Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Waktu Tidur yang Baik Untuk Penderita Hipertensi
Sobat Granostic, tak hanya cukup dengan mengatur pola makan, durasi dan waktu tidur yang tepat juga dapat membantu mengontrol hipertensi, loh. Lantas seperti apa sih waktu tidur yang baik untuk penderita hipertensi itu?Pada dasarnya tidur yang cukup memang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita secara umum, begitu pula bagi para penderita hipertensi. Melansir dari sebuah studi di Cina, dikatakan bahwa seseorang yang memiliki insomnia akut akan lebih berisiko terkena hipertensi.Karenanya sangat penting bagi penderita hipertensi untuk mengatur pola tidur mereka agar cukup dan teratur, yakni 7-8 jam sehari. Nah, selain panjang durasi tidur, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk mengatur waktu tidur yang baik sebagai penderita hipertensi berikut ini.1. Tetap Konsisten dengan Jadwal TidurLangkah pertama untuk mengatur waktu tidur yang baik bagi penderita hipertensi adalah menerapkan jadwal tidur yang konsisten. Mengatur jadwal tidur yang konsisten dapat mempertahankan pola tidur yang baik dalam jangka Panjang.Anda dapat memulainya dengan membentuk jadwal tidur setiap hari, dan pastikan Anda selalu tidur dan bangun di waktu yang sama. Terapkan jadwal tidur secara konsisten, meskipun Anda sedang dalam periode liburan untuk membentuk kebiasaan yang baik.2. Tidur yang CukupTak hanya mengatur waktu tidur, Anda pun harus mengatur durasi tidur yang cukup bagi penderita hipertensi. Karena durasi tidur yang kurang dan berlebihan pun sama-sama buruknya untuk tekanan darah Anda.Melansir dari laman Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, disebutkan bahwa jika pengidap hipertensi tidur lebih lama dari 8 jam, maka risiko terkena untuk terkena stroke pun dapat naik hingga 2 kali lipat.Sementara itu, kekurangan tidur pun dapat mempengaruhi tekanan darah kita. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang dengan gangguan tidur cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi.Penderita hipertensi dianjurkan untuk tidur teratur, serta memastikan bahwa jumlah durasi waktu tidur pun tak kurang dan lebih dari 7– 8 jam sehari.3. Pilih Posisi Tidur yang TepatAgar mempermudah mengatur waktu tidur yang baik untuk penderita hipertensi, Adna bisa memilih posisi tidur yang tepat dan nyaman.Posisi tidur yang baik bagi penderita hipertensi adalah posisi tidur miring ke kiri. Menerapkan posisi ini dapat membantu mengalirkan arah ke jantung, serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah.Sebaliknya, Anda perlu menghindari tidur miring dengan posisi ke kanan. Posisi ini ini justru membuat tubuh menekan pembuluh darah Kembali ke jantung, serta memperparah gejala hipertensi.Selain tidur miring ke kiri, Anda juga bisa mencoba tidur tengkurap. Posisi ini dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda ketika tidur.Selain itu, Anda juga dapat menggunakan alas tidur dan bantal yang nyaman, sehingga membuat tidur Anda semakin nyenyak.4. Hindari Tidur Terlalu Lama atau Terlalu SedikitSelanjutnya, Anda juga harus memastikan bahwa Anda tidur dengan durasi yang cukup. Sebab tidur terlalu lama ataupun terlalu sedikit memberikan dampak yang sama buruknya terhadap penderita hipertensi.Untuk mencegah tidur berlebihan atau kurangnya tidur saat malam hari, Anda bisa membatasi Waktu tidur siang. Idealnya, Anda tidur siang selama 30 menit saja setiap hari sehingga tidak mengganggu tidur di malam hari.5. Ciptakan Lingkungan Tidur yang NyamanMenciptakan waktu tidur yang tepat bagi penderita hipertensi juga harus dengan membuat lingkungan tidur menjadi nyaman. Tujuannya, Anda dapat memiliki tidur yang berkualitas dan bangun dalam kondisi tubuh yang bugar.Hal ini dapat Anda lakukan dengan mematikan lampu dan alat elektronik yang Anda gunakan, seperti TV maupun ponsel, saat Anda hendak pergi tidur.Paparan cahaya lampu yang terang dapat mengirim sinyal ke otak kita untuk berhenti memproduksi hormone tidur. Akhirnya, kita jadi lebih sulit untuk tidur.Begitupula bila Anda menyalakan TV atau menonton video dengan suara yang bising. Otak Anda akan terus memproses paparan suara dari televisi dan akhirnya membuat sulit untuk tidur.6. Hindari Stimulan Sebelum TidurAgar tidur Anda lebih nyenyak dan lelap, sebaiknya hindari stimulant seperti nikotin dan kafein. Kedua asupan ini bisa membuat Anda terjaga, karenanya tak dianjurkan untuk dikonsumsi di malam hari ketika Anda hendak tidur.Pengaruh kafein dapat bertahan selama beberapa jam, bahkan bisa sampai 24 jam. Sehingga pengaruh zat ini terhadap Waktu tidur Anda juga akan sangat signifikan.Tak hanya membuatmu sulit untuk memulai tidur, meminum minuman berkafein juga dapat membuat Anda sering terbangun di malam hari dan menyebabkan tidur tidak berkualitas.Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan untuk tidak makan menjelang tidur. Pastikan Anda memberikan jeda 2-3 jam antara Waktu makan dengan Waktu tidur. Sehingga tubuh memiliki Waktu untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi tersebut.Tak hanya itu, pastikan juga untuk memperhatikan kandungan makanan yang Anda konsumsi di malam hari. Pastikan tidak mengandung lemak tinggi, manis, atau kafein menjelang tidur.7. Relaksasi Sebelum TidurLast but least, agar waktu tidur untuk penderita hipertensi ini menjadi berkualitas dan tepat, Anda dapat melakukan relaksasi sebelum tidur. Sebagai relaksasi, Anda dapat melakukan meditasi sebelum tidur. Aktivitas ini dapat membantu mendorong produksi melatonin, yang dapat membantu ANda lebih mudah tertidur. Selain itu, meditasi juga cukup sederhana dan mudah untuk Anda lakukan. Anda bisa menerapkannya dengan posisi duduk atau berbaring.Pastikan Anda dalam posisi yang nyaman dan dalam ruangan yang tenang. Kemudian tutup mata Anda, lakukan olah napas dengan menariknya dan menahannya selama 5 detik, kemudian hembuskan perlahan selama 5 detik. Fokuskan pikiran Anda pada gerakan pernapasan tersebut, lakukan hal ini secara berulang selama 15-30 menit setiap Anda hendak tidur.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai pengaturan waktu tidur yang tepat untuk penderita hipertensi. Semua pengaturan tersebut tidak bisa hanya Anda terapkan sekali untuk dapat memberikan efek pada tubuh, melainkan harus dilakukan secara teratur dan berkelanjutan.Pada dasarnya hipertensi tidak bisa disembuhkan total, melainkan dapat dikontrol dan dicegah potensi komplikasinya. Karenanya sangat penting bagi penderita hipertensi untuk dapat menjalankan gaya hidup yang sehat, seperti mengatur waktu tidur yang tepat di atas.Selain melakukan upaya pencegahan secara mandiri, penderita hipertensi pun harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan ditemani oleh dokter spesialis. Klinik Granostic dapat membantu Anda dalam hal ini.Klinik Granostic menyediakan layanan medical check up (MCU) lengkap termasuk pemeriksaan tekanan darah, fungsi kardiovaskuler, dan pemeriksaan menyeluruh pada kondisi tubuh Anda.Dengan begitu, Anda dapat memperoleh diagnosis yang lengkap dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Selanjutnya Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kami untuk mengatur jadwal dan pola hidup sehat yang tepat untuk penderita hipertensi.Yuk, Sobat Granostic, jangan lewatkan pemeriksaan tekanan darah Anda dan lakukan konsultasi di Klinik Granostic!
Apa Saja Cara Mencegah Hipertensi Pada Ibu Hamil?
Selama masa kehamilan tekanan darah ibu cenderung tidak stabil. Karenanya ibu hamil pun rentan mengalami hipertensi, yang jika tidak ditangani dengan baik akan berisiko pada kesehatan ibu dan janin. Namun ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi pada ibu hamil, loh.Sobat Granostic, Anda tentu memahami bahwa hipertensi adalah masalah kesehatan yang butuh ditangani dengan tepat dan segera. Terlebih pada ibu hamil, yang tidak boleh sembarangan meminum obat-obatan demi keamanan buah hati.Pencegahan menjadi hal yang sangat penting, sebab dampak hipertensi pada ibu hamil dan bayi sangatlah besar. Mulai dari menghambat perkembangan janin, risiko komplikasi pada ibu, hingga kelahiran prematur.Lantas bagaimana cara mencegah hipertensi pada ibu hamil yang tepat? Simak penjelasan berikut ya, Sobat Granostic!1. Pemeriksaan Kesehatan RutinMemeriksakan kesehatan secara rutin adalah salah satu cara mencegah hipertensi pada ibu hamil. Langkah ini baiknya Anda lakukan sejak proses perencanaan kehamilan.Melakukan pengecekan secara menyeluruh ini penting untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan yang rentan dialami saat hamil, termasuk hipertensi.Selain itu, semasa kehamilan pemeriksaan kesehatan juga tak boleh absen dilakukan. Prenatal check up utamanya sangat penting untuk mengontrol tekanan darah ibu hamil dari waktu ke waktu.Pastikan Anda melakukan pengecekan kesehatan ini langsung di klinik terpercaya dengan dampingan dokter spesialis, seperti di Klinik Granostic. Sehingga Anda dapat memperoleh pemeriksaan lengkap dengan diagnosis terpercaya dari dokter.Di Granostic Surabaya, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman serta dikenal karena pendekatannya yang hangat dan komunikatif.Dengan dukungan fasilitas modern dan teknologi diagnostik terkini, Granostic memberikan layanan yang nyaman bagi ibu hamil, mulai dari pemeriksaan rutin, USG kehamilan, pemantauan tumbuh kembang janin, hingga konsultasi seputar persalinan.Tanpa perlu ke klinik, Anda sudah dapat terhubung dan mendiskusikan kondisi kehamilan Anda kapanpun dan dimanpun Anda membutuhkannya dengan layanan Home Service kami juga.2. Makan Makanan SehatCara mencegah hipertensi untuk ibu hamil selanjutnya adalah dengan menerapkan pola makan yang sehat. Selain makan secara teratur, Anda juga harus memperhatikan gizi yang ada dalam makanan tersebut. Hindari mengonsumsi makanan olahan dan kemasan yang umumnya mengandung natrium, karbohidrat rendah serat, dan gula yang tinggi.Semua makan ini tak hanya memberikan dampak tak menyehatkan untuk tubuh secara umum, namun juga dapat berdampak pada tekanan darah ibu hamil. Sebaliknya, konsumsilah makanan dengan kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian dengan karbohidrat kompleks, serta sumber protein tanpa lemak.3. Hindari Garam BerlebihanTelah kita singgung sebelumnya, bahwa garam bisa menyebabkan masalah hipertensi pada ibu hamil. Kok bisa?Jika ibu hamil mengonsumsi garam secara berlebih, ini akan meningkatkan jumlah natrium dalam sel dan membuat keseimbangan cairan terganggu. Saat cairan masuk ke dalam sel, hal ini akan membuat diameter pembuluh arteri menyempit dan membuat jantung memompa darah lebih kuat. Akhirnya tekanan darah pun jadi meningkat.4. Batasi Konsumsi Kafein dan Minuman BeralkoholTak hanya makanan tinggi garam dan gula, ibu hamil juga harus membatasi konsumsi kafein dan minuman beralkohol untuk mencegah terjadinya hipertensi. Sangat umum diketahui bahwa kafein dapat meningkatkan adrenalin, yang membuat jantung kita berdebar lebih cepat dan hal ini juga berpengaruh pada tekanan darah.Sementara itu, minuman beralkohol pun sejatinya memang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, yang sehat sekalipun. Meminum alkohol dapat meningkatkan tekanan darah pada orang sehat, pada ibu hamil yang kondisi tubuhnya cukup riskan terkena hipertensi tentu akan berdampak lebih besar.5. Lakukan Aktivitas Fisik yang TeraturMeskipun kadang kala tubuh terasa berat saat hamil, Ibu juga harus menyisihkan tenaga dan sedikit waktunya untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tak hanya mencegah hipertensi, aktivitas ringan ini juga akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh ibu hamil secara umum.Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki santai di pagi atau sore hari, melakukan senam atau yoga untuk kehamilan, dan berbagai aktivitas lain. Namun, tetap konsultasikan juga dengan dokter spesialis untuk memilih olahraga yang paling pas dengan kondisi tubuh Anda.6. Istirahat yang CukupCara mencegah hipertensi pada ibu hamil selanjutnya adalah dengan memastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup.Menurut data dari American Pregnancy Association, sekitar 78 persen dari ibu hamil mengalami gangguan tidur. Hal ini dapat membuat tubuh tidak bugar dan menjadi lemah, kondisi ini akan juga berdampak pada janin.7. Hindari Stres BerlebihanStres yang tinggi bisa berpengaruh pada tekanan darah ibu hamil, serta dapat memicu hipertensi. Karenanya untuk menurunkan stres, Anda bisa melakukan olahraga ringan dan aktivitas yang menyenangkan lain. Mulai dari yoga, senam, meditasi, hingga melakukan hobi-hobi Anda.8. Perhatikan Berat BadanMeski saat hamil sangat normal untuk mengalami kenaikan berat badan, Anda tetap perlu memperhatikannya agar tidak berlebihan.Sebab kenaikan berat badan yang berlebihan ini dapat memperburuk kondisi hipertensi pada ibu hamil. Karenanya penting untuk Anda menghindari makanan yang tinggi lemak jahat, gula, dan natrium. Anda dapat beralih pada makanan yang mengandung gizi seimbang untuk mengontrol berat badan ideal.9. Hindari Rokok dan Asap RokokAsap rokok dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil, karenanya Anda sebaiknya berhenti merokok dan menghindari area dengan asap rokok yang tinggi.Selain itu, asap rokok pun bisa memberikan berbagai dampak buruk lainnya untuk kesehatan ibu dan janin. Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok bisa menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi untuk janin. Hal ini bisa membuat perkembangan janin pun terganggu.10. Perhatikan GejalaSetelah menerapkan pola hidup yang sehat dengan memilih makanan yang bergizi tinggi, menghindari alkohol dan asap rokok, juga berolahraga ringan. Anda pun perlu memperhatikan gejala tekanan darah tinggi sebagai upaya mencegah hipertensi pada ibu hamil.Tekanan darah normal ibu hamil terdapat pada angka 120/80 mmHg. Sementara ibu dapat tergolong hipertensi jika tensinya mencapai 140/90 mmHg.Gejala hipertensi yang bisa tampak pada ibu hamil adalah nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, serta pembengkakan pada tangan dan wajah ibu. Bila Anda merasakan gejala ini, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan pemeriksaan rutin, diagnosa yang lengkap, dan penanganan yang tepat.Anda dapat langsung datang ke Klinik Granostic, atau melakukan konsultasi daring (dalam jaringan) sebagai pertolongan pertama lewat layanan Home Service. Lewat konsultasi daring ini Anda dapat terhubung dengan dokter spesialis Granostic secara langsung kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya.Mari jaga kesehatan ibu hamil dan janin dari dampak buruk hipertensi bersama Klinik Granostic.Ditinjau Oleh:Dr. Aji Wibowo
Apa Saja Pantangan Makanan Bagi Ibu Hamil yang Hipertensi?
Halo, Sobat Granostic! Menjaga Kesehatan tubuh agar selalu optimal saat periode kehamilan adalah hal yang sangat penting. Begitu pula untuk ibu hamil yang memiliki hipertensi. Sebagai upaya pengontrolan, ibu hamil perlu menghindari makanan pantangan untuk hipertensi. Apa saja?Secara umum, tekanan darah tinggi tidak boleh disepelekan meski tidak memiliki gejala yang berat di awal-awal. Akan tetapi, bagi ibu hamil kondisi ini bisa sangat berbahaya baik pada ibu dan janin.Meski peningkatan tekanan darah cukup normal terjadi saat hamil, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat hipertensi bisa memicu komplikasi.Faktor komplikasi hipertensi pada ibu hamil ini pun bisa muncul karena banyak sebab, salah satunya pola makan yang tidak sehat.Kondisi ini juga bisa jadi kian buruk karena ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat. Karenanya, upaya pencegahan sangatlah penting.Nah, berikut ini adalah daftar pantangan makanan bagi ibu hamil dengan hipertensi yang harus dihindari. Simak, ya!1. Makanan Tinggi GaramPantangan makanan untuk ibu hamil dengan hipertensi adalah yang mengandung tinggi garam. Tubuh memang membutuhkan kandungan natrium, namun hanya dalam jumlah yang kecil.Mengonsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Tak heran kalau jumlah konsumsi garam disebut sebagai salah satu penyebab hipertensi umum pada ibu hamil.Melansir dari Dietary Guideline for American 2020-2025, asupan garam maksimal untuk ibu hamil adalah sebanyak 3.305 mg atau setara dengan 3,3 gr per harinya.Ingat ya, makanan tinggi garam ini bukan hanya dihindari dalam masakan harian. Namun juga mengonsumsi makanan kemasan yang gurih dan mengandung natrium tinggi.2. Makanan Cepat Saji dan Makanan OlahanTelah kita singgung dalam poin pertama, bahwa menghindari makanan cepat saji dan olahan adalah hal penting. Karena kandungannya yang dapat memicu hipertensi pada ibu hamil, seperti garam.Natrium pada makanan kemasan, seperti cemilan ringan, dapat menyebabkan cairan menumpuk pada arteri, sehingga meningkatkan tekanan darah.Selain itu makanan dan minuman kemasan juga umumnya memiliki kandungan gula yang tinggi dan karbohidrat tak kompleks. Akhirnya sulit tercerna dengan baik, serta dapat membuat obesitas. Kondisi kelebihan berat badan ini juga dapat memicu hipertensi, serta membuat factor risiko komplikasinya juga lebih besar.3. Makanan Tinggi Kolesterol dan Lemak JenuhJenis makanan yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh juga jadi salah satu pantangan yang harus dihindari bagi ibu hamil dengan hipertensi. Penderita hipertensi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh dan kolesterol. Sebab saat kadar kolesterol jahat meningkat, hal ini dapat memperburuk kondisi tekanan darah, serta meningkatkan potensi ibu hamil terkena penyakit jantung.Karenanya, ibu hamil bisa mengganti asupan makanan yang lebih sehat. Misalnya memakan makanan dengan kandungan serat tinggi, protein rendah lemak, dan karbohidrat kompleks.4. Makanan Tinggi GulaTelah disinggung sebelumnya, bahwa minuman kemasan harus dihindari oleh ibu hamil karena kandungan gulanya yang tinggi bisa menimbulkan masalah diabetes dan obesitas. Melansir dari laman artikel Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, kondisi hormon pada ibu hamil pun dapat mempengaruhi peningkatan gula darah. Karenanya ibu juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.Kelebihan gula darah pada ibu hamil ini sangat memungkinkan untuk terjadi komplikasi, baik pada ibu maupun bayi. Dalam kemungkinan terburuknya dapat menimbulkan kematian.Selain itu, hipertensi dapat terjadi karena adanya komplikasi penyakit diabetes yang kronis. Kelebihan berat badan juga menjadi faktor risiko yang kuat untuk menyebabkan terjadinya hipertensi pada ibu hamil.5. KafeinKopi padasarnya cukup aman untuk diminum oleh ibu hamil, akan tetapi jika Anda memiliki hipertensi sangat penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi hariannya. Mengapa begitu?Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat memicu kenaikan tekanan darah setelah meminumnya. Ini karena kafein diyakini mampu merangsang pelepasan adrenalin lebih banyak. Sehingga membuat tekanan darah meningkat.Tak hanya itu, kafein juga membuat diameter pembuluh darah mengecil sehingga turut berkontribusi terhadap naiknya tekanan darah pada ibu hamil.6. Minuman BerakhoholPada umumnya, minuman beralkohol pun tak dianjurkan untuk ibu hamil, apalagi jika Anda memiliki hipertensi.Konsumsi alkohol saat hamil dapat memberikan dampak negatif pada janin, meskipun dalam jumlah kecil. Mulai dari persalinan prematur, pertumbuhan terhambat, hingga terjadinya keguguran.Minuman beralkohol pun membuat ibu hamil lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi. Ini karena alkohol menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian meningkatkan aliran darah dan detak jantung ibu secara simultan.Selain minuman beralkohol, ketika hamil dan mengidap hipertensi, Anda pun harus meninggalkan kebiasaan buruk lainnya seperti merokok, suka memakan junk food, soda, dan banyak lainnya.7. Ikan Beracun Tinggi MerkuriIkan beracun dengan kandungan tinggi merkuri juga harus ibu hamil hindari. Tak hanya bagi yang mengidap diabetes, namun juga ibu hamil secara umum.Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi ini meliputi ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna big eye, ikan tuna sirip kuning, dan banyak lainnya. Kadar merkuri yang ada dalam ikan tersebut bisa memberikan dampak buruk pada Kesehatan ibu. Misalnya membuat fungsi ginjal menurun, sistem imun dan sistem saraf juga menurun. Sementara itu, dampaknya pada janin dapat mengganggu perkembangan tubuhnya.8. Makanan Mentah atau Kurang MatangMakanan yang kurang matang juga harus dihindari oleh ibu hamil secara umum, termasuk yang memiliki hipertensi.Saat memasak makanan, proses pemanasan berguna untuk membunuh bakteri atau parasit yang ada dalam bahan pangan. Sehingga tidak akan terbawa masuk hingga ke dalam tubuh dan dapat menimbulkan masalah Kesehatan. Pada ibu hamil makan dan minum yang mentah bisa jadi beracun, baik bagi diri sang ibu maupun janin.