Jl. Dharmahusada No.146, Mojo, Kec. Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60285

Kabar Terbaru Granostic Diagnostic Center

Spesial Paket Ramadhan BUY 4 GET 1 FREE!
SPECIAL DEAL FOR YOU AND YOUR FAMILY !Paket Spesial Ramadhan BUY 4 GET 1 FREE!PENAWARAN TERBATAS HANYA SAMPAI 22 APRIL 2023!Pesan sekarang, hubungi segera tim Granostic Center!
Payday Treats KEMBALI!!
Promo Payday Treats kembali!Nikmati diskon 20% untuk semua jenis pemeriksaan**Syarat dan Ketentuan berlakuBerlaku 25 Maret - 01 April 2023Sekarang Hidup Sehat Lebih Hemat!!Hubungi tim Granostic untuk informasi lebih lanjut dan reservasi!
Webinar Medis "Deteksi Dini Kanker Serviks & Payudara untuk Penanganan Maksimal"
Webinar Medis Granostic kembali lagi!Kasus kanker serviks dan payudara yang semakin marak terjadi pada masyarakat menjadi perhatian khusus seluruh pelayan kesehatan. Tenaga kesehatan pun dituntut untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terkait penyakit ini, serta diminta untuk dapat memberikan penanganan yang tepat untuk setiap pasien.Granostic Center melalui acara ini mengajak semua masyarakat, khususnya tenaga kesehatan, untuk mengetahui gejala dan cara deteksi dini untuk kanker serviks dan kanker payudara serta dapat memberikan penanganan yang maksimal untuk penyakit ini bersama dengan para ahli.
General Check Up Spesial Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan Rayakan Ramadhan dengan lebih sehat dengan melakukan medical check up!Pemeriksaan lengkap mulai dari cek gula darah, fungsi organ dan kolesterol bisa Anda dapatkan melalui Paket Spesial Ramadhan!HANYA Rp 400.000,-!!FREE! TEKANAN DARAHFREE! KONSULTASI DOKTERFREE! HOMESERVICE FEE (Area Surabaya)Tubuh Sehat, Ibadah pun Lancar
Diskon Khusus Hari Wanita Sedunia | SPECIAL FOR ALL WOMEN! 20% OFF untuk Tes Pap Smear!
Happy International Women's Day!We support every innovation for gender equalityHarga spesial untuk pemeriksaan Pap Smear bagi seluruh wanita selama bulan Maret 2023!Info lebih lanjut segera hubungi Granostic Center
Healthcare Expo Health Talk "Pemeriksaan Genomik sebagai Penanganan Berbagai Penyakit" dengan dr. Aji Wibowo
Dapatkan insight menarik terkait pemeriksaan genomik dari dokter Aji Wibowo hanya di Acara Healthcare Expo 2023 di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya!Catat ya tanggal dan jamnya!
Allianz x Jawa Pos Healthcare Expo 03-05 Maret 2023
Granostic Center akan memeriahkan acara Healthcare Expo di Atrium TP3 Surabaya tanggal 03-05 Maret 2023Ada banyak kemeriahan yang bisa Anda dan keluarga ikuti selama acara ini berlangsung!Penawaran Spesial untuk Paket Medical Check UpTalkshow GenomikPemeriksaan GenomikKonsultasi dengan tenaga ahliDAN MASIH BANYAK LAGIKunjungi booth Granostic hanya di Healthcare Expo 03-05 Maret 2023!
LAYANAN TERBARU! GRANOMIC TELOMER TEST
Layanan baru untuk Sobat dan Keluarga!Granomic Telomer TestApa sih guna tes ini?Tes ini dapat menghitung usia biologis Anda untuk berbagai keuntunganMenunda penuaanMencegah berbagai penyakitdan berbagai keuntungan lainnyaHubungi tim Granostic sekarang juga untuk info lebih lanjut mengenai Granomic Telomer Test!
