Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

WASIR
Pengertian Wasir (Hemoroid)Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran pada pembuluh darah di bagian akhir usus besar (rektum) dan anus. Wasir dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih sering dialami oleh orang usia 50 tahun atau lebih. Wasir atau yang juga dikenal dengan ambeien umumnya tidak mengganggu dan tidak menimbulkan keluhan. Namun, wasir juga bisa menimbulkan keluhan berupa rasa tidak nyaman, gatal, serta perdarahan dari anus. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah vena yang ada di sekitar anus sehingga mengalami pembengkakan sehingga akan terbentuk benjolan yang terasa nyeri dan sangat mengganggu.Klasifikasi Wasir (Hemoroid)Ada dua jenis wasir, yaitu wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid). Pada wasir internal, pembuluh darah yang membengkak tidak terlihat dari luar. Sedangkan pada wasir eksternal, pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar dan terasa lebih nyeri.Berdasarkan ukuran dan tingkat keparahannya, wasir internal dapat dikelompokkan menjadi:Derajat satu: pembengkakan kecil muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anusDerajat dua: pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat buang air besar (BAB) dan masuk kembali dengan sendirinya seusai BABDerajat tiga: terdapat satu atau beberapa benjolan kecil yang menggantung di anus, tetapi bisa didorong untuk masuk kembaliDerajat empat – terdapat benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembaliGejala Wasir (Hemoroid)Hemoroid dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti:Gatal luar biasa di sekitar anus.Iritasi dan nyeri di sekitar anus.Ada benjolan atau bengkak di dekat anus.Buang air besar yang menyakitkan.Adanya darah pada jaringan setelah buang air besar.Meskipun gejalanya menyakitkan, hemoroid bukanlah penyakit yang bisa mengancam jiwa. Pada kebanyakan kasus, penyakit ini bisa hilang dan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.Namun, pada beberapa kasus, hemoroid juga bisa berkembang menjadi parah, menyebabkan komplikasi seperti:Adanya gumpalan darah di pembuluh darah yang bengkak.Buang air besar berdarah.Anemia defisiensi besi, akibat perdarahan atau buang air besar berdarah.Penyebabnya Wasir (Hemoroid)Hemoroid terjadi akibat ada terlalu banyak tekanan pada pembuluh darah di anus. Berbagai hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya hal ini, yaitu:Mengejan berlebihan saat buang air besar.Komplikasi dari konstipasi atau sembelit kronis.Duduk dalam waktu lama, terutama di toilet.Memiliki anggota keluarga dengan riwayat hemoroid.Hemoroid bisa diturunkan secara genetik, dari orangtua ke anak. Oleh karena itu, cobalah cek apakah ada dari salah satu orangtua yang mengalami kondisi ini. Selain itu, ada banyak faktor lain yang juga meningkatkan risiko, seperti:Sering mengangkat beban berat.Obesitas.Ketegangan konstan lainnya pada tubuh.Mencegahnya Wasir (Hemoroid)Hindari mengejan saat buang air besar.Tingkatkan asupan cairan. Hal ini bisa mencegah feses mengeras dan sulit dikeluarkan, sehingga jadi harus mengejan kuat.Jangan menahan keinginan buang air besar.Olahraga secara teratur untuk mencegah terjadinya sembelit.Hindari duduk terlalu lama di permukaan yang keras. Konsumsi makanan tinggi serat, untuk mencegah sembelit.Pengobatan dan Pencegahan Wasir (Hemoroid)Wasir harus segera ditangani agar tidak membengkak, pecah, atau terpelintir. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara:Mengonsumsi obat pelancar BAB Menerapkan pola makan yang sehat dan menambah asupan seratMenggunakan salep wasir Menjalani operasi pengangkatan wasirUntuk menghindari terjadinya wasir, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, banyak minum air putih, dan rutin berolahraga. Selain itu, hindari kebiasaan yang dapat memicu wasir, seperti duduk terlalu lama, menunda BAB, atau mengejan berlebihan.Pemeriksaan Penunjang Wasir (Hemoroid)Pemeriksaan penunjang untuk membantu penegakan diagnosis hemoroid adalah anoskopi. Pilihan lainnya dapat dilakukan pemeriksaan sigmoidoskopi maupun kolonoskopi untuk menegakan diagnosis hemoroid sekaligus menyingkirkan diagnosis banding.    1. AnoskopiAnoskopi merupakan pemeriksaan paling akurat dan paling mudah untuk memeriksa kanalis ani dan distal rektum untuk membedakan diagnosis hemoroid interna atau fisura ani. Pemeriksaan ini jarang digunakan semenjak pemakaian endoskopi lebih banyak dilakukan.    2. Sigmoidoskopi fleksibel atau kolonoskopiTidak lebih akurat untuk menegakan diagnosis hemoroid, namun dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan inflammatory bowel disease atau kanker. Kolonoskopi terutama dilakukan pada pasien perdarahan rektum dengan tanda bahaya atau kelompok populasi sebagai berikut:Pasien berusia 50 tahun atau lebih dan belum pernah dilakukan pemeriksaan kolon menyeluruh dalam 10 tahun terakhirPasien berusia 40 tahun atau lebih yang belum pernah dilakukan pemeriksaan kolonoskopi dalam 10 tahun terakhir dan memiliki riwayat satu orang keluarga inti dengan kanker kolorektal atau adenoma pada usia 60 tahun atau kurang.Pasien berusia 40 tahun atau lebih yang belum dilakukan pemeriksaan kolonoskopi dalam lima tahun terakhir dan memiliki riwayat lebih dari satu orang keluarga inti dengan kanker kolorektal atau adenoma pada usia 60 tahun atau kurang.Pasien dengan anemia defisiensi besiPasien dengan hasil pemeriksaan darah samar tinja positif.    3. LaboratoriumPemeriksaan laboratorium darah dapat dilakukan untuk melihat adanya anemia yang mungkin disebabkan oleh perdarahan dari hemoroid.PENULIS: Hevi Dwi WahyuniEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:Kahn, A., & Jewell, T. Healthline (2021). Causes of Hemorrhoids and Tips for Prevention. National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2021. Definition & Facts of Hemorrhoids.Cronau H, Kankanala RR, Mauger T. Diagnosis and management of red eye in primary care. Am Fam Physician. 2010;81:137–144. Rao NA. Acquired immunodeficiency syndrome and its ocular complications. Indian J Ophthalmol 1994; 42: 51–63. Rosen PH, Spalton DJ, Graham EM. Intraocular tuberculosis. Eye 1990; 4: 486–92. 
Mual Dan Muntah Berat Selama Kehamilan
Emesis gravidarum adalah gejala yang wajar atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gajala ini biasanya terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung kurang lebih 10 minggu. Mual muntah terjadi hampir 80% pada ibu hamil. Hiperemesis gravidarum adalah keadaan dimana penderita mual muntah lebih dari 10 kali dalam 24 jam, sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan ini rata-rata muncul pada usia kehamilan 8-12 minggu. Hiperemesis gravidarum adalah kondisi persisten mual muntah ibu hamil pada trimester pertama sampai dengan usia kehamilan 22 minggu yang apabila berkelanjutan bisa mengakibatkan kekurangan karbohidrat dalam lemak, dehidrasi dan kekurangan elektrolit. Hiperemesis gravidarum ditandai dengan mual muntah, ketonuria dan kehilangan 5% dari berat sebelum hamil, 0,3 hingga 0,2 % hiperemesis gravidarum membutuhkan perawatan di rumah sakit.Hiperemesis gravidarum adalah keluhan mual dan muntah hebat lebih dari 10 kali sehari dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit, sehingga menganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin dalam kandungan. Mual dan muntah berlebihan yang terjadi pada wanita hamil sehingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kadar elektrolit, penurunan berat badan (lebih dari 5% berat badan awal), dehidrasi, ketosis, dan kekurangan nutrisi. Hal tersebut mulai terjadi pada minggu keempat sampai kesepuluh kehamilan dan selanjutnya akan membaik pada usia kehamilan 20 minggu, namun pada beberapa kasus dapat terus berlanjut sampai pada kehamilan tahap berikutnya.Pada umumnya hiperemesis gravidarum terjadi pada minggu ke 6- 12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16-20 masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gejala yang wajar ditemukan pada kehamilan triwulan pertama. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari sehingga sering dikenal dengan morning sickness. Sementara itu setengah dari wanita hamil mengalami morning sickness, antara 1,2 - 2% mengalami hiperemesis gravidarum, suatu kondisi yang lebih serius. Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual ini mulai dialami sejak awal kehamilan. Mual muntah saat hamil muda sering disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga, tapi ini jarang terjadi.Tingkatan Hiperemesis GravidarumMenurut berat ringannya gejala hiperemesis gravidarum dapat dibagi kedalam tiga tingkatan sebagai berikutTingkat IMuntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum. Pada tingkatan ini ibu hamil merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, tekanan darah sistolik menurun, dapat disertai peningkatan suhu tubuh, turgor kulit berkurang, lidah kering dan mata cekung.Tingkat IIIbu hamil tampak lebih lemas dan apatis, turgor kulit lebih menurun, lidah kering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, tekanan darah turun, suhu kadang-kadang naik, mata cekung dan sedikit ikterus, berat badan turun, hemokonsentrasi, oligouria, dan konstipasi. Aseton dapat tercium dari hawa pernapasan karena mempunyai aroma yang khas, dan dapat pula ditemukan dalam urine.Tingkat IIIKeadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun, serta suhu meningkat. Komplikasi fatal terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai wenickle ensefalopati. Gejala yang dapat timbul seperti nistagmus, diplopia, dan perubahan mental, keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks. Timbulnya ikterus menunjukkan terjadinya payah hati. Pada tingkatan ini juga terjadi perdarahan dari esofagus, lambung, dan retina.Akibat Hiperemesis GravidarumHiperemesis gravidarum menyebabkan efek samping pada janin seperti abortus, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur dan malformasi pada bayi lahir. Didapatkan bahwa hiperemesis gravidarum merupakan faktor yang signifikan terhadap memanjangnya hari rawat bagi bayi yang dilahirkan. Ada peningkatan angka kematian Intrauterin Growth Retardation (IUGR) pada klien hiperemesis gravidarum yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 5%. Selain berdampak fisiologis pada kehidupan klien dan janinnya, hiperemesis gravidarum juga memberikan dampak secara psikologis, sosial, spiritual dan pekerjaan.EtiologiEtiologi hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Dulu penyakit ini dikelompokkan kedalam penyakit toksemia gravidarum karena diduga adanya semacam “racun” yang berasal dari janin atau kehamilan. Penyakit ini juga digolongkan kedalam gestosis bersama preeklampsi dan eklampsi. Nama gestosis dini diberikan untuk hyperemesis gravidarum dan gestosis lanjut untuk hipertensi (pre-eklampsi dan eklampsi) dalam kehamilan.Beberapa teori penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum namun tidak ada satupun yang dapat menjelaskan proses terjadinya secara tepat. Teori tersebut antara lain adalah : Teori endokrin Teori ini menyatakan bahwa peningkatan kadar progesteron, estrogen, dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat menjadi faktor pencetus mual muntah. Peningkatan hormon progesterone menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi, hal itu mengakibatkan penurunan motilitas lambung sehingga pengosongan lambung melambat. Refleks esofagus, penurunan motilitas lambung dan penurunan sekresi dari asam hidroklorid juga berkontribusi terhadap terjadinya mual dan muntah. Selain itu HCG juga menstimulasi kelenjar tiroid yang dapat mengakibatkan mual dan muntah.Teori Metabolik Teori metabolik menyatakan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan mual dan muntah pada kehamilan. Teori Alergi Adanya histamine sebagai pemicu dari mual dan muntah mendukung ditegakkannya teori alergi sebagai etiologi hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah berlebihan juga dapat terjadi pada ibu hamil yang sangat sensitive terhadap sekresi dari korpus luteum.Teori Infeksi Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara infeksi Helicobacter pylori dengan terjadinya hiperemesis gravidarum, sehingga dijadikan dasar dikemukakannya teori infeksi sebagai penyebab hiperemesis gravidarum. Teori Psikomantik Menurut teori psikomatik, hiperemesis gravidarum merupakan keadaan gangguan psikologis yang dirubah dalam bentuk gejala fisik. Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan serta tekanan pekerjaan dan pendapatan menyebabkan terjadinya perasaan berduka, ambivalen, serta konflik dan hal tersebut dapat menjadi faktor psikologis penyebab hiperemesis gravidarum.Patofisiologi Hiperemesis GravidarumPatofisiologi hiperemesis gravidarum dapat disebabkan karena peningkatan Hormon Chorionic Gonodhotropin (HCG) dapat menjadi faktor mual dan muntah. Peningkatan kadar hormon progesterone menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi sehingga motilitas menurun dan pengosongan lambung melambat. Hal ini diperberat dengan adanya penyebab lain berkaitan dengan faktor psikologis, spiritual, lingkungan, dan sosiokultural. Hormon progesterone ini dihasilkan oleh korpus luteum pada masa awal kehamilan dan mempunyai fungsi menenangkan tubuh ibu hamil selama kehamilan, termasuk saraf ibu hamil sehingga perasaan ibu hamil menjadi tenang. Hormon ini berfungsi untuk membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta di dalam rahim. Hormon ini juga dapat berfungsi untuk mencegah gerakan kontraksi atau pengerutan otot-otot Rahim. Hormon progesteron dapat "mengembangkan" pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah, itu penyebab mengapa Anda sering pusing saat hamil. Hormon ini juga membuat sistem pencernaan jadi lambat, perut menjadi kembung atau sembelit. Hormon ini juga mempengaruhi perasaan dan suasana hati ibu, meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan pernafasan, mual, dan menurunnya gairah berhubungan intim selama hamil. Seseorang dalam kondisi stress dan cemas akan meningkatkan aktivitas saraf simpatis, untuk melepaskan hormon stress berupa adrenalin dan kortisol. Sistem imun merupakan komponen penting dan responden adaptif stress secara fisiologis. Cemas menggunakan adrenalin dalam tubuh untuk meningkatkan kepekaan, prestasi dan tenaga. Peningkatan adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah kejantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Tekanan darah yang tinggi dan peningkatan denyut jantung akan dapat meningkatkan HCG. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) adalah hormon yang dihasilkan selama kehamilan, yang dapat dideteksi dari darah atau air seni wanita hamil sesudah kurang lebih 10 hari sesudah pembuahan. HCG ini dapat menstimulasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil.Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi ibu hamil muda bila terjadi terus menerus terjadi dapat mengakibatkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, serta dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi . Oksidasi lemak yang tidak sempurna menyebabkan ketosis. Pada beberapa kasus berat, perubahan yang terjadi berhubungan dengan malnutrisi dan dehidrasi yang menyebabkan terdapatnya non protein nitrogen, asam urat, dan penurunan klorida dalam darah, kekurangan vitamin B1, B6, B12, dapat mengakibatkan terjadinya anemia. Bahkan pada kasus berat dapat mengakibatkan terjadinya wernikle enchelopati.Menurut Penelitian Ali Husein Hiperemesis Gravidarum mempunyai hubungan yang signifikan dengan depresi. Dalam penelitian Uguz et al. yang meganalisa ibu hamil dengan hiperemesis ditemukan bahwa ibu hamil dengan depresi dan kecemasan memiliki kecenderungan terjadi hiperemesis gravidarum. Depresi dan gangguan kecemasan memiliki hubungan potensial yang mengarah kepada terjadinya hiperemesis gravidarum pada kehamilan. Dalam penelitian Koken et al. yang menganalisa hubungan depresi dan kecemasan dengan mual dan muntah, didapatkan hasil adanya hubungan yang signifikan antara depresi dan kecemasan dengan kejadian mual muntah pada kehamilan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis gravidarum meliputi:Faktor Predisposisi terdiri dari primigravida, molahidatidosa dan kehamilan ganda.Faktor organic seperti alergi masuknya vilikoirialis sirkulasi, perubahan metabolic akibat kehamilan dan resistensi ibu yang menurun. Faktor psikologis, meliputi pengetahuan, sikap, umur, paritas, pekerjaan, stress, peningkatan hormon progesteron, estrogen dan HCG, alergi, infeksi dan diabetes melitus.KesimpulanUntuk Ibu hamil harus memahami dan mampu mengatasi kecemasannya yang ada dalam dirinya dengan berfikir positif atas kehamilannya. Serta disarankan konsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan baik.PENULIS: Miftakhul JannahEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Arum. R, 2021. Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Puskesmas Galur II Pada Masa Pandemi .
Kanker Kulit
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Sebagai sistem organ tubuh yang paling luas, kulit tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Kulit membangun sebuah barrier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam banyak fungsi vital. Kulit bersambung dengan membran mukosa pada ostium eksterna sistem digestivus, respiratorius, dan urogenitalis. Karena kelainan kulit mudah terlihat, keluhan dermatologik umumnya menjadi alasan utama mengapa pasien mencari pelayanan kesehatan (Djuanda, 2011).Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yangtidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuhyang lain. Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka kanker kulit juga bermacam-macamsesuai dengan jenis sel yang terkena.Akan tetapi yang paling sering terdapat adalah karsinomasel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM). Karsinomasel basal dan karsinoma sel skuamosa seringkali digolongkan ke dalam kanker kulit non melanoma.Penyebab sebenarnya kanker kulit tidak diketahui secara pasti, namun faktor lingkungan dan sinar UV serta kebersihan diri dan lingkungan merupakan faktor utama penyebab kanker kulit.Angka kejadian kanker kulit lebih banyak terdapat pada orang dengan pola hidup yang tidak bersih dan sering terpajang sinar matahari.A. Pengertian Kanker KulitKanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjadi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh. (Ajoemedi soemardi, 2006).Kanker kulit adalah penyakit dimana kulit kehilangan kemampuannya untuk generasi dan tumbuh secara normal.Sel-sel kulit yang sehat secara normal dapat membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel-sel kulit mati dan tumbuh kembali (tiro. 2010).Kanker kulit adalah jenis kanker yang terletak dipermukaan kulit,sehingga mudah dikenali. Namun karena gejala awal yang ditimbul dirasakan tidak begitu menganggu,sehingga penderita terlambat melakukan pengobatan (Mangan,2005).B. Penyebab pasti dari kanker kulit belum ditemukan secara pasti, namun ada beberapa factor resiko yang dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit yaitu:Paparan Sinar Ultraviolet (UV)Penyebab yang paling sering adalah paparan sinar UV baik dari matahari maupun dari sumber yang lain. Lama paparan, intensitas sinar UV, serta ada tidaknya pelindung kulit baik dengan pakaian atau krim anti matahari, semuanya berpengaruh terhadap terjadinya kanker kulit.Genetik/Faktor KeturunanSusunan genetik dalam keluarga bisa berpengaruh juga terhadap munculnya kanker kulit. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker kulit, maka risiko terkena kanker kulit pada anggota keluarga yang lain juga akan meningkat.C. Gejala Kanker Kulit :Gejala atau tanda kanker kulit umumnya muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti kulit kepala, wajah, telinga, leher, lengan, atau tungkai. Akan tetapi, kanker kulit juga dapat terjadi di bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari, seperti telapak tangan, kaki, atau bahkan area kelamin.Berikut ini adalah gejala kanker kulit berdasarkan jenisnya:Arsinoma sel basalKarsinoma sel basal ditandai dengan benjolan lunak dan mengkilat di permukaan kulit, atau lesi berbentuk datar pada kulit berwarna gelap atau cokelat kemerahan yang menyerupai daging.Karsinoma sel skuamosaKarsinoma sel skuamosa ditandai dengan benjolan merah keras pada kulit, atau lesi yang berbentuk datar dan bersisik seperti kerak. Lesi dapat terasa gatal, berdarah, hingga menjadi kerak.Kanker kulit melanomaKanker kulit melanoma ditandai dengan bercak atau benjolan berwarna cokelat. Melanoma memang menyerupai tahi lalat biasa, namun bentuknya lebih tidak beraturan. Metode ABCDE bisa digunakan untuk membedakan tahi lalat biasa dengan melanoma. Metode tersebut meliputi:✓ Asimetris, sebagian besar melanoma memiliki bentuk yang tidak asimetris.✓ Border (pinggiran), tepi melanoma cenderung tidak beraturan.✓ Color (warna), warna melanoma lebih dari satu.✓ Diameter, ukuran melanoma lebih dari 6 mm.✓ Evolusi, yaitu terjadi perubahan bentuk, warna, atau ukuran tahi lalat.D. Pemeriksaan Diagnostik :Laboratorium test dan Cuci darah. Test lab dan pemeriksaan darah membantu mendiagnosa kanker. Sebagian malignasi dapat merubah komposisi atau status hematologic Biopsy jaringan Hasil biopsy memastikan diagnosis melanoma.Spesimen biopsy yang diperoleh dengan cara eksisimengungkapkan informasi histologik mengenai tipe, taraf invas dan ketebalan lesi. Biopsy insisi harus dilakukan jika lesi yang dicurigai terlalu luas untuk dapat diangkat dengan aman tanpa pembentukan sikatriks yang berlebihan (Runkle & Zalonznik, 1994). Specimen biopsy yang diperoleh dengan pemangkasan, kuratasee atau aspirasi jarum dianggap bukan bukti histologik penyakit yang dapat diandalkan. Pemeriksaan darah, pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan. Untuk melanoma yang lebih dalam, pemeriksaan mungkin diindikasikan untuk menemukan adanya metastase penyakit.Ini meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan.PENULIS: Dyah Pramesthi LinggaswariEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :https://www.alodokter.com/kanker-kulitDoengoes.M.G. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta:EGC.Price.S.A. 2005. Patofisiologi. Edisi:6. Jakarta:EGC.Smelt.Z, Susanne.C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddar. Edisi:8. Jakarta: EGC.Sjamsuhidajat R., Wim de Jong. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Hal.782-788. PenerbitBuku Kedokteran EGC. Jakarta.Indrayatna. (2010). Penyakit kulit, tanda dan gejala, cara penularan, dampak dan upaya pencegahan. Diunduh pada tanggal 16 Maret 2012
FATTY LIVER (Penyakit hati berlemak)
