Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kenali Yuk, Apa Itu HMPV?

Kenali Yuk, Apa Itu HMPV?

Memiliki gejala yang sama dengan flu, HMPV justru disebabkan oleh virus yang berbeda dan bahkan bisa menimbulkan gejala yang lebih serius dibandingkan flu biasa. Virus ini bahkan sangat berisiko tinggi menyerang anak di bawah usia lima tahun dan bayi baru lahir, lansia, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.

Agar tak salah dalam memberikan penanganan pertama, Sobat Granostic bisa simak penjelasan lengkap soal apa itu HMPV melalui rangkuman berikut ini, ya!

Pengertian Human Metapneumovirus (HMPV)

Human metapneumovirus (HMPV) merupakan jenis virus yang sangat umum menyerang saluran pernapasan. Virus ini termasuk dalam famili virus yang disebut pneumovirus, atau kelompok yang sama dengan respiratory syncytial virus (RSV).

Infeksi HMPV dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa. Virus ini juga umumnya memicu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), namun tidak jarang juga menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) seperti pneumonia, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Umumnya, HMPV menyerang anak-anak ketika mereka berusia kurang dari 5 tahun. HMPV juga dapat kembali menjangkit penyitasnya, namun dengan gejala yang lebih ringan setelah infeksi pertama.

Penyebab Human Metapneumovirus

Melansir dari Cleveland Clinic, virus–kuman kecil yang menggunakan sel tubuh untuk membuat banyak duplikat dirinya sendiri– adalah penyebab Utama dari HMPV. Virus ini merupakan bagian dari kelompok virus yang sama dengan penyebab RSV, campak, dan gondongan.

Cara Penularan Human Metapneumovirus

Ada banyak scenario penularan HMPV yang harus Anda perhatikan, seperti dalam penjelasan berikut ini:

1. Droplet Pernapasan

Salah satu cara paling umum penularan HMPV, dan infeksi saluran pernapasan lain, adalah lewat droplet pernapasan. Batuk-batuk atau bersin-bersin, misalnya, dapat menyebabkan droplet saliva keluar ke udara. Droplet ini bisa tak sengaja terhirup oleh orang lain, yang akhirnya membawa HMPV masuk ke saluran pernapasan mereka.

2. Kontak Langsung

Selain lewat droplet pernapasan, penularan HMPV juga bisa terjadi melalui kontak langsung. Melansir Center for Disease Control and Prevention (CDC) contohnya, saat Anda berjabat tangan dan bicara sangat dekat dengan penderita HMPV.

3. Kontak dengan Benda Terkontaminasi

Memegang benda yang terkontaminasi oleh virus HMPV juga dapat menjadi salah satu cara penyebaran virus. Karena saat virus menempel di tangan, Anda bisa saja tidak sengaja menyentuh wajah, mulut, atau bahkan makan dan minum tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Kapan HMPV Masuk ke Indonesia?

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI), virus HMPV telah ditemukan dan menyebar ke Indonesia sejak tahun 2001. Serta digolongkan sebagai virus yang tidak berbahaya, namun tetap harus diwaspadai karena menyerang kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Diagnosa Human Metapneumovirus

Sebagai langkah untuk mendiagnosa HMPV, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan medis berikut ini:

Anamnesis

Anamnesis merupakan sebuah metode pemeriksaan melalui wawancara untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien. Mulai dari gejala-gejala yang dialami dalam waktu dekat, riwayat kesehatan dan alergi di masa lalu, adakah penyakit bawaan yang diderita pasien, gaya hidup, hingga lingkungan tempat tinggal.
Lewat anamnesis ini dokter dapat memiliki gambaran mengenai penyebab dan kondisi pasien yang terinfeksi HMPV.

Pemeriksaan Fisik

Setelah proses anamnesis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menyimak tanda-tanda vital. Pemeriksaan tanda vital ini meliputi mengukur suhu tubuh pasien, berat badan pasien, kelancaran napas, tekanan darah, denyut jantung, dan sebagainya.

Tes Laboratorium

Selain pemeriksaan fisik, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan tes laboratorium agar mendapatkan diagnosa HMPV yang lebih akurat. Berikut ini rangkaian tes laboratorium untuk mendeteksi HMPV:

PCR (Polymerase Chain Reaction)

Tes PCR merupakan salah satu pengujian lab yang dapat diandalkan untuk mendiagnosi HMPV. Tes ini menggunakan sampel dari hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi materi genetic virus.

