CT-Scan), hingga tas laboratorium.Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga akan dilakukan dengan pendampingan dokter spesialis paru dan tenaga kesehatan ahli di bidangnya. Dengan demikian, Anda dapat melalui proses pemeriksaan secara efisien, nyaman, dan aman.Jangan Abaikan PPOK!PPOK mungkin awalnya hanya menyebabkan gejala sepele, yang tampaknya tidak membawa banyak dampak besar pada kesehatan Anda. Namun, penyakit ini dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, juga sedini mungkin.Selain itu, kebiasaan merokok dan beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan juga dapat menularkan penyakit pada anggota keluarga Anda. Khususnya pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih belum sempurna, sehingga lebih rentan terhadap infeksi saluran napas.Yuk, jaga kesehatan paru Anda dan keluarga dengan booking sekarang untuk cek kesehatan di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:World Health Organization (WHO). (2023). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) – Fact Sheet. Ditinjau oleh tim kesehatan WHO. Diakses pada 2025.National Health Service (NHS UK). (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Ditinjau oleh NHS medical experts. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Symptoms and Causes. Ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Diagnosis and Treatment. Ditinjau oleh dokter spesialis paru dari Mayo Clinic. Diakses pada 2025.American Lung Association. (n.d.). What Causes COPD?. Disusun oleh tim ahli kesehatan paru dari American Lung Association. Diakses pada 2025.Healthline. (2023). How to Prevent COPD: Tips to Reduce Your Risk. Ditinjau oleh Dr. Elaine K. Luo, MD. Diakses pada 2025.Healthline. (2022). Coping with Fatigue from COPD. Ditinjau oleh tim medis Healthline. Diakses pada 2025.Healthline. (2022). COPD and Weight Loss. Artikel ditinjau oleh Dr. Judith Marcin, MD. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Emphysema. Ditinjau oleh dokter spesialis paru-paru Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Bronchitis. ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Sumber:https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd) https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/#:~:text=Chronic%20obstructive%20pulmonary%20disease%20(COPD)%20is%20the%20name%20for%20a,term%20inflammation%20of%20the%20airways https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679 https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/diagnosis-treatment/drc-20353685https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/copd/what-causes-copdhttps://www.healthline.com/health/copd/how-to-prevent-copd#tips-to-prevent-copdhttps://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/copd/what-causes-copdhttps://www.healthline.com/health/copd/coping-with-fatigue#copd-and-fatiguehttps://www.healthline.com/health/copd/weight-loss#why-weight-loss-happenshttps://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9370-emphysemahttps://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24645-chronic-bronchitis
Kenali Perbedaan PPOK vs TB Paru agar Tidak Salah Penanganan
Memiliki gejala yang mirip, banyak orang yang masih salah mengenali Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dengan Tuberkulosis (TB) Paru. Padahal keduanya tidaklah sama dan memerlukan penanganan medis yang berbeda. Lantas bagaimana cara mengenali perbedaan PPOK dan TB Paru?PPOK dan TB paru merupakan dua jenis penyakit pernapasan yang paling sering terjadi di Indonesia. Pada tahun 2023, Global TB Report menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dengan penderita TBC terbanyak di dunia. Dalam laporan tersebut, Indonesia memiliki satu juta lebih kasus TBC baru, dengan angka kematian mencapai 134 ribu per tahunnya. Tak jauh beda dengan TB, PPOK juga cukup masih berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 2021 menyebutkan sebanyak 9.2 juta orang menderita PPOK.Baik PPOK dan TB paru pada awalnya dapat menimbulkan gejala yang mirip, seperti batuk kronis, mengi, sulit bernapas, hingga penurunan berat badan. Akan tetapi keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang tak sama pula.Nah, agar Anda tak salah mengenali, mari simak penjelasan lengkap soal PPOK vs. TB paru berikut ini!1. Perbedaan PenyebabPerbedaan antara PPOK dan TB Paru dapat dilihat dari apa yang menjadi penyebab utama kemunculannya, seperti dalam penjelasan berikut.PPOKMelansir dari Jurnal Riset Kesehatan Nasional, PPOK merupakan penyakit paru progresif yang menunjukkan gejala-gejala awal yang mulanya bersifat intermiten, yang kemudian muncul tiap hari dan makin sering seiring dengan perkembangannya. Nah, penyebab utama PPOK ini adalah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Sebagai contoh, merokok, terpapar asap kendaraan/pabrik/atau polusi Udara lainnya, hingga paparan jangka Panjang terhadap zat kimia di tempat kerja.TB ParuSementara itu, TB Paru terjadi karena infeksi bakteri (atau kuman) yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Bakteri TB masuk ke dalam tubuh dan menyerang berbagai bagian dalam tubuh, namun yang paling umum adalah paru-paru. Bakteri TB tidak selalu dapat menimbulkan gejala, kondisi ini dinamakan infeksi TB laten. Meski tidak menimbulkan gejala, pasien TB laten tetap memerlukan pengobatan agar infeksi tidak berkembang menjadi aktif.2. Perbedaan Gejala UtamaMeskipun sekilas tampak mirip, perbedaan TB Paru dan PPOK juga dapat kita lihat pada gejala utamanya. Berikut penjelasannya, Sobat.Gejala PPOKGejala PPOK kebanyakan tidak tampak sampai Sebagian besar bagian paru-paru mengalami kerusakan. Gejala umumnya akan memburuk seiring dengan perkembangan penyakit, apalagi kalau pasien tetap terekspos asap rokok atau jenis iritan lain.Beberapa gejala utama PPOK meliputi:Kesulitan bernapas, khususnya Ketika beraktivitas fisik.MengiBatuk kronis, dapat disertai dengan dahak yang banyak (bening, kuning, atau kehijauan).Rasa sesak di dada, atau dada terasa berat.Merasa mudah lelah atau tidak berenergi.Sering mengalami infeksi saluran napas.Penurunan berat badan tanpa sebab.Pembengkakan pada kaki.Bibir dan kuku tampak membiru.Gejala TB ParuMenurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), TB Paru aktif dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:Batuk yang bertahan selama 3 minggu atau lebih.Nyeri dada.Batuk berdarah atau berdahak.Rasa lemas dan kelelahan.Penurunan berat badan secara drastis.Kehilangan nafsu makan.Meriang dan demam.Keringat malam.3. Perbedaan Umur dan Riwayat PasienPPOKPPOK dapat menyerang siapa saja, terlepas dari gender atau usia mereka. Penyakit ini juga bahkan dapat diderita oleh anak-anak atau bayi, yang terpapar asap rokok dari lingkungan tempat tinggal mereka. Orang yang memiliki defisiensi AAT, kondisi kelainan genetic, juga berisiko tinggi mengidap PPOK.TB ParuSementara itu, TB Paru juga dapat terjadi pada siapa saja, khususnya mereka yang tinggal di lingkungan endemik TB. Orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah karena kondisi Kesehatan tertentu, seperti diabetes, kanker, atau HIV juga sangat rentan terinfeksi TB.4. Perbedaan Pola Perkembangan PenyakitPPOKBerbeda dengan penyakit TB, PPOK berkembang secara kronis dan perlahan. Pada awalnya seseorang tampak tidak mengembangkan kondisi yang serius, gejala juga tidak sering muncul. