Kenapa Saat Puasa Kepala Pusing dan Mual?

Sobat Granostic, pernahkah Anda merasa kepala pusing dan mual saat puasa? Kira-kira tahukah Anda mengapa gejala ini Anda alami?
Pusing dan mual saat puasa merupakan gejala yang sangat umum dialami oleh masyarakat, utamanya saat di bulan puasa. Penyebabnya pun sangat beragam, sehingga tidak boleh sembarangan mengatasinya.
Nah, dalam artikel ini Granostic akan merangkumkan apa saja penyebab kepala pusing dan mual saat puasa, serta bagaimana cara mengatasi dan pencegahannya.
Simak, yuk!
Penyebab Kepala Pusing dan Mual Saat Puasa
Ada banyak hal yang jadi penyebab kepala pusing dan mual saat puasa, mulai dari kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, hingga masalah kesehatan tertentu. Agar tak salah dalam menanganinya, Anda bisa mempelajari alasan lengkapnya berikut ini:
1. Dehidrasi
Salah satu penyebab utama Anda merasa pusing saat puasa adalah dehidrasi. Hal ini terjadi Ketika tubuh tidak memiliki cadangan air yang cukup selama menahan haus untuk berpuasa.
Selain pusing dan mual, dehidrasi juga bisa memicu berbagai gejala lain seperti lemas, frekuensi buang air kecil menurun, warna urin tampak keruh, sulit berkonsentrasi, dan banyak lainnya.
2. Kadar Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)
Hipoglikemia, atau kadar gula darah rendah, merupakan kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal atau kurang dari 70 mg/dL. Kondisi ini sangat rentan terjadi ketika kita sedang berpuasa. Sebab, selama berpuasa akan terjadi perubahan jadwal makan dan pola konsumsi, yang membuat asupan nutrisi dan kalori tidak seimbang.
Sepanjang berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan yang bisa jadi sumber energi untuk seharian beraktivitas. Jika kebutuhan nutrisi ini tidak Anda cukupi selama sahur, maka tubuh akan menggunakan glukosa cadangan dalam darah untuk diubah menjadi energi. Akhirnya, kadar gula darah menjadi berkurang dan menimbulkan kadar gula darah rendah.
3. Tekanan Darah Rendah
Rasa lemas dan pusing saat puasa juga dapat terjadi karena tekanan darah rendah atau hipotensi, di mana tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Kondisi ini terjadi karena tubuh kurang asupan cairan dan garam, serta adanya ketikdakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Selain pusing dan mual, tekanan darah rendah juga diiringi dengan gejala penglihatan kabur, keringat dingin, hingga tidak kuat berdiri lama.
4. Asam Lambung Naik
Mual saat puasa juga dapat terjadi karena asam lambung naik, yang sangat umum dan wajar terjadi ketika Anda berpuasa. Kondisi ini terjadi karena selama puasa perut dalam kondisi kosong berjam-jam, yang membuat lambung menghasilkan lebih banyak asam lambung.
Selain pusing dan mual, asam lambung juga bisa menimbulkan beberapa gejala lain seperti rasa terbakar di ulu hati, perut kembung, radang tenggorokan, mulut berbau tidak sedap, hingga bersendawa terus menerus.
5. Kelelahan
Melansir dari Healthline.com, berbagai studi menunjukkan bahwa berpuasa dapat membuat seseorang merasa lelah dan memiliki energi yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan kepala terasa pusing dan tubuh terasa lemah.
Kelelahan saat puasa sangat normal terjadi, apalagi di hari-hari awal Anda memulainya. Tubuh Anda harus menyesuaikan diri dengan pola makan baru dan waktu tidur yang sering terjeda untuk sahur. Akibatnya kepala akan lebih mudah terasa pusing dan sakit di siang hari.
6. Kurang Tidur
Satu perubahan yang cukup mencolok dari puasa adalah perubahan waktu tidur, yang harus juga menyesuaikan kebiasaan makan. Setelah buka, Anda pasti merasa kenyang dan idealnya tidur 3 hingga 4 jam setelah makan. Kemudian, Anda harus bangun lebih pagi untuk sahur tepat waktu.
Kebiasaan ini bisa mengganggu waktu tidur Anda, yang kemudian membuat tubuh lebih cepat lelah dan memicu rasa sakit kepala.
