Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Tips Mudik Aman ala Granostic
Mau mudik ke mana nih Lebaran kali ini? Sebelum berangkat mudik, alangkah baiknya Anda membaca artikel tips mudik aman ala Granostic berikut ini!Seperti diketahui, mudik Lebaran adalah agenda tahunan yang sangat dinanti-nanti banyak orang. Ya, jutaan orang akan melakukan mudik ke kampung halamannya di momen Lebaran untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.Ke mana pun tujuan mudik, Anda dan keluarga pasti ingin aman dan lancar, kan? Oleh karenanya, penting sekali bagi Anda untuk merencanakan perjalanan mudik sejak jauh-jauh hari dan terapkan tips-tips di bawah ini!1. Perencanaan PerjalananTips yang pertama yakni merencanakan perjalanan mudik. Ya, sebagaimana kami sebut di atas, agenda mudik Lebaran memang perlu direncanakan matang-matang sejak jauh-jauh hari. Jadi, jangan terlalu mepet menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mudik.Saran kami, setidaknya rencanakan dan siapkan perjalanan mudik seminggu sebelum keberangkatan. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan? Anda perlu menyiapkan pakaian yang harus dibawa, makanan yang cukup, obat-obatan dan bujet yang dibutuhkan selama mudik.Nah, apabila Anda atau keluarga memiliki kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau lainnya, sebaiknya lakukan cek kesehatan sebelum keberangkatan. Dengan melakukan ini, diharapkan Anda dan keluarga tetap sehat selama mudik di kampung halaman dan pulang kembali ke rumah.2. Pemeriksaan KendaraanAnda berencana mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi? Baik mobil maupun motor yang akan digunakan mudik, Anda perlu mengecek kondisi fisik dan performanya.Saran kami, bawalah mobil atau motor yang hendak digunakan mudik ke mekanik untuk melakukan cek up. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat cek up, di antaranya pergantian oli, cek kampas rem dan persediaan cadangan ban.Jika Anda memilih menggunakan mobil pribadi untuk mudik, pastikan juga Anda membawa alat dongkrak dan kunci pas. Ini berguna untuk mengatasi kerusakan yang bisa saja terjadi di tengah perjalanan mudik. Oh ya, kalau menggunakan motor, jangan lupa menyiapkan jas hujan. Sebab, cuaca saat ini sulit diprediksi.3. Istirahat SecukupnyaIstirahat cukup adalah hal yang sangat penting diperhatikan agar mudik tetap aman dan selamat. Jangan pernah memaksakan diri berkendara terus-terusan tanpa istirahat apabila tujuan mudik sangat jauh.Ketahuilah, memaksakan diri berkendara terus-menerus tanpa istirahat saat mudik dapat membahayakan diri sendiri maupun keluarga. Saran kami, beristirahatlah yang cukup setelah berkendara 2 – 3 jam. Saat istirahat, Anda bisa meregangkan otot sejenak, makan dan minum.Setelah tubuh terasa lebih fresh kembali, Anda boleh nih melanjutkan perjalanan mudik. Jika perlu, Anda bisa bergantian mengemudi dengan anggota keluarga lain jika ada yang bisa. Cara ini juga sangat efektif agar pengemudi bisa beristirahat cukup.4. Hindari Mengemudi Saat Lelah atau MengantukSeperti yang kami jelaskan tadi, jangan pernah Anda memaksakan diri mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Ketahuilah, tidak sedikit kasus kecelakaan terjadi karena berkendara dalam keadaan mengantuk. Anda pasti sudah tahu kabar tentang hal itu, kan?Jadi, segeralah berhenti berkendara apabila tubuh terasa lelah atau mengantuk. Anda bisa ‘membelokkan’ mobil atau motor ke rest area ang tersedia atau tempat teduh yang nyaman untuk digunakan istirahat. Pastikan Anda dan keluarga beristirahat semaksimal mungkin hingga tubuh kembali fit dan siap berkendara.Oh ya, sebelum melakukan perjalanan mudik, sebaiknya Anda dan keluarga beristirahat cukup dengan tidur setidaknya 7 jam. Istirahat atau tidur yang cukup ini sangat diperlukan agar selama perjalanan mudik nantinya Anda dan keluarga senantiasa dalam kondisi fit.5. Hindari Konsumsi AlkoholTips mudik aman ala Granostic berikutnya yakni menghindari alkohol. Sebab, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan kantuk dan kehilangan fokus saat berkendara. Tentunya, hal ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.Di sisi lain, kami juga menyarankan tidak mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk sebelum berangkat mudik. Hal ini juga dapat membahayakan diri dan keluarga selama perjalanan mudik.Penting juga bagi Anda untuk menghindari merokok saat berkendara. Sebab, merokok saat berkendara dapat mengaburkan fokus dan menuai dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Bukan saja bagi perokok itu sendiri, perokok pasif juga akan mendapatkan dampak buruk terhadap kesehatan tubuhnya dari asap rokok yang ditimbulkannya.6. Perhatikan Kondisi CuacaMemperhatikan kondisi cuaca juga perlu dilakukan agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar. Dalam hal ini, Anda bisa mengecek prediksi atau perkiraan cuaca sebelum dan selama perjalanan mudik. Saat ini mudah sekali kok mendapatkan informasi terkait perkiraan cuaca di suatu lokasi melalui smartphone yang kita miliki.Nah, dengan mengetahui perkiraan cuaca, Anda bisa mengatur jadwal keberangkatan mudik. Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan diri untuk mencari tempat berteduh apabila hujan turun sangat deras.Lebih lanjut, Anda juga perlu nih mengecek rute perjalanan mudik terbaik agar lancar sampai tujuan. Hindari rute perjalanan yang diprediksi atau diperkiraan akan terjadi cuaca buruk, seperti hujan sangat deras. Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari rute perjalanan yang tergenang banjir dan berbahaya.Oh ya, penting juga bagi pengemudi agar selalu mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. Pastikan juga untuk selalu memprioritaskan pejalan kaki dan pengendara lain yang ingin menyalip. Hal ini penting diperhatikan agar perjalanan mudik Anda bersama keluarga aman dan selamat.7. Cek Kesehatan Sebelum MudikTips mudik aman ala Granostic yang terakhir yakni mengecek kesehatan sebelum keberangkatan. Apa sih pentingnya cek kesehatan sebelum berangkat mudik?Cek kesehatan perlu dilakukan agar Anda dan seluruh anggota keluarga yang ikut mudik tetap dalam keadaan sehat dan bugar, baik selama perjalanan, sesampai di tujuan mudik hingga pulang kembali ke rumah. Nah, anggota keluarga yang memiliki kondisi medis tertentu dan sudah lanjut usia perlu diprioritaskan nih dalam melakukan cek kesehatan.Cek kesehatan sebelum mudik bisa dilakukan di pelayanan kesehatan berkualitas, seperti Granostic. Granostic siap membantu Anda dan anggota keluarga Anda dalam melakukan cek kesehatan secara keseluruhan dan merekomendasikan tindakan medis (jika diperlukan) untuk persiapan mudik Lebaran.Lebih lanjut, Granostic juga akan meresepkan obat-obatan tertentu (jika diperlukan) untuk ‘personel’ mudik yang memiliki kondisi medis tertentu. Dengan melakukan cek kesehatan di Granostic, agenda mudik Lebaran Anda dan keluarga akan berjalan lancar, aman, selamat dan sehat.Oh ya, Granostic mengingatkan kepada Anda agar tidak memaksakan diri berangkat mudik apabila kondisi kesehatan terkini tidak memungkinkan. Sebab, jika dipaksakan berangkat mudik, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan atau sesampainya di tujuan.Itulah tips mudik aman ala Granostic. Selalu jaga kesehatan selama mudik ya. Jangan lupa untuk melakukan cek kesehatan terlebih dahulu di Granostic sebelum berangkat mudik ke kampung halaman!
Menu Lebaran Sehat ala Granostic
Kali ini Granostic akan membagikan beberapa menu Lebaran yang sehat. Anda boleh banget nih memilih salah satu atau beberapa menu sehat ini untuk dijadikan sajian spesial di momen Lebaran. Yuk simak artikel ini dengan saksama!Lebaran Idul Fitri rasanya kurang lengkap apabila tidak ada hidangan-hidangan lezat. Ya, masyarakat kita biasanya menyuguhkan aneka olahan daging, sayuran hingga jajanan untuk sanak keluarga dan para tamu yang berdatangan.Akan tetapi, hidangan Lebaran sangat identik dengan makanan yang mengandung kolesterol dan gula tinggi. Tentu saja, makanan seperti ini kurang baik bagi kesehatan tubuh dan bahkan bisa menimbulkan penyakit apabila disantap secara berlebihan.Inilah alasan Granostic kali ini ingin membagikan menu-menu Lebaran yang menyehatkan tubuh. Berikut rekomendasinya:1. Opor Ayam Tanpa SantanOpor ayam adalah salah satu menu andalan di momen Lebaran Idul Fitri. Nah, kalau Anda selama ini memasak opor ayam menggunakan santan, coba ganti dengan bahan yang lebih menyehatkan, seperti krimer rendah gula.Anda pastinya sudah tahu kan kalau santan bisa menyebabkan kadar kolesterol naik. Sementara itu, krimer rendah gula terbuat dari bahan utama bebas laktosa dan gluten. Jadi, bahan pengganti santan ini bukan saja anti kolesterol, tapi juga memiliki kadar gula lebih rendah.Bagaimana dengan rasanya? Anda tidak perlu khawatir, dengan menambahkan sedikit krimer rendah gula, opor ayam tetap akan memiliki rasa gurih mirip seperti Anda menggunakan santan. Jadi, cocok banget nih opor ayam tanpa santan yang menyehatkan ini dijadikan menu utama untuk menyambut Lebaran Idul Fitri.2. Tumis SayuranRekomendasi menu Lebaran sehat ala Granostic berikutnya yakni tumis sayuran. Menu tumis sayuran ini mungkin terlihat biasa di momen Lebaran. Tapi demi kesehatan, Anda perlu menghidangkannya!Tak dimungkiri, amat jarang masyarakat kita menghidangkan menu tumis sayuran saat Idul Fitri. Padahal menu satu ini sangat menyehatkan tubuh dan anti kolesterol.Ada banyak pilihan tumis sayuran yang bisa dijadikan hidangan Lebaran. Di antaranya: tumis kangkung, tumis bayam, tumis brokoli, tumis pokcoy dan tumis sawi tauge. Anda suka menu tumis sayuran yang mana nih?3. Rendang Daging Sapi Tanpa LemakSelain opor ayam, rendang daging juga sering kali dipilih masyarakat kita sebagai menu andalan saat Lebaran. Rasa rendang daging yang sangat enak dan memanjakan lidah inilah yang menjadi alasan mengapa menu ini sangat spesial di momen hari raya.Nah, agar menyehatkan tubuh, Anda perlu nih memilih daging sapi tanpa lemak sebagai bahan utama pembuatan rendang. Daging tanpa lemak ini memiliki kandungan rendah kolesterol sehingga bisa dikonsumsi oleh siapa saja.Hal ini berbeda dengan daging berlemak yang pada umumnya memiliki kandungan lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh ini dapat memicu kadar kolesterol naik, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Jadi, rendang yang terbuat dari daging berlemak kurang menyehatkan tubuh. Sebaiknya ganti dengan daging tanpa lemak ya!4. Es Buah Tanpa GulaPilihan menu Lebaran sehat ala Granostic yang keempat yakni es buah tanpa gula. Es buah tanpa gula ini bisa jadi pilihan menu terbaik untuk menyegarkan tubuh sekaligus pelepas dahaga. Anda mungkin bertanya-tanya apakah es buah tetap terasa enak dan manis jika dibuat tanpa gula.Es buah memang identik dengan bahan-bahan yang mengandung tinggi gula, seperti susu kental, sirup dan gula itu sendiri. Tapi Anda bisa kok menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih menyehatkan, seperti madu dan air kelapa muda. Dan, ketahuilah rasa es buah tetap enak dan manis kok meski menggunakan bahan non-gula.Untuk isian buahnya bebas ya. Tapi kami merekomendasikan pakai isian buah naga, alpukat, nanas dan apel serta ditambah kurma. Dijamin deh, es buah tanpa gula ini bakal jadi hidangan yang menyegarkan saat Lebaran bagi sanak keluarga maupun tamu yang berdatangan.5. Jus BuahJus buah juga bisa jadi pilihan hidangan minuman saat Lebaran selain es buah tanpa gula. Anda boleh memilih buah apapun untuk dijadikan jus, seperti semangka, alpukat, jeruk, mangga atau