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan penyakit, gejala PPOK akan lebih sering muncul dan makin parah.Bahkan gejala PPOK umumnya baru muncul saat terjadi kerusakan yang signifikan pada organ paru-paru pasien. Gejala yang muncul juga bisa bervariasi pada tiap pasien, seperti batuk-batuk kronis, mengi, sesak napas, dan lainnya.TB ParuSementara itu, TB Paru berkembang dapat dimulai dari penularan infeksi melalui udara, yakni saat penderita TB aktif batuk atau bersin yang menyebabkan bakteri tak sengaja terhirup dan masuk ke dalam paru-paru pasien tertular.Setelahnya, sistem kekebalan tubuh akan melawan infeksi bakteri TB. Namun jika usaha ini tidak berhasil, bakteri akan terus berkembang biak dan menyebabkan TB aktif, serta memicu berbagai gejala yang menyertainya. Akan tetapi bila infeksi dapat ditekan, maka pasien akan mengidap TB laten yang tidak menimbulkan gejala ataupun dapat menularkan penyakit tersebut pada orang lain.5. Perbedaan PenularanPPOKMeskipun sama-sama menyebabkan batuk-batuk, Sobat Granostic harus ingat, bahwa PPOK tidak bersifat menular. Karena penyakit ini timbul karena kerusakan paru-paru yang terus-terusan terpapar zat iritan dalam Waktu yang lama, seperti asap rokok, polusi udara, hingga kelainan genetis dari lahir.Jadi Anda tidak akan dapat tertular atau menularkan PPOK dari/pada orang lain, ya, Sobat. Akan tetapi, PPOK dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda melemah, sehingga rentan terkena infeksi saluran napas. Kalau soal infeksi, tentu saja hal ini menular.TB ParuBerbeda dengan PPOK, TB Paru justru dapat bersifat menular, khususnya pada pasien TB aktif. Bakteri TB dapat disebarkan melalui udara, yakni ketika penderita TB aktif bicara terlalu dekat dengan Anda, ketika batuk atau bersin, yang menyebabkan bakteri secara tidak sengaja terhirup dan masuk dalam paru-paru.Melansir dari CDC bakteri TB dapat bertahan di udara selama beberapa jam, tergantung dengan lingkungannya. Jika lingkungan tersebut pengap atau memiliki sirkulasi udara yang buruk, bakteri TB dapat bertahan lebih lama.6. Perbedaan Pemeriksaan MedisPPOKKarena dapat menimbulkan gejala yang cukup umum, PPOK sangat sulit didiagnosis hanya dengan menyimak gejalanya. Karena itu, banyak pengidap PPOK tidak mendapatkan diagnosis dengan tepat sampai kondisinya berkembang jauh.Melansir dari Mayo CLinic, pemeriksaan PPOK dapat meliputi proses wawancara medis untuk menyimak riwayat kesehatan dan gaya hidup. Selanjutnya, dokter dapat merekomendasikan serangkaian pemeriksaan fisik, termasuk menyimak kerja paru-paru Anda dan melakukan berbagai jenis tes medis. Berikut ini beberapa tes pemeriksaan yang dimaksud;Tes fungsi paru: spirometri, tes volume paru, tes difusi paru, oksimetri nadi, hingga tes treadmill.Tes pencitraan: Rontgen dada dan/atau CT-Scan.Tes laboratorium: analisis gas darah arteri, pengujian defisiensi AAT, dan tes darah.TB ParuTak jauh berbeda, pemeriksaan TB Paru dapat dokter lakukan dengan menyimak nafas Anda menggunakan stetoskop, memeriksa adanya pembengkakan kelenjar getah bening, hingga melakukan wawancara medis seputar gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan serta keluarga Anda.Jika Anda memiliki risiko tinggi terinfeksi TB, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah atau tes kulit. Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk menyimak adanya antibodi yang bereaksi terhadap infeksi TB.7. Perbedaan KomplikasiPPOKTak hanya dapat mengurangi kualitas hidup Anda, PPOK dapat menyebabkan komplikasi serius yang tak boleh diremehkan. Melansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa komplikasi yang kerap terjadi pada penderita PPOK.Infeksi saluran pernapasan, yang sering terjadi karena penderita PPOK memiliki daya tahan yang lemah. Penderita PPOK juga sering terinfeksi flu atau pneumonia, yang dapat memperburuk pernapasan mereka dan menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan paru.Penyakit jantung, PPOK disinyalir dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, termasuk serangan jantung.Kanker paru, seseorang yang menderita PPOK juga lebih berisiko terkena kanker paru-paru.Tekanan darah tinggi di arteri paru, atau pulmonary hypertension.Kecemasan dan depresi, yang dapat mengganggu aktivitas harian Anda.TB ParuSama halnya dengan PPOK, jika tidak ditangani dengan segera dan tepat, TB Paru juga dapat berkembang serta menimbulkan komplikasi serius. Komplikasi ini terjadi karena efek destruktif dari Mycobacterium tuberculosis yang ada dalam jaringan paru-paru dan sekitarnya.Melansir dari National Library of Medicine, dikatakan bahwa TB paru dapat memiliki berbagai komplikasi seperti:Perdarahan dari arteri bronkial, paru dan intercostal.Memicu pneumotoraks spontan.Peradangan kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan kompresi pada pohon bronkial, yang kemudian memicu bronkiektasis.Kerusakan paru yang luas dan kronis.9. Perbedaan PencegahanPencegahan PPOKTidak seperti penyakit pernapasan lainnya, PPOK seringnya memiliki penyebab yang cukup jelas. Misalnya karena paparan polutan, zat kimia, atau asap rokok yang dapat mengiritasi paru-paru dalam jangka waktu yang lama.Karena itu, cara pencegahan PPOK pun dapat dilakukan dengan mulai menerapkan gaya hidup yang sehat. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diikuti untuk mencegah terjadinya PPOK:berhenti merokokgunakan masker atau alat pelindung saluran pernapasan lain bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi terpapar zat kimia, asap, ataupun debu.lakukan vaksinasi flu secara rutin, juga vaksin untuk mencegah pneumonia demi mengurangi risiko terjadinya infeksi pada saluran pernapasan.lakukan pemeriksaan kesehatan paru secara teratur.Pencegahan TB ParuBerbeda dengan PPOK, TB paru dapat terjadi ketika Anda terinfeksi kuman atau bakteri penyebabnya. Karena itu, langkah pencegahan TB paru berfokus pada mengurangi potensi Anda tertular oleh bakteri ini. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:hindari berpergian ke tempat atau wilayah dengan kasus TB yang tinggi,gunakan masker di tempat yang sumpek atau padat orang.saat Anda memiliki infeksi laten, patuhi pengobatan yang diresepkan oleh dokter agar infeksi tidak menjadi aktif dan menularlakukan vaksinasi TB.10. Apakah PPOK dan TB Paru Bisa Sembuh?PPOKHingga kini sayangnya belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan PPOK secara menyeluruh. Pengobatan PPOK atau penanganan medis yang dilakukan baru terpusat pada bagaimana cara mengurangi gejala PPOK, mencegahnya berkembang menjadi lebih parah, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.TB ParuSementara itu, TB Paru dapat disembuhkan secara sepenuhnya. Kesembuhan pasien juga sangat bergantung pada kesuksesan pengobatan yang dilakukan. Sehingga sangat penting bagi pasien untuk meminum obat sesuai dosis dan jadwal yang diberikan dokter.Pasien juga diharuskan untuk menyelesaikan pengobatan, yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Dengan demikian, bakteri TB dalam tubuh dapat dihilangkan dan mencegah terjadinya resistensi obat.11. Kapan Harus Periksa ke Dokter?Baik TB Paru ataupun PPOK pada awal perkembangannya mungkin tidak menunjukkan gejala yang signifikan, atau bahkan mungkin mirip dengan penyakit flu biasa. Namun, jika gejala yang Anda alami tampak lebih sering terjadi dan timbul gejala-gejala mencurigakan lainnya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat.Akan tetapi, sangat penting bagi Sobat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan paru-paru secara rutin. Tak hanya mengontrol kesehatan paru, pemeriksaan rutin ini juga dapat membantu mendeteksi dini adanya masalah pada organ paru Anda, termasuk menemukan adanya indikasi TB maupun PPOK.Dengan deteksi dini, Anda dapat memeroleh perawatan tepat sejak awal perkembangan penyakit tersebut. Hal ini dapat memengaruhi efektivitas pengobatan dan membuat persentase keberhasilan pengobatan semakin besar.Nah, kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan paru secara rutin di klinik Granostic Surabaya, loh.Kami menawarkan berbagai rangkaian pemeriksaan paru-paru lengkap, dari tes laboratorium, tes treadmill, tes pencitraan, hingga konsultasi langsung bersama dengan dokter spesialis paru.Lindungi diri dan keluarga Anda dari TB Paru atau PPOK dengan rutin cek kesehatan paru di klinik Granostic Surabaya! Yuk booking sekarang melalui Whatsapp kami.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Raviglione, M. C., & Sulis, G. (2021). Tuberculosis. In StatPearls. StatPearls Publishing. ditulis dan ditinjau oleh profesional medis. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Tuberculosis – Symptoms and Causes. ditulis dan ditinjau oleh dokter. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). COPD – Symptoms and Causes. Ditulis oleh tim medis dan spesialis penyakit paru. Diakses 2025World Health Organization (WHO). (2023). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) – Fact Sheet. ditulis oleh ahli epidemiologi dan dokter. Diakses 2025Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). ditinjau oleh dokter spesialis dari Cleveland Clinic. Diakses 2025Sari, D. K., Suryani, E., & Widodo, D. (2024). Relationship between TB history and COPD among post-TB patients in Indonesia: a cross-sectional study. Infectious Disease Reports, 16(2), 284–292. Artikel jurnal peer-reviewed yang melalui proses peninjauan ilmiah oleh pakar kesehatan. Diakses 2025
Apa Saja Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini?
