Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Apa Itu Kanker Serviks? Yuk Ketahui Detailnya

Apa Itu Kanker Serviks? Yuk Ketahui Detailnya

Menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita hingga menyebabkan kematian, tahukah Anda apa itu kanker serviks, bagaimana gejala, penyebab, dan prosedur pengobatannya?
Secara global, kanker serviks menjadi kanker keempat yang paling umum terjadi pada Wanita. World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 660 ribu kasus baru pada tahun 2022. Pada tahun tersebut, sekitar 94% dari 350 ribu kematian disebabkan oleh kanker serviks, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan bahwa kanker serviks Bersama dengan kanker payudara menempati posisi pertama dan kedua terbanyak dari keseluruhan kasus kanker di Indonesia.
Mengidap kanker serviks tak hanya membuat kualitas hidup menurun, namun juga dapat berujung pada kematian bila tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui lebih detail mengenai apa itu kanker serviks, gejala, penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasi serta upaya pencegahannya.
Berikut rangkuman lengkap soal kanker serviks dari Granostic. Baca, yuk!

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah sel kanker yang mulai tumbuh di serviks atau leher rahim, yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker serviks biasanya berkembang dengan perlahan selama bertahun-tahun. Sebelum kanker terbentuk di serviks, sel serviks mengalami banyak perubahan yang dikenal dengan dysplasia, yang mana sel abnormal mulai muncul di jaringan serviks.
Seiring berjalannya waktu, jika tidak dihilangkan atau dihancurkan, sel abnormal ini dapat menjadi sel kanker yang tumbuh dan menyebar hingga ke dalam serviks serta area sekitarnya.

Gejala dan Ciri-Ciri Kanker Serviks

Karena berkembang dalam waktu yang lama, pada stadium awalnya kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Sehingga sulit untuk dideteksi dini dengan kemampuan sendiri.
Namun, ketika kanker telah terbentuk, penderita kanker serviks dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:

1. Perdarahan Abnormal

Salah satu gejala paling umum dari kanker serviks adalah perdarahan abnormal yang terjadi di luar siklus menstruasi Anda, baik diantara periode menstruasi, setelah atau saat berhubungan intim, hingga sepanjang Anda berada dalam periode menopause.
Melansir dari Mayo Clinic, perdarahan selama menstruasi yang terjadi secara berlebihan dan panjang juga bisa menjadi gejala dari kanker serviks.

2. Keputihan yang Tidak Normal

Selain perdarahan abnormal, kanker serviks juga dapat menimbulkan gejala lain berupa keputihan yang tidak normal. Secara normal, keputihan dapat terjadi sebelum atau sesudah wanita mengalami menstruasi, hingga selama masa subur. Keputihan yang normal juga tidak berwarna atau berwarna putih susu, tidak berbau, bertekstur encer atau sedikit kental, dan tidak menimbulkan sensasi gatal atau nyeri.
Namun saat menderita kanker serviks keputihan dapat tampak sangat encer, berdarah, banyak, dan menyebabkan bau tidak sedap.

3. Nyeri saat Berhubungan Seksual

Penderita kanker serviks juga dapat merasakan nyeri saat berhubungan seksual, yang juga dapat disertai dengan perdarahan tidak normal selama atau setelah berhubungan intim. Hal ini terjadi karena sel-sel leher rahim menjadi lebih rapuh.

4. Nyeri Panggul yang Berkelanjutan

Saat tumor serviks tumbuh, tumor tersebut dapat menekan saraf sensitif di dinding panggul. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan pada kaki.
Rasa nyeri dan pembengkakan ini mungkin dapat disebabkan oleh banyak faktor maupun kondisi medis lainnya, namun jika disertai dengan rasa menusuk dan terjadi dalam waktu yang lama, ini dapat menandakan kanker serviks.

5. Gangguan Buang Air Kecil atau Besar

Gejala lain yang dapat menjadi penanda kanker serviks yakni gangguan buang air kecil atau besar. Kondisi ini terjadi karena dalam stadium lanjut, kanker serviks dapat menimbulkan komplikasi serius pada ginjal seperti kerusakan atau gagal ginjal.

Penyebab Kanker Serviks

Sobat Granostic, setelah menyimak apa itu kanker serviks dan berbagai gejala yang menyertainya, Anda juga harus memahami apa saja yang menjadi penyebab dari penyakit ini. Serta apa saja faktor yang dapat memperbesar risiko seseorang mengalami kanker serviks.
Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Infeksi HPV

Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab utama dari sebagian besar kasus kanker serviks di seluruh dunia. HPV memiliki beberapa tipe, namun yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18.
Virus HPV merupakan jenis virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Pada beberapa orang dengan daya tahan tubuh yang kuat, virus HPV bisa hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan dampak pada kesehatan. Namun pada sebagian yang lain, virus ini dapat menetap dan berkembang menjadi kanker.

