Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Apakah Boleh Olahraga Saat Puasa?
Saat puasa, kita tidak makan dan minum selama lebih dari 13 jam. Akhirnya banyak orang yang merasa enggan melakukan olahraga saat puasa karena khawatir jadi lebih mudah lelah, haus, hingga dehidrasi.Pertanyaannya, apa benar kita tidak boleh olahraga saat puasa?Sebenarnya kekhawatiran akan dehidrasi dan rasa lemas tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun bukan berarti kita tidak boleh melakukan olahraga sama sekali di bulan Ramadhan.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 30 hari penuh selama berpuasa, tanpa melakukan latihan fisik atau olahraga bisa mengurangi kekuatan dan kesehatan tubuh.Karenanya, meskipun menjalani puasa Ramadhan, seseorang sebaiknya masih menjalani olahraga untuk tetap sehat.Terlebih ketika Anda menerapkan pola olahraga yang tepat, pasti hasil dari latihan fisik selama puasa ini bisa memberikan banyak manfaat dan meminimalisir risiko dehidrasi.Lantas apa saja pola olahraga yang dapat Anda terapkan selama puasa Ramadhan? Berikut penjelasannya!1. Pilih Waktu sebelum berbuka puasa atau setelah makan malam Memilih waktu olahraga yang tepat saat puasa adahal hal yang sangat penting. Sehingga Anda tidak akan mudah merasa kehausan yang berlebihan, kelelahan, ataupun dehidrasi berat.Waktu ideal untuk berolahraga selama puasa adalah sebelum berbuka atau setelah makan malam.Anda bisa meluangkan waktu sebanyak 30 menit sebelum buka puasa untuk berolahraga ringan. Misalnya dengan berjalan-jalan santai, bersepeda dengan jarak sedang, atau melakukan Yoga singkat.Olahraga sore ini, jika Anda lakukan secara rutin akan membuat tubuh lebih bugar.Sementara itu, Anda juga dapat berolahraga setelah buka puasa atau sebelum tidur. Jika memilih setelah buka puasa, pastikan Anda menunggu agar makanan buka tercerna dengan baik. Atau Anda bisa memilih berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, kemudian pergi olahraga, baru setelahnya makan yang berat.Namun, jika memilih olahraga sebelum tidur, pastikan bahwa makanan sudah tercerna dengan baik. Sehingga Anda memiliki energi yang optimal untuk berolahraga.Anda dapat berolahraga selama 30 menit sebelum tidur. Melakukan olahraga ini bisa membantu memberikan tidur lebih berkualitas pada tubuh Anda.Sebaliknya hindari untuk berolahraga di pagi atau siang hari. Menurut Dietisien dari UGM, berolahraga di pagi hari saat berpuasa tidak ideal untuk dilakukan, bahkan bisa jadi berisiko untuk orang yang tidak terbiasa berolahraga.Ini karena berolahraga membuat penggunaan kalori meningkat, akhirnya gula darah jadi lebih cepat turun. Sehingga kemudian akan membuat tubuh Anda cepat merasa lemas dan lapar sejak pagi. 2. Lakukan Secara RinganKarena selama puasa kita rentan kekurangan cairan dan energi, penting untuk Anda memilih jenis olahraga dengan intensitas ringan ke sedang. Hindari untuk melakukan aktivitas fisik terlalu berat seperti angkat beban, lari jarak jauh, dan banyak lainnya.Olahraga dengan intensitas ringan adalah jenis olahraga yang masih bisa kita nikmati, misalnya sambil bernyanyi-nyanyi.Jenis olahraga yang termasuk dalam intensitas ringan adalah jalan kaki, jogging, jalan cepat, bersepeda santai jarak dekat, aerobik ringan, dan yoga sederhana.Olahraga jenis ini tidak akan membuat Anda gampang lelah, karena tidak membakar banyak kalori sekaligus. Namun bila Anda melakukannya secara rutin akan ada banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan.3. Hindari Olahraga IntensifTelah kita singgung sebelumnya, bahwa penting untuk memilih jenis olahraga yang tepat. Nah, Anda perlu menghindari olahraga intensif. Apalagi jika Anda melakukan olahraga berat ini ketika waktu buka masih lama.Olahraga intensif adalah latihan fisik dengan intensitas tinggi yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik intensitas rendah.Durasi dari olahraga intensif ini bervariasi, bisa 20–50 menit. Olahraga ini juga menuntut waktu pemanasan yang lumayan panjang, yakni kurang lebih 7 menit.Gerakan-gerakan yang masuk dalam olahraga intensif misalnya push up, squat, plank, jumping jacks, dan banyak lainnya. Jenis olahraga ini bisa membakar kalori dalam jumlah besar, sehingga membuat Anda lebih mudah berkeringan dan merasa lelah.Sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menambah durasi olahraga atau memilih jenis latihan yang berat jika Anda sudah merasa tubuh Anda kewalahan.Memaksakan diri hanya akan membuat Anda menjadi lebih lemas dan mengalami dehidrasi berat, yang justru memicu masalah kesehatan lainnya.4. Lihat Kondisi TubuhBerolahraga saat puasa juga harus Anda sesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila selama berpuasa Anda mengalami rasa lelah dan lemas yang berlebihan, lebih baik tidak memaksakan untuk berolahraga.Selain itu, saat Anda mengidap sakit tertentu yang bisa saja kambuh bila Anda memaksakan olahraga selama berpuasa, akan lebih baik untuk tidak melakukannya terlebih dahulu.Ada beberapa kondisi yang mungkin tidak aman untuk melakukan olahraga saat puasa, seperti:Pengidap diabetes.Memiliki tekanan darah yang rendah.Sedang hamil dan menyusui.Bila ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendiskusikan pola olahraga yang tepat selama berpuasa, sesuai dengan kondisi tubuh Anda.5. Hindari Paparan Langsung MatahariDemi menghindari dehidrasi berat dan rasa haus berlebihan saat puasa, baiknya Anda tidak melakukan olahraga di bawah paparan sinar matahari secara langsung. Atau bahkan berolahraga di tengah hari, yang justru akan membuat Anda cepat lelah dan haus.Kondisi ini bisa jadi lebih buruk bila Anda tak hanya beraktivitas biasa, melainkan juga berolahraga.Karenanya waktu yang direkomendasikan untuk olahraga adalah di sore atau malam hari. Tak hanya dekat dengan waktu berbuka, namun tak ada panas matahari yang bisa membuat Anda dehidrasi dan mudah lelah.6. Konsultasi dengan DokterBerolahraga saat berpuasa bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, bila Anda dapat melakukannya dengan tepat. Salah satunya dengan mengatur pola olahraga ini sesuai dengan kondisi atau kesehatan tubuh Anda.Demi mendapatkan diagnosa kesehatan yang akurat, Anda perlu melakukan pemeriksaan medis dan berkonsultasi langsung dengan dokter. Dalam hal ini, klinik Granostic bisa menjadi solusi yang ideal untuk Anda.Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk Anda, klinik Granostik menyediakan pemeriksaan kesehatan lengkap dengan menggunakan teknologi termutakhir dalam prosesnya.Anda bisa melakukan pengecekan kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, hingga kesehatan sistem pernapasan dan jantung Anda.Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan ini dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) ahli, serta didampingi oleh dokter spesialis. Sehingga hasil pemeriksaan kesehatan pun akan lebih akurat, dan dapat digunakan sebagai acuan untuk mengatur pola olahraga dan aktivitas Anda selama puasa.Lebih baiknya lagi, Anda tak perlu harus ke klinik Granostic langsung untuk berkonsultasi dengan dokter kami. Anda bisa melakukan konsultasi jarak jauh lewat layanan Home Service.Hanya dengan klik tombol di bawah, Anda akan terhubung dengan dokter Granostic dan dapat langsung melakukan konsultasi kesehatan.Nggak percaya? Langsung coba klik tombol di bawah ini, ya, Sobat Granostic!
Tips Puasa Untuk Ibu Menyusui
Ibu menyusui memang boleh puasa, bahkan dapat memberikan manfaat kesehatan tersendiri. Meski begitu, Anda sebagai seorang ibu menyusui tak boleh puasa secara sembarangan. Lantas apakah ada tips khusus bagi ibu menyusui untuk puasa dengan aman?Berpuasa bagi ibu menyusui bisa jadi dilema tersendiri. Sebab bisa jadi ibu merasa khawatir tidak akan bisa menyusui si kecil seperti biasanya, atau membuat kualitas ASI tak sebaik ketika tidak berpuasa.Namun, berbagai ulasan kesehatan menyebutkan bahwa tak ada banyak perubahan kuantitas dan kualitas gizi pada ASI saat ibu berpuasa. Sehingga dampak pada si kecil pun juga tak besar.Akan tetapi puasa ini bisa jadi tak aman bagi ibu dan bayi bila tidak dilakukan dengan tepat. Lalu adakah cara khusus untuk berpuasa bagi ibu menyusui?Langsung simak tips puasa untuk ibu menyusui berikut ini, ya, Sobat!1. Konsultasikan dengan Dokter atau Ahli GiziSyarat pertama yang harus Anda perhatikan untuk dapat puasa dengan aman saat menyusui adalah kondisi tubuh Anda. Karena itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.Sebab bila Anda mau berpuasa, penting untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi sehat dan tidak sedang kekurangan nutrisi.Kondisi tubuh yang kurang sehat dan tidak memiliki nutrisi yang cukup dapat mempengaruhi kuantitas serta kualitas ASI. Akhirnya juga akan berpengaruh pada si kecil yang masih menyusu.Tak hanya mengenali gejala tak wajar pada tubuh seperti rasa pusing, kelelahan, mual, ataupun rasa haus yang ekstrim sendiri. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memeriksakan kesehatan dan kesiapan Anda berpuasa selama menyusui.Dalam hal ini klinik Granostic bisa jadi layanan kesehatan jujukan Anda. Kami memiliki tim dokter dan ahli gizi profesional serta berpengalaman, yang dapat membantu memeriksa kesehatan Anda secara menyeluruh.Hasil pemeriksaan ini akan dianalisis kemudian kami diskusikan langsung dengan Anda. Bila Anda ingin berpuasa dengan aman selama menyusui, maka dokter atau ahli gizi kami akan memberikan masukan mengenai pola makan, istirahat, dan asupan nutrisi apa yang perlu Anda penuhi dalam prosesnya.Tak hanya berkonsultasi langsung di klinik, Anda dapat terhubung dengan dokter dan ahli gizi Granostic lewat layanan Home Service. Layanan konsultasi online ini akan memudahkan Anda untuk mendiskusikan tips puasa yang aman bagi ibu menyusui lewat WhatsApp kapanpun Anda membutuhkannya.2. Jangan lewatkan sahurTips puasa untuk ibu menyusui selanjutnya adalah dengan tidak melewatkan sahur.Ketika berpuasa tubuh Anda tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 13 jam.Karenanya sahur memiliki peranan yang sangat penting untuk membuat tubuh Anda tetap fit di siang hari, serta memberikan cukup nutrisi untuk menghasilkan ASI bagi si kecil.Karena meski Anda tidak makan ataupun minum, tubuh akan tetap memproduksi ASI. Produksi ASI ini menggunakan simpanan energi yang Anda dapatkan dari makanan sahur.Bila Anda tidak memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh, tidak mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi tinggi, maka dapat berpengaruh pada kualitas ASI yang dihasilkan.3. Minum Air yang CukupSeperti yang telah disinggung dalam poin di atas, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa.Sebab itu, minum air mineral yang cukup termasuk dalam salah satu tips puasa untuk ibu menyusui. Langkah ini penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat berbahaya bagi ibu menyusui dan bayi.Menurut keterangan dokter di laman NU Online, menjelaskan bahwa jika tubuh ibu menyusui mengalami kekurangan cairan, maka pasokan ASI akan berkurang.Ibu menyusui dianjurkan untuk minum 2,3 liter setiap hari, atau setara dengan 8 gelas air putih setiap hari. Anda tak perlu meminumnya dalam satu waktu sekaligus. Melainkan dengan menerapkan pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas pada malam hari, serta 2 gelas lagi ketika Anda sahur.Tak cuma lewat minum air, Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi makanan yang kaya air. Misalnya buah semangka, belimbing, jeruk, stroberi, atau membuat sup sayuran.4. Pilih Makanan Sehat dan NutritifTips puasa untuk ibu menyusui selanjutnya adalah menerapkan pola makan yang tepat, dengan memilih makanan sehat dan nutritif. Tak cuma untuk sahur, melainkan juga saat Anda berbuka puasa.Setidaknya makanan yang harus ibu menyusui penuhi selama puasa dapat memenuhi zat-zat gizi di bawah ini:Mengandung protein seperti ayam, ikan, telur, daging, atau kacang-kacanganMakanan berpati atau berkarbohidrat kompleks, seperti nasi merah, kentang, pasta, atau roti gandumSayuran dan buah-buahan segar yang kaya mineral, vitamin, dan seratSusu dan produk olahan, seperti keju dan yogurtUntuk memenuhi kebutuhan mikronutrien yang penting dalam ASI seperti seng, magnesium, dan kalium, Anda dapat mengonsumsi suplemen.Nah, Sobat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai asupan suplemen yang aman di periode menyusui tersebut di klinik Granostic.5. Pantau Kesehatan Anda dan BayiTak hanya saat Anda merencanakannya, memantau kesehatan tubuh Anda dan bayi selama berpuasa juga sangat penting. Anda tetap bisa menyusui sambil berpuasa, namun pastikan kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi dengan baik agar tidak dehidrasi.Pasalnya, pada kasus dehidrasi berat pasokan ASI dapat berkurang sementara. Anda sebaiknya membatalkan puasa bila mengalami beberapa tanda dehidrasi seperti:Mulut, bibir, dan mata terasa keringMerasa kehausan yang parah.Air kencing tampak berwarna gelap.Kepala sakit dan pusing.Badan terasa lemah dan lemas.Jika tanda-tanda ini muncul, sebagai pertolongan pertama Anda dapat minum air putih atau konsumsi larutan garam dan gula untuk mengganti cairan tubuh. Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik selama 30 menit, langsung periksakan atau konsultasikan pada dokter.Adapun pada bayi, Anda juga dapat memperhatikan gejala-gejala saat si kecil tidak mendapatkan cukup ASI atau mengalami dehidrasi, seperti:Bayi tampak lesu dan sering mengantuk.Tampak gelisah dan lebih sering menangis.Frekuensi buang air kecil dan air besar si kecil berkurang.Tangan dan kaki bayi terasa dingin.Tidak tampak puas setelah menyusu Anda, misalnya akan menangis lagi padahal selesai menyusu.Selain itu Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila menemukan beberapa gejala lain pada bayi, seperti:Popok yang tetap kering atau tidak sebasah biasanya, urin yang dihasilkan pun berwarna lebih gelap.Tidak mengeluarkan air mata saat bayi menangis.Ada bagian yang cekung atau lunak pada kepala si kecil.Berat badan bayi Anda tidak bertambah atau mengalami penurunan.6. Istirahat yang CukupTips selanjutnya yang dapat ibu menyusui terapkan saat puasa adalah dengan beristirahat yang cukup. Hal ini untuk mencegah terjadi kelelahan dan memicu dehidrasi pada tubuh Anda, yang nantinya juga akan berdampak pada produksi ASI dan si kecil.Anda bisa memanfaatkan waktu luang dengan beristirahat, menghindari aktivitas yang terlalu berat, serta tidak banyak berkegiatan di bawah paparan sinar matahari.7. Jika Kurang Sehat Tidak Perlu MemaksaMenurut laman NU Online, sebenarnya ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadhan. Karenanya, bila Anda sedang merasa tidak enak badan dan tidak sanggup, akan lebih baik untuk membatalkan puasa daripada memaksakan diri.Karena tak hanya membawa dampak buruk bagi tubuh si ibu sendiri, ketika Anda berpuasa dalam kondisi tubuh yang tak sehat juga akan berpengaruh pada si kecil.Apalagi jika si kecil masih berada di usia kurang dari 6 bulan, yang masih bergantung sepenuhnya pada ASI Anda untuk memenuhi asupan nutrisinya.Itulah penjelasan mengenai tips puasa untuk ibu menyusui yang aman. Yang paling penting untuk Anda perhatikan adalah kondisi kesehatan tubuh Anda dan si kecil.Karenanya, sebelum dan selama menunaikan ibadah puasa Anda perlu memeriksakan kesehatan, serta melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.Bila terdapat kesulitan untuk mengunjungi klinik Granostic secara berkala, Anda dapat melakukan konsultasi secara online lewat layanan Home Service di bawah.Tim dokter dan ahli gizi kami akan menyimak dan menganalisis keluhan serta masalah kesehatan Anda dengan cermat.Jangan ragu untuk konsultasi, langsung klik tombol di bawah ini, ya!
Kenali Manfaat Puasa Bagi Ibu Menyusui
Tahukah Anda bahwa ibu menyusui (busui) boleh dan aman untuk berpuasa? Bahkan menjalankan puasa dengan tata cara yang tepat bisa membawa manfaat tersendiri untuk ibu menyusui, loh.Sebagai seorang ibu, Sobat Granostic pasti sangat peduli terhadap kesehatan bayi Anda. Terlebih dalam masa-masa menyusui, Anda tentunya berharap bahwa si kecil mendapatkan banyak gizi dari ASI yang diberikan dan mampu tumbuh sehat.Karenanya, kekhawatiran untuk menjalankan puasa ketika menyusui pun sering menghantui. Padahal, banyak ahli kesehatan yang menyebutkan bahwa tak ada masalah bagi seorang ibu menyusui untuk berpuasa. Dengan catatan, bahwa sang ibu memiliki kondisi tubuh yang sehat dan tak mengalami kekurangan gizi.ASI yang dihasilkan selama ibu berpuasa pun tidak akan berkurang secara kuantitas, sementara nilai gizinya bisa berubah namun tidak signifikan. Sehingga tidak akan menimbulkan dampak berbahaya pada si bayi.Nah, tak hanya boleh dan aman, rupanya puasa bagi ibu menyusui membawa manfaat tersendiri, loh.Masa’ sih? Langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya, Sobat!1. Meminimalisir Risiko DiabetesManfaat puasa bagi ibu menyusui yang pertama adalah mengurangi risiko terkena diabetes. Terlebih sebuah studi dari The American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula dapat menimbulkan perkembangan kognitif yang lebih buruk pada anak-anak setelah dua tahun.Sebab itu, penting bagi ibu menyusui untuk menghindari makanan atau minuman tinggi gula. Puasa, dalam kaitannya, dapat membantu mengontrol risiko diabetes pada ibu menyusui. Melansir dari Healthline, beberapa studi mengungkapkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan kontrol gula darah, sehingga sangat membantu orang-orang yang berisiko mengidap diabetes.Nah, agar Anda manfaat mencegah diabetes ini berjalan lebih maksimal, Anda perlu menghindari konsumsi gula secara berlebihan saat berpuasa. Terlebih di saat waktu sahur, yang bisa menyebabkan Anda lebih mudah merasa lapar dan lelah di pagi hari ketika berpuasa.2. Peningkatan Kesehatan JantungManfaat berpuasa untuk ibu hamil selanjutnya adalah dapat meningkatkan kesehatan jantung secara umum. Hal ini sebenarnya juga berlaku untuk semua kalangan yang melakukan puasa, loh. Masih dari laman Healthline, dikatakan bahwa terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa dengan berpuasa dapat mengurangi risiko penyakit jantung.Sebab puasa dapat menjadi alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol total dan beberapa faktor risiko penyakit jantung, khususnya pada orang kelebihan berat badan. Selain itu, terdapat studi lain yang menjelaskan bahwa puasa dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan, kadar trigliserida darah, kolesterol total, dan kolesterol jahat (LDL).Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari puasa ini, ibu menyusui juga perlu memperhatikan menu makanan yang akan dikonsumsi selama berpuasa.3. Kebutuhan Nutrisi Selama PuasaJika diterapkan dengan pola makan dan istirahat yang tepat, ibu menyusui selama puasa juga bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan baik. Sehingga kualitas ASI yang dihasilkan pun tidak akan banyak berubah dan tetap mengandung banyak nutrisi untuk si kecil.Anda dapat menyiapkan menu buka puasa dan sahur yang bergizi lengkap, kemudian ditambah dengan minuman yang sehat serta mampu mengembalikan kebutuhan cairan tubuh.Beberapa menu yang dapat ibu menyusui selama puasa yakni:- Karbohidrat kompleks seperti millet, buncis, oat, sereal multigrain, ubi jalar, kentang, dan sejenisnya. Makanan ini dapat dicerna dengan lambat, sehingga membuat perasaan kenyang bertahan lama- Makanan berserat tinggi seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan- Protein rendah lemak seperti seafood, susu almond, dan sejenisnya- Vitamin dan mineral yang dapat Anda peroleh buah, sayur, dan berbagai sumber pangan lainnya- Minum air mineral yang cukupSelain dari makanan di atas, Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dengan meminum suplemen atau mengonsumsi sumber-sumber nutrisi penting pada ASI seperti seng, magnesium, dan kalium.Makanan yang sehat memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan dan nutrisi ibu menyusui. Ketika memilih makanan yang tepat selama berpuasa, mengatur pola makan yang teratur juga akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.4. Detoksifikasi TubuhManfaat lain dari puasa bagi ibu menyusui adalah dapat mendetoksifikasi tubuh. Maksudnya ketika berpuasa tubuh bisa mengurangi kerusakan akibat paparan radikal bebas.Detoksifikasi sendiri merupakan proses tubuh kita dalam memperoleh gizi yang tepat dengan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membuang zat-zat beracun.Saat berpuasa, sistem pencernaan seperti hati, pankreas, lambung, usus besar, dan usus halus kita akan beristirahat selama 12 jam. Sehingga ketika berbuka puasa nantinya, organ pencernaan akan dapat bekerja dengan lebih baik.Nah, dengan pencernaan yang sehat tentu penyerapan nutrisi makanan oleh tubuh ibu juga akan berjalan dengan optimal. Sehingga tubuh sang ibu juga akan jadi lebih sehat, kemudian kualitas ASI yang dihasilkan pun baik.5. Perbanyak Minum Air PutihTak hanya nutrisi pada makanan, Anda juga harus memperbanyak minum air putih saat berpuasa. Sebab bagi seorang ibu menyusui, jumlah air yang dibutuhkan per hari sebanyak 3.000 ml, atau setara dengan 12–13 gelas air. Ya, jumlah ini lebih banyak daripada ibu yang tidak menyusui.Namun Anda tidak perlu meminumnya sekaligus dalam satu waktu, ya. Anda bisa membaginya ke dalam tiga waktu, yakni saat Anda berbuka, di malam hari (waktu antara buka dan sahur), juga saat sahur.Tak hanya menjaga produksi ASI saat berpuasa, Anda juga memerlukan cairan tambahan agar tidak mudah dehidrasi. Dehidrasi ini dapat menyebabkan rasa lemas, pusing, bibir kering, mual, kram otot, hingga kacaunya suasana hati.Kondisi ini juga dapat mempengaruhi kelancaran keluarnya ASI Anda, sehingga dapat membuat bayi tidak mendapatkan asupan yang cukup.Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai apa saja manfaat puasa bagi ibu menyusui. Meskipun belum ada banyak penelitian mengenai manfaat puasa pada ibu hamil secara khusus, namun studi tentang manfaat puasa secara umum sudah sangat banyak diterbitkan.Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa demi keamanan ibu dan bayi Anda perlu memastikan bahwa tubuh Anda cukup sehat untuk berpuasa. Karenanya lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengecek kesehatan dan kesiapan tubuh Anda di klinik Granostic. Bersama dokter spesialis dan tenaga kesehatan (nakes) kami, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Anda pun dapat berkonsultasi mengenai pola makan dan istirahat yang tepat sesuai kebutuhan tubuh saat menjalani puasa.Langsung kunjungi klinik Granostic untuk pengecekan dan konsultasi tatap muka bersama dokter. Atau Anda bisa melakukan konsultasi secara online melalui layanan Home Service dengan klik tombol di bawah.Berkomitmen memberikan yang terbaik untuk ibu dan anak, dokter kami akan menanggapi keluhan dan menjawab kebutuhan Anda selama berkonsultasi dengan profesional.Nah, bagaimana, Bunda? Tertarik untuk menggunakan layanan konsultasi jarak jauh dari Granostic? Langsung klik tombol di bawah ini ya!
