Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Rekomendasi Makanan yang Baik Untuk Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang sering kali diabaikan, namun bisa berdampak serius pada kesehatan jangka panjang. Salah satu cara untuk mengendalikan hipertensi adalah melalui pola makan yang sehat dan teratur.Ya, meskipun penderita hipertensi telah menerima penanganan medis dari dokter, mereka juga perlu memperhatikan pola makan mereka. Hal ini dimaksudkan agar tekanan darahnya tetap stabil.Beberapa prinsip dasar dalam pola makan yang sehat untuk penderita hipertensi adalah mengonsumsi makanan rendah sodium (garam), tinggi potasium, kaya akan magnesium. Selain itu, penderita hipertensi juga perlu menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol.Ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Berikut ini daftar makanan yang dapat Anda konsumsi setiap hari untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan lebih mudah.Buah-buahan dan SayuranBuah-buahan dan sayuran memberikan manfaat besar bagi penderita hipertensi karena kandungan nutrisi yang beragam di dalamnya. Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Serat membantu menjaga berat badan, mengurangi respon insulin, dan mengendalikan kadar gula darah yang semuanya berperan penting dalam menurunkan tekanan darah.Sebagian besar buah-buahan dan sayuran alami rendah sodium (garam), yang membantu mengurangi retensi cairan dan menurunkan tekanan darah Anda.1. BayamBayam merupakan sumber nutrisi yang kaya akan potasium, magnesium, dan serat. Potassium membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan efek sodium dalam tubuh. Bayam mengandung nitrat alami yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan darah.2. KaleKale juga merupakan sumber potasium yang tinggi, serat, dan antioksidan. Antioksidan dalam kale, seperti vitamin C dan flavonoid, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.3. BrokoliBrokoli mengandung potassium, magnesium, dan serat yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain itu, brokoli mengandung senyawa sulfuraphane yang dapat membantu melancarkan aliran darah, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah.4. WortelWortel juga mengandung beta-karoten yang tinggi yang merupakan prekursor vitamin A. Vitamin A penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan mencegah peradangan pada pembuluh darah.5. TomatTomat mengandung potasium yang tinggi. Manfaatnya sama yaitu sebagai pengatur tekanan darah. Potasium mampu mengimbangi kandungan sodium dalam tubuh sehingga membantu menurunkan tekanan darah.Tomat mengandung lycopene yang merupakan jenis antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat. Lycopene telah terbukti memiliki efek positif pada kesehatan jantung dengan mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah.6. PisangJenis buah pertama yang baik untuk penderita hipertensi yaitu pisang. Pisang juga mengandung potasium. Pisang juga rendah sodium (garam) yang sangat baik untuk penderita hipertensi. Dengan mengonsumsi pisang penderita hipertensi dapat membantu mengurangi retensi cairan dan menurunkan tekanan darah.7. StroberiStroberi kaya akan kandungan antioksidan. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Kandungan potassium dalam stroberi juga berkontribusi dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.8. JerukSeperti yang kita tahu bahwa jeruk kaya akan kandungan vitamin C. vitamin C merupakan antioksidan yang mempu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Biji-bijian UtuhMakanan berikutnya yang baik untuk penderita hipertensi adalah biji-bijian utuh. Biji-bijian utuh mengandung serat yang tinggi. Serat tinggi ini mampu memperlancar aliran darah, mengontrol tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain buah dan sayur, biji-bijian utuh juga mengandung magnesium. Magnesium inilah yang berperan penting dalam mengatur tekanan darah. Biji-bijian utuh juga mengandung potasium, walaupun tidak sebanyak pada buah-buahan.1. OatmealOatmeal mengandung magnesium, potassium, dan antioksidan yang membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Oatmeal kaya akan serat larut, terutama beta-glukan, yang terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di dalam arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.2. Beras merahBeras merah mengandung serat yang tinggi, vitamin B kompleks, magnesium, dan antioksidan. Serat membantu mengontrol tekanan darah dengan cara mengurangi respon insulin dan menurunkan kadar kolesterol LDL.3. QuinoaQuinoa merupakan sumber protein nabati yang lengkap dan rendah glikemik. Hal ini berarti quinoa dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil yang penting untuk penderita hipertensi.4. BarleyBarley mengandung serat yang larut dalam air (beta-glukan) yang membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Hal ini berarti barley dapat mengurangi risiko aterosklerosis dan tekanan darah tinggi.5.Roti gandum utuhRoti gandum utuh mengandung serat yang tinggi, terutama serat larut dan tidak larut. Serat larut membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah, sedangkan serat tidak larut membantu mengontrol gula darah.6. AlmondAlmond merupakan sumber lemak sehat, terutama lemak tak jenuh tunggal dan poliunsaturasi. Lemak sehat ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.7. Kacang tanahKacang tanah mengandung lemak sehat, serat, magnesium, dan potasium. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan mengontrol gula darah, sedangkan magnesium dan potassium membantu mengatur tekanan darah. Kacang tanah juga mengandung arginin, suatu asam amino yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah.8. Kacang merahKacang merah kaya akan serat, protein nabati, magnesium, potasium, dan antioksidan. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, magnesium dan potasium membantu mengatur tekanan darah, dan antioksidan melindungi pembuluh darah dari kerusakan.9. kacang hitamKacang hitam mengandung zat besi yang membantu menjaga kesehatan sel darah merah dan aliran darah yang baik. Kacang hitam juga sebagai sumber serat, protein nabati, magnesium, potasium, dan antioksidan yang manfaatnya sama seperti pada kacang merah. Ikan Kaya Omega-3Omega-3 merupakan jenis asam lemak sehat yang terbukti efektif dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Dengan mengonsumsi ikan kaya omega-3, penderita hipertensi dapat membantu mengurangi risiko tersebut.Omega-3 juga dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan mengurangi kekakuan arteri sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih lancar dan menurunkan tekanan darah.1. SalmonSalmon merupakan sumber omega-3 yang sangat baik, terutama asam lemak omega-3 jenis EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Omega-3 ini memiliki efek antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Salmon juga mengandung tinggi protein berkualitas, vitamin D, dan selenium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan menjaga tekanan darah tetap stabil.2. TunaTuna juga merupakan sumber omega-3 yang baik, terutama DHA. Omega-3 dalam tuna membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Tuna juga mengandung tinggi vitamin B12, selenium, dan potasium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.3. SardenSarden mengandung omega-3, protein, dan vitamin D yang baik untuk kesehatan jantung. Omega-3 dalam sarden membantu menurunkan kadar trigliserida dan mengurangi peradangan pada pembuluh darah. Sarden juga mengandung tinggi kalsium, magnesium, dan vitamin B12 yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengatur tekanan darah.4. Makarel Makarel mengandung omega-3 yang tinggi, terutama DHA dan EPA, yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Makarel juga mengandung tinggi protein, vitamin D, dan selenium yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.Produk Susu Rendah LemakProduk susu rendah lemak mengandung nutrisi penting, seperti kalsium, potasium, dan protein tanpa kadar lemak jenuh yang tinggi. Kalsium membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah, sedangkan potasium membantu mengimbangi efek sodium dalam tubuh untuk mengatur tekanan darah.Protein dalam produk susu juga membantu dalam pembentukan jaringan tubuh dan menjaga keseimbangan nutrisi.Dalam menjaga kesehatan dan menghindari komplikasi kesehatan, sangat penting untuk mendapatkan saran medis yang tepat, terutama terkait pola makan. Jika Anda mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter di Granostic. Berkonsultasi dengan dokter di Klinik Granostic akan memberikan Anda rekomendasi makanan yang cocok untuk dikonsumsi agar tekanan darah tetap stabil dan mencegah timbulnya komplikasi lainnya.Yuk, hubungi tim kami sekarang dengan klik tombol di bawah ini!
Cara Pencegahan Hipertensi Pada Lansia
Hipertensi merupakan jenis penyakit yang kerap terjadi pada lansia. Masalah ini identik dengan proses penuaan, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah melebihi batas normal. Namun terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan untuk langkah pencegahan hipertensi pada lansia. Apa saja?Sebelum membahas bagaimana cara mencegahnya, Anda harus memahami dulu mengapa lansia rentan terserang hipertensi.Masalah Kesehatan ini terjadi karena saat seiring bertambahnya usia, sistem vaskular pun turut berubah, seperti yang ada dalam jantung dan pembuluh darah kita.Pertambahan usia ini juga meningkatkan penurunan jaringan elastis di arteri yang menyebabkan lebih kaku, khususnya pada para lansia. Tak hanya itu, faktor genetik, gaya hidup, konsumsi obat-obatan, serta kondisi Kesehatan tertentu juga bisa mengakibatkan kenaikan tekanan darah.Nah, untuk pencegahan hipertensi pada lansia, Anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini:1. Aktivitas Fisik TeraturCara pencegahan hipertensi pada lansia yang pertama adalah memastikan Anda melakukan aktivitas fisik yang teratur. Beraktivitas fisik secara teratur dapat menjaga tekanan darah lansia tetap terkontrol.Meskipun tidak melakukannya secara intens, olahraga dan aktivitas fisik yang ringan tetaplah berperan penting untuk menjaga Kesehatan tubuh secara umum.Anda dapat memilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang. Lakukan juga secara teratur dan dalam durasi yang cukup, misalnya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.2. Adopsi Gaya Hidup SehatSeperti yang disebutkan sebelumnya, gaya hidup yang buruk bisa menjadi salah satu faktor hipertensi pada lansia. Karena sebagai cara pencegahan hipertensi pada lansia, Anda dapat mengadopsi gaya hidup sehat dan menerapkannya dalam keseharian.Pada dasarnya menjalani gaya hidup sehat sangatlah penting untuk menjaga kesehatah tubuh kita secara umum. Tak hanya pencegahan hipertensi, tapi dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah, menstabilkan kolesterol, dan meningkatkan fungsi pencernaan dan organ-organ lain dengan optimal.Gaya hidup yang sehat ini banyak bentuknya, mulai dari olahraga ringan yang rutin, mengurangi makan-makanan yang menyebabkan hipertensi, mengelola stres dengan baik, hingga menghindari meminum minuman beralkohol dan merokok.3. Mengelola StressMengelola stres dengan baik juga dapat menjadi cara pencegahan hipertensi pada lansia yang efektif. Sebab dengan menjaga stres Anda tidak berlebihan juga akan membuat tekanan darah Anda jadi lebih terkontrol.Mengelola stres juga sangat penting dilakukan oleh lansia. Sebab pada usia lanjut, kegiatan yang dilakukan seseorang bisa jadi sangat sedikit.Hal ini bisa menimbulkan stres pada beberapa lansia, yang juga akan berdampak pada tekanan darah mereka.Untuk mengontrol stres Anda dapat melakukan olahraga ringan dengan berjalan kaki di sore hari, atau menjalani hobi yang menyenangkan dan menenangkan.4. Pantauan Rutin Tekanan DarahSebagai bagian dari cara pencegahan hipertensi pada lansia, Anda juga perlu memantau tekanan darah secara rutin. Tekanan darah sendiri merupakan ukuran yang menentukan seberapa kuat jantung kita memompa darah, kemudian mengalirkannya ke seluruh tubuh.Normalnya nilai tekanan darah normal pada lansia berada di rentang 130/80 mmHg hingga 140/90 mmHg.Melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin dapat membantu mendeteksi dini terjadinya serangan hipertensi. Terlebih risiko mengalami tekanan darah tinggi pun meningkat seiring dengan pertambahan usia lansia.5. Pengurangan Konsumsi GaramMakanan yang kita konsumsi sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh, termasuk