Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Dimana Vaksin Hepatitis B Terdekat? - Pengobatan dan Vaksin
Selain hepatitis A, kasus hepatitis B hingga kini masih ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia. Karena itu, sebagai salah satu bentuk pencegahan, Anda dan keluarga perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Namun, dimana sih tempat vaksin hepatitis B yang aman dan nyaman untuk warga Surabaya?Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang dapat menyebabkan gejala ringan dan bertahan selama beberapa minggu, hingga penyakit bersifat kronis yang bertahan lebih lama.Penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV), serta dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh penderita seperti air liur, darah, cairan vagina, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Selain itu, bagi ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B juga dapat menularkan virus ini kepada bayinya selama persalinan.Karena mudah ditularkan dan dampaknya pada kesehatan, sangat penting untuk melindungi diri dan anak-anak dari penyakit hepatitis B dengan vaksinasi. Klinik Granostic menyediakan paket vaksin hepatitis B yang bisa jadi rujukan warga Surabaya dan sekitarnya.Penasaran, kenapa harus Granostic? Simak ulasannya di bawah ini, yuk!Tempat Vaksinasi Hepatitis B di GranosticHepatitis B dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak. Karena itu sangat penting untuk memberikan vaksinasi hepatitis B ini sejak dini.Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa idealnya dosis pertama vaksin hepatitis B sebaiknya diberikan pada anak segera setelah lahir, atau dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam setelah persalinan. Lantas dimana sih tempat yang aman untuk melakukan vaksinasi hepatitis B?Selain dapat mengaksesnya di Puskesmas atau Posyandu terdekat dari rumah Anda, vaksinasi hepatitis B ini juga bisa dilakukan oleh klinik Granostic. Bersama dengan dengan dokter umum yang terlatih dan berpengalaman kami, proses vaksinasi akan dijadwalkan sesuai dengan standar, kebutuhan fisik pasien, serta prosedurnya berjalan dengan nyaman dan efisien.Tak hanya itu, klinik Granostic pun memiliki serangkaian keunggulan yang membuatnya jadi pilihan ideal untuk Anda dan keluarga saat ingin vaksinasi hepatitis B, seperti:Akses vaksinasi yang mudah dengan beragam pilihan: tak hanya melakukan vaksinasi di klinik, Anda juga dapat mengakses layanan home care untuk vaksin hepatitis B di rumah.Jadwal yang lebih fleksibel: jadwal praktek dokter umum klinik Granostic buka setiap hari, kecuali di hari Minggu atau tanggal merah. Dalam rentang tersebut, Anda dapat menjadwalkan konsultasi dan vaksinasi hepatitis B sesuai dengan jadwal harian Anda.Pilihan paket dan layanan yang terpadu: setiap pelayanan kesehatan klinik Granostic selalu bersifat terpadu, tak hanya menyediakan vaksinasi hepatitis B, kami juga menyediakan vaksin hepatitis A, vaksin influenza, hingga vaksinasi HPV.Layanan Telekonsultasi: akan membantu Anda terkoneksi dengan dokter umum kami secara online, dari manapun dan kapanpun. Lewat layanan ini Anda dapat berkonsultasi mengenai kondisi tubuh pasca-vaksinasi, hingga langkah-langkah yang dilakukan ketika mengalami keluhan tertentu. Dokter juga akan membantu memeriksa, memberikan diagnosa, hingga meresepkan obat bila diperlukan.Jadwal VaksinasiVaksinasi hepatitis B di klinik Granostic dilakukan oleh tenaga medis ahli dan dokter umum yang terlatih. dr. Renaldo Aditya S. dan dr. Vindyanita Simanjuntak dapat membantu Anda untuk mendapatkan suntik vaksin hepatitis B di klinik Granostic pada jadwal praktek berikut ini:Senin hingga Jumat, pada pukul 07.00 – 20.00 WIB.Hari Sabtu, pada pukul 08.00 – 20.00 WIBDosis Vaksin Hepatitis BDosis vaksin hepatitis B umumnya diberikan dalam 3 dosis utama, dengan pembagian sebagai berikut ini:Dosis pertama.Pada bayi baru lahir, pemberian dosis pertama vaksin hepatitis B sebaiknya disuntikkan pada rentang waktu 12–24 jam setelah proses persalinan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan bayi tertular hepatitis B dari ibu yang terinfeksi.Kemudian pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa yang belum menerima vaksinasi hepatitis B, dosis pertama dapat diberikan kapanpun. Pastikan untuk melakukan vaksinasi segera setelah Anda menyadari belum pernah vaksin, serta lakukan di saat tubuh dalam keadaan sehat dan bugar.Dosis kedua diberikan 1 bulan setelah dosis pertama.Baik pada orang dewasa dan anak-naka maupun pada bayi baru lahir, dosis kedua diberikan satu bulan setelah penyuntikan dosis pertama. Pada bayi paling tidak ketika mereka berusia 4 minggu.Dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.Dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama, berlaku untuk bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Pada bayi paling tidak ketika mereka berusia 24 minggu.Ketiga jadwal dan dosis vaksinasi hepatitis B di atas harus Anda patuhi dengan baik, sehingga efek vaksin akan jadi lebih optimal.Syarat Vaksinasi Hepatitis BSelain menyimak jadwal vaksin dengan seksama, ada beberapa syarat vaksinasi hepatitis B yang perlu diperhatikan agar efeknya maksimal, seperti:Orang yang hendak divaksin harus dalam kondisi sehat.Saat akan melakukan vaksinasi di klinik Granostic, salah satu prosedur yang Anda lalui adalah konsultasi dengan dokter umum. Pada prosedur ini, dokter umum kami akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara riwayat kesehatan, untuk memastikan tubuh Anda dapat menerima vaksin dengan baik.Menurut artikel Kesehatan yang dirilis oleh Universitas Padjadjaran, efektivitas vaksin dimulai dari tubuh yang sehat. Karena saat tubuh Anda sehat, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin akan mampu melindungi tubuh dari infeksi.Tidak boleh sedang mengalami demam atau sakit berat.Demam merupakan salah satu kondisi yang menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang tidak sehat atau tengah terinfeksi penyakit. Hal ini akan mempengaruhi kekuatan antibodi untuk merespon vaksin yang diberikan, sehingga efeknya tidak akan maksimal.Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa demam ringan tidak akan mengganggu respon antibodi terhadap vaksin. Akan tetapi, jika Anda mengalami sakit yang lebih berat, maka sangat tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi.Konsultasi dokter diperlukan bagi orang yang memiliki riwayat alergi atau kondisi kesehatan khusus.Bagi seseorang yang memiliki keluhan khusus seperti riwayat alergi saat vaksin atau dengan kondisi medis tertentu, seperti saat sedang hamil atau berusia lanjut, konsultasi dengan dokter adalah hal yang sangat penting.Dokter dapat membantu memeriksa kondisi tubuh Anda dan memberikan edukasi mengenai vaksin hepatitis B secara menyeluruh. Selain itu, dokter juga bisa memberikan vaksinasi sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.Prosedur Penanganan di GranosticVaksin hepatitis B di klinik Granostic selalu melalui prosedur penanganan yang efisien dan mudah, sehingga Anda dapat merasa nyaman dan aman. Anda dapat mengatur jadwal konsultasi dan vaksinasi hepatitis B di Granostic lewat empat prosedur sederhana di bawah ini:RegistrasiLangkah pertama adalah melakukan pendaftaran, yang dapat Anda lakukan secara online maupun offline. Jika Anda ingin melakukan pendaftaran online, Anda dapat klik tombol “REGISTRASI ONLINE” di pojok kanan atas artikel ini, kemudian lengkapi data diri dan berkas-berkas yang diperlukan. Lewat layanan pendaftaran online ini, Anda juga dapat booking kunjungan sesuai dengan hari praktik serta jadwal harian Anda.Sementara jika Anda ingin melakukan pendaftaran secara offline, Anda dapat langsung berkunjung ke klinik Granostic dan bawalah berkas-berkas data diri Anda.Konsultasi DokterSebelum melakukan vaksinasi, Anda akan melalui prosedur konsultasi dengan dokter umum terlebih dahulu. Pentingnya konsultasi bersama dokter umum ini bertujuan untuk menentukan kelayakan vaksinasi, misalnya memastikan tidak ada kondisi Kesehatan yang dapat membuat vaksin kurang efektif. Melakukan wawancara riwayat, untuk memastikan tidak ada riwayat alergi terhadap bahan vaksin atau mengalami efek samping yang parah pada vaksinasi sebelumnya.Pemberian VaksinPemberian vaksin akan dilakukan sesuai dengan usia, dosis, dan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Metode yang digunakan untuk vaksinasi hepatitis B ini adalah injeksi atau suntik.Tindak LanjutSetelah pemberian vaksin, dokter akan menyarankan Anda untuk mengambil jeda dan beristirahat sejenak selama beberapa saat. Tujuannya untuk melihat adanya efek samping yang muncul.Jika tidak ada gejala-gejala membahayakan, dokter akan memberikan jadwal vaksinasi selanjutnya dan Anda dapat pulang ke rumah.Efek Samping Vaksin Hepatitis BPada dasarnya vaksin hepatitis B sangat aman digunakan dan tidak akan menimbulkan efek yang membahayakan, kecuali jika memang Anda memiliki alergi tertentu pada bahan-bahan yang ada dalam vaksin tersebut.Namun ada juga beberapa efek samping ringan yang dapat timbul setelah Anda melakukan vaksinasi hepatitis B, yakni:Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan.Karena diberikan melalui prosedur injeksi, setelah proses vaksinasi Anda mungkin merasakan nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan. Kondisi ini sangat wajar terjadi, juga akan dapat hilang dengan sendirinya dalam satu hingga beberapa hari.Namun, untuk mengurangi bengkak di area suntikan, Anda dapat menggunakan kompres dingin selama 10–20 menit. Jika pembengkakan ini menjadi lebih buruk atau tidak kunjung sembuh, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter kembali.Demam ringan.Demam merupakan salah satu reaksi yang sangat wajar terjadi pasca vaksinasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa daya tahan tubuh Anda sedang bekerja dengan baik, untuk membentuk antibodi melawan virus hepatitis B.Sakit kepala.Selain demam ringan, sakit kepala juga biasanya menyertai gejala pasca-vaksinasi dan sangat umum terjadi. Kondisi ini terjadi karena vaksin hepatitis B merangsang sistem imun, dan sebagai responnya timbulah inflamasi seperti sakit kepala dan demam ringan.Kelelahan.Keluhan ini juga dapat terjadi dalam skala yang ringan, Anda tidak membutuhkan obat-obatan atau perawatan tertentu untuk mengatasi rasa lelah setelah vaksin. Namun cukup dengan beristirahat berkualitas, menjaga hidrasi tubuh, serta makan dengan gizi seimbang.Beberapa efek samping di atas bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya dalam 1–2 hari. Anda juga tidak memerlukan pengobatan khusus untuk meredakannya.Tetapi bila Anda merasa gejala tersebut berlarut-larut dan makin memburuk, segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.Kisaran Harga Vaksinasi Hepatitis B di GranosticBagi bayi baru lahir dan anak-anak, vaksinasi hepatitis B dapat diperoleh secara gratis karena termasuk dalam program pemerintah Indonesia. Vaksin hepatitis gratis ini dapat diakses di Puskesmas atau Posyandu.Nah, bagi orang dewasa atau anak-anak yang belum divaksin sama sekali, Anda dapat melakukan vaksinasi di Puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Tentu saja layanan ini berbayar, namun berapa harganya?Secara umum biaya vaksinasi hepatitis B dibanderol dengan harga mulai dari Rp 150 ribu untuk anak-anak, dan mulai dari Rp 140 ribu untuk orang dewasa.Kontraindikasi Vaksin Hepatitis BSebelum melakukan vaksin, berikut ini ada beberapa kontraindikasi vaksin hepatitis yang perlu Anda ketahui:Orang yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin.Seseorang yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis B. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu reaksi alergi berat yang sama jika vaksinasi hepatitis B diberikan.Orang dengan infeksi akut atau demam tinggi saat waktu vaksinasi.Seseorang dengan infeksi akut atau mengalami demam tinggi juga tidak boleh melakukan vaksinasi, karena dapat mengurangi efektivitasnya.Konsultasi dokter diperlukan bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti imunokompromise atau bagi wanita yang sedang hamil.Selain itu, seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti sedang hamil atau dalam kondisi imunokompromi juga perlu mendiskusikan rencana vaksinasi bersama dokter. Meskipun aman untuk perempuan hamil, namun Anda tetap perlu konsultasi dengan dokter untuk dapat memperoleh perencanaan vaksinasi yang tepat dan efektif.Vaksinasi Hepatitis B Hanya di GranosticAnda sudah menyimak penjelasan mengenai vaksin hepatitis B di klinik Granostic. Mulai dari keunggulan, prosedur, hingga dosis dan harga paketnya. Berminat untuk menggunakan layanan vaksinasi hepatitis B Granostic?Klinik Granostic selalu berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik pada masyarakat, termasuk dalam vaksinasi. Tak hanya didampingi dengan dokter umum yang terampil dan terlatih, Anda juga akan melalui prosedur yang efisien dan mendapatkan pelayanan kesehatan terpadu.Selain itu, klinik Granostic pun menyediakan layanan home care dan telekonsultasi untuk memudahkan Anda mengakses berbagai layanan kesehatan dari manapun.Yuk, Sobat lindungi keluarga dan diri Anda dari hepatitis B bersama klinik Granostic!
Dimana Pengobatan Hepatitis C Terdekat?
