Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

FATTY LIVER (Penyakit hati berlemak)
PENGERTIANFatty Liver atau perlemakan hati merupakan kondisi akumulasi trigliserida dan berbagai jenis lemak lain pada sel hepar. Pada fatty liver, kandungan lemak hepar melebihi 5% dari seluruh berat hepar. Fatty Liver dapat terjadi terkait konsumsi alkohol (alcoholic liver disease atau ALD) dan selain itu, fatty liver juga dapat terjadi pada pasien yang tidak mengkonsumsi alkohol (nonalcoholic fatty liver disease atau NAFLD).PATOFISIOLOGIFatty liver atau perlemakan hati berbeda tergantung jenisnya. Alcoholic liver disease (ALD) terjadi akibat akumulasi lemak dalam hepatosit karena konsumsi alkohol kronik. Sementara, nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) diduga terjadi melalui mekanisme “dua penyebab”.Alcoholic Liver Disease (AFL) Hepar merupakan organ utama dalam metabolisme alkohol. AFL adalah tahap pertama dari penyakit hati yang disebabkan oleh alcohol. Konsumsi alcohol secara berlebih dapat menimbulkan kerusakan hati dan metabolisme lemak pada hati tidak dapat dilakukan dengan cepat. Jika seorang alkoholik tidak mengkonsumsi alcohol dalam beberapa waktu (minimal selama 6 minggu), timbunan lemak akan menghilang cukup signifikan. Namun sebaliknya jika alkoholik tetap konsisten mengkonsumsi alcohol, kondisi tersebut akan berkembang menjadi sirosis Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFL) NAFL terjadi ketika hati kesulitan untuk melakukan metabolisme (memecah) lemak, sehingga menimbulkan penimbunan di jaringan hati. NAFL ini tidak memiliki kaitan dengan konsumsi alcohol dan biasanya terdiagnosa ketika 10% dari komponen hati terdiri dari timbunan lemak.Selain konsumsi alcohol, berikut adalah kemungkinan dari penyebab kondisi fatty liver:Obesitas (kegemukan) Dyslipidemia (tingginya lemak dalam darah) Diabetes mellitus Genetic Penurunan berat badan secara cepat dan berlebihan Efek samping dari konsumsi obat seperti aspirin, steroid, tamoxifen, dan tetracyclineETIOLOGI :Fatty Liver yang merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan lemak pada hati juga umum terjadi pada orang yang overweight atau obesitas. Penderita diabetes mellitus tipe 2 juga biasanya berisiko untuk terkena fatty liver. Hal tersebut diakibatkan oleh kondisi resistensi insulin yang merupakan etiologi dari diabetes mellitus tipe 2.Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fatty liver adalah: Konsumsi alcohol berlebih Konsumsi obat secara berlebih (tidak sesuai dosis), misalnya acetaminophen Kehamilan Kolesterol tinggi Malnutrisi Sindroma metabolicKondisi fatty liver dapat dideteksi melalui pemeriksaan-pemeriksaan berikut:Pemeriksaan FisikPada pemeriksaan fisik dapat ditemukan pembesaran pada hati. Biasanya pembesaran hati akan lebih mudah terdeteksi pada kondisi di mana juga terjadi peradangan hati. Biasanya dokter melakukan pemeriksaan ukuran hati jika terjadi keluhan lemah atau penurunan nafsu makan serta terdapat riwayat konsumsi alcohol, obat-obatan, atau suplemen.Pemeriksaan DarahBiasanya ditemukan peningkatan enzim hati pada pemeriksaan darah. Walaupun tidak spesifik mengarah kepada kondisi fatty liver, namun penting dilakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab peningkatan enzim hepar tersebut.Ultrasound (USG)Penumpukan lemak pada hati akan tampak sebagai area putih pada pemeriksaan USG. Pemeriksaan pencitraan lain yang dapat dilakukan meliputi CT atau MRI scan. Pemeriksaan pencitraan dapat membantu mendeteksi adanya penumpukan lemak pada hatiBiopsy HatiPada pemeriksaan biopsi hati, dokter akan mengambil sedikit sample jaringan hati setelah sebelumnya memberikan anestesi local. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari temuan kondisi hati pada pemeriksaan yang telah dilakukan.PENATALAKSANAAN :Hingga saat ini belum terdapat pengobatan atau pembedahan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kondisi fatty liver, namun hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fatty liver:Menghindari atau mengurangi konsumsi alcoholMenjaga kadar kolesterolMenjaga berat badan idealMenjaga kadar gula darahMengkonsumsi makan tinggi serat dan proteinOlahragaJika anda memiliki kondisi fatty liver karena obesitas atau kebiasaan makan yang tidak sehat, dokter biasanya akan menyarankan anda untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat. Membatasi asupan kalori juga dapat membantu anda menurunkan berat badan dan mempercepat pemulihan hati.Anda juga dapat memulihkan kondisi hati dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan mengandung kadar gula tinggi. Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayuran segar. Konsumsi daging merah juga sebaiknya dibatasi dan diganti dengan protein lain seperti daging ayam dan ikan.Melindungi hati anda adalah pencegahan terbaik dari kondisi fatty liver. Hal ini juga termasuk membatasi atau menghindari konsumsi alkohol. Menurut pendapat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi alkohol maksimum perhari adalah satu gelas untuk wanita dan dua gelas untuk pria.PENULIS: Tika Anggriyani, Amd.Kep EDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :https://indonesiare.co.id/id/article/fatty-liverhttps://www.alomedika.com/penyakit/gastroentero-hepatologi/fatty-liverhttps://bobo.grid.id/read/082846036/cari-jawaban-soal-kelas-3-sd-tema-1-apa-manfaat-olahraga-untuk-tubuh?page=allhttps://www.grid.id/read/04196579/berhenti-konsumsi-alkohol-4-hal-ini-akan-terjadi-pada-tubuhmu-wah-kenapa-ya-kira-kira?page=all
Paket Sehat Cermat
Paket Sehat Cermat dapat digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan secara mendalamPaket meliputi : 1. Darah Lengkap 2. Urine Lengkap 3. SGOT 4. SGPT 5. BUN 6. Kreatinin 7. Asam Urat 8. Glukosa Darah Puasa 9. HbA1C10. Kolesterol Total 11. Kolesterol HDL 12. Kolesterol LDL 13. Trigliserida Free Konsultasi dengan Dokter Free Pemeriksaa Tekanan Darah Free Home Service Untuk pemesanan silahkan hubungi tim kami Pesan Disini
Appendicitis (Radang Usus Buntu)