tingkat tekanan darah pada lansia. Karenanya mengatur diet yang tepat dan mengurangi konsumsi garam adalah cara pencegahan hipertensi yang bisa dilakukan pada lansia. Hal ini karena garam secara tak langsung dapat berdampak pada peningkatan volume darah, khususnya dengan menambahkan air ke aliran darah kita. Kondisi ini berujung pada peningkatan tekanan darah. Sejalan dengan mengurangi asupan garam, Anda dapat menjalankan diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Jenis diet ini memungkinkan Anda untuk mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan berbagai jenis protein rendah lemak.6. Hindari Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol Telah kita singgung sebelumnya, bahwa merokok dan konsumsi alkohol termasuk dalam kebiasaan buruk yang harus Anda hindari sebagai upaya pencegahan hipertensi pada lansia.Tak hanya berdampak pada Kesehatan organ-organ pernapasan, merokok dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke pada lansia.Hal ini disebabkan karena kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok akan masuk ke aliran darah. Kemudian kedua kandungan tersebut akan merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri, serta mengakibatkan proses aterosklerosis dan tekanan darah tinggi.Sementara itu minuman beralkohol pun dapat menjadi salah satu faktor risiko seseorang menderita hipertensi saat lansia. Ini karena alkohol memiliki efek yang sama buruknya dengan karbondioksida, yang dapat meningkatkan keasaman pada darah.Kondisi ini membuat darah menjadi lebih kental dan jantung pun dipaksa untuk memompa. Selain itu, kadar kortisol yang meningkat akibat alkohol pun dapat mengakibatkan aktivitas renin-angiotensin aldosterone system (RAAS) turut bertambah dan memicu hipertensi.7. Konsultasi dengan DokterNah, selain keenam cara pencegahan hipertensi pada lansia yang dapat Anda lakukan sendiri di atas, mengkonsultasikan dan memeriksakan kesehatan diri Anda dengan dokter secara rutin juga perlu.Sebab timbulnya hipertensi ini pun dapat terjadi karena banyak faktor, yang mungkin luput dalam pantauan pribadi Anda. Misalnya karena faktor genetik dan karena masalah kesehatan tertentu.Selain itu, kondisi tubuh lansia juga tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang sehat dan prima. Karenanya kondisi kesehatannya pun bisa cukup fluktuatif atau berubah-ubah. Hal inilah yang menjadikan perlu bagi para lansia untuk memeriksakan kesehatan dan kondisi tubuh mereka secara rutin.Klinik Granostic dalam hal ini dapat membantu menjawab kebutuhan Anda. Dengan tenaga kesehatan dan dokter yang berpengalaman, kredibel, serta penanganan yang efisien, memungkinkan proses konsultasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan dengan optimal serta menyeluruh.Tak hanya itu, Klinik Granostic pun menyediakan berbagai fasilitas tes kesehatan terlengkap dan berteknologi termutakhir untuk membantu proses diagnosa. Misalnya saja layanan MCU atau Medical Check Up, untuk memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan banyak lainnya. Bersama dokter di Klinik Granostic, Anda pun dapat mendiskusikan bagaimana langkah-langkah pencegahan hipertensi yang efektif sesuai dengan tubuh Anda.Termasuk menyesuaikan pola diet, jenis olahraga ringan yang dapat Anda coba, hingga menjadwalkan konsultasi kesehatan secara teratur dengan dokter ahli kami. Nah, khusus untuk konsultasi ini, Anda tak perlu selalu datang ke Klinik Granostic secara langsung. Sebab lewat layanan Home Service kami, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter ahli melalui panggilan video jarak jauh di manapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.Meskipun layanan Home Service ini dilakukan secara daring, keprofesionalan layanan tenaga kesehatan dan dokter dari Klinik Granostic tidak akan berkurang sedikitpun. Karena bagi kami, pengalaman dan kesehatan Anda adalah hal yang paling utama.Bagaimana? Apakah Anda mau mencoba layanan Home Service di Klinik Granostic? Tekan tombol di bawah ini untuk terhubung dengan tim tenaga kesehatan kami!
Apa Itu Hipertensi Pada Lansia
Penyakit hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan paling besar di kalangan lansia seluruh dunia. Penyakit hipertensi ini seakan menjadi momok untuk lansia.Bahkan hipertensi juga disebut sebagai silent killer karena keberadaannya menyelinap. Namun, memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup lansia.Keberadaan hipertensi ini memang patut diwaspadai karena berkaitan dengan kualitas hidup lansia dan harapan hidup lansia. Tahukah Anda bahwa sekitar satu dari tiga orang dewasa di atas usia 50 tahun mengalami hipertensi. Ini merupakan data dari World Health Organization (WHO).Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengapa tekanan darah tinggi sering dikaitkan dengan orang usia lanjut? Bagaimana hipertensi pada lansia bisa dicegah? Mari ketahui bersama tentang hipertensi pada lansia, penyebab, risiko, dan tips pencegahannya.Mengenal Hipertensi Pada LansiaHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah pada arteri yang meningkat secara konsisten di atas nilai normal. Tekanan darah diukur dengan dua cara yaitu tekanan sistolik (angka atas) dan tekanan diastolik (angka bawah). Jadi, tekanan darah diukur ketika jantung memompa darah dan ketika jantung rileks.Kondisi hipertensi ini terjadi jika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg atau tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Tekanan darah dianggap normal ketika berada dalam rentang 120/80 mmHg. Namun, penting untuk diingat bahwa tekanan darah dapat berubah-ubah setiap saat tergantung pada faktor-faktor seperti usia, aktivitas, pola makan, dan waktu pengukuran.Hipertensi pada lansia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko mengalami hipertensi akan semakin tinggi.Untuk lansia, tekanan darah dianggap normal jika angka sistolik berada di bawah 120 dan angka diastolik di bawah 80 atau jika ditulis dalam angka 120/80. Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai atau melebihi 130/80.Jika hipertensi terjadi pada lansia, umumnya tubuh mengalami beberapa gejala, seperti pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, mual, detak jantung tidak teratur, telinga berdenging, nyeri dada, sulit bernapas, dan sebagainya. Lansia dengan hipertensi rentan terhadap penyakit komplikasi yang serius.Penyebab Hipertensi Pada LansiaPenyebab hipertensi pada lansia bisa bersifat multifaktorial. Artinya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada orang usia lanjut. Beberapa penyebab umumnya sebagai berikut.1. Proses PenuaanSeiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah yang kurang elastis.2. Perubahan HormonalAda alasan mengapa hipertensi juga kerap terjadi pada lansia wanita, ini karena terjadi perubahan hormonal saat menopause. Perubahan hormon ini terjadi karena kadar estrogen yang menurun pada perempuan.Kadar estrogen yang menurun dapat menyebabkan pembuluh darah arteri menjadi mengeras dan tegang. Hal ini mengakibatkan tekanan darah rentan mengalami peningkatan, yang dalam kasus tertentu, hingga tidak terkontrol.3. Faktor Gaya HidupGaya hidup yang tak sehat bisa menjadi sumber dari segala masalah kesehatan, termasuk hipertensi pada lansia. Kebiasaan merokok, meminum alkohol, pola makan yang tak sehat, stress, hingga pola tidur yang tak teratur bisa berdampak pada hipertensi.Karenanya, sebagai upaya pencegahan Anda juga harus mulai mewaspadai pola makan, tidur, dan mulai mengatur gaya hidup yang lebih sehat.4. Riwayat KeluargaRiwayat keluarga dengan hipertensi juga dapat menjadi penyebab munculnya penyakit tekanan darah ini pada lansia. Jika ada anggota keluarga yang menderita hipertensi, kemungkinan besar risiko tersebut juga akan meningkat pada anggota keluarga lainnya.Risiko Komplikasi Kesehatan Serius Hipertensi Pada LansiaHipertensi pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serius yang dapat berdampak pada kualitas hidup dan harapan hidup lansia. Beberapa risiko komplikasi kesehatan serius akibat hipertensi pada lansia dijelaskan sebagai berikut.1. StrokeSalah satu risiko utama hipertensi pada lansia adalah stroke. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di otak, menyebabkan pembekuan darah atau pecahnya pembuluh darah (pendarahan). Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan otak yang permanen atau bahkan fatal.2. Penyakit jantung koronerHipertensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, termasuk penyakit arteri koroner (arteri yang mengalami penyempitan akibat plak lemak). Hal ini dapat mengakibatkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau kegagalan jantung.3. Gagal jantungHipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan jantung bekerja keras secara berlebihan untuk memompa darah, akhirnya mengakibatkan kegagalan jantung. Gagal jantung dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, pembengkakan kaki, kelelahan, dan penumpukan cairan di paru-paru.4. Kerusakan ginjalTekanan darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah di ginjal, menghalangi kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dari darah dengan efektif. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit ginjal kronis atau bahkan gagal ginjal.5. Kerusakan mataHipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di mata, yang dapat mengakibatkan retinopati hipertensi. Ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kehilangan penglihatan, atau bahkan kebutaan.6. AneurismaTekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pelebaran atau melemahnya dinding pembuluh darah (aneurisma), terutama di arteri aorta. Jika aneurisma pecah, hal ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera.7. Penyakit vaskular perifer.Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di lengan, kaki, dan organ lainnya (penyakit vaskular perifer). Hal ini dapat mengakibatkan gangguan sirkulasi darah, luka yang sulit sembuh, atau bahkan amputasi.Tips Atasi Hipertensi Pada LansiaHipertensi pada lansia tidak bisa dianggap sepele. Agar gangguan hipertensi ini tidak menjadi komplikasi kesehatan yang serius, perlu adanya beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.Apa saja tipisnya? Berikut beberapa tips yang dapat membantu mengatasi hipertensi pada lansia. 1. Perubahan Gaya HidupTelah kita singgung sebelumnya, bahwa gaya hidup juga bisa menjadi faktor risiko seseorang terkena hipertensi. Karenanya sebagai langkah pencegahan dan mengontrol tekanan darah, Anda perlu mengubah gaya hidup Anda.Mengatur diet sehat, berolahraga rutin, menghindari meminum alkohol, juga mengontrol rasa stres Anda merupakan langkah yang bisa diambil. Namun jika Anda merasa kebingungan untuk mengatur diet sehat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis Klinik Granostic dan menjadwalkan pola makan sehat yang tepat untuk hipertensi pada lansia.2. Olahraga TeraturLakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam ringan. Olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan mengurangi stres.3. memantau tekanan darah secara teraturPraktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam-dalam untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Stres yang tidak terkendali dapat memicu peningkatan tekanan darah.4. Konsultasi dengan Profesional MedisSelain mengatasi dan mengontrol tekanan darah Anda secara mandiri, melakukan pengecekan dan berkonsultasi dengan profesional medis adalah hal yang penting. Sebab kondisi tubuh lansia dan orang dewasa yang sehat tidak bisa disamakan. Lansia memiliki tubuh yang lebih lemah dan sangat berisiko terjadi komplikasi bila terjadi lonjakan tekanan darah tiba-tiba.Konsultasikan dengan profesional medis secara teratur untuk mendapatkan saran medis yang sesuai, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, serta memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.Anda bisa melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mendapatkan saran medis yang sesuai di Klinik Granostic. Bersama tenaga medis profesional kami, Anda dapat mendiskusikan pengobatan, pola diet sehat, hingga upaya-upaya lainnya yang diperlukan untuk mengatasi dan mengontrol hipertensi pada lansia.Selain itu, Klinik Granostic juga memiliki layanan Home Service yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi dimanapun dan kapanpun Anda membutuhkannnya.Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan layanan medical check up atau MCU di Klinik Granostik? Langsung hubungi kami sekarang!
