Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Apa Saja Solusi Anak Susah Makan?
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, anak sering kali susah makan. Hal ini tentunya membuat orang tua khawatir, lantas apa saja solusi menghadapi anak susah makan?Semua orang tua pasti pernah menghadapi fase dimana anak-anak mereka susah bahkan tidak mau makan. Tentu saja hal ini akan membuat para orang tua merasa frustasi dan stres.Namun, yang perlu dipahami adalah penyebab anak susah makan ini sangat beragam. Mulai dari faktor-faktor medis, berkaitan dengan masa tumbuh kembang anak, serta perubahan selera makan yang normal.Berikut ini beberapa solusi yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi anak susah makan. Apa saja?1. Konsultasi dengan Dokter AnakLangkah pertama dalam solusi anak susah makan adalah dengan melakukan konsultasi bersama dokter anak. Hal ini sangat penting untuk mengidentifikasi sebab utama anak Anda mengalami penurunan nafsu makan.Selain menanyakan langsung pada anak mengapa mereka menolak makanan tertentu, atau sulit untuk diajak makan. Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh untuk mengetahui bagaimana kondisi tubuh Si Kecil.Karena ada banyak kemungkinan yang menyebabkan anak-anak kehilangan nafsu makan mereka, salah satunya berkaitan dengan kondisi medis. Misalnya anak-anak merasakan rasa tidak nyaman di pencernaan mereka, merasa sakit, hingga mengalami trauma psikologis yang berkaitan dengan kegiatan makan.Mengetahui alasan anak tidak mau makan sangat penting dalam upaya mengatasinya. Sebab cara yang akan Anda gunakan nanti juga akan lebih efisien, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.Konsultasi bersama dokter anak ini dapat Anda lakukan di Klinik Granostic, loh. Baik konsultasi langsung di klinik kesehatan kami, maupun berkonsultasi secara online lewat layanan Home Service.Dokter spesialis anak kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh, wawancara bersama Si Kecil, hingga memberikan diagnosa sesuai hasil pemeriksaan.Anda pun dapat mendiskusikan perihal penanganan anak tidak mau makan ini sesuai dengan hasil pemeriksaan. Dokter Klinik Granostic pun akan memberikan saran dan tips mengembalikan nafsu makan anak dengan tepat dan efektif.2. Buatlah jadwal makan yang teraturSetelah mengetahui penyebab anak tak mau makan dan menemukan langkah yang tepat untuk mengatasinya, Anda bisa membuat jadwal makan yang teratur. Tujuannya untuk memunculkan kebiasaan makan teratur sebanyak tiga kali sehari pada anak-anak.Selain makanan utama, Anda pun dapat menyelingi jadwal makan ini dengan snack untuk meningkatkan nafsu makan mereka.Agar lebih efektif, usahakan untuk tidak membiarkan anak makan sendiri, Anda dapat membangun komunikasi yang hangat dan menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan Bersama.3. Hindari memaksa anak untuk makanMelihat anak yang terus-terusan menolak makan, Anda pasti mudah stres dan lelah. Akan tetapi memaksa anak untuk makan dengan tegas disertai mengomel, bukanlah jawaban dari masalah ini.Sebab Ketika Anda menekan Si Kecil untuk makan, suasana hati mereka bisa memburuk. Hal ini juga akan membuat selera makan anak menjadi hilang. Tak hanya itu, anak-anak pun akan terus mengingat bahwa kegiatan makan ini sebagai sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan. Akhirnya justru akan membuat anak tidak akan terlalu bersemangat untuk makan.4. Tawarkan berbagai jenis makanan yang menarik dan sehat.Bosan dengan makanan yang itu-itu saja bisa jadi alasan anak tidak tertarik untuk makan. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menawarkan berbagai jenis makanan yang menarik dan sehat.Membuat makanan lebih menarik ini tidak selalu berkaitan dengan bahan-bahan yang mahal. Melainkan Anda dapat memilih resep-resep yang selaras dengan selera anak, hingga menyajikan makanan dengan bentuk atau tampilan visual yang menarik.Namun baiknya Anda menghindari memberikan anak-anak terlalu banyak cemilan kemasan yang gurih, asin, atau manis. Karena makanan-makanan ini akan membuat anak-anak ketagihan, yang kemudian justru membuat mereka lupa dan tidak berminat untuk makan makanan bergizi lengkap.Anda bisa mengenalkan anak dengan cemilan sehat dari olahan buah-buahan, masakan sendiri dan melibatkan anak dalam proses pembuatannya. Hal ini akan memberikan pengalaman baru untuk anak-anak juga.5. Mulailah dengan porsi kecil Tak harus dalam porsi yang besar, Anda bisa mengembalikan nafsu makan anak sedikit demi sedikit. Sebab tak jarang juga anak-anak menolak makan bukan karena mereka tidak mau makan. Akan tetapi karena mereka tidak sanggup memakan semua makanan yang da di piringnya.Harus diingat, bahwa anak-anak tidak membutuhkan makanan sebanyak orang dewasa. Karenanya Ketika ANda menaruh porsi terlalu besar di piring, bisa jadi anak akan merasa kewalahan dan tidak akan menghabiskannya.6. Membatasi Camilan dan Minuman ManisTelah kita singgung sebelumnya, bahwa memberikan camilan pada jadwal makan anak bisa jadi pemantik nafsu makan yang efektif. Dengan catatan, cemilan ini haruslah sehat dan tidak mengandung banyak gula.Cemilan dan minuman manis yang adiktif akan membuat anak-anak jadi lebih suka nyemil daripada makan. Terlalu sering makan cemilan dan minuman manis pun akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan Si Kecil.Misalnya dapat meningkatkan risiko anak-anak terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, di usia mereka yang masih belia.Anda dapat memberikan asupan yang manis-manis ini dari sumber pangan alami, seperti buah semangka, pisang, buah jambu, dan banyak lainnya. Buah-buahan pun dapat Anda olah menjadi jus, campuran cake, dan jelly yang menyenangkan untuk anak konsumsi.7. Tunjukkan kebiasaan makan yang sehatTak hanya menerapkan aturan makan sehat ini untuk anak, sebagai orang tua Anda pun harus dapat menjadi panutan yang baik. Tunjukkan pada anak bahwa Anda tidak memilih-milih atau menolak makanan tertentu di depan mereka. Serta coba untuk makan terlebih dahulu apa yang sudah disajikan di meja makan.Anda pun bisa mengiringi dan makan bersama anak dengan teratur, tiga kali sehari. Batasi memakan camilan kurang sehat di depan anak dan ganti dengan buah-buahan. Biasanya anak akan cenderung mengikuti perilaku dan pola makan Anda tersebut.Konsultasikan Masalah Gizi dan Pola Makan Anak di Klinik Granostic!Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa saja solusi anak susah makan. Apakah Anda siap menerapkannya pada Si Kecil?Pada dasarnya perubahan pola dan kebiasaan makan anak selama pertumbuhan memang normal terjadi. Orang tua pun harus dapat mengambil sikap dengan mendampingi anak agar tidak meninggalkan kegiatan makan sama sekali.Tak hanya memastikan anak makan secara teratur, untuk mendukung pertumbuhan anak, Anda pun perlu melakukan medical check up rutin dan menyimak sejauh mana perkembangan fisik dan kesehatan mereka.Lakukan pemeriksaan medical check up rutin ini di Klinik Granostic, yang memiliki tenaga kesehatan ahli, dokter gizi dan dokter spesialis anak yang berpengalaman di bidangnya.Klinik Granostic pun memiliki layanan medical check up yang lengkap dengan teknologi termutakhir, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat. Bersama dokter spesialis anak dan ahli gizi Klinik Granostic, Anda dapat mendiskusikan pola makan dan diet sehat yang bergizi untuk mendukung perkembangan Si Kecil.Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera mulai konsultasikan keluhan makan Si Kecil bersama dokter ahli Klinik Granostic secara langsung! Anda juga dapat melakukan konsultasi online dengan klik tombol Home Service di bawah ini.
Kenapa Anak Tidak Mau Makan?
Anak sedang GTM alias tutup mulut dan tak mau makan? Sobat Granostic jangan panik dulu. Mari simak alasan kenapa anak tidak mau makan dan asik menutup mulut ketika disuapi leat artikel ini!Melihat anak sulit dan menolak makan tentu membuat orang tua merasa cemas. Sebab mengonsumsi makanan bergizi dan teratur adalah hal penting untuk menunjang pertumbuhan anak.Anak-anak biasanya mulai susah makan atau menjadi picky eater ketika menginjak usia 1 tahun. Akan tetapi ada juga yang mulai menunjukkan pilih-pilih makanan ini di usia 2-5 tahun.Perilaku ini sebenarnya cukup wajar, asalkan tidak terjadi berlarut-larut dan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga Anda tak perlu panik dan stres berlebihan, apalagi ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.Sebelum itu, mari kita simak dulu apa saja penyebab anak tidak mau makan dalam ulasan berikut ini.Masalah KesehatanAdanya masalah kesehatan bisa menjadi sebab kenapa anak tidak mau makan. Berikut penjelasan lengkapnya:1. SakitSama halnya dengan orang dewasa, saat sakit anak-anak pun wajar mengalami penurunan nafsu makan. Ini karena sistem kekebalan tubuh anak sedang focus melawan infeksi atau penyakit.Selain itu, gejala lain yang sering menyertai penyakit seperti demam, mual, nyeri, sakit tenggorokan, dan rasa tak nyaman di perut pun dapat mengurangi nafsu makan.Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menyesuaikan tekstur yang mudah ditelan dan rasa makanan lezat namun ringan. Misalnya membuat sup, bubur, ataupun puree. Anda pun dapat mengombinasikan bahan-bahan makanan yang disukai anak Anda ke dalam hidangan tersebut.2. Masalah PencernaanSobat Granostic, tahukah Anda bahwa kemampuan anak dalam mencerna makanan pun masih dalam tahap berkembang dan belum sempurna. Masalah pencernaan ini dapat terjadi kapan saja, serta menimbulkan rasa tak nyaman dan menurunkan nafsu makan anak.Jenis masalah pencernaan yang umum dialami anak-anak misalnya diare, radang usus buntu, alergi makanan, sembelit atau konstipasi, kembung, intoleransi laktosa, dan banyak lainnya.Berbagai masalah pencernaan ini tentunya memiliki gejala tersendiri yang memungkinkan rasa tak nyaman di perut anak. Sehingga nafsu makan menurun dan enggan makan dalam porsi normal mereka sehari-hari.Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda harus mengetahui masalah pencernaan apa yang terjadi pada anak, kemudian sesuaikan asupan makanan yang tepat dan nyaman di perut anak.Selain itu, Anda pun tidak perlu memaksakan anak-anak untuk makan dalam porsi normal. Anda bisa menyediakan cemilan sehat dan sajian yang anak-anak suka untuk memancing nafsu makan mereka kembali.3. Kondisi Medis LainKondisi medis tertentu yang dialami anak-anak juga sangat berpengaruh pada nafsu makan mereka. Misalnya mengalami demam atau pilek, yang seringnya membuat tidak berselera makan. Hingga penyakit kronis seperti kencing manis, penyakit ginjal, atau gangguan tiroid dapat juga mempengaruhi nafsu makan anak.Ketidakseimbangan hormon akibat gangguan medis ini dapat mempengaruhi nafsu makan anak dan menghambat penyerapan nutrisi oleh Si Kecil.Tahap Perkembangan NormalTak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan atau gangguan medis, anak-anak yang tidak mau makan pun bisa jadi dalam tahap perkembangan. Hal ini pun sangat wajar dan normal terjadi, Sobat.1. Perubahan SeleraSeiring dengan pertumbuhan usia anak, mereka pun akan terpapar berbagai jenis makanan. Hal ini pun akhirnya akan mempengaruhi preferensi konsumsi anak-anak.Perubahan minat makan anak ini pun normal terjadi di masa pertumbuhan dan perkembangan. Momen ini bahkan bisa Anda manfaatkan untuk membantu anak-anak mencoba makanan baru, sehingga anak tidak hanya akan makan makanan tertentu saja.Apalagi bagi anak-anak, tiap makanan bisa menjadi suatu hal yang baginya. Sehingga memilih makanan apa yang ingin mereka masukkan ke mulut pun jadi hal yang sangat penting.2. Fase PerkembanganKetika masuk dalam masa tumbuh kembang, khususnya di rentang usia 6-9 tahun, biasanya melalui fase normal untuk menolak makan. Ini sering terjadi karena banyak alasan, mulai dari takut akan aroma tertentu, memilih makanan itu-itu saja, serta tidak menyukai bentuk atau tekstur makanan yang disajikan.Nah, sebagai orang tua, Anda bisa mengatasi hal ini dengan menawarkan berbagai jenis makanan yang dari segi visual menarik anak-anak. Selain itu, jadikan Waktu makan sebagai momen yang menyenangkan dan seru untuk anak-anak. Misalnya mengajak masak bersama, sambil bercerita sedikit sedikit, dan banyak lainnya.Faktor PsikologisTahukah, Sobat Granostic, faktor psikologis juga bisa menyebabkan penurunan nafsu makan pada anak, loh. Beberapa faktor psikologis yang dimaksud antara lain:1. Stres atau KecemasanSama halnya dengan orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stress. Nafsu makan anak akan menurun ketika mereka berada dalam keadaan stres atau merasakan cemas berlebihan.Stres ini dapat terjadi dari pola konsumsi makanan tidak sehat, yang mengandung gula berlebih dan gizi rendah. Juga dari kurang tidur, yang menyebabkan emosi dan pikiran anak tidak stabil. Selain itu bullying dan tekanan dari lingkungan juga bisa berpengaruh pada tingkat stress anak.2. Tekanan MakanMeskipun gelisah dan khawatir karena anak melalui periode gerakan tutup mulut (GTM), menekan atau memaksa anak untuk makan pun bukan solusi paling ideal, Sobat.Justru ketika Anda menekan dengan keras anak-anak untuk makan, mereka akan merasa semakin enggan. Ini karena akan membentuk pemahaman bahwa kegiatan makan ini menjadi sesuatu yang dipaksakan dan tidak menyenangkan untuk anak-anak.Faktor LingkunganFaktor selanjutnya yang jadi penyebab anak-anak tidak mau makan adalah kondisi lingkungannya. Berikut penjelasan lengkapnya:1. Waktu Makan yang Tidak MenyenangkanWaktu makan yang tidak menyenangkan bisa membuat anak tidak tertarik untuk makan. Apalagi kalau orang tua memaksa dan menekan dengan keras agar anak-anak makan dengan lahap.Hal ini justru akan membuat mereka takut, merasa trauma dengan kegiatan makan, yang akhirnya membuat anak-anak malas makan.2. Camilan BerlebihanMemberikan makanan-makanan kesukaan anak untuk meningkatkan nafsu makan mereka memang langkah yang tepat. Tapi, Anda pun tidak boleh memberikan camilan yang tidak sehat secara berlebihan, ya.Misalnya memberikan camilan kemasan yang memiliki kandungan natrium dan/atau gula tinggi. Sehingga anak-anak akan ketagihan dan terus memakan cemilan, kemudian melupakan makanan bergizi yang telah Anda siapkan.Sebaiknya cemilan yang diberikan ini sehat untuk anak-anak, dan tidak terlalu sering diberikan hingga membuat anak-anak enggan makan makanan bergizi lengkap. Jenis camilan sehat yang bisa Anda berikan seperti buah ataupun cemilan buatan sendiri.Membicarakan soal pola makan untuk anak-anak memang sangatlah penting. Karena makan yang teratur dan bergizi lengkap sangat berperan dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.Nah, bila anak Anda mengalami masa menolak makan dalam waktu yang panjang, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi dan dokter anak di Klinik Granostic. Dokter spesialis anak dan ahli gizi kami akan membantu menemukan akar dari masalah susah makan pada anak itu melalui pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Setelah itu, Anda dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan bersama, lalu membuat perencanaan makan dan diet sehat yang tepat untuk anak Anda.Yuk, langsung mulai konsultasikan kebutuhan dan pola makan sehat anak dengan ahli gizi dan dokter spesialis anak Klinik Granostic lewat klik tombol di bawah ini.
Dimana Tempat Untuk Suntik atau Vaksinasi Polio?
Memberikan vaksinasi polio pada balita sangatlah penting untuk mencegah penularan dan infeksi virus polio. Namun dimana sih tempat untuk melakukan vaksinasi atau suntik polio ini?Sobat Granostic, Anda pasti sudah sangat familiar dengan penyakit polio. Penyakit menular yang sangat rawan menjangkiti balita ini disebabkan oleh infeksi virus dan menyerang sistem saraf pada tubuh.Polio dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak, menimbulkan kecacatan permanen, gagal pernapasan, bahkan mampu menyebabkan kematian. Tak hanya itu, anak-anak yang berhasil sembuh dari polio pun bisa mengalami gejala pasca polio, yang terasa setelah 15–40 tahun kemudian.Hal ini tentu membuat kualitas hidup anak Anda di masa mendatang menjadi berkurang. Sebab gejala pasca polio pun tidak bisa dikatakan ringan, loh.Nah, sebagai upaya pencegahan infeksi dan penularan polio, anak-anak harus mendapatkan vaksinasi lengkap sejak bayi.Tapi dimana sih tempat yang tepat untuk melakukan suntik dan vaksinasi polio yang aman untuk anak-anak ini? Simak penjelasannya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!1. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)Kesehatan dan kesejahteraan anak pun menjadi perhatian penting dari pemerintah Indonesia. Begitupun dalam program pencegahan polio yang kerap menjangkiti anak-anak.Pemerintah kerap memberikan vaksinasi polio gratis yang dapat masyarakat peroleh di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.Proses vaksinasi polio di puskesmas akan didampingi oleh dokter anak, bidan, dan berbagai tenaga kesehatan ahli lainnya.2. Rumah SakitSelain Puskesmas, suntik vaksin polio untuk anak pun dapat diperoleh di rumah sakit. Anda dapat mengunjungi rumah sakit di sekitar tempat tinggal Anda, atau yang sudah lama Anda kunjungi.Memberikan vaksin di rumah sakit juga memberikan keuntungan tersendiri, karena Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis yang sudah lama memeriksa kesehatan anak Anda.Dengan begitu dokter akan lebih mengenal kondisi anak, serta dapat menyarankan perawatan dan upaya-upaya lain yang bisa membuat proses vaksinasi berjalan lancar. Hal ini juga dapat membantu mengurangi efek samping, seperti demam dan nyeri di bagian suntik, setelah vaksin.3. Klinik KesehatanTempat dimana Anda dapat mengakses vaksinasi polio untuk anak selanjutnya adalah di klinik kesehatan. Sama halnya dengan di rumah sakit, di klinik kesehatan Anda pun berkesempatan untuk langsung berkomunikasi dengan dokter spesialis anak dan mengonsultasikan prosedur vaksinasinya.Anda dapat memilih klinik kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda, memiliki tenaga medis yang profesional dan berpengalaman, seperti Klinik Granostic.Dengan tenaga kesehatan ahli kami, proses vaksinasi yang diberikan akan disesuaikan dengan anjuran dokter atau anjuran jadwal dari pemerintah. Namun, tentunya akan dipersonalisasi dengan menyimak kondisi tubuh anak Anda.Di Klinik Granostic pun terdapat dokter spesialis anak yang akan membantu Anda untuk mendiskusikan berbagai prosedur vaksinasi, serta menjawab berbagai pertanyaan Anda tentang polio dengan akurat.Lebih baiknya lagi, Klinik Granostic menyediakan layanan Home Service. Layanan ini memungkinkan Anda melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter spesialis yang Anda pilih. Sehingga Anda tidak perlu mengemudi dengan panik untuk datang ke klinik secara langsung. sehingga ketika terjadi demam pasca vaksinasi polio, Anda dapat langsung menghubungi dokter spesialis Klinik Granostic dan berkonsultasi via online. Dokter kami akan memberikan diagnosa dan resep bila diperlukan untuk meredakan efek samping yang terjadi.4. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)Vaksinasi polio termasuk dalam rangkaian program imunisasi yang digalakkan oleh pemerintah. Karenanya Anda pun dapat mengakses vaksinasi polio untuk anak ini di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).Posyandu sendiri merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola oleh perangkat desa dan didampingi oleh tenaga Kesehatan dari Puskesmas.Demi memudahkan pemberian pelayanan, lokasi Posyandu umumnya dibuat sedekat mungkin dengan masyarakat. Misalnya di lingkungan desa/kelurahan, hingga RT dan RW.Selain vaksinasi polio, di Posyandu pun Anda dapat mengakses berbagai imunisasi dasar lainnya yang penting untuk Anak. Seperti suntik vaksin Hepatitis B, BCG, DPT, dan Campak5. Program Imunisasi SekolahSobat Granostic, upaya pencegahan polio merupakan salah satu agenda penting yang digalakkan pemerintah Indonesia dan dunia. Karenanya, program ini pun dilakukan lewat kerja sama dengan berbagai lini, termasuk di sekolah.Vaksinasi polio memang harus sudah diberikan sejak anak-anak berusia satu bulan sejak mereka lahir. Akan tetapi program ini dilakukan untuk memastikan anak di seluruh Indonesia mendapatkan vaksin polio dengan merata.Selain itu, program imunisasi sekolah sendiri umumnya memberikan vaksinasi untuk campak rubella, difteri, tetanus, dan HPV (yang masih diberikan di beberapa provinsi dan kabupaten/kota).Kegiatan imunisasi ini dilakukan oleh petugas Puskesmas setempat, yang juga dibantu dikondisikan oleh pihak guru/sekolah dan orang tua peserta didik.Lakukan Konsultasi Terkait Vaksinasi Polio di GranosticNah, Sobat Granostic, sangatlah penting untuk memberikan imunisasi yang lengkap pada anak. Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi polio akan memiliki risiko tinggi untuk mengalami kelumpuhan, kecacatan, dan menyebabkan penurunan kualitas hidup mereka di masa mendatang.Vaksinasi polio, sebagai salah satunya, idealnya dilengkapi sebelum anak-anak berusia 1 tahun. Selain itu, vaksinasi polio ini pun nantinya akan diberikan booster saat anak berusia 18 bulan. Tujuannya untuk membantu meningkatkan dan memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap virus polio.Tak hanya pada anak-anak, vaksinasi polio ini pun sangat penting didapatkan oleh semua orang. Termasuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin dan berisiko tinggi terkena atau terinfeksi virus polio.Karena sangat penting, pemberian vaksinasi polio ini juga harus Anda perhatikan tempatnya. Datangi layanan kesehatan terpercaya di lingkungan tempat tinggal Anda, mulai dari Posyandu, Puskesmas, klinik kesehatan, hingga rumah sakit.Pastikan Anda mematuhi jadwal pemberian imunisasi ini sesuai dengan arahan dokter atau anjuran dari pemerintah. Sehingga efektivitas imunisasi pun akan jadi lebih maksimal.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan vaksinasi polio di Klinik Granostic, loh. Bersama dokter spesialis anak kami, Anda juga dapat mendiskusikan dan memeriksakan kondisi tubuh si kecil bersama ahlinya.Sebab untuk memperlancar proses imunisasi ini, memastikan si kecil dalam kondisi sehat adalah hal yang penting. Dokter dapat menyarankan penundaan imunisasi bila si kecil mengalami diare berat atau masalah kesehatan yang cukup serius.Begitupun dengan pasca vaksinasi, Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis kami dengan layanan konsultasi online Klinik Granostic. Anda dapat mengonsultasikan gejala pasca vaksinasi pada anak lewat chat atau telepon.Dokter akan memberikan arahan penanganan dan perawatan yang tepat. Jadi Anda tidak perlu khawatir dan panik ketika menghadapi situasi tersebut.Yuk, Sobat Granostic, jaga anak-anak kita dari berbagai penyakit menular dengan melakukan imunisasi lengkap serta pemeriksaan kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Adakah Efek Samping Vaksin Polio?
Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) vaksin polio sebaiknya diberikan pada bayi sejak mereka lahir. Namun, sebenarnya adakah efek samping dari vaksin polio ini?Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus polio dan menyerang sistem saraf. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak balita, namun tidak menutup kemungkinan untuk orang dewasa juga terinfeksi polio.Dampaknya yang sangat fatal pada kesehatan pada anak dan sifatnya yang mudah ditularkan, membuat polio harus diwaspadai. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga kesehatan global mendorong program vaksinasi polio pada anak secara berkala.Namun, apakah ada efek samping dari vaksin polio untuk anak-anak?Melansir dari Healthline, efek samping vaksinasi polio sangatlah jarang terjadi. Efek yang muncul bahkan sangat ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari saja. Jadi para orang tua pun tidak perlu terlalu khawatir untuk melakukan imunisasi pada si kecil.Nah, di artikel ini kita akan membahas beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah melakukan vaksin polio pada anak berdasarkan jenis vaksin yang diberikan. Simak, ya!Vaksin Polio Inaktif (IPV)Disebut sebagai vaksin polio inaktif (IPV) karena jenis vaksin ini diberikan lewat menyuntikkan virus polio yang sudah tidak aktif ke dalam tubuh. IPV dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus polio dalam darah, namun tidak bekerja pada usus.Efek Samping UmumPemberian vaksin polio IPV pun umumnya tidak menyebabkan efek samping. Namun ada juga beberapa keluhan ringan yang dapat dialami anak setelah proses penyuntikan vaksin, seperti:1. Nyeri di Tempat SuntikanVaksin IPV diberikan dengan cara disuntikkan di lengan atas atau paha. Nah, Sobat Granostic, anak-anak akan merasakan nyeri di bagian tubuh yang disuntik ini.Rasa nyeri karena suntikan imunisasi ini dapat bertahan 1–2 hari saja. Meski di beberapa kasus ada yang dapat bertahan lebih lama, namun rasa nyeri pasca vaksinasi atau imunisasi ini tidak perlu Sobat Granostic khawatirkan.2. Demam RinganSelain nyeri pada area yang disuntik, anak-anak dan orang dewasa yang baru saja menyelesaikan vaksinasi juga berkemungkinan mengalami demam ringan.Demam pasca imunisasi pada dasarnya bukanlah kondisi yang berbahaya, Sobat. Melainkan demam ini merupakan respons tubuh anak dalam membentuk sistem kekebalan baru dari gabungan vaksin yang disuntikkan. Karenanya terjadilah peningkatan suhu pada anak.Jika anak mengalami demam ringan ini setelah imunisasi atau vaksin polio, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter untuk mendapatkan resep obat pereda nyeri dan demam pada anak. Efek Samping JarangSelain kedua efek samping yang sangat umum terjadi saat polio di atas, ada beberapa efek lain yang cukup jarang terjadi. Hal ini karena setiap anak tentu memiliki sensitifitas dan kondisinya yang berbeda-beda.Reaksi AlergiSeperti halnya jenis obat dan vaksin lainnya, beberapa orang pun dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan yang terdapat vaksin polio. Meski begitu, risiko terjadinya alergi ini pun sangatlah jarang.Jika terjadi alergi saat pemberian vaksinasi polio IPV ini, maka prosedurnya harus dihentikan. Terutama pada anak yang memiliki alergi berat terhadap obat neomycin, streptomycin, dan polymyxin B.Vaksin Polio Oral (OPV)Sama seperti namanya, vaksin polio oral (OPV) merupakan jenis vaksin polio yang diberikan dengan cara diteteskan pada mulut anak, serta dapat membentuk kekebalan di usus dan darah.Ini karena penularan polio pun juga kerap melalui jalur fecal-oral, atau masuknya feses ke dalam mulut dan sistem pencernaan. Lingkungan yang kotor, air minum dan makanan yang terkontaminasi, hingga droplet saliva yang menempel di alat makan dapat membawa virus masuk ke dalam sistem pencernaan anak.OPV juga dapat menimbulkan efek samping yang umum dan jarang seperti IPV. Berikut penjelasan mendetailnya:Efek Samping UmumOPV bekerja dengan cara membentuk kekebalan di bagian pencernaan anak. Karenanya gejala efek samping yang muncul pun umumnya berkaitan dengan sistem pencernaan anak.Gejala Ringan di Saluran PencernaanEfek pada saluran pencernaan anak akibat OPV ini pun bersifat ringan. Gejalanya dapat berupa mual atau muntah, namun tidaklah parah. Namun bila anak mengalami ini dan Anda merasa sangat khawatir, lakukan konsultasi dengan dokter secara langsung untuk mendapatkan arahan penanganan yang tepat. Anda juga dapat meminta obat untuk meredakan mual atau muntah yang dialami anak.Efek Samping JarangSelain efek yang umum terjadi pada pencernaan, OPV juga memiliki kemungkinan menyebabkan Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP), yang sangat jarang terjadi.Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP)VAPP dapat terjadi karena OPV dibuat dengan virus polio aktif yang telah dilemahkan, yang dapat menyebabkan kasus polio paralitik yang sporadik dan langka.Penularan ini terjadi karena saat anak mendapatkan vaksinasi oral pertama mereka, virus dapat ditularkan lewat feses anak. Menurut laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kasus ini pernah terjadi di Amerika pada tahun 2005. Dimana orang dewasa yang belum pernah divaksin polio sebelumnya tertular dari feses anak bayi mereka yang baru saja mendapatkan vaksin oral.Karenanya, orang dewasa pun memerlukan vaksin polio yang tentunya sudah disesuaikan dosis dengan kebutuhan serta kondisi tubuh orang tersebut. Sebagai upaya penanganan, Anda bisa langsung melakukan tes dan mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda atau orang yang tertular pada dokter.Sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh, menganalisis dan memberikan diagnosa yang tepat. Setelahnya penanganan dan prosedur pengobatan akan diberikan sesuai dengan kondisi pasien.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai adanya efek samping dari vaksin polio untuk anak-anak maupun orang dewasa. Secara umum pemberian vaksin ini tidak akan memberikan efek yang berbahaya pada anak. Melainkan hanya gejala ringan yang akan hilang dalam 1–2 hari saja.Meski begitu, menjaga kesehatan anak juga sangat penting ketika akan melakukan vaksin. Sehingga proses imunisasi dan vaksinasi akan berjalan lancar.Namun jika Sobat Granostic masih bimbang, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terlebih dahulu. Dalam hal ini Anda dapat mempercayakan tim kesehatan dan dokter spesialis di Klinik Granostic.Lewat penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap di Klinik Granostic, dokter spesialis anak kami dapat memberikan diagnosa yang akurat serta memberikan arahan yang sesuai dengan kondisi tubuh anak.Begitupun saat anak mengalami efek samping setelah vaksin, Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter kami, baik dengan datang langsung ke klinik ataupun lewat layanan Home Service.Layanan Home Service akan membantu Anda untuk terhubung dengan dokter anak Klinik Granostic secara online. Anda dapat mengonsultasikan kondisi dan keluhan anak, kemudian mendapatkan resep dan diagnosis secara online juga.Tak hanya pemeriksaan kesehatan secara rutin, di Klinik Granostic pun menyediakan layanan vaksin polio, loh.Yuk, Ayah dan Bunda, lindungi anak Anda dan keluarga dari polio dengan rutin cek kesehatan serta vaksinasi di Klinik Granostic!
Kenali Manfaat Vaksin Polio
Sobat Granostic, sejak berusia satu bulan buah hati Anda harus melakukan imunisasi atau vaksinasi polio secara berkala. Lantas apa sih sebenarnya manfaat dan tujuan dari pemberian vaksin polio ini pada anak-anak?Polio merupakan jenis penyakit menular akibat infeksi virus, yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak pada anak. Pada kasus yang serius, polio dapat menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.Salah satu upaya pencegahan infeksi polio pada anak ini adalah melalui vaksin polio. Vaksin polio sendiri terdiri dari dua jenis, vaksin suntik dan vaksin oral.Vaksin oral diberikan saat anak-anak memasuki usia 1–4 bulan secara berkala. Sementara vaksin suntik diberikan saat anak-anak memasuki usia 4 bulan dan 9 bulan. Kedua vaksin ini harus diberikan secara lengkap dan sesuai dengan jadwal serta dosisnya. Nah, Sobat Granostic, ada banyak manfaat memberikan vaksin polio pada anak, seperti:1. Pencegahan Infeksi PolioManfaat utama dari pemberian vaksin polio adalah mencegah terjadinya infeksi polio pada anak-anak. Sebab menurut WHO, polio pada umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan menyebabkan dampak yang fatal bagi kesehatan termasuk kematian.Karenanya dengan pemberian vaksin ini bertujuan untuk membentuk sistem imun pada bayi agar lebih kuat terhadap virus polio. Vaksin oral akan merangsang pembentukan sistem imun di dalam darah, sementara vaksin suntik akan bekerja di usus dan darah.Pemberian kedua vaksin ini harus dilakukan sesuai jadwal dan prosedur, serta secara lengkap. Karena keduanya bekerja saling mendukung fungsi masing-masing untuk mencegah penularan polio dengan meningkatkan sistem imun tubuh.2. Mencegah Penyebaran VirusSelain mencegah infeksi, pemberian vaksin polio juga berperan untuk mengontrol penyebaran penyakit dan penularannya dalam skala yang lebih luas. Misalnya, pada kasus Januari 2024 lalu, melalui pemberitaan di BBC News bahwa terdapat sebanyak tiga anak di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah dilaporkan menderita lumpuh layu akut akibat Virus Polio Tipe 2.Pada wilayah yang sama, ditemukan sembilan anak lain yang dinyatakan positif namun tidak menunjukkan gejala fisik. Padahal meskipun tidak memiliki gejala, polio tetap sama berbahayanya pada anak-anak.Disinilah peran vaksinasi polio sebagai pengontrol dari penyebaran infeksi virus tersebut. Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang tinggi dan telah melakukan vaksinasi tidak akan mudah tertular, serta akan menghentikan rantai penularan penyakit tersebut.Sebaliknya, jika anak-anak dalam lingkungan tersebut tidak atau belum mendapatkan vaksin, hal ini akan meningkatkan kasus penularan polio.3. Mengurangi Risiko KelumpuhanInfeksi polio dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak dan kecacatan permanen pada anak. Bahkan, penyakit ini pun memberikan gejala pasca polio yang dapat muncul 15–40 tahun setelah terinfeksi di masa kanak-kanak.Virus polio pada dasarnya menyerang sistem saraf dalam tubuh anak. Sehingga pada gejala awal umumnya dapat menyebabkan demam tinggi, kelemahan otot dan saraf, dan membuat anak tampak lemas. Pada gejala lanjutan polio dapat memicu kelumpuhan, baik parsial atau bahkan seluruh tubuh.Memberikan vaksinasi polio secara lengkap, sesuai dosis dan usia, akan membantu mengurangi risiko penularan dan keterjangkitan polio pada anak. Sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya kelumpuhan, serta kecacatan permanen pada anak Anda di masa mendatang.4. Dukungan untuk Program Pengendalian Polio GlobalMeski pernah dinyatakan bersih pada tahun 2014, hingga kini kasus polio di Indonesia masih ditemukan di beberapa wilayah. Termasuk di negara-negara lain seperti Nigeria, Pakistan, dan Afganistan.Ketika Anda memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk mewaspadai polio, serta memberikan vaksin pada anak-anak sejak dini, maka Anda juga sangat mendukung program pengendalian polio global tersebut.Selain keselamatan anak dan keluarga Anda, ketika melakukan vaksin, Anda juga berkontribusi untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penularan polio secara masif.5. Perlindungan Jangka PanjangPemberian vaksin polio pada anak-anak juga bisa menjadi perlindungan jangka panjang untuk mereka. Karena meski banyak menyerang balita, orang dewasa pun bisa terjangkit polio bila tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.Tak hanya itu, polio pun memiliki efek yang menahun bahkan dapat memberikan gejala bahkan setelah 15–40 tahun pasca penyembuhan. Gejala pasca polio ini dapat berupa:kesulitan bernapas dan/atau menelan,mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi,depresimengalami gangguan tidur dan mudah Lelahmassa otot tubuh pun turut menurunKarenanya pemberian vaksinasi polio pada bayi bisa sangat berperan penting dalam menjamin perlindungan dan kualitas hidup anak di masa mendatang. 6. Membentuk Herd ImmunityHerd immunity adalah Sebagian besar populasi yang kebal terhadap penyakit menular tertentu. Sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang rentan terinfeksi terhadap penyakit menular tersebut.Pengertian ini sangat berkaitan dengan dukungan dari program pencegahan polio. Ya, karena ketika Anda dan masyarakat lingkungan tempat tinggal Anda peduli, serta mendukung upaya pencegahan tersebut dengan memberikan vaksin, maka lingkungan Anda akan lebih sehat.Lingkungan yang sehat pun akan membuat anak-anak yang rentan tertular jadi lebih terjaga. Selain itu penyakit yang mudah menular ini akan jadi lebih terkontrol, serta tidak menjadi endemi.Apalagi penularan virus polio sendiri dapat melalui banyak hal, termasuk kontak fisik, lewat droplet saliva, feses yang mencemari air sanitasi dan makanan, serta lingkungan yang tidak sehat.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai manfaat dan tujuan vaksin polio pada anak-anak yang perlu Anda ketahui. Anda pasti setuju bahwa pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan?Selain memberikan vaksin, menjaga daya tahan tubuh anak serta memeriksakan kesehatannya secara rutin adalah hal yang sangat penting. Sebab medical check up akan membantu Anda menyimak bagaimana perkembangan fisik si bayi, mendeteksi dini infeksi penyakit yang tidak mengeluarkan gejala seperti polio, dan upaya kontrol kesehatan bayi dan ibu secara umum.Pilihlah rumah sakit dan layanan kesehatan yang kredibel untuk memeriksakan kesehatan anak dan ibu, seperti di Klinik Granostic.Dengan prosedur cek kesehatan lengkap dan tim dokter spesialis profesional, Klinik Granostic dapat membantu memenuhi kebutuhan Anda akan layanan kesehatan berkualitas.Bersama dokter spesialis kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai vaksinasi polio pada anak, termasuk jadwal, dosis, hingga efek sampingnya. Dokter kami akan memberikan saran sesuai dengan hasil pemeriksaan, serta menganjurkan adanya tindakan tertentu yang bila dirasa perlu.Untuk melakukan cek kesehatan bersama tenaga ahli kami, Anda bisa langsung mengunjungi Klinik Granostic di Surabaya. Atau lakukan konsultasi online terlebih dahulu lewat layanan Home Service, bila Anda berada di luar kota.Lewat layanan Home Service Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis Klinik Granostic kapanpun dan dimanapun. Yuk, lindungi kesehatan anak dan keluarga Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Granostic.
