Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Jenis Sarkoma Ewing yang Perlu Diketahui
Ewing sarcoma jenisnya ada lima. Jenis sarkoma ewing ini diklasifikasikan berdasarkan letak kemunculannya atau awal pertumbuhannya. Untuk mengetahui secara detail jenis sarkoma ewing, simak artikel ini sampai tuntas ya!Apa itu ewing sarcoma? Sarcoma ewing atau disebut juga sarkoma ewing adalah jenis tumor ganas atau kanker yang pertumbuhan awalnya di tulang.Sarkoma ewing ini bisa tumbuh di berbagai tulang tubuh, seperti tulang paha, tulang panggul, tulang lengan atas, tulang kering dan lainnya. Dalam sejumlah kasus, kanker sarkoma ewing juga dapat tumbuh di jaringan lunak sekitar tulang, seperti lemak, otot dan/atau jaringan ikat.Letak pertumbuhan awalnya ini lantas membuat ewing sarcoma dibagi menjadi lima jenis. Berikut ini jenis sarkoma ewing yang perlu Anda ketahui:1. Sarkoma Ewing TulangSeperti namanya, ewing sarcoma jenisnya ini tumbuh di bagian tulang tubuh. Misalnya, tulang paha, tulang panggul, tulang rusuk dan/atau bagian tulang lainnya.Sarkoma ewing tulang ini berpotensi merusak bagian tulang yang terserang. Akibatnya, struktur tulang yang terserang akan melemah dan sangat rentan mengalami cedera apabila terkena benturan.GejalaGejala sarkoma ewing tulang pada awal pertumbuhannya mungkin tidak terasa dan tidak diketahui oleh penderitanya. Pada saat sarkoma ewing tulang membesar, gejala-gejala ini akan dirasakan oleh penderita:● Muncul benjolan pada bagian tubuh yang terkena sarkoma ewing tulang.● Demam.● Sering mengalami keringat dingin saat malam hari.● Nyeri tak tertahankan.● Cedera atau bahkan patah tulang saat mengalami benturan.PenyebabPenyebab sarkoma ewing tulang cukup beragam. Di antaranya: faktor genetik, efek samping pengobatan yang menggunakan radiasi seperti radioterapi dan cedera tulang.Identifikasi AwalDalam melakukan identifikasi awal, dokter mulanya akan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan menggunakan X-ray hingga biopsi untuk mendapatkan kejelasan terkait ewing sarcoma jenisnya yang dikeluhkan oleh penderita.2. Sarkoma Ewing EkstrakranialJenis sarkoma ewing yang kedua yaitu sarkoma ewing ekstrakranial. Ewing sarcoma jenisnya ini mulanya tumbuh di jaringan saraf tubuh. Jika tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, tumor kemungkinan akan mengalami penyebaran ke bagian tubuh lainnya.GejalaGejala sarkoma ewing ekstrakranial yang seringkali dikeluhkan penderita di antaranya: rasa nyeri yang berlangsung lama, demam yang (juga) berlangsung lama, tubuh mudah lelah dan nafsu makan menurun. Jika kondisi semakin parah, benjolan akan muncul di permukaan kulit pada bagian tubuh yang terserang.PenyebabSarkoma ewing ekstrakranial kemungkinan dipicu oleh faktor keturunan, perubahan genetik, paparan radiasi dan paparan zat kimia berbahaya. Meski begitu, penyebab pastinya dari penyakit serius ini masih belum diketahui.Identifikasi AwalDokter akan melakukan identifikasi awal dengan menanyakan riwayat dan kondisi kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan melakukan scanning untuk mendeteksi keberadaan dan tingkat keparahan sarkoma ewing ekstrakranial, seperti melakukan foto rontgen, CT scan dan/atau PET scan.3. Sarkoma Ewing Tulang LunakSeperti namanya, sarkoma ewing tulang lunak adalah jenis sarkoma ewing yang tumbuh pertama kali di tulang lunak. Pertumbuhan jenis sarkoma ewing ini bisa di berbagai tulang lunak tubuh ya.GejalaCiri-ciri kanker sarkoma ewing tulang lunak atau gejalanya meliputi: muncul rasa sakit atau nyeri tak tertahankan yang datang dan pergi, muncul pembengkakan, demam dan cedera tulang. Dalam kondisi yang parah, penderita bisa mengalami patah tulang karena tulang yang terserang sarkoma ewing mengalami kerusakan parah.PenyebabPenyebab ewing sarcoma jenisnya tulang lunak ini belum diketahui secara pasti. Tapi jelasnya, ewing sarcoma tulang lunak muncul saat sel-sel tumbuh tidak normal dan terkendali.Identifikasi AwalUntuk melakukan identifikasi awal atau diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Dokter lantas akan melakukan pemeriksaan fisik seperti menggunakan X-ray dan biopsy untuk memperoleh kejelasan letak dan stadium sarkoma ewing tulang lunak yang diderita oleh pasien.4. Tumor Primer Paru-paruTumor primer paru-paru adalah ewing sarcoma jenisnya yang tumbuh pertama kali di dalam organ paru-paru. Jenis sarkoma ini sangat berbahaya karena menyerang organ penting tubuh.GejalaPada stadium awal, penderita tumor primer paru-paru mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, jika tumor semakin parah, penderita biasanya merasakan gejala-gejala berikut ini:● Sesak nafas.● Suara jadi serak.● Batuk terus-menerus, bahkan terkadang disertai dengan keluar darah.● Nyeri dada.● Tubuh jadi lemas.PenyebabPenyebab utama tumor primer paru-paru yakni terpapar zat beracun karsinogen secara terus-menerus atau berlangsung lama. Zat beracun karsinogen ini dapat membuat perusahan sel tidak normal sehingga bermutasi menjadi sel kanker atau tumor.Identifikasi AwalBeberapa tindakan identifikasi awal yang dilakukan dokter biasanya dengan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara rontgen dada, CT scan, sitologi dahak dan/atau biopsi (jika perlu).5. Tumor pada Jaringan Saraf (PNET)Ewing sarcoma jenisnya yang terakhir yaitu tumor pada jaringan syaraf atau PNET (Primitive Neuroectodermal Tumors). Seperti namanya, jenis sarkoma ewing ini bermula tumbuh di jaringan saraf tubuh. PNET juga bisa lho tumbuh di sistem saraf pusat, termasuk otak, tulang belakang dan sumsum.GejalaCiri-ciri kanker sarkoma ewing PNET yang juga menjadi gejala umumnya yakni sakit kepala, tubuh mudah lelah, muntah dan kejang. Selain itu, penderita mungkin akan mengalami nyeri punggung atau kaki, sulit bergerak termasuk juga sulit berjalan dan mengalami gangguan fungsi kandung kemih dan usus.PenyebabTernyata penyebab tumor pada jaringan saraf atau PNET ini masih belum diketahui sampai sekarang. Penyakit serius ini pun tidak ada kaitannya dengan faktor keturunan atau genetik yang diwariskan oleh keluarga. Jadi, jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena PNET, anggota keluarga lainnya tidak akan berisiko terkena penyakit yang sama.Identifikasi AwalDokter akan melakukan identifikasi awal dengan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan penderita PNET. Beberapa metode penentuan diagnosis seperti CT Scan dan MRI juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi letak dan stadium PNET yang diidap oleh penderita.Itulah jenis sarkoma ewing yang perlu Anda ketahui. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala yang kami sebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera. Anda bisa melakukan pemeriksaan di Granostic.Granostic menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi sarkoma ewing berikut tingkat keparahannya. Dengan adanya layanan ini, dokter dapat mengetahui ewing sarcoma jenisnya sekaligus menentukan pengobatan yang tepat.Ya, pengobatan sarkoma ewing memang harus didasarkan pada ukuran tumor/kanker, tingkat keparahannya dan kondisi penderita secara keseluruhan. Ketiga hal itu baru bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang tersedia di layanan Granostic.Oh ya, kanker ewing sarcoma jenisnya itu bisa sembuh dan kambuh lagi. Oleh karenanya, Anda perlu melakukan pemeriksaan secara berkala di Granostic untuk mencegah ewing sarcoma tumbuh dan kambuh.
Apa itu Sarkoma Ewing? Berikut Penjelasannya!