Cek Kolesterol Terdekat di Surabaya
Cek kolesterol perlu dilakukan oleh siapa pun, baik orang yang sudah menginjak usia lansia, orang dewasa maupun yang masih berusia muda. Hal ini dikarenakan kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia.Tak dimungkiri, hingga saat ini masih banyak orang yang menerapkan pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kolesterol tinggi.Nah, cek kolesterol ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi terkini apakah kadar kolesterol dalam tubuh lagi naik atau tidak. Apalagi kadar kolesterol yang naik pada umumnya tidak memunculkan gejala-gejala tertentu. Ini juga menjadi alasan pentingnya melakukan cek kolesterol secara berkala.Dengan melakukan cek kolesterol secara berkala, Anda dapat mencegah risiko terjadinya penyakit serius, seperti stroke dan masalah jantung. Ya, dua jenis penyakit serius itu bisa ‘lahir’ dari kadar kolesterol yang tinggi.Perlu diketahui nih, kadar kolesterol bisa naik menjadi tinggi karena kebiasaan buruk. Misalnya, kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak jenus, seperti kuning telur, santan, krim, biskuit dan gorengan. Kurang olahraga dan merokok juga bisa jadi biang kerok kadar kolesterol dalam tubuh naik.Granostic adalah tempat yang tepat bagi Anda untuk melakukan cek kolesterol. Ya, bagi Anda yang tinggal di Surabaya dan ingin melakukan cek kolesterol secara berkala, berangkat saja ke Granostic. Selain cek kolesterol, Anda juga bisa melakukan konsultasi kesehatan bersama dokter Granostic untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh kolesterol tinggi. Agar kadar kolesterol dalam tubuh tetap normal maka hindarilah kebiasaan buruk tersebut.Bagi Anda yang ingin melakukan cek kolesterol di klinik, di bawah ini kami berikan tips yang bisa Anda ikuti. Simak dengan saksama ya!1. Memilih Klinik yang Lengkap dan ProfesionalPastikan Anda memilih klinik yang lengkap dan profesional ya. Dalam hal ini, ada dua hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih klinik. Pertama, Anda perlu memastikan klinik terkait dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan memadai.Dengan adanya fasilitas yang lengkap dan memadai, klinik terkait bisa dipastikan dapat memberikan pelayanan yang efektif dan aman. Peralatan-peralatan medis yang digunakan juga pasti akan terawat dengan baik, yang mana hal itu bisa memberikan hasil medis yang akurat. Nah, saat Anda melakukan cek kolesterol di klinik semacam ini, hasilnya bisa dipastikan akurat dan terpercaya.Berikutnya, Anda juga perlu memastikan reputasi klinik telah diakui dalam memberikan perawatan medis. Dalam kata lain, Anda perlu memastikan klinik terkait menjalankan profesionalitas.Ketahuilah, saat ini tidak sulit bagi Anda untuk mengecek reputasi dan profesionalitas klinik. Anda bisa mengeceknya melalui testimoni atau ulasan yang disampaikan pasien sebelumnya di website resminya.Jika ulasan yang diberikan positif maka klinik terkait bisa dipastikan memiliki reputasi yang baik dan profesional. Sebaliknya, jika ulasan yang diberikan negatif maka Anda perlu mempertimbangkannya kembali untuk melakukan cek kolesterol.Keramahan dokter, tenaga medis dan staf yang ada di klinik juga perlu diperhatikan ya. Sebab, keramahan ini sangat berpengaruh terhadap pelayanan dan kenyamanan yang diberikan kepada pasien yang datang.Granostic adalah pilihan yang tepat bagi Anda untuk melakukan cek kolesterol secara berkala. Granostic dilengkapi dengan peralatan-peralatan medis yang memadai, aman dan memberikan hasil pemeriksaan yang akurat. Untuk ulasan dari pasien sebelumnya, Anda bisa mengeceknya sendiri di website resmi Granostic (granostic.com) untuk membuktikan profesionalitas kami.2. Pahami Layanan KlinikSelanjutnya Anda perlu memahami atau mengecek layanan yang tersedia di klinik terkait. Jangan sampai Anda mengunjungi klinik A untuk cek kolesterol tetapi klinik tersebut ternyata tidak menyediakan layanan tersebut.Ya, Anda mungkin dapat dengan mudah menjumpai klinik-klinik kesehatan di sekitar tempat tinggal Anda. Tetapi Anda jangan terburu-buru mengunjungi klinik tertentu sebelum mengetahui apa saja layanan yang disediakan olehnya. Mengingat, setiap klinik biasanya menawarkan pelayanan yang berbeda, ada juga klinik yang khusus menangani bidang tertentu saja.Sebagai tambahan, Anda juga perlu memperhatikan dua hal ini. Pertama, apakah klinik terkait memiliki dokter atau tenaga medis yang dapat ‘menjawab’ kebutuhan Anda. Kedua, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan apakah klinik terkait menawarkan layanan konseling atau konsultasi kesehatan. Mengingat, konsultasi kesehatan juga perlu dilakukan agar Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat sesuai yang dianjurkan oleh dokter di klinik terkait.Nah, dengan mengetahui layanan klinik dan dua hal di atas, Anda dapat memastikan bahwa kebutuhan kesehatan Anda dapat ditangani dengan baik. Granostic adalah klinik yang bisa Anda jadikan rujukan untuk melakukan cek kolesterol secara berkala di Surabaya. Ya, bagi Anda yang tinggal di Surabaya, Granostic bisa jadi pilihan yang tepat untuk ‘menjawab’ kebutuhan kesehatan Anda.3. Pastikan Memilih GranosticTelah kami sebutkan di atas bahwa Granostic bisa Anda jadikan rujukan terbaik untuk melakukan cek kolesterol secara berkala. Bukan hanya cek kolesterol, Granostic juga menyediakan cek kesehatan secara lengkap, di antaranya: cek gula darah, cek tekanan darah dan cek kadar asam urat.Cek kesehatan secara berkala memang perlu dilakukan, termasuk juga cek kadar kolesterol dalam tubuh. Nah, jika Anda termasuk orang di dalam kelompok ini, maka cek kadar kolesterol perlu dilakukan lebih sering lagi:✅Pria maupun wanita yang sudah berusia 55 tahun ke atas.✅Obesitas atau memiliki berat badan berlebihan.✅Mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit jantung.✅Tekanan darah cenderung tinggi dan/atau memiliki riwayat diabetes✅Tidak menjalankan gaya hidup dan pola makan sehat.Kelompok orang di atas sangat berisiko terkena kolesterol tinggi yang berdampak pada penyakit serius. Inilah alasan mengapa kelompok orang di atas sebaiknya melakukan cek kadar kolesterol lebih sering.Di sisi lain, orang yang sehari-harinya menerapkan kebiasaan buruk juga perlu melakukan cek kadar kolesterol lebih sering. Orang dengan kebiasaan buruk ini meliputi: orang yang menjalankan gaya hidup dan pola makan buruk (tidak sehat), kurang berolahraga dan beraktivitas dan setiap harinya merokok.Pastikan Anda memilih klinik yang tepat untuk melakukan cek kolesterol ya! Granostic adalah rujukan terbaik untuk melakukan medical check up atau cek kesehatan, termasuk cek kolesterol, guna mengetahui kondisi tubuh terkini. Jadi, tunggu apa lagi, yuk cek kolesterol di Granostic sekarang juga!Itulah penjelasan tentang cek kolesterol terdekat di Surabaya. Pada intinya, kadar kolesterol yang normal dalam tubuh memiliki peranan penting bagi kesehatan. Tetapi, kadar kolesterol ini bisa naik di atas normal, bahkan bagi pengidap kolesterol, kadar bisa sangat fluktuatif naik turunnya. Nah, cek kolesterol menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kadar kolesterol terkini sekaligus mencegah penyakit serius yang disebabkan olehnya. Pilih klinik Granostic untuk melakukan cek kolesterol secara berkala ya!
Tips Memilih Camilan Sehat Saat Lebaran
Hari Raya Lebaran adalah momen yang identik dengan silaturahmi, mudik dan suguhan camilan lezat. Ya, bisa dipastikan di setiap rumah orang yang merayakan Lebaran terdapat aneka camilan, jajanan atau kue kering yang menggoda selera. Nah, kali ini kami ingin memaparkan tips memilih camilan sehat saat Lebaran.Ketahuilah, banyak sekali camilan yang disuguhkan saat Lebaran memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi. Tentu saja, camilan seperti ini tidak menyehatkan dan bahkan bisa menimbulkan penyakit bagi para penyandang diabetes dan kolesterol.Di sisi lain, penting juga bagi kita semua untuk tidak mengudap camilan yang banyak dalam satu waktu, terlebih saat perut sudah kenyang. Alasannya, hal itu dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi yang baik.Berikut ini kami paparkan tujuh tips memilih camilan sehat saat Lebaran. Simak dengan saksama ya!1. Pilih Camilan yang Rendah Gula TambahanTips memilih camilan sehat saat Lebaran yang pertama yakni menghindari kue-kue yang memiliki kandungan tinggi gula. Misalnya: kue-kue manis, coklat dan permen.Sebagai gantinya, Anda sebaiknya memilih camilan atau kue yang rendah gula tambahan. Atau, Anda bisa memilih buah-buahan untuk kudapan Lebaran karena memiliki kandungan gula alami yang menyehatkan tubuh.Anda pastinya sudah tahu kandungan gula yang tinggi di dalam camilan dapat menyebabkan orang terkena diabetes. Tentu saja, penyandang diabetes sangat tidak disarankan mengudap kue Lebaran yang tinggi gula ini. Di sisi lain, orang yang tidak memiliki penyakit diabetes juga sebaiknya membatasi mengkonsumsi camilan tinggi gula agar tidak berdampak pada naiknya berat badan.2. Cari Camilan Tinggi SeratTips selanjutnya yakni mencari camilan yang memiliki kandungan tinggi serat, seperti oatmeal. Ketahuilah, kandungan serat ini sangat baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan serat dapat memberikan energi bagi tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes serta mencegah kenaikan berat badan.Nah, bagi Anda yang sering makan berlebihan, cobalah untuk mengudap camilan dengan kandungan tinggi serat ini. Alasannya, kandungan serat dapat membuat perut cepat kenyang lebih lama. Sehingga, Anda tidak akan tergoda makan camilan secara berlebihan saat Lebaran.Perlu diingat, makan secara berlebihan tidaklah baik bagi tubuh. Bahkan, hal itu bisa menyebabkan asam lambung naik.3. Hindari Camilan Berlemak Jenuh TinggiCamilan dan makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi tidaklah baik bagi kesehatan tubuh. Ketahuilah, kandungan lemak jenuh dapat menyebabkan kadar kolesterol naik, berat badat naik dan masalah kesehatan lainnya.Sebagai gantinya, Anda bisa mengudap camilan yang mengandung lemak sehat saat Lebaran, seperti buah alpukat atau kacang almond. Anda bisa kok menjadikan dua makanan itu jadi salad buah sederhana yang lezat.Lebih lanjut, kami ingatkan juga kepada Anda agar tidak berlebihan atau (jika bisa) menghindari makanan berat berlemak saat Lebaran, seperti opor ayam yang diolah menggunakan santan dan rendang daging berlemak. Jika ingin menikmati makanan khas Lebaran itu, Anda sebenarnya bisa memasaknya sendiri dengan mengganti santan jadi krim rendah lemak dan daging tanpa lemak.4. Pilih Camilan Rendah GaramGaram memang dapat menjadikan camilan atau jajanan bercita rasa gurih. Tapi ketahuilah, layaknya gula, camilan yang memiliki kandungan tinggi garam juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.Oleh karenanya, saat Hari Raya Lebaran, batasilah atau (kalau bisa) hindari mengudap camilan yang tinggi garam. Selain itu, Anda juga perlu membatasi atau menghindari camilan yang memiliki kandungan tinggi MSG karena bahan itu juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.Sebagai