Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Apa itu Sarcoma? Berikut Penjelasannya!
Sudah tahukah Anda apa itu Sarcoma? Singkatnya, sarcoma adalah salah satu jenis kanker sehingga bisa dikatakan tergolong dalam penyakit serius. Untuk mengetahui apa itu sarcoma, simak artikel ini sampai tuntas ya!Sarcoma atau sering juga ditulis dengan kata ‘sarkoma’ ialah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan lunak. Jaringan lunak sendiri adalah jaringan yang menunjang dan mengaitkan struktur yang ada di sekeliling tubuh.Anda pastinya tahu lemak, pembuluh darah, otot, sendi, saraf dan tulang, kan? Nah, semuanya itu termasuk dalam jaringan lunak. Lantas, siapa yang berisiko terkena sarcoma atau kanker jaringan lunak?Mengenal SarkomaSarcoma atau sarkoma adalah jenis kanker atau tumor ganas yang muncul pertama kali atau bermula di bagian jaringan lunak, seperti otot, lemak, pembuluh darah dan lain sebagainya. Pada umumnya, tumor sarcoma ini muncul di jaringan lunak sekitar perut, kaki atau tangan.Mengenai pertanyaan siapa yang berisiko terkena sarcoma, jawabannya semua usia bisa saja mengalaminya. Tapi, penyakit serius ini lebih sering menyerang lansia dan usia paruh baya. Lebih lanjut, risiko orang terkena sarcoma akan meningkat sejalan dengan meningkat usianya.Oleh karenanya, penting bagi siapa saja untuk menjaga kesehatan tubuh. Terlebih saat menginjak usia paruh baya dan lansia, agar kita semua tidak terkena penyakit serius seperti sarcoma dan lainnya.Jenis SarcomaTernyata kanker sarkoma itu ada lebih dari 50 jenis. Berikut ini kami informasikan beberapa jenis atau contoh sarkoma yang paling sering menyerang manusia:● Fibrosarcoma: sarcoma yang muncul di jaringan fibrosa tubuh.● Sarkoma Kaposi: sarkoma yang muncul pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan/atau kelenjar getah bening.● Liposarkoma: kanker sarkoma yang muncul pada jaringan lemak.● Angiosarcoma: Tumor sarkoma yang pertama kali muncul di pembuluh getah bening dan/atau pembuluh darah.● Sarcoma synovial: kanker sarkoma yang muncul di jaringan lunak sekitar sendiri.Gejala SarkomaGejala sarkoma ini cukup beragam. Mengingat, jenis atau contoh sarkoma sendiri sangat beragam. Tapi, pada umumnya berikut gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pengidap sarcoma:● Muncul benjolan yang kalau dipegang dan/atau raba sangat terasa keberadaannya.● Kemunculan benjolan membuat rasa nyeri dan tidak nyaman.● Nyeri pada tulang, bahkan sering mengalami patah tulang yang diakibatkan cedera ringan.● Sering demam.● Sering sakit perut.● Gerak tubuh jadi terbatas alias tidak seperti normalnya.Perlu Anda tahu, di awal kemunculannya, gejala sarkoma mungkin tidak terasa. Gejala sarkoma akan mulai terasa setelah pertumbuhannya masuk dalam tahap lanjut. Pada tahap ini, tumor sarkoma akan memberikan tekanan pada otot, saraf dan organ tertentu.Penyebab SarkomaSetidaknya ada empat penyebab sarcoma yang paling umum. Berikut kami paparkan penjelasan selengkapnya:1. Kelainan GenetikPenyebab sarkoma yang pertama yakni karena kelainan genetik. Ya, seseorang yang mempunyai kelainan genetik tertentu yang diturunkan dari orang tua bisa terkena sarcoma. Kelainan genetik tertentu yang dimaksud bisa berupa sindrom gardner, neurofibromatosis, tuberous sclerosis dan sindrom li-fraumeni.2. Paparan Radiasi Terlalu LamaTerpapar radiasi terlalu lama juga bisa menjadi penyebab sarcoma. Paparan radiasi ini bisa juga dimunculkan oleh radioterapi dalam pengobatan kanker. Bisa juga dari lingkungan kerja yang radiasinya tinggi.3. Adanya Paparan Zat KimiaBeberapa paparan zat kimia seperti dioksin, arsenik dan herbisida bisa menyebabkan kanker sarkoma. Jadi, jangan sampai terkena paparan zat kimia tersebut dalam waktu lama agar tidak terkena penyakit serius ini ya!4. Usia LanjutTelah kami jelaskan sebelumnya bahwa sarcoma lebih sering menyerang orang berusia lanjut atau lansia dan usia paruh baya. Risiko orang terkena sarcoma akan meningkat seiring bertambahnya usia.Kenali Tingkat Keparahan SarkomaAnda perlu tahu tingkat keparahan atau stadium sarkoma sebelum menentukan metode pengobatan yang tepat. Sarkoma sendiri terdiri dari enam tingkat keparahan atau stadium, berikut penjelasan selengkapnya:● Stadium 1A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma masih berukuran kecil, yakni 5 cm atau kurang dari itu. Kecepatan pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 1B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma berukuran 15 cm atau lebih dari itu. Namun, pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya, sebagaimana stadium 1A.● Stadium 2: pada tingkat keparahan ini, sarcoma memiliki ukuran 5 cm atau kurang dari itu. Tapi, tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 2 belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 3A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran lebih dari 5 cm hingga 10 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 3A juga belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 3B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma memiliki ukuran lebih dari 10 cm hingga kurang dari 15 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar cepat. Sarcoma stadium 3B belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 4: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran sebesar apapun. Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya yang jauh, misalnya paru-paru.Pengobatan dan Konsultasi dengan DokterAnda mungkin bertanya-tanya seperti apa sih pengobatan sarcoma? Ketahuilah, pengobatan sarkoma pada umumnya berupa kemoterapi, radioterapi dan operasi.Kemoterapi dilakukan dengan meminum obat-obatan tertentu untuk memusnahkan tumor sarkoma. Nah, pada umumnya obat kemoterapi yang digunakan di antaranya: Ifosfamide, Docetaxel and Gemcitabine.Sedangkan radioterapi dilakukan dengan melakukan terapi radiasi untuk mengecilkan dan/atau menghancurkan sel tumor. Radioterapi ini juga bisa menghambat atau menghalangi tumbuhnya sarcoma.Adapun tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat sel tumor/kanker. Biasanya, tindakan operasi yang dilakukan yakni pembedahan umum.Nah, pengobatan sarcoma ini harus mengacu pada stadium/tingkat keparahan, letak, tipe dan kondisi penderita. Oleh karenanya, pengobatan perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.Anda bisa melakukan konsultasi pengobatan sarcoma di Granostic. Ya, Granostic memiliki layanan konsultasi dan telekonsultasi berbagai jenis penyakit bersama dokter spesialis dan dokter umum. Dengan melakukan konsultasi di Granostic, Anda akan mengetahui pengobatan sarcoma yang tepat sesuai dengan tingkat keparahannya, tipenya, letaknya dan kondisi penderita.Yuk gunakan layanan konsultasi dan/atau telekonsultasi Granostic agar mendapatkan pengobatan sarcoma yang tepat. Diskusikan secara detail kondisi penderita sarcoma ke dokter spesialis Granostic ya!Lebih lanjut, penting juga bagi penderita sarcoma melakukan perubahan gaya hidup sebagaimana yang disarankan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meminta penderita sarkoma melakukan diet kanker, istirahat yang cukup, tidak beraktivitas fisik secara berlebihan, menjaga berat badan dan berhenti merokok jika sebelumnya merokok. Penderita juga perlu melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi secara rutin ke Granostic untuk mengetahui kondisinya terkini.