PENGERTIANAppendicitis adalah inflamasi pada apendiks vermiformis yang berada di ujung caecum. Perkembangan proses inflamasi dapat menyebabkan abses, obstruksi, peritonitis dan sepsis jika tidak diobati. Istilah appendicitis komplikata mengacu pada adanya gangren atau perforasi apendiks. Perforasi bebas ke dalam rongga peritoneum dapat menyebabkan peritonitis purulen atau faeculen. Perforasi yang terlokalisir dapat menyebabkan abses apendiks atau phlegmon (massa inflamasi).PENYEBAB APPENDICITISGejala utama penyakit usus buntu adalah nyeri di perut yang disebut kolik abdomen. Nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, kemudian bergerak ke bagian kanan bawah perut. Lokasi nyerinya bisa berbeda-beda, tergantung pada usia pasien dan posisi usus buntu itu sendiri.Dalam waktu beberapa jam, nyeri akibat penyakit usus buntu bisa bertambah parah, terutama saat bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin. Selain itu, nyeri juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderita sedang tidur.Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:Perut kembungMual dan muntahDemam dan menggigilHilang nafsu makanTidak bisa buang gas atau kentutSembelit (konstipasi)DiareGEJALA APPENDICITISGejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:Perut kembungMual dan muntahDemam dan menggigilHilang nafsu makanTidak bisa buang gas atau kentutSembelit (konstipasi)DiareKAPAN HARUS KE DOKTER?Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda merasakan nyeri parah di perut bagian kanan bawah, atau gejala usus buntu lain seperti yang telah disebutkan di atas. Jangan makan, minum, menggunakan obat pereda nyeri, obat pencahar, atau kompres hangat (heating pad) untuk meredakan gejala nyeri, tanpa adanya anjuran dari dokter.Pada ibu hamil, radang usus buntu dapat menimbulkan gejala nyeri di perut sebelah kanan, karena posisi usus buntu akan lebih tinggi saat hamil. Di sisi lain, ibu hamil yang mengalami sakit perut, mual, atau muntah, juga tidak berarti mengalami usus buntu. Oleh sebab itu, penting untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil, terutama bila mengalami gejala di atas.Waspadai bila nyeri perut perlahan-lahan makin parah dan meluas ke seluruh area perut. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda usus buntu telah pecah sehingga berisiko menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis). Pada wanita, gejala usus buntu juga bisa mirip dengan nyeri menstruasi (dismenore) atau kehamilan ektopik.DIAGNOSIS APPENDICITISDiagnosis penyakit usus buntu diawali dengan tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, riwayat operasi, penggunaan obat-obatan, dan riwayat alergi.Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya dengan menekan area perut yang terasa nyeri. Radang usus buntu umumnya ditandai dengan nyeri yang makin parah setelah area perut yang ditekan dilepas dengan cepat.Guna memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, yaitu:Tes darah, untuk memeriksa jumlah sel darah putih yang menandakan adanya infeksiTes urine, untuk menyingkirkan kemungkinan gejala disebabkan oleh penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjalUSG perut, guna melihat gambaran organ dalam perut dan memeriksa aliran darah dalam perutPemindaian dengan CT scan atau MRI, untuk melihat organ di dalam perut secara lebih jelasPemeriksaan panggul, untuk memastikan nyeri tidak disebabkan oleh masalah pada organ reproduksi atau infeksi panggul lainnyaTes kehamilan, untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh kehamilan ektopikFoto Rontgen dada, untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh pneumonia sebelah kananPENGOBATAN APPENDICITIESSetelah pasien dipastikan menderita usus buntu, dokter akan langsung memberikan penanganan berupa:Obat-obatanPada beberapa kasus usus buntu yang ringan, pasien dapat sembuh hanya dengan pemberian antibiotik sehingga operasi tidak perlu dilakukan. Namun, jika operasi diperlukan, dokter akan terlebih dahulu memberikan antibiotik melalui infus, untuk mengobati infeksi yang mengakibatkan radang usus buntu.Perlu diketahui, hingga saat ini penyakit usus buntu belum dapat diobati dengan pengobatan herbal apa pun, termasuk kunyit. Oleh sebab itu, daripada mencari pengobatan yang belum pasti benar, lebih baik mencari pertolongan medis guna menghindari terjadinya komplikasi dari radang usus buntu.OperasiPengobatan utama penyakit usus buntu adalah dengan operasi pengangkatan usus buntu, atau apendektomi. Pengangkatan usus buntu di sistem pencernaan tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang, karena usus buntu juga tidak berperan penting pada orang dewasa.Ada dua cara dalam melakukan apendektomi, yaitu melalui laparoskopi atau operasi lubang kunci, dan bedah terbuka atau laparotomi. Kedua teknik bedah tersebut diawali dengan melakukan bius total pada pasien. Berikut ini adalah penjelasannya.KOMPLIKASI APPENDICITIESPenyakit usus buntu yang tidak diobati berisiko menimbulkan komplikasi yang berbahaya, antara lain:Abses atau terbentuknya kantong berisi nanahKomplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi di usus buntu. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik. Jika ditemukan pada saat operasi, abses dan area di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik.PeritonitisPeritonitis adalah infeksi di lapisan dalam perut atau peritoneum. Kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat yang terus menerus di seluruh bagian perut, demam, dan detak jantung yang cepat. Peritonitis dapat terjadi ketika usus buntu pecah dan infeksi menyebar hingga ke seluruh rongga perut.Peritonitis yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini harus diatasi dengan pemberian antibiotik dan bedah terbuka secepatnya, untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut.SepsisBakteri dari usus buntu yang pecah berisiko masuk ke aliran darah. Kondisi ini disebut dengan sepsis, yaitu kondisi serius ketika peradangan meluas dan tersebar ke banyak organ tubuh lain. Kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.PENCEGAHANMeski cara mencegah usus buntu belum diketahui secara pasti, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya usus buntu, yaitu:Meningkatkan asupan makanan sumber seratMinum air putih dalam jumlah yang cukupMengonsumsi makanan yang mengandung probiotikMelakukan pemeriksaan kesehatan secara berkalaPENULIS: Muhammad Nurul LailiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Snyder MJ, Guthrie M, Cagle S. Acute Appendicitis: Efficient Diagnosis and Management. Am Fam Physician. 2018 Jul 1;98(1):25–33.Di Saverio, S., et al. (2020). Diagnosis and Treatment of Acute Appendicitis: 2020 Update of The WSES Jerusalem Guidelines. World Journal of Emergency Surgery, 15(1), pp. 1–42.Dixon, F., & Singh, A. (2020). Acute Appendicitis. Surgery (Oxford), 38(6), pp. 310–17.National Health Service UK (2019). Health A to Z. Appendicitis.Lights, V. Healthline (2021). Everything You Need to Know About Appendicitis.