gantinya, Anda bisa menjadikan buah-buahan sebagai pilihan camilan sehat saat Lebaran. Sebab, buah-buahan tidak memiliki kandungan garam sama sekali.5. Pilih Camilan Buatan SendiriTips yang kelima yakni memilih camilan buatan sendiri. Tentu saja, camilan buatan sendiri ini harus memperhatikan kandungan gizi yang ada dan minim gula, garam serta lemak jenuh.Ada banyak kok inspirasi camilan sehat yang cocok untuk hidangan Lebaran di rumah, salah satunya granola bar. Tapi kalau Anda tidak ingin ribet dan/atau tidak memiliki banyak waktu untuk membuat camilan Lebaran, hidangkan saja buah-buahan segar yang dipotong-potong kecil.Untuk minumannya, Anda bisa menyediakan infused water dari buah lemon, jus buah atau yoghurt. Dijamin deh, siapa saja yang nyemil pasti suka, termasuk tamu yang berdatangan ke rumah Anda saat Lebaran.6. Cari Camilan Rendah KaloriMemilih camilan rendah kalori saat Lebaran juga menjadi keharusan bagi Anda. Bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, camilan rendah kalori ini juga sangat baik bagi orang yang menjalankan program diet.Anda mungkin mengira camilan rendah kalori hanya buah-buahan. Padahal, ada banyak pilihan camilan rendah kalori selain buah-buahan dan bercita rasa enak. Apa saja? Beberapa di antaranya: edamame, cokelat hitam, yoghurt dan es kul kul.Perlu diketahui nih, camilan rendah kalori pada umumnya memiliki kandungan sekitar 100 kalori per sajian. Bahkan, ada beberapa jenis camilan yang kalorinya sangat rendah, yakni jauh di bawah 100 kalori.Meski memiliki kalori rendah, bukan berarti Anda mengkonsumsi camilan sehat ini secara berlebihan. Hal itu tetap tidak disarankan karena dapat memicu masalah kesehatan dan bisa juga menggagalkan program diet.7. Perhatikan Ukuran PorsiTips yang terakhir yakni memperhatikan ukuran porsi camilan yang hendak dikudap. Ya, beberapa kali telah kami singgung di atas bahwa mengudap camilan secara berlebihan tidaklah baik bagi kesehatan tubuh, apalagi jika camilan mengandung garam, gula dan lemak tinggi serta MSG dan bahan pengawet.Ingatlah, mengkonsumsi camilan saat Lebaran secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan tertentu, seperti obesitas, diabetes, hipertensi dan kadar kolesterol naik. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan dan terus berjalan dalam waktu yang lama maka bisa saja akan menyebabkan penyakit serius.Inilah alasan mengapa Anda bukan saja memerhatikan kandungan camilan, tetapi juga memperhatikan ukuran porsi yang hendak disantap. Meski enak dan memanjakan lidah, jangan sampai Anda mengudap camilan secara berlebihan ya!Apabila Anda ingin bertanya tentang pilihan camilan sehat saat Lebaran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter di Granostic. Selain itu, Anda juga bisa melakukan cek kesehatan atau medical check up di Granostic untuk menyambut momen Lebaran.Ya, penting sekali bagi kita semua untuk melakukan cek kesehatan di Granostic sebelum dan sesudah Lebaran, terutama bagi penyandang diabetes dan kolesterol. Dengan melakukan cek kesehatan di Granostic, diharapkan kita dapat menjalankan Hari Raya Lebaran kali ini dengan sehat dan ceria, tanpa ada gangguan kesehatan sedikit pun.Itulah pembahasan tentang tips memilih camilan sehat saat Lebaran. Jangan lupa untuk konsultasi dokter dan cek kesehatan di Granostic ya!
Cek Kesehatan Sebelum Mudik di MCU Granostic
Cek kesehatan sebelum mudik di Granostic perlu dilakukan agar aktivitas mudik berjalan dengan lancar, aman, selamat dan sehat. Jadi, jangan pernah menyepelekan cek kesehatan sebelum berangkat mudik ya!Mudik Lebaran adalah salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu banyak orang. Bahkan, banyak orang mempersiapkan momen mudik Lebaran secara matang-matang sejak jauh-jauh hari. Kondisi mobil dipastikan oke, baju baru sudah dibeli, oleh-oleh Lebaran juga sudah dibeli. Tapi ada satu hal nih yang sering dilupakan atau bahkan disepelekan sebelum berangkat mudik, yakni cek kesehatan.Padahal cek kesehatan atau medical check up sangat berguna untuk memastikan apakah Anda dan personel pemudik lainnya siap berangkat mudik atau justru sebaliknya. Inilah alasan mengapa Granostic saat ini menyediakan layanan cek kesehatan sebelum mudik. Anda bisa memanfaatkan layanan cek kesehatan di Granostic ini sebelum melakukan perjalanan mudik yang panjang.Granostic sendiri merupakan salah satu klinik ternama di Surabaya yang menyediakan beragam layanan kesehatan, termasuk cek kesehatan secara komprehensif. Seperti, cek gula darah, cek kadar kolesterol, cek asam urat dan cek denyut jantung. Selain itu, Granostic juga menyediakan layanan konsultasi bersama dokter yang bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan saran-saran kesehatan yang berarti.Nah, di bawah ini kami akan memberikan informasi terkait tahapan cek kesehatan sebelum mudik di MCU Granostic. Simak dengan saksama ya!1. Jadwalkan JanjiPertama-tama, Anda bisa menjadwalkan janji dengan dokter atau pihak Granostic untuk melakukan cek kesehatan sebelum mudik. Menjadwalkan janji kini bisa dilakukan secara online dengan menghubungi nomor Granostic berikut ini: (031) 5994080 atau melalui WhatsApp: 082230900900.Anda juga bisa melihat berbagai layanan kesehatan yang tersedia di Granostic dengan mengunjungi website resmi kami: granostic.com. Ada banyak layanan kesehatan yang tersedia di sini, salah satunya medical check up secara berkala. Selain itu, Anda juga bisa menemukan dokter spesialis sesuai kebutuhan Anda di Granostic.Granostic akan memberikan pelayanan yang baik dan mengedepankan keramahan selama berhadapan dengan pasien. Sehingga, pasien akan mendapatkan kenyamanan selama berobat dan cek kesehatan di sini. Jangan lupa buat jadwal janji untuk cek kesehatan di Granostic ya!2. Datang ke MCU GranosticSetelah membuat jadwal janji, Anda bisa datang ke Granostic sesuai jadwal janji untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai persiapan mudik Lebaran. Nah, pada saat datang ke Granostic, Anda sebaiknya menyiapkan beberapa hal berikut ini:Pertama, siapkan catatan keluhan yang Anda alami (jika ada). Keluhan yang kami maksud ini bisa berupa keluhan fisik seperti nyeri pinggang dan sakit kepala serta keluhan mental, seperti sering cemas dan sulit tidur.Kedua, siapkan catatan terkait obat yang dikonsumsi. Informasi ini penting diketahui dokter untuk memberikan wejangan apakah Anda perlu mengonsumsi obat-obatan itu selama mudik atau tidak.Ketiga, bawa hasil pemeriksaan medis sebelumnya (jika ada). Hasil pemeriksaan medis sebelumnya ini juga akan menjadi rujukan penting bagi dokter untuk mengetahui apakah Anda siap secara fisik melakukan mudik Lebaran atau tidak.Oh ya, cek kesehatan ini sebaiknya dilakukan oleh seluruh personel yang hendak ikut mudik Lebaran, termasuk pengemudi. Ya, pengemudi ini penting sekali diperiksa kesehatannya sebelum berangkat mudik untuk memastikan bahwa dia betul-betul dalam kondisi fit atau justru sebaliknya. Jika dalam kondisi fit maka perjalanan mudik boleh dilakukan bersama pengemudi terkait.Jadi, Anda boleh sekali datang ramai-ramai bersama keluarga ke Granostic untuk melakukan cek kesehatan sebelum mudik. Nantinya, dokter Granostic juga akan memberikan saran-saran kesehatan yang perlu dijalani atau diterapkan Anda dan keluarga selama Lebaran agar semuanya tetap dalam keadaan sehat hingga kembali pulang ke rumah.3. Lakukan PemeriksaanPada tahapan ketiga ini, Anda akan melakukan rentetan pemeriksaan sebagai persiapan mudik Lebaran. Tenaga medis Granostic akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif kepada Anda untuk mengetahui apakah Anda siap secara jasmani dan rohani melakukan perjalanan mudik Lebaran kali ini.Mulanya, Anda akan diperiksa atau dicek kadar gula darah, tekanan darah, asam urat dan detak jantung. Selanjutnya, pemeriksaan akan merujuk pada riwayat kesehatan Anda, termasuk mengetahui seperti apa gaya hidup, pola makan dan rutinitas olahraga yang Anda jalankan selama ini.Tenaga medis Granostic lantas akan melakukan pemeriksaan fisik. Pada tahap ini, Anda akan diminta duduk, berbaring dan berdiri untuk diperiksa. Kemudian, tenaga medis Granostic akan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan.Apabila ditemukan penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, tenaga medis Granostic akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya, dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi penyakit di dalam tubuh. Lebih lanjut, untuk pemudik ibu hamil, lansia dan bayi akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara khusus dari Granostic guna memastikan mereka dapat mengikuti mudik atau tidak.4. Konsultasi dengan DokterSetelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, barulah Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Granostic. Ya, selain cek kesehatan, konsultasi dengan dokter ini menjadi salah satu hal yang penting sebelum berangkat mudik Lebaran, terlebih jika Anda atau ada keluarga yang mengalami kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung atau lainnya.Nantinya, dokter akan memberikan saran-saran kesehatan yang perlu dipatuhi oleh pemudik. Misalnya, saran terkait nutrisi yang perlu dikonsumsi selama mudik dan obat-obatan yang perlu disediakan oleh pemudik dengan kondisi medis tertentu.Lebih lanjut, saat berkonsultasi Anda juga akan mendapatkan saran dari dokter terkait cara mengatasi kesehatan yang mungkin timbul saat perjalanan mudik. Dari sini, Anda mungkin telah menyadari betapa pentingnya melakukan cek kesehatan dan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan mudik.Harapannya, dengan melakukan cek kesehatan dan konsultasi bersama dokter, Anda dan keluarga betul-betul siap melakukan perjalanan mudik tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti. Mudik pun menjadi lebih menyenangkan, lancar, aman, selamat dan sehat.5. Tindak LanjutTerakhir, dokter Granostic akan memberikan tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang dialami calon pemudik (jika diperlukan). Tindak lanjut ini bisa berupa perawatan medis atau pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu yang dialami oleh calon pemudik. Harapannya, aktivitas mudik Lebaran bisa ‘ditempuh’ dengan sehat sesampainya di tujuan dan pulang kembali ke rumah.Lebih lanjut, dokter Granostic akan memberikan saran-saran penting bagi pemudik agar senantiasa menjalani pola hidup sehat selama Lebaran. Seperti, membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan garam, menghindari makanan berlemak, berhenti merokok dan istirahat yang cukup. Dengan menerapkan pola hidup sehat ini, diharapkan pemudik bisa beraktivitas dengan sehat selama momen Lebaran bersama keluarga.Itulah penjelasan tentang tahapan cek kesehatan sebelum mudik di MCU Granostic. Pada intinya, cek kesehatan perlu dilakukan sebagai langkah persiapan berangkat mudik Lebaran ke kampung halaman. Harapannya, Anda dan keluarga tetap dalam keadaan sehat selama Lebaran tanpa ada gangguan kesehatan yang berarti. Yuk cek kesehatan di MCU Granostic sekarang juga!
