Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Apa Saja Ciri-Ciri Obesitas yang Perlu Diwaspadai? Disini Selengkapnya
Tahukah Sobat, obesitas tak hanya berhubungan dengan kecantikan atau kosmetika. Lebih dari itu, obesitas juga diartikan sebagai masalah kesehatan yang kompleks dan melibatkan kelebihan berat badan. Namun, tak banyak orang yang mengetahui ciri-ciri obesitas dan dampaknya pada kesehatan mereka.Melansir dari Cleveland Clinic, obesitas digolongkan sebagai masalah medis yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Masalah Kesehatan yang dimaksud misalnya penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit hati, sleep apnea, hingga kanker tertentu.Meski memiliki dampak yang sangat signifikan pada kesehatan, banyak dari kita yang belum bisa mengenali ciri-ciri obesitas dan memahami bagaimana pengaruhnya pada tubuh. Agar tak jadi salah satunya, Anda perlu menyimak penjelasan mengenai ciri-ciri obesitas yang perlu diwaspadai dari Granostic berikut ini!Ciri-Ciri Obesitas yang Perlu DiwaspadaiSobat Granostic, banyak orang mengira obesitas hanya soal “berat badan naik”. Padahal, kondisi ini lebih kompleks dan bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.Sayangnya, tidak sedikit yang tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah masuk kategori obesitas. Maka dari itu, penting untuk mengenali sejak dini ciri-ciri obesitas yang patut diwaspadai. Yuk, simak bersama!1. Indeks Massa Tubuh (IMT) TinggiIndeks Massa Tubuh (IMT) adalah salah satu cara paling umum untuk menentukan apakah berat badan seseorang tergolong sehat. IMT dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan dengan rumus:IMT = Berat badan (kg) / (Tinggi badan dalam meter)^2Menurut World Health Organization (WHO), nilai IMT dapat mengelompokkan kondisi tubuh seseorang dalam beberapa kategori:NormalNilai IMT antara 18,5 hingga 24,9 dianggap sebagai berat badan yang ideal untuk pria maupun wanita dewasa. Untuk anak-anak dan lansia, penilaian IMT disesuaikan dengan kurva pertumbuhan dan faktor usia.OverweightJika IMT Anda berada di kisaran 23,0–24,9, ini berarti Anda tergolong kelebihan berat badan (overweight). Ini bisa menjadi alarm awal untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.Obesitas 1Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika nilai IMT-nya 25 - 29,9. Obesitas sendiri dibagi lagi menjadi beberapa tingkat, mulai dari obesitas kelas 1 (IMT 25–29,9).Obesitas 2Seseorang dikatakan mengalami obesitas tingkat 2 jika nilai IMT-nya >= 30. 2. Lingkar Pinggang yang Melebihi Batas NormalSelain IMT, ukuran lingkar pinggang juga menjadi indikator penting obesitas. Lemak yang menumpuk di area perut, terutama lemak visceral, berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke.PriaLingkar pinggang dikatakan normal jika ukurannya kurang dari 90 cm. Jika lebih dari itu, terutama di atas 102 cm, Anda perlu waspada terhadap risiko obesitas abdominal.WanitaUntuk wanita, lingkar pinggang idealnya kurang dari 80 cm. Jika mencapai 88 cm atau lebih, ini menunjukkan penumpukan lemak di perut yang perlu diwaspadai.3. Mudah Lelah dan Sesak NapasSering merasa lelah meskipun tidak beraktivitas berat? Atau mengalami sesak napas saat berjalan sebentar? Ini bisa jadi tanda bahwa tubuh Anda membawa beban berlebih. Berat badan yang tidak ideal dapat membebani organ pernapasan dan jantung, membuat tubuh lebih cepat lelah karena harus bekerja ekstra untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.Selain itu, lemak yang menumpuk di area dada dan perut juga dapat menekan paru-paru, mengurangi kapasitas pernapasan. Akibatnya, penderita obesitas bisa merasa kehabisan napas meskipun hanya melakukan aktivitas ringan.4. Mendengkur dan Gangguan TidurObesitas sering dikaitkan dengan gangguan tidur, salah satunya adalah obstructive sleep apnea (OSA), yaitu kondisi saat saluran napas atas tersumbat saat tidur. Akibatnya, penderita bisa mendengkur keras, terbangun tiba-tiba, bahkan berhenti bernapas sejenak saat tidur.Lemak yang menumpuk di area leher dan saluran napas menjadi penyebab utama OSA. Gangguan ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tapi juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, aritmia jantung, bahkan stroke.5. Nyeri pada PersendianBerat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada sendi, terutama di bagian lutut, pergelangan kaki, dan punggung. Tak heran jika banyak penderita obesitas mengeluhkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.Dalam jangka panjang, tekanan terus-menerus pada sendi dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi seperti osteoartritis. Itulah mengapa menjaga berat badan ideal sangat penting demi kesehatan tulang dan sendi.6. Masalah KulitSobat Granostic, tahukah Anda bahwa obesitas juga bisa berdampak pada kesehatan kulit? Kelebihan berat badan membuat lipatan kulit menjadi lebih banyak dan lembap, sehingga mudah menimbulkan infeksi jamur dan bakteri.Selain itu, penderita obesitas juga sering mengalami kondisi seperti acanthosis nigricans (kulit menghitam di area lipatan), stretch marks, hingga ruam atau iritasi di bawah payudara, ketiak, atau lipatan perut. Masalah kulit ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami ketidakseimbangan metabolik yang perlu segera ditangani.Cara Mengetahui Apakah Anda Mengalami ObesitasUntuk mengetahui Anda memasuki fase obesitas atau tidak, Anda dapat melakukan pengukuran mandiri di rumah atau berkonsultasi ke klinik Kesehatan terdekat. Beberapa pemeriksaan yang bisa Anda lakukan antara lain:1. Mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT)Cara untuk mengetahui apakah Anda obesitas atau tidak pertama adalah dengan menghitung IMT Anda. Jika IMT Anda berada di angka 30 atau lebih, maka Anda sudah masuk dalam kategori obesitas.Angka IMT lebih dari 30 akan meningkatkan risiko kesehatan yang lebih beragam dan kompleks. Sehingga Anda disarankan untuk memeriksa IMT ini tiap tahun sekali, sehingga dapat membantu menentukan risiko kesehatan Anda secara keseluruhan dan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.2. Mengukur Lingkar PinggangSelain lewat IMT, Anda juga bisa mengetahui apakah obesitas atau tidak dengan mengukur lingkar pinggang Anda. Langkah ini sangat mudah dilakukan di rumah, Anda hanya memerlukan pita ukur untuk mengukur jarak keliling pinggang Anda. Wanita dengan ukuran lingkar pinggang lebih dari 35 inci (89 sentimeter) dan laki-laki yang lebih dari 40 inci (102 sentimeter) memiliki risiko kesehatan yang lebih besar dari orang yang dengan lingkar pinggang lebih kecil.3. Konsultasi MedisAnda juga bisa memeriksa status obesitas Anda dengan melakukan konsultasi langsung bersama dokter. Dalam prosesnya, dokter akan melakukan wawancara medis terkait riwayat kesehatan, gaya hidup, dan Kesehatan mental Anda. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mengukur tinggi, tanda-tanda vital, dan banyak lainnya.Dengan demikian, dokter dapat memberikan diagnosa yang lebih akurat mengenai status obesitas Anda, serta pengaruhnya pada kesehatan tubuh Anda. Dokter juga dapat memberikan saran perubahan gaya hidup, strategi menurunkan berat badan yang tepat, dan edukasi soal obesitas serta berat badan sehat yang lebih lengkap.Bahaya dan Dampak Kesehatan ObesitasObesitas bukan sekadar soal penampilan fisik atau angka timbangan. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi organ vital, meningkatkan risiko penyakit kronis, bahkan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Berikut penjelasan lengkap soal bahaya dan dampak kesehatan akibat obesitas yang perlu Sobat Granostic waspadai.1. Penyakit Jantung dan StrokeObesitas dapat menjadi pemicu utama berbagai gangguan kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Lemak tubuh yang berlebihan, terutama lemak visceral (lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam), berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).Ketidakseimbangan ini dapat mempercepat terbentuknya plak di dinding pembuluh darah (aterosklerosis), yang pada akhirnya menyempitkan atau menyumbat aliran darah ke jantung dan otak. Baca Juga: Cara Cek Kesehatan JantungSelain itu, obesitas sering kali disertai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang juga memperbesar risiko serangan jantung dan stroke. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, dan hal ini dapat menyebabkan pembesaran jantung (hipertrofi ventrikel kiri) serta gagal jantung.Tak hanya itu, studi dari American Heart Association menunjukkan bahwa orang dengan obesitas memiliki risiko hingga dua kali lipat lebih besar mengalami stroke dibandingkan mereka dengan berat badan normal. Inilah mengapa menurunkan berat badan dan menjaga pola makan sehat sangat penting dalam mencegah penyakit jantung dan stroke.2. Diabetes Tipe 2Diabetes tipe 2 adalah salah satu dampak paling umum dari obesitas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, atau dikenal sebagai resistensi insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang membantu sel menyerap glukosa dari darah. Namun, pada penderita obesitas, sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, sehingga kadar gula darah tetap tinggi.Lemak tubuh berlebih, terutama di area perut, menghasilkan zat peradangan (sitokin) yang dapat mengganggu sinyal insulin dalam tubuh. Akibatnya, kadar gula darah terus meningkat dan memicu terjadinya diabetes tipe 2. Tanpa pengendalian yang tepat, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah, ginjal, saraf, dan mata.Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 80% penderita diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Maka, menjaga berat badan ideal bukan hanya soal penampilan—tapi langkah penting untuk mencegah penyakit yang serius.3. Penyakit Hati Berlemak Non-Alkoholik (NAFLD)Obesitas juga berkaitan erat dengan penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD), yaitu kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebih di hati tanpa disebabkan oleh konsumsi alkohol. NAFLD bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti peradangan hati (steatohepatitis), fibrosis, hingga sirosis hati.Pada penderita obesitas, kelebihan kalori dari lemak dan gula sederhana disimpan dalam hati sebagai lemak. Jika tidak dikendalikan, penumpukan ini bisa mengganggu fungsi hati dan meningkatkan risiko gagal hati. NAFLD sering kali tidak menunjukkan gejala pada awalnya, sehingga hanya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan medis, seperti USG atau tes fungsi hati.Data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 orang dewasa di dunia mengalami NAFLD, dan sebagian besar di antaranya adalah individu dengan obesitas atau sindrom metabolik.Mengenali Tipe-Tipe Tubuh dan Risiko NAFLDMenariknya, risiko seseorang terhadap NAFLD juga dapat dipengaruhi oleh tipe bentuk tubuhnya. Dua tipe yang paling umum dikenal adalah tipe android (bentuk apel) dan tipe ginoid (bentuk pir).Tipe Android (Bentuk Apel)Tipe tubuh ini cenderung menyimpan lemak di area perut dan dada. Individu dengan bentuk tubuh android memiliki risiko lebih tinggi terhadap NAFLD, karena lemak visceral (lemak di dalam rongga perut) yang menumpuk sangat aktif secara metabolik dan bisa memicu peradangan hati.Tipe Ginoid (Bentuk Pir)Pada tipe ini, lemak lebih banyak tersimpan di area pinggul dan paha. Meskipun tetap harus diwaspadai, individu dengan tipe tubuh ginoid memiliki risiko lebih rendah terhadap NAFLD dibandingkan tipe android. Namun demikian, kelebihan berat badan dalam bentuk apa pun tetap dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan hati.4. Gangguan PernapasanObesitas dapat memperburuk fungsi sistem pernapasan. Lemak yang berlebih, terutama di area dada dan perut, membatasi ekspansi paru-paru saat bernapas. Akibatnya, penderita obesitas sering merasa sesak napas, terutama saat beraktivitas ringan atau saat tidur.Baca Juga: Apa Saja Penyebab Penyakit Asma? Ini PenjelasannyaSalah satu gangguan pernapasan yang umum pada orang dengan obesitas adalah obstructive sleep apnea (OSA), yaitu kondisi saat saluran napas atas menyempit selama tidur dan menyebabkan mendengkur keras serta henti napas sementara. OSA yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko hipertensi, gangguan jantung, hingga stroke.Tak hanya itu, obesitas juga dapat memperparah kondisi asma dan menurunkan efisiensi paru-paru. Maka dari itu, menjaga berat badan ideal sangat penting untuk menjaga kualitas pernapasan dan tidur Anda.5. Masalah ReproduksiObesitas juga berdampak pada sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, kelebihan lemak dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, sehingga mengakibatkan gangguan menstruasi, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan kesulitan hamil.Sementara itu, pada pria, obesitas dapat menurunkan kadar hormon testosteron, yang berakibat pada penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, dan kualitas sperma yang buruk. Penelitian menunjukkan bahwa pria obesitas memiliki jumlah sperma dan motilitas sperma yang lebih rendah dibandingkan pria dengan berat badan normal.Tak hanya itu, wanita hamil dengan obesitas juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklamsia, dan kelahiran prematur. Oleh sebab itu, menjaga berat badan tetap sehat adalah salah satu langkah terbaik dalam merencanakan kehamilan yang aman dan sehat.Pencegahan ObesitasSetelah menyimak bagaimana pengaruh obesitas pada kesehatan tubuh, Anda pasti setuju kalau menjaga berat badan yang sehat adalah hal yang penting. Berikut ini, Granostic akan membagikan beberapa langkah pencegahan obesitas yang dapat Sobat terapkan dalam keseharian. Apa saja?1. Pola Makan SehatPola makan adalah fondasi utama dalam mencegah obesitas. Saat asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, sisa kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga pola makan yang seimbang, baik dari segi porsi maupun kandungan gizinya.Tips pola makan sehat untuk cegah obesitas:Perbanyak konsumsi sayur dan buah segar. Kandungan seratnya membantu rasa kenyang lebih lama dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum utuh, kentang, atau oatmeal, dibandingkan karbohidrat sederhana seperti roti putih dan makanan manis.Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh. WHO merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 10% dari total kebutuhan energi harian.Perhatikan porsi makan. Hindari makan berlebihan, terutama saat makan malam.Jangan lewatkan sarapan. Sarapan sehat mencegah rasa lapar berlebih dan ngemil berlebihan di siang hari.Menerapkan pola makan sehat bukan berarti Anda tidak bisa makan enak, melainkan menyesuaikan pilihan makanan agar tubuh tetap bugar tanpa kelebihan kalori.2. Aktivitas Fisik TeraturSelain pola makan, aktivitas fisik juga memiliki peran kunci dalam menjaga berat badan tetap ideal. Tubuh memerlukan aktivitas untuk membakar energi yang masuk melalui makanan. Tanpa gerak, kalori akan menumpuk dan berubah menjadi lemak tubuh.Menurut WHO, orang dewasa disarankan melakukan aktivitas fisik minimal 150–300 menit per minggu (sekitar 30 menit sehari selama 5 hari). Sedangkan anak-anak dan remaja dianjurkan untuk aktif setidaknya 60 menit per hari.Contoh aktivitas fisik yang bisa Anda lakukan:Berjalan kaki cepat di pagi atau sore hariBersepeda santaiSenam aerobik ringan di rumahBerenang atau bermain bulu tangkisYoga atau latihan kekuatan ringanTidak harus langsung berat, yang penting adalah konsistensi. Mulailah dari yang ringan dan menyenangkan, lalu tingkatkan perlahan-lahan sesuai kemampuan tubuh Anda.3. Tidur yang CukupSobat Granostic, tahukah Anda bahwa kurang tidur juga bisa memicu obesitas? Saat tidur tidak cukup, tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon, terutama hormon ghrelin (peningkat nafsu makan) dan leptin (pengontrol rasa kenyang). Akibatnya, Anda cenderung merasa lapar berlebihan dan ngemil tak terkontrol.Selain itu, kurang tidur juga menurunkan energi dan semangat untuk berolahraga, sehingga tubuh membakar kalori lebih sedikit. Inilah kenapa tidur cukup bukan hanya soal istirahat, tapi bagian penting dari gaya hidup sehat.Durasi tidur yang disarankan untuk dewasa 7–9 jam per malam. Sementara untuk remaja sepanjang 8–10 jam per malam, lalu anak-anak 9–12 jam per malam (tergantung usia).4. Pemantauan Berat BadanLangkah terakhir dalam mencegah obesitas adalah memantau berat badan secara rutin. Dengan melakukannya, Anda bisa mendeteksi sedini mungkin apakah berat badan sudah mulai naik melebihi batas ideal atau tidak.Cara memantau berat badan dengan benar:Ukur berat badan Anda 1–2 kali seminggu, pada waktu yang sama (misalnya setiap Senin pagi setelah bangun tidur)Gunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengetahui apakah Anda masuk kategori normal, overweight, atau obesitasCatat hasilnya di jurnal atau aplikasi pelacak berat badan untuk melihat tren perubahannyaPerhatikan juga ukuran lingkar pinggang, karena bisa mencerminkan penumpukan lemak visceral yang berbahayaDengan memantau secara berkala, Anda bisa segera melakukan koreksi jika terjadi kenaikan berat badan yang tidak wajar.Konsultasi Medis di Granostic SurabayaSelain menerapkan langkah pencegahan di atas, Sobat juga bisa memaksimalkan upaya menjaga berat badan yang sehat dan mencegah obesitas lewat konsultasi medis di Granostic Surabaya.Berkonsultasi bersama dokter kami yang berpengalaman akan membantu Anda dalam memahami kondisi dan kebutuhan tubuh Anda dengan lebih baik. Apalagi prosedur pemeriksaan dan konsultasi yang dilakukan juga sangat menyeluruh, seperti:Evaluasi Status Gizi dan Kesehatan MetabolikBersama dokter dan tim medis ahli kami, Anda dapat melakukan evaluasi status gizi dan kesehatan metabolik. Prosedur ini dapat membantu mendeteksi masalah gizi, mengidentifikasi risiko penyakit yang berkaitan dengan sistem metabolic, dan merencanakan program diet hingga intervensi yang tepat sesuai kondisi Anda.Pemeriksaan Laboratorium Terkait Fungsi Hati dan Risiko NAFLDTak hanya pemeriksaan fisik dan prosedur wawancara medis, bersama Granostic Anda juga akan melalui tes laboratorium untuk memeriksa fungsi hati dan risiko NAFLD. Di mana kedua masalah kesehatan ini sangat berkaitan dengan obesitas.Rencana Penurunan Berat Badan yang Disesuaikan dengan Kebutuhan IndividuHasil pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan laboratorium, akan membantu dokter untuk melihat serta menilai kondisi tubuh Anda secara holistik. Dengan demikian diagnosis yang diberikan akan bersifat akurat, yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana penurunan berat badan yang efisien dan efektif.Sobat Granostic, mencegah obesitas adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang-orang tercinta. Jangan tunggu sampai gejala atau komplikasi muncul. Lakukan langkah-langkah sederhana di atas sebagai bagian dari gaya hidup sehat Anda.Dan jika Anda butuh bantuan, Granostic Diagnostic Center Surabaya siap membantu melalui layanan konsultasi dokter, pemeriksaan IMT dan lingkar pinggang, serta skrining metabolik yang terintegrasi. Yuk, konsultasi sekarang lewat klik WhatsApp di bawah ini!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:World Health Organization (WHO). (2024). Obesity. Diakses 2025.Mayo Clinic. (2024). Obesity: Symptoms and Causes. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (2024). Weight Control and Obesity. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Healthy Eating for a Healthy Weight. Diakses 2025.NSF – The National Sleep Foundation. (2024). How Many Hours of Sleep Do You Really Need? Diakses 2025.Harvard T.H. Chan School of Public Health. (2024). Preventing Obesity. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Consequences of Obesity. Diakses 2025.National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). (2024). Nonalcoholic Fatty Liver Disease & NASH. Diakses 2025.Sholikhah, M. S. (2023). Hubungan obesitas dengan risiko penyakit kardiovaskular: Tinjauan pustaka. Amerta Nutrition, 7(4), 515–523. Diakses 2025.Powell-Wiley, T. M., Poirier, P., Burke, L. E., Després, J.-P., Gordon-Larsen, P., Lavie, C. J., ... & American Heart Association Council on Lifestyle and Cardiometabolic Health. (2021). Obesity and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation, 143(21), e984–e1010. Diakses 2025.
Vaksin Prevenar di Surabaya - Perlindungan Optimal dari Infeksi Pneumokokus
Melengkapi vaksinasi sangatlah penting dalam upaya menjaga Kesehatan diri dan keluarga dari infeksi penyakit. Ada banyak jenis vaksin yang direkomendasikan oleh dokter dan peneliti di berbagai penjuru dunia, vaksinasi Prevenar adalah salah satunya. Lewat artikel ini, Granostic akan membahas secara mendetail mengenai apa itu vaksin Prevenar, jenis-jenisnya, manfaat dan tujuan vaksinasi, hingga rekomendasi tempat vaksinasi Prevenar yang kredibel. Penasaran?Apa Itu Vaksin Prevenar?Vaksin Prevenar merupakan jenis vaksin yang diberikan untuk melindungi seseorang dari penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. Melansir dari National Institute of Health (NIH), Streptococcus pneumoniae merupakan jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia, yang kemudian dikenal dengan infeksi pneumokokus.Infeksi pneumokokus sendiri merupakan masalah kesehatan global, yang bisa menimbulkan dampak yang fatal bagi penderitanya. Meskipun dapat menginfeksi siapa saja, tapi lansia dan balita termasuk kelompok berisiko tinggi terinfeksi pneumonia. Vaksin Prevenar sendiri hadir dalam beberapa jenis, yang perbedaannya didasarkan pada jenis antigen kapsular yang dibawanya. Untuk menemukan jenis vaksin yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda, diperlukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.Manfaat dan Tujuan Vaksinasi PrevenarAda beberapa manfaat dan tujuan utama melakukan vaksinasi prevenar, yang akan dijelaskan dalam uraian berikut ini:Manfaat1. Mencegah PneumoniaSeperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa bakteri S. pneumonia menjadi penyebab utama dari kasus pneumonia komunitas di berbagai wilayah di dunia. Penyakit ini mudah menular dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.Nah, tujuan utama vaksin Prevenar ini dilakukan untuk mencegah infeksi S. pneumonia untuk berkembang, hingga menyebabkan pneumonia.2. Melindungi dari MeningitisSelain mencegah pneumonia, vaksin Prevenar juga membantu melindungi diri dari meningitis. Penyakit ini merupakan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang, yang salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri pneumokokus.Karenanya, dengan melakukan vaksin Prevenar ini, Anda juga dapat mengurangi risiko mengidap atau mengembangkan penyakit meningitis.3. Mencegah Otitis MediaOtitis media, atau infeksi tengah telinga, juga dapat terjadi karena infeksi S. pneumoniae. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak dan dapat bersifat akut.4.Mencegah BakteremiaBakteremia merupakan salah satu komplikasi pneumonia yang sangat umum terjadi. Kondisi medis ini merujuk pada keberadaan bakteri pada aliran darah, yang memungkinkan bakteri S. pneumoniae untuk sampai dan berdampak pada organ tubuh lainnya.Tujuan1. Perlindungan IndividuTujuan vaksin Prevenar juga menjadi perlindungan individu dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi S. pneumoniae, seperti meningitis, pneumonia, dan beberapa penyakit saluran pernapasan lainnya.2. Perlindungan KomunitasSelain melindungi diri, kita juga dapat melindungi orang-orang di lingkungan kita dari penularan S. pneumoniae dengan melakukan vaksinasi. Hal ini juga membantu memotong penyebaran bakteri S. pneumoniae ketika Anda tinggal di daerah endemik, atau pernah melakukan perjalanan ke area tersebut.Jenis Vaksin PrevenarSobat Granostic, Saat ini, ada dua jenis vaksin Prevenar yang banyak digunakan, yaitu Prevenar 13 (PCV13) dan Prevenar 20 (PCV20). Keduanya sama-sama ampuh, tapi punya cakupan perlindungan yang berbeda. Yuk, simak perbedaan dan keunggulannya masing-masing!1. Prevenar 13 (PCV13)Prevenar 13 adalah vaksin konjugat pneumokokus yang mengandung 13 jenis serotipe bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin ini telah lama digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan terbukti efektif mencegah pneumonia, meningitis, serta infeksi telinga tengah pada bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia.Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), PCV13 sebaiknya diberikan sejak usia 2 bulan sebagai bagian dari imunisasi rutin. Pada orang dewasa, terutama yang memiliki faktor risiko seperti penyakit paru kronis, diabetes, atau sistem imun lemah, vaksin ini juga sangat disarankan. Efektivitas PCV13 dalam menurunkan angka rawat inap dan kematian akibat pneumonia telah terbukti secara klinis.Perbedaan utama PCV13 dibandingkan vaksin Prevenar lainnya adalah cakupan serotipenya yang masih terbatas pada 13 jenis. Meski begitu, PCV13 tetap sangat relevan dan efektif sebagai pilihan imunisasi dasar, terutama bagi bayi dan anak.2. Prevenar 20 (PCV20)Prevenar 20 adalah generasi terbaru dari vaksin konjugat pneumokokus yang mengandung 20 serotipe bakteri, termasuk seluruh serotipe dalam PCV13 ditambah 7 serotipe tambahan yang lebih umum ditemukan pada kasus pneumonia di kalangan dewasa. Vaksin ini memberikan perlindungan yang lebih luas dan lebih mutakhir terhadap jenis-jenis bakteri yang sering bermutasi atau berevolusi.PCV20 telah disetujui oleh FDA dan mulai direkomendasikan oleh CDC untuk digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi terkena pneumonia, seperti lansia, perokok aktif, penderita penyakit kronis, atau pasien dengan imunitas rendah.Dengan cakupan perlindungan yang lebih lengkap, PCV20 menawarkan opsi yang sangat baik untuk imunisasi lanjutan atau booster bagi orang dewasa. Vaksin ini bisa menjadi pilihan ideal jika Anda belum pernah menerima vaksin pneumokokus sebelumnya, atau jika ingin mendapatkan perlindungan ekstra dari jenis bakteri yang lebih beragam.Prosedur dan Dosis VaksinasiUntuk Bayi dan Anak-anakCenter for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi pneumokokus idealnya dilakukan anak-anak usia di Bawah 5 tahun. Berikut rinciannya:Usia 2, 4, dan 6 bulanBerikan satu dosis pada saat anak-anak memasuki usia ke 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.Usia 12-15 bulanSetelahnya, anak juga perlu mendapatkan satu suntikan lagi saat memasuki rentang usia 12 hingga 15 bulan. Jadi total suntikan vaksin PCV yang didapatkan si Kecil adalah 4 dosis, ya, Sobat.Untuk Anak-anak Usia 7-11 BulanDua dosisSementara untuk anak-anak usia 7 hingga 11 bulan, yang baru pertama mendapatkan suntik vaksin PCV, dosisnya bisa dua suntikan.Dosis boosterAgar efektivitas vaksin jadi kian maksimal, anak juga membutuhkan vaksin booster.Untuk Anak-anak Usia 12-23 BulanDua dosisBagi anak-anak usia 12 hingga 23 bulan yang belum mendapatkan vaksinasi PCV, mereka dapat memperoleh dua dosis vaksinasi.Untuk Anak-anak Usia 2-17 TahunSatu dosis tunggal.Menurut Food and Drug Distribution (FDA) pada anak-anak usia 2 hingga 17 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi PCV sebelumnya, maka dosis yang diberikan cukup satu kali saja.Untuk Dewasa dan LansiaSatu dosis tunggalUntuk dewasa dan lansia berusia di atas 50 tahun, dosis vaksinasi yang diberikan cukup satu kali saja.Siapa Saja yang Direkomendasikan untuk Vaksinasi Prevenar?1. Bayi dan Anak-anakBayi dan anak-anak adalah kelompok paling rentan terhadap infeksi pneumokokus karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia berat, radang selaput otak (meningitis), dan infeksi telinga tengah.Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin Prevenar sebaiknya diberikan mulai usia 2 bulan. Vaksin ini terbukti mampu menurunkan risiko rawat inap akibat pneumonia dan mencegah kecacatan permanen yang bisa terjadi akibat komplikasi infeksi berat. Jadi, pemberian vaksin ini sejak dini adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan si kecil.2. Dewasa Usia ≥50 Tahun:Orang dewasa usia 50 tahun ke atas, terutama lansia, juga masuk kelompok yang berisiko tinggi mengalami pneumonia. Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh akan menurun, sehingga lebih rentan terkena infeksi saluran napas, termasuk dari bakteri pneumokokus.Vaksin Prevenar, terutama Prevenar 20 (PCV20), sangat dianjurkan bagi kelompok usia ini karena memberikan cakupan perlindungan yang lebih luas terhadap berbagai jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin ini bisa mencegah komplikasi berat, menurunkan risiko rawat inap, dan menjaga kualitas hidup di usia lanjut.3. Individu dengan Kondisi Medis TertentuBeberapa kondisi medis membuat seseorang lebih mudah terkena infeksi serius, termasuk pneumonia. Misalnya pada penderita diabetes mellitus, penyakit paru kronis (seperti PPOK atau asma), gangguan ginjal kronis, hingga HIV/AIDS atau penyakit yang menurunkan imunitas.Orang dengan kondisi seperti ini memiliki sistem imun yang lebih lemah sehingga lebih sulit melawan infeksi. Vaksin Prevenar membantu meningkatkan perlindungan dan mengurangi kemungkinan komplikasi berat akibat infeksi bakteri.4. Perokok AktifTahukah Anda? Perokok aktif juga termasuk kelompok yang direkomendasikan untuk vaksinasi Prevenar. Merokok merusak lapisan pelindung saluran napas dan melemahkan sistem kekebalan tubuh lokal di paru-paru. Hal ini memudahkan bakteri seperti Streptococcus pneumoniae untuk menyerang dan menyebabkan infeksi.Dengan mendapatkan vaksin Prevenar, para perokok dapat meminimalkan risiko terkena pneumonia berat, terutama jika mereka belum memiliki riwayat vaksinasi sebelumnya.Efek Samping Vaksin PrevenarVaksin Prevenar telah terbukti aman dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Namun, seperti prosedur medis lainnya, vaksinasi juga dapat menimbulkan reaksi ringan sebagai bagian dari respons tubuh terhadap suntikan. Efek samping ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang dalam 1–2 hari. Berikut beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi:1. Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan.Setelah disuntik, Anda bisa merasakan nyeri ringan, kemerahan, atau sedikit bengkak di area yang disuntik. Hal ini normal karena tubuh sedang bereaksi terhadap vaksin. Area suntikan akan membaik dalam beberapa hari tanpa perlu pengobatan khusus.2. Demam ringan.Sebagian orang, terutama anak-anak, bisa mengalami demam ringan setelah vaksinasi. Ini adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang aktif membentuk perlindungan terhadap bakteri yang ditargetkan oleh vaksin.3. Nafsu makan menurun.Anak-anak atau bayi yang baru menerima vaksin Prevenar bisa mengalami penurunan nafsu makan sementara. Ini merupakan reaksi umum akibat perubahan kondisi tubuh pasca imunisasi dan biasanya akan pulih dengan sendirinya dalam 1–2 hari.4. Rewel pada anak-anak.Beberapa anak mungkin menjadi lebih rewel setelah vaksinasi. Ini bisa terjadi karena rasa tidak nyaman di area suntikan atau demam ringan. Orang tua tidak perlu khawatir, karena ini adalah bagian dari proses adaptasi tubuh dan umumnya bersifat sementara.Biaya Vaksinasi Prevenar di SurabayaBiaya vaksinasi Prevenar ini sangat bergantung jenis vaksin yang Anda ambil, berapa banyak dosisnya, serta apa saja layanan yang Anda peroleh dari rumah sakit. Bagi masyarakat Surabaya yang ingin vaksin, biayanya berada pada rentang Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta.Konsultasi dan Vaksinasi di Granostic Diagnostic Center SurabayaSobat Granostic, jika Anda sedang mempertimbangkan vaksinasi Prevenar (PCV) untuk diri sendiri, anak, atau anggota keluarga lainnya, Anda tidak perlu bingung harus mulai dari mana. Granostic Diagnostic Center Surabaya hadir sebagai solusi lengkap dan terpercaya untuk konsultasi serta vaksinasi PCV. Kami memahami bahwa setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda, itulah sebabnya layanan kami dirancang personal dan menyeluruh, mulai dari edukasi medis, pemeriksaan kesehatan, hingga tindakan vaksinasi yang aman dan nyaman.Penasaran apa saja keunggulan layanan konsultasi dan vaksinasi di Granostic? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.1. Konsultasi DokterSebelum menerima vaksin Prevenar, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis yang kompeten. Di Granostic, Anda akan ditangani oleh tim dokter ahli yang sudah berpengalaman di bidang imunisasi dan kesehatan pernapasan. Melalui sesi konsultasi ini, Anda akan mendapatkan informasi yang jelas dan komprehensif tentang manfaat vaksin, jenis vaksin yang paling sesuai dengan kondisi Anda, serta jadwal penyuntikan yang dianjurkan.Kami percaya bahwa keputusan medis terbaik datang dari pemahaman yang utuh. Oleh karena itu, dokter di Granostic juga siap menjawab berbagai pertanyaan Anda terkait riwayat penyakit, kondisi medis yang menyertai, atau kekhawatiran tertentu seputar efek samping vaksin. Dengan begitu, Anda bisa menjalani vaksinasi dengan tenang dan percaya diri. Anda bisa melakukan booking jadwal dengan costumer care kami.2. Layanan Home ServiceUntuk Anda yang memiliki keterbatasan waktu, kesulitan bepergian, atau ingin kenyamanan ekstra, Granostic juga menyediakan layanan home service. Layanan ini memungkinkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan vaksinasi langsung di rumah, tanpa harus datang ke klinik. Praktis, aman, dan tetap mengikuti standar medis yang ketat.Tim medis kami akan datang dengan peralatan lengkap dan menjaga protokol kesehatan secara ketat, sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga meski dilakukan di rumah. Layanan ini sangat cocok untuk lansia, anak-anak, atau siapa pun yang membutuhkan kenyamanan lebih dalam menjalani proses vaksinasi.Jadi, tunggu apa lagi? Lindungi diri dan keluarga Anda dari pneumonia dengan langkah vaksinasi yang tepat. Granostic Diagnostic Center Surabaya siap mendampingi Anda melalui konsultasi yang menyeluruh dan layanan vaksinasi berkualitas, baik di klinik maupun di rumah Anda.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:GoodRx. (2023, 15 Oktober). Compare Prevnar‑20 with pneumonia vaccines. Reviewed by Robert Chad Hakim, PharmD, BCCCP dan Cydnee Ng, PharmD. Diakses 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). Pneumococcal vaccine recommendations. Diakses 2025U.S. Food and Drug Administration (FDA). (2017). Package insert – Prevnar‑13. Diakses 2025National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2019). Pneumococcal vaccines. In Immunology and vaccine strategies. Diakses 2025Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (n.d.). Sekilas Vaksin Pneumokokus. Diakses 2025Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (n.d.). Jadwal Imunisasi Anak – IDAI. Diakses 2025
Apa Itu Pneumonia? Simak Penjelasan Lengkapnya Disini!
