Urea Breath Test: Pemeriksaan untuk Mendeteksi Bakteri Lambung
02 Juli 2026
Urea breath test adalah pemeriksaan napas yang digunakan untuk membantu mendeteksi infeksi aktif Helicobacter pylori atau H. pylori di dalam lambung. Pemeriksaan ini tidak memerlukan pengambilan darah, endoskopi, maupun sampel jaringan. Pasien hanya perlu memberikan sampel napas sebelum dan setelah mengonsumsi larutan atau tablet yang mengandung urea khusus. Apabila H. pylori terdapat di dalam lambung, aktivitas bakteri tersebut akan menghasilkan karbon dioksida yang dapat terdeteksi pada napas. Apa Itu Urea Breath Test? Urea breath test atau tes napas urea merupakan pemeriksaan noninvasif yang memanfaatkan kemampuan H. pylori dalam menghasilkan enzim urease. Saat pemeriksaan, pasien diminta mengonsumsi urea yang telah diberi label isotop karbon. Jika H. pylori terdapat di dalam lambung, enzim urease dari bakteri akan memecah urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Karbon dioksida tersebut kemudian: Diserap ke dalam aliran darah. Dibawa menuju paru paru. Dikeluarkan melalui napas. Diukur menggunakan alat khusus. Peningkatan karbon dioksida berlabel pada sampel napas setelah pasien mengonsumsi urea dapat menunjukkan adanya aktivitas H. pylori di dalam lambung. Apakah Urea Breath Test Menggunakan Zat Radioaktif? Urea breath test dapat menggunakan isotop karbon 13 atau karbon 14, tergantung sistem pemeriksaan yang tersedia. Karbon 13 atau 13C: merupakan isotop stabil yang tidak bersifat radioaktif. Jenis ini banyak digunakan dalam pemeriksaan napas modern. Karbon 14 atau 14C: merupakan isotop radioaktif yang digunakan dalam jumlah sangat kecil. Penggunaannya memiliki pertimbangan khusus, terutama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak. Pasien sebaiknya menanyakan jenis urea breath test yang digunakan oleh fasilitas pemeriksaan, khususnya apabila sedang hamil, menyusui, atau pemeriksaan akan dilakukan pada anak. Kapan Urea Breath Test Diperlukan? Dokter dapat merekomendasikan urea breath test ketika perlu mengetahui apakah seseorang memiliki infeksi aktif H. pylori. Pemeriksaan dapat dipertimbangkan pada beberapa kondisi berikut: Keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati yang berulang. Riwayat tukak lambung atau tukak duodenum. Dugaan infeksi H. pylori berdasarkan gejala dan riwayat medis. Anggota keluarga serumah dari pasien dewasa yang telah terdiagnosis H. pylori. Kondisi tertentu yang meningkatkan risiko penyakit lambung. Pemeriksaan ulang setelah terapi eradikasi H. pylori selesai. Urea breath test bukan pemeriksaan skrining rutin untuk semua orang tanpa gejala atau faktor risiko. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter dan ketika hasil positif akan ditindaklanjuti dengan pengobatan. Urea Breath Test untuk Memastikan Keberhasilan Pengobatan Gejala yang membaik setelah pengobatan tidak selalu berarti H. pylori sudah benar benar hilang. Karena itu, pasien yang telah menyelesaikan terapi eradikasi perlu menjalani pemeriksaan ulang atau test of cure. American College of Gastroenterology merekomendasikan pemeriksaan keberhasilan terapi dilakukan minimal empat minggu setelah antibiotik selesai. Urea breath test, tes antigen feses, atau pemeriksaan berbasis biopsi dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Persiapan Sebelum Urea Breath Test Persiapan yang tepat sangat penting karena makanan dan obat tertentu dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Secara umum, pasien mungkin akan diminta untuk: Berpuasa sebelum pemeriksaan sesuai petunjuk klinik. Menghentikan obat proton pump inhibitor atau PPI sekitar dua minggu sebelum tes. Menghentikan antibiotik sekitar empat minggu sebelum tes. Menghentikan obat yang mengandung bismut sekitar empat minggu sebelum tes. Memberi tahu dokter mengenai seluruh obat, vitamin, dan suplemen yang sedang dikonsumsi. Memberi tahu petugas apabila sedang hamil atau menyusui. Memberi tahu petugas apabila memiliki alergi terhadap bahan tertentu atau kondisi medis khusus. Beberapa alat pemeriksaan mensyaratkan puasa sedikitnya satu jam, sedangkan protokol lain dapat meminta waktu puasa berbeda. Jangan menghentikan obat maag atau obat resep lainnya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bagaimana Prosedur Urea Breath Test Dilakukan? Prosedur urea breath test umumnya sederhana dan dapat diselesaikan tanpa rawat inap. 1. Pengambilan sampel napas awal sebagai pembanding Pasien diminta mengembuskan napas ke dalam kantong atau wadah khusus. Sampel pertama ini digunakan sebagai nilai dasar untuk mengukur kadar karbon dioksida sebelum pasien mengonsumsi urea. 2. Mengonsumsi larutan atau tablet urea berlabel karbon Setelah sampel awal diambil, pasien diminta menelan larutan, kapsul, atau tablet yang mengandung urea berlabel karbon. Bahan ini akan bereaksi dengan enzim urease apabila terdapat bakteri H. pylori di dalam lambung. 