Tips Menjaga Kesehatan Selama Lebaran
Kali ini Granostic akan memaparkan tips menjaga kesehatan selama Lebaran. Tips ini penting untuk diperhatikan agar Anda tidak mengalami masalah kesehatan yang dapat menghambat aktivitas di momen Lebaran.Seperti diketahui, Hari Raya Lebaran identik dengan hidangan aneka makanan bercita rasa lezat dan menggugah selera. Bukan hanya makanan ringan, setiap rumah biasanya juga menghidangkan makanan berat khas Lebaran seperti opor ayam, rendang dan sambal goreng ati.Sayangnya, makanan-makanan khas Lebaran tersebut banyak yang mengandung lemak, tinggi lemak dan tinggi gula. Kandungan-kandungan ini, tentunya, tidak baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menaikkan kadar gula darah dan kolesterol.Tetapi bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali menikmati makanan khas Lebaran. Hanya, Anda perlu memperhatikan setiap makanan yang hendak disantap dan membatasi porsinya. Lebih lengkapnya, berikut ini kami paparkan tips menjaga kesehatan selama Lebaran:1. Hindari Makan BerlebihanAnda pasti tahu makan berlebihan tidak disarankan karena dapat berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh, salah satunya kelebihan berat badan. Jadi, hindari makan berlebihan saat Lebaran ya!Tidak sedikit lho orang yang tergoda atau terdorong menyantap banyak kue/jajanan dan makanan berat saat Lebaran. Apalagi makanan-makanan yang tersedia semuanya enak dan dapat memanjakan lidah.Nah, Anda perlu menahan diri nih agar tidak makan sembarangan apalagi dalam porsi yang banyak saat Lebaran. Di luar hari Lebaran pun begitu, Anda harus konsisten menghindari makan berlebihan agar tubuh tetap sehat. 2. Batasi Konsumsi Makanan ManisTips menjaga kesehatan selama Lebaran yang kedua yakni membatasi konsumsi makanan manis. Makanan manis memang tidak baik bagi kesehatan tubuh, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Selain bisa menyebabkan diabetes, makanan tinggi gula ini juga bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.Membatasi konsumsi makanan manis saat Lebaran adalah tindakan yang tepat bagi kesehatan tubuh. Dalam kata lain, Anda perlu menahan diri mengudap aneka kue kering atau jajanan Lebaran yang memiliki kandungan tinggi gula.Nah, bagi Anda yang memiliki anak dan kebetulan suka makanan manis, awasilah atau ingatkan kepadanya agar tidak berlebihan menyantapnya. Anda juga bisa mengarahkan anak memilih kue kering atau jajanan yang sehat saat Lebaran.3. Perbanyak Konsumsi Buah dan SayuranMemperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran adalah tips berikutnya yang perlu Anda terapkan selama Lebaran maupun di luar momen tersebut. Saran kami, Anda bisa menjadikan buah dan sayuran sebagai makanan pembuka.Ya, dengan mengawali makan buah dan sayuran, Anda sangat mungkin tidak akan terdorong mengonsumsi makanan lainnya secara berlebihan. Dalam kata lain, Anda tidak akan berminat makan banyak karena perut merasa kenyang.Ketahuilah, buah dan sayuran memiliki kandungan tinggi serat, Nah, kandungan serat yang tinggi ini dapat memperlambat pencernaan makanan sehingga perut akan merasa kenyang.Ada banyak kok pilihan buah-buahan dan sayur-sayuran yang bisa Anda konsumsi sebagai makanan pembuka. Dengan begitu, Anda tidak bakal ‘kalap’ melahap banyak makanan khas Lebaran meski rasanya enak dan menggugah selera. Sehingga, tubuh Anda akan tetap sehat selama momen penting ini.4. Minum Air Putih SecukupnyaAnda pasti sudah tahu setiap orang dewasa dianjurkan minum air putih sebanyak 2 liter per hari. Meski begitu, masih banyak nih orang yang menyepelekan anjuran tersebut dan setiap harinya tidak dapat memenuhi kebutuhan air sebanyak 2 liter.Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah suatu keharusan. Pasalnya, sebanyak 60 persen massa tubuh kita terdiri dari air putih. Dengan memenuhi kebutuhan air putih setiap harinya, Anda akan memperoleh manfaat kesehatan, seperti menjaga tekanan darah, menghindari penumpukan lemak, menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan daya ingat otak.Nah, Lebaran menjadi tantangan bagi kita untuk mencukupi kebutuhan air putih. Pasalnya, pada momen ini, kita biasanya dihadapkan dengan minuman-minuman segar dan manis yang tinggi gula. Agar tubuh tetap sehat selama Lebaran, sebaiknya batasi atau (jika bisa) hindari minuman tinggi gula dang anti dengan mencukupi kebutuhan air putih.5. Istirahat yang CukupTips menjaga kesehatan selama Lebaran kelima yakni istirahat yang cukup. Setiap orang dewasa membutuhkan tidur selama 7 – 8 jam per hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang baik bagi tubuhnya. Adapun manfaat istirahat yang cukup di antaranya: memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mental, menjaga berat badan tetap ideal dan menurunkan risiko penyakit kronis.Sebenarnya bukan hanya pada saat Lebaran, di luar momen tersebut kita juga harus mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Kami menyarankan Anda tidur dengan jadwal yang konsisten setiap harinya. Dengan cara ini, tidur akan terasa lebih nyenyak dan berkualitas.Oh ya, bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan mudik, sebelumnya Anda juga perlu mendapatkan istirahat yang cukup. Jika Anda merasa lelah atau mengantuk di tengah perjalanan, segeralah menepi untuk beristirahat sejenak. Hal ini berguna agar perjalanan mudik tetap aman dan selamat.6. Hindari StresMenjaga kesehatan tubuh selama Lebaran bukan hanya bisa dilakukan dengan menjaga pola makan sehat hingga cukup istirahat, tapi juga menghindari stres. Hal ini dikarenakan kesehatan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh kesehatan mental.Faktanya, orang yang memiliki tingkat stres tinggi cenderung mengalami masalah kesehatan tertentu, salah satunya yakni asam lambung atau GERD. Inilah alasan mengapa kita semua perlu mengontrol stres dengan baik selama Lebaran agar tidak mengalami masalah kesehatan tertentu yang dapat mengganggu aktivitas kita di momen penting tersebut.Tetapi apabila Anda tengah menghadapi stres saat Lebaran, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan. Lakukan cara ini berulang-ulang sampai Anda merasa lebih rileks. Lebih lanjut, Anda juga bisa menjalankan aktivitas tertentu yang menurut Anda menyenangkan, seperti menjalankan hobi, menonton TV, membaca buku dan lainnya.7. Bila Perlu MCU Dulu Sebelum MudikSelain istirahat yang cukup, hal yang perlu dilakukan sebelum berangkat mudik yakni melakukan cek kesehatan atau medical check up. Medical check up ini harus menjadi perhatian utama agar perjalanan mudik berjalan dengan lancar, aman, selamat dan sehat.Pada intinya, medical check up sebelum mudik berguna untuk memastikan seluruh ‘personel’ pemudik dalam keadaan sehat secara keseluruhan. Adapun medical check up yang dilakukan di antaranya: cek tekanan darah, kadar gula darah dan kadar kolesterol.Anda bisa melakukan medical check up di Granostic. Ya, Granostic menyediakan layanan medical check up atau disingkat MCU untuk para pemudik yang hendak melakukan perjalanan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Bukan hanya MCU, Granostic juga memiliki dokter berpengalaman yang bisa Anda jadikan sarana untuk berkonsultasi terkait kesehatan terkini sebelum berangkat mudik.Itulah berbagai tips menjaga kesehatan selama Lebaran. Yuk lakukan medical check up terlebih dahulu sebelum mudik Lebaran!
Sakit Pinggang ke Dokter Apa? Pelajari Selengkapnya
Sakit pinggang ke dokter apa? Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel ini sampai tuntas ya. Pada intinya, ada beberapa dokter yang bisa dikunjungi untuk perawatan dan pengobatan sakit pinggang.Sakit pinggang bisa menyerang siapa saja. Dalam kondisi yang ringan, sakit pinggang bisa hilang dengan sendirinya. Di samping itu, Anda juga bisa melakukan perawatan rumahan untuk meredakan gejala nyeri dan kaku yang ditimbulkannya. Seperti, mengompres area pinggang yang sakit dengan air panas atau dingin, dipijat dan istirahat yang cukup.Disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah otot, tulang, saraf, atau organ internal. Untuk menentukan spesialis yang tepat, sebaiknya Anda memulai dengan berkonsultasi ke dokter umum. Dokter umum akan melakukan evaluasi awal dan, jika diperlukan, merujuk Anda ke spesialis yang sesuai berdasarkan penyebab nyeri pinggang Anda.Akan tetapi, sakit pinggang juga bisa timbul dalam kondisi yang parah, bahkan berlangsung dalam waktu yang lama. Penyebab sakit pinggang yang parah ini pun bisa beradal dari penyakit serius, seperti masalah ginjal. Nah, sakit pinggang yang parah dan berlangsung lama ini perlu diatasi dengan mengunjungi dokter spesialis.Setidaknya ada lima dokter spesialis yang bisa menjadi rujukan untuk menyembuhkan sakit pinggang. Berikut di antaranya:1. Dokter OrtopediDokter spesialis ortopedi bisa menjadi salah satu rujukan Anda jika mengalami sakit pinggang yang tak kunjung mereda. Pada dasarnya, dokter ortopedi memiliki tugas menangani masalah kesehatan pada bagian-bagian tubuh yang berkaitan dengan tulang, otot, sendiri, ligamen dan tendon.Untuk diketahui, sakit pinggang bisa timbul karena cedera otot. Dalam kata lain, sakit pinggang timbul karena kondisi otot dan ligamen pada area pinggang meregang dan robek. Akibatnya, rasa nyeri dan kaku akan timbul pada area tersebut.Selain itu, sakit pinggang juga bisa timbul karena stenosis tulang belakang. Kondisi ini membuat tulang belakang mengalami penyempitan sehingga menekan saraf tulang belakang dan sumsum. Sehingga, rasa nyeri, kaku dan bahkan kram akan terasa pada area pinggang.Nah, sakit pinggang yang disebabkan oleh cedera otot dan stenosis tulang belakang ini bisa diperiksakan ke dokter spesialis ortopedi. Dokter ortopedi akan memberikan tindakan medis yang tepat sesuai dengan penyebab sakit pinggang yang Anda alami.2. Dokter Spesialis Tulang Belakang (Spine Specialist)Seperti namanya, dokter spesialis tulang belakang adalah dokter yang memiliki tugas utama menangani masalah kesehatan yang berkaitan dengan tulang belakang. Dokter spesialis tulang belakang ini bisa menangani pasien dari berbagai usia, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa maupun lansia.Sakit pinggang yang disebabkan oleh masalah tulang belakang sangat dianjurkan diperiksakan ke dokter spesialis tulang belakang ini. Selain itu, sakit pinggang yang timbul karena cedera tulang belakang akibat olahraga dan kecelakaan juga bisa diatasi oleh dokter spesialis tulang belakang.Jadi, jika Anda selama ini bingung mau periksa ke dokter apa untuk mengobati sakit pinggang, coba amati penyebabnya. Apabila penyebabnya sebagaimana kami jelaskan di atas maka segera periksakan diri ke dokter spesialis tulang belakang. Nantinya, dokter spesialis tulang belakang akan memberikan tindakan medis yang tepat untuk perawatan area pinggang yang terasa sakit.3. FisioterapisSakit pinggang juga bisa diatasi dengan fisioterapi. Jadi, Anda juga boleh nih mengunjungi fisioterapis untuk menghilangkan rasa sakit pada pinggang Anda yang mungkin sudah berlangsung lama.Fisioterapis akan membantu Anda mengatasi gangguan fisik akibat sakit pinggang. Selain itu, fisioterapis juga akan membantu proses rehabilitasi akibat sakit pinggang dan akan berusaha mencegah timbul cacat fisik.Ada beberapa metode yang akan dilakukan fisioterapis untuk mengatasi sakit pinggang. Pertama, menetapkan program pelatihan untuk memperbaiki postur tubuh, meregangkan dan memperkuat otot.Kedua, melakukan teknik