lainnya.Jus buah ini, tentu saja, termasuk minuman yang menyehatkan. Misalnya jus buah jeruk yang bermanfaat untuk menstabilkan tekanan darah dan jus buah mangga yang kaya vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Hal yang perlu diingat saat membuat jus buah yakni jangan menambahkan gula, susu kental manis dan pemanis tambahan. Jus tanpa gula dan bahan pemanis lainnya ini tidak akan membuat kadar glukosa dalam tubuh naik.6. Infused WaterAda satu lagi rekomendasi hidangan minuman yang menyehatkan untuk menyambut momen Lebaran, yakni infused water. Minuman infused water ini bisa Anda buat sendiri di rumah dengan memanfaatkan buah-buahan segar. Seperti, lemon, jeruk, stroberi dan/atau lainnya.Perlu Anda tahu nih, infused water adalah minuman sehat yang dapat membantu meningkatkan stamina tubuh. Nah, menghidangkan air putih saja saat momen Lebaran mungkin kurang ‘apik’ dipandang. Jadi Anda bisa menghidangkan infused water ini.Minuman infused water mungkin terlihat ‘nyeleneh’ jika dijadikan suguhan Lebaran. Tapi, agar tubuh tetap sehat, mengapa tidak menyuguhkannya?7. Menu Bebas Kolesterol LainnyaSelain yang kami sebutkan di atas, Anda juga bisa menghidangkan menu spesial Lebaran yang bebas kolesterol lainnya. Misalnya: sate dada ayam, bakso ikan dan salad buah. Atau Anda punya ide menu sehat lain yang cocok disuguhkan saat Lebaran?Sebagai informasi, kolesterol dalam darah sejatinya sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan melahirkan penyakit tertentu.Nah, Lebaran Idul Fitri boleh dikatakan menjadi tantangan tersendiri bagi para penyintas kolesterol. Mereka wajib berhati-hati dalam memilih makanan agar kadar kolesterol dalam darahnya tetap berada di angka normal.Inilah mengapa Granostic sangat menyarankan Anda menyuguhkan makanan-makanan sehat yang bebas kolesterol saat Lebaran. Harapannya, momen Lebaran yang Anda jalani bersama keluarga tidak ‘terganggu’ dengan kehadiran penyakit akibat kadar kolesterol naik.Granostic juga menyarankan Anda dan keluarga melakukan konsultasi bersama dokter dan cek kesehatan sebelum dan setelah Lebaran. Cek kesehatan yang kami maksud yakni cek kadar kolesterol, gula darah, tekanan darah dan asam urat.Granostic sendiri menyediakan layanan kesehatan berupa konsultasi dokter dan cek kesehatan untuk menyambut Hari Raya Lebaran. Anda bisa datang ke Granostic bersama keluarga untuk melakukan konsultasi dokter plus cek kesehatan secara menyeluruh. Harapannya, setelah melakukan konsultasi dan cek kesehatan di Granostic, Anda bersama keluarga dapat menjalankan Lebaran dengan lancar, sehat dan tidak cemas dengan kehadiran gangguan kesehatan tertentu.Itulah rekomendasi menu-menu Lebaran sehat ala Granostic. Di antara pilihan yang ada, Anda tertarik menghidangkan dengan menu yang mana nih? Apapun menu yang bakal Anda hidangkan saat Lebaran, jangan lupa sebelumnya lakukan konsultasi dokter dan cek kesehatan di Granostic ya!
Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi Saat Lebaran
Penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Mengingat, banyak orang yang kadar kolesterol dalam tubuhnya meningkat karena menyantap makanan-makanan khas Lebaran.Seperti diketahui, Lebaran identik dengan menu makanan yang lezat namun dapat meningkatkan kadar kolesterol. Misalnya: opor ayam, rendang, gulai kambing dan lainnya. Di momen ini, banyak orang berlebihan menyantap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol tersebut sehingga memicu gangguan kesehatan tertentu.Kadar kolesterol yang tinggi biasanya ’melahirkan’ rasa kesemutan pada kaki dan tangan, nyeri dada hingga sesak napas. Dalam kondisi yang lebih parah, pengidap kolesterol tinggi memicu serangan jantung hingga stroke.Nah, sekarang Anda tahu nih bahayanya jika memiliki kadar kolesterol tinggi. Oleh karenanya, kali ini kami ingin memaparkan penjelasan tentang cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Simak dengan saksama ya!1. Hindari Makanan yang Tinggi Lemak JenuhSeperti yang kami sebutkan sebelumnya, opor ayam, gulai kambing dan rendang adalah beberapa contoh hidangan Lebaran yang memiliki kandungan tinggi lemak jenuh. Memang beberapa makanan tersebut dapat memanjakan lidah tapi kalau dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu kadar kolesterol naik.Oleh karenanya, agar kadar kolesterol tidak naik saat dan setelah Lebaran, batasi atau (jika bisa) hindari menyantap makanan dengan kandungan tinggi lemak jenuh. Untuk diketahui, makanan tinggi lemak jenuh biasanya dijumpai di makanan yang digoreng (gorengan), makanan bersantan dan olahan daging merah.Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat saat Lebaran. Seperti, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan buah-buahan.Selain itu, Anda juga bisa nih mencoba metode memasak selain menggoreng, seperti mengukus, merebus dan memanggang di momen Lebaran. Cara ini juga sangat disarankan untuk mencegah kadar kolesterol naik.2. Batasilah PorsiCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kedua yakni membatasi porsi makan, terutama terhadap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Ya, mengontrol porsi makan saat Lebaran adalah langkah yang sangat tepat agar kadar kolesterol tetap normal.Lebih lanjut, Anda perlu menerapkan pola gizi seimbang dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Jadi, sebaiknya makanan yang Anda konsumsi sehari-hari mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan mineral yang mampu memenuhi kebutuhan asupan tubuh Anda.Cara ini, bukan saja dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, tetapi juga menyehatkan. Anda pun dapat mencegah gangguan kesehatan tertentu yang disebabkan oleh makanan-makanan yang ‘kurang ramah’ terhadap tubuh.3. Hindari Makanan Cepat Saji dan Makanan OlahanSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari makanan cepat saji dan makanan olahan. Ketahuilah makanan cepat saji memiliki kandungan kolesterol yang tinggi karena terdapat kandungan minyak jenuh.Di samping itu, makanan olahan juga memiliki kandungan minyak jenuh yang dapat memicu kolesterol tinggi. Sebagai gantinya, Anda boleh mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Ini termasuk lemak sehat ya, contoh makanannya seperti ikan berlemak, alpukat dan minyak zaitun.Nah, kalau Anda sering sekali mengonsumsi makanan cepat saji dan/atau makanan olahan, sebaiknya mulai sekarang hindari ya, termasuk saat Lebaran. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol kadar kolesterol agar tidak naik tinggi.4. Perbanyak Asupan SeratAnda mungkin belum tahu bahwa makanan yang mengandung serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat larut ini dapat mengikat kolesterol dan lemak. Sehingga, kolesterol dan lemak tidak akan terserap ke dalam darah.Inilah mengapa kita semua, termasuk orang yang sehat, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi serat. Agar hasilnya optimal, kita perlu menyeimbangkannya dengan mengonsumsi banyak minum air putih.Ketahuilah, mengonsumsi makanan tinggi serat bukan saja dapat menurunkan kadar kolesterol, tetapi juga menyehatkan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk yang dipicu oleh kadar kolesterol tinggi.5. BerolahragaCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kelima yakni rajin berolahraga. Ada banyak pilihan olahraga yang dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya: berlari, bersepeda, berenang dan berjalan cepat.Saran kami, berolahragalah minimal 30 menit sehari selama lima kali dalam sepekan. Jangan berlebihan dalam menjalankan olahraga karena hal itu bisa memicu cedera otot, nyeri pinggang dan gangguan kesehatan lainnya.Nah, mungkin saat ini Anda memiliki anggapan bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyebalkan dan melelahkan. Anda perlu nih membuang jauh-jauh anggapan semacam itu dan senantiasa menjadikan olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan. Jika perlu, Anda bisa mencari teman untuk berolahraga bersama agar tetap terus termotivasi hidup sehat.Di sisi lain, Anda juga perlu nih mengelola stres dengan baik untuk mengatasi kolesterol tinggi. Mengelola stres bisa dilakukan dengan menjalankan meditasi, mendengarkan musik dan melakukan aktivitas sesuai hobi.6. Pantau Asupan GulaSelain opor ayam, rendang dan gulai kambing, Lebaran juga identik dengan jajanan yang lezat. Sayangnya, kebanyakan jajanan Lebaran dibuat dari gula yang banyak. Untuk mengontrol kadar kolesterol tubuh, Anda perlu membatasi atau bahkan menghindari jajanan Lebaran yang mengandung gula tinggi.Ketahuilah, mengonsumsi banyak asupan gula dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang mana hal itu dapat memicu peningkatan kadar kolesterol tubuh. Sebagai gantinya, saat Lebaran sebaiknya konsumsi saja makanan dengan gula alami, seperti aneka buah-buahan.Ada beberapa pilihan buah-buahan yang sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya, alpukat dan pisang. Di samping itu, Anda juga boleh mengkonsumsi susu kedelai lho. Susu kedelai ini memiliki kandungan asam amino dan isoflavon yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.Oh ya, selain memantau asupan gula, Anda juga perlu nih memperhatikan asupan garam. Dalam kata lain, sebaiknya kurangi atau batasi mengkonsumsi makanan dan jajanan Lebaran yang mengandung tinggi garam. Sebab, garam juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.7. Konsultasikan dengan DokterCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang terakhir yakni konsultasi dengan dokter Granostic. Konsultasi terkait kadar kolesterol ini bisa dilakukan sebelum dan sesudah Lebaran. Apa sih pentingnya konsultasi dengan dokter Granostic?Sebagaimana kami jelaskan di atas, kolesterol yang tinggi dapat memicu terjadinya penyakit serius, seperti stroke dan penyakit jantung. Jadi, kadar kolesterol yang tinggi tidak boleh dibiarkan begitu saja dan perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter.Di sisi lain, Anda juga akan mendapatkan arahan yang sangat bermanfaat dalam menjalani momen Lebaran tanpa perlu khawatir kadar kolesterol naik. Jadi tunggu apa lagi, yuk konsultasikan kesehatan Anda dengan dokter Granostic sebelum dan sesudah Lebaran!Itulah berbagai cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Perlu diingat, jika Anda mengalami kolesterol naik saat dan/atau sesudah Lebaran dan tidak kunjung turun, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Granostic untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Cek Gula Darah Terdekat di Surabaya