Sobat Granostic, tahukah Anda bahwa hepatitis C merupakan jenis infeksi yang paling serius di antara virus hepatitis lainnya. Kabar baiknya, penyakit hepatitis C dapat sembuh dengan pengobatan tertentu. Lantas dimana pengobatan hepatitis C?Melansir dari Healthline.com, hepatitis C kerap disebut sebagai virus hepatitis yang paling serius. Ini karena pada awal infeksinya hepatitis C tidak menunjukkan gejala khusus pada pengidap, hingga penyakit berubah menjadi kronis. Pada tahun 2022, World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 50 juta orang di dunia terinfeksi hepatitis C, di mana setiap harinya 1.0 juta kasus baru terjadi setiap tahunnya.Penyakit hepatitis C dapat menular lewat darah dan dapat berkembang menjadi kronis, yang memicu berbagai masalah serius pada organ hati dalam jangka waktu yang lama.Meski begitu, dengan pengobatan terbaru yang dikembangkan dalam beberapa tahun lalu, hepatitis C kronis kini lebih mudah ditangani dari sebelumnya.Selain itu, obat antivirus yang efektif untuk menyembuhkan hepatitis C pun telah ditemukan, yang efektif untuk mencegah komplikasi Kesehatan akibat penyakit penyakit hati yang kronis.Infeksi hepatitis C dapat diobati di rumah sakit atau klinik terpercaya, seperti klinik Granostic. Bagaimana caranya? Langsung simak ulasan lengkapnya berikut ini, ya, Sobat!Penyebab Hepatitis C Hepatitis C merupakan penyakit pada organ hati yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis C atau (HCV). Menurut Mayo Clinic, infeksi ini menyebar darah seseorang yang terkena hepatitis C masuk ke dalam aliran darah orang yang tidak terinfeksi. Selain itu, beberapa sumber lain pun menyebutkan bahwa virus ini juga dapat ditularkan lewat seks yang tidak aman.Virus hepatitis C menyerang hati dan menyebabkan pembengkakan, atau inflamasi. Hepatitis C dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan hati yang serius.Sayangnya, hingga kini vaksin hepatitis C belum ditemukan. Sehingga sangat penting untuk Anda melakukan pencegahan dini dengan menghindari beberapa cara transmisi virus hepatitis C berikut ini:Menggunakan jarum suntik yang digunakan oleh pengidap hepatitis C, kondisi ini sering terjadi ketika Anda membuat tato di tempat yang tidak aman, menggunakan obat-obatan terlarang lewat suntikan, dan sejenisnya.Seks tanpa pengaman dan bergonta-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko terinfeksi hepatitis C.Berbagi alat mandi bersama seorang pengidap hepatitis C, baik itu berupa sikat gigi, alat cukur rambut, dan banyak lainnya.Apakah Hepatitis C Bisa Sembuh?Ya, hepatitis C bisa disembuhkan dengan penggunaan obat antivirus khusus. Menurut Center for Disease and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa perawatan hepatitis C dapat dengan menggunakan obat-obatan oral yang disebut direct-acting antivirals (DAA).Antivirus tersebut dapat menyembuhkan lebih dari 95% orang yang terinfeksi hepatitis C dalam kurun waktu 8 hingga 12 minggu.WHO pun menyebutkan dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, banyak orang yang dapat terbebas dari infeksi hepatitis C dan kembali menjalani kehidupan yang sehat.Prosedur Pengobatan Hepatitis CNah, Sobat Granostic agar perawatan hepatitis berjalan dengan lancar dan menghasilkan efek optimal, prosedur pengobatan yang diterapkan pun perlu dilakukan dengan tepat.Berikut ini alur pengobatan hepatitis C yang perlu Anda tahu:1. Konsultasi DokterHepatitis C secara umum tidak memberikan gejala yang signifikan pada infeksi awal. Namun, ketika Anda sadar bahwa telah melakukan kontak yang sangat dekat dengan penderita hepatitis C, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri dan melakukan tes untuk memastikan apakah Anda terinfeksi.Sebelum tes, Anda biasanya harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara fisik, untuk memeriksa adanya tanda-tanda vital. Lalu akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda.Jika hasil tes hepatitis C yang Anda lakukan menunjukkan hasil yang positif, dokter akan merekomendasikan perawatan yang diperlukan, termasuk menggunakan obat-obatan antivirus.2. Obat AntivirusSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa hepatitis C dapat disembuhkan dengan menggunakan obat antivirus khusus. Antivirus ini terbukti dapat mencegah infeksi hepatitis C menjadi kronis.Obat antivirus yang dimaksud adalah DAA, yang dapat membuat virus hepatitis C berkurang dan hilang dari sistem tubuh Anda. Menurut Healthline.com, penelitian terkini juga menunjukkan bahwa obat antivirus dapat mencegah komplikasi serius, seperti sirosis yang terjadi karena kerusakan hati kronis.WHO menyebutkan beberapa jenis obat antivirus yang dapat diberikan pada pasien hepatitis C adalah sofosbuvir dan daclatasvir. Sementara Healthline menambahkan jenis obat terbaru yang disetujui oleh badan Food And Drug Administration (FDA) Amerika Serikat adalah glecaprevir/pibrentasvir, yang digunakan dalam 8 minggu periode pengobatan bagi semua genotipe hepatitis C.Pemeriksaan Laboratorium Sebelum dan Selama PengobatanPada prosedur pengobatan hepatitis C, yang umumnya berlangsung selama 8 hingga 12 minggu, pasti Anda akan melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum dan selama pengobatan.Tes laboratorium hepatitis C melibatkan beberapa prosedur berikut ini:Tes darah: yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap virus hepatitis C. Jika pemeriksaan menunjukkan hasil yang positif, dokter akan merekomendasikan serangkaian tes tambahan untuk memverifikasi adanya infeksi aktif dan memeriksa tingkat kerusakan hati.Tes Polymerase Chain Reaction (PCR): pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan RNA virus hepatitis C dalam darah. Serta dapat digunakan untuk menentukan tingkat keberadaan virus dalam tubuh Anda.Pemeriksaan kerusakan hati: merupakan rangkaian pemeriksaan tambahan yang dilakukan untuk menilai seberapa parah tingkat kerusakan hati dan tingkat fibrosis akibat infeksi virus hepatitis C.Rangkaian tes ini dilakukan sebelum pengobatan untuk menilai seberapa parah infeksi hepatitis C yang Anda alami, sehingga dokter dapat menentukan langkah perawatan dan pengobatan paling efektif sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.Selain itu, rangkaian tes laboratorium tersebut juga dilakukan selama dan pasca-pengobatan untuk menilai seberapa efektif perawatan yang diberikan serta memastikan virus hepatitis C sudah hilang dari tubuh Anda.Penanganan Efek SampingPengobatan hepatitis C menggunakan DAA sebenarnya sangat minim efek samping. Bahkan mayoritas pasien juga menemukan pengobatan ini mudah dilakukan dan pil antivirus mudah untuk dikonsumsi.Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami efek samping. Apalagi kondisi tubuh setiap orang tidaklah sama, begitupun reaksi mereka terhadap antivirus.Anda dapat mengkonsultasikan efek samping atau gejala tidak biasa yang Anda rasakan selama pengobatan hepatitis C pada dokter. Selanjutnya, dokter akan memeriksa kembali kondisi tubuh Anda dan merekomendasikan alternatif pengobatan yang cocok untuk kondisi tubuh Anda.Adakah Efek Samping Pengobatan Hepatitis C?Melansir dari CDC, efek samping pengobatan menggunakan DAA sangat kecil. Mayoritas pasien hepatitis C mengklaim bahwa DAA sangat mudah untuk dikonsumsi.Menurut National Health Service (NHS) UK, seseorang bisa saja merasa sedikit sakit dan mengalami kesulitan tidur pada mulanya, namun kondisi ini dapat berkurang seiring dengan berjalannya Waktu.Efek samping untuk setiap jenis perawatan juga dapat berbeda pada tiap orang. NHS menyebutkan bahwa pada jumlah kelompok orang yang sangat kecil dapat mengalami beberapa efek samping selama perawatan hepatitis C, seperti:depresiiritasi kulitkecemasankesulitan tidur (insomnia)anorexiakelelahankerontokan rambuthingga perilaku yang agresif.Semua efek samping ini dapat diminimalisir dengan mengkonsultasikan langsung kepada dokter Anda. Jadi Anda tak perlu khawatir dalam menjalani pengobatan dan fokus untuk memulihkan diri Anda dengan maksimal.Kisaran Biaya Pengobatan Hepatitis CBiaya pengobatan hepatitis C sangat variatif, bergantung tingkat infeksi yang pasien alami. Namun secara umum biaya pengobatan hepatitis C dapat mencapai Rp 9–18 juta, yang belum termasuk biaya pemeriksaan laboratorium.Satu botol obat hepatitis C dapat mencapai Rp. 3 juta per bulan dan masa pengobatan membutuhkan waktu 2 hingga 6 bulan lamanya.Pengobatan Hepatitis C di GranosticSobat Granostic, saat terkena hepatitis C Anda mungkin merasakan banyak emosi sekaligus. Takut, khawatir, dan merasa bersalah pada diri merupakan emosi yang wajar ketika mengetahui diri sendiri terkena suatu infeksi yang serius.Namun, sangat penting bagi Anda untuk kembali berpikir positif dan melakukan pengobatan yang tepat. Klinik Granostic bisa menjadi jawaban untuk Anda, karena kami memiliki layanan kesehatan terpadu yang membuat perawatan hepatitis C menjadi lebih nyaman dilakukan.Selain memiliki tenaga medis terlatih dan dokter berpengalaman, klinik Granostic pun memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap dan canggih. Sehingga dapat mendukung kelancaran pengobatan hepatitis C yang Anda alami.Bersama dokter kami, Anda juga dapat mengonsultasikan gejala atau keresahan Anda mengenai infeksi hepatitis C secara rinci. Dokter akan memberikan arahan dan edukasi mengenai pengobatan serta perawatan yang bisa Anda lakukan.Jika Anda memiliki pertanyaan terkait hepatitis C dan pilihan pengobatannya di klinik Granostic, Anda bisa langsung menghubungi customer service kami dengan klik tombol WhatsApp di bawah.Atau bila Anda ingin melakukan telekonsultasi terlebih dahulu bersama dokter kami, Anda dapat memilih layanan Home Service, ya.Yuk, Sobat! Lindungi diri Anda dari hepatitis C dengan rutin cek kesehatan bersama klinik Granostic!
Apa Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan?
Tahukah Sobat Granostic, polusi udara menjadi ancaman besar bagi kesehatan manusia dan seluruh manusia .Berdasarkan data dari WHO, polusi udara menyebabkan sekitar 7 juta kematian setiap tahunnya di tingkat global. Dampak polusi tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga menciptakan kabut asap, hujan asam, merusak tanaman dan hutan, serta mencemari ekosistem.Polusi udara kini menjadi salah satu tantangan lingkungan yang kian terasa di era modern ini. Udara tercemar melalui berbagai jalur, di mana sebagian besar berasal dari aktivitas manusia seperti emisi dari pabrik, kendaraan, pesawat, dan penggunaan aerosol. Polusi udara bukan lagi ancaman yang bisa diabaikan karena dampaknya semakin nyata pada kesehatan kita sehari-hari. Lalu, apa saja sebenarnya bahaya yang mengintai dari udara yang terkontaminasi dan bagaimana cara kita melindungi diri? Mari kita jelajahi lebih jauh dampak polusi udara bagi kesehatan kita.Penyebab Polusi UdaraPenyebab polusi udara berasal dari berbagai aktivitas, baik yang terjadi secara alami maupun yang disebabkan oleh manusia. Mulai dari asap kendaraan, aktivitas industri, hingga pembakaran sampah, semua berperan dalam mencemari udara yang kita hirup. Untuk memahami lebih jauh, mari kita lihat apa saja sumber utama polusi udara dan bagaimana kontribusi masing-masing terhadap kualitas udara yang semakin memburuk.1. Emisi KendaraanEmisi kendaraan bermotor adalah salah satu penyebab utama polusi udara, terutama di kota-kota besar dengan volume lalu lintas yang padat. Kendaraan mengeluarkan berbagai zat berbahaya saat bahan bakar terbakar, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), dan partikel halus (PM2.5). Zat-zat ini berbahaya karena dapat masuk ke dalam paru-paru manusia, memicu masalah pernapasan, dan bahkan memperparah penyakit jantung. Selain itu, emisi kendaraan juga berkontribusi pada pembentukan kabut asap (smog), yang dapat menurunkan kualitas udara secara drastis dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat di sekitarnya.2. Industri dan PabrikIndustri dan pabrik menjadi penyumbang besar polusi udara, terutama karena proses produksinya yang menghasilkan emisi berbahaya. Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak, untuk menjalankan mesin-mesin industri, menghasilkan zat polutan seperti sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), dan partikel debu.Gas-gas ini tidak hanya berisiko bagi kesehatan pekerja di dalam industri, tetapi juga mencemari udara di sekitarnya, menyebabkan gangguan pernapasan hingga meningkatkan risiko penyakit kronis. Selain itu, asap dari pabrik juga memicu efek rumah kaca yang memperparah masalah pemanasan global dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar.3. Pembakaran Bahan Bakar FosilPembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak, dan gas alam, menjadi salah satu penyebab utama pencemaran udara. Ketika bahan bakar ini dibakar untuk menghasilkan energi, bahan bakar ini melepaskan berbagai polutan, termasuk karbon dioksida (CO₂), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), dan partikel halus ke atmosfer. Zat-zat berbahaya ini berdampak langsung pada kesehatan manusia, menimbulkan masalah pernapasan, penyakit jantung, dan memperburuk kualitas udara. Tak hanya itu, emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil juga meningkatkan efek rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim dan menimbulkan risiko lebih lanjut bagi lingkungan dan kesehatan manusia secara global.4. Pembakaran SampahPembakaran sampah adalah salah satu sumber polusi udara yang sering diabaikan, namun memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan. Saat sampah dibakar, terutama yang mengandung plastik atau bahan kimia, asap yang dihasilkan mengandung zat beracun, seperti dioksin, furan, karbon monoksida, dan partikel halus. Zat-zat ini sangat berbahaya jika terhirup, karena dapat memicu gangguan pernapasan, memperburuk kondisi asma, dan dalam jangka panjang meningkatkan risiko kanker.Selain itu, pembakaran sampah juga melepaskan karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya yang memperparah pemanasan global. Polusi dari pembakaran sampah tidak hanya mencemari udara, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di sekitarnya.5. Asap RokokAsap rokok merupakan sumber polusi udara yang berbahaya, baik di dalam maupun di luar ruangan. Setiap kali seseorang merokok, asap yang dihasilkan mengandung berbagai zat beracun, seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan ribuan bahan kimia lainnya. Zat-zat ini tidak hanya membahayakan perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang menghirup asap rokok secara pasif.Asap rokok yang terhirup dapat menyebabkan gangguan pernapasan, memperburuk kondisi asma, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung serta kanker paru-paru.Polusi dari asap rokok juga bertahan lama di lingkungan tertutup, menempel pada permukaan benda, dan mencemari udara, sehingga terus mengancam kesehatan bagi orang-orang di sekitar perokok.6. Sumber AlamiSumber alami juga berperan dalam polusi udara meskipun terjadi tanpa campur tangan manusia. Contoh dari sumber alami ini termasuk letusan gunung berapi, kebakaran hutan akibat cuaca kering, dan proses biologis di rawa-rawa yang melepaskan gas metana.Letusan gunung berapi, misalnya, mengeluarkan abu vulkanik dan sulfur dioksida (SO₂) dalam jumlah besar ke atmosfer, yang dapat mencemari udara di sekitarnya dan menyebar hingga ke wilayah yang jauh.Kebakaran hutan yang terjadi secara alami akibat cuaca panas menghasilkan asap tebal yang mengandung karbon monoksida (CO) dan partikel halus, yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan ekosistem. Polusi udara dari sumber alami ini sering kali sulit dikendalikan, namun tetap berdampak signifikan pada kualitas udara dan kesehatan lingkungan secara keseluruhan.Ciri-ciri Udara BurukMengenali ciri-ciri udara buruk sangat penting agar kita bisa lebih waspada terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkannya. Udara yang tercemar sering kali memiliki tanda-tanda khusus, baik yang bisa kita lihat, cium, maupun rasakan. Mari kenali ciri-ciri udara buruk berikut ini:1. Bau yang menyengatBau yang menyengat adalah salah satu tanda udara yang tercemar dan sering kali berasal dari polutan berbahaya. Bau ini dapat disebabkan oleh gas-gas seperti sulfur dioksida, ammonia, atau senyawa organik yang mudah menguap dari pabrik, kendaraan, atau pembakaran sampah. Aroma yang tidak sedap ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi mengindikasikan keberadaan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Menghirup udara dengan bau menyengat secara terus-menerus bisa memicu sakit kepala, iritasi pada mata dan hidung, serta masalah pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap polusi.2. Pandangan yang kaburPandangan yang kabur merupakan salah satu tanda dari kualitas udara yang buruk, sering kali disebabkan oleh partikel polutan atau asap yang menggantung di udara.Ketika udara tercemar, polutan seperti partikel debu, asap kendaraan, atau kabut asap industri mengurangi jarak pandang sehingga lingkungan sekitar terlihat buram atau berkabut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menandakan tingginya konsentrasi polutan yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Udara yang dipenuhi partikel ini bisa memicu iritasi mata, tenggorokan, serta masalah pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki gangguan paru-paru atau asma.3. Partikel debu atau asapKeberadaan partikel debu atau asap di udara adalah salah satu tanda kualitas udara yang buruk. Partikel-partikel kecil ini, yang disebut juga dengan PM2.5 atau PM10, biasanya berasal dari aktivitas seperti pembakaran bahan bakar, industri, konstruksi, atau kebakaran hutan. Partikel ini berbahaya karena bisa terhirup dan masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru, menyebabkan iritasi, alergi, dan bahkan memperburuk kondisi kesehatan seperti asma atau penyakit jantung. Selain menimbulkan dampak kesehatan, debu dan asap juga membuat udara tampak keruh dan tidak nyaman dihirup, yang sering kali langsung terasa saat berada di area yang polusinya tinggi.4. Indeks Kualitas Udara (AQI) TinggiIndeks Kualitas Udara (AQI) yang tinggi adalah indikator utama bahwa udara di suatu wilayah sudah tidak sehat. AQI mengukur tingkat polusi udara berdasarkan konsentrasi berbagai polutan, seperti partikel halus (PM2.5 dan PM10), ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Semakin tinggi angka AQI, semakin tinggi pula level polusi udara dan resikonya bagi kesehatan.Ketika AQI berada pada level tinggi, kualitas udara dianggap berbahaya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki masalah pernapasan. Pemantauan AQI bisa menjadi panduan penting untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengambil langkah perlindungan diri di tengah kondisi udara yang buruk.Dampak Polusi Udara terhadap KesehatanDampak polusi udara terhadap kesehatan tidak bisa dianggap sepele.Bukan hanya memengaruhi orang dewasa, polusi udara juga berbahaya bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Berikut ini dampak polusi udara terhadap kesehatan dalam jangka pendek dan jangka panjang:1. Dampak Jangka PendekIritasi Mata, Hidung, dan TenggorokanPolutan seperti partikel debu, asap, atau gas beracun (misalnya sulfur dioksida dan nitrogen dioksida) dapat mengiritasi lapisan sensitif di area mata, hidung, dan tenggorokan. Gejalanya bisa berupa mata yang merah dan berair, hidung yang gatal atau berair, hingga tenggorokan yang terasa perih atau gatal. Paparan yang terus-menerus dapat membuat kondisi ini berulang dan memperparah respons tubuh terhadap polutan, terutama bagi orang yang sudah memiliki alergi atau asma.Masalah PernapasanSaat kita menghirup udara yang tercemar polutan, seperti partikel debu halus (PM2.5), asap, dan gas beracun bisa masuk ke saluran pernapasan, menyebabkan gangguan seperti batuk, sesak nafas, hingga nyeri di dada. Gejala ini dapat lebih parah pada orang dengan kondisi pernapasan sensitif, seperti penderita asma atau bronkitis. Polusi yang berkepanjangan bisa meningkatkan risiko peradangan dan mengurangi fungsi paru-paru dalam jangka panjang.Penurunan Fungsi Paru-paruPolutan seperti partikel halus (PM2.5) dan gas beracun dapat mengiritasi saluran napas dan mengganggu aliran oksigen ke paru-paru sehingga paru-paru bekerja lebih keras untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan rasa berat di dada, batuk, dan kesulitan bernapas. Pada orang yang sudah memiliki masalah pernapasan seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), efek ini bisa lebih parah dan cepat muncul. AlergiKetika kita menghirup udara yang penuh dengan polutan, seperti debu, serbuk sari yang bercampur polusi, dan zat kimia lainnya, sistem kekebalan tubuh bisa bereaksi berlebihan.Hal ini dapat menyebabkan gejala alergi, seperti hidung gatal dan berair, bersin-bersin, mata berair, hingga tenggorokan yang terasa gatal. Paparan polusi juga bisa meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap alergen lain, sehingga seseorang yang sudah memiliki alergi bisa mengalami gejala yang lebih sering dan parah. 