2. Sistem Imun yang Lemah

Orang dengan sistem imun yang lemah memiliki risiko lebih besar mengembangkan kanker serviks. Sebab orang dengan sistem imun yang lemah lebih kesulitan melawan infeksi HPV. Infeksi HPV yang menetap dalam tubuh dapat berkembang menjadi kanker serviks.

3. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks. Sebab rokok dapat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga tubuh lebih sulit untuk membunuh sel-sel kanker.
Selain itu, melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), rokok juga memiliki lebih dari 7.000 bahan kimia. Setidaknya, 69 tipe dari bahan kimia ini dapat menyebabkan kanker dan mengganggu tubuh melawan kanker.

4. Aktivitas Seksual Berisiko Tinggi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Karena itu, seseorang yang aktif secara seksual, sering bergonta-ganti pasangan, hingga tidak menggunakan kondom, memiliki risiko lebih besar mengalami kanker serviks.

5. Riwayat Keluarga dengan Kanker Serviks

Melansir dari Healthline.com, memiliki anggota keluarga dengan kanker serviks dapat meningkatkan seseorang untuk terjangkit penyakit ini. Namun, kanker serviks sangat langka diturunkan dari ibu ke anak.
Akan tetapi, dalam satu keluarga, kita akan cenderung memiliki kebiasaan dan hidup dengan lingkungan yang serupa, sehingga risiko terjangkit kanker serviks pun akan sama.

Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh?

Kanker serviks dapat menjadi mimpi buruk bagi perempuan manapun, apalagi dengan banyaknya kasus kematian yang diakibatkannya. Namun, Sobat Granostic tidak boleh panik atau pesimistik dulu, karena kanker serviks bisa sembuh.
Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan kanker serviks:

1. Operasi (Histerektomi)

Pada dasarnya ada berbagai jenis prosedur pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker serviks. Dokter dapat mengangkat jaringan kanker saja ketika kanker serviks dalam tahap awal.
Prosedur pembedahan yang dapat dilakukan meliputi pembedahan laser, kriosurgeri, trakelektomi, hingga histerektomi.
Histerektomi, khususnya, merupakan pembedahan yang melibatkan pengangkatan rahim dan serviks. Prosedur ini umumnya dilakukan ketika seseorang menderita kanker serviks invasif.
Melansir dari Medical News Today, menjalani histerektomi pada stadium awal kanker dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien hingga 90%.

2. Terapi Radiasi

Selain prosedur operasi, kanker serviks juga dapat disembuhkan melalui terapi radiasi. Prosedur pengobatan kanker serviks ini menggunakan sinar energi yang kuat untuk membunuh sel kanker. Energi ini dapat diperoleh dari sinar-X, proton, atau sumber lainnya.
Terapi radiasi juga sering kali dikombinasikan dengan kemoterapi, sebagai pengobatan utama kanker serviks yang telah tumbuh melampaui serviks. Terapi ini juga dapat digunakan setelah operasi jika ada peningkatan risiko kanker akan kambuh.
Namun, sebelum Anda memasuki usia menopause, terapi radiasi dapat memicu kondisi ini datang lebih awal. Sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda merencanakan kehamilan di masa mendatang.

3. Kemoterapi

Selanjutnya, penanganan kanker serviks pun dapat melalui kemoterapi, yang menggunakan obat-obatan kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Untuk kanker serviks yang telah menyebar ke luar serviks, kemoterapi dosis rendah sering dikombinasikan dengan terapi radiasi. Sebab kemoterapi dapat meningkatkan efek radiasi.
Dosis kemoterapi yang lebih tinggi juga dapat direkomendasikan untuk membantu mengendalikan gejala kanker yang sangat lanjut. Kemoterapi pun dapat digunakan sebelum operasi untuk mengurangi ukuran kanker.

4. Terapi Target dan Imunoterapi

Prosedur lain yang digunakan dalam penyembuhan kanker serviks adalah terapi yang ditargetkan menggunakan imunoterapi. Terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan yang menyerang zat kimia tertentu dalam sel kanker. Sementara imunoterapi merupakan terapi yang menggunakan berbagai jenis obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga dapat membantu membunuh sel kanker.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Meskipun dapat menyerang setiap perempuan, bukan berarti kanker serviks tidak dapat dicegah sama sekali, Sobat. Justru Anda dapat meminimalisir risiko menderita kanker serviks dengan menerapkan beberapa langkah berikut ini:

1. Rutin Melakukan Pap Smear dan Tes HPV

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan rutin melakukan pap smear dan tes HPV. Kedua tes ini dapat membantu mendeteksi dini adanya sel-sel abnormal dalam serviks, serta menyimak keberadaan HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.
Rutin melakukan kedua tes ini dapat membantu Anda mendeteksi dini adanya masalah pada organ reproduksi Anda, sehingga Anda juga bisa mendapatkan perawatan yang tepat sesegera mungkin. Dengan begitu, Anda dapat mencegah kanker berkembang dan meningkatkan kemungkinan untuk sembuh.