Myoma Uteri
PengertianMioma uteri merupakan tumor jinak yang berasal dari otot polos rahim. Tumor ini sering juga disebut sebagai fibroid atau leiomioma. Penyebab sel tumor ini dapat terbentuk karena adanya mutasi genetik, kemudian berkembang akibat induksi hormon estrogen dan progesterone. Leiomioma uteri merupakan jenis tumor jinak yang dapat menyerang segala rentan usia. Dari epidemiologi menunjukkan bahwa 70% kasus dapat terjadi pada usia 50 tahun, di mana 30-40% kasus pada masa perimenopause dan 20-25% kasus pada wanita usia reproduksi. Jumlah dan ukuran mioma sangat bervariasi, terkadang dapat ditemukan satu atau juga lebih dari satu untuk mioma yang tumbuh di tubuh kita. Mioma mampu tumbuh di bagian dinding luar rahim, pada otot rahim, atau bisa juga di bagian dinding dalam rahim sendiri. Ini jenis tumor yang lebih banyak ditemukan. Rata-rata pada wanita di atas usia 30 tahun. Mioma dapat diklasifikasikan atas beberapa tipe antara lain:Tipe 0 - Merupakan pedunculated intracavitary myoma yaitu tumor berada di submukosa dan sebagian dalam rongga rahim.Tipe 1 - Merupakan tipe submukosa dengan < 50% bagian tumor berada di intramural.Tipe 2 - Merupakan tipe tumor menyerang ≥ 50% intramural.Tipe 3 - Merupakan tipe tumor dengan seluruh bagian tumor berada dalam dinding uterus yang berdekatan dengan endometrium.Tipe 4 - Tipe tumor intramural yang lokasinya berada dalam miometrium.Tipe 5 - Tipe serosa dengan ≥ 50% bagian tumor berada pada intramural.Tipe 6 - Jenis subserosa yang mengenai < 50% intramural.Tipe 7 - Tipe pedunculated subserous.Tipe 8 - Kategori lain ditandai dengan pertumbuhan jaringan di luar miometrium yang disebut cervicalparasitic lesion.Mioma intramural merupakan jenis yang paling banyak, sedangkan mioma submukosa merupakan mioma paling jarang ditemukan kasusnya. PenyebabPenyebab pasti mioma belum diketahui secara pasti. Mioma jarang sekali ditemukan pada remaja sebelum pubertas. Karena mioma sangat dipengaruhi oleh hormon reproduksi dan hanya manifestasi selama usia reproduktif (Anwar dkk, 2011). Tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor pada mioma, di samping faktor predisposisi genetik :EstrogenMioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. Enzim hidroxydesidrogenase mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous, yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak dari pada miometrium normal. ProgesteronProgesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara, yaitu mengaktifkan hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.Hormon pertumbuhan (growth hormone)Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa, yaitu HPL (Human Placenta Lactogen), terlihat pada periode ini dan memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leymioma selama kehamilan mungkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan estrogen.Faktor RisikoBeberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang mioma, antara lain:Sudah berusia lebih dari 40 tahun.Riwayat keluarga mengidap mioma.Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma).Berat badan berlebih atau obesitas.Diet tinggi konsumsi daging merah, tetapi rendah sayuran hijau.Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.Kebiasaan merokok.Penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi estrogen.Keturunan ras Afrika-Amerika mempunyai kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia.GejalaUmumnya, mioma tidak menimbulkan gejala yang disadari pengidapnya. Tetapi ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan, antara lain :Menstruasi dalam jumlah banyak.Perut terasa penuh dan membesar.Gangguan berkemih akibat ukuran mioma yang menekan saluran kemih.Keluarnya mioma melalui leher rahim yang umumnya disertai nyeri hebat, sehingga menyebabkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.Konstipasi akibat mioma menekan bagian bawah usus besar.Nyeri panggul berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, yang dapat dirasakan saat menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau saat terjadi penekanan pada panggul.Penimbunan cairan di rongga perut.Komplikasi Mioma UteriMioma uteri yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi berupa:Nyeri berat atau perdarahan berat yang memerlukan tindakan pembedahan segera.Terpuntirnya mioma uteri yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Bila hal ini terjadi, dokter akan merencanakan operasi segera.Anemia atau kurang darah akibat perdarahan hebat.Infeksi saluran kemih.Bila tumor rahim terlalu besar, tumor rahim ini dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan sulitnya buang air kecil.Kemandulan.Pada ibu hamil yang mengalami mioma uteri dapat menyebabkan prosesi melahirkan secara prematur akibat terdesaknya rahim oleh tumor, perdarahan hebat setelah melahirkan, keguguran, dan lain-lain.Pemeriksaan PenunjangUntuk memastikan diagnosis mioma uteri, dokter bisa melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:Tes laboratorium Hitung darah lengkap dan apusan darah : Leukositosis dapat disebabkan oleh nekrosis akibat torsi atau degenerasi. Menurunnya kadar hemoglobin dan hematokrit menunjukan adanya kehilangan darah yang kronik.Tes kehamilan terhadap chorioetic gonadotropin Sering membantu dalam evaluasi suatu pembesaran uterus yang simetrik menyerupai kehamilan atau terdapat bersamaan dengan kehamilan.Ultrasonografi, apabila keberadaan massa pelvis meragukan, sonografi dapat membantu.Pielogram intravena a. Pap smear serviks selalu diindikasikan untuk menyingkap neoplasia serviks sebelum histerektomi.b. Histerosal pingogram dianjurkan bila klien menginginkan anak lagi dikemudian hari untuk mengevaluasi distorsi rongga uterus dan kelangsungan tuba falopi (Nurarif & Kusuma, 2013).PencegahanLangkah pencegahan mioma uteri tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui secara pasti. Namun beberapa langkah di bawah ini diduga dapat membantu dalam mencegah mioma uteri:Menerapkan pola hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan ideal dan memilih makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.Menggunakan kontrasepsi hormonal.PengobatanCara mengobati mioma uteri umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Pada kebanyakan kasus, mioma tidak perlu diobati jika tidak menyebabkan gejala. Seiring berjalannya waktu, mioma dapat menyusut dan menghilang setelah menopause tanpa pengobatan. Namun bila gejala mioma menetap, maka diperlukan pengobatan untuk mengatasi gejala dan mengurangi ukuran mioma uteri. Penanganan mioma uteri dapat menggunakan obat-obatan, pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi mioma uteri adalah:Asam traneksamat untuk mengatasi perdarahan yang berat.NSAID untuk meredakan nyeri.Obat-obatan hormonal yang dapat meredakan gejala terkait menstruasi atau mengecilkan ukuran mioma. Contohnya, gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonist, progestin, atau alat KB dalam rahim yang mengandung progesteron.Daftar PustakaHealthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids#outlookDiakses pada 29 September 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288Diakses pada 29 September 2021Web MD. Diakses pada 2019. What Are Uterine Fibroids?http://eprints.umpo.ac.id/6124/3/BAB%202.pdfRafael FV, Geraldine EE. Pathophysiology of uterine myomas and its clinical implications. New York: Springer; 2015Andrea C, Jacopo DG, Piergiorgio S, Nina M, Stefano RG, Petro L, et al. Uterine fibroids: Pathogenesis and interactions with endometrium and endomyometrial junction. Obstet Gynecol Int. 2013;2013:173184.Persatuan obstetri dan ginekologi. Standar pelayanan medik obstetri dan ginekologi. 2006 .p. 129-30Maria SD, Edward MB. Uterine fibroids: Diagnosis and treatment. Am Fam Physician. 2017;95(2):100-7Alistair RW. Uterine fibroids-what’s new? Pubmed Central. 2017; 6: 2109.Radmilla S, Ljijiana M, Antonio M, Andrea T. Epidemiology of uterine myomas: A review. Internat J Fertil Steril. 2016;9(4):424-35file:///C:/Users/HP/Downloads/371-594-1-SM.pdf diakses pada tanggal 14 September 2022
Kanker Pankreas
Pankreas adalah kelenjar yang terletak jauh di perut di antara perut dan tulang belakang, menghubungkan duodenum. Ini adalah organ pencernaan, terutama untuk sekresi enzim pencernaan untuk membantu pencernaan, dan pembuatan insulin untuk memantau kadar gula darah. Pankreas terletak jauh di dalam perut, di belakang perut dan usus besar dan kecil. Kanker pankreas merupakan kanker yang agresif. Sebagai tumor ganas di dalam pankreas tumbuh perlahan, dan menyembunyikan dirinya, tidak mudah untuk mendeteksi pada tahap awal. Meskipun untuk orang yang memiliki pemeriksaan rutin setiap tahun, sulit untuk mengetahui apakah orang tersebut telah mendapat kanker pankreas melalui tes umum. Oleh karena itu, kanker pankreas biasanya didiagnosis pada stadium lanjut sehingga menunda perawatan yang diperlukan dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang buruk. Bahkan pasien bisa menjalani operasi untuk mengangkat tumor, rentang hidupnya lebih pendek dibanding pasien kanker lainnya.Faktor Risiko Penyakit Kanker PrankeasSebagian besar pasien kanker pankreas berusia di atas 65 tahun, dan faktor risiko lainnya meliputi: Suku bangsa: Orang kulit hitam memiliki risiko yang lebih tinggi.Gender: pria memiliki risiko yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan WanitaMerokok: Peluang perokok untuk mengidap penyakit ini 2 hingga 3 kali lebih tinggi daripada non-perokok.Metabolisme gula yang tidak normal: Penderita diabetes mellitus memiliki risiko yang lebih tinggi.Kelebihan berat badan: Orang gemuk memiliki risiko yang lebih tinggi.Pola makan: Orang dengan asupan lemak hewani yang berkepanjangan dan konsumsi sayuran dan buah yang buruk lebih cenderung terkena penyakit ini .Kimia: Orang yang terpapar secara berkepanjangan terhadap pestisida, minyak bumi, atau pewarna lebih rentan terhadap penyakit ini. Infeksi Helicobacter pylori: Risiko orang yang terinfeksi bakteri ini 2 kali lebih tinggi.Pankreatitis herediter: Pankreatitis kronis herediter akan menambah risiko terkena kanker pankreas, namun jarang terjadi.Pankreatitis kronis: Pankreatitis kronis biasanya ditemukan bersamaan dengan kanker pankreas, namun yang pertama mungkin bukan Penyebabnya.Cara Mecegah Kanker PrankeasMeskipun kanker pankreas tidak dapat dicegah sepenuhnya, modifikasi gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini: Hindari asap rokok: asap rokok mengandung zat penyebab kanker yang bisa menghancurkan DNA yang memantau pertumbuhan sel.Pertahankan berat badan yang sehat: Berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko terkena kanker pankreas. Pengurangan berat badan harus bertahap dan sehat.Berolahraga secara teratur: Jumlah latihan yang sesuai dapat mengurangi risiko terkena kanker.Miliki diet sehat & seimbang: Mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah dan makanan dengan lemak hewani rendah. Hindari kontajk langsung dengan bahan kimia berbahaya atau menerapkan tindakan pengamanan yang sesuai1.Jenis kanker PrankeasKanker pankreas terbagi menjadi dua jenis, yaitu:Pancreatic adenocarsinomaPancreatic adenocarsinoma adalah kanker pankreas yang tumbuh dari sel eksokrin, yaitu sel yang memproduksi enzim pankreas. Diperkirakan, 95% dari seluruh kasus kanker pankreas adalah jenis pancreatic adenocarsinoma.Pancreatic neuroendocrine tumors (NETs)Pancreatic neuroendocrine tumors adalah jenis kanker pankreas yang tumbuh di sel endokrin, yaitu sel yang memproduksi hormon dan mengelola kadar gula darah2.Gejala Kanker PankreasKanker pankreas pada stadium (tahap) awal umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring sel kanker berkembang dan mencapai stadium lanjut, gejala yang dapat muncul antara lain:Hilang nafsu makanBerat badan menurun tanpa sebab yang jelasGatal-gatal di kulitPerut kembungMual dan muntahDiareSembelitUrine berwarna gelapTinja berwarna pucatTubuh mudah lelahKulit dan putih mata (sklera) menguningPenggumpalan darahSakit perut yang menjalar ke punggungDemam atau menggigilKanker pankreas juga dapat memicu munculnya penyakit lain, seperti diabetes dan depresi. Akan tetapi, sering kali penyakit-penyakit ini tidak disadari sebagai bagian dari gejala kanker