Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Berikut Ciri Ciri Kurang Gerak yang Banyak Menyerang Gen Z
Zaman yang semakin canggih dalam bidang teknologi, pada dasarnya memberikan kemudahan kepada generasi muda yang dikenal sebagai "Gen Z". Sayangnya, manfaat tersebut tidak selalu berdampak positif terhadap kesehatan mereka, bahkan sering kali mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.Banyak milenial saat ini memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, padahal, menerapkan pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit yang berpotensi memengaruhi masa tua mereka. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan banyak kaum Gen Z mengalami penyakit kronis sejak dini.1. Keseringan Duduk Santai dan Berbaring Terlalu LamaSakit punggung, yang seringkali dikaitkan dengan orang tua, kini mulai dirasakan oleh orang yang lebih muda. Banyak individu usia 20-30 tahun mengalami keluhan pegal dan nyeri punggung yang menghambat segala produktivitas. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan dalam duduk dan berbaring untuk jangka waktu yang lama.Kemajuan teknologi saat ini telah mengubah gaya hidup secara menyeluruh. Tidak lagi perlu pergi ke restoran atau supermarket, bahkan bertemu dengan orang lain, karena semuanya dapat dilakukan melalui smartphone. Meskipun begitu, hal ini juga berdampak negatif karena mengurangi aktivitas fisik yang diperlukan untuk mendapatkan hal-hal tersebut.Kembali ke topik, duduk terlalu lama dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh, bahkan meningkatkan risiko penyakit serius dalam jangka panjang. Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, risiko ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang melakukan segala hal dengan perangkat ponselnya, tetapi juga bagi pekerja kantoran atau individu yang terpaksa duduk dalam waktu yang lama, yang juga berisiko mengalami gangguan metabolisme tubuh.Tidak hanya sampai di situ, berbaring terlalu lama sambil bermain ponsel atau melakukan aktivitas lainnya juga dapat memicu timbulnya penyakit lain seperti obesitas dan serangan jantung.2. Jarang BerolahragaMenurut laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Global Status Report on Physical Activity 2022, mayoritas remaja di seluruh dunia kurang berpartisipasi dalam kegiatan fisik WHO juga menambahkan dan menyarankan agar anak-anak dan remaja usia 10-19 tahun untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik ringan selama setidaknya 60 menit per hari. Sementara itu, bagi usia 19 tahun ke atas, mereka merekomendasikan untuk melibatkan diri dalam latihan penguatan otot minimal dua kali seminggu, atau aktivitas fisik ringan minimal tiga kali seminggu.Menerapkan aktivitas fisik sesuai rekomendasi minimal ini dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, serta berbagai jenis kanker.Dalam informasi yang sama, aktivitas olahraga juga memiliki dampak positif dalam mengurangi tingkat depresi dan kecemasan, meningkatkan kemampuan kognitif, dan membantu mencegah kecelakaan akibat jatuh pada orang yang telah mencapai usia lanjut.3. Jarang BergerakGaya hidup modern dan akses mudah kepada teknologi canggih telah menyebabkan banyak orang menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan cepat. Dalam konteks yang sama, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah secara menyeluruh pola hidup manusia. Sebelum teknologi menjadi begitu merajalela, orang harus keluar rumah untuk menyelesaikan berbagai urusan, tetapi sekarang, semuanya bisa dilakukan melalui smartphone. Oleh karena itu, generasi muda sering kali dianggap kurang aktif atau malas bergerak (mager).Kebiasaan kurang aktif atau mager adalah sesuatu yang perlu diubah, tetapi bagi sebagian orang, kebiasaan ini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian mereka, dan mereka merasa nyaman dengannya. Dampak negatifnya mungkin tidak terasa secara langsung, tetapi akan mulai terasa setelah bertahun-tahun, terutama ketika seseorang memasuki usia di atas 50-60 tahun.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health menunjukkan bahwa berpartisipasi dalam aktivitas fisik dapat mengurangi risiko stroke pada pria hingga 60%. Penelitian lain yang diterbitkan juga membuktikan bahwa seseorang yang cukup bergerak atau beraktivitas fisik memiliki peluang lebih rendah untuk mengalami stroke dan serangan jantung hingga 50%. Oleh karena itu, bagi mereka yang sering duduk bekerja atau terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar komputer atau terlalu sering berbaring, risiko mengalami stroke atau serangan jantung menjadi lebih besar.4. Kebiasaan Makan Berlebih Yang Memicu ObesitasMakanan cepat saji, atau dikenal sebagai fast food seperti pizza, hamburger, donat, minuman boba, teh instan atau sebagainya memang selalu menggoda untuk dinikmati. Namun kenyataanya banyak dari kita menyukai makanan dan minuman tersebut tanpa memperdulikan dampak berikutnya.Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, sejatinya usia muda sangat membutuhkan nutrisi yang spesial dibandingkan kelompok umur lainnya. Kebutuhan nutrisi pada usia muda harus seimbang dengan aktivitasnya. Remaja membutuhkan lebih banyak protein, vitamin dan mineral dari setiap energi yang dikonsumsi dibandingkan dengan masa anak-anak yang mereka lewati sebelumnya. Makanan dan minuman instan yang selalu mereka konsumsi terus menerus akan mengakibatkan obesitas atau kegemukan, dan berbagai penyakit penyerta lainnya seperti diabetes, hipertensi, dan stroke.5. Pola Hidup Yang SembaranganSecara umum, hipertensi lebih sering menjangkiti individu yang telah memasuki usia lanjut. Semakin bertambah usia seseorang, semakin besar risikonya untuk mengalami hipertensi. Namun, saat ini, di berbagai negara di seluruh dunia, terdapat banyak kasus hipertensi yang juga mempengaruhi orang yang masih relatif muda, termasuk di Indonesia.Berdasarkan data dari penelitian kesehatan dasar yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, terdapat 8,7% penderita hipertensi dalam kelompok usia 15-24 tahun. Selain itu, menurut penelitian kesehatan dasar yang dilakukan pada tahun 2018, jumlah penderita hipertensi dalam kelompok usia muda naik menjadi 13,2%, dengan kelompok usia yang terkena risiko semakin menyempit pada rentang usia 18-24 tahun.Penyebab utama dari masalah ini adalah gaya hidup yang tidak sehat yang diadopsi oleh generasi muda saat ini. Pentingnya pola hidup yang sehat dalam kehidupan sehari-hari tidak boleh diabaikan, karena pola hidup yang buruk dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk hipertensi.Beberapa kebiasaan hidup yang dapat mempengaruhi tekanan darah diantaranya sebagai berikut:● Pola Makan Yang Buruk● Merokok● Konsumsi Alkohol● Begadang6. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu Untuk BekerjaMeskipun kita dianjurkan untuk melakukan aktivitas di usia muda, namun jika berlebihan juga akan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada bagian sendi, otot dan tulang Anda. Di masa sulit seperti ini, banyak generasi Z yang setelah menyelesaikan masa wajib belajarnya (selepas SMA/SMK) tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan memilih untuk mengambil pekerjaan apa saja, karena keterbatasan lowongan pekerjaan tentunya yang menjadi faktor. Berbagai pekerjaan yang dilakukan, seperti driver ojek online, kurir,pramusaji, sales, dan pekerjaan fisik lainnya tentu akan menguras tenaga. Dan juga berpengaruh pada kesehatan tulang dan otot. Akibatnya, sering kita temui gejala nyeri punggung, pergelangan tangan, dan pundak dialami di usia muda.Dikutip dari Cleveland Clinic, aktivitas kerja berlebihan tersebut dapat menyebabkan stres berkepanjangan pada otot dan sendi, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang. ketidakseimbangan antara waktu bekerja dan istirahat dapat mengganggu regenerasi jaringan otot dan tulang, yang diperlukan untuk pemulihan dan pencegahan cedera. Akibatnya, seseorang dapat mengalami penurunan fleksibilitas, kekuatan, dan mobilitas, serta risiko osteoporosis atau arthritis yang meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara bekerja dan istirahat, serta merawat tubuh dengan latihan fisik dan perawatan yang tepat untuk menjaga kesehatan otot, tulang, dan sendi.
Cara Mencegah Frozen Shoulder Sebelum Parah!
Frozen shoulder atau adhesive capsulitis adalah kondisi di mana bahu mengalami kekakuan dan rasa nyeri. Gejalanya muncul secara perlahan dan cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Meskipun penyebab pasti kekakuan bahu ini belum diketahui, namun pada umumnya, jaringan halus pada kapsul bahu mengalami pengerasan, penebalan, dan peradangan yang menyebabkan adanya perlengketan antara kapsul bahu dengan tendon-tendon otot di sendi bahu.Kondisi ini seringkali dipicu oleh peradangan kronis yang dapat timbul akibat cedera ringan karena faktor lain yang terkait dengan penyakit kronis. Meskipun frozen shoulder umumnya bisa sembuh dalam rentang waktu satu hingga tiga tahun setelah gejalanya mulai muncul, tetapi masih ada peluang untuk penyembuhan lebih cepat dari perkiraan umum.Pertanyaannya adalah bagaimana mengatasi frozen shoulder dan apakah mungkin untuk menghindarinya sedari dini? Semua hal ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut ini.1. Melakukan Aktivitas Fisik Secara TeraturDilansir dari Badan Kesehatan Dunia WHO, aktivitas fisik merupakan suatu bentuk kegiatan gerakan tubuh yang memerlukan energi secara penuh. Aktivitas fisik tidak hanya memiliki dampak positif pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap mental dan memainkan peran penting dalam menjaga kualitas hidup agar tetap optimal sepanjang hari.Dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur, seseorang dapat memperoleh manfaat besar bagi perkembangan otak dan otot. Ini berarti bahwa aktivitas fisik bukan hanya sekadar rutinitas sehari-hari, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan holistik.Tak perlu khawatir tentang melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat atau rumit. Bahkan, aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di dalam rumah atau lingkungan sekitar sudah cukup untuk memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan. Bermain bola, bersepeda, naik turun tangga, atau sekadar berjalan santai dapat menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik.Setiap kegiatan kecil dalam aktivitas fisik dapat berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan. Dibandingkan dengan duduk diam saja. Sebagai contoh, melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit selama5 kali seminggu, dapat mengurangi risiko penyakit umum yang diderita pada pergelangan tangan dan bahu sekitar 19%. Ini merupakan angka yang signifikan, hampir 1/5 lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif secara fisik.2. Pemanasan Sebelum Melakukan Aktivitas OlahragaMelakukan pemanasan sebelum memulai aktivitas fisik merupakan aspek yang sangat penting, tetapi seringkali diabaikan oleh banyak orang. Beberapa meyakini bahwa tubuh dapat langsung terlibat dalam kegiatan olahraga tanpa perlu melakukan pemanasan terlebih dahulu. Walaupun seseorang sudah memiliki keterampilan olahraga yang baik, tetaplah penting untuk memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri sebelum terlibat dalam aktivitas yang lebih intens daripada biasanya.DIkutip dari situs kebugaran Fit Athletic, tujuan utama dari melakukan pemanasan sebelum berolahraga adalah untuk mencegah tubuh dari kejang yang dapat terjadi saat menjalankan aktivitas fisik yang berat. Bayangkan jika otot-otot yang masih dalam keadaan dingin dan rileks tiba-tiba dipaksa untuk melakukan gerakan cepat, seperti berlari. Ini dapat meningkatkan risiko terkena cedera ringan atau kram selama berolahraga.Pemanasan membantu otot menjadi lebih fleksibel dan mengurangi kekakuan, sehingga ketika melakukan gerakan-gerakan olahraga yang berat, seperti mengangkat beban atau melakukan tendangan, seseorang dapat menghindari potensi cedera otot, kram, atau bahkan robekan otot. Cedera robekan otot merupakan kondisi serius yang menyakitkan dan memerlukan waktu pemulihan yang cukup lama.3. Lakukan Peregangan Sebelum Melakukan AktivitasBanyak orang yang masih awam dalam memahami perbedaan antara pemanasan dan peregangan dalam konteks olahraga. