Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari Selengkapnya
Termasuk dalam penyakit gawat darurat, serangan stroke harus ditangani dengan tepat dan cepat. Selain itu, stroke pun bisa terjadi pada siapa saja dan umumnya sangat berkaitan dengan gaya hidup tak sehat. Lantas adakah tips pencegahan stroke yang efektif?Stroke merupakan kondisi di saat pembuluh darah ke otak mengalami gangguan, sehingga oksigen dan darah tak dapat sampai ke otak. Gangguan ini bisa terjadi karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini dapat menyebabkan sel-sel otak tak berfungsi normal, bahkan mati.Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena stroke, seperti gaya hidup tak sehat, faktor keturunan, hingga pertambahan usia.Meski berakibat fatal, penyakit ini dapat dihindari dengan menerapkan tips pencegahan stroke berikut ini:1. Kontrol Tekanan Darah Tips pencegahan stroke yang pertama adalah mengontrol tekanan darah. Langkah ini sangat penting, mengingat tekanan darah tinggi merupakan penyebab terbesar terjadinya stroke. Tekanan darah yang tinggi akan membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh, dan memicu penyumbatan pembuluh darah. Keduanya bisa melemahkan pembuluh darah arteri, yang akhirnya membuat pembuluh arteri jadi lebih mudah pecah. Karena alasan ini pulalah banyak kasus stroke yang diasosiasikan dengan penyakit darah tinggi. Anda bisa mengontrol tekanan darah agar stabil dengan memperbaiki pola konsumsi dan gaya hidup. Seperti mengurangi asupan garam, tidak makan makanan tinggi kolesterol, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Selain itu latih tubuh secara teratur dengan rutin berolahraga dan menghindari minum alkohol, serta kurangi merokok.2. Jaga Kadar Kolesterol Pada dasarnya, apa yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Jika Anda tidak memperhatikan dengan baik kadar kolesterol pada tubuh dan menerapkan diet tak sehat, maka kolesterol dalam tubuh bisa meningkat.Jangan menganggap bahwa kondisi ini hanya terjadi pada orang tua, namun juga pada anak muda yang memiliki kebiasaan tak sehat. Kebiasaan buruk ini sangat berpotensi meningkatkan risiko terkena stroke.Demi menjaga kadar kolesterol agar selalu stabil, Anda bisa melakukan pemeriksaan secara rutin. Pemeriksaan kolesterol ini pun dapat menjadi Langkah dini untuk mendeteksi gejala awal stroke. Selain itu, Anda dapat beralih ke menu makanan yang lebih sehat seperti mengonsumsi daging tanpa lemak, sayur, biji-bijian, dan buah-buahan.Bila kadar kolesterol Anda sangat tinggi, melebihi 190 mg/dL, biasanya dokter akan menganjurkan untuk meminum obat penurun kolesterol.3. Kelola Diabetes Tahukah Anda bahwa diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko stroke? Karenanya, sebagai tips pencegahan stroke Anda perlu mengelola diabetes dengan baik.Melansir dari American Diabetes Association, seseorang dengan diabetes akan memiliki rasio terkena stroke lebih besar, yakni 1,5 kali daripada orang normal.Hal ini karena, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Penyumbatan ini kemudian akan mengganggu suplai oksigen dan darah ke otak, yang akan menyebabkan serangan stroke.Sebagai langkah mengelola diabetes Anda harus memperhatikan dan menerapkan pola konsumsi yang sehat. Misalnya dengan menghindari makanan dan minuman yang manis, menu-menu cepat saji, serta melakukan latihan fisik yang rutin.Selain itu, rutinlah untuk melakukan medical check up demi mengetahui kadar gula darah Anda dan mendapatkan arahan diet sehat langsung dari dokter spesialis.4. Berhenti Merokok Merokok secara umum memang tak baik untuk Kesehatan tubuh. Bahkan, kebiasaan ini juga bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena stroke. Bagaimana bisa?Ini karena merokok dapat memicu penggumpalan darah dan penyempitan pembuluh darah, yang menimbulkan gangguan pada aliran darah di otak.5. Batasi Konsumsi Alkohol Selain rokok, Anda juga harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Sebab jenis minuman ini dapat memicu peningkatan tekanan darah dan fibrilasi atrium. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan seseorang untuk terserang stroke.Tak hanya itu, minuman beralkohol pun tinggi kalori, sehingga dapat menyebabkan berat badan meningkat bahkan obesitas. Kondisi ini juga berpotensi untuk membuat risiko terkena stroke makin tinggi.6. Makan Makanan Sehat Telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa menjaga pola makan yang tepat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh, serta mencegah stroke.Selain makanan cepat saji dapat memicu kenaikan tekanan darah, kolesterol, hingga diabetes. Pola makan tak sehat pun dapat memicu kelebihan berat badan dan obesitas, yang juga dapat meningkatkan risiko terkena stroke.Karenanya, Anda dapat beralih mengonsumsi menu-menu sehat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ikan, daging unggas serta daging tanpa lemak sebagai cara mencegah stroke.7. Olahraga Secara Teratur Tips pencegahan stroke selanjutnya adalah dengan berolahraga secara teratur. Ketika Anda berolahraga rutin, paling tidak 30 menit sehari, tubuh akan lebih bugar dan faktor pemicu stroke dapat dikurangi.Anda tidak perlu melakukan jenis olahraga yanh berat secara langsung. Melainkan mulai dari olahraga ringan yang dapat Anda lakukan setiap hari, baik di pagi ataupun di sore hari.Baca Juga: Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita Stroke8. Pertahankan Berat Badan Sehat Obesitas dan kelebihan berat badan bisa meningkatkan faktor terjadinya stroke. Karenanya, Anda perlu memperhatikan berat badan dan mempertahankannya dalam kadar yang sehat.Lakukan diet sehat dengan mengonsumsi real food, berolahraga secara rutin, serta menghindari makanan atau minuman yang tinggi garam dan gula.9. Kelola Stress Stress berlebihan juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya stroke. Karenanya, penting untuk Anda menjaga kesehatan pikiran dan mengelola stres dengan baik, sebagai pencegahan stroke.Pengendalian stress ini bisa Anda lakukan dengan mengontrol emosi dan tidur cukup.Emosi yang berlebihan akan meningkatkan produksi hormon epinefrin, yang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Sehingga risiko terkena stroke pun akan lebih besar.Begitu pula saat Anda kurang tidur, tubuh yang Lelah sangat berkaitan juga dengan kadar stress. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terkena stroke.10. Mengobati Kondisi Medis Lainnya Beberapa faktor yang menyebabkan stroke berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti hipertensi dan diabetes. Karenanya, untuk pencegahan stroke, baiknya Anda rutin mengontrol dan mengobati kondisi medis tersebut dengan baik.Lakukan pengecekan rutin bersama dokter spesialis dan klinik terpercaya. Kemudian diskusikan bagaimana upaya penanganan yang tepat, serta cara mengontrol gejala-gejala kondisi medis tersebut dengan baik sehingga tidak menyebabkan komplikasi dan memicu stroke.11. Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Granostic Meskipun sangat fatal, stroke terkadang memiliki gejala awal yang ringan dan sangat umum. Akibatnya, banyak penderita stroke baru yang tidak menyadari gejala-gejala tersebut.Nah, Sobat Granostic, hal inilah yang membuat tes kesehatan sangatlah penting untuk Anda lakukan secara rutin. Tak hanya untuk mendeteksi stroke, ketika tes kesehatan rutin Anda bisa menemukan masalah-masalah kesehatan lain sejak dini dan melakukan penanganan tepat untuk meminimalisir dampaknya.Klinik Granostic dapat menawarkan layanan tes kesehatan terlengkap untuk Anda, demi mendeteksi stroke sejak dini. Misalnya pemeriksaan fisik, tes darah lengkap, CT Scan, dan banyak lainnya.Yuk, Sobat, lindungi diri dan keluarga Anda dari stroke dengan cek kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Apa Itu Stroke? Intip Gejala, Jenis Hingga Penyebabnya
Meski sering dialami dan dikaitkan dengan lansia, kenyataannya stroke bisa terjadi pada siapapun, utamanya yang memiliki gaya hidup kurang sehat. Lantas sebenarnya apa itu stroke? Bagaimana gejala dan apa saja penyebabnya?Disebut sebagai fenomena fatal dalam dunia medis, karena stroke menyerang saluran otak dan menyebabkan sel-sel pada Sebagian area otak mengalami kematian.Gejala awal penyakit stroke pun tak hanya dialami orang-orang berumur 60 tahun lebih, namun dapat terjadi juga pada seseorang yang berusia lebih muda dari usia tersebut. Meski dapat dikenali, terkadang penderita stroke pun tak menyadari bahwa ia mengalami gejala tersebut.Nah, jika dibiarkan tanpa diperiksa dan ditangani sedini mungkin, tentu akan menambah faktor risiko dampak fatalnya pada kesehatan. Untuk itu, penting bagi Anda memeriksakan diri ketika mengalami gejala awal dari stroke ini.Namun sebelum itu, mari kita simak dulu penjelasan mengenai ‘apa itu stroke?’ lewat penjelasan berikut ini:Mengenal StrokeKetika mendengar kata stroke, Anda pasti sudah mengaitkan kondisi ini dengan keadaan tubuh yang kaku separuh hingga seluruhnya. Hal ini tidaklah salah, karena bahkan stroke ringan bisa menyebabkan kelumpuhan di anggota tubuh tertentu. Biasanya pada wajah, tangan, dan kaki.Lantas sebenarnya apa itu stroke?Stroke merupakan gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti pembekuan darah (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah dalam otak (hemoragik).Ketika terjadi stroke artinya ada penyumbatan darah, akhirnya otak kita tidak akan mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen. Hal ini kemudian akan menyebabkan sel-sel pada Sebagian area otak akan mati.Nah, kondisi ini akan menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Karenanya, umumnya Anda akan menemukan seorang penderita stroke akan mengalami kelumpuhan ringan pada sebagian tubuh mereka.Perlu Anda ingat, bahwa stroke adalah kondisi gawat darurat yang harus ditangani segera. Sebab sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit Ketika serangan terjadi.Dengan melakukan pendiagnosisan dan penanganan medis yang tepat dan cepat, maka Anda dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah adanya kemungkinan komplikasi.Jenis StrokeSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa serangan stroke ini terjadi karena adanya gangguan pada aliran darah ke otak karena kondisi medis tertentu. Nah, berdasarkan penyebab gangguan tersebut, berikut dua jenis stroke yang perlu Anda tahu:1. Stroke IskemikYang dimaksud dengan stroke iskemik adalah jenis serangan stroke yang terjadi saat aliran darah pada pembuluh arteri di dalam otak mengalami penyumbatan.Kondisi ini dapat terjadi karena adanya pembentukan gumpalan darah pada pembuluh darah organ lain dalam tubuh. Juga akibat penumpukan plak pada arteri, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengurangi volume aliran darah yang mengarah ke otak.2. Stroke HemoragikSementara itu, jenis stroke hemoragik merupakan serangan stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini sangatlah berbahaya dan perlu penanganan segera untuk mencegah dampak fatalnya pada penderita.Sebab, serangan stroke hemoragik ini akan mengancam fungsi otak karena menghambat atau membuat aliran oksigen pada arteri di otak akan terhenti.Penyebab StrokeMelihat bagaimana gawatnya stroke ini untuk penderitanya, Anda perlu mengetahui faktor penyebab terjadinya serangan stroke berikut:1. Stroke IskemikBeberapa kondisi yang memungkinkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah arteri di otak, serta menimbulkan serangan stroke iskemik antara lain:Kondisi atrial fibrilasi: dapat menyebabkan gumpalan di jantung, yang mampu bergerak maju menuju otak melalui aliran darah.Aterosklerosis: penumpukan plak pada dinding arteri, yang menyebabkan pembuluh arteri mengeras lalu menyempit, sehingga timbul penyumbatan. Selain itu, plak ini pun dapat pecak, yang kemudian akan terbawa dan bergerak menuju otak, kemudian menyebabkan terjadinya stroke iskemik ini.Gangguan pembuluh darah kecil: yang terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada pembuluh darah kecil di otak.2. Stroke HemoragikPecahnya pembuluh darah otak, yang mengakibatkan stroke hemoragik, dapat terjadi karena beberapa hal, seperti:Mengalami cedera kepala yang parah.Penggembung dinding pembuluh darah otak yang lemah, baik karena tekanan darah maupun factor kelainan sejak lahir.Mengalami atau mengidap hipertensi.Kelainan pada pembuluh darah yang menyebabkan banyak risiko pendarahan, seperti hemophilia.Mengidap tumor otakSerta efek samping konsumsi obat-obatan pengencer darah.Gejala StrokePada awal terjadi, stroke dapat memiliki gejala yang ringan, sehingga terkadang tidak begitu disadari oleh pengidapnya. Akan tetapi, bila gejala stroke ini diiringi dengan gejala lainnya dan terjadi secara berkepanjangan, maka Anda perlu lebih waspada dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.Agar Anda tidak salah mengenali, simak beberapa gejala awal yang secara umum sering dirasakan oleh penderita stroke:Sakit kepala, yang dalam kasus tertentu juga disertai dengan rasa mual dan ingin muntah.Sulit berbicara dan susah untuk memahami perkataan orang lain.Mengalami kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu.Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba, seperti mata buram atau gelap.Tips Penanganan StrokeUntuk mencegah komplikasi dan meminimalisir dampaknya, berikut ini tips penanganan stroke yang harus Anda pahami:1. Stroke IskemikPenanganan stroke iskemik perlu melalui prosedur pemeriksaan Kesehatan agar diperoleh diagnosis yang akurat. Bentuk pemeriksaan tersebut dapat berupa pemeriksaan fisik, kondisi tekanan darah, melakukan CT scan dan MRI, hingga Ekokardiogram.Setelah mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter akan memberikan arahan penanganan dan pengobatan yang efektif untuk mengatasi stroke iskemik. Misalnya dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu dan menerapkan prosedur endovascular.2. Stroke HemoragikSama halnya dengan stroke iskemik, Anda pun perlu melalui prosedur pemeriksaan kesehatan untuk memperoleh diagnosa yang akurat. Proses diagnosis ini dilakukan dengan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, tes darah lengkap, angiografi otak, dan pungsi lumbal.Selanjutnya, dokter akan menarik kesimpulan dari hasil pemeriksaan dan memberikan diagnosa, serta menyarankan penangannya. Dalam hal ini bisa dengan meresepkan obat kejang, pereda sakit kepala, pengontrol tekanan darah, hingga pembedahan dan terapi stroke hemoragik.Baca Juga: Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari SelengkapnyaCek Berkala Gejala Stroke di GranosticStroke pada awalnya, dapat memberikan gejala yang ringan dan cukup umum, sehingga membuat penderitanya tak sadar mengalaminya. Akan tetapi, tentu saja kondisi ini bisa bertambah buruk untuk bila tidak ditangani dengan segera dan tepat.Karenanya, penting untuk Anda melakukan cek kesehatan secara rutin dan utamanya bila merasakan adanya gejala stroke di Klinik Granostic.Mengapa Klinik Granostic?Sebab Klinik Granostic memiliki peralatan cek kesehatan lengkap dan termutakhir, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih mendetail dan akurat. Ditambah, ketika menjalani prosedur pengecekan ini, Anda tidak akan sendirian. Melainkan akan didampingi oleh tenaga kesehatan profesional dan dokter spesialis Klinik Granostic.Yuk, jaga kesehatan diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan rutin melakukan cek kesehatan di Klinik Granostic!
