Yuk Kenali! Apa Itu Rhinitis Akut pada Anak?

Dari sekian penyakit yang dapat menimpa anak, rinitis akut merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Namun, tak banyak orang tua yang memahami apa itu rinitis akut pada anak, serta perbedaannya dengan rhinitis alergi.
Melansir dari artikel kesehatan Stanford Medicine, rhinitis terjadi ketika timbul reaksi yang menyebabkan hidung tersumbat, pilek, bersin, dan gatal. Banyak jenis rhinitis yang terjadi akibat peradangan dan menimbulkan gejala pada mata, telinga, hingga tenggorokan.
Karena jenis rhinitis ini juga beragam, bergantung dengan penyebabnya, maka perawatan yang dibutuhkan juga berbeda, Sobat.
Nah, agar Anda tak salah dalam memberikan perawatan rhinitis akut pada anak, Granostic akan merangkumkan apa saja yang perlu Anda ketahui mengenai kondisi medis ini. Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya!
Apa Itu Rhinitis Akut pada Anak?
Pertama, Anda perlu tahu bahwa rhinitis merupakan peradangan atau iritasi pada lapisan lendir hidung, yang dapat menyebabkan gejala seperti flu. Misalnya, pilek, hidung tersumbat dan meler, hingga bersin-bersin.
Ada dua jenis rhinitis yang perlu Anda ketahui, yang sering terjadi pada anak-anak, yakni:
1. Rhinitis Akut
Menurut jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, rhinitis akut merupakan radang akut mukosa yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Nah, ketika infeksi mulai menyerang rongga hidung, tubuh akan bereaksi. Awalnya, pembuluh darah menyempit dulu, lalu melebar, menyebabkan pembengkakan dan produksi lendir yang makin banyak.
Lendir ini awalnya bening, lalu bisa berubah jadi kental dan kekuningan jika sudah bercampur nanah dan bakteri. Kalau sudah begini, biasanya tubuh juga menunjukkan gejala umum seperti demam atau lemas. Tapi tenang, saat infeksi mulai mereda, sel-sel di hidung akan memperbaiki diri dan mukosa hidung bisa kembali normal.
Selain karena kekuatan kuman penyebab penyakit, faktor seseorang lebih mudah terserang rhinitis akut juga karena perubahan cuaca yang tiba-tiba, penurunan daya tahan tubuh, dan kondisi medis lain.
2. Rhinitis Alergi
Sementara itu rhinitis alergi, dikenal juga dengan rhinitis musiman, disebabkan oleh reaksi tubuh yang berlebihan atas zat asing di udara, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Gejala rhinitis terjadi ketika tubuh bereaksi secara berlebihan dan melepaskan zat seperti histamin.
Rinitis ini bisa muncul di musim tertentu (musiman) atau muncul terus sepanjang tahun. Biasanya, kondisi ini juga punya kaitan dengan faktor keturunan jadi kalau ada anggota keluarga yang punya riwayat alergi, eksim, atau asma, peluang anak mengalaminya juga bisa lebih besar.
Gejala Rhinitis Akut dan Alergi pada Anak
Secara umum gejala rhinitis akut maupun alergi pada anak saling tumpang tindih, artinya sangat mirip. Agar lebih jelas, berikut gejala rhinitis akut dan alergi pada anak:
1. Hidung berair bening
Hidung yang berair bening merupakan salah satu gejala sangat umum dari rhinitis akut maupun alergi. Munculnya cairan ini terjadi akibat peradangan pada lapisan lendir hidung, baik oleh infeksi maupun iritasi atau reaksi tubuh akibat alergen.
Saat terjadi peradangan, pembuluh darah pada hidung anak juga akan melebar, yang mengakibatkan cairan (lendir) bening terbentuk dan menetes keluar dari hidung.
2. Bersin-bersin, terutama di pagi hari
Selain hidung yang berair, anak-anak dengan rhinitis akut maupun alergi juga dapat mengalami bersin-bersin. Gejala ini seringnya muncul di pagi hari, yang kerap ditemukan pada penderita rhinitis alergi.