Cek gula darah terdekat di Surabaya di mana? Anda bisa melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic, klinik ternama di Surabaya.Cek gula darah secara berkala atau teratur memang perlu dilakukan oleh siapa saja, terutama pengidap diabetes. Mengingat, pengidap diabetes memiliki kadar gula darah yang fluktuatif dari waktu ke waktu sehingga perlu dipantau dan dikontrol dengan baik agar tetap terkendali.Perlu diketahui, ada banyak masyarakat Indonesia yang mengidap penyakit diabetes. Bahkan angka pengidap diabetes di Indonesia diprediksi terus mengalami kenaikan dan akan mencapai 28 juta jiwa pada 2045 mendatang.Diabetes sendiri seringkali menjadi pemicu penyakit serius lainnya, seperti stroke, penyakit jantung, masalah ginjal dan infeksi kaki. Nah, mungkin Anda sudah tahu kalau diabetes membuat luka pada tubuh susah atau lama sembuh dan rentan sekali terkena infeksi. Ternyata, ada juga penyakit serius seperti yang kami sebutkan tadi disebabkan oleh diabetes.Ini menjadi salah satu alasan mengapa pengidap diabetes perlu mengecek secara berkala dan mengontrol kadar gula darahnya. Selain itu, orang yang tidak hidup dengan diabetes juga perlu melakukan cek kadar gula darah guna mencegah penyakit tersebut dan penyakit lainnya hinggap di tubuhnya.Granostic adalah rujukan tempat yang tepat bagi Anda untuk melakukan cek gula darah secara teratur. Ya, jika Anda tinggal di Surabaya, tak perlu lagi mencari klinik lain untuk melakukan medical check up karena Granostic bisa Anda jadikan pilihan terbaik.Nah, di bawah ini kami paparkan tips memilih klinik terbaik untuk cek gula darah di Surabaya. Simak dengan saksama ya!1. Memilih Klinik yang Lengkap dan ProfesionalMemilih klinik yang lengkap dan profesional adalah suatu keharusan sebelum Anda melakukan cek gula darah. Dalam hal ini, Anda perlu mengetahui berbagai fasilitas yang tersedia dan yang tidak tersedia di klinik terkait.Apabila Anda mengetahui klinik terkait menyediakan fasilitas yang lengkap, Anda bisa berobat atau melakukan medical check up di sana. Dengan memilih klinik berfasilitas lengkap, segala kebutuhan kesehatan Anda akan tertunjang dengan baik. Sehingga, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat-tempat yang berbeda.Lebih lanjut, Anda juga perlu mengetahui profesionalitas dari klinik terkait sebelum melakukan cek gula darah. Pastikan klinik terkait selalu mengutamakan pelayanan yang terbaik bagi para pasien dan tamu yang datang. Profesionalitas ini juga merujuk pada cara klinik dalam mengatasi masalah dan/atau keluhan dari pasien. Pastikan klinik terkait mampu ‘menjawab’ kebutuhan kesehatan yang Anda perlukan saat ini.Oh ya, penting juga untuk memilih klinik terdekat untuk melakukan cek gula darah secara berkala. Misalnya, Anda tinggal di Surabaya maka pilihlah klinik terbaik terdekat di kota tersebut, yakni Granostic.Dengan memilih klinik terdekat, Anda dapat lebih mudah melakukan cek kesehatan, seperti cek gula darah secara teratur. Selain itu, klinik terdekat juga bisa diandalkan untuk pertolongan medis dalam keadaan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Jadi, Anda tidak perlu pergi ke luar kota atau di klinik yang jauh untuk cek kesehatan. Cek kesehatan di Granostic aja ya!2. Pahami Layanan KlinikSelanjutnya, Anda juga perlu memahami atau mengetahui layanan yang tersedia di klinik terkait. Dalam hal ini, Anda perlu memastikan klinik terkait menyediakan layanan cek gula darah dan cek kesehatan lainnya, seperti cek kadar kolesterol, cek asam urat dan cek tekanan darah.Selain itu, dalam hal pelayanan, Anda juga perlu mengecek jadwal praktek, Pastikan Anda memilih klinik yang memiliki jadwal yang sesuai. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan waktu luang Anda dengan jadwal klinik yang tersedia.Bila perlu, ketahui juga tarif yang diberlakukan oleh klinik. Nah, Granostic ini termasuk klinik ternama di Surabaya yang mematok tarif murah untuk membantu para pasien dalam mengatasi masalah kesehatan, termasuk melakukan cek gula darah.Sebagai tambahan, kami juga menyarankan Anda memperhatikan dua hal berikut ini sebelum mengunjungi klinik untuk cek gula darah. Pertama, Anda perlu memastikan dokter dan tenaga medis yang ada di klinik terkait mampu memenuhi kebutuhan kesehatan Anda. Kedua, Anda juga perlu memastikan klinik terkait menyediakan layanan konsultasi atau konseling kesehatan. Apa alasannya?Alasannya, mengatasi penyakit diabetes tidak hanya bisa dilakukan dengan melakukan cek gula darah secara teratur, tetapi juga menerapkan gaya hidup sehat. Nah, dengan adanya layanan konsultasi kesehatan, Anda akan mendapatkan wejangan bermanfaat dari dokter untuk membantu Anda dalam menerapkan gaya hidup sehat.Dengan memperhatikan dua hal di atas, Anda dapat memastikan kebutuhan kesehatan Anda akan ditangani secara tepat oleh klinik terkait. Nah, Granostic adalah klinik terdekat di Surabaya yang bisa Anda jadikan rujukan untuk melakukan cek gula darah secara berkala. Di Granostic juga Anda bisa melakukan konsultasi kesehatan terkait hal-hal yang berkaitan dengan gula darah, termasuk cara efektif menurunkan gula darah saat naik di atas batas normal.3. Pastikan Memilih GranosticTips ketiga, pastikan Anda memilih Granostic untuk medical check up atau cek kesehatan. Cek kesehatan ini bisa berupa cek gula darah, cek kadar kolesterol dan lainnya. Pertanyaannya, apa sih pentingnya melakukan medical check up di Granostic?Medical check up atau cek kesehatan, termasuk cek gula darah penting dilakukan untuk mendeteksi penyakit sedari dini. Ya, Anda bisa dengan cepat memahami kondisi tubuh Anda terkini sehingga penanganan medis dapat diambil lebih cepat (jika diperlukan).Nah, bagi penderita diabetes atau disebut juga diabetes, kadar gula darah dalam tubuhnya akan mengalami fluktuatif dari waktu ke waktu. Dalam kata lain, kadar gula darah bisa naik dan turun dalam waktu yang cepat, apalagi penderita tidak mengontrolnya dengan baik. Dalam kasus ini, penderita perlu melakukan cek gula darah di Granostic lebih sering untuk memantau kondisi kesehatannya terkini.Di sisi lain, Anda yang saat ini tidak menderita diabetes juga perlu melakukan cek gula darah secara berkala, setidaknya setahun dua kali atau sekali. Hal ini sama halnya Anda memantau kondisi kesehatan terkini sekaligus mencegah risiko penyakit diabetes dan penyakit serius lainnya ‘hinggap’ di tubuh Anda.Pastikan Anda memilih klinik yang tepat untuk melakukan cek gula darah ya! Jika Anda tinggal di Surabaya, Granostic bisa jadi pilihan klinik terbaik untuk melakukan medical check up secara keseluruhan, termasuk cek kadar gula darah. Jadi tunggu apa lagi, yuk cek gula darah Anda secara berkala di Granostic!Itulah penjelasan tentang cek gula darah terdekat di Surabaya. Pada intinya, kadar gula darah dalam tubuh memiliki peranan penting bagi kesehatan. Oleh karenanya, kita semua harus menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat setiap waktu agar kadar gula darah tetap di angka normal. Selain itu, pastikan Anda melakukan cek gula darah secara teratur di Granostic ya!
Ciri Kolesterol Naik Saat Lebaran
Waspada kolesterol naik saat lebaran! Mengingat, kadar kolesterol yang tinggi dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius, seperti stroke dan penyakit jantung.Seperti diketahui, selain silaturahmi, lebaran identik dengan suguhan berbagai jenis makanan enak. Ada makanan ringan berupa jajanan, ada juga makanan berat yang berminyak dan daging berlemak. Nah, makanan berminyak dan daging berlemak ini dapat menyebabkan kolesterol naik.Kesemutan adalah salah satu ciri kolesterol naik saat Lebaran. Selain itu, masih ada beberapa ciri kolesterol naik yang perlu diwaspadai di momen Lebaran. Di bawah ini kami paparkan penjelasan selengkapnya berbagai ciri kolesterol naik, simak!1. Nyeri Dada atau Nyeri pada Bagian Tubuh LainnyaNyeri dada bisa jadi muncul akibat kolesterol naik di momen Lebaran. Bahkan, dalam kondisi lebih parah, pengidap bisa mengalami detak jantung tidak beraturan.Kondisi ini tentunya sangat berbahaya dan perlu mendapatkan perawatan medis segera. Apabila dibiarkan, pengidap sangat mungkin akan mengalami penyakit jantung.Lebih lanjut, rasa nyeri juga mungkin terasa pada bagian tubuh lain saat kolesterol naik, seperti kaki, betis, paha dan bokong. Pengidap akan merasakan ketidaknyamanan saat berjalan atau menjalankan aktivitas fisik lainnya.2. Mudah LelahCiri kolesterol naik saat Lebaran berikutnya yakni mudah lelah. Ketahuilah, kolesterol yang tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat memunculkan plak pada pembuluh darah pengidap. Plak yang ada dapat menyebabkan pembuluh darah pengidap menyempit dan kaku.Akibatnya, pengidap kolesterol memiliki aliran darah yang terganggu baik ke seluruh tubuh maupun ke jantung. Nah, pengidap akan merasa mudah lelah karena organ atau jaringan tubuh terhambat dalam memperoleh suplai oksigen dan nutrisi akibat aliran darahnya terganggu.Selain itu, penumpukan kolesterol bisa menyebabkan pundak atau tengkuk terasa pegal dan tidak nyaman. Hal ini dikarenakan pengidap mengalami kekurangan suplai oksigen akibat penumpukan kolesterol.Lebih lanjut, terhambatnya suplai oksigen juga menyebabkan pengidap kolesterol tinggi mudah mengantuk. Jadi, apabila Anda perlu curiga nih kalau di momen Lebaran mudah menguap dan mengantuk tidak seperti biasanya.3. Nyeri pada KakiCiri kolesterol naik saat Lebaran yang ketiga yakni muncul rasa nyeri pada kaki. Munculnya rasa nyeri pada kaki ini tidak lain karena terhambatnya aliran darah ke kaki karena aliran di arteri tersumbat.Dalam kondisi yang lebih parah, pengidap kolesterol tinggi akan merasakan sensasi terbakar pada kakinya. Rasa nyeri bahkan akan menjulur ke bagian paha.Dalam kasus lain, kolesterol naik saat Lebaran bisa menyebabkan kaki terasa dingin. Rasa dingin ini muncul karena aliran darah tersumbat dan tidak mencapai bagian kaki bawah. Tidak heran kalau area tungkai kaki akan terasa dingin saat kolesterol naik.Lebih lanjut, pengidap kolesterol tinggi juga sering kali merasakan kesemutan pada area kaki. Munculnya rasa kesemutan ini juga disebabkan oleh aliran darah ke kaki yang tidak lancar atau tersumbat.4. Sesak NafasSeperti yang kami sebutkan di atas, kolesterol tinggi bisa menyebabkan pengidap merasakan nyeri dada hingga penyakit jantung. Kondisi ini pada umumnya disertai gejala sesak nafas yang membuat tidak nyaman pengidap saat beraktivitas.Kolesterol naik saat Lebaran yang sampai menyebabkan sesak nafas perlu segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat. Langkah ini perlu diambil karena dapat mengancam jiwa pengidap.Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa kadar kolesterol naik bisa memicu stres. Akibatnya, pengidap akan mengalami gangguan kemampuan otak dalam mengatur emosinya. Dalam kasus ini, Anda perlu mengendalikan stres dengan baik di samping juga perlu menurunkan kadar kolesterol.5. Peningkatan Risiko JerawatAnda mungkin baru tahu kalau kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Bukan saja itu, pengidap juga akan merasakan gatal-gatal pada kulit wajah yang berlangsung cukup lama.Jerawat yang muncul biasanya berukuran kecil dan berjumlah banyak. Jerawat-jerawat kecil ini akan ‘menyerang’ area wajah dan biasanya juga muncuk butiran-butiran kecil merah di area hidung dan mata.Nah, jika Anda mendapati gejala seperti yang kami jelaskan ini di momen Lebaran, Anda patut curiga nih terhadap kadar kolesterol yang ada di tubuh Anda. Meski begitu, jerawat dan kulit gatal juga bisa disebabkan oleh faktor lain selain kolesterol naik.6. Badan Terasa Berat Saat Bangun TidurCiri kolesterol naik saat Lebaran berikutnya yakni badan terasa berat ketika bangun tidur. Hal ini dikarenakan pengidap mengalami kram pada beberapa bagian tubuh. Biasanya, beberapa bagian tubuh yang mengalami kram di antaranya: telapak kaki, tumit dan jari-jari.Nah, kram ini biasanya muncul pada malam hari. Lebih sering lagi kram muncul saat terbangun tidur pada malam hari yang disertai dengan gejala badan terasa berat. Tapi jangan khawatir, Anda bisa kok mengatasinya dengan langkah sederhana.Anda bisa mengatasi kram atau badan terasa berat saat bangun tidur dengan meluruskan kaki di atas kasur. Kemudian, Anda bisa memegang telapak kaki dan dorong ke arah dalam perlahan. Cara ini terbukti efektif memperlancar aliran darah kembali. Sehingga, kram dapat hilang dan badan tidak akan terasa berat lagi.7. PusingCiri kolesterol naik di momen Lebaran yang terakhir yakni pusing atau sakit kepala. Pusing atau sakit kepala ini bisa terjadi pada bagian kepala mana pun. Bahkan, dalam kondisi yang lebih parah, sakit kepala yang dialami pengidap bisa menjulur ke leher. Sehingga, leher juga akan terasa kaku.Pusing dan sakit kepala ini disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke kepala karena kolesterol yang tinggi. Nah, sakit kepala yang berlangsung dalam waktu lama perlu diwaspadai, apalagi Anda sudah mencoba minum obat namun tetap tak kunjung mereda. Bisa jadi hal itu memicu penyumbatan pembuluh darah dan memicu stroke.Saran kami, sebaiknya Anda segera melakukan medical check up di Granostic terkait kadar kolesterol yang ada di tubuh Anda. Medical check up di Granostic ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit sejak dini dan mencegah komplikasi.Seperti yang kami informasikan sebelumnya, kadar kolesterol tinggi dapat memicu penyakit-penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung. Nah, dengan melakukan medical check up, Anda bisa mencegah penyakit-penyakit serius itu hinggap di tubuh Anda.Nantinya, dokter umum di Granostic juga akan merekomendasikan perawatan/pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol. Anda juga boleh nih melakukan medical check up sebelum Lebaran untuk mencegah kadar kolesterol naik saat momen penting tersebut.Itulah berbagai ciri kolesterol naik saat Lebaran yang perlu Anda ketahui. Ya, dengan mengetahui ciri-ciri di atas, Anda bisa segera mengambil langkah tertentu jika kolesterol naik saat Lebaran. Lebih baiknya lagi, Anda mengunjungi Granostic untuk melakukan cek kesehatan atau medical check up sebelum dan sesudah Lebaran.
Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi Saat Lebaran
Penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Mengingat, banyak orang yang kadar kolesterol dalam tubuhnya meningkat karena menyantap makanan-makanan khas Lebaran.Seperti diketahui, Lebaran identik dengan menu makanan yang lezat namun dapat meningkatkan kadar kolesterol. Misalnya: opor ayam, rendang, gulai kambing dan lainnya. Di momen ini, banyak orang berlebihan menyantap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol tersebut sehingga memicu gangguan kesehatan tertentu.Kadar kolesterol yang tinggi biasanya ’melahirkan’ rasa kesemutan pada kaki dan tangan, nyeri dada hingga sesak napas. Dalam kondisi yang lebih parah, pengidap kolesterol tinggi memicu serangan jantung hingga stroke.Nah, sekarang Anda tahu nih bahayanya jika memiliki kadar kolesterol tinggi. Oleh karenanya, kali ini kami ingin memaparkan penjelasan tentang cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Simak dengan saksama ya!1. Hindari Makanan yang Tinggi Lemak JenuhSeperti yang kami sebutkan sebelumnya, opor ayam, gulai kambing dan rendang adalah beberapa contoh hidangan Lebaran yang memiliki kandungan tinggi lemak jenuh. Memang beberapa makanan tersebut dapat memanjakan lidah tapi kalau dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu kadar kolesterol naik.Oleh karenanya, agar kadar kolesterol tidak naik saat dan setelah Lebaran, batasi atau (jika bisa) hindari menyantap makanan dengan kandungan tinggi lemak jenuh. Untuk diketahui, makanan tinggi lemak jenuh biasanya dijumpai di makanan yang digoreng (gorengan), makanan bersantan dan olahan daging merah.Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat saat Lebaran. Seperti, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan buah-buahan.Selain itu, Anda juga bisa nih mencoba metode memasak selain menggoreng, seperti mengukus, merebus dan memanggang di momen Lebaran. Cara ini juga sangat disarankan untuk mencegah kadar kolesterol naik.2. Batasilah PorsiCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kedua yakni membatasi porsi makan, terutama terhadap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Ya, mengontrol porsi makan saat Lebaran adalah langkah yang sangat tepat agar kadar kolesterol tetap normal.Lebih lanjut, Anda perlu menerapkan pola gizi seimbang dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Jadi, sebaiknya makanan yang Anda konsumsi sehari-hari mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan mineral yang mampu memenuhi kebutuhan asupan tubuh Anda.Cara ini, bukan saja dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, tetapi juga menyehatkan. Anda pun dapat mencegah gangguan kesehatan tertentu yang disebabkan oleh makanan-makanan yang ‘kurang ramah’ terhadap tubuh.3. Hindari Makanan Cepat Saji dan Makanan OlahanSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari makanan cepat saji dan makanan olahan. Ketahuilah makanan cepat saji memiliki kandungan kolesterol yang tinggi karena terdapat kandungan minyak jenuh.Di samping itu, makanan olahan juga memiliki kandungan minyak jenuh yang dapat memicu kolesterol tinggi. Sebagai gantinya, Anda boleh mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Ini termasuk lemak sehat ya, contoh makanannya seperti ikan berlemak, alpukat dan minyak zaitun.Nah, kalau Anda sering sekali mengonsumsi makanan cepat saji dan/atau makanan olahan, sebaiknya mulai sekarang hindari ya, termasuk saat Lebaran. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol kadar kolesterol agar tidak naik tinggi.4. Perbanyak Asupan SeratAnda mungkin belum tahu bahwa makanan yang mengandung serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat larut ini dapat mengikat kolesterol dan lemak. Sehingga, kolesterol dan lemak tidak akan terserap ke dalam darah.Inilah mengapa kita semua, termasuk orang yang sehat, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi serat. Agar hasilnya optimal, kita perlu menyeimbangkannya dengan mengonsumsi banyak minum air putih.Ketahuilah, mengonsumsi makanan tinggi serat bukan saja dapat menurunkan kadar kolesterol, tetapi juga menyehatkan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk yang dipicu oleh kadar kolesterol tinggi.5. BerolahragaCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kelima yakni rajin berolahraga. Ada banyak pilihan olahraga yang dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya: berlari, bersepeda, berenang dan berjalan cepat.Saran kami, berolahragalah minimal 30 menit sehari selama lima kali dalam sepekan. Jangan berlebihan dalam menjalankan olahraga karena hal itu bisa memicu cedera otot, nyeri pinggang dan gangguan kesehatan lainnya.Nah, mungkin saat ini Anda memiliki anggapan bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyebalkan dan melelahkan. Anda perlu nih membuang jauh-jauh anggapan semacam itu dan senantiasa menjadikan olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan. Jika perlu, Anda bisa mencari teman untuk berolahraga bersama agar tetap terus termotivasi hidup sehat.Di sisi lain, Anda juga perlu nih mengelola stres dengan baik untuk mengatasi kolesterol tinggi. Mengelola stres bisa dilakukan dengan menjalankan meditasi, mendengarkan musik dan melakukan aktivitas sesuai hobi.6. Pantau Asupan GulaSelain opor ayam, rendang dan gulai kambing, Lebaran juga identik dengan jajanan yang lezat. Sayangnya, kebanyakan jajanan Lebaran dibuat dari gula yang banyak. Untuk mengontrol kadar kolesterol tubuh, Anda perlu membatasi atau bahkan menghindari jajanan Lebaran yang mengandung gula tinggi.Ketahuilah, mengonsumsi banyak asupan gula dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang mana hal itu dapat memicu peningkatan kadar kolesterol tubuh. Sebagai gantinya, saat Lebaran sebaiknya konsumsi saja makanan dengan gula alami, seperti aneka buah-buahan.Ada beberapa pilihan buah-buahan yang sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya, alpukat dan pisang. Di samping itu, Anda juga boleh mengkonsumsi susu kedelai lho. Susu kedelai ini memiliki kandungan asam amino dan isoflavon yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.Oh ya, selain memantau asupan gula, Anda juga perlu nih memperhatikan asupan garam. Dalam kata lain, sebaiknya kurangi atau batasi mengkonsumsi makanan dan jajanan Lebaran yang mengandung tinggi garam. Sebab, garam juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.7. Konsultasikan dengan DokterCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang terakhir yakni konsultasi dengan dokter Granostic. Konsultasi terkait kadar kolesterol ini bisa dilakukan sebelum dan sesudah Lebaran. Apa sih pentingnya konsultasi dengan dokter Granostic?Sebagaimana kami jelaskan di atas, kolesterol yang tinggi dapat memicu terjadinya penyakit serius, seperti stroke dan penyakit jantung. Jadi, kadar kolesterol yang tinggi tidak boleh dibiarkan begitu saja dan perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter.Di sisi lain, Anda juga akan mendapatkan arahan yang sangat bermanfaat dalam menjalani momen Lebaran tanpa perlu khawatir kadar kolesterol naik. Jadi tunggu apa lagi, yuk konsultasikan kesehatan Anda dengan dokter Granostic sebelum dan sesudah Lebaran!Itulah berbagai cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Perlu diingat, jika Anda mengalami kolesterol naik saat dan/atau sesudah Lebaran dan tidak kunjung turun, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Granostic untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Tips Agar Tidak Mudah Lapar Saat Puasa
Halo, Sobat Granostic! Berpuasa di bulan Ramadhan mengharuskan kita untuk tidak makan dan minum sejak waktu Subuh, sampai berbuka pada waktu Maghrib. Tahukah Anda, kalau ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar tidak mudah lapar saat seharian berpuasa?Saat mulai berpuasa, terkadang rasa lapar dapat muncul sejak pagi hari. Padahal saat sahur kita sudah makan dengan porsi yang cukup, atau bahkan lebih.Rasa lapar ini bisa menyebabkan konsentrasi terganggu dan membuat aktivitas harian tak berjalan lancar.Namun Anda tak perlu khawatir, karena sebenarnya ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menyiasati hal ini. Apa saja?Langsung simak artikel ini sampai habis, ya!1. Pilih makanan sahur yang memberikan rasa kenyang lebih lamaSahur memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga stamina kita saat berpuasa. Karenanya Anda tak boleh melewatkan waktu sahur, serta memilih makanan yang tepat dan sehat untuk dikonsumsi.Tips untuk tidak mudah lapar saat puasa pertama adalah dengan memilih menu sahur yang memberikan rasa kenyang lebih lama. Jenis-jenis makanan yang masuk dalam kategori ini adalah makanan yang kaya serat, mengandung karbohidrat kompleks, dan rendah gula.Protein tanpa lemak, buah-buahan segar, sayuran hijau, susu rendah lemak atau susu almond, biji-bijian, hingga kacang-kacangan.Pastikan juga Anda mengolah makanan ini dengan tidak menggorengnya. Sebab minyak dari gorengan akan membuat Anda mudah merasa haus.2. Konsumsi Air yang CukupDon't forget to stay hydrated, Sobat! Lewat minum air mineral yang cukup saat sahur dan sepanjang malam setelah buka puasa, Anda bisa menjaga kadar cairan dalam tubuh.Ketika tubuh kita mendapatkan cukup cairan, maka keesokan harinya ketika puasa Anda tidak akan mudah merasa lelah dan lemas.Selain itu kekurangan cairan juga akan menimbulkan dehidrasi, dari yang ringan sampai berat.Dehidrasi ringan akan menyebabkan kelelahan, mulut terasa kering, rasa haus, dan sakit kepala. Karenanya sangat penting untuk minum cukup cairan setelah berbuka dan sahur.Anda dianjurkan untuk minum air setidaknya 2 liter sehari, atau setara dengan 8 gelas.Anda tak perlu meminumnya sekaligus saat sahur. Namun terapkan pola 2-4-2, yakni minum 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas kembali di malam hari (antara waktu buka dan sahur), dan 2 gelas lagi saat Anda sahur.3. Kurangi Konsumsi Gula dan Makanan ManisTips agar tidak mudah merasa lapar saat puasa selanjutnya adalah dengan mengurangi asupan gula, khususnya saat sahur.Saat berbuka puasa, mengkonsumsi kue dan minuman manis yang menyegarkan mungkin terasa menggoda. Akan tetapi ketika gula Anda turun satu atau dua jam kemudian, rasa lapar akan datang dan tubuh bisa jadi lebih lemas.Karenanya, ketika memaksa mengkonsumsi makanan dan minuman manis saat sahur, dapat membuat Anda cepat lapar di pagi harinya. Rasa lapar ini juga akan jadi lebih intens saat siang hari.Sebaliknya, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, serta kaya nutrisi dan serat. Makanan-makanan ini akan dicerna lebih lambat, sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.4. Konsumsi Makanan Berserat TinggiTelah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa makanan berserat tinggi sangat baik dikonsumsi saat buka puasa maupun sahur. Kandungan serat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk mengendalikan rasa lapar Anda. Sebab serat dicerna lebih perlahan, sehingga rasa kenyang dan energi dalam tubuh bisa bertahan kian lama.Beberapa contoh makanan yang memiliki serat tinggi adalah:- Sayuran seperti brokoli, bayam, kangkung, buncis, selada, zucchini, seledri, pare, paprika, dan wortel.