KEPUTIHAN FISIOLOGIS PADA PEREMPUAN
MEMBEDAKAN KEPUTIHAN NORMAL DAN ABNORMAL PADA PEREMPUANKesehatan reproduksi merupakan unsur terpenting dalam kesehatan umum, baik pada perempuan maupun laki-laki, kesehatan reproduksi juga dapat mempengaruhi kesehatan bayi, anak, remaja dan orang yang berusia diluar masa reproduksi (Emilia, 2008).Masalah keputihan merupakan masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita, tidak banyak wanita yang tahu tentang keputihan dan terkadang Wanita menganggap enteng persoalan keputihan. Akibatnya sangat fatal bila tidak cepat ditangani yang menyebabkan kemandulan, gejala awal kanker Rahim yang berujung pada kematian.Keputihan juga dapat menekan kejiwaan seseorang karena keputihan cenderung kambuh dan timbul Kembali sehingga dapat mempengaruhi seseorang baik secara fisiologi maupun psikologi. PENGERTIAN Keputihan (leukorea, flour albus, vaginal discharge) merupakan secret yang berlebihan dari vagina selain darah haid dan tidak disebabkan neoplasma atau penyakit sistemik dan cairan tersebut menjaga vagina tetap bersih dan lembab sekaligus melindunginya dari infeksi.JENIS  Keputihan fisiologis (normal) merupakan secret berwarna bening sampai keputihan, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan.Keputihan patologis (abnormal) merupakan secret kekuningan/kehijauan/keabu-abuan, berbau tidak sedap dan atau amis (fishy odor), berjumlah banyak dan menimbulkan keluhan seperti gatal, kemerahan (eritema), edema, rasa terbakar pada daerah genital, nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia) atau nyeri saat berkemih (disuria).PENYEBABSetelah mengetahui apa itu keputihan, anda juga perlu tahu apa penyebabnya.Keputihan fisiologis dapat disebabkan oleh perubahan hormone, rangsangan seksual, stress, kehamilan dan ibu menyusui.Keputihan patologis yaitu paling sering disebabkan oleh tiga jenis mikroorganisme yaitu: jamur candida (kandidiasis), bakteri (vaginosis bacterial dan klamidiasis), protozoa (trikomoniasis).GEJALAKeputihan normal menimbulkan gejala seperti :Bau tidak menyengatTidak berwarna (bening) atau warna normal (warna putih biasa)Keputihan abnormal menimbulkan gejala seperti :Bau menyengatKeputihan keluar lebih banyak dari biasanyaKeputihan menggumpal seperti kejuKeputihan memili warna (hijau dan atau keabuan)Nyeri hingga gatal pada area vaginaNyeri saat buang air kecilPendarahan saat menstruasiPendarahan setelah berhubungan seksualFAKTOR RESIKOAda beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko keputihan yakni:Kurangnya kebersihan pada area vaginaBerhubungan seksual tanpa pengamanMemiliki banyak partner seksual atau sering berganti pasangan Menderita diabetesMengkonsumsi pil KBMenggunakan antibiotic atau steroidMemiliki imunitas yang lemah atau terinfeksi HIVDIAGNOSISPertama dilakukan wawancara terlebih dahulu untuk menentukan apakah keputihan yang dikeluhkan termasuk normal atau tidak. Dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan, bagaimana kaitannya dengan siklus menstruasi, cara perawatan area genital dan terkait partner hubungan seksual.Dilanjutkan pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan genital dan pemeriksaan abdomen (perut) bila diperlukan. Cairan keputihan yang didapatkan juga dapat diperiksa secara kasat mata dengan hasil yang dapat mengarah kemungkinan penyebab. Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan tambahan lainnya untuk mendukung diagnosis seperti:Pap smear merupakan pengambilan jaringan pada mulut Rahim untuk diperiksa lebih lanjut.Tes PH untuk memeriksa tingkat keasaman yang hasilnya dapat membantu mengarah ke diagnosis.Tes sampel cairan vagina untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab keputihan.Tes infeksi menular seksual merupakan mendeteksi adanya infeksi menular seksual seperti gonore, chlamydia dan trikomoniasis.PENGOBATANCara pengobatan dilakukan dengan mendapatkan konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin ataupun dokter spesialis kebidanan dan kandungan.Keputihan karena jamur candida : biasanya dokter meresepkan obat antijamur berbentuk gel yang dimasukkan ke dalam vagina. Dapat juga diresepkan antijamur sediaan tablet untuk diminum.Keputihan karena vaginosis bacterial : obat keputihan yang diakibatkan oleh bacterial vaginosis yaitu jenis metronidazole ataupun klindamisin.Keputihan karena klamidia : keputihan karena bakteri klamidia dapat diobati dengan antibiotic azitromisin satu kali minum ataupun doksisiklin selama 7 hari. Obat ini dapat mengatasi bakteri penyebab keputihan.Keputihan karena trikomoniasis : dokter dapat diresepkan obat metronidazole untuk mengatasi keputihan akibat trikomoniasisPENCEGAHANKeputihan yang bersifat patologis dapat dihindari dengan menerapkan hal-hal berikut :Jaga kebersihan area genital dengan mencucinya secara lembut.Menggunakan sabun tidak berpewangi pada area luar, jangan membersihkan memberi sabun secara langsung ke vagina.Hindari penggunaan cairan pembersih vagina.Bersihkan area vagina dari arah depan ke belakang jangan sebaliknya.Keringkan area vagina usai buang air dengan tisu atau handuk bersih.Gunakan celana dalam berbahan katun.Berhubungan seksual yang aman dengan tidak bergantki pasangan seksual.Gunakan pelindung (kondom) untuk menghindari infeksi menular seksual.PENULIS: Leny Eka Nur HidayantiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Cleveland Clinic. Diakses 2022. Vaginal discharge. Emilia, Ova. 2008. Promosi Kesehatan Reproduksi Wanita. Yogyakarta: Pustaka Cendika. Healthline. Diakses 2022. Dizziness.Kusmiran, E. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika NHS UK. Diakses 2022. Vaginal discharge.Nurhayati, A.2013. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Vaginal Hygene terhadap Kejadian Keputihan Patologis padaRemaja Put ri Usia 13-17 tahun di Kawasan Pondok Ilir Cabe. Skripsi, Univeristas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. (http://repository.uinjkt.ac.id diakses 8 September 2018)WebMD. Diakses 2022. Vaginal discharge whats abnormal. Wulandari, A. 2011.Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: Andi.