2. Dampak Jangka PanjangPenyakit Jantung dan Pembuluh DarahPolutan seperti partikel halus (PM2.5) dan gas-gas beracun dapat masuk ke aliran darah melalui paru-paru, menyebabkan peradangan dan mengganggu fungsi jantung serta pembuluh darah. Kondisi ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis), dan bahkan serangan jantung atau stroke. Paparan yang berkepanjangan membuat jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras, sehingga lebih rentan terhadap penyakit kronis.Penyakit Paru KronisPolutan yang terhirup berulang kali dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan paru-paru yang mengakibatkan penurunan kapasitas pernapasan. Kondisi ini membuat paru-paru sulit menyuplai oksigen secara optimal sehingga penderitanya sering merasa sesak napas dan mudah lelah. Selain itu, paparan polusi yang terus-menerus mempercepat kerusakan paru-paru, memperburuk gejala, dan membuat paru-paru lebih rentan terhadap infeksi.Kanker Paru-paruPolusi udara dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama bagi mereka yang terpapar polutan seperti partikel halus (PM2.5) dan bahan kimia berbahaya seperti benzena dan formaldehida dalam jangka panjang. Zat-zat ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan memicu kerusakan sel yang berulang, yang seiring waktu dapat menyebabkan mutasi sel dan pertumbuhan sel kanker. Risiko kanker paru-paru bahkan lebih tinggi bagi mereka yang tinggal di daerah dengan polusi tinggi atau sering terpapar asap industri dan asap kendaraan.Penuaan Dini pada Paru-paruPaparan jangka panjang terhadap polutan seperti ozon dan partikel halus menyebabkan jaringan paru-paru mengalami stres oksidatif yang berujung pada kerusakan sel dan jaringan. Akibatnya, paru-paru kehilangan elastisitas dan kemampuan kerjanya menurun lebih cepat dari yang seharusnya, mirip dengan kondisi penuaan alami. Hal ini membuat paru-paru kurang efektif dalam menyerap oksigen, menyebabkan napas lebih pendek dan stamina menurun, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Indikasi Penyakit Akibat Polusi UdaraPolusi udara bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman langsung bagi kesehatan kita. Berbagai penyakit dapat muncul sebagai akibat dari paparan polusi udara yang berkepanjangan. Mari ketahui bersama indikasi penyakit akibat polusi udara berikut ini.1. Batuk kronisPolutan seperti debu dan asap mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan batuk yang tak kunjung reda. Batuk ini biasanya lebih sering terjadi di pagi atau malam hari dan bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama, meskipun tanpa gejala lain seperti flu.Kondisi ini menandakan bahwa sistem pernapasan sedang berjuang mengeluarkan zat-zat asing yang mengiritasi.2. Sesak nafasSesak napas bisa menjadi indikasi bahwa polusi udara sudah mulai mempengaruhi paru-paru. Partikel halus dan polutan berbahaya lainnya bisa masuk ke dalam paru-paru, menghambat aliran oksigen, dan membuat paru-paru bekerja lebih keras untuk bernapas.Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih cepat lelah atau sulit bernapas, terutama saat beraktivitas. Gejala ini juga lebih sering dialami oleh orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan seperti asma.3. Nyeri dadaNyeri dada akibat polusi udara biasanya muncul ketika polutan telah menyebabkan peradangan di jaringan paru-paru atau mengganggu sirkulasi darah. Polutan seperti PM2.5 dan karbon monoksida dapat memperburuk aliran darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras, menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan di dada. Rasa nyeri ini bisa menjadi tanda awal dari masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit jantung atau peradangan paru-paru, dan sebaiknya segera diperiksakan. 4. KelelahanKelelahan yang berlebihan dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang berjuang melawan efek polusi udara. Ketika seseorang terus-menerus menghirup udara yang tercemar, paru-paru dan jantung harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan oksigen dalam tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan kurangnya oksigen yang mengalir ke jaringan dan organ, sehingga membuat tubuh merasa lelah, bahkan saat tidak melakukan aktivitas berat. Kelelahan akibat polusi ini sering terasa menyeluruh dan sulit hilang dengan istirahat biasa.Serangan asma atau alergi yang semakin sering:Polusi udara dapat memperburuk kondisi asma dan memicu alergi lebih sering. Partikel halus, asap, dan zat kimia berbahaya di udara dapat menyebabkan saluran napas menjadi lebih sensitif dan mudah meradang. Akibatnya, penderita asma atau alergi mungkin mengalami serangan yang lebih sering dan parah, dengan gejala seperti batuk, sesak nafas, dan hidung berair. Bagi mereka yang sudah memiliki riwayat alergi atau asma, paparan polusi yang terus-menerus membuat gejala sulit dikendalikan dan dapat mengganggu kualitas hidup secara keseluruhan.Langkah Pencegahan dan SolusiMenghadapi dampak polusi udara yang semakin nyata bagi kesehatan, langkah pencegahan dan solusi menjadi sangat penting. Berikut ini beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi paparan polusi serta menjaga kualitas udara yang lebih baik.1. Menggunakan MaskerMenggunakan masker saat berada di luar ruangan adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi paparan polusi udara. Masker, terutama yang memiliki filter seperti masker N95, dapat menyaring partikel halus seperti PM2.5 dan mencegahnya masuk ke saluran pernapasan. Dengan begitu, kita bisa mengurangi risiko terhirupnya polutan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.2. Menghindari Aktivitas di Luar RuanganSaat kualitas udara sedang buruk, mengurangi aktivitas di luar ruangan adalah langkah bijak untuk melindungi kesehatan. Hindari berolahraga atau beraktivitas berat di luar saat polusi tinggi karena aktivitas fisik yang intens membuat kita bernapas lebih cepat dan dalam sehingga lebih banyak polutan yang masuk ke dalam paru-paru. Dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, kita dapat mengurangi risiko terkena dampak langsung dari polusi udara.3. Menjaga Udara dalam Ruangan BersihUdara di dalam rumah atau kantor juga perlu dijaga kebersihannya. Gunakan alat pembersih udara atau buka ventilasi jika memungkinkan untuk memperbarui sirkulasi udara di dalam ruangan. Selain itu, hindari merokok di dalam ruangan dan kurangi penggunaan bahan kimia seperti pembersih yang beraroma kuat, karena zat ini dapat menambah polusi di dalam ruangan. Menjaga udara dalam ruangan bersih dapat membantu mengurangi risiko kesehatan akibat polusi udara luar yang masuk ke dalam rumah.4. Menanam PohonMenanam pohon adalah cara alami dan efektif untuk mengurangi polusi udara. Pohon-pohon berfungsi sebagai filter alami, menyerap karbon dioksida dan polutan lainnya sambil menghasilkan oksigen yang bersih. Selain itu, pohon membantu mengurangi suhu lingkungan dan menyediakan udara segar. Dengan lebih banyak pohon, lingkungan menjadi lebih sehat dan kualitas udara lebih baik, terutama di daerah perkotaan yang padat polusi.5. Mengurangi Emisi KendaraanMengurangi emisi kendaraan adalah langkah penting dalam menekan sumber polusi udara. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki jika memungkinkan. Bagi yang menggunakan mobil, memilih mobil dengan bahan bakar ramah lingkungan atau mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi juga membantu. Mengurangi emisi dari kendaraan pribadi akan membuat udara menjadi lebih bersih, mengurangi risiko penyakit akibat polusi, serta mengurangi efek negatif terhadap iklim.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa saja dampak buruk polusi udara bagi kesehatan. Pada masa kini, polusi udara sangatlah tinggi sehingga kita sangat rentan terpapar berbagai masalah pernapasan.Sebagai langkah pencegahan, Sobat dapat melakukan cek kesehatan pernapasan rutin di klinik Granostic. Tak hanya dapat dilakukan di klinik, cek kesehatan ini juga bisa melalui layanan home care, loh!Penasaran? Langsung klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk tanya-tanya soal medical check up home care di klinik Granostic!
Dimana Praktek Dokter Umum Terdekat Surabaya?
Ingin konsultasi kesehatan bersama dokter umum yang profesional dengan layanan efisien? Simak rekomendasi tempat dimana praktek dokter umum terdekat dan terbaik di Surabaya lewat artikel berikut ini!Ketika membicarakan tentang pelayanan kesehatan, dokter umum merupakan sosok paling depan yang akan Anda temui ketika mendapatkan gejala-gejala tak biasa pada kesehatan Anda. Dokter umum jugalah yang akan melakukan pemeriksaan awal, memberikan penanganan pertama, serta yang akan mengarahkan Anda untuk melakukan pengobatan lanjutan dan menghubungkan ke dokter spesialis bila diperlukan.Saat ini akses dokter umum bisa sangat mudah Anda dapatkan dimana saja, mulai dari puskesmas, rumah sakit umum atau swasta, hingga klinik. Untuk para warga Surabaya, klinik Granostic bisa menjadi salah satu tempat praktek dokter umum yang sangat dapat diandalkan. Penasaran? Langsung simak penjelasannya berikut ini!1. Praktek Dokter Umum Klinik GranosticPraktek dokter umum berfokus pada layanan Kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Dokter umum memberikan layanan konsultasi dan edukasi medis, memberikan penanganan dan pengobatan awal terhadap gejala-gejala yang dirasakan pasien, melakukan pemeriksaan rutin dan perawatan berkelanjutan.Dokter umum juga bisa merujuk pasien ke pelayanan medis atau dokter spesialis, ketika pasien memerlukan perawatan mendesak atau khusus.Kehadiran dokter umum ini sangat penting bagi masyarakat maupun sistem perawatan kesehatan yang lebih luas. Karena pada situasi apapun, dokter umum menjadi tenaga medis pertama yang akan terhubung dengan pasien, serta membantunya untuk menjaga kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.Misi utama Granostic adalah membantu pasien untuk memilih dan mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu, praktek dokter umum di klinik Granostic hanya diisi dengan tim medis dan dokter yang kompeten.Kami pun membuat akses kesehatan menjadi lebih accessible lewat layanan home care dan konsultasi online bersama dokter umum. Masyarakat yang tidak bisa berkunjung ke klinik karena kondisi tertentu dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di manapun secara online, atau di rumah saja lewat layanan home care. Menarik, bukan?2. Jadwal Praktek Dokter UmumPraktek dokter umum di klinik Granostic buka setiap hari Senin hingga Sabtu, dengan rincian jadwal sebagai berikut:Setiap Senin – Jumat, praktek dimulai pukul 07.00 hingga 20.00Setiap hari Sabtu, praktek dimulai pukul 08.00 hingga 20.00Pada hari Minggu dan tanggal merah (libur nasional) praktek dokter umum klinik Granostic tidak buka. Namun Anda dapat mengatur jadwal telekonsultasi dengan sistem appointment bila terdapat masalah kesehatan yang mendesak.3. Harga/Biaya KonsultasiHarga atau biaya konsultasi dokter umum di klinik Granostic sangatlah bervariasi. Sebab besaran biaya ini ditentukan dari jenis layanan yang diperlukan oleh pasien.Sebagai contoh, seorang pasien bisa saja hanya melakukan konsultasi sederhana dan mendapatkan resep obat, pada satu pertemuan. Namun, di satu sisi pasien lain membutuhkan tindakan tambahan seperti melakukan tes laboratorium, vaksinasi, dan lainnya.Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap soal harga atau biaya konsultasi dengan dokter umum klinik Granostic, Anda bisa langsung menghubungi nomor call center kami.4. Prosedur KonsultasiBerkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Surabaya dan sekitarnya, klinik Granostic menawarkan prosedur konsultasi dokter umum yang mudah dan efisien. Anda hanya perlu menerapkan langkah berikut ini:Langkah 1: By AppointmentPertama buat janji temu dengan dokter praktek yang Anda inginkan. Klinik Granostic memiliki dua dokter umum andalan, yakni dr. Renaldo Aditya S. dan dr. Vindyanita Simanjuntak.Baik dr. Renaldo Aditya S. maupun dr. Vindyanita Simanjutak, memiliki kompetensi yang sama baik dan berpengalaman dalam bidang konsultasi kesehatan umum, melakukan vaksinasi, memberikan penanganan dan perawatan lanjutan, dan banyak lainnya.Anda dapat membuat appointment ini dengan menghubungi nomor berikut:Call center: (031) 5994080atau lewat chat WhatsApp: 082230900900Langkah 2: Tentukan jadwal sesuai ketersediaan dokter.Setelah membuat janji temu dengan dokter yang diinginkan, Anda bisa menentukan jadwal sesuai dengan ketersediaan dokter. Seperti pada jadwal yang telah dijelaskan sebelumnya, praktek dokter umum buka setiap hari kecuali hari Minggu dan libur nasional.Anda bisa mengatur hari dan waktu konsultasi sesuai dengan kebutuhan serta aktivitas harian Anda. Sehingga konsultasi dapat dilakukan dengan nyaman dan berjalan lancar.Langkah 3: Datang sesuai jadwal yang telah ditentukanSetelah berhasil membuat appointment dan mengatur jadwal, pastikan untuk datang konsultasi sesuai dengan jadwal tersebut. Akan lebih baik kalau Anda datang 30 menit lebih awal untuk melakukan registrasi ulang. Selain itu, datang tepat waktu juga akan membantu Anda merasa nyaman selama konsultasi, karena tidak merasa diburu-buru dan Anda sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk dapat berdiskusi dengan maksimal bersama dokter.Langkah 4: Resep obat Dokter Umum atau rujukan ke spesialis. (jika dibutuhkan)Setelah proses pemeriksaan dan konsultasi dilakukan, dokter umum akan memberikan resep dan arahan perawatan kepada pasien. Juga dapat menjadwalkan sesi kunjungan selanjutnya bila dibutuhkan perawatan lanjutan, dan merujuk pasien ke spesialis jika membutuhkan perawatan khusus.5. Layanan yang DitawarkanDokter umum memberikan layanan kesehatan yang bersifat menyeluruh, baik secara fisik maupun mental. Adapun layanan yang dimaksud antara lain:Pemeriksaan Kesehatan UmumDokter umum memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, baik pada anak-anak, remaja, hingga orang tua. Jenis-jenis pemeriksaan Kesehatan umum meliputi:Pemeriksaan fisik, yang umumnya dilakukan untuk mengukur tekanan darah tinggi, tes kadar gula darah, mengukur tinggi dan berat badan, wawancara Kesehatan pasien, serta menyimak perkembangan kesehatan pasien. Diagnosis dan pengobatan penyakit umumSelanjutnya, dokter umum pun bisa memberikan diagnosis dan pengobatan untuk penyakit dengan gejala umum dan cenderung ringan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa dokter umum dapat menolong Anda dari penyakit akut, ya.Bahkan melansir dari WebMD.com, dalam keadaan darurat, dokter umum dapat memberikan perawatan yang menyelamatkan nyawa hingga tim layanan gawat darurat tiba.Konsultasi Gejala atau Keluhan KesehatanPada dasarnya perawatan kesehatan oleh dokter umum ini sangatlah luas. Namun berikut ini ada beberapa masalah kesehatan yang biasanya ditangani oleh dokter umum, seperti:​Nyeri Perut atau Gangguan PencernaanPilek dan FluLuka Tergores & TerbukaDemamSakit KepalaBiduranGigitan & Sengatan SeranggaLuka Bakar & Melepuh RinganDiare & MuntahMimisanMata SakitKeseleo & TerkilirKondisi LainnyaResep Obat dan Rujukan Jika DiperlukanSelain melakukan konsultasi dan diagnosa pada masalah kesehatan tertentu, seorang dokter umum pun dapat memberikan arahan perawatan dan meresepkan obat-obatan untuk pasien. Bahkan bila pasien membutuhkan perawatan kesehatan khusus dan komprehensif, dokter juga dapat memberikan rujukan kepada dokter spesialis yang berkaitan.Nah, itu adalah penjelasan mengenai praktik dokter umum di klinik Granostic. Apakah ulasan ini menjawab pertanyaan Anda tentang dimana praktek dokter umum terdekat di Surabaya?Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan rutin periksa kesehatan di dokter umum klinik Granostic, ya!