PENGERTIANFatty Liver atau perlemakan hati merupakan kondisi akumulasi trigliserida dan berbagai jenis lemak lain pada sel hepar. Pada fatty liver, kandungan lemak hepar melebihi 5% dari seluruh berat hepar. Fatty Liver dapat terjadi terkait konsumsi alkohol (alcoholic liver disease atau ALD) dan selain itu, fatty liver juga dapat terjadi pada pasien yang tidak mengkonsumsi alkohol (nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD).PATOFISIOLOGIFatty liver atau perlemakan hati berbeda tergantung jenisnya. Alcoholic liver disease (ALD) terjadi akibat akumulasi lemak dalam hepatosit karena konsumsi alkohol kronik. Sementara, nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) diduga terjadi melalui mekanisme “dua penyebab”.Alcoholic Liver Disease (AFL) Hepar merupakan organ utama dalam metabolisme alkohol. AFL adalah tahap pertama dari penyakit hati yang disebabkan oleh alcohol. Konsumsi alcohol secara berlebih dapat menimbulkan kerusakan hati dan metabolisme lemak pada hati tidak dapat dilakukan dengan cepat. Jika seorang alkoholik tidak mengkonsumsi alcohol dalam beberapa waktu (minimal selama 6 minggu), timbunan lemak akan menghilang cukup signifikan. Namun sebaliknya jika alkoholik tetap konsisten mengkonsumsi alcohol, kondisi tersebut akan berkembang menjadi sirosis Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFL) NAFL terjadi ketika hati kesulitan untuk melakukan metabolisme (memecah) lemak, sehingga menimbulkan penimbunan di jaringan hati. NAFL ini tidak memiliki kaitan dengan konsumsi alcohol dan biasanya terdiagnosa ketika 10% dari komponen hati terdiri dari timbunan lemak.Selain konsumsi alcohol, berikut adalah kemungkinan dari penyebab kondisi fatty liver:Obesitas (kegemukan) Dyslipidemia (tingginya lemak dalam darah) Diabetes mellitus Genetic Penurunan berat badan secara cepat dan berlebihan Efek samping dari konsumsi obat seperti aspirin, steroid, tamoxifen, dan tetracyclineETIOLOGI :Fatty Liver yang merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan lemak pada hati juga umum terjadi pada orang yang overweight atau obesitas. Penderita diabetes mellitus tipe 2 juga biasanya berisiko untuk terkena fatty liver. Hal tersebut diakibatkan oleh kondisi resistensi insulin yang merupakan etiologi dari diabetes mellitus tipe 2.Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fatty liver adalah: Konsumsi alcohol berlebih Konsumsi obat secara berlebih (tidak sesuai dosis), misalnya acetaminophen Kehamilan Kolesterol tinggi Malnutrisi Sindroma metabolicKondisi fatty liver dapat dideteksi melalui pemeriksaan-pemeriksaan berikut:Pemeriksaan FisikPada pemeriksaan fisik dapat ditemukan pembesaran pada hati. Biasanya pembesaran hati akan lebih mudah terdeteksi pada kondisi di mana juga terjadi peradangan hati. Biasanya dokter melakukan pemeriksaan ukuran hati jika terjadi keluhan lemah atau penurunan nafsu makan serta terdapat riwayat konsumsi alcohol, obat-obatan, atau suplemen.Pemeriksaan DarahBiasanya ditemukan peningkatan enzim hati pada pemeriksaan darah. Walaupun tidak spesifik mengarah kepada kondisi fatty liver, namun penting dilakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab peningkatan enzim hepar tersebut.Ultrasound (USG)Penumpukan lemak pada hati akan tampak sebagai area putih pada pemeriksaan USG. Pemeriksaan pencitraan lain yang dapat dilakukan meliputi CT atau MRI scan. Pemeriksaan pencitraan dapat membantu mendeteksi adanya penumpukan lemak pada hatiBiopsy HatiPada pemeriksaan biopsi hati, dokter akan mengambil sedikit sample jaringan hati setelah sebelumnya memberikan anestesi local. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari temuan kondisi hati pada pemeriksaan yang telah dilakukan.PENATALAKSANAAN :Hingga saat ini belum terdapat pengobatan atau pembedahan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kondisi fatty liver, namun hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fatty liver:Menghindari atau mengurangi konsumsi alcoholMenjaga kadar kolesterolMenjaga berat badan idealMenjaga kadar gula darahMengkonsumsi makan tinggi serat dan proteinOlahragaJika anda memiliki kondisi fatty liver karena obesitas atau kebiasaan makan yang tidak sehat, dokter biasanya akan menyarankan anda untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat. Membatasi asupan kalori juga dapat membantu anda menurunkan berat badan dan mempercepat pemulihan hati.Anda juga dapat memulihkan kondisi hati dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan mengandung kadar gula tinggi. Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayuran segar. Konsumsi daging merah juga sebaiknya dibatasi dan diganti dengan protein lain seperti daging ayam dan ikan.Melindungi hati anda adalah pencegahan terbaik dari kondisi fatty liver. Hal ini juga termasuk membatasi atau menghindari konsumsi alkohol. Menurut pendapat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi alkohol maksimum perhari adalah satu gelas untuk wanita dan dua gelas untuk pria.PENULIS: Tika Anggriyani, Amd.Kep EDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :https://indonesiare.co.id/id/article/fatty-liverhttps://www.alomedika.com/penyakit/gastroentero-hepatologi/fatty-liverhttps://bobo.grid.id/read/082846036/cari-jawaban-soal-kelas-3-sd-tema-1-apa-manfaat-olahraga-untuk-tubuh?page=allhttps://www.grid.id/read/04196579/berhenti-konsumsi-alkohol-4-hal-ini-akan-terjadi-pada-tubuhmu-wah-kenapa-ya-kira-kira?page=all
Appendicitis (Radang Usus Buntu)
PENGERTIANAppendicitis adalah inflamasi pada apendiks vermiformis yang berada di ujung caecum. Perkembangan proses inflamasi dapat menyebabkan abses, obstruksi, peritonitis dan sepsis jika tidak diobati. Istilah appendicitis komplikata mengacu pada adanya gangren atau perforasi apendiks. Perforasi bebas ke dalam rongga peritoneum dapat menyebabkan peritonitis purulen atau faeculen. Perforasi yang terlokalisir dapat menyebabkan abses apendiks atau phlegmon (massa inflamasi).PENYEBAB APPENDICITISGejala utama penyakit usus buntu adalah nyeri di perut yang disebut kolik abdomen. Nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, kemudian bergerak ke bagian kanan bawah perut. Lokasi nyerinya bisa berbeda-beda, tergantung pada usia pasien dan posisi usus buntu itu sendiri.Dalam waktu beberapa jam, nyeri akibat penyakit usus buntu bisa bertambah parah, terutama saat bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, nyeri juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderita sedang tidur.Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:Perut kembungMual dan muntahDemam dan menggigilHilang nafsu makanTidak bisa buang gas atau kentutSembelit (konstipasi)DiareGEJALA APPENDICITISGejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:Perut kembungMual dan muntahDemam dan menggigilHilang nafsu makanTidak bisa buang gas atau kentutSembelit (konstipasi)DiareKAPAN HARUS KE DOKTER?Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda merasakan nyeri parah di perut bagian kanan bawah, atau gejala usus buntu lain seperti yang telah disebutkan di atas. Jangan makan, minum, menggunakan obat pereda nyeri, obat pencahar, atau kompres hangat (heating pad) untuk meredakan gejala nyeri, tanpa adanya anjuran dari dokter.Pada ibu hamil, radang usus buntu dapat menimbulkan gejala nyeri di perut sebelah kanan, karena posisi usus buntu akan lebih tinggi saat hamil. Di sisi lain, ibu hamil yang mengalami sakit perut, mual, atau muntah, juga tidak berarti mengalami usus buntu. Oleh sebab itu, penting untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, terutama bila mengalami gejala di atas.Waspadai bila nyeri perut perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh area perut. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda usus buntu telah pecah sehingga berisiko menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis). Pada wanita, gejala usus buntu juga bisa mirip dengan nyeri menstruasi (dismenore) atau kehamilan ektopik.DIAGNOSIS APPENDICITISDiagnosis penyakit usus buntu diawali dengan tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, riwayat operasi, penggunaan obat-obatan, dan riwayat alergi.Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya dengan menekan area perut yang terasa nyeri. Radang usus buntu umumnya ditandai dengan nyeri yang makin parah setelah area perut yang ditekan dilepas dengan cepat.Guna memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, yaitu:Tes darah, untuk memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksiTes urine, untuk menyingkirkan kemungkinan gejala disebabkan oleh penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjalUSG perut, guna melihat gambaran organ dalam perut dan memeriksa aliran darah dalam perutPemindaian dengan CT scan atau MRI, untuk melihat organ di dalam perut secara lebih jelasPemeriksaan panggul, untuk memastikan nyeri tidak disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi atau infeksi panggul lainnyaTes kehamilan, untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh kehamilan ektopikFoto Rontgen dada, untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh pneumonia sebelah kananPENGOBATAN APPENDICITIESSetelah pasien dipastikan menderita usus buntu, dokter akan langsung memberikan penanganan berupa:Obat-obatanPada beberapa kasus usus buntu yang ringan, pasien dapat sembuh hanya dengan pemberian antibiotik sehingga operasi tidak perlu dilakukan. Namun, jika operasi diperlukan, dokter akan terlebih dahulu memberikan antibiotik melalui infus, untuk mengobati infeksi yang mengakibatkan radang usus buntu.Perlu diketahui, hingga saat ini penyakit usus buntu belum dapat diobati dengan pengobatan herbal apa pun, termasuk kunyit. Oleh sebab itu, daripada mencari pengobatan yang belum pasti benar, lebih baik mencari pertolongan medis guna menghindari terjadinya komplikasi dari radang usus buntu.OperasiPengobatan utama penyakit usus buntu adalah dengan operasi pengangkatan usus buntu, atau apendektomi. Pengangkatan usus buntu di sistem pencernaan tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang, karena usus buntu juga tidak berperan penting pada orang dewasa.Ada dua cara dalam melakukan apendektomi, yaitu melalui laparoskopi atau operasi lubang kunci, dan bedah terbuka atau laparotomi. Kedua teknik bedah tersebut diawali dengan melakukan bius total pada pasien. Berikut ini adalah penjelasannya.KOMPLIKASI APPENDICITIESPenyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko menimbulkan komplikasi yang berbahaya, antara lain:Abses atau terbentuknya kantong berisi nanahKomplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi di usus buntu. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik. Jika ditemukan pada saat operasi, abses dan area di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik.PeritonitisPeritonitis adalah infeksi di lapisan dalam perut atau peritoneum. Kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat yang terus menerus di seluruh bagian perut, demam, dan detak jantung yang cepat. Peritonitis dapat terjadi ketika usus buntu pecah dan infeksi menyebar hingga ke seluruh rongga perut.Peritonitis yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini harus diatasi dengan pemberian antibiotik dan bedah terbuka secepatnya, untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut.SepsisBakteri dari usus buntu yang pecah berisiko masuk ke aliran darah. Kondisi ini disebut dengan sepsis, yaitu kondisi serius ketika peradangan meluas dan tersebar ke banyak organ tubuh lain. Kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.PENCEGAHANMeski cara mencegah usus buntu belum diketahui secara pasti, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya usus buntu, yaitu:Meningkatkan asupan makanan sumber seratMinum air putih dalam jumlah yang cukupMengonsumsi makanan yang mengandung probiotikMelakukan pemeriksaan kesehatan secara berkalaPENULIS: Muhammad Nurul LailiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Snyder MJ, Guthrie M, Cagle S. Acute Appendicitis: Efficient Diagnosis and Management. Am Fam Physician. 2018 Jul 1;98(1):25–33.Di Saverio, S., et al. (2020). Diagnosis and Treatment of Acute Appendicitis: 2020 Update of The WSES Jerusalem Guidelines. World Journal of Emergency Surgery, 15(1), pp. 1–42.Dixon, F., & Singh, A. (2020). Acute Appendicitis. Surgery (Oxford), 38(6), pp. 310–17.National Health Service UK (2019). Health A to Z. Appendicitis.Lights, V. Healthline (2021). Everything You Need to Know About Appendicitis.