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai 8 makanan pantangan yang harus dihindari oleh ibu hamil yang memiliki hipertensi. Seperti yang dijelaskan di atas, mengatasi masalah kesehatan pada ibu hamil tidak bisa dilakukan sebebas ketika Anda tidak sedang hamil. Sebab, ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi obat-obatan sembarangan, karena kekhawatiran akan kondisi janin.Hal inilah yang menjadikan pentingnya untuk mencegah adanya komplikasi hipertensi saat hamil, khususnya dengan memilih makanan yang tepat dan menghindari yang tak sehat.Bila Anda kebingungan untuk menentukan diet yang tepat untuk mengontrol hipertensi saat hamil, langsung diskusikan dengan dokter spesialis dan lakukan medical check up di Klinik Granostic.Dapatkan layanan konsultasi eksklusif bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya. Dengan pendekatan ramah, profesional, dan berbasis ilmu terkini, dr. Dina siap mendampingi Anda sejak pertama hamil, masa kehamilan, hingga persiapan persalinan.Lewat medical check up bersama tenaga medis profesional kami, Anda dapat mengetahui kondisi janin dan tubuh Anda secara lengkap. Diskusikan bagaimana baiknya pola makan yang tepat sesuai dengan kondisi janin dan kesehatan tubuh Anda bersama dokter kami.Selain itu, Anda juga bisa langsung berkonsultasi kapanpun dan dimanapun Anda membutuhkannya dengan layanan Home Service kami. Langsung klik hubungi kami untuk terhubung dengan tim tenaga medis ahli Klinik Granostic.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi: "Management of Hypertensive Disorders in Pregnancy"
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3860579/ (Diakses 2025)
"Dietary Sodium Intake and Hypertension in Pregnancy"
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1569904818300080 (Diakses 2025)
"Caffeine Intake and Pregnancy: A Review of the Evidence"
https://academic.oup.com/nutritionreviews/article/71/9/554/1933825 (Diakses 2025)
"Processed Foods and Hypertension in Pregnancy"
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32077550/ (Diakses 2025)
"Nutritional Approaches to Managing Hypertensive Disorders of Pregnancy"
https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnut.2021.722410/full (Diakses 2025)

MCU Untuk Hipertensi Lansia
Melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk pencegahan dan penanganan hipertensi pada lansia. Klinik Granostic memberikan layanan medical check up atau MCU terlengkap untuk hipertensi lasia. Apa saja?Saat memasuki usia senja, lansia sangat rentan terkena berbagai risiko penyakit. Karenanya sangat penting bagi orang lanjut usia (lansia) untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin.Jenis MCU untuk lansia sendiri ada banyak jenisnya, dari pemeriksaan status gizi, pemeriksaan fisik, fungsi panca indra, hingga untuk mengukur hipertensi. Khusus MCU untuk hipertensi pada lansia, pemeriksaan ini sangatlah penting, baik untuk upaya pencegahan dan pengontrolan tekanan darah pada lansia.Lantas bagaimana prosedur MCU untuk hipertensi pada lansia ini? Serta apa pentingnya melakukan pencegahan dini hipertensi pada lansia? Mari simak penjelasannya bersama-sama berikut ini!Pentingnya Pencegahan Dini Hipertensi Pada LansiaSeiring dengan bertambahnya usia seseorang, tubuh pun mengalami banyak perubahan dan rentan terkena risiko masalah kesehatan, seperti tekanan darah. Melansir dari berbagai artikel kesehatan, sekitar 2 dari 3 orang berusia 75 tahun ke atas diperkirakan mengidap hipertensi. Mengapa fenomena ini terjadi?Ini karena hipertensi pada lansia berkaitan dengan proses penuaan pada tubuh. Ketika umur bertambah, maka tekanan darah juga semakin meningkat. Akan tetapi, meskipun ini merupakan fenomena alami, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi ini untuk terjadi.Lansia dapat dikatakan memiliki hipertensi bila tekanan darahnya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Kondisi ini bisa meningkat saat lansia berusia 60 tahun, namun Ketika memasuki usia 80 tahun ke atas, tekanan darah bisa menurun.Hipertensi pada lansia sendiri bisa saja terjadi tanpa menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Hal inilah yang kemudian membuat hipertensi dinamakan sebagai "silent killer".Sebab ketika tidak mendapat penanganan sejak dini, hipertensi ini bisa berdampak buruk pada tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi lain. Beberapa komplikasi tersebut meliputi serangan jantung, gagal jantung, stroke, gangguan fungsi ginjal.Faktor risiko komplikasi ini pun semakin besar kemungkinannya bila lansia tersebut mengidap hipertensi dan riwayat penyakit penyerta sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan sejak dini, salah satunya melakukan pengecekan tekanan darah rutin dan didampingi oleh tenaga medis profesional.Dengan begitu, dokter dapat memberikan himbauan dan resep yang sesuai dengan kondisi lansia penderita hipertensi. Demi mengontrol tekanan darah secara rutin dan mencegah terjadinya komplikasi.Ketahui Pemeriksaan Hipertensi Pada LansiaKlinik Granostic menyadari betapa pentingnya melakukan MCU rutin pada lansia penderita hipertensi. Karenanya kami menyediakan rangkaian pemeriksaan hipertensi yang menyeluruh dan didampingi oleh tenaga medis profesional di bidangnya.Berikut ini beberapa tahap pemeriksaan hipertensi pada lansia yang perlu Anda tahu:1. Pengukuran Tekanan DarahLangkah pertama adalah mengukur tekanan darah menggunakan alat ukur tensi. Tenaga medis Klinik Granostic akan mendampingi Anda dalam prosesnya. Manset alat tekanan darah kan dikompres untuk menekan dan kemudian melepaskan tekanan eksternal pada arteri di lengan Anda. Langkah ini dilakukan untuk mengukur tekanan maksimal saat jantung Anda berdetak, serta tekanan terendah yang terjadi saat jantung Anda rileks.2. Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik juga sangat penting dalam proses MCU untuk hipertensi pada lansia. Bersama tenaga medis Klinik Granostic, pemeriksaan fisik akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari sistem kardiovaskular (berkaitan dengan sistem peredaran darah dan kesehatan jantung), sistem pernapasan, pencernaan, dan seterusnya.Dokter akan memeriksa kesehatan fisik Anda secara sistematik, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sehingga akan diperoleh hasil pemeriksaan yang lengkap, yang nantinya dapat digunakan sebagai pijakan diagnosis dan menentukan perawatan yang tepat untuk lansia pengidap hipertensi.3. Pemeriksaan LaboratoriumSelain melakukan pemeriksaan fisik, untuk MCU hipertensi pada lansia juga dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini dapat berupa tes darah dan tes urine. Pada tes darah diperlukan untuk menentukan apakah lansia mengidap hipertensi sekunder karena memiliki kondisi Kesehatan yang serius. Selain itu tes darah untuk hipertensi ini juga dapat membantu diagnosis dokter terkait tingkat elektrolit, tekanan gula darah, hingga fungsi tiroid dan ginjal.Sementara itu tes urine dilakukan untuk membantu menentukan apakah diabetes, gagal ginjal, atau obat-obatan tertentu dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi atau tidak pada lansia.4. Elektrokardiogram (EKG)Selanjutnya Anda pun bisa melalui proses pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk mengontrol tekanan darah tinggi pada lansia.Prosedur ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas listrik jantung. Umumnya dilakukan untuk memantau kecepatan dan ritme detak jantung pada pasien lansia.Prosedur EKG dilakukan untuk melakukan deteksi dini terkait komplikasi penyakit tekanan darah tinggi dan risikonya terhadap kardiovaskuler. Sebab prevalensi penyakit gagal jantung pada hipertensi juga dapat diperparah oleh lamanya penderita hipertensi memiliki riwayat sakit tersebut.Bagi lansia pengidap hipertensi biasanya direkomendasikan untuk melakukan pengecekan rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali. Begitupun dengan prosedur EKG, frekuensi konsultasi dapat ditentukan lewat diagnosis awal sesuai dengan kondisi lansia tersebut.Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dan Tim Ahli GranosticNah, setelah membaca uraian di atas, Anda pasti memahami betapa pentingnya untuk melakukan pencegahan dini dengan rutin melakukan medical check up atau MCU pada lansia yang memiliki hipertensi.Pemeriksaan secara rutin dapat membantu mengontrol tekanan darah lansia, sebab tentu akan selalu terjadi perubahan gaya hidup dan pola konsumsi sewaktu-waktu. Perubahan ini akan berdampak pada tekanan darah, sehingga perlu adanya pantauan secara berkala.Tak hanya itu, dengan melakukan pengecekan rutin, Anda pun bisa mendeteksi sejak dini mengenai risiko komplikasi hipertensi pada lansia. Sehingga dapat mencegah kemungkinan terburuk dari the silent killer ini.Klinik Granostic sebagai penyedia jasa kesehatan terlengkap dan profesional memberikan layanan medical check up (MCU) lengkap untuk pasien lansia, termasuk pemeriksaan hipertensi.Didampingi dengan tenaga medis profesional kami, pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh dan lengkap. Diagnosa dan perawatan pun akan disesuaikan dengan kondisi pasien lansia yang diperoleh lewat data MCU tersebut. Tak hanya itu, Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter lebih jauh soal bagaimana pengaturan diet yang tepat untuk lansia, penerapan gaya hidup sehat yang sesuai, dan banyak lainnya.Setelah pemeriksaan langsung di Klinik Granostic, Anda pun dapat terus terhubung dengan dokter spesialis kami lewat jaringan Home Service. Lewat layanan ini, Anda dapat melakukan konsultasi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkan arahan untuk merawat hipertensi lansia.Konsultasi dapat dilakukan lewat chat atau pesan WhatsApp, juga dapat melalui panggilan video. Mudah dan praktis, bukan?Hubungi tim Klinik Granostic lewat tombol di bawah untuk mendiskusikan layanan MCU lansia yang Anda butuhkan. Mari jaga kesehatan keluarga kita dengan melakukan MCU rutin di Klinik Granostic.
