Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Apa Itu Nyeri Lutut? Berikut Penjelasannya
Sebagai salah satu sendi yang terbesar dan terpenting pada tubuh kita, lutut bisa dengan mudah mengalami nyeri. Rasa sakit di lutut seringkali muncul seiring bertambahnya usia.Ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti keausan dan kerusakan otot, kelebihan berat badan, atau saat Anda sedang berolahraga, yang dapat meningkatkan risiko mengalami nyeri pada lutut.Berikut ini pembahasan mengenai nyeri lutut lebih mendalam serta penyebab lain dan gejalanya.Hal Yang Terjadi Pada Penderita Nyeri LututGejala nyeri lutut bisa terdiri dari beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Pertama, lutut mungkin akan terasa kaku, membuat gerakan menjadi sulit.Selain itu, lutut juga dapat mengalami pembengkakan dan kelemahan, yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah suara gemeretak saat lutut digerakkan, yang bisa menjadi pertanda masalah serius dalam sendi lutut.Beberapa Penyebab Nyeri Lutut1.Gangguan Jaringan Penyusun Lutut Akibat CederaTerkadang, lutut sakit dapat menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Salah satu penyebab utama rasa sakit ini adalah cedera pada sendi lutut. Ketika lutut mengalami cedera, berbagai jaringan yang membentuk lutut, seperti tulang rawan atau tulang, bisa terganggu. DIlansir dari Medscape eMedicine, gangguan ini bisa meliputi berbagai kondisi, seperti:1. Kerusakan Ligamen atau Jaringan Antar Tulang: Cedera bisa merusak ligamen dan jaringan yang menghubungkan tulang di lutut, menyebabkan rasa sakit dan ketidakstabilan.2. Robeknya Ligamen Lutut: Terutama ACL, yang jika rusak, membuat lutut terasa tidak stabil dan sakit.3. Kerusakan Tulang Rawan: Kerusakan pada tulang rawan di dalam lutut dapat menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan masalah lainnya.4. Bursitis: Peradangan pada kantung cairan yang melindungi lutut bisa menyebabkan sakit dan pembengkakan.5. Dislokasi Tulang Tempurung Lutut: Lutut bisa terlepas dari posisi normalnya, menyebabkan cedera serius dan sakit.6. Patah Tulang: Cedera serius dapat menyebabkan patah pada tulang di sekitar lutut, yang memerlukan perawatan medis segera.2.Adanya Infeksi Pada LututSalah satu infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri di bagian lutut adalah septic arthritis.Dikutip dari Mayo Clinic, Septic arthritis adalah kondisi saat sendi terinfeksi oleh bakteri, virus, atau jamur, biasanya menyerang sendi-sendi besar seperti lutut atau pinggul. Ini umumnya terjadi pada bayi dan orang tua. Infeksi bisa berasal dari tempat lain dalam tubuh dan menyebar ke sendi melalui darah atau cedera. Terjadi ketika synovium, lapisan pelindung sendi, tidak mampu melindungi sendi dari infeksi dengan baik. Hal ini menyebabkan peradangan pada synovium, pembengkakan sendi, dan kerusakan jaringan di dalam sendi.3.Kanker Yang Menyebar Pada ke Sendi Lutut Nyeri lutut yang Anda rasakan mungkin merupakan tanda dari kanker tulang, khususnya osteosarcoma.Dikutip dari American Cancer Society, osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang sering terjadi pada individu di bawah 20 tahun, terutama remaja dan anak-anak. Kanker ini cenderung menyerang tulang-tulang besar yang sedang tumbuh dengan cepat. Gejala termasuk nyeri, ketidaknyamanan, pembengkakan, dan benjolan di sekitar area yang terkena. Jika kanker berkembang di tangan, dapat menyebabkan sakit saat mengangkat benda berat.4.Osgood Schlatter DiseaseKondisi ini terjadi ketika tendon patella di lutut menarik bagian atas tulang kering. Akibatnya, seseorang merasakan nyeri di daerah lutut dan bagian atas tulang kering. Dikutip dari the American Academy of Orthopaedic Surgeons, Penyakit ini disebabkan oleh iritasi yang terjadi di lempeng pertumbuhan tulang. Pada kasus ini, pertumbuhan tulang tidak terjadi di tengah tulang, melainkan di dekat persendian, dalam area yang dikenal sebagai lempeng pertumbuhan.5. Rheumatoid ArthritisDikutip dari Cleveland Clinic, rheumatoid arthritis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi dan jaringan ikat pada tubuh kita sebagai lawan dari melindunginya. Ini biasanya mengakibatkan peradangan dan kerusakan di sekitar sendi dan jaringan ikat, terutama di tangan dan kaki. Gejala umumnya termasuk nyeri, kaku, dan pembengkakan di area ini. Selain itu, rheumatoid arthritis juga bisa berdampak pada organ tubuh lainnya seperti mata, paru-paru, dan jantung.6.Penyakit Asam UratPenyakit asam urat, atau yang juga dikenal sebagai gout, termasuk dalam kategori penyakit peradangan sendi. Dikutip dari CreakyJoints Community of Arthritis Patients and Caregivers, Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat di sendi tubuh. Secara normal, tubuh harus mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urin. Namun, bagi penderita penyakit ini, ada kendala dalam proses pembuangan asam urat yang berlebihan. Ketika jumlahnya menjadi terlalu banyak, asam urat ini akan membentuk kristal yang menumpuk di sendi. Hal ini dapat menyebabkan peradangan, yang pada akhirnya menghasilkan rasa sakit dan pembengkakan pada bagian tubuh yang terpengaruh.7.OsteoarthritisOsteoarthritis adalah kondisi umum yang mempengaruhi sendi. Ini tidak hanya terbatas pada lutut, tapi juga bisa mempengaruhi sendi lain seperti pinggul, tulang belakang, jari-jari tangan, dan area lainnya. Dilansir dari Laman Resmi Kementerian Kesehatan, Osteoarthritis adalah jenis penyakit yang semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, penting untuk segera mengatasi osteoarthritis. Penyebab utamanya adalah kerusakan pada kartilago, yaitu jaringan yang melindungi ujung tulang dari gesekan.8.Berat Badan BerlebihObesitas dapat meningkatkan beban pada sendi, khususnya lutut, karena bantalan tulang harus menopang berat badan yang lebih tinggi. Setiap penambahan setengah kilogram berat badan akan meningkatkan beban pada lutut sekitar 2,2 kilogram. Dikutip dari HaloDoc, Kelebihan berat badan meningkatkan risiko masalah kronis pada lutut seperti osteoartritis dan dapat memperburuk gejala yang sudah ada. Selain obesitas, nyeri lutut juga bisa disebabkan oleh cedera, perdarahan dalam sendi, infeksi, serta kondisi medis seperti osteoartritis, asam urat, atau tendonitis. Bagi individu obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan dengan mengubah pola makan, berolahraga secara rutin, dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi untuk mengurangi beban berlebihan pada sendi.9.Aktivitas Berat BerlebihLutut adalah bagian tubuh yang rentan cedera atau nyeri setelah melakukan aktivitas seperti mengangkat beban atau berolahraga. Hal ini terjadi karena lutut seringkali harus menopang setiap gerakan yang kita lakukan. Di samping itu, masalah postur yang tidak baik, peradangan pada tendon, dan terkilir juga dapat menyebabkan nyeri pada lutut. Langkah Pencegahan Nyeri Lutut Sebelum ParahDokter akan memulai dengan pertanyaan rinci mengenai gejala lutut yang diderita, termasuk waktu munculnya rasa nyeri, riwayat cedera sebelumnya, dan sebagainya. Dokter juga akan meminta pasien untuk menilai sejauh mana tingkat keparahan nyeri yang mereka rasakan menggunakan skala nyeri.Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada lutut yang sakit dengan langkah-langkah berikut:1. Dokter akan memeriksa kondisi fisik lutut, mencari tanda-tanda pembengkakan, kemerahan, atau memar di sekitar lutut.2. Dokter akan meraba dan mengamati perubahan pada lutut, seperti perasaan hangat pada kulit di sekitar lutut atau adanya kelainan pada bentuk sendi lutut.3. Dokter juga akan mencoba menggerakkan lutut untuk menilai tingkat kesulitan gerak dan kaku yang mungkin dialami pasien.Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan pemindaian seperti Rontgen, USG, CT scan, atau MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang kondisi lutut pasien. Melalui hasil pemindaian tersebut, dokter dapat mengidentifikasi penyebab nyeri pada lutut pasien.
