Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Sakit Pinggang ke Dokter Apa? Pelajari Selengkapnya
Sakit pinggang ke dokter apa? Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel ini sampai tuntas ya. Pada intinya, ada beberapa dokter yang bisa dikunjungi untuk perawatan dan pengobatan sakit pinggang.Sakit pinggang bisa menyerang siapa saja. Dalam kondisi yang ringan, sakit pinggang bisa hilang dengan sendirinya. Di samping itu, Anda juga bisa melakukan perawatan rumahan untuk meredakan gejala nyeri dan kaku yang ditimbulkannya. Seperti, mengompres area pinggang yang sakit dengan air panas atau dingin, dipijat dan istirahat yang cukup.Disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah otot, tulang, saraf, atau organ internal. Untuk menentukan spesialis yang tepat, sebaiknya Anda memulai dengan berkonsultasi ke dokter umum. Dokter umum akan melakukan evaluasi awal dan, jika diperlukan, merujuk Anda ke spesialis yang sesuai berdasarkan penyebab nyeri pinggang Anda.Akan tetapi, sakit pinggang juga bisa timbul dalam kondisi yang parah, bahkan berlangsung dalam waktu yang lama. Penyebab sakit pinggang yang parah ini pun bisa beradal dari penyakit serius, seperti masalah ginjal. Nah, sakit pinggang yang parah dan berlangsung lama ini perlu diatasi dengan mengunjungi dokter spesialis.Setidaknya ada lima dokter spesialis yang bisa menjadi rujukan untuk menyembuhkan sakit pinggang. Berikut di antaranya:1. Dokter OrtopediDokter spesialis ortopedi bisa menjadi salah satu rujukan Anda jika mengalami sakit pinggang yang tak kunjung mereda. Pada dasarnya, dokter ortopedi memiliki tugas menangani masalah kesehatan pada bagian-bagian tubuh yang berkaitan dengan tulang, otot, sendiri, ligamen dan tendon.Untuk diketahui, sakit pinggang bisa timbul karena cedera otot. Dalam kata lain, sakit pinggang timbul karena kondisi otot dan ligamen pada area pinggang meregang dan robek. Akibatnya, rasa nyeri dan kaku akan timbul pada area tersebut.Selain itu, sakit pinggang juga bisa timbul karena stenosis tulang belakang. Kondisi ini membuat tulang belakang mengalami penyempitan sehingga menekan saraf tulang belakang dan sumsum. Sehingga, rasa nyeri, kaku dan bahkan kram akan terasa pada area pinggang.Nah, sakit pinggang yang disebabkan oleh cedera otot dan stenosis tulang belakang ini bisa diperiksakan ke dokter spesialis ortopedi. Dokter ortopedi akan memberikan tindakan medis yang tepat sesuai dengan penyebab sakit pinggang yang Anda alami.2. Dokter Spesialis Tulang Belakang (Spine Specialist)Seperti namanya, dokter spesialis tulang belakang adalah dokter yang memiliki tugas utama menangani masalah kesehatan yang berkaitan dengan tulang belakang. Dokter spesialis tulang belakang ini bisa menangani pasien dari berbagai usia, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa maupun lansia.Sakit pinggang yang disebabkan oleh masalah tulang belakang sangat dianjurkan diperiksakan ke dokter spesialis tulang belakang ini. Selain itu, sakit pinggang yang timbul karena cedera tulang belakang akibat olahraga dan kecelakaan juga bisa diatasi oleh dokter spesialis tulang belakang.Jadi, jika Anda selama ini bingung mau periksa ke dokter apa untuk mengobati sakit pinggang, coba amati penyebabnya. Apabila penyebabnya sebagaimana kami jelaskan di atas maka segera periksakan diri ke dokter spesialis tulang belakang. Nantinya, dokter spesialis tulang belakang akan memberikan tindakan medis yang tepat untuk perawatan area pinggang yang terasa sakit.3. FisioterapisSakit pinggang juga bisa diatasi dengan fisioterapi. Jadi, Anda juga boleh nih mengunjungi fisioterapis untuk menghilangkan rasa sakit pada pinggang Anda yang mungkin sudah berlangsung lama.Fisioterapis akan membantu Anda mengatasi gangguan fisik akibat sakit pinggang. Selain itu, fisioterapis juga akan membantu proses rehabilitasi akibat sakit pinggang dan akan berusaha mencegah timbul cacat fisik.Ada beberapa metode yang akan dilakukan fisioterapis untuk mengatasi sakit pinggang. Pertama, menetapkan program pelatihan untuk memperbaiki postur tubuh, meregangkan dan memperkuat otot.Kedua, melakukan teknik elektroterapi. Teknik elektroterapi adalah teknik terapi saraf yang berguna untuk menstimulasi saraf pasien menggunakan alat berdaya listrik (elektrik). Fisioterapis juga akan melakukan teknik terapi secara manual melalui pijatan hingga peregangan.Fisioterapis ini bisa Anda kunjungi apabila sakit pinggang yang Anda alami disebabkan oleh cedera otot, sering mengangkat benda berbobot berat dan melakukan gerakan berulang yang berujung cedera. Sementara jika sakit pinggang yang Anda alami disebabkan oleh kondisi yang lebih parah, maka disarankan untuk mengunjungi salah dokter sebagaimana kami jelaskan di dalam artikel ini.4. Dokter AnestesiologisSelain yang disebutkan di atas, sakit pinggang juga bisa diatasi dengan mengunjungi dokter apa? Jawabannya adalah dokter anestesiologis. Pada intinya, dokter spesialis anestesiologis memiliki perananan memberikan perawatan anestesi kepada pasien setelah menjalankan suatu operasi.Tetapi, di samping itu, dokter anestesiologis juga dapat membantu pengobatan nyeri karena berbagai penyebab. Pengobatan nyeri ini bukan hanya sebatas nyeri pinggang, tapi juga nyeri yang menyerang bagian tubuh lainnya, seperti dada, perut, kaki maupun tangan.Dokter anestesiologis akan memberikan perawatan rehabilitatif dan proses penghilang rasa sakit untuk mengatasi rasa sakit pada pinggang. Selain itu, dokter anestesiologis juga berperan memberikan konseling kepada pasien selama perawatan.Kami menyarankan Anda mengunjungi dokter spesialis anestesiologis ini jika sakit pinggang yang Anda rasakan berlangsung dalam waktu lama, tak kunjung sembuh dan sangat mengganggu aktivitas Anda. Selain itu, sakit pinggang yang disebabkan oleh kondisi medis serius juga disarankan meminta bantuan dokter anestesiologis. Nantinya, dokter anestesiologis akan memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi sakit pinggang yang Anda alami selama ini.5. Dokter NeurologiTerakhir, Anda bisa mengujungi dokter neurologi untuk mengobati sakit pinggang, terutama yang disebabkan oleh gangguan saraf tulang belakang. Dokter spesialis neurologi sendiri adalah dokter yang memiliki tugas utama mengobati pasien dengan penyakit yang berkaitan dengan sistem sarah, seperti saraf otak, saraf otot dan saraf tulang belakang.Lebih lanjut, dokter neurologi ini diklasifikasikan ke dalam delapan bidang kerja atau subspesialis. Nah, sakit pinggang bisa diatasi dengan mengunjungi dokter neurologi subspesialis nyeri dan saraf tepi. Untuk diketahui, dokter neurologi subspesialis nyeri dan saraf tepi ini dapat membantu pasien dalam pengobatan nyeri akibat cedera, kerusakan saraf, neuropati otonom dan neuropati diabetik.Pertanyaannya, kapan penderita sakit pinggang perlu mengunjungi dokter neurologi? Penderita perlu mengunjungi dokter neurologi apabila sakit pinggang yang dialaminya disertai dengan gejala:mudah lelahotot melemahkebas dan penyusutan massa otot. Kondisi ini cukup serius sehingga Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter neurologi untuk mendapatkan pengobatan dengan segera.Itulah lima dokter spesialis yang bisa menjadi rujukan untuk menyembuhkan sakit pinggang. Jika Anda mengalami sakit pinggang yang berlangsung lama, tidak kunjung sembuh dan/atau disebabkan oleh kondisi medis yang serius, maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke salah satu dokter di atas.Perlu diingat, melakukan cek kondisi pinggang perlu dilakukan sebelum menentukan dokter yang sesuai. Anda bisa melakukan cek kondisi pinggang di Granostic melalui layanan laboratorium yang tersedia. Granostic juga akan membantu Anda dalam menentukan dokter yang sesuai untuk mengobati sakit pinggang Anda. Jadi tunggu apa lagi, yuk cek kondisi pinggang Anfa di Granostic ini sekarang juga!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:1. https://jks-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/jk_sriwijaya/article/view/38 (Diakses 2025)2. https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/90 (Diakses 2025)3. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/31769 (Diakses 2025)4. https://journal.uns.ac.id/index.php/pmj/article/view/848 (Diakses 2025)5. https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1080 (Diakses 2025)
Ciri-ciri Gula Darah Naik Saat Lebaran
Tak dimungkiri, momen Hari Raya Lebaran selalu identik dengan kue kering atau jajanan manis. Memang rasanya enak, tapi kue kering di momen Lebaran ini banyak yang mengandung gula sangat tinggi. Akibatnya, banyak orang yang mengalami gula darah naik saat Lebaran. Nah, kali ini Granostic akan memaparkan ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran.Seseorang dikatakan memiliki kadar gula darah normal apabila angkanya sekitar 70 – 100 mg/dL sebelum makan atau kurang dari 180 mg/dL setelah makan. Apabila memiliki kadar gula darah di atas angka-angka tersebut, maka dia dapat dikatakan memiliki kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia.Kondisi ini, tentu saja, dapat ‘melahirkan’ masalah kesehatan serius. Seperti, diabetes, masalah ginjal dan gangguan hormon. Oleh karenanya, penting sekali bagi kita semua untuk membatasi atau bahkan menghindari makanan-makanan yang mengandung tinggi gula saat Lebaran.Di sisi lain, penting juga bagi kita untuk mengenali ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran agar kita bisa mengambil tindakan tepat waktu. Berikut penjelasan selengkapnya:1. Rasa Haus yang BerlebihanCiri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang pertama yakni sering haus. Ya, rasa haus yang berlebihan akan dirasakan oleh seseorang yang memiliki gula darah tinggi meski sudah minum banyak air. Pertanyaannya, mengapa seseorang yang memiliki gula darah tinggi sering haus?Gula darah atau glukosa yang tinggi akan menumpuk di dalam darah. Glukosa yang menumpuk ini membuat ginjal bekerja lebih keras dalam melakukan penyaringan dan penyerapan yang nantinya akan dibuang melalui urine karena berlebihan.Akibatnya, tubuh akan cepat kehilangan banyak cairan. Tubuh lantas akan memberikan reaksi alami untuk mengganti cairan yang hilang dengan memberikan sinyal rasa haus yang berlebihan.2. Sering KencingCiri kedua seseorang mengalami gula darah naik yakni sering kencing atau buang air kecil. Hal ini berkaitan dengan poin pertama seperti yang kami jelaskan di atas, yakni muncul rasa haus yang berlebihan.Ya, pada saat rasa haus menyerang, Anda akan terdorong untuk meneguk air lebih banyak dari biasanya. Semakin banyak air atau cairan yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin banyak juga cairan yang dibuang tubuh melalui urine. Inilah mengapa seseorang dengan gula darah tinggi akan sering kencing.Lebih lanjut, perlu Anda ketahui juga bahwa peningkatan jumlah cairan tubuh juga dapat terjadi karena glukosa mengikat lebih banyak cairan. Jadi, peningkatan cairan dalam hal ini bukan cuma melalui air yang diminum secara berlebihan.3. Merasa Lelah atau LesuSeseorang yang memiliki gula darah tinggi saat Lebaran juga akan mudah merasakan lelah atau lesu. Bahkan, rasa lelah ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama atau berkepanjangan. Kenapa hal itu terjadi?Rasa lelah atau lesu ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang tidak mampu mendapatkan cukup glukosa untuk energi. Dalam kata lain, seseorang yang gula darahnya naik saat Lebaran akan tampak tidak berenergi dan bahkan sering mengantuk.Oh ya, ada juga faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang yang gula darahnya naik mudah lelah. Yakni, dehidrasi akibat sering kencing dan penderita tidak minum air putih yang cukup.4. Pandangan KaburCiri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang keempat yakni pandangan kabur. Pandangan kabur ini termasuk gejala yang sangat umum dialami oleh penyandang gula darah tinggi karena lensa di dalam mata membengkak. Nah, pembengkakan lensa di dalam mata ini terjadi akibat glukosa di dalam tubuh tinggi.Selain itu, gula darah tinggi juga bisa membuat pembuluh darah kecil pada area mata mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu saja memberikan ketidaknyaman bagi penderita dan perlu mendapatkan perawatan atau pengobatan medis yang tepat.5. Penurunan Berat Badan MendadakAnda tidak sedang diet tapi mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa direncanakan? Mungkin saja hal itu disebabkan oleh gula darah atau glukosa dalam tubuh naik. Anda mungkin bertanya-tanya apa kaitannya gula darah naik dengan penurunan berat badan secara mendadak.Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, glukosa di dalam tubuh penyandang gula darah tinggi tidak dapat secara maksimal diolah atau diubah menjadi energi. Sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak untuk diubah menjadi energi sehingga pada akhirnya berat badan akan mengalami penurunan secara mendadak.Kondisi ini juga perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan medis secara tepat. Jika dibiarkan, penurunan berat badan bisa menjadi sangat signifikan dan memunculkan gangguan kesehatan lainnya.6. Nyeri Kaki atau TanganNyeri kaki atau tangan juga menjadi ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran selain yang kami sebutkan di atas. Hal ini dikarenakan kadar glukosa atau gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf-saraf tubuh. Dalam dunia medis, kondisi ini dinamakan neuropati diabetic.Nah, pada umumnya penyandang gula darah tinggi lebih sering menyerang kaki. Sehingga, kaki akan terasa nyeri, kesemutan bahkan mati rasa. Hal ini dikarenakan saraf pada kaki lebih susah memompa darah ke jantung dibandingkan bagian tubuh lainnya.Kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderita. Penderita disarankan beristirahat lebih banyak agar kondisinya lebih fit.7. Sulit Berfokus atau BerkonsentrasiCiri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang terakhir yakni sulit fokus atau konsentrasi. Kondisi ini muncul karena glukosa yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap fungsi otak. Sehingga, pengidap akan mengalami gangguan konsentrasi, kebingungan dan lebih parahnya sulit dalam mengambil keputusan.Lebih lanjut, gula darah naik saat Lebaran juga bisa menyebabkan sakit kepala. Gejala sakit kepala ini muncul apabila penderita gula darah tinggi tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya saat dehidrasi. Selain sakit kepala, pengidap juga dapat merasakan gejala lainnya, seperti pusing, mual hingga pingsan.Kondisi ini juga dapat menyebabkan pengidap glukosa tinggi sulit konsentrasi, kebingungan dan sulit dalam membuat keputusan. Pengidap perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis secara tepat.Selain memeriksakan diri ke dokter, cek gula darah di Granostic secara berkala juga penting dilakukan, terutama oleh diabetesi atau orang yang memiliki riwayat diabetes. Dengan melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic, Anda bisa mengantisipasi munculnya risiko berbagai penyakit.Untuk diketahui, penderita diabetes pada umumnya memiliki kadar gula darah atau glukosa yang naik turun sepanjang hari. Dalam kata lain, perubahan kadar gula darah mereka sangat fluktuatif dan jika tidak dikontrol secara berkala maka berisiko timbul komplikasi.Itulah penjelasan tentang ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran. Jangan lupa cek gula darah secara berkala di Granostic, terutama menjelang Lebaran ya. Oh ya, bagi Anda yang saat ini tidak memiliki riwayat diabetes juga perlu melakukan cek gula darah di Granostic secara berkala guna mengantisipasi risiko penyakit tersebut.
Cara Mengatasi Gula Darah Tinggi
Ada sejumlah cara mengatasi gula darah tinggi yang bisa Anda terapkan. Cara-cara ini sangat berguna untuk menurunkan gula darah yang tinggi atau sedang naik kembali ke batas normal. Jadi, penting sekali bagi Anda menyimak artikel ini sampai tuntas.Perlu diketahui, setiap orang memiliki kadar gula darah yang dapat berubah-ubah. Seseorang bisa memiliki gula darah normal, di bawah batas normal atau di atas batas normal. Nah, seseorang dengan penyakit diabetes memiliki kadar gula darah yang sangat fluktuatif setiap waktunya.Tetapi penderita diabetes tidak perlu khawatir karena ada cara mengatasi gula darah tinggi yang bisa diterapkan. Berikut ini tujuh cara mengatasi gula darah tinggi yang perlu diterapkan oleh penderita diabetes:1. Fokus pada Pola Makan SehatCara mengatasi gula darah tinggi yang pertama yakni fokus menjaga pola makan sehat. Ya, penting sekali bagi kita semua menjaga pola makan sehat setiap hari. Bukan hanya dapat menurunkan kadar gula darah, cara ini juga bisa meminimalisir kolesterol dan mencegah kelebihan berat badan.Pertanyaannya, seperti apa pola makan yang sehat itu? Berikut aturannya: pilih makanan dengan kandungan karhodirat kaya serat, seperti nasi merah dan biji-bijian utuh (gandum). Untuk proteinnya, pilih yang mengandung rendah kalori, gula, garam dan lemak jenuh/trans. Lengkapi gizi dengan mengonsumsi buah, sayur dan susu rendah lemak.Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara teratur. Minum air putih secara teratur akan membantu ginjal mengeluarkan gula darah yang berlebihan melalui urin. Sehingga, kadar gula darah dalam tubuh akan berkurang.Pertahankan pola makan sehat ini setiap hari. Dalam kata lain, Anda harus mengaplikasikannya setiap hari agar kadar gula darah yang tinggi bisa kembali turun ke batas normal.2. Kontrol Berat BadanKetahuilah, berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat berdampak pada kadar gula darah yang sulit dikontrol. Oleh karenanya, pengidap diabetes atau orang yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk menurunkan berat badan hingga batas ideal agar terhindar dari berbagai penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh gula darah tinggi.Nah, dengan mengontrol berat badan tetap ideal, kadar gula darah dalam tubuh bisa dengan mudah diturunkan kembali ke batas normal. Dalam sebuah penelitian disebutkan penurunan berat badan sebesar 5 hingga 10 persen akan berdampak positif terhadap penurunan kadar gula darah dalam tubuh.Lantas, bagaimana cara mengontrol berat badan agar tetap ideal? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya: berolahraga secara teratur, menjaga pola makan yang sehat dan tidak berlebihan serta tidur cukup.Ya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa seseorang yang kurang tidur berisiko mengalami kenaikan berat badan. Parahnya, seseorang yang kurang tidur juga bisa berdampak pada kenaikan gula darah dan mengurangi sensitivitas insulin.Oleh karenanya, dalam rangka mengontrol berat badan yang ideal dan mencegah gula darah tinggi, disarankan setiap orang dewasa mendapatkan waktu tidur yang cukup, yakni 7 – 8 jam per hari. 3. Berolahraga Secara TeraturSeperti yang kami singgung di poin kedua, olahraga secara teratur dapat menurunkan berat badan ke batas ideal. Selain itu, olahraga secara teratur juga bisa meningkatkan kerja insulin. Hal ini berdampak positif pada sel-sel tubuh yang akan mengolah gula darah menjadi sumber energi secara maksimal.Ada banyak pilihan olahraga yang bisa Anda jalankan secara rutin. Di antaranya: lari, jalan cepat, bersepeda, renang dan senam aerobic. Sebaiknya olahraga dilakukan di pagi hari ya, mengingat pada waktu ini udara masih segar.Lebih lanjut, kami menyarankan Anda menjalankan olahraga kurang lebih 30 menit setiap harinya. Cukup lakukan olahraga lima hari selama seminggu agar tubuh tetap sehat dan bugar serta terhindar dari gula darah tinggi.4. Hindari Makanan Tinggi GulaPantangan pengidap diabetes yang paling utama yakni makanan tinggi gula. Meski begitu, kita yang tidak mengidap diabetes juga perlu membatasi atau (jika bisa) menghindari makanan tinggi gula untuk mencegah risiko penyakit tersebut.Seperti diketahui, kita dapat dengan mudah menjumpai aneka makanan yang mengandung tinggi gula, termasuk gula tambahan. Misalnya: kue kering dan basah, roti dan permen. Jika terus-terusan mengkonsumsi aneka makanan tinggi gula ini, maka bukan hal yang tidak mungkin diabetes akan hingga di tubuh Anda.Nah, dalam hal ini, penting sekali bagi Anda untuk membaca tabel nutrisi yang tertera di bungkus makanan sebelum menyantapnya. Pastikan makanan tersebut tidak mengandung tinggi gula atau gula tambahan.5. Konsumsi SeratCara mengatasi gula darah tinggi berikutnya yakni mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat. Mungkin Anda bertanya-tanya, apa kaitannya kandungan serat dengan kadar gula darah dalam tubuh.Ketahuilah, kandungan serat bisa memperlambat penyerapan gula dari berbagai makanan. Orang yang mengonsumsi makanan berserat tinggi secara rutin akan memiliki kadar gula darah yang normal alias tidak akan naik dengan cepat.Kandungan serat ini bisa Anda dapatkan dari buah-buahan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Jadi jangan malas makan buah dan sayuran setiap hari ya! Perlu diketahui juga bahwa orang dewasa sangat dianjurkan mengonsumsi serat sebanyak 37 gram untuk pria dan 32 gram untuk wanita per harinya. 6. Pantau Gula DarahSelain melakukan beberapa hal yang telah kami jelaskan di atas, Anda juga perlu memantau kadar gula darah secara berkala, terutama jika Anda selama ini mengidap diabetes. Apa sih penting memantau kadar gula darah secara berkala.Dengan melakukan pemantauan secara berkala, Anda dapat mengetahui berapa kadar gula darah Anda terkini. Jika berada di angka lebih dari batas normal maka Anda bisa mengambil tindakan medis untuk menurunkannya kembali.Di samping itu, pemantauan ini juga bisa jadi ‘monitor’ apakah cara-cara yang kami jelaskan di atas dapat menurunkan kadar gula darah atau tidak. Jadi, kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya melakukan pemantauan gula darah secara berkala.Anda bisa melakukan pemantauan atau cek gula darah secara berkala di Granostic. Selain itu, Granostic juga menawarkan konsultasi kesehatan guna mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.7. Ikuti Instruksi DokterCara mengatasi gula darah tinggi yang terakhir yakni mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter. Ya, apabila Anda berkonsultasi atau cek gula darah di Granostic, dokter spesialis di sana akan memberikan instruksi-instruksi yang dapat Anda ikuti untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi terkait gula darah tinggi yang Anda alami di Granostic demi hidup sehat dan terbebas dari penyakit serius, seperti diabetes. Jangan ragu juga untuk mengikuti cara-cara di atas untuk menurunkan gula darah tinggi secara efektif.Itulah tujuh cara mengatasi gula darah tinggi yang bisa Anda terapkan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Pantau secara berkala kadar gula darah Anda di Granostic ya!