Networking Dinner with SwissCham Indonesia & Switzerland Global Enterprise
Dalam rangka mengembangkan layanan serta menjalin kerjasama strategis untuk mendukung kemajuan layanan kesehatan, Granostic Center menghadiri acara Networking Dinner yang diselenggarakan Swiss Bussiness Hub.Acara ini menjadi penanda untuk membuka kesempatan kerjasama antara Granostic Center dengan berbagai mitra strategis dari Negara Swiss.Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga Granostic Center dapat terus berkembang dan berinovasi untuk memajukan kesehatan Indonesia
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Granostic Center dan Naleya Genomik Indonesia
Pada hari ini Granostic Center, yang diwakili oleh Bapak Arditya Irawan, S.T, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Naleya Genomik Indonesia untuk memperkuat layanan pemeriksaan genomik Indonesia. Proses penandatanganan perjanjian ini disaksikan oleh Bapak Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia.Perjanjian ini menjadi penanda kemajuan dalam industri kesehatan Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan kondisi kesehatan di IndonesiaTerima kasih atas dukungan semua pihak dan nantikan inovasi kesehatan lain dari Granostic Center
Myoma Uteri
PengertianMioma uteri merupakan tumor jinak yang berasal dari otot polos rahim. Tumor ini sering juga disebut sebagai fibroid atau leiomioma. Penyebab sel tumor ini dapat terbentuk karena adanya mutasi genetik, kemudian berkembang akibat induksi hormon estrogen dan progesterone. Leiomioma uteri merupakan jenis tumor jinak yang dapat menyerang segala rentan usia. Dari epidemiologi menunjukkan bahwa 70% kasus dapat terjadi pada usia 50 tahun, di mana 30-40% kasus pada masa perimenopause dan 20-25% kasus pada wanita usia reproduksi. Jumlah dan ukuran mioma sangat bervariasi, terkadang dapat ditemukan satu atau juga lebih dari satu untuk mioma yang tumbuh di tubuh kita. Mioma mampu tumbuh di bagian dinding luar rahim, pada otot rahim, atau bisa juga di bagian dinding dalam rahim sendiri. Ini jenis tumor yang lebih banyak ditemukan. Rata-rata pada wanita di atas usia 30 tahun. Mioma dapat diklasifikasikan atas beberapa tipe antara lain:Tipe 0 - Merupakan pedunculated intracavitary myoma yaitu tumor berada di submukosa dan sebagian dalam rongga rahim.Tipe 1 - Merupakan tipe submukosa dengan < 50% bagian tumor berada di intramural.Tipe 2 - Merupakan tipe tumor menyerang ≥ 50% intramural.Tipe 3 - Merupakan tipe tumor dengan seluruh bagian tumor berada dalam dinding uterus yang berdekatan dengan endometrium.Tipe 4 - Tipe tumor intramural yang lokasinya berada dalam miometrium.Tipe 5 - Tipe serosa dengan ≥ 50% bagian tumor berada pada intramural.Tipe 6 - Jenis subserosa yang mengenai < 50% intramural.Tipe 7 - Tipe pedunculated subserous.Tipe 8 - Kategori lain ditandai dengan pertumbuhan jaringan di luar miometrium yang disebut cervicalparasitic lesion.Mioma intramural merupakan jenis yang paling banyak, sedangkan mioma submukosa merupakan mioma paling jarang ditemukan kasusnya. PenyebabPenyebab pasti mioma belum diketahui secara pasti. Mioma jarang sekali ditemukan pada remaja sebelum pubertas. Karena mioma sangat dipengaruhi oleh hormon reproduksi dan hanya manifestasi selama usia reproduktif (Anwar dkk, 2011). Tetapi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor pada mioma, di samping faktor predisposisi genetik :EstrogenMioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. Enzim hidroxydesidrogenase mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah). Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous, yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak dari pada miometrium normal. ProgesteronProgesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara, yaitu mengaktifkan hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.Hormon pertumbuhan (growth hormone)Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa, yaitu HPL (Human Placenta Lactogen), terlihat pada periode ini dan memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leymioma selama kehamilan mungkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan estrogen.Faktor RisikoBeberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang mioma, antara lain:Sudah berusia lebih dari 40 tahun.Riwayat keluarga mengidap mioma.Menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun.Belum pernah hamil sebelumnya (wanita yang sudah pernah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma).Berat badan berlebih atau obesitas.Diet tinggi konsumsi daging merah, tetapi rendah sayuran hijau.Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.Kebiasaan merokok.Penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi estrogen.Keturunan ras Afrika-Amerika mempunyai kemungkinan 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia.GejalaUmumnya, mioma tidak menimbulkan gejala yang disadari pengidapnya. Tetapi ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan, antara lain :Menstruasi dalam jumlah banyak.Perut terasa penuh dan membesar.Gangguan berkemih akibat ukuran mioma yang menekan saluran kemih.Keluarnya mioma melalui leher rahim yang umumnya disertai nyeri hebat, sehingga menyebabkan luka dan terjadinya infeksi sekunder.Konstipasi akibat mioma menekan bagian bawah usus besar.Nyeri panggul berkepanjangan dan tak kunjung sembuh, yang dapat dirasakan saat menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau saat terjadi penekanan pada panggul.Penimbunan cairan di rongga perut.Komplikasi Mioma UteriMioma uteri yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi berupa:Nyeri berat atau perdarahan berat yang memerlukan tindakan pembedahan segera.Terpuntirnya mioma uteri yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Bila hal ini terjadi, dokter akan merencanakan operasi segera.Anemia atau kurang darah akibat perdarahan hebat.Infeksi saluran kemih.Bila tumor rahim terlalu besar, tumor rahim ini dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan sulitnya buang air kecil.Kemandulan.Pada ibu hamil yang mengalami mioma uteri dapat menyebabkan prosesi melahirkan secara prematur akibat terdesaknya rahim oleh tumor, perdarahan hebat setelah melahirkan, keguguran, dan lain-lain.Pemeriksaan PenunjangUntuk memastikan diagnosis mioma uteri, dokter bisa melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:Tes laboratorium Hitung darah lengkap dan apusan darah : Leukositosis dapat disebabkan oleh nekrosis akibat torsi atau degenerasi. Menurunnya kadar hemoglobin dan hematokrit menunjukan adanya kehilangan darah yang kronik.Tes kehamilan terhadap chorioetic gonadotropin Sering membantu dalam evaluasi suatu pembesaran uterus yang simetrik menyerupai kehamilan atau terdapat bersamaan dengan kehamilan.Ultrasonografi, apabila keberadaan massa pelvis meragukan, sonografi dapat membantu.Pielogram intravena a. Pap smear serviks selalu diindikasikan untuk menyingkap neoplasia serviks sebelum histerektomi.b. Histerosal pingogram dianjurkan bila klien menginginkan anak lagi dikemudian hari untuk mengevaluasi distorsi rongga uterus dan kelangsungan tuba falopi (Nurarif & Kusuma, 2013).PencegahanLangkah pencegahan mioma uteri tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui secara pasti. Namun beberapa langkah di bawah ini diduga dapat membantu dalam mencegah mioma uteri:Menerapkan pola hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan ideal dan memilih makanan tinggi serat seperti sayur dan buah.Menggunakan kontrasepsi hormonal.PengobatanCara mengobati mioma uteri umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Pada kebanyakan kasus, mioma tidak perlu diobati jika tidak menyebabkan gejala. Seiring berjalannya waktu, mioma dapat menyusut dan menghilang setelah menopause tanpa pengobatan. Namun bila gejala mioma menetap, maka diperlukan pengobatan untuk mengatasi gejala dan mengurangi ukuran mioma uteri. Penanganan mioma uteri dapat menggunakan obat-obatan, pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi mioma uteri adalah:Asam traneksamat untuk mengatasi perdarahan yang berat.NSAID untuk meredakan nyeri.Obat-obatan hormonal yang dapat meredakan gejala terkait menstruasi atau mengecilkan ukuran mioma. Contohnya, gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonist, progestin, atau alat KB dalam rahim yang mengandung progesteron.Daftar PustakaHealthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids#outlookDiakses pada 29 September 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288Diakses pada 29 September 2021Web MD. Diakses pada 2019. What Are Uterine Fibroids?http://eprints.umpo.ac.id/6124/3/BAB%202.pdfRafael FV, Geraldine EE. Pathophysiology of uterine myomas and its clinical implications. New York: Springer; 2015Andrea C, Jacopo DG, Piergiorgio S, Nina M, Stefano RG, Petro L, et al. Uterine fibroids: Pathogenesis and interactions with endometrium and endomyometrial junction. Obstet Gynecol Int. 2013;2013:173184.Persatuan obstetri dan ginekologi. Standar pelayanan medik obstetri dan ginekologi. 2006 .p. 129-30Maria SD, Edward MB. Uterine fibroids: Diagnosis and treatment. Am Fam Physician. 2017;95(2):100-7Alistair RW. Uterine fibroids-what’s new? Pubmed Central. 2017; 6: 2109.Radmilla S, Ljijiana M, Antonio M, Andrea T. Epidemiology of uterine myomas: A review. Internat J Fertil Steril. 2016;9(4):424-35file:///C:/Users/HP/Downloads/371-594-1-SM.pdf diakses pada tanggal 14 September 2022
Awas! Ternyata Ini Bahaya Dari Duduk Terlalu Lama!