3. Menunggu proses pemecahan urea di dalam lambung Pasien kemudian diminta duduk dan menunggu sesuai durasi yang ditentukan oleh alat pemeriksaan. Pada beberapa sistem, waktu tunggu berlangsung sekitar 15 menit. Namun, durasinya dapat berbeda tergantung metode dan perangkat yang digunakan. 4. Pengambilan sampel napas setelah konsumsi urea Setelah waktu tunggu selesai, pasien kembali mengembuskan napas ke dalam kantong atau wadah kedua. Sampel ini digunakan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan karbon dioksida berlabel setelah urea dikonsumsi. 5. Analisis dan perbandingan kedua sampel napas Laboratorium atau alat pemeriksaan akan membandingkan komposisi karbon dioksida pada sampel awal dan sampel setelah konsumsi urea. Jika ditemukan peningkatan karbon dioksida berlabel dalam jumlah tertentu, hasil tersebut dapat menunjukkan adanya aktivitas bakteri H. pylori. Keunggulan Urea Breath Test Urea breath test menjadi salah satu metode utama untuk mendeteksi infeksi aktif H. pylori karena memiliki beberapa keunggulan. Tidak memerlukan tindakan invasif: Pemeriksaan dilakukan melalui sampel napas sehingga tidak memerlukan jarum, selang endoskopi, atau pengambilan jaringan lambung. Mendeteksi infeksi aktif: Berbeda dari tes antibodi darah yang dapat tetap positif setelah infeksi lama, urea breath test mendeteksi aktivitas bakteri yang sedang berlangsung. Dapat digunakan sebagai test of cure: Pemeriksaan dapat digunakan untuk memastikan keberhasilan terapi setelah antibiotik selesai dan periode penghentian obat telah terpenuhi. Prosedurnya relatif singkat: Pengambilan sampel umumnya dapat selesai dalam waktu singkat, meskipun waktu keluarnya hasil bergantung pada sistem analisis yang digunakan. Tidak bergantung pada pengambilan jaringan dari satu lokasi: Urea breath test mendeteksi aktivitas urease melalui napas dan tidak bergantung pada sampel biopsi dari titik tertentu pada lambung. Akurasi pemeriksaan dapat tinggi apabila pasien mengikuti persiapan dengan benar. Penggunaan obat tertentu dan waktu pemeriksaan yang tidak tepat dapat menurunkan kemampuan tes dalam mendeteksi infeksi. Perbandingan Urea Breath Test dengan Pemeriksaan H. Pylori Lainnya Pemeriksaan Infeksi aktif Noninvasif Untuk test of cure Catatan utama Urea breath test Ya Ya Ya Memerlukan penghentian obat tertentu agar hasil akurat Tes antigen feses Ya Ya Ya Memerlukan pengambilan dan penanganan sampel feses Tes antibodi darah Tidak selalu Ya Tidak dianjurkan Antibodi dapat tetap terdeteksi setelah infeksi hilang Endoskopi dan biopsi Ya Tidak Dalam kondisi tertentu Dapat melihat luka, perdarahan, dan kondisi lapisan lambung Urea breath test tidak selalu menggantikan endoskopi. Dokter dapat merekomendasikan endoskopi jika terdapat tanda bahaya seperti muntah darah, feses hitam, kesulitan menelan, muntah berulang, anemia, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Catatan: Infeksi aktif: pemeriksaan dapat mengetahui apakah bakteri H. pylori masih ada saat tes dilakukan. Noninvasif: pemeriksaan tidak memerlukan endoskopi atau pengambilan jaringan lambung. Test of cure: pemeriksaan ulang setelah pengobatan untuk memastikan bakteri H. pylori sudah berhasil dihilangkan. Bagaimana Cara Membaca Hasil Urea Breath Test? Hasil urea breath test umumnya dilaporkan sebagai positif atau negatif berdasarkan nilai batas yang digunakan oleh alat dan laboratorium. Hasil positif Hasil positif menunjukkan bahwa alat mendeteksi aktivitas urease yang sesuai dengan keberadaan infeksi aktif H. pylori. Dokter akan menilai hasil tersebut bersama gejala, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan lain sebelum menentukan terapi eradikasi yang sesuai. Hasil negatif Hasil negatif berarti aktivitas H. pylori tidak terdeteksi pada saat pemeriksaan. Namun, hasil negatif tidak selalu sepenuhnya menyingkirkan infeksi. Hasil