Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Perlunya Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
Deteksi dini tumbuh kembang anak memiliki peran penting bagi orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Tumbuh kembang anak usia dini memang kerap menjadi acuan terkait tumbuh kembang anak pada masa masa selanjutnya.Dengan melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak orang tua dapat membuat perencanaan intervensi jika ada permasalahan keterlambatan tumbuh kembang yang mungkin dapat menimbulkan efek jangka panjang.Anak yang tumbuh sehat, cerdas serta berprestasi tentu menjadi dambaan semua orang tua. Memahami dan mencukupi pertumbuhan serta perkembangan yang optimal adalah faktor utama untuk mewujudkan impian tersebut.Nah, di bawah ini akan kami ulas jenis-jenis deteksi dini tumbuh kembang anak. Harapannya, dengan mengetahui ini, anak dapat tumbuh dan berkembang sercara optimal baik pada aspek fisik, metal maupun sosial. Begitu juga orang tua dapat dengan mudah membersamai anak dengan pola asuh yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.1. Mengatasi Hambatan Perkembangan AnakDeteksi dini pada tumbuh kembang anak merupakan upaya pemeriksaan klinis guna menemukan masalah atau keterlambatan tumbuh kembang pada anak usia dini. Deteksi tumbuh kembang anak usia dini sangat penting guna mengetahui hambatan perkembangan serta pemberian penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak.Anak dengan kebutuhan khusus secara umum mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya, beberapa gangguan yang kerap dialami oleh anak dengan hambatan tumbuh kembang yakni gangguan kecerdasan, pendengaran, penglihatan, interaksi dan komunikasi, gerak serta aspek sosial dan perilaku.2. Memaksimalkan Potensi AnakAdanya deteksi pada pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini mampu memaksimalkan potensi yang telah dimiliki anak sejak lahir. Potensi yang optimal dapat terwujud dari tiga aspek tumbuh kembang yang terpenuhi dengan baik seperti kognitif-bahasa, sosial-emosional, fisik-motorik.Ketiga aspek tersebut akan muncul ketika dilakukan deteksi dini pada tumbuh kembang anak dan mampu memberikan petunjuk penanganan yang tepat bagi orang tua untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki anak.Anak dengan hambatan kognitif-bahasa dapat diberikan stimulus dengan memperbanyak kosakata, bermain teka-teki serta berkomunikasi dengan lebih jelas. Masalah fisik-motorik anak sebagai penunjang potensi anak juga patut diberikan stimulus yang tepat seperti memberikan gizi yang cukup, adanya ruang gerak yang aman serta adanya kesempatan aktivitas fisik.3. Orang Tua SuportifFaktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini cukuplah beragam, setiap anak tumbuh dan berkembang dengan pola yang sama namun memiliki kemampuan berkembang yang berbeda-beda.Pemahaman terhadap usia dan tahapan perkembangan anak sangat diperlukan oleh orang tua untuk memaksimalkan proses tumbuh kembangnya. Orang tua pun akan lebih dimudahkan untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi pada fase tumbuh kembang anak. Orang tua harus suportif dan harus adaptif mencari pertolongan jika anak dirasa mengalami hambatan tumbuh kembang. Deteksi dini tumbuh kembang anak memungkinan orang tua membantu anak melewati masa sulitnya dalam menghadapi keterlambatan yang dialami. Orang tua dapat meluangkan waktu lebih lama bersama anak, bermain bersama, lebih sering berbicara kepada anak dan memijat tubuh anak untuk meningkatkan potensi tumbuh kembang yang optimal.4. Perkembangan Kognitif yang OptimalSekitar 80% keterampilan kognitif anak terjadi secara optimal pada 3 tahun pertama kehidupannya. Deteksi dini tumbuh kembang anak menjadi kunci keberhasilan perkembangan yang optimal pada anak. Kemampuan anak dalam berpikir, perhatian, mengingat dan memproses informasi, belajar mengevaluasi, menganalisis hingga membandingkan dan memahami hubungan sebab akibat harus terus menjadi perhatian utama sebagai perkembangan kognitif dapat berkembang secara optimal. Perkembangan kognitif yang terjadi pada anak usia dini seperti mengenali huruf dan angka, berjalan, berlari, mengenal bentuk dan juga mengenal warna. Perkembangan koognitif yang tidak terhambat akan memudahkan anak dalam hal pengetahuan, pemahaman serta proses psikologis terhadap lingkungan sekitar.5. Penanganan yang Tidak Terlalu SulitPemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sangat dianjurkan guna menemukan sejak dini adanya gangguan tumbuh kembang sehingga dapat diberikan tindak lanjut sesegera mungkin.Anak di bawah usia dua tahun telah mengalami perkembangan otak yang sangat pesat. Oleh karena itu, periode tersebut dikenal dengan periode kritis perkembangan dan merupakan waktu yang tepat melakukan pemulihan jika terjadi gangguan perkembangan.Selain deteksi dini pada anak usia dini, jenis jenis deteksi dini tumbuh kembang anak dapat dilakukan dengan skrining pada anak normal maupun anak dengan gangguan perkembangan. Skrining dianjurkan dilakukan setiap bulan secara berturut-turut. Proses skrining meliputi menimbang berat badan, mengukur panjang atau tinggi badan dan mengukur lingkar kepala.6. Mengidentifikasi Jika Ada Gejala PenyakitPerlunya deteksi dini tumbuh kembang anak juga merupakan alasan untuk mengidentifikasi gejala penyakit pada anak usia dini. Anak usia dini masih rentan terhadap penyakit, bahkan tidak sedikit angka kematian anak usia dini yang terjadi.Dengan dilakukannya proses skrining kesehatan dan tumbuh kembang yang rutin pada anak diharapkan dapat menekan angka kematian pada anak usia dini yang mencapai 12,4 juta jiwa per tahun.Deteksi dini tumbuh kembang anak membantu kerja medis dalam mendiagnosa kasus kesehatan yang sering dialami oleh anak usia dini. Dengan proses pemeriksaan dini yang tepat dan akurat anak dengan gejala penyakit ringan maupun berat yang membahayakan dapat diberikan penanganan yang tepat.7. Konsultasi Dengan Tim AhliDeteksi dini tumbuh kembang anak juga perlu dilakukan dengan konsultasi ke tim ahli. Maksud tim ahli ini yakni orang-orang yang memiliki kompeten dalam mengidentifikasi tumbuh kembang anak. Tujuan utama konsultasi dengan tim ahli ini yakni agar anak dapat mencapai tumbuh kembang yang ideal sesuai usianya.Lebih lanjut, dengan melakukan konsultasi, tim ahli akan membantu Anda memantau dan mengevaluasi tumbuh kembang anak Anda. Jika ditemukan masalah pada tumbuh kembang anak, tim ahli dapat segera menentukan diagnosis dan melakukan penanganan dengan langkah-langkah yang tepat.Nah, kami menyarankan Anda datang ke Granostic untuk melakukan konsultasi terkait tumbuh kembang anak bersama tim ahli. Terlebih jika anak Anda mengalami permasalahan tumbuh kembang tertentu, seperti: tidak mencapai perkembangan ideal sesuai usianya, susah makan, berat dan tinggi badan tidak ideal sesuai usianya, terlambat berbicara dan emosi tidak stabil.Nantinya, tim ahli Granostic akan memberikan panduan atau cara penanganan yang tepat dalam mengatasi permasalahan tumbuh kembang anak. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi nih dengan tumbuh kembang anak karena tim ahli dari Granostic akan bersedia selalu membantu Anda dalam memaksimalkannya.Itulah pembahasan tentang jenis-jenis deteksi dini tumbuh kembang anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Kesimpulannya, sangat penting orang tua memperhatikan tumbuh kembang anak agar senantiasa mencapai ‘titik ideal’ sesuai usianya. Dengan begitu, anak akan menjadi sehat, memiliki sistem imun kuat, cerdas dan motoriknya bagus. Granostic siap membantu Anda dalam mencapai tumbuh kembang anak yang ideal!Saat berkonsultasi dengan dokter Granostic, Anda bisa nih menanyakan berbagai hal penting terkait sakit komplikasi sarkoma dan gaya hidup seperti apa yang semestinya dijalankan untuk memeranginya. Anda juga bsa menanyakan penyakit komplikasi apa bisa sembuh ke dokter Granostic. Dengan senang hati, dokter Granostic akan memberikan jawaban dan solusi bagi Anda agar terbebas dari sarkoma dan penyakit serius lainnya.