Apa Itu Penyakit Ginjal? Berikut Penjelasannya
Ginjal merupakan sepasang organ yang memiliki beragam fungsi, salah berperan dalam menghasilkan renin, yang merupakan enzim yang mengatur tekanan darah, dan juga memproduksi senyawa eritropoetin yang merangsang pembentukan sel darah merah. Selain itu, ginjal berfungsi sebagai penyaring untuk produk-produk limbah metabolisme dalam tubuh, serta menjaga keseimbangan garam dan mineral yang sangat penting untuk tubuh.Lebih dari itu, ginjal juga memiliki peran vital dalam menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D, yang mendukung kesehatan tulang. Ketika organ ini mengalami gangguan, maka fungsi-fungsi yang menyertakannya juga akan terganggu, dan menyebabkan penyakit yang dapat merugikan sistem tubuh lainnya.Berikut ini kita akan bahas lebih mendalam mengenai penyakit ginjal, mulai dari gejala hingga penyebabnya.Mengenal Penyakit GinjalPenyakit ini bisa terjadi akibat ketidakmampuan ginjal dalam melakukan tugasnya untuk membersihkan sisa metabolisme dari darah dan mengeluarkannya melalui urin.Hal ini mengakibatkan penumpukan racun dan cairan berbahaya dalam tubuh yang bisa berakibat fatal jika tidak diatasi.Gejala-gejala Penyakit Ginjal 1.Kurangnya Produksi Urine Dalam TubuhIni merupakan kondisi di mana jumlah urine yang dikeluarkan sangat sedikit, yaitu kurang dari 400 mL dalam periode 24 jam. Biasanya, seseorang dengan ginjal yang sehat akan menghasilkan sekitar 800-2.000 mL urine dalam waktu 24 jam jika ia cukup minum. Sekedar informasi dari Cleveland Clinic, manusia normalnya mengkonsumsi air sekitar 8-10 gelas dalam sehari. Jika volume urine yang dihasilkan oleh ginjal berada di bawah jumlah normal, ini dapat menjadi indikasi rentannya seseorang terhadap masalah ginjal.Meskipun fungsi ginjal tampak normal, Anda masih dapat mengalami kurangnya volume urine jika ada sumbatan dalam saluran urine setelah ginjal, seperti ureter, kandung kemih, atau uretra.2.Terjadi Perubahan Warna UrineDikutip dari Mayo Clinic, Urine normal memiliki beragam warna yang mengindikasikan tingkat hidrasi tubuh dan kesehatan ginjal. Warna urine berkisar dari kuning pucat hingga kuning lebih dalam. Urine kuning muda menunjukkan tubuh terhidrasi dengan baik, sementara urine kuning tua menandakan dehidrasi. Warna kuning disebabkan oleh pigmen urokrom, juga dipengaruhi oleh makanan dan obat-obatan.Selain hidrasi, warna urine juga mencerminkan kesehatan ginjal. Urine yang bening hingga normal menunjukkan ginjal berfungsi dengan baik. Masalah ginjal dapat membuat warna urine menjadi lebih pekat karena peningkatan konsentrasi zat, tingginya protein atau gula, serta jumlah sel darah merah dan putih yang abnormal. Urine yang cenderung berwarna merah menunjukkan adanya sel darah merah, yang bisa mengindikasikan masalah pada organ tersebut.3.Kaki Mengalami PembengkakanTungkai yang mengalami pembengkakan merupakan tanda yang dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius. Dilansir dari Comprehensive Vascular Care, Salah satu kemungkinan penyebab pembengkakan ini adalah adanya gangguan pada organ-organ vital seperti ginjal, jantung, atau hati. Ketika ginjal mengalami gangguan atau tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, cairan yang seharusnya disaring oleh ginjal bisa menumpuk di dalam tubuh. Salah satu tempat di mana cairan ini bisa menumpuk adalah di kaki, yang mengakibatkan pembengkakan.4.Nyeri Punggung di Bagian BawahNyeri punggung bagian bawah bisa menjadi tanda peringatan terkait dengan kesehatan ginjal. Meskipun nyeri ini dapat terjadi di berbagai bagian punggung, paling sering terasa di bagian bawah. Dilansir dari HealthMatch, Awalnya, nyeri tersebut mungkin hanya terasa seperti pegal biasa, tetapi jika ada masalah dengan saraf, rasa sakit bisa menjadi menusuk dan panas, terutama jika ada peradangan. Nyeri ini dapat merambat hingga ke bagian bokong dan bahkan mencapai kaki bagian bawah. Selain itu, nyeri punggung bisa menjadi masalah yang berlangsung secara terus-menerus, bisa bersifat akut (berlangsung kurang dari 3 bulan) atau kronik (berlangsung lebih dari 3 bulan).5.Nyeri Saat Buang Air KecilNyeri saat buang air kecil sering kali disebabkan oleh gangguan pada organ kandung kemih. Namun, tak menutup juga penyebabnya bisa berasal dari masalah pada organ di sekitarnya, seperti ginjal. Salah satu masalah yang seringkali muncul adalah batu ginjal, yang bisa menghalangi aliran urine dan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar ke daerah pinggul atau bahkan di antara pinggul dan tulang rusuk. Akibatnya, proses buang air kecil bisa terasa sangat tidak nyaman. Selain nyeri saat buang air kecil, batu ginjal juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti rasa nyeri di perut bagian bawah serta keberadaan darah dalam urine. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa nyeri saat buang air kecil bisa memiliki berbagai penyebab, termasuk masalah pada ginjal seperti batu ginjal.Jenis-Jenis Penyakit Ginjal1.Gagal Ginjal KronisGagal ginjal kronis merupakan kondisi ketika fungsi ginjal secara perlahan menurun akibat kerusakan jaringan ginjal. Dalam konteks medis, gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penurunan tingkat penyaringan ginjal selama minimal 3 bulan. Ini terjadi karena kerusakan pada jaringan ginjal yang dipicu oleh penyakit kronis yang berlangsung lama. Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab gagal ginjal kronis meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit asam urat.Penderita gagal ginjal kronis tahap 1-3 seringkali tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Biasanya, gejala baru muncul ketika sudah mencapai tahap 4 atau 5. Pada tahap ini, gangguan metabolisme dalam tubuh menjadi parah karena ginjal tidak lagi mampu melakukan penyaringan racun dengan baik.2.Gagal Ginjal AkutGagal ginjal akut, juga dikenal sebagai acute kidney injury, adalah ketika ginjal berhenti bekerja secara mendadak. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan dalam aliran darah ke ginjal, masalah di ginjal, atau sumbatan dalam saluran urin. Penyebab gagal ginjal akut bervariasi, termasuk gangguan aliran darah ke ginjal (prerenal), kerusakan pada ginjal itu sendiri, hingga sumbatan dalam aliran urine (postrenal).3.Batu GinjalPenyakit batu ginjal adalah kondisi di mana endapan padat terbentuk di ginjal karena zat kimia dalam urine. Batu ginjal bisa berukuran kecil seperti pasir atau sebesar kacang polong. Tanpa perawatan yang tepat, batu ginjal dapat menghambat aliran urine. Pembentukan batu ginjal disebabkan oleh peningkatan kadar zat kimia tertentu dalam urine, seperti kalsium, asam oksalat, dan fosfor, yang mengkristal di ginjal. Seiring waktu, kristal-kristal ini menjadi batu yang keras. Penyebabnya bisa termasuk pola makan, kurang minum, efek samping obat-obatan, atau kondisi medis tertentu.4.Penyakit Ginjal PolikistikPenyakit ginjal polikistik adalah suatu kondisi di mana ginjal mengalami pertumbuhan kista secara bertahap selama periode yang panjang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kelainan atau cacat genetik yang diwariskan dari orang tua ke anak. Terdapat dua jenis penyakit ginjal polikistik berdasarkan jenis cacat genetiknya, yaitu Autosomal recessive polycystic kidney disease (ARPKD) dan Autosomal dominant polycystic kidney disease (ADPKD).5.Infeksi GinjalDilansir dari National Institute of Health, Infeksi ginjal adalah ketika ginjal terinfeksi oleh bakteri, yang umumnya berasal dari saluran pencernaan dan masuk melalui saluran kemih. Ini bisa terlihat dari kehadiran nanah atau darah dalam urine yang dikeluarkan. Jika jumlahnya sedikit, mereka dapat dikeluarkan bersama urine. Tetapi jika bakteri mulai berkembang di saluran kemih, maka bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan infeksi.Mengapa Penyakit Ginjal Dapat Terjadi?Penyakit ginjal dapat terjadi akibat sejumlah faktor, baik faktor penyakit, riwayat keluarga, maupun gangguan pada saluran kemih. Faktor penyakit seperti diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama kerusakan ginjal. Diabetes mengakibatkan peningkatan kadar gula dalam darah yang dapat merusak pembuluh darah kecil dalam ginjal, sementara hipertensi meningkatkan tekanan darah dalam pembuluh darah ginjal, menyebabkan kerusakan jangka panjang.Selain faktor penyakit, riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ginjal, karena faktor genetik yang dapat mengakibatkan kecenderungan keluarga terhadap masalah ginjal. Gangguan pada saluran kemih seperti infeksi berulang atau penyumbatan saluran kemih juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, karena dapat menghambat aliran urin dan memungkinkan bakteri berkembang biak di dalam ginjal. Oleh karena itulah, pemahaman akan faktor-faktor ini dapat membantu untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan mengurangi risiko terjadinya penyakit ginjal.