negatif palsu dapat terjadi apabila pasien: Baru mengonsumsi antibiotik. Masih menggunakan obat penekan asam lambung. Baru mengonsumsi obat yang mengandung bismut. Menjalani pemeriksaan terlalu cepat setelah terapi. Tidak mengikuti instruksi persiapan dengan tepat. Apa yang Dilakukan Jika Hasilnya Positif? Hasil positif perlu dikonsultasikan dengan dokter. Infeksi H. pylori umumnya ditangani menggunakan kombinasi obat penekan asam dan antibiotik yang dipilih berdasarkan kondisi pasien. Setelah pengobatan selesai, pasien tetap perlu menjalani pemeriksaan ulang untuk memastikan bakteri telah berhasil dieradikasi. Urea breath test dapat digunakan kembali setelah jarak waktu dan persiapan obat yang sesuai terpenuhi. Jangan mengonsumsi antibiotik sendiri tanpa pemeriksaan dan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko efek samping serta resistansi bakteri. Urea Breath Test di Granostic Surabaya Granostic menyediakan layanan urea breath test untuk membantu mendeteksi infeksi aktif H. pylori dan mengevaluasi keberhasilan terapi setelah pengobatan. Sebelum pemeriksaan, tim Granostic akan memberikan petunjuk mengenai persiapan, puasa, serta obat yang perlu diinformasikan kepada dokter atau petugas. Hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan untuk membantu menentukan langkah penanganan berikutnya. Hubungi tim Granostic atau kunjungi klinik Granostic di Surabaya untuk memperoleh informasi jadwal, persiapan pemeriksaan, dan layanan konsultasi. FAQ Seputar Urea Breath Test Apakah urea breath test menyakitkan? Tidak. Pemeriksaan hanya melibatkan pengambilan sampel napas dan konsumsi larutan atau tablet urea. Tidak ada pengambilan darah maupun pemasukan alat ke dalam lambung. Berapa lama proses urea breath test? Waktu pengambilan sampel bergantung pada sistem pemeriksaan yang digunakan. Pada beberapa metode, sampel kedua diambil sekitar 15 menit setelah pasien mengonsumsi urea. Keseluruhan proses dapat berlangsung kurang dari satu jam. Apakah harus puasa sebelum urea breath test? Ya, pasien biasanya diminta berpuasa. Durasi puasa dapat berbeda sesuai alat dan protokol klinik. Ikuti petunjuk yang diberikan sebelum jadwal pemeriksaan. Apakah obat maag harus dihentikan sebelum tes? Obat PPI atau PCAB biasanya perlu dihentikan sekitar dua minggu sebelum tes karena dapat menyebabkan hasil negatif palsu. Jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter. Berapa lama antibiotik harus dihentikan sebelum tes? Antibiotik umumnya perlu dihentikan setidaknya empat minggu sebelum urea breath test, terutama saat tes dilakukan untuk memastikan keberhasilan pengobatan. Kapan urea breath test dilakukan setelah terapi H. pylori? Pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal empat minggu setelah antibiotik selesai. Pasien juga perlu berhenti menggunakan PPI atau PCAB sekitar dua minggu sebelum tes sesuai arahan dokter. Apakah hasil positif berarti pasti terkena H. pylori? Hasil positif umumnya menunjukkan adanya infeksi aktif H. pylori. Namun, dokter tetap perlu menginterpretasikan hasil berdasarkan kondisi klinis dan prosedur pemeriksaan yang digunakan. Apakah hasil negatif memastikan tidak ada H. pylori? Tidak selalu. Obat penekan asam, antibiotik, bismut, dan waktu pemeriksaan yang terlalu dekat dengan pengobatan dapat menyebabkan hasil negatif palsu. Apakah ibu hamil dapat menjalani urea breath test? Ibu hamil harus menginformasikan kondisi kehamilannya sebelum pemeriksaan. Keputusan akan bergantung pada kebutuhan klinis dan jenis isotop yang digunakan. Karbon 13 tidak bersifat radioaktif, sedangkan karbon 14 memiliki pertimbangan penggunaan yang berbeda. Ditinjau Oleh: dr. Adam Hilman Sumber Referensi: American College of Gastroenterology. (2024). ACG Clinical Guideline: Treatment of Helicobacter pylori Infection. Diakses 2026. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Diagnosis of Peptic Ulcers (Stomach or Duodenal Ulcers). Diakses 2026. Mayo Clinic Laboratories. (n.d.). Helicobacter pylori Breath Test. Diakses 2026. Labcorp. (n.d.). Helicobacter pylori Urea Breath Test. Diakses 2026. ESPGHAN dan NASPGHAN. (2024). Updated Joint ESPGHAN/NASPGHAN Guidelines for Management of Helicobacter pylori Infection in Children and Adolescents (2023). Diakses 2026. United States Food and Drug Administration. (n.d.). PyloPlus UBT System: 13C Urea Breath Test Package Insert. Diakses 2026.