Yuk Cek Kesehatan Anak Secara Berkala di Granostic
Halo, Sobat Granostic! Memantau kesehatan anak tak hanya perlu Anda lakukan saat Si Kecil masih bayi hingga berusia di bawah lima tahun. Namun, cek kesehatan anak secara rutin di masa pertumbuhan juga sangatlah penting. Apalagi ada Klinik Granostic yang menawarkan berbagai layanan cek kesehatan anak terlengkap.Medical check up (MCU) merupakan serangkaian prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit kronis atau kesehatan seseorang sedini mungkin. Selama ini pemeriksaan Kesehatan ini umumnya dilakukan oleh orang dewasa atau orang tua saja. Padahal anak-anak pun membutuhkan pengecekan Kesehatan secara rutin juga, khususnya di masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.Terlebih pertumbuhan merupakan indikator penting yang menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Selain itu, prosedur MCU ini pun akan membantu memberikan sinyal peringatan pada orang tua ketika anaknya mengalami berat badan kurang atau lebih dari yang seharusnya.Nah, prosedur cek kesehatan anak ini sebenarnya cukup beragam, mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan sebagainya. Karenanya, saat memilih layanan kesehatan yang tepat, Anda pun harus mempertimbangkan kelengkapan pelayanan dan tenaga ahli yang ada.Menyadari hal ini, Klinik Granostic hadir sebagai penyedia layanan cek kesehatan anak terlengkap dengan tenaga medis ahli yang menemani Anda. Berikut ini langkah-langkah cek kesehatan anak di Klinik Granostic:1. Hubungi Granostic Untuk Membuat Janji TemuLangkah pertama melakukan untuk melakukan cek kesehatan di Klinik Granostic adalah dengan menghubungi customer service untuk membuat janji temu. Ketika menghubungi tim customer service Anda bisa meminta jadwal praktek dan profil dokter spesialis yang ingin Anda tuju. Anda dapat menyesuaikan kunjungan dengan jadwal praktek yang diberikan tersebut.Keuntungan melakukan cek kesehatan anak di Klinik Granostic adalah prosedurnya yang mudah. Misalnya, Anda dapat melakukan pendaftaran antrian atau membuat janji temu ini secara online. Hanya dengan klik tombol di bawah ini dan Anda akan terhubung dengan customer service Klinik Granostic!2. Diskusikan dengan Dokter Mengenai Kesehatan AnakSetelah melakukan penjadwalan, Anda dapat langsung mengunjungi klinik kami sesuai dengan janji temu yang dibuat. Bersama dokter kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai kondisi kesehatan anak Anda. Sebagai bagian dari konsultasi ini, dokter Klinik Granostic pun akan memberikan pertanyaan seputar gaya hidup anak, pola makan, dan kondisi kesehatan fisik Si Kecil.Usakahan untuk mendiskusikan aspek-aspek kesehatan anak ini secara rinci. Sehingga dokter dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan anak. Serta bagaimana upaya-upaya yang efisien dan efektif untuk meningkatkan kondisi kesehatan anak, serta mengoptimalkan masa pertumbuhan anak sesuai dengan keadaan mereka saat ini.Sebelum melakukan diskusi, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal yang akan mempermudah dokter untuk mendiagnosis dan menentukan penanganan yang tepat untuk anak, seperti:Keluhan dan gejala masalah Kesehatan yang dialami anakRiwayat penyakit anak dan anggota keluarga AndaRiwayat Kesehatan Ibu ketika hamilBagaimana Riwayat persalinan anak?Catatan kelengkapan imunisasi yang diberikan pada anakDaftar obat dan suplemen yang dikonsumsi anak, yang dapat menimbulkan alergi, dan sebagainyaSerta catatan perubahan tinggi dan berat badan anakSelain beberapa hal di atas, Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter anak secara langsung. Misalnya mengenai tips meningkatkan nafsu makan anak.3. Pemeriksaan FisikSetelah melakukan diskusi, cek kesehatan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Pada prosedur ini, dokter akan memeriksa kondisi fisik anak secara menyeluruh. Selain dapat mendeteksi adanya gejala penyakit yang tampak secara fisik, pemeriksaan fisik ini pun akan membantu menyimak bagaimana tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Berikut prosedur pemeriksaan kesehatan fisik anak di Klinik Granostic:Pemeriksaan tinggi badan anakPemeriksaan berat badan anakPemeriksaan berat massa tubuh anakTes kesehatan mata anakdan banyak lainnyaSetelah melakukan pemeriksaan fisik lengkap, dokter anak akan menyarankan pemeriksaan lanjutan yang lebih spesifik bila ditemukan gejala-gejala kesehatan tertentu yang tidak biasa. Sehingga diperoleh gambaran yang lebih jelas pada kondisi kesehatan Si Kecil.4. Tes LaboratoriumProsedur selanjutnya dalam cek Kesehatan anak di Klinik Granostic adalah pemeriksaan laboratorium. Jenis prosedur ini sangatlah penting, yang dilakukan dengan mengambil sampel tertentu dari tubuh anak. Tujuan dari pemeriksaan laboratorium ini adalah untuk mendeteksi berbagai kemungkinan adanya gangguan Kesehatan pada organ dalam tubuh anak. Beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan di Klinik Granostic antara lain:Pemeriksaan darah lengkapCek fesesTes urinPemeriksaan organ dalam tubuh anak, misalnya ginjal dan hatiPemeriksaan kadar kolesterol dengan tes profil lipidTes kadar gula darah anak dan banyak lainnya5. Konsultasi dan Diskusi dengan Dokter AnakAnda dapat memanfaatkan Waktu konsultasi ini semaksimal mungkin, dengan mendiskusikan aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebab tidak hanya memberikan penanganan medis pada anak-anak yang sakit, dokter anak Klinik Granostic pun dapat memberikan layanan Kesehatan untuk mencegah atau menurunkan risiko infeksi penyakit pada Si Kecil.Selain itu, dalam konsultasi kesehatan dokter anak Klinik Granostic pun akan memberitahu Anda mengenai bagaimana cara merawat anak selama sakit dan menjalani pengobatan. Juga memberikan arahan bagaimana cara memantau tumbuh kembang anak, serta menjaga kondisi fisik dan mental anak agar stabil.  Nah, Sobat Granostic, itu adalah lima langkah cek Kesehatan anak di Klinik Granostic bersama dokter spesialis kami. Mudah, bukan?Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan anak di Klinik Granostic. Kami menyediakan berbagai paket MCU anak yang lengkap, dan didampingi oleh tenaga ahli dan dokter spesialis anak yang profesional.Proses pemeriksaan ini akan dilakukan secara menyeluruh, dari ujung rambut hingga kaki. Sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang akurat dan lengkap, dan memberikan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat sasaran. Selain itu, pendaftaran konsultasi pun dapat dengan mudah Anda lakukan lewat klik tombol WhatsApp di pojok kiri bawah artikel ini. Pilih dokter praktek dan jadwal kunjungan yang paling pas dengan kebutuhan Anda serta Si Kecil.Selain itu, jika Si Kecil mengalami atau mengeluhkan gejala yang tidak biasa, segera kunjungi Klinik Granostic di Surabaya. Klinik Granostic ditenagai oleh dokter spesialis dan tenaga Kesehatan ahli, juga memiliki peralatan medis termutakhir, sehingga dapat memberikan tindakan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh anak.Mari Jaga Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil Bersama Klinik Granostic!Setelah prosedur cek kesehatan anak tersebut dilakukan, Anda dapat kembali mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama dengan dokter anak Klinik Granostic. Dokter anak Klinik Granostic akan memberikan diagnosis sesuai dengan hasil pemeriksaan. Serta memberikan saran penanganan dan perencanaan upaya pendukung tumbuh kembang anak sesuai dengan data tersebut.
Apa Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak Selama Liburan?