Apakah Ibu Menyusui Boleh Puasa?
Puasa memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun apakah ibu menyusui boleh menjalankan puasa?Pada dasarnya ibu menyusui boleh dan aman untuk melakukan puasa. Sebab saat berpuasa, tubuh ibu menyusui tetap memproduksi ASI sama saat tidak berpuasa.Jika melihat dari nutrisinya, berpuasa dapat mengurangi tingkat vitamin dan mineral, seperti seng, magnesium dan potasium pada ASI. Akan tetapi, hal ini tidak akan berdampak buruk pada bayi yang disusui. Jadi, menyusui masih dapat dilakukan saat berpuasa, dan tidak akan berdampak banyak pada bayi.Meski boleh dan aman dilakukan, ibu menyusui juga tidak boleh berpuasa secara sembarangan. Sebab tentu setiap ibu dan bayi memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda.Nah, bagi Anda yang sedang menyusui dan mau menjalankan ibadah puasa Ramadhan, berikut tips-tips yang bisa Anda terapkan.1. Konsultasikan dengan DokterSebelum benar-benar memulai puasa, sebagai ibu menyusui, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter Anda. Hal ini penting karena setiap ibu pasti memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan tubuh Anda. Bila ada kondisi-kondisi kesehatan tertentu yang tampaknya akan mengganggu, maka dokter bisa menyarankan pola makan, istirahat, dan jenis asupan apa saja yang harus dipenuhi oleh busui saat berpuasa.Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan di klinik Granostic. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk ibu dan anak dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh, melengkapi alat pemeriksaan kesehatan yang canggih, serta didampingi oleh dokter spesialis yang handal di bidangnya.Bersama dokter kami, Anda bisa mendiskusikan bagaimana cara berpuasa yang aman bagi ibu menyusui. Dokter pun akan memberikan arahan untuk mengatur diet sehat Anda agar ASI tetap lancar dan anak memiliki nutrisi cukup dari asupan ASI tersebut.2. Pantau Kesehatan IbuTak cuma sebelum melakukan puasa, pemeriksaan kesehatan ibu menyusui harus dilakukan secara berkala. Meskipun berpuasa tidak akan berpengaruh banyak pada kualitas dan kuantitas ASI, kondisi Ibu pun bisa saja mengalami banyak perubahan seiring puasa yang terus dilakukan.Untuk itu ibu menyusui disarankan untuk tidak memaksakan diri berpuasa saat kondisi badan terasa tidak sehat. Anda juga bisa menghentikan puasa bila merasakan beberapa keluhan, seperti:Merasa lelah atau lemas berlebihanTubuh terasa demamUrine tampak berwarna kuning pekat dan memiliki bau yang tajamKepala terasa sangat sakitPingsanMerasa kehausan yang berlebihanSelain mewaspadai gejala-gejala di atas, Anda juga bisa merawat kesehatan tubuh dengan memilih makanan bernutrisi, menjaga kadar cairan dalam tubuh, serta melakukan olahraga ringan seperti peregangan dan berjalan-jalan santai di sore hari.3. Pilih Makanan yang BernutrisiSupaya ibu hamil tetap sehat selama berpuasa, Anda harus memenuhi asupan nutrisi untuk buka puasa maupun sahur.Khususnya untuk sahur, menu makanan yang ibu pilih sangat berperan penting. Karena makanan-makanan ini nantinya akan menjadi bekal energi agar kuat menjalani puasa dan menyusui.Perlu Anda ketahui bahwa ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori per hari. Yang mana 500 kalori ini berasal dari makanan yang dikonsumsi, serta 200 kalori lainnya berasal dari cadangan lemak dalam tubuh.Karenanya, Anda perlu memperhatikan pola makan dengan menu gizi seimbang. Tetap makan sebanyak tiga kali sehari, yakni saat buka puasa, setelah tarawih, dan saat sahur.Beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi sebagai sahur dan buka puasa agar tetap sehat selama menyusui dan berpuasa adalah:Sayuran tinggi serat, seperti brokoli, tomat, kentang, sawi, dan sejenisnya. Makanan tinggi serat dapat membantu membuat rasa kenyang bertahan lebih lamaBuah-buahan segar seperti alpukat, mangga, pepaya, dan jeruk. Vitamin dan mineral dalam buah-buahan akan membantu menjaga daya tahan ibuMakanan berprotein sehat tanpa lemak, seperti ikanKacang-kacanganTelurSusu almond, dan banyak lainnyaSelain itu, Ibu juga bisa mencegah kekurangan asupan potasium, magnesium, dan seng, Anda bisa menyiasatinya dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat-zat tersebut.Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, serta anjuran dokter.4. Minum Air yang CukupTak hanya kebutuhan nutrisi, ibu menyusui juga harus memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air yang cukup. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi, yang bisa menyebabkan masalah serius pada kesehatan ibu.Ibu dapat menerapkan pola minum 2-4-2 selama berpuasa, yakni minum 2 gelas air di saat buka, 4 gelas air di malam hari (sela-sela waktu buka dan sahur), dan 2 gelas lagi saat ibu sahur.Mencukupi kebutuhan air juga akan membuat ibu menjadi lebih segar dan tak mudah merasa lemas saat berpuasa keesokan harinya.5. Beristirahat yang CukupAgar ibu menyusui tetap sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang baik saat berpuasa, beristirahat yang cukup adalah kunci penting.Ibu bisa mengatur pola tidur yang cukup, misalnya dengan tidak tidur terlalu larut dan sahur tepat waktu.Selain itu, Ibu juga bisa membatasi melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, terutama saat cuaca panas. Tujuannya untuk menghindari ibu agar tidak mudah lelah.Sebaiknya gunakan waktu luang yang Anda miliki untuk beristirahat. Tak cuma untuk menjaga stamina, istirahat yang cukup juga bisa membantu menjaga produksi ASI.Selain tidur cukup minimal selama 7 jam setiap malam, Anda bisa bisa tidur siang. Tidak perlu terlalu lama, cukup selama 60 menit. Dengan begitu kandungan ASI Anda pun akan terjaga kualitasnya.Nah, Sobat Granostic, setelah mengetahui bahwa puasa boleh dilakukan oleh ibu menyusui dan aman, apakah Anda berniat melaksanakan ibadah tersebut?Meski begitu, ketika memutuskan akan berpuasa ada baiknya untuk Anda tetap memperhatikan kesehatan tubuh dan bayi. Lakukan medical check up secara rutin dengan dokter dan konsultasikan keluhan Anda bila ada.Di klinik Granostic, misalnya, pemeriksaan kesehatan pada Anda dan bayi akan dilakukan secara menyeluruh. Dokter akan memeriksa dengan teliti, kemudian mendiskusikan hasil pemeriksaan tersebut bersama Anda.Dengan begitu, Anda dapat memperoleh pengetahuan mengenai pola makan dan istirahat yang ideal selama berpuasa sesuai dengan kesehatan tubuh Anda.Lantas bagaimana cara berkonsultasi dengan dokter di Granostic?Mudah saja. Anda hanya perlu mengunjungi klinik Granostic secara langsung, kemudian tim tenaga kesehatan (nakes) kami akan memberikan arahan dan mengatur pertemuan dengan dokter.Namun, bila Anda sedang berada di luar kota atau terjadi masalah tak terduga secara mendadak, Anda bisa berkonsultasi via WhatsApp. Dokter kami akan membantu Anda menganalisis dan memberikan diagnosis untuk keluhan tersebut dengan profesional.Bagaimana, Bunda, siapkah Anda untuk berpuasa? Langsung klik tombol Home Service di bawah untuk mulai konsultasi dengan dokter kami. Salam sehat!
Cara Menahan Lapar Saat Puasa
Hai, Sobat Granostic! Dalam berpuasa, kita tidak boleh makan dan minum sepanjang hari. Pertanyaannya, bagi orang yang tak bisa menahan lapar dan haus, apakah ada cara tertentu untuk mengakalinya?Meski sebenarnya menahan lapar dan haus ini termasuk bagian paling mendasar dari berpuasa, tetap saja bagi sebagian orang hal tersebut bisa jadi tantangan besar. Apalagi kalau aktivitas harian yang dilakukan cenderung padat dan tak bisa ditinggalkan begitu saja.Tak jarang juga, saat siang hari kita akan merasakan lapar dan haus yang berlebihan. Atau bahkan menyebabkan rasa lemas dan kantuk setelahnya.Nah, untuk menyiasati hal ini, kita akan membahas bagaimana cara menahan lapar saat bulan puasa dengan tepat. Simak ulasan di bawah ini, yuk!1. Sahur yang Tepat WaktuHal pertama dalam cara menahan lapar saat puasa adalah sahur tepat waktu. Pastikan Anda tidak melewatkan waktu sahur dan makan menu sahur yang sehat.Agar tidak terlewat, baiknya untuk tidak memakan karbohidrat secara berlebihan pada malam hari. Anda juga bisa tidur lebih awal dan memasang alarm untuk sahur.Sementara untuk menunya, Anda bisa menyiapkan buah, sumber karbohidrat kompleks, sayur, dan protein tanpa lemak.Sebaiknya hindari makan makanan cepat saji yang tinggi garam, banyak mengandung gula, atau mengandung lemak tak sehat. Dengan begitu saat puasa Anda jadi lebih fit dan tak mudah lapar.2. Konsumsi Makanan dengan Indeks Glikemik RendahCara menahan lapar saat puasa selanjutnya adalah dengan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Tujuannya untuk menghindari rasa lapar berlebihan selama berpuasa.Yang dimaksud dengan indek glikemiks ini adalah indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat mempengaruhi gula darah dalam tubuh kita.Semakin tinggi angka indeks glikemiks dalam suatu makanan, maka semakin cepat pula proses peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.Contoh makanan dengan indeks glikemik tinggi mulai dari minuman manis dan bersoda, sereal, makanan cepat saji, dan banyak lainnya.Ketika Anda memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, gula darah tidak akan melonjak. Selain itu, makanan ini juga akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.Anda bisa memilih makanan yang tinggi serat, protein tanpa lemak, atau yang mengandung lemak sehat untuk berbuka puasa dan sahur.3. Penuhi Kebutuhan NutrisiAgar tidak mudah lapar dan merasa lemas saat berpuasa, pastikan Anda memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh. Sebab, saat berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan ataupun minuman dalam waktu yang cukup panjang.Mineral dan vitamin sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Sementara serat akan membantu menjaga Anda merasa kenyang lebih lama.Anda dapat mencukupi kebutuhan akan vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi lainnya ini dengan memakan-makanan yang sehat. Misalnya buah-buahan segar, sayuran, ikan, kacang-kacangan, oatmeal, susu rendah lemak, dan banyak lainnya.Sebagai catatan, akan lebih baik pula untuk Anda memasaknya dengan cara tidak digoreng. Sebab gorengan akan membuat Anda lebih mudah haus.4. Minum Air yang CukupMemastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup selama berpuasa adalah hal yang sangat penting. Tak hanya menjaga agar kita tetap segar dan tidak dehidrasi, minum air yang cukup juga tak akan membuat kita gampang lapar.Selama berpuasa, tubuh Anda akan kehilangan banyak cairan. Sementara itu, kadang kala saat berbuka, orang cenderung suka minum-minuman yang manis alih-alih minum air putih.Padahal asupan cairan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi.Selain itu, tubuh terkadang kebingungan membedakan mana rasa lapar dan haus. Anda mungkin pernah mengira sedang merasa lapar, padahal yang tubuh Anda butuhkan adalah cairan tambahan.Karena itu, selama berpuasa pastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup, yakni 8 liter sehari. Anda dapat menerapkan pola minum air 2-4-2 selama bulan Ramadhan. Minum dua gelas air saat berbuka, empat gelas di malam hari (di antara waktu buka dan sahur), dan dua gelas lagi saat Anda sahur.5. Hindari Stres dan KecemasanStres saat puasa bisa saja muncul karena banyak faktor. Mulai dari istirahat yang tidak cukup, pekerjaan yang padat sementara tubuh tidak mendapatkan cukup asupan energi, dan banyak lainnya.Nah, siapa sangka jika stres berlebih dapat meningkatkan hormon kortisol, yang bisa meningkatkan dorongan untuk makan.Meski begitu, tak semua orang mengalami kondisi tersebut. Ada orang yang justru merasa nafsu makan turun saat sedang stres dan tertekan.Karena itu, Sobat Granostic, bila Anda menyadari bahwa Anda cenderung suka makan ketika sedang stres, lakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mengatasinya:1. Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta kaya akan nutrisi saat buka puasa dan sahur.2. Lakukan olahraga ringan di sore hari, seperti jalan-jalan santai atau yoga sederhana.3. Hindari minum kopi saat sahur6. Perhatikan Porsi MakanAnda mungkin beranggapan bahwa makan dalam jumlah besar saat buka, sahur, atau bahkan sepanjang malam, bisa membuat kenyang lebih lama. Nah, pendapat itu tak sepenuhnya benar.Justru ketika puasa sangat penting untuk memperhatikan besar porsi makan Anda.Tubuh Anda membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa ia telah mendapat cukup makanan. Sehingga jangan makan berlebihan saat berbuka puasa.Sebaliknya makanlah dengan pelan-pelan dan penuh kesadaran. Hal ini akan mengurangi stres pada tubuh Anda dan memberikan lebih banyak energi ketimbang makan dalam jumlah banyak sekaligus.Selain itu yang perlu diperhatikan saat sahur adalah bukan seberapa banyak porsinya. Namun, apakah makanan tersebut mengandung gizi yang lengkap. Anda bisa melengkapi menu sahur dengan makanan yang kaya karbohidrat kompleks, vitamin dan mineral, lemak sehat, dan protein.Makanan-makan tersebut dapat dicerna dalam waktu yang lebih lambat, sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.7. Jika Ada Riwayat Kesehatan Konsultasi DokterSelain menu-menu makan yang tidak bergizi, stres, dan melewatkan waktu sahur, lapar saat puasa bisa terjadi karena adanya masalah kesehatan.Seseorang dengan gangguan tiroid, diabetes, atau meminum obat-obatan tertentu bisa lebih mudah lapar dibanding yang bukan pengidap.Karenanya sebelum melakukan ibadah puasa, Anda dapat menemui dokter Anda dan memeriksakan kesehatan tubuh Anda.Klinik Granostic dalam hal ini bisa menjadi pilihan klinik kesehatan terbaik dan terpercaya untuk Anda.Berkomitmen memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan terbaik untuk masyarakat, tim tenaga kesehatan (nakes) ahli dan dokter kami akan melakukan pengecekan secara menyeluruh.Termasuk memeriksa kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan banyak lainnya. Semua pemeriksaan kesehatan ini dilakukan menggunakan teknologi yang canggih dan berada dalam pendampingan dokter.Sehingga hasil yang didapatkan akan lebih akurat, yang kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk menyusun rencana pola makan dan istirahat yang ideal selama Anda menjalankan puasa Ramadhan.Lalu bagaimana cara konsultasi dengan dokter Granostic? Mudah! Anda bisa langsung datang di klinik Granostik secara langsung, untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap dan bertemu tatap muka dengan dokter kami.Namun, bila rumah Anda jauh dari klinik, Anda juga dapat melakukan konsultasi daring (online) dengan klik tombol Home Service di bawah ini. Sekali klik, Anda akan terhubung dengan tim dokter kami.Bagaimana, Sobat Granostik, tertarik untuk konsultasi secara online? Salam sehat!
Tips Menjaga Kesehatan Saat Puasa
Berpuasa selama sebulan penuh saat Ramadhan tentu mengubah pola hidup kita. Mulai dari pola tidur, makan, hingga saat menjalani aktivitas harian. Nah, tahukah Anda kalau ada banyak tips untuk menjaga kesehatan tubuh saat puasa?Pada dasarnya puasa memang terbukti memberikan sejumlah manfaat untuk tubuh. Namun, berpuasa dengan tidak tepat juga akan membahayakan untuk tubuh Anda.Bagi Anda yang melaksanakan puasa Ramadhan, atau jenis puasa yang lain, penting untuk memastikan bahwa Anda sudah memperhatikan bagaimana kondisi tubuh Anda.Sehingga Anda dapat memperoleh manfaat maksimal saat berpuasa, serta mampu melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan tersebut dengan baik.Sobat Granostic, lewat artikel ini kita akan membahas berbagai tips untuk menjaga kesehatan selama puasa. Simak baik-baik, ya!1. Menu Sahur yang SeimbangTips pertama untuk menjaga kesehatan selama puasa adalah memperhatikan menu sahur Anda seimbang. Karena dengan mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur akan membuat tubuh Anda berada dalam kondisi terbaiknya.Pilih makanan yang padat nutrisi, sehingga dapat dicerna secara perlahan. Hal ini untuk membantu mengendalikan rasa lapar dan memberi tubuh kita energi yang stabil.Beberapa jenis makanan yang bisa Anda pilih antara lain:1. Protein tanpa lemak, seperti dada ayam, kalkun, dan ikan.2. Karbohidrat kompleks, diperoleh dari oat, beras merah, produk gandum utuh, serta berbagai jenis sayuran dan buah segar.3. Susu rendah lemak, seperti yogurt tawar, susu almond, dan lainnya.4. Lemak sehat yang bisa didapatkan dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, serta minyak zaitun.2. Hindari Makanan yang Tinggi Gula dan LemakKalau ada menu yang direkomendasikan untuk Anda penuhi saat sahur, maka ada juga yang harus Anda hindari. Yap, salah satunya adalah makanan yang memiliki gula dan lemak tinggi.Kebanyakan dari kita mungkin beranggapan bahwa dengan meminum minuman manis bisa memberikan energi dengan cepat. Well, pendapat itu tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi anggapan bahwa energi tersebut bertahan lama lah yang kurang tepat.Minuman manis dapat Anda konsumsi saat berbuka puasa demi menormalkan kembali gula darah setelah berpuasa seharian. Namun, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan/minuman dengan tinggi gula ini saat sahur.Seorang ahli dalam artikel kesehatan dari Universitas Indonesia menghimbau untuk tidak mengonsumsi minuman manis saat sahur. Sebab kadar gula darah akan jadi lebih cepat turun, sehingga pada pagi harinya kita akan lebih cepat merasa lapar dan mengalami hipoglikemia.Sementara itu makanan tinggi lemak juga tidak dianjurkan untuk Anda konsumsi di kala sahur. Sebab melansir dari Healthline, lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat dicerna. Sehingga cenderung membuat begah dan menyebabkan perut terasa kembung.Selain itu, menurut ulasan dari National Library of Medicine, makanan tinggi lemak memiliki efek yang lemah pada rasa kenyang. 3. Perbanyak Minum AirTips menjaga kesehatan tubuh selama puasa selanjutnya adalah dengan memperbanyak minum air. Tujuannya untuk memastikan tubuh Anda tidak kekurangan cairan hingga mengalami dehidrasi.Anda dianjurkan untuk tetap minum minimal 8 gelas air mineral setiap hari. Sama seperti jumlah asupan harian di luar bulan Ramadhan.Namun Anda juga tidak boleh terburu-buru minum dalam jumlah besar ketika berbuka. Baiknya terapkan pola 2-4-2, yaitu minum 2 gelas saat buka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas lagi saat Anda sahur.4. Pantau Kadar Gula DarahSelama berpuasa, Anda pasti sering merasa ingin minum-minuman yang manis dan menyegarkan. Bahkan Anda pasti tak asing dengan tagline iklan, ‘Berbukalah dengan yang manis-manis’.Sayangnya, berbuka atau sahur dengan makanan dan minuman manis ini tak begitu baik. Sebab selain cepat membuat tubuh kita lemas saat puasa, minuman manis juga bisa berdampak pada kadar gula darah.Apalagi kalau Anda memiliki diabetes, maka penting untuk memantau kadar gula darah dalam tubuh secara berkala. Baiknya lakukan pengecekan gula darah sebelum sahur, dua jam setelah sahur, sebelum berbuka, dan dua jam setelah berbuka.5. Pilih Makanan Rendah GaramTak cuma yang manis-manis dan berlemak tak sehat, makanan dengan kandungan garam yang tinggi juga harus Anda hindari. Mengapa begitu?Karena makanan tinggi garam atau asin saat sahur, dapat membuat Anda merasa sangat haus di siang hari.Selain itu, melansir dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, disebutkan bahwa gula dan garam bersifat menarik cairan tubuh. Sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil, yang akhirnya membuat kita haus.6. Aktivitas Fisik yang RinganTidak ada alasan untuk meninggalkan olahraga meskipun sedang berpuasa. Karena justru dengan melakukan olahraga atau aktivitas fisik ringan termasuk ke dalam salah satu tips menjaga kesehatan tubuh saat puasa.Namun olahraga yang berat di siang hari atau di pagi hari bukanlah ide yang baik. Sebab akan membuat tubuh jadi lebih cepat mengalami dehidrasi.Sebaliknya, Anda bisa meluangkan waktu di sore hari untuk berjalan-jalan santai di taman atau melakukan peregangan ringan sebagai bentuk olahraga.7. Istirahat yang CukupTips selanjutnya untuk menjaga kesehatan tubuh saat puasa adalah dengan beristirahat yang cukup. Terlebih saat puasa pola tidur dan makan kita berubah, misalnya Anda harus bangun jam 2 atau 3 dini hari untuk menyiapkan sahur, berpuasa seharian, dan baru makan kembali di jam 6 sore.Namun olahraga yang berat di siang hari atau di pagi hari bukanlah ide yang baik. Sebab akan membuat tubuh jadi lebih cepat mengalami dehidrasi.Sebaliknya, Anda bisa meluangkan waktu di sore hari untuk berjalan-jalan santai di taman atau melakukan peregangan ringan sebagai bentuk olahraga.8. Konsumsi Makanan dengan Vitamin dan Mineral CukupVitamin dan mineral adalah nutrisi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita, khususnya saat puasa. Keduanya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, mengembalikan cairan yang hilang, dan membuat metabolisme berjalan dengan baik.Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral ini dengan mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan kedua nutrisi tersebut. Misalnya dengan mengonsumsi buah-buahan segar dan sayur-sayuran.9. Hindari Makan BerlebihanSetelah seharian menahan haus dan lapar, tak bisa dipungkiri hasrat untuk makan sepuasnya pasti ada dalam pikiran kita saat hendak berbuka.Namun, berbuka puasa secara berlebihan bukanlah hal yang bijak. Sebab, bisa menimbulkan rasa kembung dan lelah.Karenanya Anda bisa makan secukupnya saja saat berbuka puasa ataupun sahur. Sehingga tubuh tetap fit dan tak mudah lemas.10. Konsultasikan dengan DokterJika Sobat Granostic memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau kondisi medis lainnya, berkonsultasi dengan dokter secara berkala adalah hal yang penting untuk dilakukan selama bulan Ramadhan.Apalagi jika Anda harus meminum obat-obatan tertentu secara rutin, yang bisa membatalkan puasa jika mengkonsumsinya di siang hari.Selain itu lewat konsultasi dengan dokter Anda bisa mendapat informasi yang akurat mengenai kondisi kesehatan tubuh Anda. Sehingga pola makan, tidur, dan aktivitas harian selama puasa dapat disesuaikan dengan pemeriksaan tersebut.Anda dapat mendapatkan layanan konsultasi kesehatan dan medical check up terlengkap di klinik Granostic. Bersama dokter dan tenaga kesehatan (nakes) ahli Granostic, Anda bisa mendiskusikan masalah kesehatan Anda dan rencana puasa yang sehat sesuai dengan kondisi Anda.Terlebih lewat layanan Home Service Granostic Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kami di manapun dan kapanpun Anda mau.Nggak percaya? Langsung klik tombol Home Service di bawah ini untuk terhubung dengan dokter Granostic!