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, kesadaran akan perbedaan ini masih minim. Pemanasan merupakan serangkaian gerakan yang dilakukan sebelum berolahraga untuk mempersiapkan tubuh menjalani aktivitas fisik.Secara umum, pemanasan dilakukan untuk meningkatkan suhu tubuh agar dapat beradaptasi dengan intensitas gerakan yang akan dijalani selama berolahraga. Pemanasan umumnya melibatkan gerakan seperti push-up, memutar tangan, lari di tempat, melompat, dan squat-jump, tanpa melibatkan gerakan spesifik yang akan dilakukan selama olahraga.Di sisi lain, peregangan adalah rangkaian gerakan yang bertujuan melatih kelenturan anggota tubuh, seperti punggung, kaki, dan tangan. Tujuan dari peregangan adalah melemaskan otot dengan membuatnya berkontraksi. Gerakan peregangan dapat meningkatkan jangkauan gerak otot dan sendi, memberikan keleluasaan tubuh untuk bergerak.Berbeda dengan pemanasan, peregangan tidak wajib dilakukan sebelum berolahraga karena tidak memberikan kontribusi besar dalam persiapan tubuh untuk aktivitas fisik. Meskipun demikian, peregangan bermanfaat untuk mengembalikan fleksibilitas otot setelah tubuh mengalami kegiatan berulang. Peregangan juga dianjurkan sebelum latihan, khususnya bagi mereka yang baru memulai rutinitas berolahraga. Contoh jenis peregangan melibatkan rangkaian gerakan berurutan seperti berdiri, menyentuh lutut dan ibu jari kaki, memutar badan, dan melakukan split.4. Hindari Cedera Berlebihan Saat Melakukan AktifitasKetika Anda tidak konsentrasi atau kurang berhati-hati dalam melakukan sebuah aktifitas olahraga, risiko cedera dapat meningkat. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pencegahan cedera dalam aktivitas olahraga menjadi sangat penting. Masalah ini dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang apakah ia merupakan atlet berpengalaman atau bukan. Bahkan olahraga ringan pun dapat menyebabkan cedera.Sebelum memulai kegiatan olahraga, pastikan bahwa kondisi tubuh Anda dalam keadaan sehat. Hal ini merupakan suatu aturan umum yang harus diindahkan untuk mencegah cedera olahraga. Selain itu, upaya pencegahan cedera olahraga dapat dimulai dengan hal-hal kecil, seperti memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Sebelum memulai latihan, disarankan untuk merencanakan dan melaksanakan segala sesuatu dengan hati-hati.Untuk melakukannya, menurut John Hopkins Medicine, pilihlah olahraga atau latihan yang sesuai dengan kemampuan tubuh Anda. Sebagai contoh, jika Anda mengalami nyeri pada sendi, disarankan untuk memilih olahraga yang mengurangi tekanan pada sendi, seperti berenang atau bersepeda. Setelah menjalani sesi olahraga, jangan lupa untuk melakukan pendinginan. Ini berfungsi untuk membuat otot menjadi lebih santai, serta membantu menormalisasi tekanan darah dan suhu tubuh. Anda dapat melakukan aktivitas seperti berjalan selama 5 hingga 10 menit setelah berolahraga sebagai cara untuk menenangkan tubuh. Pendinginan sangat penting dilakukan guna mengembalikan detak jantung ke tingkat normal.5. Konsultasi Dengan Dokter Spesialis TerpercayaSaat Anda memulai olahraga secara mandiri, Anda mungkin mengalami kebingungan seputar bentuk latihan, teknik yang benar, jenis peralatan yang sebaiknya digunakan, cara mengevaluasi hasil, atau bahkan tata cara peregangan yang baik. Kekurangan pengetahuan dengan hal ini dapat menimbulkan nyeri kronis pada bagian bahu dan pergelangan tangan.Rasa nyeri yang dirasakan tentu akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Penanganan dari gejala peradangan otot dan sendi harus dilakukan secepatnya. Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau manajemen nyeri. Salah satu layanan kesehatan yang menyediakan fasilitas tersebut adalah Granostic Medical Center yang melakukan menawarkan layanan unggulan di Pain Management Center.Untuk menyukseskan program pain management yang telah didirikan, Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. 
Benarkah Anak Muda Rentan Alami Frozen Shoulder? Ketahui Penyebabnya!
Tidak menutup kemungkinan bahwa generasi saat ini merupakan generasi yang sulit untuk mengatur waktu istirahat. Banyak “gen Z” memutuskan untuk bekerja karena tuntutan ekonomi yang harus mereka emban dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, banyak penyakit mulai diderita oleh orang-orang dari generasi Z. Salah satu penyakit yang paling banyak diderita diantaranya adalah frozen shoulder.Seperti namanya, frozen shoulder merupakan gangguan pada bahu mengalami nyeri disertai dengan kekakuan, sehingga individu yang mengalaminya menghadapi kesulitan dalam melakukan gerakan pada bahu atau lengan atas. Bahkan, seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan bahu menjadi tidak mampu digunakan sama sekali. Dalam setiap sendi bahu memiliki kapsul yang berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk tulang, tendon, dan ligamen. Jika bahu mengalami cedera atau tidak bergerak secara semestinya dalam jangka waktu yang lama, kapsul tersebut akan mengalami penebalan yang bertahap dan akhirnya menyebabkan keterbatasan pergerakan sendi atau bahkan kehilangan kemampuan gerak sepenuhnya.Berikut ini kita akan membahas mengapa generasi Z atau muda saat ini, mudah mengalami frozen shoulder.1. Cedera Bahu Atau Pergelangan TanganBanyak di antara generasi muda menunjukkan kecenderungan gaya hidup yang dinamis, aktif, dan seringkali terlibat dalam berbagai aktivitas. Dikutip dari Sports Health, para anak muda secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk olahraga, rekreasi, dan berbagai pekerjaan yang menuntut kekuatan fisik. Beberapa aktivitas tersebut tentu akan memaksimalkan tekanan ekstra pada persendian bahu dan pergelangan tangan, tentunya dilakukan tanpa pemanasan yang memadai atau teknik yang benar. Hal itu menciptakan situasi di mana tekanan ekstra pada persendian bahu dan pergelangan tangan dapat mencapai tingkat maksimal.Selain itu, kurangnya kesadaran akan pentingnya memiliki postur tubuh yang baik dan kurangnya pelatihan kekuatan otot pendukung sering kali menjadi penyebab utama peningkatan risiko cedera pada area-area tersebut. Bagi sebagian besar anak muda, pemahaman terhadap batas kemampuan fisik seringkali minim, dan hasrat untuk mencoba hal-hal baru tanpa persiapan yang memadai juga dapat menjadi faktor yang signifikan dalam meningkatnya risiko cedera.Pada kenyataannya, kekurangan akan informasi ini dapat menyebabkan pelaksanaan aktivitas yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan di persendian dan pergelangan tangan. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemanasan yang benar, teknik pelaksanaan yang tepat, serta pemahaman akan batasan fisik individu perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko cedera di kalangan anak muda.Penting untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga postur tubuh yang benar selama beraktivitas. Postur tubuh yang buruk tidak hanya dapat meningkatkan risiko cedera, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan tulang belakang dan otot. Kurangnya perhatian terhadap postur tubuh juga dapat mengarah pada masalah kesehatan lainnya dalam jangka panjang.2. Aktivitas dan Mobilitas Yang BerlebihanKetika seseorang memiliki tanggung jawab atau pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang untuk mengangkut beban berat, otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan dapat mengalami tekanan yang signifikan. Pekerjaan yang memaksa tubuh untuk terus-menerus melakukan gerakan tangan dan bahu dalam pola tertentu tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup dapat menyebabkan peradangan dan kelelahan pada jaringan otot dan ligamen.DIkutip dari Silicon Valley Orthopedics, dalam situasi seperti ini, otot-otot yang terlibat menjadi rentan terhadap stres berlebihan, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kondisi seperti peradangan otot atau tendonitis. Peradangan ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan di sekitar area bahu dan pergelangan tangan. Selain itu, pengulangan gerakan yang sama tanpa istirahat yang memadai dapat mengakibatkan ketidakseimbangan struktural dalam otot, ligamen, dan sendi.Apabila kondisi ini diabaikan atau tidak diatasi dengan baik melalui istirahat yang memadai dan manajemen stres, dampaknya dapat semakin serius. Salah satu komplikasi yang mungkin muncul adalah frozen shoulder atau bahu kaku. Hal ini dapat membuat seseorang kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang melibatkan gerakan bahu, seperti mengangkat benda atau bahkan menjalankan tugas-tugas sederhana.3. Bawaan GenetikMenurut ahli bedah terkemuka dari Amerika G. Brian Holloway, MD, faktor genetik memiliki peran dalam menentukan kecenderungan seseorang terhadap kondisi frozen shoulder, terutama pada usia muda. Beberapa gen tertentu dapat berpengaruh langsung terhadap struktur dan fungsi berbagai komponen di sekitar bahu, termasuk kapsul sendi, ligamen, dan otot. Gen-gen ini dapat memainkan peran penting dalam mengatur perkembangan dan integritas jaringan-jaringan tersebut. Jika seseorang mewarisi kecenderungan genetik yang menyebabkan ketidaksempurnaan struktural dalam komponen ini, maka hal tersebut dapat meningkatkan rentan mereka terhadap penyakit ini.Kapsul sendi, yang merupakan lapisan jaringan yang melibatkan sendi bahu, akan menjadi lebih rentan terhadap nyeri atau kekakuan jika terdapat varian genetik yang mempengaruhi respons sistem kekebalan tubuh pada bagian pergelangan tangan. Ligamen, yang menghubungkan tulang dengan tulang, serta otot yang mendukung pergerakan bahu, juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang mempengaruhi kekuatan dan elastisitas jaringan persendian.4. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat Gaya hidup yang tidak sehat dapat memiliki dampak serius pada kesehatan, terutama pada bagian bahu dan pergelangan tangan. Kondisi ini tidak hanya terkait dengan kurangnya aktivitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh postur tubuh yang tidak tepat dan kebiasaan buruk, seperti duduk atau bekerja dalam posisi tubuh yang tidak sesuai dengan struktur normal.Ketika seseorang mengalami kondisi ini, otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan dapat menjadi tegang dan lemah. Hal ini dapat memicu ketidakseimbangan dalam kekuatan otot, menyebabkan ketegangan atau nyeri pada bagian tersebut. Gaya hidup yang kurang sehat yang dimaksud, seperti merokok dan konsumsi makanan tidak sehat, juga dapat berkontribusi pada tingkat keparahan masalah ini.Aspek kesehatan yang terpengaruh oleh gaya hidup yang buruk melibatkan peredaran darah dan elastisitas jaringan ikat di sekitar sendi. Contohnya adalah merokok, kebiasaan ini jika dilakukan terus menerus akan menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pasokan oksigen ke jaringan sendi dan otot, sementara konsumsi makanan tidak sehat dapat mempengaruhi elastisitas jaringan ikat persendian. Akibatnya, ketegangan dan nyeri kronis serta peradangan pada otot dan ligamen, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kekakuan, pada bagian bahu dan pergelangan tangan.5. Kelebihan Berat Badan/ObesitasPerlu diketahui bahwa berat badan berlebih dapat memberikan beban ekstra pada struktur otot dan sendi, terutama di daerah bahu dan pergelangan tangan. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan pada otot dan ligamen di sekitar sendi, yang dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan di area tersebut.Selain itu, obesitas seringkali menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh, yang dapat mempengaruhi sendi-sendi. Peradangan ini dapat merusak jaringan ikat di sekitar sendi bahu dan pergelangan tangan, menyebabkan kerusakan jaringan parut yang mengurangi fleksibilitas sendi. Akibatnya, gerakan bahu dan pergelangan tangan menjadi terbatas dan nyeri muncul.Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan perubahan postur tubuh yang tidak sehat, seperti bahu yang cenderung melorot ke depan dan posisi tubuh yang tidak alami. Postur tubuh yang buruk dapat menambah beban pada otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan, memicu rasa lelah dan ketidaknyamanan.Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi frozen shoulder, di mana sendi bahu mengalami peradangan, penumpukan jaringan parut, dan kehilangan fleksibilitas yang signifikan. Oleh karena itu, mengelola berat badan dengan baik dan menjaga gaya hidup sehat sangat penting untuk mencegah terjadinya masalah ini serta meminimalkan risiko kelelahan pada bagian bahu dan pergelangan tangan.
