Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Edukasi Granostic

Apa Saja Faktor Pengaruh Tumbuh Kembang Anak?
Tumbuh kembang pada setiap anak berbeda-beda. Kondisi ini dapat terjadi karena faktor yang mempengaruhi proses tumbuh kembang itu sendiri. Tidak hanya faktor keturunan namun masih banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap pertumbuhan serta perkembangan anak.Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan dua hal yang berbeda namun saling disandingkan. Pertumbuhan adalah perubahan bentuk fisik yang akan dialami oleh anak. Sedangkan perkembangan merupakan peningkatan berbagai kemampuan motoriknya sebagai modal menuju kedewasaan.Nah, apa saja faktor yang menjadi pendorong tumbuh kembang anak? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini ya!1. Faktor GenetikPertumbuhan dan perkembangan anak sejatinya berbeda berdasarkan faktor yang mempengaruhinya. Genetik adalah faktor yang memiliki andil besar dalam pembentukan karakteristik anak. Faktor genetik ini dapat berpengaruh pada postur tubuh, warna mata, berat badan, kecerdasan, tekstur rambut dan kecerdasan anak.Selain beragam karakteristik fisik anak, genetik juga memberikan pengaruh pada tumbuh kembang anak melalui kondisi penyakit tertentu yang ikut terbawa. Anak dengan kondisi stunting tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi, tapi bisa juga karena faktor genetik yang mempengaruhinya.2. Asupan Nutrisi HarianFaktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara signifikan yakni asupan nutrisi harian. Nutrisi harian yang diterima oleh tubuh akan diserap sebagai sumber perkembangan fisik, kognitif serta psikomotorik anak.Pemenuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan anak adalah pondasi penting untuk meningkatkan tumbuh kembang anak dalam segala aspek pada masa-masa berikutnya. Pada masa ini anak berada pada golden time dimana perkembangan sel-sel otaknya sedang berkembang pesat.Tumbuh kembang anak berbanding lurus dengan nutrisi. Terpenuhinya nutrisi yang cukup akan memudahkan anak mencapai pertumbuhan normal hingga pada masa perkembangan berikutnya. Sebaliknya, nutrisi yang kurang akan menghambat proses tumbuh kembang anak yang berujung pada malnutrisi dan stunting.3. Lingkungan yang StimulatifTidak hanya nutrisi dan genetik, faktor lingkungan dengan stimulasinya yang baik juga akan meningkatkan tumbuh kembang anak yang baik. Faktor lingkungan yang dipercaya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi lingkungan tempat tinggal, lingkungan keluarga serta lingkungan pertemanan.Lingkungan dengan stimulasi yang positif akan menciptakan anak yang bahagia dengan indeks tumbuh kembang baik sesuai dengan tabel tumbuh kembang anak. Sedangkan lingkungan yang negatif akan cenderung memberikan dampak yang kurang baik seperti anak menjadi kurang bergaul terhambatnya perkembangan sosial emosional, menurunnya kecerdasan dan lain sebagainya.4. Interaksi dan Stimulasi Orang TuaHubungan orang tua yang baik merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Interaksi orang tua dan anak yang terbuka, hangat dan komunikatif merupakan kunci untuk membangun pondasi tumbuh kembang anak yang berhasil.Stimulasi orang tua yang tepat akan membantu perkembangan kognitif serta psikomotorik anak tumbuh dengan baik. Stimulasi motorik, kognitif dan sensori . Hal ini dapat dilihat dari perkembangan bahasa balita serta perkembangan motorik yang baik pada usia 0-5 tahun.Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan ketika orang tua dan anak terlibat interaksi langsung seperti ketika menggendong, menggantikan baju, memandikan dan memberikan makan. 5. Faktor PerinatalPerinatal sebagai periode penting dalam proses kehamilan dan melahirkan bagi ibu dan anak. Perinatal merupakan periode yang berlangsung sebelum dan sesudah kelahiran seorang bayi, tepatnya pada trimester ketiga kehamilan, persalinan dan beberapa minggu setelah kelahiran bayi.Masa ini menjadi faktor yang sangat penting bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Oleh karena, kami sangat menyarankan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala di Granostic guna memastikan janin mengalami tumbuh kembang dengan baik, normal dan terhindar dari berbagai masalah.Dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala di Granostic, diharapkan sang buah hati lahir dengan normal, tumbuh kembangnya baik dan gizinya terpenuhi. Bayi pun ceria menatap dunia!6. ImunitasImun yang baik bisa jadi tanda anak tumbuh dengan sehat. Sistem kekebalan tubuh yang baik merupakan hasil dari kerja sama antara rangka, sel, jaringan, protein dan orgam tubuh yang berkaitan dan berfungsi secara optimal.Sistem imun pada anak memiliki peran penting untuk menjaga jondisi badan tetap sehat dan tidak mudah terserang berbagai kuman penyebab penyakit. Pembentukan imunitas yang baik pada anak turut membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak bayi hingga dewasa.7. Sosio-EkonomiKesehatan yang baik dan tumbuh kembang anak yang optimal adalah faktor penting menunjang kelangsungan hidup anak yang baik di masa yang akan datang. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak ini salah satunya adalah status sosial ekonomi keluarga.Anak yang tumbuh dan berkemang pada lingkungan keluarga dengan status sosial yang tinggi akan cenderung memiliki potensi kesehatan yang lebih baik dibanding keluarga dengan status sosial di bawah rata-rata.Kemudahan akses kesehatan dan kemungkinan pemberian nutrisi yang baik dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. 8. Kualitas PendidikanFaktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak berikutnya yakni tingkat pendidikan orang tua. Ya, pendidikan orang tua memang memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak karena masih bersangkut paut dengan pola asuh yang diterapkan.Untuk diketahui, beberapa penelitian telah membuktikan orang tua berpendidikan rendah mengakibatkan mereka mempunyai pengetahuan, wawasan dan informasi yang kurang dalam mendidik, menjaga dan membentuk tumbuh kembang anak yang baik. Di samping itu, orang tua berpendidikan rendah sering kali menganggap kalau anaknya tidak sakit, berarti dia tidak mengalami masalah kesehatan, termasuk hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.Lebih lanjut, Anda juga perlu mengetahui bahwa anak sangat mungkin atau bahkan selalu menjadikan orang tua sebagai ‘role model’. Jika pola asuh yang diterapkan baik, maka tumbuh kembang sang anak sangat mungkin akan baik pula. Begitu juga sebaliknya.9. PsikisFaktor pertumbuhan dan perkembangan akan berikutnya berkaitan dengan psikis. Ya, agar psikis anak baik, orang tua perlu membentuknya dengan baik. Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara membentuk psikis anak yang baik agar tumbuh kembangnya juga baik.Setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membentuk psikis anak yang baik. Pertama, pola asuh yang diterapkan harus baik. Sebagai orang tua, Anda perlu mengenalkan kepada sang buah hati berbagai hal yang bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya, seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan yang mengandung bahan berbahaya.Kedua, orang tua perlu mencegah anak dari trauma. Ya, trauma memang bisa menghambat perkembangan anak. Ketiga, keterlibatan orang tua. Orang tua perlu menunjukkan aktivitas-aktivitas yang baik ke anak dan terlibat melakukan itu agar dia menirunya, sehingga tumbuh kembangnya juga jadi baik.Itulah berbagai faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Untuk memastikan tumbuh kembang anak baik, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi di Granostic. Granostic akan membantu sang anak mencapai pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik sehingga menjadikan dia sehat dan cerdas.
Bagaimana Penanganan Anak Jika Terlanjur Stunting?
Jika anak terlanjur stunting, apa masih bisa ditangani? Ya, pertanyaan ini mungkin sering muncul dalam benak Anda jika kondisi stunting telah terjadi apakah anak masih bisa lepas dari kondisi tersebut. Secara medis, kondisi stunting dapat diatasi namun bukan dengan obat.Stunting atau masalah tumbuh kembang pada anak biasanya akan terlihat saat anak menginjak usia dua tahun dengan tinggi badan dibawah rata-rata anak normal. Masalah ini tentunya dapat diatasi, saat anak sudah terindikasi stunting maka peran orang tua yang utama adalah meningkatkan asupan nutrisinya.Penanganan stunting anak dapat berjalan efektif ketika anak masih berada di bawah umur lima tahun. Itulah kenapa pendataan dan pemeriksaan gencar dilakukan di posyandu agar bisa melakukan deteksi dini dan segera mendapat penanganan yang tepat.Nah, berikut juga akan diulas beberapa cara penanganan jika anak terlanjur stunting. Simak dengan saksama ya!1. Konsultasi dengan Ahli GiziJika anak terlanjur stunting, hal pertama yang harus Anda lakukan sebagai ibu atau orang tua yakni melakukan konsultasi dengan ahli gizi. Apa sih pentingnya melakukan konsultasi dengan ahli gizi?Ketahuilah, penanganan stunting perlu adanya kolaborasi antara ahli gizi dan orang tua. Di samping itu, penanganan stunting juga membutuhkan waktu yang lama, bukan cuma 1 atau 2 bulan, lalu beres begitu saja.Nah, dengan melakukan konsultasi ke ahli gizi, orang tua akan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menangani stunting yang dialami anaknya. Konsultasi ini perlu dilakukan secara berkala karena penanganan stunting membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sebagaimana kami jelaskan tadi. Nantinya, ahli gizi akan mengecek perkembangan anak hingga terbebas dari stunting.Anda bisa melakukan konsultasi dengan ahli gizi di Granostic. Granostic memiliki ahli gizi yang mumpuni dan telah berpengalaman menangani anak stunting hingga terbebas dari permasalahan tersebut.2. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi yang SeimbangMenerapkan praktik hidup sehat pada anak dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang merupakan cara mengobati anak stunting. JIka anak terlanjur stunting dan masih berada pada usia di bawah lima tahun makan orang tua dapat memberikan nutrisi yang tepat guna mencegah terjadinya stunting kronis di kemudian hari.Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama pada bayi dapat berkontribusi dalam perbaikan gizi bayi. Pastikan anak mendapatkan ASI eksklusif serta makanan pendamping ASI yang adekuat sehingga stunting dapat ditangani dengan cepat.Penanganan stunting sejak usia di bawah dua tahun atau lima tahun terbukti lebih efektif jika dibandingkan dengan usia di atas itu. Pemberian nutrisi yang seimbang sebagai cara mengobati anak stunting harus terus dilakukan hingga anak lolos dari kondisi stunting.3. Stimulasi KognitifKondisi stunting tidak hanya terlihat dari tinggi badan anak di atas dua tahun yang mengalami keterlambatan pertumbuhan. Stunting anak akan berdampak pada aspek fisik, kognitif serta psikomotornya. Jika anak terlanjung stunting, maka selain perbaikan asupan nutrisi anak juga membutuhkan stimulasi tumbuh kembang.Stimulasi kognitif pada kondisi stunting yang dialami oleh anak di bawah umur dua tahun akan lebih mudah kembali pada fungsi semula dibandingkan stimulasi yang diberikan pada anak di atas umur dua tahun.Tanda anak stunting bisa juga terlihat dari kemampuan kognitif anak yang lebih rendah dari anak normal. Pemberian stimulasi kognitif berupa interaksi positif, permainan dan pembelajaran sesuai usia anak akan membantu mengembangkan dan mengembalikan fungsi kognitif anak dengan baik.4. Membantu Perkembangan FisikPerkembangan fisik yang terhambat merupakan masalah utama yang dialami anak dengan kondisi stunting. Anak akan terlihat memiliki perawakan lebih pendek dari anak normal lainnya. Mengobati anak stunting memang tidak bisa menggunakan obat medis.Jika anak terlanjur stunting maka penanganan yang utama adalah memperbaiki kondisi tumbuh kembang anak tersebut sebelum melewati 1000 hari kehidupan pertama. Meskipun begitu mengobati anak stunting juga dapat dilakukan sebelum masa pubertas tiba.Untuk membantu perkembangan fisik pada anak stunting sebaiknya berikan anak gizi seimbang, aktivitas fisik dan istirahat yang cukup. Anak dengan aktivitas fisik yang cukup akan tumbuh lebih tinggi daripada anak tanpa aktivitas fisik. Berikan istirahat yang cukup utamanya saat tidur di malam hari.5. Memantau PertumbuhanPemberian asupan gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak merupakan cara mengatasi stunting pada anak. Melalui posyandu secara teratur, anak harus ditimbang berat berat badannya minimal satu bulan sekali dan mengukur tinggi badan setiap 3-6 bulan sekali.Anda dapat melakukan pemantauan pertumbuhan secara mandiri atau melalui pos pelayanan kesehatan terdekat dan mencatat hasil pemantauan pertumbuhan pada grafik pertumbuhan yang terdapat pada buku KIA.Pemantauan pertumbuhan dapat dilakukan dengan batas usia tertentu. Pada kasus pertumbuhan linier atau tinggi badan dapat dikejar hingga seseorang berusia sekitar 24 tahun, melalui perbaikan asupan gizi serta olahraga fisik. Setelah masa pubertas makan pertumbuhan dan perkembangan otak akan mencapai 70%-80% dan pertumbuhan fisik pun akan terus mengalami perlambatan tumbuh kembang.6. Melakukan PengobatanJika anak terlanjur stunting dengan kondisi gizi buruk maka sebaiknya anak segera disarankan untuk dirawat di RS atau puskesmas terdekat. Mengobati anak stunting dapat dilakukan dengan pengobatan penyakit penyebabnya, perbaikan nutrisi, pemberian suplemen, dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.Tindakan pengobatan stunting yang dapat dilakukan oleh ahli kesehatan meliputi, mengobati penyakit penyebabnya misal obat-obatan anti tuberkulosis jika anak terindikasi TBC, memberikan nutrisi tambahan, memberikan suplemen berupa vitamin A, zinc, zat besi, kalsium dan yodium.Melakukan pengobatan merupakan cara mengatasi stunting pada anak dengan indikasi keparahan tertentu. Konsultasikan kondisi stunting anak pada ahli gizi atau dokter anak untuk mendapatkan penanganan pengobatan stunting yang tepat.7. Dukungan KeluargaKeluarga merupakan bagian terpenting dalam masyarakat untuk memutus rantai stunting pada anak. Masalah stunting yang kian kronis membuat dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam peran pencegahan dan penanganan masalah stunting.Keluarga memiliki peran penting sejak anak masih dalam kandungan hingga memulai kehidupan dan sampai pada masa dewasa. Dukungan keluarga dalam memecah masalah stunting memiliki dampak yang cukup nyata karena bersifat jangka panjang.Dukungan keluarga juga perlu untuk dibarengi dengan kesadaran dan pengetahuan yang baik terkait bagaimana mendapatkan dan memberikan nutrisi pada anak. Tidak harus mahal, nutrisi yang tepat untuk tumbuh kembang anak adalah nutrisi yang adekuat dengan kualitas yang tepat.Itulah berbagai cara penanganan yang bisa Anda lakukan jika anak terlanjur stunting. Sebenarnya, masalah stunting ini bisa dicegah sejak masa kehamilan. Nah, pada masa ini, ibu sangat disarankan memeriksakan kehamilannya ke Granostic secara berkala. Pemeriksaan secara berkala ini penting dilakukan guna memastikan si calon buah hati dalam keadaan sehat, normal, tumbuh selayaknya dan terbebas dari masalah stunting.Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:"The importance of nutrition in preventing stunting"
 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6329236/ (Diakses 2025)"Childhood Stunting: Causes and Impacts on Future Development"
https://www.who.int/publications-detail-redirect/childhood-stunting (Diakses 2025)"Effective interventions to address child undernutrition"
https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(13)60937-X/fulltext (Diakses 2025)"Growth Recovery in Stunted Children"
https://academic.oup.com/jn/article/145/6/1289/4585702 (Diakses 2025)
Kenali Pemenuhan Nutrisi untuk Pencegahan Stunting pada Anak
Tumbuh kembang pada anak yang optimal akan membuat anak terhindar dari masalah pertumbuhan seperti stunting. Pencegahan stunting melalui pemenuhan nutrisi merupakan solusi untuk meningkatkan kesehatan dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak.Stunting sebagai gangguan pertumbuhan akibat asupan gizi dan nutrisi yang kurang baik dalam jangka waktu yang panjang harus dicegah agar tidak terjadi pada anak. Pemantauan tumbuh kembang secara berkala juga penting untuk di prioritaskan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini jika terjadi keterlambatan pertumbuhan akibat stunting.Pemberian nutrisi yang tepat merupakan cara pencegahan stunting yang bisa dilakukan para calon orang tua sejak 1000 hari pertama. Nah, di bawah ini adalah nutrisi yang tepat untuk pencegahan stunting pada anak. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.1. ASI Eksklusif 6 Bulan PertamaCara mencegah stunting menurut rekomendasi WHO dan UNICEF dapat dilakukan dengan pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama bayi. Hal ini berarti bayi hanya mendapatkan nutrisi dari ASI tanpa ada makanan pendamping hingga usia enam bulan.Kenapa harus ASI eksklusif? Ya, ASI merupakan sumber nutrisi utama yang disarankan untuk bayi karena kandungan gizi lengkap yang mudah dicerna oleh bayi yang cenderung masih memiliki pencernaan kecil dan sensitif.Anak yang sudah dikenalkan makanan pendamping ASI saat usianya kurang dari enam bulan akan lebih berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan karena kurangnya nutrisi penting yang mampu diserap oleh tubuh bayi.Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berusia enam bulan merupakan cara mencegah stunting yang efektif. ASI eksklusif juga mampu mengoptimalkan tumbuh kembang dan juga imunitas anak sehingga tidak mudah terserang penyakit.2. Makanan Pendamping ASI (MPASI)Sama halnya dengan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI yang tepat merupakan cara cegah stunting pada anak sejak 1000 hari pertama kehidupan. Makanan pendamping ASI memiliki peran penting sebagai pemenuhan nutrisi yang cukup bagi bayi saat menginjak usia enam bulan.WHO dan IDAI merekomendasikan pemberian makanan pendamping ASI diberikan sejak bayi memasuki usia enam bulan dan dengan prinsip adekuat. MPASI harus mengandung kebutuhan nutrisi lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin, kalsium, mineral dan mikronutrien lainnya guna mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Jadi, sebagai ibu maupun calon ibu sebaiknya tidak ragu untuk memberikan menu lengkap pada makanan pendamping ASI sejak berumur enam bulan.Sebagai cara cegah stunting, ibu dapat memberikan protein hewani yang porsinya lebih besar untuk pencegahan stunting pada ibu hamil dan anak. Protein hewani ini memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi , kaya zat besi dan jenis zat besi lain yang mudah diserap tubuh. Nah, saat memberikan MPASI Anda bisa memberikan protein hewani kepada anak dengan takaran yang cukup untuk cegah stunting.3. Mengkonsumsi Sumber ProteinSalah satu nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak adalah protein. Protein merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan jaringan seperti, otot, kulit dan tulang. Dengan mengkonsumsi protein yang cukup pada anak maka akan mengoptimalkan masa pertumbuhannya hingga menjadi cara mencegah stunting.Protein nabati dan hewani menjadi sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhannya. Protein hewani yang cukup juga sangat membantu untuk pencegahan stunting, seperti daging sapi, daging ayam, ikan, telur dan susu.Pastikan anak Anda ternutrisi dengan asupan protein nabati dan hewani yang cukup sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.4. Memilih Karbohidrat KompleksKarbohidrat yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh memiliki peran penting sebagai cara pencegahan stunting. Karbohidrat terdiri dari dua jenis, yakni karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana.Anak membutuhkan nutrisi dari asupan karbohidrat guna menunjang aktivitas yang pastinya membutuhkan energi dan kalori yang cukup. Pemenuhan energi tersebut bisa didapatkan dari karbohidrat kompleks yang terkandung dalam roti, nasi dan pasta.Anak sangat membutuhkan karbohidrat kompleks yang cukup dibandingkan karbohidrat sederhana. Oleh karena itu, siapkan nutrisi yang tepat dengan pemberian karbohidrat yang lengkap.5. Makanan yang Mengandung Zat Besi dan KalsiumNutrisi penting yang harus diberikan pada anak sebagai cara pencegahan stunting yakni zat besi dan kalsium. Makanan yang mengandung zat besi dan kalsium dapat membantu proses penyebaran oksigen ke seluruh tubuh dan pengoptimalan pembentukan tulang pada anak.Mengkonsumsi makanan mengandung zat besi yang cukup akan mencegah anak terserang penyakit seperti anemia dan stunting. Terpenuhinya nutrisi ini dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang baik.Kalsium juga menjadi salah satu nutrisi penting untuk cegah stunting, Tercukupinya kalsium pada anak dapat mengoptimalkan pembentukan tulang sehingga tumbuh kembang anak pun tidak terhambat.6. Pemenuhan Vitamin dan Mineral LainnyaTidak kalah penting, vitamin dan mineral yang bersumber dari makanan seperti buah dan sayur juga dapat menjadi pencegah stunting. Konsumsi vitamin dan mineral yang tepat dapat mengurangi risiko terjadinya kondisi stunting pada anak.Beberapa jenis vitamin yang penting bagi tubuh anak guna cegah stunting, seperti vitamin A, C, E, D dan B. Vitamin tersebut berperan membantu pertumbuhan tulang, metabolisme tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh agar anak tidak mudah terinfeksi penyakit menular.Mineral lainnya selain zat besi yang penting untuk tumbuh kembang anak adalah fosfor , yodium dan magnesium. Mineral lainnya ini dibutuhkan oleh tubuh guna mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan mengoptimalkan kecerdasan otak pada anak.7. Makanan yang Mengandung Lemak SeimbangLemak seimbang dibutuhkan anak sebesar 30 hingga 45 persen dari total harian. Lemak sangat diperlukan sebagai sumber energi sehingga anak dapat terhindar dari kondisi stunting yang membahayakan.Lemak dibutuhkan tubuh sebagai penunjang pertumbuhan otak, pembentukan sel, dan pembentukan hormon lainnya dalam tubuh. Kebutuhan lemak pada manusia berbanding terbalik dengan usia. Semakin muda usia seseorang, kebutuhan lemak pada tubuh akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin bertambah usia seseorang maka kebutuhan lemak dalam tubuh akan semakin berkurang.Itulah berbagai cara pemenuhan nutrisi sebagai langkah pencegahan stunting pada anak. Ibu harus membebaskan anak dari stunting dengan cara memenuhi kebutuhan nutrisinya agar tumbuh kembangnya ideal.Jika anak mengalami stunting, Anda bisa membawanya ke Granostic untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan di Granostic perlu dilakukan secara berkala agar anak stunting mengalami tumbuh kembang yang ideal dan terbebas dari permasalahan tersebut.Lebih lanjut, Granostic juga menawarkan pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil. Ya, pemeriksaan kehamilan penting dilakukan secara berkala guna memastikan si calon buah hati dalam kondisi sehat, normal dan terbebas dari indikasi stunting.Granostic menyediakan layanan pemeriksaan USG untuk mengecek pertumbuhan janin yang dikandung sang ibu. Anda juga bisa melakukan konsultasi kesehatan terkait pencegahan stunting pada anak di Granostic. Kami tunggu ya kedatangan Anda di Granostic!