Apa itu sarkoma ewing atau disebut juga ewing sarcoma? Apakah ewing sarcoma termasuk penyakit serius?Ewing sarcoma adalah tumor ganas atau kanker yang tumbuh dan berkembang di tulang atau jaringan lunak sekitar tulang, seperti otot dan saraf. Jadi, bisa dikatakan sarkoma ewing adalah penyakit serius dan berbahaya.Meski begitu, sarkoma ewing tergolong penyakit kanker yang jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja usia 10 hingga 20 tahun, namun persentasenya sangat kecil. Sarkoma ewing bisa tumbuh dan berkembang di tulang bagian tubuh mana pun, seperti tulang paha, tulang lengan atas, tulang panggul dan lainnya. Penderita harus segera menanganinya agar sarkoma ewing tidak tumbuh menjadi besar dan lebih parah.Untuk mengetahui lebih detail apa itu sarkoma ewing, di bawah ini kami paparkan penjelasan selengkapnya. Kami jelaskan jenis, gejala, penyebab, tingkat keparahan (stadium) dan pengobatan ewing sarkoma yang tepat. Simak dengan saksama ya!Jenis Sarkoma EwingAda empat jenis ewing sarcoma yang perlu Anda ketahui. Keempat jenis ini dibedakan berdasarkan letak tumbuhnya kanker sarkoma ewing, berikut di antaranya:● Kanker tulang ewing: jenis sarkoma ewing ini tumbuh di bagian tulang tubuh, seperti tulang rusuk, tulang panggul, tulang selangka dan/atau bagian tulang lainnya.● Peripheral primitive neuroectodermal tumor: jenis ewing sarcoma ini tumbuh di jaringan saraf yang ada di berbagai organ tubuh.● Kanker sarkoma ewing extraosseous: jenis ewing sarcoma ini tumbuh di jaringan lunak, misalnya di tulang rawan.● Tumor askin: jenis sarkoma ewing ini tumbuh di bagian dada.Gejala Sarkoma EwingAda empat gejala sarkoma ewing yang sering kali dikeluhkan oleh penderita. Di antaranya sebagai berikut:1. Tubuh DemamGejala sarkoma ewing yang pertama yakni tubuh mengalami demam. Demam ini biasanya hilang muncul dalam jangka panjang selama penderita mengidap sarkoma ewing.2. Mudah LelahGejala yang juga menjadi ciri-ciri kanker sarkoma ewing berikutnya yakni tubuh penderita gampang lelah. Gejala ini, tentu saja, dapat menghambat aktivitasnya sehari-hari.3. PembengkakanPembengkakan juga akan terjadi pada area tubuh yang terkena ewing sarcoma. Selain itu, penderita juga mungkin akan mengalami kekakuan (juga) pada area tubuh yang terkena penyakit serius ini.4. NyeriPenderita pun bisa saja mengalami nyeri atau sakit yang tak tertahankan pada area tubuh yang terkena sarkoma ewing. Bahkan, rasa nyeri yang hebat ini sering kali membuat penderita sulit tidur.Penyebab Sarkoma EwingPenyebab ewing sarcoma sejatinya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit serius ini patut diduga dipicu oleh tiga hal berikut ini:1. Perubahan Genetik Tidak NormalSarkoma ewing patut diduga dipicu oleh perubahan genetik atau mutasi tidak normal yang terjadi usai lahir. Sebenarnya bukan saja ewing sarcoma yang diduga dipicu oleh perubahan genetik tidak normal, beberapa jenis kanker juga banyak yang dipicu oleh penyebab ini.2. Faktor KeturunanEwing sarcoma juga patut diduga dipicu oleh faktor keturunan atau pengaruh genetik dari orang tua. Seperti yang kami jelaskan di atas, beberapa jenis kanker, termasuk sarkoma ewing, bisa dipicu oleh mutasi genetik pada sel. Nah, mutasi genetik ini mungkin terjadi karena faktor keturunan.3. Paparan RadiasiPaparan radiasi yang terlalu lama pun bisa memicu tumbuhnya kanker sarkoma ewing. Paparan radiasi ini bisa berasal dari sinar UV atau matahari. Bisa juga paparan radiasi berasal dari pengobatan radioterapi dan lingkungan kerja penderita yang memang radiasinya tinggi.Stadium dan Diagnosa Sarkoma EwingSetelah mengetahui jenis, gejala dan penyebab sarkoma ewing, sekarang Anda juga perlu mengetahui stadium dan diagnosanya. Kita bahas stadium atau tingkat keparahannya terlebih dahulu.Stadium atau tingkat keparahan ewing sarcoma ditentukan berdasarkan tingkat penyebarannya di dalam tubuh. Stadium ewing sarcoma ini menjadi acuan penting bagi dokter dalam menentukan pengobatan dan/atau penanganan yang tepat.Nah, dokter pada umumnya membagi stadium ewing sarcoma secara sederhana, yakni hanya dalam dua tingkatan. Berikut kedua stadium ewing sarcoma:● Sarkoma ewing lokal: pada stadium ini, ewing sarcoma baru menyebar ke jaringan tubuh sekitar tulang, seperti tendon dan otot. Tumor, pada level ini, belum menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari letak awal pertumbuhannya.● Sarkoma ewing metastasis: pada stadium ini, tumor menyebar ke berbagai bagian tubuh, bahkan jauh dari letak awal pertumbuhannya. Seperti, paru-paru, organ hati, kelenjar getah bening dan.atau bagian tubuh lainnya.Nah, untuk mengetahui stadium atau tingkat keparahan ewing sarcoma ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan dan menanyakan gejala yang dialami penderita. Pemeriksaan dilakukan dengan melakukan metode scanning atau pemindaian untuk mengetahui letak sarkoma ewing dan seberapa besar ukurannya. Metode scanning yang biasa dilakukan yakni CT scan, MRI, PET scan dan/atau foto rontgen.Dokter juga mungkin akan melakukan biopsi untuk memastikan stadium atau tingkat keparahan sarkoma ewing yang diidap penderita. Metode biopsi ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tumor, lalu diperiksa di laboratorium.Diagnosis ini penting dilakukan guna menentukan pengobatan/penanganan yang tepat bagi penderita sarkoma ewing. Lantas, pengobatan/penanganan seperti apa yang akan dilakukan oleh dokter untuk penderita jenis kanker atau tumor ganas ini?Pengobatan dan IdentifikasiSetelah dilakukan identifikasi atau diagnosis, dokter akan menentukan pengobatan bagi penderita sarkoma ewing. Pengobatan ini ditentukan berdasarkan ukuran tumor ewing sarcoma, tingkat keparahan penyebarannya, kondisi penderita terkini dan pilihan pasien.Pada umumnya, dokter akan menyarankan tiga jenis pengobatan untuk mengatasi tumor atau ewing sarcoma, di antaranya: kemoterapi, operasi dan radioterapi. Kemoterapi sarkoma ewing adalah pemberian obat-obatan tertentu kepada penderita yang bertujuan menghentikan pertumbuhan dan membasmi sel kanker.Operasi adalah tindakan mengangkat sel kanker ewing sarcoma. Operasi ini penting dilakukan guna menjaga fungsi organ tubuh yang terkena kanker ewing sarcoma. Adapun radioterapi yakni terapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker tersisa. Radioterapi juga boleh dilakukan apabila tindakan operasi sulit dilakukan karena letak tumor berada di bagian tubuh yang susah dijangkau.Ketahuilah, kanker sarkoma ewing mempunyai kemungkinan sembuh yang tinggi apabila belum menyebar. Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk melakukan langkah pencegahan yang tepat. Langkah pencegahan ini bisa dilakukan secara sederhana kok. Bagaimana caranya?Pertama, menjalankan pola hidup sehat setiap hari. Pola hidup sehat ini terdiri dari mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, menjaga berat badan ideal, menjauhi zat-zat pemicu kanker dan stop merokok.Kedua, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi kanker ewing sarcoma sejak dini. Pemeriksaan kesehatan secara berkala ini bisa Anda lakukan di Granostic.Oh ya, di samping mempunyai tingkat kesembuhan yang tinggi sebelum menyebar, kanker ewing sarcoma juga bisa kambuh setelah sembuh. Inilah pentingnya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di Granostic guna mencegah kanker ewing sarcoma kambuh lagi!
Kenali Beberapa Komplikasi Sarcoma
Sarcoma atau sering juga ditulis ‘sarkoma’ bisa menjadi sakit komplikasi berbahaya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Sarkoma sendiri adalah jenis tumor ganas atau kanker yang menyerang jaringan lunak pada tubuh, seperti otot, lemak, saraf, tendon dan lapisan tulang sendi.Siapa pun harus waspada dengan komplikasi penyakit, termasuk yang disebabkan oleh kanker sarkoma. Oleh karenanya, penting bagi kita semua perlu mengenali gejala-gejala kanker maupun sakit komplikasi yang disebabkan olehnya.Di samping itu, kita juga perlu menangani gejala-gejala awal kanker sarcoma. Nah, pada umumnya gejala awal kanker sarcoma itu tidak tampak sehingga pengidap mungkin tidak mengetahui kalau sejatinya dia menderita penyakit serius tersebut.Meski begitu, Anda bisa melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara berkala. Penting juga bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis penyakit secara detail (jika ada). Anda juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium di Granostic ya!Mungkin Anda bertanya-tanya penyakit komplikasi apa bisa sembuh? Daripada dibuat penasaran terus, Anda bisa menanyakan hal itu ke Granostic dan mendengarkan langsung jawaban yang tepat dari dokter spesialis di sana.Nah, di bawah ini kami akan mengenalkan kepada Anda beberapa sakit komplikasi sarcoma yang sering kali terjadi. Simak dengan saksama ya!1. Sel-sel Kanker Menyebar Melalui Alirah DarahBerbagai jenis kanker sarkoma, termasuk sarkoma tulang, bisa menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain. Penyebaran sel kanker sarkoma ini dalam dunia medis disebut metastasis. Sebenarnya bukan saja sarkoma, semua jenis kanker bisa mengalami penyebaran.Penyebaran sel kanker sarkoma diawali dengan menginvasi jaringan tubuh di sekitarnya. Kemudian, sel kanker sarkoma masuk ke aliran darah dan menyebar ke jaringan dan/atau organ tubuh yang jauh dari awa mula sarkoma tumbuh.Penyebaran sel kanker sarkoma ini termasuk kondisi yang sangat serius. Sel kanker bisa saja tumbuh baru di jaringan dan/atau organ tubuh yang disinggahinya. Tentunya, penderita akan mengalami kondisi yang lebih parah dan perlu mendapatkan perawatan yang lebih intens.2. Kerusakan Organ PentingTanda-tanda sakit komplikasi sarkoma berikutnya terjadi kerusakan organ penting dalam tubuh. Ya, penyebaran sel kanker sarkoma memang bisa mengakibatkan sistem organ tubuh mengalami gangguan sehingga kinerjanya tidak normal lagi sebagaimana biasanya. Dalam kasus yang lebih parah, organ akan mengalami kerusakan.Misalnya, penyebaran sel kanker sarkoma sampai ke paru-paru dan tumbuh besar di tempat barunya itu. Maka, organ paru-paru kemungkinan akan mengalami sulit mengembang karena adanya tekanan dari sel kanker sehingga mengakibatkan penderita sesak napas.Misalnya lagi, penyebaran sel kanker sarkoma sampai ke jaringan ginjal dan tumbuh besar di organ tersebut. Maka, ginjal tidak akan berfungsi dengan normal lagi, yakni menyaring racun untuk dikeluarkan melalui urin.Terjadinya kerusakan organ penting ini sangat ditakutkan dari contoh penyakit komplikasi sarkoma. Sebab, kondisi penderita akan semakin parah.3. Kompresi Saraf atau Pembuluh DarahKanker sarkoma yang mengalami komplikasi dapat memberikan kompresi pada saraf atau pembuluh darah. Bukan saja itu, kompresi akibat tumbuhnya sel kanker ini juga bisa menyerang organ tubuh tertentu dan tulang.Terjadinya kompresi saraf atau pembuluh darah ini membuat penderita mengalami rasa sakit dan nyeri yang tak tertahankan. Bahkan, rasa nyeri yang muncul sering kali membuat penderita mengalami sulit gerak atau geraknya jadi lebih terbatas.Pada intinya, komplikasi penyakit sarkoma yang mengakibatkan kompresi saraf atau pembuluh darah membuat penderita merasakan ketidaknyamanan. Bahkan, pada malam hari, penderita sangat mungkin akan mengalami sulit tidur.4. Kehilangan Fungsi TubuhBukan hanya rasa nyeri yang hebat, kompresi saraf atau pembuluh darah juga bisa mengkibatkan kehilangan fungsi tubuh. Misalnya kehilangan fungsi pendengaran, fungsi penglihatan dan fungsi penciuman, tergantung di mana kanker sarkoma tumbuh.Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, kanker sarkoma yang mengalami penyebaran bisa mengakibatkan kehilangan ingatan. Inilah bahayanya kanker sarkoma yang perlu diwaspadai oleh siapa saja, terutama para pengidapnya. Terlebih ketika kanker sarkoma mengalami komplikasi penyakit.5. Risiko InfeksiSakit komplikasi akibat kanker sarcoma berikutnya yakni berisiko terkena infeksi. Apa kaitannya kanker sarcoma dengan infeksi?Ketahuilah, apapun jenis kanker yang diderita, termasuk kanker sarkoma tulang, bisa membuat sistem kekebalan tubuh atau imunitas mengalami penurunan. Nah, sistem imunitas ini memiliki salah satu tuhas melawan infeksi, virus maupun bakteri. Jadi, saat mengalami penurunan sistem imunitas, tubuh akan mudah terkena infeksi.Risiko infeksi yang diakibatkan oleh komplikasi penyakit sarkoma ini sangat berbahaya bagi tubuh. Bahkan, dalam kondisi yang parah, infeksi dapat mengakibatkan sepsis. Sepsis adalah respons ekstrem tubuh terhadap infeksi yang menyerang. Oleh karenanya, penting sekali bagi pengidap sarkoma untuk mengecek kondisi kesehatannya secara rutin di Granostic.6. Efek Samping PengobatanPenderita atau pengidap sarkoma pada umumnya mendapatkan pengobatan jangka panjang. Pengobatan jangka panjang ini penting dilakukan guna mengendalikan pertumbuhan sel kanker sarkoma.Akan tetapi, pengobatan sarkoma dapat menimbulkan efek samping yang buruk bagi tubuh. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, dampak buruk akibat efek samping pengobatan sarkoma bisa berakibat pada gangguan jantung dan gangguan tumbuh kembang pada anak.Oleh karenanya, pengidap sarkoma perlu mengecekkan kondisi kesehatannya ke dokter spesialis Granostic secara berkala. Dengan melakukan ini, kamu akan mendapatkan pengobatan penyakit sarkoma yang tepat dan meminimalisir efek samping pengobatan.7. Perubahan Mood dan KomplikasiTerakhir, sakit komplikasi kanker sarkoma bisa mengakibatkan perubahan mood atau suasana hati. Bahkan, dalam kondisi yang parah, perubahan mood bisa menjadi ekstrem. Pada akhirnya, penderita akan mengalami depresi, mudah marah dan/atau sedih. Di samping itu, penderita mungkin mengalami rasa putus asa dan ketakutan.Jika Anda mendapati seseorang yang mengalami perubahan mood akibat komplikasi penyakit sarkoma, Anda bisa membicarakan dengan baik-baik perasaan atau ketakutan yang dialami penderita. Dengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan penderita dan beri nasihat secara bijak serta beri dorongan untuk terus bersemangat melawan penyakit yang dideritanya.Itulah beberapa sakit komplikasi kanker sarkoma yang sering terjadi. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami komplikasi kanker sarkoma, segeralah memeriksakan diri ke Granostic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.Sebenarnya, kanker sarkoma bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana. Seperti, menjalankan gaya hidup yang sehat, mengurangi paparan radiasi penyebab kanker, menghindarkan diri dari zat berbahaya penyebab kanker dan melakukan cek kesehatan dan konsultasi dengan dokter Granostic secara berkala.Saat berkonsultasi dengan dokter Granostic, Anda bisa nih menanyakan berbagai hal penting terkait sakit komplikasi sarkoma dan gaya hidup seperti apa yang semestinya dijalankan untuk memeranginya. Anda juga bsa menanyakan penyakit komplikasi apa bisa sembuh ke dokter Granostic. Dengan senang hati, dokter Granostic akan memberikan jawaban dan solusi bagi Anda agar terbebas dari sarkoma dan penyakit serius lainnya.
