Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Vaksin Influenza Terbaik di Surabaya
Flu bukan sekadar pilek biasa. Virus influenza bisa menyerang secara tiba-tiba, membuat tubuh meriang, kepala berat, dan aktivitas harian jadi terganggu total. Bahkan, pada sebagian orang, terutama kelompok rentan, flu bisa berujung komplikasi serius yang membahayakan.Di tengah gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi seperti sekarang, vaksin influenza menjadi tameng ekstra yang sangat dibutuhkan. Sebab dengan semakin buruknya polusi udara, padatnya pemukiman, dan aktivitas harian yang tinggi, membuat risiko untuk terpapar virus influenza juga semakin tinggi.Kabar baiknya, artikel ini hadir untuk menjawab kebutuhan Anda yang sedang mencari vaksin influenza terbaik di Surabaya. Granostic hadir dengan layanan vaksinasi lengkap yang tak hanya efektif, tapi juga nyaman dan terpercaya.Yuk, cari tahu kenapa vaksin influenza penting dan bagaimana cara Anda mendapatkannya di Granostic Surabaya.Apa Itu Vaksin Influenza?Vaksin influenza adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi tubuh Anda dari infeksi virus flu musiman. Vaksin ini dibuat dari virus influenza yang telah dilemahkan atau dimatikan, yang kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh agar membentuk antibodi. Jadi ketika virus flu yang sebenarnya menyerang, tubuh Anda sudah punya perisai yang siap melawan.Vaksin ini biasanya diberikan setahun sekali karena virus influenza terus bermutasi dari waktu ke waktu. Itulah mengapa setiap tahun para ahli merekomendasikan vaksinasi ulang dengan formula terbaru yang disesuaikan dengan jenis virus yang beredar.Manfaat dan Tujuan Vaksinasi InfluenzaBanyak yang mengira vaksin influenza hanya untuk mencegah flu. Padahal, manfaatnya jauh lebih luas. Selain mengurangi risiko tertular, vaksin juga membantu meminimalkan gejala berat jika Anda tetap terpapar, serta melindungi orang-orang di sekitar Anda. Mari kita bahas manfaat lengkapnya!1. Menurunkan Risiko Terkena FluSalah satu alasan utama Anda perlu vaksin influenza adalah untuk mencegah terkena flu. Vaksin bekerja dengan membentuk kekebalan tubuh terhadap virus yang diprediksi akan beredar tahun ini. Dengan begitu, kemungkinan Anda tertular jadi jauh lebih kecil.Flu memang bisa sembuh sendiri, tapi siapa sih yang mau terserang gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, batuk kering, dan lemas total? Vaksin bisa mengurangi peluang Anda harus bolos kerja, batal traveling, atau terganggu dalam rutinitas harian.2. Mengurangi Gejala BeratJika pun Anda masih terkena flu setelah divaksin, biasanya gejalanya jauh lebih ringan. Ini sangat penting terutama untuk anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta (komorbid), karena kelompok ini berisiko mengalami gejala berat.Dengan vaksinasi, peluang mengalami rawat inap akibat flu bisa ditekan. Artinya, selain tubuh lebih tahan banting, Anda juga mengurangi beban pengobatan jangka panjang.3. Melindungi Orang di SekitarVaksinasi itu bukan hanya soal menjaga diri sendiri, tapi juga soal melindungi orang-orang tercinta di sekitar Anda. Kalau Anda kebal, maka risiko menularkan virus ke orang lain juga jauh lebih kecil.Inilah yang disebut dengan herd immunity. Semakin banyak orang yang divaksin, semakin kecil peluang virus menyebar luas, terutama ke mereka yang belum bisa menerima vaksin, seperti bayi di bawah 6 bulan atau pasien imunokompromais.4. Mencegah KomplikasiFlu tak boleh diremehkan, karena bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, bronkitis, bahkan memperparah penyakit kronis seperti asma dan gagal jantung. Vaksin influenza membantu mengurangi risiko komplikasi ini secara signifikan.Terutama bagi kelompok rentan, vaksinasi bisa jadi penyelamat hidup. Bayangkan, hanya dengan satu suntikan setahun, Anda bisa menghindari deretan masalah kesehatan serius yang mengintai setelah flu.Jenis-Jenis Vaksin InfluenzaBerikutnya, Anda juga perlu mengenali dua jenis vaksin influenza yang paling umum digunakan agar Anda tahu mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.1. Vaksin TrivalenVaksin trivalen dirancang untuk melawan tiga jenis virus influenza: dua tipe A (H1N1 dan H3N2) serta satu tipe B. Ini adalah jenis vaksin yang cukup umum dan bisa memberi perlindungan dasar yang cukup baik, terutama di daerah dengan penyebaran virus yang terprediksi.2. Vaksin QuadrivalenLebih lengkap, vaksin quadrivalen melindungi Anda dari empat jenis virus, dua tipe A dan dua tipe B. Karena cakupannya lebih luas, vaksin ini banyak direkomendasikan untuk perlindungan yang lebih maksimal, khususnya di musim flu yang tidak bisa ditebak virus dominannya.Prosedur dan Dosis Pemberian VaksinProsedur Vaksinasi di Granostic Surabaya1. Pendaftaran & Skrining AwalProsedur vaksinasi di Granostic dapat dimulai dari proses pendaftaran dan skrining awal. Anda dapat melakukan pendaftaran secara online, baik dengan menghubungi customer care kami atau langsung mengisi ke laman Registrasi Online.Setelah itu Anda akan diarahkan untuk mengisi data singkat dan menjalani pemeriksaan singkat oleh tenaga medis kami untuk memastikan kondisi Anda siap menerima vaksin.2. Konsultasi DokterSetelah skrining awal, Anda akan diarahkan untuk menuju ruang dokter dan melakukan konsultasi. Dokter akan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar riwayat kesehatan diri dan keluarga, gaya hidup, hingga diet Anda.Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kondisi vital yang meliputi suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, berat badan dan tinggi badan, serta banyak lainnya.3. Pemberian VaksinSetelah dokter memastikan kesiapan dan kondisi tubuh Anda, pemberian vaksin dilakukan. Vaksin disuntikkan dengan cepat dan nyaman oleh perawat terlatih di ruang tindakan yang steril dan tenang.4. Observasi 15–30 MenitSetelah vaksin diberikan, Anda akan dipantau sejenak untuk memastikan tidak ada reaksi alergi serius yang muncul.Dosis PemberianDewasa dan anak usia ≥9 tahunBagi orang dewasa dan anak-anak dengan usia lebih dari 9 tahun, dosis vaksinasi influenza yang diberikan cukup satu dosis saja per tahunnya.Anak usia 6 bulan – 8 tahunSementara untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 8 tahun, perlu dua dosis dengan jeda minimal 4 minggu, terutama jika ini pertama kalinya vaksin influenza diberikan.Usia Pasien yang Dapat Divaksin6 bulan – 8 tahunVaksinasi influenza aman diberikan pada bayi berusia 6 bulan ke atas hingga usia 8 tahun, serta efektif melindungi si Kecil dari infeksi virus tersebut. Pemberian vaksinasi sejak dini juga dapat membantu mengoptimalkan daya tahan tubuh si Kecil dan membuat mereka tumbuh dengan baik, sebab tidak mudah jatuh sakit.Remaja dan dewasaVaksinasi influenza juga cocok bagi siapa pun yang aktif secara sosial dan ingin tetap fit sepanjang musim flu. Remaja dan orang dewasa, misalnya, yang memiliki aktivitas sosial lebih padat serta dapat menghabiskan waktu mereka di luar rumah sepanjang hari.Lansia (≥65 tahun)Vaksinasi influenza juga sangat dianjurkan untuk orang berusia lanjut, atau yang memasuki usia lebih dari 65 tahun. Di mana, infeksi influenza pada lansia dapat menyebabkan gejala yang lebih buruk, bahkan dapat mengembangkan komplikasi.Ibu hamilVaksinasi influenza juga aman diberikan pada ibu hamil, bahkan membantu melindungi bayi setelah lahir.Pasien komorbidBagi pasien komorbid sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum vaksinasi influenza. Namun umumnya vaksinasi ini dianjurkan untuk mencegah gejala berat.Efek Samping Vaksin InfluenzaSobat Granostic, secara umum vaksin influenza sangat aman dan tidak tercatat memiliki efek samping yang mengancam jiwa. Namun, ada beberapa efek samping ringan prosedur vaksinasi yang mungkin Anda rasakan setelah mendapatkan vaksin influenza, seperti:Efek Samping RinganNyeri, kemerahan atau bengkak di area suntikanBekas suntikan vaksin influenza dapat terasa nyeri, tampak kemerahan dan bengkak. Efek samping ini sangat umum terjadi, bahkan di berbagai jenis vaksinasi lainnya. Gejalanya pun dapat menghilang dalam beberapa hari tanpa adanya perawatan atau pengobatan tertentu.Demam ringanAnda juga dapat mengalami demam ringan setelah vaksinasi, yang merupakan hal wajar. Sebab demam ini dapat menjadi pertandapetanda bahwa tubuh Anda sedang bereaksi dengan vaksinasi yang diberikan. Demam ringan ini juga dapat mereda sendiri dengan Anda beristirahat.Sakit kepalaSelain demam, Anda juga dapat merasa sakit kepala sebagai bentuk reaksi dari vaksinasi. Sakit kepala ini juga dapat berangsur-angsur membaik dan hilang dalam beberapa waktu, bahkan tanpa pengobatan khusus.Pegal-pegalPegal-pegal atau nyeri sendi dan otot juga dapat menjadi efek samping ringan setelah vaksinasi influenza. Gejala ini pun umumnya akan menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.Efek Samping LangkaReaksi alergi parah (anafilaksis), tapi ini sangat jarangPada kasus yang sangat jarang terjadi, vaksinasi dapat menimbulkan reaksi alergi parah anafilaksis. Efek samping ini terjadi saat tubuh bereaksi secara berlebihan pada allergen, termasuk vaksin.Gejalanya dapat berupa sulit bernapas, gatal-gatal atau ruam di seluruh tubuh, penurunan tekanan darah, hingga bengkak.Gangguan neurologis seperti Guillain-Barré Syndrome (satu dari sejuta kasus)Selain itu, melansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyebutkan bahwa efek samping langka dari vaksinasi influenza adalah gangguan neurologis, seperti Guillain-Barré Syndrome. Akan tetapi efek samping ini sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.Biaya Vaksin Influenza Terbaik di SurabayaTak seperti yang Anda bayangkan, vaksinasi influenza di klinik Granostic Surabaya sangatlah terjangkau. Dengan biaya mulai dari Rp 280 ribuan saja, Anda dapat melakukan pemeriksaan kesiapan vaksin, konsultasi dengan dokter, hingga melakukan vaksinasi influenza langsung bersama ahlinya.Konsultasi Vaksin Influenza di Granostic SurabayaSebelum vaksin diberikan, penting untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi yang siap menerima vaksinasi. Di Granostic Surabaya, proses ini dimulai dengan sesi konsultasi yang menyeluruh dan personal. Dengan pendekatan yang edukatif dan ramah, tim medis kami akan membantu Anda memahami kebutuhan tubuh Anda dan memastikan vaksin influenza yang Anda terima benar-benar sesuai.Melalui sesi konsultasi ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mendalam dari dokter mengenai manfaat vaksin, potensi efek samping ringan, dan penyesuaian berdasarkan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Prosedur ini menjadi langkah penting dalam memberikan rasa aman dan keyakinan sebelum vaksinasi dilakukan.1. Edukasi lengkap mengenai manfaat vaksinDi Granostic, Anda tidak hanya datang untuk divaksin lalu pulang. Kami percaya bahwa edukasi adalah kunci. Tim dokter kami akan menjelaskan secara rinci bagaimana vaksin influenza bekerja dalam tubuh, siapa saja yang paling diuntungkan, dan apa saja hal yang perlu diwaspadai.Dengan pemahaman yang benar, Anda akan lebih siap dan percaya diri menghadapi musim flu. Edukasi ini juga sangat penting untuk keluarga Anda, agar semua anggota rumah memahami pentingnya vaksinasi dan bisa ikut serta menjaga kekebalan kelompok (herd immunity).2. Pemeriksaan fisik dan skrining singkatSebelum vaksin diberikan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik ringan seperti mengecek suhu tubuh, tekanan darah, serta menanyakan riwayat kesehatan singkat Anda. Skrining ini bertujuan untuk memastikan bahwa tubuh Anda dalam kondisi optimal untuk menerima vaksin influenza.Langkah ini sangat penting untuk menghindari risiko kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang mungkin terjadi jika vaksin diberikan saat tubuh sedang tidak fit. Dengan skrining yang tepat, Anda mendapatkan vaksinasi yang aman dan sesuai standar medis.3. Penjelasan mengenai jadwal vaksin selanjutnyaVaksin influenza memang cukup diberikan setahun sekali, tapi bagi anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali vaksin, dokter akan memberikan panduan tentang dosis lanjutan. Semua informasi mengenai jadwal berikutnya akan dijelaskan secara lengkap dan personal.Dengan jadwal yang jelas, Anda tidak perlu khawatir lupa atau tertinggal dosis penting, terutama jika memiliki anggota keluarga dengan kebutuhan vaksinasi yang berbeda. Tim kami juga akan membantu mengatur reminder otomatis agar jadwal vaksin berikutnya bisa dipenuhi dengan tepat waktu.Mengapa Harus di Granostic?Dengan banyaknya pilihan tempat vaksinasi, kenapa harus Granostic Surabaya? Karena kami tidak hanya memberikan layanan medis, kami memberikan pengalaman sehat yang menyeluruh. Setiap pasien diperlakukan dengan pendekatan personal dan profesional, mulai dari edukasi hingga tindakan medis.Granostic percaya bahwa pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang ketepatan, kenyamanan, dan kepercayaan. Inilah beberapa alasan kenapa Anda bisa mengandalkan kami untuk vaksinasi influenza:1. Dokter yang berpengalamanDokter-dokter di Granostic bukan hanya paham teori, tapi juga sangat berpengalaman menangani berbagai jenis pasien, dari bayi, remaja, hingga lansia. Dengan pengalaman luas dan sertifikasi yang memadai, Anda akan mendapatkan saran dan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.Dalam vaksinasi influenza, pengalaman dokter sangat berperan, terutama dalam memilih jenis vaksin yang paling sesuai dan menangani kemungkinan reaksi pasca vaksinasi. Anda pun bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksin lain yang mungkin juga diperlukan2. Laboratorium modern dan akuratGranostic didukung oleh fasilitas laboratorium modern yang siap digunakan jika Anda membutuhkan tes penunjang, seperti pemeriksaan antibodi, IgE total, atau skrining komorbid sebelum vaksinasi. Semua hasil diperiksa secara teliti dan akurat oleh tim analis profesional.Fasilitas laboratorium ini menjadi nilai tambah bagi Anda yang ingin mengetahui kondisi kekebalan tubuh secara lebih komprehensif sebelum divaksin. Ini juga penting bagi pasien dengan kondisi medis tertentu yang perlu pengawasan ekstra.3. Fasilitas vaksinasi nyaman dan sterilKami paham bahwa kenyamanan adalah bagian penting dari pengalaman medis. Karena itu, ruang vaksinasi di Granostic didesain agar tenang, bersih, dan steril, dengan protokol higienis yang ketat. Pasien akan merasa lebih rileks saat menerima vaksin.Terutama bagi anak-anak dan lansia, suasana yang ramah dan bersih dapat sangat membantu menenangkan perasaan sebelum tindakan dilakukan. Ditambah lagi, seluruh proses dilakukan dengan profesionalisme dan senyuman hangat dari tim kami.4. Layanan homecare vaksinasi ke rumahBagi Anda yang memiliki mobilitas terbatas atau ingin kenyamanan ekstra, Granostic juga menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Tim medis kami akan datang dengan perlengkapan lengkap dan vaksin yang disimpan dalam rantai dingin (cold chain) sesuai standar WHO.Layanan ini sangat cocok untuk keluarga dengan anak kecil, pasien lansia, ibu hamil, atau pasien dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan datang ke klinik. Dengan begitu, vaksinasi bisa tetap dilakukan tanpa harus keluar rumah—nyaman, aman, dan tetap optimal.Layanan homecare vaksinasi dari Granostic juga dapat Anda akses secara gratis jika Anda berada di Surabaya. Menarik, bukan?Langsung jadwalkan vaksinasi Anda di Granostic secara online dengan klik tombol WhatsApp, ya, Sobat!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Influenza (Flu) Vaccination: Who Should Do It, Who Should Not and Who Should Take Precautions. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Key Facts About Seasonal Flu Vaccine. Diakses 2025.Australian Government Department of Health and Aged Care. (2024). Influenza (flu) vaccine. Diakses 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Managing Anaphylaxis After COVID-19 Vaccination. Diakses 2025.Vaccine Education Center at Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP). (2024). Influenza: What You Should Know [PDF]. Diakses 2025.
Oh Ini! Bahaya Kamar Lembap untuk Pernapasan
Polusi udara yang sering kita temui di jalanan atau ruang publik lainnya, memang kerap menjadi salah satu penyebab utama berbagai masalah kesehatan sistem pernapasan. Tapi tahukah Anda, bahwa kamar yang lembap juga bisa memberikan dampak bahaya pada pernapasan Anda?Melansir dari Healthline.com, udara ruangan yang terlalu lembap dapat menyebabkan kesulitan bernapas, utamanya pada orang-orang dengan riwayat asma. Kondisi Udara yang lembap dapat membuat penderita asma kesulitan bernapas dengan normal tanpa mengalami batuk-batuk, mengi, atau sesak napas.Namun, bagaimana bisa ruangan yang lembap dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan kita? Juga bagaimana cara yang tepat mengatasinya?Langsung simak penjelasan lengkap dari Granostic berikut ini, Sobat!Mengapa Kamar Lembap Bisa Berbahaya?Berikut ini beberapa alasan mengapa kamar atau ruangan yang lembap dapat berbahaya untuk kesehatan pernapasan kita.1. Pertumbuhan jamur dan lumutKamar dengan sirkulasi udara yang buruk dan lembap jadi lingkungan ideal bagi jamur maupun lumut untuk tumbuh. Inilah mengapa akan mudah bagi Anda menemukan jamur tumbuh di dinding dan langit-langit kamar mandi atau gudang, karena keduanya umumnya memiliki udara yang lembap. Menghirup jamur pada ruangan yang lembap ini dapat memicu berbagai masalah pernapasan, termasuk rhinitis alergi, memicu kambuhnya asma, dan membuat gejala masalah kesehatan pernapasan semakin buruk.2. Perkembangbiakan tungau debuSelain itu, ruangan yang lembap juga menjadi lingkungan yang cocok untuk perkembangbiakan tungau debu. Tungau ini dapat hidup di perabotan rumah, karpet, tempat tidur, serta bisa berkembang pada tingkat kelembapan di atas 50 persen.Tungau debu yang terhirup juga dapat menyebabkan kambuhnya rinitis alergi, serta dapat memicu serangan asma pada penderitanya.3. Menurunnya kualitas udaraPada ruangan yang lembap dengan sirkulasi udara yang buruk, kualitas udara akan cenderung menurun. Karena dalam situasi ini jamur dan lumut akan semakin mudah tumbuh, begitu juga dengan bakteri atau kuman, serta dapat meningkatkan konsentrasi polutan udara lainnya dalam ruang kamar.Tak hanya membuat Anda sulit bernapas, menurunnya kualitas udara dapat meningkatkan risiko Anda dan keluarga untuk mengembangkan masalah pernapasan.Gangguan Kesehatan Akibat Kamar LembapKamar yang lembap dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan, beberapa di antaranya meliputi:1. Rhinitis AlergiRinitis alergi adalah reaksi tubuh terhadap zat pemicu alergi (alergen) seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau jamur. Gejalanya bisa mirip pilek yakni bersin, hidung tersumbat, atau keluar lendir bening. Namun biasanya berlangsung lebih lama dan bisa kambuh berulang. Jenisnya ada yang musiman (muncul saat musim tertentu) dan ada juga yang menetap sepanjang tahun.Pada orang yang alergi, sistem imun bereaksi berlebihan dengan melepaskan histamin dan zat kimia lain yang menyebabkan peradangan. Reaksi ini terbagi dua: reaksi awal (bersin dan pilek seketika setelah terpapar alergen) dan reaksi lanjutan (hidung tersumbat, lelah, dan sulit fokus beberapa jam kemudian).Ruangan yang lembap dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik dapat memicu rhinitis alergi ini. Karena suasana ini dapat membuat pertumbuhan jamur, tungau debu, dan berbagai polutan di udara kamar jadi semakin padat.2. Asma dan Sesak NapasSelain rhinitis alergi, gangguan pernapasan lain yang dapat timbul akibat ruang kamar yang lembap dan pengap adalah asma serta sesak napas. Melansir dari Healthline.com, bernapas di udara yang lembap dapat mengaktifkan saraf di paru-paru kita yang sempit, yang kemudian dapat mengencangkan saluran udara Anda. Tak hanya itu, udara lembap juga cukup stagnan sehingga dapat memerangkap polutan dan allergen lebih lama dalam ruangan. Hal ini dapat memicu kambuhnya gejala asma, seperti sesak napas, mengi, batuk-batuk, dan lainnya.3. Infeksi Saluran PernapasanKamar yang lembap juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi saluran pernapasan. Misalnya, suasana ini dapat menyebabkan alergen seperti jamur dan tungau berkembang, yang dapat memicu atau memperparah berbagai masalah pernapasan. Selain itu, kelembapan udara juga dapat memengaruhi konsistensi lendir dalam saluran napas.Lendir yang tebal dan lengket juga dapat lebih sulit dibersihkan, sehingga memungkinkan bakteri untuk berkembang lebih mudah yang dapat berpotensi menyebabkan infeksi.4. Batuk KronisUdara kamar yang penuh polutan dan lembap juga dapat memicu batuk kronis, yang bisa muncul sebagai gejala alergi, iritasi dan infeksi pada saluran napas, dan berbagai masalah pernapasan lainnya.5. Masalah Tidur dan KelelahanRuangan yang terlalu lembap dengan sirkulasi udara yang buruk juga dapat mengganggu kenyamanan tidur Anda. Menurut Healthline.com, situasi ini dapat menyebabkan udara terasa lebih pengap dan panas, sehingga Anda akan berkeringat lebih banyak. Plus, udara kamar yang buruk juga dapat membuat Anda lebih sulit bernapas dan tidak mendapatkan oksigen yang cukup saat tidur. Alhasil, istirahat malam Anda akan terasa kurang berkualitas yang justru membuat Anda merasa lemah di pagi harinya.Dampak Suasana Kamar Lembap terhadap Paru-paruSelain beberapa gangguan pernapasan yang disebutkan di atas, suasana kamar yang lembap juga dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan paru-paru, termasuk:1. Iritasi paru-paruAlergen dan polutan yang ada dalam kamar Anda dapat terhirup ke saluran pernapasan, yang kemudian bisa memicu iritasi pada paru-paru. Hal ini juga dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, yang bisa memperburuk gejala dari berbagai masalah pernapasan seperti bronchitis, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).2. Peradangan kronisDampak udara kamar yang lembap dan kotor ini tak hanya terjadi pada satu waktu, namun juga bisa memicu peradangan kronis. Kondisi ini dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama, sehingga dapat mengurangi kenyamanan penderitanya.3. Penurunan kapasitas paru jangka panjangUdara kamar yang lembap juga dapat menyebabkan penurunan kapasitas paru jangka panjang. Sebab banyaknya polutan dan alergen yang terhirup dalam waktu lama, akan dapat menimbulkan berbagai gangguan pernapasan, baik akut maupun kronis.4. Terpicunya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)Dalam jangka panjang, menghirup udara yang lembap dan berkualitas buruk juga dapat memicu penyakit obstruktif kronis (PPOK). Di mana, penyakit ini timbul karena paru-paru mengalami iritasi atau terpapar iritan dalam waktu yang lama, sehingga terjadi kerusakan pada saluran napas dan paru-paru yang berangsur-angsur.5. Eksaserbasi asma atau penyakit paru lainnyaSelain PPOK, kondisi udara yang buruk dan lembap dalam kamar juga dapat menyebabkan eksaserbasi asma, pneumonia, tuberculosis (TB), dan banyak lainnya.Efek Keberlanjutan Paparan Kamar LembapTinggal di kamar yang lembap mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa jauh lebih serius dari yang Anda bayangkan. Kelembapan berlebih bukan hanya membuat ruangan terasa pengap dan tidak nyaman, tapi juga menjadi sarang berkembangnya jamur mikroskopis yang tidak kasatmata. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, paparan ini dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada paru-paru dan perkembangan anak. Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat Granostic!1. Peningkatan Risiko Kanker Paru karena Paparan Jamur ToksikKamar lembap adalah tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh subur, terutama jenis jamur beracun seperti Stachybotrys chartarum, yang juga dikenal sebagai “black mold”. Jamur ini menghasilkan mikotoksin, yaitu zat beracun yang dapat masuk ke saluran pernapasan saat terhirup dalam waktu lama. Menurut penelitian dari Environmental Health Perspectives, paparan mikotoksin secara kronis dapat menyebabkan kerusakan sel-sel paru dan memicu peradangan yang mendalam.Jika Anda atau anggota keluarga terus-menerus menghirup spora jamur dari kamar yang lembap, risiko terjadinya kerusakan DNA dan mutasi sel paru bisa meningkat. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker paru, terutama jika dikombinasikan dengan paparan polusi lain seperti asap rokok atau asap kendaraan. Maka dari itu, menjaga ventilasi dan memastikan ruangan kering adalah langkah penting untuk menjaga paru-paru tetap sehat.2. Kerusakan Paru PermanenPaparan berulang terhadap udara lembap dan spora jamur juga dapat menyebabkan penyakit paru kronis. Salah satunya adalah hypersensitivity pneumonitis, yaitu peradangan paru-paru akibat reaksi imun tubuh terhadap partikel jamur atau bakteri dari lingkungan yang lembap. Kondisi ini awalnya bisa ringan, namun jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi fibrosis paru, yakni pengerasan jaringan paru yang bersifat permanen.Ketika paru-paru kehilangan elastisitas akibat fibrosis, kemampuan Anda untuk bernapas dalam atau menerima oksigen dengan optimal akan menurun. Gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas saat beraktivitas ringan, hingga kelelahan terus-menerus bisa menjadi tanda awal kerusakan paru yang tidak bisa dipulihkan. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kondisi lingkungan tempat tinggal Anda.3. Anak Mengalami Gangguan Tumbuh KembangAnak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak paparan kamar lembap. Sistem imun mereka yang belum matang membuat mereka lebih mudah mengalami gangguan pernapasan seperti asma, batuk kronis, atau infeksi saluran napas berulang. Namun, yang sering kali tidak disadari adalah bahwa masalah pernapasan kronis juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan.Anak yang sering sakit cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk, nafsu makan menurun, dan kurang aktif dalam bermain atau belajar. Semua hal ini sangat memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan kelembapan tinggi memiliki skor kognitif yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tinggal di lingkungan sehat. Jadi, menciptakan rumah yang bebas lembap bukan hanya soal kenyamanan, tapi investasi penting bagi masa depan anak Anda.Tips Mengatasi Kamar yang LembapSetelah Anda mengetahui berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat tinggal di kamar lembap. Mulai dari gangguan pernapasan, risiko kanker paru, hingga masalah tumbuh kembang anak. Ini saatnya untuk melakukan perubahan nyata. Kamar yang sehat bukan hanya nyaman, tapi juga jadi benteng pertama bagi kesehatan seluruh anggota keluarga. Berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kelembapan berlebih di dalam ruangan.1. Gunakan DehumidifierDehumidifier adalah perangkat yang dirancang khusus untuk menyedot kelebihan uap air di udara. Alat ini sangat efektif digunakan di kamar yang lembap, terutama jika ruangan tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau ventilasi alami. Dengan menurunkan kelembapan udara, dehumidifier membantu mencegah tumbuhnya jamur dan menjaga udara tetap segar.Menurut Environmental Protection Agency (EPA), kelembapan ideal dalam ruangan adalah antara 30% hingga 50%. Dehumidifier modern bahkan bisa diatur untuk menjaga kelembapan pada level tersebut secara otomatis. Penggunaan jangka panjang tidak hanya menjaga kesehatan saluran pernapasan Anda, tapi juga memperpanjang usia furniture dan peralatan elektronik dari risiko korosi akibat udara lembap.2. Pastikan Ventilasi LancarVentilasi alami seperti jendela dan lubang angin sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan. Kamar yang tertutup rapat tanpa sirkulasi akan membuat kelembapan terperangkap dan jadi tempat ideal untuk pertumbuhan jamur. Bukalah jendela di pagi hari selama beberapa jam agar udara segar bisa menggantikan udara lembap di dalam ruangan.Jika ventilasi alami tidak mencukupi, Anda bisa mempertimbangkan pemasangan exhaust fan, terutama di kamar mandi atau area yang cenderung basah. Exhaust fan membantu mengalirkan udara lembap keluar ruangan dan menjaga suhu dalam ruangan tetap stabil.3. Cuci dan Keringkan Kasur/Sprei Secara RutinKelembapan tidak hanya mengendap di udara, tapi juga terserap pada kain, termasuk sprei, bantal, dan kasur. Sprei yang jarang diganti dan kasur yang lembap bisa menjadi sarang tungau dan jamur. Oleh karena itu, penting untuk mencuci sprei dan sarung bantal minimal seminggu sekali, dan menjemurnya di bawah sinar matahari.Kasur juga perlu dijemur atau dibersihkan secara berkala, terutama jika Anda sering mendapati kasur terasa lembap atau berbau. Selain menjaga kualitas tidur, kebiasaan ini juga mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang bisa memicu alergi atau gangguan pernapasan.4. Bersihkan Dinding dan Langit-langit dari JamurJamur sering muncul sebagai noda hitam di dinding atau langit-langit kamar. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, segera bersihkan menggunakan larutan khusus anti-jamur yang aman digunakan di dalam ruangan. Bisa juga menggunakan campuran cuka dan air sebagai alternatif alami.Lakukan pembersihan secara berkala dan periksa bagian-bagian rumah yang sering lembap, seperti dekat jendela, sudut kamar, dan area di balik lemari. Selain menjaga estetika ruangan, membersihkan jamur secara rutin juga sangat penting untuk menghindari spora jamur masuk ke sistem pernapasan Anda.5. Gunakan Penyerap Lembap (Silica Gel, Kapur, Karbon Aktif)Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan penyerap lembap seperti silica gel, kapur bangunan, atau karbon aktif untuk mengurangi kelembapan secara pasif. Produk ini efektif menyerap uap air di udara, terutama di ruang kecil seperti lemari, laci, atau sudut ruangan yang jarang terkena sinar matahari.Beberapa penyerap lembap juga tersedia dalam bentuk kantong yang praktis dan bisa diganti secara berkala. Meskipun tidak sekuat dehumidifier, bahan penyerap ini cukup efektif untuk menjaga kelembapan tetap stabil di ruang-ruang kecil.6. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam KamarMeskipun tampak praktis, menjemur pakaian di dalam kamar justru menambah uap air ke udara ruangan. Proses pengeringan pakaian melepaskan banyak kelembapan, yang kemudian terperangkap di ruangan dan menyebabkan udara menjadi semakin lembap.Jika tidak ada pilihan lain, pastikan ruangan memiliki ventilasi cukup saat Anda menjemur pakaian di dalam rumah. Namun, sebisa mungkin, keringkan pakaian di luar ruangan atau di dekat jendela terbuka agar kelembapan tidak menumpuk di dalam kamar.Langkah Awal Jika Pernapasan Mulai TergangguNah, jika Sobat Granostic mengalami atau menemukan tanda-tanda pernapasan mulai terganggu, baik pada diri sendiri maupun keluarga Anda. Lakukan beberapa langkah awal berikut ini:1. Perhatikan GejalanyaSeperti yang Anda tahu, bahwa ada banyak sekali jenis gangguan atau masalah kesehatan pernapasan. Gejalanya pun bisa mirip antara satu sama lain, karena itu Anda perlu memperhatikan dengan seksama tanda-tanda atau keluhan yang muncul.Ingat-ingat kembali sejak kapan dan pada situasi seperti apakah gejala tersebut timbul. Dengan demikian, Anda bisa mengenali penyebab timbulnya gejala masalah pernapasan tersebut.2. Tingkatkan Kebersihan LingkunganSelanjutnya, Anda bisa mulai meringankan gejala dengan meningkatkan kebersihan lingkungan. Di mulai dari kamar, seluruh sudut di rumah Anda, hingga halaman rumah.3. Cek Kelembapan RuanganAnda juga perlu memeriksa kelembapan ruangan, EPA merekomendasikan untuk menjaga kelembapan udara dalam ruangan di rentang 30 hingga 50 persen. Kelembapan udara ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman untuk Kesehatan saluran pernapasan Anda.4. Konsultasi ke Dokter Spesialis ParuJika setelah menerapkan beberapa langkah awal di atas, tidak tampak hasil yang memuaskan, baiknya segera jadwalkan kunjungan ke dokter untuk pemeriksaan dan konsultasi dengan spesialis.Langkah ini dapat membantu Anda mendapatkan diagnosa yang lebih akurat dan perawatan yang tepat, sesuai dengan kondisi kesehatan paru-paru atau sistem pernapasan Anda.Pentingnya Konsultasi Dokter Spesialis Paru di Granostic SurabayaSobat Granostic, paru-paru merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting dan harus kita jaga kesehatannya dengan baik. Tips untuk menjaga kesehatan paru-paru dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi bersama dengan dokter spesialis secara rutin, baik untuk memeriksakan kondisi paru-paru, kontrol, hingga sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini adanya kondisi medis tertentu.Nah, menjawab kebutuhan Anda akan konsultasi dokter spesialis paru, klinik Granostic juga menghadirkan layanan tersebut untuk Anda. Bersama dengan dokter spesialis paru kami, Anda dapat mengakses beberapa layanan berikut ini.1. Konsultasi edukasi dan penanganan Bersama dengan dokter spesialis kami, Anda dapat mendiskusikan mengenai keluhan dan kekhawatiran Anda terkait penyakit paru-paru apapun. Dokter dapat memeriksa dan menganjurkan berbagai prosedur medis, sesuai dengan rekam medis, gaya hidup, dan kondisi tubuh Anda.Selain itu, dokter spesialis paru kami dapat memberikan edukasi terkait penanganan penyakit paru yang tepat. Dengan demikian, perawatan dan pengobatan yang dilakukan dapat memberikan hasil yang optimal.2. Pemeriksaan spirometri (fungsi paru)Selain prosedur konsultasi, layanan spesialis paru di Granostic juga menyediakan prosedur spirometri. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menyimak bagaimana fungsi paru-paru Anda, khususnya mengukur seberapa besar kapasitas paru dalam menampung dan mengeluarkan udara dari paru-paru, serta seberapa epat dan mudah proses bernapas tersebut dilakukan oleh pasien.3. Foto rontgen (thorax)Selain spirometri, prosedur medis lainnya yang digunakan dalam pemeriksaan kesehatan paru di Granostic adalah foto rontgen thorax. Prosedur ini memungkinkan Anda mendapatkan visualisasi kondisi dada dan organ-organ di dalamnya, termasuk bagian paru-paru dan jantung.4. CT Scan (jika diperlukan)Selain rontgen, CT-Scan juga bisa digunakan untuk melihat kondisi paru-paru yang dapat direkomendasikan oleh dokter, bila pasien memerlukan pemeriksaan yang lebih mendetail.5. Tes alergi pernapasan (jika gejala kronis)Layanan pemeriksaan dan konsultasi bersama spesialis paru di Granostic juga menghadirkan tes alergi, untuk menguji alergen apa saja yang berpotensi menimbulkan berbagai gejala gangguan pernapasan pada diri Anda.Tes alergi pernapasan ini umumnya akan direkomendasikan oleh dokter, saat Anda menunjukkan gejala alergo yang kronis dan mengganggu.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap mengenai apa saja bahaya kamar lembap untuk pernapasan dan cara mencegahnya. Jika Anda atau keluarga mengalami gangguan pernapasan yang tidak biasa, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis Granostic.Buat janji temu Anda dengan mendaftar secara online, baik lewat Registrasi Online maupun lewat klik tombol WhatsApp.Yuk, jaga kesehatan sistem pernapasan Anda dan keluarga dengan rutin konsultasi bersama dokter spesialis paru Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Healthline. (n.d.). Humidity and Asthma: The Effects of Humidity on People with Asthma. Diakses 2025.McCormack, M. C., & Breysse, P. N. (2017). Indoor environment and asthma in children. Breathe, 13(4), 343–351. Diakses 2025.UK Government. (2024). Understanding and addressing the health risks of damp and mould in the home. Diakses 2025.Strachan, D. P. (2001). The role of environmental factors in asthma. International Journal of Epidemiology, 30(1), 141–145. Diakses 2025.Mekonnen, T. H., et al. (2023). The impact of indoor humidity on respiratory health: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(12), 6297. Diakses 2025.Environmental Health Perspectives. (n.d.). Environmental factors and respiratory health. Diakses 2025.
Kenapa Saat Flu Badan Terasa Sakit Semua? Ini Penjelasan Medisnya
Tak hanya membuat hidung tersumbat, flu juga dapat membuat badan terasa sakit semua yang dapat disertai dengan rasa pegal-pegal dan tidak nyaman lainnya. Namun, sebenarnya kenapa hal ini terjadi?Flu merupakan jenis penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat umum terjadi. tepatnya pada bagian hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Kondisi ini timbul karena infeksi influenza, yang dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.Umumnya, gejala flu tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Badan terasa sakit semua juga jadi salah satu keluhan yang sangat sering dirasakan oleh penderita flu. Gejala ini bahkan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat menghambat aktivitas harian penderitanya.Lantas kenapa badan bisa terasa sakit dan pegal-pegal ketika flu? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!Gejala Umum FluBadan yang terasa sakit semua dapat menandakan banyak masalah kesehatan. Karena itu, sebelum memahami apa hubungan flu dan badan yang terasa sakit ini, Sobat Granostic juga perlu mengetahui berbagai gejala umum flu berikut.1. Demam tinggi mendadakKenaikan suhu tubuh secara mendadak, atau demam, termasuk dalam gejala umum flu. Melansir dari WebMD.com, gejala ini biasanya bertahan selama tiga hingga empat hari pada penderita flu.2. Sakit kepalaSelain demam tinggi, sakit kepala juga sering dikeluhkan ketika seseorang mengalami flu. Sakit kepala yang dimaksud umumnya digambarkan dengan rasa nyeri yang berdentum, dalam skala ringan hingga cukup intens.3. Hidung tersumbat atau melerFlu juga seringnya disertai dengan hidung tersumbat atau meler. Gejala ini timbul karena infeksi influenza dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan di hidung, sehingga memicu produksi lendir secara berlebihan. Peradangan tersebut juga dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan hidung, sehingga menghambat aliran udara dan membuat penderitanya mengalami hidung tersumbat.4. Batuk keringMeski dapat menyebabkan hidung tersumbat, lendir pada penderita flu juga tidak selalu timbul di tenggorokan. Karenanya, banyak juga penderita flu yang mengalami batuk kering, atau yang tidak menghasilkan lendir atau dahak ketika batuk.5. Sakit tenggorokanInfeksi influenza ini tidak hanya dapat terjadi pada hidung, namun juga menyebabkan peradangan pada tenggorokan. Hal ini dapat membuat penderitanya mengeluhkan sakit tenggorokan, yang juga sangat mungkin menyebabkan serak atau perubahan suara.6. Nyeri otot dan sendiSelain gejala pada sistem pernapasan, penderita flu juga kerap mengeluhkan sensasi nyeri otot dan sendi. Gejala ini dapat terjadi karena infeksi virus flu dapat memicu reaksi sistem imun, sehingga melepaskan senyawa kimia yang dapat menyebabkan reaksi peradangan pada sendi dan otot.7. Kelelahan luar biasaSelain rasa nyeri pada otot maupun sendi, flu juga dapat menimbulkan gejala kelelahan luar biasa. Gejala ini juga terjadi sebagai reaksi sistem imun tubuh dalam melawan infeksi virus flu.8. MenggigilGejala yang umum terjadi saat Sobat Granostic terserang flu selanjutnya adalah mengigil, atau meriang, yang juga terjadi sebagai respon alami tubuh dalam melawan infeksi virus. Melansir dari Healthline.com, menggigil dapat membantu meningkatkan suhu tubuh, yang berguna dalam melawan infeksi virus atau bakteri dalam tubuh. Sebab, saat menggigil, otot tubuh akan melakukan kontraksi dan relaksasi dalam fase yang cepat. Di mana pergerakan-pergerakan kecil ini dapat membantu meningkatkan suhu tubuh Anda.9. Mual dan muntah (terutama pada anak-anak)Meski tak begitu sering terjadi, mual dan muntah juga dapat menjadi gejala utama dari flu. Gejala ini sering terjadi pada anak-anak.Rasa mual akibat flu ini terjadi sebagai respon tubuh dalam melawan virus influenza. Respon ini dapat menyebabkan inflamasi dan iritasi pada saluran cerna, yang dapat memicu pada rasa mual hingga muntah. Gejala ini lebih sering terjadi pada anak-anak, salah satunya karena mereka lebih sensitif terhadap berbagai pemicu yang dapat menyebabkan mual dan muntah, seperti demam atau masalah kesehatan lainnya.Kenapa Flu Membuat Badan Terasa Sakit Semua?Setelah menyimak apa saja gejala umum dari penyakit flu di atas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran mengapa flu dapat membuat badan terasa sakit semua. Tapi daripada hanya mengira-ira, berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat menjadi penyebab utama timbulnya rasa sakit dan pegal-pegal pada badan saat flu terjadi. Simak, yuk!1. Respons Imun TubuhBadan yang terasa sakit semua saat flu dapat terjadi sebagai reaksi peradangan, yang timbul akibat respon sistem imun turun dalam melawan infeksi virus influenza. Lebih lanjut, VerryWellHealth.com, menyebutkan bahwa selama infeksi terjadi, sistem imun akan membanjiri tubuh dengan zat Kimia inflamasi seperti histamin dan sitokin.Zat kimia inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh darah kita melebar, sehingga sel darah putih yang defensive dapat memeroleh akses yang lebih besar ke lokasi infeksi. Namun, di sisi lain, zat Kimia ini juga dapat memberikan rasa nyeri pada otot dan sendi, yang menimbulkan sensasi pegal-pegal dan sakit pada sekujur tubuh Anda.2. DemamSelain itu, demam juga bisa menjadi salah satu penyebab lain timbulnya badan terasa nyeri atau sakit semua. Melansir dari Ucla Health, demam tinggi dapat menyebabkan Anda menggigil atau meriang. Hal ini dapat menegangkan otot dan memicu rasa nyeri pada tubuh Anda.3. Kurangnya AktivitasSaat sakit, Anda juga cenderung mudah merasa sangat lemah dan lemas, sehingga dapat memengaruhi aktivitas Anda. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab kenapa badan terasa nyeri atau sakit semua saat flu.4. Stres OksidatifSobat Granostic, stress oksidatif juga dapat menjadi penyebab utama kenapa badan Anda terasa pegal-pegal. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.Stress oksidatif ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta memicu kondisi fibromyalgia dan rasa nyeri kronis, yang umumnya menimbulkan gejala seperti nyeri otot dan kelelahan berlebihan.Efek Flu pada Daya Tahan Tubuh Dewasa vs Anak-anakEfek flu pada daya tahan tubuh juga dapat sangat beragam, bergantung pada kondisi tubuh dan usia seseorang. Melansir dari America Family Care (AFC), influenza dapat berefek pada daya tahan tubuh anak-anak dan orang dewasa dengan cara yang berbeda. Secara umum gejala yang dialami oleh anak-anak cenderung lebih berat daripada orang dewasa.Pada Orang Dewasa:Memicu berbagai gejala umum flu, namun cenderung bersifat ringan dan dapat hilang tanpa perawatan di rumah sakit.Melemahkan daya tahan tubuh jika terjadi secara berulang, atau dapat menandakan bahwa kekebalan tubuh penderita sedang dalam kondisi tidak baik.Pada orang dewasa dengan riwayat kesehatan tertentu, flu dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit saluran pernapasan yang lebih serius.Pada Anak-anak:Flu pada anak-anak umumnya menyebabkan gejala yang lebih serius, yang seringnya disertai dengan masalah pencernaan. Seperti rasa tidak nyaman di perut, mual, muntah, hingga diare.Terlalu sering terkena flu juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak menjadi lebih lemah, sehingga kian rentan untuk terinfeksi penyakit lain.Anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, gejala kelelahan dan lemas pada anak-anak dapat bertahan lebih lama hingga 3–4 minggu setelah terinfeksi flu .Selain itu, menurut John Hopkins Medicine, gejala flu berat pada anak-anak dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia.Cara Mengatasi Badan Sakit Saat FluSetelah menyimak bagaimana flu dapat menyebabkan nyeri pada tubuh Anda, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.1. Istirahat TotalCara mengatasi gejala flu pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan beristirahat total dan membatasi aktivitas sosial Anda. Tidur yang cukup dapat membantu sistem imun Anda dalam melawan infeksi. Selain itu, membatasi aktivitas sosial juga dapat mencegah penularan flu ke orang-orang terdekat Anda.2. Minum Cukup AirMenjaga kadar cairan tubuh juga sangat penting untuk mengurangi gejala flu. Sebab dehidrasi dapat memperburuk gejala demam, pusing atau sakit kepala, hingga rasa nyeri di sekujur tubuh Anda selama flu berlangsung. Karena itu, sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengonsumsi banyak cairan, baik dari air putih, jus, atau sup hangat selama flu.3. Kompres HangatKompres hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada sendi atau otot Anda saat mengalami flu. Ini karena kompres hangat dapat mengurangi ketegangan otot dan memberikan sensasi melegakan. Anda dapat mengompres bagian tubuh yang terasa paling nyeri atau pegal dengan handuk hangat selama beberapa menit. 4. Obat Pereda NyeriJika rasa nyeri yang Anda rasakan sangat intens dan tidak tertahankan, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol, yang juga dapat mengurangi gejala demam dan sakit kepala.5. Asupan Nutrisi CukupAgar daya tahan tubuh Anda dapat bekerja maksimal dan energi tubuh selama sakit terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi seimbang dan nutrisi cukup. Melansir dari Healthline.com, makanan saat flu seperti sup, yoghurt, sayuran, dan sumber protein, menjadi pilihan yang sangat ideal. Namun, Anda juga dihimbau untuk mengurangi makanan yang tinggi gula, garam, atau gorengan, demi mencegah rasa nyeri tenggorokan atau batuk-batuk menjadi lebih buruk.Pengobatan Awal Saat Badan Nyeri karena FluSelain cara sederhana untuk mengatasi badan nyeri karena flu di atas, berikut ini ada beberapa obat-obatan yang bisa membantu mengurangi gejala tersebut.Paracetamol: dapat membantu mengurangi nyeri dan demam saat flu, yang aman digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa.Antivirus: biasanya diberikan untuk mencegah komplikasi serius dari flu, seperti oseltamivir, baloxavir, hingga zanamivir.Obat flu kombinasi: biasanya terdiri dari obat batuk dan pilek, yang digunakan untuk meredakan gejala flu. Namun, obat kombinasi ini tidak boleh diberikan pada anak-anak di Bawah usia 6 tahun, sehingga orang tua perlu memeriksakan si Kecil terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan dokter untuk memeroleh petunjuk pemberian obat yang tepat.Multivitamin dan zinc: selain obat-obatan di atas, dokter pun biasanya meresepkan multivitamin dan zinc pada penderita flu. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kerja sistem imun tubuh dalam melawan penyakit.Kapan Harus ke Dokter?Meski flu umumnya tidak menimbulkan gejala yang berat, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila mengalami beberapa gejala berikut ini:Demam tinggi >38.5°C lebih dari 3 hariDemam akibat flu biasanya muncul 2 hari sejak pertama kali terpapar virus. Gejala ini bisa bertahan selama beberapa hari, namun jika tinggi suhu mencapai >38,5 derajat dan bertahan selama lebih dari tiga hari tanpa penurunan, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.Nyeri badan ekstrem atau tidak membaik setelah 3 hariNyeri badan ekstrem yang juga tidak kunjung membaik selama lebih tiga hari juga menjadi tanda Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat menemukan penyebab kenapa kondisi tubuh Anda tidak kunjung pulih dan meresepkan pengobatan yang tepat.Sesak napasSesak napas juga menjadi gejala yang perlu diwaspadai pada flu. Sebab, umumnya flu tidak akan menyebabkan Anda mengalami kesulitan bernapas, kecuali karena hidung tersumbat.Batuk berdahak kental atau berdarahSaat mengalami batuk berdahak yang kental atau bahkan disertai darah, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini diperlukan untuk dapat mendeteksi dini dan merawat dengan segera bila ditemukannya indikasi komplikasi.Tidak bisa makan/minumAnda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter, bila mengalami kesulitan makan dan minum akibat flu. Sebab, kondisi ini dapat berpengaruh pada proses pemulihan tubuh dan bisa menyebabkan dehidrasi, yang membuat gejala tidak kunjung berkurang.Selain itu, kesulitan menelan makanan atau minuman juga dapat menjadi tanda bahwa peradangan pada tenggorokan Anda bisa jadi cukup parah.Tanda dehidrasi: bibir kering, buang air kecil sedikitSeperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa dehidrasi bisa membuat gejala flu menjadi lebih buruk. Selain itu, dehidrasi ekstrem juga dapat menyebabkan masalah yang lebih serius dan membuat pasien menjadi hilang kesadaran.Adapun tanda-tanda Anda mengalami dehidrasi dapat dilihat dari bibir yang kering, buang air kecil jadi lebih sedikit dan berwarna kekuningan, kepala pusing dan pandangan kunang-kunang, hingga kesulitan mengingat.Penurunan kesadaran, linglung, kejangSegera periksakan diri jika anak atau pasien flu mengalami penurunan kesadaran, linglung, hingga kejang-kejang. Sebab, jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan masalah fatal pada penderitanya.Perlunya Pemeriksaan Screening Thorax di Granostic SurabayaSobat Granostic, mengingat begitu umumnya serangan flu terjadi, banyak dari kita yang menyepelekan penyakit pernapasan satu ini. Padahal, jika terjadi secara terus menerus atau berulang-ulang, flu juga dapat menjadi tanda yang harus diperhatikan.Melansir dari Mayo Clinic, flu juga dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius seperti pneumonia, atau infeksi pada paru-paru atau jantung lainnya. Karena itu, bagi Anda yang sering mengalami flu, melakukan screening thorax juga merupakan hal yang penting.Di Granostic, Anda pun dapat mengakses layanan screening thorax ini dengan efisien dan pendampingan profesional. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu Anda mendeteksi dini adanya berbagai penyakit yang berkaitan dengan saluran napas, paru-paru, hingga jantung.Adapun beberapa tes penunjang yang umum dilakukan dalam screening thorax di Granostic adalah:1. Foto Thorax (Rontgen Dada)Merupakan tes pencitraan yang dapat mengilustrasikan secara visual kondisi dalam dada Anda, termasuk tulang rusuk, paru-paru, dan kesehatan jantung.2. Tes CRP / Darah LengkapSementara itu tes darah lengkap dapat memberikan informasi mengenai adanya infeksi pada sistem pernapasan, seperti pneumonia atau TBC, juga gangguan darah lainnya yang dapat memengaruhi kondisi paru-paru Anda.3. Tes Influenza Rapid TestTes ini dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus influenza, juga bisa digunakan untuk menyimak keberadaan antigen virus penyebab infeksi saluran pernapasan lain seperti Covid-19.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai kenapa badan terasa sakit semua saat flu. Juga berbagai cara mengatasi dan pengobatan awal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejalanya.Jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan Anda lewat screening flu di klinik Granostic Surabaya. Langsung hubungi customer care kami dan jadwalkan kunjungan Anda dengan mudah secara online!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:UCLA Health. (n.d.). Why Your Whole Body Aches When You're Sick—and What You Can Do About It. Diakses 2025Verywell Health. (2014, 11 September). How to Relieve Body Aches When You’re Sick. Reviewed by Dr. Kashif J. Piracha, MD. Diakses 2025Harvard Health Publishing.** (n.d.). Why Does the Flu Cause Body Aches?. Diakses 2025Rochester Regional Health. (n.d.). Early Flu Symptoms. Diakses 2025Mayo Clinic. (n.d.). Flu (influenza) – Diagnosis and Treatment. Diakses 2025Healthline. (n.d.). What to Do at the First Sign of Influenza. Diakses 2025Healthline. (n.d.). Why You Shiver with Fever. Diakses 2025AFC Urgent Care – Levittown. (2019, Oktober). Does the Flu Affect Adults and Children Differently?. Diakses 2025Healthdirect Australia. (n.d.). Medicines for Colds and Flu. Diakses 2025
Anak Pilek Tak Kunjung Sembuh? Begini Solusinya, Bund!
