Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Kapan Sebaiknya Vaksin RSV, Influenza, dan PCV? - Klinik Granostic Surabaya
Meskipun umumnya menimbulkan gejala ringan, tak sedikit kasus infeksi saluran pernapasan yang berujung pada komplikasi serius hingga menyebabkan dampak yang fatal pada kesehatan. Karenanya, melakukan vaksin RSV, Influenza, dan PCV sangatlah penting untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan kita.Selain itu, dengan melakukan vaksinasi ini kita juga dapat mencegah penularan dan penyebaran infeksi saluran pernapasan tertentu, kepada orang di sekitar kita. Apalagi jika kita hidup berdampingan dengan bayi, anak-anak, dan orang tua, yang lebih rentan terinfeksi saluran napas dan berpotensi besar mengembangkannya ke komplikasi yang lebih serius.Lantas apa sih yang dinamakan dengan vaksin RSV, influenza, dan PCV? Apa manfaat dari ketiga vaksinasi tersebut? Lalu kapan baiknya vaksinasi dilakukan?Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Sobat Granostic!Mengenal Vaksin RSV, Influenza, dan PCV1. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)Dalam Bahasa Indonesia disebut virus sinsitial pernapasan, RSV, merupakan virus pernapasan umum yang biasanya menyebabkan gejala ringan seperti flu. Virus ini dapat menginfeksi lansia dan anak-anak, yang menimbulkan gejala serius. Vaksinasi RSV dapat membantu melindungi kita dari infeksi virus RSV tersebut. Prosedur vaksinasi ini sangat direkomendasikan selama kehamilan dan untuk lansia yang memasuki usia 75 hingga 79 tahun.2. Vaksin InfluenzaVaksin influenza merupakan jenis vaksin yang dapat membantu mengurangi risiko terkena influenza, atau yang dikenal juga dengan flu. Namun, vaksin ini hanya dapat melindungi Anda dari beberapa tipe virus flu tersebut.3. Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)Sementara itu vaksin PCV, atau pneumococcal conjugate vaccine, merupakan jenis vaksin yang dapat melindungi saluran pernapasan Anda dari bakteri Streptococcus pneumoniae. Melansir dari Medline Plus bakteri ini penyebab pneumonia, meningitis, dan berbagai infeksi serius.Vaksinasi PCV ini pun direkomendasikan untuk bayi, anak-anak, hingga orang dewasa muda dan lansia, khususnya bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi untuk tertular atau terinfeksi bakteri tersebut.Efektivitas Masing-Masing VaksinRSV: dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi RSV, juga dapat membantu mengurangi risiko masalah pernapasan serius, seperti pneumonia dan bronkiolitis.Influenza: membantu mengurangi risiko terinfeksi virus influenza vaksin ini hadir dalam trivalen (3 strains virus) dan kuadrivalen (4 strains virus).PCV: mengurangi risiko infeksi pneumococcal, mencegah keparahan gejala dan meminimalisir terjadinya komplikasi yang serius.Jadwal Pemeriksaan dan Pemberian VaksinSobat Granostic, ketiga vaksinasi untuk infeksi pernapasan di atas memiliki dosis dan jadwal pemberian yang berbeda. Agar lebih jelas, Anda dapat menyimak tabel jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin berikut ini:Apakah Vaksin RSV, Influenza, dan PCV Bisa Diberikan Bersamaan?Melansir National Health Service (NHS), ketiga vaksinasi ini bisa dapat diberikan secara bersamaan. Namun, untuk orang dengan kondisi medis tertentu atau lansia berusia 75 hingga 79 tahun, vaksin RSV biasanya tidak diberikan secara bersamaan dengan vaksin influenza.Prosedur Pemeriksaan & Pemberian Vaksin di GranosticSobat Granostic dapat melakukan vaksinasi RSV, PCV, dan influenza ini di klinik Granostic Surabaya, loh. Prosedur pemeriksaan dan pemberian vaksin di Granostic juga mudah, efisien, dan ditangani langsung oleh profesional.Yuk, simak alur layanan vaksinasi di Granostic yang dirancang khusus agar Anda merasa aman sejak awal hingga selesai!1. Pendaftaran & Konsultasi AwalLangkah pertama dimulai dengan melakukan pendaftaran melalui WhatsApp resmi atau laman Registrasi Online kami. Setelah itu, Anda akan dijadwalkan untuk sesi konsultasi awal bersama dokter. Di sesi ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi, penyakit kronis, atau riwayat vaksin sebelumnya, semua demi memastikan vaksin yang diberikan tepat dan aman.2. Pemeriksaan Dasar Sebelum VaksinasiSebelum vaksinasi dilakukan, tim medis kami akan memeriksa tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, tekanan darah, serta kondisi umum Anda. Tujuannya adalah memastikan tubuh dalam keadaan fit dan tidak sedang mengalami infeksi atau demam, sehingga vaksin dapat bekerja optimal.3. Pemberian VaksinSetelah dinyatakan siap, vaksin akan diberikan oleh tenaga medis Granostic yang tersertifikasi. Prosedur dilakukan sesuai standar sterilitas yang ketat, cepat, dan minim nyeri. Kami juga akan menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah vaksinasi, supaya Sobat merasa lebih tenang.4. Pemantauan Pasca VaksinSetelah vaksin diberikan, Anda akan diminta untuk beristirahat sejenak di ruang observasi. Tim medis akan memantau apakah ada reaksi tubuh seperti pusing ringan, nyeri lokal, atau gejala lainnya. Dengan sistem pemantauan yang profesional, Anda akan merasa lebih aman selama proses ini.5. Pemberian Kartu & Jadwal LanjutanSebagai penanda bahwa Anda telah menerima vaksinasi, kami akan memberikan kartu vaksin yang berisi informasi jenis vaksin, tanggal pemberian, dan jadwal lanjutan (jika vaksinasi bersifat serial). Dengan ini, Anda tidak perlu bingung kapan harus kembali, semua terdata rapi dan siap dikawal oleh tim Granostic.Biaya Vaksin RSV, Influenza, dan PCV di Granostic SurabayaSetelah menyimak prosedurnya, Anda pasti setuju kalau vaksin RSV, influenza, dan PCV di Granostic Surabaya sangat mudah dan efisien. Namun, bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan?Jangan khawatir, Sobat. Ketiga vaksinasi ini dapat Anda peroleh dalam bentuk paket, yang dikemas dengan harga kompetitif namun menghadirkan layanan super lengkap. Mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi dokter, hingga pemberian vaksinasi oleh ahli.Selain itu, kami juga sering menghadirkan promo pada tanggal-tanggal penting, yang akan membuat harga vaksinasi makin miring. Misalnya, vaksin influenza di klinik Granostic dapat Anda akses mulai dari Rp. 280 ribu saja.Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai harga paket dan keberadaan promo, Anda bisa langsung menghubungi nomor layanan call center kami lewat klik WhatsApp di bawah, ya!Siapa Saja yang Disarankan Mendapatkan Vaksin Ini?1. Bayi & BalitaRentan terhadap pneumonia, flu berat, dan RSVBayi dan balita memiliki kondisi tubuh yang berbeda dengan orang dewasa, salah satunya daya tahan yang masih lemah dan organ-organ tubuh yang masih dalam masa perkembangan.Hal inilah yang kemudian membuat bayi dan balita lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, yang bahkan bisa memberikan gejala yang berat dan berkembang menjadi komplikasi serius. Misalnya pneumonia, flu berat, hingga RSV.Dapat menerima PCV sejak 2 bulan dan influenza sejak 6 bulanKarena lebih rentan, bayi dan anak-anak juga menjadi prioritas penerima vaksinasi PCV dan influenza. Bahkan melansir dari berbagai sumber, vaksin PCV dapat diberikan sejak anak berusia 2 bulan, dan influenza dapat diberikan sejak anak-anak memasuki usia 6 bulan.2. Ibu HamilVaksin RSV dapat diberikan mulai usia kandungan 32 mingguVaksin RSV idealnya diberikan pada ibu hamil saat memasuki usia 32 hingga 36 minggu, yang tujuannya untuk melindungi bayi dari infeksi RSV sejak dilahirkan.Influenza aman untuk ibu hamil di trimester manapunSementara itu, vaksinasi influenza juga aman diberikan pada ibu hamil pada trimester manapun. Justru vaksinasi ini dapat membantu melindungi ibu dari infeksi virus influenza dan meminimalisir gejalanya.3. Lansia >60 TahunBerisiko tinggi terkena pneumonia dan flu komplikatifLansia juga sangat rentan terinfeksi berbagai virus saluran napas yang lebih parah, seperti pneumonia dan flu komplikatif.Disarankan vaksin PCV dan influenza tahunanKarena risiko tinggi ini, lansia direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi PCV dan influenza tahunan.4. Individu dengan Penyakit KomorbidDiabetes, asma, penyakit jantung, ginjal kronis, dan autoimunOrang-orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, penyakit jantung, ginjal kronis, dan autoimun cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Sehingga sangat mudah mengalami infeksi saluran pernapasan, serta mengembangkannya ke kondisi yang lebih serius.Karena itu, orang-orang dengan faktor risiko ini penting melakukan vaksinasi yang dapat melindungi mereka dari infeksi saluran napas, seperti RSV, PCV, hingga influenza.Keunggulan Vaksinasi di Granostic Surabaya1. Fasilitas lengkap & tenaga medis profesionalGranostic Surabaya dilengkapi ruang vaksinasi yang bersih, nyaman, dan berstandar klinis. Selain itu, kami juga memiliki berbagai teknologi medis termutakhir, yang dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan cepat. Dengan demikian dokter dapat memberikan dosis dan jadwal vaksinasi yang sesuai dengan kondisi tubuh pasien.Vaksin diberikan langsung oleh tenaga kesehatan berpengalaman dan tersertifikasi, jadi Anda tidak perlu ragu soal keamanan dan keahlian.2. Layanan cepat, tanpa antreGranostic memahami bahwa waktu Anda sangat berharga. Karena itu, sistem pendaftaran kami dibuat efisien. Begitu Anda datang sesuai jadwal, pemeriksaan hingga pemberian vaksin berlangsung cepat tanpa harus menunggu lama.3. Vaksin resmi BPOMKami hanya menggunakan vaksin yang sudah terverifikasi resmi oleh BPOM. Mulai dari RSV, PCV, hingga influenza, semua vaksin yang kami gunakan dijaga kualitasnya, sehingga aman, terjamin, dan terpercaya.4. Jadwal fleksibelGranostic hadir mengikuti kebutuhan Anda, begitupun soal jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin. Jadwal vaksinasi ini bisa disesuaikan dengan waktu senggang Anda, baik untuk anak, dewasa, maupun lansia. Cukup sesuaikan waktu paling ideal bagi Anda, pilih jadwal dokter umum yang diinginkan, lalu daftarkan. Semudah itu juga kami akan memproses pendaftaran Anda, lalu mengonfirmasi jadwal tersebut.5. Layanan reminder vaksin selanjutnyaTak perlu repot mencatat jadwal lanjutan sendiri, Granostic menyediakan layanan reminder otomatis yang akan mengingatkan Anda kapan waktunya vaksin dosis berikutnya. Jadi, Anda tak perlu takut ketinggalan!Layanan Home Care Vaksin tersedia (by request)Tak sempat ke klinik? Atau tidak ada orang yang dapat dimintai bantuan untuk mengantarkan Anda vaksinasi langsung?Jangan khawatir, Sobat! Karena Granostic juga menyediakan layanan home care vaksin untuk Anda yang menginginkan kenyamanan maksimal. Cukup buat janji, dan tim medis kami akan datang membawa layanan vaksinasi profesional langsung ke rumah.Cara Daftar Vaksinasi di Granostic SurabayaSetelah menyimak keunggulan dan kemudahan layanan vaksinasi di Granostic Surabaya, Anda pasti tidak sabar untuk segera mendaftar, bukan?Untuk mendaftar layanan vaksinasi kami juga sangat mudah, Anda dapat langsung menghubungi layanan call center atau customer service kami di nomor 0822 30 900 900. Atau langsung klik tombol Registrasi Online dan lengkapi data diri Anda.Cegah Lebih Awal, Lebih Hemat, Lebih SehatSeperti kata pepatah: Lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitupula dengan kesehatan, sangat penting untuk merawat kesehatan saluran pernapasan Anda sejak dini dan melindunginya dari potensi infeksi dengan vaksinasi.Karena perawatan dan pengobatan yang dilakukan dapat memakan waktu yang lama, membuat Anda mengeluarkan biaya dan tenaga, yang kadang tidak sedikit jumlahnya.Lebih dari itu, dengan menjaga tubuh kita lewat vaksinasi, Anda juga memastikan bahwa kualitas hidup Anda, anak, dan keluarga lebih optimal. Anak-anak pun dapat tumbuh dengan sehat dan aktif.Yuk, Sobat jaga kesehatan saluran napas Anda dan keluarga dengan melakukan vaksinasi RSV, PCV, dan influenza di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 4). RSV (Respiratory Syncytial Virus) Immunizations. Diakses pada 2025.National Health Service (NHS). (n.d.). RSV Vaccine. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 11). Immunizations for Respiratory Viruses Prevention. Diakses pada 2025.American Lung Association. (n.d.). Vaccines that Protect Against Respiratory Disease. Diakses pada 2025.World Health Organization (WHO) – Regional Office for the Eastern Mediterranean. (n.d.). Influenza Vaccines. Diakses pada 2025.MedlinePlus. (n.d.). Pneumococcal Conjugate Vaccine. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Pneumococcal Vaccination. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Pneumococcal Vaccine Recommendations. Diakses pada 2025.
Apa Itu Lupus? Berikut Penjelasan dan Tantangan Diagnosisnya
Disebut juga sebagai "penyakit seribu wajah", lupus menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi yang cukup besar di Indonesia. Sayangnya, tak banyak orang yang memahami apa itu lupus, gejala, cara mengobati, hingga bagaimana dukungan yang diperlukan oleh penderitanya. Pada dasarnya, lupus merupakan jenis penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensi kasusnya meningkat cukup teratur di Indonesia. Mengutip dari jurnal kesehatan yang diunggah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia memiliki prevalensi kasus lupus sekitar 1.250.000 orang. Lupus juga diketahui sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penderitanya dapat mengalami gejala yang ringan hingga berat, yang dapat mengganggu aktivitas harian mereka. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui segala hal tentang lupus, baik untuk menjaga diri maupun memberikan dukungan bagi penderita lupus di sekitar kita.Lewat artikel ini, Granostic akan membantu Sobat sekalian untuk memahami apa itu lupus dengan mendetail. Mari kita mulai dari pengertian lupus terlebih dahulu. Simak, yuk!Apa Itu Lupus?Nama lainnya, Lupus Eritematosus Sistemik (LES), lupus adalah kondisi autoimun, di mana sistem imun tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Peradangan akibat lupus bisa memengaruhi berbagai sistem tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, hingga paru-paru.Namun, yang membuat lupus cukup sulit dikenali adalah karena gejala-gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Salah satu ciri khas lupus yang cukup dikenal adalah ruam kemerahan di wajah yang membentuk pola seperti kupu-kupu di kedua pipi, tapi tidak semua penderita mengalami gejala ini.Beberapa orang memang memiliki kecenderungan genetik terhadap lupus, dan kondisinya bisa dipicu oleh infeksi, konsumsi obat tertentu, bahkan paparan sinar matahari. Meski lupus belum bisa disembuhkan sepenuhnya, berbagai terapi yang tersedia dapat membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Gejala dan Ciri-Ciri Umum LupusTidak semua pasien lupus mengalami gejala yang sama. Karakteristik dan gejala dapat muncul tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda pada tiap orang, misalnya bergantung pada bagian tubuh mana yang terdampak dari penyakit tersebut.Akan tetapi, ada beberapa gejala umum yang kerap dikeluhkan oleh penderita lupus, seperti:Gejala Umum1. Demam tanpa sebabDemam yang datang tanpa alasan merupakan gejala umum yang sering dialami oleh penderita lupus. Gejala ini dapat terjadi ketika penderitanya mengalami kekambuhan, hingga sebagai gejala infeksi atau peradangan yang terkait dengan kondisi lupus tersebut.2. Kelelahan ekstrem (fatigue)Gejala umum dari penyakit lupus selanjutnya adalah kelelahan ekstrem, yang dapat terjadi karena berbagai faktor. Sebab lupus dapat menyebabkan inflamasi, anemia, gangguan tidur, hingga depresi atau fibromyalgia.3. Nyeri sendi dan ototMelansir dari Hospital for Special Surgery (HSS) 95% penderita lupus mengeluhkan rasa nyeri pada sendi dan otot mereka. Kondisi ini dapat terjadi karena inflamasi pada lapisan sendi yang kemudian menyebabkan pembengkakan, nyeri yang intens, hingga kekakuan.4. Pembengkakan pada tangan atau kakiSeperti yang disinggung sebelumnya, bahwa tak hanya menyebabkan rasa nyeri pada otot maupun sendi, lupus juga dapat memicu pembengkakan akibat peradangan atau inflamasi yang dipicunya.Ciri Khas pada Kulit1. Ruam kupu-kupu di pipi dan hidungRuam kupu-kupu yang muncul di sepanjang area pipi dan hidung adalah salah satu gejala khas dari lupus. Biasanya ruam ini tampak kemerahan, berbentuk kupu-kupu, yang timbul setelah terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama. Sebagian besar penderita lupus mengalami gejala ini, namun ada juga yang tidak.2. Sensitif terhadap sinar matahari Seorang pengidap lupus memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap sinar matahari. Ini terjadi karena sistem imun mereka bekerja secara abnormal terhadap sel-sel rusak akibat paparan sinar UV. Padahal seharusnya, ketika sinar UV merusak sel, sistem imun akan membersihkan sel tersebut. Namun pada penderita lupus, hal ini tidak terjadi atau malah menyerang sel-sel yang sehat. Akhirnya, penderita akan mengalami peradangan dan ruam fotosensitif.3. Ruam di kulit kepala, dada, atau punggungRuam lupus tak hanya terjadi pada kulit wajah, melainkan juga dapat berdampak pada kulit kepala, dada, atau punggung penderita.Gejala Organ Dalam1. Sesak napas (paru-paru)Tak hanya pada kulit, lupus juga dapat menyebabkan sesak napas. Gejala ini sangat umum terjadi, terutama jika lupus menyerang paru-paru penderitanya, seperti pada kasus radang selaput dada atau radang paru-paru.2. Nyeri dada (jantung)Namun, jika lupus menimbulkan peradangan pada jantung, maka dapat menimbulkan nyeri dada. Misalnya, pericarditis atau radang selaput jantung, yang dapat memicu rasa nyeri dada yang tajam dan intens saat bernapas. 3. Pembengkakan (ginjal)Lupus juga dapat menyebabkan pembengkakan pada organ dalam, salah satunya ginjal, atau nefritis lupus. Kondisi ini terjadi ketika lupus menyerang dan menyebabkan peradangan pada ginjal, sehingga terjadi kerusakan pada glomerulus.4. Kejang atau gangguan saraf (otak)Jika lupus menyerang saraf otak dan menimbulkan peradangan pada area tersebut, maka penderita dapat mengalami kejang atau gangguan saraf.Gejala Lain1. Sariawan berulangSariawan merupakan kondisi ringan yang sangat umum terjadi, khususnya kalau sistem kekebalan tubuh kita melemah. Pada penderita lupus, mereka dapat mengalami sariawan berulang dapat muncul sebagai reaksi autoimun, perubahan hormon pada pasien, obat-obatan, dan banyak lainnya.2. Rambut rontok parahSelain sariawan berulang atau alopecia, juga merupakan gejala umum dari lupus. Gejala ini timbul akibat inflamasi dan aktivitas sistem imun yang berdampak pada folikel rambut serta kesehatan kulit kepala pasien.3. Penurunan berat badan tanpa sebabSeorang penderita lupus juga dapat mengalami penurunan berat badan tanpa sebab. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh menurunya nafsu makan secara drastis, masalah pada pencernaan, hingga efek samping dari pengobatan lupus.Gejala-gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba, memburuk, kemudian membaik (flare-up dan remisi).Penyebab Lupus - Multifaktor dan Belum Sepenuhnya DiketahuiPenyebab pasti penyakit lupus hingga kini belum diketahui dengan pasti. Namun, kombinasi dari faktor genetik, hormon, lingkungan, dan penggunaan obat-obatan tertentu diyakini dapat menjadi pemicu kondisi ini.Lebih detailnya, Sobat bisa simak beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko lupus berikut ini.1. GenetikFaktor genetik disinyalir menjadi penyebab utama seseorang dapat mengembangkan lupus. Melansir dari Cleveland Clinic, orang dengan mutase genetik tertentu dapat meningkatkan risiko mereka terkena lupus.2. HormonSelain faktor genetik, perubahan atau reaksi hormon dalam tubuh seseorang, utamanya hormon estrogen, juga meningkatkan risiko berkembangnya lupus.3. LingkunganKondisi lingkungan tempat tanggal dan Berapa banyak paparan polusi atau sinar UV, juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena lupus. 4. Obat-obatanLupus juga dapat dipicu oleh penggunaan beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah, pereda gejala, hingga antibiotik. Orang-orang yang mengembangkan lupus karena obat-obatan ini biasanya akan membaik setelah mereka berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. Namun, sangat jarang terjadi gejala lupus ini akan bertahan lama setelah pengobatan dihentikan.Tantangan dalam Diagnosis LupusSobat Granostic, kasus lupus di Indonesia memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Namun, banyak orang yang belum teredukasi dan mengetahui bagaimana gejala atau penanganan penyakit ini.Ini terjadi, salah satunya, karena adanya berbagai tantangan dalam diagnosis lupus, seperti:1. Tidak ada satu tes pastiDiagnosis lupus cenderung sukar dilakukan karena tidak ada tes spesifik yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi penyakit ini. Prosedur diagnosis biasanya menjadi bagian dari diagnosis yang berbeda.Hal ini berarti, dokter mungkin menggunakan beberapa tes sekaligus untuk memastikan apa yang menyebabkan gejala tersebut muncul hingga akhirnya mendiagnosis Anda dengan lupus.2. Gejalanya menyerupai penyakit lainSelain butterfly rash-nya, lupus juga memiliki gejala yang sangat umum dan menyerupai penyakit lain. Sehingga sulit untuk diidentifikasi dari gejalanya saja.3. Penderita sering terlambat menyadari gejala awalKarena kurangnya edukasi, deteksi dan diagnosa yang sulit, membuat penderita sering terlambat menyadari gejala awal lupus. Hal ini menyebabkan penderita tidak mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin, yang berpengaruh pada efektivitas pengobatan.Oleh karena itu, diagnosis lupus memerlukan pendekatan menyeluruh:Wawancara medis & riwayat gejalaTahapan awal dalam diagnosis lupus biasanya diawali dengan diskusi mendalam antara pasien dan dokter mengenai keluhan yang dirasakan, riwayat gejala yang pernah dialami, serta riwayat kesehatan keluarga. Karena lupus bisa memengaruhi berbagai organ sekaligus, penting bagi dokter untuk menggali keluhan sekecil apa pun, mulai dari nyeri sendi, kelelahan kronis, hingga munculnya ruam di kulit. Tahap ini membantu dokter menyusun gambaran awal dan memutuskan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.Pemeriksaan fisik menyeluruhPemeriksaan fisik menjadi langkah penting untuk mengamati langsung tanda-tanda klinis yang mungkin mengarah pada lupus. Dokter akan memeriksa kondisi kulit, sendi, tekanan darah, dan tanda-tanda peradangan lainnya. Jika ditemukan ruam khas seperti butterfly rash, rambut rontok, atau pembengkakan sendi, hal ini bisa menjadi petunjuk awal bahwa pasien mungkin mengidap penyakit autoimun.Pemeriksaan laboratorium: termasuk tes ANA (antinuclear antibody), Anti-dsDNA, Anti-Sm, dan tes fungsi organLangkah ini bertujuan mendeteksi kelainan imunologi yang khas pada lupus. Beberapa tes penting yang dilakukan di antaranya:Tes ANA (Antinuclear Antibody): Merupakan salah satu tes penanda autoimun yang paling umum. Hasil positif ANA menjadi titik awal untuk mempertimbangkan lupus, meskipun juga bisa muncul pada kondisi autoimun lainnya.Anti-dsDNA & Anti-Sm: Tes ini lebih spesifik untuk lupus. Jika hasilnya positif, maka kemungkinan besar pasien memang mengalami lupus sistemik (SLE).Tes Fungsi Organ (seperti ginjal dan hati): Karena lupus dapat menyerang organ dalam, pemeriksaan seperti ureum, kreatinin, enzim hati, hingga hitung darah lengkap penting untuk mengevaluasi sejauh mana organ tubuh terpengaruh.Seluruh tes ini biasanya dilakukan secara bertahap dan dikaji bersama oleh dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi.Imaging/USGJika dicurigai adanya gangguan pada organ dalam seperti radang pada paru, jantung, atau ginjal. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan tambahan berupa USG abdomen, rontgen dada, atau bahkan MRI. Imaging ini berfungsi untuk melihat secara langsung kondisi jaringan dan fungsi organ dalam tubuh pasien, serta mendeteksi adanya kerusakan atau peradangan yang tidak tampak secara fisik.Apakah Lupus Bisa Disembuhkan?Sayangnya hingga kini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus secara total. Prosedur pengobatan yang ada dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi keparahan dan mengatasi gejala, mencegah kerusakan organ, menghindari flare-up, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.Tujuan pengobatan lupus adalah:1. Mengurangi gejalaPengobatan lupus sangat berkaitan dengan gejala yang muncul. Dokter dapat menganalisis dan menentukan pengobatan yang tepat untuk membantu meminimalisir gejala, serta mencegah peradangan menjadi lebih buruk dan berdampak fatal bagi organ-organ pasien.2. Mencegah kerusakan organSelain mengurangi gejala yang timbul, pengobatan lupus juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ. Sebab lupus dapat menimbulkan peradangan yang langsung bisa menyebabkan masalah serius pada organ yang diserang, seperti pada jantung, ginjal, hingga paru-paru Anda.3. Menghindari flare-upFlare-up merupakan periode di mana gejala lupus menjadi memburuk atau kembali lagi setelah sebelumnya mereda. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit, peradangan, hingga kerusakan organ tubuh. Gejala-gejala ini tak hanya dapat mengganggu aktivitas hariannya, namun juga dapat berdampak fatal bagi kesehatan penderita lupus. Karena itu, pengobatan lupus juga dikonsentrasikan membantu mengontrol kondisi penderitanya dan mencegah terjadinya flare-up.4. Meningkatkan kualitas hidupPengobatan lupus secara umum dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Misalnya meminimalisir kekambuhan dan meredakan gejala yang timbul, sehingga penderita lupus dapat melakukan aktivitas harian mereka senormal mungkin.Jenis Pengobatan yang Umum Digunakan1. KortikosteroidObat seperti prednison dan metilprednisolon kerap digunakan untuk mengontrol peradangan aktif, terutama bila lupus menyerang organ vital seperti ginjal atau otak. Meski cukup efektif, penggunaan steroid dosis tinggi dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek samping. Mulai dari penambahan berat badan, pengeroposan tulang, tekanan darah tinggi, hingga peningkatan risiko infeksi. Karena itu, dokter akan menyesuaikan dosis seefisien mungkin agar manfaatnya maksimal dan risikonya tetap terkendali.2. ImunosupresanPada kasus lupus yang berat, dokter bisa meresepkan obat imunosupresif seperti azathioprine, mycophenolate mofetil, methotrexate, atau cyclosporine. Obat-obatan ini bekerja dengan cara memperlambat respons sistem imun yang menyerang tubuh sendiri.Namun, penggunaannya perlu pemantauan ketat karena dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan hati, masalah kesuburan, bahkan risiko kanker pada jangka panjang.3. Obat antimalariaObat seperti hidroksiklorokuin (Plaquenil), meskipun awalnya ditujukan untuk malaria, ternyata punya peran besar dalam menstabilkan gejala lupus. Obat ini membantu mengurangi kekambuhan dan nyeri sendi, serta memperbaiki keluhan kelelahan. Namun, penggunaannya tetap perlu diawasi karena dalam kasus yang sangat jarang, bisa memengaruhi retina mata. Pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan selama pengobatan berlangsung.4. Obat biologisSalah satu terapi terbaru adalah belimumab (Benlysta), yang diberikan melalui infus. Obat ini bekerja dengan menarget protein tertentu dalam sistem imun yang memicu peradangan. Beberapa pasien merasakan perbaikan gejala setelah terapi ini, meski efek samping seperti mual, infeksi ringan, atau gangguan mood seperti depresi tetap perlu diwaspadai.Cara Mengatasi Lupus - Tips Gaya Hidup SehatSelain menggunakan berbagai pengobatan medis di atas, gejala lupus dapat dikontrol dan diatasi dengan beberapa tips gaya hidup sehat berikut ini:1. Kelola StresStres berlebihan atau kecemasan yang tidak terkontrol juga bisa memicu kambuhnya gejala lupus. Karena itu, Anda dapat mencoba untuk mengelola stres dengan baik untuk mencegah kekambuhan dan flare-up.2. Hindari Paparan Sinar Matahari BerlebihKarena paparan sinar ultraviolet dapat memicu flare-up, Anda perlu mengenakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari paparan langsung. Misalnya menggunakan pakaian panjang dan mengaplikasikan tabir surya, yang setidaknya memiliki SPF 55 setiap kali akan pergi ke luar rumah.3. Istirahat CukupAnda juga perlu memastikan untuk istirahat dengan cukup, yakni setidaknya selama 7–8 jam sehari. Sebab beristirahat dapat membantu mengurangi rasa lelah yang Anda rasakan, mencegah kambuhnya penyakit, dan menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.4. Pola Makan Anti-InflamasiPola makan yang sehat pada dasarnya memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan tubuh kita, Sobat. Begitupula dalam mengontrol gejala lupus, Anda dapat mengubah pola makan dengan mengonsumsi menu-menu sehat seperti buah-buahan, sayuran, hingga biji-bijian utuh.Anda juga direkomendasikan untuk menghindari makanan yang dapat menimbulkan peradangan (inflamasi). Melansir dari WebMD.com, jenis-jenis makanan tersebut misalnya makanan olahan, gorengan, daging merah, lemak hewani, hingga produk susu berlemak tinggi seperti susu murni, krim, keju, mentega, dan es krim. 5. Rutin Cek KesehatanMelakukan pemeriksaan rutin juga sangat direkomendasikan untuk penderita lupus, dengan tidak hanya memeriksakan diri ketika gejala timbul. Ini karena, pemeriksaan rutin dapat mengontrol dan mencegah gejala kambuh, serta dapat membantu mengatasi masalah kesehatan rutin, seperti stress, pola makan, hingga olahraga yang dapat mencegah komplikasi lupus.Apakah Lupus Bisa Dicegah?Melansir dari Cleveland Clinic, lupus tidak dapat dicegah karena ahli belum menemukan penyebab utama dari penyakit ini. Namun, Anda dapat mengontrol kesehatan tubuh secara berkala dan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendeteksi dini risiko lupus, apalagi jika Anda memiliki keluarga atau orangtua yang mengidap penyakit ini.Pentingnya Screening Lupus dan Autoimun di Granostic SurabayaUntuk mendeteksi lupus sejak dini, pemeriksaan laboratorium menjadi kunci. Di Granostic Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap yang dapat menjadi deteksi dini lupus dan autoimun, loh.Mendeteksi dini risiko mengembangkan lupus dapat membantu Anda untuk mencegah gejala terbentuk, meminimalisir risiko terjadinya komplikasi atau kerusakan organ karena penyakit ini. Anda bisa melakukan booking screening melalui Whatsapp kami.Baca juga mengenai, Apa Saja Dukungan Psikososial bagi Pengidap Lupus? Ini Daftar Lengkapnya.Kapan Sebaiknya Melakukan Tes Lupus?Dikenal sebagai penyakit yang sulit dideteksi, banyak orang yang terlambat menyadari dirinya mengidap penyakit lupus dan akhirnya tidak mendapatkan perawatan sedini mungkin. Namun, dengan mengetahui kapan sebaiknya melakukan tes lupus, Anda dapat mencegah dan mengontrol gejalanya dengan baik.Berikut ini beberapa kondisi yang jadi alarm bagi Anda untuk segera melakukan tes lupus:1. Demam yang tidak kunjung turunJika tubuh sering mengalami demam ringan hingga sedang tanpa penyebab yang jelas, dan tak kunjung membaik dengan obat biasa, ini bisa jadi sinyal bahwa sistem imun sedang menyerang tubuh sendiri. Kondisi ini umum ditemukan pada penderita lupus sebagai bagian dari reaksi peradangan sistemik.2. Nyeri sendi berulang tanpa sebabSering merasa nyeri atau kaku pada persendian, terutama di pagi hari? Mungkin Anda tidak mengalami cedera, tapi sendi terasa nyeri, bengkak, atau kaku secara berulang. Gejala seperti ini bisa mengarah pada lupus, terutama bila terjadi bersamaan dengan keluhan sistemik lainnya.3. Ruam di wajah atau kulit sensitif terhadap matahariCiri khas lupus yang paling dikenal adalah ruam berbentuk kupu-kupu di area pipi dan hidung. Namun, lupus juga dapat memicu reaksi kulit yang sensitif terhadap paparan sinar matahari. Jika kulit Anda mudah kemerahan, gatal, atau timbul ruam setelah terkena sinar matahari, jangan anggap remeh. Sebab ini bisa menjadi petunjuk awal lupus.4. Kelelahan ekstrem yang tidak wajarMerasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup istirahat bisa jadi tanda tubuh sedang melawan peradangan dari dalam. Kelelahan ekstrem adalah salah satu keluhan paling umum pada penderita lupus, dan sering kali diabaikan karena dianggap hanya kelelahan biasa.5.Rambut rontok berlebihanMeski rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, kerontokan yang tidak wajar dan terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti ruam atau nyeri sendi, perlu diwaspadai. Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh bisa menyerang folikel rambut, menyebabkan kerontokan yang merata dan sering sulit diatasi dengan perawatan biasa.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa itu lupus, penyebab, cara perawatan dan pengobatannya. Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan tes kesehatan secara rutin, dan segera lakukan skrining lupus bila Anda merasakan satu atau beberapa gejala umum dari penyakit ini di klinik Granostic Surabaya.Bersama dokter berpengalaman kami, Anda dapat memeroleh pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mengakses teknologi kesehatan yang canggih dan modern, sehingga memeroleh hasil dan diagnosa yang akurat.Anda juga dapat merencanakan pengobatan dan kontrol kondisi lupus bersama dokter, sehingga gejala dapat terkontrol dengan baik.Yuk, jaga kesehatan tubuh Anda dengan deteksi dini lupus bersama klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lupus: Diagnosis and Treatment. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Lupus. Diakses 2025.Lupus Foundation of America. (n.d.). What is Lupus?. Diakses 2025.WebMD. (n.d.). Nutrition and Diet with Lupus. Medically Reviewed by David Zelman, MD. Diakses 2025.Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. (n.d.). Situasi Lupus di Indonesia. Diakses 2025.Hospital for Special Surgery (HSS). (n.d.). Lupus and Fatigue. Review by Dr. Jessica R. Berman, MD. Diakses 2025.Rachman, A. (2019). Hubungan antara Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri terhadap Kualitas Hidup Penderita Lupus. Thalamus, Vol. 5, No. 1. Diakses 2025.
Apa Saja Dukungan Psikososial bagi Pengidap Lupus? Ini Daftar Lengkapnya
Tahukah Sobat Granostic, bahwa penderita lupus sangat rentan mengalami depresi? Ya, kondisi ini terjadi karena periode kekambuhan yang dapat datang kapan saja, serta prosedur pengobatan yang memerlukan waktu, biaya, dan tenaga besar. Karena itulah, dukungan emosional atau psikososial sangatlah penting bagi penderita lupus.Sebelumnya, dukungan psikososial merupakan serangkaian Tindakan dan strategi yang dilakukan untuk membantu menjaga kesejahteraan psikologis serta social individu, keluarga, dan masyarakat. Dalam praktiknya, dukungan ini juga melibatkan pemenuhan kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual, sehingga dapat membantu individu tersebut dalam bertahan serta menangani suatu masalah dalam situasi krisis atau saat menghadapi kesulitan.Nah, pasien lupus yang rentan mengalami stres dan depresi akibat pengobatan maupun gejala yang kambuh-reda-kambuh, tentu membutuhkan dukungan psikososial ini. Namun, bagaimana sih dukungan tersebut dapat membantu mereka? Serta apa saja contoh dukungan yang dapat kita berikan pada penderita lupus?Langsung simak penjelasan dari Granostic berikut ini, ya, Sobat!Mengapa Dukungan Psikososial Sangat Penting Bagi Penderita Lupus?Hingga kini, banyak dari kita yang menyepelekan pentingnya dukungan psikososial dalam proses pengobatan dan pemulihan pasien, termasuk pada penderita lupus. Padahal dukungan ini dapat membantu memberikan optimisme pada penderita untuk terus melakukan pengobatan secara teratur, meningkatkan kesehatan tubuh mereka, hingga mengendalikan stress yang dapat memicu kekambuhan lupus.Dukungan ini juga sangat penting diberikan pada penderita lupus karena beberapa alasan berikut ini:1. Rasa sakit kronisLupus merupakan kondisi medis yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Gejala dari penyakit ini dapat dikontrol namun juga dapat timbul dalam keadaan tertentu, misalnya saat bersentuhan dengan pemicunya, seperti paparan sinar ultraviolet, obat-obatan tertentu, ataupun stres.Rasa sakit yang kronis, atau berkepanjangan, ini dapat menyebabkan penderita lupus rentan mengalami kejenuhan dan stres saat menjalani pengobatan. Karenanya, dukungan mental dan emosional dari orang-orang di sekelilingnya berperan besar untuk membuat penderita lupus tetap optimis. 2. Kelelahan ekstremLupus juga menyebabkan kelelahan ekstrem, yang bisa dirasakan hampir setiap saat. Gejala ini dapat membuat penderita lupus merasa tidak bersemangat, juga mengganggu aktivitas harian mereka.Dengan dukungan psikososial dari orang-orang terdekat, penderita lupus dapat menghadapi situasi ini dengan lebih baik, mereka juga bisa melakukan aktivitas harian seoptimal mungkin.3. Stigma sosialLupus adalah masalah kesehatan yang cukup serius, karena itu ada banyak stigma dan mitos-mitos tidak akurat yang berkembang di masyarakat mengenainya. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri dan membuat mereka merasa tidak berharga.Adanya dukungan psikososial dari lingkungan mereka akan membantu penderita lupus untuk mengelola perasaan-perasaan negatif tersebut. Dengan demikian mereka dapat menjalani proses pengobatan dan aktivitas harian mereka dengan lebih positif.4. Keterbatasan aktivitas sosial dan pekerjaanPenderita lupus pasti mengalami banyak perubahan dalam kehidupan mereka. Termasuk timbulnya keterbatasan aktivitas sosial dan pekerjaan, akibat gejala yang dapat kambuh kapan saja tersebut.5. Ketidakpastian masa depanKarena tidak adanya pengobatan lupus yang dapat menyembuhkan pasien secara total, penderitanya kerap merasa memiliki ketidakpastian masa depan. Hal ini tentu akan memengaruhi penderita lupus memandang harapan hidup mereka, mudah jenuh dan pesimistik dengan pengobatan yang dilakukan, sehingga perawatan tak berjalan optimal.Dengan dukungan dari berbagai pihak, penderita lupus dapat memeroleh semangat mereka kembali. Serta memandang kondisi mereka dalam sudut pandang yang lebih optimistik.Dampak Psikologis Lupus: Data dan FaktaSobat Granostic, lupus tak hanya menimbulkan gejala fisik yang mengganggu dan menyakitkan pasien, namun juga memberikan dampak psikologis tersendiri. Berikut ini adalah data dan fakta mengenai dampak psikologis lupus:Data-data di atas menunjukkan bahwa masalah psikologis sangat bertalian erat dengan penyakit lupus. Tak hanya jadi pemicu flare-up, pasien lupus juga dapat mengembangkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, depresi, hingga gangguan kognitif.Jenis Dukungan Psikososial yang Diperlukan Pasien LupusMenyimak betapa erat kaitan antara kesehatan mental dan penyakit lupus, tentu Anda juga memahami bahwa memberikan dukungan psikososial sangatlah penting untuk kita lakukan pada pasien lupus.Namun apa saja bentuk atau jenis dukungan psikososial yang diperlukan dan dapat diberikan pada pasien lupus? Berikut penjelasannya, Sobat!1. Konseling Psikologis TerstrukturPenderita lupus sering kali mengalami rasa cemas, frustrasi, hingga depresi karena gejalanya yang fluktuatif. Dalam kondisi ini, konseling psikologis yang dilakukan oleh profesional bisa membantu pasien memahami emosinya, menerima kondisinya, dan membangun mekanisme koping yang sehat.Terapi yang dimaksud bisa berbentuk konseling individu, terapi kognitif perilaku (CBT), atau psikoterapi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.2. Dukungan KeluargaKeluarga adalah sistem pendukung pertama yang paling dibutuhkan pasien lupus. Ketika keluarga hadir dengan empati, mendengarkan tanpa menghakimi, serta ikut terlibat dalam proses perawatan, hal ini memberi dampak besar bagi motivasi dan stabilitas emosional pasien. Dukungan ini juga meliputi bantuan praktis sehari-hari seperti mengingatkan jadwal obat atau menemani ke klinik.3. Kelompok Dukungan (Support Group)Tak hanya didapat dari keluarga, dukungan psikososial ini juga bisa pasien peroleh melalui support group, yang terdiri dari sesama penyintas lupus. Memang apa bedanya?Bertemu dengan sesama penyintas lupus dapat menjadi pengalaman yang sangat memberdayakan. Melalui support group, pasien bisa saling berbagi cerita, strategi bertahan, hingga motivasi hidup. Ini memberi rasa bahwa mereka tidak sendiri, sekaligus membuka ruang diskusi yang aman dan penuh pemahaman.4. Pendidikan Kesehatan PasienPengetahuan adalah kunci dalam mengendalikan lupus, juga untuk dapat memahami apa yang dibutuhkan dan dirasakan oleh pasien dengan lebih baik. Karena itu, saat ingin memberikan dukungan psikososial, kita juga perlu mengedukasi diri dan orang lain mengenai penyakit lupus. Edukasi ini meliputi segala hal tentang penyakit, pemicu flare-up, pentingnya konsumsi obat secara teratur, dan gaya hidup yang dianjurkan bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kesehatannya. Pelatihan ini bisa diberikan melalui seminar, brosur, atau sesi edukatif di klinik.5. Pendampingan SpiritualitasBagi banyak pasien, aspek spiritual memberikan kekuatan dalam menghadapi penyakit kronis. Dukungan spiritual tidak harus beragama, melainkan bisa berupa pendampingan dalam menemukan makna hidup, menerima kondisi diri, dan membangun harapan. Pendampingan ini bisa dilakukan oleh konselor spiritual atau tokoh agama sesuai kepercayaan pasien.6. Rehabilitasi Sosial dan KarierSobat Granostic, lupus kadang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk dalam pekerjaan. Rehabilitasi sosial dan vokasional bertujuan membantu pasien beradaptasi dengan lingkungan kerja atau sosial baru, menyesuaikan beban aktivitas, dan membangun kembali rasa percaya diri. Ini penting agar pasien tetap bisa produktif tanpa membahayakan kondisi kesehatannya.7. Manajemen Stres dan RelaksasiHubungan lupus dan stres sangatlah erat, keduanya bisa saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya, stres berlebihan dapat memicu flare pada lupus. Sebaliknya, sifat lupus yang kronis dan berbagai stigma yang menyertainya, juga dapat menimbulkan rasa cemas dan stres pada pasien setelah didiagnosa lupus.Karena itu, pasien perlu dibekali dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga ringan, atau mindfulness. Terapi musik atau seni juga bisa membantu meredakan beban emosional. Program manajemen stres ini dapat dibimbing oleh psikolog atau terapis kesehatan secara komprehensif.8. Telekonseling & Dukungan DigitalRasa menekan akibat stres dan depresi pada pasien lupus dapat terjadi kapan saja, sehingga dibutuhkan sebuah sistem dukungan yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Telekonseling dan dukungan digital dapat menjawab masalah ini.Pada era modern dan perkembangan teknologi digital yang makin pesat ini, akses ke layanan psikososial bisa lebih mudah dengan adanya telekonseling. Pasien dapat berkonsultasi dari rumah melalui video call, chat, atau aplikasi kesehatan. Selain itu, platform digital juga bisa menjadi media edukasi, pengingat minum obat, hingga ruang interaksi komunitas online.Peran Granostic Surabaya dalam Layanan Lupus TerpaduGranostic sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu di Surabaya dapat memberikan penanganan penyakit lupus yang menyeluruh dan lengkap. Mulai dari pemeriksaan medis untuk kontrol dan diagnosa awal, pendampingan dari tim medis profesional, hingga dukungan psikososial untuk memaksimalkan pengobatan dan menjaga api semangat pasien selama prosedur perawatan.Layanan psikososial yang dimaksud adalah konseling bersama ahli, edukasi kondisi lupus pada keluarga dan pasien lupus langsung, layanan home care untuk pemeriksaan kesehatan di rumah, hingga menyediakan telekonseling dan dukungan digital bagi pasien.Semua layanan ini bersifat terpadu, yang langsung dapat pasien akses begitu memeriksakan dirinya di klinik Granostic Surabaya. Kami juga hanya memberikan pelayanan terbaik, ramah, dan hangat agar pasien tetap merasa nyaman serta tenang ketika menjalani prosedur pengobatan.Karena kami yakin, jiwa dan mental pasien yang sehat akan berdampak juga pada pemulihan tubuh mereka.Lupus Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan BaruSobat Granostic, menerima diagnosis lupus bukanlah hal yang mudah. Perasaan bingung, takut, atau bahkan putus asa sangatlah normal Anda rasakan. Kami mungkin tak sepenuhnya bisa merasakan apa yang Anda alami, tapi kami percaya bahwa setiap orang yang hidup dengan lupus punya kekuatan luar biasa dalam dirinya.Lupus memang mengubah banyak hal, tapi bukan berarti mengakhiri segalanya. Justru di titik inilah perjalanan baru dimulai, yakni perjalanan menuju pemahaman diri, perawatan penuh kesadaran, dan gaya hidup yang lebih terarah. Lebih pentingnya lagi: Anda tidak harus melakukannya sendiri. Karena Granostic hadir untuk menjadi rekan setia dalam setiap langkah Anda. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, pengobatan yang terintegrasi, serta dukungan psikososial yang manusiawi, kami ingin memastikan bahwa Anda mendapatkan pengalaman medis yang bukan hanya efektif, tapi juga penuh kepedulian.Bila Anda mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan lupus, seperti dalam penjelasan di atas, langsung hubungi Whatsapp Granostic dan jadwalkan konsultasi bersama dokter kami.Selanjutnya, bersama dokter Anda dapat menjalani proses skrining lupus yang mendalam dan menyeluruh. Kemudian dokter dapat meresepkan obat dan memberikan edukasi seputar kondisi medis Anda dengan rinci.Yuk, hadapi lupus dengan optimis dan pikiran positif bersama layanan kesehatan Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lupus – Diagnosis and Treatment. Ditulis dan ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Medical News Today. (2023). How to help someone with lupus. Artikel ditinjau secara medis oleh Dr. Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). Lupus and Depression: Know the Signs and How to Get Help. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). Build the Support System You Need to Cope With Lupus. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). What is Lupus?. Diakses 2025WebMD. (n.d.). Psychosocial Aspects of Lupus. Ditinjau oleh tim medis WebMD. Diakses 2025Lupus Research Alliance. (n.d.). 5 Facts About Lupus & Mental Health. Diakses 2025Xiang, Y., et al. (2023). Depression and anxiety in patients with systemic lupus erythematosus: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry, 13:1045606. Diakses 2025Healthline. (2022). Lupus and Stress: Managing Mental and Emotional Health. Artikel ditinjau oleh Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Healthline. (2022). Lupus and Early Trauma. Ditinjau oleh Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Zeng, L., et al. (2022). The impact of psychological stress on lupus patients: mechanisms and interventions. Frontiers in Immunology, 13:896937. ditulis oleh Zeng, L., et al. Diakses 2025
Apa Itu PPOK – Penyakit Paru Kronis yang Sering Diabaikan?