Jenis Sarkoma Ewing yang Perlu Diketahui
Ewing sarcoma jenisnya ada lima. Jenis sarkoma ewing ini diklasifikasikan berdasarkan letak kemunculannya atau awal pertumbuhannya. Untuk mengetahui secara detail jenis sarkoma ewing, simak artikel ini sampai tuntas ya!Apa itu ewing sarcoma? Sarcoma ewing atau disebut juga sarkoma ewing adalah jenis tumor ganas atau kanker yang pertumbuhan awalnya di tulang.Sarkoma ewing ini bisa tumbuh di berbagai tulang tubuh, seperti tulang paha, tulang panggul, tulang lengan atas, tulang kering dan lainnya. Dalam sejumlah kasus, kanker sarkoma ewing juga dapat tumbuh di jaringan lunak sekitar tulang, seperti lemak, otot dan/atau jaringan ikat.Letak pertumbuhan awalnya ini lantas membuat ewing sarcoma dibagi menjadi lima jenis. Berikut ini jenis sarkoma ewing yang perlu Anda ketahui:1. Sarkoma Ewing TulangSeperti namanya, ewing sarcoma jenisnya ini tumbuh di bagian tulang tubuh. Misalnya, tulang paha, tulang panggul, tulang rusuk dan/atau bagian tulang lainnya.Sarkoma ewing tulang ini berpotensi merusak bagian tulang yang terserang. Akibatnya, struktur tulang yang terserang akan melemah dan sangat rentan mengalami cedera apabila terkena benturan.GejalaGejala sarkoma ewing tulang pada awal pertumbuhannya mungkin tidak terasa dan tidak diketahui oleh penderitanya. Pada saat sarkoma ewing tulang membesar, gejala-gejala ini akan dirasakan oleh penderita:● Muncul benjolan pada bagian tubuh yang terkena sarkoma ewing tulang.● Demam.● Sering mengalami keringat dingin saat malam hari.● Nyeri tak tertahankan.● Cedera atau bahkan patah tulang saat mengalami benturan.PenyebabPenyebab sarkoma ewing tulang cukup beragam. Di antaranya: faktor genetik, efek samping pengobatan yang menggunakan radiasi seperti radioterapi dan cedera tulang.Identifikasi AwalDalam melakukan identifikasi awal, dokter mulanya akan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan menggunakan X-ray hingga biopsi untuk mendapatkan kejelasan terkait ewing sarcoma jenisnya yang dikeluhkan oleh penderita.2. Sarkoma Ewing EkstrakranialJenis sarkoma ewing yang kedua yaitu sarkoma ewing ekstrakranial. Ewing sarcoma jenisnya ini mulanya tumbuh di jaringan saraf tubuh. Jika tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat, tumor kemungkinan akan mengalami penyebaran ke bagian tubuh lainnya.GejalaGejala sarkoma ewing ekstrakranial yang seringkali dikeluhkan penderita di antaranya: rasa nyeri yang berlangsung lama, demam yang (juga) berlangsung lama, tubuh mudah lelah dan nafsu makan menurun. Jika kondisi semakin parah, benjolan akan muncul di permukaan kulit pada bagian tubuh yang terserang.PenyebabSarkoma ewing ekstrakranial kemungkinan dipicu oleh faktor keturunan, perubahan genetik, paparan radiasi dan paparan zat kimia berbahaya. Meski begitu, penyebab pastinya dari penyakit serius ini masih belum diketahui.Identifikasi AwalDokter akan melakukan identifikasi awal dengan menanyakan riwayat dan kondisi kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan melakukan scanning untuk mendeteksi keberadaan dan tingkat keparahan sarkoma ewing ekstrakranial, seperti melakukan foto rontgen, CT scan dan/atau PET scan.3. Sarkoma Ewing Tulang LunakSeperti namanya, sarkoma ewing tulang lunak adalah jenis sarkoma ewing yang tumbuh pertama kali di tulang lunak. Pertumbuhan jenis sarkoma ewing ini bisa di berbagai tulang lunak tubuh ya.GejalaCiri-ciri kanker sarkoma ewing tulang lunak atau gejalanya meliputi: muncul rasa sakit atau nyeri tak tertahankan yang datang dan pergi, muncul pembengkakan, demam dan cedera tulang. Dalam kondisi yang parah, penderita bisa mengalami patah tulang karena tulang yang terserang sarkoma ewing mengalami kerusakan parah.PenyebabPenyebab ewing sarcoma jenisnya tulang lunak ini belum diketahui secara pasti. Tapi jelasnya, ewing sarcoma tulang lunak muncul saat sel-sel tumbuh tidak normal dan terkendali.Identifikasi AwalUntuk melakukan identifikasi awal atau diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Dokter lantas akan melakukan pemeriksaan fisik seperti menggunakan X-ray dan biopsy untuk memperoleh kejelasan letak dan stadium sarkoma ewing tulang lunak yang diderita oleh pasien.4. Tumor Primer Paru-paruTumor primer paru-paru adalah ewing sarcoma jenisnya yang tumbuh pertama kali di dalam organ paru-paru. Jenis sarkoma ini sangat berbahaya karena menyerang organ penting tubuh.GejalaPada stadium awal, penderita tumor primer paru-paru mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Namun, jika tumor semakin parah, penderita biasanya merasakan gejala-gejala berikut ini:● Sesak nafas.● Suara jadi serak.● Batuk terus-menerus, bahkan terkadang disertai dengan keluar darah.● Nyeri dada.● Tubuh jadi lemas.PenyebabPenyebab utama tumor primer paru-paru yakni terpapar zat beracun karsinogen secara terus-menerus atau berlangsung lama. Zat beracun karsinogen ini dapat membuat perusahan sel tidak normal sehingga bermutasi menjadi sel kanker atau tumor.Identifikasi AwalBeberapa tindakan identifikasi awal yang dilakukan dokter biasanya dengan menanyakan riwayat kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara rontgen dada, CT scan, sitologi dahak dan/atau biopsi (jika perlu).5. Tumor pada Jaringan Saraf (PNET)Ewing sarcoma jenisnya yang terakhir yaitu tumor pada jaringan syaraf atau PNET (Primitive Neuroectodermal Tumors). Seperti namanya, jenis sarkoma ewing ini bermula tumbuh di jaringan saraf tubuh. PNET juga bisa lho tumbuh di sistem saraf pusat, termasuk otak, tulang belakang dan sumsum.GejalaCiri-ciri kanker sarkoma ewing PNET yang juga menjadi gejala umumnya yakni sakit kepala, tubuh mudah lelah, muntah dan kejang. Selain itu, penderita mungkin akan mengalami nyeri punggung atau kaki, sulit bergerak termasuk juga sulit berjalan dan mengalami gangguan fungsi kandung kemih dan usus.PenyebabTernyata penyebab tumor pada jaringan saraf atau PNET ini masih belum diketahui sampai sekarang. Penyakit serius ini pun tidak ada kaitannya dengan faktor keturunan atau genetik yang diwariskan oleh keluarga. Jadi, jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena PNET, anggota keluarga lainnya tidak akan berisiko terkena penyakit yang sama.Identifikasi AwalDokter akan melakukan identifikasi awal dengan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan penderita PNET. Beberapa metode penentuan diagnosis seperti CT Scan dan MRI juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi letak dan stadium PNET yang diidap oleh penderita.Itulah jenis sarkoma ewing yang perlu Anda ketahui. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala-gejala yang kami sebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera. Anda bisa melakukan pemeriksaan di Granostic.Granostic menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi sarkoma ewing berikut tingkat keparahannya. Dengan adanya layanan ini, dokter dapat mengetahui ewing sarcoma jenisnya sekaligus menentukan pengobatan yang tepat.Ya, pengobatan sarkoma ewing memang harus didasarkan pada ukuran tumor/kanker, tingkat keparahannya dan kondisi penderita secara keseluruhan. Ketiga hal itu baru bisa diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang tersedia di layanan Granostic.Oh ya, kanker ewing sarcoma jenisnya itu bisa sembuh dan kambuh lagi. Oleh karenanya, Anda perlu melakukan pemeriksaan secara berkala di Granostic untuk mencegah ewing sarcoma tumbuh dan kambuh.