3. Hidung tersumbat
Selain hidung yang berair atau meler, anak yang mengalami rhinitis alergi atau akut juga dapat mengeluhkan hidung tersumbat. Gejala ini terjadi karena peradangan pada lapisan hidung, dapat menimbulkan pembengkakan dan memicu produksi lendir berlebihan.
4. Gatal pada hidung, mata, atau tenggorokan
Gejala rhinitis tak hanya terasa pada hidung, namun juga dapat menimbulkan gatal pada mata dan tenggorokan.
5. Mata berair
Selain rasa gatal, rhinitis alergi dan akut juga dapat menyebabkan mata anak berair sebagai dampak dari peradangan yang ada di dalam rongga hidung.
6. Batuk ringan (karena lendir turun ke tenggorokan)
Peradangan yang terjadi pada tenggorokan dan lendir yang turun dari hidung ke tenggorokan, juga dapat menimbulkan batuk ringan pada anak-anak saat mereka mengalami rhinitis.
7. Suara sengau
Rhinitis juga dapat menyebabkan suara anak menjadi sengau atau bindeng akibat penyumbatan hidung, yang terjadi karena penumpukan lendir maupun pembengkakan di hidung.
Penyebab Rhinitis pada Anak
Sobat Granostic, rhinitis pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang sangat berpengaruh pada proses perawatan dan penyembuhan anak. Pada rhinitis akut, penyebab paling umum adalah infeksi virus.
Sementara pada rinitis alergi, disebabkan oleh paparan zat asing yang ada di udara. Beberapa alergen yang dapat memicu rhinitis pada anak misalnya akan dijelaskan dalam ulasan berikut.
Alergen yang sering memicu rhinitis pada anak:
1. Debu rumah dan tungau debu
Debu rumah dan tungau debu dapat menjadi contoh alergen yang sering memicu rhinitis pada anak. Keduanya dapat memicu alergi pada anak jika tak sengaja terhirup.
2. Bulu hewan peliharaan
Bulu hewan juga termasuk dalam jenis alergen yang sering menyebabkan rhinitis alergi pada anak.
3. Serbuk sari tanaman
Serbuk sari tanaman juga menjadi salah satu penyebab anak-anak mengalami rhinitis alergi. Serbuk tanaman yang terbang di udara dapat terhirup ke dalam hidung, yang menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan dan mengeluarkan histamin.
4. Jamur di lingkungan lembap
Selain debu dan tungau, jamur yang menempel pada langit-langit kamar maupun tembok juga dapat menyebabkan munculnya gejala alergi rhinitis pada anak.
5. Asap rokok atau polusi udara
Asap rokok dan polusi udara dapat mengiritasi hidung, yang memicu munculnya gejala-gejala alergi seperti pilek atau flu, hidung tersumbat, hingga bersin-bersin.
6. Makanan tertentu (jika ada reaksi sistemik)
Sobat Granostic, beberapa jenis makanan juga dapat menjadi penyebab timbulnya gejala rhinitis alergi, atau memperparah gejala yang sudah ada. Kondisi ini juga sangat mungkin terjadi, kalau anak mengalami reaksi alergi sistemik, di mana reaksi tersebut dapat terjadi di seluruh tubuh dan bukannya pada satu organ atau area saja.
Faktor Lingkungan yang Memengaruhi Rhinitis Anak
Selain beberapa penyebab di atas, risiko anak mengalami rhinitis alergi maupun akut juga semakin besar akibat faktor lingkungan berikut ini.
1. Kualitas Udara
Kualitas udara di lingkungan tempat tinggal anak juga sangat berpengaruh dengan kesehatan saluran pernapasan mereka. Juga sangat berkaitan dengan timbulnya rhinitis pada anak.
Sebab, udara yang kotor dengan banyaknya debu, asap kendaraan maupun rokok, hingga mengganggu pernapasan, bisa memicu terjadi rhinitis pada anak. Zat-zat iritan ini dapat mengiritasi hidung, menimbulkan reaksi berlebihan oleh tubuh, hingga dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak, yang membuat mereka lebih mudah terserang penyakit.