MALARIA
Malaria adalah suatu penyakit akut maupun kronik disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium dengan manifestasi berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Sedangkan menurut ahli lain malaria merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam, menggigil, anemia, dan pembesaran limpa.ETIOLOGIAda 2 jenis makhluk yang berperan besar dalam penularan malaria yaitu parasit malaria yangdisebut Plasmodium dan nyamuk anopheles betina. Parasit malaria memiliki siklus hidup yang kompleks, untuk kelangsungan hidupnya parasit tersebut membutuhkan host (tempatnya menumpang hidup) baik pada manusia maupun nyamuk, yaitu nyamuk anopheles. Ada empat jenis spesies parasit malaria di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah manusia. yaitu:Plasmodium falciparumPlasmodium vivaxPlasmodium malariaePlasmodium ovaleKeempat spesies parasit malaria tersebut menyebabkan jenis penyakit malaria yang berbeda yaitu:Plasmodium falciparumMenyebabkan malaria falsiparum. Merupakan jenis penyakit malaria yang terberat dan satu-satunya parasit malaria yang menimbulkan penyakit mikrovaskular, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi berat seperti cerebral malaria (malaria otak), anemia berat, syok, gagal ginjal akut, perdarahan, sesak nafas, dll.Plasmodium vivaxMenyebabkan malaria tertiana. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 2 hari. Telah ditemukan juga kasus malaria berat yang disebabkan oleh Plasmodium vivax.Plasmodium malariaeMenyebabkan malaria quartana. Asimtomatis dalam waktu lama. Gejala demam berulang dengan interval bebas demam 3 hari.Plasmodium ovaleJenis ini jarang sekali dijumpai, umumnya banyak di Afrika dan Pasifik Barat. Seringkali sembuh tanpa pengobatan. Seorang penderita dapat dihinggapi oleh lebih dari satu jenis plasmodium. Infeksi demikian disebut infeksi campuran (mixed infection). Biasanya campuran P.Falciparum dengan P.Vivax atau P.Malariae. Infeksi campuran tiga jenis sekaligus jarang sekali terjadi. Infeksi jenis ini biasanya terjadi di daerah yang tinggi angka penularannya. Malaria yang disebabkan oleh P.Vivax dan P.Malariae dapat kambuh jika tidak diobati dengan baik. Malaria yang disebabkan oleh spesies selain P.Falciparum jarang berakibat fatal, namun menurunkan kondisi tubuh yang menyebabkan lemah, menggigil dan demam yang biasanya berlangsung 10-14 hari.Kehidupan nyamuk sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan yang ada, seperti suhu, kelembaban, curah hujan, dan sebagainya. Efektifitas vektor untuk menularkan malaria ditentukan hal-hal sebagai berikut:Kepadatan vektor dekat pemukiman manusia.Kesukaan menghisap darah manusia atau antropofilia.Frekuensi menghisap darah (ini tergantung dari suhu).Lamanya sporogoni (berkembangnya parasit dalam nyamuk sehingga menjadi efektif).Lamanya hidup nyamuk harus cukup untuk sporogoni dan kemudian menginfeksi jumlah yang berbeda-beda menurut spesies.Nyamuk Anopheles betina menggigit antara waktu senja dan subuh, dengan jumlah yang berbeda-beda menurut spesiesnya. Kebiasaan makan dan istrahat nyamuk Anopheles dapat dikelompokkan menjadi: Endofilik : suka tinggal dalam rumah/bangunan.Eksofilik : suka tinggal diluar rumah.Endofagi : menggigit dalam rumah/bangunan.Eksofagi : menggigit diluar rumah/bangunan.Antroprofili : suka menggigit manusia.Zoofili : suka menggigit binatang.GEJALA MALARIAGejala demam tergantung jenis malaria. Sifat demam akut (paroksismal) yang didahului oleh stadium dingin (menggigil) diikuti demam tinggi kemudian berkeringat banyak. Gejala klasik ini biasanya ditemukan pada penderita non imun (berasal dari daerah non endemis). Selain gejala klasik di atas, dapat ditemukan gejala lain seperti nyeri kepala, mual, muntah, diare, pegal-pegal, dan nyeri otot . Gejala tersebut biasanya terdapat pada orang-orang yang tinggal di daerah endemis (imun). BAHAYA MALARIAJika tidak ditangani segera dapat menjadi malaria berat yang menyebabkan kematianMalaria dapat menyebabkan anemia yang mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia.Malaria pada wanita hamil jika tidak diobati dapat menyebabkan keguguran, lahir kurang bulan (prematur) dan berat badan lahir rendah (BBLR) serta lahir mati.PENCEGAHAN MALARIA Upaya pencegahan malaria adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria, mencegah gigitan nyamuk, pengendalian vektor dan kemoprofilaksis. Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu berinsektisida, repelen, kawat kasa nyamuk dan lain-lain. Obat yang digunakan untuk kemoprofilaksis adalah doksisiklin dengan dosis 100mg/hari. Obat ini diberikan 1-2 hari sebelum bepergian, selama berada di daerah tersebut sampai 4 minggu setelah kembali. Tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan anak di bawah umur 8 tahun dan tidak boleh diberikan lebih dari 6 bulan.DIAGNOSIS1. AnamnesisKeluhan utama dapat meliputi demam, menggigil, dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal. Riwayat berkunjung dan bermalam 1 - 4 minggu yang lalu ke daerah endemik malaria. Riwayat tinggal didaerah endemik malaria. Riwayat sakit malaria. Riwayat minum obat malaria satu bulan terakhir. Gejala klinis pada anak dapat tidak jelas. Riwayat mendapat transfusi darah. Selain hal-hal tadi, pada pasien penderita malaria berat, dapat ditemukan keadaan seperti gangguan kesadaran dalam berbagai derajat, Keadaan umum yang lemah, Kejang-kejang, panas sangat tinggi, Mata dan tubuh kuning, Perdarahan hidung, gusi, atau saluran cerna, nafas