pankreas.Diagnosis Kanker PankreasDokter akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit pasien, termasuk bertanya tentang gaya hidup pasien, seperti kebiasaan merokok dan pola makan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, antara lain dengan melihat tanda penyakit kuning dan mendeteksi benjolan di perut.Setelah itu, dokter juga dapat menjalankan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti:Tes darah, untuk mendeteksi protein CA19-9 serta untuk mengukur kadar hormon insulin, glukagon, dan somatostatin, yang terkait dengan sel kanker pankreasPemindaian dengan CT scan, PET scan, atau MRI, untuk melihat kondisi pankreas dan organ lain di dalam tubuhEndoscopic ultrasound (EUS), untuk melihat kondisi pankreas dari dalam perut dengan endoskopi dan USGEndoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), yaitu endoskopi yang dibantu dengan foto Rontgen, untuk mengetahui kondisi saluran empedu dan pankreasOctreotide scan atau octreoscan, untuk mendeteksi keberadaan kanker pankreas yang berasal dari sel endokrinBiopsi atau pengambilan sampel dari jaringan yang dicurigai sebagai kanker pankreas untuk kemudian diteliti lebih lanjut dengan mikroskopSetelah pasien dipastikan menderita kanker pankreas, dokter akan menentukan tingkat keparahan kanker pankreas. Penentuan ini akan membantu dokter dalam memilih metode pengobatan yang tepat.Berikut ini adalah stadium atau tingkat keparahan pada kanker pankreas:Stadium 0 (karsinoma in situ)Pada stadium ini, sel yang tidak normal ditemukan pada dinding pankreas, tapi belum berupa kanker dan belum menyebar.Stadium 1Stadium 1 menandakan bahwa kanker hanya terdapat di pankreas dan belum menyebar ke organ lain, dengan ukuran kanker antara 2–4 cm.Stadium 2Pada stadium 2, kanker telah berukuran lebih dari 4 cm atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar pankreas.Stadium 3Stadium 3 menandakan bahwa kanker telah menyebar ke saraf, pembuluh darah besar, atau ke lebih dari 4 kelenjar getah bening di dekat pankreas, tapi belum menyebar ke organ lain.Stadium 4Stadium 4 berarti kanker telah menyebar luas ke organ tubuh lain yang jauh dari pankreas, seperti paru-paru, hati, atau peritoneum (selaput yang melapisi dinding dalam perut).Pengobatan Kanker PankreasPengobatan kanker pankreas akan disesuaikan dengan stadium kanker, bagian pankreas yang terserang kanker, dan kondisi pasien secara menyeluruh. Tujuan pengobatannya adalah untuk menyingkirkan sel kanker agar tidak menyebar ke organ lain.Beberapa metode yang dapat digunakan dokter untuk mengatasi kanker pankreas adalah:    1. KemoterapiKemoterapi adalah pemberian obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker. Obat yang diberikan bisa berupa obat tunggal atau kombinasi, baik dalam bentuk minum (oral), suntikan, atau infus.Kemoterapi bisa dilakukan pada kanker pankreas stadium awal atau lanjut untuk menyusutkan atau mengontrol pertumbuhan kanker.    2. RadioterapiRadioterapi atau terapi radiasi adalah prosedur untuk menghancurkan sel kanker, dengan menggunakan sinar berkekuatan tinggi, seperti sinar-X dan proton. Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum atau setelah bedah.Radioterapi bisa dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradiasi). Biasanya, kombinasi ini dilakukan sebelum bedah untuk menyusutkan ukuran kanker sehingga lebih mudah diangkat.Kemoradiasi juga bisa dilakukan setelah bedah untuk mengurangi risiko kanker pankreas kambuh kembali. Selain itu, kemoradiasi juga bisa dilakukan pada kanker pankreas yang tidak dapat ditangani dengan operasi.    3. OperasiTindakan operasi dilakukan pada kanker pankreas yang belum menyebar ke organ tubuh lain. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan adalah:Operasi Whipple atau pankreatikoduodenektomi, yaitu operasi untuk mengangkat bagian kepala pankreas dan sebagian dari organ lain, seperti usus dua belas jari, kandung empedu, saluran empedu, kelenjar getah bening, lambung, dan usus besarPankreatektomi distal, yaitu operasi untuk mengangkat bagian kiri pankreas dan, bila diperlukan, limpa pasienPankreatektomi total, yaitu prosedur untuk mengangkat seluruh pankreasPerlu diketahui, tidak semua kanker pankreas dapat diatasi dengan operasi, seperti pada kanker yang telah menyebar ke pembuluh darah besar, atau jika pasien juga menderita gagal hati atau gagal jantung tingkat lanjut. Pasalnya, pada kondisi tersebut, risiko terjadinya komplikasi akibat operasi akan lebih besar.Selain metode di atas, ada juga beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejala, yaitu:Pemberian analgesik opioid untuk meredakan nyeriPemberian antidepresan disertai konseling untuk meredakan depresiOperasi bypass dan pemasangan stent di saluran empedu, untuk meredakan gejala penyakit kuning, gatal-gatal, dan hilang nafsu makanKomplikasi Kanker PankreasKanker pankreas dapat berkembang dan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:Berat badan turun, yang bisa terjadi akibat pankreas tidak memproduksi enzim pencernaan dalam jumlah yang cukup, atau akibat kanker menekan lambung, sehingga membuat pasien sulit makanPenyakit kuning, yang dapat terjadi akibat kanker menyumbat saluran empeduNyeri perut, akibat sel-sel kanker di pankreas terus tumbuh dan menekan saraf di perutObstruksi atau penyumbatan usus, akibat kanker pankreas menekan usus dua belas jari, sehingga makanan yang telah dicerna di lambung tidak bisa turun ke ususPENULIS: Achmad Priyas Budi SantosoEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Pancreatic-Cancer_Bahasa-Indonesia.pdf?ext=.pdfhttps://www.alodokter.com/kanker-pankreas
RADANG
Siapa pun yang pernah keseleo pada pergelangan kaki, terpotong saat memotong sayuran, atau tersengat lebah berarti Anda telah melihat efek peradangan secara langsung. Rasa sakit, kemerahan, bengkak, dan panas yang dihasilkannya adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan agen infeksi seperti bakteri dan memperbaiki kerusakan jaringan. Mungkin kurang jelas, tetapi sebenarnya prosesnya serupa yaitu adanya peradangan yang diakibatkan oleh infeksi seperti pilek, flu, atau COVID-19, dan lain-lain.Radang Akut VS Radang KronikCedera dan infeksi menghasilkan peradangan akut, mekanisme respons cepat tubuh yang bertujuan untuk melepaskan diri dari zat asing atau kuman berbahaya dan mengembalikannya ke keadaan seimbang. Pelepasan bahan kimia sebagai peringatan akan membunyikan alarm, yang menarik sel darah putih ke lokasi cedera. Beberapa dari sel-sel ini menetralkan zat asing tersebut, sementara yang lain membersihkan kerusakan yang dihasilkan dari serangan tersebut. Peradangan akut biasanya sembuh dengan cepat, dalam beberapa jam hingga hari.Peradangan kronis dapat dimulai melalui proses yang sama, dengan tubuh mencoba melepaskan diri dari apa yang ditafsirkan oleh sistem kekebalan sebagai musuh asing. Tapi ini bisa menjadi keadaan yang terus-menerus, bahkan jika ancaman yang dirasakan tidak benar-benar berbahaya bagi kesehatan seseorang. Pada gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, diabetes tipe 1, kolitis ulserativa, dan multiple sclerosis, tubuh secara keliru bereaksi terhadap jaringannya sendiri seolah-olah jaringan itu asing, dan menghasilkan peradangan yang merusak terhadap jaringan tersebut.Jenis peradangan kronis tingkat rendah dapat terus aktif di bawah permukaan. Gaya hidup tidak sehat yang meliputi merokok, pola makan yang buruk, konsumsi alkohol, kurang aktifitas, stres, dan penambahan berat badan dapat menyebabkan jenis peradangan ini secara terus-menerus.Gejala dari RadangPeradangan akut menghasilkan gejala yang sangat jelas seperti :KemerahanNyeriTeraba hangatBengkakPeradangan kronis adalah proses yang lebih bertahap dan sulit terlihat. Ketika gejala muncul, dapat mencakup :KelelahanNyeri otot dan sendiSusah BAB, diare atau masalah pencernaan lainnyaPenambahan berat badanSakit kepalaMunculnya ruam kulitBerbeda dengan peradangan akut, gejala ini berlanjut dalam jangka panjang atau datang dan pergi seiring waktu.Penyakit yang berhubungan dengan radang kronik antara lain adalah sebagai berikut :Alzheimer dan DementiaKankerDepresi dan AnxietasTekanan darah tinggi Penyakit jantungStrokeDiabetes tipe 2AlergiAsmaKondisi kulit abnormal seperti jerawat, eksim dan psoriasisRadang sendiPemeriksaan Penunjang pada Kasus Radang Ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kasus radang, di antaranya :a. Laju Endap Darah (LED)Laju Endap Darah (LED) merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium sederhana dan rutin dikerjakan untuk mengetahui kecepatan pengendapan sel darah merah tiap jam di dalam tubuh. Peningkatan laju endap darah mengindikasikan adanya proses radang maupun infeksi di dalam tubuh.b. CRPC-reactive protein (CRP) adalah biomarker yang menjadi komponen utama pada reaksi radang. Protein plasma ini berasal dari hati, dimana kadar CRP akan meningkat dengan cepat sehingga menjadi jika terjadi cedera jaringan, radang atau infeksi. C-reactive protein tidak hanya meningkat pada respon radang akut, melainkan juga pada respon radang kronik. Kadar CRP dapat merefleksikan kadar radang yang terjadi, dan secara kuat berhubungan dengan berbagai penyakit. C-reactive protein sebagai penanda biokimia respon radang dan cedera jaringan distimulasi oleh produksi sitokin proradang. Sitokin proinflamasi terutama interleukin-6 (IL-6) menjadi komponen radang baik pada cedera neuronal maupun jaringan sinovial.c. Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR)Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) adalah cerminan dari derajat respon radang (neutrofil) dan status imun (limfosit) yang akan meningkat jika terjadi radang. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa NLR sangat mudah untuk diukur dan dapat berperan sebagai prediktor hasil klinis dari penyakit kanker, kardiovaskular, dan stroke. Selain itu, beberapa studi juga menemukan bahwa kadar NLR yang abnormal berasosiasi dengan penyakit autoimun seperti psoriasis, kolitis ulseratif, rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus, Sjorgen’s syndrome, dan Behcet’s disease.d. Platelet to lymphocyte ratio (PLR)Selain NLR, platelet to lymphocyte ratio (PLR) juga dapat berperan sebagai penanda yang potensial untuk menentukan beratnya reaksi radang dan juga sebagai penanda prognostik respon radang dari beberapa penyakit, seperti kanker, emboli paru, perdarahan intrakranial, penyakit kardiovaskuler, maupun penyakit radang yang lain.Mengobati RadangBeberapa pengobatan radang antara lain meliputi obat golongan steroid, obat imunosupresan, dan lain sebagainya. Penggunaan obat-obatan tersebut dilakukan dalam pengawasan dokter. Perubahan gaya hidup merupakan salah satu pencegahan dan pengobatan yang utama dalam mengatasi radang kronik.Mencegah Terjadinya RadangBerikut adalah beberapa cara untuk mengatasi peradangan dan akibat dari peradangan : Mengkonsumsi makanan yang memiliki efek anti-radang, misal dalam hal ini mencakup buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak (salmon, sarden, tuna), dan minyak sehat. Membatasi makanan yang tinggi gula (soda, permen) dan karbohidrat olahan (kue, pai).Cobalah untuk melakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik, ditambah dua atau lebih sesi latihan kekuatan, setiap minggu.Kelola berat badan dengan diet dan olahraga.Tidur setidaknya selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.Berhenti merokok dan batasi alkohol hingga satu atau dua minuman setiap hari.Kurangi stres kronis dengan melakukan aktivitas santai seperti pernapasan dalam, meditasi, dan yoga.PENULIS: dr. Aji WibowoEDITOR: dr. May Fanny Tanzilia Sp.PK(K)KOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:Harvard Medical School. 2020. All About Inflamation. Harvard Medical School: Harvard Health Publishing.Pan, L., Du, J., Li, T. & Liao, H. 2017. Platelet-to-lymphocyte ratio and neutrophil-tolymphocyte ratio associated with disease activity in patients with Takayasu's arteritis: a case-control study. BMJ Open, 7:e014451.Gao, S. Q., Huang, L. D., Dai, R. J., Chen, D. D., Hu, W. J. & Shan, Y. F. 2015. Neutrophillymphocyte ratio: a controversial marker in predicting Crohn's disease severity. Int J Clin Exp Pathol, 8:14779-85.
