Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Laboratorium Klinik Dokter Spesialis Terdekat Surabaya
Butuh layanan kesehatan mendesak di area Surabaya? Langsung cek rekomendasi laboratorium klinik terdekat dan layanan dokter spesialis di Surabaya lewat artikel berikut ini, yuk!Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan tidak terprediksi sebelumnya. Akhirnya rasa panik akan mendominasi, kemudian kita jadi sulit untuk menemukan jalan keluar karena sudah terlanjur kalut.Menjawab kebutuhan ini, Granostic hadir dengan layanan kesehatan lengkap dan pelayanan yang cepat untuk warga Surabaya dan sekitarnya. Tak hanya memberikan fasilitas klinik kesehatan, namun juga dilengkapi dengan fasilitas laboratorium medis dan layanan dokter spesialis berpengalaman di Surabaya.Lantas apa saja sih layanan kesehatan yang dapat diakses? Juga kapan jadwal praktek dari dokter spesialis yang ada di layanan laboratorium dan klinik Granostic di Surabaya?Laboratorium klinik terdekat di Surabaya Serta Jadwal Praktek Dokter SpesialisBerikut ini jadwal praktek dokter spesialis yang ada di laboratorium klinik Granostic Surabaya:1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sobat Granostic memiliki masalah atau keluhan terkait organ dalam tubuh? Misalnya seperti masalah pada jantung, paru-paru, ginjal, atau bahkan pada sistem pencernaan?Dokter spesialis penyakit dalam dapat menjawab masalah tersebut, loh. Bahkan dokter spesialis penyakit dalam juga dapat membantu menangani pasien dengan kondisi yang berkaitan dengan tekanan darah, sistem metabolisme, dan imunitas tubuh.Granostic sendiri memiliki dokter spesialis penyakit dalam yang berpengalaman, sehingga dapat memberikan diagnosis serta Tindakan medis yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.dr. Ardyarini Dyah Savitri merupakan dokter penyakit dalam Granostic. Beliau memberikan pelayanan medis terkait kasus-kasus penyakit dalam, layanan kesehatan preventif, pemeriksaan indeks massa tubuh dan lingkar perut, endoskopi, pemeriksaan neuropati, kaki diabetes, toleransi glukosa oral, supresi deksametason, dan USG tiroid.Anda dapat menjadwalkan konsultasi bersama dr. Ardyarini Dyah Savitri, SpPD, FINASIM sesuai jadwal berikut ini:Senin: 08:00-09:30Kamis: 08:00 - 09:30Jumat: 16:30 - 18:00Sabtu: 11:00 - 12:002. Dokter Spesialis ParuBagi Sobat Granostic yang mengalami gangguan dan penyakit paru-paru, memeriksakan diri ke dokter spesialis paru adalah hal yang sangat tepat untuk dilakukan.Dokter spesialis paru merupakan dokter ahli yang menangani berbagai penyakit dan gangguan pada paru-paru. Mulai dari pneumonia, asma, bronkitis, bronkiektasis, hingga penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).Lewat laboratorium dan klinik Granostic, Anda dapat bertemu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis paru berpengalaman di Surabaya, yakni dr. H. Garinda Alma Duta, Sp.P (K), FAPSR, FISR.dr. Garinda Alma Duta juga tergabung menjadi anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Beliau memberikan layanan kesehatan dan konsultasi yang berkaitan dengan kesehatan paru serta pernapasan.Berikut ini jadwal praktek dr. H. Garinda Alma Duta, Sp.P (K), FAPSR, FISR di laboratorium dan klinik Granostic:Selasa: 16:00 – 17:00Rabu: 16:00 – 17:00Kamis: 16:00 –17:003. Dokter Spesialis Bedah SarafLaboratorium dan klinik kesehatan Granostic pun memberikan layanan konsultasi serta pemeriksaan medis dengan dokter spesialis bedah saraf.Dikenal juga sebagai neurosurgeon, dokter spesialis bedah saraf dapat memberikan perawatan sistem saraf, termasuk otak, pembuluh darah, membrane pelindung dan jaringan lunak, sumsum tulang belakang, serta seluruh saraf yang memanjang dari sumsum tulang belakang.Seorang dokter spesialis bedah saraf pun memiliki keahlian untuk melakukan operasi kompleks pada tulang belakang dan otak. Selain itu, dokter bedah saraf pun akan seringkali memberikan layanan konsultasi sesuai dengan bidang keahlian mereka.Dokter spesialis bedah saraf di Klinik Granostic adalah dr. M. Dwikoryanto, SpBS, FINPS, FINSS. Berikut ini jadwal praktek dr. M. Dwikoryanto di Granostic:Senin: 11:00 – 13:00Selasa: 11:00 – 13:00Rabu: 11:00 – 13:00Kamis: 11:00 –13:004. Dokter Spesialis Jantung Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah merupakan dokter ahli yang fokus dalam mendiagnosis dan menangani masalah yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, atau kardiovaskular.Seorang dokter spesialis jantung tak hanya memiliki kompetensi yang berkaitan dengan penyakit jantung saja. Namun juga penyakit yang mencakup masalah pembuluh darah secara umum, seperti trombosis pembuluh darah, arteri perifer, dan varises.Salah satu dokter spesialis jantung profesional di klinik Granostic adalah dr. Nadya Luthfah, Sp.JP, yang juga merupakan bagian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). dr. Nadya Luthfah memberikan penanganan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Anda dapat menjadwalkan pertemuan untuk konsultasi dengan dr. Nadya Luthfah, Sp.JP pada jadwal praktek berikut:Rabu: 16:00 – 18:00Jumat: 16:00 – 18:005. Dokter UmumSaat pertama kali berobat ke puskesmas atau layanan kesehatan, Sobat Granostic pasti selalu diarahkan ke ruangan dokter umum, bukan?Ini karena, dokter umum juga bertindak sebagai dokter layanan tingkat pertama yang berfokus untuk menangani gejala dan penyakit pada pasien secara umum. Sehingga peran utama dari dokter umum pun meliputi pencegahan, diagnosis awal, penanganan awal, dan perujukan pasien ke dokter spesialis untuk mendapatkan perawatan lanjut yang diperlukan.Selain itu, dokter umum pun memiliki peranan penting dalam perawatan dan penanganan medis awal serta berkelanjutan pada pasien dari segala kelompok usia. Anda dapat menjadwalkan pertemuan untuk konsultasi dengan dokter umum,Senin - Jum'at (07.00 - 20.00)Hari Sabtu (08.00-20.00)Hari Minggu dan tanggal merah (Libur)Jika Sobat Granostic masih dalam tahap awal pemeriksaan kesehatan, maka dokter umumlah yang akan Anda temui untuk konsultasi permasalah kesehatan yang dialami. Selain itu, prosedur medical check up rutin pun biasanya dilakukan oleh dokter umum, loh.Mengapa Memilih Laboratorium Klinik Granostic?Selain memiliki dokter ahli yang profesional dan memiliki pengalaman yang panjang, laboratorium dan klinik Granostic juga memiliki banyak keunggulan lain. Berikut ini adalah alasan mengapa Anda perlu mempertimbangkan memilih laboratorium klinik Granostic:1. Deteksi Dini Masalah KesehatanLewat pemeriksaan yang menyeluruh, prosedur yang tepat dan efisien, juga berada di bawah pendampingan dokter ahli, Anda akan mendapatkan diagnosa kesehatan yang akurat. Sehingga, dokter akan mampu memberikan analisis yang komprehensif mengenai kondisi tubuh Anda dan dapat mendeteksi dini adanya indikasi masalah kesehatan.Dengan mendeteksi dini masalah kesehatan, Anda pun dapat memperoleh edukasi mengenai alternatif pengobatan yang tepat sasaran, serta dokter dapat memberikan arahan perawatan sedini mungkin.Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk memaksimalkan penyembuhan dan pemulihan, serta mencegah adanya komplikasi serius pada kondisi Anda.2. Kesiapan FisikSelanjutnya, melakukan pemeriksaan kesehatan di laboratorium dan klinik Granostic juga sangat membantu Anda dalam kesiapan fisik. Misalnya, ketika Anda akan berangkat ke luar negeri atau pada daerah endemik tertentu.Tes kesehatan ini akan membantu Anda mengenali kondisi tubuh dan stamina Anda dengan lebih baik. Sehingga dokter bisa memberikan saran dan arahan untuk Anda meningkatkan kondisi tubuh agar lebih siap, bugar, serta tidak mudah terserang penyakit.3. Persyaratan AdministrasiLaboratorium dan klinik Granostic pun menyediakan layanan medical check up untuk memenuhi persyaratan administratif yang bersifat resmi. Seperti persyaratan medical check up untuk siswa, persiapan haji dan umrah, MCU karyawan perusahaan, dan banyak lainnya.Sehingga akan memudahkan pasien Granostic dan warga Surabaya ketika membutuhkan klinik dan laboratorium terdekat yang terpercaya untuk memberikan penanganan pemeriksaan kesehatan yang lengkap.Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai laboratorium klinik terdekat di Surabaya dan layanan dokter spesialis yang bisa Anda akses sesuai jadwal yang ada. Kabar baiknya, konsultasi kesehatan ini tak hanya bisa Anda lakukan dengan berkunjung ke klinik secara langsung. Namun, bisa lewat layanan telekonsultasi atau konsultasi online lewat Home Service.Tunggu apa lagi, Sobat? Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis Granostic lewat layanan call center atau langsung klik tombol Home Service di bawah ini!
Laboratorium Surabaya Granostic
Memilih laboratorium terbaik untuk melakukan tes kesehatan tentu sangat penting dilakukan, agar memperoleh hasil yang akurat. Nah, tahukah Anda kalau Granostic juga menyediakan layanan pemeriksaan layanan laboratorium terbaik di Surabaya? Sobat Granostic barangkali sudah sangat familiar dengan konsep laboratorium, yang identik dengan berbagai peralatan saintifik untuk melakukan penelitian atau percobaan untuk kebutuhan tertentu. Jika membicarakan laboratorium kesehatan, maka yang dimaksud adalah sebuah fasilitas medis dengan berbagai peralatan penunjang untuk melakukan prosedur diagnosis, pengobatan, dan manajemen pasien.Karenanya, dalam dunia medis, peran laboratorium kesehatan sangatlah penting. Bagi pasien pun keberadaan laboratorium sangatlah penting untuk membantu mendapatkan diagnosis yang akurat dan mengenali kondisi kesehatan mereka dengan baik.Granostic memiliki layanan laboratorium terbaik di Surabaya, yang diawasi dan dikelola langsung oleh tenaga medis ahli. Sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat dan pelayanan terbaik pada masyarakat.Salah satu kelebihan dari laboratorium Granostic adalah item layanan pemeriksaan yang sangat lengkap. Penasaran apa saja item tersebut? Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya!Item Layanan Pemeriksaan Laboratorium di GranosticBerkomitmen memberikan layanan terbaik untuk warga Surabaya, Laboratorium Granostic menawarkan item pemeriksaan yang lengkap, antara lain:1. Medical Check UpAnda pasti sudah sering mendengar layanan medical check up yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Pemeriksaan ini pun melalui serangkaian tes, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan laboratorium.Nah, Anda pun dapat melakukan pemeriksaan laboratorium di Granostic. Prosedur tes laboratorium terdiri dari beberapa jenis pemeriksaan sebagai berikut:Pengujian atau pemeriksaan hematologi, yang bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan berbagai hal mengenai sel serta organ pembentuk darah.Tes urine, yang dilakukan untuk mengetahui kandungan dalam urine, seperti pH, protein atau albumin, gula, warna, bilirubin, dan darah.Pemeriksaan tinja, yang dilakukan untuk mengetahui warna dan konsistensi.2. Pemeriksaan Organ TubuhSelain prosedur MCU, laboratorium Granostic pun memberikan layanan pemeriksaan organ dalam tubuh. Mulai dari pemeriksaan kesehatan jantung, pemeriksaan fungsi hati, paru-paru, dan ginjal.Prosedur pemeriksaan organ dalam tubuh di laboratorium Granostic pun didukung dengan peralatan canggih dan tenaga medis yang ahli di bidangnya. Beberapa prosedur yang dilalui dalam pemeriksaan organ tubuh tersebut antara lain:Prosedur pemindaian, yang menggunakan foto rontgen, USG dan Mammografi, untuk melihat kondisi organ dalam lebih jelas. Pemeriksaan rekam jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG), yang membantu merekam aktivitas elektromagnetik jantung dengan menempelkan elektroda di kulit dada, lengan, dan tungkai.Pap smear, yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks sejak dini.3. Pemeriksaan PenyakitItem layanan di laboratorium Granostic selanjutnya adalah pemeriksaan penyakit. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui kondisi atau gangguan pada tubuh, yang meliputi pemeriksaan hipertensi, kadar gula darah (diabetes), pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan kadar asam urat, dan sejenisnya.Pada prosedur pemeriksaan penyakit ini akan dilakukan serangkaian tes menggunakan perlengkapan tertentu, sesuai dengan indikasi dan analisis dokter terhadap kondisi pasien. 4. Pemeriksaan RadiologiSelanjutnya adalah prosedur pemeriksaan radiologi, yang juga dapat Anda akses di laboratorium Granostic. Pemeriksaan radiologi merupakan metode pemeriksaan kesehatan yang menggunakan sejumlah media seperti medan magnet, sinar-X, gelombang suara, dan cairan radioaktif. Prosedur pemeriksaan ini dilakukan untuk menunjang prosedur medis dan melakukan diagnosis yang akurat.Ada beberapa jenis pemeriksaan radiologi yang dapat Anda akses di laboratorium Granostic, seperti:Foto rontgenFluoroskopiUltrasonografi (USG)Magnetic Resonance Imaging (MRI) ScanPemeriksaan Nuklir, Positron Emission Tomography (PET) Scandan, Computed Tomography Computerized Axial Tomography (CT/CAT) Scan5. Pemeriksaan USGSobat Granostic pasti sudah familiar dengan pemeriksaan USG (Ultrasonografi), yang kerap dilakukan oleh ibu hamil. Namun, USG ini tak hanya dapat digunakan untuk memeriksa kehamilan, justru juga dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lain.USG sendiri adalah prosedur pemeriksaan medis dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi, untuk melakukan pemindaian organ tubuh manusia. Selain untuk kehamilan, USG juga dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai macam penyakit serta sebagai penunjang dalam proses pembedahan.Pemeriksaan USG sendiri memiliki tiga jenis, yakni:USG Eksternal: yang dilakukan pada bagian luar tubuh.USG Internal: pada penerapannya, pemindaian menggunakan jenis ini dilakukan dengan memasukkan alat pemindai ke dalam tubuh pasien. Biasanya digunakan untuk memeriksa kelainan pada dubur atau organ reproduksi wanita.USG Endoskopi: yang dilakukan dengan memasangkan probe pada alat endoskop.6. Pemeriksaan TreadmillDikenal juga dengan nama stress test, pemeriksaan treadmill ini dilakukan untuk melihat bagaimana kinerja jantung selama seseorang melakukan aktivitas fisik.Pada praktiknya, pemeriksaan ini menggunakan treadmill untuk mengukur irama jantung, tekanan darah, hingga pernapasan pasien. Tujuannya untuk melakukan diagnosis penyakit arteri koroner, mendiagnosis masalah irama jantung, panduan pengobatan gangguan jantung, dan banyak lainnya.7. Pemeriksaan EKGSebelumnya kita telah menyinggung sedikit soal pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), yang merupakan tes diagnostik umum untuk mengevaluasi fungsi jantung. Cara kerja pemeriksaan EKG sendiri melalui pemantulan aktivitas listrik dari serat-serat otot jantung secara goresan.Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kelainan-kelainan pada jantung, masalah pada otot jantung, gangguan elektrolit, dan sejenisnya.8. Pemeriksaan ThoraxSering dikenal dengan rontgen dada, pemeriksaan thorax termasuk salah satu jenis prosedur pemeriksaan radiologi yang memanfaat sinar-X untuk mendapatkan visualisasi dari organ dan struktur lainnya dalam dada manusiaPemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi berbagai kelainan pada organ dalam dada manusia. Termasuk masalah pada paru-paru, gangguan struktur tulang, gangguan jantung, kelainan ukuran maupun bentuk jantung, dan banyak lainnya..9. Pemeriksaan GenetikDikenal juga dengan genetic screening, pemeriksaan ini merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengetahui secara mendalam mengenai karakteristik dari genetika seseorang. Selain itu, tes genetic pun bisa membantu mendeteksi adanya kelainan genetic, mengetahui hubungan kekerabatan dengan orang tertentu, mengetahui asal-usul etnis atau geografis, mengenali kebutuhan nutrisi dan olahraga, juga banyak lainnya.Pemeriksaan ini umumnya sangat direkomendasikan untuk ibu hamil, yang memiliki Riwayat kelainan genetis pada keluarga atau memiliki anak yang menderita cacat lahir, pernah mengalami keguguran, atau pernah melahirkan bayi dalam kondisi meninggal dengan tanda kelainan genetic.10. Konsultasi dengan dokterSelain serangkaian tes yang telah disebutkan di atas, lewat laboratorium Granostic Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun spesialis mengenai hasil pemeriksaan yang akan dan telah dilakukan.Dokter dapat memberikan diagnosis sesuai hasil pemeriksaan, serta memberikan edukasi dan pengarahan perawatan bila diperlukan. Anda pun bisa bertanya atau konsultasi secara aktif mengenai permasalah kesehatan yang Anda rasakan, dokter di laboratorium Granostic akan memberikan jawaban yang profesional sesuai kebutuhan Anda.Mengapa Memilih Laboratorium Granostic?Selain memiliki layanan tes kesehatan yang lengkap, ada beberapa hal lain yang menjadikan laboratorium Granostic ideal untuk menjawab kebutuhan Anda. Apa saja?1. Alat dan teknologi modernPertama, laboratorium Granostic dilengkapi dengan alat dan teknologi modern. Pada proses diagnosis, tentu peralatan dan perlengkapan adalah hal yang sangat penting untuk menghasilkan diagnosis yang akurat.2. Tim ahli dokter dan analisSelain alat dan teknologi modern, laboratorium Granostic pun dikelola oleh tim ahli dokter dan analis yang berpengalaman. Karenanya, hasil pemeriksaan yang diberikan pun akan lebih lengkap dan pelayanan yang diberikan akan jadi kian efisien.Tak hanya itu, bersama dengan tim dokter kami, Anda juga dapat mengonsultasikan berbagai masalah kesehatan yang Anda alami dan mendapatkan diagnosis akurat, serta arahan untuk menanganinya dengan tepat.3. Layanan cepat dan efisienTak hanya akurat, pelayanan yang diberikan oleh tim laboratorium Granostic pun bersifat efisien. Hasil pemeriksaan juga akan keluar lebih cepat, sehingga penanganan penyakit atau masalah kesehatan yang dialami pasien juga akan jadi lebih cepat ditangani.Nah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan soal laboratorium Granostic yang ada di Surabaya. Mulai dari item pemeriksaan dan alasan kenapa Anda harus memilih laboratorium Granostic. Apakah Anda tertarik untuk melakukan pemeriksaan Anda bersama tim handal kami?Salah satu keunggulan dari laboratorium Granostic adalah aksesibilitasnya yang mudah. Anda dapat mem-booking pelayanan tes sesuai kebutuhan Anda lewat nomor call center, kemudian hadir dengan persyaratan administrasi yang sederhana dan langsung melakukan prosedur pemeriksaan dengan efisien.Selain itu, dokter kami juga akan mendampingi Anda pada tahap awal screening hingga akhir. Sehingga setiap prosedur pemeriksaan dilakukan dengan SOP yang ketat, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan Anda.Yuk, jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan rutin cek kesehatan di laboratorium Granostic!