Tahukah Sobat Granostic, bahwa kasus kematian akibat pneumonia di Indonesia meningkat hingga tiga kali lipat pada 2024 lalu? Bahkan penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa atau lansia, namun juga anak-anak dan balita.Melansir dari CNN Indonesia, pada tahun 2024 lalu, angka kematian akibat pneumonia mencapai 188 jiwa dari 1.278 kasus terdiagnosis. Bahkan per Januari 2025, telah tercatat 105 kasus pneumonia baru dengan jumlah kematian sebanyak 12 jiwa, atau lebih dari 8% dari total kasus.Anak-anak dan lansia adalah kelompok yang sangat rentan mengembangkan gejala pneumonia yang parah. Karena itu, penting bagi Sobat mengetahui apa itu pneumonia, jenis-jenisnya, serta bagaimana cara pencegahan dan pengobatannya yang tepat.Berikut rangkuman lengkap yang diberikan Granostic soal pneumonia untuk Anda. Simak, yuk!Pengertian PneumoniaPneumonia merupakan penyakit paru-paru yang terjadi akibat infeksi bakteri, virus, ataupun fungi (jamur). Kondisi ini menyebabkan jaringan di paru-paru membengkak atau mengalami peradangan, kemudian menyebabkan munculnya cairan atau nanah di paru-paru penderitanya.Penyakit ini dapat menyerang salah satu sisi paru-paru, atau keduanya sekaligus. Jika terjadi pada kedua paru-paru, maka kondisi ini disebut pneumonia bilateral atau pneumonia ganda. Keduanya memiliki penanganan yang berbeda, karena tingka keparahan gejala dan risiko komplikasinya juga berbeda.Prevalensi Pneumonia di Dunia dan IndonesiaGlobalPneumonia merupakan penyakit yang terjadi hampir di seluruh penjuru dunia, karena itu prevalensinya secara global juga sangat tinggi. Pada tahun 2021, Clinic Barcelona menyebutkan bahwa pneumonia menjadi penyebab dari 2.5 juta kematian setiap tahunnya di berbagai wilayah dunia. World Health Organization (WHO) pun menyebutkan bahwa pneumonia membunuh lebih dari 808 ribu anak-anak di bawah usia 5 tahun di tahun 2017.Tak hanya anak-anak, lebih lanjut WHO menjelaskan, lansia juga menjadi kelompok dengan risiko tinggi terinfeksi pneumonia. Karena itu, kampanye dan program vaksinasi pneumonia sangatlah digalakkan di berbagai negara untuk menekan angka penyebaran dan meminimalisir angka kematian akibat kondisi medis ini.IndonesiaTelah kita singgung sebelumnya, bahwa kasus pneumonia di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2024. Bahkan angka kasus kematian akibat pneumonia bisa mencapai 188 jiwa di tahun tersebut.Sementara Kementerian Kesehatan Indonesia, juga menyebutkan bahwa laporan dari BPJS di tahun 2023, menunjukkan bahwa pneumonia menjadi penyakit dengan biaya pengobatan yang tertinggi di Indonesia.Hingga kini prevalensi kasus pneumonia dan kematian yang diakibatkannya masihlah tinggi, bahkan mengalami kenaikan. Karena itu, pemerintah mengupayakan berbagai program kesehatan yang terpadu untuk menekan kasus pneumonia di Indonesia.Jenis-Jenis PneumoniaSobat Granostic, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Selain jenis penyebab infeksinya yang berbeda, pneumonia juga dibagi kedalam beberapa jenis berdasarkan dimana Anda mendapatkannya.Agar lebih jelas, berikut ini beberapa jenis pneumonia yang perlu Anda ketahui, Sobat.1. Pneumonia Komunitas (Community-Acquired Pneumonia)Tipe pneumonia ini terjadi Ketika seseorang terinfeksi di luar area rumah sakit, atau tidak karena menggunakan fasilitas perawatan rumah sakit dalam jangka waktu lama. Pneumonia komunitas ini bisa menular lewat kontak dengan orang lain yang mengidapnya, menghirup droplet yang terinfeksi bakteri, atau berbagai rute penyebaran infeksi lainnya dalam komunitas/kelompok masyarakat.2. Pneumonia Rumah Sakit (Hospital-Acquired Pneumonia)Disebut juga sebagai hospital-acquired pneumonia karena pneumonia ini menjangkit penderitanya ketika mereka berada di rumah sakit. Melansir dari WebMD.com, kondisi ini bisa bersifat sangat serius karena bakteri penyebab pneumonia dapat resisten terhadap antibiotik.Anda dapat terinfeksi pneumonia di rumah sakit bila Anda dalam situasi atau kondisi berikut ini:Menggunakan alat bantu pernapasan;Tidak dapat batuk cukup kuat untuk membersihkan paru-paru;Sistem imun jadi menurun karena kondisi medis tertentu atau perawatan medis yang dijalani selama di rumah sakit.3. Pneumonia AspirasiPneumonia aspirasi merupakan tipe pneumonia terjadi karena penderitanya menghirup atau menyedot benda lain selain udara ke dalam saluran pernapasannya. Benda lain ini termasuk makanan, cairan, saliva, asam lambung, muntahan, atau bahkan benda asing yang sangat kecil.4. Pneumonia "Walking" (Atypical Pneumonia)Terkadang disebut juga sebagai 'atypical' pneumonia, tipe ini tergolong memiliki gejala yang lebih ringan daripada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Walking pneumonia, menurut WebMD.com, dapat menimbulkan gejala yang serupa dengan flu.Jenis pneumonia ini juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang masuk ke dalam paru-paru penderitanya. Perbedaan utama dari walking pneumonia dengan jenis lainnya adalah terletak pada tingkat keparahan gejalanya, yang proses perawatan atau pengobatannya tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit maupun bed rest.Penyebab PneumoniaSelain mengetahui apa saja jenis-jenisnya, Sobat Granostic juga perlu tahu apa saja yang menjadi penyebab pneumonia berikut ini:1. Bakteri (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae)Kebanyakan kasus pneumonia komunitas yang terjadi pada orang-orang dewasa, umumnya terjadi akibat infeksi bakteri pneumonia. Penyebarannya lewat droplet yang terkontaminasi bakteri pneumonia, yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan atau tubuh Anda lewat hidung maupun mulut.Ada dua jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, yakni Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Di mana, jika sistem imun Anda lemah, maka kemungkinan Anda untuk terjangkit bakteri pneumonia ini jadi lebih tinggi.2. Virus (Influenza, RSV, SARS-CoV-2)Selain bakteri, pneumonia juga dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti influenza, RSV, dan SARS-CoV-2. Virus juga menjadi penyebab pneumonia paling banyak kedua setelah infeksi bakteri.Selain itu, melansir dari WebMD.com, gejala dari pneumonia yang disebabkan oleh virus ini memiliki kemiripan dengan gejala flu. Mulai dari demam, meriang, batuk kering, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, hingga kelelahan berlebihan.3. Jamur (Pneumocystis jirovecii, terutama pada individu dengan sistem imun lemah)Pneumonia juga dapat terjadi berkat infeksi jamur, seperti pneumocytis jirovecii. Infeksi jamur pneumonia ini lebih sering terjadi pada individu dengan sistem imun yang lemah.Anda dapat mengalami pneumonia fungal dengan menghirup partikel kecil Bernama spora jamur. Orang-orang dengan profesi tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena fungal pneumonia, seperti:Petani yang bekerja di sekitar kotoran burung, kelelawar, atau binatang pengerat (tikus).Tukang kebun yang bekerja mengolah tanah.Hingga anggota militer atau pekerja konstruksi yang berada di lingkungan berdebu tinggi.4. Aspirasi (Masuknya makanan atau cairan ke paru-paru)Selain karena bakteri, jamur, dan virus, pneumonia juga bisa terjadi akibat masuknya benda-benda asing ke dalam paru-paru. Benda asing ini dapat berupa cairan, makanan, asam lambung, muntahan, dan lainnya.Gejala PneumoniaGejala dan tanda-tanda pneumonia bisa berbeda-beda pada tiap individu, bergantung pada tipe dan penyebab infeksi pneumonia, juga kondisi dari penderitanya sendiri.Namun secara umum, berikut ini beberapa gejala pneumonia yang perlu Sobat Granostic ketahui:Demam dan menggigilDemam dan menggigil merupakan gejala utama dari pneumonia, sebagai reaksi tubuh dalam melawan infeksi. Demam yang terjadi akibat pneumonia bisa mencapai suhu 40.55 derajat celcius.Batuk dengan dahakSelain demam, pneumonia juga dapat menimbulkan gejala batuk-batuk yang disertai dengan dahak yang berwarna kuning, hijau, atau bahkan disertai dengan darah.Sesak napasPneumonia juga dapat menimbulkan sesak napas karena kantong udara di paru (alveolus) mengalami peradangan akibat infeksi, sehingga paru-paru terisi oleh cairan atau nanah. Peradangan dan penumpukan ini dapat mempersulit pernapasan pasien.Nyeri dada saat bernapas atau batukPeradangan yang terjadi karena pneumonia juga dapat memicu nyeri dada, yang bisa semakin intens ketika penderitanya bernapas atau batuk-batuk.KelelahanSama halnya dengan kondisi medis lain yang disebabkan oleh infeksi, pneumonia juga bisa menyebabkan sensasi kelelahan yang tidak biasa. Gejala ini timbul sebagai bagian dari reaksi sistem imun tubuh terhadap infeksi pneumonia, juga jadi akibat dari demam tinggi yang dialami pasien.Mual atau muntahMual dan muntah juga termasuk gejala yang umum terjadi pada penderita pneumonia. Gejala ini dapat timbul karena pneumonia menyebabkan saluran pernapasan, sehingga tubuh bereaksi dengan rasa mual dan muntah.DiareNah, Sobat, tak hanya berkaitan dengan gangguan pernapasan saja, pneumonia juga bisa memicu diare. Gejala ini terjadi terutama bila pneumonia dipicu oleh infeksi bakteri atau virus.Komplikasi PneumoniaMeskipun menjalani perawatan dan pengobatan, orang-orang yang terjangkit pneumonia berkemungkinan besar mengembangkan komplikasi, utamanya mereka yang tergolong dalam kelompok berisiko tinggi. Komplikasi akibat pneumonia ini meliputi:BakteremiaBacteremia, atau bakteri dalam aliran darah, terjadi akibat bakteri pneumonia yang ada di paru-paru menyebar melalui pembuluh darah. Hasilnya, infeksi ini pun turut menyebar ke berbagai organ, yang berpotensi menyebabkan gagal organ.Abses ParuKomplikasi pneumonia selanjutnya adalah abses paru. Abses ini terjadi jika nanah terbentuk di rongga paru-paru pasien, yang biasanya dapat diobati dengan konsumsi antibiotik.Namun, abses paru yang lebih serius bisa memerlukan tindakan medis lain, seperti pembedahan atau drainase. Prosedur ini memerlukan memasukkan jarum atau tabung yang panjang ke dalam abses, sehingga nanah dapat dikeluarkan dari paru-paru pasien.Efusi PleuraPneumonia dapat menyebabkan penumpukan cairan di ruang tipis antara jaringan yang melapisi paru-paru dengan rongga dada (pleura), kondisi ini disebut sebagai efusi pleura.Gagal NapasJika pneumonia yang pasien alami tergolong parah, atau sebelumnya pasien memiliki kondisi paru yang kronis, maka sangat mungkin timbul komplikasi gagal napas.Pencegahan PneumoniaMeski pneumonia tergolong penyakit menular, bukan berarti kita tidak bisa mencegahnya. Justru sebaliknya, dengan langkah yang tepat, pneumonia bisa dicegah sejak dini. Upaya pencegahan ini sangat penting, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.Berikut ini adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pneumonia yang bisa Anda terapkan mulai sekarang:1. VaksinasiVaksinasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk melindungi tubuh dari infeksi pneumonia. Ada beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan, seperti:Vaksin pneumokokus (PCV dan PPSV) untuk mencegah infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, penyebab tersering pneumonia bakteri. Vaksin ini sangat dianjurkan bagi anak-anak, lansia usia ≥ 65 tahun, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit paru.Vaksin influenza karena flu yang berat dapat berlanjut menjadi pneumonia.Vaksin Hib (Haemophilus influenzae tipe B) penting untuk anak-anak karena dapat mencegah pneumonia berat.Vaksin COVID-19 yang juga melindungi dari komplikasi pernapasan berat seperti pneumonia.Vaksin-vaksin ini telah terbukti aman dan efektif. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui jadwal vaksinasi yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda.2. Kebersihan TanganCuci tangan tampaknya hal sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam mencegah penyebaran penyakit, termasuk pneumonia. Tangan yang kotor bisa membawa bakteri atau virus ke dalam tubuh, apalagi setelah menyentuh benda-benda di tempat umum.Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah batuk atau bersin. Jika tidak ada air, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol.3. Gaya Hidup SehatMenjaga daya tahan tubuh adalah kunci penting dalam mencegah infeksi, termasuk pneumonia. Gaya hidup sehat yang bisa Anda terapkan antara lain:Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya vitamin C, D, dan antioksidan.Berolahraga secara rutin.Tidur cukup dan mengelola stres.Tidak merokok, karena merokok dapat merusak paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.Minum air putih yang cukup untuk menjaga kelembapan saluran napas.Dengan tubuh yang sehat, sistem kekebalan akan bekerja lebih optimal untuk melawan infeksi.4. Menghindari PaparanMengurangi risiko tertular pneumonia juga bisa dilakukan dengan menghindari paparan langsung terhadap sumber infeksi. Beberapa langkah yang bisa Anda terapkan antara lain:Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang batuk atau demam.Menggunakan masker saat berada di tempat ramai, terutama saat musim flu.Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.Membersihkan permukaan benda secara rutin, terutama yang sering disentuh.Bagi penderita penyakit kronis atau yang sedang dalam masa pemulihan, langkah-langkah ini sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi.Pengobatan PneumoniaMeski pneumonia bisa dicegah, tetap penting untuk mengetahui bagaimana cara menanganinya jika seseorang terdiagnosis pneumonia. Pengobatan pneumonia disesuaikan dengan penyebabnya, apakah disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Juga disesuaikan dengan tingkat keparahan gejalanya.Berikut adalah beberapa pendekatan medis yang umum dilakukan dalam pengobatan pneumonia:1. AntibiotikJika pneumonia disebabkan oleh bakteri, pengobatan utama adalah antibiotik. Dokter biasanya meresepkan antibiotik oral seperti amoksisilin, azitromisin, atau doksisiklin, tergantung pada usia dan kondisi pasien.Pada kasus yang lebih berat, terutama jika pasien dirawat di rumah sakit, antibiotik diberikan melalui infus. Jenis antibiotik seperti ceftriaxone atau levofloxacin dapat digunakan. Penggunaan antibiotik harus sesuai resep dokter untuk menghindari resistensi dan memastikan pemulihan optimal.2. AntiviralJika pneumonia disebabkan oleh infeksi virus seperti influenza atau COVID-19, dokter bisa memberikan obat antivirus. Contohnya adalah oseltamivir (Tamiflu) untuk flu, atau remdesivir untuk COVID-19.Antiviral bekerja dengan menghambat replikasi virus, sehingga gejala bisa lebih cepat membaik dan risiko komplikasi berkurang. Namun, antivirus hanya efektif jika diberikan dalam waktu tertentu sejak munculnya gejala, jadi penting untuk segera memeriksakan diri.3. Perawatan PendukungSelain obat-obatan, pasien pneumonia juga membutuhkan perawatan pendukung. Ini termasuk:Istirahat total untuk membantu tubuh melawan infeksi.Pemberian cairan agar tubuh tetap terhidrasi dan lendir di paru-paru lebih mudah dikeluarkan.Obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam dan nyeri.Terapi oksigen jika kadar oksigen dalam darah menurun.Perawatan pendukung ini penting untuk mempercepat pemulihan, terutama pada pasien dengan daya tahan tubuh rendah.4. Rawat InapPneumonia yang berat, terutama pada bayi, lansia, atau pasien dengan penyakit penyerta, mungkin memerlukan rawat inap. Gejala yang mengindikasikan kebutuhan rawat inap antara lain:Sesak napas yang beratDemam tinggi yang tidak turunTekanan darah rendahPenurunan kesadaranDi rumah sakit, pasien akan mendapat pemantauan ketat, pemberian cairan dan obat infus, serta terapi oksigen. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat pulih sepenuhnya.Kapan Sebaiknya Melakukan Deteksi Dini Pneumonia?Sobat, pneumonia bukan hanya infeksi saluran napas biasa. Jika tidak dikenali dan ditangani sejak awal, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan serius yang membahayakan nyawa.Oleh karena itu, deteksi dini pneumonia sangat penting dilakukan, terutama pada kelompok yang berisiko tinggi. Pemeriksaan sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi, mempercepat penanganan, dan meminimalkan dampak buruk pada paru-paru.Lantas, siapa saja yang sebaiknya melakukan deteksi dini pneumonia?1. Anak-anak di bawah 5 tahunAnak balita termasuk kelompok yang sangat rentan terkena pneumonia. Sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, sehingga lebih mudah terserang infeksi bakteri maupun virus penyebab pneumonia.Deteksi dini sangat dianjurkan terutama jika anak:Sering mengalami batuk dan demam berulangTerlihat lemas atau napasnya cepatMemiliki riwayat lahir prematur atau berat badan lahir rendahMengidap gangguan nutrisi atau penyakit bawaan (seperti kelainan jantung atau paru)Jangan anggap remeh gejala batuk dan sesak napas pada anak. Segera konsultasikan dengan dokter bila gejala tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.2. Lansia di atas 65 tahunSeiring bertambahnya usia, sistem imun dan fungsi paru-paru seseorang mengalami penurunan alami. Hal ini membuat lansia lebih berisiko mengalami infeksi berat seperti pneumonia, bahkan ketika gejalanya tampak ringan di awal.Deteksi dini sangat dianjurkan bagi lansia yang:Sering mengalami batuk berkepanjangan atau nyeri dadaMenderita penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau jantungMengalami penurunan nafsu makan, lemas, atau kebingungan tiba-tiba (delirium)Baru saja mengalami flu berat atau infeksi virus lainnyaMendeteksi pneumonia lebih awal pada lansia bisa mencegah kebutuhan rawat inap atau risiko komplikasi paru-paru yang lebih berat.3. Individu dengan penyakit kronisPenderita penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia akibat daya tahan tubuh yang terganggu. Beberapa contoh penyakit kronis yang rentan terhadap infeksi paru antara lain:Asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)Diabetes melitusGagal ginjal kronikPenyakit jantungKanker atau pasien yang menjalani kemoterapiBila Anda memiliki riwayat penyakit tersebut, sangat disarankan untuk melakukan skrining paru secara berkala guna memastikan tidak ada tanda-tanda awal infeksi yang bisa memburuk.4. PerokokMerokok merusak saluran napas dan melemahkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi. Zat berbahaya dalam rokok membuat paru-paru lebih rentan teriritasi dan terinfeksi, sehingga pneumonia lebih mudah berkembang.Jika Anda seorang perokok aktif (atau mantan perokok dengan gejala napas pendek dan batuk kronis), pemeriksaan paru secara rutin bisa membantu mendeteksi pneumonia sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.5. Mereka yang mengalami gejala pernapasan yang menetap atau memburukPernah mengalami batuk berkepanjangan, demam yang tidak kunjung reda, atau napas terasa berat dan cepat? Jangan abaikan gejala-gejala ini, ya, Sobat Granostic. Meski awalnya terlihat seperti flu biasa, pneumonia bisa berkembang secara perlahan dan tak disadari. Maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah ada infeksi di paru-paru.Konsultasi dan Layanan Deteksi Dini di Granostic SurabayaDi Granostic Surabaya, kami menyediakan layanan pemeriksaan dan deteksi dini pneumonia dengan pendekatan menyeluruh dan berbasis bukti medis. Bagi Anda yang termasuk dalam kelompok berisiko atau mengalami gejala mencurigakan, kami siap membantu dengan layanan yang cepat, akurat, dan nyaman.Berikut ini adalah rangkaian layanan deteksi dini pneumonia yang bisa Anda lakukan di Granostic:1. Pemeriksaan FisikLangkah pertama dalam deteksi pneumonia adalah pemeriksaan fisik oleh tenaga medis. Dokter akan memeriksa kondisi napas Anda, mendengarkan suara paru-paru menggunakan stetoskop, dan menilai tanda-tanda seperti frekuensi napas, suhu tubuh, serta nyeri dada.Pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui apakah ada bunyi napas abnormal seperti suara "ronki" atau "crackles" yang bisa menandakan adanya infeksi di paru-paru.2. Tes LaboratoriumTes darah sering kali dilakukan untuk mengecek adanya tanda infeksi seperti peningkatan sel darah putih atau penanda peradangan (seperti CRP atau prokalsitonin). Bila dicurigai infeksi bakteri, dokter bisa menyarankan pemeriksaan dahak (sputum) untuk mengetahui jenis kuman penyebab.Tes laboratorium ini membantu menentukan jenis infeksi dan mempercepat pemberian pengobatan yang tepat.3. ImagingPemeriksaan pencitraan seperti rontgen dada (X-ray) merupakan metode paling umum untuk memastikan apakah terdapat infeksi di paru-paru. Pada kasus tertentu, dokter mungkin juga merekomendasikan CT scan jika hasil rontgen kurang jelas.Imaging ini membantu melihat lokasi infeksi, luas penyebarannya, dan mendeteksi komplikasi seperti efusi pleura (penumpukan cairan di paru).4. Konsultasi Spesialis dokter paru dan penyakit dalamUntuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih komprehensif, Granostic juga menyediakan konsultasi dengan dokter spesialis paru dan dokter penyakit dalam. Dokter akan mengevaluasi hasil pemeriksaan Anda dan merancang penanganan sesuai dengan kondisi tubuh, riwayat penyakit, dan kebutuhan klinis Anda.Konsultasi ini sangat penting bagi Anda yang sudah mengalami gejala berat atau memiliki penyakit penyerta yang kompleks.Sobat, pneumonia bisa berbahaya jika tidak terdeteksi sejak awal, apalagi bagi mereka yang rentan. Jadi jangan tunggu gejalanya memburuk untuk memeriksakan diri ke dokter, sebab deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa.Granostic Surabaya hadir untuk memberikan layanan deteksi pneumonia yang akurat, cepat, dan profesional. Lindungi diri Anda dan orang terdekat dari risiko pneumonia dengan langkah tepat hari ini.Yuk, periksakan kondisi saluran napas Anda di Granostic Surabaya dan Booking pemeriksaan sekarang juga!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:American Lung Association. (2024). Learn About Pneumonia. Diakses 2025.Mayo Clinic. (2024). Pneumonia: Symptoms and Causes. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (2024). Pneumonia: Symptoms, Causes & Treatment. Diakses 2025.CNN Indonesia. (2024, 6 Februari). Kematian akibat Pneumonia di Indonesia Naik Drastis Sepanjang 2024. Diakses 2025.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pneumonia Terus Ancam Anak-anak. Diakses 2025.World Health Organization (WHO). (2024). Pneumonia. Diakses 2025.WebMD. (2024). Types of Pneumonia. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Pneumonia Prevention. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (2024). Aspiration Pneumonia. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (2024). Atypical (Walking) Pneumonia. Diakses 2025.