Berikut Pola Makan Hipertensi yang Tepat
Pola makan yang sehat adalah akar dari kesehatan tubuh kita, begitupun pada penderita hipertensi. Sebagai upaya pencegahan dan pengontrolan hipertensi ini, Anda dapat mengatur pola makan yang tepat dan sehat.Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.Pada taraf ringan, hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun Ketika sudah cukup parah, gejalanya akan muncul dan menyebabkan komplikasi.Meski tidak dapat disembuhkan, hipertensi ini dapat Anda cegah dan kontrol dengan pola hidup sehat. Salah satu awal pencegahan dan penanganan hipertensi adalah dengan mengatur pola makan Anda, serta menjalani diet sehat. Lantas bagaimana sih pola makan yang sehat dan tepat untuk penderita hipertensi? Berikut penjelasannya!1. Konsumsi Makanan Kaya NutrisiMengatur diet dan pola makan sehat untuk hipertensi yang pertama adalah dengan memilih makanan dengan kandungan nutrisi tinggi.Anda dapat memilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak, seperti dada ayam, susu rendah lemak, dan putih telur. Selain itu Anda juga dapat memilih makanan dengan karbohidrat kompleks yang tinggi serat, seperti gandum, biji-bijian, dan nasi merah.2. Kurangi GaramAnda pasti sudah sangat familiar dengan pengaturan pola makan satu ini: penderita hipertensi harus mengurangi makanan dengan kandungan garam dan natrium. Melansir dari artikel Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), pakar mengatakan bahwa makanan dengan kandungan garam yang tinggi bisa jadi salah satu pemicu Utama hipertensi. Ini karena garam mengandung natrium, natrium ini memiliki sifat-sifat yang buruk untuk tubuh Anda. Ketika mengonsumsi garam secara terus menerus, maka natrium akan masuk ke dalam sel dan cairan juga akan masuk kedalamnya, sehingga dapat menimbulkan kelebihan cairan. Kelebihan cairan ini akhirnya memicu jantung untuk memompa lebih kuat dan membuat tensi jadi lebih tinggi.Melansir dari laman Kemenkes RI, Anda dapat membatasi konsumsi garam kurang dari 1 sendok teh per hari. Selain itu, kurangi juga mengonsumsi makanan olahan dan cepat saji karena kandungan garamnya yang tinggi.3. Penuhi dengan Kalium, Kalsium, dan MagnesiumPola makan sehat dan tepat untuk penderita hipertensi selanjutnya adalah memenuhi asupan kalium, kalsium, serta magnesium.Menurut jurnal penelitian dari Universitas Diponegoro (Undip), kekurangan asupan magnesium, kalsium dan kalium bisa menyebabkan hipertensi. Karenanya Anda perlu mencukupi ketiga asupan mikronutrien di atas sebagai upaya pencegahannya.Kandungan kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah, yakni dengan mengurangi kandungan natrium dalam air dan urine. Anda dapat memperoleh asupan tinggi kalium ini dengan mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, kekurangan kalsium dan magnesium juga memiliki peran dominan dalam hipertensi. Magnesium secara khusus, merupakan salah satu nutrien yang penting untuk Kesehatan jantung. Tugas utamanya membantu otot jantung untuk melakukan relaksasi.Kadar kalsium dalam darah juga penting karena peranannya dalam mengatur tekanan darah, khususnya membantu kontraksi otot-otot pada dinding pembuluh darah, serta memberi sinyal untuk melepaskan hormon-hormon penting dalam pengaturan tekanan darah.4. Batasi Konsumsi Lemak Jenuh dan Lemak TransMembatasi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans juga sangat penting dalam mengatur pola makan penderita hipertensi. Sumber-sumber lemak jenuh yang harus Anda hindari meliputi kulit ayam, susu penuh lemak, daging merah, dan mentega.Sementara itu, lemak trans ditemukan secara alami dalam jumlah kecil daging berlemak an produk susu. Namun, penyumbang lemak trans terbesar adalah produk-produk olahan dan kemasan. Produk-produk ini umumnya memiliki gula yang tinggi dan karbohidrat rendah serat lainnya.Ketika Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh dan lemak trans secara berlebihan, kandungan kolesterol LDL pun terus meningkat. Peningkatan LDL dapat membuat tekanan darah semakin memburuk, yang dapat berakibat dan menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner. Demi menghindari kemungkinan ini, Anda dapat mengatur pola diet sehat. Pilih sumber lemak yang lebih sehat seperti biji-bijian, minyak zaitun, alpukat, dan makanan tinggi serat lainnya.5. Makan Makanan Rendah GulaTak hanya untuk mereka yang memiliki diabetes, bagi penderita hipertensi mengurangi makanan tinggi gula juga sangat penting. Mengapa demikian? Ini karena makanan berkandungan gula tinggi dapat menghambat produksi nitric oxide dalam pembuluh darah kita. Nitric oxide ini berperan penting dalam pelebaran pembuluh darah.Rendahnya nitric oxide dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi), yang juga akan memicu tekanan darah kita meningkat. Tak hanya itu, meminum atau mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas. Kondisi ini juga dapat memicu kenaikan tekanan darah. Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa asupan gula juga mampu meningkatkan sensitivitas garam, sehingga terjadi peningkatan efek negatif kandungan natrium pada tekanan darah Anda.6. Porsi yang SeimbangSetelah memilih jenis makanan yang tepat dan menghindari yang buruk untuk kondisi hipertensi Anda, mengatur porsi yang seimbang juga tak kalah pentingnya. Mengatur porsi makan ini dapat Anda lakukan dengan menyimak kebutuhan kalori harian Anda, yang cukup berbeda-beda untuk tiap orang. Perbedaan kebutuhan kalori ini terjadi karena setiap orang memiliki aktivitas yang berbeda-beda.Untuk menghitung kebutuhan kalori Anda sendiri, Anda bisa menggunakan rumus Harris-Benedict. Rumus ini mempertimbangkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta aktivitas fisik untuk mengetahui kebutuhan kalori harian. Berikut rumusnya:a. Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Laki-laki(88,4 + 13,4 x berat badan (dalam Kg)) + (4,8 x tinggi badan (dalam cm)) - (5,68 x usia (dalam tahun))b. Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Perempuan(4447,6 + 9,25 x berat badan (dalam Kg)) + (3,10 x tinggi badan (dalam cm)) - (4,33 x usia (dalam tahun))Setelah mengetahui kebutuhan kalori harian Anda, atur asupan nutrisi dan porsi makanan yang cukup. Selain itu pilih juga makanan organik yang rendah garam dan gula, karena makanan-makanan organik mengandung banyak nutrisi penting yang menyehatkan tubuh Anda.7. Minum Air yang CukupMinum air yang cukup setiap hari juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, serta termasuk dalam pola makan sehat untuk penderita hipertensi. Saat Anda mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh, akan dapat membantu mengendalikan tekanan darah dalam tubuh. Selain itu minum air putih yang cukup akan membantu mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi. Karenanya, untuk menjaga tubuh Anda tetap fit, penderita hipertensi pun dianjurkan untuk minum air putih minimal dua liter sehari.8. Pola Makan yang KonsistenHal yang paling penting dari pola makan sehat untuk hipertensi ini adalah menerapkannya secara konsisten. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa hipertensi tidak bisa benar-benar disembuhkan, melainkan dapat dicegah, dikontrol, dan diminimalisir gejalanya. Karenanya untuk menjaga agar tekanan darah Anda stabil, penting untuk selalu konsisten menerapkan diet sehat tersebut. Anda juga tidak boleh secara ugal-ugalan mengonsumsi produk olahan yang umumnya tinggi gula dan garam.Meski begitu tidak dapat dipungkiri, bahwa mengatur pola makan yang sehat dan konsisten ini juga tidak mudah. Seperti saat Anda menghitung jumlah kebutuhan kalori harian di atas.Menyadari kebutuhan Anda tersebut, Klinik Granostic memberikan layanan Medical Check Up (MCU) terlengkap untuk Anda. Bersama dokter dan tenaga kesehatan ahli kami, Anda dapat memeriksakan kondisi kesehatan tubuh Anda, termasuk mengukur kadar tekanan darah dan mendiskusikan kebutuhan kalori harian Anda.Dokter kami akan memberikan arahan dan saran bagaimana cara mengatur pola diet yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Serta membantu memberikan resep bila Anda membutuhkan pengobatan tertentu.Tak hanya dapat dilakukan secara langsung lewat Klinik Granostic kami. Anda juga dapat melakukan konsultasi lewat layanan Home Service. Dengan begitu, Anda bisa mendiskusikan menu sehat sesuai kebutuhan tubuh Anda dimanapun dan kapanpun Anda mau.Tak percaya? Segera klik tombol Home Service di bawah untuk mulai konsultasi!
Rekomendasi Makanan yang Baik Untuk Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang sering kali diabaikan, namun bisa berdampak serius pada kesehatan jangka panjang. Salah satu cara untuk mengendalikan hipertensi adalah melalui pola makan yang sehat dan teratur.Ya, meskipun penderita hipertensi telah menerima penanganan medis dari dokter, mereka juga perlu memperhatikan pola makan mereka. Hal ini dimaksudkan agar tekanan darahnya tetap stabil.Beberapa prinsip dasar dalam pola makan yang sehat untuk penderita hipertensi adalah mengonsumsi makanan rendah sodium (garam), tinggi potasium, kaya akan magnesium. Selain itu, penderita hipertensi juga perlu menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol.Ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Berikut ini daftar makanan yang dapat Anda konsumsi setiap hari untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan lebih mudah.Buah-buahan dan SayuranBuah-buahan dan sayuran memberikan manfaat besar bagi penderita hipertensi karena kandungan nutrisi yang beragam di dalamnya. Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Serat membantu menjaga berat badan, mengurangi respon insulin, dan mengendalikan kadar gula darah yang semuanya berperan penting dalam menurunkan tekanan darah.Sebagian besar buah-buahan dan sayuran alami rendah sodium (garam), yang membantu mengurangi retensi cairan dan menurunkan tekanan darah Anda.1. BayamBayam merupakan sumber nutrisi yang kaya akan potasium, magnesium, dan serat. Potassium membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan efek sodium dalam tubuh. Bayam mengandung nitrat alami yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan darah.2. KaleKale juga merupakan sumber potasium yang tinggi, serat, dan antioksidan. Antioksidan dalam kale, seperti vitamin C dan flavonoid, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.3. BrokoliBrokoli mengandung potassium, magnesium, dan serat yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain itu, brokoli mengandung senyawa sulfuraphane yang dapat membantu melancarkan aliran darah, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.4. WortelWortel juga mengandung beta-karoten yang tinggi yang merupakan prekursor vitamin A. Vitamin A penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan mencegah peradangan pada pembuluh darah.5. TomatTomat mengandung potasium yang tinggi. Manfaatnya sama yaitu sebagai pengatur tekanan darah. Potasium mampu mengimbangi kandungan sodium dalam tubuh sehingga membantu menurunkan tekanan darah.Tomat mengandung lycopene yang merupakan jenis antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat. Lycopene telah terbukti memiliki efek positif pada kesehatan jantung dengan mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah.6. PisangJenis buah pertama yang baik untuk penderita hipertensi yaitu pisang. Pisang juga mengandung potasium. Pisang juga rendah sodium (garam) yang sangat baik untuk penderita hipertensi. Dengan mengonsumsi pisang penderita hipertensi dapat membantu mengurangi retensi cairan dan menurunkan tekanan darah.7. StroberiStroberi kaya akan kandungan antioksidan. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Kandungan potassium dalam stroberi juga berkontribusi dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.8. JerukSeperti yang kita tahu bahwa jeruk kaya akan kandungan vitamin C. vitamin C merupakan antioksidan yang mempu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Biji-bijian UtuhMakanan berikutnya yang baik untuk penderita hipertensi adalah biji-bijian utuh. Biji-bijian utuh mengandung serat yang tinggi. Serat tinggi ini mampu memperlancar aliran darah, mengontrol tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain buah dan sayur, biji-bijian utuh juga mengandung magnesium. Magnesium inilah yang berperan penting dalam mengatur tekanan darah. Biji-bijian utuh juga mengandung potasium, walaupun tidak sebanyak pada buah-buahan.1. OatmealOatmeal mengandung magnesium, potassium, dan antioksidan yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Oatmeal kaya akan serat larut, terutama beta-glukan, yang terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di dalam arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.2. Beras merahBeras merah mengandung serat yang tinggi, vitamin B kompleks, magnesium, dan antioksidan. Serat membantu mengontrol tekanan darah dengan cara mengurangi respon insulin dan menurunkan kadar kolesterol LDL.3. QuinoaQuinoa merupakan sumber protein nabati yang lengkap dan rendah glikemik. Hal ini berarti quinoa dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil yang penting untuk penderita hipertensi.4. BarleyBarley mengandung serat yang larut dalam air (beta-glukan) yang membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Hal ini berarti barley dapat mengurangi risiko aterosklerosis dan tekanan darah tinggi.5.Roti gandum utuhRoti gandum utuh mengandung serat yang tinggi, terutama serat larut dan tidak larut. Serat larut membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah, sedangkan serat tidak larut membantu mengontrol gula darah.6. AlmondAlmond merupakan sumber lemak sehat, terutama lemak tak jenuh tunggal dan poliunsaturasi. Lemak sehat ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.7. Kacang tanahKacang tanah mengandung lemak sehat, serat, magnesium, dan potasium. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan mengontrol gula darah, sedangkan magnesium dan potassium membantu mengatur tekanan darah. Kacang tanah juga mengandung arginin, suatu asam amino yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah.8. Kacang merahKacang merah kaya akan serat, protein nabati, magnesium, potasium, dan antioksidan. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, magnesium dan potasium membantu mengatur tekanan darah, dan antioksidan melindungi pembuluh darah dari kerusakan.9. kacang hitamKacang hitam mengandung zat besi yang membantu menjaga kesehatan sel darah merah dan aliran darah yang baik. Kacang hitam juga sebagai sumber serat, protein nabati, magnesium, potasium, dan antioksidan yang manfaatnya sama seperti pada kacang merah. Ikan Kaya Omega-3Omega-3 merupakan jenis asam lemak sehat yang terbukti efektif dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Dengan mengonsumsi ikan kaya omega-3, penderita hipertensi dapat membantu mengurangi risiko tersebut.Omega-3 juga dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan mengurangi kekakuan arteri sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih lancar dan menurunkan tekanan darah.1. SalmonSalmon merupakan sumber omega-3 yang sangat baik, terutama asam lemak omega-3 jenis EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Omega-3 ini memiliki efek antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Salmon juga mengandung tinggi protein berkualitas, vitamin D, dan selenium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan menjaga tekanan darah tetap stabil.2. TunaTuna juga merupakan sumber omega-3 yang baik, terutama DHA. Omega-3 dalam tuna membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Tuna juga mengandung tinggi vitamin B12, selenium, dan potasium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.3. SardenSarden mengandung omega-3, protein, dan vitamin D yang baik untuk kesehatan jantung. Omega-3 dalam sarden membantu menurunkan kadar trigliserida dan mengurangi peradangan pada pembuluh darah. Sarden juga mengandung tinggi kalsium, magnesium, dan vitamin B12 yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengatur tekanan darah.4. Makarel Makarel mengandung omega-3 yang tinggi, terutama DHA dan EPA, yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Makarel juga mengandung tinggi protein, vitamin D, dan selenium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.Produk Susu Rendah LemakProduk susu rendah lemak mengandung nutrisi penting, seperti kalsium, potasium, dan protein tanpa kadar lemak jenuh yang tinggi. Kalsium membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah, sedangkan potasium membantu mengimbangi efek sodium dalam tubuh untuk mengatur tekanan darah.Protein dalam produk susu juga membantu dalam pembentukan jaringan tubuh dan menjaga keseimbangan nutrisi.Dalam menjaga kesehatan dan menghindari komplikasi kesehatan, sangat penting untuk mendapatkan saran medis yang tepat, terutama terkait pola makan. Jika Anda mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter di Granostic. Berkonsultasi dengan dokter di Klinik Granostic akan memberikan Anda rekomendasi makanan yang cocok untuk dikonsumsi agar tekanan darah tetap stabil dan mencegah timbulnya komplikasi lainnya.Yuk, hubungi tim kami sekarang dengan klik tombol di bawah ini!
