Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Sudah Tau Dampak dari Penyakit Stroke? Ini Penjelasannya!

dampak penyakit stroke

Serangan stroke dapat menimpa siapa saja, baik orang dewasa, lanjut usia, hingga anak-anak muda. Termasuk dalam kondisi medis yang fatal, kira-kira tahukah Anda apa saja dampak dari penyakit stroke pada tubuh?
Serangan stroke pada dasarnya terjadi Ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan, baik karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
Kondisi ini akhirnya menyebabkan otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Akibatnya, sel-sel pada sebagai area otak akan mengalami kerusakan hingga mati.
Serangan stroke ini dapat terjadi secara tiba-tiba, dan meskipun tingkat keparahannya berbeda pada tiap orang, perlu adanya penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang membahayakan.
Bagaimana gejala dan dampak dari serangan stroke ini pun dapat berbeda-beda pada tiap individu. Karena sangat bergantung pada bagian otak mana yang mengalami kerusakan, apakah bagian kiri atau kanan.
Namun, secara umum, berikut adalah dampak-dampak dari penyakit stroke pada pasien yang harus Anda tahu.

1. Dampak Fisik 

Dampak yang paling terlihat dan umum terjadi oleh penyakit stroke adalah pengaruhnya pada kondisi fisik pasien. Pada gejala stroke ringan misalnya, bisa terjadi kelumpuhan sebagian anggota tubuh, wajah yang tampak turun sebelah, dan banyak lainnya.
Lebih lengkap, berikut penjelasan yang dapat Anda pelajari:

Kelemahan atau Paralisis 

Tahukah Anda, penyakit stroke dapat mengganggu bahkan merusak sistem saraf yang ada di otak. Hal ini membuat otak tidak dapat menerima pesan dengan benar dari organ saraf lainnya, sehingga menimbulkan paralisis atau kelemahan pada tubuh.
Jenis paralisis atau kelemahan yang terjadi pada penderita stroke dapat dilihat dari:

Gangguan Koordinasi dan Keseimbangan 

Penyakit stroke pun dapat memicu gangguan keseimbangan pada pasien. Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan mobilitas otot, sehingga keseimbangan tubuh pun terganggu.
Apa yang dimaksud dengan gangguan keseimbangan pada stroke ini meliputi ketidakmampuan pasien untuk mengatur perpindahan berat badan. Serta berkurangnya kemampuan untuk menggerakkan otot keseimbangan tubuh.

Kesulitan Menelan (Disfagia) 

Telah kita singgung sebelumnya, bahwa gangguan sistem saraf yang diakibatkan oleh penyakit stroke dapat menyebabkan gangguan menelan. Lebih spesifiknya, gangguan menelan ini terjadi karena area otak yang mengatur fungsi menelan mengalami gangguan.
Gangguan menelan ini merupakan kondisi pasca serangan stroke, yang sebagian besar dapat Kembali normal dalam kurun waktu 7 hari. Namun tak sedikit juga kasus dimana gangguan menelan ini bersifat menetap.

Nyeri 

Rasa nyeri yang dialami oleh penderita stroke pun bisa datang karena terjadinya kerusakan sistem saraf. Biasanya rasa nyeri ini pun datang dengan kesemutan pada anggota tubuh gerak, seperti pada tangan dan kaki pasien.

Kelelahan 

Merasakan kelelahan adalah dampak fisik lainnya yang terjadi pada penderita stroke. Kondisi ini bisa bertambah buruk apabila pasien mengalami depresi karena serangan stroke.
Karenanya butuh penanganan yang segera dan dukungan dari lingkungan sekitar agar pasien stroke dapat pulih serta menjalani kehidupan yang lebih baik.

2. Dampak Kognitif 

Selain dampak secara fisik, penyakit stroke pun bisa berefek pada sistem kognitif penderitanya. Beberapa jenis dampak kognitif yang diakibatkan oleh penyakit stroke antaralain:

Gangguan Memori 

Saking seringnya dampak ini terjadi pada pasien, kehilangan dan gangguan memori menjadi salah satu gejala umum dari stroke.
Tingkat gangguan memori pada penderita stroke ini memiliki skala yang berbeda-beda pada tiap individu. Dapat berkaitan dengan usia pasien, tingkat keparahan penyakit stroke, area otak mana yang terkena dampak, serta bagaimana dukungan sosial yang dimiliki oleh penderita.

Kesulitan Berpikir dan Mengambil Keputusan

Penderita stroke pun akan mengalami kesulitan untuk berpikir dan mengambil keputusan. Hal ini berkaitan juga dengan gangguan memori, karena penderita stroke bisa saja tidak mengingat dengan baik situasi apa yang terjadi. Bahkan kesulitan untuk mengutarakan apa yang mereka inginkan lewat kalimat yang utuh.

Gangguan Perhatian dan Konsentrasi 

Penderita stroke pun sangat rentan mengalami gangguan konsentrasi dan perhatian, yang juga akan berpengaruh atau berkaitan dengan kemampuan mengingat dan berpikir pasien.

3. Dampak Komunikasi 

Sobat Granostic, telah banyak kita singgung sebelumnya bahwa salah satu gejala awal penyakit stroke adalah pasien tampak kesulitan bicara atau berkomunikasi. Ini karena penyakit stroke memang memberikan dampak tertentu pada kemampuan komunikasi penderitanya.