Medical Check Haji dan Umrah Surabaya
Sobat Granostic berencana untuk daftar ibadah haji? Jangan lupa, sebelum melakukan perjalanan haji Anda diharuskan untuk melakukan medical check up dan melampirkan dokumen hasilnya sebagai persyaratan daftar. Sudah tahu dimana tempat medical check up haji dan umroh di Surabaya yang berkualitas?Beribadah haji dan umrah mengharuskan Anda melalui berbagai jenis kegiatan, berhadapan dengan kondisi iklim yang berbeda, serta melakukan perjalanan panjang. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak tersendiri bagi kesehatan.Karena itu, setiap jemaah haji dan umrah akan diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan melampirkan bukitnya sebagai syarat pendaftaran. Dengan begitu, panitia keberangkatan dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang efektif, bila jemaah mengalami kekambuhan dari penyakit yang dideritanya selama umrah atau haji.Klinik Granostic juga menyediakan layanan medical check up untuk persiapan haji dan umrah. Pada artikel ini kita akan membahas apa saja item pemeriksaan MCU persiapan haji dan umrah, serta keuntungan dan cara aksesnya di Klinik Granostic Surabaya.Langsung baca sampai habis, ya, Sobat!Item Pemeriksaan Medical Check Up untuk Persiapan Haji dan UmrahMelakukan medical check up untuk persiapan haji di Klinik Granostic akan memberikan banyak keunggulan bagi Anda. Sebab, item pemeriksaan MCU yang diberikan juga sangat lengkap, meliputi:1. Pemeriksaan Fisik UmumItem MCU untuk persiapan haji dan umrah yang pertama adalah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengenali kondisi tubuh dan mendeteksi dini masalah pada kesehatan lewat memeriksa fisik pasien, dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.Rangkaian pemeriksaan fisik ini akan dilakukan oleh dokter umum, serta melalui beberapa prosedur, seperti wawancara riwayat kesehatan, pengukuran berat dan tinggi badan, memeriksa sistem muskuloskeletal, hingga fungsi sistem saraf. Juga melakukan pemeriksaan tanda vital termasuk membaca tekanan darah, memeriksa detak jantung, dan fungsi sistem pernapasan.2. Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count - CBC)Item MCU untuk persiapan haji dan umrah selanjutnya adalah pemeriksaan darah lengkap atau complete blood count (CBC). Jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah merah, darah putih, dan kadar trombosit dalam tubuh Anda. Tujuannya untuk mengenali bagaimana kondisi kesehatan Anda, serta dapat mendeteksi dini adanya masalah kesehatan tertentu dan segera dapat melakukan tindakan pengobatan secepat mungkin.3.Pemeriksaan Gula DarahSelanjutnya, dalam medical check up untuk persiapan keberangkatan haji dan umrah, Anda juga perlu melalui pemeriksaan gula darah.Tujuannya untuk mengetahui bagaimana kadar gula darah dalam tubuh Anda, sehingga juga dapat membantu mencegah timbulnya komplikasi diabetes ataupun masalah kesehatan lain yang dapat membahayakan tubuh selama perjalan haji.Ada beberapa jenis prosedur pengecekan kadar gula darah dalam tubuh, yakni:Pemeriksaan gula darah sewaktu, merupakan prosedur pemeriksaan gula arah yang dapat dilakukan kapan aja dan dimana saja tanpa perlu berpuasa.Pemeriksaan gula darah puasa, prosedur ini dilakukan dengan memeriksa kadar gula darah setelah pasien berpuasa selama 8–12 jam. Cek gula darah 2 jam setelah makan, prosedur ini dilakukan setelah pengecekan gula darah puasa dan pada 2 jam setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman manis. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana sensitivitas hormon insulin dalam mengontrol kadar glukosa dalam tubuh Anda.4. Profil Lipid (Kolesterol Total, HDL, LDL, Trigliserida)Selain kadar gula darah, pemeriksaan profil lipid untuk para jemaah haji pun sangat penting dilakukan. Apalagi, peminat ibadah haji di Indonesia umumnya didominasi dengan masyarakat usia lanjut, yang pasti sangat rentan terkena berbagai masalah yang berkaitan dengan kelebihan kolesterol jahat dalam tubuh.Lebih akrab dengan nama pemeriksaan kolesterol, prosedur pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar lemak dalam darah. Prosedur ini pun umumnya mencakup perhitungan empat jenis lemak seperti kolesterol total, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), hingga trigliserida.Tes kolesterol ini sangat penting dilakukan untuk memantau serta mewaspadai risiko penumpukan plak lemak pada pembuluh darah arteri. Kondisi ini diketahui dapat menjadi penyebab berbagai masalah kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke.Pemeriksaan jadi lebih penting jika jemaah haji memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi. Juga berstatus sebagai pria berusia 45 tahun, atau Wanita dengan usia lebih dari 55 tahun. 5. Pemeriksaan Fungsi Ginjal (Kreatinin, BUN, eGFR)Selain kadar lemak dalam tubuh, item MCU yang juga perlu dilakukan oleh calon jemaah haji adalah pemeriksaan fungsi ginjal. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik ginjal bekerja, juga untuk mendeteksi dini adanya gangguan pada organ tersebut.Pemeriksaan fungsi ginjal ini bisa dilakukan dengan meneliti sampel urine maupun darah Anda. Beberapa jenis prosedur pemeriksaan yang perlu Anda lalui untuk mengecek fungsi ginjal, antara lain:Blood Urea Nitrogen (BUN) Test, yang dilakukan untuk mengetahui kadar zat sisa metabolisme protein (ureum) dalam darah.Tes Kadar Kreatinin, yang dilakukan untuk mengetahui jumlah kreatinin dalam darah, yang jika terlalu tinggi akan mengindikasikan adanya gangguan pada fungsi ginjal.Tes E-GFR, akan membantu mengetahui kemampuan ginjal dalam menyaring zat sisa metabolism, yang juga umumnya digunakan untuk mengukur tingkat keparahan penyakit ginjal.6. Pemeriksaan Fungsi Hati (SGOT/AST, SGPT/ALT)Selanjutnya, calon jemaah haji dan umrah pun harus melalui prosedur pemeriksaan fungsi hati. Prosedur ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya gangguan pada organ hati. Caranya dengan mengukur perubahan kadar enzim yang dilepaskan oleh hati, sebagai respons akan adanya kerusakan atau suatu penyakit pada organ tersebut.Beberapa jenis prosedur pengecekan fungsi hati yang bisa Anda lakukan, misalnya:Pemeriksaan SGPT/ALT: untuk mendeteksi kadar serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) yang ada dalam darah. Jika hati mengalami peradangan atau kerusakan, jumlah enzim SGPT ini akan melebihi batas normal, yang berada pada angka 2–55 U/L.Pemeriksaan SGOT/AST: untuk memeriksa kadar enzim serum glutamic-oxaloacetic transaminase) dalam darah. Jika kadar yang ditunjukkan lebih dari batas normal, maka bisa mengindikasikan adanya kerusakan pada organ hati. Kadar normal yang dimaksud adalah 8–48 U/L.7. Rontgen Dada (Chest X-Ray)Disebut juga sebagai rontgen thorax, merupakan prosedur MCU yang dilakukan untuk mendapatkan visualisasi dan mengevaluasi kondisi organ dalam dada menggunakan teknologi sinar X.Melalui prosedur pemeriksaan kesehatan ini, akan dapat dideteksi berbagai masalah kesehatan pada organ dalam dada. Mulai dari masalah pada paru-paru, gangguan jantung, kelainan ukuran dan bentuk jantung, patah tulang rusuk, deposit kalsium, dan banyak lainnya.Tak hanya itu, pemeriksaan rontgen dada ini juga dapat membantu mendeteksi dini infeksi penyakit tuberculosis, kanker paru-paru, dan masalah pada sistem kardiovaskular lainnya.8. Elektrokardiogram (EKG)Selanjutnya, Anda pun perlu melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dalam prosedur MCU untuk persiapan haji dan umrah. Pemeriksaan rekam jantung ini dilakukan untuk menyimak aktivitas listrik pada jantung. Caranya dengan menempelkan elektroda di kulit dada, lengan, dan tungkai.Pemeriksaan EKG ini pun dilakukan dalam posisi berbaring, sedangkan saat melakukan aktifitas namanya lebih EKG-stress test inipun untuk elekterodanya penempelannya di dada dan perut saja tidak sampai yang di lengan dan tungkai.9. Pemeriksaan Kesehatan Paru-Paru (Spirometri atau Tes Fungsi Paru)Memeriksa kesehatan paru-paru juga sangat penting dilakukan oleh calon jemaah haji dan umrah. Mengingat ibadah haji juga dilakukan dalam rentang waktu yang tak sebentar, memerlukan perjalanan panjang, berdesakan dengan banyak orang, serta berada di wilayah dengan iklim yang cukup berbeda dengan lingkungan tempat tinggal.Memastikan bahwa fungsi paru-paru berjalan dengan baik, tentu sangatlah penting. Juga dapat mendeteksi dini adanya gangguan paru-paru, pasti akan membantu panitia dan peserta untuk menanggulangi masalah yang mungkin datang nantinya.Untuk memeriksa kesehatan paru-paru, Anda dapat melalui tes spirometri. Prosedur ini dilakukan untuk memeriksa kondisi serta fungsi sistem pernapasan, yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada saluran pernapasan serta efektivitas pengobatan.10. VaksinasiSelain pemeriksaan kesehatan, calon jemaah haji juga perlu melakukan vaksinasi. Dua jenis vaksinasi yang harus dilakukan antara lain:Vaksin MeningitisVaksin meningitis sendiri pada dasarnya wajib dilakukan untuk jemaah haji, namun tidak untuk umrah. Meski begitu, vaksinasi meningitis sangat dianjurkan bagi peserta umrah maupun haji, karena Timur Tengah termasuk salah satu daerah endemis meningitis.Selain itu, vaksinasi ini juga sangat penting untuk Anda yang memiliki riwayat penyakit komorbid. Vaksin influenzaSelain vaksinasi meningitis, calon jemaah haji pun diwajibkan untuk mendapatkan vaksin influenza dan pneumonia. Pemberian vaksinasi ini bertujuan untuk menjaga agar Jemaah tetap sehat dan mencegah transmisi kedua penyakit menular tersebut.11. Pemeriksaan Kesehatan KakiSelama menunaikan rangkaian ibadah haji, akan ada banyak kegiatan fisik yang dilakukan dan mengharuskan Anda berjalan kaki dalam waktu yang lama serta dalam cuaca yang panas. Inilah mengapa melakukan pengecekan kesehatan kaki juga sangat penting dilakukan oleh para calon jemaah.Lewat pemeriksaan kesehatan kaki lengkap, Anda bisa mengetahui bagaimana kondisi otot, persendian, syaraf pada kaki Anda. Kemudian dapat mendiskusikan dan menerapkan latihan fisik Bersama dokter untuk membuat kaki lebih kuat.12. Pemeriksaan Kesehatan MentalTak hanya pemeriksaan fisik, kesehatan mental pun perlu diperhatikan ketika akan berangkat haji. Tes kesehatan mental ini dilakukan untuk memeriksa dan mengevaluasi kesehatan psikologis atau mendeteksi gangguan kejiwaan seseorang sejak dini. Selain itu, tes kesehatan mental juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis fobia dan kecanduan seseorang terhadap sesuatu, seperti minuman beralkohol maupun narkoba.13. Tes UrinTes urin sendiri sangat umum dilakukan dalam prosedur cek kesehatan. Fungsinya juga sangat beragam, mulai dari mendeteksi adanya gangguan pada organ-organ tubuh, hingga mendeteksi adanya zat-zat terlarang seperti narkoba dalam darah.Mengapa Medical Check Up Haji dan Umrah Penting?Setelah menyimak ketiga belas item medical check up untuk persiapan haji dan umrah di atas, Anda mungkin merasa bahwa proses yang dilalui cukup panjang. Namun, sebenarnya, tes ini sangat penting dilakukan dalam mempersiapkan diri untuk melakukan ibadah haji.Beberapa alasan mengapa medical check up ini penting bagi persiapan haji dan umrah misalnya:1. Deteksi Dini Masalah KesehatanSalah satu manfaat utama dari MCU persiapan haji adalah untuk mendeteksi dini masalah kesehatan. Apalagi ibadah haji dilakukan dalam rentang waktu 40 hari dan membuat Anda perlu melakukan aktivitas fisik yang cukup melelahkan.Aktivitas ini tentu akan memberikan dampak pada kondisi fisik Anda, dan bila tanpa mengetahui adanya gangguan tertentu terhadap kesehatan Anda, akan dapat menimbulkan masalah yang cukup besar. Berbeda ketika Anda telah memahami bagaimana kondisi tubuh dengan baik. Bersama panitia dan tim kesehatan yang ada, Anda dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bila kesehatan Anda tiba-tiba memburuk.2. Kesiapan FisikSeperti yang telah sedikit kita singgung sebelumnya, bahwa kesiapan fisik merupakan hal yang sangat penting saat akan beribadah haji. Karena ibadah ini melalui durasi yang cukup panjang, dengan berbagai rangkaian aktivitas fisik yang padat. Karenanya, mempersiapkan fisik agar selalu bugar dan tak gampang terserang penyakit adalah hal yang sangat penting. Sehingga ibadah haji akan dapat berjalan dengan lebih lancar.3. Persyaratan AdministrasiTerakhir, MCU untuk haji dan umrah ini juga penting dilakukan sebagai bagian dari persyaratan administrasi. Pemerintah Indonesia pun memasukkan pemeriksaan kesehatan ini menjadi persyaratan wajib bagi pendaftar ibadah haji. Sebab, kasus angka kematian haji sendiri masih cukup tinggi, misalnya saja pada tahun 2023 yang mencapai sebanyak 774 orang wafat.Secara teknis, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui KMK No HK.01.07/MENKES/2118/2023, menyusun regulasi mengenai standar teknis pemeriksaan kesehatan dalam penetapan status istitha'ah kesehatan Jemaah haji.Pemeriksaan kesehatan haji yang dimaksud ini juga meliputi berbagai rangkaian prosedur, seperti:pemeriksaan medis (medical check up),pemeriksaan kognitifPemeriksaan kesehatan mental dan activity daily living (ADL)Layanan Medical Check Up Haji dan Umrah di Klinik GranosticMengingat betapa pentingnya medical check up untuk persiapan haji dan umrah ini, Klinik Granostic hadir dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang lengkap dan terpercaya.Lewat pengawasan dari dokter yang berpengalaman dan tim medis ahli, Anda dapat memperoleh penanganan cek kesehatan yang cepat dan efisien. Tak hanya itu, hasil yang didapat pun dipastikan akurat karena melalui SOP yang ketat dan mesin berteknologi tinggi.Selain itu, akses layanan medical check up untuk haji dan umrah di Klinik Granostic ini juga sangat mudah, loh. Anda bisa mengatur jadwal tes sesuai dengan kebutuhan Anda dengan menghubungi nomor call center kami, atau langsung mendaftar di klinik kami.Yuk, lakukan cek kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji dan umrah di Klinik Granostic!