Pilek merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, serta dapat menyerang siapa saja termasuk bayi dan anak-anak. Bahkan, pilek pada anak dapat bertahan lebih lama dan terasa tak kunjung sembuh. Lantas apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Serta bagaimana cara mengatasinya?Pilek merupakan kondisi medis yang ditandai dengan hidung berair atau meler, tersumbat, yang dapat disertai juga dengan batuk-batuk dan bersin. Kondisi ini seringnya terjadi karena infeksi virus, namun ada juga yang timbul karena reaksi alergi atau kondisi medis lainnya.Pilek yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Pada anak-anak, pilek dapat bertahan lebih lama dan bahkan terjadi berulang dalam satu tahun.Jika demikian, sangat penting bagi Sobat untuk mengetahui bagaimana gejala pilek pada anak, penyebab pilek lebih lama sembuh, dan menerapkan cara-cara yang tepat untuk mengatasinya berikut ini.Gejala Pilek pada AnakTingkat keparahan pilek pada anak dapat bervariasi, bergantung pada daya tahan tubuh anak dan bagaimana perawatan yang diberikan oleh orangtua selama si Kecil sakit. Namun, secara umum, berikut ini adalah beberapa gejala pilek yang bisa Anda temukan pada si Kecil.1. Hidung berair atau tersumbatHidung tersumbat atau berair menjadi salah satu gejala utama saat anak-anak terserang pilek. Gejala ini timbul sebagai reaksi alami untuk mempertahankan lapisan hidung agar tetap lembap, sekaligus membantu menjebak serta mengeluarkan virus dan bakteri dari hidung.2. Bersin-bersinBersin juga merupakan respon pertahanan alami, yang tujuannya untuk mengeluarkan iritan dari saluran nasal. Misalnya saat virus penyebab pilek menyerang, tubuh mengeluarkan mediator inflamasi seperti histamin, yang dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan kelenjar lendir mengeluarkan cairan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan iritasi di hidung, yang mendorong anak bersin-bersin Ketika pilek.3. Batuk ringanPilek juga sangat sering diiringi dengan batuk ringan, yang bisa tanpa atau disertai dengan dahak. Batuk juga merupakan respon alami tubuh untuk mengeluarkan iritan dari dalam tenggorokan.4. Demam ringan (kadang tidak ada)Meski tak selalu terjadi, pilek juga dapat disertai dengan demam ringan. Demam sendiri juga merupakan bagian dari respon tubuh, yang terjadi saat sistem imun anak melawan infeksi virus penyebab pilek.5. Nafsu makan menurunSaat si Kecil mengalami pilek, anak kurang selera untuk makan. Ada beberapa faktor yang memicu gejala ini terjadi, termasuk karena energi tubuh difokuskan untuk melawan infeksi virus, sehingga energi untuk makan jadi berkurang drastis.Turunnya nafsu makan ini juga dapat berkaitan dengan kemampuan penciuman anak yang terganggu, karena hidung tersumbat. Di mana, saat anak-anak tidak bisa mencium aroma makanan yang mereka konsumsi, rasanya pun jadi kurang menarik.6. Rewel atau sulit tidurPilek juga dapat membuat anak sulit tidur atau rewel. Hal ini terjadi karena saat hidung tersumbat, anak-anak akan kesulitan untuk bernapas. Apalagi kalau dibarengi dengan batuk-batuk, yang membuat mereka akan lebih sulit tidur di malam hari dengan nyenyak.7. Tenggorokan gatal atau sakitSaat pilek, anak-anak juga dapat mengalami tenggorokan gatal atau sakit. Gejala ini timbul karena adanya peradangan, yang biasanya diiringi dengan batuk-batuk dengan atau tanpa lendir.8. Mata berairGejala ini dapat timbul karena beberapa faktor, termasuk adanya peradangan di rongga hidung saat pilek. Di mana, kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran air mata, sehingga air mata akan menumpuk dan menyebabkan mata berair.Selain itu, pilek juga dapat menyebabkan sistem imun bekerja dan menimbulkan peradangan di berbagai tubuh anak, termasuk pada mata. Hal ini juga dapat menjadi penyebab kenapa mata anak tampak berair selama pilek.Kenapa Anak Bisa Pilek Tak Kunjung Sembuh?Sobat Granostic, gejala pilek pada anak dapat berbeda pada anak yang satu dan lainnya. Hal ini sangat terkait dengan penyebab utama pilek itu terjadi, kondisi sistem kekebalan tubuh anak, hingga bagaimana perawatan yang diberikan oleh orang tua.Agar lebih jelas, mari simak berbagai alasan yang menyebabkan kenapa pilek anak terasa tak kunjung sembuh berikut ini:1. Rhinitis AlergiRhinitis alergi muncul karena tubuh bereaksi terhadap alergen di udara, seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan. Saat alergen masuk lewat hidung atau mulut, tubuh melepas zat bernama histamin yang bikin muncul gejala seperti hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan mata merah.Nah, kadang rinitis alergi ini suka bikin bingung karena gejalanya mirip flu biasa. Tapi sebenarnya beda, ya. Flu disebabkan oleh virus dan bisa menular, sementara rinitis alergi itu karena reaksi tubuh terhadap lingkungan. Kalau Anda memperhatikan dan merasa gejalanya muncul pada anak setiap musim tertentu, atau setiap ketemu hewan peliharaan, besar kemungkinan itu alergi. Dan biasanya, flu akan sembuh dalam beberapa hari, sedangkan alergi bisa bertahan lebih lama, selama Anda masih terpapar alergen.Pengobatan pilek atau flu biasa tidak akan membantu mengatasi pilek yang terjadi karena alergi. Karena itu, Anda dapat merasakan bahwa anak-anak sembuh lebih lama daripada biasanya.2. Infeksi BerulangSelain karena alergi, pilek bisa terasa lama dan tidak kunjung sembuh sebab anak-anak mengalami infeksi berulang. Artinya, pada infeksi virus penyebab pilek pertama, bisa saja anak Anda sudah sembuh, namun kembali terinfeksi setelah beberapa lama, yang menyebabkan gejala kembali timbul dan mungkin tampak lebih parah.Ada banyak penyebab infeksi berulang terjadi, misalnya anak-anak kurang istirahat, terpapar iritan seperti asap rokok, kebiasaan tidak mencuci tangan, dan banyak lainnya.3. Polusi atau Udara KotorPilek juga dapat terjadi karena reaksi alergi atau iritasi yang ditimbulkan oleh dampak polusi udara. Partikel seperti debu, asap, dan zat kimia lain dalam polusi, dapat mengiritasi saluran pernapasan, juga melemahkan sistem kekebalan tubuh anak. Akhirnya, tak hanya menyebabkan reaksi alergi, tapi juga rentan membuat anak terpapar infeksi saluran pernapasan lain.4. SinusitisSobat Granostic, kalau si Kecil mengalami hidung mampet terus-terusan, nyeri di sekitar wajah, dan kepala rasanya berat, bisa jadi itu bukan sekadar pilek biasa, tapi sinusitis. Sinusitis terjadi saat rongga udara di wajah yang seharusnya bersih malah dipenuhi cairan karena peradangan. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari infeksi virus, bakteri, sampai alergi yang bikin jaringan di sekitar sinus membengkak.Yang tricky, gejalanya mirip banget sama pilek, COVID-19, atau rinitis alergi, jadi memang gampang tertukar. Tapi ada bedanya, lho! Kalau pilek biasanya hilang dalam beberapa hari, sinusitis bakteri justru bisa bertahan lebih dari 10 hari atau muncul kembali setelah gejala sempat membaik. Rasa nyeri di wajah, tekanan di area sinus, dan hidung mampet parah jadi ciri khasnya. Untuk mengatasinya, dokter biasanya meresepkan antibiotik dan dekongestan.5. Pembesaran Amandel atau AdenoidSobat Granostic, pilek pada anak yang tak kunjung membaik juga bisa disebabkan oleh amandel atau adenoid yang membesar. Kondisi ini bisa bikin saluran hidung tersumbat, suara jadi sengau, dan anak lebih sering bernapas lewat mulut. Akibatnya, tenggorokan pun kering dan muncul bau mulut, semua ini makin mirip gejala pilek, padahal bukan.Kalau Si Kecil mulai sering mendengkur, susah napas lewat hidung, atau suaranya terdengar "bindeng" terus, ada baiknya dicek lebih lanjut. Amandel dan adenoid yang membesar nggak cuma bikin nggak nyaman, tapi juga bisa ganggu kualitas tidur dan bikin anak rentan infeksi.Lama Normal Anak Mengalami PilekAgar Sobat dapat memberikan perawatan yang tepat agar pilek anak cepat sembuh, Anda juga perlu mengetahui lama normal anak mengalami pilek berikut ini:1. Membaik dalam 5–7 hariMelansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), pilek dapat membaik dalam 7 hingga 10 hari. Gejala seperti demam ringan, sakit kepala, lemas, tidak enak badan, dan mata berair juga akan berkurang pada periode ini.2. Sembuh total dalam 10–14 hariNamun untuk batuk dan hidung tersumbat biasanya bertahan lebih lama, yang membuat anak-anak biasanya dapat sembuh total dari pilek dalam rentang waktu 10 hingga 14 hari.Tips Mengatasi Anak Pilek Tak Kunjung Sembuh di RumahSobat Granostic, pilek umumnya tidak membutuhkan perawatan inap di rumah sakit. Anda bahkan dapat menerapkan beberapa tips untuk mengatasi pilek anak yang tak kunjung sembuh berikut ini:1. Jaga Kebersihan RuanganLangkah pertama adalah memastikan rumah atau kamar tidur anak dalam kondisi bersih. Meskipun pilek terjadi karena infeksi virus, hidung yang teriritasi dan meradang juga bisa lebih sensitif. Hal ini dapat membuat anak mudah bersin dan jadi lebih meler, yang juga dapat membuat mereka makin tidak nyaman.2. Gunakan HumidifierSelanjutnya, Anda juga bisa menggunakan humidifier untuk membuat udara dalam ruangan jadi lebih lembap. Udara yang kering dapat mengiritasi hidung, sehingga membuat gejala pilek jadi lebih buruk.3. Beri Makanan BergiziAgar anak-anak lebih cepat pulih dari pilek mereka, Anda dapat mengatur menu makan anak dengan menu-menu yang sehat dan bergizi seimbang. Dengan demikian, tubuh dapat memeroleh energi yang cukup untuk mendukung sistem imun dalam melawan penyakit dan memulihkan dirinya.4. Cukup IstirahatMemastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup juga menjadi langkah yang sangat mendasar untuk membantu mereka pulih lebih cepat dari pilek. Pastikan Anda mengatur ruang tidur anak jadi nyaman, dingin dan lembap, gelap, dan hening– untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan baik.5. Gunakan Larutan Saline (NaCl)Larutan ini dapat Anda gunakan untuk membersihkan hidung anak yang tersumbat karena pilek. Dengan demikian, anak-anak dapat bernapas dengan lebih lega dan beristirahat dengan nyaman di malam hari.Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Sebab larutan saline yang terlalu kuat atau diberikan secara berlebihan justru dapat merusak jaringan hidung anak, loh.6. Jauhkan dari Asap RokokSobat, asap rokok tak hanya berbahaya pada orang yang menghisap rokok saja. Namun, juga dapat memberikan dampak sama buruknya bagi anak-anak yang tidak sengaja atau terpapar asap rokok milik orang dewasa di sekitarnya.Asap rokok memiliki banyak senyawa kimia yang dapat mengiritasi saluran napas, sehingga membuat gejala pilek menjadi lebih buruk dan tak kunjung sembuh. Jadi, saat anak Anda mengalami pilek dan sebagai upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan lain, Anda perlu menjauhkannya dari asap rokok tersebut.Langkah Pencegahan Pilek Berkepanjangan pada AnakSelain menerapkan beberapa tips mengatasinya di atas, Anda juga bisa mencoba langkah pencegahan pilek berkepanjangan pada anak berikut ini:1. Cuci tangan sebelum makan dan setelah bermainMencuci tangan sebelum makan dan bermain dapat membantu anak terhindar dari infeksi virus atau bakteri penyebab penyakit, termasuk penyebab pilek. Karena itu, Anda dapat mengajarkan pada si Kecil tentang kebiasaan mencuci tangan tersebut dan memastikan mereka melakukannya di kesehariannya.2. Jangan berbagi alat makan atau minum dengan orang lainAnda juga bisa menghimbau pada anak-anak untuk tidak berbagi alat makan atau minum mereka dengan orang lain secara sembarangan. 3. Pastikan imunisasi lengkap (termasuk Influenza dan PCV)Sebagai pencegahan, Anda juga dapat memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap termasuk vaksin influenza dan PCV. Imunisasi ini akan membantu anak terlindung dari infeksi virus penyebab penyakit tersebut.4. Ajarkan anak menutup mulut saat batuk/bersinAnda juga perlu mengajarkan pada anak untuk menutup mulut saat batuk atau bersin. Selain untuk melindungi diri mereka, langkah ini juga dapat mencegah penularan virus kepada orang lain.5. Gunakan masker jika sedang flu agar tidak menular ke anak lainAnda juga bisa memakaikan si Kecil masker untuk melindungi saluran pernapasan mereka dari berbagai zat iritan yang ada di udara, juga penularan penyakit di tempat umum. Selain itu, masker juga dapat membantu mengurangi penularan flu yang anak derita ke teman-teman atau orang lain di sekitarnya.6. Hindari membawa anak ke tempat ramai saat musim fluSelanjutnya, Anda juga perlu menghindari membawa anak ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung, khususnya di musim flu. Ini karena virus penyebab flu dapat menyebar lewat droplet di udara dan dengan mudah tertular pada anak-anak.Kapan Harus Bawa Anak ke Dokter?Meski flu atau pilek tidak selalu berkaitan dengan komplikasi yang serius, Anda juga harus mewaspadai beberapa gejala berikut dan membawa anak ke dokter segera.1. Demam yang naik-turunPilek tidak selalu menimbulkan demam, karena itu jika anak-anak mengalami demam yang berkepanjangan atau naik-turun, Anda perlu lebih waspada. Sebaiknya segera periksakan si Kecil untuk mendeteksi kondisi utama yang mendasari demam naik turun pada anak tersebut.2. Batuk semakin beratAnda juga perlu memeriksakan si Kecil ke dokter segera bila batuk yang dialaminya semakin berat, hingga mengganggu istirahat malam anak atau mengeluarkan suara berat dari dadanya.3. Anak tampak lemahJika anak tampak lemah dan sangat lesu, Anda juga perlu segera membawanya ke dokter. Jangan tunggu anak sampai kehilangan kesadaran, ya, Bun.4. Tidak nafsu makanMakan sangatlah penting untuk memastikan anak tumbuh dengan baik dan sehat. Apalagi saat sakit, anak-anak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk melawan infeksi penyebab flu dan memulihkan dirinya dengan baik.5. Sesak napasAnda juga perlu membawa anak ke dokter segera bila mengalami sesak napas. Hal ini dapat menjadi indikasi komplikasi flu yang lebih serius, misalnya bronkitis atau pneumonia.Perlukah Pemeriksaan Lanjutan seperti Foto Thorax?Karena gejalanya yang cenderung ringan dan kadang bisa sembuh tanpa perawatan khusus, banyak orang dewasa yang masih menyepelekan pilek pada anak. Padahal, jika pilek ini terjadi berulang dan dalam waktu yang lama, hal ini dapat mengindikasikan berbagai masalah kesehatan lain.Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk membawa anak ke rumah sakit atau klinik kesehatan, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Klinik Granostic Surabaya, dapat memenuhi kebutuhan pemeriksaan lanjutan tersebut, loh.Berikut ini beberapa tes yang dapat Anda lakukan bersama Granostic:1. Foto Thorax (Rontgen Dada)Sobat Granostic, pernah dengar tentang rontgen toraks atau rontgen dada? Ini adalah salah satu pemeriksaan pencitraan sederhana tapi super penting, lho. Dengan menggunakan sinar-X, dokter bisa melihat kondisi paru-paru, jantung, hingga tulang di rongga dada. Cocok banget buat mendeteksi berbagai masalah, seperti infeksi paru, pembesaran jantung, atau gangguan pernapasan pada anak.Kalau si kecil sering batuk berkepanjangan, sesak napas, atau dicurigai punya masalah paru, rontgen dada bisa jadi langkah awal untuk mencari tahu penyebabnya. Pemeriksaan ini cepat, nggak sakit, dan hasilnya bisa bantu dokter menentukan penanganan yang paling pas.Anda dapat melakukan pemeriksaan foto thorax ini di klinik Granostic. Setiap prosedurnya, akan didampingi dan diawasi langsung oleh tenaga medis ahli. Berikut ini contoh hasil foto thorax pada anak, yang diambil dari Radiopaedia.org.(https://radiopaedia.org/cases/normal-chest-child )​​Dokter dapat memberikan analisis dan pembacaannya melalui foto tersebut, yang juga dijadikan pedoman untuk merancang dan meresepkan perawatan yang tepat sesuai kondisi si Kecil.2. Tes Alergi atau IgEPemeriksaan ini sangat membantu untuk mendeteksi alergi pada anak, yang bekerja dengan mengukur respons tubuh terhadap alergen tertentu. Sedangkan tes IgE (immunoglobulin E) dilakukan untuk menyimak tingkat kadar IgE dalam darah, yang merupakan antibodi yang diproduksi secara alami dalam tubuh ketika terpapar allergen.3. Tes Darah (CBC, CRP)Sobat Granostic, tes darah CBC dan CRP dapat membantu mendeteksi adanya infeksi saluran pernapasan tertentu pada anak. Selain itu,pemeriksaan darah seperti CBC (Complete Blood Count) dan CRP (C-Reactive Protein) bisa bantu dokter memahami kondisi kesehatan si Kecil secara menyeluruh, lho! Lewat CBC, kita bisa melihat jumlah dan jenis sel darah, mulai dari sel darah merah, putih, hingga trombosit. Sementara itu, CRP membantu mendeteksi adanya peradangan di tubuh anak, karena kadar protein ini akan meningkat saat tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan. Jadi, dua tes ini penting banget untuk memantau kondisi tubuh anak, terutama saat ia terlihat kurang fit atau demam berkepanjangan.Pemeriksaan dan Layanan Medis di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan lengkap tentang kenapa pilek pada anak terasa sulit sembuh. Apakah penjelasan di atas membantu Anda?Yang pasti, saat anak-anak mengalami gejala pilek yang tak kunjung membaik ini, Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter umum kami untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Dalam hal ini, Klinik Granostic dapat mendampingi Anda dengan baik.Klinik Granostic memberikan layanan kesehatan terlengkap untuk kesehatan anak dan anggota keluarga Anda, termasuk tenaga medis yang ahli dan berpengalaman, teknologi kesehatan yang modern, hingga layanan vaksinasi flu lengkap.Yuk, segera booking pemeriksaan untuk Anak Bunda dan Ayah, jaga kesehatan si Kecil dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:KidsHealth (New Zealand). Colds in Children. Diakses 2025Cleveland Clinic. Common Cold. Diakses 2025Stanford Children’s Health. Common Cold in Children. Diakses 2025Jurkiewicz, P., & Kowalski, M. (2006). Diagnosis and management of allergic rhinitis in children with asthma. Advances in Pediatrics. Diakses 2025Cleveland Clinic. Allergic Rhinitis (Hay Fever). Reviewed by Dr. Ves Dimov, MD. Diakses 2025WebMD. Keep Getting Infections?. Reviewed by Dr. James Beckerman, MD, FACC. Diakses 2025Cleveland Clinic. Sinusitis. Diakses 2025Healthline. How Long Does a Cold Last?. Reviewed by Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Radiopaedia. Normal Chest (Child) Imaging Case. Diakses 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Rhinoviruses & Cold Season. Diakses 2025KidsHealth (New Zealand). Cough in Children. Reviewed by Dr. Alice Miller, FRNZCGP. Diakses 2025Cleveland Clinic News Service. The Do’s and Don’ts of Treating Colds at Home. Reviewed by Dr. Neha Vyas, MD. Diakses 2025MedCentral (Health Central). When to See a Doctor for a Cold or the Flu. Reviewed by Dr. Arefa Cassoobhoy, M.D., M.P.H. Diakses 2025Cleveland Clinic. Fighting Winter Colds, Fevers and the Flu with Dr. Donald Ford. Reviewed by Dr. Donald Ford, MD. Diakses 2025Cleveland Clinic. RSV: When It’s More Than Just a Cold with Dr. Frank Esper. Reviewed by Dr. Frank Esper, MD. Diakses 2025
Yuk Kenali! Apa Itu Rhinitis Akut pada Anak?