Gejala yang Sering Dirasakan
Selama berpuasa, sedikit banyak terjadi perubahan dalam pola aktivitas, kebiasaan makan, dan waktu istirahat Anda. Hal ini tentu saja akan memengaruhi kondisi tubuh Anda, yang dapat memicu beberapa gejala umum berikut ini:
1. Pusing atau Kepala Terasa Ringan
Sakit kepala dan pusing merupakan jenis efek samping dan gejala yang paling sering terjadi Ketika Anda menjalankan puasa, tak hanya di bulan Ramadhan tapi juga intermittent fasting. Kondisi ini umumnya terjadi selama beberapa hari pertama periode puasa, karena tubuh Anda masih perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan pola makan yang baru.
Melansir dari Healthline.com, sebuah studi yang dilakukan di tahun 2021, menunjukkan bahwa puasa (intermittent) dapat menimbulkan rasa sakit kepala ringan. Selain itu, kurangnya kadar gula darah dan dehidrasi juga dapat memicu kepala terasa ringan, atau pusing.
2. Mual atau Muntah
Gejala lain yang sangat umum terjadi selama berpuasa adalah mual atau muntah. Kondisi ini terjadi karena terjadi perubahan pola makan, yang kemudian dapat menyebabkan masalah pada pencernaan.
3. Lemas dan Tidak Bertenaga
Saat puasa seseorang juga sangat rentan merasa lemas dan tidak bertenaga. Kondisi ini terjadi karena tubuh tubuh kekurangan asupan makanan di siang hari, yang kemudian akan berdampak pada rendahnya gula darah. Hal ini kemudian dapat memicu lemas dan lelah saat berpuasa.
4. Pandangan Kabur
Rendahnya cadangan energi dan dehidrasi selama berpuasa dapat menyebabkan seseorang mengalami pandangan kabur. Selain itu, gejala ini juga bisa terjadi ketika Anda mengalami tekanan darah rendah, yang sangat rentan terjadi selama puasa.
5. Jantung Berdebar Lebih Cepat
Jantung berdebar juga jadi gejala yang sangat umum terjadi ketika Anda berpuasa. Gejala ini dapat timbul akibat kekurangan sel darah merah, hipoglikemia, ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, dan banyak lainnya.
6. Perasaan Ingin Pingsan
Selama puasa, kita sangat rentan mengalami dehidrasi dan penurunan kadar gula darah. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi melayang atau ingin pingsan, yang dalam kondisi ekstrem dapat membuat kita hilang kesadaran.
Cara Mengatasi Kepala Pusing dan Mual Saat Puasa
Setelah menyimak apa saja kemungkinan penyebab kepala pusing dan mual saat puasa, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatasinya berikut ini:
1. Perhatikan Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka
Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi kepala pusing dan mual saat puasa adalah dengan memerhatikan pola makan saat sahur maupun berbuka. Pastikan untuk memilih menu yang sehat dan mengandung gizi seimbang serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Selain itu, Anda juga bisa mengurangi beberapa kebiasaan buruk berikut:
- makan berlebihan saat berbuka dan tergesa-gesa
- hindari makan berminyak pada saat sahur maupun buka
- kurangi asupan gula di saat sahur dan buka
- kurangi minum kafein
- jangan lewatkan waktu sahur
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga sangat penting untuk membuat Anda tetap berenergi selama berpuasa. Anda bisa tetap minum 2 liter air per hari dengan aturan, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat makan malam, dan 2 gelas putih saat Anda sahur.
3. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Karena saat puasa sangat rentan bagi asam lambung naik, Anda juga perlu menghindari berbagai makanan pemicunya. Misalnya hindari minum kopi, makanan yang terlalu pedas maupun asam, juga hindari gorengan.
4. Istirahat yang Cukup
Selanjutnya, pastikan Anda tidur dengan cukup di malam hari agar bisa bangun dengan keadaan lebih bugar. Selain itu, Anda juga bisa menyisihkan waktu 30 menit hingga 1 jam untuk beristirahat di siang hari, di sela-sela aktivitas harian Anda.
5. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Berpuasa tidak menjadi alasan Anda berhenti berolahraga, ya. Justru ketika Anda melakukan aktivitas ringan, hal ini bisa membantu tubuh jadi lebih berenergi dan tidak gampang jatuh sakit saat puasa.
Anda bisa memilih olahraga santai seperti yoga, jalan santai setelah berbuka puasa, pilates, tai chi, ataupun bersepeda ringan. Waktu yang tepat untuk melakukan olahraga ringan ini bisa sebelum Anda sahur atau setelah berbuka puasa, ya.