Langkah Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan
Pencegahan stunting dengan memperhatikan pemenuhan gizi selama masa kehamilan merupakan hal penting. Gizi seimbang yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan sangat membantu dalam proses pencegahan stunting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup generasi selanjutnya.Kondisi stunting pada anak dapat terjadi disebabkan oleh pemenuhan nutrisi sejak anak dalam kandungan. Anak dengan masalah nutrisi dan pertumbuhan sejak masa kehamilan akan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stunting.Para calon ibu sebaiknya lebih memperhatikan asupan gizi yang seimbang jauh sebelum kehamilan, pada masa kehamilan hingga 1000 hari pertama anak dilahirkan. Setiap calon ibu dan ibu wajib untuk menerapkan pola makan sehat sebagai salah satu cara mencegah stunting.Nah, apa saja cara pencegahan stunting pada ibu hamil yang dianjurkan? Simak beberapa langkah pencegahan stunting berikut ini.1. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Saat HamilFaktanya, kebutuhan nutrisi ibu akan meningkat selama masa kehamilan hingga melahirkan guna mendukung pertumbuhan janin dan juga perkembangan bayi pada proses awal kehidupannya. Ibu hamil membutuhkan 13% lebih besar energi dibanding wanita tidak hamil, dengan kebutuhan protein yang lebih besar pada masa kehamilan dan menyusui.Kebutuhan nutrisi yang kian meningkat saat hamil dapat disiasati dengan diversifikasi makanan. Ibu hamil dapat mengkonsumsi makanan padat nutrisi, makanan fortofikasi atau biofortifikasi makanan pokok, suplementasi beberapa mikronutrien dan pemilahan penggunaan produk fortifikasi khusus untuk ibu hamil.Cara cegah stunting pada ibu hamil juga perlu memperhatikan status nutrisi ibu sebagai dasar ketersediaan akses nutrisi dari ibu ke janin. Ibu hamil juga perlu memperhatikan ketersediaan nutrisi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh seperti asam amino, asam lemak esensial, mineral dan sebagian besar jenis vitamin.Untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan nutrisi saat hamil, ibu hamil bisa menerapkan model nutrisi 5J, yakni jumlah kalori, jadwal makan, jenis makanan, jalur pemberian nutrisi dan penjagaan pada pelaksanaan.2. Asupan Asam Folat dan Zat BesiPencegahan stunting pada ibu hamil tidak hanya memperhatikan asupan nutrisi yang tepat. Penting untuk memenuhi konsumsi suplemen prenatal sesuai rekomendasi dokter agar janin tumbuh dengan baik. Zat dala, suplemen kehamilan yang penting untuk cegah stunting pada ibu hamil adalah asam folat, kalsium dan zat besi.Ibu hamil memerlukan asupan asam folat 600-800 mcg/hari dan zat besi 27mg/hari. Asam folat merupakan zat penting dalam membantu pembentukan otak serta sistem saraf bayi. sedangkan zat besi merupakan asupan yang penting untuk mencegah anemia saat masa kehamilan.3. Cegah InfeksiMencegah terjadinya penyakit infeksi saat masa kehamilan adalah langkah penting yang juga harus Anda perhatikan sebagai cara mencegah stunting pada anak sejak di dalam kandungan.Penyakit infeksi pada ibu hamil akan lebih rentan berdampak pada janin yang ada dalam kandungan. Beberapa infeksi virus dan bakteri yang harus diwaspadai ibu hamil seperti toxoplasma, herpes, hepatitis B dan C, rubella dan virus ZIka.Agar terhindar dari infeksi virus sebagai upaya cegah stunting sebaiknya lakukan cara seperti mencuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih setelah beraktivitas dan sebelum makan, memasak makanan hingga benar-benar matang, hindari minum susu yang mentah, lakukan vaksinasi, dan tunda untuk berkunjung ke tempat yang rawan penyakit menular.4. Kontrol Prenatal yang TeraturPemeriksaan ibu hamil atau kontrol prenatal yang teratur merupakan langkah pencegahan stunting pada ibu hamil yang cukup efektif. Kondisi stunting pada anak merupakan masalah kesehatan prioritas yang terus ditekankan. Segala upaya strategis yang tepat harus dilakukan untuk pencegahan stunting demi kelangsungan generasi yang akan datang.Kontrol prenatal pada ibu hamil dianjurkan untuk dilakukan minimal empat kali secara berkala pada unit kesehatan terdekat selama masa kehamilan, seperti di Granostic. Ya, ibu hamil bisa melakukan kontrol prenatal secara berkala ke Granostic guna mencegah bayi tumbuh stunting.Saat kontrol prenatal di Granostic, ibu hamil nantinya mendapat informasi, saran serta bantuan terkait asupan gizi yang sesuai standar kesehatan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bayi lahir yang normal, pintar dan terhindar dari stunting.5. Terapkan Hidup BersihHidup bersih dan sehat pada setiap rumah tangga akan mewujudkan keluarga yang sehat dan berdaya. Langkah pencegahan stunting seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan dengan meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi dan menjaga lingkungan agar tetap terjaga kebersihannya.Lingkungan rumah tangga yang bersih dan sehat dapat menurunkan kejadian sakit pada seluruh anggota rumah tangga utamanya calon ibu maupun ibu dan anak.Rumah tangga dengan akses sanitasi yang layak memiliki beberapa syarat seperti fasilitas sanitasi yang dilengkapi dengan leher angsa, septic tank/sistem pengolahan air limbah yang memadai.6. Hindari Paparan Asap RokokStunting bukan hanya disebabkan kerana kurang terpenuhinya nutrisi pada anak, paparan asap rokok juga merupakan penyebab tingginya angka stunting di Indonesia. Ibu hamil yang terpapar oleh asap rokok akan mengalami gangguan distribusi nutrisi dan oksigen pada bayi yang tengah ada dalam kandungan.Asap rokok yang dihirup oleh ibu hamil sangat membahayakan kesehatan dan perkembangan anak dalam janin. Sebagai perokok pasif, ibu hamil akan lebih rentan mengalami masalah kehamilan seperti bayi prematur, bayi lahir dalam kondisi meninggal, keguguran dan berat badan bayi lahir rendah.Menghindari paparan asap rokok merupakan cara cegah stunting pada ibu hamil. Efek dari paparan asap rokok yang dapat mengganggu perkembangan janin harus dihindari agar terhindar dari masalah kesehatan yang tidak diinginkan.7. Olahraga RinganLangkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan juga dapat dilakukan dengan cara olahraga ringan. Sangat penting untuk tetap melakukan olahraga ringan bagi ibu hamil. Meskipun ada beberapa aktivitas olahraga yang tidak mungkin dilakukan saat hamil, ibu hamil tetap bisa memilih aktivitas fisik yang ringan saja.Beberapa jenis olahraga ringan bagi ibu hamil yang banyak direkomendasikan oleh ahli kesehatan seperti jalan santai, senam kehamilan, sepeda statis dan berenang, Melakukan aktivitas olahraga yang ringan akan meningkatkan kebugaran tubuh dan membantu melancarkan penyerapan asupan nutrisi bagi ibu dan janin. Hal ini tentu akan menurunkan risiko stunting pada anak.Itulah langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan yang perlu Anda ketahui. Dari ketujuh langkah pencegahan stunting di atas, kontrol prenatal secara teratur atau berkala ke Granostic sangatlah disarankan.Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan ke Granostic sekaligus melakukan cek kesehatan. Granostic juga menyediakan layanan laboratorium berupa pemeriksaan USG yang dibutuhkan ibu hamil untuk mengecek perkembangan janin yang dikandungnya secara berkala.Sudah banyak kok ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya atau melakukan kontrol prenatal ke Granostic. Jadi, sekarang giliran Anda memeriksakan kehamilan ke Granostic untuk memastikan calon buah hati tumbuh dengan sehat, normal dan sekaligus melakukan pencegahan stunting.
Penyebab Stunting dan Dampaknya untuk Anak
Stunting kini menjadi salah satu masalah kependudukan yang harus diselesaikan. Peningkatan jumlah anak stunting membuat semua pihak harus bekerjasama mengentaskan masalah kesehatan ini. Jika masalah stunting ini tidak segera ditangani dengan tepat akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap anak dan lingkungannya.Ada beberapa penyebab stunting pada anak seperti infeksi kronis, terbatasnya layanan kesehatan, malnutrisi, kualitas sanitasi yang buruk, pengetahuan ibu yang kurang memadai dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat terjadi sejak anak di dalam kandungan, bahkan dampaknya pun akan terasa saat anak menginjak umur dua tahun.Nah, jika Anda merasa anak Anda memiliki ciri anak stunting sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga kesehatan terdekat. Biasanya, tinggi badan anak stunting tidak wajar dengan rata-rata berada dibawah anak normal. Hal tersebut bisa kita kenali sebagai gejala stunting yang perlu untuk segera ditangani.Stunting juga akan berdampak luas pada berbagai faktor. Anak stunting akan merasakan dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka. Dampak jangka pendek pada anak bisa dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhambat, sedangkan dampak jangka panjang dapat mengarah pada sistem kognitif, sistem imun, maupun kesehatan mentalnya.Berikut kami informasikan penyebab stunting pada anak dan dampaknya. Simak dengan saksama ya!1. Gangguan Perkembangan FisikAnak stunting pada umumnya memiliki perawakan pendek karena kekurangan gizi pada masa kritis dari perkembangan dan pertumbuhan yakni 1000 hari pertama. Anak-anak usia di bawah lima tahun wajarnya berada pada fase perkembangan fisik yang paling pesat. Namun, kekurangan asupan gizi yang baik dan faktor lain seperti lingkungan. Oleh karena itu, stunting memiliki dampak nyata terhadap berat badan yang rendah, perkembangan motorik serta mental yang kurang baik pada anak usia dini. Anak dengan kondisi stunting akan mengalami keterlambatan pertumbuhan rangka yang cenderung memiliki perawakan pendek karena tidak terpenuhinya gizi. Tinggi badan anak stunting ini akan sulit bertambah seiring bertambahnya usia layaknya anak pada umumnya.Penyebab anak stunting hingga menimbulkan gangguan perkembangan fisik mayoritas disebabkan oleh tidak terpenuhinya konsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, kalori dan vitamin utamanya vitamin D. Bahkan, bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi stunting.2. Keterlambatan Fungsi KognitifKetahuilah, stunting juga akan berdampak pada keterlambatan fungsi kognitif, motorik dan verbal. Anak stunting dengan kondisi kekurangan gizi akan mengalami perubahan pada metabolisme tubuh sehingga berdampak pada kemampuan kognitif dan kecerdasannya.Kurangnya asupan nutrisi pada anak stunting atau malnutrisi asupan energi protein sebagai penyebab stunting pada anak akan menimbulkan efek pada kinerja hipokampus dan korteks otak dalam proses membentuk dan menyimpan memori.Status gizi buruk sebagai ciri anak stunting juga akan berdampak pada perkembangan otak yang tidak sempurna sehingga menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi kognitif, perkembangan IQ, serta kemampuan belajar yang akan berpengaruh pada prestasi belajar di sekolah nantinya. Contoh anak stunting yakni saat umur di atas dua tahun anak akan terlihat belum bisa dalam berbicara dan kurang bisa merespon lingkungannya dengan baik.Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mengatasi keterlambatan fungsi kognitif pada anak yang mengalami stunting. Sebagai orang tua, Anda bisa mengatasi permasalahan ini dengan mengajak sang buah hati melakukan terapi bermain. Terapi bermain ini bisa melatih keterampilan anak untuk bermain sebagaimana normalnya. Bisa juga jadi terapi wicara dan terapi perilaku bagi sang anak. 3. Penurunan Daya Tahan TubuhPenyebab stunting pada anak sangatlah beragam, faktor malnutrisi dan kurangnya akses kesehatan yang tepat merupakan hal yang menjadikan anak mengalami kondisi stunting. Kondisi stunting pada anak yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang pada anak.Penurunan daya tahan tubuh pada anak yang disebabkan karena kondisi stunting dapat meningkatkan risiko terserangnya penyakit atau infeksi dengan mudah. Jika hal tersebut terjadi secara berkelanjutan anak stunting akan mengalami kondisi kesehatan yang lebih buruk di fase kehidupannya kedepan.Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak penurunan daya tahan yang dapat memperparah masalah stunting, penting untuk memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh anak. Seperti, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian makanan kaya gizi yang tepat dan seimbang.Selain itu, masih ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Di antaranya: memastikan tidur anak cukup, mengajaknya berolahraga secara rutin, menghindarkan anak dari asap rokok, menjaga kebersihan anak dan melakukan vaksinasi.Pembentukan daya tahan tubuh bagi anak ini sangat penting dilakukan dan tidak boleh diremehkan begitu saja oleh orang tua. Mengingat, anak yang daya tahan tubuhnya lemah bisa sering mengalami sakit dan permasalahan kesehatan lainnya.4. Risiko Gangguan Kesehatan Jangka PanjangAnak stunting kerap mengalami risiko gangguan kesehatan jangka panjang seperti diabetes, hipertensi, anemia dan lain sebagainya. Gangguan kesehatan jangka panjang dapat muncul saat anak mulai beranjak dewasa.Status kesehatan dan gizi menjadi penentu penting bagi anak stunting. Asupan makanan yang minim gizi dan praktik pemberian makanan pada bayi maupun anak yang tidak tepat akan memberikan peluang stunting pada anak hingga munculnya risiko gangguan kesehatan jangka panjang.5. Gizi yang Tidak TerpenuhiPenyebab anak stunting pada umumnya terjadi karena gizi yang tidak terpenuhi. Masalah gizi pada ibu dan anak dapat terjadi akibat praktek pemberian makanan bayi dan anak yang kurang tepat, infeksi penyakit yang terus menerus terjadi, perilaku kebersihan yang tidak terjaga hingga pengasuhan yang buruk.Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa sih ciri anak stunting yang gizinya tidak terpenuhi dengan baik. Anak yang gizinya tidak terpenuhi dengan baik bisa dikatakan sama saja mengalami gizi buruk. Ciri-cirinya yakni berat dan tinggi badan di bawah rata-rata normal anak seusianya, nafsu makan menurun, pertumbuhan anak melambat, mudah sakit dan sering rewel.Jika Anda mendapati ciri-ciri anak seperti itu, sebaiknya segeralah periksakan anak ke dokter spesialis Granostic. Dokter spesialis Granostic akan membantu Anda menangani anak agar terhindar dari gizi buruk maupun stunting.Sebaiknya periksakan anak secara berkala agar Granostic juga dapat memantau pertumbuhan anak. Nantinya, Granostic akan memberikan arahan penting, seperti asupan makanan yang seimbang, agar si anak betul-betul terbebas dari gizi buruk dan stunting.Langkah pencegahan stunting juga perlu dilakukan oleh sang ibu. Ibu bisa memeriksakan kehamilannya secara berkala ke Granostic untuk memastikan janin yang dikandungnya sehat dan normal. Cek kehamilan secara berkala di Granostic ini penting dilakukan agar nantinya sang buah hati tidak mengalami stunting ya!Itulah pembahasan penyebab anak stunting dan dampaknya dari kami. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.