Apa Itu Tes NIPT Ibu Hamil? Pelajari Selengkapnya di Sini!
Agar dapat menjalani kehamilan yang sehat, Sobat Granostic perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk menjalani tes NIPT khusus untuk ibu hamil. But wait, tahukah Anda apa itu tes NIPT?Menjalani kehamilan tidak pernah mudah untuk ibu, bahkan jika ini bukanlah kehamilan pertama Anda. Saat hamil, wajar bagi ibu untuk mengkhawatirkan perkembangan janinnya dan merasakan kecemasan yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah, saat membayangkan proses persalinan nantinya.Nah, pertanyaan-pertanyaan Sobat akan kondisi janin dan kemungkinan keselamatan persalinan ini dapat dijawab melalui pemeriksaan medis secara teratur. Prosedur Non-invasive Prenatal Testing (NIPT), yang dapat mendeteksi kelainan genetis pada si Kecil.Pada artikel kali ini, Granostic akan menjelaskan secara rinci mengenai apa itu NIPT untuk ibu hamil, prosedur, tujuan dan manfaat dilakukannya, hingga Berapa biaya yang perlu Anda keluarkan untuk mengakses pemeriksaan ini. Penasaran?Pengertian Tes NIPTNIPT atau Non-Invasive Prenatal Testing adalah pemeriksaan skrining modern yang bisa dilakukan sejak awal kehamilan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan kromosom pada janin, seperti sindrom Down (trisomi 21), sindrom Edwards (trisomi 18), dan sindrom Patau (trisomi 13).Menariknya, tes ini juga dapat mengetahui jenis kelamin bayi sejak dini. Prosedurnya sangat sederhana, yakni hanya dengan pengambilan sampel darah dari ibu hamil, yang ternyata juga mengandung fragmen DNA janin.Melalui analisis DNA janin yang beredar di dalam darah ibu (dikenal sebagai cell-free DNA/cfDNA), para tenaga medis bisa mendapatkan gambaran awal tentang susunan genetik si kecil.Sampel darah ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa apakah ada indikasi kelainan kromosom tertentu. Namun perlu diingat, NIPT adalah tes skrining, bukan tes diagnosis. Artinya, hasilnya hanya menunjukkan kemungkinan atau risiko, bukan kepastian adanya kelainan.NIPT bersifat opsional, namun sangat direkomendasikan terutama bagi ibu hamil yang berisiko tinggi. Dokter atau konselor genetik Anda akan membantu menjelaskan hasilnya dan mendiskusikan langkah selanjutnya jika dibutuhkan. Mengapa Disebut “Non-Invasive”?Disebut non-invasive, NIPT memiliki prosedur yang aman dan berpeluang sangat rendah untuk menimbulkan efek samping berat pada ibu hamil maupun janin. Sehingga tes ini menjadi pilihan cerdas bagi Anda yang ingin lebih memahami kondisi janin secara menyeluruh sejak awal kehamilan, tanpa prosedur invasif yang membahayakan.Kelainan Kromosom yang Dapat Dideteksi Tes NIPTSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tes NIPT dapat membantu mendeteksi kelainan kromosom pada janin. Berikut penjelasan lebih lanjut soal kelainan kromosom yang dimaksud:1. Trisomi 21 (Down Syndrome)Trisomy 21, yang dikenal juga dengan down syndrome, merupakan kondisi kromosom yang paling banyak ditemui sebagai kondisi bawaan bayi baru lahir. Down syndrome sendiri terjadi karena anak memiliki satu pasang ekstra kromosom nomor 21.Tes NIPT dapat mendeteksi kelainan kromosom ini dengan menganalisis DNA janin yang ada dalam darah ibu hamil. Tepatnya, dengan memeriksa jumlah kromosom janin dan mengidentifikasi adanya kelebihan atau kekurangan kromosom, yang dapat mengarah pada kondisi down syndrome.2. Trisomi 18 (Edwards Syndrome)Selain trisomi 21, tes NIPT juga dapat mendeteksi kemungkinan trisomi 18 atau edwards syndrome pada janin. Kondisi ini tergolong serius, di mana kebanyakan janin yang mengalami edwards syndrome dapat mengalami kematian.3. Trisomi 13 (Patau Syndrome)Pemeriksaan NIPT juga dapat membantu mendeteksi trisomi 13 pada janin, atau patau syndrome.Trisomi ini juga tergolong kondisi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan kematian janin. 4. Kelainan Kromosom SeksualTes NIPT juga dapat mendeteksi kelainan kromosom seksual pada janin, yakni:Turner Syndrome (XO)Turner syndrome, yang dikenal juga sebagai 45,X syndrome, merupakan kondisi yang hanya terjadi pada perempuan. Kondisi ini terjadi karena jumlah kromosom X pada penderitanya tidak lengkap, yakni harusnya dua copy hanya ada satu copy.Klinefelter Syndrome (XXY)Dikenal juga dengan sindrom XXY, kelainan kromosom ini hanya terjadi pada laki-laki. Di mana, kondisi ini terjadi saat penderitanya hanya memiliki lebih dari satu copy X.XYY Syndrome dan Triple X (XXX) SyndromeTrisomi X, atau yang juga dikenal sebagai sindrom triple X, adalah kondisi genetik di mana seorang perempuan memiliki satu kromosom X lebih banyak dari biasanya, jadi totalnya ada tiga kromosom X (47,XXX).Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan ciri fisik yang mencolok, meskipun sebagian perempuan mungkin memiliki postur tubuh yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata. Secara umum, perempuan dengan trisomi X tetap mengalami pubertas secara normal dan tetap bisa hamil seperti wanita lainnya.Namun, kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan belajar, keterlambatan bicara, dan perkembangan bahasa. Beberapa anak juga mungkin mengalami keterlambatan dalam kemampuan motorik, seperti duduk atau berjalan, serta memiliki otot tubuh yang cenderung lebih lemah (hipotonia).Sementara itu, Sindrom XYY adalah kondisi genetik di mana seorang pria memiliki kromosom Y tambahan, sehingga susunan kromosomnya menjadi XYY. Umumnya, pria dengan kondisi ini tumbuh lebih tinggi dari rata-rata, tetapi tidak menunjukkan ciri fisik yang mencolok. Produksi hormon testosteron dan perkembangan seksualnya pun biasanya tetap normal, dan mereka tetap bisa memiliki keturunan.Meski begitu, sindrom XYY bisa meningkatkan risiko keterlambatan bicara, kesulitan belajar, serta gangguan perkembangan motorik seperti duduk atau berjalan. Beberapa anak juga mengalami kelemahan otot, tremor ringan, atau kejang.Dari sisi psikososial, kondisi ini dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap gangguan perilaku seperti ADHD, kecemasan, depresi, atau gangguan spektrum autisme yang memengaruhi kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.5. Mikrodelesi dan Duplikasi Kromosom (tergantung jenis NIPT)Selain beberapa kelainan kromosom di atas, tes NIPT juga dapat mendeteksi mikrodelesi dan duplikasi kromosom. Di mana kondisi ini dapat terjadi akibat hilangnya (delesi) atau penggandaan (duplikasi) segmen DNA yang sangat kecil pada kromosom. Kondisi ini dapat terjadi secara spontan atau diturunkan dari orang tua janin.Siapa yang Disarankan Menjalani Tes NIPT?Setelah memahami apa itu NIPT dan kondisi genetik apa saja yang dapat terdeteksi melalui tes ini, pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul di benak Anda adalah: siapa saja yang sebenarnya perlu mempertimbangkan untuk menjalani pemeriksaan ini?Meskipun bersifat opsional, NIPT sangat disarankan pada kondisi kehamilan tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelainan kromosom. Tes ini menjadi pilihan bijak untuk mendapatkan gambaran awal tentang kesehatan genetik janin, sehingga langkah medis selanjutnya dapat dipersiapkan lebih matang.1. Usia ibu ≥ 35 tahunIbu hamil yang berusia 35 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan kromosom, seperti sindrom Down. Seiring bertambahnya usia, kualitas dan pembelahan kromosom dalam sel telur bisa menurun, meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan genetik. Karena itu, NIPT menjadi pemeriksaan yang sangat dianjurkan pada kelompok usia ini sebagai langkah deteksi dini yang aman dan akurat.2. Memiliki riwayat kelainan genetik dalam keluargaJika Anda atau pasangan memiliki riwayat kelainan genetik di dalam keluarga—baik itu dari pihak ayah maupun ibu, maka NIPT bisa menjadi salah satu bentuk skrining yang bijaksana. Tes ini membantu mengidentifikasi apakah risiko tersebut juga dapat diturunkan kepada janin, sehingga Anda bisa mengambil keputusan medis lebih dini dan terinformasi.3. Hasil USG mencurigakanKadang, saat menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), dokter menemukan temuan yang mencurigakan, seperti penebalan lipatan leher janin (NT), kelainan organ, atau pertumbuhan yang tidak sesuai usia kehamilan. Dalam kondisi seperti ini, dokter bisa menyarankan NIPT untuk menilai apakah terdapat kemungkinan kelainan kromosom yang mendasarinya.4. Tes skrining awal (seperti NT Scan atau Double Marker) menunjukkan risiko tinggiBila hasil dari tes skrining awal kehamilan seperti Double Marker atau NT Scan menunjukkan risiko tinggi terhadap kelainan kromosom, NIPT bisa menjadi langkah lanjutan yang lebih spesifik dan akurat. Tes ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri dalam menindaklanjuti hasil skrining, tapi juga mengurangi kecemasan dengan prosedur yang aman bagi ibu dan janin.5. Kehamilan melalui program bayi tabung (IVF)Proses kehamilan dengan bantuan teknologi reproduksi seperti bayi tabung (IVF) biasanya melibatkan pemantauan ketat terhadap kondisi janin. Karena IVF bisa membawa risiko genetik tertentu atau kehamilan kembar, NIPT sangat direkomendasikan untuk memastikan bahwa perkembangan janin berlangsung normal dan sehat sejak dini.Kapan Waktu Ideal Melakukan Tes NIPT?Tes NIPT dapat dilakukan mulai usia kehamilan 10 minggu—yaitu pada awal trimester pertama. Ini adalah waktu ideal karena jumlah DNA janin (cfDNA) dalam darah ibu sudah cukup untuk dianalisis secara akurat.Semakin cepat dilakukan, semakin cepat pula Anda mendapatkan informasi penting mengenai kondisi janin, yang bisa membantu dalam merencanakan kehamilan dengan lebih baik. Meskipun bisa dilakukan di trimester kedua, pemeriksaan lebih awal tentu memberi keunggulan dalam deteksi dini.Bagaimana Proses Pemeriksaan Tes NIPT?Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menjalani tes NIPT, tak perlu khawatir. Prosesnya sangat sederhana, tidak menyakitkan, dan bisa selesai dalam waktu singkat. Yuk, simak langkah-langkahnya di bawah ini:1. Konsultasi dengan dokter kandunganLangkah pertama adalah melakukan konsultasi dengan dokter kandungan yang berpengalaman seperti layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman Di Granostic Surabaya. Anda bisa menjadwalkan dan booking konsultasi bersama Dokter spesialis kandungan kami.Pada tahap ini, dokter akan mengevaluasi riwayat kehamilan Anda, hasil USG, serta tes sebelumnya jika ada. Konsultasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa NIPT memang diperlukan, dan menjelaskan manfaat serta keterbatasan tes kepada Anda dengan transparan.2. Pengambilan darah ibuSetelah dinyatakan siap, petugas medis akan mengambil sampel darah dari lengan Anda. Sampel ini akan mengandung campuran DNA ibu dan fragmen DNA janin (cfDNA) yang beredar secara alami di aliran darah. Prosedur ini cepat dan minim risiko—tanpa perlu menusuk rahim atau melakukan tindakan invasif lainnya.3. Pengolahan sampel di laboratoriumSampel darah Anda akan dikirim ke laboratorium genetika yang memiliki teknologi tinggi. Di sana, DNA janin yang berasal dari darah ibu akan dianalisis untuk melihat kemungkinan adanya kelainan kromosom, seperti trisomi 21, 18, atau 13. Proses ini sangat canggih dan membutuhkan ketelitian tinggi agar hasilnya akurat.4. Hasil keluar dalam 5–10 hari kerjaSetelah proses analisis selesai, hasil tes akan keluar dalam waktu sekitar 5 hingga 10 hari kerja. Hasil ini akan dikonsultasikan kembali oleh dokter kandungan Anda, disertai penjelasan menyeluruh dan rekomendasi medis bila dibutuhkan. Dengan proses yang cepat dan aman, NIPT memberi Anda ketenangan hati dalam menjalani kehamilan.Bagaimana Bentuk dan Arti Hasil Tes NIPT?Setelah menjalani tes NIPT, Anda akan menerima hasil berupa laporan digital atau cetak yang menunjukkan apakah janin Anda memiliki kemungkinan mengalami kelainan genetik tertentu. Hasil ini umumnya dikategorikan ke dalam dua kelompok utama: negatif (risiko rendah) dan positif (risiko tinggi). Penting untuk memahami arti dari setiap kategori ini agar Anda bisa mengambil langkah yang tepat bersama dokter.Hasil Negatif / Risiko RendahHasil dikatakan negatif atau menunjukkan risiko rendah jika tidak ditemukan tanda-tanda signifikan adanya kelainan kromosom yang diperiksa, seperti trisomi 21 (Down syndrome), trisomi 18, trisomi 13, atau gangguan pada kromosom seks.Artinya, kemungkinan janin mengalami kondisi tersebut sangat kecil. Namun perlu diingat, meskipun hasil ini menenangkan, tidak ada tes skrining yang memberikan jaminan 100%. Oleh karena itu, hasil ini tetap perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kehamilan rutin.Hasil Positif / Risiko TinggiSebaliknya, hasil dikatakan positif atau berisiko tinggi jika ditemukan indikasi bahwa janin kemungkinan besar memiliki salah satu kelainan genetik yang diuji. Misalnya, risiko tinggi trisomi 21 berarti ada potensi lebih besar janin mengalami sindrom Down dibandingkan rata-rata.Namun, hasil positif bukan berarti diagnosis pasti. Tes ini hanya menunjukkan kemungkinan, bukan kepastian. Oleh sebab itu, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti amniosentesis atau CVS, untuk memastikan diagnosis secara definitif.Tingkat Akurasi NIPTTes NIPT dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi beberapa jenis kelainan genetik. Berikut gambaran akurasinya berdasarkan data medis yang tersedia:Trisomi 21 (Down Syndrome): akurasi deteksi sangat tinggi, mencapai sekitar 99%, dengan tingkat positif palsu (false positive rate) yang rendah.Trisomi 18 dan 13: akurasinya sedikit lebih rendah dibanding trisomi 21, yaitu sekitar 97% untuk trisomi 18 dan 80–90% untuk trisomi 13, tergantung metode dan laboratorium yang digunakan.Kelainan kromosom seks: akurasinya bervariasi antara 90–95%, tergantung jenis kelainan dan kondisi spesifik kehamilan.Apakah Tes NIPT Aman?Pemeriksaan NIPT sangatlah man, tidak ada risiko Kesehatan apapun pada janin. Ini karena tes dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu saja.Berapa Biaya Tes NIPT di Indonesia?Biaya pemeriksaan tes NIPT sangatlah bervariasi, bergantung layanan tambahan yang Anda ambil dan dimana Anda melakukannya. Namun, secara umum tes NIPT di Indonesia berkisar Rp 5–20 juta.Karena biayanya yang besar ini banyak dari ibu hamil yang tidak atau menunda melakukan tes NIPT. Padahal tes ini bisa membantu mendeteksi dini kemungkinan adanya kelainan genetik pada janin.Menyadari hal ini, klinik Granostic menawarkan jasa konsultasi NIPT bersama dokter spesialis, yang dapat membantu menilai urgensi tes NIPT ini bagi para ibu. Lantas adakah keuntungan lain dengan melakukan konsultasi bersama dokter spesialis Granostic?Konsultasi NIPT di Granostic Bersama Dokter SpesialisAda alasan kenapa Granostic percaya diri dapat menjadi jawaban terbaik para ibu dan keluarga di Surabaya, yang membutuhkan layanan kesehatan profesional. Salah satu alasan utamanya adalah keberadaan dokter spesialis yang berpengalaman, termasuk dalam mendampingi ibu hamil.Bersama dr. Dina Fitriana, SpOG, Sobat Granostic yang berada di Surabaya dan sekitarnya dapat melakukan konsultasi NIPT dengan menyeluruh. Dokter kami akan memberikan edukasi lengkap, melakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga pencitraan untuk menyimak perkembangan janin. Bila ditemukan adanya tanda-tanda yang harus diwaspadai, dokter kami dapat memberikan saran perawatan dan tindakan yang diperlukan. Begitupula dengan tes NIPT, yang akan dianjurkan bila ditemukan tanda-tanda urgent mengenai status DNA janin Anda.Nah, untuk mendaftar layanan konsultasi NIPT di Granostic ini, Sobat dapat langsung mengubungi customer care kami dengan klik tombol WhatsApp, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:WebMD. (2024). What Is Noninvasive Prenatal Testing (NIPT)? Diakses 2025.MedlinePlus. (2024). What is noninvasive prenatal testing (NIPT)? Diakses 2025.NHS Inform. (2024). Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT). Diakses 2025.Cleveland Clinic. (2024). Noninvasive Prenatal Testing (NIPT). Diakses 2025.Sonic Genetics. (2024). Conditions Identified by NIPT. Diakses 2025.
Skrining Kehamilan di Surabaya
Sobat Granostic, menyambut kedatangan si Kecil dalam keluarga Anda pastinya memerlukan banyak persiapan. Salah satu yang paling penting adalah skrining kehamilan secara teratur.Skrining kehamilan membantu memastikan ibu dan janin yang dikandungnya dalam kondisi sehat. Dokter dapat memberikan pemeriksaan menyeluruh dan mendeteksi dini adanya masalah pada kesehatan ibu maupun janin sepanjang kehamilan.Nah, dalam artikel ini, Granostic akan membahas berbagai hal yang perlu Anda ketahui mengenai skrining kehamilan. Mulai dari definisi, jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan, tujuan, hingga rekomendasi tempat skrining kehamilan terbaik di Surabaya. Penasaran?Apa Itu Skrining Kehamilan?Skrining kehamilan merupakan serangkaian proses pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur, dengan tujuan untuk mendeteksi adanya gangguan Kesehatan atau penyakit tertentu sedini mungkin pada ibu hamil. Jenis-Jenis Pemeriksaan dalam Skrining KehamilanSetelah memahami pentingnya skrining kehamilan untuk mendeteksi dini potensi risiko pada ibu dan janin, kini saatnya Anda mengetahui lebih dalam tentang jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan selama masa kehamilan.Berbagai pemeriksaan ini dirancang untuk memantau kesehatan kehamilan secara menyeluruh, mulai dari tes laboratorium hingga pemeriksaan fisik rutin. Dengan memahami setiap jenis pemeriksaan, Anda dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan selama kehamilan.Langsung simak, yuk!1. Tes DarahTes darah merupakan pemeriksaan dasar yang penting dalam skrining kehamilan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah, rhesus (Rh), kadar hemoglobin, serta mendeteksi adanya anemia, infeksi, atau kelainan darah lainnya. Tes darah juga berperan dalam mendeteksi antibodi yang bisa menyerang sel darah janin, terutama pada ibu dengan rhesus negatif.Selain itu, tes darah dapat memantau kadar hormon seperti human chorionic gonadotropin (hCG) dan progesteron yang penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi risiko preeklamsia melalui penilaian kadar protein tertentu, serta menilai status kekebalan terhadap infeksi seperti hepatitis B, HIV, dan sifilis. Dengan hasil yang akurat, dokter bisa segera mengambil tindakan bila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian khusus.2. Tes UrineTes urine juga termasuk dalam pemeriksaan rutin selama kehamilan. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi adanya protein, gula, atau bakteri dalam urine yang bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih, diabetes gestasional, atau risiko preeklamsia.Kandungan protein yang tinggi dalam urine, misalnya, bisa menunjukkan adanya tekanan darah tinggi atau masalah ginjal. Sementara kadar gula yang tinggi dapat menjadi tanda awal diabetes selama kehamilan. Tes urine biasanya dilakukan secara rutin pada setiap kunjungan kontrol kehamilan karena sifatnya yang cepat, mudah, dan non-invasif.3. USG Kehamilan (Ultrasonografi)USG adalah salah satu prosedur paling penting dalam skrining kehamilan karena memungkinkan dokter melihat kondisi janin secara langsung. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar janin di dalam rahim.USG trimester pertama: dilakukan sekitar minggu ke-6 hingga ke-12, bertujuan memastikan lokasi janin, detak jantung, dan usia kehamilan. Ini juga dapat mendeteksi kehamilan ganda dan kelainan awal seperti kehamilan ektopik.USG trimester kedua: sekitar minggu ke-18 hingga 22, digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan janin, memeriksa organ dalam, serta mendeteksi kelainan struktural. Pemeriksaan ini dikenal juga sebagai "anatomy scan".USG trimester ketiga: membantu memantau posisi janin, jumlah cairan ketuban, serta kondisi plasenta menjelang persalinan. Ini juga penting untuk memastikan janin tumbuh dengan baik hingga akhir kehamilan.4. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter SpesialisPemeriksaan fisik oleh dokter kandungan tetap menjadi komponen penting dalam memantau kehamilan Anda. Dokter akan mengevaluasi kondisi tubuh secara keseluruhan dan mengukur beberapa indikator penting.Pengukuran tekanan darahTekanan darah ibu hamil harus terus dipantau karena tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda preeklamsia yang berisiko bagi ibu dan janin. Pemeriksaan ini mudah dilakukan namun sangat krusial untuk deteksi dini gangguan kehamilan.Pemeriksaan berat badan dan lingkar perutPertambahan berat badan selama kehamilan perlu dicatat untuk memastikan bahwa pertumbuhan janin berjalan sesuai harapan. Lingkar perut juga digunakan sebagai indikator perkembangan janin, terutama ketika dikombinasikan dengan tinggi fundus uteri.Detak jantung janin (DJJ)Pemeriksaan DJJ biasanya dilakukan dengan alat bernama doppler untuk memastikan detak jantung janin berada dalam kisaran normal. Irama jantung yang terlalu cepat atau lambat dapat menunjukkan adanya stres janin atau gangguan lainnya.Pemeriksaan tinggi fundus uteri (tinggi rahim) sesuai usia kehamilanTinggi fundus (puncak rahim) diukur secara manual untuk melihat apakah rahim berkembang sesuai usia kehamilan. Ini menjadi indikator pertumbuhan janin, terutama setelah trimester kedua. Bila tinggi fundus terlalu kecil atau terlalu besar, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan.5. Skrining Kelainan Genetik dan KromosomSelain memantau kesehatan fisik ibu dan janin, skrining kehamilan juga mencakup pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kelainan genetik dan kromosom.Pemeriksaan ini penting untuk mengidentifikasi gangguan seperti Down Syndrome, Trisomi 18, dan Trisomi 13 sejak dini. Dengan hasil skrining yang akurat, Anda dan dokter dapat merencanakan tindakan medis yang sesuai atau memberikan dukungan yang optimal bagi janin.Berikut ini adalah beberapa jenis skrining genetik yang umum dilakukan selama kehamilan.NIPT (Non-Invasive Prenatal Test)NIPT adalah pemeriksaan genetik yang sangat sensitif dan dilakukan melalui sampel darah ibu. Tes ini mampu mendeteksi kelainan kromosom utama seperti Down Syndrome hanya dengan mengambil DNA janin dari darah ibu. Karena bersifat non-invasif, NIPT tidak membahayakan janin dan bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu.Keunggulan NIPT terletak pada akurasinya yang tinggi dan minim risiko. Tes ini sangat disarankan untuk ibu hamil berisiko tinggi atau memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik.PAPP-A dan hCGPemeriksaan ini biasanya dilakukan pada trimester pertama. PAPP-A (Pregnancy-Associated Plasma Protein A) dan hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) diukur untuk mengetahui risiko kelainan kromosom. Kadar yang tidak normal bisa menjadi indikator awal adanya gangguan seperti Down Syndrome.Pemeriksaan ini sering dipadukan dengan USG translucensi nukal untuk meningkatkan akurasi hasil skrining, sehingga deteksi dini bisa dilakukan dengan lebih tepat.Amniosentesis (opsional)Amniosentesis adalah prosedur invasif yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan ketuban untuk menganalisis kromosom janin. Tes ini biasanya disarankan jika hasil NIPT menunjukkan risiko tinggi atau bila Anda memiliki faktor risiko tertentu seperti usia ibu di atas 35 tahun.Meski tergolong akurat, amniosentesis mengandung sedikit risiko seperti keguguran, sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang melalui konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.6. Skrining Infeksi MenularInfeksi selama kehamilan bisa membahayakan janin dan berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, skrining infeksi menular menjadi bagian penting dari pemeriksaan prenatal. Deteksi dini akan membantu dokter memberikan penanganan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius.Beberapa infeksi yang umumnya disaring dalam pemeriksaan kehamilan meliputi:TORCHTORCH adalah akronim dari Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simpleks. Infeksi ini bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti gangguan pendengaran, keterbelakangan mental, dan gangguan penglihatan.Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan tes darah. Jika ditemukan infeksi aktif, dokter akan memberikan pengobatan untuk meminimalkan dampaknya pada janin.HIV/AIDSTes HIV penting untuk mendeteksi infeksi virus HIV yang dapat ditularkan ke janin selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Jika terdeteksi sejak dini, pengobatan antiretroviral bisa diberikan untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.Skrining HIV bersifat rutin dan aman. Tes ini menjadi langkah awal perlindungan bagi bayi dari risiko infeksi HIV.SifilisSifilis adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kelahiran prematur, kematian janin, atau gangguan perkembangan bayi. Tes sifilis dilakukan melalui pemeriksaan darah, dan pengobatannya relatif sederhana jika dideteksi sejak awal. Penanganan dini sifilis selama kehamilan terbukti efektif dalam mencegah komplikasi serius pada bayi.Hepatitis B dan CHepatitis B dan C adalah infeksi virus yang menyerang hati dan bisa ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi virus sejak awal dan menentukan apakah bayi memerlukan imunisasi tambahan setelah lahir.Dengan skrining Hepatitis yang rutin, Anda dapat melindungi si kecil dari kemungkinan infeksi kronis yang membahayakan di masa depan.Tujuan Skrining KehamilanMeskipun skrining kehamilan dapat diakses dengan mudah, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa pemeriksaan ini merepotkan. Padahal tujuan dari skrining kehamilan ini sangatlah banyak dan menguntungkan bagi keselamatan ibu maupun janin.Berikut ini beberapa tujuan skrining kehamilan yang penting Anda ketahui, Sobat!1. Mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin secara menyeluruhTujuan utama skrining kehamilan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh. Ini termasuk bagaimana perkembangan janin dalam rahim, bagaimana dampaknya pada kesehatan fisik dan mental ibu, hingga dapat menyimak adanya tanda-tanda masalah kesehatan bagi keduanya.2. Deteksi dini risiko komplikasiKarena memungkinkan pemeriksaan menyeluruh kondisi ibu dan janin, skrining kehamilan dapat membantu mendeteksi dini risiko komplikasi. Sebab ibu hamil sangat rentan mengalami komplikasi seperti preeklampsia, yang dapat membahayakan nyawa ibu maupun si kecil.3. Menentukan jenis perawatan atau tindakan medis yang dibutuhkanLewat deteksi dini risiko komplikasi kehamilan, dokter dan tim medis dapat memberikan perawatan dan pengobatan yang cocok dengan kondisi ibu maupun janin.4. Meningkatkan angka keselamatan ibu dan bayiTujuan utama dari skrining kesehatan kehamilan ini yakni untuk meningkatkan angka keselamatan ibu dan bayi, dengan mendeteksi dini risiko gangguan kesehatan, menentukan perawatan dan pengobatan yang tepat, serta mencegah berkembangnya kondisi medis tertentu.Kapan Skrining Kehamilan Dilakukan?Sobat Granostic dapat melakukan skrining kehamilan sesuai dengan perkembangan janin dan usia kehamilan berikut ini:Trimester 1 (Usia Kehamilan 0–12 Minggu)Setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil, segera jadwalkan pemeriksaan Bersama dokter spesialis. Pada kunjungan pertama Anda, dokter dapat melakukan wawancara mengenai lingkungan tempat tanggal, gaya hidup, hingga riwayat kesehatan diri dan anggota keluarga Anda.Selain itu, dokter juga dapat memberikan edukasi mengenai prakiraan hari persalinan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, hingga di akhir trimester satu Anda mungkin sudah dapat mendengar detak jantung janin lewat Doppler.Trimester 2 (Usia Kehamilan 13–27 Minggu)Pada trimester kedua, Anda dapat menjalani tes kesehatan rutin yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik ibu, tes urine, tekanan darah, hingga bagaimana pertumbuhan si Kecil. Selain itu, pada periode kehamilan ini, Anda juga akan lebih banyak melakukan tes pencitraan seperti ultrasonografi (USG) untuk menyimak sejauh mana si Kecil berkembang.Trimester 3 (Usia Kehamilan 28–40 Minggu)Melansir dari WebMD.com, jenis pemeriksaan yang umumnya dilakukan selama skrining kehamilan di trimester tiga meliputi tes darah dan urine, pengukuran berat, tekanan darah, dan pengukuran tinggi fundus.Selain itu, dalam periode kehamilan ini, Anda juga akan melakukan tes infeksi saluran kencing atau IMS. Dokter juga dapat menyarankan untuk melakukan pengecekan detak jantung janin, tes non-stress, profil biopsi, tes USG, dan tes kontraksi.Apakah Ada Efek Samping Skrining Kehamilan?Sobat Granostic, saat menyimak prosedur skrining kehamilan yang bisa jadi cukup panjang dan kompleks, sangat wajar kalau Anda merasa khawatir dengan keamanannya. Namun, bisa dipastikan bahwa skrining kehamilan umumnya memiliki risiko efek samping yang sangat rendah.Bahkan biasanya tidak akan menimbulkan efek samping yang berbahaya atau fatal untuk ibu dan janinnya. Efek samping yang mungkin terjadi seringnya juga bersifat ringan, utamanya dalam prosedur yang memerlukan proses pengambilan sampel darah, misalnya pada tes TORCH, skrining genetic, dan lainnya.Berapa Biaya Skrining Kehamilan di Surabaya?Sobat Granostic, biaya skrining kehamilan di Surabaya juga sangat kompetitif dan fleksibel. Anda bisa menyesuaikan jenis pemeriksaan dengan kebutuhan dan sesuai dengan rekomendasi dokter.Anda juga bisa mengambil paket pemeriksaan kehamilan yang menawarkan layanan kesehatan lengkap dengan harga yang lebih terjangkau di Granostic. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat langsung konfirmasi ke tim customer care kami di 0822-3090-0900.Yuk Skrining Kehamilan Menyeluruh di Granostic SurabayaSkrining kehamilan bukan sekadar formalitas medis. Ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi sejak trimester pertama hingga jelang persalinan.Melalui skrining yang rutin dan menyeluruh, berbagai risiko seperti kelainan kromosom, infeksi yang membahayakan janin, hingga gangguan pertumbuhan janin dapat terdeteksi lebih dini. Semakin awal risiko diketahui, semakin besar peluang untuk menanganinya dengan tepat.Di Surabaya, Granostic hadir sebagai solusi kesehatan ibu hamil yang mengedepankan kualitas, akurasi, dan kenyamanan. Dengan fasilitas modern, tim dokter spesialis kandungan berpengalaman, serta dukungan teknologi medis terkini, Granostic menjadi pilihan cerdas bagi ibu hamil yang ingin menjalani kehamilan yang sehat dan terpantau optimal.Yuk, simak apa saja layanan unggulan skrining kehamilan yang bisa Anda dapatkan di Granostic!Layanan Skrining Kehamilan di Granostic Surabaya1. Pemeriksaan lengkap Granostic menyediakan paket pemeriksaan lengkap yang mencakup seluruh aspek penting dalam pemantauan kehamilan. Mulai dari tes darah, tes urine, pengecekan tekanan darah, hingga pemantauan tinggi fundus uteri dan detak jantung janin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan kondisi kesehatan ibu dan janin secara menyeluruh, sehingga dokter bisa mengambil langkah preventif bila ditemukan indikasi risiko kehamilan.Manfaat pemeriksaan lengkap ini adalah Anda tidak perlu berpindah-pindah fasilitas kesehatan untuk melakukan berbagai jenis tes. Semua tersedia dalam satu tempat dengan kualitas layanan yang konsisten dan tenaga medis yang siap memberi edukasi dan pendampingan.2. USGPemeriksaan USG (Ultrasonografi) di Granostic dilakukan dengan peralatan ultramodern yang mampu memberikan gambar janin secara detail dan akurat. Baik itu USG transvaginal pada awal kehamilan maupun USG 2D/4D untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin secara visual, semua dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan usia kehamilan Anda.USG yang dilakukan secara berkala bukan hanya memberikan gambaran tumbuh kembang janin, tapi juga memastikan posisi plasenta, volume air ketuban, hingga potensi kelainan struktural sejak dini. Semua interpretasi hasil akan dijelaskan langsung oleh dokter kandungan berpengalaman.3. Skrining infeksi TORCH lengkapPemeriksaan TORCH (Toksoplasma, Rubella, CMV, Herpes Simpleks) adalah bagian penting dari skrining kehamilan karena infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada janin, mulai dari gangguan penglihatan, pendengaran, hingga kerusakan sistem saraf pusat.Di Granostic, skrining TORCH dilakukan secara menyeluruh dan berbasis pemeriksaan laboratorium yang akurat. Dengan mengetahui status infeksi TORCH sedini mungkin, Anda bisa mendapatkan terapi atau pencegahan yang tepat untuk melindungi tumbuh kembang janin.4. Konsultasi dokter kandunganSetiap pemeriksaan di Granostic dilengkapi dengan konsultasi langsung bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman. Konsultasi ini bukan hanya tempat untuk menjawab pertanyaan, tapi juga sesi edukatif yang membantu Anda memahami kondisi kehamilan secara utuh.Dapatkan layanan konsultasi eksklusif bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya dengan pendekatan ramah dan profesional.Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan, memberikan saran medis, dan menyusun rencana tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi Anda. Pendekatan yang empatik dan personal ini menjadikan setiap pasien merasa nyaman dan lebih percaya diri dalam menjalani kehamilan. 5. Laporan hasil cepat dan digitalDi era digital, Granostic menghadirkan inovasi layanan berupa laporan hasil pemeriksaan yang cepat dan dapat diakses secara online. Anda tidak perlu menunggu berhari-hari atau datang langsung ke klinik hanya untuk mengetahui hasil skrining.Semua data medis Anda akan disimpan secara aman dalam sistem yang dapat diakses dengan akun pribadi. Ini memudahkan Anda untuk memantau riwayat kesehatan kehamilan kapan saja dan di mana saja, serta memudahkan koordinasi dengan dokter dalam kunjungan berikutnya.Nah, buat Sobat Granostic yang siap menjalani kehamilan dengan tenang, cerdas, dan terpantau optimal, Granostic Surabaya adalah mitra kesehatan terbaik untuk Anda.Langsung jadwalkan kunjungan dan rasakan layanan skrining kehamilan yang menyeluruh, akurat, dan penuh perhatian! Klik tombol WhatsApp untuk mengatur jadwal pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter spesialis kandungan kami, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (2024). Prenatal care: 1st trimester visits. Diakses 2025.WebMD. (2024). Second Trimester Prenatal Tests. Diakses 2025.WebMD. (2024). Third Trimester Prenatal Tests. Diakses 2025.National Institutes of Health (NIH). (2021). Pregnancy Check-Ups: Make the Most of Prenatal Visits. Diakses 2025.National Health Service (NHS). (2024). Antenatal checks and tests. Diakses 2025.University OB/GYN Associates. (2024). Prenatal Care: The Importance of Early and Regular Check-ups. Diakses 2025.
Tanda Kehamilan Sehat Trimester 1 hingga 3 yang Perlu Diketahui
Sobat Granostic, selama masa kehamilan Ibu akan mengalami berbagai perubahan pada tubuh dan kesehatannya. Perubahan ini bisa sangat menekan, namun jika Anda dan suami bisa mengetahui bagaimana tanda kehamilan sehat selama trimester 1 hingga 3, pengalaman menakjubkan ini akan lebih mudah untuk dijalani.Sakit punggung, mual dan muntah, perubahan hormon, hingga konstipasi— bisa dibilang jadi ‘makanan sehari-hari’ bagi ibu hamil. Semua pengalaman ini membuat periode kehamilan tak pernah mudah bagi ibu. Di sisi lain, perubahan-perubahan ini juga dapat menjadi tanda kehamilan yang sehat.Namun, ibu dan suami juga tidak boleh menyepelekan kemunculan tanda-tanda baru pada ibu hamil tersebut. Karena ibu hamil juga termasuk dalam kelompok rentan, yang cenderung lebih mudah terinfeksi penyakit dan mengembangkan masalah kesehatan tertentu.Agar tak salah, berikut ini tanda kehamilan sehat trimester 1 hingga 3 yang perlu Anda ketahui, Sobat. Simak, yuk!Mengapa Penting Mengetahui Tanda Kehamilan Sehat?Mengetahui tanda kehamilan yang sehat sangat penting bagi ibu, suami, dan keluarga. Pengetahuan ini sangat krusial untuk memastikan keselamatan ibu maupun janin selama kehamilan, hingga menjelang dan sesudah proses persalinan.Mengerti tanda-tanda kehamilan yang sehat sejak trimester pertama hingga ketiga dapat membuat ibu lebih peka terhadap masalah-masalah kehamilan atau tanda tak biasa selama kehamilannya. Bahkan, pengetahuan ini juga dapat dijadikan sebagai pedoman (bagi keluarga juga) untuk memberikan perawatan dan perhatian yang dibutuhkan, agar kehamilan sehat dan ibu bisa menjalani persalinan dengan aman.Tanda dan Gejala Kehamilan Sehat Berdasarkan TrimesterSetiap minggu janin berkembang secara teratur. Perkembangan ini tidak hanya terjadi pada si Kecil, tapi juga membawa dampak pada tubuh maupun psikologis sang ibu.Karena itu, menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan adalah tugas bersama. Tak bisa dilakukan oleh sang ibu seorang diri, namun perlu adanya dukungan dari suami dan orang-orang terdekat.Agar tahu apa saja perawatan yang baiknya diterima oleh ibu hamil agar sehat, berikut ini adalah tanda dan gejala kehamilan yang sehat pada tiap trimesternya. Simak, yuk!Trimester 1 (Usia Kehamilan 0–12 Minggu)Trimester pertama bisa memberikan pengalaman yang sangat membebani bagi ibu. Karena pada beberapa bulan pertama kehamilan, ibu mengalami perubahan yang besar dengan cepat. Karenanya, dengan mengetahui apa saja tanda-tanda kehamilan yang sehat dan perlu diwaspadai selama trimester 1 akan dapat membantu ibu dan keluarga untuk bersiap. Berikut penjelasannya, Sobat Granostic!Tanda-tanda kehamilan sehat di trimester 1:1. Morning sickness (mual dan muntah ringan)Mual dan muntah menjadi tanda-tanda kehamilan yang paling umum dialami oleh ibu di semester pertama, yang juga disebut sebagai morning sickness. Meskipun ada kata "morning", mual dan muntah ini dapat terjadi kapanpun, baik di siang maupun di malam hari.Melansir dari Mayo Clinic, morning sickness umumnya terjadi di antara minggu keempat hingga kesembilan usia kehamilan. Di mana, kemungkinan besar dipicu oleh meningkatnya level hormone ibu.2. Perubahan payudaraSegera setelah hamil, perubahan hormon tubuh dapat menimbulkan perubahan pada payudara ibu. Misalnya membuat payudara terasa lebih lembut, tampak bengkak, dan sensitif. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, yang bisa berangsur-angsur menghilang setelah beberapa minggu atau Ketika tubuh telah beradaptasi dengan perubahan hormonal yang terjadi.3. Kelelahan berlebihanTanda umum dari kehamilan trimester pertama adalah rasa lelah yang berlebihan, yang terjadi beriringan dengan meningkatnya hormone progesterone. 4. Sering buang air kecilSelama trimester pertama, ibu juga dapat buang air kecil lebih sering daripada biasanya. Ini terjadi karena jumlah darah dalam tubuh meningkat selama kehamilan, yang menyebabkan ginjal memproses lebih banyak cairan untuk kemudian berakhir pada kandung kemih.5.Kenaikan berat badan ringanPertumbuhan janin, ditambah dengan perubahan nafsu makan, dapat membuat ibu mengalami kenaikan berat badan ringan di trimester pertama kehamilan. Namun tak sedikit juga ibu hamil yang mengeluhkan sulit makan karena morning sickness, yang membuat berat badan mereka justru sulit untuk bertambah.Tanda kehamilan yang perlu diwaspadaiPendarahan hebat atau nyeri tajam di perut bawahPada trimester awal kehamilan, kondisi janin pada rahim ibu masih sangatlah kecil dan belum stabil. Sehingga, sebagian besar kasus keguguran terjadi di trimester awal kehamilan, yakni di minggu 1 hingga 13.Karena itu, saat ibu mengalami perdarahan hebat atau nyeri yang tajam di perut bagian bawah, segera periksakan diri ke dokter. Karena ini bisa menjadi tanda dari keguguran.Mual dan muntah ekstrem (hiperemesis gravidarum)Selain perdarahan, mual dan muntah yang ekstrem juga jadi tanda yang perlu diwaspadai selama kehamilan. Hal ini dapat membuat ibu dehidrasi dan tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup, baik untuk memenuhi kebutuhan energi tubuhnya sendiri maupun kebutuhan janin.Tidak ada tanda fisik sama sekali hingga akhir trimester (perlu evaluasi USG)Tanda kehamilan yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah tidak adanya tanda fisik janin sama sekali hingga akhir trimester. Hal ini tidak hanya bisa didiagnosa dari ukuran perut ibu, namun perlu adanya evaluasi menggunakan ultrasonografi (USG).Trimester 2 (Usia Kehamilan 13–27 Minggu)Trimester kedua umumnya memberikan pengalaman yang lebih melegakan, utamanya dibandingkan trimester satu yang penuh morning sickness. Lebih menariknya lagi, di trimester ini, Anda dapat merasakan pergerakan si Kecil saat dalam kandungan.Saat memasuki trimester kedua, yakni ketika kehamilan memasuki usia 13 hingga 27 minggu, Anda dapat mengalami beberapa tanda-tanda berikut ini:Tanda-tanda kehamilan sehat di trimester 2:1. Gerakan janin mulai terasa (quickening)Pada trimester kedua janin mulai terlihat seperti bentuk manusia yang lengkap dengan organ-organ tubuhnya yang juga turut berkembang. Karena itu, pada periode ini Anda juga dapat merasakan gerakan janin dalam rahim.2. Perut mulai membesar secara proporsionalSeiring dengan perkembangan si Kecil, rahim juga turut membesar untuk memberi ruang bagi bayi. Hal ini membuat perut ibu membesar secara proporsional, menyesuaikan dengan berat dan ukuran janin.3. Keseimbangan emosional kembali pulihPada trimester kedua, tubuh ibu juga lebih dapat beradaptasi dengan perubahan hormon kehamilan. Hal ini membuat keseimbangan emosional ibu kembali pulih secara bertahap, apalagi morning sickness yang terjadi di trimester kesatu berangsur-angsur menghilang.4. Peningkatan nafsu makanKarena periode morning sickness telah berlalu, ibu juga mengalami mood yang lebih baik dan dapat membuat nafsu makannya kembali meningkat.Selain itu pada trimester ini, kebutuhan nutrisi bayi pun semakin tinggi, sehingga tubuh ibu juga membutuhkan lebih banyak asupan nutrisi dan kalori untuk mendukung pertumbuhan si Kecil dalam rahim.Peningkatan nafsu makan ini juga bisa berkaitan dengan hormon-hormon kehamilan, yang membuat ibu merasa lebih berselera dan berkeinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu.3. Kenaikan berat badan bertahapPertumbuhan janin yang jadi lebih besar dan nafsu makan ibu yang meningkat dapat mengakibatkan kenaikan berat badan secara bertahap pada ibu hamil.Tanda kehamilan yang perlu diperhatikan:Tidak merasakan gerakan janin setelah minggu ke-24Sobat Granostic, Gerakan janin biasanya dapat dirasakan sejak usia kehamilan menginjak 16 hingga 24 minggu. Karenanya, jika Anda tidak merasakan pergerakan si kecil sama sekali. Atau gerakan si Kecil berangsur-angsur melemah dan berkurang, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh.Keputihan berlebihan berbau tidak sedap atau gatal.Keputihan juga sangat wajar terjadi pada ibu hamil, mengingat hormon ibu juga mengalami perubahan. Namun, bila keputihan terjadi secara berlebihan, disertai dengan bau yang terlalu masam atau tidak sedap, menyebabkan gatal, dan rasa tidak nyaman, Anda perlu memeriksakannya ke dokter.Sebab keputihan ini dapat menjadi tanda Anda mengalami infeksi, mengembangkan penyakit tertentu, dan banyak lainnya.Nyeri saat buang air kecil atau infeksi saluran kemih.Nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda lain yang harus diperhatikan pada ibu hamil. Rasa nyeri ini dapat timbul karena berbagai hal, termasuk infeksi saluran kemih yang sangat mudah dialami oleh ibu hamil.Trimester 3 (Usia Kehamilan 28–40 Minggu)Memasuki trimester ketiga, ibu bisa mengalami pengalaman yang lebih menantang. Apalagi saat memasuki 12 minggu terakhir kehamilan, ukuran dan posisi bayi yang belum lahir bisa membuat ibu sulit merasa nyaman. Bahkan, ibu bisa jadi lebih mudah kelelahan yang berlebihan.Selain itu, ada beberapa tanda-tanda kehamilan sehat di trimester 3 yang perlu Sobat Granostic tahu berikut ini:Tanda-tanda kehamilan sehat di trimester 3:1. Gerakan janin kuat dan konsistenSelama trimester ketiga, kehamilan yang sehat ditandai dengan pertumbuhan janin yang semakin optimal. Hal ini dapat ibu rasakan dari gerakan janin yang makin sering dan kuat.2. Rahim terasa semakin berat dan sesak napasPertumbuhan janin yang semakin besar juga akan berpengaruh pada rahim yang terasa semakin berat. Bahkan, nggak sedikit ibu hamil yang juga menngeluhkan sesak napas di trimester ketiga.Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya tekanan dari rahim yang membesar ke arah tulang rusuk, sehingga ruang paru-paru menjadi lebih sempit. Tak jarang, Anda akan merasa napas terasa lebih pendek saat berbaring telentang atau bahkan saat miring.Tubuh pun beradaptasi, volume udara yang masuk ke paru-paru meningkat, dan Anda mungkin akan bernapas sedikit lebih cepat dari biasanya. Agar tetap nyaman, cobalah duduk atau berdiri dengan postur tubuh yang tegak untuk memberi paru-paru ruang yang cukup dalam mengembang.Posisi tidur miring ke kiri juga bisa membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah besar dan memperbaiki sirkulasi oksigen.3. Keluar kolostrum dari payudaraKolostrum, air susu ibu atau ASI, juga dapat mulai keluar dari payudara ibu Ketika memasuki trimester ketiga.4. Kontraksi palsu (Braxton Hicks)Sensasi sesak atau kencang di area perut selama kehamilan bisa terasa berbeda-beda bagi setiap ibu. Kadang hanya berlangsung sebentar dan hilang dengan sendirinya, namun sering kali muncul lebih jelas di sore atau malam hari, terutama setelah aktivitas fisik atau setelah berhubungan intim. Ini bisa jadi tanda kontraksi Braxton Hicks, kontraksi palsu yang umum terjadi saat tubuh bersiap menuju persalinan.Namun, jika Anda mulai merasakan lebih dari enam kontraksi dalam satu jam dan intensitasnya terus bertambah, ada kemungkinan tubuh sedang memberi sinyal bahwa persalinan sudah dekat.Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter atau bidan jika hal ini terjadi, terutama jika disertai nyeri punggung, tekanan panggul, atau perubahan cairan vagina. Lebih baik waspada demi kesehatan Anda dan si kecil.5. Perubahan posisi janinSaat memasuki usia kandungan yang semakin besar, si Kecil juga menjadi sangat aktif di dalam perut. Hal ini bisa menyebabkan perubahan posisi janin dalam rahim ibu.Tanda bahaya menjelang akhir kehamilan:Gerakan janin melemah drastis atau berhentiJika gerakan janin melemah drastis atau berangsung-asur menjadi samar hingga berhenti. Segera periksakan diri dan kandungan ke dokter untuk dapat memeroleh diagnosa yang lebih tepat.Tekanan darah tinggi, bengkak parah, atau sakit kepala (tanda preeklampsia)Tekanan darah tinggi, bengkak parah, hingga sakit kepala dapat menjadi tanda preeklampsia. Di mana, gangguan kesehatan ini dapat menimbulkan risiko yang fatal bagi kesehatan ibu dan bayi, sehingga memerlukan penanganan sedini mungkin.Pecah ketuban diniKetuban pecah dini (KPD) adalah kondisi ketika kantung ketuban, pelindung alami yang membungkus janin, pecah sebelum waktunya, bahkan sebelum proses persalinan dimulai.Jika ini terjadi saat usia kehamilan masih di bawah 37 minggu, maka kondisi ini disebut sebagai ketuban pecah dini (premature rupture of membranes).KPD bukan hanya menandai perubahan penting dalam kehamilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada ibu dan bayi, serta mendorong kelahiran prematur.Jika Anda merasakan keluarnya cairan dari vagina secara tiba-tiba atau terus-menerus, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penanganan cepat dan tepat demi keselamatan bersama.Langkah Mengoptimalkan Kesehatan Ibu dan BayiSetiap ibu tentu ingin memberikan awal kehidupan terbaik bagi si kecil. Tapi tahukah Anda? Kehamilan yang sehat tidak hanya bergantung pada pemeriksaan medis, tetapi juga pada kebiasaan harian yang konsisten dan tepat. Mulai dari konsumsi makanan bergizi hingga manajemen stres yang baik, semua menjadi bagian penting untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin berjalan optimal.Simak langkah-langkah berikut ini agar Anda dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang, sehat, dan terarah.1. Pemeriksaan Rutin Kehamilan (ANC)Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan rutin selama kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin. Melalui ANC, dokter bisa mendeteksi lebih awal jika ada risiko komplikasi, memberikan imunisasi yang dibutuhkan, serta mengedukasi Anda mengenai pola makan, aktivitas, dan persiapan persalinan. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan, namun bisa disesuaikan dengan kondisi ibu.Dengan pemeriksaan rutin, Anda tidak hanya merasa lebih tenang, tapi juga mendapat arahan medis yang akurat dan personal, khususnya di Klinik Granostic yang mengutamakan layanan terintegrasi berbasis data medis terkini.2. Konsumsi SuplemenAsam FolatAsam folat adalah vitamin B9 yang penting sejak sebelum hamil hingga usia kehamilan trimester pertama. Fungsinya sangat krusial untuk mencegah cacat tabung saraf (neural tube defect) pada bayi.Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi minimal 400–800 mikrogram per hari. Selain dari suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asam folat dari makanan seperti sayuran hijau (bayam, brokoli), kacang-kacangan, alpukat, dan hati sapi.Zat besi dan kalsiumZat besi membantu mencegah anemia selama kehamilan yang dapat membahayakan suplai oksigen ke janin. Sementara itu, kalsium sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi janin, serta menjaga tekanan darah ibu tetap stabil. Anda bisa mendapatkan zat besi dari daging merah, hati, dan kacang-kacangan, sementara kalsium bisa diperoleh dari susu, keju, yogurt, dan sayuran hijau seperti sawi serta bok choy.3. Nutrisi SeimbangKebutuhan nutrisi selama kehamilan meningkat secara signifikan. Maka, penting untuk menjaga asupan makanan bergizi lengkap yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.Contoh menu sehat antara lain nasi merah dengan ayam panggang, sayuran hijau, dan buah-buahan segar seperti jeruk atau apel. Hindari makanan mentah, makanan cepat saji, atau makanan tinggi gula dan garam.Klinik Granostic dapat membantu Anda merancang rencana nutrisi yang disesuaikan dengan usia kehamilan, berat badan, dan kondisi medis Anda.4. Olahraga RinganOlahraga ringan seperti jalan kaki, prenatal yoga, atau berenang dapat meningkatkan stamina, memperbaiki kualitas tidur, dan mengurangi ketegangan otot. Aktivitas ini juga membantu mengurangi risiko diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi. Ibu hamil disarankan berolahraga sekitar 30 menit per hari, 3–5 kali seminggu, tentunya dengan intensitas ringan dan seizin dokter.5. Manajemen StresStres yang berlebihan selama kehamilan bisa berdampak negatif pada kesehatan janin, termasuk meningkatkan risiko kelahiran prematur. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memiliki waktu relaksasi dan melakukan manajemen stres.Anda bisa mencoba meditasi, mendengarkan musik, menulis jurnal kehamilan, atau melakukan aktivitas menyenangkan bersama pasangan. Konseling dengan psikolog juga sangat dianjurkan jika Anda merasa cemas berlebih selama kehamilan.6. Pantau Gerakan JaninMemantau gerakan janin dapat menjadi indikator kesehatan janin dalam kandungan. Biasanya, Anda mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 18–25 minggu. Cobalah menghitung jumlah tendangan atau gerakan dalam waktu tertentu, misalnya 10 gerakan dalam 2 jam. Jika gerakan terasa berkurang atau tidak seperti biasanya, segera konsultasikan ke dokter.Di Granostic, Anda juga bisa mendapatkan panduan memantau gerakan janin dan edukasi lanjutan secara langsung dari dokter kandungan berpengalaman.Klinik Granostic Solusi Cerdas untuk Kehamilan SehatMewujudkan kehamilan yang sehat bukan hanya tentang rajin kontrol, tetapi juga memilih tempat layanan kesehatan yang benar-benar memahami kebutuhan Anda sebagai ibu hamil. Klinik Granostic hadir sebagai solusi cerdas untuk setiap calon ibu yang menginginkan pengalaman kehamilan yang aman, nyaman, dan terpantau optimal.Dengan dukungan tim dokter dan tenaga medis berpengalaman, teknologi kesehatan terkini, serta fasilitas lengkap, baik untuk pemeriksaan langsung, telekonsultasi, hingga layanan homecare, Granostic siap mendampingi Anda kapan pun dan di mana pun.Mulai dari pemantauan kondisi janin hingga analisis risiko kehamilan, semua layanan dirancang secara terpersonalisasi untuk Anda. Klinik Granostic tak hanya memberikan perawatan, tetapi juga edukasi dan pendampingan yang menyeluruh selama 9 bulan masa kehamilan.Yuk, simak berbagai layanan kehamilan unggulan yang bisa Anda manfaatkan bersama kami!Layanan Unggulan Granostic untuk Ibu Hamil1. Pemantauan Kehamilan TerpersonalDi Granostic, kehamilan Anda dipantau secara personal, bukan generik. Artinya, setiap pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi tubuh, riwayat medis, hingga kebutuhan spesifik Anda sebagai ibu hamil. Pemantauan ini mencakup pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga evaluasi tumbuh kembang janin sesuai usia kehamilan.Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data medis, Anda akan merasa lebih tenang karena tahu kondisi kehamilan selalu dalam pengawasan tenaga ahli. Pemantauan yang terpersonalisasi juga membantu deteksi dini jika terjadi penyimpangan atau risiko tertentu, sehingga intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.2. Analisis Risiko Bersama Dokter SpesialisKehamilan memang membawa kebahagiaan, tapi juga bisa disertai risiko—mulai dari tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, hingga risiko persalinan prematur. Di Granostic, Anda tidak sendiri. Dokter spesialis kami akan membantu menganalisis semua kemungkinan risiko secara menyeluruh melalui pemeriksaan klinis dan penilaian medis komprehensif.Layanan konsultasi eksklusif bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic SurabayaDengan identifikasi risiko yang tepat, Anda bisa memperoleh strategi pencegahan yang sesuai. Baik berupa perubahan pola makan, pemantauan lebih sering, atau penanganan medis tertentu. Pendekatan ini membuat kehamilan Anda lebih terkontrol dan mengurangi kemungkinan komplikasi serius.3. Konsultasi dengan Tenaga Medis BerpengalamanKonsultasi di Granostic bukan hanya tanya-jawab biasa. Anda akan didampingi oleh dokter kandungan, bidan, hingga konselor gizi yang berpengalaman menangani beragam kondisi kehamilan. Semua pertanyaan Anda—baik tentang keluhan fisik, nutrisi, aktivitas, maupun persiapan persalinan—akan dijawab secara jelas dan empatik.Pendekatan tim kami sangat terbuka dan humanis, sehingga Anda tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dukungan emosional. Ini sangat penting, karena ibu hamil butuh pendampingan yang menyeluruh, bukan sekadar pemeriksaan medis.Kehamilan bukan sekadar fase hidup, tapi momen berharga yang layak didampingi oleh tenaga medis terbaik dan fasilitas yang benar-benar mendukung Anda. Skrinning kehamilan di Klinik Granostic Surabaya, kami siap menjadi mitra terpercaya Anda dalam setiap langkah menuju persalinan yang sehat dan bahagia.Jangan ragu untuk berkonsultasi, baik secara langsung di klinik maupun lewat layanan telekonsultasi kami. Anda juga bisa menikmati kenyamanan layanan homecare pemeriksaan kehamilan, langsung dari rumah Anda.Karena kehamilan Anda layak mendapat perhatian terbaik. Granostic, hadir untuk kesehatan Anda dan si kecil, sejak awal kehidupan.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (2024). Pregnancy: Signs and symptoms of pregnancy. Diakses 2025.Stanford Children’s Health. (2024). Pregnancy: What’s normal and what’s not. Diakses 2025.Parents. (2024). 4 Annoying Pregnancy Symptoms That Are Actually Good for You. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Hear Her: Maternal Warning Signs. Diakses 2025.Mayo Clinic. (2024). Pregnancy weight gain: What's healthy?. Diakses 2025.National Health Service (NHS). (2024). Week 13 of pregnancy. Diakses 2025.Mayo Clinic. (2024). Common changes in pregnancy. Diakses 2025.