Libur akhir semester memang jadi momen paling menyenangkan untuk anak-anak, khususnya dengan menghabiskan waktu mereka untuk bermain. Supaya Si Kecil dapat menikmati waktu mereka dengan maksimal, sangat penting bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak selama liburan.Menjadwalkan perjalanan panjang, aktivitas luar ruangan yang penuh petualangan, serta kegiatan menarik lainnya sangat cocok untuk mengisi waktu libur anak. Rencana liburan bersama anak ini pun harus disiapkan dengan matang, termasuk yang berkaitan dengan masalah kesehatan anak.Ini karena kondisi fisik dan sistem imun anak tidak sematang orang dewasa. Karenanya, anak-anak pun akan rentan mengalami kelelahan dan lebih mudah terserang penyakit, seperti demam atau pilek.Selain itu, ada beberapa alasan penting lainnya terkait menjaga kesehatan anak selama liburan. Apa saja?1. Mencegah Penyakit dan InfeksiSelama pergi berlibur, khususnya keluar kota atau berkemah, memungkinkan anak-anak untuk beradaptasi di lingkungan baru. Sudah sepatutnya juga bahwa Anda pun memiliki kontrol yang rendah terkait kondisi lingkungan tempat tujuan berlibur Anda.Karenanya, sangat penting untuk memperhatikan bagaimana kondisi anak sebelum berangkat berlibur. Pastikan anak-anak dalam kondisi prima, sehingga tidak mudah tertular atau terinfeksi virus penyakit.Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang anak-anak antara lain:Demam, pilek, dan radang.BronkitisRespiratory syncytial virus (RSV)KonjungtivitisPolioSinusitisdan banyak lainnya.Meski anak-anak sudah mendapatkan berbagai imunisasi saat masih bayi dan dalam masa perkembangan, kebiasaan yang sehat dan gaya hidup yang bersih pun harus tetap dilakukan untuk menjaga kesehatan anak.Karena penyebaran virus dan bakteri ini sangat mudah terjadi apabila sistem imun anak lemah, serta hidup dengan kebiasaan tak higienis.2. Menjaga Kesehatan Mental dan EmosionalTak hanya memantau perkembangan dan kesehatan fisik anak saja, sebagai orang tua Anda pun bertanggung jawab terhadap stabilitas mental serta emosi anak. Karena sama seperti orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stres dan depresi.Pemicu stress pada anak pun cukup beragam, misalnya berada pada situasi yang baru, harus berpisah dengan orang tua, ada banyak keinginan yang tidak tercapai, beragam tuntutan dari orang tua, hingga aktivitas di sekolah yang kurang menyenangkan.Anda dapat menyimak kesehatan mental dan emosional anak ini dari perilaku mereka. Anak-anak yang merasa stress dan sedang emosional biasanya akan cenderung mudah marah, kesulitan tidur dan mengalami mimpi buruk, hingga mengalami ketakutan yang berlebihan.Dampak stres yang dialami anak-anak ini pun akan berimbas pada kondisi kesehatan mereka. Kondisi ini dapat merangsang perubahan respon imun, yang kemungkinan dapat berkembang menjadi penyakit imunologi.Sebab dalam sebuah penelitian yang sama, menyebutkan bahwa anak-anak yang tanggal dalam lingkungan dengan tekanan psikologis tinggi akan menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang rendah.Nah, Sobat, liburan memang bertujuan untuk membuat anak bergembira. Akan tetapi jangan sampai Anda salah langkah dalam mengatur strategi, yang justru membuat anak merasa tertekan dan terpaksa pada momen tersebut.Sebelum menyusun rencana liburan, Anda bisa bertanya atau mendiskusikan langsung dengan Si Kecil. Misalnya menanyakan mengenai destinasi wisata yang ingin mereka kunjungi, serta kegiatan apa saja yang ingin mereka lakukan selama liburan.Sebagai orang tua, Anda dapat mengatur kegiatan tersebut dengan aman, serta memastikan bahwa anak-anak tetap dapat mengembangkan pengetahuan dan kreativitas mereka selama berlibur.3. Membentuk Kebiasaan SehatSebagai bentuk menjaga kesehatan anak selama liburan lainnya, Anda bisa menerapkan dan mengajari anak-anak kebiasaan yang sehat.Kebiasaan sehat yang dapat Anda ajarkan pada anak ini mencakup banyak hal, seperti:Mengajarkan anak untuk tidak menyentuh mata sebelum mencuci tangan.Membiasakan selalu mencuci tangan saat hendak makan ataupun minum.Meminimalisir berbagi peralatan makan dengan teman mereka.Menggunakan tisu atau sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung saat bersin.Memberi tahu orang tua bila mereka merasa tidak enak badan.Membiasakan untuk tidur tepat waktu dan cukup.Rajin berolahraga dan tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk bermain gadget.Membiasakan sarapan dengan menu sehat dan tidak pilih-pilih makanan.Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya efektif untuk mencegah penularan penyakit. Namun juga membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak.4. Meningkatkan Energi dan Kesiapan BelajarPentingnya menjaga kesehatan anak selama liburan yang lainnya adalah dapat meningkatkan energi dan kesiapan untuk kembali belajar. Sebab, saat berlibur anak-anak akan kembali mengisi energi mereka dengan semangat baru.Apalagi bila Anda telah menjadwalkan rencana liburan yang menyenangkan, edukatif, serta memberikan pengalaman-pengalaman baru yang menarik minat anak.Misalnya dengan mengajak anak berkemah bersama di tepi pantai yang syahdu. Kegiatan ini akan membantu memberikan pengalaman baru pada anak, khususnya berkaitan dengan pengenalan alam.Anda pun dapat mencontohkan kerja sederhana dan kemampuan dasar yang harus dimiliki seseorang, seperti memasak bersama, saling bahu membahu untuk membangun tenda, dan banyak lainnya.Karena pengalaman yang menarik dan menyenangkan inilah, anak akan dapat menemukan kembali semangatnya ketika masuk sekolah. Mereka pun dapat membagikan pengalaman liburan bersama keluarga dengan teman-teman di sekolah.Medical Check Up Anak di Klinik GranosticNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apa saja pentingnya menjaga kesehatan anak saat liburan. Sudahkah Anda memeriksakan kesehatan anak sebelum berangkat berlibur bersama?Melakukan medical check up (MCU) sebelum pergi berlibur dapat membuat Anda memahami bagaimana kondisi kesehatan fisik dan psikologis anak. Dengan begitu, Anda bisa mengatur jadwal dan memilih kegiatan liburan yang cocok dengan kondisi anak, serta membuat acara liburan jadi lebih optimal.Anda dapat melakukan MCU untuk anak ini di Klinik Granostic. Kami menyediakan berbagai pelayanan kesehatan anak dan ibu yang lengkap, seperti:MCU untuk bayi lahir dengan rentang usia 3-5 hari.MCU untuk anak usia 1-3 tahun.Pemeriksaan kesehatan untuk anak usia 3-5 tahun.Serta pemeriksaan kesehatan untuk anak usia 12-18 tahun.Kami pun memiliki tenaga kesehatan ahli dan spesialis yang dapat membantu mendampingi Anda dalam proses pemeriksaan kesehatan anak. Termasuk dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, hingga dokter gizi.Selain itu, Klinik Granostic pun memiliki layanan Home Service yang dapat memudahkan Anda untuk terhubung dengan dokter spesialis kami, kapanpun dan dimanapun.Layanan Home Service ini memungkinkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter secara online di WhatsApp. Dokter kami akan menjawab keluhan Anda, melakukan pemeriksaan dengan wawancara dan bukti gambar (misal jika terjadi luka fisik), serta memberikan diagnosis yang akurat.Lewat layanan Home Service ini juga, dokter akan memberikan resep obat-obatan yang diperlukan. Serta memberikan arahan penanganan terhadap berbagai gejala atau masalah kesehatan lain yang anak rasakan selama liburan.Nah, Sobat Granostic, periksa dan konsultasi kesehatan bisa jadi lebih mudah dengan adanya layanan Home Service Klinik Granostic. Yuk, mulai konsultasi sekarang!
Apa Saja Contoh Aktivitas Anak Saat Liburan?
Menjelang liburan semester ini, apakah Sobat Granostic sudah merencanakan agenda liburan bersama anak? Atau justru masih bingung memilih contoh aktivitas seperti apa yang bisa menarik minat anak-anak saat liburan?Liburan sekolah merupakan momen yang paling dinantikan oleh anak-anak, setelah sibuk belajar dengan disiplin setiap hari. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajak anak-anak bermain, liburan, atau melakukan aktivitas menyenangkan Bersama.Tak hanya sebagai rekreasi, bermain Bersama anak juga dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial dan pengendalian diri pada anak, loh.Ada banyak contoh aktivitas menyenangkan dan menarik yang bisa Anda lakukan Bersama anak sepanjang liburan. Baik itu aktivitas di dalam maupun di luar rumah, berikut penjelasan lengkapnya:Aktivitas Luar RuanganBermain atau melakukan aktivitas di luar ruangan bersama anak dapat jadi salah satu alternatif rencana liburan yang Anda pilih. Sebab, ketika bermain di luar ruangan, anak-anak akan jadi lebih aktif dan suka berpetualang, melatih mereka untuk bersosialisasi secara natural, dan menumbuhkan kreativitas serta Imajinasi anak.Beberapa jenis aktivitas luar ruangan yang bisa Anda pilih antara lain:BerkemahMengajak anak untuk berkemah bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan dan baru untuk anak. Anda pun dapat memperkenalkan anak dengan alam, serta menyisipkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pelestarian lingkungan.Kegiatan ini pun dapat membuat rasa kebersamaan setiap anggota keluarga jadi semakin erat, mengasah kreativitas anak, juga menumbuhkan semangat petualangan mereka.BersepedaSifat anak-anak yang sangat aktif dan tak bisa diam akan sangat cocok dengan kegiatan luar ruangan satu ini. Ya, bersepeda bersama anak untuk mengisi liburan juga bisa Anda praktekkan bersama Si Kecil.Sambil bersepeda menyusuri taman atau kompleks perumahan, Anda dapat mengobrol dengan anak, memperkenalkan hal-hal baru yang mereka jumpai selama bersepeda.Selain itu, bersepeda pun memiliki banyak manfaat untuk anak, seperti membantu melatih fisik, keseimbangan, meningkatkan rasa percaya diri, bahkan bertemu dan membangun pertemanan baru.PiknikAktivitas luar ruangan lainnya yang bisa Anda coba untuk liburan anak adalah piknik. Kegiatan ini dapat mempererat hubungan orangtua dan anak, dengan cara duduk bersama, bermain, dan makan bersama.HikingSelain berkemah, Anda pun bisa menumbuhkan semangat petualangan dan memperkenalkan alam pada anak lewat hiking bersama. Kegiatan yang sangat bergantung pada olah fisik ini pun cocok untuk anak-anak yang aktif.Hiking juga memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak, termasuk pada kondisi kognitif, psikologis, dan kemampuan sosialisasi anak-anak.Namun untuk mulai hiking bersama anak ini, Anda harus menyiapkan segala sarana dan prasarana dengan seksama. Pilih jalur yang landai dan mudah untuk didaki anak, serta tidak terlalu berbahaya. Pastikan agar anak-anak merasa turut senang dan menikmati kegiatan hiking yang dilakukan bersama.Bermain di PantaiPantai pada dasarnya adalah destinasi wisata yang selalu jadi favorit keluarga Indonesia. Tak hanya memiliki pemandangan yang indah, hamparan pasir yang bersih dan luas ini pun dapat menjadi arena bermain anak-anak.Taman Hiburan atau Kebun BinatangSelanjutnya, Anda pun dapat mengajak anak-anak menghabiskan waktu liburan mereka di taman hiburan atau kebun binatang. Tak hanya dapat berpetualang dengan aman, anak-anak pun bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang binatang-binatang secara langsung.Aktivitas EdukatifSelain kegiatan di luar ruangan, Anda pun dapat mengisi liburan anak dengan berbagai aktivitas edukasi yang menyenangkan, seperti:Membaca BukuSobat Granostic, membaca buku bisa jadi aktivitas yang sangat penting untuk pertumbuhan anak. Khususnya dalam mempertajam kemampuan mereka dalam menganalisis bacaan, serta situasi-situasi tertentu yang dimunculkan dalam bacaan mereka.Agar membaca bersama ini terasa lebih menyenangkan, Anda bisa membuat kegiatan membaca nyaring bergantian dengan Si Kecil. Buat ekspresi-ekspresi yang unik, sesuai dengan karakter dalam buku bacaan agar anak tertarik.Anda juga dapat mengajak anak-anak berkunjung ke perpustakaan umum, menjelajahi toko buku, atau bertemu dengan teman-teman sebaya anak dan membicarakan buku kesukaan mereka bersama.Eksperimen SainsBelajar sains tak selalu membosankan, loh. Anda bisa menanamkan pemahaman yang sama pada Si Kecil dengan melakukan eksperimen-eksperimen ringan yang menyenangkan.Misalnya, membuat air mancur warna-warni dari botol bekas, mencampur warna untuk digunakan menggambar bersama anak, dan banyak lainnya.Mengunjungi MuseumMengunjungi museum dan menunjukkan barang-barang bersejarah pada anak juga bisa jadi aktivitas edukatif yang cocok dilakukan saat liburan. Apalagi di Indonesia sangat banyak museum yang bisa dikunjungi.Misalnya di Surabaya, Anda dapat mengunjungi Monumen Tugu Pahlawan, De Javasche Bank, Blockbuster Museum Surabaya, dan banyak lainnya. Sambil melihat koleksi-koleksi bersejarah di museum, Anda dapat menjelaskan nilai sejarah dengan narasi yang menarik agar anak-anak pun mau mendengarkan.Kelas OnlineMengikuti kelas online bersama anak pun bisa jadi pilihan aktivitas edukatif untuk liburan. Anda tak perlu mengikuti kelas yang terlalu serius, namun pilih kelas yang lebih santai dan bisa membantu anak-anak untuk bersenang-senang serta membentuk pertemanan baru.Kegiatan KreatifSelama liburan, Anda pun bisa mengajak anak-anak menghabiskan waktu bersama untuk melakukan kegiatan kreatif, seperti:Melukis dan MenggambarAnak-anak hampir selalu suka melukis atau menggambar. Anda bisa memanfaatkan sifat ini untuk mengasah kreativitas anak selama liburan, misalnya dengan memperkenalkan teknik menggambar yang baru, jenis-jenis alat lukis yang belum mereka tahu, dan sejenisnya. Sehingga anak-anak akan tertarik untuk bereksperimen menggunakan media dan alat baru yang belum mereka kenal sebelumnya.Kerajinan TanganKegiatan kreatif lainnya yang bisa dilakukan bersama anak adalah membuat kerajinan tangan bersama. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dan sesuaikan dengan minat anak. Misalnya membuat boneka dari kain bekas, membuat gundam dari kardus dan stik es krim, dan banyak lainnya.Menulis Cerita atau PuisiSelanjutnya, Anda pun dapat berkreasi bersama anak untuk menulis cerita atau puisi. Anda dapat menyesuaikan panjang dan tema kedua karya tersebut dengan kemampuan Si Kecil. Menulis cerita dan puisi bisa menjadi sarana yang ideal untuk membantu anak mengenali emosi mereka. Misalnya, Anda dapat membuat cerita atau puisi tentang hal yang mereka sukai dan tidak sukai. Setelah itu, Anda dapat mereaksi hasil karya mereka dengan memvalidasi emosi anak, atau memberikan edukasi mengenai suasana hati mereka tersebut.FotografiKalau anak Anda tipe yang suka sekali dengan hal-hal visual, mengasah kemampuan fotografi anak bisa jadi ide aktivitas liburan yang menarik. Anda dapat memperkenalkan pada anak-anak contoh-contoh hasil fotografi profesional, sesuai dengan minat mereka. Kemudian ajarkan bagaimana cara mengambil gambar sendiri dengan kamera atau ponsel. Setelah itu, Anda dapat mencetak foto tersebut bersama dan menyimpannya agar anak merasa bangga, serta sayang terhadap aktivitas tersebut.Aktivitas Fisik OlahragaLiburan sekolah yang panjang tentu tidak bisa dihabiskan dengan berlibur terus menerus, ya, Sobat. Karenanya, sebagai orang tua, Anda juga bisa menyiapkan rencana aktivitas yang menyenangkan selama di rumah, misalnya dengan berolahraga.Anda dapat mengajak anak untuk menari, melakukan yoga, workout ringan, lompat tali, hingga lempar tangkap bola di halaman rumah.Kegiatan SosialMelakukan kegiatan sosial bersama anak juga sangat baik untuk perkembangan emosi mereka. Kegiatan sosial pun akan memberikan pengalaman berarti untuk anak-anak, serta mengembangkan rasa empati mereka.Beberapa jenis kegiatan sosial yang bisa Anda lakukan bersama anak antara lain:- Ajak anak untuk bermain permainan dengan tema social.- Mengikuti kegiatan sosial yang melibatkan relawan.- Ajak anak untuk berbagi dengan sesama di kegiatan-kegiatan sosial.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apa saja contoh aktivitas anak di saat liburan yang bisa Anda coba. Selama berlibur, Anda pun harus tetap memperhatikan kesehatan dan kondisi fisik anak. Bila anak sakit selama liburan, Anda bisa langsung melakukan konsultasi secara online lewat layanan Home Service Klinik Granostic.Layanan Home Service ini membantu menghubungkan Anda dengan dokter spesialis anak profesional Klinik Granostic. Lewat layanan online ini, Anda dapat mengonsultasikan bagaimana kondisi anak, kemudian dokter akan memberikan diagnosis dan memberikan resep yang dapat Anda tebus di apotik mana saja.Yuk, lindungi kesehatan keluarga dan Si Kecil bersama Klinik Granostic!