KEPUTIHAN FISIOLOGIS PADA PEREMPUAN
MEMBEDAKAN KEPUTIHAN NORMAL DAN ABNORMAL PADA PEREMPUANKesehatan reproduksi merupakan unsur terpenting dalam kesehatan umum, baik pada perempuan maupun laki-laki, kesehatan reproduksi juga dapat mempengaruhi kesehatan bayi, anak, remaja dan orang yang berusia diluar masa reproduksi (Emilia, 2008).Masalah keputihan merupakan masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita, tidak banyak wanita yang tahu tentang keputihan dan terkadang Wanita menganggap enteng persoalan keputihan. Akibatnya sangat fatal bila tidak cepat ditangani yang menyebabkan kemandulan, gejala awal kanker Rahim yang berujung pada kematian.Keputihan juga dapat menekan kejiwaan seseorang karena keputihan cenderung kambuh dan timbul Kembali sehingga dapat mempengaruhi seseorang baik secara fisiologi maupun psikologi. PENGERTIAN Keputihan (leukorea, flour albus, vaginal discharge) merupakan secret yang berlebihan dari vagina selain darah haid dan tidak disebabkan neoplasma atau penyakit sistemik dan cairan tersebut menjaga vagina tetap bersih dan lembab sekaligus melindunginya dari infeksi.JENIS  Keputihan fisiologis (normal) merupakan secret berwarna bening sampai keputihan, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan.Keputihan patologis (abnormal) merupakan secret kekuningan/kehijauan/keabu-abuan, berbau tidak sedap dan atau amis (fishy odor), berjumlah banyak dan menimbulkan keluhan seperti gatal, kemerahan (eritema), edema, rasa terbakar pada daerah genital, nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia) atau nyeri saat berkemih (disuria).PENYEBABSetelah mengetahui apa itu keputihan, anda juga perlu tahu apa penyebabnya.Keputihan fisiologis dapat disebabkan oleh perubahan hormone, rangsangan seksual, stress, kehamilan dan ibu menyusui.Keputihan patologis yaitu paling sering disebabkan oleh tiga jenis mikroorganisme yaitu: jamur candida (kandidiasis), bakteri (vaginosis bacterial dan klamidiasis), protozoa (trikomoniasis).GEJALAKeputihan normal menimbulkan gejala seperti :Bau tidak menyengatTidak berwarna (bening) atau warna normal (warna putih biasa)Keputihan abnormal menimbulkan gejala seperti :Bau menyengatKeputihan keluar lebih banyak dari biasanyaKeputihan menggumpal seperti kejuKeputihan memili warna (hijau dan atau keabuan)Nyeri hingga gatal pada area vaginaNyeri saat buang air kecilPendarahan saat menstruasiPendarahan setelah berhubungan seksualFAKTOR RESIKOAda beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko keputihan yakni:Kurangnya kebersihan pada area vaginaBerhubungan seksual tanpa pengamanMemiliki banyak partner seksual atau sering berganti pasangan Menderita diabetesMengkonsumsi pil KBMenggunakan antibiotic atau steroidMemiliki imunitas yang lemah atau terinfeksi HIVDIAGNOSISPertama dilakukan wawancara terlebih dahulu untuk menentukan apakah keputihan yang dikeluhkan termasuk normal atau tidak. Dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan, bagaimana kaitannya dengan siklus menstruasi, cara perawatan area genital dan terkait partner hubungan seksual.Dilanjutkan pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan genital dan pemeriksaan abdomen (perut) bila diperlukan. Cairan keputihan yang didapatkan juga dapat diperiksa secara kasat mata dengan hasil yang dapat mengarah kemungkinan penyebab. Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya untuk mendukung diagnosis seperti:Pap smear merupakan pengambilan jaringan pada mulut Rahim untuk diperiksa lebih lanjut.Tes PH untuk memeriksa tingkat keasaman yang hasilnya dapat membantu mengarah ke diagnosis.Tes sampel cairan vagina untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab keputihan.Tes infeksi menular seksual merupakan mendeteksi adanya infeksi menular seksual seperti gonore, chlamydia dan trikomoniasis.PENGOBATANCara pengobatan dilakukan dengan mendapatkan konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin ataupun dokter spesialis kebidanan dan kandungan.Keputihan karena jamur candida : biasanya dokter meresepkan obat antijamur berbentuk gel yang dimasukkan ke dalam vagina. Dapat juga diresepkan antijamur sediaan tablet untuk diminum.Keputihan karena vaginosis bacterial : obat keputihan yang diakibatkan oleh bacterial vaginosis yaitu jenis metronidazole ataupun klindamisin.Keputihan karena klamidia : keputihan karena bakteri klamidia dapat diobati dengan antibiotic azitromisin satu kali minum ataupun doksisiklin selama 7 hari. Obat ini dapat mengatasi bakteri penyebab keputihan.Keputihan karena trikomoniasis : dokter dapat diresepkan obat metronidazole untuk mengatasi keputihan akibat trikomoniasisPENCEGAHANKeputihan yang bersifat patologis dapat dihindari dengan menerapkan hal-hal berikut :Jaga kebersihan area genital dengan mencucinya secara lembut.Menggunakan sabun tidak berpewangi pada area luar, jangan membersihkan memberi sabun secara langsung ke vagina.Hindari penggunaan cairan pembersih vagina.Bersihkan area vagina dari arah depan ke belakang jangan sebaliknya.Keringkan area vagina usai buang air dengan tisu atau handuk bersih.Gunakan celana dalam berbahan katun.Berhubungan seksual yang aman dengan tidak bergantki pasangan seksual.Gunakan pelindung (kondom) untuk menghindari infeksi menular seksual.PENULIS: Leny Eka Nur HidayantiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Cleveland Clinic. Diakses 2022. Vaginal discharge. Emilia, Ova. 2008. Promosi Kesehatan Reproduksi Wanita. Yogyakarta: Pustaka Cendika. Healthline. Diakses 2022. Dizziness.Kusmiran, E. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika NHS UK. Diakses 2022. Vaginal discharge.Nurhayati, A.2013. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Vaginal Hygene terhadap Kejadian Keputihan Patologis padaRemaja Put ri Usia 13-17 tahun di Kawasan Pondok Ilir Cabe. Skripsi, Univeristas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. (http://repository.uinjkt.ac.id diakses 8 September 2018)WebMD. Diakses 2022. Vaginal discharge whats abnormal. Wulandari, A. 2011.Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: Andi.