elektroterapi. Teknik elektroterapi adalah teknik terapi saraf yang berguna untuk menstimulasi saraf pasien menggunakan alat berdaya listrik (elektrik). Fisioterapis juga akan melakukan teknik terapi secara manual melalui pijatan hingga peregangan.Fisioterapis ini bisa Anda kunjungi apabila sakit pinggang yang Anda alami disebabkan oleh cedera otot, sering mengangkat benda berbobot berat dan melakukan gerakan berulang yang berujung cedera. Sementara jika sakit pinggang yang Anda alami disebabkan oleh kondisi yang lebih parah, maka disarankan untuk mengunjungi salah dokter sebagaimana kami jelaskan di dalam artikel ini.4. Dokter AnestesiologisSelain yang disebutkan di atas, sakit pinggang juga bisa diatasi dengan mengunjungi dokter apa? Jawabannya adalah dokter anestesiologis. Pada intinya, dokter spesialis anestesiologis memiliki perananan memberikan perawatan anestesi kepada pasien setelah menjalankan suatu operasi.Tetapi, di samping itu, dokter anestesiologis juga dapat membantu pengobatan nyeri karena berbagai penyebab. Pengobatan nyeri ini bukan hanya sebatas nyeri pinggang, tapi juga nyeri yang menyerang bagian tubuh lainnya, seperti dada, perut, kaki maupun tangan.Dokter anestesiologis akan memberikan perawatan rehabilitatif dan proses penghilang rasa sakit untuk mengatasi rasa sakit pada pinggang. Selain itu, dokter anestesiologis juga berperan memberikan konseling kepada pasien selama perawatan.Kami menyarankan Anda mengunjungi dokter spesialis anestesiologis ini jika sakit pinggang yang Anda rasakan berlangsung dalam waktu lama, tak kunjung sembuh dan sangat mengganggu aktivitas Anda. Selain itu, sakit pinggang yang disebabkan oleh kondisi medis serius juga disarankan meminta bantuan dokter anestesiologis. Nantinya, dokter anestesiologis akan memberikan perawatan dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi sakit pinggang yang Anda alami selama ini.5. Dokter NeurologiTerakhir, Anda bisa mengujungi dokter neurologi untuk mengobati sakit pinggang, terutama yang disebabkan oleh gangguan saraf tulang belakang. Dokter spesialis neurologi sendiri adalah dokter yang memiliki tugas utama mengobati pasien dengan penyakit yang berkaitan dengan sistem sarah, seperti saraf otak, saraf otot dan saraf tulang belakang.Lebih lanjut, dokter neurologi ini diklasifikasikan ke dalam delapan bidang kerja atau subspesialis. Nah, sakit pinggang bisa diatasi dengan mengunjungi dokter neurologi subspesialis nyeri dan saraf tepi. Untuk diketahui, dokter neurologi subspesialis nyeri dan saraf tepi ini dapat membantu pasien dalam pengobatan nyeri akibat cedera, kerusakan saraf, neuropati otonom dan neuropati diabetik.Pertanyaannya, kapan penderita sakit pinggang perlu mengunjungi dokter neurologi? Penderita perlu mengunjungi dokter neurologi apabila sakit pinggang yang dialaminya disertai dengan gejala:mudah lelahotot melemahkebas dan penyusutan massa otot. Kondisi ini cukup serius sehingga Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter neurologi untuk mendapatkan pengobatan dengan segera.Itulah lima dokter spesialis yang bisa menjadi rujukan untuk menyembuhkan sakit pinggang. Jika Anda mengalami sakit pinggang yang berlangsung lama, tidak kunjung sembuh dan/atau disebabkan oleh kondisi medis yang serius, maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke salah satu dokter di atas.Perlu diingat, melakukan cek kondisi pinggang perlu dilakukan sebelum menentukan dokter yang sesuai. Anda bisa melakukan cek kondisi pinggang di Granostic melalui layanan laboratorium yang tersedia. Granostic juga akan membantu Anda dalam menentukan dokter yang sesuai untuk mengobati sakit pinggang Anda. Jadi tunggu apa lagi, yuk cek kondisi pinggang Anfa di Granostic ini sekarang juga!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:1. https://jks-fk.ejournal.unsri.ac.id/index.php/jk_sriwijaya/article/view/38 (Diakses 2025)2. https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/90 (Diakses 2025)3. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/31769 (Diakses 2025)4. https://journal.uns.ac.id/index.php/pmj/article/view/848 (Diakses 2025)5. https://jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1080 (Diakses 2025)
Ciri-ciri Gula Darah Naik Saat Lebaran
Tak dimungkiri, momen Hari Raya Lebaran selalu identik dengan kue kering atau jajanan manis. Memang rasanya enak, tapi kue kering di momen Lebaran ini banyak yang mengandung gula sangat tinggi. Akibatnya, banyak orang yang mengalami gula darah naik saat Lebaran. Nah, kali ini Granostic akan memaparkan ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran.Seseorang dikatakan memiliki kadar gula darah normal apabila angkanya sekitar 70 – 100 mg/dL sebelum makan atau kurang dari 180 mg/dL setelah makan. Apabila memiliki kadar gula darah di atas angka-angka tersebut, maka dia dapat dikatakan memiliki kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia.Kondisi ini, tentu saja, dapat ‘melahirkan’ masalah kesehatan serius. Seperti, diabetes, masalah ginjal dan gangguan hormon. Oleh karenanya, penting sekali bagi kita semua untuk membatasi atau bahkan menghindari makanan-makanan yang mengandung tinggi gula saat Lebaran.Di sisi lain, penting juga bagi kita untuk mengenali ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran agar kita bisa mengambil tindakan tepat waktu. Berikut penjelasan selengkapnya:1. Rasa Haus yang BerlebihanCiri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang pertama yakni sering haus. Ya, rasa haus yang berlebihan akan dirasakan oleh seseorang yang memiliki gula darah tinggi meski sudah minum banyak air. Pertanyaannya, mengapa seseorang yang memiliki gula darah tinggi sering haus?Gula darah atau glukosa yang tinggi akan menumpuk di dalam darah. Glukosa yang menumpuk ini membuat ginjal bekerja lebih keras dalam melakukan penyaringan dan penyerapan yang nantinya akan dibuang melalui urine karena berlebihan.Akibatnya, tubuh akan cepat kehilangan banyak cairan. Tubuh lantas akan memberikan reaksi alami untuk mengganti cairan yang hilang dengan memberikan sinyal rasa haus yang berlebihan.2. Sering KencingCiri kedua seseorang mengalami gula darah naik yakni sering kencing atau buang air kecil. Hal ini berkaitan dengan poin pertama seperti yang kami jelaskan di atas, yakni muncul rasa haus yang berlebihan.Ya, pada saat rasa haus menyerang, Anda akan terdorong untuk meneguk air lebih banyak dari biasanya. Semakin banyak air atau cairan yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin banyak juga cairan yang dibuang tubuh melalui urine. Inilah mengapa seseorang dengan gula darah tinggi akan sering kencing.Lebih lanjut, perlu Anda ketahui juga bahwa peningkatan jumlah cairan tubuh juga dapat terjadi karena glukosa mengikat lebih banyak cairan. Jadi, peningkatan cairan dalam hal ini bukan cuma melalui air yang diminum secara berlebihan.3. Merasa Lelah atau LesuSeseorang yang memiliki gula darah tinggi saat Lebaran juga akan mudah merasakan lelah atau lesu. Bahkan, rasa lelah ini bisa berlangsung dalam waktu yang lama atau berkepanjangan. Kenapa hal itu terjadi?Rasa lelah atau lesu ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang tidak mampu mendapatkan cukup glukosa untuk energi. Dalam kata lain, seseorang yang gula darahnya naik saat Lebaran akan tampak tidak berenergi dan bahkan sering mengantuk.Oh ya, ada juga faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang yang gula darahnya naik mudah lelah. Yakni, dehidrasi akibat sering kencing dan penderita tidak minum air putih yang cukup.4. Pandangan KaburCiri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang keempat yakni pandangan kabur. Pandangan kabur ini termasuk gejala yang sangat umum dialami oleh penyandang gula darah tinggi karena lensa di dalam mata membengkak. Nah, pembengkakan lensa di dalam mata ini terjadi akibat glukosa di dalam tubuh tinggi.Selain itu, gula darah tinggi juga bisa membuat pembuluh darah kecil pada area mata mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu saja memberikan ketidaknyaman bagi penderita dan perlu mendapatkan perawatan atau pengobatan medis yang tepat.5. Penurunan Berat Badan MendadakAnda tidak sedang diet tapi mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa direncanakan? Mungkin saja hal itu disebabkan oleh gula darah atau glukosa dalam tubuh naik. Anda mungkin bertanya-tanya apa kaitannya gula darah naik dengan penurunan berat badan secara mendadak.Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, glukosa di dalam tubuh penyandang gula darah tinggi tidak dapat secara maksimal diolah atau diubah menjadi energi. Sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak untuk diubah menjadi energi sehingga pada akhirnya berat badan akan mengalami penurunan secara mendadak.Kondisi ini juga perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan medis secara tepat. Jika dibiarkan, penurunan berat badan bisa menjadi sangat signifikan dan memunculkan gangguan kesehatan lainnya.6. Nyeri Kaki atau TanganNyeri kaki atau tangan juga menjadi ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran selain yang kami sebutkan di atas. Hal ini dikarenakan kadar glukosa atau gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf-saraf tubuh. Dalam dunia medis, kondisi ini dinamakan neuropati diabetic.Nah, pada umumnya penyandang gula darah tinggi lebih sering menyerang kaki. Sehingga, kaki akan terasa nyeri, kesemutan bahkan mati rasa. Hal ini dikarenakan saraf pada kaki lebih susah memompa darah ke jantung dibandingkan bagian tubuh lainnya.Kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderita. Penderita disarankan beristirahat lebih banyak agar kondisinya lebih fit.7. Sulit Berfokus atau BerkonsentrasiCiri-ciri gula darah naik saat Lebaran yang terakhir yakni sulit fokus atau konsentrasi. Kondisi ini muncul karena glukosa yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap fungsi otak. Sehingga, pengidap akan mengalami gangguan konsentrasi, kebingungan dan lebih parahnya sulit dalam mengambil keputusan.Lebih lanjut, gula darah naik saat Lebaran juga bisa menyebabkan sakit kepala. Gejala sakit kepala ini muncul apabila penderita gula darah tinggi tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya saat dehidrasi. Selain sakit kepala, pengidap juga dapat merasakan gejala lainnya, seperti pusing, mual hingga pingsan.Kondisi ini juga dapat menyebabkan pengidap glukosa tinggi sulit konsentrasi, kebingungan dan sulit dalam membuat keputusan. Pengidap perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis secara tepat.Selain memeriksakan diri ke dokter, cek gula darah di Granostic secara berkala juga penting dilakukan, terutama oleh diabetesi atau orang yang memiliki riwayat diabetes. Dengan melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic, Anda bisa mengantisipasi munculnya risiko berbagai penyakit.Untuk diketahui, penderita diabetes pada umumnya memiliki kadar gula darah atau glukosa yang naik turun sepanjang hari. Dalam kata lain, perubahan kadar gula darah mereka sangat fluktuatif dan jika tidak dikontrol secara berkala maka berisiko timbul komplikasi.Itulah penjelasan tentang ciri-ciri gula darah naik saat Lebaran. Jangan lupa cek gula darah secara berkala di Granostic, terutama menjelang Lebaran ya. Oh ya, bagi Anda yang saat ini tidak memiliki riwayat diabetes juga perlu melakukan cek gula darah di Granostic secara berkala guna mengantisipasi risiko penyakit tersebut.