Apa Saja Cara Mengatasi GERD? Berikut Detailnya
Sering merasakan sensasi asam di mulut dan perih di dada hingga tenggorokan? Ini mungkin tanda-tanda GERD, singkatan dari gastroesophageal reflux disease.GERD adalah kondisi yang disebabkan oleh pelemahan katup atau sfingter di bagian bawah kerongkongan. Secara normal, katup ini seharusnya terbuka untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk ke lambung untuk dicerna.Ada berbagai cara mengatasi masalah ini, dan dalam artikel ini, kita membahas berbagai metode yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan ini. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara mengobati GERD dari segala kompleksitasnya.1.Konsultasi Permasalahan Ini Kepada DokterMemang cara pertama dan termudah dalam menyembuhkan GERD adalah dengan langsung ke dokter. Karena mereka lebih tahu dan paham bagaimana cara mengobati GERD dengan tepat. Mereka juga bisa menyarankan beberapa penanganan yang harus Anda lakukan ketika penyakit ini meradang supaya Anda bisa menanganinya di rumah jika gejalanya tidak parah.Sebagai sebuah penyedia layanan kesehatan di Indonesia, Granostic Medical Center memahami bahwa gangguan pencernaan ini bukan masalah yang dianggap remeh.Oleh sebab itu, kami dan tim dokter berpengalaman kami memiliki prosedur penanganan dan pencegahan yang melibatkan langkah-langkah diagnostik dan pengobatan.Dengan melakukan diagnosis yang tepat, dokter-dokter kami dapat mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab nyeri di perut Anda.Selain itu, pemeriksaan medis secara rutin dan konsultasi dokter dapat membantu mendeteksi masalah ini sejak dini, sebelum gejala yang lebih serius timbul.Melalui diagnosis dengan tepat, dokter kami dapat mengidentifikasi faktor terjadinya GERD di sistem pencernaan Anda. Selain itu, pemeriksaan medis dan konsultasi secara rutin dapat mendeteksi masalah tersebut secara dini, sebelum gejala yang serius muncul, seperti;PPI Test1. Digunakan untuk mendiagnosis pasien dengan gejala tipikal GERD.2. Pasien diberikan dosis ganda PPI selama 1-2 minggu.3. Jika gejala menghilang dengan PPI dan kembali setelah dihentikan, diagnosis GERD dapat ditegakkan.4. Tes dianggap positif jika ada perbaikan klinis >50% dalam 1 minggu.Endoskopi1. Melibatkan pemeriksaan mukosa esofagus dan mengonfirmasi adanya kerusakan.2. Juga digunakan untuk mengeluarkan kelainan lain dan menentukan keparahan kerusakan.Histopatologi1. Mengidentifikasi Barret Esophagus, yaitu metaplasia epitel intestinal di esofagus.2. Morfologi mukosa esofagus yang mencerminkan jenis metaplasia intestinal.2.Lakukan Perubahan Gaya HidupPerubahan gaya hidup yang tepat dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala GERD. DIlansir dari International Foundation for Gastrointestinal Disorders, berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan:1. Hindari makan besar sebelum tidur atau berbaring. Cobalah makan dalam porsi secukupnya. Cobalah untuk makan pada waktu yang teratur dan hindari makan terlalu larut malam.2. Kontrol Berat Badan Anda: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada perut dan meningkatkan risiko GERD. Usahakan jaga berat badan tetap ideal melalui diet seimbang dan olahraga teratur.3. Tidur dengan Kepala Lebih Tinggi: Saat tidur, tinggikan kepala tempat tidur sekitar 6-8 inci untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan selama tidur.4. Hindari Pakaian Ketat: Pakaian ketat dapat menekan perut dan meningkatkan risiko refluks asam.5. Berhenti Merokok: Merokok dapat melemahkan dan merangsang produksi asam lambung, sehingga meningkatkan risiko GERD.6. Olahraga Teratur: Olahraga dapat membantu mengurangi berat badan, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperkuat otot-otot perut, yang dapat membantu mengurangi gejala GERD.3.Diet SeimbangDiet seimbang sangat penting untuk merawat GERD jangka panjang dan mencegah penyakit lain. Beberapa makanan dianjurkan, seperti buah-buahan rendah asam seperti pisang, melon, apel, dan pir. Hindari buah asam dan citrus karena bisa meningkatkan asam lambung.Dikutip dari Healthline, pemilihan sayuran seperti kacang hijau, brokoli, asparagus, dan menghindari saus berlemak lebih disarankan ketimbang makanan berlemak tinggi dan makanan digoreng yang bisa memperburuk GERD.Selain itu, pemilihan daging rendah lemak seperti ayam, kalkun, ikan, atau makanan laut lainnya sangat cocok untuk diet GERD, dan hindari menggoreng daam pengolahannya.Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, dan nasi merah baik untuk diet GERD. Jahe, dengan senyawa antioksidan dan fenolik, membantu meredakan iritasi lambung, mengurangi risiko refluks asam, dan mencegah gejala GERD kambuh.4.Manajemen Stress Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Neurogastroenterology and Motility, individu yang mengalami gangguan kecemasan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala GERD. Para peneliti dalam studi ini menyimpulkan bahwa stres dan kecemasan memperburuk kondisi lambung dengan cara berikut:● Kecemasan yang berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung.● Kecemasan juga memiliki potensi untuk mengurangi tekanan pada otot penutup kerongkongan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan asam lambung naik ke atas.● Stres bisa membuat otot-otot menjadi lebih tegang. Jika stres memengaruhi otot-otot di sekitar perut, maka ini dapat memberikan tekanan pada organ-organ di sekitarnya dan mendorong asam lambung naik ke atas.Meditasi adalah teknik yang efektif untuk mengelola kecemasan dan stres, yang dapat membantu mencegah penyakit GERD tersebut. Berikut adalah langkah-langkah meditasi yang tepat untuk mengelola kecemasan dan stres guna mencegah GERD:1. Pilih Lingkungan yang Tenang: Cari tempat yang tenang dan nyaman untuk bermeditasi. Hindari gangguan eksternal seperti suara bising dan cahaya terang. Anda bisa duduk di kursi yang nyaman atau bersila di lantai dengan bantal untuk kenyamanan tambahan.2. Posisi Tubuh yang Benar: Duduk dengan punggung lurus agar pernapasan Anda tidak terhambat. Letakkan tangan Anda di atas lutut atau dalam posisi mudra (gestur tangan khusus yang digunakan dalam meditasi).3. Fokus pada Pernapasan: Mulailah dengan bernafas dalam-dalam melalui hidung dan perlahan-lahan lepaskan napas melalui mulut. Fokuskan perhatian Anda sepenuhnya pada pernapasan Anda. Ini membantu merilekskan tubuh dan meredakan kecemasan.4. Visualisasi: Untuk mengurangi stres, Anda dapat melakukan visualisasi positif. Bayangkan diri Anda berada di tempat yang indah dan tenang, seperti pantai atau hutan. Gambarkan dengan rinci semua aspek lingkungan tersebut.5. Meditasi Kesadaran: Ini melibatkan pemantauan kesadaran terhadap pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh tanpa menghakimi atau menilainya. Biarkan pikiran-pikiran datang dan pergi tanpa ikut terlibat. Ini membantu mengurangi kecemasan dan membangun kesadaran diri. Penting untuk menjadikan meditasi sebagai kebiasaan harian. Luangkan waktu setiap hari untuk bermeditasi, misalnya 15-20 menit di pagi hari atau sebelum tidur.5. Hindari Makanan Pemicu MaagTerdapat berbagai jenis makanan yang seringkali memicu gejala maag. Namun, salah satu pemicunya adalah makanan yang memiliki rasa pedas. Seringkali, makanan pedas dianggap sebagai penyebab utama maag karena orang yang makan makanan pedas sering mengalami sakit perut. Nyeri yang dirasakan ini bisa serupa dengan nyeri yang muncul saat maag sedang kambuh.Namun, nyeri pada lambung yang disebabkan oleh makanan pedas tidak disebabkan oleh gangguan tingkat keasaman lambung seperti yang terjadi pada maag. Sebaliknya, itu disebabkan oleh kandungan capsaicin dalam makanan pedas. Capsaicin dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung, yang menghasilkan sensasi yang mirip dengan gejala maag ketika seseorang mengonsumsi makanan pedas.
Apa Yang Menjadi Penyebab Nyeri Ulu Hati? Berikut Penjelasannya!