Konsultasi Dokter Umum Online di Surabaya
Tidak hanya dapat dilakukan secara langsung di klinik maupun lewat home care, konsultasi dokter umum di Granostic juga dapat Anda lakukan secara online. Nggak percaya?Konsultasi kesehatan online, dikenal juga dengan telemedicine, merupakan layanan kesehatan jarak jauh yang menggunakan teknologi elektronik untuk menyediakan pertukaran informasi medis, meskipun pasien dan dokter tidak sedang bertatap muka secara langsung.Konsultasi medis ini dapat dilakukan bersama dokter umum dan spesialis. Pasien dapat menyampaikan keluhannya dengan tulisan, pesan suara, hingga melakukan video panggilan.Klinik Granostic juga menyediakan layanan konsultasi dokter umum secara online. Sehingga pasien dari berbagai daerah di Surabaya dan sekitarnya dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum dengan mudah, tanpa perlu repot-repot berkendara jauh.Lantas bagaimana cara mengakses layanan konsultasi dokter umum online di klinik Granostic? jenis layanan apa saja yang dapat diberikan? Serta berapa harga layanannya?Langsung simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya, Sobat!1. Tahapan/Prosedur Konsultasi Dokter Umum OnlineProsedur konsultasi dokter umum secara online di klinik Granostic sangatlah mudah. Anda dapat mengikuti tiga langkah di bawah ini!Menghubungi KlinikLangkah pertama, Anda bisa langsung menghubungi klinik Granostic lewat nomor call center atau dengan klik Home Service. Tim administrasi kami akan memproses panggilan Anda dengan cepat, sehingga Anda dapat mengonfirmasi kembali jadwal praktek dokter umum, jenis layanan home care yang bisa Anda akses, prosedur pendaftaran, hingga pembayaran.PenjadwalanSetelah Anda menentukan jenis layanan yang diinginkan, misalnya berkonsultasi dengan dokter umum klinik Granostic, Anda bisa langsung melakukan penjadwalan telemedicine. Konsultasi MedisKonsultasi medis dilakukan pada jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Dokter akan menjawab keresahan Anda mengenai gejala-gejala kesehatan yang Anda rasakan, melakukan pemeriksaan lewat wawancara atau foto (jika diperlukan). Dokter umum kami juga akan memberikan diagnosa dan mengarahkan perawatan serta pengobatan.Meski dilakukan secara online konsultasi medis tetap dilakukan dengan profesional, efisien, serta mendetail. Sehingga Anda sebagai pasien, akan mendapatkan perawatan yang tepat sasaran. 2. Jenis Layanan yang TersediaKlinik Granostic menghadirkan layanan telemedicine terlengkap, yang dapat Anda akses dengan mudah. Beberapa jenis layanan online yang dimaksud antara lain:Konsultasi Kesehatan UmumKonsultasi masalah kesehatan umum juga termasuk dalam layanan online klinik Granostic. Bersama dokter umum kami, Anda dapat mengonsultasikan gejala kesehatan yang Anda rasakan kepada dokter. Misalnya demam, flu, ruam pada kulit, alergi dengan makanan atau suhu dingin, hingga perencanaan vaksinasi yang ideal.Dokter umum kami akan melakukan pemeriksaan dan merekomendasikan perawatan secara profesional untuk Anda. Bahkan, dapat memberikan resep dan rujukan bila diperlukan.Review Hasil PemeriksaanSelain konsultasi gejala kesehatan yang umum, telemedicine bersama dokter umum Granostic juga memberikan layanan review hasil pemeriksaan. Misalnya membaca hasil rontgen, tabel hasil tes urine atau darah, dan banyak lainnya.Data-data ini terkadang sulit dipahami oleh masyarakat awam, karenanya butuh kejelian dan keahlian seorang dokter profesional untuk membantu melakukan review pemeriksaan tersebut. Selain itu, pada dasarnya me-review hasil pemeriksaan telah menjadi bagian dari prosedur konsultasi online dokter umum Granostic. Karena di awal konsultasi, dokter pasti akan melakukan skrining dan melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien.Konsultasi Terkait Penyakit RinganLewat layanan konsultasi online dengan dokter umum klinik Granostic, Anda juga bisa mendiskusikan masalah terkait penyakit-penyakit yang ringan dan gejala umum. Resep ObatDokter umum juga dapat memberikan resep obat dan pengarahan konsumsinya lewat layanan konsultasi online tersebut.Rujukan ke SpesialisJika selama konsultasi dokter umum menyimak bahwa Anda memerlukan perawatan khusus yang bersifat lebih komprehensif, maka dokter dapat memberikan rujukan ke spesialis terkait setelah layanan berakhir.3. Harga/Biaya KonsultasiSelain mudah diakses, layanan konsultasi online dengan dokter umum klinik Granostic ini juga dibanderol dengan harga yang terjangkau.Estimasi BiayaSkema pembayaran dilakukan dengan mengakumulasikan bentuk layanan telemedicine yang Anda lakukan. Sehingga biaya yang akan ditanggung pasien pun akan sangat berbeda antara satu pasien dengan yang lainnya.Jika Anda hanya melakukan konsultasi dan tidak membutuhkan banyak resep, biaya yang Anda keluarkan akan lebih terjangkau. Namun, jika Anda memerlukan adanya obat atau tes tertentu di rumah, maka akan ada biaya tambahan yang dikenakan pada bill Anda.Untuk tahu apa saja layanan home care dan estimasi biayanya secara lengkap, Anda bisa langsung tanya-tanya ke nomor call center kami, ya!PembayaranSementara itu, pembayaran juga akan dapat dilakukan secara online melalui rekening resmi yang akan dikirimkan oleh tim administrasi kami. Pembayaran yang masuk akan dikonfirmasi dan Anda akan memperoleh bukti transaksi, sehingga keamanan transaksi pun akan lebih aman.4. Penjadwalan KonsultasiBuat Sobat Granostic yang ingin melakukan konsultasi kesehatan online bersama dengan dokter umum, pastikan untuk menyimak jadwal praktek di bawah ini, ya!Jadwal yang TersediaLayanan dokter umum Granostic buka setiap hari, dari Senin hingga Sabtu. Anda bisa menjadwalkan layanan di hari dan jam yang sesuai dengan waktu senggang Anda. Berikut ini adalah jadwal prakteknya:Senin - Jumat: mulai dari pukul 07.00 hingga 20.00Sabtu: mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00Minggu & Hari Libur: Tidak tersedia.By AppointmentSelain dengan memperhatikan jadwal praktek tersebut, Anda bisa booking sesi konsultasi beberapa hari sebelumnya dengan mengatur appointment. Tim administrasi kami akan mengiringi Anda untuk melakukan pendaftaran dan penjadwalan appointment ini, sehingga Anda tak perlu khawatir akan kerepotan sendiri.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan lengkap soal konsultasi online bersama dokter umum klinik Granostic. Mudah, bukan?Hanya dengan sekali klik, Anda dapat terhubung dengan tim medis berpengalaman dan mendapatkan layanan kesehatan profesional. Memeriksakan kesehatan secara rutin pun akan jadi lebih mudah dan efisien.Layanan konsultasi online ini selalu tersedia di hari Senin hingga Sabtu, pada pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Untuk layanan di luar jam tersebut, Anda bisa menjadwalkan appointment terlebih dahulu, ya!
Klinik Dokter Umum dengan Layanan Home Care Surabaya
Ingin konsultasi kesehatan, tapi malas atau terdapat kendala untuk pergi ke klinik atau rumah sakit langsung? Klinik Granostic menyediakan pelayanan konsultasi bersama dokter umum dengan layanan home care untuk area Surabaya.Layanan home care merupakan fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga medis di rumah pasien, yang juga dilakukan di bawah pengawasan dokter secara langsung. Klinik Granostic memberikan cakupan layanan home care yang luas termasuk keperawatan seperti vaksinasi, perawatan pasca-operasi, ataupun fisioterapi, hingga konsultasi dengan dokter umum dan spesialis.Bersama dokter umum klinik Granostic, Anda dapat melakukan cek kesehatan secara rutin, berkonsultasi terhadap masalah kesehatan yang dialami, hingga merencanakan vaksinasi penting untuk keluarga dan diri sendiri.Nah, sebelum konsultasi dokter umum lewat layanan home care klinik Granostic di Surabaya, mari simak dulu jadwal praktek layanan dokter umum kami di bawah ini!1. Layanan Dokter UmumKlinik Granostic berkomitmen memberikan layanan dokter umum yang profesional dengan fasilitas terlengkap, sehingga pasien akan selalu merasa nyaman Ketika melakukan pemeriksaan dan perawatan kesehatan.Layanan dokter umum klinik Granostic juga dapat diakses setiap hari dengan jadwal sebagai berikut:JadwalKabar baik untuk para pekerja atau orang-orang dengan aktivitas harian yang padat, layanan dokter umum klinik Granostic buka setiap hari, loh. Catat jadwalnya di bawah ini:Senin – Jumat: mulai dari pukul 07.00 hingga 20.00Sabtu: mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00Minggu dan Hari Libur: LiburAnda juga bisa mengakses layanan konsultasi dengan dokter umum ini secara online lewat layanan Home Service. Lewat layanan telemarketing ini juga dokter umum dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lewat wawancara, memberikan arahan perawatan, hingga meresepkan pengobatan bila diperlukan.Dokter yang tersediaDokter umum klinik Granostic terdiri dari sosok-sosok yang berpengalaman dan ahli di bidangnya. Praktek dokter umum yang ada di klinik Granostic antara lain:1. dr. Renaldo Aditya S.dr. Renaldo Aditya S. merupakan dokter umum yang lulus dari Universitas Airlangga (UNAIR). Bersama dr. Renaldo Aditya S. Anda dapat melakukan konsultasi medis secara umum, melakukan medical check up rutin, mendiskusikan rencana vaksinasi dan pemberian vaksin, dan banyak lainnya.2. dr. Vindyanita Simanjuntakdr. Vindyanita Simanjuntak juga merupakan salah satu dokter umum yang berpraktek di klinik Granostic. Beliau merupakan lulusan dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, serta berpengalaman dalam memberikan layanan dokter umum.Bersama dr. Vindyanita Simanjuntak Anda juga dapat melakukan konsultasi medis secara umum, medical check up rutin dan khusus, merencanakan dan melakukan vaksinasi, dan banyak lainnya.Layanan Dokter UmumLayanan dokter umum mencakup dikenal sebagai layanan tingkat pertama, yang perannya adalah untuk memberikan pencegahan, diagnosis, penanganan awal, dan rujukan ke dokter spesialis jika diperlukan.Beberapa layanan kesehatan yang dapat Anda akses bersama dokter umum klinik Granostic antara lain:Pemeriksaan Kesehatan Secara UmumSalah satu peran utama dokter umum adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi cek kondisi fisik dan wawancara, yang diperlukan untuk menyimak riwayat kesehatan pasien, faktor risiko penyakit dari keluarga, juga mengenali bagaimana gaya hidup pasien yang juga pasti berdampak pada kesehatannya.Konsultasi untuk penyakit ringan hingga berat.Dokter umum juga memberikan layanan konsultasi untuk penyakit ringan hingga berat, juga memberikan pemeriksaan dan diagnosa awal pada masalah kesehatan yang pasien alami.Pengobatan dan Resep untuk Penyakit Umum.Selain melakukan pemeriksaan, konsultasi, dan diagnosa, dokter umum juga dapat memberikan pengobatan dan resep untuk penyakit umum.Jenis masalah Kesehatan yang paling umum ditangani oleh dokter umum misalnya:masalah pada kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi,penyakit sistem limfatik,infeksi saluran pernapasan akut seperti flu, radang tenggorokan, laringitis, hingga amandel,penyakit pada organ paru seperti asma, tuberculosis tanpa komplikasi, pneumoniademam,nyeri otot dan sendigangguan tidur,dan banyak lainnya.Kunjungan Home Care (dengan janji temu).Tak hanya melakukan pemeriksaan, konsultasi, dan perawatan kesehatan secara langsung, dokter umum klinik Granostic juga menyediakan layanan kunjungan home care.Layanan ini akan sangat membantu bagi pasien dengan mobilitas fisik terbatas, seperti pasien pasca-stroke, pasca-operasi, dan para lansia. Sehingga pemeriksaan medis rutin yang dilakukan akan berjalan lebih nyaman dan tidak membuat pasien lelah karena perjalanan jauh.Kunjungan home care dokter umum klinik Granostic ini dapat diakses seluruh warga Surabaya dengan membuat janji temu terlebih dahulu. Anda bisa mengatur janji temu ini sesuai dengan jadwal praktek dokter di atas.Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan home care dokter umum klinik Granostic, Anda bisa langsung menghubungi nomor call center kami!Pemeriksaan Lanjutan atau Rujukan jika DiperlukanSelain melakukan pemeriksaan umum, dokter juga dapat memberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan atau rujukan ke dokter spesialis. Sehingga pasien dapat memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif dari spesialis.2. Layanan Dokter SpesialisSelain memiliki tim dokter umum yang handal, klinik Granostic juga memberikan layanan dokter spesialis. Berikut penjelasannya!a. Spesialis Penyakit Dalam (Internist)Klinik Granostic memiliki dokter spesialis penyakit dalam, yang dapat memberikan layanan Kesehatan terkait berbagai organ dalam tubuh, seperti jantung, paru-paru dan ginjal.dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD, FINASIMMerupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam, lulusan Universitas Airlangga. Berpengalaman sejak tahun 2017, dr. Ardyarini Dyah Savitri juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Bersama Beliau, Anda dapat melakukan konsultasi dan pemeriksaan Kesehatan terkait dengan masalah atau penyakit dalam.JadwalUntuk berkonsultasi bersama dr. Ardyarini Dyah Savitri, Anda bisa melakukan kunjungan atau mengatur jadwal temu sesuai dengan jadwal berikut ini:Senin & Kamis (Pagi): 08.00 - 09.30Senin, Rabu, Jumat (Sore): By AppointmentSabtu: 11.00 - 12.00 (By Appointment Only)LayananBeberapa layanan kesehatan yang diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam antara lain:Penanganan dan diagnosis penyakit dalam (penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dsb).Dokter penyakit dalam dapat memberikan pemeriksaan, penanganan, dan diagnosis penyakit dalam. Khususnya penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, serta masalah pada berbagai organ dalam lainnya.Penanganan yang dilakukan juga akan dilakukan dengan sangat komprehensif dan fokus, sehingga proses pengobatan lebih efektif dan pasien dapat pulih lebih cepat.Pengobatan dan manajemen kondisi kesehatan kronis.Selain penanganan dan diagnosis, dokter spesialis penyakit dalam juga akan memberikan rencana pengobatan dan melakukan manajemen kondisi kesehatan kronis. Misalnya dengan menjadwalkan pemeriksaan rutin, memberikan pengobatan yang sesuai dan cocok untuk rawat jalan, serta melakukan serangkaian tindakan medis lainnya yang diperlukan.Konsultasi terkait masalah organ dalam.Pasien juga dapat mengonsultasikan berbagai keluhan dan kekhawatiran mereka terkait masalah organ dalam bersama dokter spesialis.b. Spesialis Jantung & Pembuluh Darah (Kardiologi)Klinik Granostic juga memberikan layanan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, atau ahli kardiologi. Bersama seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, pasien dapat mendapatkan diagnosis dan perawatan/pengobatan yang berkaitan dengan masalah jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).dr. Nadya Luthfah, SpJPMerupakan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, yang juga anggota dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). dr. Nadya Luthfah dapat memberikan berkaitan dengan konsultasi kesehatan jantung dan pembuluh darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, manajemen pengobatan, hingga berbagai tindakan medis lain yang diperlukan.JadwalAnda dapat mengakses layanan spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) bersama dr. Nadya Luthfah setiap hari Rabu dan Jumat, pukul 16.00 sampai 18.00 WIB.LayananJenis layanan kesehatan yang dapat didapatkan pasien dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah misalnya:Pemeriksaan kesehatan jantung.Sesuai dengan spesifikasinya, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dapat memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sistem kardiovaskular secara menyeluruh. Diagnosis dan pengobatan penyakit kardiovaskular.Seorang ahli kardiologi juga dapat memberikan diagnosis dan pengobatan penyakit-penyakit kardiovaskular. Beberapa jenis masalah Kesehatan yang ditangani oleh spesialis jantung dan pembuluh darah misalnya:penyakit jantung koronerpenyakit jantung bawaaninfark miokard (angina)serangan jantunggagal jantunghenti jantungaritmia atau gangguan irama jantungpenyakit aortapenyakit kardiomiopatiKonsultasi risiko penyakit jantung dan penanganannya.Bersama seorang ahli kardiologi, Anda juga bisa berkonsultasi mengenai risiko penyakit jantung dan bagaimana penanganannya yang tepat. Dokter akan memberikan edukasi pencegahan, perawatan, hingga pengobatan yang diperlukan untuk risiko-risiko yang mungkin Anda miliki.c. Spesialis Paru (Pulmonologist)Klinik Granostic juga memiliki dokter spesialis paru berpengalaman, yakni dokter ahli yang membantu menangani penyakit atau gangguan pada organ paru-paru serta saluran pernapasan bagian bawah.dr. H. Garinda Alma Duta, Sp.P (K), FAPSR, FISRMerupakan seorang dokter Spesialis Paru, yang juga menjadi anggota dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Pengalaman dan bidang spesialisasi beliau terkait kesehatan paru dan pernapasan akan sangat membantu Anda dalam penanganan berbagai masalah kesehatan sistem pernapasan, baik yang disebabkan oleh infeksi, genetik, risiko pekerjaan, hingga gaya hidup yang buruk.JadwalAnda dapat melakukan konsultasi pemeriksaan kesehatan paru-paru serta sistem pernapasan bersama dr. H. Garinda Alma Duta setiap hari di Granostic setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pada pukul 16.00 sampai 17.00 WIB.LayananJenis pelayanan kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan mengunjungi spesialis paru-paru (pneumologist) antara lain:Pemeriksaan dan penanganan penyakit paru-paru dan sistem pernapasan.Seorang pneumonologist dapat memberikan pemeriksaan dan penanganan terkait penyakit paru-paru serta sistem pernapasan. Pemeriksaan yang dimaksud dapat berupa cek kesehatan paru secara rutin, kontrol penyakit paru-paru atau pernapasan kronis, dan manajemen pengobatan.Diagnosis dan perawatan untuk masalah seperti asma, bronkitis, TBC, dan penyakit paru lainnya.Dokter spesialis paru juga akan membantu memberikan diagnosis serta perawatan untuk berbagai masalah kesehatan paru-paru, seperti:asmainfeksi parupenyakit paru interstisialbronchitisbronkiektasispenyakit paru obstruktif kronik (PPOK)penyakit paru okupasionaldan kanker paru.Konsultasi Kesehatan Paru-paru dan Pernapasan.Selain memberikan perawatan terkait masalah kesehatan, Anda juga bisa mengonsultasikan kesehatan paru-paru dan pernapasan dengan seorang pneumonologist. Dokter akan memberikan edukasi lengkap tentang bagaimana cara menjaga kesehatan paru-paru Anda, menghindari faktor risiko komplikasi, dan banyak lainnya.Prosedur Layanan Home CareTak hanya menyajikan layanan konsultasi yang lengkap, dari dokter umum dan spesialis, prosedur layanan home care klinik Granostic juga sangat accessible, loh!Anda bisa mengikuti beberapa prosedur layanan home care klinik Granostic yang mudah dan efisien berikut ini:1. Menghubungi KlinikLangkah pertama, Anda bisa langsung menghubungi klinik Granostic lewat layanan call center, yakni di nomor 0822-3090-0900 atau (031) 5994080. Anda dapat menanyakan jadwal dan ketersediaan layanan home care klinik Granostic bersama tim administrasi kami.2. Konsultasi AwalJika sudah menerima informasi mengenai jadwal praktek dan menentukan jadwal kunjungan, Anda akan melalui prosedur konsultasi awal yang meliputi:Penjelasan riwayat medisTim medis kami akan memberikan sejumlah pertanyaan untuk memeriksa riwayat medis Anda sebagai pemeriksaan awal. Misalnya informasi mengenai tinggi dan berat badan, usia, keluhan yang dialami saat ini, dan banyak lainnya.Jadwal KunjunganSetelah itu jadwal kunjungan akan dibuat sesuai dengan persetujuan dan dokter umum/spesialis pilihan Anda.3. Pelaksanaan Layanan Home CareDokter akan mengunjungi rumah Anda untuk memberikan layanan home care sesuai pada pendaftaran. Prosedur pelaksanaan layanan home care meliputi:Kunjungan Dokter/PerawatKunjungan layanan home care dapat dilakukan oleh dokter, perawat, atau dokter dan perawat sekaligus. Ini dilakukan sesuai dengan jenis layanan home care apa yang dilakukan.Jika Anda memilih home care perawatan luka yang ringan, perawat dapat berkunjung ke rumah Anda tanpa didampingi dokter, namun tetap dengan anjuran dan arahan perawatan dari dokter Granostic.Namun, jika Anda memilih layanan home care vaksin, konsultasi dokter, atau penanganan masalah kesehatan kronis, maka dokter dapat datang ke rumah Anda secara langsung. Pelayanan MedisPelayanan medis yang diberikan pada layanan home care tidak berbeda dengan yang dilakukan di klinik. Justru pelayanan akan terasa lebih nyaman dan efisien, karena Anda bisa lebih leluasa untuk berkonsultasi dengan dokter di rumah.Konsultasi dan Tindakan MedisSelanjutnya akan dilakukan pelayanan medis yang meliputi konsultasi dan keperawatan, sesuai dengan jenis layanan home care yang dipilih.Layanan Home Care yang Dapat DisediakanDi bawah ini adalah beberapa layanan home care yang disediakan oleh klinik Granostic, apa saja?1. Pemeriksaan dokter umum Klinik Granostic menyediakan layanan home care pemeriksaan dokter umum saja, yang akan sangat memudahkan pasien atau seseorang dengan mobilitas fisik terbatas untuk mendapatkan perawatan medis yang lengkap di rumah.2. Vaksinasi di rumah.Tak hanya pemeriksaan kesehatan rutin, Granostic juga menyediakan layanan home care vaksin yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Beberapa jenis layanan vaksin ini seperti vaksin hepatitis B, influenza, serta vaksin HPV Gardasil 4, 9 dan banyak lainnya.Perawatan luka.Layanan home care perawatan luka ini dapat digunakan oleh pasien dengan luka yang membutuhkan perawatan khusus, seperti pada pengidap diabetes atau luka bakar yang cukup serius.3. Infus dan pemberian obat.Tak hanya untuk merawat luka, jenis perawatan lain yang dapat diakses dari layanan home care klinik Granostic adalah pemasangan infus dan pemberian obat. Kedua prosedur ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan, apalagi jika obat yang diberikan dalam bentuk injeksi. Maka Anda memerlukan bantuan tenaga medis ahli untuk menghindari kesalahan pemberian obat.Perawatan pasien lansia atau dengan kondisi kronis.Layanan home care Granostic juga menyediakan perawatan pasien lansia, yang memiliki mobilitas fisik terbatas dan/atau disertai dengan kondisi kronis. Sebab, lansia dengan kondisi ini akan membutuhkan lebih banyak perhatian dan keahlian, sehingga dibutuhkan tenaga medis profesional untuk mendampingi perawatannya secara berkala.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai layanan konsultasi dokter umum home care di Surabaya yang bisa Anda akses dengan mudah. Tertarik untuk menggunakan layanan home care klinik Granostic? Segera hubungi nomor call center kami sekarang juga, ya!