Medical Check Up Lansia (Geriatri) di Surabaya
Saat memasuki usia lanjut, tubuh manusia akan mengalami perubahan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. Karenanya itu, melakukan medical check up khusus lansia atau geriatri adalah hal yang sangat penting. Nah, tahukah Anda rekomendasi layanan medical check up lansia terpercaya di Surabaya?Melakukan medical check up pemeriksaan kesehatan memang sudah sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur. Paling tidak prosedur pemeriksaan ini dilakukan tiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali.Nah, bagi orang lanjut usia (lansia), kebutuhan medical check up ini bahkan lebih penting lagi. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia mereka, lansia juga sangat rentan mengalami banyak masalah atau gangguan kesehatan.Di Klinik Granostic, Anda pun bisa mengakses layanan medical check up untuk lansia ini dengan mudah. Jenis pemeriksaan kesehatannya pun sangat lengkap, sehingga dapat memberikan hasil diagnosis yang akurat dan reliable.Penasaran? Sobat Granostic bisa langsung simak penjelasan soal layanan medical check up lansia dari Klinik Granostic di Surabaya berikut ini!Item Pemeriksaan Medical Check Up untuk Usia Lebih dari 50 TahunAdapun beberapa item pemeriksaan medical check up untuk seseorang yang berusia lebih dari 50 tahun idealnya adalah sebagai berikut:1. Pemeriksaan Fisik MenyeluruhItem pertama adalah pemeriksaan fisik, yang dilakukan dengan memeriksa kondisi tubuh lansia secara menyeluruh. Ruang lingkup pemeriksaan fisik ini mulai dari skrining kerja sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), sistem pernapasan, pencernaan, dan lainnya.Tak hanya itu, akan dilakukan juga pemeriksaan fisik yang sistematik dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Dokter juga biasanya akan melengkapi prosedur ini dengan melakukan pemeriksaan kulit. Tujuannya untuk mendeteksi dini gejala kanker kulit, terutama jika ditemukan banyak tahi lalat atau tampak perubahan kondisi kulit yang dialami oleh pasien lansia.2. Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count - CBC)Selain pemeriksaan fisik, melakukan cek darah lengkap atau complet blood count (CBC) juga sangat penting dilakukan secara rutin pada lansia. Pemeriksaan darah lengkap ini akan membantu mengidentifikasi berbagai masalah atau gangguan kesehatan dalam tubuh. Misalnya masalah pendarahan, gangguan tiroid, gangguan pada ginjal maupun jantung, hingga masalah diabetes dan kandungan elektrolit dalam darah.Rangkaian prosedur dalam tes darah lengkap ini juga meliputi beberapa jenis pemeriksaan, seperti:Tes kadar hemoglobinTes kadar leukosit dan eritrositTes hematokritTes trombositTes laju endap darah.3. Pemeriksaan Glukosa DarahSelain pemeriksaan darah lengkap, sangat penting bagi lansia juga untuk mendapatkan prosedur skrining kadar glukosa (gula) darah mereka secara rutin. Ini karena, semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin meningkat juga prevalensi terkena diabetes.Apalagi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, diabetes pada lansia berkemungkinan besar memicu komplikasi serius. Mulai dari terjadinya gangguan sistem saraf, stroke, masalah pada penglihatan, gangguan fungsi ginjal, serangan jantung, hingga penyakit alzheimer.Hal inilah yang kemudian membuat skrining diabetes penting dilakukan lansia secara rutin. Selain itu, dampak buruk diabetes saat lansia pun dapat dicegah dengan melakukan skrining diabetes sejak dini tiap 3 tahun sekali.Dengan begitu, Anda bisa mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, menerapkan gaya hidup yang lebih ideal, serta mencegah risiko diabetes pada lansia.4. Profil Lipid (Kolesterol Total, LDL, HDL, dan Trigliserida)Item pemeriksaan medical check up untuk lansia selanjutnya adalah profil lipid. Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar kolesterol total, kolesterol LDL, HDL, serta trigliserida pada lansia.Pemeriksaan ini sangat penting untuk dilakukan demi mendeteksi potensi penyakit diabetes, hipertensi, gangguan pada sistem kardiovaskular, hingga stroke yang sering dialami oleh para lansia.5. Pemeriksaan Fungsi Hati (SGOT/AST dan SGPT/ALT)Hati juga termasuk dalam organ yang sangat penting dalam tubuh manusia. Sayangnya seiring dengan bertambahnya usia, fungsi hati juga dapat mengalami penurunan karena penuaan.Karenanya, dalam prosedur medical check up untuk lansia, Anda juga akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan fungsi hati, yakni lewat prosedur SGOT/AST dan SGPT/ALT.Pemeriksaan fungsi hati melalui prosedur SGOT-SGPT ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan infeksi hepatitis atau sirosis hati. Juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas pengobatan yang dilakukan, serta menyimak bagaimana kesehatan organ hati Anda secara umum.6. Pemeriksaan Fungsi Ginjal (Kreatinin, BUN, dan eGFR)Item pemeriksaan kesehatan untuk lansia selanjutnya adalah tes fungsi ginjal, yang meliputi tes kreatinin, BUN, dan eGFR. Tujuan prosedur pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik organ ginjal bekerja, juga sebagai deteksi dini gangguan atau masalah kesehatan pada organ tersebut.Blood Urea Nitrogen (BUN), yang digunakan untuk mengukur kadar ureum dalam darah. Kreatinin, dilakukan untuk mengukur kadar kreatinin pada darah, yang jika melebihi batas normal dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal.Glomerular Filtration Rate (GFR), merupakan tes darah yang digunakan untuk mengetahui kemampuan ginjal dalam filtrasi sisa metabolism. Tes ini juga dapat digunakan untuk menentukan stadium dari suatu penyakit ginjal.7. Pemeriksaan Asam UratAsam urat merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat umum menyerang para lansia. Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi, sebab adanya batu asam urat dapat meningkatkan tekanan dalam ginjal dan pembuluh darah. Hasilnya, terjadi penebalan dinding pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke ginjal, yang berujung pada kerusakan ginjal.Inilah yang kemudian menjadikan pengendalian kadar asam urat dalam tubuh penting dilakukan, misalnya dengan melakukan tes kesehatan secara rutin. Cek asam urat ini dilakukan dengan pengambilan sampel darah, yang kemudian diperiksa di laboratorium atau menggunakan alat cek khusus.8. Pemeriksaan ElektrolitItem selanjutnya yang umumnya masuk dalam prosedur medical check up untuk lansia adalah cek kadar elektrolit. Lantas, apa itu elektrolit?Elektrolit merupakan bahan kimia yang terbentuk secara alami dalam cairan tubuh, yang sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh berjalan normal. Saat tingkat elektrolit dalam tubuh tidak seimbang, akan terjadi berbagai gangguan pada fungsi organ dalam tubuh.Gangguan elektrolit ini dapat didiagnosis melalui beberapa prosedur pemeriksaan berikut ini:Tes darah, yang dilakukan untuk mengukur kadar elektrolit dan memeriksa fungsi ginjal.Tes urine, yang bertujuan untuk mengetahui kadar pada beberapa jenis elektrolit, seperti kalsium, sodium, potassium, dan klorida.Elektrokardiogram (EKG), yang digunakan untuk mengukur irama detak jantung pada kasus gangguan elektrolit berat.9. Tes Fungsi Tiroid (TSH, T3, T4)Jenis pemeriksaan rutin ini sangat dianjurkan dilakukan oleh pasien-pasien dengan indikasi mengalami gangguan pada fungsi kelenjar tiroid. Khususnya pada lansia, hipertiroidisme termasuk yang paling sering terjadi.Kondisi hipertiroidisme pada lansia ini terjadi karena peningkatan insiden dan prevalensi tiroiditis autoimun, yang sering terjadi seiring penuaan.Sementara itu T3, T4, dan TSH adalah hormon-hormon yang berkaitan dengan kelenjar gondok. Agar kelenjar tiroid bekerja dengan baik, produksi hormon T3 dan T4 haruslah seimbang.Sedangkan pemeriksaan TSH bertujuan untuk menyimak jumlah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar otak, yang fungsinya untuk merangsang kelenjar tiroid agar bekerja.10. Pemeriksaan Kesehatan Tulang (Densitometri Tulang)Saat memasuki usia lanjut, seseorang akan sangat rawan mengalami osteoporosis. Dikenal juga dengan penyakit pengeroposan tulang, osteoporosis juga dianggap sebagai silent disease karena dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa menunjukkan gejala yang signifikan.Karenanya, sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini, lansia perlu secara rutin melakukan tes kesehatan tulang.Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur kepadatan tulang, sehingga dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya osteoporosis pada pasien. Densitometri tulang juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sinar-X, untuk mengetahui jumlah kalsium dan mineral lainnya pada tulang.11. Pemeriksaan Mata (Tes Penglihatan)Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan penglihatan juga akan mengalami penurunan. Karenanya, dalam prosedur medical check up untuk lansia juga akan dilakukan serangkaian pemeriksaan mataSehingga dokter dapat membantu meminimalisir risiko memburuknya fungsi penglihatan pada lansia. Tak hanya itu, dengan pemeriksaan secara rutin ini, juga dapat berfungsi untuk mendeteksi dini gangguan penglihatan yang dialami oleh lansia, seperti glaukoma dan katarak.12. Pemeriksaan Jantung (Elektrokardiogram - EKG)Bagi orang-orang yang sudah memasuki usia 50 tahun, pemeriksaan EKG dasar sangatlah direkomendasikan. Tujuannya untuk mengetahui aktivitas elektromagnetik jantung, lewat pemantauan kecepatan dan ritme detak jantung pasien.Pada lansia, pemeriksaan ini direkomendasikan untuk dilakukan tiap dua hingga tiga tahun sekali. Sehingga dapat diperoleh pemantauan kesehatan jantung secara menyeluruh.13. Pemeriksaan Paru-paru (Spirometri atau X-Ray)Salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai untuk lansia adalah masalah sistem pernapasan. Risiko penyakit ini pun akan semakin besar bila semasa mudanya, si lansia memiliki kebiasaan merokok, kurang berolahraga, atau memiliki gaya hidup yang tak sehat.Cek kesehatan paru-paru pada lansia ini bisa melalui dua prosedur, yakni X-Ray dan Spirometri.Pada prosedur X-ray (rontgen), dilakukan untuk memantau secara visual kondisi paru-paru pasien menggunakan radiasi sinar X.Sementara prosedur spirometry merupakan tes standar yang dilakukan untuk mengevaluasi fungsi paru-paru, serta menggunakan spirometer.14. Pemeriksaan KognitifJenis masalah Kesehatan yang sering terjadi pada lansia juga berkaitan dengan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif pada lansia juga menimbulkan gejala khusus, seperti gangguan memori, perubahan persepsi, penurunan fokus, dan penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas harian.Pemeriksaan fungsi kognitif pada lansia ini pun dilakukan dengan modalitas sederhana, seperti menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) serta Geriatric Depression Scale (DPS).15. Pemeriksaan Fungsi Prostat (untuk pria)Pada lansia pria, gangguan prostat adalah masalah yang sangat umum terjadi. Masalah ini pun timbul karena berbagai faktor termasuk usia, genetic, pola hidup, dan kebiasaan makan.Prosedur medical check up yang digunakan untuk pemeriksaan prostat adalah PSA Prostat (prostate specific antigen). Cek laboratorium ini dapat mendeteksi dini masalah Kesehatan pada prostat, seperti pembesaran prostat, infeksi saluran kemih, hingga kanker.16. Pemeriksaan Hormon Seksual (untuk wanita)Pemeriksaan hormon seksual pada lansia perempuan juga sangat penting. Sebab, kondisi menopause pada lansia dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit menular. Ini karena menopause dapat menyebabkan perubahan hormonal alami, yang dapat menimbulkan penipisan dinding vagina.Akhirnya, vagina akan jadi lebih kering dan meningkatkan risiko terjadinya luka saat berhubungan intim. Hal ini akhirnya menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.Mengapa Medical Check Up Lansia Penting?Itu adalah enam belas item medical check up untuk lansia atau seseorang yang telah memasuki usia 50 tahun. Sudahkah anggota keluarga lansia Anda mendapatkan cek kesehatan di atas secara rutin?Kadang kala, lansia merasa enggan untuk melakukan cek kesehatan karena banyaknya prosedur yang dilakukan. Namun, medical check up rutinan ini sangat penting untuk lansia, karena dapat memberikan beberapa fungsi di bawah ini:1. Deteksi Dini PenyakitPemeriksaan kesehatan untuk lansia sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit dalam tubuh. Apalagi, seiring dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Termasuk penurunan fungsi organ-organ tubuh, sehingga sangat rentan terinfeksi penyakit.2. Mengurangi Risiko KomplikasiSelain deteksi dini, ketika menjalani medical check up secara rutin, keluarga pun akan lebih mengenali kondisi kesehatan lansia. Sehingga ketika terdeteksi adanya penyakit tertentu yang diidap oleh lansia, maka dapat segera dilakukan tindakan medis untuk meminimalisir dampaknya dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.3. Peningkatan Kualitas HidupMelalui medical check up, lansia juga akan mengetahui bagaimana kondisi tubuh mereka dengan baik. Juga memungkinkan mereka untuk berkonsultasi dengan dokter demi meningkatkan kualitas hidup mereka.Layanan Medical Check Up Geriatri di Klinik GranosticPada dasarnya, merawat dan menjaga kesehatan orang-orang tersayang adalah hal yang sangat penting. Terutama ketika orang-orang tersayang ini memasuki usia lanjut, yang rentan mengalami berbagai penyakit.Klinik Granostic hadir dengan layanan medical check up geriatri terlengkap dan didampingi oleh tenaga medis ahli. Sehingga pelayanan dan prosedur pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan efisien serta menyeluruh.Tak hanya melakukannya di klinik, Anda pun dapat melakukan medical check up basic lewat layanan home care Klinik Granostic, loh.Segera atur jadwal tes kesehatan dan konsultasi dengan dokter kami lewat nomor call center yang tersedia. Atau tinggal klik tombol Home Service di bawah ini, ya!
Medical Check Up Visa Siswa Luar Negeri di Surabaya
Mau bikin visa untuk sekolah luar negeri, tapi bingung mau dapat surat pemeriksaan kesehatan dari mana? Layanan medical check up visa siswa luar negeri di Klinik Granostic Surabaya jawabannya!Selain mendaftar kampus tujuan, membuat perencanaan studi, dan mengurus paspor, Anda juga perlu mempersiapkan siswa pelajar ketika ingin bersekolah di luar negeri. Pengurusan visa ini pun memerlukan beberapa dokumen sebagai syarat, salah satunya adalah dokumen pemeriksaan kesehatan.Umumnya tes kesehatan untuk pengajuan visa pelajar ini dilakukan di rumah sakit atau oleh dokter yang ditunjuk di lembaga imigrasi masing-masing negara. Namun, tidak ada larangan juga untuk Anda melakukan medical check up untuk visa pelajar secara mandiri pada layanan kesehatan pilihan sendiri. Misalnya dengan menggunakan layanan medical check up untuk visa siswa dari Klinik Granostic.Lantas bagaimana sih jenis tes yang dilakukan saat medical check up untuk visa siswa? Juga bagaimana prosedur medical check up visa siswa di Klinik Granostic? Scroll terus artikel ini supaya Anda tak ketinggalan informasinya!Pemeriksaan Medical Check Up untuk Visa SiswaMedical check up untuk pembuatan visa siswa sebenarnya memiliki peranan yang sangat penting kalau Anda ingin sekolah di luar negeri. Apalagi ada beberapa negara yang juga mewajibkan adanya dokumen tes kesehatan sah yang secara spesifik menargetkan tes tertentu.Tujuan adanya tes kesehatan ini untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit menular tertentu yang kemungkinan dibawa imigran. Selain itu, tes kesehatan ini juga bisa digunakan untuk menyimak bagaimana kondisi tubuh siswa sebelum bepergian jauh.Nah, beberapa jenis tes kesehatan yang umumnya dilakukan dalam prosedur medical check up untuk visa siswa akan dijelaskan di bawah ini:1. Pemeriksaan Fisik UmumProsedur medical check up untuk siswa pertama adalah pemeriksaan fisik umum. Meliputi pemeriksaan anamnesa (wawancara) untuk mengetahui riwayat kesehatan, juga melakukan pemeriksaan fisik umum mulai dari tinggi dan berat badan, pemeriksaan gigi dan mulut, kesehatan kulit, dan organ-organ fisik lainnya.2. Tes Darah Lengkap (Complete Blood Count - CBC)Prosedur medical check up selanjutnya adalah cek darah lengkap. Fungsinya untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi masalah tertentu.Cek darah lengkap meliputi beberapa pemeriksaan sekaligus, seperti:Cek hemoglobin (Hb)Sel darah merahSel darah putihHematokritMean Corpuscular Volume (MCV), atau ukuran rata-rata sel darah merah seseorang.Trombosit.Tes darah lengkap akan dapat membantu dokter untuk menemukan penyakit tertentu, seperti masalah pembekuan darah, peradangan, infeksi, anemia, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.3. Tes UrinSelain tes darah, tes urine juga dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan Anda. Misalnya beberapa kondisi kesehatan yang bisa dideteksi dari tes urine adalah diabetes, penyakit ginjal, hati, dan infeksi saluran kemih.Selain itu, pada beberapa negara penggunaan narkotika masih bersifat illegal. Tes urine ini dapat digunakan untuk mengetes kandungan narkoba pada urine seseorang, yang biasanya ditujukan bagi atlet, pegawai, pelajar dan mahasiswa yang dicurigai menyalahgunakan narkoba.4. Rontgen Dada (Chest X-Ray)Dikenal juga dengan rontgen toraks, pemeriksaan ini menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik untuk menampilkan gambaran bagian dalam dada.Melalui prosedur ini, Anda juga akan dapat melihat bagaimana kerja jantung, paru,paru, saluran pernapasan, pembuluh darah di sekitarnya hingga nodus limfa dalam dada.Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui dan mendeteksi kondisi kesehatan dari organ-organ yang ada di dada. Misalnya mendeteksi masalah pada paru-paru, gangguan pada jantung yang berhubungan dengan paru, pembuluh darah, dan banyak lainnya.5. Tes HIV/AIDSHuman Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), merupakan jenis penyakit menular seksual yang hingga kini belum ditemukan obat untuk membunuh virus penyebabnya. Penularan penyakit ini pun tergolong sangat mudah, melalui kontak cairan tubuh penderitanya. Karenanya, Sebagian besar negara di dunia pun mempersyaratkan imigran untuk melakukan tes penyakit menular, utamanya HIV ketika mengurus visa tinggal.Tes HIV ini pun melalui beberapa prosedur, yakni tes antibodi, tes antibodi-antigen, dan tes PCR.6. Tes Hepatitis B dan CHepatitis juga merupakan jenis penyakit menular, yang sempat menjadi isu kesehatan global. Bahkan hingga kini di beberapa daerah di Indonesia masih harus bergelut dengan kasus hepatitis, khususnya hepatitis tipe B dan C.Untuk mengurus visa siswa, beberapa negara pun mewajibkan untuk melampirkan hasil tes hepatitis B dan C tersebut. Karena meski sudah ditemukan obatnya, akan tetapi virus hepatitis B dan C ini tergolong mudah menular.Pemeriksaan hepatitis umumnya melalui serangkaian tes, misalnya tes antibodi virus dan rangkaian tes fungsi hati.7. Tes Fungsi Hati (SGOT, SGPT)Sebelumnya kita telah menyinggung bagaimana tes fungsi hati ini juga termasuk dalam rangkaian tes hepatitis B dan C. Ini karena tes fungsi hati dilakukan dengan mengevaluasi kadar enzim hati dalam darah.Jika ditemukan kadar enzim ini lebih besar dari ambang normal, maka terdapat indikasi adanya gangguan fungsi hati atau kerusakan. Hepatitis B dan C bisa jadi salah satu pemicu gangguan atau kerusakan tersebut.Selain untuk mendeteksi hepatitis, tes fungsi hati SGOT-SGPT juga bisa memeriksa adanya potensi penyakit pada liver lainnya seperti sirosis hati. Tes ini juga bertujuan untuk mengukur efektivitas dan potensi efek samping dari prosedur pengobatan tertentu.8. Tes Fungsi Ginjal (Kreatinin, BUN)Selain fungsi hati, tes fungsi ginjal juga dilakukan dalam prosedur medical check up untuk visa pelajar. Pada prosedur ini akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan, termasuk tes blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin darah.Prosedur pemeriksaan BUN dilakukan untuk menentukan kadar urea nitrogen dalam darah, yakni sisa zat metabolisme protein. Sementara tes kreatinin darah diterapkan untuk mendeteksi kadar kreatinin dalam darah, yang merupakan zat sisa hasil pemecahan otot yang akan dibuang oleh tubuh kita melalui ginjal.9. VaksinasiVaksinasi yang diwajibkan untuk pengurusan visa pelajar sendiri bisa sangat berbeda dari satu negara dengan yang lainnya. Misalnya pada permohonan visa pelajar untuk sekolah di Australia, Anda harus telah mendapatkan vaksinasi polio.Selain itu, Anda juga bisa mencari data lebih banyak mengenai negara tujuan dan syarat vaksinasi yang diperlukan. Kemudian ambil vaksinasi sesuai dengan syarat yang diajukan tersebut.10. Tes Mantoux atau Tes Tuberkulin (Untuk TB)Selanjutnya adalah tes mantoux atau tes tuberkulin, yang dilakukan untuk mendiagnosis TBC. Tes ini sangat diperlukan mengingat TB merupakan jenis penyakit yang mudah menular, utamanya melalui droplet saliva penderita.Tes ini bekerja dengan mendeteksi dini adanya kuman penyebab infeksi TB. Sehingga penderita dapat segera mendapatkan penanganan dan edukasi perawatan untuk mencegah penularan lebih lanjut.11. Tes PenglihatanMedical check up mata dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan indera penglihatan Anda secara menyeluruh. Sehingga, Anda dapat menyimak adanya gangguan penglihatan sejak dini, juga evaluasi kondisi kesehatan mata Anda.Nah, dalam medical check up mata ini, Anda biasanya akan melalui beberapa tahap, seperti:Pemeriksaan ketajaman penglihatan.Mengukur tekanan bola mata.Tes buta warna.Slit lamp, untuk memeriksa anatomi dan saraf mata.12. Pemeriksaan Khusus (Berdasarkan Negara Tujuan)Seperti yang telah banyak kita singgung sebelumnya, bahwa setiap negara tujuan pastinya memiliki persyaratan dan kebijakan yang berbeda-beda terkait pengajuan visa siswa atau pelajar.Karena itu, Anda perlu melakukan riset yang mendalam untuk mengetahui dokumen kesehatan apa saja yang perlu dilengkapi, serta mengambil cek kesehatan sesuai ketentuan negara tujuan belajar.Prosedur Medical Check Up Visa di Klinik GranosticSetelah menyimak berbagai tes yang umumnya dilakukan dalam medical check up untuk visa siswa ke luar negeri di atas, apakah Anda siap untuk melakukan rangkaian tes tersebut?Ingat, sebelum membuat janji dengan dokter atau menjadwalkan pemeriksaan kesehatan, pastikan untuk riset dokumen kesehatan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan Anda. Dengan begitu, proses medical check up untuk visa ini juga bisa berjalan dengan efisien.Kabar baiknya lagi, Klinik Granostic pun hadir dengan layanan medical check up untuk pengurusan visa. Dengan standar pelayanan medis yang profesional, Anda dapat melalui prosedur cek kesehatan yang efisien dan cepat.Seperti apa? Langsung simak empat prosedurnya di bawah ini!1. Konsultasi AwalSaat melakukan medical check up visa di Klinik Granostic, pada mulanya Anda akan melakukan konsultasi awal dengan dokter. Pada prosedur ini, dokter umum Klinik Granostic akan mengajukan beberapa pertanyaan pada Anda, seperti:Kondisi kesehatan Anda saat ini.Riwayat kesehatan Anda dan keluarga, termasuk jenis penyakit yang pernah diderita dan diturunkan dari keluarga Anda.Juga Riwayat pernah terjadi kecelakaan atau trauma fisik lainnya. Riwayat operasi dan terapi pengobatan yang pernah dilakukan.Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, juga adakah alergi obat.Kemudian gaya hidup dan kebiasaan pasien setiap hari.2. Pemeriksaan KesehatanSetelah proses wawancara, dokter pun akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Pemeriksaan kesehatan untuk visa siswa yang akan dilakukan biasanya meliputi:Memeriksa bagian kepala dan leher, untuk menyimak bagaimana kondisi fisik dari tulang, hidung, mata, telinga, kelenjar getah bening, pembuluh darah leher, dan lainnya.Pemeriksaan fungsi jantung dengan menyimak adakah kondisi tak normal dari denyut jantung Anda.Memeriksa paru-paru, untuk mendeteksi adanya tanda-tanda tak normal dari suara napas Anda.Memeriksa bagian perut dengan cara menekan-nekan bagian tersebut. Tujuannya untuk mendeteksi adanya gangguan atau kondisi tak normal secara fisik pada organ di dalamnya.Pemeriksaan sistem saraf tubuh.3. Pemeriksaan KhususSetelah pemeriksaan kesehatan secara umum dilakukan, maka prosedur kesehatan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan khusus. Hal yang dimaksud dengan pemeriksaan khusus ini berkaitan dengan syarat dokumen medis yang ditentukan oleh negara tujuan Anda.Beberapa jenis pemeriksaan khusus yang dimaksud contohnya:Tes TBCTes penyakit menular seksualTes bebas narkobaTes malariaTes poliodan banyak lainnya.4. Hasil dan SertifikasiSetelah proses pemeriksaan selesai, dokter akan memberikan diagnosa berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Pada saat ini, Anda juga bisa melakukan tanya jawab dengan dokter terkait dengan kondisi kesehatan Anda.Dokter juga dapat memberikan saran dan edukasi bagaimana menyesuaikan kondisi fisik Anda ketika belajar di daerah yang sangat berbeda dengan lingkungan tempat tinggal Anda.Setelah berkonsultasi, Anda pun akan diarahkan untuk menunggu dokumen atau sertifikasi hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan.Layanan Medical Check Up di Klinik GranosticHadir dengan komitmen memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional, Klinik Granostic memberikan layanan medical check up lengkap yang didampingi oleh tenaga medis andal.Kami pun memberikan paket-paket medical check up, yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, layanan tes kesehatan ini juga dapat diakses dengan mudah, bahkan bisa lewat layanan home care, loh!Klinik Granostic memiliki tim medis yang kompeten dan berpengalaman dalam bidangnya. Sehingga prosedur pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, baik di klinik maupun di rumah, akan dilakukan dengan standar operasional yang baku dan efisien.Segera buat janji temu atau jadwalkan tes kesehatan yang ingin dilakukan melalui nomor call center yang tertera pada halaman home page. Anda juga bisa langsung meng-klik tombol Home Service untuk menggunakan layanan medical service di rumah.
Medical Check-Up Terdekat Surabaya
Memeriksakan kesehatan secara rutin, paling tidak 6 bulan sekali, adalah hal yang sangat penting untuk mengenali kondisi tubuh. Prosedur yang juga dikenal sebagai medical check up ini dapat Anda lakukan di Klinik Granostic, loh.Layanan medical check up yang ada di Klinik Granostic dikemas dalam tiga paket yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya adalah tes MCU basic.Lantas apa saja layanan tes yang termasuk dalam medical check-up basic di Klinik Granostic tersebut? Serta bagaimana cara Anda mengaksesnya?Sebelum menjawab beberapa pertanyaan tersebut, mari mulai dulu dengan definisi medical check up berikut ini:Definisi Medical Check UpMedical check up atau cek kesehatan merupakan prosedur pemeriksaan tubuh secara menyeluruh. Tujuannya untuk memastikan tubuh dalam kondisi yang sehat dan mengantisipasi adanya penyakit.Prosedur medical check up ini dapat menilai kondisi organ-organ penting dalam tubuh. Misalnya mengecek fungsi jantung, pemeriksaan gula darah, tekanan darah, ginjal, kadar kolesterol, hingga tes urin.Sehingga didapatkan hasil pengecekkan yang akurat, sehingga dapat mendeteksi adanya masalah kesehatan sejak ini dan menentukan perawatan selanjutnya.Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Harus Rutin Dilakukan Setiap 6 BulanSeperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa medical check-up ini baiknya dilakukan secara rutin tiap 6 bulan sekali. Anda pun bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi tes darah, fungsi hati dan ginjal, gula darah, hingga komponen lemak.Lebih jelasnya, langsung simak beberapa jenisnya di bawah ini:1. Pemeriksaan Fisik oleh DokterJenis medical check-up yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, yang biasanya dimulai dari pengukuran berat badan dan tinggi pasien, kemudian memeriksa bagian-bagian tubuh lainnya.Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk melihat adanya kelainan pada fisik pasien. Karenanya, jika pasien mengalami keluhan fisik pada bagian tubuh tertentu, sangat dianjurkan juga untuk mengonsultasikannya di saat pemeriksaan. Selanjutnya dokter pun akan memeriksa area mata, hidung, telinga, dan organ lain menggunakan alat bantu seperti otoskop dan stetoskop.Kondisi kelamin juga akan dokter periksa bila diperlukan. Pada pasien pria, dokter akan memeriksa bagian penis dan testis untuk mendeteksi adanya peradangan, infeksi, dan perubahan ukuran. 2. Glukosa Darah PuasaDi Klinik Granostic, Anda juga dapat melakukan prosedur pengecekkan kadar gula darah. Medical Check-Up gula darah ini sangat penting sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit diabetes.Namun sebelum melakukan pemeriksaan ini, Anda diimbau untuk berpuasa minimal 8 jam.Hasil pemeriksaan gula darah juga harus diperhatikan, yang biasanya kan dibagi ke dalam tiga kategori berikut:Kadar gula darah normal, yang berada di kisaran 70-100 miligram per desiliter (mg/dL).Kadar gula darah prediabetes, yang berada di kisaran 100-125 mg/dL.Diabetes, yang berada di kadar gula lebih dari 126 mg/dL.3. Glukosa Darah 2 Jam Pasca Prandial (2JPP)Selanjutnya, yang termasuk dalam jenis pemeriksaan kesehatan tiap 6 bulan adalah cek glukosa darah 2 jam pasca prandial (2JPP). Pemeriksaan gula darah ini termasuk dalam rangkaian pemeriksaan kadar diabetes dalam tubuh, setelah Anda melakukan tes gula darah puasa.Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur bagaimana kemampuan tubuh kita dalam memproses glukosa. Tujuannya, untuk mendiagnosis diabetes.Saat melakukan tes gula darah puasa Anda akan diminta untuk berpuasa minimal 8 jam dan 12 jam maksimal. Setelah tes gula darah puasa dilakukan, Anda akan diberikan minuman berkandungan glukosa sirup, yang memiliki gula sebanyak 75 gram.Tes gula darah 2JPP ini akan dilakukan 2 jam setelah Anda mengonsumsi minuman tersebut. Nah, tes ini akan mendeteksi apakan setelah 2 jam, gula darah akan normal kembali seperti sebelum makan atau minum. Jika gula darah tidak kembali normal, maka terdapat kemungkinan Anda terkena diabetes.Sama halnya dengan tes gula darah puasa, tes gula darah 2JPP ini juga memiliki nilai tingkatannya sendiri, yakni:Kadar gula darah normal 2JPP, yakni di bawah 7,8 mmol/L atau 140 mg/dL.Kadar gula darah prediabetes, yakni 7,8-11,1 mmol/L atau 140-199 mg/dLDiabetes, yang memiliki nilai di atas 11,1 mmol/L atau 200 mg/dL.4. Kolesterol TotalJenis pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan setiap 6 bulan secara rutin lainnya adalah cek kolesterol total. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui ukuran jumlah total kolesterol di dalam darah, termasuk kolesterol baik dan kolesterol jahat.Kolesterol total pun menjadi indikator untuk mengevaluasi kemungkinan adanya risiko penyakit jantung atau masalah kardiovaskular.5. Kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein)Selanjutnya pemeriksaan kolesterol HDL, yakni prosedur pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Kolesterol HDL ini merupakan jenis kolesterol baik yang dapat membantu menghilangkan kadar LDL dalam darah. Sehingga dapat mencegah terjadinya plak lemak dalam pembuluh darah arteri, serta meminimalisir timbulnya penyakit jantung dan masalah kardiovaskular lainnya.Idealnya, Kadar kolesterol normal untuk wanita (HDL) minimal 50 mg/dL, sedangkan kadar HDL normal untuk pria adalah minimal 40 mg/dL. Jika kurang dari itu, seseorang bisa berisiko tinggi terkena penyakit jantung.6. Kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein)Pemeriksaan kolesterol LDL adalah prosedur skrining kesehatan yang dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien, yang tujuannya untuk mengetahui kadar kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL).Kolesterol LDL dikenal juga dengan kolesterol jahat, yang dapat menimbulkan penumpukan plak lemak pada pembuluh darah arteri. Akibatnya bisa memicu berbagai masalah pada sistem kardiovaskular, termasuk serangan jantung.Hasil pemeriksaan kolesterol LDL ini pun dibagi menjadi dua, yakni:Kadar kolesterol LDL ideal/normal: kurang dari 100 mg/dL.Kadar kolesterol dengan resiko tinggi: lebih dari 160 mg/dL.7. TrigliseridaPemeriksaan kadar trigliserida dalam darah juga tak kalah penting. Sebab, trigliserida sendiri merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang bertugas untuk menyimpan kalori, serta memberikan energi untuk tubuh.Namun, jika kadar trigliserida ini terlalu banyak dalam tubuh, justru akan berisiko menyebabkan penyakit jantung. Karenanya, pengecekan secara rutin terhadap kadar trigliserida ini penting sebagai upaya kontrol dan pencegahan.Nilai normal dari pemeriksaan kadar trigliserida ini bila hasilnya menunjukkan angka 150 mg/dL. Sementara jika lebih dari itu, kemungkinan Anda untuk terserang penyakit jantung pun semakin tinggi.8. SGOT/AST (Aspartate Aminotransferase)Jenis pemeriksaan yang perlu Anda lakukan tiap 6 bulan selanjutnya adalah pemeriksaan SGOT/AST. Tujuannya untuk mengukur kadar Aspartate Aminotransferase dan membantu memeriksa fungsi hati.Nah, Aspartate Aminotransferase atau AST ini, merupakan jenis enzim yang berada dalam hati dan terdapat di bagian tubuh lain seperti jantung, ginjal, dan otot. Enzim ini pun dikenal dengan nama lain, yakni Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT).Pemeriksaan ini pada umumunya akan dilakukan Ketika dokter menyimak keluhan-keluhan yang Anda alami yang mengarah ke gangguan hati atau liver.9. SGPT/ALT (Alanine Aminotransferase)Selanjutnya, ada pula tes fungsi hati SGPT atau Alanine Aminotransferase (ALT). Pemeriksaan ini untuk mendeteksi Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) yang ada di dalam darah.Normalnya, enzim SGPT ini sangat sedikit yang masuk ke dalam darah dan banyak ditemukan pada hati. Namun, jika terdapat kerusakan atau peradangan pada hati, maka kadar enzim SGPT akan melebih batas normalnya, yakni di atas 7-55 U/L.10. Asam UratJenis pemeriksaan Kesehatan yang perlu dilakukan secara rutin tiap 6 bulan sekali adalah tes asam urat. Tujuannya untuk mendeteksi kadar asam urat dalam tubuh.Pemeriksaan asam urat ini berguna untuk membantu diagnosis serta mengontrol berbagai penyakit yang berkaitan dengan asam urat, seperti batu ginjal maupun radang sendi.11. BUN/Ureum (Blood Urea Nitrogen)Tes Ureum, yang juga dikenal dengan tes Blood Urea Nitrogen (BUN), merupakan prosedur pengukuran kadar urea dalam tubuh. Tes BUN Ureum ini umumnya digunakan untuk mengetahui bagaimana fungsi ginjal dan memastikan organ ini dalam kondisi baik.12. KreatininDikenal juga dengan nama tes serum kreatinin, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar kreatinin dalam darah. Kreatin sendiri merupakan zat sisa hasil pemecahan otot, yang dalam kondisi normal akan dapat difiltrasi dengan maksimal oleh ginjal.Nah, kalau dari hasil tes menunjukkan bahwa kadar kreatinin ini masih banyak dalam darah, maka terdapat indikasi gangguan pada ginjal. Normalnya, pada perempuan terdapat 1,2 mg/dL kreatinin pada darah, sementara 1,4 mg/dL pada laki-laki.13. eGFR (Estimated Glomerular Filtration Rate)Masih seputar Kesehatan dan fungsi ginjal tes eGFR (Estimated Glomerular Filtration Rate), juga penting untuk dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan ginjal dalam memfiltrasi atau menyaring zat sisa metabolisme tubuh. Sehingga dapat diketahui seberapa optimal dan baik fungsi ginjal terkait proses filtrasi.Nilai normal dari hasil pemeriksaan eGFR berada pada angka 60 mg/dL atau lebih. Namun jika di bawahnya, maka terdapat indikasi adanya gangguan pada fungsi dan Kesehatan ginjal.Itu adalah 13 jenis pemeriksaan kesehatan yang perlu Anda lakukan secara rutin, setiap 6 bulan sekali. Kabar baiknya berbagai pemeriksaan kesehatan di atas dapat Anda akses di Klinik Granostic, loh. Untuk penjelasan lebih lanjut, Sobat Granostic harus baca artikel ini sampai habis, ya!Mengapa Medical Check Up Rutin Penting?Banyak orang malas melakukan medical check up secara rutin, karena alasan tidak adanya waktu luang dan sebagainya. Padahal melakukan medical check up rutin ini memiliki fungsi penting untuk kesehatan kita, seperti:1. Deteksi Dini PenyakitMelakukan medical check up secara rutin dapat membantu Anda lebih sadar tentang kondisi Kesehatan diri sendiri, utamanya dalam mendeteksi dini penyakit. Sebab, lewat prosedur pemeriksaan tersebut, dokter dapat mendeteksi gejala penyakit lebih awal dan merujuk Anda ke dokter spesialis yang sesuai.Apalagi pada beberapa kasus, penyakit bisa saja tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Karenanya, pemeriksaan yang menyeluruh dan berkala, akan membantu mendeteksi tanda-tanda awal dari penyakit tersebut.Sehingga, prosedur medical check up secara rutin ini memberikan ruang bagi dokter untuk melakukan deteksi dini, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah perkembangan penyakit jadi lebih serius.2. PencegahanKarena Anda tahu dan mengenali kondisi tubuh dengan lebih baik dari medical check up rutin, maka semakin mudah untuk menilai apa yang perlu ditingkatkan dari kesehatan Anda.Bersama dokter, Anda bisa mendiskusikan tanda-tanda adanya gangguan kesehatan yang dialami, kemudian mendiskusikan upaya pencegahan yang efisien.Apalagi kalau Anda memiliki riwayat keluarga yang bisa meningkatkan risiko mewarisi masalah kesehatan seperti kanker, diabetes, dan berbagai kondisi lainnya. Mengecek kesehatan secara rutin akan membantu Anda untuk menjaga tubuh dalam kondisi optimal, serta mencegah timbulnya penyakit yang dibawa oleh riwayat keluarga tersebut.3. Memantau Kondisi KesehatanMelakukan medical check up rutin juga sangat penting untuk memantau dan mendapat informasi terkini tentang Kesehatan tubuh Anda. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia, pergantian pola hidup, kualitas lingkungan tanggal, juga dapat berpengaruh pada kesehatan Anda. Karenanya, selalu up-to-date dengan keadaan tubuh sendiri juga sangatlah penting.Tak hanya informasi soal Kesehatan Anda, medical check up rutin juga akan memberikan kesempatan untuk Anda berdiskusi dengan dokter. Utamanya, dalam membicarakan mengenai rekomendasi dan alternatif untuk mengoptimalkan kualitas hidup Anda.4. Mengurangi Risiko KomplikasiPentingnya melakukan medical check up rutin juga bisa membantu mengurangi risiko komplikasi. Misalnya, Anda yang sudah memiliki penyakit bawaan seperti asam lambung, maag, asma, atau kondisi lainnya. Lewat cek kesehatan rutin, Anda dapat melihat bagaimana perkembangan masalah kesehatan tersebut dan mencegahnya agar tidak semakin buruk.Selain itu, dokter pun akan dapat memberikan rekomendasi dan arahan yang dipersonalisasikan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.Layanan Medical Check-Up di Klinik GranosticMelihat betapa pentingnya melakukan medical check up tersebut, Klinik Granostic memberikan layanan MCU basic yang sangat mudah diakses oleh warga Surabaya. Ada banyak keunggulan yang bisa Sobat dapatkan dengan mengakses medical check up basic di Klinik Granostic, seperti:Proses administrasi yang efesien dan cepat,Pemeriksaan menyeluruh, lengkap, dan didampingi oleh tenaga profesional,Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter mengenai masalah Kesehatan Anda.Bebas layanan Home Service untuk area Surabaya,Akses pemeriksaan yang mudah, Anda dapat menjadwalkan pemeriksaan langsung secara online lewat aplikasi WhatsApp!Hasil laboratorium bisa berupa softcopy (dapat dikirimkan lewat WA atau diakses melalui website Granostic) dan bisa juga berupa hardcopy jika diperlukan.Nah, Sobat Granostic, ketiga belas pemeriksaan kesehatan basic tersebut akan dilakukan oleh dokter dan tim tenaga kesehatan profesional. Sehingga Anda dapat memperoleh diagnosa yang akurat, serta dokter dapat memberikan arahan dan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.Bagaimana? Tertarik untuk melakukan medical check up basic di Klinik Granostic Surabaya? Langsung hubungi tim kami lewat tombol di bawah ini, ya!
