Sering Pegal Setelah Lebaran? Waspada & Kenali Penyebabnya

Sudah seminggu Lebaran berlalu, tapi tubuh Anda masih terasa pegal-pegal, berat, dan mudah lelah? Banyak orang mengalami hal ini dan menganggapnya sebagai kelelahan biasa pasca liburan. Sebagian besar kasus memang demikian, tapi ada kalanya pegal yang berkepanjangan menjadi sinyal tubuh bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.
Artikel ini membantu Anda memahami berbagai penyebab pegal pasca Lebaran dan kapan Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.
Penyebab Umum Pegal Setelah Lebaran
1. Kelelahan Fisik dari Perjalanan Mudik
Perjalanan jauh baik di kendaraan pribadi maupun transportasi umum memaksa tubuh dalam posisi statis berjam-jam. Otot-otot punggung, leher, bahu, dan kaki bekerja keras untuk menjaga postur, yang berujung pada penumpukan asam laktat (zat yang menyebabkan rasa pegal) di otot-otot tersebut.
2. Gangguan Pola Tidur
Jadwal Lebaran yang padat mulai dari begadang menyambut hari raya, shalat Id pagi-pagi, kunjungan ke banyak saudara seringkali mengorbankan kualitas dan kuantitas tidur. Tidur kurang dari 7 jam secara konsisten menyebabkan peningkatan sitokin pro-inflamasi dalam tubuh, yang secara harfiah membuat otot dan sendi terasa nyeri dan berat.
3. Perubahan Pola Makan Drastis
Dari pola makan Ramadan yang terkontrol, tiba-tiba beralih ke pesta makan berhari-hari. Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara berlebihan memicu inflamasi (peradangan) sistemik ringan yang dirasakan sebagai rasa berat, lesu, dan pegal di seluruh tubuh.
4. Dehidrasi
Banyak pemudik kurang minum selama perjalanan. Dehidrasi menyebabkan berkurangnya cairan pelumas sendi, penumpukan sisa metabolisme di otot, dan penurunan volume darah, semua berkontribusi pada rasa pegal dan lelah.
5. Aktivitas Fisik yang Tidak Biasa
Membersihkan rumah besar-besaran sebelum Lebaran, mengangkat-angkat barang, bermain dengan banyak anak kecil di hari raya, semua ini aktivitas fisik yang mungkin tidak biasa dilakukan sehari-hari. Otot yang tidak terbiasa aktif bisa mengalami Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) yaitu pegal yang muncul 24-72 jam setelah aktivitas yang tidak biasa.
Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Jika pegal berlangsung lebih dari 1-2 minggu setelah Lebaran, atau disertai gejala lain, bisa jadi ada penyebab yang lebih serius:
Kadar Asam Urat Tinggi (Hiperurisemia)
Konsumsi daging merah, jeroan, dan seafood berlebihan selama Lebaran dapat memicu lonjakan asam urat. Kadar tinggi bisa menyebabkan nyeri sendi akut (biasanya jempol kaki, lutut, atau pergelangan) yang muncul mendadak dan sangat nyeri sering dikira pegal biasa pada tahap awal.
Kadar Kolesterol Tinggi (Dislipidemia)
Pola makan tinggi lemak jenuh dan gorengan selama Lebaran dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Dislipidemia sering tidak menimbulkan gejala langsung, namun dalam beberapa kasus dapat memicu keluhan seperti pegal, terutama akibat sirkulasi darah yang kurang optimal ke otot.
Fibromyalgia yang Memburuk
Penderita fibromyalgia dengan kondisi nyeri otot kronis yang luas sering mengalami flare-up (kekambuhan) setelah periode stres fisik dan emosional seperti mudik dan Lebaran. Gejalanya adalah pegal di seluruh tubuh, kelelahan ekstrem, gangguan tidur, dan brain fog (pikiran yang terasa berkabut).
Anemia Defisiensi Besi
Terutama pada wanita yang sedang menstruasi, kekurangan zat besi menyebabkan tubuh tidak bisa memproduksi cukup hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke otot, hasilnya otot cepat lelah dan terasa pegal.
Infeksi Virus
Kontak dengan ribuan orang selama mudik meningkatkan risiko infeksi virus. Pegal di seluruh tubuh adalah salah satu gejala klasik infeksi virus seperti influenza bahkan sering muncul sebelum demam.
Catatan: Segera ke dokter jika pegal disertai: demam di atas 38°C, penurunan berat badan tanpa sebab, pegal tidak membaik setelah 2 minggu istirahat, disertai nyeri sendi yang bengkak dan merah, atau kelemahan otot yang progresif.
Cara Mengatasi Pegal Pasca Lebaran
- Kembalikan pola tidur normal: tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari
- Hidrasi: minum minimal 8 gelas air putih per hari
- Olahraga ringan: jalan kaki 20-30 menit untuk meningkatkan sirkulasi dan melepas endorfin
- Peregangan seluruh tubuh pagi dan malam hari
- Kembali ke pola makan sehat: perbanyak sayuran, buah, dan protein sehat
- Mandi air hangat atau rendam kaki dengan air hangat untuk melemaskan otot yang tegang
Jika pegal tidak membaik dalam 2 minggu, atau jika Anda memiliki faktor risiko seperti riwayat asam urat, diabetes, atau tiroid, lakukan pemeriksaan darah untuk memastikan penyebabnya.
Granostic menyediakan pemeriksaan lengkap untuk mengidentifikasi penyebab pegal pasca Lebaran termasuk darah lengkap, asam urat, fungsi tiroid, vitamin D, dan penanda inflamasi. Dengan hasil yang akurat, penanganan bisa lebih terarah dan efektif. Kunjungi atau hubungi tim kami sekarang untuk jadwalkan pemeriksaan.
Ditinjau Oleh:
dr. Adam Hilman
Sumber Referensi:
- Mayo Clinic. (n.d.). Muscle pain. Diakses 2026.
- National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (n.d.). Fibromyalgia Symptoms, Causes, & Risk Factors. Diakses 2026.
- Harvard Health Publishing. (n.d.). Why am I so tired? Diakses 2026.
- Cleveland Clinic. (n.d.). Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Diakses 2026.
- American Thyroid Association. (n.d.). Hypothyroidism. Diakses 2026.