Cara Pencegahan Sarcoma Sejak Dini
Sarcoma atau sering kali ditulis ‘sarkoma’ adalah jenis penyakit serius dan berbahaya, meski kasusnya tidak begitu banyak. Karenanya, penting bagi kita semua untuk mengetahui langkah pencegahan sarkoma sejak dini.Perlu diketahui, sarkoma adalah tumor yang tumbuh dan berkembang pada jaringan lunak tubuh. Tumor ini bisa berkembang besar hingga menjadi kanker apabila tidak dicegah sedini mungkin.Nah, tumor sarkoma bisa berkembang di jaringan lunak bagian tubuh mana saja. Namun, kebanyakan tumor sarkoma tumbuh di bagian perut, tungkai dan lengan.Di dalam artikel ini, kami ingin menginformasikan langkah-langkah atau cara pencegahan sarkoma sejak dini yang bisa kita lakukan. Simak dengan saksama ya!1. Pemeriksaan Kesehatan RutinCara mencegah sarkoma yang pertama yakni melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau berkala. Anda mungkin bertanya-tanya, apa sih pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin?Ketahuilah, dengan melakukan cek kesehatan rutin, Anda akan mengetahui kondisi Anda terkini. Selain itu, cek kesehatan rutin juga dapat mengidentifikasi tanda-tanda munculnya penyakit serius, seperti tumor sarkoma. Anda juga akan mendapatkan ‘wejangan-wejangan’ penting dari dokter atau tim medis untuk mempertahankan gaya hidup sehat sehingga terhindar dari contoh sarkoma.Pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa Anda lakukan di Granostic. Untuk wilayah Surabaya, Granostic menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin secara homeservice. Jadi, Anda tidak perlu pergi ke kantor kami untuk melakukan cek kesehatan.2. Gaya Hidup SehatCara mencegah penyakit sarkoma yang kedua yakni dengan mempertahankan gaya hidup sehat. Apa saja gaya hidup sehat yang perlu kita lakukan agar terhindar dari sarkoma?Setidaknya ada lima hal yang perlu lakukan, di antaranya: menjaga berat badan tetap ideal, melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, mengurangi konsumsi garam dan sodium dan menghindari makanan yang diolah dengan cara dibakar atau diasap.Dengan mempertahankan gaya hidup sehat, Anda akan terhindar dari penyakit sarkoma. Jika Anda mengidap sarkoma, mempertahankan gaya hidup sehat bisa menghambat pertumbuhannya dan mencegah penyebaran ke bagian tubuh lainnya.3. Meminimalisir Paparan Zat BerbahayaMeminimalisir paparan zat berbahaya juga penting dilakukan sebagai langkah pencegahan sarkoma dan jenis tumor/kanker lainnya. Salah satu zat berbahaya yang perlu diminimalisir atau bahkan dihindari yakni zat karsinogenik.Zat karsinogenik ini bisa dijumpai pada bahan kimia, sinar radiasi dan obat-obatan. Makanan dan minuman tertentu juga ada lho yang mengandung zat karsinogenik. Jadi, Anda perlu berhati-hati ya!Ketahuilah, zat karsinogenik yang berlebihan di dalam tubuh dapat mengakibatkan mutasi genetik pada sel. Sel lantas membelah lebih cepat, yang mana kondisi ini dapat menjadikan pembentukan sel abnormal atau tidak normal. Pada akhirnya, tumbuhlah tumor, seperti tumor sarkoma pada jaringan lunak.4. Kurangi Paparan RadiasiCara mencegah penyakit sarkoma yang keempat yakni mengurangi paparan radiasi. Anda mungkin dibuat bingung dengan poin ini karena radiasi selama ini dimanfaatkan sebagai pengobatan tumor, termasuk tumor sarkoma.Tapi ketahuilah, sebanyak 10 persen kasus tumor/kanker disebabkan oleh paparan radiasi. Paparan radiasi yang dimaksud bisa berasal dari sinar matahari, lingkungan kerja dan gawai.Nah, radiasi sendiri terdiri dari dua jenis, yakni radiasi non-ionisasi dan ionisasi. Radiasi ionisasi inilah yang dapat memicu tumbuhnya tumor/kanker dan merusak sel DNA. Beberapa radiasi yang bisa memicu efek mengerikan itu di antaranya sinar-X, sinar UV dan unsur kimia radon dalam rokok.Jadi, sekali lagi kami tekankan kepada Anda agar melakukan pencegahan sarkoma dengan mengurangi paparan radiasi. Salah satu caranya yakni dengan mengaplikasikan tabir surya.5. Penggunaan Tabir Surya dari Sinar UVCara mencegah sarkoma berikutnya yakni dengan mengaplikasikan tabir surya. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan tabir surya. Ya, tabir surya atau juga disebut sunscreen adalah salah satu produk kecantikan (skincare) yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau UV.Seperti yang kami informasikan sebelumnya, paparan sinar UV atau sinar matahari yang berlebihan dapat mengakibatkan kanker, termasuk kanker sarkoma. Inilah mengapa kami menyarankan Anda melakukan pencegahan sarkoma dengan cara mengaplikasikan tabir surya.Lantas, bagaimana cara mengaplikasikan tabir surya yang tepat agar kulit terlindung maksimal dari paparan sinar matahari atau UV? Mudah banget kok, Anda hanya perlu mengoleskan tabir surya secukupnya pada bagian tubuh terbuka dan berpotensi terpapar sinar matahari. Sebaiknya oleskan tabir surya atau sunscreen 15 – 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan ya! Tujuannya agar tabir surya meresap dengan baik ke dalam kulit sehingga kulit dapat terlindungi secara maksimal dari paparan sinar matahari.6. Mengenali Gejala KankerMengenali gejala kanker sarkoma juga penting dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Seperti apa sih gejala kanker atau tumor sarkoma?Ketahuilah, pada tahap awal, sarkoma biasanya tidak memunculkan gejala yang bisa dilihat dan dirasakan oleh penderita. Seiring tumbuh dan berkembangnya sarkoma, gejala mulai dapat dilihat dan dirasakan oleh penderita.Beberapa gejala umum sarkoma yang perlu Anda ketahui di antaranya: muncul benjolan padat yang dapat terlihat secara jelas di bagian tubuh yang terkena sarkoma, nyeri perut dan sembelit, batuk dan sesak napas.Untuk diketahui, gejala benjolan padat seiring waktu bisa semakin besar. Pengidap sarkoma perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis Granostic untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.7. Konsultasi dengan Dokter Secara BerkalaCara pencegahan sarkoma yang terakhir yakni melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter secara berkala. Apa sih pentingnya melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter secara berkala?Masih banyak nih orang yang sibuk dengan pekerjaan dan/atau aktivitas sehari-hari sehingga lupa dengan kondisi kesehatannya. Saat penyakit serius datang seperti sarkoma, mereka baru mau memeriksakan diri ke dokter. Setelahnya, mereka menyadari ternyata tubuhnya selama ini terdapat penyakit serius.Oleh karenanya, sangat penting bagi kita semua untuk melakukan konsultasi dan pengecekan kesehatan secara berkala ke dokter. Jika ada penyakit serius terdeteksi di dalam tubuh, kita dapat melakukan penanganan cepat dan tepat sehingga risiko penyakit serius bisa ditekan sesegera mungkin. Misalnya, seseorang melakukan konsultasi dan pengecekan kondisi kesehatannya kemudian dia mengetahui tubuhnya mengidap sarkoma. Dokter akan memberikan penanganan dan pengobatan dengan tepat agar sarkoma tidak tumbuh besar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.Nah, Anda bisa nih melakukan konsultasi kesehatan secara berkala di Granostic. Granostic memiliki dokter spesialis yang mumpuni dan mampu menangani berbagai jenis penyakit, termasuk sarkoma.Anda bisa menanyakan berbagai hal terkait sarkoma ke dokter spesialis Granostic agar lebih memahami seluk-beluk penyakit serius ini. Kemudian, Anda bisa meminta saran ke dokter Granostic terkait gaya hidup seperti apa yang bisa memerangi sarkoma.Itulah pembahasan tentang cara pencegahan sarkoma sejak dini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!