Home Care Suntik Vitamin C di Surabaya
Tak hanya memberikan penanganan dan perawatan luka medis, layanan home care Klinik Granostic juga menyediakan layanan suntik vitamin C untuk warga Surabaya dan sekitarnya. Memang, apa sih manfaat dari suntik vitamin C ini?Anda pasti sudah kerap mendengar betapa pentingnya vitamin C bagi kesehatan tubuh. Bahkan, kandungan ini pun sangat populer di industri kecantikan, lantaran dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan kulit dan rambut.Setiap hari, seseorang perlu mendapatkan asupan vitamin C dalam kisaran 75–90 mg. Kebutuhan ini dapat Anda dapatkan lewat makanan, suplemen, hingga suntik vitamin C.Namun, seberapa penting sih vitamin C ini untuk tubuh kita? Untuk penjelasan lengkapnya, baca terus artikel ini sampai habis, ya, Sobat!Pentingnya Vitamin C untuk TubuhAsupan vitamin C sangatlah berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda, misalnya dengan berperan sebagai berikut ini:1. Meningkatkan Sistem ImunSuntik vitamin C dilakukan untuk memperkuat sistem imun tubuh. Ini karena vitamin C dapat meningkatkan fungsi sel darah putih (limfosit dan neutrofil). Selain kekebalan tubuh, senyawa ini juga sangat penting untuk memperkuat sel epitel kulit. Apalagi, fungsi organ kulit juga cukup krusial, khususnya dalam membantu melindungi tubuh dari polusi, lingkungan, hingga bakteri atau mikroba lain. Vitamin C juga dikenal sebagai antioksidan yang kuat, sehingga turut melindungi sel kekebalan tubuh dari kerusakan akibat stresor lingkungan.2. Meningkatkan Penyerapan Zat BesiKeberadaan zat besi dalam tubuh sangatlah penting, khususnya dalam pembentukan hemoglobin yang berperan untuk mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.Karenanya, menjaga kadar zat besi untuk selalu terpenuhi dalam tubuh adalah penting. Sebab, kekurangan zat besi juga bisa menimbulkan anemia defisiensi besi.Kabar baiknya, vitamin C ini dapat membantu tubuh memenuhi kebutuhan zat besi. Sebab, vitamin C ini bisa membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Sehingga produksi sel darah merah bisa berjalan dengan optimal.3. Mempercepat Penyembuhan LukaKeberadaan vitamin C juga bisa membantu mempercepat penyembuhan luka. Ini karena vitamin C dapat mendorong produksi kolagen, protein yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka.4. Menjaga Kesehatan KulitAnda pasti sering menyimak, bahwa banyak produk perawatan kecantikan yang mengandung vitamin C dalam komposisinya. Utamanya dalam menjaga kekencangan kulit. Manfaat vitamin C ini didapatkan dari kemampuannya dalam mendorong produksi kolagen serta melindungi sel kulit dari radikal bebas.Kolagen sendiri merupakan salah satu jenis protein utama yang membentuk struktur kulit manusia. Produksi kolagen pun bisa berkurang seiring dengan pertambahan usia dan akibat dari dampak buruk radikal bebas.Tak heran kalau senyawa ini kemudian digunakan dalam produk perawatan wajah, khususnya yang bekerja sebagai anti-aging.5. Mengurangi PeradanganLagi-lagi, sifat vitamin C yang dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah, bahkan hingga 30 persen, dapat membantu membentuk pertahanan alami tubuh melawan peradangan.Manfaat dan Kebutuhan Vitamin C untuk TubuhSelain lima fungsi penting vitamin C pada tubuh di atas, senyawa ini pun memiliki segudang manfaat untuk kesehatan lainnya, seperti:Manfaat Vitamin C1. Meningkatkan ImunitasMembantu meningkatkan imunitas tubuh, khususnya dengan bekerja sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Serta mendorong fungsi sel darah putih dalam mendorong daya tahan tubuh agar bekerja lebih optimal.2. AntioksidanSelain itu, vitamin C juga dikenal sebagai antioksidan yang sangat kuat. Fungsinya tak hanya membantu menetralisir dampak buruk radikal bebas dalam tubuh, namun juga mendorong produksi kolagen yang merupakan elemen penting dalam pembentukan jaringan kulit.3. Menurunkan Risiko Penyakit JantungManfaat vitamin C untuk kesehatan lainnya juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Manfaat vitamin C ini diperoleh dari beberapa mekanisme, salah satunya dengan mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Seperti yang telah Anda ketahui, kolesterol LDL yang terlalu tinggi akan berpotensi menyebabkan penumpukan plak lemak pada dinding pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan sejenisnya.Tak hanya itu, vitamin C juga dapat membantu meningkatkan produksi dan kelenturan endothelial. Ini merupakan lapisan dalam pembuluh darah yang penting untuk memastikan fungsi pembuluh darah berjalan normal, serta mengatur tekanan darah Anda.4. Memperbaiki Jaringan dan KulitSeperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa vitamin C pun memiliki peranan penting dalam merawat dan meningkatkan kesehatan kulit. Hal ini diperoleh dari sifatnya yang mampu mendorong produksi kolagen, protein yang penting dalam pembentukan jaringan kulit.Selain kolagen, vitamin C juga mampu meningkatkan kadar asam hialuronat dalam tubuh. Keberadaan asam hialuronat pun sangat penting untuk menjaga fungsi skin barrier, merawat hidrasi kulit, serta mencegah kulit tampak dehidrasi dan kusam.Tak hanya itu, vitamin C pun diketahui memiliki manfaat untuk mencegah dan mengatasi kulit keriput maupun kemerahan. Melansir dari jurnal Nutrients, dengan judul artikel The Roles of Vitamin C in Skin Health, penggunaan vitamin C juga dapat membantu menghambat produksi melanin. Sehingga memudarkan hiperpigmentasi dan menurunkan kemunculan bintik-bintik hitam di wajah.Kebutuhan Harian Vitamin CSebelumnya, kita telah menyimak bagaimana sih peranan vitamin C dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Karenanya, Anda pasti setuju kalau memenuhi kebutuhan vitamin C sangatlah penting.Namun, harus Sobat Granostic ingat, bahwa vitamin C ini baiknya dipenuhi secara pas, bukannya berlebihan. Karena ketika tubuh kelebihan vitamin C, justru Anda akan merasakan beberapa efek samping seperti gangguan pencernaan, munculnya batu ginjal, dan lainnya.Lantas berapa sih kebutuhan harian vitamin C yang pas? Menurut Journal of Health and Medical Science (2022), adapun kebutuhan vitamin C harian ini bisa disesuaikan berdasarkan umur seseorang, yakni:Bayi kurang dari satu tahun, idealnya 30 mg.Bayi berumur 1–3 tahun, idealnya 35 mg.Anak-anak berumur 4–6 tahun, idealnya mendapatkan asupan 50 mgAnak-anak berumur 7–12 tahun, baiknya mendapatkan supan 60 mg per hari.Perempuan hamil sebaiknya mendapatkan asupan 100 mg.Serta untuk wanita menyusui baiknya mendapatkan asupan vitamin C 150 mg.Pria berusia 16–80 tahun ke atas, membutuhkan mulai dari 90 mg.Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin C dengan Suntik Vitamin CSobat Granostic, kebutuhan vitamin C ini dapat diperoleh dari makanan, suplemen, hingga prosedur suntik vitamin C. Namun, pemberiannya tidak bisa dilakukan sendiri dan harus didampingi oleh petugas medis profesional, seperti lewat layanan home care suntik vitamin C Klinik Granostic.Lantas bagaimana prosedur suntik ini bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian Anda? 1. Pemberian Vitamin C Secara LangsungPemberian vitamin C melalui prosedur suntik bisa langsung melalui otot, jaringan lemak di bawah kulit, atau melalui pembuluh darah. Sehingga tubuh bisa langsung mendapatkan manfaat dari nutrisi tersebut dengan cepat.Berbeda ketika Anda memenuhi asupan vitamin C ini melalui sumber pangan, yang tentunya masih perlu melewati proses metabolisme terlebih dahulu.Karena sifatnya yang langsung inilah, injeksi vitamin C pun umumnya diberikan pada seseorang yang memiliki masalah defisit vitamin C atau memiliki gangguan penyerapan nutrisi.2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh dengan CepatKarena diberikan langsung ke tubuh, maka efek vitamin C ini pada kesehatan tubuh juga akan terjadi lebih cepat. Misalnya dalam hal meningkatkan kekebalan tubuh Anda.Jika dalam bentuk suplemen dan dikonsumsi secara oral saja, vitamin C dapat membantu mempercepat penyembuhan infeksi ringan, seperti pilek atau selesma. Maka, pemberian dalam injeksi bisa memberikan efek yang lebih efektif.3. Dosis Disesuaikan KebutuhanSeperti yang telah kita singgung sebelumnya, kendati memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan tubuh, konsumsi vitamin C juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Sebab, dapat menimbulkan beberapa efek samping, yang justru menimbulkan gangguan dan masalah kesehatan.Karenanya, selain dilakukan dengan pengawasan dokter, pemberian dosis suntik vitamin C juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh pasien.Pada orang dewasa, dosis harian vitamin C yang diberikan melalui suntikan dapat sebenar 40–150 mg. Sementara bagi seseorang yang mengalami kekurangan vitamin C, maka dosis yang diberikan akan lebih tinggi, yakni 100–300 mg.4. Manfaat Kesehatan Jangka PanjangKetika dilakukan dengan prosedur yang tepat, dosis yang pas, serta dengan bantuan dan dampingan dari tenaga medis profesional, manfaat kesehatan dari suntik vitamin C ini juga bersifat jangka panjang. Karena pada dasarnya, vitamin C dapat memberikan peranan yang besar terhadap kesehatan tubuh. Mulai dari merawat dan meningkatkan sistem imun, membantu menetralisir radikal bebas, mengurangi kadar lemak jahat dalam tubuh, dan banyak lainnya.Layanan Home Care Suntik Vitamin C dari Klinik GranosticMenyadari betapa banyak manfaatnya untuk kesehatan, Klinik Granostic pun menawarkan layanan home care suntik atau injeksi vitamin C untuk warga Surabaya dan sekitarnya. Selain memberikan layanan yang dipersonalisasikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh pasien, layanan home care suntik vitamin C dari Klinik Granostic juga hadir dengan berbagai keunggulan, seperti:1. Kenyamanan di RumahBuat Anda yang malas ke luar rumah atau memiliki aktivitas padat di jam kerja, layanan home care ini tentunya sangat membantu. Karena tim medis Klinik Granostic yang akan menghampiri tempat tinggal Anda dan melakukan prosedur suntik vitamin C di rumah.2. Prosedur Aman dan ProfesionalMeskipun dilakukan di rumah Anda, prosedur suntik vitamin C yang dilakukan tetaplah melalui standar SOP yang baku dan melalui pendampingan langsung dari dokter. Sehingga suntik vitamin C yang dilakukan tetaplah aman dan tidak akan menimbulkan efek samping.3. Pemantauan BerkalaKeunggulan lain melakukan suntik vitamin C dengan layanan home care dari Klinik Granostic adalah adanya pemantauan berkala. Tim medis kami akan memeriksa kondisi Anda setiap sebelum melakukan injeksi, juga Anda dapat berkonsultasi dan mendiskusikan bagaimana efek dari injeksi vitamin C tersebut pada tubuh Anda.Pemantauan berkala ini pun akan membantu untuk menyimak bagaimana reaksi tubuh terhadap injeksi vitamin C. Secara umum, injeksi vitamin C yang dilakukan dengan tepat tidak akan menyebabkan efek samping yang membahayakan.Namun, sebagian orang bisa saja mengalami efek ringan setelah prosedur injeksi. Seperti munculnya ruam, gatal-gatal, kemerahan, bengkak, dan gejala alergi lainnya.Nah, Sobat itu adalah penjelasan mengenai apa itu prosedur vitamin C dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Anda bisa mendapatkan layanan suntik vitamin C ini melalui home care Klinik Granostic di Surabaya.Caranya gampang, Anda bisa langsung klik tombol Home Service di bawah ini dan segera buat jadwal layanan yang Anda inginkan!