Sobat Granostic, tahukah Anda bahwa Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) termasuk dalam penyakit mematikan ketiga di dunia? Fakta pentingnya lagi, angka kasus PPOK di Indonesia juga cukup signifikan. Lantas tahukah Anda apa itu Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) tersebut?World Health Organization (WHO) mendeskripsikan PPOK sebagai sebuah kondisi medis umum yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, yang menghambat saluran napas dan membuat seseorang sulit untuk bernapas.Lebih lanjut, WHO juga menuturkan bahwa PPOK menjadi penyebab 3.5 juta kasus kematian pada tahun 2021 dari seluruh dunia. Karenanya, PPOK tidak boleh diabaikan dan harus mendapatkan perhatian khusus.Di Indonesia sendiri kasus PPOK cukup signifikan, mengingat kita sangat rentan terpapar polusi udara dan mayoritas penduduknya adalah perokok aktif. Sayangnya, banyak dari kita yang justru abai dengan risiko PPOK dan berakibat mengembangkan penyakit ini di kemudian hari.Nah, lewat artikel ini, Granostic akan mengajak Anda untuk membahas lebih jauh mengenai apa itu PPOK, gejala dan ciri-ciri, penyebab, hingga cara menanganinya. Simak, yuk!Mengenal PPOK Lebih DalamPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah nama yang digunakan untuk menggambarkan beberapa kondisi yang membuat pernapasan menjadi lebih sulit. Biasanya, masalah pernapasan ini tidak langsung parah, tetapi semakin lama, gejalanya bisa memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski begitu, dengan pengobatan yang tepat, kondisi ini masih bisa dikendalikan.PPOK mencakup dua kondisi utama yang sering terjadi, yaitu:Bronkitis kronisBronkitis kronis adalah peradangan pada saluran pernapasan, seperti tenggorokan dan bronkus, yang terjadi terus-menerus. Penderita bronkitis kronis biasanya mengalami batuk dan sesak napas hampir setiap hari dalam sebulan, terjadi berulang selama tiga bulan setiap tahunnya, dan berlangsung lebih dari dua tahun. Melansir dari Mayo Clinic, kini istilah bronkitis kronis lebih tepat diganti dengan PPOK, karena hampir semua orang yang memiliki bronkitis kronis juga mengalami penyumbatan saluran napas.EmfisemaEmfisema adalah kerusakan pada kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru. Kerusakan ini bisa membuat udara terperangkap dalam paru-paru, yang pada gilirannya menyebabkan sesak napas. Jika udara terjebak terlalu banyak, dada bisa terlihat lebih penuh, seolah seperti bentuk tong.Alveoli adalah kantung-kantung udara kecil dan tipis yang terletak di ujung saluran udara paru-paru. Dalam kondisi normal, paru-paru kita memiliki sekitar 300 juta alveoli. Ketika kita menghirup udara, udara tersebut masuk ke alveoli untuk menyerap oksigen, yang kemudian masuk ke dalam darah. Ketika kita menghembuskan napas, alveoli menyusut dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh.Sebagai gambaran, Anda dapat membayangkan paru-paru seperti bungkus gelembung udara. Alveoli adalah gelembung-gelembung kecil di dalamnya. Namun, jika Anda menderita emfisema, gelembung-gelembung ini akan pecah dan berubah menjadi kantong udara besar. Hal ini mengurangi luas permukaan paru-paru untuk mengambil oksigen, yang membuat Anda semakin sulit bernapas.Gejala dan Ciri-Ciri PPOKPPOK bisa sulit dikenali di awal karena gejalanya sering mirip dengan masalah pernapasan biasa. Bahkan, gejalanya mungkin baru muncul setelah paru-paru mengalami kerusakan yang cukup parah. Biasanya, gejala PPOK akan semakin memburuk seiring waktu, terutama jika Anda terus merokok atau terpapar zat yang bisa merusak saluran napas.Berikut adalah beberapa gejala umum dan tanda-tanda yang bisa membantu Anda mengenali PPOK:1. Sesak napasSesak napas merupakan salah satu gejala umum PPOK. Anda bahkan dapat merasa membutuhkan lebih banyak tenaga untuk bernapas, atau lebih mudah terengah-engah saat beraktivitas.2. Batuk kronisBatuk yang terus-menerus atau batuk yang mengeluarkan banyak lendir juga dapat menjadi gejala umum PPOK. Batuk kronis ini bisa terjadi karena adanya peradangan dan penyempitan saluran Udara, sehingga dapat memicu produksi lendir berlebih.3. Produksi dahak berlebihPada penderita PPOK, produksi lendir meningkat karena peradangan dan kerusakan saluran napas. Lendir berlebih ini sering disebabkan oleh paparan iritan seperti asap rokok. Tubuh berusaha mengeluarkan lendir tersebut melalui batuk, yang bisa menyebabkan saluran napas tersumbat dan membuat pernapasan semakin sulit.4. Bunyi napas mengiMengi adalah suara bersiul atau mencicit yang terdengar saat bernapas, kondisi ini juga bisa menjadi gejala PPOK. Suara ini muncul karena saluran napas yang menyempit, sehingga udara yang mengalir melalui saluran tersebut menyebabkan getaran. Penyempitan saluran napas ini bisa disebabkan oleh peradangan, pembengkakan, lendir, atau kerusakan paru-paru. Mengi biasanya terdengar lebih jelas saat Anda menghembuskan napas.5. Mudah lelahPenderita PPOK sering merasa lebih cepat lelah. Ini disebabkan oleh berkurangnya aliran udara dan oksigen ke tubuh, yang membuat tubuh kesulitan mendapatkan cukup oksigen. Faktor lain yang membuat tubuh lebih mudah lelah termasuk usaha ekstra untuk bernapas, berkurangnya aktivitas fisik karena sesak napas, serta komplikasi seperti gagal jantung atau depresi.6. Infeksi saluran pernapasan berulangKarena sistem kekebalan tubuh yang lemah, penderita PPOK lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. Infeksi bakteri dan virus ini bisa memperburuk kondisi dan menyebabkan masalah pernapasan semakin serius.7. Penurunan berat badanPenurunan berat badan yang drastis bisa menjadi tanda bahwa PPOK sudah mencapai tahap parah. Pada kondisi ini, kerusakan paru-paru membuat ruang di paru-paru semakin sempit, yang menyebabkan diafragma (otot yang membantu pernapasan) menjadi datar. Ini membuat pernapasan lebih sulit dan tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk bernapas, yang bisa menyebabkan penurunan berat badan yang tidak sehat.Selain itu, kondisi PPOK juga bisa menyebabkan masalah pencernaan. Makanan tertentu atau makan terlalu cepat bisa membuat perut kembung atau terganggu, yang memperburuk kesulitan bernapas. Jika ini terjadi, Anda mungkin menjadi kurang nafsu makan dan sulit mengonsumsi makanan sehat. Beberapa makanan yang bisa memicu masalah ini adalah makanan pedas, berlemak, atau yang tinggi garam dan kafein.8. Kebiruan pada bibir atau kukuSalah satu gejala PPOK yang serius adalah perubahan warna kebiruan pada bibir atau kuku, yang dikenal dengan sebutan sianosis. Ini terjadi ketika darah tidak membawa cukup oksigen, yang bisa menjadi tanda bahwa kondisi Anda membutuhkan perhatian medis segera.Penyebab Utama PPOK1. MerokokTahukah Sobat, bahwa sebagian besar kasus PPOK, sekitar 75%, terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan merokok. Karena saat rokok dibakar, lebih dari 7.000 zat kimia dilepaskan, dan banyak di antaranya sangat berbahaya bagi tubuh.Zat-zat kimia dalam asap rokok ini melemahkan sistem pertahanan paru-paru, menyempitkan saluran pernapasan, menyebabkan peradangan, serta merusak kantung udara di paru-paru. Dan semua faktor ini berkontribusi pada perkembangan PPOK. Tak hanya rokok, produk tembakau lainnya, seperti rokok elektrik dan cerutu, juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini.2. Polusi UdaraSelain rokok, polusi udara juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengidap PPOK. Khususnya paparan jangka panjang terhadap polusi udara, seperti partikel PM 2,5 dan nitrogen dioksida, meningkatkan risiko seseorang terkena PPOK. Partikel-partikel berbahaya ini berasal dari sumber-sumber seperti kendaraan bermotor, pabrik, pembangkit listrik, pembakaran kayu, serta kebakaran hutan. Selain itu, kualitas udara yang buruk dapat memperburuk gejala PPOK, mempercepat penurunan fungsi paru-paru, dan meningkatkan risiko bagi siapa saja, terutama mereka yang sudah memiliki faktor risiko lain.3. Paparan Zat Iritan di Tempat KerjaLingkungan kerja yang mengandung bahan kimia, debu, atau asap dalam waktu lama bisa menjadi faktor risiko utama bagi PPOK. Pekerjaan yang melibatkan paparan zat-zat ini menyebabkan sekitar 10-20% gejala pernapasan yang berhubungan dengan PPOK, membuat pekerja lebih rentan terhadap gangguan paru-paru.4. Infeksi Pernapasan Berulang di Masa KecilRiwayat infeksi saluran pernapasan yang sering dialami di masa kecil ternyata bisa meningkatkan peluang seseorang mengidap PPOK di masa dewasa. Infeksi yang terjadi pada masa kanak-kanak bisa memengaruhi perkembangan paru-paru, menyebabkan peradangan, dan membuat saluran pernapasan lebih rentan terhadap kerusakan. Hal ini juga berisiko memperburuk kerusakan paru-paru akibat merokok di masa depan, mempercepat timbulnya PPOK.5. Faktor GenetikFaktor genetik juga memainkan peran dalam perkembangan PPOK, meskipun merokok tetap menjadi penyebab terbesar. Tidak semua orang dengan PPOK memiliki riwayat keluarga, tetapi beberapa orang mungkin lebih rentan karena kondisi genetik tertentu, seperti defisiensi alfa-1 antitripsin.Defisiensi alfa-1 antitripsin adalah kondisi genetik yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi protein pelindung paru-paru. Kondisi ini sering dikaitkan dengan emfisema, dan hanya dapat dideteksi melalui tes darah.Apakah PPOK Bisa Disembuhkan?Saat ini, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan PPOK secara total. Namun, kabar baiknya, kondisi ini bisa dikelola dengan baik melalui perawatan yang tepat. Fokus utama penanganan PPOK adalah meredakan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, serta mencegah komplikasi. Dokter biasanya akan merekomendasikan berbagai pendekatan berikut:1. Memperlambat progresivitas penyakitKerusakan paru-paru akibat PPOK bersifat permanen, tapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Dengan pengobatan yang sesuai, perkembangan penyakit bisa diperlambat. Berikut langkah-langkah pencegahan tingkat keparahan PPOK yang dapat direkomendasikan oleh dokter.Berhenti merokok: Ini adalah langkah paling penting bagi penderita PPOK yang masih merokok. Berhenti akan memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan paru-paru.Penggunaan inhaler dan obat-obatan: Membantu melegakan pernapasan dan mengurangi frekuensi gejala.Rehabilitasi paru: Program khusus yang menggabungkan edukasi dan latihan fisik untuk memperbaiki fungsi paru-paru.Operasi atau transplantasi paru: Pilihan ini biasanya hanya dipertimbangkan untuk kasus yang sangat berat.2. Mengurangi gejalaGejala PPOK seperti batuk kronis, sesak napas, dan mengi bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi intensitas dan frekuensi gejala tersebut agar penderita bisa beraktivitas lebih nyaman.3. Meningkatkan kemampuan bernapasKarena PPOK menghambat aliran udara, beberapa jenis obat, seperti bronkodilator, diresepkan untuk membantu membuka saluran napas, sehingga proses bernapas menjadi lebih lega dan tidak terlalu melelahkan.4. Mencegah komplikasiTanpa pengobatan yang konsisten, PPOK dapat memicu komplikasi serius. Itulah mengapa pemeriksaan kesehatan rutin dan kontrol medis menjadi penting agar kondisi tetap stabil dan komplikasi bisa dicegah sejak dini.5. Meningkatkan kualitas hidupTujuan akhir dari semua pengobatan PPOK adalah memastikan penderita bisa menjalani hidup yang lebih nyaman dan aktif. Dengan gejala yang terkendali dan pernapasan yang lebih baik, aktivitas harian pun bisa dilakukan tanpa banyak gangguan.Cara Mengatasi dan Menangani PPOKSelain beberapa langkah pengobatan di atas, PPOK juga dapat diatasi dan ditangani dengan beberapa langkah berikut:1. Berhenti MerokokLangkah ini adalah pondasi utama dari setiap rencana pengobatan PPOK. Menghentikan kebiasaan merokok membantu memperlambat kerusakan paru-paru dan mengurangi gejala. Jika Anda kesulitan berhenti, konsultasikan dengan dokter. Tersedia berbagai dukungan mulai dari terapi pengganti nikotin, obat-obatan khusus, hingga kelompok pendukung yang bisa membantu perjalanan berhenti merokok Anda. Hindari juga paparan asap rokok dari orang lain. Jika sobat granostic ingin memulai dari diri sendiri, baca selengkapnya mengenai 10+ Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah.2. Obat-obatanBronkodilatorBronkodilator adalah obat yang biasanya tersedia dalam bentuk inhaler. Obat ini bekerja dengan mengendurkan otot di sekitar saluran napas. Biasanya tersedia dalam bentuk inhaler, dan ada dua jenis utama: kerja pendek (digunakan sebelum aktivitas) dan kerja panjang (untuk penggunaan rutin).Contoh kerja pendek: Albuterol (ProAir, Ventolin), Ipratropium (Atrovent), Levalbuterol (Xopenex). Kombinasi kerja pendek: Combivent Respimat (ipratropium bromida + albuterol)Steroid inhalasiKortikosteroid hirup, yang sering disebut steroid, dapat mengurangi peradangan saluran napas dan membantu mencegah serangan saat gejala PPOK memburuk. Akan Tetapi, penggunaan steroid inhalasi dapat memberikan efek samping berupa memar, infeksi mulut, hingga serak.AntibiotikInfeksi saluran pernapasan, seperti bronkitis akut, pneumonia, dan influenza, dapat memperburuk gejala PPOK. Dalam hal ini pemberian antibiotik seperti azitromisin bisa membantu, tapi penggunaannya harus hati-hati karena risiko resistensi.Baca Selengkapnya mengenai, Apa Saja Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini?.3. Terapi OksigenJika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan oksigen tambahan. Terapi ini bisa digunakan saat tidur, saat beraktivitas, atau sepanjang hari, tergantung kebutuhan. Tersedia juga perangkat oksigen portabel untuk mendukung mobilitas Anda.4. Pulmonary Rehabilitation (Rehabilitasi Paru)Selain melakukan terapi oksigen, penanganan PPOK selanjutnya juga dapat melalui program rehabilitasi paru. Melansir dari Mayo Clinic, dalam program ini biasanya menggabungkan pendidikan kesehatan, latihan fisik, teknik pernapasan, pemberian saran nutrisi, dan sesi konseling bersama dokter.Menerapkan rehabilitasi paru-paru setelah gejala PPOK memburuk, dapat membantu mengurangi kemungkinan perawatan di rumah sakit. Selain itu, langkah ini juga memungkinkan pasien untuk dapat menjalani kehidupannya sehari-hari seoptimal mungkin.5. VaksinasiVaksin sangat penting bagi penderita PPOK karena mereka rentan terhadap infeksi saluran napas. Vaksin seperti influenza, pneumokokus, dan COVID-19 (SARS-CoV-2) disarankan untuk mencegah infeksi yang bisa memperparah kondisi.6. OperasiOperasi merupakan pilihan bagi sebagian orang dengan beberapa bentuk emfisema parah yang tidak cukup terbantu dengan obat-obatan saja. Ada pun pilihan prosedur operasi yang dapat diambil berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien PPOK meliputi:Operasi Pengurangan Volume Paru-paru: Mengangkat bagian paru-paru yang rusak untuk memberi ruang bagi bagian yang lebih sehat agar bisa bekerja lebih baik.Pengurangan Volume Paru-paru Endoskopik: Prosedur minimal invasif dengan pemasangan katup satu arah di paru-paru untuk mengarahkan aliran udara.Transplantasi Paru-paru: Pilihan bagi mereka yang memenuhi kriteria ketat. Transplantasi dapat memperbaiki pernapasan, tetapi membawa risiko besar dan memerlukan perawatan jangka panjang.Bullektomi: Mengangkat bullae (kantung udara besar abnormal) yang terbentuk akibat kerusakan alveoli, untuk memaksimalkan aliran udara masuk dan keluar paru-paru.Tips Pencegahan PPOK Sejak DiniMeskipun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan PPOK hingga tuntas, bukan berarti kita tidak bisa mencegah penyakit ini sama sekali. Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko PPOK yang disebutkan sebelumnya, atau sekadar ingin menjaga diri, Anda dapat menerapkan beberapa tips pencegahan PPOK sejak dini berikut.1. Hindari Merokok dan Paparan AsapMerokok merupakan penyebab utama terjadinya PPOK. Zat kimia dalam asap rokok dapat menyebabkan peradangan kronis, merusak kantung udara di paru-paru, dan menyumbat saluran napas.Kalau Anda masih merokok, pertimbangkan dengan serius untuk berhenti. Bicarakan dengan dokter tentang metode berhenti merokok yang sesuai, mulai dari terapi nikotin hingga dukungan psikologis.Jangan lupakan juga bahaya asap rokok dari orang lain (perokok pasif). Sebisa mungkin, hindari lingkungan yang memungkinkan Anda terpapar asap rokok, baik di rumah, kendaraan, maupun tempat kerja. Paru-paru Anda berhak mendapat udara bersih setiap saat.2. Gunakan Masker di Lingkungan Polusi TinggiSelain asap rokok, berbagai polutan di udara juga dapat meningkatkan risiko PPOK. Paparan jangka panjang terhadap debu, asap kendaraan, uap kimia, atau asap dapur tanpa ventilasi yang baik dapat merusak paru-paru secara perlahan.Gunakan masker pelindung jika Anda bekerja atau beraktivitas di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi. Pastikan tempat kerja memiliki ventilasi yang memadai dan hindari keluar rumah saat kualitas udara sedang buruk.3. Rutin Melakukan Pemeriksaan ParuPemeriksaan kesehatan paru-paru secara rutin adalah langkah bijak untuk deteksi dini. PPOK bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari, jadi melakukan cek kesehatan paru secara berkala bisa membantu mengetahui kondisi paru-paru sejak awal dan memungkinkan penanganan lebih cepat jika diperlukan.4. Jaga Daya Tahan TubuhMenjaga daya tahan tubuh juga penting untuk mencegah berbagai gangguan paru, termasuk PPOK. Anda bisa mulai dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, menjaga pola tidur yang cukup, serta rutin berolahraga.Olahraga teratur tak hanya bermanfaat bagi tubuh secara umum, tapi juga membantu meningkatkan efisiensi paru-paru. Jika Anda belum terbiasa olahraga, mulailah perlahan dan konsultasikan dulu dengan dokter, terutama jika Anda punya masalah kesehatan lain.5. Vaksinasi RutinVaksinasi adalah salah satu cara penting untuk menjaga saluran pernapasan tetap sehat. Vaksin flu, pneumonia, dan COVID-19 dapat mencegah infeksi yang bisa memperburuk kondisi paru-paru dan meningkatkan risiko PPOK.Dengan vaksinasi yang tepat, Anda membantu tubuh melawan infeksi yang bisa menjadi pemicu gangguan pernapasan kronis di kemudian hari.Mengapa Pemeriksaan Dini Sangat Penting?Sobat Granostic, meskipun tak langsung menunjukkan gejala serius di awal, keberadaan PPOK tidak bisa disepelekan. Penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah kerusakan fungsi paru-paru dan sistem pernapasan untuk lebih buruk, juga dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Hal ini hanya dapat diperoleh dengan deteksi dini gejala PPOK. Deteksi dini juga dapat membantu meningkatkan efektivitas pengobatan dan perawatan medis yang dilakukan.Pemeriksaan dan Layanan PPOK di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic, menyimak bagaimana gejala, risiko, dan bahayanya, Anda pasti setuju bahwa deteksi dini dan pencegahan PPOK sangatlah penting dilakukan.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan dan layanan screening paru di klinik Granostic Surabaya. Kami memiliki fasilitas pemeriksaan terlengkap, mencakup spirometri, tes fungsi paru, tes pencitraan (X-Ray dan CT-Scan), hingga tas laboratorium.Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga akan dilakukan dengan pendampingan dokter spesialis paru dan tenaga kesehatan ahli di bidangnya. Dengan demikian, Anda dapat melalui proses pemeriksaan secara efisien, nyaman, dan aman.Jangan Abaikan PPOK!PPOK mungkin awalnya hanya menyebabkan gejala sepele, yang tampaknya tidak membawa banyak dampak besar pada kesehatan Anda. Namun, penyakit ini dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, juga sedini mungkin.Selain itu, kebiasaan merokok dan beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan juga dapat menularkan penyakit pada anggota keluarga Anda. Khususnya pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih belum sempurna, sehingga lebih rentan terhadap infeksi saluran napas.Yuk, jaga kesehatan paru Anda dan keluarga dengan booking sekarang untuk cek kesehatan di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:World Health Organization (WHO). (2023). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) – Fact Sheet. Ditinjau oleh tim kesehatan WHO. Diakses pada 2025.National Health Service (NHS UK). (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Ditinjau oleh NHS medical experts. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Symptoms and Causes. Ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Diagnosis and Treatment. Ditinjau oleh dokter spesialis paru dari Mayo Clinic. Diakses pada 2025.American Lung Association. (n.d.). What Causes COPD?. Disusun oleh tim ahli kesehatan paru dari American Lung Association. Diakses pada 2025.Healthline. (2023). How to Prevent COPD: Tips to Reduce Your Risk. Ditinjau oleh Dr. Elaine K. Luo, MD. Diakses pada 2025.Healthline. (2022). Coping with Fatigue from COPD. Ditinjau oleh tim medis Healthline. Diakses pada 2025.Healthline. (2022). COPD and Weight Loss. Artikel ditinjau oleh Dr. Judith Marcin, MD. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Emphysema. Ditinjau oleh dokter spesialis paru-paru Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Bronchitis. ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Sumber:https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd) https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/#:~:text=Chronic%20obstructive%20pulmonary%20disease%20(COPD)%20is%20the%20name%20for%20a,term%20inflammation%20of%20the%20airways https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679 https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/diagnosis-treatment/drc-20353685https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/copd/what-causes-copdhttps://www.healthline.com/health/copd/how-to-prevent-copd#tips-to-prevent-copdhttps://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/copd/what-causes-copdhttps://www.healthline.com/health/copd/coping-with-fatigue#copd-and-fatiguehttps://www.healthline.com/health/copd/weight-loss#why-weight-loss-happenshttps://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9370-emphysemahttps://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24645-chronic-bronchitis
Kenali Perbedaan PPOK vs TB Paru agar Tidak Salah Penanganan