Apakah Pencegahan Polio Bisa Dilakukan Saat Hamil?
Polio merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya untuk anak, sebab dapat menimbulkan kelumpuhan mendadak, kecacatan fisik, hingga kematian. Lantas apakah pencegahan polio ini bisa dilakukan saat hamil?Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan Buah Hati untuk dapat tumbuh dengan optimal selama kehamilan. Sehingga ketika pada masa melahirkan nanti, bayi akan sehat dan tidak mengalami kekurangan apapun.Akan tetapi, keberadaan polio menjadi momok tersendiri pada Ibu dan Buah Hati. Sebab, penyakit ini kerap menyerang bayi di bawah lima tahun (balita), serta memberikan dampak panjang pada kesehatan Buah Hati.Tak hanya itu, jika Ibu terserang polio di masa hamil muda, infeksi penyakit ini pun dapat mempengaruhi kesehatan janin, hingga dapat menyebabkan kelahiran prematur.Namun, apakah pencegahan polio ini dapat dilakukan sebelum hamil? Kalau iya, bagaimana prosedurnya?Jangan khawatir, Sobat Granostic, kita akan membahas secara lengkap seputar upaya pencegahan polio sejak hamil dalam ulasan berikut ini:1. Berkonsultasi dengan DokterLangkah yang paling penting dalam upaya pencegahan polio saat hamil adalah dengan rutin melakukan kunjungan prenatal, lalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.Terlebih untuk mencegah polio saat hamil, Anda tidak boleh sembarangan melakukan vaksinasi, Sobat. Sebab, ada kekhawatiran bahwa vaksinasi polio ini akan berpengaruh pada janin nantinya.Berdasarkan Food and Drug Administration (FDA), vaksin polio dikategorikan sebagai kelompok obat-obatan C. Artinya, obat ini telah diuji coba pada hewan dan memperlihatkan efek samping terhadap janin, meski belum ada studi terkontrol pada manusia.Meski begitu, penggunaan vaksin polio suntik maupun oral pada ibu hamil tidak begitu dianjurkan, kecuali faktor risiko tertular sangat tinggi. Seperti Ibu melakukan kontak langsung dengan pengidap polio, berkunjung ke daerah endemis, dan sebagainya.Karenanya, untuk melakukan diagnosis dan pengambilan langkah penanganan paling efektif, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter secara langsung. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, memeriksa riwayat kesehatan dan kontak terakhir dengan penderita polio.Kehamilan adalah momen istimewa yang memerlukan perhatian medis terbaik. Di Granostic Surabaya, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman serta dikenal karena pendekatannya yang hangat dan komunikatif.Bersama dokter kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai langkah pencegahan polio, termasuk jenis vaksinasi atau imunisasi apa yang aman Anda ambil di periode kehamilan.2. Hindari Daerah Endemik PolioSalah satu penyebab tingginya faktor risiko Ibu Hamil tertular polio adalah dengan melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya saat berkunjung ke daerah endemik polio.Sebelumnya, yang dimaksud dengan daerah endemik polio ini adalah daerah dimana penyakit polio telah mewabah dan masih memiliki kasus/penularan yang konstan. Karenanya faktor risiko untuk tertular penyakit polio di daerah endemik pun lebih besar.Virus polio sendiri dapat bertransmisi lewat jalur fecal-oral, yakni virus yang menempel pada feses dan mengontaminasi air/makanan, dan tak sengaja masuk ke tubuh lewat mulut.Selain itu, virus polio juga dapat menyebar lewat droplet saliva yang terjadi saat penderita batuk, bersin, atau ketika Anda tidak sengaja menggunakan alat makan yang sama dengan penderita.Nah, Sobat Granostic, sebagai upaya pencegahan maka akan lebih baik untuk menghindari daerah endemik polio. Terlebih ibu hamil pun tidak boleh sembarangan melakukan vaksinasi polio, karena kekhawatiran adanya efek samping pada janin.3. Kebersihan dan HigieneFaktor penularan polio yang paling besar adalah pada lingkungan yang kotor, karenanya sebagai pencegahan Anda perlu memastikan faktor kebersihan dan higiene.Kebersihan ini dapat Anda terapkan pada lingkungan tempat tinggal, sanitasi, hingga saat menyiapkan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.Virus polio sendiri dapat bertahan selama 3–6 minggu di dalam feses, yang juga dapat mengontaminasi saluran pembuangan air. Karenanya, rajin memperhatikan kebersihan lingkungan dan selalu menerapkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau minum juga perlu sebagai upaya pencegahan.4. Pencegahan Penyakit Menular LainnyaTubuh akan sangat rentan terkena serangan penyakit bila dalam kondisi lemah, misalnya karena infeksi penyakit menular lainnya. Hal ini karena daya tahan tubuh pun akan lebih lemah daripada saat Anda dalam kondisi sehat.Terdapat beberapa jenis infeksi menular yang dapat menyerang ibu hamil seperti cacar air, herpes genital, hepatitis, difteri, serta infeksi yang ditularkan dari binatang.Karenanya ibu pun perlu melakukan imunisasi-imunisasi khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta melindungi janin mereka dari infeksi berbagai virus dan bakteri yang membahayakan kesehatan. Entah saat janin masih dalam kandungan, ataupun saat menjelang proses persalinan.Selain melakukan imunisasi, Anda pun harus menerapkan gaya hidup sehat. Ibu dapat melakukan olahraga ringan, mengonsumsi makanan yang sehat, serta rutin meminum vitamin atau suplemen yang telah diberikan oleh dokter.5. Nutrisi dan Gaya Hidup SehatSeperti yang telah disinggung sebelumnya, menjaga Kesehatan diri dan menjaga sistem imun agar selalu kuat, adalah Langkah pencegahan polio saat hamil yang efektif untuk Anda.Gaya hidup sehat yang dimaksud ini adalah dengan menerapkan pola makan yang teratur, lengkap dengan menu bergizi. Seperti:Memenuhi kebutuhan protein, telur yang telah dimasak matang, dada ayam, serta kacang-kacangan.Makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.Sumber makanan yang kaya akan zat besi seperti brokoli dan kacang-kacangan.Lemak sehat dari ikan salmon yang dimasak matang, dan ikan laut lainnya yang bebas merkuri, serta buah alpukat.Makanan dengan kandungan asam folat yang tinggi, contohnya sayur bayam serta kuning telur.Anda pun harus menghindari gaya hidup yang tak sehat seperti merokok, minum-minuman beralkohol, minuman bersoda, dan makan makanan yang mentah.Rajin berolahraga ringan juga dapat membantu menjaga mood Ibu, serta membuat tubuh terasa lebih bugar. Olahraga ringan yang dimaksud dapat berupa yoga, senam, dan jalan santai di area sekitar rumah Anda.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apakah pencegahan polio bisa dilakukan saat hamil. Melalui langkah-langkah pencegahan di atas, pada dasarnya Anda pun dapat melindungi diri dan janin dari risiko tertular penyakit lainnya.Perlu diingat, bahwa sangat penting untuk terus berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda secara teratur. Hal ini membantu untuk melakukan pemantauan kesehatan ibu dan bayi, sejauh mana perkembangan anak, serta untuk mendeteksi dini adanya masalah pada kehamilan atau kesehatan ibu.Klinik Granostic menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk ibu hamil dan Buah Hati Anda. Bersama dengan dokter spesialis kandungan dan anak kami, Anda dapat mendiskusikan rencana kehamilan, upaya perawatan saat masa mengandung, hingga bagaimana membuat anak Anda tumbuh dengan optimal serta lahir dalam kondisi sehat.Selain itu, lewat layanan Home Service kami, Anda pun dapat melakukan konsultasi dengan dokter Klinik Granostic melalui pesan atau panggilan online. Dokter kami akan tetap melakukan pemeriksaan berdasarkan wawancara, meninjau pemeriksaan fisik terakhir, serta akan melakukan diagnosa dan memberikan saran penanganan untuk Anda.Yuk, jadwalkan konsultasi Anda dengan dokter spesialis kandungan Klinik Granostic dengan klik tombol berikut ini.Ditinjau Oleh:Dr. Aji Wibowo
Bagaimana Memantau Kesehatan Ibu Hamil Agar Bayi Terhindar Polio?