Apa itu Sarkoma Ewing? Berikut Penjelasannya!
Apa itu sarkoma ewing atau disebut juga ewing sarcoma? Apakah ewing sarcoma termasuk penyakit serius?Ewing sarcoma adalah tumor ganas atau kanker yang tumbuh dan berkembang di tulang atau jaringan lunak sekitar tulang, seperti otot dan saraf. Jadi, bisa dikatakan sarkoma ewing adalah penyakit serius dan berbahaya.Meski begitu, sarkoma ewing tergolong penyakit kanker yang jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dan remaja usia 10 hingga 20 tahun, namun persentasenya sangat kecil. Sarkoma ewing bisa tumbuh dan berkembang di tulang bagian tubuh mana pun, seperti tulang paha, tulang lengan atas, tulang panggul dan lainnya. Penderita harus segera menanganinya agar sarkoma ewing tidak tumbuh menjadi besar dan lebih parah.Untuk mengetahui lebih detail apa itu sarkoma ewing, di bawah ini kami paparkan penjelasan selengkapnya. Kami jelaskan jenis, gejala, penyebab, tingkat keparahan (stadium) dan pengobatan ewing sarkoma yang tepat. Simak dengan saksama ya!Jenis Sarkoma EwingAda empat jenis ewing sarcoma yang perlu Anda ketahui. Keempat jenis ini dibedakan berdasarkan letak tumbuhnya kanker sarkoma ewing, berikut di antaranya:● Kanker tulang ewing: jenis sarkoma ewing ini tumbuh di bagian tulang tubuh, seperti tulang rusuk, tulang panggul, tulang selangka dan/atau bagian tulang lainnya.● Peripheral primitive neuroectodermal tumor: jenis ewing sarcoma ini tumbuh di jaringan saraf yang ada di berbagai organ tubuh.● Kanker sarkoma ewing extraosseous: jenis ewing sarcoma ini tumbuh di jaringan lunak, misalnya di tulang rawan.● Tumor askin: jenis sarkoma ewing ini tumbuh di bagian dada.Gejala Sarkoma EwingAda empat gejala sarkoma ewing yang sering kali dikeluhkan oleh penderita. Di antaranya sebagai berikut:1. Tubuh DemamGejala sarkoma ewing yang pertama yakni tubuh mengalami demam. Demam ini biasanya hilang muncul dalam jangka panjang selama penderita mengidap sarkoma ewing.2. Mudah LelahGejala yang juga menjadi ciri-ciri kanker sarkoma ewing berikutnya yakni tubuh penderita gampang lelah. Gejala ini, tentu saja, dapat menghambat aktivitasnya sehari-hari.3. PembengkakanPembengkakan juga akan terjadi pada area tubuh yang terkena ewing sarcoma. Selain itu, penderita juga mungkin akan mengalami kekakuan (juga) pada area tubuh yang terkena penyakit serius ini.4. NyeriPenderita pun bisa saja mengalami nyeri atau sakit yang tak tertahankan pada area tubuh yang terkena sarkoma ewing. Bahkan, rasa nyeri yang hebat ini sering kali membuat penderita sulit tidur.Penyebab Sarkoma EwingPenyebab ewing sarcoma sejatinya hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit serius ini patut diduga dipicu oleh tiga hal berikut ini:1. Perubahan Genetik Tidak NormalSarkoma ewing patut diduga dipicu oleh perubahan genetik atau mutasi tidak normal yang terjadi usai lahir. Sebenarnya bukan saja ewing sarcoma yang diduga dipicu oleh perubahan genetik tidak normal, beberapa jenis kanker juga banyak yang dipicu oleh penyebab ini.2. Faktor KeturunanEwing sarcoma juga patut diduga dipicu oleh faktor keturunan atau pengaruh genetik dari orang tua. Seperti yang kami jelaskan di atas, beberapa jenis kanker, termasuk sarkoma ewing, bisa dipicu oleh mutasi genetik pada sel. Nah, mutasi genetik ini mungkin terjadi karena faktor keturunan.3. Paparan RadiasiPaparan radiasi yang terlalu lama pun bisa memicu tumbuhnya kanker sarkoma ewing. Paparan radiasi ini bisa berasal dari sinar UV atau matahari. Bisa juga paparan radiasi berasal dari pengobatan radioterapi dan lingkungan kerja penderita yang memang radiasinya tinggi.Stadium dan Diagnosa Sarkoma EwingSetelah mengetahui jenis, gejala dan penyebab sarkoma ewing, sekarang Anda juga perlu mengetahui stadium dan diagnosanya. Kita bahas stadium atau tingkat keparahannya terlebih dahulu.Stadium atau tingkat keparahan ewing sarcoma ditentukan berdasarkan tingkat penyebarannya di dalam tubuh. Stadium ewing sarcoma ini menjadi acuan penting bagi dokter dalam menentukan pengobatan dan/atau penanganan yang tepat.Nah, dokter pada umumnya membagi stadium ewing sarcoma secara sederhana, yakni hanya dalam dua tingkatan. Berikut kedua stadium ewing sarcoma:● Sarkoma ewing lokal: pada stadium ini, ewing sarcoma baru menyebar ke jaringan tubuh sekitar tulang, seperti tendon dan otot. Tumor, pada level ini, belum menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari letak awal pertumbuhannya.● Sarkoma ewing metastasis: pada stadium ini, tumor menyebar ke berbagai bagian tubuh, bahkan jauh dari letak awal pertumbuhannya. Seperti, paru-paru, organ hati, kelenjar getah bening dan.atau bagian tubuh lainnya.Nah, untuk mengetahui stadium atau tingkat keparahan ewing sarcoma ini, dokter akan melakukan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan dan menanyakan gejala yang dialami penderita. Pemeriksaan dilakukan dengan melakukan metode scanning atau pemindaian untuk mengetahui letak sarkoma ewing dan seberapa besar ukurannya. Metode scanning yang biasa dilakukan yakni CT scan, MRI, PET scan dan/atau foto rontgen.Dokter juga mungkin akan melakukan biopsi untuk memastikan stadium atau tingkat keparahan sarkoma ewing yang diidap penderita. Metode biopsi ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tumor, lalu diperiksa di laboratorium.Diagnosis ini penting dilakukan guna menentukan pengobatan/penanganan yang tepat bagi penderita sarkoma ewing. Lantas, pengobatan/penanganan seperti apa yang akan dilakukan oleh dokter untuk penderita jenis kanker atau tumor ganas ini?Pengobatan dan IdentifikasiSetelah dilakukan identifikasi atau diagnosis, dokter akan menentukan pengobatan bagi penderita sarkoma ewing. Pengobatan ini ditentukan berdasarkan ukuran tumor ewing sarcoma, tingkat keparahan penyebarannya, kondisi penderita terkini dan pilihan pasien.Pada umumnya, dokter akan menyarankan tiga jenis pengobatan untuk mengatasi tumor atau ewing sarcoma, di antaranya: kemoterapi, operasi dan radioterapi. Kemoterapi sarkoma ewing adalah pemberian obat-obatan tertentu kepada penderita yang bertujuan menghentikan pertumbuhan dan membasmi sel kanker.Operasi adalah tindakan mengangkat sel kanker ewing sarcoma. Operasi ini penting dilakukan guna menjaga fungsi organ tubuh yang terkena kanker ewing sarcoma. Adapun radioterapi yakni terapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker tersisa. Radioterapi juga boleh dilakukan apabila tindakan operasi sulit dilakukan karena letak tumor berada di bagian tubuh yang susah dijangkau.Ketahuilah, kanker sarkoma ewing mempunyai kemungkinan sembuh yang tinggi apabila belum menyebar. Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk melakukan langkah pencegahan yang tepat. Langkah pencegahan ini bisa dilakukan secara sederhana kok. Bagaimana caranya?Pertama, menjalankan pola hidup sehat setiap hari. Pola hidup sehat ini terdiri dari mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, menjaga berat badan ideal, menjauhi zat-zat pemicu kanker dan stop merokok.Kedua, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi kanker ewing sarcoma sejak dini. Pemeriksaan kesehatan secara berkala ini bisa Anda lakukan di Granostic.Oh ya, di samping mempunyai tingkat kesembuhan yang tinggi sebelum menyebar, kanker ewing sarcoma juga bisa kambuh setelah sembuh. Inilah pentingnya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di Granostic guna mencegah kanker ewing sarcoma kambuh lagi!