Dimana Klinik Vaksin Hepatitis B?
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa vaksin hepatitis B dapat membantu mengurangi risiko penyakit organ hati parah, seperti sirosis dan kanker hati. Namun, tahukah Anda dimana klinik vaksin hepatitis B di Surabaya?Hepatitis B merupakan jenis infeksi yang menyerang organ hati dan ditimbulkan oleh virus hepatitis B (HBV), serta bersifat menular. Infeksi dapat menyebabkan masalah pada organ hati yang bersifat akut (parah, namun tidak menahun), dan kronis (bertahan lama).Kasus hepatitis B akut lebih sering ditemukan pada orang dewasa, sementara hepatitis B kronis lebih banyak terjadi pada anak-anak.Virus hepatitis B ditularkan lewat cairan tubuh seperti darah, air mani, liur, dan banyak lainnya. Namun virus hepatitis tidak bersifat aerosol, sehingga tidak akan menyebar karena batuk atau bersin-bersin.Karena dampaknya pada kesehatan sangat besar, utamanya pada anak-anak. Pencegahan infeksi hepatitis B sangatlah penting dilakukan, salah satunya lewat vaksinasi lengkap sejak dini. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana jadwal vaksinasi hepatitis B, prosedur, dan dimana klinik vaksin hepatitis B di Surabaya serta sekitarnya.Jadwal Vaksinasi Hepatitis BPemberian vaksin hepatitis B ini umumnya diberikan sebanyak tiga kali, pada bayi baru lahir, anak-anak, dan dewasa aturan pemberiannya sedikit berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya:Dosis PertamaPemberian dosis pertama vaksinasi hepatitis B pada bayi sebaiknya diberikan segera setelah kelahiran, yakni kurang dari 12 jam menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sementara pada orang dewasa atau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin hepatitis B saat bayi, sebaiknya lakukan vaksinasi sesegera mungkin.Dosis KeduaSementara itu, pemberian dosis kedua bisa diberikan dengan jadwal dan rentang waktu berikut ini:Pada bayi: vaksinasi kedua dianjurkan dilakukan 1–2 bulan setelah vaksinasi pertama.Pada anak-anak dan remaja: vaksinasi kedua dianjurkan dilakukan pada 1–2 bulan sejak vaksinasi pertama.Pada orang dewasa: vaksinasi kedua dianjurkan dilakukan 1 bulan setelah vaksinasi pertama.Dosis KetigaPemberian dosis kedua juga dilakukan sesuai dengan usia penerima dan jadwal sebagai berikut ini:Pada bayi: vaksinasi ketiga dianjurkan diberikan ketika bayi berusia 6–18 tahun.Pada anak-anak dan remaja yang belum mendapatkan vaksin: dianjurkan diberikan 4–6 bulan setelah vaksinasi pertama.Pada orang dewasa: dapat diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama.Harga/Biaya Vaksin Hepatitis BHarga atau biaya vaksin hepatitis B tergolong ramah di kantong. Menurut rangkuman dari berbagai sumber, harga/biaya vaksin hepatitis ini berada di rentang Rp 120 hingga 150 ribu sekali suntik, baik untuk anak-anak maupun dewasa.Klinik Granostic juga menyediakan layanan vaksinasi hepatitis B, harga yang diberikan juga relatif terjangkau, yakni Rp 140 ribu saja. Anda juga bisa melakukan konsultasi gratis bersama dokter, serta memanfaatkan layanan home care bila ingin vaksinasi di rumah.Prosedur Vaksinasi Hepatitis BTertarik untuk vaksinasi hepatitis B, pelajari dulu prosedurnya di bawah ini, Sobat!1. Konsultasi dengan DokterLangkah pertama adalah konsultasi bersama dokter umum. Dalam hal ini, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan, alergi obat, hingga gaya hidup dan kebiasaan seksual Anda. Sehingga dokter bisa memberikan arahan dan rekomendasi vaksin hepatitis B sesuai dengan kondisi tubuh Anda.Selain itu, sebelum pemberian vaksinasi hepatitis B Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dulu ketika berada dalam beberapa kondisi berikut:Sedang menderita penyakit infeksi atau demam yang parah.Menderita penyakit ginjal, multiple sclerosis, kekebalan tubuh yang lemah, penyakit hati, atau jenis-jenis gangguan medis parah dan dalam masa pengobatan.Sedang menjalani kemoterapi tau sedang menggunakan obat imunosupresan.Sedang dalam masa kehamilan atau menyusui.Mengonsumsi suplemen atau obat-obatan herbal, dan beberapa produk sejenis lainnya.Anda juga dapat memberi tahu dokter bila setelah vaksinasi mengalami alergi atau gejala tak biasa lainnya.2. Pendaftaran di KlinikSetelah memeriksa kondisi Anda dan dokter menyatakan aman untuk melakukan vaksinasi hepatitis B dalam kurun waktu yang ditentukan, Anda bisa segera mendaftarkan diri ke klinik. Anda bisa mengatur jadwal vaksinasi ini sesuai kebutuhan serta menyesuaikannya dengan aktivitas harian Anda.Lewat layanan vaksinasi klinik Granostic, Anda juga bisa memilih jadwal yang cukup fleksibel, loh. Sebab dokter umum klinik Granostic selalu buka tiap hari Senin hingga Sabtu, berikut jadwal lengkapnya:Senin – Jumat, dari pukul 07.00 hingga 20.00Sabtu, dari pukul 08.00 hingga 20.003. Pemberian VaksinPemberian vaksinasi hepatitis B dilakukan dengan prosedur injeksi atau penyuntikan. Prosesnya dilakukan oleh dokter, atau petugas medis dan berada di bawah pengawasan dokter di fasilitas kesehatan.Beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter dalam proses pemberian vaksin hepatitis B yakni:Sebelum vaksin disuntikkan, dokter atau tenaga kesehatan akan mengocoknya terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen.Selanjutnya, persiapkan posisi yang aman untuk bayi dengan meletakkan kepalanya dengan posisi miring di atas pangkuan ibu dan memegang paha si Kecil.Membersihkan daerah penyuntikan dengan kapas beralkohol.Pada bayi suntikkan vaksin di daerah anterolateral paha kanan secara intramuskular, sampai isinya kosong.Sementara pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak suntikan diberikan pada otot deltoid.Kemudian tekan bekas suntikan dengan kapas untuk menghentikan darah yang keluar.4. Pemantauan Setelah VaksinasiSetelah proses vaksinasi, dokter biasanya tidak akan langsung mengarahkan Anda untuk pulang. Namun memberikan jeda beberapa saat untuk melihat apakah ada efek samping yang muncul pasca penyuntikan.Menurut berbagai penelitian vaksinasi hepatitis B ini sangat aman dilakukan, serta terbukti dapat melindungi penerimanya dari infeksi virus hepatitis B dengan baik. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa penerima vaksin akan merasakan beberapa gejala efek samping ringan seperti merah dan nyeri di bagian yang disuntik, sakit kepala dan nyeri otot, hingga demam.Gejala ini merupakan reaksi alami tubuh dalam mereaksi vaksin, untuk membentuk antibodi baru yang dapat melawan virus hepatitis B. Gejala ini juga akan mereda dan hilang dalam 1–2 hari setelah vaksinasi.Namun, bila di rumah dalam rentang waktu tersebut anak tiba-tiba mengalami gejala alergi yang tidak biasa dan parah, maka Anda harus segera menghubungi dokter atau membawa si Kecil langsung ke klinik.5. Penjadwalan Vaksinasi UlangSetelah vaksinasi pertama sukses, dokter pun akan memberikan rekomendasi penjadwalan vaksinasi hepatitis dosis kedua dan ketiga. Anda harus mematuhi jadwal tersebut dengan baik, sehingga efektivitas vaksin hepatitis B ini bisa jadi optimal.Tempat Mendapatkan Vaksin Hepatitis BVaksin hepatitis B telah lama digalakkan oleh pemerintah Indonesia, hingga menjadi bagian dari imunisasi wajib untuk bayi. Karena itu, Anda bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini dengan mudah, seperti pada beberapa tempat berikut ini:1. Rumah Sakit Umum dan SwastaAnda dapat memperoleh layanan vaksinasi hepatitis B ini di rumah sakit umum dan swasta. Sebenarnya prosedur dan jenis vaksinasi hepatitis B yang diberikan juga tidak jauh berbeda dengan klinik atau puskesmas, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter umum, mendiskusikan bagaimana penanganan terhadap efek samping yang muncul, serta menjadwalkan vaksinasi selanjutnya.Namun, rumah sakit umum biasanya memiliki batasan waktu operasional yang lebih pendek dari rumah sakit dan klinik kesehatan swasta. Sehingga kadang kala, bagi pekerja akan sulit untuk menjadwalkan vaksin sesuai dengan kegiatan harian mereka.2. Klinik VaksinasiSelanjutnya, Anda juga bisa melakukan vaksinasi hepatitis B di klinik terdekat dari rumah Anda. Buat warga Surabaya dan sekitarnya, klinik Granostic bisa hadir sebagai jawaban yang tepat.Klinik Granostic memberikan layanan vaksinasi yang lengkap, mulai dari hepatitis B, influenza, vaksin HPV, dan banyak lainnya. Karena praktek dokter umum klinik Granostic berlangsung setiap hari, dari pukul 7 pagi hingga 8 malam. Anda dapat mengatur jadwal konsultasi dan vaksin dengan fleksibel.Kami juga memiliki layanan home care, yang akan membuat pengalaman vaksin Anda menjadi lebih aman dan nyaman, karena dapat dilakukan di rumah saja!3. PuskesmasAnda juga dapat mendapatkan vaksinasi hepatitis B di puskesmas, biasanya vaksin di puskesmas diberikan untuk anak-anak dan bayi baru lahir. Namun tidak menutup kemungkinan juga bagi remaja dan orang dewasa yang belum divaksin untuk melakukan vaksinasi di puskesmas.Tips Sebelum Vaksinasi Hepatitis BAgar proses vaksinasi hepatitis B ini berjalan optimal, Anda bisa mempersiapkan beberapa hal berikut ini:1. Pastikan Kondisi Kesehatan BaikPastikan tubuh Anda dan anak dalam kondisi yang baik. Sebab jika vaksinasi dilakukan saat tubuh Anda sedang sakit, maka kemampuan tubuh dalam membentuk antibodi jadi kurang. Dengan kata lain, efektivitas vaksin sangat berkaitan erat dengan Kesehatan tubuh penerimanya.2. Konsultasikan Riwayat AlergiSelanjutnya, Anda perlu mengkonsultasikan riwayat alergi pada dokter. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya reaksi alergi yang parah saat vaksinasi diberikan.3. Ikuti Jadwal VaksinasiAgar efektivitas vaksin jadi lebih maksimal, Anda juga perlu mengikuti jadwal vaksinasi yang diberikan oleh dokter dengan tepat. Pada kasus bayi baru lahir misalnya, menurut IDAI pemberian vaksin di hari pertama jika lebih dari 48 jam setelah kelahiran, maka efektivitasnya akan menurun.Nah, Sobat, itu adalah penjelasan mengenai vaksinasi hepatitis B dan tempat Anda bisa mendapatkannya? Klinik Granostic tetap menjadi andalan bagi Anda yang membutuhkan vaksinasi hepatitis dan vaksin lainnya, dengan layanan fleksibel dan langsung di bawah penanganan dokter umum yang berpengalaman.Lebih baik lagi, klinik Granostic memberikan layanan home care vaksin untuk Anda yang ingin vaksin di rumah saja. Jenis vaksin ini juga akan membantu para lansia, yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas fisik, memperoleh vaksinasi hepatitis B dengan nyaman.Yuk, Sobat! Jaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan melengkapi vaksin hepatitis B di klinik Granostic! Jadwalkan kunjunganmu sekarang juga lewat nomor call center, ya!