Tahukah Sobat, bahwa paparan asap rokok, debu, zat kimia di udara, dan berbagai polutan lain dapat menyebabkan iritasi hingga kerusakan paru-paru dalam jangka panjang? Kondisi ini kerap disebut sebagai Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dan diobati dengan tepat.PPOK merupakan jenis penyakit yang berkembang secara perlahan dan bersifat kronis. Penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala signifikan di awal perkembangannya, namun seiring berjalannya waktu gejala dapat muncul lebih sering.Sayangnya, PPOK tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Hingga kini pengobatan PPOK berorientasi pada pencegahan perkembangan penyakit dan komplikasi, meningkatkan kualitas hidup penderita, mempermudah pernapasan, hingga mengurangi gejala-gejalanya.Nah, dalam artikel ini, Granostic akan mengajak Sobat sekalian untuk menyimak apa saja pengobatan PPOK yang tersedia. Dengan demikian, Anda dapat memiliki gambaran bagaimana perawatan dan penanganan PPOK yang tepat sesuai dengan prosedur medis yang ada.Simak, yuk!Jenis-Jenis Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini1. BronkodilatorBronkodilator merupakan obat yang umumnya tersedia dalam bentuk inhaler. Obat ini dapat membantu merelaksasi otot-otot di sekitar saluran udara, sehingga dapat membantu meredakan batuk dan membuat pernapasan lebih mudah.Bergantung pada seberapa parah gejala PPOK yang pasien alami, dokter merekomendasikan jenis bronkodilator yang sesuai. Ada dua jenis bronkodilator, yakni short-acting bronchodilators (SABA/SAMA) dan long-acting bronchodilators (LABA/LAMA). Mari kita bahas lebih lanjut, yuk!Jenis bronkodilatorShort-Acting Bronchodilators (SABA/SAMA)Sama seperti namanya, short-acting bronchodilator, dapat memberikan efek melegakan pernapasan dengan cepat. Jenis bronkodilator ini sangat cocok untuk mengatasi gejala PPOK yang muncul secara tiba-tiba. Jenis bronkodilator ini pun dapat digunakan sebelum Anda melakukan aktivitas, untuk mencegah gejala PPOK kambuh di tengah kegiatan Anda.Long-Acting Bronchodilators (LABA/LAMA)Long-Acting bronchodilators merupakan jenis pengobatan PPOK yang dapat membantu merelaksasi otot di sekitar saluran pernapasan, untuk membuatnya tetap terbuka dan meningkatkan pernapasan pada penderita PPOK. Jenis bronkodilator ini dinamakan "long", berarti lama atau panjang, karena efeknya dapat bertahan lama, yakni setidaknya selama 12 jam. Hal ini yang membedakannya dengan short-acting bronchodilators yang hanya bertahan hingga empat jam.Contoh obatBeberapa contoh obat short-acting dan long-acting bronchodilators dapat Anda simak dalam ulasan berikut ini.short-acting bronchodilators: Albuterol (ProAir, Ventolin, Proventil), Ipratropium (Atrovent), serta Levalbuterol (Xopenex).long-acting bronchodilators: serevent (salmeterol), foradil (formoterol), dan striverdi (olodeterol).2. Kortikosteroid InhalasiKerap juga disebut sebagai inhaler steroid, merupakan obat hirup yang dapat mengurangi peradangan pada saluran napas dan membantu mencegah serangan Ketika gejala PPOK memburuk. Obat ini dapat bekerja beberapa menit setelah penderita PPOK menghirupnya, yang efeknya dapat bertahan selama 2 hingga 4 jam.Namun, menurut Mayo Clinic, inhaler steroid memiliki beberapa efek samping seperti menimbulkan memar, infeksi mulut, hingga menyebabkan suara penderita jadi serak. Akan tetapi, obat PPOK ini sangat cocok digunakan Ketika penderita mengalami gejala yang memburuk dan sering kambuh secara tiba-tiba.3. Obat Kombinasi (ICS + LABA atau LAMA + LABA)Bergantung dengan tingkat keparahan gejala PPOK yang dialami pasien, dokter dapat meresepkan obat hirup yang dikombinasikan. Kombinasi ini diresepkan menggunakan berbagai jenis bronkodilator, baik kombinasi kortikosteroid inhalasi (ICS) dengan LABA, atau LAMA dengan LABA.4. Terapi OksigenSelain pengobatan inhalasi, untuk mengatasi gejala PPOK dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan terapi oksigen. Prosedur medis ini dilakukan bila penderita tidak memiliki banyak kadar oksigen dalam darahnya, sehingga membutuhkan oksigen tambahan. Nah, oksigen tambahan ini dapat diperoleh dengan mengalirkannya melalui masker atau tube plastic yang dipasangkan ke hidung. Masker ini memiliki selang yang terhubung dengan tabung oksigen. Di pasaran, Anda juga dapat menemukan tabung oksigen portable yang lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Beberapa orang juga menggunakan terapi oksigen hanya saat mereka tidur, namun ada yang menggunakannya secara lebih sering. Terapi oksigen ini dapat membantu memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup untuk penderita PPOK.5. Rehabilitasi ParuSelain terapi oksigen, dokter juga dapat mengarahkan pasien PPOK untuk melakukan rehabilitasi paru. Program rehabilitasi ini juga sangat baik dilakukan setelah gejala Anda memburuk, tidak hanya dapat dilakukan untuk mencegah. Karena dapat mengurangi kemungkinan Anda kembali mendapatkan serangan serius hingga membutuhkan penanganan di rumah sakit.Selain itu, rehabilitasi paru juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK, serta memaksimalkan mereka dalam beraktivitas sehari-hari.Beberapa jenis rangkaian kegiatan yang termasuk dalam program rehabilitasi paru meliputi:Latihan fisik terstrukturKegiatan ini termasuk komponen utama dalam program rehabilitasi paru untuk penderita PPOK. Latihan fisik biasanya dilakukan selama dua hingga tiga hari dalam seminggu, yang dipandu oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan. Jenis latihan fisik pun akan disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda, sehingga Anda juga akan merasa nyaman dan aman.Edukasi penyakitSelain latihan fisik, program rehabilitasi juga meliputi kegiatan edukasi penyakit. Edukasi ini dilakukan agar penderita dan orang di sekitarnya paham akan penanganan gejala yang kambuh, pencegahan kekambuhan, serta memberikan edukasi terkait cara menggunakan obat atau terapi ketika di rumah.Konseling nutrisi dan psikologisPPOK merupakan jenis penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan total, melainkan gejalanya dikendalikan agar tidak bertambah parah dan mencegah serangan yang memburuk. Hal ini tentunya dapat memberikan beban mental pada penderita PPOK, yang tak jarang membuat mereka terus merasa cemas dan depresi.Karena itu, konseling psikologis sangat dibutuhkan oleh penderita PPOK. Dengan demikian mereka dapat berobat dengan lebih optimis dan tidak mudah patah semangat.Tak hanya konseling psikologis, dokter juga akan memberikan edukasi terkait nutrisi dan pola makan. Sebab, saat mengidap PPOK, penderita cenderung memiliki sistem imun yang lemah dan mudah terserang infeksi penyakit.Dengan demikian, penderita PPOK memerlukan makanan bergizi tinggi dan seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh mereka, memaksimalkan efek pengobatan, serta mencegah serangan gejala secara tiba-tiba.Pelatihan pernapasanSalah satu rangkaian utama dalam program rehabilitasi PPOK adalah pelatihan pernapasan, yang akan dipandu oleh tenaga medis ahli. Dokter atau tenaga kesehatan akan membantu penderita PPOK untuk belajar beradaptasi, serta mengelola sesak napas yang mereka alami selama beraktivitas sehari-hari. Pelatihan ini dapat membantu penderita PPOK berkehidupan semaksimal mungkin, misalnya menyelesaikan tugas harian dengan lebih mudah. Beberapa teknik pernapasan yang dapat dilakukan selama program rehabilitasi meliputi:teknik pernapasan yang terkendali, seperti pernafasan diafragma atau dengan bibir mengerucutteknik relaksasihingga posisi yang membantu meredakan gejala sesak napas akibat ppok.6. Vaksinasi PencegahanSelain beberapa upaya pengobatan PPOK untuk mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien di atas, Anda dapat melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan. Karena penderita PPOK sangat rentan mengalami infeksi saluran pernapasan, bahkan dapat berulang.Nah, di bawah ini beberapa jenis vaksinasi yang direkomendasikan untuk dilakukan penderita PPOK.Vaksin yang direkomendasikan:Vaksin influenza tahunanVaksinasi influenza ini dapat membantu melindungi Anda dari infeksi flu, yang baiknya dilakukan setiap tahun.Vaksin pneumokokusSelain vaksin influenza, Anda juga disarankan untuk melakukan vaksin pneumokokus untuk mencegah infeksi bakteri streptococcus pneumoniae, yakni bakteri penyebab penyakit pneumonia dan meningitis.7. Manajemen Eksaserbasi (Kambuh)Pengobatan PPOK juga meliputi manajemen eksaserbasi (kekambuhan). Tindakan ini meliputi proses pengontrolan dan penanganan sigap saat kondisi atau gejala PPOK memburuk secara signifikan.Kekambuhan PPOK dapat ditandai dengan kesulitan bernapas yang meningkat, disertai batuk, atau mengi. Tindakan manajemen yang dilakukan pun dapat berupa pemberian obat-obatan dan berbagai terapi, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.8. Perubahan Gaya Hidup dan Dukungan PsikososialPengobatan PPOK juga meliputi perubahan gaya hidup agar lebih sehat, misalnya menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi paparan polusi, debu, atau zat kimiawi yang dapat berperan sebagai iritan untuk saluran pernapasan Anda.Selain itu, agar dapat menjalani hidup dengan lebih baik, seorang penderita PPOK juga membutuhkan psikologis dari orang-orang di sekitarnya. Sebab pengobatan yang dilakukan ini perlu memakan waktu yang panjang, penderita juga bisa mengalami perubahan aktivitas sosial yang drastis jika gejala yang dialami cukup parah.Hadirnya keluarga dan orang terdekat untuk memberikan dukungan sangatlah penting, utamanya dalam mencegah pasien mengalami rasa cemas, tertekan, depresi, yang membuat mereka merasa pesimistik dengan pengobatan.Proses Penyembuhan PPOK: Apa yang Harus Diketahui?Setelah menyimak apa saja jenis pengobatan PPOK di atas, Sobat Granostic juga penting untuk mengetahui apa saja proses penyembuhan PPOK di bawah ini.1. Mengendalikan gejalaKendati tidak dapat sembuh total, gejala PPOK dapat dikendalikan agar tidak sering kambuh atau memburuk. Pengendalian ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan hirup, perubahan gaya hidup untuk lebih sehat, hingga program rehabilitasi paru.2. Memperlambat progres penyakitSelain mengendalikan gejala, proses penyembuhan PPOK juga dilakukan dengan memperlambat progres penyakit. Karena bersifat kronis, PPOK dapat berkembang dalam waktu yang lama hingga paru-paru mengalami kerusakan yang signifikan hingga berpotensi menyebabkan komplikasi.3. Mengurangi frekuensi eksaserbasiPenyembuhan PPOK juga dilakukan untuk mengurangi frekuensi eksaserbasi, atau kekambuhan, yang dapat meningkat seiring dengan perkembangan penyakit. 4. Meningkatkan kapasitas fisik dan kualitas hidupSaat mengidap PPOK, pasien dapat mengalami perubahan besar pada stamina dan kemampuan bernapasnya. Hal ini dapat berakibat pada kesejahteraan hidup dan aktivitas harian mereka.Karena itu, pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan PPOK sebenarnya juga bertujuan untuk dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik, misalnya melatih pernapasan. Sehingga pasien dapat menjalani aktivitas harian mereka senormal mungkin, serta dapat meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK secara umum,Pemeriksaan dan Konsultasi PPOK di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai pengobatan PPOK yang ada saat ini. Mulai dari penggunaan bronkodilator, inhaler steroid, terapi oksigen, rehabilitasi paru, hingga manajemen eksaserbasi, dan perubahan gaya hidup.Bila Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala PPOK segera lakukan pemeriksaan kesehatan paru di klinik Granostic Surabaya. Bersama dengan dokter spesialis dan tenaga medis ahli kami, Anda dapat melangsungkan pemeriksaan paru secara menyeluruh dan memeroleh hasil diagnosa yang akurat.Bersama dokter spesialis kami, Anda juga dapat melakukan konseling dan memeroleh edukasi lengkap soal PPOK, langkah pengobatannya, perawatan di rumah, hingga cara mencegahnya.Selain itu, Anda juga dapat melakukan vaksinasi influenza dan screening paru di Granostic, sebagai salah satu upaya pencegahan PPOK. Untuk mendaftar layanan di Granostic juga sangat mudah: hanya perlu daftar di laman Registrasi Online atau Whastapp kami.Anda juga dapat menggunakan layanan home care untuk melakukan pemeriksaan dari rumah. Mudah, kan?Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dari PPOK dengan rutin melakukan cek kesehatan paru bersama dokter spesialis dan tim ahli klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Diagnosis and treatment. Ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.Asthma + Lung UK. (n.d.). Long-acting reliever inhalers. Diterbitkan oleh lembaga kesehatan terpercaya di Inggris yang bekerja sama dengan profesional medis. Diakses pada 2025.WebMD. (n.d.). Asthma Inhalers and Bronchodilators. Ditinjau oleh dokter dan tim editorial medis WebMD. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Pulmonary Rehabilitation. Ditinjau oleh dokter spesialis paru dari Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
Di Mana Screening Paru Surabaya?
