Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Mitos dan Fakta Seputar Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Mitos dan Fakta Seputar Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Setiap orang tua pas pasti menginginkan buah hatinya untuk tumbuh dengan optimal dan sehat. Karenanya, tak sedikit juga orang tua yang memberikan multivitamin harian untuk anak. Namun apakah anak benar-benar membutuhkan tambahan vitamin harian, atau hanya mitos belaka?

Sobat, mencukupi kebutuhan nutrisi harian si Kecil memang sangat penting untuk mendukung pertumbuhannya. Misalnya, vitamin B kompleks yang dapat mendukung pembentukan dan fungsi otak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.

Namun, perlu Anda ingat bahwa memberikan vitamin tambahan pada si Kecil juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Apalagi ada banyak mitos seputar vitamin untuk daya tahan tubuh anak, yang kebenaran faktualnya masih perlu dipertanyakan kembali.

Nah, agar Anda tidak salah paham juga, berikut ini adalah lima mitos dan fakta seputar vitamin untuk daya tahan anak yang perlu Anda ketahui. Apa saja?

1. Mitos: Semua Anak Wajib Minum Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh

Banyak orang tua menganggap bahwa anak-anak membutuhkan vitamin tambahan, dalam bentuk suplemen atau sirup, untuk meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh si Kecil.
Anggapan ini kurang tepat, Sobat. Karena meskipun vitamin memberikan banyak manfaat untuk anak-anak, mereka pada dasarnya tidak memerlukan asupan vitamin tambahan dalam bentuk suplemen atau sirup.

Fakta:

Faktanya, kebutuhan nutrisi pada anak-anak dapat dipenuhi dari makanan yang mereka konsumsi. Misalnya dari air susu ibu dan menu MPASI yang disiapkan oleh orangtua.
Vitamin tambahan umumnya hanya dibutuhkan jika anak-anak termasuk dalam kategori berikut ini:

Anak-anak yang mengalami kondisi kesehatan tertentu atau kelainan genetik, yang menyebabkan terjadinya defisiensi vitamin. Sehingga diperlukan asupan tambahan segera untuk mencegah adanya masalah kesehatan pada tubuh anak.

Dalam hal ini, vitamin tambahan tidak diberikan untuk membantu meningkatkan nafsu makan anak. Melainkan, digunakan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang tidak dapat diperoleh dari menu makan mereka setiap harinya.

Jika si Kecil mengalami masalah berkaitan metabolisme tubuh, biasanya dokter akan meresepkan vitamin tertentu. Ini karena, tubuh si Kecil tidak bisa secara maksimal untuk mengolah makanan dan mengubahnya menjadi energi.

2. Mitos: Semakin Banyak Vitamin yang Dikonsumsi, Semakin Kuat Daya Tahan Tubuh

Banyak orang tua mengamini, bahwa semakin banyak vitamin tambahan (dalam bentuk suplemen) yang dikonsumsi, maka akan semakin baik untuk daya tahan tubuh si kecil. Emang iya?

Fakta:

Justru sebaliknya, Sobat Granostic. Vitamin memang sangat penting untuk mendukung kebutuhan anak. Namun, Anda juga tidak diperkenankan memberikan suplemen tambahan secara sembarangan, yang akhirnya akan membuat si Kecil overdosis vitamin.
Kelebihan vitamin ini dapat memicu banyak masalah kesehatan seperti muntah-muntah, diare, kelelahan, kram perut, iritasi kulit, hingga memicu kerusakan organ tubuh.

3. Mitos: Vitamin C Adalah Satu-Satunya Vitamin yang Penting untuk Daya Tahan Tubuh

Saking banyaknya produk-produk vitamin C yang dijual di pasaran, banyak dari kita yang menganggap bahwa nutrisi ini adalah satu-satunya vitamin yang penting untuk daya tahan tubuh Anak. Apakah Anda juga begitu?

Fakta:

Padahal untuk mendukung kekuatan dan keseimbangan sistem kekebalan tubuh Anak, dibutuhkan berbagai macam asupan vitamin dan nutrisi lainnya, seperti:

Vitamin D

Kerap disebut sebagai "vitamin sinar matahari", vitamin D memiliki peran penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh anak. Bahkan dapat menurunkan risiko infeksi pernapasan pada si Kecil, loh.
Melansir dari WebMD.com, anak-anak membutuhkan vitamin D sebanyak 400 IU sehari. Sementara bayi yang menyusui bisa diberikan suplemen vitamin D tetes sampai mereka disapih dan mendapatkan setidaknya 32 ons susu formula, yang diperkaya dengan vitamin D.