Polio merupakan penyakit menular yang kerap menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Penyakit ini menimbulkan kelumpuhan mendadak, hingga menyebabkan kematian pada anak. Tahukah Anda pencegahan penularan polio ini bisa dilakukan sejak ibu mengandung?Meski pada tahun 2014 Indonesia telah dinyatakan bebas dari polio oleh WHO, tidak lantas kasus polio hilang sama sekali. Kenyataannya hingga saat ini di beberapa wilayah Indonesia masih ditemukan kasus-kasus baru polio, meski tidak masif.Infeksi polio pada anak sangat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan hidup anak di masa mendatang. Sebab, dalam kasus berat, polio bisa menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan permanen pada anak.Tak hanya itu, setelah sembuh dari polio pun anak di masa mendatang akan merasakan gejala pasca polio. Gejala ini dapat muncul dalam 15–40 tahun sejak pertama kali anak terinfeksi polio.Namun, Sobat Granostic tak perlu panik. Karena Anda dapat mengupayakan agar bayi terhindar dari polio dengan rutin memantau kesehatan ibu hamil. Seperti apa caranya? Langsung simak penjelasan di bawah ini, ya!1. Imunisasi IbuAgar bayi terhindar dari polio, di samping memantau kesehatan dan kondisi ibu hamil secara berkala, Anda pun bisa mengambil imunisasi khusus ibu. Imunisasi ini tak hanya baik untuk diri ibu hamil sendiri, namun untuk menjaga Kesehatan Buah Hati yang masih berada dalam kandungan.Selain itu, imunisasi selama kehamilan juga dapat menjadi pertahanan pertama terhadap infeksi penyakit tertentu saat Si Kecil lahir. Karena imunisasi ini akan meningkatkan antibodi Ibu sehingga memberikan manfaat yang lebih baik pada penyaluran antibody ke jabang bayi Anda.Beberapa jenis imunisasi yang dianjurkan untuk Anda lakukan selama hamil:Pertusis aseluler (Tdap), yang dilakukan saat usia kehamilan Anda di rentang 27–36 minggu. Berguna untuk mencegah ibu dan Buah Hati Anda terhadap infeksi tetanus, difteri, pertussis.Difteri toksoid, membantu membangun sistem imun untuk melawan bakteri penyebab penyakit difteri.Pneumokokus, imunisasi ini umumnya direkomendasikan untuk ibu yang menderita penyakit ginjal dan diabetes. Sehingga baik Anda maupun Buah Hati memiliki perlindungan terhadap beberapa bentuk penyakit pneumonia.Meningokokus, dapat menghindarkan ibu hamil dan Buah Hati dari risiko terjadinya peradangan selaput pembungkus otak dan saraf tulang belakang.Hepatitis A, yang penting didapatkan ibu hamil sebanyak 2 kali dosis dengan Jarak pemberian antara 6-18 bulan.Hepatitis, imunisasi ini sangat penting untuk melindungi ibu hamil dan janin dari risiko sirosis hati sampai kanker hati.Tetanus toksoid, imunisasi ini penting untuk mencegah penyakit tetanus yang dapat membuat Buah Hati lahir dengan mengidap tetanus neonatorum.Kendati untuk menghalau polio perlu adanya vaksinasi, Anda tidak bisa mendapatkan vaksin polio selama kehamilan. Ini karena kedua jenis vaksin polio yang ada dapat menyebabkan efek tertentu pada janin Anda.2. Kunjungan PrenatalLangkah memantau kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari polio adalah rutin melakukan kunjungan prenatal. Pemeriksaan Kesehatan ibu hamil sangat penting untuk mendeteksi kondisi kehamilan, terutama apabila ada kecenderungan terjadinya kehamilan yang berisiko.Misalnya, ibu hamil telah terinfeksi polio sebelum kehamilan, maka seringnya kehamilan dapat bertahan hingga persalinan. Dengan catatan Ibu Hamil tidak memiliki riwayat penyulit lainnya.Sementara jika infeksi polio ini terjadi saat ibu hamil, terlebih saat hamil muda, maka sangat berisiko terjadi keguguran, persalinan, prematur akan lebih tinggi. Karenanya sangat penting untuk melakukan kontrol dan kunjungan prenatal secara rutin, agar Anda bisa mendapatkan arahan dan perawatan yang tepat berkaitan dengan kondisi kehamilan Anda.Selama hamil, Ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan berkala sebanyak 6 kali. Yakni 2 kali pemeriksaan di trimester pertama, 1 kali pemeriksaan di trimester kedua, dan 3 kali pemeriksaan di trimester ketiga.Anda dapat melakukan kunjungan prenatal dan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan di Klinik Granostic. Bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya. Dengan pendekatan ramah dan profesional, kami dapat memberikan anjuran dan penanganan yang tepat, sesuai dengan kondisi ibu hamil dan perkembangan janin Anda.3. Pemenuhan Nutrisi yang BaikMenjaga kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari serangan virus polio selanjutnya adalah dengan pemenuhan nutrisi yang baik. Ini karena, kesehatan ibu selama kehamilan sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin, proses persalinan, hingga pertumbuhan bayi di masa mendatang.Anda bisa memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dengan mempertimbangkan beberapa nutrisi berikut ini:Asam folat sebanyak 400 mcg per hari, dapat diperoleh dari bayam, brokoli, kubis, jeruk, stroberi, roti gandum, hati ayam atau sapi, dan telur.Protein dapat Anda peroleh dari kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, hingga susu dan berbagai produk olahannya.Serat, dapat Anda peroleh dari berbagai jenis sayuran dan biji-bijian utuh, seperti tomat, kentang, brokoli, apel, jeruk, oatmeal, dan beras merah.Kalsium, beberapa contoh makanan dengan kandungan kalsium adalah susu, yoghurt, keju, tahu, kacang almond, dan brokoli.Lemak sehat, dapat Anda peroleh dari alpukat, minyak zaitun, keju, telur, kacang-kacangan, dan ikan rendah merkuri.4. Kebersihan dan HigienisLangkah selanjutnya untuk memantau kesehatan ibu hamil agar bayi tidak terkena polio adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini karena virus polio mudah tertransmisi lewat lingkungan yang kotor dan tercemar.Pastikan Ibu Hamil mendapatkan dan menggunakan air yang bersih, baik untuk sanitasi maupun untuk dikonsumsi. Selain itu terapkan juga untuk membiasakan mencuci tangan sebelum makan ataupun minum.5. Hindari Kontak dengan PenyakitVirus polio pun dapat ditularkan lewat kontak dengan penderitanya, baik itu kontak langsung maupun tak langsung. Kontak langsung ini bisa terjadi lewat droplet saliva, bertukar makanan, dan banyak lainnya.Karena saat hamil Anda tidak bisa mendapatkan vaksin polio, sebaiknya pastikan Anda beraktivitas di lingkungan yang bebas polio. Sebab, penularan polio selama hamil dapat memberikan dampak yang buruk untuk perkembangan janin, menyebabkan keguguran, hingga lahir prematur.6. Kebersihan LingkunganMenjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting dalam mencegah penularan penyakit polio selama kehamilan. Ini karena virus polio lebih mudah ditularkan di lingkungan yang kotor, misalnya lewat air yang tercemar oleh kotoran atau feses dari pengidap polio.Virus polio sendiri dapat bertahan lama di feses, yakni 3–6 minggu. Sehingga ketika Anda mencuci makanan dari air sungai yang sama, atau menggunakannya untuk kegiatan sanitasi, pun dapat menjadi faktor penularan dari virus polio itu sendiri.7. Dukungan Emosional dan FisikIngat, Sobat Granostic, hamil, melahirkan, dan membesarkan anak bukanlah tugas ibu hamil seorang. Perlu dukungan dari orang sekitar, utamanya pasangan untuk membuat proses kehamilan ibu berjalan dengan mudah hingga sehat sampai proses persalinan.Ibu harus melewati banyak hal, termasuk menyuntikkan berbagai imunisasi, mengatur pola makan mereka dengan baik, dan harus selalu siaga terhadap perubahan kecil dalam tubuhnya selama proses kehamilan. Tentu dalam proses itu, Ibu membutuhkan dukungan emosional dan fisik. Apalagi, stres pun bisa menyebabkan daya tahan tubuh ibu menurun dan lebih rentan untuk terserang virus penyakit.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai bagaimana memantau kesehatan ibu hamil agar bayi terhindar dari polio. Apakah Anda sudah siap untuk menjalankannya selama kehamilan?Semua langkah di atas akan terasa berat bila Anda melakukannya seorang diri. Perlu adanya dukungan dari lingkungan dan pasangan agar Anda bisa melewati masa penuh makna ini dengan baik. Karenanya, Klinik Granostic hadir sebagai partner prenatal life terbaik untuk Ibu Hamil dan Buah Hati. Bersama tenaga ahli kami, Anda bisa mendapatkan pelayanan yang lengkap, nyaman dan ramah, juga mudah. Dokter spesialis kandungan dan anak Klinik Granostic akan membantu mengiringi perjalanan Anda, sejak Si Buah Hati dalam kandungan hingga melewati masa pertumbuhannya.Tak hanya itu, dengan layanan Home Service Klinik Granostic, Anda dapat menjangkau dokter spesialis kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya. Yap! Hanya dengan satu klik, Anda akan langsung terhubung secara online bersama dokter-dokter Klinik Granostic.Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan seputar kehamilan dan anak di Klinik Granostic, Anda bisa tanya-tanya tim kami dengan klik tombol berikut, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji Wibowo
Dimana Tempat Konsultasi Gizi Untuk Anak?
Memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi pada anak sangatlah penting, utamanya dalam masa pertumbuhan. Akan tetapi tak jarang juga orang tua menemui kendala anak susah makan, yang mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti malnutrisi. Karenanya konsultasi dengan ahli gizi anak dapat menjadi solusi yang ideal.Keberadaan dokter spesialis anak dan ahli gizi dapat membantu mengatasi masalah pertumbuhan serta kesehatan anak, terkait dengan asupan gizi mereka. Sebab ada banyak masalah kesehatan yang dapat terjadi ketika anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Seperti terjadinya stunting, malnutrisi (kurang gizi), berat badan berlebihan (obesitas), hingga masalah komplikasi lainnya jika tidak ditangani dengan tepat.Bersama dokter gizi pula Anda dapat melakukan konseling untuk menilai kebutuhan gizi, mengembangkan rencana dukungan gizi paling sesuai, hingga memantau status gizi Si Kecil. Lantas dimana sih tempat konsultasi gizi untuk anak yang profesional dan berkualitas? Simak ulasan lengkap di bawah ini untuk tahu jawabannya, ya, Sobat!1. Puskesmas Layanan GiziTempat konsultasi gizi untuk anak pertama yang bisa Anda coba adalah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di tempat tinggal Anda. Kini Puskesmas memiliki layanan kesehatan yang lebih lengkap, tak hanya menangani masalah kesehatan secara umum, namun juga fokus menangani masalah ibu hamil dan perkembangan anak.Pelayanan konsultasi gizi adalah salah satu dari pengembangan layanan kesehatan tersebut. Bersama dokter spesialis dan bidan, Anda pun dapat mengonsultasikan kondisi anak dan melakukan pemeriksaan fisik anak.Selain itu, program gizi yang ditawarkan di Puskesmas pun umumnya cukup lengkap, seperti:Konseling gizi ibu hamil,Konseling gizi balita,Konseling gizi catenKonseling gizi PTM,dan Pemeriksaan Dokter Spesialis Anak bagi balita malnutrisi.2. Rumah Sakit (Departemen Gizi)Selain di Puskesmas, Anda pun dapat melakukan konsultasi dengan ahli gizi untuk anak di Rumah Sakit, khususnya di departemen gizi.Bersama dengan dokter spesialis anak dan ahli gizi di Rumah Sakit, akan dilakukan pemeriksaan tanda-tanda berat badan kurang pada anak, memeriksa data pertumbuhan, menyelidiki asupan nutrisi anak, hingga melakukan pemeriksaan fisik lengkap.Selain itu, Anda pun dapat meminta saran bagaimana cara mengatur pola makan dan menu diet sehat yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan kesehatan anak. Sehingga strategi pendampingan pertumbuhan anak yang Anda lakukan pun akan berjalan optimal.3. Klinik Kesehatan (Dokter Anak)Klinik kesehatan juga dapat menjadi rujukan bagi Anda yang mencari dimana tempat konsultasi gizi anak yang tepat. Anda dapat memilih klinik yang menyediakan pelayanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap, serta mempunyai tenaga medis dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidang tersebut.Klinik Granostic dapat menjawab kebutuhan Anda akan tempat konsultasi gizi anak terpercaya tersebut. Sebab, kami memiliki staf dokter spesialis anak yang dapat membantu Anda untuk mengenali lebih baik bagaimana status gizi anak dan laju tumbuh kembang Si Kecil.Tak hanya itu, Klinik Granostic pun menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap. Bersama staf kesehatan berpengalaman kami, pemeriksaan kesehatan ini akan dilakukan secara menyeluruh sehingga mendapatkan hasil yang akurat.Dokter spesialis anak akan melakukan analisis dan diagnosis sesuai hasil pemeriksaan. Kemudian merencanakan dukungan gizi yang sesuai, juga dapat memantau status gizi anak Anda dengan seksama.Dengan perencanaan yang dipersonalisasikan sesuai dengan kebutuhan anak Anda ini, maka perawatan dan upaya-upaya untuk meningkatkan kesehatan anak pun akan lebih optimal.Selain itu, kami pun memahami bahwa memilih tempat konsultasi kesehatan dan gizi anak terbilang gampang-gampang-susah. Anda harus mempertimbangkan jarak tempuh, aksesibilitas atau jam layanan, kelengkapan pemeriksaan, hingga bagaimana reputasi dokter spesialis yang dituju.Karenanya, Klinik Granostic berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan terlengkap untuk menjawab kebutuhan Anda tersebut.Untuk mulai konsultasi dengan dokter spesialis anak Klinik Granostic, Anda bisa langsung klik tombol di bawah ini.4. Praktik Pribadi Ahli GiziTak hanya ke Puskesmas, Rumah Sakit, ataupun klinik kesehatan, Anda pun bisa langsung berkonsultasi dengan ahli gizi lewat praktik pribadi. Pilihan ini bisa cukup ideal untuk Anda yang ingin melakukan tipe perawatan yang lebih personal, namun pada dasarnya jenis konsultasi gizi yang diberikan pun akan sama saja.Tempat praktek pribadi ahli gizi pun cukup variatif, ada yang membuka praktek pribadi di rumah mereka, bergabung dengan klinik atau layanan kesehatan, dan banyak lainnya. Anda dapat memilih tempat yang paling cocok untuk Anda, atau menyesuaikannya dengan keterjangkauan dari tempat tinggal Anda.Keunggulan lainnya ketika periksa atau konsultasi ke praktik pribadi ahli gizi adalah Anda dapat menyimak bagaimana reputasi dokter yang dituju. Serta lebih mudah menilai pelayanan sang dokter secara pribadi, terlepas dari reputasi klinik atau Rumah Sakit.Anda pun bisa mempertimbangkan rasa nyaman anak dalam memilih tempat konsultasi ini. Sehingga dapat mempermudah bila ada kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan dengan segara.5. Aplikasi dan Platform Kesehatan DigitalDengan perkembangan teknologi saat ini, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan tidak hanya bisa dilakukan secara tatap muka. Anda pun bisa melakukan konsultasi kesehatan lewat aplikasi atau platform kesehatan digital.Bahkan, Anda dapat memilih jenis layanan kesehatan apa yang diinginkan, dokter dengan deskripsi pendidikan, lama menjalani profesi tersebut, dan banyak lainnya.Begitupun saat akan menentukan dokter spesialis anak dan ahli gizi. Anda dapat memilih bidang keahlian mereka secara spesifik, lalu Anda pun dapat menjadwalkan konsultasi online tersebut sesuai dengan jadwal pribadi Anda. Menarik, bukan?Adanya aplikasi dan platform kesehatan digital ini pun akan semakin mempermudah akses Anda, kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkan konsultasi masalah gizi dan kesehatan anak.Nah, Sobat Granostic, klinik kami pun memiliki layanan kesehatan online yang juga dapat memenuhi kebutuhan konsultasi kesehatan anak dari manapun dan kapanpun. Layanan tersebut bernama Home Service.Melalui layanan ini, Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis anak Klinik Granostic dan melakukan konsultasi secara online, lewat WhatsApp. Anda dapat mendiskusikan masalah kesehatan anak, pola konsumsi dan berbagai problem terkait dengan tumbuh kembang Si Kecil lewat telpon atau pesan.Dokter spesialis anak kami pun akan memberikan diagnosa, arahan penanganan pertama pada masalah tersebut, hingga memberikan resep bila diperlukan. Namun bila memang terjadi masalah yang cukup serius, dokter dapat menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara langsung di Klinik Granostic.Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Klinik Granostic pun sangat lengkap, meliputi:Pemeriksaan fisik anak, dari kepala hingga ujung kaki.Pemeriksaan tanda-tanda vital pada anakPemeriksaan imunisasi sesuai dengan kebutuhan anakPemeriksaan pendengaran dan penglihatanPemeriksaan laboratorium.Yuk, Sobat Granostic, pantau perkembangan anak dan status gizi Si Kecil bersama dokter spesialis anak di Klinik Granostic!