Apa Itu Vaksin Hepatitis B? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Termasuk sebagai salah satu program imunisasi dasar wajib yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), apa sih sebenarnya vaksin hepatitis B itu? Serta bagaimana manfaat, jadwal, dan kemungkinan efek samping dari imunisasi ini?Menurut rilisan dari Kemenkes RI pada tahun 2023, di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 20 juta orang menderita hepatitis dengan prevalensi tertinggi pada kasus hepatitis B.Hepatitis B merupakan infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Infeksi ini dapat bersifat akut dan kronis.Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi kronis dan dapat memicu sirosis serta kanker hati, yang akan mengarah pada dampak yang fatal hingga kematian.Virus hepatitis ini dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan vagina, hingga air mani. Bahkan, hepatitis B juga dapat ditularkan ibu ke bayinya.Salah satu upaya pencegahan infeksi hepatitis B ini dapat dilakukan lewat pemberian vaksin. Untuk lebih jelasnya, mari bahas dulu apa itu vaksin hepatitis B berikut ini.Mengenal Vaksin Hepatitis BVaksin hepatitis B merupakan jenis imunisasi yang diberikan untuk membentuk antibodi khusus untuk melawan virus hepatitis B dan mencegah infeksi. Menurut World Health Organization (WHO), penyebaran hepatitis ini dapat dicegah dengan vaksinasi, yang memberikan perlindungan hampir 100% dari virus tersebut.Melansir dari laman IDAI, vaksin hepatitis B termasuk dalam rangkaian imunisasi wajib yang diberikan untuk bayi baru lahir, yang berumur sebelum 24 jam. Vaksinasi ini juga dapat diberikan berdampingan dengan imunisasi lain, seperti vaksin polio dan BCG, secara berurutan.Syarat Pemberian Vaksin Hepatitis BSelain bayi baru lahir, seseorang yang memiliki memenuhi beberapa syarat di bawah ini juga perlu mendapatkan vaksin hepatitis B. Siapa saja?1. Bayi Baru LahirTelah disebutkan sebelumnya, bahwa bayi baru lahir diwajibkan untuk mendapatkan imunisasi hepatitis B. Vaksinasi ini akan melindungi bayi dari infeksi hepatitis B yang menyebabkan berbagai gangguan organ hati, yang bersifat akut maupun kronis.Biasanya vaksin hepatitis B pada bayi akan diberikan pada rangkaian empat suntikan, salah satunya booster. Suntikan pertama diberikan pada bayi dalam waktu 24 jam setelah lahir. Kemudian akan dilengkapi dalam rentang usia 2, 4, 6 dan 18 bulan. 2. Anak-anak dan RemajaSelain pada bayi, anak-anak dan remaja yang belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B juga harus segera mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi pada anak-anak dan remaja ini juga sangat disarankan, terutama jika memiliki kondisi tertentu yang meningkatkan risiko terserang hepatitis B, seperti:Tinggal dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B.Menderita penyakit tertentu yang mengganggu kekebalan tubuh.Memiliki resiko kontak dengan darah, urin atau kotoran penderita hepatitis B.Memiliki gaya hidup yang buruk dan kebiasaan seksual yang tidak aman.Berlibur ke area berstatus endemik hepatitis B.3. Orang Dewasa yang Berisiko TinggiMenurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang-orang dewasa yang berusia kurang dari 59 tahun hingga lebih dari 60 tahun juga sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi hepatitis B. Sebab, setelah memasuki usia 60 tahun dan belum mendapatkan vaksinasi hepatitis B, risiko untuk terinfeksi sangat tinggi.Bahkan, bagi lansia yang kemungkinan tidak terpapar atau hidup di daerah yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B, juga sangat memerlukan vaksinasi ini.4. Orang dengan Penyakit Hati KronisJika seseorang sudah terkena hepatitis B, maka tidak diperlukan lagi vaksinasi hepatitis B. Namun, untuk seseorang yang memiliki penyakit hati kronis karena hepatitis C atau lainnya, maka vaksin hepatitis B sangat penting untuk diberikan. Vaksinasi ini penting diberikan karena peningkatan infeksi hepatitis B dan penyakit hati kronis lainnya akan lebih besar. 5. Orang yang Belum Pernah Divaksin Hepatitis BSeseorang yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B sama sekali seumur hidupnya juga sangat perlu mendapatkan vaksinasi. Karena virus hepatitis B dapat menyerang siapa saja, efeknya pun bisa akut dan kronis, serta memberikan banyak masalah pada kesehatan yang serius.Manfaat Vaksin Hepatitis BVaksin hepatitis B tidak hanya memiliki manfaat untuk penerimanya, namun juga berdampak untuk lingkungan sekitar dan kesehatan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa manfaat vaksin hepatitis B.1. Perlindungan dari Infeksi Hepatitis BManfaat dan tujuan utama dari vaksinasi hepatitis B adalah untuk melindungi individu dan masyarakat dari infeksi hepatitis B. Virus yang sangat mudah ditularkan dari lendir dan cairan tubuh ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang kronis dengan menyerang organ hati. Menurut Medical News Today, bayi yang menerima dosis pertama vaksin hepatitis B dalam Waktu 24 jam setelah lahir, akan mencegah penularan virus dari orang tua ke bayi hingga 75-95%.Selain itu, vaksinasi yang diberikan pada orang dewasa secara lengkap, juga akan melindungi penerima hingga 30 tahun mendatang.2. Mencegah Penyebaran VirusHepatitis merupakan jenis penyakit yang juga menyandang status endemis di Indonesia. Karena itu, dengan mendapatkan vaksinasi, Anda juga dapat membantu meningkatkan Kesehatan lingkungan dengan tidak menjadi pembawa virus dan menghentikan rantai penularan penyakit.3. Mencegah KomplikasiVaksinasi hepatitis B juga dapat membantu mencegah komplikasi masalah kesehatan organ hati, yang umumnya berkembang pada kanker dan sirosis. Menurut Healthline.com, Lebih dari 40% orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan tidak ditangani dengan tepat, infeksi berkembang menjadi kanker hati. Ribuan orang meninggal terkait dengan infeksi virus hepatitis B ini tiap tahunnya.4. Jangka PanjangVaksinasi hepatitis B juga memberikan manfaat jangka panjang, dengan melindungi penerimanya dari infeksi virus yang berdampak besar pada kesehatan organ hati dan memutuskan rantai penularan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup individu dan masyarakat, sehingga membentuk komunitas yang lebih sehat dan produktif.Efek Samping Vaksin Hepatitis BBerbagai riset menunjukkan bahwa vaksinasi hepatitis B sangat aman dilakukan, serta dapat melindungi pasien dari infeksi virus hepatitis B.Namun, ada kalanya beberapa efek samping ringan juga dapat terjadi. Beberapa efek samping tersebut misalnya:1. Nyeri atau Kemerahan di Tempat SuntikanKarena diberikan dengan prosedur injeksi, maka sangat mungkin bila Anda atau anak merasakan nyeri atau kemerahan setelah vaksinasi. Kondisi ini dapat membaik dalam 1–2 hari.2. Demam RinganDemam ringan juga dapat muncul setelah vaksinasi, namun efek samping ini wajar terjadi yang merupakan respon tubuh terhadap imunisasi yang diberikan, sebagai proses dari pembentukan antibodi pada si kecil.Kondisi ini umumnya muncul 24 jam setelah imunisasi, serta bertahan dalam 1–2 hari kemudian akan membaik dengan sendirinya. 3. Kelelahan atau Sakit KepalaEfek samping lain yang mungkin terjadi pasca-vaksinasi hepatitis adalah kelelahan atau sakit kepala. Menurut American Migraine Foundation, sakit kepala setelah vaksin dapat menjadi indikasi bahwa sistem imun Anda bekerja dengan sangat baik. Karena vaksin dapat merangsang respon sistem imun, yang salah satunya adalah inflamasi berupa sakit kepala.4. Reaksi Alergi (Sangat Jarang)Reaksi alergi pasca-vaksinasi juga bisa saja terjadi, namun kondisi ini sangat jarang jika dibandingkan dengan tiga efek samping sebelumnya. Alergi dapat terjadi bila sebelumnya ada komponen dalam vaksin hepatitis B yang menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh Anda.Jika Anda mengalami reaksi alergi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan arahan perawatan yang tepat.Dosis Vaksin Hepatitis BVaksinasi hepatitis B harus diberikan dengan memperhatikan anjuran dosis berikut ini:Bayi yang Baru LahirVaksinasi hepatitis B pada bayi diberikan dalam 3 dosis bulanan, yang diberikan secara bertahap dalam tiga jadwal berikut:Dosis Pertama, sebaiknya diberikan segera setelah Si Kecil lahir dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.Dosis Kedua, dosis ini diberikan pada saat bayi memasuki usia 1–2 bulan.Dosis Ketiga, dosis ini diberikan saat bayi memasuki rentang usia 6–18 bulan. Pada bulan ke-18, biasanya akan diberikan booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin hepatitis pada Si Kecil.Anak-anak dan Remaja yang Belum DivaksinPada anak-anak dan remaja yang belum divaksin, diberikan tiga kali suntikan dengan jadwal pemberian sebagai berikut:Dosis Pertama, dapat diberikan kapan saja namun sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.Dosis Kedua, dapat diberikan 1–2 bulan setelah dosis pertama vaksinasi hepatitis B.Dosis Ketiga, diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama vaksin.Orang DewasaSama dengan anak-anak, vaksinasi hepatitis B ini juga diberikan sebanyak tiga kali dengan jadwal pemberian sebagai berikut:Dosis Pertama, dapat diberikan kapan saja, namun lebih baik sedini mungkin.Dosis Kedua, dapat diberikan 1 bulan setelah dosis pertama.Dosis Ketiga, dapat diberikan 4–6 bulan setelah dosis pertama.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai vaksinasi hepatitis B yang perlu Anda tahu. Mulai dari syarat, manfaat, hingga efek sampingnya.Anda dapat melakukan vaksin hepatitis B ini di klinik Granostic. Bersama tenaga kesehatan ahli kami, vaksinasi hepatitis B ini dapat dilakukan dengan aman dan efisien.Selain itu, Anda juga bisa melakukan vaksinasi hepatitis B ini di rumah lewat layanan home care Granostic. Sehingga Anda bisa mengatur jadwal vaksinasi lebih fleksibel dan mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman.Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dari hepatitis B dengan vaksinasi lengkap bersama klinik Granostic!
Dimana Vaksin HPV di Surabaya?
Sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks, anus, dan area genital lainnya, vaksinasi HPV sangatlah penting dilakukan. Namun, tahukah Anda dimana tempat vaksin HPV di Surabaya yang terpercaya?Infeksi Human Papillomavirus (HPV) mudah ditularkan melalui kontak kulit ke kulit dari hubungan seksual, anal, dan oral. Menurut Cleveland Clinic, 80% orang yang aktif secara seksual pasti terinfeksi HPV pada suatu titik dalam hidup mereka.Pada kebanyakan kasus, HPV yang tidak berbahaya akan dapat dibersihkan oleh sistem kekebalan tubuh secara alami, setidaknya 1–2 tahun sejak pertama kali terinfeksi.Namun, tak jarang juga HPV bersarang ditubuh dan menyebabkan infeksi berisiko rendah seperti genital warts. Selain itu, tipe HPV tertentu bahkan berisiko tinggi dan dikaitkan dengan sejumlah kanker serviks, anus serta area genital lain, juga kanker pada tenggorokan.Sebagai upaya pencegahan penularan dan infeksi HPV, vaksin sangatlah penting untuk dilakukan. Utamanya pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang belum aktif secara seksual, serta orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh mereka.Klinik Granostic menyediakan layanan vaksinasi HPV Gardasil 4 dan 9 yang mudah diakses oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Bagaimana cara vaksin HPV di klinik Granostic? Sobat bisa langsung simak jadwalnya berikut ini:Jadwal Vaksinasi HPVVaksinasi HPV sebaiknya diberikan sedini mungkin. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), vaksinasi HPV idealnya diberikan sejak anak-anak berada di kelas 5 SD. Sementara Centers for Disease Control and Prevention (CDC), juga memberikan anjuran yang sama. Vaksin dapat diberikan pada anak di bawah usia 15 tahun, hingga dewasa berusia 26 tahun. Namun dosis dan aturan pemberian vaksinasi ini harus disesuaikan dengan kategori usia pasien, seperti:1. Usia 9-14 TahunVaksinasi untuk anak-anak dalam rentang usia 9 hingga 14 tahun, dapat diberikan dua dosis suntikan vaksin HPV dengan jadwal berikut:Dosis kedua harus diberikan setelah 6 hingga 12 bulan dosis suntikan pertama.Jika dosis kedua diberikan dalam waktu kurang dari 5 bulan setelah yang pertama, maka diperlukan satu dosis tambahan vaksin HPV lagi.2. Usia 15-26 Tahun (atau lebih)Sementara pada rentang usia 15 hingga 26 tahun dan orang dengan masalah kekebalan tubuh (misalnya pada pengidap HIV/AIDS), dapat diberikan tiga dosis suntikan vaksinasi HPV dengan jadwal berikut:Pemberian dosis kedua dilakukan 1–2 bulan setelah dosis pertama.Dosis ketiga vaksinasi HPV ini harus diberikan 6 bulan setelah dosis kedua.Harga/Biaya Vaksin HPVSetelah menyimak bagaimana aturan pemberian vaksinasi HPV di atas, Anda juga perlu mengetahui berapa biaya yang perlu Anda keluarkan. Karena, harga vaksin HPV cukup berbeda-beda tergantung dengan tipenya.Secara umum ada tiga jenis HPV dan rentang harga yang dimiliki, yakni:Vaksin HPV Gardasil, harga satu kali suntik bisa mulai dari Rp. 1.4 juta.Vaksin HPV Gardasil 9, harga satu kali suntik bisa mulai dari Rp. 2.5 juta.Vaksin HPV Cervarix, harga satu kali suntik bisa mulai dari Rp. 800 ribu. Cervarix hanya memberikan perlindungan pada tipe HPV berisiko tinggi, yakni HPV 16 dan 18 yang berkaitan dengan kasus kanker serviks, anus dan area genital lainnya, juga kanker tenggorokan.Klinik Granostic berkomitmen untuk memberikan layanan yang mudah diakses oleh warga Surabaya dan di sekitarnya, hadir dengan paket vaksin HPV Gardasil 4 dan 9 yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Vaksin HPV Gardasil 4, vaksinasi ini memberikan perlindungan dari virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Anda dapat memperoleh vaksinasi Gardasil 4 di klinik Granostic dengan besaran biaya:Biaya untuk 1x suntik: Rp 1.4 jutaBiaya untuk 3x suntik: Rp 3.9 jutaVaksin HPV Gardasil 9, memberikan perlindungan lebih lengkap, yakni dari virus HPV tipe 6, 11, 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, dan 58. Anda dapat memperoleh vaksinasi Gardasil 9 di klinik Granostic dengan besaran biaya:Biaya untuk 1x suntik: Rp 2.4 jutaBiaya untuk 3x suntik: Rp 6.84 jutaHarga vaksinasi ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2024. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut untuk mengatur jadwal, konsultasi dengan tim medis, serta mendiskusikan teknis vaksinasi lainnya bersama tim telemarketing kami lewat layanan Call Center atau klinik tombol Home Service di bagian bawah artikel ini!Prosedur Vaksinasi HPVSecara umum prosedur vaksinasi HPV tidak jauh berbeda dengan vaksinasi lainnya. Beberapa prosedur yang akan Anda lalui seperti:Konsultasi dengan DokterSebelum vaksin diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis untuk menyimak bagaimana kondisi tubuh Anda. Dokter juga akan menanyakan mengenai bagaimana gaya hidup dan aktivitas seksual Anda, sehingga dapat merekomendasikan jenis vaksinasi yang tepat dan ideal.Konsultasi ini juga sangat penting apabila Anda sedang dalam beberapa kondisi di bawah ini:Sedang mengalami penyakit parah atau menjalani pengobatan tertentu.Memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin tertentu.Sedang dalam masa mengandung atau menyusui.Berusia di atas 27–45 tahun atau sudah pernah terinfeksi HPV sebelumnya, menurut CDC Anda perlu mendiskusikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum vaksinasi HPV.Prosedur ini sangat penting dilakukan untuk meminimalisir adanya efek samping pasca-injeksi, serta dapat membantu mengoptimalkan efek vaksinasi HPV yang diberikan.Pendaftaran di Fasilitas KesehatanSetelah konsultasi, Anda dapat langsung mendaftar vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat. Anda bisa menyesuaikan jadwal vaksinasi dengan aktivitas pribadi Anda, pastikan untuk mempertimbangkan saran-saran yang diberikan oleh dokter umum Anda di sesi konsultasi saat memutuskan waktu vaksinasi.Jika Anda melakukan vaksinasi HPV bersama Granostic, Anda tak hanya bisa mendapatkan vaksin ini di klinik. Kami juga menyediakan layanan home care, yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan vaksin di rumah.Vaksinasi bersama Granostic juga akan ditangani oleh tenaga medis ahli dan berada di bawah pengawasan dokter umum yang berpengalaman. Bagaimana? Anda tertarik?Pemberian VaksinPemberian vaksin akan dilakukan pada jadwal yang sudah ditentukan dan dengan dosis yang disesuaikan dengan standar Kemenkes RI. Vaksinasi HPV hanya diberikan dengan prosedur injeksi atau suntikan, dosis yang diberikan dalam satu kali suntikan adalah 0,5 ml. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter dalam proses pemberian vaksin HPV yakni:membersihkan area yang akan disuntik dengan kapas beralkohol, umumnya pada lengan bagian atasmenjepit kulit di sekitar area yang akan disuntik dengan tangankemudian menyuntikkan vaksin HPV hingga ke dalam ototmemberikan kain kasa beralkohol untuk menekan area yang disuntik Ketika jarum kana dilepas, sehingga tidak terjadi pendarahan.Pemantauan Setelah VaksinasiSetelah proses vaksinasi dilakukan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk beristirahat selama 15 menit, sebagai pemantauan kondisi pasca-vaksinasi. Secara umum, vaksinasi dapat memberikan gejala efek samping ringan seperti demam, nyeri otot dan kepala, rasa sakit dan kemerahan pada area yang disuntik. Gejala-gejala ini biasanya akan berkurang dan hilang dalam 1–2 hari.Namun, jika Anda mengalami alergi yang berat setelah vaksinasi, segera hubungi dan konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Sehingga dokter dapat memberikan penanganan medis yang tepat sasaran.Penjadwalan Dosis SelanjutnyaKetika vaksinasi selesai dilakukan dan tidak ada kendala atau efek samping berbahaya yang timbul, maka dokter akan menyarankan penjadwalan dosis vaksinasi selanjutnya. Tempat Vaksinasi HPVKemenkes RI sejak beberapa tahun lalu telah menggalakkan vaksinasi HPV untuk masyarakat Indonesia, sebagai upaya melawan dan mencegah adanya kanker serviks. Sebagai hasilnya, masyarakat kini mendapatkan akses vaksinasi HPV yang lebih mudah dan masif.Berikut ini beberapa tempat vaksinasi HPV yang bisa Anda pertimbangkan, yakni:1. Rumah Sakit Umum dan SwastaVaksinasi HPV dapat Anda peroleh atau akses di rumah sakit umum dan swasta, tak ada perbedaan spesifik dari prosedur vaksinasi layanan yang diberikan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi HPV, mendiskusikan bagaimana kemungkinan adanya efek samping serta jadwal vaksinasi selanjutnya.2. Klinik VaksinasiSelain rumah sakit umum dan swasta, Anda juga bisa melakukan vaksinasi HPV di klinik terdekat dari rumah Anda, seperti Granostic. Bersama dengan tim medis ahli dan profesional kami, vaksinasi dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan dan berlangsung secara efisien.Selain itu, klinik Granostic juga memberikan layanan home care untuk mempermudah vaksinasi HPV bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Lewat layanan home care, vaksinasi juga dapat dilakukan di rumah Anda secara langsung, loh.3. PuskesmasAnda juga bisa mendapatkan vaksinasi HPV di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat dari tempat tinggal Anda. Namun ketersediaan vaksinasi ini mungkin tidak selalu ada di puskesmas, akan tetapi pihak kesehatan yang ada akan selalu memberikan informasi terkait jadwal-jadwal vaksinasi HPV yang akan diselenggarakan.Tips Sebelum Vaksinasi HPVKeberadaan vaksin HPV ini sangat penting untuk mencegah infeksi virus dan menekan kasus kanker serviks. Namun sebelum Anda menjadwalkan vaksin, berikut ini adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk membantu efek vaksinasi HPV lebih maksimal:1. Persiapan FisikPersiapan fisik yang dimaksud adalah dengan memastikan bahwa Anda dalam kondisi yang prima. Anda dapat mulai membangun rutinitas olahraga yang baik, mengatur diet yang sehat dan bergizi tinggi, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman berkandungan gula tinggi dan beralkohol.2. Konsultasikan Riwayat MedisSelanjutnya, Anda juga perlu mengonsultasikan riwayat medis dengan dokter demi memilih jenis vaksinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Diskusikan mengenai gaya hidup dan aktivitas seksual Anda, kondisi atau masalah kesehatan yang Anda alami, serta kekhawatiran Anda tentang vaksinasi HPV.3. Jangan Lupa Vaksinasi UlangIngat, vaksinasi HPV diberikan lebih dari satu kali. Pada anak usia di bawah 15 tahun, vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali suntikan. Sementara pada anak usia 15 hingga 26 tahun, diperlukan 3 kali suntikan vaksin HPV.Jangka waktu pemberian dosis HPV ini telah ditentukan dan diatur sebelumnya, sehingga Anda harus mematuhinya agar efek vaksinasi dapat berjalan optimal.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai prosedur dan tempat dimana vaksin HPV di Surabaya. Anda dapat menjadwalkan konsultasi dan vaksinasi di klinik Granostic dengan menghubungi nomor call center kami secara langsung. Atau tinggal klik Home Service di bawah untuk menjadwalkan layanan vaksinasi di rumah saja!Yuk, Sobat! Lindungi keluarga dan diri Anda dengan vaksinasi HPV lengkap di klinik Granostic Surabaya!