cepat (sesak napas), Muntah terus menerus dan tidak dapat makan minum, Warna air seni seperti teh pekat dan dapat sampai kehitaman, Jumlah air seni kurang bahkan sampai tidak ada dan telapak tangan sangat pucat.2. Pemeriksaan fisik Malaria RinganDemam (pengukuran dengan termometer ≥ 37,5°C), Konjungtiva atau telapak tangan pucat, pembesaran limpa (splenomegali), dan pembesaran hati (hepatomegali).BMalaria BeratMortalitas: Hampir 100% tanpa pengobatan, Tatalaksana adekuat: 20%, Infeksi oleh P.falciparum disertai dengan salah satu atau lebih kelainan yaitu Malaria serebral, gangguan status mental, Kejang multipel, Koma, Hipoglikemia: gula darah < 50 mg/dL, Distress pernafasan, Temperatur > 40°C, tidak responsif dengan asetaminofen, Hipotensi, Oliguria atau anuria, Anemia dengan nilai hematokrit 1,5 mg/dL, Parasitemia > 5%, Bentuk Lanjut (tropozoit lanjut atau schizont) P. Falciparum pada apusan darah tepi, Hemoglobinuria, Perdarahan spontan, dan Kuning.3. Pemeriksaan laboratoriumA. Pemeriksaan dengan mikroskopPemeriksaan sediaan darah (SD) tebal dan tipis di Puskesmas/Iapangan/rumah sakit untuk menentukan ada tidaknya parasit malaria (positif atau negatif), Spesies dan stadium plasmodium, Kepadatan parasite.Untuk penderita tersangka malaria berat perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:1. Bila pemeriksaan sediaan darah pertama negatif, perlu diperiksa ulang setiap 6 jam sampai 3 hari berturut-turut2. Bila hasil pemeriksaan sediaan darah tebal selama 3 hari berturut-turut tidak ditemukanparasit maka diagnosis malaria disingkirkan.B. Pemeriksaan dengan tes diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test).Mekanisme kerja tes ini berdasarkan deteksi antigen parasit malaria, dengan menggunakan metode imunokromatografi, dalam bentuk dipstik. Tes ini sangat bermanfaat pada unit gawat darurat, pada saat terjadi kejadian luar biasa dan di daerah terpencil yang tidak tersedia fasilitas lab serta untuk survey tertentu.C. Pemeriksaan penunjang untuk malaria berat.pemeriksaan penunjang meliputi; darah rutin, kimia darah lain (gula darah, serum bilirubin,SGOT & SGPT, alkali fosfatase, albumin/globulin, ureum, kreatinin, natrium dan kalium,anaIisis gas darah, EKG, Foto toraks, Analisis cairan serebrospinalis), Biakan darah dan ujiserologi, dan Urinalisis.KESIMPULANMalaria harus segera ditangani untuk mencegah risiko terjadinya komplikasi yang berbahaya. Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria yang jenisnya disesuaikan dengan parasit penyebab malaria, tingkat keparahan, atau wilayah yang pernah ditinggali penderita.PENULIS: Miftakhul JannahEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Harijanto PN. Malaria. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III, edisi IV. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, Hal: 1754-60, 2006.Mansyor A dkk. Malaria. Dalam: kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga, Jilid I, Jakarta, Fakultas Kedokteran UI, Hal: 409-16, 2001.Purwaningsih S. Diagnosis Malaria. Dalam: Harijanto PN (editor). Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan Penanganan. Jakarta: EGC, Hal: 185-92, 2000.Kemenkes RI. 2017. Penatalaksanaan Kasus Malaria. Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
MENILAI SPERMA BAIK DAN BURUK
Apakah Anda seorang laki-laki dewasa yang mungkin kebingungan untuk menilai sperma Anda. Mungkin Anda sedang bertanya-tanya bahwa sperma yang saya miliki apakah cukup normal atau malah memiliki masalah? Sebenarnya bisakah sperma dinilai baik buruknya hanya dari kasat mata tanpa harus ke laboratorium? Mungkin banyak sekali khususnya laki-laki dewasa yang mempertanyakan pertanyaan diatas, sehingga disini kita akan bersama-sama membahas kualitas sperma yang baik dan buruk itu seperti apa jika dinilai dari kasat mata.Kualitas sperma yang sehat merupakan salah satu hal penting bagi pria yang berharap memiliki momongan, hal ini perlu diketahui bagi pria untuk memahami mengenai kondisi kesuburan yang dimilikinya, karna banyak pria yang merasa bahwa kondisi sperma mereka sangat baik-baik saja tetapi sebetulnya tidaklah sesehat itu.Ketika sperma tidak dalam kondisi sehat maka otomatis rasa percaya diri seorang pria itu akan menurun. Hal ini juga memengaruhi tingkat kegairahan seorang pria ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan mereka. Untuk itulah, penting bagi para pria untuk mengenali ciri-ciri sperma tersebut.Ciri-ciri sperma sehat antara lain adalah:KONSISTENSINYA KENTAL Ciri-ciri sperma sehat yang pertama adalah bentuknya (konsistensi) kental dan ini adalah salah satu ciri yang paling utama. Kalau bentuknya kental tidak perlu diragukan lagi bahwa sperma tersebut adalah yang sehat/baik.SPERMA YANG DI KELUARKAN DALAM JUMLAH BANYAK Ciri lain dari sperma yang sehat adalah bisa dilihat dari jumlahnya saat dikeluarkan. Apabila jumlahnya banyak, maka tak diragukan lagi bahwa keadaannya normal-normal saja. Rata-rata, pria akan merasakan keanehan apabila sperma yang dikeluarkan tidaklah begitu banyakSPERMA LENGKETSelain dari ciri-ciri di atas, ciri satu ini juga penting untuk Anda perhatikan karena ciri sperma yang lengket menandakan bahwa sperma sangat sehat. Mungkin kemudian pertanyaannya adalah bagaimana cara untuk mengeceknya. Anda tinggal melihat sperma yang sudah dikeluarkan sewaktu ejakulasi dan meniliknya, apakah lengket atau tidak.BERBAU SEPERTI DAUN AKASIASelain dari bentuk atau tekstur, jumlah dan juga warna, ada satu lagi yang perlu sangat diperhatikan