Kenali Beberapa Komplikasi Sarcoma
Sarcoma atau sering juga ditulis ‘sarkoma’ bisa menjadi sakit komplikasi berbahaya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Sarkoma sendiri adalah jenis tumor ganas atau kanker yang menyerang jaringan lunak pada tubuh, seperti otot, lemak, saraf, tendon dan lapisan tulang sendi.Siapa pun harus waspada dengan komplikasi penyakit, termasuk yang disebabkan oleh kanker sarkoma. Oleh karenanya, penting bagi kita semua perlu mengenali gejala-gejala kanker maupun sakit komplikasi yang disebabkan olehnya.Di samping itu, kita juga perlu menangani gejala-gejala awal kanker sarcoma. Nah, pada umumnya gejala awal kanker sarcoma itu tidak tampak sehingga pengidap mungkin tidak mengetahui kalau sejatinya dia menderita penyakit serius tersebut.Meski begitu, Anda bisa melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara berkala. Penting juga bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis penyakit secara detail (jika ada). Anda juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium di Granostic ya!Mungkin Anda bertanya-tanya penyakit komplikasi apa bisa sembuh? Daripada dibuat penasaran terus, Anda bisa menanyakan hal itu ke Granostic dan mendengarkan langsung jawaban yang tepat dari dokter spesialis di sana.Nah, di bawah ini kami akan mengenalkan kepada Anda beberapa sakit komplikasi sarcoma yang sering kali terjadi. Simak dengan saksama ya!1. Sel-sel Kanker Menyebar Melalui Alirah DarahBerbagai jenis kanker sarkoma, termasuk sarkoma tulang, bisa menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain. Penyebaran sel kanker sarkoma ini dalam dunia medis disebut metastasis. Sebenarnya bukan saja sarkoma, semua jenis kanker bisa mengalami penyebaran.Penyebaran sel kanker sarkoma diawali dengan menginvasi jaringan tubuh di sekitarnya. Kemudian, sel kanker sarkoma masuk ke aliran darah dan menyebar ke jaringan dan/atau organ tubuh yang jauh dari awa mula sarkoma tumbuh.Penyebaran sel kanker sarkoma ini termasuk kondisi yang sangat serius. Sel kanker bisa saja tumbuh baru di jaringan dan/atau organ tubuh yang disinggahinya. Tentunya, penderita akan mengalami kondisi yang lebih parah dan perlu mendapatkan perawatan yang lebih intens.2. Kerusakan Organ PentingTanda-tanda sakit komplikasi sarkoma berikutnya terjadi kerusakan organ penting dalam tubuh. Ya, penyebaran sel kanker sarkoma memang bisa mengakibatkan sistem organ tubuh mengalami gangguan sehingga kinerjanya tidak normal lagi sebagaimana biasanya. Dalam kasus yang lebih parah, organ akan mengalami kerusakan.Misalnya, penyebaran sel kanker sarkoma sampai ke paru-paru dan tumbuh besar di tempat barunya itu. Maka, organ paru-paru kemungkinan akan mengalami sulit mengembang karena adanya tekanan dari sel kanker sehingga mengakibatkan penderita sesak napas.Misalnya lagi, penyebaran sel kanker sarkoma sampai ke jaringan ginjal dan tumbuh besar di organ tersebut. Maka, ginjal tidak akan berfungsi dengan normal lagi, yakni menyaring racun untuk dikeluarkan melalui urin.Terjadinya kerusakan organ penting ini sangat ditakutkan dari contoh penyakit komplikasi sarkoma. Sebab, kondisi penderita akan semakin parah.3. Kompresi Saraf atau Pembuluh DarahKanker sarkoma yang mengalami komplikasi dapat memberikan kompresi pada saraf atau pembuluh darah. Bukan saja itu, kompresi akibat tumbuhnya sel kanker ini juga bisa menyerang organ tubuh tertentu dan tulang.Terjadinya kompresi saraf atau pembuluh darah ini membuat penderita mengalami rasa sakit dan nyeri yang tak tertahankan. Bahkan, rasa nyeri yang muncul sering kali membuat penderita mengalami sulit gerak atau geraknya jadi lebih terbatas.Pada intinya, komplikasi penyakit sarkoma yang mengakibatkan kompresi saraf atau pembuluh darah membuat penderita merasakan ketidaknyamanan. Bahkan, pada malam hari, penderita sangat mungkin akan mengalami sulit tidur.4. Kehilangan Fungsi TubuhBukan hanya rasa nyeri yang hebat, kompresi saraf atau pembuluh darah juga bisa mengkibatkan kehilangan fungsi tubuh. Misalnya kehilangan fungsi pendengaran, fungsi penglihatan dan fungsi penciuman, tergantung di mana kanker sarkoma tumbuh.Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, kanker sarkoma yang mengalami penyebaran bisa mengakibatkan kehilangan ingatan. Inilah bahayanya kanker sarkoma yang perlu diwaspadai oleh siapa saja, terutama para pengidapnya. Terlebih ketika kanker sarkoma mengalami komplikasi penyakit.5. Risiko InfeksiSakit komplikasi akibat kanker sarcoma berikutnya yakni berisiko terkena infeksi. Apa kaitannya kanker sarcoma dengan infeksi?Ketahuilah, apapun jenis kanker yang diderita, termasuk kanker sarkoma tulang, bisa membuat sistem kekebalan tubuh atau imunitas mengalami penurunan. Nah, sistem imunitas ini memiliki salah satu tuhas melawan infeksi, virus maupun bakteri. Jadi, saat mengalami penurunan sistem imunitas, tubuh akan mudah terkena infeksi.Risiko infeksi yang diakibatkan oleh komplikasi penyakit sarkoma ini sangat berbahaya bagi tubuh. Bahkan, dalam kondisi yang parah, infeksi dapat mengakibatkan sepsis. Sepsis adalah respons ekstrem tubuh terhadap infeksi yang menyerang. Oleh karenanya, penting sekali bagi pengidap sarkoma untuk mengecek kondisi kesehatannya secara rutin di Granostic.6. Efek Samping PengobatanPenderita atau pengidap sarkoma pada umumnya mendapatkan pengobatan jangka panjang. Pengobatan jangka panjang ini penting dilakukan guna mengendalikan pertumbuhan sel kanker sarkoma.Akan tetapi, pengobatan sarkoma dapat menimbulkan efek samping yang buruk bagi tubuh. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, dampak buruk akibat efek samping pengobatan sarkoma bisa berakibat pada gangguan jantung dan gangguan tumbuh kembang pada anak.Oleh karenanya, pengidap sarkoma perlu mengecekkan kondisi kesehatannya ke dokter spesialis Granostic secara berkala. Dengan melakukan ini, kamu akan mendapatkan pengobatan penyakit sarkoma yang tepat dan meminimalisir efek samping pengobatan.7. Perubahan Mood dan KomplikasiTerakhir, sakit komplikasi kanker sarkoma bisa mengakibatkan perubahan mood atau suasana hati. Bahkan, dalam kondisi yang parah, perubahan mood bisa menjadi ekstrem. Pada akhirnya, penderita akan mengalami depresi, mudah marah dan/atau sedih. Di samping itu, penderita mungkin mengalami rasa putus asa dan ketakutan.Jika Anda mendapati seseorang yang mengalami perubahan mood akibat komplikasi penyakit sarkoma, Anda bisa membicarakan dengan baik-baik perasaan atau ketakutan yang dialami penderita. Dengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan penderita dan beri nasihat secara bijak serta beri dorongan untuk terus bersemangat melawan penyakit yang dideritanya.Itulah beberapa sakit komplikasi kanker sarkoma yang sering terjadi. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami komplikasi kanker sarkoma, segeralah memeriksakan diri ke Granostic untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.Sebenarnya, kanker sarkoma bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana. Seperti, menjalankan gaya hidup yang sehat, mengurangi paparan radiasi penyebab kanker, menghindarkan diri dari zat berbahaya penyebab kanker dan melakukan cek kesehatan dan konsultasi dengan dokter Granostic secara berkala.Saat berkonsultasi dengan dokter Granostic, Anda bisa nih menanyakan berbagai hal penting terkait sakit komplikasi sarkoma dan gaya hidup seperti apa yang semestinya dijalankan untuk memeranginya. Anda juga bsa menanyakan penyakit komplikasi apa bisa sembuh ke dokter Granostic. Dengan senang hati, dokter Granostic akan memberikan jawaban dan solusi bagi Anda agar terbebas dari sarkoma dan penyakit serius lainnya.