Cara Mencegah Nyeri Pada Bahu Dengan Tepat
Jika Anda mengalami nyeri pada bagian bahu atau pundak, entah karena cedera atau faktor kelelahan, sebaiknya jangan diabaikan. Karena dapat menjadi masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan tepat dan segera.Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya rasa sakit di bahu dan lengan yang perlu Anda diwaspadai. Penyebab nyeri dapat bervariasi, mulai dari saraf terjepit hingga masalah kesehatan yang lebih serius, seperti serangan jantung. Jika Anda mengalami nyeri di area tersebut, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil secara mandiri untuk mengatasi masalah tersebut.1. Lakukan Konsultasi Medis Dengan Dokter TerkaitLangkah dasar yang bisa Anda lakukan saat menghadapi setiap penyakit atau masalah yang memerlukan penanganan profesional adalah menghubungi dokter atau layanan kesehatan untuk meminta rujukan, konsultasi, dan pengobatan. Rasa sakit akibat rasa nyeri harus segera ditangani, terutama jika gejala peradangan otot dan sendi semakin memburuk. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi bahu dengan efektif adalah melalui manajemen nyeri atau Pain Management. Granostic Medical Center, sebuah penyedia layanan kesehatan, menawarkan fasilitas unggulan di Pain Management Center.Program manajemen nyeri yang diterapkan oleh Granostic Medical Center melibatkan kolaborasi dengan dokter dan pakar saraf terbaik. Mereka dapat menangani berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan nyeri, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan lutut.2. Menjaga Postur Tubuh Yang BaikMenjaga postur tubuh yang baik tidak hanya berdampak pada penampilan visual, melainkan juga melibatkan pengembangan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh. Dikutip dari The Physio Company, hal ini dapat mengurangi risiko nyeri otot, meningkatkan tingkat energi sepanjang hari, serta mencegah potensi cedera. Upaya menjaga postur tubuh juga dapat mengurangi stres pada otot dan ligamen di berbagai area tubuh, termasuk lengan dan bahu.Memperbaiki postur tubuh tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap otot-otot, tetapi juga memudahkan untuk secara aktif memperbaiki postur secara mandiri. Sebagai contoh, ketika berfokus pada postur tubuh, seseorang menjadi lebih sadar akan posisi yang benar, memungkinkan deteksi ketidakseimbangan dan memungkinkan perbaikan melalui latihan yang difokuskan pada penguatan otot.3. Luangkan Waktu Untuk Istirahat Secara TeraturBerhenti mengerjakan pekerjaan berat yang dilakukan setiap waktu adalah langkah yang sangat penting untuk meredakan pegal dan mencegah potensi cedera yang bisa terjadi kedepannya. Situs kesehatan terkemuka WebMD menyebutkan bahwa kelelahan dan stres berlebihan pada bahu dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, memberikan cukup waktu istirahat menjadi investasi berharga untuk memulihkan kondisi tubuh.Mereka menambahkan pentingnya menjaga kebugaran saat beraktivitas adalah kunci utama pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Waktu tidur yang cukup memiliki dampak langsung pada sistem kerja tubuh, termasuk sendi sendi pada pergelangan tangan. Kurangnya waktu istirahat dapat mengakibatkan penurunan kinerja otot dan meningkatkan risiko cedera karena kurangnya pemulihan yang memadai.Oleh karena itu, pastikan selalu mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Hal ini memberikan peluang bagi pergelangan tangan dan bagian tubuh lainnya untuk pulih dan bersiap untuk aktivitas berikutnya. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, risiko pegal pada pergelangan tangan dapat diminimalkan, kesehatan secara keseluruhan dapat ditingkatkan, dan kinerja optimal saat Anda beraktivitas sehari-hari dapat dipertahankan.4. Rajin Melakukan Peregangan Secara RutinPeregangan otot, atau yang dikenal dengan istilah stretching, merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dengan tujuan menjaga otot-otot tubuh agar tetap lentur, kuat, dan sehat. Aktivitas ini melibatkan gerakan tubuh tertentu yang meregangkan dan memanjangkan otot-otot, sehingga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.Menurut Physio-pedia, jenis-jenis stretching bervariasi, dan setiap jenisnya memiliki manfaat khusus untuk tubuh. Pada umumnya, stretching sering kali dilakukan sebagai bagian dari rutinitas pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga. Namun ternyata stretching juga dapat dilakukan sebelum melakukan pekerjaan dan aktivitas berat. Ideal waktu untuk melakukan stretching setidaknya dua kali dalam seminggu, dengan durasi masing-masing sesi sekitar 60 detik.Salah satu manfaat utama dari stretching adalah peningkatan aliran darah ke seluruh otot tubuh. Dengan melibatkan otot-otot dalam gerakan peregangan, aliran darah menjadi lebih lancar, membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh dengan lebih efisien. Keadaan ini tidak hanya membantu dalam proses pemulihan otot setelah melakukan aktivitas fisik, tetapi juga dapat mengurangi risiko di pergelangan tangan dan bahu yang sering mengalami nyeri otot. 5. Mengangkat Beban Berat Mengangkat beban yang berat, seperti tas koper, belanjaan, atau benda-benda lain, bukanlah tugas yang dapat dijalankan secara sembarangan. Jika tidak hati-hati dapat menyebabkan risiko patah tulang, terutama jika beban yang diangkat terlalu berat, atau posisi tubuh yang digunakan tidak tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami batasan beban yang sebaiknya diangkat, agar menghindari potensi cedera pada tubuh sendiri.Mengutip salah satu tulisan dari Men’s Health, mengangkat beban yang melebihi kekuatan atau kemampuan otot dapat mengakibatkan patah tulang, khususnya pada tulang belakang. Teknik mengangkat yang tidak benar juga dapat menyebabkan patah tulang belakang atau fraktur. Tulang belakang manusia terdiri dari vertebra yang saling menumpuk, dan seperti tulang pada bagian tubuh lainnya, tulang belakang dapat mengalami patah. Ketika seseorang mengangkat beban yang terlalu berat, tekanan yang diberikan pada tulang belakang dapat menyebabkan patah tulang, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan risiko serius seperti saraf terjepit.Patah tulang belakang dapat menimbulkan risiko saraf terjepit, karena tekanan ekstrem yang diberikan pada tulang belakang. Tulang belakang memiliki banyak saraf, dan mengangkat beban berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada saraf, terutama yang terletak pada tulang belakang. Hal ini dapat mengakibatkan gejala seperti kesemutan, kebas pada sebagian tubuh, dan rasa nyeri yang teramat perih. Jika mengalami keluhan tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Beberapa langkah mandiri yang dapat diambil melibatkan konsultasi medis dengan dokter terkait, terutama dengan memanfaatkan program manajemen nyeri yang ditawarkan oleh lembaga kesehatan terpercaya seperti Granostic Medical Center.Selain itu, menjaga postur tubuh yang baik, rajin melakukan peregangan secara rutin, dan memberikan waktu istirahat yang cukup merupakan langkah-langkah preventif yang efektif untuk mengurangi risiko nyeri otot dan cedera pada bahu. Kesadaran terhadap postur tubuh dapat membantu mencegah ketidakseimbangan dan memberikan manfaat jangka panjang terhadap kesehatan sendi dan otot.Penting juga untuk memperhatikan aktivitas mengangkat beban berat dengan benar untuk menghindari potensi cedera, terutama patah tulang belakang yang dapat menyebabkan risiko serius seperti saraf terjepit. Pemahaman terhadap batasan beban yang aman diangkat serta teknik mengangkat yang benar dapat melindungi tubuh dari potensi kerusakan.Dengan memperhatikan semua aspek ini, Anda dapat mengurangi risiko nyeri otot di pergelangan tangan, meningkatkan kebugaran tubuh, dan mempertahankan kinerja optimal dalam aktivitas sehari-hari. Semua hal-hal yang sudah dijelaskan dapat membawa manfaat di masa depan.
Dampak Buruk Mager atau Kurang Gerak yang Perlu Diketahui
Gaya hidup modern dan kecanggihan teknologi yang mendukungnya telah menyebabkan banyak orang menjadi kurang aktif atau enggan untuk bergerak. Terlebih lagi, saat ini banyak orang memilih untuk menggunakan layanan online untuk berbelanja atau membayar tagihan. Sedangkan pada masa sebelum internet menjadi begitu luas, orang harus keluar rumah untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.Kebiasaan malas bergerak telah menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. Dampak negatif dari kebiasaan ini mungkin tidak dirasakan secara langsung, tetapi baru akan terasa saat memasuki usia tua, saat tubuh yang jarang digerakkan mulai menunjukkan konsekuensi buruknya. Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif yang akan dialami oleh individu yang cenderung malas untuk bergerak.1. Tubuh Menjadi Mudah Letih Ketika Digerakkan SedikitAnda akan merasa mudah kelelahan karena tubuh tidak digunakan dalam melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan oleh rasa kelelahan awal yang kamu rasakan sebelum melaksanakan aktivitas yang sebenarnya mudah. Ketika Anda terus-menerus menghindari aktivitas atau mengesampingkan kewajiban, tubuh akan mengalami penurunan kondisi fisik dan mental yang signifikan. Perasaan kelelahan yang muncul sebelum melakukan aktivitas hanya akan semakin memperburuk situasi.Hasilnya, Anda akan kehilangan semangat dalam menjalani hidup. Daya dorong dan motivasi untuk mencapai tujuan dalam kehidupan akan terkikis secara perlahan. Ini bisa menjadi masalah serius yang berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan Anda, seperti kesehatan, hubungan sosial, dan produktivitas. Kelelahan yang disebabkan oleh kemalasan dapat menyebabkan Anda terjebak dalam siklus negatif di mana semakin sulit untuk menemukan energi dan semangat untuk melakukan apa pun.2. Terjadi Dekondisi Pada Otot dan SendiDilansir dari National Institutes of Health, dekondisi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kapasitas fungsional tubuh mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik yang cukup. Ketidakaktifan fisik yang berkelanjutan dapat memiliki dampak negatif pada kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.Selain itu, dekondisi juga dapat menyebabkan berkurangnya massa otot. Ketika tubuh tidak terlibat dalam aktivitas fisik yang memadai, otot-otot menjadi kurang terlatih dan akhirnya mengalami penurunan dalam volume dan kekuatan. Penurunan massa otot ini bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko cedera dan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari.Dampak lain dari dekondisi adalah terkait dengan peradangan pada sendi. Ketika tubuh tidak aktif, sendi-sendi cenderung menjadi kaku dan kurang fleksibel. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada sendi-sendi tersebut, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan rasa nyeri, pembengkakan, dan bahkan gangguan dalam mobilitas sehari-hari.3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan KardiovaskularKurangnya aktivitas fisik secara signifikan adalah faktor yang berpengaruh besar terhadap penurunan tingkat metabolisme lemak dalam darah. Ketika seseorang tidak cukup bergerak dan berolahraga secara teratur, tubuhnya cenderung mengalami perubahan dalam kadar lipoprotein, yang merupakan molekul pembawa lemak dalam darah.Dikutip dari Kementerian Kesehatan, akan terjadi peningkatan kadar LDL (Low-Density Lipoprotein), yang sering disebut sebagai "kolesterol jahat." Tingginya kadar LDL dalam darah dapat menyebabkan akumulasi plak aterosklerotik dalam dinding pembuluh darah. Akumulasi plak ini bertahap menyempitkan lumen pembuluh darah, yang dapat mengganggu aliran darah normal.Sebaliknya, kurangnya aktivitas fisik akan menurunkan kadar HDL (High-Density Lipoprotein), yang dikenal sebagai "kolesterol baik." HDL berperan penting dalam membersihkan kolesterol dari dinding pembuluh darah dan membawanya kembali ke hati untuk pemrosesan lebih lanjut atau penghilangan dari tubuh. Ketika kadar HDL rendah, proses ini terhambat, dan kolesterol akan tetap terperangkap dalam plak aterosklerotik.Seiring berjalannya waktu, akumulasi lemak dalam dinding pembuluh darah menjadi semakin signifikan. Plak aterosklerotik yang semakin besar dan kompleks dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu reaksi peradangan, dan dalam beberapa kasus, menyebabkan pembentukan bekuan darah. Semua faktor ini dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, yang merupakan proses penyakit pembuluh darah kronis yang dapat memicu serangan jantung.4. Tekanan Darah TinggiBerdasarkan penelitian Kesehatan Dasar tahun 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, ditemukan bahwa sekitar 33,4 persen individu muda mengalami hipertensi. Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab hipertensi adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik adalah komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Orang yang tidak aktif dan jarang berpartisipasi dalam kegiatan fisik cenderung memiliki denyut jantung yang lebih tinggi.Denyut jantung yang lebih tinggi berarti jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Semakin tinggi denyut jantung ini, semakin berat beban yang harus ditanggung oleh jantung pada setiap kali berkontraksi, dan tekanan pada arteri juga semakin besar. Ini dapat meningkatkan risiko hipertensi, karena tekanan darah yang tinggi dapat merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan stroke.5. Meningkatkan Risiko OsteoporosisOsteoporosis merupakan kondisi medis yang ditandai oleh kerapuhan dan berkurangnya kepadatan tulang. Sayangnya, penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala apa pun hingga terjadi insiden serius seperti tergelincir atau jatuh. Pada titik ini, kerapuhan tulang dapat menyebabkan tulang retak atau patah dengan lebih mudah daripada biasanya, dan ini adalah saat ketika seseorang menyadari adanya masalah. Namun, sebelum saat ini terjadi, perlahan-lahan, tulang telah mengalami penurunan kepadatan yang signifikan.Dikutip dari WebMD, osteoporosis adalah penyakit yang berkaitan erat dengan gaya hidup, dan salah satu faktor utama yang berperan dalam peningkatan angka kasus osteoporosis adalah gaya hidup yang semakin tidak aktif atau mager. Sebagaimana kita ketahui, tulang dan otot adalah komponen penting dalam sistem dukungan tubuh, dan mereka didesain untuk beraktivitas dan bergerak. Aktivitas fisik yang cukup membantu merangsang pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, serta menjaga kepadatan tulang yang sehat. Namun, jika seseorang jarang melakukan gerakan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya, ini dapat mengganggu regulasi tubuh dalam mempertahankan kepadatan tulang yang optimal.6. Terjadi Gangguan TidurKetika seseorang kurang aktif secara fisik dalam aktivitas sehari-hari, dampaknya dapat berdampak cukup signifikan pada kesejahteraan tubuh dan kualitas tidur mereka. Hal ini karena tubuh cenderung tidak mendapatkan stimulasi yang cukup untuk mengatur ritme sirkadian dengan baik.Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, Ritme sirkadian adalah suatu mekanisme internal yang mengatur siklus tidur dan bangun seseorang. Aktivitas fisik yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kualitas ritme sirkadian ini. Ketika seseorang aktif secara fisik, tubuh mereka memproduksi hormon-hormon seperti melatonin. Melatonin adalah hormon yang memiliki peran kunci dalam mengatur siklus tidur-bangun. Produksi melatonin meningkat saat cahaya berkurang, memberi sinyal kepada tubuh bahwa saatnya untuk tidur. Kurangnya aktivitas fisik dapat mengganggu produksi melatonin ini, sehingga dapat mengakibatkan masalah dalam menjaga pola tidur yang teratur.Selain itu, ketidakaktifan fisik juga dapat menyebabkan penumpukan energi yang tidak terpakai dalam tubuh. Ini dapat membuat tubuh sulit untuk mencapai tingkat relaksasi yang diperlukan untuk tidur yang berkualitas. Aktivitas fisik membantu melepaskan energi, sehingga tubuh merasa lebih rileks dan siap untuk tidur.7. Motivasi Hidup BerkurangKebiasaan mager yang terus menerus dilakukan akan berdampak pada kesejahteraan mental Anda sendiri. Kurangnya aktivitas fisik dapat mengakibatkan penurunan produksi endorfin, neurotransmiter yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi stres. Akibatnya, seseorang cenderung lebih rentan terhadap gangguan suasana hati dan kecemasan. Selain itu, kurangnya gerakan juga dapat menyebabkan penurunan sirkulasi darah dan oksigen ke otak, yang mempengaruhi fungsi kognitif dan daya ingat. Hal ini dapat mengarah pada penurunan kinerja mental dan fokus, serta meningkatkan risiko depresi. Selain dampak fisik, kebiasaan malas bergerak juga dapat menyebabkan isolasi sosial dan kurangnya interaksi dengan lingkungan sekitar, yang dapat memperburuk kondisi kesejahteraan mental seseorang.
Apakah Nyeri Bahu Cukup Dengan Refleksi? Berikut Penjelasannya
Jika Anda mengalami nyeri pada bagian bahu atau pundak, entah karena cedera atau faktor kelelahan, sangat penting untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Nyeri pada area ini bukanlah sesuatu yang sebaiknya diabaikan, karena dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani dengan tepat dan segera.Terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan munculnya rasa sakit di bahu dan lengan, dan pemahaman mengenai berbagai kemungkinan penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah yang tepat dalam penanganan masalah ini. Salah satu penyebab umum adalah cedera fisik, yang bisa melibatkan otot, ligamen, atau sendi di sekitar area bahu. Hal ini sering kali terjadi dalam aktivitas sehari-hari atau kegiatan olahraga.Selain cedera fisik, saraf terjepit juga dapat menjadi pemicu nyeri di bahu dan lengan. Saraf yang terjepit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk postur tubuh yang buruk, pembengkakan otot, atau perubahan degeneratif pada tulang belakang. Beberapa kondisi lainnya seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau gangguan saraf tertentu juga dapat menjadi penyebab nyeri bahu dan lengan. Oleh karena itu, jika gejala persisten atau semakin parah, perlu dilakukan penanganan yang tepat agar tidak merambat kepada bagian tubuh lainnya yang malah semakin memperburuk keadaan.Ada dua jenis refleksi yang bisa Anda lakukan untuk menangani permasalahan nyeri bahu, yaitu Fisioterapi dan Akupuntur. Dua jenis refleksi tersebut akan kami bahas dalam pembahasan berikut;Fisioterapi Untuk Penanganan Nyeri BahuSebelum melakukan prosedur, pasien akan menjalani sejumlah asesmen, yang melibatkan serangkaian wawancara dan tes gerak pada bahu. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab nyeri secara spesifik, seperti apakah nyeri terjadi pada tendon, otot, atau persendian, serta seberapa parah gangguannya.Dengan demikian, dapat ditegakkan diagnosa yang akurat. Setelah mendapatkan diagnosa, fisioterapis akan merancang rencana perawatan yang sesuai untuk mengatasi nyeri bahu tersebut. Terapi yang diberikan mencakup berbagai kombinasi dan variasi tindakan untuk mengatasi nyeri serta mendukung pemulihan agar pasien dapat kembali beraktivitas normal.Latihan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan harapan terjadi peningkatan kualitas gerakan sendi bahu setiap harinya. Fisioterapis juga akan menentukan dosis latihan yang sesuai, termasuk intensitas, jenis latihan, dan beban latihan. Lamanya masa latihan dilakukan selama 4-8 minggu berikutnya untuk mencegah kambuhnya nyeri dan meningkatkan kualitas jaringan di sekitar persendian otot bahu. Dengan melakukan latihan secara teratur, otot-otot bahu akan menjadi lebih kuat dan lebih fleksibel.Dikutip dari The Medical Healthcare Centre UK, beberapa latihan dalam prosedur fisioterapi diantaranya adalah sebagai berikut;1. Gerakan PendulumBerdiri sambil memegang kursi dengan tangan yang sehat. Biarkan lengan yang bermasalah menggantung ke bawah, lalu lakukan gerakan ayunan perlahan ke depan dan ke belakang, diikuti dengan gerakan memutar. Ulangi sebanyak 10 kali dan lakukan 2-3 kali sehari.2. Latihan Mobilisasi BahuBerdiri tegak, angkat kedua bahu ke atas dan tahan selama 5 detik. Tarik kedua bahu ke belakang dan tahan selama 5 detik. Tarik kedua bahu ke bawah dan tahan selama 5 detik. Setelah itu, rileks. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali dan lakukan 2-3 kali sehari.3. Door LeanBerdiri di depan pintu, rentangkan kedua lengan pada sisi pintu, lalu perlahan condongkan kepala dan badan ke depan hingga terasa tarikan pada kedua bahu bagian depan. Tahan posisi ini selama 15-30 detik. Ulangi 3 kali sehari.4. Door Press1) Berdiri tegak di depan pintu dengan siku ditekuk 90 derajat, dan bagian punggung telapak tangan menekan sisi pintu ke arah luar. Tahan selama 5 detik, ulangi gerakan ini sebanyak 3 set dengan 10 pengulangan/set. Lakukan 2-3 kali sehari.2) Gunakan lengan yang berlawanan dengan posisi bahu tegak lurus, dan dengan telapak tangan dorong, lakukan gerakan mendorong sisi pintu. Ulangi gerakan ini sebanyak 3 set dengan 10 pengulangan/set. Lakukan 2-3 kali sehari.Akupuntur Untuk Penanganan Nyeri BahuSecara umum, akupunktur beroperasi pada tiga tingkatan utama, yaitu lokal, spinal, dan sentral. Pada tingkat lokal, tindakan tusukan akupuntur menyebabkan pemutusan rasa sakit di area yang ditusukkan, menimbulkan relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah, dan membantu proses penyembuhan jaringan otot yang rusak. Pada tingkat spinal, rangsangan akupuntur dikirim melalui serabut saraf Aδ ke sel tepi (marginal cell) dan kemudian berlanjut ke sel tangkai (stalk cell). Proses ini menghasilkan pelepasan enkefalin yang menghambat penyebaran impuls nyeri dari Substansia Gelatinosa (SG) ke Wide Dynamic Range (WDR).Pada tingkat sentral, rangsangan akupuntur juga berlanjut ke Peri Aqueductal Grey matter (PAG) di otak tengah. Setelah itu, melalui jalur nucleus raphe magnus yang memiliki sifat serotoninergik, rangsangan ini merangsang sel bertangkai untuk mengeluarkan enkefalin, yang kemudian menghambat SG dalam mentransmisikan sensasi nyeri yang dirasakan.Menurut Zhang Maohai, salah satu ahli akupuntur di Tiongkok menyatakan, metode dalam penyembuhan nyeri bahu dapat berjalan efektif jika memusatkan perhatian pada satu titik akupunktur, yaitu Yanglingquan GB-34 atau lengan kontralateral pada area tungkai. Menurutnya, metode ini lebih efektif daripada penusukkan melalui sejumlah titik. Titik tersebut ditusuk hanya pada satu sisi bahu yang mengalami nyeri , dan jika tidak berhasil, penusukan dilakukan pada sisi yang berlawanan. Teknik ini melibatkan jarum dengan kedalaman 2-2,5 cun, diikuti dengan gerakan memutar dan tusukan yang lebih dalam untuk mencapai respons qi yang lebih baik..● Selama prosedur, jarum digerakkan setiap 3-5 menit untuk menjaga stimulus. Sementara itu, pasien diminta untuk melakukan gerakan pada bahu mereka secara perlahan. ● Jarum dibiarkan selama 30 menit setiap hari selama 5 hari sebagai satu rangkaian pengobatan. Setelah dua rangkaian pengobatan dengan selang waktu 1-2 hari, frekuensi pengobatan dikurangi menjadi dua hari sekali, hingga mendapatkan hasil yang optimal. ● Pada kasus nyeri bahu akut, pemberian stimulasi listrik diterapkan pada jarum dengan gelombang intermiten dan intensitas yang tinggi.Hasil dari metode ini menunjukkan tingkat kesembuhan sebanyak 64% dari total 172 orang yang menjalani pengobatan. Prinsip penggunaan titik Yanglingquan adalah untuk mengurangi rasa sakit, melenturkan otot, dan mengatasi kontraksi pada kapsul sendi bahu.Konsultasi Ahli Sebelum Memilih Penanganan Nyeri BahuApakah Nyeri Bahu Cukup Dengan Refleksi? tentu saja tidak, Anda harus berkonsultasi dengan tim dokter profesional ataupun spesialis yang bisa memberikan diagnosa terbaik bagi kesembuhan nyeri pada bahu yang berkepanjangan.Ketika Anda dihadapkan pada suatu penyakit atau masalah yang memerlukan penanganan profesional adalah dengan menghubungi dokter atau layanan kesehatan untuk meminta rujukan, konsultasi, dan pengobatan yang tepat. Rasa sakit akibat rasa nyeri harus segera ditangani, terutama jika gejala peradangan otot dan sendi semakin memburuk. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi bahu dengan efektif adalah melalui manajemen nyeri atau Pain Management. Granostic Medical Center, sebuah penyedia layanan kesehatan, menawarkan fasilitas unggulan di Pain Management Center.Program manajemen nyeri yang diterapkan oleh Granostic Medical Center melibatkan kolaborasi dengan dokter dan pakar saraf terbaik. Mereka dapat menangani berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan nyeri, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan lutut.