Home Care Irigasi Mata Surabaya - Indikasi dan SOP
Mata terkena zat asing atau bahan kimia, hingga menyebabkan rasa tak nyaman bahkan iritasi? Anda harus coba home care irigasi mata surabaya untuk membersihkannya dan cegah infeksi lanjutan. Namun, bagaimana prosedurnya?Saat mengendarai motor, bersepeda, berjalan atau jogging, atau bahkan hanya sekadar beristirahat di depan rumah, ada saja skenario saat mata kemasukan benda asing. Entah itu debu, serangga, bahkan abu dari puntung rokok.Meskipun terlihat sepele, keberadaan benda asing yang tak sengaja masuk mata ini akan jadi masalah kalau dibiarkan saja. Selain mengganggu penglihatan, kondisi ini juga dapat menimbulkan iritasi hingga kerusakan pada mata.Nah, untuk mencegah kondisi ini, Anda bisa melakukan prosedur irigasi mata dengan layanan home care dan penanganan dari ahli medis profesional di Klinik Granostic Surabaya.Namun apakah kamu sudah tahu apa sih yang dimaksud dengan irigasi mata? Bagaimana juga prosedur dan adakah efek sampingnya? Sobat Granostic bisa langsung simak ulasannya di bawah ini!Apa Itu Irigasi Mata?Meski prosedur ini cukup umum dilakukan, nyatanya tak sedikit dari kita yang masih belum mengenal apa itu irigasi mata. Prosedur ini merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan mata dengan cairan medis, dari beragam benda asing yang masuk ke dalam mata.Benda asing yang dimaksud seperti debu, partikel asap, hingga percikan bahan kimia. Irigasi mata ini sangat penting, karena masuknya benda asing ke mata bisa menjadi situasi yang darurat. Apalagi jika yang masuk ke dalam mata adalah zat kimia dan abu rokok yang panas.Menurut Community Eye Health Journal, dikatakan bahwa bahan kimia seperti larutan alkali atau asam jika mengenai mata dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada area kornea dan konjungtiva. Bahkan, kerusakan ini bisa memicu kehilangan fungsi penglihatan jangka Panjang.Karena itu, dengan penanganan yang cepat dan dilakukannya prosedur pembersihan yang tepat, maka risiko kerusakan mata pun dapat diminimalisir.Indikasi Irigasi MataAdapun indikasi untuk prosedur irigasi mata dapat dilihat dari beberapa kondisi di bawah ini:1. Masuknya Benda Asing di MataMasuknya benda asing di mata dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan, karenanya perlu adanya upaya irigasi untuk membersihkannya.2. Paparan Bahan KimiaSelain kotoran, paparan bahan kimia juga bisa memberikan dampak yang serius pada kesehatan mata Anda. Bahkan pada kasus terburuk, hal ini dapat menyebabkan kerusakan dan hilangnya fungsi penglihatan secara permanen. Melansir dari Jurnal Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (2015), prosedur irigasi mata sangatlah penting dilakukan untuk mengatasi trauma kimia. Tujuannya untuk meminimalisir iritasi dan menekan tingkat keparahannya.3. Kondisi Mata Kering atau TeriritasiMata kering merupakan suatu kondisi Ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. Hasilnya, akan menimbulkan rasa tak nyaman, bahkan dapat merusak lapisan bening yang ada di bola mata. Kondisi ini pun bisa memicu gangguan penglihatan, loh.Irigasi mata yang memungkinkan pemberian cairan khusus untuk mata pun bisa menjadi ideal untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab cairan pembersih ini pun dapat memberikan hidrasi yang cukup pada bola mata.4. Infeksi Mata (Konjungtivitis)Kondisi yang menjadi indikasi irigasi mata selanjutnya adalah konjungtivitis atau infeksi mata. Saat terjadi konjungtivitis, mata akan berubah menjadi merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi bola mata dan kelopak mata dalam. Umumnya, konjungtivitis juga disertai dengan gatal dan mata yang berair.Kondisi ini sering kali terjadi karena infeksi virus, bakteri, dan reaksi alergi. Misalnya karena masuknya debu, tungau, atau senyawa kimia ke dalam mata.Karenanya, selain menggunakan obat-obat antibiotik, tak jarang dokter pun menyarankan untuk melakukan irigasi mata demi membersihkan benda asing penyebab infeksi tersebut.5. Setelah Operasi MataIndikasi irigasi mata selanjutnya dapat dilakukan setelah operasi mata. Setelah proses operasi mata, seseorang bisa mengalami keluhan mata kering dan merah dan gatal. Keluhan ini bisa hilang dalam beberapa hari, namun harus tetap mendapatkan perawatan yang tepat untuk memaksimalkan pemulihannya.Dokter dapat menganjurkan pemberian obat tetes dengan dosis tertentu, hingga melakukan prosedur irigasi yang didampingi langsung oleh tenaga medis ahli.Prosedur (SOP) Irigasi Mata di Home Care Klinik GranosticKlinik Granostic memiliki layanan home care irigasi mata yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan ahli. Pelayanan ini dilakukan dengan cermat dan melalui SOP yang tepat sebagai berikut:1. Persiapan PasienTahapan pertama dalam prosedur irigasi adalah persiapan pasien. Dalam prosesnya, dokter akan mewawancarai pasien terkait dengan masalah Kesehatan mata yang dialami, Riwayat medis, hingga alergi obat yang mungkin dimiliki oleh pasien.Setelahnya, dokter pun akan mengecek bagaimana kondisi mata pasien. Langkah ini untuk mengecek sejauh mana tingkat keparahan gangguan Kesehatan mata yang dialami pasien.Selain itu, dokter pun akan memberikan arahan posisi sebelum melakukan irigasi. Biasanya, pasien akan diminta untuk berbaring terlentang untuk memudahkan proses pemberian cairan irigasi.2. Penggunaan Cairan IrigasiSetelah persiapan pasien, selanjutnya dokter dapat memilih cairan yang tepat untuk melakukan irigasi mata. Macam cairan yang digunakan biasanya berupa larutan garam fisiologis (NaCl 0,9 persen) dan larutan Ringer Lactat (RL). Cairan ini pun umumnya dipergunakan karena merupakan larutan isotonic, sehingga tidak akan mengubah komposisi elektrolit yang diperlukan oleh mata.Selain itu, bila cairan yang dibutuhkan hanya sedikit, dokter pun dapat menggunakan kapas steril untuk media meneteskan cairan dalam mata.3. Pelaksanaan IrigasiSelanjutnya petugas kesehatan pun akan mendekatkan alat yang akan digunakan ke tempat yang mudah dijangkau. Sebelum meneteskan cairan irigasi, petugas juga akan mengenakan sarung tangan.Pelaksanaan irigasi ini akan disesuaikan dengan standar yang ditetapkan, yakni:Cairan pantocain diteteskan pada bagian mata yang akan di irigasi.Petugas kesehatan memasang bengkok untuk menampung cairan di sisi mata yang diirigasi.Selanjutnya, petugas akan membuka kelopak mata yang akan dibersihkan. Kemudian menyemprotkan cairan menggunakan spuit 10cc atau 30 cc, yang ujungnya dipasang jarum plastic vevlon secara perlahan.4. Pengulangan Proses Jika DiperlukanProses irigasi bisa saja dilakukan secara berulang, jika kotoran, zat kimia, atau benda asing yang ada di mata tak bisa hilang dalam sekali proses.5. Pembersihan dan Pemeriksaan UlangSetelah pembersihan dianggap cukup, petugas kesehatan Klinik Granostic akan mengevaluasi tindakan dan melakukan pembersihan. Pada saat evaluasi, dokter akan memeriksa kembali bagaimana kondisi mata Anda setelah proses irigasi. 6. Edukasi PasienSetelah proses irigasi dilakukan, Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter soal perawatan pasca irigasi, kemudian dokter dapat memberikan arahan dan edukasi perawatan kesehatan mata yang ideal untuk Anda.Keamanan dan Kapan Irigasi Mata Tidak DisarankanMeskipun irigasi mata secara umum aman dilakukan, namun prosedur medis ini tidak direkomendasikan bila Anda mengalami beberapa kondisi di bawah ini:1. Luka pada KorneaJika Anda memiliki luka pada kornea, prosedur irigasi mata tidak disarankan. Sebab, prosedur ini dapat memberikan efek samping berupa goresan pada kornea. Kemungkinan efek samping ini pun bisa memperburuk kondisi luka pada kornea mata Anda.2. Operasi Mata Baru-baru IniJika Anda baru saja melakukan tindakan operasi mata, prosedur irigasi tidak direkomendasikan bagi Anda. Ini karena semprotan cairan pada saat proses irigasi dilakukan dapat mengiritasi mata, sehingga membuat rasa tak nyaman setelah operasi bisa bertambah buruk.3. Infeksi BeratSeseorang dengan infeksi berat pun tidak direkomendasikan untuk melakukan tindakan irigasi. Pada umumnya, infeksi mata ditandai dengan gejala mata merah, terasa sakit, berair, sensitif terhadap cahaya, atau belekan. Infeksi ini pun bisa terjadi karena masuknya zat atau benda asing ke dalam mata. Sehingga pada infeksi yang timbul karena masuknya zat-zat tersebut, dapat dilakukan tindakan irigasi.Berbeda dengan infeksi yang lebih serius, seperti endoftalmitis misalnya. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan parah pada jaringan bagian dalam mata. Penyebabnya oleh infeksi bakteri Staphylococcus species, Streptococcus species, Gram-negative bacteria atau infeksi jamur.Karenanya, pengobatan akan cenderung difokuskan pada pemberian antibiotik, steroid, maupun anthropoid.Layanan Home Care Irigasi Mata Granostic dengan Tim Medis ProfesionalIrigasi mata tidak bisa dilakukan sembarangan di rumah, perlu bantuan dari petugas medis profesional agar prosedur berjalan dengan tepat dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Di sinilah peran Klinik Granostic, yang menyediakan layanan home care irigasi mata dengan tim medis profesional. Setiap bagian dari prosedur irigasi mata akan dilakukan dengan cermat dan penuh kehati-hatian. Sehingga pasien merasa aman dan nyaman selama proses irigasi mata berlangsung.Tak hanya itu, dengan pengawasan langsung dari dokter, Anda pun akan dapat memperoleh edukasi yang lengkap dan personal tentang irigasi mata serta kondisi kesehatan indera penglihatan Anda.Layanan home care irigasi mata klinik Granostic ini dapat Anda akses dengan mudah lewat klik tombol Home Service di bawah ini!
Home Care dan Penanganan Luka Bakar di Surabaya
Selain memberikan pertolongan pertama dan pengobatan yang tepat, merawat luka bakar dalam proses penyembuhannya juga tak kalah penting. Apalagi kalau luka bakar yang dialami termasuk dalam tingkatan yang parah. Anda dapat menggunakan layanan home care dan penanganan luka bakar dari tenaga medis ahli di Surabaya. Bagaimana caranya?Sebelum membahas penanganannya, luka bakar ini pada dasarnya dibagi menjadi tiga derajat yang berbeda, bergantung pada tingkat keparahannya. Mulai dari yang hanya melukai lapisan epidermis, kemudian yang melukai epidermis dan dermis, hingga yang melukai lapisan lemak dan bisa menghancurkan saraf serta menyebabkan mati rasa.Semua luka bakar ini perlu perawatan yang tepat sesuai tingkat keparahannya, sehingga dapat sembuh dengan cepat dan tak menimbulkan bekas pada kulit. Namun sebelum itu, mari bahas dulu apa saja yang menyebabkan seseorang memiliki luka bakar di bawah ini.Penyebab Luka BakarLuka bakar dapat terjadi pada siapapun, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Secara garis besar, penyebab luka bakar dapat dibagi ke dalam empat jenis berikut ini:1. Luka Bakar PanasDisebut juga dengan istilah luka bakar termal, jenis ini disebabkan oleh paparan atau kontak dengan api, cairan panas, atau objek-objek bersuhu tinggi lainnya.Penyebab paling sering dari luka bakar panas karena terpajan dengan suhu panas, seperti terbakar api secara langsung atau terkena permukaan logam yang panas.2. Luka Bakar KimiaSesuai dengan Namanya, luka bakar ini disebabkan karena kontak zat Kimia dengan jaringan kulit, misalnya asam atau basa yang sangat kuat. Konsentrasi zat Kimia, lama kontak, dan banyaknya jaringan yang terpapar akan menentukan luasnya luka bakar karena zat kimia tersebut.Bahkan, luka bakar kimiawi ini bisa terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat-zat pembersih perabot rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian, dan militer.3. Luka Bakar ListrikSelanjutnya, luka bakar ini disebabkan oleh sengatan listrik. Berat ringannya luka bakar listrik ini dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage, dan cara gelombang elektrik tersebut mengenai tubuh pasien.Luka bakar ini pun cenderung lebih serius, meskipun pada bagian lukanya tidak begitu terlihat pada bagian permukaan kulit.4. Luka Bakar RadiasiJenis luka ini disebabkan oleh paparan dengan sumber radioaktif. Tipe luka bakar ini juga seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran.Bahkan luka bakar karena paparan sinar matahari juga termasuk dalam jenis luka bakar radiasi. Luka bakar karena sinar matahari ini juga disebut sebagai sunburn.Penanganan Pertama Luka BakarSetelah menyimak apa saja penyebab luka bakar di atas, Anda juga perlu mengetahui bagaimana penanganan pertama luka bakar yang tepat. Berikut penjelasannya, Safeian!1. Pendinginan LukaLangkah pertama dalam penanganan luka bakar adalah pendinginan. Namun, jangan gunakan pasta gigi atau es batu untuk mendinginkan luka. Ini karena, luka bakar yang lebih dalam akan terjadi ketika Anda menggunakan suhu yang terlalu dingin langsung pada kulit yang melepuh.Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anda bisa menuangkan air mengalir suhu ruangan pada area yang terbakar selama 15 menit. Selain itu, Anda juga bisa merendam area yang terbakar ke dalam air, hingga rasa nyeri atau panas pada kulit terasa mereda.Namun, jika Anda tidak memiliki air mengalir dan luka bakar terdapat pada area yang tidak mungkin dilakukan perendaman, maka Anda bisa menggunakan metode kompres.2. Lindungi LukaSetelah itu, Anda bisa melindungi luka bakar dari menggunakan kain bersih atau perban steril. Hal ini diperlukan untuk mencegah bagian kulit yang melepuh secara tak sengaja bergesekan dengan benda lain, kemudian menyebabkan luka sobek dan memperparah kondisinya.Selain itu, penutupan luka juga mencegah adanya infeksi bakteri dan kuman pada area terbuka.3. Hindari Pecahan LepuhanKulit yang melepuh akibat luka bakar bisa menimbulkan gelembung pada area yang sama. Pastikan untuk tidak memecah gelembung lepuhan tersebut, karena dapat menimbulkan rasa nyeri dan infeksi luka.4. Segera Dapatkan Pertolongan MedisSetelah menerapkan ketiga pertolongan pertama di atas dengan baik, Anda juga perlu membawa luka bakar yang Anda alami ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis. Langkah ini juga sangatlah penting bila luka bakar yang terjadi cukup besar dan dalam, berasal dari sengatan listrik, dari paparan zat kimia, serta dapat dialami bagian tertentu, misanyal bagian mata, pernapasan, kelamin, dan sebagainya.Lewat prosedur penanganan medis, dokter akan membantu menganalisa bagaimana tingkat keparahan luka, kemudian memberikan arahan dan resep yang tepat sesuai dengan kondisi luka tersebut.Sehingga proses penyembuhan dan pemulihan luka bakar yang Anda alami pun akan jadi lebih cepat, serta meminimalisir adanya bekas pada permukaan kulit.Perawatan Lanjutan Luka Bakar di Home Care Klinik GranosticSobat Granostic, Anda pasti memahami bahwa merawat luka bakar tak boleh dilakukan secara sembarangan. Seberapa pun kecil luka yang Anda alami, jika tidak diperhatikan dengan baik, luka tersebut akan justru sembuh lebih lama dan meninggalkan bekas yang mengganggu.Kabar baiknya, Klinik Granostic hadir dengan layanan home care perawatan lanjutan luka bakar yang cocok untuk warga Surabaya dan sekitarnya. Lewat layanan home care luka bakar Klinik Granostic, pasien bisa mengakses perawatan medis untuk luka mereka dengan bantuan tenaga profesional langsung dari rumah.Nah, kira-kira jenis perawatan lanjutan seperti apa sih yang ada di Klinik Granostic? Berikut penjelasannya!1. Pembersihan Luka Secara BerkalaPembersihan luka bakar tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan perlu dilakukan dengan lembut untuk mencegah adanya cedera pada lapisan di Bawah epidermis selama proses regenerasi.Sementara itu, jika luka bakar terkontaminasi, maka perlu dilakukan pembersihan luka bakar secara agresif untuk menghilangkan lapisan biofilm pada luka.Nah, bagi seseorang yang awam terhadap prosedur medis, tentu hal ini tidak bisa dilakukan sendiri. Apalagi jika area luka bakar luas dan dalam. Anda membutuhkan tenaga Kesehatan profesional untuk merawat luka bakar tersebut.Inilah peran Klinik Granostic, yang memiliki tim medis andal dan berpengalaman di bidang perawatan luka, termasuk luka bakar. Lewat layanan home care kami, perawatan luka pun dapat dilakukan di rumah pasien.2. Penggunaan Salep atau Gel Khusus Luka BakarSetelah proses pembersihan luka, prosedur perawatan lanjutan luka bakar akan dilanjutkan dengan pemberian salep atau gel khusus luka bakar.Dokter akan meresepkan obat luka bakar sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi injuri yang dialami pasien. Secara umum terdapat berbagai jenis salep atau obat topikal untuk membantu meredakan luka bakar.Pada luka bakar derajat satu, Anda bisa menggunakan gel lidokain atau krim lidah buaya untuk menenangkan kulit. Kemudian menambahkan salep antibiotic dan membalutnya dengan kasa longgar.Sementara pada luka bakar derajat dua, tiga, dan empat yang lebih dalam, membutuhkan bantuan dari tenaga medis. Karena memerlukan kombinasi antibiotik, pereda nyeri, dan teknik pembalutan luka yang tepat.Klinik Granostic pun dapat menangani masalah ini untuk Anda. Dengan bantuan perawat profesional dan pengawasan langsung dari dokter, kami dapat memberikan obat dan salep sesuai dengan kondisi luka bakar yang dialami. Sehingga perawatan dan penyembuhan luka bakar pun bisa lebih optimal.3. Pengelolaan Nyeri dan InfeksiLuka bakar dapat menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, kulit kemerahan dan mengelupas, pembengkakan, serta perubahan warna kulit.Pada kasus luka bakar dengan derajat 3 dan 4, Anda mungkin bahkan sudah tidak bisa merasakan nyeri. Ini karena terjadi kerusakan yang parah pada saraf-saraf di bawah lapisan lemak yang terbakar.Pengelolaan rasa nyeri ini bisa menggunakan obat oral, sehingga mampu meredam rasa sakit yang dirasakan. Selain itu, juga akan dilakukan perawatan intensif untuk mencegah infeksi pada luka yang terbuka. Melansir dari Alomedika.com, pada luka bakar dalam dapat digunakan salep antimicrobial sesuai dengan pola kuman untuk mencegah infeksi mikroorganisme pada luka. Obat topikal yang dapat digunakan ini mencakup perak sulfadiazine dan krim gentamicin.Selain menggunakan jenis salep sesuai yang telah diresepkan oleh dokter, proses pemberiannya juga perlu diperhatikan. Anda harus memastikan tangan dan luka dalam kondisi bersih, sehingga meminimalisir terjadinya infeksi.Tenaga kesehatan ahli Klinik Granostic telah berpengalaman dalam penanganan luka bakar, karenanya kami dapat memberikan perawatan dan pengelolaan rasa nyeri maupun infeksi pada luka. Prosedur yang dilakukan bersama profesional juga akan membuat prosesnya berjalan lebih efisien, serta meminimalisir rasa tak nyaman yang mungkin dialami pasien selama prosesnya.4. Perawatan Jaringan Luka dan Pencegahan Bekas LukaLangkah selanjutnya adalah perawatan jaringan luka dan pencegahan bekas. Seperti yang Anda tahu, luka bakar umumnya dapat memberikan bekas di kulit, sekecil apapun luka yang dialami.Karena itu, perawatan jaringan luka ini sangat diperlukan untuk mencegah adanya bekas luka bakar di kulit. Pada luka bakar dalam, bekas mungkin tidak bisa dihindari, akan tetapi tingkat keparahannya dapat diminimalisir dengan perawatan yang tepat.Lewat layanan home care perawatan luka bakar klinik Granostic, Anda bisa mendapatkan pelayanan profesional tersebut.5. Pemantauan Berkala oleh Tenaga Medis dari Klinik Granostic Tak hanya datang untuk merawat kemudian kembali begitu saja, layanan home care untuk luka bakar di Klinik Granostic juga bertujuan untuk memberikan pemantauan kondisi pasien secara berkala.Dokter akan menyimak bagaimana perkembangan pemulihan luka, serta selalu memperbarui obat yang diresepkan sesuai dengan perkembangan tersebut. Sehingga jalannya pengobatan akan dapat dipastikan berjalan dengan baik, serta mencegah adanya infeksi atau komplikasi pada luka bakar pasien.Klinik Granostic sendiri berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional pada pasien. Sehingga pasien dapat terbebas dari penyakit yang diderita, serta meningkatkan kualitas taraf hidup mereka dengan lebih baik.Karenanya, setiap prosedur medis selalu dilakukan dengan kehati-hatian dan lewat pengamatan yang cermat terhadap kondisi pasien. Begitu pula pada perekrutan staf dan kecanggihan teknologi yang disediakan, yang dilakukan untuk membantu pasien agar dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas.Layanan home care perawatan luka bakar lanjutan di Klinik Granostic ini misalnya, yang dapat diakses dengan mudah hanya dengan aplikasi chatting online. Pasien tak perlu kerepotan ke rumah sakit, karena tim medis Klinik Granostic yang akan menghampiri ke rumah.Pelayanan yang diberikan pun dijamin profesional dan diawasi langsung oleh dokter. Sehingga pasien dapat segera pulih dan melanjutkan aktivitas harian mereka dengan baik.Lantas bagaimana cara menggunakan layanan home care perawatan luka bakar Klinik Granostic ini? Anda bisa langsung klik tombol di bawah, ya!