Memiliki gejala yang mirip, banyak orang yang masih salah mengenali Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dengan Tuberkulosis (TB) Paru. Padahal keduanya tidaklah sama dan memerlukan penanganan medis yang berbeda. Lantas bagaimana cara mengenali perbedaan PPOK dan TB Paru?PPOK dan TB paru merupakan dua jenis penyakit pernapasan yang paling sering terjadi di Indonesia. Pada tahun 2023, Global TB Report menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dengan penderita TBC terbanyak di dunia. Dalam laporan tersebut, Indonesia memiliki satu juta lebih kasus TBC baru, dengan angka kematian mencapai 134 ribu per tahunnya. Tak jauh beda dengan TB, PPOK juga cukup masih berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 2021 menyebutkan sebanyak 9.2 juta orang menderita PPOK.Baik PPOK dan TB paru pada awalnya dapat menimbulkan gejala yang mirip, seperti batuk kronis, mengi, sulit bernapas, hingga penurunan berat badan. Akan tetapi keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang tak sama pula.Nah, agar Anda tak salah mengenali, mari simak penjelasan lengkap soal PPOK vs. TB paru berikut ini!1. Perbedaan PenyebabPerbedaan antara PPOK dan TB Paru dapat dilihat dari apa yang menjadi penyebab utama kemunculannya, seperti dalam penjelasan berikut.PPOKMelansir dari Jurnal Riset Kesehatan Nasional, PPOK merupakan penyakit paru progresif yang menunjukkan gejala-gejala awal yang mulanya bersifat intermiten, yang kemudian muncul tiap hari dan makin sering seiring dengan perkembangannya. Nah, penyebab utama PPOK ini adalah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Sebagai contoh, merokok, terpapar asap kendaraan/pabrik/atau polusi Udara lainnya, hingga paparan jangka Panjang terhadap zat kimia di tempat kerja.TB ParuSementara itu, TB Paru terjadi karena infeksi bakteri (atau kuman) yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Bakteri TB masuk ke dalam tubuh dan menyerang berbagai bagian dalam tubuh, namun yang paling umum adalah paru-paru. Bakteri TB tidak selalu dapat menimbulkan gejala, kondisi ini dinamakan infeksi TB laten. Meski tidak menimbulkan gejala, pasien TB laten tetap memerlukan pengobatan agar infeksi tidak berkembang menjadi aktif.2. Perbedaan Gejala UtamaMeskipun sekilas tampak mirip, perbedaan TB Paru dan PPOK juga dapat kita lihat pada gejala utamanya. Berikut penjelasannya, Sobat.Gejala PPOKGejala PPOK kebanyakan tidak tampak sampai Sebagian besar bagian paru-paru mengalami kerusakan. Gejala umumnya akan memburuk seiring dengan perkembangan penyakit, apalagi kalau pasien tetap terekspos asap rokok atau jenis iritan lain.Beberapa gejala utama PPOK meliputi:Kesulitan bernapas, khususnya Ketika beraktivitas fisik.MengiBatuk kronis, dapat disertai dengan dahak yang banyak (bening, kuning, atau kehijauan).Rasa sesak di dada, atau dada terasa berat.Merasa mudah lelah atau tidak berenergi.Sering mengalami infeksi saluran napas.Penurunan berat badan tanpa sebab.Pembengkakan pada kaki.Bibir dan kuku tampak membiru.Gejala TB ParuMenurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), TB Paru aktif dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:Batuk yang bertahan selama 3 minggu atau lebih.Nyeri dada.Batuk berdarah atau berdahak.Rasa lemas dan kelelahan.Penurunan berat badan secara drastis.Kehilangan nafsu makan.Meriang dan demam.Keringat malam.3. Perbedaan Umur dan Riwayat PasienPPOKPPOK dapat menyerang siapa saja, terlepas dari gender atau usia mereka. Penyakit ini juga bahkan dapat diderita oleh anak-anak atau bayi, yang terpapar asap rokok dari lingkungan tempat tinggal mereka. Orang yang memiliki defisiensi AAT, kondisi kelainan genetic, juga berisiko tinggi mengidap PPOK.TB ParuSementara itu, TB Paru juga dapat terjadi pada siapa saja, khususnya mereka yang tinggal di lingkungan endemik TB. Orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah karena kondisi Kesehatan tertentu, seperti diabetes, kanker, atau HIV juga sangat rentan terinfeksi TB.4. Perbedaan Pola Perkembangan PenyakitPPOKBerbeda dengan penyakit TB, PPOK berkembang secara kronis dan perlahan. Pada awalnya seseorang tampak tidak mengembangkan kondisi yang serius, gejala juga tidak sering muncul. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan penyakit, gejala PPOK akan lebih sering muncul dan makin parah.Bahkan gejala PPOK umumnya baru muncul saat terjadi kerusakan yang signifikan pada organ paru-paru pasien. Gejala yang muncul juga bisa bervariasi pada tiap pasien, seperti batuk-batuk kronis, mengi, sesak napas, dan lainnya.TB ParuSementara itu, TB Paru berkembang dapat dimulai dari penularan infeksi melalui udara, yakni saat penderita TB aktif batuk atau bersin yang menyebabkan bakteri tak sengaja terhirup dan masuk ke dalam paru-paru pasien tertular.Setelahnya, sistem kekebalan tubuh akan melawan infeksi bakteri TB. Namun jika usaha ini tidak berhasil, bakteri akan terus berkembang biak dan menyebabkan TB aktif, serta memicu berbagai gejala yang menyertainya. Akan tetapi bila infeksi dapat ditekan, maka pasien akan mengidap TB laten yang tidak menimbulkan gejala ataupun dapat menularkan penyakit tersebut pada orang lain.5. Perbedaan PenularanPPOKMeskipun sama-sama menyebabkan batuk-batuk, Sobat Granostic harus ingat, bahwa PPOK tidak bersifat menular. Karena penyakit ini timbul karena kerusakan paru-paru yang terus-terusan terpapar zat iritan dalam Waktu yang lama, seperti asap rokok, polusi udara, hingga kelainan genetis dari lahir.Jadi Anda tidak akan dapat tertular atau menularkan PPOK dari/pada orang lain, ya, Sobat. Akan tetapi, PPOK dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda melemah, sehingga rentan terkena infeksi saluran napas. Kalau soal infeksi, tentu saja hal ini menular.TB ParuBerbeda dengan PPOK, TB Paru justru dapat bersifat menular, khususnya pada pasien TB aktif. Bakteri TB dapat disebarkan melalui udara, yakni ketika penderita TB aktif bicara terlalu dekat dengan Anda, ketika batuk atau bersin, yang menyebabkan bakteri secara tidak sengaja terhirup dan masuk dalam paru-paru.Melansir dari CDC bakteri TB dapat bertahan di udara selama beberapa jam, tergantung dengan lingkungannya. Jika lingkungan tersebut pengap atau memiliki sirkulasi udara yang buruk, bakteri TB dapat bertahan lebih lama.6. Perbedaan Pemeriksaan MedisPPOKKarena dapat menimbulkan gejala yang cukup umum, PPOK sangat sulit didiagnosis hanya dengan menyimak gejalanya. Karena itu, banyak pengidap PPOK tidak mendapatkan diagnosis dengan tepat sampai kondisinya berkembang jauh.Melansir dari Mayo CLinic, pemeriksaan PPOK dapat meliputi proses wawancara medis untuk menyimak riwayat kesehatan dan gaya hidup. Selanjutnya, dokter dapat merekomendasikan serangkaian pemeriksaan fisik, termasuk menyimak kerja paru-paru Anda dan melakukan berbagai jenis tes medis. Berikut ini beberapa tes pemeriksaan yang dimaksud;Tes fungsi paru: spirometri, tes volume paru, tes difusi paru, oksimetri nadi, hingga tes treadmill.Tes pencitraan: Rontgen dada dan/atau CT-Scan.Tes laboratorium: analisis gas darah arteri, pengujian defisiensi AAT, dan tes darah.TB ParuTak jauh berbeda, pemeriksaan TB Paru dapat dokter lakukan dengan menyimak nafas Anda menggunakan stetoskop, memeriksa adanya pembengkakan kelenjar getah bening, hingga melakukan wawancara medis seputar gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan serta keluarga Anda.Jika Anda memiliki risiko tinggi terinfeksi TB, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah atau tes kulit. Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk menyimak adanya antibodi yang bereaksi terhadap infeksi TB.7. Perbedaan KomplikasiPPOKTak hanya dapat mengurangi kualitas hidup Anda, PPOK dapat menyebabkan komplikasi serius yang tak boleh diremehkan. Melansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa komplikasi yang kerap terjadi pada penderita PPOK.Infeksi saluran pernapasan, yang sering terjadi karena penderita PPOK memiliki daya tahan yang lemah. Penderita PPOK juga sering terinfeksi flu atau pneumonia, yang dapat memperburuk pernapasan mereka dan menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan paru.Penyakit jantung, PPOK disinyalir dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, termasuk serangan jantung.Kanker paru, seseorang yang menderita PPOK juga lebih berisiko terkena kanker paru-paru.Tekanan darah tinggi di arteri paru, atau pulmonary hypertension.Kecemasan dan depresi, yang dapat mengganggu aktivitas harian Anda.TB ParuSama halnya dengan PPOK, jika tidak ditangani dengan segera dan tepat, TB Paru juga dapat berkembang serta menimbulkan komplikasi serius. Komplikasi ini terjadi karena efek destruktif dari Mycobacterium tuberculosis yang ada dalam jaringan paru-paru dan sekitarnya.Melansir dari National Library of Medicine, dikatakan bahwa TB paru dapat memiliki berbagai komplikasi seperti:Perdarahan dari arteri bronkial, paru dan intercostal.Memicu pneumotoraks spontan.Peradangan kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan kompresi pada pohon bronkial, yang kemudian memicu bronkiektasis.Kerusakan paru yang luas dan kronis.9. Perbedaan PencegahanPencegahan PPOKTidak seperti penyakit pernapasan lainnya, PPOK seringnya memiliki penyebab yang cukup jelas. Misalnya karena paparan polutan, zat kimia, atau asap rokok yang dapat mengiritasi paru-paru dalam jangka waktu yang lama.Karena itu, cara pencegahan PPOK pun dapat dilakukan dengan mulai menerapkan gaya hidup yang sehat. Berikut ini beberapa langkah yang bisa diikuti untuk mencegah terjadinya PPOK:berhenti merokokgunakan masker atau alat pelindung saluran pernapasan lain bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi terpapar zat kimia, asap, ataupun debu.lakukan vaksinasi flu secara rutin, juga vaksin untuk mencegah pneumonia demi mengurangi risiko terjadinya infeksi pada saluran pernapasan.lakukan pemeriksaan kesehatan paru secara teratur.Pencegahan TB ParuBerbeda dengan PPOK, TB paru dapat terjadi ketika Anda terinfeksi kuman atau bakteri penyebabnya. Karena itu, langkah pencegahan TB paru berfokus pada mengurangi potensi Anda tertular oleh bakteri ini. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:hindari berpergian ke tempat atau wilayah dengan kasus TB yang tinggi,gunakan masker di tempat yang sumpek atau padat orang.saat Anda memiliki infeksi laten, patuhi pengobatan yang diresepkan oleh dokter agar infeksi tidak menjadi aktif dan menularlakukan vaksinasi TB.10. Apakah PPOK dan TB Paru Bisa Sembuh?PPOKHingga kini sayangnya belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan PPOK secara menyeluruh. Pengobatan PPOK atau penanganan medis yang dilakukan baru terpusat pada bagaimana cara mengurangi gejala PPOK, mencegahnya berkembang menjadi lebih parah, serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.TB ParuSementara itu, TB Paru dapat disembuhkan secara sepenuhnya. Kesembuhan pasien juga sangat bergantung pada kesuksesan pengobatan yang dilakukan. Sehingga sangat penting bagi pasien untuk meminum obat sesuai dosis dan jadwal yang diberikan dokter.Pasien juga diharuskan untuk menyelesaikan pengobatan, yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Dengan demikian, bakteri TB dalam tubuh dapat dihilangkan dan mencegah terjadinya resistensi obat.11. Kapan Harus Periksa ke Dokter?Baik TB Paru ataupun PPOK pada awal perkembangannya mungkin tidak menunjukkan gejala yang signifikan, atau bahkan mungkin mirip dengan penyakit flu biasa. Namun, jika gejala yang Anda alami tampak lebih sering terjadi dan timbul gejala-gejala mencurigakan lainnya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang lebih akurat.Akan tetapi, sangat penting bagi Sobat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan paru-paru secara rutin. Tak hanya mengontrol kesehatan paru, pemeriksaan rutin ini juga dapat membantu mendeteksi dini adanya masalah pada organ paru Anda, termasuk menemukan adanya indikasi TB maupun PPOK.Dengan deteksi dini, Anda dapat memeroleh perawatan tepat sejak awal perkembangan penyakit tersebut. Hal ini dapat memengaruhi efektivitas pengobatan dan membuat persentase keberhasilan pengobatan semakin besar.Nah, kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan paru secara rutin di klinik Granostic Surabaya, loh.Kami menawarkan berbagai rangkaian pemeriksaan paru-paru lengkap, dari tes laboratorium, tes treadmill, tes pencitraan, hingga konsultasi langsung bersama dengan dokter spesialis paru.Lindungi diri dan keluarga Anda dari TB Paru atau PPOK dengan rutin cek kesehatan paru di klinik Granostic Surabaya! Yuk booking sekarang melalui Whatsapp kami.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Raviglione, M. C., & Sulis, G. (2021). Tuberculosis. In StatPearls. StatPearls Publishing. ditulis dan ditinjau oleh profesional medis. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Tuberculosis – Symptoms and Causes. ditulis dan ditinjau oleh dokter. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). COPD – Symptoms and Causes. Ditulis oleh tim medis dan spesialis penyakit paru. Diakses 2025World Health Organization (WHO). (2023). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) – Fact Sheet. ditulis oleh ahli epidemiologi dan dokter. Diakses 2025Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). ditinjau oleh dokter spesialis dari Cleveland Clinic. Diakses 2025Sari, D. K., Suryani, E., & Widodo, D. (2024). Relationship between TB history and COPD among post-TB patients in Indonesia: a cross-sectional study. Infectious Disease Reports, 16(2), 284–292. Artikel jurnal peer-reviewed yang melalui proses peninjauan ilmiah oleh pakar kesehatan. Diakses 2025
Apa Saja Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini?
Tahukah Sobat, bahwa paparan asap rokok, debu, zat kimia di udara, dan berbagai polutan lain dapat menyebabkan iritasi hingga kerusakan paru-paru dalam jangka panjang? Kondisi ini kerap disebut sebagai Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dan diobati dengan tepat.PPOK merupakan jenis penyakit yang berkembang secara perlahan dan bersifat kronis. Penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala signifikan di awal perkembangannya, namun seiring berjalannya waktu gejala dapat muncul lebih sering.Sayangnya, PPOK tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Hingga kini pengobatan PPOK berorientasi pada pencegahan perkembangan penyakit dan komplikasi, meningkatkan kualitas hidup penderita, mempermudah pernapasan, hingga mengurangi gejala-gejalanya.Nah, dalam artikel ini, Granostic akan mengajak Sobat sekalian untuk menyimak apa saja pengobatan PPOK yang tersedia. Dengan demikian, Anda dapat memiliki gambaran bagaimana perawatan dan penanganan PPOK yang tepat sesuai dengan prosedur medis yang ada.Simak, yuk!Jenis-Jenis Pengobatan PPOK yang Tersedia Saat Ini1. BronkodilatorBronkodilator merupakan obat yang umumnya tersedia dalam bentuk inhaler. Obat ini dapat membantu merelaksasi otot-otot di sekitar saluran udara, sehingga dapat membantu meredakan batuk dan membuat pernapasan lebih mudah.Bergantung pada seberapa parah gejala PPOK yang pasien alami, dokter merekomendasikan jenis bronkodilator yang sesuai. Ada dua jenis bronkodilator, yakni short-acting bronchodilators (SABA/SAMA) dan long-acting bronchodilators (LABA/LAMA). Mari kita bahas lebih lanjut, yuk!Jenis bronkodilatorShort-Acting Bronchodilators (SABA/SAMA)Sama seperti namanya, short-acting bronchodilator, dapat memberikan efek melegakan pernapasan dengan cepat. Jenis bronkodilator ini sangat cocok untuk mengatasi gejala PPOK yang muncul secara tiba-tiba. Jenis bronkodilator ini pun dapat digunakan sebelum Anda melakukan aktivitas, untuk mencegah gejala PPOK kambuh di tengah kegiatan Anda.Long-Acting Bronchodilators (LABA/LAMA)Long-Acting bronchodilators merupakan jenis pengobatan PPOK yang dapat membantu merelaksasi otot di sekitar saluran pernapasan, untuk membuatnya tetap terbuka dan meningkatkan pernapasan pada penderita PPOK. Jenis bronkodilator ini dinamakan "long", berarti lama atau panjang, karena efeknya dapat bertahan lama, yakni setidaknya selama 12 jam. Hal ini yang membedakannya dengan short-acting bronchodilators yang hanya bertahan hingga empat jam.Contoh obatBeberapa contoh obat short-acting dan long-acting bronchodilators dapat Anda simak dalam ulasan berikut ini.short-acting bronchodilators: Albuterol (ProAir, Ventolin, Proventil), Ipratropium (Atrovent), serta Levalbuterol (Xopenex).long-acting bronchodilators: serevent (salmeterol), foradil (formoterol), dan striverdi (olodeterol).2. Kortikosteroid InhalasiKerap juga disebut sebagai inhaler steroid, merupakan obat hirup yang dapat mengurangi peradangan pada saluran napas dan membantu mencegah serangan Ketika gejala PPOK memburuk. Obat ini dapat bekerja beberapa menit setelah penderita PPOK menghirupnya, yang efeknya dapat bertahan selama 2 hingga 4 jam.Namun, menurut Mayo Clinic, inhaler steroid memiliki beberapa efek samping seperti menimbulkan memar, infeksi mulut, hingga menyebabkan suara penderita jadi serak. Akan tetapi, obat PPOK ini sangat cocok digunakan Ketika penderita mengalami gejala yang memburuk dan sering kambuh secara tiba-tiba.3. Obat Kombinasi (ICS + LABA atau LAMA + LABA)Bergantung dengan tingkat keparahan gejala PPOK yang dialami pasien, dokter dapat meresepkan obat hirup yang dikombinasikan. Kombinasi ini diresepkan menggunakan berbagai jenis bronkodilator, baik kombinasi kortikosteroid inhalasi (ICS) dengan LABA, atau LAMA dengan LABA.4. Terapi OksigenSelain pengobatan inhalasi, untuk mengatasi gejala PPOK dokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan terapi oksigen. Prosedur medis ini dilakukan bila penderita tidak memiliki banyak kadar oksigen dalam darahnya, sehingga membutuhkan oksigen tambahan. Nah, oksigen tambahan ini dapat diperoleh dengan mengalirkannya melalui masker atau tube plastic yang dipasangkan ke hidung. Masker ini memiliki selang yang terhubung dengan tabung oksigen. Di pasaran, Anda juga dapat menemukan tabung oksigen portable yang lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Beberapa orang juga menggunakan terapi oksigen hanya saat mereka tidur, namun ada yang menggunakannya secara lebih sering. Terapi oksigen ini dapat membantu memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup untuk penderita PPOK.5. Rehabilitasi ParuSelain terapi oksigen, dokter juga dapat mengarahkan pasien PPOK untuk melakukan rehabilitasi paru. Program rehabilitasi ini juga sangat baik dilakukan setelah gejala Anda memburuk, tidak hanya dapat dilakukan untuk mencegah. Karena dapat mengurangi kemungkinan Anda kembali mendapatkan serangan serius hingga membutuhkan penanganan di rumah sakit.Selain itu, rehabilitasi paru juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK, serta memaksimalkan mereka dalam beraktivitas sehari-hari.Beberapa jenis rangkaian kegiatan yang termasuk dalam program rehabilitasi paru meliputi:Latihan fisik terstrukturKegiatan ini termasuk komponen utama dalam program rehabilitasi paru untuk penderita PPOK. Latihan fisik biasanya dilakukan selama dua hingga tiga hari dalam seminggu, yang dipandu oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan. Jenis latihan fisik pun akan disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda, sehingga Anda juga akan merasa nyaman dan aman.Edukasi penyakitSelain latihan fisik, program rehabilitasi juga meliputi kegiatan edukasi penyakit. Edukasi ini dilakukan agar penderita dan orang di sekitarnya paham akan penanganan gejala yang kambuh, pencegahan kekambuhan, serta memberikan edukasi terkait cara menggunakan obat atau terapi ketika di rumah.Konseling nutrisi dan psikologisPPOK merupakan jenis penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan total, melainkan gejalanya dikendalikan agar tidak bertambah parah dan mencegah serangan yang memburuk. Hal ini tentunya dapat memberikan beban mental pada penderita PPOK, yang tak jarang membuat mereka terus merasa cemas dan depresi.Karena itu, konseling psikologis sangat dibutuhkan oleh penderita PPOK. Dengan demikian mereka dapat berobat dengan lebih optimis dan tidak mudah patah semangat.Tak hanya konseling psikologis, dokter juga akan memberikan edukasi terkait nutrisi dan pola makan. Sebab, saat mengidap PPOK, penderita cenderung memiliki sistem imun yang lemah dan mudah terserang infeksi penyakit.Dengan demikian, penderita PPOK memerlukan makanan bergizi tinggi dan seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh mereka, memaksimalkan efek pengobatan, serta mencegah serangan gejala secara tiba-tiba.Pelatihan pernapasanSalah satu rangkaian utama dalam program rehabilitasi PPOK adalah pelatihan pernapasan, yang akan dipandu oleh tenaga medis ahli. Dokter atau tenaga kesehatan akan membantu penderita PPOK untuk belajar beradaptasi, serta mengelola sesak napas yang mereka alami selama beraktivitas sehari-hari. Pelatihan ini dapat membantu penderita PPOK berkehidupan semaksimal mungkin, misalnya menyelesaikan tugas harian dengan lebih mudah. Beberapa teknik pernapasan yang dapat dilakukan selama program rehabilitasi meliputi:teknik pernapasan yang terkendali, seperti pernafasan diafragma atau dengan bibir mengerucutteknik relaksasihingga posisi yang membantu meredakan gejala sesak napas akibat ppok.6. Vaksinasi PencegahanSelain beberapa upaya pengobatan PPOK untuk mengurangi keparahan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien di atas, Anda dapat melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan. Karena penderita PPOK sangat rentan mengalami infeksi saluran pernapasan, bahkan dapat berulang.Nah, di bawah ini beberapa jenis vaksinasi yang direkomendasikan untuk dilakukan penderita PPOK.Vaksin yang direkomendasikan:Vaksin influenza tahunanVaksinasi influenza ini dapat membantu melindungi Anda dari infeksi flu, yang baiknya dilakukan setiap tahun.Vaksin pneumokokusSelain vaksin influenza, Anda juga disarankan untuk melakukan vaksin pneumokokus untuk mencegah infeksi bakteri streptococcus pneumoniae, yakni bakteri penyebab penyakit pneumonia dan meningitis.7. Manajemen Eksaserbasi (Kambuh)Pengobatan PPOK juga meliputi manajemen eksaserbasi (kekambuhan). Tindakan ini meliputi proses pengontrolan dan penanganan sigap saat kondisi atau gejala PPOK memburuk secara signifikan.Kekambuhan PPOK dapat ditandai dengan kesulitan bernapas yang meningkat, disertai batuk, atau mengi. Tindakan manajemen yang dilakukan pun dapat berupa pemberian obat-obatan dan berbagai terapi, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.8. Perubahan Gaya Hidup dan Dukungan PsikososialPengobatan PPOK juga meliputi perubahan gaya hidup agar lebih sehat, misalnya menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi paparan polusi, debu, atau zat kimiawi yang dapat berperan sebagai iritan untuk saluran pernapasan Anda.Selain itu, agar dapat menjalani hidup dengan lebih baik, seorang penderita PPOK juga membutuhkan psikologis dari orang-orang di sekitarnya. Sebab pengobatan yang dilakukan ini perlu memakan waktu yang panjang, penderita juga bisa mengalami perubahan aktivitas sosial yang drastis jika gejala yang dialami cukup parah.Hadirnya keluarga dan orang terdekat untuk memberikan dukungan sangatlah penting, utamanya dalam mencegah pasien mengalami rasa cemas, tertekan, depresi, yang membuat mereka merasa pesimistik dengan pengobatan.Proses Penyembuhan PPOK: Apa yang Harus Diketahui?Setelah menyimak apa saja jenis pengobatan PPOK di atas, Sobat Granostic juga penting untuk mengetahui apa saja proses penyembuhan PPOK di bawah ini.1. Mengendalikan gejalaKendati tidak dapat sembuh total, gejala PPOK dapat dikendalikan agar tidak sering kambuh atau memburuk. Pengendalian ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan hirup, perubahan gaya hidup untuk lebih sehat, hingga program rehabilitasi paru.2. Memperlambat progres penyakitSelain mengendalikan gejala, proses penyembuhan PPOK juga dilakukan dengan memperlambat progres penyakit. Karena bersifat kronis, PPOK dapat berkembang dalam waktu yang lama hingga paru-paru mengalami kerusakan yang signifikan hingga berpotensi menyebabkan komplikasi.3. Mengurangi frekuensi eksaserbasiPenyembuhan PPOK juga dilakukan untuk mengurangi frekuensi eksaserbasi, atau kekambuhan, yang dapat meningkat seiring dengan perkembangan penyakit. 4. Meningkatkan kapasitas fisik dan kualitas hidupSaat mengidap PPOK, pasien dapat mengalami perubahan besar pada stamina dan kemampuan bernapasnya. Hal ini dapat berakibat pada kesejahteraan hidup dan aktivitas harian mereka.Karena itu, pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan PPOK sebenarnya juga bertujuan untuk dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik, misalnya melatih pernapasan. Sehingga pasien dapat menjalani aktivitas harian mereka senormal mungkin, serta dapat meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK secara umum,Pemeriksaan dan Konsultasi PPOK di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai pengobatan PPOK yang ada saat ini. Mulai dari penggunaan bronkodilator, inhaler steroid, terapi oksigen, rehabilitasi paru, hingga manajemen eksaserbasi, dan perubahan gaya hidup.Bila Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala PPOK segera lakukan pemeriksaan kesehatan paru di klinik Granostic Surabaya. Bersama dengan dokter spesialis dan tenaga medis ahli kami, Anda dapat melangsungkan pemeriksaan paru secara menyeluruh dan memeroleh hasil diagnosa yang akurat.Bersama dokter spesialis kami, Anda juga dapat melakukan konseling dan memeroleh edukasi lengkap soal PPOK, langkah pengobatannya, perawatan di rumah, hingga cara mencegahnya.Selain itu, Anda juga dapat melakukan vaksinasi influenza dan screening paru di Granostic, sebagai salah satu upaya pencegahan PPOK. Untuk mendaftar layanan di Granostic juga sangat mudah: hanya perlu daftar di laman Registrasi Online atau Whastapp kami.Anda juga dapat menggunakan layanan home care untuk melakukan pemeriksaan dari rumah. Mudah, kan?Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dari PPOK dengan rutin melakukan cek kesehatan paru bersama dokter spesialis dan tim ahli klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Cleveland Clinic. (n.d.). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). COPD: Diagnosis and treatment. Ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.Asthma + Lung UK. (n.d.). Long-acting reliever inhalers. Diterbitkan oleh lembaga kesehatan terpercaya di Inggris yang bekerja sama dengan profesional medis. Diakses pada 2025.WebMD. (n.d.). Asthma Inhalers and Bronchodilators. Ditinjau oleh dokter dan tim editorial medis WebMD. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Pulmonary Rehabilitation. Ditinjau oleh dokter spesialis paru dari Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.
Di Mana Screening Paru Surabaya?