KEJANG DEMAM
Apakah anda memiliki anak kecil dirumah? Atau mungkin saudara atau sepupu yang masih kecil? Tentunya mereka pastinya pernah mengalami sakit dan membuat mereka menjadi demam. Jika ini terjadi maka secepat mungkin berikan obat penurun demam pada mereka, karena pada anak-anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun dimana saat mereka mengalami demam yang tinggi (biasanya > 38o) saat itu juga mereka memiliki resiko untuk mengalami kejang. Kondisi ini yang kita kenal dengan kejang demam.PengertianKejang demam adalah sebuah penyakit yang biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia berusia 6 bulan samapai dengan 5 tahun dimana suhu tubuh anak sedang tinggi (demam) dan akan berguncang disertai dengan gerakan menyentak. Kejang demam berbeda dengan epilepsi dan umumnya tidak berbahaya.PenyebabInfeksiInfeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri atau mikroorganisme lain pada anak dapat memicu terjadinya demam tinggi dan meningkatkan resiko terjadinya kejang demam pada anak.Pasca VaksinasiBeberapa anak dapat mengalami demam setelah diberi imunisasi. Demam ini dapat memicu terjadinya kejang demam.Gejala Kejang DemamAnak mengalami demamTerjadi hentakan pada lengan dan tungkai anak (kejang)Mata keatasKehilangan kesadaranUmumnya kejang demam terjadi kurang dari 2 menit dan tidak akan berulang dalam kurun waktu 24 jam. Kejang ini disebut kejang sementara (sederhana) dan kesadaran anak akan kembali setelah kejang mereda. Harap diperhatikan apabila kejang terjadi lebih dari 15 menit atau berulang. Kejang ini disebut kejang kompleks dan dapat terjadi hanya dibagian tubuh tertentu.Penanganan Kejang DemamMembaringkan tubuh anak pada lantai. Jika terjadi pada bayi, rebahkan badan bayi dengan posisi kebawah menghadap kebawah dan jangan menahan tubuh bayi.Miringkan tubuh anak untuk mencegah tersumbatnya saluran pernapasan karena lidah Melonggarkan pakaian anakTidak menaruh sumbatan atau benda apapun kedalam mulut anakTidak menahan gerakan anakMenghitung durasi terjadinya demam dan memperhatikan anak saat demamKapan Harus Pergi ke Dokter Segera periksa ke dokter apabila anak mengalami kejang demam dengan durasi lebih dari 5 menit disertai dengan :Leher kakuMuntahSesak napasTerjadi berulangDiagnosis dan Pemeriksaan PenunjangDokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan anak, seperti: apakah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kejang demam, apakah anak baru mendapat vaksinasi, dan gejala infeksi. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan oleh dokter, antara lain : pemeriksaan darah, urine, dan EEG (Elektroensefalografi).Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan agar anak tidak mengalami kejang demam, antara lain : memberikan obat penurun panas (Paracetamol) sehingga setiap orang tua atau keluarga yang memiliki khususnya anak-anak usia 6 bulan sampai dengan 5 tahun diharuskan memiliki obat simpanan penurun panas dirumah dan atau obat anti kejang seperti diazepam. Untuk kejang yang terjadi lebih dari 5 menit akan diberikan obat anti kejang melalui dubur.PENULIS: Anggraeni Windi RosariEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:National Health Services UK (2019). Health A-Z. Febrile Seizures.Mayo Clinic (2021). Diseases and Conditions. Febrile Seizure.WebMD (2021). What Are Febrile (Fever) Seizures?Wells, D. Healthline (2021). What Is a Febrile Seizures?
Penyakit Refluks Gastroesofagus
GERD merupakan penyakit yang sangat umum terjadi pada pencernaan manusia. GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu simtom atau perubahan mukosa yang diakibatkan oleh gangguan sistem saluran pencernaan, di mana asam lambung dan isi perut mengalir kembali ke kerongkongan (esofagus). Aliran balik atau refluks ini dapat menyebabkan Anda merasakan sensasi perih dan panas seperti terbakar di bawah tulang dada atau dikenal dengan istilah heartburn.GERD dapat disebabkan akibat melemahnya sfingter esofagus atau otot-otot pembatas antara kerongkongan dan lambung sehingga menyebabkan refluks (aliran balik) atau naiknya isi dan asam lambung ke saluran esofagus (kerongkongan). Paparan asam lambung yang berulang-ulang naik ke esofagus akan mengakibatkan iritasi pada lapisan esofagus atau kerongkongan.Selain itu gerd juga dapat di picu oleh beberapa makanan dan minuman tertentu seperti makanan yang berkaitan dengan jenis makanan yang asam, pedas dan berminyak. Terlalu sering mengonsumsi makanan ini akan meningkatkan produksi asam lambung da melemahkan otot sfinger bawah serta melambatkan pengosongan lambung. Tidak hanya itu lebiasaan makan yang kurang baik juga dapat memperkuat gejala ini seperti makan yang terburu buru, seperti makan dalam porsi banyak sekaligus, dan langsung tidur setelah makan.Gejala GerdPada umumnya selain heartburn atau rasa terbakar di dada, penderita GERD juga akan merasakan keluhan atau gejala klinis seperti :Mual Rasa pahit di mulut Karies pada gigiRegurgitasi (makanan kembali ke mulut dari kerongkongan)Nyeri menelan atau kesulitan menalanBatuk kronis Sakit tenggorokan dan suara serakPerhatikan pula gejala lanjutan yang mungkin terkait dengan komplikasi Gerd atau masalah Kesehatan serius lain nya :Nyeri dada Kehilangan selera makan Muntah terus menerus Gangguan menelan Muntah mengandung darah Perubahan berat badan yang tidak bisa di jelaskan penyebabnyaPemeriksaan Penunjang GERDa. PPI TestPPI test dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien dengan gejala tipikal dan tanpa adanya tanda bahaya atau risiko esofagus Barrett. Tes ini dilakukan dengan memberikan PPI dosis ganda selama 1-2 minggu tanpa didahului dengan pemeriksaan endoskopi. Jika gejala menghilang dengan pemberian PPI dan muncul kembali jika terapi PPI dihentikan, maka diagnosis GERD dapat ditegakkan. Tes dikatakan positif, apabila terjadi perbaikan klinis dalam 1 minggu sebanyak lebih dari 50%. Dalam sebuah studi metaanalisis, PPI test dinyatakan memiliki sensitivitas sebesar 80% dan spesifitas sebesar 74% untuk penegakan diagnosis pada pasien GERD dengan nyeri dada non kardiak. Hal ini Revisi Konsensus Nasional Penatalaksanaan Penyakit Refluks Gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD) di Indonesia 12 menggambarkan PPI test dapat dipertimbangkan sebagai strategi yang berguna dan memiliki kemungkinan nilai ekonomis dalam manajemen pasien nyeri dada non kardiak tanpa tanda bahaya yang dicurigai memiliki kelainan esophagusb. EndoskopiPemeriksaan ini merupakan standar baku untuk diagnosis GERD dengan ditemukannya mucosal break di esofagus (esofagitis refluks). Dengan melakukan pemeriksaan endoskopik dapat dinilai perubahan makroskopik dari mukosa esofagus, serta dapat menyingkirkan keadaan patologis lain yang dapat menimbulkan gejala GERD. Jika tidak ditemukan muscosal break pada pemeriksaan endoskopi pasien GERD dengan gejala yang khas, keadaan ini disebut nonerosive reflux disease (NERD). Ditemukannya kelainan esofagitis pada pemeriksaan endoskopi yang dipastikandengan pemeriksaan histopatologi, dapat mengonfirmasi bahwa gejala heartburn atau regurgutasi memang karena GERD.Endoskopi untuk GERD tidak selalu dilakukan pada kunjungan pertama karena diagnosis GERD dapat dibuat berdasarkan gejala dan atau terapi empiris. Peran endoskopi gastrointestinal atas dalam menegakkan diagnosis GERD adalah:Mengonfirmasi keberadaan dan ketiadaan kerusakan esofagus termasuk erosi, ulserasi, striktur, esophagus Barret atau keganasan selain untuk mengeluarkan kelainan gastrointestinal atas lainnya.Mengevaluasi keparahan dari mocusal break menggunakan modifikasi klasifikasi Los Angeles atau klasifikasi Savarry-Miller.Spesimen biopsi diambil ketika ada kecurigaan esophagus Barret atau keganasan.c. Barium EsophagogramGastroesophageal reflux disease (GERD) didefinisikan sebagai gastroesophageal reflux yang mengakibatkan gejala atau cedera pada epitel esofagus. Meskipun manajemen medis GERD telah membaik, dan meningkatnya jumlah prosedur bedah antirefluks laparoskopi adalah sedang dilakukan. Studi barium, endoskopi, manometri, dan pH pemantauan adalah semua komponen integral dari evaluasi pra operasi.Pemeriksaan menelan barium harus memungkinkan evaluasi kritis peristaltik esofagus, keberadaan dan tingkat refluks gastroesofageal, dan komplikasi termasuk esofagitis, striktur, dan Barrett Esophagus. Sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi hernia hiatus dan hernia longitudinal striktur, yang dapat menyebabkan esofagus memendek. Dalam kasus seperti itu, menjadi perlu bagi ahli bedah untuk memasukkan esofagus prosedur perpanjangan sebelum fundoplication; jika tidak, mungkin didapatkan hasil bedah yang buruk. Temuan radiografi postfundoplikasi normal sebagai komplikasi pasca operasi (misalnya, tight wrap, perforasi, abses, complete or partial dehiscence, striktur berulang, hernia berulang, intrathoracic migration of the wrap juga harus dikenali dan dipahami dengan jelas oleh ahli radiologi Mengingat GERD bersifat kronis dan prevalensi GERD simtomatik dan meningkatnya jumlah pasien yang menjalani intervensi bedah, sangat penting bahwa ahli radiologi memahami evaluasi pra dan pasca bedah pasien yang terkena GERDd. HistopatologiMetaplasia lapisan epitel intestinal pada esofagus didiagnosis sebagai Barret Esophagus ketika lokasinya pada esofagus bagian bawah dan bukan di lambung bagian atas. Mukosa esofagus menggambarkan bentuk yang tidak lengkap dari metaplasia intestinal tipe II dan tipe III. Morfologinya akan tampak seperti villiform pattern. Epitelium terdiri dari banyak sel goblet yang tersebar pada sel mucous intermediet. Pada beberapa penelitian menunjukkan kebanyakan Barret Esophagus merupakan campuran antara ketiga jenis mukosa, dimana yang terutama adalah mukosa tipe intestinal.Cara menghindari GERD:Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebihBerhenti merokok Menghindari makan dalam porsi besar dan berat di malam hari Menghindari makanan pemicu seperti coklat kafein dan alcoholMakan maksimal 3 jam sebelum tidur Tidak langsung berbaring setelah makanMeninggikan posisi kepal saat berbaringTidak mengenakan pakai an terlalu ketatSebenarnya, setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, terutama setelah makan dalam jumlah yang banyak, makan pada larut malam, atau mengonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung. Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.Agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah, penting untuk mengenali gejala GERD dan lakukan langkah penanganan sejak dini untuk mengatasinya. Namun Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika gejala GERD terjadi secara terus menerus dan tidak kunjung membaik.PENULIS: AzizEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:Sijabat H, Simadibrata M, Abdullah M, Syam AF. Gastroesophageal reflux disease in obese patients. Indones J Gastroenterol, Hepatol, Dig Endosc. 2008;9(1):1-5.Heaney LG, Conway E, Kelly C, Johnston BT, English C, Stevenson M, et al. Predictors of therapy GERD: outcome of a systematic evaluation protocol. Thorax. 2003;58(7):561-6.Diaz DM, Gibbons TE, Heiss K, Wulkan ML, Ricketts RR, Gold BD. Antireflux outcomes in gastroesophageal reflux disease. Am J Gastroenterol. 2005;100(8):1844-52.
