Yuk Ketahui! Jenis Terapi Stroke
![]()
Tak seperti serangannya yang tiba-tiba, stroke memberikan dampak fatal dan berkepanjangan pada tubuh penderita. Karenanya, sangat penting bagi pasien untuk melakukan terapi pasca serangan stroke sesuai dengan rekomendasi dokter. Lantas tahukah Anda apa saja jenis terapi stroke tersebut?
Serangan stroke, ringan atau berat, memiliki dampak yang gawat pada penderitanya. Akibat terganggunya pasokan darah ke otak, asupan nutrisi dan oksigen pun tak dapat terpenuhi. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak mengalami kerusakan, hingga mati.
Dampak penyakit stroke ini tak hanya dapat dirasakan oleh pasien ketika terjadi serangan. Melainkan memberikan efek jangka panjang, yang berupa menurunnya fungsi tubuh. Misalnya kelumpuhan sebagian area tubuh, kesulitan menelan, kesulitan bicara, dan banyak lainnya.
Karenanya, direkomendasikan bagi pasien stroke untuk melakukan serangkaian jenis terapi sesuai dengan arahan dokter spesialis, seperti dalam ulasan berikut ini.
1. Fisioterapi (Physical Therapy)
Saat terserang stroke, seseorang dapat mengalami kelemahan otot dan paralisis. Karenanya, fisioterapi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fisik pasien yang melemah akibat serangan stroke dalam jangka Waktu lama.Prosedur fisioterapi pun selalu difokuskan untuk melatih kemampuan fisik atau motorik pasien. Misalnya, melakukan Latihan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh serta kekuatan otot, menggunakan alat bantu jalan, dan sejenisnya.
Perlu dipahami, bahwa prosedur fisioterapi ini selalu disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan serangan stroke.
Pada seseorang yang mengalami stroke ringan dan hanya mengalami kesulitan menggerakkan tangannya, maka prosedur terapi fisik ini akan berfokus untuk menangani masalah tersebut.
Namun, bila seseorang mengalami kelumpuhan pascastroke, maka dokter akan merekomendasikan prosedur yang lebih beragam untuk mengembalikan satu per satu kemampuan fungsi tubuh.
2. Terapi Okupasi (Occupational Therapy)
Selanjutnya adalah terapi okupasi atau occupational therapy, yang dilakukan untuk memulihkan kemampuan pasien pascastroke dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.Jenis latihan yang dilakukan pun akan disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas pasien, seperti latihan makan sendiri, menggosok gigi, dan banyak lainnya.
3. Terapi Wicara dan Bahasa (Speech and Language Therapy)
Selanjutnya adalah terapi wicara dan bahasa, yang umumnya juga dilakukan beriringan dengan terapi okupasi. Jenis terapi ini sangat penting dilakukan, sebab penderita stroke sangat rentan mengalami penurunan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa.Kondisi ini terjadi karena berkurangnya koordinasi di otak atau terdapat gangguan pada motorik lidah dan mulut, akibat serangan stroke.
Jenis terapi stroke ini dapat dibimbing oleh terapis bicara dan Bahasa, yang akan membantu melatih pasien untuk berbicara dengan jelas dan runtut.
Akan tetapi jika gangguan bicara yang pasien alami makin parah, maka terapi stroke akan dilakukan dengan menawarkan cara berkomunikasi lain selain komunikasi verbal.
4. Terapi Kognitif (Cognitive Therapy)
Jenis terapi untuk pasien stroke selanjutnya adalah terapi kognitif atau cognitive therapy. Terapi ini bertujuan untuk mengembalikan kemampuan berpikir dan penalaran pada pasien stroke. Sehingga pasien bisa memahami situasi dengan baik, kemudian dapat mengelola respon emosional dirinya seperti sedia kala.Sebab, pasien stroke pun sangat rentan mengalami penurunan kemampuan berpikir dan kesulitan untuk memahami pembicaraan. Karenanya, kondisi ini pun umumnya dapat mempengaruhi perubahan perilaku dan sisi emosional pada pasien.
5. Terapi Psikologis dan Dukungan Emosional
Telah disinggung sebelumnya, bahwa seseorang yang terkena stroke akan sangat rentan mengalami perubahan perilaku dan memiliki emosi yang tidak stabil. Karenanya, penting dilakukan terapi khusus yang membantu memulihkan kondisi psikologis dan dapat memberikan dukungan emosional pada pasien.Terlebih, seseorang yang telah mengalami stroke sangat rentan untuk mengalami depresi. Kondisi ini dapat dilihat dari kebiasaan pasien yang cenderung menarik diri dan pesimistik terhadap kesembuhannya.
Oleh sebab itu, dalam proses penyembuhan dan pemulihan, sangat penting bagi kerabat dan orang-orang terdekat pasien stroke selalu memberikan pendampingan serta dukungan. Sehingga mereka dapat lebih semangat dan optimis.