Cara Pencegahan Hipertensi Pada Lansia
Hipertensi merupakan jenis penyakit yang kerap terjadi pada lansia. Masalah ini identik dengan proses penuaan, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah melebihi batas normal. Namun terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan untuk langkah pencegahan hipertensi pada lansia. Apa saja?Sebelum membahas bagaimana cara mencegahnya, Anda harus memahami dulu mengapa lansia rentan terserang hipertensi.Masalah Kesehatan ini terjadi karena saat seiring bertambahnya usia, sistem vaskular pun turut berubah, seperti yang ada dalam jantung dan pembuluh darah kita.Pertambahan usia ini juga meningkatkan penurunan jaringan elastis di arteri yang menyebabkan lebih kaku, khususnya pada para lansia. Tak hanya itu, faktor genetik, gaya hidup, konsumsi obat-obatan, serta kondisi Kesehatan tertentu juga bisa mengakibatkan kenaikan tekanan darah.Nah, untuk pencegahan hipertensi pada lansia, Anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini:1. Aktivitas Fisik TeraturCara pencegahan hipertensi pada lansia yang pertama adalah memastikan Anda melakukan aktivitas fisik yang teratur. Beraktivitas fisik secara teratur dapat menjaga tekanan darah lansia tetap terkontrol.Meskipun tidak melakukannya secara intens, olahraga dan aktivitas fisik yang ringan tetaplah berperan penting untuk menjaga Kesehatan tubuh secara umum.Anda dapat memilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang. Lakukan juga secara teratur dan dalam durasi yang cukup, misalnya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.2. Adopsi Gaya Hidup SehatSeperti yang disebutkan sebelumnya, gaya hidup yang buruk bisa menjadi salah satu faktor hipertensi pada lansia. Karena sebagai cara pencegahan hipertensi pada lansia, Anda dapat mengadopsi gaya hidup sehat dan menerapkannya dalam keseharian.Pada dasarnya menjalani gaya hidup sehat sangatlah penting untuk menjaga kesehatah tubuh kita secara umum. Tak hanya pencegahan hipertensi, tapi dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah, menstabilkan kolesterol, dan meningkatkan fungsi pencernaan dan organ-organ lain dengan optimal.Gaya hidup yang sehat ini banyak bentuknya, mulai dari olahraga ringan yang rutin, mengurangi makan-makanan yang menyebabkan hipertensi, mengelola stres dengan baik, hingga menghindari meminum minuman beralkohol dan merokok.3. Mengelola StressMengelola stres dengan baik juga dapat menjadi cara pencegahan hipertensi pada lansia yang efektif. Sebab dengan menjaga stres Anda tidak berlebihan juga akan membuat tekanan darah Anda jadi lebih terkontrol.Mengelola stres juga sangat penting dilakukan oleh lansia. Sebab pada usia lanjut, kegiatan yang dilakukan seseorang bisa jadi sangat sedikit.Hal ini bisa menimbulkan stres pada beberapa lansia, yang juga akan berdampak pada tekanan darah mereka.Untuk mengontrol stres Anda dapat melakukan olahraga ringan dengan berjalan kaki di sore hari, atau menjalani hobi yang menyenangkan dan menenangkan.4. Pantauan Rutin Tekanan DarahSebagai bagian dari cara pencegahan hipertensi pada lansia, Anda juga perlu memantau tekanan darah secara rutin. Tekanan darah sendiri merupakan ukuran yang menentukan seberapa kuat jantung kita memompa darah, kemudian mengalirkannya ke seluruh tubuh.Normalnya nilai tekanan darah normal pada lansia berada di rentang 130/80 mmHg hingga 140/90 mmHg.Melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin dapat membantu mendeteksi dini terjadinya serangan hipertensi. Terlebih risiko mengalami tekanan darah tinggi pun meningkat seiring dengan pertambahan usia lansia.5. Pengurangan Konsumsi GaramMakanan yang kita konsumsi sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh, termasuk tingkat tekanan darah pada lansia. Karenanya mengatur diet yang tepat dan mengurangi konsumsi garam adalah cara pencegahan hipertensi yang bisa dilakukan pada lansia. Hal ini karena garam secara tak langsung dapat berdampak pada peningkatan volume darah, khususnya dengan menambahkan air ke aliran darah kita. Kondisi ini berujung pada peningkatan tekanan darah. Sejalan dengan mengurangi asupan garam, Anda dapat menjalankan diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Jenis diet ini memungkinkan Anda untuk mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan berbagai jenis protein rendah lemak.6. Hindari Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol Telah kita singgung sebelumnya, bahwa merokok dan konsumsi alkohol termasuk dalam kebiasaan buruk yang harus Anda hindari sebagai upaya pencegahan hipertensi pada lansia.Tak hanya berdampak pada Kesehatan organ-organ pernapasan, merokok dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke pada lansia.Hal ini disebabkan karena kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok akan masuk ke aliran darah. Kemudian kedua kandungan tersebut akan merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri, serta mengakibatkan proses aterosklerosis dan tekanan darah tinggi.Sementara itu minuman beralkohol pun dapat menjadi salah satu faktor risiko seseorang menderita hipertensi saat lansia. Ini karena alkohol memiliki efek yang sama buruknya dengan karbondioksida, yang dapat meningkatkan keasaman pada darah.Kondisi ini membuat darah menjadi lebih kental dan jantung pun dipaksa untuk memompa. Selain itu, kadar kortisol yang meningkat akibat alkohol pun dapat mengakibatkan aktivitas renin-angiotensin aldosterone system (RAAS) turut bertambah dan memicu hipertensi.7. Konsultasi dengan DokterNah, selain keenam cara pencegahan hipertensi pada lansia yang dapat Anda lakukan sendiri di atas, mengkonsultasikan dan memeriksakan kesehatan diri Anda dengan dokter secara rutin juga perlu.Sebab timbulnya hipertensi ini pun dapat terjadi karena banyak faktor, yang mungkin luput dalam pantauan pribadi Anda. Misalnya karena faktor genetik dan karena masalah kesehatan tertentu.Selain itu, kondisi tubuh lansia juga tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang sehat dan prima. Karenanya kondisi kesehatannya pun bisa cukup fluktuatif atau berubah-ubah. Hal inilah yang menjadikan perlu bagi para lansia untuk memeriksakan kesehatan dan kondisi tubuh mereka secara rutin.Klinik Granostic dalam hal ini dapat membantu menjawab kebutuhan Anda. Dengan tenaga kesehatan dan dokter yang berpengalaman, kredibel, serta penanganan yang efisien, memungkinkan proses konsultasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan dengan optimal serta menyeluruh.Tak hanya itu, Klinik Granostic pun menyediakan berbagai fasilitas tes kesehatan terlengkap dan berteknologi termutakhir untuk membantu proses diagnosa. Misalnya saja layanan MCU atau Medical Check Up, untuk memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan banyak lainnya. Bersama dokter di Klinik Granostic, Anda pun dapat mendiskusikan bagaimana langkah-langkah pencegahan hipertensi yang efektif sesuai dengan tubuh Anda.Termasuk menyesuaikan pola diet, jenis olahraga ringan yang dapat Anda coba, hingga menjadwalkan konsultasi kesehatan secara teratur dengan dokter ahli kami. Nah, khusus untuk konsultasi ini, Anda tak perlu selalu datang ke Klinik Granostic secara langsung. Sebab lewat layanan Home Service kami, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter ahli melalui panggilan video jarak jauh di manapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.Meskipun layanan Home Service ini dilakukan secara daring, keprofesionalan layanan tenaga kesehatan dan dokter dari Klinik Granostic tidak akan berkurang sedikitpun. Karena bagi kami, pengalaman dan kesehatan Anda adalah hal yang paling utama.Bagaimana? Apakah Anda mau mencoba layanan Home Service di Klinik Granostic? Tekan tombol di bawah ini untuk terhubung dengan tim tenaga kesehatan kami!