6. Konsultasikan ke Dokter
Saat pusing dan mual yang Anda alami terjadi berhari-hari, hingga mengganggu aktivitas harian, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh, sehingga dapat mengidentifikasi penyebab utama gejala tersebut timbul dan merekomendasikan perawatan yang tepat pada Anda.
Pencegahan Agar Puasa Tetap Lancar
Berikut ini beberapa tips pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk memastikan puasa tetap berjalan lancar seharian:
1. Makan Sahur Mendekati Imsak
Makan sahur mendekati waktu imsak sangat disarankan karena membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama saat menjalani puasa. Ketika sahur dilakukan terlalu awal, tubuh mulai mencerna makanan lebih cepat, yang bisa menyebabkan rasa lapar datang lebih awal di siang hari. Dengan makan sahur mendekati imsak, tubuh mendapatkan asupan nutrisi lebih dekat dengan waktu berpuasa, sehingga energi tetap stabil hingga berbuka.
Selain itu, makan sahur yang mendekati imsak juga memungkinkan tubuh menyerap lebih banyak cairan dan elektrolit, sehingga mengurangi risiko dehidrasi selama puasa. Memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat juga bisa membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan tetap bertenaga sepanjang hari.
2. Kurangi Konsumsi Kafein
Kafein bersifat diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Hal ini tentu tidak ideal saat berpuasa karena dapat menyebabkan dehidrasi. Konsumsi kafein berlebihan juga bisa menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, dan menurunkan kadar energi saat siang hari.
Untuk memastikan tubuh tetap bugar saat berpuasa, sebaiknya batasi konsumsi kafein maksimal satu cangkir kopi atau teh sebelum sahur. Alternatifnya, bisa mengganti minuman berkafein dengan air putih, jus buah alami, atau susu untuk menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa.
3. Hindari Kebiasaan Merokok
Merokok saat berbuka atau sebelum sahur bisa berdampak buruk pada tubuh, terutama pada sistem pernapasan dan pencernaan. Kandungan nikotin dalam rokok dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti maag dan perut kembung.
Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok selama puasa juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan. Tidak hanya membantu tubuh dalam proses detoksifikasi, tetapi juga mengurangi risiko berbagai penyakit kronis seperti hipertensi dan penyakit jantung.
4. Konsumsi Vitamin dan Suplemen
Mengonsumsi vitamin dan suplemen saat sahur atau berbuka dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama puasa. Vitamin yang baik untuk dikonsumsi saat puasa antara lain vitamin C untuk meningkatkan imunitas, vitamin B kompleks untuk energi, dan vitamin D untuk kesehatan tulang.
Selain dari suplemen, vitamin-vitamin ini bisa diperoleh dari sumber alami. Buah-buahan seperti jeruk dan mangga kaya akan vitamin C, sementara vitamin B kompleks bisa ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian. Sementara itu, paparan sinar matahari pagi juga membantu tubuh dalam memproduksi vitamin D secara alami.
5. Rutin Memeriksa Kesehatan
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin saat berpuasa sangat penting, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau hipertensi. Dengan memantau kesehatan, Anda bisa mengetahui apakah tubuh Anda mampu menjalani puasa tanpa menimbulkan dampak negatif.
Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa juga bisa membantu dalam menentukan pola makan dan asupan nutrisi yang sesuai. Ini sangat penting agar tubuh tetap fit dan dapat menjalani puasa dengan optimal.
Baca juga yuk, Tips Agar Puasa Tidak Lemas dan Ngantuk
Manfaat Kesehatan dari Puasa
Meski sekilas tampak berat dijalani, ternyata puasa juga bisa memberikan dampak yang baik untuk kesehatan tubuh, Anda, lohI.
Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari puasa yang bisa menjadi motivasi tambahan untuk menjalankannya dengan baik.
1. Detoksifikasi Tubuh
Saat berpuasa, tubuh secara alami membuang racun melalui proses metabolisme. Dengan tidak adanya asupan makanan selama beberapa jam, organ seperti hati dan ginjal bekerja lebih efektif dalam membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya.
Selain itu, tubuh juga mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, yang dapat membantu menghilangkan racun yang tersimpan dalam jaringan lemak. Proses ini menjadikan puasa sebagai metode alami untuk detoksifikasi tubuh.
2. Meningkatkan Fungsi Otak
Puasa dapat meningkatkan fungsi otak dengan mendorong produksi hormon yang berperan dalam pertumbuhan sel-sel otak. Salah satu hormon tersebut adalah brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan dalam meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar.