Keberadaan ponsel mempermudah aksesibilitas dalam melakukan sesuatu. Misalnya saat seseorang mau membeli barang, ia harus keluar menuju toko atau sebagainya untuk mendapatkannya, namun dengan ponsel mereka cukup mengakses internet dan membuka toko online terkait. Dan barang pun akan diantar sampai ke rumah. Akibat dari fenomena ini mudah saja disimpulkan, mobilitas orang-orang menjadi lebih terbatas, atau singkatnya manusia semakin mager atau malas gerak.Perilaku malas ini ditunjukkan dalam bentuk duduk terlalu lama. Dengan duduk dalam waktu lama ini tanpa adanya pergerakan tubuh lain, dapat mengakibatkan gangguan pada sistem metabolisme. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari dampak negatif dari kebiasaan duduk berlama-lama.Risiko kesehatan yang timbul akibat duduk terlalu lama tidak hanya berlaku bagi mereka yang gemar bermain ponsel atau enggan bergerak. Orang yang bekerja di perkantoran yang identik dengan duduk di kursi kemudian mengetik komputer juga rentan terhadap gangguan ini.Berikut adalah ulasan mengenai dampak buruk dari duduk yang terlalu lama.1. Sakit PunggungKetika duduk, tidak hanya punggung yang menjadi tumpuan beban, tetapi juga tulang belakang dan juga leher. Terutama jika posisi duduknya tidak benar, ini dapat menyebabkan otot pada punggung dan leher menjadi tegang. Situasi ini dapat terjadi ketika seseorang duduk terlalu lama di tempat kerja, di dalam mobil, atau bahkan di rumah.Tinjauan dr. Verury Verona Handayani dari Halodoc, dalam durasi duduk yang lama, otot fleksor pinggul menjadi lebih pendek. Hal ini dapat menghambat aktivitas gluteus dan menyebabkan paha belakang menanggung beban berlebih. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kemiringan panggul anterior yang dapat memicu nyeri pada bagian bawah punggung, gangguan mekanika gerakan, bahkan menghambat respons timbal balik tubuh.2. Gangguan Postur TubuhMeskipun dampaknya tidak segera terlihat, duduk terlalu lama dapat mengakibatkan gangguan postur tubuh secara sementara atau bahkan permanen. Beberapa efek dari gejala ini yang umum dirasakan diantaranya rasa sakit yang berlebihan di leher dan bahu, perubahan postur tulang belakang akibat menjadi tumpuan atau sebagai penopang tubuh saat duduk, serta gangguan pada sendi bagian belakang yang disebabkan oleh keterbatasan gerakan bagian belakang tubuh.3. Penyakit JantungDarah yang mengalir ke dalam tubuh mengalami penurunan laju pergerakan, yang menyebabkan otot menjadi tidak mampu membakar kalori dengan efisien. Posisi duduk yang terlalu lama dapat menghambat proses metabolisme, yang merupakan kunci dalam pembakaran kalori. Dalam konteks kalori, terdapat kandungan lemak yang apabila terakumulasi di dalam pembuluh darah, dapat mengakibatkan penyumbatan. Akibatnya, terjadi gangguan pada sistem peredaran darah, yang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama terkait dengan kesehatan jantung. 4. Perut BuncitFenomena ini terkait erat dengan penumpukan lemak di dalam tubuh. Ketika kita duduk untuk waktu yang lama, lipoprotein lipase, sebuah enzim yang berfungsi untuk mengolah lemak dan gula dalam tubuh, tidak bekerja secara optimal. Hal ini menyebabkan proses metabolisme berjalan lebih lambat, dan akhirnya lemak mulai menumpuk.Dilansir dari National Library of Medicine, dari studi penelitian tahun 2003 terlalu lama duduk akan mengurangi stimulasi lipoprotein lipase membuat tubuh kesulitan dalam membakar lemak yang disimpan. Seiring waktu, lemak ini dapat terakumulasi di berbagai bagian tubuh, termasuk perut. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika berat badan meningkat dan perut terlihat semakin buncit. Perut yang buncit juga dapat menjadi indikasi penumpukan lemak di sekitar organ dalam, yang dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik.5. Atrofi OtotDengan duduk dalam jangka waktu lama, otot besar di area bokong tidak menanggung beban dengan cukup, sehingga tekanan dan kekuatan beralih ke area yang lebih lemah. Otot bokong yang tidak aktif secara terus-menerus dapat mengalami atrofi otot, yang dapat merusak postur tubuh, hal ini memang tidak berdampak pada kesehatan, namun pada wanita yang menginginkan postur tubuh yang elegan, hal ini sangat dihindari.Dampaknya adalah, bentuk bokong dapat menjadi datar atau sering disebut sebagai 'bokong meja'. Selain itu, otot-otot bokong yang melemah juga akan kehilangan kemampuannya untuk menstabilkan panggul, sehingga tubuh cenderung miring ke depan dan menimbulkan tekanan tambahan pada bagian bawah tulang belakang.6. OsteoporosisMenurut Badan Kesehatan Dunia WHO, osteoporosis merupakan suatu gangguan sistemik pada tulang yang dicirikan oleh penurunan kualitas kepadatan massa tulang, menyebabkan tulang menjadi lebih rentan terhadap kerapuhan. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko patah tulang.Penting untuk dicatat bahwa melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu memperkuat tulang dan meningkatkan massa tulang secara keseluruhan. Namun, selama bekerja di kantor, hal tersebut tidak memungkinkan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Oleh karena itu, risiko terkena osteoporosis dapat meningkat dengan adanya hambatan tersebut.7. Kanker Kandung KemihTerdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa gaya hidup yang kurang aktif dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk kanker kandung kemih. Namun untuk saat ini belum ditemukan bukti akurat yang mendukung klaim bahwa duduk terlalu lama secara langsung dapat menyebabkan hal tersebut.8. DVT (Deep vein thrombosis)Dikutip dari Healthdirect Australia, penyakit yang dikenal sebagai trombosis vena merupakan gejala pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah vena, khususnya pada bagian dalam tubuh, hal ini biasanya terjadi di area tungkai. Keadaan ini dapat berkembang menjadi serius dan berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak diidentifikasi dan diobati dengan cepat.DVT dapat timbul sebagai akibat dari berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan duduk terlalu lama. Saat seseorang menghabiskan waktu yang lama dalam posisi duduk, misalnya selama penerbangan panjang atau perjalanan darat yang tidak terputus, aliran darah dapat melambat, menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan gumpalan darah. Hal ini terutama berpotensi terjadi pada pembuluh darah vena yang berada di bagian dalam tubuh.9. Nyeri KronisPostur duduk yang tidak benar, kekakuan dan ketegangan pada otot, dan distribusi beban yang tidak merata di sekitar punggung dan pinggul jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan pada cakram intervertebralis dan merangsang saraf-saraf di sekitarnya. Akibatnya, rasa nyeri bisa menjadi lebih intens dan bahkan menetap dalam jangka waktu yang lebih lama, menciptakan kondisi yang dikenal sebagai nyeri kronis.Nyeri kronis ini bisa berujung pada kelumpuhan permanen. Oleh karena itu, penting untuk menyadari pentingnya postur duduk yang benar dan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti mengatur kursi dan meja dengan ergonomis, melakukan istirahat singkat untuk meregangkan otot-otot, dan jangan lupa untuk stretching secara berkala. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan dan mengurangi potensi masalah kesehatan yang berkaitan dengan postur duduk yang tidak benar.
Home Service
Talk Talk to us
Loading
Toast Message