- Buah-buahan seperti apel, pisang, pir, alpukat, pepaya, jambu, biji merah, berry, buah kiwi, tomat, mangga, dan nanas.- Biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti polong-polongan, kedelai, almond, kacang hijau, kacang polong.5. Jaga Keseimbangan NutrisiAgar selama puasa tak mudah lapar, penting untuk Anda memenuhi asupan nutrisi baik saat Anda buka maupun sahur.Memilih menu makanan yang kaya nutrisi saat buka akan membantu mengembalikan cairan dan energi yang hilang selama berpuasa. Sementara itu, memenuhi sahur yang tepat akan membantu puasa jadi lebih optimal.Menu makanan yang seimbang dan lengkap saat sahur meliputi karbohidrat kompleks, protein nabati dan hewani, sayur, buah, dan sebagainya. Anda juga harus melengkapi porsi tersebut dengan minum air putih secukupnya.6. Hindari Makanan yang Terlalu Pedas atau AsinSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari makanan yang terlalu pedas dan asin agar selama puasa tidak mudah lapar. Asing dari garam misalnya, dapat mengikat cairan dalam tubuh, sehingga membuat Anda mudah lemas dan haus.Sementara itu, makanan pedas juga tak baik Anda konsumsi selama sahur. Sebab makanan pedas dapat menimbulkan rasa haus terus menerus.Tak hanya itu, ketika Anda mengidap penyakit maag atau gangguan pencernaan lain, makanan pedas bisa memicu meningkatnya asam lambung dan menyebabkan rasa nyeri perut di bagian atas.7. Istirahat yang CukupTips agar tidak mudah lapar selama puasa selanjutnya adalah dengan beristirahat cukup. Ketika Anda tidak menjaga pola istirahat dengan baik, Anda akan merasa mudah lelah dan lemas di siang hari.Tidur yang cukup adalah kunci utama agar Anda bisa fit sepanjang hari. Sebab sel-sel kita akan memperbaiki dirinya saat tidur, karenanya penting untuk memastikan Anda beristirahat dengan cukup selama puasa Ramadhan.Selain itu, sistem pencernaan kita akan berjalan lebih optimal saat tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Pola tidur yang terganggu akan berpengaruh pada bakteri dalam usus. Bila terjadi ketidakseimbangan bakteri usus, saluran cerna akan rentan terhadap penyakit bahkan memicu timbulnya penyakit lain, seperti diabetes dan obesitas.Nah, Sobat Granostic, itu adalah tujuh tips agar tidak mudah lapar saat puasa Ramadhan. Mulai dari memilih makanan sahur yang tepat, mengonsumsi air yang cukup, dan menghindari makanan-makanan tertentu.Apakah Anda sudah menerapkan langkah-langkah di atas sebelumnya?Selain menerapkan pola makan dan istirahat yang tepat saat berpuasa, Anda pun perlu memperhatikan kesehatan tubuh dengan melakukan medical check up secara rutin.Klinik Granostic dapat membantu Anda dalam hal ini. Dengan pendampingan dari tim tenaga kesehatan (nakes) ahli dan dokter spesialis kami, Anda bisa memeriksakan kondisi tubuh dan mengkonsultasikan perencanaan puasa Ramadhan yang sehat.Lebih baik lagi, Anda dapat berkonsultasi bersama dokter kami secara daring (online) lewat layanan Home Service. Anda pun dapat memeriksakan kesehatan dan konsultasi langsung dengan datang ke klinik Granostic.Dapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap dan menyeluruh. Dari tes gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan banyak lainnya.Bagaimana, Sobat Granostic, tertarik untuk konsultasi bersama tim dokter kami? Langsung klik tombol Home Service di bawah ini, ya!
Cara Mengontrol Gula Darah Saat Puasa
Selama puasa, perubahan kadar gula darah sangatlah umum terjadi pada semua orang. Meski begitu, bagi penderita diabetes hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol gula darah saat puasa.Gaya hidup dan kebiasaan Anda di bulan Ramadhan mungkin mengalami banyak perubahan. Baik itu dari pola makan, jam istirahat, hingga aktivitas harian Anda.Pola makan yang tidak teratur, jam istirahat yang kurang, hingga aktivitas yang terlalu padat bisa sangat berpengaruh pada kadar gula Anda.Tak cuma berisiko mengalami hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), saat puasa penderita diabetes juga berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah).Keduanya bisa menimbulkan efek serius pada kesehatan penderita, apalagi jika tidak mendapatkan perawatan tepat waktu.Mengingat seriusnya efeknya pada kesehatan Anda, berikut kami merangkumkan lima cara mengontrol gula darah saat puasa. Simak, ya!1. Sahur dengan Nutrisi SeimbangJenis makanan yang kita konsumsi selama sahur berperan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah. Pastikan Anda memilih jenis makanan dengan kandungan nutrisi seimbang, serta memiliki indeks glikemiks yang rendah.Makanan dengan indeks glikemiks rendah tak hanya baik untuk mengontrol gula darah Anda, namun juga dapat membuat Anda merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama.Lantas apa saja asupan nutrisi yang perlu Anda penuhi saat makan sahur? Berikut daftarnya:Konsumsi karbohidrat kompleks yang mengandung serat tinggi, seperti nasi merah atau gandum. Memilih makanan yang mengandung gula alami dan menghindari pemanis buatan, misalnya buah-buahan.Mengandung protein rendah lemak, seperti ikan, daging tanpa lemak, dan susu rendah lemak.Untuk mengolah makanan, gunakan minyak dengan lemak tak jenuh, seperti minyak palem, minyak kanola, atau minyak zaitun.Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air setidaknya 8 gelas sehari. Atau konsumsi makanan dengan kandungan air yang banyak, seperti sup sayur, buah semangka, buah pir, dan banyak lainnya.2. Atur Porsi Sahur yang SeimbangSelain memperhatikan kandungan nutrisinya, Anda juga harus mengatur porsi makan sahur agar seimbang. Misalnya terlalu banyak memakan karbohidrat dan kurang asupan makanan berserat tinggi, akan menimbulkan kenaikan gula darah.Karenanya, mengatur pola makan ini sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah Anda saat puasa.Mengutip dari International Diabetes Foundation, berikut ini porsi zat gizi yang bisa Anda terapkan ketika sahur:- Karbohidrat: Anda dapat mengonsumsi karbohidrat sebanyak 45–50 persen dari total kebutuhan kalori, yakni minimal 130 gram per harinya.- Serat: tubuh Anda membutuhkan serat sebanyak 20–35 gram per hari.- Protein: Anda perlu memenuhi kebutuhan protein sekitar 20–30 persen dari total kalori per harinya.- Lemak: Anda harus mengonsumsi kurang dari 35% dari total kalori per hari.Selain itu, pastikan Anda sahur di waktu yang tepat. Anda dapat sahur mendekati waktu imsak, tujuannya untuk membantu menstabilkan gula darah Anda saat puasa.Anda juga tidak boleh melewatkan waktu sahur, selain membuat Anda kekurangan energi untuk beraktivitas, hal ini juga bisa memicu hipoglikemia. 3. Minum Air yang CukupCara mengontrol gula darah saat puasa selanjutnya adalah dengan minum air yang cukup. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi, yang bisa berdampak pada kadar gula darah dalam tubuh Anda.Dehidrasi selama berpuasa dapat memicu hormon stres dalam tubuh, yang bisa menstimulasi produksi gula darah.Akan tetapi Anda juga harus menghindari minuman dengan rasa manis. Konsumsi makanan yang manis langsung saat berbuka akan memicu lonjakan gula darah secara drastis.Hindari juga minum minuman berkafein saat sahur, karena dapat meningkatkan keinginan buang air kecil dan membuat tubuh Anda kehilangan cairan lebih cepat.Penuhi kebutuhan cairan dengan minum 8 gelas air setiap hari, atau setara dengan lebih dari 2 liter air. Anda bisa menerapkan pola 4-2-2, yakni 4 gelas di malam hari (waktu di antara buka dan sahur), serta masing-masing 2 gelas di saat buka dan sahur.Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan ini dengan makan-makanan yang tinggi air, seperti sup sayur, buah semangka, jeruk, nanas, melon, dan banyak lainnya.4. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi GulaSetelah menahan lapar lebih dari 13 jam, wajar jika Anda mendamba makanan atau minuman manis yang bisa menghilangkan dahaga. Akan tetapi, demi mengontrol gula darah agar tetap normal, sebaiknya hindari makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi.Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula bisa membuat lonjakan gula darah naik drastis. Tentu hal ini akan menyebabkan banyak masalah untuk Anda sebagai seorang penderita diabetes.Anda bisa mengganti konsumsi makanan atau minuman berkandungan gula ini dengan buah-buahan. Tak cuma memberikan sensasi segar dan manis alami, buah-buahan juga kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk daya tahan tubuh Anda.Selain itu, penting juga untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula saat sahur. Tingginya gula memang akan membuat Anda lebih cepat mendapatkan energi, akan tetapi di pagi hari kadar insulin bisa turun dan menyebabkan Anda mudah lapar.5. Konsultasi dengan DokterNah, Sobat Granostic, batas normal gula darah seseorang berada di angka antara 70-130 mg/dl (miligram/desiliter).Jika gula darah Anda selama puasa kurang dari 70 mg/dl, berarti Anda mengalami hipoglikemia dan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri berpuasa.Sementara bila kadar gula darah Anda tinggi, jauh melebihi kadar normal, maka Anda harus menetralisirnya dengan memperbaiki pola makan selama puasa.Dua kondisi gula darah ini sangat mungkin terjadi pada Anda selama puasa Ramadhan. Dampaknya pada kesehatan pun bisa jadi fatal, terlebih bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.Karenanya sangat penting untuk melakukan pengecekan kadar gula darah secara rutin. Anda dapat melakukan pengecekan gula darah ini di klinik Granostic Center.Bersama dokter dan tenaga kesehatan ahli kami, Anda dapat mengetahui seberapa besar kadar gula darah Anda, apa saja pemicunya, dan bagaimana cara menetralisirnya.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan saat akan mulai dan menjalani puasa Ramadhan selama sebulan penuh.Tak hanya melakukan pemeriksaan langsung, Anda juga dapat berkonsultasi bersama dokter kami melalui layanan Home Service. Layanan ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan dokter Granostic Center secara online.Sehingga Anda dapat berkonsultasi dimanapun dan kapanpun Anda mau. Tak hanya berupa pesan singkat, Anda juga bisa melakukan panggilan video untuk melakukan konsultasi kesehatan.Apakah Anda merasakan gejala perubahan gula darah, baik itu kenaikan atau penurunan? Langsung konsultasikan keluhan Anda dengan klik tombol Home Service di bawah ini.Salam sehat, Sobat Granostic!
