Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Pre-Marital Check Up di Surabaya - Persiapan Penting Sebelum Menikah
Menjelang pernikahan, banyak pasangan sibuk mempersiapkan berbagai hal, mulai dari acara resepsi hingga hunian baru. Namun, ada satu langkah penting yang sering terlewatkan, yaitu pemeriksaan kesehatan pranikah atau pre-marital check up. Memang apa pentingnya?Langkah ini tidak hanya memastikan kesehatan Anda dan pasangan, tetapi juga mempersiapkan masa depan keluarga yang sehat. Dengan melakukan pre-marital check up, Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, mencegah penularan penyakit, dan merencanakan kehamilan yang optimal. Untuk Anda yang berada di Surabaya, Granostic akan memberikan informasi lengkap mengenai pre-marital check up, termasuk rekomendasi tempat untuk melakukannya.Apa Itu Pre-Marital Check Up?Pre-marital check up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pasangan sebelum menikah. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kondisi medis atau penyakit yang mungkin dimiliki oleh salah satu atau kedua calon mempelai. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, Sobat dan pasangan dapat mengambil langkah pencegahan atau pengobatan yang diperlukan, sehingga dapat mencegah komplikasi di masa depan dan memastikan kesehatan keturunan mereka. Ada beberapa keuntungan melakukan pre-marital check up antara lain:Mendeteksi penyakit menular: Seperti HIV, hepatitis B, atau penyakit menular seksual lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan pasangan dan calon anak. Mengetahui status genetik: Untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit genetik yang dapat diturunkan kepada anak, seperti thalassemia. Merencanakan kehamilan yang sehat: Dengan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat merencanakan kehamilan dengan lebih baik dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan risiko yang ada.Prosedur Pre-Marital Check UpSetelah menyimak penjelasan mengenai apa itu pre-marital check up dan manfaatnya bagi pasangan calon pengantin, Anda juga perlu mengenali berbagai prosedur pemeriksaan kesehatan yang perlu dijalankan.Nah, umumnya prosedur premarital check up meliputi beberapa tahapan. Berikut penjelasan mengenai setiap tahapannya:1. Registrasi Langkah pertama adalah melakukan pendaftaran di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pre-marital check up. Registrasi dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah sakit atau klinik terkait, atau melalui pendaftaran online jika tersedia. Jika Sobat ingin melakukan cek kesehatan pre-marital di klinik Granostic, Anda dapat melakukan pendaftaran online dengan mudah lewat laman Registrasi Online. Ikuti panduan pengisian data diri, kemudian lengkapi syarat yang dibutuhkan, dan atur jadwal pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan Anda.Anda bahkan dapat memanfaatkan layanan home service bila menginginkan layanan pemeriksaan kesehatan pranikah di rumah saja. Lewat layanan ini, Anda tidak perlu mengantre di klinik, karena tim medis kami yang akan mendatangi rumah Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel.2. Konsultasi dengan Dokter Setelah registrasi, pasangan akan menjalani sesi konsultasi dengan dokter. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, gaya hidup, serta rencana kehamilan. Informasi ini membantu dokter dalam menentukan jenis pemeriksaan yang diperlukan dan memberikan saran yang sesuai. Konsultasi ini penting untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin mempengaruhi kesehatan pasangan atau keturunan mereka.3. Pengambilan SampelSetelah konsultasi, dokter akan merekomendasikan pengambilan sampel darah, urine, atau cairan tubuh lainnya sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diperlukan. Misalnya, sampel darah digunakan untuk memeriksa kadar gula, fungsi hati, fungsi ginjal, dan adanya infeksi tertentu. Sampel urine dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi saluran kemih atau kondisi medis lainnya. Proses pengambilan sampel biasanya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti.4. Analisis Laboratorium Sampel yang telah diambil akan dianalisis di laboratorium untuk memeriksa berbagai indikator kesehatan. Analisis ini mencakup pemeriksaan hematologi, fungsi organ, status imunisasi, dan deteksi penyakit menular. Hasil dari analisis laboratorium ini akan memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi kesehatan Anda dan pasangan.5. Hasil dan Konsultasi Setelah hasil laboratorium keluar, Anda dan pasangan akan kembali berkonsultasi dengan dokter untuk membahas temuan tersebut. Dokter akan menjelaskan arti dari setiap hasil pemeriksaan, memberikan saran atau pengobatan jika diperlukan, dan membantu pasangan dalam merencanakan langkah selanjutnya. Konsultasi ini penting untuk memastikan bahwa Anda dan pasangan memahami kondisi kesehatan mereka dan dapat membuat keputusan yang tepat terkait pernikahan dan perencanaan keluarga.Jenis Pemeriksaan dalam Pre-Marital Check UpBeberapa jenis pemeriksaan yang umumnya disarankan dalam pre-marital check up meliputi:1. Tes Golongan Darah dan RhesusBanyak dari kita yang masih meremehkan pemeriksaan golongan darah dan rhesus. Padahal dampaknya pada kesehatan ibu dan janin selama kehamilan, serta pengaruhnya pada kesejahteraan anak di masa mendatang cukuplah besar.Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui golongan darah (A, B, AB, atau O) dan faktor rhesus (positif atau negatif) dari masing-masing pasangan. Mengetahui faktor rhesus penting untuk mencegah inkompatibilitas rhesus antara ibu dan janin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan berikutnya.2. Tes Hematologi (Darah Lengkap)Tes ini mencakup pemeriksaan sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, dan trombosit. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya anemia, infeksi, atau kelainan darah lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan pasangan dan calon anak.Dengan demikian, calon pasangan suami istri dapat merencanakan kehamilan sehat yang minim risiko, baik untuk kepentingan janin maupun sang ibu.3. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS)Pemeriksaan ini meliputi tes untuk mendeteksi penyakit menular seksual pada diri sendiri dan pasangan Anda. Deteksi dini PMS penting untuk mencegah penularan antar pasangan dan kepada anak yang akan dilahirkan.Beberapa jenis pemeriksaan PMS yang perlu Anda dan pasangan lakukan antara lain:Tes HIV/AIDSTes Hepatitis B dan CTes HPVTes SifilisTes Klamidia dan GonoreMelakukan deteksi dini penyakit menular seksual juga menjadi langkah penting untuk memaksimalkan pengobatan yang dilakukan. Sehingga angka harapan sembuh penderita juga akan semakin tinggi.4. Tes Fungsi Hati dan GinjalTes fungsi hati dan ginjal merupakan pemeriksaan medis yang bertujuan untuk menilai kesehatan organ hati dan ginjal seseorang. Tes ini melibatkan pengukuran enzim hati seperti SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) serta kadar ureum dan kreatinin dalam darah, untuk mengevaluasi fungsi ginjal. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan sebelum menikah untuk memastikan bahwa kedua pasangan memiliki organ hati dan ginjal yang berfungsi dengan baik. Serta dapat membantu mendeteksi penyakit hati seperti hepatitis atau sirosis, serta gangguan ginjal seperti gagal ginjal atau nefritis. Penyakit-penyakit ini dapat berdampak pada kualitas hidup pasangan dan keturunan mereka di masa depan. Jika terdapat masalah pada organ hati atau ginjal, pasangan dapat mengambil langkah pencegahan atau menjalani pengobatan sebelum memulai kehidupan rumah tangga.Selain itu, fungsi hati dan ginjal yang baik sangat penting bagi wanita yang berencana hamil. Hati berperan dalam metabolisme hormon kehamilan, sementara ginjal berfungsi untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Gangguan pada salah satu organ ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia atau gagal ginjal akut selama kehamilan.Dengan menjalani tes fungsi hati dan ginjal sebelum menikah, pasangan dapat memahami kondisi kesehatan masing-masing dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatannya. Pemeriksaan ini juga dapat membantu dalam perencanaan kehamilan yang lebih sehat dan terhindar dari risiko komplikasi yang tidak diinginkan.5. Tes KesuburanTes kesuburan merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kemampuan pasangan dalam memiliki keturunan. Tes ini melibatkan analisis sperma pada pria serta pemeriksaan hormon dan kondisi reproduksi pada wanita. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan kesuburan yang mungkin tidak disadari sebelumnya.Pada pria, analisis sperma dilakukan untuk mengevaluasi jumlah, bentuk, serta pergerakan sperma. Kualitas sperma yang baik sangat berpengaruh dalam proses pembuahan. Sementara itu, pada wanita, pemeriksaan hormon seperti FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) dapat membantu mengidentifikasi gangguan ovulasi, sementara USG rahim dan ovarium dapat mendeteksi kondisi seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau endometriosis.Tes kesuburan memiliki peran penting dalam perencanaan kehamilan yang sehat. Dengan mengetahui kondisi kesuburan sejak dini, pasangan dapat melakukan tindakan medis yang diperlukan jika ditemukan adanya gangguan. Misalnya, jika ditemukan masalah pada produksi sperma atau gangguan ovulasi, dokter dapat merekomendasikan terapi hormon atau prosedur medis lainnya.Melalui tes kesuburan, pasangan dapat lebih siap secara fisik dan mental dalam merencanakan kehamilan. Hal ini juga dapat mengurangi stres dan ketidakpastian terkait kemampuan untuk memiliki anak di masa depan, sehingga memberikan ketenangan dalam pernikahan.6. Tes GenetikTes genetik adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan atau penyakit genetik yang dapat diturunkan kepada anak. Tes ini melibatkan analisis DNA guna mengidentifikasi kelainan kromosom atau mutasi genetik yang dapat menyebabkan penyakit tertentu, seperti thalassemia, cystic fibrosis, atau kelainan metabolisme bawaan.Pemeriksaan genetik menjadi penting bagi pasangan yang memiliki riwayat penyakit genetik dalam keluarga. Dengan mengetahui risiko tersebut lebih awal, pasangan dapat mempertimbangkan berbagai opsi medis, termasuk konsultasi dengan spesialis genetika untuk memahami konsekuensi dan kemungkinan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin diwariskan kepada anak.Tes ini juga memiliki peran krusial dalam perencanaan kehamilan yang sehat. Jika ditemukan adanya risiko penyakit genetik yang tinggi, pasangan dapat mempertimbangkan berbagai langkah pencegahan, seperti diagnosis prenatal atau prosedur bayi tabung dengan pemilihan embrio yang sehat.Dengan menjalani tes genetik sebelum menikah, pasangan dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait kesehatan keluarga mereka di masa depan. Kesadaran terhadap potensi risiko genetik memungkinkan mereka untuk mengambil tindakan yang lebih proaktif demi memastikan kesejahteraan anak-anak mereka.7. Tes Diabetes dan KolesterolTes diabetes dan kolesterol merupakan pemeriksaan penting dalam menilai risiko penyakit metabolik yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang pasangan suami istri. Kedua tes ini pun memiliki hubungan dengan kesehatan reproduksi dan kehamilan. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, hipertensi, dan bayi lahir dengan berat badan berlebih. Begitu pula dengan kadar kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan gangguan sirkulasi darah, yang berdampak pada kesehatan janin dan ibu hamil.Dengan mengetahui kondisi kadar gula darah dan kolesterol sebelum menikah, pasangan dapat melakukan langkah-langkah pencegahan seperti mengadopsi pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal. Jika salah satu pasangan telah memiliki diabetes atau kadar kolesterol tinggi, konsultasi dengan dokter dapat membantu dalam merancang strategi pengelolaan kondisi tersebut sebelum merencanakan kehamilan.Tak hanya itu Sobat, kedua pemeriksaan ini juga memberikan perlindungan bagi calon anak dari risiko penyakit metabolik yang dapat diturunkan secara genetik. Dengan menjaga kesehatan sejak dini, pasangan dapat menjalani kehidupan pernikahan yang lebih sehat dan harmonis.Rekomendasi Tempat Pre-Marital Check Up di Surabaya: Granostic SurabayaNah, Sobat setelah membaca apa saja jenis tes pre-marital di atas dan manfaatnya bagi calon pengantin, apakah Anda dan pasangan siap melakukan medical check up?Anda dapat melakukan pre-marital check up ini di berbagai fasilitas medis terpercaya, yang mudah Anda jangkau bersama pasangan. Sehingga pemeriksaan tersebut dapat anda lakukan di klinik, rumah sakit dan juga puskesma lo sobat!Kabar baiknya bagi warga Surabaya dan sekitarnya, terdapat tempat pre-marital check up yang jadi rekomendasi terbaik untuk Anda, yakni Granostic Medical Center. Mengapa begitu?1. Paket Pemeriksaan LengkapGranostic menyediakan paket layanan pre-marital check up lengkap yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dan pasangan. Jenis pemeriksaan yang dimaksud meliputi:Konsultasi medis dan pemeriksaan fisik dengan dokter umum.Pemeriksaan laboratorium lengkap, meliputi tes darah lengkap, golongan darah, rhesus darah, urine lengkap, glukosa puasa dan 2JPP, Hbs Ag (ICT), Anti Hbs, Anti HCV (ICT) , VDRL, Anti, Rubella IgM, Anti Toxoplasma IgM, hingga Anti CMV IgM.Pemeriksaan pencitraan, seperti tes Thorax PA Pemeriksaan kesuburan kedua calon mempelai.2. Teknologi Laboratorium CanggihKeunggulan lainnya dengan melakukan pre-marital check up di Granostic adalah penggunaan teknologi laboratorium yang canggih dan modern. Sehingga hasil pemeriksaan pun akan dapat keluar dengan lebih cepat dan bersifat akurat.3. Konsultasi dengan Dokter BerpengalamanMelakukan pemeriksaan kesehatan pranikah di Granostic juga memungkinkan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman, baik sebelum maupun setelah proses pemeriksaan dilakukan.Dokter dapat memberikan edukasi mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum pemeriksaan, serta membantu membacakan dan menjelaskan analisisnya berdasarkan hasil premarital check up Anda dan pasangan.4. Proses Cepat dan NyamanBerkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk Anda, klinik Granostic menerapkan sistem pelayanan yang efisien dan ramah. Sehingga Anda dan pasangan akan merasa lebih nyaman ketika melakukan konsultasi dan pemeriksaan, juga dapat memeroleh hasil pemeriksaan lebih cepat dan efisien.5. Harga KompetitifMore than anything else, klinik Granostic menawarkan paket pemeriksaan kesehatan pranikah ini dengan harga yang kompetitif. Bahkan, Anda dan pasangan bisa mendapatkan harga promo di momen-momen penting, loh.Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai harga paket premarital check up di klinik Granostic, Anda dapat mengunjungi laman Promo, atau langsung menghubungi nomor customer care kami di 082230900900.Selain itu, Anda juga dapat memeroleh keuntungan lain dengan melakukan premarital check up di Granostic, yakni dapat menggunakan layanan home service gratis. Dapatkan pengalaman cek kesehatan pranikah di rumah saja bersama para profesional.Tunggu apa lagi? Yuk, rencanakan kehidupan pernikahan yang sehat dan harmonis dengan melakukan premarital chek up di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:More, P., Parmar, M., & Pawar, S. (2021). A Review of Importance of Premarital Checkup and Counselling among Young Adults. Diakses pada 7 April 2025.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang Akan Dijalani Calon Pengantin. Diakses pada 7 April 2025.The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (n.d.). Prenatal Genetic Screening Tests. Diakses pada 7 April 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Screening Recommendations. Diakses pada 7 April 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Fertility Test. Diakses pada 7 April 2025.
Apa Itu Kanker Serviks? Yuk Ketahui Detailnya
Menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita hingga menyebabkan kematian, tahukah Anda apa itu kanker serviks, bagaimana gejala, penyebab, dan prosedur pengobatannya?Secara global, kanker serviks menjadi kanker keempat yang paling umum terjadi pada Wanita. World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 660 ribu kasus baru pada tahun 2022. Pada tahun tersebut, sekitar 94% dari 350 ribu kematian disebabkan oleh kanker serviks, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan bahwa kanker serviks Bersama dengan kanker payudara menempati posisi pertama dan kedua terbanyak dari keseluruhan kasus kanker di Indonesia. Mengidap kanker serviks tak hanya membuat kualitas hidup menurun, namun juga dapat berujung pada kematian bila tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui lebih detail mengenai apa itu kanker serviks, gejala, penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasi serta upaya pencegahannya.Berikut rangkuman lengkap soal kanker serviks dari Granostic. Baca, yuk!Apa Itu Kanker Serviks?Kanker serviks adalah sel kanker yang mulai tumbuh di serviks atau leher rahim, yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker serviks biasanya berkembang dengan perlahan selama bertahun-tahun. Sebelum kanker terbentuk di serviks, sel serviks mengalami banyak perubahan yang dikenal dengan dysplasia, yang mana sel abnormal mulai muncul di jaringan serviks.Seiring berjalannya waktu, jika tidak dihilangkan atau dihancurkan, sel abnormal ini dapat menjadi sel kanker yang tumbuh dan menyebar hingga ke dalam serviks serta area sekitarnya.Gejala dan Ciri-Ciri Kanker ServiksKarena berkembang dalam waktu yang lama, pada stadium awalnya kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Sehingga sulit untuk dideteksi dini dengan kemampuan sendiri.Namun, ketika kanker telah terbentuk, penderita kanker serviks dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:1. Perdarahan AbnormalSalah satu gejala paling umum dari kanker serviks adalah perdarahan abnormal yang terjadi di luar siklus menstruasi Anda, baik diantara periode menstruasi, setelah atau saat berhubungan intim, hingga sepanjang Anda berada dalam periode menopause.Melansir dari Mayo Clinic, perdarahan selama menstruasi yang terjadi secara berlebihan dan panjang juga bisa menjadi gejala dari kanker serviks.2. Keputihan yang Tidak NormalSelain perdarahan abnormal, kanker serviks juga dapat menimbulkan gejala lain berupa keputihan yang tidak normal. Secara normal, keputihan dapat terjadi sebelum atau sesudah wanita mengalami menstruasi, hingga selama masa subur. Keputihan yang normal juga tidak berwarna atau berwarna putih susu, tidak berbau, bertekstur encer atau sedikit kental, dan tidak menimbulkan sensasi gatal atau nyeri.Namun saat menderita kanker serviks keputihan dapat tampak sangat encer, berdarah, banyak, dan menyebabkan bau tidak sedap.3. Nyeri saat Berhubungan SeksualPenderita kanker serviks juga dapat merasakan nyeri saat berhubungan seksual, yang juga dapat disertai dengan perdarahan tidak normal selama atau setelah berhubungan intim. Hal ini terjadi karena sel-sel leher rahim menjadi lebih rapuh.4. Nyeri Panggul yang BerkelanjutanSaat tumor serviks tumbuh, tumor tersebut dapat menekan saraf sensitif di dinding panggul. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan pada kaki.Rasa nyeri dan pembengkakan ini mungkin dapat disebabkan oleh banyak faktor maupun kondisi medis lainnya, namun jika disertai dengan rasa menusuk dan terjadi dalam waktu yang lama, ini dapat menandakan kanker serviks.5. Gangguan Buang Air Kecil atau BesarGejala lain yang dapat menjadi penanda kanker serviks yakni gangguan buang air kecil atau besar. Kondisi ini terjadi karena dalam stadium lanjut, kanker serviks dapat menimbulkan komplikasi serius pada ginjal seperti kerusakan atau gagal ginjal.Penyebab Kanker ServiksSobat Granostic, setelah menyimak apa itu kanker serviks dan berbagai gejala yang menyertainya, Anda juga harus memahami apa saja yang menjadi penyebab dari penyakit ini. Serta apa saja faktor yang dapat memperbesar risiko seseorang mengalami kanker serviks.Berikut penjelasan lebih lengkapnya:1. Infeksi HPVHuman Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab utama dari sebagian besar kasus kanker serviks di seluruh dunia. HPV memiliki beberapa tipe, namun yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18.Virus HPV merupakan jenis virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Pada beberapa orang dengan daya tahan tubuh yang kuat, virus HPV bisa hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan dampak pada kesehatan. Namun pada sebagian yang lain, virus ini dapat menetap dan berkembang menjadi kanker.2. Sistem Imun yang LemahOrang dengan sistem imun yang lemah memiliki risiko lebih besar mengembangkan kanker serviks. Sebab orang dengan sistem imun yang lemah lebih kesulitan melawan infeksi HPV. Infeksi HPV yang menetap dalam tubuh dapat berkembang menjadi kanker serviks.3. Kebiasaan MerokokKebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks. Sebab rokok dapat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga tubuh lebih sulit untuk membunuh sel-sel kanker.Selain itu, melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), rokok juga memiliki lebih dari 7.000 bahan kimia. Setidaknya, 69 tipe dari bahan kimia ini dapat menyebabkan kanker dan mengganggu tubuh melawan kanker.4. Aktivitas Seksual Berisiko TinggiSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Karena itu, seseorang yang aktif secara seksual, sering bergonta-ganti pasangan, hingga tidak menggunakan kondom, memiliki risiko lebih besar mengalami kanker serviks.5. Riwayat Keluarga dengan Kanker ServiksMelansir dari Healthline.com, memiliki anggota keluarga dengan kanker serviks dapat meningkatkan seseorang untuk terjangkit penyakit ini. Namun, kanker serviks sangat langka diturunkan dari ibu ke anak.Akan tetapi, dalam satu keluarga, kita akan cenderung memiliki kebiasaan dan hidup dengan lingkungan yang serupa, sehingga risiko terjangkit kanker serviks pun akan sama.Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh?Kanker serviks dapat menjadi mimpi buruk bagi perempuan manapun, apalagi dengan banyaknya kasus kematian yang diakibatkannya. Namun, Sobat Granostic tidak boleh panik atau pesimistik dulu, karena kanker serviks bisa sembuh.Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan kanker serviks:1. Operasi (Histerektomi)Pada dasarnya ada berbagai jenis prosedur pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker serviks. Dokter dapat mengangkat jaringan kanker saja ketika kanker serviks dalam tahap awal. Prosedur pembedahan yang dapat dilakukan meliputi pembedahan laser, kriosurgeri, trakelektomi, hingga histerektomi.Histerektomi, khususnya, merupakan pembedahan yang melibatkan pengangkatan rahim dan serviks. Prosedur ini umumnya dilakukan ketika seseorang menderita kanker serviks invasif.Melansir dari Medical News Today, menjalani histerektomi pada stadium awal kanker dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien hingga 90%.2. Terapi RadiasiSelain prosedur operasi, kanker serviks juga dapat disembuhkan melalui terapi radiasi. Prosedur pengobatan kanker serviks ini menggunakan sinar energi yang kuat untuk membunuh sel kanker. Energi ini dapat diperoleh dari sinar-X, proton, atau sumber lainnya. Terapi radiasi juga sering kali dikombinasikan dengan kemoterapi, sebagai pengobatan utama kanker serviks yang telah tumbuh melampaui serviks. Terapi ini juga dapat digunakan setelah operasi jika ada peningkatan risiko kanker akan kambuh.Namun, sebelum Anda memasuki usia menopause, terapi radiasi dapat memicu kondisi ini datang lebih awal. Sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda merencanakan kehamilan di masa mendatang.3. KemoterapiSelanjutnya, penanganan kanker serviks pun dapat melalui kemoterapi, yang menggunakan obat-obatan kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Untuk kanker serviks yang telah menyebar ke luar serviks, kemoterapi dosis rendah sering dikombinasikan dengan terapi radiasi. Sebab kemoterapi dapat meningkatkan efek radiasi.Dosis kemoterapi yang lebih tinggi juga dapat direkomendasikan untuk membantu mengendalikan gejala kanker yang sangat lanjut. Kemoterapi pun dapat digunakan sebelum operasi untuk mengurangi ukuran kanker.4. Terapi Target dan ImunoterapiProsedur lain yang digunakan dalam penyembuhan kanker serviks adalah terapi yang ditargetkan menggunakan imunoterapi. Terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan yang menyerang zat kimia tertentu dalam sel kanker. Sementara imunoterapi merupakan terapi yang menggunakan berbagai jenis obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga dapat membantu membunuh sel kanker.Cara Mencegah Kanker ServiksMeskipun dapat menyerang setiap perempuan, bukan berarti kanker serviks tidak dapat dicegah sama sekali, Sobat. Justru Anda dapat meminimalisir risiko menderita kanker serviks dengan menerapkan beberapa langkah berikut ini:1. Rutin Melakukan Pap Smear dan Tes HPVLangkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan rutin melakukan pap smear dan tes HPV. Kedua tes ini dapat membantu mendeteksi dini adanya sel-sel abnormal dalam serviks, serta menyimak keberadaan HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.Rutin melakukan kedua tes ini dapat membantu Anda mendeteksi dini adanya masalah pada organ reproduksi Anda, sehingga Anda juga bisa mendapatkan perawatan yang tepat sesegera mungkin. Dengan begitu, Anda dapat mencegah kanker berkembang dan meningkatkan kemungkinan untuk sembuh.2. Vaksinasi HPVSelanjutnya, Anda juga dapat melindungi diri dan keluarga Anda dari kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV. Melansir dari WebMD.com, Waktu ideal untuk mendapatkan vaksin HPV adalah ketika seseorang belum aktif secara seksual. Sehingga vaksin HPV kini dapat diberikan pada anak-anak mulai usia 9 tahun.3. Menjaga Pola Hidup SehatSobat, gaya hidup kita sebenarnya sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita secara keseluruhan, termasuk dalam upaya pencegahan HPV. Dengan menerapkan pola makan yang sehat dan teratur, rajin berolahraga, mampu mengatur stres dengan baik, dan kebiasaan sehat lainnya, maka sistem imun kita juga akan lebih sehat.Ketika sistem imun lebih kuat, tubuh juga akan lebih kuat dalam melawan infeksi virus penyebab penyakit dan menghambat pembentukan sel-sel kanker di tubuh kita, termasuk pada area serviks.4. Menggunakan Pengaman saat Berhubungan SeksualCara mencegah kanker serviks selanjutnya adalah dengan menerapkan seks aman, yakni membatasi jumlah pasangan atau menggunakan pengaman (kondom) saat melakukannya. Meskipun tidak dapat memberikan perlindungan 100%, kondom dapat mengurangi risiko penularan HPV.5. Menghindari Bergonta-Ganti Pasangan SeksualSelain menggunakan pengaman, Anda juga disarankan untuk menghindari bergonta-ganti pasangan seksual sembarangan. Baiknya ketahui bagaimana riwayat kesehatan pasangan Anda dengan baik untuk mencegah infeksi menular seksual lainnya.Selain itu, melansir dari WebMD.com, seseorang dengan pasangan seksual tetap dan tidak menerapkan seks bebas memiliki risiko lebih rendah terkena kanker serviks.6. Periksa Kesehatan Secara RutinLangkah pencegahan kanker serviks selanjutnya yakni dengan memeriksakan kesehatan secara rutin. Hal ini tak hanya membantu Anda dalam mendeteksi dini adanya masalah pada kesehatan tubuh dan organ reproduksi, tapi dapat membuat Anda lebih memahami bagaimana kondisi tubuh Anda dengan lebih baik.7. Pemeriksaan Kanker Serviks di Granostic SurabayaSobat, melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi dini kanker serviks sangatlah penting. Apalagi, tingkat harapan sembuh kanker serviks pun akan semakin besar ketika Anda mendapatkan penanganan sedini mungkin.Saat ini Anda dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks di berbagai layanan kesehatan terpercaya di Indonesia, salah satunya adalah klinik Granostic Surabaya. Kami memiliki peralatan medis canggih dan modern, yang dapat membantu memberikan hasil pemeriksaan keluar lebih cepat dan bersifat lebih akurat.Selain itu, prosedur pemeriksaan kanker serviks di Granostic juga melalui pemantauan dari ahli kesehatan terpercaya dan dokter yang berpengalaman di bidangnya. Sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan efisien, aman, nyaman, dan komprehensif.Yuk, Sobat, segera daftarkan diri Anda melalui Registrasi Online dan atur jadwal kunjungan untuk melakukan pemeriksaan kanker serviks di Granostic Surabaya.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:What Is Cervical Cancer?. U.S. Department of Health and Human Services at National Institutes of Health National Cancer Institute. Diakses 2025Cervical cancer. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Cervical cancer. WHO. Diakses 2025Don't Ignore These Cervical Cancer Warning Signs. UnityPoint Health. Diakses 2025Cervical Cancer. Web MD. Medically Reviewed by Zilpah Sheikh, MD. Diakses 2025Everything You Need to Know About Cervical Cancer. Healthline. Medically reviewed by Teresa Hagan Thomas PHD, BA, RN. Diakses 2025Health Effects of Cigarettes: Cancer. CDC. Diakses 2025
Pemeriksaan Kanker Serviks di Surabaya
Sobat Granostic, melakukan pemeriksaan kanker serviks secara rutin memiliki peranan penting dalam meningkatkan angka harapan kesembuhan dan mencegah kematian akibat penyakit tersebut. Lantas, dimanakah tempat pemeriksaan kanker serviks terpercaya di Surabaya?Kanker serviks merupakan jenis kanker keempat yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua sebagai penyakit yang paling banyak diderita wanita Indonesia setelah kanker payudara.Melansir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Aceh, sebanyak 70% dari total perempuan penderita kanker serviks terlambat dideteksi, yang mengakibatkan 50% pasien tersebut mengalami kematian.Fenomena ini terjadi karena harapan kesembuhan kanker serviks dan efektivitas pengobatan sangat berpengaruh dengan tingkat keparahan kanker. Karena itu, pemeriksaan rutin dan deteksi dini kanker serviks sangatlah penting dilakukan.Nah, dalam artikel ini, Granostic akan menjelaskan secara lengkap kepada Anda mengenai pemeriksaan kanker serviks, dari prosedur, metode, hingga biayanya. Baca, yuk!Pentingnya Pemeriksaan Kanker ServiksAdapun beberapa manfaat penting dari pemeriksaan kanker serviks secara rutin yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat, yakni:1. Mendeteksi perubahan sel abnormal lebih awalPemeriksaan kanker serviks secara rutin dapat membantu mendeteksi perubahan sel abnormal lebih awal. Sebagai pengingat, kanker serviks tidak serta merta terbentuk begitu saja, melainkan membutuhkan waktu yang lama bahkan bertahun-tahun.Melansir dari National Cancer Institute, sebelum sel kanker terbentuk di leher rahim (serviks) telah terjadi perubahan sel pada area tersebut dari waktu ke waktu, yang disebut dengan dysplasia. Mulai dari sinilah, sel abnormal kemudian mulai tubuh dan berkembang lebih dalam ke serviks serta area di sekitarnya.Nah, di tahap awal, keberadaan sel abnormal di serviks ini tidak menimbulkan gejala signifikan. Sehingga hanya dapat terdeteksi dengan prosedur pemeriksaan medis rutin tersebut.2. Mengurangi risiko kanker serviks stadium lanjutSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kebanyakan penderita kanker serviks di Indonesia baru terdeteksi ketika mereka berada dalam stadium lanjut. Di mana sel kanker sudah menyebar ke jaringan di sekitar serviks, atau bahkan sudah menimbulkan komplikasi dan gejala yang cukup parah.Namun lewat pemeriksaan kanker serviks secara teratur, kita dapat mendeteksi sel abnormal (bahkan sebelum menjadi kanker) sedini mungkin. Sehingga dapat mencegahnya berkembang dan bahkan meningkatkan harapan kesembuhan penderitanya.3. Meningkatkan peluang keberhasilan pengobatanKarena dapat mendeteksi kanker serviks sedini mungkin, maka penderita juga dapat memeroleh perawatan yang dibutuhkan segera. Hal ini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.Melansir dari Mayo Clinic, pada stadium 0 (karsinoma in situ) tingkat kesembuhan kanker dapat mencapai 100%. Berbagai artikel kesehatan lain pun menyebutkan bahwa pengobatan menjadi kurang efektif jika diterapkan pada kanker stadium lanjut.Data dari Dinkes Pemerintah Aceh menyebutkan, sebanyak 50% dari total penderita yang terdeteksi pada saat berada dalam stadium lanjut, berakhir meninggal dunia karena pengobatan yang terlambat.4. Menjaga kesehatan reproduksi wanitaSelain mendeteksi dini dan mendapatkan pengobatan sesegera mungkin, pemeriksaan kanker serviks secara rutin juga dapat membantu Anda dalam mendukung kesehatan reproduksi wanita.Sebab, selama prosedur pemeriksaan Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter, mendiskusikan bagaimana potensi Anda mengalami kondisi medis tertentu, serta mendapatkan edukasi mengenai perawatan dan cara menjaga kesehatan reproduksi wanita. Anda juga dapat mengetahui bagaimana kondisi kesehatan reproduksi Anda dari waktu ke waktu. Metode Pemeriksaan Kanker Serviks di SurabayaSetelah menyimak pentingnya melakukan pemeriksaan kanker serviks secara rutin, Anda pasti tertarik untuk melakukannya, kan, Sobat? Kabar baiknya, saat ini Anda bisa menjangkau berbagai fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan pemeriksaan kanker serviks. Begitu juga di Surabaya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks ini di berbagai fasilitas medis terpercaya, seperti Granostic Medical Center.Nah, lantas apa saja metode pemeriksaan kanker serviks di Granostic Surabaya? Berikut penjelasannya!1. Pap SmearDisebut juga sebagai tes Pap, metode Pap Smear adalah prosedur yang digunakan untuk memeriksa kondisi serviks, dengan mengangkat sel-sel dari permukaan serviks dan sekitarnya untuk diperiksa di bawah mikroskop. Selain untuk mendeteksi dini kanker serviks, tes Pap dapat digunakan untuk menyelidiki kondisi medis lain, seperti inflamasi dan infeksi.Prosedur Pap SmearPersiapanUntuk memastikan bahwa tes Pap Smear yang Anda lakukan berjalan efektif, Anda perlu mengikuti anjuran dokter untuk mempersiapkan diri. Sebelum Pap Smear, Anda dapat diminta untuk melakukan beberapa hal berikut:Menghindari hubungan seksual, douching, atau penggunaan obat-obatan vagina atau busa, krim, atau jeli spermisida selama dua hari sebelum menjalani tes Pap. Obat-obatan ini dapat membersihkan atau menyembunyikan sel bermasalah.Cobalah untuk tidak menjadwalkan tes Pap selama periode menstruasi. Namun jika Anda mengalami perdarahan di luar menstruasi Anda biasanya, tes perlu segera dilakukan.PelaksanaanSetelah menerapkan persiapan yang dianjurkan oleh dokter di atas, Anda bisa mengikuti prosedur pelaksanaannya dengan cermat sesuai arahan. Tes Pap akan dilakukan di fasilitas tenaga medis. Prosedur tes ini juga hanya berlangsung selama beberapa menit.Selama prosedur dilangsungkan, Anda mungkin diminta untuk membuka pakaian sepenuhnya atau hanya dari pinggang ke bawah. Anda akan diarahkan untuk berbaring telentang di meja pemeriksaan dengan lutut ditekuk. Tumit Anda akan bertumpu pada sandaran kaki yang disebut sanggurdi.Selanjutnya tenaga kesehatan dengan lembut akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina. Spekulum akan menahan dinding vagina agar terbuka sehingga serviks Anda mudah terlihat. Spekulum ini dapat menyebabkan rasa kram atau tekanan.Kemudian, tenaga kesehatan akan mengambil sel serviks Anda menggunakan ikat lembut dan spatula, atau tongkat kecil. Sehingga Anda dapat mengalami sedikit perdarahan ringan dari vagina setelahnya.AnalisisSetelah mengambil sampel sel serviks, tenaga kesehatan akan menempatkan sampel tersebut ke dalam cairan khusus. Cairan tersebut akan dibawa ke laboratorium.Sel-sel tersebut kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda kanker atau sel-sel yang mengkhawatirkan yang dapat menjadi kanker serviks.HasilHasil tes Pap Smear dapat keluar dalam waktu 1 hingga 3 minggu. Anda dapat mengkonfirmasi kembali ke fasilitas kesehatan yang Anda percaya terkait rilis hasil tersebut.Jika tes Pap Anda menunjukkan hanya ada sel serviks sehat, ini dapat diartikan sebagai hasil negatif. Beberapa hasil tes juga dapat dikatakan normal, sehingga Anda tidak perlu melakukan tes lanjutan atau perawatan lain sampai jadwal tes Pap Anda selanjutnya.Sementara jika ada sel-sel abnormal yang terdeteksi dari hasil tes Pap, hal ini bisa dikatakan sebagai positif. Hasil positif tidak selalu berkaitan dengan kanker serviks, karena sangat bergantung dengan tipe sel yang ditemukan. Sehingga Anda dapat dianjurkan untuk melakukan tes lanjutan.2. Tes HPV (Human Papillomavirus)Selain tes Pap Smear, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks dengan melakukan tes Human Papillomavirus (HPV). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV yang menjadi sebab kanker serviks, yakni HPV tipe 16 dan 18.HPV termasuk dalam penyakit menular seksual, yang dapat menjangkiti semua orang terlepas dari apa gendernya. Virus ini menular dari kontak kulit ke kulit, sehingga menjadi sangat umum dan rumit penyebarannya.Tipe HPV pun ada banyak, ada yang dapat menyebabkan kulit kelamin (genital warts), serta ada juga yang memicu perkembangan sel kanker, termasuk kanker serviks. Karena itu, tes HPV ini juga sangat penting dilakukan dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.Prosedur Tes HPVTes HPV dilakukan dengan mengambil sel atau jaringan dari serviks untuk mencari DNA HPV. Tujuannya, untuk memeriksa apakah ada HPV dan (jika ada) apakah jenisnya.Prosedur yang memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mengambil sampel meliputi tes pap dan biopsi serviks. Setelah diambil, sampel akan diperiksa di laboratorium dan dianalisis oleh tenaga medis ahli.Setelah hasilnya keluar, Anda akan diarahkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Dalam proses konsultasi tersebut, Anda dapat mendiskusikan berbagai langkah tes lanjutan dan perawatan, bila hasilnya positif. Serta menjadwalkan tes HPV berikutnya (setidaknya 3–5 tahun), jika hasilnya menunjukkan negatif.3. KolposkopiSelanjutnya, tes kolposkopi yang digunakan untuk melihat leher rahim (serviks), vagina, dan vulva secara komprehensif. Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus Bernama kolposkop, yang memiliki lensa pembesar dan cahaya.Tujuan pemeriksaan ini untuk mendeteksi adanya sel-sel abnormal atau penyakit tertentu pada leher rahim, termasuk kanker serviks.Prosedur KolposkopiProsedur kolposkopi umumnya memakan durasi 10 hingga 20 menit. Selain itu, koloskopi lebih nyaman dibandingkan tes Pap. Sehingga Anda tidak membutuhkan anestesi atau obat nyeri.Melansir dari Cleveland Clinic, berikut prosedur kolposkopi:Anda akan diminta untuk berbaring di atas meja pemeriksaan dengan kaki di sanggurdi.Penyedia layanan kesehatan akan memasukkan alat yang disebut speculum yang akan memperlebar vagina Anda, sehingga serviks akan terlihat.Penyedia layanan kesehatan akan melihat melalui kolposkop untuk melihat vagina dan serviks lebih dekat.Tim medis akan menggunakan kapas untuk mengoleskan larutan asam asetat ke serviks. Anda mungkin merasakan sedikit sensasi terbakar. Larutan ini membantu menyorot area yang mencurigakan.4. Granomic Cancer ScreeningBuat Sobat Granostic yang ingin melakukan pemeriksaan kanker serviks rutin, tapi bingung di mana fasilitas kesehatan di Surabaya yang dapat Anda percaya untuk melakukannya? Anda dapat coba Granomic Cancer Screening.Layanan pemeriksaan kanker dari Granostic Surabaya ini memberikan rangkaian prosedur lengkap, serta dengan pendampingan dokter dan tim medis ahli. Adapun paket pemeriksaan yang ditawarkan pada Granomic Cancer Screening antara lain:Pemeriksaan gen untuk mengetahui adanya risiko kanker serviksPemeriksaan gen untuk mengetahui jenis atau Langkah penanganan yang tepat bagi kanker yang dipersonalisasikan dengan kondisi Anda.Tempat Pemeriksaan Kanker Serviks di SurabayaBagi warga Surabaya dan sekitarnya, kini screening kanker dapat dilakukan dengan mudah di berbagai fasilitas medis terpercaya, seperti:1. Granostic SurabayaMelalui Granomic Cancer Screening, klinik Granostic Surabaya dapat memberikan layanan pemeriksaan kanker serviks dan berbagai jenis kanker lainnya secara komprehensif. Berkomitmen memberikan layanan terbaik, Anda juga dapat merasakan berbagai keunggulan pemeriksaan kanker di Granostic, seperti:Keunggulan pemeriksaan di GranosticHasil cepat dan akuratMenggunakan teknologi tinggi dan modern, pemeriksaan kanker di Granostic dijalankan dengan efisien dan aman. Juga mampu memberikan hasil pemeriksaan yang cepat dan akurat.Didukung oleh tenaga medis profesionalSelain itu, prosedur pemeriksaan kanker di Granostic pun didukung dan didampingi oleh tenaga medis profesional. Sehingga pasien dapat merasa nyaman dan aman, yang membuat prosedur pemeriksaan berjalan dengan cepat dan praktis.Teknologi diagnostik terkiniGranomic Cancer Screening juga menggunakan teknologi diangostik terkini, sehingga dapat memberikan hasil yang akurat dan menyeluruh. Hal ini akan membantu dokter untuk menganalisis dan menyimpulkan diagnosa kondisi pasien. Kenyamanan pasien menjadi prioritas utamaGranostic memiliki komitmen tinggi untuk memberikan pengalaman layanan kesehatan terbaik bagi pasien. Karena itu, Granostic selalu memperhatikan dengan baik kenyamanan dan keamanan yang dirasakan oleh pasien. Termasuk lewat sesi konsultasi dengan dokter sebelum dan sesudah pemeriksaan, layanan customer care yang ramah dan solutif, hingga akses hasil pemeriksaan yang mudah dan cepat lewat website resmi Granostic.2. Rumah Sakit dan Klinik SpesialisAnda juga dapat melakukan pemeriksaan kanker di rumah sakit dan klinik spesialis, yang saat ini sangat mudah ditemukan di Surabaya. Anda dapat menyesuaikan tempat pemeriksaan ini dengan mempertimbangkan keterjangkauan transportasi, kelengkapan layanan, hingga biaya pemeriksaan.Persiapan Sebelum Pemeriksaan Kanker ServiksSetelah menentukan tempat pemeriksaan kanker serviks dan mengatur jadwal konsultasi, Anda perlu melakukan beberapa persiapan sebelum pemeriksaan dilakukan, seperti:Jangan berhubungan seksual Anda disarankan untuk menghindari berhubungan seksual, setidaknya 2 hari sebelum pemeriksaan kanker serviks. Ini karena hubungan seksual dapat mengganggu hasil pemeriksaan dengan menyebabkan iritasi, peradangan, keluarnya cairan dari serviks, hingga perubahan kondisi leher rahim.Hindari penggunaan pembersih vagina atau obat vagina Anda juga dihimbau untuk menghindari penggunaan pembersih vagina atau obat vagina. Kedua produk ini dapat membuat sel-sel abnormal atau yang mencurigakan tersembunyi selama pemeriksaan dilakukan.Jadwalkan pemeriksaan di luar periode menstruasi Sangat disarankan untuk menjadwalkan pemeriksaan kanker serviks di luar periode menstruasi. Ini karena menstruasi dapat mempersulit proses pengambilan sampel, yang mambuat hasil pemeriksaan jadi kurang maksimal.Beritahukan dokter jika sedang hamil atau memiliki kondisi medis tertentuAnda juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pemeriksaan kanker serviks, terutama saat Anda sedang hamil atau memiliki kondisi medis tertentu yang berpotensi mengganggu proses pemeriksaan.Baca Juga: Kenali Pengobatan Kanker Serviks Secara TepatBiaya Pemeriksaan Kanker Serviks di SurabayaNah, Sobat, ada banyak dari kita yang merasa enggan melakukan pemeriksaan kanker serviks secara rutin karena biayanya yang cenderung sangat mahal. Lantas berapa sih kisaran harga pemeriksaan kanker serviks di Surabaya? Berikut penjelasannya, Sobat!Pap smearBiaya tes Pap Smear di Surabaya sangatlah bervariasi, bergantung fasilitas medis yang Anda pilih. Namun menurut riset singkat Granostic di internet, range biaya tes Pap ini berkisar Rp 400 ribu hingga jutaan rupiah.Tes HPVSama halnya dengan tes Pap Smear, biaya tes HPV juga sangat bervariasi yakni mulai Rp 550 ribu hingga Rp 8 jutaan.KolposkopiSementara itu tes kolposkopi memiliki rentang biaya yang jauh lebih besar, yakni berkisar Rp 7 jutaan hingga Rp 15 jutaan.Granomic Cancer ScreeningKabar baik bagi warga Surabaya dan sekitarnya, Granomic Cancer Screening menawarkan harga kompetitif untuk pemeriksaan kanker serviks yang lengkap dan akurat.Hanya dengan harga mulai dari Rp 2 jutaan saja, Anda dapat memeroleh layanan pemeriksaan kanker terlengkap, yang tak hanya dapat digunakan mendeteksi kanker serviks namun juga berbagai jenis kanker lainnya.Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan pemeriksaan kanker di klinik Granostic, Anda dapat langsung menghubungi layanan customer care kami dengan klik tombol WhatsApp di bawah ini.Yuk, Sobat, lindungi diri dan keluarga Anda dari kanker dengan rutin cek kesehatan di Granostic Surabaya!Sumber Referensi:Cervical cancer. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Screening for cervical cancer. WHO. Diakses 2025Cervical Cancer Screening. U.S. Department of Health and Human Services at National Institutes of Health National Cancer Institute. Diakses 2025Screening for Cervical Cancer. CDC. Diakses 2025Kanker Serviks Penyebab Kematian Tertinggi Wanita Indonesia, 70 Persen Penderita Terlambat Terdeteksi. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Diakses 2025HPV Test. Cleveland Clinic. Diakses 2025
Kenali Pengobatan Kanker Serviks Secara Tepat