MALARIA
Malaria adalah suatu penyakit akut maupun kronik disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium dengan manifestasi berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Sedangkan menurut ahli lain malaria merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam, menggigil, anemia, dan pembesaran limpa.ETIOLOGIAda 2 jenis makhluk yang berperan besar dalam penularan malaria yaitu parasit malaria yangdisebut Plasmodium dan nyamuk anopheles betina. Parasit malaria memiliki siklus hidup yang kompleks, untuk kelangsungan hidupnya parasit tersebut membutuhkan host (tempatnya menumpang hidup) baik pada manusia maupun nyamuk, yaitu nyamuk anopheles. Ada empat jenis spesies parasit malaria di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah manusia. yaitu:Plasmodium falciparumPlasmodium vivaxPlasmodium malariaePlasmodium ovaleKeempat spesies parasit malaria tersebut menyebabkan jenis penyakit malaria yang berbeda yaitu:Plasmodium falciparumMenyebabkan malaria falsiparum. Merupakan jenis penyakit malaria yang terberat dan satu-satunya parasit malaria yang menimbulkan penyakit mikrovaskular, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi berat seperti cerebral malaria (malaria otak), anemia berat, syok, gagal ginjal akut, perdarahan, sesak nafas, dll.Plasmodium vivaxMenyebabkan malaria tertiana. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 2 hari. Telah ditemukan juga kasus malaria berat yang disebabkan oleh Plasmodium vivax.Plasmodium malariaeMenyebabkan malaria quartana. Asimtomatis dalam waktu lama. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 3 hari.Plasmodium ovaleJenis ini jarang sekali dijumpai, umumnya banyak di Afrika dan Pasifik Barat. Seringkali sembuh tanpa pengobatan. Seorang penderita dapat dihinggapi oleh lebih dari satu jenis plasmodium. Infeksi demikian disebut infeksi campuran (mixed infection). Biasanya campuran P.Falciparum dengan P.Vivax atau P.Malariae. Infeksi campuran tiga jenis sekaligus jarang sekali terjadi. Infeksi jenis ini biasanya terjadi di daerah yang tinggi angka penularannya. Malaria yang disebabkan oleh P.Vivax dan P.Malariae dapat kambuh jika tidak diobati dengan baik. Malaria yang disebabkan oleh spesies selain P.Falciparum jarang berakibat fatal, namun menurunkan kondisi tubuh yang menyebabkan lemah, menggigil dan demam yang biasanya berlangsung 10-14 hari.Kehidupan nyamuk sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan yang ada, seperti suhu, kelembaban, curah hujan, dan sebagainya. Efektifitas vektor untuk menularkan malaria ditentukan hal-hal sebagai berikut:Kepadatan vektor dekat pemukiman manusia.Kesukaan menghisap darah manusia atau antropofilia.Frekuensi menghisap darah (ini tergantung dari suhu).Lamanya sporogoni (berkembangnya parasit dalam nyamuk sehingga menjadi efektif).Lamanya hidup nyamuk harus cukup untuk sporogoni dan kemudian menginfeksi jumlah yang berbeda-beda menurut spesies.Nyamuk Anopheles betina menggigit antara waktu senja dan subuh, dengan jumlah yang berbeda-beda menurut spesiesnya. Kebiasaan makan dan istrahat nyamuk Anopheles dapat dikelompokkan menjadi: Endofilik : suka tinggal dalam rumah/bangunan.Eksofilik : suka tinggal diluar rumah.Endofagi : menggigit dalam rumah/bangunan.Eksofagi : menggigit diluar rumah/bangunan.Antroprofili : suka menggigit manusia.Zoofili : suka menggigit binatang.GEJALA MALARIAGejala demam tergantung jenis malaria. Sifat demam akut (paroksismal) yang didahului oleh stadium dingin (menggigil) diikuti demam tinggi kemudian berkeringat banyak. Gejala klasik ini biasanya ditemukan pada penderita non imun (berasal dari daerah non endemis). Selain gejala klasik di atas, dapat ditemukan gejala lain seperti nyeri kepala, mual, muntah, diare, pegal-pegal, dan nyeri otot . Gejala tersebut biasanya terdapat pada orang-orang yang tinggal di daerah endemis (imun). BAHAYA MALARIAJika tidak ditangani segera dapat menjadi malaria berat yang menyebabkan kematianMalaria dapat menyebabkan anemia yang mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia.Malaria pada wanita hamil jika tidak diobati dapat menyebabkan keguguran, lahir kurang bulan (prematur) dan berat badan lahir rendah (BBLR) serta lahir mati.PENCEGAHAN MALARIA Upaya pencegahan malaria adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria, mencegah gigitan nyamuk, pengendalian vektor dan kemoprofilaksis. Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu berinsektisida, repelen, kawat kasa nyamuk dan lain-lain. Obat yang digunakan untuk kemoprofilaksis adalah doksisiklin dengan dosis 100mg/hari. Obat ini diberikan 1-2 hari sebelum bepergian, selama berada di daerah tersebut sampai 4 minggu setelah kembali. Tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan anak di bawah umur 8 tahun dan tidak boleh diberikan lebih dari 6 bulan.DIAGNOSIS1. AnamnesisKeluhan utama dapat meliputi demam, menggigil, dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal. Riwayat berkunjung dan bermalam 1 - 4 minggu yang lalu ke daerah endemik malaria. Riwayat tinggal didaerah endemik malaria. Riwayat sakit malaria. Riwayat minum obat malaria satu bulan terakhir. Gejala klinis pada anak dapat tidak jelas. Riwayat mendapat transfusi darah. Selain hal-hal tadi, pada pasien penderita malaria berat, dapat ditemukan keadaan seperti gangguan kesadaran dalam berbagai derajat, Keadaan umum yang lemah, Kejang-kejang, panas sangat tinggi, Mata dan tubuh kuning, Perdarahan hidung, gusi, atau saluran cerna, nafas cepat (sesak napas), Muntah terus menerus dan tidak dapat makan minum, Warna air seni seperti teh pekat dan dapat sampai kehitaman, Jumlah air seni kurang bahkan sampai tidak ada dan telapak tangan sangat pucat.2. Pemeriksaan fisik Malaria RinganDemam (pengukuran dengan termometer ≥ 37,5°C), Konjungtiva atau telapak tangan pucat, pembesaran limpa (splenomegali), dan pembesaran hati (hepatomegali).BMalaria BeratMortalitas: Hampir 100% tanpa pengobatan, Tatalaksana adekuat: 20%, Infeksi oleh P.falciparum disertai dengan salah satu atau lebih kelainan yaitu Malaria serebral, gangguan status mental, Kejang multipel, Koma, Hipoglikemia: gula darah < 50 mg/dL, Distress pernafasan, Temperatur > 40°C, tidak responsif dengan asetaminofen, Hipotensi, Oliguria atau anuria, Anemia dengan nilai hematokrit 1,5 mg/dL, Parasitemia > 5%, Bentuk Lanjut (tropozoit lanjut atau schizont) P. Falciparum pada apusan darah tepi, Hemoglobinuria, Perdarahan spontan, dan Kuning.3. Pemeriksaan laboratoriumA. Pemeriksaan dengan mikroskopPemeriksaan sediaan darah (SD) tebal dan tipis di Puskesmas/Iapangan/rumah sakit untuk menentukan ada tidaknya parasit malaria (positif atau negatif), Spesies dan stadium plasmodium, Kepadatan parasite.Untuk penderita tersangka malaria berat perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:1. Bila pemeriksaan sediaan darah pertama negatif, perlu diperiksa ulang setiap 6 jam sampai 3 hari berturut-turut2. Bila hasil pemeriksaan sediaan darah tebal selama 3 hari berturut-turut tidak ditemukanparasit maka diagnosis malaria disingkirkan.B. Pemeriksaan dengan tes diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test).Mekanisme kerja tes ini berdasarkan deteksi antigen parasit malaria, dengan menggunakan metode imunokromatografi, dalam bentuk dipstik. Tes ini sangat bermanfaat pada unit gawat darurat, pada saat terjadi kejadian luar biasa dan di daerah terpencil yang tidak tersedia fasilitas lab serta untuk survey tertentu.C. Pemeriksaan penunjang untuk malaria berat.pemeriksaan penunjang meliputi; darah rutin, kimia darah lain (gula darah, serum bilirubin,SGOT & SGPT, alkali fosfatase, albumin/globulin, ureum, kreatinin, natrium dan kalium,anaIisis gas darah, EKG, Foto toraks, Analisis cairan serebrospinalis), Biakan darah dan ujiserologi, dan Urinalisis.KESIMPULANMalaria harus segera ditangani untuk mencegah risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya. Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria yang jenisnya disesuaikan dengan parasit penyebab malaria, tingkat keparahan, atau wilayah yang pernah ditinggali penderita.PENULIS: Miftakhul JannahEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Harijanto PN. Malaria. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III, edisi IV. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, Hal: 1754-60, 2006.Mansyor A dkk. Malaria. Dalam: kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga, Jilid I, Jakarta, Fakultas Kedokteran UI, Hal: 409-16, 2001.Purwaningsih S. Diagnosis Malaria. Dalam: Harijanto PN (editor). Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan Penanganan. Jakarta: EGC, Hal: 185-92, 2000.Kemenkes RI. 2017. Penatalaksanaan Kasus Malaria. Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
MENILAI SPERMA BAIK DAN BURUK
Apakah Anda seorang laki-laki dewasa yang mungkin kebingungan untuk menilai sperma Anda. Mungkin Anda sedang bertanya-tanya bahwa sperma yang saya miliki apakah cukup normal atau malah memiliki masalah? Sebenarnya bisakah sperma dinilai baik buruknya hanya dari kasat mata tanpa harus ke laboratorium? Mungkin banyak sekali khususnya laki-laki dewasa yang mempertanyakan pertanyaan diatas, sehingga disini kita akan bersama-sama membahas kualitas sperma yang baik dan buruk itu seperti apa jika dinilai dari kasat mata.Kualitas sperma yang sehat merupakan salah satu hal penting bagi pria yang berharap memiliki momongan, hal ini perlu diketahui bagi pria untuk memahami mengenai kondisi kesuburan yang dimilikinya, karna banyak pria yang merasa bahwa kondisi sperma mereka sangat baik-baik saja tetapi sebetulnya tidaklah sesehat itu.Ketika sperma tidak dalam kondisi sehat maka otomatis rasa percaya diri seorang pria itu akan menurun. Hal ini juga memengaruhi tingkat kegairahan seorang pria ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan mereka. Untuk itulah, penting bagi para pria untuk mengenali ciri-ciri sperma tersebut.Ciri-ciri sperma sehat antara lain adalah:KONSISTENSINYA KENTAL Ciri-ciri sperma sehat yang pertama adalah bentuknya (konsistensi) kental dan ini adalah salah satu ciri yang paling utama. Kalau bentuknya kental tidak perlu diragukan lagi bahwa sperma tersebut adalah yang sehat/baik.SPERMA YANG DI KELUARKAN DALAM JUMLAH BANYAK Ciri lain dari sperma yang sehat adalah bisa dilihat dari jumlahnya saat dikeluarkan. Apabila jumlahnya banyak, maka tak diragukan lagi bahwa keadaannya normal-normal saja. Rata-rata, pria akan merasakan keanehan apabila sperma yang dikeluarkan tidaklah begitu banyakSPERMA LENGKETSelain dari ciri-ciri di atas, ciri satu ini juga penting untuk Anda perhatikan karena ciri sperma yang lengket menandakan bahwa sperma sangat sehat. Mungkin kemudian pertanyaannya adalah bagaimana cara untuk mengeceknya. Anda tinggal melihat sperma yang sudah dikeluarkan sewaktu ejakulasi dan meniliknya, apakah lengket atau tidak.BERBAU SEPERTI DAUN AKASIASelain dari bentuk atau tekstur, jumlah dan juga warna, ada satu lagi yang perlu sangat diperhatikan bila ingin tahu sperma Anda sehat atau tidak. Perhatikanlah aroma atau baunya ketika proses ejakulasi. Beberapa orang dengan masalah pada sperma akan mendapati baunya kurang enak dan cukup mengganggu.DAN UNTUK SPERMA YANG KURANG SEHAT ANTARA LAINSPERMA ENCER ATAU TERLALU KENTAL KURANG LENGKET ATAU TERLALU LENGKETWARNA TIDAK WAJAR (misal berwarna kemerahan)BERBAU BUSUK ATAU MENYEGAT TIDAK SEDAP SPERMA HANYA DAPAT KELUAR SEKALI DALAM SEHARIItulah sejumlah informasi mengenai ciri-ciri sperma sehat maupun yang tidak sehat secara kasat mata. Penting untuk mengenalinya supaya Anda bisa melakukan pemeriksaan yang lebih mendetail di laboratorium dan dapat diterapi secepatnya bila memang ada masalah pada sperma. Tak hanya penanganan dari dokter, Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengikuti tips diet sehat, memilah asupan makanan dan berolahraga secara rajin.Daftar Pustaka & Referensi :PENULIS: AzizEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahAziz N. Interpreting Semen Analysis and Level 2 Sperm Testing.Springer 2017;1: 19 – 32Bergmann M. Physiology of spermatogenesis. Androl Clin 2006; 1: 272– 281
Hemofilia