2. Kebersihan Rumah
Kualitas udara yang buruk juga sangat berkaitan dengan kebersihan rumah, karena anak-anak menghabiskan banyak waktu mereka untuk beraktivitas di dalam rumah. Sirkulasi udara yang buruk, kebersihan rumah yang tidak baik, juga ruangan yang lembap, bisa meningkatkan risiko anak terkena rhinitis.
3. Kontak dengan Hewan Peliharaan
Selain kebersihan rumah, kontak dengan hewan peliharaan juga dapat menimbulkan gejala alergi. Karena bulu hewan sangat mudah rontok dan berterbangan di udara.
Tak hanya itu, jika hewan peliharaan tidak dirawat dengan baik, bulu mereka juga bisa lebih kotor akibat debu atau kotoran lain. Hal ini juga bisa meningkatkan kemungkinan anak mengalami rhinitis.
4. Paparan Asap Rokok
Asap rokok selalu menjadi momok dalam kesehatan saluran dan organ pernapasan. Tak hanya bagi mereka yang melakukannya, orang yang tidak merokok sekalipun dapat menjadi korban dari asap rokok orang di sekitarnya.
Asap rokok bagi anak-anak dapat mengiritasi saluran pernapasan mereka, yang dapat menimbulkan gejala-gejala rhinitis. Selain itu, terpapar asap rokok sekunder dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi bagi kesehatan anak, loh.
Apakah Rhinitis Bisa Sembuh?
Sobat Granostic, sayangnya rhinitis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terutama rhinitis alergi. Karena itu pengobatan rhinitis yang diberikan umumnya difokuskan untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul, serta dengan menghindari penyebab utamanya.
Tips Awal Mengatasi Rhinitis Anak di Rumah
Meski tak bisa disembuhkan sepenuhnya, bukan berarti Anda menyerah ketika anak mengalami gejala rhinitis. Justru ada beberapa tips awal mengatasi rhinitis anak di rumah yang bisa Anda simak berikut ini:
1. Menjaga Kebersihan Ruangan
Saat anak menunjukkan gejala seperti bersin-bersin, hidung yang meler, serta batuk-batuk ringan, sebagai orangtua Anda harus lebih waspada. Periksa apakah ruangan, terutama kamar tidur anak, dalam kondisi yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Pastikan Anda membersihkan ruangan secara teratur, baik dari debu, tungau, hingga memastikan udara di kamar anak terasa nyaman dan tidak terlalu kering atau lembap.
2. Gunakan Air Purifier
Untuk membuat udara dalam ruangan menjadi lebih enak, Anda bisa menggunakan air purifier. Alat ini dapat membantu Anda membersihkan Udara dalam ruangan, yakni lewat menyaring berbagai polutan seperti bulu hewan, serbuk sari, hingga debu dan tungau.
3. Cuci Hidung dengan Saline
Saat anak mengalami penyumbatan hidung yang cukup parah, sehingga tidur atau istirahat mereka tidak nyenyak, Anda dapat mencuci hidung si Kecil dengan saline. Larutan ini dapat membantu mengencerkan lendir dalam hidung sehingga mudah untuk dikeluarkan.
Namun, sebelum menggunakan saline, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab penggunaan saline yang berlebihan justru dapat membahayakan bagi si Kecil, Sobat.
4. Mandikan Hewan Peliharaan Secara Teratur
Jika Anda si Kecil memiliki hewan peliharaan kesayangan, sebagai orangtua Anda mungkin tidak tega untuk memisahkan mereka. Karena itu, sebagai upaya pencegahan dan mengatasi gejala rhinitis yang dialami oleh anak, pastikan untuk memandikan hewan peliharaan Anda secara teratur.
5. Jauhkan Anak dari Asap Rokok
Langkah ini nggak hanya dapat membantu anak terbebas dari gejala rhinitis, tapi juga dapat menjaga kesehatan mereka di masa mendatang. Bagi ayah atau ibu perokok, pastikan untuk selalu merokok jauh dari rumah, mandi dan ganti baju terlebih dahulu sebelum benar-benar menggendong si Kecil.