Jenis Sarcoma Apa Saja? Berikut Penjelasannya
Ketahuilah, ada tidak kurang dari 50 jenis sarkoma jaringan lunak. Sarkoma ini termasuk salah satu jenis tumor atau kanker sehingga bisa dikatakan tergolong penyakit serius.Sarkoma atau sering juga ditulis ‘sarcoma’ adalah jenis tumor/kanker yang awal tumbuhnya pada jaringan lunak tubuh. Karenanya, banyak orang menamai penyakit ini ‘sarkoma jaringan lunak’. Pada umumnya, sarkoma menyerang jaringan lunak di area perut, lengan dan tungkai.Meski termasuk penyakit serius, sarkoma tergolong dalam jenis tumor atau kanker yang jarang ditemui. Ya, jumlah kasus tumor sarkoma cuma 1 persen pada orang dewasa. Sementara pada remaja dan anak-anak, jumlahnya sekitar 8 persen.Pada awal tumbuhnya sarkoma, penderita mungkin tidak merasakan keberadaannya. Namun, setelah penyakit sarkoma membesar, penderita akan mengetahui ada benjolan saat disentuh atau diraba.Nah, di bawah ini kami informasikan delapan jenis sarkoma yang paling sering menyerang jaringan lunak tubuh. Simak dengan saksama ya!1. AngiosarcomaAngiosarcoma adalah jenis sarkoma yang menyerang jaringan lunak pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Pada umumnya, angiosarcoma ini menyerang orang yang sudah lanjut usia, yakni yang telah berusia 60 tahun ke atas.GejalaAngiosarcoma seringkali menunjukkan gejala berupa benjolan yang bisa membesar seiring waktu. Selain itu, penderita juga akan mengalami luka mudah berdarah apabila terbentur atau tergores benda lain, luka lama membaik dan bahkan lebih parah dan pembengkakan di sekitar kulit yang terluka.PenyebabAdapun penyebab angiosarcoma di antaranya: kelainan genetik, paparan bahan kimia yang berbahaya, terapi radiasi yang terlalu lama dan pembengkakan akibat tersumbatnya kelenjar getah bening.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap angiosarcoma, penderita biasanya akan disarankan melakukan metode pengobatan tertentu. Seperti, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target dan/atau operasi.2. ChondrosarcomaJenis atau contoh sarkoma berikutnya yakni chondrosarcoma. Chondrosarcoma ini juga sering kali disebut sarkoma tulang karena memang berkembang di sel tulang rawan pada area paha, panggul, rusuk atau bahu.GejalaPenderita chondrosarcoma atau sarkoma tulang biasanya akan merasakan gejala nyeri pada area sel tulang rawan yang terkena. Selain itu, akan muncul pembengkakan pada area chondrosarcoma dan bahkan mengalami tulang rapuh.PenyebabChondrosarcoma bisa disebabkan oleh kelainan genetik, pernah menjalani radioterapi dan transplantasi sumsum tulang serta mengalami penyakit paget. Penyakit paget adalah kondisi tulang mengalami pelemahan.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap chondrosarcoma atau sarkoma tulang, dokter biasanya akan menyarankan beberapa pengobatan. Seperti, radioterapi, kemoterapi dan/atau operasi. Operasi yang dilakukan bisa berupa amputasi atau pengangkatan tulang.3. Gastrointestinal stromal tumorGastrointestinal stromal tumor atau GIST adalah tumor sarkoma yang tumbuh di sepanjang saluran pencernaan, seperti usus halus dan lambung. Jenis penyakit sarkoma jaringan lunak ini diketahui sangat jarang terjadi.GejalaGIST seringkali menunjukkan gejala nyeri perut dan sembelit. Seiring tumbuhnya tumor, penderita mungkin akan mengetahui benjolan padat di area yang terkena sehingga dapat menghambat geraknya.PenyebabGastrointestinal stromal tumor bisa disebabkan oleh kelainan genetik. Bisa juga GIST ini disebabkan oleh paparan radiasi yang terlalu lama, paparan zat kimia yang terlalu lama dan sudah menginjak usia lanjut.Pengobatan dan IdentifikasiPenderita GIST akan di-biopsi untuk memastikan identifikasi diagnosis. Kemudian, dokter akan menyarankan metode pengobatan yang tepat. Seperti, terapi target, radioterapi, kemoterapi dan/atau pengangkatan tumor.4. LeiomyosarcomaContoh sarkoma yang keempat yakni leiomyosarcoma. Leiomyosarcoma adalah sarkoma yang menyerang otot polos yang terdapat di berbagai organ. Seperti, saluran cerna, jaringan ikat tubuh dan pembuluh darah.GejalaPada umumnya gejala leiomyosarcoma yang dikeluhkan penderita di antaranya: perut terasa tidak nyaman dan nyeri, demam, berat badan mengalami penurunan, muncul benjolan dan haid tidak teratur (jika perempuan).PenyebabPenyebab leiomyosarcoma sejatinya masih belum diketahui pastinya. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko orang terkena sarkoma jaringan lunak ini. Di antaranya: faktor keturunan, paparan bahan kimia beracun dan riwayat pengobatan radioterapi.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap leiomyosarcoma, penderita biasanya disarankan untuk melakukan beberapa pengobatan. Seperti, kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, terapi dengan obat-obatan dan/atau tindakan operasi.5. LiposarcomaLiposarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lemak. Contoh sarkoma ini lebih sering tumbuh di jaringan lemak area perut. lengan dan tungkai.GejalaGejala liposarcoma dapat berbeda-beda, tergantung dengan area yang diserangnya. Namun, biasanya penderita menunjukkan gejala pembengkakan, sulit bernapas, muntah darah, sering cepat kenyang dan kram perut (jika liposarcoma tumbuh di area perut).PenyebabAdapun penyebab liposarcoma ada tiga, yakni faktor keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat liposarcoma, pernah menjalani radioterapi sebagai pengobatan kanker/tumor dan terpapar bahan kimia berbahaya.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah dilakukan identifikasi liposarcoma dan diketahui stadium atau tingkat keparahannya, dokter akan menyarankan metode pengobatan tertentu. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi.6. NeurofibrosarcomaNeurofibrosarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan saraf tepi. Tumor sarkoma ini pada umumnya bersifat jinak, namun dalam sejumlah kasus bisa tumbuh jadi kanker.GejalaGejala neurofibrosarcoma yang sering kali muncul di antaranya: bercak warna coklat gelap atau terang pada kulit, gangguan perkembangan fisik dan benjolan lunak pada bagian tubuh yang terkena neurofibrosarcoma.PenyebabPenyebab neurofibrosarcoma yakni penderita mengalami kelainan genetik. Biasanya, penderita neurofibrosarcoma akan terlihat pada bayi baru lahir sampai berusia kurang lebih 10 tahun.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi terdiagnosis neurofibrosarcoma, penderita atau pasien biasanya akan diminta melakukan metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, pemberian obat-obatan dan tindakan operasi.7. RhabdomyosarcomaRhabdomyosarcoma adalah jenis sarkoma yang terbentuk dan berkembang di otot rangka. Ya, semua bagian tubuh yang mempunyai otot rangka, seperti perut, dada, tungkai, leher dan sekitar mata bisa tumbuh contoh sarkoma ini.GejalaGejala rhabdomyosarcoma cukup beragam tergantung dengan bagian tubuh yang terkena. Pada umumnya, gejala yang muncul di antaranya: sakit kepala, hidung tersumbat, mimisan, muntah, sembelit, susah buang air kecil, muncul benjolan dan pembengkakan.PenyebabPenyebab rhabdomyosarcoma yakni karena sel rhabdomyoblast tumbuh abnormal atau tidak normal dan tidak terkenali. Sel tersebut kemudian membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.Pengobatan dan IdentifikasiPengobatan rhabdomyosarcoma tergantung dengan stadium atau tingkat keparahan identifikasi yang dilakukan oleh dokter. Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan berupa radioterapi, kemoterapi dan tindakan operasi.8. Tumor AskinJenis sarkoma yang terakhir yakni tumor askin. Tumor askin ini tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lunak rongga dada. Umumnya, tumor askin diidap oleh anak-anak dan remaja yang memiliki kulit putih.GejalaGejala tumor askin yang sering kali muncul diantaranya: demam, sesak napas, nyeri dada, berat badan menurut dan nafsu makan menurun. Penderita juga bisa mengalami batuk dalam waktu yang lama.PenyebabTumor askin sejatinya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi jenis sarkoma ini diduga disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA.Pengobatan Tumor AskinPenderita yang didiagnosa mengalami tumor askin biasanya diminta untuk melakukan beberapa metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi pengangkatan tumor.Itulah penjelasan tentang jenis sarkoma. Perlu Anda tahu, sarkoma yang tingkat keparahannya masih kecil memiliki kemungkinan sembuh yang lebih tinggi. Oleh karenanya, sebaiknya periksakan diri ke Granostic sejak awal untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan Anda terkini.
Apa itu Sarcoma? Berikut Penjelasannya!