Tips Pencegahan Polio Pada Anak
Polio merupakan penyakit yang timbul akibat infeksi virus dan bersifat menular, khususnya pada anak-anak di bawah umur 5 tahun. Sobat Granostic tak perlu risau, karena dalam artikel ini akan dibahas mengenai tips pencegahan polio pada anak. Apa saja?Penyakit polio atau Poliomyelitis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan diakibatkan oleh virus menular. Penyebaran virus polio sendiri dapat melalui feses ke mulut, makanan atau minuman yang terkontaminasi, droplet saliva, hingga air mandi yang tercemar.Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, dan memiliki dampak yang besar dan fatal pada penderitanya. Ini karena polio dapat menimbulkan kelumpuhan mendadak, kecacatan permanen, gagal napas, hingga kematian.Tak hanya itu, Sobat Granostic, setelah sembuh dari polio di masa kanak-kanak, penyintas pun akan mengalami gejala pasca polio. Gejala ini terasa setelah 15–30 tahun sejak pertama kali terserang polio. Gawat, ya!Nah, karena dampaknya yang fatal dan sifatnya yang menular, Klinik Granostic akan membagikan tips pencegahan polio pada anak berikut ini:VaksinasiTips mencegah polio yang paling utama dan mendasar adalah melakukan vaksinasi atau imunisasi. Pemberian imunisasi, khususnya vaksinasi polio, akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak dan memberikan perlindungan terhadap infeksi penyakit.Tak hanya sekali, imunisasi dan vaksinasi ini pun harus diberikan lengkap pada anak. Berikut penjelasannya:1. Lengkapi ImunisasiVaksinasi polio terdiri dari dua jenis, yakni vaksin polio suntik (IPV) dan vaksin polio oral (OPV). Keduanya harus diberikan secara lengkap, karena fungsinya memang saling mendukung antara satu vaksin dan yang lainnya.Pemberian vaksin polio suntik ini cara menyuntikkan virus polio yang sudah tidak aktif atau mati pada anak. Cara kerjanya untuk membentuk sistem imun dalam darah, namun tidak dalam usus.Sementara vaksin polio oral (OPV) mengandung virus polio yang masih aktif, namun telah dilemahkan sebelumnya. Vaksin ini dapat membentuk sistem imun dalam usus untuk membunuh virus yang berkembang di saluran cerna (usus) dan darah.2. Jadwal VaksinasiMelansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), secara umum vaksin polio akan diberikan pada bayi baru lahir dan secara bertahap hingga mencapai umur 18 bulan.Saat anak berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, akan diberikan imunisasi vaksin polio oral. Sementara saat anak telah memasuki usia 4 bulan dan ke-9 bulan akan diberikan vaksin polio suntik.Kebersihan dan SanitasiSelain memberikan imunisasi yang lengkap dan sesuai jadwal, kebersihan lingkungan dan sanitasi yang tepat adalah hal penting dalam tips pencegahan polio pada anak.Ini karena penularan polio dapat melalui benda-benda yang terkontaminasi, makanan dan minuman, juga lingkungan yang kotor.1. Cuci TanganTips pertama adalah dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan, khususnya sebelum makan ataupun minum. Karena seperti yang telah kita singgung sebelumnya, ada banyak faktor penularan virus polio. Termasuk karena lingkungan yang kotor ataupun lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus. Sehingga sangat besar kemungkinan virus tersebut berpindah dan ditularkan melalui tangan kita.Cuci tangan yang baik dan benar akan membantu menyingkirkan virus yang menempel di tangan kita. Cucilah tangan di air yang mengalir dan bersih, gunakan sabun, serta pastikan Anda membersihkan celah-celah jari Anda, ya.Anda pun harus mengajarkan kebiasaan baik ini pada anak-anak. Ajarkan anak-anak untuk memperhatikan kebersihan, terutama saat akan makan.2. Sanitasi yang BaikCuci tangan adalah langkah dasar dari diri kita sendiri, sementara dengan memperhatikan sanitasi yang baik, Anda dapat mencegah penyebaran dan perluasan virus polio dengan menjaga agar lingkungan tetap sehat.Salah satu faktor penularan polio dapat melalui feses atau tinja, dimana virus dapat bertahan 2–3 minggu di dalam feses. Jika feses ini mengalir ke sungai yang digunakan untuk keperluan rumah tangga, termasuk memasak, tentu akan sangat berbahaya dan berisiko.Karenanya tetap jaga lingkungan bersih, pastikan sumber air yang digunakan untuk berkehidupan juga aman dan tidak terkontaminasi virus polio.3. Air Minum yang BersihVirus polio dapat masuk ke tubuh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karenanya, Anda pun harus memastikan bahwa si kecil meminum air yang bersih dan matang. Edukasi dan KesadaranTips pencegahan polio pada anak adalah dengan mengikuti edukasi dan meningkatkan kesadaran diri. Anda bisa menyimak bagaimana faktor-faktor penyebab dan penularan polio, bagaimana pencegahannya, hingga langkah pertama yang dilakukan bila anak-anak menunjukkan tanda terinfeksi.Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan edukasi dan kesadaran sebagai tips pencegahan polio pada anak:1. Pendidikan KesehatanSebagai orang tua, kita bertanggung jawab terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak. Apalagi saat bayi, dimana anak-anak tidak bisa mengomunikasikan perasaan atau rasa sakit mereka selayaknya orang dewasa.Karenanya, penting untuk orang tua memperkaya diri dengan pendidikan kesehatan, utamanya yang berkaitan dengan bayi dan anak-anak. Orang tua pun harus bisa peka dan tanggap terhadap perubahan sekecil apapun pada diri anak mereka, apalagi jika perubahan itu bersifat abnormal.Misalnya jika anak Anda terbiasa aktif, namun tiba-tiba jadi tidak suka menangis dan tidak mau menyusu. Atau, saat suhu tubuh anak menjadi sangat tinggi secara mendadak. Dalam kondisi seperti ini pengetahuan yang Anda miliki sangatlah penting, misalnya dalam memberikan pertolongan pertama.2. Informasi tentang PolioSelain memahami bagaimana kesehatan dan kondisi tubuh anak Anda secara umum, Anda pun harus mencari banyak literatur mengenai polio.Pahami bagaimana penyakit ini bisa tertular pada anak, bagaimana dampaknya pada tubuh dan kesehatan mereka (baik jangka pendek maupun panjang), serta bagaimana upaya pencegahan dan pengobatannya.Semakin Anda paham, maka semakin maksimal juga upaya pencegahan dan penanganan infeksi polio ini akan Anda lakukan.Hindari Kontak dengan Orang TerinfeksiTips pencegahan penularan polio pada anak selanjutnya adalah dengan menghindari kontak dengan orang terinfeksi, berikut penjelasannya:1. Hindari Kontak LangsungKontak fisik yang dimaksud adalah bersentuhan, berjabat tangan, melalui persalinan ibu ke bayi, hingga terkena droplet (percikan air liur) dari pengidap polio saat bersin atau batuk. Bayi, utamanya yang belum mendapatkan vaksin lengkap, akan sangat rentan terinfeksi polio. Karenanya pastikan Anda tidak membawa anak-anak untuk melakukan kontak langsung pada penderita polio.  2. Pengawasan LingkunganSelanjutnya lakukan pula pengawasan lingkungan, yang penting untuk menjaga lingkungan hidup dan tinggal menjadi sehat. Upaya pengawasan ini dapat Anda lakukan dengan memperhatikan kelancaran saluran air, memperhatikan kualitas air mandi, menjaga kebersihan rumah dan saluran pembuangan limbah dan tinja.Lingkungan SehatMelansir data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), lingkungan memiliki persentase yang sangat besar dalam mempengaruhi Kesehatan, yakni sebesar 40 persen.Sebab lingkungan yang tidak sehat akan menjadi faktor penyebaran penyakit atau transmisi bakteri, virus, dan kuman. Sama halnya dengan polio, virusnya pun dapat bertransmisi lewat air dan feses yang terlarut di sungai, mengontaminasi air minum atau makanan.Karenanya, menjaga kesehatan lingkungan sekitar adalah tanggung jawab yang sangat penting dilakukan masyarakat, juga orang tua untuk melindungi kesehatan anak mereka.Anda dapat memulainya dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta bekerja sama dengan tetangga untuk melakukan upaya penjagaan kualitas lingkungan bersama.Pemantauan KesehatanUntuk melengkapi upaya dan tips pencegahan polio pada anak di atas, Anda pun perlu melakukan pemantauan kesehatan anak bersama dokter spesialis.Pemantauan kesehatan ini berupa medical check up rutin, yang sangat penting mengingat polio pun bisa menjangkiti anak dan tidak menimbulkan gejala awal sama sekali.Lakukan pemantauan kesehatan ini di rumah sakit atau klinik berkualitas, seperti di Klinik Granostic. Kami memiliki tenaga kesehatan dan staf dokter spesialis yang sangat berpengalaman di bidang kesehatan anak maupun di bidang patologi.Bersama Klinik Granostic Anda dapat memeriksakan kesehatan anak secara lengkap, mulai dari sistem pernapasan, kesehatan saraf anak, gizi, perkembangan anak, dan banyak lainnya.Anda dapat datang langsung ke Klinik Granostic untuk melakukan pemeriksaan rutin. Namun bila Anda membutuhkan konsultasi yang cepat dan darurat, bisa juga lewat layanan Home Service, layanan konsultasi online Klinik Granostic.Layanan Home Service memungkinkan Anda untuk terhubung dengan dokter spesialis kami dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.Yuk, Sobat Granostic, jaga kesehatan anak dan keluarga dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Granostic!
Apa Saja Cara Penularan Polio?