Yuk Ketahui Makanan Bergizi Untuk Anak
Orang tua mana yang tak ingin melihat anaknya mengonsumsi makanan sehat dan tumbuh dengan optimal? Kita semua berada di kapal yang sama! Tetapi tahukah Anda zat gizi dan makanan sehat apa saja yang dibutuhkan anak? Serta berapa porsi tepatnya? Mari kita simak jawabannya dalam artikel ini.Melengkapi kebutuhan nutrisi untuk anak-anak pada dasarnya sama dengan orang dewasa. Setiap orang membutuhkan vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak. Semua zat ini kemudian dapat diperoleh dari makanan yang bergizi tinggi.Dengan memberikan gizi seimbang pada anak, tubuh Si Kecil akan lebih sehat, fisik mereka jadi lebih aktif dan kuat, serta memiliki semangat dan ceria dalam beraktivitas.Sebaliknya, jika anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, hal ini akan mempengaruhi Kesehatan fisik dan menghambat pertumbuhan mereka. Anak-anak pun rentan terkena stunting, kurus, dan obesitas.Nah, Sobat Granostic, tentu saja sebagai orang tua kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Karenanya, dalam artikel kali ini kita akan membahas apa saja makanan bergizi dan kaya nutrisi yang baik untuk anak. Happy reading, Parents!1. Buah-buahan dan SayuranKetika membicarakan makanan sehat dan bergizi, buah-buahan dan sayuran segar pasti langsung terlintas di pikiran Anda. Well, voila! Memang benar bahwa sumber pangan ini masuk dalam list makanan bergizi dan menyehatkan untuk anak.Mengapa begitu? Berikut penjelasan lengkapnya:Buah-buahanBuah-buahan mengandung vitamin, mineral, serat, bahkan lemak sehat yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh anak. Beberapa vitamin penting yang dapat diperoleh dari buah-buahan segar adalah vitamin C, vitamin E, vitamin B1/B/B6, dan banyak lainnya. Tak hanya itu, buah juga memiliki rasa manis yang khas, ada yang manis, masam, atau bahkan kombinasi keduanya. Tekstur buah-buahan pun sangat beragam dengan warna-warna yang mencolok. Anda dapat menyajikan hidangan atau cemilan sehat dari buah-buahan dengan tampilan menarik, yang dapat menggugah selera anak.SayuranSama halnya dengan buah-buahan, sayuran pun sangat kaya akan serat, mineral, dan vitamin, yang baik untuk perkembangan serta kesehatan tubuh anak. Jenis sayuran hijau dengan warna yang sangat mencolok, seperti brokoli, bahkan mengandung antioksidan yang tinggi. Sementara sayuran seperti wortel, tomat, dan paprika juga mengandung beta karoten tinggi.Beta karoten dalam sayur-sayuran ini pun jika diubah sebagai vitamin A, akan menjaga permukaan mata atau kornea anak tetap sehat dan lembap. Kekurangan vitamin A sering kali menyebabkan mata kering, yang semakin lama dapat menyebabkan penglihatan semakin berkurang. Selain itu, asupan serat dalam buah dan sayur pun akan membantu menjaga kesehatan pencernaan anak serta menjaga agar mereka tidak mengalami obesitas.2. ProteinSelain buah dan sayur yang kaya akan vitamin, mineral, juga serat. Anda pun dapat memenuhi kebutuhan gizi anak dengan menyajikan hidangan yang kaya protein. Protein ini tak hanya berbentuk daging, namun banyak sumbernya, seperti penjelasan di bawah ini:DagingDaging merupakan sumber protein dan zat besi yang sangat baik untuk anak. Zat besi dapat membantu mengoptimalkan perkembangan dan fungsi otak, serta mendukung system kekebalan tubuh. Selain itu, dalam daging juga terdapat kandungan omega 3 yang membantu memastikan organ tubuh anak berfungsi dengan baik.TelurTelur juga bisa jadi sumber protein yang baik untuk anak, yang mengandung 35% protein. Selain itu, dalam telur pun mengandung gizi lengkap seperti vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan mata dan nutrisi otak anak. Telur pun termasuk makanan yang gampang disukai anak-anak dan mudah untuk orang tua olah. Anda bisa merebusnya, menggoreng, atau dijadikan scramble.Kacang-kacangan dan Biji-bijianTak hanya sumber-sumber hewani, protein pun dapat Anda peroleh dari makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Misalnya kacang almond, kacang kedelai, dan banyak lainnya. Tak hanya memiliki kandungan protein yang tinggi, kacang juga memiliki nutrisi penting seperti vitamin E, magnesium, mangan, dan serat. Teksturnya yang renyah dan rasa gurih alaminya, membuat kacang-kacangan bisa memberikan variasi makanan yang lezat untuk anak.Produk SusuSusu dan produk-produk olahannya juga bisa jadi alternatif sumber protein yang Anda berikan untuk Si Kecil. Khusus untuk produk olahan, baiknya Anda memperhatikan seberapa banyak kandungan gula dalam produk-produk tersebut. Jangan hanya menggantungkan label “susu” dalam kemasan, ya, Sobat Granostic. Anda pun dapat memilih jenis susu segar dan sehat yang cocok dengan selera Si Kecil, seperti susu sapi, ataukah susu almond dan susu kedelai. 3. KarbohidratSebagai sumber energi, Anda pun perlu memenuhi kebutuhan karbohidrat kompleks pada menu makanan gizi seimbang untuk anak. Karbohidrat kompleks ini dapat Anda peroleh dari beberapa makanan berikut ini:Biji-bijian UtuhBiji-bijian utuh seperti gandum, kedelai, beras merah, hingga sorgum mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk anak. Karbohidrat kompleks akan lebih lama dicerna, sehingga dapat memberikan cadangan energi yang lebih banyak untuk anak-anak.Kentang dan Ubi JalarKentang dan ubi jalar pun bisa jadi salah satu alternatif sumber karbohidrat komplek yang dapat Anda berikan pada anak. Keduanya pun memiliki kandungan vitamin, mineral, dan beta karoten (pada ubi jalar), serta tekstur yang mengenyangkan untuk anak. 4. Lemak SehatLemak sehat dapat Anda penuhi dari sumber-sumber nabati dan hewani (dari ikan). Jenis nutrisi ini pun sangat penting untuk menunjang proses pertumbuhan anak.Beberapa jenis lemak nabati atau sehat yang dapat Anda hidangkan untuk anak adalah:Minyak ZaitunMinyak zaitun termasuk sumber lemak nabati yang bisa Anda campurkan dalam diet sehat untuk anak. Selain itu, minyak alami ini pun mempunyai kandungan asam oleat, yakni asam lemak yang memiliki sifat antiinflamasi. Ada banyak manfaat Kesehatan yang bisa diperoleh dari minyak zaitun, seperti Kesehatan jantung, menjaga gula darah agar normal, dan memastikan berat badan ideal.AlpukatTelah kita singgung sebelumnya, bahwa alpukat mengandung lemak sehat dan serat tinggi. Buah dengan tekstur yang lembut ini mengandung sekitar 80 persen lemak sehat, yang sangat baik untuk pertumbuhan anak. Selain itu alpukat pun mengandung potasium yang dapat bekerja sebagai antioksidan. Karenanya buah berwarna hijau ini pun dapat menjaga kesehatan pencernaan anak, merawat kesehatan jantung, dan menjaga berat badan tetap ideal.Ikan BerlemakSelanjutnya Anda pun dapat memperoleh kandungan lemak sehat dari ikan berlemak. Ikan tuna, salmon, sarden, atau makarel mengandung banyak lemak omega 3 yang sangat baik untuk jantung. Lemak ini berperan penting dalam menjaga fungsi otak anak.5. Produk SusuProduk susu mengandung banyak protein, kalsium, dan vitamin yang sangat baik untuk pertumbuhan anak. Beberapa jenis produk olahan dari susu adalah:Susu dan YogurtSusu dan yogurt bisa Anda pilih serta hidangkan untuk camilan sehat anak. Keduanya pun mengandung mineral, seperti kalsium dan kalium, yang baik untuk menjaga kesehatan tulang anak.KejuRasanya yang cenderung gurih dan asing dapat membuat anak-anak tertarik untuk mengonsumsi keju. Tak hanya itu, keju pun mengandung sejumlah nutrisi seperti protein, lemak, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D, yang baik untuk menunjang pertumbuhan anak.6. Minuman yang SehatTak hanya sumber pangan, Anda pun bisa memilih minuman sehat untuk melengkapi menu diet bergizi tinggi dan seimbang untuk anak. Beberapa jenis minuman sehat untuk anak tersebut adalah:Air PutihAir putih adalah sumber cairan yang sangat penting untuk dikonsumsi anak setiap hari. Minuman ini tidak mengandung kalori, gula, maupun lemak. Air putih dapat membantu menjaga tubuh anak agar tetap terhidrasi, menjaga kelembapan kulit, serta merawat Kesehatan saluran pencernaan anak. Tak hanya itu, air putih pun dapat membantu membersihkan fungsi organ tubuh, seperti ginjal dan saluran kemih pada anak.SusuSelanjutnya, susu juga termasuk minuman yang baik untuk anak. Anda bisa menyajikan susu ini di pagi ataupun malam hari.Susu mengandung protein, kalsium, dan vitamin D yang penting untuk proses tumbuh kembang anak-anak Anda. Namun, Anda pun harus lebih selektif untuk memilih susu yang pas dan sehat untuk anak. Anda dapat memilih susu rendah lemak, yang mengandung lebih banyak vitamin dan mineral.Jus Buah Tanpa Gula TambahanJus buah segar pun dapat jadi alternatif minuman sehat untuk anak, tapi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya, ya Sobat. Membuat jus dari buah pun bisa membantu anak untuk lebih mudah menerima berbagai jenis olahan sayur dan buah. Selain itu, jus buah pun dapat memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat.Nah, Sobat Granostic, itu adalah berbagai jenis makanan bergizi tinggi yang dapat Anda hidangkan sebagai diet sehat anak. Namun, bagaimana porsi seimbang dan tepat untuk anak-anak?Demi menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengenali dulu kondisi tubuh Si Kecil dan kebutuhan energi harian mereka. Karenanya, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi Klinik Granostic untuk mendiskusikan kebutuhan gizi yang tepat untuk anak, serta porsi seimbang yang baik demi mendukung tumbuh kembang Si Kecil.Konsultasi bersama ahli gizi Klinik Granostic dapat Anda lakukan secara langsung dengan berkunjung ke klinik kami di Surabaya. Atau dapat juga lewat layanan Home Service, konsultasi online bersama ahli gizi Klinik Granostic.Yuk, Sobat Granostic, pahami kebutuhan nutrisi untuk anak dan pastikan Anda memberikan makanan bergizi seimbang dengan porsi tepat bersama Klinik Granostic!