Apa Penyebab Gula Darah Puasa Tinggi?
Naiknya gula darah atau hiperglikemia sebenarnya dapat terjadi pada siapapun. Ada banyak faktor penyebab gula darah puasa tinggi, yang perlu Anda kenali sebagai langkah pencegahan.Sebelum membahas mengenai penyebab-penyebabnya, tahukah Anda mengenai apa itu gula darah puasa? Meski menggunakan istilah puasa, namun gula darah puasa bukanlah kadar gula darah yang diperiksa saat Anda berpuasa di bulan Ramadhan.Pemeriksaan gula darah ini dapat dilakukan kapan saja, asalkan Anda sudah melakukan puasa makan dan minuman dalam jangka waktu tertentu.Nah, tingginya gula darah puasa ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya resistensi insulin yang rendah, stres, obesitas, dan mengidap diabetes.Apabila seseorang dengan gula darah tinggi tidak segera diobati dalam jangka waktu lama, ini dapat memberikan efek yang buruk pada kesehatan. Seperti merusak merusak saraf, pembuluh darah, jaringan, dan organ tubuh Anda.Lantas apa sih penyebab gula darah puasa kita tinggi? Baca sampai habis untuk tahu jawabannya!1. Resistensi InsulinPenyebab gula darah puasa tinggi yang paling umum terjadi karena resistensi insulin. Kondisi ini juga dikenal dengan nama gangguan sensitivitas insulin.Resistensi insulin ini terjadi ketika sel-sel otot, lemak, dan hati tidak merespon sebagai mestinya terhadap insulin.Ketika sel tubuh Anda tidak merespons insulin dengan baik, akibatnya tubuh membutuhkan lebih banyak insulin untuk mengatur kadar gula darah.Nah, ketika ketika tubuh Anda tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, hal inilah yang akan menyebabkan gula darah puasa tinggi.Meski resistensi insulin ini jadi penyebab utama diabetes tipe 2, namun siapa saja tetap berisiko mengalaminya.Baik bagi orang yang tidak mengidap diabetes, maupun orang dengan diabetes tipe lain. Kondisi ini dapat bersifat sementara hingga kronis. Resistensi insulin ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:kegemukan atau obesitas,rendahnya aktivitas fisik seperti olahraga,pola makan tidak sehat,mengonsumsi obat-obatan tertentu,serta kondisi hormonal tertentu yang bisa menyebabkan resistensi insulin.2. Kurangnya Produksi InsulinKurangnya produksi insulin bisa jadi penyebab gula darah puasa Anda tinggi. Kondisi ini berhubungan dengan resistensi insulin, sehingga pasokan hormon insulin berkurang atau tidak dapat bekerja optimal.Peran insulin dalam menjaga kadar gula Anda tetap normal sangatlah penting. Insulin membantu proses penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh, yang selanjutnya akan diolah menjadi energi.Kurangnya produksi insulin ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:mengidap autoimun,faktor genetik,usia,hingga penerapan gaya hidup yang tak sehat.3. Diabetes Tipe 2Bila kadar gula darah puasa Anda tinggi, hal ini bisa menunjukkan bahwa Anda mengalami diabetes. Lebih tepatnya, seseorang dapat dikatakan dengan diabetes tipe 2 bila memiliki kadar gula darah melebihi 200 mg/dL.Pengidap diabetes tipe 2 akan lebih sering mengalami episode hiperglikemia, dimana terdapat terlalu banyak gula darah dalam darah.Penyebab diabetes tipe 2 sendiri cukup beragam, seperti:memiliki berat badan berlebih atau obesitas,adanya penumpukan lemak di perut,gaya hidup yang kurang aktif dan sehat, seperti jarang berolahraga atau melatih fisik,memiliki usia di atas 45 tahun,adanya riwayat keturunan pengidap diabetes 2,memiliki Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), yakni gangguan hormon pada wanita dan berkaitan dengan resistensi insulinpernah mengalami diabetes gestasional yang dialami oleh ibu hamil hingga diet yang tidak seimbang.4. Kegemukan (Obesitas)Pada tiga penyebab sebelumnya, kita kerap menyebut ‘obesitas’. Sebenarnya mengapa obesitas bisa berpengaruh besar pada kadar gula darah puasa Anda?Menurut jurnal Poltekkes Denpasar, obesitas sentral sangat berkorelasi dengan timbulnya diabetes dan penyakit tidak menular lainnya.Selain itu, asupan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan rendah serat, dapat mengganggu kerja sel-sel beta pankreas untuk memproduksi insulin dalam tubuh Anda.Selain itu, diketahui sebanyak 80 persen pengidap diabetes tipe 2 adalah orang-orang dengan obesitas.Obesitas sendiri menyebabkan reseptor insulin pada target sel di seluruh tubuh menjadi insensitif, jumlahnya pun berkurang sehingga insulin dalam darah tidak dapat dimanfaatkan dengan semestinya.5. Genetika dan Riwayat KeluargaFaktor genetika atau adanya pengidap diabetes dalam riwayat keluarga Anda juga bisa jadi penyebab mengapa gula darah puasa tinggi.Meskipun tidak dapat jadi penentu utama, orang dengan keturunan diabetes bisa berisiko lebih besar memiliki gula darah yang tinggi.Melansir dari laman American Diabetes Association, para ahli menemukan adanya keterkaitan antara mutasi genetik dan risiko yang lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki riwayat keturunan diabetes.Tentu tidak semua orang yang memiliki mutasi genetik tersebut pasti akan terkena diabetes atau memiliki gula darah yang tinggi. Namun, tidak bisa kita abaikan bahwa ada peluang yang besar jika banyak orang yang memiliki mutasi genetik tersebut akan mengidap diabetes di kemudian hari.6. StresSiapa sangka, stres ternyata juga bisa menjadi penyebab gula darah puasa menjadi tinggi. Kok bisa?Melansir dari jurnal kesehatan Poltekkes Denpasar, stres dikatakan mampu meningkatkan kandungan glukosa darah.Hal tersebut terjadi karena stres menstimulasi organ endokrin untuk mengeluarkan epinefrin. Kondisi ini memiliki efek yang sangat kuat dalam menyebabkan timbulnya proses glukoneogenesis dalam hati. Sehingga kadar glukosa dalam darah pun akan mengalami peningkatan.Bila stress ini menetap, respon stres akan melibatkan hipotalamus pituitary untuk mensekresi corticotropin-releasing factor, yang kemudian akan menstimulasi pituitary anterior agar memproduksi adrenocorticotropic hormon (ACTH).Hormon inilah yang kemudian akan menstimulasi pituitari anterior untuk memproduksi glukokortikoid, utamanya kortisol. Sementara itu, meningkatnya kortisol akan mempengaruhi peningkatan kadar glukosa dalam darah Anda.7. Asupan Nutrisi yang Tidak SeimbangPola makan yang sehat sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh Anda secara umum, begitupun dengan kadar gula puasa dalam darah. Karenanya ketika asupan nutrisi tidak seimbang juga dapat menjadi penyebab gula puasa dalam darah jadi tinggi.Menurut Jurnal Kesehatan Masyarakat oleh STIKES Cendekia Utama Kudus (2022), terdapat keterkaitan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus.Seseorang dengan pola makan tidak teratur, makanan yang tidak sehat dan tidak baik, menjadi penyebab diabetes melitus.Selain itu, asupan gizi yang tidak seimbang serta tidak mempunyai keteraturan makan dengan porsi yang telah ditentukan bisa menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh menjadi tidak terkontrol.Asupan gizi tak seimbang ini misalnya bila Anda memakan terlalu banyak karbohidrat tanpa diimbangi makanan berserat tinggi, bisa mempengaruhi kadar gula darah.Atau bisa juga ketika Anda mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang bisa dibakar tubuh dalam sehari, bisa menjadi penumpukan lemak dalam tubuh.Ketika berat Anda meningkat nantinya, akan semakin berkurang sensitivitas tubuh terhadap insulin. Akhirnya kadar gula darah puasa dalam tubuh Anda pun akan meningkat.Baca Juga: Cara Mengatasi Gula Darah TinggiNah, Sobat Granostic itu adalah berbagai hal yang bisa menjadi penyebab gula darah puasa Anda tinggi. Penting untuk memberikan penanganan sejak dini ketika menyadari saat kadar gula darah melampaui ambang batas normal, agar tidak memberikan efek buruk pada tubuh Anda dalam jangka waktu panjang.Apabila Sobat merasakan gejala gula darah tinggi akibat penyebab di atas, segera lakukan pengecekan kadar gula darah.Pemeriksaan gula darah ini dapat Anda lakukan di klinik Granostic Center, bersama tim tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya.Apabila gula darah Anda melebihi batas normal, dokter akan merekomendasikan perawatan medis yang tepat dan efektif untuk menurunkan gula darah tersebut.Tunggu apa lagi? Anda bisa langsung mengunjungi klinik Granostic Center untuk melakukan pemeriksaan. Atau Anda dapat mengatur jadwal temu dan konsultasi dengan klik tombol di bawah ini.Salam sehat!
