Apa itu Sarcoma? Berikut Penjelasannya!
![]()
Sudah tahukah Anda apa itu Sarcoma?
Singkatnya, sarcoma adalah salah satu jenis kanker sehingga bisa dikatakan tergolong dalam penyakit serius. Untuk mengetahui apa itu sarcoma, simak artikel ini sampai tuntas ya!
Sarcoma atau sering juga ditulis dengan kata ‘sarkoma’ ialah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan lunak. Jaringan lunak sendiri adalah jaringan yang menunjang dan mengaitkan struktur yang ada di sekeliling tubuh.
Anda pastinya tahu lemak, pembuluh darah, otot, sendi, saraf dan tulang, kan? Nah, semuanya itu termasuk dalam jaringan lunak.
Lantas, siapa yang berisiko terkena sarcoma atau kanker jaringan lunak?
Mengenal Sarkoma
Sarcoma atau sarkoma adalah jenis kanker atau tumor ganas yang muncul pertama kali atau bermula di bagian jaringan lunak, seperti otot, lemak, pembuluh darah dan lain sebagainya. Pada umumnya, tumor sarcoma ini muncul di jaringan lunak sekitar perut, kaki atau tangan.
Mengenai pertanyaan siapa yang berisiko terkena sarcoma, jawabannya semua usia bisa saja mengalaminya. Tapi, penyakit serius ini lebih sering menyerang lansia dan usia paruh baya. Lebih lanjut, risiko orang terkena sarcoma akan meningkat sejalan dengan meningkat usianya.
Oleh karenanya, penting bagi siapa saja untuk menjaga kesehatan tubuh. Terlebih saat menginjak usia paruh baya dan lansia, agar kita semua tidak terkena penyakit serius seperti sarcoma dan lainnya.
Jenis Sarcoma
Ternyata kanker sarkoma itu ada lebih dari 50 jenis. Berikut ini kami informasikan beberapa jenis atau contoh sarkoma yang paling sering menyerang manusia:
● Fibrosarcoma: sarcoma yang muncul di jaringan fibrosa tubuh.
● Sarkoma Kaposi: sarkoma yang muncul pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan/atau kelenjar getah bening.
● Liposarkoma: kanker sarkoma yang muncul pada jaringan lemak.
● Angiosarcoma: Tumor sarkoma yang pertama kali muncul di pembuluh getah bening dan/atau pembuluh darah.
● Sarcoma synovial: kanker sarkoma yang muncul di jaringan lunak sekitar sendiri.
Gejala Sarkoma
Gejala sarkoma ini cukup beragam. Mengingat, jenis atau contoh sarkoma sendiri sangat beragam. Tapi, pada umumnya berikut gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pengidap sarcoma:
● Muncul benjolan yang kalau dipegang dan/atau raba sangat terasa keberadaannya.
● Kemunculan benjolan membuat rasa nyeri dan tidak nyaman.
● Nyeri pada tulang, bahkan sering mengalami patah tulang yang diakibatkan cedera ringan.
● Sering demam.
● Sering sakit perut.
● Gerak tubuh jadi terbatas alias tidak seperti normalnya.
Perlu Anda tahu, di awal kemunculannya, gejala sarkoma mungkin tidak terasa. Gejala sarkoma akan mulai terasa setelah pertumbuhannya masuk dalam tahap lanjut. Pada tahap ini, tumor sarkoma akan memberikan tekanan pada otot, saraf dan organ tertentu.
Penyebab Sarkoma
Setidaknya ada empat penyebab sarcoma yang paling umum. Berikut kami paparkan penjelasan selengkapnya:
1. Kelainan Genetik
Penyebab sarkoma yang pertama yakni karena kelainan genetik. Ya, seseorang yang mempunyai kelainan genetik tertentu yang diturunkan dari orang tua bisa terkena sarcoma. Kelainan genetik tertentu yang dimaksud bisa berupa sindrom gardner, neurofibromatosis, tuberous sclerosis dan sindrom li-fraumeni.