Nyeri ulu hati adalah gejala yang sering kali mengganggu keseharian kita. Terkadang, rasa nyeri ini muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas, dan hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran. Untuk memahami penyebab nyeri ulu hati, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat berkontribusi pada kondisi ini.Artikel ini akan menjelaskan berbagai penyebab nyeri ulu hati yang mungkin Anda alami, sehingga Anda dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kondisi ini dan bagaimana mengatasinya.1.Produksi Asam Lambung BerlebihNyeri ulu hati, yang sering dikenal sebagai heartburn, adalah suatu kondisi yang sering disebabkan oleh tingginya produksi asam lambung dalam tubuh.Asam lambung adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar dalam lambung untuk membantu dalam proses pencernaan makanan. Namun, terkadang produksi asam lambung dapat menjadi berlebihan, dan itulah saat masalah heartburn dapat muncul.Dikutip dari Cleveland Clinic, kelenjar asam lambung yang ada dalam lambung seharusnya hanya menghasilkan jumlah asam yang cukup untuk mencerna makanan yang konsumsi. Namun, dalam beberapa situasi, kelenjar ini menjadi terlalu aktif dan memproduksi asam lebih banyak dari yang diperlukan. Ketika ini terjadi, asam lambung mulai naik ke kerongkongan.Kerongkongan adalah saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung, dan perlu diingat bahwa kerongkongan tidak memiliki perlindungan yang sama dengan lambung terhadap asam lambung.Kondisi ini seringkali mengakibatkan sensasi terbakar dan nyeri yang khas dari heartburn. Sensasi terbakar ini bisa sangat mengganggu dan membuat tubuh terasa sangat tidak nyaman.2.Konsumsi Makanan Dalam Jumlah BesarKetika kita mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar, lambung akan merespon dengan meningkatkan produksi asam lambung untuk mencerna makanan yang masuk. Proses ini adalah bagian alami dari pencernaan, tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan masalah.Ketika produksi asam lambung berlebihan atau asam tersebut naik ke kerongkongan, hal ini bisa mengakibatkan perasaan tidak nyaman seperti terbakar dan nyeri di daerah dada.Dilansir dari Medical News Today, jenis makanan yang kita konsumsi juga dapat berperan penting dalam memicu gejala ini. Makanan yang tinggi lemak, pedas, atau asam dapat menjadi pencetus utama perasaan nyeri di daerah ulu hati. Ini terutama berlaku jika kita mengonsumsi makanan-makanan tersebut dalam jumlah yang signifikan.3.Obesitas atau KegemukanPenumpukan berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada lambung dan esofagus, yang merupakan saluran yang menghubungkan lambung dengan tenggorokan.QAkibatnya, tekanan ini dapat memicu refluks asam lambung, di mana isi lambung, termasuk asam lambung, naik kembali ke esofagus. Ketika asam lambung mencapai esofagus, ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan nyeri ulu hati.Selain itu, obesitas juga cenderung meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik, yang mencakup resistensi insulin, tekanan darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak seimbang.Semua faktor ini dapat mempengaruhi keseimbangan asam lambung dalam tubuh dan dapat memperburuk nyeri ulu hati. Selain itu, kegemukan juga dapat mengganggu fungsi sfingter esofagus bawah, yang seharusnya mencegah refluks asam lambung ke esofagus. Dengan begitu, kegemukan dan obesitas dapat menjadi penyebab utama nyeri ulu hati dan meningkatkan risiko gejala refluks asam lambung.Oleh karena itu, menjaga berat badan yang sehat dan mengadopsi gaya hidup yang seimbang dapat membantu mengurangi risiko terjadinya nyeri ulu hati yang disebabkan oleh kegemukan atau obesitas.4. Kebiasaan MerokokRokok mengandung berbagai zat kimia beracun seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida, yang dapat merusak berbagai organ dalam tubuh, termasuk lambung dan kerongkongan.Dikutip dari Matthews Internal Medicine, Ketika seseorang merokok, asap rokok yang dihirup akan merangsang produksi asam lambung yang berlebihan.Asam lambung yang berlebihan ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding lambung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan sensasi nyeri atau terbakar di daerah ulu hati. Selain itu, merokok juga dapat melemahkan katup antara kerongkongan dan lambung, yang disebut sfingter esofagus bawah, sehingga lebih mudah terjadi refluks asam lambung ke kerongkongan, yang juga dapat menyebabkan nyeri ulu hati.5.Stress BerlebihStres yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang dapat memengaruhi sistem pencernaan.Salah satu efek stres kronis adalah peningkatan produksi asam lambung, yang dapat mengiritasi dinding lambung dan esofagus. Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, hal ini dapat menyebabkan sensasi terbakar dan nyeri pada ulu hati. Selain itu, kecemasan dapat mempengaruhi pola makan seseorang.Beberapa orang cenderung makan berlebihan atau memilih makanan yang tidak sehat ketika mereka stres, yang juga dapat berkontribusi pada nyeri ulu hati.6. Hernia HiatusDilansir dari Scotland’s National Health, Hernia hiatus, suatu kondisi di mana bagian atas lambung meluncur ke dalam rongga dada melalui pembukaan yang disebut hiatus esofagus pada diafragma. Ini bisa terjadi karena beberapa faktor.1. Pertama, melemahnya otot di sekitar rongga perut dapat membuat lambung lebih mudah terdorong ke atas. 2. Kedua, tekanan intra-abdominal yang meningkat, seperti saat seseorang mengangkat benda berat atau mengejan saat buang air besar, dapat memicu perpindahan lambung ke rongga dada.Selain itu, gaya hidup yang kurang sehat, seperti makan berlebihan, merokok, atau mengonsumsi alkohol, juga dapat mempengaruhi gejala tersebut. Saat lambung masuk ke dada, hal ini bisa mengiritasi esofagus dan menyebabkan rasa nyeri atau terbakar yang seringkali dikenal sebagai refluks asam. 7.GERD (gastroesophageal reflux disease)Kondisi ini terjadi ketika asam lambung dari saluran pencernaan naik ke dalam kerongkongan atau esofagus, saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan perut. Ketika hal ini terjadi, gejala yang muncul bisa sangat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.Salah satu gejala GERD yang sering dialami adalah rasa sakit atau sensasi terbakar yang terlokalisasi di daerah ulu hati, yang terletak di bagian atas perut, di bawah dada.Rasa sakit ini dapat terasa sangat tajam dan tidak nyaman, dan seringkali menjadi lebih parah setelah makan atau berbaring.Dalam kasus yang lebih parah, asam lambung bisa naik hingga mencapai mulut bersama dengan makanan yang juga ikut naik bersama asam lambung.Ketika ini terjadi, Anda mungkin akan merasakan rasa pahit atau asam di dalam mulut secara bersamaan. Sensasi ini bisa sangat tidak enak dan mengganggu, dan seringkali disertai dengan perasaan terbakar atau teriritasi di tenggorokan dan dada.8.Kebiasaan Memakai Pakaian Yang Terlalu KetatPakaian yang sangat ketat dapat memberikan tekanan ekstra pada area perut, khususnya di sekitar ulu hati. Tekanan ini dapat mengganggu aliran darah normal dan mengompresi organ-organ dalam, seperti lambung dan esofagus.Akibatnya, hal ini bisa memicu refluks asam lambung yang dapat mengiritasi esofagus dan mengakibatkan sensasi terbakar atau nyeri pada ulu hati. Selain itu, pakaian yang terlalu ketat juga dapat mempengaruhi pernapasan, karena pembatasan pada perut dapat mempersulit pernapasan dalam jangka waktu panjang.Oleh karena itu, penting untuk memilih pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat untuk mencegah potensi nyeri ulu hati yang disebabkan oleh tekanan melebihi batas yang normal di daerah perut.
Atasi Nyeri Punggung Bawah Dengan Cara Ini!
Di bagian bawah struktur punggung, terdapat serangkaian tulang yang terdiri dari lima tulang di bawah tulang punggung tengah, yang disebut torakal. Tulang-tulang ini membentuk dasar tulang belakang bagian bawah.Mereka membentuk lengkungan ke dalam dan berperan penting dalam mendukung bagian atas tulang belakang serta mengurangi tekanan dan beban saat mengangkat atau membawa sesuatu.Ketika rasa sakit menyebar ke seluruh wilayah ini, penderita akan merasakan sensasi sakit yang bisa menjalar hingga ke kaki. Tentu saja, hal ini akan menghambat segala aktivitas Anda dan perlu segera mendapatkan penanganan. Berikut ini kami akan membahas beberapa metode untuk mengatasi nyeri pada bagian bawah punggung yang dapat mengganggu produktivitas Anda.1. Menghentikan Segala Aktivitas Berat dan Menambah Waktu IstirahatSalah satu metode paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah menghindari segala aktivitas berat dan beristirahat dengan waktu yang cukup. Hal ini diperlukan untuk memberikan waktu dan pemulihan tulang, sendi, serta otot punggung belakang Anda. Berikut penjelasan lengkap dan detail mengenai cara yang sudah kami rangkum dari UC Davis Health:Hindari Aktivitas Berat● Hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan tenaga fisik yang besar, terutama mengangkat benda berat. Juga, elakkan gerakan yang tiba-tiba atau memutar secara kuat pada bagian punggung.● Pertimbangkan untuk sementara waktu berhenti dari jenis olahraga yang melibatkan gerakan yang dapat memperparah nyeri di punggung bawah. Fokuskan diri pada olahraga yang lebih ringan seperti berjalan santai atau yoga.