Sudah tahukah Anda apa itu Sarcoma? Singkatnya, sarcoma adalah salah satu jenis kanker sehingga bisa dikatakan tergolong dalam penyakit serius. Untuk mengetahui apa itu sarcoma, simak artikel ini sampai tuntas ya!Sarcoma atau sering juga ditulis dengan kata ‘sarkoma’ ialah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan lunak. Jaringan lunak sendiri adalah jaringan yang menunjang dan mengaitkan struktur yang ada di sekeliling tubuh.Anda pastinya tahu lemak, pembuluh darah, otot, sendi, saraf dan tulang, kan? Nah, semuanya itu termasuk dalam jaringan lunak. Lantas, siapa yang berisiko terkena sarcoma atau kanker jaringan lunak?Mengenal SarkomaSarcoma atau sarkoma adalah jenis kanker atau tumor ganas yang muncul pertama kali atau bermula di bagian jaringan lunak, seperti otot, lemak, pembuluh darah dan lain sebagainya. Pada umumnya, tumor sarcoma ini muncul di jaringan lunak sekitar perut, kaki atau tangan.Mengenai pertanyaan siapa yang berisiko terkena sarcoma, jawabannya semua usia bisa saja mengalaminya. Tapi, penyakit serius ini lebih sering menyerang lansia dan usia paruh baya. Lebih lanjut, risiko orang terkena sarcoma akan meningkat sejalan dengan meningkat usianya.Oleh karenanya, penting bagi siapa saja untuk menjaga kesehatan tubuh. Terlebih saat menginjak usia paruh baya dan lansia, agar kita semua tidak terkena penyakit serius seperti sarcoma dan lainnya.Jenis SarcomaTernyata kanker sarkoma itu ada lebih dari 50 jenis. Berikut ini kami informasikan beberapa jenis atau contoh sarkoma yang paling sering menyerang manusia:● Fibrosarcoma: sarcoma yang muncul di jaringan fibrosa tubuh.● Sarkoma Kaposi: sarkoma yang muncul pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan/atau kelenjar getah bening.● Liposarkoma: kanker sarkoma yang muncul pada jaringan lemak.● Angiosarcoma: Tumor sarkoma yang pertama kali muncul di pembuluh getah bening dan/atau pembuluh darah.● Sarcoma synovial: kanker sarkoma yang muncul di jaringan lunak sekitar sendiri.Gejala SarkomaGejala sarkoma ini cukup beragam. Mengingat, jenis atau contoh sarkoma sendiri sangat beragam. Tapi, pada umumnya berikut gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pengidap sarcoma:● Muncul benjolan yang kalau dipegang dan/atau raba sangat terasa keberadaannya.● Kemunculan benjolan membuat rasa nyeri dan tidak nyaman.● Nyeri pada tulang, bahkan sering mengalami patah tulang yang diakibatkan cedera ringan.● Sering demam.● Sering sakit perut.● Gerak tubuh jadi terbatas alias tidak seperti normalnya.Perlu Anda tahu, di awal kemunculannya, gejala sarkoma mungkin tidak terasa. Gejala sarkoma akan mulai terasa setelah pertumbuhannya masuk dalam tahap lanjut. Pada tahap ini, tumor sarkoma akan memberikan tekanan pada otot, saraf dan organ tertentu.Penyebab SarkomaSetidaknya ada empat penyebab sarcoma yang paling umum. Berikut kami paparkan penjelasan selengkapnya:1. Kelainan GenetikPenyebab sarkoma yang pertama yakni karena kelainan genetik. Ya, seseorang yang mempunyai kelainan genetik tertentu yang diturunkan dari orang tua bisa terkena sarcoma. Kelainan genetik tertentu yang dimaksud bisa berupa sindrom gardner, neurofibromatosis, tuberous sclerosis dan sindrom li-fraumeni.2. Paparan Radiasi Terlalu LamaTerpapar radiasi terlalu lama juga bisa menjadi penyebab sarcoma. Paparan radiasi ini bisa juga dimunculkan oleh radioterapi dalam pengobatan kanker. Bisa juga dari lingkungan kerja yang radiasinya tinggi.3. Adanya Paparan Zat KimiaBeberapa paparan zat kimia seperti dioksin, arsenik dan herbisida bisa menyebabkan kanker sarkoma. Jadi, jangan sampai terkena paparan zat kimia tersebut dalam waktu lama agar tidak terkena penyakit serius ini ya!4. Usia LanjutTelah kami jelaskan sebelumnya bahwa sarcoma lebih sering menyerang orang berusia lanjut atau lansia dan usia paruh baya. Risiko orang terkena sarcoma akan meningkat seiring bertambahnya usia.Kenali Tingkat Keparahan SarkomaAnda perlu tahu tingkat keparahan atau stadium sarkoma sebelum menentukan metode pengobatan yang tepat. Sarkoma sendiri terdiri dari enam tingkat keparahan atau stadium, berikut penjelasan selengkapnya:● Stadium 1A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma masih berukuran kecil, yakni 5 cm atau kurang dari itu. Kecepatan pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 1B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma berukuran 15 cm atau lebih dari itu. Namun, pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya, sebagaimana stadium 1A.● Stadium 2: pada tingkat keparahan ini, sarcoma memiliki ukuran 5 cm atau kurang dari itu. Tapi, tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 2 belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 3A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran lebih dari 5 cm hingga 10 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 3A juga belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 3B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma memiliki ukuran lebih dari 10 cm hingga kurang dari 15 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar cepat. Sarcoma stadium 3B belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 4: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran sebesar apapun. Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya yang jauh, misalnya paru-paru.Pengobatan dan Konsultasi dengan DokterAnda mungkin bertanya-tanya seperti apa sih pengobatan sarcoma? Ketahuilah, pengobatan sarkoma pada umumnya berupa kemoterapi, radioterapi dan operasi.Kemoterapi dilakukan dengan meminum obat-obatan tertentu untuk memusnahkan tumor sarkoma. Nah, pada umumnya obat kemoterapi yang digunakan di antaranya: Ifosfamide, Docetaxel and Gemcitabine.Sedangkan radioterapi dilakukan dengan melakukan terapi radiasi untuk mengecilkan dan/atau menghancurkan sel tumor. Radioterapi ini juga bisa menghambat atau menghalangi tumbuhnya sarcoma.Adapun tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat sel tumor/kanker. Biasanya, tindakan operasi yang dilakukan yakni pembedahan umum.Nah, pengobatan sarcoma ini harus mengacu pada stadium/tingkat keparahan, letak, tipe dan kondisi penderita. Oleh karenanya, pengobatan perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.Anda bisa melakukan konsultasi pengobatan sarcoma di Granostic. Ya, Granostic memiliki layanan konsultasi dan telekonsultasi berbagai jenis penyakit bersama dokter spesialis dan dokter umum. Dengan melakukan konsultasi di Granostic, Anda akan mengetahui pengobatan sarcoma yang tepat sesuai dengan tingkat keparahannya, tipenya, letaknya dan kondisi penderita.Yuk gunakan layanan konsultasi dan/atau telekonsultasi Granostic agar mendapatkan pengobatan sarcoma yang tepat. Diskusikan secara detail kondisi penderita sarcoma ke dokter spesialis Granostic ya!Lebih lanjut, penting juga bagi penderita sarcoma melakukan perubahan gaya hidup sebagaimana yang disarankan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meminta penderita sarkoma melakukan diet kanker, istirahat yang cukup, tidak beraktivitas fisik secara berlebihan, menjaga berat badan dan berhenti merokok jika sebelumnya merokok. Penderita juga perlu melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi secara rutin ke Granostic untuk mengetahui kondisinya terkini.
Myoma Uteri
PengertianMioma uteri merupakan tumor jinak yang berasal dari otot polos rahim. Tumor ini sering juga disebut sebagai fibroid atau leiomioma. Penyebab sel tumor ini dapat terbentuk karena adanya mutasi genetik, kemudian berkembang akibat induksi hormon estrogen dan progesterone. Leiomioma uteri merupakan jenis tumor jinak yang dapat menyerang segala rentan usia. Dari epidemiologi menunjukkan bahwa 70% kasus dapat terjadi pada usia 50 tahun, di mana 30-40% kasus pada masa perimenopause dan 20-25% kasus pada wanita usia reproduksi. Jumlah dan ukuran mioma sangat bervariasi, terkadang dapat ditemukan satu atau juga lebih dari satu untuk mioma yang tumbuh di tubuh kita. Mioma mampu tumbuh di bagian dinding luar rahim, pada otot rahim, atau bisa juga di bagian dinding dalam rahim sendiri. Ini jenis tumor yang lebih banyak ditemukan. Rata-rata pada wanita di atas usia 30 tahun. Mioma dapat diklasifikasikan atas beberapa tipe antara lain:Tipe 0 - Merupakan pedunculated intracavitary myoma yaitu tumor berada di submukosa dan sebagian dalam rongga rahim.Tipe 1 - Merupakan tipe submukosa dengan < 50% bagian tumor berada di intramural.Tipe 2 - Merupakan tipe tumor menyerang ≥ 50% intramural.Tipe 3 - Merupakan tipe tumor dengan seluruh bagian tumor berada dalam dinding uterus yang berdekatan dengan endometrium.Tipe 4 - Tipe tumor intramural yang lokasinya berada dalam miometrium.Tipe 5 - Tipe serosa dengan ≥ 50% bagian tumor berada pada intramural.Tipe 6 - Jenis subserosa yang mengenai < 50% intramural.Tipe 7 - Tipe pedunculated subserous.Tipe 8 - Kategori lain ditandai dengan pertumbuhan jaringan di luar miometrium yang disebut cervicalparasitic lesion.Mioma intramural merupakan jenis yang paling banyak, sedangkan mioma submukosa merupakan mioma paling jarang ditemukan kasusnya. PenyebabPenyebab pasti mioma belum diketahui secara pasti. Mioma jarang sekali ditemukan pada remaja sebelum pubertas. Karena mioma sangat dipengaruhi oleh hormon reproduksi dan hanya manifestasi selama usia reproduktif (Anwar dkk, 2011). Tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor pada mioma, di samping faktor predisposisi genetik :EstrogenMioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. Enzim hidroxydesidrogenase mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous, yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak dari pada miometrium normal. ProgesteronProgesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara, yaitu mengaktifkan hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.Hormon pertumbuhan (growth hormone)Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa, yaitu HPL (Human Placenta Lactogen), terlihat pada periode ini dan memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leymioma selama kehamilan mungkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan estrogen.Faktor RisikoBeberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang mioma, antara lain:Sudah berusia lebih dari 40 tahun.Riwayat keluarga mengidap mioma.Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma).Berat badan berlebih atau obesitas.Diet tinggi konsumsi daging merah, tetapi rendah sayuran hijau.Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.Kebiasaan merokok.Penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi estrogen.Keturunan ras Afrika-Amerika mempunyai kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia.GejalaUmumnya, mioma tidak menimbulkan gejala yang disadari pengidapnya. Tetapi ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan, antara lain :Menstruasi dalam jumlah banyak.Perut terasa penuh dan membesar.Gangguan berkemih akibat ukuran mioma yang menekan saluran kemih.Keluarnya mioma melalui leher rahim yang umumnya disertai nyeri hebat, sehingga menyebabkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.Konstipasi akibat mioma menekan bagian bawah usus besar.Nyeri panggul berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, yang dapat dirasakan saat menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau saat terjadi penekanan pada panggul.Penimbunan cairan di rongga perut.Komplikasi Mioma UteriMioma uteri yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi berupa:Nyeri berat atau perdarahan berat yang memerlukan tindakan pembedahan segera.Terpuntirnya mioma uteri yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Bila hal ini terjadi, dokter akan merencanakan operasi segera.Anemia atau kurang darah akibat perdarahan hebat.Infeksi saluran kemih.Bila tumor rahim terlalu besar, tumor rahim ini dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan sulitnya buang air kecil.Kemandulan.Pada ibu hamil yang mengalami mioma uteri dapat menyebabkan prosesi melahirkan secara prematur akibat terdesaknya rahim oleh tumor, perdarahan hebat setelah melahirkan, keguguran, dan lain-lain.Pemeriksaan PenunjangUntuk memastikan diagnosis mioma uteri, dokter bisa melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:Tes laboratorium Hitung darah lengkap dan apusan darah : Leukositosis dapat disebabkan oleh nekrosis akibat torsi atau degenerasi. Menurunnya kadar hemoglobin dan hematokrit menunjukan adanya kehilangan darah yang kronik.Tes kehamilan terhadap chorioetic gonadotropin Sering membantu dalam evaluasi suatu pembesaran uterus yang simetrik menyerupai kehamilan atau terdapat bersamaan dengan kehamilan.Ultrasonografi, apabila keberadaan massa pelvis meragukan, sonografi dapat membantu.Pielogram intravena a. Pap smear serviks selalu diindikasikan untuk menyingkap neoplasia serviks sebelum histerektomi.b. Histerosal pingogram dianjurkan bila klien menginginkan anak lagi dikemudian hari untuk mengevaluasi distorsi rongga uterus dan kelangsungan tuba falopi (Nurarif & Kusuma, 2013).PencegahanLangkah pencegahan mioma uteri tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui secara pasti. Namun beberapa langkah di bawah ini diduga dapat membantu dalam mencegah mioma uteri:Menerapkan pola hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan ideal dan memilih makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.Menggunakan kontrasepsi hormonal.PengobatanCara mengobati mioma uteri umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Pada kebanyakan kasus, mioma tidak perlu diobati jika tidak menyebabkan gejala. Seiring berjalannya waktu, mioma dapat menyusut dan menghilang setelah menopause tanpa pengobatan. Namun bila gejala mioma menetap, maka diperlukan pengobatan untuk mengatasi gejala dan mengurangi ukuran mioma uteri. Penanganan mioma uteri dapat menggunakan obat-obatan, pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi mioma uteri adalah:Asam traneksamat untuk mengatasi perdarahan yang berat.NSAID untuk meredakan nyeri.Obat-obatan hormonal yang dapat meredakan gejala terkait menstruasi atau mengecilkan ukuran mioma. Contohnya, gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonist, progestin, atau alat KB dalam rahim yang mengandung progesteron.Daftar PustakaHealthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids#outlookDiakses pada 29 September 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288Diakses pada 29 September 2021Web MD. Diakses pada 2019. What Are Uterine Fibroids?http://eprints.umpo.ac.id/6124/3/BAB%202.pdfRafael FV, Geraldine EE. Pathophysiology of uterine myomas and its clinical implications. New York: Springer; 2015Andrea C, Jacopo DG, Piergiorgio S, Nina M, Stefano RG, Petro L, et al. Uterine fibroids: Pathogenesis and interactions with endometrium and endomyometrial junction. Obstet Gynecol Int. 2013;2013:173184.Persatuan obstetri dan ginekologi. Standar pelayanan medik obstetri dan ginekologi. 2006 .p. 129-30Maria SD, Edward MB. Uterine fibroids: Diagnosis and treatment. Am Fam Physician. 2017;95(2):100-7Alistair RW. Uterine fibroids-what’s new? Pubmed Central. 2017; 6: 2109.Radmilla S, Ljijiana M, Antonio M, Andrea T. Epidemiology of uterine myomas: A review. Internat J Fertil Steril. 2016;9(4):424-35file:///C:/Users/HP/Downloads/371-594-1-SM.pdf diakses pada tanggal 14 September 2022
Kanker Pankreas
Pankreas adalah kelenjar yang terletak jauh di perut di antara perut dan tulang belakang, menghubungkan duodenum. Ini adalah organ pencernaan, terutama untuk sekresi enzim pencernaan untuk membantu pencernaan, dan pembuatan insulin untuk memantau kadar gula darah. Pankreas terletak jauh di dalam perut, di belakang perut dan usus besar dan kecil. Kanker pankreas merupakan kanker yang agresif. Sebagai tumor ganas di dalam pankreas tumbuh perlahan, dan menyembunyikan dirinya, tidak mudah untuk mendeteksi pada tahap awal. Meskipun untuk orang yang memiliki pemeriksaan rutin setiap tahun, sulit untuk mengetahui apakah orang tersebut telah mendapat kanker pankreas melalui tes umum. Oleh karena itu, kanker pankreas biasanya didiagnosis pada stadium lanjut sehingga menunda perawatan yang diperlukan dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang buruk. Bahkan pasien bisa menjalani operasi untuk mengangkat tumor, rentang hidupnya lebih pendek dibanding pasien kanker lainnya.Faktor Risiko Penyakit Kanker PrankeasSebagian besar pasien kanker pankreas berusia di atas 65 tahun, dan faktor risiko lainnya meliputi: Suku bangsa: Orang kulit hitam memiliki risiko yang lebih tinggi.Gender: pria memiliki risiko yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan WanitaMerokok: Peluang perokok untuk mengidap penyakit ini 2 hingga 3 kali lebih tinggi daripada non-perokok.Metabolisme gula yang tidak normal: Penderita diabetes mellitus memiliki risiko yang lebih tinggi.Kelebihan berat badan: Orang gemuk memiliki risiko yang lebih tinggi.Pola makan: Orang dengan asupan lemak hewani yang berkepanjangan dan konsumsi sayuran dan buah yang buruk lebih cenderung terkena penyakit ini .Kimia: Orang yang terpapar secara berkepanjangan terhadap pestisida, minyak bumi, atau pewarna lebih rentan terhadap penyakit ini. Infeksi Helicobacter pylori: Risiko orang yang terinfeksi bakteri ini 2 kali lebih tinggi.Pankreatitis herediter: Pankreatitis kronis herediter akan menambah risiko terkena kanker pankreas, namun jarang terjadi.Pankreatitis kronis: Pankreatitis kronis biasanya ditemukan bersamaan dengan kanker pankreas, namun yang pertama mungkin bukan Penyebabnya.Cara Mecegah Kanker PrankeasMeskipun kanker pankreas tidak dapat dicegah sepenuhnya, modifikasi gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini: Hindari asap rokok: asap rokok mengandung zat penyebab kanker yang bisa menghancurkan DNA yang memantau pertumbuhan sel.Pertahankan berat badan yang sehat: Berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko terkena kanker pankreas. Pengurangan berat badan harus bertahap dan sehat.Berolahraga secara teratur: Jumlah latihan yang sesuai dapat mengurangi risiko terkena kanker.Miliki diet sehat & seimbang: Mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah dan makanan dengan lemak hewani rendah. Hindari kontajk langsung dengan bahan kimia berbahaya atau menerapkan tindakan pengamanan yang sesuai1.Jenis kanker PrankeasKanker pankreas terbagi menjadi dua jenis, yaitu:Pancreatic adenocarsinomaPancreatic adenocarsinoma adalah kanker pankreas yang tumbuh dari sel eksokrin, yaitu sel yang memproduksi enzim pankreas. Diperkirakan, 95% dari seluruh kasus kanker pankreas adalah jenis pancreatic adenocarsinoma.Pancreatic neuroendocrine tumors (NETs)Pancreatic neuroendocrine tumors adalah jenis kanker pankreas yang tumbuh di sel endokrin, yaitu sel yang memproduksi hormon dan mengelola kadar gula darah2.Gejala Kanker PankreasKanker pankreas pada stadium (tahap) awal umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring sel kanker berkembang dan mencapai stadium lanjut, gejala yang dapat muncul antara lain:Hilang nafsu makanBerat badan menurun tanpa sebab yang jelasGatal-gatal di kulitPerut kembungMual dan muntahDiareSembelitUrine berwarna gelapTinja berwarna pucatTubuh mudah lelahKulit dan putih mata (sklera) menguningPenggumpalan darahSakit perut yang menjalar ke punggungDemam atau menggigilKanker pankreas juga dapat memicu munculnya penyakit lain, seperti diabetes dan depresi. Akan tetapi, sering kali penyakit-penyakit ini tidak disadari sebagai bagian dari gejala kanker pankreas.Diagnosis Kanker PankreasDokter akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit pasien, termasuk bertanya tentang gaya hidup pasien, seperti kebiasaan merokok dan pola makan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, antara lain dengan melihat tanda penyakit kuning dan mendeteksi benjolan di perut.Setelah itu, dokter juga dapat menjalankan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti:Tes darah, untuk mendeteksi protein CA19-9 serta untuk mengukur kadar hormon insulin, glukagon, dan somatostatin, yang terkait dengan sel kanker pankreasPemindaian dengan CT scan, PET scan, atau MRI, untuk melihat kondisi pankreas dan organ lain di dalam tubuhEndoscopic ultrasound (EUS), untuk melihat kondisi pankreas dari dalam perut dengan endoskopi dan USGEndoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), yaitu endoskopi yang dibantu dengan foto Rontgen, untuk mengetahui kondisi saluran empedu dan pankreasOctreotide scan atau octreoscan, untuk mendeteksi keberadaan kanker pankreas yang berasal dari sel endokrinBiopsi atau pengambilan sampel dari jaringan yang dicurigai sebagai kanker pankreas untuk kemudian diteliti lebih lanjut dengan mikroskopSetelah pasien dipastikan menderita kanker pankreas, dokter akan menentukan tingkat keparahan kanker pankreas. Penentuan ini akan membantu dokter dalam memilih metode pengobatan yang tepat.Berikut ini adalah stadium atau tingkat keparahan pada kanker pankreas:Stadium 0 (karsinoma in situ)Pada stadium ini, sel yang tidak normal ditemukan pada dinding pankreas, tapi belum berupa kanker dan belum menyebar.Stadium 1Stadium 1 menandakan bahwa kanker hanya terdapat di pankreas dan belum menyebar ke organ lain, dengan ukuran kanker antara 2–4 cm.Stadium 2Pada stadium 2, kanker telah berukuran lebih dari 4 cm atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar pankreas.Stadium 3Stadium 3 menandakan bahwa kanker telah menyebar ke saraf, pembuluh darah besar, atau ke lebih dari 4 kelenjar getah bening di dekat pankreas, tapi belum menyebar ke organ lain.Stadium 4Stadium 4 berarti kanker telah menyebar luas ke organ tubuh lain yang jauh dari pankreas, seperti paru-paru, hati, atau peritoneum (selaput yang melapisi dinding dalam perut).Pengobatan Kanker PankreasPengobatan kanker pankreas akan disesuaikan dengan stadium kanker, bagian pankreas yang terserang kanker, dan kondisi pasien secara menyeluruh. Tujuan pengobatannya adalah untuk menyingkirkan sel kanker agar tidak menyebar ke organ lain.Beberapa metode yang dapat digunakan dokter untuk mengatasi kanker pankreas adalah:    1. KemoterapiKemoterapi adalah pemberian obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker. Obat yang diberikan bisa berupa obat tunggal atau kombinasi, baik dalam bentuk minum (oral), suntikan, atau infus.Kemoterapi bisa dilakukan pada kanker pankreas stadium awal atau lanjut untuk menyusutkan atau mengontrol pertumbuhan kanker.    2. RadioterapiRadioterapi atau terapi radiasi adalah prosedur untuk menghancurkan sel kanker, dengan menggunakan sinar berkekuatan tinggi, seperti sinar-X dan proton. Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum atau setelah bedah.Radioterapi bisa dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradiasi). Biasanya, kombinasi ini dilakukan sebelum bedah untuk menyusutkan ukuran kanker sehingga lebih mudah diangkat.Kemoradiasi juga bisa dilakukan setelah bedah untuk mengurangi risiko kanker pankreas kambuh kembali. Selain itu, kemoradiasi juga bisa dilakukan pada kanker pankreas yang tidak dapat ditangani dengan operasi.    3. OperasiTindakan operasi dilakukan pada kanker pankreas yang belum menyebar ke organ tubuh lain. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan adalah:Operasi Whipple atau pankreatikoduodenektomi, yaitu operasi untuk mengangkat bagian kepala pankreas dan sebagian dari organ lain, seperti usus dua belas jari, kandung empedu, saluran empedu, kelenjar getah bening, lambung, dan usus besarPankreatektomi distal, yaitu operasi untuk mengangkat bagian kiri pankreas dan, bila diperlukan, limpa pasienPankreatektomi total, yaitu prosedur untuk mengangkat seluruh pankreasPerlu diketahui, tidak semua kanker pankreas dapat diatasi dengan operasi, seperti pada kanker yang telah menyebar ke pembuluh darah besar, atau jika pasien juga menderita gagal hati atau gagal jantung tingkat lanjut. Pasalnya, pada kondisi tersebut, risiko terjadinya komplikasi akibat operasi akan lebih besar.Selain metode di atas, ada juga beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejala, yaitu:Pemberian analgesik opioid untuk meredakan nyeriPemberian antidepresan disertai konseling untuk meredakan depresiOperasi bypass dan pemasangan stent di saluran empedu, untuk meredakan gejala penyakit kuning, gatal-gatal, dan hilang nafsu makanKomplikasi Kanker PankreasKanker pankreas dapat berkembang dan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:Berat badan turun, yang bisa terjadi akibat pankreas tidak memproduksi enzim pencernaan dalam jumlah yang cukup, atau akibat kanker menekan lambung, sehingga membuat pasien sulit makanPenyakit kuning, yang dapat terjadi akibat kanker menyumbat saluran empeduNyeri perut, akibat sel-sel kanker di pankreas terus tumbuh dan menekan saraf di perutObstruksi atau penyumbatan usus, akibat kanker pankreas menekan usus dua belas jari, sehingga makanan yang telah dicerna di lambung tidak bisa turun ke ususPENULIS: Achmad Priyas Budi SantosoEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Pancreatic-Cancer_Bahasa-Indonesia.pdf?ext=.pdfhttps://www.alodokter.com/kanker-pankreas