Home Care Luka dan Perawatannya di Surabaya
Luka kronis yang disebabkan oleh kecelakaan atau kondisi medis tertentu, dalam proses penyembuhannya, membutuhkan perawatan dari tenaga ahli. Karenanya, Anda bisa menggunakan layanan home care luka dan perawatannya dari Klinik Granostic di Surabaya.Memberikan perawatan yang tepat saat proses pemulihan luka sangatlah penting. Apalagi, bila Anda menderita berbagai penyakit kronis yang bisa menyebabkan luka tersebut sulit untuk sembuh, seperti diabetes.Selain itu, luka besar yang diakibatkan oleh kecelakaan atau luka bakar juga perlu diperhatikan. Kesalahan dalam penanganan juga bisa menyebabkan adanya infeksi bakteri atau kuman, hingga membuat luka sulit sembuh dan meninggalkan bekas di kulit.Menyadari pentingnya perawatan luka ini, Klinik Granostic menawarkan layanan home care yang membantu perawatannya dari rumah di area Surabaya. Seperti apa sih layanan home care luka di Klinik Granostic? Berikut penjelasannya, Sobat!Solusi Ideal Untuk Perawatan Luka Berkala di RumahMeskipun membutuhkan perawatan langsung dari tenaga ahli, proses pemulihan luka akibat diabetes dan luka besar akibat kebakaran tentu membutuhkan waktu yang lama. Sehingga tidak mungkin untuk menghabiskan seluruh waktu pemulihan pasien dengan rawat inap di rumah sakit.Karenanya, layanan home care adalah cara yang paling ideal untuk merawat luka secara berkala di rumah. Anda, atau keluarga yang menjadi pasien, tidak perlu terlalu sering berkunjung ke rumah sakit untuk menyimak perkembangan pemulihan luka.Sebab layanan home care sendiri dijalankan secara berkesinambungan di bawah pengawasan dokter. Dengan begitu, perawat atau tenaga medis yang datang ke rumah akan mencatat dan memeriksa kesehatan juga perkembangan luka Anda. Kemudian memberikan perawatan dan pengobatan rutin.Bahkan, di Klinik Granostic Anda pun bisa menggunakan layanan Home Service untuk langsung terhubung dengan dokter kami secara daring (online). Anda dapat mengonsultasikan masalah, pertanyaan, dan seputar pengobatan luka yang Anda lakukan langsung bersama dokter.Dokter kemudian akan memberikan beberapa pertanyaan untuk memeriksa kondisi Anda, memberikan saran perawatan dan penanganan, hingga meresepkan obat jika diperlukan.Menarik, bukan?Nah, selain luka akibat diabetes dan kebakaran, kira-kira apa saja jenis luka dan perawatannya yang bisa didampingi layanan home care? Jenis-Jenis Luka dan Perawatannya di Home Care Klinik GranosticMerawat luka, secara umum, memerlukan perhatian khusus. Setidaknya Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut ini untuk menerapkan perawatan dengan tepat dan mencegah terjadinya infeksi pada luka:Bersihkan luka terlebih dahulu dengan cairan NaCl 0,9% untuk membersihkan debu, kotoran jaringan mati, dan debris. Kecuali luka kronis atau luka bakar ada penanganan khusus. Kemudian sterilkan luka dengan antiseptik yang mengandung Povidone Iodine seperti Betadine untuk mencegah infeksi pada luka.Bergantung kedalaman luka, beberapa jenis luka harus dijahit.Jika luka disebabkan benda tajam berkarat, segera kunjungi layanan kesehatan untuk mendapatkan suntikan ATS (Antitetanus Serum). Sama halnya dengan luka akibat gigitan hewan liar, disarankan segera suntik Anti Rabies.Pemberian antibiotik sesuai kebutuhan.Kontrol luka setelah 2–3 hari sesuai petunjuk dokter.⁠Jangan lupa menjaga kebersihan diri untuk mempercepat penyembuhan luka.Selain melakukannya secara mandiri, Klinik Granostic pun menyediakan fasilitas home care luka terbaik di Surabaya. Di bawah ini ada jenis-jenis luka dan perawatannya di home care Klinik Granostic, apa saja?1. Luka Akut (Acute Wounds) Jenis luka ini dapat sembuh dalam kurun waktu kurang dari lima hari, yang umumnya juga diikuti dengan fase hemostasis dan peradangan. Selain itu, luka akut sendiri merupakan jenis luka yang seringkali membutuhkan perawatan yang cepat dan tepat, serta dapat pulih dengan baik bila tidak timbul komplikasi.Beberapa jenis luka yang termasuk dalam kategori akut antara lain:Luka sayatan (seperti pasca operasi)Biasa disebut juga sebagai insisi, jenis luka akut ini bisa disebabkan oleh goresan dari benda yang pipih dan tajam seperti silet, pisau, pecahan kaca, atau bahkan kertas. Selain itu, luka sayat juga bisa terjadi karena Anda melakukan prosedur pembedahan. Perawatan luka sayat pun sangat bergantung pada kondisi pendarahan dan lukanya. Dalam skala kecil, Anda bisa membersihkan luka sendiri dan menggunakan plester untuk membantu menghambat darah terus mengalir.Namun, dalam skala besar, Anda perlu bantuan medis untuk memberikan jahitan atau pengobatan untuk membantu menghentikan pendarahan.Luka TusukanJika luka sayat dihasilkan dari benda pipih yang tajam, maka luka tusuk dihasilkan dari benda yang berujung runcing seperti pisau, jarum, atau paku. Meski biasanya tidak membuat darah keluar banyak, luka jenis ini bisa menembus kulit hingga melukai organ dalam.Selain itu, bila luka tusuk ini diperoleh dari benda-benda berkarat, maka akan dapat menyebabkan tetanus. Karenanya, bila Anda mendapat luka dari benda-benda yang kotor dan karatan, baiknya segera lakukan konsultasi pada dokter. Dengan begitu, dokter akan membantu memberikan perawatan luka untuk mencegah infeksi, serta memberikan vaksinasi tetanus bila diperlukan.Luka LecetSelanjutnya, luka lecet yang juga termasuk dalam jenis akut. Luka ini umumnya terjadi pada lapisan epidermis, atau bagian terluar dari kulit Anda.Luka ini juga biasanya tidak separah luka sayat atau robek, yang bisa menimbulkan pendarahan. Namun, luka lecet yang dalam dan tidak diatasi dengan baik, akan dapat menimbulkan bekas atau jaringan parut pada kulit Anda.Karenanya, Anda bisa memberikan penanganan dengan membersihkan luka, mengoleskan petroleum jelly, juga menutup luka dengan kasa steril. Bila Anda merasa nyeri dan pedih yang intens pada lecet, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri.Luka RobekJenis luka akut ini bisa menjadi fatal bila berukuran besar dan menimbulkan pendarahan yang hebat. Luka robek sendiri dapat terjadi karena benturan dengan benda tumpul, tembakan, ledakan, kecelakaan berat, hingga perkelahian.Karena itu, ketika mengalami luka robek baiknya Anda pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter akan membantu menghentikan pendarahan, serta memberikan jahitan secukupnya bila diperlukan.2. Luka Kronis (Chronic Wounds)Selain kategori akut, luka pun memiliki kategori kronis. Jenis luka ini Luka ini tidak bisa diatasi dengan pengobatan selama jangka waktu tertentu, serta umumnya akan terjadi inflamasi di area luka.Luka kronis sendiri bisa disebabkan oleh faktor ekstrinsik dan intrinsik tubuh manusia. Seperti konsumsi obat-obatan, gizi buruk, atau komorbiditas. Karena itu, luka kronis umumnya dapat sembuh dan menutup dengan tipe penyembuhan luka sekunder. Di mana penyembuhan luka ini dilakukan pada luka yang kotor atau terkontaminasi.Selain itu, untuk menangani luka kronis perlu dilakukan identifikasi penyakit yang mendasarinya, sehingga pengobatan dan penyembuhan luka dapat berjalan dengan lebih optimal.Beberapa contoh luka yang masuk dalam kategori luka kronis misalnya:Luka Diabetes (ulkus diabetik)Luka diabetic atau ulkus diabetikum merupakan kondisi Ketika kaki mengalami luka disertai dengan keluarnya cairan nanah yang berbau tak sedap. Kondisi ini terjadi penderita diabetes, yang luka tersebut umumnya sulit sembuh dan tidak terasa nyeri.Luka diabetic ini umumnya terjadi bagian tubuh yang menahan beban tubuh, seperti pada jari-jari kaki dan bagian telapak kaki. Kondisi ini dapat muncul dengan tingkat keparahan yang beragam, bisa dari luka gores hingga luka yang mengakibatkan adanya kematian pada jaringan tubuh.Luka Dekubitus (luka akibat tekanan pada pasien yang lama terbaring)Pada kategori kronis selanjutnya, ada luka dekubitus atau ulkus dekubitus. Luka ini terjadi akibat tekanan pada bagian tubuh tertentu yang terjadi dalam waktu yang sangat lama.Ulkus akan timbul pada area kulit yang paling banyak mendapatkan tekanan seperti siku, pinggul, tulang ekor, hingga punggung.Ulkus dekubitus pun juga dikenal dengan bed sores, karena sangat sering terjadi pada pasien yang terbaring dalam waktu yang lama.Pengobatan ulkus dekubitus ini pun memerlukan bantuan tenaga medis ahli. Karena perlu menerapkan perawatan luka yang tepat, operasi untuk mengangkat jaringan mati, terapi, pemberian obat-obatan, serta perubahan posisi tubuh.Layanan home care Klinik Granostic dalam hal ini sangatlah membantu. Karena bila pasien dirawat di rumah, keluarga sangat mungkin mengalami kesulitan untuk melakukan prosedur tersebut sendirian.Bersama tenaga medis ahli dan pengawasan langsung dari dokter, pengobatan ulkus dekubitus pun akan jadi lebih efisien dan optimal.Luka Vaskuler (karena gangguan sirkulasi darah)Jenis luka kronis yang juga dapat dirawat menggunakan layanan home care Klinik Granostic Adalah luka vaskuler. Ulkus vascular sendiri merupakan luka pada kulit yang berkembang akibat masalah sirkulasi darah. Luka ini paling sering terjadi pada anggota tubuh, terutama tungkai Bawah dan telapak kaki, namun juga dapat terjadi di bagian tubuh lain.Tergolong sebagai kronis, luka ini memerlukan waktu yang lama untuk sembuh. Bahkan mungkin memerlukan perawatan khusus, termasuk pembedahan.Ini karena ada banyak faktor yang mempengaruhi kemunculan luka vaskular, sehingga memerlukan diagnosis medis terlebih dahulu, kemudian dokter akan memberikan perawatan dan pengobatan.3. Luka Terbakar (Burn Wounds)Layanan home care Klinik Granostic pun menyediakan penanganan luka bakar. Jenis luka dapat terlihat dari kerusakan kulit yang menyebabkan sel kulit menjadi mati.Pada kondisi ringan, luka bakar ini dapat pulih dengan perawatan sederhana di rumah. Namun jika terjadi dalam skala besar, maka perawatan luka bakar yang serius perlu dilakukan oleh tenaga medis ahli untuk mencegah komplikasi hingga kematian.4. Luka Pasca Bedah (Surgical Wounds)Setelah prosedur operasi, perawatan luka bedah pun sangat penting dilakukan. Sebab, Tindakan ini dapat membantu mencegah infeksi dan komplikasi pada luka. Serta melakukan perawatan luka yang tepat juga sangat penting untuk proses pemulihan.Perawatan luka operasi ini bisa meliputi menjaga luka tetap kering. Mengganti perban dan penutup luka operasi secara berkala, hingga melindungi dan melepas jahitan.Prosedur perawatan luka operasi ini tak semua bisa Anda lakukan sendiri. Karena itu, Klinik Granostic menyediakan layanan home care untuk membantu Anda mengatasi dan merawat luka pascaoperasi tersebut dengan tepat.Klinik Granostic di Surabaya Dengan Tenaga Ahli Kompeten dan BerpengalamanLuka akut maupun kronis tidak begitu saja dapat diabaikan. Anda harus menerapkan perawatan yang tepat agar luka dapat lekas sembuh dan tidak menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya.Namun, pada luka kronis seperti luka bakar yang parah, luka akibat diabetes, dekubitus, atau luka vaskuler, tentu tak bisa Anda atasi sendiri. Di sisi lain, pasien dengan luka kronis pun kadang merasa kesulitan menggerakkan tubuh mereka untuk pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat.Karena itu, kehadiran layanan home care sangatlah dibutuhkan untuk membantu menangani luka tersebut di rumah. Klinik Granostic pun memiliki layanan home care luka dengan didampingi dan diawasi langsung oleh tenaga medis ahli di Surabaya.Metode Perawatan ModernSemua tenaga kesehatan ahli di Klinik Granostic telah berpengalaman dan teruji kompetensinya selama bertahun-tahun. Kami pun mengembangkan metode perawatan yang modern, efisien, dan tepat sasaran untuk tiap jenis luka yang Anda miliki.Proses Penyembuhan OptimalDilakukan oleh tenaga kesehatan ahli, serta di bawah pengawasan dokter spesialis, perawatan luka akan berjalan dengan efektif dan membuat proses penyembuhan lebih optimal.Bagaimana pun sangat krusial untuk memberikan perawatan yang tepat pada luka Anda. Sebab ketika melakukannya dengan sembarangan, luka bisa terkena infeksi dan menyebabkan komplikasi lain.Karenanya, keberadaan ahli akan dapat mencegah kemungkinan tersebut terjadi. Selain itu, lewat penanganan ahli tersebut, Anda juga bisa langsung mendiskusikan keluhan-keluhan yang menyertai proses penyembuhan. Dokter dapat memberikan arahan dan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi problem tersebut. Jika Anda tertarik untuk menggunakan layanan home care dari Klinik Granostic, Anda bisa langsung menghubungi nomor yang tertera pada bagian bawah artikel. Atau langsung klik tombol Home Service di bawah.Selain memberikan layanan home care untuk luka, Klinik Granostic pun bisa melakukan medical check up rutin untuk Anda di rumah. Sehingga Anda bisa lebih mengenali kesehatan tubuh Anda, perkembangan luka, dan berkonsultasi untuk menerapkan langkah perawatan luka dengan lebih komprehensif.