● Apabila Anda perlu mengangkat sesuatu, pastikan untuk melakukannya dengan teknik yang benar. Tekuklah lutut Anda dan pertahankan punggung dalam posisi lurus saat mengangkat benda. Hindari membungkuk dari pinggang2.Redakan Nyeri Dengan KompresanKompres Punggung Dengan Air HangatMetode ini dapat memberikan bantuan sementara dalam meredakan ketidaknyamanan dan memperbaiki sirkulasi darah ke daerah yang terasa sakit. Berikut adalah panduan lengkap yang kami sadur dari Medlineplus secara rinci mengenai cara melakukannya:Peralatan:1. Air hangat: Pastikan air yang digunakan dalam kompres berada pada suhu yang nyaman, sekitar 40-45 derajat Celsius.2. Handuk bersih: Selembar handuk bersih dan tebal yang cukup besar untuk menutupi punggung bagian bawah.Langkah-langkahnya:1. Isi wadah besar dengan air hangat sesuai dengan suhu yang telah disarankan diatas. 2. Rendam handuk dalam air hangat yang sudah Anda siapkan. Pastikan handuk meresap air dengan baik.3. Angkat handuk dari air dan peras sedikit, sehingga tidak terlalu basah. Kemudian, lipat handuk menjadi beberapa lapisan, sehingga ukurannya pas untuk menutupi punggung bagian bawah yang terasa sakit.4. Letakkan handuk yang sudah dilipat di atas punggung bagian bawah yang terasa sakit. Pastikan handuk menutupi daerah yang sakit dengan baik.5. Biarkan kompres air hangat tetap berada di punggung selama 15-20 menit. Ini memberikan waktu untuk panasnya air meredakan otot-otot yang tegang dan merangsang aliran darah ke daerah tersebut.3.Lakukan Relaksasi dan PereganganDikutip dari Healthline, melakukan peregangan dapat membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan fleksibilitas punggung bagian bawah. Beberapa langkah yang dapat Anda ikuti sebagai berikut:Back Stretch:1. Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat.2. Letakkan tangan Anda di pinggang atau di bawah punggung Anda.3. Pelan-pelan tekuk tubuh bagian atas ke belakang tanpa membungkuk. Pastikan punggung Anda tetap lurus.4. Tahan posisi ini selama 15-30 detik sambil bernapas secara teratur.5. Ulangi gerakan ini sebanyak 2-3 kali.Peregangan Lutut ke Dada (Knee-to-Chest Stretch):1. Berbaring telentang di atas matras atau permukaan yang empuk.2. Tekuk kedua lutut Anda dan letakkan telapak kaki di lantai.3. Gendong satu lutut ke dada dengan tangan Anda. Pastikan yang satu lagi tetap di lantai.4. Tahan posisi ini selama 15-30 detik sambil bernapas secara teratur.5. Ganti kaki dan lakukan hal yang sama pada kaki lain.6. Ulangi gerakan ini sebanyak 2-3 kali untuk setiap kaki.4.Segera Pergi ke Dokter Jika Nyeri Tak Kunjung MeredaKetika Anda menghadapi situasi di mana kondisi tubuh Anda tidak mengalami perubahan yang positif, bahkan bisa jadi semakin memburuk, ini bisa menandakan adanya potensi masalah yang lebih serius. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari solusi yang tepat dan berkonsultasi dengan seorang dokter saraf, seorang ahli medis yang memiliki spesialisasi dalam masalah saraf.Ketika Anda mengunjungi seorang dokter saraf, langkah pertama yang akan mereka ambil adalah menganalisis gejala yang Anda alami, khususnya terkait dengan rasa nyeri yang terlokalisasi di daerah punggung bagian bawah Anda.Analisis ini mencakup wawancara medis mendalam untuk memahami sejarah kesehatan Anda dan gejala yang Anda alami. Selain itu, dokter saraf akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, yang mencakup pengukuran tekanan darah, pemeriksaan refleks, dan lainnya, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang kondisi Anda.Setelah dokter saraf mengumpulkan semua informasi yang diperlukan, mereka akan menerapkan pengetahuan dan pengalaman medis mereka untuk menentukan diagnosis yang tepat.Diagnosis ini adalah langkah awal untuk merancang perawatan yang sesuai dan efektif. Dengan mengetahui akar permasalahan, Anda dapat mendapatkan perawatan yang sesuai berdasarkan dengan hasil diagnosa.Granostic Medical Center, sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, memiliki fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam satu lokasi. Mereka didukung oleh tim dokter spesialis yang berpengalaman dan terampil dalam berbagai bidang medis. Salah satu layanan unggulan yang mereka tawarkan adalah Pain Management Center, pusat perawatan nyeri yang difokuskan pada pengurangan nyeri tanpa perlu melibatkan tindakan operasi.Layanan ini menyediakan beragam terapi untuk mengatasi nyeri yang dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk punggung, leher, pergelangan tangan, siku, bahu, dan masalah nyeri yang sering dihadapi banyak orang.Kami juga memliki peralatan mumpuni yang dapat melakukan diagnose secara menyeluruh, seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT scan (Computed Tomography scan), yang dapat memberikan gambaran yang lebih detail tentang struktur dan kondisi jaringan di daerah punggung bawah Anda. Hal ini membantu dalam mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.Gejala nyeri pada bagian bawah punggung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup seseorang. Langkah-langkah sederhana seperti menghindari aktivitas berat, istirahat cukup, kompres air hangat, dan melakukan sedikit gerakan yang bersifat relaksasi bisa membantu meredakan nyeri otot punggung bawah Anda.Jika nyeri tidak mereda atau bahkan memburuk, segera konsultasikan dengan dokter saraf untuk mendapatkan treatment yang tepat.Salah satu Pain Management Center terbaik, yang dimiliki Granostic Medical Center memiliki layanan yang dapat diandalkan dengan dukungan dokter saraf handal di bidangnya.Dengan diagnosis yang tepat, dan perawatan yang tepat, kesehatan punggung bawah dapat dijaga dan masalahnya tidak akan semakin parah dan membebani kehidupan Anda.
Ekspansi di Surabaya, Granostic Kenalkan Pelayanan Unggulan Pain Management Center
SURABAYA - Banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar dengan nilai devisa yang besar membuat pelaku bisnis kesehatan terus meningkatkan layanan dan fasilitas kesehatanya. Salah satunya Granostic Medical Center yang ekspansi di Surabaya dengan layanan unggulan Pain Management Center.Menurut Arditya Irawan, Direktur PT Persada Medika Utama, pengelolah Granostic Medical Center, pasca pandemic masyarakat semakin care terhadap kesehatannya. Mereka ingin pelayanan kesehatan yang lebih bagus. Mereka rela ke luar negeri untuk berobat dengan total devisa Rp 165 triliun per tahun.“Sebenarnya kompetensi tenaga kesehatan kita sudah sangat handal. Bahkan lebih bagus di kawasan Asean. Namun mungkin karena aksesibilitasnya yang kurang sehingga banyak yang berobat ke luar negeri,” kata Arditya Irawan, Sabtu (23/9).Sebab itu, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan dan fasilitas kesehatan terbaik sehingga masyarakat Surabaya tidak perlu lagi ke luar negeri untuk mengatasi berbagai masalah kesehatannya.Granostic Medical Center menyediakan layanan kesehatan komprehensif dan terintegrasi dalam satu lokasi serta didukung berbagai dokter spesialis dan sub spesialis dengan pengalaman yang mumpuni seperti Spesialis Bedah Syaraf, Specials Jantung, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesial Radiologi.“Layanan tersebut juga didukung laboratoriom serta farmasi yang lengkap untuk menunjang diagnostic dan terapi kesehatan yang optimal. Kami akan memberikan layanan terbaik yang accessable bagi masyarakat Surabaya,” tambahnya.Sementara itu, dr Agus Chairul Anab, Sp.BS, Komisaris PT Persada Medika Utama, menambahkan, Granostic Medical Center melalui layanan ungulan Pain Point Management Center, didukung tim dokter ahli specialis bedah syaraf terbaik di Surabaya.Melalui layanan Pain Point Management Center, pihaknya akan membantu memberikan terapi bebas nyeri tanpa operasi seperti chronic pain, cancer pain, nyeri pada otot dan persendian, nyeri area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan nyeri pada lutut.“Dengan hilangnya rasa nyeri pasien dapat melakukan aktifitas lebih leluasa dan mendapat kualitas hidup lebih baik" ujar dr Agus.Saat ini Granostic Medical Center memiliki fasilitas dan sarana yang lengkap untuk melakukan diagnosa dan terapi kesehatan seperti Stress Test (Treadmill), Rekam Jantung (Echocardiography), USG, Radiologi/X-Ray canggih seperti Radiofrequency dan C-Arm dengan teknologi digital modern dan terkini.“Kami kira Granostic merupakan klinik pertama di Surabaya yang memiliki alat penunjang C-Arm terbaru. Kami akan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Ke depan, kami akan kemas ke pelayanan home service dan akses pelayanan kesehatan secara digital" pungkas,” ungkapnya.M. Dwikoryanto SpRS, FINPS, FINSS, dokter Spesialis Bedah Saraf dan Penanggung Jawab Klinik Utama Granostic Medical Center menambahkan, salah satu pelayanan unggulan adalah Proloterapi yaitu pengobatan area sendi yang mengalami nyeri kronik.“Hal ini bisa kami terapi melalui tindakan Radiofrekuensi Ablasi dimana dengan waktu terapi yang singkat dan tanpa rawat inap, pasien langsung dapat kembali beraktifitas," tandas M. Dwikoryanto. Baca artikel asli disini : radarsurabaya.jawapos.com
Granostic Hadirkan Granostic Medical Center Layanan Klinik Standar Internasional