Dari sekian penyakit yang dapat menimpa anak, rinitis akut merupakan kondisi yang sangat umum terjadi. Namun, tak banyak orang tua yang memahami apa itu rinitis akut pada anak, serta perbedaannya dengan rhinitis alergi.Melansir dari artikel kesehatan Stanford Medicine, rhinitis terjadi ketika timbul reaksi yang menyebabkan hidung tersumbat, pilek, bersin, dan gatal. Banyak jenis rhinitis yang terjadi akibat peradangan dan menimbulkan gejala pada mata, telinga, hingga tenggorokan.Karena jenis rhinitis ini juga beragam, bergantung dengan penyebabnya, maka perawatan yang dibutuhkan juga berbeda, Sobat. Nah, agar Anda tak salah dalam memberikan perawatan rhinitis akut pada anak, Granostic akan merangkumkan apa saja yang perlu Anda ketahui mengenai kondisi medis ini. Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya!Apa Itu Rhinitis Akut pada Anak?Pertama, Anda perlu tahu bahwa rhinitis merupakan peradangan atau iritasi pada lapisan lendir hidung, yang dapat menyebabkan gejala seperti flu. Misalnya, pilek, hidung tersumbat dan meler, hingga bersin-bersin. Ada dua jenis rhinitis yang perlu Anda ketahui, yang sering terjadi pada anak-anak, yakni:1. Rhinitis AkutMenurut jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, rhinitis akut merupakan radang akut mukosa yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.Nah, ketika infeksi mulai menyerang rongga hidung, tubuh akan bereaksi. Awalnya, pembuluh darah menyempit dulu, lalu melebar, menyebabkan pembengkakan dan produksi lendir yang makin banyak. Lendir ini awalnya bening, lalu bisa berubah jadi kental dan kekuningan jika sudah bercampur nanah dan bakteri. Kalau sudah begini, biasanya tubuh juga menunjukkan gejala umum seperti demam atau lemas. Tapi tenang, saat infeksi mulai mereda, sel-sel di hidung akan memperbaiki diri dan mukosa hidung bisa kembali normal.Selain karena kekuatan kuman penyebab penyakit, faktor seseorang lebih mudah terserang rhinitis akut juga karena perubahan cuaca yang tiba-tiba, penurunan daya tahan tubuh, dan kondisi medis lain.2. Rhinitis AlergiSementara itu rhinitis alergi, dikenal juga dengan rhinitis musiman, disebabkan oleh reaksi tubuh yang berlebihan atas zat asing di udara, seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Gejala rhinitis terjadi ketika tubuh bereaksi secara berlebihan dan melepaskan zat seperti histamin.Rinitis ini bisa muncul di musim tertentu (musiman) atau muncul terus sepanjang tahun. Biasanya, kondisi ini juga punya kaitan dengan faktor keturunan jadi kalau ada anggota keluarga yang punya riwayat alergi, eksim, atau asma, peluang anak mengalaminya juga bisa lebih besar.Gejala Rhinitis Akut dan Alergi pada AnakSecara umum gejala rhinitis akut maupun alergi pada anak saling tumpang tindih, artinya sangat mirip. Agar lebih jelas, berikut gejala rhinitis akut dan alergi pada anak:1. Hidung berair beningHidung yang berair bening merupakan salah satu gejala sangat umum dari rhinitis akut maupun alergi. Munculnya cairan ini terjadi akibat peradangan pada lapisan lendir hidung, baik oleh infeksi maupun iritasi atau reaksi tubuh akibat alergen. Saat terjadi peradangan, pembuluh darah pada hidung anak juga akan melebar, yang mengakibatkan cairan (lendir) bening terbentuk dan menetes keluar dari hidung.2. Bersin-bersin, terutama di pagi hariSelain hidung yang berair, anak-anak dengan rhinitis akut maupun alergi juga dapat mengalami bersin-bersin. Gejala ini seringnya muncul di pagi hari, yang kerap ditemukan pada penderita rhinitis alergi.3. Hidung tersumbatSelain hidung yang berair atau meler, anak yang mengalami rhinitis alergi atau akut juga dapat mengeluhkan hidung tersumbat. Gejala ini terjadi karena peradangan pada lapisan hidung, dapat menimbulkan pembengkakan dan memicu produksi lendir berlebihan. 4. Gatal pada hidung, mata, atau tenggorokanGejala rhinitis tak hanya terasa pada hidung, namun juga dapat menimbulkan gatal pada mata dan tenggorokan. 5. Mata berairSelain rasa gatal, rhinitis alergi dan akut juga dapat menyebabkan mata anak berair sebagai dampak dari peradangan yang ada di dalam rongga hidung.6. Batuk ringan (karena lendir turun ke tenggorokan)Peradangan yang terjadi pada tenggorokan dan lendir yang turun dari hidung ke tenggorokan, juga dapat menimbulkan batuk ringan pada anak-anak saat mereka mengalami rhinitis.7. Suara sengauRhinitis juga dapat menyebabkan suara anak menjadi sengau atau bindeng akibat penyumbatan hidung, yang terjadi karena penumpukan lendir maupun pembengkakan di hidung.Penyebab Rhinitis pada AnakSobat Granostic, rhinitis pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yang sangat berpengaruh pada proses perawatan dan penyembuhan anak. Pada rhinitis akut, penyebab paling umum adalah infeksi virus. Sementara pada rinitis alergi, disebabkan oleh paparan zat asing yang ada di udara. Beberapa alergen yang dapat memicu rhinitis pada anak misalnya akan dijelaskan dalam ulasan berikut.Alergen yang sering memicu rhinitis pada anak:1. Debu rumah dan tungau debuDebu rumah dan tungau debu dapat menjadi contoh alergen yang sering memicu rhinitis pada anak. Keduanya dapat memicu alergi pada anak jika tak sengaja terhirup.2. Bulu hewan peliharaanBulu hewan juga termasuk dalam jenis alergen yang sering menyebabkan rhinitis alergi pada anak.3. Serbuk sari tanamanSerbuk sari tanaman juga menjadi salah satu penyebab anak-anak mengalami rhinitis alergi. Serbuk tanaman yang terbang di udara dapat terhirup ke dalam hidung, yang menyebabkan tubuh bereaksi berlebihan dan mengeluarkan histamin.4. Jamur di lingkungan lembapSelain debu dan tungau, jamur yang menempel pada langit-langit kamar maupun tembok juga dapat menyebabkan munculnya gejala alergi rhinitis pada anak.5. Asap rokok atau polusi udaraAsap rokok dan polusi udara dapat mengiritasi hidung, yang memicu munculnya gejala-gejala alergi seperti pilek atau flu, hidung tersumbat, hingga bersin-bersin.6. Makanan tertentu (jika ada reaksi sistemik)Sobat Granostic, beberapa jenis makanan juga dapat menjadi penyebab timbulnya gejala rhinitis alergi, atau memperparah gejala yang sudah ada. Kondisi ini juga sangat mungkin terjadi, kalau anak mengalami reaksi alergi sistemik, di mana reaksi tersebut dapat terjadi di seluruh tubuh dan bukannya pada satu organ atau area saja.Faktor Lingkungan yang Memengaruhi Rhinitis AnakSelain beberapa penyebab di atas, risiko anak mengalami rhinitis alergi maupun akut juga semakin besar akibat faktor lingkungan berikut ini.1. Kualitas UdaraKualitas udara di lingkungan tempat tinggal anak juga sangat berpengaruh dengan kesehatan saluran pernapasan mereka. Juga sangat berkaitan dengan timbulnya rhinitis pada anak.Sebab, udara yang kotor dengan banyaknya debu, asap kendaraan maupun rokok, hingga mengganggu pernapasan, bisa memicu terjadi rhinitis pada anak. Zat-zat iritan ini dapat mengiritasi hidung, menimbulkan reaksi berlebihan oleh tubuh, hingga dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak, yang membuat mereka lebih mudah terserang penyakit.2. Kebersihan RumahKualitas udara yang buruk juga sangat berkaitan dengan kebersihan rumah, karena anak-anak menghabiskan banyak waktu mereka untuk beraktivitas di dalam rumah. Sirkulasi udara yang buruk, kebersihan rumah yang tidak baik, juga ruangan yang lembap, bisa meningkatkan risiko anak terkena rhinitis.3. Kontak dengan Hewan PeliharaanSelain kebersihan rumah, kontak dengan hewan peliharaan juga dapat menimbulkan gejala alergi. Karena bulu hewan sangat mudah rontok dan berterbangan di udara. Tak hanya itu, jika hewan peliharaan tidak dirawat dengan baik, bulu mereka juga bisa lebih kotor akibat debu atau kotoran lain. Hal ini juga bisa meningkatkan kemungkinan anak mengalami rhinitis.4. Paparan Asap RokokAsap rokok selalu menjadi momok dalam kesehatan saluran dan organ pernapasan. Tak hanya bagi mereka yang melakukannya, orang yang tidak merokok sekalipun dapat menjadi korban dari asap rokok orang di sekitarnya.Asap rokok bagi anak-anak dapat mengiritasi saluran pernapasan mereka, yang dapat menimbulkan gejala-gejala rhinitis. Selain itu, terpapar asap rokok sekunder dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi bagi kesehatan anak, loh.Apakah Rhinitis Bisa Sembuh?Sobat Granostic, sayangnya rhinitis tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terutama rhinitis alergi. Karena itu pengobatan rhinitis yang diberikan umumnya difokuskan untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul, serta dengan menghindari penyebab utamanya.Tips Awal Mengatasi Rhinitis Anak di RumahMeski tak bisa disembuhkan sepenuhnya, bukan berarti Anda menyerah ketika anak mengalami gejala rhinitis. Justru ada beberapa tips awal mengatasi rhinitis anak di rumah yang bisa Anda simak berikut ini:1. Menjaga Kebersihan RuanganSaat anak menunjukkan gejala seperti bersin-bersin, hidung yang meler, serta batuk-batuk ringan, sebagai orangtua Anda harus lebih waspada. Periksa apakah ruangan, terutama kamar tidur anak, dalam kondisi yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik.Pastikan Anda membersihkan ruangan secara teratur, baik dari debu, tungau, hingga memastikan udara di kamar anak terasa nyaman dan tidak terlalu kering atau lembap.2. Gunakan Air PurifierUntuk membuat udara dalam ruangan menjadi lebih enak, Anda bisa menggunakan air purifier. Alat ini dapat membantu Anda membersihkan Udara dalam ruangan, yakni lewat menyaring berbagai polutan seperti bulu hewan, serbuk sari, hingga debu dan tungau.3. Cuci Hidung dengan SalineSaat anak mengalami penyumbatan hidung yang cukup parah, sehingga tidur atau istirahat mereka tidak nyenyak, Anda dapat mencuci hidung si Kecil dengan saline. Larutan ini dapat membantu mengencerkan lendir dalam hidung sehingga mudah untuk dikeluarkan.Namun, sebelum menggunakan saline, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab penggunaan saline yang berlebihan justru dapat membahayakan bagi si Kecil, Sobat.4. Mandikan Hewan Peliharaan Secara TeraturJika Anda si Kecil memiliki hewan peliharaan kesayangan, sebagai orangtua Anda mungkin tidak tega untuk memisahkan mereka. Karena itu, sebagai upaya pencegahan dan mengatasi gejala rhinitis yang dialami oleh anak, pastikan untuk memandikan hewan peliharaan Anda secara teratur.5. Jauhkan Anak dari Asap RokokLangkah ini nggak hanya dapat membantu anak terbebas dari gejala rhinitis, tapi juga dapat menjaga kesehatan mereka di masa mendatang. Bagi ayah atau ibu perokok, pastikan untuk selalu merokok jauh dari rumah, mandi dan ganti baju terlebih dahulu sebelum benar-benar menggendong si Kecil.Pengobatan Awal Rhinitis Alergi pada AnakBeberapa jenis pengobatan awal yang diberikan untuk mengatasi rhinitis alergi pada anak meliputi:1. Obat AntihistaminSobat Granostic, saat tubuh bereaksi terhadap alergi, histamin jadi biang kerok yang bikin gejala seperti bersin, gatal, dan hidung meler muncul. Nah, antihistamin hadir sebagai "penetralisir" dengan cara memblokir efek histamin tersebut. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari tablet, cairan, semprotan hidung, tetes mata, hingga inhaler. Beberapa nama yang cukup familiar di apotek antara lain loratadine, cetirizine, fexofenadine, dan levocetirizine. Meski ampuh, antihistamin juga bisa bikin ngantuk, terutama jenis yang lama.2. Obat Semprot Hidung (Nasal Spray)Selain obat antihistamin, pengobatan rhinitis alergi pada anak juga dapat menggunakan spray nasal dan inhaler, yang dapat mengurangi peradangan serta meredakan gejala alergi tersebut. Melansir dari Cleveland Clinic, beberapa jenis semprotan hidung yang umum digunakan adalah Flonase®, Nasacort®, dan Rhinocort®.3. Imunoterapi Alergi (Jika Diperlukan)Nah, Sobat, imunoterapi diberikan untuk melatih sistem imun anak agar tidak bereaksi secara berlebihan terhadap alergen. Lewat suntikan alergi yang diberikan secara bertahap dengan dosis kecil alergen, tubuh anak diajak untuk terbiasa dan nggak reaktif lagi. Semakin lama, sistem imun akan belajar mengenali alergen itu sebagai sesuatu yang nggak perlu dilawan. Hasilnya? Gejala alergi bisa jauh berkurang, bahkan hilang!Selain suntikan, ada juga imunoterapi dalam bentuk tablet yang ditaruh di bawah lidah, alias imunoterapi oral. Biasanya ini direkomendasikan untuk alergi tertentu seperti serbuk sari pohon, rumput, atau tungau debu. Tapi ingat ya, terapi ini nggak cocok untuk semua orang, apalagi untuk anak-anak. Jadi konsultasi dulu ke dokter Granostic biar dapat solusi yang paling pas untuk kondisi si Kecil.Pentingnya Screening Deteksi Dini Alergi di GranosticMasyarakat awam mungkin memahami reaksi alergi sebagai gatal-gatal dan kemerahan pada kulit saja. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena hay fever atau rhinitis alergi justru dapat menimbulkan gejala serupa flu.Karena itu, banyak juga yang salah mengenali rhinitis alergi sebagai batuk pilek biasa. Alhasil, perawatan dan pengobatan yang diberikan pada anak tidak efektif. Hal inilah yang membuat screening alergi anak menjadi begitu penting. Utamanya sebagai pencegahan dan perlindungan anak terhadap berbagai kemungkinan serangan alergi di masa mendatang.Nah, Granostic juga menawarkan rangkaian screening alergi pada anak yang aman dan akurat. Misalnya lewat beberapa prosedur berikut ini:1. Protia Allergy Q96MPemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi alergen tertentu dalam serum atau plasma darah anak. Dinamakan sebagai "Q96 M", pemeriksaan ini dapat mendeteksi reaksi alergi hingga 96 jenis alergen, termasuk yang disebabkan oleh serbuk sari, debu, tungau, bulu hewan, bahkan makanan, dan banyak lainnya.2. Tes Immunoglobulin E (IgE) TotalPemeriksaan IgE menggunakan sampel darah dalam prosedurnya, yang akan dicampurkan dengan beberapa alergen untuk mengukur reaksi atau level immunoglobulin E. Kedua tes ini sangat direkomendasikan untuk anak yang:Sering pilek dan bersin berkepanjanganAnak-anak memang rentan mengalami batuk pilek, bahkan dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun, pada umumnya batuk pilek biasa hanya akan berlangsung hingga 10 hari. Karena itu, jika anak-anak sering pilek dan bersin-bersin berkepanjangan, baiknya lakukan tes atau skrining alergi ini untuk mendeteksi penyebab utamanya.Memiliki riwayat keluarga dengan alergiPemeriksaan alergi ini juga sangat penting dilakukan pada anak yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi, karena kondisi medis ini juga bersifat menurun.Mengalami batuk atau asma berulangAnak-anak yang mengalami batuk atau asma berulang juga perlu melakukan tes alergi, sehingga orangtua dapat mengetahui penyebab pasti terjadinya batuk dan asma tersebut.Rewel saat perubahan cuaca atau berada di ruangan berdebuAnak-anak biasanya tidak dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka dengan baik, sehingga perilaku mereka menjadi rewel dan tidak tenang. Begitu pula saat mereka sakit atau merasa tidak nyaman.Jika anak Anda tampak rewel di waktu-waktu tertentu saja, seperti saat ada perubahan cuaca ekstrem atau di ruangan berdebu, segera periksakan si Kecil ke dokter dan lakukan skrining alergi untuk memvalidasi kondisi si Kecil.Konsultasi dan Pemeriksaan Alergi di Granostic SurabayaSetelah menyimak penjelasan mengenai rhinitis alergi pada anak di atas, apakah Anda menemukan gejala-gejala yang selaras pada si Kecil?Jika si Kecil sering bersin-bersin tiap pagi, gatal kulit tanpa sebab, atau anak sering flu padahal nggak tertular siapa-siapa? Bisa jadi itu alergi, lho! Yuk, jangan dibiarkan terus. Granostic Surabaya hadir dengan layanan lengkap untuk bantu kamu kenali penyebab alergi dan cara mengatasinya secara tepat.Layanan Granostic meliputi:1. Konsultasi dengan dokterTak hanya prosedur pemeriksaan di laboratorium, dengan melakukan pemeriksaan alergi bersama Granostic, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Dokter kami akan menggali riwayat alergi kamu secara detail dan memberi penjelasan dengan bahasa yang kamu pahami.2. Tes alergi: Protia Allergy Q96M dan IgE TotalKami juga menyediakan layanan pemeriksaan alergi Protia Allergy Q96M, yang bisa deteksi sampai 90+ alergen sekaligus, mulai dari makanan, debu, bulu hewan, hingga serbuk sari. Plus, ada pemeriksaan IgE Total buat tahu seberapa aktif sistem imun kamu merespons alergen.3. Pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukanKalau dibutuhkan, dokter juga bisa rekomendasikan tes penunjang lain seperti pemeriksaan darah, thorax, atau pemeriksaan fungsi paru. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui bagaimana status kesehatan saluran dan organ pernapasan si Kecil. Semua bisa dilakukan dalam satu tempat, praktis dan cepat!4. Edukasi perawatan di rumahTim Granostic juga akan membekali Anda dengan panduan merawat alergi di rumah, termasuk cara mencegah kambuh dan kapan harus cek ulang.Bagaimana, Sobat Granostic? Tertarik untuk menggunakan layanan pemeriksaan alergi pada anak bersama tim profesional kami? Segera hubungi tim customer care kami dengan klik tombol WhatsApp, lalu jadwalkan kunjunganmu segera!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Johns Hopkins Medicine. Allergic Rhinitis in Children. Reviewed by Dr. Robert A. Wood, MD. Diakses pada 2025Stanford Children’s Health. Allergic Rhinitis in Children. By team Stanford Medical. Diakses pada 2025Medscape. Allergic Rhinitis in Children – Overview. Diakses pada 2025Kingston & Richmond NHS. Allergic Rhinitis – Children Patient Leaflet. Diakses pada 2025Cleveland Clinic. Allergic Rhinitis (Hay Fever). Reviewed by Dr. Ves Dimov, MD. Diakses pada 2025Cleveland Clinic. Allergy Testing. Diakses pada 2025Jurkiewicz, P., & Kowalski, M. (2011). Diagnosis and Management of Allergic Rhinitis in Asthmatic Children. Advances in Pediatrics. Diakses pada 2025
Apa Itu Hipertensi? Ketahui Secara Lengkapnya Disini!
Tak hanya dapat terjadi pada orang tua, orang-orang yang lebih muda juga dapat mengalami hipertensi. Agar tak salah menanganinya, dalam artikel ini, Granostic akan mengulas mengenai apa itu hipertensi, gejala, dan cara mengatasinya yang tepat. Penasaran?Hipertensi merupakan kondisi medis umum yang sangat sering dikeluhkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, baik dewasa muda maupun orang tua. Kondisi ini tak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri yang mengganggu aktivitas harian penderitanya. Namun, juga bisa merembet ke masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.Rilisan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 972 juta orang (setara dengan 26,4%) di dunia mengalami hipertensi, bahkan angka ini telah mengalami peningkatan pada tahun 2021 menjadi 29,2%. Pada laporan tahun 2018 tersebut, WHO juga memperkirakan bahwa terdapat, setidaknya, 9,4 juta orang yang meninggal tiap tahunnya karena komplikasi hipertensi.Menyimak betapa pentingnya mengetahui segala hal tentang hipertensi ini bagi Anda, Granostic memberikan ulasan lengkapnya berikut ini.Apa Itu Hipertensi?Melansir dari WHO, hipertensi merupakan sebuah kondisi medis dimana pembuluh darah mengalami kenaikan yang persisten, atau secara terus menerus. Karena itu, kondisi ini juga dikenal dengan nama tekanan darah tinggi. Darah mengalir dari jantung ke seluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah. Sehingga setiap kali jantung kita berdetak, darah akan dipompa ke dalam pembuluh darah. Sementara itu, tekanan darah ini dihasilkan oleh kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri) saat dipompa oleh jantung. Karenanya, semakin tinggi tekanan darah kita, maka semakin keras juga jantung kita bekerja untuk memompa.Nah, karena hal inilah hipertensi memiliki dampak yang serius untuk kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya. Namun, berapa sih batas normal tekanan darah tersebut?Batas normal tekanan darah menurut WHO adalah:Normal: Angka tekanan sistolik di bawah 120, sementara diastolic di Bawah angka 80.Pre-hipertensi: Angka tekanan sistolik di rentang 120–139, sementara diastolic di rentang angka 80–89.Hipertensi: Angka tekanan sistolik di rentang 140–160, sementara diastolic di rentang angka 90–99.Melansir dari Mayo Clinic, tekanan darah tinggi yang melebihi angka 180/120 mmHg dapat dikategorikan sebagai hipertensi krisis atau gawat. Karenanya, Anda sangat direkomendasikan untuk membawa pasien ke layanan gawat darurat untuk segera mendapatkan layanan yang tepat.Gejala HipertensiUmumnya, tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Karenanya banyak layanan kesehatan yang menyebut kondisi ini sebagai "silent killer". Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi yang menahun, tanpa tahu bahwa ia memilikinya. Namun Ketika tekanan darah Anda mencapai angka 180/120 mmHg atau lebih, Anda dapat mengalami beberapa gejala berikut:1. Sakit kepala hebatSakit kepala merupakan gejala yang sangat umum dikeluhkan oleh penderita hipertensi, khususnya saat tekanan darah mereka menjadi begitu tinggi. Rasa sakit kepala ini sering digambarkan sebagai sensasi nyeri yang intens, berdenyut, yang bahkan bisa disertai dengan mual dan muntah.2. Pusing atau sensasi melayangSelain sakit kepala hebat, hipertensi juga dapat menyebabkan rasa pusing atau melayang. Gejala ini timbul saat tekanan darah yang meningkat signifikan akan turut meningkatkan tekanan pada pembuluh darah yang ada di otak kita.3. Penglihatan kaburPusing dan sakit kepala yang hebat akibat tekanan darah tinggi ini juga dapat disertai dengan penglihatan kabur.4. Nyeri dadaTekanan darah yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan nyeri dada, atau yang kerap disebut sebagai angina. Gejala ini timbul karena tekanan darah yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah.5. Sesak napasNyeri dada yang timbul akibat tekanan darah tinggi ini pun bisa disertai dengan sesak napas. Karena jantung memompa dengan kuat, sementara aliran darah ke jantung menjadi lebih berkurang. Dengan demikian, napas akan menjadi lebih pendek atau Anda bisa saja mengalami sesak napas.6. Jantung berdebar cepatTelah kita singgung sebelumnya, bahwa tekanan darah tinggi dapat memicu jantung Anda untuk memompa lebih kuat. Hal ini menjadikan jantung terasa berdebar lebih cepat daripada biasanya.7. Kelelahan terus-menerusHipertensi pun dapat menyebabkan sensasi kelemahan dan kelelahan yang tidak biasa. Gejala ini timbul karena tekanan pada jantung yang kian meningkat akibat hipertensi, yang dapat tidak optimalnya aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh, yang menyebabkan sensasi lemas atau tampak kelelahan.8. Mimisan (pada kasus berat)Pada kasus hipertensi yang berat, seseorang dapat mengalami mimisan. Ini karena semakin tinggi tekanan darah, maka semakin kuat tekanannya pada dinding arteri. Hal ini menyebabkan arteri menjadi lebih rapuh, sehingga lebih rentan pecah, terutama pada jaringan hidung yang lebih rapuh.Jenis-Jenis Hipertensi1. Hipertensi Primer (Esensial)Dikenal juga sebagai tekanan darah tinggi esensial, tipe hipertensi ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Penumpukan plak di arteri dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi esensial ini.2. Hipertensi SekunderJenis tekanan darah tinggi ini terjadi karena kondisi medis lain, yang cenderung muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer. Melansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa kondisi medis yang dapat menjadi pemicu hipertensi sekunder antara lain;tumor kelenjar adrenal;masalah pembuluh darah bawaan lahir, seperti cacat jantung bawaan;obat batuk dan pilek, beberapa obat pereda nyeri, pil KB, dan berbagai resep obat lainnya;penggunaan narkoba;penyakit ginjal;henti napas mendadak saat tidur dikarnakan obtruksi saluran nafas atau OSA (Obstructive Sleep Apnea); hinggamasalah tiroid;3. Hipertensi Gestasional (Selama Kehamilan)Jenis hipertensi ini hanya terjadi pada ibu hamil, yang umumnya terjadi setelah memasuki usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam ibu maupun janin yang dikandungnya.Ciri-Ciri HipertensiSetelah menyimak apa saja gejalanya, Anda juga perlu mengetahui apa saja ciri-ciri hipertensi agar dapat mengenali kondisi medis tersebut sedini mungkin. Berikut penjelasan lengkapnya, Sobat!1. Wajah terlihat memerahMelansir dari AHA, wajah yang kemerahan dapat terjadi karena banyak hal, yang seringnya tidak berhubungan dengan darah tinggi. Namun, beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara juga bisa menyebabkan kemerahan pada wajah. Termasuk stress emosional, mengonsumsi alkohol, berolahraga terlalu intens, hingga paparan panas.2. Sering merasa tegang atau cemasSementara kecemasan dan stress dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, seseorang dengan hipertensi juga membuat seseorang merasa tegang atau cemas. Kondisi ini terjadi, salah satunya, karena pasien hipertensi merasa khawatir dengan kondisi mereka atau tentang Kesehatan mereka di masa mendatang.3. Jari kaki dan tangan terasa dinginSeseorang yang mengalami hipertensi juga dapat mengalami jari kaki dan tangan terasa dingin. Meskipun tak selalu terjadi, Ketika tekanan darah tinggi tidak dikontrol dengan baik, hal ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang memengaruhi sirkulasi darah ke ekstremitas. Situasi inilah yang kemudian membuat jari kaki dan tangan terasa dingin, sebab oksigen dan darah tidak bisa sampai pada bagian tubuh yang paling jauh dari jantung.4. Sulit tidur atau insomniaHubungan hipertensi dan kebiasaan tidur sangatlah erat. Penderita hipertensi dapat kesulitan tidur karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik, sehingga menyebabkan rasa nyeri dan gejala-gejala lain yang membuat tidur terasa tidak nyenyak.5. Bangun pagi dengan sakit kepalaRasa sakit kepala yang intens dan seolah dihantam dapat menandakan seseorang mengalami hipertensi, terutama bila rasa nyeri ini disertai dengan pusing, mual, muntah, atau nyeri dada.Penyebab HipertensiKondisi hipertensi ini dapat dipicu oleh banyak penyebab, mulai dari gaya hidup yang tak sehat, faktor genetik, usia, hingga kondisi medis tertentu. Agar dapat mencegah hipertensi, Anda perlu menyimak penjelasan lengkap mengenai penyebabnya berikut ini, Sobat.1. Gaya Hidup Tidak SehatKonsumsi garam berlebihanGaram, atau secara spesifik kandungan sodium di dalamnya, menjadi kontributor utama dalam meningkatkan tekanan darah Anda serta memicu beragam penyakit jantung. Ini terjadi karena asupan garam yang berlebih dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam darah.American Heart Association (AHA) bahkan merekomendasikan bagi masyarakat untuk membatasi asupan garam harian mereka, yakni tidak lebih dari 2,300 mg atau 1 sendok teh garam tiap hari.Kurang aktivitas fisikSelain terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi. Ini karena Anda akan lebih mudah mengalami peningkatan berat badan dan berisiko mengalami obesitas, yang dapat meningkatkan risiko naiknya tekanan darah Anda. Selain itu, orang yang tidak aktif secara fisik juga cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi.Obesitas atau kelebihan berat badanTahukah Sobat, kelebihan berat badan dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah, ginjal, hingga bagian lain dari tubuh kita? Nah, perubahan inilah yang kemudian berdampak pada tekanan darah kita nantinya.Selain itu, memiliki berat badan yang berlebih juga membuat kita lebih rentan mengalami penyakit jantung dan faktor risiko lainnya, seperti tinggi kolesterol.Konsumsi alkohol atau rokokMengonsumsi alkohol dan merokok dapat memberikan dampak yang sangat buruk pada kesehatan tubuh kita secara umum. Salah satunya, dapat menimbulkan hipertensi dan masalah pada jantung Anda.Stres berlebihTingginya rasa stress atau tekanan emosional yang Anda alami, dapat mengarah pada peningkatan tekanan darah sementara. Selain itu, kebiasaan buruk yang berkaitan dengan stress seperti merokok, minum alkohol, dan mengurung diri dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan tekanan darah tinggi.2. Faktor GenetikSelain gaya hidup, seseorang juga dapat memiliki hipertensi karena faktor genetik. Misalnya seseorang yang memiliki orangtua dengan riwayat hipertensi, berkemungkinan lebih besar untuk mengalami masalah Kesehatan yang sama.UsiaUsia juga berperan dalam kasus hipertensi. Melansir dari Mayo Clinic, orang dengan usia lebih dari 65 tahun memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami hipertensi. Secara spesifik, saat memasuki usia 64 tahun, hipertensi sangatlah umum ditemukan pada pria lansia. Namun, perempuan cenderung mengembangkan tekanan darah tinggi setelah berusia 65 tahun.3. Kondisi MedisDiabetesSobat, diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Faktanya, orang dengan diabetes bahkan memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengembangkan masalah kesehatan ini dibanding orang dengan kadar gula darah yang normal.Penyakit ginjal kronisHipertensi memiliki kaitan erat dengan berbagai kondisi medis, termasuk penyakit ginjal kronis. Bahkan, penyakit ginjal kronis ini dapat menjadi salah satu penyebab hipertensi sekunder, loh.Sleep apneaSleep apnea dapat berkontribusi dan bahkan berpotensi menyebabkan hipertensi. Sleep apnea sendiri merupakan kejadian kesulitan bernapas atau terhentinya napas selama tidur, yang menyebabkan turunnya kadar oksigen secara tiba-tiba dalam darah.Turunnya oksigen secara drastis ini dapat memicu pelepasan hormone stress, meningkatkan denyut jantung, hingga menaikkan tekanan darah kita.Komplikasi Akibat HipertensiTekanan darah yang terus-menerus tinggi bukan sekadar angka di layar tensimeter, kondisi ini bisa memberikan tekanan berlebih pada dinding arteri, sehingga berisiko merusak pembuluh darah dan berbagai organ vital tubuh. Semakin tinggi dan semakin lama tekanan darah tidak dikendalikan, makin besar pula kerusakan yang dapat terjadi. Berikut beberapa komplikasi serius yang dapat muncul akibat hipertensi yang tak terkelola:1. JantungSaat tekanan darah tinggi, jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, dinding ruang pompa utama jantung, yaitu ventrikel kiri, dapat menebal, kondisi ini disebut sebagai hipertrofi ventrikel kiri. Jika dibiarkan, otot jantung bisa melemah dan tak mampu memompa darah secara optimal, yang akhirnya berujung pada gagal jantung. Selain itu, pengerasan atau penyempitan pembuluh darah jantung akibat hipertensi dapat memicu serangan jantung, stroke, hingga komplikasi kardiovaskular lainnya.2. OtakHipertensi yang tidak ditangani dengan baik bisa memengaruhi aliran darah ke otak. Penyumbatan atau penyempitan arteri di area ini bisa mengganggu daya ingat, kemampuan berpikir, serta proses belajar. Dalam jangka panjang, aliran darah yang tidak lancar ke otak dapat menyebabkan demensia vaskular. Bahkan, stroke yang terjadi akibat tekanan darah tinggi juga bisa memicu kondisi ini.3. GinjalGinjal berperan penting sebagai penyaring limbah dalam tubuh. Tapi tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah di ginjal menyempit, melemah, atau bahkan rusak. Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring darah terganggu, yang bisa berujung pada gagal ginjal.4. MataTekanan darah yang melonjak juga dapat berdampak pada pembuluh darah di retina mata. Kondisi ini bisa menyebabkan pembuluh menebal, menyempit, atau bahkan pecah, yang berisiko menimbulkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.5. Pembuluh darahHipertensi kronis bisa membuat dinding pembuluh darah melemah dan menggelembung, membentuk aneurisma. Jika aneurisma ini pecah, akibatnya bisa sangat fatal. Bagaimana tidak? Bukan hanya mengancam jiwa, tapi juga menyebabkan kerusakan organ permanen atau kehilangan fungsi tubuh tertentu, termasuk penglihatan.Baca selengkapnya mengenai, Komplikasi Hipertensi yang Sering Terjadi.Apakah Hipertensi Bisa Sembuh?Hipertensi secara umum tidak dapat disembuhkan atau dihilangkan total. Namun, kondisi ini dapat dikontrol secara efektif dengan menerapkan gaya hidup sehat, serta pengobatan untuk meredakan gejala dan menurunkan tekanan darah bila diperlukan.Cara Mengatasi HipertensiMeski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, hipertensi bukanlah vonis tanpa harapan. Dengan pengelolaan yang tepat, Sobat Granostik tetap bisa menjalani hidup aktif dan sehat tanpa dihantui tekanan darah tinggi yang terus kambuh. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil:1. Pola Makan Sehat (Diet DASH)Langkah pertama untuk mengendalikan hipertensi dimulai dari apa yang Anda konsumsi setiap hari. Menerapkan pola makan sehat sangat penting bagi penderita tekanan darah tinggi, karena makanan yang kita pilih dapat berdampak langsung pada kondisi pembuluh darah dan keseimbangan tekanan darah.Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan cara meningkatkan asupan nutrisi penting seperti kalium, kalsium, dan magnesium, serta mengurangi natrium (garam) yang dikenal sebagai pemicu utama naiknya tekanan darah.Cara menerapkan diet DASH cukup sederhana, Sobat. Anda dapat mulai dengan perbanyak konsumsi buah dan sayur segar, pilih produk susu rendah lemak, konsumsi biji-bijian utuh, serta batasi makanan olahan, makanan asin, dan lemak jenuh. Kemudian hindari makanan kaleng atau cepat saji yang biasanya tinggi natrium, dan mulailah membaca label gizi pada kemasan makanan sebagai kebiasaan baru yang lebih sehat.2. Aktivitas Fisik TeraturSelain mengatur asupan nutrisi, tubuh juga butuh “digunakan” secara aktif. Rutin berolahraga adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan tekanan darah dan menjaga fungsi jantung tetap optimal.Idealnya, penderita hipertensi dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang selama 30 menit sehari, setidaknya lima kali dalam seminggu. Anda tidak perlu langsung memulai dengan olahraga berat. Jalan cepat, bersepeda santai, berenang, atau senam ringan bisa menjadi pilihan awal yang baik.Waktu yang paling disarankan untuk berolahraga adalah pagi atau sore hari, saat udara lebih segar dan tubuh belum terlalu lelah. Yang penting, pilih aktivitas yang Anda sukai agar lebih konsisten dalam menjalaninya.3. Menjaga Berat Badan IdealKelebihan berat badan memberi beban tambahan pada jantung dan memperburuk kondisi tekanan darah. Maka dari itu, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu strategi kunci dalam mengelola hipertensi.Caranya? Anda dapat menggabungkan pola makan sehat dengan aktivitas fisik rutin. Hindari diet ekstrem, dan fokuslah pada perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Anda bisa mulai dengan mengurangi porsi makan secara bertahap, menghindari camilan tinggi gula dan garam, serta menambah asupan serat dari buah, sayur, dan kacang-kacangan.4. Kelola StresStres adalah pemicu diam-diam bagi tekanan darah tinggi. Saat stres melanda, tubuh akan melepaskan hormon yang menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah meningkat.Untuk mengelolanya, Anda bisa mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau sekadar berjalan-jalan santai di alam terbuka. Menulis jurnal, mendengarkan musik favorit, atau bercengkerama dengan orang-orang terdekat juga terbukti membantu meredakan stres5. Berhenti Merokok dan Hindari AlkoholKebiasaan merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan terbukti meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan mempercepat kerusakan pembuluh darah. Oleh karena itu, menghentikan kedua kebiasaan ini bukan hanya langkah pencegahan, tetapi juga bentuk penyembuhan bagi tubuh.Jika berhenti total terasa sulit, mulailah dengan mengurangi frekuensinya. Cari pengganti sehat seperti permen bebas gula saat ingin merokok, atau ganti alkohol dengan air mineral, jus segar, atau teh herbal.6. Konsumsi Obat (Jika Diperlukan)Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup saja belum cukup untuk mengontrol hipertensi, terutama jika tekanan darah sudah sangat tinggi atau ada komplikasi lain. Di sinilah peran obat-obatan medis menjadi penting.Namun, penggunaan obat harus selalu di bawah pengawasan dokter. Jangan pernah menghentikan atau mengganti dosis obat tanpa konsultasi terlebih dahulu. Obat bukan musuh, melainkan pendamping yang bisa sangat membantu bila digunakan secara tepat.Tips Pencegahan HipertensiMeski belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan hipertensi secara menyeluruh, bukan berarti Anda tidak dapat mencegah kondisi ini sama sekali. Berikut ini Granostic merangkumkan tips sederhana sebagai pencegahan hipertensi bagi Anda.1. Rutin periksa tekanan darah, terutama jika berusia >35 tahunTips pertama adalah dengan rutin memeriksakan tekanan darah, apalagi ketika Anda berusia lebih dari 35 tahun. Dengan demikian, Anda dapat menyimak bagaimana tekanan darah Anda secara berkala, mampu mendeteksi dini adanya hipertensi, dan memeroleh perawatan yang tepat sesegera mungkin.2. Hindari stres berlebihanSelanjutnya, Anda juga dapat mencegah hipertensi dengan menghindari stres berlebihan, atau mengontrol kecemasan Anda sebaik mungkin. Misalnya Anda bisa mengonsultasikan beban kerja yang menekan dengan atasan, membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga dan orang terdekat, atau meminta bantuan psikolog profesional.3. Tidur cukup minimal 6–8 jam per malamKebiasaan tidur yang buruk juga dapat berdampak pada kesehatan kita secara umum, termasuk memicu terjadinya hipertensi. Karena itu, usahakan untuk tidur cukup dan berkualitas setidaknya selama 6–8 jam per malam.4. Hindari makanan cepat saji tinggi natriumMakanan cepat saji cenderung memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi, hal ini bisa memicu naiknya tekanan darah tinggi Anda, apalagi jika dimakan terlalu sering.Lebih baik terapkan pola makan yang sehat dan diet DASH, untuk membantu memelihara kesehatan tubuh secara umum, serta mengontrol tekanan darah tinggi Anda.Deteksi Hipertensi dan Pemeriksaan Organ di Granostic SurabayaNah, Sobat Granostic, dalam upaya pencegahan dan mengontrol tekanan darah tinggi, Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain mendeteksi hipertensi, langkah ini juga dapat membantu Anda untuk menyimak bagaimana kondisi dan fungsi organ tubuh Anda bekerja.Kabar baiknya, Anda dapat melakukan deteksi hipertensi dan pemeriksaan organ ini di Granostic Surabaya. Kami dapat memberikan pelayanan yang ramah dan efisien, mudah, serta dikemas dalam paket dengan harga kompetitif.Untuk menjadwalkan konsultasi dan pemeriksaan tekanan darah tinggi, Anda dapat langsung klik tombol WhatsApp ya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Sari, D. P., & Prasetyo, A. D. (2023). Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas X. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 7(3), 123-130. Diakses pada 2025.Rahmawati, L., & Yuliana, S. (2022). Efektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Pasien Hipertensi. Jurnal Aisyiyah Medika, 12(2), 45-52. Diakses pada 2025Samson, M., MD. (2024). Hypertension: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape. Ditinjau oleh: Dr. Eric H. Yang, MD. Diakses pada 2025World Health Organization (WHO). (n.d.). Hypertension. Diakses pada 2025Mayo Clinic. (n.d.). High blood pressure (hypertension) - Symptoms and causes. Ditinjau oleh: Tim medis Mayo Clinic. Diakses pada 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). About High Blood Pressure. Diakses pada 2025WebMD. (n.d.). Hypertension Symptoms: High Blood Pressure. Ditinjau oleh: Dr. James Beckerman, MD, FACC. Diakses pada 2025Medical News Today. (n.d.). What are the complications of hypertension?. Ditinjau oleh: Dr. Deborah Weatherspoon, PhD, MSN, RN, CRNA. Diakses pada 2025
Apa Saja Komplikasi Hipertensi yang Sering Terjadi dan Cara Deteksinya?
