Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Cara Pencegahan Hipertensi Pada Lansia

Cara Pencegahan Hipertensi Pada Lansia

Hipertensi merupakan jenis penyakit yang kerap terjadi pada lansia. Masalah ini identik dengan proses penuaan, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah melebihi batas normal. Namun terdapat beberapa cara yang bisa diterapkan untuk langkah pencegahan hipertensi pada lansia. Apa saja?

Sebelum membahas bagaimana cara mencegahnya, Anda harus memahami dulu mengapa lansia rentan terserang hipertensi.
Masalah Kesehatan ini terjadi karena saat seiring bertambahnya usia, sistem vaskular pun turut berubah, seperti yang ada dalam jantung dan pembuluh darah kita.

Pertambahan usia ini juga meningkatkan penurunan jaringan elastis di arteri yang menyebabkan lebih kaku, khususnya pada para lansia. Tak hanya itu, faktor genetik, gaya hidup, konsumsi obat-obatan, serta kondisi Kesehatan tertentu juga bisa mengakibatkan kenaikan tekanan darah.

Nah, untuk pencegahan hipertensi pada lansia, Anda dapat menerapkan beberapa cara berikut ini:
1. Aktivitas Fisik Teratur
Cara pencegahan hipertensi pada lansia yang pertama adalah memastikan Anda melakukan aktivitas fisik yang teratur. Beraktivitas fisik secara teratur dapat menjaga tekanan darah lansia tetap terkontrol.

Meskipun tidak melakukannya secara intens, olahraga dan aktivitas fisik yang ringan tetaplah berperan penting untuk menjaga Kesehatan tubuh secara umum.

Anda dapat memilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang. Lakukan juga secara teratur dan dalam durasi yang cukup, misalnya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.


2. Adopsi Gaya Hidup Sehat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, gaya hidup yang buruk bisa menjadi salah satu faktor hipertensi pada lansia. Karena sebagai cara pencegahan hipertensi pada lansia, Anda dapat mengadopsi gaya hidup sehat dan menerapkannya dalam keseharian.

Pada dasarnya menjalani gaya hidup sehat sangatlah penting untuk menjaga kesehatah tubuh kita secara umum. Tak hanya pencegahan hipertensi, tapi dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah, menstabilkan kolesterol, dan meningkatkan fungsi pencernaan dan organ-organ lain dengan optimal.

Gaya hidup yang sehat ini banyak bentuknya, mulai dari olahraga ringan yang rutin, mengurangi makan-makanan yang menyebabkan hipertensi, mengelola stres dengan baik, hingga menghindari meminum minuman beralkohol dan merokok.


3. Mengelola Stress
Mengelola stres dengan baik juga dapat menjadi cara pencegahan hipertensi pada lansia yang efektif. Sebab dengan menjaga stres Anda tidak berlebihan juga akan membuat tekanan darah Anda jadi lebih terkontrol.

Mengelola stres juga sangat penting dilakukan oleh lansia. Sebab pada usia lanjut, kegiatan yang dilakukan seseorang bisa jadi sangat sedikit.

Hal ini bisa menimbulkan stres pada beberapa lansia, yang juga akan berdampak pada tekanan darah mereka.
Untuk mengontrol stres Anda dapat melakukan olahraga ringan dengan berjalan kaki di sore hari, atau menjalani hobi yang menyenangkan dan menenangkan.


4. Pantauan Rutin Tekanan Darah
Sebagai bagian dari cara pencegahan hipertensi pada lansia, Anda juga perlu memantau tekanan darah secara rutin.
Tekanan darah sendiri merupakan ukuran yang menentukan seberapa kuat jantung kita memompa darah, kemudian mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Normalnya nilai tekanan darah normal pada lansia berada di rentang 130/80 mmHg hingga 140/90 mmHg.
Melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin dapat membantu mendeteksi dini terjadinya serangan hipertensi. Terlebih risiko mengalami tekanan darah tinggi pun meningkat seiring dengan pertambahan usia lansia.