Sobat Granostic, melakukan screening paru perlu dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga kesehatan paru, mencegah, dan mendeteksi dini adanya gangguan pada organ paru-paru kita. Sekarang ini screening paru juga sangat mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, tahukah Anda dimana screening paru yang terpercaya?Banyak dari kita yang masih menyepelekan pentingnya screening paru secara rutin. Padahal paparan polusi udara yang kian memburuk dari waktu ke waktu, kebiasaan merokok, hingga debu dan asap industri yang kita hirup secara tidak sengaja, dapat membawa dampak buruk pada kesehatan paru.Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat penyakit paru-paru seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pneumonia, hingga TBC cukuplah tinggi. Namun kesadaran akan merawat dan mengontrol kesehatan paru lewat screening masih rendah.Lantas, apa sih yang disebut screening paru, bagaimana saja prosedur dan manfaat yang akan kita terima? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!Apa Itu Screening Paru?Screening paru merupakan rangkaian prosedur pemeriksaan medis yang dilakukan untuk menyimak bagaimana kesehatan paru-paru Anda. Prosedur ini juga kerap disebut sebagai tes fungsi paru, yang biasanya juga dilakukan untuk mendeteksi dan mengontrol adanya penyakit tertentu pada organ paru.Ada banyak jenis tes fungsi paru-paru, yang biasanya dilakukan untuk melakukan berbagai pengukuran, termasuk:seberapa banyak udara yang dapat ditampung oleh paru-paru Anda,seberapa baik Anda menggerakkan udara masuk dan keluar dari paru-paru saat bernapas,hingga seberapa baik paru-paru Anda menyerap oksigen dari udara yang Anda hirup dan memindahkannya dalam darah Anda.Selain organ paru secara spesifik, screening paru juga dapat membantu memeriksa kesehatan saluran pernapasan Anda. Sebab saluran pernapasan memiliki peranan penting untuk membawa udara ke paru-paru, hidung, tenggorokan, trakea, dan saluran bronkial.Pertanyaannya, siapa saja sih yang sangat disarankan untuk melakukan screening paru ini secara rutin? Berikut penjelasannya, Sobat!Screening paru sangat disarankan untuk?1. Perokok aktif atau pasifScreening paru sangat direkomendasikan bagi perokok aktif maupun pasif. Perokok aktif adalah orang yang secara rutin menghisap rokok atau produk tembakau lainnya, baik itu berupa rokok elektrik maupun tradisional. Sementara perokok pasif adalah orang yang tidak merokok secara langsung, namun turut menghisap asap rokok dari orang lain (meskipun tidak sengaja).Kedua tipe perokok ini sama-sama berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan dan masalah kesehatan pada paru-paru mereka, salah satunya adalah PPOK. Di mana PPOK ini terjadi karena paparan polusi atau asap, yang dapat mengiritasi paru-paru Anda dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan.Karena itu, untuk mencegah dan mendeteksi dini terjadi PPOK ini, seorang perokok aktif dan pasif sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan paru secara berkala.2. Pasien dengan riwayat batuk kronisPasien yang memiliki riwayat batuk kronis juga sangat disarankan untuk melakukan screening paru. Dalam hal ini, screening dapat membantu pasien untuk mengontrol kesehatan paru secara teratur, serta mendeteksi dini adanya masalah medis yang melatari batuk kronis tersebut dan mencegah komplikasi lebih jauh.3. Penderita sesak napas yang tidak jelas sebabnyaSeseorang dengan keluhan sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya juga sangat direkomendasikan melakukan screening. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu mencari tahu kondisi medis yang melatarbelakangi sesak napas tersebut, mengetahui kondisi paru-paru lebih menyeluruh, serta membantu dokter dalam memberikan diagnosa dan rekomendasi pengobatan yang tepat.4. Orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnyaScreening paru ini juga sangat penting dilakukan oleh orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnya, untuk mencegah adanya infeksi berulang dan kekambuhan di masa mendatang. Sebab, dengan screening paru pasien dapat memantau kondisi kesehatan paru dan melakukan konseling langsung bersama dokter spesialis.5. Pasien yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggiTak hanya perokok aktif maupun pasif, screening paru juga sangat direkomendasikan untuk pasien atau seseorang yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggi. Debu, asap kendaraan, maupun asap pabrik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan paru-paru Anda.Dalam jangka panjang, iritasi ini dapat memberikan dampak yang sangat buruk pada kondisi paru-paru, yang kemudian bisa berkembang menjadi masalah yang serius.6. Lansia dan pasien dengan sistem imun lemahBerbagai ahli kesehatan juga merekomendasikan screening paru dilakukan oleh orang-orang yang berusia lanjut (lansia), khususnya ketika mereka berusia di atas 55 hingga 74 tahun, apalagi bagi yang pernah merokok di masa mudanya.Tes kesehatan paru secara rutin ini sangat diperlukan bagi para lansia karena mereka memiliki sistem imun yang lebih lemah dan penurunan fungsi organ tubuh, sehingga rentan mengalami berbagai masalah paru-paru serta komplikasi yang serius.Pemuda yang juga memiliki sistem imun lemah akibat kondisi medis tertentu, seperti HIV atau penyakit menular seksual lainnya, juga sangat disarankan melakukan screening paru rutin. Daya tahan tubuh yang lemah bisa mempermudah infeksi penyakit seperti TB ataupun pneumonia.Tujuan Utama Screening ParuSelain enam kelompok orang yang direkomendasikan di atas, screening paru pada dasarnya sangat penting kita lakukan secara berkala. Karena selain menjadi bagian dari pengobatan, screening paru dilakukan untuk beberapa tujuan utama berikut ini:1. Deteksi Dini Penyakit ParuSalah satu tujuan utama screening paru adalah untuk mendeteksi dini adanya masalah kesehatan di paru-paru maupun saluran pernapasan kita. Beberapa masalah kesehatan yang dapat dideteksi dini melalui screening paru misalnya:asma,PPOK,emfisema,fibrosis paru,hipertensi paru,tuberculosis (TB)pneumonia,hingga kanker paru paru.Lewat deteksi dini, kita akan mengetahui bagaimana kondisi paru-paru serta mendapatkan penanganan sesegera mungkin, begitu indikasi ditemukan. Pengobatan sedini mungkin juga akan membantu meningkatkan efektivitas obat dan memperbesar peluang kesembuhan penyakit.2. Mengetahui Fungsi ParuSelain deteksi dini, screening secara rutin juga dapat membantu mengetahui bagaimana paru-paru kita bekerja, apakah normal atau terjadi kendala tertentu. Dengan demikian, kita dapat mengontrol kondisi paru agar selalu sehat dan menghindari risiko-risiko perkembangan penyakit paru.3. Monitoring Pasien Penyakit KronisScreening paru juga dilakukan sebagai langkah monitoring (pemantauan) pasien dengan penyakit kronis. Misalnya seseorang dengan penyakit TB paru atau PPOK, memerlukan pemeriksaan berkala untuk menyimak keberhasilan pengobatan, hingga mendeteksi adanya indikasi pengembangan penyakit atau komplikasi.Dengan demikian, dokter dapat meng-update atau melanjutkan pengobatan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pasien.4. Panduan Gaya HidupSeperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa screening paru ini sangatlah penting dalam upaya pencegahan dan perawatan kesehatan paru-paru, serta saluran atau organ pernapasan lainnya.Ini karena, saat kita melakukan screening, kita juga berkesempatan untuk melakukan konsultasi bersama dokter spesialis. Pada sesi ini, Anda dapat melakukan tanya jawab dan meminta edukasi terkait panduan gaya hidup yang sehat, untuk menjaga paru-paru berfungsi dengan baik dan meminimalisir adanya gangguan kesehatan tertentu.Kapan Waktu Ideal untuk Melakukan Screening Paru?Banyak dari kita yang menunggu sakit dulu baru memeriksakan diri ke dokter. Namun, hal ini tidaklah cukup, Sobat. Karena untuk menjaga kesehatan tubuh dan paru-paru kita, screening kesehatan paru perlu dilakukan secara berkala.Lantas seberapa sering sih kita harus melakukan screening paru ini? Berikut penjelasannya, Sobat!1. Setahun sekaliTes kesehatan paru-paru direkomendasikan untuk Anda lakukan setidaknya sekali dalam setahun, utamanya untuk orang yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya. Akan tetapi frekuensi pemeriksaan ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda dan faktor risiko yang Anda miliki.2. Segera lakukan jika mengalami:Namun, Anda juga direkomendasikan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan paru jika mengalami beberapa gejala berikut:Batuk lebih dari 2 mingguBatuk dapat menjadi tanda tubuh kita bekerja dengan normal, khususnya untuk membersihkan paru-paru kita secara rutin. Karena dengan batuk, kita dapat mengeluarkan lender atau cairan dari saluran pernapasan, juga membuang partikel asing dalam saluran napas kita.Batuk juga umumnya timbul beriringan dengan flu, yang seringnya akan membaik dan menghilang dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu.Akan tetapi, bila Sobat Granostic mengalami batuk yang bertahan lama dan tidak menunjukkan perubahan selama 2 minggu atau lebih. Anda harus waspada dan perlu memeriksakan diri ke dokter segera. Karena hal ini bisa menjadi tanda ada masalah kesehatan tertentu pada paru-paru atau mungkin saluran pernapasan Anda.Sesak napas saat