Apa itu Stunting pada Anak? Berikut Penjelasannya
Stunting pada anak sering dikaitkan dengan barat badan yang tidak normal dan pertumbuhan yang terhambat, apakah itu saja gejala anak stunting? Sebagai orang tua tentu kita harus tahu terhadap tumbuh kembang anak kita. Nah, mari kita simak apa itu stunting pada anak, apa saja gejala dan penyebabnya?Mengenal Stunting pada AnakApa itu stunting pada anak? Berdasarkan data dari WHO, 178 juta anak di seluruh dunia pada rentang usia di bawah lima tahun diperkirakan mengalami stunting. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis pada anak karena kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu yang lama. Stunting dapat terjadi sejak anak berada dalam kandungan dan akan terlihat pada usia dua tahun. Menurut UNICEF, masalah stunting pada anak merupakan persentase dari anak-anak usia 0 hingga 59 bulan yang memiliki tinggi badan di bawah batas normal, hal ini diukur berdasarkan standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO.Gejala Stunting pada AnakAnak stunting adalah anak pada rentang usia dibawah lima tahun dengan keterlambatan dalam pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak. Selain itu anak stunting juga memiliki bayak gejala yang dapat dilihat hingga masa remaja. Berikut adalah gejala stunting pada anak.1. Pertumbuhan Tubuh dan Gigi yang TerlambatCiri ciri anak stunting yang umum terjadi adalah memiliki tinggi badan di bawah anak seusianya. Secara umum, tubuh pendek memang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti genetika, nutrisi, pola asuh dan lain sebagainya. Namun, faktor kesehatan memiliki andil besar jika dibanding dengan faktor genetika.Keterlambatan tanggal gigi juga merupakan ciri anak stunting. Normalnya, anak akan mengalami fase tanggal gigi pada usia 5 hingga 12 tahun. Gigi yang tanggal merupakan gigi susu yang kemudian diganti dengan gigi permanen. Nah, jika anak Anda tidak kunjung melalui fase ini sebaiknya di bawa ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat, ya!2. Kemampuan Fokus dan Memori yang BurukTidak hanya keterlambatan pertumbuhan tubuh, stunting pada anak juga dapat menunjukkan gejala perkembangan pada otak. Penderita stunting ringan maupun kronis akan lebih sulit untuk fokus dan mengingat sesuatu dibanding anak normal.Keterlambatan fokus dan memori yang buruk akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak. Pada perkembangan selanjutnya akan akan terlambat berbicara karena sulit menerima stimulus yang diberikan oleh orang sekitarnya.3. Pubertas TerlambatMasa pubertas anak laki-laki dan perempuan tentunya berbeda. Anda dapat mengenali gejala stunting pada anak Anda jika terjadi keterlambatan masa pubertas. Masa pubertas pada anak perempuan berlangsung pada usia 8-11 tahun, sedangkan pada anak laki-laki saat usia 9-15 tahun. Jika pada rentang usia tersebut anak tidak kunjung mengalami masa pubertas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terkait.4. Berat Badan Lebih RinganKeterlambatan perkembangan fisik pada anak merupakan gejala stunting yang mudah untuk dikenali. Berat badan yang tidak ideal pada rentang tertentu merupakan salah satu gejala yang harus diwaspadai. Saat anak di atas umur dua tahun mengalami kesulitan dalam meningkatkan berat badan itu artinya anak mengalami stunting. Namun, masuk dalam stunting ringan atau kronis harus melalui proses observasi yang lebih dalam.5. Tinggi BadanGejala stunting pada anak sangat lekat dengan pertumbuhan tinggi badan. Anak dengan masalah stunting akan menunjukan tinggi badan yang lebih rendah dari anak seumurannya. Ketika anak mengalami pertambahan kurang dari sentimeter dalam setahun setelah umur dua tahun, maka anak tersebut memiliki gejala stunting.Penyebab Stunting pada anakSebagai masalah kesehatan yang cukup membahayakan dalam jangka waktu yang lama, Anda harus tahu apa saja penyebab stunting pada anak. Ketika Anda sudah terbekali dengan penyebab stunting, Anda akan lebih mudah melakukan langkah pencegahan yang tepat. Di bawah ini adalah penyebab stunting pada anak yang harus Anda tahu.1. Kurang GiziPenyebab utama stunting ada anak dapat terjadi sejak anak masih dalam kandungan. Kurang gizi atau nutrisi merupakan penyebab yang dapat membuat anak stunting sehingga menimbulkan keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Sulitnya mendapatkan gizi seimbang yang cukup bagi ibu hamil akan berpotensi anak mengalami stunting. Sejak anak dalam kandungan seorang ibu harus memenuhi nutrisi tubuh yang ada, misalnya makanan berprotein tinggi, makanan dan minuman kaya vitamin dan mineral serta nutrisi yang lain. 2. Pola AsuhPola asuh yang kurang baik tentu akan berdampak pada perkembangan kecerdasan serta tumbuh kembang anak. Pola asuh memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan anak sehingga terhindar dari masalah stunting.Anda dapat menerapkan pola asuh yang efektif agar tumbuh kembang anak berjalan dengan lancar serta perkembangan kecerdasan serta sosial emosionalnya dapat terkontrol dengan baik. 3. Pola MakanDi daerah dengan akses makanan tinggi gizi rendah akan berpotensi mengalami masalah stunting. Pola makan pada ibu hamil dan anak balita harus terus dipantau dan dicukupi sesuai kebutuhannya agar tidak terjadi malnutrisi yang berujung pada stunting pada anak. Kurangnya pengetahuan ibu terkait konsep gizi sebelum, saat dan setelah melahirkan menjadi faktor penyebab utama anak mengalami stunting.4. Masa Kehamilan Kurang NutrisiSejak anak ada dalam kandungan merupakan masa emas dalam perkembangan hidupnya. Masih banyak ibu yang kurang memperhatikan asupan nutrisi saat hamil. Nyatanya, tidak hanya setelah melahirkan, asupan nutrisi yang tepat diperlukan anak sejak ia dalam kandungan untuk menunjang perkembangan janin yang sehat.5. Imunitas TubuhImunitas tubuh yang rendah menjadi penyebab angka stunting pada anak kian bertambah. Imunitas yang rendah merupakan sumber dari segala penyakit yang akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Ciri anak stunting memang beragam , dengan imunitas tubuh yang rendah anak stunting akan lebih mudah dikenali karena akan lebih sering mengalami sakit yang disebabkan bakteri maupun virus. Oleh karena itu, menjaga imunitas tubuh bagi ibu hamil dan anak-anak adalah hal yang penting dilakukan.6. Kesehatan Ibu Saat Masa HamilMemiliki riwayat kesehatan yang kurang baik saat hamil? Hal ini akan meningkatkan resiko anak mengalami stunting. Stunting pada anak akibat kesehatan ibu dapat disebabkan oleh beberapa penyakit bawaan yang dialami ibu, seperti Hipertensi, Asma, GERD dan lain sebagainya. Kesehatan seorang ibu saat hamil menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang sehat dan terhindar dari stunting.7. Sakit InfeksiCiri ciri anak stunting seperti mudah terserang flu atau batuk merupakan akibat dari adanya infeksi yang terjadi berulang. Infeksi yang menyerang anak secara terus menerus akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan emosional anak. Hal ini akan menyebabkan anak sulit bertambah berat badan maupun tinggi badan serta akan mengalami keterlambatan kecerdasan.Identifikasi Stunting pada AnakUpaya pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, yakni pada masa kehamilan. Tentunya, ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dirinya dan janin yang dikandungnya agar tumbuh dan berkembang sehat dan normal.Ibu hamil bisa mengecek kondisi kehamilannya secara berkala di Granostic. Ya, cek kehamilan penting dilakukan berkala agar tumbuh kembang janin tidak terhambat karena adanya permasalahan tertentu.Lebih lanjut, jika anak Anda teridentifikasi mengalami stunting, Anda juga bisa mengecekkan kondisinya di Granostic. Nantinya, Granostic akan memberikan penanganan terbaik hingga anak terbebas dari masalah stunting.Itulah pembahasan tentang apa itu stunting pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.