Apa Itu Frozen Shoulder? Berikut Penjelasannya & Gejalanya
Adhesive capsulitis atau yang dikenal sebagai frozen shoulder merupakan gangguan pada bahu yang dapat terjadi pada siapa pun, tetapi umumnya sering dirasakan oleh orang-orang yang bekerja di perkantoran. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pekerja kantoran cenderung menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan duduk dan melakukan tugasnya di depan layar komputer. Gejala dari kondisi frozen shoulder mencakup sensasi nyeri dan kaku di daerah bahu. Perkembangan frozen shoulder dapat semakin parah seiring berjalannya waktu, bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai adhesive capsulitis atau frozen shoulder, simak ulasannya di bawah ini;Apa Yang Dimaksud Dengan Frozen Shoulder?Dilansir dari Mayo Clinic, frozen shoulder merupakan suatu keadaan di mana bahu penderita akan mengalami nyeri disertai dengan kekakuan, sehingga individu yang mengalaminya menghadapi kesulitan dalam melakukan gerakan pada bahu atau lengan atas. Bahkan, seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan bahu menjadi tidak mampu digunakan sama sekali. Sekadar informasi tambahan, dalam setiap sendi bahu memiliki kapsul yang berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk tulang, tendon, dan ligamen.Jika bahu mengalami cedera atau tidak bergerak secara semestinya dalam jangka waktu yang lama, kapsul tersebut akan mengalami penebalan yang bertahap dan akhirnya menyebabkan keterbatasan pergerakan sendi atau bahkan kehilangan kemampuan gerak sepenuhnya. Istilah Indonesianya untuk kondisi ini adalah bahu kaku.Meskipun frozen shoulder terdengar sangat mengerikan, namun penyakit ini juga dapat sembuh seiring waktu. Setiap individu membutuhkan durasi penyembuhan yang berbeda untuk pulih dari kondisi frozen shoulder.Ciri-Ciri Dari Penyakit Frozen ShoulderBerikut merupakan ciri-ciri dari penyakit ini yang sudah kami rangkum dari Cleveland Clinic1. Nyeri Pada Bagian BahuAnda akan mengalami sensasi nyeri di daerah bahu yang terus-menerus, tanpa henti, atau mungkin hanya terasa ketika Anda melakukan gerakan tertentu dengan bahu Anda. Rasa sakit ini bisa bersifat sementara, muncul dalam beberapa keadaan tertentu, atau bahkan sepanjang waktu, yang berarti terus-menerus ada tanpa henti. Nyeri ini bisa muncul sebagai respons terhadap aktivitas fisik, cedera, atau kondisi medis tertentu yang mempengaruhi struktur atau fungsi bahu tubuh.Apabila Anda mengalami nyeri bahu yang berlangsung sepanjang waktu, hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius, seperti gangguan saraf, atau penyakit kardiovaskular. Sedangkan, rasa sakit hanya saat Anda bergerak mungkin mengindikasikan bahwa ada masalah pada otot atau ligamen yang terlibat dalam gerakan tersebut. Untuk itu, selalu cek semua gejala yang menjadi pertanda bahwa ada masalah kronis yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.2. Bahu Sulit DigerakkanBahu merupakan bagian tubuh yang memiliki peran penting dalam memberikan fleksibilitas dan mobilitas untuk mengangkat serta menggerakkan tangan dengan leluasa. Sebagai satu dari bagian tubuh yang sangat dinamis, bahu memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan mudah. Namun, ketika mengalami nyeri pada bahu, hal tersebut dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas hidup sehari-hari.Nyeri pada bahu dapat menghambat kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sederhana seperti menyisir rambut atau berpakaian. Aktivitas sehari-hari yang mungkin kita anggap remeh, seperti mengambil barang dari rak, menggerakkan tangan untuk menjangkau sesuatu di atas kepala, atau bahkan berolahraga, dapat menjadi tugas yang sulit dan tidak nyaman ketika bahu mengalami ketidaknyamanan tersebut.3. Bahu Menjadi TIdak Bisa DigerakkanDalam beberapa situasi, terutama apabila kondisi ini tidak ditangani atau diobati dengan tepat, risiko terjadinya dislokasi bahu dapat meningkat. Mengutip situs resmi Cleveland Clinic, Dislokasi bahu merujuk pada kondisi di mana tulang lengan atas terlepas dari posisinya yang seharusnya, yang mengakibatkan sensasi nyeri yang amat sangat, pembengkakan yang muncul, dan ketidakmampuan untuk menggunakan lengan tersebut dengan normal.Pada individu yang mengalami frozen shoulder, terdapat kecenderungan bahwa otot dan ligamen di sekitar bahu akan mengalami kelemahan atau kekakuan. Ketidakmampuan untuk menggerakkan bahu secara total dapat menyebabkan seseorang akan membatasi kemampuannya dalam menjalani aktivitas sehari-hari atau bahkan menghentikannya dari segala aktivitas.Pengobatan Frozen Shoulder1. FisioterapiFisioterapi bertujuan untuk memulihkan pergerakan lengan seoptimal mungkin. Pasien dengan kondisi bahu kaku akan diberikan panduan gerakan yang dapat mendukung proses penyembuhan. Dalam sesi fisioterapi, dokter dapat melibatkan terapi listrik yang dikenal sebagai TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS melibatkan pengiriman arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempatkan di kulit dengan tujuan menghambat impuls saraf yang menyebabkan rasa nyeri.Di sisi lain, dokter memiliki opsi prosedur fisioterapi seperti:a) Manipulasi sendi bahu. Prosedur manipulasi sendi bahu dimulai dengan memberikan bius total agar pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur. Setelah pasien terbius, dokter akan menggerakkan bahu ke berbagai arah untuk merenggangkan jaringan kapsul sendi yang tegang.b) Hydrodilatation. Prosedur ini melibatkan penyuntikan air steril yang dicampur dengan obat kortikosteroid ke dalam kapsul sendi. Tujuannya adalah meregangkan jaringan kapsul sendi bahu dan memfasilitasi gerakan sendi. Sebelum prosedur ini dilakukan, bahu akan diberi bius lokal terlebih dahulu.c) Artroskopi. Prosedur artroskopi melibatkan penyisipan selang kecil yang dilengkapi kamera melalui sayatan di sekitar sendi bahu. Artroskopi bertujuan untuk mengangkat jaringan yang mengeras dan melekat di dalam sendi bahu.2. Pemberian Obat-ObatanMengenai obat yang diberikan, dokter umumnya akan meresepkan analgesik atau obat pereda nyeri guna mengurangi tingkat nyeri yang dirasakan oleh penderita. Selain itu, mereka juga memberikan resep untuk antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, dengan tujuan mengurangi peradangan dan pembengkakan yang mungkin terjadi akibat frozen shoulder. Adapun pilihan pengobatan lain yang dapat dipertimbangkan adalah pemberian obat pereda otot, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan memfasilitasi gerakan sendi untuk bergerak.3. Proses PemulihanProses pemulihan merupakan suatu tahap yang krusial dalam mengembalikan fungsi otot lengan secara optimal setelah mengalami cedera atau kondisi tertentu. Rentang waktu untuk mencapai fase pemulihan ini bervariasi, dan umumnya membutuhkan waktu antara 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung pada tingkat keparahan cedera dan respons tubuh individu.Pada fase pemulihan, terapi fisik memegang peran penting dalam mencapai hasil yang optimal. Tujuan utama dari terapi fisik pada tahap ini adalah untuk mengoptimalkan fleksibilitas, kekuatan, dan stabilitas bahu. Latihan-latihan khusus dirancang untuk memfokuskan pada pengembalian gerakan dan peningkatan kekuatan otot-otot yang terlibat dalam fungsi bahu.Terapi fisik pada fase ini dapat mencakup berbagai teknik dan pendekatan, termasuk latihan rentang gerak, latihan kekuatan, dan stabilisasi. Latihan rentang gerak bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas sendi dan memastikan bahwa otot-otot sekitar bahu dapat bergerak dengan leluasa. Sementara itu, latihan kekuatan difokuskan pada membangun kembali kekuatan otot yang mengalami penurunan selama masa pemulihan.Pergeseran fokus dari latihan pemulihan ke latihan penguatan menjadi aspek kunci dalam memastikan pemulihan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya kekuatan otot dan stabilitas bahu, individu yang menjalani proses pemulihan dapat secara bertahap kembali melakukan aktivitas sehari-hari dan aktivitas fisik yang lebih intens. Ini juga dapat mengurangi risiko kambuhnya frozen shoulder atau masalah serupa lain di masa depan.
Ketahui Prosedur Penanganan Nyeri Bahu Dari Granostic Medical Center!