Cara Mengatasi Haid Tidak Lancar Saat Puasa
Anda merasa siklus haid tidak lancar saat berpuasa? Meski tidak jadi penyebab langsung, tetap ada kemungkinan siklus menstruasi Anda mengalami perubahan ketika berpuasa. Namun tak perlu khawatir, karena hal ini dapat diatasi tanpa perlu membatalkan puasa Anda.Secara umum, siklus menstruasi atau haid dapat berlangsung selama 28 hari. Namun, durasi siklus ini cukup bervariasi pada tiap individu, ada yang lebih lama atau lebih cepat.Siklus menstruasi Anda dapat digolongkan teratur jika dapat setiap 24 hingga 38 hari.Ketika berpuasa, terdapat kemungkinan seseorang akan mengalami haid tidak lancar. Hal ini berkaitan dengan perubahan pola makan, asupan nutrisi yang didapat tubuh Anda, pola istirahat, dan gaya hidup yang berubah.Lantas Apa yang Harus Dilakukan Ketika Haid Tidak Lancar di Saat Puasa?Jangan panik dulu, Sobat Granostic. Agar siklus haid kembali normal dan lancar, Anda bisa menerapkan beberapa cara di bawah ini. Catat, ya!1. Pastikan Asupan Nutrisi Anda Cukup dan SeimbangMakanan yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh, serta siklus menstruasi Anda. Menurut Studi tahun 2019 pada 87 remaja di Lamongan, menunjukkan bahwa status gizi sangat berpengaruh pada siklus haid responden.Karenanya perlu diterapkan pengaturan pola makan yang baik dari jumlah dan kualitas makanan, serta melakukan aktivitas yang cukup, sehingga tercipta status gizi normal.Selama puasa, banyak dari kita yang mungkin kurang memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Akhirnya tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang diperlukan secara cukup.Kebiasaan makan makanan cepat saji, produk olahan, dan alkohol juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Hal ini kemudian akan membuat pola menstruasi tidak teratur.Karenanya, cara untuk mengatasi haid tidak lancar saat puasa yang pertama adalah dengan memperbaiki pola makan Anda. Mulailah kebiasaan makan sehat dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi.Buah-buahan dan sayuran hijau bisa jadi pilihan Anda. Karena dua makanan tersebut mengandung nutrisi yang baik untuk melancarkan haid, misalnya vitamin C.Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi kacang-kacangan karena mengandung asam lemak omega-3 dan zat besi yang cukup tinggi. Kandungan asam lemak omega-3 ini dapat meningkatkan kadar lemak baik dalam darah.Selain itu, asam lemak omega-3 dan zat besi juga dapat mengatur produksi hormon dalam tubuh, sehingga siklus haid dapat kembali normal.2. Minum Air yang CukupCara mengatasi haid tidak lancar saat puasa selanjutnya adalah dengan minum air putih yang cukup. Anda dianjurkan untuk minum 8 gelas air sehari, setara dengan 2.3 liter air.Anda bisa minum 2 gelas air saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari (di antara waktu buka puasa dan sahur), dan 2 gelas lagi saat Anda sahur.Dehidrasi memang tidak bisa dibilang sebagai penyebab utama haid Anda tak lancar saat puasa. Namun, kekurangan cairan akan membuat tubuh Anda mudah merasa lemas, lelah, dan mengalami stres fisik.Kelelahan berlebihan ini nantinya akan berpengaruh pada siklus menstruasi Anda. Selain itu, dehidrasi karena kurang minum air juga dapat memperburuk nyeri haid yang Anda alami.Minum air putih saat haid juga dapat membantu mengatasi kram pada perut dan memperlancar aliran darah.3. Pola Makan yang SehatTak hanya memastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung gizi seimbang, mengatur pola makan saat puasa juga penting.Sebab ketika pola makan kita tidak teratur juga akan berpengaruh pada lancar atau tidaknya siklus haid kita. Lantas bagaimana pola makan yang sehat saat puasa tersebut?Ahli Gizi Universitas Indonesia (UI) membagikan pola makan saat puasa yang sehat, yakni:Saat berbuka: mulai dengan minuman manis secukupnya untuk memberi energi dengan cepat untuk tubuh dan membuat Anda kembali segar. Jangan lupa untuk meminum 1–2 gelas air putih.Setelah berbuka: setelah berbuka dengan minuman manis dan camilan ringan, jangan langsung makan dalam porsi besar. Melainkan beri jeda sampai tubuh siap mencerna makanan kembali.Setelah tarawih: saat tubuh terasa kembali segar, Anda bisa mulai makan porsi besar, misalnya dengan nasi beserta lauk pauk, sayur, dan buah.Saat sahur: Anda bisa menerapkan pola yang sama dengan setelah tarawih, yakni dengan nasi beserta lauk pauk, dan sayuran. Terapkan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Pada saat ini, pastikan Anda juga memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.4. Hindari Stres BerlebihanCara mengatasi haid tidak lancar saat puasa selanjutnya adalah dengan menghindari stres berlebihan.Seperti yang Anda tahu, bahwa stres adalah penyebab gangguan siklus haid yang paling sering dialami oleh perempuan.Meski puasa sendiri memiliki manfaat yang baik untuk meringankan stres, bukan berarti Anda akan bebas stres sama sekali. Karena tubuh Anda tidak mendapatkan cukup energi selama berpuasa, wajar jika Anda mudah stres saat puasa. Apalagi jika Anda memiliki kegiatan yang padat atau pekerjaan dengan tekanan tinggi.Karenanya penting untuk mengelola stres Anda dengan beristirahat yang cukup, mengatur jadwal aktivitas harian agar tidak terlalu padat. Selain itu Anda juga dapat melakukan olahraga ringan seperti yoga atau latihan pernapasan secara teratur. Olahraga tak hanya akan membantu membuat tubuh Anda lebih bugar, tapi membuat pikiran jadi lebih santai, dan tidur Anda jadi lebih berkualitas.5. Konsultasikan dengan DokterCara-cara di atas bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah, dengan catatan bahwa kondisi ini tidak terjadi secara terus menerus, atau disertai dengan berbagai gejala lain.Sebab jika keterlambatan siklus menstruasi ini terjadi secara terus menerus, ini dapat mengindikasikan adanya gangguan lain yang mungkin lebih serius pada kesehatan reproduksi Anda.Sehingga sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan secara langsung. Dengan begitu Anda dapat mencari tahu sebenarnya apa yang membuat haid Anda tidak lancar saat puasa tersebut.Konsultasi dokter ini dapat Anda lakukan di klinik Granostic Center. Bersama dokter spesialis kandungan kami, Anda dapat melakukan pengecekan kesehatan dan berkonsultasi langsung bersama ahlinya.Baca Juga: Apakah Puasa Mempengaruhi Siklus Haid?Berkomitmen memberikan pelayanan andalan untuk Anda, kami menyediakan ragam tes kesehatan terlengkap. Didampingi oleh tim tenaga kesehatan (nakes) yang ahli dan profesional, Anda bisa mendapatkan hasil tes yang akurat.Lewat hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat memberikan arahan atau anjuran pengobatan yang sesuai.Menariknya lagi, Anda tak harus datang langsung ke klinik Granostic Center untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan kami. Melainkan lewat layanan Home Service, Anda bisa berkonsultasi jarak jauh kapanpun Anda membutuhkannya.Bagaimana cara melakukan konsultasi online atau layanan Home Service dari Granostic Center? Mudah, Anda hanya perlu klik tombol di bawah ini.Salam sehat, Sobat Granostic!
Apakah Puasa Mempengaruhi Siklus Haid?
Selama Ramadhan aktivitas Anda pasti mengalami banyak perubahan, mulai dari pola tidur, makan, hingga beristirahat. Tentunya hal ini juga akan memiliki efek tersendiri pada kondisi tubuh Anda. Pertanyaannya: apakah puasa juga dapat mempengaruhi siklus haid?Haid atau menstruasi merupakan proses peluruhan dinding rahim akibat perubahan hormon pada wanita, yang terjadi di usia subur.Umumnya, siklus menstruasi ini terjadi pada kisaran antara 21 hingga 35 hari. Dalam satu periode, menstruasi dapat terjadi selama 3 sampai 7 hari, namun bisa cukup beragam pada tiap individu.Nah, saat berpuasa ada kemungkinan Anda mengalami haid tak lancar atau siklusnya berubah. Sebenarnya puasa tidak berpengaruh secara langsung pada siklus haid, namun ada beberapa hal yang Apa yang menjadi penyebabnya? Mari simak ulasannya berikut ini!1. Asupan NutrisiPuasa tentu saja akan mempengaruhi pola makan Anda. Terlebih bila Anda tidak memperhatikan betul gizi yang ada dalam menu makan buka atau sahur.Hal ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan asupan nutrisi, yang akhirnya dapat mempengaruhi siklus menstruasi atau haid Anda.Selain itu, kebiasaan makan yang tidak teratur juga dapat jadi penyebab haid tidak teratur. Mengonsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, dan alkohol juga dapat memicu ketidak seimbangan hormon dalam tubuh Anda. Hal inilah yang juga nantinya akan membuat siklus haid berubah selama puasa.Pada kondisi yang serius, bila seorang perempuan kekurangan gizi yang ekstrem, menstruasi tak hanya jadi tidak teratur, namun dapat berhenti sama sekali.Karenanya untuk mencegah terjadi kekurangan nutrisi ini, Anda harus memperhatikan pola makan selama puasa, serta memilih menu yang tepat. Anda bisa memilih makanan yang tinggi serat, kaya vitamin dan mineral, dan protein tinggi.2. DehidrasiSaat puasa tubuh cenderung mudah mengalami dehidrasi. Apalagi jika di malam harinya, Anda tidak memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup.Nah, Sobat Granostic, dehidrasi ini bisa berdampak pada menstruasi Anda. Misalnya dengan memperparah nyeri haid, karena otot-otot rahim akan berkontraksi lebih keras saat tubuh Anda mengalami kekurangan cairan.Demi menangani kondisi ini terjadi pada Anda, sebaiknya cukupi kebutuhan cairan selama waktu berbuka hingga sahur dengan minum 8 gelas air, atau setara kurang lebih 2 liter air. Terapkan pola minum air 2-4-2, yakni 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas di malam harinya, dan 2 gelas lagi ketika Anda sahur.Selain itu Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi makanan berkadar air tinggi seperti sup sayur, buah semangka, buah apel, dan banyak lainnya.3. Aktivitas FisikSobat Granostic, selain stress emosional, stres fisik juga bisa jadi penyebab siklus menstruasi Anda berubah saat puasa.Stres fisik ini dapat terjadi ketika tubuh Anda kekurangan istirahat dan aktivitas harian Anda terlalu berat.Hal ini terjadi karena aktivitas yang terlalu berat bisa mengganggu keseimbangan metabolisme, membuat energi Anda terkuras, hingga menyebabkan berat badan turun drastis.Hal-hal tersebut bisa memicu gangguan hipotalamus, yakni siklus menstruasi yang tidak teratur pada perempuan.Terlebih saat puasa, Anda beraktivitas menggunakan cadangan energi yang diperoleh dari makanan sahur dan buka sepanjang malam. Sehingga kemungkinan terjadinya stres fisik ini pun lebih tinggi dibanding dengan saat Anda tidak berpuasa.Karena itu, penting bagi Anda untuk tetap bisa memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Selain itu, kurangi juga aktivitas yang terlalu berat saat Anda berpuasa. Misalnya dengan mengurangi