Perlunya Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak memiliki peran penting bagi orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Tumbuh kembang anak usia dini memang kerap menjadi acuan terkait tumbuh kembang anak pada masa masa selanjutnya.Dengan melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak orang tua dapat membuat perencanaan intervensi jika ada permasalahan keterlambatan tumbuh kembang yang mungkin dapat menimbulkan efek jangka panjang.Anak yang tumbuh sehat, cerdas serta berprestasi tentu menjadi dambaan semua orang tua. Memahami dan mencukupi pertumbuhan serta perkembangan yang optimal adalah faktor utama untuk mewujudkan impian tersebut.Nah, di bawah ini akan kami ulas jenis-jenis deteksi dini tumbuh kembang anak. Harapannya, dengan mengetahui ini, anak dapat tumbuh dan berkembang sercara optimal baik pada aspek fisik, metal maupun sosial. Begitu juga orang tua dapat dengan mudah membersamai anak dengan pola asuh yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.1. Mengatasi Hambatan Perkembangan AnakDeteksi dini pada tumbuh kembang anak merupakan upaya pemeriksaan klinis guna menemukan masalah atau keterlambatan tumbuh kembang pada anak usia dini. Deteksi tumbuh kembang anak usia dini sangat penting guna mengetahui hambatan perkembangan serta pemberian penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak.Anak dengan kebutuhan khusus secara umum mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya, beberapa gangguan yang kerap dialami oleh anak dengan hambatan tumbuh kembang yakni gangguan kecerdasan, pendengaran, penglihatan, interaksi dan komunikasi, gerak serta aspek sosial dan perilaku.2. Memaksimalkan Potensi AnakAdanya deteksi pada pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini mampu memaksimalkan potensi yang telah dimiliki anak sejak lahir. Potensi yang optimal dapat terwujud dari tiga aspek tumbuh kembang yang terpenuhi dengan baik seperti kognitif-bahasa, sosial-emosional, fisik-motorik.Ketiga aspek tersebut akan muncul ketika dilakukan deteksi dini pada tumbuh kembang anak dan mampu memberikan petunjuk penanganan yang tepat bagi orang tua untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki anak.Anak dengan hambatan kognitif-bahasa dapat diberikan stimulus dengan memperbanyak kosakata, bermain teka-teki serta berkomunikasi dengan lebih jelas. Masalah fisik-motorik anak sebagai penunjang potensi anak juga patut diberikan stimulus yang tepat seperti memberikan gizi yang cukup, adanya ruang gerak yang aman serta adanya kesempatan aktivitas fisik.3. Orang Tua SuportifFaktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini cukuplah beragam, setiap anak tumbuh dan berkembang dengan pola yang sama namun memiliki kemampuan berkembang yang berbeda-beda.Pemahaman terhadap usia dan tahapan perkembangan anak sangat diperlukan oleh orang tua untuk memaksimalkan proses tumbuh kembangnya. Orang tua pun akan lebih dimudahkan untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi pada fase tumbuh kembang anak. Orang tua harus suportif dan harus adaptif mencari pertolongan jika anak dirasa mengalami hambatan tumbuh kembang. Deteksi dini tumbuh kembang anak memungkinan orang tua membantu anak melewati masa sulitnya dalam menghadapi keterlambatan yang dialami. Orang tua dapat meluangkan waktu lebih lama bersama anak, bermain bersama, lebih sering berbicara kepada anak dan memijat tubuh anak untuk meningkatkan potensi tumbuh kembang yang optimal.4. Perkembangan Kognitif yang OptimalSekitar 80% keterampilan kognitif anak terjadi secara optimal pada 3 tahun pertama kehidupannya. Deteksi dini tumbuh kembang anak menjadi kunci keberhasilan perkembangan yang optimal pada anak. Kemampuan anak dalam berpikir, perhatian, mengingat dan memproses informasi, belajar mengevaluasi, menganalisis hingga membandingkan dan memahami hubungan sebab akibat harus terus menjadi perhatian utama sebagai perkembangan kognitif dapat berkembang secara optimal. Perkembangan kognitif yang terjadi pada anak usia dini seperti mengenali huruf dan angka, berjalan, berlari, mengenal bentuk dan juga mengenal warna. Perkembangan koognitif yang tidak terhambat akan memudahkan anak dalam hal pengetahuan, pemahaman serta proses psikologis terhadap lingkungan sekitar.5. Penanganan yang Tidak Terlalu SulitPemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sangat dianjurkan guna menemukan sejak dini adanya gangguan tumbuh kembang sehingga dapat diberikan tindak lanjut sesegera mungkin.Anak di bawah usia dua tahun telah mengalami perkembangan otak yang sangat pesat. Oleh karena itu, periode tersebut dikenal dengan periode kritis perkembangan dan merupakan waktu yang tepat melakukan pemulihan jika terjadi gangguan perkembangan.Selain deteksi dini pada anak usia dini, jenis jenis deteksi dini tumbuh kembang anak dapat dilakukan dengan skrining pada anak normal maupun anak dengan gangguan perkembangan. Skrining dianjurkan dilakukan setiap bulan secara berturut-turut. Proses skrining meliputi menimbang berat badan, mengukur panjang atau tinggi badan dan mengukur lingkar kepala.6. Mengidentifikasi Jika Ada Gejala PenyakitPerlunya deteksi dini tumbuh kembang anak juga merupakan alasan untuk mengidentifikasi gejala penyakit pada anak usia dini. Anak usia dini masih rentan terhadap penyakit, bahkan tidak sedikit angka kematian anak usia dini yang terjadi.Dengan dilakukannya proses skrining kesehatan dan tumbuh kembang yang rutin pada anak diharapkan dapat menekan angka kematian pada anak usia dini yang mencapai 12,4 juta jiwa per tahun.Deteksi dini tumbuh kembang anak membantu kerja medis dalam mendiagnosa kasus kesehatan yang sering dialami oleh anak usia dini. Dengan proses pemeriksaan dini yang tepat dan akurat anak dengan gejala penyakit ringan maupun berat yang membahayakan dapat diberikan penanganan yang tepat.7. Konsultasi Dengan Tim AhliDeteksi dini tumbuh kembang anak juga perlu dilakukan dengan konsultasi ke tim ahli. Maksud tim ahli ini yakni orang-orang yang memiliki kompeten dalam mengidentifikasi tumbuh kembang anak. Tujuan utama konsultasi dengan tim ahli ini yakni agar anak dapat mencapai tumbuh kembang yang ideal sesuai usianya.Lebih lanjut, dengan melakukan konsultasi, tim ahli akan membantu Anda memantau dan mengevaluasi tumbuh kembang anak Anda. Jika ditemukan masalah pada tumbuh kembang anak, tim ahli dapat segera menentukan diagnosis dan melakukan penanganan dengan langkah-langkah yang tepat.Nah, kami menyarankan Anda datang ke Granostic untuk melakukan konsultasi terkait tumbuh kembang anak bersama tim ahli. Terlebih jika anak Anda mengalami permasalahan tumbuh kembang tertentu, seperti: tidak mencapai perkembangan ideal sesuai usianya, susah makan, berat dan tinggi badan tidak ideal sesuai usianya, terlambat berbicara dan emosi tidak stabil.Nantinya, tim ahli Granostic akan memberikan panduan atau cara penanganan yang tepat dalam mengatasi permasalahan tumbuh kembang anak. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi nih dengan tumbuh kembang anak karena tim ahli dari Granostic akan bersedia selalu membantu Anda dalam memaksimalkannya.Itulah pembahasan tentang jenis-jenis deteksi dini tumbuh kembang anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Kesimpulannya, sangat penting orang tua memperhatikan tumbuh kembang anak agar senantiasa mencapai ‘titik ideal’ sesuai usianya. Dengan begitu, anak akan menjadi sehat, memiliki sistem imun kuat, cerdas dan motoriknya bagus. Granostic siap membantu Anda dalam mencapai tumbuh kembang anak yang ideal!Saat berkonsultasi dengan dokter Granostic, Anda bisa nih menanyakan berbagai hal penting terkait sakit komplikasi sarkoma dan gaya hidup seperti apa yang semestinya dijalankan untuk memeranginya. Anda juga bsa menanyakan penyakit komplikasi apa bisa sembuh ke dokter Granostic. Dengan senang hati, dokter Granostic akan memberikan jawaban dan solusi bagi Anda agar terbebas dari sarkoma dan penyakit serius lainnya.
Jenis Sarkoma Ewing yang Perlu Diketahui
Ewing sarcoma jenisnya ada lima. Jenis sarkoma ewing ini diklasifikasikan berdasarkan letak kemunculannya atau awal pertumbuhannya. Untuk mengetahui secara detail jenis sarkoma ewing, simak artikel ini sampai tuntas ya!Apa itu ewing sarcoma? Sarcoma ewing atau disebut juga sarkoma ewing adalah jenis tumor ganas atau kanker yang pertumbuhan awalnya di tulang.Sarkoma ewing ini bisa tumbuh di berbagai tulang tubuh, seperti tulang paha, tulang panggul, tulang lengan atas, tulang kering dan lainnya. Dalam sejumlah kasus, kanker sarkoma ewing juga dapat tumbuh di jaringan lunak sekitar tulang, seperti lemak, otot dan/atau jaringan ikat.Letak pertumbuhan awalnya ini lantas membuat ewing sarcoma dibagi menjadi lima jenis. Berikut ini jenis sarkoma ewing yang perlu Anda ketahui:1. Sarkoma Ewing TulangSeperti namanya, ewing sarcoma jenisnya ini tumbuh di bagian tulang tubuh. Misalnya, tulang paha, tulang panggul, tulang rusuk dan/atau bagian tulang lainnya.Sarkoma ewing tulang ini berpotensi merusak bagian tulang yang terserang. Akibatnya, struktur tulang yang terserang akan melemah dan sangat rentan mengalami cedera apabila terkena benturan.GejalaGejala sarkoma ewing tulang pada awal pertumbuhannya mungkin tidak terasa dan tidak diketahui oleh penderitanya. Pada saat sarkoma ewing tulang membesar, gejala-gejala ini akan dirasakan oleh penderita:● Muncul benjolan pada bagian tubuh yang terkena sarkoma ewing tulang.● Demam.● Sering mengalami keringat dingin saat malam hari.● Nyeri tak tertahankan.● Cedera atau bahkan patah tulang saat mengalami benturan.PenyebabPenyebab sarkoma ewing tulang cukup beragam. Di antaranya: faktor genetik, efek samping pengobatan yang menggunakan radiasi seperti radioterapi dan cedera tulang.Identifikasi AwalDalam melakukan identifikasi awal, dokter mulanya akan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan menggunakan X-ray hingga biopsi untuk mendapatkan kejelasan terkait ewing sarcoma jenisnya yang dikeluhkan oleh penderita.2. Sarkoma Ewing EkstrakranialJenis sarkoma ewing yang kedua yaitu sarkoma ewing ekstrakranial. Ewing sarcoma jenisnya ini mulanya tumbuh di jaringan saraf tubuh. Jika tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, tumor kemungkinan akan mengalami penyebaran ke bagian tubuh lainnya.GejalaGejala sarkoma ewing ekstrakranial yang seringkali dikeluhkan penderita di antaranya: rasa nyeri yang berlangsung lama, demam yang (juga) berlangsung lama, tubuh mudah lelah dan nafsu makan menurun. Jika kondisi semakin parah, benjolan akan muncul di permukaan kulit pada bagian tubuh yang terserang.PenyebabSarkoma ewing ekstrakranial kemungkinan dipicu oleh faktor keturunan, perubahan genetik, paparan radiasi dan paparan zat kimia berbahaya. Meski begitu, penyebab pastinya dari penyakit serius ini masih belum diketahui.Identifikasi AwalDokter akan melakukan identifikasi awal dengan menanyakan riwayat dan kondisi kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan melakukan scanning untuk mendeteksi keberadaan dan tingkat keparahan sarkoma ewing ekstrakranial, seperti melakukan foto rontgen, CT scan dan/atau PET scan.3. Sarkoma Ewing Tulang LunakSeperti namanya, sarkoma ewing tulang lunak adalah jenis sarkoma ewing yang tumbuh pertama kali di tulang lunak. Pertumbuhan jenis sarkoma ewing ini bisa di berbagai tulang lunak tubuh ya.GejalaCiri-ciri kanker sarkoma ewing tulang lunak atau gejalanya meliputi: muncul rasa sakit atau nyeri tak tertahankan yang datang dan pergi, muncul pembengkakan, demam dan cedera tulang. Dalam kondisi yang parah, penderita bisa mengalami patah tulang karena tulang yang terserang sarkoma ewing mengalami kerusakan parah.PenyebabPenyebab ewing sarcoma jenisnya tulang lunak ini belum diketahui secara pasti. Tapi jelasnya, ewing sarcoma tulang lunak muncul saat sel-sel tumbuh tidak normal dan terkendali.Identifikasi AwalUntuk melakukan identifikasi awal atau diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Dokter lantas akan melakukan pemeriksaan fisik seperti menggunakan X-ray dan biopsy untuk memperoleh kejelasan letak dan stadium sarkoma ewing tulang lunak yang diderita oleh pasien.4. Tumor Primer Paru-paruTumor primer paru-paru adalah ewing sarcoma jenisnya yang tumbuh pertama kali di dalam organ paru-paru. Jenis sarkoma ini sangat berbahaya karena menyerang organ penting tubuh.GejalaPada stadium awal, penderita tumor primer paru-paru mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, jika tumor semakin parah, penderita biasanya merasakan gejala-gejala berikut ini:● Sesak nafas.● Suara jadi serak.● Batuk terus-menerus, bahkan terkadang disertai dengan keluar darah.● Nyeri dada.● Tubuh jadi lemas.PenyebabPenyebab utama tumor primer paru-paru yakni terpapar zat beracun karsinogen secara terus-menerus atau berlangsung lama. Zat beracun karsinogen ini dapat membuat perusahan sel tidak normal sehingga bermutasi menjadi sel kanker atau tumor.Identifikasi AwalBeberapa tindakan identifikasi awal yang dilakukan dokter biasanya dengan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara rontgen dada, CT scan, sitologi dahak dan/atau biopsi (jika perlu).5. Tumor pada Jaringan Saraf (PNET)Ewing sarcoma jenisnya yang terakhir yaitu tumor pada jaringan syaraf atau PNET (Primitive Neuroectodermal Tumors). Seperti namanya, jenis sarkoma ewing ini bermula tumbuh di jaringan saraf tubuh. PNET juga bisa lho tumbuh di sistem saraf pusat, termasuk otak, tulang belakang dan sumsum.GejalaCiri-ciri kanker sarkoma ewing PNET yang juga menjadi gejala umumnya yakni sakit kepala, tubuh mudah lelah, muntah dan kejang. Selain itu, penderita mungkin akan mengalami nyeri punggung atau kaki, sulit bergerak termasuk juga sulit berjalan dan mengalami gangguan fungsi kandung kemih dan usus.PenyebabTernyata penyebab tumor pada jaringan saraf atau PNET ini masih belum diketahui sampai sekarang. Penyakit serius ini pun tidak ada kaitannya dengan faktor keturunan atau genetik yang diwariskan oleh keluarga. Jadi, jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena PNET, anggota keluarga lainnya tidak akan berisiko terkena penyakit yang sama.Identifikasi AwalDokter akan melakukan identifikasi awal dengan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan penderita PNET. Beberapa metode penentuan diagnosis seperti CT Scan dan MRI juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi letak dan stadium PNET yang diidap oleh penderita.Itulah jenis sarkoma ewing yang perlu Anda ketahui. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala yang kami sebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera. Anda bisa melakukan pemeriksaan di Granostic.Granostic menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi sarkoma ewing berikut tingkat keparahannya. Dengan adanya layanan ini, dokter dapat mengetahui ewing sarcoma jenisnya sekaligus menentukan pengobatan yang tepat.Ya, pengobatan sarkoma ewing memang harus didasarkan pada ukuran tumor/kanker, tingkat keparahannya dan kondisi penderita secara keseluruhan. Ketiga hal itu baru bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang tersedia di layanan Granostic.Oh ya, kanker ewing sarcoma jenisnya itu bisa sembuh dan kambuh lagi. Oleh karenanya, Anda perlu melakukan pemeriksaan secara berkala di Granostic untuk mencegah ewing sarcoma tumbuh dan kambuh.