Didiagnosa mengidap kanker serviks bisa memberikan pukulan berat bagi siapapun. Jika Anda dalam posisi ini, berikan waktu sejenak bagi diri Anda untuk mencerna informasi yang ada, dan kembalilah bangkit karena kanker serviks bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.Kanker serviks merupakan jenis kanker keempat yang paling banyak dialami oleh perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker serviks menempati posisi kedua setelah kanker payudara, sebagai jenis kanker yang paling banyak diidap oleh perempuan Indonesia.Kanker ini terjadi pada sel-sel leher rahim, tepatnya di bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Kendati di awal tidak menunjukkan gejala yang signifikan, kanker serviks bisa memberikan dampak yang fatal bagi kehidupan jika tidak ditangani dengan segera dan tepat.Lewat artikel ini, Granostic akan membahas mengenai berbagai jenis pengobatan kanker serviks yang perlu Anda tahu, disertai dengan proses penyembuhan dan faktor yang memengaruhi efektivitas pengobatan tersebut.Langsung simak, yuk!Jenis Pengobatan Kanker ServiksPengobatan kanker serviks dapat terdiri dari berbagai metode dan prosedur, yang disesuaikan dengan stadium kanker dan kondisi kesehatan penderitanya.Adapun beberapa metode pengobatan kanker serviks yang dimaksud meliputi:1. Operasi (Bedah Kanker Serviks)Operasi (disebut juga dengan prosedur pembedahan/bedah) merupakan prosedur yang umum digunakan dalam penanganan kanker serviks. Ada banyak jenis tipe pembedahan, yang sangat terkait dengan di mana lokasi kanker tersebut.Jenis operasi kanker serviks:KonisasiDisebut juga dengan cold knife cone, merupakan prosedur bedah yang menggunakan pisau bedah untuk mengangkat sepotong jaringan berbentuk kerucut dari serviks dan saluran serviks. Jaringan ini mengandung sel kanker. Konisasi pisau dingin dilakukan di rumah sakit dengan anestesi umum, yang juga dapat digunakan untuk mengobati perubahan sel serviks tingkat tinggi.Trakelektomi RadikalTrakelektomi radikal, dikenal juga dengan servikotomi radikal, merupakan prosedur yang mengangkat serviks, jaringan di dekatnya, dan bagian atas vagina. Bahkan kelenjar getah bening juga dapat diangkat.Pada prosedur ini, rahim tidak ikut diangkat. Namun setelah dokter bedah mengangkat serviks, dokter akan menempelkan rahim ke bagian vagina yang tersisa. Dengan demikian, pasien masih bisa memiliki anak setelah operasi dilakukan.HisterektomiSelanjutnya, jenis prosedur bedah yang digunakan dalam penanganan kanker serviks adalah histerektomi. Prosedur ini memungkinkan bedah pengangkatan seluruh bagian rahim (uterus) dan leher rahim (serviks). Ada beberapa jenis histerektomi, yakni:Histerektomi TotalJenis histerektomi ini memungkinkan pengangkatan uterus dan serviks secara total, yang dapat dilakukan tanpa sayatan pada perut (histerektomi vagina total) dan melalui sayatan besar pada perut (histerektomi abdomen total). Namun, bila histerektomi ini dilakukan melalui sayatan kecil pada perut maka disebut sebagai histerektomi laparoskopi total.Histerektomi RadikalJenis histerektomi mengangkat uterus, serviks, bagian dari vagina, dan sebagian besar ligamen serta jaringan di sekitar organ-organ tersebut. Ovarium, tuba falopi, atau kelenjar getah bening di dekatnya juga dapat diangkat melalui prosedur ini.2. Terapi Radiasi (Radioterapi)Selain prosedur bedah, penanganan kanker serviks pun dapat dilakukan melalui prosedur terapi radiasi (radioterapi). Terapi radiasi menggunakan sinar-X berenergi tinggi, atau jenis radiasi lainnya, untuk membunuh sel kanker atau mencegahnya tumbuh dengan merusak DNA-nya. Ada dua jenis utama dari terapi radiasi ini, yakni:Jenis radioterapi:Radioterapi EksternalTerapi radiasi sinar eksternal menggunakan mesin di luar tubuh untuk mengirimkan radiasi ke bagian tubuh yang terkena kanker. Metode yang digunakan yakni melalui terapi radiasi termodulasi intensitas (IMRT), yang membantu mencegah radiasi merusak jaringan sehat di dekatnya.Radioterapi Internal (Brachytherapy)Sementara itu radioterapi internal menggunakan zat radioaktif yang disegel dalam jarum, biji, kabel, atau kateter yang ditempelkan langsung ke dalam atau di dekat kanker. Terapi radiasi ini juga dikenal dengan brakiterapi, atau brachytherapy.3. KemoterapiKemoterapi, disebut juga kemo, merupakan penanganan kanker serviks menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau menghentikan pembelahannya. Kemoterapi dapat diresepkan sebagai pengobatan tanggal, atau dapat dikombinasikan dengan pengobatan lain.Melansir dari National Cancer Institute (NCI), obat-obatan yang umumnya digunakan untuk mengobati kanker serviks meliputi:cisplatincarboplatingemcitabineifosfamideirinotecanpaclitaxeltopotecanvinorelbineSelain beberapa jenis obat di atas, masih ada lagi contoh obat yang digunakan dalam pengobatan kanker serviks. 4. Terapi TargetPengobatan kanker juga dapat melalui terapi tertarget (targeted therapy), yang menggunakan obat-obatan atau zat lain untuk memblokir enzim, protein, atau molekul tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Terapi ini dapat menghambat pertumbuhan tumor tanpa menimbulkan efek samping pada jaringan yang sehat.Selain itu, pengobatan terapi tertarget juga biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi. Jenis pengobatan ini umumnya digunakan ketika kanker serviks telah berada pada stadium lanjut.Contoh terapi target untuk kanker serviks:Bevacizumab (Avastin)Bevacizumab termasuk dalam obat penghambat angiogenesis. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi proses pembentukan pembuluh darah di tumor. Sehingga tumor pun terhambat dan menjadi mengecil.5. ImunoterapiPengobatan kanker serviks ini juga dapat dilakukan dengan imunoterapi, yang bertujuan untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menghancurkan sel kanker dengan lebih baik.Bagaimana imunoterapi bekerja?Imunoterapi juga menggunakan obat tertentu, seperti pembrolizumab. Pembrolizumab mengandung antibodi monoklonal atau sel imun buatan, yang dapat membantu meningkatkan kerja sel-sel darah putih dalam membunuh sel kanker serviks.Imunoterapi juga umumnya dikombinasikan dengan pengobatan kanker serviks lain, seperti kemoterapi dan terapi tertarget. Terapi ini umumnya diberikan pada penderita kanker serviks stadium lanjut, atau kanker serviks yang Kembali kambuhProses Penyembuhan dan Pemulihan Kanker ServiksSelain berbagai prosedur pengobatan di atas, pengobatan kanker serviks juga melalui proses penyembuhan dan pemulihan dengan rincian tahapan berikut:1. Pemantauan Setelah PengobatanSetelah dilakukannya tindakan-tindakan medis atau pemberian obat-obatan di atas, dokter juga akan melakukan pemantauan rutin setelah pengobatan. Langkah ini dilakukan untuk menyimak bagaimana efektivitas obat-obatan yang diresepkan dan memantau apakah terdapat efek samping tertentu.Pemantauan kondisi pasien setelah pengobatan ini dapat dilakukan dengan beberapa prosedur medis berikut:Pap smear dan tes HPV berkalaLewat pemeriksaan Pap Smear dan tes HPV berkala, Anda dan tim tenaga medis dapat mengetahui bagaimana perkembangan sel-sel abnormal yang ada dalam leher rahim setelah mendapatkan pengobatan.Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRISelain itu, dokter juga dapat merekomendasikan penggunaan pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk mendeteksi adanya komplikasi atau mengonfirmasi penyebaran kanker serviks.Tes darah untuk memantau kesehatan pasien secara keseluruhanDokter juga dapat mengarahkan pasien untuk melakukan tes darah lengkap. Tes ini dilakukan untuk memantau kesehatan pasien secara keseluruhan, sebab saat mengalami kanker serviks dan melewati masa pengobatan, hal ini dapat memengaruhi kondisi pasien, baik secara psikologis maupun fisik.2. Efek Samping dan Cara MengatasinyaSelain memantau efektivitas pengobatan, dokter juga akan memantau efek samping yang dapat timbul selama dan pasca prosedur penanganan kanker serviks. Beberapa efek samping yang dimaksud misalnya:KelelahanKelelahan merupakan salah satu efek samping yang sangat umum muncul selama dan setelah prosedur pengobatan kanker serviks. Rasa lelah yang dimaksud dapat bersifat psikologis maupun fisik.Kondisi ini cenderung memburuk seiring berjalannya perawatan. Anda juga dapat merasa lemah dan kekurangan energi. Rasa Lelah dapat berlanjut selama beberapa minggu setelah perawatan berakhir. Namun, biasanya perasaan ini dapat membaik secara bertahap.Anda dapat melakukan berbagai hal untuk mengurangi rasa lelah ini, seperti berolahraga atau mencari dukungan emosional dari orang terdekat Anda.Mual dan muntahPengobatan menggunakan obat-obatan, seperti kemoterapi, imunoterapi, terapi tertarget juga dapat menyebabkan rasa mual dan muntah. Cancer Research UK memberikan beberapa tips untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut, seperti:Menghindari makan atau menyiapkan makanan Ketika Anda merasa tidak nyaman.Mengurangi makanan yang digoreng, berlemak tinggi, atau makanan dengan aroma yang kuat.Minum banyak air untuk mencegah Anda dari dehidrasi.Lakukan teknik relaksasi untuk mengurangi sensasi tidak nyaman di perut.Anda dapat meminum minuman jahe hangat, yang dapat menenangkan dan memberikan rasa hangat di perut.Minuman bersoda membantu sebagian orang saat mereka merasa sakit.Gangguan hormonalPengobatan kanker serviks juga dapat menimbulkan efek samping pada hormone pasien. Melansir dari American Cancer Society, salah satu efek samping umum dari kemoterapi adalah berubahnya siklus menstruasi, menopause dini, dan infertilitas (ketidakmampuan untuk hamil).Masalah pencernaanEfek samping lainnya yang dapat pasien alami selama menjalani prosedur pengobatan kanker serviks adalah timbulnya masalah pencernaan, seperti diare, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah.3. Dukungan Psikologis dan EmosionalMendapati dirinya terjangkit kanker serviks, tentu tidaklah mudah bagi pasien. Mereka sangat rawan mengalami stres dan depresi, yang dapat memperburuk kondisinya dan mengganggu proses pengobatan.Karena itu, sangat penting bagi keluarga dan tenaga medis untuk memberikan dukungan psikologis maupun emosional agar pasien memiliki optimisme dalam menjalani pengobatan.4. Gaya Hidup Sehat Setelah PengobatanSetelah menjalani pengobatan, pasien juga perlu menerapkan gaya hidup sehat juga sangat penting dilakukan. Hal ini dapat membantu tubuh merespon pengobatan dengan lebih baik, mengurangi risiko infeksi, dan meminimalisir adanya efek samping.Beberapa contoh gaya hidup sehat yang dapat diterapkan oleh pasien antara lain:Menjaga pola makan sehat dan bergiziSalah satu langkah awal untuk menerapkan gaya hidup sehat adalah dengan menjaga pola makan teratur dan menu bergizi seimbang. Karena apapun yang kita makan juga sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh secara umum.Anda bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi tinggi, seperti buah, sayur, biji-bijian, protein tanpa lemak, hingga lemak sehat, yang dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh dan memberikan asupan energi yang dibutuhkan.Berolahraga ringan secara rutinSelain menerapkan pola makan sehat dan bergizi, Anda juga perlu berolahraga ringan secara rutin agar tubuh tetap bugar. Bagi penyintas kanker, olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu mengatasi efek samping pengobatan.Selain itu, berolahraga juga dapat membantu meningkatkan suasana hati, sehingga cocok untuk dilakukan penyintas kanker yang rawan mengalami stress atau depresi selama proses pengobatan.Menghindari rokok dan alkoholRokok dan alkohol pada dasarnya juga memiliki efek yang buruk terhadap kesehatan tubuh secara umum. Bagi penyintas kanker serviks, rokok dan alcohol dapat meningkatkan risiko kekambuhan, memperlama proses pemulihan, bahkan meningkatkan biaya perawatan dan memperbesar kemungkinan infeksi lainnya.Mengelola stres dengan baik, seperti melalui meditasi atau yogaSetelah proses pengobatan, pasien juga dapat menjalani berbagai kegiatan positif untuk mengelola stres dan mengembalikan kesehatan mental mereka. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa meditasi, yoga, melakukan hobi-hobi baru yang menyenangkan, dan banyak lainnya.Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh?Sobat Granostic, saat didiagnosis dengan kanker serviks Anda pasti merasa resah dan khawatir. Namun, kanker serviks bisa diobati dan memiliki peluang untuk sembuh, asalkan Anda mendapatkan perawatan serta pengobatan yang tepat.Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi kesembuhan kanker serviks, seperti:Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan Kanker ServiksStadium kanker saat didiagnosisTingkat stadium kanker saat didiagnosis menjadi faktor penting yang memengaruhi kesembuhan kanker serviks. Jika kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin, maka peluang kesembuhan bisa lebih besar. Sementara jika perawatan baru dilakukan ketika pasien berada di stadium lanjut, efektivitas pengobatan tidak akan maksimal.Jenis pengobatan yang dilakukanSelain stadium saat kanker didiagnosis, jenis pengobatan yang dilakukan juga berpengaruh dengan faktor kesembuhan kanker serviks. Seperti yang dijelaskan dalam National Library of Medicine, disebutkan bahwa penggunaan metode kombinasi dalam pengobatan kanker serviks cenderung memiliki efek yang signifikan daripada monoterapi (satu jenis terapi). Lebih lanjut kombinasi terapi juga memiliki keuntungan lebih dibanding monoterapi, misalnya dapat mengurangi intensitas, biaya, jumlah siklus, dan efek samping yang terkait dengan dosis tinggi monoterapi.Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhanHal lain yang menjadi faktor penting dalam harapan sembuh dan efektivitas pengobatan kanker serviks adalah kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pasien dengan kondisi tubuh yang cenderung lebih sehat atau memiliki sistem imun yang lebih kuat, tentu akan menunjukkan efektivitas pengobatan yang lebih baik dibandingkan pasien dengan kondisi kesehatan yang lebih buruk.Kepatuhan terhadap perawatan dan gaya hidup sehatSatu lagi yang berpengaruh pada efektivitas pengobatan kanker serviks adalah kepatuhan pasien terhadap perawatan dan gaya hidup sehat yang dianjurkan oleh dokter.Ini karena kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang kompleks, serta membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang besar dalam proses pengobatannya. Misalnya, ketika pasien tidak mematuhi anjuran atau dosis minum obat yang sesuai, bisa saja hal ini menyebabkan resistensi dan efek samping yang dapat menghambat proses penyembuhan pasien.Begitu pula jika pasien menerapkan gaya hidup tak sehat, seperti minum-minuman beralkohol, terus merokok, dan berbagai kebiasaan lain yang dapat memengaruhi kondisi tubuh mereka. Sehingga membuat proses pengobatan tidak berjalan maksimal, atau bahkan dapat memperburuk gejala kanker serviks yang dialami.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai apa saja pengobatan kanker serviks, potensi efek samping, proses penyembuhan, dan faktor yang menentukan efektivitas pengobatan tersebut.Telah dikatakan sebelumnya, bahwa dengan deteksi dini pasien dapat memiliki angka harapan kesembuhan yang tinggi. Deteksi dini ini dapat Anda lakukan dengan rutin melakukan cek kesehatan dan pemeriksaan kanker serviks, apalagi di tahap awal kanker serviks pasien dapat tidak menunjukkan gejala apapun.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks rutin di klinik Granostic Surabaya, loh. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengakses layanan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi human papillomavirus, yang menjadi penyebab dari banyak kasus kanker serviks di dunia.Yuk, Sobat, lindungi diri dan keluarga Anda dari kanker serviks dengan rutin periksa serta vaksinasi HPV di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Cervical Cancer Treatment. National Library of Medicine. Diakses 2025Treatment of Cervical Cancer. CDC. Diakses 2025Cervical Cancer Treatment by Stage. U.S. Department of Health and Human Services at National Institutes of Health National Cancer Institute. Diakses 2025What Are the Treatments for Cervical Cancer?. WebMD. Medically Reviewed by Melinda Ratini, MS, DO. Diakses 2025Cervical cancer therapies: Current challenges and future perspectives. National Library of Medicine. Carly A Burmeister a,1, Saif F Khan a,1, Georgia Schäfer b,c,d, Nomonde Mbatani g,h, Tracey Adams g,h,i, Jennifer Moodley e,f,g, Sharon Prince. Diakses 2025Side effects of cervical cancer radiotherapy. Cancer Research UK. Diakses 2025
Seberapa Penting Cek Kesehatan Pra Nikah? Berikut Penjelasan
Setelah menemukan soulmate Anda, tentu ada keinginan besar untuk memulai hidup baru bersama pasangan Anda sebagai suami istri. Tapi, sebelum benar-benar melangsungkan pernikahan, Anda perlu melakukan cek kesehatan pra nikah dulu, loh. Memang apa pentingnya, sih?Langsung simak penjelasan lengkap dari Granostic soal seberapa penting cek kesehatan pra nikah ini untuk dilakukan calon pengantin baru, yuk!Mengapa Cek Kesehatan Pra Nikah Penting?Saat merencanakan pernikahan dengan pasangan, kita cenderung fokus pada hal-hal seremonial. Misalnya memilih busana pengantin yang indah, dekorasi yang memorial, dan banyak lainnya. Lalu kita cenderung melupakan satu hal yang benar-benar penting, yakni cek kesehatan pra nikah.Tes kesehatan pranikah berisikan rangkaian pemeriksaan kesehatan yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah kesehatan pada kedua calon mempelai, yang diperkirakan dapat memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan pasangan setelah menikah.Rangkaian tes pra nikah ini dapat membantu mendeteksi keberadaan masalah kesuburan, penyakit genetis yang kemungkinan akan diturunkan pada anak, hingga mendeteksi adanya masalah pada organ reproduksi dan penyakit menular pada pasangan.Melansir dari data World Health Organization (WHO) pada tahun 2021, diperkirakan 40.618 anak dengan thalasemia lahir tiap tahun di seluruh dunia. Di mana 62,8% dari jumlah tersebut membutuhkan donor darah sepanjang hidup mereka.Sementara itu di Indonesia, pada tahun yang sama, diperkirakan sebanyak 258.347 orang dengan thalasemia membutuhkan donor darah sepanjang hidup mereka. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan bahwa faktor utama dari thalasemia adalah karena keturunan, yang dapat dicegah dengan melakukan cek kesehatan pra nikah oleh calon pasangan pengantin.Nah, Sobat, bukan hanya untuk kebaikan diri kita dan pasangan, cek kesehatan pra nikah juga penting untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat di masa mendatang.Jenis Tes Kesehatan Pra NikahSalah satu alasan mengapa tes kesehatan pra nikah kerap dinomorsekiankan saat merencanakan pernikahan adalah jenis pemeriksaannya yang tidak sedikit. Idealnya, calon pengantin dianjurkan untuk melakukan beberapa jenis tes kesehatan pra nikah berikut ini:1. Pemeriksaan DarahJenis pemeriksaan pra nikah yang pertama meliputi pemeriksaan darah, terutama untuk mengetahui tipe dan rhesus golongan darah calon mempelai. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk mengetahui berbagai hal lain termasuk status hematokrit, trombosit, hemoglobin, eritrosit, laju endap darah, hingga leukosit.Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat!Golongan darah dan rhesusPemeriksaan darah sebelum nikah utamanya dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus dari pasangan calon pengantin. Tes ini penting dilakukan demi mengetahui tingkat kecocokan antara rhesus dan efeknya terhadap ibu beserta calon anak.Misalnya, saat mempelai perempuan memiliki Rh-negatif dan pihak laki-laki memiliki Rh-positif maka berisiko menimbulkan ketidaksesuaian, yang dapat berdampak fatal pada anak mereka di masa mendatang.Hemoglobin (HB) dan hematokrit (HCT)Selanjutnya, tes hemoglobin dan hematokrit juga sangat penting dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Tes ini dapat membantu mengetahui risiko penyakit bawaan dan kelainan genetis, yang dapat berdampak pada kesehatan calon anak pasangan di masa mendatang.Tes gula darahSelanjutnya, pemeriksaan kadar gula darah juga penting untuk dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Tes ini dapat membantu mencegah timbulnya komplikasi diabetes selama kehamilan, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, hingga stillbirth atau bayi lahir mati.2. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS)Selain pemeriksaan darah lengkap, Anda dan pasangan juga disarankan untuk melakukan tes penyakit menular seksual (PMS). Apalagi jika Anda dan/atau pasangan sebelumnya memiliki riwayat aktif secara seksual pra-nikah.Tes ini dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah penularan mikroorgnaisme antar-pasangan, juga dari ibu kepada anaknya selama dalam kandungan. Karena penyakit menular seksual, seperti hepatitis dan HIV/AIDS, dapat ditularkan melalui ibu ke janin.Jenis tes PMS yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pasangan calon pengantin antara lain:HIV/AIDSHIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular seksual yang banyak menjangkiti ibu rumah tangga dan anak-anak, yang bahkan tidak mempraktikkan hubungan seksual tak sehat atau pergaulan bebas.Hal ini dikarenakan ibu rumah tangga tertular dari pasangan mereka, sementara anak-anak tertular dari ibu mereka sejak dalam kandungan. Karena fenomena inilah sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk melakukan tes HIV/AIDS sebelum melangsungkan pernikahan.Melalui tes HIV/AIDS ini, Anda dan pasangan dapat terbuka dengan riwayat kesehatan maupun seksual di masa lalu. Kemudian dapat merencanakan langkah pengobatan dan penanganan yang tepat, serta mengatur upaya pencegahan penyebaran virus HIV kepada anak-anak di masa mendatang.Hepatitis B dan CSelain tes HIV/AIDS, Anda dan pasangan juga direkomendasikan untuk melakukan tes hepatitis B dan C. Sebab kedua virus ini dapat memberikan dampak yang sangat fatal bagi kesehatan janin dan bayi, yang juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama dalam kandungan.Sifilis (Tes VDRL/RPR)Pemeriksaan sifilis dapat dilakukan dengan melakukan uji VDRL atau RPR. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari Anda dan pasangan, yang kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi antibodi yang bereaksi terhadap bakteri penyakit sifilis.Namun, hasil VDRL dapat memberikan sinyal positif yang salah apabila seseorang juga menderita beberapa infeksi menular lain seperti HIV, malaria, dan pneumonia.Gonore dan klamidiaTes infeksi menular seksual (IMS) lainnya yang perlu dilakukan oleh pasangan calon pengantin adalah pemeriksaan gonore dan klamidia. Keduanya dilakukan untuk mencegah penularan ke pasangan maupun calon anak. 3. Tes GenetikJenis tes pra nikah selanjutnya adalah tes genetik, yang sangat penting dilakukan untuk mendeteksi apakah Anda dan pasangan memiliki ketidakcocokan genetic, serta berpotensi menurunkan kelainan genetic pada anak di masa mendatang.Jenis tes genetik yang dapat Anda dan pasangan lakukan sebelum merencanakan pernikahan, atau melakukan program kehamilan antara lain:ThalassemiaThalasemia merupakan salah satu penyakit genetic yang dapat memberikan dampak fatal pada calon anak Anda. Penyakit ini dapat dicegah melalui tes pra nikah, karena pasangan dapat mengambil keputusan yang lebih baik mengenai rencana untuk memiliki keturunan bersama saat berumah tangga.Thalasemia dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah, tepatnya saat melakukan tes hemoglobin dan hematokrit pasangan calon pengantin.Cystic fibrosisSelanjutnya, pasangan juga bisa melakukan pemeriksaan cystic fibrosis melalui tes keringat, tes genetic, dan berbagai prosedur medis lainnya. Cystic fibrosis adalah penyakit keturunan yang dapat menyebabkan lendir dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Seseorang yang menderita Cystic fibrosis tidak dapat menularkan kondisi ini pada orang lain. Namun, penderita justru rentan terhadap infeksi ketika berdekatan atau bersentuhan dengan orang yang telah terinfeksi suatu penyakit.Kelainan genetik lainnyaSelain thalasemia dan cystic fibrosis, dengan melakukan pemeriksaan genetik pra nikah, Anda dan pasangan juga dapat mencegah anak mengidap kelainan genetik lainnya seperti anemia sel sabit, hemophilia, dan banyak lainnya.4. Tes KesuburanHampir semua pasangan suami istri pasti mendambakan keturunan dan membina keluarga bahagia bersama. Karena itu, dalam prosedur tes pra nikah, Anda dan pasangan juga dapat melewati tes kesuburan.Rangkaian tes kesuburan yang dimaksud bisa berupa:Analisis sperma pada priaAnalisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kualitas dan kuantitas sperma seorang pria. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sperma yang kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengevaluasi jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Hasil dari analisis sperma ini akan membantu dokter menentukan apakah terdapat gangguan kesuburan pada pria.Pemeriksaan ini penting bagi pasangan yang merencanakan kehamilan karena kualitas sperma yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilan pembuahan. Jika ditemukan kelainan, dokter dapat merekomendasikan pengobatan atau terapi yang sesuai untuk meningkatkan peluang kehamilan.Pemeriksaan hormon reproduksi pada wanitaPemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kadar hormon yang berperan dalam kesuburan wanita, seperti hormon FSH (follicle-stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), estradiol, progesteron, dan prolaktin. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah yang diambil pada waktu tertentu dalam siklus menstruasi.Hasil dari pemeriksaan hormon ini akan membantu dokter dalam menilai apakah seorang wanita mengalami gangguan ovulasi atau masalah lain yang dapat mempengaruhi kesuburannya. Dengan mengetahui kondisi hormonal sejak dini, pasangan dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan peluang kehamilan.USG rahim dan ovarium untuk mendeteksi gangguan reproduksiUSG transvaginal atau transabdominal digunakan untuk memeriksa kondisi rahim dan ovarium wanita. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya kista, fibroid, atau kelainan struktural yang dapat mempengaruhi kesuburan.Dengan mengetahui kondisi rahim dan ovarium sebelum menikah, pasangan dapat mempersiapkan diri untuk kemungkinan gangguan kesuburan yang mungkin terjadi. Jika ditemukan masalah, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang tepat sebelum pasangan mulai merencanakan kehamilan.5. Tes Fungsi OrganTes fungsi organ penting dilakukan oleh pasangan calon pengantin untuk memastikan kesehatan mereka secara menyeluruh sebelum menikah. Beberapa tes yang dianjurkan meliputi:Tes fungsi hati (SGOT, SGPT)Tes ini mengukur kadar enzim hati untuk mendeteksi adanya gangguan hati, seperti hepatitis atau penyakit hati kronis. Fungsi hati yang baik sangat penting untuk metabolisme tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.Tes fungsi ginjal (Ureum, Kreatinin)Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dalam menyaring limbah dari darah. Gangguan pada ginjal dapat berdampak serius pada kesehatan pasangan dan keturunan di masa depan.Profil lipid untuk menilai risiko penyakit jantungTes ini mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah untuk menilai risiko penyakit jantung dan stroke. Mengetahui profil lipid sejak dini membantu pasangan dalam menjaga pola hidup sehat untuk mencegah penyakit kardiovaskular.6. Pemeriksaan Pap Smear (Untuk Wanita)Pap smear adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan sel pada leher rahim yang bisa berkembang menjadi kanker serviks. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim yang kemudian diperiksa di laboratorium.Pemeriksaan ini sangat penting bagi calon mempelai wanita karena dapat mendeteksi dini kanker serviks serta infeksi HPV yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Dengan melakukan pap smear sebelum menikah, wanita dapat memastikan kesehatannya sebelum merencanakan kehamilan.Manfaat Cek Kesehatan Pra NikahMelakukan cek kesehatan pra nikah memberikan banyak manfaat bagi pasangan calon pengantin. Berikut beberapa manfaat utamanya:1. Mencegah Penyebaran Penyakit MenularTes kesehatan pra nikah dapat mendeteksi penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B yang dapat berdampak pada pasangan dan anak di masa depan.2. Menjaga Kesehatan Calon AnakDengan mengetahui kondisi kesehatan sebelum menikah, pasangan dapat mencegah penyakit genetik atau infeksi yang dapat ditularkan ke janin.3. Mempersiapkan Kehamilan yang SehatMengetahui kondisi tubuh sebelum hamil membantu dalam merencanakan kehamilan yang sehat dan mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan. Hal ini juga dapat memberikan dampak yang besar pada peningkatan keselamatan ibu dan janin selama masa kehamilan, persalinan, hingga memaksimalkan tumbuh kembang anak di masa depan.4. Meningkatkan Kualitas HidupDengan memahami kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat menjalani kehidupan pernikahan dengan lebih tenang dan sehat.5. Memberikan Rasa Tenang dan KepercayaanCek kesehatan pra nikah membantu pasangan membangun kepercayaan dan kesiapan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.Tujuan Utama Cek Kesehatan Pra NikahTes kesehatan pra nikah dilakukan dengan beberapa tujuan utama, antara lain:1. Mendeteksi dini penyakit yang mungkin tidak memiliki gejala awalBanyak penyakit seperti diabetes atau hipertensi tidak menunjukkan gejala awal, sehingga pemeriksaan kesehatan dapat membantu dalam deteksi dini. Sebagai contoh, kanker serviks pada awal perkembangannya tidak menunjukkan gejala yang signifikan, sehingga banyak penderitanya yang baru memeriksakan diri ketika memasuki stadium lanjut.Padahal ketika memasuki stadium lanjut, pengobatan yang dilakukan tidak begitu efektif dan mengurangi tingkat kesembuhan pasien.2. Meminimalkan risiko komplikasi kesehatan di masa depanDengan mengetahui kondisi kesehatan sebelum menikah, pasangan dapat mengantisipasi dan mengelola potensi komplikasi medis.Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksiPemeriksaan kesehatan membantu meningkatkan pemahaman tentang sistem reproduksi dan bagaimana menjaga kesehatannya.3. Membantu pasangan membuat keputusan terbaik mengenai kesehatan merekaDengan informasi yang jelas mengenai kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait perencanaan keluarga dan gaya hidup.Baca Juga: Fakta dan Mitos Seputar Tes Kesehatan Pra NikahKapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah?Menurut Kementerian Kesehatan dan para ahli, tes kesehatan pra nikah sebaiknya dilakukan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sebelum pernikahan. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi pasangan untuk mengambil tindakan medis jika ditemukan kondisi kesehatan tertentu yang perlu ditangani sebelum menikah.Menjalani cek kesehatan pra nikah adalah langkah penting dalam membangun kehidupan pernikahan yang sehat dan harmonis. Dengan memahami kondisi kesehatan masing-masing, pasangan dapat bersama-sama menjaga kesehatan keluarga dan merencanakan masa depan yang lebih baik.Dimana Bisa Melakukan Cek Kesehatan Pra Nikah di Surabaya?Nah, Sobat Granostic, melakukan cek kesehatan pra nikah sangatlah penting untuk memastikan Anda dan pasangan dapat memeroleh kesejahteraan kehidupan rumah tangga yang lebih baik. Anda dan pasangan pun dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat, dan mencegah adanya masalah kesehatan pada calon anak di masa mendatang.Kabar baiknya lagi, saat ini cek kesehatan pra nikah dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan terpercaya. Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, Anda dapat melakukan cek kesehatan pra nikah ini di klinik Granostic Surabaya.Kami dapat memberikan layanan pemeriksaan kesehatan pra nikah terlengkap, dengan layanan administrasi yang mudah dan efisien, serta didampingi dengan tim tenaga medis ahli dan profesional.Tak hanya itu, melalui layanan home care, Anda juga dapat melakukan rangkaian cek kesehatan pra nikah ini di rumah saja. Karena tim medis kami yang akan mengunjungi rumah Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel yang diperlukan.Menarik, bukan? Yuk, jadwalkan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan pra nikah Anda bersama pasangan di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Premarital Screening: A Catalyst for Achieving Good Healthand Well-Being. Department of Health Education and Behavioral Sciences, Faculty of Public Health,Universitas Indonesia, Depok, West Java, Indonesia. Nadya Hanna Talitha SidabutarandElla Nurlaella Hadi. Diakses 2025A Review of Importance of Premarital Checkup and Counselling among Young Adults. Neville Wadia Institute of Management Studies and Research, Pune. Pratik Morei. Diakses 20257 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 2025Prenatal Genetic Screening Tests. American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses 2025
Mau Nikah? Ketahui Fakta dan Mitos Seputar Tes Kesehatan Pra Nikah
Meskipun memiliki peranan yang penting untuk kesejahteraan dan kesehatan keluarga, tes kesehatan pra nikah belum menjadi perbincangan utama saat merencanakan pernikahan. Apalagi dengan banyaknya mitos seputar tes kesehatan pra nikah, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman di kalangan calon pengantin baru.Kendati saat ini kita sangat mudah mengakses berbagai pengetahuan melalui internet, termasuk medis, banyak masyarakat yang masih terjebak dengan mitos-mitos. Padahal belum diketahui bagaimana fakta kebenaran dari mitos tersebut.Apalagi saat membicarakan tes kesehatan pra nikah, yang bisa sangat personal. Mitos ini dapat membuat seseorang merasa takut, khawatir, dan bahkan tidak percaya diri untuk melakukan tes kesehatan pra nikah tersebut.Nah, menyimak betapa seriusnya dampak mitos seputar tes kesehatan pria ini, Granostic akan merangkumkan fakta-faktanya berikut ini!Mitos dan Fakta Seputar Tes Kesehatan Pra NikahBerikut ini beberapa mitos seputar kesehatan pra nikah yang perlu Sobat ketahui fakta-faktanya!Mitos 1: Tes kesehatan pra nikah hanya untuk wanitaFaktaTak bisa dipungkiri, hingga kini kebanyakan masyarakat Indonesia masih membebankan keharmonisan dan kesehatan keluarga hanya dari pihak wanita atau ibu saja. Karena itu, kita sering menemukan bahwa fenomena keguguran dan kesulitan mengandung hanya dikaitkan dengan kondisi ibu.Begitu pula dengan tes kesehatan pra nikah, yang ‘dianggap’ hanya penting dilakukan untuk wanita. Karena nantinya merekalah yang mengandung, melahirkan, dan mengurus anak-anak tersebut hingga dewasa.Namun, hal ini sangatlah tidak benar. Fakta menunjukkan bahwa kedua calon pengantin wajib melakukan tes kesehatan pra nikah. Sebab kondisi kesehatan pria juga berpengaruh pada kualitas sperma, yang kemudian memengaruhi peluang kehamilan dan Kesehatan bayi. Selain itu, tidak semua orang menikah dalam kondisi kesehatan yang baik. Bahkan calon mempelai juga bisa memiliki kondisi medis tertentu yang belum terdeteksi dan tidak diketahui sebelumnya, yang mungkin bisa tularkan pada pasangan atau diturunkan pada calon anak mereka.Mitos 2: Hanya pasangan dengan riwayat penyakit tertentu yang perlu tes kesehatanFaktaMitos ini tidaklah tepat, ya, Sobat. Karena tes kesehatan pra nikah wajib dilakukan oleh kedua belah pihak, terlepas apakah sebelumnya hanya salah satu pihak yang memiliki tes kesehatan tertentu.Karena tes kesehatan pra nikah sebenarnya sedikit lebih kompleks daripada hanya mendeteksi penyakit tertentu. Misalnya, tes genetik untuk mencegah kelainan genetik pada anak, tes darah untuk mencegah kehamilan tak aman yang berdampak pada keselamatan ibu dan janin, hingga kontrol penyebaran penyakit menular.Lewat tes kesehatan pra nikah, calon pengantin dapat mengetahui kondisi dan riwayat kesehatan pasangan mereka. Sehingga dapat merencanakan rencana jangka panjang tentang kehidupan pernikahan jadi lebih matang.Mitos 3: Tes kesehatan pra nikah hanya mencakup tes darahFaktaAsumsi ini kurang tepat, Sobat. Karena selain tes darah, calon pengantin juga wajib melakukan tes urin, tes kesuburan, serta direkomendasikan untuk melakukan tes genetik, tes menular seksual, dan pemeriksaan fungsi organ.Tes kesehatan pra nikah ini penting dilakukan untuk mengetahui kesehatan pribadi, mencegah penularan atau penyebaran penyakit, juga mengurangi risiko penyakit bawaan yang diturunkan pada calon anak.Berikut penjelasan lengkap mengenai rangkaian tes kesehatan pra nikah yang direkomendasikan untuk Anda dan pasangan lakukan:Tes darah Tes darah lengkap merupakan jenis pemeriksaan yang wajib dilakukan oleh pasangan calon pengantin. Pemeriksaan ini meliputi tes golongan darah, leukosit, hematokrit, trombosit, hemoglobin, eritrosit, hingga laju endap darah.Tes penyakit menular seksualSelain tes darah lengkap, Anda juga akan diarahkan untuk melakukan tes penyakit menular seksual, seperti hepatitis B dan C, sifilis, HIV/AIDS, dan HPV. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk membantu mengontrol penularan penyakit pada pasangan maupun calon anak nantinya.Tes kesuburan Jenis pemeriksaan kesehatan ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesuburan oleh kedua calon pengantin, mendeteksi dini adanya masalah pada kesuburan pada salah satu atau kedua pihak sekaligus, sehingga dapat merencanakan kehamilan yang sehat.Tes genetik Pemeriksaan genetic sebelum menikah juga tak kalah penting, khususnya untuk mengetahui risiko kelainan bawaan pada keturunan. Melalui tes ini Anda dan pasangan dapat mencegah penyebaran penyakit genetis dalam keluarga.Tes fungsi organ Kesehatan organ tubuh juga berhubungan erat dengan kualitas hidup di masa pernikahan Anda mendatang. Sehingga melalui tes fungsi organ ini, Anda dan pasangan dapat mengetahui riwayat serta kondisi kesehatan masing-masing, risiko masalah kesehatan yang akan dihadapi di masa mendatang, kemudian merencanakan strategi hidup sehat bersama.Selain itu, tes fungsi organ juga dapat membantu Anda dan pasangan untuk merencanakan kehamilan yang sehat, baik untuk ibu dan janin.Mitos 4: Jika hasil tes tidak baik, pernikahan harus dibatalkanFaktaHal ini tidak dapat dibenarkan begitu saja, ya, Sobat. Keputusan untuk membatalkan pernikahan tersebut bukan bersifat “harus”, Anda dan pasangan dapat terus melanjutkan rencana pernikahan tersebut. Namun pihak Kantor Urusan Agama (KUA) akan memberikan pendampingan dan edukasi terkait, juga memberikan “anjuran” untuk melakukan pengobatan hingga sembuh dan menunda waktu pernikahan. Mitos 5: Tes kesehatan pra nikah bisa dilakukan kapan saja sebelum menikahFaktaHal ini tidak sepenuhnya salah, Sobat Granostic. Tes kesehatan pra nikah dapat dilakukan kapan saja, namun idealnya Anda direkomendasikan melakukan pemeriksaan ini pada 3–6 bulan sebelum waktu pernikahan.Lewat jangka waktu tersebut, pasangan dapat memastikan kondisi kesehatan masing-masing, memberi waktu untuk melakukan pengobatan atau perawatan bila ditemukan masalah, hingga memberi waktu untuk mengetahui gambaran kondisi fisik dan mental sehingga lebih siap dalam menjalani rumah tangga.Mitos 6: Tes kesehatan pra nikah mahal dan tidak terjangkauFaktaBanyak dari kita yang berprasangka bahwa tes kesehatan pra nikah ini mahal dan tidak terjangkau. Padahal anggapan ini tidaklah tepat, Sobat Granostic.Melansir dari laman Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, disebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan calon pengantin ini tanpa biaya. Kecuali calon penganti tersebut terindikasi memiliki kondisi kesehatan tertentu, sehingga membuatnya perlu dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.Selain itu, kini juga ada banyak fasilitas kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan pra nikah dengan rentang biaya yang bervariasi. Anda dapat menyesuaikannya dengan anggaran pribadi dan memilih paket yang cocok untuk Anda.Seperti di Granostic Medical Center, yang juga menawarkan paket cek kesehatan pra nikah dengan harga kompetitif, layanan yang lengkap, dan banyak benefit menarik bagi para pasien.Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket cek kesehatan klinik Granostic, Anda dapat menghubungi nomor customer care kami berikut: 082230900900.Mitos 7: Tes kesehatan pra nikah hanya untuk pasangan yang ingin segera memiliki anakFaktaAnggapan ini tidaklah tepat, ya, Sobat. Karena tes kesehatan pra nikah wajib dilakukan oleh pasangan calon pengantin, terlepas apakah mereka ingin segera memiliki anak atau tidak.Karena bukan hanya masalah kesuburan dan kesejahteraan anak di masa mendatang, tes kesehatan bersama pasangan dapat membantu Anda menyimak riwayat kesehatan masing-masing. Dengan begitu, Anda dan pasangan dapat mengetahui apa saja risiko masalah kesehatan yang mungkin akan dihadapi di masa mendatang, merencanakan gaya hidup sehat bersama, hingga mencegah penularan penyakit ke pasangan.Mitos 8: Jika sudah merasa sehat, tes kesehatan pra nikah tidak diperlukanFaktaAnggapan ini juga tidak tepat, ya. Karena secara administratif, KUA juga telah memasukkan tes kesehatan pra nikah sebagai salah satu syarat wajib Anda dan pasangan untuk mendaftarkan pernikahan.Selain itu, ada banyak jenis penyakit yang tidak menunjukkan gejala di awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi ketika memasuki stadium lanjut. Sebagai contoh pada kasus kanker serviks, yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menunjukkan gejala dan sulit disembuhkan ketika terlambat dideteksi.Mitos 9: Tes kesehatan pra nikah bisa dilakukan sendiri di rumahFaktaTidak benar. Tes kesehatan pra nikah tidak dianjurkan untuk Anda lakukan sendiri di rumah tanpa bantuan tenaga medis. Sebagian besar tes kesehatan pra nikah membutuhkan proses analisis di laboratorium kesehatan, yang secara prosedural harus dilakukan dengan tepat dan steril sehingga tidak akan mengganggu hasil pemeriksaan.Namun, Anda dapat menggunakan layanan home service klinik Granostic untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah di rumah saja. Tenaga kesehatan Granostic akan mengunjungi rumah Anda untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel, sehingga Anda tidak perlu mengantri atau repot pergi ke klinik untuk melakukan cek kesehatan. Baca selengkapnya, Pre-Marital Check Up di Surabaya.Anda dapat menjadwalkan pemeriksaan kesehatan di klinik Granostic dengan mendaftar secara online di Registrasi Online.Yuk, rencanakan keluarga sehat dengan cek kesehatan pra nikah di klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah. KEMENTRIAN AGAMA PROVINSI DKI JAKARTA. Diakses 20257 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 20259 Myths About Genetic Disease Carrier Screening. The National Gaucher Foundation (NGF). Diakses 2025KONSEP PEMERIKSAAN KESEHATAN PRA NIKAH BAGI CALON PENGANTIN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KUA KECAMATAN LAWANG DAN PUSKESMAS LAWANG). Universitas Islam Malang. Nabilah Ramadhani1, Dzulfikar Rodafi2 , Humaidi3. Diakses 2025TES KESEHATAN PRANIKAH (PREMARITAL CHECK UP) PERSPEKTIF MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. KHUSNI TAMRIN. Diakses 2025
Apa Tanda-Tanda Komplikasi Kehamilan? Begini Penjelasannya
Selama masa kehamilan, ibu mengalami banyak perubahan pada kondisi tubuh dan mengeluhkan beberapa gejala yang mengganggu. Gejala-gejala ini umumnya akan membaik seiring dengan usia kehamilan ibu. Namun, terdapat tanda-tanda tertentu yang harus diwaspadai menjadi gejala komplikasi kehamilan. Apa saja?Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa komplikasi kehamilan ini merujuk pada kondisi mental dan fisik, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu (baik selama kehamilan atau pasca melahirkan), janin, atau keduanya sekaligus.Lebih lanjut, National Health Institute of Child Health and Human Development menjelaskan bahwa komplikasi kehamilan ini dapat membuat kehamilan jadi berisiko tinggi. Sehingga tenaga medis atau dokter kandungan perlu melakukan pemantauan berkala untuk memastikan kondisi kesehatan ibu hamil dan janin dalam keadaan terkontrol.Tak hanya oleh tenaga medis, suami dan ibu hamil juga harus mengerti berbagai hal tentang komplikasi kehamilan untuk mencegah situasi gawat yang berpotensi terjadi. Menyadari betapa pentingnya informasi ini, Granostic merangkumkan segala hal yang perlu Anda ketahui tentang komplikasi kehamilan, termasuk tanda-tanda, jenis, dan cara pencegahannya berikut ini.Simak, yuk!Jenis-Jenis Komplikasi KehamilanSebelum membahas bagaimana tanda-tanda yang harus diwaspadai, Sobat Granostic juga perlu mengetahui apa saja kondisi-kondisi yang termasuk dalam komplikasi kehamilan berikut ini:1. PreeklamsiaPreeklamsia, yang juga disebut sebagai toksemia, merupakan kondisi kesehatan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi akibat kehamilan. Penyebab preeklamsia sendiri tidak diketahui dengan pasti, namun sangat umum terjadi pada kehamilan pertama.Melansir dari laman Stanford Medicine - Children's Health, preeklamsia memengaruhi sekitar 5% hingga 8% dari semua ibu hamil. Kondisi ini juga berisiko tinggi terjadi pada ibu yang mengandung banyak janin, ibu remaja, perempuan berusia 40 tahun, memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal sebelum hamil, dan banyak lainnya.Tanda-tanda preeklamsia:Tekanan Darah TinggiTanda paling umum dan khas dari preeklamsia adalah tekanan darah tinggi, yang dapat mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.Sakit kepala yang parahKenaikan tekanan darah tinggi ini juga dapat disertai dengan rasa sakit kepala yang parah.Gangguan penglihatan (penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya)Rasa nyeri kepala yang parah saat preeklamsia juga dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan, seperti membuat penglihatan terasa kabur, lebih sensitif terhadap cahaya, hingga kehilangan penglihatan sesaat.Nyeri di bagian perut atasPreeklamsia juga dapat menimbulkan rasa nyeri di bagian perut atas, yang biasanya terasa di bawah rusuk di sebelah kanan. Gejala ini juga dapat disertai dengan rasa mual dan muntah-muntah.Pembengkakan pada tangan dan wajahPreeklamsia pun dapat menimbulkan tanda lain berupa kenaikan berat badan dan pembengkakan (edema) yang tiba-tiba. Pembengkakan ini terutama tampak pada wajah dan tangan ibu hamil.2. Diabetes GestasionalKomplikasi kehamilan lain yang dapat dialami ibu selama mengandung adalah diabetes gestasional. Kondisi ini terjadi ketika ibu yang tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya, jadi mengembangkan diabetes ketika hamil.Normalnya, tubuh akan mencerna bagian dari makanan Anda dan mengolahnya menjadi glukosa. Glukosa dalam tubuh dapat menjadi sumber energi.Nah, untuk mengeluarkan glukosa dari darah dan memasukkannya ke dalam sel-sel tubuh, pankreas memproduksi hormone insulin. Namun, pada diabetes gestasional, perubahan hormonal akibat kehamilan dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tidak dapat menggunakannya secara normal. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah, yang menyebabkan diabetes.Tanda-tanda diabetes gestasional:Rasa haus yang berlebihanRasa haus terus menerus, atau secara berlebihan, dapat menjadi salah satu tanda diabetes gestasional. Gejala ini timbul karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula darah melalui urin.Sebagai akibatnya, tubuh memerlukan cairan yang lebih banyak dan membuat ibu hamil merasa haus terus menerus.Sering buang air kecilRasa haus yang berlebihan saat karena diabetes gestasional ini dapat diakibatkan karena produksi urin tubuh yang menjadi lebih banyak ketika terjadi lonjakan kadar gula darah. Hal ini juga mengakibatkan ibu hamil lebih sering buang air kecil daripada biasanya.KelelahanKenaikan kadar gula darah yang tiba-tiba pada ibu hamil ini juga dapat menyebabkan sensasi kelalahan.Penglihatan kaburDiabetes gestasional juga dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan ibu hamil, misalnya membuat penglihatan jadi kabur dengan mengganggu fungsi lensa mata, merusak pembuluh darah di retina, atau menyebabkan pembengkakan.3. Plasenta PreviaMelansir dari Stanford Medicine, plasenta previa merujuk pada kondisi di mana plasenta menempel dekat atau menutupi serviks. Padahal normalnya, plasenta terletak di bagian atas rahim.Komplikasi kehamilan ini dapat menyebabkan masalah selama masa mengandung, proses persalinan, dan keamanan ibu serta bayi selama proses melahirkan.Tanda-tanda plasenta previa:Perdarahan vagina tanpa nyeri, terutama di trimester kedua atau ketigaGejala utama dari plasenta previa adalah perdarahan, yang biasanya tanpa disertai rasa sakit dan terjadi pada 20 minggu usia kehamilan.Namun melansir dari Mayo Clinic, pada sebagian wanita perdarahan ini tidak terjadi sampai persalinan. Serta seringnya tidak ada peristiwa yang jelas yang dapat menjelaskan kenapa perdarahan tersebut terjadi.Kontraksi rahimPendarahan ini juga dapat terjadi dengan kontraksi rahim sebelum persalinan, sehingga memicu rasa sakit.Nyeri punggungSelain perdarahan dan kontraksi rahim, plasenta previa juga dapat menyebabkan nyeri punggung bagian bawah. 