6. Terapi Musik (Music Therapy)
Selanjutnya adalah terapi music, yang juga berdampak baik untuk proses pemulihan pasien stroke. Jenis terapi ini melibatkan proses mendengarkan musik dan juga didampingi oleh terapis dalam penerapannya.Terapi musik memberikan banyak manfaat pada pasien stroke, seperti:
- dapat membantu pasien untuk mengembangkan koordinasi tubuh,
- meningkatkan daya ingat,
- membuat mood jadi lebih baik dan memberikan efek relaksasi,
- serta membantu pengalihan rasa nyeri dan sakit pada pasien.
7. Terapi Aquatic (Aquatic Therapy)
Selanjutnya adalah terapi akuatik, yang menggunakan media air serta bertujuan untuk memulihkan kualitas fungsi tubuh bagi penderita stroke. Jenis terapi stroke ini pun dikatakan memiliki efek yang sangat baik untuk mengembalikan fungsi otot serta pada keseimbangan tubuh pasien.Karena memiliki sifat daya apung, media air bisa memberikan perlindungan terhadap beban berlebihan selama latihan. Pasien pun akan langsung didampingi oleh terapi ahli.
8. Robot-Assisted Therapy
Seperti namanya, robot-assisted therapy mengacu pada terapi stroke yang menggunakan perangkat cerdas robotic untuk memantau gerakan dan posisi pasien stroke. Kemudian perangkat cerdas ini akan memberikan umpan balik untuk berinteraksi dengan pasien.Selain itu, terapi dengan didampingi robot ini pun diklaim memiliki keuntungan tertentu dibanding terapi biasa. Seperti jenis pelatihan yang terstandarisasi, dukungan adaptif, serta peningkatan intensitas dan dosis pelatihan.
9. Terapi Akupunktur
Jika Anda termasuk seseorang yang suka dengan hal-hal tradisional, terapi akupuntur pun bisa dapat dipertimbangkan. Dengan catatan, Anda juga harus mengonsultasikannya dengan dokter spesialis yang menangani pasien stroke tersebut.Akupuntur sendiri dapat menjadi pelengkap metode rehabilitasi medik untuk pasien stroke. Pasalnya, akupuntur dikatakan dapat merangsang kemampuan tubuh untuk melawan atau mengatasi penyakit, serta memperbaiki ketidakseimbangan energi dalam tubuh pasien.
Meski begitu, belum ada penelitian yang menjelaskan secara pasti mengenai efek integral dari terapi akupuntur dengan kesuksesan rehabilitasi pasien stroke. Karenanya, selalu diskusikan dengan dokter spesialis Anda terlebih dahulu sebelum menggunakan terapi ini, ya.
10. Biofeedback Therapy
Terapi selanjutnya adalah biofeedback, yakni prosedur pemulihan stroke dengan memantau kondisi fisiologis sendiri lewat bantuan instrumen dan informasi yang didapatkan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan mengendalikan kondisi fisik sehingga Kesehatan tubuh akan meningkat.Prosedur ini pun menggunakan elektroda yang dapat memantau waktu dan aktivitas otot pada pasien. Sehingga pasien stroke dapat memperoleh umpan balik mengenai kondisi ototnya baik secara auditori maupun visualisasi gerakan-gerakan ototnya.
11. Virtual Reality Therapy (VR Therapy)
Last but not least, virtual reality (VR) therapy, yang bisa memberikan pengalaman pada pasien untuk melihat anggota tubuhnya bergerak secara virtual.Menurut Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, VR therapy dapat memberikan harapan baru pada pasien pascastroke. Penggunaan VR therapy ini pun dapat membuat proses pemulihan stroke menjadi lebih ringan, karena tak terbatas waktu, tempat, dan memiliki pendekatan yang berbeda untuk mempercepat proses mandiri pasien.
Baca Juga: Yuk Pelajari! Pemulihan Untuk Penderita Stroke
Masalah penurunan fungsi tubuh akibat serangan stroke tentu akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Karena itu, perlu diterapkannya serangkaian terapi pascastroke yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
Jika Anda ingin berkonsultasi lebih jauh mengenai rangkaian penanganan dan terapi pascastroke, Anda dapat mempercayakannya pada Klinik Granostic.
Sebab, Klinik Granostic memiliki Dokter Spesialis Neurologi yang berpengalaman dan ahli dibidangnya.
Untuk mempermudah proses penanganan, Anda bisa langsung memanfaatkan layanan Home Service kami. Sehingga Anda dapat terhubung langsung dengan tim medis Klinik Granostic, kemudian membuat janji temu yang paling ideal untuk konsultasi tatap muka.
Yuk, lindungi keluarga Anda dan diri sendiri dengan rajin tes kesehatan di Klinik Granostic!