Apa itu Sarkoma Ewing? Berikut Penjelasannya!
Apa itu sarkoma ewing atau disebut juga ewing sarcoma? Apakah ewing sarcoma termasuk penyakit serius?Ewing sarcoma adalah tumor ganas atau kanker yang tumbuh dan berkembang di tulang atau jaringan lunak sekitar tulang, seperti otot dan saraf. Jadi, bisa dikatakan sarkoma ewing adalah penyakit serius dan berbahaya.Meski begitu, sarkoma ewing tergolong penyakit kanker yang jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja usia 10 hingga 20 tahun, namun persentasenya sangat kecil. Sarkoma ewing bisa tumbuh dan berkembang di tulang bagian tubuh mana pun, seperti tulang paha, tulang lengan atas, tulang panggul dan lainnya. Penderita harus segera menanganinya agar sarkoma ewing tidak tumbuh menjadi besar dan lebih parah.Untuk mengetahui lebih detail apa itu sarkoma ewing, di bawah ini kami paparkan penjelasan selengkapnya. Kami jelaskan jenis, gejala, penyebab, tingkat keparahan (stadium) dan pengobatan ewing sarkoma yang tepat. Simak dengan saksama ya!Jenis Sarkoma EwingAda empat jenis ewing sarcoma yang perlu Anda ketahui. Keempat jenis ini dibedakan berdasarkan letak tumbuhnya kanker sarkoma ewing, berikut di antaranya:● Kanker tulang ewing: jenis sarkoma ewing ini tumbuh di bagian tulang tubuh, seperti tulang rusuk, tulang panggul, tulang selangka dan/atau bagian tulang lainnya.● Peripheral primitive neuroectodermal tumor: jenis ewing sarcoma ini tumbuh di jaringan saraf yang ada di berbagai organ tubuh.● Kanker sarkoma ewing extraosseous: jenis ewing sarcoma ini tumbuh di jaringan lunak, misalnya di tulang rawan.● Tumor askin: jenis sarkoma ewing ini tumbuh di bagian dada.Gejala Sarkoma EwingAda empat gejala sarkoma ewing yang sering kali dikeluhkan oleh penderita. Di antaranya sebagai berikut:1. Tubuh DemamGejala sarkoma ewing yang pertama yakni tubuh mengalami demam. Demam ini biasanya hilang muncul dalam jangka panjang selama penderita mengidap sarkoma ewing.2. Mudah LelahGejala yang juga menjadi ciri-ciri kanker sarkoma ewing berikutnya yakni tubuh penderita gampang lelah. Gejala ini, tentu saja, dapat menghambat aktivitasnya sehari-hari.3. PembengkakanPembengkakan juga akan terjadi pada area tubuh yang terkena ewing sarcoma. Selain itu, penderita juga mungkin akan mengalami kekakuan (juga) pada area tubuh yang terkena penyakit serius ini.4. NyeriPenderita pun bisa saja mengalami nyeri atau sakit yang tak tertahankan pada area tubuh yang terkena sarkoma ewing. Bahkan, rasa nyeri yang hebat ini sering kali membuat penderita sulit tidur.Penyebab Sarkoma EwingPenyebab ewing sarcoma sejatinya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit serius ini patut diduga dipicu oleh tiga hal berikut ini:1. Perubahan Genetik Tidak NormalSarkoma ewing patut diduga dipicu oleh perubahan genetik atau mutasi tidak normal yang terjadi usai lahir. Sebenarnya bukan saja ewing sarcoma yang diduga dipicu oleh perubahan genetik tidak normal, beberapa jenis kanker juga banyak yang dipicu oleh penyebab ini.2. Faktor KeturunanEwing sarcoma juga patut diduga dipicu oleh faktor keturunan atau pengaruh genetik dari orang tua. Seperti yang kami jelaskan di atas, beberapa jenis kanker, termasuk sarkoma ewing, bisa dipicu oleh mutasi genetik pada sel. Nah, mutasi genetik ini mungkin terjadi karena faktor keturunan.3. Paparan RadiasiPaparan radiasi yang terlalu lama pun bisa memicu tumbuhnya kanker sarkoma ewing. Paparan radiasi ini bisa berasal dari sinar UV atau matahari. Bisa juga paparan radiasi berasal dari pengobatan radioterapi dan lingkungan kerja penderita yang memang radiasinya tinggi.Stadium dan Diagnosa Sarkoma EwingSetelah mengetahui jenis, gejala dan penyebab sarkoma ewing, sekarang Anda juga perlu mengetahui stadium dan diagnosanya. Kita bahas stadium atau tingkat keparahannya terlebih dahulu.Stadium atau tingkat keparahan ewing sarcoma ditentukan berdasarkan tingkat penyebarannya di dalam tubuh. Stadium ewing sarcoma ini menjadi acuan penting bagi dokter dalam menentukan pengobatan dan/atau penanganan yang tepat.Nah, dokter pada umumnya membagi stadium ewing sarcoma secara sederhana, yakni hanya dalam dua tingkatan. Berikut kedua stadium ewing sarcoma:● Sarkoma ewing lokal: pada stadium ini, ewing sarcoma baru menyebar ke jaringan tubuh sekitar tulang, seperti tendon dan otot. Tumor, pada level ini, belum menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari letak awal pertumbuhannya.● Sarkoma ewing metastasis: pada stadium ini, tumor menyebar ke berbagai bagian tubuh, bahkan jauh dari letak awal pertumbuhannya. Seperti, paru-paru, organ hati, kelenjar getah bening dan.atau bagian tubuh lainnya.Nah, untuk mengetahui stadium atau tingkat keparahan ewing sarcoma ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan dan menanyakan gejala yang dialami penderita. Pemeriksaan dilakukan dengan melakukan metode scanning atau pemindaian untuk mengetahui letak sarkoma ewing dan seberapa besar ukurannya. Metode scanning yang biasa dilakukan yakni CT scan, MRI, PET scan dan/atau foto rontgen.Dokter juga mungkin akan melakukan biopsi untuk memastikan stadium atau tingkat keparahan sarkoma ewing yang diidap penderita. Metode biopsi ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tumor, lalu diperiksa di laboratorium.Diagnosis ini penting dilakukan guna menentukan pengobatan/penanganan yang tepat bagi penderita sarkoma ewing. Lantas, pengobatan/penanganan seperti apa yang akan dilakukan oleh dokter untuk penderita jenis kanker atau tumor ganas ini?Pengobatan dan IdentifikasiSetelah dilakukan identifikasi atau diagnosis, dokter akan menentukan pengobatan bagi penderita sarkoma ewing. Pengobatan ini ditentukan berdasarkan ukuran tumor ewing sarcoma, tingkat keparahan penyebarannya, kondisi penderita terkini dan pilihan pasien.Pada umumnya, dokter akan menyarankan tiga jenis pengobatan untuk mengatasi tumor atau ewing sarcoma, di antaranya: kemoterapi, operasi dan radioterapi. Kemoterapi sarkoma ewing adalah pemberian obat-obatan tertentu kepada penderita yang bertujuan menghentikan pertumbuhan dan membasmi sel kanker.Operasi adalah tindakan mengangkat sel kanker ewing sarcoma. Operasi ini penting dilakukan guna menjaga fungsi organ tubuh yang terkena kanker ewing sarcoma. Adapun radioterapi yakni terapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker tersisa. Radioterapi juga boleh dilakukan apabila tindakan operasi sulit dilakukan karena letak tumor berada di bagian tubuh yang susah dijangkau.Ketahuilah, kanker sarkoma ewing mempunyai kemungkinan sembuh yang tinggi apabila belum menyebar. Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk melakukan langkah pencegahan yang tepat. Langkah pencegahan ini bisa dilakukan secara sederhana kok. Bagaimana caranya?Pertama, menjalankan pola hidup sehat setiap hari. Pola hidup sehat ini terdiri dari mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, menjaga berat badan ideal, menjauhi zat-zat pemicu kanker dan stop merokok.Kedua, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi kanker ewing sarcoma sejak dini. Pemeriksaan kesehatan secara berkala ini bisa Anda lakukan di Granostic.Oh ya, di samping mempunyai tingkat kesembuhan yang tinggi sebelum menyebar, kanker ewing sarcoma juga bisa kambuh setelah sembuh. Inilah pentingnya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di Granostic guna mencegah kanker ewing sarcoma kambuh lagi!