Kenapa ya Dada Terasa Nyeri? Ini Penjelasan Medisnya!
Saat mengalami dada terasa nyeri, Sobat mungkin berpikir bahwa hal ini berkaitan dengan masalah jantung. Padahal, nyeri dada dapat terjadi karena berbagai kondisi, mulai dari yang lebih ringan atau lebih parah dari penyakit jantung itu sendiri.Rasa nyeri dada ini bisa berbeda-beda pada tiap orang, bergantung dengan penyebab dan riwayat kesehatan yang dimilikinya. Selain itu, perbedaan rasa nyeri ini juga bisa dilihat dari intensitasnya, durasi, hingga lokasinya.Nyeri dada umumnya digambarkan sebagai rasa sakit yang menusuk atau tumpul. Di mana, nyeri dada ini dapat berkaitan dengan masalah jantung atau masalah kesehatan yang lebih umum.Nah, agar tidak salah dalam memberikan penanganan pertama, Sobat Granostic perlu menyimak ulasan lengkap tentang kenapa dada terasa nyeri berikut ini.Apa Itu Nyeri Dada?Melansir dari Cleveland Clinic, nyeri dada didefinisikan sebagai rasa sakit yang menyengat atau tumpul di area dada. Rasa nyeri ini dapat menyebar ke bagian atas tubuh, seperti di bawah lengan, leher, hingga rahang.Beberapa orang juga mengeluhkan sesak atau ngilu pada dada mereka. Kondisi ini dapat bertahan selama beberapa menit hingga berjam-jam. Pada beberapa kasus, rasa nyeri ini bahkan bisa muncul secara konstan selama 6 bulan atau lebih.Nyeri dada juga dapat terjadi kapan saja, baik di siang hari ketika Anda beraktivitas, maupun saat malam hari. Rasa nyeri ini bisa timbul di bagian mana saja, termasuk di sisi kiri, tengah, hingga kanan.Jika rasa nyeri ini terjadi secara berulang, menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu hingga menyakitkan, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Tenaga medis ahli dapat membantu Anda untuk menganalisis gejala dan menemukan penyebab Utama timbulnya rasa nyeri tersebut. Dengan demikian, Anda dapat memeroleh perawatan dan pengobatan rasa nyeri dada tersebut dengan tepat.Penyebab Nyeri Dada yang Paling UmumSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, intensitas nyeri dada dan lokasi kemunculannya cukup beragam– bisa berbeda-beda pada tiap individu. Hal ini, Sobat, berkaitan dengan penyebab dari timbulnya rasa nyeri tersebut.Karena itu, Granostic juga akan menjelaskan apa saja penyebab nyeri dada yang paling umum berikut ini:1. Masalah pada JantungNyeri dada umumnya berkaitan dengan berbagai penyakit jantung, yang dapat berpengaruh pada kelancaran aliran darah ke otot jantung. Beberapa penyakit atau masalah pada jantung yang umumnya menimbulkan nyeri dada antara lain:a. Serangan JantungMelansir dari Medical News Today, nyeri dada merupakan salah satu gejala Utama yang kerap ditemukan dalam pasien serangan jantung. Gejala ini timbul sebagai akibat dari adanya gangguan pada aliran darah ke otot jantung. Di mana, serangan jantung dapat membuat aliran darah ke otot jantung terganggu atau terhenti, sehingga otot jantung tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Selain itu, serangan jantung juga umumnya diiringi dengan berbagai gejala lain seperti rasa sakit di rahang, leher, atau punggung, nyeri di lengan atau pundak, hingga pusing dan sesak napas.b. AnginaRasa nyeri dada yang disebabkan oleh angina biasanya berupa rasa sakit seperti diremas atau ditekan di dada. Gejala ini terjadi karena jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup.Angina juga dapat diiringi dengan sensasi nyeri di pundak, punggung, leher, lengan, hingga rahang. Bahkan angina bisa menimbulkan sensasi tidak nyaman seperti pada masalah pencernaan.c. PerikarditisPerikarditis merupakan inflamasi pada kantung di sekitar jantung. Tak hanya menimbulkan rasa sakit di dada, kondisi ini juga bisa memicu berbagai kondisi medis lain yang cukup fatal seperti penumpukan cairan di sekitar jantung, tamponade jantung, syok obstruktif, dan lainnya.2. Masalah Paru-paruTak hanya berkaitan dengan masalah jantung, nyeri dada juga bisa dikaitkan dengan beberapa kondisi paru-paru, seperti:a. PneumoniaInfeksi paru seperti pneumonia dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan intens di dada, khususnya Ketika penderita batuk-batuk atau bernapas dalam. Pneumonia juga menimbulkan gejala lain seperti demam, keringat berlebihan, meriang, batuk yang disertai dahak atau darah, bibir dan ujung jari yang membiru, serta banyak lainnya.b. Emboli ParuKondisi ini terjadi saat gumpalan darah menyumbat pembuluh arteri yang seharusnya membawa darah menuju paru-paru. Akibatnya, paru-paru tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, dan jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa sangat berbahaya bahkan mengancam jiwa.Beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi nyeri dada yang tajam, khususnya saat menarik napas dalam. Selain itu, rasa sakit juga bisa menjalar ke bagian punggung atas. Banyak penderita juga mengeluhkan sesak napas yang muncul tiba-tiba, bahkan saat sedang tidak beraktivitas berat.Gejala lain yang tak kalah penting untuk dikenali adalah batuk berdarah, pembengkakan atau rasa sakit di salah satu kaki, keringat dingin yang muncul mendadak, serta rasa pusing yang bisa disertai pingsan. Jika bibir atau kuku mulai tampak kebiruan, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia.c. PleuritisKondisi ini terjadi ketika pleura mengalami peradangan. Pleura sendiri merupakan membran tipis yang mengelilingi paru-paru dan rongga dada. Peradangan pada area ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang tajam dan intens, seperti tertusuk. Apalagi jika penderitanya bernapas dalam, batuk-batuk, atau bersin-bersin.d. PneumotoraksSobat Granostic, tahukah Anda bahwa udara yang seharusnya hanya berada di saluran napas bisa saja menyusup ke area di antara paru-paru dan dinding dada? Kondisi ini disebut pneumotoraks, atau lebih mudahnya dikenal sebagai kolaps paru. Ketika udara berkumpul di ruang sempit ini, tekanan akan mendorong paru-paru sehingga tidak bisa mengembang dengan sempurna.Menariknya, tidak semua orang yang mengalami pneumotoraks langsung merasakan gejala. Namun, sebagian besar orang merasakan keluhan seperti nyeri dada yang menusuk, bahkan bisa menjalar hingga ke bahu. Napas terasa tidak nyaman, disertai sensasi sesak yang membuat Anda harus menarik napas lebih cepat dari biasanya.Terkadang, satu sisi dada bisa terlihat sedikit membengkak, dan suara napas di sisi tersebut terdengar jauh lebih pelan dibanding sisi lainnya.3. Masalah PencernaanBeberapa masalah pencernaan juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri dada, seperti:a. GERD (Refluks Asam Lambung)Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau asam lambung naik, menjadi salah satu penyebab umum nyeri dada. Hal ini timbul, karena asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu sensasi terbakar di dada. Iritasi dari asam lambung pada dinding kerongkongan juga bisa menyebabkan nyeri dada, Sobat.b. Spasme EsofagusSalah satu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri dada adalah gangguan kontraksi esofagus (spasme esofagus), yaitu kejang atau gerakan tidak normal pada otot-otot kerongkongan.Gangguan ini bisa memunculkan sensasi nyeri di bagian dada yang mirip dengan serangan jantung. Anda juga bisa merasakan kesulitan saat menelan, terutama ketika makan atau minum. Beberapa orang mengalami regurgitasi, yaitu makanan atau cairan yang naik kembali ke tenggorokan, serta keluhan seperti mulas atau sensasi terbakar di dada.Meski bukan gangguan jantung, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Jika Anda sering merasakan nyeri dada disertai keluhan-keluhan tersebut, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.c. Ulkus LambungSobat, luka terbuka pada lapisan lambung, atau ulkus lambung, juga dapat menyebabkan nyeri dada. Nyeri yang terjadi umumnya digambarkan sebagai sensasi terbakar, yang umumnya dapat mereda dengan makan.4. Cedera Otot dan Tulang DadaCedera pada otot dan tulang dada juga dapat menyebabkan rasa nyeri dada. Berikut beberapa kondisi yang berkaitan:a. CostochondritisKostokondritis merupakan inflamasi pada tulang rawan rusuk. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan rasa sakit yang menekan pada dada. Gejala ini juga dapat muncul tiba-tiba dan menjadi lebih buruk saat penderitanya berbaring, berolahraga, bernapas dalam, atau batuk dan bersin.b. Cedera Otot DadaCedera otot dada juga dapat menyebabkan rasa nyeri, yang bisa terasa tajam atau tumpul, dan memberikan ketidaknyamanan pada penderitanya.5. Gangguan PsikologisKesehatan mental kita juga dapat berdampak pada kondisi tubuh kita, Sobat. Bahkan, beberapa gangguan psikologis juga dapat memicu nyeri dada, loh. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:a. Panic AttackRasa nyeri dada juga dapat hadir sebagai bagian dari reaksi tubuh saat menghadapi ancaman. Karena dalam situasi ini, tubuh memproduksi hormon stres yang dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, seperti adrenalin dan kortisol.Selain itu, serangan panik juga dapat memicu perubahan tekanan darah, kontraksi otot, yang dapat menimbulkan sensasi nyeri atau sesak pada dada Anda.b. Gangguan Cemas (Anxiety Disorder)Selain serangan panik, gangguan kecemasan juga dapat menyebabkan nyeri dada. Gejala ini terjadi karena Ketika cemas, tubuh kita akan melepaskan hormone stress yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga otot-otot di dada jadi tegang dan dapat memicu nyeri.Apa yang Harus Dilakukan Jika Dada Terasa Nyeri?Nyeri dada tidak boleh diabaikan. Berikut langkah-langkah pertolongan awal dan saran medis:1. Segera Duduk dan Tenangkan DiriSaat merasakan nyeri yang tiba-tiba di dada, jangan panik terlebih dahulu. Melainkan segera hentikan aktivitas Anda saat itu, kemudian tenangkan diri dan duduk dengan nyaman.Karena saat panik, Anda akan jadi lebih tegang dan jantung akan berdetak lebih kencang. Hal ini dapat memperburuk gejala yang Anda alami.2. Perhatikan GejalanyaSetelah Anda duduk dengan nyaman, perhatikan berbagai gejala yang menyertai rasa nyeri tersebut. Misalnya dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:Apakah ini pertama kalinya bagi Anda mengalami nyeri dada tersebut?Kalau bukan, pada situasi apa Anda mengalaminya?Rasa nyerinya timbul di sisi mana?Apakah ada gejala lain yang Anda rasakan di samping nyeri dada tersebut?3. Konsumsi Obat Bila Ada RiwayatJika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, atau kondisi tertentu yang dapat menimbulkan rasa nyeri dada yang sama, maka Anda bisa mengonsumsi obat yang pernah diresepkan tersebut kembali.4. Cari Bantuan MedisNah, penting Sobat Granostic pahami, bahwa nyeri dada tidak boleh diremehkan meski tidak begitu parah. Sebab nyeri dada bisa menjadi tanda dari berbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hingga bersifat mengancam jiwa.Kapan Harus ke Dokter?Sobat Granostic, nyeri dada merupakan gejala yang tidak bisa Anda anggap remeh. Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami nyeri dada, apalagi yang terjadi berulang.Selain itu, Anda juga perlu segera membawa diri ke dokter bila mengalami beberapa tanda berikut:1. Nyeri dada menjalar ke lengan atau rahangNyeri dada yang menjalar ke bahu, lengan, leher dan rahang bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi medis. Termasuk angina, serangan jantung, dan banyak lainnya.Karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan medis ke dokter, sebagai langkah mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.2.Nyeri disertai keringat dingin dan sesak napasNyeri yang disertai keringat dingin dan sesak napas juga dapat terjadi karena berbagai hal, dari serangan jantung, infeksi paru-paru, hingga serangan panik dan gangguan kecemasan. Agar situasi ini tidak berlarut-larut dan mendatangkan dampak yang besar, Anda perlu memeriksakan diri ke dotkter.3. Nyeri bertahan lebih dari 15 menitDurasi nyeri dada dapat berlangsung selama bermenit-menit, hingga berjam-jam. Namun, Anda juga tidak boleh menyepelekannya. Bila nyeri bertahan lebih dari 15 menit dan terjadi secara berulang, baiknya segera periksakan diri ke dokter.4. Ada riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggiJika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol tinggi, penting juga untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat mengalami nyeri dada. Sebab kondisi ini dapat timbul sebagai gejala penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, dan kondisi lain yang dapat bersifat fatal.5. Nyeri disertai demam tinggi dan batuk berdahakNyeri dada yang disertai dengan demam tinggi dan batuk berdahak bisa menjadi tanda terjadinya infeksi pada paru-paru, seperti pneumonia atau tuberkulosis. Karena itu, jangan tunggu memburuk, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin.Pemeriksaan Nyeri Dada di Granostic SurabayaSobat Granostic, setelah memahami bahwa nyeri dada bisa disebabkan oleh berbagai kondisi mulai dari jantung, paru-paru, hingga saluran pencernaan, penting bagi Anda untuk mengetahui langkah selanjutnya: pemeriksaan yang tepat.Di Granostic Surabaya, kami menyediakan layanan lengkap untuk mendeteksi penyebab nyeri dada secara menyeluruh, dengan dokter spesialis jantung, paru, dan penyakit dalam yang berpengalaman, serta teknologi penunjang diagnostik terkini.Setiap kasus nyeri dada bisa memiliki cerita berbeda. Karena itu, kami percaya bahwa pendekatan multidisipliner, yang menggabungkan keahlian klinis dan pemeriksaan penunjang, merupakan langkah terbaik untuk memastikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang efektif.Yuk, kenali jenis-jenis pemeriksaan yang tersedia di Granostic Surabaya!Untuk Deteksi Masalah Jantung Bersama Dokter Spesialis JantungEKG (Elektrokardiogram)Pemeriksaan EKG dilakukan untuk merekam aktivitas listrik jantung Anda. Tes ini dapat mengungkap tanda-tanda serangan jantung, irama jantung yang tidak normal (aritmia), atau gangguan aliran darah ke jantung. EKG sangat bermanfaat sebagai pemeriksaan awal bila Anda mengalami nyeri dada mendadak, berdebar-debar, atau sesak napas yang tidak biasa.EchocardiographyEchocardiography, atau USG jantung, menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail struktur dan fungsi jantung. Dengan tes ini, dokter dapat melihat apakah ada gangguan pada katup, bilik jantung, atau pergerakan dinding jantung yang terganggu. Pemeriksaan ini sangat berguna dalam mendeteksi gagal jantung atau perikarditis yang juga bisa memicu nyeri dada.Tes darah (Enzim jantung, D-dimer, dan lainnya)Tes darah tertentu seperti troponin digunakan untuk mendeteksi kerusakan otot jantung akibat serangan jantung. Sementara itu, pemeriksaan D-dimer membantu menyingkirkan kemungkinan emboli paru. Kedua tes ini penting terutama ketika nyeri dada disertai gejala berat lainnya seperti napas pendek atau denyut jantung cepat. Pelajari selengkapnya mengenai, Skrining Deteksi Kesehatan Jantung di Surabaya.Untuk Masalah Paru Bersama Dokter Spesialis Paru-paruRontgen dada (Foto thorax)Rontgen dada adalah salah satu pemeriksaan paling dasar namun sangat informatif. Dengan tes ini, dokter dapat mendeteksi pneumonia, efusi pleura, pneumotoraks, atau bahkan tanda-tanda awal kanker paru. Jika Anda mengalami nyeri dada disertai batuk, demam, atau sesak napas, rontgen dada adalah langkah awal yang tepat.Tes spirometri (fungsi paru)Spirometri digunakan untuk mengukur seberapa baik paru-paru Anda bekerja. Tes ini sangat berguna bagi pasien dengan gejala PPOK atau asma. Hasilnya bisa menunjukkan adanya obstruksi saluran napas yang memicu rasa tidak nyaman di dada atau kesulitan bernapas.CT Scan paru (berdasarkan rekomendasi dokter)CT scan paru dilakukan jika dibutuhkan hasil pencitraan yang lebih rinci dibanding rontgen biasa. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi nodul paru, emboli paru, atau kelainan struktur paru lainnya. Meski bukan pemeriksaan rutin, CT scan sangat penting bila gejala Anda tidak kunjung membaik atau hasil tes sebelumnya kurang jelas.Pelajari selengkapnya mengenai, Cek Kesehatan Paru-paru di Surabaya.Untuk Masalah Pencernaan Bersama Dokter Spesialis Penyakit DalamEndoskopi (bila dibutuhkan)Endoskopi dilakukan dengan menggunakan alat berbentuk selang lentur berkamera yang dimasukkan melalui mulut. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk mengevaluasi nyeri dada yang berasal dari kerongkongan atau lambung, seperti akibat tukak lambung atau refluks asam lambung (GERD). Tes ini akan membantu dokter melihat kondisi saluran cerna bagian atas secara langsung.Tes Helicobacter pyloriHelicobacter pylori adalah bakteri yang dapat menyebabkan luka di dinding lambung. Infeksi ini kerap menimbulkan gejala nyeri dada seperti rasa panas atau perih, terutama setelah makan. Tes untuk mendeteksi bakteri ini bisa dilakukan melalui darah, napas, atau tinja, dan sangat penting untuk penanganan yang tepat.Anda bisa berkonsultasi juga dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Granostic.  Di Granostic Surabaya, kami percaya bahwa nyeri dada tidak boleh dianggap sepele. Dengan rangkaian pemeriksaan yang lengkap dan dokter spesialis di bidangnya, kami hadir untuk membantu Anda menemukan penyebab nyeri dada secara akurat dan menangani keluhannya sejak dini.Yuk, jaga kesehatan jantung, paru, dan pencernaan Anda bersama Granostic. Kalau Anda merasakan nyeri dada yang tak biasa, segera periksakan diri. Karena kesehatan Anda, prioritas kami.Booking pemeriksaan di Granostic Sekarang!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Cleveland Clinic. (2024). Chest Pain: Symptoms, Causes & Treatment. Diakses 2025.Mayo Clinic. (2024). First aid: Chest pain. Diakses 2025.Medical News Today. (2024). What causes chest pain and when to seek help. Diakses 2025.British Heart Foundation (BHF). (2024). Chest pain: What could it mean? Diakses 2025.Healthline. (2024). Chest Pain: Causes, Symptoms, and When to See a Doctor. Diakses 2025.