Apa Saja Makanan yang Menyebabkan Gula Darah Naik Saat Lebaran?
Selain silaturahmi dan mudik, Hari Raya Lebaran di Indonesia identik dengan aneka makanan lezat, seperti opor ayam, rendang daging, bakso dan lainnya. Belum lagi ada suguhan aneka kue kering yang menggugah selera. Sayangnya, di antara aneka makanan khas Lebaran yang ada, banyak yang dapat menyebabkan gula darah naik. Lantas, apa saja makanan yang menyebabkan gula darah naik saat Lebaran?Sebelum membahas tentang makanan khas Lebaran yang dapat menyebabkan gula darah naik, kami ingatkan bahwa gula darah tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Seperti, diabetes, stroke dan masalah ginjal.Oleh karenanya, kita semua perlu membatasi diri mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan gula darah tinggi saat Lebaran. Meski kita bukan pengidap diabetes, tindakan ini perlu dilakukan untuk mencegah risiko penyakit tersebut.Inilah beberapa makanan yang dapat menyebabkan gula darah naik saat Lebaran. Batasi mengkonsumsi makanan-makanan berikut ini ya!1. Kue ManisMakanan khas Lebaran penyebab gula darah naik yang pertama yakni kue manis. Ya, bisa dipastikan setiap rumah orang yang merayakan Hari Raya Lebaran menyuguhkan aneka kue manis yang menggugah selera. Ketahuilah, kue-kue manis yang ada ini memiliki kandungan gula yang tinggi.Kandungan gula tinggi inilah yang menyebabkan seseorang mengalami gula darah naik saat Lebaran. Lebih lanjut, kadar gula darah yang berlebihan ini mungkin saja tidak dapat ditangani oleh tubuh sehingga seseorang tersebut akan merasakan gejala-gejala akibat gula darah tinggi.Oleh karenanya, kami ingatkan kembali kepada Anda agar berhati-hati dalam memilih kue kering yang tersedia saat Lebaran. Pastikan Anda memilih kue kering yang rendah gula tambahan agar terhindar dari penyakit diabetes.2. Makanan yang DigorengMakanan yang digoreng juga dapat menyebabkan gula darah naik saat Lebaran. Makanan yang digoreng ini bisa berupa lauk pauk maupun camilan yang dihidangkan di momen Lebaran ya.Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi gorengan sebanyak 3 kali dalam seminggu secara rutin dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 20 persen. Penelitian ini membuktikan bahwa gorengan dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi saat Lebaran.Di sisi lain, penting diketahui juga bahwa gorengan memiliki kandungan kalori yang tinggi. Kandungan kalori tinggi ini berasal dari lemak yang ada pada gorengan. Sehingga, gorengan juga bisa meningkatkan kadar kolesterol.3. Makanan Tinggi GulaTelah kami singgung di atas bahwa makanan tinggi gula dapat menyebabkan kadar glukosa dalam tubuh naik. Nah, pada momen Lebaran, kita dapat dengan mudah menjumpai aneka makanan manis tinggi gula yang dihidangkan di setiap rumah.Ketahuilah, makanan tinggi gula yang dihidangkan saat Lebaran tidak jarang yang menggunakan pemanis buatan dan rendah nutrisi. Sehingga, rasa manis yang dimunculkannya lebih tinggi daripada pemanis alami.Memang, makanan manis itu dapat memanjakan lidah. Tapi, ‘mereka’ tidak baik bagi kesehatan kita sehingga kita perlu membatasinya. Nah, orang tua harus berhati-hati nih dalam memilihkan makanan untuk sang anak saat Lebaran. Jangan sampai sang anak terlalu banyak menyantap makanan manis ya! Selain dapat menyebabkan diabetes pada anak, makanan tinggi gula juga dapat menyebabkan gigi berlubang dan karies gigi lho.Selain itu, minuman manis tinggi gula juga tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan, termasuk bagi anak-anak. Di momen Lebaran, kita bakal dengan mudah menjumpai minuman-minuman manis tinggi gula dalam kemasan, seperti teh dalam kemasan. Baik Anda, keluarga dan anak-anak perlu membatasi atau bahkan menghindari minuman tinggi gula semacam itu ya!4. Makanan BerlemakMakanan penyebab gula darah naik saat Lebaran berikutnya yakni makanan berlemak. Misalnya, makanan cepat saji, keripik kentang, kue, selai kacang, krimer dan makanan yang terbuat dari daging olahan.Makanan berlemak ini sebenarnya tidak secara langsung dapat menyebabkan gula darah naik. Akan tetapi, makanan berlemak dapat menaikkan kadar kolesterol dalam tubuh yang dapat mengakibatkan resistensi insulin. Pada akhirnya hal itu dapat menyebabkan gula darah naik.Sebagai gantinya, saat Lebaran Anda bisa mengonsumsi makanan yang lebih sehat, seperti edamame, kacang-kacangan dan ikan. Anda bisa kok mengolah ikan jadi bakso ikan yang enak dan menggugah selera. Pastinya menu ini menyehatkan!5. Makanan Tinggi KarbohidratNasi adalah salah satu jenis makanan yang mengandung tinggi karbohidrat dan rendah serat. Selain nasi, beberapa makanan seperti roti, pasta dan kentang goreng juga memiliki kandungan tinggi karbohidrat dan rendah serat. Makanan-makanan ini dapat mengakibatkan kadar gula darah di dalam tubuh naik.Ya, karbohidrat yang tinggi di dalam tubuh akan diolah menjadi glukosa atau gula darah. Agar tetap sehat selama Lebaran, kita perlu membatasi mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung tinggi karbohidrat tersebut.Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat yang mengandung karbohidrat kompleks. Misalnya: oatmeal, nasi merah, buah-buahan, ubi rebus dan kacang-kacangan. Makanan-makanan ini tidak akan menyebabkan diabetes.6. Makanan Tinggi Lemak TransMakanan penyebab gula darah naik saat Lebaran yang terakhir yakni makanan dengan kandungan lemak trans yang tinggi. Sejatinya, makanan tinggi lemak trans awalnya meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, lalu kemudian diubah menjadi gula darah yang termasuk faktor risiko diabetes tipe 2.Nah, seperti yang kami sebutkan di atas, Hari Raya Lebaran identik dengan makanan yang diolah dari daging berlemak, seperti rendang daging dan bakso. Daging berlemak ini merupakan salah satu contoh makanan yang mengandung tinggi lemak trans.Selain daging berlemak, masih ada beberapa jenis makanan yang mengandung lemak trans tinggi, di antaranya: makanan yang diolah dari susu berlemak, keju dan mentega. Anda perlu membatasi atau (kalau bisa) menghindari makanan-makanan tersebut agar tetap sehat saat Lebaran tanpa perlu cemas dengan gangguan kesehatan akibat gula darah tinggi seperti diabetes.Selain menghindari beberapa makanan di atas, kami juga menyarankan Anda melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic. Penting juga untuk melakukan cek gula darah sebelum dan sesudah Lebaran.Cek gula darah secara berkala di Granostic ini bertujuan untuk mengukur kadar gula darah Anda terkini. Dalam kata lain, Anda dapat mengetahui secara pasti apakah gula darah saat ini tinggi, rendah atau berada di angka normal.Lebih lanjut, bagi pengidap diabetes, cek gula darah ini sangat bermanfaat untuk mengetahui apakah pada masa perawatan yang mereka lakukan berjalan dengan baik atau justru sebaliknya. Di sisi lain, bukan pengidap diabetes juga perlu melakukan cek gula darah guna mengantisipasi risiko penyakit tersebut dan penyakit serius lainnya.Itulah penjelasan tentang beberapa makanan yang menyebabkan gula darah naik saat Lebaran. Bijaklah memilih makanan di momen Lebaran agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit diabetes. Jangan lupa juga melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic ya!