Kenali Beberapa Komplikasi Sarcoma
Sarcoma atau sering juga ditulis ‘sarkoma’ bisa menjadi sakit komplikasi berbahaya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Sarkoma sendiri adalah jenis tumor ganas atau kanker yang menyerang jaringan lunak pada tubuh, seperti otot, lemak, saraf, tendon dan lapisan tulang sendi.Siapa pun harus waspada dengan komplikasi penyakit, termasuk yang disebabkan oleh kanker sarkoma. Oleh karenanya, penting bagi kita semua perlu mengenali gejala-gejala kanker maupun sakit komplikasi yang disebabkan olehnya.Di samping itu, kita juga perlu menangani gejala-gejala awal kanker sarcoma. Nah, pada umumnya gejala awal kanker sarcoma itu tidak tampak sehingga pengidap mungkin tidak mengetahui kalau sejatinya dia menderita penyakit serius tersebut.Meski begitu, Anda bisa melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara berkala. Penting juga bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis penyakit secara detail (jika ada). Anda juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium di Granostic ya!Mungkin Anda bertanya-tanya penyakit komplikasi apa bisa sembuh? Daripada dibuat penasaran terus, Anda bisa menanyakan hal itu ke Granostic dan mendengarkan langsung jawaban yang tepat dari dokter spesialis di sana.Nah, di bawah ini kami akan mengenalkan kepada Anda beberapa sakit komplikasi sarcoma yang sering kali terjadi. Simak dengan saksama ya!1. Sel-sel Kanker Menyebar Melalui Alirah DarahBerbagai jenis kanker sarkoma, termasuk sarkoma tulang, bisa menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain. Penyebaran sel kanker sarkoma ini dalam dunia medis disebut metastasis. Sebenarnya bukan saja sarkoma, semua jenis kanker bisa mengalami penyebaran.Penyebaran sel kanker sarkoma diawali dengan menginvasi jaringan tubuh di sekitarnya. Kemudian, sel kanker sarkoma masuk ke aliran darah dan menyebar ke jaringan dan/atau organ tubuh yang jauh dari awa mula sarkoma tumbuh.Penyebaran sel kanker sarkoma ini termasuk kondisi yang sangat serius. Sel kanker bisa saja tumbuh baru di jaringan dan/atau organ tubuh yang disinggahinya. Tentunya, penderita akan mengalami kondisi yang lebih parah dan perlu mendapatkan perawatan yang lebih intens.2. Kerusakan Organ PentingTanda-tanda sakit komplikasi sarkoma berikutnya terjadi kerusakan organ penting dalam tubuh. Ya, penyebaran sel kanker sarkoma memang bisa mengakibatkan sistem organ tubuh mengalami gangguan sehingga kinerjanya tidak normal lagi sebagaimana biasanya. Dalam kasus yang lebih parah, organ akan mengalami kerusakan.Misalnya, penyebaran sel kanker sarkoma sampai ke paru-paru dan tumbuh besar di tempat barunya itu. Maka, organ paru-paru kemungkinan akan mengalami sulit mengembang karena adanya tekanan dari sel kanker sehingga mengakibatkan penderita sesak napas.Misalnya lagi, penyebaran sel kanker sarkoma sampai ke jaringan ginjal dan tumbuh besar di organ tersebut. Maka, ginjal tidak akan berfungsi dengan normal lagi, yakni menyaring racun untuk dikeluarkan melalui urin.Terjadinya kerusakan organ penting ini sangat ditakutkan dari contoh penyakit komplikasi sarkoma. Sebab, kondisi penderita akan semakin parah.3. Kompresi Saraf atau Pembuluh DarahKanker sarkoma yang mengalami komplikasi dapat memberikan kompresi pada saraf atau pembuluh darah. Bukan saja itu, kompresi akibat tumbuhnya sel kanker ini juga bisa menyerang organ tubuh tertentu dan tulang.Terjadinya kompresi saraf atau pembuluh darah ini membuat penderita mengalami rasa sakit dan nyeri yang tak tertahankan. Bahkan, rasa nyeri yang muncul sering kali membuat penderita mengalami sulit gerak atau geraknya jadi lebih terbatas.Pada intinya, komplikasi penyakit sarkoma yang mengakibatkan kompresi saraf atau pembuluh darah membuat penderita merasakan ketidaknyamanan. Bahkan, pada malam hari, penderita sangat mungkin akan mengalami sulit tidur.4. Kehilangan Fungsi TubuhBukan hanya rasa nyeri yang hebat, kompresi saraf atau pembuluh darah juga bisa mengkibatkan kehilangan fungsi tubuh. Misalnya kehilangan fungsi pendengaran, fungsi penglihatan dan fungsi penciuman, tergantung di mana kanker sarkoma tumbuh.Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, kanker sarkoma yang mengalami penyebaran bisa mengakibatkan kehilangan ingatan. Inilah bahayanya kanker sarkoma yang perlu diwaspadai oleh siapa saja, terutama para pengidapnya. Terlebih ketika kanker sarkoma mengalami komplikasi penyakit.5. Risiko InfeksiSakit komplikasi akibat kanker sarcoma berikutnya yakni berisiko terkena infeksi. Apa kaitannya kanker sarcoma dengan infeksi?Ketahuilah, apapun jenis kanker yang diderita, termasuk kanker sarkoma tulang, bisa membuat sistem kekebalan tubuh atau imunitas mengalami penurunan. Nah, sistem imunitas ini memiliki salah satu tuhas melawan infeksi, virus maupun bakteri. Jadi, saat mengalami penurunan sistem imunitas, tubuh akan mudah terkena infeksi.Risiko infeksi yang diakibatkan oleh komplikasi penyakit sarkoma ini sangat berbahaya bagi tubuh. Bahkan, dalam kondisi yang parah, infeksi dapat mengakibatkan sepsis. Sepsis adalah respons ekstrem tubuh terhadap infeksi yang menyerang. Oleh karenanya, penting sekali bagi pengidap sarkoma untuk mengecek kondisi kesehatannya secara rutin di Granostic.6. Efek Samping PengobatanPenderita atau pengidap sarkoma pada umumnya mendapatkan pengobatan jangka panjang. Pengobatan jangka panjang ini penting dilakukan guna mengendalikan pertumbuhan sel kanker sarkoma.Akan tetapi, pengobatan sarkoma dapat menimbulkan efek samping yang buruk bagi tubuh. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, dampak buruk akibat efek samping pengobatan sarkoma bisa berakibat pada gangguan jantung dan gangguan tumbuh kembang pada anak.Oleh karenanya, pengidap sarkoma perlu mengecekkan kondisi kesehatannya ke dokter spesialis Granostic secara berkala. Dengan melakukan ini, kamu akan mendapatkan pengobatan penyakit sarkoma yang tepat dan meminimalisir efek samping pengobatan.7. Perubahan Mood dan KomplikasiTerakhir, sakit komplikasi kanker sarkoma bisa mengakibatkan perubahan mood atau suasana hati. Bahkan, dalam kondisi yang parah, perubahan mood bisa menjadi ekstrem. Pada akhirnya, penderita akan mengalami depresi, mudah marah dan/atau sedih. Di samping itu, penderita mungkin mengalami rasa putus asa dan ketakutan.Jika Anda mendapati seseorang yang mengalami perubahan mood akibat komplikasi penyakit sarkoma, Anda bisa membicarakan dengan baik-baik perasaan atau ketakutan yang dialami penderita. Dengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan penderita dan beri nasihat secara bijak serta beri dorongan untuk terus bersemangat melawan penyakit yang dideritanya.Itulah beberapa sakit komplikasi kanker sarkoma yang sering terjadi. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami komplikasi kanker sarkoma, segeralah memeriksakan diri ke Granostic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.Sebenarnya, kanker sarkoma bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana. Seperti, menjalankan gaya hidup yang sehat, mengurangi paparan radiasi penyebab kanker, menghindarkan diri dari zat berbahaya penyebab kanker dan melakukan cek kesehatan dan konsultasi dengan dokter Granostic secara berkala.Saat berkonsultasi dengan dokter Granostic, Anda bisa nih menanyakan berbagai hal penting terkait sakit komplikasi sarkoma dan gaya hidup seperti apa yang semestinya dijalankan untuk memeranginya. Anda juga bsa menanyakan penyakit komplikasi apa bisa sembuh ke dokter Granostic. Dengan senang hati, dokter Granostic akan memberikan jawaban dan solusi bagi Anda agar terbebas dari sarkoma dan penyakit serius lainnya.
Cara Pencegahan Sarcoma Sejak Dini
Sarcoma atau sering kali ditulis ‘sarkoma’ adalah jenis penyakit serius dan berbahaya, meski kasusnya tidak begitu banyak. Karenanya, penting bagi kita semua untuk mengetahui langkah pencegahan sarkoma sejak dini.Perlu diketahui, sarkoma adalah tumor yang tumbuh dan berkembang pada jaringan lunak tubuh. Tumor ini bisa berkembang besar hingga menjadi kanker apabila tidak dicegah sedini mungkin.Nah, tumor sarkoma bisa berkembang di jaringan lunak bagian tubuh mana saja. Namun, kebanyakan tumor sarkoma tumbuh di bagian perut, tungkai dan lengan.Di dalam artikel ini, kami ingin menginformasikan langkah-langkah atau cara pencegahan sarkoma sejak dini yang bisa kita lakukan. Simak dengan saksama ya!1. Pemeriksaan Kesehatan RutinCara mencegah sarkoma yang pertama yakni melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau berkala. Anda mungkin bertanya-tanya, apa sih pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin?Ketahuilah, dengan melakukan cek kesehatan rutin, Anda akan mengetahui kondisi Anda terkini. Selain itu, cek kesehatan rutin juga dapat mengidentifikasi tanda-tanda munculnya penyakit serius, seperti tumor sarkoma. Anda juga akan mendapatkan ‘wejangan-wejangan’ penting dari dokter atau tim medis untuk mempertahankan gaya hidup sehat sehingga terhindar dari contoh sarkoma.Pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa Anda lakukan di Granostic. Untuk wilayah Surabaya, Granostic menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin secara homeservice. Jadi, Anda tidak perlu pergi ke kantor kami untuk melakukan cek kesehatan.2. Gaya Hidup SehatCara mencegah penyakit sarkoma yang kedua yakni dengan mempertahankan gaya hidup sehat. Apa saja gaya hidup sehat yang perlu kita lakukan agar terhindar dari sarkoma?Setidaknya ada lima hal yang perlu lakukan, di antaranya: menjaga berat badan tetap ideal, melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, mengurangi konsumsi garam dan sodium dan menghindari makanan yang diolah dengan cara dibakar atau diasap.Dengan mempertahankan gaya hidup sehat, Anda akan terhindar dari penyakit sarkoma. Jika Anda mengidap sarkoma, mempertahankan gaya hidup sehat bisa menghambat pertumbuhannya dan mencegah penyebaran ke bagian tubuh lainnya.3. Meminimalisir Paparan Zat BerbahayaMeminimalisir paparan zat berbahaya juga penting dilakukan sebagai langkah pencegahan sarkoma dan jenis tumor/kanker lainnya. Salah satu zat berbahaya yang perlu diminimalisir atau bahkan dihindari yakni zat karsinogenik.Zat karsinogenik ini bisa dijumpai pada bahan kimia, sinar radiasi dan obat-obatan. Makanan dan minuman tertentu juga ada lho yang mengandung zat karsinogenik. Jadi, Anda perlu berhati-hati ya!Ketahuilah, zat karsinogenik yang berlebihan di dalam tubuh dapat mengakibatkan mutasi genetik pada sel. Sel lantas membelah lebih cepat, yang mana kondisi ini dapat menjadikan pembentukan sel abnormal atau tidak normal. Pada akhirnya, tumbuhlah tumor, seperti tumor sarkoma pada jaringan lunak.4. Kurangi Paparan RadiasiCara mencegah penyakit sarkoma yang keempat yakni mengurangi paparan radiasi. Anda mungkin dibuat bingung dengan poin ini karena radiasi selama ini dimanfaatkan sebagai pengobatan tumor, termasuk tumor sarkoma.Tapi ketahuilah, sebanyak 10 persen kasus tumor/kanker disebabkan oleh paparan radiasi. Paparan radiasi yang dimaksud bisa berasal dari sinar matahari, lingkungan kerja dan gawai.Nah, radiasi sendiri terdiri dari dua jenis, yakni radiasi non-ionisasi dan ionisasi. Radiasi ionisasi inilah yang dapat memicu tumbuhnya tumor/kanker dan merusak sel DNA. Beberapa radiasi yang bisa memicu efek mengerikan itu di antaranya sinar-X, sinar UV dan unsur kimia radon dalam rokok.Jadi, sekali lagi kami tekankan kepada Anda agar melakukan pencegahan sarkoma dengan mengurangi paparan radiasi. Salah satu caranya yakni dengan mengaplikasikan tabir surya.5. Penggunaan Tabir Surya dari Sinar UVCara mencegah sarkoma berikutnya yakni dengan mengaplikasikan tabir surya. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan tabir surya. Ya, tabir surya atau juga disebut sunscreen adalah salah satu produk kecantikan (skincare) yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau UV.Seperti yang kami informasikan sebelumnya, paparan sinar UV atau sinar matahari yang berlebihan dapat mengakibatkan kanker, termasuk kanker sarkoma. Inilah mengapa kami menyarankan Anda melakukan pencegahan sarkoma dengan cara mengaplikasikan tabir surya.Lantas, bagaimana cara mengaplikasikan tabir surya yang tepat agar kulit terlindung maksimal dari paparan sinar matahari atau UV? Mudah banget kok, Anda hanya perlu mengoleskan tabir surya secukupnya pada bagian tubuh terbuka dan berpotensi terpapar sinar matahari. Sebaiknya oleskan tabir surya atau sunscreen 15 – 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan ya! Tujuannya agar tabir surya meresap dengan baik ke dalam kulit sehingga kulit dapat terlindungi secara maksimal dari paparan sinar matahari.6. Mengenali Gejala KankerMengenali gejala kanker sarkoma juga penting dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Seperti apa sih gejala kanker atau tumor sarkoma?Ketahuilah, pada tahap awal, sarkoma biasanya tidak memunculkan gejala yang bisa dilihat dan dirasakan oleh penderita. Seiring tumbuh dan berkembangnya sarkoma, gejala mulai dapat dilihat dan dirasakan oleh penderita.Beberapa gejala umum sarkoma yang perlu Anda ketahui di antaranya: muncul benjolan padat yang dapat terlihat secara jelas di bagian tubuh yang terkena sarkoma, nyeri perut dan sembelit, batuk dan sesak napas.Untuk diketahui, gejala benjolan padat seiring waktu bisa semakin besar. Pengidap sarkoma perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis Granostic untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.7. Konsultasi dengan Dokter Secara BerkalaCara pencegahan sarkoma yang terakhir yakni melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter secara berkala. Apa sih pentingnya melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter secara berkala?Masih banyak nih orang yang sibuk dengan pekerjaan dan/atau aktivitas sehari-hari sehingga lupa dengan kondisi kesehatannya. Saat penyakit serius datang seperti sarkoma, mereka baru mau memeriksakan diri ke dokter. Setelahnya, mereka menyadari ternyata tubuhnya selama ini terdapat penyakit serius.Oleh karenanya, sangat penting bagi kita semua untuk melakukan konsultasi dan pengecekan kesehatan secara berkala ke dokter. Jika ada penyakit serius terdeteksi di dalam tubuh, kita dapat melakukan penanganan cepat dan tepat sehingga risiko penyakit serius bisa ditekan sesegera mungkin. Misalnya, seseorang melakukan konsultasi dan pengecekan kondisi kesehatannya kemudian dia mengetahui tubuhnya mengidap sarkoma. Dokter akan memberikan penanganan dan pengobatan dengan tepat agar sarkoma tidak tumbuh besar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.Nah, Anda bisa nih melakukan konsultasi kesehatan secara berkala di Granostic. Granostic memiliki dokter spesialis yang mumpuni dan mampu menangani berbagai jenis penyakit, termasuk sarkoma.Anda bisa menanyakan berbagai hal terkait sarkoma ke dokter spesialis Granostic agar lebih memahami seluk-beluk penyakit serius ini. Kemudian, Anda bisa meminta saran ke dokter Granostic terkait gaya hidup seperti apa yang bisa memerangi sarkoma.Itulah pembahasan tentang cara pencegahan sarkoma sejak dini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!