Polio sangat rentan menyerang anak-anak, khususnya yang berusia di bawah lima tahun. Penyakit ini pun dapat mencederai sistem saraf, menyebabkan kelumpuhan mendadak, dan bahkan kecacatan permanen. Lantas tahukah Anda bagaimana cara penularan polio pada anak-anak?Penyakit yang juga dikenal dengan nama Poliomyelitis ini, merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio, serta menyerang sistem saraf pada tubuh penderitanya.Seseorang yang terinfeksi polio biasanya mengalami demam yang sangat tinggi, kelemahan otot dan saraf, gagal napas, yang dampaknya sangat buruk pada tubuh. Di sisi lain, ada pula penyakit polio yang tidak menimbulkan gejala, namun sama buruknya pada kesehatan tubuh.Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang lemah akan sangat mudah tertular penyakit polio. Apalagi jika anak tersebut tidak mendapatkan vaksin yang lengkap sesuai dengan usia mereka.Tak hanya pada anak-anak, infeksi virus polio ini pun dapat terjadi pada orang dewasa, loh. Karenanya penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja cara penularan polio, serta memahami bagaimana cara yang tepat untuk menghindarinya.Berikut penjelasan lengkap dari Klinik Granostic untuk Anda!Rute Fecal-OralCara penularan virus polio yang pertama adalah melalui jalur fecal-oral. Jalur fecal-oral ini sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat, karena memungkinkan penularan lewat feses atau tinja ke mulut. Kok bisa, ya?1. Kontaminasi TinjaVirus polio bisa menular dari tinja seseorang yang terinfeksi, ke orang lain yang terpapar tinja tersebut. Terlebih, virus polio dapat bertahan di dalam tinja selama kurang lebih 3–6 minggu.Kontak feses dengan mulut ini tentu tidak mesti harus terjadi secara langsung. Namun dapat lewat dari kebiasaan hidup yang kurang bersih, air minum yang terkontaminasi, hingga tidak terbiasa mencuci tangan sebelum makan atau minum.Karenanya, selalu biasakan untuk menjalani hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Anda juga dapat menghimbau pada anak-anak untuk tidak jajan sembarangan, serta selalu ingat untuk membersihkan tangan sebelum mengonsumsi sesuatu.2. Air dan Makanan yang TerkontaminasiMenurut World Health Organization (WHO), factor umum penunjang jalur penularan fecal-oral ini ada lima hal, yakni jari, lalat, tahan, cairan, serta makanan.Karenanya, kasus dengan polio tinggi umumnya terjadi di lingkungan yang kurang sehat. Dimana sistem sanitasinya kurang baik, sehingga air minum dan makanan yang dikonsumsi rentan terkena paparan virus polio.Makanan dan minuman yang terkontaminasi ini jika dikonsumsi akan membawa virus, yang kemudian masuk ke dalam aliran darah dan dapat berkembang di dalam tubuh.Selain itu menurut Cleveland Clinic, berenang di sungai yang terkontaminasi juga bisa memperbesar faktor risiko tertular virus polio. Sungai ini dapat terkontaminasi bila ada orang dengan penyakit diare dan/atau polio buang air di sana.Kontak LangsungCara penularan penyakit polio selanjutnya adalah melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Berikut beberapa proses penularan virus polio lewat kontak fisik:1. Kontak FisikPada dasarnya virus menyebar dan ditularkan lewat cairan, bisa air liur, darah, ataupun luka terbuka pada tubuh. Dalam hal ini, kontak fisik yang dimaksud bisa berupa bertukar makanan, menggunakan alat makan yang sama, dan kontak fisik yang intim.Hal yang sama juga terjadi pada penularan virus polio, anak-anak dapat tertular ketika mereka berkontak dekat dengan penderita polio. Misalnya dengan berbagi mainan, makanan, ataupun kontak fisik yang memungkinkan cairan dari penderita masuk ke dalam tubuh anak-anak.2. Droplet SalivaTelah kita singgung sebelumnya, bahwa kontak fisik dapat menjadi cara penularan virus polio pada anak maupun orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi.Ketika Anda melakukan kontak fisik yang erat dengan penderita polio, maka kemungkinan untuk terkena droplet saliva juga besar. Misal ketika penderita bersin atau batuk, droplet saliva akan menyembur ke udara dan dapat terhirup secara tidak sengaja.Bertukar alat makan dan berbagi makanan atau minuman juga dapat menularkan virus polio karena saliva penderita yang menempel pada keduanya.Benda TercemarCara penularan polio selanjutnya adalah melalui benda yang tercemar. Yang dimaksud dengan pencemaran sendiri adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam air maupun udara.Dengan kata lain, benda yang tercemar ini adalah benda-benda yang terkena atau membawa virus polio. Seperti sendok atau alat makan bekas pakai pengidap (yang belum dicuci atau benar-benar habis dipakai), sungai dan sumber air minum yang tercemar oleh feses dari pengidap, dan banyak lainnya.Karenanya ketika Anda makan di luar rumah, penting untuk memastikan kebersihan alat makan dan minum. Serta akan lebih baik untuk membiasakan cuci tangan dengan bersih sebelum benar-benar makan.Selain itu, anak-anak berumur di bawah 5 tahun umumnya suka memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka. Padahal mainan yang terkontaminasi air liur dari penderita polio, atau terkena kotoran akan membawa virus dan menjadi jalur penularan penyakit tersebut.Cara Mencegah Penularan PolioNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai cara penularan virus polio pada anak-anak. Pastikan keluarga Anda terlindung dari infeksi polio dengan memberikan imunisasi polio yang diperlukan.Imunisasi polio ini bersifat gratis dan dapat diakses masyarakat di semua fasilitas Kesehatan pemerintah. Ada dua jenis imunisasi polio yang diberikan pada anak-anak, yaitu:Vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV), yang diberikan pada bayi usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.Vaccine polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yang diberikan pada bayi usia 4 dan 9 bulan.Selain itu, Anda pun harus mewaspadai bahwa polio bisa memiliki gejala yang sangat ringan, hingga sama sekali tidak menunjukkan gejala. Karenanya, akan sangat penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan anak-anak dengan rutin melakukan medical check up, serta berkonsultasi dengan dokter bila anak-anak mengalami demam tinggi yang tidak wajar.Pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi masalah si kecil dapat Anda lakukan di Klinik Granostic. Bersama tim tenaga kesehatan ahli dan dokter spesialis kami, Anda dapat melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh.Dokter spesialis Klinik Granostic akan memberikan diagnosa dan penanganan yang tanggap serta efisien dalam menyikapi hasil pemeriksaan tersebut. Sehingga infeksi virus yang terjadi pada anak-anak dan keluarga Anda dapat ditangani dengan cepat dan tepat sasaran, serta tidak akan menimbulkan dampak yang fatal.Untuk melakukan medical check up di Klinik Granostik Anda dapat langsung mengunjungi lokasi klinik kami di Surabaya. Selain itu, Anda pun dapat berkonsultasi secara online atau membuat janji temu dengan dokter spesialis kami secara langsung lewat layanan Home Service.Yuk, jaga kesehatan buah hati dan keluarga Anda dengan rutin melakukan medical check up di Klinik Granostic!
Apa Itu Ciri-ciri Polio Pada Anak?
Polio pada anak-anak dapat berakibat fatal, karenanya upaya pencegahan infeksi dan penularannya sangatlah penting. Nah, tahukah Anda, apa saja ciri-ciri penyakit polio pada anak?Bernama lain Poliomyelitis, polio merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dalam tubuh manusia dan lebih sering menyerang anak-anak. Sehingga penyakit ini dapat merusak sistem saraf dan menimbulkan kelumpuhan permanen pada anak.Melansir dari WHO, penyakit polio umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 5 tahun. Tak hanya menyebabkan kelumpuhan, jika virus polio menginfeksi otot-otot pernapasan, anak dapat mengalami gagal napas yang berujung pada kematian.Karenanya, Sobat Granostic, sebagai orang tua Anda perlu mengetahui apa saja gejala, penyebab, dan cara pencegahan infeksi virus polio pada anak-anak.Sebagai langkah pertama, mari mengenal apa itu penyakit polio pada anak lewat penjelasan berikut ini:Mengenal Penyakit Polio Pada AnakPolio merupakan jenis penyakit yang kerap menyerang anak-anak, khususnya anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit polio ini disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menular.Paparan virus pada penyakit polio dapat memicu cedera atau kerusakan sistem saraf, yang menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga kematian.Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan melalui pemberian vaksinasi polio pada anak-anak. Selain itu, Anda pun harus menerapkan kebiasaan hidup yang bersih, seperti rajin mencuci tangan sebelum makan, pada anak-anak.Penyebab UtamaPenularan polio dapat terjadi karena banyak hal seperti dari cipratan saat bersin-bersin, tidak mencuci tangan sebelum makan, hingga tinggal di lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama dari penyakit polio pada anak:1. Virus PoliovirusPenyakit polio terjadi karena adanya infeksi virus. Ada tiga jenis virus polio, yang dapat menyebar melalui kontak dengan feses yang terinfeksi. Di mana virus polio dapat bertahan di feses anak selama beberapa minggu.Selain itu, lingkungan yang tidak bersih, cipratan dari bersin-bersin anak yang terinfeksi, kebiasaan tidak mencuci tangan, hingga makanan dan minuman yang terkontaminasi virus polio pun dapat menularkan virusnya.Virus polio pada anak-anak paling mudah menular tepat sebelum dan setelah gejala polio muncul dalam penderitanya.2. Lingkungan yang Tidak HigienisPada lingkungan yang tidak sehat, berbagai jenis kuman, bakteri, dan virus penyebab berbagai masalah kesehatan dapat berkembang biak dengan baik.Virus polio utamanya dapat bertahan lama pada feses dan kotoran. Karenanya kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, atau kurang bersih dalam prosesnya, bisa jadi salah satu faktor terjadinya infeksi.3. Kurangnya VaksinasiTidak melakukan imunisasi polio juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya penularan virus. Imunisasi ini sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak bereaksi dalam menghalau infeksi virus polio.Anda perlu memastikan bahwa anak-anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia, yakni 4 kali imunisasi polio tetes dan dua kali imunisasi suntik.4. Kontak dengan Orang yang TerinfeksiSeperti halnya penyakit yang diakibatkan oleh virus lainnya, penularan polio juga dapat terjadi ketika anak-anak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka dan cairan.Penularan bisa terjadi ketika mengonsumsi makanan atau minuman sisa orang yang terinfeksi. Juga dapat menyebar ketika anak yang terinfeksi batuk atau bersin dan mengeluarkan droplet yang terinfeksi ke udara.5. Kekebalan Tubuh yang LemahVirus dapat dengan cepat menyerang jika kekebalan tubuh anak Anda dalam kondisi yang lemah. Karenanya, selain memberikan imunisasi yang cukup, pastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang, melakukan cek kesehatan secara berkala, dan hidup di lingkungan yang sehat.Gejala RinganInfeksi polio pada anak-anak bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Namun ada juga yang merasakan gejala ringan di awal infeksinya, yang terjadi dalam rentang 1-10 hari. Beberapa gejala ringan polio pada anak antara lain:1. DemamAnak-anak yang terinfeksi polio biasanya akan mengalami demam, hal ini terjadi di masa awal infeksi. Demam pada dasarnya adalah cara alami tubuh untuk melawan virus, karena virus sangat sensitif terhadap perubahan suhu tubuh.Anda harus waspada ketika anak demam tinggi, apalagi hingga berlarut-larut. Langsung periksakan ke dokter spesialis untuk melakukan penanganan yang tepat dan cepat.2. KelelahanSelain suhu tubuh yang meningkat, gejala ringan polio juga berupa kelelahan. Karena virus ini pun pada dasarnya menyerang sistem saraf, yang membuat fungsi otot jadi melemah. Akhirnya anak-anak akan tampak lesu, kelelahan, dan tidak bersemangat.3. Sakit kepalaInfeksi polio juga dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit kepala pada anak. Pada beberapa kasus, polio pun dapat menyerang saraf otak dan tulang belakang, yang tentu dapat menimbulkan kerusakan dan rasa sakit pada kepala anak.4. Sakit tenggorokanSakit tenggorokan juga dapat menjadi salah satu gejala ringan dari infeksi polio pada anak. Jangan salah mengartikan sakit si kecil dan menyepelekan gejala sekecil apapun, terlebih bila anak belum mendapatkan vaksin polio secara lengkap.5. Mual dan muntahAnak-anak yang terserang polio pun akan merasa mual dan muntah. Hal ini pun akan berpengaruh dengan nafsu makan mereka, serta membuat tubuh jadi lebih lemas karena kurangnya asupan energi.6. Nyeri perutMual dan muntah pada infeksi polio juga bisa menyebabkan nyeri perut pada anak-anak. Karenanya, orang tua pun harus peka terhadap keluhan si kecil dan dengan tanggap memberikan pertolongan pertama, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memeriksakan gejalanya.Gejala LanjutanSetelah 10 hari, jika tidak mendapat perawatan yang tepat sasaran dan segera, gejala polio dapat berkembang serta menimbulkan kelumpuhan pada anak-anak. Beberapa gejala lanjutan tersebut antara lain:Kehilangan refleksKenyerian otot yang semakin