Apa Itu Nyeri Lutut? Berikut Penjelasannya
![]()
Sebagai salah satu sendi yang terbesar dan terpenting pada tubuh kita, lutut bisa dengan mudah mengalami nyeri. Rasa sakit di lutut seringkali muncul seiring bertambahnya usia.
Ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti keausan dan kerusakan otot, kelebihan berat badan, atau saat Anda sedang berolahraga, yang dapat meningkatkan risiko mengalami nyeri pada lutut.
Berikut ini pembahasan mengenai nyeri lutut lebih mendalam serta penyebab lain dan gejalanya.
Hal Yang Terjadi Pada Penderita Nyeri Lutut
Gejala nyeri lutut bisa terdiri dari beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Pertama, lutut mungkin akan terasa kaku, membuat gerakan menjadi sulit.
Selain itu, lutut juga dapat mengalami pembengkakan dan kelemahan, yang dapat membatasi aktivitas sehari-hari.
Gejala lain yang mungkin terjadi adalah suara gemeretak saat lutut digerakkan, yang bisa menjadi pertanda masalah serius dalam sendi lutut.
Beberapa Penyebab Nyeri Lutut
1.Gangguan Jaringan Penyusun Lutut Akibat Cedera
Terkadang, lutut sakit dapat menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Salah satu penyebab utama rasa sakit ini adalah cedera pada sendi lutut.
Ketika lutut mengalami cedera, berbagai jaringan yang membentuk lutut, seperti tulang rawan atau tulang, bisa terganggu. DIlansir dari Medscape eMedicine, gangguan ini bisa meliputi berbagai kondisi, seperti:
1. Kerusakan Ligamen atau Jaringan Antar Tulang: Cedera bisa merusak ligamen dan jaringan yang menghubungkan tulang di lutut, menyebabkan rasa sakit dan ketidakstabilan.
2. Robeknya Ligamen Lutut: Terutama ACL, yang jika rusak, membuat lutut terasa tidak stabil dan sakit.
3. Kerusakan Tulang Rawan: Kerusakan pada tulang rawan di dalam lutut dapat menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan masalah lainnya.
4. Bursitis: Peradangan pada kantung cairan yang melindungi lutut bisa menyebabkan sakit dan pembengkakan.
5. Dislokasi Tulang Tempurung Lutut: Lutut bisa terlepas dari posisi normalnya, menyebabkan cedera serius dan sakit.
6. Patah Tulang: Cedera serius dapat menyebabkan patah pada tulang di sekitar lutut, yang memerlukan perawatan medis segera.
2.Adanya Infeksi Pada Lutut
Salah satu infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri di bagian lutut adalah septic arthritis.
Dikutip dari Mayo Clinic, Septic arthritis adalah kondisi saat sendi terinfeksi oleh bakteri, virus, atau jamur, biasanya menyerang sendi-sendi besar seperti lutut atau pinggul. Ini umumnya terjadi pada bayi dan orang tua. Infeksi bisa berasal dari tempat lain dalam tubuh dan menyebar ke sendi melalui darah atau cedera.
Terjadi ketika synovium, lapisan pelindung sendi, tidak mampu melindungi sendi dari infeksi dengan baik. Hal ini menyebabkan peradangan pada synovium, pembengkakan sendi, dan kerusakan jaringan di dalam sendi.
3.Kanker Yang Menyebar Pada ke Sendi Lutut
Nyeri lutut yang Anda rasakan mungkin merupakan tanda dari kanker tulang, khususnya osteosarcoma.
Dikutip dari American Cancer Society, osteosarcoma adalah jenis kanker tulang yang sering terjadi pada individu di bawah 20 tahun, terutama remaja dan anak-anak. Kanker ini cenderung menyerang tulang-tulang besar yang sedang tumbuh dengan cepat. Gejala termasuk nyeri, ketidaknyamanan, pembengkakan, dan benjolan di sekitar area yang terkena. Jika kanker berkembang di tangan, dapat menyebabkan sakit saat mengangkat benda berat.
4.Osgood Schlatter Disease
Kondisi ini terjadi ketika tendon patella di lutut menarik bagian atas tulang kering. Akibatnya, seseorang merasakan nyeri di daerah lutut dan bagian atas tulang kering. Dikutip dari the American Academy of Orthopaedic Surgeons, Penyakit ini disebabkan oleh iritasi yang terjadi di lempeng pertumbuhan tulang. Pada kasus ini, pertumbuhan tulang tidak terjadi di tengah tulang, melainkan di dekat persendian, dalam area yang dikenal sebagai lempeng pertumbuhan.