Sobat Granostic, melakukan screening paru perlu dilakukan secara rutin sebagai upaya menjaga kesehatan paru, mencegah, dan mendeteksi dini adanya gangguan pada organ paru-paru kita. Sekarang ini screening paru juga sangat mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, tahukah Anda dimana screening paru yang terpercaya?Banyak dari kita yang masih menyepelekan pentingnya screening paru secara rutin. Padahal paparan polusi udara yang kian memburuk dari waktu ke waktu, kebiasaan merokok, hingga debu dan asap industri yang kita hirup secara tidak sengaja, dapat membawa dampak buruk pada kesehatan paru.Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat penyakit paru-paru seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), pneumonia, hingga TBC cukuplah tinggi. Namun kesadaran akan merawat dan mengontrol kesehatan paru lewat screening masih rendah.Lantas, apa sih yang disebut screening paru, bagaimana saja prosedur dan manfaat yang akan kita terima? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, ya, Sobat Granostic!Apa Itu Screening Paru?Screening paru merupakan rangkaian prosedur pemeriksaan medis yang dilakukan untuk menyimak bagaimana kesehatan paru-paru Anda. Prosedur ini juga kerap disebut sebagai tes fungsi paru, yang biasanya juga dilakukan untuk mendeteksi dan mengontrol adanya penyakit tertentu pada organ paru.Ada banyak jenis tes fungsi paru-paru, yang biasanya dilakukan untuk melakukan berbagai pengukuran, termasuk:seberapa banyak udara yang dapat ditampung oleh paru-paru Anda,seberapa baik Anda menggerakkan udara masuk dan keluar dari paru-paru saat bernapas,hingga seberapa baik paru-paru Anda menyerap oksigen dari udara yang Anda hirup dan memindahkannya dalam darah Anda.Selain organ paru secara spesifik, screening paru juga dapat membantu memeriksa kesehatan saluran pernapasan Anda. Sebab saluran pernapasan memiliki peranan penting untuk membawa udara ke paru-paru, hidung, tenggorokan, trakea, dan saluran bronkial.Pertanyaannya, siapa saja sih yang sangat disarankan untuk melakukan screening paru ini secara rutin? Berikut penjelasannya, Sobat!Screening paru sangat disarankan untuk?1. Perokok aktif atau pasifScreening paru sangat direkomendasikan bagi perokok aktif maupun pasif. Perokok aktif adalah orang yang secara rutin menghisap rokok atau produk tembakau lainnya, baik itu berupa rokok elektrik maupun tradisional. Sementara perokok pasif adalah orang yang tidak merokok secara langsung, namun turut menghisap asap rokok dari orang lain (meskipun tidak sengaja).Kedua tipe perokok ini sama-sama berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan dan masalah kesehatan pada paru-paru mereka, salah satunya adalah PPOK. Di mana PPOK ini terjadi karena paparan polusi atau asap, yang dapat mengiritasi paru-paru Anda dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan.Karena itu, untuk mencegah dan mendeteksi dini terjadi PPOK ini, seorang perokok aktif dan pasif sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan paru secara berkala.2. Pasien dengan riwayat batuk kronisPasien yang memiliki riwayat batuk kronis juga sangat disarankan untuk melakukan screening paru. Dalam hal ini, screening dapat membantu pasien untuk mengontrol kesehatan paru secara teratur, serta mendeteksi dini adanya masalah medis yang melatari batuk kronis tersebut dan mencegah komplikasi lebih jauh.3. Penderita sesak napas yang tidak jelas sebabnyaSeseorang dengan keluhan sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya juga sangat direkomendasikan melakukan screening. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu mencari tahu kondisi medis yang melatarbelakangi sesak napas tersebut, mengetahui kondisi paru-paru lebih menyeluruh, serta membantu dokter dalam memberikan diagnosa dan rekomendasi pengobatan yang tepat.4. Orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnyaScreening paru ini juga sangat penting dilakukan oleh orang dengan riwayat penyakit paru sebelumnya, untuk mencegah adanya infeksi berulang dan kekambuhan di masa mendatang. Sebab, dengan screening paru pasien dapat memantau kondisi kesehatan paru dan melakukan konseling langsung bersama dokter spesialis.5. Pasien yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggiTak hanya perokok aktif maupun pasif, screening paru juga sangat direkomendasikan untuk pasien atau seseorang yang tinggal di lingkungan dengan polusi udara tinggi. Debu, asap kendaraan, maupun asap pabrik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan paru-paru Anda.Dalam jangka panjang, iritasi ini dapat memberikan dampak yang sangat buruk pada kondisi paru-paru, yang kemudian bisa berkembang menjadi masalah yang serius.6. Lansia dan pasien dengan sistem imun lemahBerbagai ahli kesehatan juga merekomendasikan screening paru dilakukan oleh orang-orang yang berusia lanjut (lansia), khususnya ketika mereka berusia di atas 55 hingga 74 tahun, apalagi bagi yang pernah merokok di masa mudanya.Tes kesehatan paru secara rutin ini sangat diperlukan bagi para lansia karena mereka memiliki sistem imun yang lebih lemah dan penurunan fungsi organ tubuh, sehingga rentan mengalami berbagai masalah paru-paru serta komplikasi yang serius.Pemuda yang juga memiliki sistem imun lemah akibat kondisi medis tertentu, seperti HIV atau penyakit menular seksual lainnya, juga sangat disarankan melakukan screening paru rutin. Daya tahan tubuh yang lemah bisa mempermudah infeksi penyakit seperti TB ataupun pneumonia.Tujuan Utama Screening ParuSelain enam kelompok orang yang direkomendasikan di atas, screening paru pada dasarnya sangat penting kita lakukan secara berkala. Karena selain menjadi bagian dari pengobatan, screening paru dilakukan untuk beberapa tujuan utama berikut ini:1. Deteksi Dini Penyakit ParuSalah satu tujuan utama screening paru adalah untuk mendeteksi dini adanya masalah kesehatan di paru-paru maupun saluran pernapasan kita. Beberapa masalah kesehatan yang dapat dideteksi dini melalui screening paru misalnya:asma,PPOK,emfisema,fibrosis paru,hipertensi paru,tuberculosis (TB)pneumonia,hingga kanker paru paru.Lewat deteksi dini, kita akan mengetahui bagaimana kondisi paru-paru serta mendapatkan penanganan sesegera mungkin, begitu indikasi ditemukan. Pengobatan sedini mungkin juga akan membantu meningkatkan efektivitas obat dan memperbesar peluang kesembuhan penyakit.2. Mengetahui Fungsi ParuSelain deteksi dini, screening secara rutin juga dapat membantu mengetahui bagaimana paru-paru kita bekerja, apakah normal atau terjadi kendala tertentu. Dengan demikian, kita dapat mengontrol kondisi paru agar selalu sehat dan menghindari risiko-risiko perkembangan penyakit paru.3. Monitoring Pasien Penyakit KronisScreening paru juga dilakukan sebagai langkah monitoring (pemantauan) pasien dengan penyakit kronis. Misalnya seseorang dengan penyakit TB paru atau PPOK, memerlukan pemeriksaan berkala untuk menyimak keberhasilan pengobatan, hingga mendeteksi adanya indikasi pengembangan penyakit atau komplikasi.Dengan demikian, dokter dapat meng-update atau melanjutkan pengobatan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pasien.4. Panduan Gaya HidupSeperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa screening paru ini sangatlah penting dalam upaya pencegahan dan perawatan kesehatan paru-paru, serta saluran atau organ pernapasan lainnya.Ini karena, saat kita melakukan screening, kita juga berkesempatan untuk melakukan konsultasi bersama dokter spesialis. Pada sesi ini, Anda dapat melakukan tanya jawab dan meminta edukasi terkait panduan gaya hidup yang sehat, untuk menjaga paru-paru berfungsi dengan baik dan meminimalisir adanya gangguan kesehatan tertentu.Kapan Waktu Ideal untuk Melakukan Screening Paru?Banyak dari kita yang menunggu sakit dulu baru memeriksakan diri ke dokter. Namun, hal ini tidaklah cukup, Sobat. Karena untuk menjaga kesehatan tubuh dan paru-paru kita, screening kesehatan paru perlu dilakukan secara berkala.Lantas seberapa sering sih kita harus melakukan screening paru ini? Berikut penjelasannya, Sobat!1. Setahun sekaliTes kesehatan paru-paru direkomendasikan untuk Anda lakukan setidaknya sekali dalam setahun, utamanya untuk orang yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya. Akan tetapi frekuensi pemeriksaan ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda dan faktor risiko yang Anda miliki.2. Segera lakukan jika mengalami:Namun, Anda juga direkomendasikan untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan paru jika mengalami beberapa gejala berikut:Batuk lebih dari 2 mingguBatuk dapat menjadi tanda tubuh kita bekerja dengan normal, khususnya untuk membersihkan paru-paru kita secara rutin. Karena dengan batuk, kita dapat mengeluarkan lender atau cairan dari saluran pernapasan, juga membuang partikel asing dalam saluran napas kita.Batuk juga umumnya timbul beriringan dengan flu, yang seringnya akan membaik dan menghilang dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu.Akan tetapi, bila Sobat Granostic mengalami batuk yang bertahan lama dan tidak menunjukkan perubahan selama 2 minggu atau lebih. Anda harus waspada dan perlu memeriksakan diri ke dokter segera. Karena hal ini bisa menjadi tanda ada masalah kesehatan tertentu pada paru-paru atau mungkin saluran pernapasan Anda.Sesak napas saat aktivitas ringanKelelahan dan terengah-engah setelah berolahraga sangat normal terjadi. Namun bagaimana kalau Anda sudah merasa sesak napas hanya karena aktivitas yang ringan?Situasi ini tidak bisa Anda abaikan begitu saja, karena dapat dilatari oleh kondisi medis yang serius, misalnya PPOK. Penyakit paru ini dapat membuat penderitanya mudah merasa lelah dan sulit bernapas, meski hanya melakukan aktivitas ringan yang sebelumnya dilakukan secara normal setiap hari.Nyeri dada tanpa sebabTanda yang tidak boleh Anda abaikan lainnya adalah nyeri dada yang datang tiba-tiba dan tanpa sebab jelas. Hal ini dapat menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan. Karenanya, untuk memperoleh perawatan dan pengobatan yang tepat, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan langsung bersama dokter.Penurunan berat badan drastisPenurunan berat badan secara drastis pun dapat dihubungkan dengan berbagai kondisi medis. Beberapa masalah kesehatan pernapasan seperti TB paru dan PPOK, juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan berat badan dengan alasan yang kurang jelas.Riwayat TBC atau kontak erat dengan pasien TBCSelanjutnya, screening paru juga sangat direkomendasikan untuk dilakukan oleh seseorang dengan riwayat penyakit TBC atau berkontak erat dengan penderita.Dalam hal ini, screening dapat membantu mendeteksi adanya indikasi komplikasi, infeksi berulang, hingga penularan TBC.3. Pra-vaksin atau pra-operasiPemeriksaan paru-paru juga umumnya dilakukan sebelum Anda melakukan vaksinasi atau sebelum prosedur operasi.Prosedur Screening Paru - Apa yang Dilakukan?Sobat Granostic, berikut ini adalah penjelasan mengenai prosedur screening paru yang perlu Anda ketahui, yakni:1. Tes SpirometriSpirometri merupakan prosedur tes yang umumnya digunakan untuk menyimak seberapa baik paru-paru bekerja. Pemeriksaan ini mengukur seberapa banyak udara yang mampu Anda hirup dan hembuskan, dan seberapa cepat Anda kehabisan napas.Beberapa prosedur yang akan Sobat lalui jika melakukan tes spirometri antara lain:ProsedurProsedur spirometri dilakukan dengan menggunakan tube yang disambungkan pada sebuah mesin pengukur, bernama spirometer. Sebelum tes dilangsungkan, biasanya dokter akan memberikan arahan secara spesifik, yang harus Anda simak dan ikuti dengan baik.Selama tes berlangsung, Anda umumnya akan diarahkan untuk duduk di tempat yang telah disediakan. Kemudian sebuah klip akan dipasangkan di hidung untuk membuatnya tetap tertutup. Sementara bagian mulut akan dipasangkan dengan tube, sebagai tempat Anda untuk bernapas.Anda kemudian akan diminta untuk mengambil napas dalam dan mengeluarkan lewat mulut. Spirometer akan mengukur seberapa banyak udara yang dapat Anda hembuskan dan seberapa cepat Anda menghembuskannya.Tes ini biasanya dilangsungkan sebanyak tiga kali, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat.IndikasiTes spirometri dilakukan untuk mendiagnosis asma, PPOK, dan berbagai kondisi medis lainnya yang berdampak pada kemampuan bernapas Anda. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan spirometer untuk mengontrol kondisi pasien secara berkala, sehingga dapat diketahui bagaimana efektivitas pengobatan yang dijalankan untuk kesehatan paru jangka panjang.Durasi: Umumnya tes spirometri berjalan selama 15 hingga 30 menit.Hasil keluar: beberapa hari setelah prosedur dijalankan.2. Rontgen Thorax (X-Ray Dada)Selain spirometri, dokter juga dapat melangsungkan prosedur rontgen thorax atau X-ray dada. Prosedur ini dapat membantu dokter dan Anda menyimak struktur dan kondisi organ serta tulang dalam rongga dada kita, termasuk paru-paru, dengan lebih detail dari gambar atau ilustrasi yang dihasilkan.ProsedurRontgen dada menggunakan sinar-X dalam prosedurnya. Sehingga, Anda akan diminta untuk menanggalkan pakaian dan berganti dengan pakaian khusus yang diberikan oleh tim medis. Selain itu, Anda juga akan diarahkan untuk tidak menggunakan perhiasan apapun, kacamata, atau benda logam lain yang dapat mengganggu jalannya prosedur rontgen. IndikasiRontgen dada dilakukan untuk mendeteksi adanya masalah pada kesehatan paru-paru, penyakit jantung yang berhubungan dengan paru-paru, menyimak adanya masalah pada tulang dada, pembuluh darah, hingga ukuran dan bentuk jantung kita.Durasi: 10 menitHasil keluar: sehari setelah pemeriksaan, atau dapat lebih cepat jika dalam keadaan darurat.Apa yang Bisa Dilihat dari Hasil Tes?Hasil Tes SpirometriFEV1 (Forced Expiratory Volume in 1 Second)FEV1 menggambarkan seberapa banyak udara yang bisa Anda keluarkan dari paru-paru dalam satu detik pertama setelah menarik napas penuh dan menghembuskannya sekuat tenaga. Nilai ini menjadi kunci penting untuk mendeteksi adanya hambatan aliran udara, serta digunakan untuk mendiagnosis dan memantau penyakit seperti PPOK dan asma.FVC (Forced Vital Capacity)FVC mengacu pada seberapa banyak udara yang dapat Anda keluarkan setelah menghirup napas dalam dan menghembuskannya dengan tenaga penuh. Jika hasilnya lebih rendah dari seharusnya, ini mengindikasikan adanya masalah dalam kapasitas pernapasan.FEV1/FVC RatioRasio FEV1 terhadap FVC, yang dikenal juga sebagai indeks Tiffeneau-Pinelli, adalah salah satu ukuran utama dalam tes fungsi paru. Rasio ini menunjukkan berapa persen dari total kapasitas vital paksa (FVC) yang bisa dikeluarkan dalam detik pertama hembusan kuat (FEV1). Jika nilainya rendah, biasanya di bawah 0,70, ini mengarah pada dugaan adanya hambatan aliran udara, seperti pada PPOK. Sebaliknya, rasio yang normal bisa menandakan pola restriktif atau fungsi paru yang masih tergolong sehat.Interpretasi:Nilai FEV1 rendah → adanya penyumbatan yang lebih besar pada saluran bronkial pasien.Nilai FVC rendah → terdapat masalah pada kapasitas pernapasan.FEV1/FVC di bawah normal → Adanya dugaan hambatan aliran udara, misalnya pada penyakit PPOK atau asma.Hasil Rontgen ThoraxBayangan putih atau bercak → dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis seperti nodul paru, cairan, peradangan, tumor, atau struktur padat seperti tulang maupun pembuluh darah.Paru tampak hiperinflasi → terjadi karena paru-paru menahan terlalu banyak udara, jadi tampak lebih besar dan dapat membuat kesulitan bernapas. Gejala ini biasanya dikaitkan dengan PPOK.Adanya cairan di paru → rontgen dada juga dapat menunjukkan kondisi paru-paru yang tertutupi banyak cairan, yang mengindikasikan adanya masalah seperti pneumonia.Perubahan struktur tulang atau jantung → rontgen paru juga dapat menunjukkan perubahan struktur tulang ataupun jantung Anda, misalnya tulang yang tampak bengkok atau jantung yang tampak membesar sehingga menyebabkan nyeri dada.Adakah Efek Samping dari Pemeriksaan Ini?1. Tes SpirometriSpirometri termasuk prosedur yang aman untuk sebagian besar orang. Setelah tes, Anda mungkin akan merasa sedikit sesak napas atau pusing untuk sementara waktu, namun biasanya keluhan ini cepat mereda.Karena spirometri membutuhkan usaha fisik untuk menghembuskan napas kuat, tes ini biasanya tidak disarankan bila Anda baru saja mengalami serangan jantung atau memiliki gangguan jantung tertentu. Walaupun sangat jarang, tes ini bisa memicu gangguan pernapasan serius pada kondisi tertentu.2. Rontgen ThoraxSalah satu risiko efek samping dari rontgen thorax adalah radiasi. Tapi kabar baiknya, dosis radiasi dari prosedur ini sebenarnya sangat kecil, bahkan lebih rendah dibandingkan radiasi yang kita temui sehari-hari di alam.Meskipun begitu, demi keamanan ekstra, kadang teknisi akan memberikan celemek pelindung, apalagi kalau Anda butuh ambil lebih dari satu gambar. Kalau Anda sedang program hamil atau mungkin hamil, jangan lupa kasih tahu teknisinya ya, supaya mereka bisa memberikan perlindungan tambahan untuk perut Anda.Berapa Biaya Screening Paru di Surabaya?Setelah menyimak apa saja pentingnya dan siapa yang direkomendasikan untuk melakukan screening paru, Anda juga pasti bertanya-tanya: seberapa besar biaya yang diperlukan untuk screening paru di Surabaya?Jawabannya sangat bervariasi, Sobat. Besarnya biaya screening ini sangat berkaitan dengan rangkaian prosedur yang Anda jalani dan dimana Anda melakukannya.Kalau di klinik Granostic, biaya screening paru ini cukup kompetitif, karena hadir dalam bentuk paket hemat dan lengkap. Selain pemeriksaan yang cepat dan komprehensif, kami bahkan menawarkan layanan homecare untuk pemeriksaan di rumah saja, loh!Mengapa Harus Screening Paru di Granostic Surabaya?Kabar baik bagi Anda yang tinggal di Surabaya dan kota sekitarnya: Anda dapat melakukan screening paru di Granostic Surabaya. Ada banyak keunggulan melakukan screening paru di klinik kami, seperti:1. Spirometri dan Rontgen Thorax Layanan pemeriksaan menggunakan spriometri dan rontgen thorax, yang dilakukan oleh tenaga medis ahli dan di bawah pengawasan dokter spesialis paru.2. Pemeriksaan laboratorium penunjang (CRP, D-dimer, DLCO, dan lainnya)Selain tes spirometri dan thorax, kami juga menyediakan layanan laboratorium penunjang untuk memeriksa kesehatan dan kondisi paru-paru Anda. Termasuk tes CRP, D-dimer, DLCO, dan masih banyak lainnya.3. Konsultasi dokter umum dan spesialis paruMelakukan pemeriksaan kesehatan paru di Granostic juga memungkinkan Anda terhubung dengan dokter umum maupun spesialis, untuk melakukan konsultasi dan mendapatkan edukasi terkait kesehatan paru-paru.4. Hasil cepat dan akuratPemeriksaan kesehatan paru di klinik Granostic juga dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat, yang dapat Anda akses dengan mudah lewat website maupun aplikasi resmi Granostic.5. Fasilitas nyaman dan layanan ramahKami juga menyediakan fasilitas yang nyaman dan layanan ramah, sehingga memberikan kesan positif dan optimis saat Anda menjalani perawatan maupun pemeriksaan kesehatan.6. Bisa buat janji via WhatsApp atau teleponMenariknya lagi, di Granostic Anda dapat membuat janji temu lewat pesan WhatsApp atau telepon seluler, loh. Dengan demikian proses administrasi juga akan terasa lebih mudah dan praktis. Jadi jangan ragu, booking screening paru sekarang juga!Yuk, Sobat! Rutin periksakan kesehatan paru-paru Anda dan keluarga Anda di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:American Lung Association. (n.d.). Saved by the Scan. Diakses 2025NHS (National Health Service). (n.d.). Lung Cancer Screening. Diakses 2025MedlinePlus. (n.d.). Lung Function Tests. Dikelola oleh U.S. National Library of Medicine, ditinjau oleh tim medis. Diakses 2025Canadian Cancer Society. (n.d.). Who Should Be Screened for Lung Cancer. Diakses 2025National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (n.d.). Lung Tests. Bagian dari NIH; konten ditinjau oleh pakar kesehatan paru. Diakses 2025Lung Foundation Australia. (n.d.). Lung Health. informasi berasal dari ahli paru. Diakses 2025Murray, J.F. & Nadel, J.A. (2005). Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine. In: StatPearls [Internet]. Buku ilmiah kedokteran yang terindeks di NCBI Bookshelf. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Spirometry: What You Can Expect. Disusun oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Chest X-rays: Why It’s Done. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Hyperinflated Lungs – Expert Answer. Tinjauan oleh dokter spesialis paru Mayo Clinic. Diakses 2025
Apa Itu Kanker Paru? Berikut Penjelasannya
Tahukah Sobat Granostic, bahwa kanker paru menjadi jenis penyakit kanker ketiga yang paling banyak terjadi di Indonesia? Kanker ini, khususnya, sangat kerap dialami oleh para pria. Lantas apa sih yang dimaksud dengan kanker paru? Lalu apa saja penyebab dan gejalanya?Menurut artikel dalam Jurnal of Thoracic Oncology, pada tahun 2020, kanker paru merupakan jenis kanker yang paling banyak didiagnosis pada pria di Indonesia. Bahkan angka kejadian kanker paru-paru pada pria diperkirakan sebesar 19,4 per 100 ribu orang. Lebih lanjut, angka kematian paru-paru pun tetap menjadi penyebab kematian terbanyak pada tahun tersebut.Meskipun dampaknya fatal, kanker paru tidak begitu banyak dibicarakan atau mendapat banyak perhatian khusus di kalangan masyarakat. Akhirnya, masyarakat kurang teredukasi dan pasien kanker paru lebih sering mendapatkan perawatan yang terlambat.Nah, Sobat Granostic, dalam artikel ini kita akan membahas lebih jauh mengenai kanker paru. Agar kita lebih memahami apa saja yang menjadi penyebab, gejala, hingga prosedur diagnosis dan perawatan yang tepat untuk menangani kanker paru ini.Yuk, simak!Apa Itu Kanker Paru?Kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel di paru-paru mulai tumbuh tidak terkendali. Paru-paru sendiri adalah dua organ berbentuk spons di dada yang bertugas membantu kita bernapas. Kebiasaan merokok jadi faktor risiko terbesar timbulnya kanker paru-paru.Semakin lama dan banyak rokok yang dihisap, semakin tinggi pula peluang terserang kanker paru-paru. Tapi tenang, berhenti merokok, bahkan setelah bertahun-tahun menjadi perokok, tetap bisa menurunkan risiko secara drastis. Akan tetapi, kanker paru-paru juga bisa menyerang orang yang tidak pernah merokok sebatang pun.Kanker paru ini dibagi ke dalam dua jenis, berdasarkan dari bentuk sel di bawah mikroskop. Jenis kanker yang pasien alami menentukan tipe perawatan yang diberikan oleh dokter. Ada dua jenis utama kanker paru:1. Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC)Disebut juga kanker paru non-sel kecil, jenis kanker paru ini sangatlah umum terjadi. Lebih dari 80 persen kasus kanker paru di dunia berjenis NSCLC.NSCLC juga merupakan kategori yang mencakup beberapa jenis kanker paru, seperti karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, dan karsinoma sel besar2. Small Cell Lung Cancer (SCLC)Sementara itu, kanker paru sel kecil merupakan jenis kanker paru yang kerap hanya terjadi pada perokok berat dalam jangka Panjang. Jenis kanker paru inipun cenderung lebih jarang terjadi dibandingkan dengan NSCLC.Apa Penyebab Kanker Paru?Sobat Granostic, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengidap kanker paru-paru. Beberapa faktor risiko ini dapat dikontrol, namun beberapa lainnya sulit dikendalikan.Nah, beberapa penyebab yang dapat meningkatkan faktor risiko seseorang mengidap kanker paru antara lain:1. MerokokMeskipun ada banyak factor lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap kanker paru-paru, merokok menjadi faktor risiko paling besar. Dalam hal ini, rokok tembakau jenis apapun termasuk rokok biasa, cerutu, atau pipa memiliki efek jangka panjang yang sama.Melansir dari Cleveland Clinic, para ahli memperkirakan bahwa 80% kematian akibat kanker paru-paru selalu berkaitan dengan rokok. Rokok jenis vape pun disinyalir memiliki efek yang sama buruknya untuk kesehatan paru-paru Anda.2. Paparan asap rokok (perokok pasif)Selain itu, merokok juga tidak hanya merugikan perokok aktifnya. Namun juga orang-orang yang terpapar asap rokok tersebut dan tidak sengaja menghirupnya, yang disebut sebagai perokok pasif.Bahkan, ada banyak sumber yang menyebutkan bahwa perokok pasif memiliki risiko yang lebih tinggi. Ini karena mereka terpapar asap rokok yang lebih kaya akan zat berbahaya, termasuk zat yang tidak terfilter oleh perokok aktif.Baca selengkapnya mengenai, Apa Saja Bahaya bagi Perokok Pasif? Kenali Risikonya dan Cegah dari Sekarang.3. Paparan polusi udaraSelain asap rokok, paparan polusi udara seperti debu, asap pabrik atau kendaraan, juga memiliki potensi negatif yang sama untuk saluran pernapasan dan kesehatan paru-paru kita. Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan paru-paru, menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), hingga kanker.4. Paparan gas radonBanyak masyarakat kita yang belum familiar mengenai apa itu radon? Serta bagaimana gas ini dapat memengaruhi Kesehatan pernapasan kita.Radon merupakan gas radioaktif yang tidak memiliki warna, bau, ataupun rasa khusus. Gas ini berasal dari material batuan dasar dan melewati tanah.Jika di ruang terbuka, radon tidak akan membahayakan kesehatan kita karena sifatnya yang mencair di Udara. Namun, gas ini dapat menjadi berbahaya bila merembes dan terperangkap dalam ruangan. Melansir dari laman International Atomic Energy Agency (IAEA), radon dikenal sebagai penyebab Utama kanker paru-paru setelah rokok. Bahkan WHO menuturkan, radon diperkirakan menjadi penyebab tiga hingga empat persen kasus dari seluruh kasus kanker paru-paru di seluruh dunia.5. Paparan zat karsinogenik di tempat kerjaPaparan zat karsinogenik di tempat kerja juga menjadi salah satu penyebab utama seseorang mengalami kanker paru-paru. Zat karsinogenik ini meliputi arsenic, kromium, nikel, hingga asbestos.6. Riwayat penyakit paru kronisSeseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis juga berisiko tinggi untuk mengembangkan kanker paru-paru. Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Kanker Paru?Sobat Granostic, siapapun dapat mengembangkan kanker paru-paru, apalagi jika memiliki gaya hidup yang tak sehat. Namun, ada beberapa kelompok orang yang berisiko tinggi untuk mengalami kanker paru-paru, seperti:Usia > 55 tahunSobat, seiring dengan bertambahnya usia kita maka kemampuan tubuh untuk melawan penyakit pun semakin berkurang. Karena itu, saat memasuki usia lanjut (lansia), seseorang lebih mudah terserang penyakit, termasuk mengembangkan kanker paru-paru.Melansir dari artikel ilmiah dalam Jurnal Penelitian Bedah, usia rata-rata diagnosis kanker paru adalah di umur 70 tahun, serta hanya 6.7% kasus baru kanker paru-paru yang terjadi pada pasien berusia kurang dari 54 tahun.Riwayat keluarga dengan kanker paruOrang dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker paru berisiko tinggi mengembangkan masalah kesehatan ini. Pernah atau sedang mengalami penyakit paru menahunSeseorang yang sedang atau pernah mengalami penyakit paru menahun juga berisiko tinggi mengembangkan kanker paru. Ini karena penyakit paru kronis ini dapat menimbulkan peradangan menahun, paparan zat karsinogen, hingga berbagai stress oksidatif yang dapat merusak DNA dan mutasi sel.Tinggal di daerah dengan polusi udara tinggiLingkungan tempat tinggal juga sangat berpengaruh dengan kesehatan sistem pernapasan Anda. Misalnya ketika tinggal di daerah dengan polusi udara yang tinggi pun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru.Paparan zat kimia di tempat kerja (pekerja pabrik, tambang, konstruksi)Paparan zat kimia di tempat kerja dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas dan paru-paru Anda. Jika terjadi dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu peradangan kronis dan berpotensi mengembangkan sel kanker di paru-paru.Kurangnya konsumsi antioksidan dan serat dari buah dan sayurSelain dari lingkungan, merokok, dan riwayat kesehatan keluarga, risiko seseorang terkena kanker paru juga bisa semakin tinggi karena diet yang tidak seimbang. Meski belum ada penelitian yang spesifik membahas ini, namun antioksidan diketahui dapat membantu menetralisir stress oksidatif yang berpotensi memicu mutasi sel dan mengembangkan sel kanker dalam tubuh.Apa Saja Gejala Kanker Paru?Kanker paru umumnya tidak menyebabkan gejala pada awal perkembangannya. Gejala baru muncul ketika penyakit ini jadi lebih parah. Namun mendeteksi dini adanya kanker paru dapat membuat perawatan dan pengobatan untuk mengatasinya jadi lebih efektif. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala yang umum terjadi saat seseorang mengalami kanker paru:1. Batuk kronis yang tidak sembuh lebih dari 3 mingguBatuk kronis yang bertahan lebih dari tiga minggu juga bisa menjadi gejala kanker paru. 2. Batuk berdarah atau berdahak berlebihanKanker paru dapat menyebabkan perdarahan pada saluran napas. Hal ini dapat membuat penderitanya mengalami batuk berdarah, yang terkadang bisa cukup parah. 3. Sesak napas atau napas cepat lelahOrang dengan kanker paru juga dapat mengalami sesak napas jika sel kanker memblokir Sebagian besar saluran napas. Selain itu kanker paru juga dapat menimbulkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan jantung. Cairan inilah yang membuat pasien sulit bernapas, karena berdampak pada ukuran paru-paru saat Anda menghirup udara.Kesulitan bernapas ini juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, yang akhirnya dapat membuat pasien kanker paru mudah merasa lelah.4. Nyeri dada saat bernapas atau batukKanker paru yang parah juga dapat menyebabkan rasa nyeri dada. Hal ini terjadi ketika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang dada. 5. Penurunan berat badan tanpa sebab jelasPenurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau disertai dengan penurunan nafsu makan. Gejala ini dapat terjadi di awal atau beriringan dengan perkembangan kanker paru tersebut.Melansir dari Lung Cancer Center, sel kanker membutuhkan lebih banyak energi daripada sel sehat, sehingga membuat tubuh membakar lebih banyak kalori daripada dalam kondisi normalnya. 6. Kehilangan nafsu makanSeseorang yang mengalami kanker paru juga dapat kehilangan nafsu makan, yang dapat memengaruhi berat badan mereka. Hal ini terjadi ketika sistem imun juga mulai memproduksi substansi bernama cytokines yang dapat meningkatkan inflamasi. Zat-zat ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dan memengaruhi hormon yang mengendalikan nafsu makan, yang bisa menjadikannya lebih berkurang.7. Suara serak yang menetapMeskipun tenggorokan serak dan sakit tidak selalu dikaitkan dengan kanker paru, namun kondisi ini dapat menjadi gejala dari komplikasi atau efek samping dari pengobatan penyakit tersebut.Kanker paru dapat menyebabkan suara serak yang menetap, yang terasa seperti sakit tenggorokan, karena sel kanker dapat berdampak pada pita suara.8. Sering demam ringan atau infeksi paru berulangPasien kanker paru juga dapat mengalami demam ringan atau infeksi paru yang berulang. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk tumor paru yang dapat menyumbat saluran napas, sehingga menyebabkan infeksi karena penumpukan cairan dan bakteri dalam paru-paru.Infeksi berulang ini pun dapat terjadi karena beberapa pengobatan kanker dapat menyebabkan lemahnya system kekebalan tubuh. Sehingga pasien rentan mengalami infeksi, yang juga membuat mereka mengalami demam. Selain itu, kanker paru juga dapat menyebabkan peradangan di area paru-paru dan saluran napas. Hal ini membuat risiko infeksi paru juga semakin tinggi.Bagaimana Diagnosis Kanker Paru Dilakukan?Karena gejala kanker paru secara umum baru terlihat setelah penyakit ini berkembang jauh. Maka untuk melakukan deteksi dini, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan paru secara teratur.Selain itu, untuk mendiagnosis kanker paru, dokter juga akan melakukan beberapa prosedur medis berikut ini.1. Rontgen Thorax (X-Ray Dada)Rontgen thorax atau x-ray dada merupakan salah satu metode pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi kanker paru. Prosedur medis ini menggunakan radiasi sinar-X untuk memvisualisasikan kondisi organ di dalam dada Anda, seperti jantung, paru-paru, juga tulang rusuk.Lewat visualisasi X-ray ini, dokter dapat mendeteksi kanker paru-paru dengan menyimak adanya indikasi kelainan pada paru-paru pasien. Seperti keberadaan massa abnormal atau adanya lesi.Kelainan ini dapat terjadi karena kanker, namun juga bisa merujuk pada kondisi medis lain. Karena itu, dokter juga akan melanjutkan pemeriksaan menggunakan metode lebih lanjut, seperti CT Scan.2. CT Scan DadaCT Scan dada juga menggunakan sinar-X yang dikombinasikan dengan teknologi computer, untuk membuat gambar penampang dada dan perut bagian atas dengan lebih komprehensif. Metode ini lebih mendetail daripada metode X-ray Dada, yang memungkinkan visualisasi jaringan lunak, seperti jantung dan paru-paru, yang lebih baik.3. PET Scan atau MRISelain CT scan dada, dokter juga dapat merekomendasikan pasien untuk melakukan PET Scan atau MRI. Positron Emission Tomography, atau PET, merupakan tipe tes pencitraan yang menggunakan substansi radioaktif untuk menyimak kondisi organ dan jaringan didalamnya bekerja. Namun pemeriksaan ini memberikan detail 3D, yang menampilkan bagaimana fungsi metabolis dan biokimia bekerja.4. Tes Dahak (Sitologi Sputum)Selain tes pencitraan, diagnosis kanker paru juga dapat menggunakan tes laboratorium, yakni menggunakan dahak sebagai sampelnya. Pemeriksaan ini juga disebut sebagai sitologi sputum.5. BronkoskopiKalau hasil CT scan menunjukkan dugaan adanya kanker di bagian tengah dada, dokter mungkin akan menyarankan Anda menjalani bronkoskopi. Prosedur ini memungkinkan dokter melihat langsung ke dalam saluran pernapasan dan mengambil sampel kecil jaringan (biopsi) untuk diperiksa lebih lanjut.Saat bronkoskopi dilakukan, alat berbentuk tabung kecil dengan kamera di ujungnya, disebut bronkoskop, akan dimasukkan lewat mulut atau hidung Anda, menuju tenggorokan hingga ke saluran napas.Agar Anda merasa lebih nyaman, biasanya dokter akan memberikan obat penenang dan anestesi lokal untuk membuat tenggorokan mati rasa. Proses ini umumnya berlangsung sekitar 30–40 menit.6. BiopsiBiopsi adalah prosedur medis untuk mengambil sedikit sampel jaringan, yang nantinya akan diperiksa di laboratorium. Ada beberapa metode yang bisa digunakan tim medis untuk melakukan biopsi pada kasus kanker paru-paru.Selain bronskoskopi, ada juga prosedur mediastinoskopi, di mana dokter membuat sayatan kecil di pangkal leher, lalu memasukkan alat bedah ke belakang tulang dada untuk mengambil jaringan dari kelenjar getah bening.Pilihan lain adalah biopsi jarum. Pada teknik ini, dokter menggunakan panduan gambar dari CT scan atau sinar-X untuk mengarahkan jarum melalui kulit dada Anda, langsung ke jaringan paru-paru, guna mengambil sel yang diduga kanker.Terkadang, sampel juga bisa diambil dari kelenjar getah bening atau bagian lain tubuh tempat kanker kemungkinan sudah menyebar.7. Tes Genetik Tumor (Granomic Cancer Panel)Sebagai langkah untuk mendiagnosis kanker paru selanjutnya, dokter dapat menyarankan untuk melakukan tes genetik tumor. Pemeriksaan ini memungkinkan deteksi mutase genetic yang dapat meningkatkan risiko kanker.Bersama Granomic Cancer Panel, Anda dapat melakukan tes genetik tumor yang tak hanya dapat membantu mendeteksi dini adanya risiko kanker dalam tubuh. Namun juga dapat membantu melindungi dan menjaga keluarga Anda dari risiko yang sama.Granomic Cancer Panel juga menghadirkan layanan yang efisien, efektif, dan nyaman. Sehingga hasil pemeriksaan dapat keluar dengan cepat, sementara prosedur dilakukan bersama tenaga profesional dan terjamin aman.Komplikasi yang Bisa Terjadi Akibat Kanker ParuSetelah menyimak bagaimana gejala dan diagnosis kanker paru di atas, Anda juga perlu mengetahui apa saja komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit ini. Berikut penjelasan selengkapnya, Sobat.1. Penyebaran kanker ke otak, hati, tulang, atau adrenalTak hanya berhenti pada paru-paru, sel kanker dapat menyebar ke otak, hati, tulang, atau adrenal. Hal ini dapat menimbulkan nyeri dan berbagai kondisi medis lain yang dapat memperburuk gejala kanker paru itu sendiri.Penyebaran sel kanker ini terjadi ketika kanker paru berkembang ke stadium empat, kondisi ini juga dikenal dengan kanker metastasis. 2. Infeksi paru berulang (pneumonia)Sobat Granostic, kanker paru juga dapat memicu penyumbatan di saluran udara yang dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di sekitar paru-paru pasien. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi paru berulang, seperti pneumonia.3. Efusi pleura (cairan di rongga paru)Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kanker paru-paru bisa menyebabkan penumpukan cairan di area dada, kondisi ini dikenal sebagai efusi pleura. Cairan ini menumpuk di rongga pleura, yaitu ruang kecil di sekitar paru-paru dalam rongga dada.Efusi pleura bisa membuat Anda merasa sesak napas. Kabar baiknya, ada prosedur medis yang bisa membantu mengeluarkan cairan tersebut dari dada. Selain itu, perawatan ini juga bertujuan untuk mencegah penumpukan cairan kembali terjadi.4. Gagal napas akutKanker paru juga dapat menyebabkan gagal napas akut, kondisi ini terjadi karena sel kanker dapat memicu pembentukan cairan di rongga paru atau saluran pernapasan. Sehingga menyumbat aliran udara atau dapat menghambat pembesaran paru ketika pasien menarik napas, keduanya dapat menyebabkan pasien kesulitan bernapas atau mudah terengah-engah.5. Nyeri kronisMelansir dari WebMD.com, sekitara 20% hingga 40% pengidap kanker paru, mereka mengeluhkan nyeri dada. Kondisi ini terjadi karena tumor dalam kanker menyebabkan ketegangan atau menekan sel saraf di sekitarnya.Rasa nyeri ini dapat berlangsung lama dengan tingkat keparahan yang bervariasi, bisa terasa sangat mengganggu saat penderitanya batuk, tertawa, atau bahkan sekadar menarik napas.6. Gangguan suara dan menelanSelain nyeri dada, kanker paru juga dapat menyebabkan gangguan suara dan menelan. Kondisi ini sekilas mirip dengan gejala radang tenggorokan.Namun yang terjadi, sel kanker dapat mengiritasi pita suara sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan serak, yang mirip dengan gejala radang atau sakit tenggorokan.Bagaimana Pengobatan Kanker Paru Dilakukan?Adapun prosedur pengobatan kanker paru dapat dilakukan menggunakan beberapa metode berikut ini.1. Operasi (Bedah Reseksi)Salah satu pilihan awal dalam pengobatan kanker paru adalah melalui tindakan operasi, tergantung pada jenis kanker yang dialami. Jika Anda didiagnosis dengan NSCLC yang belum menyebar atau SCLC yang masih terbatas pada satu area, Anda mungkin menjadi kandidat untuk prosedur ini.Dalam operasi, dokter bedah akan mengangkat tumor bersama sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa. Dalam beberapa kasus, seluruh atau sebagian paru-paru perlu diangkat (reseksi) demi meningkatkan peluang keberhasilan dan mencegah kanker kambuh di kemudian hari.2. KemoterapiSelain operasi, pilihan pengobatan lain yang sering direkomendasikan adalah kemoterapi. Metode ini biasanya menggunakan kombinasi beberapa jenis obat yang bertujuan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, setelah operasi untuk membasmi sisa sel kanker, atau dikombinasikan dengan terapi lain seperti imunoterapi. Pada kasus kanker paru-paru, obat kemoterapi umumnya diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah.3. RadioterapiTerapi radiasi juga menjadi pilihan penting dalam penanganan kanker paru-paru. Terapi ini memanfaatkan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Radiasi bisa digunakan sebagai pengobatan utama, dikombinasikan dengan operasi untuk meningkatkan keberhasilan, atau diterapkan sebagai terapi paliatif guna mengecilkan tumor dan meredakan rasa sakit. Baik pada kasus NSCLC maupun SCLC, radiasi sering kali menjadi bagian dari rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.4. Terapi TargetPada sebagian penderita NSCLC, sel kanker di paru-paru mengalami perubahan genetik tertentu (mutasi) yang mendorong pertumbuhan sel kanker. Untuk mengatasi hal ini, tersedia obat-obatan khusus yang dirancang untuk menargetkan mutasi tersebut, dengan tujuan memperlambat bahkan menghancurkan sel-sel kanker. Selain itu, ada juga terapi dengan penghambat angiogenesis, yaitu obat yang bekerja dengan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk berkembang.5. ImunoterapiSecara alami, tubuh kita memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menghancurkan sel-sel yang rusak atau berbahaya. Namun, kanker memiliki strategi untuk menyamarkan dirinya agar tidak terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh. Imunoterapi bekerja dengan mengungkapkan sel-sel kanker, memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang sel-sel tersebut, sehingga tubuh kita bisa melawan kanker dengan lebih efektif.6. Perawatan PaliatifPerawatan paliatif adalah bagian dari pengobatan kanker paru-paru yang bertujuan untuk meredakan gejala-gejala yang muncul akibat penyakit ini. Beberapa terapi dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mempermudah pernapasan. Ini termasuk penanganan untuk mengecilkan atau mengangkat tumor yang menghalangi saluran udara, serta prosedur untuk mengeluarkan cairan yang terperangkap di sekitar paru-paru, sekaligus mencegah penumpukan cairan tersebut kembali.Apakah Kanker Paru Bisa Dicegah?Meskipun tidak diketahui secara jelas penyebab kanker paru, namun kita dapat mencegah atau mengurangi risiko penyakit ini. Beberapa langkah pencegahan risiko kanker paru antara lain:1. Berhenti merokokMerokok dapat memberikan dampak yang sangat besar pada Kesehatan paru, bahkan meningkatkan risiko kanker. Sehingga sebagai upaya pencegahan, Anda perlu menghentikan kebiasaan merokok, apapun jenisnya. Termasuk rokok tembakau, cerutu, hingga vapor. Bagi Anda Sobat Granostic yang ingin berhenti merokok, ikuti 10+ Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah.2. Gunakan masker dan pelindung pernapasanTak hanya orang yang aktif merokok, Anda yang hanya terpapar asap dari perokok lain juga memiliki risiko tinggi mengalami kanker paru. Karenanya gunakan masker dan pelindung pernapasan di tempat terbuka, untuk menghindari paparan asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, hingga polusi udara lainnya.3. Perbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidanPilihlah pola makan yang sehat dengan mengonsumsi beragam buah dan sayuran yang penuh dengan vitamin dan nutrisi penting. Makanan alami yang kaya gizi selalu menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan. Makanan tinggi antioksidan juga dapat membantu menetralisir dampak buruk radikal bebas, yang dibawa oleh polusi, untuk mencegah pembentukan sel kanker dalam tubuh kita.Sebaiknya, hindari mengonsumsi suplemen vitamin dalam jumlah yang berlebihan, karena dapat menimbulkan risiko. Misalnya, sejumlah penelitian yang mencoba mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat dengan memberikan suplemen beta karoten justru menemukan bahwa suplemen tersebut malah meningkatkan kemungkinan kanker pada mereka.4. Rutin berolahraga dan jaga berat badanBerolahraga memiliki manfaat yang beragam untuk menunjang kesehatan tubuh, termasuk dalam pencegahan kanker paru-paru. Aktif secara fisik akan membantu memperkuat daya tahan tubuh Anda, sehingga dapat mencegah infeksi penyakit.5. Lakukan medical check-up tahunanSebagai langkah kontrol dan pencegahan, Anda juga perlu melakukan cek kesehatan rutin setiap tahun. Apalagi kanker paru cenderung tidak menampakkan gejala yang signifikan di awal perkembangannya.Melakukan pemeriksaan kesehatan dapat membantu memantau kondisi kesehatan tubuh dan paru-paru Anda. Mendeteksi dini adanya masalah kesehatan dalam organ tubuh tersebut, sehingga Anda dapat memeroleh penanganan sedini mungkin.6. Ikuti program screening kanker paruSelain cek kesehatan biasa, Anda juga bisa mengikuti program screening kanker paru. Apalagi jika Anda termasuk dalam orang yang memiliki risiko tinggi kanker paru, seperti memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru, pernah mengalami infeksi paru, dan banyak lainnya.Deteksi Dini Melalui Screening Kanker ParuPemeriksaan kanker paru-paru memainkan peran krusial dalam mendeteksi penyakit ini sejak dini, yang bisa meningkatkan peluang kesembuhan dan kelangsungan hidup secara signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi. Dengan deteksi lebih awal, tumor yang masih kecil dan terlokalisasi bisa lebih mudah diobati, seringkali dengan metode pengobatan yang lebih efektif dan lebih sedikit memerlukan intervensi agresif.Nah, Sobat, Anda dapat melakukan screening kanker paru ini bersama tim medis ahli dan dokter spesialis paru dari klinik Granostic!Lewat prosedur pelayanan yang efisien, Anda dapat melalui proses konsultasi dan pemeriksaan medis secara sistematis dan praktis. Proses screening kanker paru pun akan terasa lebih nyaman dan terjamin aman.Selain itu, keluarnya hasil screening kanker paru inipun cepat dan dapat Anda akses dengan mudah secara online, loh. Anda juga dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan langsung dengan dokter spesialis paru Granostic.Menarik, bukan? Langsung saja buat janji temu dan jadwalkan screening kanker paru Anda bersama Granostic dengan klik tombol WhatsApp, Sobat!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Horn, L., et al. (2023). Lung Cancer in 2023: Challenges and Advances. Journal of Thoracic Oncology, 18(10), 1337–1349. Artikel ilmiah peer-reviewed dari jurnal Journal of Thoracic Oncology. Diakses 2025WebMD. (n.d.). Where Cancer Can Spread in the Lungs. Artikel ditinjau oleh dokter pada tim medis WebMD. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Lung Cancer – Symptoms and Causes. Konten ditinjau dan disusun oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Cleveland Clinic. (n.d.). Lung Cancer – Management and Treatment. Informasi ditinjau oleh dokter Cleveland Clinic. Diakses 2025NHS UK. (n.d.). Lung Cancer – Diagnosis. Diakses 2025Cancer Research UK. (n.d.). Lung Cancer Symptoms. Diakses 2025Lung Cancer Center. (n.d.). Weight Loss and Appetite Symptoms in Lung Cancer. Informasi ditinjau oleh tim editorial medis. Diakses 2025Cleveland Clinic. (n.d.). Genetic Testing for Cancer Risk. Artikel ini ditinjau oleh dokter dari Cleveland Clinic. Diakses 2025
Apa Saja Bahaya bagi Perokok Pasif? Kenali Risikonya dan Cegah dari Sekarang