bila ingin tahu sperma Anda sehat atau tidak. Perhatikanlah aroma atau baunya ketika proses ejakulasi. Beberapa orang dengan masalah pada sperma akan mendapati baunya kurang enak dan cukup mengganggu.DAN UNTUK SPERMA YANG KURANG SEHAT ANTARA LAINSPERMA ENCER ATAU TERLALU KENTAL KURANG LENGKET ATAU TERLALU LENGKETWARNA TIDAK WAJAR (misal berwarna kemerahan)BERBAU BUSUK ATAU MENYEGAT TIDAK SEDAP SPERMA HANYA DAPAT KELUAR SEKALI DALAM SEHARIItulah sejumlah informasi mengenai ciri-ciri sperma sehat maupun yang tidak sehat secara kasat mata. Penting untuk mengenalinya supaya Anda bisa melakukan pemeriksaan yang lebih mendetail di laboratorium dan dapat diterapi secepatnya bila memang ada masalah pada sperma. Tak hanya penanganan dari dokter, Anda juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti mengikuti tips diet sehat, memilah asupan makanan dan berolahraga secara rajin.Daftar Pustaka & Referensi :PENULIS: AzizEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahAziz N. Interpreting Semen Analysis and Level 2 Sperm Testing.Springer 2017;1: 19 – 32Bergmann M. Physiology of spermatogenesis. Androl Clin 2006; 1: 272– 281
Hemofilia
HEMOFILLIA adalah kelainan pembekuan darah yang diturunkan ibu ke anak laki-laki. Faktor-faktor pembekuan darah di dalam plasma darah dilambangkan dengan angka romawi, contoh: Faktor VIII: Faktor Delapan dan Faktor IX: Faktor Sembilan.Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah yang menyebabkan darah menjadi sulit membeku. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya faktor pembekuan darah alias koagulasi di dalam tubuh. Penyakit hemofilia adalah kelainan yang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada saat ini bertujuan untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari.Terdapat tiga jenis penyakit hemofilia:Hemofilia A yakni disebut sebagai hemofilia klasik yang diturunkan secara genetik. Hemofilia tipe A adalah penyakit yang terjadi saat tubuh kekurangan faktor pembekuan darah VIII. Biasanya, hemofilia tipe A dikaitkan dengan kehamilan, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit kanker, lupus dan rematik.Hemofilia B adalah kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan faktor pembekuan darah IX. Kondisi ini biasanya diwariskan oleh ibu, tapi bisa juga terjadi ketika gen berubah atau bermutasi sebelum bayi dilahirkan.Hemofilia C merupakan gangguan yang disebabkan oleh berkurangnya faktor pembekuan darah XI. Kondisi ini juga disebut dengan sindrom Rosenthal. Kasus kejadian hemofilia C tergolong paling jarang ditemukan dibandingkan dengan jenis lainnyaPENYEBAB HEMOFILLIAHemofilia terjadi akibat mutasi genetik yang menyebabkan darah kekurangan faktor pembekuan VIII atau IX. Kekurangan faktor tersebut menyebabkan darah sukar membeku sehingga perdarahan sulit berhenti.Mutasi genetik yang terjadi pada hemofilia mempengaruhi kromosom X. Kelainan pada kromosom X kemudian diturunkan oleh ayah, ibu, atau kedua orang tua kepada anak.Hemofilia yang bergejala biasanya terjadi pada laki-laki. Anak perempuan lebih sering menjadi pembawa (carrier) gen abnormal yang berpotensi untuk diwariskan kepada keturunannya.Namun, dalam kasus acquired hemophilia, ada beberapa penyebab lain yang membuat seseorang mengalami gangguan pada produksi faktor pembekuan darah sekalipun tidak memiliki keturunan. Beberapa di antaranya adalah:Masalah pada sistem imun tubuhPenyakit peradangan kronis, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan diabetesPenyakit hati, seperti hepatitis atau sirosisKankerGEJALA HEMOFILLIAGejala utama hemofilia adalah darah yang sukar membeku sehingga menyebabkan perdarahan sulit berhenti atau berlangsung lebih lama selain itu juga terdapat gejala lain nya seperti: Perdarahan yang sulit berhenti, misalnya pada mimisan atau luka goresPerdarahan pada gusiPerdarahan yang sulit berhenti setelah operasi, misalnya setelah sunat (sirkumsisi)Darah pada urine dan tinjaMudah mengalami memarPerdarahan pada sendi yang ditandai dengan nyeri dan bengkak pada sendi siku dan lututTingkat keparahan perdarahan yang dialami penderita hemofilia tergantung pada jumlah faktor pembekuan dalam darah.Pada hemofilia ringan, jumlah faktor pembekuan dalam darah bervariasi dari 5 hingga 50%. Orang dengan hemofilia ringan mungkin tidak memiliki gejala apapun. Namun, pasien mungkin mengalami pendarahan yang sulit dihentikan jika lukanya cukup parah atau baru saja menjalani prosedur medis, seperti operasi dan pencabutan gigi.DIAGNOSIS HEMOFILLIATes darah untuk menentukan jumlah sel darah lengkap. Walaupun tidak mempengaruhi sel darah merah secara langsung, namun pendarahan akibat hemofilia dapat menyebabkan seseorang kekurangan sel darah merah dan hemoglobin (anemia).Tes darah juga dilakukan untuk mendeteksi fungsi dan kerja faktor pembekuan darah melalui pemeriksaan PT (prothrombin time), APTT (activated partial thromboplastin time), dan fibrinogen. Pemeriksaan ini juga bisa menentukan tingkat keparahan hemofilia, dengan mengukur jumlah faktor VIII dan IX.Tes genetikTes genetik dilakukan untuk mendeteksi kelainan genetik yang menyebabkan hemofilia, terutama pada orang yang keluarganya memiliki riwayat hemofilia. Tes ini juga dapat mengetahui apakah seseorang merupakan pembawa (carrier) hemofilia.Tes genetik pada ibu hamil dapat mengetahui risiko janin menderita hemofilia. Pemeriksaan yang bisa dilakukan selama kehamilan meliputi:Chronionic villus sampling (CVS), yaitu pengambilan sampel dari plasenta untuk melihat