Apa Itu Vaksin HPV? Berikut Penjelasannya
Sobat Granostic, tahukah Anda jika hampir setiap orang yang tidak divaksin dan aktif secara seksual akan tertular HPV di suatu waktu dalam hidup mereka?Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa sebanyak 13 juta penduduk Amerika, termasuk remaja, telah terinfeksi HPV setiap tahunnya.Human Papillomavirus (HPV) merupakan jenis virus yang dapat ditularkan dari kulit ke kulit lewat hubungan seksual, oral, maupun anal. Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, virus ini dapat dilawan dan dibersihkan dari tubuh tanpa pengobatan khusus, setidaknya dalam 1–2 tahun setelah terinfeksi.Namun, pada banyak juga infeksi HPV yang tidak hilang. Bahkan bisa berkembang dan memunculkan lesi prakanker dan menyebabkan kanker. Contohnya, kebanyakan kanker serviks dan pada area genital lainnya berkaitan dengan infeksi HPV.Inilah mengapa vaksinasi HPV menjadi begitu penting. Bahkan pemerintah Indonesia pun menganjurkan vaksinasi dimulai saat anak-anak berada di bangku kelas 5 SD dan diberikan berbagai program vaksinasi gratis yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.Namun, sebenarnya apa itu vaksin HPV? Berikut penjelasannya!Mengenal Vaksin HPVVaksin HPV merupakan serangkaian suntikan (imunisasi) yang dapat melindungi penerimanya dari infeksi Human papillomavirus.Pemberian virus ini sangatlah penting mengingat HPV mudah ditularkan lewat hubungan seksual. Menurut Cleveland Clinic, infeksi HPV sangatlah umum terjadi, dengan 80% dari orang yang aktif secara seksual pasti pernah terinfeksi pada satu titik tertentu dalam hidup mereka.Penggunaan kondom saja tidak begitu efektif untuk mencegah penularan HPV, karena kondom tidak bisa menutupi seluruh area genital dengan sempurna. Karena itu, memberikan perlindungan dari dalam tubuh Anda dengan menciptakan antibodi yang kuat untuk melawan HPV adalah langkah yang sangat direkomendasikan.Jenis Vaksin HPVMengingat peranannya yang sangat besar untuk mencegah penularan HPV, Anda tentu setuju bahwa vaksin adalah hal penting yang harus dilakukan. Namun, sudahkah Anda menentukan jenis vaksin HPV mana yang akan diambil?Ada tiga jenis vaksin HPV, yakni gardasil 4, gardasil 9, dan Cervarix. Apa bedanya? Gardasil 4 (Quadrivalent HPV Vaccine)Vaksin Gardasil 4 atau Gardasil, dapat melindungi infeksi HPV dengan tipe:HPV 16 dan 18, kedua tipe HPV ini dikaitkan dengan 70% kanker serviks, 90% kanker anus, dan banyak kanker yang dapat mempengaruhi tenggorokan dan alat kelamin penderitanya.HPV 6 dan 11, keduanya dikaitkan dengan 90% kasus kutil kelamin.Gardasil 9 (Nonavalent HPV Vaccine)Vaksin HPV Gardasil 9 merupakan jenis vaksin yang memberikan perlindungan paling komprehensif/menyeluruh dari semua vaksin HPV. Gardasil-9 melindungi infeksi HPV yang terkait dengan:HPV 16 dan 18, yang merupakan dua jenis HPV berisiko tinggi an yang paling umum. Keduanya sangat berkaitan dengan kasus kanker serviks (sebesar 70%), kanker anus (sebesar 90%), dan banyak kanker yang juga terjadi pada tenggorokan serta area genital Anda.HPV 31, 33, 45, 52, dan 58. Jenis-jenis ini juga secara bersamaan menjadi penyebab dari 20 persen kanker serviks tambahan.HPV 6 dan 11, jenis menyebabkan kutil kelamin. Meski dianggap berisiko rendah dan tidak menyebabkan kanker, akan tetapi kutil kelamin tetaplah bersifat menular.Cervarix (Bivalent HPV Vaccine)Berbeda dengan dua jenis vaksin sebelumnya, vaksin Cervarix hanya melindungi terhadap jenis HPV berisiko tinggi yang terkait dengan kanker, yakni HPV 16 dan 18. Produk ini tidak melindungi Anda dari jenis yang menyebabkan kutil kelamin.Usia yang Disarankan untuk VaksinasiSebagai upaya pencegahan kanker serviks, anus, area genital lainnya, dan pada tenggorokan, vaksinasi HPV sangatlah penting. Menurut berbagai sumber terpercaya, usia yang disarankan untuk vaksinasi adalah:Usia IdealMelansir dari CDC, vaksinasi HPV sangat disarankan dilakukan pada usia 11 atau 12 tahun. Namun, vaksinasi ini sudah dapat diberikan sejak anak-anak memasuki usia 9 tahun.Usia 15-26 TahunSelain usia di bawah 15 tahun, seseorang yang belum pernah sama sekali mendapatkan vaksinasi HPV di rentang 15–26 tahun juga dianjurkan untuk melakukan vaksin. Langkah ini sangat penting karena di rentang usia tersebut, masih banyak orang yang belum terpapar virus HPV secara langsung.Sementara pemberian HPV untuk seseorang yang berusia 27–45 tahun, dokter dapat mempertimbangkan untuk mendiskusikan vaksinasi HPV dengan orang-orang yang kemungkinan besar akan mendapatkan manfaat dari tindakan tersebut.DosisPemberian dosis vaksinasi ini juga disesuaikan dengan usia pasien. Pada pasien berusia kurang dari 15 tahun, atau 9–14 tahun, bisa mendapatkan dua suntikan (dosis) vaksin HPV. Sementara pasien yang berusia lebih dari 15 tahun dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah memerlukan tiga suntikan (dosis) vaksin HPV.Prosedur Pemberian VaksinSetelah menyimak usia dan dosis, sekarang Anda juga perlu mempelajari bagaimana prosedur pemberian vaksin HPV tersebut.Dosis dan JadwalDua Dosis (Usia 9-14 Tahun)Pasien yang berusia kurang dari 15 tahun, diberikan vaksinasi dengan dosis:Dosis kedua vaksin bisa diberikan setelah 6-12 bulan setelah pemberian dosis pertama.Remaja yang menerima dua dosis vaksin dengan jarak kurang dari 5 bulan, akan memerlukan dosis ketiga vaksin HPV.Tiga Dosis (Usia 15 Tahun ke Atas)Pasien yang berusia 15–26 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh dapat menggunakan dosis:Jadwal tiga dosis yang direkomendasikan oleh CDC adalah 0, 1–2, dan 6 bulan. Tiga dosis tersebut direkomendasikan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (termasuk yang terinfeksi HIV), yang berusia 9 hingga 26 tahun.Pemberian VaksinPemberian vaksin dilakukan dengan metode injeksi atau suntikan, yang juga akan dilakukan oleh dokter umum dan berpengalaman, dalam vaksinasi sesuai dengan jadwal serta dosis yang direkomendasikan.Tujuan Vaksin HPVAdanya vaksinasi HPV sangatlah berperan penting dalam mencegah penularan dan infeksi virus tersebut pada tubuh Anda. Karena, infeksi HPV juga bisa menimbulkan beberapa penyakit, baik yang berisiko rendah atau tinggi.Tujuan utama dari vaksinasi HPV lainnya adalah sebagai berikut:Mencegah Kanker ServiksMenurut WHO 90% kanker serviks yang dialami oleh perempuan berkaitan dengan infeksi HPV, utamanya tipe 16 dan 18. Dengan melakukan vaksinasi, Anda dapat mencegah infeksi dua tipe HPV ini, atau bahkan tipe lain, yang juga dapat membantu Anda dalam mencegah timbulnya kanker serviks.Mencegah Kutil KelaminSelain kanker serviks, vaksin HPV juga membantu mencegah terjadinya kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Anda secara spesifik dapat menggunakan tipe vaksin Gardasil 4 dan Gardasil 9 untuk menghalau dua tipe tersebut.Mencegah Jenis Kanker LainSelain kanker serviks, infeksi HPV juga dikaitkan dengan kanker tenggorokan, anus, dan area genital Anda lainnya. Karena itu, dengan melakukan vaksinasi HPV ini Anda dapat mencegah terjadinya kanker-kanker lain juga.Efek Samping Vaksin HPVSama halnya dengan prosedur vaksinasi lainnya, pemberian vaksin HPV juga pasti menimbulkan efek samping minor, seperti:Nyeri di Tempat SuntikanRasa nyeri di tempat suntikan merupakan efek samping yang sangat umum pada vaksinasi prosedur injeksi. Rasa nyeri dan kemerahan ini biasanya akan dapat berkurang atau hilang dalam 1–2 hari.Demam RinganDemam juga termasuk sebagai efek samping yang sangat umum ketika Anda mendapatkan vaksin. Sebab kondisi ini merupakan bentuk respons tubuh dalam membentuk kekebalan tubuh baru, sesuai dengan gabungan vaksin HPV tersebut. Sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh atau demam.Sakit Kepala atau KelelahanVaksinasi juga sangat mungkin menyebabkan Anda merasa sakit kepala atau kelelahan. Ini merupakan reaksi alami tubuh ketika akan membentuk antibodi baru yang sesuai dengan gabungan vaksin HPV tersebut. Mual atau Nyeri OtotGejala umum lainnya saat melakukan vaksinasi HPV adalah mual dan nyeri otot, namun biasanya gejala ini hanya akan berlangsung dalam waktu relatif sebentar, yakni 1–2 hari saja.Reaksi Alergi (Jarang Terjadi)Reaksi alergi merupakan efek samping vaksin yang sangat jarang terjadi, karena vaksinasi yang diberikan ini telah melalui uji coba dan penelitian yang mendalam, sehingga sangat aman dilakukan, bahkan untuk anak-anak.Namun tidak menutup kemungkinan reaksi alergi ini akan terjadi, sehingga perlu adanya pemantauan kondisi pasien pasca vaksinasi HPV.Selain itu, Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter begitu mendapati gejala tidak biasa setelah vaksinasi.Keamanan Vaksin HPVVaksin HPV telah terbukti aman dalam banyak penelitian. Efek samping yang terjadi pun cukup umum, seperti nyeri dan kemerahan di tempat suntikan. Hingga menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, atau demam.Keamanan vaksin HPV ini akan semakin terjamin ketika Anda melakukan vaksinasi di klinik dan penyedia layanan kesehatan terpercaya, seperti klinik Granostic. Selain itu, klinik Granostic juga menyediakan paket vaksinasi HPV sesuai dengan kebutuhan Anda dan dapat diakses lewat call center. Selain itu, Anda juga bisa menjadwalkan layanan home care untuk vaksinasi HPV di rumah aja.Yuk, lindungi keluarga, orang tersayang, dan diri Anda dengan vaksinasi HPV lengkap di klinik Granostic!
Apakah HPV Bisa Sembuh? Disini Jawabannya!
Menurut World Health Organization (WHO), 90 persen kasus kanker serviks pada perempuan berhubungan dengan infeksi HPV. Mengingat sifatnya yang menular, apakah infeksi HPV bisa sembuh?Human Papillomavirus (HPV) merupakan jenis infeksi menular seksual yang cukup umum terjadi. Hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi oleh HPV, yang kadang tidak menimbulkan gejala sama sekali.HPV dapat menginfeksi pada kulit, area kelamin, dan juga tenggorokan. Kasus infeksi HPV juga ada yang ringan, seperti kutil kelamin. Namun ada juga yang bersifat berat seperti kanker serviks.Meskipun penularan HPV dapat diminimalisir dengan menggunakan kondom, namun akan ada saja skenario yang membuat Anda terinfeksi. Kalau sudah begitu, wajar bila Anda merasa panik dan gelisah.Lantas apakah HPV bisa sembuh? Bagaimana juga perawatan yang harus diambil untuk upaya penanganan infeksi HPV? Simak penjelasannya di bawah ini, Sobat Granostic!1. HPV Sering Hilang SendiriMelansir dari laman WHO, pada kebanyakan kasus HPV dapat hilang sendiri tanpa memerlukan pengobatan atau perawatan khusus. Karena sistem kekebalan tubuh akan mengontrol infeksi HPV sehingga dapat menetralisir keberadaannya dalam tubuh, setidaknya dalam satu atau dua tahun.Namun bagi seseorang yang telah terdiagnosis mengalami infeksi HPV, terutama perempuan dengan masalah kutil kelamin, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kembali dalam waktu 1 tahun.Sebab perawatan pada infeksi HPV hanya bersifat untuk mengatasi gejalanya, sementara virus dalam tubuh tidak bisa dihilangkan. Kutil kelamin juga kadang bisa hilang sendiri, tanpa adanya pengobatan atau perawatan medis. Namun, kemungkinan kutil akan bertumbuh lebih banyak dan menimbulkan komplikasi bisa terjadi jika tidak dilakukan penanganan sejak dini.2. HPV yang Berisiko TinggiMenurut National Cancer Institute, HPV memiliki 200 strain virus yang dapat ditularkan lewat hubungan seksual, anal, maupun oral. Tipe HPV yang berisiko tinggi merupakan HPV 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, dan 59. Dua tipe HPV dari kelompok tersebut, HPV 16 dan 18, berkorelasi dengan kanker serviks.Infeksi HPV yang berisiko tinggi ini tidak dapat dikontrol dengan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Ketika infeksi HPV berisiko tinggi terjadi selama bertahun-tahun, hal ini bisa menimbulkan perubahan sel dan menjadi lebih buruk, yang seiring waktu menjadi prakanker kemudian kanker.Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan HPVSeperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa umumnya HPV dapat hilang sendiri pada tubuh setelah 1–2 tahun terinfeksi. Namun tak sedikit pula seseorang terinfeksi HPV dan menyebabkan timbulnya gejala pada kulit, kelamin, dan tenggorokan. Bahkan bisa menimbulkan risiko tinggi dan memicu kanker serviks.Mengapa perbedaan ini bisa terjadi? Mari simak apa saja faktor yang mempengaruhi kesembuhan HPV di bawah ini:1. Kekuatan Sistem ImunKekebalan tubuh berperan penting dalam membersihkan virus dari tubuh. Akan tetapi kemampuan ini hanya berperan sebesar kurang dari 20 persen. Namun, sistem kekebalan tubuh masih berperan penting dalam pembersihan virus dan mencegahnya berkembang menjadi penyakit. Karena itu, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat yang mampu mendukung kerja sistem imun tubuh, seperti makan menu yang sehat dan bergizi tinggi, rajin olahraga, serta menghindari kebiasaan tidak sehat (merokok, minum alkohol, dsb).2. Tipe HPVTipe HPV yang menginfeksi juga menjadi faktor yang mempengaruhi kesembuhan gejalanya. Akan tetapi hingga kini tidak ada perawatan yang dapat menghilangkan virus ini dari tubuh, melainkan hanya fokus untuk mengangkat kutil dan benjolan prakanker yang terjadi akibat infeksi HPV.3. UsiaUsia pun dapat mempengaruhi efektivitas perawatan infeksi HPV. Seseorang yang berusia di bawah 30 tahun, sebagian besar dapat menyembuhkan HPV dengan sendirinya. Namun pada usia 30 tahunan, pengecekan melalui Pap Smear sangatlah penting untuk menemukan lesi prakanker. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan pemeriksaan pap smear untuk perempuan ini dilakukan tiap 3 tahun sekali, utamanya bagi seseorang yang telah mengalami riwayat HPV sebelumnya.4. Kebiasaan MerokokMerokok dapat mengurangi kemampuan imun untuk membersihkan virus dari tubuh, yang artinya infeksi HPV ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh secara alami.Tidak hanya memperburuk sistem imun Anda, merokok juga berkemungkinan meningkatkan displasia tingkat tinggi untuk berkembang menjadi kanker. Karena itu, berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mengubah gaya hidup yang terbukti dapat memiliki efek positif pada kemampuan sistem imun untuk membersihkan infeksi HPV, baik yang punya risiko rendah maupun tinggi.5. Status ImunodefisiensiOrang dengan imunodefisiensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan lesi dan kanker terkait HPV. Imunodefisiensi ini bisa terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit menular seksual lainnya, seperti HIV/AIDS.Menurut studi yang dirilis di Jurnal Ilmiah Kesehatan pada tahun 2023, prevalensi infeksi HPV risiko tinggi terjadi pada pasien perempuan dengan status HIV positif, yakni hingga 52,6 persen.Pengobatan untuk HPVPengobatan infeksi HPV sendiri dilakukan dengan tata laksana yang berbeda pada tiap tipe virusnya, juga apakah tergolong ringan atau berat. Lebih jelasnya, mari simak ulasannya di bawah ini:1. Tidak Ada Pengobatan untuk Virus HPV Itu SendiriSebelumnya, Anda harus memahami bahwa pengobatan yang dimaksudkan adalah untuk mengatasi gejalanya seperti adanya kutil dan lesi pra-kanker pada genital, kulit, maupun tenggorokan. Sementara itu, belum ditemukan obat untuk membersihkan atau menyembuhkan virus HPV dari dalam tubuh pasien.2. Pengobatan Kutil KelaminKutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11, yang bentuknya menonjol atau datar, ukurannya juga bisa berwarna kecil atau besar, dengan warna merah muda atau senada dengan warna kulit Anda. Kutil kelamin ini dapat muncul di bagian serviks, vulva, skrotum, selangkangan, paha, anus, maupun penis. Terkadang kutil kelamin dapat sembuh dengan sendirinya, namun Anda juga bisa mendapatkan pengobatan medis dengan prosedur berikut ini:Krim dan SalepPilihan pengobatan pertama dapat dengan krim yang diresepkan oleh dokter. Umumnya krim ini akan mengandung imiquimod dan podofilox, keduanya bisa menghancurkan jaringan kutil dari 45 hingga 90 persen. Sehingga kutil dapat hilang, namun tetap dapat muncul kembali.Krioterapi (Pembekuan Kutil)Prosedur ini melibatkan proses pembekuan dan penghancuran kutil kelamin dengan nitrogen cair. Bedah Listrik atau LaserSelain itu, kutil kelamin juga dapat diobati dengan bedah listrik atau laser. Metode ini menggunakan cahaya untuk membakar sel-sel abnormal.3. Pengelolaan Perubahan Sel PrakankerInfeksi HPV berisiko tinggi yang terjadi secara menerus dapat menyebabkan sel-sel abnormal berkembang, yang kemudian dapat menyebabkan kanker.Infeksi HPV yang terus menerus terjadi pada serviks, jika tidak diobati dapat menyebabkan kanker serviks. Menurut data WHO, 95 persen kasus kanker serviks berhubungan dengan HPV.Biasanya dibutuhkan waktu 15–20 tahun bagi sel-sel abnormal untuk menjadi kanker, tapi pada wanita dengan kekebalan tubuh lemah, proses ini dapat datang lebih cepat yakni dalam kurun waktu 5–10 tahun.Nah, untuk pengelolaan perubahan sel prakanker ini, Anda perlu mengikuti beberapa prosedur berikut ini:Pap Smear dan KolposkopiPap smear merupakan tes yang dilakukan untuk menyimak adanya lesi prakanker pada bagian serviks. Sementara kolposkopi merupakan tindakan yang dilakukan untuk menindaklanjuti skrining kanker serviks yang abnormal.Seseorang dalam rentang usia 21 dan 30 tahun perlu melakukan tes pap smear setidaknya tiga tahun sekali. Kemudian untuk seseorang di usia antara 35 hingga 65 tahun dapat melakukan tes papsmear tiap lima tahun sekali.Vaksinasi HPV Selanjutnya, Anda juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi HPV. Menurut peraturan Kemenkes RI terdapat anjuran khusus dalam pemberian vaksin HPV, seperti:Anak perempuan yang berusia di bawah 9–13 tahun dianjurkan untuk melakukan dua kali vaksinasi HPV, dengan selang waktu pemberian selama 12 bulanPerempuan usia di atas 13–45 tahun disarankan untuk menjalani tiga kali vaksinasi HPV dengan jarak waktu dua bulan antara vaksinasi pertama dan kedua, serta enam bulan antara kedua dan ketigaAnda dapat melakukan vaksinasi HPV ini di klinik Granostic, yakni vaksinasi HPV gardasil 4 dan 9. Bersama dokter kami, Anda bisa mendiskusikan jenis vaksin mana yang paling cocok untuk kondisi tubuh Anda, serta atur jadwal pemberian vaksin dengan lebih fleksibel dan mudah bersama Granostic.4. Pemantauan dan Skrining RutinPemantauan adalah hal yang paling penting untuk mencegah adanya infeksi HPV yang berisiko tinggi, termasuk sebagai deteksi dini adanya kanker serviks. Beberapa prosedur untuk memantau dan skrining HPV antara lain:Pap SmearPap smear merupakan tes yang dapat mendeteksi sel abnormal pada serviks sebelum mereka berkembang menjadi kanker. Prosedur tes kesehatan ini juga dapat mendeteksi infeksi dan inflamasi tertentu pada serviks. Selama pap smear, dokter akan mengambil sampel sel dalam serviks dan menelitinya di bawah mikroskop.Tes HPV DNASelain pap smear, tes HPV DNA juga bisa membantu mendeteksi merupakan prosedur tes berbasis molekuler yang bertujuan untuk mencari tahu adanya tanda infeksi HPV, utamanya yang berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kanker serviks. Tes ini melibatkan pengambilan sel dari serviks untuk mencari DNA HPV.5. Pencegahan HPVPencegahan HPV sangatlah penting untuk mengurangi risiko kanker serviks dan permasalah kesehatan yang lebih kompleks lainnya, yang berkaitan dengan virus tersebut. Beberapa upaya pencegahan infeksi HPV yang bisa Anda lakukan misalnya:VaksinasiMelakukan vaksinasi HPV bisa sangat membantu tubuh untuk membentuk antibodi yang kuat dan efektif melawan infeksi virus tersebut. Pemberian vaksin ini dihimbau untuk dilakukan sejak anak perempuan berusia di bawah 9 tahun.Selain pencegahan infeksi, vaksinasi juga membantu pasien untuk menghalau HPV berisiko tinggi yang menyebabkan kanker serviks.Penggunaan KondomSelanjutnya, terapkan praktik hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom atau pelindung dental. Meski begitu hal ini juga kadang kurang efektif, karena tidak seluruh bagian kulit kelamin tertutupi dengan kondom. Sementara penularan kutil kelamin ini terjadi lewat sentuhan kulit ke kulit.Skrining Kanker ServiksSelanjutnya, sebagai upaya pencegahan infeksi yang serius, Anda perlu melakukan skrining kanker serviks secara teratur. Langkah ini juga sangat penting untuk deteksi dini adanya lesi prakanker, sehingga Anda bisa mendapatkan perawatan dan penanganan medis segera.Nah, Sobat Granostic, apakah penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan Anda soal apakah HPV bisa sembuh?Hal paling utama adalah mengusahakan agar Anda tidak terinfeksi dengan melakukan vaksinasi HPV sejak dini. Klinik Granostic menawarkan jasa vaksinasi HPV gardasil 4 dan 9, yang bisa Anda akses dengan mudah dengan langsung datang ke klinik atau lewat layanan home care.Tim medis profesional kami akan melakukan vaksinasi dengan efisien, sehingga Anda tidak akan merasa repot maupun tidak nyaman. Selain itu, Anda juga bisa terus melakukan skrining kesehatan bersama dokter kami untuk mendeteksi dini adanya sel-sel abnormal yang mengarah pada risiko berat HPV.Yuk, lindungi keluarga dan diri Anda dari risiko infeksi HPV dengan vaksinasi di klinik Granostic!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:NHS (National Health Service). (n.d.). Human papilloma virus (HPV). ditinjau oleh tim medis profesional. Diakses pada 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). HPV (Human Papillomavirus). Ditinjau oleh dokter dan tim medis Cleveland Clinic. Diakses pada 2025.WebMD. (n.d.). HPV Treatment: Is There an HPV Cure?. Diakses pada 2025.Johns Hopkins Medicine. (n.d.). HPV: 5 Things All Women Should Know. Informasi dari Johns Hopkins Medicine secara rutin ditulis atau ditinjau oleh dokter. Diakses pada 2025.
Apa Itu Penyakit HPV? Berikut Penjelasan
Lebih dari 30 jenis HPV dapat berdampak pada kesehatan Anda, yang di antaranya tidak berbahaya hingga menyebabkan infeksi penyakit yang berisiko tinggi. Memang apa itu penyakit HPV?HPV atau Human Papilloma Virus merupakan virus yang sangat umum menginfeksi berbagai bagian tubuh kita. Ada lebih dari 100 jenis HPV, termasuk yang menyebabkan tumbuhnya kutil di kulit tangan, kaki, dan lainnya. Namun 30 di antaranya dapat menyebabkan penyakit kulit kelamin, termasuk bagian vulva, vagina, cervix, penis, dan skrotum, begitu juga pada anus dan rektum.Meski sebagian besar tidak berbahaya, akan tetapi Anda juga perlu berhati-hati agar tidak terinfeksi HPV. Lantas bagaimana ciri-ciri dan gejala HPV? Mari simak penjelasannya di bawah ini, Sobat Granostic!Ciri-ciri dan Gejala HPVMelansir dari Mayo Clinics, pada banyak kasus, sistem kekebalan tubuh akan mengalahkan infeksi HPV sebelum kutil muncul. Ketika sudah terinfeksi dan muncul kutil, tampilannya pun akan bervariasi tergantung pada jenis HPV yang menginfeksi. Berikut penjelasan lengkapnya:1. Infeksi HPV pada kulitPada bagian kulit yang dimaksud merupakan jenis kutil yang umum Anda temukan di wajah atau kulit tubuh. Kondisi ini menimbulkan munculnya tonjolan-tonjolan kecil pada kulit, yang bila sering terkena tekanan atau trauma akan menimbulkan nyeri bahkan berdarah.Ada beberapa tipe kutil kulit yang bisa menjadi gejala atau ciri-ciri HPV, yakni:Kutil biasa (common warts), yang tampak seperti benjolan kasar dan menonjol, yang umumnya berada di tangan dan jari. Selain masalah estetika, keberadaan kutil ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri atau rentan terhadap cedera atau pendarahan.Kutil plantar (plantar warts), yang biasanya muncul di tumit atau telapak kaki, bentuknya keras dan kasar. Keberadaannya akan menimbulkan rasa tidak nyaman.Kutil datar (flat warts), yang merupakan lesi datar dan sedikit menonjol. Umumnya kutil ini dapat muncul di mana saja, namun pada anak-anak umumnya mengalami di wajah, pria di area janggut, dan perempuan cenderung mengalaminya di kaki.2. Infeksi HPV pada alat kelaminTak jauh berbeda, infeksi HPV pada alat kelamin pun tak banyak menunjukkan ciri atau gejala khusus kecuali dengan munculnya kutil pada area tersebut. Kondisi tersebut dikenal sebagai kutil kelamin atau kondiloma akuminata.Jenis kutil ini bisa muncul dalam bentuk lesi datar, benjolan kecil seperti kembang kol atau tonjolan kecil. Pada perempuan, kutil kelamin sebagian besar muncul di vulva tapi juga dapat muncul di dekat anus, serviks, atau vagina.Sementara pada pria, kutil kelamin ini dapat muncul di penis dan skrotum, atau di sekitaran anus. Kutil kelamin jarang menyebabkan rasa tidak nyaman, namun bisa saja menyebabkan rasa gatal atau nyeri.3. Infeksi HPV yang berisiko tinggiMeski kadang kutil kelamin tampak begitu mengerikan, infeksi jenis HPV ini tergolong ringan. Pada infeksi berisiko tinggi, HPV bisa memicu kanker serviks. Sebagian besar kasus kanker serviks menunjukkan gejala keputihan berbau, pendarahan setelah menopause, dan pendarahan setelah berhubungan intim.Namun, jika sudah masuk dalam stadium lanjut gejala yang dialami pun akan lebih parah. Seperti mengalami lemas, nyeri tulang, penurunan berat badan, hingga gangguan saat buang air kecil, hingga penyebaran sel kanker.Penyebab HPVSebagai upaya pencegahan, Sobat Granostic pun perlu mengetahui apa saja penyebab infeksi HPV berikut ini:1. Kontak kulit ke kulitInfeksi virus HPV terjadi saat virus memasuki tubuh Anda, misalnya lewat luka, abrasi, atau robekan kecil di kulit.Infeksi HPV genital ditularkan melalui hubungan seksual, seks anal, dan kontak kulit ke kulit lainnya di daerah genital. Beberapa infeksi HPV yang mengakibatkan lesi oral atau saluran pernapasan juga karena adanya transmisi virus melalui seks oral.2. Kontak dengan benda yang terkontaminasiSelain itu, virus HPV juga dapat ditularkan dengan benda yang terkontaminasi. Hal ini cukup jarang terjadi, namun dapat meningkatkan risiko penularannya.3. Sistem kekebalan tubuh lemahOrang dengan daya tahan tubuh lemah memiliki risiko lebih besar terhadap infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh dapat melemah ketika Anda terinfeksi HIV/AIDS atau mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh dalam waktu yang cukup lama.Cara Mengatasi HPVSetiap infeksi HPV memiliki cara penanganan yang berbeda, berikut ini adalah panduannya:1. Kutil kelaminPada kasus kutil kelamin, keberadaan HPV dalam tubuh tidak bisa dihilangkan. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan berfokus untuk menghilangkan kutil di area genital, serta mencegahnya untuk menyebar.Cara penanganan kutil kelamin ini juga bisa melalui beberapa prosedur, seperti:Pengobatan: memberikan obat-obat topikal langsung pada bagian kutil seperti asam salisilat, imiquimod atau krim resep untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan HPV, podofilox, dan asam trikloroasetat.Prosedur bedah dan pengangkatan kutilPembekuan dengan nitrogen cair (krioterapi)Pembakaran dengan arus listrik (elektrokauter)Pembedahan laser.2. Pemantauan dan Pap smear (Pemeriksaan leher rahim)Ketika dokter menemukan hasil tes HPV atau Pap Smear yang abnormal, maka dokter kandungan Anda akan mengarahkan untuk melakukan prosedur yang disebut kolposkopi. Instrumen ini dapat memberikan tampilan serviks yang diperbesar, dokter akan memeriksa serviks secara seksama dan mengambil sampel di area manapun yang tampak abnormal.Bila ditemukan adanya lesi pra-kanker, maka harus dilakukan pengangkatan. Prosedur pengangkatannya pun ada beberapa, yakni:pembekuan,laser,pengangkatan lewat pembedahan atau operasi,eksisi elektrosurgikal loop (LEEP),dan konisasi pisau dingin.3. Penanganan kanker terkait HPVKanker serviks awalnya tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Namun, pasien kemudian dapat mengalami nyeri panggul atau pendarahan dari vagina.Umumnya diperlukan Waktu beberapa tahun bagi sel normal di serviks untuk berubah menjadi sel kanker. Penyedia layanan Kesehatan dapat menemukan sel abnormal dengan melakukan tes pap untuk memeriksa sel dari serviks.Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi kanker serviks ini dapat melalui prosedur pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Pilihan pengobatan bergantung pada ukuran tumor, apakah kanker telah menyebar dan apakah Anda ingin hamil di masa mendatang.Pencegahan HPVHPV merupakan jenis virus yang cukup mudah menular lewat kontak fisik, namun Anda bisa melakukan pencegahan dengan beberapa upaya berikut ini:1. Vaksinasi HPVMendapatkan vaksinasi HPV sangatlah penting sebagai upaya pencegahan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi rutin untuk anak perempuan dan laki-laki berusia 11 dan 12 tahun, meskipun vaksinasi dapat diberikan sejak usia 9 tahun.Meskipun sudah pernah terinfeksi HPV, seseorang tetap dapat menerima vaksin HPV. Mungkin vaksin ini tidak bisa mencegah Anda untuk tidak terinfeksi (karena Anda sudah terinfeksi), namun dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks.Ada dua jenis vaksin HPV, yakni Gardasil 4 dan Gardasil 9. Keduanya dapat Anda akses di klinik Granostic.Vaksin HPV Gardasil 4: jenis imunisasi HPV yang melindungi Anda dari serangan 4 strain HPV, yakni tipe 6, 11, 16, dan 18.Vaksin HPV Gardasil 9: vaksin HPV yang diberikan untuk melindungi Anda dari 9 strain HPV. Mulai dari HPV tipe 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.Layanan vaksinasi HPV di klinik Granostic pun akan ditangani oleh tenaga medis ahli yang berpengalaman di bidangnya. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengakses vaksinasi tersebut dengan layanan home care, serta melakukan prosedur langsung di rumah Anda, loh.Ingin tanya-tanya soal vaksinasi HPV di klinik Granostic? Langsung hubungi tim call center kami sekarang juga!2. KondomPenularan HPV pun dapat diminimalisir dengan selalu menggunakan pengaman ketika berhubungan intim dengan pasangan. Selain itu, jika pasangan seksual Anda semakin banyak dan sering bergonta-ganti, maka akan semakin tinggi risiko untuk terpapar HPV.3. Pemeriksaan RutinLangkah selanjutnya untuk pencegahan adalah selalu melakukan pemeriksaan rutin, baik itu pemeriksaan fisik maupun lewat pap smear. Pemeriksaan ini juga sangat penting dilakukan bila Anda telah mengalami kutil kelamin atau terinfeksi HPV sebelumnya, untuk mencegah dan mengontrol indikasi adanya komplikasi yang serius.Pemeriksaan rutin ini juga dapat Anda lakukan di klinik Granostic. Bersama tim medis ahli kami, Anda dapat menjalani proses tes kesehatan yang lengkap sehingga dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat.Bersama dokter, Anda juga dapat mendiskusikan dengan nyaman dan aman mengenai faktor risiko, jenis perawatan dan pencegahan yang dapat dilakukan, serta kekhawatiran Anda lainnya terkait HPV. Mengenai HPV bisa sembuh atau tidak, simak penjelasan mengenai Apakah HPV Bisa Sembuh Apa Tidak?.Yuk, Sobat! Jaga kesehatan keluarga dan diri Anda dengan melakukan vaksinasi HPV di klinik Granostic.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message