Tips Mudik Aman ala Granostic
Mau mudik ke mana nih Lebaran kali ini? Sebelum berangkat mudik, alangkah baiknya Anda membaca artikel tips mudik aman ala Granostic berikut ini!Seperti diketahui, mudik Lebaran adalah agenda tahunan yang sangat dinanti-nanti banyak orang. Ya, jutaan orang akan melakukan mudik ke kampung halamannya di momen Lebaran untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.Ke mana pun tujuan mudik, Anda dan keluarga pasti ingin aman dan lancar, kan? Oleh karenanya, penting sekali bagi Anda untuk merencanakan perjalanan mudik sejak jauh-jauh hari dan terapkan tips-tips di bawah ini!1. Perencanaan PerjalananTips yang pertama yakni merencanakan perjalanan mudik. Ya, sebagaimana kami sebut di atas, agenda mudik Lebaran memang perlu direncanakan matang-matang sejak jauh-jauh hari. Jadi, jangan terlalu mepet menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mudik.Saran kami, setidaknya rencanakan dan siapkan perjalanan mudik seminggu sebelum keberangkatan. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan? Anda perlu menyiapkan pakaian yang harus dibawa, makanan yang cukup, obat-obatan dan bujet yang dibutuhkan selama mudik.Nah, apabila Anda atau keluarga memiliki kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau lainnya, sebaiknya lakukan cek kesehatan sebelum keberangkatan. Dengan melakukan ini, diharapkan Anda dan keluarga tetap sehat selama mudik di kampung halaman dan pulang kembali ke rumah.2. Pemeriksaan KendaraanAnda berencana mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi? Baik mobil maupun motor yang akan digunakan mudik, Anda perlu mengecek kondisi fisik dan performanya.Saran kami, bawalah mobil atau motor yang hendak digunakan mudik ke mekanik untuk melakukan cek up. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat cek up, di antaranya pergantian oli, cek kampas rem dan persediaan cadangan ban.Jika Anda memilih menggunakan mobil pribadi untuk mudik, pastikan juga Anda membawa alat dongkrak dan kunci pas. Ini berguna untuk mengatasi kerusakan yang bisa saja terjadi di tengah perjalanan mudik. Oh ya, kalau menggunakan motor, jangan lupa menyiapkan jas hujan. Sebab, cuaca saat ini sulit diprediksi.3. Istirahat SecukupnyaIstirahat cukup adalah hal yang sangat penting diperhatikan agar mudik tetap aman dan selamat. Jangan pernah memaksakan diri berkendara terus-terusan tanpa istirahat apabila tujuan mudik sangat jauh.Ketahuilah, memaksakan diri berkendara terus-menerus tanpa istirahat saat mudik dapat membahayakan diri sendiri maupun keluarga. Saran kami, beristirahatlah yang cukup setelah berkendara 2 – 3 jam. Saat istirahat, Anda bisa meregangkan otot sejenak, makan dan minum.Setelah tubuh terasa lebih fresh kembali, Anda boleh nih melanjutkan perjalanan mudik. Jika perlu, Anda bisa bergantian mengemudi dengan anggota keluarga lain jika ada yang bisa. Cara ini juga sangat efektif agar pengemudi bisa beristirahat cukup.4. Hindari Mengemudi Saat Lelah atau MengantukSeperti yang kami jelaskan tadi, jangan pernah Anda memaksakan diri mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Ketahuilah, tidak sedikit kasus kecelakaan terjadi karena berkendara dalam keadaan mengantuk. Anda pasti sudah tahu kabar tentang hal itu, kan?Jadi, segeralah berhenti berkendara apabila tubuh terasa lelah atau mengantuk. Anda bisa ‘membelokkan’ mobil atau motor ke rest area ang tersedia atau tempat teduh yang nyaman untuk digunakan istirahat. Pastikan Anda dan keluarga beristirahat semaksimal mungkin hingga tubuh kembali fit dan siap berkendara.Oh ya, sebelum melakukan perjalanan mudik, sebaiknya Anda dan keluarga beristirahat cukup dengan tidur setidaknya 7 jam. Istirahat atau tidur yang cukup ini sangat diperlukan agar selama perjalanan mudik nantinya Anda dan keluarga senantiasa dalam kondisi fit.5. Hindari Konsumsi AlkoholTips mudik aman ala Granostic berikutnya yakni menghindari alkohol. Sebab, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan kantuk dan kehilangan fokus saat berkendara. Tentunya, hal ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.Di sisi lain, kami juga menyarankan tidak mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk sebelum berangkat mudik. Hal ini juga dapat membahayakan diri dan keluarga selama perjalanan mudik.Penting juga bagi Anda untuk menghindari merokok saat berkendara. Sebab, merokok saat berkendara dapat mengaburkan fokus dan menuai dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Bukan saja bagi perokok itu sendiri, perokok pasif juga akan mendapatkan dampak buruk terhadap kesehatan tubuhnya dari asap rokok yang ditimbulkannya.6. Perhatikan Kondisi CuacaMemperhatikan kondisi cuaca juga perlu dilakukan agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar. Dalam hal ini, Anda bisa mengecek prediksi atau perkiraan cuaca sebelum dan selama perjalanan mudik. Saat ini mudah sekali kok mendapatkan informasi terkait perkiraan cuaca di suatu lokasi melalui smartphone yang kita miliki.Nah, dengan mengetahui perkiraan cuaca, Anda bisa mengatur jadwal keberangkatan mudik. Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan diri untuk mencari tempat berteduh apabila hujan turun sangat deras.Lebih lanjut, Anda juga perlu nih mengecek rute perjalanan mudik terbaik agar lancar sampai tujuan. Hindari rute perjalanan yang diprediksi atau diperkiraan akan terjadi cuaca buruk, seperti hujan sangat deras. Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari rute perjalanan yang tergenang banjir dan berbahaya.Oh ya, penting juga bagi pengemudi agar selalu mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. Pastikan juga untuk selalu memprioritaskan pejalan kaki dan pengendara lain yang ingin menyalip. Hal ini penting diperhatikan agar perjalanan mudik Anda bersama keluarga aman dan selamat.7. Cek Kesehatan Sebelum MudikTips mudik aman ala Granostic yang terakhir yakni mengecek kesehatan sebelum keberangkatan. Apa sih pentingnya cek kesehatan sebelum berangkat mudik?Cek kesehatan perlu dilakukan agar Anda dan seluruh anggota keluarga yang ikut mudik tetap dalam keadaan sehat dan bugar, baik selama perjalanan, sesampai di tujuan mudik hingga pulang kembali ke rumah. Nah, anggota keluarga yang memiliki kondisi medis tertentu dan sudah lanjut usia perlu diprioritaskan nih dalam melakukan cek kesehatan.Cek kesehatan sebelum mudik bisa dilakukan di pelayanan kesehatan berkualitas, seperti Granostic. Granostic siap membantu Anda dan anggota keluarga Anda dalam melakukan cek kesehatan secara keseluruhan dan merekomendasikan tindakan medis (jika diperlukan) untuk persiapan mudik Lebaran.Lebih lanjut, Granostic juga akan meresepkan obat-obatan tertentu (jika diperlukan) untuk ‘personel’ mudik yang memiliki kondisi medis tertentu. Dengan melakukan cek kesehatan di Granostic, agenda mudik Lebaran Anda dan keluarga akan berjalan lancar, aman, selamat dan sehat.Oh ya, Granostic mengingatkan kepada Anda agar tidak memaksakan diri berangkat mudik apabila kondisi kesehatan terkini tidak memungkinkan. Sebab, jika dipaksakan berangkat mudik, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan atau sesampainya di tujuan.Itulah tips mudik aman ala Granostic. Selalu jaga kesehatan selama mudik ya. Jangan lupa untuk melakukan cek kesehatan terlebih dahulu di Granostic sebelum berangkat mudik ke kampung halaman!
Menu Lebaran Sehat ala Granostic
Kali ini Granostic akan membagikan beberapa menu Lebaran yang sehat. Anda boleh banget nih memilih salah satu atau beberapa menu sehat ini untuk dijadikan sajian spesial di momen Lebaran. Yuk simak artikel ini dengan saksama!Lebaran Idul Fitri rasanya kurang lengkap apabila tidak ada hidangan-hidangan lezat. Ya, masyarakat kita biasanya menyuguhkan aneka olahan daging, sayuran hingga jajanan untuk sanak keluarga dan para tamu yang berdatangan.Akan tetapi, hidangan Lebaran sangat identik dengan makanan yang mengandung kolesterol dan gula tinggi. Tentu saja, makanan seperti ini kurang baik bagi kesehatan tubuh dan bahkan bisa menimbulkan penyakit apabila disantap secara berlebihan.Inilah alasan Granostic kali ini ingin membagikan menu-menu Lebaran yang menyehatkan tubuh. Berikut rekomendasinya:1. Opor Ayam Tanpa SantanOpor ayam adalah salah satu menu andalan di momen Lebaran Idul Fitri. Nah, kalau Anda selama ini memasak opor ayam menggunakan santan, coba ganti dengan bahan yang lebih menyehatkan, seperti krimer rendah gula.Anda pastinya sudah tahu kan kalau santan bisa menyebabkan kadar kolesterol naik. Sementara itu, krimer rendah gula terbuat dari bahan utama bebas laktosa dan gluten. Jadi, bahan pengganti santan ini bukan saja anti kolesterol, tapi juga memiliki kadar gula lebih rendah.Bagaimana dengan rasanya? Anda tidak perlu khawatir, dengan menambahkan sedikit krimer rendah gula, opor ayam tetap akan memiliki rasa gurih mirip seperti Anda menggunakan santan. Jadi, cocok banget nih opor ayam tanpa santan yang menyehatkan ini dijadikan menu utama untuk menyambut Lebaran Idul Fitri.2. Tumis SayuranRekomendasi menu Lebaran sehat ala Granostic berikutnya yakni tumis sayuran. Menu tumis sayuran ini mungkin terlihat biasa di momen Lebaran. Tapi demi kesehatan, Anda perlu menghidangkannya!Tak dimungkiri, amat jarang masyarakat kita menghidangkan menu tumis sayuran saat Idul Fitri. Padahal menu satu ini sangat menyehatkan tubuh dan anti kolesterol.Ada banyak pilihan tumis sayuran yang bisa dijadikan hidangan Lebaran. Di antaranya: tumis kangkung, tumis bayam, tumis brokoli, tumis pokcoy dan tumis sawi tauge. Anda suka menu tumis sayuran yang mana nih?3. Rendang Daging Sapi Tanpa LemakSelain opor ayam, rendang daging juga sering kali dipilih masyarakat kita sebagai menu andalan saat Lebaran. Rasa rendang daging yang sangat enak dan memanjakan lidah inilah yang menjadi alasan mengapa menu ini sangat spesial di momen hari raya.Nah, agar menyehatkan tubuh, Anda perlu nih memilih daging sapi tanpa lemak sebagai bahan utama pembuatan rendang. Daging tanpa lemak ini memiliki kandungan rendah kolesterol sehingga bisa dikonsumsi oleh siapa saja.Hal ini berbeda dengan daging berlemak yang pada umumnya memiliki kandungan lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh ini dapat memicu kadar kolesterol naik, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Jadi, rendang yang terbuat dari daging berlemak kurang menyehatkan tubuh. Sebaiknya ganti dengan daging tanpa lemak ya!4. Es Buah Tanpa GulaPilihan menu Lebaran sehat ala Granostic yang keempat yakni es buah tanpa gula. Es buah tanpa gula ini bisa jadi pilihan menu terbaik untuk menyegarkan tubuh sekaligus pelepas dahaga. Anda mungkin bertanya-tanya apakah es buah tetap terasa enak dan manis jika dibuat tanpa gula.Es buah memang identik dengan bahan-bahan yang mengandung tinggi gula, seperti susu kental, sirup dan gula itu sendiri. Tapi Anda bisa kok menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih menyehatkan, seperti madu dan air kelapa muda. Dan, ketahuilah rasa es buah tetap enak dan manis kok meski menggunakan bahan non-gula.Untuk isian buahnya bebas ya. Tapi kami merekomendasikan pakai isian buah naga, alpukat, nanas dan apel serta ditambah kurma. Dijamin deh, es buah tanpa gula ini bakal jadi hidangan yang menyegarkan saat Lebaran bagi sanak keluarga maupun tamu yang berdatangan.5. Jus BuahJus buah juga bisa jadi pilihan hidangan minuman saat Lebaran selain es buah tanpa gula. Anda boleh memilih buah apapun untuk dijadikan jus, seperti semangka, alpukat, jeruk, mangga atau lainnya.Jus buah ini, tentu saja, termasuk minuman yang menyehatkan. Misalnya jus buah jeruk yang bermanfaat untuk menstabilkan tekanan darah dan jus buah mangga yang kaya vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Hal yang perlu diingat saat membuat jus buah yakni jangan menambahkan gula, susu kental manis dan pemanis tambahan. Jus tanpa gula dan bahan pemanis lainnya ini tidak akan membuat kadar glukosa dalam tubuh naik.6. Infused WaterAda satu lagi rekomendasi hidangan minuman yang menyehatkan untuk menyambut momen Lebaran, yakni infused water. Minuman infused water ini bisa Anda buat sendiri di rumah dengan memanfaatkan buah-buahan segar. Seperti, lemon, jeruk, stroberi dan/atau lainnya.Perlu Anda tahu nih, infused water adalah minuman sehat yang dapat membantu meningkatkan stamina tubuh. Nah, menghidangkan air putih saja saat momen Lebaran mungkin kurang ‘apik’ dipandang. Jadi Anda bisa menghidangkan infused water ini.Minuman infused water mungkin terlihat ‘nyeleneh’ jika dijadikan suguhan Lebaran. Tapi, agar tubuh tetap sehat, mengapa tidak menyuguhkannya?7. Menu Bebas Kolesterol LainnyaSelain yang kami sebutkan di atas, Anda juga bisa menghidangkan menu spesial Lebaran yang bebas kolesterol lainnya. Misalnya: sate dada ayam, bakso ikan dan salad buah. Atau Anda punya ide menu sehat lain yang cocok disuguhkan saat Lebaran?Sebagai informasi, kolesterol dalam darah sejatinya sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan melahirkan penyakit tertentu.Nah, Lebaran Idul Fitri boleh dikatakan menjadi tantangan tersendiri bagi para penyintas kolesterol. Mereka wajib berhati-hati dalam memilih makanan agar kadar kolesterol dalam darahnya tetap berada di angka normal.Inilah mengapa Granostic sangat menyarankan Anda menyuguhkan makanan-makanan sehat yang bebas kolesterol saat Lebaran. Harapannya, momen Lebaran yang Anda jalani bersama keluarga tidak ‘terganggu’ dengan kehadiran penyakit akibat kadar kolesterol naik.Granostic juga menyarankan Anda dan keluarga melakukan konsultasi bersama dokter dan cek kesehatan sebelum dan setelah Lebaran. Cek kesehatan yang kami maksud yakni cek kadar kolesterol, gula darah, tekanan darah dan asam urat.Granostic sendiri menyediakan layanan kesehatan berupa konsultasi dokter dan cek kesehatan untuk menyambut Hari Raya Lebaran. Anda bisa datang ke Granostic bersama keluarga untuk melakukan konsultasi dokter plus cek kesehatan secara menyeluruh. Harapannya, setelah melakukan konsultasi dan cek kesehatan di Granostic, Anda bersama keluarga dapat menjalankan Lebaran dengan lancar, sehat dan tidak cemas dengan kehadiran gangguan kesehatan tertentu.Itulah rekomendasi menu-menu Lebaran sehat ala Granostic. Di antara pilihan yang ada, Anda tertarik menghidangkan dengan menu yang mana nih? Apapun menu yang bakal Anda hidangkan saat Lebaran, jangan lupa sebelumnya lakukan konsultasi dokter dan cek kesehatan di Granostic ya!
Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi Saat Lebaran
Penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Mengingat, banyak orang yang kadar kolesterol dalam tubuhnya meningkat karena menyantap makanan-makanan khas Lebaran.Seperti diketahui, Lebaran identik dengan menu makanan yang lezat namun dapat meningkatkan kadar kolesterol. Misalnya: opor ayam, rendang, gulai kambing dan lainnya. Di momen ini, banyak orang berlebihan menyantap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol tersebut sehingga memicu gangguan kesehatan tertentu.Kadar kolesterol yang tinggi biasanya ’melahirkan’ rasa kesemutan pada kaki dan tangan, nyeri dada hingga sesak napas. Dalam kondisi yang lebih parah, pengidap kolesterol tinggi memicu serangan jantung hingga stroke.Nah, sekarang Anda tahu nih bahayanya jika memiliki kadar kolesterol tinggi. Oleh karenanya, kali ini kami ingin memaparkan penjelasan tentang cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Simak dengan saksama ya!1. Hindari Makanan yang Tinggi Lemak JenuhSeperti yang kami sebutkan sebelumnya, opor ayam, gulai kambing dan rendang adalah beberapa contoh hidangan Lebaran yang memiliki kandungan tinggi lemak jenuh. Memang beberapa makanan tersebut dapat memanjakan lidah tapi kalau dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu kadar kolesterol naik.Oleh karenanya, agar kadar kolesterol tidak naik saat dan setelah Lebaran, batasi atau (jika bisa) hindari menyantap makanan dengan kandungan tinggi lemak jenuh. Untuk diketahui, makanan tinggi lemak jenuh biasanya dijumpai di makanan yang digoreng (gorengan), makanan bersantan dan olahan daging merah.Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat saat Lebaran. Seperti, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan buah-buahan.Selain itu, Anda juga bisa nih mencoba metode memasak selain menggoreng, seperti mengukus, merebus dan memanggang di momen Lebaran. Cara ini juga sangat disarankan untuk mencegah kadar kolesterol naik.2. Batasilah PorsiCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kedua yakni membatasi porsi makan, terutama terhadap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Ya, mengontrol porsi makan saat Lebaran adalah langkah yang sangat tepat agar kadar kolesterol tetap normal.Lebih lanjut, Anda perlu menerapkan pola gizi seimbang dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Jadi, sebaiknya makanan yang Anda konsumsi sehari-hari mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan mineral yang mampu memenuhi kebutuhan asupan tubuh Anda.Cara ini, bukan saja dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, tetapi juga menyehatkan. Anda pun dapat mencegah gangguan kesehatan tertentu yang disebabkan oleh makanan-makanan yang ‘kurang ramah’ terhadap tubuh.3. Hindari Makanan Cepat Saji dan Makanan OlahanSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari makanan cepat saji dan makanan olahan. Ketahuilah makanan cepat saji memiliki kandungan kolesterol yang tinggi karena terdapat kandungan minyak jenuh.Di samping itu, makanan olahan juga memiliki kandungan minyak jenuh yang dapat memicu kolesterol tinggi. Sebagai gantinya, Anda boleh mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Ini termasuk lemak sehat ya, contoh makanannya seperti ikan berlemak, alpukat dan minyak zaitun.Nah, kalau Anda sering sekali mengonsumsi makanan cepat saji dan/atau makanan olahan, sebaiknya mulai sekarang hindari ya, termasuk saat Lebaran. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol kadar kolesterol agar tidak naik tinggi.4. Perbanyak Asupan SeratAnda mungkin belum tahu bahwa makanan yang mengandung serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat larut ini dapat mengikat kolesterol dan lemak. Sehingga, kolesterol dan lemak tidak akan terserap ke dalam darah.Inilah mengapa kita semua, termasuk orang yang sehat, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi serat. Agar hasilnya optimal, kita perlu menyeimbangkannya dengan mengonsumsi banyak minum air putih.Ketahuilah, mengonsumsi makanan tinggi serat bukan saja dapat menurunkan kadar kolesterol, tetapi juga menyehatkan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk yang dipicu oleh kadar kolesterol tinggi.5. BerolahragaCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kelima yakni rajin berolahraga. Ada banyak pilihan olahraga yang dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya: berlari, bersepeda, berenang dan berjalan cepat.Saran kami, berolahragalah minimal 30 menit sehari selama lima kali dalam sepekan. Jangan berlebihan dalam menjalankan olahraga karena hal itu bisa memicu cedera otot, nyeri pinggang dan gangguan kesehatan lainnya.Nah, mungkin saat ini Anda memiliki anggapan bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyebalkan dan melelahkan. Anda perlu nih membuang jauh-jauh anggapan semacam itu dan senantiasa menjadikan olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan. Jika perlu, Anda bisa mencari teman untuk berolahraga bersama agar tetap terus termotivasi hidup sehat.Di sisi lain, Anda juga perlu nih mengelola stres dengan baik untuk mengatasi kolesterol tinggi. Mengelola stres bisa dilakukan dengan menjalankan meditasi, mendengarkan musik dan melakukan aktivitas sesuai hobi.6. Pantau Asupan GulaSelain opor ayam, rendang dan gulai kambing, Lebaran juga identik dengan jajanan yang lezat. Sayangnya, kebanyakan jajanan Lebaran dibuat dari gula yang banyak. Untuk mengontrol kadar kolesterol tubuh, Anda perlu membatasi atau bahkan menghindari jajanan Lebaran yang mengandung gula tinggi.Ketahuilah, mengonsumsi banyak asupan gula dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang mana hal itu dapat memicu peningkatan kadar kolesterol tubuh. Sebagai gantinya, saat Lebaran sebaiknya konsumsi saja makanan dengan gula alami, seperti aneka buah-buahan.Ada beberapa pilihan buah-buahan yang sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya, alpukat dan pisang. Di samping itu, Anda juga boleh mengkonsumsi susu kedelai lho. Susu kedelai ini memiliki kandungan asam amino dan isoflavon yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.Oh ya, selain memantau asupan gula, Anda juga perlu nih memperhatikan asupan garam. Dalam kata lain, sebaiknya kurangi atau batasi mengkonsumsi makanan dan jajanan Lebaran yang mengandung tinggi garam. Sebab, garam juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.7. Konsultasikan dengan DokterCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang terakhir yakni konsultasi dengan dokter Granostic. Konsultasi terkait kadar kolesterol ini bisa dilakukan sebelum dan sesudah Lebaran. Apa sih pentingnya konsultasi dengan dokter Granostic?Sebagaimana kami jelaskan di atas, kolesterol yang tinggi dapat memicu terjadinya penyakit serius, seperti stroke dan penyakit jantung. Jadi, kadar kolesterol yang tinggi tidak boleh dibiarkan begitu saja dan perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter.Di sisi lain, Anda juga akan mendapatkan arahan yang sangat bermanfaat dalam menjalani momen Lebaran tanpa perlu khawatir kadar kolesterol naik. Jadi tunggu apa lagi, yuk konsultasikan kesehatan Anda dengan dokter Granostic sebelum dan sesudah Lebaran!Itulah berbagai cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Perlu diingat, jika Anda mengalami kolesterol naik saat dan/atau sesudah Lebaran dan tidak kunjung turun, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Granostic untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Cek Gula Darah Terdekat di Surabaya
Cek gula darah terdekat di Surabaya di mana? Anda bisa melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic, klinik ternama di Surabaya.Cek gula darah secara berkala atau teratur memang perlu dilakukan oleh siapa saja, terutama pengidap diabetes. Mengingat, pengidap diabetes memiliki kadar gula darah yang fluktuatif dari waktu ke waktu sehingga perlu dipantau dan dikontrol dengan baik agar tetap terkendali.Perlu diketahui, ada banyak masyarakat Indonesia yang mengidap penyakit diabetes. Bahkan angka pengidap diabetes di Indonesia diprediksi terus mengalami kenaikan dan akan mencapai 28 juta jiwa pada 2045 mendatang.Diabetes sendiri seringkali menjadi pemicu penyakit serius lainnya, seperti stroke, penyakit jantung, masalah ginjal dan infeksi kaki. Nah, mungkin Anda sudah tahu kalau diabetes membuat luka pada tubuh susah atau lama sembuh dan rentan sekali terkena infeksi. Ternyata, ada juga penyakit serius seperti yang kami sebutkan tadi disebabkan oleh diabetes.Ini menjadi salah satu alasan mengapa pengidap diabetes perlu mengecek secara berkala dan mengontrol kadar gula darahnya. Selain itu, orang yang tidak hidup dengan diabetes juga perlu melakukan cek kadar gula darah guna mencegah penyakit tersebut dan penyakit lainnya hinggap di tubuhnya.Granostic adalah rujukan tempat yang tepat bagi Anda untuk melakukan cek gula darah secara teratur. Ya, jika Anda tinggal di Surabaya, tak perlu lagi mencari klinik lain untuk melakukan medical check up karena Granostic bisa Anda jadikan pilihan terbaik.Nah, di bawah ini kami paparkan tips memilih klinik terbaik untuk cek gula darah di Surabaya. Simak dengan saksama ya!1. Memilih Klinik yang Lengkap dan ProfesionalMemilih klinik yang lengkap dan profesional adalah suatu keharusan sebelum Anda melakukan cek gula darah. Dalam hal ini, Anda perlu mengetahui berbagai fasilitas yang tersedia dan yang tidak tersedia di klinik terkait.Apabila Anda mengetahui klinik terkait menyediakan fasilitas yang lengkap, Anda bisa berobat atau melakukan medical check up di sana. Dengan memilih klinik berfasilitas lengkap, segala kebutuhan kesehatan Anda akan tertunjang dengan baik. Sehingga, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat-tempat yang berbeda.Lebih lanjut, Anda juga perlu mengetahui profesionalitas dari klinik terkait sebelum melakukan cek gula darah. Pastikan klinik terkait selalu mengutamakan pelayanan yang terbaik bagi para pasien dan tamu yang datang. Profesionalitas ini juga merujuk pada cara klinik dalam mengatasi masalah dan/atau keluhan dari pasien. Pastikan klinik terkait mampu ‘menjawab’ kebutuhan kesehatan yang Anda perlukan saat ini.Oh ya, penting juga untuk memilih klinik terdekat untuk melakukan cek gula darah secara berkala. Misalnya, Anda tinggal di Surabaya maka pilihlah klinik terbaik terdekat di kota tersebut, yakni Granostic.Dengan memilih klinik terdekat, Anda dapat lebih mudah melakukan cek kesehatan, seperti cek gula darah secara teratur. Selain itu, klinik terdekat juga bisa diandalkan untuk pertolongan medis dalam keadaan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Jadi, Anda tidak perlu pergi ke luar kota atau di klinik yang jauh untuk cek kesehatan. Cek kesehatan di Granostic aja ya!2. Pahami Layanan KlinikSelanjutnya, Anda juga perlu memahami atau mengetahui layanan yang tersedia di klinik terkait. Dalam hal ini, Anda perlu memastikan klinik terkait menyediakan layanan cek gula darah dan cek kesehatan lainnya, seperti cek kadar kolesterol, cek asam urat dan cek tekanan darah.Selain itu, dalam hal pelayanan, Anda juga perlu mengecek jadwal praktek, Pastikan Anda memilih klinik yang memiliki jadwal yang sesuai. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan waktu luang Anda dengan jadwal klinik yang tersedia.Bila perlu, ketahui juga tarif yang diberlakukan oleh klinik. Nah, Granostic ini termasuk klinik ternama di Surabaya yang mematok tarif murah untuk membantu para pasien dalam mengatasi masalah kesehatan, termasuk melakukan cek gula darah.Sebagai tambahan, kami juga menyarankan Anda memperhatikan dua hal berikut ini sebelum mengunjungi klinik untuk cek gula darah. Pertama, Anda perlu memastikan dokter dan tenaga medis yang ada di klinik terkait mampu memenuhi kebutuhan kesehatan Anda. Kedua, Anda juga perlu memastikan klinik terkait menyediakan layanan konsultasi atau konseling kesehatan. Apa alasannya?Alasannya, mengatasi penyakit diabetes tidak hanya bisa dilakukan dengan melakukan cek gula darah secara teratur, tetapi juga menerapkan gaya hidup sehat. Nah, dengan adanya layanan konsultasi kesehatan, Anda akan mendapatkan wejangan bermanfaat dari dokter untuk membantu Anda dalam menerapkan gaya hidup sehat.Dengan memperhatikan dua hal di atas, Anda dapat memastikan kebutuhan kesehatan Anda akan ditangani secara tepat oleh klinik terkait. Nah, Granostic adalah klinik terdekat di Surabaya yang bisa Anda jadikan rujukan untuk melakukan cek gula darah secara berkala. Di Granostic juga Anda bisa melakukan konsultasi kesehatan terkait hal-hal yang berkaitan dengan gula darah, termasuk cara efektif menurunkan gula darah saat naik di atas batas normal.3. Pastikan Memilih GranosticTips ketiga, pastikan Anda memilih Granostic untuk medical check up atau cek kesehatan. Cek kesehatan ini bisa berupa cek gula darah, cek kadar kolesterol dan lainnya. Pertanyaannya, apa sih pentingnya melakukan medical check up di Granostic?Medical check up atau cek kesehatan, termasuk cek gula darah penting dilakukan untuk mendeteksi penyakit sedari dini. Ya, Anda bisa dengan cepat memahami kondisi tubuh Anda terkini sehingga penanganan medis dapat diambil lebih cepat (jika diperlukan).Nah, bagi penderita diabetes atau disebut juga diabetes, kadar gula darah dalam tubuhnya akan mengalami fluktuatif dari waktu ke waktu. Dalam kata lain, kadar gula darah bisa naik dan turun dalam waktu yang cepat, apalagi penderita tidak mengontrolnya dengan baik. Dalam kasus ini, penderita perlu melakukan cek gula darah di Granostic lebih sering untuk memantau kondisi kesehatannya terkini.Di sisi lain, Anda yang saat ini tidak menderita diabetes juga perlu melakukan cek gula darah secara berkala, setidaknya setahun dua kali atau sekali. Hal ini sama halnya Anda memantau kondisi kesehatan terkini sekaligus mencegah risiko penyakit diabetes dan penyakit serius lainnya ‘hinggap’ di tubuh Anda.Pastikan Anda memilih klinik yang tepat untuk melakukan cek gula darah ya! Jika Anda tinggal di Surabaya, Granostic bisa jadi pilihan klinik terbaik untuk melakukan medical check up secara keseluruhan, termasuk cek kadar gula darah. Jadi tunggu apa lagi, yuk cek gula darah Anda secara berkala di Granostic!Itulah penjelasan tentang cek gula darah terdekat di Surabaya. Pada intinya, kadar gula darah dalam tubuh memiliki peranan penting bagi kesehatan. Oleh karenanya, kita semua harus menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat setiap waktu agar kadar gula darah tetap di angka normal. Selain itu, pastikan Anda melakukan cek gula darah secara teratur di Granostic ya!
Ciri Kolesterol Naik Saat Lebaran
Waspada kolesterol naik saat lebaran! Mengingat, kadar kolesterol yang tinggi dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius, seperti stroke dan penyakit jantung.Seperti diketahui, selain silaturahmi, lebaran identik dengan suguhan berbagai jenis makanan enak. Ada makanan ringan berupa jajanan, ada juga makanan berat yang berminyak dan daging berlemak. Nah, makanan berminyak dan daging berlemak ini dapat menyebabkan kolesterol naik.Kesemutan adalah salah satu ciri kolesterol naik saat Lebaran. Selain itu, masih ada beberapa ciri kolesterol naik yang perlu diwaspadai di momen Lebaran. Di bawah ini kami paparkan penjelasan selengkapnya berbagai ciri kolesterol naik, simak!1. Nyeri Dada atau Nyeri pada Bagian Tubuh LainnyaNyeri dada bisa jadi muncul akibat kolesterol naik di momen Lebaran. Bahkan, dalam kondisi lebih parah, pengidap bisa mengalami detak jantung tidak beraturan.Kondisi ini tentunya sangat berbahaya dan perlu mendapatkan perawatan medis segera. Apabila dibiarkan, pengidap sangat mungkin akan mengalami penyakit jantung.Lebih lanjut, rasa nyeri juga mungkin terasa pada bagian tubuh lain saat kolesterol naik, seperti kaki, betis, paha dan bokong. Pengidap akan merasakan ketidaknyamanan saat berjalan atau menjalankan aktivitas fisik lainnya.2. Mudah LelahCiri kolesterol naik saat Lebaran berikutnya yakni mudah lelah. Ketahuilah, kolesterol yang tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat memunculkan plak pada pembuluh darah pengidap. Plak yang ada dapat menyebabkan pembuluh darah pengidap menyempit dan kaku.Akibatnya, pengidap kolesterol memiliki aliran darah yang terganggu baik ke seluruh tubuh maupun ke jantung. Nah, pengidap akan merasa mudah lelah karena organ atau jaringan tubuh terhambat dalam memperoleh suplai oksigen dan nutrisi akibat aliran darahnya terganggu.Selain itu, penumpukan kolesterol bisa menyebabkan pundak atau tengkuk terasa pegal dan tidak nyaman. Hal ini dikarenakan pengidap mengalami kekurangan suplai oksigen akibat penumpukan kolesterol.Lebih lanjut, terhambatnya suplai oksigen juga menyebabkan pengidap kolesterol tinggi mudah mengantuk. Jadi, apabila Anda perlu curiga nih kalau di momen Lebaran mudah menguap dan mengantuk tidak seperti biasanya.3. Nyeri pada KakiCiri kolesterol naik saat Lebaran yang ketiga yakni muncul rasa nyeri pada kaki. Munculnya rasa nyeri pada kaki ini tidak lain karena terhambatnya aliran darah ke kaki karena aliran di arteri tersumbat.Dalam kondisi yang lebih parah, pengidap kolesterol tinggi akan merasakan sensasi terbakar pada kakinya. Rasa nyeri bahkan akan menjulur ke bagian paha.Dalam kasus lain, kolesterol naik saat Lebaran bisa menyebabkan kaki terasa dingin. Rasa dingin ini muncul karena aliran darah tersumbat dan tidak mencapai bagian kaki bawah. Tidak heran kalau area tungkai kaki akan terasa dingin saat kolesterol naik.Lebih lanjut, pengidap kolesterol tinggi juga sering kali merasakan kesemutan pada area kaki. Munculnya rasa kesemutan ini juga disebabkan oleh aliran darah ke kaki yang tidak lancar atau tersumbat.4. Sesak NafasSeperti yang kami sebutkan di atas, kolesterol tinggi bisa menyebabkan pengidap merasakan nyeri dada hingga penyakit jantung. Kondisi ini pada umumnya disertai gejala sesak nafas yang membuat tidak nyaman pengidap saat beraktivitas.Kolesterol naik saat Lebaran yang sampai menyebabkan sesak nafas perlu segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat. Langkah ini perlu diambil karena dapat mengancam jiwa pengidap.Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa kadar kolesterol naik bisa memicu stres. Akibatnya, pengidap akan mengalami gangguan kemampuan otak dalam mengatur emosinya. Dalam kasus ini, Anda perlu mengendalikan stres dengan baik di samping juga perlu menurunkan kadar kolesterol.5. Peningkatan Risiko JerawatAnda mungkin baru tahu kalau kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Bukan saja itu, pengidap juga akan merasakan gatal-gatal pada kulit wajah yang berlangsung cukup lama.Jerawat yang muncul biasanya berukuran kecil dan berjumlah banyak. Jerawat-jerawat kecil ini akan ‘menyerang’ area wajah dan biasanya juga muncuk butiran-butiran kecil merah di area hidung dan mata.Nah, jika Anda mendapati gejala seperti yang kami jelaskan ini di momen Lebaran, Anda patut curiga nih terhadap kadar kolesterol yang ada di tubuh Anda. Meski begitu, jerawat dan kulit gatal juga bisa disebabkan oleh faktor lain selain kolesterol naik.6. Badan Terasa Berat Saat Bangun TidurCiri kolesterol naik saat Lebaran berikutnya yakni badan terasa berat ketika bangun tidur. Hal ini dikarenakan pengidap mengalami kram pada beberapa bagian tubuh. Biasanya, beberapa bagian tubuh yang mengalami kram di antaranya: telapak kaki, tumit dan jari-jari.Nah, kram ini biasanya muncul pada malam hari. Lebih sering lagi kram muncul saat terbangun tidur pada malam hari yang disertai dengan gejala badan terasa berat. Tapi jangan khawatir, Anda bisa kok mengatasinya dengan langkah sederhana.Anda bisa mengatasi kram atau badan terasa berat saat bangun tidur dengan meluruskan kaki di atas kasur. Kemudian, Anda bisa memegang telapak kaki dan dorong ke arah dalam perlahan. Cara ini terbukti efektif memperlancar aliran darah kembali. Sehingga, kram dapat hilang dan badan tidak akan terasa berat lagi.7. PusingCiri kolesterol naik di momen Lebaran yang terakhir yakni pusing atau sakit kepala. Pusing atau sakit kepala ini bisa terjadi pada bagian kepala mana pun. Bahkan, dalam kondisi yang lebih parah, sakit kepala yang dialami pengidap bisa menjulur ke leher. Sehingga, leher juga akan terasa kaku.Pusing dan sakit kepala ini disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke kepala karena kolesterol yang tinggi. Nah, sakit kepala yang berlangsung dalam waktu lama perlu diwaspadai, apalagi Anda sudah mencoba minum obat namun tetap tak kunjung mereda. Bisa jadi hal itu memicu penyumbatan pembuluh darah dan memicu stroke.Saran kami, sebaiknya Anda segera melakukan medical check up di Granostic terkait kadar kolesterol yang ada di tubuh Anda. Medical check up di Granostic ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit sejak dini dan mencegah komplikasi.Seperti yang kami informasikan sebelumnya, kadar kolesterol tinggi dapat memicu penyakit-penyakit serius seperti stroke dan penyakit jantung. Nah, dengan melakukan medical check up, Anda bisa mencegah penyakit-penyakit serius itu hinggap di tubuh Anda.Nantinya, dokter umum di Granostic juga akan merekomendasikan perawatan/pengobatan untuk menurunkan kadar kolesterol. Anda juga boleh nih melakukan medical check up sebelum Lebaran untuk mencegah kadar kolesterol naik saat momen penting tersebut.Itulah berbagai ciri kolesterol naik saat Lebaran yang perlu Anda ketahui. Ya, dengan mengetahui ciri-ciri di atas, Anda bisa segera mengambil langkah tertentu jika kolesterol naik saat Lebaran. Lebih baiknya lagi, Anda mengunjungi Granostic untuk melakukan cek kesehatan atau medical check up sebelum dan sesudah Lebaran.
Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi Saat Lebaran
Penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Mengingat, banyak orang yang kadar kolesterol dalam tubuhnya meningkat karena menyantap makanan-makanan khas Lebaran.Seperti diketahui, Lebaran identik dengan menu makanan yang lezat namun dapat meningkatkan kadar kolesterol. Misalnya: opor ayam, rendang, gulai kambing dan lainnya. Di momen ini, banyak orang berlebihan menyantap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol tersebut sehingga memicu gangguan kesehatan tertentu.Kadar kolesterol yang tinggi biasanya ’melahirkan’ rasa kesemutan pada kaki dan tangan, nyeri dada hingga sesak napas. Dalam kondisi yang lebih parah, pengidap kolesterol tinggi memicu serangan jantung hingga stroke.Nah, sekarang Anda tahu nih bahayanya jika memiliki kadar kolesterol tinggi. Oleh karenanya, kali ini kami ingin memaparkan penjelasan tentang cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Simak dengan saksama ya!1. Hindari Makanan yang Tinggi Lemak JenuhSeperti yang kami sebutkan sebelumnya, opor ayam, gulai kambing dan rendang adalah beberapa contoh hidangan Lebaran yang memiliki kandungan tinggi lemak jenuh. Memang beberapa makanan tersebut dapat memanjakan lidah tapi kalau dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu kadar kolesterol naik.Oleh karenanya, agar kadar kolesterol tidak naik saat dan setelah Lebaran, batasi atau (jika bisa) hindari menyantap makanan dengan kandungan tinggi lemak jenuh. Untuk diketahui, makanan tinggi lemak jenuh biasanya dijumpai di makanan yang digoreng (gorengan), makanan bersantan dan olahan daging merah.Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang sehat saat Lebaran. Seperti, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan dan buah-buahan.Selain itu, Anda juga bisa nih mencoba metode memasak selain menggoreng, seperti mengukus, merebus dan memanggang di momen Lebaran. Cara ini juga sangat disarankan untuk mencegah kadar kolesterol naik.2. Batasilah PorsiCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kedua yakni membatasi porsi makan, terutama terhadap makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Ya, mengontrol porsi makan saat Lebaran adalah langkah yang sangat tepat agar kadar kolesterol tetap normal.Lebih lanjut, Anda perlu menerapkan pola gizi seimbang dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Jadi, sebaiknya makanan yang Anda konsumsi sehari-hari mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan mineral yang mampu memenuhi kebutuhan asupan tubuh Anda.Cara ini, bukan saja dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, tetapi juga menyehatkan. Anda pun dapat mencegah gangguan kesehatan tertentu yang disebabkan oleh makanan-makanan yang ‘kurang ramah’ terhadap tubuh.3. Hindari Makanan Cepat Saji dan Makanan OlahanSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari makanan cepat saji dan makanan olahan. Ketahuilah makanan cepat saji memiliki kandungan kolesterol yang tinggi karena terdapat kandungan minyak jenuh.Di samping itu, makanan olahan juga memiliki kandungan minyak jenuh yang dapat memicu kolesterol tinggi. Sebagai gantinya, Anda boleh mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Ini termasuk lemak sehat ya, contoh makanannya seperti ikan berlemak, alpukat dan minyak zaitun.Nah, kalau Anda sering sekali mengonsumsi makanan cepat saji dan/atau makanan olahan, sebaiknya mulai sekarang hindari ya, termasuk saat Lebaran. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol kadar kolesterol agar tidak naik tinggi.4. Perbanyak Asupan SeratAnda mungkin belum tahu bahwa makanan yang mengandung serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan serat larut ini dapat mengikat kolesterol dan lemak. Sehingga, kolesterol dan lemak tidak akan terserap ke dalam darah.Inilah mengapa kita semua, termasuk orang yang sehat, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi serat. Agar hasilnya optimal, kita perlu menyeimbangkannya dengan mengonsumsi banyak minum air putih.Ketahuilah, mengonsumsi makanan tinggi serat bukan saja dapat menurunkan kadar kolesterol, tetapi juga menyehatkan tubuh. Dengan begitu, tubuh akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk yang dipicu oleh kadar kolesterol tinggi.5. BerolahragaCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang kelima yakni rajin berolahraga. Ada banyak pilihan olahraga yang dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya: berlari, bersepeda, berenang dan berjalan cepat.Saran kami, berolahragalah minimal 30 menit sehari selama lima kali dalam sepekan. Jangan berlebihan dalam menjalankan olahraga karena hal itu bisa memicu cedera otot, nyeri pinggang dan gangguan kesehatan lainnya.Nah, mungkin saat ini Anda memiliki anggapan bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyebalkan dan melelahkan. Anda perlu nih membuang jauh-jauh anggapan semacam itu dan senantiasa menjadikan olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan. Jika perlu, Anda bisa mencari teman untuk berolahraga bersama agar tetap terus termotivasi hidup sehat.Di sisi lain, Anda juga perlu nih mengelola stres dengan baik untuk mengatasi kolesterol tinggi. Mengelola stres bisa dilakukan dengan menjalankan meditasi, mendengarkan musik dan melakukan aktivitas sesuai hobi.6. Pantau Asupan GulaSelain opor ayam, rendang dan gulai kambing, Lebaran juga identik dengan jajanan yang lezat. Sayangnya, kebanyakan jajanan Lebaran dibuat dari gula yang banyak. Untuk mengontrol kadar kolesterol tubuh, Anda perlu membatasi atau bahkan menghindari jajanan Lebaran yang mengandung gula tinggi.Ketahuilah, mengonsumsi banyak asupan gula dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang mana hal itu dapat memicu peningkatan kadar kolesterol tubuh. Sebagai gantinya, saat Lebaran sebaiknya konsumsi saja makanan dengan gula alami, seperti aneka buah-buahan.Ada beberapa pilihan buah-buahan yang sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di antaranya, alpukat dan pisang. Di samping itu, Anda juga boleh mengkonsumsi susu kedelai lho. Susu kedelai ini memiliki kandungan asam amino dan isoflavon yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.Oh ya, selain memantau asupan gula, Anda juga perlu nih memperhatikan asupan garam. Dalam kata lain, sebaiknya kurangi atau batasi mengkonsumsi makanan dan jajanan Lebaran yang mengandung tinggi garam. Sebab, garam juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.7. Konsultasikan dengan DokterCara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran yang terakhir yakni konsultasi dengan dokter Granostic. Konsultasi terkait kadar kolesterol ini bisa dilakukan sebelum dan sesudah Lebaran. Apa sih pentingnya konsultasi dengan dokter Granostic?Sebagaimana kami jelaskan di atas, kolesterol yang tinggi dapat memicu terjadinya penyakit serius, seperti stroke dan penyakit jantung. Jadi, kadar kolesterol yang tinggi tidak boleh dibiarkan begitu saja dan perlu mendapatkan perawatan medis dari dokter.Di sisi lain, Anda juga akan mendapatkan arahan yang sangat bermanfaat dalam menjalani momen Lebaran tanpa perlu khawatir kadar kolesterol naik. Jadi tunggu apa lagi, yuk konsultasikan kesehatan Anda dengan dokter Granostic sebelum dan sesudah Lebaran!Itulah berbagai cara mengatasi kolesterol tinggi saat Lebaran. Perlu diingat, jika Anda mengalami kolesterol naik saat dan/atau sesudah Lebaran dan tidak kunjung turun, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Granostic untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Tips Agar Tidak Mudah Lapar Saat Puasa
Halo, Sobat Granostic! Berpuasa di bulan Ramadhan mengharuskan kita untuk tidak makan dan minum sejak waktu Subuh, sampai berbuka pada waktu Maghrib. Tahukah Anda, kalau ada beberapa tips yang bisa diterapkan agar tidak mudah lapar saat seharian berpuasa?Saat mulai berpuasa, terkadang rasa lapar dapat muncul sejak pagi hari. Padahal saat sahur kita sudah makan dengan porsi yang cukup, atau bahkan lebih.Rasa lapar ini bisa menyebabkan konsentrasi terganggu dan membuat aktivitas harian tak berjalan lancar.Namun Anda tak perlu khawatir, karena sebenarnya ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menyiasati hal ini. Apa saja?Langsung simak artikel ini sampai habis, ya!1. Pilih makanan sahur yang memberikan rasa kenyang lebih lamaSahur memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga stamina kita saat berpuasa. Karenanya Anda tak boleh melewatkan waktu sahur, serta memilih makanan yang tepat dan sehat untuk dikonsumsi.Tips untuk tidak mudah lapar saat puasa pertama adalah dengan memilih menu sahur yang memberikan rasa kenyang lebih lama. Jenis-jenis makanan yang masuk dalam kategori ini adalah makanan yang kaya serat, mengandung karbohidrat kompleks, dan rendah gula.Protein tanpa lemak, buah-buahan segar, sayuran hijau, susu rendah lemak atau susu almond, biji-bijian, hingga kacang-kacangan.Pastikan juga Anda mengolah makanan ini dengan tidak menggorengnya. Sebab minyak dari gorengan akan membuat Anda mudah merasa haus.2. Konsumsi Air yang CukupDon't forget to stay hydrated, Sobat! Lewat minum air mineral yang cukup saat sahur dan sepanjang malam setelah buka puasa, Anda bisa menjaga kadar cairan dalam tubuh.Ketika tubuh kita mendapatkan cukup cairan, maka keesokan harinya ketika puasa Anda tidak akan mudah merasa lelah dan lemas.Selain itu kekurangan cairan juga akan menimbulkan dehidrasi, dari yang ringan sampai berat.Dehidrasi ringan akan menyebabkan kelelahan, mulut terasa kering, rasa haus, dan sakit kepala. Karenanya sangat penting untuk minum cukup cairan setelah berbuka dan sahur.Anda dianjurkan untuk minum air setidaknya 2 liter sehari, atau setara dengan 8 gelas.Anda tak perlu meminumnya sekaligus saat sahur. Namun terapkan pola 2-4-2, yakni minum 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas kembali di malam hari (antara waktu buka dan sahur), dan 2 gelas lagi saat Anda sahur.3. Kurangi Konsumsi Gula dan Makanan ManisTips agar tidak mudah merasa lapar saat puasa selanjutnya adalah dengan mengurangi asupan gula, khususnya saat sahur.Saat berbuka puasa, mengkonsumsi kue dan minuman manis yang menyegarkan mungkin terasa menggoda. Akan tetapi ketika gula Anda turun satu atau dua jam kemudian, rasa lapar akan datang dan tubuh bisa jadi lebih lemas.Karenanya, ketika memaksa mengkonsumsi makanan dan minuman manis saat sahur, dapat membuat Anda cepat lapar di pagi harinya. Rasa lapar ini juga akan jadi lebih intens saat siang hari.Sebaliknya, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, serta kaya nutrisi dan serat. Makanan-makanan ini akan dicerna lebih lambat, sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.4. Konsumsi Makanan Berserat TinggiTelah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa makanan berserat tinggi sangat baik dikonsumsi saat buka puasa maupun sahur. Kandungan serat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk mengendalikan rasa lapar Anda. Sebab serat dicerna lebih perlahan, sehingga rasa kenyang dan energi dalam tubuh bisa bertahan kian lama.Beberapa contoh makanan yang memiliki serat tinggi adalah:- Sayuran seperti brokoli, bayam, kangkung, buncis, selada, zucchini, seledri, pare, paprika, dan wortel.