Surabaya (beritajatim.com) –Granostic luncurkan layanan baru yakni Granostic Medical Center dengan menggandeng tenaga dokter dari berbagai bidang keahlian diantaranya adalah Spesialis Bedah Syaraf, Spesialis Jantung, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Radiologi. Jajaran tenaga medis profesional ini membuat masyarakat tak perlu lagi berobat hingga ke luar negeri lagi.Sebab setiap tahunnya makin banyak warga Indonesia yang berobat ke luar negeri. Dalam setahun paling tidak ada 2 juta warga Indonesia termasuk warga Kota Surabaya yang berobat ke luar negeri dengan devisa yang keluar mencapai kisaran Rp 165 triliun.Penyebabnya kata Arditya Irawan S.T,MBA, Direksi PT. Persada Medika Utama dan Direktur Granostic Center penyebabnya masalah aksebilitas, bukan kompetensi SDM, fasilitas kesehatan sudah baik tidak kalah dengan yang ada di luar negeri.“Ini menjadi tantangan bagi RS dan klinik kesehatan di Indonesia termasuk Granostic bisa menyediakan layanan maksimal yang sesuai dibutuhkan masyarakat dan menjadi solusi. Dapat akses kesehatan dengan layanan maksimal tidak perlu jauh ke RS bahkan ke luar negeri,” kata Arditya Irawan disela Grand Opening Granostic Center di Surabaya, Sabtu 23/9/2023“Granostic Medical Center diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat Kota Surabaya sebagai bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah kota Surabaya untuk terus memperbaiki layanan kesehatan yang accessible bagi masyarakat” tutur Arditya Irawan selaku Direksi PT. Persada Medika Utama.Dengan tema “Inauguration of Granostic Medical Center, The First Class Healthcare Clinic”, Granostic Medical Center akan memberikan pelayanan kesehatan yang prima, unggul dan komprehensif untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Surabaya.Granostic Center, yang selama ini telah dikenal sebagai penyedia layanan kesehatan utama di kota Surabaya, pada hari ini resmi meluncurkan salah satu lini bisnisnya yaitu Granostic Medical Center. Granostic Medical Center menyediakan layanan kesehatan komperehensif yang terintegrasi dalam satu lokasi dan didukung oleh berbagai dokter spesialis dan sub-spesialis dengan pengalaman dan keahlian yang mumpuni.Granostic Medical Center menggandeng tenaga dokter dari berbagai bidang keahlian diantaranya adalah Spesialis Bedah Syaraf, Spesialis Jantung, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Radiologi. Layanan tersebut didukung dengan adanya laboratorium serta farmasi yang lengkap untuk menunjang diagnostic dan terapi kesehatan secara optimalGranostic Medical Center melalui layanan unggulan Pain Point Management Center, yang didukung oleh tim dokter ahli spesialis bedah syaraf terbaik di Surabaya, dapat mengatasi masalah kesehatan berupa akut pain, chronic pain, cancer pain, nyeri di lutut, bahu, tulang belakang dan nyeri lainnya.“Granostic Medical Center hadir dengan beragam layanan kesehatan unggulan, salah satunya adalah layanan Pain Management Center yang dapat membantu memberikan terapi bebas nyeri tanpa operasi seperti nyeri pada otot dan persendian, mulai dari nyeri area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, nyeri bahu, dan nyeri yang paling sering dialami yaitu nyeri lutut. Dengan hilangnya rasa nyeri, pasien dapat melakukan aktifitas lebih leluasa dan mendapat kualitas hidup lebih baik” tutur dr. Agus Chairul Anab, Sp.BS, komisaris PT. Persada Medika Utama yang menaungi Granostic Medical Centre.Granostic Medical Center memiliki fasilitas dan sarana yang mumpuni untuk melakukan diagnosa dan terapi kesehatan seperti adanya peralatan Stress Test (Treadmill), Rekam Jantung (Echocardiography), USG (Ultrasonografi), alat Radiologi / X-Ray canggih seperti Radiofrequency dan C-Arm dengan teknologi digital yang modern dan terkini. Granostic Medical Center akan menjadi klinik pertama di Surabaya yang memiliki alat penunjang C-Arm terbaru.“Kita akan terus berinovasi dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ke depan, kami akan kemas pemeriksaan hingga ke layanan home service dan akses layanan kesehatan secara digital” ujar dr. Agus.dr. M. Dwikoryanto, SpBS, FINPS, FINSS, dokter Spesialis Bedah Saraf dan Penanggung Jawab Klinik Utama Granostic Medical Center menambahkan bahwa salah satu layanan unggulan kami berupa layanan Proloterapi yaitu layanan pengobatan area sendi yang mengalami nyeri kronik.“Hal ini bisa kami terapi diantaranya melalui tindakan Radiofrekuensi Ablasi dimana dengan waktu terapi yang singkat dan tanpa rawat inap, pasien langsung dapat kembali beraktifitas” tandasnya.Baca artikel asli disini : beritajatim.com
GRANOSTIC RESMIKAN LAYANAN KLINIK, SERTA KENALKAN LAYANAN UNGGULAN PAIN MANAGEMENT CENTER
Surabaya, 23 September 2023 – Granostic Center, yang selama ini telah dikenal sebagai penyedia layanan kesehatan utama di kota Surabaya, pada hari ini resmi meluncurkan salah satu lini bisnisnya yaitu Granostic Medical Center. Granostic Medical Center menyediakan layanan kesehatan komperehensif yang terintegrasi dalam satu lokasi dan didukung oleh berbagai dokter spesialis dan sub-spesialis dengan pengalaman dan keahlian yang mumpuni. Granostic Medical Center menggandeng tenaga dokter dari berbagai bidang keahlian diantaranya adalah Spesialis Bedah Syaraf, Spesialis Jantung, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Radiologi. Layanan tersebut didukung dengan adanya laboratorium serta farmasi yang lengkap untuk menunjang diagnostic dan terapi kesehatan secara optimal.Granostic Medical Center melalui layanan unggulan Pain Point Management Center, yang didukung oleh tim dokter ahli spesialis bedah syaraf terbaik di Surabaya, dapat mengatasi masalah kesehatan berupa akut pain, chronic pain, cancer pain, nyeri di lutut, bahu, tulang belakang dan nyeri lainnya.“Granostic Medical Center hadir dengan beragam layanan kesehatan unggulan, salah satunya adalah layanan Pain Management Center yang dapat membantu memberikan terapi bebas nyeri tanpa operasi seperti nyeri pada otot dan persendian, mulai dari nyeri area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, nyeri bahu, dan nyeri yang paling sering dialami yaitu nyeri lutut. Dengan hilangnya rasa nyeri, pasien dapat melakukan aktifitas lebih leluasa dan mendapat kualitas hidup lebih baik” tutur dr. Agus Chairul Anab, Sp.BS selaku komisaris PT. Persada Medika Utama yang menaungi Granostic Medical Centre.Granostic Medical Center memiliki fasilitas dan sarana yang mumpuni untuk melakukan diagnosa dan terapi kesehatan seperti adanya peralatan Stress Test (Treadmill), Rekam Jantung (Echocardiography), USG (Ultrasonografi), alat Radiologi / X-Ray canggih seperti Radiofrequency dan C-Arm dengan teknologi digital yang modern dan terkini. Granostic Medical Center akan menjadi klinik pertama di Surabaya yang memiliki alat penunjang C-Arm terbaru.dr. M. Dwikoryanto, SpBS, FINPS, FINSS selaku dokter Spesialis Bedah Saraf dan Penanggung Jawab Klinik Utama Granostic Medical Center menambahkan bahwa "Salah satu layanan unggulan kami berupa layanan Proloterapi yaitu layanan pengobatan area sendi yang mengalami nyeri kronik. Hal ini bisa kami terapi diantaranya melalui tindakan Radiofrekuensi Ablasi dimana dengan waktu terapi yang singkat dan tanpa rawat inap, pasien langsung dapat kembali beraktifitas""Granostic Medical Center diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat kota Surabaya sebagai bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah kota Surabaya untuk terus memperbaiki layanan kesehatan yang accessible bagi masyarakat" tutur Arditya Irawan selaku Direksi PT. Persada Medika Utama.Dengan tema “Inauguration of Granostic Medical Center, The First Class Healthcare Clinic”, Granostic Medical Center akan memberikan pelayanan kesehatan yang prima, unggul dan komprehensif untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Surabaya."Kita akan terus berinovasi dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ke depan, kami akan kemas pemeriksaan hingga ke layanan home service dan akses layanan kesehatan secara digital” pungkas dr. Agus
Buka Klinik Baru, Granostic Medical Center Sedia Fasilitas Paint Point Management Center
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Granostic Center, sebuah layanan kesehatan di Kota Surabaya, meluncurkan Granostic Medical Center, pada 23 September 2023.Dalam layanan medis yang berlokasi di Jalan Dharmahusada, Surabaya, itu, disediakan berbagai dokter spesialis dari berbagai keahlian. Seperti spesialis bedah syaraf, jantung, penyakit dalam, dan spesialis radiologi.Salah satu fasilitas yang diberikan adalah Pain Point Management Center. Di situ akan ditangani masalah kesehatan seperti akut pain, chronic pain, cancer pain, nyeri lutut, bahu, tulang belakang, dan nyeri lainnya.“Kami memberikan terapi bebas nyeri tanpa operasi untuk keluhan-keluhan itu,” ujar Dr Agus Chairul Anab, Sp.BS, Komisaris PT Persada Medika Utama yang menaungi Granostic Medical Center.Nyeri yang sering dikeluhkan adalah nyeri lutut. Dengan terapi tersebut para tim medis menjamin bahwa semua keluhan nyeri dapat teratasi.Fasilitas medis lain yang ada di situ adalah stress test (treadmill), rekam jantung (echocardiography), USG (Ultrasonografi), alat radiologi seperti radiofrequency dan C-Arm.Yakni alat radiologi yang berbentuk seperti huruf C. Penggunaannya dibutuhkan dalam proses operasi untuk melihat gambar atau objek yang dapat dilihat langsung dengan cara fluoroskopi.Di Surabaya, hanya klinik tersebut yang memiliki alat C-Arm. “Kami juga memiliki layanan proloterapi. Yaitu pengobatan area sendi yang mengalami nyeri kronik,” ujar Dr M Dwikoryanto, spesialis bedah syaraf dan penanggung jawab klinik.Terapi tersebut menggunakan tindakan radiofrekuensi ablasi. Melalui alat itu, terapi dapat dilakukan dalam waktu singkat tanpa harus rawat inap. “Jadi bisa langsung beraktivitas tanpa harus menunggu lama,” ungkapnya.Perilisan layanan medis itu bertajuk Inauguration of Grasnostic Medical Center, The First Class Healthcare Clinic. Ke depan klinik itu akan melayani pemeriksaan hingga ke layanan home service dan akses kesehatan digital. (*)Baca artikel asli disini : harian.disway.id