Vaksin Influenza Terbaik di Surabaya
Flu bukan sekadar pilek biasa. Virus influenza bisa menyerang secara tiba-tiba, membuat tubuh meriang, kepala berat, dan aktivitas harian jadi terganggu total. Bahkan, pada sebagian orang, terutama kelompok rentan, flu bisa berujung komplikasi serius yang membahayakan.Di tengah gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi seperti sekarang, vaksin influenza menjadi tameng ekstra yang sangat dibutuhkan. Sebab dengan semakin buruknya polusi udara, padatnya pemukiman, dan aktivitas harian yang tinggi, membuat risiko untuk terpapar virus influenza juga semakin tinggi.Kabar baiknya, artikel ini hadir untuk menjawab kebutuhan Anda yang sedang mencari vaksin influenza terbaik di Surabaya. Granostic hadir dengan layanan vaksinasi lengkap yang tak hanya efektif, tapi juga nyaman dan terpercaya.Yuk, cari tahu kenapa vaksin influenza penting dan bagaimana cara Anda mendapatkannya di Granostic Surabaya.Apa Itu Vaksin Influenza?Vaksin influenza adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi tubuh Anda dari infeksi virus flu musiman. Vaksin ini dibuat dari virus influenza yang telah dilemahkan atau dimatikan, yang kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh agar membentuk antibodi. Jadi ketika virus flu yang sebenarnya menyerang, tubuh Anda sudah punya perisai yang siap melawan.Vaksin ini biasanya diberikan setahun sekali karena virus influenza terus bermutasi dari waktu ke waktu. Itulah mengapa setiap tahun para ahli merekomendasikan vaksinasi ulang dengan formula terbaru yang disesuaikan dengan jenis virus yang beredar.Manfaat dan Tujuan Vaksinasi InfluenzaBanyak yang mengira vaksin influenza hanya untuk mencegah flu. Padahal, manfaatnya jauh lebih luas. Selain mengurangi risiko tertular, vaksin juga membantu meminimalkan gejala berat jika Anda tetap terpapar, serta melindungi orang-orang di sekitar Anda. Mari kita bahas manfaat lengkapnya!1. Menurunkan Risiko Terkena FluSalah satu alasan utama Anda perlu vaksin influenza adalah untuk mencegah terkena flu. Vaksin bekerja dengan membentuk kekebalan tubuh terhadap virus yang diprediksi akan beredar tahun ini. Dengan begitu, kemungkinan Anda tertular jadi jauh lebih kecil.Flu memang bisa sembuh sendiri, tapi siapa sih yang mau terserang gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, batuk kering, dan lemas total? Vaksin bisa mengurangi peluang Anda harus bolos kerja, batal traveling, atau terganggu dalam rutinitas harian.2. Mengurangi Gejala BeratJika pun Anda masih terkena flu setelah divaksin, biasanya gejalanya jauh lebih ringan. Ini sangat penting terutama untuk anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta (komorbid), karena kelompok ini berisiko mengalami gejala berat.Dengan vaksinasi, peluang mengalami rawat inap akibat flu bisa ditekan. Artinya, selain tubuh lebih tahan banting, Anda juga mengurangi beban pengobatan jangka panjang.3. Melindungi Orang di SekitarVaksinasi itu bukan hanya soal menjaga diri sendiri, tapi juga soal melindungi orang-orang tercinta di sekitar Anda. Kalau Anda kebal, maka risiko menularkan virus ke orang lain juga jauh lebih kecil.Inilah yang disebut dengan herd immunity. Semakin banyak orang yang divaksin, semakin kecil peluang virus menyebar luas, terutama ke mereka yang belum bisa menerima vaksin, seperti bayi di bawah 6 bulan atau pasien imunokompromais.4. Mencegah KomplikasiFlu tak boleh diremehkan, karena bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, bronkitis, bahkan memperparah penyakit kronis seperti asma dan gagal jantung. Vaksin influenza membantu mengurangi risiko komplikasi ini secara signifikan.Terutama bagi kelompok rentan, vaksinasi bisa jadi penyelamat hidup. Bayangkan, hanya dengan satu suntikan setahun, Anda bisa menghindari deretan masalah kesehatan serius yang mengintai setelah flu.Jenis-Jenis Vaksin InfluenzaBerikutnya, Anda juga perlu mengenali dua jenis vaksin influenza yang paling umum digunakan agar Anda tahu mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.1. Vaksin TrivalenVaksin trivalen dirancang untuk melawan tiga jenis virus influenza: dua tipe A (H1N1 dan H3N2) serta satu tipe B. Ini adalah jenis vaksin yang cukup umum dan bisa memberi perlindungan dasar yang cukup baik, terutama di daerah dengan penyebaran virus yang terprediksi.2. Vaksin QuadrivalenLebih lengkap, vaksin quadrivalen melindungi Anda dari empat jenis virus, dua tipe A dan dua tipe B. Karena cakupannya lebih luas, vaksin ini banyak direkomendasikan untuk perlindungan yang lebih maksimal, khususnya di musim flu yang tidak bisa ditebak virus dominannya.Prosedur dan Dosis Pemberian VaksinProsedur Vaksinasi di Granostic Surabaya1. Pendaftaran & Skrining AwalProsedur vaksinasi di Granostic dapat dimulai dari proses pendaftaran dan skrining awal. Anda dapat melakukan pendaftaran secara online, baik dengan menghubungi customer care kami atau langsung mengisi ke laman Registrasi Online.Setelah itu Anda akan diarahkan untuk mengisi data singkat dan menjalani pemeriksaan singkat oleh tenaga medis kami untuk memastikan kondisi Anda siap menerima vaksin.2. Konsultasi DokterSetelah skrining awal, Anda akan diarahkan untuk menuju ruang dokter dan melakukan konsultasi. Dokter akan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar riwayat kesehatan diri dan keluarga, gaya hidup, hingga diet Anda.Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kondisi vital yang meliputi suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, berat badan dan tinggi badan, serta banyak lainnya.3. Pemberian VaksinSetelah dokter memastikan kesiapan dan kondisi tubuh Anda, pemberian vaksin dilakukan. Vaksin disuntikkan dengan cepat dan nyaman oleh perawat terlatih di ruang tindakan yang steril dan tenang.4. Observasi 15–30 MenitSetelah vaksin diberikan, Anda akan dipantau sejenak untuk memastikan tidak ada reaksi alergi serius yang muncul.Dosis PemberianDewasa dan anak usia ≥9 tahunBagi orang dewasa dan anak-anak dengan usia lebih dari 9 tahun, dosis vaksinasi influenza yang diberikan cukup satu dosis saja per tahunnya.Anak usia 6 bulan – 8 tahunSementara untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 8 tahun, perlu dua dosis dengan jeda minimal 4 minggu, terutama jika ini pertama kalinya vaksin influenza diberikan.Usia Pasien yang Dapat Divaksin6 bulan – 8 tahunVaksinasi influenza aman diberikan pada bayi berusia 6 bulan ke atas hingga usia 8 tahun, serta efektif melindungi si Kecil dari infeksi virus tersebut. Pemberian vaksinasi sejak dini juga dapat membantu mengoptimalkan daya tahan tubuh si Kecil dan membuat mereka tumbuh dengan baik, sebab tidak mudah jatuh sakit.Remaja dan dewasaVaksinasi influenza juga cocok bagi siapa pun yang aktif secara sosial dan ingin tetap fit sepanjang musim flu. Remaja dan orang dewasa, misalnya, yang memiliki aktivitas sosial lebih padat serta dapat menghabiskan waktu mereka di luar rumah sepanjang hari.Lansia (≥65 tahun)Vaksinasi influenza juga sangat dianjurkan untuk orang berusia lanjut, atau yang memasuki usia lebih dari 65 tahun. Di mana, infeksi influenza pada lansia dapat menyebabkan gejala yang lebih buruk, bahkan dapat mengembangkan komplikasi.Ibu hamilVaksinasi influenza juga aman diberikan pada ibu hamil, bahkan membantu melindungi bayi setelah lahir.Pasien komorbidBagi pasien komorbid sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum vaksinasi influenza. Namun umumnya vaksinasi ini dianjurkan untuk mencegah gejala berat.Efek Samping Vaksin InfluenzaSobat Granostic, secara umum vaksin influenza sangat aman dan tidak tercatat memiliki efek samping yang mengancam jiwa. Namun, ada beberapa efek samping ringan prosedur vaksinasi yang mungkin Anda rasakan setelah mendapatkan vaksin influenza, seperti:Efek Samping RinganNyeri, kemerahan atau bengkak di area suntikanBekas suntikan vaksin influenza dapat terasa nyeri, tampak kemerahan dan bengkak. Efek samping ini sangat umum terjadi, bahkan di berbagai jenis vaksinasi lainnya. Gejalanya pun dapat menghilang dalam beberapa hari tanpa adanya perawatan atau pengobatan tertentu.Demam ringanAnda juga dapat mengalami demam ringan setelah vaksinasi, yang merupakan hal wajar. Sebab demam ini dapat menjadi pertandapetanda bahwa tubuh Anda sedang bereaksi dengan vaksinasi yang diberikan. Demam ringan ini juga dapat mereda sendiri dengan Anda beristirahat.Sakit kepalaSelain demam, Anda juga dapat merasa sakit kepala sebagai bentuk reaksi dari vaksinasi. Sakit kepala ini juga dapat berangsur-angsur membaik dan hilang dalam beberapa waktu, bahkan tanpa pengobatan khusus.Pegal-pegalPegal-pegal atau nyeri sendi dan otot juga dapat menjadi efek samping ringan setelah vaksinasi influenza. Gejala ini pun umumnya akan menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.Efek Samping LangkaReaksi alergi parah (anafilaksis), tapi ini sangat jarangPada kasus yang sangat jarang terjadi, vaksinasi dapat menimbulkan reaksi alergi parah anafilaksis. Efek samping ini terjadi saat tubuh bereaksi secara berlebihan pada allergen, termasuk vaksin.Gejalanya dapat berupa sulit bernapas, gatal-gatal atau ruam di seluruh tubuh, penurunan tekanan darah, hingga bengkak.Gangguan neurologis seperti Guillain-Barré Syndrome (satu dari sejuta kasus)Selain itu, melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyebutkan bahwa efek samping langka dari vaksinasi influenza adalah gangguan neurologis, seperti Guillain-Barré Syndrome. Akan tetapi efek samping ini sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.Biaya Vaksin Influenza Terbaik di SurabayaTak seperti yang Anda bayangkan, vaksinasi influenza di klinik Granostic Surabaya sangatlah terjangkau. Dengan biaya mulai dari Rp 280 ribuan saja, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesiapan vaksin, konsultasi dengan dokter, hingga melakukan vaksinasi influenza langsung bersama ahlinya.Konsultasi Vaksin Influenza di Granostic SurabayaSebelum vaksin diberikan, penting untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi yang siap menerima vaksinasi. Di Granostic Surabaya, proses ini dimulai dengan sesi konsultasi yang menyeluruh dan personal. Dengan pendekatan yang edukatif dan ramah, tim medis kami akan membantu Anda memahami kebutuhan tubuh Anda dan memastikan vaksin influenza yang Anda terima benar-benar sesuai.Melalui sesi konsultasi ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mendalam dari dokter mengenai manfaat vaksin, potensi efek samping ringan, dan penyesuaian berdasarkan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Prosedur ini menjadi langkah penting dalam memberikan rasa aman dan keyakinan sebelum vaksinasi dilakukan.1. Edukasi lengkap mengenai manfaat vaksinDi Granostic, Anda tidak hanya datang untuk divaksin lalu pulang. Kami percaya bahwa edukasi adalah kunci. Tim dokter kami akan menjelaskan secara rinci bagaimana vaksin influenza bekerja dalam tubuh, siapa saja yang paling diuntungkan, dan apa saja hal yang perlu diwaspadai.Dengan pemahaman yang benar, Anda akan lebih siap dan percaya diri menghadapi musim flu. Edukasi ini juga sangat penting untuk keluarga Anda, agar semua anggota rumah memahami pentingnya vaksinasi dan bisa ikut serta menjaga kekebalan kelompok (herd immunity).2. Pemeriksaan fisik dan skrining singkatSebelum vaksin diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik ringan seperti mengecek suhu tubuh, tekanan darah, serta menanyakan riwayat kesehatan singkat Anda. Skrining ini bertujuan untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi optimal untuk menerima vaksin influenza.Langkah ini sangat penting untuk menghindari risiko kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang mungkin terjadi jika vaksin diberikan saat tubuh sedang tidak fit. Dengan skrining yang tepat, Anda mendapatkan vaksinasi yang aman dan sesuai standar medis.3. Penjelasan mengenai jadwal vaksin selanjutnyaVaksin influenza memang cukup diberikan setahun sekali, tapi bagi anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali vaksin, dokter akan memberikan panduan tentang dosis lanjutan. Semua informasi mengenai jadwal berikutnya akan dijelaskan secara lengkap dan personal.Dengan jadwal yang jelas, Anda tidak perlu khawatir lupa atau tertinggal dosis penting, terutama jika memiliki anggota keluarga dengan kebutuhan vaksinasi yang berbeda. Tim kami juga akan membantu mengatur reminder otomatis agar jadwal vaksin berikutnya bisa dipenuhi dengan tepat waktu.Mengapa Harus di Granostic?Dengan banyaknya pilihan tempat vaksinasi, kenapa harus Granostic Surabaya? Karena kami tidak hanya memberikan layanan medis, kami memberikan pengalaman sehat yang menyeluruh. Setiap pasien diperlakukan dengan pendekatan personal dan profesional, mulai dari edukasi hingga tindakan medis.Granostic percaya bahwa pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang ketepatan, kenyamanan, dan kepercayaan. Inilah beberapa alasan kenapa Anda bisa mengandalkan kami untuk vaksinasi influenza:1. Dokter yang berpengalamanDokter-dokter di Granostic bukan hanya paham teori, tapi juga sangat berpengalaman menangani berbagai jenis pasien, dari bayi, remaja, hingga lansia. Dengan pengalaman luas dan sertifikasi yang memadai, Anda akan mendapatkan saran dan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.Dalam vaksinasi influenza, pengalaman dokter sangat berperan, terutama dalam memilih jenis vaksin yang paling sesuai dan menangani kemungkinan reaksi pasca vaksinasi. Anda pun bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksin lain yang mungkin juga diperlukan2. Laboratorium modern dan akuratGranostic didukung oleh fasilitas laboratorium modern yang siap digunakan jika Anda membutuhkan tes penunjang, seperti pemeriksaan antibodi, IgE total, atau skrining komorbid sebelum vaksinasi. Semua hasil diperiksa secara teliti dan akurat oleh tim analis profesional.Fasilitas laboratorium ini menjadi nilai tambah bagi Anda yang ingin mengetahui kondisi kekebalan tubuh secara lebih komprehensif sebelum divaksin. Ini juga penting bagi pasien dengan kondisi medis tertentu yang perlu pengawasan ekstra.3. Fasilitas vaksinasi nyaman dan sterilKami paham bahwa kenyamanan adalah bagian penting dari pengalaman medis. Karena itu, ruang vaksinasi di Granostic didesain agar tenang, bersih, dan steril, dengan protokol higienis yang ketat. Pasien akan merasa lebih rileks saat menerima vaksin.Terutama bagi anak-anak dan lansia, suasana yang ramah dan bersih dapat sangat membantu menenangkan perasaan sebelum tindakan dilakukan. Ditambah lagi, seluruh proses dilakukan dengan profesionalisme dan senyuman hangat dari tim kami.4. Layanan homecare vaksinasi ke rumahBagi Anda yang memiliki mobilitas terbatas atau ingin kenyamanan ekstra, Granostic juga menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Tim medis kami akan datang dengan perlengkapan lengkap dan vaksin yang disimpan dalam rantai dingin (cold chain) sesuai standar WHO.Layanan ini sangat cocok untuk keluarga dengan anak kecil, pasien lansia, ibu hamil, atau pasien dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan datang ke klinik. Dengan begitu, vaksinasi bisa tetap dilakukan tanpa harus keluar rumah—nyaman, aman, dan tetap optimal.Layanan homecare vaksinasi dari Granostic juga dapat Anda akses secara gratis jika Anda berada di Surabaya. Menarik, bukan?Langsung jadwalkan vaksinasi Anda di Granostic secara online dengan klik tombol WhatsApp, ya, Sobat!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Influenza (Flu) Vaccination: Who Should Do It, Who Should Not and Who Should Take Precautions. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Key Facts About Seasonal Flu Vaccine. Diakses 2025.Australian Government Department of Health and Aged Care. (2024). Influenza (flu) vaccine. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Managing Anaphylaxis After COVID-19 Vaccination. Diakses 2025.Vaccine Education Center at Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP). (2024). Influenza: What You Should Know [PDF]. Diakses 2025.
Oh Ini! Bahaya Kamar Lembap untuk Pernapasan
Polusi udara yang sering kita temui di jalanan atau ruang publik lainnya, memang kerap menjadi salah satu penyebab utama berbagai masalah kesehatan sistem pernapasan. Tapi tahukah Anda, bahwa kamar yang lembap juga bisa memberikan dampak bahaya pada pernapasan Anda?Melansir dari Healthline.com, udara ruangan yang terlalu lembap dapat menyebabkan kesulitan bernapas, utamanya pada orang-orang dengan riwayat asma. Kondisi Udara yang lembap dapat membuat penderita asma kesulitan bernapas dengan normal tanpa mengalami batuk-batuk, mengi, atau sesak napas.Namun, bagaimana bisa ruangan yang lembap dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan kita? Juga bagaimana cara yang tepat mengatasinya?Langsung simak penjelasan lengkap dari Granostic berikut ini, Sobat!Mengapa Kamar Lembap Bisa Berbahaya?Berikut ini beberapa alasan mengapa kamar atau ruangan yang lembap dapat berbahaya untuk kesehatan pernapasan kita.1. Pertumbuhan jamur dan lumutKamar dengan sirkulasi udara yang buruk dan lembap jadi lingkungan ideal bagi jamur maupun lumut untuk tumbuh. Inilah mengapa akan mudah bagi Anda menemukan jamur tumbuh di dinding dan langit-langit kamar mandi atau gudang, karena keduanya umumnya memiliki udara yang lembap. Menghirup jamur pada ruangan yang lembap ini dapat memicu berbagai masalah pernapasan, termasuk rhinitis alergi, memicu kambuhnya asma, dan membuat gejala masalah kesehatan pernapasan semakin buruk.2. Perkembangbiakan tungau debuSelain itu, ruangan yang lembap juga menjadi lingkungan yang cocok untuk perkembangbiakan tungau debu. Tungau ini dapat hidup di perabotan rumah, karpet, tempat tidur, serta bisa berkembang pada tingkat kelembapan di atas 50 persen.Tungau debu yang terhirup juga dapat menyebabkan kambuhnya rinitis alergi, serta dapat memicu serangan asma pada penderitanya.3. Menurunnya kualitas udaraPada ruangan yang lembap dengan sirkulasi udara yang buruk, kualitas udara akan cenderung menurun. Karena dalam situasi ini jamur dan lumut akan semakin mudah tumbuh, begitu juga dengan bakteri atau kuman, serta dapat meningkatkan konsentrasi polutan udara lainnya dalam ruang kamar.Tak hanya membuat Anda sulit bernapas, menurunnya kualitas udara dapat meningkatkan risiko Anda dan keluarga untuk mengembangkan masalah pernapasan.Gangguan Kesehatan Akibat Kamar LembapKamar yang lembap dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan, beberapa di antaranya meliputi:1. Rhinitis AlergiRinitis alergi adalah reaksi tubuh terhadap zat pemicu alergi (alergen) seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau jamur. Gejalanya bisa mirip pilek yakni bersin, hidung tersumbat, atau keluar lendir bening. Namun biasanya berlangsung lebih lama dan bisa kambuh berulang. Jenisnya ada yang musiman (muncul saat musim tertentu) dan ada juga yang menetap sepanjang tahun.Pada orang yang alergi, sistem imun bereaksi berlebihan dengan melepaskan histamin dan zat kimia lain yang menyebabkan peradangan. Reaksi ini terbagi dua: reaksi awal (bersin dan pilek seketika setelah terpapar alergen) dan reaksi lanjutan (hidung tersumbat, lelah, dan sulit fokus beberapa jam kemudian).Ruangan yang lembap dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik dapat memicu rhinitis alergi ini. Karena suasana ini dapat membuat pertumbuhan jamur, tungau debu, dan berbagai polutan di udara kamar jadi semakin padat.2. Asma dan Sesak NapasSelain rhinitis alergi, gangguan pernapasan lain yang dapat timbul akibat ruang kamar yang lembap dan pengap adalah asma serta sesak napas. Melansir dari Healthline.com, bernapas di udara yang lembap dapat mengaktifkan saraf di paru-paru kita yang sempit, yang kemudian dapat mengencangkan saluran udara Anda. Tak hanya itu, udara lembap juga cukup stagnan sehingga dapat memerangkap polutan dan allergen lebih lama dalam ruangan. Hal ini dapat memicu kambuhnya gejala asma, seperti sesak napas, mengi, batuk-batuk, dan lainnya.3. Infeksi Saluran PernapasanKamar yang lembap juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi saluran pernapasan. Misalnya, suasana ini dapat menyebabkan alergen seperti jamur dan tungau berkembang, yang dapat memicu atau memperparah berbagai masalah pernapasan. Selain itu, kelembapan udara juga dapat memengaruhi konsistensi lendir dalam saluran napas.Lendir yang tebal dan lengket juga dapat lebih sulit dibersihkan, sehingga memungkinkan bakteri untuk berkembang lebih mudah yang dapat berpotensi menyebabkan infeksi.4. Batuk KronisUdara kamar yang penuh polutan dan lembap juga dapat memicu batuk kronis, yang bisa muncul sebagai gejala alergi, iritasi dan infeksi pada saluran napas, dan berbagai masalah pernapasan lainnya.5. Masalah Tidur dan KelelahanRuangan yang terlalu lembap dengan sirkulasi udara yang buruk juga dapat mengganggu kenyamanan tidur Anda. Menurut Healthline.com, situasi ini dapat menyebabkan udara terasa lebih pengap dan panas, sehingga Anda akan berkeringat lebih banyak. Plus, udara kamar yang buruk juga dapat membuat Anda lebih sulit bernapas dan tidak mendapatkan oksigen yang cukup saat tidur. Alhasil, istirahat malam Anda akan terasa kurang berkualitas yang justru membuat Anda merasa lemah di pagi harinya.Dampak Suasana Kamar Lembap terhadap Paru-paruSelain beberapa gangguan pernapasan yang disebutkan di atas, suasana kamar yang lembap juga dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan paru-paru, termasuk:1. Iritasi paru-paruAlergen dan polutan yang ada dalam kamar Anda dapat terhirup ke saluran pernapasan, yang kemudian bisa memicu iritasi pada paru-paru. Hal ini juga dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, yang bisa memperburuk gejala dari berbagai masalah pernapasan seperti bronchitis, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).2. Peradangan kronisDampak udara kamar yang lembap dan kotor ini tak hanya terjadi pada satu waktu, namun juga bisa memicu peradangan kronis. Kondisi ini dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama, sehingga dapat mengurangi kenyamanan penderitanya.3. Penurunan kapasitas paru jangka panjangUdara kamar yang lembap juga dapat menyebabkan penurunan kapasitas paru jangka panjang. Sebab banyaknya polutan dan alergen yang terhirup dalam waktu lama, akan dapat menimbulkan berbagai gangguan pernapasan, baik akut maupun kronis.4. Terpicunya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)Dalam jangka panjang, menghirup udara yang lembap dan berkualitas buruk juga dapat memicu penyakit obstruktif kronis (PPOK). Di mana, penyakit ini timbul karena paru-paru mengalami iritasi atau terpapar iritan dalam waktu yang lama, sehingga terjadi kerusakan pada saluran napas dan paru-paru yang berangsur-angsur.5. Eksaserbasi asma atau penyakit paru lainnyaSelain PPOK, kondisi udara yang buruk dan lembap dalam kamar juga dapat menyebabkan eksaserbasi asma, pneumonia, tuberculosis (TB), dan banyak lainnya.Efek Keberlanjutan Paparan Kamar LembapTinggal di kamar yang lembap mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa jauh lebih serius dari yang Anda bayangkan. Kelembapan berlebih bukan hanya membuat ruangan terasa pengap dan tidak nyaman, tapi juga menjadi sarang berkembangnya jamur mikroskopis yang tidak kasatmata. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, paparan ini dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada paru-paru dan perkembangan anak. Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat Granostic!1. Peningkatan Risiko Kanker Paru karena Paparan Jamur ToksikKamar lembap adalah tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh subur, terutama jenis jamur beracun seperti Stachybotrys chartarum, yang juga dikenal sebagai “black mold”. Jamur ini menghasilkan mikotoksin, yaitu zat beracun yang dapat masuk ke saluran pernapasan saat terhirup dalam waktu lama. Menurut penelitian dari Environmental Health Perspectives, paparan mikotoksin secara kronis dapat menyebabkan kerusakan sel-sel paru dan memicu peradangan yang mendalam.Jika Anda atau anggota keluarga terus-menerus menghirup spora jamur dari kamar yang lembap, risiko terjadinya kerusakan DNA dan mutasi sel paru bisa meningkat. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker paru, terutama jika dikombinasikan dengan paparan polusi lain seperti asap rokok atau asap kendaraan. Maka dari itu, menjaga ventilasi dan memastikan ruangan kering adalah langkah penting untuk menjaga paru-paru tetap sehat.2. Kerusakan Paru PermanenPaparan berulang terhadap udara lembap dan spora jamur juga dapat menyebabkan penyakit paru kronis. Salah satunya adalah hypersensitivity pneumonitis, yaitu peradangan paru-paru akibat reaksi imun tubuh terhadap partikel jamur atau bakteri dari lingkungan yang lembap. Kondisi ini awalnya bisa ringan, namun jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi fibrosis paru, yakni pengerasan jaringan paru yang bersifat permanen.Ketika paru-paru kehilangan elastisitas akibat fibrosis, kemampuan Anda untuk bernapas dalam atau menerima oksigen dengan optimal akan menurun. Gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas saat beraktivitas ringan, hingga kelelahan terus-menerus bisa menjadi tanda awal kerusakan paru yang tidak bisa dipulihkan. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kondisi lingkungan tempat tinggal Anda.3. Anak Mengalami Gangguan Tumbuh KembangAnak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak paparan kamar lembap. Sistem imun mereka yang belum matang membuat mereka lebih mudah mengalami gangguan pernapasan seperti asma, batuk kronis, atau infeksi saluran napas berulang. Namun, yang sering kali tidak disadari adalah bahwa masalah pernapasan kronis juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan.Anak yang sering sakit cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk, nafsu makan menurun, dan kurang aktif dalam bermain atau belajar. Semua hal ini sangat memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan kelembapan tinggi memiliki skor kognitif yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan sehat. Jadi, menciptakan rumah yang bebas lembap bukan hanya soal kenyamanan, tapi investasi penting bagi masa depan anak Anda.Tips Mengatasi Kamar yang LembapSetelah Anda mengetahui berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat tinggal di kamar lembap. Mulai dari gangguan pernapasan, risiko kanker paru, hingga masalah tumbuh kembang anak. Ini saatnya untuk melakukan perubahan nyata. Kamar yang sehat bukan hanya nyaman, tapi juga jadi benteng pertama bagi kesehatan seluruh anggota keluarga. Berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kelembapan berlebih di dalam ruangan.1. Gunakan DehumidifierDehumidifier adalah perangkat yang dirancang khusus untuk menyedot kelebihan uap air di udara. Alat ini sangat efektif digunakan di kamar yang lembap, terutama jika ruangan tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau ventilasi alami. Dengan menurunkan kelembapan udara, dehumidifier membantu mencegah tumbuhnya jamur dan menjaga udara tetap segar.Menurut Environmental Protection Agency (EPA), kelembapan ideal dalam ruangan adalah antara 30% hingga 50%. Dehumidifier modern bahkan bisa diatur untuk menjaga kelembapan pada level tersebut secara otomatis. Penggunaan jangka panjang tidak hanya menjaga kesehatan saluran pernapasan Anda, tapi juga memperpanjang usia furniture dan peralatan elektronik dari risiko korosi akibat udara lembap.2. Pastikan Ventilasi LancarVentilasi alami seperti jendela dan lubang angin sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan. Kamar yang tertutup rapat tanpa sirkulasi akan membuat kelembapan terperangkap dan jadi tempat ideal untuk pertumbuhan jamur. Bukalah jendela di pagi hari selama beberapa jam agar udara segar bisa menggantikan udara lembap di dalam ruangan.Jika ventilasi alami tidak mencukupi, Anda bisa mempertimbangkan pemasangan exhaust fan, terutama di kamar mandi atau area yang cenderung basah. Exhaust fan membantu mengalirkan udara lembap keluar ruangan dan menjaga suhu dalam ruangan tetap stabil.3. Cuci dan Keringkan Kasur/Sprei Secara RutinKelembapan tidak hanya mengendap di udara, tapi juga terserap pada kain, termasuk sprei, bantal, dan kasur. Sprei yang jarang diganti dan kasur yang lembap bisa menjadi sarang tungau dan jamur. Oleh karena itu, penting untuk mencuci sprei dan sarung bantal minimal seminggu sekali, dan menjemurnya di bawah sinar matahari.Kasur juga perlu dijemur atau dibersihkan secara berkala, terutama jika Anda sering mendapati kasur terasa lembap atau berbau. Selain menjaga kualitas tidur, kebiasaan ini juga mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang bisa memicu alergi atau gangguan pernapasan.4. Bersihkan Dinding dan Langit-langit dari JamurJamur sering muncul sebagai noda hitam di dinding atau langit-langit kamar. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, segera bersihkan menggunakan larutan khusus anti-jamur yang aman digunakan di dalam ruangan. Bisa juga menggunakan campuran cuka dan air sebagai alternatif alami.Lakukan pembersihan secara berkala dan periksa bagian-bagian rumah yang sering lembap, seperti dekat jendela, sudut kamar, dan area di balik lemari. Selain menjaga estetika ruangan, membersihkan jamur secara rutin juga sangat penting untuk menghindari spora jamur masuk ke sistem pernapasan Anda.5. Gunakan Penyerap Lembap (Silica Gel, Kapur, Karbon Aktif)Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan penyerap lembap seperti silica gel, kapur bangunan, atau karbon aktif untuk mengurangi kelembapan secara pasif. Produk ini efektif menyerap uap air di udara, terutama di ruang kecil seperti lemari, laci, atau sudut ruangan yang jarang terkena sinar matahari.Beberapa penyerap lembap juga tersedia dalam bentuk kantong yang praktis dan bisa diganti secara berkala. Meskipun tidak sekuat dehumidifier, bahan penyerap ini cukup efektif untuk menjaga kelembapan tetap stabil di ruang-ruang kecil.6. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam KamarMeskipun tampak praktis, menjemur pakaian di dalam kamar justru menambah uap air ke udara ruangan. Proses pengeringan pakaian melepaskan banyak kelembapan, yang kemudian terperangkap di ruangan dan menyebabkan udara menjadi semakin lembap.Jika tidak ada pilihan lain, pastikan ruangan memiliki ventilasi cukup saat Anda menjemur pakaian di dalam rumah. Namun, sebisa mungkin, keringkan pakaian di luar ruangan atau di dekat jendela terbuka agar kelembapan tidak menumpuk di dalam kamar.Langkah Awal Jika Pernapasan Mulai TergangguNah, jika Sobat Granostic mengalami atau menemukan tanda-tanda pernapasan mulai terganggu, baik pada diri sendiri maupun keluarga Anda. Lakukan beberapa langkah awal berikut ini:1. Perhatikan GejalanyaSeperti yang Anda tahu, bahwa ada banyak sekali jenis gangguan atau masalah kesehatan pernapasan. Gejalanya pun bisa mirip antara satu sama lain, karena itu Anda perlu memperhatikan dengan seksama tanda-tanda atau keluhan yang muncul.Ingat-ingat kembali sejak kapan dan pada situasi seperti apakah gejala tersebut timbul. Dengan demikian, Anda bisa mengenali penyebab timbulnya gejala masalah pernapasan tersebut.2. Tingkatkan Kebersihan LingkunganSelanjutnya, Anda bisa mulai meringankan gejala dengan meningkatkan kebersihan lingkungan. Di mulai dari kamar, seluruh sudut di rumah Anda, hingga halaman rumah.3. Cek Kelembapan RuanganAnda juga perlu memeriksa kelembapan ruangan, EPA merekomendasikan untuk menjaga kelembapan udara dalam ruangan di rentang 30 hingga 50 persen. Kelembapan udara ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman untuk Kesehatan saluran pernapasan Anda.4. Konsultasi ke Dokter Spesialis ParuJika setelah menerapkan beberapa langkah awal di atas, tidak tampak hasil yang memuaskan, baiknya segera jadwalkan kunjungan ke dokter untuk pemeriksaan dan konsultasi dengan spesialis.Langkah ini dapat membantu Anda mendapatkan diagnosa yang lebih akurat dan perawatan yang tepat, sesuai dengan kondisi kesehatan paru-paru atau sistem pernapasan Anda.Pentingnya Konsultasi Dokter Spesialis Paru di Granostic SurabayaSobat Granostic, paru-paru merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dan harus kita jaga kesehatannya dengan baik. Tips untuk menjaga kesehatan paru-paru dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi bersama dengan dokter spesialis secara rutin, baik untuk memeriksakan kondisi paru-paru, kontrol, hingga sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini adanya kondisi medis tertentu.Nah, menjawab kebutuhan Anda akan konsultasi dokter spesialis paru, klinik Granostic juga menghadirkan layanan tersebut untuk Anda. Bersama dengan dokter spesialis paru kami, Anda dapat mengakses beberapa layanan berikut ini.1. Konsultasi edukasi dan penanganan Bersama dengan dokter spesialis kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai keluhan dan kekhawatiran Anda terkait penyakit paru-paru apapun. Dokter dapat memeriksa dan menganjurkan berbagai prosedur medis, sesuai dengan rekam medis, gaya hidup, dan kondisi tubuh Anda.Selain itu, dokter spesialis paru kami dapat memberikan edukasi terkait penanganan penyakit paru yang tepat. Dengan demikian, perawatan dan pengobatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang optimal.2. Pemeriksaan spirometri (fungsi paru)Selain prosedur konsultasi, layanan spesialis paru di Granostic juga menyediakan prosedur spirometri. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyimak bagaimana fungsi paru-paru Anda, khususnya mengukur seberapa besar kapasitas paru dalam menampung dan mengeluarkan udara dari paru-paru, serta seberapa epat dan mudah proses bernapas tersebut dilakukan oleh pasien.3. Foto rontgen (thorax)Selain spirometri, prosedur medis lainnya yang digunakan dalam pemeriksaan kesehatan paru di Granostic adalah foto rontgen thorax. Prosedur ini memungkinkan Anda mendapatkan visualisasi kondisi dada dan organ-organ di dalamnya, termasuk bagian paru-paru dan jantung.4. CT Scan (jika diperlukan)Selain rontgen, CT-Scan juga bisa digunakan untuk melihat kondisi paru-paru yang dapat direkomendasikan oleh dokter, bila pasien memerlukan pemeriksaan yang lebih mendetail.5. Tes alergi pernapasan (jika gejala kronis)Layanan pemeriksaan dan konsultasi bersama spesialis paru di Granostic juga menghadirkan tes alergi, untuk menguji alergen apa saja yang berpotensi menimbulkan berbagai gejala gangguan pernapasan pada diri Anda.Tes alergi pernapasan ini umumnya akan direkomendasikan oleh dokter, saat Anda menunjukkan gejala alergo yang kronis dan mengganggu.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai apa saja bahaya kamar lembap untuk pernapasan dan cara mencegahnya. Jika Anda atau keluarga mengalami gangguan pernapasan yang tidak biasa, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis Granostic.Buat janji temu Anda dengan mendaftar secara online, baik lewat Registrasi Online maupun lewat klik tombol WhatsApp.Yuk, jaga kesehatan sistem pernapasan Anda dan keluarga dengan rutin konsultasi bersama dokter spesialis paru Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Healthline. (n.d.). Humidity and Asthma: The Effects of Humidity on People with Asthma. Diakses 2025.McCormack, M. C., & Breysse, P. N. (2017). Indoor environment and asthma in children. Breathe, 13(4), 343–351. Diakses 2025.UK Government. (2024). Understanding and addressing the health risks of damp and mould in the home. Diakses 2025.Strachan, D. P. (2001). The role of environmental factors in asthma. International Journal of Epidemiology, 30(1), 141–145. Diakses 2025.Mekonnen, T. H., et al. (2023). The impact of indoor humidity on respiratory health: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(12), 6297. Diakses 2025.Environmental Health Perspectives. (n.d.). Environmental factors and respiratory health. Diakses 2025.