4. Solusio PlasentaSelain plasenta previa, jenis komplikasi kehamilan lainnya adalah solusio plasenta. Dikenal juga placenta abruption, solusio plasenta merupakan komplikasi yang langka namun cukup serius selama kehamilan. Solusio plasenta ini terjadi ketika sebagian atau seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum persalinan. Hal ini dapat mengurangi atau menghambat supply oksigen dan nutrisi pada bayi, serta memicu perdarahan berat pada sang ibu.Tanda-tanda solusio plasenta:Perdarahan vagina mendadakGejala paling umum dari solusio plasenta adalah perdarahan vagina mendadak, yang dapat terjadi dalam skala berat. Namun, melansir dari Mayo Clinic, perdarahan akibat solusio plasenta ini dapat terjadi secara bertahap karena perkembangan kondisi yang juga perlahan (abruption kronis). Hal ini dapat menghambat pertumbuhan bayi, serta ibu dapat mengalami kekurangan cairan ketuban dan memicu berbagai komplikasi lainnya.Nyeri perut atau punggung yang parahSelain perdarahan yang mendadak, solusio plasenta juga dapat menyebabkan nyeri perut atau punggung yang intens. Tanda-tanda ini juga dapat dirasakan secara mendadak.Kontraksi rahim yang terus-menerusTanda lain dari solusio plasenta adalah terjadinya kontraksi rahim secara terus menerus, sehingga memberikan rasa sakit dan tidak nyaman pada ibu hamil.5. Kehamilan EktopikKehamilan ektopik merujuk pada kondisi perkembangan janin di luar rahim. Hal ini juga dapat terjadi di tuba falopi, saluran serviks, panggul ataupun perut. Penyebab kehamilan ektopik ini biasanya adalah adanya jaringan parut di tuba falopi akibat infeksi atau penyakit. Risiko kehamilan ektopik dapat meningkat pada wanita yang telah menjalani prosedur sterilisasi tuba, terutama wanita yang berusia di bawah 30 tahun ketika menjalaninya.Tanda-tanda kehamilan ektopik:Nyeri tajam di satu sisi perutSalah satu tanda yang perlu diperhatikan kebanyakan dari kehamilan ektopik adalah rasa nyeri tajam di satu sisi perut. Hal ini terjadi karena sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim ibu.Perdarahan ringan atau beratTanda lain yang perlu diwaspadai pada kehamilan ektopik adalah terjadinya perdarahan ringan hingga berat. Pingsan atau pusingPingsan atau pusing bisa menjadi salah satu tanda bahasa kehamilan ektopik yang perlu Anda waspadai. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang dibuahi terus tumbuh di tuba falopi, yang menyebabkan tuba falopi pecah. Perdarahan hebat pun bisa terjadi, yang kemudian menimbulkan gejala mengancam jiwa seperti pusing ekstrem, pingsan, dan syok.Nyeri bahuJika terjadi kebocoran darah dari tuba falopi, ibu dapat merasakan nyeri bahu atau keinginan buang air besar yang mendesak.6. Infeksi KehamilanBanyak penyakit yang disebabkan infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Sebagai contoh infeksi saluran kemih (ISK), infeksi jamur, streptokokus grup B, an vaginosis bacterial. Infeksi Menular Seksual (IMS) juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, yang bahkan dapat ditularkan ke janin selama kehamilan.Tanda-tanda infeksi kehamilan:Demam tinggiDemam tinggi merupakan gejala yang sangat umum terjadi ketika tubuh sedang terinfeksi. Gejala ini menandakan bahwa sistem imun kita tengah sibuk melawan bakteri atau virus penyebab infeksi, sehingga menimbulkan inflamasi.Nyeri saat buang air kecilTanda lain ketika ibu hamil mengalami infeksi adalah nyeri saat buang air kecil, yang kerap menjadi gejala umum ISK.Keputihan berbau tidak sedapKeputihan wajar terjadi selama kehamilan, namun normalnya keputihan tidak berbau dan memiliki tekstur yang lengket namun tidak menggumpal. Nah, jika Anda mengalami infeksi jamur atau bakteri di vagina, maka akan menyebabkan keputihan berbau tidak sedap, berwarna, dan tekstur yang cenderung kental atau menggumpal.Nyeri perut bawahTanda lain dari infeksi kehamilan adalah timbulnya rasa nyeri pada perut bagian bawah.Baca juga yuk, Toksoplasmosis pada Wanita - Apa Itu?Siapa yang Berisiko Mengalami Komplikasi Kehamilan?Setiap ibu hamil memiliki risiko untuk mengalami komplikasi kehamilan. Bahkan jika sebelum hamil sang ibu dalam keadaan sehat.Namun, ibu hamil dengan beberapa kondisi medis tertentu dapat memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi kehamilan, seperti:Riwayat penyakit kronisIbu yang memiliki kondisi medis kronis memiliki risiko yang lebih besar mengalami komplikasi selama kehamilan. Namun kemungkinan ini dapat diminimalisir dengan rutin melakukan kontrol dan melakukan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.Usia ibu hamilUsia ibu saat mengandung si Kecil juga berperan dalam kemungkinan Anda mengalami komplikasi kehamilan. Misalnya hamil dalam usia yang terlalu muda (remaja) atau usia lanjut akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.Kehamilan kembarHamil dengan janin kembar, baik itu kembar dua atau tiga, dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Ini karena ibu harus berbagi zat gizi dan oksigen dengan lebih banyak janin yang dikandungnya.Obesitas atau berat badan kurangBerat badan yang berlebihan atau kurang juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami komplikasi kehamilan, sebab dapat memengaruhi kesehatan rahim dan plasenta Anda.Riwayat komplikasi kehamilan sebelumnyaJika di kehamilan yang pertama Anda mengalami komplikasi, maka hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi di masa kehamilan Anda selanjutnya.Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau obat-obatan terlarangMerokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, dan memakai obat-obatan terlarang telah lama diketahui memiliki dampak yang besar pada kesehatan tubuh kita. Pada ibu hamil, hal ini dapat meningkatkan risiko komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu.Cara Pencegahan Komplikasi KehamilanUntuk mengurangi risiko komplikasi, ibu hamil perlu melakukan berbagai langkah pencegahan yang tepat. Mulai dari menjaga kesehatan tubuh, mengontrol pola makan, hingga rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Dengan perawatan yang optimal, kehamilan dapat berjalan dengan lancar, sehingga ibu dan bayi tetap sehat hingga proses persalinan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi kehamilan:1. Rutin Melakukan Pemeriksaan KehamilanPemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi adanya potensi komplikasi sejak dini dan memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin memburuk. Pemeriksaan kehamilan juga membantu ibu mendapatkan informasi mengenai perkembangan janin, kebutuhan nutrisi, serta saran medis yang sesuai dengan kondisi kehamilan.Idealnya, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan setidaknya satu kali setiap bulan selama trimester pertama dan kedua. Memasuki trimester ketiga, frekuensi pemeriksaan sebaiknya ditingkatkan menjadi dua minggu sekali atau bahkan setiap minggu menjelang persalinan. Pemeriksaan ini mencakup pemantauan tekanan darah, kadar gula darah, detak jantung janin, serta perkembangan fisik bayi dalam kandungan.Dapatkan layanan konsultasi eksklusif bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya dengan pendekatan ramah dan profesional.2. Menjaga Pola Makan SehatNutrisi yang cukup dan seimbang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu. Asupan makanan yang sehat dapat membantu mencegah berbagai komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, preeklamsia, dan anemia. Oleh karena itu,  ibu hamil harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi mengandung nutrisi yang cukup.Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan ibu hamil meliputi asam folat untuk perkembangan otak janin, zat besi untuk mencegah anemia, kalsium untuk pembentukan tulang bayi, serta protein yang membantu pertumbuhan jaringan tubuh. Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk menghindari makanan tinggi gula, makanan olahan, serta minuman berkafein dan beralkohol yang dapat berdampak buruk pada janin.3. Mengontrol Berat BadanKenaikan berat badan selama kehamilan adalah hal yang wajar, namun jika tidak dikontrol dengan baik, hal ini dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin.Untuk menjaga berat badan yang sehat, ibu hamil disarankan untuk tetap aktif bergerak dengan olahraga ringan serta mengatur pola makan dengan porsi yang seimbang. Konsumsi makanan tinggi serat, protein, dan rendah lemak dapat membantu mengontrol kenaikan berat badan tanpa mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.4. Menghindari Rokok, Alkohol, dan Obat-obatan TerlarangPaparan zat berbahaya seperti rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan, termasuk kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta gangguan perkembangan janin. Nikotin dalam rokok, misalnya, dapat menghambat aliran oksigen ke janin, sementara alkohol dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan organ bayi.Oleh karena itu, ibu hamil harus menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol sejak awal kehamilan. Jika ibu memiliki kebiasaan merokok sebelum hamil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bantuan dalam menghentikan kebiasaan tersebut.5. Olahraga Ringan Secara TeraturMelakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu ibu hamil menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi serta nyeri punggung. Olahraga juga membantu memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan stamina, dan mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan.Beberapa jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil antara lain berjalan kaki, senam hamil, yoga prenatal, dan berenang. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional ibu selama kehamilan. Namun, sebelum memulai rutinitas olahraga, sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan jenis dan intensitas latihan yang sesuai dengan kondisinya.Kapan Harus Segera ke Dokter?Sobat Granostic perlu mewaspadai keluhan selama kehamilan dan segera mengunjungi dokter bila mendapati salah satu atau beberapa gejala berikut: Perdarahan vagina yang beratPerdarahan vagina yang berat dapat terjadi karena berbagai komplikasi kehamilan, yang biasanya menunjukkan tanda emergency sehingga harus diwaspadai. Nyeri perut yang hebat atau kontraksi terus-menerus sebelum waktunyaAnda juga perlu segera mengunjungi dokter bila mengeluhkan kontraksi terus menerus, padahal belum memasuki waktu persalinan. Gerakan janin berkurang atau tidak terasaSaat merasakan gerakan janin dalam rahim berkurang, Anda juga perlu mengunjungi dokter segera. Hal ini dapat mengindikasikan berbagai masalah atau komplikasi kehamilan, yang menunjukkan dampak fatal pada kondisi janin Anda.Tekanan darah tinggi disertai sakit kepala dan gangguan penglihatanSaat merasakan sakit kepala parah, gangguan penglihatan, dan lonjakan tekanan darah, Anda perlu segera mengunjungi dokter. Gejala hipertensi ibu hamil dapat mengindikasikan preeklamsia, yang jika tidak ditangani dengan tepat bisa memberikan dampak yang fatal bagi ibu maupun janin.Demam tinggi yang tidak turun setelah pengobatanJika ibu hamil mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun, apalagi setelah pengobatan, Anda harus segera membawanya ke dokter. Hindari untuk menambah dosis pereda nyeri atau demam sendiri, karena dapat berpengaruh pada kesehatan janin.Bersama tenaga medis yang ahli dan berpengalaman, pemeriksaan dapat dilakukan secara komprehensif. Kemudian ibu hamil dapat memeroleh pertolongan dan tindakan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.Nah, bagi Sobat Granostic yang memiliki keluhan mengenai komplikasi kehamilan, segera buat jadwal konsultasi bersama dengan dokter berpengalaman kami. Jika Anda kesulitan untuk bergerak atau keluar dari rumah, gunakan layanan home service untuk melakukan pemeriksaan medis di rumah saja bersama profesional.Dengan pendekatan ramah, profesional, dan berbasis ilmu terkini, dr. Dina siap mendampingi Anda sejak program hamil, masa kehamilan, hingga persiapan persalinan.Yuk, Sobat, jaga kesehatan ibu dan janin dengan rutin cek kesehatan bersama Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Complications of Pregnancy. Stanford Medicine Children’s Health. Diakses 2025Many pregnancy-related complications going undetected and untreated – WHO. Diakses 2025What are some common complications of pregnancy?. National Child & Maternal Health Education Program. Diakses 2025Pregnancy Complications. Cleveland Clinic. Diakses 2025Pregnancy Complications. CDC. Diakses 2025Preeclampsia. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Gestational diabetes. NHS. Diakses 2025
Toksoplasmosis pada Wanita - Apa Itu?
Selama menjalani masa kehamilan, Anda pasti kerap mendengar berbagai petuah dari berbagai pihak. Salah satunya mungkin berbunyi, “Jangan makan makanan mentah, nanti bikin bayi tak sehat.”Ternyata himbauan ini bukan sekadar mitos yang dibuat-buat untuk menakuti Anda, loh. Karena makan makanan mentah dapat mengandung berbagai kuman dan parasit berbahaya, contohnya Toxoplasma gondii (T. Gondii) yang menyebabkan penyakit toksoplasmosis.Pada dasarnya toksoplasmosis ini dapat menyerang siapa saja, utamanya yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Meski awalnya tidak menyebabkan gejala yang signifikan, toksoplasmosis dapat menjadi dorman dan berkembang, hingga menimbulkan komplikasi serius dan mengancam jiwa.Saat hamil, infeksi T. Gondii dapat diturunkan pada janin lewat plasenta. Hal ini meningkatkan risiko keguguran, lahir mati, atau masalah kesehatan yang serius pada anak di masa mendatang.Nah, mengingat betapa gawatnya toksoplasmosis ini pada wanita hamil dan janin, mari kita simak penjelasan lebih lengkap mengenai gejala, penyebab, dan cara penyebarannya berikut ini!Apa Saja Gejala Toksoplasmosis?Sobat Granostic, kebanyakan orang yang terjangkit toksoplasmosis tidak menunjukkan gejala-gejala yang khas. Namun, umumnya, toksoplasmosis dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:1. Demam RinganDemam merupakan gejala yang sangat umum terjadi karena infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, kuman, maupun virus. Begitu pula saat parasit penyebab toksoplasmosis menginfeksi tubuh Anda, sistem imun dapat bereaksi dan melawan infeksi. Perlawanan sistem imun terhadap infeksi ini memicu inflamasi dalam tubuh, yang kemudian meningkatkan suhu tubuh Anda dan menimbulkan demam ringan.2. Kelelahan dan Nyeri OtotSelain demam ringan, infeksi T. Gondii juga dapat memicu gejala seperti kelelahan dan nyeri otot. Kedua sensasi ini juga timbul sebagai reaksi sistem imun terhadap infeksi parasit tersebut.3. Pembengkakan Kelenjar Getah BeningToksoplasmosis juga dapat memicu pembengkakan kelenjar getah bening, karena infeksi ini dapat memicu respon imun tubuh. Kelenjar getah bening dapat tetap membesar selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah infeksi berlalu.4. Sakit KepalaGejala lain yang dapat timbul karena infeksi T. Gondii adalah rasa sakit kepala, yang timbul sebagai reaksi sistem imun dalam melawan infeksi.5. Nyeri TenggorokanToksoplasmosis diketahui dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan flu, salah satunya sakit tenggorokan.Gangguan penglihatan Toksoplasmosis juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, yang terjadi karena peradangan dan jaringan parut yang ditimbulkan pada mata. Peradangan ini dapat terjadi pada retina dan koroid, lapisan pembuluh darah yang ada di bawah retina.Penyebab ToksoplasmosisToksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). Seseorang dapat tertular toksoplasmosis jika secara tidak sengaja menelan sesuatu yang telah terkontaminasi oleh parasit ini.Karena sifat parasit yang mampu bertahan dalam tubuh, gejala toksoplasmosis bisa muncul baik saat pertama kali terinfeksi maupun di kemudian hari. Pada awal infeksi, sebagian orang mungkin mengalami gejala ringan yang menyerupai flu. Namun, dalam banyak kasus, sistem kekebalan tubuh mampu mengendalikan infeksi tanpa menimbulkan tanda-tanda yang jelas.Selama proses pertahanan tubuh melawan parasit, T. gondii membentuk kista kecil dalam tubuh dan dapat bertahan dalam keadaan tidak aktif untuk waktu yang lama. Penelitian menunjukkan bahwa kista ini dapat pecah secara berkala, memicu respons imun tubuh untuk melawannya. Biasanya, proses ini berlangsung tanpa menimbulkan gejala.Namun, jika sistem kekebalan tubuh melemah, kista yang pecah dapat menyebabkan reaktivasi infeksi, yang berpotensi menimbulkan gejala toksoplasmosis yang lebih parah.Bagaimana Toksoplasmosis Menular?Toksoplasmosis umumnya ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi parasit T. gondii. Parasit ini berkembang biak dalam usus kucing dan dikeluarkan melalui kotorannya. Kotoran kucing yang mengandung parasit dapat mencemari tanah, air, tanaman, dan bahan makanan yang dikonsumsi manusia.Beberapa cara utama penularan toksoplasmosis meliputi:1. Konsumsi Makanan Mentah atau Kurang MatangDaging dan kerang yang tidak dimasak dengan sempurna, serta produk segar yang tidak dicuci, dapat menjadi sumber infeksi. Daging dari hewan seperti sapi, kambing, domba, babi, dan ayam berpotensi membawa parasit jika tidak dimasak dengan benar. Selain itu, susu kambing yang belum dipasteurisasi serta air yang tidak diolah juga dapat menjadi media penyebaran parasit.Kontaminasi dengan kotoran kucing yang mengandung parasitKucing yang berburu atau diberi makan daging mentah lebih berisiko membawa parasit toksoplasma. Seseorang dapat tertular jika menyentuh mulut setelah menangani benda yang terkontaminasi kotoran kucing, seperti saat berkebun atau membersihkan kotak pasir kucing.2. Mengonsumsi Air atau Makanan yang Terkontaminasi.Penularan toksoplasmosis juga dapat terjadi melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Karena itu, Anda selalu dianjurkan untuk merebus air hingga matang sebelum mengonsumsinya, serta memastikan bahwa wadah sanitasi selalu dalam kondisi yang bersih.Kontaminasi melalui tangan yang tidak dicuci setelah berkebun atau menyentuh tanah yang terinfeksi.Tanah yang terkontaminasi dapat menyebarkan parasit ke buah dan sayuran. Jika tidak dicuci dengan baik sebelum dikonsumsi, parasit ini dapat masuk ke dalam tubuh. Selain itu, peralatan dapur seperti talenan, pisau, atau peralatan lain yang bersentuhan dengan daging mentah juga bisa menjadi perantara penyebaran infeksi.3. Penularan dari Ibu ke Janin Selama Kehamilan (transmisi kongenital).Meskipun toksoplasmosis tidak menular antar manusia, seorang ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan parasit kepada janinnya melalui plasenta. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi.Melalui transfusi darah atau transplantasi organ dari orang yang terinfeksi (jarang terjadi).Meskipun jarang terjadi, toksoplasmosis dapat ditularkan melalui transfusi darah atau transplantasi organ dari donor yang terinfeksi.Siapa yang Berisiko Mengalami Toksoplasmosis?Toksoplasmosis memang dapat menyerang siapa saja, terlepas dari jenis gender maupun usia seseorang. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi serius, antara lain:Ibu hamilWanita hamil lebih rentan terhadap toksoplasmosis karena perubahan pada sistem imun mereka. Selain itu, parasit ini memiliki kemampuan untuk menembus plasenta dan menginfeksi janin, yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius pada bayi yang belum lahir.Individu dengan Sistem Imun LemahOrang dengan sistem imun yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS atau mereka yang menjalani pengobatan imunosupresif (misalnya setelah transplantasi organ), memiliki risiko lebih tinggi mengalami toksoplasmosis yang parah. Jika sistem kekebalan tubuh melemah setelah infeksi awal, parasit dapat kembali aktif dan memicu infeksi baru yang lebih berbahaya.Orang yang Sering Menangani Kucing atau Berkebun Individu yang sering menangani kucing atau melakukan aktivitas berkebun berisiko lebih tinggi terkena toksoplasmosis. Parasit penyebab toksoplasmosis dapat ditemukan di kotoran kucing dan tanah yang terkontaminasi, sehingga penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko.Mereka yang Sering Mengonsumsi Daging Mentah atau Kurang MatangSeseorang yang sering mengonsumsi daging mentah atau kurang matang juga berisiko tinggi untuk terinfeksi toksoplasmosis. Sebagai contoh, Sobat Granostic pasti kerap menemukan berita orang-orang keracunan seafood atau setelah memakan daging mentah ketika melancong ke luar negeri.Toksoplasmosis pada Ibu HamilKondisi imun yang naik turun selama kehamilan dapat membuat ibu rentan mengalami infeksi toksoplasmosis. Infeksi T. gondii yang terjadi saat hamil pun dapat ditularkan ibu pada janin yang dikandungnya. Hal ini bisa menimbulkan efek membahayakan pada janin, seperti:1. Keguguran atau Bayi Lahir MatiPenyebaran toksoplasmosis dari ibu ke janin dapat memberikan dampak yang fatal pada si Kecil, yakni dengan meningkatkan risiko keguguran atau bayi lahir mati. Apalagi jika infeksi ini terjadi pada trimester pertama kehamilan.2. Kelainan Perkembangan Otak dan Sistem SarafPada bayi yang mengalami toksoplasmosis, infeksi parasit ini dapat memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf mereka. Sehingga meningkatkan risiko adanya masalah kesehatan yang serius pada anak di masa mendatang.Cacat lahir, termasuk gangguan penglihatan dan gangguan pendengaranToksoplasmosis juga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, misalnya bayi mengalami gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran.3. Hidrosefalus (penumpukan cairan di otak)Gangguan medis lain yang dapat anak alami akibat infeksi T. gonii selama kehamilan adalah adanya penumpukan cairan di otak, yang disebut juga sebagai hidrosefalus.Hidrosefalus dapat memicu berbagai gejala yang mengganggu perkembangan dan kualitas hidup anak, seperti sakit kepala, penglihatan kabur, gangguan bicara atau ingatan, gangguan keseimbangan dan koordinasi, dan banyak lainnya.4. Epilepsi atau Keterlambatan PerkembanganKarena dampaknya yang signifikan pada kesehatan anak, baik ketika masih dalam kandungan maupun setelah dilahirkan, toksoplasmosis akhirnya berpengaruh pada perkembangan anak secara umum.Infeksi ini juga dapat menjadi penyebab anak mengalami epilepsi, yang menyebabkan kejang-kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak anak.Bagaimana Mendiagnosis Toksoplasmosis?Sobat, jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mencurigakan, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk memastikan apakah seseorang terkena toksoplasmosis, ada beberapa metode diagnosis yang bisa dilakukan oleh tenaga medis. Yuk, simak!Tes DarahTes darah adalah cara paling umum untuk mendeteksi toksoplasmosis. Dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium guna mencari antibodi terhadap parasit Toxoplasma gondii. Selain itu, tes ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi potongan DNA dari parasit tersebut.Tes PCR (Polymerase Chain Reaction)Tes PCR digunakan untuk mendeteksi DNA parasit Toxoplasma gondii dalam cairan tubuh, seperti darah, cairan serebrospinal (CSF), atau cairan ketuban. Tes ini sangat berguna untuk mendiagnosis toksoplasmosis kongenital (yang ditularkan dari ibu ke janin), toksoplasmosis pada mata, dan toksoplasmosis yang menyerang otak. Selain itu, PCR juga bisa digunakan untuk memantau perkembangan penyakit serta efektivitas pengobatan.Pemeriksaan USG janinBagi ibu hamil yang telah terdiagnosis toksoplasmosis, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi janin. Meskipun USG tidak bisa secara langsung mendiagnosis infeksi, pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi adanya perubahan pada otak janin yang bisa mengindikasikan infeksi toksoplasma.AmniosentesisJika dokter mencurigai adanya toksoplasmosis kongenital, mereka mungkin akan merekomendasikan amniosentesis. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel cairan ketuban menggunakan jarum kecil, yang kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan parasit T. gondii.Langkah Pencegahan ToksoplasmosisSetelah mengetahui bagaimana toksoplasmosis bisa menyebar, ada baiknya kita melakukan langkah-langkah pencegahan agar tetap sehat dan terhindar dari infeksi ini. Berikut beberapa cara mudah yang bisa Anda terapkan:1. Masak Daging hingga Matang Sempurna Sobat, jangan asal makan daging setengah matang, ya! Pastikan daging dimasak hingga suhu yang cukup tinggi untuk membunuh parasit. Gunakan termometer daging jika perlu, dan hindari mengonsumsi makanan laut mentah seperti tiram, Melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), Anda direkomendasikan untuk masak daging dan ikan utuh hingga suhu minimal 145 F (63 C) dan diamkan selama minimal tiga menit. Masak daging giling hingga suhu minimal 160 F (71 C). Masak unggas utuh dan giling hingga suhu minimal 165 F (74 C). Jangan makan kerang, remis, atau tiram mentah, terutama selama kehamilan.2. Cuci Tangan dengan Sabun Setelah Menangani Daging Mentah atau Berkebun.Selalu praktikkan kebiasaan sehat dengan rutin mencuci tangan dengan sabun, khususnya setelah mengolah daging mentah atau berkebung. Cuci tangan juga sangat penting dilakukan sebelum Anda makan atau minum, untuk mencegah parasit toksoplasmosis masuk dalam pencernaan.3. Gunakan Sarung Tangan Saat Berkebun Bagi Sobat yang hobi berkebun, jangan lupa menggunakan sarung tangan! Tanah bisa saja terkontaminasi oleh kotoran kucing yang mengandung parasit toksoplasma. Setelah selesai berkebun, segera cuci tangan dengan sabun dan air bersih.Hindari konsumsi susu dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi.Susu mentah dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi bisa menjadi sumber infeksi parasit. Pilihlah produk susu yang telah melewati proses pasteurisasi untuk menghindari risiko toksoplasmosis.4. Cuci Buah dan Sayur dengan Bersih Sebelum DikonsumsiBuah dan sayuran yang tidak dicuci dengan baik bisa saja mengandung parasit. Sebelum dikonsumsi atau diolah, pastikan untuk mencucinya dengan air mengalir guna menghilangkan kotoran dan kontaminasi.5. Jaga Kebersihan Lingkungan dan Hewan PeliharaanMemiliki hewan peliharaan memang menyenangkan, tapi kebersihannya juga harus dijaga! Bersihkan kandang atau tempat bermain kucing secara rutin, serta hindari kontak langsung dengan kotorannya.6. Hindari Kontak Langsung dengan Kotoran KucingJika Anda hamil atau memiliki sistem imun yang lemah, sebaiknya minta bantuan orang lain untuk membersihkan kotak pasir kucing. Jika harus melakukannya sendiri, gunakan sarung tangan dan masker, lalu cuci tangan hingga bersih setelahnya.CDC juga merekomendasikan untuk rutin mengganti kotak pasir kucing setiap hari. Parasit Toxoplasma tidak menular sampai 1 – 5 hari setelah kucing mengeluarkannya melalui fesesnya. Dengan membersihkan kotak pasir setiap hari, Anda membuang feses sebelum menjadi menular.Apa Saja Komplikasi yang Dapat Terjadi?Tak hanya berdampak fatal bagi janin dan anak-anak, toksoplasmosis juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi medis lain yang perlu diwaspadai, seperti:1. Infeksi Mata Kronis (toksoplasmosis okular) Toksoplasmosis okular merupakan infeksi T. gondii yang terjadi pada satu atau kedua mata. Kondisi ini paling umum terjadi pada remaja atau dewasa muda, yang terlahir dengan infeksi T. gondii bawaan.Komplikasi toksoplasmosis ini jarang terjadi di saat pertama kali Anda terinfeksi T. gondii. Gejala yang timbul akibat komplikasi ini antara lain:Timbul rasa sakit pada mata.Pandangan yang kabur.Kebutaan.2. Radang Otak (ensefalitis) Toksoplasmosis juga dapat menyebabkan radang otak, atau ensefalitis toksoplasma. Gejala yang ditimbulkan dari komplikasi ini antara lain:Terjadi pembengkakan kelenjar getah beningTurunnya kesadaranGangguan koordinasi tubuh pasienKelemahan pada satu sisi tubuhKesulitan dalam berbicaraTimbulnya masalah penglihatan3. KejangKebingunganSakit kepalaDemamKerusakan organ dalamToksoplasmosis juga dapat berdampak fatal pada kesehatan tubuh dengan memicu kerusakan organ dalam. Sebagai contoh, toksoplasmosis dapat Kembali aktif di paru-paru (toksoplasmosis paru), yang dapat bermanifestasi sebagai demam, sesak napas, mengi, sesak dada, dan batuk-batuk.4. Gangguan Perkembangan dan Cacat Bawaan pada BayiKetika disebarkan pada janin atau menginfeksi bayi, toksoplasmosis dapat memicu gangguan perkembangan dan meningkatkan risiko cacat bawaan pada bayi. Bahkan, dampak toksoplasmosis pada anak-anak dapat bersifat jangka panjang, dengan kembali aktif saat mereka remaja atau berusia dewasa muda.Bagaimana Pengobatan Toksoplasmosis?Mengingat dampaknya yang sangat signifikan pada kesehatan, Anda pasti sangat panik ketika mengalami toksoplasmosis. Toksoplasmosis ditangani dengan penggunaan obat-obatan anti-parasitik dan antibiotik. Kombinasi obat-obatan ini dapat menghentikan T. gondii untuk terus berkembang dan bereproduksi dalam tubuh Anda.Kombinasi obat-obatan yang dimaksud misalnya:PyrimethaminePyrimethamine merupakan obat antiparasitic yang dapat digunakan untuk merawat toksoplasmosis.SulfadiazineSementara itu, sulfadiazine merupakan antibakteri yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di otak, telinga, atau saluran kencing Anda. Obat ini juga dapat membantu mencegah infeksi bagi orang dengan potensi infeksi yang tinggi.SpiramycinSpiramycine merupakan salah satu obat yang dapat diresepkan untuk mengatasi infeksi toksoplasmosis. Namun obat ini tidak direkomendasikan dikonsumsi oleh ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 18 minggu.Asam folinat (Leucovorin) Leucovorin merupakan jenis obat yang dapat mencegah dan mengatasi efek samping berbahaya dari beberapa tipe pengobatan, termasuk kombinasi obat-obatan yang diresepkan untuk mengatasi toksoplasmosis.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai toksoplasmosis pada wanita, termasuk uraian mengenai gejala, penyebab, penyebaran, cara diganosa, hingga langkah pengobatan dan pencegahannya.Bila Anda mengalami gejala-gejala toksoplasmosis di atas, segera kunjungi dokter di klinik Granostic Surabaya untuk melakukan pemeriksaan medis dan mendapatkan penanganan yang tepat.Dapatkan layanan konsultasi eksklusif bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis kandungan berpengalaman di Granostic Surabaya.Selain itu, untuk mencegah dan deteksi dini adanya infeksi parasit yang berpotensi menganggu kesehatan janin Anda, baiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.Pemeriksaan TORCH di Surabaya di klinik Granostic dilakukan dengan standar pelayanan yang tinggi, diawasi oleh tenaga medis ahli dan berpengalaman, serta menggunakan teknologi modern. Hasil pemeriksaan pun dapat Anda peroleh dengan cepat dan akurat.Tunggu apa lagi? Jaga kesehatan janin dan ibu dengan rutin melakukan cek kesehatan di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi: Toxoplasmosis. Cleveland Clinic. Diakses 2025About Toxoplasmosis. CDC. Diakses 2025Toxoplasmosis. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Immune response against toxoplasmosis—some recent updates RH: Toxoplasma gondii immune response. National Library of Medicine. Madiha Sana 1,*, Muhammad Rashid 2,*, Imran Rashid 1,✉, Haroon Akbar 1, Jorge E Gomez-Marin 3, Isabelle Dimier-Poisson 4. Diakses 2025Symptoms of Toxoplasmosis. Very Well Health. Medically reviewed by Ronald Lubelchek, MDDiakses 2025
Pemeriksaan TORCH di Surabaya
Sebagai pasangan baru menikah dan ingin langsung program hamil, pemeriksaan TORCH tidak boleh Anda lewatkan. Sebab dengan pemeriksaan TORCH Anda dan pasangan dapat merencanakan kehamilan yang sehat, serta memastikan janin lahir dengan selamat. Lantas tahukah Anda di mana tempat pemeriksaan TORCH di Surabaya?TORCH adalah singkatan dari Toxoplasmosis, Other (infeksi lain seperti sifilis dan varicella), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes simplex virus. Infeksi ini dapat berdampak serius pada kesehatan ibu hamil dan janin, sehingga pemeriksaan TORCH menjadi langkah preventif untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi sejak dini.Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah risiko komplikasi kehamilan yang dapat terjadi akibat infeksi. Lewat artikel ini, Granostic akan membahas secara mendalam mengenai tujuan pemeriksaan TORCH, waktu yang tepat untuk menjalani pemeriksaan, serta manfaatnya bagi ibu dan janin. Penasaran? Simak, yuk!Tujuan Pemeriksaan TORCHSobat, mengetahui tujuan pemeriksaan TORCH sangat penting bagi calon ibu dan ibu hamil. Dengan memahami manfaat dari pemeriksaan ini, seseorang dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatan diri dan bayi yang dikandung. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari pemeriksaan TORCH:1. Mendeteksi Infeksi pada Ibu Hamil Tujuan pertama dari pemeriksaan TORCH yakni dapat membantu mendeteksi keberadaan infeksi yang mungkin diderita oleh ibu hamil. Infeksi seperti toxoplasmosis dan rubella dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk keguguran, cacat lahir, atau gangguan pertumbuhan janin. Dengan melakukan pemeriksaan ini sejak dini, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai untuk mengurangi risiko kesehatan bagi ibu dan janin.Selain itu, deteksi dini terhadap infeksi memungkinkan ibu hamil untuk menjalani perawatan medis yang diperlukan sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap janin. Dengan begitu, pemeriksaan TORCH dapat menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.2. Mengetahui Tingkat Antibodi Dalam Tubuh Melalui pemeriksaan TORCH, dokter juga dapat mengevaluasi tingkat antibodi dalam tubuh ibu hamil. Antibodi ini menunjukkan apakah seseorang telah terpapar infeksi sebelumnya dan apakah tubuh memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ibu memiliki kekebalan terhadap rubella, misalnya, maka risiko penularan ke janin akan lebih kecil.Sebaliknya, jika ibu tidak memiliki kekebalan, dokter dapat memberikan rekomendasi seperti vaksinasi atau tindakan pencegahan lainnya sebelum kehamilan. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi selama masa kehamilan dan menjaga kesehatan janin secara optimal.3. Menentukan Risiko Penularan ke Janin Infeksi TORCH dapat ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta, yang berpotensi menyebabkan gangguan perkembangan atau bahkan kematian janin. Oleh karena itu, pemeriksaan TORCH dilakukan untuk menentukan risiko penularan infeksi kepada bayi yang sedang dikandung.Dengan mengetahui adanya infeksi sejak awal, dokter juga dapat melakukan pemantauan lebih ketat dan memberikan intervensi medis yang diperlukan untuk meminimalkan risiko terhadap janin. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa bayi dapat lahir dalam kondisi sehat tanpa komplikasi yang disebabkan oleh infeksi TORCH.4. Mengurangi Kemungkinan Komplikasi KehamilanTahukah Sobat, bahwa banyak kasus komplikasi kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur, atau cacat lahir sering kali disebabkan oleh infeksi TORCH yang tidak terdeteksi. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi faktor risiko yang dapat menyebabkan masalah kehamilan dan memungkinkan tindakan medis yang lebih cepat.Dengan deteksi dini, ibu hamil juga dapat menjalani pengobatan atau perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Ini juga dapat membantu mengurangi kecemasan bagi calon orang tua dan meningkatkan peluang melahirkan bayi yang sehat.5. Memberikan Penanganan Dini Salah satu manfaat utama pemeriksaan TORCH adalah memberikan penanganan dini jika terdeteksi adanya infeksi. Dengan diagnosis yang akurat, dokter dapat merancang rencana perawatan yang sesuai untuk mengurangi dampak infeksi terhadap ibu dan janin.Penanganan dini dapat mencakup pemberian obat antivirus, terapi antibiotik, atau tindakan medis lainnya sesuai dengan jenis infeksi yang terdeteksi. Dengan demikian, ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman dan nyaman.Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pemeriksaan TORCH?Meskipun dapat dilakukan kapan saja, namun menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan TORCH sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sehingga Sobat dan pasangan dapat memeroleh manfaat maksimal dari pemeriksaan ini.Berikut beberapa kondisi yang disarankan untuk menjalani pemeriksaan ini:Sebelum Kehamilan Pemeriksaan TORCH sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan sebagai bagian dari persiapan kesehatan reproduksi. Dengan mengetahui status infeksi dan kekebalan tubuh sebelum hamil, pasangan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif.Jika ditemukan infeksi yang berpotensi berbahaya, dokter dapat memberikan pengobatan terlebih dahulu sebelum ibu hamil, sehingga mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.Karenanya pemeriksaan TORCH kerap direkomendasikan dilakukan untuk pasangan pengantin baru atau pasangan yang ingin melakukan program kehamilan.Pada Trimester Pertama KehamilanBagi wanita yang tidak sempat menjalani pemeriksaan sebelum kehamilan, trimester pertama adalah waktu yang sangat penting untuk melakukan tes TORCH. Pada tahap ini, janin masih dalam fase awal perkembangan, sehingga risiko dampak dari infeksi bisa lebih diminimalkan dengan penanganan yang tepat.Melakukan pemeriksaan pada trimester pertama memungkinkan dokter untuk segera mengambil tindakan medis jika ditemukan adanya infeksi yang dapat membahayakan janin.Jika Ada Riwayat Keguguran Berulang atau Kelainan JaninWanita yang pernah mengalami keguguran berulang atau memiliki riwayat kelainan janin disarankan untuk melakukan pemeriksaan TORCH. Infeksi yang tidak terdeteksi sebelumnya dapat menjadi penyebab dari masalah kehamilan yang berulang.Dengan mengetahui penyebab potensial melalui pemeriksaan TORCH, dokter dapat memberikan rekomendasi medis yang lebih spesifik untuk meningkatkan peluang kehamilan yang sehat di masa depan.Saat Bayi Baru Lahir Mengalami Gejala yang MencurigakanJika bayi baru lahir menunjukkan gejala seperti gangguan pertumbuhan, kelainan pada mata, gangguan pendengaran, atau keterlambatan perkembangan, pemeriksaan TORCH dapat membantu mengidentifikasi apakah infeksi dalam kandungan menjadi penyebabnya.Diagnosis yang tepat akan membantu dokter dalam memberikan perawatan dan terapi yang dibutuhkan bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.Prosedur Pemeriksaan TORCHSetelah menyimak kapan waktu yang tepat untuk melakukannya, Anda juga perlu mengetahui alur prosedur pemeriksaan TORCH berikut ini:1. Pengambilan Sampel Darah Proses pemeriksaan TORCH diawali dengan pengambilan sampel darah. Sampel ini diambil oleh tenaga medis profesional, seperti perawat atau petugas laboratorium. Biasanya, pengambilan darah dilakukan di bagian lipatan siku menggunakan jarum steril dan tabung vakum untuk memastikan kualitas sampel yang optimal.Sebelum prosedur dilakukan, pasien disarankan untuk tetap tenang dan rileks. Setelah darah diambil, area bekas suntikan akan ditutup dengan kapas atau plester untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Proses ini umumnya berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.2. Pengujian di Laboratorium Setelah sampel darah diambil, tahap selanjutnya adalah pengujian di laboratorium. Sampel akan dianalisis menggunakan teknik serologi, yaitu metode yang mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah terhadap infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Other infections, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex).Proses pengujian ini memerlukan waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada metode yang digunakan dan tingkat kompleksitas analisis. Hasil tes akan menunjukkan apakah pasien memiliki infeksi aktif atau sudah memiliki kekebalan terhadap infeksi tertentu.3. Interpretasi Hasil Hasil pemeriksaan TORCH dapat memberikan gambaran tentang kondisi sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi tertentu. Interpretasi hasil dilakukan berdasarkan kombinasi IgM dan IgG, dua jenis antibodi yang menunjukkan status infeksi (negatif atau positif).Jika ditemukan indikasi infeksi aktif, dokter akan merekomendasikan langkah selanjutnya, seperti pemeriksaan lanjutan atau terapi medis.Konsultasi dengan Dokter SpesialisSetelah hasil pemeriksaan TORCH keluar, pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis, seperti dokter kandungan atau spesialis penyakit dalam. Konsultasi ini bertujuan untuk memahami hasil tes lebih lanjut dan menentukan tindakan medis yang sesuai.Jika ditemukan infeksi yang berisiko bagi kehamilan, dokter dapat memberikan saran mengenai pengobatan, vaksinasi, atau tindakan pencegahan lainnya. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin disarankan untuk menunda kehamilan hingga kondisi kesehatan lebih stabil.Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi kehamilan yang komprehensif dan personal bersama dr. Dina Fitriana, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman.Hasil Tes TORCH Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hasil pemeriksaan TORCH ini hadir dalam kombinasi IgM dan IgG. Di mana IgG mengindikasikan adanya infeksi atau vaksinasi di masa lalu, sementara IgM mengindikasikan aktif atau infeksi yang baru saja terjadi.Agar lebih jelas berikut kombinasi dua jenis antibodi dari hasil tes TORCH dan maknanya.IgM negatif, IgG negatif → Menunjukkan bahwa pasien belum pernah terinfeksi dan tidak memiliki kekebalan terhadap infeksi tersebut.IgM negatif, IgG positif → Menandakan bahwa pasien pernah terinfeksi sebelumnya dan sudah memiliki kekebalan, sehingga tidak ada infeksi aktif.IgM positif, IgG negatif atau positif → Mengindikasikan adanya infeksi aktif yang berpotensi membahayakan, terutama bagi ibu hamil.Saat ditemukan indikasi adanya infeksi aktif, ibu atau calon ibu hamil akan diarahkan untuk melakukan konsultasi serta pemeriksaan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan lanjutan tersebut, dokter dapat merekomendasikan penanganan dan meresepkan pengobatan yang dibutuhkan.Efek Samping Pemeriksaan TORCHMeskipun pemeriksaan TORCH merupakan prosedur yang relatif aman, beberapa efek samping ringan dapat terjadi. Namun, efek ini umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya.1. Rasa Nyeri atau Lebam di Area Suntikan.Setelah pengambilan darah, beberapa orang mungkin mengalami nyeri ringan atau lebam di area suntikan. Hal ini terjadi karena adanya tekanan pada pembuluh darah saat jarum dimasukkan. Biasanya, rasa tidak nyaman ini akan mereda dalam beberapa hari dan dapat dikurangi dengan mengompres area tersebut menggunakan kain hangat.2. Pusing Ringan Setelah Pengambilan Darah.Beberapa pasien dapat mengalami pusing atau lemas setelah pengambilan darah, terutama jika mereka memiliki tekanan darah rendah atau belum makan sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan dan cukup air sebelum pemeriksaan guna mengurangi kemungkinan efek ini.3. Reaksi Alergi Sangat Jarang Terjadi.Meskipun jarang terjadi, beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi ringan terhadap alat yang digunakan dalam prosedur pemeriksaan. Jika terjadi reaksi seperti ruam atau gatal, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.Secara keseluruhan, pemeriksaan TORCH adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan ibu dan calon bayi. Dengan memahami prosedurnya secara menyeluruh, pasien dapat lebih siap menjalani tes ini tanpa kekhawatiran berlebihan.Estimasi Biaya Pemeriksaan TORCH di SurabayaSetelah menyimak manfaat, prosedur, dan waktu yang tepat untuk melakukan tes TORCH, informasi terkait estimasi biaya pemeriksaan TORCH juga tidak boleh Anda lewatkan. Pada dasarnya biaya pemeriksaan TORCH ini dapat bervariasi tergantung fasilitas kesehatan dan layanan tambahan yang Anda pilih. Namun, berdasarkan hasil riset sederhana Granostic, estimasi biaya pemeriksaan TORCH di Surabaya berada di kisaran Rp 1.8 juta hingga Rp 3 jutaan.Rekomendasi Tempat Pemeriksaan TORCH di SurabayaMengingat manfaatnya yang sangat krusial dalam merencanakan kehamilan yang sehat dan memastikan keselamatan janin, Anda tentu setuju bahwa pemeriksaan TORCH ini perlu dilakukan.Akan tetapi dimana sih tempat pemeriksaan TORCH di Surabaya, yang punya harga kompetitif, fasilitas lengkap, dan didukung oleh tenaga medis profesional?Granostic Medical Center, jawabannya!Menawarkan layanan pemeriksaan TORCH dengan harga kompetitif, Granostic juga tetap mempertahankan kualitas pelayanan yang akan Anda dapatkan. Kami memiliki teknologi pemeriksaan medis yang canggih dan tim laboratorium yang kompeten. Sehingga dapat memberikan layanan pemeriksaan yang efisien, cepat, dan menyeluruh.Sementara itu, kami pun memiliki dokter yang berpengalaman untuk mengedukasi sebelum prosedur dan mendampingi Anda selama pemeriksaan TORCH. Sistem layanan kesehatan Granostic pun bersifat terpadu, sehingga ketika terdeteksi adanya kejanggalan pada hasil tes Anda, dokter dapat memberikan arahan perawatan dan penanganan dengan cepat.Kabar baiknya lagi, layanan pemeriksaan Granostic juga dapat Anda akses di rumah saja melalui program Home Service. Ketika menggunakan layanan Home Service Granostic, Anda tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Karena tim medis kami yang akan mengunjungi rumah Anda untuk memeriksa dan mengambil sampel yang akan diuji di laboratorium.Bagaimana? Mudah, bukan?Yuk, Sobat, rencanakan kehamilan yang sehat dan keluarga harmonis dengan melakukan pemeriksaan TORCH di klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:TORCH screen. MedlinePlus. Diakses 2025TORCH Screen. Healthline. Medically reviewed by Holly Ernst, PA-C. Diakses 2025TORCH IgG & IgM Antibodies Evaluation Test (10 Parameters). Surjen. Diakses 2025TORCH Test. CARE Hospitals. Diakses 2025The use of TORCH titers. National Library of Medicine. D Leland, M L French, M B Kleiman, R L Schreiner. Diakses 2025
Apa Itu Kista Payudara? Berikut Penjelasannya