apakah janin mengalami hemofilia. Tes ini dilakukan pada minggu ke-11 sampai ke-14 masa kehamilan.Amniocentesis, yaitu tes untuk memeriksa sampel cairan ketuban. Tes ini dilakukan pada minggu ke-15 sampai ke-20 masa kehamilan.Tingkatan penyakit hemofilia:Hemofilia ringan ditunjukkan dengan faktor pembekuan dalam plasma di antara 5-40 persen.Hemofilia sedang ditandai dengan faktor pembekuan dalam plasma sekitar 1-5 persen.Hemofilia berat diindikasikan dengan faktor pembekuan dalam plasma kurang dari 1 persen. Setelah dokter melakukan serangkaian pemeriksaan, pilihan pengobatan dan perawatan sudah bisa ditentukan.Ada beberapa upaya yang bisa mencegah terjadinya luka dan cedera, yaitu:Menghindari kegiatan yang berisiko menyebabkan cederaMenggunakan pelindung, seperti helm, pelindung lutut, dan pelindung siku, jika harus melakukan aktivitas yang berisikoMemeriksakan diri ke dokter secara rutin untuk memantau kondisi hemofilia dan kadar faktor pembekuan yang dimilikiTidak meminum obat yang dapat memengaruhi proses pembekuan darah, seperti aspirin, tanpa resep dokterMenjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut, termasuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigiPENULIS: Vicky Nur Fadila EDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Shapiro, S., et al. (2022). Cardiovascular Disease in Hereditary Haemophilia: The Challenges of Longevity. British Journal of Haematology, 00, pp. 1–10.Kadhim, K., Al-Lami, F., & Baldawi, K. (2019). Epidemiological Profile of Hemophilia in Baghdad-Iraq. Inquiry: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing, 56, pp. 0046958019845280What Is Hemophilia? – CDC. (2020). Retrieved 16 April 2020Hemophilia A – National Hemophilia Foundation. (n.d.). Retrieved 16 April 2020Hemophilia B – National Hemophilia Foundation. (n.d.). Retrieved 16 April 2020
GRANOMIC PHARMACOGENOMIC
Mengapa Pharmacogenomic? Jangan sampai ini terjadi pada Anda dan keluarga! Temukan obat yang tepat untuk Anda dan keluarga!Tes gen untuk mengetahui reaksi berbagai macam obat dalam tubuh. Banyak pasien harus mengalami proses pengobatan yang panjang karena kesalahan pemberian obat.L - Efektif PenyembuhanE - Tepat PengobatanB - Hemat WaktuI - Hemat BiayaH - Maksimal Paket Pemeriksaan Meliputi:Pemeriksaan reaksi gen terhadap obat-obatanPedoman profesional untuk pengobatan penyakit Anda dan keluargaLayanan Home Service
GRANOMIC CANCER
Pria lebih rentang terkena kanker daripada wanita. Kasus kanker terbesar yang menyerang pria adalah kanker prostat. Terdapat lebih dari 13.000 pria mengalami kanker prostat. Dan banyak kasus terlambat ditangani karena tidak ada gejala yang ditimbulkan.Paket pemeriksaan meliputi:Pemeriksaan gen untuk mengetahui risiko kanker, terutama kanker prostatPemeriksaan gen untuk mengetahui penanganan yang tepat bagi kanker yang dipersonalisasikanApa saja yang dapat diketahui dalam pemeriksaan Granomic Cancer:Mendeteksi sel kanker dalam tubuh AndaMenyusun pengobatan yang tepat untuk kanker AndaMengetahui risiko kanker pada keturunan Anda
ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura)
Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) adalah penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah. Hal ini terjadi karena rendahnya jumlah sel keping darah (trombosit) dalam tubuh. ITP dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Kondisi ini tidak menular sehingga interaksi langsung dengan penderita tidak menyebabkan seseorang tertular. Trombosit adalah sel darah yang berperan dalam proses penggumpalan darah untuk menghentikan perdarahan. Ketika jumlah trombosit rendah, seseorang akan mudah mengalami memar atau perdarahan.PENYEBAB ITPPenyebab ITP belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, dugaan utama penyebab ITP adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang disebut penyakit autoimun. Pada penderita ITP, sistem kekebalan tubuh menganggap trombosit sebagai benda asing yang berbahaya sehingga dibentuk antibodi untuk menyerang trombosit. Hal inilah yang menyebabkan jumlah trombosit menurun. Selain itu, beberapa hal berikut ini juga dapat memicu munculnya ITP:Infeksi virus atau bakteri, umumnya pada anak-anakVaksinasiPaparan racun atau bahan kimia berbahaya, misalnya insektisidaPenyakit autoimun lain, misalnya SLEPengobatan kemoterapiGEJALA ITPGejala utama ITP adalah munculnya ruam merah atau memar di berbagai bagian tubuh dan perdarahan yang sulit dihentikan ketika luka. Beberapa tanda dan gejala tambahan lain yang disebabkan oleh ITP adalah:Rasa lelah yang berlebihanMimisanBercak darah pada urine atau tinjaGusi berdarah, terutama setelah menjalani perawatan gigiPerdarahan berlebihan saat menstruasiPada anak-anak, ITP terkadang tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, gejala biasanya bersifat ringan dan berlangsung kurang dari 6 bulan (akut). Gejala ITP juga dapat berlangsung lebih dari 6 bulan (kronis), tetapi biasanya terjadi pada penderita dewasa.KAPAN HARUS KE DOKTER?ITP ditandai dengan perdarahan yang dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Konsultasikan dengan dokter bila Anda sering mengalami perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar, terutama bila perdarahan tersebut terjadi secara spontan atau tanpa didahului cedera.Penderita ITP perlu berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya aktivitas yang melibatkan kontak fisik dan berisiko menyebabkan cedera atau luka, misalnya bermain sepak bola. Bila mengalami luka, lakukan upaya untuk menghentikan perdarahan dengan menekan area yang berdarah.Bila perdarahan tidak juga berhenti, segera pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.DIAGNOSIS ITPDokter akan memeriksa seluruh bagian tubuh pasien untuk mendeteksi memar atau perdarahan. Jika terjadi perdarahan akibat luka, dokter akan memeriksa kondisi luka tersebut dan segera mengobatinya.Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk melihat jumlah trombosit. Jumlah trombosit normal adalah antara 150.000–400.000 per mikroliter. Penderita ITP memiliki trombosit di bawah nilai normal. Makin rendah trombosit, maka risiko perdarahan akan makin meningkat.Tidak ada pemeriksaan yang bisa memastikan ITP. Oleh sebab itu, dokter akan mencari dan menyingkirkan kemungkinan perdarahan dan rendahnya jumlah trombosit disebabkan oleh kondisi lain. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:Uji fungsi hatiPemeriksaan fungsi ginjalAspirasi sumsum tulangPENGOBATAN ITPITP yang ringan tidak memerlukan penanganan secara khusus, tetapi dokter akan memantau dan melakukan pemeriksaan trombosit secara rutin untuk mencegah perdarahan.Sedangkan pada ITP yang lebih parah, dokter akan memberikan penanganan untuk menjaga agar jumlah trombosit tidak turun sehingga tidak terjadi perdarahan.Penanganan ITP dapat diberikan dalam bentuk:OBAT-OBATAN:Sejumlah obat-obatan yang diberikan dokter untuk mengatasi ITP adalah:KortikosteroidKortikosteroid berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan jumlah trombosit. Dokter akan memberikan instruksi kepada pasien untuk berhenti mengonsumsi obat ini jika jumlah trombosit sudah kembali normal.EltrombopagJenis obat ini digunakan untuk membantu sumsum tulang agar dapat memproduksi lebih banyak trombosit.RituximabRituximab berfungsi untuk meredakan respons sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan rusaknya trombosit.Intravenous immunoglobulin (IVIg)IVIg adalah obat yang diberikan untuk meningkatkan jumlah trombosit ketika obat lain tidak lagi efektif dalam mengatasi ITP. Obat ini juga digunakan untuk meningkatkan jumlah darah ketika pasien mengalami perdarahan sebelum menjalani operasi. OPERASIJika ITP sudah parah dan obat-obatan tidak lagi efektif dalam mengatasi gejala, dokter akan melakukan operasi pengangkatan organ limpa atau splenektomi.Prosedur splenektomi bertujuan untuk mencegah penghancuran trombosit di organ limpa. Meski demikian, prosedur operasi ini jarang sekali dilakukan karena berisiko menimbulkan infeksi.KOMPLIKASI ITPKomplikasi ITP yang dapat terjadi adalah perdarahan, baik di saluran pencernaan maupun di organ tubuh lain. Jika terjadi di otak, perdarahan dapat membahayakan nyawa penderitanya, tetapi kondisi ini sangat jarang terjadi.Penggunaan kortikosteroid cukup efektif dalam mengobati ITP. Meski begitu, obat ini berpotensi menyebabkan efek samping jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Efek samping yang dapat muncul adalah:KatarakOsteoporosisDiabetesHilangnya massa ototOperasi pengangkatan organ limpa dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri, karena limpa berperan dalam melawan infeksi.Penderita ITP yang sedang hamil dapat menjalani masa kehamilan dan persalinan secara normal. Namun, konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari, baik selama kehamilan maupun persalinan.Perlu diketahui, bayi yang lahir dari penderita ITP berisiko memiliki jumlah trombosit yang rendah. Jika hal ini terjadi, dokter anak akan melakukan pengawasan intensif pada bayi selama beberapa hari.Dalam kondisi normal, jumlah trombosit bayi akan menurun sebelum akhirnya naik kembali. Namun, jika jumlah trombosit bayi tidak juga meningkat selama beberapa hari, dokter akan memberikan penanganan untuk mempercepat peningkatan trombosit.PENCEGAHAN ITPMeskipun ITP sendiri tidak dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan, yaitu:Lindungi diri Anda dari hal-hal yang dapat menyebabkan cedera.Konsultasikan kepada dokter tentang obat-obatan yang aman untuk Anda. Dokter akan melarang penggunaan obat yang dapat memengaruhi kadar trombosit dan meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin atau ibuprofen.Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala infeksi, misalnya demam. Tindakan ini penting dilakukan jika Anda menderita ITP atau telah menjalani pengangkatan organ limpa.PENULIS: Muhammad Nurul LailiEDITOR: dr. Aji WibowoKOPIEDITOR BAHASA INDONESIA: Chusnul ChotimahDaftar Pustaka & Referensi :Zainal, A., Salama, A., & Alweis, R. (2019). Immune Thrombocytopenic Purpura. Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, 9(1), pp. 59–61.Nomura, S. (2016). Advances in Diagnosis and Treatments for Immune Thrombocytopenia. Clinical Medicine Insights: Blood Disorders, 9, pp. 15-22. Platelet Disorder Support Association (2020). What is ITP?National Institute of Health (2022). MedlinePlus. Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP).Mayo Clinic (2021). Diseases & Conditions. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).Donahue, M. Healthline (2022). Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).
GRANOMIC STROKE
Tes skrining untuk mengetahui variasi gen stroke Mendeteksi risiko penyakit stroke pada tubuh manusia sebelum munculnya gejala Pemeriksaan dapat dilakukan sejak usia remaja
GRANOMIC KANKER
Granomic Cancer Tes skrining untuk mengetahui variasi gen kanker sebelum menunjukkan gejala Tes ini dapat dilakukan semua umur
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message