Pernahkah Sobat Granostik membayangkan bahwa tekanan darah tinggi, yang sering kali hadir tanpa gejala, dapat menjadi “ancaman tersembunyi” bagi kesehatan tubuh? Ya, hipertensi memang dikenal sebagai silent killer, karena perlahan merusak organ vital tanpa memberi tanda-tanda yang jelas. Jika tidak ditangani dengan serius, kondisi ini dapat membuka jalan bagi berbagai komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.Fakta menunjukkan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol bisa berdampak luas, mulai dari otak, jantung, hingga ginjal. Komplikasi yang timbul tidak hanya mengganggu kualitas hidup, tapi juga membutuhkan penanganan medis yang tidak sederhana. Oleh karena itu, mengenali berbagai komplikasi akibat hipertensi serta bagaimana mendeteksinya sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini dan ketahui cara cerdas menghadapinya sebelum terlambat!1. Stroke (Serangan Otak)Stroke merupakan komplikasi yang paling sering terjadi akibat hipertensi. Kondisi medis ini sangatlah serius, yang terjadi baik karena pembuluh darah tersumbat oleh gumpalan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Hipertensi menjadi faktor utama yang memicu kedua jenis ini: tekanan darah tinggi lama-kelamaan merusak dan menipiskan dinding arteri, sehingga memudahkan terbentuknya plak atau memperlemah pembuluh sampai akhirnya pecah. Tanpa pasokan oksigen yang cukup, sel-sel otak akan mati dalam hitungan menit, menimbulkan gejala mendadak seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara cadel, pandangan kabur, dan pusing hebat.Mendeteksi stroke sejak awal sangat krusial, karena kerusakan otak semakin parah setiap detiknya. Sobat Granostik bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin membantu mengenali risiko sebelum gejala muncul. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg, segera diskusikan strategi penanganan dengan dokter.2. Serangan JantungTekanan darah tinggi membuat jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan penebalan otot jantung yang disebut hipertrofi ventrikel kiri. Meskipun awalnya terlihat sebagai adaptasi, otot jantung yang menebal justru membuat jantung lebih kaku dan kurang efisien dalam memompa darah. Akibatnya, suplai oksigen ke otot jantung dapat terganggu, dan serangan jantung menjadi risiko nyata.American Heart Association menyebut bahwa hipertensi adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner, yakni kondisi ketika pembuluh darah jantung menyempit atau tersumbat. Jika aliran darah ke jantung benar-benar terhenti, maka terjadilah serangan jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada hebat, sesak napas, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.Mendeteksi risiko ini bisa dimulai dengan pemantauan tekanan darah rutin, tes elektrokardiogram (EKG), serta uji darah untuk melihat kadar kolesterol dan fungsi jantung.3. Gagal JantungBerbeda dengan serangan jantung yang terjadi tiba-tiba, gagal jantung berkembang secara bertahap. Hipertensi yang terus-menerus memaksa jantung bekerja lebih keras menyebabkan otot jantung melemah dan akhirnya tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Gejala awalnya mungkin ringan, seperti kelelahan atau sesak napas saat beraktivitas, tapi bisa berkembang menjadi pembengkakan kaki, batuk kronis, dan gangguan tidur.Menurut Mayo Clinic, penderita hipertensi kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagal jantung, terutama jika tekanan darah tidak dikontrol sejak dini. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting. Pemeriksaan EKG, echocardiogram, dan tes darah dapat membantu menilai kondisi jantung dan menentukan apakah jantung menunjukkan tanda-tanda gagal fungsi. Nah untuk itu penting sekali, untuk Anda melakukan Skrining Deteksi Kesehatan Jantung.4. Gagal GinjalGinjal berfungsi menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Namun, jika tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah di ginjal bisa rusak, menyempit, atau mengeras. Ini membuat fungsi ginjal menurun dan bisa menyebabkan gagal ginjal dalam jangka panjang.Menurut National Kidney Foundation, hipertensi adalah penyebab utama kedua dari gagal ginjal kronis. Kondisi ini berkembang perlahan dan seringkali tanpa gejala jelas pada tahap awal. Untuk mendeteksinya, dokter biasanya melakukan tes darah untuk memantau kadar kreatinin dan laju filtrasi glomerulus (GFR), serta tes urin untuk mendeteksi protein yang tidak normal.5. Kerusakan Mata (Retinopati Hipertensi)Pembuluh darah kecil di retina sangat rentan terhadap tekanan darah tinggi. Jika dibiarkan, hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah ini menebal, menyempit, atau bahkan pecah. Kondisi ini disebut retinopati hipertensi, dan gejalanya bisa berupa penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.Pemeriksaan mata rutin sangat penting bagi penderita hipertensi. Melalui funduskopi, dokter mata dapat melihat tanda-tanda awal kerusakan retina. Jika ditemukan lebih dini, kerusakan bisa dikendalikan dengan pengobatan tekanan darah yang tepat.6. Disfungsi SeksualHipertensi tidak hanya menyerang organ vital, tetapi juga memengaruhi kehidupan seksual seseorang. Pada pria, tekanan darah tinggi bisa mengganggu aliran darah ke penis, sehingga meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Sementara pada wanita, kondisi ini dapat menurunkan aliran darah ke organ reproduksi, menurunkan gairah, dan menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan.Studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa pengelolaan tekanan darah yang baik dapat memperbaiki fungsi seksual secara signifikan. Maka dari itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami perubahan dalam fungsi seksual, terutama jika disertai dengan riwayat hipertensi.7. AneurismaAneurisma terjadi ketika dinding pembuluh darah melemah dan membentuk tonjolan seperti balon. Hipertensi adalah faktor utama yang mempercepat proses ini karena tekanan tinggi secara terus-menerus membuat dinding pembuluh darah meregang. Jika aneurisma pecah, bisa terjadi pendarahan serius yang mengancam nyawa, terutama jika terjadi di otak atau aorta.Pemeriksaan dengan CT scan atau MRI bisa mendeteksi aneurisma lebih awal, terutama jika ada riwayat keluarga. Mengontrol tekanan darah adalah kunci utama dalam mencegah komplikasi mematikan ini.8. Demensia VaskularTekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak, yang dalam jangka panjang dapat memicu demensia vaskular. Ini adalah jenis penurunan fungsi kognitif akibat kerusakan pembuluh darah otak.Menurut Alzheimer’s Association, hipertensi yang tidak ditangani meningkatkan risiko stroke mikro (silent stroke) yang perlahan-lahan merusak area otak yang berfungsi untuk berpikir dan mengingat. Untuk mendeteksinya, dokter bisa melakukan tes kognitif serta pencitraan otak untuk melihat perubahan pada struktur otak.9. Komplikasi Kehamilan (Preeklampsia & Eklampsia)Pada ibu hamil, tekanan darah tinggi bisa memicu preeklampsia, yakni kondisi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi eklampsia, yaitu preeklampsia yang disertai kejang, dan bisa membahayakan ibu maupun janin.Preeklampsia biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Gejalanya bisa berupa sakit kepala parah, penglihatan kabur, atau pembengkakan tiba-tiba pada wajah, tangan dan kaki. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin sangat penting agar kondisi ini bisa terdeteksi lebih awal dan ditangani secepatnya.10. Sindrom MetabolikSindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak di perut, dan kadar kolesterol tidak normal. Hipertensi adalah salah satu komponen utama sindrom ini.Jika dibiarkan, sindrom metabolik meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Diagnosis sindrom ini dapat ditegakkan melalui pemeriksaan tekanan darah, lingkar pinggang, profil lipid, dan kadar gula darah puasa. Perubahan gaya hidup sehat dan penurunan berat badan merupakan langkah utama dalam mengelola kondisi ini.Pemeriksaan Hipertensi dan Komplikasinya di Granostic SurabayaNah, Sobat itu adalah 10 komplikasi hipertensi yang dapat terjadi bila tidak ditangani dengan baik. Mulai dari serangan pada otak yang menyebabkan stroke, gagal jantung, serangan jantung, gagal ginjal, hingga demensia, komplikasi kehamilan, dan sindrom metabolik.Dengan demikian, penting bagi Anda dan keluarga untuk terus melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Tak hanya sebagai upaya mengontrol hipertensi pada penderita, namun mencegah dan mendeteksi risikonya sedini mungkin.Anda dapat melakukan pemeriksaan hipertensi dan komplikasinya ini di Granostic Surabaya, Sobat. Cukup dengan melakukan pendaftaran melalui laman Registrasi Online atau klik tombol WhatsApp.Yuk, lindungi keluarga Anda dari komplikasi hipertensi dengan cek kesehatan rutin bersama klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). High blood pressure (hypertension) - Symptoms and causes. Diakses pada 2025.Whelton, P. K., Carey, R. M., Aronow, W. S., Casey, D. E., Collins, K. J., Dennison Himmelfarb, C., ... & Wright, J. T. (2020). 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Hypertension, 75(6), 1334–1357. Diakses pada 2025.Fuchs, F. D., & Whelton, P. K. (2020). High blood pressure and cardiovascular disease. Journal of Clinical Hypertension, 21(3), 410–412. Diakses pada 2025.American Heart Association. (n.d.). Health threats from high blood pressure. Diakses pada 2025.Healthline. (n.d.). Hypertension Complications. Review by Dr. Elaine K. Luo, MD. Diakses pada 2025.
Skrining Deteksi Kesehatan Jantung di Surabaya
Tidak hanya terjadi pada lansia, anak-anak muda juga bisa mengalami berbagai masalah kesehatan jantung. Hal inilah yang menjadikan skrining awal untuk deteksi kesehatan jantung sangatlah penting dilakukan.Seperti yang telah banyak diketahui, penyakit jantung merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi di dunia. Kondisi ini menjadi lebih serius lagi, karena tidak hanya menyerang jantung saja, namun dapat berdampak besar bagi organ tubuh lainnya.Di Indonesia sendiri kasus penyakit jantung juga sangat tinggi. Bahkan beberapa tahun belakangan, jumlah pasien jantung dari kalangan dewasa muda meningkat. Penyebabnya beragam, mulai dari gaya hidup yang tak sehat, factor turunan, hingga mengonsumsi rokok dan alkohol secara berlebihan.Deteksi dini penyakit jantung dapat menjadi kunci perubahan dan mencegah adanya komplikasi serius, seperti gagal jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga gangguan pada arteri.Nah, lewat artikel ini, Granostic akan memberikan ulasan lengkap mengenai apa itu skrining awal untuk deteksi kesehatan jantung, efektivitasnya, dan prosedurnya. Let’s check it out!Apa Itu Skrining Jantung?Skrining jantung merupakan prosedur pemeriksaan yang menilai Kesehatan jantung Anda. Lewat pengujian berbagai kondisi medis yang berpotensi berpengaruh pada kesehatan jantung, prosedur skrining dapat membantu memberikan gambaran yang baik kepada dokter mengenai seberapa besar risiko seseorang mengenai penyakit jantung tertentu.Seberapa Efektif Skrining Kesehatan Jantung?Skrining jantung dilakukan dengan tujuan untuk menyimak bagaimana kesehatan jantung Anda, mendeteksi dini adanya risiko gangguan kesehatan tertentu, serta mengontrol kondisi jantung selama masa perawatan atau pengobatan dari penyakit tertentu.Prosedur pemeriksaan jantung pun efektif untuk mendeteksi beberapa masalah kesehatan jantung berikut ini:1. Mendeteksi kelainan irama jantung (aritmia)Skrining detak jantung dapat membantu cek kesehatan jantung dan mendeteksi kelainan irama jantung, yang disebut sebagai aritmia. Di mana seorang yang mengalami aritmia akan memiliki detak jantung yang tidak normal, entah melambat, lebih cepat, atau dengan irama yang tidak teratur.Aritmia dapat timbul karena banyak masalah kesehatan lainnya yang berkaitan dengan sistem kelistrikan jantung, yang mengendalikan detak jantung kita.Prosedur skrining jantung yang dapat membantu adanya ketidakteraturan dalam irama jantung misalnya electrocardiogram (EKG), echocardiogram, holter monitor, dan banyak lainnya.2. Mengenali tanda-tanda awal pembesaran jantungSelain dapat mendeteksi aritmia, skrining jantung juga dapat membantu dokter untuk mengenali adanya tanda-tanda awal pembesaran jantung (kardiomegali). Pembengkakan ini juga dapat terjadi sebagai gejala dari kondisi medis lain yang menyerang jantung.Kata "pembesaran" atau "pembengkakan" ini pun merujuk pada kondisi bengkak jantung yang terlihat dalam tes pencitraan, seperti rontgen dada. Namun untuk mendapatkan diagnose lebih akurat, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut.Mengetahui adanya gangguan aliran darah ke jantungSelain itu, skrining jantung juga dapat membantu mengetahui adanya gangguan aliran darah ke jantung. Misalnya prosedur screening seperti EKG membantu mendeteksi adanya potensi masalah kesehatan tertentu, seperti ritme jantung yang tidak teratur dan lainnya, sebagai indikasi bahwa ada masalah pada aliran darah ke jantung.Tak hanya EKG, untuk mengetahui adanya gangguan aliran darah ke jantung, dokter dapat melakukan prosedur skrining lain seperti echocardiogram, MRI, hingga tes stres jantung.3. Menilai kekuatan otot jantung dan struktur katupSkrining kesehatan jantung juga dapat membantu menilai kekuatan otot jantung dan struktur katup jantung. Jenis tes yang dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi ini, salah satunya, adalah tes pencitraan seperti rontgen dada atau CT-scan.4. Menentukan perlunya evaluasi lanjutan atau perubahan gaya hidupHasil pemeriksaan jantung lewat prosedur screening ini dapat digunakan untuk menentukan tindakan medis lanjutan, jika ditemukan indikasi masalah tertentu. Selain itu, dapat juga digunakan untuk memperbaiki pola makan atau gaya hidup, sebagai langkah pencegahan dan merawat kesehatan jantung.Siapa yang Perlu Melakukan Skrining Jantung?Pada dasarnya skrining kesehatan jantung direkomendasikan untuk dilakukan oleh semua kalangan. Namun, skrining ini menjadi begitu penting untuk orang dengan faktor risiko yang tinggi, seperti:1. Usia > 35 tahun (pria) atau > 40 tahun (wanita)Sobat Granostic, bertambah tua juga membuat kita memiliki potensi kerusakan dan penyempitan arteri, serta melemahnya atau menebalnya otot jantung. Karena itulah, skrining Kesehatan jantung sangat direkomendasikan dilakukan secara teratur Ketika kita memasuki usia lebih dari 35 tahun (untuk pria) atau 40 tahun (untuk Wanita).2. Memiliki riwayat keluarga penyakit jantungPemeriksaan kesehatan jantung juga sangat penting Anda lakukan jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Ini karena, riwayat kesehatan keluarga Anda dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penyakit yang sama, utamanya jika orangtua Anda memiliki penyakit jantung bawaan dari kecil.3. Perokok aktifMerokok tak hanya memiliki dampak yang buruk pada kesehatan saluran pernapasan dan paru-paru, melainkan juga mengancam kesehatan jantung Anda. Merokok dapat membahayakan jantung Anda karena asap tembakau dapat merusak arteri. Bahkan melansir dari Mayo Clinic, serangan jantung sangat umum terjadi pada seorang perokok aktif daripada mereka yang tidak merokok.Karena itu, orang yang aktif merokok atau mantan perokok berat yang sudah berhenti lama, dianjurkan untuk melakukan cek kesehatan jantung secara rutin.4. Penderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggiSobat Granostic, diabetes juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit jantung. Ini karena Ketika Anda mengalami diabetes, tubuh tidak bisa membuat cukup insulin atau menggunakan insulin dengan optimal.Diabetes dapat menyebabkan penumpukan gula dalam darah. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) risiko kematian dari penyakit jantung pada orang dewasa dengan diabetes juga lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki diabetes.Selain diabetes, hipertensi dan kolesterol tinggi juga menyebabkan dampak yang sama pada kesehatan jantung Anda.5. Merasa cepat lelah, sesak napas, atau nyeri dadaMerasa cepat lelah, sesak napas, atau nyeri dada bisa menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Karena itu, jika kondisi ini terjadi berlarut-larut dan bahkan sampai membuat Anda kesakitan, baiknya segera kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.6. Ingin memulai olahraga intensBerolahraga memang sangat baik untuk kesehatan tubuh Anda. Namun jika dilakukan dengan berlebihan tanpa menghiraukan kondisi tubuh, hal ini bisa berakibat fatal.Belakangan ini kasus serangan jantung pada anak-anak muda atau orang dewasa muda kerap muncul di berbagai media sosial. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas fisik yang terlalu intens, seperti olahraga intensitas tinggi yang dilakukan setelah bekerja seharian.Karena itu sangat penting untuk mengatur durasi dan intensitas olahraga Anda sesuai dengan kondisi tubuh. Dengan demikian, Anda dapat memeroleh manfaat olahraga untuk kesehatan dengan lebih optimal.7. Sebagai bagian dari medical check-up rutinMelakukan skrining kesehatan jantung juga dapat dilakukan oleh siapa saja. Bahkan melansir dari National University of Singapore (NUS), dikatakan bahwa baiknya orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas perlu melakukan cek kesehatan jantung untuk menyimak adanya faktor risiko penyakit tertentu.Karena tak hanya dilakukan sebagai bagian dari perawatan dan pengobatan, skrining kesehatan jantung ini pun dapat berperan sebagai bagian dari medical check-up rutin.Jadwal Ideal Skrining JantungMelansir dari Healthline.com, berikut ini jadwal ideal skrining jantung sesuai usia dan kondisi kesehatan Anda. Simak, yuk!1. Usia 20–39 tahunSaat berusia 20 sampai 39 tahun, Anda dapat melakukan beberapa tes berikut ini:Berat badan dan BMI: dapat dilakukan Ketika Anda melakukan cek Kesehatan rutin.Tes tekanan darah: setidaknya tiap 2 tahun sekali.Tes kolesterol: setidaknya tiap 4 hingga 6 tahun sekali.2. Usia 40+ tahunSementara untuk orang yang memasuki usia 40 tahun atau lebih, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung tiap 2–3 tahun sekali.3. Penderita Hipertensi dan DiabetesPenderita hipertensi atau diabetes juga perlu melakukan cek kesehatan jantung secara rutin, mengingat kedua kondisi medis ini sangat terkait dengan kondisi jantung. Skrining yang dilakukan pun bisa lebih sering, misalnya tiap 6 bulan sekali atau ketika merasakan adanya gejala-gejala tak biasa.Prosedur Pemeriksaan Skrining Jantung di GranosticSobat, Anda telah menyimak pentingnya skrining kesehatan jantung dan jadwal ideal untuk melakukannya. Namun tahukah Anda bagaimana prosedur pemeriksaan skrining jantung tersebut?Di Granostic, prosedur pemeriksaan skrining jantung dilakukan dengan efisien dan cepat. Anda juga akan merasa nyaman dan aman selama prosedur dijalankan, karena akan dipandu dan diawasi oleh tenaga medis profesional kami.Nah, adapun prosedur pemeriksaan skrining jantung di Granostic meliputi:1. Konsultasi AwalLangkah pertama dalam pemeriksaan skrining jantung di Granostic adalah konsultasi awal. Di tahap ini, Sobat Granostik akan bertemu dengan dokter umum kami yang ramah dan berpengalaman. Konsultasi dilakukan secara menyeluruh, dimulai dengan wawancara medis untuk menggali riwayat kesehatan pribadi, gaya hidup, dan potensi faktor risiko penyakit jantung, seperti riwayat hipertensi, diabetes, atau kebiasaan merokok.Setelah itu, dokter akan memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, serta laju pernapasan. Tujuan dari tahap ini adalah memahami kondisi kesehatan dasar Anda agar langkah pemeriksaan selanjutnya dapat diarahkan dengan tepat. Proses ini dirancang agar efisien namun tetap detail, memberikan kenyamanan dan kepercayaan sejak awal pemeriksaan.2. Pemeriksaan FisikPemeriksaan tekanan darahPengukuran tekanan darah merupakan prosedur penting untuk menilai potensi risiko hipertensi. Di Granostic, prosedur ini dilakukan oleh tenaga medis terlatih menggunakan alat digital maupun manual yang akurat. Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Jika hasil Anda menunjukkan angka 120–129/<80 mmHg, itu termasuk pre-hipertensi. Sedangkan tekanan darah ≥130/80 mmHg mengindikasikan hipertensi.Seluruh proses dilakukan dengan santai dan aman, sehingga Anda tidak perlu merasa tegang. Kami memastikan Anda mendapatkan hasil yang akurat dan pemahaman yang jelas terhadap hasil tersebut.Denyut jantungDenyut jantung yang normal pada orang dewasa berkisar antara 60 hingga 100 denyut per menit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan metode palpasi nadi atau menggunakan alat monitor jantung yang tersedia di Granostic. Selain mengukur jumlah denyut, dokter juga akan menilai ritme denyut jantung, karena ketidakteraturan bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan irama jantung (aritmia).Indeks massa tubuh (BMI)Indeks Massa Tubuh dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan Anda. BMI yang sehat berkisar antara 18,5 hingga 24,9. Nilai ini penting karena kelebihan atau kekurangan berat badan dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung. Pemeriksaan dilakukan dengan cepat dan akurat oleh petugas kami, serta disertai penjelasan tentang bagaimana menjaga berat badan ideal yang mendukung kesehatan jantung.3. Pemeriksaan PenunjangEKG (Elektrokardiografi)EKG adalah tes non-invasif yang merekam aktivitas listrik jantung. Prosedur ini hanya memakan waktu beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Elektroda kecil ditempelkan di dada, lengan, dan kaki untuk menangkap sinyal listrik dari jantung. Hasilnya membantu dokter mendeteksi irama jantung yang tidak normal, pembesaran ruang jantung, atau gangguan aliran darah ke otot jantung. Pemeriksaan EKG di Granostic dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan menggunakan alat berstandar rumah sakit.Echocardiography (USG Jantung)Ekokardiografi adalah pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat struktur dan fungsi jantung secara langsung. Alat ini mampu menunjukkan pergerakan katup, ukuran bilik jantung, kekuatan pompa jantung, hingga adanya kebocoran atau penyumbatan. Prosedur ini dilakukan oleh spesialis jantung dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi jantung Anda.Tes darah (kolesterol, gula, enzim jantung)Pemeriksaan darah merupakan bagian integral dari skrining jantung. Di Granostic, sampel darah Anda akan diperiksa untuk melihat kadar kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, kadar gula puasa, HbA1c, serta enzim jantung seperti troponin. Hasil dari tes ini memberikan informasi penting mengenai potensi penyumbatan pembuluh darah, risiko diabetes, dan tanda-tanda kerusakan otot jantung. Prosedur pengambilan darah dilakukan secara profesional, cepat, dan minim rasa tidak nyaman.Jenis Skrining Jantung yang Umum DilakukanA. Elektrokardiografi (EKG)Elektrokardiografi, atau yang lebih dikenal sebagai EKG, adalah pemeriksaan dasar namun penting dalam mendeteksi gangguan jantung. Melalui alat ini, aktivitas listrik jantung terekam secara menyeluruh dan menghasilkan grafik yang membantu dokter mengenali irama jantung yang tidak normal, pembesaran bilik jantung, hingga indikasi serangan jantung yang pernah terjadi atau sedang berlangsung.Prosedur EKG di Granostic sangat cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Sobat Granostik hanya perlu berbaring tenang sementara elektroda kecil ditempelkan di dada, lengan, dan kaki. Alat akan merekam sinyal listrik jantung selama beberapa menit dan hasilnya langsung dianalisis oleh tim medis kami yang kompeten.Tenaga kesehatan di Granostic yang menangani prosedur ini sudah berpengalaman, dan setiap tahapan dilakukan sesuai standar medis, sehingga Sobat bisa merasa tenang dan yakin akan keakuratannya.B. Echocardiography (USG Jantung)Ekokardiografi adalah tes pencitraan jantung berbasis gelombang ultrasonik. Tes ini memberikan gambaran real-time mengenai struktur dan fungsi jantung, mulai dari ukuran bilik, ketebalan otot, gerakan katup, hingga kemampuan jantung dalam memompa darah. Pemeriksaan ini sangat penting untuk menilai kondisi jantung secara lebih mendalam dibanding EKG.Di Granostic, prosedur echocardiography dilakukan oleh dokter spesialis jantung yang ahli dalam membaca hasil USG jantung. Pasien akan diminta berbaring dan pemeriksaan dilakukan dengan menempelkan transduser ke dada menggunakan gel khusus. Tidak ada rasa sakit, hanya sensasi dingin dari gel yang digunakan.Hasil dari USG jantung bisa langsung dianalisis, dan pasien akan mendapatkan penjelasan menyeluruh dari dokter tentang apa yang ditemukan selama pemeriksaan berlangsung.Alat yang Digunakan untuk Pemeriksaan JantungUntuk memastikan akurasi dan kenyamanan, Granostic menggunakan peralatan medis modern yang telah terstandar dan terbukti keamanannya. Alat-alat seperti monitor tekanan darah digital, mesin EKG beresolusi tinggi, serta echocardiography berbasis teknologi ultrasonik canggih digunakan untuk menunjang diagnosis yang tepat dan cepat.Seluruh alat yang kami gunakan telah melalui proses kalibrasi dan pengawasan mutu secara rutin. Hal ini memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi Sobat Granostik dalam setiap sesi pemeriksaan. Dengan teknologi mutakhir dan dukungan tim medis profesional, Granostic menghadirkan pengalaman skrining jantung yang menyeluruh, efisien, dan terpercaya.Berapa Biaya Skrining Jantung di Granostic Surabaya?Biaya skrining jantung di Granostic Surabaya bersifat beragam, bergantung dengan jenis layanan pemeriksaan yang Anda lakukan. Namun, Granostic menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan jantung yang lengkap dengan harga kompetitif.Pemeriksaan tersebut mulai dari konsultasi bersama spesialis, tes darah lengkap, tes treadmill, tes EKG dan USG, dan banyak lainnya.Untuk mengetahui besaran biaya skrining jantung dan prosedur pendaftarannya yang lebih lengkap, Anda bisa langsung menghubungi tim kami dengan klik tombol WhatsApp. Gratis!Kelebihan Skrining Jantung di Granostic Surabaya1. Dokter spesialis berpengalaman dan layanan profesionalGranostic memiliki tim medis ahli dan profesional, termasuk dokter spesialis jantung yang berpengalaman selama bertahun-tahun. Dengan demikian, Anda dapat mengonsultasikan keluhan yang Anda alami atau kekhawatiran dengan risiko penyakit jantung yang Anda takutkan langsung bersama pakarnya.Dokter spesialis jantung kami dapat memberikan edukasi lengkap seputar masalah kesehatan jantung, upaya merawat kesehatan jantung, serta berbagai solusi perawatan dan pengobatan bila ditemukannya indikasi medis tertentu.2. Hasil cepat dan bisa dikonsultasikan langsungKeunggulan melakukan skrining jantung di Granostic Surabaya selanjutnya adalah dapat memberikan hasil yang cepat, serta bisa langsung didiskusikan bersama dokter spesialis. Hasil pemeriksaan ini bahkan dapat dengan mudah Anda akses secara online lewat laman website resmi Granostic.3. Lokasi strategis dan waktu fleksibelKlinik Granostic juga berlokasi strategis, yang sangat mudah dijangkau oleh warga Surabaya dan sekitarnya, yakni di jalan Dharmahusada No.146, Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, kami juga menyediakan jadwal pemeriksaan yang fleksibel. Sehingga Anda dapat mengaturnya sesuai kebutuhan dan jadwal praktik dokter.4. Tersedia pendaftaran via WhatsAppBerkomitmen memberikan pelayanan yang mudah dan efisien, Granostic juga menyediakan layanan pendaftaran online via WhatsApp. 