HEMOFILLIA adalah kelainan pembekuan darah yang diturunkan ibu ke anak laki-laki. Faktor-faktor pembekuan darah di dalam plasma darah dilambangkan dengan angka romawi, contoh: Faktor VIII: Faktor Delapan dan Faktor IX: Faktor Sembilan.Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah yang menyebabkan darah menjadi sulit membeku. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya faktor pembekuan darah alias koagulasi di dalam tubuh. Penyakit hemofilia adalah kelainan yang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada saat ini bertujuan untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari.Terdapat tiga jenis penyakit hemofilia:Hemofilia A yakni disebut sebagai hemofilia klasik yang diturunkan secara genetik. Hemofilia tipe A adalah penyakit yang terjadi saat tubuh kekurangan faktor pembekuan darah VIII. Biasanya, hemofilia tipe A dikaitkan dengan kehamilan, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit kanker, lupus dan rematik.Hemofilia B adalah kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah IX. Kondisi ini biasanya diwariskan oleh ibu, tapi bisa juga terjadi ketika gen berubah atau bermutasi sebelum bayi dilahirkan.Hemofilia C merupakan gangguan yang disebabkan oleh berkurangnya faktor pembekuan darah XI. Kondisi ini juga disebut dengan sindrom Rosenthal. Kasus kejadian hemofilia C tergolong paling jarang ditemukan dibandingkan dengan jenis lainnyaPENYEBAB HEMOFILLIAHemofilia terjadi akibat mutasi genetik yang menyebabkan darah kekurangan faktor pembekuan VIII atau IX. Kekurangan faktor tersebut menyebabkan darah sukar membeku sehingga perdarahan sulit berhenti.Mutasi genetik yang terjadi pada hemofilia mempengaruhi kromosom X. Kelainan pada kromosom X kemudian diturunkan oleh ayah, ibu, atau kedua orang tua kepada anak.Hemofilia yang bergejala biasanya terjadi pada laki-laki. Anak perempuan lebih sering menjadi pembawa (carrier) gen abnormal yang berpotensi untuk diwariskan kepada keturunannya.Namun, dalam kasus acquired hemophilia, ada beberapa penyebab lain yang membuat seseorang mengalami gangguan pada produksi faktor pembekuan darah sekalipun tidak memiliki keturunan. Beberapa di antaranya adalah:Masalah pada sistem imun tubuhPenyakit peradangan kronis, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan diabetesPenyakit hati, seperti hepatitis atau sirosisKankerGEJALA HEMOFILLIAGejala utama hemofilia adalah darah yang sukar membeku sehingga menyebabkan perdarahan sulit berhenti atau berlangsung lebih lama selain itu juga terdapat gejala lain nya seperti: Perdarahan yang sulit berhenti, misalnya pada mimisan atau luka goresPerdarahan pada gusiPerdarahan yang sulit berhenti setelah operasi, misalnya setelah sunat (sirkumsisi)Darah pada urine dan tinjaMudah mengalami memarPerdarahan pada sendi yang ditandai dengan nyeri dan bengkak pada sendi siku dan lututTingkat keparahan perdarahan yang dialami penderita hemofilia tergantung pada jumlah faktor pembekuan dalam darah.Pada hemofilia ringan, jumlah faktor pembekuan dalam darah bervariasi dari 5 hingga 50%. Orang dengan hemofilia ringan mungkin tidak memiliki gejala apapun. Namun, pasien mungkin mengalami pendarahan yang sulit dihentikan jika lukanya cukup parah atau baru saja menjalani prosedur medis, seperti operasi dan pencabutan gigi.DIAGNOSIS HEMOFILLIATes darah untuk menentukan jumlah sel darah lengkap. Walaupun tidak mempengaruhi sel darah merah secara langsung, namun pendarahan akibat hemofilia dapat menyebabkan seseorang kekurangan sel darah merah dan hemoglobin (anemia).Tes darah juga dilakukan untuk mendeteksi fungsi dan kerja faktor pembekuan darah melalui pemeriksaan PT (prothrombin time), APTT (activated partial thromboplastin time), dan fibrinogen. Pemeriksaan ini juga bisa menentukan tingkat keparahan hemofilia, dengan mengukur jumlah faktor VIII dan IX.Tes genetikTes genetik dilakukan untuk mendeteksi kelainan genetik yang menyebabkan hemofilia, terutama pada orang yang keluarganya memiliki riwayat hemofilia. Tes ini juga dapat mengetahui apakah seseorang merupakan pembawa (carrier) hemofilia.Tes genetik pada ibu hamil dapat mengetahui risiko janin menderita hemofilia. Pemeriksaan yang bisa dilakukan selama kehamilan meliputi:Chronionic villus sampling (CVS), yaitu pengambilan sampel dari plasenta untuk melihat apakah janin mengalami hemofilia. Tes ini dilakukan pada minggu ke-11 sampai ke-14 masa kehamilan.Amniocentesis, yaitu tes untuk memeriksa sampel cairan ketuban. Tes ini dilakukan pada minggu ke-15 sampai ke-20 masa kehamilan.Tingkatan penyakit hemofilia:Hemofilia ringan ditunjukkan dengan faktor pembekuan dalam plasma di antara 5-40 persen.Hemofilia sedang ditandai dengan faktor pembekuan dalam plasma sekitar 1-5 persen.Hemofilia berat diindikasikan dengan faktor pembekuan dalam plasma kurang dari 1 persen. Setelah dokter melakukan serangkaian pemeriksaan, pilihan pengobatan dan perawatan sudah bisa ditentukan.Ada beberapa upaya yang bisa mencegah terjadinya luka dan cedera, yaitu:Menghindari kegiatan yang berisiko menyebabkan cederaMenggunakan pelindung, seperti helm, pelindung lutut, dan pelindung siku, jika harus melakukan aktivitas yang berisikoMemeriksakan diri ke dokter secara rutin untuk memantau kondisi hemofilia dan kadar faktor pembekuan yang dimilikiTidak meminum obat yang dapat memengaruhi proses pembekuan darah, seperti aspirin, tanpa resep dokterMenjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut, termasuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigiPENULIS: Vicky Nur Fadila EDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Shapiro, S., et al. (2022). Cardiovascular Disease in Hereditary Haemophilia: The Challenges of Longevity. British Journal of Haematology, 00, pp. 1–10.Kadhim, K., Al-Lami, F., & Baldawi, K. (2019). Epidemiological Profile of Hemophilia in Baghdad-Iraq. Inquiry: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing, 56, pp. 0046958019845280What Is Hemophilia? – CDC. (2020). Retrieved 16 April 2020Hemophilia A – National Hemophilia Foundation. (n.d.). Retrieved 16 April 2020Hemophilia B – National Hemophilia Foundation. (n.d.). Retrieved 16 April 2020
ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura)
Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) adalah penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah. Hal ini terjadi karena rendahnya jumlah sel keping darah (trombosit) dalam tubuh. ITP dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Kondisi ini tidak menular sehingga interaksi langsung dengan penderita tidak menyebabkan seseorang tertular. Trombosit adalah sel darah yang berperan dalam proses penggumpalan darah untuk menghentikan perdarahan. Ketika jumlah trombosit rendah, seseorang akan mudah mengalami memar atau perdarahan.PENYEBAB ITPPenyebab ITP belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, dugaan utama penyebab ITP adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang disebut penyakit autoimun. Pada penderita ITP, sistem kekebalan tubuh menganggap trombosit sebagai benda asing yang berbahaya sehingga dibentuk antibodi untuk menyerang trombosit. Hal inilah yang menyebabkan jumlah trombosit menurun. Selain itu, beberapa hal berikut ini juga dapat memicu munculnya ITP:Infeksi virus atau bakteri, umumnya pada anak-anakVaksinasiPaparan racun atau bahan kimia berbahaya, misalnya insektisidaPenyakit autoimun lain, misalnya SLEPengobatan kemoterapiGEJALA ITPGejala utama ITP adalah munculnya ruam merah atau memar di berbagai bagian tubuh dan perdarahan yang sulit dihentikan ketika luka. Beberapa tanda dan gejala tambahan lain yang disebabkan oleh ITP adalah:Rasa lelah yang berlebihanMimisanBercak darah pada urine atau tinjaGusi berdarah, terutama setelah menjalani perawatan gigiPerdarahan berlebihan saat menstruasiPada anak-anak, ITP terkadang tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, gejala biasanya bersifat ringan dan berlangsung kurang dari 6 bulan (akut). Gejala ITP juga dapat berlangsung lebih dari 6 bulan (kronis), tetapi biasanya terjadi pada penderita dewasa.KAPAN HARUS KE DOKTER?ITP ditandai dengan perdarahan yang dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Konsultasikan dengan dokter bila Anda sering mengalami perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar, terutama bila perdarahan tersebut terjadi secara spontan atau tanpa didahului cedera.Penderita ITP perlu berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya aktivitas yang melibatkan kontak fisik dan berisiko menyebabkan cedera atau luka, misalnya bermain sepak bola. Bila mengalami luka, lakukan upaya untuk menghentikan perdarahan dengan menekan area yang berdarah.Bila perdarahan tidak juga berhenti, segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.DIAGNOSIS ITPDokter akan memeriksa seluruh bagian tubuh pasien untuk mendeteksi memar atau perdarahan. Jika terjadi perdarahan akibat luka, dokter akan memeriksa kondisi luka tersebut dan segera mengobatinya.Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk melihat jumlah trombosit. Jumlah trombosit normal adalah antara 150.000–400.000 per mikroliter. Penderita ITP memiliki trombosit di bawah nilai normal. Makin rendah trombosit, maka risiko perdarahan akan makin meningkat.Tidak ada pemeriksaan yang bisa memastikan ITP. Oleh sebab itu, dokter akan mencari dan menyingkirkan kemungkinan perdarahan dan rendahnya jumlah trombosit disebabkan oleh kondisi lain. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:Uji fungsi hatiPemeriksaan fungsi ginjalAspirasi sumsum tulangPENGOBATAN ITPITP yang ringan tidak memerlukan penanganan secara khusus, tetapi dokter akan memantau dan melakukan pemeriksaan trombosit secara rutin untuk mencegah perdarahan.Sedangkan pada ITP yang lebih parah, dokter akan memberikan penanganan untuk menjaga agar jumlah trombosit tidak turun sehingga tidak terjadi perdarahan.Penanganan ITP dapat diberikan dalam bentuk:OBAT-OBATAN:Sejumlah obat-obatan yang diberikan dokter untuk mengatasi ITP adalah:KortikosteroidKortikosteroid berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan jumlah trombosit. Dokter akan memberikan instruksi kepada pasien untuk berhenti mengonsumsi obat ini jika jumlah trombosit sudah kembali normal.EltrombopagJenis obat ini digunakan untuk membantu sumsum tulang agar dapat memproduksi lebih banyak trombosit.RituximabRituximab berfungsi untuk meredakan respons sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan rusaknya trombosit.Intravenous immunoglobulin (IVIg)IVIg adalah obat yang diberikan untuk meningkatkan jumlah trombosit ketika obat lain tidak lagi efektif dalam mengatasi ITP. Obat ini juga digunakan untuk meningkatkan jumlah darah ketika pasien mengalami perdarahan sebelum menjalani operasi. OPERASIJika ITP sudah parah dan obat-obatan tidak lagi efektif dalam mengatasi gejala, dokter akan melakukan operasi pengangkatan organ limpa atau splenektomi.Prosedur splenektomi bertujuan untuk mencegah penghancuran trombosit di organ limpa. Meski demikian, prosedur operasi ini jarang sekali dilakukan karena berisiko menimbulkan infeksi.KOMPLIKASI ITPKomplikasi ITP yang dapat terjadi adalah perdarahan, baik di saluran pencernaan maupun di organ tubuh lain. Jika terjadi di otak, perdarahan dapat membahayakan nyawa penderitanya, tetapi kondisi ini sangat jarang terjadi.Penggunaan kortikosteroid cukup efektif dalam mengobati ITP. Meski begitu, obat ini berpotensi menyebabkan efek samping jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Efek samping yang dapat muncul adalah:KatarakOsteoporosisDiabetesHilangnya massa ototOperasi pengangkatan organ limpa dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri, karena limpa berperan dalam melawan infeksi.Penderita ITP yang sedang hamil dapat menjalani masa kehamilan dan persalinan secara normal. Namun, konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari, baik selama kehamilan maupun persalinan.Perlu diketahui, bayi yang lahir dari penderita ITP berisiko memiliki jumlah trombosit yang rendah. Jika hal ini terjadi, dokter anak akan melakukan pengawasan intensif pada bayi selama beberapa hari.Dalam kondisi normal, jumlah trombosit bayi akan menurun sebelum akhirnya naik kembali. Namun, jika jumlah trombosit bayi tidak juga meningkat selama beberapa hari, dokter akan memberikan penanganan untuk mempercepat peningkatan trombosit.PENCEGAHAN ITPMeskipun ITP sendiri tidak dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan, yaitu:Lindungi diri Anda dari hal-hal yang dapat menyebabkan cedera.Konsultasikan kepada dokter tentang obat-obatan yang aman untuk Anda. Dokter akan melarang penggunaan obat yang dapat memengaruhi kadar trombosit dan meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin atau ibuprofen.Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala infeksi, misalnya demam. Tindakan ini penting dilakukan jika Anda menderita ITP atau telah menjalani pengangkatan organ limpa.PENULIS: Muhammad Nurul LailiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Zainal, A., Salama, A., & Alweis, R. (2019). Immune Thrombocytopenic Purpura. Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, 9(1), pp. 59–61.Nomura, S. (2016). Advances in Diagnosis and Treatments for Immune Thrombocytopenia. Clinical Medicine Insights: Blood Disorders, 9, pp. 15-22. Platelet Disorder Support Association (2020). What is ITP?National Institute of Health (2022). MedlinePlus. Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP).Mayo Clinic (2021). Diseases & Conditions. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).Donahue, M. Healthline (2022). Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).