parah dan semakin lemah. Melemahnya anggota badan pada salah satu sisi atau kedua sisi sekaligus, hingga berujung lumpuh. Terjadi gagal napas apabila infeksi virus polio menyerang saraf pernapasan dan dapat mengakibatkan kematian.Kelumpuhan (Polio Paralitik)Polio paralitik merupakan jenis infeksi polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada anak-anak. Bahkan, ketika infeksi menyerang sistem pernapasan, polio dapat menyebabkan gagal napas dan berujung pada kehilangan nyawa.Ciri polio paralitik pada anak dapat diartikan sebagai gejala lanjutan, yang umumnya terjadi pada dua minggu setelah infeksi.Berikut ciri-ciri polio paralitik pada anak:1. Hilangnya refleksAnak-anak yang terserang polio paralitik dapat kehilangan refleks mereka. Ini karena sistem saraf dan otot pada tubuh mengalami cedera, sehingga memperlambat refleks tubuh.2. Nyeri otot atau kelemahan yang parahSelain itu, polio paralitik pun dapat menyebabkan rasa nyeri otot yang parah dan membuat kondisi anak-anak semakin melemah.3. Kelumpuhan mendadak pada satu atau lebih anggota tubuh, biasanya kaki.Anak-anak pun dapat mengalami kelumpuhan mendadak, lemas bukan kaku seperti stroke, baik itu pada satu bagian atau lebih anggota tubuh. Namun secara umum terjadi pada bagian kaki anak terlebih dahulu.Gejala Pasca PolioTak hanya pada awal infeksi dan penyebarannya pada tubuh, polio pun dapat meninggalkan gejala pasca penyerangannya. Gejala pasca polio ini dapat kembali terasa ketika anak-anak telah memasuki usia dewasa, atau dalam rentang 15–30 tahun setelah infeksi pertama terjadi:Berikut ciri-ciri pasca polio yang perlu Anda tahu:1. Kelemahan otot progresifTerjadi kelemahan otot progresif yang menyebabkan otot tubuh jadi lemah dan tidak sehat. Hal ini terjadi karena semasa serangan virus polio, sistem saraf dan otot tubuh mengalami kerusakan atau cedera. Sehingga meninggalkan gejala yang tersisa dan dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup.2. Nyeri sendi dan ototGejala pasca polio selanjutnya adalah rasa nyeri sendi dan otot, yang juga diakibatkan oleh demam tinggi dan serangan virus pada sistem saraf anak-anak.3. Kelelahan yang ekstremAnak-anak yang telah melewati masa kritis polio dapat merasakan kelelahan yang ekstrem di masa dewasa atau tuanya. Sehingga mereka akan tampak lemas dan tidak bersemangat.4. Masalah pernapasan atau menelanAkibat infeksi pada tenggorokan dan sistem pernapasan oleh virus polio, gejala pasca polio lainnya juga dapat menyebabkan masalah pernapasan pada anak dan mengakibatkan kesulitan untuk menelan makanan.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai ciri-ciri penyakit polio pada anak dan penyebab infeksinya. Tak hanya terjadi dalam waktu infeksi, dampak penyakit polio ini dapat berpengaruh pada perkembangan dan kesehatan tubuh anak seumur hidup mereka. Bahkan tak sedikit juga penderita polio mengalami gagal pernapasan yang berujung pada kematian.Karena dampaknya yang fatal inilah, sebagai orang tua kita perlu memberikan vaksinasi polio yang lengkap dan sesuai usia anak. Tak hanya itu, kita juga perlu tanggap akan berbagai gejala tak biasa yang berkaitan dengan kesehatan anak-anak.Sayangnya tak semua infeksi polio menimbulkan gejala di awal, karenanya kita perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada anak untuk memantau kesehatan tubuh si kecil.Lakukan pemeriksaan kesehatan si kecil dan imunisasi polio ini di layanan kesehatan yang terpercaya. Klinik Granostic, misalnya, yang memiliki peralatan medical check up termutakhir, didukung dengan tenaga kesehatan ahli dan dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya.Anda dapat mengonsultasikan bagaimana cara menjaga pertumbuhan dan perkembangan si kecil agar optimal, meningkatkan sistem imun si kecil, dan mengonsultasikan upaya-upaya pencegahan polio yang efektif.Anda dapat langsung mengunjungi klinik Granostic di Surabaya untuk melakukan konsultasi dan medical check up untuk si kecil. Selain itu, Anda juga dapat melakukan konsultasi online lewat layanan Home Service dan terhubung secara personal dengan dokter spesialis Klinik Granostic.Yuk, lindungi anak-anak kita dari polio dengan melakukan imunisasi lengkap dan cek kesehatan rutin di Klinik Granostic!
Apa Contoh Menu Diet Untuk Penderita Hipertensi?
Ketika mendengar kata ‘diet sehat’, sebagian besar dari kita mungkin membayangkan menu makanan yang tidak menggoda nafsu makan. Padahal, ada banyak contoh menu diet sehat untuk hipertensi yang tetap lezat di lidah dan baik untuk tekanan darah Anda. Penasaran?Mengatur pola makan yang sehat untuk penderita hipertensi sangatlah penting. Karena masalah tekanan darah ini pun juga kerap timbul karena gaya hidup yang sehat, seperti konsumsi asupan natrium dan lemak jenuh serta trans secara berlebihan.Nah, agar program diet Anda terasa lebih lezat dan menggugah selera, Anda bisa menerapkan rekomendasi menu sehat untuk hipertensi dari Granostic berikut ini.SarapanDiet sehat tak hanya dapat kita terapkan pada pemilihan menunya, tapi juga pada keteraturan Waktu makan. Dalam hal ini, sarapan penting untuk tidak Anda lewatkan.Ada baiknya bagi penderita hipertensi untuk mengawali hari mereka dengan kebiasaan yang baik, demi mencegah tekanan darah meningkat di saat siang atau malam hari.Karenanya, sarapan sangat penting untuk menjaga stamina Anda. Selain itu pilih menu yang sehat dan gizi seimbang, maka aliran darah dan kebutuhan energi dapat terjaga secara optimal.Berikut ini beberapa menu diet hipertensi yang bisa Anda terapkan sebagai sarapan:Mangkuk oatmeal dengan potongan buah-buahan segar seperti pisang atau stroberi.Oatmeal dan buah-buahan memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga mampu dicerna dengan lebih lambat oleh tubuh. Tak hanya itu, kedua menu ini pun dapat memberikan asupan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh secara umum.Segelas susu rendah lemak atau susu almond.Selanjutnya, Anda pun bisa mengkonsumsi susu rendah lemak seperti susu almond. Susu rendah lemak memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah, mengurangi terkena risiko penyakit jantung dan stroke, hingga meningkatkan kesehatan tubuh secara umum.Segelas jus jeruk segar (tanpa tambahan gula).Meminum segelas jus jeruk segar tanpa tambahan gula bisa membantu memperkaya asupan vitamin C, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan menjaga imun Anda tetap prima.Sarapan AlternatifPada umumnya, orang Indonesia memiliki kebiasaan sarapan dengan menu yang lengkap dan berupa masakan rumahan. Misalnya paduan nasi, sayur, hingga lauk pauk.Nah, selain nasi, Anda bisa mengonsumsi alternatif menu sarapan sehat di bawah ini.Telur rebus dipadukan dengan berbagai jenis sayuran seperti bayam dan tomat.Kaya akan sumber vitamin A, vitamin D, kalsium, dan zat besi, telur merupakan menu alternatif sarapan yang cocok untuk Anda. Tak hanya itu, telur rebus pun memberikan sensasi kenyang. Memadukannya dengan sayuran, seperti bayam dan tomat, akan menambah nilai gizi pada sarapan Anda.Roti gandum utuh panggang.Roti gandum utuh yang dipanggang sangat tinggi serat dan karbohidrat kompleks. Sehingga mudah untuk dicerna, mencegah kenaikan diabetes, dan baik untuk tekanan darah Anda.Segelas jus tomat atau jus sayuran.Jus tomat memiliki kandungan kalium yang tinggi. Sebagai salah satu elektrolit, kalium dapat meningkatkan ekskresi natrium lewat urin. Sehingga membantu untuk mengurangi tekanan darah dengan signifikan.Makan SiangTak kalah penting dengan sarapan, penderita hipertensi pun baiknya tidak melewatkan makan siang. Sebab, makan siang dapat membantu menyediakan kebutuhan energi tambahan untuk Anda, dapat mencegah dan menurunkan risiko penyakit, hingga membantu menjaga berat badan ideal Anda. Manfaat dari makan siang ini juga akan semakin baik untuk penderita hipertensi ketika Anda menerapkan menu sehat dan seimbang berikut ini:Salad sayuran hijau dengan potongan tomat, mentimun, dan paprika.Kombinasi sayuran hijau dalam salad ini bisa memberikan asupan vitamin, mineral, dan serat pada tubuh. Semua asupan tersebut sangat baik untuk diet hipertensi dan juga mampu menjaga daya tahan tubuh secara umum.Fillet ikan panggang seperti salmon atau mackerel.Ikan merupakan sumber protein rendah lemak yang baik untuk diet hipertensi. Apalagi ketika Anda memasaknya dengan cara dipanggang, maka akan semakin rendah juga kadar lemak trans dan jenuh (yang dapat berdampak pada tekanan darah tinggi Anda).Seporsi nasi merah atau quinoa.Nasi merah dan quinoa memiliki kandungan serat dan karbohidrat kompleks, yang dicerna lebih lambat oleh tubuh dan membuat energi Anda bertahan lebih lama. Karenanya memakan menu ini saat makan siang adalah pilihan terbaik.Segelas air mineral atau teh hijau.Lengkapi menu makan siang Anda dengan segelas air mineral atau teh hijau, yang membantu menjaga kadar cairan dalam tubuh dan menjadi antioksidan terbaik.Makan Siang AlternatifBila Anda memiliki aktivitas yang padat, sehingga kesulitan untuk menyempatkan makan siang yang baik dan lengkap, Anda dapat beralih pada menu alternatif makan siang berikut ini:Sayuran kukus atau tumis dengan potongan ayam tanpa kulit.Kombinasi ini dapat memenuhi kebutuhan akan karbohidrat kompleks, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu ayam tanpa kulit juga memberikan protein yang rendah lemak dan baik untuk tekanan darah Anda.Sajian tumis tahu dengan sayuran seperti brokoli, wortel, dan buncis.Brokoli, wortel, dan buncis kaya akan serat, antioksidan, dan berbagai vitamin serta mineral yang baik untuk tubuh Anda.Segelas air lemon dingin atau teh herbal. Air lemon mengandung kalsium dan kalium, kedua elektrolit ini dapat membantu Anda menurunkan tekanan darah secara signifikan.CamilanSiapa bilang, penderita hipertensi tidak boleh memakan camilan? Ya, camilan yang tidak diperbolehkan ini adalah yang mengandung natrium, gula, dan berbagai kandungan yang tidak mudah dicerna oleh tubuh dengan mudah.Selain itu, jenis camilan tersebut pun akan berdampak buruk pada tekanan darah Anda. Apalagi yang natriumnya tinggi, tentu akan berpengaruh pada kadar cairan dalam tubuh dan menyebabkan peningkatan tensi.Nah, sebagai ganti camilan dari produk-produk kemasan dan instan, Anda bisa mengonsumsi beberapa contoh menu sehat untuk hipertensi berikut ini:Sebuah buah segar seperti apel atau pir. Buah-buahan mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum. Kandungan mineralnya, seperti kalium, dapat berdampak secara langsung pada tekanan darah Anda.Sejumput kacang almond atau kacang mete. Mengonsumsi kacang-kacangan sebagai cemilan juga bisa Anda lakukan dalam diet hipertensi, namun pastikan untuk tidak menambahkan garam atau menggorengnya, ya.Sebuah yogurt rendah lemak tanpa tambahan gula. Makan MalamContoh menu diet sehat untuk hipertensi ini juga penting Anda terapkan untuk makan malam. Pilih makanan yang mengandung gizi seimbang, serta kurangi asupan natrium pada masakan.Berikut pilihan menu makan malam untuk diet hipertensi yang bisa Anda coba:Porsi daging rendah lemak seperti daging sapi tanpa lemak atau dada ayam panggang. Menu ini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh Anda, namun tetap tidak memicu penumpukan LDL yang buruk untuk tekanan darah.Kentang tumbuk atau kentang panggang tanpa mentega. Sebagai pengganti nasi putih, Anda bisa mendapatkan asupan karbohidrat dari kentang tumbuk yang dipanggang dalam menu makan malam.Sayuran panggang seperti wortel, buncis, dan labu.Segelas air mineral atau infus buah.Makan Malam AlternatifSementara itu, bila Anda ingin alternatif menu makan malam yang lebih variatif dan ringan sebagai diet hipertensi, Anda bisa mencoba beberapa menu berikut ini:Tumis tahu dengan sayuran seperti jamur, brokoli, dan paprika.Segelas kaldu sayuran hangat.Sepiring salad sayuran dengan dressing balsamic rendah garam.Kombinasi menu makan malam alternatif di atas dapat memenuhi kebutuhan cairan Anda di malam hari, memberikan asupan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh Anda. Kaldu sayuran hangat yang rendah garam pun bisa mencegah asupan natrium berlebihan pada tubuh, yang tentunya dapat memberikan dampak buruk pada tekanan darah Anda.Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Di GranosticNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap mengenai contoh menu diet hipertensi yang sehat namun lezat. Apakah Anda tertarik untuk memasukkannya dalam jadwal diet Anda?Selain merencanakan diet hipertensi secara pribadi, Anda pun idealnya selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan berkonsultasi rutin dengan ahli gizi dalam prosesnya.Di Klinik Granostic Anda dapat melakukan pemeriksaan rutin hipertensi dan berkonsultasi dengan ahli gizi kami. Sebab, pemeriksaan rutinan ini akan membantu Anda melihat bagaimana perkembangan rencana diet Anda dan dampaknya pada hipertensi yang Anda miliki.Selain itu, berkonsultasi dengan ahli gizi pun dapat memberikan perencanaan diet yang matang, sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatan Anda. Bagaimana? Tertarik untuk merencanakan diet sehat untuk mengatasi dan mengontrol hipertensi Anda? Langsung klik tombol di bawah untuk mulai berdiskusi dengan tim medis ahli Klinik Granostic.