2. Paparan Radiasi Terlalu Lama
Terpapar radiasi terlalu lama juga bisa menjadi penyebab sarcoma. Paparan radiasi ini bisa juga dimunculkan oleh radioterapi dalam pengobatan kanker. Bisa juga dari lingkungan kerja yang radiasinya tinggi.
3. Adanya Paparan Zat Kimia
Beberapa paparan zat kimia seperti dioksin, arsenik dan herbisida bisa menyebabkan kanker sarkoma. Jadi, jangan sampai terkena paparan zat kimia tersebut dalam waktu lama agar tidak terkena penyakit serius ini ya!
4. Usia Lanjut
Telah kami jelaskan sebelumnya bahwa sarcoma lebih sering menyerang orang berusia lanjut atau lansia dan usia paruh baya. Risiko orang terkena sarcoma akan meningkat seiring bertambahnya usia.
Kenali Tingkat Keparahan Sarkoma
Anda perlu tahu tingkat keparahan atau stadium sarkoma sebelum menentukan metode pengobatan yang tepat. Sarkoma sendiri terdiri dari enam tingkat keparahan atau stadium, berikut penjelasan selengkapnya:
● Stadium 1A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma masih berukuran kecil, yakni 5 cm atau kurang dari itu. Kecepatan pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.
● Stadium 1B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma berukuran 15 cm atau lebih dari itu. Namun, pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya, sebagaimana stadium 1A.
● Stadium 2: pada tingkat keparahan ini, sarcoma memiliki ukuran 5 cm atau kurang dari itu. Tapi, tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 2 belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.
● Stadium 3A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran lebih dari 5 cm hingga 10 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 3A juga belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.
● Stadium 3B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma memiliki ukuran lebih dari 10 cm hingga kurang dari 15 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar cepat. Sarcoma stadium 3B belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.
● Stadium 4: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran sebesar apapun. Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya yang jauh, misalnya paru-paru.
Pengobatan dan Konsultasi dengan Dokter
Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa sih pengobatan sarcoma? Ketahuilah, pengobatan sarkoma pada umumnya berupa kemoterapi, radioterapi dan operasi.
Kemoterapi dilakukan dengan meminum obat-obatan tertentu untuk memusnahkan tumor sarkoma. Nah, pada umumnya obat kemoterapi yang digunakan di antaranya: Ifosfamide, Docetaxel and Gemcitabine.
Sedangkan radioterapi dilakukan dengan melakukan terapi radiasi untuk mengecilkan dan/atau menghancurkan sel tumor. Radioterapi ini juga bisa menghambat atau menghalangi tumbuhnya sarcoma.
Adapun tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat sel tumor/kanker. Biasanya, tindakan operasi yang dilakukan yakni pembedahan umum.
Nah, pengobatan sarcoma ini harus mengacu pada stadium/tingkat keparahan, letak, tipe dan kondisi penderita. Oleh karenanya, pengobatan perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.
Anda bisa melakukan konsultasi pengobatan sarcoma di Granostic. Ya, Granostic memiliki layanan konsultasi dan telekonsultasi berbagai jenis penyakit bersama dokter spesialis dan dokter umum. Dengan melakukan konsultasi di Granostic, Anda akan mengetahui pengobatan sarcoma yang tepat sesuai dengan tingkat keparahannya, tipenya, letaknya dan kondisi penderita.
Yuk gunakan layanan konsultasi dan/atau telekonsultasi Granostic agar mendapatkan pengobatan sarcoma yang tepat. Diskusikan secara detail kondisi penderita sarcoma ke dokter spesialis Granostic ya!
Lebih lanjut, penting juga bagi penderita sarcoma melakukan perubahan gaya hidup sebagaimana yang disarankan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meminta penderita sarkoma melakukan diet kanker, istirahat yang cukup, tidak beraktivitas fisik secara berlebihan, menjaga berat badan dan berhenti merokok jika sebelumnya merokok. Penderita juga perlu melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi secara rutin ke Granostic untuk mengetahui kondisinya terkini.