Selain itu, puasa juga dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh, yang sering kali berkontribusi terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
3. Menurunkan Berat Badan
Buat Anda yang ingin diet, puasa juga bisa memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Khususnya dengan mengurangi asupan kalori dan meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh. Sebab, ketika tubuh tidak mendapatkan makanan dalam jangka waktu tertentu, tubuh akan beralih ke cadangan lemak sebagai sumber energi.
Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan kadar hormon yang membantu dalam proses pembakaran lemak, seperti norepinefrin. Hal ini menjadikan puasa sebagai metode alami untuk mengontrol berat badan.
4. Mengontrol Kadar Gula Darah
Puasa dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Saat tubuh berpuasa, kadar insulin menurun, sehingga memungkinkan sel-sel tubuh lebih efektif dalam menyerap glukosa dari darah.
Bagi penderita diabetes tipe 2, puasa yang dilakukan dengan pengawasan medis dapat menjadi strategi yang efektif untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.
5. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Puasa dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah. Saat berpuasa, tubuh mengurangi produksi kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
Selain itu, puasa juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung. Dengan demikian, puasa tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan spiritual, tetapi juga mendukung kesehatan fisik secara menyeluruh.
Granostic Mitra Kesehatan Anda
Sobat Granostic, telah dikatakan sebelumnya bahwa kontrol kesehatan selama berpuasa adalah hal yang sangat penting, untuk memastikan Anda dapat menjalankan ibada dengan aman. Apalagi bagi seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti pengidap diabetes, penyakit jantung, dan sejenisnya.
Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ini bersama klinik Granostic, loh. Anda juga bisa mengakses berbagai layanan kesehatan berkualitas seperti:
Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin di bulan puasa, klinik Granostic menghadirkan layanan medical check up yang bisa diakses hampir setiap hari oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya.
Pemeriksaan kesehatan rutin ini dapat masyarakat lakukan setiap hari Senin hingga Sabtu, bersama dokter umum berpengalaman klinik Granostic. Pendaftaran layanan pemeriksaan dapat dilakukan secara online, yang akan sangat memudahkan pasien dengan membuat prosedur administrasi jadi lebih efisien.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis
Selain memeriksakan kondisi tubuh Anda dengan dokter umum, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis di klinik Granostic. Berikut ini nama dan jadwal praktek dokter spesialis di klinik Granostic:
- dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD, FINASIM - Spesialis Penyakit Dalam
Senin dan Kamis (pagi), pukul 08.00 s.d 09.30
Sabtu, pukul 11.00-12.00
Senin, Rabu, Jumat (sore) - dr. Nadya LUthfah, SpJP - Spesialis Jantung & Pembuluh Darah
Rabu dan Jumat, pukul 16.00-17.00 - dr. H. Garinda Alma Duta, Sp.P (K), FAPSR, FISR - Spesialis Paru
Selasa, Rabu, Kamis, pukul 16.00-17.00
Promo Kesehatan Bulan Puasa
Satu lagi alasan kenapa Granostic bisa jadi mitra kesehatan keluarga terbaik adalah hadirnya promo kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan Anda. Misalnya, promo kesehatan khusus untuk bulan puasa.
Lewat promo ini, masyarakat dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan lengkap mulai dari cek darah, urine lengkap, cek kadar gula darah, cek kolesterol, hingga fungsi organ tubuh.
Anda juga bisa melakukan konsultasi dokter dan mendapatkan layanan homeservice gratis, khusus bagi masyarakat Surabaya.
Menarik, bukan? Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap tentang promo kesehatan bulan puasa ini dengan menghubungi layanan customer care kami di +62822-3090-0900, ya!
Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan diri dan keluarga Anda dengan rajin medical check up di klinik Granostic!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- What are the side effects of intermittent fasting?. ZOE Limited. Reviewed by Michelle Jospe, PhD. Diakses 2025
- 9 Potential Intermittent Fasting Side Effects. Healthline. Medically reviewed by Adam Bernstein, MD, ScD. Diakses 2025
- Fasting: How Does It Affect Your Heart and Blood Pressure?. Cleveland Clinic. Diakses 2025
- Cegah Dehidrasi Saat Puasa dengan 8 Gelas Perhari. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 2025
- Fasting at Ramadan while keeping health in mind. American Heart Association. By Michael Merschel, American Heart Association News. Diakses 2025
- Is Ramadan fasting related to health outcomes? A review on the related evidence. National Library of Medicine. Diakses 2025