olahraga yang terlalu intens, serta menggantinya dengan olahraga ringan.4. Stress EmosionalPuasa memang memiliki manfaat untuk mengurangi stres. Namun bukan berarti stres tidak akan datang selama Anda berpuasa. Terlebih bila Anda memiliki aktivitas harian yang padat, serta tuntutan kerja yang tinggi. Wajar jika stres masih saja muncul saat berpuasa.Nah, stres juga bisa jadi penyebab mengapa siklus haid Anda berubah saat puasa. Karena stres memiliki peranan besar dalam mengganggu keseimbangan hormonal yang penting untuk siklus haid.Saat tubuh Anda dalam keadaan stres, hormon kortisol akan dilepaskan oleh tubuh. Hormon ini kemudian akan berinteraksi dengan hipotalamus atau ovarium, yang menyebabkan pelepasan hormon-hormon pengatur siklus menstruasi mengalami gangguan.Ketika hormon estrogen dan progesteron menurun, terjadinya haid juga dapat tertunda. Bahkan ketika stres yang Anda alami kian parah, Anda pun berisiko mengalami amenore sekunder.Amero sekunder ini merupakan kondisi di mana seorang wanita yang awalnya memiliki siklus menstruasi normal, kemudian tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan beruntun.Nah, untuk mencegah stres kala puasa, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:Menerapkan pola istirahat yang teratur dan cukup.Sahur dan buka puasa tepat waktu, serta memilih makanan dengan gizi dan nutrisi lengkap.Menghindari meminum kafein.Berolahraga ringan secara rutin.Melakukan latihan pernapasan.5. Perubahan HormonPuasa juga bisa berpengaruh pada hormon Anda. Kenapa begitu?Sepanjang siklus menstruasi Anda, kadar estrogen dan progesteron akan berubah. Naik turunnya hormon ini diatur oleh hormon pelepas gonadotropin (GnRH).Melansir dari artikel kesehatan Cleveland Clinic, GnRH bisa sangat sensitif terhadap faktor lingkungan. Karenanya hal-hal seperti puasa dapat menghambat kerja GnRH dan melepaskan bahan kimia yang dibutuhkan untuk merangsang estrogen dan progesteron.Selain itu, peningkatan hormon tertentu bisa memicu ovulasi. Selama berpuasa, Anda tidak boleh makan dan minum. Kondisi ini tentu tidak ideal untuk mendukung kehamilan yang tepat. Jadi kemungkinan tubuh Anda mencegah terjadinya ovulasi demi mencegah terjadinya kehamilan.Hal ini bisa secara efektif menurunkan estrogen dan progesteron dalam tubuh. Sehingga menyebabkan serangkaian gejala, termasuk:- Perubahan siklus menstruasi, atau telat haid.- Emosi yang lebih sensitif.- Sakit kepala.- Kulit kering, dan banyak lainnya.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai bagaimana puasa bisa mempengaruhi siklus menstruasi Anda, meski tak langsung.Stres, istirahat yang tak cukup, kurangnya asupan nutrisi, dan perubahan hormon selama puasa bisa jadi penyebab berubahnya siklus haid Anda.Meski begitu, saat Anda mengalami perubahan siklus menstruasi, ada baiknya untuk tidak melakukan diagnosa pribadi atau bahkan mengabaikannya.Pastikan untuk selalu menghitung terlebih dahulu dengan seksama siklus menstruasi normal Anda di luar bulan puasa. Sebab, bisa jadi gangguan siklus haid ini tidak karena puasa, melainkan disebabkan oleh faktor lain.Jika keterlambatan haid yang Anda alami melebihi 2 minggu. segera buat daftar kunjungan ke klinik Granostic untuk melakukan pemeriksaan.Anda juga dapat melakukan konsultasi lewat layanan Home Service dari klinik Granostic. Melalui layanan tersebut, Anda bisa terhubung dengan dokter kami secara online dan berkonsultasi jarak jauh.Dengan pemeriksaan ini, Anda dapat mengenali penyebab terganggunya siklus menstruasi tersebut. Salam sehat!
Berikut Olahraga yang Cocok Saat Puasa
Kata siapa saat puasa kita tidak bisa olahraga? Meski tidak makan atau minum sepanjang hari, olahraga masih mungkin kita lakukan saat puasa. Asal Anda dapat memilih waktu dan jenis olahraga yang tepat.Pada dasarnya berolahraga di bulan puasa bisa memberikan banyak manfaat untuk Anda, misalnya menjaga tubuh Anda tetap bugar dan sehat. Apalagi Anda menjalani puasa Ramadhan ini tidak hanya dalam satu atau dua hari saja, melainkan sepanjang bulan lamanya.Bayangkan bila tubuh Anda tidak mendapatkan olah fisik dalam kurun waktu tersebut. Tentu tidak baik juga, bukan?Akan tetapi, selama puasa kita tidak mendapatkan cukup cairan dan hanya mendapatkan energi dari makanan yang kita konsumsi selama sahur.Karenanya Anda mungkin tidak bisa melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang memiliki intensitas tinggi. Bila dipaksakan, Anda bisa saja mengalami kelelahan dan kehausan yang berlebihan, hingga terjadi dehidrasi.Nah, agar tak salah pilih, mari simak jenis olahraga yang cocok untuk Anda lakukan selama puasa berikut ini.1. Berjalan KakiBerjalan kaki bisa jadi jenis olahraga yang cocok Anda lakukan saat puasa. Jalan kaki santai dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh secara umum, juga terutama jantung, otot, dan tulang.Tak cuma itu, jalan kaki juga termasuk olahraga ringan untuk Anda lakukan. Sehingga tidak akan menyebabkan dehidrasi dan kelelahan berlebihan. Namun Anda juga perlu memperhatikan durasi, jarak, dan waktu berjalan kaki santai ini. Sebaiknya lakukan jalan kaki santai di sore hari atau menjelang berbuka puasa.2. Bersepeda dengan Rute SedangBersepeda dengan rute rendah juga dapat jadi jenis olahraga pilihan Anda selama berpuasa.Tak cuma membakar kalori dan lemak, bersepeda santai juga dapat mengencangkan otot serta menyehatkan jantung.Selain itu, bersepeda juga bisa membantu menenangkan pikiran Anda, sehingga stres juga dapat mereda. Apalagi kalau Anda bersepeda di sore hari menjelang buka puasa, yang juga jadi momen ngabuburit dan berburu menu buka yang lezat.3. Yoga atau Senam RinganJenis olahraga yang cocok untuk Anda lakukan selama puasa lainnya adalah yoga atau senam ringan. Olahraga ini tidak terlalu menguras energi. Sehingga Anda bisa menjaga tubuh tetap segar dan bugar selama berpuasa tanpa mengganggu aktivitas harian.Anda bisa melakukan gerakan yoga yang berfokus pada peregangan otot dan teknik pernapasan. Selain itu, yoga juga dapat menenangkan pikiran, meningkatkan kualitas tidur, dan membuat tubuh Anda jadi lebih luwes.Melakukan yoga selama 20–30 menit sebelum buka puasa juga akan membuat manfaat olahraga ini jadi lebih maksimal untuk tubuh.Sebab ada banyak gerakan yoga yang membuat Anda harus memosisikan diri dengan kepala berada di bawah, mengangkat kaki, atau gerakan-gerakan fleksibel lainnya.Jika perut dalam keadaan kenyang atau terlalu penuh, gerakan-gerakan ini akan sulit dilakukan, bahkan bisa menimbulkan rasa tak nyaman tersendiri.Sehingga kalau Anda juga ingin memilih melakukan yoga setelah berbuka, pastikan makanan sudah tercerna dengan baik. Atau Anda bisa berbuka dengan minum dan makan makanan ringan terlebih dahulu, kemudian melakukan yoga, setelahnya Anda bisa makan dalam porsi yang lebih banyak.4. Aktivitas Ringan di RumahSelain beberapa olahraga di atas, Anda juga melakukan aktivitas ringan di rumah sebagai bentuk olahraga. Melakukan aktivitas ringan di dalam rumah juga bisa membuat Anda terhindar dari teriknya matahari, sehingga juga tak akan membuat Anda lebih banyak berkeringat.Beberapa jenis olahraga ringan yang bisa Anda lakukan di rumah misalnya aerobik ringan, lari kecil di dalam ruangan, sits up, dan push up. Melakukan latihan sit up bisa membantu meningkatkan fleksibilitas, membentuk otot perut, dan mengurangi risiko nyeri pinggul. Sementara melakukan push up dapat menjaga stabilitas tubuh dan membantu menguatkan otot dada Anda.Jika latihan yang Anda pilih mungkin terasa lebih berat, baiknya lakukan olahraga setelah buka puasa, di malam hari, atau sebelum Anda sahur. Dengan begitu Anda tidak akan terlalu lemas atau mengalami dehidrasi.5. Bermain Bulu TangkisBulu tangkis juga bisa jadi pilihan olahraga di kala puasa. Berbeda dengan beberapa jenis olahraga yang telah disebutkan di atas, bulu tangkis sebaiknya Anda lakukan di malam hari. Khususnya setelah makanan buka dicerna oleh tubuh, serta energi Anda terisi kembali setelah berbuka puasa.Bermain bulu tangkis bisa membantu menjaga kebugaran tubuh Anda, mengurangi stres dan kecemasan, memperkuat otot-otot kaki, juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Bulu tangkis ini juga merupakan permainan yang bisa Anda lakukan di dalam ruangan. Dan bisa membantu membakar banyak kalori.Nah, Sobat Granostic, itu adalah jenis-jenis olahraga yang bisa Anda lakukan di saat puasa. Olahraga ringan setiap 20–30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh Anda.Namun untuk mendapatkan manfaat olahraga ini, Anda juga harus memperhatikan waktu dan durasi olahraga. Baiknya lakukan olahraga di waktu sore hari atau dekat dengan waktu berbuka, setelah buka puasa, pada malam hari atau sebelum tidur, dan sebelum Anda sahur.Sebaliknya, hindari berolahraga di pagi hari karena bisa menyebabkan Anda mudah lelah. Menurut Dietisien Universitas Gadjah Mada, berolahraga di pagi hari akan membuat kadar insulin menurun drastis sehingga membuat Anda mudah merasa lapar. Kondisi ini juga dapat lebih buruk bila Anda mengidap diabetes.Selain itu, kenali juga kondisi tubuh Anda. Bila Anda adalah orang yang memiliki masalah dengan kesehatan seperti tekanan darah rendah atau diabetes yang tinggi, baiknya lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai keamanan berolahraga saat puasa.Konsultasikan Pola Puasa yang Sehat Bersama Dokter SpesialisAgar manfaat olahraga saat puasa jadi lebih maksimal, Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli dari gizi Granostic.Pemeriksaan kesehatan ini dapat berupa pengecekan kadar gula darah, tekanan darah, kesehatan jantung dan sistem pernapasan, dan banyak lainnya.Pemeriksaan kesehatan di klinik Granostic melalui proses yang cermat dan menggunakan teknologi termutakhir. Didampingi tenaga kesehatan (nakes) yang profesional dan dokter, Anda bisa mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan yang akurat.Dari hasil pemeriksaan ini pulalah Anda dapat mendiskusikan pola aktivitas saat berpuasa yang aman dan menyehatkan. Misalnya mengatur durasi olahraga harian, jenis nutrisi yang harus Anda penuhi selama berpuasa, juga menyesuaikan pengobatan jalan bila Anda memiliki sakit bawaan.Hal menarik lainnya, Anda tak hanya bisa berkonsultasi dengan dokter dengan datang ke klinik Granostic secara langsung. Namun, Anda juga bisa melakukan konsultasi online lewat layanan Home Service.Hanya dengan sekali klik, Anda akan terhubung dengan dokter atau ahli gizi kami. Anda dapat mengkonsultasikan mengenai keluhan dan kondisi tubuh Anda, kemudian dokter kami akan memberikan ulasan dan arahan yang profesional dari penjelasan Anda.Mau coba konsultasi online di klinik Granostic? Langsung klik tombol Home Service di bawah ini, ya!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message