2. Vaksinasi HPV

Selanjutnya, Anda juga dapat melindungi diri dan keluarga Anda dari kanker serviks dengan melakukan vaksinasi HPV. Melansir dari WebMD.com, Waktu ideal untuk mendapatkan vaksin HPV adalah ketika seseorang belum aktif secara seksual. Sehingga vaksin HPV kini dapat diberikan pada anak-anak mulai usia 9 tahun.

3. Menjaga Pola Hidup Sehat

Sobat, gaya hidup kita sebenarnya sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita secara keseluruhan, termasuk dalam upaya pencegahan HPV. Dengan menerapkan pola makan yang sehat dan teratur, rajin berolahraga, mampu mengatur stres dengan baik, dan kebiasaan sehat lainnya, maka sistem imun kita juga akan lebih sehat.
Ketika sistem imun lebih kuat, tubuh juga akan lebih kuat dalam melawan infeksi virus penyebab penyakit dan menghambat pembentukan sel-sel kanker di tubuh kita, termasuk pada area serviks.

4. Menggunakan Pengaman saat Berhubungan Seksual

Cara mencegah kanker serviks selanjutnya adalah dengan menerapkan seks aman, yakni membatasi jumlah pasangan atau menggunakan pengaman (kondom) saat melakukannya. Meskipun tidak dapat memberikan perlindungan 100%, kondom dapat mengurangi risiko penularan HPV.

5. Menghindari Bergonta-Ganti Pasangan Seksual

Selain menggunakan pengaman, Anda juga disarankan untuk menghindari bergonta-ganti pasangan seksual sembarangan. Baiknya ketahui bagaimana riwayat kesehatan pasangan Anda dengan baik untuk mencegah infeksi menular seksual lainnya.
Selain itu, melansir dari WebMD.com, seseorang dengan pasangan seksual tetap dan tidak menerapkan seks bebas memiliki risiko lebih rendah terkena kanker serviks.

6. Periksa Kesehatan Secara Rutin

Langkah pencegahan kanker serviks selanjutnya yakni dengan memeriksakan kesehatan secara rutin. Hal ini tak hanya membantu Anda dalam mendeteksi dini adanya masalah pada kesehatan tubuh dan organ reproduksi, tapi dapat membuat Anda lebih memahami bagaimana kondisi tubuh Anda dengan lebih baik.

7. Pemeriksaan Kanker Serviks di Granostic Surabaya

Sobat, melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi dini kanker serviks sangatlah penting. Apalagi, tingkat harapan sembuh kanker serviks pun akan semakin besar ketika Anda mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Saat ini Anda dapat melakukan pemeriksaan kanker serviks di berbagai layanan kesehatan terpercaya di Indonesia, salah satunya adalah klinik Granostic Surabaya. Kami memiliki peralatan medis canggih dan modern, yang dapat membantu memberikan hasil pemeriksaan keluar lebih cepat dan bersifat lebih akurat.

Selain itu, prosedur pemeriksaan kanker serviks di Granostic juga melalui pemantauan dari ahli kesehatan terpercaya dan dokter yang berpengalaman di bidangnya. Sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan efisien, aman, nyaman, dan komprehensif.
Yuk, Sobat, segera daftarkan diri Anda melalui Registrasi Online dan atur jadwal kunjungan untuk melakukan pemeriksaan kanker serviks di Granostic Surabaya.

Ditinjau Oleh:
Dr. Aji Wibowo


Sumber Referensi:

  1. What Is Cervical Cancer?. U.S. Department of Health and Human Services at National Institutes of Health National Cancer Institute. Diakses 2025
  2. Cervical cancer. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). Diakses 2025
  3. Cervical cancer. WHO. Diakses 2025
  4. Don't Ignore These Cervical Cancer Warning Signs. UnityPoint Health. Diakses 2025
  5. Cervical Cancer. Web MD. Medically Reviewed by Zilpah Sheikh, MD. Diakses 2025
  6. Everything You Need to Know About Cervical Cancer. Healthline. Medically reviewed by Teresa Hagan Thomas PHD, BA, RN. Diakses 2025
  7. Health Effects of Cigarettes: Cancer. CDC. Diakses 2025



Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message