Apa Saja Solusi Anak Susah Makan?
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, anak sering kali susah makan. Hal ini tentunya membuat orang tua khawatir, lantas apa saja solusi menghadapi anak susah makan?Semua orang tua pasti pernah menghadapi fase dimana anak-anak mereka susah bahkan tidak mau makan. Tentu saja hal ini akan membuat para orang tua merasa frustasi dan stres.Namun, yang perlu dipahami adalah penyebab anak susah makan ini sangat beragam. Mulai dari faktor-faktor medis, berkaitan dengan masa tumbuh kembang anak, serta perubahan selera makan yang normal.Berikut ini beberapa solusi yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi anak susah makan. Apa saja?1. Konsultasi dengan Dokter AnakLangkah pertama dalam solusi anak susah makan adalah dengan melakukan konsultasi bersama dokter anak. Hal ini sangat penting untuk mengidentifikasi sebab utama anak Anda mengalami penurunan nafsu makan.Selain menanyakan langsung pada anak mengapa mereka menolak makanan tertentu, atau sulit untuk diajak makan. Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuh Si Kecil.Karena ada banyak kemungkinan yang menyebabkan anak-anak kehilangan nafsu makan mereka, salah satunya berkaitan dengan kondisi medis. Misalnya anak-anak merasakan rasa tidak nyaman di pencernaan mereka, merasa sakit, hingga mengalami trauma psikologis yang berkaitan dengan kegiatan makan.Mengetahui alasan anak tidak mau makan sangat penting dalam upaya mengatasinya. Sebab cara yang akan Anda gunakan nanti juga akan lebih efisien, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.Konsultasi bersama dokter anak ini dapat Anda lakukan di Klinik Granostic, loh. Baik konsultasi langsung di klinik kesehatan kami, maupun berkonsultasi secara online lewat layanan Home Service.Dokter spesialis anak kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh, wawancara bersama Si Kecil, hingga memberikan diagnosa sesuai hasil pemeriksaan.Anda pun dapat mendiskusikan perihal penanganan anak tidak mau makan ini sesuai dengan hasil pemeriksaan. Dokter Klinik Granostic pun akan memberikan saran dan tips mengembalikan nafsu makan anak dengan tepat dan efektif.2. Buatlah jadwal makan yang teraturSetelah mengetahui penyebab anak tak mau makan dan menemukan langkah yang tepat untuk mengatasinya, Anda bisa membuat jadwal makan yang teratur. Tujuannya untuk memunculkan kebiasaan makan teratur sebanyak tiga kali sehari pada anak-anak.Selain makanan utama, Anda pun dapat menyelingi jadwal makan ini dengan snack untuk meningkatkan nafsu makan mereka.Agar lebih efektif, usahakan untuk tidak membiarkan anak makan sendiri, Anda dapat membangun komunikasi yang hangat dan menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan Bersama.3. Hindari memaksa anak untuk makanMelihat anak yang terus-terusan menolak makan, Anda pasti mudah stres dan lelah. Akan tetapi memaksa anak untuk makan dengan tegas disertai mengomel, bukanlah jawaban dari masalah ini.Sebab Ketika Anda menekan Si Kecil untuk makan, suasana hati mereka bisa memburuk. Hal ini juga akan membuat selera makan anak menjadi hilang. Tak hanya itu, anak-anak pun akan terus mengingat bahwa kegiatan makan ini sebagai sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan. Akhirnya justru akan membuat anak tidak akan terlalu bersemangat untuk makan.4. Tawarkan berbagai jenis makanan yang menarik dan sehat.Bosan dengan makanan yang itu-itu saja bisa jadi alasan anak tidak tertarik untuk makan. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menawarkan berbagai jenis makanan yang menarik dan sehat.Membuat makanan lebih menarik ini tidak selalu berkaitan dengan bahan-bahan yang mahal. Melainkan Anda dapat memilih resep-resep yang selaras dengan selera anak, hingga menyajikan makanan dengan bentuk atau tampilan visual yang menarik.Namun baiknya Anda menghindari memberikan anak-anak terlalu banyak cemilan kemasan yang gurih, asin, atau manis. Karena makanan-makanan ini akan membuat anak-anak ketagihan, yang kemudian justru membuat mereka lupa dan tidak berminat untuk makan makanan bergizi lengkap.Anda bisa mengenalkan anak dengan cemilan sehat dari olahan buah-buahan, masakan sendiri dan melibatkan anak dalam proses pembuatannya. Hal ini akan memberikan pengalaman baru untuk anak-anak juga.5. Mulailah dengan porsi kecil Tak harus dalam porsi yang besar, Anda bisa mengembalikan nafsu makan anak sedikit demi sedikit. Sebab tak jarang juga anak-anak menolak makan bukan karena mereka tidak mau makan. Akan tetapi karena mereka tidak sanggup memakan semua makanan yang da di piringnya.Harus diingat, bahwa anak-anak tidak membutuhkan makanan sebanyak orang dewasa. Karenanya Ketika ANda menaruh porsi terlalu besar di piring, bisa jadi anak akan merasa kewalahan dan tidak akan menghabiskannya.6. Membatasi Camilan dan Minuman ManisTelah kita singgung sebelumnya, bahwa memberikan camilan pada jadwal makan anak bisa jadi pemantik nafsu makan yang efektif. Dengan catatan, cemilan ini haruslah sehat dan tidak mengandung banyak gula.Cemilan dan minuman manis yang adiktif akan membuat anak-anak jadi lebih suka nyemil daripada makan. Terlalu sering makan cemilan dan minuman manis pun akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan Si Kecil.Misalnya dapat meningkatkan risiko anak-anak terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, di usia mereka yang masih belia.Anda dapat memberikan asupan yang manis-manis ini dari sumber pangan alami, seperti buah semangka, pisang, buah jambu, dan banyak lainnya. Buah-buahan pun dapat Anda olah menjadi jus, campuran cake, dan jelly yang menyenangkan untuk anak konsumsi.7. Tunjukkan kebiasaan makan yang sehatTak hanya menerapkan aturan makan sehat ini untuk anak, sebagai orang tua Anda pun harus dapat menjadi panutan yang baik. Tunjukkan pada anak bahwa Anda tidak memilih-milih atau menolak makanan tertentu di depan mereka. Serta coba untuk makan terlebih dahulu apa yang sudah disajikan di meja makan.Anda pun bisa mengiringi dan makan bersama anak dengan teratur, tiga kali sehari. Batasi memakan camilan kurang sehat di depan anak dan ganti dengan buah-buahan. Biasanya anak akan cenderung mengikuti perilaku dan pola makan Anda tersebut.Konsultasikan Masalah Gizi dan Pola Makan Anak di Klinik Granostic!Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa saja solusi anak susah makan. Apakah Anda siap menerapkannya pada Si Kecil?Pada dasarnya perubahan pola dan kebiasaan makan anak selama pertumbuhan memang normal terjadi. Orang tua pun harus dapat mengambil sikap dengan mendampingi anak agar tidak meninggalkan kegiatan makan sama sekali.Tak hanya memastikan anak makan secara teratur, untuk mendukung pertumbuhan anak, Anda pun perlu melakukan medical check up rutin dan menyimak sejauh mana perkembangan fisik dan kesehatan mereka.Lakukan pemeriksaan medical check up rutin ini di Klinik Granostic, yang memiliki tenaga kesehatan ahli, dokter gizi dan dokter spesialis anak yang berpengalaman di bidangnya.Klinik Granostic pun memiliki layanan medical check up yang lengkap dengan teknologi termutakhir, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat. Bersama dokter spesialis anak dan ahli gizi Klinik Granostic, Anda dapat mendiskusikan pola makan dan diet sehat yang bergizi untuk mendukung perkembangan Si Kecil.Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera mulai konsultasikan keluhan makan Si Kecil bersama dokter ahli Klinik Granostic secara langsung! Anda juga dapat melakukan konsultasi online dengan klik tombol Home Service di bawah ini.
Kenapa Anak Tidak Mau Makan?