Cara Pencegahan Sarcoma Sejak Dini
Sarcoma atau sering kali ditulis ‘sarkoma’ adalah jenis penyakit serius dan berbahaya, meski kasusnya tidak begitu banyak. Karenanya, penting bagi kita semua untuk mengetahui langkah pencegahan sarkoma sejak dini.Perlu diketahui, sarkoma adalah tumor yang tumbuh dan berkembang pada jaringan lunak tubuh. Tumor ini bisa berkembang besar hingga menjadi kanker apabila tidak dicegah sedini mungkin.Nah, tumor sarkoma bisa berkembang di jaringan lunak bagian tubuh mana saja. Namun, kebanyakan tumor sarkoma tumbuh di bagian perut, tungkai dan lengan.Di dalam artikel ini, kami ingin menginformasikan langkah-langkah atau cara pencegahan sarkoma sejak dini yang bisa kita lakukan. Simak dengan saksama ya!1. Pemeriksaan Kesehatan RutinCara mencegah sarkoma yang pertama yakni melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau berkala. Anda mungkin bertanya-tanya, apa sih pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin?Ketahuilah, dengan melakukan cek kesehatan rutin, Anda akan mengetahui kondisi Anda terkini. Selain itu, cek kesehatan rutin juga dapat mengidentifikasi tanda-tanda munculnya penyakit serius, seperti tumor sarkoma. Anda juga akan mendapatkan ‘wejangan-wejangan’ penting dari dokter atau tim medis untuk mempertahankan gaya hidup sehat sehingga terhindar dari contoh sarkoma.Pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa Anda lakukan di Granostic. Untuk wilayah Surabaya, Granostic menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan rutin secara homeservice. Jadi, Anda tidak perlu pergi ke kantor kami untuk melakukan cek kesehatan.2. Gaya Hidup SehatCara mencegah penyakit sarkoma yang kedua yakni dengan mempertahankan gaya hidup sehat. Apa saja gaya hidup sehat yang perlu kita lakukan agar terhindar dari sarkoma?Setidaknya ada lima hal yang perlu lakukan, di antaranya: menjaga berat badan tetap ideal, melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, mengurangi konsumsi garam dan sodium dan menghindari makanan yang diolah dengan cara dibakar atau diasap.Dengan mempertahankan gaya hidup sehat, Anda akan terhindar dari penyakit sarkoma. Jika Anda mengidap sarkoma, mempertahankan gaya hidup sehat bisa menghambat pertumbuhannya dan mencegah penyebaran ke bagian tubuh lainnya.3. Meminimalisir Paparan Zat BerbahayaMeminimalisir paparan zat berbahaya juga penting dilakukan sebagai langkah pencegahan sarkoma dan jenis tumor/kanker lainnya. Salah satu zat berbahaya yang perlu diminimalisir atau bahkan dihindari yakni zat karsinogenik.Zat karsinogenik ini bisa dijumpai pada bahan kimia, sinar radiasi dan obat-obatan. Makanan dan minuman tertentu juga ada lho yang mengandung zat karsinogenik. Jadi, Anda perlu berhati-hati ya!Ketahuilah, zat karsinogenik yang berlebihan di dalam tubuh dapat mengakibatkan mutasi genetik pada sel. Sel lantas membelah lebih cepat, yang mana kondisi ini dapat menjadikan pembentukan sel abnormal atau tidak normal. Pada akhirnya, tumbuhlah tumor, seperti tumor sarkoma pada jaringan lunak.4. Kurangi Paparan RadiasiCara mencegah penyakit sarkoma yang keempat yakni mengurangi paparan radiasi. Anda mungkin dibuat bingung dengan poin ini karena radiasi selama ini dimanfaatkan sebagai pengobatan tumor, termasuk tumor sarkoma.Tapi ketahuilah, sebanyak 10 persen kasus tumor/kanker disebabkan oleh paparan radiasi. Paparan radiasi yang dimaksud bisa berasal dari sinar matahari, lingkungan kerja dan gawai.Nah, radiasi sendiri terdiri dari dua jenis, yakni radiasi non-ionisasi dan ionisasi. Radiasi ionisasi inilah yang dapat memicu tumbuhnya tumor/kanker dan merusak sel DNA. Beberapa radiasi yang bisa memicu efek mengerikan itu di antaranya sinar-X, sinar UV dan unsur kimia radon dalam rokok.Jadi, sekali lagi kami tekankan kepada Anda agar melakukan pencegahan sarkoma dengan mengurangi paparan radiasi. Salah satu caranya yakni dengan mengaplikasikan tabir surya.5. Penggunaan Tabir Surya dari Sinar UVCara mencegah sarkoma berikutnya yakni dengan mengaplikasikan tabir surya. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan tabir surya. Ya, tabir surya atau juga disebut sunscreen adalah salah satu produk kecantikan (skincare) yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau UV.Seperti yang kami informasikan sebelumnya, paparan sinar UV atau sinar matahari yang berlebihan dapat mengakibatkan kanker, termasuk kanker sarkoma. Inilah mengapa kami menyarankan Anda melakukan pencegahan sarkoma dengan cara mengaplikasikan tabir surya.Lantas, bagaimana cara mengaplikasikan tabir surya yang tepat agar kulit terlindung maksimal dari paparan sinar matahari atau UV? Mudah banget kok, Anda hanya perlu mengoleskan tabir surya secukupnya pada bagian tubuh terbuka dan berpotensi terpapar sinar matahari. Sebaiknya oleskan tabir surya atau sunscreen 15 – 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan ya! Tujuannya agar tabir surya meresap dengan baik ke dalam kulit sehingga kulit dapat terlindungi secara maksimal dari paparan sinar matahari.6. Mengenali Gejala KankerMengenali gejala kanker sarkoma juga penting dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Seperti apa sih gejala kanker atau tumor sarkoma?Ketahuilah, pada tahap awal, sarkoma biasanya tidak memunculkan gejala yang bisa dilihat dan dirasakan oleh penderita. Seiring tumbuh dan berkembangnya sarkoma, gejala mulai dapat dilihat dan dirasakan oleh penderita.Beberapa gejala umum sarkoma yang perlu Anda ketahui di antaranya: muncul benjolan padat yang dapat terlihat secara jelas di bagian tubuh yang terkena sarkoma, nyeri perut dan sembelit, batuk dan sesak napas.Untuk diketahui, gejala benjolan padat seiring waktu bisa semakin besar. Pengidap sarkoma perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis Granostic untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.7. Konsultasi dengan Dokter Secara BerkalaCara pencegahan sarkoma yang terakhir yakni melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter secara berkala. Apa sih pentingnya melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter secara berkala?Masih banyak nih orang yang sibuk dengan pekerjaan dan/atau aktivitas sehari-hari sehingga lupa dengan kondisi kesehatannya. Saat penyakit serius datang seperti sarkoma, mereka baru mau memeriksakan diri ke dokter. Setelahnya, mereka menyadari ternyata tubuhnya selama ini terdapat penyakit serius.Oleh karenanya, sangat penting bagi kita semua untuk melakukan konsultasi dan pengecekan kesehatan secara berkala ke dokter. Jika ada penyakit serius terdeteksi di dalam tubuh, kita dapat melakukan penanganan cepat dan tepat sehingga risiko penyakit serius bisa ditekan sesegera mungkin. Misalnya, seseorang melakukan konsultasi dan pengecekan kondisi kesehatannya kemudian dia mengetahui tubuhnya mengidap sarkoma. Dokter akan memberikan penanganan dan pengobatan dengan tepat agar sarkoma tidak tumbuh besar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.Nah, Anda bisa nih melakukan konsultasi kesehatan secara berkala di Granostic. Granostic memiliki dokter spesialis yang mumpuni dan mampu menangani berbagai jenis penyakit, termasuk sarkoma.Anda bisa menanyakan berbagai hal terkait sarkoma ke dokter spesialis Granostic agar lebih memahami seluk-beluk penyakit serius ini. Kemudian, Anda bisa meminta saran ke dokter Granostic terkait gaya hidup seperti apa yang bisa memerangi sarkoma.Itulah pembahasan tentang cara pencegahan sarkoma sejak dini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!