Apa Itu Hipertensi Pada Lansia
Penyakit hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan paling besar di kalangan lansia seluruh dunia. Penyakit hipertensi ini seakan menjadi momok untuk lansia.Bahkan hipertensi juga disebut sebagai silent killer karena keberadaannya menyelinap. Namun, memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup lansia.Keberadaan hipertensi ini memang patut diwaspadai karena berkaitan dengan kualitas hidup lansia dan harapan hidup lansia. Tahukah Anda bahwa sekitar satu dari tiga orang dewasa di atas usia 50 tahun mengalami hipertensi. Ini merupakan data dari World Health Organization (WHO).Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengapa tekanan darah tinggi sering dikaitkan dengan orang usia lanjut? Bagaimana hipertensi pada lansia bisa dicegah? Mari ketahui bersama tentang hipertensi pada lansia, penyebab, risiko, dan tips pencegahannya.Mengenal Hipertensi Pada LansiaHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah pada arteri yang meningkat secara konsisten di atas nilai normal. Tekanan darah diukur dengan dua cara yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan tekanan diastolik (angka bawah). Jadi, tekanan darah diukur ketika jantung memompa darah dan ketika jantung rileks.Kondisi hipertensi ini terjadi jika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Tekanan darah dianggap normal ketika berada dalam rentang 120/80 mmHg. Namun, penting untuk diingat bahwa tekanan darah dapat berubah-ubah setiap saat tergantung pada faktor-faktor seperti usia, aktivitas, pola makan, dan waktu pengukuran.Hipertensi pada lansia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko mengalami hipertensi akan semakin tinggi.Untuk lansia, tekanan darah dianggap normal jika angka sistolik berada di bawah 120 dan angka diastolik di bawah 80 atau jika ditulis dalam angka 120/80. Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai atau melebihi 130/80.Jika hipertensi terjadi pada lansia, umumnya tubuh mengalami beberapa gejala, seperti pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, mual, detak jantung tidak teratur, telinga berdenging, nyeri dada, sulit bernapas, dan sebagainya. Lansia dengan hipertensi rentan terhadap penyakit komplikasi yang serius.Penyebab Hipertensi Pada LansiaPenyebab hipertensi pada lansia bisa bersifat multifaktorial. Artinya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada orang usia lanjut. Beberapa penyebab umumnya sebagai berikut.1. Proses PenuaanSeiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang kurang elastis.2. Perubahan HormonalAda alasan mengapa hipertensi juga kerap terjadi pada lansia wanita, ini karena terjadi perubahan hormonal saat menopause. Perubahan hormon ini terjadi karena kadar estrogen yang menurun pada perempuan.Kadar estrogen yang menurun dapat menyebabkan pembuluh darah arteri menjadi mengeras dan tegang. Hal ini mengakibatkan tekanan darah rentan mengalami peningkatan, yang dalam kasus tertentu, hingga tidak terkontrol.3. Faktor Gaya HidupGaya hidup yang tak sehat bisa menjadi sumber dari segala masalah kesehatan, termasuk hipertensi pada lansia. Kebiasaan merokok, meminum alkohol, pola makan yang tak sehat, stress, hingga pola tidur yang tak teratur bisa berdampak pada hipertensi.Karenanya, sebagai upaya pencegahan Anda juga harus mulai mewaspadai pola makan, tidur, dan mulai mengatur gaya hidup yang lebih sehat.4. Riwayat KeluargaRiwayat keluarga dengan hipertensi juga dapat menjadi penyebab munculnya penyakit tekanan darah ini pada lansia. Jika ada anggota keluarga yang menderita hipertensi, kemungkinan besar risiko tersebut juga akan meningkat pada anggota keluarga lainnya.Risiko Komplikasi Kesehatan Serius Hipertensi Pada LansiaHipertensi pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serius yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan harapan hidup lansia. Beberapa risiko komplikasi kesehatan serius akibat hipertensi pada lansia dijelaskan sebagai berikut.1. StrokeSalah satu risiko utama hipertensi pada lansia adalah stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak, menyebabkan pembekuan darah atau pecahnya pembuluh darah (pendarahan). Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan otak yang permanen atau bahkan fatal.2. Penyakit jantung koronerHipertensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, termasuk penyakit arteri koroner (arteri yang mengalami penyempitan akibat plak lemak). Hal ini dapat mengakibatkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau kegagalan jantung.3. Gagal jantungHipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan jantung bekerja keras secara berlebihan untuk memompa darah, akhirnya mengakibatkan kegagalan jantung. Gagal jantung dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, pembengkakan kaki, kelelahan, dan penumpukan cairan di paru-paru.4. Kerusakan ginjalTekanan darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah di ginjal, menghalangi kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dari darah dengan efektif. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit ginjal kronis atau bahkan gagal ginjal.5. Kerusakan mataHipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di mata, yang dapat mengakibatkan retinopati hipertensi. Ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kehilangan penglihatan, atau bahkan kebutaan.6. AneurismaTekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pelebaran atau melemahnya dinding pembuluh darah (aneurisma), terutama di arteri aorta. Jika aneurisma pecah, hal ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera.7. Penyakit vaskular perifer.Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di lengan, kaki, dan organ lainnya (penyakit vaskular perifer). Hal ini dapat mengakibatkan gangguan sirkulasi darah, luka yang sulit sembuh, atau bahkan amputasi.Tips Atasi Hipertensi Pada LansiaHipertensi pada lansia tidak bisa dianggap sepele. Agar gangguan hipertensi ini tidak menjadi komplikasi kesehatan yang serius, perlu adanya beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.Apa saja tipisnya? Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengatasi hipertensi pada lansia. 1. Perubahan Gaya HidupTelah kita singgung sebelumnya, bahwa gaya hidup juga bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena hipertensi. Karenanya sebagai langkah pencegahan dan mengontrol tekanan darah, Anda perlu mengubah gaya hidup Anda.Mengatur diet sehat, berolahraga rutin, menghindari meminum alkohol, juga mengontrol rasa stres Anda merupakan langkah yang bisa diambil. Namun jika Anda merasa kebingungan untuk mengatur diet sehat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis Klinik Granostic dan menjadwalkan pola makan sehat yang tepat untuk hipertensi pada lansia.2. Olahraga TeraturLakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam ringan. Olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengurangi stres.3. memantau tekanan darah secara teraturPraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam-dalam untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Stres yang tidak terkendali dapat memicu peningkatan tekanan darah.4. Konsultasi dengan Profesional MedisSelain mengatasi dan mengontrol tekanan darah Anda secara mandiri, melakukan pengecekan dan berkonsultasi dengan profesional medis adalah hal yang penting. Sebab kondisi tubuh lansia dan orang dewasa yang sehat tidak bisa disamakan. Lansia memiliki tubuh yang lebih lemah dan sangat berisiko terjadi komplikasi bila terjadi lonjakan tekanan darah tiba-tiba.Konsultasikan dengan profesional medis secara teratur untuk mendapatkan saran medis yang sesuai, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, serta memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mendapatkan saran medis yang sesuai di Klinik Granostic. Bersama tenaga medis profesional kami, Anda dapat mendiskusikan pengobatan, pola diet sehat, hingga upaya-upaya lainnya yang diperlukan untuk mengatasi dan mengontrol hipertensi pada lansia.Selain itu, Klinik Granostic juga memiliki layanan Home Service yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannnya.Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan layanan medical check up atau MCU di Klinik Granostik? Langsung hubungi kami sekarang!
Cek Kolesterol Terdekat di Surabaya
Cek kolesterol perlu dilakukan oleh siapa pun, baik orang yang sudah menginjak usia lansia, orang dewasa maupun yang masih berusia muda. Hal ini dikarenakan kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia.Tak dimungkiri, hingga saat ini masih banyak orang yang menerapkan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kolesterol tinggi.Nah, cek kolesterol ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi terkini apakah kadar kolesterol dalam tubuh lagi naik atau tidak. Apalagi kadar kolesterol yang naik pada umumnya tidak memunculkan gejala-gejala tertentu. Ini juga menjadi alasan pentingnya melakukan cek kolesterol secara berkala.Dengan melakukan cek kolesterol secara berkala, Anda dapat mencegah risiko terjadinya penyakit serius, seperti stroke dan masalah jantung. Ya, dua jenis penyakit serius itu bisa ‘lahir’ dari kadar kolesterol yang tinggi.Perlu diketahui nih, kadar kolesterol bisa naik menjadi tinggi karena kebiasaan buruk. Misalnya, kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak jenus, seperti kuning telur, santan, krim, biskuit dan gorengan. Kurang olahraga dan merokok juga bisa jadi biang kerok kadar kolesterol dalam tubuh naik.Granostic adalah tempat yang tepat bagi Anda untuk melakukan cek kolesterol. Ya, bagi Anda yang tinggal di Surabaya dan ingin melakukan cek kolesterol secara berkala, berangkat saja ke Granostic. Selain cek kolesterol, Anda juga bisa melakukan konsultasi kesehatan bersama dokter Granostic untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh kolesterol tinggi. Agar kadar kolesterol dalam tubuh tetap normal maka hindarilah kebiasaan buruk tersebut.Bagi Anda yang ingin melakukan cek kolesterol di klinik, di bawah ini kami berikan tips yang bisa Anda ikuti. Simak dengan saksama ya!1. Memilih Klinik yang Lengkap dan ProfesionalPastikan Anda memilih klinik yang lengkap dan profesional ya. Dalam hal ini, ada dua hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih klinik. Pertama, Anda perlu memastikan klinik terkait dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan memadai.Dengan adanya fasilitas yang lengkap dan memadai, klinik terkait bisa dipastikan dapat memberikan pelayanan yang efektif dan aman. Peralatan-peralatan medis yang digunakan juga pasti akan terawat dengan baik, yang mana hal itu bisa memberikan hasil medis yang akurat. Nah, saat Anda melakukan cek kolesterol di klinik semacam ini, hasilnya bisa dipastikan akurat dan terpercaya.Berikutnya, Anda juga perlu memastikan reputasi klinik telah diakui dalam memberikan perawatan medis. Dalam kata lain, Anda perlu memastikan klinik terkait menjalankan profesionalitas.Ketahuilah, saat ini tidak sulit bagi Anda untuk mengecek reputasi dan profesionalitas klinik. Anda bisa mengeceknya melalui testimoni atau ulasan yang disampaikan pasien sebelumnya di website resminya.Jika ulasan yang diberikan positif maka klinik terkait bisa dipastikan memiliki reputasi yang baik dan profesional. Sebaliknya, jika ulasan yang diberikan negatif maka Anda perlu mempertimbangkannya kembali untuk melakukan cek kolesterol.Keramahan dokter, tenaga medis dan staf yang ada di klinik juga perlu diperhatikan ya. Sebab, keramahan ini sangat berpengaruh terhadap pelayanan dan kenyamanan yang diberikan kepada pasien yang datang.Granostic adalah pilihan yang tepat bagi Anda untuk melakukan cek kolesterol secara berkala. Granostic dilengkapi dengan peralatan-peralatan medis yang memadai, aman dan memberikan hasil pemeriksaan yang akurat. Untuk ulasan dari pasien sebelumnya, Anda bisa mengeceknya sendiri di website resmi Granostic (granostic.com) untuk membuktikan profesionalitas kami.2. Pahami Layanan KlinikSelanjutnya Anda perlu memahami atau mengecek layanan yang tersedia di klinik terkait. Jangan sampai Anda mengunjungi klinik A untuk cek kolesterol tetapi klinik tersebut ternyata tidak menyediakan layanan tersebut.Ya, Anda mungkin dapat dengan mudah menjumpai klinik-klinik kesehatan di sekitar tempat tinggal Anda. Tetapi Anda jangan terburu-buru mengunjungi klinik tertentu sebelum mengetahui apa saja layanan yang disediakan olehnya. Mengingat, setiap klinik biasanya menawarkan pelayanan yang berbeda, ada juga klinik yang khusus menangani bidang tertentu saja.Sebagai tambahan, Anda juga perlu memperhatikan dua hal ini. Pertama, apakah klinik terkait memiliki dokter atau tenaga medis yang dapat ‘menjawab’ kebutuhan Anda. Kedua, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan apakah klinik terkait menawarkan layanan konseling atau konsultasi kesehatan. Mengingat, konsultasi kesehatan juga perlu dilakukan agar Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat sesuai yang dianjurkan oleh dokter di klinik terkait.Nah, dengan mengetahui layanan klinik dan dua hal di atas, Anda dapat memastikan bahwa kebutuhan kesehatan Anda dapat ditangani dengan baik. Granostic adalah klinik yang bisa Anda jadikan rujukan untuk melakukan cek kolesterol secara berkala di Surabaya. Ya, bagi Anda yang tinggal di Surabaya, Granostic bisa jadi pilihan yang tepat untuk ‘menjawab’ kebutuhan kesehatan Anda.3. Pastikan Memilih GranosticTelah kami sebutkan di atas bahwa Granostic bisa Anda jadikan rujukan terbaik untuk melakukan cek kolesterol secara berkala. Bukan hanya cek kolesterol, Granostic juga menyediakan cek kesehatan secara lengkap, di antaranya: cek gula darah, cek tekanan darah dan cek kadar asam urat.Cek kesehatan secara berkala memang perlu dilakukan, termasuk juga cek kadar kolesterol dalam tubuh. Nah, jika Anda termasuk orang di dalam kelompok ini, maka cek kadar kolesterol perlu dilakukan lebih sering lagi:✅Pria maupun wanita yang sudah berusia 55 tahun ke atas.✅Obesitas atau memiliki berat badan berlebihan.✅Mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit jantung.✅Tekanan darah cenderung tinggi dan/atau memiliki riwayat diabetes✅Tidak menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat.Kelompok orang di atas sangat berisiko terkena kolesterol tinggi yang berdampak pada penyakit serius. Inilah alasan mengapa kelompok orang di atas sebaiknya melakukan cek kadar kolesterol lebih sering.Di sisi lain, orang yang sehari-harinya menerapkan kebiasaan buruk juga perlu melakukan cek kadar kolesterol lebih sering. Orang dengan kebiasaan buruk ini meliputi: orang yang menjalankan gaya hidup dan pola makan buruk (tidak sehat), kurang berolahraga dan beraktivitas dan setiap harinya merokok.Pastikan Anda memilih klinik yang tepat untuk melakukan cek kolesterol ya! Granostic adalah rujukan terbaik untuk melakukan medical check up atau cek kesehatan, termasuk cek kolesterol, guna mengetahui kondisi tubuh terkini. Jadi, tunggu apa lagi, yuk cek kolesterol di Granostic sekarang juga!Itulah penjelasan tentang cek kolesterol terdekat di Surabaya. Pada intinya, kadar kolesterol yang normal dalam tubuh memiliki peranan penting bagi kesehatan. Tetapi, kadar kolesterol ini bisa naik di atas normal, bahkan bagi pengidap kolesterol, kadar bisa sangat fluktuatif naik turunnya. Nah, cek kolesterol menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kadar kolesterol terkini sekaligus mencegah penyakit serius yang disebabkan olehnya. Pilih klinik Granostic untuk melakukan cek kolesterol secara berkala ya!