Setiap hari, setiap saat dan setiap waktu, orang-orang bekerja dari pagi sampai malam. Dari berbagai jenis pekerjaan tentu melibatkan pergerakan tangan dan kaki. Berbicara mengenai pergelangan tangan, tidak lepas dari peran bahu yang menjadi menopang lengan dan anggota tubuh lainnya.Ketika seseorang memiliki tanggung jawab atau pekerjaan yang memerlukan tenaga untuk mengangkat beban berat setiap saat, otot-otot di sekitar bahu dan pergelangan tangan dapat mengalami tekanan yang signifikan. Pekerjaan yang memaksa tubuh untuk terus-menerus melakukan gerakan tangan dan bahu dalam pola tertentu tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup dapat menyebabkan peradangan dan nyeri pada jaringan otot dan ligamen.Tentu hal ini tidak bisa dianggap remeh. Rasa nyeri yang sangat sakit ini dapat menghambat segala macam aktivitas, sehingga penanganan oleh orang yang tepat harus dilakukan segera agar tidak semakin parah kedepannya. Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau manajemen nyeri. Salah satu layanan kesehatan yang menyediakan fasilitas tersebut adalah Granostic Medical Center yang melakukan menawarkan layanan unggulan di Pain Management Center.Program pain management yang didirikan Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. Layanan dan Perawatan Klinik Manajemen Nyeri GranosticUntuk memastikan kesuksesan program pain management yang telah didirikan, Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi.Cakupan penanganan nyeri yang ditangani meliputi bagian otot, persendian, area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, lutut dan juga bahu. Inilah layanan andalan yang ditawarkan oleh Pain Management Center di Granostic Medical Center;1. Konsultasi Penanganan Nyeri KronikSensasi nyeri di daerah bahu dapat terjadi terus-menerus atau mungkin hanya terasa ketika Anda melakukan gerakan tertentu dengan bahu Anda. Rasa sakit ini bisa bersifat sementara, muncul dalam beberapa keadaan tertentu, atau bahkan sepanjang waktu. Nyeri ini bisa muncul sebagai respons terhadap aktivitas fisik, cedera, yang mempengaruhi struktur atau fungsi bahu.Apabila Anda mengalami nyeri bahu yang berlangsung sepanjang waktu, hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius, seperti gangguan saraf, penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, bahkan tanda kelumpuhan.Untuk menanganinya, dokter akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan calon pasien untuk mengidentifikasi akar masalah nyeri yang dialami. Mereka akan meminta pasien untuk menjelaskan sejak kapan nyeri dirasakan, bagian tubuh mana yang mengalami ketidaknyamanan, bagaimana rasanya, apakah menghambat aktivitas, dan aspek lainnya. Dialog ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan perawatan yang sesuai setelah prosedur ini dilakukan.2. ProloterapiProloterapi merupakan metode pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi sensasi nyeri dengan cara mengakibatkan dan memicu proses penyembuhan secara langsung pada area atau faktor yang menjadi pemicunya. Dalam praktek proloterapi yang dilakukan oleh Granostic, cairan perangsang diinjeksikan beberapa kali ke dalam sendi atau struktur ikat seperti tendon dan ligamen. Umumnya, cairan perangsang yang digunakan adalah larutan gula (dextrose), yang bertujuan untuk memicu pertumbuhan dan proses pemulihan di daerah yang mengalami kerusakan jaringan, dengan harapan mengurangi ketidaknyamanan yang timbul akibat sensasi nyeri yang dirasakan.3. Modulasi RadiofrekuensiFrekuensi radio (Radiofrequency/RF) adalah suatu metode yang diperuntukkan dalam meredakan sensasi nyeri pada berbagai bagian tubuh dengan menggunakan gelombang radio. Dalam prosedur ini, gelombang radio listrik diarahkan ke saraf yang mengirimkan sinyal nyeri ke otak saat daerah tersebut mengalami peradangan yang menyebabkan rasa sakit. Pengiriman gelombang ini dilakukan melalui jarum RF khusus yang terhubung dengan mesin radio frekuensi. Arus listrik dari frekuensi radio menciptakan panas khusus yang dapat mengurangi sensasi nyeri pada saraf, sehingga menghambat sinyal nyeri dari sumber asalnya. Keefektifan proses ini terbukti dalam mengurangi rasa sakit selama periode 6-9 bulan ke depan.4. Platelet-rich Plasma (PRP)Terapi PRP adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk mengatasi rasa sakit pada lutut dengan memanfaatkan darah pasien sendiri. Terapi ini fokus pada pemanfaatan darah yang telah diperkaya dengan platelet, yang mengandung faktor-faktor pertumbuhan dan sel-sel pembentuk jaringan. Dalam prosedurnya, sejumlah kecil darah diambil dari pasien, kemudian darah tersebut diproses untuk memisahkan platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dari komponen darah lainnya.Setelah itu, campuran PRP yang dihasilkan disuntikkan kembali ke daerah lutut yang mengalami rasa sakit atau cedera. Platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dalam PRP berperan dalam merangsang proses penyembuhan jaringan, mempercepat regenerasi sel, dan mengurangi peradangan.Ketika Anda menjalani prosedur PRP di fasilitas klinik kami, ada beberapa langkah dan tahapan yang perlu diikuti:1. Pasien akan diminta untuk tidak menggunakan obat anti-inflamasi seperti aspirin atau ibuprofen selama dua minggu sebelumnya. Selain itu, pemeriksaan dengan bantuan alat USG dibutuhkan untuk memastikan diagnosis yang akurat dan menentukan lokasi nyeri yang tepat.2. Saat prosedur dijalankan, dokter akan mengambil sejumlah darah dari pasien. Tahapan ini sangat penting karena darah yang diambil akan menjadi bahan dasar dalam pembuatan PRP.3. Setelah pengambilan darah dilakukan, sampel tersebut diolah menggunakan alat khusus yang disebut centrifuge. Alat ini berfungsi untuk memisahkan komponen-komponen dalam darah, termasuk plasma yang mengandung trombosit dalam konsentrasi tinggi. Hasilnya adalah plasma darah yang kaya akan trombosit.4. Setelah PRP terbentuk, langkah berikutnya adalah menyuntikkan cairan PRP ini ke daerah tubuh yang memerlukan perawatan. Biasanya, sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Proses penyuntikan PRP mungkin akan menyebabkan sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan di daerah yang disuntikkan selama beberapa hari setelah prosedur.Salah satu keunggulan utama dari metode PRP adalah kemampuannya dalam merangsang proses regenerasi dan penyembuhan jaringan otot dan sendi yang mulai melemah dan rentan terkena nyeri kronis. Metode ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengatasi masalah nyeri dan kondisi-kondisi lain dari tubuh yang jarang digerakkan lainnya seperti frozen shoulder yang berkaitan dengan kerusakan sendi tangan dan bahu yang bersifat kronis.Penting untuk diingat bahwa frozen shoulder bukanlah masalah sepele, dan penanganan yang tepat harus dilakukan segera untuk mencegah kemungkinan memburuknya kondisi. Konsultasi dengan dokter atau pelayanan kesehatan diperlukan untuk mendapatkan rujukan, konsultasi, dan pengobatan yang sesuai.Dengan berbagai layanan dan perawatan yang ditawarkan Granostic Medical Center melalui layanan Pain Management Center, memberikan solusi komprehensif untuk mengatasi nyeri bahu yang dapat mempengaruhi sendi otot di pergelangan tangan secara efektif.
Berikut Penanganan Nyeri Otot Akibat Kebiasaan Mager Bersama Granostic Medical Center!
Banyak milenial saat ini memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, padahal, menerapkan pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit yang berpotensi memengaruhi masa tua mereka. Pola buruk itu seperti malas bergerak dan jarang menggerakkan tubuh mereka secara rutin. Dampak negatif dari kebiasaan ini mungkin tidak dirasakan secara langsung, tetapi baru akan terasa saat memasuki usia tua, saat tubuh yang jarang digerakkan mulai menunjukkan konsekuensi buruknya.Gaya hidup modern dan kecanggihan teknologi merupakan faktor utama dari kebiasaan mager yang merebak di kalangan muda-mudi saat ini. Jika hal ini dilakukan terus menerus, Anda akan merasa mudah kelelahan karena tubuh tidak digunakan dalam melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. Hasilnya, Anda akan kehilangan semangat dalam menjalani hidup. Daya dorong dan motivasi untuk mencapai tujuan dalam kehidupan akan terkikis secara perlahan. Ini bisa menjadi masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan secara fisik. Yang paling terdampak adalah kesehatan otot dan sendi secara keseluruhan.Dilansir dari National Institutes of Health, ketidakaktifan fisik yang berkelanjutan dapat memiliki dampak negatif pada kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal. Ketika tubuh tidak terlibat dalam aktivitas fisik yang memadai, otot-otot menjadi kurang terlatih dan akhirnya mengalami penurunan dalam volume dan kekuatan. Dampak lain dari penurunan massa otot adalah terjadi peradangan pada sendi. Ketika tubuh tidak aktif, sendi-sendi cenderung menjadi kaku dan kurang fleksibel. Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada sendi-sendi tersebut, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan rasa nyeri, pembengkakan, dan bahkan gangguan dalam mobilitas sehari-hari.Rasa nyeri yang dirasakan tentu akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Tentunya selain menghilangkan kebiasaan mager tersebut. Penanganan dari gejala peradangan otot dan sendi harus dilakukan secepatnya. Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau manajemen nyeri.Metode penanganan nyeri ini merupakan alternatif terapi yang bertujuan memberikan kenyamanan kepada orang-orang terkait untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Keluhan nyeri sebagian besar terjadi di pinggang, leher, dan punggung. Namun sayangnya, masih banyak orang Indonesia mengabaikan hal ini dan memilih untuk mengabaikannya. Hal ini menjadi keprihatinan bagi penggiat kesehatan dalam mengatasi hal tersebut. Dan juga menjadi latar belakang peningkatan jumlah pusat kesehatan yang menyediakan layanan dan fasilitas untuk menangani masalah tersebut. Salah satunya adalah Granostic Medical Center yang melakukan menawarkan layanan unggulan di Pain Management Center.Layanan dan Perawatan Klinik Manajemen Nyeri GranosticUntuk memastikan kesuksesan program pain management yang telah didirikan, Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. Inilah layanan andalan yang ditawarkan oleh Pain Management Center di Granostic Medical Center;1. Konsultasi Penanganan Nyeri KronikNyeri kronis yang dalami akibat kebiasaan malas bisa mengubah kehidupan Anda secara drastis. Penderita akan menghadapi kesulitan dalam beristirahat, pekerjaan akan terganggu, produktivitas akan menurun, dan sebagainya. Untuk menanganinya, dokter akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan calon pasien untuk mengidentifikasi akar masalah nyeri yang dialami. Mereka akan meminta pasien untuk menjelaskan sejak kapan nyeri dirasakan, bagian tubuh mana yang mengalami ketidaknyamanan, bagaimana rasanya, apakah menghambat aktivitas, dan aspek lainnya. Dialog ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan perawatan yang sesuai setelah prosedur ini dilakukan.2. ProloterapiProloterapi adalah teknik pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara mempengaruhi dan memicu proses penyembuhan secara langsung pada daerah atau faktor yang menjadi penyebabnya. Dalam tindakan proloterapi yang dilakukan oleh Granostic, cairan perangsang disuntikkan beberapa kali ke dalam sendi atau jaringan ikat seperti tendon dan ligamen. Biasanya, cairan perangsang yang digunakan adalah larutan gula (dextrose), yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan proses penyembuhan di daerah yang mengalami kerusakan, dengan harapan mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh rasa nyeri.3. Modulasi RadiofrekuensiRadio frekuensi (RF) merupakan metode yang digunakan untuk meredakan sensasi nyeri di berbagai bagian tubuh dengan memanfaatkan gelombang radio. Dalam prosedur ini, gelombang radio listrik dikirimkan ke saraf yang bertugas mengirimkan sinyal nyeri ke otak saat daerah tersebut meradang akibat rasa sakit. Pengiriman gelombang ini dilakukan melalui jarum RF khusus yang terhubung dengan mesin radio frekuensi. Aliran listrik radio frekuensi menciptakan panas khusus yang membantu mengurangi sensasi nyeri pada saraf, sehingga mengurangi transmisi sinyal nyeri dari sumber asalnya. Proses ini terbukti efektif dalam mengurangi rasa sakit selama periode 6-9 bulan nantinya.4. Platelet-rich Plasma (PRP)Terapi PRP adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk mengatasi rasa sakit pada lutut dengan memanfaatkan darah pasien sendiri. Terapi ini fokus pada pemanfaatan darah yang telah diperkaya dengan platelet, yang mengandung faktor-faktor pertumbuhan dan sel-sel pembentuk jaringan. Dalam prosedurnya, sejumlah kecil darah diambil dari pasien, kemudian darah tersebut diproses untuk memisahkan platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dari komponen darah lainnya. Setelah itu, campuran PRP yang dihasilkan disuntikkan kembali ke daerah lutut yang mengalami rasa sakit atau cedera. Platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dalam PRP berperan dalam merangsang proses penyembuhan jaringan, mempercepat regenerasi sel, dan mengurangi peradangan.Ketika Anda menjalani prosedur PRP di fasilitas klinik kami, ada beberapa langkah dan tahapan yang perlu diikuti:1. Pasien akan diminta untuk tidak menggunakan obat anti-inflamasi seperti aspirin atau ibuprofen selama dua minggu sebelumnya. Selain itu, pemeriksaan dengan bantuan alat USG dibutuhkan untuk memastikan diagnosis yang akurat dan menentukan lokasi nyeri yang tepat.2. Saat prosedur dijalankan, dokter akan mengambil sejumlah darah dari pasien. Tahapan ini sangat penting karena darah yang diambil akan menjadi bahan dasar dalam pembuatan PRP.3. Setelah pengambilan darah dilakukan, sampel tersebut diolah menggunakan alat khusus yang disebut centrifuge. Alat ini berfungsi untuk memisahkan komponen-komponen dalam darah, termasuk plasma yang mengandung trombosit dalam konsentrasi tinggi. Hasilnya adalah plasma darah yang kaya akan trombosit.4. Setelah PRP terbentuk, langkah berikutnya adalah menyuntikkan cairan PRP ini ke daerah tubuh yang memerlukan perawatan. Biasanya, sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Proses penyuntikan PRP mungkin akan menyebabkan sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan di daerah yang disuntikkan selama beberapa hari setelah prosedur.Salah satu keunggulan utama dari metode PRP adalah kemampuannya dalam merangsang proses regenerasi dan penyembuhan jaringan otot dan sendi yang mulai melemah dan rentan terkena nyeri kronis. Metode ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengatasi masalah nyeri dan kondisi-kondisi lain dari tubuh yang jarang digerakkan lainnya seperti osteoarthritis yang berkaitan dengan kerusakan sendi tangan dan kaki yang bersifat kronis.