Jenis Sarcoma Apa Saja? Berikut Penjelasannya
Ketahuilah, ada tidak kurang dari 50 jenis sarkoma jaringan lunak. Sarkoma ini termasuk salah satu jenis tumor atau kanker sehingga bisa dikatakan tergolong penyakit serius.Sarkoma atau sering juga ditulis ‘sarcoma’ adalah jenis tumor/kanker yang awal tumbuhnya pada jaringan lunak tubuh. Karenanya, banyak orang menamai penyakit ini ‘sarkoma jaringan lunak’. Pada umumnya, sarkoma menyerang jaringan lunak di area perut, lengan dan tungkai.Meski termasuk penyakit serius, sarkoma tergolong dalam jenis tumor atau kanker yang jarang ditemui. Ya, jumlah kasus tumor sarkoma cuma 1 persen pada orang dewasa. Sementara pada remaja dan anak-anak, jumlahnya sekitar 8 persen.Pada awal tumbuhnya sarkoma, penderita mungkin tidak merasakan keberadaannya. Namun, setelah penyakit sarkoma membesar, penderita akan mengetahui ada benjolan saat disentuh atau diraba.Nah, di bawah ini kami informasikan delapan jenis sarkoma yang paling sering menyerang jaringan lunak tubuh. Simak dengan saksama ya!1. AngiosarcomaAngiosarcoma adalah jenis sarkoma yang menyerang jaringan lunak pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Pada umumnya, angiosarcoma ini menyerang orang yang sudah lanjut usia, yakni yang telah berusia 60 tahun ke atas.GejalaAngiosarcoma seringkali menunjukkan gejala berupa benjolan yang bisa membesar seiring waktu. Selain itu, penderita juga akan mengalami luka mudah berdarah apabila terbentur atau tergores benda lain, luka lama membaik dan bahkan lebih parah dan pembengkakan di sekitar kulit yang terluka.PenyebabAdapun penyebab angiosarcoma di antaranya: kelainan genetik, paparan bahan kimia yang berbahaya, terapi radiasi yang terlalu lama dan pembengkakan akibat tersumbatnya kelenjar getah bening.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap angiosarcoma, penderita biasanya akan disarankan melakukan metode pengobatan tertentu. Seperti, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target dan/atau operasi.2. ChondrosarcomaJenis atau contoh sarkoma berikutnya yakni chondrosarcoma. Chondrosarcoma ini juga sering kali disebut sarkoma tulang karena memang berkembang di sel tulang rawan pada area paha, panggul, rusuk atau bahu.GejalaPenderita chondrosarcoma atau sarkoma tulang biasanya akan merasakan gejala nyeri pada area sel tulang rawan yang terkena. Selain itu, akan muncul pembengkakan pada area chondrosarcoma dan bahkan mengalami tulang rapuh.PenyebabChondrosarcoma bisa disebabkan oleh kelainan genetik, pernah menjalani radioterapi dan transplantasi sumsum tulang serta mengalami penyakit paget. Penyakit paget adalah kondisi tulang mengalami pelemahan.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap chondrosarcoma atau sarkoma tulang, dokter biasanya akan menyarankan beberapa pengobatan. Seperti, radioterapi, kemoterapi dan/atau operasi. Operasi yang dilakukan bisa berupa amputasi atau pengangkatan tulang.3. Gastrointestinal stromal tumorGastrointestinal stromal tumor atau GIST adalah tumor sarkoma yang tumbuh di sepanjang saluran pencernaan, seperti usus halus dan lambung. Jenis penyakit sarkoma jaringan lunak ini diketahui sangat jarang terjadi.GejalaGIST seringkali menunjukkan gejala nyeri perut dan sembelit. Seiring tumbuhnya tumor, penderita mungkin akan mengetahui benjolan padat di area yang terkena sehingga dapat menghambat geraknya.PenyebabGastrointestinal stromal tumor bisa disebabkan oleh kelainan genetik. Bisa juga GIST ini disebabkan oleh paparan radiasi yang terlalu lama, paparan zat kimia yang terlalu lama dan sudah menginjak usia lanjut.Pengobatan dan IdentifikasiPenderita GIST akan di-biopsi untuk memastikan identifikasi diagnosis. Kemudian, dokter akan menyarankan metode pengobatan yang tepat. Seperti, terapi target, radioterapi, kemoterapi dan/atau pengangkatan tumor.4. LeiomyosarcomaContoh sarkoma yang keempat yakni leiomyosarcoma. Leiomyosarcoma adalah sarkoma yang menyerang otot polos yang terdapat di berbagai organ. Seperti, saluran cerna, jaringan ikat tubuh dan pembuluh darah.GejalaPada umumnya gejala leiomyosarcoma yang dikeluhkan penderita di antaranya: perut terasa tidak nyaman dan nyeri, demam, berat badan mengalami penurunan, muncul benjolan dan haid tidak teratur (jika perempuan).PenyebabPenyebab leiomyosarcoma sejatinya masih belum diketahui pastinya. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko orang terkena sarkoma jaringan lunak ini. Di antaranya: faktor keturunan, paparan bahan kimia beracun dan riwayat pengobatan radioterapi.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap leiomyosarcoma, penderita biasanya disarankan untuk melakukan beberapa pengobatan. Seperti, kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, terapi dengan obat-obatan dan/atau tindakan operasi.5. LiposarcomaLiposarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lemak. Contoh sarkoma ini lebih sering tumbuh di jaringan lemak area perut. lengan dan tungkai.GejalaGejala liposarcoma dapat berbeda-beda, tergantung dengan area yang diserangnya. Namun, biasanya penderita menunjukkan gejala pembengkakan, sulit bernapas, muntah darah, sering cepat kenyang dan kram perut (jika liposarcoma tumbuh di area perut).PenyebabAdapun penyebab liposarcoma ada tiga, yakni faktor keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat liposarcoma, pernah menjalani radioterapi sebagai pengobatan kanker/tumor dan terpapar bahan kimia berbahaya.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah dilakukan identifikasi liposarcoma dan diketahui stadium atau tingkat keparahannya, dokter akan menyarankan metode pengobatan tertentu. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi.6. NeurofibrosarcomaNeurofibrosarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan saraf tepi. Tumor sarkoma ini pada umumnya bersifat jinak, namun dalam sejumlah kasus bisa tumbuh jadi kanker.GejalaGejala neurofibrosarcoma yang sering kali muncul di antaranya: bercak warna coklat gelap atau terang pada kulit, gangguan perkembangan fisik dan benjolan lunak pada bagian tubuh yang terkena neurofibrosarcoma.PenyebabPenyebab neurofibrosarcoma yakni penderita mengalami kelainan genetik. Biasanya, penderita neurofibrosarcoma akan terlihat pada bayi baru lahir sampai berusia kurang lebih 10 tahun.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi terdiagnosis neurofibrosarcoma, penderita atau pasien biasanya akan diminta melakukan metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, pemberian obat-obatan dan tindakan operasi.7. RhabdomyosarcomaRhabdomyosarcoma adalah jenis sarkoma yang terbentuk dan berkembang di otot rangka. Ya, semua bagian tubuh yang mempunyai otot rangka, seperti perut, dada, tungkai, leher dan sekitar mata bisa tumbuh contoh sarkoma ini.GejalaGejala rhabdomyosarcoma cukup beragam tergantung dengan bagian tubuh yang terkena. Pada umumnya, gejala yang muncul di antaranya: sakit kepala, hidung tersumbat, mimisan, muntah, sembelit, susah buang air kecil, muncul benjolan dan pembengkakan.PenyebabPenyebab rhabdomyosarcoma yakni karena sel rhabdomyoblast tumbuh abnormal atau tidak normal dan tidak terkenali. Sel tersebut kemudian membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.Pengobatan dan IdentifikasiPengobatan rhabdomyosarcoma tergantung dengan stadium atau tingkat keparahan identifikasi yang dilakukan oleh dokter. Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan berupa radioterapi, kemoterapi dan tindakan operasi.8. Tumor AskinJenis sarkoma yang terakhir yakni tumor askin. Tumor askin ini tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lunak rongga dada. Umumnya, tumor askin diidap oleh anak-anak dan remaja yang memiliki kulit putih.GejalaGejala tumor askin yang sering kali muncul diantaranya: demam, sesak napas, nyeri dada, berat badan menurut dan nafsu makan menurun. Penderita juga bisa mengalami batuk dalam waktu yang lama.PenyebabTumor askin sejatinya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi jenis sarkoma ini diduga disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA.Pengobatan Tumor AskinPenderita yang didiagnosa mengalami tumor askin biasanya diminta untuk melakukan beberapa metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi pengangkatan tumor.Itulah penjelasan tentang jenis sarkoma. Perlu Anda tahu, sarkoma yang tingkat keparahannya masih kecil memiliki kemungkinan sembuh yang lebih tinggi. Oleh karenanya, sebaiknya periksakan diri ke Granostic sejak awal untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan Anda terkini.
Home Service
Loading
Toast Message