Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari Selengkapnya

Termasuk dalam penyakit gawat darurat, serangan stroke harus ditangani dengan tepat dan cepat. Selain itu, stroke pun bisa terjadi pada siapa saja dan umumnya sangat berkaitan dengan gaya hidup tak sehat. Lantas adakah tips pencegahan stroke yang efektif?
Stroke merupakan kondisi di saat pembuluh darah ke otak mengalami gangguan, sehingga oksigen dan darah tak dapat sampai ke otak. Gangguan ini bisa terjadi karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini dapat menyebabkan sel-sel otak tak berfungsi normal, bahkan mati.
Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena stroke, seperti gaya hidup tak sehat, faktor keturunan, hingga pertambahan usia.
Meski berakibat fatal, penyakit ini dapat dihindari dengan menerapkan tips pencegahan stroke berikut ini:
1. Kontrol Tekanan Darah
Tips pencegahan stroke yang pertama adalah mengontrol tekanan darah. Langkah ini sangat penting, mengingat tekanan darah tinggi merupakan penyebab terbesar terjadinya stroke.Tekanan darah yang tinggi akan membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh, dan memicu penyumbatan pembuluh darah. Keduanya bisa melemahkan pembuluh darah arteri, yang akhirnya membuat pembuluh arteri jadi lebih mudah pecah. Karena alasan ini pulalah banyak kasus stroke yang diasosiasikan dengan penyakit darah tinggi.
Anda bisa mengontrol tekanan darah agar stabil dengan memperbaiki pola konsumsi dan gaya hidup. Seperti mengurangi asupan garam, tidak makan makanan tinggi kolesterol, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Selain itu latih tubuh secara teratur dengan rutin berolahraga dan menghindari minum alkohol, serta kurangi merokok.
2. Jaga Kadar Kolesterol
Pada dasarnya, apa yang kita makan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Jika Anda tidak memperhatikan dengan baik kadar kolesterol pada tubuh dan menerapkan diet tak sehat, maka kolesterol dalam tubuh bisa meningkat.Jangan menganggap bahwa kondisi ini hanya terjadi pada orang tua, namun juga pada anak muda yang memiliki kebiasaan tak sehat. Kebiasaan buruk ini sangat berpotensi meningkatkan risiko terkena stroke.
Demi menjaga kadar kolesterol agar selalu stabil, Anda bisa melakukan pemeriksaan secara rutin. Pemeriksaan kolesterol ini pun dapat menjadi Langkah dini untuk mendeteksi gejala awal stroke. Selain itu, Anda dapat beralih ke menu makanan yang lebih sehat seperti mengonsumsi daging tanpa lemak, sayur, biji-bijian, dan buah-buahan.
Bila kadar kolesterol Anda sangat tinggi, melebihi 190 mg/dL, biasanya dokter akan menganjurkan untuk meminum obat penurun kolesterol.
3. Kelola Diabetes
Tahukah Anda bahwa diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko stroke? Karenanya, sebagai tips pencegahan stroke Anda perlu mengelola diabetes dengan baik.Melansir dari American Diabetes Association, seseorang dengan diabetes akan memiliki rasio terkena stroke lebih besar, yakni 1,5 kali daripada orang normal.
Hal ini karena, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Penyumbatan ini kemudian akan mengganggu suplai oksigen dan darah ke otak, yang akan menyebabkan serangan stroke.
Sebagai langkah mengelola diabetes Anda harus memperhatikan dan menerapkan pola konsumsi yang sehat. Misalnya dengan menghindari makanan dan minuman yang manis, menu-menu cepat saji, serta melakukan latihan fisik yang rutin.
Selain itu, rutinlah untuk melakukan medical check up demi mengetahui kadar gula darah Anda dan mendapatkan arahan diet sehat langsung dari dokter spesialis.
4. Berhenti Merokok
Merokok secara umum memang tak baik untuk Kesehatan tubuh. Bahkan, kebiasaan ini juga bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena stroke. Bagaimana bisa?Ini karena merokok dapat memicu penggumpalan darah dan penyempitan pembuluh darah, yang menimbulkan gangguan pada aliran darah di otak.