5. Pengurangan Konsumsi Garam
Makanan yang kita konsumsi sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh, termasuk tingkat tekanan darah pada lansia. Karenanya mengatur diet yang tepat dan mengurangi konsumsi garam adalah cara pencegahan hipertensi yang bisa dilakukan pada lansia. Hal ini karena garam secara tak langsung dapat berdampak pada peningkatan volume darah, khususnya dengan menambahkan air ke aliran darah kita. Kondisi ini berujung pada peningkatan tekanan darah.
Sejalan dengan mengurangi asupan garam, Anda dapat menjalankan diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Jenis diet ini memungkinkan Anda untuk mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan berbagai jenis protein rendah lemak.


6. Hindari Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa merokok dan konsumsi alkohol termasuk dalam kebiasaan buruk yang harus Anda hindari sebagai upaya pencegahan hipertensi pada lansia.

Tak hanya berdampak pada Kesehatan organ-organ pernapasan, merokok dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke pada lansia.

Hal ini disebabkan karena kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok akan masuk ke aliran darah. Kemudian kedua kandungan tersebut akan merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri, serta mengakibatkan proses aterosklerosis dan tekanan darah tinggi.

Sementara itu minuman beralkohol pun dapat menjadi salah satu faktor risiko seseorang menderita hipertensi saat lansia. Ini karena alkohol memiliki efek yang sama buruknya dengan karbondioksida, yang dapat meningkatkan keasaman pada darah.
Kondisi ini membuat darah menjadi lebih kental dan jantung pun dipaksa untuk memompa. Selain itu, kadar kortisol yang meningkat akibat alkohol pun dapat mengakibatkan aktivitas renin-angiotensin aldosterone system (RAAS) turut bertambah dan memicu hipertensi.


7. Konsultasi dengan Dokter
Nah, selain keenam cara pencegahan hipertensi pada lansia yang dapat Anda lakukan sendiri di atas, mengkonsultasikan dan memeriksakan kesehatan diri Anda dengan dokter secara rutin juga perlu.

Sebab timbulnya hipertensi ini pun dapat terjadi karena banyak faktor, yang mungkin luput dalam pantauan pribadi Anda. Misalnya karena faktor genetik dan karena masalah kesehatan tertentu.

Selain itu, kondisi tubuh lansia juga tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang sehat dan prima. Karenanya kondisi kesehatannya pun bisa cukup fluktuatif atau berubah-ubah. Hal inilah yang menjadikan perlu bagi para lansia untuk memeriksakan kesehatan dan kondisi tubuh mereka secara rutin.

Klinik Granostic dalam hal ini dapat membantu menjawab kebutuhan Anda. Dengan tenaga kesehatan dan dokter yang berpengalaman, kredibel, serta penanganan yang efisien, memungkinkan proses konsultasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan dengan optimal serta menyeluruh.

Tak hanya itu, Klinik Granostic pun menyediakan berbagai fasilitas tes kesehatan terlengkap dan berteknologi termutakhir untuk membantu proses diagnosa. Misalnya saja layanan MCU atau Medical Check Up, untuk memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan banyak lainnya. Bersama dokter di Klinik Granostic, Anda pun dapat mendiskusikan bagaimana langkah-langkah pencegahan hipertensi yang efektif sesuai dengan tubuh Anda.

Termasuk menyesuaikan pola diet, jenis olahraga ringan yang dapat Anda coba, hingga menjadwalkan konsultasi kesehatan secara teratur dengan dokter ahli kami. Nah, khusus untuk konsultasi ini, Anda tak perlu selalu datang ke Klinik Granostic secara langsung. Sebab lewat layanan Home Service kami, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter ahli melalui panggilan video jarak jauh di manapun dan kapanpun Anda membutuhkannya.

Meskipun layanan Home Service ini dilakukan secara daring, keprofesionalan layanan tenaga kesehatan dan dokter dari Klinik Granostic tidak akan berkurang sedikitpun. Karena bagi kami, pengalaman dan kesehatan Anda adalah hal yang paling utama.
Bagaimana? Apakah Anda mau mencoba layanan Home Service di Klinik Granostic? Tekan tombol di bawah ini untuk terhubung dengan tim tenaga kesehatan kami!

Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message