Kenapa Saat Flu Badan Terasa Sakit Semua? Ini Penjelasan Medisnya
Tak hanya membuat hidung tersumbat, flu juga dapat membuat badan terasa sakit semua yang dapat disertai dengan rasa pegal-pegal dan tidak nyaman lainnya. Namun, sebenarnya kenapa hal ini terjadi?Flu merupakan jenis penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat umum terjadi. tepatnya pada bagian hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Kondisi ini timbul karena infeksi influenza, yang dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.Umumnya, gejala flu tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Badan terasa sakit semua juga jadi salah satu keluhan yang sangat sering dirasakan oleh penderita flu. Gejala ini bahkan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat menghambat aktivitas harian penderitanya.Lantas kenapa badan bisa terasa sakit dan pegal-pegal ketika flu? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!Gejala Umum FluBadan yang terasa sakit semua dapat menandakan banyak masalah kesehatan. Karena itu, sebelum memahami apa hubungan flu dan badan yang terasa sakit ini, Sobat Granostic juga perlu mengetahui berbagai gejala umum flu berikut.1. Demam tinggi mendadakKenaikan suhu tubuh secara mendadak, atau demam, termasuk dalam gejala umum flu. Melansir dari WebMD.com, gejala ini biasanya bertahan selama tiga hingga empat hari pada penderita flu.2. Sakit kepalaSelain demam tinggi, sakit kepala juga sering dikeluhkan ketika seseorang mengalami flu. Sakit kepala yang dimaksud umumnya digambarkan dengan rasa nyeri yang berdentum, dalam skala ringan hingga cukup intens.3. Hidung tersumbat atau melerFlu juga seringnya disertai dengan hidung tersumbat atau meler. Gejala ini timbul karena infeksi influenza dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan di hidung, sehingga memicu produksi lendir secara berlebihan. Peradangan tersebut juga dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan hidung, sehingga menghambat aliran udara dan membuat penderitanya mengalami hidung tersumbat.4. Batuk keringMeski dapat menyebabkan hidung tersumbat, lendir pada penderita flu juga tidak selalu timbul di tenggorokan. Karenanya, banyak juga penderita flu yang mengalami batuk kering, atau yang tidak menghasilkan lendir atau dahak ketika batuk.5. Sakit tenggorokanInfeksi influenza ini tidak hanya dapat terjadi pada hidung, namun juga menyebabkan peradangan pada tenggorokan. Hal ini dapat membuat penderitanya mengeluhkan sakit tenggorokan, yang juga sangat mungkin menyebabkan serak atau perubahan suara.6. Nyeri otot dan sendiSelain gejala pada sistem pernapasan, penderita flu juga kerap mengeluhkan sensasi nyeri otot dan sendi. Gejala ini dapat terjadi karena infeksi virus flu dapat memicu reaksi sistem imun, sehingga melepaskan senyawa kimia yang dapat menyebabkan reaksi peradangan pada sendi dan otot.7. Kelelahan luar biasaSelain rasa nyeri pada otot maupun sendi, flu juga dapat menimbulkan gejala kelelahan luar biasa. Gejala ini juga terjadi sebagai reaksi sistem imun tubuh dalam melawan infeksi virus flu.8. MenggigilGejala yang umum terjadi saat Sobat Granostic terserang flu selanjutnya adalah mengigil, atau meriang, yang juga terjadi sebagai respon alami tubuh dalam melawan infeksi virus. Melansir dari Healthline.com, menggigil dapat membantu meningkatkan suhu tubuh, yang berguna dalam melawan infeksi virus atau bakteri dalam tubuh. Sebab, saat menggigil, otot tubuh akan melakukan kontraksi dan relaksasi dalam fase yang cepat. Di mana pergerakan-pergerakan kecil ini dapat membantu meningkatkan suhu tubuh Anda.9. Mual dan muntah (terutama pada anak-anak)Meski tak begitu sering terjadi, mual dan muntah juga dapat menjadi gejala utama dari flu. Gejala ini sering terjadi pada anak-anak.Rasa mual akibat flu ini terjadi sebagai respon tubuh dalam melawan virus influenza. Respon ini dapat menyebabkan inflamasi dan iritasi pada saluran cerna, yang dapat memicu pada rasa mual hingga muntah. Gejala ini lebih sering terjadi pada anak-anak, salah satunya karena mereka lebih sensitif terhadap berbagai pemicu yang dapat menyebabkan mual dan muntah, seperti demam atau masalah kesehatan lainnya.Kenapa Flu Membuat Badan Terasa Sakit Semua?Setelah menyimak apa saja gejala umum dari penyakit flu di atas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran mengapa flu dapat membuat badan terasa sakit semua. Tapi daripada hanya mengira-ira, berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat menjadi penyebab utama timbulnya rasa sakit dan pegal-pegal pada badan saat flu terjadi. Simak, yuk!1. Respons Imun TubuhBadan yang terasa sakit semua saat flu dapat terjadi sebagai reaksi peradangan, yang timbul akibat respon sistem imun turun dalam melawan infeksi virus influenza. Lebih lanjut, VerryWellHealth.com, menyebutkan bahwa selama infeksi terjadi, sistem imun akan membanjiri tubuh dengan zat Kimia inflamasi seperti histamin dan sitokin.Zat kimia inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh darah kita melebar, sehingga sel darah putih yang defensive dapat memeroleh akses yang lebih besar ke lokasi infeksi. Namun, di sisi lain, zat Kimia ini juga dapat memberikan rasa nyeri pada otot dan sendi, yang menimbulkan sensasi pegal-pegal dan sakit pada sekujur tubuh Anda.2. DemamSelain itu, demam juga bisa menjadi salah satu penyebab lain timbulnya badan terasa nyeri atau sakit semua. Melansir dari Ucla Health, demam tinggi dapat menyebabkan Anda menggigil atau meriang. Hal ini dapat menegangkan otot dan memicu rasa nyeri pada tubuh Anda.3. Kurangnya AktivitasSaat sakit, Anda juga cenderung mudah merasa sangat lemah dan lemas, sehingga dapat memengaruhi aktivitas Anda. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab kenapa badan terasa nyeri atau sakit semua saat flu.4. Stres OksidatifSobat Granostic, stress oksidatif juga dapat menjadi penyebab utama kenapa badan Anda terasa pegal-pegal. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.Stress oksidatif ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta memicu kondisi fibromyalgia dan rasa nyeri kronis, yang umumnya menimbulkan gejala seperti nyeri otot dan kelelahan berlebihan.Efek Flu pada Daya Tahan Tubuh Dewasa vs Anak-anakEfek flu pada daya tahan tubuh juga dapat sangat beragam, bergantung pada kondisi tubuh dan usia seseorang. Melansir dari America Family Care (AFC), influenza dapat berefek pada daya tahan tubuh anak-anak dan orang dewasa dengan cara yang berbeda. Secara umum gejala yang dialami oleh anak-anak cenderung lebih berat daripada orang dewasa.Pada Orang Dewasa:Memicu berbagai gejala umum flu, namun cenderung bersifat ringan dan dapat hilang tanpa perawatan di rumah sakit.Melemahkan daya tahan tubuh jika terjadi secara berulang, atau dapat menandakan bahwa kekebalan tubuh penderita sedang dalam kondisi tidak baik.Pada orang dewasa dengan riwayat kesehatan tertentu, flu dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit saluran pernapasan yang lebih serius.Pada Anak-anak:Flu pada anak-anak umumnya menyebabkan gejala yang lebih serius, yang seringnya disertai dengan masalah pencernaan. Seperti rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, hingga diare.Terlalu sering terkena flu juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak menjadi lebih lemah, sehingga kian rentan untuk terinfeksi penyakit lain.Anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, gejala kelelahan dan lemas pada anak-anak dapat bertahan lebih lama hingga 3–4 minggu setelah terinfeksi flu .Selain itu, menurut John Hopkins Medicine, gejala flu berat pada anak-anak dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia.Cara Mengatasi Badan Sakit Saat FluSetelah menyimak bagaimana flu dapat menyebabkan nyeri pada tubuh Anda, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.1. Istirahat TotalCara mengatasi gejala flu pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan beristirahat total dan membatasi aktivitas sosial Anda. Tidur yang cukup dapat membantu sistem imun Anda dalam melawan infeksi. Selain itu, membatasi aktivitas sosial juga dapat mencegah penularan flu ke orang-orang terdekat Anda.2. Minum Cukup AirMenjaga kadar cairan tubuh juga sangat penting untuk mengurangi gejala flu. Sebab dehidrasi dapat memperburuk gejala demam, pusing atau sakit kepala, hingga rasa nyeri di sekujur tubuh Anda selama flu berlangsung. Karena itu, sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengonsumsi banyak cairan, baik dari air putih, jus, atau sup hangat selama flu.3. Kompres HangatKompres hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada sendi atau otot Anda saat mengalami flu. Ini karena kompres hangat dapat mengurangi ketegangan otot dan memberikan sensasi melegakan. Anda dapat mengompres bagian tubuh yang terasa paling nyeri atau pegal dengan handuk hangat selama beberapa menit. 4. Obat Pereda NyeriJika rasa nyeri yang Anda rasakan sangat intens dan tidak tertahankan, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol, yang juga dapat mengurangi gejala demam dan sakit kepala.5. Asupan Nutrisi CukupAgar daya tahan tubuh Anda dapat bekerja maksimal dan energi tubuh selama sakit terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi seimbang dan nutrisi cukup. Melansir dari Healthline.com, makanan saat flu seperti sup, yoghurt, sayuran, dan sumber protein, menjadi pilihan yang sangat ideal. Namun, Anda juga dihimbau untuk mengurangi makanan yang tinggi gula, garam, atau gorengan, demi mencegah rasa nyeri tenggorokan atau batuk-batuk menjadi lebih buruk.Pengobatan Awal Saat Badan Nyeri karena FluSelain cara sederhana untuk mengatasi badan nyeri karena flu di atas, berikut ini ada beberapa obat-obatan yang bisa membantu mengurangi gejala tersebut.Paracetamol: dapat membantu mengurangi nyeri dan demam saat flu, yang aman digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa.Antivirus: biasanya diberikan untuk mencegah komplikasi serius dari flu, seperti oseltamivir, baloxavir, hingga zanamivir.Obat flu kombinasi: biasanya terdiri dari obat batuk dan pilek, yang digunakan untuk meredakan gejala flu. Namun, obat kombinasi ini tidak boleh diberikan pada anak-anak di Bawah usia 6 tahun, sehingga orang tua perlu memeriksakan si Kecil terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan dokter untuk memeroleh petunjuk pemberian obat yang tepat.Multivitamin dan zinc: selain obat-obatan di atas, dokter pun biasanya meresepkan multivitamin dan zinc pada penderita flu. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kerja sistem imun tubuh dalam melawan penyakit.Kapan Harus ke Dokter?Meski flu umumnya tidak menimbulkan gejala yang berat, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila mengalami beberapa gejala berikut ini:Demam tinggi >38.5°C lebih dari 3 hariDemam akibat flu biasanya muncul 2 hari sejak pertama kali terpapar virus. Gejala ini bisa bertahan selama beberapa hari, namun jika tinggi suhu mencapai >38,5 derajat dan bertahan selama lebih dari tiga hari tanpa penurunan, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.Nyeri badan ekstrem atau tidak membaik setelah 3 hariNyeri badan ekstrem yang juga tidak kunjung membaik selama lebih tiga hari juga menjadi tanda Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat menemukan penyebab kenapa kondisi tubuh Anda tidak kunjung pulih dan meresepkan pengobatan yang tepat.Sesak napasSesak napas juga menjadi gejala yang perlu diwaspadai pada flu. Sebab, umumnya flu tidak akan menyebabkan Anda mengalami kesulitan bernapas, kecuali karena hidung tersumbat.Batuk berdahak kental atau berdarahSaat mengalami batuk berdahak yang kental atau bahkan disertai darah, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini diperlukan untuk dapat mendeteksi dini dan merawat dengan segera bila ditemukannya indikasi komplikasi.Tidak bisa makan/minumAnda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter, bila mengalami kesulitan makan dan minum akibat flu. Sebab, kondisi ini dapat berpengaruh pada proses pemulihan tubuh dan bisa menyebabkan dehidrasi, yang membuat gejala tidak kunjung berkurang.Selain itu, kesulitan menelan makanan atau minuman juga dapat menjadi tanda bahwa peradangan pada tenggorokan Anda bisa jadi cukup parah.Tanda dehidrasi: bibir kering, buang air kecil sedikitSeperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa dehidrasi bisa membuat gejala flu menjadi lebih buruk. Selain itu, dehidrasi ekstrem juga dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dan membuat pasien menjadi hilang kesadaran.Adapun tanda-tanda Anda mengalami dehidrasi dapat dilihat dari bibir yang kering, buang air kecil jadi lebih sedikit dan berwarna kekuningan, kepala pusing dan pandangan kunang-kunang, hingga kesulitan mengingat.Penurunan kesadaran, linglung, kejangSegera periksakan diri jika anak atau pasien flu mengalami penurunan kesadaran, linglung, hingga kejang-kejang. Sebab, jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan masalah fatal pada penderitanya.Perlunya Pemeriksaan Screening Thorax di Granostic SurabayaSobat Granostic, mengingat begitu umumnya serangan flu terjadi, banyak dari kita yang menyepelekan penyakit pernapasan satu ini. Padahal, jika terjadi secara terus menerus atau berulang-ulang, flu juga dapat menjadi tanda yang harus diperhatikan.Melansir dari Mayo Clinic, flu juga dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia, atau infeksi pada paru-paru atau jantung lainnya. Karena itu, bagi Anda yang sering mengalami flu, melakukan screening thorax juga merupakan hal yang penting.Di Granostic, Anda pun dapat mengakses layanan screening thorax ini dengan efisien dan pendampingan profesional. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu Anda mendeteksi dini adanya berbagai penyakit yang berkaitan dengan saluran napas, paru-paru, hingga jantung.Adapun beberapa tes penunjang yang umum dilakukan dalam screening thorax di Granostic adalah:1. Foto Thorax (Rontgen Dada)Merupakan tes pencitraan yang dapat mengilustrasikan secara visual kondisi dalam dada Anda, termasuk tulang rusuk, paru-paru, dan kesehatan jantung.2. Tes CRP / Darah LengkapSementara itu tes darah lengkap dapat memberikan informasi mengenai adanya infeksi pada sistem pernapasan, seperti pneumonia atau TBC, juga gangguan darah lainnya yang dapat memengaruhi kondisi paru-paru Anda.3. Tes Influenza Rapid TestTes ini dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus influenza, juga bisa digunakan untuk menyimak keberadaan antigen virus penyebab infeksi saluran pernapasan lain seperti Covid-19.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai kenapa badan terasa sakit semua saat flu. Juga berbagai cara mengatasi dan pengobatan awal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejalanya.Jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan Anda lewat screening flu di klinik Granostic Surabaya. Langsung hubungi customer care kami dan jadwalkan kunjungan Anda dengan mudah secara online!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:UCLA Health. (n.d.). Why Your Whole Body Aches When You're Sick—and What You Can Do About It. Diakses 2025Verywell Health. (2014, 11 September). How to Relieve Body Aches When You’re Sick. Reviewed by Dr. Kashif J. Piracha, MD. Diakses 2025Harvard Health Publishing.** (n.d.). Why Does the Flu Cause Body Aches?. Diakses 2025Rochester Regional Health. (n.d.). Early Flu Symptoms. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Flu (influenza) – Diagnosis and Treatment. Diakses 2025Healthline. (n.d.). What to Do at the First Sign of Influenza. Diakses 2025Healthline. (n.d.). Why You Shiver with Fever. Diakses 2025AFC Urgent Care – Levittown. (2019, Oktober). Does the Flu Affect Adults and Children Differently?. Diakses 2025Healthdirect Australia. (n.d.). Medicines for Colds and Flu. Diakses 2025
Anak Pilek Tak Kunjung Sembuh? Begini Solusinya, Bund!
Pilek merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, serta dapat menyerang siapa saja termasuk bayi dan anak-anak. Bahkan, pilek pada anak dapat bertahan lebih lama dan terasa tak kunjung sembuh. Lantas apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Serta bagaimana cara mengatasinya?Pilek merupakan kondisi medis yang ditandai dengan hidung berair atau meler, tersumbat, yang dapat disertai juga dengan batuk-batuk dan bersin. Kondisi ini seringnya terjadi karena infeksi virus, namun ada juga yang timbul karena reaksi alergi atau kondisi medis lainnya.Pilek yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Pada anak-anak, pilek dapat bertahan lebih lama dan bahkan terjadi berulang dalam satu tahun.Jika demikian, sangat penting bagi Sobat untuk mengetahui bagaimana gejala pilek pada anak, penyebab pilek lebih lama sembuh, dan menerapkan cara-cara yang tepat untuk mengatasinya berikut ini.Gejala Pilek pada AnakTingkat keparahan pilek pada anak dapat bervariasi, bergantung pada daya tahan tubuh anak dan bagaimana perawatan yang diberikan oleh orangtua selama si Kecil sakit. Namun, secara umum, berikut ini adalah beberapa gejala pilek yang bisa Anda temukan pada si Kecil.1. Hidung berair atau tersumbatHidung tersumbat atau berair menjadi salah satu gejala utama saat anak-anak terserang pilek. Gejala ini timbul sebagai reaksi alami untuk mempertahankan lapisan hidung agar tetap lembap, sekaligus membantu menjebak serta mengeluarkan virus dan bakteri dari hidung.2. Bersin-bersinBersin juga merupakan respon pertahanan alami, yang tujuannya untuk mengeluarkan iritan dari saluran nasal. Misalnya saat virus penyebab pilek menyerang, tubuh mengeluarkan mediator inflamasi seperti histamin, yang dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan kelenjar lendir mengeluarkan cairan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan iritasi di hidung, yang mendorong anak bersin-bersin Ketika pilek.3. Batuk ringanPilek juga sangat sering diiringi dengan batuk ringan, yang bisa tanpa atau disertai dengan dahak. Batuk juga merupakan respon alami tubuh untuk mengeluarkan iritan dari dalam tenggorokan.4. Demam ringan (kadang tidak ada)Meski tak selalu terjadi, pilek juga dapat disertai dengan demam ringan. Demam sendiri juga merupakan bagian dari respon tubuh, yang terjadi saat sistem imun anak melawan infeksi virus penyebab pilek.5. Nafsu makan menurunSaat si Kecil mengalami pilek, anak kurang selera untuk makan. Ada beberapa faktor yang memicu gejala ini terjadi, termasuk karena energi tubuh difokuskan untuk melawan infeksi virus, sehingga energi untuk makan jadi berkurang drastis.Turunnya nafsu makan ini juga dapat berkaitan dengan kemampuan penciuman anak yang terganggu, karena hidung tersumbat. Di mana, saat anak-anak tidak bisa mencium aroma makanan yang mereka konsumsi, rasanya pun jadi kurang menarik.6. Rewel atau sulit tidurPilek juga dapat membuat anak sulit tidur atau rewel. Hal ini terjadi karena saat hidung tersumbat, anak-anak akan kesulitan untuk bernapas. Apalagi kalau dibarengi dengan batuk-batuk, yang membuat mereka akan lebih sulit tidur di malam hari dengan nyenyak.7. Tenggorokan gatal atau sakitSaat pilek, anak-anak juga dapat mengalami tenggorokan gatal atau sakit. Gejala ini timbul karena adanya peradangan, yang biasanya diiringi dengan batuk-batuk dengan atau tanpa lendir.8. Mata berairGejala ini dapat timbul karena beberapa faktor, termasuk adanya peradangan di rongga hidung saat pilek. Di mana, kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran air mata, sehingga air mata akan menumpuk dan menyebabkan mata berair.Selain itu, pilek juga dapat menyebabkan sistem imun bekerja dan menimbulkan peradangan di berbagai tubuh anak, termasuk pada mata. Hal ini juga dapat menjadi penyebab kenapa mata anak tampak berair selama pilek.Kenapa Anak Bisa Pilek Tak Kunjung Sembuh?Sobat Granostic, gejala pilek pada anak dapat berbeda pada anak yang satu dan lainnya. Hal ini sangat terkait dengan penyebab utama pilek itu terjadi, kondisi sistem kekebalan tubuh anak, hingga bagaimana perawatan yang diberikan oleh orang tua.Agar lebih jelas, mari simak berbagai alasan yang menyebabkan kenapa pilek anak terasa tak kunjung sembuh berikut ini:1. Rhinitis AlergiRhinitis alergi muncul karena tubuh bereaksi terhadap alergen di udara, seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan. Saat alergen masuk lewat hidung atau mulut, tubuh melepas zat bernama histamin yang bikin muncul gejala seperti hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan mata merah.Nah, kadang rinitis alergi ini suka bikin bingung karena gejalanya mirip flu biasa. Tapi sebenarnya beda, ya. Flu disebabkan oleh virus dan bisa menular, sementara rinitis alergi itu karena reaksi tubuh terhadap lingkungan. Kalau Anda memperhatikan dan merasa gejalanya muncul pada anak setiap musim tertentu, atau setiap ketemu hewan peliharaan, besar kemungkinan itu alergi. Dan biasanya, flu akan sembuh dalam beberapa hari, sedangkan alergi bisa bertahan lebih lama, selama Anda masih terpapar alergen.Pengobatan pilek atau flu biasa tidak akan membantu mengatasi pilek yang terjadi karena alergi. Karena itu, Anda dapat merasakan bahwa anak-anak sembuh lebih lama daripada biasanya.2. Infeksi BerulangSelain karena alergi, pilek bisa terasa lama dan tidak kunjung sembuh sebab anak-anak mengalami infeksi berulang. Artinya, pada infeksi virus penyebab pilek pertama, bisa saja anak Anda sudah sembuh, namun kembali terinfeksi setelah beberapa lama, yang menyebabkan gejala kembali timbul dan mungkin tampak lebih parah.Ada banyak penyebab infeksi berulang terjadi, misalnya anak-anak kurang istirahat, terpapar iritan seperti asap rokok, kebiasaan tidak mencuci tangan, dan banyak lainnya.3. Polusi atau Udara KotorPilek juga dapat terjadi karena reaksi alergi atau iritasi yang ditimbulkan oleh dampak polusi udara. Partikel seperti debu, asap, dan zat kimia lain dalam polusi, dapat mengiritasi saluran pernapasan, juga melemahkan sistem kekebalan tubuh anak. Akhirnya, tak hanya menyebabkan reaksi alergi, tapi juga rentan membuat anak terpapar infeksi saluran pernapasan lain.4. SinusitisSobat Granostic, kalau si Kecil mengalami hidung mampet terus-terusan, nyeri di sekitar wajah, dan kepala rasanya berat, bisa jadi itu bukan sekadar pilek biasa, tapi sinusitis. Sinusitis terjadi saat rongga udara di wajah yang seharusnya bersih malah dipenuhi cairan karena peradangan. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari infeksi virus, bakteri, sampai alergi yang bikin jaringan di sekitar sinus membengkak.Yang tricky, gejalanya mirip banget sama pilek, COVID-19, atau rinitis alergi, jadi memang gampang tertukar. Tapi ada bedanya, lho! Kalau pilek biasanya hilang dalam beberapa hari, sinusitis bakteri justru bisa bertahan lebih dari 10 hari atau muncul kembali setelah gejala sempat membaik. Rasa nyeri di wajah, tekanan di area sinus, dan hidung mampet parah jadi ciri khasnya. Untuk mengatasinya, dokter biasanya meresepkan antibiotik dan dekongestan.5. Pembesaran Amandel atau AdenoidSobat Granostic, pilek pada anak yang tak kunjung membaik juga bisa disebabkan oleh amandel atau adenoid yang membesar. Kondisi ini bisa bikin saluran hidung tersumbat, suara jadi sengau, dan anak lebih sering bernapas lewat mulut. Akibatnya, tenggorokan pun kering dan muncul bau mulut, semua ini makin mirip gejala pilek, padahal bukan.Kalau Si Kecil mulai sering mendengkur, susah napas lewat hidung, atau suaranya terdengar "bindeng" terus, ada baiknya dicek lebih lanjut. Amandel dan adenoid yang membesar nggak cuma bikin nggak nyaman, tapi juga bisa ganggu kualitas tidur dan bikin anak rentan infeksi.Lama Normal Anak Mengalami PilekAgar Sobat dapat memberikan perawatan yang tepat agar pilek anak cepat sembuh, Anda juga perlu mengetahui lama normal anak mengalami pilek berikut ini:1. Membaik dalam 5–7 hariMelansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), pilek dapat membaik dalam 7 hingga 10 hari. Gejala seperti demam ringan, sakit kepala, lemas, tidak enak badan, dan mata berair juga akan berkurang pada periode ini.2. Sembuh total dalam 10–14 hariNamun untuk batuk dan hidung tersumbat biasanya bertahan lebih lama, yang membuat anak-anak biasanya dapat sembuh total dari pilek dalam rentang waktu 10 hingga 14 hari.Tips Mengatasi Anak Pilek Tak Kunjung Sembuh di RumahSobat Granostic, pilek umumnya tidak membutuhkan perawatan inap di rumah sakit. Anda bahkan dapat menerapkan beberapa tips untuk mengatasi pilek anak yang tak kunjung sembuh berikut ini:1. Jaga Kebersihan RuanganLangkah pertama adalah memastikan rumah atau kamar tidur anak dalam kondisi bersih. Meskipun pilek terjadi karena infeksi virus, hidung yang teriritasi dan meradang juga bisa lebih sensitif. Hal ini dapat membuat anak mudah bersin dan jadi lebih meler, yang juga dapat membuat mereka makin tidak nyaman.2. Gunakan HumidifierSelanjutnya, Anda juga bisa menggunakan humidifier untuk membuat udara dalam ruangan jadi lebih lembap. Udara yang kering dapat mengiritasi hidung, sehingga membuat gejala pilek jadi lebih buruk.3. Beri Makanan BergiziAgar anak-anak lebih cepat pulih dari pilek mereka, Anda dapat mengatur menu makan anak dengan menu-menu yang sehat dan bergizi seimbang. Dengan demikian, tubuh dapat memeroleh energi yang cukup untuk mendukung sistem imun dalam melawan penyakit dan memulihkan dirinya.4. Cukup IstirahatMemastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup juga menjadi langkah yang sangat mendasar untuk membantu mereka pulih lebih cepat dari pilek. Pastikan Anda mengatur ruang tidur anak jadi nyaman, dingin dan lembap, gelap, dan hening– untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan baik.5. Gunakan Larutan Saline (NaCl)Larutan ini dapat Anda gunakan untuk membersihkan hidung anak yang tersumbat karena pilek. Dengan demikian, anak-anak dapat bernapas dengan lebih lega dan beristirahat dengan nyaman di malam hari.Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Sebab larutan saline yang terlalu kuat atau diberikan secara berlebihan justru dapat merusak jaringan hidung anak, loh.6. Jauhkan dari Asap RokokSobat, asap rokok tak hanya berbahaya pada orang yang menghisap rokok saja. Namun, juga dapat memberikan dampak sama buruknya bagi anak-anak yang tidak sengaja atau terpapar asap rokok milik orang dewasa di sekitarnya.Asap rokok memiliki banyak senyawa kimia yang dapat mengiritasi saluran napas, sehingga membuat gejala pilek menjadi lebih buruk dan tak kunjung sembuh. Jadi, saat anak Anda mengalami pilek dan sebagai upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan lain, Anda perlu menjauhkannya dari asap rokok tersebut.Langkah Pencegahan Pilek Berkepanjangan pada AnakSelain menerapkan beberapa tips mengatasinya di atas, Anda juga bisa mencoba langkah pencegahan pilek berkepanjangan pada anak berikut ini:1. Cuci tangan sebelum makan dan setelah bermainMencuci tangan sebelum makan dan bermain dapat membantu anak terhindar dari infeksi virus atau bakteri penyebab penyakit, termasuk penyebab pilek. Karena itu, Anda dapat mengajarkan pada si Kecil tentang kebiasaan mencuci tangan tersebut dan memastikan mereka melakukannya di kesehariannya.2. Jangan berbagi alat makan atau minum dengan orang lainAnda juga bisa menghimbau pada anak-anak untuk tidak berbagi alat makan atau minum mereka dengan orang lain secara sembarangan. 3. Pastikan imunisasi lengkap (termasuk Influenza dan PCV)Sebagai pencegahan, Anda juga dapat memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap termasuk vaksin influenza dan PCV. Imunisasi ini akan membantu anak terlindung dari infeksi virus penyebab penyakit tersebut.4. Ajarkan anak menutup mulut saat batuk/bersinAnda juga perlu mengajarkan pada anak untuk menutup mulut saat batuk atau bersin. Selain untuk melindungi diri mereka, langkah ini juga dapat mencegah penularan virus kepada orang lain.5. Gunakan masker jika sedang flu agar tidak menular ke anak lainAnda juga bisa memakaikan si Kecil masker untuk melindungi saluran pernapasan mereka dari berbagai zat iritan yang ada di udara, juga penularan penyakit di tempat umum. Selain itu, masker juga dapat membantu mengurangi penularan flu yang anak derita ke teman-teman atau orang lain di sekitarnya.6. Hindari membawa anak ke tempat ramai saat musim fluSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari membawa anak ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung, khususnya di musim flu. Ini karena virus penyebab flu dapat menyebar lewat droplet di udara dan dengan mudah tertular pada anak-anak.Kapan Harus Bawa Anak ke Dokter?Meski flu atau pilek tidak selalu berkaitan dengan komplikasi yang serius, Anda juga harus mewaspadai beberapa gejala berikut dan membawa anak ke dokter segera.1. Demam yang naik-turunPilek tidak selalu menimbulkan demam, karena itu jika anak-anak mengalami demam yang berkepanjangan atau naik-turun, Anda perlu lebih waspada. Sebaiknya segera periksakan si Kecil untuk mendeteksi kondisi utama yang mendasari demam naik turun pada anak tersebut.2. Batuk semakin beratAnda juga perlu memeriksakan si Kecil ke dokter segera bila batuk yang dialaminya semakin berat, hingga mengganggu istirahat malam anak atau mengeluarkan suara berat dari dadanya.3. Anak tampak lemahJika anak tampak lemah dan sangat lesu, Anda juga perlu segera membawanya ke dokter. Jangan tunggu anak sampai kehilangan kesadaran, ya, Bun.4. Tidak nafsu makanMakan sangatlah penting untuk memastikan anak tumbuh dengan baik dan sehat. Apalagi saat sakit, anak-anak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk melawan infeksi penyebab flu dan memulihkan dirinya dengan baik.5. Sesak napasAnda juga perlu membawa anak ke dokter segera bila mengalami sesak napas. Hal ini dapat menjadi indikasi komplikasi flu yang lebih serius, misalnya bronkitis atau pneumonia.Perlukah Pemeriksaan Lanjutan seperti Foto Thorax?Karena gejalanya yang cenderung ringan dan kadang bisa sembuh tanpa perawatan khusus, banyak orang dewasa yang masih menyepelekan pilek pada anak. Padahal, jika pilek ini terjadi berulang dan dalam waktu yang lama, hal ini dapat mengindikasikan berbagai masalah kesehatan lain.Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk membawa anak ke rumah sakit atau klinik kesehatan, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Klinik Granostic Surabaya, dapat memenuhi kebutuhan pemeriksaan lanjutan tersebut, loh.Berikut ini beberapa tes yang dapat Anda lakukan bersama Granostic:1. Foto Thorax (Rontgen Dada)Sobat Granostic, pernah dengar tentang rontgen toraks atau rontgen dada? Ini adalah salah satu pemeriksaan pencitraan sederhana tapi super penting, lho. Dengan menggunakan sinar-X, dokter bisa melihat kondisi paru-paru, jantung, hingga tulang di rongga dada. Cocok banget buat mendeteksi berbagai masalah, seperti infeksi paru, pembesaran jantung, atau gangguan pernapasan pada anak.Kalau si kecil sering batuk berkepanjangan, sesak napas, atau dicurigai punya masalah paru, rontgen dada bisa jadi langkah awal untuk mencari tahu penyebabnya. Pemeriksaan ini cepat, nggak sakit, dan hasilnya bisa bantu dokter menentukan penanganan yang paling pas.Anda dapat melakukan pemeriksaan foto thorax ini di klinik Granostic. Setiap prosedurnya, akan didampingi dan diawasi langsung oleh tenaga medis ahli. Berikut ini contoh hasil foto thorax pada anak, yang diambil dari Radiopaedia.org.(https://radiopaedia.org/cases/normal-chest-child )​​Dokter dapat memberikan analisis dan pembacaannya melalui foto tersebut, yang juga dijadikan pedoman untuk merancang dan meresepkan perawatan yang tepat sesuai kondisi si Kecil.2. Tes Alergi atau IgEPemeriksaan ini sangat membantu untuk mendeteksi alergi pada anak, yang bekerja dengan mengukur respons tubuh terhadap alergen tertentu. Sedangkan tes IgE (immunoglobulin E) dilakukan untuk menyimak tingkat kadar IgE dalam darah, yang merupakan antibodi yang diproduksi secara alami dalam tubuh ketika terpapar allergen.3. Tes Darah (CBC, CRP)Sobat Granostic, tes darah CBC dan CRP dapat membantu mendeteksi adanya infeksi saluran pernapasan tertentu pada anak. Selain itu,pemeriksaan darah seperti CBC (Complete Blood Count) dan CRP (C-Reactive Protein) bisa bantu dokter memahami kondisi kesehatan si Kecil secara menyeluruh, lho! Lewat CBC, kita bisa melihat jumlah dan jenis sel darah, mulai dari sel darah merah, putih, hingga trombosit. Sementara itu, CRP membantu mendeteksi adanya peradangan di tubuh anak, karena kadar protein ini akan meningkat saat tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan. Jadi, dua tes ini penting banget untuk memantau kondisi tubuh anak, terutama saat ia terlihat kurang fit atau demam berkepanjangan.Pemeriksaan dan Layanan Medis di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap tentang kenapa pilek pada anak terasa sulit sembuh. Apakah penjelasan di atas membantu Anda?Yang pasti, saat anak-anak mengalami gejala pilek yang tak kunjung membaik ini, Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter umum kami untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Dalam hal ini, Klinik Granostic dapat mendampingi Anda dengan baik.Klinik Granostic memberikan layanan kesehatan terlengkap untuk kesehatan anak dan anggota keluarga Anda, termasuk tenaga medis yang ahli dan berpengalaman, teknologi kesehatan yang modern, hingga layanan vaksinasi flu lengkap.Yuk, segera booking pemeriksaan untuk Anak Bunda dan Ayah, jaga kesehatan si Kecil dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:KidsHealth (New Zealand). Colds in Children. Diakses 2025Cleveland Clinic. Common Cold. Diakses 2025Stanford Children’s Health. Common Cold in Children. Diakses 2025Jurkiewicz, P., & Kowalski, M. (2006). Diagnosis and management of allergic rhinitis in children with asthma. Advances in Pediatrics. Diakses 2025Cleveland Clinic. Allergic Rhinitis (Hay Fever). Reviewed by Dr. Ves Dimov, MD. Diakses 2025WebMD. Keep Getting Infections?. Reviewed by Dr. James Beckerman, MD, FACC. Diakses 2025Cleveland Clinic. Sinusitis. Diakses 2025Healthline. How Long Does a Cold Last?. Reviewed by Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Radiopaedia. Normal Chest (Child) Imaging Case. Diakses 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Rhinoviruses & Cold Season. Diakses 2025KidsHealth (New Zealand). Cough in Children. Reviewed by Dr. Alice Miller, FRNZCGP. Diakses 2025Cleveland Clinic News Service. The Do’s and Don’ts of Treating Colds at Home. Reviewed by Dr. Neha Vyas, MD. Diakses 2025MedCentral (Health Central). When to See a Doctor for a Cold or the Flu. Reviewed by Dr. Arefa Cassoobhoy, M.D., M.P.H. Diakses 2025Cleveland Clinic. Fighting Winter Colds, Fevers and the Flu with Dr. Donald Ford. Reviewed by Dr. Donald Ford, MD. Diakses 2025Cleveland Clinic. RSV: When It’s More Than Just a Cold with Dr. Frank Esper. Reviewed by Dr. Frank Esper, MD. Diakses 2025
Yuk Kenali! Apa Itu Rhinitis Akut pada Anak?
Dari sekian penyakit yang dapat menimpa anak, rinitis akut merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Namun, tak banyak orang tua yang memahami apa itu rinitis akut pada anak, serta perbedaannya dengan rhinitis alergi.Melansir dari artikel kesehatan Stanford Medicine, rhinitis terjadi ketika timbul reaksi yang menyebabkan hidung tersumbat, pilek, bersin, dan gatal. Banyak jenis rhinitis yang terjadi akibat peradangan dan menimbulkan gejala pada mata, telinga, hingga tenggorokan.Karena jenis rhinitis ini juga beragam, bergantung dengan penyebabnya, maka perawatan yang dibutuhkan juga berbeda, Sobat. Nah, agar Anda tak salah dalam memberikan perawatan rhinitis akut pada anak, Granostic akan merangkumkan apa saja yang perlu Anda ketahui mengenai kondisi medis ini. Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya!Apa Itu Rhinitis Akut pada Anak?Pertama, Anda perlu tahu bahwa rhinitis merupakan peradangan atau iritasi pada lapisan lendir hidung, yang dapat menyebabkan gejala seperti flu. Misalnya, pilek, hidung tersumbat dan meler, hingga bersin-bersin. Ada dua jenis rhinitis yang perlu Anda ketahui, yang sering terjadi pada anak-anak, yakni:1. Rhinitis AkutMenurut jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, rhinitis akut merupakan radang akut mukosa yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.Nah, ketika infeksi mulai menyerang rongga hidung, tubuh akan bereaksi. Awalnya, pembuluh darah menyempit dulu, lalu melebar, menyebabkan pembengkakan dan produksi lendir yang makin banyak. Lendir ini awalnya bening, lalu bisa berubah jadi kental dan kekuningan jika sudah bercampur nanah dan bakteri. Kalau sudah begini, biasanya tubuh juga menunjukkan gejala umum seperti demam atau lemas. Tapi tenang, saat infeksi mulai mereda, sel-sel di hidung akan memperbaiki diri dan mukosa hidung bisa kembali normal.Selain karena kekuatan kuman penyebab penyakit, faktor seseorang lebih mudah terserang rhinitis akut juga karena perubahan cuaca yang tiba-tiba, penurunan daya tahan tubuh, dan kondisi medis lain.2. Rhinitis AlergiSementara itu rhinitis alergi, dikenal juga dengan rhinitis musiman, disebabkan oleh reaksi tubuh yang berlebihan atas zat asing di udara, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Gejala rhinitis terjadi ketika tubuh bereaksi secara berlebihan dan melepaskan zat seperti histamin.Rinitis ini bisa muncul di musim tertentu (musiman) atau muncul terus sepanjang tahun. Biasanya, kondisi ini juga punya kaitan dengan faktor keturunan jadi kalau ada anggota keluarga yang punya riwayat alergi, eksim, atau asma, peluang anak mengalaminya juga bisa lebih besar.Gejala Rhinitis Akut dan Alergi pada AnakSecara umum gejala rhinitis akut maupun alergi pada anak saling tumpang tindih, artinya sangat mirip. Agar lebih jelas, berikut gejala rhinitis akut dan alergi pada anak:1. Hidung berair beningHidung yang berair bening merupakan salah satu gejala sangat umum dari rhinitis akut maupun alergi. Munculnya cairan ini terjadi akibat peradangan pada lapisan lendir hidung, baik oleh infeksi maupun iritasi atau reaksi tubuh akibat alergen. Saat terjadi peradangan, pembuluh darah pada hidung anak juga akan melebar, yang mengakibatkan cairan (lendir) bening terbentuk dan menetes keluar dari hidung.2. Bersin-bersin, terutama di pagi hariSelain hidung yang berair, anak-anak dengan rhinitis akut maupun alergi juga dapat mengalami bersin-bersin. Gejala ini seringnya muncul di pagi hari, yang kerap ditemukan pada penderita rhinitis alergi.3. Hidung tersumbatSelain hidung yang berair atau meler, anak yang mengalami rhinitis alergi atau akut juga dapat mengeluhkan hidung tersumbat. Gejala ini terjadi karena peradangan pada lapisan hidung, dapat menimbulkan pembengkakan dan memicu produksi lendir berlebihan. 4. Gatal pada hidung, mata, atau tenggorokanGejala rhinitis tak hanya terasa pada hidung, namun juga dapat menimbulkan gatal pada mata dan tenggorokan. 5. Mata berairSelain rasa gatal, rhinitis alergi dan akut juga dapat menyebabkan mata anak berair sebagai dampak dari peradangan yang ada di dalam rongga hidung.6. Batuk ringan (karena lendir turun ke tenggorokan)Peradangan yang terjadi pada tenggorokan dan lendir yang turun dari hidung ke tenggorokan, juga dapat menimbulkan batuk ringan pada anak-anak saat mereka mengalami rhinitis.7. Suara sengauRhinitis juga dapat menyebabkan suara anak menjadi sengau atau bindeng akibat penyumbatan hidung, yang terjadi karena penumpukan lendir maupun pembengkakan di hidung.Penyebab Rhinitis pada AnakSobat Granostic, rhinitis pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang sangat berpengaruh pada proses perawatan dan penyembuhan anak. Pada rhinitis akut, penyebab paling umum adalah infeksi virus. Sementara pada rinitis alergi, disebabkan oleh paparan zat asing yang ada di udara. Beberapa alergen yang dapat memicu rhinitis pada anak misalnya akan dijelaskan dalam ulasan berikut.Alergen yang sering memicu rhinitis pada anak:1. Debu rumah dan tungau debuDebu rumah dan tungau debu dapat menjadi contoh alergen yang sering memicu rhinitis pada anak. Keduanya dapat memicu alergi pada anak jika tak sengaja terhirup.2. Bulu hewan peliharaanBulu hewan juga termasuk dalam jenis alergen yang sering menyebabkan rhinitis alergi pada anak.3. Serbuk sari tanamanSerbuk sari tanaman juga menjadi salah satu penyebab anak-anak mengalami rhinitis alergi. Serbuk tanaman yang terbang di udara dapat terhirup ke dalam hidung, yang menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan dan mengeluarkan histamin.4. Jamur di lingkungan lembapSelain debu dan tungau, jamur yang menempel pada langit-langit kamar maupun tembok juga dapat menyebabkan munculnya gejala alergi rhinitis pada anak.5. Asap rokok atau polusi udaraAsap rokok dan polusi udara dapat mengiritasi hidung, yang memicu munculnya gejala-gejala alergi seperti pilek atau flu, hidung tersumbat, hingga bersin-bersin.6. Makanan tertentu (jika ada reaksi sistemik)Sobat Granostic, beberapa jenis makanan juga dapat menjadi penyebab timbulnya gejala rhinitis alergi, atau memperparah gejala yang sudah ada. Kondisi ini juga sangat mungkin terjadi, kalau anak mengalami reaksi alergi sistemik, di mana reaksi tersebut dapat terjadi di seluruh tubuh dan bukannya pada satu organ atau area saja.Faktor Lingkungan yang Memengaruhi Rhinitis AnakSelain beberapa penyebab di atas, risiko anak mengalami rhinitis alergi maupun akut juga semakin besar akibat faktor lingkungan berikut ini.1. Kualitas UdaraKualitas udara di lingkungan tempat tinggal anak juga sangat berpengaruh dengan kesehatan saluran pernapasan mereka. Juga sangat berkaitan dengan timbulnya rhinitis pada anak.Sebab, udara yang kotor dengan banyaknya debu, asap kendaraan maupun rokok, hingga mengganggu pernapasan, bisa memicu terjadi rhinitis pada anak. Zat-zat iritan ini dapat mengiritasi hidung, menimbulkan reaksi berlebihan oleh tubuh, hingga dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak, yang membuat mereka lebih mudah terserang penyakit.2. Kebersihan RumahKualitas udara yang buruk juga sangat berkaitan dengan kebersihan rumah, karena anak-anak menghabiskan banyak waktu mereka untuk beraktivitas di dalam rumah. Sirkulasi udara yang buruk, kebersihan rumah yang tidak baik, juga ruangan yang lembap, bisa meningkatkan risiko anak terkena rhinitis.3. Kontak dengan Hewan PeliharaanSelain kebersihan rumah, kontak dengan hewan peliharaan juga dapat menimbulkan gejala alergi. Karena bulu hewan sangat mudah rontok dan berterbangan di udara. Tak hanya itu, jika hewan peliharaan tidak dirawat dengan baik, bulu mereka juga bisa lebih kotor akibat debu atau kotoran lain. Hal ini juga bisa meningkatkan kemungkinan anak mengalami rhinitis.4. Paparan Asap RokokAsap rokok selalu menjadi momok dalam kesehatan saluran dan organ pernapasan. Tak hanya bagi mereka yang melakukannya, orang yang tidak merokok sekalipun dapat menjadi korban dari asap rokok orang di sekitarnya.Asap rokok bagi anak-anak dapat mengiritasi saluran pernapasan mereka, yang dapat menimbulkan gejala-gejala rhinitis. Selain itu, terpapar asap rokok sekunder dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi bagi kesehatan anak, loh.Apakah Rhinitis Bisa Sembuh?Sobat Granostic, sayangnya rhinitis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terutama rhinitis alergi. Karena itu pengobatan rhinitis yang diberikan umumnya difokuskan untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul, serta dengan menghindari penyebab utamanya.Tips Awal Mengatasi Rhinitis Anak di RumahMeski tak bisa disembuhkan sepenuhnya, bukan berarti Anda menyerah ketika anak mengalami gejala rhinitis. Justru ada beberapa tips awal mengatasi rhinitis anak di rumah yang bisa Anda simak berikut ini:1. Menjaga Kebersihan RuanganSaat anak menunjukkan gejala seperti bersin-bersin, hidung yang meler, serta batuk-batuk ringan, sebagai orangtua Anda harus lebih waspada. Periksa apakah ruangan, terutama kamar tidur anak, dalam kondisi yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik.Pastikan Anda membersihkan ruangan secara teratur, baik dari debu, tungau, hingga memastikan udara di kamar anak terasa nyaman dan tidak terlalu kering atau lembap.2. Gunakan Air PurifierUntuk membuat udara dalam ruangan menjadi lebih enak, Anda bisa menggunakan air purifier. Alat ini dapat membantu Anda membersihkan Udara dalam ruangan, yakni lewat menyaring berbagai polutan seperti bulu hewan, serbuk sari, hingga debu dan tungau.3. Cuci Hidung dengan SalineSaat anak mengalami penyumbatan hidung yang cukup parah, sehingga tidur atau istirahat mereka tidak nyenyak, Anda dapat mencuci hidung si Kecil dengan saline. Larutan ini dapat membantu mengencerkan lendir dalam hidung sehingga mudah untuk dikeluarkan.Namun, sebelum menggunakan saline, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab penggunaan saline yang berlebihan justru dapat membahayakan bagi si Kecil, Sobat.4. Mandikan Hewan Peliharaan Secara TeraturJika Anda si Kecil memiliki hewan peliharaan kesayangan, sebagai orangtua Anda mungkin tidak tega untuk memisahkan mereka. Karena itu, sebagai upaya pencegahan dan mengatasi gejala rhinitis yang dialami oleh anak, pastikan untuk memandikan hewan peliharaan Anda secara teratur.5. Jauhkan Anak dari Asap RokokLangkah ini nggak hanya dapat membantu anak terbebas dari gejala rhinitis, tapi juga dapat menjaga kesehatan mereka di masa mendatang. Bagi ayah atau ibu perokok, pastikan untuk selalu merokok jauh dari rumah, mandi dan ganti baju terlebih dahulu sebelum benar-benar menggendong si Kecil.Pengobatan Awal Rhinitis Alergi pada AnakBeberapa jenis pengobatan awal yang diberikan untuk mengatasi rhinitis alergi pada anak meliputi:1. Obat AntihistaminSobat Granostic, saat tubuh bereaksi terhadap alergi, histamin jadi biang kerok yang bikin gejala seperti bersin, gatal, dan hidung meler muncul. Nah, antihistamin hadir sebagai "penetralisir" dengan cara memblokir efek histamin tersebut. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari tablet, cairan, semprotan hidung, tetes mata, hingga inhaler. Beberapa nama yang cukup familiar di apotek antara lain loratadine, cetirizine, fexofenadine, dan levocetirizine. Meski ampuh, antihistamin juga bisa bikin ngantuk, terutama jenis yang lama.2. Obat Semprot Hidung (Nasal Spray)Selain obat antihistamin, pengobatan rhinitis alergi pada anak juga dapat menggunakan spray nasal dan inhaler, yang dapat mengurangi peradangan serta meredakan gejala alergi tersebut. Melansir dari Cleveland Clinic, beberapa jenis semprotan hidung yang umum digunakan adalah Flonase®, Nasacort®, dan Rhinocort®.3. Imunoterapi Alergi (Jika Diperlukan)Nah, Sobat, imunoterapi diberikan untuk melatih sistem imun anak agar tidak bereaksi secara berlebihan terhadap alergen. Lewat suntikan alergi yang diberikan secara bertahap dengan dosis kecil alergen, tubuh anak diajak untuk terbiasa dan nggak reaktif lagi. Semakin lama, sistem imun akan belajar mengenali alergen itu sebagai sesuatu yang nggak perlu dilawan. Hasilnya? Gejala alergi bisa jauh berkurang, bahkan hilang!Selain suntikan, ada juga imunoterapi dalam bentuk tablet yang ditaruh di bawah lidah, alias imunoterapi oral. Biasanya ini direkomendasikan untuk alergi tertentu seperti serbuk sari pohon, rumput, atau tungau debu. Tapi ingat ya, terapi ini nggak cocok untuk semua orang, apalagi untuk anak-anak. Jadi konsultasi dulu ke dokter Granostic biar dapat solusi yang paling pas untuk kondisi si Kecil.Pentingnya Screening Deteksi Dini Alergi di GranosticMasyarakat awam mungkin memahami reaksi alergi sebagai gatal-gatal dan kemerahan pada kulit saja. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena hay fever atau rhinitis alergi justru dapat menimbulkan gejala serupa flu.Karena itu, banyak juga yang salah mengenali rhinitis alergi sebagai batuk pilek biasa. Alhasil, perawatan dan pengobatan yang diberikan pada anak tidak efektif. Hal inilah yang membuat screening alergi anak menjadi begitu penting. Utamanya sebagai pencegahan dan perlindungan anak terhadap berbagai kemungkinan serangan alergi di masa mendatang.Nah, Granostic juga menawarkan rangkaian screening alergi pada anak yang aman dan akurat. Misalnya lewat beberapa prosedur berikut ini:1. Protia Allergy Q96MPemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi alergen tertentu dalam serum atau plasma darah anak. Dinamakan sebagai "Q96 M", pemeriksaan ini dapat mendeteksi reaksi alergi hingga 96 jenis alergen, termasuk yang disebabkan oleh serbuk sari, debu, tungau, bulu hewan, bahkan makanan, dan banyak lainnya.2. Tes Immunoglobulin E (IgE) TotalPemeriksaan IgE menggunakan sampel darah dalam prosedurnya, yang akan dicampurkan dengan beberapa alergen untuk mengukur reaksi atau level immunoglobulin E. Kedua tes ini sangat direkomendasikan untuk anak yang:Sering pilek dan bersin berkepanjanganAnak-anak memang rentan mengalami batuk pilek, bahkan dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun, pada umumnya batuk pilek biasa hanya akan berlangsung hingga 10 hari. Karena itu, jika anak-anak sering pilek dan bersin-bersin berkepanjangan, baiknya lakukan tes atau skrining alergi ini untuk mendeteksi penyebab utamanya.Memiliki riwayat keluarga dengan alergiPemeriksaan alergi ini juga sangat penting dilakukan pada anak yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi, karena kondisi medis ini juga bersifat menurun.Mengalami batuk atau asma berulangAnak-anak yang mengalami batuk atau asma berulang juga perlu melakukan tes alergi, sehingga orangtua dapat mengetahui penyebab pasti terjadinya batuk dan asma tersebut.Rewel saat perubahan cuaca atau berada di ruangan berdebuAnak-anak biasanya tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka dengan baik, sehingga perilaku mereka menjadi rewel dan tidak tenang. Begitu pula saat mereka sakit atau merasa tidak nyaman.Jika anak Anda tampak rewel di waktu-waktu tertentu saja, seperti saat ada perubahan cuaca ekstrem atau di ruangan berdebu, segera periksakan si Kecil ke dokter dan lakukan skrining alergi untuk memvalidasi kondisi si Kecil.Konsultasi dan Pemeriksaan Alergi di Granostic SurabayaSetelah menyimak penjelasan mengenai rhinitis alergi pada anak di atas, apakah Anda menemukan gejala-gejala yang selaras pada si Kecil?Jika si Kecil sering bersin-bersin tiap pagi, gatal kulit tanpa sebab, atau anak sering flu padahal nggak tertular siapa-siapa? Bisa jadi itu alergi, lho! Yuk, jangan dibiarkan terus. Granostic Surabaya hadir dengan layanan lengkap untuk bantu kamu kenali penyebab alergi dan cara mengatasinya secara tepat.Layanan Granostic meliputi:1. Konsultasi dengan dokterTak hanya prosedur pemeriksaan di laboratorium, dengan melakukan pemeriksaan alergi bersama Granostic, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Dokter kami akan menggali riwayat alergi kamu secara detail dan memberi penjelasan dengan bahasa yang kamu pahami.2. Tes alergi: Protia Allergy Q96M dan IgE TotalKami juga menyediakan layanan pemeriksaan alergi Protia Allergy Q96M, yang bisa deteksi sampai 90+ alergen sekaligus, mulai dari makanan, debu, bulu hewan, hingga serbuk sari. Plus, ada pemeriksaan IgE Total buat tahu seberapa aktif sistem imun kamu merespons alergen.3. Pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukanKalau dibutuhkan, dokter juga bisa rekomendasikan tes penunjang lain seperti pemeriksaan darah, thorax, atau pemeriksaan fungsi paru. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui bagaimana status kesehatan saluran dan organ pernapasan si Kecil. Semua bisa dilakukan dalam satu tempat, praktis dan cepat!4. Edukasi perawatan di rumahTim Granostic juga akan membekali Anda dengan panduan merawat alergi di rumah, termasuk cara mencegah kambuh dan kapan harus cek ulang.Bagaimana, Sobat Granostic? Tertarik untuk menggunakan layanan pemeriksaan alergi pada anak bersama tim profesional kami? Segera hubungi tim customer care kami dengan klik tombol WhatsApp, lalu jadwalkan kunjunganmu segera!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Johns Hopkins Medicine. Allergic Rhinitis in Children. Reviewed by Dr. Robert A. Wood, MD. Diakses pada 2025Stanford Children’s Health. Allergic Rhinitis in Children. By team Stanford Medical. Diakses pada 2025Medscape. Allergic Rhinitis in Children – Overview. Diakses pada 2025Kingston & Richmond NHS. Allergic Rhinitis – Children Patient Leaflet. Diakses pada 2025Cleveland Clinic. Allergic Rhinitis (Hay Fever). Reviewed by Dr. Ves Dimov, MD. Diakses pada 2025Cleveland Clinic. Allergy Testing. Diakses pada 2025Jurkiewicz, P., & Kowalski, M. (2011). Diagnosis and Management of Allergic Rhinitis in Asthmatic Children. Advances in Pediatrics. Diakses pada 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message