Pengobatan Awal Rhinitis Alergi pada Anak
Beberapa jenis pengobatan awal yang diberikan untuk mengatasi rhinitis alergi pada anak meliputi:
1. Obat Antihistamin
Sobat Granostic, saat tubuh bereaksi terhadap alergi, histamin jadi biang kerok yang bikin gejala seperti bersin, gatal, dan hidung meler muncul. Nah, antihistamin hadir sebagai "penetralisir" dengan cara memblokir efek histamin tersebut.
Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari tablet, cairan, semprotan hidung, tetes mata, hingga inhaler. Beberapa nama yang cukup familiar di apotek antara lain loratadine, cetirizine, fexofenadine, dan levocetirizine. Meski ampuh, antihistamin juga bisa bikin ngantuk, terutama jenis yang lama.
2. Obat Semprot Hidung (Nasal Spray)
Selain obat antihistamin, pengobatan rhinitis alergi pada anak juga dapat menggunakan spray nasal dan inhaler, yang dapat mengurangi peradangan serta meredakan gejala alergi tersebut. Melansir dari Cleveland Clinic, beberapa jenis semprotan hidung yang umum digunakan adalah Flonase®, Nasacort®, dan Rhinocort®.
3. Imunoterapi Alergi (Jika Diperlukan)
Nah, Sobat, imunoterapi diberikan untuk melatih sistem imun anak agar tidak bereaksi secara berlebihan terhadap alergen. Lewat suntikan alergi yang diberikan secara bertahap dengan dosis kecil alergen, tubuh anak diajak untuk terbiasa dan nggak reaktif lagi.
Semakin lama, sistem imun akan belajar mengenali alergen itu sebagai sesuatu yang nggak perlu dilawan. Hasilnya? Gejala alergi bisa jauh berkurang, bahkan hilang!
Selain suntikan, ada juga imunoterapi dalam bentuk tablet yang ditaruh di bawah lidah, alias imunoterapi oral. Biasanya ini direkomendasikan untuk alergi tertentu seperti serbuk sari pohon, rumput, atau tungau debu. Tapi ingat ya, terapi ini nggak cocok untuk semua orang, apalagi untuk anak-anak. Jadi konsultasi dulu ke dokter Granostic biar dapat solusi yang paling pas untuk kondisi si Kecil.
Pentingnya Screening Deteksi Dini Alergi di Granostic
Masyarakat awam mungkin memahami reaksi alergi sebagai gatal-gatal dan kemerahan pada kulit saja. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena hay fever atau rhinitis alergi justru dapat menimbulkan gejala serupa flu.
Karena itu, banyak juga yang salah mengenali rhinitis alergi sebagai batuk pilek biasa. Alhasil, perawatan dan pengobatan yang diberikan pada anak tidak efektif.
Hal inilah yang membuat screening alergi anak menjadi begitu penting. Utamanya sebagai pencegahan dan perlindungan anak terhadap berbagai kemungkinan serangan alergi di masa mendatang.
Nah, Granostic juga menawarkan rangkaian screening alergi pada anak yang aman dan akurat. Misalnya lewat beberapa prosedur berikut ini:
1. Protia Allergy Q96M
Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi alergen tertentu dalam serum atau plasma darah anak. Dinamakan sebagai "Q96 M", pemeriksaan ini dapat mendeteksi reaksi alergi hingga 96 jenis alergen, termasuk yang disebabkan oleh serbuk sari, debu, tungau, bulu hewan, bahkan makanan, dan banyak lainnya.
2. Tes Immunoglobulin E (IgE) Total
Pemeriksaan IgE menggunakan sampel darah dalam prosedurnya, yang akan dicampurkan dengan beberapa alergen untuk mengukur reaksi atau level immunoglobulin E.
Kedua tes ini sangat direkomendasikan untuk anak yang:
Sering pilek dan bersin berkepanjangan
Anak-anak memang rentan mengalami batuk pilek, bahkan dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun, pada umumnya batuk pilek biasa hanya akan berlangsung hingga 10 hari. Karena itu, jika anak-anak sering pilek dan bersin-bersin berkepanjangan, baiknya lakukan tes atau skrining alergi ini untuk mendeteksi penyebab utamanya.