RADANG
Siapa pun yang pernah keseleo pada pergelangan kaki, terpotong saat memotong sayuran, atau tersengat lebah berarti Anda telah melihat efek peradangan secara langsung. Rasa sakit, kemerahan, bengkak, dan panas yang dihasilkannya adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan agen infeksi seperti bakteri dan memperbaiki kerusakan jaringan. Mungkin kurang jelas, tetapi sebenarnya prosesnya serupa yaitu adanya peradangan yang diakibatkan oleh infeksi seperti pilek, flu, atau COVID-19, dan lain-lain.Radang Akut VS Radang KronikCedera dan infeksi menghasilkan peradangan akut, mekanisme respons cepat tubuh yang bertujuan untuk melepaskan diri dari zat asing atau kuman berbahaya dan mengembalikannya ke keadaan seimbang. Pelepasan bahan kimia sebagai peringatan akan membunyikan alarm, yang menarik sel darah putih ke lokasi cedera. Beberapa dari sel-sel ini menetralkan zat asing tersebut, sementara yang lain membersihkan kerusakan yang dihasilkan dari serangan tersebut. Peradangan akut biasanya sembuh dengan cepat, dalam beberapa jam hingga hari.Peradangan kronis dapat dimulai melalui proses yang sama, dengan tubuh mencoba melepaskan diri dari apa yang ditafsirkan oleh sistem kekebalan sebagai musuh asing. Tapi ini bisa menjadi keadaan yang terus-menerus, bahkan jika ancaman yang dirasakan tidak benar-benar berbahaya bagi kesehatan seseorang. Pada gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, diabetes tipe 1, kolitis ulserativa, dan multiple sclerosis, tubuh secara keliru bereaksi terhadap jaringannya sendiri seolah-olah jaringan itu asing, dan menghasilkan peradangan yang merusak terhadap jaringan tersebut.Jenis peradangan kronis tingkat rendah dapat terus aktif di bawah permukaan. Gaya hidup tidak sehat yang meliputi merokok, pola makan yang buruk, konsumsi alkohol, kurang aktifitas, stres, dan penambahan berat badan dapat menyebabkan jenis peradangan ini secara terus-menerus.Gejala dari RadangPeradangan akut menghasilkan gejala yang sangat jelas seperti :KemerahanNyeriTeraba hangatBengkakPeradangan kronis adalah proses yang lebih bertahap dan sulit terlihat. Ketika gejala muncul, dapat mencakup :KelelahanNyeri otot dan sendiSusah BAB, diare atau masalah pencernaan lainnyaPenambahan berat badanSakit kepalaMunculnya ruam kulitBerbeda dengan peradangan akut, gejala ini berlanjut dalam jangka panjang atau datang dan pergi seiring waktu.Penyakit yang berhubungan dengan radang kronik antara lain adalah sebagai berikut :Alzheimer dan DementiaKankerDepresi dan AnxietasTekanan darah tinggi Penyakit jantungStrokeDiabetes tipe 2AlergiAsmaKondisi kulit abnormal seperti jerawat, eksim dan psoriasisRadang sendiPemeriksaan Penunjang pada Kasus Radang Ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kasus radang, di antaranya :a. Laju Endap Darah (LED)Laju Endap Darah (LED) merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium sederhana dan rutin dikerjakan untuk mengetahui kecepatan pengendapan sel darah merah tiap jam di dalam tubuh. Peningkatan laju endap darah mengindikasikan adanya proses radang maupun infeksi di dalam tubuh.b. CRPC-reactive protein (CRP) adalah biomarker yang menjadi komponen utama pada reaksi radang. Protein plasma ini berasal dari hati, dimana kadar CRP akan meningkat dengan cepat sehingga menjadi jika terjadi cedera jaringan, radang atau infeksi. C-reactive protein tidak hanya meningkat pada respon radang akut, melainkan juga pada respon radang kronik. Kadar CRP dapat merefleksikan kadar radang yang terjadi, dan secara kuat berhubungan dengan berbagai penyakit. C-reactive protein sebagai penanda biokimia respon radang dan cedera jaringan distimulasi oleh produksi sitokin proradang. Sitokin proinflamasi terutama interleukin-6 (IL-6) menjadi komponen radang baik pada cedera neuronal maupun jaringan sinovial.c. Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR)Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) adalah cerminan dari derajat respon radang (neutrofil) dan status imun (limfosit) yang akan meningkat jika terjadi radang. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa NLR sangat mudah untuk diukur dan dapat berperan sebagai prediktor hasil klinis dari penyakit kanker, kardiovaskular, dan stroke. Selain itu, beberapa studi juga menemukan bahwa kadar NLR yang abnormal berasosiasi dengan penyakit autoimun seperti psoriasis, kolitis ulseratif, rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, Sjorgen’s syndrome, dan Behcet’s disease.d. Platelet to lymphocyte ratio (PLR)Selain NLR, platelet to lymphocyte ratio (PLR) juga dapat berperan sebagai penanda yang potensial untuk menentukan beratnya reaksi radang dan juga sebagai penanda prognostik respon radang dari beberapa penyakit, seperti kanker, emboli paru, perdarahan intrakranial, penyakit kardiovaskuler, maupun penyakit radang yang lain.Mengobati RadangBeberapa pengobatan radang antara lain meliputi obat golongan steroid, obat imunosupresan, dan lain sebagainya. Penggunaan obat-obatan tersebut dilakukan dalam pengawasan dokter. Perubahan gaya hidup merupakan salah satu pencegahan dan pengobatan yang utama dalam mengatasi radang kronik.Mencegah Terjadinya RadangBerikut adalah beberapa cara untuk mengatasi peradangan dan akibat dari peradangan : Mengkonsumsi makanan yang memiliki efek anti-radang, misal dalam hal ini mencakup buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak (salmon, sarden, tuna), dan minyak sehat. Membatasi makanan yang tinggi gula (soda, permen) dan karbohidrat olahan (kue, pai).Cobalah untuk melakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik, ditambah dua atau lebih sesi latihan kekuatan, setiap minggu.Kelola berat badan dengan diet dan olahraga.Tidur setidaknya selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.Berhenti merokok dan batasi alkohol hingga satu atau dua minuman setiap hari.Kurangi stres kronis dengan melakukan aktivitas santai seperti pernapasan dalam, meditasi, dan yoga.PENULIS: dr. Aji WibowoEDITOR: dr. May Fanny Tanzilia Sp.PK(K)KOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:Harvard Medical School. 2020. All About Inflamation. Harvard Medical School: Harvard Health Publishing.Pan, L., Du, J., Li, T. & Liao, H. 2017. Platelet-to-lymphocyte ratio and neutrophil-tolymphocyte ratio associated with disease activity in patients with Takayasu's arteritis: a case-control study. BMJ Open, 7:e014451.Gao, S. Q., Huang, L. D., Dai, R. J., Chen, D. D., Hu, W. J. & Shan, Y. F. 2015. Neutrophillymphocyte ratio: a controversial marker in predicting Crohn's disease severity. Int J Clin Exp Pathol, 8:14779-85.
KEJANG DEMAM
Apakah anda memiliki anak kecil dirumah? Atau mungkin saudara atau sepupu yang masih kecil? Tentunya mereka pastinya pernah mengalami sakit dan membuat mereka menjadi demam. Jika ini terjadi maka secepat mungkin berikan obat penurun demam pada mereka, karena pada anak-anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun dimana saat mereka mengalami demam yang tinggi (biasanya > 38o) saat itu juga mereka memiliki resiko untuk mengalami kejang. Kondisi ini yang kita kenal dengan kejang demam.PengertianKejang demam adalah sebuah penyakit yang biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia berusia 6 bulan samapai dengan 5 tahun dimana suhu tubuh anak sedang tinggi (demam) dan akan berguncang disertai dengan gerakan menyentak. Kejang demam berbeda dengan epilepsi dan umumnya tidak berbahaya.PenyebabInfeksiInfeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri atau mikroorganisme lain pada anak dapat memicu terjadinya demam tinggi dan meningkatkan resiko terjadinya kejang demam pada anak.Pasca VaksinasiBeberapa anak dapat mengalami demam setelah diberi imunisasi. Demam ini dapat memicu terjadinya kejang demam.Gejala Kejang DemamAnak mengalami demamTerjadi hentakan pada lengan dan tungkai anak (kejang)Mata keatasKehilangan kesadaranUmumnya kejang demam terjadi kurang dari 2 menit dan tidak akan berulang dalam kurun waktu 24 jam. Kejang ini disebut kejang sementara (sederhana) dan kesadaran anak akan kembali setelah kejang mereda. Harap diperhatikan apabila kejang terjadi lebih dari 15 menit atau berulang. Kejang ini disebut kejang kompleks dan dapat terjadi hanya dibagian tubuh tertentu.Penanganan Kejang DemamMembaringkan tubuh anak pada lantai. Jika terjadi pada bayi, rebahkan badan bayi dengan posisi kebawah menghadap kebawah dan jangan menahan tubuh bayi.Miringkan tubuh anak untuk mencegah tersumbatnya saluran pernapasan karena lidah Melonggarkan pakaian anakTidak menaruh sumbatan atau benda apapun kedalam mulut anakTidak menahan gerakan anakMenghitung durasi terjadinya demam dan memperhatikan anak saat demamKapan Harus Pergi ke Dokter Segera periksa ke dokter apabila anak mengalami kejang demam dengan durasi lebih dari 5 menit disertai dengan :Leher kakuMuntahSesak napasTerjadi berulangDiagnosis dan Pemeriksaan PenunjangDokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan anak, seperti: apakah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kejang demam, apakah anak baru mendapat vaksinasi, dan gejala infeksi. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan oleh dokter, antara lain : pemeriksaan darah, urine, dan EEG (Elektroensefalografi).Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan agar anak tidak mengalami kejang demam, antara lain : memberikan obat penurun panas (Paracetamol) sehingga setiap orang tua atau keluarga yang memiliki khususnya anak-anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun diharuskan memiliki obat simpanan penurun panas dirumah dan atau obat anti kejang seperti diazepam. Untuk kejang yang terjadi lebih dari 5 menit akan diberikan obat anti kejang melalui dubur.PENULIS: Anggraeni Windi RosariEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:National Health Services UK (2019). Health A-Z. Febrile Seizures.Mayo Clinic (2021). Diseases and Conditions. Febrile Seizure.WebMD (2021). What Are Febrile (Fever) Seizures?Wells, D. Healthline (2021). What Is a Febrile Seizures?