Banyak Dikeluhkan, Granostic Buka Layanan Pain Management Center
KANALSATU – Rasa nyeri banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Penyebabnya pun beragam, mulai dari yang disebabkan oleh penyakit tertentu hingga dari psikologis seseorang.Dokter Spesialis Bedah Saraf dan Penanggung Jawab Klinik Utama Granostic Medical Center dr. M. Dwikoryanto, SpBS, FINPS, FINSS, menuturkan, gaya hidup masyarakat saat ini yang banyak menunduk melihat gadget juga menjadi salah satu penyebab timbulnya nyeri. Dimulai dari leher, bahu, kepala bagian belakang hingga ke pergelangan tangan.Pengobatan di Granostic dikatakannya dilakukan secara holistic. Dimulai dari assestment untuk mencari tahu penyebab nyerinya hingga untuk kuratif bisa dilakukan di sini. ”Layanan kami di sini sangat holistic mulai dari diagnostic hingga kuratif. Yang operasi hanya 10 persen, sisanya non operatif, bisa diterapi. Nyeri bisa disebabkan juga dari sisi psikologis,” katanya saat Grand Opening Granostic Medical Center di Surabaya, Sabtu (23/9/2023).Dwi menambahkan, salah satu layanan unggulan di Granostic adalah Proloterapi, yang digunakan untuk mengobati nyeri kronik pada area sendi. ”Kami dapat melakukan tindakan Radiofrekuensi Ablasi dengan cepat tanpa memerlukan rawat inap, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman," ujarnya.Granostic Medical Center dengan layanan unggulannya Pain Management Center merupakan lini bisnis terbaru dari Granostic Center. Layanan ini didukung oleh tim dokter ahli spesialis bedah syaraf terbaik di Surabaya dan mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan rasa nyeri."Granostic Medical Center hadir dengan berbagai layanan kesehatan unggulan, di antaranya adalah layanan Pain Management Center yang mampu memberikan terapi bebas nyeri tanpa operasi, mulai dari nyeri pada otot dan persendian hingga nyeri pada area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan nyeri lutut yang umum dialami,” kata Komisaris PT. Persada Medika Utama yang menaungi Granostic Medical Center dr. Agus Chairul Anab, Sp.BS. Dengan menghilangkan rasa nyeri, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Granostic Medical Center hadir dengan konsep layanan kesehatan komprehensif yang terintegrasi dalam satu lokasi. Beberapa spesialis yang terlibat adalah Spesialis Bedah Syaraf, Spesialis Jantung, Spesialis Penyakit Dalam, dan Spesialis Radiologi.Pusat ini juga dilengkapi dengan laboratorium dan apotek yang lengkap untuk mendukung diagnosa dan terapi kesehatan secara optimal.Granostic Medical Center dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan medis canggih, termasuk Stress Test (Treadmill), Rekam Jantung (Echocardiography), Ultrasonografi (USG), serta peralatan Radiologi dan X-Ray modern seperti Radiofrequency dan C-Arm dengan teknologi digital terkini. Pusat ini bahkan menjadi yang pertama di Surabaya yang memiliki alat penunjang C-Arm terbaru.Direksi PT. Persada Medika Utama Arditya Irawan berharap Granostic Medical Center dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat Surabaya. ”Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah kota Surabaya untuk terus meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat," tuturnya.Baca artikel asli disini : http://kanalsatu.com/
Granostic Medical Center Miliki Pain Point Management, Atasi Berbagai Keluhan Nyeri
TIMESINDONESIA, SURABAYA – Laboratorium Klinik Granostic Center Jalan Dharma Husada Surabaya mengumumkan kerja sama dengan Pain Point Management Center. Layanan tersebut menjadi keunggulan dalam Granostic Medical Center.Komisaris PT Persada Medika Utama dr Agus Chairul Anab SpBS dan Direktur PT Persada Medika Utama Arditya Wirawan ST MBA sekaligus meresmikan layanan baru ini dalam acara Inauguration of Granostic Medical Centre, Sabtu (23/9/2023).Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Persada Medika Utama Arditya Wirawan ST MBA dan Perwakilan Pain Point Management Center dan Penanggung Jawab Granostic Medical Center dr M Dwikoryanto SpBS FINPS FINSS.Ada pakar multi disiplin dalam Pain Point Management Center. Mulai spesialis bedah syaraf, neurologi, rehabilitasi medik dan paliatif. Karena nyeri merupakan keluhan penyakit secara holistik.Ruang lingkup dalam layanan ini meliputi nyeri akut pain, nyeri kronik dan cancer pain atau nyeri akibat penyakit kanker. Penanganan nyeri adalah bagian dari layanan sub spesialis penyakit dalam.Pain Point Management Center memang fokus menangani nyeri. Karena permasalahan nyeri dialami oleh setiap orang. Ada nyeri terkait anatomi maupun syaraf. Seperti nyeri syaraf terjepit, nyeri kanker, dan nyeri tulang belakang.Hasil survei menunjukkan kasus nyeri tulang belakang 10 persen memerlukan tindakan operasi."Selebihnya 90 persen sebetulnya dapat diatasi di Pain Poin Management Center. Kita ingin ambil di situ," kata dr Dwikoryanto.Ada pula nyeri karena Servical Gadget Syndrome. Sebuah keluhan baru pada bagian leher dan kepala. Leher tidak lagi membentuk kurva yang sehat.Guna mengatasi berbagai nyeri tersebut, Pain Poin Management Center juga memiliki alat medis canggih berupa radio frequency treatment tindakan.Alat ini mempercepat proses adaptasi syaraf tanpa merusak struktur anatomi dalam tubuh sehingga menghindari kerusakan jaringan akibat tindakan operasi. Radio frequency di Pain Point Management juga merupakan satu-satunya di Surabaya."Jika nyeri selesai dengan radio frequency, maka tak lagi diperlukan operasi. Radio frequency ini menjadi standar sebelum tindakan operasi karena berfungsi sebagai diagnostik juga," ujar dr Dwi.Alat lain adalah C-Arm Radiography untuk memindai. Kendati demikian, dr Dwi Koryanto juga berpesan bahwa tidak semua nyeri berbahaya."Nyeri masih diperlukan namun kita perlu mengolah dengan baik dan memang ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medik," kata dr Dwi.Maka dari itu, dr Dwikoryanto optimistis layanan Pain Poin Management akan memiliki prospek yang luar biasa dan dibutuhkan oleh masyarakat. Tersedia pula layanan home care bagi masyarakat yang membutuhkan.Senada, Direktur PT Persada Medika Utama Arditya Wirawan mengungkapkan, Granostic Dharma Husada berupaya meningkatkan pelayanan dengan kehadiran Granostic Medical Centre. Di mana di dalamnya terdapat poli jantung dan poli penyakit dalam serta Pain Point Management.Ia melihat masyarakat Surabaya sudah semakin konsen dengan kesehatan pribadinya. Mereka kemudian memiliki keinginan lebih terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan.Namun sayangnya, banyak warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri. Presiden Jokowi beberapa waktu lalu mengungkapkan angkanya. "Kurang lebih 2 juta orang per tahun dengan jumlah devisa keluar mencapai Rp165 triliun. Angka yang sangat fantastis," kata Aditya.Padahal, Aditya yakin kompetensi tenaga kesehatan dalam negeri andal dan bahkan bisa lebih baik daripada tenaga kesehatan di ASEAN. "Fasilitas juga cukup baik, hanya memang aksesibilitas," katanya.Berangkat dari hal tersebut, Granostic mencoba meningkatkan layanan agar dapat menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana di luar negeri.Kehadiran Granostic Medical Centre menyediakan layanan spesialis dan sub spesialis dengan fasilitas teknologi terkini. Mulai keahlian bedah syaraf, penyakit jantung, paru-paru, penyakit dalam dan sebagainya. Dengan layanan unggulan pain management center yang mengatasi permasalahan nyeri pada tubuh. "Semoga Granostic Medical Centre bisa diterima oleh masyarakat Surabaya," harapnya.Komisaris PT Persada Medika Utama dr Agus Chairul Anab SpBS menambahkan, Granostic Medical Center merupakan milestone layanan primer dari laboratorium ini dan memberikan kontribusi optimalisasi dalam pencegahan penyakit. Karena sebesar 70 persen dana BPJS Kesehatan terserap di kuratif, maka ke depan pemerintah akan fokus pada layanan primer."Pemerintah saat ini sedang menggiatkan layanan primer itu bahkan dari sisi anggaran juga akan lebih banyak di sana. Kami hadir untuk menunjang ini, Granostic selain memberikan layanan primer khususnya dari sisi promotif, preventif," kata dr Agus.Bahkan ke depan ada sebuah wacana bahwa rumah sakit berada di rumah. Pasien bisa menggunakan device sebagai alat monitoring robotik seperti di negara-negara maju. Tindakan kepada pasien bisa dilakukan secara borderless."Ini tantangan yang harus kita hadapi," tandasnya.Granostic sendiri mulai beroperasi sebagai laboratorium klinik yang kebanyakan melayani rekanan dokter dan rumah sakit di Surabaya sejak 2007 dengan nama Granostic Diagnostic Center. Namun saat ini lansekap pelayanan telah berubah.Terjadi pergeseran orientasi dari hospitals atau dokter sentrik menjadi pasien sentrik. Fokus yang dulu utamanya pada dokter dan rumah sakit sekarang fokus pada pasien.Pada tahun 2021 terjadi perubahan pemegang saham di PT Persada Medika Utama sebagai founding dari Granostic. Hal ini turut disertai dengan perubahan manajemen dan masuknya Kortex pada tahun yang sama.Kortex memotori perubahan pada sistem pelayanan kesehatan Indonesia bekerja sama dengan Persada Capital dan PT Sentra sehingga mengubah visi, strategi dan konsep layanan Granostic. Saat ini Granostic memiliki visi, cara dan strategi baru untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Perubahan yang dilakukan adalah fokus pada pasien dengan fokus menjadi mitra pasien dalam kebutuhan laboratorium secara mudah. Konsen connective care antara rumah dengan klinik ini disebut menjadi tren ke depan. Konsep home care tersebut sudah diluncurkan sejak awal dan saat ini sudah mendominasi pasar Granostic. Perpaduan dari knowledge, skills dan peralatan terkini serta terintegrasi digital menjadi kunci bagi Granostic. Sedangkan konsep gedung Granostic minimalis, modern dan fungsional dilengkapi alat-alat laboratorium terkini. Layanan ini untuk melengkapi medical check up pasien perorangan maupun perusahaan. Paradigma sehat juga menjadi kunci strategi. Saat ini Granostic Laboratorium menyiapkan layanan selama 24 jam sepanjang hari. Secara layanan, Granostic merambah sistem digital mulai dari information system, billing, Apps, website, e-payment, lab information system dan sebagainya. Semua terpandu berbasis Cloud yang menjadi album yang dapat diakses pasien sewaktu-waktu dan dapat digunakan.Sebagaimana diketahui, Laboratorium Klinik Granostic Center Jalan Dharma Husada Surabaya mengumumkan kerja sama dengan Pain Point Management Center. Layanan tersebut menjadi keunggulan dalam Granostic Medical Center.(*)Artikel asli baca disini : timesindonesia.co.id