- Buah-buahan seperti apel, pisang, pir, alpukat, pepaya, jambu, biji merah, berry, buah kiwi, tomat, mangga, dan nanas.- Biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti polong-polongan, kedelai, almond, kacang hijau, kacang polong.5. Jaga Keseimbangan NutrisiAgar selama puasa tak mudah lapar, penting untuk Anda memenuhi asupan nutrisi baik saat Anda buka maupun sahur.Memilih menu makanan yang kaya nutrisi saat buka akan membantu mengembalikan cairan dan energi yang hilang selama berpuasa. Sementara itu, memenuhi sahur yang tepat akan membantu puasa jadi lebih optimal.Menu makanan yang seimbang dan lengkap saat sahur meliputi karbohidrat kompleks, protein nabati dan hewani, sayur, buah, dan sebagainya. Anda juga harus melengkapi porsi tersebut dengan minum air putih secukupnya.6. Hindari Makanan yang Terlalu Pedas atau AsinSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari makanan yang terlalu pedas dan asin agar selama puasa tidak mudah lapar. Asing dari garam misalnya, dapat mengikat cairan dalam tubuh, sehingga membuat Anda mudah lemas dan haus.Sementara itu, makanan pedas juga tak baik Anda konsumsi selama sahur. Sebab makanan pedas dapat menimbulkan rasa haus terus menerus.Tak hanya itu, ketika Anda mengidap penyakit maag atau gangguan pencernaan lain, makanan pedas bisa memicu meningkatnya asam lambung dan menyebabkan rasa nyeri perut di bagian atas.7. Istirahat yang CukupTips agar tidak mudah lapar selama puasa selanjutnya adalah dengan beristirahat cukup. Ketika Anda tidak menjaga pola istirahat dengan baik, Anda akan merasa mudah lelah dan lemas di siang hari.Tidur yang cukup adalah kunci utama agar Anda bisa fit sepanjang hari. Sebab sel-sel kita akan memperbaiki dirinya saat tidur, karenanya penting untuk memastikan Anda beristirahat dengan cukup selama puasa Ramadhan.Selain itu, sistem pencernaan kita akan berjalan lebih optimal saat tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Pola tidur yang terganggu akan berpengaruh pada bakteri dalam usus. Bila terjadi ketidakseimbangan bakteri usus, saluran cerna akan rentan terhadap penyakit bahkan memicu timbulnya penyakit lain, seperti diabetes dan obesitas.Nah, Sobat Granostic, itu adalah tujuh tips agar tidak mudah lapar saat puasa Ramadhan. Mulai dari memilih makanan sahur yang tepat, mengonsumsi air yang cukup, dan menghindari makanan-makanan tertentu.Apakah Anda sudah menerapkan langkah-langkah di atas sebelumnya?Selain menerapkan pola makan dan istirahat yang tepat saat berpuasa, Anda pun perlu memperhatikan kesehatan tubuh dengan melakukan medical check up secara rutin.Klinik Granostic dapat membantu Anda dalam hal ini. Dengan pendampingan dari tim tenaga kesehatan (nakes) ahli dan dokter spesialis kami, Anda bisa memeriksakan kondisi tubuh dan mengkonsultasikan perencanaan puasa Ramadhan yang sehat.Lebih baik lagi, Anda dapat berkonsultasi bersama dokter kami secara daring (online) lewat layanan Home Service. Anda pun dapat memeriksakan kesehatan dan konsultasi langsung dengan datang ke klinik Granostic.Dapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap dan menyeluruh. Dari tes gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan banyak lainnya.Bagaimana, Sobat Granostic, tertarik untuk konsultasi bersama tim dokter kami? Langsung klik tombol Home Service di bawah ini, ya!
Cara Mengontrol Gula Darah Saat Puasa
Selama puasa, perubahan kadar gula darah sangatlah umum terjadi pada semua orang. Meski begitu, bagi penderita diabetes hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol gula darah saat puasa.Gaya hidup dan kebiasaan Anda di bulan Ramadhan mungkin mengalami banyak perubahan. Baik itu dari pola makan, jam istirahat, hingga aktivitas harian Anda.Pola makan yang tidak teratur, jam istirahat yang kurang, hingga aktivitas yang terlalu padat bisa sangat berpengaruh pada kadar gula Anda.Tak cuma berisiko mengalami hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), saat puasa penderita diabetes juga berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah).Keduanya bisa menimbulkan efek serius pada kesehatan penderita, apalagi jika tidak mendapatkan perawatan tepat waktu.Mengingat seriusnya efeknya pada kesehatan Anda, berikut kami merangkumkan lima cara mengontrol gula darah saat puasa. Simak, ya!1. Sahur dengan Nutrisi SeimbangJenis makanan yang kita konsumsi selama sahur berperan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah. Pastikan Anda memilih jenis makanan dengan kandungan nutrisi seimbang, serta memiliki indeks glikemiks yang rendah.Makanan dengan indeks glikemiks rendah tak hanya baik untuk mengontrol gula darah Anda, namun juga dapat membuat Anda merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama.Lantas apa saja asupan nutrisi yang perlu Anda penuhi saat makan sahur? Berikut daftarnya:Konsumsi karbohidrat kompleks yang mengandung serat tinggi, seperti nasi merah atau gandum. Memilih makanan yang mengandung gula alami dan menghindari pemanis buatan, misalnya buah-buahan.Mengandung protein rendah lemak, seperti ikan, daging tanpa lemak, dan susu rendah lemak.Untuk mengolah makanan, gunakan minyak dengan lemak tak jenuh, seperti minyak palem, minyak kanola, atau minyak zaitun.Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air setidaknya 8 gelas sehari. Atau konsumsi makanan dengan kandungan air yang banyak, seperti sup sayur, buah semangka, buah pir, dan banyak lainnya.2. Atur Porsi Sahur yang SeimbangSelain memperhatikan kandungan nutrisinya, Anda juga harus mengatur porsi makan sahur agar seimbang. Misalnya terlalu banyak memakan karbohidrat dan kurang asupan makanan berserat tinggi, akan menimbulkan kenaikan gula darah.Karenanya, mengatur pola makan ini sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah Anda saat puasa.Mengutip dari International Diabetes Foundation, berikut ini porsi zat gizi yang bisa Anda terapkan ketika sahur:- Karbohidrat: Anda dapat mengonsumsi karbohidrat sebanyak 45–50 persen dari total kebutuhan kalori, yakni minimal 130 gram per harinya.- Serat: tubuh Anda membutuhkan serat sebanyak 20–35 gram per hari.- Protein: Anda perlu memenuhi kebutuhan protein sekitar 20–30 persen dari total kalori per harinya.- Lemak: Anda harus mengonsumsi kurang dari 35% dari total kalori per hari.Selain itu, pastikan Anda sahur di waktu yang tepat. Anda dapat sahur mendekati waktu imsak, tujuannya untuk membantu menstabilkan gula darah Anda saat puasa.Anda juga tidak boleh melewatkan waktu sahur, selain membuat Anda kekurangan energi untuk beraktivitas, hal ini juga bisa memicu hipoglikemia. 3. Minum Air yang CukupCara mengontrol gula darah saat puasa selanjutnya adalah dengan minum air yang cukup. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi, yang bisa berdampak pada kadar gula darah dalam tubuh Anda.Dehidrasi selama berpuasa dapat memicu hormon stres dalam tubuh, yang bisa menstimulasi produksi gula darah.Akan tetapi Anda juga harus menghindari minuman dengan rasa manis. Konsumsi makanan yang manis langsung saat berbuka akan memicu lonjakan gula darah secara drastis.Hindari juga minum minuman berkafein saat sahur, karena dapat meningkatkan keinginan buang air kecil dan membuat tubuh Anda kehilangan cairan lebih cepat.Penuhi kebutuhan cairan dengan minum 8 gelas air setiap hari, atau setara dengan lebih dari 2 liter air. Anda bisa menerapkan pola 4-2-2, yakni 4 gelas di malam hari (waktu di antara buka dan sahur), serta masing-masing 2 gelas di saat buka dan sahur.Anda juga dapat memenuhi kebutuhan cairan ini dengan makan-makanan yang tinggi air, seperti sup sayur, buah semangka, jeruk, nanas, melon, dan banyak lainnya.4. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi GulaSetelah menahan lapar lebih dari 13 jam, wajar jika Anda mendamba makanan atau minuman manis yang bisa menghilangkan dahaga. Akan tetapi, demi mengontrol gula darah agar tetap normal, sebaiknya hindari makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi.Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula bisa membuat lonjakan gula darah naik drastis. Tentu hal ini akan menyebabkan banyak masalah untuk Anda sebagai seorang penderita diabetes.Anda bisa mengganti konsumsi makanan atau minuman berkandungan gula ini dengan buah-buahan. Tak cuma memberikan sensasi segar dan manis alami, buah-buahan juga kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk daya tahan tubuh Anda.Selain itu, penting juga untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula saat sahur. Tingginya gula memang akan membuat Anda lebih cepat mendapatkan energi, akan tetapi di pagi hari kadar insulin bisa turun dan menyebabkan Anda mudah lapar.5. Konsultasi dengan DokterNah, Sobat Granostic, batas normal gula darah seseorang berada di angka antara 70-130 mg/dl (miligram/desiliter).Jika gula darah Anda selama puasa kurang dari 70 mg/dl, berarti Anda mengalami hipoglikemia dan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri berpuasa.Sementara bila kadar gula darah Anda tinggi, jauh melebihi kadar normal, maka Anda harus menetralisirnya dengan memperbaiki pola makan selama puasa.Dua kondisi gula darah ini sangat mungkin terjadi pada Anda selama puasa Ramadhan. Dampaknya pada kesehatan pun bisa jadi fatal, terlebih bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.Karenanya sangat penting untuk melakukan pengecekan kadar gula darah secara rutin. Anda dapat melakukan pengecekan gula darah ini di klinik Granostic Center.Bersama dokter dan tenaga kesehatan ahli kami, Anda dapat mengetahui seberapa besar kadar gula darah Anda, apa saja pemicunya, dan bagaimana cara menetralisirnya.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan saat akan mulai dan menjalani puasa Ramadhan selama sebulan penuh.Tak hanya melakukan pemeriksaan langsung, Anda juga dapat berkonsultasi bersama dokter kami melalui layanan Home Service. Layanan ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan dokter Granostic Center secara online.Sehingga Anda dapat berkonsultasi dimanapun dan kapanpun Anda mau. Tak hanya berupa pesan singkat, Anda juga bisa melakukan panggilan video untuk melakukan konsultasi kesehatan.Apakah Anda merasakan gejala perubahan gula darah, baik itu kenaikan atau penurunan? Langsung konsultasikan keluhan Anda dengan klik tombol Home Service di bawah ini.Salam sehat, Sobat Granostic!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message