CACAR MONYET
Monkey Pox atau biasanya disebut dengan cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan serta viral di tengah masyarakat. Monkey Pox atau cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) yang termasuk genus orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kango.Penularan Monkey PoxVirus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi virus tersebut, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat menular melalui plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi,. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.Cacar monyet juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.Berbagai spesies hewan telah diidentifikasi rentan terinfeksi virus cacar monyet. Sampai sekarang belum diketahui reservoir spesifiknya dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Walaupun memiliki nama cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utama.Gejala Monkey PoxPada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, Lesi cacar (benjolan berisi air/nanah seluruh tubuh) dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.Pemeriksaan Penunjang Monkey PoxMetode pemeriksaan yang digunakan berdasarkan panduan WHO adalah deteksi material genetika terhadap genus Orthopoxvirus yang dikonfirmasi dengan deteksi spesies monkeypox menggunakan PCR dan/atau sekuensing. Uji serologi dengan ELISA untuk mengetahui kadar antibodi dapat dilakukan untuk penyelidikan lanjut adanya riwayat infeksi atau tujuan epidemiologis lainnya. Penggunaan sekuensing selain untuk kepentingan deteksi, metoda tersebut dapat digunakan untuk tujuan lanjut mengidentifikasi asal usul, epidemiologi, dan karakteristik dari virus tersebut.Secara singkat metode pemeriksaan berdasarkan jenis spesimennya diuraikan pada tabel berikut ini:Pencegahan Monkey PoxAda beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :Menghindari kontak langsung dengan hewan yang dapat menjadi reservoir/berkembang biaknya virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).Menghindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.Memisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.Melakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksiMemasak daging dengan benar dan matangPENULIS: Defanny Viendah RamadhaniEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2793012#:~:text=Monkeypox is a zoonotic virus,with material from monkeypox lesions.https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON385SE Dirjen P2P no 2752https://upk.kemkes.go.id/new/kemenkes-bersiap-menghadapi-cacar-monyet-Kementerian Kesehatan RI direktorat jenderal dan pengendalian penyakit. 2022. Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit monkeypox. Kementerian Kesehatan republic Indonesia: Jakarta
WASIR
Pengertian Wasir (Hemoroid)Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran pada pembuluh darah di bagian akhir usus besar (rektum) dan anus. Wasir dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih sering dialami oleh orang usia 50 tahun atau lebih. Wasir atau yang juga dikenal dengan ambeien umumnya tidak mengganggu dan tidak menimbulkan keluhan. Namun, wasir juga bisa menimbulkan keluhan berupa rasa tidak nyaman, gatal, serta perdarahan dari anus. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah vena yang ada di sekitar anus sehingga mengalami pembengkakan sehingga akan terbentuk benjolan yang terasa nyeri dan sangat mengganggu.Klasifikasi Wasir (Hemoroid)Ada dua jenis wasir, yaitu wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid). Pada wasir internal, pembuluh darah yang membengkak tidak terlihat dari luar. Sedangkan pada wasir eksternal, pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar dan terasa lebih nyeri.Berdasarkan ukuran dan tingkat keparahannya, wasir internal dapat dikelompokkan menjadi:Derajat satu: pembengkakan kecil muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anusDerajat dua: pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat buang air besar (BAB) dan masuk kembali dengan sendirinya seusai BABDerajat tiga: terdapat satu atau beberapa benjolan kecil yang menggantung di anus, tetapi bisa didorong untuk masuk kembaliDerajat empat – terdapat benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembaliGejala Wasir (Hemoroid)Hemoroid dapat menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti:Gatal luar biasa di sekitar anus.Iritasi dan nyeri di sekitar anus.Ada benjolan atau bengkak di dekat anus.Buang air besar yang menyakitkan.Adanya darah pada jaringan setelah buang air besar.Meskipun gejalanya menyakitkan, hemoroid bukanlah penyakit yang bisa mengancam jiwa. Pada kebanyakan kasus, penyakit ini bisa hilang dan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.Namun, pada beberapa kasus, hemoroid juga bisa berkembang menjadi parah, menyebabkan komplikasi seperti:Adanya gumpalan darah di pembuluh darah yang bengkak.Buang air besar berdarah.Anemia defisiensi besi, akibat perdarahan atau buang air besar berdarah.Penyebabnya Wasir (Hemoroid)Hemoroid terjadi akibat ada terlalu banyak tekanan pada pembuluh darah di anus. Berbagai hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya hal ini, yaitu:Mengejan berlebihan saat buang air besar.Komplikasi dari konstipasi atau sembelit kronis.Duduk dalam waktu lama, terutama di toilet.Memiliki anggota keluarga dengan riwayat hemoroid.Hemoroid bisa diturunkan secara genetik, dari orangtua ke anak. Oleh karena itu, cobalah cek apakah ada dari salah satu orangtua yang mengalami kondisi ini. Selain itu, ada banyak faktor lain yang juga meningkatkan risiko, seperti:Sering mengangkat beban berat.Obesitas.Ketegangan konstan lainnya pada tubuh.Mencegahnya Wasir (Hemoroid)Hindari mengejan saat buang air besar.Tingkatkan asupan cairan. Hal ini bisa mencegah feses mengeras dan sulit dikeluarkan, sehingga jadi harus mengejan kuat.Jangan menahan keinginan buang air besar.Olahraga secara teratur untuk mencegah terjadinya sembelit.Hindari duduk terlalu lama di permukaan yang keras. Konsumsi makanan tinggi serat, untuk mencegah sembelit.Pengobatan dan Pencegahan Wasir (Hemoroid)Wasir harus segera ditangani agar tidak membengkak, pecah, atau terpelintir. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara:Mengonsumsi obat pelancar BAB Menerapkan pola makan yang sehat dan menambah asupan seratMenggunakan salep wasir Menjalani operasi pengangkatan wasirUntuk menghindari terjadinya wasir, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, banyak minum air putih, dan rutin berolahraga. Selain itu, hindari kebiasaan yang dapat memicu wasir, seperti duduk terlalu lama, menunda BAB, atau mengejan berlebihan.Pemeriksaan Penunjang Wasir (Hemoroid)Pemeriksaan penunjang untuk membantu penegakan diagnosis hemoroid adalah anoskopi. Pilihan lainnya dapat dilakukan pemeriksaan sigmoidoskopi maupun kolonoskopi untuk menegakan diagnosis hemoroid sekaligus menyingkirkan diagnosis banding.    1. AnoskopiAnoskopi merupakan pemeriksaan paling akurat dan paling mudah untuk memeriksa kanalis ani dan distal rektum untuk membedakan diagnosis hemoroid interna atau fisura ani. Pemeriksaan ini jarang digunakan semenjak pemakaian endoskopi lebih banyak dilakukan.    2. Sigmoidoskopi fleksibel atau kolonoskopiTidak lebih akurat untuk menegakan diagnosis hemoroid, namun dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan inflammatory bowel disease atau kanker. Kolonoskopi terutama dilakukan pada pasien perdarahan rektum dengan tanda bahaya atau kelompok populasi sebagai berikut:Pasien berusia 50 tahun atau lebih dan belum pernah dilakukan pemeriksaan kolon menyeluruh dalam 10 tahun terakhirPasien berusia 40 tahun atau lebih yang belum pernah dilakukan pemeriksaan kolonoskopi dalam 10 tahun terakhir dan memiliki riwayat satu orang keluarga inti dengan kanker kolorektal atau adenoma pada usia 60 tahun atau kurang.Pasien berusia 40 tahun atau lebih yang belum dilakukan pemeriksaan kolonoskopi dalam lima tahun terakhir dan memiliki riwayat lebih dari satu orang keluarga inti dengan kanker kolorektal atau adenoma pada usia 60 tahun atau kurang.Pasien dengan anemia defisiensi besiPasien dengan hasil pemeriksaan darah samar tinja positif.    3. LaboratoriumPemeriksaan laboratorium darah dapat dilakukan untuk melihat adanya anemia yang mungkin disebabkan oleh perdarahan dari hemoroid.PENULIS: Hevi Dwi WahyuniEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi:Kahn, A., & Jewell, T. Healthline (2021). Causes of Hemorrhoids and Tips for Prevention. National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2021. Definition & Facts of Hemorrhoids.Cronau H, Kankanala RR, Mauger T. Diagnosis and management of red eye in primary care. Am Fam Physician. 2010;81:137–144. Rao NA. Acquired immunodeficiency syndrome and its ocular complications. Indian J Ophthalmol 1994; 42: 51–63. Rosen PH, Spalton DJ, Graham EM. Intraocular tuberculosis. Eye 1990; 4: 486–92. 