5. Dapat rujukan ke spesialis jika diperlukanLayanan kesehatan Granostic pun bersifat menyeluruh dan terintegrasi, sehingga ketika terdapat indikasi pemeriksaan lanjutan, dokter dapat memberikan rujukan ke spesialis yang dibutuhkan pasien.6.Alat canggih dan prosedur nyamanSatu lagi yang menjadi daya tarik utama melakukan tes kesehatan jantung di klinik Granostic, yakni alat-alat medisnya yang canggih dan prosedurnya yang nyaman. Hal ini dapat membuat pasien menjadi lebih positif, merasa aman, dan bersemangat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.Kapan Harus Melakukan Skrining?Pada dasarnya, Anda dapat melakukan skrining kesehatan jantung kapan saja Anda menginginkannya. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala berikut, tandanya Anda harus segera periksa.1. Nyeri dada, terutama saat beraktivitasNyeri dada yang intens, terutama saat Anda beraktivitas, dan terjadi selama terus menerus, bisa menandakan masalah yang serius. Seperti gangguan pada paru-paru atau masalah jantung.2. Napas pendek atau mudah lelahNapas pendek atau mudah lelah juga bisa menjadi salah satu gejala dari berbagai penyakit jantung, salah satunya adalah gagal jantung. 3. Detak jantung tidak teraturIrama detak jantung yang tidak teratur, baik melambat maupun kian cepat, juga merupakan gejala yang tidak boleh Anda abaikan. Karena aritmia juga bisa berhubungan dengan berbagai masalah jantung yang lebih serius lagi.4. Sering pusing atau pingsanSering pusing atau pingsan juga menjadi tanda yang harus Anda waspadai. Kedua gejala ini dapat menandakan berbagai masalah kesehatan pada jantung termasuk aritmia, masalah pada katup jantung, hingga laju detak jantung. 5. Riwayat hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggiJika Anda juga termasuk orang dengan riwayat hipertensi, diabetes atau memiliki kolesterol yang tinggi, maka memeriksakan kesehatan jantung sangatlah penting. Sebab ketiga kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga komplikasi yang lebih serius.Cara Daftar Skrining Jantung di GranosticSetelah menyimak pentingnya skrining jantung di atas, apakah Anda sudah ingin memulai langkah bijak untuk menjaga kesehatan jantung? Di Granostic, proses pendaftaran skrining jantung dibuat sangat mudah dan nyaman agar Sobat bisa segera mendapatkan pemeriksaan terbaik tanpa ribet.1. Hubungi WhatsApp resmi GranosticLangkah pertama, Sobat cukup menghubungi tim Customer Care kami melalui WhatsApp resmi. Di sana, Anda akan dibimbing langsung oleh admin ramah kami yang siap membantu menjawab pertanyaan, menjelaskan paket skrining, dan memberikan panduan pendaftaran. Responsnya cepat, informasinya jelas.2. Pilih jadwal dan jenis pemeriksaanSetelah konsultasi awal, Sobat dapat memilih tanggal, waktu, dan jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan. Apakah hanya ingin EKG saja? Atau paket lengkap dengan echocardiography dan tes darah? Semua bisa disesuaikan. Fleksibel dan transparan.3. Datang sesuai jadwal atau minta layanan homecare (jika tersedia)Pada hari pemeriksaan, Sobat cukup datang ke cabang Granostic terdekat sesuai jadwal. Namun jika sedang tidak memungkinkan hadir secara langsung, kami juga menyediakan opsi homecare (jika tersedia di area Anda). Pemeriksaan tetap aman, nyaman, dan dengan standar medis yang sama.4. Konsultasi dan dapatkan hasil serta rekomendasi dokterSetelah pemeriksaan selesai, hasil akan segera dianalisis oleh dokter profesional kami. Sobat akan mendapatkan penjelasan menyeluruh seputar kondisi jantung, termasuk saran medis dan langkah perawatan selanjutnya. Semua disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, agar Anda benar-benar mengerti kondisi tubuh Anda.Mudah, bukan? Yuk, Sobat, jaga kesehatan jantung Anda dan deteksi dini penyakit kardiovaskular yang datang dengan booking skrining di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Cleveland Clinic Abu Dhabi. (n.d.). What Is Cardiac Screening? And Why Should I Do It?. Diakses pada 2025.Heart Foundation Australia. (n.d.). Time to Book a Heart Health Check?. Diakses pada 2025American Heart Association. (n.d.). Heart-Health Screenings. Diakses pada 2025Mayo Clinic. (n.d.). Enlarged Heart - Symptoms & Causes. Diakses pada 2025BBC News Indonesia. (2024, 16 Juli). Makin Banyak Kaum Muda Indonesia Kena Serangan Jantung, Apa Saja Penyebabnya?. Diakses pada 2025RadiologyInfo.org. (n.d.). Cardiac (Heart) Screening. Diakses pada 2025National University of Singapore, University Health Centre. (n.d.). Screening for Heart Disease. Diakses pada 2025Doral Health & Wellness. (2024, 3 April). The Importance of Cardiac Screening: Early Detection Saves Lives. Diakses pada 2025Florida Premier Cardiology. (n.d.). How Often Should a Heart Screening Be Done?. Diakses pada 2025Healthline. (n.d.). Heart Checkup: When to Get One, Test Types, and More. Diakses pada 2025Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, Desember 4). Heart Disease Risk Factors. Diakses pada 2025
Home Care Hipertensi Surabaya
Kontrol kesehatan rutin ke rumah sakit atau klinik bisa jadi rutinitas yang menjenuhkan dan menuntut banyak usaha. Apalagi pada pasien hipertensi yang bisa mengalami berbagai gejala mengganggu seperti pusing, sakit kepala, hingga mual ataupun muntah, pasti kesulitan untuk berangkat sendiri. Menjawab kebutuhan ini, Granostic menyediakan layanan home care hipertensi Surabaya. Seperti apa layanan tersebut?Layanan home care ini dibuat untuk mempermudah pasien dalam mengakses layanan kesehatan Granostic, baik untuk pemeriksaan rutin, pengambilan sampel laboratorium, hingga perawatan luka.Namun dalam kesempatan kali ini, Granostic akan membahas lebih lengkap mengenai apa itu layanan home care hipertensi, tujuan, prosedur, hingga apa saja jenis pemeriksaan dan skrining kesehatan yang dapat Anda akses. Simak, yuk!Apa Itu Layanan Home Care Hipertensi?Layanan home care hipertensi merupakan berbagai layanan pemeriksaan medis dan pendukung yang disediakan di rumah pasien hipertensi, yang tujuannya untuk menjaga atau meningkatkan Kesehatan dan kesejahteraan pasien. Layanan ini mencakup kontrol tekanan darah dan kondisi pasien, melakukan perawatan keperawatan, terapi, pengelolaan pengobatan, hingga bantuan untuk tugas-tugas sehari-hari. Dengan demikian, pasien dapat memeroleh berbagai layanan hipertensi yang nyaman di lingkungan yang mereka kenal dan dengan dukungan dari orang terdekat. Layanan ini sangat cocok untuk:1. Lansia dengan hipertensiOrang lanjut usia (lansia) dengan tekanan darah tinggi direkomendasikan untuk melakukan cek kesehatan secara rutin, paling tidak setiap 6 bulan sekali. Hal ini kadang memberatkan pasien karena tubuh mereka yang sudah renta dan mobilitasnya yang terbatas.Selain itu, dengan mengakses layanan home care hipertensi, lansia dapat melakukan perawatan dan prosedur pemeriksaan di lingkungan yang nyaman serta dukungan langsung dari orang-orang yang disayangnya.2. Pasien dengan keterbatasan mobilitasLayanan home care hipertensi ini juga diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan keterbatasan mobilitas, seperti ibu yang hamil besar dan tidak dapat bergerak dengan bebas atau kesulitan melakukan perjalanan jauh.3. Penderita hipertensi yang memerlukan pemantauan rutinLayanan home care hipertensi juga sangat ideal digunakan untuk penderita tekanan darah tinggi, yang memerlukan pemantauan rutin. Dengan demikian, mereka tidak akan merasa jenuh dan lelah karena harus pulang-pergi ke rumah sakit atau klinik tempat mereka melakukan pemeriksaan.4. Keluarga sibuk yang butuh efisiensi waktuLayanan home care hipertensi ini juga menjawab kebutuhan masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi dan membutuhkan efisiensi waktu. Sebab layanan home care bersifat fleksibel dan praktis, yang dapat diakses sesuai kebutuhan dan jadwal pasien.Tujuan Layanan Home Care HipertensiSobat Granostic, layanan home care hipertensi ini tak hanya menawarkan kemudahan dan fleksibilitas. Namun, kami juga menyediakan layanan kesehatan lengkap dengan tim medis ahli dalam prosesnya, sehingga tujuan layanan home care ini dapat tercapai secara maksimal.Berikut ini adalah beberapa tujuan dari layanan home care hipertensi klinik Granostic. Apa saja?1. Menjaga tekanan darah pasien tetap dalam batas normalLayanan home care hipertensi meliputi prosedur pengecekan tekanan darah, yang dapat membantu menjaga dan mengontrol agar tekanan darah pasien dalam batas normal.Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan mengukur tekanan di arteri saat jantung berdetak, serta di antara detak jantung. Untuk melakukan pengukuran ini, dokter akan menggunakan manset tiup yang dipasangkan di lengan dan terhubung dengan pompa tangan atau mesin kecil untuk mengembangkan manset tersebut.2. Mencegah komplikasi akibat hipertensi yang tidak terkontrolSelain untuk menjaga tekanan darah agar tetap dalam batas normal, home care hipertensi juga dapat membantu mencegah komplikasi akibat tekanan darah yang tidak terkontrol.Karena pemeriksaan rutin akan membantu dokter dan tim medis mendeteksi dini adanya tanda bahaya, yang kemudian memungkinkan pasien untuk mendapatkan perawatan sesegera mungkin. Hal ini dapat mencegah masalah kesehatan akibat hipertensi menjadi lebih kompleks atau mengembangkan komplikasi.3. Menyesuaikan pengobatan berdasarkan hasil monitoring tekanan darahPemeriksaan hipertensi ini juga akan membantu dokter atau tim medis dalam meresepkan pengobatan sesuai dengan kondisi pasien. Dengan demikian pengobatan yang dilakukan dapat lebih efektif dan mencegah kemungkinan adanya efek samping.4. Memberikan edukasi tentang pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehatLayanan home care hipertensi ini bukan hanya tentang pemeriksaan dan perawatan, tapi juga memungkinkan pasien untuk terhubung langsung dokter serta tenaga medis ahli Granostic. Dengan demikian, pasien dapat berkonsultasi dan melakukan sesi konseling mengenai keluhan yang mereka alami.Dokter pun dapat memberikan edukasi mengenai pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang sesuai, hingga gaya hidup sehat bagi penderita hipertensi. 5. Memastikan pasien mendapatkan perawatan yang nyaman dan personalLayanan home care hipertensi juga memastikan pasien untuk mendapatkan perawatan yang nyaman, karena dilakukan di lingkungan yang familiar dan dekat dengan keluarga mereka.Selain itu, layanan home care juga memungkikan pasien untuk melakukan konsultasi yang lebih personal. Sehingga mereka lebih leluasa untuk mendiskusikan keluhan dan gejala-gejala yang dialami terkait dengan kondisi medis yang diidapnya.Prosedur Layanan Home Care Hipertensi di Granostic SurabayaSobat Granostic, kami memahami bahwa tidak semua pasien dapat datang langsung ke klinik untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Karena itu, Granostic Surabaya menghadirkan layanan Home Care Hipertensi yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan jantung dari rumah, yang aman, nyaman, dan tetap profesional.Layanan ini tak hanya menyentuh aspek medis, tapi juga mengutamakan kenyamanan dan edukasi pasien serta keluarga. Yuk, simak tahapan lengkapnya berikut ini:1. Pendaftaran dan Konsultasi AwalLangkah pertama dimulai dengan pendaftaran, yang bisa Sobat lakukan secara praktis melalui laman Registrasi Online di website resmi Granostic, atau dengan menghubungi WhatsApp resmi kami. Tim admin akan membantu proses registrasi dan mencatat informasi awal dengan ramah dan informatif.Setelah itu, akan dijadwalkan sesi konsultasi awal yang dilakukan secara daring. Di tahap ini, tim medis akan mengumpulkan informasi seputar riwayat kesehatan pasien, keluhan yang dirasakan, kebiasaan konsumsi obat, hingga pola hidup sehari-hari. Tujuannya adalah agar kunjungan medis nantinya bisa berlangsung lebih tepat sasaran dan terfokus sesuai kebutuhan pasien.2. Kunjungan Tenaga MedisBerdasarkan hasil konsultasi awal, tenaga medis Granostic akan melakukan kunjungan ke rumah pasien sesuai jadwal yang telah disepakati. Tim yang datang terdiri dari perawat profesional dan dokter (jika diperlukan), dengan perlengkapan lengkap dan standar kebersihan tinggi.Setiap kunjungan tidak hanya untuk pemeriksaan, tapi juga sebagai momen bagi pasien dan keluarga untuk berkonsultasi secara langsung dengan tenaga medis kami di rumah.3. Pemeriksaan Awal (Screening Hipertensi)Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan parameter penting lainnya. Pemeriksaan ini meliputi beberapa langkah berikut:Pengukuran tekanan darahTekanan darah diukur menggunakan alat digital berstandar klinis. Nilai normal tekanan darah berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Hasil ini akan menjadi indikator awal risiko hipertensi dan menjadi dasar pertimbangan dalam pemberian obat atau tindak lanjut.Pemeriksaan denyut nadi dan saturasi oksigenDenyut nadi menunjukkan irama dan kekuatan jantung, sedangkan saturasi oksigen mengukur seberapa baik oksigen dialirkan ke jaringan tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pulse oximeter, oleh perawat terlatih secara cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.Pemeriksaan suhu tubuhPengecekan suhu tubuh dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi atau kondisi lain yang menyertai hipertensi. Alat termometer digital akan digunakan secara higienis untuk memastikan akurasi hasil.Wawancara singkat mengenai keluhan, pola makan, obat-obatan yang digunakanPasien akan diajak berdiskusi ringan seputar pola makan sehari-hari, keluhan fisik yang dirasakan, serta obat-obatan yang tengah dikonsumsi. Wawancara ini sangat penting untuk mengevaluasi kemungkinan efek samping obat dan memahami faktor risiko lainnya secara menyeluruh.4. Pemberian Obat atau TindakanJika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang membutuhkan intervensi, tenaga medis akan memberikan obat sesuai resep yang telah dikonsultasikan dengan dokter. Tindakan medis sederhana juga bisa dilakukan di rumah, misalnya suntikan, terapi inhalasi, atau pemasangan infus ringan, tergantung kebutuhan pasien.5. Edukasi KeluargaKeunggulan layanan home care Granostic tidak hanya terletak pada sisi medisnya saja, tapi juga pada pendekatan edukatif. Tim kami akan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien mengenai cara pemantauan tekanan darah di rumah, pola makan yang dianjurkan, pentingnya kepatuhan minum obat, serta kapan waktu yang tepat untuk kembali kontrol.Dengan edukasi yang diberikan secara langsung di rumah, diharapkan keluarga dapat berperan aktif dalam proses perawatan, sehingga pengelolaan hipertensi menjadi lebih optimal dan berkelanjutanJenis Pemeriksaan & Skrining Hipertensi di RumahMasih banyak yang ragu, apakah pemeriksaan hipertensi di rumah bisa sekomprehensif di klinik? Di Granostic, kami memastikan kualitas layanan tetap maksimal meskipun dari rumah.Berikut ini jenis-jenis pemeriksaan hipertensi yang dapat dilakukan melalui layanan home care Granostic:1. Pemeriksaan Tekanan Darah BerkalaPemeriksaan ini dilakukan secara rutin untuk memantau fluktuasi tekanan darah pasien. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini adanya peningkatan atau penurunan tekanan darah yang memerlukan penyesuaian terapi atau gaya hidup.2. Pemeriksaan Denyut Jantung dan NadiPemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui irama jantung dan kekuatan denyutan darah. Hipertensi yang tidak terkendali bisa menyebabkan gangguan ritme jantung, sehingga pemantauan ini penting dilakukan secara berkala.3. Skrining Darah LengkapGranostic menyediakan layanan skrining darah lengkap untuk menilai faktor risiko dan komplikasi hipertensi secara menyeluruh. Berikut adalah jenis pemeriksaannya:Gula darah (fasting/random)Pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi risiko diabetes sebagai salah satu faktor penyerta hipertensi. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis kami dengan alat uji cepat dan akurat.Kolesterol total, HDL, LDL, trigliseridaPemeriksaan profil lipid ini membantu menilai kondisi pembuluh darah dan risiko aterosklerosis. Hasilnya akan digunakan sebagai acuan pengaturan diet dan pengobatan lebih lanjut.Fungsi ginjal (ureum, kreatinin)Pemeriksaan ini penting karena hipertensi kronis dapat merusak ginjal. Hasil dari ureum dan kreatinin akan menunjukkan seberapa baik ginjal pasien bekerja.Elektrolit darah (natrium, kalium)Keseimbangan elektrolit sangat penting untuk fungsi otot, termasuk jantung. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan keseimbangan cairan akibat hipertensi atau obat-obatan tertentu.Asam uratKadar asam urat yang tinggi sering ditemukan pada pasien hipertensi. Pemeriksaan ini bertujuan mengontrol risiko peradangan dan gangguan metabolik lainnya.4. Tes Urin (jika diperlukan)Tes urin dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan mendeteksi proteinuria, yang bisa menjadi tanda awal kerusakan ginjal akibat hipertensi. Pemeriksaan ini bersifat situasional dan akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi awal oleh dokter.Hasil Tes dan InterpretasinyaNah, Sobat Granostic rangkaian pemeriksaan home care hipertensi tersebut akan menghasilkan data faktual dari kondisi kesehatan pasien, khususnya yang berhubungan dengan tekanan darahnya. Hasil pemeriksaan ini pun akan dianalisis oleh tenaga medis dan didiskusikan bersama pasien serta pihak keluarga. Adapun hasil pemeriksaan berupa:1. Status tekanan darahPemeriksaan tekanan darah akan memberikan informasi mengenai status hipertensi pasien, apakah dalam batas normal, termasuk pre-hipertensi, atau sudah mencapai batas hipertensi.Lewat status tekanan darah ini, dokter dan tenaga medis dapat memberikan arahan penanganan, perawatan, dan meresepkan pengobatan jika diperlukan.2. Risiko komplikasiSelain mengetahui status tekanan darah, pemeriksaan hipertensi pada pasien juga akan memungkinkan dokter mendeteksi adanya risiko komplikasi. Dengan demikian, pasien dapat memeroleh pengobatan dan penanganan untuk mencegah komplikasi berkembang lebih jauh.3. Evaluasi pengobatanPemeriksaan hipertensi secara rutin juga dilakukan untuk mengevaluasi pengobatan, melihat efektivitasnya dan perkembangan kondisi pasien.4. Rekomendasi pola hidupHasil pemeriksaan hipertensi juga dapat digunakan untuk mengedukasi pasien mengenai pola hidup yang tepat dan lebih sehat, sehingga dapat mengontrol tekanan darah tinggi.5. Jadwal kunjungan berikutnya untuk evaluasi lanjutanMelalui hasil pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat menganalisis bagaimana kondisi pasien dan kebutuhan perawatan lanjutan. Sehingga dokter dapat merekomendasikan kapan atau jadwal kunjungan berikutnya, untuk kembali menyimak perkembangan pasien.Biaya Layanan Home Care Hipertensi GranosticBiaya layanan home care hipertensi di Granostic ini disesuaikan dengan jenis pemeriksaan yang Anda lakukan. Kami juga menghadirkan paket-paket hemat dengan biaya kompetitif, sehingga Anda dan keluarga dapat memeroleh manfaat dari layanan home hipertensi ini secara maksimal.Untuk informasi lebih lanjut soal biaya layanan home care hipertensi kami, atau pemeriksaan lainnya, Anda dapat langsung konfirmasi lewat tim customer care kami via WhatsApp. Cukup klik tombolnya di bawah, ya!Kelebihan Layanan Home Care Hipertensi Granostic Surabaya1. Tim medis profesional dan ramahKlinik Granostic menghadirkan tim medis profesional, yang dapat mendampingi Anda selama prosedur pemeriksaan dengan ramah dan cekatan. Dengan demikian proses pemeriksaan hipertensi akan terasa lebih nyaman, aman, dan suasana terasa lebih positif.2. Pelayanan cepat dan fleksibel, sesuai jadwal pasienKeunggulan layanan home care kami juga terletak pada pelayanannya yang cepat dan fleksibel. Sehingga pasien dapat melakukan pemeriksaan kapanpun sesuai dengan jadwal pasien.3. Alat medis lengkap, modern, dan sterilLayanan home care hipertensi Granostic juga dapat memberikan pemeriksaan yang komprehensif. Karena kami memiliki alat medis lengkap, modern, dan steril, yang juga dioperasikan oleh teknisi medis bersertifikasi.4. Tersedia rujukan dokter spesialis bila dibutuhkanTak hanya melakukan pemeriksaan atau perawatan sederhana, layanan home care hipertensi ini juga menyediakan rujukan dokter spesialis bila dibutuhkan. 5. Konsultasi online & pelaporan hasil terintegrasiLayanan home care ini juga difasilitasi dengan konsultasi online dan pelaporan hasil terintegrasi. Maksudnya, pasien dan keluarga dapat mengakses hasil pemeriksaan lewat berbagai media yang disediakan secara daring, baik lewat profil pasien di website Granostic atau pemberitahuan via WhatsApp.Hasil pemeriksaan tersebut pun dapat dikonsultasikan online bersama dengan dokter umum llewat pesan WhatsApp dan jika ingin konsultasi dokter spesialis lewat zoom atau datang langsung ke Klinik Granostic . Dengan demikian, pasien tidak perlu pergi ke klinik untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan dengan dokter.6. Edukasi berkelanjutan untuk keluarga pasienLayanan home care hipertensi juga memungkinkan keluarga pasien untuk dapat melakukan sesi diskusi yang lebih personal dan mendetail mengenai kondisi pasien. Dalam sesi ini, dokter juga dapat memberikan edukasi berkelanjutan mengenai perawatan, pengobatan, hingga tindakan medis lainnya yang diperlukan terkait usaha kesembuhan atau kesehatan pasien.7. Cocok untuk lansia, pasien mobilitas terbatas, dan keluarga sibukLayanan ini memudahkan pasien dalam pemeriksaan kesehatan dan hipertensi, karena dilakukan di rumah saja. Sehingga sangat cocok untuk lansia, pasien dengan keterbatasan gerak tubuh, hingga seorang pasien dengan keluarga yang sibuk.Cara Mendaftar Layanan Home Care di GranosticSobat Granostic dapat mengakses layanan home care di Granostic dengan beberapa langkah pendaftaran berikut ini:Hubungi WhatsApp Resmi GranosticLangkah pertama adalah menghubungi tim layanan pelanggan kami melalui WhatsApp resmi Granostic. Tim kami siap melayani dengan ramah dan responsif untuk membantu Sobat mendapatkan layanan yang dibutuhkan.1. Informasikan data pasien & alamat lengkapSetelah terhubung, Sobat akan diminta untuk mengisi data pasien secara ringkas, termasuk nama lengkap, usia, keluhan kesehatan, serta alamat lengkap lokasi kunjungan. Data ini akan digunakan untuk menentukan kebutuhan layanan dan jadwal kunjungan yang tepat.2. Pilih jadwal kunjungan dan layanan yang dibutuhkanTim kami akan memberikan pilihan waktu kunjungan sesuai preferensi Sobat. Selain itu, Anda juga bisa memilih jenis layanan yang dibutuhkan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter, hingga skrining laboratorium lengkap.Sobat juga bisa menyesuaikan jadwal pemeriksaan dengan jadwal praktik dokter yang diinginkan. Misalnya, dokter umum Granostic berpraktik tiap hari Senin hingga Sabtu, dari dokter umum pukul 07.00 WIB pagi s.d pukul 17.00 WIB sore dengan pembagian jam-jam tertentu.Anda dapat menyimak lebih lanjut mengenai jadwal dokter Granostic di sini.3. Tim medis akan datang sesuai waktu yang disepakatiTenaga medis profesional dari Granostic akan datang tepat waktu ke lokasi dengan membawa perlengkapan medis yang higienis dan sesuai standar. Kami memastikan setiap kunjungan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan empati.4. Nikmati perawatan medis aman & nyaman dari rumahSobat bisa menerima pelayanan medis menyeluruh tanpa harus keluar rumah. Kami hadir untuk memberikan rasa tenang bagi pasien dan keluarga dengan pendekatan yang personal, ramah, dan menyeluruh.Lindungi Keluarga Anda dari Komplikasi Hipertensi Sejak DiniNah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai home care hipertensi Granostic yang dapat Anda coba di rumah. Aksesnya yang praktis dan fleksibel, membuat layanan ini cocok untuk Anda yang tak memiliki banyak waktu luang atau kesulitan untuk berobat langsung ke klinik.Padahal skrining hipertensi sendiri sangatlah penting untuk mengontrol tekanan darah pasien, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Sobat, lindungi keluarga Anda dari komplikasi hipertensi dengan rutin cek kesehatan bersama layanan home care klinik Granostic Surabaya!Yuk booking homecare sekarang juga!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Zimlich, R. (2023, September 20). When Is Blood Pressure High Enough to Go to the Hospital? Verywell Health. Review by Dr. Jeffrey S. Lander, MD. Diakses pada 2025.Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Types of Home Health Care Services. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). High Blood Pressure (Hypertension) – Diagnosis & Treatment. Diakses pada 2025.Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Diabetes and High Blood Pressure. Diakses pada 2025.World Health Organization (WHO). (2023, September 1). Hypertension. Diakses pada 2025.Mayo Clinic. (n.d.). High Blood Pressure (Hypertension) – Symptoms & Causes. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 11). Know Your Risk for High Blood Pressure. Diakses pada 2025.