Jenis Sarcoma Apa Saja? Berikut Penjelasannya
Ketahuilah, ada tidak kurang dari 50 jenis sarkoma jaringan lunak. Sarkoma ini termasuk salah satu jenis tumor atau kanker sehingga bisa dikatakan tergolong penyakit serius.Sarkoma atau sering juga ditulis ‘sarcoma’ adalah jenis tumor/kanker yang awal tumbuhnya pada jaringan lunak tubuh. Karenanya, banyak orang menamai penyakit ini ‘sarkoma jaringan lunak’. Pada umumnya, sarkoma menyerang jaringan lunak di area perut, lengan dan tungkai.Meski termasuk penyakit serius, sarkoma tergolong dalam jenis tumor atau kanker yang jarang ditemui. Ya, jumlah kasus tumor sarkoma cuma 1 persen pada orang dewasa. Sementara pada remaja dan anak-anak, jumlahnya sekitar 8 persen.Pada awal tumbuhnya sarkoma, penderita mungkin tidak merasakan keberadaannya. Namun, setelah penyakit sarkoma membesar, penderita akan mengetahui ada benjolan saat disentuh atau diraba.Nah, di bawah ini kami informasikan delapan jenis sarkoma yang paling sering menyerang jaringan lunak tubuh. Simak dengan saksama ya!1. AngiosarcomaAngiosarcoma adalah jenis sarkoma yang menyerang jaringan lunak pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Pada umumnya, angiosarcoma ini menyerang orang yang sudah lanjut usia, yakni yang telah berusia 60 tahun ke atas.GejalaAngiosarcoma seringkali menunjukkan gejala berupa benjolan yang bisa membesar seiring waktu. Selain itu, penderita juga akan mengalami luka mudah berdarah apabila terbentur atau tergores benda lain, luka lama membaik dan bahkan lebih parah dan pembengkakan di sekitar kulit yang terluka.PenyebabAdapun penyebab angiosarcoma di antaranya: kelainan genetik, paparan bahan kimia yang berbahaya, terapi radiasi yang terlalu lama dan pembengkakan akibat tersumbatnya kelenjar getah bening.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap angiosarcoma, penderita biasanya akan disarankan melakukan metode pengobatan tertentu. Seperti, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target dan/atau operasi.2. ChondrosarcomaJenis atau contoh sarkoma berikutnya yakni chondrosarcoma. Chondrosarcoma ini juga sering kali disebut sarkoma tulang karena memang berkembang di sel tulang rawan pada area paha, panggul, rusuk atau bahu.GejalaPenderita chondrosarcoma atau sarkoma tulang biasanya akan merasakan gejala nyeri pada area sel tulang rawan yang terkena. Selain itu, akan muncul pembengkakan pada area chondrosarcoma dan bahkan mengalami tulang rapuh.PenyebabChondrosarcoma bisa disebabkan oleh kelainan genetik, pernah menjalani radioterapi dan transplantasi sumsum tulang serta mengalami penyakit paget. Penyakit paget adalah kondisi tulang mengalami pelemahan.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap chondrosarcoma atau sarkoma tulang, dokter biasanya akan menyarankan beberapa pengobatan. Seperti, radioterapi, kemoterapi dan/atau operasi. Operasi yang dilakukan bisa berupa amputasi atau pengangkatan tulang.3. Gastrointestinal stromal tumorGastrointestinal stromal tumor atau GIST adalah tumor sarkoma yang tumbuh di sepanjang saluran pencernaan, seperti usus halus dan lambung. Jenis penyakit sarkoma jaringan lunak ini diketahui sangat jarang terjadi.GejalaGIST seringkali menunjukkan gejala nyeri perut dan sembelit. Seiring tumbuhnya tumor, penderita mungkin akan mengetahui benjolan padat di area yang terkena sehingga dapat menghambat geraknya.PenyebabGastrointestinal stromal tumor bisa disebabkan oleh kelainan genetik. Bisa juga GIST ini disebabkan oleh paparan radiasi yang terlalu lama, paparan zat kimia yang terlalu lama dan sudah menginjak usia lanjut.Pengobatan dan IdentifikasiPenderita GIST akan di-biopsi untuk memastikan identifikasi diagnosis. Kemudian, dokter akan menyarankan metode pengobatan yang tepat. Seperti, terapi target, radioterapi, kemoterapi dan/atau pengangkatan tumor.4. LeiomyosarcomaContoh sarkoma yang keempat yakni leiomyosarcoma. Leiomyosarcoma adalah sarkoma yang menyerang otot polos yang terdapat di berbagai organ. Seperti, saluran cerna, jaringan ikat tubuh dan pembuluh darah.GejalaPada umumnya gejala leiomyosarcoma yang dikeluhkan penderita di antaranya: perut terasa tidak nyaman dan nyeri, demam, berat badan mengalami penurunan, muncul benjolan dan haid tidak teratur (jika perempuan).PenyebabPenyebab leiomyosarcoma sejatinya masih belum diketahui pastinya. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko orang terkena sarkoma jaringan lunak ini. Di antaranya: faktor keturunan, paparan bahan kimia beracun dan riwayat pengobatan radioterapi.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi mengidap leiomyosarcoma, penderita biasanya disarankan untuk melakukan beberapa pengobatan. Seperti, kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, terapi dengan obat-obatan dan/atau tindakan operasi.5. LiposarcomaLiposarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lemak. Contoh sarkoma ini lebih sering tumbuh di jaringan lemak area perut. lengan dan tungkai.GejalaGejala liposarcoma dapat berbeda-beda, tergantung dengan area yang diserangnya. Namun, biasanya penderita menunjukkan gejala pembengkakan, sulit bernapas, muntah darah, sering cepat kenyang dan kram perut (jika liposarcoma tumbuh di area perut).PenyebabAdapun penyebab liposarcoma ada tiga, yakni faktor keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat liposarcoma, pernah menjalani radioterapi sebagai pengobatan kanker/tumor dan terpapar bahan kimia berbahaya.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah dilakukan identifikasi liposarcoma dan diketahui stadium atau tingkat keparahannya, dokter akan menyarankan metode pengobatan tertentu. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi.6. NeurofibrosarcomaNeurofibrosarcoma adalah tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan saraf tepi. Tumor sarkoma ini pada umumnya bersifat jinak, namun dalam sejumlah kasus bisa tumbuh jadi kanker.GejalaGejala neurofibrosarcoma yang sering kali muncul di antaranya: bercak warna coklat gelap atau terang pada kulit, gangguan perkembangan fisik dan benjolan lunak pada bagian tubuh yang terkena neurofibrosarcoma.PenyebabPenyebab neurofibrosarcoma yakni penderita mengalami kelainan genetik. Biasanya, penderita neurofibrosarcoma akan terlihat pada bayi baru lahir sampai berusia kurang lebih 10 tahun.Pengobatan dan IdentifikasiSetelah diidentifikasi terdiagnosis neurofibrosarcoma, penderita atau pasien biasanya akan diminta melakukan metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, pemberian obat-obatan dan tindakan operasi.7. RhabdomyosarcomaRhabdomyosarcoma adalah jenis sarkoma yang terbentuk dan berkembang di otot rangka. Ya, semua bagian tubuh yang mempunyai otot rangka, seperti perut, dada, tungkai, leher dan sekitar mata bisa tumbuh contoh sarkoma ini.GejalaGejala rhabdomyosarcoma cukup beragam tergantung dengan bagian tubuh yang terkena. Pada umumnya, gejala yang muncul di antaranya: sakit kepala, hidung tersumbat, mimisan, muntah, sembelit, susah buang air kecil, muncul benjolan dan pembengkakan.PenyebabPenyebab rhabdomyosarcoma yakni karena sel rhabdomyoblast tumbuh abnormal atau tidak normal dan tidak terkenali. Sel tersebut kemudian membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.Pengobatan dan IdentifikasiPengobatan rhabdomyosarcoma tergantung dengan stadium atau tingkat keparahan identifikasi yang dilakukan oleh dokter. Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan berupa radioterapi, kemoterapi dan tindakan operasi.8. Tumor AskinJenis sarkoma yang terakhir yakni tumor askin. Tumor askin ini tumor sarkoma yang tumbuh di jaringan lunak rongga dada. Umumnya, tumor askin diidap oleh anak-anak dan remaja yang memiliki kulit putih.GejalaGejala tumor askin yang sering kali muncul diantaranya: demam, sesak napas, nyeri dada, berat badan menurut dan nafsu makan menurun. Penderita juga bisa mengalami batuk dalam waktu yang lama.PenyebabTumor askin sejatinya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi jenis sarkoma ini diduga disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA.Pengobatan Tumor AskinPenderita yang didiagnosa mengalami tumor askin biasanya diminta untuk melakukan beberapa metode pengobatan. Seperti, kemoterapi, radioterapi dan/atau tindakan operasi pengangkatan tumor.Itulah penjelasan tentang jenis sarkoma. Perlu Anda tahu, sarkoma yang tingkat keparahannya masih kecil memiliki kemungkinan sembuh yang lebih tinggi. Oleh karenanya, sebaiknya periksakan diri ke Granostic sejak awal untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter spesialis di Granostic secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan Anda terkini.
Apa itu Sarcoma? Berikut Penjelasannya!
Sudah tahukah Anda apa itu Sarcoma? Singkatnya, sarcoma adalah salah satu jenis kanker sehingga bisa dikatakan tergolong dalam penyakit serius. Untuk mengetahui apa itu sarcoma, simak artikel ini sampai tuntas ya!Sarcoma atau sering juga ditulis dengan kata ‘sarkoma’ ialah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan lunak. Jaringan lunak sendiri adalah jaringan yang menunjang dan mengaitkan struktur yang ada di sekeliling tubuh.Anda pastinya tahu lemak, pembuluh darah, otot, sendi, saraf dan tulang, kan? Nah, semuanya itu termasuk dalam jaringan lunak. Lantas, siapa yang berisiko terkena sarcoma atau kanker jaringan lunak?Mengenal SarkomaSarcoma atau sarkoma adalah jenis kanker atau tumor ganas yang muncul pertama kali atau bermula di bagian jaringan lunak, seperti otot, lemak, pembuluh darah dan lain sebagainya. Pada umumnya, tumor sarcoma ini muncul di jaringan lunak sekitar perut, kaki atau tangan.Mengenai pertanyaan siapa yang berisiko terkena sarcoma, jawabannya semua usia bisa saja mengalaminya. Tapi, penyakit serius ini lebih sering menyerang lansia dan usia paruh baya. Lebih lanjut, risiko orang terkena sarcoma akan meningkat sejalan dengan meningkat usianya.Oleh karenanya, penting bagi siapa saja untuk menjaga kesehatan tubuh. Terlebih saat menginjak usia paruh baya dan lansia, agar kita semua tidak terkena penyakit serius seperti sarcoma dan lainnya.Jenis SarcomaTernyata kanker sarkoma itu ada lebih dari 50 jenis. Berikut ini kami informasikan beberapa jenis atau contoh sarkoma yang paling sering menyerang manusia:● Fibrosarcoma: sarcoma yang muncul di jaringan fibrosa tubuh.● Sarkoma Kaposi: sarkoma yang muncul pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan/atau kelenjar getah bening.● Liposarkoma: kanker sarkoma yang muncul pada jaringan lemak.● Angiosarcoma: Tumor sarkoma yang pertama kali muncul di pembuluh getah bening dan/atau pembuluh darah.● Sarcoma synovial: kanker sarkoma yang muncul di jaringan lunak sekitar sendiri.Gejala SarkomaGejala sarkoma ini cukup beragam. Mengingat, jenis atau contoh sarkoma sendiri sangat beragam. Tapi, pada umumnya berikut gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pengidap sarcoma:● Muncul benjolan yang kalau dipegang dan/atau raba sangat terasa keberadaannya.● Kemunculan benjolan membuat rasa nyeri dan tidak nyaman.● Nyeri pada tulang, bahkan sering mengalami patah tulang yang diakibatkan cedera ringan.● Sering demam.● Sering sakit perut.● Gerak tubuh jadi terbatas alias tidak seperti normalnya.Perlu Anda tahu, di awal kemunculannya, gejala sarkoma mungkin tidak terasa. Gejala sarkoma akan mulai terasa setelah pertumbuhannya masuk dalam tahap lanjut. Pada tahap ini, tumor sarkoma akan memberikan tekanan pada otot, saraf dan organ tertentu.Penyebab SarkomaSetidaknya ada empat penyebab sarcoma yang paling umum. Berikut kami paparkan penjelasan selengkapnya:1. Kelainan GenetikPenyebab sarkoma yang pertama yakni karena kelainan genetik. Ya, seseorang yang mempunyai kelainan genetik tertentu yang diturunkan dari orang tua bisa terkena sarcoma. Kelainan genetik tertentu yang dimaksud bisa berupa sindrom gardner, neurofibromatosis, tuberous sclerosis dan sindrom li-fraumeni.2. Paparan Radiasi Terlalu LamaTerpapar radiasi terlalu lama juga bisa menjadi penyebab sarcoma. Paparan radiasi ini bisa juga dimunculkan oleh radioterapi dalam pengobatan kanker. Bisa juga dari lingkungan kerja yang radiasinya tinggi.3. Adanya Paparan Zat KimiaBeberapa paparan zat kimia seperti dioksin, arsenik dan herbisida bisa menyebabkan kanker sarkoma. Jadi, jangan sampai terkena paparan zat kimia tersebut dalam waktu lama agar tidak terkena penyakit serius ini ya!4. Usia LanjutTelah kami jelaskan sebelumnya bahwa sarcoma lebih sering menyerang orang berusia lanjut atau lansia dan usia paruh baya. Risiko orang terkena sarcoma akan meningkat seiring bertambahnya usia.Kenali Tingkat Keparahan SarkomaAnda perlu tahu tingkat keparahan atau stadium sarkoma sebelum menentukan metode pengobatan yang tepat. Sarkoma sendiri terdiri dari enam tingkat keparahan atau stadium, berikut penjelasan selengkapnya:● Stadium 1A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma masih berukuran kecil, yakni 5 cm atau kurang dari itu. Kecepatan pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 1B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma berukuran 15 cm atau lebih dari itu. Namun, pertumbuhan tumor masih lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya, sebagaimana stadium 1A.