Tips Memilih Camilan Sehat Saat Lebaran
Hari Raya Lebaran adalah momen yang identik dengan silaturahmi, mudik dan suguhan camilan lezat. Ya, bisa dipastikan di setiap rumah orang yang merayakan Lebaran terdapat aneka camilan, jajanan atau kue kering yang menggoda selera. Nah, kali ini kami ingin memaparkan tips memilih camilan sehat saat Lebaran.Ketahuilah, banyak sekali camilan yang disuguhkan saat Lebaran memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi. Tentu saja, camilan seperti ini tidak menyehatkan dan bahkan bisa menimbulkan penyakit bagi para penyandang diabetes dan kolesterol.Di sisi lain, penting juga bagi kita semua untuk tidak mengudap camilan yang banyak dalam satu waktu, terlebih saat perut sudah kenyang. Alasannya, hal itu dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi yang baik.Berikut ini kami paparkan tujuh tips memilih camilan sehat saat Lebaran. Simak dengan saksama ya!1. Pilih Camilan yang Rendah Gula TambahanTips memilih camilan sehat saat Lebaran yang pertama yakni menghindari kue-kue yang memiliki kandungan tinggi gula. Misalnya: kue-kue manis, coklat dan permen.Sebagai gantinya, Anda sebaiknya memilih camilan atau kue yang rendah gula tambahan. Atau, Anda bisa memilih buah-buahan untuk kudapan Lebaran karena memiliki kandungan gula alami yang menyehatkan tubuh.Anda pastinya sudah tahu kandungan gula yang tinggi di dalam camilan dapat menyebabkan orang terkena diabetes. Tentu saja, penyandang diabetes sangat tidak disarankan mengudap kue Lebaran yang tinggi gula ini. Di sisi lain, orang yang tidak memiliki penyakit diabetes juga sebaiknya membatasi mengkonsumsi camilan tinggi gula agar tidak berdampak pada naiknya berat badan.2. Cari Camilan Tinggi SeratTips selanjutnya yakni mencari camilan yang memiliki kandungan tinggi serat, seperti oatmeal. Ketahuilah, kandungan serat ini sangat baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan serat dapat memberikan energi bagi tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes serta mencegah kenaikan berat badan.Nah, bagi Anda yang sering makan berlebihan, cobalah untuk mengudap camilan dengan kandungan tinggi serat ini. Alasannya, kandungan serat dapat membuat perut cepat kenyang lebih lama. Sehingga, Anda tidak akan tergoda makan camilan secara berlebihan saat Lebaran.Perlu diingat, makan secara berlebihan tidaklah baik bagi tubuh. Bahkan, hal itu bisa menyebabkan asam lambung naik.3. Hindari Camilan Berlemak Jenuh TinggiCamilan dan makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi tidaklah baik bagi kesehatan tubuh. Ketahuilah, kandungan lemak jenuh dapat menyebabkan kadar kolesterol naik, berat badat naik dan masalah kesehatan lainnya.Sebagai gantinya, Anda bisa mengudap camilan yang mengandung lemak sehat saat Lebaran, seperti buah alpukat atau kacang almond. Anda bisa kok menjadikan dua makanan itu jadi salad buah sederhana yang lezat.Lebih lanjut, kami ingatkan juga kepada Anda agar tidak berlebihan atau (jika bisa) menghindari makanan berat berlemak saat Lebaran, seperti opor ayam yang diolah menggunakan santan dan rendang daging berlemak. Jika ingin menikmati makanan khas Lebaran itu, Anda sebenarnya bisa memasaknya sendiri dengan mengganti santan jadi krim rendah lemak dan daging tanpa lemak.4. Pilih Camilan Rendah GaramGaram memang dapat menjadikan camilan atau jajanan bercita rasa gurih. Tapi ketahuilah, layaknya gula, camilan yang memiliki kandungan tinggi garam juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.Oleh karenanya, saat Hari Raya Lebaran, batasilah atau (kalau bisa) hindari mengudap camilan yang tinggi garam. Selain itu, Anda juga perlu membatasi atau menghindari camilan yang memiliki kandungan tinggi MSG karena bahan itu juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.Sebagai gantinya, Anda bisa menjadikan buah-buahan sebagai pilihan camilan sehat saat Lebaran. Sebab, buah-buahan tidak memiliki kandungan garam sama sekali.5. Pilih Camilan Buatan SendiriTips yang kelima yakni memilih camilan buatan sendiri. Tentu saja, camilan buatan sendiri ini harus memperhatikan kandungan gizi yang ada dan minim gula, garam serta lemak jenuh.Ada banyak kok inspirasi camilan sehat yang cocok untuk hidangan Lebaran di rumah, salah satunya granola bar. Tapi kalau Anda tidak ingin ribet dan/atau tidak memiliki banyak waktu untuk membuat camilan Lebaran, hidangkan saja buah-buahan segar yang dipotong-potong kecil.Untuk minumannya, Anda bisa menyediakan infused water dari buah lemon, jus buah atau yoghurt. Dijamin deh, siapa saja yang nyemil pasti suka, termasuk tamu yang berdatangan ke rumah Anda saat Lebaran.6. Cari Camilan Rendah KaloriMemilih camilan rendah kalori saat Lebaran juga menjadi keharusan bagi Anda. Bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, camilan rendah kalori ini juga sangat baik bagi orang yang menjalankan program diet.Anda mungkin mengira camilan rendah kalori hanya buah-buahan. Padahal, ada banyak pilihan camilan rendah kalori selain buah-buahan dan bercita rasa enak. Apa saja? Beberapa di antaranya: edamame, cokelat hitam, yoghurt dan es kul kul.Perlu diketahui nih, camilan rendah kalori pada umumnya memiliki kandungan sekitar 100 kalori per sajian. Bahkan, ada beberapa jenis camilan yang kalorinya sangat rendah, yakni jauh di bawah 100 kalori.Meski memiliki kalori rendah, bukan berarti Anda mengkonsumsi camilan sehat ini secara berlebihan. Hal itu tetap tidak disarankan karena dapat memicu masalah kesehatan dan bisa juga menggagalkan program diet.7. Perhatikan Ukuran PorsiTips yang terakhir yakni memperhatikan ukuran porsi camilan yang hendak dikudap. Ya, beberapa kali telah kami singgung di atas bahwa mengudap camilan secara berlebihan tidaklah baik bagi kesehatan tubuh, apalagi jika camilan mengandung garam, gula dan lemak tinggi serta MSG dan bahan pengawet.Ingatlah, mengkonsumsi camilan saat Lebaran secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan tertentu, seperti obesitas, diabetes, hipertensi dan kadar kolesterol naik. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan dan terus berjalan dalam waktu yang lama maka bisa saja akan menyebabkan penyakit serius.Inilah alasan mengapa Anda bukan saja memerhatikan kandungan camilan, tetapi juga memperhatikan ukuran porsi yang hendak disantap. Meski enak dan memanjakan lidah, jangan sampai Anda mengudap camilan secara berlebihan ya!Apabila Anda ingin bertanya tentang pilihan camilan sehat saat Lebaran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter di Granostic. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cek kesehatan atau medical check up di Granostic untuk menyambut momen Lebaran.Ya, penting sekali bagi kita semua untuk melakukan cek kesehatan di Granostic sebelum dan sesudah Lebaran, terutama bagi penyandang diabetes dan kolesterol. Dengan melakukan cek kesehatan di Granostic, diharapkan kita dapat menjalankan Hari Raya Lebaran kali ini dengan sehat dan ceria, tanpa ada gangguan kesehatan sedikit pun.Itulah pembahasan tentang tips memilih camilan sehat saat Lebaran. Jangan lupa untuk konsultasi dokter dan cek kesehatan di Granostic ya!
Cek Kesehatan Sebelum Mudik di MCU Granostic
Cek kesehatan sebelum mudik di Granostic perlu dilakukan agar aktivitas mudik berjalan dengan lancar, aman, selamat dan sehat. Jadi, jangan pernah menyepelekan cek kesehatan sebelum berangkat mudik ya!Mudik Lebaran adalah salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu banyak orang. Bahkan, banyak orang mempersiapkan momen mudik Lebaran secara matang-matang sejak jauh-jauh hari. Kondisi mobil dipastikan oke, baju baru sudah dibeli, oleh-oleh Lebaran juga sudah dibeli. Tapi ada satu hal nih yang sering dilupakan atau bahkan disepelekan sebelum berangkat mudik, yakni cek kesehatan.Padahal cek kesehatan atau medical check up sangat berguna untuk memastikan apakah Anda dan personel pemudik lainnya siap berangkat mudik atau justru sebaliknya. Inilah alasan mengapa Granostic saat ini menyediakan layanan cek kesehatan sebelum mudik. Anda bisa memanfaatkan layanan cek kesehatan di Granostic ini sebelum melakukan perjalanan mudik yang panjang.Granostic sendiri merupakan salah satu klinik ternama di Surabaya yang menyediakan beragam layanan kesehatan, termasuk cek kesehatan secara komprehensif. Seperti, cek gula darah, cek kadar kolesterol, cek asam urat dan cek denyut jantung. Selain itu, Granostic juga menyediakan layanan konsultasi bersama dokter yang bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan saran-saran kesehatan yang berarti.Nah, di bawah ini kami akan memberikan informasi terkait tahapan cek kesehatan sebelum mudik di MCU Granostic. Simak dengan saksama ya!1. Jadwalkan JanjiPertama-tama, Anda bisa menjadwalkan janji dengan dokter atau pihak Granostic untuk melakukan cek kesehatan sebelum mudik. Menjadwalkan janji kini bisa dilakukan secara online dengan menghubungi nomor Granostic berikut ini: (031) 5994080 atau melalui WhatsApp: 082230900900.Anda juga bisa melihat berbagai layanan kesehatan yang tersedia di Granostic dengan mengunjungi website resmi kami: granostic.com. Ada banyak layanan kesehatan yang tersedia di sini, salah satunya medical check up secara berkala. Selain itu, Anda juga bisa menemukan dokter spesialis sesuai kebutuhan Anda di Granostic.Granostic akan memberikan pelayanan yang baik dan mengedepankan keramahan selama berhadapan dengan pasien. Sehingga, pasien akan mendapatkan kenyamanan selama berobat dan cek kesehatan di sini. Jangan lupa buat jadwal janji untuk cek kesehatan di Granostic ya!2. Datang ke MCU GranosticSetelah membuat jadwal janji, Anda bisa datang ke Granostic sesuai jadwal janji untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai persiapan mudik Lebaran. Nah, pada saat datang ke Granostic, Anda sebaiknya menyiapkan beberapa hal berikut ini:Pertama, siapkan catatan keluhan yang Anda alami (jika ada). Keluhan yang kami maksud ini bisa berupa keluhan fisik seperti nyeri pinggang dan sakit kepala serta keluhan mental, seperti sering cemas dan sulit tidur.Kedua, siapkan catatan terkait obat yang dikonsumsi. Informasi ini penting diketahui dokter untuk memberikan wejangan apakah Anda perlu mengonsumsi obat-obatan itu selama mudik atau tidak.Ketiga, bawa hasil pemeriksaan medis sebelumnya (jika ada). Hasil pemeriksaan medis sebelumnya ini juga akan menjadi rujukan penting bagi dokter untuk mengetahui apakah Anda siap secara fisik melakukan mudik Lebaran atau tidak.Oh ya, cek kesehatan ini sebaiknya dilakukan oleh seluruh personel yang hendak ikut mudik Lebaran, termasuk pengemudi. Ya, pengemudi ini penting sekali diperiksa kesehatannya sebelum berangkat mudik untuk memastikan bahwa dia betul-betul dalam kondisi fit atau justru sebaliknya. Jika dalam kondisi fit maka perjalanan mudik boleh dilakukan bersama pengemudi terkait.Jadi, Anda boleh sekali datang ramai-ramai bersama keluarga ke Granostic untuk melakukan cek kesehatan sebelum mudik. Nantinya, dokter Granostic juga akan memberikan saran-saran kesehatan yang perlu dijalani atau diterapkan Anda dan keluarga selama Lebaran agar semuanya tetap dalam