Saat menemukan benjolan di payudara, siapapun pasti akan merasa panik dan khawatir. Namun, benjolan ini tidak selalu menandakan kanker atau tumor, melainkan bisa berupa kista. Lantas tahukah Anda apa itu kista payudara?Kista payudara merupakan kantung berisi cairan dalam payudara. Kista ini biasanya bersifat jinak, atau nonkanker. Melansir dari Mayo Clinic kista payudara umumnya tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali ukurannya besar dan terasa nyeri sehingga mengganggu aktivitas harian Anda. Dalam kasus tersebut, mengeluarkan kista dapat membantu meredakan gejala.Meskipun kista payudara sangat umum terjadi pada wanita dari segala golongan usia, serta seringnya tidak bersifat kanker. Namun, keberadaan benjolan di payudara juga tidak bisa dianggap sepele.Sobat Granostik tidak diperkenankan untuk mendiagnosis diri sendiri, serta dianjurkan untuk menghubungi dokter bila menemukan benjolan tersebut.Nah, biar tak salah dalam mengenali benjolan kista payudara dan kondisi lain, mari kita simak penjelasan lengkap dari Granostic berikut ini!Ciri-Ciri Kista PayudaraAgar dapat mengenali benjolan kista payudara, Anda dapat menyimak ciri-cirinya berikut ini:1. Benjolan Berbentuk Bulat atau OvalKista payudara sering kali terasa seperti buah anggur atau balon berisi air, yang bentuknya bulat atau oval. Namun terkadang kista payudara dapat terasa lebih keras.2. Ukuran BervariasiUkuran kista payudara dapat bervariasi, kista yang berukuran lebih kecil umumnya tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, kista yang lebih besar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri, sehingga diperlukan tindakan untuk mengangkat kista dari payudara.3. Dapat Berpindah Saat DitekanCiri khas lain dari kista payudara adalah benjolan tersebut dapat berpindah saat ditekan. Berbeda dengan tumor atau kanker, yang umumnya tidak berpindah-pindah saat ditekan. 4. Kadang Terasa Nyeri, Terutama Sebelum Menstruasi.Benjolan kista juga dapat menimbulkan rasa nyeri, meskipun tidak selalu. Rasa nyeri ini biasanya terasa ketika sebelum menstruasi, sebab terjadi perubahan hormonal yang membuat payudara terasa lebih sensitif dan bengkak.5. Bisa Muncul Satu atau Beberapa di Kedua Payudara.Kista juga dapat muncul hanya dalam satu atau beberapa benjolan, di salah satu atau kedua payudara. Gejala Kista PayudaraSetelah menyimak apa saja yang menjadi ciri-ciri kista payudara di atas, Anda juga perlu mengetahui berbagai gejala yang menyertai kondisi tersebut, seperti:1. Nyeri atau KetidaknyamananKista payudara dapat disertai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri, yang biasanya terjadi ketika ukuran kista cukup besar. Rasa nyeri ini utamanya terjadi ketika Anda memasuki masa menstruasi.2. Payudara Terasa Lebih Penuh atau Bengkak Kista payudara juga dapat disertai dengan gejala payudara terasa lebih penuh atau bengkak. Hal ini terjadi, terutama, ketika kista membesar.3. Perubahan Ukuran Benjolan Ukuran kista juga umumnya dapat berubah atau bertambah besar. Kondisi ini dapat terjadi saat Anda menstruasi, di mana perubahan hormonal dapat memicu perubahan ukuran dan membuat kista terasa lebih nyeri. Namun, ketika menstruasi selesai, kista akan Kembali ke ukuran semula dan rasa nyeri berkurang.4. Keluar Cairan Bening atau Kekuningan dari PutingMelansir dari Mayo Clinic, kista payudara juga dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna bening, kuning, atau tampak kecoklatan dari puting. Penyebab Kista PayudaraPenyebab pasti dari kista payudara masih belum diketahui secara pasti. Namun, melansir dari Mayo Clinic, kista dapat berkembang akibat penumpukan cairan dalam kelenjar payudara.Nah, selain itu, ada beberapa faktor lain yang disinyalir dapat menjadi penyebab terbentuknya kista payudara, seperti:1. Perubahan HormonPerubahan hormon merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pembentukan kista di kelenjar payudara. Melansir dari Cleveland Clinic, para ahli menjelaskan bahwa perubahan hormone secara alami dapat memicu pembentukan kista. Apalagi kista payudara umumnya tidak terjadi setelah menopause, yakni ketika kadar estrogen wanita menurun.2. Penyumbatan Saluran Kelenjar Susu Kista juga dianggap sebagai bagian yang normal pada payudara, ketika jaringan kelenjar penghasil susu menyusut (involusi) dan membuat cairan terperangkap di dalamnya. Penyumbatan inilah yang kemudian memicu pembentukan kista di payudara Anda.3. Riwayat Keluarga Kista payudara juga bisa bersifat keturunan, namun kista payudara tidak bersifat menular. Akan tetapi timbulnya kista payudara ini dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk bagaimana gaya hidup Anda.4. UsiaSeperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kista payudara umumnya disebabkan oleh perubahan hormon alami tubuh. Sehingga kista juga lebih banyak ditemukan pada wanita yang belum mengalami menopause, yakni pada usia di bawah 50 tahun.5. Ketidakseimbangan Hormon Reproduksi Kista payudara dapat terjadi karena ketidakseimbangan hormon reproduksi, terutama hormon estrogen. Tidak seimbangnya hormon ini menyebabkan perubahan jaringan payudara, sehingga dapat terbentuk kantung berisi cairan atau kista.Pantangan Makanan untuk Kista PayudaraSetelah memahami berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya kista payudara, penting juga untuk mengetahui pantangan makanan yang sebaiknya dihindari. Beberapa jenis makanan dapat memicu ketidakseimbangan hormon atau memperburuk kondisi kista yang sudah ada. Dengan menghindari makanan-makanan tertentu, risiko perkembangan kista dapat diminimalkan. Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk mencegah dan mengelola kista payudara:1. Makanan Tinggi Kafein Kafein yang terkandung dalam kopi, teh, cokelat, dan minuman energi dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kadar estrogen, yang berpotensi memperburuk kondisi kista payudara.Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat menyebabkan perubahan pada jaringan payudara, membuatnya lebih sensitif dan nyeri, terutama bagi wanita yang mengalami kista fibrokistik. Oleh karena itu, mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi kafein dapat membantu mengurangi risiko perkembangan kista serta gejala yang menyertainya.2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh Lemak jenuh yang banyak ditemukan dalam makanan cepat saji, daging olahan, dan produk susu tinggi lemak dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dalam tubuh. Kadar estrogen yang tinggi sering dikaitkan dengan pertumbuhan kista payudara.Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang berkontribusi pada perkembangan kista. Sebagai gantinya, pilihlah lemak sehat seperti lemak tak jenuh yang terdapat dalam ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun untuk mendukung keseimbangan hormon yang lebih baik.3. Makanan Tinggi Garam Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, yang dapat memperburuk pembengkakan dan ketidaknyamanan pada kista payudara. Garam juga dapat memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan tekanan darah, yang berdampak buruk pada keseimbangan hormonal.Mengurangi asupan makanan tinggi garam seperti makanan olahan, camilan kemasan, dan makanan kaleng dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengurangi risiko pembesaran kista payudara.4. Produk Susu Berlebihan Meskipun produk susu memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan insulin-like growth factor (IGF-1). Hormon-hormon ini dapat merangsang pertumbuhan jaringan payudara, termasuk kista.Bagi wanita yang memiliki riwayat kista payudara, disarankan untuk mengurangi konsumsi produk susu tinggi lemak seperti keju, krim, dan susu full-fat. Sebagai alternatif, pilihlah susu rendah lemak atau sumber kalsium lain seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan.5. Makanan Olahan dan Tinggi Gula Makanan olahan yang tinggi gula dan karbohidrat sederhana dapat memicu lonjakan kadar insulin dalam tubuh. Insulin yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi dan berkontribusi pada pertumbuhan kista payudara.Selain itu, gula berlebih juga dapat meningkatkan peradangan dan memperburuk gejala kista. Untuk menjaga kesehatan payudara, sebaiknya kurangi konsumsi makanan olahan seperti kue, permen, minuman bersoda, serta makanan cepat saji, dan pilih makanan yang lebih alami serta rendah gula.Seberapa Bahaya Kista Payudara?Kista payudara bisa muncul dalam berbagai ukuran, jika dalam ukuran kecil Anda mungkin tidak begitu merasakan keberadaannya dan tidak menimbulkan gejala signifikan. Namun, kista yang berukuran lebih besar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan mengeluarkan cairan dari puting. Sehingga keberadaan kista tersebut perlu dikeluarkan dari payudara untuk mengatasi gejalanya.Selain itu, melansir dari Cleveland Clinic, kista payudara dapat bersifat kanker akan tetapi kemungkinannya sangatlah kecil. Lebih lanjut dikatakan juga bahwa kista payudara tidak meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker payudara.Tips Mengatasi Kista PayudaraSobat Granostic, mengatasi kista payudara dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan ukuran kista yang Anda alami. Namun secara umum, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi atau mengurangi gejala kista payudara:1. Gunakan Bra yang Nyaman Mengenakan bra yang nyaman dapat membantu mengurangi nyeri dari kista yang Anda alami. Anda dapat memilih bra berbahan lembut, dengan fitur penyangga non kawat, juga pas dengan lingkar dada dan ukuran payudara Anda.2. Kompres HangatAnda juga dapat meredakan rasa nyeri akibat kista payudara ini dengan memberikan kompres hangat. Suhu hangat dapat membantu membuka pembuluh darah dan membuat peredaran darah jadi lebih lancar, mengurangi ketegangan otot, dan stres yang Anda rasakan.3. Kurangi Konsumsi Kafein dan GaramKefein dan garam yang tinggi atau dikonsumsi dalam jumlah berlebihan juga dapat membuat gejala nyeri yang disebabkan oleh kista payudara semakin buruk.4. Konsumsi Makanan SehatAnda juga bisa beralih mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk mengembalikan kesehatan tubuh, serta membuat hormon reproduksi menjadi normal.5. Gunakan Obat Pereda NyeriJika Anda mengalami rasa nyeri yang mengganggu akibat kista payudara tersebut, sebagai pertolongan pertama Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotik. Namun, untuk penggunaan jangka panjang, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.6. Konsultasi DokterJika setelah menerapkan langkah-langkah di atas tidak mengurangi rasa nyeri yang Anda alami, maka Anda perlu memeriksakan kista payudara tersebut ke dokter segera. Bersama ahlinya, Anda dapat mendeteksi penyebab utama terbentuknya kista, serta dokter akan membantu Anda meresepkan obat dan memberikan edukasi penanganan yang tepat.Pencegahan Kista PayudaraMeskipun umumnya bersifat jinak, kista payudara dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau kekhawatiran bagi sebagian wanita. Untungnya, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terbentuknya kista payudara. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:1. Jaga Pola Makan SehatPola makan sehat berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh, yang dapat membantu mencegah terbentuknya kista payudara. Konsumsi makanan kaya serat seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu menjaga metabolisme tubuh tetap seimbang.Selain itu, mengurangi asupan lemak jenuh dan makanan olahan dapat membantu menghindari peradangan dan ketidakseimbangan hormon yang dapat memicu pertumbuhan kista. Hindari juga konsumsi berlebihan kafein, alkohol, serta makanan tinggi gula dan garam, karena dapat memperburuk kondisi payudara yang sensitif.2. Olahraga Secara Teratur Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga kadar hormon dalam tubuh tetap stabil, yang berkontribusi dalam pencegahan kista payudara. Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi kadar estrogen berlebih yang bisa mempengaruhi kesehatan payudara.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik dengan intensitas sedang atau 75 menit olahraga berat setiap minggu. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk kesehatan payudara termasuk jalan cepat, yoga, berenang, dan latihan kekuatan ringan.3. Kurangi Konsumsi Alkohol dan Rokok Alkohol dan rokok dapat berdampak negatif pada keseimbangan hormon dalam tubuh, yang dapat meningkatkan risiko munculnya kista payudara. Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, sementara rokok mengandung zat-zat beracun yang dapat mengganggu fungsi jaringan payudara.Mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi alkohol dan rokok dapat membantu menjaga kesehatan payudara serta mengurangi risiko berkembangnya kondisi lain yang berkaitan dengan kesehatan payudara, termasuk kista dan tumor jinak.4. Periksa Payudara Secara Rutin (SADARI) Melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin, atau yang dikenal sebagai SADARI (Periksa Payudara Sendiri), merupakan langkah penting dalam mendeteksi perubahan pada payudara sejak dini. SADARI dapat membantu mengenali adanya benjolan atau perubahan lain yang perlu mendapat perhatian medis.Langkah-langkah Melakukan SADARIBerdiri di depan cermin dan perhatikan apakah ada perubahan bentuk, ukuran, atau tekstur kulit payudara.Gunakan tiga jari tangan untuk meraba seluruh area payudara dengan gerakan melingkar, dari bagian luar menuju puting.Lakukan pemeriksaan ini setiap bulan, idealnya beberapa hari setelah menstruasi berakhir saat payudara dalam kondisi paling rileks.Lakukan pemeriksaan medis secara berkalaSelain melakukan SADARI, pemeriksaan medis secara berkala juga penting untuk mendeteksi kelainan yang mungkin tidak terasa secara fisik. Konsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan seperti USG payudara atau mammografi dapat membantu mendeteksi kista sejak dini.Baca juga yuk, Perbedaan Kista Payudara dan Kanker PayudaraWanita yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesehatan payudara disarankan untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan medis. Dokter dapat memberikan saran yang lebih spesifik mengenai frekuensi pemeriksaan yang sesuai berdasarkan faktor risiko individu.Nah, Sobat Granostic, Anda dapat melakukan pemeriksaan medis sebagai upaya pencegahan dan pemeriksaan kista payudara bersama Granostic Medical Center. Anda bisa booking jadwal konsultasi dengan mengisi formulir Registrasi Online dan mengatur tanggal pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Breast cysts. Healthdirect Australia. Diakses 2025Breast cysts. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Breast Cysts. Cleveland Clinic. Diakses 2025Breast Cyst. the Healthgrades. Medically Reviewed By William C. Lloyd III, MD, FACS. Diakses 2025
Kenapa Payudara Terasa Nyeri? Begini Jawabannya
Meski tak selalu berhubungan dengan kondisi kesehatan yang serius, ketika payudara terasa nyeri sangat wajar jika Anda merasa khawatir. Apalagi kalau Anda tidak tahu alasan pasti kenapa payudara Anda terasa nyeri.Nyeri payudara, disebut juga mastalgia, merupakan keluhan yang sangat umum dan dapat dialami oleh setiap wanita. Rasa nyeri ini biasanya muncul di sisi luar bagian atas payudara, yang menjalar hingga ke bagian ketiak atau lengan.Nyeri payudara juga tidak selalu berkaitan dengan kondisi medis yang serius dan bisa terjadi selama beberapa hari, misalnya sebagai gejala sebelum atau selama masa menstruasi. Meski begitu, rasa nyeri yang berlarut-larut dan disertai gejala lain, bisa menjadi tanda yang harus diwaspadai.Nah, agar Sobat Granostic tak salah menangani nyeri payudara, simak penjelasan lengkap soal gejala dan penyebabnya berikut ini, yuk!Gejala Nyeri PayudaraPerlu Sobat ketahui, bahwa nyeri payudara dapat bersifat siklik atau nonsiklik. Siklik ini berarti nyeri terjadi dalam pola teratur, misalnya datang tiap akan datang bulan. Sementara nonsiklik berarti nyeri terjadi secara konstan, atau tidak memiliki pola yang teratur.Karena setiap jenis nyeri payudara memiliki karakteristik yang berbeda, maka gejala yang menyertainya juga bisa cukup beragam. Meski begitu, ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan saat nyeri payudara berlangsung, misalnya:1. Nyeri Tumpul atau Tajam Keluhan nyeri payudara kerap dideskripsikan sebagai sensasi sakit yang tumpul atau tajam. Rasa tumpul ini biasanya terjadi pada keluhan nyeri dada siklik, seperti pada periode menstruasi. Sementara rasa nyeri yang tajam dan/atau seperti tertusuk, kerap terjadi pada nyeri dada nonsiklik.2. Sensasi Terbakar atau Tertusuk Selain rasa sakit, nyeri dada juga dapat disertai dengan sensasi terbakar atau tertusuk. Gejala ini biasanya timbul pada nyeri payudara nonsiklik.3. Payudara Terasa Lebih Sensitif Saat nyeri, payudara juga terasa lebih sensitif pada guncangan atau sentuhan. Misalnya nyeri yang datang pada saat menstruasi membuat payudara menjadi terasa kencang dan bengkak, sehingga sangat sensitif terhadap gerakan dan sentuhan yang mengakibatkan rasa tidak nyaman.4. Nyeri Menyebar ke Area Ketiak atau Punggung.Rasa nyeri ini juga biasanya tidak hanya berhenti pada payudara saja, namun bisa menyebar ke area ketiak dan punggung. 5. Nyeri yang Datang dan Pergi Pada nyeri payudara nonsiklik, gejala yang Anda rasakan bisa bersifat konstan atau terputus-putus.Nyeri Payudara di Kanan atau Kiri, Apakah Ada Perbedaannya?Rasa nyeri pada payudara kiri maupun kanan umumnya disebabkan oleh hal yang sama. Namun ada beberapa kondisi medis yang membuat rasa nyeri hanya terasa pada salah satu sisi payudara saja. Agar lebih jelas, mari simak ulasannya di bawah ini:1. Nyeri Payudara Kanan Rasa nyeri pada payudara kanan dapat terjadi karena berbagai faktor, dari masalah hormonal hingga gangguan kesehatan yang cukup serius. Melansir dari Medical News Today, rasa nyeri di payudara kanan dapat terjadi karena ketegangan otot, siklus menstruasi, cedera, kostokondritis, batu empedu, hernia hiatus, gangguan pleura, hingga pneumonia.2. Nyeri Payudara KiriTak jauh berbeda, rasa nyeri pada payudara kiri juga disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari menstruasi, ketegangan otot, infeksi, perubahan hormone. Selain itu, melansir dari VeryWellHealth.com, rasa nyeri di payudara kiri juga dapat terjadi karena adanya masalah pada organ dalam Anda, seperti masalah pada jantung, paru-paru, perut, hingga pancreas.Kapan Nyeri Payudara Sering Terjadi?Berikut adalah beberapa situasi di mana nyeri payudara sering terjadi dan penyebab yang mendasarinya.1. Menjelang Menstruasi (siklus bulanan) Nyeri payudara sering terjadi menjelang menstruasi akibat fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Biasanya, rasa nyeri muncul sekitar satu hingga dua minggu sebelum menstruasi dimulai, ketika kadar hormon meningkat sebagai bagian dari siklus reproduksi wanita.Gejala yang menyertai bisa berupa pembengkakan payudara, sensitivitas yang meningkat, serta perasaan penuh atau berat di area payudara. Nyeri ini umumnya mereda setelah menstruasi dimulai, ketika kadar hormon mulai menurun.2. Selama Kehamilan Pada masa kehamilan, terutama di trimester pertama, payudara sering mengalami peningkatan sensitivitas dan nyeri. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan seperti estrogen, progesteron, dan hCG (human chorionic gonadotropin), yang mempersiapkan tubuh untuk menyusui.Rasa nyeri biasanya disertai dengan pembengkakan, perubahan warna puting, dan terkadang keluarnya cairan kolostrum. Sensasi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, tetapi biasanya berkurang seiring adaptasi tubuh terhadap perubahan hormon.3. Saat Menopause Menopause membawa perubahan besar pada kadar hormon dalam tubuh, terutama penurunan estrogen, yang dapat menyebabkan nyeri payudara. Sensasi ini bisa berupa nyeri tumpul atau rasa terbakar, terutama selama fase perimenopause, sebelum menstruasi berhenti sepenuhnya.Selain nyeri payudara, gejala lain seperti hot flashes, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati juga sering menyertai. Setelah tubuh beradaptasi dengan kadar hormon yang lebih rendah, nyeri payudara biasanya mulai berkurang atau hilang.4. Setelah Olahraga Intens Nyeri payudara setelah olahraga intens sering kali disebabkan oleh ketegangan pada otot dada (pectoralis). Aktivitas seperti angkat beban, push-up, atau olahraga berdampak tinggi dapat menyebabkan nyeri yang terasa mirip dengan nyeri payudara.Sensasi ini biasanya muncul beberapa jam setelah latihan dan bisa berlangsung hingga beberapa hari. Untuk mengurangi risiko, dianjurkan untuk mengenakan bra olahraga yang mendukung dan melakukan peregangan sebelum serta setelah berolahraga.5. Setelah Konsumsi Makanan Tertentu Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu nyeri payudara pada beberapa individu, terutama makanan yang mengandung kadar kafein tinggi, seperti kopi, teh, dan cokelat. Kandungan kafein dapat meningkatkan sensitivitas jaringan payudara.Selain itu, makanan tinggi lemak dan garam juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang memperburuk pembengkakan dan nyeri payudara, terutama menjelang menstruasi. Mengurangi konsumsi makanan tersebut dan meningkatkan asupan air dapat membantu mengurangi gejala.Penyebab Nyeri PayudaraGejala dan waktu nyeri pada payudara yang Anda rasakan dapat menjadi petunjuk dari penyebab timbulnya kondisi tersebut. Langsung simak apa saja penyebab rasa nyeri pada payudara berikut ini:1. Perubahan HormonPerubahan hormon, seperti saat Anda sedang hamil, memasuki masa menstruasi, atau menopause, dapat menjadi penyebab utama rasa nyeri pada payudara. Berubahnya kadar hormon dapat menyebabkan perubahan pada kelenjar susu. Perubahan kelenjar susu ini dapat menyebabkan kista payudara, yang dapat terasa nyeri2. Cedera atau Tegang OtotSeperti bagian lain dari tubuh Anda, payudara juga dapat mengalami cedera atau luka. Kondisi ini dapat terjadi Ketika Anda mengalami kecelakaan, misalnya saat berolahraga atau setelah menjalani prosedur operasi payudara.Rasa nyeri yang diakibatkan oleh cedera ini biasanya digambarkan dengan sensasi sakit yang menusuk dan intens pada saat cedera terjadi. Gejala ini dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah trauma pada payudara.Selain karena cedera, rasa nyeri ini juga dapat terjadi karena kontraksi otot pada area leher, punggung, atau bahu. Kontraksi ini juga dapat terjadi Ketika Anda terkilir atau cedera setelah melakukan aktivitas yang berat, berulang, atau kecelakaan.3. Penggunaan Bra yang Tidak TepatSalah memilih bra juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada payudara Anda, loh. Sebab tanpa dukungan yang tepat, ligamen yang menghubungkan payudara ke dinding dada jadi terlalu meregang. Hal ini akhirnya dapat menimbulkan rasa nyeri dan sakit.4. Efek Samping ObatBeberapa jenis pengobatan juga dapat menimbulkan nyeri payudara sebagai efek sampingnya. Melansir dari Johns Hopkins Medicine, berikut ini beberapa jenis obat yang dapat memberikan efek samping berupa nyeri pada payudara:Oxymethone, yang digunakan untuk mengobati beberapa bentuk anemia.Chlorpromazine, yang biasanya digunakan untuk mengobati berbagai kondisi Kesehatan mental.Water pills (diuretics), merupakan obat yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan digunakan untuk mengobati penyakit ginjal, jantung, hingga tekanan darah tinggi.Obat-obatan terapi hormon, misalnya pil KB, penggantian hormon atau perawatan infertilitas.Digitalis, yang diresepkan untuk gagal jantung.Methyldopa, yang biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.5. Infeksi Payudara (Mastitis)Rasa nyeri pada payudara juga dapat disebabkan oleh infeksi (mastitis), yang seringnya terjadi pada ibu menyusui. Namun kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita lain juga.Infeksi payudara ini dapat menimbulkan gejala lain seperti kemerahan dan pembengkakan. Jika Anda mengalaminya, penting untuk segera menghubungi dokter agar Anda dapat memeroleh pemeriksaan yang menyeluruh dan penanganan yang tepat.6. Kista atau FibrokistikRasa nyeri yang Anda rasakan di payudara juga dapat terjadi karena kista atau fibrokistik. Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan lunak yang tiba-tiba muncul di payudara Anda.Melansir dari Johns Hopkins Medicine, benjolan ini dapat berisi cairan dan bisa saja tidak berbahaya, sehingga seringnya tidak perlu diobati karena dapat hilang sendiri. Namun, Anda juga tidak boleh meremehkannya begitu saja dan perlu mengonfirmasi keberadaan benjolan tersebut ke dokter. Baca Selengkapnya, Apa Itu Kista Payudara? Berikut Penjelasannya.7. Konsumsi Kafein BerlebihanTahukah Sobat, jika mengonsumsi kafein secara berlebihan juga dapat menyebabkan rasa nyeri pada payudara Anda? Hal ini diperkirakan terjadi karena kafein dapat menyebabkan pembuluh darah membesar, sehingga membuat payudara membengkak dan terasa nyeri. Namun, pendapat ini masih memerlukan penelitian lebih jauh untuk memastikan kebenarannya.Cara Mengatasi Nyeri PayudaraSetelah menyimak apa saja yang berpotensi menjadi penyebab rasa nyeri di payudara, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatasinya berikut ini:1. Gunakan Bra yang TepatLangkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri payudara adalah dengan menggunakan bra yang cocok. Pilih bra yang tidak berkawat, suportif, dan nyaman dikenakan saat mengalami nyeri payudara. Melansir dari Medical News Today, bra suportif juga dapat membantu saat olahraga. Bahkan 60-70% wanita melaporkan nyeri payudara jadi berkurang saat mereka menggunakan bra sport saat berolahraga.2. Kompres Dingin atau HangatKompres hangat atau dingin juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada payudara. Menggunakan kompres hangat dapat membantu mengurangi ketegangan, merelaksasi otot, dan meningkatkan peredaran darah. Kompres hangat sangat cocok untuk mengurangi rasa nyeri payudara akibat menstruasi, ketegangan otot, dan saat menyusui.Sementara itu, kompres dingin dapat mengurangi inflamasi, membuat area yang dikompres serasa mati rasa, dan mampu meredakan nyeri seketika. Anda dapat menggunakan kompres dingin ini Ketika nyeri payudara terjadi karena cedera, luka pasca operasi, dan kondisi inflamasi.3. Hindari Makanan Tinggi Garam dan KafeinCara mengurangi rasa nyeri payudara selanjutnya dapat dilakukan dengan menghindari makanan tinggi garam dan kafein. Makanan tinggi garam dapat menyebabkan peradangan dan retensi cairan, yang dapat memperburuk nyeri payudara. Begitu pula dengan konsumsi kafein yang disinyalir dapat menjadi penyebab nyeri payudara dan memperburuk gejalanya.4. Konsumsi Obat Pereda NyeriJika rasa nyeri yang Anda rasakan sangat intens, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran seperti Acetaminophen (Tylenol®), Ibuprofen (Advil®, Motrin®), Naproxen sodium (Aleve®, Naprosyn®), Aspirin (Anacin®, Bayer®), dan Diclofenac.Akan tetapi jika rasa nyeri ini Anda rasakan saat hamil, ada baiknya bagi Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum meminum pereda nyeri apapun.5. Lakukan Pijatan RinganJika nyeri payudara terjadi karena ketegangan otot, Anda dapat mengurangi gejalanya dengan melakukan pijatan ringan di sekitar area payudara, punggung, dan bahu. Pijat dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan membuat otot menjadi lebih rileks, hal ini dapat memberikan sensasi melegakan pada nyeri Anda.6. Istirahat yang CukupKurang istirahat dapat memperburuk rasa nyeri payudara yang Anda rasakan karena stres yang menumpuk pada tubuh Anda. Karena itu, pastikan untuk beristirahat dengan cukup di malam hari, yakni selama 7–8 jam tiap hari.7. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin E dan B6Untuk memaksimalkan efek langkah-langkah mengurangi nyeri payudara di atas, Anda bisa mengonsumsi makanan kaya vitamin E dan B6. Melansir dari Mayo Clinic, studi menunjukkan bahwa vitamin E dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya nyeri payudara selama periode menstruasi. Begitu juga dengan vitamin B6 yang dapat membantu mengurangi nyeri payudara yang diakibatkan oleh menstruasi.Langkah Pencegahan Nyeri PayudaraMeski dalam banyak kasus nyeri ini bersifat sementara dan tidak berbahaya, memahami langkah-langkah pencegahannya dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah nyeri payudara:1. Jaga berat badan ideal Menjaga berat badan ideal berperan penting dalam keseimbangan hormon tubuh, termasuk hormon estrogen yang mempengaruhi jaringan payudara. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan produksi hormon yang tidak seimbang, yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko nyeri payudara.Untuk menjaga berat badan ideal, penting untuk menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein tanpa lemak, serta mengurangi asupan gula dan lemak jenuh. Selain itu, mengatur porsi makan dan rutin berolahraga juga dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.2. Olahraga secara Teratur Olahraga teratur tidak hanya baik untuk kebugaran tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat membantu mengurangi nyeri payudara. Aktivitas fisik membantu menyeimbangkan kadar hormon dan meningkatkan sirkulasi darah, yang berperan dalam mengurangi retensi cairan di jaringan payudara.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik dengan intensitas tinggi per minggu. Aktivitas seperti berjalan cepat, berenang, atau yoga dapat menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan payudara.3. Kurangi Konsumsi Alkohol dan Rokok Alkohol dan rokok dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh dan meningkatkan risiko nyeri payudara. Alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat meningkatkan kadar estrogen, yang dapat menyebabkan sensitivitas payudara. Sementara itu, merokok dapat mengganggu sirkulasi darah dan meningkatkan peradangan di jaringan tubuh, termasuk payudara.Mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi alkohol dan rokok tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan payudara, tetapi juga mengurangi risiko penyakit lainnya, termasuk kanker dan gangguan kardiovaskular.4. Konsumsi Makanan Sehat Makanan yang dikonsumsi berpengaruh besar terhadap kesehatan payudara. Makanan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula dapat menyebabkan peradangan serta retensi cairan, yang bisa memperburuk nyeri payudara. Sebaliknya, makanan kaya antioksidan dan nutrisi dapat membantu menyeimbangkan hormon serta mengurangi inflamasi.Beberapa makanan yang direkomendasikan antara lain sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan berlemak yang kaya omega-3, serta buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E. Mengatur pola makan dengan menghindari makanan olahan serta memperbanyak konsumsi air putih juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.Lakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Secara Rutin SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) adalah langkah penting untuk mengenali perubahan yang terjadi pada payudara sejak dini. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, seseorang dapat mengetahui apakah terdapat perubahan yang mencurigakan, seperti benjolan, perubahan bentuk, atau nyeri yang tidak biasa.Cara melakukan SADARI cukup mudah, yaitu dengan memeriksa payudara menggunakan tangan dalam posisi berdiri atau berbaring. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap bulan, idealnya beberapa hari setelah menstruasi berakhir ketika payudara dalam kondisi paling rileks.Apakah Harus Khawatir Jika Ada Benjolan?Meski tidak selalu menunjukkan masalah yang serius dan dapat hilang dengan sendirinya, keberadaan benjolan di payudara juga tidak boleh disepelekan, Sobat. Anda tetap perlu memeriksakan benjolan ini ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan arahan perawatan yang tepat.Apalagi jika Anda mengalami beberapa kondisi yang menyertai kemunculan benjolan tersebut, seperti:1. Nyeri Terasa Intens dan Mengganggu Aktivitas Sehari-hari.Jika benjolan di payudara menyebabkan rasa sakit yang intens dan dapat mengganggu aktivitas harian, Anda perlu memeriksakannya ke dokter. Selain tidak nyaman, kondisi ini dapat menjadi tanda yang harus Anda waspadai.2. Ada Perubahan Bentuk atau Warna Payudara.Selain nyeri, jika Anda merasa terdapat perubahan terhadap bentuk dan warna payudara, Anda juga perlu segera memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Ini merupakan salah satu gejala yang harus diwaspadai sebagai salah satu tanda kanker payudara.Terdapat keluarnya cairan dari puting tanpa sebab jelas.Jika Anda mendapat cairan keluar dari puting tanpa sebab jelas, atau di luar masa menyusui Anda, maka Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter.3. Nyeri Tidak Membaik Setelah Melakukan Langkah-langkah Penanganan di Rumah.Nyeri payudara merupakan hal yang umum terjadi dan biasanya dapat membaik dalam beberapa hari, meski hanya menggunakan perawatan rumahan. Namun, jika nyeri ini tetap terasa mengganggu dan tak kunjung hilang setelah melakukan langkah penanganan, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter.Dokter akan melakukan pemeriksaan yang komprehensif untuk menyimak penyebab utama nyeri payudara yang Anda rasakan. Dokter juga dapat merekomendasikan berbagai prosedur pemeriksaan seperti USG atau tes laboratorium jika diperlukan.Setelahnya, dokter dapat memberikan diagnosa dan meresepkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.Nah, Sobat jika Anda mengalami nyeri payudara yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke klinik Granostic Surabaya. Anda dapat melakukan pendaftaran dari rumah melalui laman Registrasi Online, kemudian mengatur jadwal sesuai kebutuhan dan datang ke klinik untuk konsultasi.Dokter klinik Granostic telah berpengalaman di bidangnya, sehingga dapat memberikan layanan memuaskan dan efisien. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab nyeri yang Anda rasakan, kemudian memberikan edukasi mengenai cara penanganan dan meresepkan pengobatan yang Anda butuhkan.Tak hanya itu, klinik Granostic pun menggunakan teknologis medis canggih yang dapat memaksimalkan pemeriksaan, sehingga Anda dapat memeroleh hasil tes dengan cepat dan akurat.Yuk, Sobat, jaga kesehatan tubuh dan cegah gangguan pada payudara Anda dengan rutin cek kesehatan di klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Breast pain. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025Breast Pain: 10 Reasons Your Breasts May Hurt. The Johns Hopkins University, The Johns Hopkins Hospital, and Johns Hopkins Health System. Pamela Ann Wright, M.D. Diakses 202511 common causes of breast pain. Medical News Today. Medically reviewed by Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH, OB/GYN. Diakses 2025Breast Pain (Mastalgia). Cleveland Clinic. Diakses 2025Understanding When to Use Heat or Cold Therapy for Relieving Breast Pain. The Healing Bra. Diakses 2025
Fisik Lemah Gampang Sakit Saat Musim Pancaroba? Berikut Solusinya
Siapapun dapat memiliki kondisi fisik yang lemah, entah karena genetik, gaya hidup yang tidak sehat, hingga pola makan yang buruk. Fisik yang lemah dapat mengganggu aktivitas harian dan membuat Anda gampang sakit. Mengapa begitu?Pada dasarnya semua orang memiliki potensi untuk terserang penyakit. Namun, tidak semua orang memiliki sistem imun yang kuat, sehingga tubuhnya jadi lebih lemah dan kian rentan terinfeksi penyakit.Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, ada banyak faktor yang memengaruhi kesehatan fisik Anda, termasuk perubahan cuaca di musim pancaroba. Berikut penjelasannya!Pengaruh Pancaroba terhadap KesehatanHingga kini banyak orang yang masih acuh terhadap hubungan perubahan cuaca dan Kesehatan tubuh. Padahal, ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa paparan terkait iklim seperti polusi udara, panas, kebakaran hutan, perubahan cuaca ekstrem, hingga musim pancaroba bisa menyebabkan gangguan fungsi kekebalan tubuh manusia dengan signifikan.Agar lebih jelas, Sobat bisa langsung simak ulasan berikut ini:1. Perubahan suhu ekstremMusim pancaroba adalah fase peralihan dari musim panas ke musim hujan, atau sebaliknya. Kondisi ini membuat suhu jadi sangat panas ataupun sangat dingin, yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh kita.Perubahan suhu yang ekstrim dan tiba-tiba, misalnya dalam musim pancaroba, dapat memengaruhi respon imun kita. Cuaca dingin dapat menyempitkan pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi efektivitas sel imun dan memudahkan virus, seperti flu, untuk berkembang biak dan menyebar.Sementara itu, cuaca panas dapat membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat, yang meningkatkan risiko dehidrasi, paparan kuman akibat keringat, serta rentan masuk angin dan terkena heatstroke.2. Udara yang lembab dan berdebu Kondisi udara yang terlalu lembap atau terlalu kering juga dapat berdampak buruk pada kesehatan. Melansir dari National Library of Medicine UK, kelembapan udara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan lingkungan lembap, yang mendorong pertumbuhan mikroorganisme berbahaya seperti jamur, bakteri, dan virus.Selain itu, udara yang sangat lembap juga dapat meningkatkan pelepasan gas formaldehida dari bahan bangunan dan perabotan, yang dapat memberikan dampak buruk pada Kesehatan pernapasan dan tubuh secara umum.3. Penyebaran virus dan bakteri lebih cepatBeberapa infeksi sangat berkaitan erat dengan perubahan cuaca yang ekstrim, seperti pada musim pancaroba. Ini karena perkembangan virus dan bakteri lebih cepat, begitu pula dengan penyebarannya.Melansir dari Continental Hospitals, berikut ini ada beberapa contoh infeksi yang sangat berhubungan dengan perubahan musim:Batuk pilek: yang sangat umum terjadi dalam musim pancaroba, utamanya perubahan cuaca dari musim kemarau ke penghujan. Virus influenza khususnya dapat tumbuh subur dalam kondisi dingin dan kering. Alergi musiman: musim hujan yang biasanya memiliki suhu lebih dingin dan udara lebih kering dapat mengiritasi saluran pernapasan, serta memicu reaksi alergi pada orang-orang yang memiliki alergi dingin. Infeksi kulit: dapat terjadi saat cuaca sangat panas maupun sangat dingin, karena panas dapat melembapkan lingkungan sehingga menyuburkan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab infeksi kulit. Selain itu, keringat berlebih saat panas terik juga dapat menyebabkan biang keringat dan kulit juga dapat terbakar sinar matahari.Infeksi saluran pencernaan: cuaca yang sangat panas seringkali menyebabkan peningkatan penyakit bawaan makanan, karena suhu yang panas dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dalam makanan. Selain itu, peningkatan kelembapan udara juga dapat memengaruhi cara kerja sistem pencernaan, terkadang menyebabkan peningkatan infeksi.Penyebab Fisik Lemah dan Mudah Sakit Saat PancarobaKondisi tubuh yang lemah dan mudah sakit dapat terjadi karena berbagai faktor, baik secara genetika maupun karena kebiasan yang tidak sehat. Mari kita simak sama-sama berbagai penyebab fisik lemah dan mudah sakit berikut ini:1. Sistem Imun yang LemahSistem imun memiliki peranan penting untuk merawat Kesehatan tubuh kita. Sebab, sistem imun dapat melindungi tubuh dari infeksi penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, hingga sel-sel kanker. Tanpa sistem imun yang kuat, fisik akan jadi lebih lemah dan mudah sakit.Pelemahan sistem imun dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk kondisi medis tertentu, kebiasaan merokok, gaya hidup yang tak sehat, meminum minuman beralkohol, hingga kekurangan nutrisi.2. Kurang Asupan NutrisiApa yang kita makan memiliki peranan penting dalam merawat kesehatan tubuh. Karenanya, tubuh kita tidak akan dapat berfungsi dengan baik bila kita tidak mengonsumsi makanan yang lengkap dan bergizi seimbang. Makanan yang tidak mengandung nutrisi penting atau yang terlalu banyak mengandung gula dan garam, dapat memengaruhi Kesehatan usus dan kekebalan tubuh. Makanan tak sehat ini juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis penyakit.3. Kurang Istirahat dan TidurIstirahat berkualitas dan tidur di malam hari dengan durasi yang cukup juga sangat penting untuk memastikan Anda tetap bugar. Melansir dari Healthline.com, orang yang tidak mendapatkan cukup tidur setiap malam cenderung lebih mudah sakit. Ini karena, kurang tidur dapat mengurangi kemampuan alami tubuh untuk melawan infeksi dan virus. Baca juga mengenai Badan Cepat Lelah dan Pegal-Pegal Saat Perjalanan? Ini Penyebab dan Solusinya.Lebih lanjut, durasi tidur kurang dari 6 jam atau lebih sedikit dikaitkan dengan beberapa hal berikut:memperpendek harapan hidupmeningkatkan risiko infeksi virusmengurangi respon antibodi terhadap vaksinasi4. Stres BerlebihanKesehatan jiwa sangat berpengaruh pada kondisi tubuh Anda. Misalnya, stress kronis (menahun) dapat berdampak buruk pada tubuh Anda.Melansir dari Healthline.com, stress dapat meningkatkan risiko seseorang jatuh sakit dan menurunkan respon imun alami dalam tubuh.Menurunnya respon imun ini dapat mengakibatkan:menghambat proses penyembuhan,meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan infeksi, memperburuk masalah kesehatan yang ada.Selain itu, stres berlebihan juga akan memengaruhi gaya hidup dan kualitas hidup Anda. 5. Kurang Aktivitas FisikGaya hidup yang kurang aktif juga dapat membuat fisik Anda lemah dan mudah sakit. Ketika jarang berolahraga dapat memicu penumpukan kolesterol dan lemak dalam tubuh Anda, sehingga tubuh jadi lebih rentan terserang penyakit kronis.Cara Mengatasi Fisik yang Mudah SakitSetelah mengetahui apa saja penyebab fisik yang lemah dan mudah sakit di atas, Anda dapat menerapkan beberapa cara mengatasinya berikut ini:1. Perbanyak Konsumsi Makanan BergiziLangkah pertama untuk mengatasi fisik yang lemah dan mudah sakit dapat dimulai dengan memperbaiki kebiasaan makan, misalnya dengan mengonsumsi makanan tinggi nutrisi. Maksudnya, Anda bisa memilih makanan yang tinggi vitamin, mineral, dan berbagai nutrient penting lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Setiap kelompok usia memiliki kebutuhan nutrisi harian yang berbeda-beda, namun ada beberapa aturan makan sehat umum yang bisa Anda terapkan:Mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur setiap hari.Mengonsumsi protein rendah lemak dan protein nabati dalam menu makan Anda, seperti tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.Mengonsumsi ikan yang berlemak seperti salmon atau tiram, untuk mendapatkan asam lemak omega-3.Membatasi asupan gula rafinasi dan biji-bijian olahan tiap hari.Batasi asupan makanan olahan.Mengutamakan makanan yang mengandung serat tinggi.Serta mengonsumsi makanan dengan kandungan bakteri sehat (probiotik) seperti susu ataupun yogurt.2. Cukup Tidur dan IstirahatAgar tubuh terasa lebih segar dan bertenaga, pastikan Anda juga mencukupi kebutuhan istirahat dan tidur berkualitas setiap hari. Tak hanya memberikan dampak positif untuk tubuh, tidur cukup di malam hari juga akan membuat mood Anda jadi lebih baik.3. Rutin BerolahragaRutin berolahraga juga termasuk dalam cara mengatasi fisik yang mudah sakit dan lemah. World Health Organization (WHO) merekomendasikan level aktivitas fisik yang baiknya dilakukan oleh masyarakat berdasarkan usia mereka, yakni:Anak-anak dan remaja yang berusia 5-17 tahun:Setidaknya perlu berolahraga ringan hingga intens selama 60 menit tiap hari.Aktivitas fisik yang dilakukan lebih dari 60 menit dapat memberikan manfaat Kesehatan tambahan.Harus mencakup aktivitas yang dapat memperkuat otot dan tulang, setidaknya 3 kali per minggu.Dewasa dari usia 18-64 tahun:Harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik berintensitas sedang sepanjang minggu, atau setidaknya 75 menit aktivitas fisik yang kuat, atau kombinasi keduanya yang setara.Untuk manfaat Kesehatan tambahan, orang dewasa harus meningkatkan aktivitas fisik intensitas sedang hingga 300 menit per minggu, atau yang setara.Aktivitas penguatan otot harus dilakukan selama 2 hari atau lebih dalam seminggu.4. Kelola Stres dengan BaikAgar tubuh senantiasa sehat, Anda juga perlu mengelola stres dengan baik. Caranya bermacam-macam seperti melakukan hobi baru yang menyenangkan, berkumpul bersama orang-orang tersayang, hingga melakukan konsultasi bersama ahli.5. Minum Air yang CukupMencukupi kebutuhan cairan tubuh juga sangat penting untuk memastikan tubuh selalu sehat dan bugar. Anda dapat mengonsumsi air sebanyak 2000 liter per hari untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.Pencegahan dengan Booster Suntik Vitamin CSelain menghindari berbagai penyebab fisik lemah dan mudah sakit di atas, Anda juga dapat melakukan upaya pencegahan dengan booster suntik vitamin C. Prosedur ini dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti:1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuhMelakukan booster suntik vitamin C dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh. Sebab, vitamin c memiliki peranan besar dalam menjaga kekuatan sistem imun dan menangkal dampak radikal bebas, yang bisa menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan.2. Membantu tubuh melawan infeksiKemampuan vitamin C dalam mendukung kekuatan daya tahan tubuh juga secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi penyakit.3. Mempercepat pemulihan dari penyakitSuntik booster vitamin C juga dapat membantu memaksimalkan proses pemulihan diri dari infeksi penyakit. Karena vitamin C dapat mendukung proses pemulihan jaringan, formasi kolagen, hingga mempercepat proses penyembuhan luka. 4. Mengurangi risiko terkena flu dan penyakit musimanKarena suntik vitamin C bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengoptimalkan perlawanan terhadap infeksi, prosedur medis ini juga dapat mengurangi risiko seseorang untuk terkena flu ataupun penyakit musiman lainnya.Dimana Bisa Mendapatkan Booster Vitamin C di Surabaya?Nah, Sobat Granostic booster vitamin C ini memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Termasuk membantu menjaga daya tahan tubuh Anda agar selalu kuat dalam melawan penyakit.Namun sangat penting untuk memilih tempat yang tepat dan aman untuk melakukan suntik booster vitamin C, seperti di klinik Granostic Surabaya. Bersama tim medis ahli kami, semua prosedur booster vitamin C dilakukan dengan SOP yang ketat, sehingga kenyamanan dan keamanan Anda dapat terjamin.Tak hanya itu, booster vitamin C ini juga akan diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda. Dokter kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui riwayat kesehatan dan kondisi tubuh Anda, untuk dapat meresepkan dosis booster yang tepat.Kabar baiknya lagi, untuk melakukan suntik booster vitamin C di Granostic Anda bisa mendaftar dengan mudah lewat Registrasi Online. Kemudian atur jadwal temu dengan dokter sesuai dengan kebutuhan Anda.Mudah, bukan? Yuk, jaga kesehatan tubuh Anda dengan vaksin booster vitamin C di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Why Some People Get Sick More Often. SCIENTIFIC AMERICAN, A DIVISION OF SPRINGER NATURE AMERICA, INC. Diakses 2025Why Do I Get Sick So Often?. Health. Medically reviewed by Jonathan B. Jassey, DO. Diakses 2025Why Do I Keep Getting Sick?. Healthline. Medically reviewed by Avi Varma, MD, MPH, AAHIVS, FAAFP. Diakses 2025How Seasonal Changes Impact Your Immune System and Increase Infection Risk. continental hospital. Medically Reviewed by Dr Vijay V. Yeldandi. Diakses 2025Relative Humidity and Its Impact on the Immune System and Infections. National Library of Medicine. Diakses 2025Physical activity. WHO. Diakses 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message