STROKE
Stroke atau Cerebrovaskular accident menurut World Health Organization (WHO) adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal ataupun global karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak dengan gejala-gejala yang berlangsung 24 jam atau lebih. Stroke merupakan kematian beberapa sel otak secara mendadak disebabkan karena kekurangan oksigen ketika aliran darah ke otak hilang karena adanya penyumbatan atau pecahnya arteri di otak. Stroke merupakan karakteristik klasik yang menunjukkan terjadinya defisit neurologis yang dikaitkan dengan cedera fokal akut dari sistem saraf pusat (SSP) yang berasal dari pembuluh darah, termasuk infark serebral, perdarahan serebral dan perdarahan subaraknoid, dan merupakan penyebab utama kecacatan serta kematian di seluruh dunia (AHA/ASA, 2013).Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sekitar sel otak mati akibat terhentinya aliran darah akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Terhentinya aliran darah berarti suplai oksigen dan nutrisi ke otak juga terhenti sehingga beberapa bagian otak tidak dapat berfungsi dengan baik.Matinya jaringan otak bisa mengakibatkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan otak tersebut. Jika tidak segera ditangani , penyakit ini bisa berakibat fatal & berujung kematian. Meskipun bisa diselamatkan, kadang – kadang si penderita mengalami kelumpuhan pada anggota badannya, menghilangnya sebagaian ingatan, atau menghilangnya kemampuan berbicara. Bentuknya bisa berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparesis), gangguan bicara, dan gangguan rasa pada kulit wajah, lengan, atau tungkai.KLASIFIKASI STROKEStroke dibagi menjadi dua tipe yaitu iskemik dengan angka kejadian sebesar 87% dan hemoragik sebesar 13% (American Stroke Association, 2016). Klasifikasi penyakit stroke terdiri dari beberapa kategori, diantaranya adalah berdasarkan kelainan patologis, secara garis besar stroke dibagi dalam dua tipe yaitu, stroke iskemik disebut juga infark atau non-hemorragic disebabkan oleh gumpalan atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak yang sebelumnya sudah mengalami aterosklerosis. Stroke iskemik terdiri dari tiga macam yaitu stroke emboli (1/3), stroke thrombosis (2/3) dan hipoperfusi stroke. Tipe kedua adalah stroke hemoragik terjadi karena kerusakan atau pecahnya pembuluh darah di otak, perdarahan dapat disebabkan karena hipertensi yang terjadi sangat lama dan anuerisma otak. Ada dua macam stroke hemoragik yaitu subarachnoid hemorrhage dan intracerebral hemorrhage.Stroke iskemik terjadi karena adanya obstruksi pada pembuluh yang mensuplai darah ke otak. Hal yang mendasari terjadinya obstruksi adalah peningkatan deposit lemak yang melapisi pembuluh darah atau biasa disebut sebagai ateroskelrosis. Kondisi ini kemudian menyebabkan dua obstruksi yaitu trombosis serebral dan emboli serebral. Trombosis serebral mengacu pada trombus (bekuan darah) yang berkembang di bagian pembuluh darah yang tersumbat. Emboli serebral mengacu pada bekuan darah yang umumnya terbentuk pada lokasi lain pada sistem peredaran darah, biasanya jantung dan arteri besar di dada bagian atas dan leher. Sebagian dari pecahan bekuan darah lepas, memasuki aliran darah dan berjalan melalui pembuluh darah otak hingga mencapai pada pembuluh darah yang lebih kecil untuk dimasuki oleh plak tersebut. Penyebab penting kedua terjadinya emboli adalah denyut jantung yang tidak teratur, yang dikenal sebagai fibrilasi atrium. Ini menyebabkan kondisi di mana bekuan darah terbentuk di jantung kemudian lepas dan berjalan ke otak.Stroke Hemoragik merupakan akibat dari pembuluh darah yang melemah kemudian pecah dan menyebabkan pendarahan di sekitar otak. Darah yang keluar kemudian terakumulasi dan menekan jaringan sekitar otak. Hal ini disebabkan karena dua hal, yaitu anuerisma dan arteriovenous malformation. Anuerisma merupakan pembuluh darah lemah yang membentuk balon yang jika dibiarkan akan menyebabkan ruptur dan berdarah hingga ke otak. Sedangkan arteriovenous malformation merupakan sekelompok pembuluh darah yang terbentuk secara abnormal dan salah satu satu dari pembuluh darah itu dapat mengalami ruptur dan meyebabkan darah masuk ke otak, biasanya terjadi karena hipertensi, aterosklerosis, kebiasaan merokok dan faktor usia. Ada dua tipe stroke hemoragik, yaitu intracerebral hemmorhage dan subarachnoid hemorrhage. Intracerebral hemorrhage (ICH) biasanya disebabkan hipertensi yang meyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah, disfungsi autoregulatori dengan aliran otak yang berlebihan, arteriopati, aneurisma intracranial (biasanya juga terjadi pada pendarahan subarachnoid), arteriovenous malformation (penyebab pada 60% kasus), trombosis vena sinus serebral dan infark vena, tumor otak dan tumor SSP primer, dan penyalahan penggunaan obat (misalnya, kokain dan amfetamin). Subarachnoid hemorrhage 80% disebabkan karena aneurisma intrakranial, kemudian diikuti oleh arteriovenous malformation sebagai sebab kedua dengan persentase 10%, sisanya disebabkan karena angioma, tumor, dan trombosis kortikal.ETIOLOGI ATAU PENYEBAB STROKETerhambatnya pasokan darah ke otak beberapa detik saja bisa mengakibatkan pingsan. Apalagi penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah pada otak, mampu mengakibatkan sel – sel saraf pada otak menjadi rusak & mengakibatkan kelumpuhan. Berbagai faktor yang mampu mengakibatkan stroke, seperti faktor keturunan, gaya hidup, dam komplikasi penyakit. Orang – orang yang mempunyai satu atau lebih factor risiko pada bawah ini digolongkan ke pada stroke prone person, yaitu orang yang mempunyai kemungkinan lebih besar mengalami stroke daripada orang normal suatu ketika selama bepergian hidupnya bila tidak diawasi. Terdapat 2 macam faktor yang mengakibatkan orang mengalami stroke (Agromedia, 2009) yaitu :Faktor Yang Tidak Dapat Diubah1) KeturunanPara ahli meyakini terdapat hubungan antara risiko stroke dengan factor keturunan, walaupun secara tidak langsung. Pasien yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat stroke perlu mewaspadai factor-faktor yang dapat menyebabkan stroke, seperti hipertensi dan hiperkolesterol.2) Jenis KelaminMenurut studi kasus yang sering ditemukan, laki – laki lebih berisiko terkena stroke tiga kali lipat dibandingkan dengan wanita. Laki – laki cenderung terkena stroke iskemik, sedangkan wanita cenderung terkena hemoragik.3) UmurMayoritas stroke menyerang orang berusia di atas 50 tahun. Namun, dengan pola makan dan jenis makanan yang ada sekarang ini, tidak menutup kemungkinan stroke bisa menyerang mereka yang berusia muda.4) RasRas kulit hitam lebih berisiko terkena stroke dibandingkan dengan ras kulit putih. Hal ini disebabkan, dugaan dari angka kejadian hipertensi dan konsumsi garam yang tinggi pada ras kulit hitam.Faktor Yang Dapat Diubah1) HipertensiHipertensi dapat menyebabkan stroke iskemik maupun stroke hemoragik. Hipertensi menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel – sel endotel pembuluh darah melalui mekanisme perusakan lipid di bawah otot polos. Karena itu, sangat penting untuk mempertahankan tekanan darah dalam keadaan normal untuk menurunkan risiko terjadinya serangan stroke. Menurut Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa 50% kasus stroke berhubungan dengan hipertensi dan terdapat 25,8% penduduk menderita hipertensi (Kemenkes RI, 2017).2) Penyakit JantungPenyakit jantung coroner, dan orang yang melakukan pemasangan katup jantung buatan akan meningkatkan risiko stroke. Stroke emboli biasanya disebabkan kelainan penyakit jantung tersebut.3) Diabetes MellitusPenyakit diabetes mellitus dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan mempercepat terjadinya arteriosklerosis pada arteri kecil termasuk pembuluh darah otak. Selain itu, risiko terkena stroke menjadi 2,6 kali lebih besar pada pria dan 3,8 kali lebih besar pada wanita dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes. Jika seseorang sudah pernah terkena stroke, sebaiknya pertahankan kadar gula darah dalam kisaran normal untuk mencegah berulangnya stroke dan mencegah meluasnya kerusakan jaringan otak.4) Obesitas (Kegemukan)Kaitan antara obesitas atau kegemukan terhadap serangan stroke belum diketahui secara pasti. Namun, secara epidemiologis, orang yang mengalami obesitas cenderung menderita hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes mellitus. Menurut Kemkes RI menyatakan 1 dari 5 kasus stroke terjadi akibat obesitas dan terdapat 26,1% penduduk kurang aktivitas fisik (Kemenkes RI, 2017).5) HiperkolesterolKolesterol merupakan zat yang paling berperan dalam terbentuknya arteriosklerosis pada lapisan dalam pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah terutama pembuluh darah di otak. Jika penyumbatan telah menutupi seluruh rongga pembuluh darah, maka aliran darah pada jaringan otak terhenti dan terjadilah stroke. Data Kemenkes RI menyatakan 1 dari 4 kasus stroke berhubungan dengan kadar LDL tinggi dan sekitar 15,9% penduduk > 15 tahun memiliki kadar LDL tinggi (Kemenkes RI, 2017).6) Faktor Gaya HidupGaya Hidup yang Tidak Sehat Gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi kolesterol, kurang aktivitas fisik dan kurang olahraga, meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Hal ini disebabkan, gaya hidup yang tidak sehat rentan terkena obesitas, diabetes, arteriosclerosis, dan penyakit jantung. Penyakit tersebut sebagai salah satu pemicu terjadinya stroke.Merokok Nikotin pada rokok menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, menurunkan kolesterol HDL, meningkatkan kolesterol LDL, dan mempercepat arteriosclerosis. Kebiasaan merokok merupakan factor risiko yang potensial terhadap serangan stroke iskemik dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah pada daerah posterior otak. Perokok berat mempunyai risiko terkena stroke dua kali lipat. Risiko terkena stroke akan berkurang jika telah berhenti merokok selama lima tahun dibandingkan dengan terus merokok. Berdasarkan data Kemenkes RI menyatakan bahwa 1 dari 10 kasus stroke berhubungan dengan merokok dan terdapat 36,3% penduduk usia > 15 tahun yang merokok , perempuan usia >10 tahun (1,9%) (Kemenskes Republik Indonesia, 2017). Stres Stres dapat mengakibatkan hati memproduksi radikal bebas lebih banyak dan mempengaruhi system imunitas tubuh secara umum sehingga mengganggu fungsi hormonal. Stres yang berujung pada depresi dapat menjadi salah satu factor terjadinya stroke. Bagaimana depresi dapat meningkatkan stroke, sampai saat ini belum ada jawaban yang jelas. Mekanisme yang mungkin adalah stres dan depresi menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berarti juga meningkatkan risiko stres.Konsumsi Alkohol dan Obat – Obatan TerlarangObat – Obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke. Berdasarkan data Kemenkes RI menyatakan bahwa 1 juta kasus stroke berhubungan dengan konsumsi alkohol berlebihan dan sekitar 4,6% penduduk > 10 tahun minum – minuman beralkohol (Kemenskes Republik Indonesia, 2017).GEJALA KLINIS STROKEGejala awal stroke sering tidak diketahui oleh penderitanya. Stroke sering muncul secara tiba – tiba, serta berlangsung cepat dan langsung menyebabkan penderita tidak sadar diri. Karena itu, sangat penting untuk mengenali gejala awal terjadinya stroke. Berikut beberapa gejala awal terjadinya stroke :Nyeri kepala disertai penurunan kesadaran, bahkan bisa mengalami koma (perdarahan otak).Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, tungkai, atau salah satu sisi tubuh. Mendadak seluruh badan lemas dan terkulai tanpa hilang kesadaran (drop attack) atau disertai hilang kesadaran sejenak (sinkop). Gangguan penglihatan (mata kabur) pada satu atau dua mata. Gangguan keseimbangan berupa vertigo dan sempoyongan (ataksia). Rasa baal pada wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi. Kelemahan atau kelumpuhan wajah atau anggota badan satu sisi atau dua sisi.Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara (afasia).Gangguan daya ingat atau memori baru (amnesia). Gangguan menelan cairan atau makanan padat (disfagia).Berdasarkan lokasinya di tubuh, gejala stroke terbagi menjadi tiga, sebagai berikut :Bagian system saraf pusat, yaitu kelemahan otot (hemiplegia), kaku, dan menurunnya fungsi sensorik.Batang otak, yang terdapat 12 saraf kranial. Gejalanya yaitu lidah melemah; kemampuan membau, mengecap, mendengar, melihat secara parsial atau keseluruhan menjadi menurun; serta kemampuan reflex, ekspresi wajah, pernafasan, dan detak jantung menjadi terganggu. Cerebral cortex. Cerebral cortex merupakan permukaan luar cerebrum, apabila Cerebral cortex ini mengalami gangguan akan menyebabkan tidak bisa berbicara (afasia), kehilangan kemampuan untuk melakukan gerakan – gerakan yang bertujuan (apraksia), daya ingat menurun, kegagalan melaksanakan sebuah fungsi sebagaian badan (hemiparese), dan kebingungan. Jika tanda – tanda dan gejala tersebut hilang dalam waktu 24 jam, dinyatakan sebagai Transient Ischemic Attack (TIA), yang merupakan serangan kecil atau serangan awal stroke. Keadaan ini sangat menguntungkan karena penderita bisa sembuh 100%.Namun, penderita harus tetap waspada terhadap gejala – gejala stroke yang mungkin timbul (Agromedia, 2009).Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia gejala dan tanda – tanda stroke adalah dengan slogan “SeGeRa Ke RS” yang terdiri dari :Se, Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba – tiba Ge, Gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba – tibaRa, Bicara pelo / tiba – tiba tidak dapat bicara / tidak mengerti kata – kata / bicara tidak nyambung Ke, Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuhR, Rabun, pandangan satu mata kabur terjadi secara tiba – tibaS, Sakit kepala hebat yang muncul tiba – tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.PEMERIKSAAN PENUNJANG STROKEPemeriksaan penunjang dilakukan untuk memastikan jenis serangan stroke, letak sumbatan atau penyempitan pembuluh darah, letak perdarahan, serta luas jaringan otak yang mengalami kerusakan (Indarwati , Sari, & Dewi, 2008)CT-Scan Memperlihatkan adanya edema, hematoma, iskemia dan adanya infarkPemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) Pemeriksaan MRI menunjukkan daerah yang mengalami infark atau hemoragik (Oktavianus, 2014). MRI mempunyai banyak keunggulan dibanding CT dalam mengevaluasi stroke, MRI lebih sensitif dalam mendeteksi infark, terutama yang berlokasi di batang otak dan serebelum Pemeriksaan magnetic resonance angiography (MRA) Merupakan metode non-infasif yang memperlihatkan arteri karotis dan sirkulasi serebral serta dapat menunjukan adanya oklusi(Hartono, 2010) Pemeriksaan ultrasonografi karotis dan dopler transkranial Mengukur aliran darah serebral dan mendeteksi penurunan aliran darah stenosis di dalam arteri karotis dan arteri vetebrobasilaris selain menunjukan luasnya sirkulasi kolateral. Kedua pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengkaji perburukkan penyakit vaskular dan mengevaluasi efek terapi yang ditimbulkan pada vasospasme, seperti yang terjadi pada perdarahan subaraknoid. Angiografi serebral merupakan prosedur invasif yang menggunakan media kontras untuk menunjukan pembuluh darah serebral, kepatenan, dan lokasi stenosis, oklusi atau aneurisma. Pemeriksaan aliran darah serebral membantu menentukan derajat vasopasme Pemeriksaan lumbal pungsi Pemeriksaan fungsi lumbal menunjukkan adanya tekanan. Tekanan normal biasanya ada trombosis, emboli dan TIA, sedangkan tekanan yang meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukkan adanya perdarahan subarachnoid atau intrakranialPemeriksaan EKG Dapat membantu mengidentifikasi penyebab kardiak jika stroke emboli dicurigai terjadi (Hartono, 2010) Pemeriksaan darah Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan elektrolit, fungsi ginjal, kadar glukosa, lipid, kolestrol, dan trigliserida dilakukan untuk membantu menegakan diagnoseEEG (Electro Enchepalografi) Mengidentifikasi masalah di dasarkan pada gelombang otak atau mungkin memperlihatkan daerah lesi yang spesifikAngiografi serebral Membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan, obtruksi arteri, oklusi/rupturSinar X tengkorak Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah yang berlawanan dari masa yang luas, klasifikasi karotis interna terdapat pada trobus serebral. Klasifikasi parsial dinding, aneurisma pada perdarahan sub arachnoid.Pemeriksaan foto thorax Dapat memperlihatkan keadaan jantung, apakah terdapat pembesaran ventrikel kiri yang merupakan salah satu tanda hipertensi kronis pada penderita stroke, menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah berlawanan dari masa yang meluas.PENCEGAHAN PENYAKIT STROKEPencegahan stroke bertujuan untuk mengendalikan angka kematian akibat stroke dan kejadian stroke, memperkecil kemungkinan disabilitas akibat stroke serta mencegah terjadinya stroke berulang. Bentuk – bentuk upaya pencegahan stroke yang dapat dilakukan:Pencegahan Primer. Pencegahan Primer adalah pencegahan yang dilakukan pada orang sehat atau kelompok berisiko yang belum terkena stroke untuk mencegah kemungkinan terjadinya serangan stroke yang pertama, dengan mengendalikan faktor risiko dan mendeteksi diri serangan stroke. Hal ini dapat dilakukan dengan:     1) Peningkatan aktivitas fisik     2) Penyediaan pangan sehat & percepatan perbaikan gizi     3) Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit     4) Peningkatan kualitas lingkungan     5) Peningkatan edukasi hidup sehat     6) Peningkatan perilaku hidup sehat, yang diimplementasikan dalam perilaku “CERDIK” yaitu : C ; Cek kesehatan secara berkala,            E ; Enyahkan asap rokok, R ; Rajin aktivitas fisik, D ; Diet sehat dengan gizi seimbang, I ; Istirahat yang cukup, K ; Kelola stressPencegahan Sekunder Pencegahan Sekunder adalah pencegahan yang dilakukan pada orang yang sudah mengalami serangan stroke, agar tidak terjadi serangan stroke berulang yaitu dengan penambahan obat pengencer darah seperti aspirin. Disamping pengendalian faktor risiko lainnya, individu pasca stroke tetap secara rutin dan teratur mengontrol faktor risiko (P2PTM Kemenkes RI, 2018).PENULIS: Tri Miranda PrasastiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Agromedia, R. (2009). Solusi Sehat Mengatasi Stroke (1st ed.)Kemenskes Republik Indonesia. (2017). Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian Stroke di Indonesia. Farida, I., & Amalia, N. (2009). mengantisipasi stroke : petunjuk mudah, lengkap, dan praktis sehari-hari. Yogjakarta: Buku Biru.Hartono, A. (2010). Patofisiologi : Aplikasi Pada Praktik Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.Indarwati , L., Sari, W., & Dewi, C. S. (2008). Care Yourself, Stroke. Penebar Plus: Depok
Answer All Your Needs
Answer to all your needs is here!Tes gen yang dapat digunakan untuk:Mendeteksi penyakit (saat belum menunjukkan gejala)Mencegah penyakit (faktor keturunan)Mengobati secara tepat untuk setiap penyakitMerancang gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan setiap individuMENGAPA harus skrining gen?Hemat BiayaHemat WaktuPengobatan tepatMetode diet yang dipersonalisasikan sesuai landasan profesionalGaya hidup lebih sehatGRANOMIC : Granostic Genomic ServicePelayanan tes genetika dengan hasil tercepat!Dikerjakan oleh PROFESIONALLayanan pemeriksaan LENGKAPHasil sangat AKURATDengan metode yang NYAMANGranomic - Answer All Your Needs
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message