● Stadium 2: pada tingkat keparahan ini, sarcoma memiliki ukuran 5 cm atau kurang dari itu. Tapi, tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 2 belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 3A: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran lebih dari 5 cm hingga 10 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar. Sarcoma stadium 3A juga belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 3B: pada tingkat keparahan ini, tumor sarcoma memiliki ukuran lebih dari 10 cm hingga kurang dari 15 cm. Tumor bisa tumbuh dan menyebar cepat. Sarcoma stadium 3B belum akan menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.● Stadium 4: pada tingkat keparahan ini, tumor sarkoma memiliki ukuran sebesar apapun. Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya yang jauh, misalnya paru-paru.Pengobatan dan Konsultasi dengan DokterAnda mungkin bertanya-tanya seperti apa sih pengobatan sarcoma? Ketahuilah, pengobatan sarkoma pada umumnya berupa kemoterapi, radioterapi dan operasi.Kemoterapi dilakukan dengan meminum obat-obatan tertentu untuk memusnahkan tumor sarkoma. Nah, pada umumnya obat kemoterapi yang digunakan di antaranya: Ifosfamide, Docetaxel and Gemcitabine.Sedangkan radioterapi dilakukan dengan melakukan terapi radiasi untuk mengecilkan dan/atau menghancurkan sel tumor. Radioterapi ini juga bisa menghambat atau menghalangi tumbuhnya sarcoma.Adapun tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat sel tumor/kanker. Biasanya, tindakan operasi yang dilakukan yakni pembedahan umum.Nah, pengobatan sarcoma ini harus mengacu pada stadium/tingkat keparahan, letak, tipe dan kondisi penderita. Oleh karenanya, pengobatan perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.Anda bisa melakukan konsultasi pengobatan sarcoma di Granostic. Ya, Granostic memiliki layanan konsultasi dan telekonsultasi berbagai jenis penyakit bersama dokter spesialis dan dokter umum. Dengan melakukan konsultasi di Granostic, Anda akan mengetahui pengobatan sarcoma yang tepat sesuai dengan tingkat keparahannya, tipenya, letaknya dan kondisi penderita.Yuk gunakan layanan konsultasi dan/atau telekonsultasi Granostic agar mendapatkan pengobatan sarcoma yang tepat. Diskusikan secara detail kondisi penderita sarcoma ke dokter spesialis Granostic ya!Lebih lanjut, penting juga bagi penderita sarcoma melakukan perubahan gaya hidup sebagaimana yang disarankan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meminta penderita sarkoma melakukan diet kanker, istirahat yang cukup, tidak beraktivitas fisik secara berlebihan, menjaga berat badan dan berhenti merokok jika sebelumnya merokok. Penderita juga perlu melakukan cek kesehatan dan melakukan konsultasi secara rutin ke Granostic untuk mengetahui kondisinya terkini.
HEALTHY FAMILY PACKAGE
Dalam Rangka menyambut Hari Keluarga Nasional 2023Granostic Diagnostic Center memberikan Promo Paket Cek Kesehatan Keluarga dengan HARGA TERJANGKAU! 😍😍HEALTHY FAMILY PACKAGE :🩺Healthy Family BASIC Package🩺Healthy Family PREMIUM Package🩺Healthy Family ADVANCE PackagePaket sudah termasuk :✅LAYANAN 24 JAM✅FREE KONSULTASI DOKTER✅FREE HOMESERVICE (Area Surabaya)✅FREE CEK TEKANAN DARAH*Promo ini berlaku 21 Juni - 31 Agustus 2023!Keluarga yang SEHAT adalah Keluarga yang BAHAGIA, cek kesehatan keluarga #SobatGranostic sekarang!Hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut :☎️ No telp : (031) 5994080📞 Whatsapp : 0822 30 900 900#medicalcheckupsurabaya #medicalcheckupsby #medicalcheckupmurah #medicalcheckupanak #medicalcheckup #skriningkesehatan #skriningkesehatansby #skriningkesehatananak #skrininganak #medicalcheckuppackage #paketskrining #paketkesehatan #babycheckup #granostic #granosticcenter #granosticcentersurabaya
PROMO SKRINING NARKOBA 2023
Halo #SobatGranostic, tahukah kamu? 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional, hal ini  adalah upaya untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai bahaya Narkoba.Granostic Center menyediakan paket pemeriksaan untuk skrining Narkotika dengan harga yang tentunya terjangkau. Periksakan diri Sobat agar bisa mendapatkan penanganan maksimal!✅LAYANAN 24 JAM✅FREE KONSULTASI DOKTER✅FREE HOMESERVICE (Area Surabaya)✅FREE CEK TEKANAN DARAHHubungi tim Granostic untuk informasi dan appointment ya!☎️ No telp : (031) 5994080📞 Whatsapp : 0822 30 900 900#drugscreening #skriningnarkoba #narkotika #hariantinarkotika #hani2023 #pemeriksaannarkoba #pemeriksaannarkotika #periksalab #ceklab #medicalcheckupsurabaya #medicalcheckupsby #medicalcheckupmurah #medicalcheckup #skriningkesehatan #skriningkesehatansby #medicalcheckuppackage #paketskrining #paketkesehatan #granostic #granosticcenter #granosticcentersurabaya
Thank God It's Payday Juni!
Halo #SobatGranostic Promo Payday KEMBALI LAGI!Nikmati Diskon HINGGA 20% untuk SEMUA PEMERIKSAAN* setiap tanggal 25-01 tiap bulannya!!*Syarat dan Ketentuan BerlakuHubungi tim Granostic Center untuk info dan promo lebih lanjut!☎️ No telp : (031) 5994080📞 Whatsapp : 0822 30 900 900#medicalcheckupsurabaya #medicalcheckupsby #medicalcheckupmurah #medicalcheckupanak #medicalcheckup #skriningkesehatan #skriningkesehatansby #skriningkesehatananak #skrininganak #medicalcheckuppackage #paketskrining #paketkesehatan #babycheckup #granostic #granosticcenter #granosticcentersurabaya
PROMO SCHOOL HOLIDAYS! Teen Package
LIBUR TELAH TIBA!Pasti ga mau kan rencana yang sudah dibuat lama jadi batal karena keluarga jatuh sakit?Yuk lakukan screening rutin supaya Liburan keluarga Sobat tidak berantakan!Dapatkan Promo menarik untuk check up kesehatan si kecil selama waktu yang terbatas🩺Baby Check Up Package🩺Toddler Check Up Package🩺Preschool Check Up Package🩺Kids Check Up Package🩺Teen Check Up PackagePaket sudah termasuk :✅LAYANAN 24 JAM✅FREE KONSULTASI DOKTER✅FREE HOMESERVICE (Area Surabaya)✅FREE CEK TEKANAN DARAHHubungi tim Granostic untuk informasi dan promo lainnya :☎️ No telp : (031) 5994080📞 Whatsapp : 0822 30 900 900
PROMO SCHOOL HOLIDAYS! Preschool and Kids Package
LIBUR TELAH TIBA!Pasti ga mau kan rencana yang sudah dibuat lama jadi batal karena keluarga jatuh sakit?Yuk lakukan screening rutin supaya Liburan keluarga Sobat tidak berantakan!Dapatkan Promo menarik untuk check up kesehatan si kecil selama waktu yang terbatas🩺Baby Check Up Package🩺Toddler Check Up Package🩺Preschool Check Up Package🩺Kids Check Up Package🩺Teen Check Up PackagePaket sudah termasuk :✅LAYANAN 24 JAM✅FREE KONSULTASI DOKTER✅FREE HOMESERVICE (Area Surabaya)✅FREE CEK TEKANAN DARAHHubungi tim Granostic untuk informasi dan promo lainnya :☎️ No telp : (031) 5994080📞 Whatsapp : 0822 30 900 900
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message