Menu Sahur Sehat Agar Tidak Lemas
Saat menjalani puasa, tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan atau minuman apapun sampai waktunya berbuka. Karenanya, agar aktivitas harian tidak terganggu karena tubuh terasa lemas, Anda perlu mengatur menu sahur yang sehat dan bergizi.Menu sahur yang sehat dapat memberikan energi yang cukup, sehingga tidak akan membuat Anda merasa lebih mudah lapar dan lemas di siang hari.Lantas apa saja sih menu sahur yang sehat agar tubuh tidak lemas? Langsung simak daftarnya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!1. Air PutihAir putih merupakan menu wajib yang harus Anda siapkan ketika sahur. Minum air putih yang cukup saat sahur dapat mencegah terjadinya dehidrasi, yang menyebabkan tubuh menjadi lemas dan mudah lelah ketika berpuasa.Selain saat sahur, pastikan juga untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih saat buka puasa serta di antara waktu buka dan sahur.Anda dapat menerapkan pola 2-4-2, yakni minum air putih dua gelas saat buka puasa, empat gelas di antara waktu buka dan sahur, serta dua gelas lagi saat sahur.2. Telur rebus atau telur dadarPilihan menu sahur yang sehat agar tidak mudah lemas selanjutnya adalah olahan telur, baik itu Anda goreng maupun rebus.Seperti yang kita tahu telur mengandung protein tinggi, yang berguna untuk membantu membangun serta memperbaiki jaringan dalam tubuh kita.Selain itu, jika Anda makan protein juga bisa memberikan banyak manfaat lain, termasuk untuk mengatasi rasa lapar.Menurut National Library of Medicine, mengonsumsi sekitar 30 persen kalori makanan dari protein dapat meningkatkan rasa kenyang.Oleh karena itu, ketika Anda mengkonsumsi sejumlah protein sebelum memulai puasa atau saat sahur, dapat membantu mengimbangi efek samping puasa. Misalnya seperti rasa lapar berlebihan atau tubuh yang lemas.3. Daging tanpa lemak seperti ayam, ikan, atau daging sapiTak cuma telur, Anda juga bisa memasukkan daging ayam, ikan, atau sapi ke dalam menu sahur Anda. Khusus untuk sapi, sebaiknya pilih bagian daging yang tidak mengandung terlalu banyak lemak. Sementara untuk ayam, Anda bisa menghindari memakan kulitnya terlebih dahulu.Ayam tanpa kulit, ikan, daging tanpa lemak, dan susu rendah lemak merupakan sumber protein yang baik sekaligus dapat membatasi asupan lemak Anda.Selain itu, makanan-makanan ini juga dapat membantu memperbaiki serta memperbaiki jaringan tubuh, dan membanun kekebalan tubuh.4. Oatmeal atau bubur gandumSelain protein, Anda juga perlu memasukkan makanan dengan karbohidrat kompleks ke dalam menu sahur Anda. Sebab, karbohidratlah yang memberi Anda energi.Oatmeal atau bubur gandum bisa menjadi pilihan Anda. Sebab menu ini kaya akan serat, sehingga energi akan diserap lebih lama dalam tubuh dan membantu Anda merasa kenyang serta berenergi lebih lama.Selain itu, mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup juga dapat membantu menjaga saluran pencernaan serta mencegah sembelit.5. Nasi merah atau Nasi PutihNasi merah atau nasi putih juga bisa jadi menu sahur sumber karbohidrat yang bisa Anda pilih. Hanya saja, nasi merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada nasi putih. Namun kadar glikemiks dan kalori pada nasi putih lebih tinggi dari nasi merah.Meski begitu bukan berarti nasi putih tidak sehat untuk Anda jadikan sebagai menu sahur, ya. Sebab nasi putih pun memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup baik.Anda bisa memilih mau mengkonsumsi nasi merah atau putih sesuai dengan kebutuhan energi tubuh. Juga sesuaikan dengan kondisi kesehatan, misalnya dengan kadar gula Anda.Selain itu, nasi juga pasti tidak akan menjadi satu-satunya menu yang Anda makan. Karenanya Anda bisa mengkombinasikan nasi ini dengan menu sehat yang seimbang saat sahur, sehingga tubuh Anda tetap fit dan tak mudah lemas selama menjalani puasa.6. Sayuran seperti bayam, brokoli, atau sayuran berdaun hijau lainnyaSayuran hijau yang kaya serat, vitamin, dan mineral juga tak boleh Anda lewatkan dalam menu sahur agar tubuh tidak mudah lemas. Bayam, sawi, brokoli, dan berbagai jenis sayuran hijau mengandung serat tinggi yang baik untuk tubuh. Makanan berserat tinggi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna. Sehingga Anda juga akan merasakan efek kenyang yang lebih lama dan membuat energi dalam tubuh tidak cepat menghilang.Selain itu, sayuran hijau juga memiliki kandungan zat besi yang bisa mencegah anemia. Dengan begitu, Anda juga tidak akan gampang merasa lemas di siang hari.7. Smoothie buah-buahanUntuk membuat menu sahur jadi lebih variatif, Anda bisa coba membuat smoothie buah-buahan. Tak cuma dapat membuat nafsu makan Anda saat sahur meningkat, tapi smoothie buah-buahan ini juga kaya akan vitamin.Buah-buahan kaya akan serat, serta mengandung berbagai vitamin dan mineral. Selain baik untuk pencernaan, beberapa jenis buah juga memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu hidrasi Anda saat menjalani puasa.Beberapa jenis buah yang bisa Anda olah untuk smoothie adalah:1. Pisang2. Semangka3. Melon4. ApelNamun direkomendasikan untuk tidak menambahkan gula secara berlebihan dalam smoothie tersebut. Sebab, ketika Anda mengonsumsi minuman manis saat sahur akan menyebabkan kadar gula jadi cepat turun. Hal ini akan menimbulkan rasa lapar dan hipoglikemia di pagi hari.8. Susu almond atau susu rendah lemakJenis minuman sehat yang bisa masuk dalam daftar menu sahur Anda agar tidak gampang lemas adalah susu almond atau susu rendah lemak.Melansir dari Medical News Today, susu merupakan sumber nutrisi penting yang baik untuk tubuh kita. Beberapa nutrisi yang dimaksud termasuk kalsium, protein, dan vitamin D.Khusus susu rendah lemak, studi dari American Journal Clinical Nutrition menyebutkan bahwa minum susu bebas/rendah lemak di pagi hari dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Dengan begitu Anda tidak akan mudah merasa lapar dan lemas saat berpuasa.9. IkanMenu sahur yang sehat agar tidak mudah lemas selanjutnya adalah olahan ikan. Ikan memiliki kandungan protein tinggi, yang penting untuk metabolisme kita. Protein juga sangat penting dalam membuat Anda kenyang sepanjang hari.Nah, Sobat Granostic, ikan termasuk dalam makanan sumber protein yang rendah atau bahkan bebas lemak. Sehingga cocok untuk Anda gunakan sebagai menu sahur.Namun, untuk mengolah ikan tersebut Anda bisa menghindari untuk menggorengnya. Sebab terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak akan membuat Anda lebih cepat merasa haus.10. Buah segar Menu sahur sehat agar tidak mudah lemas lainnya adalah buah-buahan segar. Ini karena buah-buahan kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh Anda.Selain itu, buah segar juga memiliki banyak kandungan air yang bisa membantu merawat kebutuhan cairan tubuh Anda.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai sepuluh rekomendasi menu sahur yang sehat agar tidak mudah lemas dan lapar selama berpuasa. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?Selain menjaga pola makan dan memilih menu diet yang tepat, agar berhasil dalam menjalani puasa Anda juga harus memperhatikan kondisi dan kesehatan tubuh.Apalagi jika Anda memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, anemia, dan berbagai gangguan kesehatan lain. Penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum turut melaksanakan ibadah puasa, dan rutin memeriksakan diri untuk memantau kondisi kesehatan Anda.Klinik Granostic bisa jadi pilihan ideal untuk Anda yang ingin memeriksakan kesehatan secara berkala dan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis yang handal.Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, kami menawarkan jasa medical check-up terlengkap dan menyeluruh untuk Anda. Didampingi dengan tenaga kesehatan (nakes) ahli dan dokter spesialis, Anda bisa mendiskusikan masalah kesehatan dan mengatur menu diet yang sehat selama berpuasa.Lantas bagaimana cara mulai konsultasi di klinik Granostic?Mudah! Anda bisa berkonsultasi secara daring (online) dengan klik tombol Home Service di bawah bersama dokter kami. Lewat layanan ini, Anda dapat berkonsultasi di manapun dan kapanpun Anda mau.Selain itu, Anda juga bisa datang langsung ke klinik dan melakukan medical check up lengkap bersama tim nakes Granostic. Konsultasi sekarang, yuk!