Rapid Test

Diagnosa HMPV juga bisa dilakukan dengan melakukan rapid test, yang dapat memberikan hasil cepat dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Rapid test bisa menggunakan sampel dari cairan tubuh Anda, seperti darah, urin, saliva, atau sekresi nasal. Sampel ini kemudian akan dicampurkan dengan substansi special, yang dapat menghasilkan reaksi kimia tertentu bila mendeteksi sebuah penyakit atau kondisi medis tertentu dalam sampel tersebut.

Tes Serologi

Tes serologis merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi antibodi dalam darah, yang dapat menunjukkan keberadaan virus (dalam hal ini HMPV).

Pencitraan

Selain melakukan tes laboratorium, dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan tes pencitraan bila tampak ada gejala yang cukup serius, atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tes pencitraan ini terdiri dari rontgen dada atau CT-scan, yang memungkinkan dokter untuk memeroleh visualisasi organ pernapasan Anda secara mendetail. Sehingga dokter dapat menyimak adanya kelainan, gangguan, atau tanda-tanda infeksi lain dalam paru-paru atau sistem pernapasan Anda.

Cara Mengatasi Human Metapneumovirus

Cara mengatasi HMPV ini sangat bergantung dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan pasien. Namun, secara umum, Anda dapat menggunakan beberapa langkah berikut untuk mengatasi human metapneumovirus:

1. Istirahat Cukup

Cara mengatasi human metapneumovirus yang pertama adalah istirahat yang cukup. Hal ini sangat diperlukan agar tubuh mendapatkan cukup banyak energi, selama sistem imun melawan infeksi.

2. Minum Banyak Cairan

Saat terinfeksi HMPV, pasien dapat mengalami gejala demam dan menggigil. Kondisi ini dapat membuat tubuh menjadi lebih lemas, serta rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, pastikan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama Anda sakit.
Anda juga dapat meminum minuman hangat dan dicampur rempah-rempah tertentu, sehingga mampu memberikan sensasi menenangkan di tubuh dan melegakan pernapasan.

3. Obat Penurun Demam

Saat demam tinggi, Anda bisa mengonsumsi obat Pereda demam. Jika pasien adalah anak-anak, khususnya di bawah usia 5 tahun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memberikan obat antinyeri atau penurun demam pada si Kecil.

4. Nebulizer atau Inhaler

Jika pasien mengalami kesulitan bernapas, Anda dapat menggunakan nebulizer atau inhaler yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan. Inhaler dapat membantu memperlancar pernapasan pasien, yang sebelumnya kesulitan akibat batuk-batuk parah ataupun mengi.
Sementara itu, nebulizer dapat membantu mengubah obat cair menjadi uap, sehingga dapat dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Obat ini juga kerap digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan lain seperti batuk pilek, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

5. Terapi Oksigen

Jika pasien mengalami kesulitan bernapas serius, Anda dapat segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan terapi oksigen. Dengan begitu, pasien dapat bernapas lebih lega dan mencegah saturasi oksigen pada tubuh pasien turun drastis.

Pencegahan Human Metapneumovirus

Meskipun mudah ditularkan, bukan berarti HMPV tidak bisa dicegah sama sekali. Anda dapat menerapkan beberapa cara pencegahan human metapneumovirus berikut ini agar diri dan keluarga Anda terhindar dari HMPV.

1. Cuci Tangan dengan Sabun

Langkah paling sederhana untuk mencegah penularan HMPV adalah mempraktikkan cuci tangan dengan sabun, khususnya setiap kali Anda akan makan dan minum. Karena sebagian besar penularan virus atau bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan, terjadi dari kontak tangan Anda dengan benda yang terkontaminasi.
Tangan yang tidak dicuci ini secara tidak sengaja akan digunakan untuk mengusap wajah, mengucek mata, makan, dan minum. Sehingga virus pun akan terbawa masuk ke dalam tubuh, lalu menimbulkan infeksi. Baca selengkapnya mengenai, Lebih Baik Mana? Handsanitizer vs Cuci Tangan.

2. Gunakan Masker

Anda juga bisa menghindari penularan HMPV dengan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, atau ketika berbicara dengan penderita HMPV. Masker dapat melindungi Anda dari droplet di udara, agar tidak terhirup ke dalam saluran pernapasan.