Kapan Sebaiknya Vaksin RSV, Influenza, dan PCV? - Klinik Granostic Surabaya
Meskipun umumnya menimbulkan gejala ringan, tak sedikit kasus infeksi saluran pernapasan yang berujung pada komplikasi serius hingga menyebabkan dampak yang fatal pada kesehatan. Karenanya, melakukan vaksin RSV, Influenza, dan PCV sangatlah penting untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan kita.Selain itu, dengan melakukan vaksinasi ini kita juga dapat mencegah penularan dan penyebaran infeksi saluran pernapasan tertentu, kepada orang di sekitar kita. Apalagi jika kita hidup berdampingan dengan bayi, anak-anak, dan orang tua, yang lebih rentan terinfeksi saluran napas dan berpotensi besar mengembangkannya ke komplikasi yang lebih serius.Lantas apa sih yang dinamakan dengan vaksin RSV, influenza, dan PCV? Apa manfaat dari ketiga vaksinasi tersebut? Lalu kapan baiknya vaksinasi dilakukan?Mari kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Sobat Granostic!Mengenal Vaksin RSV, Influenza, dan PCV1. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)Dalam Bahasa Indonesia disebut virus sinsitial pernapasan, RSV, merupakan virus pernapasan umum yang biasanya menyebabkan gejala ringan seperti flu. Virus ini dapat menginfeksi lansia dan anak-anak, yang menimbulkan gejala serius. Vaksinasi RSV dapat membantu melindungi kita dari infeksi virus RSV tersebut. Prosedur vaksinasi ini sangat direkomendasikan selama kehamilan dan untuk lansia yang memasuki usia 75 hingga 79 tahun.2. Vaksin InfluenzaVaksin influenza merupakan jenis vaksin yang dapat membantu mengurangi risiko terkena influenza, atau yang dikenal juga dengan flu. Namun, vaksin ini hanya dapat melindungi Anda dari beberapa tipe virus flu tersebut.3. Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)Sementara itu vaksin PCV, atau pneumococcal conjugate vaccine, merupakan jenis vaksin yang dapat melindungi saluran pernapasan Anda dari bakteri Streptococcus pneumoniae. Melansir dari Medline Plus bakteri ini penyebab pneumonia, meningitis, dan berbagai infeksi serius.Vaksinasi PCV ini pun direkomendasikan untuk bayi, anak-anak, hingga orang dewasa muda dan lansia, khususnya bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi untuk tertular atau terinfeksi bakteri tersebut.Efektivitas Masing-Masing VaksinRSV: dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi RSV, juga dapat membantu mengurangi risiko masalah pernapasan serius, seperti pneumonia dan bronkiolitis.Influenza: membantu mengurangi risiko terinfeksi virus influenza vaksin ini hadir dalam trivalen (3 strains virus) dan kuadrivalen (4 strains virus).PCV: mengurangi risiko infeksi pneumococcal, mencegah keparahan gejala dan meminimalisir terjadinya komplikasi yang serius.Jadwal Pemeriksaan dan Pemberian VaksinSobat Granostic, ketiga vaksinasi untuk infeksi pernapasan di atas memiliki dosis dan jadwal pemberian yang berbeda. Agar lebih jelas, Anda dapat menyimak tabel jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin berikut ini:Apakah Vaksin RSV, Influenza, dan PCV Bisa Diberikan Bersamaan?Melansir National Health Service (NHS), ketiga vaksinasi ini bisa dapat diberikan secara bersamaan. Namun, untuk orang dengan kondisi medis tertentu atau lansia berusia 75 hingga 79 tahun, vaksin RSV biasanya tidak diberikan secara bersamaan dengan vaksin influenza.Prosedur Pemeriksaan & Pemberian Vaksin di GranosticSobat Granostic dapat melakukan vaksinasi RSV, PCV, dan influenza ini di klinik Granostic Surabaya, loh. Prosedur pemeriksaan dan pemberian vaksin di Granostic juga mudah, efisien, dan ditangani langsung oleh profesional.Yuk, simak alur layanan vaksinasi di Granostic yang dirancang khusus agar Anda merasa aman sejak awal hingga selesai!1. Pendaftaran & Konsultasi AwalLangkah pertama dimulai dengan melakukan pendaftaran melalui WhatsApp resmi atau laman Registrasi Online kami. Setelah itu, Anda akan dijadwalkan untuk sesi konsultasi awal bersama dokter. Di sesi ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi, penyakit kronis, atau riwayat vaksin sebelumnya, semua demi memastikan vaksin yang diberikan tepat dan aman.2. Pemeriksaan Dasar Sebelum VaksinasiSebelum vaksinasi dilakukan, tim medis kami akan memeriksa tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, tekanan darah, serta kondisi umum Anda. Tujuannya adalah memastikan tubuh dalam keadaan fit dan tidak sedang mengalami infeksi atau demam, sehingga vaksin dapat bekerja optimal.3. Pemberian VaksinSetelah dinyatakan siap, vaksin akan diberikan oleh tenaga medis Granostic yang tersertifikasi. Prosedur dilakukan sesuai standar sterilitas yang ketat, cepat, dan minim nyeri. Kami juga akan menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah vaksinasi, supaya Sobat merasa lebih tenang.4. Pemantauan Pasca VaksinSetelah vaksin diberikan, Anda akan diminta untuk beristirahat sejenak di ruang observasi. Tim medis akan memantau apakah ada reaksi tubuh seperti pusing ringan, nyeri lokal, atau gejala lainnya. Dengan sistem pemantauan yang profesional, Anda akan merasa lebih aman selama proses ini.5. Pemberian Kartu & Jadwal LanjutanSebagai penanda bahwa Anda telah menerima vaksinasi, kami akan memberikan kartu vaksin yang berisi informasi jenis vaksin, tanggal pemberian, dan jadwal lanjutan (jika vaksinasi bersifat serial). Dengan ini, Anda tidak perlu bingung kapan harus kembali, semua terdata rapi dan siap dikawal oleh tim Granostic.Biaya Vaksin RSV, Influenza, dan PCV di Granostic SurabayaSetelah menyimak prosedurnya, Anda pasti setuju kalau vaksin RSV, influenza, dan PCV di Granostic Surabaya sangat mudah dan efisien. Namun, bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan?Jangan khawatir, Sobat. Ketiga vaksinasi ini dapat Anda peroleh dalam bentuk paket, yang dikemas dengan harga kompetitif namun menghadirkan layanan super lengkap. Mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi dokter, hingga pemberian vaksinasi oleh ahli.Selain itu, kami juga sering menghadirkan promo pada tanggal-tanggal penting, yang akan membuat harga vaksinasi makin miring. Misalnya, vaksin influenza di klinik Granostic dapat Anda akses mulai dari Rp. 280 ribu saja.Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai harga paket dan keberadaan promo, Anda bisa langsung menghubungi nomor layanan call center kami lewat klik WhatsApp di bawah, ya!Siapa Saja yang Disarankan Mendapatkan Vaksin Ini?1. Bayi & BalitaRentan terhadap pneumonia, flu berat, dan RSVBayi dan balita memiliki kondisi tubuh yang berbeda dengan orang dewasa, salah satunya daya tahan yang masih lemah dan organ-organ tubuh yang masih dalam masa perkembangan.Hal inilah yang kemudian membuat bayi dan balita lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, yang bahkan bisa memberikan gejala yang berat dan berkembang menjadi komplikasi serius. Misalnya pneumonia, flu berat, hingga RSV.Dapat menerima PCV sejak 2 bulan dan influenza sejak 6 bulanKarena lebih rentan, bayi dan anak-anak juga menjadi prioritas penerima vaksinasi PCV dan influenza. Bahkan melansir dari berbagai sumber, vaksin PCV dapat diberikan sejak anak berusia 2 bulan, dan influenza dapat diberikan sejak anak-anak memasuki usia 6 bulan.2. Ibu HamilVaksin RSV dapat diberikan mulai usia kandungan 32 mingguVaksin RSV idealnya diberikan pada ibu hamil saat memasuki usia 32 hingga 36 minggu, yang tujuannya untuk melindungi bayi dari infeksi RSV sejak dilahirkan.Influenza aman untuk ibu hamil di trimester manapunSementara itu, vaksinasi influenza juga aman diberikan pada ibu hamil pada trimester manapun. Justru vaksinasi ini dapat membantu melindungi ibu dari infeksi virus influenza dan meminimalisir gejalanya.3. Lansia >60 TahunBerisiko tinggi terkena pneumonia dan flu komplikatifLansia juga sangat rentan terinfeksi berbagai virus saluran napas yang lebih parah, seperti pneumonia dan flu komplikatif.Disarankan vaksin PCV dan influenza tahunanKarena risiko tinggi ini, lansia direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi PCV dan influenza tahunan.4. Individu dengan Penyakit KomorbidDiabetes, asma, penyakit jantung, ginjal kronis, dan autoimunOrang-orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, asma, penyakit jantung, ginjal kronis, dan autoimun cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Sehingga sangat mudah mengalami infeksi saluran pernapasan, serta mengembangkannya ke kondisi yang lebih serius.Karena itu, orang-orang dengan faktor risiko ini penting melakukan vaksinasi yang dapat melindungi mereka dari infeksi saluran napas, seperti RSV, PCV, hingga influenza.Keunggulan Vaksinasi di Granostic Surabaya1. Fasilitas lengkap & tenaga medis profesionalGranostic Surabaya dilengkapi ruang vaksinasi yang bersih, nyaman, dan berstandar klinis. Selain itu, kami juga memiliki berbagai teknologi medis termutakhir, yang dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan cepat. Dengan demikian dokter dapat memberikan dosis dan jadwal vaksinasi yang sesuai dengan kondisi tubuh pasien.Vaksin diberikan langsung oleh tenaga kesehatan berpengalaman dan tersertifikasi, jadi Anda tidak perlu ragu soal keamanan dan keahlian.2. Layanan cepat, tanpa antreGranostic memahami bahwa waktu Anda sangat berharga. Karena itu, sistem pendaftaran kami dibuat efisien. Begitu Anda datang sesuai jadwal, pemeriksaan hingga pemberian vaksin berlangsung cepat tanpa harus menunggu lama.3. Vaksin resmi BPOMKami hanya menggunakan vaksin yang sudah terverifikasi resmi oleh BPOM. Mulai dari RSV, PCV, hingga influenza, semua vaksin yang kami gunakan dijaga kualitasnya, sehingga aman, terjamin, dan terpercaya.4. Jadwal fleksibelGranostic hadir mengikuti kebutuhan Anda, begitupun soal jadwal pemeriksaan dan pemberian vaksin. Jadwal vaksinasi ini bisa disesuaikan dengan waktu senggang Anda, baik untuk anak, dewasa, maupun lansia. Cukup sesuaikan waktu paling ideal bagi Anda, pilih jadwal dokter umum yang diinginkan, lalu daftarkan. Semudah itu juga kami akan memproses pendaftaran Anda, lalu mengonfirmasi jadwal tersebut.5. Layanan reminder vaksin selanjutnyaTak perlu repot mencatat jadwal lanjutan sendiri, Granostic menyediakan layanan reminder otomatis yang akan mengingatkan Anda kapan waktunya vaksin dosis berikutnya. Jadi, Anda tak perlu takut ketinggalan!Layanan Home Care Vaksin tersedia (by request)Tak sempat ke klinik? Atau tidak ada orang yang dapat dimintai bantuan untuk mengantarkan Anda vaksinasi langsung?Jangan khawatir, Sobat! Karena Granostic juga menyediakan layanan home care vaksin untuk Anda yang menginginkan kenyamanan maksimal. Cukup buat janji, dan tim medis kami akan datang membawa layanan vaksinasi profesional langsung ke rumah.Cara Daftar Vaksinasi di Granostic SurabayaSetelah menyimak keunggulan dan kemudahan layanan vaksinasi di Granostic Surabaya, Anda pasti tidak sabar untuk segera mendaftar, bukan?Untuk mendaftar layanan vaksinasi kami juga sangat mudah, Anda dapat langsung menghubungi layanan call center atau customer service kami di nomor 0822 30 900 900. Atau langsung klik tombol Registrasi Online dan lengkapi data diri Anda.Cegah Lebih Awal, Lebih Hemat, Lebih SehatSeperti kata pepatah: Lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitupula dengan kesehatan, sangat penting untuk merawat kesehatan saluran pernapasan Anda sejak dini dan melindunginya dari potensi infeksi dengan vaksinasi.Karena perawatan dan pengobatan yang dilakukan dapat memakan waktu yang lama, membuat Anda mengeluarkan biaya dan tenaga, yang kadang tidak sedikit jumlahnya.Lebih dari itu, dengan menjaga tubuh kita lewat vaksinasi, Anda juga memastikan bahwa kualitas hidup Anda, anak, dan keluarga lebih optimal. Anak-anak pun dapat tumbuh dengan sehat dan aktif.Yuk, Sobat jaga kesehatan saluran napas Anda dan keluarga dengan melakukan vaksinasi RSV, PCV, dan influenza di klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 4). RSV (Respiratory Syncytial Virus) Immunizations. Diakses pada 2025.National Health Service (NHS). (n.d.). RSV Vaccine. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024, September 11). Immunizations for Respiratory Viruses Prevention. Diakses pada 2025.American Lung Association. (n.d.). Vaccines that Protect Against Respiratory Disease. Diakses pada 2025.World Health Organization (WHO) – Regional Office for the Eastern Mediterranean. (n.d.). Influenza Vaccines. Diakses pada 2025.MedlinePlus. (n.d.). Pneumococcal Conjugate Vaccine. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Pneumococcal Vaccination. Diakses pada 2025.Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (n.d.). Pneumococcal Vaccine Recommendations. Diakses pada 2025.
Apa Itu Lupus? Berikut Penjelasan dan Tantangan Diagnosisnya
Disebut juga sebagai "penyakit seribu wajah", lupus menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi yang cukup besar di Indonesia. Sayangnya, tak banyak orang yang memahami apa itu lupus, gejala, cara mengobati, hingga bagaimana dukungan yang diperlukan oleh penderitanya. Pada dasarnya, lupus merupakan jenis penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensi kasusnya meningkat cukup teratur di Indonesia. Mengutip dari jurnal kesehatan yang diunggah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia memiliki prevalensi kasus lupus sekitar 1.250.000 orang. Lupus juga diketahui sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penderitanya dapat mengalami gejala yang ringan hingga berat, yang dapat mengganggu aktivitas harian mereka. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui segala hal tentang lupus, baik untuk menjaga diri maupun memberikan dukungan bagi penderita lupus di sekitar kita.Lewat artikel ini, Granostic akan membantu Sobat sekalian untuk memahami apa itu lupus dengan mendetail. Mari kita mulai dari pengertian lupus terlebih dahulu. Simak, yuk!Apa Itu Lupus?Nama lainnya, Lupus Eritematosus Sistemik (LES), lupus adalah kondisi autoimun, di mana sistem imun tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Peradangan akibat lupus bisa memengaruhi berbagai sistem tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, hingga paru-paru.Namun, yang membuat lupus cukup sulit dikenali adalah karena gejala-gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Salah satu ciri khas lupus yang cukup dikenal adalah ruam kemerahan di wajah yang membentuk pola seperti kupu-kupu di kedua pipi, tapi tidak semua penderita mengalami gejala ini.Beberapa orang memang memiliki kecenderungan genetik terhadap lupus, dan kondisinya bisa dipicu oleh infeksi, konsumsi obat tertentu, bahkan paparan sinar matahari. Meski lupus belum bisa disembuhkan sepenuhnya, berbagai terapi yang tersedia dapat membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Gejala dan Ciri-Ciri Umum LupusTidak semua pasien lupus mengalami gejala yang sama. Karakteristik dan gejala dapat muncul tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Tingkat keparahannya pun berbeda-beda pada tiap orang, misalnya bergantung pada bagian tubuh mana yang terdampak dari penyakit tersebut.Akan tetapi, ada beberapa gejala umum yang kerap dikeluhkan oleh penderita lupus, seperti:Gejala Umum1. Demam tanpa sebabDemam yang datang tanpa alasan merupakan gejala umum yang sering dialami oleh penderita lupus. Gejala ini dapat terjadi ketika penderitanya mengalami kekambuhan, hingga sebagai gejala infeksi atau peradangan yang terkait dengan kondisi lupus tersebut.2. Kelelahan ekstrem (fatigue)Gejala umum dari penyakit lupus selanjutnya adalah kelelahan ekstrem, yang dapat terjadi karena berbagai faktor. Sebab lupus dapat menyebabkan inflamasi, anemia, gangguan tidur, hingga depresi atau fibromyalgia.3. Nyeri sendi dan ototMelansir dari Hospital for Special Surgery (HSS) 95% penderita lupus mengeluhkan rasa nyeri pada sendi dan otot mereka. Kondisi ini dapat terjadi karena inflamasi pada lapisan sendi yang kemudian menyebabkan pembengkakan, nyeri yang intens, hingga kekakuan.4. Pembengkakan pada tangan atau kakiSeperti yang disinggung sebelumnya, bahwa tak hanya menyebabkan rasa nyeri pada otot maupun sendi, lupus juga dapat memicu pembengkakan akibat peradangan atau inflamasi yang dipicunya.Ciri Khas pada Kulit1. Ruam kupu-kupu di pipi dan hidungRuam kupu-kupu yang muncul di sepanjang area pipi dan hidung adalah salah satu gejala khas dari lupus. Biasanya ruam ini tampak kemerahan, berbentuk kupu-kupu, yang timbul setelah terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama. Sebagian besar penderita lupus mengalami gejala ini, namun ada juga yang tidak.2. Sensitif terhadap sinar matahari Seorang pengidap lupus memiliki kulit yang lebih sensitif terhadap sinar matahari. Ini terjadi karena sistem imun mereka bekerja secara abnormal terhadap sel-sel rusak akibat paparan sinar UV. Padahal seharusnya, ketika sinar UV merusak sel, sistem imun akan membersihkan sel tersebut. Namun pada penderita lupus, hal ini tidak terjadi atau malah menyerang sel-sel yang sehat. Akhirnya, penderita akan mengalami peradangan dan ruam fotosensitif.3. Ruam di kulit kepala, dada, atau punggungRuam lupus tak hanya terjadi pada kulit wajah, melainkan juga dapat berdampak pada kulit kepala, dada, atau punggung penderita.Gejala Organ Dalam1. Sesak napas (paru-paru)Tak hanya pada kulit, lupus juga dapat menyebabkan sesak napas. Gejala ini sangat umum terjadi, terutama jika lupus menyerang paru-paru penderitanya, seperti pada kasus radang selaput dada atau radang paru-paru.2. Nyeri dada (jantung)Namun, jika lupus menimbulkan peradangan pada jantung, maka dapat menimbulkan nyeri dada. Misalnya, pericarditis atau radang selaput jantung, yang dapat memicu rasa nyeri dada yang tajam dan intens saat bernapas. 3. Pembengkakan (ginjal)Lupus juga dapat menyebabkan pembengkakan pada organ dalam, salah satunya ginjal, atau nefritis lupus. Kondisi ini terjadi ketika lupus menyerang dan menyebabkan peradangan pada ginjal, sehingga terjadi kerusakan pada glomerulus.4. Kejang atau gangguan saraf (otak)Jika lupus menyerang saraf otak dan menimbulkan peradangan pada area tersebut, maka penderita dapat mengalami kejang atau gangguan saraf.Gejala Lain1. Sariawan berulangSariawan merupakan kondisi ringan yang sangat umum terjadi, khususnya kalau sistem kekebalan tubuh kita melemah. Pada penderita lupus, mereka dapat mengalami sariawan berulang dapat muncul sebagai reaksi autoimun, perubahan hormon pada pasien, obat-obatan, dan banyak lainnya.2. Rambut rontok parahSelain sariawan berulang atau alopecia, juga merupakan gejala umum dari lupus. Gejala ini timbul akibat inflamasi dan aktivitas sistem imun yang berdampak pada folikel rambut serta kesehatan kulit kepala pasien.3. Penurunan berat badan tanpa sebabSeorang penderita lupus juga dapat mengalami penurunan berat badan tanpa sebab. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh menurunya nafsu makan secara drastis, masalah pada pencernaan, hingga efek samping dari pengobatan lupus.Gejala-gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba, memburuk, kemudian membaik (flare-up dan remisi).Penyebab Lupus - Multifaktor dan Belum Sepenuhnya DiketahuiPenyebab pasti penyakit lupus hingga kini belum diketahui dengan pasti. Namun, kombinasi dari faktor genetik, hormon, lingkungan, dan penggunaan obat-obatan tertentu diyakini dapat menjadi pemicu kondisi ini.Lebih detailnya, Sobat bisa simak beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko lupus berikut ini.1. GenetikFaktor genetik disinyalir menjadi penyebab utama seseorang dapat mengembangkan lupus. Melansir dari Cleveland Clinic, orang dengan mutase genetik tertentu dapat meningkatkan risiko mereka terkena lupus.2. HormonSelain faktor genetik, perubahan atau reaksi hormon dalam tubuh seseorang, utamanya hormon estrogen, juga meningkatkan risiko berkembangnya lupus.3. LingkunganKondisi lingkungan tempat tanggal dan Berapa banyak paparan polusi atau sinar UV, juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena lupus. 4. Obat-obatanLupus juga dapat dipicu oleh penggunaan beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah, pereda gejala, hingga antibiotik. Orang-orang yang mengembangkan lupus karena obat-obatan ini biasanya akan membaik setelah mereka berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. Namun, sangat jarang terjadi gejala lupus ini akan bertahan lama setelah pengobatan dihentikan.Tantangan dalam Diagnosis LupusSobat Granostic, kasus lupus di Indonesia memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Namun, banyak orang yang belum teredukasi dan mengetahui bagaimana gejala atau penanganan penyakit ini.Ini terjadi, salah satunya, karena adanya berbagai tantangan dalam diagnosis lupus, seperti:1. Tidak ada satu tes pastiDiagnosis lupus cenderung sukar dilakukan karena tidak ada tes spesifik yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi penyakit ini. Prosedur diagnosis biasanya menjadi bagian dari diagnosis yang berbeda.Hal ini berarti, dokter mungkin menggunakan beberapa tes sekaligus untuk memastikan apa yang menyebabkan gejala tersebut muncul hingga akhirnya mendiagnosis Anda dengan lupus.2. Gejalanya menyerupai penyakit lainSelain butterfly rash-nya, lupus juga memiliki gejala yang sangat umum dan menyerupai penyakit lain. Sehingga sulit untuk diidentifikasi dari gejalanya saja.3. Penderita sering terlambat menyadari gejala awalKarena kurangnya edukasi, deteksi dan diagnosa yang sulit, membuat penderita sering terlambat menyadari gejala awal lupus. Hal ini menyebabkan penderita tidak mendapatkan perawatan yang tepat sedini mungkin, yang berpengaruh pada efektivitas pengobatan.Oleh karena itu, diagnosis lupus memerlukan pendekatan menyeluruh:Wawancara medis & riwayat gejalaTahapan awal dalam diagnosis lupus biasanya diawali dengan diskusi mendalam antara pasien dan dokter mengenai keluhan yang dirasakan, riwayat gejala yang pernah dialami, serta riwayat kesehatan keluarga. Karena lupus bisa memengaruhi berbagai organ sekaligus, penting bagi dokter untuk menggali keluhan sekecil apa pun, mulai dari nyeri sendi, kelelahan kronis, hingga munculnya ruam di kulit. Tahap ini membantu dokter menyusun gambaran awal dan memutuskan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.Pemeriksaan fisik menyeluruhPemeriksaan fisik menjadi langkah penting untuk mengamati langsung tanda-tanda klinis yang mungkin mengarah pada lupus. Dokter akan memeriksa kondisi kulit, sendi, tekanan darah, dan tanda-tanda peradangan lainnya. Jika ditemukan ruam khas seperti butterfly rash, rambut rontok, atau pembengkakan sendi, hal ini bisa menjadi petunjuk awal bahwa pasien mungkin mengidap penyakit autoimun.Pemeriksaan laboratorium: termasuk tes ANA (antinuclear antibody), Anti-dsDNA, Anti-Sm, dan tes fungsi organLangkah ini bertujuan mendeteksi kelainan imunologi yang khas pada lupus. Beberapa tes penting yang dilakukan di antaranya:Tes ANA (Antinuclear Antibody): Merupakan salah satu tes penanda autoimun yang paling umum. Hasil positif ANA menjadi titik awal untuk mempertimbangkan lupus, meskipun juga bisa muncul pada kondisi autoimun lainnya.Anti-dsDNA & Anti-Sm: Tes ini lebih spesifik untuk lupus. Jika hasilnya positif, maka kemungkinan besar pasien memang mengalami lupus sistemik (SLE).Tes Fungsi Organ (seperti ginjal dan hati): Karena lupus dapat menyerang organ dalam, pemeriksaan seperti ureum, kreatinin, enzim hati, hingga hitung darah lengkap penting untuk mengevaluasi sejauh mana organ tubuh terpengaruh.Seluruh tes ini biasanya dilakukan secara bertahap dan dikaji bersama oleh dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi.Imaging/USGJika dicurigai adanya gangguan pada organ dalam seperti radang pada paru, jantung, atau ginjal. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan tambahan berupa USG abdomen, rontgen dada, atau bahkan MRI. Imaging ini berfungsi untuk melihat secara langsung kondisi jaringan dan fungsi organ dalam tubuh pasien, serta mendeteksi adanya kerusakan atau peradangan yang tidak tampak secara fisik.Apakah Lupus Bisa Disembuhkan?Sayangnya hingga kini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan lupus secara total. Prosedur pengobatan yang ada dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi keparahan dan mengatasi gejala, mencegah kerusakan organ, menghindari flare-up, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.Tujuan pengobatan lupus adalah:1. Mengurangi gejalaPengobatan lupus sangat berkaitan dengan gejala yang muncul. Dokter dapat menganalisis dan menentukan pengobatan yang tepat untuk membantu meminimalisir gejala, serta mencegah peradangan menjadi lebih buruk dan berdampak fatal bagi organ-organ pasien.2. Mencegah kerusakan organSelain mengurangi gejala yang timbul, pengobatan lupus juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan organ. Sebab lupus dapat menimbulkan peradangan yang langsung bisa menyebabkan masalah serius pada organ yang diserang, seperti pada jantung, ginjal, hingga paru-paru Anda.3. Menghindari flare-upFlare-up merupakan periode di mana gejala lupus menjadi memburuk atau kembali lagi setelah sebelumnya mereda. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit, peradangan, hingga kerusakan organ tubuh. Gejala-gejala ini tak hanya dapat mengganggu aktivitas hariannya, namun juga dapat berdampak fatal bagi kesehatan penderita lupus. Karena itu, pengobatan lupus juga dikonsentrasikan membantu mengontrol kondisi penderitanya dan mencegah terjadinya flare-up.4. Meningkatkan kualitas hidupPengobatan lupus secara umum dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Misalnya meminimalisir kekambuhan dan meredakan gejala yang timbul, sehingga penderita lupus dapat melakukan aktivitas harian mereka senormal mungkin.Jenis Pengobatan yang Umum Digunakan1. KortikosteroidObat seperti prednison dan metilprednisolon kerap digunakan untuk mengontrol peradangan aktif, terutama bila lupus menyerang organ vital seperti ginjal atau otak. Meski cukup efektif, penggunaan steroid dosis tinggi dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek samping. Mulai dari penambahan berat badan, pengeroposan tulang, tekanan darah tinggi, hingga peningkatan risiko infeksi. Karena itu, dokter akan menyesuaikan dosis seefisien mungkin agar manfaatnya maksimal dan risikonya tetap terkendali.2. ImunosupresanPada kasus lupus yang berat, dokter bisa meresepkan obat imunosupresif seperti azathioprine, mycophenolate mofetil, methotrexate, atau cyclosporine. Obat-obatan ini bekerja dengan cara memperlambat respons sistem imun yang menyerang tubuh sendiri.Namun, penggunaannya perlu pemantauan ketat karena dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan hati, masalah kesuburan, bahkan risiko kanker pada jangka panjang.3. Obat antimalariaObat seperti hidroksiklorokuin (Plaquenil), meskipun awalnya ditujukan untuk malaria, ternyata punya peran besar dalam menstabilkan gejala lupus. Obat ini membantu mengurangi kekambuhan dan nyeri sendi, serta memperbaiki keluhan kelelahan. Namun, penggunaannya tetap perlu diawasi karena dalam kasus yang sangat jarang, bisa memengaruhi retina mata. Pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan selama pengobatan berlangsung.4. Obat biologisSalah satu terapi terbaru adalah belimumab (Benlysta), yang diberikan melalui infus. Obat ini bekerja dengan menarget protein tertentu dalam sistem imun yang memicu peradangan. Beberapa pasien merasakan perbaikan gejala setelah terapi ini, meski efek samping seperti mual, infeksi ringan, atau gangguan mood seperti depresi tetap perlu diwaspadai.Cara Mengatasi Lupus - Tips Gaya Hidup SehatSelain menggunakan berbagai pengobatan medis di atas, gejala lupus dapat dikontrol dan diatasi dengan beberapa tips gaya hidup sehat berikut ini:1. Kelola StresStres berlebihan atau kecemasan yang tidak terkontrol juga bisa memicu kambuhnya gejala lupus. Karena itu, Anda dapat mencoba untuk mengelola stres dengan baik untuk mencegah kekambuhan dan flare-up.2. Hindari Paparan Sinar Matahari BerlebihKarena paparan sinar ultraviolet dapat memicu flare-up, Anda perlu mengenakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari paparan langsung. Misalnya menggunakan pakaian panjang dan mengaplikasikan tabir surya, yang setidaknya memiliki SPF 55 setiap kali akan pergi ke luar rumah.3. Istirahat CukupAnda juga perlu memastikan untuk istirahat dengan cukup, yakni setidaknya selama 7–8 jam sehari. Sebab beristirahat dapat membantu mengurangi rasa lelah yang Anda rasakan, mencegah kambuhnya penyakit, dan menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.4. Pola Makan Anti-InflamasiPola makan yang sehat pada dasarnya memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan tubuh kita, Sobat. Begitupula dalam mengontrol gejala lupus, Anda dapat mengubah pola makan dengan mengonsumsi menu-menu sehat seperti buah-buahan, sayuran, hingga biji-bijian utuh.Anda juga direkomendasikan untuk menghindari makanan yang dapat menimbulkan peradangan (inflamasi). Melansir dari WebMD.com, jenis-jenis makanan tersebut misalnya makanan olahan, gorengan, daging merah, lemak hewani, hingga produk susu berlemak tinggi seperti susu murni, krim, keju, mentega, dan es krim. 5. Rutin Cek KesehatanMelakukan pemeriksaan rutin juga sangat direkomendasikan untuk penderita lupus, dengan tidak hanya memeriksakan diri ketika gejala timbul. Ini karena, pemeriksaan rutin dapat mengontrol dan mencegah gejala kambuh, serta dapat membantu mengatasi masalah kesehatan rutin, seperti stress, pola makan, hingga olahraga yang dapat mencegah komplikasi lupus.Apakah Lupus Bisa Dicegah?Melansir dari Cleveland Clinic, lupus tidak dapat dicegah karena ahli belum menemukan penyebab utama dari penyakit ini. Namun, Anda dapat mengontrol kesehatan tubuh secara berkala dan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendeteksi dini risiko lupus, apalagi jika Anda memiliki keluarga atau orangtua yang mengidap penyakit ini.Pentingnya Screening Lupus dan Autoimun di Granostic SurabayaUntuk mendeteksi lupus sejak dini, pemeriksaan laboratorium menjadi kunci. Di Granostic Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap yang dapat menjadi deteksi dini lupus dan autoimun, loh.Mendeteksi dini risiko mengembangkan lupus dapat membantu Anda untuk mencegah gejala terbentuk, meminimalisir risiko terjadinya komplikasi atau kerusakan organ karena penyakit ini. Anda bisa melakukan booking screening melalui Whatsapp kami.Baca juga mengenai, Apa Saja Dukungan Psikososial bagi Pengidap Lupus? Ini Daftar Lengkapnya.Kapan Sebaiknya Melakukan Tes Lupus?Dikenal sebagai penyakit yang sulit dideteksi, banyak orang yang terlambat menyadari dirinya mengidap penyakit lupus dan akhirnya tidak mendapatkan perawatan sedini mungkin. Namun, dengan mengetahui kapan sebaiknya melakukan tes lupus, Anda dapat mencegah dan mengontrol gejalanya dengan baik.Berikut ini beberapa kondisi yang jadi alarm bagi Anda untuk segera melakukan tes lupus:1. Demam yang tidak kunjung turunJika tubuh sering mengalami demam ringan hingga sedang tanpa penyebab yang jelas, dan tak kunjung membaik dengan obat biasa, ini bisa jadi sinyal bahwa sistem imun sedang menyerang tubuh sendiri. Kondisi ini umum ditemukan pada penderita lupus sebagai bagian dari reaksi peradangan sistemik.2. Nyeri sendi berulang tanpa sebabSering merasa nyeri atau kaku pada persendian, terutama di pagi hari? Mungkin Anda tidak mengalami cedera, tapi sendi terasa nyeri, bengkak, atau kaku secara berulang. Gejala seperti ini bisa mengarah pada lupus, terutama bila terjadi bersamaan dengan keluhan sistemik lainnya.3. Ruam di wajah atau kulit sensitif terhadap matahariCiri khas lupus yang paling dikenal adalah ruam berbentuk kupu-kupu di area pipi dan hidung. Namun, lupus juga dapat memicu reaksi kulit yang sensitif terhadap paparan sinar matahari. Jika kulit Anda mudah kemerahan, gatal, atau timbul ruam setelah terkena sinar matahari, jangan anggap remeh. Sebab ini bisa menjadi petunjuk awal lupus.4. Kelelahan ekstrem yang tidak wajarMerasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup istirahat bisa jadi tanda tubuh sedang melawan peradangan dari dalam. Kelelahan ekstrem adalah salah satu keluhan paling umum pada penderita lupus, dan sering kali diabaikan karena dianggap hanya kelelahan biasa.5.Rambut rontok berlebihanMeski rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, kerontokan yang tidak wajar dan terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti ruam atau nyeri sendi, perlu diwaspadai. Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh bisa menyerang folikel rambut, menyebabkan kerontokan yang merata dan sering sulit diatasi dengan perawatan biasa.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai apa itu lupus, penyebab, cara perawatan dan pengobatannya. Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan tes kesehatan secara rutin, dan segera lakukan skrining lupus bila Anda merasakan satu atau beberapa gejala umum dari penyakit ini di klinik Granostic Surabaya.Bersama dokter berpengalaman kami, Anda dapat memeroleh pemeriksaan kesehatan menyeluruh, mengakses teknologi kesehatan yang canggih dan modern, sehingga memeroleh hasil dan diagnosa yang akurat.Anda juga dapat merencanakan pengobatan dan kontrol kondisi lupus bersama dokter, sehingga gejala dapat terkontrol dengan baik.Yuk, jaga kesehatan tubuh Anda dengan deteksi dini lupus bersama klinik Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lupus: Diagnosis and Treatment. Diakses 2025.Cleveland Clinic. (n.d.). Lupus. Diakses 2025.Lupus Foundation of America. (n.d.). What is Lupus?. Diakses 2025.WebMD. (n.d.). Nutrition and Diet with Lupus. Medically Reviewed by David Zelman, MD. Diakses 2025.Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. (n.d.). Situasi Lupus di Indonesia. Diakses 2025.Hospital for Special Surgery (HSS). (n.d.). Lupus and Fatigue. Review by Dr. Jessica R. Berman, MD. Diakses 2025.Rachman, A. (2019). Hubungan antara Dukungan Sosial dan Penerimaan Diri terhadap Kualitas Hidup Penderita Lupus. Thalamus, Vol. 5, No. 1. Diakses 2025.
Apa Saja Dukungan Psikososial bagi Pengidap Lupus? Ini Daftar Lengkapnya
Tahukah Sobat Granostic, bahwa penderita lupus sangat rentan mengalami depresi? Ya, kondisi ini terjadi karena periode kekambuhan yang dapat datang kapan saja, serta prosedur pengobatan yang memerlukan waktu, biaya, dan tenaga besar. Karena itulah, dukungan emosional atau psikososial sangatlah penting bagi penderita lupus.Sebelumnya, dukungan psikososial merupakan serangkaian Tindakan dan strategi yang dilakukan untuk membantu menjaga kesejahteraan psikologis serta social individu, keluarga, dan masyarakat. Dalam praktiknya, dukungan ini juga melibatkan pemenuhan kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual, sehingga dapat membantu individu tersebut dalam bertahan serta menangani suatu masalah dalam situasi krisis atau saat menghadapi kesulitan.Nah, pasien lupus yang rentan mengalami stres dan depresi akibat pengobatan maupun gejala yang kambuh-reda-kambuh, tentu membutuhkan dukungan psikososial ini. Namun, bagaimana sih dukungan tersebut dapat membantu mereka? Serta apa saja contoh dukungan yang dapat kita berikan pada penderita lupus?Langsung simak penjelasan dari Granostic berikut ini, ya, Sobat!Mengapa Dukungan Psikososial Sangat Penting Bagi Penderita Lupus?Hingga kini, banyak dari kita yang menyepelekan pentingnya dukungan psikososial dalam proses pengobatan dan pemulihan pasien, termasuk pada penderita lupus. Padahal dukungan ini dapat membantu memberikan optimisme pada penderita untuk terus melakukan pengobatan secara teratur, meningkatkan kesehatan tubuh mereka, hingga mengendalikan stress yang dapat memicu kekambuhan lupus.Dukungan ini juga sangat penting diberikan pada penderita lupus karena beberapa alasan berikut ini:1. Rasa sakit kronisLupus merupakan kondisi medis yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Gejala dari penyakit ini dapat dikontrol namun juga dapat timbul dalam keadaan tertentu, misalnya saat bersentuhan dengan pemicunya, seperti paparan sinar ultraviolet, obat-obatan tertentu, ataupun stres.Rasa sakit yang kronis, atau berkepanjangan, ini dapat menyebabkan penderita lupus rentan mengalami kejenuhan dan stres saat menjalani pengobatan. Karenanya, dukungan mental dan emosional dari orang-orang di sekelilingnya berperan besar untuk membuat penderita lupus tetap optimis. 2. Kelelahan ekstremLupus juga menyebabkan kelelahan ekstrem, yang bisa dirasakan hampir setiap saat. Gejala ini dapat membuat penderita lupus merasa tidak bersemangat, juga mengganggu aktivitas harian mereka.Dengan dukungan psikososial dari orang-orang terdekat, penderita lupus dapat menghadapi situasi ini dengan lebih baik, mereka juga bisa melakukan aktivitas harian seoptimal mungkin.3. Stigma sosialLupus adalah masalah kesehatan yang cukup serius, karena itu ada banyak stigma dan mitos-mitos tidak akurat yang berkembang di masyarakat mengenainya. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri dan membuat mereka merasa tidak berharga.Adanya dukungan psikososial dari lingkungan mereka akan membantu penderita lupus untuk mengelola perasaan-perasaan negatif tersebut. Dengan demikian mereka dapat menjalani proses pengobatan dan aktivitas harian mereka dengan lebih positif.4. Keterbatasan aktivitas sosial dan pekerjaanPenderita lupus pasti mengalami banyak perubahan dalam kehidupan mereka. Termasuk timbulnya keterbatasan aktivitas sosial dan pekerjaan, akibat gejala yang dapat kambuh kapan saja tersebut.5. Ketidakpastian masa depanKarena tidak adanya pengobatan lupus yang dapat menyembuhkan pasien secara total, penderitanya kerap merasa memiliki ketidakpastian masa depan. Hal ini tentu akan memengaruhi penderita lupus memandang harapan hidup mereka, mudah jenuh dan pesimistik dengan pengobatan yang dilakukan, sehingga perawatan tak berjalan optimal.Dengan dukungan dari berbagai pihak, penderita lupus dapat memeroleh semangat mereka kembali. Serta memandang kondisi mereka dalam sudut pandang yang lebih optimistik.Dampak Psikologis Lupus: Data dan FaktaSobat Granostic, lupus tak hanya menimbulkan gejala fisik yang mengganggu dan menyakitkan pasien, namun juga memberikan dampak psikologis tersendiri. Berikut ini adalah data dan fakta mengenai dampak psikologis lupus:Data-data di atas menunjukkan bahwa masalah psikologis sangat bertalian erat dengan penyakit lupus. Tak hanya jadi pemicu flare-up, pasien lupus juga dapat mengembangkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, depresi, hingga gangguan kognitif.Jenis Dukungan Psikososial yang Diperlukan Pasien LupusMenyimak betapa erat kaitan antara kesehatan mental dan penyakit lupus, tentu Anda juga memahami bahwa memberikan dukungan psikososial sangatlah penting untuk kita lakukan pada pasien lupus.Namun apa saja bentuk atau jenis dukungan psikososial yang diperlukan dan dapat diberikan pada pasien lupus? Berikut penjelasannya, Sobat!1. Konseling Psikologis TerstrukturPenderita lupus sering kali mengalami rasa cemas, frustrasi, hingga depresi karena gejalanya yang fluktuatif. Dalam kondisi ini, konseling psikologis yang dilakukan oleh profesional bisa membantu pasien memahami emosinya, menerima kondisinya, dan membangun mekanisme koping yang sehat.Terapi yang dimaksud bisa berbentuk konseling individu, terapi kognitif perilaku (CBT), atau psikoterapi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.2. Dukungan KeluargaKeluarga adalah sistem pendukung pertama yang paling dibutuhkan pasien lupus. Ketika keluarga hadir dengan empati, mendengarkan tanpa menghakimi, serta ikut terlibat dalam proses perawatan, hal ini memberi dampak besar bagi motivasi dan stabilitas emosional pasien. Dukungan ini juga meliputi bantuan praktis sehari-hari seperti mengingatkan jadwal obat atau menemani ke klinik.3. Kelompok Dukungan (Support Group)Tak hanya didapat dari keluarga, dukungan psikososial ini juga bisa pasien peroleh melalui support group, yang terdiri dari sesama penyintas lupus. Memang apa bedanya?Bertemu dengan sesama penyintas lupus dapat menjadi pengalaman yang sangat memberdayakan. Melalui support group, pasien bisa saling berbagi cerita, strategi bertahan, hingga motivasi hidup. Ini memberi rasa bahwa mereka tidak sendiri, sekaligus membuka ruang diskusi yang aman dan penuh pemahaman.4. Pendidikan Kesehatan PasienPengetahuan adalah kunci dalam mengendalikan lupus, juga untuk dapat memahami apa yang dibutuhkan dan dirasakan oleh pasien dengan lebih baik. Karena itu, saat ingin memberikan dukungan psikososial, kita juga perlu mengedukasi diri dan orang lain mengenai penyakit lupus. Edukasi ini meliputi segala hal tentang penyakit, pemicu flare-up, pentingnya konsumsi obat secara teratur, dan gaya hidup yang dianjurkan bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kesehatannya. Pelatihan ini bisa diberikan melalui seminar, brosur, atau sesi edukatif di klinik.5. Pendampingan SpiritualitasBagi banyak pasien, aspek spiritual memberikan kekuatan dalam menghadapi penyakit kronis. Dukungan spiritual tidak harus beragama, melainkan bisa berupa pendampingan dalam menemukan makna hidup, menerima kondisi diri, dan membangun harapan. Pendampingan ini bisa dilakukan oleh konselor spiritual atau tokoh agama sesuai kepercayaan pasien.6. Rehabilitasi Sosial dan KarierSobat Granostic, lupus kadang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk dalam pekerjaan. Rehabilitasi sosial dan vokasional bertujuan membantu pasien beradaptasi dengan lingkungan kerja atau sosial baru, menyesuaikan beban aktivitas, dan membangun kembali rasa percaya diri. Ini penting agar pasien tetap bisa produktif tanpa membahayakan kondisi kesehatannya.7. Manajemen Stres dan RelaksasiHubungan lupus dan stres sangatlah erat, keduanya bisa saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya, stres berlebihan dapat memicu flare pada lupus. Sebaliknya, sifat lupus yang kronis dan berbagai stigma yang menyertainya, juga dapat menimbulkan rasa cemas dan stres pada pasien setelah didiagnosa lupus.Karena itu, pasien perlu dibekali dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga ringan, atau mindfulness. Terapi musik atau seni juga bisa membantu meredakan beban emosional. Program manajemen stres ini dapat dibimbing oleh psikolog atau terapis kesehatan secara komprehensif.8. Telekonseling & Dukungan DigitalRasa menekan akibat stres dan depresi pada pasien lupus dapat terjadi kapan saja, sehingga dibutuhkan sebuah sistem dukungan yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Telekonseling dan dukungan digital dapat menjawab masalah ini.Pada era modern dan perkembangan teknologi digital yang makin pesat ini, akses ke layanan psikososial bisa lebih mudah dengan adanya telekonseling. Pasien dapat berkonsultasi dari rumah melalui video call, chat, atau aplikasi kesehatan. Selain itu, platform digital juga bisa menjadi media edukasi, pengingat minum obat, hingga ruang interaksi komunitas online.Peran Granostic Surabaya dalam Layanan Lupus TerpaduGranostic sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu di Surabaya dapat memberikan penanganan penyakit lupus yang menyeluruh dan lengkap. Mulai dari pemeriksaan medis untuk kontrol dan diagnosa awal, pendampingan dari tim medis profesional, hingga dukungan psikososial untuk memaksimalkan pengobatan dan menjaga api semangat pasien selama prosedur perawatan.Layanan psikososial yang dimaksud adalah konseling bersama ahli, edukasi kondisi lupus pada keluarga dan pasien lupus langsung, layanan home care untuk pemeriksaan kesehatan di rumah, hingga menyediakan telekonseling dan dukungan digital bagi pasien.Semua layanan ini bersifat terpadu, yang langsung dapat pasien akses begitu memeriksakan dirinya di klinik Granostic Surabaya. Kami juga hanya memberikan pelayanan terbaik, ramah, dan hangat agar pasien tetap merasa nyaman serta tenang ketika menjalani prosedur pengobatan.Karena kami yakin, jiwa dan mental pasien yang sehat akan berdampak juga pada pemulihan tubuh mereka.Lupus Bukan Akhir, Tapi Awal Perjalanan BaruSobat Granostic, menerima diagnosis lupus bukanlah hal yang mudah. Perasaan bingung, takut, atau bahkan putus asa sangatlah normal Anda rasakan. Kami mungkin tak sepenuhnya bisa merasakan apa yang Anda alami, tapi kami percaya bahwa setiap orang yang hidup dengan lupus punya kekuatan luar biasa dalam dirinya.Lupus memang mengubah banyak hal, tapi bukan berarti mengakhiri segalanya. Justru di titik inilah perjalanan baru dimulai, yakni perjalanan menuju pemahaman diri, perawatan penuh kesadaran, dan gaya hidup yang lebih terarah. Lebih pentingnya lagi: Anda tidak harus melakukannya sendiri. Karena Granostic hadir untuk menjadi rekan setia dalam setiap langkah Anda. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, pengobatan yang terintegrasi, serta dukungan psikososial yang manusiawi, kami ingin memastikan bahwa Anda mendapatkan pengalaman medis yang bukan hanya efektif, tapi juga penuh kepedulian.Bila Anda mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan lupus, seperti dalam penjelasan di atas, langsung hubungi Whatsapp Granostic dan jadwalkan konsultasi bersama dokter kami.Selanjutnya, bersama dokter Anda dapat menjalani proses skrining lupus yang mendalam dan menyeluruh. Kemudian dokter dapat meresepkan obat dan memberikan edukasi seputar kondisi medis Anda dengan rinci.Yuk, hadapi lupus dengan optimis dan pikiran positif bersama layanan kesehatan Granostic Surabaya!Ditinjau Oleh:Dr. Aji WibowoSumber Referensi:Mayo Clinic. (n.d.). Lupus – Diagnosis and Treatment. Ditulis dan ditinjau oleh tim medis Mayo Clinic. Diakses 2025Medical News Today. (2023). How to help someone with lupus. Artikel ditinjau secara medis oleh Dr. Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). Lupus and Depression: Know the Signs and How to Get Help. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). Build the Support System You Need to Cope With Lupus. Diakses 2025Lupus Foundation of America. (n.d.). What is Lupus?. Diakses 2025WebMD. (n.d.). Psychosocial Aspects of Lupus. Ditinjau oleh tim medis WebMD. Diakses 2025Lupus Research Alliance. (n.d.). 5 Facts About Lupus & Mental Health. Diakses 2025Xiang, Y., et al. (2023). Depression and anxiety in patients with systemic lupus erythematosus: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychiatry, 13:1045606. Diakses 2025Healthline. (2022). Lupus and Stress: Managing Mental and Emotional Health. Artikel ditinjau oleh Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Healthline. (2022). Lupus and Early Trauma. Ditinjau oleh Dr. Angelica Balingit, MD. Diakses 2025Zeng, L., et al. (2022). The impact of psychological stress on lupus patients: mechanisms and interventions. Frontiers in Immunology, 13:896937. ditulis oleh Zeng, L., et al. Diakses 2025
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message