Penyakit Refluks Gastroesofagus
GERD merupakan penyakit yang sangat umum terjadi pada pencernaan manusia. GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu simtom atau perubahan mukosa yang diakibatkan oleh gangguan sistem saluran pencernaan, di mana asam lambung dan isi perut mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus). Aliran balik atau refluks ini dapat menyebabkan Anda merasakan sensasi perih dan panas seperti terbakar di bawah tulang dada atau dikenal dengan istilah heartburn.GERD dapat disebabkan akibat melemahnya sfingter esofagus atau otot-otot pembatas antara kerongkongan dan lambung sehingga menyebabkan refluks (aliran balik) atau naiknya isi dan asam lambung ke saluran esofagus (kerongkongan). Paparan asam lambung yang berulang-ulang naik ke esofagus akan mengakibatkan iritasi pada lapisan esofagus atau kerongkongan.Selain itu gerd juga dapat di picu oleh beberapa makanan dan minuman tertentu seperti makanan yang berkaitan dengan jenis makanan yang asam, pedas dan berminyak. Terlalu sering mengonsumsi makanan ini akan meningkatkan produksi asam lambung da melemahkan otot sfinger bawah serta melambatkan pengosongan lambung. Tidak hanya itu lebiasaan makan yang kurang baik juga dapat memperkuat gejala ini seperti makan yang terburu buru, seperti makan dalam porsi banyak sekaligus, dan langsung tidur setelah makan.Gejala GerdPada umumnya selain heartburn atau rasa terbakar di dada, penderita GERD juga akan merasakan keluhan atau gejala klinis seperti :Mual Rasa pahit di mulut Karies pada gigiRegurgitasi (makanan kembali ke mulut dari kerongkongan)Nyeri menelan atau kesulitan menalanBatuk kronis Sakit tenggorokan dan suara serakPerhatikan pula gejala lanjutan yang mungkin terkait dengan komplikasi Gerd atau masalah Kesehatan serius lain nya :Nyeri dada Kehilangan selera makan Muntah terus menerus Gangguan menelan Muntah mengandung darah Perubahan berat badan yang tidak bisa di jelaskan penyebabnyaPemeriksaan Penunjang GERDa. PPI TestPPI test dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien dengan gejala tipikal dan tanpa adanya tanda bahaya atau risiko esofagus Barrett. Tes ini dilakukan dengan memberikan PPI dosis ganda selama 1-2 minggu tanpa didahului dengan pemeriksaan endoskopi. Jika gejala menghilang dengan pemberian PPI dan muncul kembali jika terapi PPI dihentikan, maka diagnosis GERD dapat ditegakkan. Tes dikatakan positif, apabila terjadi perbaikan klinis dalam 1 minggu sebanyak lebih dari 50%. Dalam sebuah studi metaanalisis, PPI test dinyatakan memiliki sensitivitas sebesar 80% dan spesifitas sebesar 74% untuk penegakan diagnosis pada pasien GERD dengan nyeri dada non kardiak. Hal ini Revisi Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit Refluks Gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD) di Indonesia 12 menggambarkan PPI test dapat dipertimbangkan sebagai strategi yang berguna dan memiliki kemungkinan nilai ekonomis dalam manajemen pasien nyeri dada non kardiak tanpa tanda bahaya yang dicurigai memiliki kelainan esophagusb. EndoskopiPemeriksaan ini merupakan standar baku untuk diagnosis GERD dengan ditemukannya mucosal break di esofagus (esofagitis refluks). Dengan melakukan pemeriksaan endoskopik dapat dinilai perubahan makroskopik dari mukosa esofagus, serta dapat menyingkirkan keadaan patologis lain yang dapat menimbulkan gejala GERD. Jika tidak ditemukan muscosal break pada pemeriksaan endoskopi pasien GERD dengan gejala yang khas, keadaan ini disebut nonerosive reflux disease (NERD). Ditemukannya kelainan esofagitis pada pemeriksaan endoskopi yang dipastikandengan pemeriksaan histopatologi, dapat mengonfirmasi bahwa gejala heartburn atau regurgutasi memang karena GERD.Endoskopi untuk GERD tidak selalu dilakukan pada kunjungan pertama karena diagnosis GERD dapat dibuat berdasarkan gejala dan atau terapi empiris. Peran endoskopi gastrointestinal atas dalam menegakkan diagnosis GERD adalah:Mengonfirmasi keberadaan dan ketiadaan kerusakan esofagus termasuk erosi, ulserasi, striktur, esophagus Barret atau keganasan selain untuk mengeluarkan kelainan gastrointestinal atas lainnya.Mengevaluasi keparahan dari mocusal break menggunakan modifikasi klasifikasi Los Angeles atau klasifikasi Savarry-Miller.Spesimen biopsi diambil ketika ada kecurigaan esophagus Barret atau keganasan.c. Barium EsophagogramGastroesophageal reflux disease (GERD) didefinisikan sebagai gastroesophageal reflux yang mengakibatkan gejala atau cedera pada epitel esofagus. Meskipun manajemen medis GERD telah membaik, dan meningkatnya jumlah prosedur bedah antirefluks laparoskopi adalah sedang dilakukan. Studi barium, endoskopi, manometri, dan pH pemantauan adalah semua komponen integral dari evaluasi pra operasi.Pemeriksaan menelan barium harus memungkinkan evaluasi kritis peristaltik esofagus, keberadaan dan tingkat refluks gastroesofageal, dan komplikasi termasuk esofagitis, striktur, dan Barrett Esophagus. Sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi hernia hiatus dan hernia longitudinal striktur, yang dapat menyebabkan esofagus memendek. Dalam kasus seperti itu, menjadi perlu bagi ahli bedah untuk memasukkan esofagus prosedur perpanjangan sebelum fundoplication; jika tidak, mungkin didapatkan hasil bedah yang buruk. Temuan radiografi postfundoplikasi normal sebagai komplikasi pasca operasi (misalnya, tight wrap, perforasi, abses, complete or partial dehiscence, striktur berulang, hernia berulang, intrathoracic migration of the wrap juga harus dikenali dan dipahami dengan jelas oleh ahli radiologi Mengingat GERD bersifat kronis dan prevalensi GERD simtomatik dan meningkatnya jumlah pasien yang menjalani intervensi bedah, sangat penting bahwa ahli radiologi memahami evaluasi pra dan pasca bedah pasien yang terkena GERDd. HistopatologiMetaplasia lapisan epitel intestinal pada esofagus didiagnosis sebagai Barret Esophagus ketika lokasinya pada esofagus bagian bawah dan bukan di lambung bagian atas. Mukosa esofagus menggambarkan bentuk yang tidak lengkap dari metaplasia intestinal tipe II dan tipe III. Morfologinya akan tampak seperti villiform pattern. Epitelium terdiri dari banyak sel goblet yang tersebar pada sel mucous intermediet. Pada beberapa penelitian menunjukkan kebanyakan Barret Esophagus merupakan campuran antara ketiga jenis mukosa, dimana yang terutama adalah mukosa tipe intestinal.Cara menghindari GERD:Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebihBerhenti merokok Menghindari makan dalam porsi besar dan berat di malam hari Menghindari makanan pemicu seperti coklat kafein dan alcoholMakan maksimal 3 jam sebelum tidur Tidak langsung berbaring setelah makanMeninggikan posisi kepal saat berbaringTidak mengenakan pakai an terlalu ketatSebenarnya, setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, terutama setelah makan dalam jumlah yang banyak, makan pada larut malam, atau mengonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung. Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.Agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah, penting untuk mengenali gejala GERD dan lakukan langkah penanganan sejak dini untuk mengatasinya. Namun Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika gejala GERD terjadi secara terus menerus dan tidak kunjung membaik.PENULIS: AzizEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:Sijabat H, Simadibrata M, Abdullah M, Syam AF. Gastroesophageal reflux disease in obese patients. Indones J Gastroenterol, Hepatol, Dig Endosc. 2008;9(1):1-5.Heaney LG, Conway E, Kelly C, Johnston BT, English C, Stevenson M, et al. Predictors of therapy GERD: outcome of a systematic evaluation protocol. Thorax. 2003;58(7):561-6.Diaz DM, Gibbons TE, Heiss K, Wulkan ML, Ricketts RR, Gold BD. Antireflux outcomes in gastroesophageal reflux disease. Am J Gastroenterol. 2005;100(8):1844-52.
CACAR MONYET
Monkey Pox atau biasanya disebut dengan cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan serta viral di tengah masyarakat. Monkey Pox atau cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) yang termasuk genus orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kango.Penularan Monkey PoxVirus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi virus tersebut, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat menular melalui plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi,. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.Cacar monyet juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terinfeksi virus cacar monyet. Sampai sekarang belum diketahui reservoir spesifiknya dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Walaupun memiliki nama cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utama.Gejala Monkey PoxPada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, Lesi cacar (benjolan berisi air/nanah seluruh tubuh) dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.Pemeriksaan Penunjang Monkey PoxMetode pemeriksaan yang digunakan berdasarkan panduan WHO adalah deteksi material genetika terhadap genus Orthopoxvirus yang dikonfirmasi dengan deteksi spesies monkeypox menggunakan PCR dan/atau sekuensing. Uji serologi dengan ELISA untuk mengetahui kadar antibodi dapat dilakukan untuk penyelidikan lanjut adanya riwayat infeksi atau tujuan epidemiologis lainnya. Penggunaan sekuensing selain untuk kepentingan deteksi, metoda tersebut dapat digunakan untuk tujuan lanjut mengidentifikasi asal usul, epidemiologi, dan karakteristik dari virus tersebut.Secara singkat metode pemeriksaan berdasarkan jenis spesimennya diuraikan pada tabel berikut ini:Pencegahan Monkey PoxAda beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :Menghindari kontak langsung dengan hewan yang dapat menjadi reservoir/berkembang biaknya virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).Menghindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.Memisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.Melakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksiMemasak daging dengan benar dan matangPENULIS: Defanny Viendah RamadhaniEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2793012#:~:text=Monkeypox is a zoonotic virus,with material from monkeypox lesions.https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON385SE Dirjen P2P no 2752https://upk.kemkes.go.id/new/kemenkes-bersiap-menghadapi-cacar-monyet-Kementerian Kesehatan RI direktorat jenderal dan pengendalian penyakit. 2022. Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit monkeypox. Kementerian Kesehatan republic Indonesia: Jakarta
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message