Seberapa Penting Diet Untuk Hipertensi?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan yang tak sehat. Karenanya bagi penderita hipertensi menerapkan diet sehat sangatlah penting.Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) atau nama lain dari diet hipertensi, menaruh perhatian pada pola makan sehat dengan tujuan untuk menurunkan dan mencegah tekanan darah tinggi, tanpa menggunakan obat-obatan.Melansir dari National Institutes of Health menjelaskan bahwa diet DASH berkonsentrasi untuk mengurangi asupan natrium (garam), lemak, dan kolesterol. Serta beralih meningkatkan makanan berasupan protein, serat, kalsium, dan kalium dari makanan yang sehari-hari dikonsumsi.Nah, ketika Anda dapat menerapkan diet hipertensi ini dengan baik, tekanan darah dapat turun secara signifikan dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu.Lantas bagaimana cara penerapan diet hipertensi ini? Mari kita baca langkah demi langkahnya dalam uraian berikut:1. Pengurangan GaramNatrium atau garam merupakan asupan yang harus Anda kurangi dalam melakukan diet untuk hipertensi. Sebab asupan garam secara berlebihan akan berdampak buruk pada tensi darah Anda. Mengapa ini terjadi?Asupan garam yang tinggi dapat memicu retensi cairan atau tertahannya air dalam tubuh. Kondisi ini menyebabkan volume cairan dalam pembuluh darah meningkat, yang kemudian akan membuat tensi Anda naik.Melansir dari American Heart Association (AHA), jumlah asupan garam atau natrium harian tidak boleh lebih dari 2.300 mg atau setara dengan satu sendok teh per harinya.Bagi seseorang dengan tekanan darah tinggi, penggunaan garam dalam masakan pun perlu dikurangi lagi menjadi tidak lebih dari 1.500 mg.2. Kontrol Berat BadanMengontrol berat badan dalam angka ideal juga sangat penting untuk diet hipertensi. Kelebihan berat badan diketahui dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.Hubungan antara obesitas dan terjadinya hipertensi juga sangat kompleks. Misalnya Ketika seseorang obesitas, terjadi peningkatan system hormone yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.Tak hanya itu, kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan kekakuan pembuluh darah, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, salah satunya hipertensi.3. Meningkatkan Konsumsi SeratSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa dalam diet hipertensi Anda harus mulai mengonsumsi makanan yang sehat, seperti mengandung serat tinggi.Menurut jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, kekurangan asupan serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.Hal ini karena asupan serat yang rendah dapat menyebabkan obesitas, yang juga berdampak pada tekanan darah Anda.Karenanya, sebagai upaya menerapkan pola diet sehat untuk hipertensi, Anda bisa mulai mengonsumsi makanan tinggi serat. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran hijau.4. Mengurangi Kolesterol Jahat (LDL)Mengurangi asupan kolesterol jahat (LDL) juga sangat penting untuk Anda lakukan dalam menerapkan diet hipertensi.LDL dapat meningkat ketika Anda mengonsumsi makanan dengan asupan asam lemak jenuh secara berlebihan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit kardiovaskular.Ini karena kolesterol jahat yang menumpuk pada tubuh dapat merusak pembuluh darah jantung. Karenanya jumlah asupan hariannya pun perlu dibatasi.Para ahli merekomendasikan untuk asupan asam lemak jenuh tidak boleh melebihi 120 kalori atau sekitar 13 gram per harinya. Anda perlu membatasi konsumsi makan gorengan, makanan cepat saji, jeroan, daging olahan, dan berbagai makanan dengan asupan lemak jenuh lainnya.5. Menjaga Keseimbangan ElektrolitLangkah selanjutnya dalam pola diet sehat untuk penderita hipertensi adalah dengan menjaga kesimbangan elektrolit. Pada dasarnya tubuh manusia membutuhkan elektrolit, yang merupakan kumpulan mineral dalam cairan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.Elektrolit yang ada dalam tubuh terdiri dari natrium, klorida, kalium, fosfat, dan kalsium. Kehadiran beragam mineral ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan organ tubuh, termasuk mencegah hipertensi.Anda dapat menjaga keseimbangan elektrolit ini dengan beberapa langkah berikut:pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh,tidak minum air putih secara berlebihan,minum minuman olahraga setelah melakukan aktivitas fisik yang berat,memenuhi asupan mineral dari sumber makanan sehat,dan membatasi asupan garam atau natrium untuk menjaga keseimbangan unsur dalam elektrolit.6. Mengurangi Konsumsi Lemak Jenuh dan TransSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, Anda perlu memperhatikan asupan lemak jenuh dan trans untuk diet hipertensi. Kedua asupan ini, jika menumpuk dalam tubuh, akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas.Peningkatan lemak jenuh bertalian dengan tingginya kadar kolesterol jahat, yang bisa menumpuk plak di pembuluh darah. Akhirnya kondisi ini dapat menyumbat aliran darah dari jantung ke otak.Sementara itu, lemak trans dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding dengan lemak jenuh, seperti penyakit jantung dan stroke.Karenanya, Anda bisa mengalihkan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans ini pada makanan kaya serat dan berprotein tinggi (rendah lemak). Anda bisa mencoba mengonsumsi gandum utuh, beras merah, dan berbagai makanan sehat lainnya.7. Menjaga Gula Darah StabilMenjaga gula darah agar tetap stabil dalam diet untuk hipertensi juga sangat penting. Sebab, tingginya gula darah juga bisa berdampak pada tekanan darah dan kesehatan jantung Anda.Ketika kadar gula darah Anda meningkat, tubuh akan melepaskan hormone insulin untuk mengatasinya dan mengembalikan kadarnya ke kondisi normal. Akan tetapi, insulin ini juga dapat memicu pembentukan kolesterol jahat LDL.Seperti yang kita jelaskan sebelumnya, bahwa kolesterol jahat LDL sangat berpengaruh pada kesehatan jantung dan tekanan darah Anda. Karenanya sebaiknya kurangi dan hindari konsumsi garam berlebihan untuk mengontrol tekanan darah Anda.8. Meningkatkan Konsumsi KaliumKalium merupakan salah satu asupan yang dapat menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh Anda. Lebih dari itu, ada banyak hal yang membuat kalium penting dalam diet untuk hipertensi yang Anda lakukan.Pada tekanan darah, kalium dapat membantu meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah.Tak hanya itu, makanan dengan kandungan kalium pun dapat mengurangi kadar natrium berlebih dalam tubuh, yakni dengan cara mengeluarkannya melalui urin.Ketika asupan kalium tercukupi, penyakit pada pembuluh darah seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke pun dapat dicegah. Sebab kalium juga mampu mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri.Nah, itu adalah penjelasan mengenai seberapa penting diet sehat untuk penderita hipertensi, serta jenis-jenis asupan yang harus Anda perhatikan.Saat menderita hipertensi, Anda perlu menyimak asupan makanan yang Anda konsumsi dengan baik. Tujuannya untuk mencegah terjadinya komplikasi yang memperparah kondisi tubuh Anda.Bila Anda merasa kesulitan untuk mengatur pola diet yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda, lakukan konsultasi di Klinik Granostic dan diskusikan keluhan Anda bersama dokter spesialis kami.Lewat pemeriksaan yang lengkap, dokter spesialis Klinik Granostic akan memberikan diagnosa dan mendiskusikan pengaturan diet sehat yang ideal untuk Anda. Untuk mulai konsultasi, Anda dapat langsung menuju klinik kami di Surabaya atau lakukan konsultasi online lewat klik layanan Home Service di bawah ini.