Manfaat Puasa Bagi Kesehatan
Sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba, tahukah Anda bahwa puasa ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan?Seperti yang Sobat Granostic tahu, berpuasa mengharuskan kita untuk tidak makan dan minum selama beberapa jam. Hal ini dapat membantu kita mengontrol nafsu makan dan dapat digunakan sebagai cara menurunkan berat badan yang aman.Selain berkaitan dengan berat badan, sebenarnya ada banyak manfaat lain dari puasa, loh. Penasaran? Berikut penjelasannya.1. DetoksifikasiManfaat puasa bagi kesehatan yang pertama adalah dapat dapat mengurangi kerusakan akibat paparan radikal bebas, atau dapat disebut sebagai detoksifikasi.Detoksifikasi ini merupakan proses tubuh dalam memperoleh gizi yang tepat dengan memberikan kesempatan untuk membuang zat-zat beracun dalam tubuh.Saat berpuasa, detoks akan berlangsung ketika sistem pencernaan beristirahat selama sekitar 12 jam. Sehingga saat berbuka, organ pencernaan kita dapat bekerja dengan lebih optimal.2. Menurunkan Berat BadanTelah kita singgung sebelumnya, bahwa puasa bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan.Pada dasarnya, secara teoritis, tidak mengonsumsi makanan dan minuman tertentu akan menurunkan asupan kalori Anda secara keseluruhan. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan berat badan menurun.Sebuah penelitian dari Nutrition di tahun 2015 menyebutkan bahwa puasa sepanjang hari dapat menurunkan berat badan hingga 9 persen, serta secara signifikan menurunkan lemak tubuh selama 12–24 minggu.Manfaat ini juga akan lebih efektif ketika Anda menghindari memakan gorengan dan berbuka dengan makanan atau minuman yang terlalu manis. Dengan kata lain, Anda juga harus memperhatikan porsi makanan dan jenis makanan apa yang hendak Anda gunakan untuk berbuka.3. Peningkatan Sensitivitas InsulinTak cuma membantu dalam menurunkan berat badan, manfaat puasa untuk kesehatan lainnya adalah meningkatkan sensitivitas insulin. Apa pentingnya sensitivitas insulin ini?Sensitivitas insulin sendiri mengacu pada tingkat sensitif sel-sel tubuh dalam menanggapi insulin.Semakin tinggi sensitivitas insulin yang ada, maka kian tinggi juga kemungkinan sel-sel tubuh untuk menggunakan glukosa darah dengan lebih efektif dan mengurangi kadar gula darah dalam tubuh Anda.Melansir dari Kominfo Jatim, seorang Pakar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menuturkan bahwa peningkatan kadar enzim Adenosine Monophosphate-Activated Protein Kinase (AMPK) akan meningkat selama berpuasa seharian. Enzim ini bekerja memperbaiki sensitivitas atau kerja insulin. 4. Peningkatan Kesehatan JantungSiapa sangka kalau berpuasa juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung. Sebab pada dasarnya, mengubah pola makan dan gaya hidup sehat adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung.Melansir ulasan dari PubMed Central, puasa dapat menurunkan kadar kolesterol total dan beberapa faktor risiko penyakit jantung pada orang-orang yang kelebihan berat badan, dibanding dengan kelompok kontrol.Selain itu, puasa juga dapat menurunkan tekanan darah, kadar trigliserida darah, kolesterol total, dan kolesterol LDL (jahat) dari tubuh Anda.Semua hal itu dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung secara menyeluruh, dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.5. Peningkatan Kesehatan OtakPuasa ternyata juga dapat meningkatkan kesehatan otak, loh. Akan tetapi, penelitian mengenai hal ini masih diuji coba pada hewan saja.Penelitian pada tahun 2018 dan 2021 menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan mempercepat regenerasi dari sel-sel saraf, sehingga dapat meningkatkan fungsi kognitif.Selain itu, karena puasa juga bisa meredakan inflamasi, hal ini juga dapat bekerja mencegah gangguan neurodegeneratif.Secara khusus, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi dan meningkatkan hasil dari kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.Meski begitu, perlu adanya studi lanjutan untuk mengevaluasi efek dari puasa pada fungsi otak manusia.6. Pemulihan Sel dan Proses Anti-PenuaanTak hanya untuk kesehatan tubuh, puasa juga memberikan manfaat untuk kecantikan dari dalam. Ini terjadi karena adanya aktivasi sel induk, yang menjadi cikal bakal semua sel dalam tubuh kita.Penuaan sangat berkaitan erat dengan meningkatnya kadar radikal bebas dan kerusakan dalam tubuh. Saat kita bertambah usia, sel induk dalam tubuh jadi lebih pasif dan kurang ampuh, sehingga regenerasi sel juga akan jadi lebih lambat dan kurang efektif.Menurut ulasan dari Prime Health, salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan berpuasa.Menurut studi pada hewan dari MIT juga menyarankan puasa di antara 24–72 jam berkemungkinan besar untuk mengaktifkan produksi sel induk dan meningkatkan aktivitasnya pada tubuh manusia.7. Peningkatan Sistem Kekebalan TubuhSalah satu manfaat lain dari puasa untuk kesehatan adalah membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Manfaat ini terjadi karena puasa dapat mengurangi tingkat inflamasi dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.Sebuah ulasan di tahun 2022 terhadap 18 penelitian menemukan bahwa puasa dapat mengurangi kadar protein C-reaktif, yang merupakan penanda adanya inflamasi.Sebuah studi lain juga menunjukkan bahwa melakukan puasa secara rutin dan berkala selama 1 tahun, cenderung efektif untuk meredakan inflamasi dan mengurangi faktor risiko dari penyakit jantung.8. Mengendalikan Nafsu MakanManfaat puasa untuk kesehatan tubuh satu ini berhubungan dengan penurunan berat badang yang telah kita ulas di atas. Ini karena puasa dapat membantu Anda mengendalikan nafsu makan.Saat menjalani puasa Ramadhan, atau puasa lain, Anda akan terbiasa untuk mengikuti jadwal makan yang teratur. Sehingga akan membentuk pola makan (diet) yang sehat untuk tubuh Anda.Selain itu, lewat berpuasa secara rutin, tubuh Anda akan mengatur kembali produksi hormon pemicu lapar secara otomatis. Hormon ini pun akan dilepaskan oleh tubuh Anda saat tubuh benar-benar membutuhkan asupan makanan.Nah, itu adalah penjelasan mengenai manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Mulai dari detoksifikasi, menurunkan berat badan, hingga membantu merawat kesehatan sel tubuh dan mencegah penuaan dini. Banyak sekali, bukan?Puasa memang terbukti dapat memberikan banyak kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Namun, berpuasa juga harus dilakukan dengan tepat dan Anda juga perlu mempertimbangkan bagaimana kondisi tubuh Anda.Karenanya, ada baiknya untuk tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum berpuasa. Dokter akan menilai kesiapan Anda dan memberikan solusi agar Anda tetap bisa berpuasa secara optimal.Sobat Granostic, Anda bisa melakukan pengecekkan kesehatan tubuh dan konsultasi dengan Dokter sebelum berpuasa di klinik Granostic. Bersama dokter spesialis dan tenaga kesehatan profesional kami, Anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan menyeluruh dan melakukan konsultasi secara mendalam soal kesehatan Anda. Datang dan konsultasikan masalah kesehatan Anda, kemudian atur jadwal pola puasa yang bermanfaat serta paling efisien dengan dokter kami. Yuk, segera lakukan konsultasi dengan menghubungi tombol Home Service di bawah untuk konsultasi online. Anda juga bisa bertemu dengan dokter kami untuk pemeriksaan langsung dengan mengunjungi klinik terdekat Granostic di kota Anda. Salam sehat!
Makanan Sehat Untuk Buka Puasa
Menjalankan puasa terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, untuk mendapatkan manfaat ini, Anda juga perlu memperhatikan pilihan menu makanan sehat untuk buka puasa. Mengapa begitu?Setelah menahan lapar dan haus selama seharian penuh, membuat momen buka puasa menjadi hal yang sangat dinanti-nanti. Banyak dari kita yang akhirnya membeli atau memilih menu makanan yang sajian yang manis dan berminyak.Sayangnya meskipun lezat, menu-menu tersebut tak cukup baik jika dijadikan sebagai menu buka puasa, loh. Sebab, setelah tubuh kita tidak mendapatkan cukup asupan saat puasa, maka menu berbuka pun hendaknya mengandung gizi seimbang dan menyehatkan.Nah, Sobat Granostic, berikut ini beberapa rekomendasi menu buka puasa yang sehat untuk Anda. Simak, ya!1. Buah-buahan SegarSetelah menahan dahaga seharian, tentu wajar jika Anda mendamba makanan atau minuman yang manis dan menyegarkan kala buka puasa. Alih-alih membuat minuman yang mengandung gula sangat tinggi, Anda bisa memakan buah-buahan segar saat berbuka puasa.Tak hanya memiliki rasa yang segar dan cocok untuk buka, kandungan vitamin dan nutrisi lainnya dalam buah-buahan bisa bermanfaat untuk menjalankan puasa keesokan harinya.Anda bisa memilih buah-buahan dengan kandungan vitamin tinggi dan mengandung banyak air seperti semangka, melon, buah naga, dan banyak lainnya.2. KurmaRasa-rasanya Ramadhan tak akan sempurna bila kita tidak memasukkan kurma ke dalam menu buka puasa dan sahur. Tak hanya soal budaya, kurma sendiri terbilang sangat baik dan sehat untuk Anda jadikan sebagai menu buka puasa, loh.Kurma tak hanya memiliki rasa manis yang khas, buah ini mengandung berbagai nutrisi penting untuk tubuh Anda. Salah satu nutrisi tersebut adalah karbohidrat, yang berfungsi untuk mengembalikan sumber energi setelah seharian berpuasa.Tak hanya itu, kurma juga memiliki kandungan serat yang membuat Anda lebih cepat kenyang. Sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah berbuka puasa secara berlebihan. 3. Air PutihMengembalikan hidrasi tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa adalah hal yang penting, karenanya minum air putih harus berada di daftar menu buka puasa utama Anda.Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan cairan dan jika tidak segera diganti akan menyebabkan dehidrasi.Minum air putih ini pun tak hanya berhenti saat Anda buka puasa saja. Namun idealnya Anda tetap perlu menghidrasi tubuh secara berkala sejak berbuka hingga sahur.Gunakan metode 2-4-2 untuk mencukupi kebutuhan air selama bulan puasa, yakni dengan meminum dua gelas saat buka, empat gelas di waktu antara buka dan sahur, serta dua gelas saat Anda sahur.Dengan begitu, Anda tidak akan begitu lemas saat menjalankan puasa keesokan harinya. Aktivitas pun tak akan begitu terganggu dan dapat berjalan lancar.4. Sup SayuranMenu buka puasa yang sehat selanjutnya adalah sup sayuran, yang dapat membantu mengembalikan cairan tubuh. Anda dapat memadukan berbagai jenis sayuran segar, seperti wortel, sawi, dan brokoli.Selain itu, untuk memperkaya rasa dan kandungan gizi dalam makanan tersebut, Anda bisa menambahkan daging ayam, baso sapi, ataupun jamur. Dengan begitu, sup sayur dan daging ini dapat membantu mengembalikan energi dan cairan yang hilang selama berpuasa.5. Protein SehatTak hanya cairan dan vitamin, gizi lain yang perlu Anda penuhi dalam menu berbuka puasa yang sehat adalah protein. Protein penting untuk meningkatkan metabolisme, yang bisa membantu tubuh untuk membakar kalori lebih efisien.Selain itu, karena protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi lapar, ini akan mencegah Anda makan secara berlebihan saat berbuka puasa.Jenis sumber protein yang sehat dan berkualitas bisa Anda dapatkan dari ikan, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, kalkun, produk susu rendah lemak, dan telur. Selain yang hewani, Anda juga bisa memperoleh protein nabati dari kacang-kacangan. 6. Karbohidrat KompleksSumber karbohidrat kompleks dapat Anda peroleh dari kacang polong, buncis, biji-bijian, dan sayuran. Karbohidrat kompleks dapat mengembalikan energi yang hilang saat Anda berpuasa.Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat, karbohidrat kompleks ini terdiri dari molekul gula yang dirangkai dalam rantai panjang dan kompleks.Dalam karbohidrat kompleks terdapat kandungan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi tubuh dan kesehatan Anda.7. Produk Susu Rendah LemakMenu buka puasa yang sehat selanjutnya adalah produk susu rendah lemak, yang tinggi berbagai nutrisi seperti vitamin dan kalsium.Minum susu saat iftar dapat membantu sistem pencernaan, menenangkan tubuh Anda dan menghidrasi kembali sistem pencernaan.Selain itu, Anda juga bisa minum susu saat sahur. Kandungan kalsium dan vitamin dalam susu akan membantu meningkatkan sistem imun selama Anda berpuasa. Sedangkan saat meminumnya di malam hari akan membantu Anda tidur lebih nyenyak.Selain itu susu rendah lemak juga mengandung lemak yang lebih sedikit, sehingga kalori di dalamnya juga lebih rendah dari susu biasa. 8. Kacang-kacangan dan Biji-bijianKita telah menyinggung kacang-kacangan dan biji-bijian pada beberapa sub poin sebelumnya. ini membuktikan bahwa dua sumber pangan ini memang sehat untuk Anda jadikan sebagai menu buka puasa.Baik kacang-kacangan maupun biji-bijian bisa menjadi sumber protein, vitamin, dan berbagai nutrisi lain yang menyehatkan tubuh Anda. Sehingga cocok untuk menggantikan energi yang hilang saat Anda berpuasa.9. Minuman Elektrolit AlamiSelanjutnya Anda juga bisa memasukkan minuman elektrolit alami dalam menu buka puasa yang sehat milik Anda. Minuman elektrolit alami ini akan membantu mengembalikan ion-ion dan cairan tubuh yang hilang, memberikan hidrasi dan energi tambahan pada Anda.Beberapa jenis minuman elektrolit alami adalah air kelapa, yang mengandung elektrolit, vitamin, dan mineral. Air kelapa pun baik untuk diminum untuk buka puasa karena tak akan berdampak buruk pada gula darah Anda.Minuman praktis dan tak perlu repot-repot dicampur apapun ini dapat memberikan efek yang menyegarkan pada tubuh Anda.Nah, Sobat Granostic itu adalah 9 jenis makanan buka puasa yang sehat dan bergizi tinggi. Anda bisa memasukkan makanan dan minuman tersebut ke dalam daftar menu buka puasa Anda setiap hari.Sebagai umat muslim, berpuasa di bulan Ramadhan adalah hal yang wajib Anda lakukan. Karenanya, bila Anda mengalami masalah kesehatan atau tak yakin dengan kemampuan tubuh Anda untuk berpuasa, baiknya lakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter secara langsung.Klinik Granostic, misalnya, menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter yang lengkap serta efisien untuk Anda. Bersama tenaga kesehatan (nakes) ahli kami, Anda dapat mengatur pola diet yang sehat selama menjalani ibadah puasa.Tak hanya itu, selama proses pemeriksaan kesehatan, tim dokter dan tim nakes akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Dengan begitu dokter dapat memberikan arahan untuk menjalani puasa yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh Anda.Bagaimana? Tertarik untuk mulai konsultasi soal kesehatan tubuh Anda dan mendapatkan tips menjalani puasa dari ahlinya? Cukup klik tombol Home Service di bawah ini untuk konsultasi online, atau Anda dapat berkunjung ke klinik Granostic langsung. Salam sehat!