keadaan sehat hingga kembali pulang ke rumah.3. Lakukan PemeriksaanPada tahapan ketiga ini, Anda akan melakukan rentetan pemeriksaan sebagai persiapan mudik Lebaran. Tenaga medis Granostic akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif kepada Anda untuk mengetahui apakah Anda siap secara jasmani dan rohani melakukan perjalanan mudik Lebaran kali ini.Mulanya, Anda akan diperiksa atau dicek kadar gula darah, tekanan darah, asam urat dan detak jantung. Selanjutnya, pemeriksaan akan merujuk pada riwayat kesehatan Anda, termasuk mengetahui seperti apa gaya hidup, pola makan dan rutinitas olahraga yang Anda jalankan selama ini.Tenaga medis Granostic lantas akan melakukan pemeriksaan fisik. Pada tahap ini, Anda akan diminta duduk, berbaring dan berdiri untuk diperiksa. Kemudian, tenaga medis Granostic akan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan.Apabila ditemukan penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, tenaga medis Granostic akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya, dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi penyakit di dalam tubuh. Lebih lanjut, untuk pemudik ibu hamil, lansia dan bayi akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara khusus dari Granostic guna memastikan mereka dapat mengikuti mudik atau tidak.4. Konsultasi dengan DokterSetelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, barulah Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Granostic. Ya, selain cek kesehatan, konsultasi dengan dokter ini menjadi salah satu hal yang penting sebelum berangkat mudik Lebaran, terlebih jika Anda atau ada keluarga yang mengalami kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung atau lainnya.Nantinya, dokter akan memberikan saran-saran kesehatan yang perlu dipatuhi oleh pemudik. Misalnya, saran terkait nutrisi yang perlu dikonsumsi selama mudik dan obat-obatan yang perlu disediakan oleh pemudik dengan kondisi medis tertentu.Lebih lanjut, saat berkonsultasi Anda juga akan mendapatkan saran dari dokter terkait cara mengatasi kesehatan yang mungkin timbul saat perjalanan mudik. Dari sini, Anda mungkin telah menyadari betapa pentingnya melakukan cek kesehatan dan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan mudik.Harapannya, dengan melakukan cek kesehatan dan konsultasi bersama dokter, Anda dan keluarga betul-betul siap melakukan perjalanan mudik tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti. Mudik pun menjadi lebih menyenangkan, lancar, aman, selamat dan sehat.5. Tindak LanjutTerakhir, dokter Granostic akan memberikan tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang dialami calon pemudik (jika diperlukan). Tindak lanjut ini bisa berupa perawatan medis atau pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu yang dialami oleh calon pemudik. Harapannya, aktivitas mudik Lebaran bisa ‘ditempuh’ dengan sehat sesampainya di tujuan dan pulang kembali ke rumah.Lebih lanjut, dokter Granostic akan memberikan saran-saran penting bagi pemudik agar senantiasa menjalani pola hidup sehat selama Lebaran. Seperti, membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan garam, menghindari makanan berlemak, berhenti merokok dan istirahat yang cukup. Dengan menerapkan pola hidup sehat ini, diharapkan pemudik bisa beraktivitas dengan sehat selama momen Lebaran bersama keluarga.Itulah penjelasan tentang tahapan cek kesehatan sebelum mudik di MCU Granostic. Pada intinya, cek kesehatan perlu dilakukan sebagai langkah persiapan berangkat mudik Lebaran ke kampung halaman. Harapannya, Anda dan keluarga tetap dalam keadaan sehat selama Lebaran tanpa ada gangguan kesehatan yang berarti. Yuk cek kesehatan di MCU Granostic sekarang juga!
Tips Menjaga Kesehatan Selama Lebaran
Kali ini Granostic akan memaparkan tips menjaga kesehatan selama Lebaran. Tips ini penting untuk diperhatikan agar Anda tidak mengalami masalah kesehatan yang dapat menghambat aktivitas di momen Lebaran.Seperti diketahui, Hari Raya Lebaran identik dengan hidangan aneka makanan bercita rasa lezat dan menggugah selera. Bukan hanya makanan ringan, setiap rumah biasanya juga menghidangkan makanan berat khas Lebaran seperti opor ayam, rendang dan sambal goreng ati.Sayangnya, makanan-makanan khas Lebaran tersebut banyak yang mengandung lemak, tinggi lemak dan tinggi gula. Kandungan-kandungan ini, tentunya, tidak baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menaikkan kadar gula darah dan kolesterol.Tetapi bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali menikmati makanan khas Lebaran. Hanya, Anda perlu memperhatikan setiap makanan yang hendak disantap dan membatasi porsinya. Lebih lengkapnya, berikut ini kami paparkan tips menjaga kesehatan selama Lebaran:1. Hindari Makan BerlebihanAnda pasti tahu makan berlebihan tidak disarankan karena dapat berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh, salah satunya kelebihan berat badan. Jadi, hindari makan berlebihan saat Lebaran ya!Tidak sedikit lho orang yang tergoda atau terdorong menyantap banyak kue/jajanan dan makanan berat saat Lebaran. Apalagi makanan-makanan yang tersedia semuanya enak dan dapat memanjakan lidah.Nah, Anda perlu menahan diri nih agar tidak makan sembarangan apalagi dalam porsi yang banyak saat Lebaran. Di luar hari Lebaran pun begitu, Anda harus konsisten menghindari makan berlebihan agar tubuh tetap sehat. 2. Batasi Konsumsi Makanan ManisTips menjaga kesehatan selama Lebaran yang kedua yakni membatasi konsumsi makanan manis. Makanan manis memang tidak baik bagi kesehatan tubuh, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain bisa menyebabkan diabetes, makanan tinggi gula ini juga bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.Membatasi konsumsi makanan manis saat Lebaran adalah tindakan yang tepat bagi kesehatan tubuh. Dalam kata lain, Anda perlu menahan diri mengudap aneka kue kering atau jajanan Lebaran yang memiliki kandungan tinggi gula.Nah, bagi Anda yang memiliki anak dan kebetulan suka makanan manis, awasilah atau ingatkan kepadanya agar tidak berlebihan menyantapnya. Anda juga bisa mengarahkan anak memilih kue kering atau jajanan yang sehat saat Lebaran.3. Perbanyak Konsumsi Buah dan SayuranMemperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran adalah tips berikutnya yang perlu Anda terapkan selama Lebaran maupun di luar momen tersebut. Saran kami, Anda bisa menjadikan buah dan sayuran sebagai makanan pembuka.Ya, dengan mengawali makan buah dan sayuran, Anda sangat mungkin tidak akan terdorong mengonsumsi makanan lainnya secara berlebihan. Dalam kata lain, Anda tidak akan berminat makan banyak karena perut merasa kenyang.Ketahuilah, buah dan sayuran memiliki kandungan tinggi serat, Nah, kandungan serat yang tinggi ini dapat memperlambat pencernaan makanan sehingga perut akan merasa kenyang.Ada banyak kok pilihan buah-buahan dan sayur-sayuran yang bisa Anda konsumsi sebagai makanan pembuka. Dengan begitu, Anda tidak bakal ‘kalap’ melahap banyak makanan khas Lebaran meski rasanya enak dan menggugah selera. Sehingga, tubuh Anda akan tetap sehat selama momen penting ini.4. Minum Air Putih SecukupnyaAnda pasti sudah tahu setiap orang dewasa dianjurkan minum air putih sebanyak 2 liter per hari. Meski begitu, masih banyak nih orang yang menyepelekan anjuran tersebut dan setiap harinya tidak dapat memenuhi kebutuhan air sebanyak 2 liter.Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah suatu keharusan. Pasalnya, sebanyak 60 persen massa tubuh kita terdiri dari air putih. Dengan memenuhi kebutuhan air putih setiap harinya, Anda akan memperoleh manfaat kesehatan, seperti menjaga tekanan darah, menghindari penumpukan lemak, menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan daya ingat otak.Nah, Lebaran menjadi tantangan bagi kita untuk mencukupi kebutuhan air putih. Pasalnya, pada momen ini, kita biasanya dihadapkan dengan minuman-minuman segar dan manis yang tinggi gula. Agar tubuh tetap sehat selama Lebaran, sebaiknya batasi atau (jika bisa) hindari minuman tinggi gula dang anti dengan mencukupi kebutuhan air putih.5. Istirahat yang CukupTips menjaga kesehatan selama Lebaran kelima yakni istirahat yang cukup. Setiap orang dewasa membutuhkan tidur selama 7 – 8 jam per hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang baik bagi tubuhnya. Adapun manfaat istirahat yang cukup di antaranya: memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mental, menjaga berat badan tetap ideal dan menurunkan risiko penyakit kronis.Sebenarnya bukan hanya pada saat Lebaran, di luar momen tersebut kita juga harus mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Kami menyarankan Anda tidur dengan jadwal yang konsisten setiap harinya. Dengan cara ini, tidur akan terasa lebih nyenyak dan berkualitas.Oh ya, bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan mudik, sebelumnya Anda juga perlu mendapatkan istirahat yang cukup. Jika Anda merasa lelah atau mengantuk di tengah perjalanan, segeralah menepi untuk beristirahat sejenak. Hal ini berguna agar perjalanan mudik tetap aman dan selamat.6. Hindari StresMenjaga kesehatan tubuh selama Lebaran bukan hanya bisa dilakukan dengan menjaga pola makan sehat hingga cukup istirahat, tapi juga menghindari stres. Hal ini dikarenakan kesehatan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh kesehatan mental.Faktanya, orang yang memiliki tingkat stres tinggi cenderung mengalami masalah kesehatan tertentu, salah satunya yakni asam lambung atau GERD. Inilah alasan mengapa kita semua perlu mengontrol stres dengan baik selama Lebaran agar tidak mengalami masalah kesehatan tertentu yang dapat mengganggu aktivitas kita di momen penting tersebut.Tetapi apabila Anda tengah menghadapi stres saat Lebaran, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan. Lakukan cara ini berulang-ulang sampai Anda merasa lebih rileks. Lebih lanjut, Anda juga bisa menjalankan aktivitas tertentu yang menurut Anda menyenangkan, seperti menjalankan hobi, menonton TV, membaca buku dan lainnya.7. Bila Perlu MCU Dulu Sebelum MudikSelain istirahat yang cukup, hal yang perlu dilakukan sebelum berangkat mudik yakni melakukan cek kesehatan atau medical check up. Medical check up ini harus menjadi perhatian utama agar perjalanan mudik berjalan dengan lancar, aman, selamat dan sehat.Pada intinya, medical check up sebelum mudik berguna untuk memastikan seluruh ‘personel’ pemudik dalam keadaan sehat secara keseluruhan. Adapun medical check up yang dilakukan di antaranya: cek tekanan darah, kadar gula darah dan kadar kolesterol.Anda bisa melakukan medical check up di Granostic. Ya, Granostic menyediakan layanan medical check up atau disingkat MCU untuk para pemudik yang hendak melakukan perjalanan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Bukan hanya MCU, Granostic juga memiliki dokter berpengalaman yang bisa Anda jadikan sarana untuk berkonsultasi terkait kesehatan terkini sebelum berangkat mudik.Itulah berbagai tips menjaga kesehatan selama Lebaran. Yuk lakukan medical check up terlebih dahulu sebelum mudik Lebaran!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message