Afasia 

Menurut artikel Kesehatan Universitas Airlangga, 17-38 persen pasien stroke mengalami afasia, yang merupakan gangguan kebahasaan di otak.
Bentuk gangguan kebahasaan ini pun ada banyak bentuknya seperti kesulitan untuk membaca dan menulis, terus mengulang-ulang kata, dan sejenisnya.

Dysarthria 

Sementara itu, disartria merupakan kondisi dimana otot-otot untuk bicara menjadi terlalu lemah, sehingga penderita sulit untuk mengendalikannya. Akibatnya, kondisi ini menyebabkan penderitanya jadi cadel atau berbicara terlalu lambat.
Disartria ini sangat umum terjadi pada pengidap stroke, yang bisa jadi gejala awal serangan hingga berlangsung pada pasca serangan.

4. Dampak Emosional dan Psikologis 

Penyakit stroke tak hanya dapat memberikan dampak pada fisik pasien, namun juga memberikan efek yang besar pada sisi emosional dan psikologis mereka. Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan yang sangat signifikan pada kualitas hidup penderita stroke.
Serangan stroke yang terjadi secara mendadak dapat menimbulkan dampak jangka panjang hingga permanen dalam diri seseorang. Seperti keseimbangan gerak tubuh, ketidaksempurnaan dalam berkomunikasi, dan banyak lainnya.
Keterbatasan ini tentu akan membuat penderita merasa tidak berdaya dan sangat mungkin untuk mengalami depresi. Karena itu, sebagai bagian dari langkah pemulihan pasca stroke, orang-orang terdekat sangat penting untuk membangun lingkungan yang kondusif dan optimis pada penderita.


Baca Juga: Apa Saja Tips Pencegahan Stroke? Pelajari Selengkapnya

5. Dampak Sosial dan Ekonomi 

Serangan stroke pun dapat memberikan banyak dampak pada aspek sosial dan ekonomi penderitanya. Dengan keterbatasan fisik pasca stroke, akan sulit untuk seseorang kembali beraktivitas secara normal. Serta dibutuhkan waktu yang tak sebentar sebagai upaya pemulihannya.
Pengobatan dan upaya pemulihan pasca stroke pun pastinya membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang tak sedikit. Sehingga sangat wajar bahwa seseorang pengidap stroke rentan untuk kehilangan semangat mereka dan menjadi depresi.
Dalam hal ini, peran keluarga dan lingkungan sangatlah penting sebagai bentuk dukungan. Sehingga pengidap akan lebih bersemangat untuk melanjutkan pengobatan dan upaya pemulihan yang dijadwalkan oleh dokter.

6. Dampak pada Kualitas Hidup (Penurunan Kemandirian) 

Penyakit stroke pun dapat memberikan dampak pada kualitas hidup, khususnya karena gangguan fisik, kognitif, dan komunikasi akan berefek pada kemandirian pasien. Keterbatasan ini akhirnya membuat pasien akan sangat bergantung pada orang di sekitarnya, dan tidak bisa beraktivitas dengan normal.

7. Komplikasi Medis 

Serangan stroke bisa membawa efek tak baik pada kesehatan tubuh dan menurunkan kualitas hidup pasien. Bahkan, bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, stroke bisa membawa komplikasi medis, seperti:

Pneumonia Aspirasi 

Pneumonia aspirasi merupakan gangguan pada saluran pernapasan akibat masuknya zat yang bukan udara pada saluran tersebut, seperti makanan, minuman, atau air liur.
Pasien stroke rentan terkena komplikasi penyakit lain, salah satunya adalah pneumonia. Komplikasi ini dapat terjadi karena adanya mekanisme aspirasi, yang mempengaruhi koordinasi dan refleks menelan pada pasien.

Trombosis Vena Dalam (DVT) 

Merupakan gangguan pada pembuluh darah balik (vena), yang terjadi karena adanya pembentukan gumpalan darah. Penyakit ini pun bisa jadi salah satu komplikasi dari serangan stroke yang harus Anda waspadai.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) 

Serangan stroke pun bisa menyebabkan komplikasi berupa infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan kerja sistem imun, disfungsi kandung kemih, juga meningkatnya penggunaan kateter urine pada pasien stroke.

Masalah Kulit 

Masalah kulit yang terjadi pada stroke umumnya adalah ulkus dekubitus. Kondisi ini terjadi karena cedera pada jaringan Bawah kulit, disebabkan oleh kemampuan bergerak dan pindah tempat yang berkurang.

Nah, Sobat Granostic, setelah menyimak berbagai dampak dari penyakit stroke di atas, Anda pasti setuju bahwa sangat penting untuk melakukan upaya pencegahan. Sebab serangan stroke pun dapat terjadi berulang dan memberikan dampak panjang pada kesehatan, serta menurunkan kualitas hidup.
Anda dapat mencegah stroke ini dengan menerapkan gaya hidup sehat, serta rutin melakukan cek kesehatan bersama dokter spesialis di Klinik Granostic.
Sebab, Klinik Granostic pun memiliki Dokter Spesialis Neurologi yang berpengalaman, alat cek kesehatan yang lengkap dan canggih, serta pelayanan yang cepat dan tanggap.
Yuk, lindungi diri dan keluarga Anda dari serangan stroke dengan cek kesehatan rutin bersama Klinik Granostic!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message