Kenali Pemicu Kanker Paru Semakin Parah
Ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu kanker paru semakin parah. Di dalam artikel ini, kami akan membahas hal itu secara detail. Simak artikel ini sampai tuntas ya !Seperti diketahui, kanker paru adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya dan bahkan mengancam jiwa. Paru merupakan organ yang memiliki fungsi sangat penting, yakni menyebarkan oksigen ke dalam darah ketika kita menghirup nafas dan melepaskan karbondioksida ketika kita menghela nafas.Tidak heran jika pengidap kanker paru akan mengalami gangguan nafas atau sesak nafas. Kondisi ini membuat penderita merasa tidak nyaman. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala serius lain, seperti nyeri dada, batuk tak berkesudahan, hilang nafsu makan, berat badan mengalami penurunan hingga tubuh mudah lelah.Penderita kanker paru tidak boleh membiarkan penyakitnya begitu saja tanpa ada penanganan medis. Sebab, penyakit ini akan menjadi makin parah jika dibiarkan. Oleh karenanya, kami menyarankan penderita segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru di Granostic untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.Nah, penting bagi kita semua mengenali beberapa hal yang dapat memicu kanker paru semakin parah. Setidaknya ada empat hal pemicu kanker paru semakin parah, berikut penjelasan selengkapnya :1. Karsinogen dalam Asap RokokPemicu kanker paru semakin parah yang pertama yakni paparan zat karsinogen dari asap rokok. Anda perlu tahu bahwa rokok atau asap rokok mengandung tidak kurang dari 70 jenis zat yang bersifat karsinogen. Beberapa zat karsinogen dalam asap rokok di antaranya nikotin, arsenik, amonia dan karbon monoksida.Oleh karenanya, kebiasaan merokok perlu dihentikan jika selama ini termasuk perokok aktif. Di sisi lain, paparan asap rokok dari perokok juga perlu dihindari karena zat karsinogen yang terkandung juga dapat menyebabkan kanker paru. Jadi, sebaiknya jangan berada terlalu dekat dengan orang yang sedang merokok ya !Oh ya, karsinogen sendiri adalah zat yang dapat menumbuhkan sel kanker pada organ tubuh tertentu, termasuk organ paru. Paparan karsinogen secara terus-menerus atau dalam jangka waktu lama inilah yang memicu tumbuhnya sel kanker.Sebenarnya bukan hanya asap rokok, beberapa bahan makanan juga ada yang mengandung karsinogen. Seperti, daging yang digoreng dalam suhu tinggi, formalin, boraks dan nitrat. Di samping itu, asap kendaraan juga mengandung karsinogen lho. Agar paru kita tetap sehat, yuk hindari semua jenis karsinogen !2. Kerusakan pada Jaringan ParuKerusakan pada jaringan paru juga bisa jadi pemicu kanker paru semakin parah. Jaringan paru yang rusak membuat jaringan paru menjadi jaringan parut. Jaringan paru yang menjadi parut, jika dibiarkan, akan menumpuk sehingga paru akan menjadi kaku.Dalam kondisi ini, penderita akan merasakan gangguan pernafasan. Bahkan, penderita juga berpeluang mengalami sesak nafas saat tengah beristirahat. Kondisi ini tentunya tidak mengenakkan bagi penderita.Kerusakan pada jaringan paru bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain infeksi virus, paparan asap rokok, paparan polusi, mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dan faktor keturunan atau genetik.Lantas, siapa individu atau orang yang berpotensi mengalami kerusakan jaringan paru ? Individu atau orang yang sudah berusia di atas 50 tahun berpeluang terkena penyakit ini. Nah, perkembangan kerusakan jaringan paru bervariatif, tergantung dengan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki penderita. Namun, dalam banyak kasus, kerusakan jaringan paru seiring waktu akan memburuk dan membuat pengidap mengalami sesak nafas.3. Bronkitis Kronis atau EmfisemaPemicu kanker paru semakin parah yang ketiga yakni bronkitis kronis dan emfisema. Individu atau seseorang yang terkena penyakit bronkitis kronis atau emfisema berpeluang juga terkena kanker paru.Apa itu bronkitis kronis dan emfisema ? Intinya, kedua jenis penyakit ini sama-sama menyerang organ paru dan termasuk dalam kelompok Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK.Apa penyebab individu atau seseorang terkena penyakit bronkitis kronis dan emfisema ? Kebiasaan buruk merokok menjadi penyebab utama individu terserang bronkitis kronis ataupun emfisema. Selain itu, paparan polusi udara secara terus-menerus juga bisa jadi pemicu kedua jenis penyakit tersebut.Nah, perlu Anda tahu nih gejala awal bronkitis kronis maupun emfisema biasanya tidak nampak. Gejala nyata baru dirasakan oleh penderita saat penyakit ini sudah dalam level parah. Jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, tentunya, penyakit bronkitis kronis maupun emfisema akan semakin memburuk dan bisa mengakibatkan komplikasi beberapa jenis penyakit, termasuk kanker paru.Oleh karenanya, sekali lagi kami ingatkan untuk menghindari kebiasaan buruk merokok. Di samping itu, hindari asap rokok pasif dari perokok karena zat karsinogen yang terkandung sangat berbahaya bagi organ paru. Polusi udara juga perlu dihindari agar paru tetap sehat.4. Meningkatkan Risiko KomplikasiPemicu kanker paru semakin parah yang terakhir yakni terjadi komplikasi. Jika tidak ditangani dengan segera dan tepat, komplikasi kanker paru bisa mengakibatkan kehilangan nyawa.Komplikasi kanker paru bervariasi seperti, rasa sakit pada dada. Dalam kondisi ini, penderita akan merasakan nyeri luar biasa pada otot dada dan tulang rusuk, bahkan saat tengah beristirahat. Selain itu, komplikasi kanker paru juga bisa berupa sesak nafas. Penderita yang mengalami sesak nafas akan merasakan ketidaknyamanan, termasuk juga saat sedang beristirahat.Pneumonia pun berpotensi terjadi pada komplikasi kanker paru. Pneumonia menjadikan paru penderita mengalami penurunan fungsi secara drastis. Komplikasi yang terakhir dan yang paling berbahaya yakni kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, tulang, kelenjar dan otak. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan jiwa pasien.Kanker paru tidak boleh dibiarkan begitu saja. Penderita perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter spesialis agar penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah. Selain itu, perawatan medis diperlukan untuk meredakan gejala yang ditimbulkan oleh kanker paru.Di sisi lain, Anda juga perlu melakukan deteksi dini kanker paru di fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan Granostic menyediakan layanan medical check up untuk melakukan deteksi dini berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru.Deteksi dini ini diperlukan untuk mengantisipasi penyakit kanker paru lebih parah dan menjadi komplikasi. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter Granostic untuk memulai gaya hidup sehat untuk menghilangkan kanker paru, apalagi jika Anda sulit lepas dari kebiasaan merokok.Nantinya, dokter Granostic akan memberikan strategi jitu agar Anda bisa berhenti merokok. Seperti melakukan konseling, penggunaan obat-obatan tertentu atau penggunaan produk pengganti nikotin.Itulah penjelasan tentang pemicu kanker paru semakin parah. Kanker paru adalah salah satu penyakit berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Berkonsultasilah dengan dokter Granostic untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan kanker paru yang tepat.