Vitamin A

Vitamin A juga sangat penting dalam mendukung Kesehatan anak, baik saat mereka masih bayi hingga masuk usia pra-sekolah. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), vitamin A dapat membantu mendukung Kesehatan sistem imun, meningkatkan kemampuan penglihatan nak, hingga menjaga kulit mereka tetap sehat.

Vitamin E

Vitamin E juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh anak. Nutrisi ini juga bisa membantu menjaga pembuluh darah bersih dan mengalir dengan lancar. Anak-anak membutuhkan asupan vitamin E ini sesuai dengan umur mereka, seperti:

Zat besi dan zinc

Zinc sangat penting untuk membangun dan mengaktifkan sel imun anak, serta mendukung penyembuhan luka. Sementara, zat besi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, utamanya di area usus anak. Sehingga dapat memperkuat tubuh Ketika melawan infeksi dan penyakit.

4. Mitos: Vitamin Bisa Menggantikan Pola Makan Sehat

Pernah dengar, kalau minum suplemen multivitamin bisa menggantikan pola makan sehat? Artinya, orangtua bebas memberi anaknya makan apapun, asal sudah minum vitamin. Apa benar?

Fakta

Jawabannya, tentu tidak. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa kebanyakan vitamin yang diperoleh dari makanan, jauh lebih baik daripada yang Anda konsumsi lewat suplemen. Bahkan jika suplemen tersebut disintesis dengan komposisi Kimia yang sama persis dengan vitamin alami. Vitamin suplemen ini tampaknya tidak dapat berfungsi sebaik yang diperoleh lewat makanan.
Namun, ada pengecualian untuk asam folat. Bentuk sintesis asam folat dapat diserap lebih baik oleh tubuh, daripada dari sumber makanan. Karenanya, asam folat sering diresepkan pada ibu hamil yang membutuhkan asupan lebih besar.

5. Mitos: Vitamin Bisa Mencegah Anak dari Semua Penyakit

Anggapan lain yang kerap beredar di masyarakat adalah vitamin dapat membantu mencegah anak dari berbagai penyakit. Nah, anggapan ini bisa dikatakan benar, karena vitamin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak, sehingga tubuh si Kecil mampu melawan infeksi dan penyakit dengan baik.

Fakta:

Meskipun benar vitamin dapat memberikan pengaruh tersendiri untuk melindungi anak dari penyakit. Akan tetapi, menggantungkan perlindungan kesehatan anak pada vitamin saja tidak cukup.
Anda juga bisa menerapkan beberapa langkah berikut agar anak tidak mudah terserang penyakit.

Kebersihan menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga Anda. Apalagi saat anak-anak masih menyusui dan berusia pra-sekolah, pastikan untuk selalu mencuci tangan Anda secara teratur sebelum menyentuh atau menyuapi si Kecil.
Usahakan juga lingkungan si Kecil tumbuh, bermain, dan tidur dalam keadaan bersih. Sehingga tidak ada sarang kuman, bakteri, atau serangga yang jadi penyebab anak sakit.

Selain menjaga kebersihan tangan dan lingkungan, pastikan anak juga mendapatkan vaksinasi lengkap yang membantunya terhindar dari infeksi virus dan penyakit kronis.

Tidur juga merupakan aspek penting dalam pertumbuhan anak. Ini karena tidur yang cukup dapat membantu meningkatkan Kesehatan mental, emosional, dan fisik anak. Sementara kurang tidur bisa menyebabkan banyak masalah Kesehatan, termasuk obesitas, loh.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pola makan yang sehat sangat penting bagi anak. Bahkan, kehadirannya tidak bisa tergantikan dari berbagai multivitamin yang dijual di pasaran.
Anda dapat menyajikan makanan dengan menu sehat dan bergizi seimbang untuk anak. Seperti sayuran dan buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian sebagai sumber vitamin, mineral, juga serat. Kemudian cukupi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak sehat untuk memenuhi kebutuhan tubuh si Kecil.