3. Hindari Kontak dengan Orang Sakit

Langkah selanjutnya untuk mencegah penularan HMPV adalah menghindari kontak dengan pengidapnya. Apalagi kalau Anda merasa bahwa kondisi tubuh Anda sedang fit, yang akan membuat penularan virus jadi lebih mudah.

4. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa HMPV cenderung menyerang kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah. Karena itu, sebagai langkah pencegahan Anda dapat menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan sistem imun.
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk berolahraga secara teratur, makan dengan menu seimbang dan teratur, istirahat yang cukup, dan manajemen stres.

5. Membersihkan Permukaan Benda

Selanjutnya, Anda juga perlu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Anda. Misalnya dengan rutin membersihkan permukaan benda-benda yang kerap Anda sentuh, misalnya pegangan tangga, gadget, komputer, hingga meja kerja Anda.
Anda dapat menggunakan desinfektan atau larutan sabun untuk membersihkan permukaan benda-benda tersebut secara teratur.

6. Vaksinasi

Agar memeroleh perlindungan lebih kuat dari infeksi virus, Anda bisa melakukan vaksinasi. Namun, hingga kini masih belum ada vaksinasi HMPV.
Akan tetapi, Anda tetap dapat melindungi diri dan keluarga dari infeksi virus influenza dengan vaksinasi influenza. Sementara untuk anak-anak, pastikan bahwa si Kecil mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan anjuran Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Periksa Kesehatan Anda di Granostic Laboratory

Nah, dalam pembahasan di atas, disebutkan bahwa gejala HMPV ini sangat mirip dengan flu. Sehingga meskipun kadang menunjukkan tingkat keparahan yang berbeda, bagi orang awam hal ini bisa cukup membingungkan.
Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan kesehatan keluarga dan diri sendiri secara teratur ke klinik kesehatan terpercaya, seperti Granostic. Agar dapat mengontrol kesehatan dengan baik dan mendeteksi dini adanya infeksi HMPV.
Adapun beberapa rangkaian pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini HMPV di Granostic laboratory misalnya:

1. Melakukan Tes PCR Untuk Mendeteksi HMPV.

Bersama Granostic Laboratory, Anda dapat melakukan tes PCR untuk mendeteksi keberadaan HMPV atau kemungkinan adanya infeksi saluran pernapasan lainnya. Prosedur tes PCR ini akan didampingi dan diawasi oleh tenaga medis ahli Granostic, sehingga berjalan aman dan efisien.

2. Mendiagnosa dan Menangani Berbagai Infeksi Pernapasan.

Selanjutnya, hasil pemeriksaan lewat tes PCR tersebut akan dianalisa oleh dokter spesialis. Bila tes PCR menunjukkan hasil positif, dokter akan menyampaikan diagnosa dan memberikan rangkaian pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.
Tak hanya HMPV, pemeriksaan kesehatan di Granostic Laboratory juga dapat dilakukan untuk mendeteksi dan mendiagnosis berbagai infeksi pernapasan. Peralatan penunjang pemeriksaan kami juga modern dan dijalankan oleh tenaga profesional, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat.

3. Memberikan Saran Medis Untuk Pengobatan dan Pencegahan.

Selain itu, dokter juga akan memberikan edukasi rinci pada pasien mengenai bagaimana perawatan dan pengobatan yang perlu diambil. Pemberian resep pun akan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan infeksi, sehingga menghasilkan manfaat yang optimal.

Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa itu HMPV yang perlu Anda tahu. Bila Anda mengalami gejala-gejala seperti flu namun tak kunjung sembuh dan cenderung lebih parah, segera kunjungi dokter klinik Granostic untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan perawatan yang tepat.

Jangan lupa untuk selalu menjaga diri dan keluarga Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di klinik Granostic, ya!

Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo



Sumber Referensi:

  1. About Human Metapneumovirus. CDC. Diakses 2025
  2. Human Metapneumovirus (HMPV). WebMD. Medically Reviewed by Jabeen Begum, MD on December 17, 2024Written by Shishira Sreenivas. Diakses 2025
  3. Human Metapneumovirus (HMPV). Cleveland Clinic. Diakses 2025
  4. Human metapneumovirus (hMPV) infection. WHO. Diakses 2025






Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message