5. Batasi Konsumsi Alkohol
Selain rokok, Anda juga harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Sebab jenis minuman ini dapat memicu peningkatan tekanan darah dan fibrilasi atrium. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan seseorang untuk terserang stroke.Tak hanya itu, minuman beralkohol pun tinggi kalori, sehingga dapat menyebabkan berat badan meningkat bahkan obesitas. Kondisi ini juga berpotensi untuk membuat risiko terkena stroke makin tinggi.
6. Makan Makanan Sehat
Telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa menjaga pola makan yang tepat sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh, serta mencegah stroke.Selain makanan cepat saji dapat memicu kenaikan tekanan darah, kolesterol, hingga diabetes. Pola makan tak sehat pun dapat memicu kelebihan berat badan dan obesitas, yang juga dapat meningkatkan risiko terkena stroke.
Karenanya, Anda dapat beralih mengonsumsi menu-menu sehat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ikan, daging unggas serta daging tanpa lemak sebagai cara mencegah stroke.
7. Olahraga Secara Teratur
Tips pencegahan stroke selanjutnya adalah dengan berolahraga secara teratur. Ketika Anda berolahraga rutin, paling tidak 30 menit sehari, tubuh akan lebih bugar dan faktor pemicu stroke dapat dikurangi.Anda tidak perlu melakukan jenis olahraga yanh berat secara langsung. Melainkan mulai dari olahraga ringan yang dapat Anda lakukan setiap hari, baik di pagi ataupun di sore hari.
Baca Juga: Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita Stroke
8. Pertahankan Berat Badan Sehat
Obesitas dan kelebihan berat badan bisa meningkatkan faktor terjadinya stroke. Karenanya, Anda perlu memperhatikan berat badan dan mempertahankannya dalam kadar yang sehat.Lakukan diet sehat dengan mengonsumsi real food, berolahraga secara rutin, serta menghindari makanan atau minuman yang tinggi garam dan gula.
9. Kelola Stress
Stress berlebihan juga bisa menjadi faktor risiko terjadinya stroke. Karenanya, penting untuk Anda menjaga kesehatan pikiran dan mengelola stres dengan baik, sebagai pencegahan stroke.Pengendalian stress ini bisa Anda lakukan dengan mengontrol emosi dan tidur cukup.
Emosi yang berlebihan akan meningkatkan produksi hormon epinefrin, yang dapat memicu peningkatan tekanan darah. Sehingga risiko terkena stroke pun akan lebih besar.
Begitu pula saat Anda kurang tidur, tubuh yang Lelah sangat berkaitan juga dengan kadar stress. Kondisi ini akan meningkatkan risiko terkena stroke.
10. Mengobati Kondisi Medis Lainnya
Beberapa faktor yang menyebabkan stroke berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti hipertensi dan diabetes. Karenanya, untuk pencegahan stroke, baiknya Anda rutin mengontrol dan mengobati kondisi medis tersebut dengan baik.Lakukan pengecekan rutin bersama dokter spesialis dan klinik terpercaya. Kemudian diskusikan bagaimana upaya penanganan yang tepat, serta cara mengontrol gejala-gejala kondisi medis tersebut dengan baik sehingga tidak menyebabkan komplikasi dan memicu stroke.
11. Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Granostic
Meskipun sangat fatal, stroke terkadang memiliki gejala awal yang ringan dan sangat umum. Akibatnya, banyak penderita stroke baru yang tidak menyadari gejala-gejala tersebut.Nah, Sobat Granostic, hal inilah yang membuat tes kesehatan sangatlah penting untuk Anda lakukan secara rutin. Tak hanya untuk mendeteksi stroke, ketika tes kesehatan rutin Anda bisa menemukan masalah-masalah kesehatan lain sejak dini dan melakukan penanganan tepat untuk meminimalisir dampaknya.
Klinik Granostic dapat menawarkan layanan tes kesehatan terlengkap untuk Anda, demi mendeteksi stroke sejak dini. Misalnya pemeriksaan fisik, tes darah lengkap, CT Scan, dan banyak lainnya.
Yuk, Sobat, lindungi diri dan keluarga Anda dari stroke dengan cek kesehatan rutin di Klinik Granostic!