Anak sedang GTM alias tutup mulut dan tak mau makan? Sobat Granostic jangan panik dulu. Mari simak alasan kenapa anak tidak mau makan dan asik menutup mulut ketika disuapi leat artikel ini!Melihat anak sulit dan menolak makan tentu membuat orang tua merasa cemas. Sebab mengonsumsi makanan bergizi dan teratur adalah hal penting untuk menunjang pertumbuhan anak.Anak-anak biasanya mulai susah makan atau menjadi picky eater ketika menginjak usia 1 tahun. Akan tetapi ada juga yang mulai menunjukkan pilih-pilih makanan ini di usia 2-5 tahun.Perilaku ini sebenarnya cukup wajar, asalkan tidak terjadi berlarut-larut dan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga Anda tak perlu panik dan stres berlebihan, apalagi ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.Sebelum itu, mari kita simak dulu apa saja penyebab anak tidak mau makan dalam ulasan berikut ini.Masalah KesehatanAdanya masalah kesehatan bisa menjadi sebab kenapa anak tidak mau makan. Berikut penjelasan lengkapnya:1. SakitSama halnya dengan orang dewasa, saat sakit anak-anak pun wajar mengalami penurunan nafsu makan. Ini karena sistem kekebalan tubuh anak sedang focus melawan infeksi atau penyakit.Selain itu, gejala lain yang sering menyertai penyakit seperti demam, mual, nyeri, sakit tenggorokan, dan rasa tak nyaman di perut pun dapat mengurangi nafsu makan.Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menyesuaikan tekstur yang mudah ditelan dan rasa makanan lezat namun ringan. Misalnya membuat sup, bubur, ataupun puree. Anda pun dapat mengombinasikan bahan-bahan makanan yang disukai anak Anda ke dalam hidangan tersebut.2. Masalah PencernaanSobat Granostic, tahukah Anda bahwa kemampuan anak dalam mencerna makanan pun masih dalam tahap berkembang dan belum sempurna. Masalah pencernaan ini dapat terjadi kapan saja, serta menimbulkan rasa tak nyaman dan menurunkan nafsu makan anak.Jenis masalah pencernaan yang umum dialami anak-anak misalnya diare, radang usus buntu, alergi makanan, sembelit atau konstipasi, kembung, intoleransi laktosa, dan banyak lainnya.Berbagai masalah pencernaan ini tentunya memiliki gejala tersendiri yang memungkinkan rasa tak nyaman di perut anak. Sehingga nafsu makan menurun dan enggan makan dalam porsi normal mereka sehari-hari.Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda harus mengetahui masalah pencernaan apa yang terjadi pada anak, kemudian sesuaikan asupan makanan yang tepat dan nyaman di perut anak.Selain itu, Anda pun tidak perlu memaksakan anak-anak untuk makan dalam porsi normal. Anda bisa menyediakan cemilan sehat dan sajian yang anak-anak suka untuk memancing nafsu makan mereka kembali.3. Kondisi Medis LainKondisi medis tertentu yang dialami anak-anak juga sangat berpengaruh pada nafsu makan mereka. Misalnya mengalami demam atau pilek, yang seringnya membuat tidak berselera makan. Hingga penyakit kronis seperti kencing manis, penyakit ginjal, atau gangguan tiroid dapat juga mempengaruhi nafsu makan anak.Ketidakseimbangan hormon akibat gangguan medis ini dapat mempengaruhi nafsu makan anak dan menghambat penyerapan nutrisi oleh Si Kecil.Tahap Perkembangan NormalTak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan atau gangguan medis, anak-anak yang tidak mau makan pun bisa jadi dalam tahap perkembangan. Hal ini pun sangat wajar dan normal terjadi, Sobat.1. Perubahan SeleraSeiring dengan pertumbuhan usia anak, mereka pun akan terpapar berbagai jenis makanan. Hal ini pun akhirnya akan mempengaruhi preferensi konsumsi anak-anak.Perubahan minat makan anak ini pun normal terjadi di masa pertumbuhan dan perkembangan. Momen ini bahkan bisa Anda manfaatkan untuk membantu anak-anak mencoba makanan baru, sehingga anak tidak hanya akan makan makanan tertentu saja.Apalagi bagi anak-anak, tiap makanan bisa menjadi suatu hal yang baginya. Sehingga memilih makanan apa yang ingin mereka masukkan ke mulut pun jadi hal yang sangat penting.2. Fase PerkembanganKetika masuk dalam masa tumbuh kembang, khususnya di rentang usia 6-9 tahun, biasanya melalui fase normal untuk menolak makan. Ini sering terjadi karena banyak alasan, mulai dari takut akan aroma tertentu, memilih makanan itu-itu saja, serta tidak menyukai bentuk atau tekstur makanan yang disajikan.Nah, sebagai orang tua, Anda bisa mengatasi hal ini dengan menawarkan berbagai jenis makanan yang dari segi visual menarik anak-anak. Selain itu, jadikan Waktu makan sebagai momen yang menyenangkan dan seru untuk anak-anak. Misalnya mengajak masak bersama, sambil bercerita sedikit sedikit, dan banyak lainnya.Faktor PsikologisTahukah, Sobat Granostic, faktor psikologis juga bisa menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak, loh. Beberapa faktor psikologis yang dimaksud antara lain:1. Stres atau KecemasanSama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stress. Nafsu makan anak akan menurun ketika mereka berada dalam keadaan stres atau merasakan cemas berlebihan.Stres ini dapat terjadi dari pola konsumsi makanan tidak sehat, yang mengandung gula berlebih dan gizi rendah. Juga dari kurang tidur, yang menyebabkan emosi dan pikiran anak tidak stabil. Selain itu bullying dan tekanan dari lingkungan juga bisa berpengaruh pada tingkat stress anak.2. Tekanan MakanMeskipun gelisah dan khawatir karena anak melalui periode gerakan tutup mulut (GTM), menekan atau memaksa anak untuk makan pun bukan solusi paling ideal, Sobat.Justru ketika Anda menekan dengan keras anak-anak untuk makan, mereka akan merasa semakin enggan. Ini karena akan membentuk pemahaman bahwa kegiatan makan ini menjadi sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan untuk anak-anak.Faktor LingkunganFaktor selanjutnya yang jadi penyebab anak-anak tidak mau makan adalah kondisi lingkungannya. Berikut penjelasan lengkapnya:1. Waktu Makan yang Tidak MenyenangkanWaktu makan yang tidak menyenangkan bisa membuat anak tidak tertarik untuk makan. Apalagi kalau orang tua memaksa dan menekan dengan keras agar anak-anak makan dengan lahap.Hal ini justru akan membuat mereka takut, merasa trauma dengan kegiatan makan, yang akhirnya membuat anak-anak malas makan.2. Camilan BerlebihanMemberikan makanan-makanan kesukaan anak untuk meningkatkan nafsu makan mereka memang langkah yang tepat. Tapi, Anda pun tidak boleh memberikan camilan yang tidak sehat secara berlebihan, ya.Misalnya memberikan camilan kemasan yang memiliki kandungan natrium dan/atau gula tinggi. Sehingga anak-anak akan ketagihan dan terus memakan cemilan, kemudian melupakan makanan bergizi yang telah Anda siapkan.Sebaiknya cemilan yang diberikan ini sehat untuk anak-anak, dan tidak terlalu sering diberikan hingga membuat anak-anak enggan makan makanan bergizi lengkap. Jenis camilan sehat yang bisa Anda berikan seperti buah ataupun cemilan buatan sendiri.Membicarakan soal pola makan untuk anak-anak memang sangatlah penting. Karena makan yang teratur dan bergizi lengkap sangat berperan dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.Nah, bila anak Anda mengalami masa menolak makan dalam waktu yang panjang, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dan dokter anak di Klinik Granostic. Dokter spesialis anak dan ahli gizi kami akan membantu menemukan akar dari masalah susah makan pada anak itu melalui pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Setelah itu, Anda dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama, lalu membuat perencanaan makan dan diet sehat yang tepat untuk anak Anda.Yuk, langsung mulai konsultasikan kebutuhan dan pola makan sehat anak dengan ahli gizi dan dokter spesialis anak Klinik Granostic lewat klik tombol di bawah ini.
Dimana Tempat Untuk Suntik atau Vaksinasi Polio?
Memberikan vaksinasi polio pada balita sangatlah penting untuk mencegah penularan dan infeksi virus polio. Namun dimana sih tempat untuk melakukan vaksinasi atau suntik polio ini?Sobat Granostic, Anda pasti sudah sangat familiar dengan penyakit polio. Penyakit menular yang sangat rawan menjangkiti balita ini disebabkan oleh infeksi virus dan menyerang sistem saraf pada tubuh.Polio dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak, menimbulkan kecacatan permanen, gagal pernapasan, bahkan mampu menyebabkan kematian. Tak hanya itu, anak-anak yang berhasil sembuh dari polio pun bisa mengalami gejala pasca polio, yang terasa setelah 15–40 tahun kemudian.Hal ini tentu membuat kualitas hidup anak Anda di masa mendatang menjadi berkurang. Sebab gejala pasca polio pun tidak bisa dikatakan ringan, loh.Nah, sebagai upaya pencegahan infeksi dan penularan polio, anak-anak harus mendapatkan vaksinasi lengkap sejak bayi.Tapi dimana sih tempat yang tepat untuk melakukan suntik dan vaksinasi polio yang aman untuk anak-anak ini? Simak penjelasannya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!1. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)Kesehatan dan kesejahteraan anak pun menjadi perhatian penting dari pemerintah Indonesia. Begitupun dalam program pencegahan polio yang kerap menjangkiti anak-anak.Pemerintah kerap memberikan vaksinasi polio gratis yang dapat masyarakat peroleh di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.Proses vaksinasi polio di puskesmas akan didampingi oleh dokter anak, bidan, dan berbagai tenaga kesehatan ahli lainnya.2. Rumah SakitSelain Puskesmas, suntik vaksin polio untuk anak pun dapat diperoleh di rumah sakit. Anda dapat mengunjungi rumah sakit di sekitar tempat tinggal Anda, atau yang sudah lama Anda kunjungi.Memberikan vaksin di rumah sakit juga memberikan keuntungan tersendiri, karena Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis yang sudah lama memeriksa kesehatan anak Anda.Dengan begitu dokter akan lebih mengenal kondisi anak, serta dapat menyarankan perawatan dan upaya-upaya lain yang bisa membuat proses vaksinasi berjalan lancar. Hal ini juga dapat membantu mengurangi efek samping, seperti demam dan nyeri di bagian suntik, setelah vaksin.3. Klinik KesehatanTempat dimana Anda dapat mengakses vaksinasi polio untuk anak selanjutnya adalah di klinik kesehatan. Sama halnya dengan di rumah sakit, di klinik kesehatan Anda pun berkesempatan untuk langsung berkomunikasi dengan dokter spesialis anak dan mengonsultasikan prosedur vaksinasinya.Anda dapat memilih klinik kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda, memiliki tenaga medis yang profesional dan berpengalaman, seperti Klinik Granostic.Dengan tenaga kesehatan ahli kami, proses vaksinasi yang diberikan akan disesuaikan dengan anjuran dokter atau anjuran jadwal dari pemerintah. Namun, tentunya akan dipersonalisasi dengan menyimak kondisi tubuh anak Anda.Di Klinik Granostic pun terdapat dokter spesialis anak yang akan membantu Anda untuk mendiskusikan berbagai prosedur vaksinasi, serta menjawab berbagai pertanyaan Anda tentang polio dengan akurat.Lebih baiknya lagi, Klinik Granostic menyediakan layanan Home Service. Layanan ini memungkinkan Anda melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter spesialis yang Anda pilih. Sehingga Anda tidak perlu mengemudi dengan panik untuk datang ke klinik secara langsung. sehingga ketika terjadi demam pasca vaksinasi polio, Anda dapat langsung menghubungi dokter spesialis Klinik Granostic dan berkonsultasi via online. Dokter kami akan memberikan diagnosa dan resep bila diperlukan untuk meredakan efek samping yang terjadi.4. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)Vaksinasi polio termasuk dalam rangkaian program imunisasi yang digalakkan oleh pemerintah. Karenanya Anda pun dapat mengakses vaksinasi polio untuk anak ini di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).Posyandu sendiri merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola oleh perangkat desa dan didampingi oleh tenaga Kesehatan dari Puskesmas.Demi memudahkan pemberian pelayanan, lokasi Posyandu umumnya dibuat sedekat mungkin dengan masyarakat. Misalnya di lingkungan desa/kelurahan, hingga RT dan RW.Selain vaksinasi polio, di Posyandu pun Anda dapat mengakses berbagai imunisasi dasar lainnya yang penting untuk Anak. Seperti suntik vaksin Hepatitis B, BCG, DPT, dan Campak5. Program Imunisasi SekolahSobat Granostic, upaya pencegahan polio merupakan salah satu agenda penting yang digalakkan pemerintah Indonesia dan dunia. Karenanya, program ini pun dilakukan lewat kerja sama dengan berbagai lini, termasuk di sekolah.Vaksinasi polio memang harus sudah diberikan sejak anak-anak berusia satu bulan sejak mereka lahir. Akan tetapi program ini dilakukan untuk memastikan anak di seluruh Indonesia mendapatkan vaksin polio dengan merata.Selain itu, program imunisasi sekolah sendiri umumnya memberikan vaksinasi untuk campak rubella, difteri, tetanus, dan HPV (yang masih diberikan di beberapa provinsi dan kabupaten/kota).Kegiatan imunisasi ini dilakukan oleh petugas Puskesmas setempat, yang juga dibantu dikondisikan oleh pihak guru/sekolah dan orang tua peserta didik.Lakukan Konsultasi Terkait Vaksinasi Polio di GranosticNah, Sobat Granostic, sangatlah penting untuk memberikan imunisasi yang lengkap pada anak. Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi polio akan memiliki risiko tinggi untuk mengalami kelumpuhan, kecacatan, dan menyebabkan penurunan kualitas hidup mereka di masa mendatang.Vaksinasi polio, sebagai salah satunya, idealnya dilengkapi sebelum anak-anak berusia 1 tahun. Selain itu, vaksinasi polio ini pun nantinya akan diberikan booster saat anak berusia 18 bulan. Tujuannya untuk membantu meningkatkan dan memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap virus polio.Tak hanya pada anak-anak, vaksinasi polio ini pun sangat penting didapatkan oleh semua orang. Termasuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin dan berisiko tinggi terkena atau terinfeksi virus polio.Karena sangat penting, pemberian vaksinasi polio ini juga harus Anda perhatikan tempatnya. Datangi layanan kesehatan terpercaya di lingkungan tempat tinggal Anda, mulai dari Posyandu, Puskesmas, klinik kesehatan, hingga rumah sakit.Pastikan Anda mematuhi jadwal pemberian imunisasi ini sesuai dengan arahan dokter atau anjuran dari pemerintah. Sehingga efektivitas imunisasi pun akan jadi lebih maksimal.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan vaksinasi polio di Klinik Granostic, loh. Bersama dokter spesialis anak kami, Anda juga dapat mendiskusikan dan memeriksakan kondisi tubuh si kecil bersama ahlinya.Sebab untuk memperlancar proses imunisasi ini, memastikan si kecil dalam kondisi sehat adalah hal yang penting. Dokter dapat menyarankan penundaan imunisasi bila si kecil mengalami diare berat atau masalah kesehatan yang cukup serius.Begitupun dengan pasca vaksinasi, Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis kami dengan layanan konsultasi online Klinik Granostic. Anda dapat mengonsultasikan gejala pasca vaksinasi pada anak lewat chat atau telepon.Dokter akan memberikan arahan penanganan dan perawatan yang tepat. Jadi Anda tidak perlu khawatir dan panik ketika menghadapi situasi tersebut.Yuk, Sobat Granostic, jaga anak-anak kita dari berbagai penyakit menular dengan melakukan imunisasi lengkap serta pemeriksaan kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message