Saat merokok, bahaya kesehatan dari asap rokok itu tidak hanya berhenti pada diri sendiri. Melainkan juga dapat memberikan dampak yang lebih berbahaya pada kesehatan orang-orang di sekitar Anda, yang bahkan tidak merokok sama sekali— atau yang kerap disebut sebagai perokok pasif.Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), dampak paparan asap rokok ke orang lain bersifat langsung. Sejak tahun 1964, sebanyak 2,5 juta orang yang tidak merokok meninggal karena masalah kesehatan yang diakibatkan oleh paparan asap rokok dari orang lain.Sayangnya banyak orang yang masih menyepelekan bahaya kesehatan yang dialami oleh perokok pasif, dengan merokok sembarang di fasilitas umum. Tidak peduli bahwa di sekitarnya ada anak-anak, orang tua atau lanjut usia (lansia), atau orang dengan masalah kesehatan tertentu.Nah, agar Anda tidak menjadi salah satunya, mari simak apa saja bahaya kesehatan bagi perokok pasif berikut ini.Apa Itu Perokok Pasif?Sebelum membahas mengenai bahanya kesehatannya, mari simak dulu apa itu pengertian dari perokok pasif. Seseorang dikatakan sebagai perokok pasif ketika mereka menghirup asap rokok/tembakau orang lain. Lebih spesifiknya lagi, asap ini mencakup asap dari rokok yang menyala tersebut dan asap yang dihembuskan oleh si perokok aktif.Agar lebih jelas, kita dapat membagi tipe asap rokok dalam dua kategori berikut ini:Mainstream smokeMainstream smoke adalah asap yang dihirup dan dikeluarkan oleh perokok selama merokok. Jenis asap ini mengandung nikotin serta berbagai zat kimia berbahaya. Mainstream smoke berasal dari ujung rokok, cerutu, atau pipa yang terbakar, yang dihirup dan dihembuskan oleh perokok.Sidestream smokeSementara itu sidestream smoke adalah asap yang keluar dari ujung rokok, pipa, atau cerutu yang terbakar. Asap ini termasuk dalam kategori asap rokok pasif (secondhand smoke atau ETS) dan mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk nikotin dan bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko kanker.Fakta dan Data Tentang Bahaya Perokok PasifMeskipun di Indonesia pengguna rokok sangatlah besar, akan tetapi edukasi mengenai bahaya perokok pasif masih belum banyak mendapatkan perhatian. Bahkan tak sedikit dari kita yang beranggapan bahwa merokok hanya berdampak buruk pada perokok itu sendiri, dan tidak begitu berdampak pada orang lain.Padahal anggapan ini sangatlah keliru, karena perokok pasif justru memiliki risiko Kesehatan yang sama– bahkan beberapa ahli menyebutkan lebih tinggi– dengan perokok aktif.Data dari World Health Organization (WHO) 2023, menyebutkan bahwa setiap tahun terdapat kurang lebih 8 juta orang meninggal dunia karena pemakaian tembakau, di mana 7 juta di antaranya merupakan perokok aktif serta 1,3 lainnya merupakan perokok pasif. Lebih lanjut, Jurnal Riset Kesehatan Nasional yang dirilis pada tahun 2024 lalu juga menyebutkan bahwa dampak secondhand smoking ini berbahaya untuk setiap kalangan, baik janin, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia dan ibu hamil.Lantas apa saja bahaya kesehatan yang mengintai perokok pasif? Mari kita simak penjelasan berikut ini, Sobat Granostic!Bahaya Kesehatan yang Mengintai Perokok Pasif1. Kanker Paru-ParuTahukah Sobat Granostic, bahwa paparan asap rokok orang lain pada perokok pasif, bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 20–30%. Melansir dari CDC, setiap tahun, lebih dari 7.300 orang non-perokok di AS meninggal karena kanker paru-paru akibat asap rokok orang lain. Ini menunjukkan bahwa walaupun tidak merokok, menghirup asap dari orang lain berarti Anda juga terpapar racun dan bahan berbahaya yang sama. Bahkan sesaat saja terpapar asap rokok bisa merusak sel tubuh dan memicu kanker. Semakin lama dan sering terpapar, semakin besar pula peluang terkena kanker paru-paru.2. Penyakit JantungRisiko bahaya kesehatan perokok pasif juga dapat memberi dampak langsung yang serius pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ini bisa berujung pada masalah jantung koroner dan stroke. Data dari CDC menunjukkan bahwa hampir 34.000 kematian akibat penyakit jantung terjadi setiap tahun di AS di kalangan non-perokok yang terpapar asap rokok. Mereka yang terpapar asap rokok orang lain berisiko lebih tinggi, dengan peningkatan 25–30% untuk mengembangkan penyakit jantung koroner dan 20–30% lebih besar untuk mengalami stroke. Bahkan, paparan asap rokok yang singkat sekalipun dapat merusak lapisan pembuluh darah dan membuat trombosit darah lebih lengket, yang bisa memicu serangan jantung. Untuk orang yang sudah memiliki masalah jantung, risiko ini jauh lebih besar, dan mereka perlu sangat berhati-hati untuk menghindari asap rokok dalam kondisi apapun.3. Gangguan PernapasanSelain itu, perokok pasif juga dapat merasakan akibat langsung dari paparan asap rokok dari perokok aktif, yakni berupa gangguan pernapasan. Ini karena senyawa kimia dalam asap rokok sekunder dapat mengiritasi saluran pernapasan, yang menyebabkan perokok pasif mengalami batuk-batuk, sesak napas, hingga asma.4. Peningkatan Risiko StrokeTak hanya pada pernapasan, perokok pasif pun berpotensi memiliki risiko tinggi terkena stroke. Hal ini terjadi karena paparan asap rokok dapat merusak pembuluh darah mereka, yang kemudian dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat pembentukan plak, hingga meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah, yang kemudian dapat memicu terjadinya stroke.5. Gangguan Kehamilan dan BayiBagi ibu hamil dan anak-anak, asap rokok bisa sangat mengancam jiwa. Menurut CDC, perempuan yang terekspos asap rokok orang lain selama kehamilan dapat mengalami masalah pada janin mereka, misalnya bayi lahir dengan berat badan kurang, hingga meningkatkan risiko komplikasi Kesehatan. Selanjutnya, bayi baru lahir yang sering terpapar asap rokok pun dapat mengalami sindrom kematian mendadak, atau sudden infant death syndrome (SIDS).6. Kanker Lain Selain ParuTak hanya kanker paru, menghirup asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan risiko kanker lain seperti kanker tenggorokan dan kanker laring. Ini terjadi karena asap rokok mengandung zat karsinogen, yang mengiritasi dan meningkaktan risiko berkembangnya sel kanker pada tubuh perokok pasif.7. Infeksi Telinga pada AnakKanker dan masalah kesehatan pernapasan bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang diakibatkan oleh asap rokok pada anak. Namun sebagai perokok pasif, anak-anak juga memiliki risiko mengalami infeksi telinga. Mengapa?Kondisi ini terjadi karena asap rokok dapat mengiritasi saluran eustachius, sehingga menimbulkan pembengkakan dan penyumbatan, yang kemudian berujung pada penumpukan cairan dan memicu infeksi telinga di bagian tengah.Saluran eustachius menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan, yang dapat membantu menyeimbangkan tekanan. Jadi, ketika terjadi iritasi atau penyumbatan pada daerah tersebut, maka dapat menyebabkan infeksi telinga.8. Masalah Mental dan Perkembangan Otak pada AnakNah, Sobat, dampak asap rokok pada anak-anak pun bisa merembet pada perkembangan otak dan kesehatan mental mereka. Menurut PubMed Central, paparan asap rokok dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan otak anak-anak. Nikotin, yang terkandung dalam asap tembakau, sangat adiktif dan dapat menghambat perkembangan otak, terutama pada masa remaja ketika otak masih dalam proses pematangan. Terpapar nikotin dapat mengubah fungsi otak dalam jangka panjang, yang bisa mempengaruhi kemampuan untuk belajar, mengingat, fokus, dan mengendalikan emosi. Selain itu, paparan ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, serta meningkatkan kemungkinan kecanduan di masa depan.Siapa yang Paling Rentan Jadi Korban Perokok Pasif?Anak-anakSobat Granostic, bayi dan anak-anak yang sedikit lebih besar memiliki kondisi tubuh yang berbeda dengan orang dewasa. Pada bayi, organ tubuh mereka belum berkembang dengan sempurna, sementara daya tahan tubuhnya juga masih lemah.Hal inilah yang membuat bayi dan anak-anak rentan menjadi korban asap rokok, utamanya dari orangtua dan lingkungan hidup mereka sendiri. Ibu hamilSelain anak-anak, ibu hamil dan janin yang dikandungnya juga rentan menjadi korban. Asap rokok dapat memengaruhi perkembangan janin dalam rahim dan memicu kompliksi selama kehamilan. Bahkan jika sang ibu merokok, risiko keguguran juga sangat besar.LansiaPara lansia juga memiliki kondisi tubuh yang berbeda dari orang dewasa muda. Mereka cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh dan lebih rentan terkena infeksi penyakit, utamanya yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan pernapasan.Penderita asma atau penyakit paru kronisPenderita asma atau penyakit paru kronis juga dapat mengalami dampak kesehatan yang besar dari asap rokok orang lain. Sebab, kondisi paru-paru mereka yang sudah tidak lagi sehat akan lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi, yang bisa memicu gejala-gejala dari kondisi yang mereka alami.Komplikasi Jangka Panjang bagi Perokok PasifPerokok pasif juga berisiko mengalami komplikasi kesehatan jangka panjang akibat dari paparan asap rokok orang lain, baik itu mainstream smoke maupun sidestream smoke. Berikut ini beberapa komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi pada perokok pasif.Kanker paru-paru stadium lanjutTak hanya mengiritasi saluran napas dan paru-paru, asap rokok juga dapat memicu kanker paru-paru pada perokok pasif, hingga berkembang ke stadium lanjut.Penyakit jantung kronisPerokok pasif juga memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung kronis, seperti stroke, serangan jantung, hingga penyakit jantung koroner.Gagal pernapasanTak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas, paparan asap rokok dari perokok aktif secara terus menerus, juga dapat membuat seseorang mengalami gagal pernapasan.Gagal pernapasan merupakan kondisi dimana tubuh kita tidak dapat memindahkan oksigen dari paru-paru ke darah, ataupun membuang karbondioksida dari darah dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya kadar oksigen dalam darah hingga penumpukan karbondioksida dalam darah, yang keduanya dapat mengancam jiwa perokok pasif.Penurunan fungsi kognitifSelain dampaknya pada jantung dan paru-paru, asap rokok juga dapat memengaruhi fungsi kognitif perokok pasif. Misalnya dengan mengakibatkan penurunan fungsi kognitif, yakni hilangnya atau menurunnya kemampuan berpikir, mengingat, hingga menafsirkan informasi secara bertahap mereka.Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena dapat menyangkut aktivitas harian seseorang, serta kualitas dan kemampuan mereka dalam menjalani kehidupannya.Kematian mendadak (khususnya pada bayi)Pada janin dan bayi, dampak dari asap rokok pasif ini pun sangatlah besar. Selain menyebabkan kelahiran prematur, kurangnya bobot bayi saat dilahirkan, asap rokok dari orang lain juga dapat menyebabkan kematian mendadak pada janin atau bayi.Mengapa Screening Kanker Paru Itu Penting?Nah, Sobat Granostic, Anda telah menyimak bagaimana dampak kesehatan yang berpotensi terjadi pada perokok pasif. Dampak ini tak hanya bersifat ringan atau sementara, namun dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis) dan bahkan menyebabkan kematian pada bayi.Namun dampak negatif yang diterima oleh perokok pasif ini dapat diminimalisir dan dikontrol, misalnya dengan melakukan cek kesehatan paru-paru secara rutin. Pemeriksaan ini akan membantu kita memahami bagaimana kondisi kesehatan paru-paru, mendapatkan sesi konsultasi dan konseling bersama dokter spesialis, serta mendapatkan arahan yang tepat untuk merawat kesehatan paru-paru.Pemeriksaan kesehatan paru secara rutin juga dapat membantu kita mendeteksi dini masalah pada sistem pernapasan dan paru-paru. Dengan demikian, kita dapat memeroleh perawatan atau pengobatan sedini mungkin, yang dapat memaksimalkan peluang kesembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi.Pengobatan Bagi Perokok Pasif yang TerdampakBerikut ini penjelasan mengenai beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh perokok pasif yang terdampak.1. PPOK dan asmaPengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan asma dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh perokok pasif tersebut. Namun prosedur pengobatan PPOK dan asma meliputi:perubahan gaya hiduppenggunaan obat-obatan untuk meredakan gejala dan meredakan serangan,terapi tambahan seperti terapi oksigen, rehabilitasi paru-paru, dan lainnya.dan mengonsumsi makanan yang lebih sehat dengan gizi seimbang.2. Penyakit jantungJika mengalami dampak pada kesehatan jantung, seperti stroke, serangan jantung, hingga penyakit jantung koroner. Maka pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan gejala yang ditunjukkan.Perawatan yang dilakukan juga dapat berkaitan dengan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi paparan rokok dan menggunakan masker hidung ketika beraktivitas di luar ruangan atau di area banyak orang merokok.3. Kanker paruSementara itu, pengobatan kanker paru-paru juga disesuaikan dengan tipe kanker dan stadiumnya. Namun secara umum pengobatan kanker paru-paru meliputi perubahan gaya hidup, berhenti merokok atau mengurangi paparan asap rokok, operasi, kemoterapi, terapi tertarget, hingga imunoterapi.Cara Melindungi Diri dari Paparan Asap Rokok1. Jauhkan anak dan keluarga dari lingkungan merokokAnda dapat melindungi anak dan keluarga dari asap rokok dengan menjauhkannya dari lingkungan orang-orang yang suka merokok. 2. Terapkan rumah bebas rokokSelain itu, orangtua juga perlu menerapkan rumah bebas rokok. Memberikan contoh pada anak-anak, agar mereka juga tidak meniru dan membiasakan kebiasaan merokok tersebut. Dan Anda juga bisa mencoba Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah.3. Gunakan masker atau alat bantu pernapasanAnda juga dapat melindungi diri dan keluarga dari paparan asap rokok dengan menggunakan masker atau alat bantu pernapasan ketika berada di ruangan bersama perokok lain.4. Lakukan skrining berkalaSelanjutnya, Anda juga perlu melakukan skrining kesehatan tubuh dan paru-paru secara berkala. Karena menghindari paparan asap rokok bisa cukup sulit dilakukan, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia merupakan perokok.Anak-anak dan keluarga Anda bisa terpapar rokok di sekolah, di tempat kerja, bahkan di tempat mereka bermain. Dengan demikian, skrining dapat membantu mendeteksi dini adanya indikasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh paparan asap rokok tersebut.Kabar baiknya lagi, Anda dapat melakukan skrining kesehatan paru ini di klinik Granostic Surabaya, loh. Kami menyediakan layanan pemeriksaan terlengkap, yang meliputi tes laboratorium, tes pencitraan, hingga konsultasi bersama dokter spesialis.Untuk informasi lebih lanjut terkait skrining paru di Granostic Surabaya, Anda dapat langsung menghubungi customer care kami dengan klik tombol ini!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:NHS (National Health Service). (n.d.). Passive smoking: Protect your family and friends. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Health Effects of Secondhand Smoke. Disusun oleh para ahli kesehatan masyarakat CDC. Diakses pada 2025.Medical News Today. (2023). Can smoking cause ear infections?. Artikel ditinjau oleh tim editorial medis Medical News Today. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Secondhand Smoke: Dangers. Artikel dari Cleveland Clinic ini telah ditinjau oleh profesional kesehatan. Diakses pada 2025.National Cancer Institute. (n.d.). Mainstream Smoke – NCI Dictionary of Cancer Terms. Disusun oleh National Cancer Institute (NCI) dengan referensi medis. Diakses pada 2025.Ambarwati, A. (2024). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Paparan Asap Rokok pada Anak di Lingkungan Rumah. Diakses pada 2025.
10+ Tips Berhenti Merokok Paling Ampuh dan Mudah - Saatnya Hidup Lebih Sehat!
Sobat Granostic sedang mencari cara paling ampuh dan mudah untuk berhenti merokok? Tenang, Anda tidak sendiri! Banyak orang yang ingin melepaskan diri dari kebiasaan ini, tapi bingung harus mulai dari mana. Tapi jangan khawatir karena Granostic punya tips berhenti merokok yang efektif untukmu. Penasaran?Berhenti merokok bukan hanya tentang melawan keinginan, tapi juga tentang menyelamatkan diri sendiri dari berbagai penyakit berbahaya. Tidak hanya itu, berhenti merokok juga berarti Anda peduli terhadap orang-orang di sekitar Anda yang bisa terkena dampak asap rokok.Apalagi jika mengingat banyak dampak negatif rokok pada kesehatan tubuh Anda dan orang sekitar. Misalnya memicu masalah pada saluran pernapasan, berbagai jenis kanker, hingga berdampak fatal pada ibu hamil, lansia, dan bayi.Memahami bahwa berhenti merokok bukan perkara mudah, Granostic memberikan 10+ tips yang mudah diterapkan dan ampuh membuat Anda jauh dari rokok. Apa saja? Langsung simak panduannya di bawah ini, ya, Sobat!Mengapa Harus Berhenti Merokok Sekarang?Tahukah Sobat, bahwa setiap isapan rokok membawa Anda lebih dekat pada risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan pernapasan serius. Racun dalam asap rokok bisa merusak hampir setiap organ tubuh Anda, mempercepat proses penuaan, dan memperburuk kualitas hidup Anda.Berhenti merokok juga berarti melindungi keluarga dan orang-orang tercinta dari bahaya perokok pasif. Anak-anak, pasangan, hingga rekan kerja Anda akan jauh lebih aman tanpa paparan asap beracun tersebut.Jadi, jika Anda ingin menjaga diri sendiri sekaligus menunjukkan kepedulian kepada orang lain, saat inilah waktu yang tepat untuk berhenti. Yuk, lanjut baca tips berhenti merokok dari Granostic yang akan membantu Anda sukses!1. Tentukan Alasan Pribadi yang KuatLangkah pertama yang sangat penting adalah menemukan alasan pribadi mengapa Anda ingin berhenti. Alasan ini harus berarti bagi Anda secara emosional dan rasional, bukan sekadar “karena orang lain menyuruh”.Misalnya, Anda ingin melihat anak-anak tumbuh dewasa, menghemat uang, atau menghindari penyakit serius yang mungkin pernah dialami keluarga Anda. Dengan alasan yang kuat, Anda punya motivasi yang dapat dipegang saat godaan datang.Ingat, berhenti merokok adalah perjuangan panjang, dan memiliki motivasi yang kuat bisa menjadi pendorong terbesar Anda.2. Tentukan Tanggal Berhenti (Quit Date)Menentukan tanggal berhenti memberi Anda momen spesial untuk benar-benar berkomitmen. Pilih hari dalam 1–2 minggu ke depan untuk mempersiapkan diri secara mental dan fisik.Contohnya, Anda bisa memilih tanggal ulang tahun, awal bulan, atau hari yang menurut Anda bermakna. Tandai kalender Anda dan ceritakan pada orang-orang terdekat agar mereka bisa mendukung Anda. Dengan memiliki Quit Date, Anda membuat keputusan aktif, bukan pasif, untuk meninggalkan rokok.3. Kenali Pemicu dan HindariTahukah Sobat, kebiasaan merokok yang terbentuk dalam waktu yang lama, akan memberikan semacam ingatan dalam otak Anda mengenai "kapan" biasanya Anda merokok. Misalnya ketika Anda sedang istirahat kerja dan bercengkrama dengan orang lain yang juga sedang merokok. Sehingga Ketika Anda dalam situasi tersebut dan bertemu dengan orang-orang itu, Anda juga merasa ingin merokok.Jadi coba renungkan, kapan biasanya Anda merasa paling ingin merokok? Apakah saat stres? Bosan? Setelah makan? Dengan mengenali pemicu ini, Anda bisa mengantisipasi dan menghindarinya.Misalnya, jika Anda biasanya merokok setelah makan, gantilah dengan rutinitas baru seperti mengunyah permen karet, berjalan-jalan sebentar, atau menyikat gigi. Sadari bahwa tidak semua pemicu masih relevan, dan Anda punya kekuatan untuk memilih respons yang berbeda.4. Gunakan Metode Cold Turkey (Berhenti Seketika)Metode Cold Turkey berarti Anda berhenti secara total dan tiba-tiba, atau tanpa mengurangi sedikit demi sedikit. Banyak orang menemukan cara ini efektif karena tidak memperpanjang ketergantungan.Memang, tantangannya lebih besar di awal, karena berhenti merokok tidak hanya soal ‘kebiasaan’. Namun nikotin dalam rokok dapat memberikan pengalaman yang menenangkan dan membuat otak Anda ketagihan. Tapi dengan komitmen kuat dan dukungan yang tepat, banyak yang berhasil melalui hari-hari pertama yang berat ini dan bebas dari rokok selamanya.5. Manfaatkan Terapi Pengganti Nikotin (NRT)Jika berhenti seketika terasa terlalu berat, Terapi Pengganti Nikotin (NRT) bisa menjadi alternatif. NRT menggunakan produk seperti permen karet nikotin, plester, tablet, atau inhaler untuk mengurangi gejala putus nikotin.Dengan NRT, Anda tetap mendapatkan dosis nikotin kecil tanpa terpapar zat-zat beracun dalam rokok. Ini membantu Anda fokus pada perubahan perilaku tanpa stres tambahan.6. Konsumsi Makanan SehatTahukah Anda bahwa mengonsumsi makanan sehat bisa membantu mengurangi keinginan merokok? Makanan kaya serat, buah-buahan, sayuran, dan air putih membantu tubuh Anda mempercepat detoksifikasi nikotin.Selain itu, menjaga pola makan yang baik juga membantu memperbaiki rasa pengecapan yang sempat rusak akibat rokok, membuat Anda lebih menikmati rasa alami makanan.7. Lakukan Aktivitas FisikOlahraga bukan hanya memperbaiki kesehatan fisik Anda, tapi juga mengurangi keinginan untuk merokok. Saat Anda aktif bergerak, tubuh memproduksi endorfin yang meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.Anda bisa mulai dengan aktivitas sederhana seperti jalan kaki, bersepeda, yoga, atau bahkan menari di rumah. Gerakan kecil sekalipun membawa perubahan besar dalam perjalanan berhenti merokok Anda.8. Cari Dukungan SosialTidak ada salahnya mencari dukungan sosial saat berhenti merokok. Ceritakan pada teman, keluarga, atau bergabung dengan komunitas pendukung. Dukungan ini bisa menjadi pengingat positif bahwa Anda tidak berjuang sendirian. Mereka bisa menguatkan Anda saat tergoda untuk kembali merokok dan merayakan setiap kemajuan kecil Anda.9. Ganti Kebiasaan Merokok dengan Rutinitas BaruSaat merasa ingin merokok, gantilah dengan kebiasaan baru. Misalnya, alih-alih merokok saat istirahat kerja, Anda bisa berjalan-jalan sebentar, minum teh herbal, atau mendengarkan musik favorit. Rutinitas baru ini membantu memutus siklus lama yang menghubungkan situasi tertentu dengan merokok, dan memberi Anda pengalaman baru yang lebih sehat.Selain itu, kalau Anda merasa sulit untuk melawan keinginan merokok, Anda bisa mengunyah permen karet, makan wortel mentah, kacang, atau makanan lain yang membuat mulut Anda sibuk dan mengalihkan fokus Anda. Beberapa orang bahkan menuturkan bahwa mereka mengganti kebiasaan merokok ini dengan minum air putih.10. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Paru BerkalaMemantau kesehatan paru-paru secara rutin sangat penting, terutama setelah bertahun-tahun merokok dan ketika Anda memutuskan untuk berhenti. Pemeriksaan ini dapat membuat Anda lebih memahami mengenai kondisi paru-paru Anda selama menjadi perokok aktif, mendeteksi adanya indikasi masalah kesehatan tertentu, hingga menjadikan motivasi bagi Anda untuk memantapkan niat berhenti merokok.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan paru secara berkala di klinik Granostic. Bersama dokter spesialis dan tenaga medis ahli kami, Anda dapat memeroleh pemeriksaan paru yang komprehensif dan aman.Hasil pemeriksaan juga dapat Anda akses dengan cepat dan mudah lewat akun Granostic Anda yang terdaftar di website resmi kami. Sehingga Anda tidak perlu datang ke klinik untuk mengambil hasil tersebut.Di Granostic Surabaya, Anda bisa melakukan berbagai pemeriksaan seperti:Tes SpirometriSpirometri mengukur seberapa baik paru-paru Anda bekerja dengan menilai volume udara yang dihirup dan dihembuskan. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi gangguan seperti asma, COPD, atau penurunan fungsi paru.Prosedur tes spirometri ini pun sederhana, Sobat Granostic. Anda hanya perlu meniupkan napas ke alat khusus sesuai instruksi tenaga medis.Rontgen Thorax (RO Thorax)Rontgen thorax memberikan gambaran visual paru-paru, jantung, dan dada Anda. Tes ini bisa mengidentifikasi infeksi, tumor, atau kerusakan paru akibat kebiasaan merokok.Prosedur rontgen thorax di klinik Granostic cepat, tidak sakit, dan sangat membantu dokter dalam menentukan langkah lanjut.Skrining Kanker ParuSkrining kanker paru menggunakan metode seperti CT-scan dosis rendah untuk mendeteksi kanker pada tahap paling awal, saat peluang sembuh masih tinggi.Pemeriksaan kesehatan paru ini sangat dianjurkan untuk mantan perokok berat atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru-paru. Karena juga dapat mendeteksi seberapa tinggi risiko seseorang untuk mengembangkan kanker paru-paru.Sobat, lewat hasil pemeriksaan kesehatan paru-paru ini, Anda dapat melakukan konseling bersama dokter umum atau spesialis dan mendiskusikan mengenai strategi yang tepat untuk merawat kesehatan paru-paru Anda. Bahkan, dalam sesi ini, Anda juga bisa merancang strategi berhenti merokok yang ampuh dan mudah menurut kondisi Anda. Yuk pelajari selengkapnya mengenai, Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker Paru.11. Bersiap untuk Kekambuhan dan Buat StrategiKekambuhan adalah hal yang wajar. Tidak perlu merasa gagal saat sekali atau dua kali tergoda merokok. Yang penting adalah bagaimana Anda bangkit kembali dan membuat strategi baru. Misalnya, Anda bisa menyiapkan daftar aktivitas pengalihan saat keinginan merokok datang atau menetapkan aturan baru untuk diri sendiri.12. Hitung Keuntungan FinansialnyaSobat Granostic, berhenti merokok bukan hanya menyelamatkan kesehatan, tetapi juga menyelamatkan dompet Anda. Coba hitung berapa uang yang bisa Anda hemat dalam sebulan atau setahun tanpa membeli rokok. Selain itu, Anda juga mengurangi risiko pengeluaran besar untuk biaya pengobatan penyakit terkait rokok di masa depan.13. Manfaatkan Bantuan ProfesionalMencoba untuk berhenti merokok juga bukan hal yang sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah. Banyak orang yang bahkan hanya bertahan beberapa lama, sebelum kembali lagi menjadi perokok berat.Nah, jika Sobat Granostic mengalami hal serupa, Anda dapat memanfaatkan bantuan profesional untuk kembali mencoba berhenti merokok. Beberapa bantuan profesional yang dimaksud misalnya:Konsultasi dokter umum dan spesialis paruDokter umum dan spesialis paru dapat memberikan panduan medis dan opsi terbaik berdasarkan kondisi kesehatan Anda.Pemeriksaan laboratorium menyeluruhTes darah, fungsi organ, dan deteksi dini risiko penyakit terkait rokok bisa membantu memotivasi Anda lebih kuat.Tes pendukung untuk menilai risiko kesehatan akibat rokokTes-tes ini bisa menunjukkan secara konkret seberapa besar dampak rokok terhadap tubuh Anda, memacu Anda untuk lebih serius berhenti.14. Rayakan Setiap Kemajuan KecilJangan lupa untuk merayakan setiap kemajuan Anda! Entah itu satu hari, satu minggu, atau satu bulan tanpa rokok, setiap langkah maju patut diapresiasi.Contohnya, hadiahkan diri Anda dengan sesuatu yang positif—seperti makan malam spesial, membeli buku baru, atau liburan kecil. Ini akan memperkuat semangat Anda untuk terus melangkah ke depan.Berhenti Merokok Itu MungkinMeski bukan hal yang mudah untuk dilakukan, Anda bukannya tidak mungkin untuk berhenti merokok. Pada awal memulai, Anda mungkin merasa sangat berat untuk melawan godaan Kembali merokok. Namun, setelah berjalan beberapa lama, keinginan ini akan semakin menurun. Dan asalkan Anda tetap berkomitmen untuk tidak menyentuh rokok sama sekali, bahkan satu batang saja, akan membantu upaya Anda untuk berhenti merokok jadi sukses.Kambuhnya kebiasaan merokok dalam Waktu enam bulan setelah Anda mencoba berhenti juga adalah hal yang umum. Namun, Anda tidak boleh menyerah dan meningkatkan peluang dengan membuat rencana yang matang, misalnya dengan menggunakan obat tertentu atau berkonsultasi dengan professional.Nah, Sobat Granostic yang kesusahan untuk berhenti merokok, Anda tidak perlu khawatir. Sobat dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis paru Granostic, kemudian buatlah perencanaan strategi merokok yang efektif dan relevan dengan kondisi Anda.Selain itu, di Granostic Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan paru lengkap, termasuk skrining kanker paru. Dengan demikian, Anda dapat memantau bagaimana kondisi paru-paru Anda sebelum dan sesudah berhenti merokok.Tertarik? Langsung hubungi customer service kami lewat tombol WhatsApp , dan buat janji temu dengan dokter Granostic sekarang juga!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:WebMD. (n.d.). 13 Best Quit-Smoking Tips Ever. Ditinjau oleh dokter dan tim medis WebMD. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). Nicotine Craving: Why it happens and how to manage it. Ditinjau oleh tim medis dari Mayo Clinic. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Tips for Quitting. Konten disusun oleh ahli kesehatan masyarakat dan pakar pengendalian tembakau CDC. Diakses pada 2025.
Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker Paru di Surabaya
Sobat, kendati selalu dikaitkan dengan bahaya mengancam jiwa, pada dasarnya kanker paru dapat disembuhkan. Apalagi, kalau penyakit ini dideteksi sejak awal perkembangannya, yang membuat efektivitas pengobatan makin optimal. Karenanya, skrining atau tes kanker paru sangatlah penting kita lakukan. Skrining kanker paru merupakan prosedur yang digunakan deteksi kanker paru sejak dini, yang secara khusus direkomendasikan untuk orang dengan faktor risiko kanker paru tinggi. Misalnya bagi orang yang memasuki usia lanjut (lansia), perokok berat, atau orang-orang yang terpapar asap dan polusi udara dalam jangka waktu yang lama.Sekarang ini, skrining kanker paru dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, baik di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. Anda bisa memilih fasilitas yang paling dekat atau mudah dijangkau dari tempat tinggal Anda.Nah, buat Sobat yang tinggal di Surabaya atau wilayah sekitarnya, Anda dapat melakukan skrining atau tes kesehatan untuk mendeteksi tes paru bersama klinik Granostic. Penasaran bagaimana prosedur dan jenis skrining yang perlu Anda lakukan? Langsung simak penjelasan lengkapnya berikut ini!Mengapa Skrining Kanker Paru Penting?Tahukah Sobat Granostic, angka kasus kanker paru di Indonesia sangatlah tinggi, bahkan termasuk sebagai tiga karsinoma tertinggi dari setelah kanker payudara dan serviks. Data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) menunjukkan bahwa insiden kanker paru tahun 2020 di Indonesia mencapai 34.783 kasus, yang setara dengan 8,8% dari total keseluruhan kasus kanker di Indonesia.Selain itu, penelitian lain juga menyebutkan bahwa kanker ini sangat banyak ditemukan pada pria, yang termasuk dalam kelompok orang yang aktif merokok. Namun bahaya rokok ini tidak hanya dialami sang perokok saja, melainkan orang-orang di sekelilingnya juga.Berbagai studi telah membuktikan bahwa perokok pasif, orang yang terpapar asap rokok orang lain, memiliki risiko kesehatan yang sama besarnya dengan perokok aktif. Asap rokok ini dapat berdampak fatal utamanya pada lansia, ibu hamil dan janin, serta bayi dan anak-anak. Dengan kata lain, siapapun dapat berisiko terkena kanker paru-paru, meskipun mereka tidak merokok. Hal inilah yang kemudian menjadikan skrining kanker paru penting, yakni sebagai cara untuk menyimak kondisi paru dan mendeteksi sedini mungkin adanya risiko kanker. Sehingga ketika terdapat indikasi yang merujuk pada kanker paru, Anda dan keluarga dapat memeroleh penanganan sedini mungkin, yang dapat memperbesar peluang kesembuhan kanker.Siapa Saja yang Perlu Melakukan Skrining Kanker Paru?Meski dapat terjadi siapa saja, risiko seseorang mengembangkan kanker paru berbeda-beda, bergantung kebiasaan, usia, lingkungan hidup, dan riwayat kesehatannya. Berikut ini adalah kelompok orang yang berisiko besar mengalami kanker paru dan disarankan untuk melakukan skrining secara teratur.1. Perokok aktif berusia 40 tahun ke atas.Skrining kanker paru sangat disarankan dilakukan oleh orang dewasa, khususnya berusia 40 tahun atau lebih, yang dulunya atau masih aktif merokok. 2. Mantan perokok yang berhenti dalam 15 tahun terakhir.Seseorang yang sempat menjadi perokok berat dalam jangka waktu yang panjang juga perlu melakukan skrining kanker paru, bahkan jika mereka sudah berhenti sejak 15 tahun yang lalu. 3. Perokok pasif yang sering terpapar asap rokok.Karena tak hanya berdampak pada perokok aktif, seseorang yang terpapar asap rokok dalam jangka waktu yang panjang (perokok pasif) juga dianjurkan untuk rutin melakukan skrining kanker paru atau tes kesehatan paru. Tujuannya untuk mendeteksi dini adanya potensi kanker atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan paparan asap rokok tersebut.4. Riwayat keluarga penderita kanker paru.Bila memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker paru, maka seseorang tersebut perlu melakukan skrining. Ini karena kebiasaan dalam rumah, faktor genetik, hingga kondisi lingkungan hidup yang sama dengan penderita kanker bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit yang sama juga.5. Pekerja di industri yang terpapar bahan kimia seperti asbes atau radon.Kelompok orang dengan risiko tinggi mengembangkan kanker paru juga datang dari kalangan pekerja industri, yang kerap terpapar bahan kimia seperti asbes atau radon. Karena itu, mereka juga sangat direkomendasikan untuk melakukan skrining kanker paru secara teratur, untuk mengontrol kesehatan paru-paru, saluran napas, dan mendeteksi dini adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.Kapan Waktu Terbaik untuk Skrining Kanker Paru?Sobat Granostic, skrining kanker paru dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan Anda. Namun ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan jika mengalaminya, Anda dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, seperti:1. Batuk kronis yang tidak membaikBatuk pada dasarnya merupakan reaksi normal tubuh kita ketika mendeteksi adanya substansi asing yang masuk ke saluran udara, seperti makanan, debu, atau cairan. Dengan demikian, substansi asing tersebut dapat dikeluarkan lewat mulut agar pernapasan lebih lancar.Namun, jika batuk yang Anda alami ini berjalan dalam waktu yang lama dan tidak kunjung membaik dalam beberapa minggu, baiknya segera periksakan diri ke dokter. Batuk kronis dapat menjadi tanda berbagai macam masalah kesehatan saluran pernapasan dan paru-paru, seperti PPOK, TB paru, pneumonia, hingga kanker.2. Nyeri dada saat bernapasSelanjutnya, Anda juga direkomendasikan untuk segera melakukan tes kesehatan dan skrining paru bila merasa nyeri saat bernapas. Sebab rasa nyeri ini dapat menjadi salah satu gejala utama kanker paru, yang terjadi akibat tumor yang menekan saraf-saraf di sekitarnya.3. Sesak napasSelain rasa nyeri, sesak napas juga dapat menjadi gejala utama dari kanker paru. Hal ini terjadi karena kanker dapat tumbuh hingga menyumbat saluran udara utama Anda. Selain itu, kanker paru juga dapat menyebabkan penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan jantung, yang membuat paru-paru lebih sulit mengembang dan tidak dapat menampung udara dengan maksimal.4. Batuk berdarahBatuk berdarah juga menjadi gejala yang harus Anda waspadai. Tak hanya kanker paru, batuk berdarah juga dapat terjadi karena berbagai penyakit lain seperti TB paru.Karenanya, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan paru dan skrining kanker, Anda dapat mengetahui penyebab pasti batuk berdarah tersebut, serta mendapatkan perawatan yang sesuai.5. Penurunan berat badan drastisSobat Granostic, kanker paru juga dapat menyebabkan penurunan badan secara drastis. Penurunan berat badan ini bisa terjadi tanpa alasan yang jelas, hingga disertai dengan nafsu makan yang berkurang.Jenis Skrining Tes untuk Mendeteksi Kanker ParuAdapun jenis skrining atau tes yang dilakukan untuk mendeteksi kanker paru antara lain:1. Low-Dose CT Scan (LDCT) ParuUntuk mendeteksi kanker paru-paru sejak dini, terutama pada orang dengan risiko tinggi, diperlukan metode pemeriksaan yang efektif dan minim risiko. Salah satu metode skrining yang terbukti bermanfaat adalah CT scan dosis rendah, atau yang dikenal juga sebagai low-dose computed tomography (LDCT). Tes ini menggunakan teknologi sinar-X khusus yang mampu menangkap serangkaian gambar paru-paru Anda secara rinci, sambil Anda berbaring di atas meja yang perlahan masuk dan keluar dari alat pemindai. Dengan hanya sedikit paparan radiasi, komputer akan mengolah gambar-gambar tersebut menjadi tampilan lengkap bagian dalam paru-paru Anda. Prosedurnya singkat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan bisa menjadi langkah penting untuk menemukan tanda-tanda kanker sebelum gejala muncul.2. Rontgen Thorax (RO Thorax)Prosedur screening paru selanjutnya adalah rontgen thorax atau X-ray dada, yang memungkinkan pemindaian bagian dalam dada menggunakan sinar-X.Melansir dari National Health Service UK, Sebagian besar tumor paru-paru tampak pada sinar X sebagai massa berwarna putih keabu-abuan. Namun, sayangnya sinar-X tidak bisa memberikan diagnosis pasti karena sering kali sulit membedakan antara kanker dan kondisi medis lainnya.Karena itu, biasanya ketika menemukan tanda-tanda yang mengarah ke kanker, dokter akan memastikan diagnosa dengan melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan CT-scan atau MRI.3. Tes Fungsi Paru (Spirometri)Selain melalui pemindaian, skrining kesehatan paru-paru juga bisa dilakukan dengan tes spirometri. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa baik fungsi paru-paru Anda, termasuk mengukur kapasitas paru dan seberapa lancar udara keluar masuk. Spirometri merupakan prosedur sederhana yang sering digunakan untuk membantu mendiagnosis dan memantau berbagai masalah pernapasan, seperti asma dan PPOK. Caranya, Anda akan diminta meniupkan napas ke dalam alat khusus bernama spirometer, yang kemudian merekam volume serta kecepatan aliran udara dari paru-paru Anda.4. Tes Penanda Tumor (Tumor Marker)Tes penanda tumor dilakukan untuk mendeteksi zat-zat tertentu dalam darah, urine, atau jaringan tubuh yang bisa menjadi tanda adanya kanker atau kondisi jinak tertentu. Biasanya, zat ini berupa protein yang diproduksi oleh sel kanker, atau oleh sel normal yang bereaksi terhadap keberadaan kanker. Pada orang yang mengidap kanker, kadar penanda ini seringkali lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat.Screening Paparan Rokok - Tes Nikotin & CotinineMerokok adalah faktor risiko utama kanker paru. Menariknya, Anda bisa mengetahui tingkat paparan tubuh terhadap rokok melalui dua jenis tes:1. Tes NikotinPertama, tes nikotin. Tes ini adalah pemeriksaan laboratorium yang bertujuan mendeteksi keberadaan nikotin atau zat turunannya, yaitu kotinina, di dalam tubuh. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mengetahui apakah seseorang baru-baru ini terpapar produk tembakau atau nikotin, baik dari rokok konvensional, vape, maupun produk seperti permen karet nikotin. Pemeriksaannya bisa dilakukan melalui sampel darah, urine, air liur, atau bahkan rambut.2. Tes Cotinine (Decotine)Kedua tes kotinin (cotinine), yang merupakan pemeriksaan yang dilakukan melalui darah, urine, atau air liur untuk mengetahui apakah seseorang baru-baru ini menggunakan atau terpapar nikotin. Tes ini mengukur kadar kotinin, yaitu zat hasil pemecahan nikotin di dalam tubuh. Karena kotinin lebih tahan lama dibandingkan nikotin, ia menjadi penanda yang lebih andal untuk mendeteksi paparan tembakau dalam beberapa waktu terakhir.Prosedur Pemeriksaan Skrining Kanker ParuSetelah menyimak rangkaian tes skrining untuk mendeteksi kanker paru di atas, Anda juga harus tahu bagaimana prosedur pemeriksaan ini dijalankan. Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat.1. Registrasi & Konsultasi AwalLangkah awal yang Anda lakukan adalah registrasi atau mendaftar layanan pemeriksaan yang diinginkan. Di klinik Granostic Surabaya, Anda dapat melakukan pendaftaran secara online maupun offline.Pendaftaran online dapat dilakukan dengan mudah, yakni dengan mengisi data diri Anda sebagai pasien di laman Registrasi Online. Kemudian tentukan hari dan jam kunjungan ke dokter umum atau spesialis yang dituju, setelah menekan memfinalisasi data pendaftaran Anda akan langsung mendapatkan nomor antrean konsultasi. Jadi tidak perlu lagi registrasi di klinik.Setelahnya Anda bisa langsung melakukan kunjungan dan konsultasi awal bersama dokter umum atau spesialis Granostic. Dalam proses konsultasi ini, Anda bisa mendiskusikan gejala-gejala yang Anda alami, riwayat kesehatan diri dan keluarga, hingga gaya hidup dan lingkungan tempat tinggal yang berkaitan dengan kondisi paru.Dokter pun akan melanjutkan pemeriksaan ke skrining fisik Anda, jika tampak ada indikasi penting, dokter akan menyarankan pemeriksaan ke tahap selanjutnya.2. Pengambilan SampelSetelah konsultasi, Anda bisa diarahkan untuk melakukan pengambilan sampel untuk dilakukannya tes laboratorium. Sampel yang dimaksud bisa berupa sputum, liur, darah, atau urin, sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.3. Analisis HasilSetelahnya, sampel akan dibawa ke laboratorium dan akan diperiksa oleh tim medis profesional kami dengan teliti. Hasil pemeriksaan ini pun dapat Anda akses dalam kurun waktu paling lama 1x24 jam, yang bisa Anda simak lewat akun pendaftaran Anda di website Granostic.4. Tindak LanjutDokter juga dapat merekomendasikan jadwal kunjungan lanjutan untuk membahas hasil pemeriksaan laboratorium. Jika didapati Anda memiliki risiko tinggi kanker paru, dokter dapat merujuk Anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan rangkaian langkah penanganan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.5. Hasil Tes dan InterpretasinyaSetelah Anda menjalani berbagai prosedur skrining untuk mendeteksi kanker paru, penting untuk memahami bagaimana hasilnya diinterpretasikan. Berikut beberapa kemungkinan hasil yang bisa Anda temui:NormalJika dari pemindaian tidak ditemukan adanya kelainan pada paru-paru, ini adalah kabar baik. Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ulang setahun kemudian, terutama jika Anda masih berada dalam kelompok risiko tinggi. Pemeriksaan rutin tahunan ini bisa terus dilakukan sampai Anda dan dokter sepakat bahwa manfaatnya sudah tidak lagi signifikan—misalnya karena adanya kondisi kesehatan serius lainnya.Nodul JinakKanker paru sering kali muncul dalam bentuk bintik kecil atau nodul. Namun, tidak semua nodul berarti kanker. Bisa jadi itu adalah bekas infeksi lama atau pertumbuhan jinak yang tidak berbahaya. Bahkan, menurut studi, setengah dari orang yang menjalani skrining LDCT ditemukan memiliki satu atau lebih nodul.Biasanya, nodul yang kecil tidak langsung diambil tindakan dan hanya dipantau saat skrining berikutnya. Tapi jika nodul terlihat tumbuh, pemeriksaan lanjutan diperlukan karena pertumbuhan bisa menjadi tanda keganasan. Nodul yang lebih besar juga lebih mencurigakan, dan dokter mungkin akan merujuk Anda ke spesialis paru untuk pemeriksaan lebih mendalam, seperti biopsi atau pemindaian PET scan.Lesi MencurigakanKadang, skrining mendeteksi adanya massa atau pertumbuhan abnormal di paru-paru yang belum diketahui pasti penyebabnya. Ini bisa berupa nodul, infiltrat, atau lesi kavitas. Kondisi seperti ini bisa muncul karena infeksi, peradangan, atau potensi kanker, sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut lewat pemeriksaan lanjutan.Paparan Rokok TinggiJika hasil tes menunjukkan kadar kotinin dan karbon monoksida yang tinggi dalam darah atau urine, itu menandakan bahwa tubuh Anda baru-baru ini terpapar asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Kotinin, sebagai turunan nikotin yang stabil, jadi indikator andal untuk mendeteksi paparan tersebut. Sementara itu, kadar karbon monoksida yang tinggi juga memberi sinyal bahwa Anda terpapar zat beracun dari asap rokok atau polutan lain.Apakah Skrining Kanker Paru Memiliki Efek Samping?Nah, Sobat Granostic, Anda telah menyimak bagaimana risiko dan pentingnya melakukan skrining kanker paru. Apakah Anda masih ragu untuk melakukannya, karena takut akan adanya efek samping dari skrining kanker tersebut?Kekhawatiran ini sangat wajar terjadi. Melansir dari dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), pemeriksaan kanker paru bisa saja membawa efek samping tersendiri, misalnya:Bisa menghasilkan interpretasi yang keliru, atau false-positive result. Hal ini dapat menyebabkan pasien, yang sebetulnya tidak memiliki kanker, melakukan berbagai tes lanjutan dan bahkan tindakan pembedahan yang tidak diperlukan. Skrining kanker paru juga bisa menemukan sel kanker yang mungkin tidak menyebabkan masalah Kesehatan pada pasien, yang juga dikenal dengan situasi overdiagnosis. Hal ini dapat berujung pada perawatan yang tidak benar-benar diperlukan pasien.Radiasi dari penggunaan LDCT secara terus menerus, yang dapat menyebabkan kanker pada orang yang sehat. Namun kemungkinannya kecil.Karena adanya beberapa efek samping ini, Anda direkomendasikan untuk melakukan skrining kanker paru di tempat terpercaya dan bersama dokter spesialis, seperti klinik Granostic Surabaya.Biaya Skrining Kanker Paru di Granostic SurabayaBiaya skrining kanker paru di Granostic Surabaya terbilang cukup kompetitif, karena kami memberikan layanan paket pemeriksaan lengkap untuk Anda. Untuk informasi lengkap seputar biaya skrining kanker paru di Granostic, Anda dapat langsung menghubungi layanan customer care kami dengan klik tombol WhatsApp di bawah, ya!Deteksi Dini Adalah KunciSobat Granostic, dalam penanganan kanker paru, deteksi dini memegang peranan penting dalam peluang kesembuhan Anda. Karena semakin dini Anda mendapatkan perawatan, maka semakin besar juga peluang kesembuhannya.Apalagi kanker paru, pada awal perkembangannya, tidak menunjukkan gejala spesifik. Sehingga kerap terdeteksi ketika memasuki stadium yang lebih tinggi.Karena itu, jangan lupa untuk melakukan tes kesehatan paru dan skrining kanker secara rutin bersama klinik Granostic Surabaya, ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lung cancer screening. Artikel ditinjau oleh staf medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). What Are the Symptoms of Lung Cancer?. Diakses pada 2025.Rasyid, H. R. (2022). Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru di Indonesia. Jurnal Respirologi Indonesia, 42(4), 245–250. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Lung Cancer Screening. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Lung Cancer: Diagnosis and Tests. Ditinjau oleh tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Spirometry. Diakses pada 2025.Testing.com. (n.d.). Nicotine and Cotinine Tests. Artikel telah ditinjau secara medis oleh tim editor kesehatan. Diakses pada 2025.
Pemeriksaan Kista Payudara di Surabaya
Meskipun tak ganas, kista payudara bukanlah kondisi medis yang bisa begitu saja kita remehkan. Kita perlu melakukan pemeriksaan kista payudara bersama tenaga medis ahli, guna mencegah kondisi yang tidak diinginkan. Lantas tahukah Anda dimana tempat pemeriksaan kista payudara yang profesional dan akurat di Surabaya?Kista merupakan kantung berisi cairan yang tidak bersifat kanker (jinak) di payudara. Biasanya kista muncul saat cairan mengisi saluran susu yang kosong.Beberapa kista terlalu kecil untuk dapat Anda rasakan, namun ada juga yang tumbuh lebih besar hingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.Banyak orang yang menyalahkenali kista dengan benjolan tumor atau kanker, padahal ketiganya sangatlah berbeda. Agar Anda juga tidak salah mengenali kista payudara dengan kondisi lain, Anda perlu melakukan pemeriksaan kista payudara bersama tenaga medis ahli.Tapi apa sih pentingnya melakukan pemeriksaan rutin ini? Langsung simak penjelasannya di bawah ini, Sobat!Mengapa Deteksi Dini Kista Payudara Penting?Kista payudara memang tidak meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara. Namun, melansir dari Mayo Clinic, kista dapat mempersulit kita untuk menemukan benjolan yang baru atau perubahan lain pada payudara. Padahal benjolan ini bisa menandakan kondisi medis lain, di luar kista, yang bisa jadi lebih gawat dan memerlukan penanganan sesegera mungkin. Karena hal inilah pemeriksaan payudara bersama tenaga medis sangat diperlukan, untuk dapat membantu Anda mengenali karakteristik benjolan yang ada pada payudara Anda.Dengan kata lain, pemeriksaan payudara ini dapat membantu mendeteksi keberadaan kista atau benjolan lain sedini mungkin. Deteksi dini dapat menjadi kunci untuk memastikan Anda mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.Anda dapat melakukan pemeriksaan mandiri dan mammogram rutin dapat membantu mendeteksi kelainan pada payudara Anda, sehingga memungkinkan tindakan medis tepat waktu jika diperlukan.Tujuan Pemeriksaan Kista PayudaraSelain sebagai proses deteksi dini, pemeriksaan kista payudara juga memiliki berbagai tujuan lain, seperti:1. Menentukan jenis benjolanSeperti yang telah disinggung sebelumnya, benjolan yang muncul di payudara bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Tak hanya kista, melainkan karena infeksi, fibroadenoma, tumor, bahkan kanker.Sementara Anda dapat mendeteksi keberadaan benjolan tersebut, Anda masih membutuhkan tenaga medis ahli untuk menganalisis dengan pasti penyebab kemunculan benjolan tersebut. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, dan berbagai prosedur medis yang diperlukan untuk membantu memperkuat analisisnya. 2. Mengevaluasi gejala Pemeriksaan rutin juga dapat membantu Anda untuk mengevaluasi gejala yang menyertai kemunculan benjolan kista payudara bersama dokter. Sehingga dokter dapat memberikan edukasi mengenai penanganan dan meresepkan obat jika diperlukan.Menentukan tindakan medis Melalui pemeriksaan kista bersama tenaga medis profesional, Anda juga bisa mengakses prosedur dan tindakan medis yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut.3. Memonitor perkembangan kista Selain itu, pemeriksaan secara teratur juga dapat membantu memonitor perkembangan kista. Apalagi kista dapat bertambah besar atau tambah banyak, terkena infeksi, atau pecah, yang dapat menyebabkan komplikasi baru (meski tidak selalu parah).Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan?Secara umum kista payudara bersifat jinak dan harusnya tidak menimbulkan komplikasi yang serius. Namun, Anda sangat direkomendasikan untuk menemui dokter sesegera mungkin setelah menemukan benjolan kista tersebutDokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengonfirmasi apakah benjolan tersebut benar-benar kista, atau merupakan benjolan lain yang perlu mendapatkan penanganan khusus.Setelahnya, Anda bisa terus memantau perkembangan kista dengan teliti setiap hari. Jika muncul gejala baru yang tidak biasa dan menyebabkan Anda merasa khawatir atau tidak nyaman, segera konsultasikan kondisi tersebut bersama dengan dokter kembali.Prosedur Pemeriksaan Kista PayudaraPemeriksaan kista payudara biasanya melibatkan prosedur medis yang sistematis, termasuk pemeriksaan fisik, tes pencitraan, biopsi, hingga menggunakan tes ultrasound (USG). Agar lebih jelas, Anda dapat menyimak penjelasannya berikut ini:1. Pemeriksaan Fisik oleh DokterSebelum pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan melakukan wawancara untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan Anda secara rinci. Kemudian dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menyimak konsistensi benjolan dan menandai lokasi kemunculan kista.2. USG Payudara (Ultrasonografi)Agar diagnosis dokter menjadi kian akurat, Anda dapat diarahkan untuk melakukan tes USG. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan apakah benjolan tersebut berisi cairan atau padat.Area yang berisi cairan biasanya merujuk pada kista payudara. Namun massa yang tampak padat kemungkinan merupakan benjolan non-kanker atau kanker.Prosedur pemeriksaan kista payudara menggunakan USG dapat melewati langkah berikut:Gel khusus dioleskan ke payudara.Dokter atau tenaga medis dapat membantu mengaplikasikan gel khusus di permukaan payudara.Probe USG digerakkan untuk menangkap gambaran jaringan payudara.Selanjutnya probe USG akan digerakkan di permukaan payudara untuk menangkap dengan jelas gambaran jaringan di dalamnya.Gambar yang muncul dianalisis untuk memastikan jenis benjolan.Dokter akan menganalisis karakteristik benjolan dari gambar yang ditampilkan pada monitor USG.3. MamografiSelain USG, tes pencitraan lain yang mungkin direkomendasikan oleh dokter adalah mamografi. Tes ini memungkinkan dokter untuk menyimak keberadaan kista besar dan kumpulan kista besar. Namun untuk kista yang lebih kecil tidak dapat dilihat dengan baik oleh mammogram.4. Aspirasi Cairan dengan Jarum Halus (Fine Needle Aspiration – FNA)Aspirasi jarum halus (FNA) merupakan prosedur invasif minimal yang melibatkan penggunaan jarum tipis untuk mengambil sampel sel, jaringan, atau cairan dari benjolan tak biasa. Prosedur pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosa kista payudara.Selama prosedur FNA, dokter akan memasukkan jarum tipis ke dalam benjolan payudara dan mencoba menyedot cairan. Metode ini kerap kali dilakukan menggunakan USG untuk memandu menempatkan jarum yang akurat. Jika cairan keluar dan benjolan payudara hilang, dokter dapat segera mendiagnosis kista payudara.5. Biopsi PayudaraSementara itu, prosedur biopsi payudara merupakan metode pemeriksaan yang melibatkan pengambilan sampel jaringan payudara untuk diperiksa. Sampel jaringan ini akan dianalisis di laboratorium, yang seringnya digunakan untuk mendeteksi benjolan tak biasa di payudara atau adanya gejala-gejala kanker.Hasil Tes Pemeriksaan Kista PayudaraLewat prosedur pemeriksaan bersama tenaga medis ahli di atas, akan diperoleh berbagai hasil pemeriksaan kista payudara yang menyatakan beberapa hal berikut:1. Kista jinakHasil pemeriksaan kista payudara dapat menyatakan kista bersifat jinak jika berisi cairan, yang jika dihilangkan dapat membuat ukuran benjolan jadi kecil atau bahkan menghilang.Kista jinak juga umumnya memiliki ukuran yang cenderung kecil, tekstur yang halus dan dapat berpindah jika disentuh, serta jarang menimbulkan rasa nyeri (di luar siklus menstruasi).2. Kista kompleksSelanjutnya, pemeriksaan juga bisa menunjukkan apakah kista termasuk dalam kategori yang kompleks. Di mana isi kista dapat berupa bahan padat atau darah, bukan hanya cairan. Kista ini juga dapat tumbuh dan menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara.3. Kista dengan indikasi tumor/kankerHasil pemeriksaan juga dapat menunjukkan jika benjolan kista dapat disertai dengan indikasi tumor atau kanker, misalnya lewat kemunculan gejala-gejala tak biasa, isi benjolan yang berbeda dari kista jinak maupun kompleks. Dalam hal ini, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan untuk mengonfirmasi analisis dan diagnosanya.Estimasi Biaya Pemeriksaan Kista Payudara di SurabayaBiaya pemeriksaan kista payudara dapat berbeda dari satu fasilitas Kesehatan dengan yang lainnya. Selain itu, total biaya yang dikeluarkan pun dapat disesuaikan dengan layanan atau prosedur pemeriksaan yang Anda lakukan.Misalnya, untuk pemeriksaan menggunakan prosedur USG atau mamografi, Anda bisa mengeluarkan biaya dari Rp 300 ribu hingga Rp 1.5 jutaan.Rekomendasi Tempat Pemeriksaan Kista Payudara di SurabayaKabar baiknya, pemeriksaan kista di Surabaya dapat Anda lakukan di klinik Granostic dengan harga yang kompetitif. Tak hanya itu, Granostic juga menawarkan layanan pemeriksaan kista payudara yang lengkap, seperti:Konsultasi dengan dokter umum dan spesialisPemeriksaan fisik yang komprehensifPemeriksaan laboratoriumPemeriksaan pencitraanSelain itu, Granostic pun menghadirkan layanan kesehatan yang sangat mudah untuk Anda akses. Hanya dengan mendaftar lewat ponsel pintar Anda, tepatnya dengan klik Registrasi Online dan mengisi panduan pendaftaran yang ada, Anda dapat menjadwalkan konsultasi bersama tenaga medis ahli kami dengan mudah.Yuk, Sobat, rutin periksakan kesehatan payudara untuk cegah kista dan kanker bersama klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Breast cysts. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Breast Cysts. Cleveland Clinic. Diakses 2025Breast cysts. Healthdirect Australia. Diakses 2025Complex Ovarian Cysts: What You Should Know. Healthline. Medically reviewed by Michael Weber, M.D. Diakses 2025Common Benign Lumps. The Johns Hopkins University. Diakses 2025
Home Service
Loading
Toast Message