Berikut Penanganan Profesional Frozen Shoulder Bersama Granostic Medical Center
Adhesive capsulitis atau yang dikenal sebagai frozen shoulder atau bahu beku merupakan gangguan pada bahu yang dapat terjadi pada siapa pun. Gejala dari penyakit ini dapat muncul perlahan dan cenderung memburuk seiring waktu. Meskipun penyebab pasti dari frozen shoulder belum diketahui, tetapi gejalanya mencakup sensasi nyeri dan kaku di daerah bahu. Perkembangan frozen shoulder dapat semakin parah seiring berjalannya waktu, bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun.Tentu hal ini tidak bisa dianggap remeh. Rasa nyeri yang sangat sakit ini dapat menghambat segala macam aktifitas, sehingga penanganan oleh orang yang tepat harus dilakukan segera agar tidak semakin parah kedepannya.Ketika menghadapi penyakit yang kita tidak bisa tangani sendiri, sudah menjadi hal lumrah untuk menghubungi dokter atau layanan kesehatan untuk meminta rujukan, konsultasi, dan pengobatan. Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau managemen nyeri. Salah satu layanan kesehatan yang menyediakan fasilitas tersebut adalah Granostic Medical Center yang melakukan menawarkan layanan unggulan di Pain Management Center.Program pain management yang didirikan Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah syaraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. Layanan dan Perawatan Klinik Manajemen Nyeri GranosticUntuk memastikan kesuksesan program pain management yang telah didirikan, Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. Inilah layanan andalan yang ditawarkan oleh Pain Management Center di Granostic Medical Center;1. Konsultasi Penanganan Nyeri KronikSensasi nyeri di daerah bahu dapat terjadi terus-menerus atau mungkin hanya terasa ketika Anda melakukan gerakan tertentu dengan bahu Anda. Rasa sakit ini bisa bersifat sementara, muncul dalam beberapa keadaan tertentu, atau bahkan sepanjang waktu. Nyeri ini bisa muncul sebagai respons terhadap aktivitas fisik, cedera, atau kondisi medis tertentu yang mempengaruhi struktur atau fungsi bahu tubuh.Apabila Anda mengalami nyeri bahu yang berlangsung sepanjang waktu, hal ini dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius, seperti gangguan saraf, atau penyakit kardiovaskular. Untuk menanganinya, dokter akan melakukan pendalaman lebih lanjut dengan calon pasien untuk mengidentifikasi akar masalah nyeri yang dialami.Mereka akan meminta pasien untuk menjelaskan sejak kapan nyeri dirasakan, bagian tubuh mana yang mengalami ketidaknyamanan, bagaimana rasanya, apakah menghambat aktivitas, dan aspek lainnya. Dialog ini memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan perawatan yang sesuai setelah prosedur ini dilakukan.2. ProloterapiProloterapi merupakan metode pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi sensasi nyeri dengan cara mengakibatkan dan memicu proses penyembuhan secara langsung pada area atau faktor yang menjadi pemicunya.Dalam praktek proloterapi yang dilakukan oleh Granostic, cairan perangsang diinjeksikan beberapa kali ke dalam sendi atau struktur ikat seperti tendon dan ligamen. Umumnya, cairan perangsang yang digunakan adalah larutan gula (dextrose), yang bertujuan untuk memicu pertumbuhan dan proses pemulihan di daerah yang mengalami kerusakan jaringan, dengan harapan mengurangi ketidaknyamanan yang timbul akibat sensasi nyeri yang dirasakan.3. Modulasi RadiofrekuensiFrekuensi radio (RF) adalah suatu metode yang diperuntukkan dalam meredakan sensasi nyeri pada berbagai bagian tubuh dengan menggunakan gelombang radio. Dalam prosedur ini, gelombang radio listrik diarahkan ke saraf yang mengirimkan sinyal nyeri ke otak saat daerah tersebut mengalami peradangan yang menyebabkan rasa sakit. Pengiriman gelombang ini dilakukan melalui jarum RF khusus yang terhubung dengan mesin radio frekuensi. Arus listrik dari frekuensi radio menciptakan panas khusus yang dapat mengurangi sensasi nyeri pada saraf, sehingga menghambat sinyal nyeri dari sumber asalnya. Keefektifan proses ini terbukti dalam mengurangi rasa sakit selama periode 6-9 bulan ke depan.4. Platelet-rich Plasma (PRP)Terapi PRP adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk mengatasi rasa sakit pada lutut dengan memanfaatkan darah pasien sendiri. Terapi ini fokus pada pemanfaatan darah yang telah diperkaya dengan platelet, yang mengandung faktor-faktor pertumbuhan dan sel-sel pembentuk jaringan.Dalam prosedurnya, sejumlah kecil darah diambil dari pasien, kemudian darah tersebut diproses untuk memisahkan platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dari komponen darah lainnya. Setelah itu, campuran PRP yang dihasilkan disuntikkan kembali ke daerah lutut yang mengalami rasa sakit atau cedera. Platelet dan faktor-faktor pertumbuhan dalam PRP berperan dalam merangsang proses penyembuhan jaringan, mempercepat regenerasi sel, dan mengurangi peradangan.Ketika Anda menjalani prosedur PRP di fasilitas klinik kami, ada beberapa langkah dan tahapan yang perlu diikuti:1. Pasien akan diminta untuk tidak menggunakan obat anti-inflamasi seperti aspirin atau ibuprofen selama dua minggu sebelumnya. Selain itu, pemeriksaan dengan bantuan alat USG dibutuhkan untuk memastikan diagnosis yang akurat dan menentukan lokasi nyeri yang tepat.2. Saat prosedur dijalankan, dokter akan mengambil sejumlah darah dari pasien. Tahapan ini sangat penting karena darah yang diambil akan menjadi bahan dasar dalam pembuatan PRP.3. Setelah pengambilan darah dilakukan, sampel tersebut diolah menggunakan alat khusus yang disebut centrifuge. Alat ini berfungsi untuk memisahkan komponen-komponen dalam darah, termasuk plasma yang mengandung trombosit dalam konsentrasi tinggi. Hasilnya adalah plasma darah yang kaya akan trombosit.4. Setelah PRP terbentuk, langkah berikutnya adalah menyuntikkan cairan PRP ini ke daerah tubuh yang memerlukan perawatan. Biasanya, sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Proses penyuntikan PRP mungkin akan menyebabkan sedikit rasa sakit dan ketidaknyamanan di daerah yang disuntikkan selama beberapa hari setelah prosedur.Salah satu keunggulan utama dari metode PRP adalah kemampuannya dalam merangsang proses regenerasi dan penyembuhan jaringan otot dan sendi yang mulai melemah dan rentan terkena nyeri kronis. Metode ini telah menunjukkan hasil positif dalam mengatasi masalah nyeri dan kondisi-kondisi lain dari tubuh yang jarang digerakkan lainnya seperti frozen shoulder yang berkaitan dengan kerusakan sendi tangan dan bahu yang bersifat kronis.Penting untuk diingat bahwa frozen shoulder bukanlah masalah sepele, dan penanganan yang tepat harus dilakukan segera untuk mencegah kemungkinan memburuknya kondisi. Konsultasi dengan dokter atau pelayanan kesehatan diperlukan untuk mendapatkan rujukan, konsultasi, dan pengobatan yang sesuai.Dengan berbagai layanan dan perawatan yang ditawarkan Granostic Medical Center melalui layanan Pain Management Center, memberikan solusi komprehensif untuk mengatasi frozen shoulder dan masalah nyeri kronis lainnya yang terkait dengan sendi otot di pergelangan tangan secara efektif.
Mengapa Generasi Muda Saat Ini Mager atau Kurang Gerak? Ini Jawabannya
Malas bergerak atau istilah gaulnya mager, dalam bidang medis disebut sebagai gaya hidup sedentari. Ini merujuk pada situasi ketika seseorang kurang beraktivitas fisik, sering kali mereka hanya bersantai dan jarang bergerak. Seiring dengan berkembangnya pandemi Covid-19, banyak aktivitas dilakukan secara online, bahkan setelah pandemi berakhir. Ini berarti saat ini semua orang bisa menjalani hampir semua aspek kehidupan mereka dengan hanya mengandalkan perangkat komputer, laptop, atau ponsel yang mereka miliki.Dengan ketersediaan berbagai perangkat elektronik ini, banyak orang menjadi enggan untuk keluar rumah karena hampir semua kebutuhan mereka dapat dipenuhi dari rumah mereka. Hal ini memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik secara keseluruhan. Kata malas bergerak sendiri menggambarkan seluruh tubuh tidak digunakan sebagaimana mestinya, dan dari sini dapat disimpulkan bahwa kurangnya aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Banyak faktor yang memberikan alasan mengapa generasi muda saat ini cenderung mager, diantaranya akan kita bahas dalam poin poin berikut;1. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Depan LayarCuaca dan kondisi pada saat ini membuat orang malas keluar rumah untuk beraktivitas. Akibatnya, gadget kembali menjadi pelariannya. Dengan adanya perangkat komputer, laptop, dan ponsel yang semakin canggih dan serbaguna, banyak aspek kehidupan sehari-hari dapat diakses dan dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah. Ini mencakup pekerjaan, hiburan, belanja, komunikasi, dan banyak lagi.Kemudahan ini seringkali membuat orang terjebak dalam perilaku yang kurang aktif secara fisik, karena mereka merasa bisa mendapatkan semua yang mereka butuhkan tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Terlebih lagi, pandemi Covid-19 telah mempercepat peralihan ke aktivitas daring, sehingga semakin sedikit dorongan bagi individu untuk keluar rumah dan bergerak. Akibatnya, kurangnya aktivitas fisik ini dapat berkontribusi pada masalah kesehatan jangka panjang, seperti obesitas, penyakit jantung, dan berbagai gangguan fisik lainnya.2. Tuntutan Kehidupan Yang Semakin TinggiKehidupan yang semakin sibuk dan kompetitif seringkali menuntut individu untuk memusatkan perhatian mereka pada pekerjaan, pendidikan, atau berbagai tanggung jawab lainnya. Dalam upaya untuk memenuhi berbagai tuntutan tersebut, waktu dan energi yang tersedia bagi aktivitas fisik dan olahraga seringkali menjadi sangat terbatas. Akibatnya, individu cenderung kehilangan motivasi untuk bergerak dan berolahraga di luar ruangan, sehingga akhirnya mereka menjadi semakin pasif dalam gaya hidup mereka.Tren semacam ini memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan. Keterbatasan aktivitas fisik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan penyakit lainnya. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental, dengan meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi.Dilansir dari The Conversation, gaya hidup yang pasif dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Individu mungkin merasa kurang bugar, kurang bersemangat, dan mengalami penurunan energi. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga dapat mengganggu kualitas tidur, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi produktivitas dan performa dalam berbagai aspek kehidupan.3. Terlalu Banyak Aktivitas Yang Harus Dilakukan Terlalu banyak aktivitas yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari seringkali menjadi salah satu faktor kunci yang memicu timbulnya malas bergerak. Kehidupan yang penuh dengan kesibukan dan terburu-buru seringkali mengakibatkan kelelahan dan meredupnya semangat untuk meluangkan waktu bagi aktivitas fisik. Di samping itu, tekanan dan stres yang dipicu oleh jadwal yang terlalu padat juga dapat menjadi penyebab utama ketidakmampuan seseorang untuk terlibat dalam aktivitas fisik.Ketika seseorang terjebak dalam siklus rutinitas yang tidak pernah berhenti, aktivitas fisik mungkin dianggap sebagai beban tambahan yang tidak perlu, sehingga diabaikan. Hasilnya, mereka malas untuk melakukan sesuatu, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit yang terkait dengan kekurangan aktivitas fisik. perkembangan teknologi modern juga memainkan peran penting dalam fenomena malas bergerak tersebut.Kemudahan akses ke perangkat komputer, laptop, dan ponsel cerdas memungkinkan individu untuk menjalankan banyak aspek kehidupan mereka tanpa harus meninggalkan rumah. Dengan segala kemudahan ini, orang seringkali cenderung untuk lebih memilih kenyamanan rumah dan mengabaikan pentingnya aktivitas fisik di luar ruangan.Semua faktor ini bersama-sama menciptakan kondisi di mana banyak orang cenderung untuk hidup dengan gaya hidup yang kurang aktif secara fisik. Dampak dari gaya hidup ini bisa sangat merugikan, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang.4. Perubahan Pola Hidup Yang Semakin IntensDalam era yang semakin maju di bidang teknologi, perubahan pola hidup masyarakat modern menjadi semakin mencolok. Banyak orang kini cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar komputer, perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet, dibandingkan dengan masa lalu. Berbagai aktivitas, termasuk bekerja, belajar, bermain game, atau bahkan bersosialisasi, semakin sering dilakukan dalam ruang virtual. Kendati ada manfaat positif dalam hal efisiensi dan aksesibilitas yang ditawarkan oleh teknologi modern ini, kita juga harus mengenali dampak negatif yang dapat muncul sebagai akibatnya.Gadget dan perangkat digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Mereka memungkinkan kita untuk mengakses informasi dengan mudah, berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia, dan melakukan berbagai tugas yang memerlukan pemrosesan data yang kompleks. Namun, terlalu sering terpaku pada layar gadget dapat membawa konsekuensi serius bagi kesejahteraan fisik dan mental.Dr. Aric Sigman, seorang psikolog dari Amerika Serikat, melakukan penelitian yang mengungkapkan bahwa penggunaan gadget yang berkepanjangan dapat menyebabkan apa yang disebut sebagai "screen dependency disorder" (SDD). Gangguan ini bisa memunculkan masalah perilaku, emosional, bahkan fisik pada individu yang mengalaminya. Selain itu, efek jangka panjang dari SDD bisa mencakup kerusakan pada otak, yang semakin menjadi perhatian serius dalam masyarakat saat ini.Di samping penggunaan gadget yang berlebihan, faktor lain yang mempengaruhi tingkat aktivitas fisik masyarakat adalah tekanan pekerjaan yang meningkat, jam kerja yang panjang, dan komitmen sosial yang padat. Semua hal ini dapat menyebabkan kurangnya waktu dan energi yang diperlukan untuk berolahraga atau bergerak secara teratur. Akibatnya, banyak orang cenderung menjadi malas bergerak, yang dapat mengarah pada masalah kesehatan fisik dan mental yang serius.5. Terlalu Malas Berolahraga Seseorang mungkin merasa malas berolahraga karena kurangnya dorongan atau alasan yang kuat untuk melakukannya. Kebanyakan orang memerlukan motivasi eksternal atau internal untuk berolahraga, seperti tujuan kesehatan, peningkatan kebugaran, atau pencapaian target tertentu. Selain itu, kenyamanan juga bisa menjadi faktor malas bergerak. Ketika seseorang merasa nyaman di zona mereka yang tidak bergerak, mereka cenderung menghindari aktivitas fisik yang memerlukan usaha ekstra.Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang manfaat olahraga dan ketidaknyamanan fisik selama latihan juga dapat menjadi faktor yang menyebabkan seseorang merasa malas untuk bergerak. Meningkatkan kesadaran akan manfaat olahraga, mencari dukungan sosial, dan menciptakan rutinitas yang terstruktur dapat membantu mengatasi faktor-faktor malas bergerak.