Mual Dan Muntah Berat Selama Kehamilan
Emesis gravidarum adalah gejala yang wajar atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gajala ini biasanya terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung kurang lebih 10 minggu. Mual muntah terjadi hampir 80% pada ibu hamil. Hiperemesis gravidarum adalah keadaan dimana penderita mual muntah lebih dari 10 kali dalam 24 jam, sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan ini rata-rata muncul pada usia kehamilan 8-12 minggu. Hiperemesis gravidarum adalah kondisi persisten mual muntah ibu hamil pada trimester pertama sampai dengan usia kehamilan 22 minggu yang apabila berkelanjutan bisa mengakibatkan kekurangan karbohidrat dalam lemak, dehidrasi dan kekurangan elektrolit. Hiperemesis gravidarum ditandai dengan mual muntah, ketonuria dan kehilangan 5% dari berat sebelum hamil, 0,3 hingga 0,2 % hiperemesis gravidarum membutuhkan perawatan di rumah sakit.Hiperemesis gravidarum adalah keluhan mual dan muntah hebat lebih dari 10 kali sehari dalam masa kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit, sehingga menganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin dalam kandungan. Mual dan muntah berlebihan yang terjadi pada wanita hamil sehingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kadar elektrolit, penurunan berat badan (lebih dari 5% berat badan awal), dehidrasi, ketosis, dan kekurangan nutrisi. Hal tersebut mulai terjadi pada minggu keempat sampai kesepuluh kehamilan dan selanjutnya akan membaik pada usia kehamilan 20 minggu, namun pada beberapa kasus dapat terus berlanjut sampai pada kehamilan tahap berikutnya.Pada umumnya hiperemesis gravidarum terjadi pada minggu ke 6- 12 masa kehamilan, yang dapat berlanjut sampai minggu ke 16-20 masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gejala yang wajar ditemukan pada kehamilan triwulan pertama. Biasanya mual dan muntah terjadi pada pagi hari sehingga sering dikenal dengan morning sickness. Sementara itu setengah dari wanita hamil mengalami morning sickness, antara 1,2 - 2% mengalami hiperemesis gravidarum, suatu kondisi yang lebih serius. Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual ini mulai dialami sejak awal kehamilan. Mual muntah saat hamil muda sering disebut morning sickness tetapi kenyataannya mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga, tapi ini jarang terjadi.Tingkatan Hiperemesis GravidarumMenurut berat ringannya gejala hiperemesis gravidarum dapat dibagi kedalam tiga tingkatan sebagai berikutTingkat IMuntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum. Pada tingkatan ini ibu hamil merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, tekanan darah sistolik menurun, dapat disertai peningkatan suhu tubuh, turgor kulit berkurang, lidah kering dan mata cekung.Tingkat IIIbu hamil tampak lebih lemas dan apatis, turgor kulit lebih menurun, lidah kering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, tekanan darah turun, suhu kadang-kadang naik, mata cekung dan sedikit ikterus, berat badan turun, hemokonsentrasi, oligouria, dan konstipasi. Aseton dapat tercium dari hawa pernapasan karena mempunyai aroma yang khas, dan dapat pula ditemukan dalam urine.Tingkat IIIKeadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun, serta suhu meningkat. Komplikasi fatal terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai wenickle ensefalopati. Gejala yang dapat timbul seperti nistagmus, diplopia, dan perubahan mental, keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks. Timbulnya ikterus menunjukkan terjadinya payah hati. Pada tingkatan ini juga terjadi perdarahan dari esofagus, lambung, dan retina.Akibat Hiperemesis GravidarumHiperemesis gravidarum menyebabkan efek samping pada janin seperti abortus, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur dan malformasi pada bayi lahir. Didapatkan bahwa hiperemesis gravidarum merupakan faktor yang signifikan terhadap memanjangnya hari rawat bagi bayi yang dilahirkan. Ada peningkatan angka kematian Intrauterin Growth Retardation (IUGR) pada klien hiperemesis gravidarum yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 5%. Selain berdampak fisiologis pada kehidupan klien dan janinnya, hiperemesis gravidarum juga memberikan dampak secara psikologis, sosial, spiritual dan pekerjaan.EtiologiEtiologi hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Dulu penyakit ini dikelompokkan kedalam penyakit toksemia gravidarum karena diduga adanya semacam “racun” yang berasal dari janin atau kehamilan. Penyakit ini juga digolongkan kedalam gestosis bersama preeklampsi dan eklampsi. Nama gestosis dini diberikan untuk hyperemesis gravidarum dan gestosis lanjut untuk hipertensi (pre-eklampsi dan eklampsi) dalam kehamilan.Beberapa teori penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum namun tidak ada satupun yang dapat menjelaskan proses terjadinya secara tepat. Teori tersebut antara lain adalah : Teori endokrin Teori ini menyatakan bahwa peningkatan kadar progesteron, estrogen, dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat menjadi faktor pencetus mual muntah. Peningkatan hormon progesterone menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi, hal itu mengakibatkan penurunan motilitas lambung sehingga pengosongan lambung melambat. Refleks esofagus, penurunan motilitas lambung dan penurunan sekresi dari asam hidroklorid juga berkontribusi terhadap terjadinya mual dan muntah. Selain itu HCG juga menstimulasi kelenjar tiroid yang dapat mengakibatkan mual dan muntah.Teori Metabolik Teori metabolik menyatakan bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan mual dan muntah pada kehamilan. Teori Alergi Adanya histamine sebagai pemicu dari mual dan muntah mendukung ditegakkannya teori alergi sebagai etiologi hiperemesis gravidarum. Mual dan muntah berlebihan juga dapat terjadi pada ibu hamil yang sangat sensitive terhadap sekresi dari korpus luteum.Teori Infeksi Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara infeksi Helicobacter pylori dengan terjadinya hiperemesis gravidarum, sehingga dijadikan dasar dikemukakannya teori infeksi sebagai penyebab hiperemesis gravidarum. Teori Psikomantik Menurut teori psikomatik, hiperemesis gravidarum merupakan keadaan gangguan psikologis yang dirubah dalam bentuk gejala fisik. Kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan serta tekanan pekerjaan dan pendapatan menyebabkan terjadinya perasaan berduka, ambivalen, serta konflik dan hal tersebut dapat menjadi faktor psikologis penyebab hiperemesis gravidarum.Patofisiologi Hiperemesis GravidarumPatofisiologi hiperemesis gravidarum dapat disebabkan karena peningkatan Hormon Chorionic Gonodhotropin (HCG) dapat menjadi faktor mual dan muntah. Peningkatan kadar hormon progesterone menyebabkan otot polos pada sistem gastrointestinal mengalami relaksasi sehingga motilitas menurun dan pengosongan lambung melambat. Hal ini diperberat dengan adanya penyebab lain berkaitan dengan faktor psikologis, spiritual, lingkungan, dan sosiokultural. Hormon progesterone ini dihasilkan oleh korpus luteum pada masa awal kehamilan dan mempunyai fungsi menenangkan tubuh ibu hamil selama kehamilan, termasuk saraf ibu hamil sehingga perasaan ibu hamil menjadi tenang. Hormon ini berfungsi untuk membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta di dalam rahim. Hormon ini juga dapat berfungsi untuk mencegah gerakan kontraksi atau pengerutan otot-otot Rahim. Hormon progesteron dapat "mengembangkan" pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah, itu penyebab mengapa Anda sering pusing saat hamil. Hormon ini juga membuat sistem pencernaan jadi lambat, perut menjadi kembung atau sembelit. Hormon ini juga mempengaruhi perasaan dan suasana hati ibu, meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan pernafasan, mual, dan menurunnya gairah berhubungan intim selama hamil. Seseorang dalam kondisi stress dan cemas akan meningkatkan aktivitas saraf simpatis, untuk melepaskan hormon stress berupa adrenalin dan kortisol. Sistem imun merupakan komponen penting dan responden adaptif stress secara fisiologis. Cemas menggunakan adrenalin dalam tubuh untuk meningkatkan kepekaan, prestasi dan tenaga. Peningkatan adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah kejantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Tekanan darah yang tinggi dan peningkatan denyut jantung akan dapat meningkatkan HCG. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) adalah hormon yang dihasilkan selama kehamilan, yang dapat dideteksi dari darah atau air seni wanita hamil sesudah kurang lebih 10 hari sesudah pembuahan. HCG ini dapat menstimulasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil.Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi ibu hamil muda bila terjadi terus menerus terjadi dapat mengakibatkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, serta dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi . Oksidasi lemak yang tidak sempurna menyebabkan ketosis. Pada beberapa kasus berat, perubahan yang terjadi berhubungan dengan malnutrisi dan dehidrasi yang menyebabkan terdapatnya non protein nitrogen, asam urat, dan penurunan klorida dalam darah, kekurangan vitamin B1, B6, B12, dapat mengakibatkan terjadinya anemia. Bahkan pada kasus berat dapat mengakibatkan terjadinya wernikle enchelopati.Menurut Penelitian Ali Husein Hiperemesis Gravidarum mempunyai hubungan yang signifikan dengan depresi. Dalam penelitian Uguz et al. yang meganalisa ibu hamil dengan hiperemesis ditemukan bahwa ibu hamil dengan depresi dan kecemasan memiliki kecenderungan terjadi hiperemesis gravidarum. Depresi dan gangguan kecemasan memiliki hubungan potensial yang mengarah kepada terjadinya hiperemesis gravidarum pada kehamilan. Dalam penelitian Koken et al. yang menganalisa hubungan depresi dan kecemasan dengan mual dan muntah, didapatkan hasil adanya hubungan yang signifikan antara depresi dan kecemasan dengan kejadian mual muntah pada kehamilan. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis gravidarum meliputi:Faktor Predisposisi terdiri dari primigravida, molahidatidosa dan kehamilan ganda.Faktor organic seperti alergi masuknya vilikoirialis sirkulasi, perubahan metabolic akibat kehamilan dan resistensi ibu yang menurun. Faktor psikologis, meliputi pengetahuan, sikap, umur, paritas, pekerjaan, stress, peningkatan hormon progesteron, estrogen dan HCG, alergi, infeksi dan diabetes melitus.KesimpulanUntuk Ibu hamil harus memahami dan mampu mengatasi kecemasannya yang ada dalam dirinya dengan berfikir positif atas kehamilannya. Serta disarankan konsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan baik.PENULIS: Miftakhul JannahEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Arum. R, 2021. Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Puskesmas Galur II Pada Masa Pandemi .