Memiliki riwayat keluarga dengan alergi
Pemeriksaan alergi ini juga sangat penting dilakukan pada anak yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi, karena kondisi medis ini juga bersifat menurun.
Mengalami batuk atau asma berulang
Anak-anak yang mengalami batuk atau asma berulang juga perlu melakukan tes alergi, sehingga orangtua dapat mengetahui penyebab pasti terjadinya batuk dan asma tersebut.
Rewel saat perubahan cuaca atau berada di ruangan berdebu
Anak-anak biasanya tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka dengan baik, sehingga perilaku mereka menjadi rewel dan tidak tenang. Begitu pula saat mereka sakit atau merasa tidak nyaman.
Jika anak Anda tampak rewel di waktu-waktu tertentu saja, seperti saat ada perubahan cuaca ekstrem atau di ruangan berdebu, segera periksakan si Kecil ke dokter dan lakukan skrining alergi untuk memvalidasi kondisi si Kecil.
Konsultasi dan Pemeriksaan Alergi di Granostic Surabaya
Setelah menyimak penjelasan mengenai rhinitis alergi pada anak di atas, apakah Anda menemukan gejala-gejala yang selaras pada si Kecil?
Jika si Kecil sering bersin-bersin tiap pagi, gatal kulit tanpa sebab, atau anak sering flu padahal nggak tertular siapa-siapa? Bisa jadi itu alergi, lho! Yuk, jangan dibiarkan terus. Granostic Surabaya hadir dengan layanan lengkap untuk bantu kamu kenali penyebab alergi dan cara mengatasinya secara tepat.
Layanan Granostic meliputi:
1. Konsultasi dengan dokter
Tak hanya prosedur pemeriksaan di laboratorium, dengan melakukan pemeriksaan alergi bersama Granostic, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Dokter kami akan menggali riwayat alergi kamu secara detail dan memberi penjelasan dengan bahasa yang kamu pahami.
2. Tes alergi: Protia Allergy Q96M dan IgE Total
Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan alergi Protia Allergy Q96M, yang bisa deteksi sampai 90+ alergen sekaligus, mulai dari makanan, debu, bulu hewan, hingga serbuk sari. Plus, ada pemeriksaan IgE Total buat tahu seberapa aktif sistem imun kamu merespons alergen.
3. Pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukan
Kalau dibutuhkan, dokter juga bisa rekomendasikan tes penunjang lain seperti pemeriksaan darah, thorax, atau pemeriksaan fungsi paru. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui bagaimana status kesehatan saluran dan organ pernapasan si Kecil. Semua bisa dilakukan dalam satu tempat, praktis dan cepat!
4. Edukasi perawatan di rumah
Tim Granostic juga akan membekali Anda dengan panduan merawat alergi di rumah, termasuk cara mencegah kambuh dan kapan harus cek ulang.
Bagaimana, Sobat Granostic? Tertarik untuk menggunakan layanan pemeriksaan alergi pada anak bersama tim profesional kami? Segera hubungi tim customer care kami dengan klik tombol WhatsApp, lalu jadwalkan kunjunganmu segera!
Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo
Sumber Referensi:
- Johns Hopkins Medicine. Allergic Rhinitis in Children. Reviewed by Dr. Robert A. Wood, MD. Diakses pada 2025
- Stanford Children’s Health. Allergic Rhinitis in Children. By team Stanford Medical. Diakses pada 2025
- Medscape. Allergic Rhinitis in Children – Overview. Diakses pada 2025
- Kingston & Richmond NHS. Allergic Rhinitis – Children Patient Leaflet. Diakses pada 2025
- Cleveland Clinic. Allergic Rhinitis (Hay Fever). Reviewed by Dr. Ves Dimov, MD. Diakses pada 2025
- Cleveland Clinic. Allergy Testing. Diakses pada 2025
- Jurkiewicz, P., & Kowalski, M. (2011). Diagnosis and Management of Allergic Rhinitis in Asthmatic Children. Advances in Pediatrics. Diakses pada 2025