Home Care Surabaya Terbaik
Melakukan pemeriksaan kesehatan kini bisa jadi lebih mudah dan sederhana dengan layanan home care. Buat Anda yang bertempat tinggal di Surabaya, Granostic memberikan layanan home care terbaik dengan dokter spesialis dan ahli di bidangnya. Secara harfiah, home care memiliki arti perawatan dari rumah. Sehingga lewat layanan ini, pasien dapat mengakses pelayanan kesehatan dari rumah dengan bantuan tenaga medis profesional.Klinik Granostic pun menyediakan layanan home care, yang dinamakan Home Service. Lantas apa saja layanan home care Granostic? Serta bagaimana cara mengaksesnya?Mari simak penjelasan lengkapnya lewat artikel ini.Mengenal Layanan Home Care Layanan home care sendiri bukan hal baru di bidang kesehatan, namun tak sedikit juga yang masih belum mengenal dengan jelas apa dan bagaimana prosedur pelayanannya.Pertama, layanan home care sendiri merupakan fasilitas pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis ahli di rumah pasien secara langsung, dengan pengawasan dari dokter. Layanan homecare ini mencakup pemeriksaan kesehatan, keperawatan, seperti terapi fisioterapi, vaksinasi, dan banyak lainnya.Di Klinik Granostic, pelayanan home care dapat direncanakan, dikoordinasikan, dan disediakan sesuai dengan kebutuhan Anda. Sehingga pelayanan juga akan lebih efisien dan tepat sasaran, sesuai dengan kesepakatan bersama. Klinik Granostic pun menawarkan beragam paket yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.Nah, lantas siapa sih yang baiknya menggunakan layanan home care ini? Berikut penjelasannya!Layanan Untuk Pasien dari Berbagai Riwayat Penyakit Anda mungkin mengira bahwa layanan home care ini hanya cocok untuk para lansia, karena kesulitan mobilitas fisik mereka. Namun, sebaliknya, layanan ini ideal untuk beberapa kondisi berikut ini:1. Membutuhkan Pemantauan dan Perawatan BerkalaPertama, layanan home care sangat ideal untuk pasien yang masih membutuhkan perawatan dan pemantauan berkala, seperti pada pasien pasca operasi. Apalagi pada pasien stroke, pasca operasi pengidapnya membutuhkan proses perawatan yang cukup lama dan memerlukan perhatian khusus. Layanan home care pada pengidap stroke ini dilakukan dengan memantau kesehatan secara berkala, dan prosedur fisioterapi. Selain itu orang-orang yang mengidap gagal jantung, paru-paru kronis, hingga gangguan fungsi kemih juga bisa sangat cocok untuk menggunakan layanan home care.Tujuan pengobatan ini dapat membantu pasien pasca operasi dengan kondisi kesehatan tertentu untuk bisa merasa tenang dan nyaman menjalani proses penyembuhannya. Karena mereka dapat berada dekat dengan keluarga, juga tanggal di lingkungan yang familiar dengan kesehariannya.2. Memiliki Kondisi Kesehatan KronisSelanjutnya, pasien dengan kesehatan kronis pun memerlukan layanan home care. Salah satu contohnya adalah penderita luka berat akibat diabetes, yang tentu tidak mungkin bolak balik ke rumah sakit membawa luka tersebut.Lewat layanan home care, pasien akan mendapatkan perawatan dari tim nakes profesional di rumah. Sehingga luka dapat dirawat, dibersihkan, diobati, dan proses penyembuhan pun akan jadi lebih efektif.3. Lanjut UsiaSeperti yang kita sebutkan sebelumnya, bahwa layanan home care ini sangat umum dianjurkan untuk lansia. Ini karena lansia memiliki keterbatasan fisik karena usia. Selain itu, biasanya lansia pun memiliki penyakit tertentu seperti stroke, jantung, ataupun diabetes.Lewat layanan home care, Anda dapat memantau kesehatan lansia dengan lebih teratur, tanpa memforsir fisik mereka secara berlebihan. Selain itu, dengan berada di rumah, para lansia juga akan lebih nyaman dan tenang karena dikelilingi oleh keluarganya.Jenis-Jenis Layanan Home CareDi Klinik Granostic, Anda dapat mengakses berbagai layanan home care untuk mengatasi masalah kesehatan pasien langsung bersama tenaga kesehatan profesional. Di bawah ini kami akan menjelaskan jenis-jenis layanan home care tersebut, apa saja?1. Perawatan Medis (Medical Care) Jenis layanan home care Klinik Granostic pertama adalah perawatan medis atau medical care. Dalam praktiknya, perawatan medis ini pun berupa rangkaian tindakan yang dilakukan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang telah ditentukan, yang tujuannya untuk mengupayakan kesembuhan penyakit pada pasien.Beberapa jenis perawatan medis pada pelayanan home care Klinik Granostic meliputi:Pemberian ObatPada beberapa kasus obat tak hanya dapat dikonsumsi dengan cara oral. Pada beberapa kasus, pemberian obat pun dapat dilakukan dengan injeksi atau harus melalui racikan. Nah, dalam kasus seperti di atas, tentu saja Anda membutuhkan bantuan seorang profesional.Infus dan InjeksiPemasangan infus dan injeksi juga tidak bisa dilakukan sendiri, ya. Sebab, dosis dan pilihan cairan pada terapi infus ini pun perlu ditentukan oleh dokter. Sementara pada pemasangannya akan dilakukan oleh perawat.Sangat tidak disarankan untuk Anda memasang infus atau menginjeksi sendiri, untuk menghindari kesalahan dan cedera.Perawatan LukaPerawatan luka berat membutuhkan perawatan dari tenaga ahli. Sehingga proses penyembuhan akan berjalan lebih cepat, tidak menimbulkan adanya infeksi bakteri atau kuman yang justru menghambat pemulihan.Perawatan Pasca-operasiTelah disebutkan sebelumnya, bahwa periode pemulihan pada pasca operasi juga kondisi yang ideal untuk menggunakan layanan home care. Apalagi untuk Anda yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti diabetes, stroke, dan sejenisnya.Perawatan dari tenaga kesehatan ahli akan membantu mempercepat proses penyembuhan, sekaligus mengawasi dan mencegah bila luka operasi menunjukkan gejala yang memburuk.Pengawasan Kondisi Kesehatan Secara RutinSelanjutnya, lewat layanan medis home care Anda juga bisa melakukan pengawasan kondisi kesehatan secara rutin. Apalagi untuk pasien lansia yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti hipertensi, diabetes, dan sejenisnya.Penyakit-penyakit ini dapat timbul dan kambuh karena faktor pemicu yang beragam. Sehingga ketika melakukan pemantauan kesehatan secara rutin, Anda dapat menyimak bagaimana progres dan perkembangan kesehatan pasien dengan lebih baik. Juga dapat menjadi upaya untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan.2. Perawatan Lansia (Elderly Care) Selanjutnya, jenis layanan home care selanjutnya dikhususkan untuk para lansia. Layanan elderly care ini dapat mencakup dua hal, seperti:Pemantauan Kesehatan RutinSaat memasuki usia lanjut, kondisi kesehatan tubuh seseorang akan mengalami berbagai perubahan, yang juga akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental.Karenanya, tak jarang pula bahwa seseorang yang tampaknya sehat di masa mudanya, akan mengalami berbagai masalah kesehatan saat menua. Misalnya memiliki tekanan darah tinggi, gula darah yang naik, kolesterol, stroke, dan banyak lainnya.Pemantauan kesehatan rutin ini akan membantu mencegah terjadinya timbulnya gejala-gejala penyakit kronis pada lansia, serta menjadikan kualitas hidup mereka lebih baik.Perawatan Untuk Kondisi TertentuBagi pasien yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, Klinik Granostic juga menyediakan layanan skrining khusus untuk memantau dan mengelola kondisi tersebut.Cakupan layanan yang disediakan mencakup pengukuran rutin, pemantauan gejala, hingga perawatan yang dipersonalisasikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.Klinik Granostic di Surabaya Memiliki Tenaga Ahli yang Kompeten dan BerpengalamanNah, Sobat Granostic, itu adalah penjelasan mengenai layanan home care dan fasilitas apa saja yang dapat Anda akses di Klinik Granostic. Layanan home care ini dapat memberikan banyak manfaat pada pasien dan keluarga, misalnya dengan memantau kesehatan bersama di lingkungan yang nyaman dan intim. Hingga membantu meringankan anggota keluarga yang terkendala waktu dan tenaga untuk mengantarkan pasien berobat ke rumah sakit.Menyadari pentingnya layanan home care ini bagi masyarakat, Klinik Granostic selalu merekrut tenaga kesehatan ahli dan berpengalaman untuk memenuhi kebutuhan perawatan medis dan non-medis di rumah.Semua layanan kesehatan tersebut berada di bawah pantauan dokter spesialis, serta dilakukan oleh tim medis yang handal. Sehingga kualitas pelayanan dan efisiensi prosedur pengobatan pun akan dapat berjalan lebih optimal.Karena tercapainya kesehatan dan kesejahteraan hidup pasien adalah tujuan utama dari layanan Klinik Granostic, kami memberikan paket medical check up lengkap sesuai kebutuhan. Kami juga memungkinkan Anda dan keluarga dapat menjangkau layanan home care Klinik Granostic dengan mudah.Anda hanya perlu klik tombol Home Service di bawah ini, kemudian diskusikan kebutuhan dan layanan yang Anda inginkan bersama tenaga medis kami.
Rekomendasi Ikan yang Bagus untuk MPASI
Sebagai sumber protein dan lemak sehat yang berkualitas, Moms perlu memasukkan ikan ke dalam resep Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk si Kecil. Nah, sebagai variasi, Moms bisa menyimak 15 rekomendasi ikan yang bagus untuk MPASI dalam artikel ini. Apa aja?Saat memasuki fase MPASI, Moms sudah bisa memperkenalkan beragam makanan pada si Kecil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Ikan menjadi salah satu bahan pangan yang sangat cocok untuk diolah menjadi MPASI.Sebab, ikan sendiri memiliki beragam nutrisi penting yang sangat berguna untuk mendukung dan mengoptimalkan perkembangan fisik si Kecil.Nah, buat inspirasi menu MPASI si Kecil, Moms bisa menyimak daftar jenis ikan yang aman untuk si Kecil berikut ini:1. SalmonJenis ikan yang baik untuk MPASI si Kecil yang pertama adalah salmon. Pasti Anda sudah tak asing lagi dengan jenis ikan laut ini, bukan?Ikan salmon sendiri diketahui mengandung lemak tak jenuh omega-3, yang keberadaannya sangat baik untuk perkembangan otak bayi.Selain itu, melansir dari FoodData Central U.S, Department of Agriculture dalam ikan salmon terkandung energi, protein, lemak, kalsium, kalium, dan fosfor.2. Ikan KembungRekomendasi jenis ikan untuk MPASI selanjutnya adalah ikan kembung, yang juga memiliki kandungan omega-3 yang tinggi. Kandungan ini pun sangat bermanfaat untuk perkembangan otak si Kecil.Selain itu, ikan kembung pun mengandung berbagai nutrisi lain seperti protein, energi, karbohidrat, kalsium, kalium, dan fosfor. Juga berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, C, D, dan E. Kandungan-kandungan ini membantu meningkatkan fungsi mata, tulang, dan daya tahan tubuh si Kecil.3. Ikan Tuna (varietas rendah merkuri)Tahukah, Moms? Bahwa ikan tuna juga aman digunakan sebagai MPASI, namun jenis yang rendah merkuri seperti ikan tuna skipjack atau cakalang.Ikan tuna sendiri dikenal memiliki nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh seperti vitamin B6, B12, D, dan zat besi, selenium, serta kalium.Tuna pun memiliki kandungan asam lemak omega-3, yang sangat baik untuk tumbuh kembang si Kecil. Misalnya dalam melindungi kesehatan jantung, mendorong perkembangan otak, serta menurunkan risiko tekanan darah tinggi.4. Ikan CodTermasuk memiliki kandungan merkuri yang rendah, ikan cod juga sangat cocok dan aman untuk Moms olah sebagai MPASI. Apalagi jenis ikan laut ini pun cukup santer di masyarakat karena manfaatnya yang sangat baik untuk memaksimalkan fungsi otak si Kecil.Selain itu, umumnya ikan cod dimanfaatkan dengan diambil minyak hatinya. Sebab, fungsinya diklaim lebih kaya seperti mengurangi inflamasi, mendukung fungsi otak, meningkatkan kemampuan mata atau penglihatan, juga membuat sistem imun jadi lebih kuat.5. Ikan TroutSelanjutnya, ikan trout juga dapat menjadi bahan MPASI untuk si Kecil. Sebab daging ikan ini memiliki kandungan gizi yang melimpah seperti protein, lemak, kalsium, zat besi, dan natrium.Sementara itu, ikan trout sendiri kaya akan DHA, sehingga dapat mendukung perkembangan otak. Kandungan asam lemak omega-3nya juga bisa jadi sumber vitamin D yang bagus.6. Ikan LeleJenis ikan yang bagus untuk MPASI selanjutnya adalah lele. Jenis ikan air tawar ini memiliki banyak nutrisi. Dalam daging ikan lele, dapat terkandung energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, hingga zat besi.Karenanya, daging ikan ini dapat menjaga kesehatan anak, mendukung perkembangan anak, mendukung kecerdasannya, hingga dapat mencegah stunting.7. Ikan HalibutPilihan ikan untuk MPASI selanjutnya adalah ikan halibut, yang mengandung banyak vitamin, mineral, dan lemak. Semua kandungan tersebut dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnnya. Selain itu, jenis ikan laut ini mengandung banyak vitamin B yang dapat menjadi bahan bakar energi sel, vitamin D untuk mendukung pertumbuhan tulang dan sel yang sehat, juga memiliki selenium yang dapat membantu fungsi hati dan kekebalan tubuh bayi.Ikan halibut juga dikenal sebagai sumber protein dan asam lemak esensial omega-3 yang baik, yang penting untuk mendukung perkembangan otak bayi.Akan tetapi, ikan halibut mengandung kadar merkuri yang sedang. Karenanya, Anda dianjurkan untuk menyajikan ikan halibut ini sebanyak satu atau dua kali saja seminggu pada anak.8. Ikan HaddockHaddock secara umum memiliki kandungan merkuri yang lebih rendah dibanding ikan-ikan besar lainnya, seperti halibut atau grouper. Selain itu, ikan ini juga menawarkan banyak protein dan omega-3 yang dapat mendukung pembentukan dan kesehatan sel. Kandungan seleniumnya pun akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil.Ikan haddock juga menjadi sumber vitamin B6 dan B12 yang baik. Kedua vitamin ini dikenal esensial dalam perkembangan saraf si kecil.9. Ikan SardenAnda pasti sudah sering mendengar jenis ikan laut ini, bukan? Ya, Moms ikan sarden atau sardin dapat Anda olah sebagai MPASI.Jenis ikan laut ini mengandung banyak nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, kalium, fosfor, hingga zat besi. Kandungan omega-3 di dalam sardin bisa membantu tumbuh kembang si Kecil. Selain itu, vitamin A di dalam daging sardin pun membantu menjaga kesehatan mata anak dan daya tahan tubuhnya.10. Ikan KakapSelain tinggi protein, ikan kakap juga mengandung sejumlah mineral yang sangat baik untuk tumbuh kembang si Kecil seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.Kalsium dalam ikan kakap bisa membantu meningkatkan pertumbuhan tulang pada bayi. Sementara itu, vitamin A dalam daging ikan laut ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketajaman penglihatan mata.Selain itu, kombinasi nutrisi yang terdapat dalam daging ikan kakap pun diketahui dapat bermanfaat untuk perkembangan kognitif si Kecil. 11. Ikan HaringJenis ikan yang bagus untuk MPASI selanjutnya adalah ikan herring. Sebab dalam daging ikan herring terkandung banyak nutrisi penting seperti protein, lemak, kalsium, zat besi, hingga kalium.Selain itu, ikan herring pun memiliki kandungan DHA yang sangat esensial untuk perkembangan otak si Kecil.Selain itu, kandungan merkuri yang rendah, membuat ikan herring aman untuk dikonsumsi si Kecil.12. Ikan Makarel Selanjutnya, Anda bisa menggunakan ikan makarel sebagai MPASI. Khususnya jenis atau varietas yang rendah merkuri, seperti varietas atlantik.Varietas makarel atlantik pun memiliki nutrisi tinggi, dengan protein, asam lemak omega-3, juga DHA yang sangat baik untuk perkembangan si Kecil.Secara umum mengonsumsi ikan makarel rendah merkuri ini juga bisa membantu mendukung kesehatan kardiovaskular pada bayi, mendukung pertumbuhan sel, dan merawat kesehatan mata.Selain itu, makarel pun mengandung banyak zat besi, selenium, dan vitamin B yang dapat mendukung kesehatan tiroid, sel darah merah, hingga kesehatan metabolisme secara umum.13. Ikan GurameMoms, Anda juga bisa membuat MPASI si Kecil menggunakan ikan gurame, loh. Ikan yang dapat dibudidayakan di air tawar ini memiliki kandungan kalsium, protein, dan asam lemak omega-3 yang tinggi.Kandungan-kandungan dalam daging gurame ini bisa mendukung pertumbuhan si Kecil. Terlebih, kandungan zinc di dalamnya, juga dapat mendukung kecerdasan otak dan meningkatkan sistem imun si Kecil. 14. Ikan PatinDikenal juga dengan nama ikan dori, patin juga sangat bagus untuk Moms olah sebagai MPASI. Sebab, jenis ikan ini memiliki protein yang tinggi sehingga dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil.Selain itu, ikan patin pun memiliki banyak nutrisi lain seperti lemak, karbohidrat, kalsium, kalium, fosfor, dan zat besi.15. Ikan BandengLast but not least, Moms juga bisa menggunakan ikan bandeng sebagai bahan MPASI si Kecil. Sayangnya jenis ikan ini memiliki duri yang banyak dan berukuran kecil, Karena itu, pastikan untuk benar-benar membersihkan durinya terlebih dahulu, ya Moms.Ikan bandeng memiliki zat gizi tinggi seperti kandungan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, hingga zat besi. Selain itu, bandeng juga kaya akan DHA yang sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan nak. Cara Pembuatan MPASI IkanNah, Moms, setelah menyimak 15 rekomendasi ikan yang bagus untuk MPASI di atas, apakah Anda sudah menemukan inspirasi menu yang tepat?Karena nilai gizinya yang tinggi, sangat penting juga bagi Anda memperhatikan pengolahan ikan untuk MPASI ini dengan tepat. Sehingga nutrisi dalam ikan dapat terjaga dengan baik dan bermanfaat secara optimal untuk si Kecil.1. Pilih Ikan yang SegarPertama, pastikan Anda memilih ikan yang segar untuk MPASI si Kecil. Moms bisa menyimak kualitasnya dari mata ikan, apakah terlihat bening dan cerah. Juga melihat warna insangnya yang masih merah dan segar, memiliki warna yang terang dan lendir bening, serta apakah ada bau yang mengganggu.2. Bersihkan dengan BaikSetelah memilih ikan dengan kualitas yang baik, Anda bisa langsung membersihkannya sebelum dimasak. Misalnya mulai dengan membersihkan sisik, mengeluarkan organ dalam perutnya, juga membersihkan sirip-sirip dan ekornya yang tajam.3. Masak Hingga MatangSelanjutnya, Anda harus memasak ikan untuk MPASI ini hingga benar-benar matang. Pastikan dagingnya juga benar-benar empuk agar mudah dihancurkan dan duri dalam daging ikan mudah untuk disisihkan.4. HaluskanLangkah terakhir, Anda perlu menghaluskan rebusan daging ikan tersebut hingga menjadi tekstur yang pas untuk MPASI si Kecil. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat beberapa tahapan tekstur MPASI si Kecil yang perlu Moms tahu, seperti:Usia 6–9 bulan pertama: dianjurkan untuk memberikan MPASI dengan tekstur bubur saring halus (puree) dan lumat (mashed).Usia 9–12 bulan: Moms boleh memberikan MPASI dengan tekstur yang agak kasar seperti cacah halus, cacah kasar, hingga finger food. Anda harus menyesuaikan juga dengan kemampuan mengunyah si Kecil ya, Moms.Usia 12–23 bulan: Moms sudah boleh memberikan makanan keluarga yang dibuat lebih mudah dikunyah oleh si Kecil.Yuk Bunda Konsultasi Kebutuhan Gizi Anak ke DokterNah, Moms memasukkan ikan ke dalam komposisi MPASI si Kecil memang baik dilakukan. Meski begitu ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam penyajiannya, termasuk frekuensi pemberian dan adanya risiko alergi.Apalagi kalau dalam keluarga memiliki riwayat alergi terhadap jenis ikan tertentu. Akan sangat disarankan untuk Anda berkonsultasi terlebih dahulu bersama dokter anak atau tenaga kesehatan terkait sebelum memberikannya kepada si Kecil.Kabar baiknya, Anda dapat melangsungkan konsultasi dan cek kesehatan lengkap untuk si Kecil ini di layanan Baby Packages Klinik Granostic. Dokter kami akan membantu Anda untuk memantau tumbuh kembang si Kecil, kondisi tubuhnya pada kemungkinan alergi makanan tertentu, dan pencegahan masalah gizi lainnya.Tak hanya dapat berkonsultasi langsung, Anda pun bisa memanfaatkan layanan Home Service kami untuk konsultasi jarak jauh, loh.Yuk, jaga dan optimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan rajin konsultasi ke dokter di Klinik Granostic!
Home Service
Loading
Toast Message