Deteksi Dini Kanker Paru di Granostic
Deteksi dini kanker paru sangat penting dilakukan untuk menemukan sel kanker paru sebelum menunjukkan gejala tertentu. Deteksi dini kanker paru ini bisa Anda lakukan di Granostic.Seperti diketahui, kanker paru adalah salah satu jenis kanker yang sangat berbahaya. Bahkan, kanker paru termasuk dalam jenis kanker yang menjadi penyebab kematian terbanyak.Meski termasuk penyakit berbahaya dan mematikan, kanker paru bisa dikendalikan lho. Maksudnya, kanker paru memang tidak bisa disembuhkan secara total, tapi bisa dikendalikan agar penderita tidak merasakan gejala yang ditimbulkan dan menyebabkan kematian. Inilah mengapa kita dituntut untuk melakukan deteksi dini kanker paru di Granostic.Ya, Granostic menyediakan layanan deteksi dini kanker paru dengan sejumlah metode pemeriksaan yang kompleks. Seperti, pemeriksaan fisik, CT scan, biopsi, tes genetik dan lainnya. Untuk mengetahui metode pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang diterapkan Granostic, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini !1. Pemeriksaan FisikLangkah pertama yang dilakukan oleh dokter Granostic dalam deteksi dini kanker paru ialah pemeriksaan fisik. Pada langkah pertama ini, dokter Granostic akan meminta pasien menceritakan keluhan atau gejala yang dirasakan, kegiatan beberapa terakhir dan makanan yang dikonsumsi.Selain itu, pada tahapan pemeriksaan fisik, dokter Granostic juga akan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan. Kemudian, dicek juga tanda-tanda vital seperti detak jantung, cara bernafas pasien dan kinerja (fungsi) paru.Perlu Anda tahu, pemeriksaan fisik dalam deteksi dini dibutuhkan untuk mendiagnosis penyakit. Maksudnya, hasil pemeriksaan fisik akan menjadi acuan bagi dokter Granostic dalam mendiagnosis apakah pasien mengidap kanker paru atau tidak.2. CT Scan atau MRISelanjutnya, Granostic akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan CT scan dan MRI. Bagi Anda yang belum tahu, CT (Computed Tomography) scan adalah metode pemeriksaan dengan memanfaatkan kombinasi antara sistem komputer khusus dan sinar X untuk melihat jaringan dan struktur di dalam tubuh secara detail.Adapun MRI (Magnetic Resonance Imaging) memiliki manfaat yang sama dengan CT scan namun tindakannya menggunakan kombinasi antara magnet dan gelombang radio. Nah, untuk organ paru, CT scan maupun MRI bisa digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi, peradangan, luka atau bahkan sel kanker yang tumbuh.Dengan melakukan CT scan atau MRI, tenaga medis maupun pasien akan mengetahui hasilnya dengan cepat. Sehingga, tenaga medis dapat dengan segera melakukan penanganan jika ditemukan sel kanker pada organ paru.3. BiopsiUntuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Granostic juga menerapkan pemeriksaan dengan metode biopsi dalam deteksi dini kanker paru. Anda sudah tahu belum apa itu biopsi.Biopsi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel sel, cairan tubuh atau jaringan tubuh milik pasien, lalu kemudian diperiksa di laboratorium menggunakan alat bantu mikroskop. Dengan melakukan biopsi, dokter dapat mengetahui apakah ada pertumbuhan sel kanker pada organ paru pasien. Selain itu, dokter juga dapat mengetahui tingkat keparahan (stadium) dari kanker yang ditemukannya.Granostic akan menggunakan metode biopsi ini terutama ketika metode pemeriksaan CT scan dan MRI tidak dapat melihat tingkat keparahan kanker paru yang diderita pasien. Biopsi dapat melihat tingkat keparahan sel kanker yang tumbuh di organ tubuh manusia.4. Tes DarahSelanjutnya, untuk melakukan deteksi dini kanker paru, Granostic juga menerapkan metode pemeriksaan tes darah. Tes darah ini biasanya dilakukan setelah mengetahui keluhan atau gejala apa saja yang dialami oleh pasien.Tes darah sendiri adalah metode pemeriksaan dengan cara mengambil sampel darah pasien di pembuluh darahnya menggunakan jarum suntik kecil. Kemudian, tenaga medis akan melakukan deteksi dan diagnosis suatu penyakit dari sampel darah tersebut.Bukan hanya dapat digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit, tes darah juga dapat digunakan untuk mengetahui komponen berbahaya dan zat beracun yang terdapat di dalam tubuh pasien.Inilah mengapa kami menyarankan Anda untuk melakukan tes darah secara berkala di Granostic. Dengan melakukan pemeriksaan ini secara berkala, Anda akan mengetahui kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk juga dalam mendeteksi keberadaan sel kanker di organ tubuh tertentu, seperti organ paru-paru. Sehingga, langkah penanganan medis dan pengobatan tertentu bisa dilakukan dengan cepat sebelum penyakit terkait jadi lebih parah.5. Tes GenetikTes genetik juga diperlukan untuk melakukan deteksi dini kanker paru. Apa kaitan tes genetik dengan deteksi kanker paru ? Simak penjelasan singkatnya di bawah ini.Tes genetik adalah tindakan pemeriksaan medis untuk mengetahui kelainan genetik dan penyakit turunan. Jadi, tes genetik atau juga dikenal sebagai tes DNA ini bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengetahui garis keturunan ya !Anda mungkin juga bertanya-tanya kapan seseorang perlu melakukan tes genetik. Tes genetik perlu dilakukan apabila keluarga Anda menderita penyakit genetik. Dalam kata lain, jika ada anggota keluarga Anda yang menderita penyakit kanker paru maka Anda perlu melakukan tes genetik di Granostic.Nah, dengan melakukan tes genetik di Granostic, Anda akan mengetahui apakah penyakit kanker paru dari keluarga Anda diturunkan kepada Anda atau tidak. Sehingga, tindakan medis bisa diimplementasikan dengan segera jika ditemukan suatu penyakit, termasuk penyakit kanker paru.6. Pemeriksaan SputumSelain yang kami sebutkan di atas, Granostic juga menyediakan layanan pemeriksaan sputum. Pemeriksaan sputum atau juga dikenal dengan sebutan tes sputum ini sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan bakteri melalui dahak pasien.Berbagai jenis penyakit yang menyerang organ paru bisa dideteksi secara akurat melalui pemeriksaan sputum. Seperti, kanker paru, abses paru, bronkitis, tuberculosis, PPOK, dan lainnya.Nah, apabila Anda mengalami masalah pada saluran pernafasan, boleh banget nih datang ke Granostic untuk melakukan pemeriksaan sputum. Dengan segera melakukan pemeriksaan sputum di Granostic, Anda dapat mengetahui penyakit apa yang mengganggu saluran pernafasan Anda dan langkah penanganan medis bisa diambil dengan segera.7. Skoring RisikoLangkah terakhir dalam melakukan deteksi dini kanker paru yakni skoring risiko. Skoring risiko ini bisa ditentukan setelah pasien menjalankan berbagai pemeriksaan sebagaimana kami jelaskan di atas.Dokter akan mengetahui tingkat keparahan dari kanker paru yang diderita oleh pasien melalui skoring risiko. Selain itu, dokter juga dapat menjadikannya sebagai landasan untuk mengambil keputusan dalam penanganan medis kanker paru yang diderita pasien.Itulah berbagai metode pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang diterapkan oleh Granostic. Orang yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit kanker paru sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini di Granostic. Siapa saja mereka ? Yakni, orang yang aktif merokok, pekerja yang setiap harinya terpapar polusi industri dan asap, ibu-ibu yang menjadi perokok pasif dan sering terkena polutan rumah tangga.Yuk lakukan deteksi dini kanker paru di Granostic sekarang juga !
Apakah Merokok Menjadikan Kanker Paru Makin Parah ?
Apakah merokok menjadikan kanker paru makin parah ? Jawabannya, iya. Untuk mengetahui detail penjelasannya, simak artikel ini sampai tuntas !Sejauh ini, kebiasaan buruk merokok disebut sebagai faktor utama pemicu kanker paru. Hal ini dikarenakan asap rokok memiliki kandungan tidak kurang dari 70 zat karsinogen penyebab tumbuhnya sel kanker.Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa perokok aktif berisiko 15 hingga 30 kali lebih tinggi terserang kanker paru dibandingkan orang yang tidak merokok. Di sisi lain, perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok dari orang lain juga berisiko terkena penyakit berbahaya ini lho.Ketahuilah, orang yang menghirup asap rokok dari orang lain sama saja seperti merokok. Artinya, perokok pasif tersebut juga berpeluang menghirup puluhan zat karsinogen yang terkandung di dalam asap rokok. Oleh karenanya, kita juga perlu menghindarkan diri dari orang yang sedang merokok agar organ paru tetap sehat.Nah, di bawah ini kami informasikan fakta bahwa merokok menjadikan kanker paru makin parah. Simak ya Sobat Granostic !1. Mempercepat Pertumbuhan KankerHampir semua orang dewasa telah mengetahui bahaya rokok terhadap kanker. Bukan hanya kanker paru, berbagai jenis kanker lainnya juga bisa disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok, di antaranya kanker mulut, kanker hidung dan sinus, kanker usus, kanker pankreas dan kanker lambung.Pada intinya, jumlah rokok yang dihisap setiap harinya berpengaruh terhadap pertumbuhan sel kanker. Jadi, jika Anda perokok aktif, sebagai langkah awal Anda bisa mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya hingga kemudian hari Anda betul-betul berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.Perlu diketahui, asap rokok mengandung lebih dari 70 jenis zat karsinogenik pemicu kanker. Kandungan zat karsinogenik inilah yang berbahaya bagi tubuh karena dapat menumbuhkan sel kanker pada organ tertentu, termasuk organ paru.Di sisi lain, perokok pasif juga memiliki risiko terkena kanker paru jika hal itu terjadi dalam jangka panjang. Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok namun menghirup asap rokok dari orang lain yang tengah merokok. Jadi, meski bukan perokok, Anda sebaiknya tidak berada terlalu dekat dengan orang yang tengah merokok demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang ditimbulkannya.2. Menyebabkan Penyebaran (Metastasis)Selain mempercepat pertumbuhan kanker paru, kebiasaan buruk merokok juga bisa menyebabkan metastasis. Dalam kondisi ini, kanker paru menjadi lebih parah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.Metastasis adalah penyebaran sel kanker dari satu organ tubuh ke organ tubuh lainnya. Secara umum, metastasis terjadi karena kebiasaan merokok tak kunjung dihentikan dan terlambat ditangani.Metastasis dari kanker paru bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti hati, ginjal dan tulang. Dalam kata lain, metastasis kanker paru bisa ‘melahirkan’ kanker baru, seperti kanker hati, kanker ginjal dan kanker tulang.Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bisa kebiasaan merokok bisa menyebarkan kanker ke berbagai organ tubuh. Ketahuilah, zat berbahaya yang terkandung didalam rokok bisa menghilangkan efektivitas pengobatan kanker. Selain itu, rokok juga bisa menyebabkan perbaikan sel terganggu dan berisiko menyebarkan sel kanker ke organ tubuh yang sehat.Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pengidap perlu mendapatkan perawatan medis secara tepat dan berhenti merokok secara total.3. Menurunkan Respons Terhadap PengobatanTelah kami sebutkan di atas bahwa rokok bisa menghilangkan efektivitas pengobatan kanker. Dalam kata lain, rokok dapat mengganggu respons tubuh terhadap obat yang dikonsumsi. Pada akhirnya, pengobatan yang diberikan tidak manjur.Perlu Anda ketahui, paru adalah organ yang sangat sensitif terhadap asap rokok. Satu batang rokok saja yang Anda hisap bisa mempengaruhi kinerja fungsi organ paru. Bahkan disebutkan bahwa merokok setelah mengkonsumsi obat bisa menyebabkan kanker. Jadi bukan saja menurunkan respons terhadap pengobatan, kebiasaan buruk merokok juga bisa menyebabkan kanker paru menjadi lebih parah.Oleh karenanya, sekali lagi kami tekankan pentingnya berhenti merokok. Mengingat rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat menjadikan kanker paru menjadi semakin parah. Setidaknya, dengan menyetop kebiasaan buruk merokok, Anda dapat terhindar dari efek samping mungkin terjadi karena kanker.4. Menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)Anda mungkin sudah tahu kalau PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Ternyata kebiasaan buruk merokok adalah pemicu utama seseorang terkena penyakit ini.Penyakit Paru Obstruktif Kronis bisa menyerang siapa saja, tetapi individu yang paling berisiko terkena penyakit ini yakni orang yang sudah lanjut usia dan aktif merokok.Jadi, jika ada pertanyaan seberapa buruk pengaruh rokok terhadap PPOK, maka kami bisa menjawab ‘sangat buruk’. Di sisi lain, merokok juga bisa menyebabkan kanker paru jadi lebih parah.Perlu diketahui juga bahwa PPOK yang baru tumbuh atau berkembang mungkin tidak menunjukkan gejala yang nampak. Namun, jika dibiarkan begitu saja, dan PPOK jadi semakin parah ditambah tetap terus ‘melanggengkan’ kebiasaan buruk merokok, maka pengidap akan merasakan gejala serius seperti nyeri dada, sesak nafas, batuk berdahak tak kunjung selesai, mengi dan tubuh lemas.Oleh karenanya, penting sekali bagi kita semua untuk melakukan medical check up secara berkala di Granostic. Dengan melakukan medical check up, Anda bisa melakukan deteksi dini terhadap gangguan kesehatan dan menanganinya dengan segera dengan pengobatan yang tepat.5. Meningkatkan Risiko Kanker Paru SekunderMerokok bisa memicu meningkatnya risiko kanker paru sekunder. Apa itu kanker paru sekunder ? Kanker paru memang diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan awal perkembangannya.Pertama kanker paru primer, yang mana kanker ini tumbuh awal di organ paru. Kedua kanker paru sekunder, yang mana kanker ini tumbuh di bagian tubuh lainnya lalu menyebar ke organ paru.Nah, orang dengan kebiasaan buruk merokok berpeluang terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan dan lainnya. Kanker ini juga berpeluang menyebar ke organ paru sehingga penderita juga akan menderita kanker paru.Itulah penjelasan tentang fakta bahwa merokok menjadikan kanker paru makin parah. Menghentikan kebiasaan buruk merokok adalah langkah tepat untuk memerangi kanker paru.Di sisi lain, penting juga bagi Anda untuk melakukan deteksi dini kanker paru melalui layanan medical check up di Granostic. Terlebih jika Anda selama ini tidak berhenti merokok. Granostic akan memberikan penanganan tepat yang dibantu oleh dokter spesialis berpengalaman jika ditemukan indikasi pertumbuhan sel kanker.Bukan hanya itu, Granostic juga siap membantu Anda menerapkan gaya hidup sehat dan menghentikan kebiasaan buruk merokok. Seperti diketahui, banyak orang yang gagal berhenti merokok karena merasa kesulitan melakukan hal itu. Fakta inilah yang mendorong Granostic dalam membantu pasien menghentikan kebiasaan buruk merokok.Medical check up di Granostic sebaiknya dilakukan secara berkala. Dengan melakukan ini, Anda akan memiliki tubuh sehat dan mendapatkan penanganan dengan segera jika ada indikasi gangguan kesehatan tertentu. Yuk medical check up sekarang juga di Granostic !
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message