Cek Tekanan Darah Secara Berkala di Granostic
Cek tekanan darah secara berkala adalah kegiatan memeriksa tekanan darah pada interval waktu tertentu untuk memantau kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mengapa cek tekanan darah begitu penting? Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, yang sering kali tidak menunjukkan gejala awal. Hipertensi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ lain jika tidak ditangani dengan baik.Dengan rutin memeriksa tekanan darah, seseorang dapat mengetahui apakah tekanan darah mereka berada dalam kondisi normal atau mengalami perubahan yang bisa berdampak negatif pada kesehatan. Lakukan pengecekan rutin di Granostic maka Anda dapat memantau kondisi tekanan darah Anda dan mendapatkan saran medis yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung.Selain itu, memantau tekanan darah juga membantu dokter dalam menyesuaikan pengobatan dan memberikan saran gaya hidup yang sesuai untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan dini atau pengobatan yang tepat.Tahap Pemeriksaan MCU Untuk Hipertensi Proses pengecekan tekanan darah di Granostic sangat sederhana dan cepat. Anda tidak perlu khawatir tentang prosedur yang rumit atau memakan waktu lama. Kami menggunakan alat-alat modern yang memberikan hasil yang akurat dalam hitungan menit. Adapun beberapa tahap pemeriksaan MCU untuk hipertensi di Granostic dijelaskan sebagai berikut:1. Pengukuran Tekanan DarahTahap pertama dalam medical check-up hipertensi di Granostic adalah pengukuran tekanan darah. Tahap ini dilakukan dengan alat pengukur tekanan darah yang akurat, berupa sfigmomanometer baik otomatis maupun manual.Pengukuran dilakukan dalam kondisi tenang dan santai, biasanya dilakukan dua hingga tiga kali untuk memastikan hasil yang konsisten.Proses ini penting untuk menentukan apakah tekanan darah Anda berada dalam kisaran normal atau menunjukkan tanda-tanda hipertensi.Hasil pengukuran akan dicatat dan dibandingkan dengan nilai tekanan darah normal. Tekanan darah normal umumnya berada di bawah 120/80 mmHg.Jika hasil pengukuran menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari angka normal, dokter akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk diagnosis dan penanganan.2. Pemeriksaan FisikSetelah pengukuran tekanan darah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini melibatkan pengecekan tanda-tanda fisik yang dapat menunjukkan hipertensi atau komplikasi yang terkait.Dokter akan memulai dengan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk riwayat keluarga dengan hipertensi atau penyakit jantung, kebiasaan hidup, diet, dan aktivitas fisik.Informasi ini membantu dokter memahami faktor risiko yang mungkin Anda miliki. Selanjutnya, dokter akan mengukur berat badan dan tinggi badan Anda untuk menghitung indeks massa tubuh (BMI). BMI yang tinggi dapat meningkatkan risiko hipertensi.Dokter akan mendengarkan suara jantung dan paru-paru, memeriksa pembuluh darah, dan mungkin memeriksa area tubuh lainnya untuk mencari tanda-tanda pembengkakan atau masalah lain yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi.3. Pemeriksaan UrinePemeriksaan urine juga merupakan bagian penting dari medical check-up hipertensi. Tes urine dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan mendeteksi adanya protein atau zat lain dalam urin yang bisa menunjukkan kerusakan ginjal akibat hipertensi.Anda akan diminta untuk memberikan sampel urine. Biasanya, Anda akan diberi wadah steril dan instruksi tentang cara mengumpulkan sampel urine yang bersih.Tenang saja, pengumpulan sampel urin bisa dilakukan di tempat khusus yang disediakan oleh Granostic untuk menjaga privasi dan kenyamanan Anda.Jadi, pemeriksaan urine memberikan informasi berharga tentang kondisi ginjal dan membantu mengidentifikasi komplikasi potensial sejak dini. Hal ini dapat membantu dokter dalam memahami tindakan apa yang akan ia ambil.4. Pemeriksaan Kondisi MentalPemeriksaan kondisi mental melibatkan evaluasi kesehatan mental dan emosional Anda. Stres dan kecemasan dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah, sehingga penting untuk menilai kondisi mental Anda.Dokter atau konselor mungkin akan menanyakan tentang tingkat stres, kebiasaan tidur, dan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi tekanan darah Anda.Dengan melakukan pemeriksaan kondisi mental, dokter spesialis Granostic memastikan bahwa aspek psikologis yang mempengaruhi tekanan darah dan kesehatan kardiovaskular Anda juga diperhatikan. Penanganan yang komprehensif ini membantu dalam pengelolaan hipertensi secara lebih efektif, meningkatkan kesejahteraan keseluruhan Anda.5. Pemeriksaan LaboratoriumPemeriksaan laboratorium melibatkan berbagai tes darah yang membantu dalam mengevaluasi kesehatan secara keseluruhan. Tes ini termasuk pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal.Hasil dari tes ini memberikan informasi penting tentang risiko tambahan yang mungkin Anda miliki terkait dengan hipertensi, seperti diabetes atau penyakit jantung. Hasil tes laboratorium biasanya tersedia dalam beberapa hari. Dokter akan meninjau hasil ini bersama Anda, menjelaskan apa arti setiap tes dan bagaimana hasilnya berhubungan dengan kesehatan dan tekanan darah Anda.Pemeriksaan laboratorium adalah bagian penting dari medical check-up hipertensi karena memberikan informasi mendetail tentang berbagai aspek kesehatan yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh tekanan darah tinggi. Dokter akan memberikan rekomendasi pengobatan atau perubahan gaya hidup yang sesuai.6. Elektrokardiogram (EKG)Elektrokardiogram (EKG) adalah tes yang merekam aktivitas listrik jantung Anda. Tes ini penting untuk mendeteksi adanya masalah jantung yang mungkin disebabkan atau diperburuk oleh hipertensi.EKG dapat mengidentifikasi irama jantung yang tidak normal, kerusakan jantung, atau tanda-tanda penyakit jantung lainnya.Jika EKG menunjukkan adanya masalah, dokter mungkin akan merekomendasikan tes tambahan, seperti echocardiogram atau tes stres untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kondisi jantung Anda.Pemeriksaan EKG adalah langkah penting dalam medical check-up hipertensi karena membantu mengidentifikasi masalah jantung yang mungkin tidak terlihat melalui pemeriksaan fisik atau tes laboratorium saja.Dengan memahami kondisi jantung Anda secara lebih mendalam, Granostic dapat memberikan perawatan yang lebih tepat dan efektif untuk mengelola hipertensi dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular Anda.Lakukan Semua Kebutuhan MCU Untuk Hipertensi di GranosticNah, setelah membaca penjelasan di atas, Anda tentu sudah paham pentingnya melakukan cek tekanan darah secara berkala. Pemeriksaan rutin membantu mengontrol tekanan darah, karena gaya hidup dan pola konsumsi manusia bisa berubah sewaktu-waktu. Perubahan ini dapat mempengaruhi tekanan darah, sehingga perlu dipantau secara berkala.Granostic sebagai penyedia semua layanan yang diperlukan untuk medical check-up hipertensi dalam satu tempat, memastikan bahwa setiap aspek kesehatan Anda diperiksa dengan saksama. Dengan mengikuti semua tahapan ini, Anda akan mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi kesehatan Anda dan dapat bekerja sama dengan tim medis untuk mengelola hipertensi dengan efektif.Granostic berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan berkualitas tinggi untuk membantu Anda menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah Anda.Tidak perlu khawatir, untuk konsultasi di Granostic bisa dilakukan melalui chat atau pesan WhatsApp, serta melalui panggilan video. Sangat mudah dan praktis, bukan? Hubungi tim Klinik Granostic dengan mengklik tombol di bawah ini untuk membahas layanan pemeriksaan kesehatan untuk lansia yang Anda butuhkan. Mari kita jaga kesehatan keluarga kita dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Klinik Granostic.
Langkah Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi serius yang dapat terjadi pada siapa saja tanpa menunjukkan gejala khusus. Namun, dampaknya dapat berbahaya dengan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, dan bahkan bisa berujung pada kematian.Normalnya, tekanan darah berada di angka 120/80 mmHg, sedangkan jika mencapai 130/80 mmHg ke atas, sudah termasuk dalam kategori tekanan darah tinggi. Angka 120–129 di atas kurang dari 80 berarti tekanan darah tinggi. Artinya, Anda berisiko terkena tekanan darah tinggi.Langkah pertama yang penting adalah memahami apa yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan faktor-faktor risikonya. Beberapa penyebab yang umum meliputi pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan.Faktor risiko juga dapat termasuk riwayat keluarga, usia, dan kondisi medis tertentu seperti obesitas atau diabetes.Mengelola tekanan darah melalui gaya hidup sehat mampu menunda, mencegah, atau mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Terdapat beberapa metode alami yang bisa Anda coba untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi.Nah, Sobat Granostic, mari pelajari dan terapkan beberapa strategi mengatasi hipertensi dalam pembahasan berikut ini.1. Pola Makan SehatMengonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, serta produk susu rendah lemak jenuh dan kolesterol dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga 11 mm Hg. Makanan yang kaya akan nutrisi mampu menjaga keseimbangan tubuh.Kalium dalam makanan dapat mengurangi efek garam (natrium) terhadap tekanan darah. Sumber potasium terbaik berasal dari buah-buahan dan sayuran, bukan dari suplemen. Cobalah untuk mengonsumsi antara 3.500 hingga 5.000 mg potassium per hari, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sebesar 4 hingga 5 mmHg. Namun, hal ini perlu Anda konsultasikan kepada profesional, berapa banyak potasium yang harus Anda konsumsi.2. Batasi Konsumsi AlkoholBerdasarkan tinjauan tahun 2020 menemukan bahwa mengkonsumsi 30 g atau lebih alkohol dapat meningkatkan detak jantung hingga 24 jam. Sedangkan tekanan darah cenderung turun pada 12 jam pertama, tetapi kemudian meningkat. Alkohol juga dapat mempengaruhi efektivitas obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan menyebabkan kenaikan berat badan. Keduanya dapat berkontribusi pada hipertensi.Mengurangi konsumsi alkohol menjadi kurang dari satu gelas per hari untuk wanita atau dua gelas per hari untuk pria bisa menurunkan tekanan darah sekitar 4 mm Hg. Satu gelas setara dengan 12 ons bir, 5 ons anggur, atau 1,5 ons minuman keras dengan kekuatan 80.3. Hindari MerokokMenghindari konsumsi rokok dapat menurunkan tekanan darah karena nikotin dalam rokok menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan detak jantung. Kedua hal tersebut dapat menaikkan tekanan darah. Selain itu, merokok merusak dinding arteri yang dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi.Dengan berhenti merokok, pembuluh darah bisa berfungsi lebih baik dan tekanan darah dapat tetap dalam keadaan sehat. Hal ini juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan yang mungkin mengarah pada umur yang lebih panjang.4. Pengelolaan Berat BadanKelebihan berat badan memberi beban ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Dengan menurunkan berat badan, jantung tidak perlu bekerja sekeras itu untuk memompa darah sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.Selain itu, berat badan yang sehat juga mengurangi risiko resistensi insulin dan peradangan yang keduanya berkontribusi pada hipertensi. Penurunan berat badan adalah salah satu perubahan gaya hidup paling efektif untuk mengendalikan tekanan darah. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan sedikit saja berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah.Secara umum, tekanan darah mungkin turun sekitar 1 milimeter merkuri (mmHg) setiap kilogram (sekitar 2,2 pon) penurunan berat badan. Selain itu, ukuran lingkar pinggang juga penting. Memiliki terlalu banyak lemak di sekitar pinggang dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi.Umumnya, pria berisiko obesitas jika ukuran pinggangnya lebih besar dari 40 inci (102 sentimeter), sedangkan wanita berisiko jika ukuran pinggang mereka lebih besar dari 35 inci (89 sentimeter). Untuk mengatasi obesitas ini, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti mengurangi porsi makan, bergerak lebih banyak, serta konsumsi makanan sehat dan seimbang.5. Mengelola KafeinMengelola konsumsi kafein dapat menurunkan tekanan darah karena kafein dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah. Efek ini terjadi karena kafein merangsang sistem saraf pusat yang dapat meningkatkan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah.Beberapa orang yang rutin meminum minuman berkafein memiliki tekanan darah rata-rata lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak meminumnya. Orang lain yang rutin meminum minuman berkafein memiliki toleransi terhadap kafein. Akibatnya, kafein tidak memberikan efek jangka panjang terhadap tekanan darah mereka.Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan 400 miligram kafein sehari umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun, jika Anda khawatir dengan efek kafein pada tekanan darah Anda, cobalah membatasi jumlah kafein yang Anda minum hingga 200 milligram sehari. Jumlah ini umumnya, hampir sama dengan dua cangkir kopi seduh berukuran 8 ons (237 milliliter). Perlu diingat bahwa jumlah kafein dalam kopi, minuman berenergi, dan minuman lainnya berbeda-beda berdasarkan merek dan metode penerapannya. Selain itu, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, hindari kafein tepat sebelum melakukan aktivitas yang secara alami meningkatkan tekanan darah Anda, seperti olahraga, angkat beban, atau pekerjaan fisik lainnya.6. Pengukuran Tekanan Darah RutinMengukur tekanan darah secara rutin bertujuan memantau kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dengan pemantauan ini, Anda dapat segera mengetahui kondisi tekanan darah Anda. Jika mulai meningkat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan atau penanganan dini.Hal ini membantu mengidentifikasi pola dan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah, memungkinkan Anda dan dokter untuk menyesuaikan perawatan atau gaya hidup dengan lebih efektif. Pengukuran rutin juga memberi gambaran lebih akurat tentang kondisi kesehatan Anda. Hal ini dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke.7. Mengelola StresMengelola stres dapat menurunkan tekanan darah karena stres yang berlebihan memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Kedua hormon tersebut yang dapat meningkatkan tekanan darah dengan mempercepat detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah.Ketika stres dikelola dengan baik melalui teknik-teknik, seperti meditasi, latihan pernapasan, olahraga, atau aktivitas relaksasi lainnya, tubuh lebih rileks dan produksi hormon stres berkurang. Akibatnya, tekanan darah turun dan lebih stabil. Dengan mengurangi stres, Anda membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko komplikasi terkait hipertensi.8. Konsultasi Tim Ahli GranosticTekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis yang serius yang membutuhkan penanganan tepat untuk menghindari komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ. Salah satu cara terbaik untuk mengelola hipertensi adalah dengan konsultasi kepada tim ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Tim ahli Granostic siap membantu Anda dengan pendekatan komprehensif dan personalisasi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Home Service
Loading
Toast Message