Cara Mengatasi Gula Darah Tinggi
Ada sejumlah cara mengatasi gula darah tinggi yang bisa Anda terapkan. Cara-cara ini sangat berguna untuk menurunkan gula darah yang tinggi atau sedang naik kembali ke batas normal. Jadi, penting sekali bagi Anda menyimak artikel ini sampai tuntas.Perlu diketahui, setiap orang memiliki kadar gula darah yang dapat berubah-ubah. Seseorang bisa memiliki gula darah normal, di bawah batas normal atau di atas batas normal. Nah, seseorang dengan penyakit diabetes memiliki kadar gula darah yang sangat fluktuatif setiap waktunya.Tetapi penderita diabetes tidak perlu khawatir karena ada cara mengatasi gula darah tinggi yang bisa diterapkan. Berikut ini tujuh cara mengatasi gula darah tinggi yang perlu diterapkan oleh penderita diabetes:1. Fokus pada Pola Makan SehatCara mengatasi gula darah tinggi yang pertama yakni fokus menjaga pola makan sehat. Ya, penting sekali bagi kita semua menjaga pola makan sehat setiap hari. Bukan hanya dapat menurunkan kadar gula darah, cara ini juga bisa meminimalisir kolesterol dan mencegah kelebihan berat badan.Pertanyaannya, seperti apa pola makan yang sehat itu? Berikut aturannya: pilih makanan dengan kandungan karhodirat kaya serat, seperti nasi merah dan biji-bijian utuh (gandum). Untuk proteinnya, pilih yang mengandung rendah kalori, gula, garam dan lemak jenuh/trans. Lengkapi gizi dengan mengonsumsi buah, sayur dan susu rendah lemak.Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara teratur. Minum air putih secara teratur akan membantu ginjal mengeluarkan gula darah yang berlebihan melalui urin. Sehingga, kadar gula darah dalam tubuh akan berkurang.Pertahankan pola makan sehat ini setiap hari. Dalam kata lain, Anda harus mengaplikasikannya setiap hari agar kadar gula darah yang tinggi bisa kembali turun ke batas normal.2. Kontrol Berat BadanKetahuilah, berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat berdampak pada kadar gula darah yang sulit dikontrol. Oleh karenanya, pengidap diabetes atau orang yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk menurunkan berat badan hingga batas ideal agar terhindar dari berbagai penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh gula darah tinggi.Nah, dengan mengontrol berat badan tetap ideal, kadar gula darah dalam tubuh bisa dengan mudah diturunkan kembali ke batas normal. Dalam sebuah penelitian disebutkan penurunan berat badan sebesar 5 hingga 10 persen akan berdampak positif terhadap penurunan kadar gula darah dalam tubuh.Lantas, bagaimana cara mengontrol berat badan agar tetap ideal? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya: berolahraga secara teratur, menjaga pola makan yang sehat dan tidak berlebihan serta tidur cukup.Ya, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa seseorang yang kurang tidur berisiko mengalami kenaikan berat badan. Parahnya, seseorang yang kurang tidur juga bisa berdampak pada kenaikan gula darah dan mengurangi sensitivitas insulin.Oleh karenanya, dalam rangka mengontrol berat badan yang ideal dan mencegah gula darah tinggi, disarankan setiap orang dewasa mendapatkan waktu tidur yang cukup, yakni 7 – 8 jam per hari. 3. Berolahraga Secara TeraturSeperti yang kami singgung di poin kedua, olahraga secara teratur dapat menurunkan berat badan ke batas ideal. Selain itu, olahraga secara teratur juga bisa meningkatkan kerja insulin. Hal ini berdampak positif pada sel-sel tubuh yang akan mengolah gula darah menjadi sumber energi secara maksimal.Ada banyak pilihan olahraga yang bisa Anda jalankan secara rutin. Di antaranya: lari, jalan cepat, bersepeda, renang dan senam aerobic. Sebaiknya olahraga dilakukan di pagi hari ya, mengingat pada waktu ini udara masih segar.Lebih lanjut, kami menyarankan Anda menjalankan olahraga kurang lebih 30 menit setiap harinya. Cukup lakukan olahraga lima hari selama seminggu agar tubuh tetap sehat dan bugar serta terhindar dari gula darah tinggi.4. Hindari Makanan Tinggi GulaPantangan pengidap diabetes yang paling utama yakni makanan tinggi gula. Meski begitu, kita yang tidak mengidap diabetes juga perlu membatasi atau (jika bisa) menghindari makanan tinggi gula untuk mencegah risiko penyakit tersebut.Seperti diketahui, kita dapat dengan mudah menjumpai aneka makanan yang mengandung tinggi gula, termasuk gula tambahan. Misalnya: kue kering dan basah, roti dan permen. Jika terus-terusan mengkonsumsi aneka makanan tinggi gula ini, maka bukan hal yang tidak mungkin diabetes akan hingga di tubuh Anda.Nah, dalam hal ini, penting sekali bagi Anda untuk membaca tabel nutrisi yang tertera di bungkus makanan sebelum menyantapnya. Pastikan makanan tersebut tidak mengandung tinggi gula atau gula tambahan.5. Konsumsi SeratCara mengatasi gula darah tinggi berikutnya yakni mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat. Mungkin Anda bertanya-tanya, apa kaitannya kandungan serat dengan kadar gula darah dalam tubuh.Ketahuilah, kandungan serat bisa memperlambat penyerapan gula dari berbagai makanan. Orang yang mengonsumsi makanan berserat tinggi secara rutin akan memiliki kadar gula darah yang normal alias tidak akan naik dengan cepat.Kandungan serat ini bisa Anda dapatkan dari buah-buahan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Jadi jangan malas makan buah dan sayuran setiap hari ya! Perlu diketahui juga bahwa orang dewasa sangat dianjurkan mengonsumsi serat sebanyak 37 gram untuk pria dan 32 gram untuk wanita per harinya. 6. Pantau Gula DarahSelain melakukan beberapa hal yang telah kami jelaskan di atas, Anda juga perlu memantau kadar gula darah secara berkala, terutama jika Anda selama ini mengidap diabetes. Apa sih penting memantau kadar gula darah secara berkala.Dengan melakukan pemantauan secara berkala, Anda dapat mengetahui berapa kadar gula darah Anda terkini. Jika berada di angka lebih dari batas normal maka Anda bisa mengambil tindakan medis untuk menurunkannya kembali.Di samping itu, pemantauan ini juga bisa jadi ‘monitor’ apakah cara-cara yang kami jelaskan di atas dapat menurunkan kadar gula darah atau tidak. Jadi, kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya melakukan pemantauan gula darah secara berkala.Anda bisa melakukan pemantauan atau cek gula darah secara berkala di Granostic. Selain itu, Granostic juga menawarkan konsultasi kesehatan guna mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.7. Ikuti Instruksi DokterCara mengatasi gula darah tinggi yang terakhir yakni mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter. Ya, apabila Anda berkonsultasi atau cek gula darah di Granostic, dokter spesialis di sana akan memberikan instruksi-instruksi yang dapat Anda ikuti untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi terkait gula darah tinggi yang Anda alami di Granostic demi hidup sehat dan terbebas dari penyakit serius, seperti diabetes. Jangan ragu juga untuk mengikuti cara-cara di atas untuk menurunkan gula darah tinggi secara efektif.Itulah tujuh cara mengatasi gula darah tinggi yang bisa Anda terapkan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Pantau secara berkala kadar gula darah Anda di Granostic ya!
Apa Saja Makanan yang Menyebabkan Gula Darah Naik Saat Lebaran?
Selain silaturahmi dan mudik, Hari Raya Lebaran di Indonesia identik dengan aneka makanan lezat, seperti opor ayam, rendang daging, bakso dan lainnya. Belum lagi ada suguhan aneka kue kering yang menggugah selera. Sayangnya, di antara aneka makanan khas Lebaran yang ada, banyak yang dapat menyebabkan gula darah naik. Lantas, apa saja makanan yang menyebabkan gula darah naik saat Lebaran?Sebelum membahas tentang makanan khas Lebaran yang dapat menyebabkan gula darah naik, kami ingatkan bahwa gula darah tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Seperti, diabetes, stroke dan masalah ginjal.Oleh karenanya, kita semua perlu membatasi diri mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan gula darah tinggi saat Lebaran. Meski kita bukan pengidap diabetes, tindakan ini perlu dilakukan untuk mencegah risiko penyakit tersebut.Inilah beberapa makanan yang dapat menyebabkan gula darah naik saat Lebaran. Batasi mengkonsumsi makanan-makanan berikut ini ya!1. Kue ManisMakanan khas Lebaran penyebab gula darah naik yang pertama yakni kue manis. Ya, bisa dipastikan setiap rumah orang yang merayakan Hari Raya Lebaran menyuguhkan aneka kue manis yang menggugah selera. Ketahuilah, kue-kue manis yang ada ini memiliki kandungan gula yang tinggi.Kandungan gula tinggi inilah yang menyebabkan seseorang mengalami gula darah naik saat Lebaran. Lebih lanjut, kadar gula darah yang berlebihan ini mungkin saja tidak dapat ditangani oleh tubuh sehingga seseorang tersebut akan merasakan gejala-gejala akibat gula darah tinggi.Oleh karenanya, kami ingatkan kembali kepada Anda agar berhati-hati dalam memilih kue kering yang tersedia saat Lebaran. Pastikan Anda memilih kue kering yang rendah gula tambahan agar terhindar dari penyakit diabetes.2. Makanan yang DigorengMakanan yang digoreng juga dapat menyebabkan gula darah naik saat Lebaran. Makanan yang digoreng ini bisa berupa lauk pauk maupun camilan yang dihidangkan di momen Lebaran ya.Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi gorengan sebanyak 3 kali dalam seminggu secara rutin dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 20 persen. Penelitian ini membuktikan bahwa gorengan dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi saat Lebaran.Di sisi lain, penting diketahui juga bahwa gorengan memiliki kandungan kalori yang tinggi. Kandungan kalori tinggi ini berasal dari lemak yang ada pada gorengan. Sehingga, gorengan juga bisa meningkatkan kadar kolesterol.3. Makanan Tinggi GulaTelah kami singgung di atas bahwa makanan tinggi gula dapat menyebabkan kadar glukosa dalam tubuh naik. Nah, pada momen Lebaran, kita dapat dengan mudah menjumpai aneka makanan manis tinggi gula yang dihidangkan di setiap rumah.Ketahuilah, makanan tinggi gula yang dihidangkan saat Lebaran tidak jarang yang menggunakan pemanis buatan dan rendah nutrisi. Sehingga, rasa manis yang dimunculkannya lebih tinggi daripada pemanis alami.Memang, makanan manis itu dapat memanjakan lidah. Tapi, ‘mereka’ tidak baik bagi kesehatan kita sehingga kita perlu membatasinya. Nah, orang tua harus berhati-hati nih dalam memilihkan makanan untuk sang anak saat Lebaran. Jangan sampai sang anak terlalu banyak menyantap makanan manis ya! Selain dapat menyebabkan diabetes pada anak, makanan tinggi gula juga dapat menyebabkan gigi berlubang dan karies gigi lho.Selain itu, minuman manis tinggi gula juga tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan, termasuk bagi anak-anak. Di momen Lebaran, kita bakal dengan mudah menjumpai minuman-minuman manis tinggi gula dalam kemasan, seperti teh dalam kemasan. Baik Anda, keluarga dan anak-anak perlu membatasi atau bahkan menghindari minuman tinggi gula semacam itu ya!4. Makanan BerlemakMakanan penyebab gula darah naik saat Lebaran berikutnya yakni makanan berlemak. Misalnya, makanan cepat saji, keripik kentang, kue, selai kacang, krimer dan makanan yang terbuat dari daging olahan.Makanan berlemak ini sebenarnya tidak secara langsung dapat menyebabkan gula darah naik. Akan tetapi, makanan berlemak dapat menaikkan kadar kolesterol dalam tubuh yang dapat mengakibatkan resistensi insulin. Pada akhirnya hal itu dapat menyebabkan gula darah naik.Sebagai gantinya, saat Lebaran Anda bisa mengonsumsi makanan yang lebih sehat, seperti edamame, kacang-kacangan dan ikan. Anda bisa kok mengolah ikan jadi bakso ikan yang enak dan menggugah selera. Pastinya menu ini menyehatkan!5. Makanan Tinggi KarbohidratNasi adalah salah satu jenis makanan yang mengandung tinggi karbohidrat dan rendah serat. Selain nasi, beberapa makanan seperti roti, pasta dan kentang goreng juga memiliki kandungan tinggi karbohidrat dan rendah serat. Makanan-makanan ini dapat mengakibatkan kadar gula darah di dalam tubuh naik.Ya, karbohidrat yang tinggi di dalam tubuh akan diolah menjadi glukosa atau gula darah. Agar tetap sehat selama Lebaran, kita perlu membatasi mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung tinggi karbohidrat tersebut.Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat yang mengandung karbohidrat kompleks. Misalnya: oatmeal, nasi merah, buah-buahan, ubi rebus dan kacang-kacangan. Makanan-makanan ini tidak akan menyebabkan diabetes.6. Makanan Tinggi Lemak TransMakanan penyebab gula darah naik saat Lebaran yang terakhir yakni makanan dengan kandungan lemak trans yang tinggi. Sejatinya, makanan tinggi lemak trans awalnya meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, lalu kemudian diubah menjadi gula darah yang termasuk faktor risiko diabetes tipe 2.Nah, seperti yang kami sebutkan di atas, Hari Raya Lebaran identik dengan makanan yang diolah dari daging berlemak, seperti rendang daging dan bakso. Daging berlemak ini merupakan salah satu contoh makanan yang mengandung tinggi lemak trans.Selain daging berlemak, masih ada beberapa jenis makanan yang mengandung lemak trans tinggi, di antaranya: makanan yang diolah dari susu berlemak, keju dan mentega. Anda perlu membatasi atau (kalau bisa) menghindari makanan-makanan tersebut agar tetap sehat saat Lebaran tanpa perlu cemas dengan gangguan kesehatan akibat gula darah tinggi seperti diabetes.Selain menghindari beberapa makanan di atas, kami juga menyarankan Anda melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic. Penting juga untuk melakukan cek gula darah sebelum dan sesudah Lebaran.Cek gula darah secara berkala di Granostic ini bertujuan untuk mengukur kadar gula darah Anda terkini. Dalam kata lain, Anda dapat mengetahui secara pasti apakah gula darah saat ini tinggi, rendah atau berada di angka normal.Lebih lanjut, bagi pengidap diabetes, cek gula darah ini sangat bermanfaat untuk mengetahui apakah pada masa perawatan yang mereka lakukan berjalan dengan baik atau justru sebaliknya. Di sisi lain, bukan pengidap diabetes juga perlu melakukan cek gula darah guna mengantisipasi risiko penyakit tersebut dan penyakit serius lainnya.Itulah penjelasan tentang beberapa makanan yang menyebabkan gula darah naik saat Lebaran. Bijaklah memilih makanan di momen Lebaran agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit diabetes. Jangan lupa juga melakukan cek gula darah secara berkala di Granostic ya!
Tips Mudik Aman ala Granostic
Mau mudik ke mana nih Lebaran kali ini? Sebelum berangkat mudik, alangkah baiknya Anda membaca artikel tips mudik aman ala Granostic berikut ini!Seperti diketahui, mudik Lebaran adalah agenda tahunan yang sangat dinanti-nanti banyak orang. Ya, jutaan orang akan melakukan mudik ke kampung halamannya di momen Lebaran untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.Ke mana pun tujuan mudik, Anda dan keluarga pasti ingin aman dan lancar, kan? Oleh karenanya, penting sekali bagi Anda untuk merencanakan perjalanan mudik sejak jauh-jauh hari dan terapkan tips-tips di bawah ini!1. Perencanaan PerjalananTips yang pertama yakni merencanakan perjalanan mudik. Ya, sebagaimana kami sebut di atas, agenda mudik Lebaran memang perlu direncanakan matang-matang sejak jauh-jauh hari. Jadi, jangan terlalu mepet menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mudik.Saran kami, setidaknya rencanakan dan siapkan perjalanan mudik seminggu sebelum keberangkatan. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan? Anda perlu menyiapkan pakaian yang harus dibawa, makanan yang cukup, obat-obatan dan bujet yang dibutuhkan selama mudik.Nah, apabila Anda atau keluarga memiliki kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau lainnya, sebaiknya lakukan cek kesehatan sebelum keberangkatan. Dengan melakukan ini, diharapkan Anda dan keluarga tetap sehat selama mudik di kampung halaman dan pulang kembali ke rumah.2. Pemeriksaan KendaraanAnda berencana mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi? Baik mobil maupun motor yang akan digunakan mudik, Anda perlu mengecek kondisi fisik dan performanya.Saran kami, bawalah mobil atau motor yang hendak digunakan mudik ke mekanik untuk melakukan cek up. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat cek up, di antaranya pergantian oli, cek kampas rem dan persediaan cadangan ban.Jika Anda memilih menggunakan mobil pribadi untuk mudik, pastikan juga Anda membawa alat dongkrak dan kunci pas. Ini berguna untuk mengatasi kerusakan yang bisa saja terjadi di tengah perjalanan mudik. Oh ya, kalau menggunakan motor, jangan lupa menyiapkan jas hujan. Sebab, cuaca saat ini sulit diprediksi.3. Istirahat SecukupnyaIstirahat cukup adalah hal yang sangat penting diperhatikan agar mudik tetap aman dan selamat. Jangan pernah memaksakan diri berkendara terus-terusan tanpa istirahat apabila tujuan mudik sangat jauh.Ketahuilah, memaksakan diri berkendara terus-menerus tanpa istirahat saat mudik dapat membahayakan diri sendiri maupun keluarga. Saran kami, beristirahatlah yang cukup setelah berkendara 2 – 3 jam. Saat istirahat, Anda bisa meregangkan otot sejenak, makan dan minum.Setelah tubuh terasa lebih fresh kembali, Anda boleh nih melanjutkan perjalanan mudik. Jika perlu, Anda bisa bergantian mengemudi dengan anggota keluarga lain jika ada yang bisa. Cara ini juga sangat efektif agar pengemudi bisa beristirahat cukup.4. Hindari Mengemudi Saat Lelah atau MengantukSeperti yang kami jelaskan tadi, jangan pernah Anda memaksakan diri mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Ketahuilah, tidak sedikit kasus kecelakaan terjadi karena berkendara dalam keadaan mengantuk. Anda pasti sudah tahu kabar tentang hal itu, kan?Jadi, segeralah berhenti berkendara apabila tubuh terasa lelah atau mengantuk. Anda bisa ‘membelokkan’ mobil atau motor ke rest area ang tersedia atau tempat teduh yang nyaman untuk digunakan istirahat. Pastikan Anda dan keluarga beristirahat semaksimal mungkin hingga tubuh kembali fit dan siap berkendara.Oh ya, sebelum melakukan perjalanan mudik, sebaiknya Anda dan keluarga beristirahat cukup dengan tidur setidaknya 7 jam. Istirahat atau tidur yang cukup ini sangat diperlukan agar selama perjalanan mudik nantinya Anda dan keluarga senantiasa dalam kondisi fit.5. Hindari Konsumsi AlkoholTips mudik aman ala Granostic berikutnya yakni menghindari alkohol. Sebab, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan kantuk dan kehilangan fokus saat berkendara. Tentunya, hal ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.Di sisi lain, kami juga menyarankan tidak mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk sebelum berangkat mudik. Hal ini juga dapat membahayakan diri dan keluarga selama perjalanan mudik.Penting juga bagi Anda untuk menghindari merokok saat berkendara. Sebab, merokok saat berkendara dapat mengaburkan fokus dan menuai dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Bukan saja bagi perokok itu sendiri, perokok pasif juga akan mendapatkan dampak buruk terhadap kesehatan tubuhnya dari asap rokok yang ditimbulkannya.6. Perhatikan Kondisi CuacaMemperhatikan kondisi cuaca juga perlu dilakukan agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar. Dalam hal ini, Anda bisa mengecek prediksi atau perkiraan cuaca sebelum dan selama perjalanan mudik. Saat ini mudah sekali kok mendapatkan informasi terkait perkiraan cuaca di suatu lokasi melalui smartphone yang kita miliki.Nah, dengan mengetahui perkiraan cuaca, Anda bisa mengatur jadwal keberangkatan mudik. Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan diri untuk mencari tempat berteduh apabila hujan turun sangat deras.Lebih lanjut, Anda juga perlu nih mengecek rute perjalanan mudik terbaik agar lancar sampai tujuan. Hindari rute perjalanan yang diprediksi atau diperkiraan akan terjadi cuaca buruk, seperti hujan sangat deras. Selain itu, Anda juga sebaiknya menghindari rute perjalanan yang tergenang banjir dan berbahaya.Oh ya, penting juga bagi pengemudi agar selalu mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. Pastikan juga untuk selalu memprioritaskan pejalan kaki dan pengendara lain yang ingin menyalip. Hal ini penting diperhatikan agar perjalanan mudik Anda bersama keluarga aman dan selamat.7. Cek Kesehatan Sebelum MudikTips mudik aman ala Granostic yang terakhir yakni mengecek kesehatan sebelum keberangkatan. Apa sih pentingnya cek kesehatan sebelum berangkat mudik?Cek kesehatan perlu dilakukan agar Anda dan seluruh anggota keluarga yang ikut mudik tetap dalam keadaan sehat dan bugar, baik selama perjalanan, sesampai di tujuan mudik hingga pulang kembali ke rumah. Nah, anggota keluarga yang memiliki kondisi medis tertentu dan sudah lanjut usia perlu diprioritaskan nih dalam melakukan cek kesehatan.Cek kesehatan sebelum mudik bisa dilakukan di pelayanan kesehatan berkualitas, seperti Granostic. Granostic siap membantu Anda dan anggota keluarga Anda dalam melakukan cek kesehatan secara keseluruhan dan merekomendasikan tindakan medis (jika diperlukan) untuk persiapan mudik Lebaran.Lebih lanjut, Granostic juga akan meresepkan obat-obatan tertentu (jika diperlukan) untuk ‘personel’ mudik yang memiliki kondisi medis tertentu. Dengan melakukan cek kesehatan di Granostic, agenda mudik Lebaran Anda dan keluarga akan berjalan lancar, aman, selamat dan sehat.Oh ya, Granostic mengingatkan kepada Anda agar tidak memaksakan diri berangkat mudik apabila kondisi kesehatan terkini tidak memungkinkan. Sebab, jika dipaksakan berangkat mudik, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan atau sesampainya di tujuan.Itulah tips mudik aman ala Granostic. Selalu jaga kesehatan selama mudik ya. Jangan lupa untuk melakukan cek kesehatan terlebih dahulu di Granostic sebelum berangkat mudik ke kampung halaman!
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message