aktivitas ringanKelelahan dan terengah-engah setelah berolahraga sangat normal terjadi. Namun bagaimana kalau Anda sudah merasa sesak napas hanya karena aktivitas yang ringan?Situasi ini tidak bisa Anda abaikan begitu saja, karena dapat dilatari oleh kondisi medis yang serius, misalnya PPOK. Penyakit paru ini dapat membuat penderitanya mudah merasa lelah dan sulit bernapas, meski hanya melakukan aktivitas ringan yang sebelumnya dilakukan secara normal setiap hari.Nyeri dada tanpa sebabTanda yang tidak boleh Anda abaikan lainnya adalah nyeri dada yang datang tiba-tiba dan tanpa sebab jelas. Hal ini dapat menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan. Karenanya, untuk memperoleh perawatan dan pengobatan yang tepat, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan langsung bersama dokter.Penurunan berat badan drastisPenurunan berat badan secara drastis pun dapat dihubungkan dengan berbagai kondisi medis. Beberapa masalah kesehatan pernapasan seperti TB paru dan PPOK, juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan berat badan dengan alasan yang kurang jelas.Riwayat TBC atau kontak erat dengan pasien TBCSelanjutnya, screening paru juga sangat direkomendasikan untuk dilakukan oleh seseorang dengan riwayat penyakit TBC atau berkontak erat dengan penderita.Dalam hal ini, screening dapat membantu mendeteksi adanya indikasi komplikasi, infeksi berulang, hingga penularan TBC.3. Pra-vaksin atau pra-operasiPemeriksaan paru-paru juga umumnya dilakukan sebelum Anda melakukan vaksinasi atau sebelum prosedur operasi.Prosedur Screening Paru - Apa yang Dilakukan?Sobat Granostic, berikut ini adalah penjelasan mengenai prosedur screening paru yang perlu Anda ketahui, yakni:1. Tes SpirometriSpirometri merupakan prosedur tes yang umumnya digunakan untuk menyimak seberapa baik paru-paru bekerja. Pemeriksaan ini mengukur seberapa banyak udara yang mampu Anda hirup dan hembuskan, dan seberapa cepat Anda kehabisan napas.Beberapa prosedur yang akan Sobat lalui jika melakukan tes spirometri antara lain:ProsedurProsedur spirometri dilakukan dengan menggunakan tube yang disambungkan pada sebuah mesin pengukur, bernama spirometer. Sebelum tes dilangsungkan, biasanya dokter akan memberikan arahan secara spesifik, yang harus Anda simak dan ikuti dengan baik.Selama tes berlangsung, Anda umumnya akan diarahkan untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Kemudian sebuah klip akan dipasangkan di hidung untuk membuatnya tetap tertutup. Sementara bagian mulut akan dipasangkan dengan tube, sebagai tempat Anda untuk bernapas.Anda kemudian akan diminta untuk mengambil napas dalam dan mengeluarkan lewat mulut. Spirometer akan mengukur seberapa banyak udara yang dapat Anda hembuskan dan seberapa cepat Anda menghembuskannya.Tes ini biasanya dilangsungkan sebanyak tiga kali, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat.IndikasiTes spirometri dilakukan untuk mendiagnosis asma, PPOK, dan berbagai kondisi medis lainnya yang berdampak pada kemampuan bernapas Anda. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan spirometer untuk mengontrol kondisi pasien secara berkala, sehingga dapat diketahui bagaimana efektivitas pengobatan yang dijalankan untuk kesehatan paru jangka panjang.Durasi: Umumnya tes spirometri berjalan selama 15 hingga 30 menit.Hasil keluar: beberapa hari setelah prosedur dijalankan.2. Rontgen Thorax (X-Ray Dada)Selain spirometri, dokter juga dapat melangsungkan prosedur rontgen thorax atau X-ray dada. Prosedur ini dapat membantu dokter dan Anda menyimak struktur dan kondisi organ serta tulang dalam rongga dada kita, termasuk paru-paru, dengan lebih detail dari gambar atau ilustrasi yang dihasilkan.ProsedurRontgen dada menggunakan sinar-X dalam prosedurnya. Sehingga, Anda akan diminta untuk menanggalkan pakaian dan berganti dengan pakaian khusus yang diberikan oleh tim medis. Selain itu, Anda juga akan diarahkan untuk tidak menggunakan perhiasan apapun, kacamata, atau benda logam lain yang dapat mengganggu jalannya prosedur rontgen. IndikasiRontgen dada dilakukan untuk mendeteksi adanya masalah pada kesehatan paru-paru, penyakit jantung yang berhubungan dengan paru-paru, menyimak adanya masalah pada tulang dada, pembuluh darah, hingga ukuran dan bentuk jantung kita.Durasi: 10 menitHasil keluar: sehari setelah pemeriksaan, atau dapat lebih cepat jika dalam keadaan darurat.Apa yang Bisa Dilihat dari Hasil Tes?Hasil Tes SpirometriFEV1 (Forced Expiratory Volume in 1 Second)FEV1 menggambarkan seberapa banyak udara yang bisa Anda keluarkan dari paru-paru dalam satu detik pertama setelah menarik napas penuh dan menghembuskannya sekuat tenaga. Nilai ini menjadi kunci penting untuk mendeteksi adanya hambatan aliran udara, serta digunakan untuk mendiagnosis dan memantau penyakit seperti PPOK dan asma.FVC (Forced Vital Capacity)FVC mengacu pada seberapa banyak udara yang dapat Anda keluarkan setelah menghirup napas dalam dan menghembuskannya dengan tenaga penuh. Jika hasilnya lebih rendah dari seharusnya, ini mengindikasikan adanya masalah dalam kapasitas pernapasan.FEV1/FVC RatioRasio FEV1 terhadap FVC, yang dikenal juga sebagai indeks Tiffeneau-Pinelli, adalah salah satu ukuran utama dalam tes fungsi paru. Rasio ini menunjukkan berapa persen dari total kapasitas vital paksa (FVC) yang bisa dikeluarkan dalam detik pertama hembusan kuat (FEV1). Jika nilainya rendah, biasanya di bawah 0,70, ini mengarah pada dugaan adanya hambatan aliran udara, seperti pada PPOK. Sebaliknya, rasio yang normal bisa menandakan pola restriktif atau fungsi paru yang masih tergolong sehat.Interpretasi:Nilai FEV1 rendah → adanya penyumbatan yang lebih besar pada saluran bronkial pasien.Nilai FVC rendah → terdapat masalah pada kapasitas pernapasan.FEV1/FVC di bawah normal → Adanya dugaan hambatan aliran udara, misalnya pada penyakit PPOK atau asma.Hasil Rontgen ThoraxBayangan putih atau bercak → dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis seperti nodul paru, cairan, peradangan, tumor, atau struktur padat seperti tulang maupun pembuluh darah.Paru tampak hiperinflasi → terjadi karena paru-paru menahan terlalu banyak udara, jadi tampak lebih besar dan dapat membuat kesulitan bernapas. Gejala ini biasanya dikaitkan dengan PPOK.Adanya cairan di paru → rontgen dada juga dapat menunjukkan kondisi paru-paru yang tertutupi banyak cairan, yang mengindikasikan adanya masalah seperti pneumonia.Perubahan struktur tulang atau jantung → rontgen paru juga dapat menunjukkan perubahan struktur tulang ataupun jantung Anda, misalnya tulang yang tampak bengkok atau jantung yang tampak membesar sehingga menyebabkan nyeri dada.Adakah Efek Samping dari Pemeriksaan Ini?1. Tes SpirometriSpirometri termasuk prosedur yang aman untuk sebagian besar orang. Setelah tes, Anda mungkin akan merasa sedikit sesak napas atau pusing untuk sementara waktu, namun biasanya keluhan ini cepat mereda.Karena spirometri membutuhkan usaha fisik untuk menghembuskan napas kuat, tes ini biasanya tidak disarankan bila Anda baru saja mengalami serangan jantung atau memiliki gangguan jantung tertentu. Walaupun sangat jarang, tes ini bisa memicu gangguan pernapasan serius pada kondisi tertentu.2. Rontgen ThoraxSalah satu risiko efek samping dari rontgen thorax adalah radiasi. Tapi kabar baiknya, dosis radiasi dari prosedur ini sebenarnya sangat kecil, bahkan lebih rendah dibandingkan radiasi yang kita temui sehari-hari di alam.Meskipun begitu, demi keamanan ekstra, kadang teknisi akan memberikan celemek pelindung, apalagi kalau Anda butuh ambil lebih dari satu gambar. Kalau Anda sedang program hamil atau mungkin hamil, jangan lupa kasih tahu teknisinya ya, supaya mereka bisa memberikan perlindungan tambahan untuk perut Anda.Berapa Biaya Screening Paru di Surabaya?Setelah menyimak apa saja pentingnya dan siapa yang direkomendasikan untuk melakukan screening paru, Anda juga pasti bertanya-tanya: seberapa besar biaya yang diperlukan untuk screening paru di Surabaya?Jawabannya sangat bervariasi, Sobat. Besarnya biaya screening ini sangat berkaitan dengan rangkaian prosedur yang Anda jalani dan dimana Anda melakukannya.Kalau di klinik Granostic, biaya screening paru ini cukup kompetitif, karena hadir dalam bentuk paket hemat dan lengkap. Selain pemeriksaan yang cepat dan komprehensif, kami bahkan menawarkan layanan homecare untuk pemeriksaan di rumah saja, loh!Mengapa Harus Screening Paru di Granostic Surabaya?Kabar baik bagi Anda yang tinggal di Surabaya dan kota sekitarnya: Anda dapat melakukan screening paru di Granostic Surabaya. Ada banyak keunggulan melakukan screening paru di klinik kami, seperti:1. Spirometri dan Rontgen Thorax Layanan pemeriksaan menggunakan spriometri dan rontgen thorax, yang dilakukan oleh tenaga medis ahli dan di bawah pengawasan dokter spesialis paru.2. Pemeriksaan laboratorium penunjang (CRP, D-dimer, DLCO, dan lainnya)Selain tes spirometri dan thorax, kami juga menyediakan layanan laboratorium penunjang untuk memeriksa kesehatan dan kondisi paru-paru Anda. Termasuk tes CRP, D-dimer, DLCO, dan masih banyak lainnya.3. Konsultasi dokter umum dan spesialis paruMelakukan pemeriksaan kesehatan paru di Granostic juga memungkinkan Anda terhubung dengan dokter umum maupun spesialis, untuk melakukan konsultasi dan mendapatkan edukasi terkait kesehatan