Tips Pencegahan Nyeri Pada Bahu Secara Tepat
Pernahkah merasakan nyeri pada bahu dan lengan yang menghambat aktivitas sehari-hari Anda?. Tentunya hal tersebut sangat mengganggu, bukan? Meskipun banyak orang menganggap nyeri ini sebagai bagian alami dari struktur tubuh, sebenarnya, kondisi tersebut dapat menjadi masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan tepat dan segera.Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya rasa sakit di bahu dan lengan yang perlu Anda diwaspadai. Penyebab nyeri dapat bervariasi, mulai dari saraf terjepit hingga masalah kesehatan yang lebih serius, seperti serangan jantung. Jika Anda mengalami nyeri di area tersebut, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil secara mandiri untuk mengatasi masalah tersebut.1. Lakukan Kompres Dingin Pada Area Yang Dirasa NyeriMetode kompres dingin telah terbukti berhasil dalam penanganan berbagai masalah fisik seperti meredakan nyeri. Pendekatan ini efektif dengan cara mengurangi aliran darah ke daerah yang mengalami cedera, berperan sebagai anestesi lokal, mengurangi rasa sakit, dan memperlambat transmisi sinyal nyeri ke otak.Penggunaan es secara umum diterapkan untuk mengatasi masalah seperti pembengkakan dan ketidaknyamanan pada sendi dan otot pergelangan tangan. Berikut adalah langkah-langkah dari situs resmi MagicGel yang dapat diikuti untuk melakukan kompres air dingin dengan benar guna meredakan nyeri otot pada pergelangan tangan:1. Persiapkan kantong es, handuk bersih, dan selembar kain tipis.2. Isi kantong es dengan es batu atau bungkus es yang telah dibekukan, lalu letakkan dalam handuk bersih.3. Bungkus kantong es menggunakan kain tipis untuk mencegah kontak langsung dengan kulit.4. Tempatkan kompres air dingin ini pada area pergelangan tangan yang merasakan nyeri atau pembengkakan selama 15-20 menit.5. Setelah proses kompres selesai, berikan jeda beberapa puluh detik hingga satu menit sebelum mengulanginya.2. Istirahat Dari Segala Macam PekerjaanBerhenti mengerjakan pekerjaan berat yang dilakukan setiap waktu adalah langkah yang sangat penting untuk meredakan pegal dan mencegah potensi cedera. Dikutip dari WebMD, kelelahan dan stres berlebihan pada bahu dapat mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, waktu istirahat yang cukup adalah investasi yang berharga untuk memulihkan kondisi tubuh.Selain memberikan waktu istirahat yang cukup, penting juga untuk menyeleksi pekerjaan atau aktivitas tertentu yang dapat membebani pergelangan tangan Anda. Jika ada tugas yang memerlukan gerakan berulang atau tekanan berlebihan pada pergelangan tangan dalam porsi besar, pastikan Anda meluangkan waktu jeda yang memadai di antara sesi kerja untuk mengistirahatkan pergelangan tangan. Hal ini dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, mengurangi ketegangan, dan mencegah terjadinya cedera yang bisa terjadi.Perlu ditekankan juga bahwa menjaga kondisi seluruh tubuh dalam keadaan fit saat beraktivitas adalah kunci utama. Waktu tidur yang cukup memiliki dampak langsung pada kondisi seluruh tubuh, termasuk pergelangan tangan. Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kinerja otot dan meningkatkan risiko cedera karena kurangnya pemulihan yang memadai.Oleh karena itu, selalu pastikan bahwa Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Hal ini memberikan kesempatan bagi pergelangan tangan dan bagian tubuh lainnya untuk pulih dan mempersiapkan diri untuk aktivitas berikutnya. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, Anda dapat mengurangi risiko pegal pada pergelangan tangan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan menjaga kinerja optimal saat beraktivitas sehari-hari.3. Melakukan Terapi FisikTerapi fisik atau fisioterapi bertujuan untuk memulihkan pergerakan lengan seoptimal mungkin. Pasien dengan kondisi ini akan diberikan bantuan gerakan yang dapat mendukung proses pemulihan. Dikutip dari Physiopedia, dalam sesi fisioterapi, terapi yang akan dilakukan menggunakan perantara listrik yang dikenal sebagai TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS bekerja dengan mengirimkan arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempatkan di kulit dengan tujuan menghambat impuls saraf yang menyebabkan rasa nyeri.Selain itu, beberapa metode terapi lainnya yang bisa Anda ambil seperti berikut:a) Manipulasi sendi bahu. Prosedur manipulasi sendi bahu dimulai dengan memberikan bius total agar pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur. Setelah pasien terbius, dokter akan menggerakkan bahu ke berbagai arah untuk merenggangkan jaringan kapsul sendi yang tegang.b) Hydrodilatation. Prosedur ini melibatkan penyuntikan air steril yang dicampur dengan obat kortikosteroid ke dalam kapsul sendi. Tujuannya adalah meregangkan jaringan kapsul sendi bahu dan memfasilitasi gerakan sendi. Sebelum prosedur ini dilakukan, bahu akan diberi bius lokal terlebih dahulu.c) Artroskopi. Prosedur artroskopi melibatkan penyisipan selang kecil yang dilengkapi kamera melalui sayatan di sekitar sendi bahu. Artroskopi bertujuan untuk mengangkat jaringan yang mengeras dan melekat di dalam sendi bahu.4. Olahraga Secara RutinDilansir dari Badan Kesehatan Dunia WHO, olahraga merupakan suatu bentuk kegiatan gerakan tubuh yang memerlukan energi secara penuh. Kegiatan ini tidak hanya memiliki dampak positif pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap mental dan memainkan peran penting dalam menjaga kualitas hidup agar tetap optimal sepanjang hari.Dengan melakukan olahraga rutin secara teratur, seseorang dapat memperoleh manfaat besar bagi perkembangan otak dan otot. Ini berarti bahwa aktivitas fisik bukan hanya sekadar rutinitas sehari-hari, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh.Tak perlu khawatir tentang porsi olahraga yang dilakukan. Bahkan, olahraga ringan yang dapat dilakukan di dalam rumah atau lingkungan sekitar sudah cukup untuk memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan. Seperti jogging, bersepeda, naik turun tangga, atau sekadar berjalan santai dapat menjadi pilihan yang efektif untuk meningkatkan tingkat kebugaran tubuh.Setiap kegiatan kecil dalam olahraga yang dilakukan dapat berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan. Dibandingkan dengan duduk diam saja. Sebagai contoh, melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit selama5 kali seminggu, dapat mengurangi risiko penyakit umum yang diderita pada pergelangan tangan dan bahu sekitar 19%. Ini merupakan angka yang signifikan, hampir 1/5 lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif secara fisik.5. Streching Atau PereganganPeregangan otot, atau yang dikenal dengan istilah stretching, merupakan suatu aktivitas yang dilakukan dengan tujuan menjaga otot-otot tubuh agar tetap lentur, kuat, dan sehat. Aktivitas ini melibatkan gerakan tubuh tertentu yang meregangkan dan memanjangkan otot-otot, sehingga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.Menurut Physiopedia, jenis-jenis stretching bervariasi, dan setiap jenisnya memiliki manfaat khusus untuk tubuh. Pada umumnya, stretching sering kali dilakukan sebagai bagian dari rutinitas pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga. Namun ternyata stretching juga dapat dilakukan sebelum melakukan pekerjaan dan aktivitas berat. Ideal waktu untuk melakukan stretching setidaknya dua kali dalam seminggu, dengan durasi masing-masing sesi sekitar 60 detik.Salah satu manfaat utama dari stretching adalah peningkatan aliran darah ke seluruh otot tubuh. Dengan melibatkan otot-otot dalam gerakan peregangan, aliran darah menjadi lebih lancar, membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh dengan lebih efisien. Keadaan ini tidak hanya membantu dalam proses pemulihan otot setelah melakukan aktivitas fisik, tetapi juga dapat mengurangi risiko di pergelangan tangan dan bahu yang sering mengalami nyeri otot. 6. Meminta Konseling Dokter SpesialisKonsultasikan segera dengan dokter apabila Anda mengalami pegal dan nyeri yang tidak kunjung membaik, karena gejala tersebut mungkin menunjukkan adanya masalah kesehatan yang serius. Jika Anda memiliki sejarah cedera, segera hubungi dokter untuk evaluasi dan diagnosis yang akurat.Beberapa kondisi kesehatan jantung dapat menyebabkan nyeri yang merambat hingga ke pergelangan tangan, suatu kondisi medis yang kritis dan memerlukan perhatian segera. Penting untuk tidak menunda mencari bantuan medis apabila nyeri pada pergelangan tangan atau area tubuh lainnya tidak kunjung membaik, karena mengabaikan masalah kesehatan ini dapat berisiko dan berdampak pada seluruh tubuh Anda di masa depan.Salah satu metode terbaik untuk mengatasi nyeri otot dan sendi dengan hasil maksimal, perlu dilakukan Pain Management atau manajemen nyeri. Secara kebetulan, sebagai salah satu layanan kesehatan terkemuka, Granostic Medical Center menawarkan layanan unggulan dalam fasilitas Pain Management Center.Untuk menyukseskan program pain management yang telah didirikan, Granostic Medical Center telah berkolaborasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf terbaik. Mereka akan menangani berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan nyeri di berbagai bagian tubuh, baik yang bersifat akut maupun kronis, tanpa memerlukan tindakan operasi. Ini mencakup penanganan nyeri pada otot, persendian, serta area leher, tulang belakang, pergelangan tangan, siku, bahu, dan yang paling umum, nyeri lutut. 
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message