5. Rheumatoid Arthritis
Dikutip dari Cleveland Clinic, rheumatoid arthritis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi dan jaringan ikat pada tubuh kita sebagai lawan dari melindunginya. Ini biasanya mengakibatkan peradangan dan kerusakan di sekitar sendi dan jaringan ikat, terutama di tangan dan kaki. Gejala umumnya termasuk nyeri, kaku, dan pembengkakan di area ini. Selain itu, rheumatoid arthritis juga bisa berdampak pada organ tubuh lainnya seperti mata, paru-paru, dan jantung.
6.Penyakit Asam Urat
Penyakit asam urat, atau yang juga dikenal sebagai gout, termasuk dalam kategori penyakit peradangan sendi.
Dikutip dari CreakyJoints Community of Arthritis Patients and Caregivers, Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat di sendi tubuh. Secara normal, tubuh harus mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urin.
Namun, bagi penderita penyakit ini, ada kendala dalam proses pembuangan asam urat yang berlebihan. Ketika jumlahnya menjadi terlalu banyak, asam urat ini akan membentuk kristal yang menumpuk di sendi.
Hal ini dapat menyebabkan peradangan, yang pada akhirnya menghasilkan rasa sakit dan pembengkakan pada bagian tubuh yang terpengaruh.
7.Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kondisi umum yang mempengaruhi sendi. Ini tidak hanya terbatas pada lutut, tapi juga bisa mempengaruhi sendi lain seperti pinggul, tulang belakang, jari-jari tangan, dan area lainnya.
Dilansir dari Laman Resmi Kementerian Kesehatan, Osteoarthritis adalah jenis penyakit yang semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, penting untuk segera mengatasi osteoarthritis. Penyebab utamanya adalah kerusakan pada kartilago, yaitu jaringan yang melindungi ujung tulang dari gesekan.
8.Berat Badan Berlebih
Obesitas dapat meningkatkan beban pada sendi, khususnya lutut, karena bantalan tulang harus menopang berat badan yang lebih tinggi. Setiap penambahan setengah kilogram berat badan akan meningkatkan beban pada lutut sekitar 2,2 kilogram.
Dikutip dari HaloDoc, Kelebihan berat badan meningkatkan risiko masalah kronis pada lutut seperti osteoartritis dan dapat memperburuk gejala yang sudah ada. Selain obesitas, nyeri lutut juga bisa disebabkan oleh cedera, perdarahan dalam sendi, infeksi, serta kondisi medis seperti osteoartritis, asam urat, atau tendonitis. Bagi individu obesitas, disarankan untuk menurunkan berat badan dengan mengubah pola makan, berolahraga secara rutin, dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi untuk mengurangi beban berlebihan pada sendi.
9.Aktivitas Berat Berlebih
Lutut adalah bagian tubuh yang rentan cedera atau nyeri setelah melakukan aktivitas seperti mengangkat beban atau berolahraga. Hal ini terjadi karena lutut seringkali harus menopang setiap gerakan yang kita lakukan. Di samping itu, masalah postur yang tidak baik, peradangan pada tendon, dan terkilir juga dapat menyebabkan nyeri pada lutut. Langkah Pencegahan Nyeri Lutut Sebelum Parah
Dokter akan memulai dengan pertanyaan rinci mengenai gejala lutut yang diderita, termasuk waktu munculnya rasa nyeri, riwayat cedera sebelumnya, dan sebagainya.
Dokter juga akan meminta pasien untuk menilai sejauh mana tingkat keparahan nyeri yang mereka rasakan menggunakan skala nyeri.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada lutut yang sakit dengan langkah-langkah berikut:
1. Dokter akan memeriksa kondisi fisik lutut, mencari tanda-tanda pembengkakan, kemerahan, atau memar di sekitar lutut.
2. Dokter akan meraba dan mengamati perubahan pada lutut, seperti perasaan hangat pada kulit di sekitar lutut atau adanya kelainan pada bentuk sendi lutut.
3. Dokter juga akan mencoba menggerakkan lutut untuk menilai tingkat kesulitan gerak dan kaku yang mungkin dialami pasien.
Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan pemindaian seperti Rontgen, USG, CT scan, atau MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail tentang kondisi lutut pasien. Melalui hasil pemindaian tersebut, dokter dapat mengidentifikasi penyebab nyeri pada lutut pasien.