paru-paru.4. Hasil cepat dan akuratPemeriksaan kesehatan paru di klinik Granostic juga dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat, yang dapat Anda akses dengan mudah lewat website maupun aplikasi resmi Granostic.5. Fasilitas nyaman dan layanan ramahKami juga menyediakan fasilitas yang nyaman dan layanan ramah, sehingga memberikan kesan positif dan optimis saat Anda menjalani perawatan maupun pemeriksaan kesehatan.6. Bisa buat janji via WhatsApp atau teleponMenariknya lagi, di Granostic Anda dapat membuat janji temu lewat pesan WhatsApp atau telepon seluler, loh. Dengan demikian proses administrasi juga akan terasa lebih mudah dan praktis. Jadi jangan ragu, booking screening paru sekarang juga!Yuk, Sobat! Rutin periksakan kesehatan paru-paru Anda dan keluarga Anda di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:American Lung Association. (n.d.). Saved by the Scan. Diakses 2025NHS (National Health Service). (n.d.). Lung Cancer Screening. Diakses 2025MedlinePlus. (n.d.). Lung Function Tests. Dikelola oleh U.S. National Library of Medicine, ditinjau oleh tim medis. Diakses 2025Canadian Cancer Society. (n.d.). Who Should Be Screened for Lung Cancer. Diakses 2025National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (n.d.). Lung Tests. Bagian dari NIH; konten ditinjau oleh pakar kesehatan paru. Diakses 2025Lung Foundation Australia. (n.d.). Lung Health. informasi berasal dari ahli paru. Diakses 2025Murray, J.F. & Nadel, J.A. (2005). Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine. In: StatPearls [Internet]. Buku ilmiah kedokteran yang terindeks di NCBI Bookshelf. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Spirometry: What You Can Expect. Disusun oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Chest X-rays: Why It’s Done. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Hyperinflated Lungs – Expert Answer. Tinjauan oleh dokter spesialis paru Mayo Clinic. Diakses 2025
Apa Itu Kanker Paru? Berikut Penjelasannya
Tahukah Sobat Granostic, bahwa kanker paru menjadi jenis penyakit kanker ketiga yang paling banyak terjadi di Indonesia? Kanker ini, khususnya, sangat kerap dialami oleh para pria. Lantas apa sih yang dimaksud dengan kanker paru? Lalu apa saja penyebab dan gejalanya?Menurut artikel dalam Jurnal of Thoracic Oncology, pada tahun 2020, kanker paru merupakan jenis kanker yang paling banyak didiagnosis pada pria di Indonesia. Bahkan angka kejadian kanker paru-paru pada pria diperkirakan sebesar 19,4 per 100 ribu orang. Lebih lanjut, angka kematian paru-paru pun tetap menjadi penyebab kematian terbanyak pada tahun tersebut.Meskipun dampaknya fatal, kanker paru tidak begitu banyak dibicarakan atau mendapat banyak perhatian khusus di kalangan masyarakat. Akhirnya, masyarakat kurang teredukasi dan pasien kanker paru lebih sering mendapatkan perawatan yang terlambat.Nah, Sobat Granostic, dalam artikel ini kita akan membahas lebih jauh mengenai kanker paru. Agar kita lebih memahami apa saja yang menjadi penyebab, gejala, hingga prosedur diagnosis dan perawatan yang tepat untuk menangani kanker paru ini.Yuk, simak!Apa Itu Kanker Paru?Kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel di paru-paru mulai tumbuh tidak terkendali. Paru-paru sendiri adalah dua organ berbentuk spons di dada yang bertugas membantu kita bernapas. Kebiasaan merokok jadi faktor risiko terbesar timbulnya kanker paru-paru.Semakin lama dan banyak rokok yang dihisap, semakin tinggi pula peluang terserang kanker paru-paru. Tapi tenang, berhenti merokok, bahkan setelah bertahun-tahun menjadi perokok, tetap bisa menurunkan risiko secara drastis. Akan tetapi, kanker paru-paru juga bisa menyerang orang yang tidak pernah merokok sebatang pun.Kanker paru ini dibagi ke dalam dua jenis, berdasarkan dari bentuk sel di bawah mikroskop. Jenis kanker yang pasien alami menentukan tipe perawatan yang diberikan oleh dokter. Ada dua jenis utama kanker paru:1. Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC)Disebut juga kanker paru non-sel kecil, jenis kanker paru ini sangatlah umum terjadi. Lebih dari 80 persen kasus kanker paru di dunia berjenis NSCLC.NSCLC juga merupakan kategori yang mencakup beberapa jenis kanker paru, seperti karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar2. Small Cell Lung Cancer (SCLC)Sementara itu, kanker paru sel kecil merupakan jenis kanker paru yang kerap hanya terjadi pada perokok berat dalam jangka Panjang. Jenis kanker paru inipun cenderung lebih jarang terjadi dibandingkan dengan NSCLC.Apa Penyebab Kanker Paru?Sobat Granostic, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengidap kanker paru-paru. Beberapa faktor risiko ini dapat dikontrol, namun beberapa lainnya sulit dikendalikan.Nah, beberapa penyebab yang dapat meningkatkan faktor risiko seseorang mengidap kanker paru antara lain:1. MerokokMeskipun ada banyak factor lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap kanker paru-paru, merokok menjadi faktor risiko paling besar. Dalam hal ini, rokok tembakau jenis apapun termasuk rokok biasa, cerutu, atau pipa memiliki efek jangka panjang yang sama.Melansir dari Cleveland Clinic, para ahli memperkirakan bahwa 80% kematian akibat kanker paru-paru selalu berkaitan dengan rokok. Rokok jenis vape pun disinyalir memiliki efek yang sama buruknya untuk kesehatan paru-paru Anda.2. Paparan asap rokok (perokok pasif)Selain itu, merokok juga tidak hanya merugikan perokok aktifnya. Namun juga orang-orang yang terpapar asap rokok tersebut dan tidak sengaja menghirupnya, yang disebut sebagai perokok pasif.Bahkan, ada banyak sumber yang menyebutkan bahwa perokok pasif memiliki risiko yang lebih tinggi. Ini karena mereka terpapar asap rokok yang lebih kaya akan zat berbahaya, termasuk zat yang tidak terfilter oleh perokok aktif.Baca selengkapnya mengenai, Apa Saja Bahaya bagi Perokok Pasif? Kenali Risikonya dan Cegah dari Sekarang.3. Paparan polusi udaraSelain asap rokok, paparan polusi udara seperti debu, asap pabrik atau kendaraan, juga memiliki potensi negatif yang sama untuk saluran pernapasan dan kesehatan paru-paru kita. Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan paru-paru, menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), hingga kanker.4. Paparan gas radonBanyak masyarakat kita yang belum familiar mengenai apa itu radon? Serta bagaimana gas ini dapat memengaruhi Kesehatan pernapasan kita.Radon merupakan gas radioaktif yang tidak memiliki warna, bau, ataupun rasa khusus. Gas ini berasal dari material batuan dasar dan melewati tanah.Jika di ruang terbuka, radon tidak akan membahayakan kesehatan kita karena sifatnya yang mencair di Udara. Namun, gas ini dapat menjadi berbahaya bila merembes dan terperangkap dalam ruangan. Melansir dari laman International Atomic Energy Agency (IAEA), radon dikenal sebagai penyebab Utama kanker paru-paru setelah rokok. Bahkan WHO menuturkan, radon diperkirakan menjadi penyebab tiga hingga empat persen kasus dari seluruh kasus kanker paru-paru di seluruh dunia.5. Paparan zat karsinogenik di tempat kerjaPaparan zat karsinogenik di tempat kerja juga menjadi salah satu penyebab utama seseorang mengalami kanker paru-paru. Zat karsinogenik ini meliputi arsenic, kromium, nikel, hingga asbestos.6. Riwayat penyakit paru kronisSeseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis juga berisiko tinggi untuk mengembangkan kanker paru-paru. Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Kanker Paru?Sobat Granostic, siapapun dapat mengembangkan kanker paru-paru, apalagi jika memiliki gaya hidup yang tak sehat. Namun, ada beberapa kelompok orang yang berisiko tinggi untuk mengalami kanker paru-paru, seperti:Usia > 55 tahunSobat, seiring dengan bertambahnya usia kita maka kemampuan tubuh untuk melawan penyakit pun semakin berkurang. Karena itu, saat memasuki usia lanjut (lansia), seseorang lebih mudah terserang penyakit, termasuk mengembangkan kanker paru-paru.Melansir dari artikel ilmiah dalam Jurnal Penelitian Bedah, usia rata-rata diagnosis kanker paru adalah di umur 70 tahun, serta hanya 6.7% kasus baru kanker paru-paru yang terjadi pada pasien berusia kurang dari 54 tahun.Riwayat keluarga dengan kanker paruOrang dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker paru berisiko tinggi mengembangkan masalah kesehatan ini. Pernah atau sedang mengalami penyakit paru menahunSeseorang yang sedang atau pernah mengalami penyakit paru menahun juga berisiko tinggi mengembangkan kanker paru. Ini karena penyakit paru kronis ini dapat menimbulkan peradangan menahun, paparan zat karsinogen, hingga berbagai stress oksidatif yang dapat merusak DNA dan mutasi sel.Tinggal di daerah dengan polusi udara tinggiLingkungan tempat tinggal juga sangat berpengaruh dengan kesehatan sistem pernapasan Anda. Misalnya ketika tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi pun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru.Paparan zat kimia di tempat kerja (pekerja pabrik, tambang, konstruksi)Paparan zat kimia di tempat kerja dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas dan paru-paru Anda. Jika terjadi dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu peradangan kronis dan berpotensi mengembangkan sel kanker di paru-paru.Kurangnya konsumsi antioksidan dan serat dari buah dan sayurSelain dari lingkungan, merokok, dan riwayat kesehatan keluarga, risiko seseorang terkena kanker paru juga bisa semakin tinggi karena diet yang tidak seimbang. Meski belum ada penelitian yang spesifik membahas ini, namun antioksidan diketahui dapat membantu menetralisir stress oksidatif yang berpotensi memicu mutasi sel dan mengembangkan sel kanker dalam tubuh.Apa Saja Gejala Kanker Paru?Kanker paru umumnya tidak menyebabkan gejala pada awal perkembangannya. Gejala baru muncul ketika penyakit ini jadi lebih parah. Namun mendeteksi dini adanya kanker paru dapat membuat perawatan dan pengobatan untuk mengatasinya jadi lebih efektif. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala yang umum terjadi saat seseorang mengalami kanker paru:1. Batuk kronis yang tidak sembuh lebih dari 3 mingguBatuk kronis yang bertahan lebih dari tiga minggu juga bisa menjadi gejala kanker paru. 2. Batuk berdarah atau berdahak berlebihanKanker paru dapat menyebabkan perdarahan pada saluran napas. Hal ini dapat membuat penderitanya mengalami batuk berdarah, yang terkadang bisa cukup parah. 3. Sesak napas atau napas cepat lelahOrang dengan kanker paru juga dapat mengalami sesak napas jika sel kanker memblokir Sebagian besar saluran napas. Selain itu kanker paru juga dapat menimbulkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan jantung. Cairan inilah yang membuat pasien sulit bernapas, karena berdampak pada ukuran paru-paru saat Anda menghirup udara.Kesulitan bernapas ini juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, yang akhirnya dapat membuat pasien kanker paru mudah merasa lelah.4. Nyeri dada saat bernapas atau batukKanker paru yang parah juga dapat menyebabkan rasa nyeri dada. Hal ini terjadi ketika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang dada. 5. Penurunan berat badan tanpa sebab jelasPenurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau disertai dengan penurunan nafsu makan. Gejala ini dapat terjadi di awal atau beriringan dengan perkembangan kanker paru tersebut.Melansir dari Lung Cancer Center, sel kanker membutuhkan lebih banyak energi daripada sel sehat, sehingga membuat tubuh membakar lebih banyak kalori daripada dalam kondisi normalnya. 6. Kehilangan nafsu makanSeseorang yang mengalami kanker paru juga dapat kehilangan nafsu makan, yang dapat memengaruhi berat badan mereka. Hal ini terjadi ketika sistem imun juga mulai memproduksi substansi bernama cytokines yang dapat meningkatkan inflamasi. Zat-zat ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dan memengaruhi hormon yang mengendalikan nafsu makan, yang bisa menjadikannya lebih berkurang.7. Suara serak yang menetapMeskipun tenggorokan serak dan sakit tidak selalu dikaitkan dengan kanker paru, namun kondisi ini dapat menjadi gejala dari komplikasi atau efek samping dari pengobatan penyakit tersebut.Kanker paru dapat menyebabkan suara serak yang menetap, yang terasa seperti sakit tenggorokan, karena sel kanker dapat berdampak pada pita suara.8. Sering demam ringan atau infeksi paru berulangPasien kanker paru juga dapat mengalami demam ringan atau infeksi paru yang berulang. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk tumor paru yang dapat menyumbat saluran napas, sehingga menyebabkan infeksi karena penumpukan cairan dan bakteri dalam paru-paru.Infeksi berulang ini pun dapat terjadi karena beberapa pengobatan kanker dapat menyebabkan lemahnya system kekebalan tubuh. Sehingga pasien rentan mengalami infeksi, yang juga membuat mereka mengalami demam. Selain itu, kanker paru juga dapat menyebabkan peradangan di area paru-paru dan saluran napas. Hal ini membuat risiko infeksi paru juga semakin tinggi.Bagaimana Diagnosis Kanker Paru Dilakukan?Karena gejala kanker paru secara umum baru terlihat setelah penyakit ini berkembang jauh. Maka untuk melakukan deteksi dini, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan paru secara teratur.Selain itu, untuk mendiagnosis kanker paru, dokter juga akan melakukan beberapa prosedur medis berikut ini.1. Rontgen Thorax (X-Ray Dada)Rontgen thorax atau x-ray dada merupakan salah satu metode pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi kanker paru. Prosedur medis ini menggunakan radiasi sinar-X untuk memvisualisasikan kondisi organ di dalam dada Anda, seperti jantung, paru-paru, juga tulang rusuk.Lewat visualisasi X-ray ini, dokter dapat mendeteksi kanker paru-paru dengan menyimak adanya indikasi kelainan pada paru-paru pasien. Seperti keberadaan massa abnormal atau adanya lesi.Kelainan ini dapat terjadi karena kanker, namun juga bisa merujuk pada kondisi medis lain. Karena itu, dokter juga akan melanjutkan pemeriksaan menggunakan metode lebih lanjut, seperti CT Scan.2. CT Scan DadaCT Scan dada juga menggunakan sinar-X yang dikombinasikan dengan teknologi computer, untuk membuat gambar penampang dada dan perut bagian atas dengan lebih komprehensif. Metode ini lebih mendetail daripada metode X-ray Dada, yang memungkinkan visualisasi jaringan lunak, seperti jantung dan paru-paru, yang lebih baik.3. PET Scan atau MRISelain CT scan dada, dokter juga dapat merekomendasikan pasien untuk melakukan PET Scan atau MRI. Positron Emission Tomography, atau PET, merupakan tipe tes pencitraan yang menggunakan substansi radioaktif untuk menyimak kondisi organ dan jaringan didalamnya bekerja. Namun pemeriksaan ini memberikan detail 3D, yang menampilkan bagaimana fungsi metabolis dan biokimia bekerja.4. Tes Dahak (Sitologi Sputum)Selain tes pencitraan, diagnosis kanker paru juga dapat menggunakan tes laboratorium, yakni menggunakan dahak sebagai sampelnya. Pemeriksaan ini juga disebut sebagai sitologi sputum.5. BronkoskopiKalau hasil CT scan menunjukkan dugaan adanya kanker di bagian tengah dada, dokter mungkin akan menyarankan Anda menjalani bronkoskopi. Prosedur ini memungkinkan dokter melihat langsung ke dalam saluran pernapasan dan mengambil sampel kecil jaringan (biopsi) untuk diperiksa lebih lanjut.Saat bronkoskopi dilakukan, alat berbentuk tabung kecil dengan kamera di ujungnya, disebut bronkoskop, akan dimasukkan lewat mulut atau hidung Anda, menuju tenggorokan hingga ke saluran napas.Agar Anda merasa lebih nyaman, biasanya dokter akan memberikan obat penenang dan anestesi lokal untuk membuat tenggorokan mati rasa. Proses ini umumnya berlangsung sekitar 30–40 menit.6. BiopsiBiopsi adalah prosedur medis untuk mengambil sedikit sampel jaringan, yang nantinya akan diperiksa di laboratorium. Ada beberapa metode yang bisa digunakan tim medis untuk melakukan biopsi pada kasus kanker paru-paru.Selain bronskoskopi, ada juga prosedur mediastinoskopi, di mana dokter membuat sayatan kecil di pangkal leher, lalu memasukkan alat bedah ke belakang tulang dada untuk mengambil jaringan dari kelenjar getah bening.Pilihan lain adalah biopsi jarum. Pada teknik ini, dokter menggunakan panduan gambar dari CT scan atau sinar-X untuk mengarahkan jarum melalui kulit dada Anda, langsung ke jaringan paru-paru, guna mengambil sel yang diduga kanker.Terkadang, sampel juga bisa diambil dari kelenjar getah bening atau bagian lain tubuh tempat kanker kemungkinan sudah menyebar.7. Tes Genetik Tumor (Granomic Cancer Panel)Sebagai langkah untuk mendiagnosis kanker paru selanjutnya, dokter dapat menyarankan untuk melakukan tes genetik tumor. Pemeriksaan ini memungkinkan deteksi mutase genetic yang dapat meningkatkan risiko kanker.Bersama Granomic Cancer Panel, Anda dapat melakukan tes genetik tumor yang tak hanya dapat membantu mendeteksi dini adanya risiko kanker dalam tubuh. Namun juga dapat membantu melindungi dan menjaga keluarga Anda dari risiko yang sama.Granomic Cancer Panel juga menghadirkan layanan yang efisien, efektif, dan nyaman. Sehingga hasil pemeriksaan dapat keluar dengan cepat, sementara prosedur dilakukan bersama tenaga profesional dan terjamin aman.Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker ParuSetelah menyimak bagaimana gejala dan diagnosis kanker paru di atas, Anda juga perlu mengetahui apa saja komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit ini. Berikut penjelasan selengkapnya, Sobat.1. Penyebaran kanker ke otak, hati, tulang, atau adrenalTak hanya berhenti pada paru-paru, sel kanker dapat menyebar ke otak, hati, tulang, atau adrenal. Hal ini dapat menimbulkan nyeri dan berbagai kondisi medis lain yang dapat memperburuk gejala kanker paru itu sendiri.Penyebaran sel kanker ini terjadi ketika kanker paru berkembang ke stadium empat, kondisi ini juga dikenal dengan kanker metastasis. 2. Infeksi paru berulang (pneumonia)Sobat Granostic, kanker paru juga dapat memicu penyumbatan di saluran udara yang dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di sekitar paru-paru pasien. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi paru berulang, seperti pneumonia.3. Efusi pleura (cairan di rongga paru)Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kanker paru-paru bisa menyebabkan penumpukan cairan di area dada, kondisi ini dikenal sebagai efusi pleura. Cairan ini menumpuk di rongga pleura, yaitu ruang kecil di sekitar paru-paru dalam rongga dada.Efusi pleura bisa membuat Anda merasa sesak napas. Kabar baiknya, ada prosedur medis yang bisa membantu mengeluarkan cairan tersebut dari dada. Selain itu, perawatan ini juga bertujuan untuk mencegah penumpukan cairan kembali terjadi.4. Gagal napas akutKanker paru juga dapat menyebabkan gagal napas akut, kondisi ini terjadi karena sel kanker dapat memicu pembentukan cairan di rongga paru atau saluran pernapasan. Sehingga menyumbat aliran udara atau dapat menghambat pembesaran paru ketika pasien menarik napas, keduanya dapat menyebabkan pasien kesulitan bernapas atau mudah terengah-engah.5. Nyeri kronisMelansir dari WebMD.com, sekitara 20% hingga 40% pengidap kanker paru, mereka mengeluhkan nyeri dada. Kondisi ini terjadi karena tumor dalam kanker menyebabkan ketegangan atau menekan sel saraf di sekitarnya.Rasa nyeri ini dapat berlangsung lama dengan tingkat keparahan yang bervariasi, bisa terasa sangat mengganggu saat penderitanya batuk, tertawa, atau bahkan sekadar menarik napas.6. Gangguan suara dan menelanSelain nyeri dada, kanker paru juga dapat menyebabkan gangguan suara dan menelan. Kondisi ini sekilas mirip dengan gejala radang tenggorokan.Namun yang terjadi, sel kanker dapat mengiritasi pita suara sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan serak, yang mirip dengan gejala radang atau sakit tenggorokan.Bagaimana Pengobatan Kanker Paru Dilakukan?Adapun prosedur pengobatan kanker paru dapat dilakukan menggunakan beberapa metode berikut ini.1. Operasi (Bedah Reseksi)Salah satu pilihan awal dalam pengobatan kanker paru adalah melalui tindakan operasi, tergantung pada jenis kanker yang dialami. Jika Anda didiagnosis dengan NSCLC yang belum menyebar atau SCLC yang masih terbatas pada satu area, Anda mungkin menjadi kandidat untuk prosedur ini.Dalam operasi, dokter bedah akan mengangkat tumor bersama sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa. Dalam beberapa kasus, seluruh atau sebagian paru-paru perlu diangkat (reseksi) demi meningkatkan peluang keberhasilan dan mencegah kanker kambuh di kemudian hari.2. KemoterapiSelain operasi, pilihan pengobatan lain yang sering direkomendasikan adalah kemoterapi. Metode ini biasanya menggunakan kombinasi beberapa jenis obat yang bertujuan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, setelah operasi untuk membasmi sisa sel kanker, atau dikombinasikan dengan terapi lain seperti imunoterapi. Pada kasus kanker paru-paru, obat kemoterapi umumnya diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah.3. RadioterapiTerapi radiasi juga menjadi pilihan penting dalam penanganan kanker paru-paru. Terapi ini memanfaatkan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Radiasi bisa digunakan sebagai pengobatan utama, dikombinasikan dengan operasi untuk meningkatkan keberhasilan, atau diterapkan sebagai terapi paliatif guna mengecilkan tumor dan meredakan rasa sakit. Baik pada kasus NSCLC maupun SCLC, radiasi sering kali menjadi bagian dari rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.4. Terapi TargetPada sebagian penderita NSCLC, sel kanker di paru-paru mengalami perubahan genetik tertentu (mutasi) yang mendorong pertumbuhan sel kanker. Untuk mengatasi hal ini, tersedia obat-obatan khusus yang dirancang untuk menargetkan mutasi tersebut, dengan tujuan memperlambat bahkan menghancurkan sel-sel kanker. Selain itu, ada juga terapi dengan penghambat angiogenesis, yaitu obat yang bekerja dengan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk berkembang.5. ImunoterapiSecara alami, tubuh kita memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menghancurkan sel-sel yang rusak atau berbahaya. Namun, kanker memiliki strategi untuk menyamarkan dirinya agar tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh. Imunoterapi bekerja dengan mengungkapkan sel-sel kanker, memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang sel-sel tersebut, sehingga tubuh kita bisa melawan kanker dengan lebih efektif.6. Perawatan PaliatifPerawatan paliatif adalah bagian dari pengobatan kanker paru-paru yang bertujuan untuk meredakan gejala-gejala yang muncul akibat penyakit ini. Beberapa terapi dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mempermudah pernapasan. Ini termasuk penanganan untuk mengecilkan atau mengangkat tumor yang menghalangi saluran udara, serta prosedur untuk mengeluarkan cairan yang terperangkap di sekitar paru-paru, sekaligus mencegah penumpukan cairan tersebut kembali.Apakah Kanker Paru Bisa Dicegah?Meskipun tidak diketahui secara jelas penyebab kanker paru, namun kita dapat mencegah atau mengurangi risiko penyakit ini. Beberapa langkah pencegahan risiko kanker paru antara lain:1. Berhenti merokokMerokok dapat memberikan dampak yang sangat besar pada Kesehatan paru, bahkan meningkatkan risiko kanker. Sehingga sebagai upaya pencegahan, Anda perlu menghentikan kebiasaan merokok, apapun jenisnya. Termasuk rokok tembakau, cerutu, hingga vapor. Bagi Anda Sobat Granostic yang ingin berhenti merokok, ikuti 10+ Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah.2. Gunakan masker dan pelindung pernapasanTak hanya orang yang aktif merokok, Anda yang hanya terpapar asap dari perokok lain juga memiliki risiko tinggi mengalami kanker paru. Karenanya gunakan masker dan pelindung pernapasan di tempat terbuka, untuk menghindari paparan asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, hingga polusi udara lainnya.3. Perbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidanPilihlah pola makan yang sehat dengan mengonsumsi beragam buah dan sayuran yang penuh dengan vitamin dan nutrisi penting. Makanan alami yang kaya gizi selalu menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan. Makanan tinggi antioksidan juga dapat membantu menetralisir dampak buruk radikal bebas, yang dibawa oleh polusi, untuk mencegah pembentukan sel kanker dalam tubuh kita.Sebaiknya, hindari mengonsumsi suplemen vitamin dalam jumlah yang berlebihan, karena dapat menimbulkan risiko. Misalnya, sejumlah penelitian yang mencoba mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat dengan memberikan suplemen beta karoten justru menemukan bahwa suplemen tersebut malah meningkatkan kemungkinan kanker pada mereka.4. Rutin berolahraga dan jaga berat badanBerolahraga memiliki manfaat yang beragam untuk menunjang kesehatan tubuh, termasuk dalam pencegahan kanker paru-paru. Aktif secara fisik akan membantu memperkuat daya tahan tubuh Anda, sehingga dapat mencegah infeksi penyakit.5. Lakukan medical check-up tahunanSebagai langkah kontrol dan pencegahan, Anda juga perlu melakukan cek kesehatan rutin setiap tahun. Apalagi kanker paru cenderung tidak menampakkan gejala yang signifikan di awal perkembangannya.Melakukan pemeriksaan kesehatan dapat membantu memantau kondisi kesehatan tubuh dan paru-paru Anda. Mendeteksi dini adanya masalah kesehatan dalam organ tubuh tersebut, sehingga Anda dapat memeroleh penanganan sedini mungkin.6. Ikuti program screening kanker paruSelain cek kesehatan biasa, Anda juga bisa mengikuti program screening kanker paru. Apalagi jika Anda termasuk dalam orang yang memiliki risiko tinggi kanker paru, seperti memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru, pernah mengalami infeksi paru, dan banyak lainnya.Deteksi Dini Melalui Screening Kanker ParuPemeriksaan kanker paru-paru memainkan peran krusial dalam mendeteksi penyakit ini sejak dini, yang bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan kelangsungan hidup secara signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi. Dengan deteksi lebih awal, tumor yang masih kecil dan terlokalisasi bisa lebih mudah diobati, seringkali dengan metode pengobatan yang lebih efektif dan lebih sedikit memerlukan intervensi agresif.Nah, Sobat, Anda dapat melakukan screening kanker paru ini bersama tim medis ahli dan dokter spesialis paru dari klinik Granostic!Lewat prosedur pelayanan yang efisien, Anda dapat melalui proses konsultasi dan pemeriksaan medis secara sistematis dan praktis. Proses screening kanker paru pun akan terasa lebih nyaman dan terjamin aman.Selain itu, keluarnya hasil screening kanker paru inipun cepat dan dapat Anda akses dengan mudah secara online, loh. Anda juga dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan langsung dengan dokter spesialis paru Granostic.Menarik, bukan? Langsung saja buat janji temu dan jadwalkan screening kanker paru Anda bersama Granostic dengan klik tombol WhatsApp, Sobat!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Horn, L., et al. (2023). Lung Cancer in 2023: Challenges and Advances. Journal of Thoracic Oncology, 18(10), 1337–1349. Artikel ilmiah peer-reviewed dari jurnal Journal of Thoracic Oncology. Diakses 2025WebMD. (n.d.). Where Cancer Can Spread in the Lungs. Artikel ditinjau oleh dokter pada tim medis WebMD. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Lung Cancer – Symptoms and Causes. Konten ditinjau dan disusun oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Cleveland Clinic. (n.d.). Lung Cancer – Management and Treatment. Informasi ditinjau oleh dokter Cleveland Clinic. Diakses 2025NHS UK. (n.d.). Lung Cancer – Diagnosis. Diakses 2025Cancer Research UK. (n.d.). Lung Cancer Symptoms. Diakses 2025Lung Cancer Center. (n.d.). Weight Loss and Appetite Symptoms in Lung Cancer. Informasi ditinjau oleh tim editorial medis. Diakses 2025Cleveland Clinic. (n.d.). Genetic Testing for Cancer Risk. Artikel ini ditinjau oleh dokter dari Cleveland Clinic. Diakses 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message