Berikut Cara Penanganan Lutut Yang Terasa Nyeri
Jika Anda merasa kesakitan pada lutut ketika dibengkokkan, mengalami pembengkakan, dan merasakan nyeri yang sangat kuat, tidak perlu khawatir. Ada beberapa langkah yang akan kami sajikan dalam artikel ini yang dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. Dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup yang sehat, Anda bisa mengatasi nyeri lutut dan kembali aktif seperti sediakala.1.Konsultasi Dokter Jika Parah Pada Nyeri LututJika Anda mengalami nyeri lutut yang sangat parah atau berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan seorang dokter. Nyeri lutut yang parah bisa menjadi indikasi masalah serius dalam lutut Anda, seperti kerusakan ligamen, masalah kartilago, osteoarthritis, atau masalah lainnya.Salah satu layanan kesehatan di Indonesia, Granostic Medical Center menyediakan layanan kesehatan terintegrasi dalam satu lokasi dan didukung oleh berbagai dokter spesialis dengan pengalaman serta keahlian yang mumpuni. Kami hadir dengan beragam layanan kesehatan unggulan, salah satunya adalah layanan Pain Management Center yang berfokus pada terapi pengurangan nyeri tanpa perlu tindakan operasi. Mereka dapat membantu mengatasi nyeri di berbagai bagian tubuh, termasuk leher, punggung, pergelangan tangan, siku, bahu, dan nyeri lutut, yang sering dialami oleh banyak orang. Dengan menghilangkan rasa nyeri, pasien dapat meningkatkan mobilitas mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.2.Mengonsumsi Obat-Obatan Yang TepatRasa sakit di bagian lutut bisa menghambat aktivitas sehari-hari dan pekerjaan Anda. Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini dengan cepat, Anda dapat mencoba berbagai obat yang tersedia di toko obat dan apotek terdekat. Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat beberapa opsi obat yang dapat membantu meredakan sakit lutut, seperti:1. Non-steroid anti-inflammatory drug (NSAID): Obat anti-peradangan tanpa steroid, atau NSAID, adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan dan mengurangi rasa sakit.2. Kortikosteroid: Kortikosteroid adalah salah satu jenis obat yang tersedia di apotek dan dapat membantu meredakan sakit lutut. Obat ini termasuk dalam kategori steroid.3. Obat Pereda Sakit (Analgesik): Obat analgesik adalah jenis obat yang dapat mengurangi rasa sakit, termasuk pada lutut. Beberapa contoh obat dalam kategori ini termasuk acetaminophen dan opioid. Acetaminophen atau parasetamol adalah obat pereda rasa sakit yang bisa Anda beli di apotek tanpa perlu resep dokter.3. Melakukan FisioterapiFisioterapi adalah bentuk perawatan yang membantu memulihkan pergerakan dan fungsi anggota tubuh ketika seseorang mengalami cedera, rasa sakit, atau cacat.Tujuan dari perawatan ini juga mencakup mengurangi risiko cedera atau rasa sakit di masa depan. Dengan kata lain, fisioterapi berusaha untuk mencegah orang mengalami gangguan fisik pada tubuh akibat cedera atau penyakit.Seseorang yang mengalami sakit lutut sering memerlukan fisioterapi khusus. Fisioterapi untuk sakit lutut melibatkan penilaian menyeluruh terhadap seluruh bagian bawah tubuh, mulai dari pinggul hingga kaki. Melalui terapi ini, seorang terapis akan mengevaluasi rasa sakit lutut yang dialami pasien dan merencanakan perawatan yang sesuai, termasuk jenis latihan yang diperlukan.Dilansir dari Verywell Health, sebelum memulai perawatan, terapis akan mengumpulkan informasi tentang kondisi pasien. Berdasarkan informasi ini, terapis akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan jenis perawatan yang sesuai. Setelah pemeriksaan selesai, terapis akan menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien, seperti melakukan latihan Quad set dan straight leg raises, peregangan ekstremitas bawah, latihan untuk memperkuat pinggul, dan latihan keseimbangan.4. Mengompres Nyeri Lutut Dengan EsPenggunaan kompres dingin adalah metode umum yang sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada saat terjadi cedera. Namun, sangat penting untuk tidak sembarangan menerapkan kompres dingin, karena jika dilakukan secara sembarangan, tidak akan berdampak pada efektivitas pengobatan cedera. Prinsip di balik penggunaan kompres dingin adalah untuk mengurangi peradangan, menghentikan pendarahan di dalam jaringan, serta mengurangi kejang otot dan rasa nyeri.Ketika kompres dingin diterapkan, suhu yang rendah akan membuat pembuluh darah menyempit, mengurangi aliran darah ke area yang menjadi sumber nyeri. Pada area cedera, biasanya terjadi peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan sel-sel darah bocor keluar dari pembuluh darah, mengakibatkan kulit berubah menjadi merah kebiruan. Dilansir dari Arthritis Health oleh Dr. Brandon Kambach, MD, Orthopedic Surgeon, Penggunaan es telah terbukti dapat mengurangi jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah ini. Penurunan aliran darah ini akan mengurangi konsentrasi zat penyebab peradangan yang bergerak ke area cedera, yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri.● Kompres dingin harus diterapkan minimal tiga kali pada luka yang bengkak dan meradang. ● Untuk 72 jam pertama, terapkan kompres dingin selama 10 menit setiap satu jam. ● Setelah itu, terapkan kompres dingin selama 15-20 menit, tiga kali sehari. ● Gunakan kompres ini di pagi, siang, atau sore setelah beraktivitas atau sekolah, dan sekitar setengah jam sebelum tidur. ● Pastikan selalu menggunakan sehelai kain di antara kulit dan es saat mengompres untuk menghindari suhu dingin yang langsung bersentuhan dengan kulit. ● Tekan kompres ke seluruh area yang dirasa nyeri. Jangan melebihi 15-20 menit setiap kali penggunaan, dan jangan tidur dengan kompres dingin di kulit Anda.5.Istirahat Yang CukupIstirahat yang cukup adalah salah satu metode penting dalam penanganan nyeri lutut. Nyeri lutut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti cedera, peradangan, osteoarthritis, atau berlebihan dalam aktivitas fisik. Istirahat adalah langkah awal yang kritis dalam proses penyembuhan, karena memungkinkan sendi lutut untuk pulih tanpa tekanan tambahan. Selama istirahat, otot dan jaringan di sekitar lutut memiliki kesempatan untuk meredakan peradangan, mengurangi tekanan pada persendian, dan memulihkan diri. Ini juga membantu dalam menghindari komplikasi lebih lanjut.Istirahat mencakup menghindari aktivitas fisik yang berlebihan atau menekankan lutut yang sakit. Ini dapat berarti mengurangi aktivitas sehari-hari yang membutuhkan gerakan lutut yang berlebihan, seperti berlari, melompat, atau mengangkat beban berat. Selain itu, istirahat juga mencakup penggunaan bantuan, seperti tongkat atau penyangga lutut, untuk mengurangi beban pada lutut selama berjalan. Hal ini akan membantu mengurangi tekanan pada sendi lutut yang sakit dan memungkinkan proses penyembuhan berjalan lebih lancar.Dalam kesimpulan yang bisa kita ambil, nyeri lutut yang parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari dapat diatasi dengan berbagai metode yang telah dijelaskan di atas. Jika mengalami nyeri lutut yang sangat parah atau berlangsung lama, segera berkonsultasi dengan seorang dokter, karena kondisi serius seperti kerusakan ligamen, masalah kartilago, osteoarthritis, atau masalah lainnya mungkin menjadi penyebabnya. Selain itu, penggunaan obat-obatan yang tepat seperti NSAID, kortikosteroid, atau analgesik dapat membantu meredakan rasa sakit.Fisioterapi dapat membantu memulihkan pergerakan dan fungsi lutut, serta mengurangi risiko cedera atau nyeri di masa mendatang. Penggunaan kompres dingin yang benar dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri, namun, perlu diingat untuk mengikuti panduan penggunaan dengan benar. Terakhir, istirahat yang cukup adalah langkah penting dalam proses penyembuhan karena memungkinkan lutut untuk pulih dengan cepat dan efektif.Dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup yang sehat, Anda dapat mengatasi nyeri lutut dan kembali aktif seperti sediakala. Selalu konsultasikan dengan dokter atau profesional medis sebelum memulai perawatan apa pun untuk nyeri lutut yang Anda alami.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message