Agar anak tetap bugar dan memiliki tulang yang kuat, Anda perlu memastikan si Kecil aktif secara fisik atau berolahraga secara teratur. Misalnya Anda dapat mengajaknya untuk bersepeda bersama setiap sore, berjalan bersama dengan santai, dan lain sebagainya.
Jadikan aktivitas fisik ini sebagai momen Anda dan si Kecil untuk bersantai, sehingga mereka akan lebih menikmati suasana tersebut serta membentuk bonding yang lebih dekat dengan Anda sebagai orangtuanya.

Vitamin yang Penting untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Berikut ini adalah beberapa jenis vitamin yang penting untuk daya tahan tubuh anak, serta bagaimana cara Anda memerolehnya. Simak, yuk!

Vitamin C

Jenis vitamin ini sangat terkenal karena kemampuannya dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Nutrisi ini berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga membantu dalam produksi kolagen, yang penting untuk kesehatan kulit, gusi, dan jaringan tubuh lainnya.
Menurut National Health Institute (NIH) kebutuhan harian vitamin C untuk anak-anak bervariasi tergantung pada usia. Anak usia 1-3 tahun memerlukan sekitar 15 mg per hari, sedangkan anak usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 25 mg per hari. Kelebihan vitamin C umumnya tidak berbahaya karena akan dikeluarkan melalui urine, tetapi tetap perlu diperhatikan agar tidak dikonsumsi berlebihan.
Beberapa sumber vitamin C yang aman dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak antara lain jeruk, stroberi, kiwi, mangga, dan sayuran seperti paprika merah serta brokoli. Anda bisa menyajikan buah-buahan ini dalam bentuk jus alami atau potongan kecil sebagai camilan sehat.

Vitamin D

Vitamin D sangat penting untuk pertumbuhan tulang yang kuat karena membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh serta mengurangi risiko infeksi pada anak.
Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak membutuhkan sekitar 400 IU (10 mcg) vitamin D per hari. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan tulang, seperti rakitis, yang membuat tulang menjadi lemah dan rentan terhadap patah tulang.
Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari, yang merangsang tubuh untuk memproduksi vitamin ini secara alami. Namun, untuk anak-anak yang kurang terpapar sinar matahari, sumber makanan seperti ikan salmon, kuning telur, susu yang diperkaya vitamin D, serta sereal juga bisa menjadi pilihan yang baik.

Vitamin A

Vitamin A memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan sel dan jaringan tubuh. Selain itu, vitamin ini juga membantu menjaga kesehatan kulit dan mencegah infeksi.
Menurut World Health Organization (WHO), anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 300 mcg vitamin A per hari, sedangkan anak usia 4-8 tahun memerlukan sekitar 400 mcg per hari. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, termasuk rabun senja, serta meningkatkan risiko infeksi.
Sumber vitamin A yang baik dan aman untuk anak-anak meliputi wortel, bayam, ubi jalar, hati ayam, serta produk susu seperti keju dan mentega. Mengolah sayuran ini menjadi sup atau jus dapat menjadi cara yang menyenangkan bagi anak untuk mengonsumsinya.

Vitamin E

Vitamin E adalah antioksidan yang berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal, serta mendukung kesehatan kulit dan rambut anak.
Berdasarkan rekomendasi CDC, kebutuhan harian vitamin E untuk anak usia 1-3 tahun adalah sekitar 6 mg, sementara anak usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 7 mg per hari. Meskipun kekurangan vitamin E jarang terjadi, memastikan asupan yang cukup tetap penting untuk menjaga kesehatan si kecil.
Sumber alami vitamin E yang baik untuk anak-anak termasuk kacang almond, biji bunga matahari, bayam, brokoli, dan minyak sayur seperti minyak zaitun. Anda bisa mencampurkan kacang almond yang sudah dihaluskan ke dalam smoothie atau menyajikan sayuran hijau sebagai bagian dari menu makan sehari-hari.

Zinc

Zinc atau seng adalah mineral yang berperan penting dalam mendukung sistem imun, membantu penyembuhan luka, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel.
Selain itu, zinc juga berkontribusi dalam fungsi kognitif anak, termasuk daya ingat dan konsentrasi. Kekurangan zinc dapat menyebabkan anak lebih rentan terhadap infeksi dan memperlambat pertumbuhan mereka.
Sumber zinc yang baik untuk anak-anak termasuk daging ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, serta produk susu. Untuk anak yang vegetarian, konsumsi kacang merah, buncis, dan biji labu bisa menjadi alternatif sumber zinc yang baik.

Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak Secara Alami

Berikut ini adalah beberapa tips untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak secara alami yang bisa Anda terapkan dengan mudah. Apa saja?

Berikan Makanan Bergizi

Memberikan makanan yang bergizi dan menerapkan pola makan teratur dapat membantu meningkatkan sistem imun anak secara alami. Karena gizi dalam makanan tersebut dapat diolah oleh tubuh anak, sehingga menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya, memaksimalkan fungsi tubuh, dan memperkuat sistem imun.

Ajak Anak Aktif Bergerak

Kebiasaan baik lainnya yang dapat membantu memperkuat sistem imun anak adalah dengan mengajaknya aktif bergerak. Paparan sinar matahari di pagi hari akan membantu merangsang produksi vitamin D, sementara anak yang aktif secara fisik juga memaksimalkan sistem metabolisme tubuh.
Kedua hal tersebut berperan penting dalam mendukung sistem imun anak, yang membuatnya lebih kuat dan optimal dalam melawan infeksi penyakit.

Pastikan Anak Tidur Cukup

Tidur juga merupakan bagian penting dalam pertumbuhan anak, karena itu pastikan si Kecil mendapatkan tidur yang cukup dan istirahat berkualitas setiap malam.

Jaga Kebersihan dan Higienitas

Anda juga bisa menerapkan dan mencontohkan bagaimana cara menjaga kebersihan diri serta lingkungan pada si Kecil. Sebab, lingkungan yang bersih dan higienis dapat meminimalisir pertumbuhan kuman, virus, bakteri, atau serangga yang jadi penyebab si Kecil sakit.

Berikan Cukup Cairan

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu minum air putih secara teratur untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuhnya. Menurut IDAI, kebutuhan cairan tubuh anak-anak ini dapat dibedakan ke dalam beberapa kelompok usia berikut:

Kurangi Konsumsi Gula Berlebihan

Anak-anak sangat suka dengan rasa manis, tapi bukan jadi alasan buat Anda memberikannya untuk si Kecil. Menurut CDC, gula menjadi makanan yang perlu dihindari oleh anak-anak dan bayi, utamanya dalam menjaga Kesehatan gigi mereka.

Jangan Asal Beri Suplemen

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, meskipun vitamin sangat penting untuk tumbuh kembang anak, Anda tidak boleh sembarangan memberi si Kecil suplemen vitamin.
Selalu periksakan secara teratur kondisi anak pada dokter, serta konsultasikan keperluan penggunaan suplemen untuk tambahan nutrisi si Kecil. Bila dokter merasa pemberian suplemen perlu, berdasarkan kondisi anak, maka dokter dapat meresepkan jenis suplemen dan dosis yang dibutuhkan.

Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin, Anda dapat melakukannya di klinik Granostic. Kami memiliki dokter yang berpengalaman, sehingga dapat memberikan pemeriksaan menyeluruh, termasuk memeriksa status gizi si Kecil.
Bersama dokter Granostic, Anda dapat merancang jadwal diet yang baik untuk anak, memaksimalkan pemberian nutrisi dan mendeteksi dini adanya masalah kesehatan pada anak Anda.

Yuk, rutin cek kesehatan anak dengan ahlinya hanya di Granostic!



Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. Boosting your child's immune system. Harvard Health Publishing®. By Claire McCarthy, MD, Senior Faculty Editor, Harvard Health Publishing. Diakses 2025
  2. Top 5 Ways to Support Your Child’s Immune System with Nutrition. Centered Nutrition Collective. Diakses 2025
  3. 6 Vitamins and Minerals Your Kids Need. WebMD. Medically Reviewed by David T. Derrer, MD. Diakses 2025
  4. Vitamins for children. NHS UK. Diakses 2025
  5. Vitamin and mineral supplements - what to know. The Victorian Government. Diakses 2025
  6. Do kids need vitamin or herbal supplements? Are they safe?. Mayo Clinic. Diakses 2025
  7. Perlukah suplementasi vitamin dan mineral pada bayi dan anak?. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses 2025







Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message