Kanker Kulit
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Sebagai sistem organ tubuh yang paling luas, kulit tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Kulit membangun sebuah barrier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam banyak fungsi vital. Kulit bersambung dengan membran mukosa pada ostium eksterna sistem digestivus, respiratorius, dan urogenitalis. Karena kelainan kulit mudah terlihat, keluhan dermatologik umumnya menjadi alasan utama mengapa pasien mencari pelayanan kesehatan (Djuanda, 2011).Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yangtidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya dan mampu menyebar ke bagian tubuhyang lain. Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka kanker kulit juga bermacam-macamsesuai dengan jenis sel yang terkena.Akan tetapi yang paling sering terdapat adalah karsinomasel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna (MM). Karsinomasel basal dan karsinoma sel skuamosa seringkali digolongkan ke dalam kanker kulit non melanoma.Penyebab sebenarnya kanker kulit tidak diketahui secara pasti, namun faktor lingkungan dan sinar UV serta kebersihan diri dan lingkungan merupakan faktor utama penyebab kanker kulit.Angka kejadian kanker kulit lebih banyak terdapat pada orang dengan pola hidup yang tidak bersih dan sering terpajang sinar matahari.A. Pengertian Kanker KulitKanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjadi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh. (Ajoemedi soemardi, 2006).Kanker kulit adalah penyakit dimana kulit kehilangan kemampuannya untuk generasi dan tumbuh secara normal.Sel-sel kulit yang sehat secara normal dapat membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel-sel kulit mati dan tumbuh kembali (tiro. 2010).Kanker kulit adalah jenis kanker yang terletak dipermukaan kulit,sehingga mudah dikenali. Namun karena gejala awal yang ditimbul dirasakan tidak begitu menganggu,sehingga penderita terlambat melakukan pengobatan (Mangan,2005).B. Penyebab pasti dari kanker kulit belum ditemukan secara pasti, namun ada beberapa factor resiko yang dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit yaitu:Paparan Sinar Ultraviolet (UV)Penyebab yang paling sering adalah paparan sinar UV baik dari matahari maupun dari sumber yang lain. Lama paparan, intensitas sinar UV, serta ada tidaknya pelindung kulit baik dengan pakaian atau krim anti matahari, semuanya berpengaruh terhadap terjadinya kanker kulit.Genetik/Faktor KeturunanSusunan genetik dalam keluarga bisa berpengaruh juga terhadap munculnya kanker kulit. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker kulit, maka risiko terkena kanker kulit pada anggota keluarga yang lain juga akan meningkat.C. Gejala Kanker Kulit :Gejala atau tanda kanker kulit umumnya muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti kulit kepala, wajah, telinga, leher, lengan, atau tungkai. Akan tetapi, kanker kulit juga dapat terjadi di bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari, seperti telapak tangan, kaki, atau bahkan area kelamin.Berikut ini adalah gejala kanker kulit berdasarkan jenisnya:Arsinoma sel basalKarsinoma sel basal ditandai dengan benjolan lunak dan mengkilat di permukaan kulit, atau lesi berbentuk datar pada kulit berwarna gelap atau cokelat kemerahan yang menyerupai daging.Karsinoma sel skuamosaKarsinoma sel skuamosa ditandai dengan benjolan merah keras pada kulit, atau lesi yang berbentuk datar dan bersisik seperti kerak. Lesi dapat terasa gatal, berdarah, hingga menjadi kerak.Kanker kulit melanomaKanker kulit melanoma ditandai dengan bercak atau benjolan berwarna cokelat. Melanoma memang menyerupai tahi lalat biasa, namun bentuknya lebih tidak beraturan. Metode ABCDE bisa digunakan untuk membedakan tahi lalat biasa dengan melanoma. Metode tersebut meliputi:✓ Asimetris, sebagian besar melanoma memiliki bentuk yang tidak asimetris.✓ Border (pinggiran), tepi melanoma cenderung tidak beraturan.✓ Color (warna), warna melanoma lebih dari satu.✓ Diameter, ukuran melanoma lebih dari 6 mm.✓ Evolusi, yaitu terjadi perubahan bentuk, warna, atau ukuran tahi lalat.D. Pemeriksaan Diagnostik :Laboratorium test dan Cuci darah. Test lab dan pemeriksaan darah membantu mendiagnosa kanker. Sebagian malignasi dapat merubah komposisi atau status hematologic Biopsy jaringan Hasil biopsy memastikan diagnosis melanoma.Spesimen biopsy yang diperoleh dengan cara eksisimengungkapkan informasi histologik mengenai tipe, taraf invas dan ketebalan lesi. Biopsy insisi harus dilakukan jika lesi yang dicurigai terlalu luas untuk dapat diangkat dengan aman tanpa pembentukan sikatriks yang berlebihan (Runkle & Zalonznik, 1994). Specimen biopsy yang diperoleh dengan pemangkasan, kuratasee atau aspirasi jarum dianggap bukan bukti histologik penyakit yang dapat diandalkan. Pemeriksaan darah, pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan. Untuk melanoma yang lebih dalam, pemeriksaan mungkin diindikasikan untuk menemukan adanya metastase penyakit.Ini meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan sinar x, dan atau CT scan.PENULIS: Dyah Pramesthi LinggaswariEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :https://www.alodokter.com/kanker-kulitDoengoes.M.G. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta:EGC.Price.S.A. 2005. Patofisiologi. Edisi:6. Jakarta:EGC.Smelt.Z, Susanne.C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddar. Edisi:8. Jakarta: EGC.Sjamsuhidajat R., Wim de Jong. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Hal.782-788. PenerbitBuku Kedokteran EGC. Jakarta.Indrayatna. (2010). Penyakit kulit, tanda dan gejala, cara penularan, dampak dan upaya pencegahan. Diunduh pada tanggal 16 Maret 2012
FATTY LIVER (Penyakit hati berlemak)
PENGERTIANFatty Liver atau perlemakan hati merupakan kondisi akumulasi trigliserida dan berbagai jenis lemak lain pada sel hepar. Pada fatty liver, kandungan lemak hepar melebihi 5% dari seluruh berat hepar. Fatty Liver dapat terjadi terkait konsumsi alkohol (alcoholic liver disease atau ALD) dan selain itu, fatty liver juga dapat terjadi pada pasien yang tidak mengkonsumsi alkohol (nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD).PATOFISIOLOGIFatty liver atau perlemakan hati berbeda tergantung jenisnya. Alcoholic liver disease (ALD) terjadi akibat akumulasi lemak dalam hepatosit karena konsumsi alkohol kronik. Sementara, nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) diduga terjadi melalui mekanisme “dua penyebab”.Alcoholic Liver Disease (AFL) Hepar merupakan organ utama dalam metabolisme alkohol. AFL adalah tahap pertama dari penyakit hati yang disebabkan oleh alcohol. Konsumsi alcohol secara berlebih dapat menimbulkan kerusakan hati dan metabolisme lemak pada hati tidak dapat dilakukan dengan cepat. Jika seorang alkoholik tidak mengkonsumsi alcohol dalam beberapa waktu (minimal selama 6 minggu), timbunan lemak akan menghilang cukup signifikan. Namun sebaliknya jika alkoholik tetap konsisten mengkonsumsi alcohol, kondisi tersebut akan berkembang menjadi sirosis Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFL) NAFL terjadi ketika hati kesulitan untuk melakukan metabolisme (memecah) lemak, sehingga menimbulkan penimbunan di jaringan hati. NAFL ini tidak memiliki kaitan dengan konsumsi alcohol dan biasanya terdiagnosa ketika 10% dari komponen hati terdiri dari timbunan lemak.Selain konsumsi alcohol, berikut adalah kemungkinan dari penyebab kondisi fatty liver:Obesitas (kegemukan) Dyslipidemia (tingginya lemak dalam darah) Diabetes mellitus Genetic Penurunan berat badan secara cepat dan berlebihan Efek samping dari konsumsi obat seperti aspirin, steroid, tamoxifen, dan tetracyclineETIOLOGI :Fatty Liver yang merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan lemak pada hati juga umum terjadi pada orang yang overweight atau obesitas. Penderita diabetes mellitus tipe 2 juga biasanya berisiko untuk terkena fatty liver. Hal tersebut diakibatkan oleh kondisi resistensi insulin yang merupakan etiologi dari diabetes mellitus tipe 2.Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fatty liver adalah: Konsumsi alcohol berlebih Konsumsi obat secara berlebih (tidak sesuai dosis), misalnya acetaminophen Kehamilan Kolesterol tinggi Malnutrisi Sindroma metabolicKondisi fatty liver dapat dideteksi melalui pemeriksaan-pemeriksaan berikut:Pemeriksaan FisikPada pemeriksaan fisik dapat ditemukan pembesaran pada hati. Biasanya pembesaran hati akan lebih mudah terdeteksi pada kondisi di mana juga terjadi peradangan hati. Biasanya dokter melakukan pemeriksaan ukuran hati jika terjadi keluhan lemah atau penurunan nafsu makan serta terdapat riwayat konsumsi alcohol, obat-obatan, atau suplemen.Pemeriksaan DarahBiasanya ditemukan peningkatan enzim hati pada pemeriksaan darah. Walaupun tidak spesifik mengarah kepada kondisi fatty liver, namun penting dilakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab peningkatan enzim hepar tersebut.Ultrasound (USG)Penumpukan lemak pada hati akan tampak sebagai area putih pada pemeriksaan USG. Pemeriksaan pencitraan lain yang dapat dilakukan meliputi CT atau MRI scan. Pemeriksaan pencitraan dapat membantu mendeteksi adanya penumpukan lemak pada hatiBiopsy HatiPada pemeriksaan biopsi hati, dokter akan mengambil sedikit sample jaringan hati setelah sebelumnya memberikan anestesi local. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari temuan kondisi hati pada pemeriksaan yang telah dilakukan.PENATALAKSANAAN :Hingga saat ini belum terdapat pengobatan atau pembedahan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kondisi fatty liver, namun hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fatty liver:Menghindari atau mengurangi konsumsi alcoholMenjaga kadar kolesterolMenjaga berat badan idealMenjaga kadar gula darahMengkonsumsi makan tinggi serat dan proteinOlahragaJika anda memiliki kondisi fatty liver karena obesitas atau kebiasaan makan yang tidak sehat, dokter biasanya akan menyarankan anda untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat. Membatasi asupan kalori juga dapat membantu anda menurunkan berat badan dan mempercepat pemulihan hati.Anda juga dapat memulihkan kondisi hati dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan mengandung kadar gula tinggi. Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayuran segar. Konsumsi daging merah juga sebaiknya dibatasi dan diganti dengan protein lain seperti daging ayam dan ikan.Melindungi hati anda adalah pencegahan terbaik dari kondisi fatty liver. Hal ini juga termasuk membatasi atau menghindari konsumsi alkohol. Menurut pendapat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi alkohol maksimum perhari adalah satu gelas untuk wanita dan dua gelas untuk pria.PENULIS: Tika Anggriyani, Amd.Kep EDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :https://indonesiare.co.id/id/article/fatty-liverhttps://www.alomedika.com/penyakit/gastroentero-hepatologi/fatty-liverhttps://bobo.grid.id/read/082846036/cari-jawaban-soal-kelas-3-sd-tema-1-apa-manfaat-olahraga-untuk-tubuh?page=allhttps://www.grid.id/read/04196579/berhenti-konsumsi-alkohol-4-hal-ini-akan-terjadi-pada-tubuhmu-wah-kenapa-ya-kira-kira?page=all
Appendicitis (Radang Usus Buntu)
PENGERTIANAppendicitis adalah inflamasi pada apendiks vermiformis yang berada di ujung caecum. Perkembangan proses inflamasi dapat menyebabkan abses, obstruksi, peritonitis dan sepsis jika tidak diobati. Istilah appendicitis komplikata mengacu pada adanya gangren atau perforasi apendiks. Perforasi bebas ke dalam rongga peritoneum dapat menyebabkan peritonitis purulen atau faeculen. Perforasi yang terlokalisir dapat menyebabkan abses apendiks atau phlegmon (massa inflamasi).PENYEBAB APPENDICITISGejala utama penyakit usus buntu adalah nyeri di perut yang disebut kolik abdomen. Nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, kemudian bergerak ke bagian kanan bawah perut. Lokasi nyerinya bisa berbeda-beda, tergantung pada usia pasien dan posisi usus buntu itu sendiri.Dalam waktu beberapa jam, nyeri akibat penyakit usus buntu bisa bertambah parah, terutama saat bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, nyeri juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderita sedang tidur.Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:Perut kembungMual dan muntahDemam dan menggigilHilang nafsu makanTidak bisa buang gas atau kentutSembelit (konstipasi)DiareGEJALA APPENDICITISGejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:Perut kembungMual dan muntahDemam dan menggigilHilang nafsu makanTidak bisa buang gas atau kentutSembelit (konstipasi)DiareKAPAN HARUS KE DOKTER?Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda merasakan nyeri parah di perut bagian kanan bawah, atau gejala usus buntu lain seperti yang telah disebutkan di atas. Jangan makan, minum, menggunakan obat pereda nyeri, obat pencahar, atau kompres hangat (heating pad) untuk meredakan gejala nyeri, tanpa adanya anjuran dari dokter.Pada ibu hamil, radang usus buntu dapat menimbulkan gejala nyeri di perut sebelah kanan, karena posisi usus buntu akan lebih tinggi saat hamil. Di sisi lain, ibu hamil yang mengalami sakit perut, mual, atau muntah, juga tidak berarti mengalami usus buntu. Oleh sebab itu, penting untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, terutama bila mengalami gejala di atas.Waspadai bila nyeri perut perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh area perut. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda usus buntu telah pecah sehingga berisiko menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis). Pada wanita, gejala usus buntu juga bisa mirip dengan nyeri menstruasi (dismenore) atau kehamilan ektopik.DIAGNOSIS APPENDICITISDiagnosis penyakit usus buntu diawali dengan tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, riwayat operasi, penggunaan obat-obatan, dan riwayat alergi.Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya dengan menekan area perut yang terasa nyeri. Radang usus buntu umumnya ditandai dengan nyeri yang makin parah setelah area perut yang ditekan dilepas dengan cepat.Guna memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, yaitu:Tes darah, untuk memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksiTes urine, untuk menyingkirkan kemungkinan gejala disebabkan oleh penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjalUSG perut, guna melihat gambaran organ dalam perut dan memeriksa aliran darah dalam perutPemindaian dengan CT scan atau MRI, untuk melihat organ di dalam perut secara lebih jelasPemeriksaan panggul, untuk memastikan nyeri tidak disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi atau infeksi panggul lainnyaTes kehamilan, untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh kehamilan ektopikFoto Rontgen dada, untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh pneumonia sebelah kananPENGOBATAN APPENDICITIESSetelah pasien dipastikan menderita usus buntu, dokter akan langsung memberikan penanganan berupa:Obat-obatanPada beberapa kasus usus buntu yang ringan, pasien dapat sembuh hanya dengan pemberian antibiotik sehingga operasi tidak perlu dilakukan. Namun, jika operasi diperlukan, dokter akan terlebih dahulu memberikan antibiotik melalui infus, untuk mengobati infeksi yang mengakibatkan radang usus buntu.Perlu diketahui, hingga saat ini penyakit usus buntu belum dapat diobati dengan pengobatan herbal apa pun, termasuk kunyit. Oleh sebab itu, daripada mencari pengobatan yang belum pasti benar, lebih baik mencari pertolongan medis guna menghindari terjadinya komplikasi dari radang usus buntu.OperasiPengobatan utama penyakit usus buntu adalah dengan operasi pengangkatan usus buntu, atau apendektomi. Pengangkatan usus buntu di sistem pencernaan tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang, karena usus buntu juga tidak berperan penting pada orang dewasa.Ada dua cara dalam melakukan apendektomi, yaitu melalui laparoskopi atau operasi lubang kunci, dan bedah terbuka atau laparotomi. Kedua teknik bedah tersebut diawali dengan melakukan bius total pada pasien. Berikut ini adalah penjelasannya.KOMPLIKASI APPENDICITIESPenyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko menimbulkan komplikasi yang berbahaya, antara lain:Abses atau terbentuknya kantong berisi nanahKomplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi di usus buntu. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik. Jika ditemukan pada saat operasi, abses dan area di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik.PeritonitisPeritonitis adalah infeksi di lapisan dalam perut atau peritoneum. Kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat yang terus menerus di seluruh bagian perut, demam, dan detak jantung yang cepat. Peritonitis dapat terjadi ketika usus buntu pecah dan infeksi menyebar hingga ke seluruh rongga perut.Peritonitis yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini harus diatasi dengan pemberian antibiotik dan bedah terbuka secepatnya, untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut.SepsisBakteri dari usus buntu yang pecah berisiko masuk ke aliran darah. Kondisi ini disebut dengan sepsis, yaitu kondisi serius ketika peradangan meluas dan tersebar ke banyak organ tubuh lain. Kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.PENCEGAHANMeski cara mencegah usus buntu belum diketahui secara pasti, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya usus buntu, yaitu:Meningkatkan asupan makanan sumber seratMinum air putih dalam jumlah yang cukupMengonsumsi makanan yang mengandung probiotikMelakukan pemeriksaan kesehatan secara berkalaPENULIS: Muhammad Nurul LailiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Snyder MJ, Guthrie M, Cagle S. Acute Appendicitis: Efficient Diagnosis and Management. Am Fam Physician. 2018 Jul 1;98(1):25–33.Di Saverio, S., et al. (2020). Diagnosis and Treatment of Acute Appendicitis: 2020 Update of The WSES Jerusalem Guidelines. World Journal of Emergency Surgery, 15(1), pp. 1–42.Dixon, F., & Singh, A. (2020). Acute Appendicitis. Surgery (Oxford), 38(6), pp. 310–17.National Health Service UK (2019). Health A to Z. Appendicitis.Lights, V. Healthline (2021). Everything You Need to Know About Appendicitis.
Home Service
Loading
Toast Message